Company profile Garuda Indonesia Garuda indonesia dimulai pada tahun 1940an, dimana Indonesia masih berperang dengan

Belanda. Pada waktu itu masih dikenal dengan sebutan Indonesia Airways. Pesawat pertama mereka adalah Seulawah atau Gunung Emasdengan jenis pesawat Dakota DC-3. Nama ini diambil dari nama sebuah gunung di Aceh. Selama periode mempertahankan kemerdakaan, Garuda Indonesia terbang dengan rute special sebagai bagian untuk mendukung revolusi melawan Belanda. Ketika dalam masa perawatan di India, pesawat RI-001 tidak bisa kembali ke Indonesia dikarenakan tentara Belanda meluncurkan agresi militer ke 2. Di waktu yang bersamaan, pemerintah Burma membutuhkan transportasi udara, untuk mendapatkan beberapa dana agar dapat mempekerjakan kru pesawat, diputuskan bahwa RI-001 dipinjamkan ke pemerintah Burma. Pada 26 januari 1949, RI-001 terbang dari Calcutta ke Rangoon dan dinamakan Indonesia Airways. Nama “Garuda” diberikan oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno. Pada 28 Desember 1943, pesawat DC-3, Dakota RI-001, menerbangkan presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Bandara Kemayoran, Jakarta, untuk pelantikannnya sebagai presiden. Kemudian, di badan pesawat dicetak logo baru yaitu Garuda Indonesia Airways. Selama tahun 1949 sampai 1962, Garuda menjabat sebagai satu-satunya pesawat komersial di Indonesia, dengan membawa penumpang dari 1 kota ke kota lain dan juga ke luar negeri. Kemudian pada April 1962, pemerintah Indonesia mendirikan Merpati Nusantara (Merpati) untuk terbang ke daerahdaerah kecil. Tugas utama Merpati adalah untuk membangun transportasi udara regional serta penerbangan yang multipurposed dan untuk mempromosikan apapun yang berhubungan dengan transportasi udara dalam arti luas. Di awal bulan April 1969, bermunculan kompetitor baru yaitu Mandala Airlines dan Bouraq Airlines tahun 1970. Sampai pada tahun 1990 hanya Garuda Indonesia yang diizinkan untuk mengoperasikan pesawat jet, sementara perusahaan penerbangan lainnya diizinkan untuk menggunakan pesawat balingbaling saja. Demikian pula, kebijakan harga tiket sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah. Di tahun 1990, pesawat domestik mempunyai peluang untuk mengoperasikan pesawat jet, yang mengawali adalah pesawat Sempati Air yang didirikan oleh PT Tri Usaha Bhakti oleh yayasan Kartika Eka Paksi, yang ternyata milik para komandan tertinggi Angkatan Darat Indonesia. Simpati ini berusaha keras untuk menjadi pesawat komersial yang profesional. Rute Simpati tersebut adalah Jakarta Medan dan Jakarta- bAtam. Akan tetapi karena kesalahan pihak manajemen, Simpati dinyatakan bangkrut pada bulan Juli 1999. Tahun 1998, Garuda Indonesia dipimpin oleh Robby Djohan, seorang bangkir yang terkenal. Dalam waktu 6 bulan, Robby yang terkenal dengan

Latar Belakang Masalah Visi. di mana Garuda Indonesia berstrategi dan berinisiatif untuk tetap konsisten dengan tujuan perusahaan dan mewujudkan untuk menjadi sebuah perusahaan penerbangan yang membawa bendera bangsa. misi. Dengan kehadiran LCC. Namun. Misi Garuda Indonesia adalah "pembawa bendera Indonesia untuk dunia. Garuda Indonesia tetap tidak memotong harganya. Berdasarkan usulan dari Robby. nilai dan tujuan perusahaan adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu. harga tiket jakartasurabaya meningkat hingga Rp. Garuda Indonesia fokus pada segmentasi customer yang berkompetensi full-service airline. Hal ini dikarenakan mereka tidak konsisten dalam menjalankan low cost business model. Tahun 2001. Oleh karena itu. Pada kenyataannya. Meskipun Garuda Indonesia mempunyai image yang baik. banyak perusahaan yang menawarkan rute yang sama dengan harga Rp. untuk mendukung pembangunan ekonomi . Citilink bertempat di surabaya dan sekarang melayani penerbangan di beberapa kota besar di Indonesia. Namun Robby Djohan mendapat tugas untuk mengurus Bank Mandiri yang kemudian digantikan oleh Abdulgani.-). BJ Habibie memutuskan untuk mengambil alih hutang Garuda Indonesia. jumlah maskapai meningkat dari 4 maskapai hingga 25 maskapai.kedisiplinannya dan ketekunannya mengobati cashflow perusahaan yang kritis.265). yang mengizinkan pemain baru untuk memasuki industri penerbangan dengan memiliki 2 pesawat saja. Garuda Indonesia menyadari pentingnya visi. Artinya. Dengan kerja keras Garuda Indonesia memperoleh profit Rp 572 triliun dan Garuda memperoleh penghargaan sebagai maskapai terbaik dari Schipol Airport. Harga tersebut sebanding ataupun lebih rendah dari tiket kereta api. Belanda. Kaena itu. tidak semua maskapai dapat mempertahankan tawaran tiket murah. banyak penumpang yang beralih dari transportasi darat ke transportasi udara. LCC tersebut diterima dengan baik oleh pasar karena pada waktu itu terjadi krisis moneter tahun 1998. 165ribu. dan tujuan. 7810. yang dinamakan Citilink. karena hal tersebut hanya sedikit orang yang bepergian dengan pesawat. Visi Garuda Indonesia adalah "Sebuah penerbangan yang handal dengan menyediakan layanan yang berkualitas kepada orang dan barang di seluruh dunia dengan keramahan Indonesia". Sebelum tahun 2000. 1 US$ = 10. pemerintah menerapkan deregulasi maskapai. nilai misi. tidak mudah baginya untuk mengubah perusahaan dengan hutang mendekati 2 triliun (2001. Abdulgani menyadari munculnya Low Cost Carrier (LCC) dan kemudian memutuskan untuk membuat LCC dibawah naungan manajen Garuda. 700ribu (th 1999 1 US$ = Rp. pilihannya adalah bangkrut atau tetap meneruskan perusahaan ini.

perhatian pada pelanggan. Sejalan dengan Visi Perusahaan. layanan perjalanan udara profesional dan Didalam sebuah visi terdapat 3 kata kunci. yaitu : • Sebuah penerbangan yang handal. cakupan rute Garuda harus menjangkau lima benua. • • Tiga kata kunci ini akhirnya diterjemahkan ke tujuan yang spesifik dan terukur. Tujuan-tujuan ini dirumuskan dalam rencana strategis periode 2006-2010 yang meliputi tahap yang harus dicapai untuk mencapai tujuan tahunan dan kembali ke tingkat pertumbuhan yang signifikan. Untuk mewujudkan hal itu. Garuda Indonesia juga memiliki nilai perusahaan yang disebut FLY-HI. keselamatan Garuda dan kualitasnya harus mengesankan. .nasional dengan memberikan menguntungkan". Maskapai sendiri maupun melalui aliansi dengan maskapai lain. Kualitas layanan. Selain itu. Hal ini dicerminkan dari cakupan rute yang dilayani oleh Garuda. dan Integritas. Untuk mendapatkan reputasi. Masalah utama Diantara masalah internal Garuda Indonesia dan tantangan eksternal. dengan marjin laba operasi yang lebih baik dari rata-rata industri. Loyalitas. Garuda harus mencapai 5 bintang di peringkat Skytrax. Menyediakan layanan yang menyenangkan adalah karakter di Garuda. Kejujuran dan Keterbukaan. Hal ini menunjukkan bahwa Garuda harus menjadi perusahaan yang menguntungkan. tujuan Garuda Indonesia adalah menjadi maskapai penerbangan terkemuka dengan reputasi yang sebanding dengan maskapai penerbangan kelas dunia lainnya. yang terdiri dari efisien dan efektif.Kehadiran perusahaan penerbangan dengan konsep Low Cost Carrier. dapatkah Garuda mengatasinya? Dapatkah mereka masih terbang tinggi dan percaya diri menegaskan untuk menjadi yang terbaik? " Identifikasi masalah dan analisis Internal : *finance: . Orang-orang (dan barang) di seluruh dunia. sangat dihargai dan dihormati. tujuan perusahaan adalah untuk membuat perusahaan yang terus tumbuh dan berkembang dengan keuntungan yang berkelanjutan. Menjadi penerbangan yang juga menandakan bahwa Garuda harus memiliki reputasi yang baik. ini tercermin dalam strategi lompatan Garuda Indonesia.

terutama Lion Air di pasar domestik. Hal ini yang dilakukan oleh pesaing Garuda Indonesia. .Warga negara Indonesia sensitif dengan harga.Peningkatan penumpang domestik yang disebabkan oleh peningkatan kapasitas dan peningkatan rute penerbangan yang baru. .. Jadi harga adalah faktor penentu dalam memilih jasa penerbangan.