P. 1
hama pada tanaman tomat

hama pada tanaman tomat

|Views: 1,367|Likes:
Published by anon_811771
hama tanaman tomat
hama tanaman tomat

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: anon_811771 on Jan 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2014

pdf

text

original

ABSTRAK

KADE KUSUMA DEWI. Preferensi Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman pada Budidaya Anggrek dan Analisis Ekonominya: Studi Kasus di Bogor. Dibimbing oleh ALI NURMANSYAH dan GEDE SUASTIKA. Tomat merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Serangan OPT dalam budidaya tanaman ini dapat menyebabkan penurunan kualitas maupun kuantitas produksi, sehingga dapat menurunkan harga jual anggrek. Hal ini menyebabkan perlunya dilakukan tindakan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara petani anggrek mengendalikan OPT dan menentukan faktor yang mempengaruhi tindakan pengendalian tersebut, serta menghitung nilai ekonomi dari cara pengendalian OPT pada budidaya anggrek. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei, yaitu wawancara secara langsung dengan petani/pemilik kebun anggrek, dan melalui pengamatan di lapangan. Wawancara dilakukan secara perorangan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang tersusun dalam satu paket kuisioner. Jumlah responden adalah sebanyak 30 petani, dipilih dari yang paling mudah diakses atau dijumpai (convenience sampling). Petani responden terdiri dari kelompok petani yang melakukan tindakan pengendalian OPT secara konvensional dan lebih ramah lingkungan. Pengamatan OPT di lapangan meliputi: foto hama dan gejala penyakit, pengambilan sampel tanaman sakit dan hama. Terdapat empat OPT utama yang menyerang anggrek yaitu: tungau merah, Fusarium spp., bekicot, dan Erwinia carotovora. Di antara keempat OPT tersebut, yang memiliki insidensi tertinggi adalah bekicot. Untuk mengatasi masalah OPT, hampir seluruh petani anggrek mengendalikannya secara konvensional dan hanya sebagian kecil yang menggunakan cara-cara yang lebih ramah lingkungan. Pendidikan dan pengalaman berusaha tani cenderung berpengaruh terhadap preferensi cara pengendalian OPT. Walaupun memerlukan biaya tinggi, pengendalian yang lebih ramah lingkungan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengendalian secara konvensional.

PENGENALAN Jenis Hama Tanaman TOMAT
In HPT on Januari 10, 2009 at 4:02 am

1. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn.) (Ordo : Lepidoptera, Famili : Noctuidae) Pupa berwarna coklat terang berkilauan atau coklat gelap. Pupa dibentuk di permukaan bawah tanah dengan kokon terbuat dari tanah. Fase pupa adalah 5 – 6 hari. Daur hidup A. ipsilon dari telur sampai dewasa adalah 36 – 42 hari. Lamanya daur hidup tergantung pada tinggi rendahnya suhu udara. Gejala Serangan Gejala serangan ditandai dengan terpotongnya tanaman pada pangkal batang atau tangkai daun. Pangkal batang yang digigit akan mudah patah dan mati. Kerusakan berat biasanya terjadi pada awal musim kemarau. 2. Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn.) (Ordo : Lepidoptera, Famili : Noctuidae) Larva ketika baru menetas dari telur berwarna kuning muda dengan tubuh berbentuk silinder. Larva muda kemudian berubah warna dan terdapat variasi warna dan pola corak antara sesama larva. Larva H. armigera terdiri dari lima instar, lama stadium larva berkisar antara 12 – 25 hari. (Gambar 2.) Pupa dibentuk di dalam tanah. Pupa yang baru terbentuk berwarna kuning, kemudian berubah kehijauan dan akhirnya berwarna kuning kecoklatan. Lama stadium pupa adalah 15 – 21 hari. 3. Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.)

Imago atau serangga dewasa tubuhnya berukuran kecil antara (1 – 1,5 mm), berwarna putih, dan sayapnya jernih ditutupi lapisan lilin yang bertepung. Serangga

dewasa biasanya berkelompok pada bagian permukaan bawah daun, dan bila tanaman tersentuh biasanya akan berterbangan seperti kabut atau kebul putih. (Gambar 4.). Lama siklus hidup (telur – nimfa – imago) pada tanaman sehat ratarata 24,7 hari, sedangkan pada tanaman terinfeksi virus mosaik kuning hanya 21,7 hari. 4. Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

Larva menyebar dengan menggunakan benang sutera dari mulutnya. Ulat menyerang tanaman pada malam hari, dan pada siang hari bersembunyi dalam tanah (tempat yang lembab). Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar. Warna dan perilaku ulat instar terakhir mirip ulat tanah, perbedaannya hanya pada tanda bulan sabit, berwarna hijau gelap dengan garis punggung warna gelap memanjang. Umur 2 minggu panjang ulat sekitar 5 cm 5. Lalat Pengorok Daun (Liriomyza huidobrensis Blanchard)

Imago berupa lalat kecil berukuran sekitar 2 mm. Imago lalat betina mampu hidup selama 6 – 14 hari dan imago jantan antara 3 – 9 hari. Pada bagian ujung punggung L. huidobrensis terdapat warna kuning seperti L. sativa, sedangkan pada lalat L. chinensis (yang diketahui menyerang bawang merah) di bagian punggungnya berwarna hitam.(Gambar 6). 6. Trips (Thrips parvispinus Karny.)

Nimfa berwarna pucat, keputihan / kekuningan, instar 1 dan 2 aktif dan tidak bersayap. Nimfa yang tidak aktif berada di permukaan tanah sekitar tanaman. (Gambar 8.). Perkembangan pupa menjadi trips muda meningkat pada kelembaban relatif rendah dan suhu relatif tinggi. Daur hidup sekitar 20 hari, di dataran rendah 7 – 12 hari. Hidup berkelompok. 7. Kutu Daun Persik (Myzus persicae Sulz.)

Nimfa dan imago mempunyai antena yang relatif panjang / sama dengan panjang tubuhnya. Nimfa dan imago yang bersayap dengan warna hitam mempunyai sepasang tonjolan pada ujung abdomen yang disebut konikel, berwarna hitam. Imago yang tidak bersayap tubuhnya berwarna merah atau kuning atau hijau kekuningan. Umumnya warna tubuh nimfa dan imago berwarna sama, kepala dan dada berwarna coklat sampai hitam, perut berwarna hijau kekuningan. (Gambar 9.). Siklus hidup 7 – 10 hari, berkembang biak secara partenogenesis, dan seekor kutu dapat menghasilkan keturunan 50 ekor. 8. Lalat Buah (Bactrocera sp.)

Serangga dewasa tergolong gesit mirip lalat rumah, banyak ditemukan pada siang atau sore hari terbang di sela-sela tanaman. Imago berukuran panjang sekitar 6 – 8 mm dan lebar 3 mm. Torak berwarna oranye, merah kecoklatan, coklat atau hitam. Pada lalat betina ujung abdomen lebih runcing dan mempunyai alat peletak telur (ovipositor) yang cukup kuat untuk menembus kulit buah, sedangkan pada lalat jantan abdomen lebih bulat. (Gambar 10.). Siklus hidup di daerah tropis ± 25 hari. Serangga betina dapat meletakkan telur 1 – 40 butir /buah/hari, dan betina dapat menghasilkan telur 1200 – 1500 butir. 9. Tungau Kuning (Polyphagotarsonemus latus Banks) Gejala Serangan Hama mengisap cairan tanaman dan menyebabkan kerusakan sehingga terjadi perubahan bentuk menjadi abnormal seperti daun menebal dan perubahan warna daun menjadi tembaga / kecoklatan, terpuntir, menyusut serta keriting, tunas dan bunga gugur. Pada awal musim kemarau biasanya serangan bersamaan dengan serangan trips dan kutu daun. Tanaman Inang Hama ini bersifat polifag, selain tomat juga menyerang cabai, kacang panjang, karet, teh, tembakau, jeruk, dan tanaman hias.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->