WIRAUSAHA A.

Pengertian Wirausaha
Istilah wirausaha relatif masih baru dan mulai ramai dibicarakan sekitar tahun tujuh puluhan, yaitu pada awal bangsa Indonesia secara sungguh-sungguh membangun kembali perekonomian nasional secara bertahap melalui program PELITA. Akhir-akhir ini wirausaha semakin populer dengan seringnya kita mendengar sebutan wirausaha baik dari koran-koran, majalah, radio, maupun dari siaran-siaran televisi. Sering didapati pengertian yang kurang tepat dari sementara orang. Bahkan ada sebagian orang yang belum mengenal atau mengerti dengan jelas tentang apa yang dimaksud dengan wirausaha itu. Berikut ini diberikan pengertian tentang istilah wirausaha secara lebih luas. Menurut etimologis, wirausaha merupakan suatu istilah yang berasal dari kata-kata “wira” dan “usaha”. “wira” bermakna: berani, utama, atau perkasa.Sedangkan “usaha” bermakna: kegiatan dengan mengerahkan tenaga pikiran atau badan untuk mencapai sesuatu maksud. Menurut terminologis, sebagaimana dikemukakan oleh Taufik Baharuddin. Seorang konsultan manajemen dalam ruang lingkup Manajemen sumberdaya manusia dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia bahwa wirausaha: “Kemampuan untuk menciptakan, mencari, dan memanfaatkan peluang dalam menuju apa yang diinginkan sesuai dengan yang diidealkan.” Seiring dengan hal tersebut Buchari Alma mengemukakan bahwa wirausaha atau entrepreneur: “Orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut” Ada banyak definisi tentang wirausaha,tetapi sebenarnya semua versi merujuk ke arah yang sama. Dibawah ini adalah beberapa definisi kewirausahaan menurut akademisi: “Entrepreneurship is the process of creating something new with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psyshic, and social risk, and receiving the resulting rewards of monetary and personal satisfaction and independence.” Hisrich, Peters, Shepperd, 2005; 8 Sementara itu, Prof. Yuyun Wirasasmita mendefinisikan Kewirausahaan sebagai: “Proses kemanusiaan yang berkaitan dengan kreatifitas dan inovasi dalam memahami peluang, mengorganisasi sumber-sumber, mengelola sehingga peluang itu terwujud menjadi suatu usaha yang mampu menghasilkan laba atau nilai dalam jangka waktu yang lama”

yang kemudian belajar secara terus menerus sehingga memiliki keterampilan. Sementara itu. Tapi bakat saja tidak cukup jika tidak memiliki mental yang kuat. Tentunya akan menjadi kelebihan tersendiri jika seseorang memiliki bakat yang biasa kita sebut ‘bakat dagang’ dan sejenisnya.” (Zimmerrer. Pengelolaan. Proses Penciptaan nilai. Sir Richard Branson mendefinisikan wirausaha sebagai: “An entrepreneur is somebody who is willing to go where others will not…” Jaman dulu. kata kunci dari pengertian kewirausahaan adalah: 1. Bukan hanya masalah bakat apalagi keberuntungan. 2. dukungan lingkungan dan apa yang disebut sebagai triggering event. Atau seorang manajer yang berusaha memperbaiki sebuah unit keorganisasian melalui serangkaian perubahan-perubahan produktif”.Dari dua definisi di atas. Jadi perbedaan seorang wiraswasta dengan seorang wirausaha adalah . Istilah wiraswasta sama saja dengan wirausaha. sebuah proses kewirausahaan dapat dikenali dari elemen-elemen diatas. Kreatifitas & Inovasi. Jadi. 4) “Entrepreneur berarti orang yang memulai (The Originator) sesuatu usaha bisnis baru. Kewirausahaan adalah sebuah proses kemanusiaan yang menghasilkan kepuasan dan laba jangka panjang dengan cara mengelola dan menciptakan nilai. ada pendapat bahwa kewirausahaan dan wirausaha disebabkan semata-mata oleh bakat. walaupun rumusnya berbeda-beda tetapi isi dan karakteristiknya sama. 2002. pelaku kewirausahaan (entrepreneurship) adalah wirausaha (Entrepreneur) atau wiraswasta: “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on them. bakat memang perlu. 2003:71) Secara praktis. keterampilan. Jadi. 3. (Winardi. Jika ditinjau lebih dalam perbedaan wiraswasta dengan wirausaha adalah wiraswasta lebih fokus pada objek. karena ternyata. Kesimpulannya. Kepuasan dan Laba. sebelum ada pendidikan kewirausahaan. Proses terjadinya kewirausahaan bisa diringkas menjadi beberapa langkah berikut: BAKAT & MENTAL + KETERAMPILAN + LINGKUNGAN + TRIGGERING EVENT Jadi. secara ideal. Tidak sepenuhnya benar. Tetapi dalam prakteknya. menjalankan proses kewirausahaan dan menjadi wirausaha itu bisa diajarkan. proses terjadinya kewirausahaan adalah adanya suatu bakat terpendam dalam diri seseorang yang mempunyai mental kuat. sedangkan wirausaha lebih menekankan pada jiwa dan semangat kemudian diaplikasikan dalam segala aspek kehidupan. memiliki lingkungan yang mendukung kegiatan dan mendapatkan momen pemicu yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk berwirausaha. menjalankan proses kewirausahaan berarti bekerja. Scarborough.

kaki. bersinergi dan tidak terlepas satu sama lain. Artinya. 2. volume. namun wiraswastawan belum tentu seorang wirausaha. baik pendidikan formal maupun bukan. Sebaliknya. B.wirausaha cenderung bermain dengan resiko dan tantangan. Unsur keterampilan seseorang umumnya banyak diperoleh melalui latihan dan . Unsur-unsur Wirausaha Wirausaha mencakup beberapa unsur penting yang satu dengan yang lainnya saling terkait. ada pula orang yang sangat ahli untuk satu bidang ilmu saja dan tidak banyak mengetahui bidangbidang ilmu lainnya. Seseorang yang ahli untuk satu bidang pengetahuan dikenal sebagai pakar atau expert dalam bidang pengetahuan yang dikuasainya itu. Untuk memecahkan suatu masalah spesifik diperlukan pakar yang khusus pula. terutama tangan. namun bukan seoang wiraswastawan karena ia tidak memiliki perusahaan yang dipimpinnya. Unsur Pengetahuan Unsur pengetahuan atau unsur kognitif mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki oleh seseorang. Bahkan bukan tidak mungkin pegawai yang bekerja pada pemerintahan dapat disebut wirausaha karena ia sukses dalam mengembangkan diri dan departemen yang digelutinya. Itu semua harus di ikuti agar tetap dapat survive. Bob Sadino merupakan seorang wirausaha yang juga seorang wiraswastawan yang memiliki perusahaan yang dipimpinnya. wirausaha lebih bermain dengan cara memanfaatkan peluang-peluang tersebut. pada dunia usaha yang kompleks diperlukan suatu kemampuan yang komprehensif untuk mengatasinya. Tanri Abeng adalah seorang wirausaha yang sukses. dan mulut (suara) untuk bekerja dan berkarya. Seorang wirausaha bisa jadi merupakan wiraswastawan. Seseorang mungkin saja mempunyai pengetahuan yang luas. Wirausaha mungkin adalah seorang manajer yang mengelola suatu perusahaan yang bukan miliknya. Namun wiraswastawan adalah seseorang yang memiliki sebuah usaha sendiri. Jika ingin maju dan tidak tertinggal haruslah tiap hari menambah pengetahuannya. Umumnya para wirausaha dan eksekutif dituntut untuk mempunyai pengetahuan yang relatif walaupun kurang mendalam. harganya dan bahkan kadang-kadang peraturannya. Tiap hari selalu terjadi perubahan nilai. Keterampilan Keterampilan atau unsur psikomotorik lebih berasosiasi pada kerja fisik anggota badan. dalam arti dia mengetahui berbagai jenis pengetahuan. Setiap orang bisa disebut sebagai wirausaha selama ia dapat memanfaatkan peluang menjadi sebuah tantangan dalam pekerjaannya. Sebaliknya. tetapi tidak mendalam sehingga disebut sebagai “generalis”. Sedangkan wiraswasta lebih cenderung kepada seseorang yang memanfaatkan modal yang dimilikinya untuk membuka suatu usaha tertentu. yaitu tingkat kemampuan berpikir seseorang yang umumnya lebih banyak ditentukan oleh tingkat pendidikannya. yaitu: 1. dan jenis barang yang diperdagangkan.

Dia mungkin akan menerimanya dengan senang hati. Kewaspadaan Unsur kewaspadaan merupakan paduan unsur kognitif dan sikap mental terhadap sesuatu yang akan datang. atau tingkah laku seseorang jika dihadapkan pada suatu situasi tertentu.pengalaman kerja. tertib. terutama tangan sebagai karunia Allah dengan sebaik-baiknya demi kehidupan yang lebih baik. cermat. dalam menghadapi suatu keadaan yang akan di alaminya. Tingkah laku yang di tunjukkan seseorang dalam menghadapi situasi tersebut banyak mencirikan sikap mentalnya. atau acuh tak acuh saja. inisiatif. atau dia bekerja dengan penuh keengganan. Kewaspadaan adalah pemikiran atau rencana tindakan seseorang terhadap sesuatu yang mungkin atau di duga akan di alaminya. Banyak berlatih dan disiplin adalah kunci utama untuk memperoleh keterampilan yang tinggi. mungkin dia akan melaksanakannya dengan segera dan cepat tetapi mungkin juga menangguhkannya dulu pelaksanaannya atau dilaksanakan pekerjaan tersebut. akan dapat menggambarkan sikap mentalnya. sedikit atau tanpa kesalahan dan secara umum lebih baik. menundanunda. Mereka yang berpengalaman tentulah relatif lebih terampil dalam arti dapat melakukan suatu pekerjaan dengan lebih lancar. ceroboh. Seseorang akan bersifat defensif. atau melaksanakannya dengan “asal kerja”. tanggapan. dan bermalas-malasan. Tingkat keterampilan seseorang yang telah bekerja atau mengerjakan suatu pekerjaan yang relatif sama selama bertahun-tahun akan relatif lebih mahir daripada orang lain yang baru dan belum berpengalaman. kejujuran. ketegasan. juga dapat menggambarkan sikap mental seseorang walaupun hanya secara lahiriyahnya saja. Raga harus di manfaatkan. Sikap mental lebih menggambarkan reaksi sikap dan mental seseorang jika yang bersangkutan mengadapi suatu situasi misalnya dia dihadapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Oleh karena itu. Penguasaan keterampilan yang baik jelas akan memberikan lapangan kerja dan penghasilan yang baik. dia mungkin bergairah melakukannya. selain juga memberikan kepercayan diri yang tinggi. 3. 4. Dia mungkin melakukannya dengan sungguh-sungguh. Rasa tanggung jawab. . Tingkat keterampilan seseorang banyak ditentukan oleh pengalaman yang pernah diperolehnya. keberanian untuk mengambil tindakan. Jika dia bersifat defensif. Jika dia menerima pekerjaan itu. dan berbagai tindakan lainnya. Rasa enggan dan malas harus dihilangkan. atau menolak. Tentu saja seseorang tidak akan mempunyai pengalaman jika dia tidak diberi kesempatan untuk berpraktek. seseorang perlu menguasai satu atau beberapa keterampilan tertentu untuk memudahkan dan memperlancar berbagai tugas yang harus dijalani dan diselesaikannya. Itulah sebabnya tenaga berpengalaman lebih banyak dicari daripada yang belum berpengalaman. Bagaimana seseorang menjawab suatu pertanyaan atau melaksanakan suatu perintah atau tugas yang diberikan kepadanya. atau sebaliknya akan bersifat ofensif. Sikap mental Unsur sikap mental lebih mencirikan respon. cepat. menerimanya dengan berat hati.

keluarganya. sikap mental. maka dalam merebut atau menggunakan kesempatan tersebut tidak boleh menggunakan aji mumpung atau tindakan lain yang tidak terpuji seperti penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan. dan kewaspadaannya. Untuk menjadi wirausaha. Dalam kehidupan sehari-hari seseorang akan meggunakan pemikiran dan geraknya secara otomatis dan itu merupakan gabungan antara unsur kognitif. memperkecil atau mengurangi hal-hal yang di duga akan merugikan dirinya. Percaya diri Sifat ini adalah langkah awal untuk menjadi wirausaha. tetapi melihat. mengingat dalam kewirausahaan ada unsur wira. dan tindakan lain yang sejenis. Reaksi seseorang terhadap suatu aksi yang datang mungkin saja merupakan suatu sikap mental mungkin juga hasil suatu pemikiran dalam rangka kewaspadaan. Sifat-sifat Wirausaha Seorang wirausaha haruslah seorang yang mampu melihat ke depan. Pikiran dan tindakannya di tujukan untuk menghindari dan mencegah bahaya dan jika tidak mungkin. usahanya. berpikir memecahkan masalah. Unsur kewaspadaan dalam dunia usaha memegang peranan yang penting karena keberhasilan bahkan hidup matinya suatu perusahaan. kewaspadaan yang bersifat ofensif atau maju justru mencoba melihat keuntungan apa yang dapat diperoleh dari sesuatu yang mungkin akan terjadi. berlatih keterampilan. karena dengan percaya diri wirausaha menjadi bisa atau sanggup dalam menjalani setiap usaha-usaha . lingkungannya. Seperti: banyak membaca. Kemudian segera mengerjakan setiap ada sesuatu yang terlintas dalam pikiran yang patut untuk dikerjakan C. mencari pilihan alternatif masalah dan pemecahannya. dan bangsanya. dan bahkan mungkin hanya sekali saja. Pikiran dan rencana tindakannya ditujukan untuk dapat menggunakan setiap momen dan kesempatan yang datang dengan tepat dan sebaik mungkin sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi dirinya. berfikir dengan penuh perhitungan. Sebaliknya. penipuan. sering ditentukan oleh ketetapan prakiraan tentang apa yang akan terjadi dan tindakan apa yang harus dilakukan. keterampilan. Melihat ke depan bukan melamun kosong. membelokkan. Merebut kesempatan merupakan salah satu bagian penting dalam kewirausahaan karena kesempatan dan momen belum tentu ada setiap saat. dan mencari ide dan kegiatan sejenis yang positif. Namun.maka pemikiran atau rencana tindakannya akan bersifat menghindari. korupsi. atau hanyalah sekedar refleks keterampilan. mencegah. berusaha untuk membelokkan atau memperkecil resiko atau kerugian yang mungkin di alaminya. Dan yang penting adalah selalu berusaha untuk meningkatkan masing-masing unsur kewirausahaan tersebut. seseorang harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. menutupi.

4. Berbagai motivasi akan muncul dalam bisnis jika kita berusaha menyingkirkan prestise. tidak gampang tersinggung dan naik pitam. kehati-hatian merupakan sikap yang harus dimiliki juga oleh seorang wirausaha. Jika perhitungan sudah matang. gunakan sebagai masukan untuk dipertimbangkan. Jiwa pemimpin merupakan hal yang vital sekali bagi wirausaha untuk dikembangkan. tidak akan mengalami perkembangan dan kemajuan. Namun sekarang ini. 2. karena ini akan membuat kesalahan yang fatal bagi kemajuan bisnis. mau menolong orang lain dan yang paling tinggi lagi ialah kedekatannya dengan khalik sang pencipta. . 3. dia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Wirausaha yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang jasmani dan rohaninya. Akan tetapi saran-saran orang lain jangan ditolak mentah-mentah. Jangan ceroboh dalam mengambil sikap. Seorang wirausaha yang selalu memikirkan prestise lebih dulu dan prestasi kemudian. Sifat diatas dimulai dari pribadi yang mantap. Serta bagaimana menanggulanginya secara profesional. obyektif dan kritis. Dengan demikian dapat maju kearah selanjutnya utnuk mencapai kesuksesan. ketelitian. maka berjalanlah terus dengan tidak lupa berlindung kepada-Nya. tetapi mempertimbangkannya secara kritis. Mengkalkulasi resiko Kecermatan. Tidak begitu saja menyerap pendapat atau opini orang lain. menggampangkan apalagi menyepelekannya. tidak mudah terombang ambing oleh pendapat dan saran orang lain. Juga tingkat sosialnya tinggi. enerjik tanpa malu dilihat teman. akan tetapi menjadi tolak ukur kemampuan dan diri kita pribadi. ia senang pada prestasi baru kemudian setelah berhasil prestisenya akan naik.tanpa malu untuk memulainya dari awal. Karakteristik kematangan seorang wirausaha adalah ia tidak tergantung pada orang lain. Ini tergantung kepada masing-masing individu dalam menyesuaikan diri dengan organisasi yang ia pimpin. Emosionalnya boleh dikatakan sudah stabil. Pribadi semacam ini adalah pribadi yang independen dan sudah mencapai tingkat maturity. membuat pertimbangan dari segala macam segi. Entah itu untung ataupun rugi. Akan tetapi. sifat kepemimpinan sudah banyak dipelajari dan dilatih. Allah swt. asal yang kita kerjakan itu pekerjaan halal. Seorang wirausaha harus mampu dan bisa mengkalkulasi kesemuanya itu. prestasi kemudian. Tapi perlu digarisbawahi ‘percaya diri’ disini bukan berarti kita menyombongkan diri kita sendiri. Berorientasikan tugas dan hasil Dengan berorientasikan pada tugas dan hasil seorang wirausaha tidak mengutamakan prestise dulu. tanpa mengabaikan hal-hal yang sekecil mungkin. Kita akan mampu bekerja keras. Penggabungan dari kesemuanya itu adalah memfokuskan kepada dampak yang akan terjadi setelah bisnis dijalankan. Kepemimpinan Sifat kepemimpinan memang ada dan selalu terpancar dalam diri masing-masing individu. Karena setiap manusia dituntut untuk dapat memimpin dirinya sendiri.

variabel yang sudah ada sebelumnya. Komitmen kepada orang lain. Berorientasi ke masa depan Seorang wirausaha haruslah perspektif. yaitu berinisiatif dan tegas 2. mengkalkulasi resiko. Proaktif. Untuk mengahadapi pandangan jauh ke depan . Keberanian menghadapi risiko yang didukung oleh komitmen yang kuat. diantaranya memiliki ciri-ciri : 1. Karena seorang wirausaha akan tetap berusaha dan berjuang. seseorang menggunakan otak sebelah kanan. maka jelaslah bahwa seorang wirausaha haruslah memiliki ciri-ciri: percaya diri. dan mengutamakan monitoring 3.5. baik berupa gagasan maupun karya yang nyata. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. ketika dihadapkan berbagai tantangan dan kegagalan dalam mencapai kesuksesan dalam bisnis dan kehidupan. Dalam Enterpreneurship and Small Enterprise Development Report (1986) yang dikutip oleh M. berorientasi tugas dan hasil. Dengan ciri-ciri tersebut maka seorang wirausaha mampu bertahan dalam setiap siklus bisnis. apa yang hendak ia lakukan. mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai ada hasil. Kreativitas Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang bersifat baru. Oleh sebab itu. Wirausaha selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. 6. seorang wirausaha akan menyusun perencanaan dan strategi yang matang. Scarborough dan Thomas W. mengutamakan kualitas pekerjaan. data. Sebab sebuah bisnis bukan didirikan untuk sementara. faktor kontinuitasnya harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke depan. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan artinya risiko yang di ambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Dalam mencapai keberhasilannya.5) dikemungkinan beberapa karakteristik kewirausahaan yang berhasil. berencana. agar jelas langkah-langkah yang akan dilaksanakan. maka uang selalu dikelolah secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya. misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan Bisnis Berpikir Kreatif dalam Kewirausahaan Menurut Zimmererr (1996) untuk mengembangkan ketramplan berfikir. Sedangkan untuk belajar mengembangkan . Berorientasi pada prestasi. kepemimpinan berorientasi ke masa depan dan kreativitas. Dengan semangat optimis yang tingggi karena ada hasil yang diperoleh. mempunyai visi ke depan. seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. orientasi efisiensi. yang relatif berbeda dengan apa yang ada sebelumnya atau membuat kombinasi-kombinasi baru atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsur. immerer 1993. Dari paparan di atas. tetapi untuk selamanya. Hasil-hasil ini harus nyata/jelas dan objektif dan merupakan umpan balik bagi kelancaran kegiatannya. yang tercermin dalam padangan dan bertindak terhadap peluang. apa yang ingin di capai.

Kenyataannya banyak wirausaha tidak mengutamakan fleksibiltas disatu sisi saja. tradisi dan kebiasaan rutin • Mencoba untuk melihat masalah dari perspektif yang berbeda • Menyadari kemungkinan banyak jawaban ketimbang satu jawaban yang benar • Melihat kegagalan dan kesalahan sebagai jalan untuk mencapai sukses • Mengkorelasikan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk menghasilkan pemecahan inovasi • Memiliki ketrampilan helicopter yaitu kemampuan untuk bangkit di atas kebiasaan rutin dan melihat permasalahan dari perspektif yang lebih luas kemudian memfokuskannnya pada kebutuhan untuk berubah.ketrampilan berpikir digunakan otak sebelah kiri. 2. Hasil survey dalam bisnis berskala kecil tahun 1991 menunjukkan bahwa 38% dari orang-orang yang meninggalkan pekerjaan nya di perusahaan lain karena mereka ingin menjadi bos atas perusahaan sendiri. Akan tetapi wirausaha menghargai kebebasan dalam karir . Kebebasan. Keuntungan Berupa Laba Wirausaha mengharapkan hasil yang tidak hanya mengganti kerugian waktu dan uang yang diinvestasikan tetapi juga memberikan keuntungan yang pantas bagi resiko dan inisiatif yang mereka ambil dalam mengoperasikan bisnis mereka sendiri. Dengan demikian keuntungan berupa laba merupakan motifasi yang kuat bagi wirausaha tertentu. cirri-cirinya : • Selalu bertanya : Apa ada cara yang lebih baik? • Selalu menantang kebiasaan. D. Kepuasana dalam menjalani hidup 1. Laba 2. banyak sekali keuntungan yang akan didapat jika seseorang berani untuk berwirausaha yang paling terlihat keuntungannya dalam berwirausaha dapat dikelompokkan dalam tiga kategori dasar: 1. tetapi kebanyakan wirausaha puas dengan laba yang pantas. Laba adalah salah satu cara dalam mempertahankan nilai perusahaan. Beberapa wirausaha mungkin mengambil laba bagi dirinya sendiri atau membagikan laba tersebut. Beberapa wirasuaha menggunakan kebebasannya untuk menyusun kehidupan dan perilaku kerja pribadnya secara fleksibel. Keuntungan Berupa Kebebasan Kebebasan untuk menjalankan perusahaannya merupakan keuntungan lain bagi seorang wirausaha. KEUNTUNGAN WIRAUSAHA Tiap orang tertarik untuk berwirausaha dikerenakan berbagai keuntungan.dan 3.

seperti mengerjakan urusan mereka dengan cara sendiri. sumber modal. Informasi yang penting ketika akan memulai usaha adalah informasi mengenai lokasi. Akses terhadap informasi dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan hubungan sosial (Shane. kualitas dan kuantitas dalam interaksi sosial akan lebih memungkinkan individu akan membuat kelompok dalam berwirausaha. b. Keuntungan Berupa Kepuasan Dalam Menjalani Hidup Wirausaha sering menyatakan kepuasan yang mereka dapatkan dalam menjalankan bisnisnya sendiri. Perubahan sosial demografi 2. Beberapa sumber peluang usaha antara lain: a. Keunggulan kompetitif apa yang saya miliki? Yang sering terjadi di masyarakat kita adalah memilih usaha yang sedang trend saat itu. Mengenali peluang usaha Sebenarnya ada banyak peluang di sekeliling kita.kewirausahaan. 3. maka akan sulit bersaing. Langkah-langkah memulai berwirausaha 1. pekerja. a. Pengalaman hidup. Dua aspek dari pengalaman hidup yang meningkatkan kemungkinan seseorang menemukan peluang yaitu fungsi kerja dan variasi kerja. Kombinasi antara jaringan yang luas dan kenekaragaman latar belakang akan mempermudah mendapatkan informasi tersebut. memungut laba sendiri dan mengatur jadwal sendiri. Hubungan sosial. Optimalisasi Potensi diri Setelah mengenai peluang usaha maka harus dikombinasikan dengan potensi diri. Pekerjaan yang mereka lakukan memberikan kenikmatan yang berasal dari kebebasan dan kenikmatan ini merefleksikan pemenuhan kerja pribadi pemilik pada barang dan jasa perusahaan. Beberapa ahli menyarankan ketika seorang takut berwirausaha secara sendirian. hanya saja ada beberapa individu yang mampu melihat situasi sebagai peluang ada yang tidak. E. . potensi pasar. Hal ini disebabkan faktor informasi yang dimilikinya Informasi memungkinkan seseorang mengetahui bahwa peluang ada sat orang lain tidak menghiraukan situasi tersebut. Perubahan kebijakan dan politik c. 2003). Perubahan teknologi b. maka mengawali usaha secara kelompok adalah alternative. Sebuah langkah penting dimana seseorang mendapatkan informasi dari interaksi dengan orang lain. Hal ini sah-sah saja tetapi ketika dalam proses perkembangan tidak membuat inovasi. Banyak perusahaan yang dikelolah oleh wirausaha tumbuh menjadai besar akan tetapi ada juga yang relative tetap berskala kecil. Oleh karenanya. dan cara pengorganisasiannya. Pengalaman hidup memberikan akses yang lebih mengenai informasi dan pengetahun mengenai penemuan peluang.

Memulai usaha rantangan untuk anak kost karena tinggal di sekitar kampus. konsultan manajemen. konsultan enjinering karena kemampuan pengetahuan yang dimilikinya. Dunia kewirausahaan adalah dunia ketidakpastian sementara informasi yang dimiliki oleh yang akan memulai usaha sedikit. maka masih perlu mengoptimalkan aspek motivasi dan kepribadian. sejauh mana potensi psikologis anda mampu dioptimalkan dalam memulai sebuah usaha? 3. Lakukan dulu. maka sulit akan berkembang. Usaha jasa berbasis pengetahuan (knowledge intensive service) merupakan satu alternatif usaha yang memiliki keunggulan kompetitif. ‘sedikit agak gila’ (overconfidence) dan berani mengambil resiko adalah sangat perlu dilakukan. kemudian karena basic knowledge di bidang pengolahan makanan. Berani memulai. jurusan pengolahan makanan. Biasanya mereka mendirikan usaha misalnya konsultan keuangan. kharakteristik kewirausahaan dari perspektif Psikologi maka dapat diperoleh gambaran ada beberapa kaharakteristik yang mendorong kesuksesan usaha dan yang tidak. Selain potensi diri dalam arti pengetahuan yang kita miliki. Jika mereka tidak mempunyai keunggulan kompetitif misalnya layanan purna jual. kemudian berkembang menjadi catering. Oleh karenanya. Mahasiswa didorong untuk melakukan riset sesuai dengan bidang ilmunya untuk memiliki pengetahuan baru dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. baru dicari jalan keluarnya. hotel. Fokus dalam bidang usaha Peter Drucker pakar dalam kewirausahaan menyatakan bahwa dalam dalam memulai sebuah usaha atau inovasi dilakukan disarankan untuk terfokus –dimulai dari yang kecil berdasarkan sumberdaya yang kita miliki. Oleh karenanya. dan sekarang ini gedung pertemuan dan paket pernikahan (event organizer). Jalan dulu. model usaha ini yang seharusnya dikembangkan dalam kewiarausahaan di Perguruan Tinggi. 4. Kenyataan menunjukkan penderita autis meningkat di masyarakat. Vidi catering di Yogyakarta adalah salah satu contoh dimana pendirinya berlatar belakang sarjana teknologi pertanian. harga yang bersaing. sebagian besar karena informasi yang telah didapatkan sebelumnya apakah dari mulut ke mulut ataukah dari koran. Oleh karenanya. Seseorang datang ke sebuah toko untuk membeli HP. sementara layanan atau terapis autis belum terlalu banyak.Counter HP di Jakarta merupakan bisnis yang menjamur dalam 3-4 tahun ini. . Keahlian khusus yang ‘langka’ akan dicari orang tanpa mempertimbangkan aspek lokasi usaha. Jika ada kesulitan. Hal ini sangat berbeda dengan ahli terapis untuk anak autis. ataukah layanan secara umum baik.

tapi ada juga biaya yang berhubungan dengan kepemilikan bisnis tersebut. Tantangan berupa kerja keras. Mulailah. mengajarkan anda mengerjakan bisnis dan memutar uang orang lain. TANTANGAN BERWIRAUSAHA Meskipun keuntungan dalam berwirasuaha menggiurkan. Kemungkinan gagal dalam bisnis adalah ancaman yang selalu ada bagi wirausaha. Melihat kekuatan itu pada diri anda sendiri” (Buku Jangan mau jadi orang gajian seumur hidup. tekanan emosional.F. “Kewirausahaan adalah mengenai semangat dan juga panggialan” (Robert T. Setiap lembaga formal. Kiyosaki) *Artikel ini disadur dari berbagai sumber Disusun oleh : Sdr. tidak ada jaminan kesuksesan. Abdul Kodir Jaelani (odink) . dan risiko meminta tingkat komitmen dan pengorbanan jika kita mengharapkan mendapatkan keuntungan. Wirausaha harus menerima berbagai resiko berhubungan dengan kegagalan bisnis. menyita banyak waktu dan membutuhkan kekuatan emosi. Valentino Dinsi). Memulai dan mengoperasikan bisnis sendiri membutuhkan kerja keras. “Tidak ada lembaga formal yang benar-benar tepat untuk melahirkan entrepreneur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful