I.

1.

STANDAR ISI
Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). A. B. C. D. E. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 (tujuh) komponen muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 (enam) atau kurang komponen muatan KTSP. Tidak melaksanakan KTSP.

2.

Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. A. Bersama seluruh guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan. Bersama representasi guru mata pelajaran, konselor, dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan. Bersama representasi guru mata pelajaran dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan. Bersama representasi guru mata pelajaran tanpa melibatkan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan. Tidak mengembangkan kurikulum.

B.

C.

D. E. 3.

Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP. A. B. C. D. E. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 7 (tujuh) tahap penyusunan. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 5 (lima) atau 6 (enam) tahap penyusunan. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 3 (tiga) atau 4 (empat) tahap penyusunan. Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 1 (satu) atau 2 (dua) tahap penyusunan. Tidak mengembangkan kurikulum.

hal. /66

1

4.

Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran, pengayaan layanan pembelajaran, dan pendayagunaan kondisi alam. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran dan pengayaan layanan pembelajaran. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan pembelajaran. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum tidak menggunakan prinsip tersebut.

A.

B.

C.

D. E.

5.

Sekolah/Madrasah memiliki kurikulum muatan lokal yang penyusunannya melibatkan beberapa pihak. A. Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dinas pendidikan, dan instansi terkait di daerah. Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru, komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dan dinas pendidikan. Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru dan komite sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan. Penyusunan kurikulum muatan lokal hanya melibatkan guru. Tidak menyusun kurikulum muatan lokal.

B.

C. D. E.

2

6.

Sekolah/Madrasah memiliki program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. A. B. C. D. E. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 4 (empat) jenis atau lebih program ekstrakurikuler. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 3 (tiga) jenis program ekstrakurikuler. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 2 (dua) jenis program ekstrakurikuler. Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 1 (satu) jenis program ekstrakurikuler. Tidak melaksanakan kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.

7.

Sekolah/Madrasah memiliki beberapa mata pelajaran yang dilengkapi dokumen standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran. A. Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar. Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.

B.

C.

D. E.

hal. /66

3

B. Guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa.8. A. Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit. dan jumlah minggu efektif per tahun kurang dari 34 minggu. Tidak menerapkan ketentuan beban belajar yang ditetapkan Depdiknas. Sebanyak 26% .25% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam. Sebanyak 51% . Sebanyak 1% . jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam. Tidak ada seorang pun guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa. jumlah jam pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam. A.100% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. 9. Sebanyak 76% . 4 .50% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. dan jumlah minggu efektif per tahun kurang dari 34 minggu. C. E. dan jumlah minggu efektif per tahun minimal 34 minggu. D. E.75% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. B. Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yang tertuang pada lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. C. Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit. Satu jam pembelajaran tatap muka kurang dari 45 menit. Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit. jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 38 jam. D. dan jumlah minggu efektif per tahun kurang dari 34 minggu.

Sebanyak 26% . Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan KTSPnya. B. D. Sebanyak 1% . A. A. hal.50% guru menyusun silabus sendiri. Sebanyak 1% . Sebanyak 76% . Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya. E. B. Sebanyak 51% . Sebanyak 76% .100% guru menyusun silabus sendiri. guru menyusun silabus sendiri. C. C.25% guru menyusun silabus sendiri. B.10. 12. E. 11. A. Tidak ada seorang pun guru menyusun silabus sendiri. C. Dalam mengembangkan KTSP. D.75% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.100% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya. Tidak ada seorang pun guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu. Sebanyak 13 (tiga belas) silabus mata pelajaran atau lebih telah dikembangkan KTSP-nya. D. /66 5 . Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau Kanwil Depag/Kandepag. E.75% guru menyusun silabus sendiri.50% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) silabus mata pelajaran telah dikembangkan KTSP-nya.25% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran. Sebanyak 51% . Guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu. Sebanyak 26% .

Menjadwalkan awal tahun pelajaran. pembelajaran efektif. D. Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki silabus. B. E. Menjadwalkan awal tahun pelajaran dan minggu efektif. Guru mengembangkan silabus sesuai dengan langkah–langkah pada panduan penyusunan KTSP. Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki silabus. Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran. D. Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki silabus. Sebanyak 51%-75% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah. B. Sebanyak 26%-50% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah. E. C. Menjadwalkan awal tahun pelajaran. Tidak memiliki kalender akademik. A. pembelajaran efektif. A. Menjadwalkan awal tahun pelajaran. 15. dan hari libur pada kalender akademik yang dimiliki. 6 . B. dan hari libur. D. Sebanyak 76%-100% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah.13. Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki silabus. C. Sekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan penyusunan KTSP. Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki silabus. minggu efektif. A. Sebanyak 1%-25% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh) langkah Tidak mengikuti langkah-langkah pengembangan silabus. E. minggu efektif. dan pembelajaran efektif. 14. minggu efektif. C.

Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. B. /66 7 . C. A. E. STANDAR PROSES 16. Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya berdasarkan standar isi. Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. dan panduan penyusunan KTSP. standar kompetensi lulusan. Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada. hal. C. Sebanyak 9 (sembilan) sampai 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Mengembangkan silabus secara mandiri. E.II. Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. A. Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam sebuah sekolah/madrasah. B. Sebanyak 5 (lima) sampai 8 (delapan) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Tidak mengembangkan silabus. D. 17. Sebanyak 1 (satu) sampai 4 (empat) mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus. Mengembangkan silabus melalui kelompok guru dari beberapa sekolah/madrasah. D.

Sebanyak 26% . E. dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. 19. D. D. 8 . mendorong partisipasi aktif siswa. A. dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. mendorong partisipasi aktif siswa.50% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa. mendorong partisipasi aktif siswa. Tidak ada satu pun RPP memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa. Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. mendorong partisipasi aktif siswa. C. Sebanyak 76% . dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. C. dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. Penyusunan RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa.25% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa. B. Memenuhi 1 (satu) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. A.18. mendorong partisipasi aktif siswa. Sebanyak 51% . mendorong partisipasi aktif siswa. Memenuhi 2 (dua) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. Memenuhi 3 (tiga) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran. Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan. E. B. Sebanyak 1% . dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.100% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa.75% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa. Memenuhi 4 (empat) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.

Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 (empat) cara. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup tahap perencanaan. E. B. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 (dua) cara. Tidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. dan tahap penilaian hasil pembelajaran. dan konsultasi.75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.20. B. D. A.50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. E. pelatihan. diskusi. C. D. Mencakup 2 (dua) tahap pemantauan. D. /66 9 . E. Sebanyak 26% . hal.100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. B. tahap pelaksanaan. Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara pemberian contoh. A. 21. Tidak pernah melakukan pemantauan. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 (tiga) cara. Mencakup 1 (satu) tahap pemantauan. A. C. C. Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil pemantauan. Tidak melakukan supervisi. 22. Sebanyak 51% . Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil pemantauan. Sebanyak 1% . Sebanyak 76% .25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 (satu) cara.

D. B. E. Sebanyak 26% . A.100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. A.50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan tetapi tidak memerhatikan kedua aspek evaluasi. C. Tidak dilaporkan. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah. Sebanyak 51% . 10 . 24. A. dewan guru. Tidak ada satu pun hasil pengawasan ditindaklanjuti.75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. 25. E. Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses pembelajaran. Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan saja. Sebanyak 76% .25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan tindak lanjut. C. Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan. Tidak melakukan pengawasan. D. D.23. C. Dengan memerhatikan 2 (dua) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran dan kinerja guru. E. Tidak ada proses evaluasi. Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan dan dewan guru. dan pengawas sekolah/madrasah. Sebanyak 1% . Kepala sekolah/madrasah melaporkan pengawasan proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan. B. Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu kinerja guru. Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran. B.

Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. /66 11 . Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 65. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan kurang dari 60. D. kreatif.0 sampai 64.9. B.0 atau lebih.0 sampai 74. C. A. hal. 27. B. Sekolah/madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks. Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan masalah-masalah kompleks.0 sampai 69.9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 70. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 75.III. kritis. Sekolah/madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. D. dan inovatif dalam pengambilan keputusan. C. E. E. A. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan 60. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 26.9.

dan internet.9. buku teks.9. 12 . B. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar.0 sampai 64. D. A. C. E.0 sampai 74. E. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar dan buku teks.0 atau lebih. D. dan laboratorium. A. buku teks. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran iptek secara efektif. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang dari 60. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75. 29. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65. perpustakaan. B. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber belajar. C. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar.9. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60.0 sampai 69. buku teks. perpustakaan. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial. laboratorium. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar.28. dan perpustakaan. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70.

D. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. C. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. hal. A. B. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. 31. D. B. E. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar. C. /66 13 . Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.30. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. A. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

A. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya. Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya. C. C. B. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun. 14 . Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.32. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. D. Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun. D. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. B. 33. Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun. A. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan karya seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. E.

A. E. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial. C. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturanaturan sosial sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. 35. E. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturanaturan sosial sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.34. D. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. B. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. A. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturanaturan sosial sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. hal. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab. C. B. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturanaturan sosial sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. /66 15 .

dan juara mata pelajaran. juara jurusan. dan juara kelas. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah dan juara kelas. Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik. juara kelas. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah. B. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. E. B. E. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. juara jurusan. Sekolah/Madrasah tidak memberikan penghargaan bagi juara. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. C. D. A. 37. 16 .36. C. Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk mendapatkan hasil terbaik. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah. A. D. Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah.

Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat. hal. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat. C. D. E. dan bernegara secara demokratis. berbangsa. berbangsa. berbangsa. dan bernegara secara demokratis sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. A. Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat.38. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat. B. /66 17 . dan bernegara secara demokratis sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa. dan bernegara secara demokratis sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. berbangsa. berbangsa. dan bernegara secara demokratis sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat.

39. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan.

A.

B.

C.

D.

E.

40. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Sebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat. Tidak ada satu pun silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.

A.

B.

C.

D.

E.

18

41. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif. A. B. C. D. E. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 (empat) jenis atau lebih kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 (tiga) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 (dua) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 (satu) jenis kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama. Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.

42. Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Tidak ada kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.

A.

B.

C.

D.

E.

hal. /66

19

43. Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui pembiasaan dan pengamalan. A. Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih setiap minggu. Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali setiap minggu. Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali setiap minggu. Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali setiap minggu. Tidak ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri.

B.

C.

D.

E.

44. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain. A. B. C. D. E. Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat. Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.

20

C. B. 46. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun. Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. C. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Siswa memperoleh pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.45. A. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. B. D. E. Siswa memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. D. E. Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. A. /66 21 . hal.

9.0 sampai 74. Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba.9. dan majalah dinding. Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa. C. 22 . Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan kurang dari 60. C. E. B. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 75.0 sampai 64. dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan. D. E. D. membaca. B. 48.9. A. laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba.0 sampai 69. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 70. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 60.47. laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan. Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba. Siswa memperoleh keterampilan menyimak. A. dan berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. majalah dinding. dan buletin siswa internal sekolah/madrasah. Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditetapkan 65. menulis.0 atau lebih.

Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan perkembangannya. E. Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu semester. B. A. C. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu semester. A. 50. Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan dalam pengembangan iptek. hal. E. C. D.49. Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir. Siswa memperoleh pengalaman belajar agar menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu semester. D. Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah tidak melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi. /66 23 . Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu semester. B.

E.25% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya.100% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya. E. Tidak ada seorang pun guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya. Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV). Sebanyak 26% . Sebanyak 51% . D. 24 . Sebanyak 26% . Sebanyak 76% . D.50% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya.IV. B. A. B. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 51. Sebanyak 1% .75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. C.25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. Sebanyak 51% .75% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya.100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. Sebanyak 76% . Guru pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya. 52. Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV. Sebanyak 1% . C. A.

Sebanyak 51% . dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsipprinsip pembelajaran.75% guru merencanakan. Sebanyak 76% . B. B.100% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. /66 25 .25% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir.50% guru merencanakan. dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsipprinsip pembelajaran. D. Sebanyak 1% . A.25% guru merencanakan. Sebanyak 1% .53. Sebanyak 26% . dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. E. melaksanakan. Sebanyak 76% . A. Tidak ada seorang pun guru merencanakan. Sebanyak 26% . Sebanyak 51% . melaksanakan. dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. C. E.50% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. melaksanakan. dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsipprinsip pembelajaran. melaksanakan. Tidak ada seorang pun guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsipprinsip pembelajaran. melaksanakan. Guru sehat jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar. D. melaksanakan. Guru merencanakan.100% guru merencanakan. hal.75% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam satu semester terakhir. C. 54.

sosial. Ada guru yang melanggar norma agama. hukum. Adanya rapat dewan guru. serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun hanya diberikan peringatan tertulis. dan telah dikenai sanksi yang sepadan seperti dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan. guru dan komite sekolah/madrasah. B. Ada guru yang melanggar norma agama. 26 . B. serta peraturan dan ketentuan yang berlaku. serta guru dan komite sekolah/madrasah. A. hukum. sosial. Ada guru yang melanggar norma agama. Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama. sosial. E. serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun tidak diberikan sanksi apa pun. serta peraturan dan ketentuan yang berlaku. sosial. sosial. hukum. D. Ada guru yang melanggar norma agama. hukum. C. Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama. serta pertemuan antara guru dan orangtua siswa.55. D. sosial. Adanya rapat dewan guru. C. Tidak pernah diadakan rapat. dan orangtua siswa. Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru. 56. E. serta peraturan dan ketentuan yang berlaku namun diberi kesempatan memperbaiki diri dan dilakukan pembinaan. hukum. Adanya rapat dewan guru. tenaga kependidikan. Adanya rapat dewan guru serta rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah. serta peraturan dan ketentuan yang berlaku. rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah. hukum. A. rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah.

Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata antara 7 sampai dengan 9 tahun. memiliki sertifikat pendidik. C. A. A. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata antara 4 sampai dengan 6 tahun. Tidak berstatus sebagai guru. tidak memiliki sertifikat pendidik. tidak memiliki sertifikat pendidik. Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru. Tidak ada kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu. dan memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah. E. B. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata 3 tahun atau kurang. Berstatus sebagai guru. tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah. hal. Berstatus sebagai guru. memiliki sertifikat pendidik. 58. Berstatus sebagai guru. Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata di atas 9 tahun. Tidak berstatus sebagai guru. D. B. dan tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.57. memiliki sertifikat pendidik. dan Surat Keputusan (SK) sebagai kepala sekolah/madrasah. D. Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode ilmiah. tidak memiliki sertifikat pendidik. tetapi tidak memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah. tetapi memiliki SK sebagai kepala sekolah/ madrasah. E. C. /66 27 .

61. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi. D. Sebanyak 76% . C. Memiliki pengalaman mengajar 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV Kependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi. E. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola siswa. B. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi. Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 (satu) tahun. C. E. Sebanyak 26% . Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).50% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. Memiliki pengalaman mengajar 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun.75% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. 28 .59.100% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. Memiliki pengalaman mengajar 3 (tiga) sampai dengan 4 (empat) tahun. Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurangkurangnya 5 tahun. Tidak ada seorang pun lulusan yang diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir. Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi. A. Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum yang dipersyaratkan. 60. D. E. Sebanyak 51% . Memiliki pengalaman mengajar 5 (lima) tahun atau lebih. A. B. B. D. C. Sebanyak 1% . A.25% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir.

B. C. B. Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain dengan adanya naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai sumber belajar siswa. D.50% dari kegiatan monitoring yang direncanakan dalam RKS/M. A. C. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 1% . Tidak melakukan supervisi dan monitoring.75% dari dana ekstrakurikuler dalam RKS/M.62. D. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 26% . Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 51% . A.100% dari dana ekstrakurikuler dalam Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M). E. 63. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 76% . hal.25% dari dana ekstrakurikuler dalam RKS/M. Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 76% . Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 1% .50% dari dana ekstrakurikuler dalam RKS/M. /66 29 . Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.75% dari kegiatan monitoring yang direncanakan dalam RKS/M. Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri sebanyak 51% . Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi sebanyak 26% . E.25% dari kegiatan monitoring yang direncanakan dalam RKS/M. Tidak mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara mandiri.100% dari kegiatan monitoring yang direncanakan dalam RKS/M.

50% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.64. Sebanyak 76% . E. Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. D. Sebanyak 1% .100% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sebanyak 1% . Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. Sebanyak 26% . D.50% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. C. Sebanyak 76% . Sebanyak 51% . C.100% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. E. A.25% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat. 30 .25% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. B. Sebanyak 51% . Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sebanyak 26% . A. B. 65.75% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau yang sederajat.75% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.

Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). C. keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya. A. Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang. B. D. salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I). hal. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan sesuai dengan tugasnya. E. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang. Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. E. A. Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang. C.66. 67. keduanya sesuai dengan tugasnya. D. /66 31 . Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang. B.

Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1). 70. C. A. Tenaga laboratorium memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya. B. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1). D. Memiliki 2 (dua) jenis tenaga layanan khusus. salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1). Memiliki 1 (satu) jenis tenaga layanan khusus. Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium. 32 . Tenaga laboratorium memiliki kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. D. B. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan sesuai dengan tugasnya. B. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan tidak sesuai dengan tugasnya. Memiliki 3 (tiga) jenis tenaga layanan khusus. Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih tenaga layanan khusus. C. keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-1) Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang. E. A. A. salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya. Tidak memiliki satupun tenaga layanan khusus.68. E. 69. Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium. keduanya sesuai dengan tugasnya. D. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus. C. Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang. E.

/66 33 .V. 72. Memiliki lahan seluas 1% . terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa. Memiliki lahan seluas 26% . Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal. E. serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. Berada di lokasi aman. A. B. A.100% atau lebih dari ketentuan luas lahan minimal. terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. Berada di lokasi aman. serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. tetapi tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. hal. C. Berada di lokasi aman. terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. Tidak tersedia lahan.50% dari ketentuan luas lahan minimal. terhindar dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa. Berada di lokasi aman. C. Tidak berada di lokasi aman. STANDAR SARANA DAN PRASARANA 71.75% dari ketentuan luas lahan minimal. Memiliki lahan seluas 51% . D. serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat.25% dari ketentuan luas lahan minimal. D. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman. serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. E. Memiliki lahan seluas 76% . tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan jiwa. terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan jiwa. B.

kebisingan. C. B. tidak memiliki status hak atas tanah. memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah. Berada di lokasi yang nyaman. 34 . kebisingan. Berada di lokasi yang nyaman.73. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak atas tanah. terhindar dari gangguan pencemaran air dan kebisingan. terhindar dari gangguan pencemaran air. Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya. tidak memiliki status hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah. C. A. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya. tetapi memiliki ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah. terhindar dari gangguan pencemaran air. tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah. Berada di lokasi yang nyaman. Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman. memiliki status hak atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah. tetapi tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. tetapi tidak terhindar dari gangguan pencemaran udara. kebisingan. dan pencemaran udara serta memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya. A. Tidak berada di lokasi yang nyaman. serta tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. tidak terhindar dari gangguan kebisingan dan pencemaran udara. E. Berada di lokasi yang nyaman. dan pencemaran udara serta memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. E. Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya. Tidak berada di lokasi sesuai dengan peruntukannya. D. 74. dan pencemaran udara. terhindar dari gangguan pencemaran air. D. B. serta tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan. terhindar dari gangguan pencemaran air.

A. Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir. A.75% dari ketentuan luas minimal. Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran. hal. Memiliki lantai seluas 26% . Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir. 77. E. Bangunan sekolah/madrasah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan. C. Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran. Memiliki 1 (satu) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan. Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir. Memiliki lantai seluas 1% . Memiliki 2 (dua) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.50% dari ketentuan luas minimal. Memiliki lantai seluas 76% . B. Memiliki lantai seluas 51% . B. D. Memiliki 3 (tiga) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.100% atau lebih dari ketentuan luas minimal. Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih sanitasi sebagai persyaratan kesehatan. Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal. D. Tidak memiliki gedung sendiri. Tidak memiliki sanitasi memenuhi persyaratan kesehatan. C. /66 35 . A.75. B. Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran. 76. D.25% dari ketentuan luas minimal. E. E. C.

C. B. 80. Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan. A. A. Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara. A. Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 Watt. D. Tidak memiliki ventilasi udara tetapi memiliki pencahayaan yang kurang memadai. Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya. 79. Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri. Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan. Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 Watt. Tidak memiliki instalasi listrik. dan memiliki izin penggunaan bangunan sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan berdiri.78. Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan. Memiliki instalasi listrik dengan memanfaatkan sumber daya lain yang digunakan secara bersama. B. E. E. Memiliki izin mendirikan bangunan. E. C. Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai. B. Memiliki ventilasi udara yang kurang memadai tetapi pencahayaan memadai. Memiliki instalasi listrik dengan daya 1300 Watt atau lebih. D. Memiliki ventilasi udara kurang memadai dan pencahayaan kurang memadai. Memiliki ventilasi udara memadai dan pencahayaan memadai. C. Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 Watt. D. 36 .

83. A. E. Memiliki 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) jenis prasarana yang dipersyaratkan. Tidak pernah melakukan pemeliharaan. D. A. Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan. dan sarana tidak sesuai ketentuan. Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan. Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah. jika sudah ada bagian bangunan yang rusak berat. E. B. Tidak memiliki prasarana sendiri. ukuran. Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara berkala sesuai ketentuan. C. hal. Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. D. dan sarana sesuai ketentuan. Sekolah/Madrasah memiliki prasarana yang lengkap. D. /66 37 . dan sarana sesuai ketentuan. E. Memiliki 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) jenis prasarana yang dipersyaratkan. 82. B. ukuran. Memiliki ruang kelas dengan jumlah. Memiliki ruang kelas dengan ukuran. Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan. A. B. Memiliki 15 (lima belas) atau lebih jenis prasarana yang dipersyaratkan. Tidak memiliki ruang kelas atau gedung sendiri. C.81. tetapi melebihi waktu dalam ketentuan. Memiliki 11 (sebelas) sampai dengan 14 (empat belas) jenis prasarana yang dipersyaratkan. Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. jumlah. C. Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala. dan tidak pernah melakukan pemeliharaan berat.

dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.84. Memiliki ruang laboratorium biologi. C. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. 85. B. dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium biologi. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. D. A. B. E. dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium biologi yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang perpustakaan. A. 38 . yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang laboratorium biologi. yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar. Memiliki ruang laboratorium biologi. Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai dengan ketentuan. D. Memiliki ruang laboratorium biologi. C. E.

dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium fisika. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. B. hal. C. Memiliki ruang laboratorium fisika. Tidak memiliki ruang laboratorium kimia. /66 39 . Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium kimia yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. E. dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. 87. D. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar. B. Memiliki ruang laboratorium fisika. Memiliki ruang laboratorium fisika. dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium kimia. yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar. E. Memiliki ruang laboratorium kimia. dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium kimia. A. Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium fisika yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. C. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. D. Memiliki ruang laboratorium kimia. A.86. Tidak memiliki ruang laboratorium fisika.

yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar.88. dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. Memiliki ruang laboratorium bahasa. dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. D. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. C. A. 40 . Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium komputer yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium komputer. E. Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium bahasa yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. E. dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. A. B. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. Memiliki ruang laboratorium komputer. dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. C. 89. B. D. Memiliki ruang laboratorium bahasa. dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang laboratorium bahasa. yang tidak dapat menampung minimum satu rombongan belajar. Memiliki ruang laboratorium komputer. Tidak memiliki ruang laboratorium komputer. Memiliki ruang laboratorium komputer. yang dapat menampung minimum satu rombongan belajar. dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang laboratorium bahasa. Memiliki ruang laboratorium bahasa.

hal. E. C. Tidak memiliki ruang guru. Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang pimpinan. B. Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. 91. C. B. Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang tata usaha dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. D. C. Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. A. /66 41 . Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. D. Tidak memiliki ruang tata usaha. Memiliki ruang tata usaha dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. B. A. 92. Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Sekolah/Madrasah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.90. E. D. E. Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. A.

tetapi memiliki perlengkapan sesuai ketentuan. Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan. A. Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. E. Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan.93. B. 42 . Sekolah/Madrasah memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. B. A. tetapi memiliki perlengkapan tidak sesuai ketentuan. A. D. Sekolah/Madrasah memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. E. Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah. E. D. Memiliki ruang konseling dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang konseling. D. Tidak memiliki tempat beribadah. C. C. Sekolah/Madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan. Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. 94. Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. C. Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan. Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai ketentuan. B. Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. 95.

Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. B. Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Tidak memiliki ruang organisasi kesiswaan. E. Tidak memiliki jamban. C. ukuran. Memiliki jamban dengan jumlah. A. hal. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. dan sarana sesuai ketentuan. ukuran. Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. dan sarana sesuai ketentuan. 98. Sekolah/Madrasah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. E. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan. ukuran. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. 97. C. D. Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. C. Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai dengan ketentuan. Memiliki jamban dengan jumlah. D.96. Tidak memiliki gudang. D. Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. A. B. /66 43 . E. dan sarana tidak sesuai ketentuan. A. Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah. B. Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan. Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan. Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga. A. Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan. 100. E. 44 . Tidak memiliki ruang sirkulasi. A. D. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai ketentuan. B. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.99. C. C. E. B. Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan. D. Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas tidak ketentuan. Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan. Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas sesuai ketentuan.

Merumuskan dan menetapkan visi. Merumuskan dan menetapkan misi. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga. A. mudah dipahami dan sering disosialisasikan. A. D. Merumuskan dan menetapkan misi. B. mudah dipahami dan pernah disosialisasikan. sulit dipahami dan tidak disosialisasikan. E. E. mudah dipahami dan pernah disosialisasikan. B. Merumuskan dan menetapkan tujuan. Tidak merumuskan dan menetapkan misi. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga. C. /66 45 . 102. hal. mudah dipahami dan sering disosialisasikan.VI. sulit dipahami dan tidak disosialisasikan. 103. A. mudah dipahami dan pernah disosialisasikan. STANDAR PENGELOLAAN 101. mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan. B. Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga. Merumuskan dan menetapkan visi. Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan. mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan. Merumuskan dan menetapkan tujuan. mudah dipahami tetapi tidak disosialisasikan. C. Merumuskan dan menetapkan tujuan. Merumuskan dan menetapkan tujuan. Merumuskan dan menetapkan misi. C. D. Merumuskan dan menetapkan visi. mudah dipahami dan sering disosialisasikan. E. Merumuskan dan menetapkan misi. D. sulit dipahami dan tidak disosialisasikan. Tidak merumuskan dan menetapkan visi. Merumuskan dan menetapkan visi.

Memiliki 1 (satu) atau 2 (dua) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. 106. Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh pimpinan. Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan. E. B. C. C. Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas. 46 . 105. Tidak memiliki struktur organisasi. E. Memiliki 7 (tujuh) atau 8 (delapan) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh pimpinan. Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas. A. E. Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas. C. Memiliki 5 (lima) atau 6 (enam) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. B. Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan sudah disosialisasikan oleh pimpinan. Memiliki 3 (tiga) atau 4 (empat) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dipahami oleh pihak-pihak terkait. A. A. D. D. Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas. Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian tugas yang jelas. B. Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan. Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan tetapi belum disosialisasikan oleh pimpinan.104. D.

Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan. Tidak memiliki dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran. D. Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kesiswaan. E. D. Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kesiswaan. Tidak memiliki dokumen kegiatan kesiswaan. Sebanyak 76% . /66 47 . Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kesiswaan.50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.107. E. A. Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran. D.25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan. B. Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan. B. A.100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan. C. Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kesiswaan. Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan. A. C. C. 108. E. Sebanyak 1% . Sebanyak 26% . B.75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan. hal. Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Sebanyak 51% . 109.

Memiliki 2 (dua) program pengelolaan pembiayaan pendidikan. Mengelola 3 (tiga) program sarana dan prasarana. Tidak melaksanakan program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. B.110. Memiliki 1 (satu) program pengelolaan pembiayaan pendidikan. Mengelola 1 (satu) program sarana dan prasarana. B. E. Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan. Mengelola 2 (dua) program sarana dan prasarana. E. A. E. Sekolah/Madrasah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. C. 111. Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan. A. B. Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran. Mengelola 4 (empat) atau 5 (lima) program sarana dan prasarana. Melaksanakan 4 (empat) atau 5 (lima) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. A. Tidak mengelola program sarana dan prasarana. C. Melaksanakan 2 (dua) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. D. Memiliki 4 (empat) program pengelolaan pembiayaan pendidikan. D. 112. C. Melaksanakan 3 (tiga) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. Memiliki 3 (tiga) program pengelolaan pembiayaan pendidikan. Melaksanakan 1 (satu) program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan. D. 48 .

Tidak memiliki kegiatan menciptakan suasana. Memiliki 1 (satu) dokumen program pengawasan. Memiliki 3 (tiga) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan. Memiliki 2 (dua) dokumen program pengawasan. D. iklim. Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan. /66 49 . Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen program pengawasan. Memiliki 1 (satu) kegiatan menciptakan suasana. B. Memiliki 3 (tiga) dokumen program pengawasan. Sekolah/Madrasah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan. E. Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) kegiatan menciptakan suasana. Tidak memiliki dokumen program pengawasan. dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. iklim. dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Memiliki 1 (satu) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan. B. dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.113. iklim. C. D. iklim. C. dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. hal. E. dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. B. Memiliki 2 (dua) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan. E. Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan. A. Memiliki 2 (dua) kegiatan menciptakan suasana. D. dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Sekolah/Madrasah menciptakan suasana. iklim. Memiliki 4 (empat) atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan. Memiliki 3 (tiga) kegiatan menciptakan suasana. 115. A. 114. C. iklim. A.

Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 (dua) semester. D. 50 . Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. C. C. Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 (empat) semester.116. Memiliki 1 (satu) bahan persiapan akreditasi. Melaksanakan 1 (satu) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. 118. E. E. Memiliki 2 (dua) bahan persiapan akreditasi. Sekolah/Madrasah mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk akreditasi. D. A. A. Tidak melaksanakan evaluasi diri. B. C. Melaksanakan 2 (dua) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. A. Tidak memiliki persiapan bahan akreditasi. Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 (tiga) semester. B. Memiliki 4 (empat) bahan persiapan akreditasi. Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi diri. Memiliki 3 (tiga) bahan persiapan akreditasi. E. D. Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1 (satu) semester. 117. Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Melaksanakan 3 (tiga) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. B. Melaksanakan 4 (empat) atau lebih program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.

E. Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan. Memiliki sistem informasi dan memiliki petugas khusus tetapi tidak memiliki fasilitas. Tidak memiliki sistem informasi.119. A. E. C. Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 3 (tiga) atau lebih wakil kepala sekolah/madrasah. C. Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan. A. Tidak memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/madrasah. D. Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 1 (satu) wakil kepala sekolah/madrasah. /66 51 . Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 2 (dua) wakil kepala sekolah/madrasah. D. B. Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas khusus. Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas khusus. Memiliki kepala sekolah/madrasah tetapi tidak memiliki wakil kepala sekolah/madrasah. B. 120. hal. Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas dan petugas khusus.

Membelanjakan biaya sebanyak 51% .75% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M. C. B.50% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M. C. STANDAR PEMBIAYAAN 121. D. E.25% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M. A.100% dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKAS/M. Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh selama 3 (tiga) tahun terakhir. 122. Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 1 (satu) tahun terakhir. Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara tidak menyeluruh hanya selama 1 (satu) tahun terakhir. Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh hanya selama 2 (dua) tahun terakhir. Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan rencana kerja dan anggaran sekolah/madrasah (RKA-S/M). 52 .VII. Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara menyeluruh. Membelanjakan biaya sebanyak 1% . D. A. E. Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan. Membelanjakan biaya sebanyak 76% . Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana. Membelanjakan biaya sebanyak 26% . B.

D. C. dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan. C. insentif.100% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir. transport. dan transport bagi guru. Memiliki modal kerja sebanyak 26% . /66 53 . Memiliki modal kerja sebanyak 1% . transport. B. insentif. Tidak memiliki modal kerja sama sekali. tetapi tidak mengeluarkan dana tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan. Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir. dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan. Memiliki modal kerja sebanyak 51% . Memiliki modal kerja sebanyak 76% . insentif. Sekolah/Madrasah membayar gaji. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji. B. Tidak mengeluarkan dana apapun bagi guru pada tahun berjalan. D.75% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir. transport dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan.50% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir. tetapi tidak mengeluarkan dana insentif. hal.25% untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir. E. tetapi tidak mengeluarkan dana transport dan tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan. 124.123. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji. E. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji bagi guru. A. A. dan insentif bagi guru. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji.

insentif. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji. Tidak mengeluarkan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir. insentif.50% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.125. B. Tidak mengeluarkan dana apa pun bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan. tetapi tidak mengeluarkan insentif.100% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir. dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan. transport. B. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan insentif. tetapi tidak mengeluarkan transport dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan. E. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji. Sekolah/Madrasah mengalokasikan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir. C. 126. tetapi tidak mengeluarkan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan. transport. insentif. 54 . C. A. Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% . Mengeluarkan biaya sebanyak 76% . dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% . D. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% . A. E.25% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir. Sekolah/Madrasah membayar gaji. dan transport.75% dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir. transport dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan. D.

C. C. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% . Tidak mengeluarkan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.25% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.50% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir. D. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% . Mengeluarkan biaya sebanyak 51% . hal. Mengeluarkan dana sebanyak 51% .75% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir. D.50% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir. B. /66 55 .25% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.75% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir.127.50% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir. E. Mengeluarkan dana sebanyak 76% . Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% . Mengeluarkan biaya sebanyak 1% . 129. 128. A.100% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% . B. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% . E. A. Mengeluarkan dana sebanyak 1% . Mengeluarkan dana sebanyak 26% .25% dari anggaran pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir. E. Tidak mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir. A. Sekolah/Madrasah mengalokasikan dana untuk kegiatan kesiswaan. B. Tidak menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun terakhir. D. Sekolah/Madrasah mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.75% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% .100% dari anggaran pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.100% dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu tahun terakhir. C.

25% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% . B. D. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% . 131.100% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% . Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat. E. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% . Mengeluarkan biaya sebanyak 26% . Mengeluarkan biaya sebanyak 1% .50% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir. A.75% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir. Tidak menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.50% dari anggaran pengadaan transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.100% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir. D. Tidak menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% . A.75% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% .25% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir.25% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir. D. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% .100% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir. B. A. B. C. E. 56 . C. 132. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% . Tidak menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir. Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas.130.50% dari anggaran pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.75% dari anggaran pengadaan alat habis pakai selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% . E. C. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% .

75% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% .100% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir. B. Mengeluarkan biaya sebanyak 1% . Mengeluarkan biaya sebanyak 76% . Tidak menyediakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir. Mengeluarkan biaya sebanyak 76% . Mengeluarkan biaya sebanyak 51% . E.25% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir. C. D. A. E. 134.100% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.75% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.50% dari anggaran penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.133. hal.25% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir. Tidak menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir.50% dari anggaran pengadaan daya dan jasa selama satu tahun terakhir. C. Mengeluarkan biaya sebanyak 26% . D. Sekolah/Madrasah menyediakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian. /66 57 . A. B. Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa. Mengeluarkan biaya sebanyak 51% . Mengeluarkan biaya sebanyak 26% .

Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah. serta kegiatan ketatausahaan. pengembangan guru dan tenaga kependidikan. Memiliki biaya sebanyak 76% . Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah serta pengembangan guru dan tenaga kependidikan. B. E. 136. tetapi tidak untuk kegiatan ketatausahaan. Tidak memiliki biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. pengembangan guru dan tenaga kependidikan.75% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. sarana prasarana. 58 .135. dan sarana prasarana. serta kegiatan ketatausahaan. pengembangan guru dan tenaga kependidikan. sarana prasarana. E. D. A. D. Sekolah/Madrasah menyediakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. tetapi tidak untuk sarana dan prasarana. Hanya digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/ madrasah.100% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. tetapi tidak untuk pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran. Memiliki biaya sebanyak 51% .25% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. C. Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat digunakan untuk kesejahteraan dan peningkatan mutu pendidikan sekolah/madrasah. Memiliki biaya sebanyak 1% .50% untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir. Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah. pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran. dan pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran. Memiliki biaya sebanyak 26% . B. serta kegiatan ketatausahaan. pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah. C. A.

Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 4 (empat) tahun terakhir.25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. A. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 2 (dua) tahun terakhir. Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 1 (satu) tahun terakhir. A. E.100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.25% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.100% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan.50% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan. Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa. /66 59 . 139. E. C. 138. Tidak ada seorang pun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. B. C. D. Sebanyak 26% .75% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan keringanan. D. B.50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. D. E. Sebanyak 76% . Sebanyak 51% . Sebanyak 1% . A. B. Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa kurang mampu selama 3 (tiga) tahun terakhir. Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu. Sebanyak 51% . Sebanyak 76% . Sebanyak 26% . hal. Sebanyak 1% . Tidak melaksanakan subsidi silang.137.75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran. Tidak ada seorang pun siswa mendapatkan keringanan. C.

D. efisien. A. transparan. 60 . Pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait. E. D. Sekolah/Madrasah melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan. komite sekolah/madrasah. perwakilan guru. C. kepala sekolah/madrasah. Melakukan 2 (dua) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. Melakukan 1 (satu) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. 142. B. Sebanyak 76% . dan akuntabel. Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan. Tidak melakukan pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah.25% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M. D. B. kepala sekolah/madrasah. A. Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan dan kepala sekolah/madrasah. 141. Hanya melibatkan kepala sekolah/madrasah.140.75% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M. C. kepala sekolah/madrasah. Sebanyak 51% . dan komite sekolah/madrasah. dan perwakilan tenaga kependidikan. Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan.100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M. Melakukan 3 (tiga) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. B.50% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M. Melakukan 4 (empat) jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping uang sekolah/madrasah. komite sekolah/madrasah. dan perwakilan guru. E. C. Sebanyak 1% . E. Sebanyak 26% . Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara sistematis. A. Tidak tercantum dalam RKA-S/M.

C. /66 61 . 145. E. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 3 (tiga) tahun terakhir. A.143. Memiliki pembukuan biaya operasional selama 2 (dua) tahun terakhir. Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 3 (tiga) tahun terakhir. B. B. Memiliki pembukuan biaya operasional selama 1 (satu) tahun terakhir. C. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 4 (empat) tahun terakhir. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 2 (dua) tahun terakhir. Tidak memiliki pembukuan biaya operasional. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 1 (satu) tahun terakhir. hal. Memiliki pembukuan biaya operasional selama 3 (tiga) tahun terakhir. D. D. Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional. B. Memiliki pembukuan biaya operasional selama 4 (empat) tahun terakhir. 144. C. Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan. E. D. A. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 4 (empat) tahun terakhir. E. Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M selama 2 (dua) tahun terakhir. Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan. A. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 1 (satu) tahun terakhir. Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKA-S/M.

75% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian. D. A.VIII. Sebanyak 51% . B. Tidak ada satu pun silabus dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian. Sebanyak 76% . B. E. Sebanyak 26% . Sebanyak 51% . STANDAR PENILAIAN 146. Sebanyak 1% . C. 62 . A.50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.50% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa. Silabus mata pelajaran dilengkapi dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD) dan teknik penilaian. E. Tidak ada seorang pun guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa. C.25% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian.100% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik penilaian. Sebanyak 76% . Sebanyak 1% . D. 147. Sebanyak 26% .25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa. Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada semester yang berjalan.75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian kepada siswa.

/66 63 . penugasan terstuktur. penugasan mandiri. pengamatan. dan/atau bentuk lain dalam menilai siswa. Sebanyak 51% . dan/atau bentuk lain. C.100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. E. pengamatan.25% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes. dan/atau bentuk lain.75% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. A.25% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. penugasan mandiri.100% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes. penugasan terstuktur. D. pengamatan. penugasan terstuktur. Tidak ada seorang pun guru melaksanakan penilaian. Guru menggunakan teknik penilaian berupa tes. 149. dan/atau bentuk lain. Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. pengamatan. E. pengamatan. penugasan terstuktur. Sebanyak 26% . Sebanyak 1% .148.75% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes. penugasan. Sebanyak 76% .50% guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian. B. D. penugasan mandiri. Sebanyak 76% . penugasan mandiri. A. C. dan/atau bentuk lain. Tidak ada seorang pun guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian. Sebanyak 51% . B.50% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes. Sebanyak 1% . Sebanyak 26% . hal.

Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. D. 151. C.75% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.50% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Sebanyak 26% .75% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. A. Sebanyak 51% . Sebanyak 76% . Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. Sebanyak 76% . Sebanyak 51% . B. Tidak ada seorang pun guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. E. E. Sebanyak 1% . 64 .50% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. Sebanyak 1% . B.25% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik. Tidak ada seorang pun guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa. C. A.150. D.100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa. Sebanyak 26% .25% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.

Sebanyak 1% . E. B. Sebanyak 51% .50% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. E. B.75% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah/madrasah dalam bentuk laporan prestasi belajar siswa.152. hal. Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Sebanyak 26% . Sebanyak 1% .100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.50% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah. Sebanyak 76% . Tidak ada seorang pun guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. 153. C. /66 65 .25% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. A. Sebanyak 76% .25% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah. D. Sebanyak 51% . D. Tidak ada seorang pun guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa. C. Sebanyak 26% . A.75% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa kepada kepala sekolah/madrasah.

Sebanyak 26% . E. E. Sebanyak 26% . B. Sebanyak 1% . Sebanyak 1% .50% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan. Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester.75% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan. A.50% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pndidikan agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan.25% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.25% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan. Sebanyak 51% . D. Tidak seorang pun guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru pendidikan kewarganegaraan. Sebanyak 76% . C. D.100% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru. Sebanyak 50% . Sebanyak 76% . B. 66 . 155.75% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru. A. C. Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran melalui rapat dewan guru. Tidak ada satu pun mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan guru.154.

iptek. Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru. olahraga. B. Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. dan kesehatan. A. hal. Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester. Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah semester saja. Tidak pernah. Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran. C. B. D. C. 158. Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru. A. D. E. Menentukan nilai akhir bersama wali kelas saja. B. D. /66 67 . Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat dewan guru tetapi mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru. 157.156. Tidak tentu. E. Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. E. Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dewan guru. Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat dengan wali kelas saja. Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran (beban Sistem Kredit Semester/SKS) melalui rapat. Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan akhir semester saja. Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran melalui rapat pimpinan sekolah. serta jasmani. Sekolah/madrasah mengoordinasikan ulangan tengah dan akhir semester. estetika. A. kewarganegaraan dan kepribadian. C.

0 di atas kriteria yang berlaku. 160. B. D. E. E. 68 . Lebih tinggi dari 0. B. Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang tua/wali siswa dan siswa yang bersangkutan. Kurang dari 1 (satu) bulan setelah akhir semester.1 sampai 0. B. Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan. Lebih dari 1 (satu) semester.159. A. Tidak melaporkan hasil penilaian langsung kepada siswa. 161. Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) bulan setelah akhir semester. Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) bulan setelah akhir semester. Sama dengan kriteria yang berlaku.1 atau lebih di atas kriteria yang berlaku. E. A. Lebih tinggi dari 1. Tidak menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah. Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kanwil Depag. A. Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa. Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) bulan setelah akhir semester. Tanpa diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/ madrasah tetapi langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tua/wali siswa tanpa siswa yang bersangkutan. C. C.6 sampai 1. D. Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tua/wali siswa dengan siswa yang bersangkutan. C. D.5 di atas kriteria yang berlaku. Lebih tinggi dari 0. Sekolah/Madrasah menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan siswa sesuai dengan kriteria yang berlaku.

A. Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag. B. Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat pimpinan sekolah. Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag. C. D. Lebih dari 4 (empat) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag. E. Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN). Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah pengumuman hasil ujian. Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pengumuman hasil ujian.162. C. B. E. Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. /66 69 . A. hal. A. Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan. Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian. B. 163. D. C. Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran. Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dewan guru. Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang telah lulus. Kurang dari 1 (satu) minggu setelah blangko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag. 164. D. E. Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah blanko ijazah diterima dari Dinas Pendidikan/Kandepag. Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan wali kelas saja. Kurang dari 1 (satu) minggu setelah pengumuman hasil ujian. Lebih dari 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian.

Tidak menggunakan UN SMP/MTs/Paket B sebagai penentu penerimaan siswa baru. MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. C. Simul. BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. Kepala Subbagian Penyusunan Rancangan II pada Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I. A. E. NIP.H. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara tidak transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru. B. Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru. S.165. Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/ Paket B sebagai salah satu penentu penerimaan siswa baru. 131769444 70 . D. Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara tidak transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru. TTD. Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful