Islam dan Budaya

8 April 2009 Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. Ajaran-ajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini, sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : ³ Kami tidak menurunkan Al Qur¶an ini kapadamu agar kam menjadi susah ³. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur¶an ini, akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini, niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit dan penuh penderitaan. Ajaran-ajaran Islam yang penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini, tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia, kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia, dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasan-batasannya.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazanah pemikian Islam. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. 149, disebutkan bahwa: ³ budaya ³ adalah pikiran, akal budi, adat istiadat. Sedang ³ kebudayaan´ adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat, akhlak, kesenian , ilmu dll). Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup, way of life, dan kelakuan. Definisidefinisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. Untuk memudahkan pembahasan, Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. Kehidupan Spritual 2. Bahasa dan Kesustraan 3. Kesenian 4. Sejarah

berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. pernikahan. perahu ). Bahkan menurut Hegel. peralatan ( pakaian. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. seperti Pater Jan Bakker. tatanegara. makanan. tata hukum. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbol-simbol agama. dalam bukunya ³Filsafat Kebudayaan´ menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. yang mencakup . karena menurutnya. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. kematian ). bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. seperti sarana ( candi. Hal itu.masing agama. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. Dari keterangan di atas. kesenian. Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah.bangunan . pantun. Aspek kehidupan Spritual. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. seni rupa ( melukis). sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Ilmu Pengetahuan. seperti upacara-upacara ( kelahiran. . alat-alat upacara). arsitektur) . visual arts dan performing arts. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. Keyakinan ini disebut Iman. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. syair. seni pertunjukan ( tari. Heddy S. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. mencakup kebudayaan fisik. Juga mencakup sistem sosial.5. Putra. Di sinilah. patung nenek moyang. Adapun menurut para ahli Antropologi. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . novel-novel. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada.ayat dari kitab suci. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan . bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Berbagai tingkah laku keagamaan. Sebaliknya sebagian ahli. A. filsafat kebudayaan dan sejarah ). sedang kebudayaan merupakan karya manusia. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu.bukanlah diatur oleh ayat. masih menurut ahli antropogi. musik.

sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. norma dan pedoman. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. sebagaimana tersebut di atas. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Teori seperti ini. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. pembisik dari malaikat . sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya ³Selain menciptakan manusia. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : ³ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. berasal dari agama. Sampai disini.merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. karena diciptakan dari unsur cahaya. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. dan pembisik dari syetan. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. Dengan demikian. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. karena diciptkan dari api. sebagai aplikasi dari unsur tanah. . Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . Dan kelompok ketiga. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. Kelompok kedua. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. penglihatan dan hati. saling bertentangan dan tarik menarik. Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. maka unsur syetanlah yang menang. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk ³ berbudaya ³. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil karya manusia. Sedangkan manusia. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. selain memberikan bekal. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. berkemajuan. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. Di sini. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. maka unsur malaikatlah yang menang. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. Oleh karena itu.

kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. sebagaimana telah diterangkan di atas. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. Menentukan bentuk bangunan Masjid. . sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. Dalam kaidah fiqh disebutkan : ³ al adatu muhakkamatun ³ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. Dari situ. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia ³. Tetapi yang perlu dicatat. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. Prinsip semacam ini. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. seperti . budaya dan persatuan. di dalam masyarakat Aceh. keluarga wanita biasanya. disebutkan : ³ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. yang merupakan bagian dari budaya manusia. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. Dalam penjelasan UUD pasal 32. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. dibolehkan memakai arsitektur Persia. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok.Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. Pernyataan seperti itu tidak benar. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil ³ al adatu muhakkamatun ³ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. umpamanya. pasal 32. dengan tidak menolak bahanbahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri.

Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. dan secara besar-besaran. Kemudian kalau sudah tiba masanya. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. Islam melarangnya. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. kemudian di ³ rekonstruksi´ sehingga menjadi Islami. dan persatuan. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. Mereka mempunyai budaya ³ Tumpeng Rosulan ³. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. budaya ³ ngaben ³ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. sebuah upacara pembakaran mayat. Bedanya. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya ³tiwah³ . jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). Di daerah Toraja. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . menjadi bentuk ³ Ibadah´ yang telah ditetapkan aturan-aturannya. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan . tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. Seperti. karena disaksikan oleh para penduduk dari desa-desa dalam daerah yang luas. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syairsyair Jahiliyah. dalam ³ tiwah´ ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : ³ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. seperti lafadh ³ talbiyah ³ yang sarat dengan kesyirikan. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. untuk memakamkan orang yan meninggal. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. juga memerlukan biaya yang besar. Jawa tengah. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. thowaf di Ka¶bah dengan telanjang.Contoh yang paling jelas. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih.

Abdul Hadi WM. Dan juga. maka nash jauh lebih kuat. Jakarta. setelah terbukti ke-autentikannya. sedang nash syare¶at mengikat manusia secara keseluruhan. bahwa Islam tidak boleh memusuhi atau merombak kultur lokal. Dan karena tradisi.lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. adalah tidak benar. Wallahu a¶lam Oleh DR.malam lebaran. Zain An Najah . sebagaimana yang tersebut dalam hadits : ³ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. maka sesuatu itu baik ³ Dari situ. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. dosen di Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. jelas bahwa apa yang dinyatakan oleh Dr. Sedang nash syareat. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. tapi harus memposisikannya sebagai ayat-ayat Tuhan di dunia ini atau fikih tidak memadai untuk memahami seni..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful