P. 1
Hibah

Hibah

|Views: 526|Likes:
Published by Yayan Ruyandi

More info:

Published by: Yayan Ruyandi on Jan 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2012

pdf

text

original

BELANJA HIBAH

Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah 1 Pasal 27 Ayat (7) dinyatakan bahwa : Klasifikasi Belanja menurut Jenis Belanja terdiri dari : a. Belanja Pegawai b. Belanja Barang dan Jasa c. Belanja Modal d. Bunga e. Subsidi f. Hibah g. Bantuan Sosial h. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan, dan i. Belanja Tidak Terduga Penjelasan Pasal 27 Ayat (7) Huruf f. : Hibah digunakan untuk menganggarkan pemberian uang / barang atau jasa kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat, serta tidak secara terus menerus. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 59 Tahun 2007 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 32 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2009 3

Lampiran I Surat Edaran Bupati Malang Nomor : 910 / 2460 / 421.119 / 2009 Tanggal : 6 Oktober 2009

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 900/2677/SJ tanggal 8 Nopember 2007 Perihal Hibah dan Bantuan Daerah 4 Menindaklanjuti ketentuan Pasal 42, Pasal 43 dan Pasal 44 Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah perlu disampaikan penjelasan terkait dengan landasan pelaksanaan sebagai berikut : 1. Bahwa dalam mencapai tujuan pembangunan Daerah, Pemerintah Daerah sesuai ketentuan perundang-undangan diperbolehkan untuk memberikan hibah kepada Pemerintah, Pemerintah Daerah lainnya, Perusahaan Daerah, Masyarakat dan Organisasi kemasyarakatan sesuai dengan ketentuan pemberian hibah;

Pasal 42 Ayat (1) Belanja Hibah digunakan untuk Lampiran pada Angka II.2.a.7) Belanja Hibah : menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk a) Pemberian hibah untuk mendukung fungsi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang uang, barang dan/atau jasa kepada Pemerintah atau dilakukan oleh Pemerintah (Instansi Vertikal Pemerintah Daerah lainnya, Perusahaan Daerah, seperti TMMD dan KPUD), semi Pemerintah masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan yang (seperti PMI, KONI, KORPRI, dan PKK), secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya; Pemerintah Daerah lainnya, Perusahaan Daerah, serta Masyarakat dan Organisasi Pasal 42 Ayat (4a) Belanja Hibah diberikan secara Kemasyarakatan, yang secara spesifik telah selektif dengan mempertimbangkan kemampuan ditetapkan peruntukannya, dapat keuangan Daerah, rasionalitas dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah; dianggarkan dalam APBD Pasal 42 Ayat (5) Pemberian Hibah dalam bentuk uang atau dalam bentuk barang atau jasa dapat diberikan kepada Pemerintah Daerah tertentu sepanjang ditetapkan dalam Peraturan PerundangUndangan; Pasal 43 Ayat (1) Hibah kepada Pemerintah bertujuan untuk menunjang peningkatan penyelenggaraan fungsi Pemerintah di Daerah; Pasal 43 Ayat (2) Hibah kepada Perusahaan Daerah bertujuan untuk menunjang peningkatan pelayanan kepada masyarakat; Pasal 43 Ayat (3) Hibah kepada Pemerintah Daerah lainnya bertujuan untuk menunjang peningkatan penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan layanan dasar umum; b) Dalam menentukan Organisasi atau lembaga yang akan diberikan hibah agar dilakukan secara selektif dan rasional dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah;

c) Dalam rangka akuntabilitas penggunaan hibah 2. Pemberian hibah pada prinsipnya bersifat kepada Pemerintah, Pemerintah Daerah tidak mengikat atau terus menerus yang lainnya, Perusahaan Daerah, Organisasi diartikan bahwa pemberian hibah sangat Masyarakat dan Masyarakat agar pemberian tergantung pada kemampuan keuangan hibah dilengkapi dengan Naskah Daerah dan urgensi serta kepentingan Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Daerah dalam pemberian hibah, sehingga Pemerintah Daerah dengan penerima hibah diharapkan hibah dimaksud akan dapat serta kewajiban penerima hibah memberikan nilai manfaat bagi Pemerintah mempertanggungjawabkan penggunaan dana Daerah dalam mendukung terselenggaranya yang diterima sebagaimana ditetapkan dalam fungsi Pemerintahan, Pembangunan dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: Kemasyarakatan; 900/2677/SJ tanggal 8 Nopember 2007 tentang Hibah dan Bantuan Daerah.

Page 1 of 4

yang dilakukan secara 5. KONI. transparan dan Pengamanan Daerah. akuntabel.7) akuntabilitas dan sasaran pemberian hibah dengan dukungan Penyelenggaraan Pemerintah Belanja Hibah dan Bantuan Sosial dapat berjalan secara efektif. Pramuka. dapat yang tidak mengikat / tidak secara terus menerus dan Perusahaan Daerah. perusahaan daerah. pemberian Direktur Jenderal Bina Administrasi menunjang penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. dan kebutuhan atas kegiatan tersebut dalam Masyarakat. tidak mengikat dan diupayakan dalam barang dan jasa sebagai berikut : penetapan besaran bantuannya sejalan dengan a. yang Page 2 of 4 . dan PKK). Terhadap pelaksanaan belanja hibah kepada KORPRI. jumlah wajib dan tugas-tugas pemerintahan daerah memelihara kesejahteraan masyarakat dalam uang dihibahkan. Dalam menjalankan fungsi Pemerintah tidak menggangu penyelenggaraan urusan Daerah dibidang kemasyarakatan dan guna penerima hibah. Pelaksanaan pemberian hibah dimaksud Pasal 43 Ayat (4) Hibah kepada Masyarakat dan Tahun 2009 Tentang Pedoman Penyusunan memenuhi persyaratan administrasi terkait Organisasi kemasyarakatan bertujuan untuk APBD Tahun Anggaran 2010 dengan aspek penganggaran. masyarakat dan dianggarkan dalam APBD. selektif. tidak wajib serta harus digunakan sesuai dengan organisasi kemasyarakatan. tujuan pemberian hibah. secara selektif. pelaksanaan. mengikat / tidak secara terus menerus diartikan Pemerintah (seperti PMI. sehingga hibah persyaratan yang ditetapkan dalam Naskah b).a. dan Pemerintah Daerah kepada Menteri Dalam Negeri PKK). KORPRI. yang secara Pasal 44 Ayat (1) Belanja Hibah bersifat bantuan bentuk uang. maka instrument pemberian hibah yang penyelenggaraan pemerintahan daerah yang pelaksanaannya disesuaikan dengan dilakukan oleh Pemerintah (instansi vertikal Pasal 43 Ayat (5) Belanja Hibah kepada Pemerintah kepentingan daerah dan ketentuan seperti TMMD dan KPUD). Pemberian hibah untuk mendukung fungsi Daerah. KONI. Oleh Karena itu. Pasal 44 Ayat (4) Naskah Perjanjian Hibah Daerah serta kemampuan keuangan daerah sehingga (NPHD) sekurang-kurangnya memuat identitas d). serta masyarakat dan 4. Pramuka.1 2 3 4 Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Organisasi semi kemampuan keuangan daerah. bahwa pemberian hibah tersebut ada batas c). Sejalan dengan a). dan penyelenggaraan berkeadilan dengan mempertimbangkan Pasal 44 Ayat (3) Hibah yang diberikan secara tidak Pilkada oleh KPUD).2. barang dan jasa. Organisasi non Pemerintah (instansi vertikal) supaya ketergantungan pada kemampuan keuangan daerah Pemerintah (seperti Ormas dan LSM) dan dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri up. dan Menteri Keuangan setiap akhir tahun anggaran. Hibah dapat diberikan dalam bentuk uang. semi Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan Perundang-undangan. Hibah adalah salah satu bentuk instrumen bantuan bagi Pemerintah Daerah baik dalam organisasi kemasyarakatan. lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan skala tertentu. kepada spesifik telah ditetapkan peruntukannya. Pemerintah Daerah dapat dan pelayanan umum kepada masyarakat . meningkatkan partisipasi penyelenggaraan dan pertanggungjawabannya agar pembangunan daerah atau secara fungsional terkait Lampiran pada Angka II. memberikan bantuan sosial kepada kelompok / anggota masyarakat. hibah harus dilakukan secara selektif sesuai Keuangan Daerah dan Menteri Keuangan dengan urgensi dan kepentingan daerah setelah tahun anggaran berakhir. Vertikal (seperti : kegiatan TMMD. 25 3. Pemerintah Daerah lainnya. Dalam menentukan organisasi atau lembaga dapat diberikan juga kepada Instansi yang akan diberikan hibah agar dilakukan Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Hibah dalam bentuk uang dianggarkan jiwa Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun oleh Pejabat Pengelola Keuangan 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Daerah (PPKD) dalam kelompok Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah beserta belanja tidak langsung. (seperti PMI. itu.

Pertanggungjawaban pemberian Hibah dilakukan sebagai berikut : a. Hibah dalam bentuk jasa dianggarkan dalam bentuk Program dan kegiatan oleh SKPD dalam kelompok belanja langsung. sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan. Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah diupayakan agar jumlah alokasi anggaran belanja hibah dan bantuan sosial agar dibatasi dan diperjelas format pertanggungjawabannya. dalam bentuk laporan realisasi penggunaan dana. b. 4 penyalurannya dilakukan melalui transfer dana kepada penerima hibah sesuai dengan Peraturan Perundangundangan. Pramuka. Hibah dalam bentuk barang modal dianggarkan dalam bentuk Program dan Kegiatan oleh SKPD dalam kelompok belanja langsung. yang kemudian dicatat dan dilaporkan sebagai Aset Pemerintah Daerah pada Tahun Anggaran berkenaan dan pada saatnya diserahkan kepada penerima hibah dengan terlebih dahulu dilakukan penghapusan asset. e). Pengamanan daerah dan penyelenggaraan Pilkada oleh KPUD) dan Organisasi semi Pemerintah (seperti PMI. KONI. bukti-bukti lainnya yang sah sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan peraturan perundang-undangan lainnya. Pemberian bantuan sosial harus didasarkan kriteria yang jelas dengan mempertimbangkan asas keadilan. dilakukan melalui kegiatan SKPD bersangkutan. Korpri dan PKK) dipertanggungjawabkan oleh penerima hibah sebagai obyek pemeriksaan. Hibah dalam bentuk uang kepada organisasi Non Pemerintah (seperti Page 3 of 4 . transparan dan memprioritaskan kepentingan masyarakat luas. b. Hibah dalam bentuk uang kepada Instansi Vertikal (seperti kegiatan TMMD. 6.1 2 3 perubahannya dalam arti jumlahnya dibatasi tidak melebihi batas toleransi untuk penunjukan langsung. c.

c. Hibah dalam bentuk barang dipertanggungjawabkan oleh penerima hibah berdasarkan berita acara serah terima barang dan penggunaan atau pemanfaatan harus sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Page 4 of 4 .1 2 3 4 Ormas dan LSM) dan masyarakat dipertanggungjawabkan dalam bentuk bukti tanda terima uang dan laporan realisasi penggunaan dana sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang pengaturan pelaksanaannya ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->