BETON

Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan beton yaitu bahan-bahan campuran beton, cara-cara persiapan,perawatan dan keaadaan pada saat dilakukan percobaan Bahan cmpuran beton ditentukan oleh agregat, semen dan air harus memenuhi spesifikasi standar yang ditentukan agar dapat mencapai mutu beton yang direncanakan. umumnya menggunakan Semen Portland jenis tipe I sedangkan air untuk pembuatan beton tidak boleh mengandung minyak, asam alkali, garam-garam, bahan-bahan organic atau bahan-bahan lain yang merusak beton atau baja tulangan dan sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum. Untuk agregat dipakai agregat alam atau batu pecah baik agregat halus maupun kasar. Agregat kasar dan agregat halus yang berpengaruh pada kekuatan ditentukan oleh perbandingan agregat atau semen ,kekuatan batuan,bentuk dan ukuran gradasi dan reaksi kimia Admixture adalah bahan tambah yang ditambahkan kedalam campuran beton pada saat atau selama pencampuran berlangsung. Fungsi dari bahan ini adalah untuk mengubah sifat-sifat dari beton agar menjadi lebih baik dan cocok untuk pekerjaan tertentu atau menghemat biaya ( Teknologi Beton Bab 5 : 117) Admixture atau bahan tambah didefenisikan dalam Standard Defenitions of Terminology Relating to Concerete Aggregates (ASTM C.125-1995:61) dan dalam Cement and Concrete Terminology (ACI SP-19) sebagai material selain air, agregat dan semen hidrolik yang dicampurkan dalam beton atau mortar yang ditambahkan sebelum atau selama pengadukan berlangsung. Bahan tambah digunakan untuk memodifikasi sifat dan karekteristik dari beton misalnya untuk dapat dengan mudah dikerjakan, penghematan, atau untuk tujuan lain seperti penghematan energy.

semakin tinggi nilai slump. 1942:224). Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menentukan sifat kekuatan dari beton. Umumnya cara pencampuran yang banyak digunakan di Indonesia yaitu dengan cara BRITISH (SK SNI T-15-1990-03). tetapi ada juga sebagian yang menggunakan cara ACI (American Concrete Institute) dan BS (DOE). B. kerikil. adalah pilihan dari bahan -bahan semen. dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi. dan air. pasir. agregat halus.A. Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton keropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. . walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi. semakin mudah untuk dikerjakan. ACI (American Concrete Institute). Teori Mix Design Mix yaitu mixtures yang mempunyai arti pencampuran dan design yaitu dengan proporsi campuran beton umum dengan beragam cara. Tujuan dari perencanaan campuran yaitu untuk menentukan proposi semen. Berbagai cara pencampuran beton yaitu dengan cara BS (DOE). agregat kasar serta air.. Pengadukan (Pencampuran) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan. Kemudahan pengejaan atau workability pada pekerjaan beton didefenisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan. Kemudahan pengerjaan ini diindikasikan melalui slup test.

Alat ini berfungsi untuk menghilangkan rongga-rongga beton sehingga pasir yang berfungsi sebagai pengisi dapat mengisi rongga-ronga. Pemadatan yang baik terdapat dalam SK SNI M-62-1990-03. perlu adanya jaminan bahwa masih ada air yang tertahan atau jenuh.Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. Disamping lebih kuat dan lebih awet terhadap agresi kimia. D. Perawatan yang baik pada beton akan mempengaruhi kualitasnya. kemungkinan lanjutan dari reaksi kimia itu. Pemadatan Beton Untuk pemadatan yang baik yaitu dilakukan dengan mengguanakan mesin yang disebut concrete vibrator. dan hal-hal yang tidak dikehendaki. Untuk pemadatan yang menggunakan mesin biasanya terdapat pada pengecora yang n bersifat luas seperti lantai. . dengan konsekuensi berkurangnya tingkat kekuatan beton dan terjadi keretakan. air yang tersedia dalam jumlah yang memadai untuk hidrasi penuh selama pencampuran. C. termasuk pencegahan dengan pengadaan beberapa selimut pelindung yang membasahi permukaan secara berulang-ulang. Penguapan dapat mengakibatkan kehilangan air sehingga mengakibatkan proses hidrasi. Dengan demikian akan didapatkan beton dengan sedikit rongga dan mempunyai kepadatan. Oleh karena itu direncanakan suatu perawatan untuk mempertahankan beton supaya terusmenerus berada dalam keaadan basah selama periode beberapa hari atau beberapa minggu. Meskipun dalam keadaan normal. Untuk pemadatan sampel dari adukan beton hanya menggunakan metode manual dan hanya digetarkan oleh meja penggetar. Perawatan Beton (Curing) Reaksi kimia yang terjadi pada pengikatan dan pengerasan beton tergantung pada pengadaan airnya.

Kemungkinan beton rusak oleh agresai kimia lebih kecil tetapi juga tergantung jenis semen yang digunakan.65. sehingga beton yang dihasilkan nantinya sesuai dengan yang diharapkan. Perawatan beton yang biasa digunakan adalah dengan metode perendaman. Namun demikian. Tujuan pengurangan faktor air semen ini adalah untuk mengurangi hingga seminimal mungkin porositas beton yang dibuat. Ada batas-batas dalam hal ini. jika dilihat dari volume agregat dalam campuran beton. yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun. 2. Menurut British Standar (BS) yang dipakai juga di Indonesia kekasaran pasir dapat dibagi empat kelompok gradasi yaitu daerah 1 (zone1). daerah 2 (zone2). Agregat yang digunakan harus memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.beton juga akan tahan terhadap aus karena lalu lintas dan lebih kedap air. agregat memberikan kontribusi yang besar terhadap campuran. Kualitas Agregat Halus (pasir) Pemeriksaan mutu agregat dimaksudkan untuk mendapatkan bahan-bahan campuran beton yang memenuhi syarat. dimana kekuatannya itu dipengaruhi oleh beberapa faktor : 1. Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan.4 dan maksimum 0. daerah . nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Beton Mutu beton dapat dinilai dari kuat tekan beton itu sendiri. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0. E. semakin tinggi nilai FAS (Faktor Air Semen) semakin rendah mutu kekuatan beton. Faktor Air Semen Secara umum.

40 1. . Dalam hal pemilihan agregat kasar. porositas besar yang akan mempengaruhi keuletan atau ketahanan terhadap beban kejut.butir agregat dapat bersifat kurang kuat dikarenakan oleh dua hal. daerah 4 (zone 4).2%-6% < No. dimana pasir zone 1 adalah pasir kasar.4-1.15 Persen yang lolos (%) Zone 1 100 90-100 60-95 30-70 15-34 5-20 0-10 Zone 2 100 0-100 75-100 55-100 35-59 8-30 0-10 Zone 3 100 90-100 85-100 75-100 60-79 12-40 0-10 Zone 4 100 95-100 95-100 90-100 80-100 15-50 0-15 ( Sumber : Mulyono:2003:96 Tabel 2 Spesifikasi karakteristik agregat halus untuk campuran Beton No 1 2 3 4 5 6 7 3.9) kg/l 0.80 2. zone 2 pasir agak kasar.2%-2% 1. Kedua. zone 3 pasir agak halus dan pasir zone 4 adalah pasir halus.6-3.3 3%-5% (1. Karakteristik pasir Kadar lumpur Kadar organic Kadar air Berat volume (isi) Absorpsi (penyerapan air) Berat jenis spesifik Modulus kehalusan Interval 0.2 2. Pertama.60 4.2-3. Syarat gradasi agregat halus untuk masing-masing zone dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1 Syarat gradasi agregat halus untuk campuran beton Ukuran saringan (mm) 9.30 0. porositas yang rendah merupakan faktor yang sangat menentukan untuk menghasilkan suatu adukan beton yang seragam. terdiri dari bahan yang lemah atau terdiri dari partikel yang kuat tetapi tidak baik dalam hal pengikatan (interlocking).60 0.1 ASTM C117 C40 C556 C29 C128 C128 C131 Kualitas Agregat Kasar (kerikil) Kekuatan agregat bervariasi dalam batas yang besar. Butir.20 0.3 (zone 3).

0% 15%-50% 0. menyebutkan bahwa butiran maksimum yang memberikan arti nyata untuk membuat beton mutu tinggi tidak boleh lebih dari 15 mm.6-3.5 ASTM C117 C131 C558 C29 C127 C127 C104 .5-8.9) kg/ltr 0.6-1. Hasil penelitian Larrard (1990). Table 3 Spesifikasi karakteristik agregat kasar (batu pecah) No 1 2 3 4 5 6 7 Karakteristik pasir Kadar lumpur Keausan Kadar air Berat volume (isi) Absorpsi (penyerapan air) Berat jenis spesifik Modulus kehalusan Interval 0. Namun demikian pemakaian butiran agregat sampai dengan 25 mm masih memungkinkan diperolehnya beton mutu tinggi dalam proses produksinya.2 5.2%-4% 1.5%-2% (1.Ukuran butir maksimum agregat juga akan mempengaruhi mutu beton yang akan dibuat.2%-1.

6. 14 hari. pemisahan diri dari agregat segregasi sebanyak mungkin dapat dikurangi oleh karena semua hal tersebut dapat menghasilkan beton yang mutunya jelek. dan 90 hari. Perkembangan Kuat Tekan untuk Semen Portland tipe I Umur beton Semen Portland biasa (typeI) 3 0.70 14 0. kecepatan serta jumlah semen yang mengalami hydrasi dan selain itu keadaan pisik dari produk-produk hydrasi bergantung pada proses berlangsungnya pembahasan suhu-waktu. Untuk jenis beton tertentu. maka hasilnya menjadi jelek bahkan apabila beton itu diaduk dengan baik harus diusahakan agar pada saat dilaksanakan pengecoran dan pemadatan kemungkinan terjadi pemisahan diri air (bleeding). 7 hari. makin besar pula kekuatan tekannya yang dapat dicapai. Pengaruh perawatan Agar proses hydrasi bagi semen dapat berlangsung dengan memuaskan. Pengujian kuat tekan Untuk mengontrol mutu beton yang dicapai maka akan dapat dilakukan pengetesan pada umur benda uji 3 hari.88 21 0. 5.46 7 0. 21 hari 28 hari.4. Pada umumnya makin lama beton itu direndam dalam air.96 28 1. Perbandingan kekuatan tekan beton dengan menggunakan semen terhadap beton yang berumur 28 hari dapat dilihat pada Tabel dibawah ini : Tabel 4.00 (Sumber:Mulyono : 2003:179) . ada syarat mutlak yang harus dipenuhi yaitu perawatan. Pengaruh dari cara-cara persiapan Bilamana bahan-bahan beton tidak diaduk dengan cukup sampai menjadi suatu massa yang padat dan homogen.

64 jika Sr < 4 MPa««««««««««(2) K = 2.64 jika Sr > 4 MPa««««««««««(3) Untuk menentukan mutu beton atau kuat tekan karakteristik beton dihitung dengan rumus sebagai berikut: f¶cr = f¶c + 2.(4) keterangan : f¶c f¶cr Sr = kuat tekan karakteristik ( kg/cm2 ) = kekuatan tekan rata-rata benda uji ( kg/cm2) = Deviasi standar ( kg/cm2) . margin dalam hubungannya mix design beton adalah nilai yang perlu ditambahkan kenilai tegangan karakteristik beton dalam hal mendapatkan tegangan rata-rata target..Sedangkan untuk kekuatan beton adalah beban persatuan luas yang menyebabkan beton menjadi hancur. Persamaanya dapat dituliskan sebagai berikut: Fc= (kg/cm2 )««««««««««««««««««««(1) Keterangan: F¶c P A = kuat tekan beton ( kg/cm2 ) = beban maksimum (kg) = luas penampang benda uji (cm2 ) Untuk menghitung besarnya margin. Margin dapat dihitung dengan persamaan : M = K x Sr M = K x Sr K = 1.64 s«««««««««««««««««.

. Jika pelaksanaan mempunyai catatan data hasil pembuatan beton serupa pada masa yang lalu. 1. 2.. Semakin baik mutu pelaksanaan semakin kecil nilai deviasi standarnya (Tri Muliono 2005). Satu data hasil pengujian kuat desak rata-rata diambil dari pengujian kuat desak silinder yang dibuat dari contoh beton yang sama dari pengujian pada umur 28 hari atau umur lain yang ditetapkan.Dengan menganggap bahwa hasil pengujian kekuatan tekan menyebar normal maka deviasi standar dapat dihitung berdasarkan persamaan Sr = = «««««««««««««««. Jika jumlah data hasil pengujian kurang dari 30 buah benda uji. Penetapan ini biasanya didasarkan atas hasil pengalaman praktek pelaksanaan pada waktu yang lalu. dilakukan koreksi terhadap nilai deviasi standar dengan suatu faktor perkalian seperti pada Tabel berikut: . dan menggunakan bahan-bahan yang dasar sama pula. Untuk pembuatan Beton dengan mutu yang sama.(5) keterangan : Sr f¶c f¶cr n = deviasi standar ( kg/cm2 ) = kekuatan benda uji ( kg/cm2) = kekuatan tekan rata-rata ( kg/cm2 ) = jumlah benda uji (buah) Deviasi standar ditetapkan berdasarkan atas tingkat mutu pengendalian pelaksanaan pencampuran betonnya. persyaratan jumlah data hasil pengujian minimum adalah 30 buah.

2003: hal : 182) .Tabel 5 Faktor pengali untuk deviasi standar Jumlah pengujian Kurang dari 15 20 25 30 atau lebih Faktor pengali deviasi standar 1.03 1.00 (Sumber : Teknologi Beton Mulyono.16 1.08 1.

BAJA Pengertian Baja Baja dapat didefinisikan sebagai suatu campuran dari besi dan carbon.1.dan Mangan (Mn) yang jumlahnya dibatasi. Di samping itu.sedangkan unsur lainnya dibatasi presentasenya.7% sedangkan unsur lainnya dibatasi persentasenya. Unsur paduan yang bercampur di dalam lapisan baja.2 Unsur Campuran Baja: Unsur carbon adalah unsur campuran yang paling penting dalam pembentukan baja. Kandungan karbon di dalam baja sekitar 0. berguna untuk membuat baja bereaksi terhadap pengerjaan panas atau menghasilkan sifat-sifat yang khusus. silicon (Si).Baja dengan peningkatan jumlah karbon dapat memperkeras dan memperkuat besi. baja adalah besi-karbon aloy. 1. Variasi jumlah karbon dan penyebaran alloy dapat mengontrol kualitas baja. mengandung unsur campuran lainnya seperti sulfur (S). Unsur paduan yang bercampur di dalam lapisan baja.7%. fosfor (P).dimana unsur carbon (C) menjadi dasar campurannya.1-1.1 ± 1. .Definisi klasik. untuk membuat baja bereaksi terhadap pengerjaan panas atau memiliki sifat-sifat yang khusus. tetapi juga lebih rapuh. Tujuan utama penambahan unsur campuran lain ke dalam baja adalah untuk mengubah pengaruh dari unsur karbon.Kandungan karbon di dalam baja kurang dari 2% atau sekitar 0. jumlah presentase dan bentuknya membawa pengaruh yang amat besar terhadap sifatnya.

Kandungan sulfur harus dijaga serendah mungkin dibawah 0. Besi sulfide terkumpul pada batas butir-butirannya yang membuat baja hanya didinginkan sucara singkat karena kerapuhannya. b. unsur mangan Kadungan mangan di dalam baja harus dikontrol untuk menjaga ketidakseragaman sifatnya dari sekumpulan baja yang lain.Baja Carbon a.dan penggunaan yang hampir sama. Baja ini dapat dijadikan mur. unsur Fosfor Fosfor dianggap sebagai unsur yang tidak murni dan jumlah kehadirannya di dalam baja dikontrol dengan cepat sehingga presentase maksimum unsur fosfor di dalam baja sekitar 0. unsur silicon Silikon membuat baja tidak stabil.1. ulir sekrup. d.1. unsur sulfur Unsur sulfur membahayakan larutan besi sulfide yang mempunyai titik cair rendah dan rapuh. Baja karbon mengandung mangan lebih dari 1%.1 ± 0.05%. c. Baja karbon rendah Baja ini disebut baja ringan (Mild Steel) atau baja perkakas.1.3.3 Jenis Baja 1.perkakas silinder.05%. 1. .batang tarik.3%.Unsur-unsur Campuran Lainnya a.baja karbon rendah bukan baja yang keras. alat pengangkat presisi. Baja mengandung silikon sekitar 0.tetapi unsure ini tetap menghasilkan lapisan grafit dan menyebabkan baja menjadi tidak kuat.3%. peralatan senjata.karena kandungan karbonnya kurang dari 0. baut.

1.Baja Paduan Baja paduan dihasilkan dengan biaya yang lebih mahal dari baja karbon karena bertambahnya biaya untuk penambahan pengerjaan yang khusus yang dilakukan di dalam industri atau pabrik.6% dan kandungan karbonnya memungkinkan baja untuk dikeraskan sebagian dengan pengerjaan panas yang sesuai. tetapi unsur karbon tidak termasuk salah satu unsure campuran. Baja karbon sedang bisa digunakan pada peralatan mesin seperti roda gigi otomotif.3 ± 0. dan kunci mur.Apabila baja ini digunakan harus dalam keadaan panas dan digunakan utuk peralatan mesin-mesin berat. Baja karbon sedang Baja karbon sedang mengandung karbon 0. vanadium.obeng.6 -1. dan wolfram yang berguna untuk memperoleh sifat-sifat baja yang dikehendaki.5.3.pegas kumparan dan sejumlah peralatan pertanian.dibuat dengan cara digiling panas.2. poros hubungan. Baja karbon tinggi Baja karbon tinggi mengandung karbon 0.b.alat-alat tangan seperti palu. kromium.akan menghasilkan sifat baja yang keras dan sifat . tang. molibden. c.baja pelat.sekrup dan alat angkat presisi. Baja paduan dapat didefinisikan sebagai suatu baja yang dicampur dengan satu atau lebih unsur campuran seperti nikel. 1. Suatu kombinasi antara dua atau lebih unsur campuran memberikan sifat khas dibandingkan dengan menggunakan satu unsur campuran misalnya baja yang dicampur dengan unsur kromium dan nikel akan menghasilkan baja yang mempunyai sifat keras dan kenyal. Begitu pula jika baja dicampur dengan kromium da molibden. mangan.

vanadium ‡ baja tahan pakai. Lapisan dapur dibagun dari batu silika (SiO2) dan mempunyai sifat yang sama dengan terak.4 Proses pembuatan baja Proses pembuatan baja dlakukan berdasarkan proses asam dan basa yang berhubungan dengan sifat kimia yang menghasilkan terak dari lapisan dapur. Jenis baja paduan: ‡ baja dengan kekuatan tarik yang tinggi. mangan. Sifat-sifat special yang diperoleh dengan pencampuran termasuk sifat-sifat kelistrikan. ‡ Baja paduan martensit yang dikeraskan 1. mengandung nikel. magnetis .kenyal yang memuaskan serta tahan terhadap panas. stainless steel ‡ baja tahan panas ‡ baja paduan yang digunakan untuk temperatur rendah. sehingga . kromium. Proses asam Proses asam digunakan untuk memurnikan besi kasar yang presentasenya rendah dalam fosfor dan sulfur. Besi kasar ini dihasilkan dari bijih besi yang kaya silikon yang akan menghasilkan terak asam. yaitu baja mangan berlapis austenit dan baja kromium ‡ baja tahan karat.1. koefisien spesifik . Baja paduan digunakan karena keterbatasan baja karbon sewaktu dibutuhkan sifat-sifat yang special daripada baja. pemuaian panas dan tetap keras pada pemanasan yang berhubungan dengan pemotongan logam.keterbatasan dari baja karbon adalah reaksinya terhadap pengerjaan panas dan kondisinya.

2.mencegah reaksi antara unsur fosfor dengan lapisan dapur. Dalam kegiatan belajar ini akan dibahas sifat mekanis baja dan penggunaan baja.Sifat-Sifat Mekanis Baja Pengantar Pengetahuan mengenai sifat-sifat mekanis baja merupakan keharusan apabila seseorang akan menggunakan baja sebagai pilihan untuk suatu bagian struktur. Unsur itu hanya dapat dikeluarkan apabila digunakan sejumlah besar dari batu kapur selama berlangsung proses pemurnian. . Kesimpulan Baja adalah campuan besi .carbon serta unsur-unsur lain dimana unsur utamanya adalah carbon. Ada dua jenis baja yaitu baja carbon dan baja paduan yang masing-masing masih dibedakan lagi menjadi beberapa macam. sehingga akan menghasilkan terak. Dengan memahami sifat-sifat baja maka kita dapat memilih dengan tepat jenis baja yang akan baik digunakan pada suatu konstruksi yang sedang dikerjakan.Proses pembentukan baja adalah proses asam dan proses basa 1. Lapisan dapur harus terbuat dari batu kapur untuk mencegah reaksi antar lapisan dapur dengan unsur silikon. Proses basa Proses basa digunakan untuk memurnikan besi kasar yang kaya fosfor. Setiap unsur yang ditambahkan dalam campuran baja akan mempengaruhi sifat baja.

yang dihitung dengan menggunakan rumus: Tegangan * = f = Regangan = e = Dimana ft = tegangan tarik yang dihitung (ksi) P = Beban tarik yang diberikan (kips) A = luas penampang melintang specimen tarik (in2 ) harga ini dinyatakan konstan selama uji dilakukan pengurangan luas penampang diabaikan e = regangan(in/in) Perpanjangan atau perubahan panjang antara dua titik acuan pada specimen tarik (in) Lo = panjang semula antara dua titik acuan (dapat berubah tanda berlubang) pada specimen tarik dibebani 1. . Uji tarik melibatkan pembebanan tarik sampel baja dan bersamaan dengan itu dilakukan pengukuran beban dan penpanjangan sehingga akan dipenoleh tegangan dan regangan. baja akan masuk ke dalarn selang plastis dan regangannya akan konstan pada tegangan sebesar Fy.2.1 Tegangan dan Regangan Sifat mekanis yang sangat penting pada baja dapat diperoleh dan uji tarik. lamakelamaan akan dicapai titik di mana kapasitas pikul bebannya bcrtambah. Pada saat baja ini terus meregang.2 Strain hardening apabila tegangan telah melampaui limit proporsionalnya.2.1.

2.Fenomena bertambahnya kekuatan ini disebut strain hardening.5 Rasio Poisson. Harga yang biasa digunakan merupakan rasio dari regangan transv ersal dengan regangan longitudinal dalam keadaan terbebani.  E= = E untuk semua jenis baja struktural pada dasarnya sama.2. . rasio Poisson mendekati harga 0.6 Modulus Elastisitas Geser Pembebanan dalam geser murni menghasilkan kurva tegangan-regangan berbentuk garis lurus yang kemiringannya mewakili modulus elastisitas geser. 1.2. Besaran ini merupakan juga kemiringan kurva tegangan-regangan di dalam selang elastis.3 pada daerah elastik di mana bahan berada dalam keadaan kompresibel dan mendekati 0. Yang pertama adalah modulus elastisitas E (atau mpdulus Young) yang besamya merupakan konstanta proporsional antara tegangan dengan regangan di dalam selang elastis. Penyebaran celahan yang tak stabil akan menimbulkan retakan getas. Untuk baja struktur. yakni untuk menyerap energi.2. yaitu 29000 kips/in.4 Keuletan Bahan Pada desain baja struktur.3 Modulus Elastisitas E Ada dua besaran lain yang juga terlihat dari diagram tegangan-regangan. 1.5 pada daerah plastik di mana material pada hakikatnya tidak kompresibel 1. keuletan bahan didefinisikan sebagai ketahanan terhadap penyebaran celahan yang tidak stabil karena adanya takikan. keuletan merupakan ukuran kemampuan baja untuk menahan retakan. 1. 2 (rekomendasi AISC).

Efek Temperatur. dengan memahami sifat-sifat baja maka kita dapat memilih dengan tepat jenis baja yang akan baik yang sesuai dengan konstruksi dan lingkungan yang dihadapi. Retakan Getas.Bila ratio Poisson dan modulus elastisitas tarik-tekan E diketahui. Sifat mekanis pada baja dapat dipahami dari uji tarik dimana dikenal beberapa sifat baja yang antara lain adalah tegangan.000 ksi (75.11. modulus geser G oleh teori elastisitas didefinisikan sebagai: G=  yang untuk baja struktural harganya di atas . Keuletan Bahan dan Daktilitas . Beberapa sifat penting dari baja adalah Kekuatan Letih.regangan . Kesimpulan Pengetahuan mengenai sifat-sifat mekanis baja merupakan keharusan apabila seseorang akan menggunakan untuk suatu konstruksi baja.800 MPa). Strain hardening dll. Efek Pembebanan Dinamik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful