Dalam bahasa Arab aqidah berasal dari kata al-µaqdu ( ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu ( ) yang berarti kepercayaan

atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu ( ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah ( ) yang berarti mengikat dengan kuat. Sedangkan menurut istilah (terminologi): µaqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.[1] Jadi, µAqidah Islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid[2] dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikatmalaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma¶ (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath¶i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma¶ Salaf as-Shalih.[3]

Pembagian aqidah tauhid
Walaupun masalah qadha' dan qadar menjadi ajang perselisihan di kalangan umat Islam, tetapi Allah telah membukakan hati para hambaNya yang beriman, yaitu para Salaf Shalih yang mereka itu senantiasa menempuh jalan kebenaran dalam pemahaman dan pendapat. Menurut mereka qadha' dan qadar adalah termasuk rububiyah Allah atas makhlukNya. Maka masalah ini termasuk ke dalam salah satu di antara tiga macam tauhid menurut pembagian ulama:
y

y

y

Tauhid Al-Uluhiyyah, mengesakan Allah dalam ibadah, yakni beribadah hanya kepada Allah dan karenaNya semata. Tauhid Ar-Rububiyyah, mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah yang mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta ini. Tauhid Al-Asma' was-Sifat, mengesakan Allah dalam asma dan sifat-Nya, artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah, dalam dzat, asma maupun sifat.

Iman kepada qadar adalah termasuk tauhid ar-rububiyah. Oleh karena itu Imam Ahmad berkata: "Qadar adalah kekuasaan Allah". Karena, tak syak lagi, qadar (takdir) termasuk qudrat dan kekuasaanNya yang menyeluruh. Di samping itu, qadar adalah rahasia Allah yang- tersembunyi, tak ada seorangpun yang dapat mengetahui kecuali Dia, tertulis pada Lauh Mahfuzh dan tak ada seorangpun yang dapat melihatnya. Kita tidak tahu takdir baik atau buruk yang telah ditentukan untuk kita maupun untuk makhluk lainnya, kecuali setelah terjadi atau berdasarkan nash yang benar.[4] Tauhid itu ada tiga macam, seperti yang tersebut di atas dan tidak ada istilah Tauhid Mulkiyah ataupun Tauhid Hakimiyah karena istilah ini adalah istilah yang baru. Apabila yang dimaksud dengan Hakimiyah itu adalah kekuasaan Allah, maka hal ini sudah masuk ke dalam kandungan Tauhid Rububiyah. Apabila yang dikehendaki dengan hal ini adalah pelaksanaan hukum Allah di

Termasuk diantara cabang pada permasalahan ini dikelompokkan ke dalam permasalahan Ushuludin Para salaf telah banyak menyebutkan berkenaan dengan penamaan dari aqidah yang shahihah ini. menguatkan dan kokoh. Di pembahasan awal kitab. perkataan firqoh-firqoh yang sesat. Sikap pertengahan Ahlu Sunnah wal Jamaah diantara firqoh-firqoh sesat Kita masuk ke dalam pembahasan yang pertama yakni Penjelasan tentang istilah-istilah aqidah dan pengertiannya. beliau menjelaskan beberapa permasalahan yang perlu diketahui yang berkaitan dengan aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah. Para salaf telah menyusun kitab yang diberi judul As-Sunnah diantaranya ialah Kitab As-Sunnah yang dikarang oleh Imam Ahmad Ibn Hambal. maka hal ini sudah masuk ke dalam Tauhid Uluhiyah. Diantara nama yang disebutkan ialah Sunnah. Ini merupakan agama Nabi Sholallohu Alaihi Wa Salam yang terbagi menjadi keyakinan dan amaliah.diambil dari Sunnah Nabi Sholallohu Alaihi wa Salam yang mana hal tersebut merupakan penjelasan dari AlQur'an. Karena aqidah yang shahih -Aqidah Ahlu Sunnah wal Jamaah. Lihatlah firman Allah pada surat Yusuf ayat 40.muka bumi. Hal tersebut dirangkum menjadi beberapa permasalahan diantaranya : 1. karena hukum itu milik Allah dan tidak boleh kita beribadah melainkan hanya kepada Allah semata. Kitab-KitabNya. Syaikh Al-Jibrin menerangkan pengertian aqidah dari sisi bahasa ialah sebuah kata yang berasal dari kata 'aqad yang berarti mengencangkan.[5 Berbicara mengenai aqidah Islam tentu tidak lepas dari yang namanya rujukan dan sumber. Yang dimaksudkan dengan amaliah adalah ilmu syar'i dan hukum-hukum yang berkaitan . berikut akan dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan aqidah yang diambil dari kitab Tahdzib Tashil Aqidah Al-Islam karya Syaikh Abdulloh ibn Abdul Aziz Al-Jibrin. Adapun pengertia dari sisi istilah ialah keimanan yang kokoh kepada Alloh Yang Maha Tinggi. mengikat. Para RasulNya. Kemudian Kitab As-Sunnah karya Ibn Abi Asim dan selain dari mereka berdua. Maka sebelum masuk pembahasan lebih lanjut yang berkaitan dengan aqidah. Ini untuk membedakan diantara aqidah. Mulai dari beriman kepada Alloh. Kemudian beliau juga menjelaskan termasuk diantaranya ialah rukun iman yang enam. Karena aqidah sifatnya adalah tauqifiyah yang mengharuskan adanya dalil ketika beriman dengannya. Penjelasan tentang istilah-istilah dari aqidah dan pengertiannya 2. Karakteristik dari aqidah Islam 3. Kepada Hari Akhir dan kepada Takdir Baik dan Takdir Buruk. MalaikatMalaikatNya. Para ulama juga menamakan aqidah ini dengan nama Ushuluddin.

Hal ini dikarenakan aqidah merupakan pokok dari agama. pada hakekatnya dia bodoh. niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (Az-Zumar : 65) Kemudian para ulama juga menamakan aqidah ini dengan nama Fiqhul Akbar. zakat. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya" (QS. para shiddiqin. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan).000 semuanya menyerukan kepada Tauhid (dikeluarkan oleh Al-Bukhari di At-Tarikhul Kabir 5/447 dan Ahmad di Al-Musnad 5/178179). Adakah yang lebih bodoh daripada orang yang tidak mengenal yang menciptakannya? Allah menciptakan manusia dengan seindah-indahnya dan selengkap-lengkapnya dibanding dengan makhluk / ciptaan lainnya. Sebagaimana hukum solat. jual beli dan selainnya bersifat cabang atau kita sebut sebagai cabang dari aqidah. Kemudian Allah bimbing mereka dengan mengutus para Rasul-Nya (Menurut hadits yang disampaikan Abu Dzar bahwa jumlah para Nabi sebanyak 124. Sementara dari jalan sahabat Abu Umamah disebutkan bahwa jumlah para Rasul 313 (dikeluarkan oleh Ibnu Hibban di Al-Maurid 2085 dan Thabrani di Al-Mu'jamul Kabir 8/139)) agar mereka berjalan sesuai dengan kehendak Sang Pencipta melalui wahyu yang dibawa oleh Sang Rasul. AnNisa':69) Pendahuluan Nilai suatu ilmu itu ditentukan oleh kandungan ilmu tersebut.dengan tata cara beramal. zakat. Dan kitab pertama yang ditulis secara khusus yang berkaitan dengan aqidah adalah Kitab Fiqhul Akbar karya Imam Abu Hanifah Aqidah Islamiyah "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. Apabila aqidah rusak maka tidak diterima ibadahnya dan menjadi batal pahalanya. Sehingga orang yang tidak kenal Allah SWT disebut kafir meskipun dia Profesor Doktor. Karena aqidah adalah semulia-mulia ketaatan dan benarnya aqidah merupakan syarat dari diterimanya ibadah dan amaliah. Semakin besar dan bermanfaat nilainya semakin penting untuk dipelajarinya. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah. jual beli dan selainnya. Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang mengenalkan kita kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Alloh Ta'ala : "Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. Sang Pencipta. Dan adapun fiqh dalam amal dinamakan Fiqh Asghor. Hukum solat. yaitu: Nabi-nabi. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Namun ada yang menerima disebut mu'min ada pula yang menolaknya disebut kafir serta ada yang ragu-ragu disebut .

letaknya di hati dan tidak ada kaitannya dengan cara-cara perbuatan (ibadah). Disinilah pentingnya aqidah ini. Dia dalam tubuh manusia seperti kepalanya.Munafik yang merupakan bagian dari kekafiran. Malaikat-malaikat. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya. zakat. puasa. Para Rasul. dan keimanan kepada takdir Allah baik dan buruknya. aqidah bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena masalahnya sangat jelas dan tidak terjadi perbedaan-perbedaan faham. pada masa pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib timbul pemahaman -pemahaman baru seperti kelompok Khawarij yang mengkafirkan Ali dan Muawiyah karena melakukan tahkim lewat utusan masingmasing yaitu Abu Musa Al-Asy'ari dan Amru bin Ash. Ini disebut amal sholeh. dan seluruh bentuk ibadah disebut sebagai cabang. Nilai perbuatan ini baik buruknya atau diterima atau tidaknya bergantung yang pertama. Apalagi ini menyangkut kebahagiaan dan keberhasilan dunia dan akherat. Kitab-kitab. jilid 1 hal. Dialah kunci menuju surga. Hari Akherat. maka amal tersebut tertolak. Aqidah secara bahasa berarti sesuatu yang mengikat. . Bagian ini disebut pokok atau asas. karena faktor manusia." Perkembangan Aqidah Pada masa Rasulullah SAW. lihat Syarh Shohih Muslim oleh Imam Nawawi. Begitu pentingnya Aqidah ini sehingga Nabi Muhammad. Aqidah menurut terminologi syara' (agama) yaitu keimanan kepada Allah. Ibadah yang memenuhi satu syarat saja. 126) dan dibantah oleh Ibnu Umar karena terjadinya penyimpangan-penyimpangan. umpamanya ikhlas saja tidak mengikuti petunjuk Rasulullah SAW tertolak atau mengikuti Rasulullah SAW saja tapi tidak ikhlas. umpamanya. Timbul pula kelompok Syiah yang menuhankan Ali bin Abi Thalib dan timbul pula kelompok dari Irak yang menolak takdir dipelopori oleh Ma'bad Al-Juhani (Riwayat ini dibawakan oleh Imam Muslim. Terkadang aqidah juga digunakan dengan istilah Tauhid. pertama : Ikhlas karena Allah SWT yaitu berdasarkan aqidah islamiyah yang benar. penutup para Nabi dan Rasul membimbing ummatnya selama 13 tahun ketika berada di Mekkah pada bagian ini. Makanya syarat diterimanya ibadah itu ada dua. Para ulama menulis bantahan-bantahan dalam karya mereka. Makanya kita dapatkan keterangan para sahabat yang artinya berbunyi : "Kita diberikan keimanan sebelum Al-Qur'an" Nah. Dalam syariat Islam terdiri dua pangkal utama. karena aqidah adalah landasan semua tindakan. Kedua : Perbuatan yaitu cara-cara amal atau ibadah seperti sholat. Pertama : Aqidah yaitu keyakinan pada rukun iman itu. Inilah makna yang terkandung dalam Al-Qur'an surah Al-Kahfi 110 yang artinya : "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. kalaupun terjadi langsung diterangkan oleh beliau. Sampai benar-benar memenuhi dua kriteria itu. Pada keyakinan manusia adalah suatu keyakinan yang mengikat hatinya dari segala keraguan. Maka apabila suatu ummat sudah rusak. Kedua : Mengerjakan ibadahnya sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. bagian yang harus direhabilitisi adalah kepalanya lebih dahulu. Ini disebut Rukun Iman.

dan jangan pula Suwa'. Tak jarang mengagungkan para pemikir dan ilmuwan Barat serta hasil teknologi yang telah dicapainya sekaligus menerima tingkah laku dan kebudayaan mereka.ushuluddin (pokok-pokok agama). 4. Kuburan-kuburan mereka dijadikan tempat meminta. Taklid buta kepada perkataan tokoh-tokoh yang dihormati tanpa melalui seleksi yang tepat sesuai dengan argumen Al-Qur'an dan Sunnah. Tidak menguasainya pemahaman aqidah yang benar karena kurangnya pengertian dan perhatian. Ya'uq dan Nasr. Dia akan berjalan tanpa arah yang jelas dan penuh dengan keraguan dan menjadi pribadi yang sakit personaliti. Ringkasnya : Aqidah Islamiyah yang shahih bisa disebut Tauhid." mereka menjawab: "(Tidak). Lengah dan acuh tak acuh dalam mengkaji ajara Islam disebabkan silau terhadap peradaban Barat yang materialistik itu. sehingga menempatkan mereka setara dengan Tuhan. As-Sunnah (jalan yang dicontohkan Nabi Muhammad). Bahaya Penyimpangan Pada Aqidah Penyimpangan pada aqidah yang dialami oleh seseorang berakibat fatal dalam seluruh kehidupannya. Seperti firman Allah SWT tentang ummat terdahulu yang keberatan menerima aqidah yang dibawa oleh para Nabi dalam Surat Al-Baqarah 170 yang artinya : "Dan apabila dikatakan kepada mereka. Yaghuts. Hal itu karena menganggap mereka sebagai penengah/arbiter antara dia dengan Allah. atau dapat berbuat seperti perbuatan Tuhan. 2. Sedangkan manhaj (metode) dan contohnya adalah ahlul hadits. . Al-Fiqhul Akbar (fiqih terbesar). "Ikutlah apa yang telah diturunkan Allah." 5. Sehingga apabila tokoh panutannya sesat. maka ia ikut tersesat. bukan saja di dunia tetapi berlanjut sebagai kesengsaraan yang tidak berkesudahan di akherat kelak. Ahlus Sunnah wal Jamaah (mereka yang menetapi sunnah Nabi dan berjamaah) atau terkadang menggunakan istilah ahlul hadits atau salaf yaitu mereka yang berpegang atas jalan Rasulullah SAW dari generasi abad pertama sampai generasi abad ketiga yang mendapat pujian dari Nabi SAW. Akibatnya berpaling dan tidak jarang menyalahi bahkan menentang aqidah yang benar. bernadzar dan berbagai ibadah yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah. Demikian itu pernah dilakukan oleh kaumnya Nabi Nuh AS ketika mereka mengagungkan kuburan para sholihin." 3. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. fiqih akbar. dan ushuluddin. Berlebihan (ekstrim) dalam mencintai dan mengangkat para wali dan orang sholeh yang sudah meninggal dunia. Lihat Surah Nuh 23 yang artinya : "Dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan) Wadd. Biasanya penyimpangan itu disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya : 1. dan tidak mendapat petunjuk. ahlul sunnah dan salaf." (Apabila mereka akan mengikuti juga). tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. Fanatik kepada peninggalan adat dan keturunan. Karena itu dia menolak aqidah yang benar.

orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Berbeda dengan filsafat yang merupakan karya manusia. itupun dengan informasi yang kering. sehingga anak tumbuh tidak mengenal aqidah Islam. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa' 69 yang artinya : "Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya. antara bumi dan langit dan antara ibadah dan adat serta antara dunia dan akherat. pimpinan maupun lainnya. lingkungannya. 2. dalam keadaan beriman. para shiddiqin. Bayangkan. maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Membentuk pribadi yang seimbang yaitu selalu kepada Allah baik dalam keadaan suka maupun duka. antara siang dan malam. Dan merupakan keserasian antara ruh dan jasad. atau memajusikannya" (HR: Bukhari). dan lain sebagainya. menashranikannya. Pada hal Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan yang artinya : "Setiap anak terlahirkan berdasarkan fithrahnya. Apabila anak terlepas dari bimbingan orang tua.6. banyak yang tidak berdasar ajaran Islam. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat Allah. Membebaskan dirinya dari ubudiyah / penghambaan kepada selain Allah. Pendidikan di dalam rumah tangga. harta. Makanya seorang mu'min harus yakin kebenaran Aqidah Islamiyah sebagai poros dari segala pola laku dan tindakannya yang akan menjamin kebahagiannya dunia akherat. maka kedua orang tuanya yang meyahudikannya. yaitu: Nabi-nabi. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. tentu banyak kelemahannya." Dan juga dalam Surah An-Nahl 97 yang artinya : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik lakilaki maupun perempuan. maka anak akan dipengaruhi oleh acara / program televisi yang menyimpang. apa yang bisa diperoleh dari 2 jam seminggu dalam pelajaran agama. . maka kesempurnaannya tidak diragukan lagi. Faedah yang akan diperoleh orang yang menguasai Aqidah Islamiyah adalah : 1." Faedah Mempelajari Aqidah Islamiyah Karena Aqidah Islamiyah bersumber dari Allah yang mutlak. baik bentuknya kekuasaan. memahami dan mengaplikasikan Aqidah Islamiyah yang shahih agar hidup kita yang sekali dapat berjalan sesuai kehendak Sang Khalik demi kebahagiaan dunia dan akherat kita. Tidak ada jalan lain untuk menghindar bahkan menyingkirkan pengaruh negatif dari hal-hal yang disebut diatas adalah mendalami. Peranan pendidikan resmi tidak memberikan porsi yang cukup dalam pembinaan keagamaan seseorang. Ditambah lagi mass media baik cetak maupun elektronik banyak tidak mendidik kearah aqidah bahkan mendistorsinya secara besar-besaran. 7.

antara pinter dan bodoh. Aqidah Islamiyah adalah asas persaudaraan / ukhuwah dan persamaan.3. Tidak beda antara miskin dan kaya. Aqidah memberikan kekuatan kepada jiwa . terhadap jiwa. antar pejabat dan rakyat jelata. Takut kepada kurang rizki. Dia merasa aman dari berbagai macam rasa takut dan cemas. jin dan seluruh manusia termasuk takut mati. Dia hanya berharap kepada Allah dan ridho terhadap segala ketentuan Allah. keluarga. sekokoh gunung. 4. antara kulit putih dan hitam dan antara Arab dan bukan. kecuali takwanya disisi Allah SWT. harta. . Sehingga dia penuh tawakkal kepad Allah (outer focus of control). 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful