Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

1

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa dan Sastra Perpusatakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) Farkhan, Muhammad Cet. Ke-1. Jakarta; Cella, 2007 vi, 124 hlmn; 15 X 21 cm ISBN: 978-979-16152-0-4

___________________________________ PROPOSAL PENELITIAN BAHASA & SASTRA Muhammad Farkhan Hak Cipta dilindungi Undang-Undang All Rights reserved Cetakan I, April 2007 Diterbitkan oleh Cella, Jakarta Jl. Pinang No. 26 Pondok Labu Jakarta Selatan Desain Cover: Afif Bahraen Setting & layout: Avisiena M. ISBN: 978-979-16152-0-4 Isi di luar tanggungjawab Percetakan C.V. Fasco Jaya Jakarta

2

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ___________________________________

3

manfaat penelitian. batasan masalah atau fokus penelitian. Hal ini disebabkan antara lain oleh rangkaian pekerjaan yang harus dituntaskan sejak perencanaan. Oleh karena itu. pelaksanaan. kajian teoretis. perumusan masalah. dan pelaporan hasil penelitian. Ucapan 4 145 . tesis. Proposal sebagai rencana penelitian harus disusun secara komprehensif sehingga jelas apa dan bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. sehingga tidak jarang mereka merasa enggan dan tidak berhasrat untuk mengerjakan atau bahkan memulainya. proposal harus memuat unsur-unsur esensial penelitian. dan metodologi penelitian. buku ini juga memuat beberpa contoh proposal yang berkaitan dengan bahasa dan sastra. Dalam kesempatan ini pula penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu penyelesaian buku ini. khususnya dalam penyusunan proposal. buku ini dapat digunakan semua pihak dalam bidang-bidang yang berbeda. penyusunan proposal menjadi sangat penting dan harus ditulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra KATA PENGANTAR Melakukan penelitian untuk kepentingan penulisan skripsi. Kesalahan dalam penyusunan proposal berakibat pada kekeliruan dalam penyelenggaraan penelitian. Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan peneliti pemula untuk membekali diri dengan berbagai hal prinsipal sebelum penelitian dilakukan. proposal penelitian menjelaskan latar belakang penelitian. Selain unsur-unsur penting penelitian. dan disertasi sebagai tugas akhir untuk mendapatkan gelar kesarjanaan merupakan pekerjaan yang sangat berat bagi seluruh mahasiswa. Umumnya. Meskipun demikian. Berkenaan dengan perencanaan penelitian.

Williams. H. Bandung: Angkasa. Cambridge: Cambridge University Press. Readability. 2003. 1986. 1998. Jakarta. Judith M. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. terutama Ibu Inayatul Chusna. John. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press. and Wayne A. ucapan terima kasih juga ditujukan kepada rekan-rekan dosen di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Panuti. Memahami Cerita Rekaan.G. 1991. penulis juga berharap kritik dan saran konstruktif dari berbagai pihak untuk perbaikan buku ini pada masa akan datang. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. M. Twentieth Century British Poetry. Tarigan H. dan Djago Tarigan. terima kasih terutama disampaikan kepada Dr. Jakarta: Pustaka Jaya. 1983. Jenny. King. Thomas. Akhirnya. Brian Materials Development in Language Teaching. Di samping itu. 3. dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang banyak memberikan dorongan kepada penulis untuk menyelesaikan buku ini. yang telah memberikan ide-idenya dalam penulisan proposal sastra. 1987. Martinis. Chair. Inc.Hum. Tomlinson. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Smith. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. Singapore: Colset Private Limited.– Sudjiman. Suwito. Yamin. April 2007 Penulis 144 5 . Michigan: Ulrih’s Books. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Abd.

Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. Patsy M. Hipotesis. 18 A. Kriszner. Sampling. Rogers. Reacting. London: Prentice Hall International Ltd. Teaching Reading in High School.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR ISI Kilvert. 18 B. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language.T. dan Nina Spada. Cambridge: CUP. Frank W. Literature Reading. 1984. Pat. 6 143 . John Communicative Syllabus Design. Kajian Kepustakaan. London: Heinemann Educational Books. Robert Karlin. 1 A. 1-8. 9 A. 33 Lucas. 10 C. 30 C. dan Mandell. Florida: Holt. 28 A. Oxford: Clarendon Press. New York: Charles Scribner’s Sons. Munby . 1978 Murdock. British Writers Vol. New Haven. Kata Pengantar. 1991 Nuttal. 1978. How Languages are learned. John. Laurie G. 1986. E.. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Mu lyasa. 1994. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. 22 B. Lightbown. Oxford: OUP. David Language Teaching Methodology. Nunan. Pengembangan Instrumen Nontes. 1998.John. Oxford: Oxford University Press. 9 B. MASALAH. 28 B. 1991. Stephen R. 23 5. 15 3. 12 D. Batsford Ltd. dan implementasi. Sanders. Penemuan Masalah. 1993. Andrew.. Rinehart and Winston. The Oxford Illustrated History of English Literature. kansep karakteristik. Inc. New York: Harper & Row Publisher. Ian Scott. CN: HRAF Press. Pengembangan Instrumen Tes. Munby. 1 B. i Daftar Isi. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP. ii 1. PENELITIAN. 2003. Jenis-jenis Penelitian. Ciri-ciri perumusah Masalah yang Baik. Pengertian. Moore. Writing. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 22 A. 1987. Perumusan Masalah. Pengertian. POPULASI DAN SAMPEL. 1987. 2 2. 20 4. ed. INSTRUMEN PENELITIAN. KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS. Pengertian. 1984. The Short Oxford History of English Literature. Pengertian.

Susan Teaching English in the Primary Classroom. ANALISIS DATA. 1994. 1990. Bandung: Mandar Maju. H.” Politik Bahasa Nasional 2. Johnson. Rod The Study of Second Language Acquisition. eds. Amran Halim. Flesch. Hadely. Brumfit dan K. Hibberd. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. 46 8. Oemar Pengembangan Kurikulum. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Hamalik. PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI. Unsur-unsur Proposal. 54 9. 41 C. Harmer. PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL. 83 11. 1981. htm). Dasar-Dasar Perkembangannya. London: Longman Group. London: Longman.mang. nz/courseinfo/AcademicWriting/Flesch. 1987. PROPOSAL PENELITIAN SASTRA. Huda. 121 142 7 .Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Diknas. Cambridge: Cambridge University Press. “On Communicative Competence. 1994. Dubin. 2002. PROPOSAL. Kartono. Dominic. Hymes. 67 10. Nevile Making the Most of Your Textbook . 46 A. Jakarta: PN Balai Pustaka. C. Oxford: OUP. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. 46 B. 39 B. Alice Ommagio. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. Jeremy The Practice of English Language Teaching. 1999. Harmer. Malang: IKIP Malang Publisher. 6. J. Analisis Kualitatif. Teaching Language in Context. 1979. Helliwell. 42 7.” The Communicative Approach to Language Teaching. Course Design. 1992. ed. Grant. 1986. D. 1991. Ellis. 2003. Jenis-jenis Data. Oxford: OUP. Fraida dan Elite Olshtain. 1987. 103 DAFTAR KEPUSTAKAAN. London and New York: Longman. PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF. ac. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. Boston: Heinle and Heinle Publisher. Analisis Kuantitatif. 39 A.Rudolf How to Write Plain English http://www.canterbury. Pengertian.

bertanya.edu/-tip/ rogers. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. tanggal 1 Maret 2003. Azyumardi. maka cara yang dilakukannya adalah penelitian. 1998. http://www. Principles of Language Learning and Teaching. Back. Dkk. kurang memenuhi prinsip-prinsip dan kaedah penelitian yang sebenarnya. dan bahkan suatu kebenaran. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Rinehart & Winston. Conditions of Learning. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. atau efektifitas penggunaan gambar dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak TK. 1990. http://www.edu/tip/skinner. Anonymous. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset. Brown. 2003. html.html. Sebaliknya. Educational Psychology: A cognitive view. Kurikulum dan Hasil Belajar. Bila seseorang belum mengetahui di mana lokasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berada. perenungan.. Penelitian bukan merupakan hal baru dan asing di telinga kita.C. mengapa? Karena permasalahan tersebut memiliki kompleksitas yang sangat 8 141 . Anonim. coba-coba. H. Cara-cara sederhana meliputi membaca. H. Experiential Learning. Jakarta: Pusat Kurikulum. Anonymous. Katakanlah. A. ada beberapa cara yang dapat digunakannya..gwu. Brumfit. Kurikulum Berbasis Kampetensi.edu/tip/gagne. Azra. Ausubel. Balitbang Depdiknas. seseorang dapat menggunakan banyak cara dari yang paling sederhana sampai dengan cara yang paling kompleks. Prentice Hall. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah. Motivation: Theories and Principles. Pengertian Untuk memperoleh berbagai informasi.gwu. Bandung: Pustaka Setia.. seperti menghubungi dan bertanya pada pusat informasi. html. tetapi penelitian merupakan hal yang sudah kita kenal dan lakukan meskipun dalam bentuk yang berbeda dengan pengertian yang sebenarnya.M.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR KEPUSTAKAAN 1 PENELITIAN Ahmad. David A. Douglas. New York: Holt. dan cara yang kompleks adalah penelitian. bila seseorang ingin mengetahui bagaimana pengaruh media elektronik terhadap pola berbahasa Indonesia penduduk Jakarta. Operant Conditioning. Anonymous. tanggal 1 Maret 2003. 1968.gwu. 1994. mendengarkan.. Makalah yang disampaikan pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. http://www. Oxford: Pergamon Press Ltd. atau membaca peta kota Jakarta. 1985. R. tanggal 1 Maret 2003. New Jersey.

pengembangan instrumen. bila dua orang peneliti melakukan kajian terhadap suatu masalah dengan responden dan metode yang sama tentu akan memperoleh hasil yang relatif sama. penelitian kualitatif merupakan 140 9 . John. dan analisis data. membuktikan teori atau asumsi-asumsi yang sudah ditemukan. Ian Scott. bidang kajian. temuan penelitian memiliki objektivas yang lebih tinggi daripada cara-cara yang sederhana. 1987. tinggi. B. metode. Williams. Tentu saja. 1987. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. pengumpulan data. Artinya.T. John. dapat diketahui bahwa penelitian berbeda dengan cara-cara sederhana dalam beberapa hal yang menjadikannya lebih kompleks dan rumit. Twentieth Century British Poetry. keberadaan satu unsur tergantung pada unsur lain. Singapore: Colset Private Limited. seperti data. Dari ilustrasi di atas. Batsford Ltd. 1984. 1-8. tempat. yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Melalui pola interakasi antarunsur tersebut. sifat. dan cara-cara sederhana tidak mampu memberikan jawaban yang akurat dan berterima bagi semua pihak Banyak hal yang harus dilakukan seperti penentuan responden. Jadi penelitian dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan yang tersusun secara sistematis dan prosedural untuk menemukan suatu kebenaran. Hibberd. Sebaliknya. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang mengandalkan data numerik sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji. British Writers Vol. Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. perumusan hipotesis. sedangkan prosedural berarti berarti berarti bahwa seluruh rangkaian kegiatan penelitian tersebut harus dilakukan secara bertahap. Dominic. Berdasarkan data yang penelitian dapat dibedakan menjadi dua. seperti penelitian eksperimental dan korelasional. Jenis-Jenis Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa sudut pandang yang berbeda. Sistematis berarti bahwa rangkaian kegiatan penelitian itu terkait satu sama lain.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kilvert. dalam klasifikasi tersebut dapat terjadi suatu jenis penelitian dapat menjadi bagian dari kelompok penelitian lain. dan atau menyelesaikan suatu masalah. Lucas. dan subjek penelitian. tujuan. New York: Charles Scribner’s Sons. 1986.

1991. 1994. 139 . Yang kedua juga termasuk penelitian kuantitaif karena data yang dibutuhkan untuk melihat efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer adalah skor mahasiswa yang diperoleh melalui tes pemahaman puisi.000.000. Sudjiman. Andrew. Oxford: Oxford University Press.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra penelitian yang mengandalkan data verbal dan nonnumerik lainnya sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji. Sanders. Oxford: Clarendon Press. Dalam novel tersebut terdapat dua bagian yang masing-masing menceritakan tentang keluarga India dan keluarga Amerika. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. analisis wacana. Laurie G. Rogers.(Lima belas juta rupiah). Reacting. Florida: Holt. kedua skor variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik korelasi dan regresi sederhana untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan. Rinehart and Winston. Memahami Cerita Rekaan. Dalam tiap keluarga terdapat tokoh perempuan yang kehidupan domestiknya erat dengan makanan. Contoh penelitian kualitatif: “Perbandingan antara pengembangan plot pada novel-novel romantis dan patriotisme pada masa perang dunia I di Inggris” (Analisis isi) “Prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah” (Naturalistik) Yang pertama termasuk dalam penelitian kualitatif karena data mengenai pengembangan plot merupakan data verbal yang diperoleh melalui diri peneliti sebagai instrumen penelitian 10 oleh Vintage London. Selanjutnya skor tersebut dianalisis dengan statistik uji-t atau chi-square untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan. Panuti. 1991. Jakarta: Pustaka Jaya. 15. Contoh penelitian kuantitatif: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) Yang pertama termasuk dalam penelitian kuantitatif karena data kedua variabelnya: pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris berupa skor yang diperoleh melalui alat ukur tes tertulis. dan penelitian naturalistik. Literature Reading. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN Feb Mar Apr Mei Juni V V V V V I. Inc. J. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. Stephen R. Pat.. H. The Oxford Illustrated History of English Literature. seperti analisis isi. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama lima bulan dari Februari sampai dengan Juni 2005. Selanjutnya. The Short Oxford History of English Literature. Writing.. 1987. Daftar Kepustakaan Kriszner. dan Mandell.

atau kebijakan yang sedang berjalan. 3. kegiatan. Semua data verbal yang berasal dari buku-buku novel romantis dan patriotisme. 2. 4. deskripstif. maka penelitian tersebut disebut dengan penelitian eksploratif. diperoleh melalui diri peneliti sendiri dengan melakukan pengamatan berperanserta. Langkah pertama dari penelitian ini adalah menganalisis fungsi-fungsi makanan dalam novel tersebut dalam kaitannya dengan identitas karakter-karakter perempuan. eksploratif. maka penelitian tersebut dinamakan penelitian deskriptif. Sebaliknya. mengelompokkan. Langkah berikutnya adalah mendapatkan ideologi yang diusung oleh teks tersebut yang berhubungan dengan identitas perempuan. yang didukung dengan informasi-informasi yang berasal dari dokumen yang ada. makanan dengan kekuasaan. Unit analisis Unit analisis dlam penelitian ini adalah novel Fasting Feasting karya Anita Desai yang diterbitkan tahun 1999 138 dengan pembacaan kritis terhadap novel-novel romantis dan patriotisme yang muncul pada masa perang dunia I. pada penelitian yang kedua data verbal yang berkaitan dengan pola prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah. khususnya di Inggris. Berbeda dengan eksploratif. eksperimental. seperti penelitian historis. Analisis Data Data yang terkumpul dikaji berdasarkan analisis wacana Michel Foucault akan untuk mencari makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam teks narasi yang diteliti. penelitian eksperimen lebih mengarah pada kajian yang berupaya untuk menjelaskan sesuatu bila hal-hal lain dikontrol. Penelitian historis merupakan penelitian yang bertujuan untuk menguak seluruh rangkain peristiwa masa lampau untuk penyelesaian masalah sekarang. Makna-makna dari representasi makanan dalam novel yang menjadi sumber data akan dianalisis dengan cara mengelompokkan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan makanan ke dalam beberapa tema yang berhubungan dengan identitas seperti makanan dengan tradisi. seperti menandai. 2002: 301302). jika suatu penelitian berusaha untuk menjajaki dan menggali hal-hal yang belum pernah diketahui dan bahkan sama sekali tidak diketahui. dan evaluatif.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra data-data di mana dengan penghayatan yang dalam akan tercapai suatu pemahaman yang baik (Muhadjir. Contoh-contoh penelitian: “Tinjauan historis terhadap kematian bahasa-bahasa suku pedalaman di Papua” (Historis) 11 . Analisis wacana akan dipakai untuk mencari makna dari kalimat-kalimat yang menampilkan fungsi makanan yang telah dikelompokan dalam beberapa tema di atas. wawancara mendalam. Berbeda dengan yang pertama. Berdasarkan tujuan ingin yang dicapai. makanan dengan keluarga dan makanan dengan peran ibu. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data kualitatif yang mengenai makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dengan berbagai cara. Jika suatu penelitian hanya berusaha untuk untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena alam yang terjadi dan kaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. terdapat beberapa jenis penelitian yang dapat digunakan untuk memperoleh suatu kebenaran. dianalisis secara kualitatif untuk ditemukan perbedaan pengembangan plot yang dilakukan oleh para penulisnya. Terakhir. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya. penelitian evaluatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu peristiwa.

Foucault melihat bahwa pengetahuan yang ditampilkan oleh sebuah wacana akan membentuk ideologi yang diusung oleh pembuat wacana tersebut. Fasting Feasting membawa ideologi pengarang mengenai identitas perempuan yang ditampilkan melalui hubungan tokoh-tokoh perempuan dengan makanan. pengambilan data. Berdasarkan data kuantitatif yang diperoleh bisa diketahui sejauhmana pengaruh menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. Dengan pemahaman konsep ideologi pada analisis wacana. Metode Mengacu pada rumusan masalah serta tujuan penelitian. model kajian tersebut diperoleh berdasarkan nilai-nilai yang berlaku dalam kesusasteran daerah. Menurut Foucault ideologi tidak muncul dari hubungan kelas. penelitian kedua bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kegiatan pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilaksanakan di SMA modern. maka konsep ideologi yang paling tepat dipakai dalam penelitian ini adalah konsep ideologi ketiga. Novel Fasting Feasting merupakan sebuah teks yang mengangkat wacana perempuan. Artinya. Penelitian kempat bertujuan untuk mengetahui menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan. Kata atau kalimat merupakan suatu sistem tanda yang mengurai 137 . penelitian tersebut bertujuan untuk mengkaji kebijakan permberlakuan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. dan unit analisis. Ideologi juga tidak berkembang melalui bentuk pemaksaan. dimana tiap kelompok berusaha memaksakan ideologinya pada kelompok lain. Metode penelitian kualitatif melihat hubungan antar kata atau kalimat yang membentuk suatu makna tertentu. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. gambaran deskriptif tersebut dibandingkan dengan kurikulum yang mendasarinya. Tentu saja. Terakhir. apakah perlu dilanjutkan dengan berbagai 12 untuk menandingi pemaknaan umum yang diterima masyarakat. Berdasarkan seluruh data historis yang ditemukan ditentukanlah sejumlah pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk membuat perancanaan jangka dalam melestarikan bahasa-bahasa di pedalaman Papua. analisis data. maka metode yang akan dipakai adalah metode kualitatif. seperti yang terjadi pada konsep ideologi Marxisme. Penelitian ketiga bertujuan untuk menggali model kajian kesusasteran yang benar-benar bercirikan Indonesia. seperti metode. 1. Dalam analisis wacana ideologi berada pada tiap level masyarakat dimana sebuah teks wacana berkembang. G. Bagi Foucault ideologi muncul pada setiap wacana yang mana masing-masing wacana tersebut menampilkan sebuah pengetahuan dengan cara-cara tertentu. Novel ini menampilkan bagaimana identitas perempuan direpresentasikan melalui makanan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra “Pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi berbasis kompetensi di SMA Modern Jakarta Utara” (Deskripstif komparatif) “Pengembangan model kajian kesusasteran Indonesia berbasis nilai-nilai sastra daerah” (Eksploratif) “Pengaruh manejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris Siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan” (Eksperimen) “Tinjauan terhadap pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi” (Evaluatif) Penelitian pertama bertujuan untuk menggali aspek-aspek historis yang terkait erat dengan proses kematian bahasa-bahasa yang terdapat di pedalaman Papua.

Definisi ketiga dari konsep ideologi adalah ideologi yang muncul dalam teks narasi. dan mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan model kurikulum berbasis pasar. Dalam perkembangan selanjutnya konsep ideologi ini dipakai oleh feminis yang melihat kekuasaan patriarkal sebagai penguasa atas perempuan yang mengusung ideologinya mengenai hubungan jender. atau diberhentikan sama sekali penggunaannya di perguruan tinggi. teori. dan dengan agama disebut penelitian agama. nama bidang keilmuan tertentu akan melekat pada penelitian yang berkaitan dengan bidang tersebut. Dengan nilai-nilai dan norma tertentu ia menciptakan dunia baru yang sesuai dengan ideologinya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra adalah mereka yang memegang kendali ekonomi. Konsep ideologi kelima mengambil dari pemikiran Roland Barthes. Barthes melihat bahwa ideologi muncul pada makna konotasi. Berdasarkan sifatnya. Norma yang terkandung dalam kegiatan tersebut merupakan ideologi dari masyarakat tersebut. Contoh penelitian murni: “Pola-pola kalimat affirmatif pada naskah-naskah kuno bahasa Jawa di Mataram pada abad pertengahan” (Eksploratif) “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa selama satu dasawarsa terakhir” (Eksploratif) Contoh penelitian terapan: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) 13 . makna kedua yang kadang tidak sadar hadir dalam teks. hadir. penelitian terapan merupakan kajian yang dilakukan untuk menemukan teori-teori baru berkenaan dengan aplikasi teori lain. Louis Althusser. dilanjutkan dengan tetap mempertahankan model yang berjalan. Sebagai contoh seorang pembuat film akan menampilkan dunia yang menurut konsepnya ideal. Umpamanya. Segala produk budaya yang hadir dalam masyarakat ini mendukung kepentingan penguasa. Ideologi ini (Barthes menyebutnya myth) berfungsi 136 perubahan. Ini disebabkan karena ideologi patriarkal hanya menampilkan sebagian dari keseluruhan kebenaran mengenai hubungan jender. Pengarang ini menampilkan ideologi bagaimana seharusnya sebuah masyarakat. atau bahkan dunia. Ia melihat bahwa ideologi tidak hanya sekedar kumpulan ide tapi juga berbentuk aktivitas keseharian masyarakat. atau lagu yang merupakan ideologi dari pengarangnya. Konsep ideologi keempat berdasarkan atas pemikiran filsuf Perancis. Dengan kata lain. Berbagai kegiatan keseharian suatu masyarakat merupakan bentuk pengaturan diri dalam suatu keselarasan sosial yang menciptakan masyarakat yang teratur. dengan ilmu-ilmu sosial dengan penelitian sosial. film. Baik penelitian murni maupun terapan. Penelitian yang menfokuskan pada bidang keilmuan tertentu biasanya dinamakan sesuai dengan bidangnya. penelitian yang berhubungan dengan bahasa disebut penelitian bahasa. dengan ilmu psikologi disebut penelitian psikologi. Penelitian murni merupakan kajian yang dilakukan untuk mencari hal-hal. Kegiatan sehari-hari masyarakat diatur oleh norma-norma yang berkembang di masyarakat tersebut. Sebaliknya. Ideologi yang ditampilkan mengaburkan hubungan antar laki-laki dan perempuan. penelitian dibedakan menjadi penelitian murni/dasar (pure research) dan terapan (applied research). Konsep yang ia pakai merupakan ideologinya terhadap dunia ideal. atau temuan-temuan baru. keduanya dapat digunakan dalam kajian bidang-bidang keilmuan yang lebih spesifik.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kedua contoh penelitian murni tersebut berusaha untuk menemukan hal-hal baru yang tidak dimaksudkan untuk diterapkan pada kajian bidang lain. Penelitian terapan kedua berusaha untuk melihat efektivitas implementatsi diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer Amerika. Menurut Storey dalam bukunya Cultural Theory and Popular Culture (2001) ada lima definisi mengenai ideologi. Sebagai contoh kelompok Ikatan Dokter Indonesia memiliki pemikiran-pemikiran mendasar yang menjadi ideologi mereka.dalam konteks pengajaran bahasa Inggris di SMAN. Definisi pertama adalah ideologi yang dilihat sebagai sebuah kumpulan ide yang mendasari pemikiran sekelompok orang. Konsep ideologi ini didasari atas pemikiran Karl Max yang meilhat bahwa hubungan antar masyarakat didasarkan atas ekonomi dimana yang memegang kekuasaan 135 . Sebagai contoh wacana-wacana mengenai Timur yang ditampilkan Barat dapat memiliki makna berbeda jika dilihat dari sisi yang berbeda. Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya. Said. Artinya. Namun bagi Barat sebagai yang menampilkan wacana tersebut tidak akan memaknai seperti yang Said lakukan. di pasar. Contoh penelitian kepustakaan: “Studi perbandingan antara strukturalisme dan poststrukturalisme dalam kajian karya sastra novel” “Perbedaan antara kalimat imperatif bahasa Inggris kuno dan modern pada tataran struktural” Contoh penelitian laboratorium: “Perbandingan kualitas pelafalan bahasa Inggris antara mahasiswa jurusan BSI UIN yang berasal dari Jawa Timur dan Sumatera Barat” 14 menghasilkan makna-makna/pengetahuan yang berbeda. penelitian dibedakan menjadi tiga. lapangan (field research). yakni penelitian kepustakaan (library research). Hubungan pengetahuan dan kekuasaan dalam sebuah wacana menghadirkan sebuah ideologi yang diusung oleh wacana tersebut. hasil penelitian tersebut dimaksudkan sebagai pijakan dalam kegiatan pengajaran dan pengambilan keputusan yang terkait dengan bahasa Inggris di SMAN. diramu sedemikian rupa hingga sesuai dengan apa kelompok tersebut inginkan. Pemahaman kedua dalam konsep ideologi adalah sebagai sebuah kesadaran palsu (false consciousness). Barat mungkin akan memaknai wacana tersebut sebagai bentuk kekaguman mereka terhadap Timur yang sangat berbeda dengan diri mereka. seperti di sekolah. baik pengumpulan maupun analisis datanya dilakukan di dalam laboratorium. Sedangkan. sebagai pembaca melihat teks tersebut sebagai bentuk pengukuhan kekuasaan Barat terhadap Timur dimana Barat mendeskripsikan Timur sesuai keinginan mereka. atau pegunungan tempat data yang dibutuhkan berasal. di kampung. Kelompok yang berkuasa akan menampilkan sebuah kesadaran yang didistorsi. partai politik memiliki landasan pemikiran yang juga menjadi ideologi mereka yang membimbing mereka dalam mengambil berbagai keputusan.dengan variabel lain –kemampuan komunikatif. Berdasarkan tempat pelaksanaannya. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di dalam perpustakaan sebagai sumber data utama. dan laboratorium (laboratory research). Ideologi ini secara tidak sadar diterima oleh masyarakat dimana sebuah wacana hadir dan ia dianggap sebagai sebuah kebenaran. Penelitian lapangan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di luar laboratorium dan perpustakaan. Ideologi yang ditampilkan oleh sebuah wacana merupakan ideologi penguasa dari pembuat wacana tersebut. penelitian terapan yang pertama berusaha untuk mengetahui kaitan antara satu variabel –pemahaman silang budaya.

Masyarakat tersebut dapat menentukan benar atau salah suatu statement melalui rezim kebenaran. bahasa Inggris kuno. Bentuk kekuasaan yang hadir dari sebuah pengetahuan tidak bersifat hirarkis. dan sebagainya. dan bahasa Inggris modern. umumnya disebut penelitian survey. Ketika epilepsi masih dianggap sebagai penyakit kejiwaan. umumnya disebut penelitian kasus. Oleh karena itu penelitian akan lebih efektif dan efisien bila dikerjakan di dalam perpustakaan. Penelitian yang hanya mengkaji satu bidang masalah dengan melibatkan responden yang terbatas. 15 . Bagi Foucault kekuasaan tidak sekedar mengatur perilaku sekelompok masyarakat. Pertama representasi dapat dimaknai oleh teks itu sendiri. pelatihan bagi para penegak hukum. poststrukturalisme. Ia juga bersifat produktif yang menghasilkan wacana. Selain lewat teks. Adapun dua penelitian terakhir termasuk ke dalam penelitian lapangan karena data yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan yang ada tidak diperoleh di dalam laboratorium atau perpustakaan. Analisis atas sebuah wacana dapat dilakukan dengan melihat representasi7 yang ditampilkan oleh sebuah teks. dapat ditemukan di dalam perpustakaan. Sudut pandang terakhir yang dapat dipakai untuk membedakan penelitian adalah subjek atau masalah penelitian. Ia mengkritik teori kekuasaan yang dicetuskan Karl Marx. rehabilitasi bagi mereka yang dikenai hukuman. aturan-aturan. pembaca dapat memaknai representasi tersebut. Oleh karena itu. Dua penelitian kedua termasuk ke dalam penelitian laboratorium karena keduanya mengandalkan peralatan khusus yang hanya dapat ditemukan di laboratorium untuk menggali data yang dibutuhkan. 134 7 “Peningkatan kemampuan mendengarkan bahasa Inggris melalui penggunaan multi media di sekolah dasar Insan Unggul Jakarta Selatan” Contoh penelitian lapangan: “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) “Tinjauan historis terhadap proses kreolisasi dan pidginasi antara bahasa Sunda dan Jawa yang terjadi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa tengah” (Historis) Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kepustakaan karena sebagian besar data dan sumber-sumber informasi lain yang berkenaan dengan strukturalisme. sebagian besar kegiatan penelitiannya dilaksanakan di laboratorium. Pertama representasi berarti mewakili (to stand in for). bentuk pengetahuan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra sebagai suatu kebenaran pada masyarakat tertentu pada konteks historis tertentu. Suatu representasi pada satu teks dapat dimaknai dari dua sisi. Pengertian yang kedua adalah bertindak atau berbicara atas nama tertentu (to speak or act on behalf of). Dua sisi pemaknaan dapat Menurut Judy Giles dan Tim Middleton (1999) representasi memiliki tiga pengertian. Menurut Foucault kekuasaan terjadi pada tiap level sosial dan aspek kehidupan – mulai dari lingkup keluarga hingga ke negara. Menurutnya kekuasaan bersifat hirarkis yang mana muncul dari mereka yang dominan terhadap mereka yang subordinat. Kekuasaan juga tidak bersifat negatif yang hanya menghasilkan kontrol. diskusi. Suatu teks akan memunculkan makna dan pengetahuan pada apa yang direpresentasikannya. Kekuasaan memiliki peran yang lebih dalam masyarakat. masyarakat menganggap hal tersebut sebagai sebuag kebenaran. sedangkan penelitian yang melibatkan banyak responden atau subjek. Sebagai contoh. Mereka memperlakukan orang yang memiliki gejala epilepsi sesuai dengan apa yang dianggap benar oleh masyarakat. sebagai contoh bendera negara yang berkibar pada even olahraga mewakili kehadiran negara tersebut. tetapi di lembaga pendidikan dan situs-situs sejarah. sistem hukuman menghasilkan buku.

Yang pertama hanya berkaitan dengan pertumbahan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan saja tanpa melibatkan anak-anak lainnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Contoh penelitian kasus: “Studi longitudinal terhadap pertumbuhan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan sejak usia 0-12 tahun” “Pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak di play group Anakku Buah Hatiku Pondok Indah Jakarta Selatan” Contoh penelitian survei: “Persepsi masyarakat perkotaan terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D. Selain itu hasil kedua penelitian tersebut tidak dapat digeneralisasikan untuk anak-anak dan play group-play group lainnya. Disamping itu. moralitas. penelitian tersebut banyak melibatkan responden dan sumber informasi yang berasal dari masyarakat pesisir di pulau Jawa. Bagi Foucault pengetahuan merupakan suatu bentuk kekuasaan. aturan-aturan. dan ia merupakan sebuah wacana yang diterima dan dianggap 133 16 . Pengetahuan seseorang tentang kriminalitas menjadikan ia mampu dan memiliki kekuasaan untuk melabelkan seseorang sebagai kriminal serta mengatur dan menghukumnya. Untuk mempelajari bentuk hukuman yang diberikan seseorang harus dulu mempelajari bagaimana hubungan antara wacana dan kekuasaan menghasilkan konsep tertentu mengenai kriminalitas dan kriminal. Ini kemudian membawa Foucault untuk berbicara mengenai kebenaran yang bukan bermakna absolut. serta bagaimana dua hal tersebut diterapkan dalam praktik pada periode historis tertentu. Alat-alat institusi ini bisa berupa hukum. Selanjutnya Foucault lebih memperhatikan bagaimana pengetahuan bekerja dalam praktik wacana pada suatu institusi tertentu. administrasi. dan sebagainya. memberikan efek pada kriminal dan pemberi hukuman. Mereka pun mempunyai kekuasaan untuk membentuk perilaku masyarakat terhadap seseorang yang dinyatakan mengidap kelainan mental. dinilai oleh institusi masyarakat. Begitu juga dengan penelitian yang kedua.I. Dua penelitian yang terakhir termasuk ke dalam penelitian survey karena keduanya melibatkan banyak reponden. serta bagaimana kekuasaan bekerja pada berbagai alat institusi. karena alat-alat institusi terdiri atas strategi-strategi hubungan antar kekuasaan yang bermain serta tipe-tipe pengetahuan yang mendukung. Yang pertama berkenaan dengan pandangan masyarakat pekotaan. tidak hanya satu atau dua orang saja. tetapi melibatkan seluruh masyarakat perkotaan. Kekuasaan yang mereka miliki didapat dari pengetahuan mereka terhadap fenomena kegilaan. Para dokter psikiater memiliki kekuasaan untuk menentukan apakah seseorang memiliki kelainan jiwa atau tidak. seperti kedokteran atau psikiatri. berbagai statement yang kemudian dijelaskan. Rezim kebenaran berada pada tiap masyarakat. Yogjakarta pada masa reformasi. terhadap terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D.I. dianalisis perkembangannya. yakni masyarakat luas. Yogjakarta pada masa reformasi” “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa pada tahun 1955-1975” Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kasus karena keduanya hanya membahas problem dan melibatkan subjek penelitian yang terbatas. Alat-alat tersebut memperlihatkan bagaimana kekuasaan bermain. ia juga melihat hubungan antara pengetahuan dan kekuasaan. tanpa melibatkan play group lainnya. Adapun yang kedua hanya berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris di play group tersebut. melainkan kebenaran dalam formasi diskursif yang menghasilkan rezim kebenaran.

kemampuan berbahasa Inggris komunikatif sebagaimana dirumuskan dalam kurikulum merupakan tujuan yang harus dicapai (ideal). Dalam hal ini. 132 6 2 MASALAH A. seperti membaca koran bahasa Inggris. Sebagai kondisi yang tidak ideal. Masalah tidak sama dengan topik penelitian. Pengertian Masalah merupakan salah satu komponen penting dalam penelitian. menulis surat. peristiwa yang ada di dunia nyata. Proses pembentukan makna ini tergantung pada siapa yang menciptakan wacana serta waktu/masa wacana tersebut ditampilkan. dan itulah yang dinamakan masalah. Kegagalan siswa SMA di Jakarta Timur dalam menguasai bahasa Inggris merupakan masalah. Bahasa hanya berfungsi merefleksikan kembali makna tersebut. bahkan keluarga yang menampilkan sikap serta perilaku yang sama terhadap isu seksualitas. Masalah dapat didefinisikan sebagai kesenjangan yang terjadi antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan atau dilaksanakan. Kini definisi kegilaan dibentuk oleh Konstruksionis adalah salah satu pendekatan dalam melihat sebuah representasi yang melihat bahwa makna dalam bahasa dapat dimainkan oleh pemakainya. Pendekatan reflektif atau mimetik adalah pendekatan yang melihat bahwa makna telah ada dalam benda. Sedangkan pendekatan intensional melihat bahasa sebagai perwakilan makna atau cara penutur atau penulis melihat dunia. Tidak ada masalah berarti tidak ada penelitian karena dari masalah itulah seluruh kegiatan penelitian berawal. Makna yang muncul dari sebuah wacana akan dianggap sebagai suatu kebenaran hanya pada periode waktu tertentu. dan berbicara dengan orang lain merupakan sebuah kondisi yang sebenarnya (faktual). Menurutnya wacana akan menghasilkan bentuk pengetahuan. seseorang yang menampilkan gejala penyakit tersebut akan dianggap memiliki penyakit kejiwaan. sedangkan ketidak-mampuan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi harian. Masyarakat akan mengucilkan atau membunuh demi tidak tersebarnya penyakit tersebut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra masyarakat. dan praktikpraktik pengetahuan yang berbeda pada tiap periode waktu. Tiap wacana memiliki proses pembentukan makna yang berbeda sehingga makna yang dihasilkan juga berbeda. objek. maka mereka berada dalam satu formasi diskursif. Penyakit kejiwaan bukanlah fakta objektif yang selalu sama pada tiap periode historis. Kini setelah ilmu kedokteran menemukan bahw epilepsi adalah penyakit akibat tidak berfungsinya salah satu sel otak. Salah satunya adalah melalui penelitian. Topik itu tidak perlu ditulis secara panjang 17 . masalah perlu diselesaikan atau dicarikan jalan penyelesaiannya. Dua pendekatan lain adalah reflektif atau mimetik dan intensional. Dari kondisi tersebut dapat diketahui adanya ketidaksesuaian dan kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan di lapangan. Foucault memberikan sebuah contoh dari praktik diskursif (discursive practices) yang memiliki makna berbeda pada periode waktu yang berbeda. subjek. Sebagai seorang konstruksionis6 Foucault melihat bahwa proses pembentukan makna terjadi dalam wacana. Foucault tidak mempercayai fenomena yang sama dapat ditemukan dalam periode historis yang berbeda. Ketika penyakit epilepsi belum ditemukan oleh bidang kedokteran. maka masyarakat tidak lagi menganggap epilepsi sebagai penyakit kejiwaan. orang.

Sering kali terdengar suara-suara yang berbunyi “saya belum menulis skripsi. baik itu politik maupun administratif. satu perbuatan atau satu sumber. organisasi yang membentuk definisi seksualitas. membaca topik tertentu atau membentuk pengetahuan mengenai topik tersebut. seperti koordinasi antarlembaga terkait. Wacana. seperti perenungan. tetapi dapat ditulis secara singkat sebagai judul penelitian. mengatur bagaimana sebuah topik dapat bermakna ketika dibaca. masalah tidaklah sulit untuk ditemukan asal peneliti selalu ingat bahwa masalah itu adalah kesenjangan yang terjadi antara das sollen dan das sein. Sebetulnya. tesis. membentuk sebuah topik atau tema. Agama. melihat fenomena penggunaan bahasa Inggris. dan juga mempengaruhi bagaimana ide-ide dimasukkan dalam praktik-praktik dan dipakai untuk mengatur perilaku manusia. pengalaman orang lain. Umpamanya. Mereka berusaha untuk tidak melanggar segala praktik sosial yang berhubungan dengan seksualitas. Oleh karena itu. menentukan bagaimana seseorang berbicara. Jika sebuah wacana membentuk cara tertentu dalam menampilkan sebuah topik. masih menurut Foucault. Jika bergandengan tangan antara lakilaki dan perempuan merupakan salah satu bentuk seksualitas dalam sebuah masyarakat. Di sinilah timbul kesenjangan antara kemampuan dan ketidakmampuan mahasiswa atau peneliti pemula dalam menemukan masalah. yang memiliki karakteristik dari cara berpikir atau bentuk pengetahuan yang sama pada periode tertentu. Masalah dalam penelitian bisa ditemukan melalui beberapa cara. serta membentuk cara berperilaku pada berbagai institusi dalam masyarakat. maka wacana juga membatasi cara lain untuk berbicara. dengan pengetahuan yang dikuasainya seseorang mungkin saja dapat merenungkan berbagai hal berkaitan dengan perencanaan pengembangan bahasa Indonesia masa depan. satu teks. akan muncul pada berbagai teks. masalah masih tetap perlu ditulis dan diuraikan secara lebih jelas agar kesenjangan yang terjadi dapat teridentifikasi secara mudah dan cepat. Wacana menentukan dan membentuk objek dari pengetahuan. meskipun demikian tidak semua topik mengandung masalah yang jelas. Pemahaman atas seksualitas pada kelompok masyarakat tersebut mengatur bagaimana masing-masing anggotanya bersikap. serta mendukung sebuah pola strategi. dan membaca. B. dan dialekdialek kedaerahan dalam komunikasi harian pada acara-acara televisi dan radio. Sebuah wacana yang sama. yang ditampilkan oleh institusi-institusi masyarakat. Wacana tidak pernah terdiri atas satu statement. Penemuan Masalah Menemukan masalah penelitian merupakan masalah tersendiri bagi sebagian mahasiswa atau peneliti pemula. Ketika peristiwa-peristiwa diskursif ini mengacu pada satu subjek yang sama. pemerintah. Perenungan merupakan proses identifikasi dan pemikiran secara mendalam terhadap fenomena alam sehingga diperoleh apa yang seharusnya terjadi (ideal) dan apa yang betul-betul terjadi (faktual). maka tiap individu akan menjaga perilakunya untuk tidak menunjukkan sikap tersebut. organisasi 131 18 . menulis atau membawa diri. menggunakan cara yang sama. Contoh-contoh masalah yang muncul adalah: aturan. Definisi beserta norma dan aturannya akan berubah seiring dengan perkembangan sejarah dan waktu. atau disertasi karena saya belum menemukan masalah”. berbicara dan membawa diri. pengalaman pribadi. maka menurut Foucault mereka berada dalam formasi diskursif (discursive formation) yang sama. kodifikasi gramatika baku bahasa Indonesia.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebar. Tentu saja dari topik yang diangkat dapat diketahui apa masalah yang sedang diteliti. dan sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia baku kepada masyarakat.

Adapun masalah-masalah yang mungkin muncul berdasarkan kegagalan tersebut adalah: 1. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman pribadi dan orang lain untuk menemukan masalahmasalah yang menarik diteliti.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. Umpamanya. Landasan Teori Wacana menurut Foucault adalah “a group of statements which provide a language for talking about – a way of representing the knowledge about – a particular topic at a particular historical moment” (Hall. atau takut membuat kalimat yang tidak gramatikal. Bagaimanakah model pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa reformasi 19972007? 2. Subjek mengenai seksualitas akan bermakna jika ia berada dalam bentuk praktik sosial. Sekelompok masyarakat akan menciptakan norma. 130 1. bahasa yang tidak komunikatif. Yang menjadi perhatiannya adalah aturan-aturan serta praktik-praktik yang menghasilkan meaningful statements dan regulated discourse pada tiap periode waktu atau sejarah yang berbeda. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian bertujuan untuk hubungan antara makanan dan pembentukan identititas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting. yang dapat dijadikan sebagai pijakan dalam penemuan masalah yang layak untuk diteliti. khususnya pelafalan yang tidak benar. Secara khusus penelitian berusaha untuk menggali: 1. Apakah Metode Adopsi Total efektif dalam pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa global dewasa ini? 3. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan benar mengenai makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dan kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting. Ia melihat dalam wacana terdapat kumpulan statement atau cara suatu pengetahuan ditampilkan untuk menampilkan sebuah tema/topik pada masa tertentu. Makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dalam kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting. ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. E. 1999: 44). Apakah ada hubungan antara “berani mengambil resiko” dan kemampuan membuat kalimat bahasa Inggris yang gramatikal pada siswa kelas I SMP di Bogor? Di samping pengalaman pribadi. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan bidang kajian dan kritik sastra sehingga menjadi lebih beragam dan variatif. seseorang bisa mengidentifikasi beberapa kegagalan yang dialami dirinya dalam belajar bahasa Inggris. Mungkin saja seseorang mendengarkan atau diberitahu oleh yang bersangkutan bagaimana cara menguasai empat bahasa asing. 19 . seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman baik dan buruk orang/pihak lain sebagai pijakan dalam penemuan masalah penelitian. Apakah teknik “pair work” lebih efektif daripada “diskusi kelompok” dalam pengajaran lafal bahasa Inggris bagi siswa kelas I SMP di DKI Jakarta? 2. Bagaimanakah pola sosialisasi bahasa Indonesia baku kepada masyarakat pada masa pemerintahan Presiden SBY? Selain perenungan. dan ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. Selain itu. Bagaimanakah membangun lingkungan kebahasaan yang dapat membimbing mahasiswa Jurusan BSI menguasai bahasa Inggris secara komunikatif? 3. dan 2. F.

C.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra bagaimana cara memahami novel-novel klasik berbahasa Inggris dengan metode hermeunetik. Adapun masalah-masalah yang menarik untuk diteliti adalah: 1. yakni: 1. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? 2. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. Fakus Penelitian Sesuai dengan latar belakang masalah di atas. dan makin mudah bagi seseorang untuk menemukan dan merumuskan masalah penelitiannya. terdapat dua pertanyaan yang menarik untuk dibahas. Bagaimanakah pengembangan “autonomous learning” untuk membantu mahasiswa menguasai bahasa-bahasa asing di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? 2. makin banyak informasi yang diperoleh. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Masalah dalam penelitian dapat diungkapkan atau dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan atau kalimat tanya. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca koran dan menulis karya ilmiah mahasiswa semester VIII Jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? Cara lain yang mungkin dapat dimanfaatkan seseorang untuk menemukan masalah penelitian adalah membaca naskahnaskah. Meskipun tidak ada perbedaan yang sangat mendasar. khususnya yang berkaitan dengan bidang keahliannya. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 129 . Singkatnya. Dengan membaca. atau kebiasaan membaca koran dan kaitannya dengan menulis karya ilmiah. penggunaan 20 dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. B. keluarga Amerika dan India. sehingga mampu menemukan maaslah-masalah yang memang betul-betul layak untuk diteliti. Apakah terdapat perbedaan pemahaman terhadap novel-novel klasik berbahasa Inggris antara mahasiswa yang menggunakan metode hermeunetik dan metode struktural? 3. baik yang berasal dari media cetak maupun elektronik. seseorang akan memperoleh berbagai informasi mengenai berbagai hal yang menarik. penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokohtokoh perempuannya. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. Pemilihan makanan dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. C. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan fokus penelitian tersebut. makin banyak membaca. sesorang harus mampu merumuskannya sedemikian rupa sehingga problem yang ingin dikaji menjadi jelas dan spesifik. oleh Desai menambah keragaman pemahaman atas hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. Amerika pada keluarga Amerika dan India pada keluarga India. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. Inilah yang menjadi alasan bagi penulis untuk menganalisis makanan dan kaitannya dengan identitas perempuan dalam novel Fasting Feasting. Perumusan Masalah Setelah dapat menemukan masalah yang layak diteliti.

efektifitas model tersebut dalam pembelajaran bahasa Inggris masih harus dipertanyakan. Tentunya. Para perempuan dari kedua keluarga tersebut memiliki tugas untuk menyajikan makanan. dan prosedur atau strategi pengajarannya. India dan Amerika. dalam sastra Inggris. Ia mengenyam pendidikan di SMU Queen Marry Delhi dan Miranda House. Maxine Kumin. Perhatikan contoh-contoh berikut.A. Dengan demikian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Jepang. dalam puisinya Making the Jam Without You mengingat kembali kegiatan membuat selai dengan anak perempuannya yang kini tinggal di Jerman. 2. bentuk kegiatan belajar. seorang penyair dari Amerika Utara. the Fire I Have Before Me mengatakan bahwa peran perempuan dalam memasak bukanlah sesuatu yang merugikan. peran mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran. hubungan antara 21 . Universitas Delhi di mana ia mendapat gelar B. Ia berharap kehidupan pernikahan anaknya sehangat saat mereka membuat selai bersama. Oleh karena itu. Eratnya hubungan tokoh-tokoh perempuan tersebut dengan makanan dapat menampilkan citra perempuan. dan untuk itulah ujicoba model tersebut menjadi sesuatu yang sangat mendesak untuk dilakukan. perlu dikembangkan suatu model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar penilaian program studi dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan bahasa Inggris. model yang dikembangkan harus mencakup beberapa aspek penting dalam pembelajaran. terutama suami dan anak laki-laki mereka. Akan sangat menarik untuk melihat bagaimana makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. The Peacock merupakan novel pertamanya yang terbit tahun 1963. Kalimat pernyataan: 1. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di beberapa program studi PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. Novel ini bercerita mengenai dua keluarga dengan latar belakang budaya yang berbeda. 128 5 kalimat tanya dalam perumusan masalah lebih memperjelas apa sebenarnya yang ingin dicari oleh peneliti daripada penggunaan kalimat pernyataan. dalam puisinya The Pan. Pemilihan makanan Anita Desai lahir tahun1937di Mussoorie India. the Pot. Ayahnya seorang pengusaha Bengali dan ibunya seorang warga negara Jerman. peran bahan ajar. Budaya tiap keluarga sangat mempengaruhi bagaimana mereka menyiapkan makanan dan menyelenggarakan ritual makan. permasalahan utama dalam penelitian ini adalah pencarian model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dan pembuktian efektivitas model tersebut melalui eksperimen pada beberapa program studi PTAIN di Indonesia. Meskipun demikian. Selain itu. Masing-masing keluarga memiliki ritual sendiri dalam hal makanan dan pola makan. Novel Fasting Feasting (1999) karya Anita Desai5 merupakan salah satu karya sastra yang memasukkan unsur makanan dalam ceritanya. Ihigaki Rin. seperti pengembangan silabus. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta Selatan. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan oleh novel tersebut. Makanan kemudian menjadi urusan keseharian mereka. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. Mereka bertanggung jawab tidak hanya pada mempersiapkan makanan namun juga pada menentukan apa yang akan dimakan oleh anggota keluarga. Perempuan akan mendapatkan keuntungan dari peran tersebut. Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi.

Penyair 127 . Perempuan berada di wilayah tersebut. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? b. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian hubungan antara ketiga variabel tersebut. menjelaskan beberapa alasan mengapa banyak penulis perempuan menggunakan tema makanan dalam tulisan-tulisan mereka. Sedangkan penulis perempuan lebih menghubungkan makanan dengan peran dan status mereka. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. Oleh karena itu. Selain penulis perempuan. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. Namun tidak sedikit juga penulis perempuan menggunakan makanan untuk merayakan peran perempuan dalam lingkup domestik. Para penulis laki-laki ini lebih menghubungkan makanan dengan seksualitas daripada dengan perempuan. Bagaimanakah peran dosen dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 22 masih banyak lagi. Mereka hanya menggunakan penulis-penulis perempuan sebagai token acknoledgment dan lebih mengacu pada penulis-penulis lakilaki besar. Pemilihan makanan untuk menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. seperti mengkritik bahkan menolak peran mereka sebagai penyaji makanan. seperti Homer atau Plato. Keterikan perempuan terhadap makanan beserta ritualnya merupakan sebuah mimesis atau metafor dari peran perempuan sebagai food giver pertama pada bayi serta sebagai koki keluarga. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsipprinsip kurikulum berbasis kompetensi? c. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. 3. Kalimat pertanyaan: 1. keluarga Amerika dan India. seperti pada penderita bulimia dan anorexia. Para penulis perempuan ini menggunakan makanan untuk mengangkat masalah jender. Perubahan perumusan masalah untuk poin satu ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Banyaknya penulis perempuan mengangkat isu ini disebabkan oleh makanan yang identik dengan wilayah domestik. penulis-penulis laki-laki juga menggunakan makanan dalam tulisan mereka. Yang membedakan dengan penulis perempuan adalah ketika penulis laki-laki menggunakan makanan sebagai tema. Penelitian ini difokuskan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuannya. Pertama perempuan telah diajarkan mengenai nilai-nilai kewanitaan melalui presentasi makanan yang dihadirkan oleh ibu mereka. Selain itu obsesi perempuan terhadap makanan. menunjukkan adanya masalah dalam identitas perempuan yang tidak bisa memisahkan diri dari figur ibu atau dari proses menjadi ibu. Namun yang paling sering ditampilkan oleh penulis perempuan adalah mengenai isu domestisitas. Itulah beberapa isu sentral yang akan dibahas dalam penelitian ini.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra motivasi berprestasi. Harriet Blodgett (2005) dalam eseinya Mimesis and Metaphor: Food Imagery in International Twentieth-Century Women's Writing.

apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Perubahan perumusan masalah untuk poin tiga ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Perempuan menjadi sulit untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Ketergantungan anggota keluarga lain pada perempuan dalam hal makanan menjadikan perempuan memegang kekuasaan penuh atas kelangsungan hidup dan pemenuhan nutrisi mereka. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? d. pendidikan. seks. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 23 . Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? e. dan Margaret Atwood melihat makanan sebagai realitas sosial. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta? 3. Penulis-penulis perempuan abad 20 seperti Margaret Atwood. Perempuan dapat mengatur kepada siapa saja makanan diberikan dan berapa banyak makanan tersebut diberikan. bahaya atas mentalisme yang berlebih serta yang terpenting bagaimana individu berhubungan dengan masyarakat. Mereka melihat bahwa makanan dapat memberikan kekuasaan pada perempuan namun juga dapat dipakai untuk menguasai perempuan. Pemberian label tersebut menjadikan perempuan kehilangan posisi dalam keluarga. Angela Carter dalam beberapa novelnya menghubungkan makanan dan proses makan dengan kekuasaan. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokohtokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? b. seni.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra perempuan. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? b. seksualitas dan konstruksi jender. Ia menghubungkan makanan dalam novel-novelnya dengan politik opresi serta kebebasan dan tanggung jawab individu. para feminis melihat makanan sebagai ajang kontestasi kekuasaan. Doris Lessing. kemiskinan. seperti mendapat pekerjaan. pemahaman silang budaya. Doris Lessing pada novel-novel realisnya banyak mengangkat permasalahan identitas diri dalam masyarakat modern. karya sastra juga menggunakan makanan untuk menampilkan berbagai isu. politik seksual. nasionalisme. (Sceats 2000. Masyarakat patriarki menggunakan fungsi dan peran perempuan dalam rumah tangga untuk mencegah mereka melakukan aktivitas di luar rumah. misteri pembunuhan. masalah-masalah psikologis. dan Angela Carter4 menggunakan makanan dalam karya-karya mereka untuk menampilkan perilaku sosial dan individu. Secara bersama-sama. Selain mengukuhkan identitas perempuan. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? f. Perubahan perumusan masalah untuk poin dua ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. 3-4) 126 4 d. Namun ketika perempuan tidak mampu untuk menyajikan makanan dan memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga maka ia akan dianggap 'cacat' oleh masyarakat. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 2. berperan dalam bidang politik serta mendapat kesetaraan hak. Selain masyarakat patriarki dan feminis. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? c.

Luasnya 24 Masyarakat patriarki melihat makanan beserta ritualnya sebagai tugas domestik perempuan. Kejelasan perumusan masalah dapat diperoleh melalui penggunaan pola-pola kalimat efektif yang tidak banyak mengandung anak kalimat sehingga menjadi terlalu kompleks dan tidak jelas subjek dan predikatnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. Apakah prediksi yang bisa dibuat antara adanya dua hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan. Ketika perempuan mampu menyajikan makanan yang bernutrisi kepada seluruh anggota keluarga maka ia akan dinilai sebagai ibu dan istri yang baik. Bagaimana penulis merepresentasikan nilai-nilai edukatif melalui karakter utama dalam novel “David Copperfield” sehingga dapat dipahami oleh pembaca? b. Ciri-ciri Perumusan Masalah yang Baik Problem penelitian yang dirumuskan secara baik akan memudahkan peneliti untuk menentukan beberapa hal penting yang berkaitan dengan rancangan penelitian. Masyarakat menjadikan makanan sebagai salah satu ukuran seberapa baik seorang perempuan mengurus keluarga dan membesarkan anak. Citra perempuan yang ideal untuk menjadi istri dan ibu adalah perempuan yang mampu memasak. Stereotip ini muncul akibat penempatan perempuan di wilayah domestik. Penggambaran perempuan ini merupakan bentuk stereotip citra perempuan menurut masyarakat patriarki. Mereka membentuk citra perempuan lewat kemampuannya dalam mempersiapkan makanan bagi anggota keluarga. bagaimana perempuan rela mengorbankan kepentingannya demi memenuhi kebutuhan keluarga. tampil dalam hubungan perempuan dengan makanan beserta ritualnya. Bagaimana perempuan berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. 2. apa dan bagaimana pengumpulan data. Contoh perumusan masalah yang jelas: a. Jelas Masalah harus dirumuskan secara jelas sehingga dapat dimengerti apa yang menjadi pokok kajian dalam suatu penelitian. Lewat makanan masyarakat patriarki mengidentikkan perempuan dengan wilayah domestik di mana perannya adalah melayani keluarga. dan bagaimana perempuan rela untuk lapar demi terpenuhinya kebutuhan nutrisi keluarga. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. Berikut adalah beberapa ciri perumusan masalah yang baik: 1. Feminis melihat pengukuhan identitas perempuan yang terkait dengan wilayah domestik membatasi ruang lingkup 125 . seperti apa metode dan analisis data yang digunakan. Di lain pihak ketika perempuan tidak mampu untuk mengolah makanan maka ia akan kehilangan identitas diri sebagai perempuan yang sesungguhnya dalam masyarakat dan dianggap sebagai perempuan yang tidak lengkap (Van Esterik). Kemampuan mereka dalam memasak menjadikan mereka juga mampu mengurus keluarga. Eratnya hubungan antara perempuan dan makanan serta penggunaan makanan oleh masyarakat patriarki dalam membentuk citra perempuan dilihat oleh para feminis sebagai alat untuk menampilkan identitas perempuan. Tidak terlalu luas Perumusan masalah tidak boleh bersifat terlalu luas. dan siapa responden yang harus terlibat. Bentuk pelayanan tersebut mengukuhkan identitas perempuan dalam masyarakat patriarki. Bagaimanakah unsur intrinsik dalam novel “David Copperfield” yang pembaca peroleh dan latar belakang historis pengarangnya yang mempengaruhi pengembangan unsur cerita? b. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? Contoh perumusan masalah yang tidak jelas: a.

Mereka memegang kendali penuh atas pemilihan menu makanan. bentuk opresi yang dialami oleh kedua kelompok ini tidak sama. Mereka melihat tiap perempuan memiliki kepentingan dan keinginan yang bisa sama atau berbeda dalam memperjuangkan haknya. peracikan. dan keluarga. masalah bisa terjadi karena beberapa hal. sehingga hasil penelitian yang diperoleh bersifat sangat subjektif dan personal. bagaimana cara pengolahannya dan untuk siapa makanan tersebut disajikan. seperti mengandung problem yang sangat sangat spesifik sehingga tidak mungkin untuk diteliti. Kelompok feminisme kulit putih dan kulit hitam memiliki pengalaman yang berbeda. Salah satu pengetahuan dan pengalaman perempuan yang sering dijadikan alat untuk mengangkat isu perempuan adalah makanan serta berbagai ritual3 yang menyertainya. Walaupun sama-sama mengalami opresi dari masyarakat patriarki. atau perumusan tersebut memang mengadung hal-hal yang sangat luas sehingga tidak mungkin untuk diteliti. Berbedanya pengalaman yang dialami oleh dua kelompok ini menjadikan mereka mengangkat isu yang berbeda pada masalah yang sama. Sempitnya masalah bisa terjadi karena beberapa hal. Apakah masalah itu perlu dan berguna untuk dipecahkan? b. Contoh: a. Yang membedakan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya adalah pengalaman mereka. Perempuan kulit putih hanya mengalami opresi dari laki-laki kulit putih saja. Seluruh kelompok dan gerakan yang menjadikan perempuan sebagai wacana pada dasarnya mengangkat masalah yang sama yaitu politik. hingga tradisi makan bersama. namun perempuan kulit hitam selain mengalami opresi dari laki-laki kulit hitam juga mendapat opresi dari masyarakat kulit putih. pengolahan bahan makanan. Contoh: a. Ini disebabkan karena perempuan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan makanan. Tidak mengandung unsur subjektif Perumusan masalah juga tidak boleh mengandung unsur-unsur subjektif peneliti. Bagimanakah perubahan makna “house” yang terjadi sejak bahasa Inggris kuno sampai modern? 4. Bagaimanakah peran American Corner dalam pengembangan kemampuan mahasiswa semester VI Jurusan BSI dalam melafalkan bunyi /f/ dalam bahasa Inggris? b. pendidikan. 3 Ritual yang dimaksud adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan makanan seperti penentuan menu makanan. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. Apakah pemecahan masalah tersebut membutuhkan kepandaian tertentu? 25 124 . seperti tidak menyantumkan aspek waktu dan tempat secara spesifik. Bagaimanakan kesusasteran Inggris dikembangkan? b. pekerjaan. Tidak terlalu sempit Perumusan masalah juga tidak boleh bersifat terlalu sempit. Bagaimanakah pengalaman saya dalam membangun suasana demokratif dalam kelas percakapan bahasa Inggris untuk mahasiswa semester IV Jurusan BSI? b. Hal-hal lian yang perlu dipertimbangkan: a. Kendali penuh terhadap makanan ini dapat digunakan perempuan dalam menunjukkan posisi dan kekuasaannya dalam keluarga. Contoh: a. Bagaimanakah penggunaan bahasa Inggris di Asia? 3. Perempuan menjadi pelaksana utama pengolahan dan penyajian makanan. penyajian. Bagaimanakah suka duka mahasiswa semester VIII Jurusan BSI dalam menyusun skripsi sebagai tugas akhir? 5.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebih spesifik ini menandakan bahwa perempuan mulai lebih memfokuskan diri pada isu-isu kesetaraan hak berdasarkan atas pengalaman masing-masing. citra perempuan dalam media.

sosialis. Dalam perkembangan feminisme1 gelombang pertama (first wave)2. Feminisme gelombang pertama ini menekankan pada pendidikan. Konstruksi yang dibangun masyarakat patriarki terhadap perempuan ini dikritik oleh tulisan-tulisan di atas. yang masingmasing memfokuskan pada aspek tertentu mengenai perempuan. 1 26 123 . Menjadi perempuan dengan segala sifat dan karakteristik yang menempel padanya dibentuk oleh masyarakat (Selden. Kata feminisme mulai diperkenalkan pada tahun 1890-an. dan masih banyak lagi. Perempuan tidak memiliki kekuatan fisik seperti laki-laki. 2 Feminisme gelombang pertama dimulai pada abad ke-19 dan berakhir pada tahun 1949. pekerjaan dan hukum pernikahan. Hal tersebut disebabkan oleh cara pandang mereka terhadap perempuan yang hanya melihat bentuk fisik. Bagi masyarakat patriarki perempuan memiliki bentuk biologis yang tidak sesempurna laki-laki. wacana perempuan juga tampil dalam bentuk gerakan sosial. Apakah masalah itu menarik dan menantang untuk diselesaikan? d. Tahun 1963 dengan diterbitkannya buku The Feminine Mystique oleh Betty Friedan menandakan munculnya gerakan feminisme gelombang kedua. Selain itu muncul kelompokkelompok gerakan feminisme seperti feminisme kulit hitam. Kelompok-kelompok gerakan feminisme yang Feminisme merupakan istilah yang dipakai oleh gerakan perempuan yang menginginkan pengakuan dan kesetaraan hak dalam masyarakat. Semua penggambaran dan karakteristik mengenai perempuan yang menunjukkan mereka sebagai kelas kedua merupakan konstruksi dari masyarakat patriarki. Selain ditampilkan dalam bentuk tulisan. 1998: 210). liberal. lesbian. Apakah terdapat data yang cukup untuk memecahkan masalah tersebut? Masyarakat menjadikan perbedaan seks sebagai dasar dalam membentuk jender. Apakah masalah itu memberikan sesuatu yang baru yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum dan kalangan akademis? e. politik dan ekonomi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c. Pada tahun 1966 The National Organisation of Women (NOW) berdiri dengan Bety Friedan sebagai salah satu pendirinya. Tulisan-tulisan tersebut berusaha membalik pandangan masyarakat patriarki mengenai perempuan. muncul gerakan Women's Rights and Women's Suffrage yang menekankan pada perubahan kedudukan perempuan dalam sosial.

perubahan sikap perempuan terhadap dirinya menjadi landasan bagi perjuangan perempuan berikutnya. dan mengembangkan instrumen sesuai dengan variabel yang diteliti untuk penelitian kuantitatif. Kajian Kepustakaan Berdasarkan masalah yang sudah dirumuskan. peneliti sudah dapat mencari teori-teori. melainkan makhluk terbaik karena diciptakan setelah Adam sehingga '. Selanjutnya de Beauvoir memperkenalkan istilah seks dan jender. The Second Sex (1949). Penentuan perempuan sebagai liyan disebabkan oleh perbedaan biologis antara lakilaki dan perempuan. pendidikan dan informasi (Selden. sehingga hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan. Relevan berarti sumber-sumber bacaan merupakan naskah-nasakah cetak dan elektronik yang benar-benar sesuai dan terkait erat dengan permasalahan yang sedang dikaji.. terutama di Inggris. Hal ini perlu dilakukan agar penelitian tersebut memiliki pijakan dan dasar yang kokoh. Menurutnya sex lebih mengacu pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. sedangkan jender merupakan pemaknaan atas perempuan yang dikonstruksi oleh masyarakat. Ia melihat bahwa perempuan bukanlah makhluk kelas kedua. 1998: 9). 122 3 KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS A. maka laki-laki memberikan makna atas diri perempuan berdasarkan atas kondisi fisik mereka (Tong. Virginia Woolf dalam dua novelnya A Room of One's Own (1929) dan Three Guineas (1938) menampilkan karakter perempuan yang menuntut hak mereka baik itu dalam bidang hukum. atau mengembangkan pedoman wawancara dan observasi untuk penelitian kualitatif. Pada abad 20 makin banyak tulisan-tulisan perempuan yang mengangkat masalah dan posisi perempuan dalam masyarakat. Jika laki-laki mampu menentukan eksistensi dirinya. Eve is last and best' (Gamble. maka perempuan kebalikannya. Simone de Beauvoir dalam bukunya yang cukup berpengaruh. Ia tidak mampu menentukan makna dirinya. Selain itu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra terbitnya tulisan Jane Anger. dan asumsiasumsi yang dapat dijadikan landasan teoretis untuk penelitian yang akan dilaksanakan. Sedangkan up to date berarti naskah-naskah cetak dan elektronik tersebut berasal dari penerbitan terkini. berargumen bahwa perempuan adalah liyan karena perempuan bukan laki-laki. 1998: 207). Tulisan-tulisan tersebut mengulas perempuan dari sudut pandang yang selama ini tidak disentuh oleh masyarakat patriarki.. yang memaknai penciptaan Hawa dengan pemaknaan baru. sehingga ditemukan hasil yang lebih baik. kajian kepustakaan dapat membantu peneliti menganalisis hasil penelitian. Salah satu yang diperjuangkan adalah hak asuh anak. perempuan memperjuangkan kedudukan mereka terutama dalam bidang hukum.logically. Kajian kepustakaan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai sumber bacaan yang relevan dan up to date. Her Protection for Women. Berdasarkan kajian kepustakaan peneliti dapat merumuskan hipotesis. Pada tahun-tahun tersebut di wilayah Eropa. konsep-konsep. kecuali 27 . 2001: 6-7). Perbedaan biologis ini yang menjadikan perempuan berada pada posisi rendah dalam masyarakat. karena secara hukum anak adalah milik ayah. Walaupun perjuangan tersebut belum menghasilkan sesuatu.

dan induktif yang bergerak dari fakta ke teori. Ia melihat bahwa laki-laki adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna sedangkan perempuan adalah laki-laki yang tidak sempurna (Selden 1993: 203). Sigmund Freud mengatakan bahwa perempuan memiliki kecemburuan terhadap laki-laki. tesis. induktif. Matter adalah sesuatu yang abstrak dan akan berwujud jika ada form. monograf dan sebagainya. baik secara fisik maupun intelektual. Mereka tidak memiliki posisi dalam masyarakat. Ini ditandai dengan 121 . Pengkondisian perempuan sebagai makhluk yang lemah. Adapun rujukan khusus yang biasanya memuat generalisasi-generalisasi yang ditarik dari hasil penelitian dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk jurnal. Masyarakat dengan keadaan seperti ini disebut sebagai masyarakat patriarki. Sumber-sumber rujukan tersebut harus dibaca dan dikaji dengan menggunakan berbagai metode penalaran sehingga diperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. Aristoteles mengatakan bahwa laki-laki adalah bentuk dan perempuan adalah matter. 2003: 883). Keadaan seperti ini menyebabkan perempuan yang berada dalam wilayah patriarki menjadi terpinggirkan keberadaannya. baik secara terpisah maupun secara terpadu. Penalaran induktif yang bersifat penemuan teori-teori atau konsep-konsep digunakan untuk memperoleh generalisasi dari berbagai temuan penelitian. Segala kebutuhan. Segala keputusan yang menyangkut perempuan diserahkan pada laki-laki yang menentukan apa yang terbaik bagi perempuan. seorang pemikir Kristiani. Rujukan umum yang memuat konsep-konsep dan teori-teori dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk buku-buku teks. Perempuan tidak akan berperan dan berarti tanpa kehadiran laki. buletin penelitian. hak dan keinginan mereka hadir setelah segala kebutuhan. Berbeda dengan penalaran deduktif yang bergerak dari teori ke fakta. hak dan kepentingan laki-laki dipenuhi. Latar Belakang Masalah Penggambaran perempuan sebagai makhluk lemah yang tidak setara dengan laki-laki telah berlangsung lama. sehingga diperoleh alternatif jawaban yang lebih tepat. menjadikan dirinya sebagai makhluk kelas kedua dalam masyarakat. Laki-laki merupakan yang utama sedangkan perempuan hanya pelengkap. dan sumber-sumber lain yang memuat laporan hasil penelitian. hukum dan bahkan dalam keluarga.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra naskah-naskah klasik yang monumental dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Penalaran deduktif yang bersifat pembuktian teori atau konsep digunakan untuk memerikan teori-teori atau konsep-konsep umum yang berkaitan dengan masalah penelitian sehingga diperoleh jawaban atau hipotesis yang tepat. Supaya dapat memperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. Dalam kajiannya. disertasi. atau sintesis. peneliti memanfaatkan penalaran deduktif. yang disebut penis envy. ensiklopedia. Kesadaran perempuan akan posisinya dalam masyarakat mulai muncul pada tahun 1550-1700. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. penalaran sintesis memiliki gerak yang lebih bebas.laki (The New Encyclopedia Britannica. Konsep ini diambil oleh Thomas Aquinas. karena perempuan tidak memiliki penis seperti laki-laki. Oleh karena itu kepentingan perempuan selalu berada setelah kepentingan laki-laki. Bahan bacaan sebagai sumber rujukan dapat dibedakan menjadi dua kelompok: rujukan umum dan khusus. John Donne (2002) dalam puisinya Air and Angels melihat bahwa tubuh perempuan tidak sesempurna tubuh laki-laki. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. peneliti harus membekali diri dengan sumbersumber rujukan yang relevan. Penalaran sistesis merupakan upaya-upaya pemaduan dan pengembangan dari berbagai teori dan konsep untuk 28 A. Beberapa pemikir mendeskripsikan perempuan dengan ciri-ciri yang stereotip.

dan dicatat atau direkam secara rapi agar dapat dipergunakan secara cepat bila sedang dibutuhkan. Agar hipotetsis dapat diuji kebenarannya secara mudah. hipotesis merupakan salah satu atibut penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi jawaban dari masalah yang diteliti. istilah hipotesis tidak begitu lazim digunakan karena hipotetsis tidak dapat berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap masalahmasalah yang cenderung bersifat lebih terbuka. Sebagai jawaban sementara. Dalam hal ini.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 11 PROPOSAL PENELITIAN SASTRA menemukan teori dan konsep baru yang lebih relevan dengan masalah yang sedang diteliti. Dengan cara pengelompokan dan perekaman hasil kajian kepustakaan tersebut. hipotetsis harus disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan hal-hal berikut: 29 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN SASTRA MAKANAN DAN RITUALNYA SEBAGAI REPRESENTASI PEMBENTUKAN IDENTITAS TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL FASTING FEASTING TIM PENELITI 120 . hasil penalaran tersebut dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek tertentu yang menjadi perhatian peneliti. Hipotesis merupakan pernyataan atau jawaban tentative mengenai suatu masalah yang belum dibuktikan kebenarannya secara empiris. hipotesis lebih banyak berperan sebagai generalisasi hasil penelitian yang masih perlu diuji kebenarannya lebih lanjut dalam penelitian kuantitatif. hipotesis masih tetap diperlukan tetapi dengan fungsi yang berbeda. hipotesis yang diturunkan dari berbagai toeri yang mendasari penelitian tersebut dianggap sebagai yang paling mungkin dan paling tinggi taraf kebenarannya. Hipotesis dapat dianggap sebagai pernyataan mengenai kaadaan populasi yang perlu diuji kebenarannya melalui data-data yang diperoleh dari sampel. B. dalam penelitian kualitatif. Selanjutnya. Hipotesis Dalam penelitian kuantitatif. tentu saja kegiatan penelitian lainnya menjadi lebih mudah dilaksanakan. Sebenarnya dalam penelitian kualitatif. Sebaliknya.

Inc. dan Djago Tarigan. 1986. Hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif negatif itu biasanya disebut dengan hipotesis nol (HO) yang berfungsi sebagai hipotesis penelitian.– Tomlinson. hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif positif yang menyatakan adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih disebut dengan hipotesis alternatif (HA). Smith. yang seringkali diterima sebagai kesimpulan sebagai akibat dari penolakan hipotesis nol (HO) Contoh hipotesis nol (HO): 1. Yang pertama adalah hipotesis yang menyatakan tentang saling-hubungan antara dua variabel atau lebih yang banyak digunakan dalam penelitian korelasional. Secara umum hipotesis dapat dibedakan menjadi dua. Secara khusus berkenaan dengan pengambilan kesimpulan atau generalisasi. 30 119 . Brian Materials Development in Language Teaching.G. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia tidak sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. 2003. Yang kedua adalah hipotetsis yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda-beda. E. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. Hipotesis seperti itu lebih banyak digunakan dalam penelitian komparatif.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. 1984. Judith M. kansep karakteristik. Robert Karlin. Rumusan hipotesis harus mengandung pertautatan antara dua variabel atau lebih. dan implementasi. King. hipotesis yang biasanya diuji adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih. dan 3. 1987. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data dan statistika yang digunakan. Readability. 2. Jakarta: Gaung Persada Press. Sebaliknya. London: Heinemann Educational Books. Teaching Reading in High School. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Bandung: Angkasa. Cambridge: Cambridge University Press. Yamin. 2003. Tangan H. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. yakni hipotesis yang menyatakan hubungan dan hipotesis yang meyatakan perbedaan. Martinis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mu lyasa. Michigan: Ulrih’s Books. New York: Harper & Row Publisher. Hipotesis harus dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang dirumuskan secara padat dan jelas. 1998. and Wayne A. Nuttal.

3. Rod The Study of Second Language Acquisition (Oxford: Oxford University Press. Oemar Pengembangan Kurikulum. 1993. Harmer.nz/ urseinfo/AcademicWriting/Flesch. Susan Teaching English in the Primary Classroom. 1992. Helliwell. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. H. London: Longman. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp.ac. Anonim. Daftar Kepustakaan Ahmad.000. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. Flesch. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. Huda. Balitbang Depdiknas. Bandung: Pustaka Setia. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris 118 31 . London and New York: Longman. 2003. Ellis. Bandung: Mandar Maju. Rincian biaya dapat tidak diberikan.mang. Grant.000. Nevile Making the Most of Your Textbook . Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. Jakarta: Pusat Kurikulum. London: Longman Group. 1998. J. Jeremy The Practice of English Language Teaching. Kurikulum dan Hasil Belajar. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris Hipotesis hipotesis alternatif (HA): 1. 1994. 2003. Alice Omagio Teaching Language in Context.. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. 3. Hamalik. Hadley.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 5 Penulisan laporan Seminar Proposal Penelitian Bahasa & Sastra I. 1990. Boston: Heinle & Heinle Publishers.Rudolf How to Write Plain English http://www. Harmer. 1991. Kurikulum Berbasis Kampetensi. Malang: IKIP Malang Publisher.(Lima belas juta rupiah). canterbury. 1987. Dkk.M. 1999. 15.htm). Dasar-Dasar Perkembangannya. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah.

sehingga sensus dapat dilakukan. 2. Metode Penelitian ini merupakan penelitian isi atau content analysis yang berusaha untuk menggali bukti-bukti empiris mengenai tingkat keterbacaan. barang. dan kesesuaian 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. Analisis Data Data verbal yang berkaitan dengan kesesuaian buku teks dengan kurikulum akan dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan apa yang terdapat dalam buku dengan apa yang ditetapkan dalam kurikulum 2004.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 POPULASI DAN SAMPEL 1. kualitas. Seluruh kata berimbuhan yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. Seluruh mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN 3. Unit Analisis Sebagai unit analisis. Populasi terhingga (terjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang terhingga jumlahnya. NO 1 2 3 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data BULAN JAN FEB MAR APR MEI V V V V V 117 A. penelitian ini akan menggunakan 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA digunakan di sekolah-sekolah di Jakarta. 3. 4. Contoh: 1. sehingga sensus sama sekali tidak dapat dilakukan. Populasi takterhingga (takterjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang takterhingga jumlahnya. Pengertian Populasi dapat diartikan sejumlah kasus yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. seperti menandai. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. H. Populasi dibedakan menjadi dua. Meskipun demikian. Seluruh kegiatan akademik mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bila sensus tidak mungkin digunakan. Sampel dapat diartikan 32 . Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data yang dibutuhkan dengan berbagai cara. hal ataupun peristiwa. maka sampel merupakan jalan keluar utamanya. dalam hal ini dapat diartikan sebagai orang. binatang. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya pada sumber data. Sedangkan data yang berhubungan dengan tingkat keterbacaan buku teks dianalisis dengan teori Flesch Reading Ease. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama empat bulan dari Januari sampai dengan Juli 2005. Kasus. dalam populasi terhingga sensus seringkali tidak dapat dilakukan. mengelompokkan.

kemampuan. Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi menurut Depdiknas (2003: 42) adalah: a) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. 116 sebagai sebagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri umum yang dimiliki oleh populasi. KBK dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas standar tertentu. 3. Contoh (berdasarkan contoh populasi di atas): 1. 33 . dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran. Seluruh kata berimbuhan il-. ir. Random sampling adalah pengambilan sampel dari populasi yang homogen secara acak atau tidak sistematis. yaitu suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu di dalam diri seseorang. Umpamanya. f) Minat. sebaliknya. waktu. Sampling (Teknik Pengambilan Sampel) Berdasarkan kemungkinan yang dimiliki seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. seperti biaya. ketelitian. ketepatan. sikap. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. cluster sampling (sampling kelompok). stratified sampling (sampling strata). Seluruh mahasiswa semester VI jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN yang telah mengambil matakuliah reading 1 – 4. c) Penggunaan pendekatan dan metode yang bervariasi. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok pertama adalah random sampling (sampling acak). yaitu kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan. d) Nilai. sukatidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar. percobaan yang sifatnya merusak. Dari pemaparan di atas. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian sebagai berikut. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan. Penggunaan sampel dalam penelitian didasari oleh beberapa alasan. G. KBK merupakan sebuah kurikulum yang mengacu pada kurikulum modern jika dilihat dari karakteristiknya. pemahaman. dan e) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan suatu kompetensi. dan proportional sampling (sampling proporsional). pengambilan sampel dibedakan menjadi dua: probability sampling dan non-probability sampling. yaitu sesuatu yang dimiliki individu untuk melakukan tugas ataupun pekerjaan yang dibebankan kepadanya. d) Sumber belajar bukan hanya guru. Seluruh kegiatan diskusi dan seminar berbahasa Inggris yang diikuti mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN pada tahun akademik 2005-2006 B. dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c) Kemampuan. im. b) Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. yang kedua mengacu pada cara pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel.yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. dan ekonomi. e) Sikap. Yang pertama mengacu pada cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel. berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. yaitu perasaan (senang-tidak senang.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang dipilih secara acak karena populasi diduga bersifat homogen. Stratified sampling adalah pengambilan sample dari populasi berstrata umpamanya, pengelompokan masyarakat berdasarkan warna kulit, status sosial, usia, atau pendidikan, yang masing-masing strata terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Arab dan kemampuan bercerita dalam bahasa Arab mahasiswa semester III Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2005-2006, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester tiga tersebut yang berlatar pendidikan SMA, MAN, dan pesantren; dan sampelnya adalah ±120 yang diambil dari masing-masing strata sebanyak 40 orang mahasiswa. Cluster sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berkelompok, umpamanya berdasarkan wilayah, yang masing-masing kelompok terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta; dan sampelnya adalah ±150 yang diambil dari masing-masing wilayah DKI Jakarta sebanyak 30 orang mahasiswa. Proportional sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berstrata atau berkelompok yang masing strata/kelompok terwakili secara proporsional sesuai dengan jumlah anggotanya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris
34

merumuskan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk mendapatkan ijasah. Inti dari pengertian ini adalah adanya aspek keharusan bagi setiap siswa untuk mempelajari mata pelajaran yang sama. Faktor minat dan kebutuhan siswa tidak dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum, dan yang paling menonjol adalah guru sebagai center dari semua kegiatan. Artinya gurulah yang aktif dalam belajar, sedangkan siswa lebih bersifat pasif belaka. Tujuan mempelajari mata pelajaran hanya semata-mata untuk memperoleh ijasah, yang berarti ijasah adalah tujuan belajar dan menguasai mata pelajaran berarti telah mencapai tujuan belajar. Berbeda dengan pandangan lama, pandangan baru lebih menekankan pada pengertian kurikulum sebagai keseluruhan aktivitas, pelajaran, dan pengalaman belajar yang harus siswa peroleh dalam pengawasan sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas (Hamalik, 1990: 11). Inti dari perumusan ini adalah tafsiran kurikulum bersifat luas, kurikulum bukan saja terdiri dari mata pelajaran (courses) tetapi meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah dan siswa menjadi pusat belajar, bukan lagi guru. Jauh sebelum pemerintah mencanangkan KBK, para praktisi pengajar telah banyak mendiskusikan dan mendefinisikan arti dan kata kompetensi itu sendiri. Kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan dijadikan sebagai landasan penyelenggaraan proses pembelajaran dan penilaian siswa (Yamin, 2003: 128-9). Menurut Gordon yang dikutip Mulyasa (2003: 38-9), beberapa aspek yang terkandung di dalam konsep kompetensi adalah: a) pengetahuan, yaitu kesadaran dalam bidang kognitif; b) Pemahaman,yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu.
115

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

206.835 – (1.015 x ASL) – (84.6 x ASW). Keterangan: ASL: Average Sentence Length, yakni jumlah kata dibagi dengan jumlah kalimat ASW: Average number of syllables per word, yakni jumlah sukukata dibagi dengan jumlah kata. Secara bertahap terdapat enam langkah dalam pengukuran tingkat keterbacaan dengan menggunakan rumus Flesch Reading Ease, yakni: a) menghitung jumlah seluruh kata; b) menghitung jumlah seluruh sukukata; c) menghitung jumlah seluruh kalimat; d) menghitung rata-rata jumlah sukukata perkata; e) menghitung rata-rata kata perkalimat; dan f) menentukan skor keterbacaan dan menafsirkan hasilnya. Ketentuan yang digunakan adalah skor 0 berarti tidak terbaca, 100 berarti sangat mudah, dan 60 berarti tingkat keterbacaan yang baik 5. Kurikulum Berbasis Kompetensi Ditinjau dari asal katanya, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu kata “currere”, yang berarti jarak tempuh lari. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dan start sampai dengan finish. Jarak dan start sampai dengan finish ini yang disebut “currere’. Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung untuk menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. Seorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan, maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (Ahmad dkk, 1998: 9-14). Dari segi terminologi, pengertian kurikulum dibedakan manjadi dua, yakni menurut pandangan lama dan pandangan baru. Menurut pandangan lama, Hamalik (1990: 4)
114

mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta: Jakarta Pusat 200 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 300 orang mahasiswa, Jakarta Utara 100 orang mahasiswa, Jakarta Barat 250 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 200 orang mahasiswa. Bila masing-masing wilayah diwakili oleh 10% dari populasi yang dimiliki, maka sampel untuk masingmasing wilayah adalah: Jakarta Pusat 20 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 30 orang mahasiswa, Jakarta Utara 10 orang mahasiswa, Jakarta Barat 25 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 20 orang mahasiswa. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok kedua adalah systematic sampling, quota sampling, accidental sampling, purposive sampling, saturation sampling, dan snowball sampling. Systematic sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen berdasarkan urutan tertentu, seperti setiap urutan ke-10 dan kelipannya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang nama lengkapnya terdiri dari tiga kata. Quota sampling adalah pengambilan sampel dari populasi homogen yang jumlahnya dibatasi atau ditentukan berdasarkan kondisi tertentu, seperti setiap 1000 warga hanya diwakili oleh satu orang warga. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Indonesia masyarakat di kota-kota besar Indonesia, maka populasinya adalah seluruh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar (anggap empat kota besar). Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, setiap 250.000 jiwa diwakili oleh satu orang warga. Jadi, karena Jakarta
35

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

berpenduduk 20 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 80 orang; Surabaya berpenduduk 10 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 40 orang; Bandung berpenduduk 6 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 24 orang; dan Medan berpenduduk 4 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 16 orang. Accidental sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen melalui cara “siapa atau apa saja yang ditemui” untuk dijadikan anggota sampel. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Berbahasa Indonesia warga Jakarta Selatan pada masa reformasi 1998-2000, maka populasinya adalah seluruh warga Jakarta Selatan. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, siapa pun warga Jakarta Selatan bersedia diangkat sebagai sampel dalam penelitian hingga dianggap cukup mewakili populasinya (anggap 200 warga) Purposive sampling merupakan pengambilan sample dari populasi heterogen berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki sampel atau pertimbangan peneliti. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang telah mengambil matakuliah Bahasa Indonesia, Speaking IV, dan Public Speaking. Saturation sampling merupakan pengambilan sample yang melibatkan hampir semua anggota populasi tetapi bukan sensus. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji perbedaan kemampuan apresiasi puisi komtemporer Britania antara mahasiswa yang berpendidikan SLTA dan MAN pada semester VII BSI UIN Jakarta, maka populasinya adalah seluruh mahasiswa BSI semester VII (berjumlah 150 orang) yang
36

benar-benar mandiri yang tidak perlu bantuan orang lain, sehingga tidak termotivasi untuk belajar lebih jauh. Kualitas lebih tinggi memungkinkan siswa selalu tergantung pada orang lain, sehingga tidak mandiri tetapi lebih termotiovasi untuk memperoleh hal yang baru. Keterbacaan berasal dari bahasa Inggris “readability” yang terbentuk dari morfem bebas “read” dan dua morfem terikat “able” dan “-ty” yang berarti dapat dibaca. Artinya, pesan yang terkandung dalam teks dapat ditangkap secara jelas oleh pembaca sesuai dengan target sasarannya. Secara terminologi, keterbacaan ditafsirkan berbeda-beda antara satu ahli dan ahli lain sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Meskipun terdapat perbedaan, para ahli menyepakati pada satu hal bahwa keterbacaan itu lebih mengarah pada kemungkinan suatu teks dibaca oleh seseorang. Smith dan King (198-: 3) mengartikan keterbacaan dengan tingkat kesulitan bahan bacaan yang termuat dalam buku teks. Secara lebih spesifik Karlin (1984: 99) mendefinisikan keterbacaan dengan kesesuaian antara tingkat kemampuan membaca siswa dengan tingkat kesulitan bahan bacaan melalui pernyataannya yang berbunyi “readability refers to the suitability between the reading ability and difficulty of materials. Kesulitan dalam pengertian tersebut, menurut Nuttal (1987: 4), berkenaan dengan kesulitan-kesulitan linguistik yang meliputi unsur-unsur leksikal dan gramatikal bahasa. Makin banyak jumlah kosakata dan gramatika yang tidak dipahami siswa makin tinggi tingkat kesulitan teks tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditegaskan kembali bahwa unsur leksikal atau kosakata, dan unsur gramatikal merupakan penentu tingkat kesulitan suatu teks. Kedua unsur tersebut menjadi landasan utama dalam pengembangan alat ukur tingkat keterbacaan. Salah satunya adalah Flesch Reading Ease yang dikembangkan oleh Rudolf Flesch (2003). Adapun rumus yang digunakan untuk menganalisis tingkat keterbacaan teks adalah:
113

lebih rendah atau lebih tinggi dari kemampuan siswa. dan daftar kata atau indeks. dan bahkan 112 berpendidikan SLTA dan MAN. bagian ini juga berhubungan dengan aktivitas belajar yang harus dikembangkan sesuai dengan karakteristik materi pelajarannya. Kualitas yang lebih rendah membuat siswa menjadi terlalu percaya diri. saturation Snowball sampling Stratified atau proportional sampling Cluster atau quota sampling Purposive sampling (yang bisa berbahasa Inggris) 37 Heterogen Berstrata Seluruh penduduk Jakarta berdasarkan status sosial Heterogen Seluruh penduduk Berkelompok Jakarta berdasarkan wilayah Heterogen Seluruh siswa SMA di Jakarta . Adapun aspek desain berhubungan dengan latarbelakang konseptual/teori yang mendasarinya. availability. topik. Selain itu. dan panduan guru (price. Tabel 1. kunci jawaban. Umpamanya. aktivitas latihan keterampilan berbahasa. Kualitas yang sepadan memungkinkan siswa menjadi relatif lebih mandiri. Adapun sampelnya untuk pertama kalinya ditentukan berdasarkan kriteria lama pengabdiannya. sedangkan yang berpendidikan non-SLTA dan MAN tidak dianggap sebagai sampel. Untuk memudahkan pengambilan sampel. perhatikan karakteristik populasi dan samplingnya seperti berikut. Karakteristik populasi dan samplingya. Tomlinson (1998: 193) mengelompokkan pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan buku teks bahasa komunikatif ke dalam dua kategori. Snowball sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen dengan cara “bola salju”. topics. language skill activities. dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. buku panduan guru. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 65 mahasiswa yang berpendidikan SLTA. Kriteria ini bergayut erat dengan kualitas teks-teks yang manjadi dasar pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris di dalam buku teks: apakah teks-teks tersebut sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. perwajahan dan desain. metodologi. methodology. aktivitas latihan bahasa. latihan. video. penggunaan. 4. Hal itu mencakup pertimbangan tentang tujuan yang ingin dicapai. kaset. dan 70 orang mahasiswa yang berpendidikan MAN. instruksi. cultural acceptabililty. layout and design. aspek ini juga berkenaan dengan pembagian buku menjadi beberapa unit dan subunit. Secara spesifik aspek publikasi berkaitan dengan materi pelajaran. sehingga diperoleh jumlah anggota sampel yang relatif representatif. Memperjelas apa yang dikemukan Harmer. keberterimaan kultural. Systematic. urut-urutan pelajaran. maka populasinya adalah seluruh abdi dalem kasultanan Yogjakarta. dalam penelitian yang mengaji mengenai pola berbahasa Jawa Krama Inggil para abdi dalem kasultanan Yogjakarta. yakni publikasi dan desain. accidental. tipe silabus. CIRI-CIRI POPULASI Homogen CONTOH POPULASI Seluruh mahasiswa UIN SAMPLING YANG COCOK Random. yakni sampel terpilih menunjuk anggota lain secara berantai sehingga terpenuhi jumlah yang diinginkan. Keterbacaan Aspek substansial utama yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif adalah keterbacaan. Demikian seterusnya. language study activities.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketersediaan. Aspek publikasi berhubungan dengan tampilan fisik materi pelajaran sebagai satu kesatuan buku pelajaran. dan berikutnya sampel terpilih diminta untuk memilih abdi dalem lainnya sebagai anggota sampel. bagaimana tugas. dan buku kerja. Selain itu. and teacher’s guide). instructions. dan bahan pelajaran diseleksi dan gradasi.

Tentu saja ketepatan guru dalam penggunaan buku teks dapat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan kegiatan belajar yang dikembangkannya. 111 . Hadley (1994: 484) merinci beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. penguasaan kosakata. secara substansial guru dapat menentukan buku teks bahasa komunikatif mana yang dapat digunakan sebagai buku pelajaran bahasa Inggris bagi siswa pada tingkat tertentu. dan aktivitas latihan berbahasa dengan kebutuhan dan minat siswa. Nontes merupakan instrumen penelitian yang 38 Mempertegas ciri-ciri tersebut. Pemilihan Buku Teks Bahasa Selain aspek substansial sebagaimana dijelaskan di atas. f) kesesuaian tema. kemampuan linguistik. Instrumen penelitian dapat didefinisikan sebagai alat atau cara yang digunakan untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. bahan-bahan bacaan. Menurut Harmer (2003: 301). Tes merupakan instrumen penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan kognitif dan psikomotor seseorang dalam bidang-bidang atau keterampilan tertentu. kemampuan pragmatik. e) penjelasan aspek gramatikal dalam konteks penggunaan bahasa. 3. Kegiatan belajar menjadi makin terarah dan siswa terus termotivasi dalam belajar karena mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dengan pelajaran yang telah dan akan dipelajari. yakni: a) kontekstualisasi aktivitas latihan berbahasa yang membiasakan siswa dengan budaya bahasa sasaran. d) perpaduan antara kemampuan fungsional dan gramatikal. pemilihan buku teks bahasa komunikatif perlu memperhatikan: harga. Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut. kemampuan analisis pusisi klasik bahasa Inggris.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5 INSTRUMEN PENELITIAN A. kemampuan berbicara. kemampuan membaca. b) pengembangan aktivitas belajar berbasis kerja kelompok dan interaksi komunikasi. Ditinjau dari segi bidang atau domain yang diukur. dan g) integrasi aspek kultural ke dalam bahan-bahan pelajaran dan aktivitas latihan berbahasa. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pengertian Penelitian yang baik sangat tergantung pada ketersediaan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. seperti kemampuan gramatika. c) penggunaan bahan-bahan yang berbentuk autentik. kemampuan menyimak. tes dan nontes. Data yang tidak tepat berpengaruh terhadap kesahihan kesimpulan yang diambil. Untuk mendapatkan data yang akurat diperlukan instrumen penelitian yang tepat. instrumen penelitian dibedakan menjadi dua. terdapat aspek-aspek lain yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif sebagai buku pegangan siswa. kreativitas berbahasa. IQ. dan kemampuan menerjemahkan. kemampuan menulis.

dan lain-lain. Berbeda dengan buku teks tradisional. b) menempatkan minat dan kebutuhan berbahasa siswa sebagai pijakan penyusunan materi pelajaran. Instrumen yang berbentuk tes dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok tes. dan karakterrisasi drama bahasa Inggris klasik. TOEFL. tetapi tidak dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa untuk komunikasi. prilaku berbahasa seorang anak. Ditinjau dari sudut tujuan yang ingin dicapai. dan menghasilkan skor yang sama bila dikoreksi oleh beberapa orang penilai. sedangkan tes subjektif merupakan tes yang tidak menuntut satu jawaban yang paling benar. buku teks komunikatif memuat materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi. wawancara. tes diagnosa. Tes prestasi (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang mengenai sesuatu atau sejauhmana seseorang menguasi sesuatu setelah menyelesaikan suatu program belajar. c) menekankan pada materi pelajaran berbasis tugas.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra yang dapat membantu siswa menguasai kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran tidak dapat disebut sebagai buku teks bahasa komunikatif. e) memanfaatkan materi yang bersifat autentik. Tes ditinjau dari sudut cara penyekoran dibedakan antara tes objektif dan subjektif. ciricirinya adalah: a) menekankan fungsi komunikatif bahasa. Tes kesiapan (aptitude test) adalah tes yang digunakan untuk melihat kesiapan seseorang untuk mengikuti program belajar. terdapat beberapa jenis tes. seperti sikap seorang mahasiswa terhadap puisi bahasa Inggris modern. 39 . kebiasaan membaca novel roman. seperti tes pilihan ganda. persepsi seorang dosen terhadap daya kreativitas mahasiswa. dan biasanya menghasilkan penilaian yang berbeda antara satu penilai dengan penilai lainnya. Tes objektif merupakan tes yang menuntut satu jawaban yang paling benar. 110 digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan afektif seseorang atau informasi yang tidak berkenaan dengan kemampuan kognitif. d) mementingkan keakuratan daripada kelancaran berbahasa. dan quesoner. dan f) menekankan pada aspek kelancaran komunikasi (Grant. dan lain-lain. Adapun ciri-cirinya dapat digambarkan sebagai berikut: a) menekankan aspek bentuk dan kaedah bahasa. Buku teks tradisional mengacu pada buku pelajaran yang berisikan materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai sebuah sistem bunyi daripada sebagai alat komunikasi. seperti UAS. baik secara langsung maupun tidak langsung. dengan objek yang sedang diteliti. seperti tes mengarang. b) terfokus pada pengembangan keterampilan membaca dan menulis. c) banyak memanfaatkan bahasa pertama sebagai bahasa pengantar. 1987: 14). Siswa hanya dituntut untuk mengetahui kaedah-kaedah bahasa secara teoretis. Nontes terdiri dari beberapa jenis. e) lebih taat pada silabus dan kepentingan ujian (Grant. Tes kemampuan (profeciency test) merupakan tes yang digunakan untuk mengukur sejauhmana seseorang menguasai bidang tertentu sesuai dengan apa yang dipersyaratkan tanpa harus mengikuti program belajar. TOEIC. Secara umum. seperti tes masuk. dan pretes. Obeservasi merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat verbal yang mengandalkan keterlibatan peneliti. seperti observasi. siswa dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi. d) mengembangan keterampilan berbahasa terpadu. 1987: 12). Utamanya. seperti tes memperoleh SIM. Buku tersebut biasanya disebut dengan buku teks bahasa tradisional. Mid tes.

Kesalahan di dalam penggunaan buku teks bahasa menimbulkan akibat yang sangat fatal. yakni kegagalan siswa menguasai kompetensi yang diharapkan. Huda (1999:93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik sebagaimana diutarakan Ellis (1994: 13) berikut ini: “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. B.” Kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran sebagai kompetensi utama yang harus dikuasai siswa merupakan ciri utama yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Wawancara merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan informasi verbal mengenai sesuatu dengan mengandalkan kemampuan berkomunikasi secara langsung dengan pihak responden. Kedua. yakni kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah 40 buku-buku teks yang tersedia di pasaran. That is. Pengembangan Instrumen Tes Untuk mendapatkan isntrumen berbentuk tes yang baik. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. Buku-buku teks bahasa yang tidak berisikan bahan pelajaran 109 .” Jadi. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa guru dituntut untuk lebih selektif di dalam mimilih buku-buku teks bahasa yang tersedia di pasaran. Pandangan yang sama juga telah disampaikan oleh Hadley (1993: 4) yang mengatakan: “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Quesioner merupakan wawancara yang dilakukan secara tertulis. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. peneliti harus memperhatikan prosedur pengembangannya yang meliputi tujuh rangkaian kegiatan yang terdeskripsikan pada diagram berikut. kemampuan komunikatif tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentukbentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Kajian Teori Definisi Konseptual Definisi Operasional Pembuatan Kisi-Kisi Penyusunan Butir Soal Uji Coba Revisi & Gandakan Instrumen Diagram Proses Pengembangan Instrumen tes Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji.

menemukan pikiran utama dalam paragraf. tetapi dengan mudah dapat memperolehnya melalui 108 suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. pronunciation. and speaking. Ketujuh adalah revisi atau penggantian butir soal berdasarkan hasil ujicoba. Kriteria Buku Teks Bahasa Komunikatif Maraknya peredaran buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA tidak saja membawa dampak positif. Mengetahui apa yang sudah dipelajari menjadikan siswa dapat mengulang dan memperdalam kembali materi tersebut secara madiri. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. dan mendapatkan gambaran umum isi bacaan dalam bahasa Inggris. apakah untuk siswa SLTP. atau perguruan tinggi. Pembuatan kisi-kisi: Kisi-kisi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan butir-butir perntanyaan hanya memuat 41 .” Tidak berbeda dengan Tomlinson. listening. Tiga pandangan di atas makin memperjelas pengertian buku teks bahasa sebagai buku pelajaran utama dan pelengkap yang memuat seluruh pokok bahasan. 4. functions and the skilss of reading. menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks. they provide a sensible progression of language items. Kempat. sedangkan mengetahui apa yang akan dipelajari menjadikan siswa lebih termotivasi dan siap secara mental menghadapi materi pelajaran baru.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra vocabulary. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir soal. Kelima. seperti berapa jumlah butir soal yang dibutuhkan. 1991: 257). Keenam adalah ujicoba butir soal yang dibuat untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. sehingga siswa dapat mengetahui apa yang sudah dan akan dipelajari. komponen bahasa. tetapi juga dampak negatif. 1. writing. dan apa jenis butir soal yang digunakan. Ketiga. Perumusan definisi operasional: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis yang dapat diukur melalui: menemukan informasi tertentu dalam teks. SMA. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir soal dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasional yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. keterampilan bahasa. 2. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on” (Harmer. Dampak positif yang dirasakan guru adalah tersedianya berbagai macam buku teks bahasa Inggris yang tersedia di pasaran. Harmer juga mengaskan hal yang sama bahwa buku teks bahasa harus memuat aspek gramatikal. menemukan semua informasi rinci yang tersurat. baik yang berupa unsur-unsur bahasa. maupun aspek-aspek lain terkait. fungsi-fungsi bahasa yang disusun secara menarik dan sistematis. Aplikasi ketuju langkah tersebut dapat dilihat pada pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan membaca bahasa Inggris sebagai berikut. menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks. dan penggandaan butir soal sebagai instrumen penelitian sesuai dengan kebutuhan. 3. yang harus disampaikan kepada siswa pada masa tertentu sesuai dengan tingkatnya. Perumusan definisi konsep: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis. “Good text books often contain lively and interesting materials. Guru tidak perlu lagi khawatir dan bersusah-payah menyediakan sumber-sumber pelajaran secara mandiri.

30 6 6 30 5. if you have time to prepare. 20 21. 17 3. dan g) sebagai landasan pengembangan kegiatan belajar terpusat pada siswa. fungsi bahasa. Dengan demikian. Do the right thing If an emergency or disaster occurs. buku teks dapat diartikan sebagai buku pelajaran yang memuat seluruh aspek bahasa sasaran yang harus dikuasai siswa. 13. 16. It aims to provide as much as possible in one book and is designed so that it could serve as the only book which the learners necessarily use during a course. Kisi-kisi tes membaca NO INDIKATOR 1 Menemukan informasi tertentu dalam teks 2 Menemukan pikiran utama dalam paragraf 3 Menemukan semua informasi rinci yang tersurat 4 Menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks 5 Menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks 6 Mendapatkan gambaran umum isi bacaan Jumlah PG 1. 2. or D. dan keterampilan bahasa. e) sebagai bahan diskusi dengan guru-guru lain. your local official will tell you if and when you need to leave your home. seperti indikator. Menurut Grant (1987: 12). 24 24 Esai 25 26. B. 15. Your house will be better off if you take some time to look for 42 b) keluaasan materi pelajaran. 18 4. 12. on your answer sheet Question no. dan buku pelajaran tambahan yang memuat topik-topik. 23. Choose the best alternative by crossing A. Penulisan butir soal Instrumen Kemampuan Membaca A. Buku teks dapat didefinisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi-materi inti yang harus disampaikan kepada siswa dalam periode belajar tertentu. action can be taken to help minimize damage. Just take your disaster supplies that you have already set aside and get out of the area. 22. 7. sehingga kegiatan belajar yang telah direncanakan dapat berjalan secara efektif. 19 5. 28. 107 . don’t stop to fuss about your house. Adapun bagi siswa buku teks bahasa dapat memberikian informasi mengenai tujuan belajar dan proses pencapaiannya. dan jumlah butir yang dibutuhkan. for example if a hurricane or flood is expected to hit in a few days. However. kesempatan untuk belajar secara mandiri. c) waktu persiapan mengajar yang lebih efektif. 1 – 5 refers to the following text.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa hal yang penting. jenis butir pertanyaan. Adapun dalam kegiatan belajar bahasa. 6. Secara lebih spesifik Tomlinson (1998: ix) menyebutkan bahwa buku teks bahasa harus memuat komponen bahasa. 11. f) memberikan rasa aman. “A textbook which provides the core materials for a course. 9. If they tell you to leave pronto. 14. rasa aman dengan kejelasan materi yang akan dipelajari. dan keterampilan-keterampilan berbahasa tertentu. dapat ditegaskan kembali bahwa buku teks bahasa merupakan salah satu sumber pelajaran bahasa yang memberikan banyak keuntungan bagi guru dan siswa. 10. Tabel 2. JML 4 5 7 4 4 29. Such a book usually includes work on grammar. C. 8. bidang-bidang. 27. d) sebagai dasar pengembangan pekerjaan rumah. buku teks terdiri dari buku pelajaran utama yang memuat seluruh aspek bahasa. dan kesempatan untuk mengulang kembali pelajaran yang sudah dibahas di sekolah.

Be worried B. Revisi dan penggandaan 43 . The idea of that paragraph is ______ A. kaset. move your belongings so they are away from windows or in the case of flooding they are on upper floors of the house. Bring your outdoor equipment and furniture inside. bring equipment inside B. Ujicoba instrumen 7.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra pemilihan buku teks. such as air conditioning units. dan koran. Bila tidak. kegiatan belajar bahasa yang akan dikembangkan berjalan tanpa arah. buku teks bahasa dapat memberikan beberapa keuntungan. Inside your home. 1. propane. a journalist 2. The word “look for” in line seven means ____.C C. and batten down any structures that might be damaged or swept away. a friend B. an official B. kurikulum berbasis 1. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. The word “fuss” in line three means ____ A. leaving home to save D. batten done A. video. be hurry D. the duty of the government official C. be careful 5. except __ A. keterbacaan. know C. 6. Menegaskan hal tersebut. Tentu saja kegiatan belajar bahasa yang dikembangkan guru akan berjalan dengan baik bila sumber-sumber pelajaran tersedia secara cukup dan proporsional. Dst. Kegiatan tersebut dapat mengambil berbagai macam bentuk aktivitas yang dapat dilakukan siswa secara individual dan kolektif. See B. Buku teks bahasa dapat mencakup keseluruhan topik yang akan dipelajari. seperti: a) program pengajaran bahasa yang sudah tersusun. The following are actions that can be done if flood is expected to hit. dan kompetensi. be nervous C. mengerjakan latihan. dan mengunjungi tempattempat peneting lain. Di antara sumber-sumber pelajaran tersebut. sehingga siswa tidak dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang diharapkan. Helliwell (1992: 114) mengemukakan bahwa buku teks bahasa tidak saja memiliki keunggulan yang hanya dapat dimanfaatkan oleh guru. 106 potential problems. move equipment from window D. Kegiatan belajar di dalam kelas yang dapat dikembangkan guru mencakup membaca buku. diskusi. majalah. bermain peran. dan memiliki fleksibilitas yang relatif tinggi. Buku Teks Bahasa Kegiatan belajar bahasa sebagai proses penyampaian dan pengalihan informasi dan kompetensi-kompetensi lainnya merupakan salah satu wujud implementasi kurukulum dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. kerja kelompok. tetapi juga memiliki keunggulan yang dapat dinikmati oleh siswa. Bagi guru. buku teks bahasa memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri yang menjadikannya sebagai bahan pelajaran utama di sekolahsekolah. seek D. the accidence of a disaster 3. C. and the like. A. seperti buku teks. belajar di taman. Who will tell you if the disaster happens? A. sedangkan kegiatan di luar kelas dapat berbentuk kunjungan ke perpustakaan. mudah dibawa. a teacher D. kinds of disasters B. tanks. watch 6. leave the door unlocked 4.

penyusunan definisi konseptual. definisi operasional. revisi atau penggantian butir pernyataan berdasarkan hasil ujicoba. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir pernyataan. Pengembangan Instrumen Nontes. 3. Penerbit buku-buku teks bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan dalam penyusunan buku-buku teks yang baru. 44 3. Perumusan Definisi konseptual: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain. 2. Prosedur pengembangannya sama dengan prosedur pengembangan instrumen tes. dan penyempurnaan terhadap buku-buku teks bahasa Inggris yang sudah digunakan oleh siswa kelas II SMA di DKI Jakarta. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir pernyataan dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. hanya membutuhkan empat langkah. F. Ketiga. Kedua. kriteria buku teks bahasa komunikatif. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. Ketujuh. 1. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi: 1. Kajian Teoretis Sesuai dengan permasalahan yang diajukan. dan 4. Keenam.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra C. yakni kajian terhadap teori yang relevan. Berikut adalah contoh pengembangan kuesioner motivasi berprestasi yang meliputi langkah-langkah berikut. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kriteria buku teks bahasa Inggris komunkatif. Tidak berbeda dengan tes. Kempat. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasioanl yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. dan 5. buku teks bahasa Inggris mana yang memiliki nilai keunggulan yang lebih tinggi daripada buku-buku teks bahasa Inggris lain yang digunakan oleh siswa kelas II SMA. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan materi pelajaran bahasa Ingris untuk siswa kelas II SMA. yakni hakikat buku teks bahasa. ujicoba kuesioner yang dibuat untuk diketahui validitas dan reliabilitasnya. dan penggandaan kuesinoer sesuai dengan kebutuhan. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. 4. Kelima. Guru-guru bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. dan pedoman obeservasi atau wawancara. Adapun pengembangan instrumen berbentuk observasi atau wawancara. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. terdapat beberapa hal yang perlu dibahas secara detail. untuk mendapatkan instrumen berbentuk nontes yang baik (terutama kuesioner) peneliti juga harus memperhatikan prosedur pembuatannya. Bagi para peneliti sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan mengenai bukubuku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. dan apa jenis butir pernyataan yang digunakan. seperti berapa jumlah butir pernyataan yang dibutuhkan. E. 105 .

Pembuatan kisi-kisi: Tabel 3. konatif. tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. dan spiritual. Tujuan Penelitian Secara umum. Oleh karena itu. 104 3. penelitian ini akan dipusatkan pada sepuluh (10) buku teks yang banyak digunakan oleh SMA II di DKI Jakarta. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang digunakan di DKI Jakarta.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menimbulkan masalah besar bagi guru untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang benar-benar memenuhi kriteria buku teks yang baik. Pertanyaan Penelitian Karena banyaknya buku teks bahasa Inggris yang beredar di pasaran. 4. S: Sering. kognitif. Perumusan definisi operasional: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain yang terbangun dari beberapa aspek. penelitian ini akan difokuskan pada kualitas buku teks bahasa Inggris untuk SMA kelas II yang banyak digunakan di beberapa SMA di Jakarta. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kreiteria yang dipersyaratkan oleh Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004. Penulisan butir-butir pernyataan Lingkarilah salah satu alternatif jawaban yang tersedia sesuai dengan pilihan anda. Bagaimanakah tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA di DKI Jakarta? 2. Manakah di antara buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang dianggap sebagai buku teks yang lebih kualitas daripada buku-buku teks lain? D. Secara spesifik penelitian ini diarahkan pada hal-hal berikut. Bagaimanakah tingkat kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004? 3. KK: Kadang-kadang. behavioral. Secara khusus. penelitian tersebut berusaha untuk memperoleh data empiris mengenai: 1. Bagaimanakah kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA jika ditinjau dari kriteria buku teks bahasa Inggris komunikatif? 4. 2. Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Berprestasi NO DOMAIN INDIKATOR Optimis di dalam menghadapi berbagai masalah Antusias di dalam mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan A Affective Bertanggungjawab terhadap apa yang telah dikerjakan Bekerja keras untuk memperoleh hasil yang lebih baik daripada orang lain Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi Berusaha untuk menyelesaikan B Cognitive tugas-tugas belajar dengan baik Menguasai bahan kuliah/belajar/ pekerjaan secara komprehensif Berani mengambil resiko Berusaha secara mandiri dan C Conative tidak tergantung pada orang lain Bersaing untuk memperoleh hal yang baik Meniru gaya atau cara belajar D Behavioral orang-orang yang sukses E Spiritual Memahami tujuan belajar/kuliah JUMLAH (+) (-) JML 4 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 0 4 3 3 4 4 3 4 3 4 2 2 40 1 1 22 18 5. SS: Sering Sekali. C. seperti afektif. TP: Tidak Pernah 45 . 1.

Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. yakni buku teks bahasa Inggris. Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tantangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya. B. saya tetap optimistis dapat mengatasinya. Salah satu solusinya adalah penelitian terhadap isi buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA yang banyak beredar di pasaran. (SS/S/KK/TP) Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. Di samping itu. 9. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan pekerjaan itu. tetapi secara arif dapat menentukan buku teks mana yang seharusnya digunakan siswa dan sekolah. Fokus Penelitian Pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004 mengundang kompetisi baru untuk memenuhi salah satu sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. 5. (SS/S/KK/TP) Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadi-kan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan. 6. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. para penulis dan penerbit telah berusaha memenuhi kriteria buku teks yang baik dengan memasukkan prinsip-prinsip KBK tahun 2004 ke dalam buku teks yang mereka terbitkan. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. Secara substansial. 10. Tentu saja kondisi seperti itu 103 46 . dan materi ajar yang menarik dengan memberikan ilustrasi dan gambar-gambar yang menawan. 2. Beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. (SS/S/KK/TP) Ketika saya mengahadapi masalah dalam belajar. laporan. 8. saya tetap antusias dalam menjalaninya. penerbit juga memberikan harapan-harapan finasial kepada para guru dan sekolah jika buku teks yang mereka terbitkan digunakan sebagai buku wajib siswa. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. 4. 11. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. Tentu saja. hal itu membuat pihak sekolah dan guru menghadapi dilemma besar untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang harus digunakan. (SS/S/KK/TP) Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. Penelitian ini perlu segera dilakukan untuk membantu guru-guru bahasa Inggris SMA agar tidak terjebak pada masalah finansial. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. (SS/S/KK/TP) Karena sulitnya mencari bahan-bahan. (SS/S/KK/TP) Jika saya menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan. seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. Kesulitan yang bersifat substansial inilah yang perlu segera dicarikan solusi terbaik. Maka. 13. (SS/S/KK/TP) Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. 3. (SS/S/KK/TP) Dalam kondisi yang sangat buruk. (SS/S/KK/TP) Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. 12. (SS/S/KK/TP) Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. (SS/S/KK/TP) Saya akan berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain (SS/S/KK/TP) Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. 7.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. mengingat keberhasilan siswa untuk menguasai kompetensi juga ditentukan oleh kualitas buku teks yang digunakan.

(SS/S/KK/TP) 15. Sebagai respons dari pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. Secara sengaja. saya tidak mengerja-kan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh. saya akan berusaha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. Bila keterangan guru atau penjelasan dari buku tidak begitu jelas. (SS/S/KK/TP) 18. (SS/S/KK/TP) 16. (SS/S/KK/TP) 24. (SS/S/KK/TP) 25. (SS/S/KK/TP) 19. mereka menuliskan frasa “sesuai dengan KBK tahun 2004” dengan huruf berukuran besar dan berwarna menyolok. Melengkapi persyaratan buku teks bahasa Inggris yang baik. Dalam kegiatan kelompok. Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru atau buku. Kondisi seperti itu diperburuk lagi dengan promosi langsung ke sekolahsekolah untuk menawarkan buku teks yang mereka terbitkan. Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. Harmer (1991: 257) mengatakan bahwa buku teks bahasa Inggris harus memuat isi yang up to date dan menarik. dan untuk memenuhi sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. (SS/S/KK/TP) 21. Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. perpustakaan dan media cetak lainnya. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on”. saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. kompetensi sebagai tujuan akhir harus mejadi landasan pengembangan materi ajar yang dapat memberikan pengalaman belajar yang berharga bagaimana menggunakan bahasa sasaran seara baik dan komunikatif. Isi buku yang menarik tentunya dapat membantu siswa menjaga motivasi belajarnya tetap tinggi. (SS/S/KK/TP) 20. Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. “Good text books often contain lively and interesting materials. Supaya dapat menyelesaikan suatu pekerjaan sebaik mungkin. Buku teks bahasa Inggris SMA harus mencerminkan prinsip-prinsip pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran. Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas-tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan yang saya kuasai. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut. Jika saya tidak menguasai suatu pekerjaan. seperti internet. saya tidak membuat laporan pengamatan sebaik mungkin. (SS/S/KK/TP) 27. (SS/S/KK/TP) 22. Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuhkan. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu pekerjaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana. (SS/S/KK/TP) 17. (SS/S/KK/TP) 23. Maka. tetapi asal terpenuhi kewajibannya saja. (SS/S/KK/TP) Berkenaan dengan matapelajaran bahasa Inggris di SMA. (SS/S/KK/TP) 26. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. they provide a sensible progression of language items. Selain itu. karena anggota lain juga mengerjaknnya. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin. beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. 102 47 .Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 14. kesesuaian materi ajar yang termuat dalam buku teks bahasa Inggris dengan kurikulum juga merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi.

(SS/S/KK/TP) 32. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. sekolah harus memfasilitasi ketersediaan buku teks sesuai dengan jumlah matapelajaran yang harus diambil siswa pada jenjang pendidikan tertentu. Dengan kata lain. saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. (SS/S/KK/TP) 37. Buku teks dapat definisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi pelajaran sesuai dengan pokok-pokok pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. buku teks bahasa Inggris. (SS/S/KK/TP) 36. Karena itu tidak ada pilihan lain bahwa buku teks harus relevan dengan kurikulum yang berlaku”. Supaya fungsinya dapat berjalan dengan baik. (SS/S/KK/TP) 33. sedangkan buku teks yang tidak relevan akan menjauhkan siswa dari kompetensi yang seharusnya dikuasai. IPS. saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan sekarang. Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. saya tetap membersihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. Untuk membaca buku-buku atau karya-karya ilmiah. (SS/S/KK/TP) 31. seluruh buku teks harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. (SS/S/KK/TP) 38. (SS/S/KK/TP) 39. Bahasa Indonesia. Oleh karena itu. atau Agama. dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi. buku teks memiliki peran yang sangat besar di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. buku teks harus memuat seluruh materi ajar yang disajikan berdasarkan prinsip-prinsip sebagaimana yang diisyaratkan oleh silabus atau kurikulum. Dengan kemampuan yang saya miliki. Sebagai seorang muslim. (SS/S/KK/TP) 40. (SS/S/KK/TP) Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. Karena takut salah. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya. Meskipun ada pembantu. saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya. Salah satunya adalah kesesuaiaan antara materi ajar yang terkandung dalam buku teks dengan silabus atau kurikulum yang sedang berlaku. Buku teks yang relevan tentu saja dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk memperoleh kompetensi yang diharapkan. 30. Ujicoba kuesioner 7. (SS/S/KK/TP) 35.” Sesuai dengan pengertian tersebut. Revisi dan penggandaan 48 Di antara beberapa perangkat keras yang harus difasilitasi oleh sekolah adalah buku teks. saya akan membaca buku-buku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. saya berusaha untuk membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat teman-teman di kelas. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. “Buku teks adalah buku yang dirancang buat penggunaan di kelas. 101 . Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. (SS/S/KK/TP) 29. matematika. Mengenai kriteria tersebut. Supaya bermanfaat di kemudian hari. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabat-shabat nabi. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. (SS/S/KK/TP) 34. Menurut Bacon sebagaimana dikutip oleh Tarigan dan Tarigan (1986: 22). Tarigan dan Tarigan (1986: 22) mengatakan bahwa buku teks ditulis untuk digunakan di sekolah dan sekolah mempunyai kurikulum.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 28. karena buku teks dapat dianggap sebagai sumber utama materi pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa.

data kualitatif tidak memerlukan statistik-statistik tersebut. dan masa depan. sedangkan model analisis nonstatistika digunakan jika data yang diperoleh merupakan data kualitatif. tetapi membutuhkan 49 . umumnya. Oleh karena itu. Beberapa konsep penting lain dalam pendekatan kebermaknaan adalah bahan pelajaran dan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna jika berhubungan dengan kebutuhan. yang biasa disebut dengan pendekatan kebermaknaan seperti tertuang di dalam Garisgaris Besar Pengajaran. agar dapat menentukan apakah analisis statistika atau nonstatistika yang akan digunakan. dan masa depan siswa. alat perga. Analisis data dapat diartikan sebagai proses pengolahan data terkumpul dengan menggunakan berbagai cara dan strategi. Sebaliknya. Posisi sentral guru digantikan oleh siswa. Data kuantitatif membutuhkan cara-cara atau rumus-rumus statistik tertentu untuk mengelohnya sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Oleh karena itu faktor-faktor tersebut harus dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan dalam pengajaran dan pembelajaran agar lebih bermakna bagi siswa. diperlukan jika data yang diperoleh merupakan data kuantitatif atau numerik. Terdapat lima kelompok data yang perlu diketahui sesuai dengan sudut pandangnya yang berbeda. perpustakaan. peneliti harus mengetahui jenis data apa yang dimiliki. 100 6 ANALISIS DATA A. minat. Tuntutan yang berbentuk perangkat lunak mengarah pada ketersediaan aturan atau sistem yang mengendalikan seluruh aspek administratif. tetapi ia berfungsi sebagai seorang fasilitator yang memfasilitasi kegiatan belajar siswa.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Guru tidak lagi menjadi seorang figur sentral yang menentukan segalanya dalam penyelenggraan kegiatan belajar. akademik. seperti laboratorium bahasa. Statistika. Perubahan orientasi tersebut esensi dari pendekatan yang diterapkan dalam KBK 2004. minat. Pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi melahirkan beberapa tuntutan besar. laboratorium IPA. dan buku teks. bahwa “Kurikulum Berbasis Kompetensi menerapkan pendekatan kebermaknaan sebagai pendekatan pembelajaran” (Diknas. 2003: 6). siswa menjadi lebih termotivasi untuk menguasai kompetensikompetensi yang diharapkan. dan kepemimpinan yang mengarah pada tercapainya efektifitas dan efesiensi penyelenggaraan kegiatan belajar. sebaliknya. pengalaman. laboratorium komputer. Berdasarkan penggunaan statistik dalam analisisnya data dapat dibedakan menjadi data kuantitatif dan kualitatif (deskriptif). tuntutan yang bersifat perangkat keras lebih mengarah pada ketersediaan fasilitas-fasilitas belajar yang memadai. baik yang memanfaatkan statistika maupun yang tidak memanfaatkan statistika sehingga dapat ditemukan pemecahan masalah yang tepat dan akurat. Siswa menjadi acuan dan orientasi di dalam menetukan berbagai aspek pembelajaran yang dikembangkan guru. Dengan memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhan. baik yang berbentuk perangkat lunak maupun perangkat keras. Jenis-Jenis Data Analisis data merupakan salah satu langkah kritis yang sangat menentukan bagaimana masalah yang telah dirumuskan harus dijawab.

ukuran panjang. dan ratio. Data nominal adalah data yang diperoleh berdasarkan proses pengelompokan yang bersifat deskrit dan saling pisah antara satu kategori dan kategori lainnya. seperti jenis-jenis salak. Perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004 merupakan hal yang harus dilakukan dan takterelakkan. Selanjutnya. Kurikulum 1994 yang berbasis konten tidak mampu mengikuti dan menjawab perubahan-perubahan global yang begitu cepat. Berbeda dengan kurikulum 1994. Data dua kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari dua kelompok yang berbeda. status perkawainan. Perubahan-perubahan tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. 99 . sehingga peserta didik memiliki kompetensikompetensi tertentu yang dapat digunakan untuk berkompetisi dalam mengahadapi dunia global. data dapat dibedakan menjadi data diskrit dan kontinum. Kurikulum 2004 tidak menjejali peserta didik dengan informasi-informasi yang tidak relevan dengan potensi yang dimiliki. dan nyamuk. Latar Belakang Selama tiga tahun belakangan dunia pendidikan nasional telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan. Data banyak kelompok adalah data yang diperoleh dari 50 A. skor IQ. dan TOEFL. Data satu kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari satu kelompok. ordinal. Dalam kurikulum 1994 para peserta didik dipandang sebagai kertas putih yang perlu dihiasi dengan sejumlah ilmu pengetahuan dan keterampilan tanpa mempertimbangkan apakah ilmu pengetahuan dan keterampilan tersebut sesuai dengan kondisi global saat ini atau tidak. menempatkan peserta didik pada proses perkembangan yang berkelanjutan dan memandang seluruh aspek kepribadian. tetapi mengasah potensi-potensi tersebut sedemikian rupa. Data interval adalah data yang diperoleh melalui pengukuran yang memiliki standar sama yang membuahkan hasil berbeda antara satu dan lainnya. Oleh karena itu. seperti jenis kelamin. Adapun bila ditinjau dari skala pengukuran yang digunakan. dilihat dari jumlah kelompok dari mana data diperoleh.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra model analisis kualitatif sesuai dengan pendekatan yang digunakan. Data diskrit adalah data yang berdiri sendiri atau saling pisah yang tidak saling bergantung antara satu dengan lainnya. sehingga seluruh peserta didik dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara agar tidak tertinggal jauh dari negara-negara maju. suku bangsa. data dapat dibedakan menjadi tiga. dan banyak kelompok. kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi. Data ordinal adalah data yang dikelompokkan berdasarkan urutan atau jenjang dalam atribut tertentu dari yang tertinggi sampai terendah. Sesuai dengan sifatnya. data dapat dibedakan menjadi empat. yakni data berasal dari satu kelompok. seperti nilai mahasiswa dalam matakuliah struktur. seperti derajat temperatur. Data ratio adalah data yang proses kuantifikasinya mempunyai nol mutlak. sebagai suatu pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan seseorang sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. dan derajat dalam kompas. dan perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004. pendekatan dalam penyelenggaraan kegiatan belajar pun harus disesuaikan. peringkat seseorang dalam lomba baca puisi. seperti skor bahasa Inggris yang diperoleh mahasiswa dari kelas ekperimen dan kelas kontrol. dan urutan peserta dalam lomba lari. terjadi ketidaksesuaian antara apa yang dipelajari di sekolah-sekolah dengan apa yang terjadi pada dunia kerja dan pembangunan bidang-bidang kehidupan lainnya. Akibatnya. seperti ranking siswa dalam pelajaran bahasa Inggris. dua kelompok. seperti ukuran voltase listrik. dan jenis pekerjaan. sedangkan data kontinum adalah data yang membentuk subuah kontinum. seperti pengesahan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. dan usia. yakni data nominal. seperti skor pre-test dan post test mahasiswa dalam matakuliah Agama. interval.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 10 PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI subjek yang berasal dari beberapa kelompok yang berbeda. bivariat. Jenis-jenis Data TIM PENELITI B. Analisis deskriptif ini dapat dilakukan secara numerik dengan 51 98 Multi-Variat Kuantitatif Satu Kelompok Dua Kelompok Banyak Kelompok Deskriptif Univariat CONTOH PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISIS Nominal Interval Ordinal Ratio Kontinus Bivariat Diskrit Jumlah Variabel Sifat Data . bagaimana data dibedakan berdasarkan beberapa sudut pandangnya dapat dilihat pada diagram berikut. D A T A Penggunaan Statistik Skala Pengukuran Asal Kelompok TINGKAT KETERBACAAN. DAN KESESUAIAN BUKU TEKS BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS II SMA DENGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Diagram 4. Statistika deskripstif digunakan bila peneliti ingin mengetahui gambaran umum tentang data yang dimiliki sehingga lebih mudah dibaca dan lebih bermakna. data dapat juga dibedakan berdasarkan jumlah variabel yang dikaji. dan data multivariat adalah data yang berasal dari banyak variabel dalam penelitian. KUALITAS. Selengkapnya. dan multivariat. Data univariat adalah data yang diperoleh dari satu variabel penelitian. Analisis Kuantitatif Analisis data kuantitatif dalam penelitian sering kali dilakukan dengan memanfaatkan statistika deskriptif atau inferensial. Terakhir. data bivariat adalah data yang berasal dari dua variabel berbeda dalam penelitian. yakni univariat.

1978. peneliti harus dapat menentukan statistik apa yang harus digunakan jika hipotesis yang harus diuji berkaitan dengan taraf hubungan antara dua variabel atau lebih. 1994. seperti program SPSS dan Excell. Douglas. Alice Ommagio. Oleh karena itu. dan Nina Spada. Johnson. Berkaitan dengan penelitian sastra. 1981 Lightbown. Nunan. atau berkaitan dengan hubungan kausalitas antara satu variabel dengan variabel lainnya. pesan. chi-square. psikologis.” The Communicative Approach to Language Teaching.. seperti pendekatan historis. 52 Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. penggunaan berbagai jenis statistika tersebut dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi. J. 1986. antara lain adalah: 1. Teaching Language in Context. H. Cambridge: CUP. John Communicative Syllabus Design. Yang pertama menuntut penggunaan statistik regresi dan korelasi. seperti Spearman Brown. 1985. Oxford: OUP. seperti uji-t. H. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Product Moment Correlation. London: Prentice Hall International Ltd. Munby. teori-teori dan pendekatanpendekatan yang sering digunakan. 1993. 97 . Malang: IKIP Malang Publisher. Dubin. atau secara grafis dengan memaparkan data dalam bentuk gambar atau diagram. teori-teori atau pendekatan-pendekatan yang relevan. Yang kedua menuntut penggunaan statistik. Amran Halim. Oxford: OUP. Patsy M. “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. D. ed. Oxford: OUP. dan bahkan tujuan-tujuan tertentu pengarang. standar deviasi. “On Communicative Competence. Huda. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. 1994. 1991 Suwito. C. niat. Selain itu. Hadely.. Brumfit. Brumfit dan K. dan analisis varians. David Language Teaching Methodology.Rod The Study of Second Language Acquisition. Hymes. 1979. Boston: Heinle and Heinle Publisher. 1999. Jakarta: PN Balai Pustaka. atau frekuensi. Pengalaman dan perjalan hidup pengarang dari masa kecil hingga dewasa menjadi bagian yang takterpisahkan dari proses kreativitas untuk memproduksi karya sastra. Pendekatan Biografis Pendekatan biografis merupakan studi yang sistematis mengenai proses kreativitas pengarang yang dianggap sebagai asal-usul karya sastra. How Languages are learned. Analisis Kualitatif Sebaliknya. eds. Giri. C. Principles of Language Learning and Teaching. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ellis. sosiologis. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. Fraida dan Elite Olshtain. Sebuah karya sastra dianggap relatif sama dengan maksud. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. data yang tidak memerlukan analisis statistik harus dianalsis secara kualitatif berdasarkan metode.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menghitung rata-rata. Course Design. Brown. Cambridge: Cambridge University Press. dan pendekatan tekstual. Oxford: Pergamon Press Ltd. riwayat hidup pengarang menjadi pusat kajian dengan mengaitkannya dengan karya sastra yang dihasilkan. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Kartono.” Politik Bahasa Nasional 2. 1994. dan biserial point. Berkaitan dengan analisis statistik inferential.

NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES JAN x x x x x x x x x 2. Karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas penulis. html. sublimasi. Azra. tanggal 1 Maret 2003. Dengan adanya ketakseimbangan. Menurutnya. Pendekatan Psikologis Berbeda dengan pendekatan beografis yang lebih menekankan pada aspek perjalan hidup pengarang.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. Anonymous. dan penulisan laporan dilaksanakan pada bulan September 2005 sampai Januari 2006. 3.. Experiential Learning. seperti libido. http://www. dan Super Ego. Ego bertugas untuk mengontrol Id. Makalah yang disampaikan pada 96 . dunia batin sebelum individu memiliki pengalaman tentang dunia luar. yakni a) karya sastra dihasilkan oleh pengarang. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset.(Lima pululh juta rupiah).000. semua gejala mental bersifat tak sadar yang tertutup oleh alam kesadaran.edu/tip/gagne. dan Super Ego yang berisi kata hati yang mengendalikan ego. b) pengarang itu sendiri adalah anggota masyarakat. html. Id berkaitan dengan dorongan-dorongan primitif yang harus dipuaskan. Operant Conditioning. Teori yang dikembangkan Freud mencakup tiga hal. Sampai saat ini teori yang paling relatif lebih banyak digunakan dalam pendekatan psikologis adalah psikologi Sigmund Freud (1856—1939). Tahap kedua yang digunakan untuk pencarian data empiris di seluruh PTAIN. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Azyumardi. yang sering dikaitkan dengan gejala-gejala kejiwaan. H.gwu.. Ego.gwu.. analisis data. bahkan sebagai neurosis. Pendekatan sosiologis didasari oleh hubungan hakiki antara karya sastra dan masyarakat dengan asumsi dasar. 50.. pendekatan sosiologis mengedepankan aspek masyarakat dalam kajian karya sastra. Daftar Kepustakaan Anonymous. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama delapan bulan yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama yang digunakan untuk melakukan penelusuran teori-teori dan pencarian model sementara pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilakukan di Jakarta dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2005. ketaksadaran menimbulkan dorongandorongan yang memerlukan kenikmatan. 53 I.html. yakni Id. Id dengan demikian merupakan kenyataan subjektif primer. kompensasi. Conditions of Learning. Anonymous.000. tanggal 1 Maret 2003. maka proses tersebut dianggap sejajar dengan libido. seperti: obsesi. Karena proses kreatif dianggap sebuah kenikmatan yang memerlukan pemuasan. yang disebut libido. http://www. kontemplasi. dengan proses pemahaman mulai dari masyarakat ke individu di mana karya sastra dianggap sebagai milik masyarakat. Pendekatan Sosiologis Berbeda dengan pendekatan biografis. http://www.edu/-tip/ rogers. c) pengarang memanfaatkan kekayaan yang ada dalam masyarakat.edu/tip/ skinner. dan d) hasil karya sastra itu sendiri dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. tanggal 1 Maret 2003.gwu. J. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. pedekatan psikologis lebih memperhatikan aspek psikologis pengarang.

klausa. Selain itu. aspek sintagmatik terwujud dalam upaya pemahaman kata berdasarkan relasinya dengan kata-kata yang muncul sebelum dan sesudahnya. setting. Dengan kata lain. Hubungan sinkronik tersebut dapat bersifat horizontal (sintagmatik) atau vertikal (asosiatif). seperti plot. dan d) representasi karya sastra sebagai wakil tradisi zamannya. Jadi. 2. c) peran sosial pengarang pada saat menulis. Unit Analisis Sesuai dengan permasalahan yang dikaji. Pendekatan Historis Pendekatan historis memfokuskan kajiannya pada aspek kesejarahan karya sastra yang diteliti. wawancara. Pendekatan historis berusaha menguak dan membuka tabir hubungan antara karya sastra dengan karya-karya lain.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. Perbedaan makna kata bisa dipahami bila kata yang dimaksudkan diganti dengan antonim atau sinominya. 3. dan bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi pada karya sastra berkenaan dengan perjalan waktu. tetapi lebih pada relasi makna. 4. 5. Pengambilan Data Penelitian ini memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen penelitian untuk menggali data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi melalui berbagai cara. Berdasarkan indikator sejarah dan sastra. sehingga dapat dipahami apa makna yang sebenarnya. Selain unsur-unsur bahasa. Peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan observasi ke beberapa perguruan tinggi untuk melihat kegiatan belajar bahasa Inggris yang dikembangkan dosen yang bersangkutan. seperti kalimat. Untuk melengkapi data yang diperoleh peneliti juga melakukan wawancara dengan dosen-dosen bahasa Inggris. relasi vertikal ini tidak tidak terkait secara langsung dengan aspek kaedah yang mendasari unit bahasa tertentu. beberapa masalah yang menjadi objek sasaran pendekatan historis antara lain adalah: a) perubahan karya sastra dengan bahasanya sebagai akibat proses transfer dari satu generasi. sejarah yang melatarbelakangi penyiptaan dan penulisan karya sastra. seperti tradisi lisan dan penerbitan ulang. sehingga data yang dibutuhkan benar-benar lengkap dan memadai. khususnya perguruan tinggi yang 95 . dan sebagai umpan balik peneliti juga menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa. dan apa makna yang terkandung 54 1. penelitian ini memanfaatkan seluruh perguruan tinggi agama Islam negeri yang ada di Indonesia. Pendekatan Strukturalisme Pendekatan ini diilhami oleh linguistik struralisme yang memusatkan perhatian pada hubungan sinkronik unsur-unsur bahasa. b) fungsi dan tujuan karya sastra pada saat pertama kali dihasilkan. dan studi lapangan ke beberapa perguruan tinggi. Adapun relasi vertikal terwujud dalam pemilihan sinonim atau antonim suatu kata. pendekatan strukturalisme juga memperhatikan unsur-unsur instrinsik lainnya. Analisis Data Data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dianalisis secara kualittif berdasarkan teori-terori formal yang mendasarinya. Dalam kajian karya sastra. dan frasa. relasi horizontal berupaya memaknai bahasa berdasarkan hubungan antarunsur dalam suatu unit bahasa. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang berusaha untuk mengembangkan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN secara induksi berdasarkan teori-teori relevan. peneliti juga mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi sebagai bahan pelengkap. seperti observasi. dan kuesioner.

Jadi. Kedua pandangan tersebut makin memperjelas. 7. tetapi juga mencakup beberapa aspek lain. Jadi. umpamanya. G. seperti aspek sosiologis. sekaligus aspek-aspek lain yang berhubungan dengan asal-usul bagaimana karya sastra dihasilkan. Pendekatan Strukturalisme Dinamik Pendekatan strukturalisme dinamik merupakan penyempurnaan dan pengembangan dari strukturalisme yang lebih menekankan pada unsur-unsur intrinsik karya sastra. 6. analisis data. then successful learning will occur. Positive attitudes towards the acquisition process will reflect high personal motivation for learning the language. Oleh karena itu. Positive attitudes towards the language will reflect a high regard and appreciation of both the language and the culture it represents. seperti sikap. Tinggi rendahnya sikap positif menunjukkan tinggi rendahnya motivasi siswa dalam belajar. dan latar belakang sosial dan sejarah masyarakat di mana penulis berada. interest and motivation in the target language and culture. seperti sikap. merupakan pijakan awal yang banyak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya motivasi siswa di dalam mempelajari bahasa sasaran. Pendektan strukturalisme dinamik membuka peluang untuk mengkaji aspek-aspek ekstrinsik karya sastra. Sikap positif terhadap bahasa sasaran. Dubin dan Olshtain (1986: 14) menegaskan sebagai berikut. minat. a feeling of self-fulfillment and success and an overall enthusiasm about the language course. Dalam pendekatan ini karya sastra dianggap sebagai karya pengarang dan sekaligus sebagai kenyataan sejarah yang mengkondisikan munculnya karya tersebut. seperti unsur instrinsik karya sastra. pengambilan data. atau aspek-aspek lain sehingga pemahaman karya sastra menjadi lebih komprehensif. as well as in the learning environment in which they find themselves. analisis karya sastra berdasarkan pendekatan tersebut tidak hanya terfokus pada relasi sinkronik unsur-unsur bahasa yang digunakan. dan unit analisis. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan strukturalisme hanya mencoba mengkaji karya sastra dari sudut pandang unsur intrinsiknya saja. and that if these affective factors are not right. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. materi dan kegiatan pembelajaran di dalam kelas harus disusun dengan mempertimbangkan minat dan keinginan seluruh siswa agar mereka mudah termotivasi dan tertarik dalam belajar. Nunan (1991: 234) menjelaskan sebagai berikut. minat. Pendekatan Strukturalisme Genetik Pendekatan strukturalisme genetik merupakan kajian karya sastra yang memusatkan perhatian pada aspek struktur dan asal-usul karya satra.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra afektif. Proponents of this methods believe that if learners can be encouraged to adopt the right attitudes. Kajian ini dilakukan dengan 55 . 94 dalam sebuah karya sastra. then no set of techniques is likely to succeed. latarbelakang pengarang. aspek afektif. seperti metode. antropologis. dan motivasi siswa. di samping aspek kognitif. dan motivasi juga merupakan bagian yang menentukan dalam proses pembelajaran bahasa kedua atau asing. 8. Pendekatan ini merupakan pengembangan dari pendekatan strukturalisme dengan menambahkan aspek-aspek sosial dan bahkan antropologis dalam kajian karya sastra. Teori Interteks Analisis karya sastra dengan menggunakan teori interteks bertujuan untuk menggali secara maksimal makna-makna yang terkandung dalam sebuah teks. pendekatan strukturalisme genetik mengkaji karya sastra dari aspek intrinsik dan ektrinsiknya.

dan status antara perempuan dann laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan. dan menyelaraskan pembelajaran dengan keinginan. people who can contribute to their own learning. aspek kognitif dan aspek afektif siswa harus diperhatikan secara seimbang bila guru menginginkan pembelajaran bahasa yang dikembangkan berhasil dengan baik. dan minat siswa. tetapi berada pada posisi yang sejajar dan tidak berbeda. seperti novel dengan novel. atau drama dengan puisi. seperti novel dengan puisi. dan ekonomi. Pandangan demikian diharapkan dapat menjadi pegangan bagi para guru agar dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap bahasa yang sedang dipelajari. Mengenai peranan penting aspek 93 56 . tetapi juga teks-teks yang taksejenis. Perempuan tidak lagi menjadi subordinat laki-laki. Brumfit (1985: 79) menegaskan sebagai berikut. Berkaitan dengan bahasa. puisi dengan puisi. tetapi juga dari aspek afektif dan hubungannya dengan kehidupan sosial di sekitarnya. Berdasarkan teori ini.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cara menemukan hubungan-hubungan bermakna di antara dua teks atau lebih dalam masa yang sama atau berbeda. tidak hanya secara kognitif tetapi juga secara afektif sehingga mampu mengelola masukan secara kreatif. politik. atau melengkapi sehingga pemahaman terhadap karya sastra benar-benar komprehensif. sedangkan dalam bidang sastra kajian ini dapat ditekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan tema. tetapi harus secara aktif mengelola masukan tersebut sebagai pijakan untuk pengembangan lebih lanjut. kajian bahasa dan sastra dapat diarahkan pada upaya penelaahan masalah-masalah yang masih bersifat deskriminatif. Selain itu. atau bahkan berlomba-lomba secara adil dan terbuka untuk mendapatkan posisi yang selama ini dikuasai laki-laki. Mereka dapat bekerjasama untuk menjalankan fungsi-fungsi sosial mereka. kajian interteks tidak hanya melibatkan dua atau beberapa teks sejenis. karakter. teori belajar bahasa humanisme memandang individu tidak saja dari sudut kognitifnya. intelektual. kedudukan. who are not the passive recipients of someone else’s teaching. ataupun hal-hal lain yang masih mengarah pada ketidaksamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain. pendidikan. umpamanya. sehingga terjadilah keseimbangan peran dan fungsi antara kedua belah pihak. puisi dengan drama. Berbeda dengan dua teori terdahulu. seperti bidang sosial. Berdasarkan pandangan tersebut dapat dipahami bahwa dalam pembelajaran bahasa seorang siswa akan berhasil bila diperlakukan sebagai manusia seutuhnya. Selain itu. pandangan tersebut juga menunjukkan bahwa seorang individu tidak menerima masukan dari luar dirinya secara pasif. 9. Keterangan di atas mempertegas bagaimana besarnya peran kognisi di dalam pembelajaran bahasa asing. not as something purely intellectual. dan emosional sehingga mampu mengembangkan kemampuan dirinya secara aktif menuju proses perubahan yang diharapkan. Humanistic teachers see language learning as something which must engage the whole person. Teori Feminisme Esensi dari teori feminisme adalah persamaan hak. dan drama dengan drama. Hubunganhubungan bermakna tersebut dapat berbentuk saling mendukung. menentang. Oleh karena itu. kajian ini bisa difokuskan pada bentuk-bentuk bahasa mana yang masih bersifat deskriminatif. di dalam pembelajaran bahasa individu harus diperlakukan sebagai makhluk yang utuh seca-ra fisik. Berkenaan dengan masalah ini. they recognize that their students are people like themselves. with emotional and spiritual needs as well as intellectual ones.

dan analisis data. seperti latar belakang. 1994: 295). Meskipun demikian secara substantif. seseorang mampu melahirkan bentuk-bentuk bahasa yang variatif meskipun hanya dibekali dengan kosakata dan kaidah bahasa yang tidak terlalu banyak. 57 . tesis. it was believed that language development could be characterized by rule governed creativity. Chomsky originally referred to this special ability as being based on language acquisition device (LAD). Chomsky menamai kemampuan itu dengan alat pemerolehan bahasa (language acquisition device) yang digambarkan sebagai “kotak hitam” yang memuat kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku secara universal terhadap semua bahasa. With a finite number of grammatical rules and a limited vocabulary. Penelitian kuantitatif memiliki model proposal yang berbeda dengan penelitian kualitatif. anologous to learning how to ride bicycle or play a violin. metode. B. kajian teoretis. Proposal disusun berdasarkan bentuk penelitian yang akan dilaksanakan. 1993: 8). Dengan hipotesis konstruksi kreatif itu. Umumnya proposal harus memuat latar belakang penelitian. Tentu saja proposal harus memuat unsur-unsur penting penelitian. signifikansi. kedua proposal tersebut tidak berbeda karena keduanya harus mampu menggambarkan apa dan bagaimana penelitian akan dilakukan. Unsur-unsur Proposal Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas unsur-unsur proposal untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif yang sering digunakan untuk penulisan skripsi. Rather. Pengertian Salah satu kegiatan penting sebelum pelaksanaan penelitian adalah penyusunan proposal penelitian. tujuan. kemampuan kognitif ini merupakan kemampuan bawaan yang dimiliki oleh setiap individu untuk memperoleh bahasa pertama. language learning is treated as skills learning. 92 7 PROPOSAL A. perumusan masalah. Dalam pemerolehan bahasa pertama. 1991: 233). salah satu pandangan yang menempatkan kemampuan kognitif pada posisi yang sangat strategis disebut dengan hipotesis konstruksi kreatif (creative construction hypothesis) yang dianggap memiliki kesamaan dengan alat pemerolehan bahasa. disertasi. This ‘black box’ which is thought to contain all and only the principles which are universal to all human language prevent the child from going off on lots wrong trails in trying to discover the rules of the languages (Lightbown dan Spada. sehingga penelitian yang akan dilakukan benar-benar dapat tergambarkan. batasan masalah. waktu dan tempat penelitian. Proposal dapat dikatakan sebagai rencana penelitian yang berisikan gambaran menyeluruh mengenai penelitian yang akan dilakukan. perumusan masalah. Berkenaan dengan pembelajaran bahasa asing. This device was often described as an imaginative ‘black box’ which exists somewhere in the brain. dan metodologi penelitian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cognitive view. dan lain-lain. although probably more complex (Ellis. we can create an infinite number of sentences. many of which may never have been uttered before (Nunan.

As a result. atau melakukan kemampuan kognitif lainnya untuk mengelola berbagai masukan guna mendapatkan pengetahuan dan informasi baru. Latar Belakang Latar belakang berisikan paparan alasan kenapa penelitian itu perlu dilakukan. 2. Tentu saja pada bagian ini perlu dijelaskan kesenjangan antara suatu kondisi yang diharapkan dan kondisi yang ditemui di lapangan. Penelitian dapat dibatasi oleh beberapa aspek. baik verbal. tetapi juga berlaku pada pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa kedua atau asing. Berdasarkan kedua contoh di atas. Lightbown dan Spada (1993: 23) mengatakan: According to behaviorists. Mengenai hal itu. seperti dimensi waktu. Dimensi tempat berhubungan dengan tempat penyelenggaraan penelitian atau tempat terjadinya peristiwa yang sedang diteliti. dan aspek bidang kajian. para siswa diminta untuk memberikan beberapa contoh secara lisan (stimulus). whether verbal or non-verbal. yakni pembentukan kebiasaan. Batasan Masalah Batasan masalah atau fokus penelitian (dalam istilah penelitian kualitatif) berisikan penjelasan mengenai ruang lingkup penelitian. habit formation. Penelitian perlu dibatasi agar jelas apa yang seharusnya diteliti sehingga menjadi lebih terfokus dan tidak melebar pada hal-hal yang tidak perlu diteliti. Dimensi waktu berkaitan dengan pembatasan masa atau periode kapan penelitian dilakukan atau berhubungan dengan periodisasi suatu peristiwa. Adapun bidang kajian berhubungan dengan pemusatan masalah penelitian pada bidang-bidang yang lebih spesifik sesuai dengan keahlian peneliti. Language learning engages the same cognitve systems – perception. teori belajar bahasa kognitivisme memandang individu dengan kemampuan kognitifnya sebagai orang yang aktif dan kreatif mengelola segala masukan dari luar dirinya. 58 mengenai pola kalimat bahasa Inggris S + Modalitas + Verba. Sebaliknya. problem solving. 3. Oleh karena itu. Biasanya. and positive reinforcement for their correct repititions and imitations. Tidak ada perumusan masalah berarti tidak ada penelitian. Perumusan masalah merupakan pijakan dasar kenapa dan bagaimana penelitian itu dilaksanakan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. menerapkan. Teori belajar bahasa yang kedua adalah kognitivisme yang menolak pandangan teori belajar bahasa behaviorisme yang cenderung menempatkan individu sebagai seorang yang menerima segala masukan dari luar secara pasif. takes place through the same underlying process. tempat. seperti tingkah laku. seseorang dapat memahami. dan pujian guru (penguatan) terhadap contoh kalimat yang benar (respons) menjadikan mereka menguasai dan terbiasa dengan pola kalimat tersebut. dapat dipahami bahwa kedua bentuk pembelajaran. Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan pernyataan masalah penelitian sesuai dengan batasan masalah yang telah dibuat. dan bagaimana memperoleh jawaban sementara dari masalah yang akan diteliti. Pandangan seperti itu tidak saja berlaku pada pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. In a 91 . habits are formed. Leaners receive linguistic input from speakers in their environment. terjadi melalui suatu proses yang sama. all learning. memory. seperti ilmu pengetahuan dan bahasa maupun non-verbal. penjelasan ini disertai dengan kajian teoretis ringkas untuk memperkuat asumsi-asumsi yang muncul. seperti bagaimana kesenjangan itu terjadi. Berdasarkan penjelasan tersebut akan tampak secara jelas alasan kuat kenapa penelitian itu perlu dilaksanakan. information processing – as learning other types of knowledge. Dengan pengetahuan yang dimiliki.

tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk membuktikan pengaruh atau efektifitas cara tersebut. bukan berdasarkan struktur bahasa yang akan dipelajarinya. masalah yang dikaji adalah X. Hubungan antara stimulus dan respons inilah yang mendasari terjadinya seluruh bentuk pembelajaran baik verbal maupun nonverbal. umpamanya. akan mengetahui bagaimana cara berpakaian yang benar setelah ia melakukannya berulang-ulang dan mendapatkan pujian dari ibunya. tujuan harus diselaraskan dan disesuaikan dengan perumusan masalah. Tujuan Tujuan penelitian merupakan sasaran atau target yang ingin dicapai peneliti di dalam penelitian yang dilakukannya. dan humanisme. on the other hand.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra dapat terpenuhi bila para mahasiswa mampu mengasosiasikan dan merekonstruksi antara pengetahuan yang baru dengan yang lama. Selanjutnya. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan hubungan antara satu variabel dan variabel lain. Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif biasanya disebut dengan pertanyaan penelitian. 3. Umpamanya. menjadikan anak tersebut terbiasa berpakian secara benar. 4. Pada awal penelitian. yaitu teori belajar behaviorisme. setelah diberikan penjelasan yang cukup 90 perumusan masalah harus dinyatakan sejelas mungkin. Perumusan masalah dalam penelitian kuantitatif tidak berubah sejak awal hingga akhir penelitian. sehingga apa yang seharusnya diteliti dapat dipahami. … Meaningful learning. Dengan kata lain. Seorang anak kecil. tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk mengetahui dan membuktikan bentuk hubungan antara keduanya. Teori Belajar Bahasa Secara umum teori-teori belajar bahasa yang diadopsi dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran bahasa dapat dibedakan menjadi tiga. the organization of existing information might have to be changed. As new information is learned. bahan-bahan tersebut dikemas dalam kegiatan pemebelajaran yang berorientasi pada kompetensi yang diinginkan dengan melihat teori-teori belajar bahasa. 59 . bahan pelajaran yang akan diberikan kepada mahasiswa harus dipilih dan disusun berdasarkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa. Di dalam pembelajaran bahasa. kognitivisme. bentuk hubungan antara stimulus dan repons ini dapat digunakan untuk pendalaman struktur bahasa Inggris. umpamanya. Perumusan masalah dapat dinyatakan dalam kalimat berita yang disusun dalam paragraf yang koheren sehingga apa yang ingin dikaji tetap dengan mudah dapat ditangkap dan dipahami. sedangkan pertanyaan penelitian dalam penelitian kualitatif dapat berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan yang terjadi pada saat pengambilan data. Esensi utama dari teori belajar behaviorisme adalah hubungan antara stimulus dan respons. tujuan penelitian juga harus berkaitan dengan X. or reconstructed to accommodate what is new. is relatable to what one already knows and thus can be easily integrated into one’s cognitive structure. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan pengaruh atau efektifitas cara membaca tertentu terhadap apresiasi puisi. Oleh karena itu. tetapi setelah data diperoleh masalah penelitian berubah menjadi Y. Selain itu. Dengan kata lain. Tujuan harus dirumuskan dengan jelas dan spesifik supaya penelitian menjadi terfokus dan tidak kehilangan arah. sehingga mereka dapat merasakan bahwa sesuatu yang baru dipelajarinya mempunyai manfaat bagi diri mereka. perumusan masalah dapat juga diungkapkan melalui beberapa kalimat tanya yang menggambarkan masalah-masalah yang akan dikaji. Pujian yang diberikan ibunya (penguatan) terhadap usaha anaknya yang telah mencoba berpakian secara mandiri (respons) atas perintah ibunya (stimulus). bila problem dalam perumusan masalah berkenaan dengan X.

Pada penelitian kuantitatif. tepat. a. Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. Penentuan jenis dan bentuk penelitian tergantung juga pada perumusan masalah dan tujuian penelitian. sedangkan manfaat praktis berkenaan dengan sumbangsih penelitian yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Bagian ini berisikan penjelasan mengenai metode penelitian. hipotesis. Jika dalam penelitian terdapat tiga problem yang harus dikaji. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam perumusan hipotesis dan pengembangan isntrumen penelitian. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). 7. 6. Adapun kebermaknaan kegiatan pembelajaran mengacu pada relevansi kegiatan pembelajaran dengan tujuan yang ingin dicapai (Huda. Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). Kebermaknaan bahan pelajaran mengacu pada bahan pelajaran yang berupa unit-unit bahasa yang didasari oleh makna. sedangkan pada penelitian kualitatif. Kajian Teoretis Kajian teoretis berisikan paparan mengenai teori-teori yang relevan dengan perumusan masalah atau pertanyaan penelitian. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail. maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak. dan benar secara gramatikal. Jika penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara dua 60 misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car. manfaat penelitian dapat dibedakan manjadi manfaat teoretis dan praktis. bukan bentuk bahasa yang menentukan makna. Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. Maknalah yang menentukan bentuk bahasa. maka kajian teoretis paling tidak harus membahas ketiga problem tersebut. makna atau pesan apa yang terkandung dalam bahasa merupakan bagian yang terpenting dalam berbahasa itu sendiri. kebermaknaan dalam belajar bahasa itu 89 . 2. tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan. misalnya *my baby is funny. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian merupakan seperangkat prinsipprinsip yang mendasari bagaimana penelitian itu dilakukan. Pendekatan Kebermaknaan Pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran bahasa merupakan pendekatan yang berorientasi pada kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran. Jadi. Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility). Metode Penelitian Metode penelitian merupakan gambaran mengenai jenis dan bentuk penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Umumnya. variabel. Menurut Hadely (1994: 56-7).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5. 1999: 93). Manfaat Penelitian Manfaat penelitian berisikan paparan mengenai keuntungan-keuntungan apa yang dapat diberikan penelitian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan taraf kehidupan. analisis data. misalnya *The king of America visited Indonesia last year. Suatu kalimat dapat saja layak. dan pengambilan data. Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam pengembangan instrumen dan pijakan dalam pelaksanaan penelitian. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. tetapi tidak terjadi. Manfaat teoretis berhubungan dengan sumbangsih hasil penelitian terhadap pengembangan teori keilmuan yang terkait.

that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. sedangkan pada penelitian kualitatatif hipotesis penelitian terumuskan secara implisit pada pertanyaan penelitian yang berfungsi sebagai acuan kerja pelaksanaan penelitian. yakni analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hymes (1979: 14) berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. Jadi. Jawaban sementara yang 61 . Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik ada beberapa kemampuan atau faktor lain yang turut membangun kemampuan komunikatif seseorang. c. Dengan kata lain. Hipotesis Penelitian Umumnya. uji-t. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya. This happens at the level of discourse and involves interalia. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances (Munby. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). kemampuan komunikatif mencakup kemampuan-kemampuan lain. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors (Hadley. uji-F. eksploratif atau naturalistik. selain kemampuan linguistik. historis. b. seperti kemampuan retorik. Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. kemampuan interpretatif. Adapun dalam penelitian kualitatif. seperti statistik korelasi. maka metode yang digunakan adalah eksperimen. metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. sebaliknya jika penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh atau efek suatu variabel terhadap variabel lainnya. Analisis data dapat dibedakan menjadi dua. It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. Mengenai hal ini. Chisquare. dan lain-lain. kegiatan penelitian ditujukan pada upaya pengujian atau pembuktian teori atau hipotesis. metode penelitian yang akan digunakan ditentukan oleh tujuan dan perumusan masalah penelitian. Adapun analisis data kualitatif berkaitan dengan kajian secara kritis dan tajam terhadap data kualitatif yang ditinjau dari berbagai macam sudut pandang berlandaskan pendekatan atau teori-teori yang relevan. Dalam pandangannya. Analisis data kuantitatif berkenaan dengan penggunaan statistik-statistik tertentu untuk pengujian hipotesis yang telah ditentukan. dalam penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif. Analisis Data Analisis data berkaitan dengan cara bagaimana data yang terkumpul dianalisis untuk dijadikan landasan dalam penafsiran hasil penelitian. metode-metode yang sering digunakan antara lain adalah deskriptif. hipotesis penelitian hanya terdapat pada penelitian kuantitatif.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. dalam penelitian kualitatif seluruh kegiatan penelitian diarahkan pada penemuan teori atau hipotesis. 1994: 4). sebaliknya. 88 variabel atau lebih. hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara mengenai problem yang telah ditetapkan dalam perumusan masalah. 1978: 26).

Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. dalam hal ini. atau terjadinya perubahan dalam variabel terikat banyak ditentukan oleh variabel bebas. Kemampuan apresiasi puisi kontemporer yang berbeda antara seorang mahasiswa dengan mahasaiswa lainnya itulah yang dinamakan dengan variabel. yakni variabel bebas dan terikat. dan nilai-nilai dasar untuk melalukukan sesuatu (Suwito. Berkaitan dengan Program Studi Bahasa Inggris. Pengambilan Data Pengambilan data merupakan tahapan penelitian yang terpusatkan pada upaya-upaya pengambilan data yang dibutuhkan dalam penelitian. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Masalah penelitian yang berbunyi “apakah ada hubungan antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris” melahirkan hipotesis penelitian sebagai berikut. pandangan lain juga mengisyaratkan 87 . Mahasiswa. Instrumen penelitian berhubungan dengan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan. sedangkan hipotesis alternatif berbunyi ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif. dapat dikatakan sebagai ciri-ciri yang bersifat variatif yang dimiliki responden yang biasanya menjadi fokus dalam penelitian. Pengambilan data ini meliputi pengembangan instrumen dan cara pengambilan data. variabel penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua. seperti kemampuan apresiasi puisi kontemporer mahasiswa. Huda (1999: 93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi bahasa yang ingin disampaikan. Secara umum. Variabel bebas berarti variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. Variabel penelitian yang diturunkan dari hipotetsis. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. dalam arti memiliki pengetahuan. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra diturunkan dari kerangka teori bisa bersifat positif (hipotesis alternatif) atau negatif (hipotesis nol) yang dapat dirumuskan secara statistik dan verbal. e. Variabel penelitian lebih banyak ditemukan dalam penelitian kuantitatif daripada kualitatif. Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan salah satu ciri yang harus dipenuhi oleh penelitian kuantitatif. Hipotesis nol berbunyi tidak ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. komptensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. Ellis (1994: 13) mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. 2003). keterampilan. That is. d. 62 kebiasaan berpikir dan bertindak. Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja.

Kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan. IQ. E. pendekatan kebermaknaan. Populasi dan Sampel Populasi dan sampel berkaitan dengan entitas atau orang yang terlibat dalam penelitian. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kurikulum itu menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai mahasiswa bila telah menyelesaikan studinya. yakni pengertian kompetensi berbahasa.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. atau daya tahan tubuh. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan sampel. Selain pengembangan instrumen. sehingga dapat memperkaya pola-pola pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada umunya. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menjadi khazanah keilmuan dalam bidang pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. sedangkan instrumen yang berbentuk nontes digunakan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kemampuan afektif responden. siapa saja yang terlibat di dalamnya. Kajian Teoretis Pada bagian ini. Dengan kata lain peneliti sendirilah yang lebih tahu terhadap data yang akan diambil. Unit Analisis Unit analisis ini tidak muncul pada penelitian kuantitatif. yakni tes dan nontes. keterampilan. diri peneliti sendiri relatif lebih banyak berfungsi sebagai instrumen penelitian mengingat keterlibatan peneliti secara langsung dalam pengambilan data menjadikan informasi yang diterima lebih bermankna. cluster. Populasi berarti keseluruhan entitas yang mencakup siapa atau apa saja kepadanya hasil penelitian itu digeneralisasikan. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. seperti kemampuan membaca. g. purposive. systematic. Instrumen yang berbentuk tes digunakan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik responden. seperti sikap atau pandangan mengenai suatu masalah. 5. dan bagaimana situasinya. 63 . merumuskan peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. seperti random. atau snowball sampling. dan mengembangkan prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. sedangkan sampel merupakan sebagian anggota populasi yang menjadi subjek penelitian atau yang terlibat dalam penelitian. dan teori belajar bahasa. terdapat tiga hal yang perlu dibahas. Secara khusus penelitian ini dapat dijadikan. Khusus untuk penelitian kualitatif. tetapi lebih populer dalam penelitian kualitatif. Kompetensi Berbahasa Secara umum. F. oleh semua pihak terkait. Pada bagian ini perlu dijelaskan secara prosedural bagaimana data diambil. sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan dan penyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di perguruan tinggi agama Islam negeri dan swasta di Indonesia. merumuskan peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. f. Unit analisis merupakan keseluruhan entitas dengan seluruh unsur terkaitnya yang menjadi fokus kajian dalam penelitian. dan keragaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan. 6. kecepatan lari. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam 86 Instrumen penelitian terdiri dari dua jenis. hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara bagaimana data diambil dengan instrumen yang telah dibuat. 1.

Secara khusus. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? 2. Waktu dan Tempat Waktu dan tempat berkaitan dengan dimensi waktu dan tempat penelitian diselenggarakan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Unit analisis ini bisa berupa personal baik individual maupun kolektif. sedangkan dimensi tempat menunjukkan lokasi tempat penelitian itu dilaksanakan. yakni: 1. Jika pertanyaan penelitian berbunyi “bagaimanakah peran Sutan Takdir Ali Syahbana dalam pembangunan sastra Indonesia setelah kemerdekaan Republik indonesia”. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? D. 8. yang meliputi persiapan. penelitian ini bertujuan untuk: 1. 3. Dimensi waktu menunjukkan masa kapan penelitian itu dilasanakan dan periodisasinya. Jika penelitian berkaitan dengan kesalahan gramatikal yang dibuat mahasiswa dalam penulisan skripsi bahasa Inggris. Bagaimanakah peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 4. merumuskan peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. maka unit analisnya adalah Sutan Takdir Ali Syahbana itu sendiri. Jadual Kegiatan Penelitian BULAN KEGIATAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan peneltian yang lebih spesifik. 64 85 . apabila masalah penelitian berhubungan dengan bagaimana suatu lembaga pendidikan menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi? 3. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 5. Namun. analisis. mengembangkan silabus matakuliah bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. penulisan laporan. maka unit analisisnya adalah lembaga pendidikan itu secara keseluruhan. yang masing-masing dapat memuat beberapa kegiatan yang lebih rinci. pengumpulan data. mengembangkan kegiatan belajar bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. atau institusional. Tujuan Penelitian Sesuai dengan pertanyaan penelitian tersebut. 2. tujuan umum yang ingin dicapai adalah pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN. nonpersonal. Berkenaan dengan waktu penyelenggaraannya. kegiatan penelitian dapat direncanakan secara bertahap. NO 1 2 3 4 5 Tabel 4. dan seminar. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 6. pengolahan data. maka unit analisisnya adalah seluruh skripsi mahasiswa yang ditetapkan subjek dalam penelitian.

dalam hal ini perkembangan kognitifnya. Komponen pembiayaan yang harus diperhatikan mencakup honor/upah. tetapi lebih banyak melibatkan akal pikiran dan inisiatif seseorang itu sendiri. Biaya Biaya juga merupakan kompenen perencanaan penelitian yang harus dipertimbangkan secara masak agar penelitian dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan yang diinginkan. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. B.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra tidak banyak tergantung pada stimulus dari luar. Pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam diri seseorang. bahan-bahan. Selanjutnya pertanyaan tersebut 84 9. Adapun teori belajar Humanisme memandang bahwa pembelajaran itu merupakan suatu proses alamiah dimana seseorang dengan sifat-sifatnya. pembelajar harus diperlakukan sebagai mahkluk yang utuh secara fisik. dan intelektual (Anonymous/rogers. merupakan pijakan utama di dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran (Anonymous/gagne. 10. 2003: 1). akomodasi dan konsumsi. baik sebagai mahluk individual maupun sosial. C. maka pertanyaan penelitian yang utama adalah “Bagaimanakah model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dikembangkan di PTAIN?”. Fokus Penelitian Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. alat tulis dan kantor. mental. 65 . Dengan kata lain. Bahanbahan referensi tersebut diambil dari berbagai sumber dan publikasi terkini. memiliki keterlibatan yang aktif di dalam penentuan proses kehidupan yang dilaluinya. Daftar Kepustakaan Daftar kepustakaan memuat seluruh bahan-bahan referensi yang digunakan dalam penyusunan proposal. 2003: 1). Akal pikiran. Penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya peneemuan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar bagi PTAIN dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan. Pertanyaan Penelitian Sesuai dengan fokus penelitian di atas. Kelengkapan referensi ini akan menunjang kelayakan penelitian untuk dilaksanakan. dan biaya takterduga lainnya. alat-alat. Oleh karena itu. transportasi. Pembelajaran akan menjadi lebih bermakna bila sesuai dengan minat dan keinginan seseorang yang banyak dipengaruhi oleh kehidupan sosialnya. tetapi juga oleh faktor–faktor dari luar yang berasal dari masyarakat.

dan Humanisme. Terjadinya pembelajaran di sini 83 66 .Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 8 PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KORELASI HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI. bukan pada diri seseorang itu sendiri (Anonymous/Skinner. Behaviorisme. sehingga belum dapat dihasilkan suatu standar yang dapat dijadikan acuan penilaian keberhasilan program studi khususnya dalam penyelenggaraan pembelajaran dan perkuliahan bagi mahasiswa. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau perkuliahan masih menimbulkan banyak persepsi dan penafsiran. perlu ditemukan solusi yang tepat. Salah satunya adalah Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi. 1999: 142-3). Untuk mengeliminir kekeliruan implementattif itu. Bahan pelajaran dipilih dan digradsi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang disampaikan melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna yang tidak hanya mengandalkan aspek hafalan saja. 2003: 1). Teori belajar Behaviorisme memandang bahwa pembelajaran merupakan perubahan pada prilaku seseorang yang tampak sebagai akibat dari pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan. Terjadinya pembelajaran disini lebih banyak tergantung pada pihak luar yakni lingkungan sekitar. Dosen masih dihadapkan pada usaha-usaha pencarian bentuk atau model pembelajaran yang dapat mengakomodasi nilai-nilai dan harapan yang terdapat pada kurikulum tersebut. PEMAHAMAN SILANG BUDAYA. DAN KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS SISWA SMAN DI JAKARTA TIM perkuliahan yang efektif dan efisien yang berbasis pada kompetensi yang diharapkan dikuasi mahasiswa. Teori belajar Kognitivisme menekankan keterlibatan aktif akal pikiran dalam kegiatan pembelajaran. Berbeda dengan teori belajar Behaviorisme. Selain itu model pembelajaran berbasis kompetensi ini juga harus didasarkan oleh tiga teori belajar bahasa. Model pembelajara ini menggunakan pendekatan kebermaknaan (Meaningfulness Approach) yang mengedepankan aspek kebermaknaan bahan pelajaran dan kebermaknaan kegiatan pembelajaran (Huda. yakni Kognitivisme.

Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. yaitu kemampuan linguistik. seperti koran. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. Dalam kehidupan sehari-hari. 045/2002 merupakan awal perubahan arah kebjikan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. radio. majalah. No. Mahasiswa cenderung menggunakan waktu sebagai ukuran keberhasilan bukan kompetensi. bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. Mahasiswa yang mampu mengumpulkan lebih banyak angka kredit dalam waktu yang relatif lebih singkat dianggap sebagai mahasiswa yang berhasil (Azra. umpamanya. 1979: 14). harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar sebagai tuntutan yang harus dipenuhi dalam bidang keahliannya. Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan. kebudayaan. 2003). jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. Latar Belakang Masalah Pada era global ini. dan hubungan antarnegara. baik secara bilateral maupun multilateral.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa semester di perguruan tinggi. politik. Jadi. teknologi. politik. baik melalui media cetak. dan strategis (Hymes. Memperhatikan peranan tersebut. perdagangan. wacana. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk 67 . para lulusan perguruan tinggi masih belum dapat menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris lisan dan tulisan secara baik. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. sosiolinguistik. pendidikan. pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. Program Studi Bahasa Inggris harus dapat mengimplementasikan Kurikukulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau 82 A. internet. 045/2002). Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. Berbekal kemampuan atau kompetensi yang dimiliki. Meskipun demikian. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dalam dunia ilmu. Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi inilah kegiatan pembelajaran dan perkuliahan diarahkan pada hasil atau kemampuan apa yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahannya. Pengumpulan angka kredit dan durasi waktu belajar yang menjadi ukuran standar keberhasilan mahasiswa merupakan dampak dari kurikulum yang berlaku selama ini. 2003: 6). maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi di perguruan tinggi melalui SK Mendiknas No. Sebagai bahasa asing. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. umpamanya. media elektronik seperti televisi. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di SMA adalah pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis (Diknas. mahasiswa yang mengambil Program Studi Bahasa Inggris. Kompetensi dapat diartikan sebagai tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK mendiknas. seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa itu. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh kemampuan-kemampuan atau kompetensi tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. mahasiswa diharapkan memiliki nilai komparatif dan kompetitis yang tinggi pada era globalisasi dewasa ini.

Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun.096/1967 tanggal 12 Desember 1967 yang menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang pertama di Indonesia (Kartono. kebijakan itu relatif menghambat perkembangan pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Selain itu. perdagangan. 1990: 291). seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa ini. baik melalui media cetak. dan hubungan antarnegara. jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. pendidikan. sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas (Brown. Kebijakan itu tertuang dalam surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. Sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. seperti koran. Memperhatikan peranan tersebut. politik. contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. sebagian besar siswa SMAN di Jakarta belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang benar. 1981: 126). dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa itu. internet. sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. bahasa Inggris tidak digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. 1994: 182). dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. teknologi. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman. kebudayaan. umpamanya. Latar Belakang Pada era global ini. Dalam kehidupan sehari-hari. baik secara bilateral maupun multilateral. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”. Pada satu pihak. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris. untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar (Back. dan bahkan gagalnya komunikasi. Selain itu. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dan merebak luas dalam dunia ilmu. Tidak dapat dipungkiri. 68 A. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. media elektronik seperti televisi. Sejauh ini. I am not” dan sebagainya. majalah. Sebagai bahasa asing. karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. di pihak lain. politik. di Indonesia bahasa tersebut merupakan bahasa asing pertama dari beberapa bahasa asing lainnya yang dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. meskipun sudah belajar bahasa ini selama beberapa tahun di sekolah menengah atas dan 81 . kebijakan ini memperkokoh kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dan nasional yang harus digunakan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat secara luas. radio.

Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 69 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMPETENSI DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI TIM PENELITI 80 . C. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta. terlihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris berkaitan erat dengan beberapa faktor seperti pemahaman silang budaya. Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 9 PROPOSAL PENELITIAN EKPLORATIF Berdasarkan penjelasan di atas. Supaya lebih terfokus penelitian ini hanya dibatasi pada upaya pencarian bukti-bukti empiris berkenaan dengan hubungan antara motivasi berprestasi. B. dan situasi belajar. beberapa masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 2. Perumusan Masalah Sesuai dengan batasan masalah di atas.

hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. pemahaman silang budaya. Nuril Huda. Sacara khusus. 4. 70 Ellis. Brumfit and K. Teaching Language in Context. Manfaat Penelitian Secara teoretis. pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. 3. Munby .Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. Jakarta: PN Balai Pustaka.” The Communicative Approach to Language Teaching. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Rod. J. Amran Halim. 1981. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. C. Language Learning and Teaching. besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. Kartono. ed. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. E. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. The Study of Second Language Acquisition. Secara bersama-sama. 1979. A. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 1993 Hymes.John. eds.H. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP.O. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi.. D. 1978 79 . dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 4. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta. Oxford: OUP. “On Communicative Competence. 1994 Hadley. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? D. penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti-bukti empiris tentang: 1. Malang: IKIP M Publisher. Johnson. 1999. Boston: Heile Publisher.” Politik Bahasa Nasional 2. Oxford: OUP. pemahaman silang budaya. pemahaman silang budaya. 2.

H. pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi. Kemampuan Komunikatif Pelajaran Bahasa Inggris di SMA bertujuan agar siswa dapat menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL V V V V V V V V Ditinjau dari segi sosial. 1994. tidak hanya dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal saja. 1968. 30. 1. Hadley (1993: 4) mengatakan “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly 71 I. Huda (1999:93) mengatakan kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sesuai dengan situasi yang sebenarnya. Selain itu. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SMAN di Jakarta.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. New York: Holt. terdapat tiga hal yang perlu dikaji secara teoretis. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMA. b) pencarian data. 2002. Mengenai hal ini.C. Douglas Principles of Language Learning and Teaching. tetapi juga harus dapat menggunakan bentukbentuk bahasa tersebut untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan. Siswa. dan c) analisis data dan pelaporan. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di SMA dalam pengembangan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa.000. 78 . J. Brown. R. Daftar Pustaka Sementara Ausubel. Motivation: Theories and Principles.(Tiga puluh juta rupiah).000. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp.. di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk SMA. H. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. sejak Januari hingga Juli 2004 di beberapa SMAN di DKI Jakarta. Educational Psychology: A cognitive view. 1990. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. Back. David A. dalam hal ini. dan yang menjadi sampelnya adalah 250 orang siswa kelas II yang diambil secara acak dari beberapa SMAN di lima wilayah Jakarta. Prentice Hall. motivasi berprestasi. F. Diknas. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tujuh bulan. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya. Rinehart & Winston. yakni kemampuan komunikatif. New Jersey. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. Kajian Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian.

Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Menengah Atas. baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. kemampuan linguistik saja tidak dapat membangun kemampuan komunikatif kecuali bila ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi. unsur-unsur kebahasaan. 3) kemampuan untuk menghasilkan bentukbentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. dan 4) kemampuan untuk mengidentifikasi apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 77 . 2) pemahaman silang budaya siswa SMAN di Jakarta (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta (Y). Menambahkan pandangan tersebut. Hymes (1979: 14) menjelaskan empat komponen kemampuan komunikatif: 1) kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal dan tidak gramatikal. dan menyebarkan angket motivasi berprestasi pada sekolah-sekolah yang menjadi teampat penelitian selama tiga hari. dan aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra (Diknas. Secara spesifik. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi. yakni keterampilan berbahasa. 2) kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak. pemahaman silang budaya. aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. kemampuan interpretatif. 2003: 6). 4.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra communicative setting. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Secara jelas. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Artinya. Munby (1978: 26) menjelaskan kemampuan lain yang harus dikuasai seseorang meliputi kemampuan retorik. 2. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors”. Pengambilan Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 5. Peneliti menyelenggarakan tes pemahaman silang budaya. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. Penguasaan kemampuan komunikatif tidak hanya menuntut kemampuan linguistik saja. yaitu angket dan tes. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa SMAN di Jakarta (X1). pernyataan tersebut menuntut SMA dan 72 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks budaya yang melatarbelakanginya.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra G. dan hipotesis. berfikir. b) Hipotesis alternatif: 76 guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran tentang aspek budaya sebagai satu kesatuan dengan bahasa sasaran yang harus diterima siswa. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. 3. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. kondisioning. analisis data. Murdock (1961) menyebutkan beberapa ciri universal dari budaya. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. pemahaman silang budaya. pengambilan data. dan berhubungan dengan orang lain dalam kelompok masyarakat tertentu. merasakan. dan komprehensi (Hadley. It is the glue that binds a group of people together” (Brown. dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 73 . memudahkan manusia dan lingkungannya berinteraksi. Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. 1994: 164). antara lain bahwa budaya merupakan hasil akal pikiran manusia. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. pemahaman silang budaya. Culture is the context within which we exist. feel. 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar. budaya dapat juga dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan yang lain dalam kehidupan bermasyarakat. 1993: 368-71). Di samping itu. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Melengkapi pengertian budaya tersebut. Dalam hal ini. dapat dikatakan bahwa pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya bertindak dan berbahasa ibu dengan bahasa asing yang sedang dipelajari. penelitian ini menggunakan statistik korelasi dan regresi ganda untuk menganalisis data numerik yang berkaitan dengan ketiga variabel penelitian. konotasi. think. and relate to others. seperti metode. Berdasarkan pengertian budaya di atas. dipelajari oleh seluruh anggota masyarakat. yakni konvensi. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris. Thomas (1983: 89) mengatakan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. Budaya dapat diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakatnya. dapat juga dikatakan pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk memahami pola berbahasa dan berprilaku masyarakat lainnya. “Culture is a way of life. dan dialihkan kepada generasi berikutnya. Mempertegas pengertian itu. 2.

makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. Secara umum. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. 3) melakukan pekerjaan. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. 5) memperoleh pengetahuan. pemahaman silang budaya. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. Dalam pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. Kerangka Berfikir Sesuai dengan tinjauan pustaka tersebut. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. and the degree of effort they will exert in that respect” (Brown. Secara lebih mendalam. seperti lapar dan rasa sakit. 4. motivasi instrumental. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. Pemahaman silang budaya ini lebih banyak menentukan keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin (Back. 2) membiasakan diri. Berdasarkan sumbernya. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Motivasi berprestasi membimbing siswa untuk terus-menerus berusaha memecahkan bergam kesulitan belajar bahasa Inggris. 75 . dalam hal ini. 1990: 291).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. sedangkan pemahaman silang budaya menentukan keberhasilan komunikasi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai medianya. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. emotions or disire that moves one to a particular action. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. 74 motivasi integratif. 4) didorong oleh pihak lain. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. 1993: 132). Ausubel (1968: 368-9) menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. tinggi rendahnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak ditentukan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. impulse. Di antara jenisjenis motivasi tersebut. yakni kebutuhan untuk: 1)menemukan sesuatu yang baru. or in more technical terms. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. Motivasi. Secara lebih rinci. Artinya. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor. dan motivasi berprestasi. sedangkan berdasarkan tujuannya. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful