P. 1
4. Pengenalan bahan kimia

4. Pengenalan bahan kimia

|Views: 421|Likes:
Published by maspoer

More info:

Published by: maspoer on Jan 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2011

pdf

text

original

Pengenalan Bahan Kimia

Sumber : MSDS, Soemanto, Puslitbang LIPI (2000)

RANKING DAN SIMBOL BAHAYA BAHAN KIMIA MENURUT NEPA-USA
BAHAYA KESEHATAN (HEALTH) Penyebab kematian, cedera fatal, meskipun ada pertolongan Berakibat serius pada keterpaan singkat, meskipun ada pertolongan Keterpaan intensif dan terus menerus berakibat serius, kecuali ada pertolongan Penyebab iritasi atau cedera ringan BAHAYA KEBAKARAN (FIRE) Segera menguap dalam keadaan normal dan dapat terbakar secara cepat Cair atau padat, dapat dinyalakan pada suhu biasa Perlu sedikit pemanasan sebelum bahan dapat terbakar BAHAYA REAKTIVITAS (REACTIVITY) Mudah meledak atau diledakkan, sensitif terhadap panas dan mekanik Mudah meledak tetapi memerlukan penyebab panas dan tumbukan kuat Tidak stabil, bereaksi hebat, tapi tidak meledak

NO 4

3

2

1

Dapat dibakar, tetapi memerlukan pemanasan lebih dulu Bahan tidak dapat dibakar sama sekali

Stabil pada suhu normal. Tetapi tidak stabil pada suhu tinggi Stabil, tidak reaktif meskipun kena panas atau suhu tinggi

0

Tidak berbahaya terhadap kesehatan meskipun kena panas (api)

W 1 Simbol bahaya Natrium 3
Jangan disiram dengan air

2

W

.

.

Soemanto.Sumber : MSDS. Puslitbang LIPI (2000) .

Soemanto.Sumber : MSDS. Puslitbang LIPI (2000) .

Puslitbang LIPI (2000) . Soemanto.Sumber : MSDS.

Puslitbang LIPI (2000) .Sumber : MSDS. Soemanto.

Puslitbang LIPI (2000) .Sumber : MSDS. Soemanto.

Sumber : MSDS. Soemanto. Puslitbang LIPI (2000) .

Sumber : MSDS. Puslitbang LIPI (2000) . Soemanto.

Sumber : MSDS. Soemanto. Puslitbang LIPI (2000) .

Sumber : MSDS. Puslitbang LIPI (2000) . Soemanto.

Soemanto.Sumber : MSDS. Puslitbang LIPI (2000) .

Soemanto.Sumber : MSDS. Puslitbang LIPI (2000) .

Sumber : MSDS. Soemanto. Puslitbang LIPI (2000) .

Sumber : MSDS. Soemanto. Puslitbang LIPI (2000) .

Puslitbang LIPI (2000) . Soemanto.Sumber : MSDS.

Soemanto.Sumber : MSDS. Puslitbang LIPI (2000) .

Soemanto.Sumber : MSDS. Puslitbang LIPI (2000) .

Sumber : MSDS. Soemanto. Puslitbang LIPI (2000) .

Sumber : MSDS. Puslitbang LIPI (2000) . Soemanto.

.

.

KSCN c. Padatan a. Contoh: NaOH. Padatan higroskopis. Kamper (naftalen) . Contoh: Yodium. natrium karbonat b. Padatan biasa tidak higroskopis dan tidak menyublim. Amonium karbonat. Contoh : amilum.Pengenalan Bahan Kimia Bahan Kimia Padatan Cairan Gas 1. Padatan mudah menguap/menyublim.

metanol. minyak tanah . eter. contoh: akuades. Cairan/ biasa. Kalium permanganat e. b. contoh : Perak nitrat. f. HCl. kloroform c. aseton.d. Cairan mudah mengikat uap air. contoh: Fosfor 2. Cairan mudah terbakar. Padatan peka air. Padatan peka cahaya. contoh: eter. contoh: logam Na. Padatan peka oksigen/udara. contoh: amonia. Contoh: asam sulfat d. aseton. K. Cairan mudah menguap. CAIRAN a. bensin.

. sisakan ruang ¼ nya . Padatan higroskopis ditempatkan dalam kaleng/botol tertutup dengan sumbat diselimuti lagi dengan plastik  Padatan mudah menguap tempatkan dalam botol kaca atau plastik.

Gula pasir . katalisator dan bahan mudah terbakar Contoh: KClO3. Padatan peka cahaya ditempatkan dalam botol gelap atau tak tembus cahaya. MnO2. tutup rapat-rapat  Padatan peka air harus disimpan dengan merendam dalam minyak tanah  Padatan yang peka udara/oksigen disimpan dalam air  jangan menyimpan campuran padatan seperti oksidator.

jauhkan dari api  Untuk cairan oksidator. Cairan  Simpan dalam botol tertutup rapat  Untuk cairan yang mudah menguap sisakan ruang ¼ nya  Untuk cairan yang mudah terbakar. simpan dalam ruang asam  Gunakan APD yang sesuai bila akan mengambil cairan berbahaya  Cairan yang berbahaya jangan disimpan di atas .b.

Contoh cara penanganan bahan kimia yang benar Bahan-bahan kimia yang mengeluarkan uap beracun harus disimpan dalam ruang asam Bekerja di ruang asam bila menggunakan bahan kimia berbahaya .

c. Gas  Simpan dalam tabung gas yang aman  gunakan kran dengan spuyer yang terawat  Simpan ditempat yang dingin (bila ada)  Jauhkan dari api atau panas  Jaga agar tabung stabil (tidak mudah He jatuh) .

Mengenali bahan Pelajari informasi sifat bahan. buka jendela dan pasang ventilasi agar pencemaran di bawah nilai ambang batas (NAB). Jangan mencicipi atau mencium uapnya untuk mengenali bahan Substitusi Bila mungkin jangan menggunakan bahan kimia berbahaya. kurangi waktu kerja atau waktu keterpaan 2. dan hisap dengan local exhauster atau lakukan pekerjaan dalam lemari asam. Mencegah emisi usahakan mencegah emisi atau kebocoran bahan beracun dan korosif. Bila tidak mungkin. termasuk pemesanannya. bahaya dan cara penanganannya (buku indeks atau MSDS (LDKB). . 3. Bila emisi tak dapat dihindari. isolasi daerah emisi. 5.10 “golden rules” Penanganan bahan kimia berbahaya 1. 4. gunakan sesedikit mungkin. Usahakan mencari gantinya (substitusi) yang lebih aman Menggunakan sesedikit mungkin bahan Bila harus menggunakan bahan berbahaya. Mengurangi keterpaan Bila emisi tak terhindarkan.

Jaga gudang agar tetap bersih. rapi dan periksa setiap saat akan adanya kebocoran atau tumpahan. kering. gesekan mekanik. bara. goncangan. berventilasi.10 “golden rules” Penanganan bahan kimia berbahaya 6. 8. masker. serta hindari interaksi antara bahan inkopatibel. Daur ulang disarankan. Soemanto Imamkhasani. Ikuti aturan pemusnahan atau pembuangan bahan dengan benar. Bahaya tersembunyi dari gudang Jaga gudang agar tetap dingin. Menggunakan APD Gunakan APD (Gloves. Mengendalikan limbahan bahan kimia Usahakan setiap proses dengan limbah seminimal mungkin. jauh dari api. kacamata. Waspadai bahan atau campuran eksplosif Jauhkan bahan eksplosif dari panas. respirator) untuk melindungi diri dari keterpaan. 7. 10. Hati-hati dengan bahaya kebakaran Hindari bahan mudah terbakar dari nyala api. dan udara panas sinar matahari. loncatan listrik dan logam panas. Puslit Kimia-LIPI) . (Disarikan dari MSDS. 9.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->