PANDUAN

Orientasi Studi & Pengenalan Kampus

(OSPEK)

UNIVERSITAS TANTUNGPURA PONTIANAK 2010

KATA PENGANTAR KETUA PENERIMAAN MAHASISWA BARU (PMB)

‫بسم ال الرحمن الرحيم‬ ‫الحمد ل رب العالمين أشهد أن ل إله إل ال وأشهد أن محمدا رسول‬ ‫ال والصلة والسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين أما‬ ‫بعد‬
) Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) merupakan momentum bersejarah bagi setiap siswa yang memasuki pintu gerbang perguruan tinggi. OSPEK dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan wahana awal pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru. Dengan kata lain bahwa baik tidaknya kepribadian mahasiswa di sebuah perguruan tinggi sedikit banyak ditentukan oleh baik tidaknya pelaksanaan OSPEK di perguruan tinggi tersebut. Pernyataan ini terkesan sangat ekstrim karena seolah-olah menafikan komponen lain dalam pembentukan kepribadian mahasiswa. Namun disadari atau tidak, pengalaman pertama yang diperoleh selama mengikuti OSPEK sangat berkesan bagi seorang mahasiswa, yang pada gilirannya akan terekspresi dalam kehidupan kesehariannya di lingkungan kampus. Oleh karena itu, semua pihak hendaknya menaruh komitmen penuh atas terselenggaranya suasana OSPEK yang kondusif bagi pembentukan watak mahasiswa yang sesuai dengan predikat PTN sebagai perguruan tinggi yang berbasis nasional. OSPEK di UNTAN Pontianak mulai tahun 2010 dan seterusnya akan dititikberatkan pada upaya membangun komitmen akademik secara optimal dan konsisten. Hal ini diperlukan untuk menghindari stigmatisasi PMB sebagai forum hura-

hura, perploncoan atau digunakan untuk kepentingan lain yang bertentangan dengan tujuan PMB di Fisip UNTAN Dalam kerangka itulah buku ini disusun, dengan maksud untuk menjadi pedoman kepada semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan PMB, baik panitia, pemateri, pemandu, pemantau dan pimpinan di tingkat fakultas maupun universitas. Buku ini juga memberi pedoman dalam menyusun rincian acara pada PMB untuk mahasiswa baru, bagaimana prosedur pelaksanaan PMB di lapangan sehingga diharapkan pelaksanaan PMB tetap berada dalam atmosfir akademik dan koridor etika yang berlaku. Penyusunan buku ini melalui dinamika dan proses yang cukup panjang; debat, kritik, tarik-menarik dan kompromi yang melibatkan berbagai elemen civitas akademika telah menjadi catatan sejarah tersendiri. Oleh karena itu buku ini hendaknya benar-benar dijadikan pedoman oleh setiap penyelenggara PMB di UNTAN. Semoga bermanfaat.

Pontianak ,2 -8-2010 Ketua PMB ttd. Aji. NIM. 150232846

sehingga tujuan PMB dapat terwujud. maka buku pedoman PMB Fisip UNTAN ini akan dijadikan acuan dalam seluruh kegiatan PMB. diharapkan dapat semakin menambah kesempurnaan buku ini. . Akhirnya. Mengingat pentingnya kegiatan PMB bagi mahasiswa baru. wb. Disamping itu. Proses panjang yang telah dilalui dalam penyusunan buku ini dan telah melibatkan seluruh unsur akademik. dan mahasiswa. buku ini juga menjadi pedoman operasional dan alat monitoring bagi segenap panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PMB di Fisip UNTAN Kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyusunan buku.KATA PENGANTAR BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Assalamu’alaikum wr. baik dari pihak rektorat dan dekanat. kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyatukan persepsi segenap sivitas akademika. Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) merupakan sebuah proses inisiasi yang akan mengantarkan mahasiswa baru ke gerbang kehidupan kampus yang sesungguhnya. Wassalamu’alaikum wr. Sebagai buku pedoman PMB. semoga buku ini dapat melengkapi ‘perangkat lunak’ akademik yang dapat menghantarkan kepada cita-cita menuju kampus yang unggul dan terkemuka dalam pemaduan keislaman dan keilmuan bagi peradaban. wb. dosen. terutama dalam membangun idealisme mahasiswa Fisip UNTAN. saya ucapkan terima kasih.

Pontianak. ttd. 10-10-2006 BEM. Husnul onjen NIM. 150216071 .

Buku ini diharapkan juga dapat memberikan nuansa baru dalam pelaksanaan PMB sehingga kehidupan kemahasiswaan di kampus dapat sejalan dengan visi dan misi Fisip UNTAN. sejak awal penyusunan buku hingga tahap pra cetak tim penulis sudah melibatkan semua unsur di lingkungan Fisip UNTAN. Langkah pertama dimulai dengan membentuk tim penulis yang terdiri dari . hubungan antar lembaga kemahasiswaan. pegawai dan terutama mahasiswa. Buku panduan yang dimaksud telah disusun oleh tim yang dibentuk Rektor dan sekarang telah diterbitkan. Untuk mengatur semua itu dibutuhkan buku panduan yang dapat menjadi pedoman bagi sivitas akademika Fisip UNTAN dari tingkat pimpinan. Untuk mengimplementasikan ide-ide dasar dalam buku tersebut maka diperlukan buku-buku pendukung yang berbentuk panduan teknis. Untuk mengakomodasi aspirasi dari berbagai pihak. ketrampilan dan kesejahteraan mahasiswa serta masih banyak lagi hal-hal yang berkaitan dengan kemahasiswaan. Dalam bidang kemahasiswaan dibutuhkan perubahan menyeluruh mulai dari organisasi kemahasiswaan. manajemen maupun kemahasiswaan. hubungan antara lembaga-lembaga kemahasiswaan dengan universitas dan fakultas. kegiatan unit-unit kemahasiswaan. Beberapa gagasan baru dimunculkan dalam buku panduan ini guna menciptakan kondisi yang kondusif bagi munculnya atmosfir akademik ketimbang atmosfir politik. dosen. Namun buku tersebut hanya memuat hal-hal pokok yang bersifat global. pembinaan minat. bakat.KATA PENGANTAR Tim Penyusun Buku Panduan Buku panduan PMB ini disusun dengan maksud untuk memberikan arah dan aturan main yang jelas bagi pengembangan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Fisip UNTAN memerlukan pembenahan dan perbaikan di semua lini kehidupan institusi baik akademik.

unsur pimpinan (Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan). Dr. Proses berikutnya.A. 10-10-2006 Tim Penyusun . workshop III diadakan dengan peserta dari unsur pimpinan mulai Kajur/Kaprodi sampai dengan Dekan dari setiap fakultas. M. UKM dan BOM-F. Workshop I diikuti oleh mahasiswa Fisip UNTAN yang mewakili LKM. Selanjutnya. Workshop II diikuti oleh dosen-dosen yang concern terhadap bidang kemahasiswaan. Selanjutnya tim ini bertugas membuat draft buku panduan sebagai bahan workshop. dosen dan pimpinan Fisip UNTAN. Semoga semua bantuan tersebut menjadi amal jariyah dari Bapak dan Ibu semua di sisi-Nya. kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor Fisip UNTAN Pontianak. yang telah membantu penyelesaian buku ini. tim penulis memperbaiki draft buku berdasarkan masukanmasukan dari workshop I. II dan III. dosen dan mahasiswa (wakil SEMA-U dan DEMA-U). Setelah itu tim menyusun naskah akhir yang siap untuk dicetak. H. Dr. kami mengucapkan terima kasih. Workshop yang diadakan dimaksudkan sebagai ajang untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak mulai dari mahasiswa. Maragustam Siregar. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Prof. Pontianak.M. Amin Abdullah yang sangat apresiatif terhadap proses pembuatan buku ini. Kemudian kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. yang telah memberikan arahan dan rambu-rambu dalam penulisan buku ini. Akhirnya. Hasil perbaikan ini dibawa ke Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Rektor sebagai proof reader untuk penyempurnaan akhir.

Materi Ke-UIN-an 2. Inaugurasi III MATERI OSPEK A. Tingkat Fakultas 1. Materi Kemahasiswaan B. Perlombaan 5. Tingkat Universitas 1. Organisasi Pelaksanaan 1. Dasar Pemikiran B. Materi Keislaman 4. Prosedur Pembentukan Panitia 2. Tata Tertib 2. Sosialisasi UKM dan BOM-F IV PENUTUP . Paradigma Keilmuan Fakultas 2. Pemateri 4. PENYELENGGARAAN OSPEK A. Upacara Pembukaan dan Penutupan 2. Kepanitiaan 3. Penyampaian Materi 4. Pemantau C. Sasaran E. Student Government 5. Tata Acara 1. Hakekat C. Apel Pagi dan sore 3. Tujuan D. Pembiayaan D. PENDAHULUAN A. Kejurusanan/Keprodian 4. Materi Kode Etik 3.DAFTAR ISI Halaman Judul Halaman Kata Pengantar Halaman Daftar Isi I. Fungsi OSPEK II. Sanksi E. Waktu dan Tempat Pelaksanaan B. Tata Tertib dan Sanksi 1. Kefakultasan 3.

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR TIM PENYUSUN BAB I PENDAHULUAN A. Perguruan Tinggi juga secara formal merupakan pendidikan lanjutan yang mempunyai perbedaan cukup mendasar dengan . Dasar Pemikiran Perguruan Tinggi merupakan lembaga pendidikan formal yang mengemban amanah untuk menciptakan masyarakat akademik yang cakap ilmu dan menjadi agen perubahan sosial (agent of social change).

Meningkatkan peran serta dalam menyelesaikan persoalan bangsa berdasarkan pada keislaman dan keilmuan bagi terwujudnya masyarakat madani 4. yaitu: unggul dan terkemuka dalam pemaduan dan pengembangan studi keislaman dan keilmuan bagi peradaban dengan misi: 1. antara pesantren dan umum. cara pembelajaran yang efektif . termasuk perbedaan lingkungan sosial antara desa dan kota. Perbedaan proses pembelajaran antara Perguruan Tinggi dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas ini. Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Aliyah Keagamaan. Mahasiswa baru harus memahami bahwa perguruan tinggi yang dipilih sekarang ini mempunyai visi. pada dasarnya untuk memberikan pengenalan awal bagi mahasiswa baru. Penyelenggaraan PMB yang berlandaskan pada SK Dirjen Dikti No. lembaga-lembaga yang ada di kampus.pendidikan formal sebelumnya yaitu pendidikan menengah yang terdiri dari pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan baik yang berbentuk Sekolah Menengah Atas. jenis-jenis kegiatan akademik. antara kota kecil dan kota besar. Membangun kepercayaan dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan tinggi. perbedaan tersebut dari teacher center learned ke student center learned. sistem kurikulum. keilmuan dan keindonesiaan dalam pendidikan dan pengajaran. 3. baik berkenaan dengan sejarah kampus. Mengembangkan budaya ijtihad dalam penelitian interdisipliner dan multidisipliner yang bermanfaat bagi kepentingan akademik dan masyarakat. sejak dini harus diperkenalkan kepada mahasiswa baru. 38/DIKTI/Kep/2000 tentang Pengaturan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru di Pendidikan Tinggi ini. Perbedaan tersebut tentunya memerlukan adaptasi terhadap lingkungan dan budaya baru yang ditempatinya. 2. Memadukan dan mengembangkan keislaman. Madrasah Aliyah.

ada yang sepenuhnya dilaksanakan oleh universitas. Kegiatan ini merupakan kegiatan institusional yang menjadi tanggung jawab Universitas untuk mensosialisasikan kehidupan di Perguruan Tinggi dan proses pembelajaran yang pelaksanaannya melibatkan unsur pimpinan universitas. B. Hal ini disamping mempertimbangkan substansi materi yang akan disampaikan dalam PMB yang berkaitan dengan sisi-sisi keuniversitasan. ada pula yang semi universitas dengan cara melibatkan sebagian mahasiswa dalam kepanitiaannya. PMB juga merupakan wahana perkenalan awal antar sesama mahasiswa baru sehingga dapat lebih mempererat tali persaudaraan dan juga sebagai orientasi penyadaran mahasiswa sebagai insan akademik yang memiliki tanggungjawab sosial sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. fakultas. meskipun dengan nama yang berbeda-beda. Oleh karena itulah. para pimpinan universitas. dan kemahasiswaan. mahasiswa dan unsur-unsur lainnya yang terkait. fakultas dan dosen dan lain-lainnya. Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (PMB) bagi mahasiswa baru. kefakultasan. C. Selain itu. PMB Fisip UNTAN Pontianak dalam pelaksanaannya memadukan kerjasama antara universitas.di perguruan tinggi. Tujuan Adapun tujuan PMB adalah: . merupakan kegiatan yang penting di berbagai Perguruan Tinggi. Hakekat PMB merupakan kegiatan untuk memperkenalkan kampus kepada mahasiswa baru. fakultas. dan mahasiswa. juga dalam rangka menjunjung tinggi demokrasi kampus dan menghindari adanya sifat otoriter dari pihak-pihak tertentu. Penyelenggaraan kegiatan PMB di berbagai perguruan tinggi.

Memberikan pemahaman awal tentang wacana keagamaan dan kebangsaan serta pendidikan yang mencerdaskan berdasarkan pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. 6. 4. terutama mahasiswa baru. Adapun fungsi PMB adalah sebagai: 1. dan dinamis Menumbuhkan rasa persaudaraan kemanusiaan di kalangan civitas akademika dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang nyaman. 3. tertib. Menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggungjawab akademik dan sosialnya sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi D. Fungsi PMB PMB merupakan kelengkapan non-struktural pada Fisip UNTAN. khususnya yang terkait dengan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa Fisip UNTAN. Fungsi orientasi bagi mahasiswa baru untuk memasuki dunia Perguruan Tinggi yang berbeda dengan belajar di sekolah lanjutan.1. . 2. Mengenal dan memahami lingkungan kampus Fisip UNTAN sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya. Menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di Fisip UNTAN secara maksimal. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Perguruan Tinggi serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di Fisip UNTAN. Sasaran Sasaran pelaksanaan PMB adalah mahasiswa Fisip UNTAN. E.

menghayati dan mengamalkan aturan-aturan yang berlaku di Fisip UNTAN. bakat. . minat dan kepemimpinan mahasiswa. 3.2. Fungsi akademis yakni pengembangan intelektual. Fungsi komunikatif yakni komunikasi antara civitas akademika dan pegawai administrasi Fisip UNTAN. 4. Fungsi normatif yakni mahasiswa baru mulai memahami.

Prosedur Pembentukan Panitia Penanggung jawab penyelenggaraan kegiatan PMB di tingkat universitas adalah Rektor Fisip UNTAN yang dalam pelaksanaannya dikoordinasi oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (PR III). Panitia tingkat universitas diajukan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) kepada Pembantu Rektor III sedangkan panitia tingkat fakultas diajukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) kepada Pembantu Dekan III. Adapun tempat penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan di kampus Fisip UNTAN B. istirahat. Sedangkan penanggung jawab penyelenggaraan PMB di tingkat fakultas adalah Dekan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasi oleh Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III). Organisasi Pelaksana 1. . Waktu dan Tempat Pelaksanaan Waktu pelaksanaan kegiatan PMB maksimal 4 (empat) hari kerja tanpa diselingi hari libur. Adapun panitia pelaksana terdiri dari panitia tingkat universitas dan panitia tingkat fakultas.BAB II PENYELENGGARAAN PMB A.00 – 17. Dalam pengangkatan panitia memperhatikan kompetensi masing-masing individu. dimulai dari pukul 07.00 WIB (termasuk waktu persiapan. kecuali alokasi waktu untuk malam inagurasi. shalat dan makan).

Adapun syarat-syarat panitia PMB adalah: a. Memiliki sifat jujur dan amanah. Adapun struktur kepanitiaan secara garis besar meliputi: a.75 berdasarkan rekomendasi PD I (Bidang Akademik) dengan menunjukkan KHS. b.5 (dua setengah) bulan sejak ditetapkan. . d. Panitia Pelaksana (Organizing Committee) Panitia pelaksana di tingkat universitas dan fakultas sekurang-kurangnya terdiri dari ketua. sekretaris. Adapun panitia pengarah di tingkat fakultas dikoordinasi oleh Pembantu Dekan III dengan anggota dari BEM-F dan BEM-J/BEM-PS masing-masing 1 orang.2. IPK minimal 2. Kepanitiaan Panitia terdiri dari unsur pimpinan universitas/fakultas. Terdaftar sebagai mahasiswa minimal pada semester III dan maksimal semester VII yang sedang berjalan dan aktif mengikuti kuliah. c. Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi kepada almamater. Penanggung jawab tingkat universitas : Rektor Penanggung jawab tingkat fakultas : Dekan b. c. bendahara dan seksi-seksi. dosen dan mahasiswa. Panitia Pengarah (Steering Committee) Panitia pengarah di tingkat Universitas dikoordinasi oleh Pembantu Rektor III dengan anggota tiga orang dosen yang ditunjuk PR III dan 5 orang dari unsur DEMA dan 1 orang perwakilan dari UKM. Masa bakti kepanitian berlaku 2.

Mempunyai pengalaman dalam berorganisasi. . Memiliki sertifikat PMB. Alumni. dan praktisi yang relevan dengan sifat materi PMB dengan dikonsultasikan pada bidang III. Para dosen di lingkungan UIN Sunan Kalijaga d. 3. komunikatif dan mempunyai wawasan ke-PT-an yang memadai. Pemateri Pemateri terdiri dari: a. Berpakaian sopan dan rapi (tidak bersandal).e. Bersedia menaati peraturan yang berlaku di Fisip UNTAN dan Tata Tertib PMB Fisip UNTAN. b. Menyampaikan materi sesuai dengan judul yang telah ditentukan oleh panitia. Menyerahkan pas foto ukuran 3x4. akademisi. g. e. Para pimpinan fakultas (dekan dan para pembantu dekan) c. tokoh masyarakat. f. h. Para pimpinan universitas (rektor dan para pembantu rektor) b. Pengurus LKM dan UKM Kewajiban pemateri: a.

Pemantau Pemantau ditetapkan oleh Rektor untuk tingkat universitas dan Dekan untuk tingkat fakultas. Pembiayaan Biaya pelaksanaan PMB dibebankan kepada mahasiswa baru yang besarnya ditentukan oleh Rektor. Panitia dilarang memungut biaya di luar biaya yang telah ditentukan. c. mengoreksi dan menghentikan kegiatan PMB jika tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemantau berkewajiban melakukan pemantauan jalannya PMB b. b. Mengingatkan. C. d. Mencatat pelanggaran baik yang dilakukan oleh panitia maupun peserta PMB. 2 perwakilan SEMA dan 2 orang perwakilan dari UKM. Pemantau terdiri dari: a. Melaporkan hasil pemantauan PMB kepada rektor melalui Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Adapun alokasi pembagian dana kegiatan PMB untuk tingkat universitas maksimal 25% sesuai volume kegiatan. Tugas pemantau: a. Tingkat universitas meliputi: 3 orang yang ditunjuk oleh Pembantu Rektor III.4. sedangkan tingkat fakultas 75% sesuai volume . 2 orang perwakilan dari SEMA-F dan 2 orang perwakilan dari BOM-F. Tingkat fakultas meliputi: 2 orang dari unsur dosen.

kegiatan. d. UKM maupun BOM-F tidak dapat dicairkan sampai laporan keuangan tersebut diserahkan.d. 250.000.999. Ditandatangani. . 999. 3.000. distempel dan dibubuhi nama terang penjual jasa. e.000. Pengajuan proposal kegiatan disyaratkan paling lambat 1 bulan sebelum kegiatan PMB dilaksanakan dan pencairan dananya setelah disetujui oleh PR III untuk tingkat universitas dan PD III untuk tingkat fakultas. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni untuk tingkat universitas). b. 4. c. Laporan pertanggungjawaban keuangan dibuat secara benar dilampiri perincian penggunaan dana dan bukti pengeluaran (nota).000. Laporan kegiatan dan keuangan harus diketahui oleh pejabat yang berwenang (PD III untuk tingkat fakultas. Jika tidak ada stempel. Rp. Apabila terjadi keterlambatan maka dana LKM. Bukti pengeluaran dibuat secara benar yaitu: a.00 bermaterai Rp.00 keatas bermaterai Rp.00 s.000. Kuitansi dilampiri nota. sedangkan yang bernilai Rp. 2. cukup ditandatangani dan diberi nama serta alamat penjual jasa yang jelas. Setelah kegiatan selesai selambat-lambatnya 10 hari kerja harus sudah menyampaikan laporan kegiatan dan keuangan. Laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan harus diketahui pejabat yang berwenang yaitu PR III untuk universitas dan PD III untuk fakultas.00 dan dikenai pajak sesuai dengan aturan yang berlaku. 3. Kuitansi diketik dengan benar dibuat 4 (empat) rangkap. Untuk kuitansi senilai Rp.00. 1. 6. Laporan Kegiatan dan Pertanggungjawaban Keuangan: 1.

Tata Tertib a. Selama melaksanakan kegiatan. Memakai jaket almamater selama kegiatan PMB berlangsung d). Panitia a). Melaksanakan kegiatan sesuai rencana yang telah ditetapkan. seluruh panitia diwajibkan: Berpakaian sopan. rapi dan bersepatu sesuai dengan Kode Etik (tidak bersepatu sandal) Menampilkan perilaku/akhlak yang baik Menjunjung tinggi harkat martabat kemanusiaan Memberi contoh yang baik kepada mahasiswa baru. . c). Memahami dan menaati Pedoman Pelaksanaan (PMB) Fisip UNTAN b). b. Dalam menyusun jadwal panitia harus memperhatikan waktu-waktu sholat dan ketika dikumandangkan adzan segala kegiatan dihentikan dan bergegas menuju masjid untuk sholat berjamaah. Peserta a. Mentaati peraturan yang ditetapkan oleh panitia.D. Tata Tertib dan Sanksi 1.

f. Menjaga ketertiban dan ketentraman selama kegiatan PMB berlangsung. celana panjang hitam. Dinyatakan gugur dan tidak mendapatkan sertifikat apabila kehadirannya kurang dari 75%. Berpakaian busana muslimah (atas putih. d. Memakai jaket almamater. dan bersepatu bagi peserta pria selama PMB berlangsung. . c. bawah hitam. h. berkerudung dan bersepatu) bagi peserta putri selama PMB berlangsung. Tidak diperbolehkan menyanyikan lagu kekiri-kirian. Tidak diperkenankan menggunakan atribut-atribut tambahan selain yang telah ditetapkan panitia. i. g. Tidak diperbolehkan menggunakan yel-yel yang merendahkan fakultas atau lembaga lain. Sanksi Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan di atas baik yang dilakukan oleh panitia maupun peserta dapat dikenakan sanksi berupa: 1) Teguran (lisan) 2) Peringatan (tertulis) 3) Dikeluarkan dari kepanitiaan 4) Peserta yang dinyatakan tidak lulus tidak berhak mendapatkan sertifikat. Kemeja putih lengan panjang.b. e. 2.

E. mengatur dan menentukan petugas-petugas upacara 3). Tahap Persiapan 1). Upacara Pembukaan dan Penutupan Upacara pembukaan dan penutupan adalah upacara yang dilakukan oleh segenap panitia dan peserta untuk mengawali dan atau mengakhiri serangkaian kegiatan PMB yang dipimpin oleh rektor atau yang mewakili. Petugas upacara adalah orang yang berkompeten atau terlatih untuk itu 5). Adapun prosedur upacara pembukaan meliputi: a. Petugas dan peserta upacara mengikuti gladibersih pada hari H-1 pelaksanaan. Perwira upacara mendisain. Calon peserta upacara telah memperoleh pengumuman dari panitia pelaksana berkenaan dengan hari. Tata Acara 1. Peserta PMB menuju dan mengambil tempat upacara sesuai formasi fakultasnya masing-masing sebagaimana telah ditetapkan panitia. 2). 2). Perwira upacara memberikan manual acara dan posisi formasi kepada petugas-petugas upacara 4). tanggal. jam dan seragam yang telah ditentukan. b. Komandan kompi mengatur dan merapikan barisan kompinya masing-masing . Tahap Pelaksanaan 1).

Inspektur Upacara memasuki lapangan upacara 5). Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Fisip UNTAN 7). Setelah Pembawa acara menginformasikan bahwa upacara segera dimulai. Komandan upacara memimpin penghormatan umum dilanjutkan dengan laporan 6). 4). Apel pagi dan sore . Inspektur upacara meninggalkan lapangan upacara. Ikrar peserta PMB dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta 11). Menyanyikan lagu wajib Bagimu Negeri.Ketua DEMA 9). Pembacaan Do`a 13).Panitia . Amanat inspektur upacara dilanjutkan membuka PMB secara resmi 10). Upacara selesai. 12). 2. sebelum Inspektur upacara meninggalkan lapangan upacara. Sambutan-sambutan: . Pembacaan Ayat Suci al-Qur`an. 14). Komandan upacara memimpin penghormatan Umum.3). 8). Komandan upacara memasuki lapangan dan melakukan pengecekan kesiapan seperlunya.

Apel pagi dan sore dilaksanakan selama 30 menit dengan kisi-kisi sebagai berikut: a. Tidak ada kegiatan lain-lain 3. Studium General b. Briefing dan debriefing d. Penyampaian Materi Penyampaian materi PMB dapat dilakukan dengan menggunakan metode: a. Biaya ringan dan meriah b. Praktik dan simulasi d. Presensi c. Pengumuman-pengumuman e. uji kemampuan bakat dan kreatifitas yang positif 4. Dinamika Group (berisi pendalaman materi PMB) c. Baris-berbaris b. Perlombaan Penyelenggaraan perlombaan hendaknya memperhatikan aspek-aspek: a. Aman dan tidak berbahaya c. Atraksi (penampilan). Mendidik dan menjunjung tinggi sportifitas .

Jenis-jenis perlombaan meliputi olah raga. Seremonial 2). a. Acara pokok: 1). Acara Tambahan: 1). Pentas seni . Tidak berbau SARA e.d. Tidak bertentangan dengan moralitas kebangsaan dan etika Islam f. seni dan ilmiah 5. Pembagian hadiah lomba 2). Inaugurasi Inaugurasi adalah malam pentas seni dalam rangka pengukuhan mahasiswa baru. Inaugurasi merupakan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan PMB. Pengukuhan mahasiswa baru b.

Mahasiswa mengetahui sejarah perkembangan Fisip UNTAN secara berkesinambungan semenjak berdiri sampai saat ini. Mahasiswa baru mengetahui karakteristik Universitas Tanjungpura. Tujuan Materi ke-UNTAN-an ini merupakan salah satu materi inti yang harus diberikan kepada mahasiswa baru melalui forum PMB. Materi ini diberikan dengan tujuan agar: 1).BAB III MATERI PMB A. Mahasiswa mengetahui struktur kelembagaan di Fisip UNTAN b. Tingkat Universitas 1. Dengan mengetahui karakteristik itu mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan aturan main yang berlaku di kampus ini. Mahasiswa baru mengetahui secara dini tentang kehidupan di perguruan tinggi yang berbeda secara diametral dengan kehidupan pendidikan tingkat menengah. Materi Ke-UNTAN-an a. 4). 2). 3). Visi dan Misi Untan . Ruang Lingkup Materi Untuk mendukung tujuan di atas maka materi yang perlu diberikan kepada mahasiswa baru meliputi: 1).

Kabiro. 2. Nama dan fungsi seluruh lembaga di lingkungan Fisip UNTAN baik struktural maupun non struktural. Ruang Lingkup Materi 1). tugas. 4). Makna filosofinya 2). Mahasiswa dapat memahami karakteristik Fisip UNTAN . Tujuan 1). 5). Hak dan kewajiban mahasiswa 3). Kasubag. pemantapan orientasi akademik dan manajemen 3). Penggunaan inventaris negara di lingkungan untan 3. Para Pembantu Rektor. Kabag.2). tanggungjawab dan mekanisme di semua lini pada tingkat Universitas seperti Rektor. Materi Kode Etik a. Sejarah perkembangan semenjak periode rintisan. Tujuan Mahasiswa mengetahui kode etik yang berlaku di Fisip UNTAN b. Materi Keislaman a. Landasan keilmuan Fisip UNTAN: integratif dan interkonektif. pembangunan landasan kelembagaan. pembangunan landasan akademik. Fungsi. Rumahtangga dan lain-lain.

Menghamba (‘ubudiyah) Islam sebagai way of life (world view). meneliti adalah manifestasi dari tafakur dan tadabbur. 33: 72 dan QS. Fungsi manusia sebagai khalifah fil ard dan ‘ubudiyah. Pemakmur (Imarodh) 3.2). . menjadi acuan umat tentang bagaimana cara memandang dunia dan kehidupan setelah mati (sangkan paraning dumadi). harapan adalah manifestasi dari dzikurullah. Al Dzariah: 56). Islam Transformatif Secara historis Islam menjadi lambang perubahan. Pemelihara (Ri’ayah) 2. maupun sebagai sebuah sistem sosial dan budaya yang membawa perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Kerja akal. Mahasiswa dapat memahami pola relasi antara Islam dengan isu-isu global b. baik secara normatif sebagai sebuah sistem teologi. seperti berdzikir. Kerja fisik. Demikian halnya dengan kerja batin. Membumikan Islam Ibadah sebagai kewajiban manusia dalam Islam memiliki dimensi yang luas mencakup segala aspek kehidupan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. mencari nafkah dan sebagainya adalah ibadah. berkeinginan. mengingat. menulis. 1. Ruang Lingkup Materi 1). seperti berpikir. berbicara. Tugas manusia (QS.

Al-Qur’an memberi dasar yang jelas tentang perintah untuk berdemokrasi. mendobrak status quo. 22:41) 2). (QS> 3:159).Ajaran Islam. dan sebagainya pada dasarnya merupakan ajaran yang bermakna keadilan sosial. sehingga manusia memiliki kebebasan berkehendak (freedom of will) dan kebebasan memilih (freedom of choice). Akal yang dianugerahkan Allah kepada manusia memberikan kesempurnaan. (QS. amar ma’ruf nahi munkar. menjadi jalan untuk mencari solusi permasalahan sosial. Zakat. seperti Shalat. Islam dan Demokrasi Musyawarah adalah hal umat dan kewajiban pemimpin. berperan dalam konteks sosial. kebersihan moral. menawarkan konsep problem solving. Islam yang Kritis Islam adalah agama pembebas. dan kemanusiaan. .

dan keadilan sosial. 7:29. Islam. Islam. 2). (QS. HAM. kasih sayang sebagai sebuah kewajiban. 57: 25) Islam dan Sosialisme. Islam telah memiliki dasar-dasar sosialisme yang terhujam dalam sekali dalam al Qur’an. QS. QS. Multikulturalisme dan interkulturalisme.3). 4. Mahasiswa baru memahami setting sosial serta kondisi obyektif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sumber-sumber nilai sosialisme itu sebenarnya telah ada dalam konsep Islam. Sosialisme. khususnya dalam konteks keindonesiaan menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari (Nurcholish Madjid. Mahasiswa baru memahami peran dan fungsinya sebagai bagian dari suatu masyarakat. Materi Kemahasiswaan Tanggung Jawab Mahasiswa sebagai Insan Sosial-Akademik a. Bersikap adil. berbuat kebajikan. Tujuan 1). 1992:110). Ukhuwah Islamiyah. Islam Humanis Syari’at memberikan garis pemisah antara hak-hak Allah (huquq Allah) dan hak-hak hamba Allah (huquq al-ibad). 16:90. menolak anarkisme. .

3). empiris-historis. Tingkat Fakultas 1. berpikir dalam realitas yang tengah dan terus bekerja (working reality). Mahasiswa baru mampu berpikir totalitas (dialektis). Posisi strategis mahasiswa dalam mengemban tanggung jawab sosial sekaligus peran dan fungsinya sebagai kelompok well informed. Mahasiswa sebagai insan akademik Mahasiswa mampu mengembangkan nalar kritis. 2). Paradigma Keilmuan Fakultas a. Mahasiswa sebagai agent of social change Setting sosial dan kondisi obyektif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa baru menyadari tanggung jawab sosialnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. b. analitis. Mahasiswa mampu melakukan transformasi keilmuan sesuai dengan disiplin ilmunya menuju ke arah rekonstruksi sosial yang berkeadilan. metodologis dan paradigmatik sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni. Tujuan: . berpikir dalam teori dan praksis. Ruang Lingkup Materi 1). Mahasiswa menjunjung tinggi moral dan etika akademik. B. 4).

Memahami fakultas sebagai garba ilmiah atau lingkungan akademik. b. Memahami prosedur administrasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik. Ruang Lingkup Materi: Paradigma keilmuan masing-masing fakultas 2. Cinta dan bangga pada fakultas sebagai almamaternya. Tujuan: Materi Kefakultasan diberikan kepada mahasiswa baru dengan tujuan untuk pengenalan awal terhadap lingkungan fakultasnya masing-masing. Kefakultasan a. Memahami penggunaan sarana atau fasilitas penunjang pendidikan dan pemanfaatannya. Misi. dan Tujuan 2). agar : 1). Visi. perintis dan tokoh-tokoh yang telah dilahirkannya . administrasi umum dan kemahasiswaan 3).Mahasiswa mengetahui paradigma serta spesifikasi keilmuan sesuai dengan fakultas masing-masing. Sejarah berdirinya. 5). Ruang Lingkup Materi: 1). 2). b. Memahami aturan-aturan yang berlaku di fakultas 4).

2). Visi. Memahami prosedur/mekanisme yang berkaitan dengan kegiatan akademik. III dan Sub-sub Bagian. misi dan tujuan .3). Struktur lembaga dan nama-nama pejabatnya: Dekan. Tugas pokok fakultas 4). 5). Sejarah pembentukan 3). Bidang II. 3. Fasilitas penunjang: perpustakaan. Bidang I. Kejurusanan/Keprodian a. b. Tujuan: Materi kejurusanan/keprodian diberikan kepada mahasiswa baru dengan tujuan agar: 1). b). Dana Penunjang Pendidikan (DPP). Lembaga-lembaga non struktural 7). Ruang Lingkup: 1). Bidang III. beasiswa. Tata kerja dan uraian tugas masing-masing Bidang I. II. Mekanisme birokrasi fakultas 6). Current issues jurusan/prodi 2). reward dan pelatihan-pelatihan. Tata Usaha dan Sub-sub Bagian. Kelembagaan: a). Mahasiswa memahami tugas dan fungsi jurusan/prodi.

Student Government Menjelaskan tentang status.4). 2). a. peran. Cuti dan gugur studi 9). Kurikulum 7). Ruang lingkup materi: 1). Kompetensi Lulusan 5). Jaringan kerjasama 12). Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Perubahan Rencana Studi (KPRS) 8). Penasihat akademik 11). Prosedur/mekanisme yang berkaitan dengan kegiatan akademik 4. wewenang. baik yang berada di lingkup universitas ataupun fakultas. Tujuan 1). Lembaga Tingkat Universitas: . tugas dan tanggung jawab lembagalembaga kemahasiswaan. kepengurusan dan keanggotaan student government. b. tugas. Profesi Utama 6). Mahasiswa mengetahui lembaga-lembaga kemahasiswaan di tingkat universitas maupun fakultas dan sejarah perkembangannya. Sumber daya dosen 10). Mahasiswa mengetahui status. fungsi.

Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) a). Tugas dan fungsi d). Visi-misi b). Tugas dan fungsi d). Visi-misi b). Status c). Keanggotaan . Wewenang dan tanggung jawab e). Wewenang dan tanggung jawab e). Struktur Kepengurusan f). Keanggotaan 2). Struktur Kepengurusan f). Status c). Lembaga tingkat fakultas: Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi (BEM-PS) a).

Sosialisasi UKM dan BOM-F a. Ruang Lingkup . Badan Otonomi Mahasiswa Fakultas (BOM-F) 1). Visi-misi b). Mahasiswa dapat mengetahui badan otonomi mahasiswa fakultas b). Mahasiswa dapat mengetahui jati diri tiap-tiap badan otonomi mahasiswa 2). Prestasi-prestasi b. Karakteristik c). Tujuan a). Mahasiswa dapat mengetahui jati diri tiap-tiap unit kegiatan kemahasiswaan 2). Ruang Lingkup a). Rekruitmen keanggotaan f).5. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 1). Program e). Tujuan a). Sejarah d). Mahasiswa dapat mengetahui unit-unit kegiatan kemahasiswaan b).

Rekruitmen keanggotaan e). Visi-misi b). Prestasi-prestasi . Status c). Kepengurusan d). Hak dan kewajiban f).a).

buku ini diharapkan mampu memberi arah bagi siapapun yang terlibat. Sedangkan sebagai rambu-rambu hendaknya menjadi batas-batas warning bagi panitia penyelenggara agar tidak keluar dari rel yang semestinya. hanya saja kreasi dan inovasi itu hendaknya selalu mengacu dan kembali kepada arah yang telah diberikan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan. Dalam konteks seperti itu.BAB IV PENUTUP Buku ini disusun sebagai pedoman operasional dan rambu-rambu dalam penyelenggaraan kegiatan PMB yang diadakan setiap tahun dalam menyambut kehadiran mahasiswa baru di Fisip UNTAN Sebagai pedoman PMB. ke mana PMB hendak di tuju. implementasinya tidak berarti tertutup mati bagi penyelenggara untuk melakukan kreasi dan inovasi yang cerdas sesuai dengan tuntutan zamannya. .

2005. 20 April 2006. Hasil Workshop III. Hasil Workshop I. Panduan Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Workshop dengan peserta dosen. 6 April 2006.DAFTAR PUSTAKA Hasil Rapat Kerja Bidang III di Hotel Bukit Surya Kaliurang. 26 Nopember 2005. . 14 Juli 2004. Format Pelaksanaan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (PMB) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Workshop dengan peserta mahasiswa. Hotel Galuh. Hasil Workshop II. 5 April 2006. Hasil Workshop Reorientasi Kode Etik Mahasiswa dan Pedoman Kelembagaan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Workshop dengan peserta pimpinan UIN Sunan Kalijaga.