. Pemerintah Hindia Belanda berusaha membulatkan seluruh jajahannya atas Indonesia termasuk Bali.€ Sesuai dengan cita-citanya mewujudkan Pax Netherlandica (perdamaian di bawah Belanda).

€ € € Pada sekitar abad 18. Tahun 1844. Raja Buleleng pun menggunakan hak tawan karang nya dan Belanda menuntut agar kerajaan Buleleng melepaskan hak tawan karangnya sesuai perjanjian tahun 1843 itu namun ditolak. para penguasa Bali menerapkan hak tawan karang. kapal dagang Belanda kandas di daerah Prancak (daerah Jembara) dan Sangsit (Buleleng bagian Timur) di bawah Kerajaan Buleleng. .

pihak Belanda terpaksa mengerahkan ekspedisi militer secara besar-besaran sebanyak tiga kali. berbentuk ´Supit Urangµ. Barisan Batalyon VII di Sangsit. Mengwi.€ € € BentengJagaraga berada di atas bukit. Selain laskar Buleleng maka raja-raja Karangasam. Dalam menghadapi perlawanan rakyat Bali. . Gianyar dan Klungkung juga mengirim bala bantuan sehingga jumlah seluruhnya mencapai 15000 orang.

.Ekspedisi pertama (1846) € € € Belanda mengirim 1700 pasukan dan dipimpin oleh van den bosch. Mengwi. Gianyar dan Klungkung mengirim bala bantuan untuk laskar Buleleng sehingga jumlah seluruhnya mencapai 15000 orang. Semangat para prajurit juga ditopang oleh isteri Jelantik bernama Jero Jempiring yang menggerakkan dan memimpin kaum wanita untuk menyediakan makanan bagi para prajurit yang bertugas digaris depan. Ekspedisi tsb gagal menundukkan rakyat Bali karena raja-raja Karangasam.

Dengan menyerang Sangsit lalu menyerbu benteng Jagaraga. Pasukan Belanda dipimpin oleh Mayor Jendral Van der Wijck.Ekspedisi kedua (7Maret 1848-Perang Jagaraga I) € € € Kapal perang Belanda datangkan dari Batavia dengan 2265 serdadu mendarat di Sangsit. namun serangan Belanda dapat digagalkan kembali. .

Ekspedisi Ketiga ( 15-16 April 1849Perang Jagaraga II) € € € Belanda mendatangkan pasukan yang lebih banyak berjumlah 15000 orang lebih terdiri dari pasukan infanteri. kavaleri. . artileri dan Zeni. Dipimpin oleh Jendral Mayor A. Laskar Buleleng tidak mampu melawan senjata pasukanBelanda yang lebih modern sehingga I Gusti Ketut Jelantik Patih Buleleng beserta rajanya I Gusti Made Karangasem pun meloloskan diri ke Karangasem dan akhirnya gugur di Karangasem diserang oleh pasukan Karangasem yang sudah lebih dahulu ditaklukkan Belanda.V Michiels dan Van Swieten.

Klungkung dan daerah lain walaupun akhirnya pada tahun 1909 seluruh Bali jatuh ke tangan Belanda. Secara politis benteng Jagaraga telah jatuh ke tangan pemerintah Kolonial Belanda pada tanggal 19 April 1849. perlawanan rakyat Bali juga terjadi melalui puputan Badung. € € .€ Perlawanan Jagaraga berhenti karena gugurnya Patih Jelantik. Selain puputan Buleleng.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful