€

Maksud : Memberikan gambaran tentang manajemen dan tata cara pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Tujuan : Mendapatkan hasil pekerjaan yang tepat :  Kuantitas  Kualitas  Waktu

€

Perijinan (Ijin mulai kerja) 2. Form Laporan (Lap. 3. Penyiapan Buku Direksi. 4. Buku Ijin Pelaksanaan. 2. Lap.€ Administrasi : 1. Dokumentasi 0 % Pembuatan Pagar Halaman Pembuatan papan nama proyek/kegiatan Penyediaan air kerja :  menggunakan air dari sumber yang ada  mengadakan sumber air baru . Mingguan. Harian) 3. Koordinasi dengan Pengguna Jasa dan Direksi (Pengawas) dan Pree Construction Meeting (PCM) € Lapangan : 1.

. 7. 8. Pembuatan direksi keet. Penyediaan listrik kerja : menggunakan genset  menggunakan sumber listrik terdekat  Keamanan/penjagaan. 6. Pengukuran dan pemasangan bouwplank. untuk ruang kerja dan site meeting. Pengawas) 10. Pembersihan lapangan/lokasi dan penyiapan jalan kerja.00) (koordinasi dengan Direksi. 9.5. Penentuan titik duga (+ 0.

dan dilaksanakan sesuai petunjuk Pengawas. dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi selesai. dikoordinasikan dengan Pengawas.  Cangkul. engkrak. menggunakan pasir urug/pasang lokal. ember.. linggis. alat pemadat (stamper). ganco. Pekerjaan Tanah : ¾ Dilaksanakan setelah bouwplank terpasang dengan baik. Peralatan : 3  Truk kapasitas 5-6 m . ¾ Apabila gambar tidak bisa diterapkan dilapangan. ¾ Kedalaman galian sesuai gambar. Bahan/Material :  Pasir urug. .1. ¾ Penggunaan material pasir jenis lokal atau pasir pasang. ¾ Urugan tanah kembali. ¾ Urugan pasir bawah pondasi footplat (tebal sesuai gambar).

Batu untuk aanstamping dan pondasi dipergunakan batu belah. dengan acuan profilprofil yang membentuk penampang pondasi. PEKERJAAN PONDASI BATU BELAH : Pekerjaan pondasi dilaksanakan setelah mendapat ijin dari Pengawas lapangan. Pekerjaan pondasi per bagian/lajur selesai. celah antar batu diisi dengan pasir urug. lubang galian tanah yang terbuka di urug tanah bekas galian dan dipadatkan. Pasangan pondasi dipasang dengan campuran 1PC : 5 Ps (sesuai spesifikasi). Aanstamping dipasang setebal 20 cm.2. . Pada dasar galian diberi urugan pasir dan dipadatkan dengan disiram air.

 Besi yang dipergunakan dan pemasangannya sesuai dengan gambar.  Perakitan/perangkaian besi dapat dikerjakan ditempat lain atau langsung ditempat konstruksi tersebut dipasang.  Pek beton yang dikerjakan bertahap. Pekerjaan Pembesian  Siapkan daftar kebutuhan pek. dikoordinasikan kepada Pengawas. pembengkokan besi dapat dikerjakan ditempat lain disekitar lokasi pek. Besi (ukuran dan jumlahnya)  Pemotongan.  Apabila terjadi perbedaan dari yang seharusnya. disiapkan stek-stek tulangan sesuai dengan peraturan yang ada. .3. Pekerjaan Beton Bertulang Pekerjaan Pembesian Pekerjaan Begesting Pekerjaan Pengecoran A.

Besi tulangan pokok Besi beugel Stek besi kolom eksisting .

.  Perakitan/perangkaian besi dapat dikerjakan ditempat lain atau langsung ditempat konstruksi tersebut dipasang. plat.B. balok.  Antara tulangan dan begesting diberi beton decking sesuai dengan tebal selimut beton yang ditentukan. diperlukan perancah (steiger/stutwerk). Pekerjaan Begesting  Penyiapan begesting dapat dikerjakan ditempat lain disekitar lokasi pekerjaan sesuai dengan ukuran beton. dilaksanakan bersamaan dan dilaksanakan dengan penuh ketelitian.  Untuk konstruksi beton tertentu.  Pemasangan begesting balok dan plat lantai. kolom. seperti .

Besi utama Besi Beugel Beton deking Papan bekisting Beton bertulang Begisting balok Perancah beton besi scafolding .

 Pengecoran dilaksanakan setelah begesting dan pembesian diperiksa dan telah sesuai dengan gambar rencana (dengan persetujuan pengawas) Peralatan : Concrete mixer. . sehingga lebih terjamin kualitasnya. Pekerjaan Pengecoran  Pengecoran kolom struktur dikerjakan sebelum pasang batu bata. molen. kolom. concrete pump. sloof.  Untuk kolom praktis dikerjakan bertahap bersamaan dengan pasang batu bata. vibrator dan alat bantu.  Untuk beton struktur (footplat. balok dan plat lantai) yang mempunyai volume cukup besar dan dapat dilaksanakan secara bersama menggunakan beton readymix.C.

 Kuda-kuda baja dilaksanakan setelah dudukan (plat flendes). .1. dapat dilaksanakan dibengkel/ workshop atau dilaksanakan di lokasi pekerjaan. Pekerjaan Rangka Atap a. b. Pemasangan rangka atap (kuda-kuda) :  Kuda-kuda kayu dilaksanakan setelah kolom dan ringbalk selesai. Pabrikasi. terpasang dengan kuat pada kolom/ring balk (menggunakan angkur).

Gording dipasang pada kuda-kuda dengan jarak sesuai gambar. sehingga sambungan antar genteng tampak lurus. 3. 4. .2. Reng kayu dipasang dengan jarak yang tepat sesuai dengan genteng yang akan dipergunakan. Usuk kayu dipasang dengan jarak sesuai gambar. 5. Penutup atap genteng dipasang dengan rapi.

Pemasangan batu bata dengan acuan profil-profil vertikal dari kayu . seperti gambar dibawah.1. Pemasangan bata dengan tumpukan bata berikutnya dibuat bersilang. . PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA DAN PLESTERAN : Pas. Pasangan batu bata dilaksanakan dengan campuran 1 PC : 3 Ps untuk trasraam dan 1PC : 5 Ps untuk dinding bukan trasraam. Batu bata dilaksanakan setelah pekerjaan Sloof selesai dan diperiksa kembali ukuran ruang (as dinding) dan kesikuannya.

Spesi campuran 1:5 Batu bata .

permukaan plesteran disiram air. Plesteran dinding dapat dilaksanakan setelah pasangan batu bata benar-benar kering. Peralatan yang dipergunakan : molen. . sekop.Tiap jarak 3 hingga 3. diberi ring balk (balok latei) praktis. waterpas dan meteran. Pencampuran adukan menggunakan molen. cetok.5 cm dengan campuran spesi yang sama dengan pasangan batu batanya. kotak adukan. ember. Pasangan dinding diatas kosen dengan bentang lebih dari 1.5 meter diberi kolom praktis sebagai penguat dinding. Ketebalan plesteran rata-rata 1. Sebelum acian dilaksanakan. Batu bata yang dipergunakan dari batu bata lokal atau Welahan Jepara. cangkul. Plesteran yang telah kering dapat di aci dengan semen agar permukaan licin.20 m.

2.  pemasangan dilakukan bersamaan dengan pemasangan dinding. Batu bata Kusen kayu . BA Aanwijzing dan petunjuk Pengawas. Kusen kayu :  dibuat dan disiapkan di tempat lain (Workshop) sesuai gambar. PEKERJAAN KUSEN Pekerjaan dilakukan sesuai gambar. RKS. Balok Latei Pas.20 m· dipasang balok latei praktis.  Bentang > 1.

Kusen alumunium :  dibuat dan disiapkan ditempat lain sesuai gambar.  kusen dipasang pada lubang-lubang yang telah ditentukan menggunakan fiser dan sekrup.  Pertemuan kusen dengan dinding baik sisi luar maupun dalam diberi sealent.  Pemasangan/penyetelan dilakukan setelah dinding selesai diplester. .  diatas kosen diberi balok latei praktis.

asbes : ukuran 60 x 120 cm.RANGKA PLAFOND : € Rangka Plafond Kayu :  Rangka plafond dipasang membentuk bidang persegi/persegi panjang sesuai jenis penutup plafondnya . 60 x 120 cm Eternit : ukuran 100 x 100 cm Calsiboard. 100 x 100 cm . Gypsum : ukuran 60 x 60 cm.

Rangka induk (hanger) : 6/12 cm Rangka pembagi: 5/7 cm dan 4/6 cm Sebagai penguat rangka plafond di pasang penggantung rangka dengan bahan kawat putih (galvanis) dengan jarak 120 cm hingga 200 cm. Ketinggian plafond disesuaikan gambar. .   Ukuran rangka yang dipergunakan sesuai dengan gambar/detail .

plafond gypsum board 9 mm dan plafond kalsiboard 4 mm. € Untuk plafond ekspose permukaan pelat lantai bagian bawah difinish acian. sedangkan plafond gypsum dan kalsiboard menggunakan rangka metal furing atau besi hollow sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. € Sebagai penguat rangka plafond di pasang penggantung rangka dengan bahan kawat putih (galvanis) dengan jarak 50 hingga 100 cm. .PLAFOND GYPSUM : € Pekerjaan plafond meliputi plafond ekspose. € Ketinggian plafond disesuaikan gambar.