Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

1

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa dan Sastra Perpusatakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) Farkhan, Muhammad Cet. Ke-1. Jakarta; Cella, 2007 vi, 124 hlmn; 15 X 21 cm ISBN: 978-979-16152-0-4

___________________________________ PROPOSAL PENELITIAN BAHASA & SASTRA Muhammad Farkhan Hak Cipta dilindungi Undang-Undang All Rights reserved Cetakan I, April 2007 Diterbitkan oleh Cella, Jakarta Jl. Pinang No. 26 Pondok Labu Jakarta Selatan Desain Cover: Afif Bahraen Setting & layout: Avisiena M. ISBN: 978-979-16152-0-4 Isi di luar tanggungjawab Percetakan C.V. Fasco Jaya Jakarta

2

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ___________________________________

3

kajian teoretis. Ucapan 4 145 . batasan masalah atau fokus penelitian. Kesalahan dalam penyusunan proposal berakibat pada kekeliruan dalam penyelenggaraan penelitian. proposal penelitian menjelaskan latar belakang penelitian. tesis. Oleh karena itu. Dalam kesempatan ini pula penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu penyelesaian buku ini. dan metodologi penelitian. buku ini dapat digunakan semua pihak dalam bidang-bidang yang berbeda. manfaat penelitian. Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan peneliti pemula untuk membekali diri dengan berbagai hal prinsipal sebelum penelitian dilakukan. proposal harus memuat unsur-unsur esensial penelitian. Umumnya. penyusunan proposal menjadi sangat penting dan harus ditulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meskipun demikian. dan pelaporan hasil penelitian. pelaksanaan. buku ini juga memuat beberpa contoh proposal yang berkaitan dengan bahasa dan sastra. Proposal sebagai rencana penelitian harus disusun secara komprehensif sehingga jelas apa dan bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. Hal ini disebabkan antara lain oleh rangkaian pekerjaan yang harus dituntaskan sejak perencanaan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra KATA PENGANTAR Melakukan penelitian untuk kepentingan penulisan skripsi. Selain unsur-unsur penting penelitian. khususnya dalam penyusunan proposal. dan disertasi sebagai tugas akhir untuk mendapatkan gelar kesarjanaan merupakan pekerjaan yang sangat berat bagi seluruh mahasiswa. perumusan masalah. Berkenaan dengan perencanaan penelitian. sehingga tidak jarang mereka merasa enggan dan tidak berhasrat untuk mengerjakan atau bahkan memulainya.

H. Williams. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Bandung: Angkasa. Singapore: Colset Private Limited. Memahami Cerita Rekaan. 1983. 1998. ucapan terima kasih juga ditujukan kepada rekan-rekan dosen di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. 1987. John. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Inc. Suwito. Tomlinson. dan Djago Tarigan. Jakarta: Pustaka Jaya. Cambridge: Cambridge University Press. Abd. 1986. Judith M. King. Martinis. 2003.Hum. Yamin. Jakarta: Gaung Persada Press. April 2007 Penulis 144 5 . and Wayne A. Michigan: Ulrih’s Books. 3. M. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Panuti. 1991. Akhirnya. yang telah memberikan ide-idenya dalam penulisan proposal sastra. terima kasih terutama disampaikan kepada Dr. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.G. Jakarta. Thomas. Brian Materials Development in Language Teaching. dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang banyak memberikan dorongan kepada penulis untuk menyelesaikan buku ini. Tarigan H. Readability. Jenny.– Sudjiman. Chair. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. Di samping itu. terutama Ibu Inayatul Chusna. penulis juga berharap kritik dan saran konstruktif dari berbagai pihak untuk perbaikan buku ini pada masa akan datang. Twentieth Century British Poetry.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Smith.

1987. 1984. POPULASI DAN SAMPEL. David Language Teaching Methodology.. Oxford: Oxford University Press. ed. Jenis-jenis Penelitian. Frank W. 28 A. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language. Rogers. 1984. 1 B. 1993. 1987. New Haven. 30 C. British Writers Vol. Hipotesis. Batsford Ltd. E. 9 B. 28 B. Penemuan Masalah. Moore. Teaching Reading in High School. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP.. 1991. 2003. Pat. Lightbown. Florida: Holt. 23 5. Reacting. Pengertian. Inc. 1978. The Oxford Illustrated History of English Literature. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Oxford: OUP. dan implementasi. Perumusan Masalah. 1986. Patsy M. Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. 22 A. Laurie G. 33 Lucas. Ciri-ciri perumusah Masalah yang Baik. New York: Harper & Row Publisher. dan Mandell. KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS. 1978 Murdock. Literature Reading. Pengembangan Instrumen Tes. MASALAH. The Short Oxford History of English Literature. Pengembangan Instrumen Nontes. John Communicative Syllabus Design. 20 4.John. kansep karakteristik. Mu lyasa. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Ian Scott. 22 B. ii 1. Kriszner. Kajian Kepustakaan. Writing. Pengertian. New York: Charles Scribner’s Sons. Oxford: Clarendon Press. 1991 Nuttal. John. Cambridge: CUP. 15 3. How Languages are learned. 18 A. i Daftar Isi. 6 143 . 10 C. 1 A. Robert Karlin. 2 2. Munby . 1-8. London: Prentice Hall International Ltd. 1998.T. Kata Pengantar. Munby. dan Nina Spada. CN: HRAF Press. London: Heinemann Educational Books. Pengertian. INSTRUMEN PENELITIAN. Pengertian. 18 B. Andrew. 12 D. 1994. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. PENELITIAN. Stephen R. Rinehart and Winston. Sanders.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR ISI Kilvert. Nunan. 9 A. Sampling.

Jenis-jenis Data. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. Course Design. 1992. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Diknas. ed. 1987.mang. 1979. H. 41 C. PROPOSAL PENELITIAN SASTRA. Amran Halim. C. Flesch. 1994.Rudolf How to Write Plain English http://www. Kartono. 2003. 1999. htm).” The Communicative Approach to Language Teaching. 67 10. Hibberd. London: Longman Group. London: Longman. Teaching Language in Context. Rod The Study of Second Language Acquisition. 46 B. Grant. eds. 39 A. Susan Teaching English in the Primary Classroom. PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI. London and New York: Longman. Harmer. Helliwell. ANALISIS DATA. 1994. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Hamalik.canterbury. Huda. Johnson. 1991. ac. Boston: Heinle and Heinle Publisher. Fraida dan Elite Olshtain. Bandung: Mandar Maju. 42 7. 46 A. 1981. Dasar-Dasar Perkembangannya. Ellis.” Politik Bahasa Nasional 2. 121 142 7 . J. “On Communicative Competence. Harmer. 39 B. 1986. 83 11. Dominic. Pengertian. Cambridge: Cambridge University Press. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. 1987. Dubin. Unsur-unsur Proposal. PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL. 46 8. PROPOSAL. Jeremy The Practice of English Language Teaching. Malang: IKIP Malang Publisher. 103 DAFTAR KEPUSTAKAAN. Hadely. 6. Alice Ommagio. Oxford: OUP. 54 9. nz/courseinfo/AcademicWriting/Flesch. 2002. Hymes. Analisis Kualitatif. Brumfit dan K. Analisis Kuantitatif. Oxford: OUP. Nevile Making the Most of Your Textbook . PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF. 1990. Oemar Pengembangan Kurikulum. Jakarta: PN Balai Pustaka. D.

H. Penelitian bukan merupakan hal baru dan asing di telinga kita. http://www. kurang memenuhi prinsip-prinsip dan kaedah penelitian yang sebenarnya. Jakarta: Pusat Kurikulum. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. bila seseorang ingin mengetahui bagaimana pengaruh media elektronik terhadap pola berbahasa Indonesia penduduk Jakarta. http://www.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR KEPUSTAKAAN 1 PENELITIAN Ahmad. Anonymous. Sebaliknya. 1998.edu/tip/skinner. Brumfit. seperti menghubungi dan bertanya pada pusat informasi. Azyumardi. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Katakanlah. 1985. New Jersey.C. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. Rinehart & Winston. 1990. Balitbang Depdiknas. atau efektifitas penggunaan gambar dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak TK. Experiential Learning. Bandung: Pustaka Setia. dan bahkan suatu kebenaran.gwu.. Ausubel.html. Pengertian Untuk memperoleh berbagai informasi. Dkk. Azra.M. Conditions of Learning. Principles of Language Learning and Teaching.gwu. R. Anonymous. 2003. ada beberapa cara yang dapat digunakannya. David A. Makalah yang disampaikan pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. tetapi penelitian merupakan hal yang sudah kita kenal dan lakukan meskipun dalam bentuk yang berbeda dengan pengertian yang sebenarnya. bertanya. dan cara yang kompleks adalah penelitian. Brown. Educational Psychology: A cognitive view. Kurikulum Berbasis Kampetensi. Kurikulum dan Hasil Belajar. A. mengapa? Karena permasalahan tersebut memiliki kompleksitas yang sangat 8 141 . Back..edu/-tip/ rogers. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset. 1968. seseorang dapat menggunakan banyak cara dari yang paling sederhana sampai dengan cara yang paling kompleks. http://www. maka cara yang dilakukannya adalah penelitian... tanggal 1 Maret 2003. html. New York: Holt.edu/tip/gagne. Operant Conditioning.gwu. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah. Motivation: Theories and Principles. perenungan. Anonim. H. atau membaca peta kota Jakarta. coba-coba. Anonymous. Douglas. Cara-cara sederhana meliputi membaca. Bila seseorang belum mengetahui di mana lokasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berada. 1994. Prentice Hall. tanggal 1 Maret 2003. tanggal 1 Maret 2003. Oxford: Pergamon Press Ltd. html. mendengarkan.

John. 1-8. dalam klasifikasi tersebut dapat terjadi suatu jenis penelitian dapat menjadi bagian dari kelompok penelitian lain. B. Singapore: Colset Private Limited. Melalui pola interakasi antarunsur tersebut. seperti data. sedangkan prosedural berarti berarti berarti bahwa seluruh rangkaian kegiatan penelitian tersebut harus dilakukan secara bertahap. tujuan. keberadaan satu unsur tergantung pada unsur lain. 1987. British Writers Vol. dan atau menyelesaikan suatu masalah. Batsford Ltd. Berdasarkan data yang penelitian dapat dibedakan menjadi dua. Jenis-Jenis Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa sudut pandang yang berbeda. bila dua orang peneliti melakukan kajian terhadap suatu masalah dengan responden dan metode yang sama tentu akan memperoleh hasil yang relatif sama. sifat. penelitian kualitatif merupakan 140 9 .Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kilvert. Tentu saja. pengembangan instrumen. tinggi. Lucas. Artinya. temuan penelitian memiliki objektivas yang lebih tinggi daripada cara-cara yang sederhana. Ian Scott. New York: Charles Scribner’s Sons. Jadi penelitian dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan yang tersusun secara sistematis dan prosedural untuk menemukan suatu kebenaran. dan analisis data. dapat diketahui bahwa penelitian berbeda dengan cara-cara sederhana dalam beberapa hal yang menjadikannya lebih kompleks dan rumit. Sistematis berarti bahwa rangkaian kegiatan penelitian itu terkait satu sama lain. dan subjek penelitian. Sebaliknya. metode. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education.T. seperti penelitian eksperimental dan korelasional. 1984. yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. perumusan hipotesis. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang mengandalkan data numerik sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji. membuktikan teori atau asumsi-asumsi yang sudah ditemukan. Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. bidang kajian. 1987. Dari ilustrasi di atas. tempat. Williams. John. Dominic. Hibberd. Twentieth Century British Poetry. pengumpulan data. dan cara-cara sederhana tidak mampu memberikan jawaban yang akurat dan berterima bagi semua pihak Banyak hal yang harus dilakukan seperti penentuan responden. 1986.

kedua skor variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik korelasi dan regresi sederhana untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan.000. Daftar Kepustakaan Kriszner. The Oxford Illustrated History of English Literature. Yang kedua juga termasuk penelitian kuantitaif karena data yang dibutuhkan untuk melihat efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer adalah skor mahasiswa yang diperoleh melalui tes pemahaman puisi. Pat. Memahami Cerita Rekaan. dan penelitian naturalistik. Sudjiman. Contoh penelitian kuantitatif: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) Yang pertama termasuk dalam penelitian kuantitatif karena data kedua variabelnya: pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris berupa skor yang diperoleh melalui alat ukur tes tertulis. Andrew.(Lima belas juta rupiah). Literature Reading. Rogers.. Selanjutnya skor tersebut dianalisis dengan statistik uji-t atau chi-square untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan. Reacting. Contoh penelitian kualitatif: “Perbandingan antara pengembangan plot pada novel-novel romantis dan patriotisme pada masa perang dunia I di Inggris” (Analisis isi) “Prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah” (Naturalistik) Yang pertama termasuk dalam penelitian kualitatif karena data mengenai pengembangan plot merupakan data verbal yang diperoleh melalui diri peneliti sebagai instrumen penelitian 10 oleh Vintage London. Rincian biaya dapat tidak diberikan. 1994. analisis wacana. 139 . Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. 1991. Oxford: Oxford University Press. Writing. Jakarta: Pustaka Jaya. Sanders. 15. dan Mandell. H. Dalam novel tersebut terdapat dua bagian yang masing-masing menceritakan tentang keluarga India dan keluarga Amerika.000. 1987. Panuti. Inc. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN Feb Mar Apr Mei Juni V V V V V I. Rinehart and Winston. 1991. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama lima bulan dari Februari sampai dengan Juni 2005. Stephen R. Laurie G. Dalam tiap keluarga terdapat tokoh perempuan yang kehidupan domestiknya erat dengan makanan. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. Oxford: Clarendon Press. J.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra penelitian yang mengandalkan data verbal dan nonnumerik lainnya sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji. Florida: Holt. The Short Oxford History of English Literature.. Selanjutnya. seperti analisis isi.

Penelitian historis merupakan penelitian yang bertujuan untuk menguak seluruh rangkain peristiwa masa lampau untuk penyelesaian masalah sekarang. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data kualitatif yang mengenai makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dengan berbagai cara. makanan dengan kekuasaan. makanan dengan keluarga dan makanan dengan peran ibu. diperoleh melalui diri peneliti sendiri dengan melakukan pengamatan berperanserta. terdapat beberapa jenis penelitian yang dapat digunakan untuk memperoleh suatu kebenaran. Berbeda dengan yang pertama. eksploratif. dianalisis secara kualitatif untuk ditemukan perbedaan pengembangan plot yang dilakukan oleh para penulisnya. pada penelitian yang kedua data verbal yang berkaitan dengan pola prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah. Berbeda dengan eksploratif. Unit analisis Unit analisis dlam penelitian ini adalah novel Fasting Feasting karya Anita Desai yang diterbitkan tahun 1999 138 dengan pembacaan kritis terhadap novel-novel romantis dan patriotisme yang muncul pada masa perang dunia I. Makna-makna dari representasi makanan dalam novel yang menjadi sumber data akan dianalisis dengan cara mengelompokkan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan makanan ke dalam beberapa tema yang berhubungan dengan identitas seperti makanan dengan tradisi. khususnya di Inggris. Terakhir. 2. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya. seperti menandai. Berdasarkan tujuan ingin yang dicapai. deskripstif. yang didukung dengan informasi-informasi yang berasal dari dokumen yang ada. 2002: 301302). 3. penelitian eksperimen lebih mengarah pada kajian yang berupaya untuk menjelaskan sesuatu bila hal-hal lain dikontrol.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra data-data di mana dengan penghayatan yang dalam akan tercapai suatu pemahaman yang baik (Muhadjir. kegiatan. Jika suatu penelitian hanya berusaha untuk untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena alam yang terjadi dan kaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Analisis wacana akan dipakai untuk mencari makna dari kalimat-kalimat yang menampilkan fungsi makanan yang telah dikelompokan dalam beberapa tema di atas. jika suatu penelitian berusaha untuk menjajaki dan menggali hal-hal yang belum pernah diketahui dan bahkan sama sekali tidak diketahui. mengelompokkan. maka penelitian tersebut disebut dengan penelitian eksploratif. maka penelitian tersebut dinamakan penelitian deskriptif. Semua data verbal yang berasal dari buku-buku novel romantis dan patriotisme. seperti penelitian historis. penelitian evaluatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu peristiwa. atau kebijakan yang sedang berjalan. Langkah pertama dari penelitian ini adalah menganalisis fungsi-fungsi makanan dalam novel tersebut dalam kaitannya dengan identitas karakter-karakter perempuan. Analisis Data Data yang terkumpul dikaji berdasarkan analisis wacana Michel Foucault akan untuk mencari makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam teks narasi yang diteliti. 4. Sebaliknya. wawancara mendalam. Langkah berikutnya adalah mendapatkan ideologi yang diusung oleh teks tersebut yang berhubungan dengan identitas perempuan. eksperimental. dan evaluatif. Contoh-contoh penelitian: “Tinjauan historis terhadap kematian bahasa-bahasa suku pedalaman di Papua” (Historis) 11 .

analisis data. gambaran deskriptif tersebut dibandingkan dengan kurikulum yang mendasarinya. model kajian tersebut diperoleh berdasarkan nilai-nilai yang berlaku dalam kesusasteran daerah. Dengan pemahaman konsep ideologi pada analisis wacana. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. 1. seperti metode. Artinya. Bagi Foucault ideologi muncul pada setiap wacana yang mana masing-masing wacana tersebut menampilkan sebuah pengetahuan dengan cara-cara tertentu. Tentu saja. Ideologi juga tidak berkembang melalui bentuk pemaksaan. Berdasarkan data kuantitatif yang diperoleh bisa diketahui sejauhmana pengaruh menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. penelitian tersebut bertujuan untuk mengkaji kebijakan permberlakuan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Kata atau kalimat merupakan suatu sistem tanda yang mengurai 137 . Fasting Feasting membawa ideologi pengarang mengenai identitas perempuan yang ditampilkan melalui hubungan tokoh-tokoh perempuan dengan makanan. dan unit analisis. Berdasarkan seluruh data historis yang ditemukan ditentukanlah sejumlah pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk membuat perancanaan jangka dalam melestarikan bahasa-bahasa di pedalaman Papua. Novel ini menampilkan bagaimana identitas perempuan direpresentasikan melalui makanan. Novel Fasting Feasting merupakan sebuah teks yang mengangkat wacana perempuan. Penelitian kempat bertujuan untuk mengetahui menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan. Penelitian ketiga bertujuan untuk menggali model kajian kesusasteran yang benar-benar bercirikan Indonesia. Dalam analisis wacana ideologi berada pada tiap level masyarakat dimana sebuah teks wacana berkembang. dimana tiap kelompok berusaha memaksakan ideologinya pada kelompok lain. Terakhir. Menurut Foucault ideologi tidak muncul dari hubungan kelas. pengambilan data. Foucault melihat bahwa pengetahuan yang ditampilkan oleh sebuah wacana akan membentuk ideologi yang diusung oleh pembuat wacana tersebut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra “Pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi berbasis kompetensi di SMA Modern Jakarta Utara” (Deskripstif komparatif) “Pengembangan model kajian kesusasteran Indonesia berbasis nilai-nilai sastra daerah” (Eksploratif) “Pengaruh manejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris Siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan” (Eksperimen) “Tinjauan terhadap pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi” (Evaluatif) Penelitian pertama bertujuan untuk menggali aspek-aspek historis yang terkait erat dengan proses kematian bahasa-bahasa yang terdapat di pedalaman Papua. Metode penelitian kualitatif melihat hubungan antar kata atau kalimat yang membentuk suatu makna tertentu. apakah perlu dilanjutkan dengan berbagai 12 untuk menandingi pemaknaan umum yang diterima masyarakat. G. penelitian kedua bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kegiatan pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilaksanakan di SMA modern. maka konsep ideologi yang paling tepat dipakai dalam penelitian ini adalah konsep ideologi ketiga. Metode Mengacu pada rumusan masalah serta tujuan penelitian. maka metode yang akan dipakai adalah metode kualitatif. seperti yang terjadi pada konsep ideologi Marxisme.

dilanjutkan dengan tetap mempertahankan model yang berjalan. Louis Althusser. dan dengan agama disebut penelitian agama. penelitian terapan merupakan kajian yang dilakukan untuk menemukan teori-teori baru berkenaan dengan aplikasi teori lain. Berbagai kegiatan keseharian suatu masyarakat merupakan bentuk pengaturan diri dalam suatu keselarasan sosial yang menciptakan masyarakat yang teratur. Berdasarkan sifatnya. Umpamanya. Sebagai contoh seorang pembuat film akan menampilkan dunia yang menurut konsepnya ideal. Ideologi ini (Barthes menyebutnya myth) berfungsi 136 perubahan. Barthes melihat bahwa ideologi muncul pada makna konotasi. Dengan nilai-nilai dan norma tertentu ia menciptakan dunia baru yang sesuai dengan ideologinya. atau bahkan dunia. makna kedua yang kadang tidak sadar hadir dalam teks. teori. Segala produk budaya yang hadir dalam masyarakat ini mendukung kepentingan penguasa. film. Contoh penelitian murni: “Pola-pola kalimat affirmatif pada naskah-naskah kuno bahasa Jawa di Mataram pada abad pertengahan” (Eksploratif) “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa selama satu dasawarsa terakhir” (Eksploratif) Contoh penelitian terapan: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) 13 . dengan ilmu psikologi disebut penelitian psikologi. Sebaliknya. Dalam perkembangan selanjutnya konsep ideologi ini dipakai oleh feminis yang melihat kekuasaan patriarkal sebagai penguasa atas perempuan yang mengusung ideologinya mengenai hubungan jender. Pengarang ini menampilkan ideologi bagaimana seharusnya sebuah masyarakat. atau lagu yang merupakan ideologi dari pengarangnya. Konsep yang ia pakai merupakan ideologinya terhadap dunia ideal. dengan ilmu-ilmu sosial dengan penelitian sosial. atau diberhentikan sama sekali penggunaannya di perguruan tinggi. Penelitian yang menfokuskan pada bidang keilmuan tertentu biasanya dinamakan sesuai dengan bidangnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra adalah mereka yang memegang kendali ekonomi. keduanya dapat digunakan dalam kajian bidang-bidang keilmuan yang lebih spesifik. atau temuan-temuan baru. Baik penelitian murni maupun terapan. Kegiatan sehari-hari masyarakat diatur oleh norma-norma yang berkembang di masyarakat tersebut. penelitian dibedakan menjadi penelitian murni/dasar (pure research) dan terapan (applied research). Dengan kata lain. hadir. Konsep ideologi keempat berdasarkan atas pemikiran filsuf Perancis. Ideologi yang ditampilkan mengaburkan hubungan antar laki-laki dan perempuan. Norma yang terkandung dalam kegiatan tersebut merupakan ideologi dari masyarakat tersebut. Ia melihat bahwa ideologi tidak hanya sekedar kumpulan ide tapi juga berbentuk aktivitas keseharian masyarakat. Ini disebabkan karena ideologi patriarkal hanya menampilkan sebagian dari keseluruhan kebenaran mengenai hubungan jender. Konsep ideologi kelima mengambil dari pemikiran Roland Barthes. penelitian yang berhubungan dengan bahasa disebut penelitian bahasa. dan mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan model kurikulum berbasis pasar. nama bidang keilmuan tertentu akan melekat pada penelitian yang berkaitan dengan bidang tersebut. Penelitian murni merupakan kajian yang dilakukan untuk mencari hal-hal. Definisi ketiga dari konsep ideologi adalah ideologi yang muncul dalam teks narasi.

Ideologi yang ditampilkan oleh sebuah wacana merupakan ideologi penguasa dari pembuat wacana tersebut. Contoh penelitian kepustakaan: “Studi perbandingan antara strukturalisme dan poststrukturalisme dalam kajian karya sastra novel” “Perbedaan antara kalimat imperatif bahasa Inggris kuno dan modern pada tataran struktural” Contoh penelitian laboratorium: “Perbandingan kualitas pelafalan bahasa Inggris antara mahasiswa jurusan BSI UIN yang berasal dari Jawa Timur dan Sumatera Barat” 14 menghasilkan makna-makna/pengetahuan yang berbeda. Ideologi ini secara tidak sadar diterima oleh masyarakat dimana sebuah wacana hadir dan ia dianggap sebagai sebuah kebenaran. Konsep ideologi ini didasari atas pemikiran Karl Max yang meilhat bahwa hubungan antar masyarakat didasarkan atas ekonomi dimana yang memegang kekuasaan 135 . baik pengumpulan maupun analisis datanya dilakukan di dalam laboratorium. Barat mungkin akan memaknai wacana tersebut sebagai bentuk kekaguman mereka terhadap Timur yang sangat berbeda dengan diri mereka. sebagai pembaca melihat teks tersebut sebagai bentuk pengukuhan kekuasaan Barat terhadap Timur dimana Barat mendeskripsikan Timur sesuai keinginan mereka. Hubungan pengetahuan dan kekuasaan dalam sebuah wacana menghadirkan sebuah ideologi yang diusung oleh wacana tersebut. di kampung. Pemahaman kedua dalam konsep ideologi adalah sebagai sebuah kesadaran palsu (false consciousness). Namun bagi Barat sebagai yang menampilkan wacana tersebut tidak akan memaknai seperti yang Said lakukan. di pasar. yakni penelitian kepustakaan (library research). dan laboratorium (laboratory research). diramu sedemikian rupa hingga sesuai dengan apa kelompok tersebut inginkan. Sebagai contoh wacana-wacana mengenai Timur yang ditampilkan Barat dapat memiliki makna berbeda jika dilihat dari sisi yang berbeda. Artinya. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di dalam perpustakaan sebagai sumber data utama. seperti di sekolah. Berdasarkan tempat pelaksanaannya. Penelitian lapangan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di luar laboratorium dan perpustakaan. Definisi pertama adalah ideologi yang dilihat sebagai sebuah kumpulan ide yang mendasari pemikiran sekelompok orang. penelitian dibedakan menjadi tiga. Penelitian terapan kedua berusaha untuk melihat efektivitas implementatsi diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer Amerika. Said. hasil penelitian tersebut dimaksudkan sebagai pijakan dalam kegiatan pengajaran dan pengambilan keputusan yang terkait dengan bahasa Inggris di SMAN. partai politik memiliki landasan pemikiran yang juga menjadi ideologi mereka yang membimbing mereka dalam mengambil berbagai keputusan. Sebagai contoh kelompok Ikatan Dokter Indonesia memiliki pemikiran-pemikiran mendasar yang menjadi ideologi mereka. Menurut Storey dalam bukunya Cultural Theory and Popular Culture (2001) ada lima definisi mengenai ideologi. Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya. lapangan (field research). Sedangkan.dengan variabel lain –kemampuan komunikatif. penelitian terapan yang pertama berusaha untuk mengetahui kaitan antara satu variabel –pemahaman silang budaya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kedua contoh penelitian murni tersebut berusaha untuk menemukan hal-hal baru yang tidak dimaksudkan untuk diterapkan pada kajian bidang lain. Kelompok yang berkuasa akan menampilkan sebuah kesadaran yang didistorsi.dalam konteks pengajaran bahasa Inggris di SMAN. atau pegunungan tempat data yang dibutuhkan berasal.

Sebagai contoh. Pengertian yang kedua adalah bertindak atau berbicara atas nama tertentu (to speak or act on behalf of). Oleh karena itu penelitian akan lebih efektif dan efisien bila dikerjakan di dalam perpustakaan. Pertama representasi berarti mewakili (to stand in for). poststrukturalisme. Ia mengkritik teori kekuasaan yang dicetuskan Karl Marx. Masyarakat tersebut dapat menentukan benar atau salah suatu statement melalui rezim kebenaran. Kekuasaan juga tidak bersifat negatif yang hanya menghasilkan kontrol. masyarakat menganggap hal tersebut sebagai sebuag kebenaran. Bagi Foucault kekuasaan tidak sekedar mengatur perilaku sekelompok masyarakat. sebagai contoh bendera negara yang berkibar pada even olahraga mewakili kehadiran negara tersebut. Ketika epilepsi masih dianggap sebagai penyakit kejiwaan. Suatu representasi pada satu teks dapat dimaknai dari dua sisi. Dua sisi pemaknaan dapat Menurut Judy Giles dan Tim Middleton (1999) representasi memiliki tiga pengertian. sistem hukuman menghasilkan buku. Pertama representasi dapat dimaknai oleh teks itu sendiri. Dua penelitian kedua termasuk ke dalam penelitian laboratorium karena keduanya mengandalkan peralatan khusus yang hanya dapat ditemukan di laboratorium untuk menggali data yang dibutuhkan. 134 7 “Peningkatan kemampuan mendengarkan bahasa Inggris melalui penggunaan multi media di sekolah dasar Insan Unggul Jakarta Selatan” Contoh penelitian lapangan: “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) “Tinjauan historis terhadap proses kreolisasi dan pidginasi antara bahasa Sunda dan Jawa yang terjadi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa tengah” (Historis) Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kepustakaan karena sebagian besar data dan sumber-sumber informasi lain yang berkenaan dengan strukturalisme. Sudut pandang terakhir yang dapat dipakai untuk membedakan penelitian adalah subjek atau masalah penelitian. rehabilitasi bagi mereka yang dikenai hukuman. diskusi. Oleh karena itu. pembaca dapat memaknai representasi tersebut. pelatihan bagi para penegak hukum. Kekuasaan memiliki peran yang lebih dalam masyarakat. bentuk pengetahuan. Adapun dua penelitian terakhir termasuk ke dalam penelitian lapangan karena data yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan yang ada tidak diperoleh di dalam laboratorium atau perpustakaan. Selain lewat teks. Penelitian yang hanya mengkaji satu bidang masalah dengan melibatkan responden yang terbatas. umumnya disebut penelitian survey. umumnya disebut penelitian kasus. bahasa Inggris kuno. Ia juga bersifat produktif yang menghasilkan wacana. Menurut Foucault kekuasaan terjadi pada tiap level sosial dan aspek kehidupan – mulai dari lingkup keluarga hingga ke negara. sebagian besar kegiatan penelitiannya dilaksanakan di laboratorium. Suatu teks akan memunculkan makna dan pengetahuan pada apa yang direpresentasikannya. Menurutnya kekuasaan bersifat hirarkis yang mana muncul dari mereka yang dominan terhadap mereka yang subordinat.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra sebagai suatu kebenaran pada masyarakat tertentu pada konteks historis tertentu. Bentuk kekuasaan yang hadir dari sebuah pengetahuan tidak bersifat hirarkis. 15 . dan bahasa Inggris modern. Analisis atas sebuah wacana dapat dilakukan dengan melihat representasi7 yang ditampilkan oleh sebuah teks. Mereka memperlakukan orang yang memiliki gejala epilepsi sesuai dengan apa yang dianggap benar oleh masyarakat. dapat ditemukan di dalam perpustakaan. aturan-aturan. dan sebagainya. tetapi di lembaga pendidikan dan situs-situs sejarah. sedangkan penelitian yang melibatkan banyak responden atau subjek.

tanpa melibatkan play group lainnya.I. dan ia merupakan sebuah wacana yang diterima dan dianggap 133 16 . Ini kemudian membawa Foucault untuk berbicara mengenai kebenaran yang bukan bermakna absolut. yakni masyarakat luas. berbagai statement yang kemudian dijelaskan. Dua penelitian yang terakhir termasuk ke dalam penelitian survey karena keduanya melibatkan banyak reponden. ia juga melihat hubungan antara pengetahuan dan kekuasaan. dianalisis perkembangannya. penelitian tersebut banyak melibatkan responden dan sumber informasi yang berasal dari masyarakat pesisir di pulau Jawa. terhadap terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D. serta bagaimana kekuasaan bekerja pada berbagai alat institusi. Adapun yang kedua hanya berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris di play group tersebut. aturan-aturan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Contoh penelitian kasus: “Studi longitudinal terhadap pertumbuhan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan sejak usia 0-12 tahun” “Pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak di play group Anakku Buah Hatiku Pondok Indah Jakarta Selatan” Contoh penelitian survei: “Persepsi masyarakat perkotaan terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D. Alat-alat tersebut memperlihatkan bagaimana kekuasaan bermain. Selain itu hasil kedua penelitian tersebut tidak dapat digeneralisasikan untuk anak-anak dan play group-play group lainnya. tidak hanya satu atau dua orang saja. Alat-alat institusi ini bisa berupa hukum. Rezim kebenaran berada pada tiap masyarakat. Untuk mempelajari bentuk hukuman yang diberikan seseorang harus dulu mempelajari bagaimana hubungan antara wacana dan kekuasaan menghasilkan konsep tertentu mengenai kriminalitas dan kriminal. Bagi Foucault pengetahuan merupakan suatu bentuk kekuasaan. Yogjakarta pada masa reformasi. tetapi melibatkan seluruh masyarakat perkotaan. dinilai oleh institusi masyarakat. Yang pertama berkenaan dengan pandangan masyarakat pekotaan.I. Begitu juga dengan penelitian yang kedua. Pengetahuan seseorang tentang kriminalitas menjadikan ia mampu dan memiliki kekuasaan untuk melabelkan seseorang sebagai kriminal serta mengatur dan menghukumnya. Yang pertama hanya berkaitan dengan pertumbahan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan saja tanpa melibatkan anak-anak lainnya. karena alat-alat institusi terdiri atas strategi-strategi hubungan antar kekuasaan yang bermain serta tipe-tipe pengetahuan yang mendukung. Mereka pun mempunyai kekuasaan untuk membentuk perilaku masyarakat terhadap seseorang yang dinyatakan mengidap kelainan mental. serta bagaimana dua hal tersebut diterapkan dalam praktik pada periode historis tertentu. seperti kedokteran atau psikiatri. administrasi. dan sebagainya. Yogjakarta pada masa reformasi” “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa pada tahun 1955-1975” Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kasus karena keduanya hanya membahas problem dan melibatkan subjek penelitian yang terbatas. memberikan efek pada kriminal dan pemberi hukuman. Para dokter psikiater memiliki kekuasaan untuk menentukan apakah seseorang memiliki kelainan jiwa atau tidak. Disamping itu. melainkan kebenaran dalam formasi diskursif yang menghasilkan rezim kebenaran. Kekuasaan yang mereka miliki didapat dari pengetahuan mereka terhadap fenomena kegilaan. moralitas. Selanjutnya Foucault lebih memperhatikan bagaimana pengetahuan bekerja dalam praktik wacana pada suatu institusi tertentu.

Ketika penyakit epilepsi belum ditemukan oleh bidang kedokteran. seseorang yang menampilkan gejala penyakit tersebut akan dianggap memiliki penyakit kejiwaan. Tiap wacana memiliki proses pembentukan makna yang berbeda sehingga makna yang dihasilkan juga berbeda. Dua pendekatan lain adalah reflektif atau mimetik dan intensional. dan praktikpraktik pengetahuan yang berbeda pada tiap periode waktu. sedangkan ketidak-mampuan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi harian. kemampuan berbahasa Inggris komunikatif sebagaimana dirumuskan dalam kurikulum merupakan tujuan yang harus dicapai (ideal). orang. Masalah tidak sama dengan topik penelitian. Kini definisi kegilaan dibentuk oleh Konstruksionis adalah salah satu pendekatan dalam melihat sebuah representasi yang melihat bahwa makna dalam bahasa dapat dimainkan oleh pemakainya. menulis surat. Foucault memberikan sebuah contoh dari praktik diskursif (discursive practices) yang memiliki makna berbeda pada periode waktu yang berbeda. dan itulah yang dinamakan masalah. Topik itu tidak perlu ditulis secara panjang 17 . dan berbicara dengan orang lain merupakan sebuah kondisi yang sebenarnya (faktual). 132 6 2 MASALAH A. Dalam hal ini. Salah satunya adalah melalui penelitian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra masyarakat. Sebagai seorang konstruksionis6 Foucault melihat bahwa proses pembentukan makna terjadi dalam wacana. Sebagai kondisi yang tidak ideal. Dari kondisi tersebut dapat diketahui adanya ketidaksesuaian dan kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan di lapangan. bahkan keluarga yang menampilkan sikap serta perilaku yang sama terhadap isu seksualitas. Penyakit kejiwaan bukanlah fakta objektif yang selalu sama pada tiap periode historis. Masyarakat akan mengucilkan atau membunuh demi tidak tersebarnya penyakit tersebut. Sedangkan pendekatan intensional melihat bahasa sebagai perwakilan makna atau cara penutur atau penulis melihat dunia. Kegagalan siswa SMA di Jakarta Timur dalam menguasai bahasa Inggris merupakan masalah. Makna yang muncul dari sebuah wacana akan dianggap sebagai suatu kebenaran hanya pada periode waktu tertentu. peristiwa yang ada di dunia nyata. maka masyarakat tidak lagi menganggap epilepsi sebagai penyakit kejiwaan. subjek. Foucault tidak mempercayai fenomena yang sama dapat ditemukan dalam periode historis yang berbeda. Pendekatan reflektif atau mimetik adalah pendekatan yang melihat bahwa makna telah ada dalam benda. Bahasa hanya berfungsi merefleksikan kembali makna tersebut. Masalah dapat didefinisikan sebagai kesenjangan yang terjadi antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan atau dilaksanakan. maka mereka berada dalam satu formasi diskursif. masalah perlu diselesaikan atau dicarikan jalan penyelesaiannya. Pengertian Masalah merupakan salah satu komponen penting dalam penelitian. seperti membaca koran bahasa Inggris. Kini setelah ilmu kedokteran menemukan bahw epilepsi adalah penyakit akibat tidak berfungsinya salah satu sel otak. objek. Proses pembentukan makna ini tergantung pada siapa yang menciptakan wacana serta waktu/masa wacana tersebut ditampilkan. Tidak ada masalah berarti tidak ada penelitian karena dari masalah itulah seluruh kegiatan penelitian berawal. Menurutnya wacana akan menghasilkan bentuk pengetahuan.

Perenungan merupakan proses identifikasi dan pemikiran secara mendalam terhadap fenomena alam sehingga diperoleh apa yang seharusnya terjadi (ideal) dan apa yang betul-betul terjadi (faktual). membaca topik tertentu atau membentuk pengetahuan mengenai topik tersebut. akan muncul pada berbagai teks. seperti koordinasi antarlembaga terkait. masih menurut Foucault. melihat fenomena penggunaan bahasa Inggris. satu perbuatan atau satu sumber. baik itu politik maupun administratif. meskipun demikian tidak semua topik mengandung masalah yang jelas. Di sinilah timbul kesenjangan antara kemampuan dan ketidakmampuan mahasiswa atau peneliti pemula dalam menemukan masalah. dan membaca. dan juga mempengaruhi bagaimana ide-ide dimasukkan dalam praktik-praktik dan dipakai untuk mengatur perilaku manusia. pengalaman orang lain. Wacana tidak pernah terdiri atas satu statement. tesis. dan dialekdialek kedaerahan dalam komunikasi harian pada acara-acara televisi dan radio. Sebuah wacana yang sama. masalah tidaklah sulit untuk ditemukan asal peneliti selalu ingat bahwa masalah itu adalah kesenjangan yang terjadi antara das sollen dan das sein. yang ditampilkan oleh institusi-institusi masyarakat. Wacana. tetapi dapat ditulis secara singkat sebagai judul penelitian. Masalah dalam penelitian bisa ditemukan melalui beberapa cara. Sering kali terdengar suara-suara yang berbunyi “saya belum menulis skripsi. Wacana menentukan dan membentuk objek dari pengetahuan. dengan pengetahuan yang dikuasainya seseorang mungkin saja dapat merenungkan berbagai hal berkaitan dengan perencanaan pengembangan bahasa Indonesia masa depan. masalah masih tetap perlu ditulis dan diuraikan secara lebih jelas agar kesenjangan yang terjadi dapat teridentifikasi secara mudah dan cepat. serta membentuk cara berperilaku pada berbagai institusi dalam masyarakat. organisasi yang membentuk definisi seksualitas. Definisi beserta norma dan aturannya akan berubah seiring dengan perkembangan sejarah dan waktu. membentuk sebuah topik atau tema. Tentu saja dari topik yang diangkat dapat diketahui apa masalah yang sedang diteliti. pengalaman pribadi. Jika bergandengan tangan antara lakilaki dan perempuan merupakan salah satu bentuk seksualitas dalam sebuah masyarakat. organisasi 131 18 . menggunakan cara yang sama. dan sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia baku kepada masyarakat. Umpamanya. berbicara dan membawa diri. Agama. Pemahaman atas seksualitas pada kelompok masyarakat tersebut mengatur bagaimana masing-masing anggotanya bersikap. kodifikasi gramatika baku bahasa Indonesia. satu teks. Mereka berusaha untuk tidak melanggar segala praktik sosial yang berhubungan dengan seksualitas. maka tiap individu akan menjaga perilakunya untuk tidak menunjukkan sikap tersebut. Ketika peristiwa-peristiwa diskursif ini mengacu pada satu subjek yang sama. Contoh-contoh masalah yang muncul adalah: aturan. seperti perenungan. atau disertasi karena saya belum menemukan masalah”. serta mendukung sebuah pola strategi. Penemuan Masalah Menemukan masalah penelitian merupakan masalah tersendiri bagi sebagian mahasiswa atau peneliti pemula.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebar. menulis atau membawa diri. Jika sebuah wacana membentuk cara tertentu dalam menampilkan sebuah topik. Sebetulnya. maka menurut Foucault mereka berada dalam formasi diskursif (discursive formation) yang sama. Oleh karena itu. yang memiliki karakteristik dari cara berpikir atau bentuk pengetahuan yang sama pada periode tertentu. pemerintah. mengatur bagaimana sebuah topik dapat bermakna ketika dibaca. menentukan bagaimana seseorang berbicara. B. maka wacana juga membatasi cara lain untuk berbicara.

Adapun masalah-masalah yang mungkin muncul berdasarkan kegagalan tersebut adalah: 1. Secara khusus penelitian berusaha untuk menggali: 1. Bagaimanakah model pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa reformasi 19972007? 2. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian bertujuan untuk hubungan antara makanan dan pembentukan identititas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting. Apakah teknik “pair work” lebih efektif daripada “diskusi kelompok” dalam pengajaran lafal bahasa Inggris bagi siswa kelas I SMP di DKI Jakarta? 2. Apakah Metode Adopsi Total efektif dalam pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa global dewasa ini? 3. bahasa yang tidak komunikatif. E. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan bidang kajian dan kritik sastra sehingga menjadi lebih beragam dan variatif. F. yang dapat dijadikan sebagai pijakan dalam penemuan masalah yang layak untuk diteliti. Ia melihat dalam wacana terdapat kumpulan statement atau cara suatu pengetahuan ditampilkan untuk menampilkan sebuah tema/topik pada masa tertentu. seseorang bisa mengidentifikasi beberapa kegagalan yang dialami dirinya dalam belajar bahasa Inggris. khususnya pelafalan yang tidak benar. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman baik dan buruk orang/pihak lain sebagai pijakan dalam penemuan masalah penelitian. dan 2.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. Bagaimanakah membangun lingkungan kebahasaan yang dapat membimbing mahasiswa Jurusan BSI menguasai bahasa Inggris secara komunikatif? 3. Subjek mengenai seksualitas akan bermakna jika ia berada dalam bentuk praktik sosial. Landasan Teori Wacana menurut Foucault adalah “a group of statements which provide a language for talking about – a way of representing the knowledge about – a particular topic at a particular historical moment” (Hall. ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. 1999: 44). hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan benar mengenai makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dan kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting. dan ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. Yang menjadi perhatiannya adalah aturan-aturan serta praktik-praktik yang menghasilkan meaningful statements dan regulated discourse pada tiap periode waktu atau sejarah yang berbeda. Sekelompok masyarakat akan menciptakan norma. Makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dalam kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting. atau takut membuat kalimat yang tidak gramatikal. 130 1. Bagaimanakah pola sosialisasi bahasa Indonesia baku kepada masyarakat pada masa pemerintahan Presiden SBY? Selain perenungan. Apakah ada hubungan antara “berani mengambil resiko” dan kemampuan membuat kalimat bahasa Inggris yang gramatikal pada siswa kelas I SMP di Bogor? Di samping pengalaman pribadi. Selain itu. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman pribadi dan orang lain untuk menemukan masalahmasalah yang menarik diteliti. Umpamanya. 19 . Mungkin saja seseorang mendengarkan atau diberitahu oleh yang bersangkutan bagaimana cara menguasai empat bahasa asing.

penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokohtokoh perempuannya. Perumusan Masalah Setelah dapat menemukan masalah yang layak diteliti. Singkatnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra bagaimana cara memahami novel-novel klasik berbahasa Inggris dengan metode hermeunetik. khususnya yang berkaitan dengan bidang keahliannya. Bagaimanakah pengembangan “autonomous learning” untuk membantu mahasiswa menguasai bahasa-bahasa asing di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? 2. Apakah terdapat perbedaan pemahaman terhadap novel-novel klasik berbahasa Inggris antara mahasiswa yang menggunakan metode hermeunetik dan metode struktural? 3. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. Amerika pada keluarga Amerika dan India pada keluarga India. seseorang akan memperoleh berbagai informasi mengenai berbagai hal yang menarik. C. C. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 129 . keluarga Amerika dan India. makin banyak informasi yang diperoleh. yakni: 1. Adapun masalah-masalah yang menarik untuk diteliti adalah: 1. sesorang harus mampu merumuskannya sedemikian rupa sehingga problem yang ingin dikaji menjadi jelas dan spesifik. sehingga mampu menemukan maaslah-masalah yang memang betul-betul layak untuk diteliti. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? 2. Pemilihan makanan dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan fokus penelitian tersebut. Meskipun tidak ada perbedaan yang sangat mendasar. dan makin mudah bagi seseorang untuk menemukan dan merumuskan masalah penelitiannya. Fakus Penelitian Sesuai dengan latar belakang masalah di atas. Masalah dalam penelitian dapat diungkapkan atau dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan atau kalimat tanya. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. B. baik yang berasal dari media cetak maupun elektronik. atau kebiasaan membaca koran dan kaitannya dengan menulis karya ilmiah. penggunaan 20 dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. terdapat dua pertanyaan yang menarik untuk dibahas. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca koran dan menulis karya ilmiah mahasiswa semester VIII Jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? Cara lain yang mungkin dapat dimanfaatkan seseorang untuk menemukan masalah penelitian adalah membaca naskahnaskah. makin banyak membaca. oleh Desai menambah keragaman pemahaman atas hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. Dengan membaca. Inilah yang menjadi alasan bagi penulis untuk menganalisis makanan dan kaitannya dengan identitas perempuan dalam novel Fasting Feasting.

Perempuan akan mendapatkan keuntungan dari peran tersebut. peran bahan ajar. Pemilihan makanan Anita Desai lahir tahun1937di Mussoorie India. bentuk kegiatan belajar. dalam puisinya Making the Jam Without You mengingat kembali kegiatan membuat selai dengan anak perempuannya yang kini tinggal di Jerman. peran mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran. India dan Amerika. Ia berharap kehidupan pernikahan anaknya sehangat saat mereka membuat selai bersama.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Jepang. Budaya tiap keluarga sangat mempengaruhi bagaimana mereka menyiapkan makanan dan menyelenggarakan ritual makan. Maxine Kumin. permasalahan utama dalam penelitian ini adalah pencarian model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dan pembuktian efektivitas model tersebut melalui eksperimen pada beberapa program studi PTAIN di Indonesia.A. seorang penyair dari Amerika Utara. Ihigaki Rin. the Fire I Have Before Me mengatakan bahwa peran perempuan dalam memasak bukanlah sesuatu yang merugikan. 128 5 kalimat tanya dalam perumusan masalah lebih memperjelas apa sebenarnya yang ingin dicari oleh peneliti daripada penggunaan kalimat pernyataan. Novel Fasting Feasting (1999) karya Anita Desai5 merupakan salah satu karya sastra yang memasukkan unsur makanan dalam ceritanya. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. perlu dikembangkan suatu model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar penilaian program studi dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan bahasa Inggris. Akan sangat menarik untuk melihat bagaimana makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. model yang dikembangkan harus mencakup beberapa aspek penting dalam pembelajaran. dalam sastra Inggris. Eratnya hubungan tokoh-tokoh perempuan tersebut dengan makanan dapat menampilkan citra perempuan. efektifitas model tersebut dalam pembelajaran bahasa Inggris masih harus dipertanyakan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta Selatan. Kalimat pernyataan: 1. Mereka bertanggung jawab tidak hanya pada mempersiapkan makanan namun juga pada menentukan apa yang akan dimakan oleh anggota keluarga. seperti pengembangan silabus. Universitas Delhi di mana ia mendapat gelar B. Masing-masing keluarga memiliki ritual sendiri dalam hal makanan dan pola makan. dalam puisinya The Pan. Oleh karena itu. Ayahnya seorang pengusaha Bengali dan ibunya seorang warga negara Jerman. Para perempuan dari kedua keluarga tersebut memiliki tugas untuk menyajikan makanan. Ia mengenyam pendidikan di SMU Queen Marry Delhi dan Miranda House. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di beberapa program studi PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. Tentunya. terutama suami dan anak laki-laki mereka. Selain itu. Perhatikan contoh-contoh berikut. 2. dan prosedur atau strategi pengajarannya. the Pot. hubungan antara 21 . Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi. dan untuk itulah ujicoba model tersebut menjadi sesuatu yang sangat mendesak untuk dilakukan. Dengan demikian. The Peacock merupakan novel pertamanya yang terbit tahun 1963. Meskipun demikian. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan oleh novel tersebut. Makanan kemudian menjadi urusan keseharian mereka. Novel ini bercerita mengenai dua keluarga dengan latar belakang budaya yang berbeda.

Pemilihan makanan untuk menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. keluarga Amerika dan India. menjelaskan beberapa alasan mengapa banyak penulis perempuan menggunakan tema makanan dalam tulisan-tulisan mereka. Yang membedakan dengan penulis perempuan adalah ketika penulis laki-laki menggunakan makanan sebagai tema. Mereka hanya menggunakan penulis-penulis perempuan sebagai token acknoledgment dan lebih mengacu pada penulis-penulis lakilaki besar. Penelitian ini difokuskan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuannya. 3. penulis-penulis laki-laki juga menggunakan makanan dalam tulisan mereka. Kalimat pertanyaan: 1. Para penulis perempuan ini menggunakan makanan untuk mengangkat masalah jender. seperti mengkritik bahkan menolak peran mereka sebagai penyaji makanan. Perubahan perumusan masalah untuk poin satu ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. seperti pada penderita bulimia dan anorexia. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsipprinsip kurikulum berbasis kompetensi? c. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. Sedangkan penulis perempuan lebih menghubungkan makanan dengan peran dan status mereka. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? b. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Oleh karena itu. Pertama perempuan telah diajarkan mengenai nilai-nilai kewanitaan melalui presentasi makanan yang dihadirkan oleh ibu mereka. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. Banyaknya penulis perempuan mengangkat isu ini disebabkan oleh makanan yang identik dengan wilayah domestik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra motivasi berprestasi. Penyair 127 . Namun yang paling sering ditampilkan oleh penulis perempuan adalah mengenai isu domestisitas. Keterikan perempuan terhadap makanan beserta ritualnya merupakan sebuah mimesis atau metafor dari peran perempuan sebagai food giver pertama pada bayi serta sebagai koki keluarga. menunjukkan adanya masalah dalam identitas perempuan yang tidak bisa memisahkan diri dari figur ibu atau dari proses menjadi ibu. Namun tidak sedikit juga penulis perempuan menggunakan makanan untuk merayakan peran perempuan dalam lingkup domestik. Itulah beberapa isu sentral yang akan dibahas dalam penelitian ini. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. Bagaimanakah peran dosen dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 22 masih banyak lagi. Selain penulis perempuan. Perempuan berada di wilayah tersebut. seperti Homer atau Plato. Harriet Blodgett (2005) dalam eseinya Mimesis and Metaphor: Food Imagery in International Twentieth-Century Women's Writing. Para penulis laki-laki ini lebih menghubungkan makanan dengan seksualitas daripada dengan perempuan. Selain itu obsesi perempuan terhadap makanan. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian hubungan antara ketiga variabel tersebut.

nasionalisme. Secara bersama-sama. kemiskinan. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokohtokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? b. pendidikan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? d. Selain mengukuhkan identitas perempuan. Doris Lessing pada novel-novel realisnya banyak mengangkat permasalahan identitas diri dalam masyarakat modern. Perubahan perumusan masalah untuk poin dua ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. pemahaman silang budaya. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta? 3. Namun ketika perempuan tidak mampu untuk menyajikan makanan dan memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga maka ia akan dianggap 'cacat' oleh masyarakat. Masyarakat patriarki menggunakan fungsi dan peran perempuan dalam rumah tangga untuk mencegah mereka melakukan aktivitas di luar rumah. berperan dalam bidang politik serta mendapat kesetaraan hak. Mereka melihat bahwa makanan dapat memberikan kekuasaan pada perempuan namun juga dapat dipakai untuk menguasai perempuan. Penulis-penulis perempuan abad 20 seperti Margaret Atwood. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? b. para feminis melihat makanan sebagai ajang kontestasi kekuasaan. dan Angela Carter4 menggunakan makanan dalam karya-karya mereka untuk menampilkan perilaku sosial dan individu. misteri pembunuhan. karya sastra juga menggunakan makanan untuk menampilkan berbagai isu. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? c. politik seksual. Ia menghubungkan makanan dalam novel-novelnya dengan politik opresi serta kebebasan dan tanggung jawab individu. Perempuan menjadi sulit untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Perubahan perumusan masalah untuk poin tiga ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra perempuan. seks. Selain masyarakat patriarki dan feminis. seperti mendapat pekerjaan. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 23 . (Sceats 2000. 3-4) 126 4 d. seni. Perempuan dapat mengatur kepada siapa saja makanan diberikan dan berapa banyak makanan tersebut diberikan. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? e. Pemberian label tersebut menjadikan perempuan kehilangan posisi dalam keluarga. dan Margaret Atwood melihat makanan sebagai realitas sosial. Doris Lessing. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? f. seksualitas dan konstruksi jender. Ketergantungan anggota keluarga lain pada perempuan dalam hal makanan menjadikan perempuan memegang kekuasaan penuh atas kelangsungan hidup dan pemenuhan nutrisi mereka. Angela Carter dalam beberapa novelnya menghubungkan makanan dan proses makan dengan kekuasaan. masalah-masalah psikologis. bahaya atas mentalisme yang berlebih serta yang terpenting bagaimana individu berhubungan dengan masyarakat. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 2.

Mereka membentuk citra perempuan lewat kemampuannya dalam mempersiapkan makanan bagi anggota keluarga. Feminis melihat pengukuhan identitas perempuan yang terkait dengan wilayah domestik membatasi ruang lingkup 125 . Contoh perumusan masalah yang jelas: a. Ketika perempuan mampu menyajikan makanan yang bernutrisi kepada seluruh anggota keluarga maka ia akan dinilai sebagai ibu dan istri yang baik. Bagaimana penulis merepresentasikan nilai-nilai edukatif melalui karakter utama dalam novel “David Copperfield” sehingga dapat dipahami oleh pembaca? b. seperti apa metode dan analisis data yang digunakan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. apa dan bagaimana pengumpulan data. Citra perempuan yang ideal untuk menjadi istri dan ibu adalah perempuan yang mampu memasak. Tidak terlalu luas Perumusan masalah tidak boleh bersifat terlalu luas. 2. Di lain pihak ketika perempuan tidak mampu untuk mengolah makanan maka ia akan kehilangan identitas diri sebagai perempuan yang sesungguhnya dalam masyarakat dan dianggap sebagai perempuan yang tidak lengkap (Van Esterik). Apakah prediksi yang bisa dibuat antara adanya dua hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan. Stereotip ini muncul akibat penempatan perempuan di wilayah domestik. Berikut adalah beberapa ciri perumusan masalah yang baik: 1. Bentuk pelayanan tersebut mengukuhkan identitas perempuan dalam masyarakat patriarki. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. dan siapa responden yang harus terlibat. Lewat makanan masyarakat patriarki mengidentikkan perempuan dengan wilayah domestik di mana perannya adalah melayani keluarga. Luasnya 24 Masyarakat patriarki melihat makanan beserta ritualnya sebagai tugas domestik perempuan. Eratnya hubungan antara perempuan dan makanan serta penggunaan makanan oleh masyarakat patriarki dalam membentuk citra perempuan dilihat oleh para feminis sebagai alat untuk menampilkan identitas perempuan. tampil dalam hubungan perempuan dengan makanan beserta ritualnya. dan bagaimana perempuan rela untuk lapar demi terpenuhinya kebutuhan nutrisi keluarga. Penggambaran perempuan ini merupakan bentuk stereotip citra perempuan menurut masyarakat patriarki. Masyarakat menjadikan makanan sebagai salah satu ukuran seberapa baik seorang perempuan mengurus keluarga dan membesarkan anak. bagaimana perempuan rela mengorbankan kepentingannya demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kejelasan perumusan masalah dapat diperoleh melalui penggunaan pola-pola kalimat efektif yang tidak banyak mengandung anak kalimat sehingga menjadi terlalu kompleks dan tidak jelas subjek dan predikatnya. Bagaimanakah unsur intrinsik dalam novel “David Copperfield” yang pembaca peroleh dan latar belakang historis pengarangnya yang mempengaruhi pengembangan unsur cerita? b. Ciri-ciri Perumusan Masalah yang Baik Problem penelitian yang dirumuskan secara baik akan memudahkan peneliti untuk menentukan beberapa hal penting yang berkaitan dengan rancangan penelitian. Bagaimana perempuan berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? Contoh perumusan masalah yang tidak jelas: a. Kemampuan mereka dalam memasak menjadikan mereka juga mampu mengurus keluarga. Jelas Masalah harus dirumuskan secara jelas sehingga dapat dimengerti apa yang menjadi pokok kajian dalam suatu penelitian.

Kelompok feminisme kulit putih dan kulit hitam memiliki pengalaman yang berbeda. namun perempuan kulit hitam selain mengalami opresi dari laki-laki kulit hitam juga mendapat opresi dari masyarakat kulit putih. Walaupun sama-sama mengalami opresi dari masyarakat patriarki. peracikan. Ini disebabkan karena perempuan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan makanan. dan keluarga. Kendali penuh terhadap makanan ini dapat digunakan perempuan dalam menunjukkan posisi dan kekuasaannya dalam keluarga. Yang membedakan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya adalah pengalaman mereka. Contoh: a. Bagimanakah perubahan makna “house” yang terjadi sejak bahasa Inggris kuno sampai modern? 4. pekerjaan. citra perempuan dalam media. bagaimana cara pengolahannya dan untuk siapa makanan tersebut disajikan. Bagaimanakah penggunaan bahasa Inggris di Asia? 3. Mereka melihat tiap perempuan memiliki kepentingan dan keinginan yang bisa sama atau berbeda dalam memperjuangkan haknya. penyajian. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. seperti mengandung problem yang sangat sangat spesifik sehingga tidak mungkin untuk diteliti. Bagaimanakah pengalaman saya dalam membangun suasana demokratif dalam kelas percakapan bahasa Inggris untuk mahasiswa semester IV Jurusan BSI? b. Hal-hal lian yang perlu dipertimbangkan: a. Bagaimanakan kesusasteran Inggris dikembangkan? b. Mereka memegang kendali penuh atas pemilihan menu makanan. masalah bisa terjadi karena beberapa hal.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebih spesifik ini menandakan bahwa perempuan mulai lebih memfokuskan diri pada isu-isu kesetaraan hak berdasarkan atas pengalaman masing-masing. hingga tradisi makan bersama. Apakah pemecahan masalah tersebut membutuhkan kepandaian tertentu? 25 124 . Berbedanya pengalaman yang dialami oleh dua kelompok ini menjadikan mereka mengangkat isu yang berbeda pada masalah yang sama. Bagaimanakah peran American Corner dalam pengembangan kemampuan mahasiswa semester VI Jurusan BSI dalam melafalkan bunyi /f/ dalam bahasa Inggris? b. 3 Ritual yang dimaksud adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan makanan seperti penentuan menu makanan. Salah satu pengetahuan dan pengalaman perempuan yang sering dijadikan alat untuk mengangkat isu perempuan adalah makanan serta berbagai ritual3 yang menyertainya. pengolahan bahan makanan. bentuk opresi yang dialami oleh kedua kelompok ini tidak sama. sehingga hasil penelitian yang diperoleh bersifat sangat subjektif dan personal. Contoh: a. seperti tidak menyantumkan aspek waktu dan tempat secara spesifik. atau perumusan tersebut memang mengadung hal-hal yang sangat luas sehingga tidak mungkin untuk diteliti. Contoh: a. Tidak mengandung unsur subjektif Perumusan masalah juga tidak boleh mengandung unsur-unsur subjektif peneliti. Apakah masalah itu perlu dan berguna untuk dipecahkan? b. Tidak terlalu sempit Perumusan masalah juga tidak boleh bersifat terlalu sempit. Perempuan kulit putih hanya mengalami opresi dari laki-laki kulit putih saja. pendidikan. Bagaimanakah suka duka mahasiswa semester VIII Jurusan BSI dalam menyusun skripsi sebagai tugas akhir? 5. Seluruh kelompok dan gerakan yang menjadikan perempuan sebagai wacana pada dasarnya mengangkat masalah yang sama yaitu politik. Perempuan menjadi pelaksana utama pengolahan dan penyajian makanan. Sempitnya masalah bisa terjadi karena beberapa hal.

Tahun 1963 dengan diterbitkannya buku The Feminine Mystique oleh Betty Friedan menandakan munculnya gerakan feminisme gelombang kedua. Perempuan tidak memiliki kekuatan fisik seperti laki-laki. muncul gerakan Women's Rights and Women's Suffrage yang menekankan pada perubahan kedudukan perempuan dalam sosial. Tulisan-tulisan tersebut berusaha membalik pandangan masyarakat patriarki mengenai perempuan. Menjadi perempuan dengan segala sifat dan karakteristik yang menempel padanya dibentuk oleh masyarakat (Selden. 1 26 123 . yang masingmasing memfokuskan pada aspek tertentu mengenai perempuan. Apakah terdapat data yang cukup untuk memecahkan masalah tersebut? Masyarakat menjadikan perbedaan seks sebagai dasar dalam membentuk jender. wacana perempuan juga tampil dalam bentuk gerakan sosial. Hal tersebut disebabkan oleh cara pandang mereka terhadap perempuan yang hanya melihat bentuk fisik. 2 Feminisme gelombang pertama dimulai pada abad ke-19 dan berakhir pada tahun 1949. lesbian. Apakah masalah itu menarik dan menantang untuk diselesaikan? d. Feminisme gelombang pertama ini menekankan pada pendidikan. liberal. Selain ditampilkan dalam bentuk tulisan. Konstruksi yang dibangun masyarakat patriarki terhadap perempuan ini dikritik oleh tulisan-tulisan di atas. sosialis. Kata feminisme mulai diperkenalkan pada tahun 1890-an. Kelompok-kelompok gerakan feminisme yang Feminisme merupakan istilah yang dipakai oleh gerakan perempuan yang menginginkan pengakuan dan kesetaraan hak dalam masyarakat.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c. dan masih banyak lagi. 1998: 210). Bagi masyarakat patriarki perempuan memiliki bentuk biologis yang tidak sesempurna laki-laki. Dalam perkembangan feminisme1 gelombang pertama (first wave)2. politik dan ekonomi. Apakah masalah itu memberikan sesuatu yang baru yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum dan kalangan akademis? e. Semua penggambaran dan karakteristik mengenai perempuan yang menunjukkan mereka sebagai kelas kedua merupakan konstruksi dari masyarakat patriarki. Pada tahun 1966 The National Organisation of Women (NOW) berdiri dengan Bety Friedan sebagai salah satu pendirinya. Selain itu muncul kelompokkelompok gerakan feminisme seperti feminisme kulit hitam. pekerjaan dan hukum pernikahan.

Walaupun perjuangan tersebut belum menghasilkan sesuatu. Pada tahun-tahun tersebut di wilayah Eropa. dan asumsiasumsi yang dapat dijadikan landasan teoretis untuk penelitian yang akan dilaksanakan. Kajian Kepustakaan Berdasarkan masalah yang sudah dirumuskan. kajian kepustakaan dapat membantu peneliti menganalisis hasil penelitian. Perbedaan biologis ini yang menjadikan perempuan berada pada posisi rendah dalam masyarakat. Sedangkan up to date berarti naskah-naskah cetak dan elektronik tersebut berasal dari penerbitan terkini. konsep-konsep. Ia tidak mampu menentukan makna dirinya. The Second Sex (1949). 1998: 9). Selain itu. Ia melihat bahwa perempuan bukanlah makhluk kelas kedua. Jika laki-laki mampu menentukan eksistensi dirinya.logically. kecuali 27 .. berargumen bahwa perempuan adalah liyan karena perempuan bukan laki-laki. Kajian kepustakaan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai sumber bacaan yang relevan dan up to date. Simone de Beauvoir dalam bukunya yang cukup berpengaruh. Tulisan-tulisan tersebut mengulas perempuan dari sudut pandang yang selama ini tidak disentuh oleh masyarakat patriarki. sehingga hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan. maka laki-laki memberikan makna atas diri perempuan berdasarkan atas kondisi fisik mereka (Tong. Eve is last and best' (Gamble. 122 3 KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS A. Selanjutnya de Beauvoir memperkenalkan istilah seks dan jender. melainkan makhluk terbaik karena diciptakan setelah Adam sehingga '. Virginia Woolf dalam dua novelnya A Room of One's Own (1929) dan Three Guineas (1938) menampilkan karakter perempuan yang menuntut hak mereka baik itu dalam bidang hukum. 1998: 207). Berdasarkan kajian kepustakaan peneliti dapat merumuskan hipotesis. 2001: 6-7). dan mengembangkan instrumen sesuai dengan variabel yang diteliti untuk penelitian kuantitatif. sedangkan jender merupakan pemaknaan atas perempuan yang dikonstruksi oleh masyarakat. sehingga ditemukan hasil yang lebih baik.. Relevan berarti sumber-sumber bacaan merupakan naskah-nasakah cetak dan elektronik yang benar-benar sesuai dan terkait erat dengan permasalahan yang sedang dikaji. Penentuan perempuan sebagai liyan disebabkan oleh perbedaan biologis antara lakilaki dan perempuan. terutama di Inggris. Hal ini perlu dilakukan agar penelitian tersebut memiliki pijakan dan dasar yang kokoh. pendidikan dan informasi (Selden.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra terbitnya tulisan Jane Anger. Pada abad 20 makin banyak tulisan-tulisan perempuan yang mengangkat masalah dan posisi perempuan dalam masyarakat. atau mengembangkan pedoman wawancara dan observasi untuk penelitian kualitatif. Menurutnya sex lebih mengacu pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. peneliti sudah dapat mencari teori-teori. perubahan sikap perempuan terhadap dirinya menjadi landasan bagi perjuangan perempuan berikutnya. maka perempuan kebalikannya. yang memaknai penciptaan Hawa dengan pemaknaan baru. Her Protection for Women. Salah satu yang diperjuangkan adalah hak asuh anak. perempuan memperjuangkan kedudukan mereka terutama dalam bidang hukum. karena secara hukum anak adalah milik ayah.

hukum dan bahkan dalam keluarga. Penalaran sistesis merupakan upaya-upaya pemaduan dan pengembangan dari berbagai teori dan konsep untuk 28 A. Masyarakat dengan keadaan seperti ini disebut sebagai masyarakat patriarki. buletin penelitian. Keadaan seperti ini menyebabkan perempuan yang berada dalam wilayah patriarki menjadi terpinggirkan keberadaannya. karena perempuan tidak memiliki penis seperti laki-laki. ensiklopedia. Pengkondisian perempuan sebagai makhluk yang lemah. Mereka tidak memiliki posisi dalam masyarakat. penalaran sintesis memiliki gerak yang lebih bebas. hak dan keinginan mereka hadir setelah segala kebutuhan. Sumber-sumber rujukan tersebut harus dibaca dan dikaji dengan menggunakan berbagai metode penalaran sehingga diperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. yang disebut penis envy.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra naskah-naskah klasik yang monumental dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan. hak dan kepentingan laki-laki dipenuhi. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. Penalaran deduktif yang bersifat pembuktian teori atau konsep digunakan untuk memerikan teori-teori atau konsep-konsep umum yang berkaitan dengan masalah penelitian sehingga diperoleh jawaban atau hipotesis yang tepat. Rujukan umum yang memuat konsep-konsep dan teori-teori dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk buku-buku teks. Ia melihat bahwa laki-laki adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna sedangkan perempuan adalah laki-laki yang tidak sempurna (Selden 1993: 203). peneliti memanfaatkan penalaran deduktif. Beberapa pemikir mendeskripsikan perempuan dengan ciri-ciri yang stereotip. Sigmund Freud mengatakan bahwa perempuan memiliki kecemburuan terhadap laki-laki. Aristoteles mengatakan bahwa laki-laki adalah bentuk dan perempuan adalah matter. disertasi. Berbeda dengan penalaran deduktif yang bergerak dari teori ke fakta. Matter adalah sesuatu yang abstrak dan akan berwujud jika ada form. Kesadaran perempuan akan posisinya dalam masyarakat mulai muncul pada tahun 1550-1700. Supaya dapat memperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. baik secara terpisah maupun secara terpadu. induktif. atau sintesis. Adapun rujukan khusus yang biasanya memuat generalisasi-generalisasi yang ditarik dari hasil penelitian dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk jurnal. Latar Belakang Masalah Penggambaran perempuan sebagai makhluk lemah yang tidak setara dengan laki-laki telah berlangsung lama. Dalam kajiannya. 2003: 883). dan sumber-sumber lain yang memuat laporan hasil penelitian. Oleh karena itu kepentingan perempuan selalu berada setelah kepentingan laki-laki. sehingga diperoleh alternatif jawaban yang lebih tepat. monograf dan sebagainya. Penalaran induktif yang bersifat penemuan teori-teori atau konsep-konsep digunakan untuk memperoleh generalisasi dari berbagai temuan penelitian. Konsep ini diambil oleh Thomas Aquinas. Perempuan tidak akan berperan dan berarti tanpa kehadiran laki. dan induktif yang bergerak dari fakta ke teori.laki (The New Encyclopedia Britannica. Segala kebutuhan. seorang pemikir Kristiani. Laki-laki merupakan yang utama sedangkan perempuan hanya pelengkap. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. menjadikan dirinya sebagai makhluk kelas kedua dalam masyarakat. peneliti harus membekali diri dengan sumbersumber rujukan yang relevan. John Donne (2002) dalam puisinya Air and Angels melihat bahwa tubuh perempuan tidak sesempurna tubuh laki-laki. tesis. Ini ditandai dengan 121 . Segala keputusan yang menyangkut perempuan diserahkan pada laki-laki yang menentukan apa yang terbaik bagi perempuan. baik secara fisik maupun intelektual. Bahan bacaan sebagai sumber rujukan dapat dibedakan menjadi dua kelompok: rujukan umum dan khusus.

Hipotesis merupakan pernyataan atau jawaban tentative mengenai suatu masalah yang belum dibuktikan kebenarannya secara empiris. hipotetsis harus disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan hal-hal berikut: 29 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN SASTRA MAKANAN DAN RITUALNYA SEBAGAI REPRESENTASI PEMBENTUKAN IDENTITAS TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL FASTING FEASTING TIM PENELITI 120 . Hipotesis Dalam penelitian kuantitatif. hipotesis merupakan salah satu atibut penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi jawaban dari masalah yang diteliti. hipotesis masih tetap diperlukan tetapi dengan fungsi yang berbeda. Sebaliknya. hipotesis lebih banyak berperan sebagai generalisasi hasil penelitian yang masih perlu diuji kebenarannya lebih lanjut dalam penelitian kuantitatif. hipotesis yang diturunkan dari berbagai toeri yang mendasari penelitian tersebut dianggap sebagai yang paling mungkin dan paling tinggi taraf kebenarannya. istilah hipotesis tidak begitu lazim digunakan karena hipotetsis tidak dapat berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap masalahmasalah yang cenderung bersifat lebih terbuka. hasil penalaran tersebut dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek tertentu yang menjadi perhatian peneliti. Hipotesis dapat dianggap sebagai pernyataan mengenai kaadaan populasi yang perlu diuji kebenarannya melalui data-data yang diperoleh dari sampel. dalam penelitian kualitatif. Sebagai jawaban sementara. Dalam hal ini. Sebenarnya dalam penelitian kualitatif. B. tentu saja kegiatan penelitian lainnya menjadi lebih mudah dilaksanakan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 11 PROPOSAL PENELITIAN SASTRA menemukan teori dan konsep baru yang lebih relevan dengan masalah yang sedang diteliti. Selanjutnya. Dengan cara pengelompokan dan perekaman hasil kajian kepustakaan tersebut. dan dicatat atau direkam secara rapi agar dapat dipergunakan secara cepat bila sedang dibutuhkan. Agar hipotetsis dapat diuji kebenarannya secara mudah.

Brian Materials Development in Language Teaching. dan 3. dan implementasi. Bandung: Angkasa. 2003. 1998. Yamin. yakni hipotesis yang menyatakan hubungan dan hipotesis yang meyatakan perbedaan. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia tidak sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Secara khusus berkenaan dengan pengambilan kesimpulan atau generalisasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 30 119 . Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Nuttal. Smith. Hipotesis seperti itu lebih banyak digunakan dalam penelitian komparatif. 1987. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. Teaching Reading in High School. Yang pertama adalah hipotesis yang menyatakan tentang saling-hubungan antara dua variabel atau lebih yang banyak digunakan dalam penelitian korelasional. Rumusan hipotesis harus mengandung pertautatan antara dua variabel atau lebih. Yang kedua adalah hipotetsis yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda-beda.G. Tangan H. Secara umum hipotesis dapat dibedakan menjadi dua. Hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif negatif itu biasanya disebut dengan hipotesis nol (HO) yang berfungsi sebagai hipotesis penelitian. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language. Cambridge: Cambridge University Press. King. 1986. New York: Harper & Row Publisher. hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif positif yang menyatakan adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih disebut dengan hipotesis alternatif (HA). dan Djago Tarigan. Hipotesis harus dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang dirumuskan secara padat dan jelas. Robert Karlin. Jakarta: Gaung Persada Press. Mu lyasa. and Wayne A. 1984. Inc. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. 2. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data dan statistika yang digunakan. Readability. 2003. Kurikuluni Berbasis Kompetensi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1.– Tomlinson. yang seringkali diterima sebagai kesimpulan sebagai akibat dari penolakan hipotesis nol (HO) Contoh hipotesis nol (HO): 1. kansep karakteristik. E. Judith M. Sebaliknya. Martinis. hipotesis yang biasanya diuji adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih. Michigan: Ulrih’s Books. London: Heinemann Educational Books.

London: Longman Group. 1994. London and New York: Longman. Hamalik. 2003. 1987. 3. Huda. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris Hipotesis hipotesis alternatif (HA): 1. Kurikulum dan Hasil Belajar. Kurikulum Berbasis Kampetensi. Jeremy The Practice of English Language Teaching.mang. 15. Boston: Heinle & Heinle Publishers. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris 118 31 .nz/ urseinfo/AcademicWriting/Flesch. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah. Harmer. Ellis. Anonim.M. Dkk. 1998. 2003. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. Helliwell. H. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Nevile Making the Most of Your Textbook .000. 1999.(Lima belas juta rupiah). Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. canterbury. Susan Teaching English in the Primary Classroom. 1991. Bandung: Pustaka Setia. 1992.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 5 Penulisan laporan Seminar Proposal Penelitian Bahasa & Sastra I. Oemar Pengembangan Kurikulum. Malang: IKIP Malang Publisher. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp.000.. London: Longman. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. 1993. Hadley. Daftar Kepustakaan Ahmad. Dasar-Dasar Perkembangannya. J. 3. Jakarta: Pusat Kurikulum. Bandung: Mandar Maju.htm). Alice Omagio Teaching Language in Context. Balitbang Depdiknas. 1990. Harmer. Flesch. Grant.ac.Rudolf How to Write Plain English http://www. Rod The Study of Second Language Acquisition (Oxford: Oxford University Press.

Sampel dapat diartikan 32 . barang. Kasus. Meskipun demikian. 4. Populasi terhingga (terjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang terhingga jumlahnya. Sedangkan data yang berhubungan dengan tingkat keterbacaan buku teks dianalisis dengan teori Flesch Reading Ease. Metode Penelitian ini merupakan penelitian isi atau content analysis yang berusaha untuk menggali bukti-bukti empiris mengenai tingkat keterbacaan. Contoh: 1. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. 3.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 POPULASI DAN SAMPEL 1. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data yang dibutuhkan dengan berbagai cara. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama empat bulan dari Januari sampai dengan Juli 2005. dan kesesuaian 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. sehingga sensus dapat dilakukan. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya pada sumber data. Seluruh kegiatan akademik mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bila sensus tidak mungkin digunakan. NO 1 2 3 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data BULAN JAN FEB MAR APR MEI V V V V V 117 A. Pengertian Populasi dapat diartikan sejumlah kasus yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. H. Populasi takterhingga (takterjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang takterhingga jumlahnya. 2. dalam hal ini dapat diartikan sebagai orang. hal ataupun peristiwa. Seluruh kata berimbuhan yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. mengelompokkan. Seluruh mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN 3. Populasi dibedakan menjadi dua. binatang. seperti menandai. sehingga sensus sama sekali tidak dapat dilakukan. Unit Analisis Sebagai unit analisis. Analisis Data Data verbal yang berkaitan dengan kesesuaian buku teks dengan kurikulum akan dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan apa yang terdapat dalam buku dengan apa yang ditetapkan dalam kurikulum 2004. kualitas. maka sampel merupakan jalan keluar utamanya. penelitian ini akan menggunakan 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA digunakan di sekolah-sekolah di Jakarta. dalam populasi terhingga sensus seringkali tidak dapat dilakukan.

ketelitian. pemahaman. percobaan yang sifatnya merusak. dan ekonomi. dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran. kemampuan. d) Nilai. G. dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. sukatidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar. Yang pertama mengacu pada cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c) Kemampuan. waktu. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. d) Sumber belajar bukan hanya guru. pengambilan sampel dibedakan menjadi dua: probability sampling dan non-probability sampling. Dari pemaparan di atas. c) Penggunaan pendekatan dan metode yang bervariasi. b) Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. yaitu sesuatu yang dimiliki individu untuk melakukan tugas ataupun pekerjaan yang dibebankan kepadanya. 3. ketepatan. yang kedua mengacu pada cara pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel. Penggunaan sampel dalam penelitian didasari oleh beberapa alasan. yaitu suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu di dalam diri seseorang. stratified sampling (sampling strata). Contoh (berdasarkan contoh populasi di atas): 1. KBK dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas standar tertentu. Umpamanya. sikap. Random sampling adalah pengambilan sampel dari populasi yang homogen secara acak atau tidak sistematis. Seluruh kegiatan diskusi dan seminar berbahasa Inggris yang diikuti mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN pada tahun akademik 2005-2006 B. dan e) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan suatu kompetensi. yaitu kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan. cluster sampling (sampling kelompok). ir. dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok pertama adalah random sampling (sampling acak). sebaliknya. 33 .yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. yaitu perasaan (senang-tidak senang. Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi menurut Depdiknas (2003: 42) adalah: a) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Seluruh mahasiswa semester VI jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN yang telah mengambil matakuliah reading 1 – 4. seperti biaya. Seluruh kata berimbuhan il-. KBK merupakan sebuah kurikulum yang mengacu pada kurikulum modern jika dilihat dari karakteristiknya. Sampling (Teknik Pengambilan Sampel) Berdasarkan kemungkinan yang dimiliki seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian sebagai berikut. 116 sebagai sebagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri umum yang dimiliki oleh populasi. f) Minat. e) Sikap. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan. im. dan proportional sampling (sampling proporsional). berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang dipilih secara acak karena populasi diduga bersifat homogen. Stratified sampling adalah pengambilan sample dari populasi berstrata umpamanya, pengelompokan masyarakat berdasarkan warna kulit, status sosial, usia, atau pendidikan, yang masing-masing strata terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Arab dan kemampuan bercerita dalam bahasa Arab mahasiswa semester III Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2005-2006, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester tiga tersebut yang berlatar pendidikan SMA, MAN, dan pesantren; dan sampelnya adalah ±120 yang diambil dari masing-masing strata sebanyak 40 orang mahasiswa. Cluster sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berkelompok, umpamanya berdasarkan wilayah, yang masing-masing kelompok terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta; dan sampelnya adalah ±150 yang diambil dari masing-masing wilayah DKI Jakarta sebanyak 30 orang mahasiswa. Proportional sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berstrata atau berkelompok yang masing strata/kelompok terwakili secara proporsional sesuai dengan jumlah anggotanya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris
34

merumuskan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk mendapatkan ijasah. Inti dari pengertian ini adalah adanya aspek keharusan bagi setiap siswa untuk mempelajari mata pelajaran yang sama. Faktor minat dan kebutuhan siswa tidak dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum, dan yang paling menonjol adalah guru sebagai center dari semua kegiatan. Artinya gurulah yang aktif dalam belajar, sedangkan siswa lebih bersifat pasif belaka. Tujuan mempelajari mata pelajaran hanya semata-mata untuk memperoleh ijasah, yang berarti ijasah adalah tujuan belajar dan menguasai mata pelajaran berarti telah mencapai tujuan belajar. Berbeda dengan pandangan lama, pandangan baru lebih menekankan pada pengertian kurikulum sebagai keseluruhan aktivitas, pelajaran, dan pengalaman belajar yang harus siswa peroleh dalam pengawasan sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas (Hamalik, 1990: 11). Inti dari perumusan ini adalah tafsiran kurikulum bersifat luas, kurikulum bukan saja terdiri dari mata pelajaran (courses) tetapi meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah dan siswa menjadi pusat belajar, bukan lagi guru. Jauh sebelum pemerintah mencanangkan KBK, para praktisi pengajar telah banyak mendiskusikan dan mendefinisikan arti dan kata kompetensi itu sendiri. Kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan dijadikan sebagai landasan penyelenggaraan proses pembelajaran dan penilaian siswa (Yamin, 2003: 128-9). Menurut Gordon yang dikutip Mulyasa (2003: 38-9), beberapa aspek yang terkandung di dalam konsep kompetensi adalah: a) pengetahuan, yaitu kesadaran dalam bidang kognitif; b) Pemahaman,yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu.
115

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

206.835 – (1.015 x ASL) – (84.6 x ASW). Keterangan: ASL: Average Sentence Length, yakni jumlah kata dibagi dengan jumlah kalimat ASW: Average number of syllables per word, yakni jumlah sukukata dibagi dengan jumlah kata. Secara bertahap terdapat enam langkah dalam pengukuran tingkat keterbacaan dengan menggunakan rumus Flesch Reading Ease, yakni: a) menghitung jumlah seluruh kata; b) menghitung jumlah seluruh sukukata; c) menghitung jumlah seluruh kalimat; d) menghitung rata-rata jumlah sukukata perkata; e) menghitung rata-rata kata perkalimat; dan f) menentukan skor keterbacaan dan menafsirkan hasilnya. Ketentuan yang digunakan adalah skor 0 berarti tidak terbaca, 100 berarti sangat mudah, dan 60 berarti tingkat keterbacaan yang baik 5. Kurikulum Berbasis Kompetensi Ditinjau dari asal katanya, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu kata “currere”, yang berarti jarak tempuh lari. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dan start sampai dengan finish. Jarak dan start sampai dengan finish ini yang disebut “currere’. Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung untuk menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. Seorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan, maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (Ahmad dkk, 1998: 9-14). Dari segi terminologi, pengertian kurikulum dibedakan manjadi dua, yakni menurut pandangan lama dan pandangan baru. Menurut pandangan lama, Hamalik (1990: 4)
114

mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta: Jakarta Pusat 200 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 300 orang mahasiswa, Jakarta Utara 100 orang mahasiswa, Jakarta Barat 250 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 200 orang mahasiswa. Bila masing-masing wilayah diwakili oleh 10% dari populasi yang dimiliki, maka sampel untuk masingmasing wilayah adalah: Jakarta Pusat 20 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 30 orang mahasiswa, Jakarta Utara 10 orang mahasiswa, Jakarta Barat 25 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 20 orang mahasiswa. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok kedua adalah systematic sampling, quota sampling, accidental sampling, purposive sampling, saturation sampling, dan snowball sampling. Systematic sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen berdasarkan urutan tertentu, seperti setiap urutan ke-10 dan kelipannya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang nama lengkapnya terdiri dari tiga kata. Quota sampling adalah pengambilan sampel dari populasi homogen yang jumlahnya dibatasi atau ditentukan berdasarkan kondisi tertentu, seperti setiap 1000 warga hanya diwakili oleh satu orang warga. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Indonesia masyarakat di kota-kota besar Indonesia, maka populasinya adalah seluruh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar (anggap empat kota besar). Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, setiap 250.000 jiwa diwakili oleh satu orang warga. Jadi, karena Jakarta
35

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

berpenduduk 20 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 80 orang; Surabaya berpenduduk 10 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 40 orang; Bandung berpenduduk 6 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 24 orang; dan Medan berpenduduk 4 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 16 orang. Accidental sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen melalui cara “siapa atau apa saja yang ditemui” untuk dijadikan anggota sampel. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Berbahasa Indonesia warga Jakarta Selatan pada masa reformasi 1998-2000, maka populasinya adalah seluruh warga Jakarta Selatan. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, siapa pun warga Jakarta Selatan bersedia diangkat sebagai sampel dalam penelitian hingga dianggap cukup mewakili populasinya (anggap 200 warga) Purposive sampling merupakan pengambilan sample dari populasi heterogen berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki sampel atau pertimbangan peneliti. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang telah mengambil matakuliah Bahasa Indonesia, Speaking IV, dan Public Speaking. Saturation sampling merupakan pengambilan sample yang melibatkan hampir semua anggota populasi tetapi bukan sensus. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji perbedaan kemampuan apresiasi puisi komtemporer Britania antara mahasiswa yang berpendidikan SLTA dan MAN pada semester VII BSI UIN Jakarta, maka populasinya adalah seluruh mahasiswa BSI semester VII (berjumlah 150 orang) yang
36

benar-benar mandiri yang tidak perlu bantuan orang lain, sehingga tidak termotivasi untuk belajar lebih jauh. Kualitas lebih tinggi memungkinkan siswa selalu tergantung pada orang lain, sehingga tidak mandiri tetapi lebih termotiovasi untuk memperoleh hal yang baru. Keterbacaan berasal dari bahasa Inggris “readability” yang terbentuk dari morfem bebas “read” dan dua morfem terikat “able” dan “-ty” yang berarti dapat dibaca. Artinya, pesan yang terkandung dalam teks dapat ditangkap secara jelas oleh pembaca sesuai dengan target sasarannya. Secara terminologi, keterbacaan ditafsirkan berbeda-beda antara satu ahli dan ahli lain sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Meskipun terdapat perbedaan, para ahli menyepakati pada satu hal bahwa keterbacaan itu lebih mengarah pada kemungkinan suatu teks dibaca oleh seseorang. Smith dan King (198-: 3) mengartikan keterbacaan dengan tingkat kesulitan bahan bacaan yang termuat dalam buku teks. Secara lebih spesifik Karlin (1984: 99) mendefinisikan keterbacaan dengan kesesuaian antara tingkat kemampuan membaca siswa dengan tingkat kesulitan bahan bacaan melalui pernyataannya yang berbunyi “readability refers to the suitability between the reading ability and difficulty of materials. Kesulitan dalam pengertian tersebut, menurut Nuttal (1987: 4), berkenaan dengan kesulitan-kesulitan linguistik yang meliputi unsur-unsur leksikal dan gramatikal bahasa. Makin banyak jumlah kosakata dan gramatika yang tidak dipahami siswa makin tinggi tingkat kesulitan teks tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditegaskan kembali bahwa unsur leksikal atau kosakata, dan unsur gramatikal merupakan penentu tingkat kesulitan suatu teks. Kedua unsur tersebut menjadi landasan utama dalam pengembangan alat ukur tingkat keterbacaan. Salah satunya adalah Flesch Reading Ease yang dikembangkan oleh Rudolf Flesch (2003). Adapun rumus yang digunakan untuk menganalisis tingkat keterbacaan teks adalah:
113

Umpamanya. accidental. Demikian seterusnya. dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Selain itu. yakni sampel terpilih menunjuk anggota lain secara berantai sehingga terpenuhi jumlah yang diinginkan. Snowball sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen dengan cara “bola salju”. Adapun sampelnya untuk pertama kalinya ditentukan berdasarkan kriteria lama pengabdiannya. tipe silabus. topik. layout and design. cultural acceptabililty. Tomlinson (1998: 193) mengelompokkan pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan buku teks bahasa komunikatif ke dalam dua kategori. Kualitas yang sepadan memungkinkan siswa menjadi relatif lebih mandiri. bagian ini juga berhubungan dengan aktivitas belajar yang harus dikembangkan sesuai dengan karakteristik materi pelajarannya. Adapun aspek desain berhubungan dengan latarbelakang konseptual/teori yang mendasarinya. perwajahan dan desain. Karakteristik populasi dan samplingya. sedangkan yang berpendidikan non-SLTA dan MAN tidak dianggap sebagai sampel. Kualitas yang lebih rendah membuat siswa menjadi terlalu percaya diri. video. Tabel 1. lebih rendah atau lebih tinggi dari kemampuan siswa. dan buku kerja. keberterimaan kultural. buku panduan guru. Hal itu mencakup pertimbangan tentang tujuan yang ingin dicapai. Aspek publikasi berhubungan dengan tampilan fisik materi pelajaran sebagai satu kesatuan buku pelajaran. kunci jawaban. bagaimana tugas. Kriteria ini bergayut erat dengan kualitas teks-teks yang manjadi dasar pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris di dalam buku teks: apakah teks-teks tersebut sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Secara spesifik aspek publikasi berkaitan dengan materi pelajaran. availability. methodology. sehingga diperoleh jumlah anggota sampel yang relatif representatif. Memperjelas apa yang dikemukan Harmer. dan bahan pelajaran diseleksi dan gradasi. Selain itu. dan bahkan 112 berpendidikan SLTA dan MAN. dan berikutnya sampel terpilih diminta untuk memilih abdi dalem lainnya sebagai anggota sampel. maka populasinya adalah seluruh abdi dalem kasultanan Yogjakarta. dan daftar kata atau indeks. penggunaan. instructions. dalam penelitian yang mengaji mengenai pola berbahasa Jawa Krama Inggil para abdi dalem kasultanan Yogjakarta. dan panduan guru (price. aspek ini juga berkenaan dengan pembagian buku menjadi beberapa unit dan subunit. kaset. aktivitas latihan keterampilan berbahasa. CIRI-CIRI POPULASI Homogen CONTOH POPULASI Seluruh mahasiswa UIN SAMPLING YANG COCOK Random. instruksi. yakni publikasi dan desain. and teacher’s guide). metodologi. urut-urutan pelajaran. Keterbacaan Aspek substansial utama yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif adalah keterbacaan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketersediaan. saturation Snowball sampling Stratified atau proportional sampling Cluster atau quota sampling Purposive sampling (yang bisa berbahasa Inggris) 37 Heterogen Berstrata Seluruh penduduk Jakarta berdasarkan status sosial Heterogen Seluruh penduduk Berkelompok Jakarta berdasarkan wilayah Heterogen Seluruh siswa SMA di Jakarta . aktivitas latihan bahasa. 4. latihan. dan 70 orang mahasiswa yang berpendidikan MAN. language study activities. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 65 mahasiswa yang berpendidikan SLTA. topics. Systematic. perhatikan karakteristik populasi dan samplingnya seperti berikut. language skill activities. Untuk memudahkan pengambilan sampel.

b) pengembangan aktivitas belajar berbasis kerja kelompok dan interaksi komunikasi. yakni: a) kontekstualisasi aktivitas latihan berbahasa yang membiasakan siswa dengan budaya bahasa sasaran. kemampuan menulis. Ditinjau dari segi bidang atau domain yang diukur. bahan-bahan bacaan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5 INSTRUMEN PENELITIAN A. Tentu saja ketepatan guru dalam penggunaan buku teks dapat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan kegiatan belajar yang dikembangkannya. Pemilihan Buku Teks Bahasa Selain aspek substansial sebagaimana dijelaskan di atas. kreativitas berbahasa. IQ. c) penggunaan bahan-bahan yang berbentuk autentik. Instrumen penelitian dapat didefinisikan sebagai alat atau cara yang digunakan untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Untuk mendapatkan data yang akurat diperlukan instrumen penelitian yang tepat. pemilihan buku teks bahasa komunikatif perlu memperhatikan: harga. Tes merupakan instrumen penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan kognitif dan psikomotor seseorang dalam bidang-bidang atau keterampilan tertentu. dan g) integrasi aspek kultural ke dalam bahan-bahan pelajaran dan aktivitas latihan berbahasa. tes dan nontes. dan aktivitas latihan berbahasa dengan kebutuhan dan minat siswa. Kegiatan belajar menjadi makin terarah dan siswa terus termotivasi dalam belajar karena mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dengan pelajaran yang telah dan akan dipelajari. e) penjelasan aspek gramatikal dalam konteks penggunaan bahasa. f) kesesuaian tema. Nontes merupakan instrumen penelitian yang 38 Mempertegas ciri-ciri tersebut. d) perpaduan antara kemampuan fungsional dan gramatikal. instrumen penelitian dibedakan menjadi dua. kemampuan analisis pusisi klasik bahasa Inggris. 3. terdapat aspek-aspek lain yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif sebagai buku pegangan siswa. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. seperti kemampuan gramatika. kemampuan membaca. secara substansial guru dapat menentukan buku teks bahasa komunikatif mana yang dapat digunakan sebagai buku pelajaran bahasa Inggris bagi siswa pada tingkat tertentu. kemampuan pragmatik. kemampuan menyimak. dan kemampuan menerjemahkan. kemampuan berbicara. Data yang tidak tepat berpengaruh terhadap kesahihan kesimpulan yang diambil. Pengertian Penelitian yang baik sangat tergantung pada ketersediaan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Hadley (1994: 484) merinci beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. Menurut Harmer (2003: 301). kemampuan linguistik. Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut. 111 . penguasaan kosakata.

Berbeda dengan buku teks tradisional. e) memanfaatkan materi yang bersifat autentik. Siswa hanya dituntut untuk mengetahui kaedah-kaedah bahasa secara teoretis. dan pretes. ciricirinya adalah: a) menekankan fungsi komunikatif bahasa. Buku teks tradisional mengacu pada buku pelajaran yang berisikan materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai sebuah sistem bunyi daripada sebagai alat komunikasi. seperti tes masuk. Tes ditinjau dari sudut cara penyekoran dibedakan antara tes objektif dan subjektif. terdapat beberapa jenis tes. seperti tes mengarang. seperti observasi. d) mementingkan keakuratan daripada kelancaran berbahasa. 1987: 12). Obeservasi merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat verbal yang mengandalkan keterlibatan peneliti. Mid tes. c) banyak memanfaatkan bahasa pertama sebagai bahasa pengantar. Adapun ciri-cirinya dapat digambarkan sebagai berikut: a) menekankan aspek bentuk dan kaedah bahasa. dan menghasilkan skor yang sama bila dikoreksi oleh beberapa orang penilai. dan karakterrisasi drama bahasa Inggris klasik. sedangkan tes subjektif merupakan tes yang tidak menuntut satu jawaban yang paling benar. TOEIC. wawancara. seperti tes pilihan ganda. TOEFL. 39 . kebiasaan membaca novel roman. dengan objek yang sedang diteliti. b) terfokus pada pengembangan keterampilan membaca dan menulis. siswa dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi. Instrumen yang berbentuk tes dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok tes. 110 digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan afektif seseorang atau informasi yang tidak berkenaan dengan kemampuan kognitif. Buku tersebut biasanya disebut dengan buku teks bahasa tradisional. Secara umum. seperti sikap seorang mahasiswa terhadap puisi bahasa Inggris modern. Tes prestasi (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang mengenai sesuatu atau sejauhmana seseorang menguasi sesuatu setelah menyelesaikan suatu program belajar. Nontes terdiri dari beberapa jenis. persepsi seorang dosen terhadap daya kreativitas mahasiswa. baik secara langsung maupun tidak langsung. Utamanya. dan f) menekankan pada aspek kelancaran komunikasi (Grant. prilaku berbahasa seorang anak. c) menekankan pada materi pelajaran berbasis tugas. dan quesoner. 1987: 14). seperti UAS. Tes objektif merupakan tes yang menuntut satu jawaban yang paling benar. Tes kesiapan (aptitude test) adalah tes yang digunakan untuk melihat kesiapan seseorang untuk mengikuti program belajar. tes diagnosa. Ditinjau dari sudut tujuan yang ingin dicapai. dan lain-lain.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra yang dapat membantu siswa menguasai kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran tidak dapat disebut sebagai buku teks bahasa komunikatif. buku teks komunikatif memuat materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi. e) lebih taat pada silabus dan kepentingan ujian (Grant. seperti tes memperoleh SIM. tetapi tidak dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa untuk komunikasi. d) mengembangan keterampilan berbahasa terpadu. b) menempatkan minat dan kebutuhan berbahasa siswa sebagai pijakan penyusunan materi pelajaran. dan lain-lain. Tes kemampuan (profeciency test) merupakan tes yang digunakan untuk mengukur sejauhmana seseorang menguasai bidang tertentu sesuai dengan apa yang dipersyaratkan tanpa harus mengikuti program belajar. dan biasanya menghasilkan penilaian yang berbeda antara satu penilai dengan penilai lainnya.

kemampuan komunikatif tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. That is. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik sebagaimana diutarakan Ellis (1994: 13) berikut ini: “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. Buku-buku teks bahasa yang tidak berisikan bahan pelajaran 109 .” Kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran sebagai kompetensi utama yang harus dikuasai siswa merupakan ciri utama yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. Kajian Teori Definisi Konseptual Definisi Operasional Pembuatan Kisi-Kisi Penyusunan Butir Soal Uji Coba Revisi & Gandakan Instrumen Diagram Proses Pengembangan Instrumen tes Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. peneliti harus memperhatikan prosedur pengembangannya yang meliputi tujuh rangkaian kegiatan yang terdeskripsikan pada diagram berikut. Pandangan yang sama juga telah disampaikan oleh Hadley (1993: 4) yang mengatakan: “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. yakni kegagalan siswa menguasai kompetensi yang diharapkan. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentukbentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Huda (1999:93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. B.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Wawancara merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan informasi verbal mengenai sesuatu dengan mengandalkan kemampuan berkomunikasi secara langsung dengan pihak responden.” Jadi. Quesioner merupakan wawancara yang dilakukan secara tertulis. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah 40 buku-buku teks yang tersedia di pasaran. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa guru dituntut untuk lebih selektif di dalam mimilih buku-buku teks bahasa yang tersedia di pasaran. Kesalahan di dalam penggunaan buku teks bahasa menimbulkan akibat yang sangat fatal. yakni kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran. Pengembangan Instrumen Tes Untuk mendapatkan isntrumen berbentuk tes yang baik. Kedua.

yang harus disampaikan kepada siswa pada masa tertentu sesuai dengan tingkatnya. listening. 1. they provide a sensible progression of language items. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on” (Harmer. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir soal. maupun aspek-aspek lain terkait. Dampak positif yang dirasakan guru adalah tersedianya berbagai macam buku teks bahasa Inggris yang tersedia di pasaran. menemukan pikiran utama dalam paragraf. Keenam adalah ujicoba butir soal yang dibuat untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Tiga pandangan di atas makin memperjelas pengertian buku teks bahasa sebagai buku pelajaran utama dan pelengkap yang memuat seluruh pokok bahasan. menemukan semua informasi rinci yang tersurat. Ketujuh adalah revisi atau penggantian butir soal berdasarkan hasil ujicoba. seperti berapa jumlah butir soal yang dibutuhkan. “Good text books often contain lively and interesting materials. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasional yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. functions and the skilss of reading. sehingga siswa dapat mengetahui apa yang sudah dan akan dipelajari. tetapi juga dampak negatif. sedangkan mengetahui apa yang akan dipelajari menjadikan siswa lebih termotivasi dan siap secara mental menghadapi materi pelajaran baru. Guru tidak perlu lagi khawatir dan bersusah-payah menyediakan sumber-sumber pelajaran secara mandiri. 4. atau perguruan tinggi. Perumusan definisi operasional: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis yang dapat diukur melalui: menemukan informasi tertentu dalam teks. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. komponen bahasa. tetapi dengan mudah dapat memperolehnya melalui 108 suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir soal dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Kelima. pronunciation. Pembuatan kisi-kisi: Kisi-kisi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan butir-butir perntanyaan hanya memuat 41 . fungsi-fungsi bahasa yang disusun secara menarik dan sistematis. dan penggandaan butir soal sebagai instrumen penelitian sesuai dengan kebutuhan. dan apa jenis butir soal yang digunakan. Kempat. and speaking. Harmer juga mengaskan hal yang sama bahwa buku teks bahasa harus memuat aspek gramatikal. baik yang berupa unsur-unsur bahasa. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. SMA.” Tidak berbeda dengan Tomlinson. Aplikasi ketuju langkah tersebut dapat dilihat pada pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan membaca bahasa Inggris sebagai berikut. 3. Kriteria Buku Teks Bahasa Komunikatif Maraknya peredaran buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA tidak saja membawa dampak positif. writing. dan mendapatkan gambaran umum isi bacaan dalam bahasa Inggris. Mengetahui apa yang sudah dipelajari menjadikan siswa dapat mengulang dan memperdalam kembali materi tersebut secara madiri. Perumusan definisi konsep: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis. 1991: 257). 2.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra vocabulary. Ketiga. apakah untuk siswa SLTP. menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks. keterampilan bahasa.

rasa aman dengan kejelasan materi yang akan dipelajari. 1 – 5 refers to the following text. 27. dan buku pelajaran tambahan yang memuat topik-topik. 8. Penulisan butir soal Instrumen Kemampuan Membaca A. d) sebagai dasar pengembangan pekerjaan rumah. Do the right thing If an emergency or disaster occurs. 19 5. fungsi bahasa. kesempatan untuk belajar secara mandiri. 28. don’t stop to fuss about your house. Choose the best alternative by crossing A. If they tell you to leave pronto. It aims to provide as much as possible in one book and is designed so that it could serve as the only book which the learners necessarily use during a course. 107 . 6. Menurut Grant (1987: 12).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa hal yang penting. B. 2. 24 24 Esai 25 26. sehingga kegiatan belajar yang telah direncanakan dapat berjalan secara efektif. buku teks terdiri dari buku pelajaran utama yang memuat seluruh aspek bahasa. bidang-bidang. 14. 13. f) memberikan rasa aman. Dengan demikian. dan keterampilan-keterampilan berbahasa tertentu. dan keterampilan bahasa. 12. on your answer sheet Question no. 17 3. 15. 9. Your house will be better off if you take some time to look for 42 b) keluaasan materi pelajaran. c) waktu persiapan mengajar yang lebih efektif. or D. JML 4 5 7 4 4 29. dan jumlah butir yang dibutuhkan. your local official will tell you if and when you need to leave your home. dan kesempatan untuk mengulang kembali pelajaran yang sudah dibahas di sekolah. buku teks dapat diartikan sebagai buku pelajaran yang memuat seluruh aspek bahasa sasaran yang harus dikuasai siswa. Secara lebih spesifik Tomlinson (1998: ix) menyebutkan bahwa buku teks bahasa harus memuat komponen bahasa. seperti indikator. 7. 20 21. Just take your disaster supplies that you have already set aside and get out of the area. Such a book usually includes work on grammar. Kisi-kisi tes membaca NO INDIKATOR 1 Menemukan informasi tertentu dalam teks 2 Menemukan pikiran utama dalam paragraf 3 Menemukan semua informasi rinci yang tersurat 4 Menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks 5 Menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks 6 Mendapatkan gambaran umum isi bacaan Jumlah PG 1. jenis butir pertanyaan. However. dapat ditegaskan kembali bahwa buku teks bahasa merupakan salah satu sumber pelajaran bahasa yang memberikan banyak keuntungan bagi guru dan siswa. 11. 18 4. if you have time to prepare. Adapun dalam kegiatan belajar bahasa. 16. C. action can be taken to help minimize damage. 23. Tabel 2. e) sebagai bahan diskusi dengan guru-guru lain. 22. dan g) sebagai landasan pengembangan kegiatan belajar terpusat pada siswa. “A textbook which provides the core materials for a course. 30 6 6 30 5. 10. Adapun bagi siswa buku teks bahasa dapat memberikian informasi mengenai tujuan belajar dan proses pencapaiannya. Buku teks dapat didefinisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi-materi inti yang harus disampaikan kepada siswa dalam periode belajar tertentu. for example if a hurricane or flood is expected to hit in a few days.

See B. Menegaskan hal tersebut. A. kurikulum berbasis 1. move equipment from window D. kaset. be nervous C. Bring your outdoor equipment and furniture inside. Buku teks bahasa dapat mencakup keseluruhan topik yang akan dipelajari. the accidence of a disaster 3. and batten down any structures that might be damaged or swept away. leaving home to save D. diskusi. keterbacaan. sehingga siswa tidak dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang diharapkan. Di antara sumber-sumber pelajaran tersebut. bermain peran. seek D. tetapi juga memiliki keunggulan yang dapat dinikmati oleh siswa. Buku Teks Bahasa Kegiatan belajar bahasa sebagai proses penyampaian dan pengalihan informasi dan kompetensi-kompetensi lainnya merupakan salah satu wujud implementasi kurukulum dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 6. bring equipment inside B. seperti: a) program pengajaran bahasa yang sudah tersusun. and the like. be hurry D. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Tentu saja kegiatan belajar bahasa yang dikembangkan guru akan berjalan dengan baik bila sumber-sumber pelajaran tersedia secara cukup dan proporsional. sedangkan kegiatan di luar kelas dapat berbentuk kunjungan ke perpustakaan. video. 1. dan mengunjungi tempattempat peneting lain. kinds of disasters B. tanks. Revisi dan penggandaan 43 . Ujicoba instrumen 7. an official B. belajar di taman. The word “look for” in line seven means ____. mengerjakan latihan. be careful 5. dan kompetensi. 106 potential problems. dan koran. move your belongings so they are away from windows or in the case of flooding they are on upper floors of the house. C. a teacher D. the duty of the government official C. buku teks bahasa dapat memberikan beberapa keuntungan. Helliwell (1992: 114) mengemukakan bahwa buku teks bahasa tidak saja memiliki keunggulan yang hanya dapat dimanfaatkan oleh guru. watch 6. Dst. know C. kegiatan belajar bahasa yang akan dikembangkan berjalan tanpa arah. Kegiatan belajar di dalam kelas yang dapat dikembangkan guru mencakup membaca buku. dan memiliki fleksibilitas yang relatif tinggi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra pemilihan buku teks. kerja kelompok. propane. majalah. such as air conditioning units. leave the door unlocked 4. buku teks bahasa memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri yang menjadikannya sebagai bahan pelajaran utama di sekolahsekolah. Inside your home. Bagi guru. Who will tell you if the disaster happens? A. Bila tidak. The idea of that paragraph is ______ A. The following are actions that can be done if flood is expected to hit. mudah dibawa. Kegiatan tersebut dapat mengambil berbagai macam bentuk aktivitas yang dapat dilakukan siswa secara individual dan kolektif. The word “fuss” in line three means ____ A. except __ A. a friend B. batten done A. a journalist 2. Be worried B. seperti buku teks.C C.

Kajian Teoretis Sesuai dengan permasalahan yang diajukan. penyusunan definisi konseptual. Keenam. seperti berapa jumlah butir pernyataan yang dibutuhkan. F. Penerbit buku-buku teks bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan dalam penyusunan buku-buku teks yang baru. Tidak berbeda dengan tes. terdapat beberapa hal yang perlu dibahas secara detail. buku teks bahasa Inggris mana yang memiliki nilai keunggulan yang lebih tinggi daripada buku-buku teks bahasa Inggris lain yang digunakan oleh siswa kelas II SMA. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir pernyataan dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. 3. kriteria buku teks bahasa komunikatif. Ketujuh. Perumusan Definisi konseptual: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. yakni hakikat buku teks bahasa. Kempat. 4. dan 4. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasioanl yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. dan 5. revisi atau penggantian butir pernyataan berdasarkan hasil ujicoba. Bagi para peneliti sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan mengenai bukubuku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kriteria buku teks bahasa Inggris komunkatif. dan apa jenis butir pernyataan yang digunakan. dan penyempurnaan terhadap buku-buku teks bahasa Inggris yang sudah digunakan oleh siswa kelas II SMA di DKI Jakarta. 2. 44 3. dan penggandaan kuesinoer sesuai dengan kebutuhan. Guru-guru bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan materi pelajaran bahasa Ingris untuk siswa kelas II SMA. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. 105 . Kelima. Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. Prosedur pengembangannya sama dengan prosedur pengembangan instrumen tes. untuk mendapatkan instrumen berbentuk nontes yang baik (terutama kuesioner) peneliti juga harus memperhatikan prosedur pembuatannya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra C. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir pernyataan. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. yakni kajian terhadap teori yang relevan. 1. Adapun pengembangan instrumen berbentuk observasi atau wawancara. E. Ketiga. hanya membutuhkan empat langkah. Pengembangan Instrumen Nontes. Kedua. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi: 1. dan pedoman obeservasi atau wawancara. ujicoba kuesioner yang dibuat untuk diketahui validitas dan reliabilitasnya. definisi operasional. Berikut adalah contoh pengembangan kuesioner motivasi berprestasi yang meliputi langkah-langkah berikut.

Secara khusus. Tujuan Penelitian Secara umum. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang digunakan di DKI Jakarta. 104 3. 4. Pertanyaan Penelitian Karena banyaknya buku teks bahasa Inggris yang beredar di pasaran. 1. Bagaimanakah tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA di DKI Jakarta? 2.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menimbulkan masalah besar bagi guru untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang benar-benar memenuhi kriteria buku teks yang baik. penelitian ini akan difokuskan pada kualitas buku teks bahasa Inggris untuk SMA kelas II yang banyak digunakan di beberapa SMA di Jakarta. penelitian ini akan dipusatkan pada sepuluh (10) buku teks yang banyak digunakan oleh SMA II di DKI Jakarta. Penulisan butir-butir pernyataan Lingkarilah salah satu alternatif jawaban yang tersedia sesuai dengan pilihan anda. Pembuatan kisi-kisi: Tabel 3. dan spiritual. C. TP: Tidak Pernah 45 . tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. penelitian tersebut berusaha untuk memperoleh data empiris mengenai: 1. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kreiteria yang dipersyaratkan oleh Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004. seperti afektif. Oleh karena itu. KK: Kadang-kadang. 2. behavioral. Bagaimanakah kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA jika ditinjau dari kriteria buku teks bahasa Inggris komunikatif? 4. Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Berprestasi NO DOMAIN INDIKATOR Optimis di dalam menghadapi berbagai masalah Antusias di dalam mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan A Affective Bertanggungjawab terhadap apa yang telah dikerjakan Bekerja keras untuk memperoleh hasil yang lebih baik daripada orang lain Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi Berusaha untuk menyelesaikan B Cognitive tugas-tugas belajar dengan baik Menguasai bahan kuliah/belajar/ pekerjaan secara komprehensif Berani mengambil resiko Berusaha secara mandiri dan C Conative tidak tergantung pada orang lain Bersaing untuk memperoleh hal yang baik Meniru gaya atau cara belajar D Behavioral orang-orang yang sukses E Spiritual Memahami tujuan belajar/kuliah JUMLAH (+) (-) JML 4 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 0 4 3 3 4 4 3 4 3 4 2 2 40 1 1 22 18 5. Perumusan definisi operasional: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain yang terbangun dari beberapa aspek. S: Sering. kognitif. SS: Sering Sekali. Bagaimanakah tingkat kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004? 3. Secara spesifik penelitian ini diarahkan pada hal-hal berikut. konatif. Manakah di antara buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang dianggap sebagai buku teks yang lebih kualitas daripada buku-buku teks lain? D.

4. (SS/S/KK/TP) Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. Fokus Penelitian Pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004 mengundang kompetisi baru untuk memenuhi salah satu sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. Beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. laporan. 9. saya tetap antusias dalam menjalaninya. Salah satu solusinya adalah penelitian terhadap isi buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA yang banyak beredar di pasaran. Di samping itu. B. Kesulitan yang bersifat substansial inilah yang perlu segera dicarikan solusi terbaik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. 7. 13. penerbit juga memberikan harapan-harapan finasial kepada para guru dan sekolah jika buku teks yang mereka terbitkan digunakan sebagai buku wajib siswa. (SS/S/KK/TP) Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadi-kan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan. Maka. (SS/S/KK/TP) Ketika saya mengahadapi masalah dalam belajar. mengingat keberhasilan siswa untuk menguasai kompetensi juga ditentukan oleh kualitas buku teks yang digunakan. 6. 10. 5. 2. 12. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. para penulis dan penerbit telah berusaha memenuhi kriteria buku teks yang baik dengan memasukkan prinsip-prinsip KBK tahun 2004 ke dalam buku teks yang mereka terbitkan. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya. 8. 11. (SS/S/KK/TP) Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. tetapi secara arif dapat menentukan buku teks mana yang seharusnya digunakan siswa dan sekolah. Secara substansial. (SS/S/KK/TP) Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. (SS/S/KK/TP) Karena sulitnya mencari bahan-bahan. Penelitian ini perlu segera dilakukan untuk membantu guru-guru bahasa Inggris SMA agar tidak terjebak pada masalah finansial. seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. saya tetap optimistis dapat mengatasinya. (SS/S/KK/TP) Saya akan berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain (SS/S/KK/TP) Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. 3. hal itu membuat pihak sekolah dan guru menghadapi dilemma besar untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang harus digunakan. (SS/S/KK/TP) Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tantangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. (SS/S/KK/TP) Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. yakni buku teks bahasa Inggris. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. (SS/S/KK/TP) Dalam kondisi yang sangat buruk. Tentu saja kondisi seperti itu 103 46 . saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan pekerjaan itu. dan materi ajar yang menarik dengan memberikan ilustrasi dan gambar-gambar yang menawan. (SS/S/KK/TP) Jika saya menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan. Tentu saja.

Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. (SS/S/KK/TP) 19. saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu pekerjaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. Kondisi seperti itu diperburuk lagi dengan promosi langsung ke sekolahsekolah untuk menawarkan buku teks yang mereka terbitkan. kesesuaian materi ajar yang termuat dalam buku teks bahasa Inggris dengan kurikulum juga merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. Maka. Sebagai respons dari pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. saya akan berusaha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. saya tidak mengerja-kan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh. Supaya dapat menyelesaikan suatu pekerjaan sebaik mungkin. (SS/S/KK/TP) 21. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuhkan. Bila keterangan guru atau penjelasan dari buku tidak begitu jelas. Melengkapi persyaratan buku teks bahasa Inggris yang baik. Jika saya tidak menguasai suatu pekerjaan. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. (SS/S/KK/TP) 26. Buku teks bahasa Inggris SMA harus mencerminkan prinsip-prinsip pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran. mereka menuliskan frasa “sesuai dengan KBK tahun 2004” dengan huruf berukuran besar dan berwarna menyolok. Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. 102 47 . sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut. karena anggota lain juga mengerjaknnya. (SS/S/KK/TP) 17. (SS/S/KK/TP) 27. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on”. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas-tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. tetapi asal terpenuhi kewajibannya saja. Selain itu. saya tidak membuat laporan pengamatan sebaik mungkin. beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. (SS/S/KK/TP) Berkenaan dengan matapelajaran bahasa Inggris di SMA. (SS/S/KK/TP) 20. perpustakaan dan media cetak lainnya. “Good text books often contain lively and interesting materials.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 14. Secara sengaja. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan yang saya kuasai. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. Isi buku yang menarik tentunya dapat membantu siswa menjaga motivasi belajarnya tetap tinggi. (SS/S/KK/TP) 22. Harmer (1991: 257) mengatakan bahwa buku teks bahasa Inggris harus memuat isi yang up to date dan menarik. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. (SS/S/KK/TP) 24. seperti internet. (SS/S/KK/TP) 23. dan untuk memenuhi sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. (SS/S/KK/TP) 15. (SS/S/KK/TP) 16. Dalam kegiatan kelompok. Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. (SS/S/KK/TP) 18. kompetensi sebagai tujuan akhir harus mejadi landasan pengembangan materi ajar yang dapat memberikan pengalaman belajar yang berharga bagaimana menggunakan bahasa sasaran seara baik dan komunikatif. Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru atau buku. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin. they provide a sensible progression of language items. (SS/S/KK/TP) 25.

Meskipun ada pembantu. saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan sekarang. sekolah harus memfasilitasi ketersediaan buku teks sesuai dengan jumlah matapelajaran yang harus diambil siswa pada jenjang pendidikan tertentu. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. (SS/S/KK/TP) 35. Untuk membaca buku-buku atau karya-karya ilmiah. IPS. sedangkan buku teks yang tidak relevan akan menjauhkan siswa dari kompetensi yang seharusnya dikuasai. Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. Karena takut salah. saya akan membaca buku-buku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. (SS/S/KK/TP) 36. Dengan kemampuan yang saya miliki. Mengenai kriteria tersebut. Supaya bermanfaat di kemudian hari. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. Bahasa Indonesia. (SS/S/KK/TP) 40. buku teks memiliki peran yang sangat besar di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas. (SS/S/KK/TP) 37. (SS/S/KK/TP) 34. Revisi dan penggandaan 48 Di antara beberapa perangkat keras yang harus difasilitasi oleh sekolah adalah buku teks. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. buku teks bahasa Inggris. Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi. (SS/S/KK/TP) 39. Sebagai seorang muslim.” Sesuai dengan pengertian tersebut. Buku teks yang relevan tentu saja dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk memperoleh kompetensi yang diharapkan. saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya. Salah satunya adalah kesesuaiaan antara materi ajar yang terkandung dalam buku teks dengan silabus atau kurikulum yang sedang berlaku. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabat-shabat nabi. Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. 101 . Ujicoba kuesioner 7. atau Agama. saya berusaha untuk membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat teman-teman di kelas. Buku teks dapat definisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi pelajaran sesuai dengan pokok-pokok pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya. saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. seluruh buku teks harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. saya tetap membersihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. Oleh karena itu. buku teks harus memuat seluruh materi ajar yang disajikan berdasarkan prinsip-prinsip sebagaimana yang diisyaratkan oleh silabus atau kurikulum. 30. (SS/S/KK/TP) 29. “Buku teks adalah buku yang dirancang buat penggunaan di kelas. (SS/S/KK/TP) 32. Tarigan dan Tarigan (1986: 22) mengatakan bahwa buku teks ditulis untuk digunakan di sekolah dan sekolah mempunyai kurikulum. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. karena buku teks dapat dianggap sebagai sumber utama materi pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. Supaya fungsinya dapat berjalan dengan baik. (SS/S/KK/TP) 31. Menurut Bacon sebagaimana dikutip oleh Tarigan dan Tarigan (1986: 22). Dengan kata lain. (SS/S/KK/TP) Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. (SS/S/KK/TP) 33. matematika.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 28. Karena itu tidak ada pilihan lain bahwa buku teks harus relevan dengan kurikulum yang berlaku”. (SS/S/KK/TP) 38.

Beberapa konsep penting lain dalam pendekatan kebermaknaan adalah bahan pelajaran dan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna jika berhubungan dengan kebutuhan. agar dapat menentukan apakah analisis statistika atau nonstatistika yang akan digunakan. dan masa depan siswa. bahwa “Kurikulum Berbasis Kompetensi menerapkan pendekatan kebermaknaan sebagai pendekatan pembelajaran” (Diknas. sedangkan model analisis nonstatistika digunakan jika data yang diperoleh merupakan data kualitatif. siswa menjadi lebih termotivasi untuk menguasai kompetensikompetensi yang diharapkan. seperti laboratorium bahasa. Sebaliknya. yang biasa disebut dengan pendekatan kebermaknaan seperti tertuang di dalam Garisgaris Besar Pengajaran. akademik. perpustakaan. Analisis data dapat diartikan sebagai proses pengolahan data terkumpul dengan menggunakan berbagai cara dan strategi. Siswa menjadi acuan dan orientasi di dalam menetukan berbagai aspek pembelajaran yang dikembangkan guru. tuntutan yang bersifat perangkat keras lebih mengarah pada ketersediaan fasilitas-fasilitas belajar yang memadai. 2003: 6). dan kepemimpinan yang mengarah pada tercapainya efektifitas dan efesiensi penyelenggaraan kegiatan belajar. peneliti harus mengetahui jenis data apa yang dimiliki. diperlukan jika data yang diperoleh merupakan data kuantitatif atau numerik. sebaliknya. tetapi ia berfungsi sebagai seorang fasilitator yang memfasilitasi kegiatan belajar siswa. minat. laboratorium komputer. baik yang memanfaatkan statistika maupun yang tidak memanfaatkan statistika sehingga dapat ditemukan pemecahan masalah yang tepat dan akurat. dan masa depan. Jenis-Jenis Data Analisis data merupakan salah satu langkah kritis yang sangat menentukan bagaimana masalah yang telah dirumuskan harus dijawab. minat. umumnya. data kualitatif tidak memerlukan statistik-statistik tersebut. Pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi melahirkan beberapa tuntutan besar. laboratorium IPA. Berdasarkan penggunaan statistik dalam analisisnya data dapat dibedakan menjadi data kuantitatif dan kualitatif (deskriptif). tetapi membutuhkan 49 . alat perga. Data kuantitatif membutuhkan cara-cara atau rumus-rumus statistik tertentu untuk mengelohnya sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menguji hipotesis. pengalaman. Tuntutan yang berbentuk perangkat lunak mengarah pada ketersediaan aturan atau sistem yang mengendalikan seluruh aspek administratif. Perubahan orientasi tersebut esensi dari pendekatan yang diterapkan dalam KBK 2004. Oleh karena itu faktor-faktor tersebut harus dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan dalam pengajaran dan pembelajaran agar lebih bermakna bagi siswa. Statistika. 100 6 ANALISIS DATA A. Oleh karena itu. Terdapat lima kelompok data yang perlu diketahui sesuai dengan sudut pandangnya yang berbeda.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Guru tidak lagi menjadi seorang figur sentral yang menentukan segalanya dalam penyelenggraan kegiatan belajar. Dengan memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhan. dan buku teks. baik yang berbentuk perangkat lunak maupun perangkat keras. Posisi sentral guru digantikan oleh siswa.

Data diskrit adalah data yang berdiri sendiri atau saling pisah yang tidak saling bergantung antara satu dengan lainnya. dan perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004. Latar Belakang Selama tiga tahun belakangan dunia pendidikan nasional telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan. sehingga seluruh peserta didik dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara agar tidak tertinggal jauh dari negara-negara maju. dan ratio. Oleh karena itu. Perubahan-perubahan tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Berbeda dengan kurikulum 1994. ukuran panjang. dan derajat dalam kompas. data dapat dibedakan menjadi empat. seperti skor pre-test dan post test mahasiswa dalam matakuliah Agama. seperti pengesahan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. dan usia. Perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004 merupakan hal yang harus dilakukan dan takterelakkan. data dapat dibedakan menjadi data diskrit dan kontinum. seperti ukuran voltase listrik. skor IQ. Adapun bila ditinjau dari skala pengukuran yang digunakan. tetapi mengasah potensi-potensi tersebut sedemikian rupa. dua kelompok. seperti nilai mahasiswa dalam matakuliah struktur. kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi. seperti derajat temperatur. dan jenis pekerjaan. dan urutan peserta dalam lomba lari. seperti jenis-jenis salak. interval. dan banyak kelompok. Dalam kurikulum 1994 para peserta didik dipandang sebagai kertas putih yang perlu dihiasi dengan sejumlah ilmu pengetahuan dan keterampilan tanpa mempertimbangkan apakah ilmu pengetahuan dan keterampilan tersebut sesuai dengan kondisi global saat ini atau tidak. Data ordinal adalah data yang dikelompokkan berdasarkan urutan atau jenjang dalam atribut tertentu dari yang tertinggi sampai terendah. Data dua kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari dua kelompok yang berbeda. Kurikulum 1994 yang berbasis konten tidak mampu mengikuti dan menjawab perubahan-perubahan global yang begitu cepat. sebagai suatu pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan seseorang sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. Data nominal adalah data yang diperoleh berdasarkan proses pengelompokan yang bersifat deskrit dan saling pisah antara satu kategori dan kategori lainnya. yakni data nominal. status perkawainan. data dapat dibedakan menjadi tiga. dan TOEFL. Sesuai dengan sifatnya. Akibatnya. seperti jenis kelamin. terjadi ketidaksesuaian antara apa yang dipelajari di sekolah-sekolah dengan apa yang terjadi pada dunia kerja dan pembangunan bidang-bidang kehidupan lainnya. Data interval adalah data yang diperoleh melalui pengukuran yang memiliki standar sama yang membuahkan hasil berbeda antara satu dan lainnya. seperti skor bahasa Inggris yang diperoleh mahasiswa dari kelas ekperimen dan kelas kontrol. Kurikulum 2004 tidak menjejali peserta didik dengan informasi-informasi yang tidak relevan dengan potensi yang dimiliki. sehingga peserta didik memiliki kompetensikompetensi tertentu yang dapat digunakan untuk berkompetisi dalam mengahadapi dunia global. dilihat dari jumlah kelompok dari mana data diperoleh. menempatkan peserta didik pada proses perkembangan yang berkelanjutan dan memandang seluruh aspek kepribadian. suku bangsa. Data ratio adalah data yang proses kuantifikasinya mempunyai nol mutlak. dan nyamuk.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra model analisis kualitatif sesuai dengan pendekatan yang digunakan. seperti ranking siswa dalam pelajaran bahasa Inggris. Selanjutnya. Data satu kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari satu kelompok. ordinal. sedangkan data kontinum adalah data yang membentuk subuah kontinum. pendekatan dalam penyelenggaraan kegiatan belajar pun harus disesuaikan. Data banyak kelompok adalah data yang diperoleh dari 50 A. yakni data berasal dari satu kelompok. 99 . peringkat seseorang dalam lomba baca puisi.

Data univariat adalah data yang diperoleh dari satu variabel penelitian. dan multivariat. bagaimana data dibedakan berdasarkan beberapa sudut pandangnya dapat dilihat pada diagram berikut. KUALITAS. Selengkapnya. Terakhir. Statistika deskripstif digunakan bila peneliti ingin mengetahui gambaran umum tentang data yang dimiliki sehingga lebih mudah dibaca dan lebih bermakna. data bivariat adalah data yang berasal dari dua variabel berbeda dalam penelitian. dan data multivariat adalah data yang berasal dari banyak variabel dalam penelitian. Analisis deskriptif ini dapat dilakukan secara numerik dengan 51 98 Multi-Variat Kuantitatif Satu Kelompok Dua Kelompok Banyak Kelompok Deskriptif Univariat CONTOH PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISIS Nominal Interval Ordinal Ratio Kontinus Bivariat Diskrit Jumlah Variabel Sifat Data . Analisis Kuantitatif Analisis data kuantitatif dalam penelitian sering kali dilakukan dengan memanfaatkan statistika deskriptif atau inferensial. bivariat. DAN KESESUAIAN BUKU TEKS BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS II SMA DENGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Diagram 4. Jenis-jenis Data TIM PENELITI B.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 10 PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI subjek yang berasal dari beberapa kelompok yang berbeda. data dapat juga dibedakan berdasarkan jumlah variabel yang dikaji. yakni univariat. D A T A Penggunaan Statistik Skala Pengukuran Asal Kelompok TINGKAT KETERBACAAN.

. C. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. Nunan. Berkaitan dengan analisis statistik inferential. seperti uji-t. “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menghitung rata-rata. Kartono. teori-teori dan pendekatanpendekatan yang sering digunakan. psikologis. How Languages are learned. Cambridge: Cambridge University Press. eds. D. ed. Ellis. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle.” Politik Bahasa Nasional 2. Oleh karena itu. seperti pendekatan historis. John Communicative Syllabus Design. data yang tidak memerlukan analisis statistik harus dianalsis secara kualitatif berdasarkan metode. seperti program SPSS dan Excell. 1994. David Language Teaching Methodology. seperti Spearman Brown. Cambridge: CUP.” The Communicative Approach to Language Teaching. atau frekuensi. atau berkaitan dengan hubungan kausalitas antara satu variabel dengan variabel lainnya. Huda. C. penggunaan berbagai jenis statistika tersebut dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi. Analisis Kualitatif Sebaliknya. Yang pertama menuntut penggunaan statistik regresi dan korelasi. Hymes. dan pendekatan tekstual. Munby. riwayat hidup pengarang menjadi pusat kajian dengan mengaitkannya dengan karya sastra yang dihasilkan. peneliti harus dapat menentukan statistik apa yang harus digunakan jika hipotesis yang harus diuji berkaitan dengan taraf hubungan antara dua variabel atau lebih. Giri. H. 1981 Lightbown. Malang: IKIP Malang Publisher. 97 . “On Communicative Competence. 1985. J. Yang kedua menuntut penggunaan statistik. 1994.. Selain itu. Pendekatan Biografis Pendekatan biografis merupakan studi yang sistematis mengenai proses kreativitas pengarang yang dianggap sebagai asal-usul karya sastra. Patsy M. niat. standar deviasi. Jakarta: PN Balai Pustaka.Rod The Study of Second Language Acquisition. Principles of Language Learning and Teaching. Dubin. Amran Halim. teori-teori atau pendekatan-pendekatan yang relevan. 1994. Hadely. Course Design. antara lain adalah: 1. Brumfit. Alice Ommagio. Oxford: OUP. chi-square. H. Oxford: OUP. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebuah karya sastra dianggap relatif sama dengan maksud. dan biserial point. pesan. Berkaitan dengan penelitian sastra. sosiologis. 52 Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. dan Nina Spada. 1993. Douglas. dan bahkan tujuan-tujuan tertentu pengarang. atau secara grafis dengan memaparkan data dalam bentuk gambar atau diagram. Johnson. Teaching Language in Context. dan analisis varians. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. Brumfit dan K. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Fraida dan Elite Olshtain. Pengalaman dan perjalan hidup pengarang dari masa kecil hingga dewasa menjadi bagian yang takterpisahkan dari proses kreativitas untuk memproduksi karya sastra. Product Moment Correlation. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. 1986. 1999. London: Prentice Hall International Ltd. 1978. 1979. Brown. Boston: Heinle and Heinle Publisher. 1991 Suwito. Oxford: Pergamon Press Ltd. Oxford: OUP.

b) pengarang itu sendiri adalah anggota masyarakat.. bahkan sebagai neurosis. dan d) hasil karya sastra itu sendiri dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.. Pendekatan Sosiologis Berbeda dengan pendekatan biografis. yakni a) karya sastra dihasilkan oleh pengarang.000. sublimasi. seperti libido. 50. Menurutnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi.edu/tip/gagne. seperti: obsesi.. Anonymous. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset. Teori yang dikembangkan Freud mencakup tiga hal.gwu. 53 I. Azra. Daftar Kepustakaan Anonymous. yakni Id. maka proses tersebut dianggap sejajar dengan libido. tanggal 1 Maret 2003. Id dengan demikian merupakan kenyataan subjektif primer.000. Operant Conditioning. tanggal 1 Maret 2003. http://www. Sampai saat ini teori yang paling relatif lebih banyak digunakan dalam pendekatan psikologis adalah psikologi Sigmund Freud (1856—1939).gwu. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. dengan proses pemahaman mulai dari masyarakat ke individu di mana karya sastra dianggap sebagai milik masyarakat. pedekatan psikologis lebih memperhatikan aspek psikologis pengarang. H. c) pengarang memanfaatkan kekayaan yang ada dalam masyarakat. dan penulisan laporan dilaksanakan pada bulan September 2005 sampai Januari 2006. Karena proses kreatif dianggap sebuah kenikmatan yang memerlukan pemuasan. pendekatan sosiologis mengedepankan aspek masyarakat dalam kajian karya sastra. http://www. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES JAN x x x x x x x x x 2. html. analisis data.edu/-tip/ rogers. yang disebut libido. Anonymous.html. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama delapan bulan yang dibagi dalam dua tahap. http://www.gwu. kontemplasi. Experiential Learning. Makalah yang disampaikan pada 96 . semua gejala mental bersifat tak sadar yang tertutup oleh alam kesadaran. dan Super Ego. J. tanggal 1 Maret 2003. Ego bertugas untuk mengontrol Id. Dengan adanya ketakseimbangan. Ego. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Pendekatan Psikologis Berbeda dengan pendekatan beografis yang lebih menekankan pada aspek perjalan hidup pengarang. dan Super Ego yang berisi kata hati yang mengendalikan ego. Id berkaitan dengan dorongan-dorongan primitif yang harus dipuaskan. html. dunia batin sebelum individu memiliki pengalaman tentang dunia luar. Tahap pertama yang digunakan untuk melakukan penelusuran teori-teori dan pencarian model sementara pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilakukan di Jakarta dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2005. Tahap kedua yang digunakan untuk pencarian data empiris di seluruh PTAIN. 3. ketaksadaran menimbulkan dorongandorongan yang memerlukan kenikmatan. Pendekatan sosiologis didasari oleh hubungan hakiki antara karya sastra dan masyarakat dengan asumsi dasar. kompensasi.edu/tip/ skinner. Karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas penulis. yang sering dikaitkan dengan gejala-gejala kejiwaan. Conditions of Learning.. Azyumardi.(Lima pululh juta rupiah).

Pengambilan Data Penelitian ini memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen penelitian untuk menggali data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi melalui berbagai cara. khususnya perguruan tinggi yang 95 . klausa. Analisis Data Data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dianalisis secara kualittif berdasarkan teori-terori formal yang mendasarinya. dan studi lapangan ke beberapa perguruan tinggi. pendekatan strukturalisme juga memperhatikan unsur-unsur instrinsik lainnya. beberapa masalah yang menjadi objek sasaran pendekatan historis antara lain adalah: a) perubahan karya sastra dengan bahasanya sebagai akibat proses transfer dari satu generasi. Dengan kata lain. dan d) representasi karya sastra sebagai wakil tradisi zamannya. dan sebagai umpan balik peneliti juga menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa. dan bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi pada karya sastra berkenaan dengan perjalan waktu. tetapi lebih pada relasi makna. seperti observasi. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang berusaha untuk mengembangkan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN secara induksi berdasarkan teori-teori relevan. b) fungsi dan tujuan karya sastra pada saat pertama kali dihasilkan. peneliti juga mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi sebagai bahan pelengkap. Dalam kajian karya sastra. wawancara. seperti plot. relasi vertikal ini tidak tidak terkait secara langsung dengan aspek kaedah yang mendasari unit bahasa tertentu. Peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan observasi ke beberapa perguruan tinggi untuk melihat kegiatan belajar bahasa Inggris yang dikembangkan dosen yang bersangkutan. dan apa makna yang terkandung 54 1. Berdasarkan indikator sejarah dan sastra. seperti kalimat. setting. aspek sintagmatik terwujud dalam upaya pemahaman kata berdasarkan relasinya dengan kata-kata yang muncul sebelum dan sesudahnya. seperti tradisi lisan dan penerbitan ulang. 2. Selain itu. dan kuesioner. 3. c) peran sosial pengarang pada saat menulis. penelitian ini memanfaatkan seluruh perguruan tinggi agama Islam negeri yang ada di Indonesia. Perbedaan makna kata bisa dipahami bila kata yang dimaksudkan diganti dengan antonim atau sinominya. Selain unsur-unsur bahasa. Jadi. Hubungan sinkronik tersebut dapat bersifat horizontal (sintagmatik) atau vertikal (asosiatif). sehingga dapat dipahami apa makna yang sebenarnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. Pendekatan Historis Pendekatan historis memfokuskan kajiannya pada aspek kesejarahan karya sastra yang diteliti. sejarah yang melatarbelakangi penyiptaan dan penulisan karya sastra. 4. relasi horizontal berupaya memaknai bahasa berdasarkan hubungan antarunsur dalam suatu unit bahasa. Pendekatan Strukturalisme Pendekatan ini diilhami oleh linguistik struralisme yang memusatkan perhatian pada hubungan sinkronik unsur-unsur bahasa. Unit Analisis Sesuai dengan permasalahan yang dikaji. Pendekatan historis berusaha menguak dan membuka tabir hubungan antara karya sastra dengan karya-karya lain. dan frasa. 5. Adapun relasi vertikal terwujud dalam pemilihan sinonim atau antonim suatu kata. Untuk melengkapi data yang diperoleh peneliti juga melakukan wawancara dengan dosen-dosen bahasa Inggris. sehingga data yang dibutuhkan benar-benar lengkap dan memadai.

Oleh karena itu. then successful learning will occur. analisis karya sastra berdasarkan pendekatan tersebut tidak hanya terfokus pada relasi sinkronik unsur-unsur bahasa yang digunakan. G. pendekatan strukturalisme genetik mengkaji karya sastra dari aspek intrinsik dan ektrinsiknya. Positive attitudes towards the language will reflect a high regard and appreciation of both the language and the culture it represents. seperti sikap. materi dan kegiatan pembelajaran di dalam kelas harus disusun dengan mempertimbangkan minat dan keinginan seluruh siswa agar mereka mudah termotivasi dan tertarik dalam belajar.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra afektif. 6. minat. dan motivasi juga merupakan bagian yang menentukan dalam proses pembelajaran bahasa kedua atau asing. atau aspek-aspek lain sehingga pemahaman karya sastra menjadi lebih komprehensif. 94 dalam sebuah karya sastra. seperti sikap. a feeling of self-fulfillment and success and an overall enthusiasm about the language course. Pendektan strukturalisme dinamik membuka peluang untuk mengkaji aspek-aspek ekstrinsik karya sastra. Kajian ini dilakukan dengan 55 . seperti metode. Teori Interteks Analisis karya sastra dengan menggunakan teori interteks bertujuan untuk menggali secara maksimal makna-makna yang terkandung dalam sebuah teks. Pendekatan Strukturalisme Dinamik Pendekatan strukturalisme dinamik merupakan penyempurnaan dan pengembangan dari strukturalisme yang lebih menekankan pada unsur-unsur intrinsik karya sastra. sekaligus aspek-aspek lain yang berhubungan dengan asal-usul bagaimana karya sastra dihasilkan. dan motivasi siswa. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan strukturalisme hanya mencoba mengkaji karya sastra dari sudut pandang unsur intrinsiknya saja. Jadi. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. Positive attitudes towards the acquisition process will reflect high personal motivation for learning the language. merupakan pijakan awal yang banyak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya motivasi siswa di dalam mempelajari bahasa sasaran. dan unit analisis. then no set of techniques is likely to succeed. analisis data. interest and motivation in the target language and culture. seperti aspek sosiologis. 8. antropologis. seperti unsur instrinsik karya sastra. latarbelakang pengarang. Dubin dan Olshtain (1986: 14) menegaskan sebagai berikut. minat. Dalam pendekatan ini karya sastra dianggap sebagai karya pengarang dan sekaligus sebagai kenyataan sejarah yang mengkondisikan munculnya karya tersebut. Kedua pandangan tersebut makin memperjelas. Pendekatan Strukturalisme Genetik Pendekatan strukturalisme genetik merupakan kajian karya sastra yang memusatkan perhatian pada aspek struktur dan asal-usul karya satra. pengambilan data. Nunan (1991: 234) menjelaskan sebagai berikut. Proponents of this methods believe that if learners can be encouraged to adopt the right attitudes. and that if these affective factors are not right. Pendekatan ini merupakan pengembangan dari pendekatan strukturalisme dengan menambahkan aspek-aspek sosial dan bahkan antropologis dalam kajian karya sastra. Sikap positif terhadap bahasa sasaran. aspek afektif. di samping aspek kognitif. Jadi. as well as in the learning environment in which they find themselves. 7. dan latar belakang sosial dan sejarah masyarakat di mana penulis berada. umpamanya. Tinggi rendahnya sikap positif menunjukkan tinggi rendahnya motivasi siswa dalam belajar. tetapi juga mencakup beberapa aspek lain.

menentang. Perempuan tidak lagi menjadi subordinat laki-laki. dan minat siswa. Teori Feminisme Esensi dari teori feminisme adalah persamaan hak. 9. seperti novel dengan puisi. Mengenai peranan penting aspek 93 56 . umpamanya. intelektual. pandangan tersebut juga menunjukkan bahwa seorang individu tidak menerima masukan dari luar dirinya secara pasif. Humanistic teachers see language learning as something which must engage the whole person. karakter. Mereka dapat bekerjasama untuk menjalankan fungsi-fungsi sosial mereka. Hubunganhubungan bermakna tersebut dapat berbentuk saling mendukung. Brumfit (1985: 79) menegaskan sebagai berikut. tidak hanya secara kognitif tetapi juga secara afektif sehingga mampu mengelola masukan secara kreatif. kajian interteks tidak hanya melibatkan dua atau beberapa teks sejenis. atau drama dengan puisi. Selain itu. dan menyelaraskan pembelajaran dengan keinginan. dan drama dengan drama.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cara menemukan hubungan-hubungan bermakna di antara dua teks atau lebih dalam masa yang sama atau berbeda. Pandangan demikian diharapkan dapat menjadi pegangan bagi para guru agar dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap bahasa yang sedang dipelajari. atau bahkan berlomba-lomba secara adil dan terbuka untuk mendapatkan posisi yang selama ini dikuasai laki-laki. Berdasarkan pandangan tersebut dapat dipahami bahwa dalam pembelajaran bahasa seorang siswa akan berhasil bila diperlakukan sebagai manusia seutuhnya. they recognize that their students are people like themselves. teori belajar bahasa humanisme memandang individu tidak saja dari sudut kognitifnya. dan status antara perempuan dann laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan. Berbeda dengan dua teori terdahulu. dan emosional sehingga mampu mengembangkan kemampuan dirinya secara aktif menuju proses perubahan yang diharapkan. Oleh karena itu. di dalam pembelajaran bahasa individu harus diperlakukan sebagai makhluk yang utuh seca-ra fisik. tetapi juga teks-teks yang taksejenis. aspek kognitif dan aspek afektif siswa harus diperhatikan secara seimbang bila guru menginginkan pembelajaran bahasa yang dikembangkan berhasil dengan baik. dan ekonomi. Keterangan di atas mempertegas bagaimana besarnya peran kognisi di dalam pembelajaran bahasa asing. sehingga terjadilah keseimbangan peran dan fungsi antara kedua belah pihak. puisi dengan drama. who are not the passive recipients of someone else’s teaching. Berkenaan dengan masalah ini. kajian ini bisa difokuskan pada bentuk-bentuk bahasa mana yang masih bersifat deskriminatif. ataupun hal-hal lain yang masih mengarah pada ketidaksamaan hak antara perempuan dan laki-laki. seperti novel dengan novel. puisi dengan puisi. seperti bidang sosial. sedangkan dalam bidang sastra kajian ini dapat ditekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan tema. Dengan kata lain. with emotional and spiritual needs as well as intellectual ones. Berkaitan dengan bahasa. Selain itu. atau melengkapi sehingga pemahaman terhadap karya sastra benar-benar komprehensif. tetapi juga dari aspek afektif dan hubungannya dengan kehidupan sosial di sekitarnya. politik. people who can contribute to their own learning. kedudukan. kajian bahasa dan sastra dapat diarahkan pada upaya penelaahan masalah-masalah yang masih bersifat deskriminatif. pendidikan. Berdasarkan teori ini. tetapi harus secara aktif mengelola masukan tersebut sebagai pijakan untuk pengembangan lebih lanjut. tetapi berada pada posisi yang sejajar dan tidak berbeda. not as something purely intellectual.

many of which may never have been uttered before (Nunan. Rather. seperti latar belakang. Berkenaan dengan pembelajaran bahasa asing. Proposal dapat dikatakan sebagai rencana penelitian yang berisikan gambaran menyeluruh mengenai penelitian yang akan dilakukan. kajian teoretis. metode. B.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cognitive view. 1993: 8). dan analisis data. tujuan. anologous to learning how to ride bicycle or play a violin. 1991: 233). Pengertian Salah satu kegiatan penting sebelum pelaksanaan penelitian adalah penyusunan proposal penelitian. Meskipun demikian secara substantif. Umumnya proposal harus memuat latar belakang penelitian. Proposal disusun berdasarkan bentuk penelitian yang akan dilaksanakan. sehingga penelitian yang akan dilakukan benar-benar dapat tergambarkan. This device was often described as an imaginative ‘black box’ which exists somewhere in the brain. Dengan hipotesis konstruksi kreatif itu. Tentu saja proposal harus memuat unsur-unsur penting penelitian. kemampuan kognitif ini merupakan kemampuan bawaan yang dimiliki oleh setiap individu untuk memperoleh bahasa pertama. perumusan masalah. language learning is treated as skills learning. we can create an infinite number of sentences. dan metodologi penelitian. 92 7 PROPOSAL A. signifikansi. dan lain-lain. Chomsky originally referred to this special ability as being based on language acquisition device (LAD). 57 . although probably more complex (Ellis. it was believed that language development could be characterized by rule governed creativity. kedua proposal tersebut tidak berbeda karena keduanya harus mampu menggambarkan apa dan bagaimana penelitian akan dilakukan. batasan masalah. Unsur-unsur Proposal Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas unsur-unsur proposal untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif yang sering digunakan untuk penulisan skripsi. 1994: 295). Penelitian kuantitatif memiliki model proposal yang berbeda dengan penelitian kualitatif. salah satu pandangan yang menempatkan kemampuan kognitif pada posisi yang sangat strategis disebut dengan hipotesis konstruksi kreatif (creative construction hypothesis) yang dianggap memiliki kesamaan dengan alat pemerolehan bahasa. Chomsky menamai kemampuan itu dengan alat pemerolehan bahasa (language acquisition device) yang digambarkan sebagai “kotak hitam” yang memuat kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku secara universal terhadap semua bahasa. Dalam pemerolehan bahasa pertama. disertasi. tesis. seseorang mampu melahirkan bentuk-bentuk bahasa yang variatif meskipun hanya dibekali dengan kosakata dan kaidah bahasa yang tidak terlalu banyak. With a finite number of grammatical rules and a limited vocabulary. This ‘black box’ which is thought to contain all and only the principles which are universal to all human language prevent the child from going off on lots wrong trails in trying to discover the rules of the languages (Lightbown dan Spada. perumusan masalah. waktu dan tempat penelitian.

3. seperti tingkah laku. teori belajar bahasa kognitivisme memandang individu dengan kemampuan kognitifnya sebagai orang yang aktif dan kreatif mengelola segala masukan dari luar dirinya. seperti dimensi waktu. tempat. Dimensi tempat berhubungan dengan tempat penyelenggaraan penelitian atau tempat terjadinya peristiwa yang sedang diteliti. Dengan pengetahuan yang dimiliki. dan bagaimana memperoleh jawaban sementara dari masalah yang akan diteliti. Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan pernyataan masalah penelitian sesuai dengan batasan masalah yang telah dibuat. Biasanya. Tidak ada perumusan masalah berarti tidak ada penelitian. habit formation. 2. Lightbown dan Spada (1993: 23) mengatakan: According to behaviorists. Berdasarkan penjelasan tersebut akan tampak secara jelas alasan kuat kenapa penelitian itu perlu dilaksanakan. problem solving. Batasan Masalah Batasan masalah atau fokus penelitian (dalam istilah penelitian kualitatif) berisikan penjelasan mengenai ruang lingkup penelitian. Mengenai hal itu. seperti bagaimana kesenjangan itu terjadi. seperti ilmu pengetahuan dan bahasa maupun non-verbal. Perumusan masalah merupakan pijakan dasar kenapa dan bagaimana penelitian itu dilaksanakan. terjadi melalui suatu proses yang sama. Teori belajar bahasa yang kedua adalah kognitivisme yang menolak pandangan teori belajar bahasa behaviorisme yang cenderung menempatkan individu sebagai seorang yang menerima segala masukan dari luar secara pasif. atau melakukan kemampuan kognitif lainnya untuk mengelola berbagai masukan guna mendapatkan pengetahuan dan informasi baru. yakni pembentukan kebiasaan. Pandangan seperti itu tidak saja berlaku pada pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. para siswa diminta untuk memberikan beberapa contoh secara lisan (stimulus). penjelasan ini disertai dengan kajian teoretis ringkas untuk memperkuat asumsi-asumsi yang muncul. dapat dipahami bahwa kedua bentuk pembelajaran. Leaners receive linguistic input from speakers in their environment. Language learning engages the same cognitve systems – perception. As a result. Berdasarkan kedua contoh di atas. seseorang dapat memahami. habits are formed. memory. information processing – as learning other types of knowledge. takes place through the same underlying process. Dimensi waktu berkaitan dengan pembatasan masa atau periode kapan penelitian dilakukan atau berhubungan dengan periodisasi suatu peristiwa. Penelitian perlu dibatasi agar jelas apa yang seharusnya diteliti sehingga menjadi lebih terfokus dan tidak melebar pada hal-hal yang tidak perlu diteliti. Penelitian dapat dibatasi oleh beberapa aspek. whether verbal or non-verbal. Sebaliknya. Oleh karena itu. baik verbal.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. 58 mengenai pola kalimat bahasa Inggris S + Modalitas + Verba. In a 91 . all learning. Adapun bidang kajian berhubungan dengan pemusatan masalah penelitian pada bidang-bidang yang lebih spesifik sesuai dengan keahlian peneliti. Tentu saja pada bagian ini perlu dijelaskan kesenjangan antara suatu kondisi yang diharapkan dan kondisi yang ditemui di lapangan. tetapi juga berlaku pada pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa kedua atau asing. Latar Belakang Latar belakang berisikan paparan alasan kenapa penelitian itu perlu dilakukan. dan pujian guru (penguatan) terhadap contoh kalimat yang benar (respons) menjadikan mereka menguasai dan terbiasa dengan pola kalimat tersebut. menerapkan. and positive reinforcement for their correct repititions and imitations. dan aspek bidang kajian.

4. on the other hand. Perumusan masalah dapat dinyatakan dalam kalimat berita yang disusun dalam paragraf yang koheren sehingga apa yang ingin dikaji tetap dengan mudah dapat ditangkap dan dipahami. Selanjutnya. sehingga apa yang seharusnya diteliti dapat dipahami. Oleh karena itu. yaitu teori belajar behaviorisme. Pada awal penelitian. sehingga mereka dapat merasakan bahwa sesuatu yang baru dipelajarinya mempunyai manfaat bagi diri mereka. bentuk hubungan antara stimulus dan repons ini dapat digunakan untuk pendalaman struktur bahasa Inggris. or reconstructed to accommodate what is new. bahan pelajaran yang akan diberikan kepada mahasiswa harus dipilih dan disusun berdasarkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa. sedangkan pertanyaan penelitian dalam penelitian kualitatif dapat berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan yang terjadi pada saat pengambilan data. kognitivisme. bukan berdasarkan struktur bahasa yang akan dipelajarinya. umpamanya. Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif biasanya disebut dengan pertanyaan penelitian. bahan-bahan tersebut dikemas dalam kegiatan pemebelajaran yang berorientasi pada kompetensi yang diinginkan dengan melihat teori-teori belajar bahasa. tetapi setelah data diperoleh masalah penelitian berubah menjadi Y. tujuan harus diselaraskan dan disesuaikan dengan perumusan masalah. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan hubungan antara satu variabel dan variabel lain. As new information is learned. Dengan kata lain. Selain itu. tujuan penelitian juga harus berkaitan dengan X. menjadikan anak tersebut terbiasa berpakian secara benar. tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk mengetahui dan membuktikan bentuk hubungan antara keduanya. Esensi utama dari teori belajar behaviorisme adalah hubungan antara stimulus dan respons. perumusan masalah dapat juga diungkapkan melalui beberapa kalimat tanya yang menggambarkan masalah-masalah yang akan dikaji. Hubungan antara stimulus dan respons inilah yang mendasari terjadinya seluruh bentuk pembelajaran baik verbal maupun nonverbal. the organization of existing information might have to be changed. Dengan kata lain. Tujuan harus dirumuskan dengan jelas dan spesifik supaya penelitian menjadi terfokus dan tidak kehilangan arah. 3. masalah yang dikaji adalah X. is relatable to what one already knows and thus can be easily integrated into one’s cognitive structure. Di dalam pembelajaran bahasa. Teori Belajar Bahasa Secara umum teori-teori belajar bahasa yang diadopsi dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran bahasa dapat dibedakan menjadi tiga. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan pengaruh atau efektifitas cara membaca tertentu terhadap apresiasi puisi. Seorang anak kecil. Pujian yang diberikan ibunya (penguatan) terhadap usaha anaknya yang telah mencoba berpakian secara mandiri (respons) atas perintah ibunya (stimulus). dan humanisme. Perumusan masalah dalam penelitian kuantitatif tidak berubah sejak awal hingga akhir penelitian. akan mengetahui bagaimana cara berpakaian yang benar setelah ia melakukannya berulang-ulang dan mendapatkan pujian dari ibunya. Umpamanya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra dapat terpenuhi bila para mahasiswa mampu mengasosiasikan dan merekonstruksi antara pengetahuan yang baru dengan yang lama. setelah diberikan penjelasan yang cukup 90 perumusan masalah harus dinyatakan sejelas mungkin. umpamanya. … Meaningful learning. Tujuan Tujuan penelitian merupakan sasaran atau target yang ingin dicapai peneliti di dalam penelitian yang dilakukannya. tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk membuktikan pengaruh atau efektifitas cara tersebut. bila problem dalam perumusan masalah berkenaan dengan X. 59 .

misalnya *my baby is funny. Adapun kebermaknaan kegiatan pembelajaran mengacu pada relevansi kegiatan pembelajaran dengan tujuan yang ingin dicapai (Huda. a. manfaat penelitian dapat dibedakan manjadi manfaat teoretis dan praktis. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian merupakan seperangkat prinsipprinsip yang mendasari bagaimana penelitian itu dilakukan. Kajian Teoretis Kajian teoretis berisikan paparan mengenai teori-teori yang relevan dengan perumusan masalah atau pertanyaan penelitian. Penentuan jenis dan bentuk penelitian tergantung juga pada perumusan masalah dan tujuian penelitian. Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. Pendekatan Kebermaknaan Pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran bahasa merupakan pendekatan yang berorientasi pada kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran. sedangkan pada penelitian kualitatif. tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan. Umumnya. hipotesis. Jika dalam penelitian terdapat tiga problem yang harus dikaji. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan gambaran mengenai jenis dan bentuk penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. 6. Maknalah yang menentukan bentuk bahasa. maka kajian teoretis paling tidak harus membahas ketiga problem tersebut. 2. tetapi tidak terjadi. 1999: 93). tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. kebermaknaan dalam belajar bahasa itu 89 . Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). misalnya *The king of America visited Indonesia last year. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5. Bagian ini berisikan penjelasan mengenai metode penelitian. sedangkan manfaat praktis berkenaan dengan sumbangsih penelitian yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility). dan pengambilan data. Manfaat teoretis berhubungan dengan sumbangsih hasil penelitian terhadap pengembangan teori keilmuan yang terkait. Suatu kalimat dapat saja layak. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam perumusan hipotesis dan pengembangan isntrumen penelitian. maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak. dan benar secara gramatikal. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam pengembangan instrumen dan pijakan dalam pelaksanaan penelitian. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian berisikan paparan mengenai keuntungan-keuntungan apa yang dapat diberikan penelitian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan taraf kehidupan. Jadi. bukan bentuk bahasa yang menentukan makna. analisis data. Pada penelitian kuantitatif. makna atau pesan apa yang terkandung dalam bahasa merupakan bagian yang terpenting dalam berbahasa itu sendiri. 7. Kebermaknaan bahan pelajaran mengacu pada bahan pelajaran yang berupa unit-unit bahasa yang didasari oleh makna. Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. variabel. tepat. Menurut Hadely (1994: 56-7). Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. Jika penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara dua 60 misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car.

the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances (Munby. Analisis data kuantitatif berkenaan dengan penggunaan statistik-statistik tertentu untuk pengujian hipotesis yang telah ditentukan. c. uji-F. yakni analisis data kuantitatif dan kualitatif. Jadi. metode penelitian yang akan digunakan ditentukan oleh tujuan dan perumusan masalah penelitian. sebaliknya jika penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh atau efek suatu variabel terhadap variabel lainnya. dalam penelitian kualitatif seluruh kegiatan penelitian diarahkan pada penemuan teori atau hipotesis. dan lain-lain. Jawaban sementara yang 61 . dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. Dengan kata lain. uji-t. metode-metode yang sering digunakan antara lain adalah deskriptif. kegiatan penelitian ditujukan pada upaya pengujian atau pembuktian teori atau hipotesis. Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. This happens at the level of discourse and involves interalia. kemampuan komunikatif mencakup kemampuan-kemampuan lain. Dalam penelitian kuantitatif. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. hipotesis penelitian hanya terdapat pada penelitian kuantitatif. b. Analisis Data Analisis data berkaitan dengan cara bagaimana data yang terkumpul dianalisis untuk dijadikan landasan dalam penafsiran hasil penelitian. maka metode yang digunakan adalah eksperimen. Adapun analisis data kualitatif berkaitan dengan kajian secara kritis dan tajam terhadap data kualitatif yang ditinjau dari berbagai macam sudut pandang berlandaskan pendekatan atau teori-teori yang relevan. Adapun dalam penelitian kualitatif. dalam penelitian kuantitatif. Chisquare. 88 variabel atau lebih. seperti kemampuan retorik. kemampuan interpretatif. seperti statistik korelasi. It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. Mengenai hal ini. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). sebaliknya. Hymes (1979: 14) berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. Dalam pandangannya. selain kemampuan linguistik. historis. Hipotesis Penelitian Umumnya. Analisis data dapat dibedakan menjadi dua. sedangkan pada penelitian kualitatatif hipotesis penelitian terumuskan secara implisit pada pertanyaan penelitian yang berfungsi sebagai acuan kerja pelaksanaan penelitian. 1994: 4). Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik ada beberapa kemampuan atau faktor lain yang turut membangun kemampuan komunikatif seseorang. eksploratif atau naturalistik. 1978: 26). hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara mengenai problem yang telah ditetapkan dalam perumusan masalah. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors (Hadley. metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional.

Mahasiswa. dalam arti memiliki pengetahuan. variabel penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif. Secara umum. Masalah penelitian yang berbunyi “apakah ada hubungan antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris” melahirkan hipotesis penelitian sebagai berikut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra diturunkan dari kerangka teori bisa bersifat positif (hipotesis alternatif) atau negatif (hipotesis nol) yang dapat dirumuskan secara statistik dan verbal. sedangkan hipotesis alternatif berbunyi ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. Pengambilan Data Pengambilan data merupakan tahapan penelitian yang terpusatkan pada upaya-upaya pengambilan data yang dibutuhkan dalam penelitian. dan nilai-nilai dasar untuk melalukukan sesuatu (Suwito. Pengambilan data ini meliputi pengembangan instrumen dan cara pengambilan data. komptensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. Variabel penelitian lebih banyak ditemukan dalam penelitian kuantitatif daripada kualitatif. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. e. Instrumen penelitian berhubungan dengan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan. dalam hal ini. Hipotesis nol berbunyi tidak ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. pandangan lain juga mengisyaratkan 87 . Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan salah satu ciri yang harus dipenuhi oleh penelitian kuantitatif. Ellis (1994: 13) mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi bahasa yang ingin disampaikan. Variabel penelitian yang diturunkan dari hipotetsis. 62 kebiasaan berpikir dan bertindak. d. seperti kemampuan apresiasi puisi kontemporer mahasiswa. That is. Kemampuan apresiasi puisi kontemporer yang berbeda antara seorang mahasiswa dengan mahasaiswa lainnya itulah yang dinamakan dengan variabel. Huda (1999: 93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. keterampilan. 2003). dapat dikatakan sebagai ciri-ciri yang bersifat variatif yang dimiliki responden yang biasanya menjadi fokus dalam penelitian. Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. yakni variabel bebas dan terikat. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. Variabel bebas berarti variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. atau terjadinya perubahan dalam variabel terikat banyak ditentukan oleh variabel bebas. Berkaitan dengan Program Studi Bahasa Inggris.

5. systematic. F. E. yakni pengertian kompetensi berbahasa. cluster. kecepatan lari. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan sampel. seperti random.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. Khusus untuk penelitian kualitatif. seperti sikap atau pandangan mengenai suatu masalah. yakni tes dan nontes. 63 . Secara singkat dapat dikatakan bahwa kurikulum itu menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai mahasiswa bila telah menyelesaikan studinya. dan bagaimana situasinya. sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan dan penyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di perguruan tinggi agama Islam negeri dan swasta di Indonesia. pendekatan kebermaknaan. terdapat tiga hal yang perlu dibahas. dan keragaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan. dan teori belajar bahasa. merumuskan peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. Populasi berarti keseluruhan entitas yang mencakup siapa atau apa saja kepadanya hasil penelitian itu digeneralisasikan. Unit analisis merupakan keseluruhan entitas dengan seluruh unsur terkaitnya yang menjadi fokus kajian dalam penelitian. 1. keterampilan. IQ. tetapi lebih populer dalam penelitian kualitatif. Instrumen yang berbentuk tes digunakan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik responden. Selain pengembangan instrumen. Unit Analisis Unit analisis ini tidak muncul pada penelitian kuantitatif. Secara khusus penelitian ini dapat dijadikan. Populasi dan Sampel Populasi dan sampel berkaitan dengan entitas atau orang yang terlibat dalam penelitian. f. hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara bagaimana data diambil dengan instrumen yang telah dibuat. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menjadi khazanah keilmuan dalam bidang pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. Kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan. dan mengembangkan prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. atau snowball sampling. sehingga dapat memperkaya pola-pola pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada umunya. Dengan kata lain peneliti sendirilah yang lebih tahu terhadap data yang akan diambil. seperti kemampuan membaca. purposive. atau daya tahan tubuh. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam 86 Instrumen penelitian terdiri dari dua jenis. Kajian Teoretis Pada bagian ini. Pada bagian ini perlu dijelaskan secara prosedural bagaimana data diambil. sedangkan sampel merupakan sebagian anggota populasi yang menjadi subjek penelitian atau yang terlibat dalam penelitian. oleh semua pihak terkait. 6. siapa saja yang terlibat di dalamnya. merumuskan peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. g. diri peneliti sendiri relatif lebih banyak berfungsi sebagai instrumen penelitian mengingat keterlibatan peneliti secara langsung dalam pengambilan data menjadikan informasi yang diterima lebih bermankna. Kompetensi Berbahasa Secara umum. sedangkan instrumen yang berbentuk nontes digunakan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kemampuan afektif responden.

mengembangkan silabus matakuliah bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. Jadual Kegiatan Penelitian BULAN KEGIATAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan peneltian yang lebih spesifik. 3. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? D. mengembangkan kegiatan belajar bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. maka unit analisnya adalah Sutan Takdir Ali Syahbana itu sendiri. Berkenaan dengan waktu penyelenggaraannya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Unit analisis ini bisa berupa personal baik individual maupun kolektif. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi? 3. 64 85 . Jika penelitian berkaitan dengan kesalahan gramatikal yang dibuat mahasiswa dalam penulisan skripsi bahasa Inggris. tujuan umum yang ingin dicapai adalah pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN. sedangkan dimensi tempat menunjukkan lokasi tempat penelitian itu dilaksanakan. nonpersonal. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 6. kegiatan penelitian dapat direncanakan secara bertahap. Waktu dan Tempat Waktu dan tempat berkaitan dengan dimensi waktu dan tempat penelitian diselenggarakan. Bagaimanakah peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 4. atau institusional. 8. Namun. 2. NO 1 2 3 4 5 Tabel 4. Dimensi waktu menunjukkan masa kapan penelitian itu dilasanakan dan periodisasinya. penelitian ini bertujuan untuk: 1. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 5. yakni: 1. Tujuan Penelitian Sesuai dengan pertanyaan penelitian tersebut. dan seminar. merumuskan peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. pengolahan data. maka unit analisisnya adalah lembaga pendidikan itu secara keseluruhan. penulisan laporan. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? 2. apabila masalah penelitian berhubungan dengan bagaimana suatu lembaga pendidikan menyelenggarakan kegiatan pendidikan. pengumpulan data. yang meliputi persiapan. analisis. yang masing-masing dapat memuat beberapa kegiatan yang lebih rinci. Jika pertanyaan penelitian berbunyi “bagaimanakah peran Sutan Takdir Ali Syahbana dalam pembangunan sastra Indonesia setelah kemerdekaan Republik indonesia”. Secara khusus. maka unit analisisnya adalah seluruh skripsi mahasiswa yang ditetapkan subjek dalam penelitian.

Adapun teori belajar Humanisme memandang bahwa pembelajaran itu merupakan suatu proses alamiah dimana seseorang dengan sifat-sifatnya. 2003: 1). dan intelektual (Anonymous/rogers. akomodasi dan konsumsi. bahan-bahan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra tidak banyak tergantung pada stimulus dari luar. C. Fokus Penelitian Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. tetapi lebih banyak melibatkan akal pikiran dan inisiatif seseorang itu sendiri. B. 2003: 1). memiliki keterlibatan yang aktif di dalam penentuan proses kehidupan yang dilaluinya. Dengan kata lain. Pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam diri seseorang. 10. dalam hal ini perkembangan kognitifnya. Biaya Biaya juga merupakan kompenen perencanaan penelitian yang harus dipertimbangkan secara masak agar penelitian dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan yang diinginkan. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. dan biaya takterduga lainnya. Kelengkapan referensi ini akan menunjang kelayakan penelitian untuk dilaksanakan. Bahanbahan referensi tersebut diambil dari berbagai sumber dan publikasi terkini. baik sebagai mahluk individual maupun sosial. Akal pikiran. merupakan pijakan utama di dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran (Anonymous/gagne. 65 . tetapi juga oleh faktor–faktor dari luar yang berasal dari masyarakat. Penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya peneemuan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar bagi PTAIN dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan. transportasi. alat tulis dan kantor. Komponen pembiayaan yang harus diperhatikan mencakup honor/upah. maka pertanyaan penelitian yang utama adalah “Bagaimanakah model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dikembangkan di PTAIN?”. Oleh karena itu. Pembelajaran akan menjadi lebih bermakna bila sesuai dengan minat dan keinginan seseorang yang banyak dipengaruhi oleh kehidupan sosialnya. alat-alat. pembelajar harus diperlakukan sebagai mahkluk yang utuh secara fisik. Selanjutnya pertanyaan tersebut 84 9. Pertanyaan Penelitian Sesuai dengan fokus penelitian di atas. Daftar Kepustakaan Daftar kepustakaan memuat seluruh bahan-bahan referensi yang digunakan dalam penyusunan proposal. mental.

perlu ditemukan solusi yang tepat. DAN KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS SISWA SMAN DI JAKARTA TIM perkuliahan yang efektif dan efisien yang berbasis pada kompetensi yang diharapkan dikuasi mahasiswa. Model pembelajara ini menggunakan pendekatan kebermaknaan (Meaningfulness Approach) yang mengedepankan aspek kebermaknaan bahan pelajaran dan kebermaknaan kegiatan pembelajaran (Huda.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 8 PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KORELASI HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI. 1999: 142-3). Teori belajar Behaviorisme memandang bahwa pembelajaran merupakan perubahan pada prilaku seseorang yang tampak sebagai akibat dari pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan. yakni Kognitivisme. bukan pada diri seseorang itu sendiri (Anonymous/Skinner. Selain itu model pembelajaran berbasis kompetensi ini juga harus didasarkan oleh tiga teori belajar bahasa. Untuk mengeliminir kekeliruan implementattif itu. Bahan pelajaran dipilih dan digradsi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang disampaikan melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna yang tidak hanya mengandalkan aspek hafalan saja. Salah satunya adalah Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi. Dosen masih dihadapkan pada usaha-usaha pencarian bentuk atau model pembelajaran yang dapat mengakomodasi nilai-nilai dan harapan yang terdapat pada kurikulum tersebut. Teori belajar Kognitivisme menekankan keterlibatan aktif akal pikiran dalam kegiatan pembelajaran. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau perkuliahan masih menimbulkan banyak persepsi dan penafsiran. Behaviorisme. sehingga belum dapat dihasilkan suatu standar yang dapat dijadikan acuan penilaian keberhasilan program studi khususnya dalam penyelenggaraan pembelajaran dan perkuliahan bagi mahasiswa. dan Humanisme. Terjadinya pembelajaran disini lebih banyak tergantung pada pihak luar yakni lingkungan sekitar. Berbeda dengan teori belajar Behaviorisme. PEMAHAMAN SILANG BUDAYA. 2003: 1). Terjadinya pembelajaran di sini 83 66 .

2003: 6). mahasiswa diharapkan memiliki nilai komparatif dan kompetitis yang tinggi pada era globalisasi dewasa ini. harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar sebagai tuntutan yang harus dipenuhi dalam bidang keahliannya. No. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. kebudayaan. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. media elektronik seperti televisi. wacana. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. Kompetensi dapat diartikan sebagai tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK mendiknas. pendidikan. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dalam dunia ilmu. Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi di perguruan tinggi melalui SK Mendiknas No. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk 67 . Program Studi Bahasa Inggris harus dapat mengimplementasikan Kurikukulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau 82 A. 045/2002 merupakan awal perubahan arah kebjikan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. 045/2002). 2003). majalah. politik. Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi inilah kegiatan pembelajaran dan perkuliahan diarahkan pada hasil atau kemampuan apa yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahannya. radio. 1979: 14). umpamanya. politik. Dalam kehidupan sehari-hari. umpamanya. baik melalui media cetak. Meskipun demikian. Mahasiswa cenderung menggunakan waktu sebagai ukuran keberhasilan bukan kompetensi. internet. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa itu. dan hubungan antarnegara. sosiolinguistik. perdagangan. dan strategis (Hymes. Mahasiswa yang mampu mengumpulkan lebih banyak angka kredit dalam waktu yang relatif lebih singkat dianggap sebagai mahasiswa yang berhasil (Azra. seperti koran. Jadi. teknologi. Berbekal kemampuan atau kompetensi yang dimiliki.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa semester di perguruan tinggi. Memperhatikan peranan tersebut. mahasiswa yang mengambil Program Studi Bahasa Inggris. Sebagai bahasa asing. jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. baik secara bilateral maupun multilateral. Pengumpulan angka kredit dan durasi waktu belajar yang menjadi ukuran standar keberhasilan mahasiswa merupakan dampak dari kurikulum yang berlaku selama ini. para lulusan perguruan tinggi masih belum dapat menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris lisan dan tulisan secara baik. Latar Belakang Masalah Pada era global ini. bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di SMA adalah pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis (Diknas. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh kemampuan-kemampuan atau kompetensi tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan. yaitu kemampuan linguistik.

Selain itu. umpamanya. pendidikan. I am not” dan sebagainya. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”. Dalam kehidupan sehari-hari. politik. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris. baik melalui media cetak. 1994: 182). seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa ini. 1981: 126). Sebagai bahasa asing. dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no. untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman. karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni. Tidak dapat dipungkiri. sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. meskipun sudah belajar bahasa ini selama beberapa tahun di sekolah menengah atas dan 81 . Pada satu pihak. kebijakan itu relatif menghambat perkembangan pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. Sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas (Brown. Kebijakan itu tertuang dalam surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dan merebak luas dalam dunia ilmu. Latar Belakang Pada era global ini. sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. Sejauh ini. di Indonesia bahasa tersebut merupakan bahasa asing pertama dari beberapa bahasa asing lainnya yang dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. di pihak lain. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa itu. seperti koran. kebudayaan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi. dan bahkan gagalnya komunikasi.096/1967 tanggal 12 Desember 1967 yang menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang pertama di Indonesia (Kartono. majalah. internet. Selain itu. seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar (Back. baik secara bilateral maupun multilateral. Memperhatikan peranan tersebut. 68 A. bahasa Inggris tidak digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. teknologi. sebagian besar siswa SMAN di Jakarta belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang benar. dan hubungan antarnegara. perdagangan. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. kebijakan ini memperkokoh kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dan nasional yang harus digunakan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat secara luas. 1990: 291). radio. media elektronik seperti televisi. politik. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun.

dan situasi belajar. C. terlihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. motivasi berprestasi. Perumusan Masalah Sesuai dengan batasan masalah di atas. B. Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris berkaitan erat dengan beberapa faktor seperti pemahaman silang budaya. Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 9 PROPOSAL PENELITIAN EKPLORATIF Berdasarkan penjelasan di atas. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Supaya lebih terfokus penelitian ini hanya dibatasi pada upaya pencarian bukti-bukti empiris berkenaan dengan hubungan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta. penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. beberapa masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 69 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMPETENSI DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI TIM PENELITI 80 . Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 2. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.

Language Learning and Teaching. 3. Munby . 70 Ellis. pemahaman silang budaya.” Politik Bahasa Nasional 2. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? D. pemahaman silang budaya. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi. Jakarta: PN Balai Pustaka. E. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Amran Halim. pemahaman silang budaya. Rod. Brumfit and K. Secara bersama-sama. Teaching Language in Context. 1978 79 . ed. pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta.” The Communicative Approach to Language Teaching. J.John. The Study of Second Language Acquisition. besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Oxford: OUP.H.. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. Boston: Heile Publisher. Manfaat Penelitian Secara teoretis. “On Communicative Competence. Nuril Huda. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 4. 1993 Hymes. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 4. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. eds. 1979. hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. C. 1994 Hadley. Malang: IKIP M Publisher. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP. penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti-bukti empiris tentang: 1. Oxford: OUP. Johnson. 1999. Kartono. Sacara khusus. D.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3.O. A. 1981. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. 2.

David A. Kemampuan Komunikatif Pelajaran Bahasa Inggris di SMA bertujuan agar siswa dapat menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. Brown. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. dan yang menjadi sampelnya adalah 250 orang siswa kelas II yang diambil secara acak dari beberapa SMAN di lima wilayah Jakarta. Hadley (1993: 4) mengatakan “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly 71 I. dan c) analisis data dan pelaporan. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SMAN di Jakarta. Prentice Hall. dalam hal ini.C. Kajian Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. Huda (1999:93) mengatakan kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sesuai dengan situasi yang sebenarnya. tetapi juga harus dapat menggunakan bentukbentuk bahasa tersebut untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan. H. Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian. 2002. b) pencarian data. sejak Januari hingga Juli 2004 di beberapa SMAN di DKI Jakarta. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMA. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL V V V V V V V V Ditinjau dari segi sosial. motivasi berprestasi. R. Mengenai hal ini. Selain itu.(Tiga puluh juta rupiah). tidak hanya dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal saja. H. 1968. New York: Holt. 1994. Educational Psychology: A cognitive view. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Diknas. Rincian biaya dapat tidak diberikan. yakni kemampuan komunikatif. di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk SMA. pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tujuh bulan. New Jersey. 30. Siswa. Daftar Pustaka Sementara Ausubel. 1990. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya. 1. F. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di SMA dalam pengembangan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa.000. terdapat tiga hal yang perlu dikaji secara teoretis. Back. Douglas Principles of Language Learning and Teaching. Motivation: Theories and Principles.000. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp.. J. 78 . Rinehart & Winston.

Secara spesifik. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. dan menyebarkan angket motivasi berprestasi pada sekolah-sekolah yang menjadi teampat penelitian selama tiga hari. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. 2. kemampuan linguistik saja tidak dapat membangun kemampuan komunikatif kecuali bila ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi. Pengambilan Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra communicative setting. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. pemahaman silang budaya. 77 . Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Menengah Atas. Artinya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. 5. dan 4) kemampuan untuk mengidentifikasi apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak. 4. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dan aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra (Diknas. 2003: 6). kemampuan interpretatif. kemampuan komunikatif bahasa Inggris. aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. 2) kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Peneliti menyelenggarakan tes pemahaman silang budaya. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. Menambahkan pandangan tersebut. pernyataan tersebut menuntut SMA dan 72 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors”. yaitu angket dan tes. baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. Munby (1978: 26) menjelaskan kemampuan lain yang harus dikuasai seseorang meliputi kemampuan retorik. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa SMAN di Jakarta (X1). Secara jelas. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks budaya yang melatarbelakanginya. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. yakni keterampilan berbahasa. 2) pemahaman silang budaya siswa SMAN di Jakarta (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta (Y). unsur-unsur kebahasaan. Hymes (1979: 14) menjelaskan empat komponen kemampuan komunikatif: 1) kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal dan tidak gramatikal. 3) kemampuan untuk menghasilkan bentukbentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya. Penguasaan kemampuan komunikatif tidak hanya menuntut kemampuan linguistik saja.

konotasi. Murdock (1961) menyebutkan beberapa ciri universal dari budaya. dapat juga dikatakan pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk memahami pola berbahasa dan berprilaku masyarakat lainnya. penelitian ini menggunakan statistik korelasi dan regresi ganda untuk menganalisis data numerik yang berkaitan dengan ketiga variabel penelitian. 3. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. dan berhubungan dengan orang lain dalam kelompok masyarakat tertentu. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. antara lain bahwa budaya merupakan hasil akal pikiran manusia. 1993: 368-71). think. analisis data. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. pemahaman silang budaya. seperti metode. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Mempertegas pengertian itu. 2. yakni konvensi. Thomas (1983: 89) mengatakan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. feel. dan komprehensi (Hadley. merasakan. budaya dapat juga dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan yang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Culture is the context within which we exist. pengambilan data. dapat dikatakan bahwa pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya bertindak dan berbahasa ibu dengan bahasa asing yang sedang dipelajari. “Culture is a way of life. It is the glue that binds a group of people together” (Brown. dan dialihkan kepada generasi berikutnya. Berdasarkan pengertian budaya di atas. dipelajari oleh seluruh anggota masyarakat. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar. dan hipotesis. Dalam hal ini. Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. berfikir. Budaya dapat diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakatnya. 73 . Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. Melengkapi pengertian budaya tersebut. 1. b) Hipotesis alternatif: 76 guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran tentang aspek budaya sebagai satu kesatuan dengan bahasa sasaran yang harus diterima siswa. and relate to others. Di samping itu. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. memudahkan manusia dan lingkungannya berinteraksi. 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra G. 1994: 164). pemahaman silang budaya. kondisioning.

dalam hal ini. sedangkan pemahaman silang budaya menentukan keberhasilan komunikasi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai medianya. 74 motivasi integratif. 1993: 132). yakni kebutuhan untuk: 1)menemukan sesuatu yang baru. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. Secara lebih rinci. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. Secara umum. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. 1990: 291). dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. 4) didorong oleh pihak lain. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin (Back. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. 4. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. or in more technical terms. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. Dalam pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. Secara lebih mendalam. 5) memperoleh pengetahuan. and the degree of effort they will exert in that respect” (Brown. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. Pemahaman silang budaya ini lebih banyak menentukan keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. pemahaman silang budaya. Kerangka Berfikir Sesuai dengan tinjauan pustaka tersebut. tinggi rendahnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak ditentukan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. seperti lapar dan rasa sakit. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. Ausubel (1968: 368-9) menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. motivasi instrumental. Di antara jenisjenis motivasi tersebut. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. Berdasarkan sumbernya. emotions or disire that moves one to a particular action. dan motivasi berprestasi. 2) membiasakan diri. Motivasi. Artinya. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. 3) melakukan pekerjaan. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. impulse. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. sedangkan berdasarkan tujuannya. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. 75 . Motivasi berprestasi membimbing siswa untuk terus-menerus berusaha memecahkan bergam kesulitan belajar bahasa Inggris. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful