GURU SEBAGAI PENDIDIK PROFESIONAL

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata kuliah pengembangan profesi Dosen Pengampu:

Disusun oleh : Samingan NIM : 07410331

PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2009
|Page

Ploblematika yang saat ini terjadi adalah melihat apakah seorang pendidik/guru dapat dikatakan sebagai tenaga yang tergolong dalam tenaga profesi.Pendahuluan Pendidik mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan tentunya dengan tidak melupakan komponen yang lain seperti kurikulum. |Page . Dari permasalahan tersebut makalah ini dapat tersusun untuk melihat apakah seorang guru termasuk dalam tenaga pendidik professional. karena sekarang ini sedang hangat-hangatnya peningkatan mutu pendidik yang secara langsung juga meningkatkan pendidikan Nasional yang menyerap dana dari APBN tidak sedikit. oleh karena itu kritik dan saran yang mendukung sangat kami harapkan untuk menyempurnakan makalah guru sebagai pendidik pfofesional ini. Dalam penyusunan makalah ini tentunya banyak sekali terjadi kekurangan baik dari sumber yang digunakan sebagai referensi maupun dari redaksinya yang masih kurang sistematis.

Ciri-ciri pekerjaan dapat disebut sebagai profesi Setidaknya-tidaknya ada lima hal suatu pekerjaan dapat dibilang sebagai sebuah profesi: (ibid hal 74) |Page . fasilitator. widyaiswara. syafruddin nurdin dan basyiruddin usman. pamong belajar. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. 71). Sedangkan kata professional menunjuk pada dua hal yakni orangnya dan penamp[ilan atau kinerja orang tersebut dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya. B. konselor. Halm.( Undang-undang system pendidikan Nasional No 20. Pengertian guru dan professional Secara pengertian tradisional guru adalah seorang yang berdiri di depan kelas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan (guru professional dan implementasi kuurikulum. menganalisis dan menyimpulkan masalah yang dihadapi. Tahun 2003 tentang sisitem pendidikan nasional) Dengan menelaah dari pengertian guru diatas dapat disimpulkan bahwa seorang guru bukan hanya sekedar pemberi ilmu pengetahuan saja yang berada di depan kelas akan tetapi guru merupakan tenaga professional yang dapt menjadikan murid-muridnya mampu merencanakan. (guru sebagai profesi.. Dari kata professional kemudian terbentuklah istilah profesionalisme yang memiliki makna menunjuk pada derajat atau tingkat penampilan seseorang sebagai seorang yang professional dalam melaksanakan profesi yang ditekuninya.GURU SEBAGAI PENDIDIK PROFESIONAL A. . instruktur. Professional berasal dari kata profesi yang mempunyai makna menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. Drs Suparlan. Sedangkan menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. tanggung jawab. dan kesetiaan pada pekerjaan itu. dosen. tutor.

Profesionalisme guru didukung oleh tiga hal yang amat sangat penting. Memerlukan proses persiapan yang sengaja dan sistematis sebelum orang mengerjakan professional tersebut. 5. Kompetensi sosial Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan pendidik dapat berinteraksi dengan baik. 2. 2. Untuk dapat meningkatkan tugasnya dengan baik pemerintah selalu memperbaharui undang-undang tentang keguruan baik secara langsung maupun yang diatur dalam permendiknas.1. Kompetensi pedagogi Kompetensi ini berkaitan dengan penguasan materi. tiga hal tersebut adalah keahlian. Standar kompetensi guru Seorang pendidik setidaknya memiliki empat kompetensi yaitu: 1. 3. Adanya pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah mengenai bidang layanan tertentu. serta berfungsi untuk menyakinkan pihak nlain yang terkait bahwa para anggota profesi tersebut dapat menyelenggarakan layanan keahlian yang terbaik. Memiliki organisasi profesi yang dapat melindungi anggotanya. Bidang ilmu pengetahuan yang menjadi landasan teknik dan prosedur kerja yang unik yang memeliki karakteristik yang berbeda dengan bidang pekerjaan lainnya. Memiliki mekanisme yang diperlukan untuk melakukan seleksi secara efektif. baik komunikasi dengan |Page . 4. dan hanya dapat dilakukan oleh mereka yang mempunyai keahlian tertentu pula. komitmen dan keterampilan. C. Sehingga hanya mnerekalah yang benar-benar kompetitif diperbolehkan melaksanakan bidang tersebut.

|Page . 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.16 tahun 2007 tentang standar kompetensi guru. 3. D. dapat dipercaya. SD/MI. 4. lembaga pendidikan. diantaranya yaitu dengan menetapkan Undang-undang No. Tahun 2005 tentang undang-undang guru dan dosen). Program pembinaan profesionalisme guru Pada masa sekarang ini sedang gencar-gencarnya pembinaan agar guru menjadi tenaga yang professional. jujur dan bertanggung jawab. Kompetensi personal Kompetensi ini berhubungan dengan dirinya sendiri baik sebagai pendidik maupun sebagai warga Negara. Kompetensi kepribadian kepribadian menuntut seorang pendidik Kompetensi mempunyai kepribadian yang baik. pemerintah melalui undangundangnya menetapkan undang-undang guru dan dosen dimana para pendidik disyaratkan telah lulus SI untuk TK/RA. diantaranya amanah. Ada beberapa program pemerintah untuk menjadikan guru sebagai tenaga professional. sehingga Negara Indonesia menjadi Negara yang maju dalam pendidikan.masyarakat. SMA/MA/SMK dan disyaratkan lulus S2 untuk tenaga pengajar di Universitas (UU 14. melakukan program sertifikasi guru/pendidik professional. Permen Diknas No. sesama pendidik dan yang lainnya yang menyangkut menuntut kemampuan berinteraksi. Dengan berbagai ketentuan diatas diharapkan seorang pendidik dapat menjadi tenga yang benar-benar professional sehingga mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) segenap warga Negara Indonesia. peserta didik. SMP/MTs. mensarjanakan para guru/pendidik yang sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil yang belum lulus S1.

DAFTAR PUSTAKA Nurdin. Yrama Widya. Farida. Yogyakarta: Hikayat Publising. Syafruddin. Suparlan. 2008 |Page . Sertifikasi Guru. 2002. Guru Sebagai Profesi. Sarimaya . Guru Professional Dan Implementasi Kurikulum. 2006. Jakarta: Ciputat Pres. Bandung: CV.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful