LAMPIRAN: KEPUTUSAN DPRD KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Nomor 170/SK-10/V/2010 Tentang : Persetujuan DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara

Terhadap LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Kutai Kartanegara Tahun 2005 - 2010

Laporan Keterangan Pertanggungjawabdarian Akhir Masa Jabatan ( LKPJ – AMJ ) Tahun 2005 – 2010 adalah LKPJ Kepala Daerah kepada DPRD yang berupa informasi Penyelenggaraan Pemerintahan yang isinya merupakan rangkuman dari LKPJ tahun – tahun sebelumnya dari tahun anggaran 2005 sampai dengan tahun anggaran 2009 ditambah sisa masa jabatan sampai pertengahan bulan April 2010 yang telah mendapat rekomendasi dari DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara. LKPJ Akhir Masa Jabatan merupakan perwujudan tanggungjawab dan amanah yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Dalam Perspektif amanah dan substansi kepemerintahan harus disampaikan kepada DPRD, sekaligus merefleksikan akuntabilitas bersama antara kelembagaan Pemerintah Daerah dan DPRD. Hal tersebut merupakan konsekwensi atas berbagai kesepakatan bersama dalam memaknai kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang telah dituangkan dalam APBD Tahun Anggaran 2005 - 2010. Dengan demikian LKPJ Akhir Masa Jabatan merupakan wahana untuk saling berbagi peran dalam menganalisis kinerja Pemerintahan Daerah, hal tersebut akan mendorong tumbuhnya semangat Obyektivitas dan kemitraan yang harmonis untuk menyempurnakan kinerja Pemerintahan Daerah dimasa mendatang. Memaknai kinerja Pemerintah Daerah yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2005 - 2010, tidak terlepas dari dokumen Rencana Pemangunan Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2005 – 2010, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kebijakan Umum Anggaran ( KUA ) dan Prioritas Plofon Anggaran (PPA) Tahun 2005 - 2010

Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 - 2010 DPRD Kab. Kukar

Page 1

Inti dari semua dokumen perencanaan tersebut. 1. Kesetaraan. Pengembangan Pertanian dalam arti luas ( Agriculture ) 3. Maju. Peningkatan Sumber Daya Manusia ( Human Resouces ) 2. Pengembangan industry pariwisata dan Kutai Kartanegara sebagai tujuan wisata ( Tourism ) Ketiga bidang ini akan menjadi tumpuan perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara masa depan yang terus di gali di kembangkan dan harus di tingkatkan. Yaitu “Menghasilkan Pemerintahan Kabupaten Yang Baik dan Bersih Berlandaskan Asas Keadilan. Pemberdayaan pemerintah daerah (eksekutif dan legislatief) dan penegakan supremasi hukum 2.2010 DPRD Kab. Pemberdayaan seluruh komponen ekonomi 3. arah pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara kedepan memprioritaskan tiga bidang pengembangan yaitu . Mandiri dan Sejahtera” Dalam upaya tersebut kerangka rencana pembangunan lima tahunan yakni “ akselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat guna mendukung pencapaian visi Kutai Kartanegara 2010 “ dengan memadukan 3 misi yakni : 1. pada dasarnya merupakan sebuah kerangka kerja untuk mewujudkan VISI dan MISI dan STRATEGI Pembangnan yang tertuang dalam Gerbang Dayaku Tahap II. Pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian sosial dan kemandirian ekonomi Seiring dengan itu maka berdasarkan Keunggulam Komperatif (comparative advantage) dan Keuanggulan Kompetitif (competitive advantage) . Sebagai tindaklanjut fungsi DPRD sesuai dengan UU No 32 tahun 2004 Tentang pemerintah daerah dimana Bupati Tidak bertanggungjawab kepada DPRD tetapi DPRD sebagai mitra dari Pemerintah yang mempunyai fungsi kontrol atas penyelenggaraan Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 . Keragaman dan Demokrasi Menuju Terbentuknya Masyarakat Yang Berkualitas. Kukar Page 2 .

Kukar Page 3 . Tanggapan Atas Strategi Memacu pemerataan dan pertumbuhan ekonomi Dalam strategi memacu pertumbuhan ekonomi disebutkan bahwa pemerintah mendorong usaha dengan mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbaharuhi (unrenewable resources) kepada sumber daya alam yang terbaharui (Renewable resources). b. Kondisi ini tentu saja kecuali membebani anggaran belanja pegawai juga berpengeruh pada produktivitas pegawai yang rendah. TANGGAPAN ATAS KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH a. Oleh karena itu Pemerintah Daerah dalam upaya meningtkatkan kualitas dan kapasitas aparaturnya dalam pelayanan publik harus memperhatikan kebutuhan riil atas fungsi layanan yang diberikan. i. Tanggapan Atas Strategi Peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan publik Peningkatan kualitas dan kapasitas pelayanan publik tidak terlepas dari pembenahan aparaturnya.2010 DPRD Kab. Namun justru dalam praktek tidak demikian. dalam dokumen PDRB kontribusi sektor pertambangan non migas dari Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 . Berkaitan dengan kepegawaian hendaknya distribusi PNS dikelola sedemikian rupa agar tidak terkonsentrasi di pusat Kabupaten tetapi di Kecamatan-Kecamatan yang jauhpun hendaknya terdistribusi PNS dengan baik. Dalam hal kepegawaian kabupaten Kutai Kartanegara mencatat rekor yang tidak menggembirakan seperti jumlah PNS yang besar dan tidak sebanding dengan beban kerja maupun jumlah T3D yang terbesar di Indonesia.kepemerintahan. Adapun tujuan tanggapan atas LKPJ dari DPRD adalah untuk memberikan rekomendasi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan daerah ke depan. ii. Kecuali itu sistem reward dan punishment harus disusun melalui keputusan Bupati dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku dan mampu memberi motivasi pagi pegawai untuk meningkatkan kinerjanya dalam pelayanan publik. iii. Oleh karana itu benyak hal yang akan disampaikan DPRD sebagai berikut: 1.

tahun ke tahun tren-nya justru semakin meningkat. ii.56 % justru pada tahun 2009 menurun menjadi 20.05 % kepada PDRB dan tahun 2009 meningkat menjadi 47. Dengan demikian upaya pemerintah dalam memelihara komitmen untuk konsisten dalam pemanfaatan sumber daya yang berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable develovement) kami nilai gagal. misalnya tahun 2008 Sektor Pertambangan dan Penggalian menyumbang sebesar 46. Sedangkan sektor pertanian trennya justru mengalami penurunan jika tahun 2008 kontribusi terhadap PDRB sebesar 21. juga sektor lain seperti pertanian tidak terganggu oleh aktivitas pertambangan tersebut. Disamping itu dalam upaya mengurangi ketergantungan pada sumber peraturan daerah yang mengendalikan jumlah produksi daya alam yang tak terbaharui (misal Tambang) maka pemerintah harus membuat pertambangan (misal batu bara) atau pembatasan produksi. Pemerintah harus konsisten dalam upaya mendorong ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi dengan program kerja yang mempunyai tolok ukur yang jelas tidak hanya sebatas Output-nya saja tapi harus berorientasi pada Outcame dan inpact. Hal ini karena sampai saat ini pemerintah belum membuat payung hukum yang mengatur mekanisme dan tata kelola CSR dari perusahaan tersebut. Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 . Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi eksplotasi pertambangan yang membabi buta sehingga aspek lain seperti pengendalian dampak lingkungan bisa dikelola dengan baik. Berkaitan dengan kondisi riil sebagaimana diuraikan diatas DPRD memberikan rekomendasi kepada pemerintah Kabupaten: i. c.69%.06%. Kukar Page 4 .2010 DPRD Kab. Tanggapan Atas Strategi Peningkatkan Pembangunan Teritorial Program-program pemberdayaan masyarakat desa dengan melibatkan pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah desa setempat melalui Corporate Social Responsibitity (CSR) masih belum sesuai dengan harapan.

Banyak bangunan sekolah yang tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. ii. Jika dikaitkan dengan kinerja pemerintah dalam upaya peningkatan PAD. banyak puskesmas yang masih kekurangan tenaga medis. Oleh karena itu kedepan diharapkan pemerintah sebagai berikut: i. Meskipun Pendapatan Asli daerah capaiannya melampoi target yaitu mencapai namun hal itu componen yang dominan adalah dari lain-lain pendapatan Asli daerah yang sah. Tanggapan Terhadap Pendapatan Daerah Secara Umum sejak Tahun 2005 sampai 2009 komposisi pendapatandi dominasi oleh Dana perimbangan. TANGGAPAN ATAS KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH a. tetapi harus direalisasikan dalam program kerja setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan kurang seriusnya pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas SDM khususnya di pedesaan. Dalam membuat perencanaan pembangunan harus memperhatikan Harus ada tolok ukur yang jelas atau harus ada indikator yang nyata atas kemanfaatan baik dari aspek ekonomi maupun sosial. keberhasilan pembangunan tersebut. 3.Dalam hal peningkatan kualitas Sumber daya manusia dan pelayanan Pendidikan dan Kesehatan di pedesaan juga masih memprihatinkan. namun belum dioptimalkan dalam menggali potensi tersebut. pendapatan restribusi dan pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan relatif lebih rendah dari kontribusi lainlain pendapatan asli daerah yang sah terhadap pendapatan. Padahal potensi pajak daerah dan restribusi daerah demikian besar. hal ini karena pendapatan pajak. Dalam hal ini setiap SKPD harus menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) dan renstra tersebut jangan hanya dijadikan sebagai buku pustaka yang disimpan rapat-rapat dalam brangkas. Kecuali itu pelaksanaan perda mengenai restribusi juga tidak maksimal. meskipun PAD malampoi target namun belum menunjukkan kondisi yang menggembirakan. Kukar Page 5 .2010 DPRD Kab. Dalam hal ini DPRD memberikan rekomendasi: Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 .

data dasar berupa luas wilayah untuk penghitungan DAU belum sepenuhnya mengacu pada PP 55/2005. Pajak bea perolehan tanah dan bangunan. b. Pemerintah kabupaten tidak boleh tinggal diam. DPRD menilai bahwa terdapat permasalahan mengenai hal tersebut. Perda tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah hendaknya dibuat agar tidak cepat kadaluarsa. tetapi tidak ada reaksi dari Pemerintah Kabupaten. Mengenai Dana bagi hasil Pajak. Pemerintah daerah harus proaktif menelusuri perhitungan serta data-data pendukung untuk menghitung komponen Dana Bagi hasil (Dana perimbangan). Dana bagi hasil pajak diperoleh dari Pajak Bumi Dan bangunan. dalam arti hanya pasrah apa yang ditetapkan pemerintah Pusat melalui Menteri keuangan.i. Tanggapan Terhadap Capaian Dana Perimbangan Mengenai rendahnya capaian dana perimbangan. Oleh karena itu hendaknya mencantumkan besaranPajak dan Restribusi didasarkan pada bobot layanan yang terukur. 29 dan PPh pasal 21. Dalam meningkatkan PAD dari Pajak dan restribusi daerah hendaknya pemerintah menginventarisir Perda-Perda yang telah ada dan menyesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam UU No 28 tahun 2009 tersebut.2010 DPRD Kab. pada perusahaan yang beroperasi di Kutai Kartanegara namun berkantor diluar Kutai Kartanegara. maka pegawai perusahaan sebagai obyek pajak yang dipungut Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 . Keakuratan data pendukung dalam perhitungan DAU masih dipertanyakan. Sebagai contoh hasil temuan BPK dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) semester II Tahun Anggaran (TA) 2007 penghitungan DAU tidak seluruhnya sesuai data dasar yang jelas. Permasalahan dimaksud adalah. dalam hal ini penetapan besaran Pajak dan Restribusi Daerah tidak perlu mencantumkan nilai rupiah karena akan terpengaruh perkembangan inflasi. ii. pajak PPh pasal 25. Kabupaten Kutai kartanegara tahun 2009 tidak memperoleh DAU lagi. Kukar Page 6 dalam satuan lain yang .

ii. meskipun belum ada sensus obyek pajak tersebut tetapi jika melihat data perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Kartanegara namun tidak berkantor di Kutai Kartanegara adalah sangat banyak.2010 DPRD Kab. yaitu untuk belanja tidak langsung dalam realisasi rata-rata tahun 2005 sampai 2009 sebesar 32 % -an dari total belanja sedangkan belanja langsung mencapai 68 % dari total belanja. apakah untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 . Pemerintah kabupaten hendaknya menginventarisir perusahaan yang beroperasi di kabupaten ini tetapi tidak berkantor di Kutai kartanegara. Dari beberapa uraian diatas DPRD menyarakan dengan sangat agar: i. Pemerintah Kabupaten Proaktif dalam merebut dana perimbangan dengan melibatkan semua pihak yang kompeten untuk mengumpulkan data-data pendukung yang akurat sebagai komponen perhitungan Dana bagi hasil Pajak maupun non Pajak. guna memperoleh Dana Perimbangan yang adil dan transparan. Kedua belanja tersebut sulit terukur kemanfaatannya. c. Parahnya lagi jumlah obyek pajak tersebut sangat banyak. Tanggapan Terhadap Belanja Daerah Secara umum distribusi belanja cukup baik. Dalam belanja tidak langsung. selanjutnya mewajibkan agar berkedudukan kantor di Kutai kartanegara melalui Peraturan Daerah dan dengan pengawasan serta kontrol yang memadai. iii. Pemerintah Kabupaten hendaknya melakukan pendekatan kepada pemerintah Pusat baik secara Politis maupun secara akademis. Belanja hibah rata-rata mencapai 7. Namun demikian jika menilik ke dalam komponen belanja masih ada hal yang bisa diperbaiki lebih lanjut. Kukar Page 7 .07% dari total belanjaa tidak langsung.pajak karena locusnya tidak di wilayah Kutai kartanegara maka tidak masuk dalam perhitungan pajak dari kabupaten ini.80% dari total belanja tidak langsung sedangkan belanja Bansos rata-rata mencapai 6. salah satu komponen adalah belanja hibah dan belanja bansos.

proses. dan/atau dampak yang menggambarkan tingkat capaian kinerja suatu kegiatan. hasil. Tanggapan Terhadap Pembiayaan Daerah Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 . keberhasilan penyelenggaraan suatu urusan d.Membuat Analisis Standar Belanja(ASB) secara lebih baik dan di update setiap tahunnya.atau untuk kepentingan individu atau kelompok penerima Hibah dan bansos tersebut. Hal ini menimbulkan kerawanan terhadap penyimpangan terhadap proses tender seperti kasus pembelian dokumen lelang yang beberapa bulan terakhir menjadi pembicaraan hangat dimedia masa.Membuat perda mengenai mekanisme dan pertanggungjawaban Bantuan Sosial dan Hibah ii.Melakukan lelang Pengadaan Barang dan jasa secara elektronik (eprecurement) iii. Setiap SKPD harus dalam membuat Program dan kegiatan harus mencantumkan Indikator Kinerja yaitu alat ukur spesifik secara kuantitatif dan/atau kualitatif yang terdiri dari unsur masukan. Untuk mengukur keberhasilan kinerja. Kukar Page 8 . v. Dari uraian diatas DPRD merekomendasikan agar pemerintah kabupaten untuk: i. Untuk belanja langsung mencapai 67. dimana antara panitia lelang dan peserta lelang bertemusecara langsung. setiap SKPD harus menyusun Indikator Kinerja Kunci (IKK) yaitu indikator kinerja utama yang mencerminkan pemerintahan.00% -an dari total belanja secara umum cukup bagus. iv. namun yang perlu mendapat perhatian adalah mekanisme pelaksanaan belanja langsung khususnya terhadap belanja modal.2010 DPRD Kab. Selama ini pemerintah dalam melaksanakan belanja modal melalui proses tender yang tradisional. manfaat. keluaran.

Perlu adanya pemberian bantuan dana modal usaha bagi pencari kerja atau tenaga penganggur yang telah dilatih. Meningkatkan mutu dan jumlah sarana/prasarana. transparan dan akuntabel. Program Kapasitas dan Pelayanan public a. Perencanaan dan pelaksanaan tata ruang secara konsisten. 2. undangan secara tegas. e. disiplin. a. 3. Perlu digalakkan terus kegiatan-kegiatan yang berbasis pada penciptaan lapangan kerja praktis dan penuh kemandirian. etos kerja dan profesionalisme lembaga serta aparatur untuk dapat menjalankan pemerintahan yang partisipasif. Perencanaan belanja dibuat lebih matang sehingga tingkat realisasinya tinggi dan SILPA menjadi rendah. ii. b.2010 DPRD Kab. b. Kecuali beberapa hal yang disampaikan diatas DPRD secara khusus memberikan rekomendasi sebagai berikut: 1. Pemerintah kabupaten perlu meninjau kembali kinerja Perusahaan daerah. Bupati sebagai pengelola atas kekayaan daerah yang dipisahkan perlu meninjau kembali terhadap pengangkatan manajemen perusda tersebut. Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi. Kukar Page 9 . Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.Berkaitan dengan pengelolaan Pembiayaan daerah DPRD memberikan rekomendasi sebagai berikut: i. Meningkatkan mutu. Konsolidasi lembaga dan aparatur untuk menjamin kelangsungan Penyempurnaan dan penegakan peraturan Daerah dan per-Undang- pemerintahan yang baik dimasa depan. d. Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 . c.

perlu diperbaiki demi terlaksananya yang ramah lingkungan. Bantuan kepada koperasi dan UKM. c. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup perlu dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat. d. Pengelolaan B3 dan Limbah B3 harus dilaksanakan dengan baik dan harus ditingkatkan pengawasan yang rutin. Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 . a. d. Program dan Kegiatan Bidang Lingkungan Hidup : a. Pengawasan pelaksanaan kebijkan bidang lingkungan hidup. kecamatankecamatan dapat dilaksanakan secara cepat. Hendaknya Pemerintah Kabupaten lebih tanggap dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan sengketa lahan masyarakat dengan perusahaan tambang dan perkebunan. Kukar Page 10 . Pemantapan kelembagaan dana usaha simpan pinjam. e. 5. 7. Pelaksanaan program kegiatan bidang pertanahan. Pemberdayaan kelembagaan koperasi. c. masih banyak pertambangan yang tidak sesuai dengan yang tedapat di AMDAL. Program perlindungan dan konservasi Sumber Daya Alam tentang pengendalian kerusakan hutan dan lahan perlu dilakukan penindakan bagi perusak hutan dan lahan.2010 DPRD Kab. Penataan dan Penegasan batas wilayah Kabupaten/Kota. b. c. Peningkatan pengelolaan lingkungan pertambangan. Penyelesaian ijin lokasi. b. Program peyelenggaraan tugas umum pemerintahan. Pemberdayaan usaha kecil pedesaan. Penyelesaian kasus tanah Negara. f. Capaian besaran luas lahan bersertifikat perlu ditingkatkan. 6. b. b. Diharapkan agar sebelum pelaksanaan kerja sama dengan pihak ketiga kiranya perlu dilakukan kajian-kajian secara komperehensif. 4. Penentuan kualitas lingkungan perlu ditingkatkan dan harus dilaksanakan secara kontinyu. a.a.

Cycle d. 10. b. Harus memonitor dan mengevaluasi Lahan Pasca Tambang Page 11 Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 . Peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi dan pemulihan cadangan Sumber Daya Alam perlu dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Program rehabilitasi dan pemulihan cadanga Sumber Daya Alam. ii. Perlu peningkatan pengandaan tong sampah dan rehabilitasi container serta gerobak sampah. a. Bidang Pertambangan Dan Energi Agar Pemerintah Daera memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a. No. Perlu penambahan pembuatan papan himbauan dan renovasi papan himbauan. b. serta bidang tersebut mampu menjadi tumpuan struktur ekonomi daerah dan meberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah. 23/2010 tentang Pengelolaan Usaha Pertambangan c. No. Perlu ditingkatkan bantuan dalam rangka mendukung terwujudnya Kalimantan Timur Hijau khususnya bantuan keuangan Privinsi APBD – P. 11. Perlu dilakukan renovasi TPS yang ada di Kota Tenggarong. Re – Duce Re – Use Re . iii.8. Bidang Pertanian Dalam Arti Luas Agar Bupati mendoronga bidang ini untuk mengadakan perbaikan/perubahan perda yang ada disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. 22/2010 tentang Wilayah Tambang dan PP. Program Pengembangan kinerja pengelolaan persampahan. a. c. Kepastian kepemilikan dan batas wilayah Kuasa Pertambangan Dalam Pemberian ijin Usaha Pertambangan berpedoman pada UU No. PP. Kukar .Tahun 2011. 4 Tahun 2009 tentang Minerba. 9. b. Perlu ditingkatkan pelatihan pengelolaan persampahan 3 R : i.2010 DPRD Kab.

c. Minerba sesuai dengan UU Nomor 4 Kutai Kartanegara Tahun 2009 12. h. f. Kukar Page 12 . e. Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 . g.d. kadaluarsa dan terlarang Kecamatan unggulan daerah komoditas unggulan daerah Demikian catatan ini kami sampaikan agar menjadi perhatian.2010 DPRD Kab. Untuk menghindari kejolak harga – harga barang yang tinggi ditingkat Meningkatkan pengawasan dan identifikasi barang – barang yang Meningkatkan sosialisasi UU Perlindungan konsumen Membuat daftar komoditi unggulan pada setiap wilayah Desa dan Melakukan pengembangan Perdagangan dan pangsa pasar komoditi Melakukan identifikasi dan pengecekan Alat Ukur dan Timbang Melakukan Terra Ulang Alat Ukur dan Timbang Melakukan Promosi/Expo baik dalam negeri maupun luar negeri konsumen sebaiknya dilakukan operasi pasar. i. e. Harus memonitor pelaksanaan UKP/UPL dan RKL/RPL kegiatan Pertambangan umum dan energi Melakukan analisis pengembangan Lahan Pasca Tambang dikaitkan dengan Rencana Penutupan Tambang dan Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara f. j. Bidang Perdagangan Dan Perindustrian Agar Pemerintah Daera memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a. b. Melaksanakan Inspeksi Pengelolaan lingkungan disekitar Tambang Melakukan Penertiban Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) Memonitor Jumlah Produksi dan Jumlah Tonage Penjualan Batubara Melakukan inventarisasi kebutuhan energi listrik dalam wilayah kabupaten Mempersiapkan dokumen Perda. g. h. d.

SP..Si H. ABDUL RACHMAN MARWAN. 25 Mei 2010 DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua H.2010 DPRD Kab.Tenggarong. M. Kukar Page 13 . FATHUR RACHMAN Tanggapan LKPJ Akhir Masa Jabatan Tahun 2005 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful