TEORI KOMUNIKASI INTERPERSONAL  Antara dua individu  Mencapai persefahaman, tidak semestinya persetujuan  Pembentukan hubungan  Persahabatan, percintaan

, kekeluargaan dll 1. Teori Tembusan Sosial y Memahami proses membentuk dan mengekalkan hubungan interpersonal. y Social Penetration Theory y Altman & Taylor, 1973 y Interaksi sosial - Dysfunctional function keluarga y Proses menjalin hubungan y Aksiom pola komunikasi keluarga y Tahap cetek tidak intim peribadi y Kita tidak boleh tidak berkomunikasi y Lebih banyak maklumat, lebih bersifat peribadi y Manusia berkomunikasi secara analogik komunikasi dan digital y Personaliti diri seperti bawang besar y Komunikasi mengandungi isu dan hubungan y Perkara luaran lebih kerap dan lebih awal diceritakan y Hubungan menerangkan kandungan (metacommunication) y Pendedahan ada resiprokal utk perkongsian Keadaan hubungan bergantung kepada bagaimana setiap y Tembusan cepat di prgkt awal, lambat di tengah pihak menandakan rangkaian komunikasi mereka y Proses kebalikan tembusan Semua komunikasi adalah komplementari 2. Teori Pengurangan Ketidakpastian 4. Teori Disonan Kognitif y Berger (1987) y Cognitive dissonance theory y Uncertainty Reduction Theory y Festinger, 1957 y Orang tidak dikenali tidak pasti y Jika perlakuan tidak menyamai perkara yang kita y Mengawal kemesraan dgn menambah percaya, maka ketegangan mental atau disonan pengetahuan kognitif akan berlaku y Juga dikenali sebagai teori aksiomatik y Jika isu penting dan perbezaan kelakuan dan Tahap-tahap dalam interaksi kepercayaan besar, semakin besar y Fasa permulaan disonan/ketegangan yang kita rasa y Fasa peribadi HIPOTESIs y Fasa exit y Pendedahan terpilih menghalang disonan 3. Teori Pendekatan Interaksi y Disonan selepas membuat keputusan y Paul Watzlawick (1967) memerlukan sokongan y Interactional View y Jusifikasi minima atau tindakan akan membawa perubahan sikap

TEORI DISONANSI KOGNITIF
Teori Leon Festinger mengenai dissonansi kognitif merupakan salah satu teori yang paling penting dalam sejarah psikologi sosial. Selama bertahun-tahun teori ini menghasilkan sejumlah riset dan mengisi aliran kritik, interpretasi, dan extrapolasi. Festinger mengajarkan bahwa dua elemen kognitif termasuk sikap, persepsi, pengetahuan, dan perilaku. Tahap pertama yaitu posisi nol, atau irrelevant, kedua yaitu konsisten, atau consonant dan ketiga yaitu inkonsisten, atau dissonant. Dissonansi terjadi ketika satu elemen tidak diharapkan mengikuti yang lain. Jika kita pikir merokok itu berbahaya bagi kes ehatan, mereka tidak berharap kita merokok. Apa yang konsonan dan dissonan bagi seseorang tidak bisa berlaku b agi orang lain. Jadi kita harus selalu menanyakan apa yang konsisten dan yang tidak konsisten dalam sistem psik ologis orang itu sendiri. Dua premis yang menolak aturan teori dissonansi. Pertama yaitu bahwa dissonansi menghasilkan ketegangan atau penekan an yang menekan individu agar berubah sehingga dissonansi terkurangi. Kedua, ketika dissonansi hadir, indivi du tidak hanya berusaha menguranginya, melainkan juga akan menghindari situasi dimana dissonansi tambahan bisa dihasilkan. Semakin besar dissonansi, semakin besar kebutuhan untuk menguranginya. Contoh, semakin perokok tidak konsisten dengan pengetahuannay mengenai efek negatif merokok, semakin besar dorongan untuk berhenti meroko Dissonansi itu sendiri k. merupakan hasil dari dua variabel lain, kepentingan elemen kognitif dan sejumlah elemen yang terlibat dalam hubungan yang dissonan. Dengan kata lain, jika kita mempunyai beberapa hal yang tidak konsisten dan jika itu penting untuk kita, kita akan mengalami dissonansi yang lebih besar. Jika kesehatan tidak penting, pengetahuan bahwa merokok itu buruk bagi kesehatan kemungkinan tidak mempengaruhi perilaku perokok secara aktual. Bagaimana kita terkait dengan dissonansi kognitif ini ? Festinger mengemukakan sejumlah metode. Pertama, kita bisa mengubah satu atau lebih elemen kognitif, perilaku atau sikap mungkin. Sebagai contoh, sebagai seorang perokok , kita bisa berhenti merokok atau kita bisa berhenti mempercayai bahwa itu merusak kesehatan. Kedua, elemen baru mungkin ditambahkan pada satu bagian ketegangan atau yg lain. Misalnya, kita bisa beralih mengunyah cerutu. Ketiga, kita bisa sampai untuk melihat elemen sebagai hal yang kurang penting daripada yang mereka gunakan. Contoh, kita mungkin memutuskan bahwa kesehatan tidaklah sepenting kondisi pikiran. Keempat, kita bisa mencari konsonan informasi seperti pembuktian terhadap keuntungan merokok dengan membaca studi perusahaan cerutu. Kelima, kita bisa mengurangi dissonansi dengan membuang atau misinterpretasi informasi yang terlibat. Ini dapat terjadi jika kita memutuskan bahwa meski merokok beresiko pada kesehatan, tidaklah berbahaya sebagai weight yang akan kita capai jika kita berhenti merokok. Tidak masalah metode mana yang akan kita pilih, itu semua akan mengurangi dissonansi dan membuat kita merasa lebih baik dalam sikap, kepercayaan, dan tindakan.

Teori dissonansi juga membuat beberapa prediksi lain. mengharap perubahan yang agak mendalam mengenai bagaimana kita memikirkan tentang banyak hal. dan Nilai. mungkin tidak dan menghasilkan sedikit dissonansi. Ini memasukkan situasi seperti pembuatan keputusan. bahwa semakin kurang atraktif alternatif pilihan. dan itu disusun dalam sistem dalam hal sentralitas atau pentingnya terhadap ego. Ini merupakan jawaban atas pertanyaan Siapa saya ?.Kebanyakan teori dan riset mengenai dissonansi kognitif disekitar situasi yang bervariasi dimana dissonansi sebenarnya dihasilkan. kepercayaan yang secara relatif tidak dapat berubah yang membentuk inti sistem kepercayaan. Semakin penting kepercayaan. di sisi lain. Nilai terminal adalah ujung tujuan kehidupan terhadap mana kita bekerja. nilai instrumental seperti kerja keras dan kesetiaan. Dia memasukkan sejumlah hipotesis signifikan mengenai sikap. semakin banyak kita harus fokus pada inkonsistensi internal dalam diri kita. membuat keputusan dengan bertujuan pada salah satu tidak akan menghasilkan banyak dissonansi. Contoh untuk jenis inkonsistensi ini yaitu makan makanan yang kita tidak suka saat kita dijamu makan sebagai tamu. atau dipengaruhi untuk melakukan atau mengatakan sesuatu yang berlawanan dengan kepercayaan atau nilai kita. konsep diri adalah yang menuntun tujuannya. tetapi jika kita memutuskan antara membeli mobil dan pergike Eropa. misalnya. semakin tinggi tingkat similaritas atau tumpang tindih diantara alternatif. -------------------------------------------. Variabel kedua adalah sifat menarik alternatif yang dipilih. semakin orang akan merasionalisasi nilai tugas tersebut. Kepercayaan. Rokeach memperluas penjelasannya mengenai konsistensi paling jauh dibandingkan teori lain dalam . Ini juga menjelaskan mengapa kita harus mengambil kerja yang bergaji tinggi meski kita tidak suka. Semakin banyak dukungan sosial yang seseorang terima dari teman terhadap ide atau tindakan. dan nilai menyatakan komponen sistem. Bayaran tinggi dapat dipakai sebagai justifikasi untuk melakukannya. Jika kita diminta untuk melakukan sesuatu yang kita tidak suka melakukan tetapi kita dibayar banyak. Rokeach percaya bahwa konsep tersebut dalam menjelaskan perilaku. Dia mengembangkan penjelasan yang meluas mengenai perilaku manusia berdasarkan kepercayaan. semakin besar sifat atraktif yang diketahui dari alternatif yang dipilih. Inilah mengapa menurut teoritisi dissonansi. Kepercayaan dapat bersifat umum ataupun khusus. Keputusan tertentu. yang masing-masing mengandung sejmlah kepercayaan mengenai sikap obyek. kita akan menderita dissonansi. semakin terasa dissonansi. sikap. Rokeach percaya sikap merupakan dua jenis penting yang harus selalu dipandang bersamaan. itu kemungkinan karena sikap kita terhadap situasi mencegahnya. Poin disini bahwa perilaku merupakan fungsi dari berbagai rangkaian sikap. kepercayaan. semakin resisten untuk berubah dan semakin perubahan itu berdampak terhadap keseluruhan sistem. Inilah mengapa anak begitu terguncang ketika orang tua yang mereka asumsikan memiliki perkawinan yang bahagia itu bercerai. Nilai ada dua macam. Dengan kata lain. Jika kita tidak berperilaku dalam situasi yang berlaku secara konsisten dengan sikap kita terhadap hal tertentu. sikap dan nilai. Situasi ini biasanya terjadi ketika reward terlibat untuk sepakat atau hukuman jika tidak sepakat. pertama dan yang terpenting yaitu keputusan. Salah satu teori yang paling komprehensif mengenai sikap dan perubahannya yaitu milik Milton Rokeach. semakin besar komitmen orang itu untuk berkembang. Semakin sedikit justifikasi eksternal (seperti ganjaran dan hukuman). Semakin besar jumlah usaha yang diterapkan dalam tugas. Jadi. dan sistem terdiri atas banyak kepercayaan yang berkumpul dalam sentralitasnya. Pada pinggiran sistem terbentang sejumlah kepercayaan yang tidak signifikan yang dapat mudah berubah. karena dampaknya yaitu banyak hal lain yang kita anggap benar. jika salah satu pusat kepercayaan kita berubah. Situasi lain dimana disonansi cenderung berhasil yaitu paksaan kesepakatan. kita akan memiliki banyak dissonansi. Pada pusat sistem kepercayaan yang dibangun dengan baik itu. yaitu seperti ketinggalan sarapan. semakin besar dissonansi. konsep diri secara khusus penting dalam sistem sebagai ujung tujuan keseluruhan sistem seseorang. dukungan sosial. Percaya bahwa orang tua kita bahagia dalam perkawinan kemungkinan cukup penting. dan usaha yang sungguh-sungguh. Rokeach pada dasarnya teoritisi konsistensi. Jumlah dissonansi sebuah pengalaman sebagai hasil keputusan bergantung pada empat variabel. Komponen lain dalam sistem kepercayaan-sikap-nilai yang mengasumsikan keseluruhan yang sangat penting yang konsep diri.---------------------------------Rokeach: Sikap. semakin kurang dissonansi. adalah sampingan. nilai orang merupakan yang paling penting. Jika kita berharap kita dapat menabung untuk pergi ke Eropa disamping membeli mobil. Terdapat sikap terhadap obyek dan sikap terhadap situasi. semakin besar tekanan untuk percaya pada ide atau tindakan itu. Teori dissonansi meramalkan bahwa semakin sedikit tekanan untuk patuh. dan nilai. yang menuntun perilaku. Perilaku orang dalam situasi tertentu merupakan fungsi dari kedua kombinasi ini. Akhirnya. Jika kita berdebat diantara dua mobil yang sama. tetapi membeli mobil dapat menghasilkan banyak dissonansi. Kita kemungkinan akan menderita lebih banyak dissonansi dari membeli mobil butut daripada mobil yang masih mulus. Percaya bahwa kita perlu potong rambut. Attitude adalah kelompok kepercayaan yang disusun disekitar obyek fokal dan menyarankan pada orang untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap obyek tersebut. bahwa semakin sulit inisiatif seseorang terhadap kelompok.value adalah tipe kepercayaan khusus yang penting dalam sistem dan bertindak sebagai penuntun kehidupan. merupakan garis penuntun bagi kehidupan yang menjadi dasar perilaku seharihari. persetujuan yang terpaksa. Hal lain yang mirip. inisiatif. tekanan sosial yang lunak dapat begitu kuat: dapat menyebabkan banyak dissonansi. Belief adalah ratusan atau ribuan pernyataan yang kita buat mengenai diri dan dunia. semakin besar dissonansi. Rokeach percaya bahwa setiap orang mempunyai sistem yang tersusun dengan baik atas kepercayaan. tetapi dia menyimpulkan bahwa orang dituntun oleh kebutuhan untuk konsisten dan bahwa inkonsistensi menciptakan tekanan untuk berubah. Teori itu meramalkan. Contoh antara lain kesehatan dan kebahagiaan. kita tidak akan merasa banyak dissonansi seperti jika kita dibayar lebih sedikit. sikap dan nilai. kepercayaan orang mengenai diri. Kita mempunyai ratusan bahkan ribuan kepercayaan dan mungkin ribuan sikap. Ketiga. jika kepercayaan.

Irwin Altman dan Dalmas Taylor mengenalkan istilah penetrasi sosial. Gerald Miller dan rekannya secara literal mengartikan komunikasi interpersonal dalam term penetrasi. Sekarang kita mengerti self-disclosure sebagai proses yang lebih kompleks daripada yang dilakukan pada tahun 60 dan 70-an. komunikasi bergerak dari level yang relatif sedikit dalam. dan problem yang berulang bagi pasangan yaitu mengkoordinasi jenis-jenis disclosure dan respon yang mereka gunakan. Dia menemukan bahwa mereka menjadi sehat ketika mereka bersedia mengenalkan dirinya pada ahli terapi. kurangnya kesamaan antara tindakan seseorang dengan perasaannya. --------------------------------------------------------------------------- teori self disclosure Disclosure dan understanding merupakan tema penting dalam teori komunikasi pada tahun 60 dan 70 -an. kita mungkin ingin diberi lebih banyak waktu untuk mendalami situasi. Personalitas komunikator dapat diperlihatkan melalui lingkungan dengan lapisan tiga dimensi. Seorang teoritisi yang menggali proses self-disclosure ini adalah Sidney Jourard. Ketika kita memberi tahu sesuatu pada patner kita. dan sensitivitas untuk mengenal / mengetahui orang lain. dan beberapa dari pemikiran kita tentang apa yang membuat komunikasi interpersonal itu baik dipengaruhi oleh gerakan ini. Selanjutnya. Komunikasi interpersonal karenanya merupakan beragam proses penetrasi sosial. sebuah ideologi honest communication muncul. Orang membuat keputusan mengenai bagaimana dan kapan untuk memberi tahu. Hubungan interpersonal yang ideal menyuruh orang agar membiarkan orang lain mengalami mereka sepenuhnya dan membuka untuk mengalami orang lain sepenuhnya Jourard mengembangkan gagasan ini setelah mengamati bahwa sakit mental cenderung tertutup bagi dunia. Breadth merupakan susunan yang berurutan atau keragaman topik yang merasuk kedalam kehidupan individu. miskin feedback. Original Social Penetration Theory. Pertumbuhan akan sulit jika orang-orang di sekitar kita tidak membuka untuk penerimaan kita sendiri. Semakin bertambah yang saling diketahui oleh masing-masing komunikator. Personal growth melekat pada komunikasi interpersonal sebab dunia merupakan sosial yang sangat luas. Orang yang sakit sifatnya tetap dan stagnan. Kapan kita diketahui dan kapan tidak ? dan ketika pasangan memberitahukan informasi personal. Kita kadang kadang memantau informasi yang disediakan oleh orang lain dan memberi informasi mengenai diri kita sendiri. memiliki jarak (breadth) dan kedalaman (depth). karena hubungan itu berkembang. Kemudian. lebih personal. ini merupakan ide bahwa hubungan menjadi labih akrab seiring waktu ketika patner memberitahukan semakin banyak informasi mengenai mereka sendiri. Dia menerapkan teori ini pada pasangan yang menikah khususnya. Menurut psikologi humanistik. ketika kita membuat disclosure yang langsung dan jelas. Selanjutnya. Teori penetrasi sosial yang paling terkenal yaitu milik Altman dan Taylor. Didalamnya merupakan detil privat yang meningkat .aliran ini. menuju level yang lebih dalam. pengaturan batasan memerlukan pertimbangan dan pikiran. Didorong oleh karya Carl Rogers. hubungan. Permainan diantara kebutuhan untuk berbagi dan kebutuhan untuk melindungi diri ini sifatnya konstan dan mendorong pasangan untuk membicarakan dan mengkoordinasi batasan mereka. dan ketika kita membuat disclosure yang samar dan implisit. Transparansi berarti membiarkan dunia untuk mengenal dirinya secara bebas dan pengenalan diri seseorang pada orang lain. disebut Third Force begitu dalam psikologi menyatakan bahwa tujuan komunikasi adalah meneliti pemahaman diri dan orang lain dan bahwa pengertian hanya dapat terjadi dengan komunikasi yang benar. dia dapat merespon dalam cara yang membantu kualitas hubungan dan kebahagiaan atau dalam cara yang tidak begitu. Sejauh ini. ---------------------------------------------------------------------- teori penetrasi sosial Salah satu proses yang paling luas dikaji atas perkembangan gubungan adalah penetrasi sosial. Sebagian besar sebagai konsekuensi aliran humanistik dalam psikologi. Pada jarak terjauh akan merupakan level komunikasi yang dapat dilihat. Misunderstanding dan ketidakpuasan dalam hubungan diawali oleh ketidakjujuran. serta self disclosure yang ditahan. Sebagai contoh pemikiran terbaru atas subyek ini. Uraiannya bagi kemanusiaan sifatnya terbuka dan transparan. individu terlibat dalam hubungan secara konstan menjadi bagian dalam proses pengaturan yang membatasi antara publik dan privat. seperti berpakaian dan bicara. Semakin sedikit yang mereka ketahui tiap personnya. dengan patner kita. Sandra Petronio meletakkan secara bersamaan serangkaian ide mengenai kompleksitas self-disclosure dalam relationship. social penetration merupakan proses peningkatan disclosure dan keakraban dalam hubungan. mungkin secara coba-coba. dan mereka memutuskan mengenai bagaimana merespon permintaan orang lain. Banyak riset pengenalan diri muncul dari gerakan humanistik ini. semakin bertambah karakter interpersonal yang berperan dalam komunikasi mereka. semua teori yang dibahas menunjukkan bagaimana pentingnya informasi dalam penguatan hubungan. Jourard melihat pertumbuhan pergerakan orang menuju cara berperilaku yang baru. Bermacammacam strategi langsung dan tidak langsung dapat diusahakan. Contoh. perubahan merupakan esensi dari pertumbuhan personal. pertumbuhan orang akan sampai pada posisi hidup baru. kita biasanya menginginkan respon yang juga langsung dan jelas. Menurut Petronio. Manurut teori mereka. Demand / permintaan dan respond perlu dikoordinasi. dia sedang membuat permintaan pada orang lain untuk meresponnya dengan sesuai. Secara garis besar. tidak akrab. feedback. bagaimana kita merespon ? Ketika orang memberi tahu sesuatu. pemahaman interpersonal terjadi melalui self-disclosure. selain juga dapat diterapkan pada bermacam-macam. Teori ini berdasar pada risetnya sendiri dan survey pada sejumlah banyak kajian lain dengan topik pengembangan hubungan dan disclosure. Jourard menyamakan kesakitan (sickness ) dengan ketertutupan dan kesehatan dengan transparansi.sebagai hasil langsung dari keterbukaan pada dunia. Selanjutnya. antara perasaan dan pikiran yang mereka mau berbagi dengan sang patner dengan perasaan dan pikiran yang tidak mau mereka bagi. Untuk menerima perubahan seseorang itu sendiri meminta kita untuk menetapkan bahwa kita juga diterima oleh orang lain. Dengan meletakkan sistem keseluruhan menjadi pertimabngan. semakin impersonal komunikasi itu. dia melihat konsistensi sebagai hal yang sangat kompleks. Depth adalah jumlah informasi yang tersedia pada tiap topik.

menyediakan breadth sebaik depth. Orientation mengandung komunikasi impersonal. bagaimana ia bergerak. dalam merespon ketegangan. Kebanyakan siswa perkembangan hubungan sekarang ini percaya bahwa penetrasi sosial sifatnya berputar. Terdapat banyak kebenaran terhadap ide bahwa hubungan menjadi lebih dekat jika informasi dibagi. proses penetrasi sosial akan terbentuk dan hubungan akan mulai mengambil bagian. personal self . stable exchange adalah keakraban yang sangat tinggi dan mengijinkan patner untuk meramalkan setiap tindakan pihak lain dan menanggapinya dengan sangat baik. dan bahwa perkembangan secara parsial merupakan proses peningkatan keakraban. perasaan dan aktivitas. Sebagai perbandingan. The theory was originally developed to understand the psychological basis of intergroup discrimination. dimana perluasaan / ekspansi awal informasi dan gerakan menuju level lebih dalam dari disclosure itu terjadi. mereka akan bergerak menuju tahap berikutnya. Altman dan Taylor menunjukkan bahwa perkembangan hubungan bukan hanya melibatkan peningkatan penetrasi sosial. Modifikasi terhadap penetrasi sosial. setelah kencan beberapa saat pasangan yang menikah bisa mulai mendiskusikan tindakan berpasangan selanjutnya. mereka akan beresiko lebih banyak disclosure yang mempunyai potensi gerakan partisipan menuju level keakraban yang lebih dalam. dan tanpa solusi. Sebuah dialectic adalah ketegangan antara dua atau lebih elemen yang berlawanan dalam sistem yang pada akhirnya kadangkadang meminta resolusi. Semakin besar reward yang diketahui relatif terhadap cost. the exploratory affective exchange . Dengan kata lain. but rather several selves that correspond to widening circles of group membership. konsisten dengan perkiraan dasar teori penetrasi sosial. Pada saat yang sama. an individual has multiple social identities . patner berbagi lebih banyak atas diri. Jika tahap ini menghasilkan reward pada partisipan. teori original tersebut dianggap terlalu sederhana. Untuk mengetes ide ini. keterbukaan dan ketertutupan yang berputar pada pasangan nikah mempunyai pengaturan tertentu atau ritme yang dapat diramalkan. Analisa dialektis melihat cara sistem berkembang atau berubah. pasangan relasional bukan hanya mengandung reward dan cost atas hubungan pada saat tertentu. ketidakteraturan. karena hubungan itu berkembang. In other words. Tajfel et al (1971) attempted to identify the minimal conditions that would lead members of one group to discriminate in favor of the ingroup to which they belonged and against another outgroup. Altman dan Taylor menyarankan bahwa reward terkurangi dan cost meningkat pada level komunikasi yang lebih akrab. hubungan yang dikembangkan rata-rata lebih diterima. Dan ia melihat strategi tindakan yang dipakai sistem untuk menyelesaikan kontradiksi. Apart from the level of self . serta disebut bersifat dialektis karena melibatkan pengaturan pertentangan / ketegangan antara lawan-lawannya. Teori Altman dan Taylor didasarkan dalam sebagian besar dari satu ide yang paling populer dalam ilmu sosial bahwa hubungan akan berhasil ketika secara relatif memperoleh ganjaran ( rewarding ) dan akan berhenti ketika secara relatif mengeluarkan biaya ( cost ). Tahap ini tidak akan dimasuki kecuali jika patner menyadari reward substansial yang relatif terhadap cost dalam tahap lebih awal. ternyata bahwa jumlah sinkroni tidak sama pada tiap pasangan.mengenai kehidupan. Terdapat empat langkah perkembangan hubungan. melalui pertukaran informasi. Pada saat level tertentu tercapai. History and Orientation Social Identity Theory was developed by Tajfel and Turner in 1979. Different social contexts may trigger an individual to think. ----------------------------------------------------------------------------- Social Identity Theory cognitive and motivational basis of intergroup differentiation. Social identity is the individual s self-concept derived from perceived membership of social groups (Hogg & Vaughan. Hal ini sebab. Jika patner menilai bahwa reward secara relatif lebih besar dari cost. dimana seseorang memberitahu hanya informasi yang sangat umum mengenai dirinya sendiri. dan makin bertambah informasi mengenai langkah berpasangan selanjutnya akan diperlihatkan / diberitahu sebelum bergerak bahkan menuju level disclosure yang lebih dalam semisal sejarah seksual. Menurut Altman dan Taylor. Komunikasi kemudian dibantu oleh pemakaian level-level. 1987). perputaran yang terjadi lebih besar dibadingkan hubungan yang kuran g dikembangkan. a person has not one. Proses ini dikenal sebagai pertukaran sosial. dibawah kondisi yang memungkinkan sepasang patner berbagi dalam meningkatkan breadth pada level tersebut. tetapi juga menggunakan informasi yang mereka cari untuk meramalkan reward dan cost di waktu mendatang. semakin cepat penetrasi. Tahap ketiga. feel and act on basis of his personal. Contohnya. fa mily or national level of self (Turner et al. juga diamati kelompok pelajar yang ternyata juga mencerminkan hal yang sama. perasaan. Altman dan Taylor menemukan bahwa penetrasi tercepat cenderung terjadi dalam langkah awal perkembangan ketika reward cenderung malampaui cost. This can . Pada saat yang sama. Altman dan rekannya sekarang menyatakan bahwa dialektik ini biasanya diatur dalam sebuah istilah panjang hubungan oleh semacam siklus yang dapat diramalkan. Disebut berputar ( cyclical ) sebab berlangsung dalam bentuk siklus timbal-balik. bahwa patner mengenal siklus mereka. Core Assumptions and Statements In the Social Identity Theory. bahwa sifatnya kompleks. seb agai proses dialektis. yang berarti bahwa terdapat perbedaan antar pasangan dalam kemampuan mereka untuk mengkoordinasi siklus self-disclosure. it is an individual-based perception of what defines the us associated with any internalized group membership. Akhirnya. Juga terlalu sering melibatkan keakraban yang menurun. analisa Arthur VanLear menunjukkan bahwa dalam percakapan pasangan nikah siklus keterbukaan terjadi dan beberapa sinkronisasi juga terjadi. Karena hubungan itu berkembang. dalam beberapa hubungan yang dikembangkan. Teori penetrasi sosial orisinal penting dalam memusatkan perhatian kita pada pengembangan hubungan sebagai proses komunikasi. dan bahwa penggabungan dan sinkronisasi seringkali terjadi. serta pikiran partisipan. Kedua kajian tersebut menunjukkan bahwa siklus tersebut terjadi. affective exchange memusatkan pada perasaan evaluatif dan kritis pada level yang lebih dalam. Penting untuk dicatat. 2002).

be distinguished from the notion of personal identity which refers to self-knowledge that derives from the individual s unique attributes. The theory has also implications on the way people deal with social and organizational change. because once two groups identify themselves as rivals they are forced to compete in order for the members to maintain their self-esteem. which itself will be shaped by the relative and absolute status of the ingroup. They were assigned randomly. Similarly. An individual can belong to many different groups. Competition and hostility between groups is thus not only a matter of competing for resources (like in Sherif s Robbers Cave) like jobs but also the result of competing identities. Christian. it cannot be explained in a few sentences. Social Identity Theory asserts that group membership creates ingroup/ self-categorization and enhancement in ways that favor the in-group at the expense of the out-group. B) the extent to which the prevailing context provides ground for comparison between groups. Individuals are likely to display favoritism when an ingroup is c entral to their self-definition and a given comparison is meaningful or the outcome is contestable. Scope and Application Social Identity Theory has a considerable impact on social psychology. in social identity theory the group membership is not something foreign or artificial which is attached on to the person. b) That it is possible for humans to . Schoolboys were assigned to groups. it is a real. These take place in a particular order. Muslim. we adopt the identity of the group we have categorised ourselves as belonging to.e. Australian. personal animosity or interdependence. This quest for positive distinctiveness means that people s sense of who they are is defined in terms of we rather than I . and outgroups are ones that we don't identify with. The first is categorisation. the chances are you will adopt the identity of a student and begin to act in the ways you believe students act (and conform to the norms of the group). Participants picked a reward pair that awarded more points to people who were identified as ingroup members. This is critical to understanding prejudice. Example In further research this example is referred to minimal group studies. i. ------------------------------------------------------------------------------- Sensemaking managing (life) is about making sense. negotiation and language use. social identification. ingroup and outgroup . Social Identity Theory Outline Social identity theory was developed by Henri Tajfel and John Turner in 1979. In other words. History and Orientation Since Sensemaking has been under development since 1972. and bus driver because they are useful. Tajfel and Turner proposed that there are three mental processes involved in evaluating others as us or them (i. they displayed ingroup favoritism. There will be an emotional significance to your identification with a group. excluding roles of interpersonal discrimination such as history of conflict. Once we have categorised ourselves as part of a group and have identified with that group we then tend to compare that group with other groups. We define appropriate behaviour by reference to the norms of groups we belong to. student. If we can assign people to a category the n that tells us things about those people. Again. In a very similar way we categorise people (including ourselves) in order to understand the social environment. and your self-esteem will become bound up with group membership. and may discriminate against. individuals seek to achieve positive self-esteem by positively differentiating their ingroup from a comparison outgroup on some valued dimension. A) the extent to which individuals identify with an ingroup to internalize that group membership as an aspect of t heir self-concept. In the second stage. If for example you have categorised yourself as a student. Tajfel and Turner (1979) identify three variables whose contribution to the emergence of ingroup favoritism is particularly important. but you can only do this if you can tell who belongs to your group. The examples (minimal group studies) of Turner and Tajfel (1986) showed that the mere act of individuals categorizing themselves as group members was sufficient to lead them to display ingroup favoritism. C) the perceived relevance of the comparison group. stereotyping. it is crucial to remember ingroups are groups you identify with. The schoolboys assigned points to anonymous members of both their own group and the other group. we find out things about ourselves by knowing what categ ories we belong to. It is important to know that the project has been based on three central assumptions regarding communication practice: a) That it is possible to design and implement communication systems and practices that are responsive to human needs. If our self-esteem is to be maintained our group needs to compare favourably with other groups. white. Just to reiterate. We use social categories like black. After being categorized of a group membership. which were intended as meaningless as possible. The final stage is social comparison. Favorite Methods Experiments. Conclusions were that even the most minimal conditions were sufficient to encourage ingroupfavoring responses. true and vital part of the person. and as we saw with the bus driver example we couldn't function in a normal manner without using these categories. in the context of the bus.e. We categorise objects in order to understand them and identify them. It is tested in a wide range of fields and settings and includes prejudice.

What a person does depends on others. In organizational life people often produce part of the environment they face (Pondy & Mitroff. 'goals'. P. discourse analysis. and it reflected on after it is finished. 1997). No alternatives are evaluated. because everything is part of a larger truth. Enactment: I create the object to be seen and inspected when I say or do something. 8) Driven by plausibility rather than accuracy: People are cognitively lazy. setiap teori selalu menegaskan apa yang patut diteliti dan bagaimana menelitinya. c) That achieving these outcomes requires the development of communication-based methodological approaches. 'change'. substantive propositions. Entity and environment are factors which influence eachother. Somewhere between is the meaning. critical incident. 3. it cannot make the past transparent (Starbuck & Milliken. competes for attention with other ongoing projects. methodological framings and methods. Scope and Application Sense making can be used to study information seeking and use in the workplace (Cheuk. Plausibility: I need to know enough about what I think to get on with my projects. 2002). This is always done afterwards. 1997) or to explore reflective thinking in nursing practice (Teekman. A person will only notice a few cues. 'tasks'. we can t predict something that will happen exact. when they found an answer to the question. 1995). 5) Social: Sensemaking is a social process. An example of how these seven elements are used in sensemaking: (Weick. According to Weick. 'plans'. I look back over what I said earlier. as well as by the audience I anticipate will audit the conclusions I reach. The sensemaker is singular and no individual ever acts like a single sensemaker. Sensemaking in organizations In dealing with organizational issues. stereotypes. it is an ongoing process. Identity: The recipe is a question about who I am as indicated by discovery of how and what I think. Levine & Teasly. 'breakdowns'. retrospection makes the past clearer than the present or future. 1988). sensemaking consists of seven aspects 1) Grounded in identity construction: a sensemaker is needed otherwise there won t be any sensemaking. their source is people's way of thinking. It can also be used for understanding deaf culture (Linderman. Favorite Methods Interviews. You are neither a plaything in the environment or independent. Moreover. kita perlu memahami aspek ontologi dan epistemologi yang mendasarinya. because of his own filter. Retrospect: To learn what I think. Sensemaking suggests that organizational issues .enlarge their communication repertoires to pursue this vision. will depend on the success of the process. sense is in the eye of the beholder. . 4) Enactive and sensible environments. while people might not even know the half of it. Thousand Oaks. 1991). we can t command and the environment will obey. sexism and able-bodyism. 'teams'. 2. take precedence over accuracy. human thinking and social functioning are essential aspects of another (Resnick. people stop searching. Secara sederhana. 5. K. 2) Retrospective: After a certain time the process is reflected. which means sufficiency and plausibility. 6) Ongoing: Sensemaking never starts or stops. Rather. which means my interests may already have changed. (1995). prototypes. it is also impossible to notice all the cues. Rajendram (1997) used sense making in media education classrooms with students. because there are too many. Your own interest and your unconsciousness depend what cues you focus on. Source: Example from W Weick. 4. Ongoing: My talking is spread across time. This aspect. Agar dapat memahami dan menggunakan TSM. looking afterwards at a process. 7. Artinya. Sense Making Theory Brenda Dervin mengembangkan sebuah teori yang diberinama Teori Sense-Making (selanjutnya TSM) untuk membantu peneliti bidang informasi memahami fenomena kebutuhan dan pencarian informasi. How can I know what I think until I see what I say? 1.'strategies'. Core Assumptions and Statements Sensemaking is an approach to thinking about and implementing communication research and practice and the design of communication-based systems and activities. sensemaking requires us to look for explanations and answers in terms of how people see things rather than rather than structures or systems. Extracted cues: The what that I single out and embellish as the content of the thought is only a small p ortion of the utterance that becomes salient because of context and personal dispositions. Conceptual Model Not applicable. 6. As said earlier. and roles. and so on are not things that one can find out in the world or that exist in the organization. . Sensemaking in organizations. Action is crucial for sensemaking. Dervin (1997) tried to use sense making for difficult subjects such as racism. It consists of a set of philosophical assumptio ns. 3) Furthermore. but no more. CA: Sage. 1979). so the direct influence is not clear. too much too notice anyway. ontologi adalah unsur apa (hakikat fenomena) sedangkan epistemologi adalah unsur bagaimana memahami unsur apa itu. To understand sensemaking is to pay more intention to sufficient cues for coordination such as generalized other. E. 61-62. 7) Focused on and by extracted cues: In life people are confronted with a lot of cues. Social: What I say and single out and conclude are determined by who socialized me and how I was socialized. each individual has a lot o f identities.

Termasuk dalam problematika dan kesenjangan ini adalah problematika dan kesenjangan informasi. yaitu SITUASI (di puncak segitiga). pandangan. PENGGUNAAN (menggunakan katalog. dan hal ini berkaitan dengan kesehatan mental dan pengembangan konsep diri. kita harus dapat melihat (dari kacamata si mahasiswa. melainkan semata-mata gambaran atau bayangan atau pikiran manusia.A thn 1948. dan pemaknaan. --------------------------------------------------------------------------------- Self Disclosure Theory 1. Artinya. maka titik t olaknya harus dari sisi pandang seseorang tentang dunia sekelilingnya: bagaimana seseorang memandang (persepsi. Akibatnya selanjutnya. melainkan sistem pemaknaan manusia atau bahkan sistem kepercayaan manusia. Sistem informasi itu ada karena manusia memaknai dan percaya bahwa sistem itu ada. yakni paham yang percaya bahwa manusia secara aktif membentuk dunia sekeliling mereka dengan melakukan observasi dan pemaknaan terhadap segala yang terjadi. dennis. impian. membaca buku). Sejarah Teori ini dikemukakan oleh Sydney Marshall Jourad yang lahir 21 January 1926. informasi di sini tidak diartikan sebagai bentuk-bentuk kebendaan. tentunya) bagaimana dia bergerak (bagaimana dia memahami. dunia sekeliling terdiri dari dunia buatan yang dibentuk di pikiran manusia melalui persepsi. Informasinya menyangkut pengalaman pribadi. PENGGUNAAN (di dasar kiri segitiga). mengerti) dunia sekelilingnya melalui persentuhan dengan berbagai institusi. melakukan tindakan) di antara ketiga titik itu. mengenali. Toronto Canada. Model ini menggambarkan seseorang kedalam bentuk suatu jendela yang mempunyai empat kaca. Semua hal yang diteliti dengan menggunakan TSM harus dianggap sebagai bagian dari make sense (upaya memahami) dunia sekeliling. Johari berasal dari nama depan dua orang psikolog yang mengembangkan konsep ini. Lebih jauh lagi. dan KESENJANGAN (di dasar kanan segitiga). Itu sebabnya. perasaan. Kunci dari suksesnya self-disclosure adalah kepercayaan. Kalau kita ingin menggunakan TSM untuk penelitian di bidang perpustakaan dan informasi. Bergantung pada kepercayaan. Jika kita ingin memakai TSM untuk penelitian bidang perpustakaan dan informasi. Self-disclosure sangat esensial dalam proses terapi kelompok 3.Secara umum. yaitu: keteraturan dan ketidakteraturan. setiap orang dalam hidupnya selalu berhadapan dengan situasi problematik (problematic situation) dan kesenjangan (gaps). Penyingkapan diri merupakan suatu usaha untuk membiarkan keontentikan memasuki hubungan sosial kita. dan situasi. Inilah inti penelitian bidang perpustakaan dan informasi jika memakai TSM. mendapat gelar Ph. Sistem informasi bukanlah sistem benda. Model ini menawarkan suatu cara melihat kesalingbergantungan hubungan interpersona dengan hubungan antarpersona. Dalam bahasa sehari-hari. Merupakan sebuah proses berbagi informasi dengan orang lain. TSM dilengkapi sebuah model segitiga yang menggambarkan bagaimana manusia bergerak di antara tiga titik. Akibatnya. rencana masa depan. Dia mendapat gelar M. TSM didasarkan pada asumsi bahwa dunia sekeliling manusia atau realita selalu mengandung dua hal yang selalu bertentangan dan saling meniadakan. Justru unsur terpenting dalam kehidupan manusia adalah dunia buatan itu. di universitas di Toronto. TSM berasumsi bahwa setiap manusia selalu bergerak dalam pengertian ruang maupun waktu di antara ketiga titik tersebut. mengatasi. Self-disclosure selalu merupakan tindakan interpersonal. Hal mendasar yang membedakan TSM dari teori pencarian dan penggunaan informasi lainnya adalah pada asumsi bahwa semua fenomena dalam sebuah sistem informasi adalah fenomena persepsi manusia.D di thn 1953. dalam TSM manusia dianggap sebagai mahluk yang terusmenerus berupaya mengatasi problematika dan kesenjangan. Dunia sekeliling bukanlah semata-mata dunia fisik . Beliua meninggal pada tahun 1974. Setelah itu. informasinya menyangkut masalah pribadi. pesan. Manusia selalu menghadapi kedua hal ini dengan berupaya mencari dan melengkapi informasi di kepalanya. Dia pernah menjabat sebagai President of the Assosiation for Humanistic Psychology (1958-1963). Dengan model ini. kalau kita ingin meneliti mahasiswa dalam konteks perpustakaan perguruan tinggi. Landasan TSM adalah paham fenomenologi (phenomenology). . Pembahasan Self disclosure atau penyingkapan diri merupakan sebuah proses membeberkan informasi tentang diri sendiri kepada orang lain. maka titik tolaknya harus dari bagaimana orang membentuk persepsinya tentang perpustakaan dan informasi. dan kemudian melanjutkan studi di universitas Buffalo. Setiap saat manusia selalu berupaya mengatasi kesenjangan informasi agar realita menjadi lebih terstruktur dan teratur. maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menemukan petunjuk keberadaan ketiga titik itu. Salah satu model inovatif untuk memahami tingkat-tingkat kesadaran dan penyingkapan diri dalam komunikasi adalah Jendela Johari (Johari Window). Misalnya. manusia selalu berhadapan dengan dunia yang tidak lengkap . agar ia dapat memahami realita walau cuma sejenak. dunia buatan ini seringkali disebut sebagai realita kehidupan . dan KESENJANGAN (apa yang dianggap kurang dari dirinya dan dunia sekelilingnya). media. Asumsi Dasar Self disclosure theory adalah proses sharing/berbagi informasi dengan orang lain. memahami. Dalam melakukan proses self-disclosure seseorang haruslah memahami waktu. di Mt. Jika kita ingin memakai TSM untuk penelitian. dan tingkat keakraban. maka kita harus memastikan bahwa mahasiswa itu memiliki gambaran (persepsi) tentang SITUASI (situasi perpustakaan. TSM menganjurkan agar penelitian bidang informasi memfokuskan perhatian pada bagaimana seseorang make sense (memaknai. agar dunia sekeliling atau realita menjadi bermakna. Joseph Luft dan Harry Ingham. situasi kuliah). horison) kehidupannya sendiri. tempat. 2. Inilah inti dari kegiatan mencari dan menggunakan informasi. Dengan kata lain. dll.

yang lainnya menghargai gagasan dan pengamatannya sendiri secara berlebihan sehingga mereka tidak dapat menunda untuk mengekspresikan semua pemikirannya sesegera mungkin. Masing-masing dari mereka bila diperhatikan mempunyai keunikan masing-masing. dengan berulang-ulang mengatakan. ada mahasiswa lebih memilih seharian menjalani berbagai macam kegiatan kampus namun pada saat yang bersamaan ada mahasiswa lain yang cenderung menghabiskan waktu berkumpul dengan orang lain. Ada yang merasa sangat takut untuk membuka diri. Penyingkapan diri lebih sering muncul dalam konteks hubungan dua-orang daripada dalam konteksjenis komunikasi lainnya. Selain itu menyangkut kepercayaan beberapa ahli psikologi percaya bahwa perasaan percaya terhadap orang lain yang mendasar pada seseorang ditentukan oleh pengalaman selama tahun-tahun pertama hidupnya. Seseorang dapat menjadi pendiam karena berbagai alasan. tidak dapat bermain. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan teori self disclosure: Kelebihannya. Biasanya seseorang akan mulai terbuka pada orang yang sudah lama dikenalnya. hal yang paling mendasar adalah kepercayaan. Hal ini tentunya berkaitan dengan karakter seseorang yang menentukan seperti apa pergaulan dan bentuk interaksinya dengan orang lain. Ada beberapa jenis karakter dalam diri seseorang bila dilihat dari komunikasi kelompok. dan frustrasi. Dia tidak dapat merasa. tidak dapat menangis. Beberapa terlalu takut menunjukkan kelemahanya dan berdiam diri agar tidak menjadi marah atau menangis. Biasanya respon dari orang lain maupun anggota-anggota kelompoknya khas bergerak dari rasa ingin tahu dan keheranan ke rasa tidak percaya. Ada beberapa faktor yang menentukan kepribadian seseorang. Jika orang lain mendapat giliran bicara. ingat prinsip bahwa tidak ada pasien monopolistik yang boleh eksis dalam kevakuman. Di dunia kampus contohnya banyak karakter indivudu yang menjalani kehidupan kampus. dengan terus-menerus menyebutkan persamaan antara masalah pembicara dan dirinya. setiap ucapannya dikhawatirkan akan mengarah pada self-disclosure lebih jauh. jengkel. memanfaatkan saat pembicara itu sedang mengambil nafas. dari penyingkapan diri kita bisa mendengarkan pengalaman orang lain yang nantinya bisa menjadi pelajaran bagi diri kita. dengan menyela secara tidak sopan. Pendekatan yang paling efektif pada orang seperti ini adalah yang bermata dua: pertimbangkan kedua belah pihak pasien yang memonopoli dan kelompok yang termonopoli. proses ini tidak hanya merupakan bagian integral dari komunikasi dua orang. menjauh. Berbagai kasus menunjukkan bahwa perilaku orang seperti ini di luar kelompok akan berubah meskipun di dalam kelompok tidak menunjukkan perubahan. 4. Ada individu yang berbicara demi mengontrol orang lain. Dia tidak merasakan tubuhnya sendiri. tidak semua orang dapat menanggapi apa yang kita sampaikan bahkan sering terjadi salah paham sehingga malah menimbulkan masalah baru. Penyingkapan diri ini akan membuat kohesivitas dalam komunikasi semakin erat. Secara halus tetapi berulang-ulang karakter seperti ini harus dikonfrontasi dengan paradox bahwa betapa pun besar keing inannya untuk diterima dan dihargai orang lain. dan frustrasi. kekhawatiran. ia cenderung memunculkan tingkat keterbukaan balasan pada orang yang kedua. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang hilang. tidak dapat tertawa. Orang seperti ini merasa sangat terancam dengan kehadiran orang tertentu dan hanya akan berbicara bila orang itu tidak ada. Kekurangannya. dengan hal itu kita bisa melakukan introspeksi diri dalam berhubungan. Namun penyingkapan diri tidak Cuma berlaku dalam konteks hubungan antara dua orang. Dari sudut pandang kelompok. dengan merespon pada setiap pernyataan dalam kelompok. dia selalu menyela dengan berbagai teknik. beberapa diantaranya yaitu: Monopolist Monopolist adalah orang yang mempunyai dorongan untuk selalu berceloteh tanpa henti. orang seperti ini gelisah jika tidak bicara. yang aktif. Ada pula yang merasa begitu takut menjadi agresif sehingga setiap perkataanya dapat menimbulkan resiko yang tak mampu ditanggungnya. Jauh lebih efektif jika karakter orang yang seperti ini didekati dengan cara berkonsentrasi pada menifestasi diri monopolist dalam kelompok daripada respon kelompok terhadap perilakunya. banyak yang begitu takut dipengaruhi dan diserang oleh orang lain sehingga mereka mempertahankan setiap pernyataannya. Dalam suatu kasus misalnya. Penyingkapan diri merupakan prilaku yang disengaja. Pendiam (Silent Patient) Orang yang pendiam dapat tertolong melalui pengamatan langsung untuk mengidentifikasi orang lain. Ketika seseorang telah mengetahui diri kita. Perkembangan pribadi atau karakter seorang manusia ditentukan oleh interaksi yang berkesinambungan antar hereditas dan lingkungan.Dalam hal penyingkapan diri ini. yang mempunyai masalah yang serupa dengan dirinya. selain itu dengan self disclosure kita juga bisa mengetahui seperti apa diri kita dalam pandangan orang lain. saya juga seperti itu . . bahwa pasien selalu berada dalam ekuilibrium dinamis dengan kelompok yang membolehkan atau mendorong perilaku seperti ini. Ada pula yang menjaga jarak dari orang lain dan menunjukkan superioritasnya dengan berdiam diri. Bila seseorang telah menyingkapkan sesuatu tentang dirinya pada orang lain. Bahkan dalam konteks komunikasi kelompok pembahasan akan lebih meluas. salah satu faktor terpenting adalah interaksi dengan lingkungannya atau yang sering kita sebut interaksi sosial. bisa saja orang lain ini memanfatkan apa yang telah dia ketahui mengenai diri kita. Dia adalah penonton bagi dirinya sendiri. tetapi dalam membina komunikasi kelompok. penolakan. Aplikasi Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat berbagai macam prilaku individu ketika sedang berinteraksi dengan lingkungannya. perilakunya itu hanya akan menghasilkan kejengkelan. terisolasi. Ada pula yang berdiam diri sewaktu-waktu untuk menghukum orang lain atau untuk memaksa orang lain ataupun kelompok memperhatikannya. Schizoid Karakter seperti ini emosinya tersumbat. Orang lain menginginkan kesempurnan sehingga takut berbuat salah jika berbicara. Penyebab perilaku monopolistik bervariasi pada setiap orang. tidak mengalami pengalamanya sendiri.

diam juga memiliki makna. tidak mampu melihat fakta bahwa orang lain adalah makhluk yang berperasaan. baik dalam kerangka here-and-now maupun sebagai sampel perwujudan caranya berhubungan dengan dunia interpersonalnya. Narsisistik (The Narcissistic Patient) Narsisisme (mencintai diri sendiri) yang berlebihan adalah rasa cinta pada diri sendiri dengan mengesampingkan orang lain. bahwa mereka pemalu. sangat peka terhadap kritikan. acuh tak acuh. eksploitatif interpersonal. Tidak semua orang bosan dengan situasi yang sama. Ucapan orang yang membosankan selalu aman dan selalu dapat diprediksi. dan kemudian menolak setiap pertolongan yang ditawarkan. Dinamika penyebab sifat membosankan itu sangat bervariasi dari satu individu ke individu lain. yang secara implisit atau eksplisit selalu meminta pertolongan dari kelompok dengan menceritakan masalah atau keluhan. tetapi juga bahwa perhatian tersebut seharusnya mereka dapatkan tanpa usaha. Untuk alasan yang sama. HRC sering berusaha mengecilkan keluhan orang lain dengan membandingkanya dengan masalahnya. HRC tampaknya bangga dengan masalahnya yang tak dapat terpecahkan. Penolak Pertolongan dan Pengeluh (The Help-Rejecting Complainer) Penolak pertolongan dan pengeluh (the help-rejecting complainer) yang selanjutnya disebut HRC mempunyai pola perilaku yang khas dalam berinteraksi baik antara individu maupun kelompok. HRC tampaknya sangat self-centered: dia hanya berbicara tentang dirinya sendiri dan masalahnya. bahwa orang lain memanfaatkan mereka hanya untuk sex. merasa malu atau hampa.Poin yang penting adalah bahwa diam itu tidak pernah berarti sekedar diam melainkan merupakan suatu perilaku. mereka juga berkeberatan bila diikutsertakan dengan anggota lain dalam interpretasi kelompok massa. kikuk dalam pergaulan. bahwa tidak ada lawan jenis yang mau pergi dengan mereka lebih dari satu kali. mereka juga menciptakan situasi seperti ini dan membuat bosan anggota-anggota lain. berempati dan membantu pasien lain. memahami. Orang yang membosankan (The Boring Patient) Orang yang memiliki karakter yang membosankan mengeluh bahwa mereka tidak pernah mempunyai sesuatu yang dapat diceritakan kepada orang lain. inferioritas. Orang dengan karakter narsisistik pada umumnya lebih heboh tetapi lebih produktif dalam terapi kelompok daripada dalam terapi individual. memperhatikan perasaan orang lain. Sering kali HRC memfokuskan perhatiannya pada terapis dalam upayanya untuk mendapatkan medikasi atau advis. membangun hubungan. mereka menilai kebermanfaatan kelompok bagi dirinya berdasarkan berapa menit waktu kelompok dan terapis yang didapatkannya dalam sebuah pertemuan. HRC jarang menunjukkan sikap kompetitif kecuali jika orang lain meminta perhatian terapis atau kelompok dengan mengemukakan masalah. ingin selalu diberi tetapi tidak menghargai pemberian yang diterimanya. bahwa mereka sering ditinggalkan berdiri seorang diri dalam pesta-pesta. Beberapa pasien narsisistik yang mempunyai perasaan kekhususan yang mendalam merasa bahwa mereka tidak hanya patut mendapatkan perhatian kelompok. Gangguan Kepribadian Narsisistik (Narcissistic Personality Disorder) Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders dari The American Psychiatric Association (DSM-III) tahun 1980 memberikan kriteria deskriptif tentang orang yang mengalami narcistic personality disorder sebagai berikut: memiliki perasaan self-importance yang berlebihan. Dalam terapi kelompok. pasien diharapkan berbagi waktu. masalah itu dikaburkan oleh kecenderungannya untuk membesar-besarkannya dan menyalahkan orang lain. HRC tampaknya tidak peduli akan reaksi kelompok terhadapnya dan tidak berkeberatan ditertawakan selama dia diperbolehkan terus mencari pertolongan. biasanya figur otoritas yang digantunginya. Akan tetapi. Akan tetapi. dan sulit untuk membuat generalisasi. atau menjadi marah jika mengalami kekalahan. Mereka menjaga kuat kekhususanya dan sering kali berkeberatan bila ada orang yang menunjukkan persamaan antara diri mereka dengan anggota lain. Banyak yang berada pada posisi yang sangat berketergantungan sedemikian rupa sehingga sangat takut mengalami penolakan atau ditinggalkan sehingga mereka menjauhkan diri dari ucapan-ucapan agresif yang dapat menimbulkan pembalasan. suka berfantasi mencapai keberhasilan tak terbatas. Kebosanan merupakan pengalaman yang sangat individual. makan berlebihan. Dia mendasari hubungannya dengan orang lain dengan dimensi tunggal bahwa dia lebih memerlukan pertolongan daripada mereka. narsisis adalah orang yang memandang bahwa dunia dan individu lain hanya ada untuk dirinya. masalahnya itu tidak terformulasikan secara jelas bagi kelompok maupun bagi dirinya sendiri. hampa. dan seperti perilaku lainnya. Pasien Ambang Batas (The Borderline Patient) DSM-III mengemukakan bahwa lima dari delapan kriteria berikut ini harus ada pada individu yang didiagnosis sebagai mengalami borderline personality disorder: 1. orang yang membosankan dalam kelompok adalah orang yang sangat pemalu yang tidak memiliki spontanitas. . Dorongan untuk merusak diri atau tidak dapat diprediksi. (misalnya penyalahgunaan narkoba. HRC terus-menerus membawa masalah lingkungan atau somatik ke dalam kelompok dan sering menggambarkannya dalam banyak cara sehingga tampak seperti tidak dapat teratasi. tidak pernah mengambil resiko. yang masing-masing membangun dan mengalami dunianya sendiri yang unik Secara singkat. bahwa orang lain juga memiliki ego. atau hambar. dan tidak memiliki empati. mengutil. melukai diri sendiri). menerima umpan balik yang mungkin kritis. pada umumnya. Otto Kernberg menambahkan bahwa individu ini mempunyai kehidupan emosional yang dangk memperoleh sedikit saja al. berganti-ganti antara overidealisasi dan devaluasi. Dalam mikrokosme sosial kelompok. menuntut perhatian dan kekaguman yang terus-menerus. Sering kali orang narsisistik merasa hidup bila sedang mendapatkan giliran. dan mengalami sekurang-kurangnya dua dari gangguan-gangguan interpersonal berikut ini: merasa memiliki hak istimewa. kesenangan hidup. Pada titik ini.

Yang dipertukarkan adalah pesan-pesan baik verbal maupun nonverbal. 1963. Mengambil kesimpulan. kita bisa lebih mudah melakukan penyingkapkan diri. kecelakaan yang berulang-ulang. memberikan pertimbangan. melindungi. Hubungan interpersonal yang tidak stabil dan ekstrim (misalnya idealisasi. contohnya saja.1976). loyalitas. 1973. semuanya disebut dengan sikap yang critical parent (CP). neopsychic). Melihat hubungan antara dua orang manusia. merupakan suatu hal yang menarik. 5. Interaksionalisme lebih menerangkan perkembangan diri melalui proses penunjukan diri dimana individu dapat bergerak keluar dari diri dan melibatkan dirinya dalam introspeksi dari sudut pandang dengan orang lain. Dalam diri setiap manusia. arheopsychic). . Interaction Adatation Theory Teori ini merupakan teori humanistik yang mengarah pada psikologi sosial sehingga dikatagorikan teori komunikasi interpersonal dengan lebih menekankan pada sisi komunikasi nonverbal. Sikap orang dewasa umumnya pragmatis dan realitas. mencari atau menunjukkan fakta-fakta. bersifat objektif dan sebagainya. Marah yang tidak sepatutnya atau tidak dapat mengontrol marah. membentuk. dan ego anak (Child = C. Sikap dasar ego yang mengacu pada sikap orangtua (Parent= P.Tidak mau dibiarkan seorang diri. Perasaan hampa atau bosan yang kronis. sikap orang dewasa (Adult=A. Hal ini mempunyai hubungan dengan self disclosure karena kedua teori ini memandang bahwa keberhasilan komunikasi bergantung pada faktor yang ada pada komunikator dan komunikan. --------------------------------------------------------------------------- ANALISIS TRANSAKSIONAL (ERIC BERNE) Teori analisis transaksional merupakan karya besar Eric Berne (1964). manipulasi. identitas gender nilai. dalam interaksi sosial yang dilakukkan setiap individu seseorang tentunya akan mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan orang -orang tertentu dibandingkan dengan orang lainnya. menguatkan perasaan. memberikan hiburan. Ketiga sikap tersebut dimiliki setiap orang (baik dewasa. Fenomena pengambilan peran inilah yang memungkinkan adanya pengembangan diri semata-mata sebagai proses sosial. Namun faktor karakter manusia saja tidaklah cukup. berprasangka. Berne adalah seorang ahli ilmu jiwa terkenal dari kelompok Humanisme. Sikap orangtua yang diwakili dalam perilaku dapat ter1ihat dan terdengar dari tindakan maupun tutur kata ataupun ucapan-ucapannya. Erikson. yang ditulisnya dalam buku Games People Play. 6. Dari hubungan ini terlihat bagaimana seseorang membuka sisi kehidupannya kepada orang lain. devaluasi. 5. Analisis transaksional sebenarnya bertujuan untuk mengkaji secara mendalam proses transaksi (siapa-siapa yang terlibat di dalamnya dan pesan apa yang dipertukarkan). pilihan karir. seperti dikutip Collins (1983). atau berkelahi). (Bowlby. exteropsychic). Instabilitas suasana hati (berubah-ubah secara radikal dari suasana hati normal ke depresi. Speech Codes Theory (Etnografi Komunikasi) Merupakan teori yang menggunakan metode pada pola komunikasi dalam sebuah kelompok. maupun orangtua). Berikut adalah teori yang berhubungan dengan teori self disclosure: Teori Interaksional Pada teori ini menganggap bahwa struktur sosial merupakan produk dari interaksi. keputusan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Beberapa ahli psikologi percaya bahwa perasaan percaya terhadap orang lain yang mendasar pada seseorang ditentukan oleh pengalaman selama tahun-tahun pertama hidupnya. kekesalan atau kecemasan yang biasanya berlangsung selama beberapa jam dan hanya beberapa hari). bersifat rasional dan tidak emosional. Suka bertanya. 3. 4. Teori analisis transaksional telah menjadi salah satu teori komunikasi antarpribadi yang mendasar. Sebaliknya ada pula sikap orang tua yang suka menghardik. Teori analisis transaksional merupakan teori terapi yang sangat populer dan digunakan dalam konsultasi pada hampir semua bidang ilmu-ilmu perilaku. Hal ini erat kaitan dengan teori self disclosure yang dapat digunakan dalam menentukan baik tidaknya komunikasi yang terjadi dalam suatu kelompok atau organisasi. Individu dapat melibatkan dirinya dalam pengambilan peran dan mendefinisikan diri maupun orang lain dari sudut pandang orang lain. Pada teori self disclosure dan interaksional ini interaksi yang dilakukan oleh individu bergantung pada kemampuan individu dalam membina hubungan denga orang lain. anak-anak. Teori ini berasumsi bahwa komunikator dan komunikan mempunyai berbagai faktor yang mengatur prilaku komunikasinya. Hubungan dengan Teori Lain Self disclosure merupakan salah satu teori komunikasi interpersonal yang membahas mengenai hubungan antar dua orang dalm berinteraksi. Dari pemaparan teori interaksional teori ini mempunyai hubungan dalam peran individu dalam sebuah interaksi. Banyak teori lain yang juga berlatar belakang masalah yang sama. Dalam komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi. 7. Menyadari bahwa karakter manusia yang begitu beragam. menghukum. Seperti tindakan menasihati orang lain. Melakukan tindakan-tindakan merusak fisik diri sendiri (isyarat bunuh diri. Dalam membina hubungan ini tentunya seseorang akan mulai membuka dirinya ketika dia telah merasa percaya dengan orang tersebut. memiliki tiga status ego. sikap yang sangat berubahubah). Setiap orang juga menurut Berne memiliki sikap orang dewasa. mendorong untuk berbuat baik adalah sikap yang nurturing parent (NP). Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. melarang. membantu. 8. Gangguan identitas yang dimanifestasikan dengan ketidakpastian mengenai hal-hal seperti citra diri.2.

Sebaliknya yang bersifat adapted child (AC) adalah mengeluh. Saya tidak OK. Seringkali (umumnya) tingkah laku melalui komunikasi verbal dan nonverbal berbarengan. Terdapat dua hambatan utama yaitu: 1. jika terjadi campuran beberapa sikap di antara komunikator dengan komunikan sehingga salah satu sikap menyembunyikan sikap yang lainnya. Kalau yang terjadi ada 4 sikap dasar dan yang disembunyikan 2 sikap dasar disebut dengan dupleks. 2. Ayah Eric meninggal karena penyakit TBC dan Ibunya sendiri yang mengasuh dan membesarkan dia. Saya tidak OK. kamu OK (I m OK. 1. Tingkah laku nonverbal tersebut pada umumnya sama namun dapat dibedakan kode-kode simbolnya pada setiap orang sesuai dengan budaya yang melingkupinya. Dibedakan antara natural child (NC) yang ditunjukkan dalam sikap ingin tahu. Kontaminasi merupakan pengaruh yang kuat dari salah satu sikap atau lebih terhadap seseorang sehingga orang itu berkurang keseimbangannya. suka pamer. Eric Berne adalah seorang psikiaterkelahiran Kanada yang merupakan pencipta dari Analisis Transaksional dan juga penulis buku Games People Play. Komunikasi antarpribadi dapat dilanjutkan manakala terjadi transaksi yang bersifat komplementer karena di antara mereka dapat memahami pesan yang sama dalam suatu makna. Eksklusif (exclusive). pesan yang satu dilengkapi oleh pesan yang lain meskipun dalam jenis sikap ego yang berbeda.. transaksi silang. misalnya pilihan kata. Sikap tersembunyi ini sebenarnya yang ingin mendapatkan respons tetapi ditanggap lain oleh si penerima. si Iteung kekanak-kanakan. yaitu: 1. atau keseimbangan ego sebagai sikap yang dimiliki seseorang itu. Transaksi silang. Jika terjadi 3 sikap dasar sedangkan yang lainnya disembunyikan maka transaksi itu disebut transaksi tersembunyi 1 segi (angular). gerak-gerik nonverbal mengikuti cara yang dilakukan ayah dan ibunya yang anda kenaI. hal demikian dapat terlihat misalnya dalam ungkapan : buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang sama. terjadi manakala pesan yang dikirimkan komunikator tidak mendapat respons sewajarnya dari komunikan. Kanada pada Mei 1901. you re OK) 2. kamu tidak OK (I m OK. memberontak. Karenanya maka sering anda berkata : si Pulan sangat dewasa. mendorong dan menghardik. terjadi kesalahpahaman sehingga kadang-kadang orang beralih ke tema pembicaraan lain. berkhayal. Mengingat kembali keadaan dirinya sewaktu masih kecil. 3. Kedua sikap itu adalah sikap orang tua dan sikap anak-anak. Berne juga mengemukakan terdapat beberapa faktor yang menghambat terlaksananya transaksi antarpribadi. melarang perbuatan tertentu. perasaan setiap orang muncul pada konteks. Transaksi tersembunyi. jenis transaksi ini merupakan jenis terbaik dalam komunikasi antarpribadi karena terjadi kesamaan makna terhadap pesan yang mereka pertukarkan. kreatif. Berne juga mengajukan rekomendasinya untuk posisi dasar seseorang jika berkomunikasi antarpribadi secara efektif dengan orang lain. Komunikator tidak menghendaki jawaban demikian. Dominasi satu sikap dapat dilihat kalau Pulan sangat menggurui orang lain maka Pulan sangat dikuasai oleh P dalam hal ini critical parent. dan transaksi tersembunyi. Saya OK. Akibat dari transaksi silang adalah terputusnya komunikasi antarpribadi karena kesalahan dalam memberikan makna pesan. sikap dewasa. Transaksi komplementer. you re not OK) 3. tempat tertentu yang sangat mempengaruhi apakah lebih banyak sikap orang tua. Kontaminasi (contamination). Berne mengajukan tiga jenis transaksi antarpribadi yaitu: transaksi komplementer. 2. dan bermanja diri. ngambek. penguasaan salah satu sikap atau lebih terlalu lama pada diri seseorang. Transaksi terjadi antara dua sikap yang berbeda namun komplementer. Di samping nonverbal juga melalui verbal. yo/ire OK) 4. Eric Berne merupakan anak pertama dari seorang fisikawan dan seorang penulis yaitu David dan Sara Gordon Bernstein. Bentuk-bentuk transaksi tersembunyi bisa terjadi jika ada 3 atau 4 sikap dasar dari mereka yang terlibat dalam komunikasi antarpribadi namun yang diungkapkan hanya 2 sikap saja sedangkan 1 atau 2 lainnya tersembunyi. Si Ucok suka bertanya dan mencari fakta-fakta atau latar belakang suatu kejadian maka ia dikuasai oieh sikap dewasa. 3. dewasa. kamu tidak OK (I m not OK. Si Iteung suka ngambek maka Iteung dikuasai oleh sikap anak.Sikap lain yang dimiliki juga adalah sikap anak-anak. 4. ataupun anak-anak sangat menguasai mempengaruhi seorang. Bagaimana cara mengetahui sikap ego yang dimiliki setiap orang? Berne mengajukan empat cara. Mengamati bagaimana sikap seseorang ketika bergaul dengan orang lain. you re not OK). 2. Mengecek perasaan diri sendiri. Ada empat posisi yaitu : 1. . atau si Ucok sok tua. Ketiga sikap itu ibarat rekaman yang selalu diputar-putar bagai piringan hitam dan terus bernyanyi berulang-ulang di saat dikehendaki dan dimungkinkan. mengajari/menggurui. Cara berbicara. Eric dilahirkan dengan nama Eric Lennard Bernstein di Montreal. kamu OK (I m not OK. Melihat tingkah laku nonverbal maupun verbal yang digunakannya. Misalnya sikap orang tua yang sangat mempengaruhi seseorang dalam satu waktu yang lama sehingga orang itu terus menerus memberikan nasihat. Saya OK.

bibir gemetaran. Mis. saya kira. bagaimana caranya. harus . saya kira. saya tidak peduli. Agan2 mungkin pernah mengalami ini. tangan dilipat di depan dada. mengolok-olok. jangan bergerak dari sini .dll.Awal penelitian Namany adalah Wilder Penfield. Banyaknya data yang didapatkan dalam Analisis Transaksional tergantung pada ketrampilan kita menangkap petunjuk ini. saya tidak tahu. dan bagaimana. COMPLEMENTARY TRANSACTIONS (TRANSAKSI SEIMBANG) Spoiler for TRANSAKSI SEIMBANG Transaksi komplementer atau bisa dikatakan sebagai transaksi yang saling melengkapi atau mengimbangi jika suatu perilaku yang diperlihatkan oleh suatu ego state dapat direspons tepat dan yang diharapkan oleh ego state itu. PETUNJUK BAGIAN DEWASA Non-Verbal: pada bagian Dewasa ditandai dengan gerakan yang terus-menerus dari mata. Dewasa. Verbal : perbendaharaan kata pada bagian Dewasa adalah mengapa. pas agan lg ngantarin pacar agan k rumahny trus tiba2 d depan pintu ad bokap pacar agan. disertai kerlipan mata. merajuk. Di dalam konteks komunikasi. apa. badan. tetapi juga dari tinggirendahnya suara. saya mengerti. PETUNJUK BAGIAN ORANG TUA Non-Verbal : Alis dikerutkan. Spoiler for EGO STATES Ada banyak petunjuk yang dapat membantu untuk mengetahui rangsangan dan tanggapan bagian Orangtua. dll. tertawa tergelak-gelak. Ini dia jenis2 transaksi yg ane dan agan2 biasa lakukan walaupun tanpa agan2 sadari. ngejek. mengeluh. atau bagian Kanak-kanak. menurut perbandingan. Kemudian seperti kalimat jangan kuatir . paling baik. Spoiler for ULTERIOR TRANSACTIONS (TRANSAKSI TERSEMBUNYI) Transaksi tersembunyi (Ulterior Transactions) terjadi ketika seseorang yang memberikan pesan dengan menggunakan ego state tertentu misalnya Dewasa namun kemudian direspons dengan ego state yang lain misalnya Orangtua. Transaksi ini biasanya menghambat kelancaran komunikasi. PETUNJUK BAGIAN KANAK-KANAK Non-Verbal: tanda-tandanya adalah air mata yang dikeluarkan sang anak. Penelitian yang dilakukan Penfield adalah dengan pembedahan otak terhadap pasiennya dimana setelah dibedah bagian korteks temporal kemudian disentuh dengan arus listrik yang lemah melalui instrumen elektroda galvanik. Spoiler for CROSSED TRANSACTIONS (TRANSAKSI SILANG) Crossed Transactions atau disebut juga transaksi silang terjadi jika pesan yang dikirimkan oleh seseorang dengan ego state pertama tidak direspons dengan baik oleh orang dengan ego state berikutnya. lebih baik. mata sayu. tangan diremas-remas. mata berputar-putar. Ane yakin lebih sering terjadi transaksi seperti ini. Analisis Transaksional dapat diartikan sebagai upaya untuk mengurai secara sistematis proses pertukaran pesan yang bersifat timbal balik di antara pelaku komunikasi yang semuanya merupakan cerminan struktur kepribadian seseorang. merengek. mengangkat bahu. Verbal : saya ingin. dimana.. dsb. Agan sudah bicara serius layakny seorang yg dewasa tapi temen agan malah menanggapi kaya anak kecil sepert tertawa2. berkacak pinggang. gerak-isyarat badan dan ekspresi wajah (non-verbal).. Petunjuk tersebut meliputi bukan hanya kata-kata (verbal) yang digunakan. siapa. dan tertawa terkikih-kikih. Verbal : seringkali terdengar kata jangan . dan menepuk kepala orang lain. bibir terkatup rapat. Yang mengejutkan adalah elektroda tersebut mampu memunculkan ingatan pasien secara terperinci mengenai peristiwa yang dialaminya berikut perasaan yang terkait. trus tuh bokap nanya udah jam brp ini?? (disini sang bokap ingin agan segera pulang) agan bukanny . goyang kepala. dan lain sebagainya. Akibatnya adalah terputusnya komunikasi antarpribadi karena kesalahan dalam memberikan makna pesan. menggigit jari.. Selain itu pada bagian Dewasa orang ditandai dengan berdiri yang tegak dan selalu memperhatikan orang lain dengan mempertahankan kontak mata dan juga jarak fisik serta berada sedekat mungkin kepada pembicara untuk dapat mendengar dan melihat dengan baik. Contoh lain adalah : berapa. Klo dlm bahasa sehari2ny namany missed communication. Analisis Transaksional dapat diartikan sebagai suatu cara untuk memahami diri sendiri dan orang lain melalui analisis transaksi atau interaksi yang terjadi di antara individu. menghentakkan kaki. saya mau. lidah dibunyikan. marah suara melengking. pandangan masam . menekan ibu jari pada hidung. rewel. kapan. mis. jari telunjuk menuding.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful