P. 1
CRS--Abses Cerebri

CRS--Abses Cerebri

|Views: 493|Likes:
Published by Nadia Chaerunnisa

More info:

Published by: Nadia Chaerunnisa on Jan 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Abses Otak (AO) adalah suatu reaksi piogenik yang terlokalisir pada jaringan otak.

(1,2) AO pada anak jarang ditemukan, dan si Indonesia juga belum banyak dilaporkan. Morgagni pertama kali melaporkan AO yang disebabkan oleh peradangan telinga. Pada beberapa penderita dihubungkan dengan kelainan jantung bawaan sianotik. (4,5,6) Mikroorganisme penyebab AO meliputi bakteri, jamur, dan parasit tertentu (2,7,8,9). Mikroorganisme tersebut mencapai substansia otak melalui aliran darah, perluasan infeksi sekitar otak, luka tembus trauma kepala dan kelainan kardiopulmoner. Pada beberapa kasus tidak diketahui sumber infeksinya (1,7). Gejala klinik AO berupa tanda-tanda infeksi, yaitu demam, anoreksi dan malaise, peninggian tekanan intracranial serta gejala neurologk fokal sesuai lokasi abses (1,7). Terapi AO terdiri dari pemberian antibiotic dan pembedahan (4,7,8,9,10). Tanpa pengobatan, prognosis AO jelek (2,6,7).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI Abses Otak adalah suatu reaksi piogenik yang terlokalisir pada jaringan otak.

PREVALENSI Angka kejadian yang sebenarnya dari AO tidak diketahui. Laki-laki lebih sering daripada perempuan dengan perbandingan 2:1 (6,9). Poerwadi melaporkan 18 kasus AO pada anak dengan usia termuda 5 bulan(3).

ETIOLOGI Berbagai mikroorganisme dapat ditemukan pada AO, yaitu bakteri, jamur dan parasit(11). Bakteri yang tersering adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus anaerob, Streptococcus beta hemolyticus, Streptococcus alpha hemolyticus, E coli dan Bacteroides(5,7,8). Abses oleh Staphylococcus biasanya berkembang dari perjalanan otitis media atau fraktur crania. Bila infeksi berasal dari sinus paranasalis penyebabnya adalah Strreptococcus aerob dan anaerob, Staphylococcus dan Hemofilus influenza. Abses oleh Streptococcus dan Pneumococcus sering merupakan komplikasi infeksi paru. Abses pada penderita jantung bawaan sianotik umumnya oleh Streptococcus anaerob(5). Jamur penyebab AO antara lain Nocardia asteroids, Cladosporium trichoides, dan spesies

7).7). sinusistis ethmoidalis. amputasi meningoensefalokel nasal dan abses apical dental dapat menyebabkan AO yang berlokasi pada lobus frontalis. selulitis orbita. Beberapa ahli membagi perubahan patologi AO dalam 4 stadium. kadang-kadang disertai bintik perdarahan. sedang abses lobus parietalis biasanya terjadi secara hematogen(2. Yang multiple biasanya ditemukan pada penyakit jantung bawaan sianotik. Biasanya terjadi pada umur lebih dari 2 tahun(11). kurang lebih 25%AO adalah kriptogenik (tidak diketahui penyebabnya). Setelah beberapa hari sampai beberapa minggu terjadi nekrosis dan pencairan pada pusat lesi sehingga membentuk suatu rongga abses.12). atau secara langsung seperti pada trauma kepala dan operasi kraniotomi. Pada tahap awal AO terjadi reaksi radang yang difus pada jaringan otak dengan infiltrasi leukosit disetai udem. adanya shunt dari kanan ke kiri akan menyebabkan darah sistemik selalu tidak jenuh sehingga sekunder terjadi polisitemia. yaitu : 1) 2) 3) 4) Stadium serebritis dini Stadium serebritis lanjut Stadium pembentukan kapsul dini Stadium pembentukan kapsul lanjut Abses dalam kapsul substansia alba dapat makin membesar dan meluas ke arah ventrikel. Kira-kira 62% AO disebabkan oleh flora campuran. tapi lama kelamaan dengan fibrosis yang progresif terbentuk kapsul dengan dinding yang konsentris. Tebal kapsul antara beberapa millimeter sampai ke beberapa sentimeter. PATOFISIOLOGI AO dapat terjadi akibat penyebaran perkontinuitatum dari focus infeksi di sekitar otak maupun secara hematogen dari tempat yang jauh. mastoiditis terutama menyebabkan AO lobus temporalis dan serebellum. fibroblast. maka bakterimia yang biasanya dibersihkan oleh paru-paru sekarang masuk langsung ke dalam sirkulasi sistemik yang kemudian ke daerah infark. Dua pertiga AO adalah soliter. Walaupun jarang. AO bersifat soliter atau multiple. Otitis media. hanya sepertiga AO adalah multiple(2. sedangkan yang perkontinuitatum biasanya berlokasi pada daerah dekat permukaan otak pada lobus tertentu(2. Abses yang terjadi oleh penyebaran hematogen dapat pada setiap bagian otak. dan makrofag mengelilingi jaringan yang nekrotik(11). tetapi paling sering pada pertemuan substansia alba dan grisea. Umumnya. tempat ini menjadi rentan terhadap bakteremia atau radang ringan. Entamuba histolitica. dapat menimbulkan meningitis(7).Candida dan Aspergillus. Astroglia. GAMBARAN KLINIK .9. Infeksi jaringan fasial. sehingga bila terjadi rupture. Polisitemia ini akan memudahkan terjadinya trombo-emboli.4. perlunakan dan kongesti jaringan otak. lokasi abses pada tempat yang sebelumnya telah mengalami infark akibat thrombosis. suatu parasit amuba usus dapat menimbulkan AO secara hematogen(5.7). Karena adanya shunt kanan ke kiri. Mula-mula abses tidak berbatas tegas.

LABORATORIUM Terutama pemeriksaan darah perifer yaitu pemeriksaan leukosit dan laju endap darah. terdapat gejala-gejala infeksi. EEG memperlihatkan perlambatan fokal yaitu gelombang lambat delta dengan frekuensi 13 siklus/detik pada lokasi abses(2. berlokasi terutama di daerah anterior sehingga gejala fokal adalah gejala sensorimotorik(7). Pemeriksaan EEG terutama penting untuk mengetahui lokalisasi abses dalam hemisfer. Abses serebelum biasanya berlokasi pada satu hemisfer dan menyebabkan gangguan koordinasi seperti ataksia. sakit kepala dan kejang. biasanya berasal hematogen dan berakibat fatal. anoreksia dan gejala-gejala peninggian tekanan intracranial berupa muntah.Pada stadium awal. kecuali bila terjadi perforasi dalam ruangan ventrikel(2.12). malaise. CT Scan .7). dapat pula menunjukkan adanya focus infeksi intraserebral. hemiparesis. Saat ini. Abses batang otak jarang sekali terjadi.7). hemianopsia homonym disertai kesadaran yang menurun menunjukkan prognosis yang kurang baik karena biasanya terjadi herniasi dan perforasi ke dalam kavum ventrikel(2. Pemeriksaan cairan cerebrospinal pada umumnya memperlihatkan gambaran yang normal. Abses lobus temporalis selain menyebabkan gangguan pendengaran dan mengecap didapatkan disfasia. tetapi dengan pemeriksaan ini tidak dapat diidentifikasi adanya abses. tremor.7).5.7. berupa trias abses otak yang terdiri dari gejala infeksi. Gangguan motorik terutama wajah dan anggota gerak atas dapat terjadi bila perluasan abses ke dalam lobus frontalis relative asimptomatis.12). daerah abses memperlihatkan bayangan yang hipodens daripada daerah otak yang normal dan biasanya dikelilingi oleh lapisan hiperdens. didapatkan peniggian leukosit dan laju endap darah(2.7. Pnemoensefalografi penting terutama untuk diagnostic abses serebelum. DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinik. Bisa didapatkan kadar protein yang sedikit meninggi dan sedikit pleositosis. gamabaran klinik AO tidak khas. seperti demam. Abses pada lobus frontalis biasanya tenang dan bila ada gejala-gejala neurologik seperti hemikonvulsi. defek penglihatan kuadran atas kontralateral dan hemianopsia komplit. Dengan arteriografi dapat diketahui lokasi abses di hemisfer. peninggian tekanan intracranial dan gejala neurologic fokal(2. pemeriksaan laboratorium disertai pemeriksaan penunjang lainnya(2.7). dismetri dan nistagmus. Dengan semakin besarnya AO gejala menjadi khas. Foto polos kepala memperlihatkan tanda peninggian tekanan intracranial.7). glukosa dalam batas normal atau sedikit berkurang(2. Dan Scanning otak menggunakan radioisotop technetium dapat diketahui lokasi abses. pemeriksaan angiografi mulai ditinggalkan setelah digunakan pemeriksaan yang relative noninvasive seperti CT Scan.

PENATALAKSANAAN Pada umumnya terapi AO meliputi pemberian antibiotic dan tindakan operatif berupa eksisi (aspirasi). dapat diberikan antibiotic secara polifragmasi ampicilin/penicillin dan kloramfenikol. terutama pada penderita AO dengan penyakit jantung bawaan sianotik. KOMPLIKASI Komplikasi meliputi : retardasi mental. .7).selain mengetahui lokasi abses juga dapat membedakan suatu serebritis dengan abses(2. Bila gejala klinik belum berlangsung lama (kurang dari 1 minggu) atau kapsul belum terbentuk. 2. Dengan pemeriksaan CT Scan dapat dibedakan keduanya. Tindakan pembedahan dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut di atas. Besar abses c. pada abses multiple tidak dilakukan operasi(2.7). kadang-kadang sukar dibedakan dari hidrosefalus. selain memberikan diagnosis yang lebih cepat juga lebih akurat. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan pemberian antibiotic. Tumor otak seperti astrositoma mempunyai gambaran klinik seperti AO.9). Pemilihan antibiotic didasarkan hasil pemeriksaan bakteriologik dan sensitivitas. sebagai berikut: 1. drainase dan ekstirpasi(2.7. DIAGNOSIS BANDING Gangguan pembuluh darah otak. kelainan neurologic fokal yang lebih berat. Soliter atau multiple. Sebelum ada hasil pemeriksaan bakteriologik. Magnetic Resonance Imaging saat ini banyak digunakan. yang bersifat oklusi dan perdarahan. Abses yang lokasinya jauh dalam jaringan otak merupakan kontraindikasi operasi b.13). pada AO perlahan. Serangan neurologic timbulnya mendadak. abses subdural dan abses epidural serta hematoma epidural(2. Jarang terjadi sebelum usia 2 tahun. Golongan sefalosporin generasi ketiga dapat pula digunakan. Sifat-sifat abses a. epilepsy. Hidrosefalus Gejala klinik AO di bawah 2 tahun. Bila penyebabnya kuman anaerob dapat diberikan metronidazol. Komplikasi ini terjadi bila AO tidak sembuh sempurna. Kelainan yang lain yang harus dibedakan dari AO adalah proses desak ruang intracranial seperti hematoma subdural.

2. Prognosis AO soliter lebih baik daripada multiple(2.7). ILUSTRASI KASUS DISKUSI DAFTAR PUSTAKA .5.PROGNOSIS Tergantung dari: 1. I. 3. Cepatnya diagnosis ditegakkan Derajat perubahan patologis Soliter atau multiple Penanganan yang adekuat Dengan alat-alat canggih dewasa ini AO pada stadium dini dapat lebih cepat didiagnosis sehingga prognosa lebih baik. II. 4. III.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->