Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

1

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa dan Sastra Perpusatakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) Farkhan, Muhammad Cet. Ke-1. Jakarta; Cella, 2007 vi, 124 hlmn; 15 X 21 cm ISBN: 978-979-16152-0-4

___________________________________ PROPOSAL PENELITIAN BAHASA & SASTRA Muhammad Farkhan Hak Cipta dilindungi Undang-Undang All Rights reserved Cetakan I, April 2007 Diterbitkan oleh Cella, Jakarta Jl. Pinang No. 26 Pondok Labu Jakarta Selatan Desain Cover: Afif Bahraen Setting & layout: Avisiena M. ISBN: 978-979-16152-0-4 Isi di luar tanggungjawab Percetakan C.V. Fasco Jaya Jakarta

2

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ___________________________________

3

Ucapan 4 145 . proposal penelitian menjelaskan latar belakang penelitian. Proposal sebagai rencana penelitian harus disusun secara komprehensif sehingga jelas apa dan bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. batasan masalah atau fokus penelitian. perumusan masalah. Meskipun demikian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra KATA PENGANTAR Melakukan penelitian untuk kepentingan penulisan skripsi. dan disertasi sebagai tugas akhir untuk mendapatkan gelar kesarjanaan merupakan pekerjaan yang sangat berat bagi seluruh mahasiswa. Selain unsur-unsur penting penelitian. pelaksanaan. dan pelaporan hasil penelitian. kajian teoretis. khususnya dalam penyusunan proposal. Berkenaan dengan perencanaan penelitian. proposal harus memuat unsur-unsur esensial penelitian. Oleh karena itu. buku ini juga memuat beberpa contoh proposal yang berkaitan dengan bahasa dan sastra. Hal ini disebabkan antara lain oleh rangkaian pekerjaan yang harus dituntaskan sejak perencanaan. dan metodologi penelitian. penyusunan proposal menjadi sangat penting dan harus ditulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Umumnya. tesis. Kesalahan dalam penyusunan proposal berakibat pada kekeliruan dalam penyelenggaraan penelitian. sehingga tidak jarang mereka merasa enggan dan tidak berhasrat untuk mengerjakan atau bahkan memulainya. Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan peneliti pemula untuk membekali diri dengan berbagai hal prinsipal sebelum penelitian dilakukan. manfaat penelitian. buku ini dapat digunakan semua pihak dalam bidang-bidang yang berbeda. Dalam kesempatan ini pula penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu penyelesaian buku ini.

Martinis. Singapore: Colset Private Limited. terima kasih terutama disampaikan kepada Dr. Akhirnya. Tarigan H. Readability. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta: Gaung Persada Press. King. yang telah memberikan ide-idenya dalam penulisan proposal sastra. dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang banyak memberikan dorongan kepada penulis untuk menyelesaikan buku ini. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. penulis juga berharap kritik dan saran konstruktif dari berbagai pihak untuk perbaikan buku ini pada masa akan datang. 1998. H. Memahami Cerita Rekaan. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. 1987. ucapan terima kasih juga ditujukan kepada rekan-rekan dosen di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Tomlinson. Jenny. Thomas. Inc.G. Twentieth Century British Poetry. Jakarta.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Smith. Di samping itu. 2003. Panuti. Brian Materials Development in Language Teaching. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Abd. Judith M. and Wayne A. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua.Hum. 3. Bandung: Angkasa. Suwito. terutama Ibu Inayatul Chusna. 1986. 1983. 1991. Chair. Yamin. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Michigan: Ulrih’s Books. April 2007 Penulis 144 5 . M. Jakarta: Pustaka Jaya. dan Djago Tarigan. John.– Sudjiman. Cambridge: Cambridge University Press. Williams.

Mu lyasa. 1984. 30 C. 1991. 22 A. 1986. 18 A. Rinehart and Winston. KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS. 22 B. Laurie G. Rogers. Munby. INSTRUMEN PENELITIAN.. Florida: Holt. Lightbown. Pengertian. i Daftar Isi. Cambridge: CUP. POPULASI DAN SAMPEL. CN: HRAF Press. 2 2. 1987. Teaching Reading in High School.John. Stephen R. Reacting. Oxford: Clarendon Press. 9 B. New Haven. The Short Oxford History of English Literature. 10 C. Andrew. 20 4. ed. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP. Oxford: OUP. Pat. Pengembangan Instrumen Nontes. British Writers Vol. 1978 Murdock. New York: Harper & Row Publisher. Penemuan Masalah. 1978. 18 B. London: Heinemann Educational Books. kansep karakteristik. dan Mandell. Ciri-ciri perumusah Masalah yang Baik. Ian Scott. Sanders. 1984. MASALAH. How Languages are learned. Batsford Ltd. 1991 Nuttal. Hipotesis. Patsy M. Writing. Moore. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 28 A. Kata Pengantar. Pengertian. 2003. 1998. 1994. 12 D.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR ISI Kilvert. Pengertian. John Communicative Syllabus Design. Pengembangan Instrumen Tes. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Kajian Kepustakaan. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. PENELITIAN.T. 33 Lucas. Oxford: Oxford University Press. 1 A. 23 5. Perumusan Masalah. New York: Charles Scribner’s Sons. The Oxford Illustrated History of English Literature. 9 A. 1987. Nunan. ii 1. 6 143 . Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. 15 3. David Language Teaching Methodology. London: Prentice Hall International Ltd.. dan Nina Spada. Kriszner. 1 B. John. dan implementasi. Robert Karlin. E. Sampling. 28 B. Frank W. Pengertian. Literature Reading. 1-8. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language. 1993. Jenis-jenis Penelitian. Inc. Munby .

1994. Susan Teaching English in the Primary Classroom. Course Design.canterbury. Analisis Kuantitatif. Harmer. ANALISIS DATA. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. Pengertian. PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF. Cambridge: Cambridge University Press. Hamalik. 41 C. “On Communicative Competence. Brumfit dan K. Jeremy The Practice of English Language Teaching. Dasar-Dasar Perkembangannya. Jakarta: PN Balai Pustaka.” Politik Bahasa Nasional 2. 1986. 1979. 1991. nz/courseinfo/AcademicWriting/Flesch. Oemar Pengembangan Kurikulum. H. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. 39 B. Hadely. PROPOSAL. Rod The Study of Second Language Acquisition. Oxford: OUP. 6. htm). Johnson.mang. Amran Halim. Dubin. 2002. 1987. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. 103 DAFTAR KEPUSTAKAAN. 2003. Kartono. Analisis Kualitatif. Flesch. Harmer. Alice Ommagio.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Diknas. PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL. D. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Bandung: Mandar Maju.” The Communicative Approach to Language Teaching. Grant.Rudolf How to Write Plain English http://www. Nevile Making the Most of Your Textbook . Fraida dan Elite Olshtain. C. Helliwell. 1987. 54 9. 46 B. London: Longman. London: Longman Group. Dominic. PROPOSAL PENELITIAN SASTRA. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. Hibberd. Jenis-jenis Data. ed. PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI. 46 8. Teaching Language in Context. 42 7. ac. Huda. 83 11. eds. Boston: Heinle and Heinle Publisher. 1999. 1981. 39 A. Malang: IKIP Malang Publisher. J. Ellis. 1994. Unsur-unsur Proposal. 1992. London and New York: Longman. Oxford: OUP. Hymes. 121 142 7 . 67 10. 46 A. 1990.

Katakanlah.M. Anonim. Azra. Kurikulum dan Hasil Belajar.html. New York: Holt. Conditions of Learning.edu/tip/gagne. A. tetapi penelitian merupakan hal yang sudah kita kenal dan lakukan meskipun dalam bentuk yang berbeda dengan pengertian yang sebenarnya. dan bahkan suatu kebenaran. R. Jakarta: Pusat Kurikulum. Prentice Hall. maka cara yang dilakukannya adalah penelitian. atau membaca peta kota Jakarta. coba-coba. David A. Oxford: Pergamon Press Ltd. Anonymous.. seperti menghubungi dan bertanya pada pusat informasi. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah. Douglas. 1994. 1990. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset. 1985. Educational Psychology: A cognitive view. H. kurang memenuhi prinsip-prinsip dan kaedah penelitian yang sebenarnya. http://www. bila seseorang ingin mengetahui bagaimana pengaruh media elektronik terhadap pola berbahasa Indonesia penduduk Jakarta. Sebaliknya. 2003. dan cara yang kompleks adalah penelitian. Bila seseorang belum mengetahui di mana lokasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berada. H.C. Ausubel. Brown. atau efektifitas penggunaan gambar dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak TK. Dkk. Pengertian Untuk memperoleh berbagai informasi.gwu.gwu. seseorang dapat menggunakan banyak cara dari yang paling sederhana sampai dengan cara yang paling kompleks. New Jersey. http://www. Rinehart & Winston. 1968. tanggal 1 Maret 2003. tanggal 1 Maret 2003. Penelitian bukan merupakan hal baru dan asing di telinga kita. 1998.edu/-tip/ rogers. Anonymous. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. perenungan. mendengarkan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR KEPUSTAKAAN 1 PENELITIAN Ahmad. Brumfit.. Back.gwu. Bandung: Pustaka Setia. Motivation: Theories and Principles.. html. Principles of Language Learning and Teaching. Anonymous. Operant Conditioning. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. Balitbang Depdiknas.. http://www.edu/tip/skinner. Azyumardi. tanggal 1 Maret 2003. Makalah yang disampaikan pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. ada beberapa cara yang dapat digunakannya. html. bertanya. mengapa? Karena permasalahan tersebut memiliki kompleksitas yang sangat 8 141 . Cara-cara sederhana meliputi membaca. Experiential Learning. Kurikulum Berbasis Kampetensi.

Jenis-Jenis Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa sudut pandang yang berbeda. bidang kajian. Dari ilustrasi di atas. seperti penelitian eksperimental dan korelasional. Tentu saja. Sebaliknya. dalam klasifikasi tersebut dapat terjadi suatu jenis penelitian dapat menjadi bagian dari kelompok penelitian lain. New York: Charles Scribner’s Sons. Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. metode. sedangkan prosedural berarti berarti berarti bahwa seluruh rangkaian kegiatan penelitian tersebut harus dilakukan secara bertahap. Dominic. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang mengandalkan data numerik sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji. Berdasarkan data yang penelitian dapat dibedakan menjadi dua. John.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kilvert. Lucas. Melalui pola interakasi antarunsur tersebut. 1986. bila dua orang peneliti melakukan kajian terhadap suatu masalah dengan responden dan metode yang sama tentu akan memperoleh hasil yang relatif sama. temuan penelitian memiliki objektivas yang lebih tinggi daripada cara-cara yang sederhana. B. dapat diketahui bahwa penelitian berbeda dengan cara-cara sederhana dalam beberapa hal yang menjadikannya lebih kompleks dan rumit. Twentieth Century British Poetry. perumusan hipotesis. sifat. John. dan cara-cara sederhana tidak mampu memberikan jawaban yang akurat dan berterima bagi semua pihak Banyak hal yang harus dilakukan seperti penentuan responden. Sistematis berarti bahwa rangkaian kegiatan penelitian itu terkait satu sama lain. tujuan. pengumpulan data. tempat. Williams. Singapore: Colset Private Limited. seperti data. 1-8. penelitian kualitatif merupakan 140 9 . 1987. tinggi. British Writers Vol. 1987. 1984. yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. dan subjek penelitian. Hibberd. dan atau menyelesaikan suatu masalah. pengembangan instrumen. Ian Scott. keberadaan satu unsur tergantung pada unsur lain. membuktikan teori atau asumsi-asumsi yang sudah ditemukan. Batsford Ltd. Jadi penelitian dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan yang tersusun secara sistematis dan prosedural untuk menemukan suatu kebenaran. dan analisis data.T. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. Artinya.

Literature Reading. kedua skor variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik korelasi dan regresi sederhana untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan. Sudjiman. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. Dalam tiap keluarga terdapat tokoh perempuan yang kehidupan domestiknya erat dengan makanan. 139 . Yang kedua juga termasuk penelitian kuantitaif karena data yang dibutuhkan untuk melihat efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer adalah skor mahasiswa yang diperoleh melalui tes pemahaman puisi. Andrew. Dalam novel tersebut terdapat dua bagian yang masing-masing menceritakan tentang keluarga India dan keluarga Amerika. 1987. The Short Oxford History of English Literature. Rogers. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN Feb Mar Apr Mei Juni V V V V V I. Jakarta: Pustaka Jaya. dan Mandell. 1991. Selanjutnya skor tersebut dianalisis dengan statistik uji-t atau chi-square untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan. Daftar Kepustakaan Kriszner. 1991. seperti analisis isi. 1994.000. analisis wacana. Memahami Cerita Rekaan. Florida: Holt.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra penelitian yang mengandalkan data verbal dan nonnumerik lainnya sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji. Contoh penelitian kuantitatif: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) Yang pertama termasuk dalam penelitian kuantitatif karena data kedua variabelnya: pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris berupa skor yang diperoleh melalui alat ukur tes tertulis. Stephen R. Rincian biaya dapat tidak diberikan.000. 15. dan penelitian naturalistik.. Sanders. Pat. Writing. Contoh penelitian kualitatif: “Perbandingan antara pengembangan plot pada novel-novel romantis dan patriotisme pada masa perang dunia I di Inggris” (Analisis isi) “Prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah” (Naturalistik) Yang pertama termasuk dalam penelitian kualitatif karena data mengenai pengembangan plot merupakan data verbal yang diperoleh melalui diri peneliti sebagai instrumen penelitian 10 oleh Vintage London. Inc. Oxford: Oxford University Press. H.(Lima belas juta rupiah). Reacting.. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. Laurie G. J. Panuti. Rinehart and Winston. The Oxford Illustrated History of English Literature. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama lima bulan dari Februari sampai dengan Juni 2005. Oxford: Clarendon Press. Selanjutnya.

pada penelitian yang kedua data verbal yang berkaitan dengan pola prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah. makanan dengan kekuasaan. penelitian eksperimen lebih mengarah pada kajian yang berupaya untuk menjelaskan sesuatu bila hal-hal lain dikontrol. 2002: 301302). yang didukung dengan informasi-informasi yang berasal dari dokumen yang ada. diperoleh melalui diri peneliti sendiri dengan melakukan pengamatan berperanserta. Berdasarkan tujuan ingin yang dicapai. eksploratif. atau kebijakan yang sedang berjalan. Contoh-contoh penelitian: “Tinjauan historis terhadap kematian bahasa-bahasa suku pedalaman di Papua” (Historis) 11 . 4. dan evaluatif. Berbeda dengan yang pertama. wawancara mendalam. 3. seperti menandai. Penelitian historis merupakan penelitian yang bertujuan untuk menguak seluruh rangkain peristiwa masa lampau untuk penyelesaian masalah sekarang. Makna-makna dari representasi makanan dalam novel yang menjadi sumber data akan dianalisis dengan cara mengelompokkan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan makanan ke dalam beberapa tema yang berhubungan dengan identitas seperti makanan dengan tradisi. penelitian evaluatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu peristiwa.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra data-data di mana dengan penghayatan yang dalam akan tercapai suatu pemahaman yang baik (Muhadjir. Terakhir. Langkah pertama dari penelitian ini adalah menganalisis fungsi-fungsi makanan dalam novel tersebut dalam kaitannya dengan identitas karakter-karakter perempuan. 2. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya. jika suatu penelitian berusaha untuk menjajaki dan menggali hal-hal yang belum pernah diketahui dan bahkan sama sekali tidak diketahui. mengelompokkan. Analisis Data Data yang terkumpul dikaji berdasarkan analisis wacana Michel Foucault akan untuk mencari makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam teks narasi yang diteliti. Jika suatu penelitian hanya berusaha untuk untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena alam yang terjadi dan kaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. khususnya di Inggris. Unit analisis Unit analisis dlam penelitian ini adalah novel Fasting Feasting karya Anita Desai yang diterbitkan tahun 1999 138 dengan pembacaan kritis terhadap novel-novel romantis dan patriotisme yang muncul pada masa perang dunia I. Berbeda dengan eksploratif. seperti penelitian historis. eksperimental. Sebaliknya. maka penelitian tersebut disebut dengan penelitian eksploratif. terdapat beberapa jenis penelitian yang dapat digunakan untuk memperoleh suatu kebenaran. makanan dengan keluarga dan makanan dengan peran ibu. dianalisis secara kualitatif untuk ditemukan perbedaan pengembangan plot yang dilakukan oleh para penulisnya. maka penelitian tersebut dinamakan penelitian deskriptif. Semua data verbal yang berasal dari buku-buku novel romantis dan patriotisme. Langkah berikutnya adalah mendapatkan ideologi yang diusung oleh teks tersebut yang berhubungan dengan identitas perempuan. deskripstif. Analisis wacana akan dipakai untuk mencari makna dari kalimat-kalimat yang menampilkan fungsi makanan yang telah dikelompokan dalam beberapa tema di atas. kegiatan. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data kualitatif yang mengenai makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dengan berbagai cara.

maka metode yang akan dipakai adalah metode kualitatif. Menurut Foucault ideologi tidak muncul dari hubungan kelas. penelitian tersebut bertujuan untuk mengkaji kebijakan permberlakuan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. apakah perlu dilanjutkan dengan berbagai 12 untuk menandingi pemaknaan umum yang diterima masyarakat. Fasting Feasting membawa ideologi pengarang mengenai identitas perempuan yang ditampilkan melalui hubungan tokoh-tokoh perempuan dengan makanan. 1. Penelitian kempat bertujuan untuk mengetahui menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan. Dalam analisis wacana ideologi berada pada tiap level masyarakat dimana sebuah teks wacana berkembang. dan unit analisis. Ideologi juga tidak berkembang melalui bentuk pemaksaan. dimana tiap kelompok berusaha memaksakan ideologinya pada kelompok lain. Metode Mengacu pada rumusan masalah serta tujuan penelitian. Penelitian ketiga bertujuan untuk menggali model kajian kesusasteran yang benar-benar bercirikan Indonesia. Tentu saja. Metode penelitian kualitatif melihat hubungan antar kata atau kalimat yang membentuk suatu makna tertentu. penelitian kedua bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kegiatan pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilaksanakan di SMA modern. gambaran deskriptif tersebut dibandingkan dengan kurikulum yang mendasarinya. Novel Fasting Feasting merupakan sebuah teks yang mengangkat wacana perempuan. pengambilan data. seperti yang terjadi pada konsep ideologi Marxisme. Berdasarkan seluruh data historis yang ditemukan ditentukanlah sejumlah pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk membuat perancanaan jangka dalam melestarikan bahasa-bahasa di pedalaman Papua. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. G. Kata atau kalimat merupakan suatu sistem tanda yang mengurai 137 . Foucault melihat bahwa pengetahuan yang ditampilkan oleh sebuah wacana akan membentuk ideologi yang diusung oleh pembuat wacana tersebut. maka konsep ideologi yang paling tepat dipakai dalam penelitian ini adalah konsep ideologi ketiga.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra “Pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi berbasis kompetensi di SMA Modern Jakarta Utara” (Deskripstif komparatif) “Pengembangan model kajian kesusasteran Indonesia berbasis nilai-nilai sastra daerah” (Eksploratif) “Pengaruh manejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris Siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan” (Eksperimen) “Tinjauan terhadap pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi” (Evaluatif) Penelitian pertama bertujuan untuk menggali aspek-aspek historis yang terkait erat dengan proses kematian bahasa-bahasa yang terdapat di pedalaman Papua. Artinya. analisis data. Berdasarkan data kuantitatif yang diperoleh bisa diketahui sejauhmana pengaruh menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. seperti metode. Terakhir. Bagi Foucault ideologi muncul pada setiap wacana yang mana masing-masing wacana tersebut menampilkan sebuah pengetahuan dengan cara-cara tertentu. model kajian tersebut diperoleh berdasarkan nilai-nilai yang berlaku dalam kesusasteran daerah. Dengan pemahaman konsep ideologi pada analisis wacana. Novel ini menampilkan bagaimana identitas perempuan direpresentasikan melalui makanan.

Berbagai kegiatan keseharian suatu masyarakat merupakan bentuk pengaturan diri dalam suatu keselarasan sosial yang menciptakan masyarakat yang teratur. Pengarang ini menampilkan ideologi bagaimana seharusnya sebuah masyarakat. Dengan nilai-nilai dan norma tertentu ia menciptakan dunia baru yang sesuai dengan ideologinya. Ideologi ini (Barthes menyebutnya myth) berfungsi 136 perubahan. penelitian yang berhubungan dengan bahasa disebut penelitian bahasa. teori. Barthes melihat bahwa ideologi muncul pada makna konotasi. Umpamanya. dengan ilmu-ilmu sosial dengan penelitian sosial. hadir. Baik penelitian murni maupun terapan. Dalam perkembangan selanjutnya konsep ideologi ini dipakai oleh feminis yang melihat kekuasaan patriarkal sebagai penguasa atas perempuan yang mengusung ideologinya mengenai hubungan jender. makna kedua yang kadang tidak sadar hadir dalam teks. dan mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan model kurikulum berbasis pasar. Konsep ideologi keempat berdasarkan atas pemikiran filsuf Perancis. atau diberhentikan sama sekali penggunaannya di perguruan tinggi. Penelitian murni merupakan kajian yang dilakukan untuk mencari hal-hal. Ia melihat bahwa ideologi tidak hanya sekedar kumpulan ide tapi juga berbentuk aktivitas keseharian masyarakat. Konsep ideologi kelima mengambil dari pemikiran Roland Barthes. Definisi ketiga dari konsep ideologi adalah ideologi yang muncul dalam teks narasi. penelitian dibedakan menjadi penelitian murni/dasar (pure research) dan terapan (applied research). Dengan kata lain. Berdasarkan sifatnya. dengan ilmu psikologi disebut penelitian psikologi. keduanya dapat digunakan dalam kajian bidang-bidang keilmuan yang lebih spesifik. dan dengan agama disebut penelitian agama. penelitian terapan merupakan kajian yang dilakukan untuk menemukan teori-teori baru berkenaan dengan aplikasi teori lain. Konsep yang ia pakai merupakan ideologinya terhadap dunia ideal. film. Ini disebabkan karena ideologi patriarkal hanya menampilkan sebagian dari keseluruhan kebenaran mengenai hubungan jender. Penelitian yang menfokuskan pada bidang keilmuan tertentu biasanya dinamakan sesuai dengan bidangnya. Sebaliknya. Kegiatan sehari-hari masyarakat diatur oleh norma-norma yang berkembang di masyarakat tersebut. Sebagai contoh seorang pembuat film akan menampilkan dunia yang menurut konsepnya ideal. nama bidang keilmuan tertentu akan melekat pada penelitian yang berkaitan dengan bidang tersebut. atau temuan-temuan baru. Louis Althusser. atau bahkan dunia. Contoh penelitian murni: “Pola-pola kalimat affirmatif pada naskah-naskah kuno bahasa Jawa di Mataram pada abad pertengahan” (Eksploratif) “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa selama satu dasawarsa terakhir” (Eksploratif) Contoh penelitian terapan: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) 13 . Ideologi yang ditampilkan mengaburkan hubungan antar laki-laki dan perempuan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra adalah mereka yang memegang kendali ekonomi. atau lagu yang merupakan ideologi dari pengarangnya. dilanjutkan dengan tetap mempertahankan model yang berjalan. Segala produk budaya yang hadir dalam masyarakat ini mendukung kepentingan penguasa. Norma yang terkandung dalam kegiatan tersebut merupakan ideologi dari masyarakat tersebut.

penelitian dibedakan menjadi tiga.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kedua contoh penelitian murni tersebut berusaha untuk menemukan hal-hal baru yang tidak dimaksudkan untuk diterapkan pada kajian bidang lain. di pasar. seperti di sekolah. Sedangkan. dan laboratorium (laboratory research). Konsep ideologi ini didasari atas pemikiran Karl Max yang meilhat bahwa hubungan antar masyarakat didasarkan atas ekonomi dimana yang memegang kekuasaan 135 . diramu sedemikian rupa hingga sesuai dengan apa kelompok tersebut inginkan. partai politik memiliki landasan pemikiran yang juga menjadi ideologi mereka yang membimbing mereka dalam mengambil berbagai keputusan. Definisi pertama adalah ideologi yang dilihat sebagai sebuah kumpulan ide yang mendasari pemikiran sekelompok orang. Penelitian terapan kedua berusaha untuk melihat efektivitas implementatsi diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer Amerika.dengan variabel lain –kemampuan komunikatif. hasil penelitian tersebut dimaksudkan sebagai pijakan dalam kegiatan pengajaran dan pengambilan keputusan yang terkait dengan bahasa Inggris di SMAN. Namun bagi Barat sebagai yang menampilkan wacana tersebut tidak akan memaknai seperti yang Said lakukan. baik pengumpulan maupun analisis datanya dilakukan di dalam laboratorium. penelitian terapan yang pertama berusaha untuk mengetahui kaitan antara satu variabel –pemahaman silang budaya. Barat mungkin akan memaknai wacana tersebut sebagai bentuk kekaguman mereka terhadap Timur yang sangat berbeda dengan diri mereka. Sebagai contoh kelompok Ikatan Dokter Indonesia memiliki pemikiran-pemikiran mendasar yang menjadi ideologi mereka. Menurut Storey dalam bukunya Cultural Theory and Popular Culture (2001) ada lima definisi mengenai ideologi. atau pegunungan tempat data yang dibutuhkan berasal. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di dalam perpustakaan sebagai sumber data utama. Said. Contoh penelitian kepustakaan: “Studi perbandingan antara strukturalisme dan poststrukturalisme dalam kajian karya sastra novel” “Perbedaan antara kalimat imperatif bahasa Inggris kuno dan modern pada tataran struktural” Contoh penelitian laboratorium: “Perbandingan kualitas pelafalan bahasa Inggris antara mahasiswa jurusan BSI UIN yang berasal dari Jawa Timur dan Sumatera Barat” 14 menghasilkan makna-makna/pengetahuan yang berbeda. Sebagai contoh wacana-wacana mengenai Timur yang ditampilkan Barat dapat memiliki makna berbeda jika dilihat dari sisi yang berbeda. Penelitian lapangan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di luar laboratorium dan perpustakaan. yakni penelitian kepustakaan (library research). Ideologi ini secara tidak sadar diterima oleh masyarakat dimana sebuah wacana hadir dan ia dianggap sebagai sebuah kebenaran. sebagai pembaca melihat teks tersebut sebagai bentuk pengukuhan kekuasaan Barat terhadap Timur dimana Barat mendeskripsikan Timur sesuai keinginan mereka. di kampung. Ideologi yang ditampilkan oleh sebuah wacana merupakan ideologi penguasa dari pembuat wacana tersebut. Artinya.dalam konteks pengajaran bahasa Inggris di SMAN. Kelompok yang berkuasa akan menampilkan sebuah kesadaran yang didistorsi. Pemahaman kedua dalam konsep ideologi adalah sebagai sebuah kesadaran palsu (false consciousness). Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya. Berdasarkan tempat pelaksanaannya. lapangan (field research). Hubungan pengetahuan dan kekuasaan dalam sebuah wacana menghadirkan sebuah ideologi yang diusung oleh wacana tersebut.

Adapun dua penelitian terakhir termasuk ke dalam penelitian lapangan karena data yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan yang ada tidak diperoleh di dalam laboratorium atau perpustakaan. pembaca dapat memaknai representasi tersebut. dapat ditemukan di dalam perpustakaan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra sebagai suatu kebenaran pada masyarakat tertentu pada konteks historis tertentu. rehabilitasi bagi mereka yang dikenai hukuman. tetapi di lembaga pendidikan dan situs-situs sejarah. Sudut pandang terakhir yang dapat dipakai untuk membedakan penelitian adalah subjek atau masalah penelitian. Dua penelitian kedua termasuk ke dalam penelitian laboratorium karena keduanya mengandalkan peralatan khusus yang hanya dapat ditemukan di laboratorium untuk menggali data yang dibutuhkan. poststrukturalisme. masyarakat menganggap hal tersebut sebagai sebuag kebenaran. dan sebagainya. Suatu representasi pada satu teks dapat dimaknai dari dua sisi. Pertama representasi berarti mewakili (to stand in for). Oleh karena itu penelitian akan lebih efektif dan efisien bila dikerjakan di dalam perpustakaan. Pengertian yang kedua adalah bertindak atau berbicara atas nama tertentu (to speak or act on behalf of). Ketika epilepsi masih dianggap sebagai penyakit kejiwaan. bahasa Inggris kuno. sedangkan penelitian yang melibatkan banyak responden atau subjek. umumnya disebut penelitian kasus. Analisis atas sebuah wacana dapat dilakukan dengan melihat representasi7 yang ditampilkan oleh sebuah teks. Selain lewat teks. Penelitian yang hanya mengkaji satu bidang masalah dengan melibatkan responden yang terbatas. Kekuasaan memiliki peran yang lebih dalam masyarakat. Menurut Foucault kekuasaan terjadi pada tiap level sosial dan aspek kehidupan – mulai dari lingkup keluarga hingga ke negara. Kekuasaan juga tidak bersifat negatif yang hanya menghasilkan kontrol. diskusi. Ia mengkritik teori kekuasaan yang dicetuskan Karl Marx. Sebagai contoh. sistem hukuman menghasilkan buku. aturan-aturan. sebagai contoh bendera negara yang berkibar pada even olahraga mewakili kehadiran negara tersebut. bentuk pengetahuan. Bentuk kekuasaan yang hadir dari sebuah pengetahuan tidak bersifat hirarkis. sebagian besar kegiatan penelitiannya dilaksanakan di laboratorium. Mereka memperlakukan orang yang memiliki gejala epilepsi sesuai dengan apa yang dianggap benar oleh masyarakat. 15 . Dua sisi pemaknaan dapat Menurut Judy Giles dan Tim Middleton (1999) representasi memiliki tiga pengertian. umumnya disebut penelitian survey. dan bahasa Inggris modern. Pertama representasi dapat dimaknai oleh teks itu sendiri. Oleh karena itu. Bagi Foucault kekuasaan tidak sekedar mengatur perilaku sekelompok masyarakat. Suatu teks akan memunculkan makna dan pengetahuan pada apa yang direpresentasikannya. pelatihan bagi para penegak hukum. Ia juga bersifat produktif yang menghasilkan wacana. Menurutnya kekuasaan bersifat hirarkis yang mana muncul dari mereka yang dominan terhadap mereka yang subordinat. 134 7 “Peningkatan kemampuan mendengarkan bahasa Inggris melalui penggunaan multi media di sekolah dasar Insan Unggul Jakarta Selatan” Contoh penelitian lapangan: “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) “Tinjauan historis terhadap proses kreolisasi dan pidginasi antara bahasa Sunda dan Jawa yang terjadi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa tengah” (Historis) Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kepustakaan karena sebagian besar data dan sumber-sumber informasi lain yang berkenaan dengan strukturalisme. Masyarakat tersebut dapat menentukan benar atau salah suatu statement melalui rezim kebenaran.

tanpa melibatkan play group lainnya. Yang pertama hanya berkaitan dengan pertumbahan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan saja tanpa melibatkan anak-anak lainnya. tetapi melibatkan seluruh masyarakat perkotaan. Ini kemudian membawa Foucault untuk berbicara mengenai kebenaran yang bukan bermakna absolut.I. serta bagaimana kekuasaan bekerja pada berbagai alat institusi. memberikan efek pada kriminal dan pemberi hukuman. seperti kedokteran atau psikiatri. Selain itu hasil kedua penelitian tersebut tidak dapat digeneralisasikan untuk anak-anak dan play group-play group lainnya. Bagi Foucault pengetahuan merupakan suatu bentuk kekuasaan. dianalisis perkembangannya.I. terhadap terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D. melainkan kebenaran dalam formasi diskursif yang menghasilkan rezim kebenaran. Alat-alat institusi ini bisa berupa hukum. Para dokter psikiater memiliki kekuasaan untuk menentukan apakah seseorang memiliki kelainan jiwa atau tidak. yakni masyarakat luas. karena alat-alat institusi terdiri atas strategi-strategi hubungan antar kekuasaan yang bermain serta tipe-tipe pengetahuan yang mendukung. tidak hanya satu atau dua orang saja. Yang pertama berkenaan dengan pandangan masyarakat pekotaan. Kekuasaan yang mereka miliki didapat dari pengetahuan mereka terhadap fenomena kegilaan. serta bagaimana dua hal tersebut diterapkan dalam praktik pada periode historis tertentu. Begitu juga dengan penelitian yang kedua. aturan-aturan. Selanjutnya Foucault lebih memperhatikan bagaimana pengetahuan bekerja dalam praktik wacana pada suatu institusi tertentu. Adapun yang kedua hanya berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris di play group tersebut. Disamping itu. Alat-alat tersebut memperlihatkan bagaimana kekuasaan bermain. Untuk mempelajari bentuk hukuman yang diberikan seseorang harus dulu mempelajari bagaimana hubungan antara wacana dan kekuasaan menghasilkan konsep tertentu mengenai kriminalitas dan kriminal. Dua penelitian yang terakhir termasuk ke dalam penelitian survey karena keduanya melibatkan banyak reponden. penelitian tersebut banyak melibatkan responden dan sumber informasi yang berasal dari masyarakat pesisir di pulau Jawa. dinilai oleh institusi masyarakat. dan ia merupakan sebuah wacana yang diterima dan dianggap 133 16 . ia juga melihat hubungan antara pengetahuan dan kekuasaan. Yogjakarta pada masa reformasi” “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa pada tahun 1955-1975” Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kasus karena keduanya hanya membahas problem dan melibatkan subjek penelitian yang terbatas. dan sebagainya. Mereka pun mempunyai kekuasaan untuk membentuk perilaku masyarakat terhadap seseorang yang dinyatakan mengidap kelainan mental. Pengetahuan seseorang tentang kriminalitas menjadikan ia mampu dan memiliki kekuasaan untuk melabelkan seseorang sebagai kriminal serta mengatur dan menghukumnya. moralitas.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Contoh penelitian kasus: “Studi longitudinal terhadap pertumbuhan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan sejak usia 0-12 tahun” “Pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak di play group Anakku Buah Hatiku Pondok Indah Jakarta Selatan” Contoh penelitian survei: “Persepsi masyarakat perkotaan terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D. berbagai statement yang kemudian dijelaskan. Rezim kebenaran berada pada tiap masyarakat. administrasi. Yogjakarta pada masa reformasi.

Pengertian Masalah merupakan salah satu komponen penting dalam penelitian. objek. Makna yang muncul dari sebuah wacana akan dianggap sebagai suatu kebenaran hanya pada periode waktu tertentu. Pendekatan reflektif atau mimetik adalah pendekatan yang melihat bahwa makna telah ada dalam benda. dan praktikpraktik pengetahuan yang berbeda pada tiap periode waktu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra masyarakat. peristiwa yang ada di dunia nyata. Bahasa hanya berfungsi merefleksikan kembali makna tersebut. Sedangkan pendekatan intensional melihat bahasa sebagai perwakilan makna atau cara penutur atau penulis melihat dunia. Foucault tidak mempercayai fenomena yang sama dapat ditemukan dalam periode historis yang berbeda. sedangkan ketidak-mampuan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi harian. seperti membaca koran bahasa Inggris. Dua pendekatan lain adalah reflektif atau mimetik dan intensional. masalah perlu diselesaikan atau dicarikan jalan penyelesaiannya. Ketika penyakit epilepsi belum ditemukan oleh bidang kedokteran. Sebagai seorang konstruksionis6 Foucault melihat bahwa proses pembentukan makna terjadi dalam wacana. maka masyarakat tidak lagi menganggap epilepsi sebagai penyakit kejiwaan. dan itulah yang dinamakan masalah. Sebagai kondisi yang tidak ideal. maka mereka berada dalam satu formasi diskursif. dan berbicara dengan orang lain merupakan sebuah kondisi yang sebenarnya (faktual). Topik itu tidak perlu ditulis secara panjang 17 . seseorang yang menampilkan gejala penyakit tersebut akan dianggap memiliki penyakit kejiwaan. Penyakit kejiwaan bukanlah fakta objektif yang selalu sama pada tiap periode historis. Kegagalan siswa SMA di Jakarta Timur dalam menguasai bahasa Inggris merupakan masalah. Salah satunya adalah melalui penelitian. Masalah dapat didefinisikan sebagai kesenjangan yang terjadi antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan atau dilaksanakan. Masalah tidak sama dengan topik penelitian. subjek. 132 6 2 MASALAH A. bahkan keluarga yang menampilkan sikap serta perilaku yang sama terhadap isu seksualitas. Dalam hal ini. Proses pembentukan makna ini tergantung pada siapa yang menciptakan wacana serta waktu/masa wacana tersebut ditampilkan. Dari kondisi tersebut dapat diketahui adanya ketidaksesuaian dan kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan di lapangan. orang. Foucault memberikan sebuah contoh dari praktik diskursif (discursive practices) yang memiliki makna berbeda pada periode waktu yang berbeda. Tiap wacana memiliki proses pembentukan makna yang berbeda sehingga makna yang dihasilkan juga berbeda. Menurutnya wacana akan menghasilkan bentuk pengetahuan. Kini setelah ilmu kedokteran menemukan bahw epilepsi adalah penyakit akibat tidak berfungsinya salah satu sel otak. Tidak ada masalah berarti tidak ada penelitian karena dari masalah itulah seluruh kegiatan penelitian berawal. Kini definisi kegilaan dibentuk oleh Konstruksionis adalah salah satu pendekatan dalam melihat sebuah representasi yang melihat bahwa makna dalam bahasa dapat dimainkan oleh pemakainya. Masyarakat akan mengucilkan atau membunuh demi tidak tersebarnya penyakit tersebut. kemampuan berbahasa Inggris komunikatif sebagaimana dirumuskan dalam kurikulum merupakan tujuan yang harus dicapai (ideal). menulis surat.

Di sinilah timbul kesenjangan antara kemampuan dan ketidakmampuan mahasiswa atau peneliti pemula dalam menemukan masalah. Masalah dalam penelitian bisa ditemukan melalui beberapa cara. baik itu politik maupun administratif. dengan pengetahuan yang dikuasainya seseorang mungkin saja dapat merenungkan berbagai hal berkaitan dengan perencanaan pengembangan bahasa Indonesia masa depan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebar. melihat fenomena penggunaan bahasa Inggris. mengatur bagaimana sebuah topik dapat bermakna ketika dibaca. Pemahaman atas seksualitas pada kelompok masyarakat tersebut mengatur bagaimana masing-masing anggotanya bersikap. dan membaca. Sebetulnya. maka menurut Foucault mereka berada dalam formasi diskursif (discursive formation) yang sama. Contoh-contoh masalah yang muncul adalah: aturan. Wacana. Penemuan Masalah Menemukan masalah penelitian merupakan masalah tersendiri bagi sebagian mahasiswa atau peneliti pemula. menentukan bagaimana seseorang berbicara. tetapi dapat ditulis secara singkat sebagai judul penelitian. Jika sebuah wacana membentuk cara tertentu dalam menampilkan sebuah topik. berbicara dan membawa diri. pengalaman orang lain. Wacana menentukan dan membentuk objek dari pengetahuan. organisasi yang membentuk definisi seksualitas. dan juga mempengaruhi bagaimana ide-ide dimasukkan dalam praktik-praktik dan dipakai untuk mengatur perilaku manusia. Sebuah wacana yang sama. menggunakan cara yang sama. masalah tidaklah sulit untuk ditemukan asal peneliti selalu ingat bahwa masalah itu adalah kesenjangan yang terjadi antara das sollen dan das sein. maka wacana juga membatasi cara lain untuk berbicara. dan sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia baku kepada masyarakat. dan dialekdialek kedaerahan dalam komunikasi harian pada acara-acara televisi dan radio. Tentu saja dari topik yang diangkat dapat diketahui apa masalah yang sedang diteliti. serta membentuk cara berperilaku pada berbagai institusi dalam masyarakat. Jika bergandengan tangan antara lakilaki dan perempuan merupakan salah satu bentuk seksualitas dalam sebuah masyarakat. B. organisasi 131 18 . Agama. Sering kali terdengar suara-suara yang berbunyi “saya belum menulis skripsi. membentuk sebuah topik atau tema. Wacana tidak pernah terdiri atas satu statement. membaca topik tertentu atau membentuk pengetahuan mengenai topik tersebut. pengalaman pribadi. seperti perenungan. meskipun demikian tidak semua topik mengandung masalah yang jelas. Oleh karena itu. satu perbuatan atau satu sumber. serta mendukung sebuah pola strategi. Ketika peristiwa-peristiwa diskursif ini mengacu pada satu subjek yang sama. satu teks. yang memiliki karakteristik dari cara berpikir atau bentuk pengetahuan yang sama pada periode tertentu. menulis atau membawa diri. pemerintah. Mereka berusaha untuk tidak melanggar segala praktik sosial yang berhubungan dengan seksualitas. akan muncul pada berbagai teks. yang ditampilkan oleh institusi-institusi masyarakat. Umpamanya. tesis. atau disertasi karena saya belum menemukan masalah”. seperti koordinasi antarlembaga terkait. kodifikasi gramatika baku bahasa Indonesia. Perenungan merupakan proses identifikasi dan pemikiran secara mendalam terhadap fenomena alam sehingga diperoleh apa yang seharusnya terjadi (ideal) dan apa yang betul-betul terjadi (faktual). masalah masih tetap perlu ditulis dan diuraikan secara lebih jelas agar kesenjangan yang terjadi dapat teridentifikasi secara mudah dan cepat. Definisi beserta norma dan aturannya akan berubah seiring dengan perkembangan sejarah dan waktu. maka tiap individu akan menjaga perilakunya untuk tidak menunjukkan sikap tersebut. masih menurut Foucault.

Umpamanya. Landasan Teori Wacana menurut Foucault adalah “a group of statements which provide a language for talking about – a way of representing the knowledge about – a particular topic at a particular historical moment” (Hall. Apakah teknik “pair work” lebih efektif daripada “diskusi kelompok” dalam pengajaran lafal bahasa Inggris bagi siswa kelas I SMP di DKI Jakarta? 2. bahasa yang tidak komunikatif. Secara khusus penelitian berusaha untuk menggali: 1. Ia melihat dalam wacana terdapat kumpulan statement atau cara suatu pengetahuan ditampilkan untuk menampilkan sebuah tema/topik pada masa tertentu. ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. 130 1. Apakah Metode Adopsi Total efektif dalam pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa global dewasa ini? 3. F. dan 2. Sekelompok masyarakat akan menciptakan norma. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan bidang kajian dan kritik sastra sehingga menjadi lebih beragam dan variatif. Apakah ada hubungan antara “berani mengambil resiko” dan kemampuan membuat kalimat bahasa Inggris yang gramatikal pada siswa kelas I SMP di Bogor? Di samping pengalaman pribadi. atau takut membuat kalimat yang tidak gramatikal. 1999: 44). Tujuan Penelitian Secara umum penelitian bertujuan untuk hubungan antara makanan dan pembentukan identititas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting. Bagaimanakah pola sosialisasi bahasa Indonesia baku kepada masyarakat pada masa pemerintahan Presiden SBY? Selain perenungan. dan ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. Bagaimanakah model pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa reformasi 19972007? 2. Subjek mengenai seksualitas akan bermakna jika ia berada dalam bentuk praktik sosial. Bagaimanakah membangun lingkungan kebahasaan yang dapat membimbing mahasiswa Jurusan BSI menguasai bahasa Inggris secara komunikatif? 3.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. Makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dalam kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting. Adapun masalah-masalah yang mungkin muncul berdasarkan kegagalan tersebut adalah: 1. E. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman baik dan buruk orang/pihak lain sebagai pijakan dalam penemuan masalah penelitian. seseorang bisa mengidentifikasi beberapa kegagalan yang dialami dirinya dalam belajar bahasa Inggris. Mungkin saja seseorang mendengarkan atau diberitahu oleh yang bersangkutan bagaimana cara menguasai empat bahasa asing. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan benar mengenai makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dan kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting. 19 . Selain itu. yang dapat dijadikan sebagai pijakan dalam penemuan masalah yang layak untuk diteliti. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman pribadi dan orang lain untuk menemukan masalahmasalah yang menarik diteliti. khususnya pelafalan yang tidak benar. Yang menjadi perhatiannya adalah aturan-aturan serta praktik-praktik yang menghasilkan meaningful statements dan regulated discourse pada tiap periode waktu atau sejarah yang berbeda.

sehingga mampu menemukan maaslah-masalah yang memang betul-betul layak untuk diteliti. Singkatnya. Masalah dalam penelitian dapat diungkapkan atau dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan atau kalimat tanya. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca koran dan menulis karya ilmiah mahasiswa semester VIII Jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? Cara lain yang mungkin dapat dimanfaatkan seseorang untuk menemukan masalah penelitian adalah membaca naskahnaskah. Amerika pada keluarga Amerika dan India pada keluarga India. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? 2. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. yakni: 1. C. makin banyak membaca. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan fokus penelitian tersebut. Pemilihan makanan dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Bagaimanakah pengembangan “autonomous learning” untuk membantu mahasiswa menguasai bahasa-bahasa asing di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? 2. sesorang harus mampu merumuskannya sedemikian rupa sehingga problem yang ingin dikaji menjadi jelas dan spesifik. penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokohtokoh perempuannya. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 129 . seseorang akan memperoleh berbagai informasi mengenai berbagai hal yang menarik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra bagaimana cara memahami novel-novel klasik berbahasa Inggris dengan metode hermeunetik. terdapat dua pertanyaan yang menarik untuk dibahas. Dengan membaca. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. C. khususnya yang berkaitan dengan bidang keahliannya. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. penggunaan 20 dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. oleh Desai menambah keragaman pemahaman atas hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. dan makin mudah bagi seseorang untuk menemukan dan merumuskan masalah penelitiannya. Apakah terdapat perbedaan pemahaman terhadap novel-novel klasik berbahasa Inggris antara mahasiswa yang menggunakan metode hermeunetik dan metode struktural? 3. keluarga Amerika dan India. Perumusan Masalah Setelah dapat menemukan masalah yang layak diteliti. makin banyak informasi yang diperoleh. atau kebiasaan membaca koran dan kaitannya dengan menulis karya ilmiah. Meskipun tidak ada perbedaan yang sangat mendasar. baik yang berasal dari media cetak maupun elektronik. Fakus Penelitian Sesuai dengan latar belakang masalah di atas. B. Adapun masalah-masalah yang menarik untuk diteliti adalah: 1. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. Inilah yang menjadi alasan bagi penulis untuk menganalisis makanan dan kaitannya dengan identitas perempuan dalam novel Fasting Feasting.

dan untuk itulah ujicoba model tersebut menjadi sesuatu yang sangat mendesak untuk dilakukan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta Selatan. Universitas Delhi di mana ia mendapat gelar B. the Pot. Tentunya. Ia berharap kehidupan pernikahan anaknya sehangat saat mereka membuat selai bersama. dalam puisinya Making the Jam Without You mengingat kembali kegiatan membuat selai dengan anak perempuannya yang kini tinggal di Jerman. Para perempuan dari kedua keluarga tersebut memiliki tugas untuk menyajikan makanan. 128 5 kalimat tanya dalam perumusan masalah lebih memperjelas apa sebenarnya yang ingin dicari oleh peneliti daripada penggunaan kalimat pernyataan. Budaya tiap keluarga sangat mempengaruhi bagaimana mereka menyiapkan makanan dan menyelenggarakan ritual makan. Eratnya hubungan tokoh-tokoh perempuan tersebut dengan makanan dapat menampilkan citra perempuan. model yang dikembangkan harus mencakup beberapa aspek penting dalam pembelajaran. Ayahnya seorang pengusaha Bengali dan ibunya seorang warga negara Jerman. seperti pengembangan silabus. Perempuan akan mendapatkan keuntungan dari peran tersebut. dalam sastra Inggris. Meskipun demikian. Novel ini bercerita mengenai dua keluarga dengan latar belakang budaya yang berbeda. Dengan demikian. Masing-masing keluarga memiliki ritual sendiri dalam hal makanan dan pola makan. Ia mengenyam pendidikan di SMU Queen Marry Delhi dan Miranda House. bentuk kegiatan belajar. Akan sangat menarik untuk melihat bagaimana makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. Ihigaki Rin. Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi. 2. Maxine Kumin. peran mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran. seorang penyair dari Amerika Utara.A. peran bahan ajar. Selain itu. Makanan kemudian menjadi urusan keseharian mereka. terutama suami dan anak laki-laki mereka. India dan Amerika. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. Oleh karena itu. perlu dikembangkan suatu model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar penilaian program studi dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan bahasa Inggris. Novel Fasting Feasting (1999) karya Anita Desai5 merupakan salah satu karya sastra yang memasukkan unsur makanan dalam ceritanya. permasalahan utama dalam penelitian ini adalah pencarian model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dan pembuktian efektivitas model tersebut melalui eksperimen pada beberapa program studi PTAIN di Indonesia. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan oleh novel tersebut. dalam puisinya The Pan. the Fire I Have Before Me mengatakan bahwa peran perempuan dalam memasak bukanlah sesuatu yang merugikan. dan prosedur atau strategi pengajarannya. Pemilihan makanan Anita Desai lahir tahun1937di Mussoorie India. hubungan antara 21 . Kalimat pernyataan: 1. The Peacock merupakan novel pertamanya yang terbit tahun 1963.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Jepang. efektifitas model tersebut dalam pembelajaran bahasa Inggris masih harus dipertanyakan. Perhatikan contoh-contoh berikut. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di beberapa program studi PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. Mereka bertanggung jawab tidak hanya pada mempersiapkan makanan namun juga pada menentukan apa yang akan dimakan oleh anggota keluarga.

Mereka hanya menggunakan penulis-penulis perempuan sebagai token acknoledgment dan lebih mengacu pada penulis-penulis lakilaki besar. seperti pada penderita bulimia dan anorexia. Selain penulis perempuan. Banyaknya penulis perempuan mengangkat isu ini disebabkan oleh makanan yang identik dengan wilayah domestik. seperti Homer atau Plato. Keterikan perempuan terhadap makanan beserta ritualnya merupakan sebuah mimesis atau metafor dari peran perempuan sebagai food giver pertama pada bayi serta sebagai koki keluarga. Pertama perempuan telah diajarkan mengenai nilai-nilai kewanitaan melalui presentasi makanan yang dihadirkan oleh ibu mereka. Bagaimanakah peran dosen dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 22 masih banyak lagi. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsipprinsip kurikulum berbasis kompetensi? c. Para penulis laki-laki ini lebih menghubungkan makanan dengan seksualitas daripada dengan perempuan. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. Kalimat pertanyaan: 1. menjelaskan beberapa alasan mengapa banyak penulis perempuan menggunakan tema makanan dalam tulisan-tulisan mereka. Yang membedakan dengan penulis perempuan adalah ketika penulis laki-laki menggunakan makanan sebagai tema. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? b. Pemilihan makanan untuk menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Sedangkan penulis perempuan lebih menghubungkan makanan dengan peran dan status mereka. Namun yang paling sering ditampilkan oleh penulis perempuan adalah mengenai isu domestisitas. Perempuan berada di wilayah tersebut. Harriet Blodgett (2005) dalam eseinya Mimesis and Metaphor: Food Imagery in International Twentieth-Century Women's Writing. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian hubungan antara ketiga variabel tersebut. Para penulis perempuan ini menggunakan makanan untuk mengangkat masalah jender. Namun tidak sedikit juga penulis perempuan menggunakan makanan untuk merayakan peran perempuan dalam lingkup domestik. penulis-penulis laki-laki juga menggunakan makanan dalam tulisan mereka. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. Penelitian ini difokuskan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuannya. menunjukkan adanya masalah dalam identitas perempuan yang tidak bisa memisahkan diri dari figur ibu atau dari proses menjadi ibu. Selain itu obsesi perempuan terhadap makanan. Perubahan perumusan masalah untuk poin satu ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. seperti mengkritik bahkan menolak peran mereka sebagai penyaji makanan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. Oleh karena itu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra motivasi berprestasi. Itulah beberapa isu sentral yang akan dibahas dalam penelitian ini. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. keluarga Amerika dan India. Penyair 127 . 3.

Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? c. dan Margaret Atwood melihat makanan sebagai realitas sosial. Mereka melihat bahwa makanan dapat memberikan kekuasaan pada perempuan namun juga dapat dipakai untuk menguasai perempuan. Namun ketika perempuan tidak mampu untuk menyajikan makanan dan memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga maka ia akan dianggap 'cacat' oleh masyarakat. nasionalisme. pendidikan. 3-4) 126 4 d. karya sastra juga menggunakan makanan untuk menampilkan berbagai isu. Perempuan menjadi sulit untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Perubahan perumusan masalah untuk poin dua ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. para feminis melihat makanan sebagai ajang kontestasi kekuasaan. seks. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 23 . Ketergantungan anggota keluarga lain pada perempuan dalam hal makanan menjadikan perempuan memegang kekuasaan penuh atas kelangsungan hidup dan pemenuhan nutrisi mereka. seperti mendapat pekerjaan. Pemberian label tersebut menjadikan perempuan kehilangan posisi dalam keluarga. berperan dalam bidang politik serta mendapat kesetaraan hak. Perempuan dapat mengatur kepada siapa saja makanan diberikan dan berapa banyak makanan tersebut diberikan. misteri pembunuhan. Masyarakat patriarki menggunakan fungsi dan peran perempuan dalam rumah tangga untuk mencegah mereka melakukan aktivitas di luar rumah. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta? 3. Selain masyarakat patriarki dan feminis. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 2. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokohtokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? b. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. (Sceats 2000. Ia menghubungkan makanan dalam novel-novelnya dengan politik opresi serta kebebasan dan tanggung jawab individu. Penulis-penulis perempuan abad 20 seperti Margaret Atwood. Angela Carter dalam beberapa novelnya menghubungkan makanan dan proses makan dengan kekuasaan. kemiskinan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? d. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? f. politik seksual. seni. dan Angela Carter4 menggunakan makanan dalam karya-karya mereka untuk menampilkan perilaku sosial dan individu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra perempuan. Doris Lessing pada novel-novel realisnya banyak mengangkat permasalahan identitas diri dalam masyarakat modern. Selain mengukuhkan identitas perempuan. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? b. masalah-masalah psikologis. Secara bersama-sama. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? e. Perubahan perumusan masalah untuk poin tiga ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Doris Lessing. seksualitas dan konstruksi jender. bahaya atas mentalisme yang berlebih serta yang terpenting bagaimana individu berhubungan dengan masyarakat.

Penggambaran perempuan ini merupakan bentuk stereotip citra perempuan menurut masyarakat patriarki. dan bagaimana perempuan rela untuk lapar demi terpenuhinya kebutuhan nutrisi keluarga. Ciri-ciri Perumusan Masalah yang Baik Problem penelitian yang dirumuskan secara baik akan memudahkan peneliti untuk menentukan beberapa hal penting yang berkaitan dengan rancangan penelitian. Luasnya 24 Masyarakat patriarki melihat makanan beserta ritualnya sebagai tugas domestik perempuan. Jelas Masalah harus dirumuskan secara jelas sehingga dapat dimengerti apa yang menjadi pokok kajian dalam suatu penelitian. Bagaimana penulis merepresentasikan nilai-nilai edukatif melalui karakter utama dalam novel “David Copperfield” sehingga dapat dipahami oleh pembaca? b. 2. Di lain pihak ketika perempuan tidak mampu untuk mengolah makanan maka ia akan kehilangan identitas diri sebagai perempuan yang sesungguhnya dalam masyarakat dan dianggap sebagai perempuan yang tidak lengkap (Van Esterik). Stereotip ini muncul akibat penempatan perempuan di wilayah domestik. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? Contoh perumusan masalah yang tidak jelas: a. Mereka membentuk citra perempuan lewat kemampuannya dalam mempersiapkan makanan bagi anggota keluarga. Eratnya hubungan antara perempuan dan makanan serta penggunaan makanan oleh masyarakat patriarki dalam membentuk citra perempuan dilihat oleh para feminis sebagai alat untuk menampilkan identitas perempuan. Citra perempuan yang ideal untuk menjadi istri dan ibu adalah perempuan yang mampu memasak.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. apa dan bagaimana pengumpulan data. Bentuk pelayanan tersebut mengukuhkan identitas perempuan dalam masyarakat patriarki. dan siapa responden yang harus terlibat. Lewat makanan masyarakat patriarki mengidentikkan perempuan dengan wilayah domestik di mana perannya adalah melayani keluarga. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. Berikut adalah beberapa ciri perumusan masalah yang baik: 1. bagaimana perempuan rela mengorbankan kepentingannya demi memenuhi kebutuhan keluarga. Tidak terlalu luas Perumusan masalah tidak boleh bersifat terlalu luas. Bagaimana perempuan berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Bagaimanakah unsur intrinsik dalam novel “David Copperfield” yang pembaca peroleh dan latar belakang historis pengarangnya yang mempengaruhi pengembangan unsur cerita? b. tampil dalam hubungan perempuan dengan makanan beserta ritualnya. Ketika perempuan mampu menyajikan makanan yang bernutrisi kepada seluruh anggota keluarga maka ia akan dinilai sebagai ibu dan istri yang baik. seperti apa metode dan analisis data yang digunakan. Kejelasan perumusan masalah dapat diperoleh melalui penggunaan pola-pola kalimat efektif yang tidak banyak mengandung anak kalimat sehingga menjadi terlalu kompleks dan tidak jelas subjek dan predikatnya. Kemampuan mereka dalam memasak menjadikan mereka juga mampu mengurus keluarga. Masyarakat menjadikan makanan sebagai salah satu ukuran seberapa baik seorang perempuan mengurus keluarga dan membesarkan anak. Contoh perumusan masalah yang jelas: a. Feminis melihat pengukuhan identitas perempuan yang terkait dengan wilayah domestik membatasi ruang lingkup 125 . Apakah prediksi yang bisa dibuat antara adanya dua hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan.

Yang membedakan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya adalah pengalaman mereka. Bagaimanakah peran American Corner dalam pengembangan kemampuan mahasiswa semester VI Jurusan BSI dalam melafalkan bunyi /f/ dalam bahasa Inggris? b. Contoh: a. peracikan. Apakah pemecahan masalah tersebut membutuhkan kepandaian tertentu? 25 124 . Kelompok feminisme kulit putih dan kulit hitam memiliki pengalaman yang berbeda. Hal-hal lian yang perlu dipertimbangkan: a. Bagaimanakan kesusasteran Inggris dikembangkan? b. bagaimana cara pengolahannya dan untuk siapa makanan tersebut disajikan. Berbedanya pengalaman yang dialami oleh dua kelompok ini menjadikan mereka mengangkat isu yang berbeda pada masalah yang sama. Seluruh kelompok dan gerakan yang menjadikan perempuan sebagai wacana pada dasarnya mengangkat masalah yang sama yaitu politik. hingga tradisi makan bersama. pekerjaan. Tidak terlalu sempit Perumusan masalah juga tidak boleh bersifat terlalu sempit. dan keluarga. Contoh: a. Mereka melihat tiap perempuan memiliki kepentingan dan keinginan yang bisa sama atau berbeda dalam memperjuangkan haknya. Bagaimanakah penggunaan bahasa Inggris di Asia? 3. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. pendidikan. seperti mengandung problem yang sangat sangat spesifik sehingga tidak mungkin untuk diteliti. Tidak mengandung unsur subjektif Perumusan masalah juga tidak boleh mengandung unsur-unsur subjektif peneliti. Walaupun sama-sama mengalami opresi dari masyarakat patriarki. Bagaimanakah suka duka mahasiswa semester VIII Jurusan BSI dalam menyusun skripsi sebagai tugas akhir? 5. pengolahan bahan makanan. citra perempuan dalam media. 3 Ritual yang dimaksud adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan makanan seperti penentuan menu makanan. penyajian. Mereka memegang kendali penuh atas pemilihan menu makanan. bentuk opresi yang dialami oleh kedua kelompok ini tidak sama. seperti tidak menyantumkan aspek waktu dan tempat secara spesifik. masalah bisa terjadi karena beberapa hal. Apakah masalah itu perlu dan berguna untuk dipecahkan? b. Kendali penuh terhadap makanan ini dapat digunakan perempuan dalam menunjukkan posisi dan kekuasaannya dalam keluarga. atau perumusan tersebut memang mengadung hal-hal yang sangat luas sehingga tidak mungkin untuk diteliti. Perempuan menjadi pelaksana utama pengolahan dan penyajian makanan. Salah satu pengetahuan dan pengalaman perempuan yang sering dijadikan alat untuk mengangkat isu perempuan adalah makanan serta berbagai ritual3 yang menyertainya. Bagimanakah perubahan makna “house” yang terjadi sejak bahasa Inggris kuno sampai modern? 4. Sempitnya masalah bisa terjadi karena beberapa hal. Ini disebabkan karena perempuan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan makanan. namun perempuan kulit hitam selain mengalami opresi dari laki-laki kulit hitam juga mendapat opresi dari masyarakat kulit putih.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebih spesifik ini menandakan bahwa perempuan mulai lebih memfokuskan diri pada isu-isu kesetaraan hak berdasarkan atas pengalaman masing-masing. Bagaimanakah pengalaman saya dalam membangun suasana demokratif dalam kelas percakapan bahasa Inggris untuk mahasiswa semester IV Jurusan BSI? b. Contoh: a. sehingga hasil penelitian yang diperoleh bersifat sangat subjektif dan personal. Perempuan kulit putih hanya mengalami opresi dari laki-laki kulit putih saja.

yang masingmasing memfokuskan pada aspek tertentu mengenai perempuan. Selain ditampilkan dalam bentuk tulisan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c. Kelompok-kelompok gerakan feminisme yang Feminisme merupakan istilah yang dipakai oleh gerakan perempuan yang menginginkan pengakuan dan kesetaraan hak dalam masyarakat. Perempuan tidak memiliki kekuatan fisik seperti laki-laki. Tahun 1963 dengan diterbitkannya buku The Feminine Mystique oleh Betty Friedan menandakan munculnya gerakan feminisme gelombang kedua. Hal tersebut disebabkan oleh cara pandang mereka terhadap perempuan yang hanya melihat bentuk fisik. 1998: 210). wacana perempuan juga tampil dalam bentuk gerakan sosial. muncul gerakan Women's Rights and Women's Suffrage yang menekankan pada perubahan kedudukan perempuan dalam sosial. Pada tahun 1966 The National Organisation of Women (NOW) berdiri dengan Bety Friedan sebagai salah satu pendirinya. lesbian. Selain itu muncul kelompokkelompok gerakan feminisme seperti feminisme kulit hitam. Menjadi perempuan dengan segala sifat dan karakteristik yang menempel padanya dibentuk oleh masyarakat (Selden. Dalam perkembangan feminisme1 gelombang pertama (first wave)2. Apakah terdapat data yang cukup untuk memecahkan masalah tersebut? Masyarakat menjadikan perbedaan seks sebagai dasar dalam membentuk jender. sosialis. Konstruksi yang dibangun masyarakat patriarki terhadap perempuan ini dikritik oleh tulisan-tulisan di atas. Bagi masyarakat patriarki perempuan memiliki bentuk biologis yang tidak sesempurna laki-laki. Apakah masalah itu memberikan sesuatu yang baru yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum dan kalangan akademis? e. Feminisme gelombang pertama ini menekankan pada pendidikan. Semua penggambaran dan karakteristik mengenai perempuan yang menunjukkan mereka sebagai kelas kedua merupakan konstruksi dari masyarakat patriarki. liberal. 2 Feminisme gelombang pertama dimulai pada abad ke-19 dan berakhir pada tahun 1949. politik dan ekonomi. Kata feminisme mulai diperkenalkan pada tahun 1890-an. pekerjaan dan hukum pernikahan. dan masih banyak lagi. 1 26 123 . Apakah masalah itu menarik dan menantang untuk diselesaikan? d. Tulisan-tulisan tersebut berusaha membalik pandangan masyarakat patriarki mengenai perempuan.

konsep-konsep. Ia melihat bahwa perempuan bukanlah makhluk kelas kedua. melainkan makhluk terbaik karena diciptakan setelah Adam sehingga '. kajian kepustakaan dapat membantu peneliti menganalisis hasil penelitian. Pada tahun-tahun tersebut di wilayah Eropa. kecuali 27 . Kajian kepustakaan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai sumber bacaan yang relevan dan up to date. atau mengembangkan pedoman wawancara dan observasi untuk penelitian kualitatif. Pada abad 20 makin banyak tulisan-tulisan perempuan yang mengangkat masalah dan posisi perempuan dalam masyarakat. Perbedaan biologis ini yang menjadikan perempuan berada pada posisi rendah dalam masyarakat. 1998: 9). Ia tidak mampu menentukan makna dirinya. Her Protection for Women. Selain itu. perempuan memperjuangkan kedudukan mereka terutama dalam bidang hukum. dan asumsiasumsi yang dapat dijadikan landasan teoretis untuk penelitian yang akan dilaksanakan. terutama di Inggris. Walaupun perjuangan tersebut belum menghasilkan sesuatu. Hal ini perlu dilakukan agar penelitian tersebut memiliki pijakan dan dasar yang kokoh. sedangkan jender merupakan pemaknaan atas perempuan yang dikonstruksi oleh masyarakat. Selanjutnya de Beauvoir memperkenalkan istilah seks dan jender. 2001: 6-7). yang memaknai penciptaan Hawa dengan pemaknaan baru.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra terbitnya tulisan Jane Anger. berargumen bahwa perempuan adalah liyan karena perempuan bukan laki-laki. Eve is last and best' (Gamble. Tulisan-tulisan tersebut mengulas perempuan dari sudut pandang yang selama ini tidak disentuh oleh masyarakat patriarki. maka perempuan kebalikannya. Penentuan perempuan sebagai liyan disebabkan oleh perbedaan biologis antara lakilaki dan perempuan. Virginia Woolf dalam dua novelnya A Room of One's Own (1929) dan Three Guineas (1938) menampilkan karakter perempuan yang menuntut hak mereka baik itu dalam bidang hukum. dan mengembangkan instrumen sesuai dengan variabel yang diteliti untuk penelitian kuantitatif. karena secara hukum anak adalah milik ayah. Salah satu yang diperjuangkan adalah hak asuh anak. Sedangkan up to date berarti naskah-naskah cetak dan elektronik tersebut berasal dari penerbitan terkini. Jika laki-laki mampu menentukan eksistensi dirinya.. maka laki-laki memberikan makna atas diri perempuan berdasarkan atas kondisi fisik mereka (Tong. Kajian Kepustakaan Berdasarkan masalah yang sudah dirumuskan. sehingga hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan. 122 3 KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS A. Relevan berarti sumber-sumber bacaan merupakan naskah-nasakah cetak dan elektronik yang benar-benar sesuai dan terkait erat dengan permasalahan yang sedang dikaji. perubahan sikap perempuan terhadap dirinya menjadi landasan bagi perjuangan perempuan berikutnya. pendidikan dan informasi (Selden. peneliti sudah dapat mencari teori-teori. sehingga ditemukan hasil yang lebih baik.logically. 1998: 207).. Menurutnya sex lebih mengacu pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. The Second Sex (1949). Berdasarkan kajian kepustakaan peneliti dapat merumuskan hipotesis. Simone de Beauvoir dalam bukunya yang cukup berpengaruh.

sehingga diperoleh alternatif jawaban yang lebih tepat. Ini ditandai dengan 121 . yang disebut penis envy. Kesadaran perempuan akan posisinya dalam masyarakat mulai muncul pada tahun 1550-1700. disertasi. Penalaran sistesis merupakan upaya-upaya pemaduan dan pengembangan dari berbagai teori dan konsep untuk 28 A. Pengkondisian perempuan sebagai makhluk yang lemah. Sigmund Freud mengatakan bahwa perempuan memiliki kecemburuan terhadap laki-laki. Dalam kajiannya. Mereka tidak memiliki posisi dalam masyarakat. Adapun rujukan khusus yang biasanya memuat generalisasi-generalisasi yang ditarik dari hasil penelitian dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk jurnal. 2003: 883). hukum dan bahkan dalam keluarga. Segala keputusan yang menyangkut perempuan diserahkan pada laki-laki yang menentukan apa yang terbaik bagi perempuan. Sumber-sumber rujukan tersebut harus dibaca dan dikaji dengan menggunakan berbagai metode penalaran sehingga diperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. peneliti harus membekali diri dengan sumbersumber rujukan yang relevan. Penalaran induktif yang bersifat penemuan teori-teori atau konsep-konsep digunakan untuk memperoleh generalisasi dari berbagai temuan penelitian. John Donne (2002) dalam puisinya Air and Angels melihat bahwa tubuh perempuan tidak sesempurna tubuh laki-laki. Aristoteles mengatakan bahwa laki-laki adalah bentuk dan perempuan adalah matter. Latar Belakang Masalah Penggambaran perempuan sebagai makhluk lemah yang tidak setara dengan laki-laki telah berlangsung lama. Oleh karena itu kepentingan perempuan selalu berada setelah kepentingan laki-laki. Bahan bacaan sebagai sumber rujukan dapat dibedakan menjadi dua kelompok: rujukan umum dan khusus. karena perempuan tidak memiliki penis seperti laki-laki. baik secara fisik maupun intelektual.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra naskah-naskah klasik yang monumental dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Matter adalah sesuatu yang abstrak dan akan berwujud jika ada form. Ia melihat bahwa laki-laki adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna sedangkan perempuan adalah laki-laki yang tidak sempurna (Selden 1993: 203). Berbeda dengan penalaran deduktif yang bergerak dari teori ke fakta. penalaran sintesis memiliki gerak yang lebih bebas. baik secara terpisah maupun secara terpadu. dan induktif yang bergerak dari fakta ke teori. buletin penelitian. dan sumber-sumber lain yang memuat laporan hasil penelitian. Beberapa pemikir mendeskripsikan perempuan dengan ciri-ciri yang stereotip. tesis. Masyarakat dengan keadaan seperti ini disebut sebagai masyarakat patriarki. Supaya dapat memperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. hak dan kepentingan laki-laki dipenuhi. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. Konsep ini diambil oleh Thomas Aquinas. hak dan keinginan mereka hadir setelah segala kebutuhan. Penalaran deduktif yang bersifat pembuktian teori atau konsep digunakan untuk memerikan teori-teori atau konsep-konsep umum yang berkaitan dengan masalah penelitian sehingga diperoleh jawaban atau hipotesis yang tepat. Perempuan tidak akan berperan dan berarti tanpa kehadiran laki. ensiklopedia. peneliti memanfaatkan penalaran deduktif. Segala kebutuhan. induktif. Rujukan umum yang memuat konsep-konsep dan teori-teori dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk buku-buku teks. monograf dan sebagainya.laki (The New Encyclopedia Britannica. menjadikan dirinya sebagai makhluk kelas kedua dalam masyarakat. seorang pemikir Kristiani. Laki-laki merupakan yang utama sedangkan perempuan hanya pelengkap. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. atau sintesis. Keadaan seperti ini menyebabkan perempuan yang berada dalam wilayah patriarki menjadi terpinggirkan keberadaannya.

Sebagai jawaban sementara. Selanjutnya. Dalam hal ini. hipotetsis harus disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan hal-hal berikut: 29 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN SASTRA MAKANAN DAN RITUALNYA SEBAGAI REPRESENTASI PEMBENTUKAN IDENTITAS TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL FASTING FEASTING TIM PENELITI 120 . tentu saja kegiatan penelitian lainnya menjadi lebih mudah dilaksanakan. Hipotesis merupakan pernyataan atau jawaban tentative mengenai suatu masalah yang belum dibuktikan kebenarannya secara empiris. hipotesis yang diturunkan dari berbagai toeri yang mendasari penelitian tersebut dianggap sebagai yang paling mungkin dan paling tinggi taraf kebenarannya. Sebenarnya dalam penelitian kualitatif. Hipotesis dapat dianggap sebagai pernyataan mengenai kaadaan populasi yang perlu diuji kebenarannya melalui data-data yang diperoleh dari sampel. hipotesis lebih banyak berperan sebagai generalisasi hasil penelitian yang masih perlu diuji kebenarannya lebih lanjut dalam penelitian kuantitatif. dan dicatat atau direkam secara rapi agar dapat dipergunakan secara cepat bila sedang dibutuhkan. Hipotesis Dalam penelitian kuantitatif. Dengan cara pengelompokan dan perekaman hasil kajian kepustakaan tersebut. dalam penelitian kualitatif. hasil penalaran tersebut dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek tertentu yang menjadi perhatian peneliti. hipotesis merupakan salah satu atibut penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi jawaban dari masalah yang diteliti. Sebaliknya. Agar hipotetsis dapat diuji kebenarannya secara mudah. istilah hipotesis tidak begitu lazim digunakan karena hipotetsis tidak dapat berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap masalahmasalah yang cenderung bersifat lebih terbuka. hipotesis masih tetap diperlukan tetapi dengan fungsi yang berbeda.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 11 PROPOSAL PENELITIAN SASTRA menemukan teori dan konsep baru yang lebih relevan dengan masalah yang sedang diteliti. B.

1986. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. New York: Harper & Row Publisher. Teaching Reading in High School. Hipotesis harus dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang dirumuskan secara padat dan jelas. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. 1987.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. Martinis. Judith M. yakni hipotesis yang menyatakan hubungan dan hipotesis yang meyatakan perbedaan. Michigan: Ulrih’s Books. Rumusan hipotesis harus mengandung pertautatan antara dua variabel atau lebih. yang seringkali diterima sebagai kesimpulan sebagai akibat dari penolakan hipotesis nol (HO) Contoh hipotesis nol (HO): 1. Tangan H. Sebaliknya. hipotesis yang biasanya diuji adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih. Brian Materials Development in Language Teaching. Bandung: Angkasa. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data dan statistika yang digunakan. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language. Yang pertama adalah hipotesis yang menyatakan tentang saling-hubungan antara dua variabel atau lebih yang banyak digunakan dalam penelitian korelasional. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Smith. London: Heinemann Educational Books. Inc. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia tidak sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Jakarta: Gaung Persada Press. 2003. Yamin. 1984. Readability. hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif positif yang menyatakan adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih disebut dengan hipotesis alternatif (HA). Cambridge: Cambridge University Press. and Wayne A. Hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif negatif itu biasanya disebut dengan hipotesis nol (HO) yang berfungsi sebagai hipotesis penelitian. dan implementasi. Mu lyasa. Secara umum hipotesis dapat dibedakan menjadi dua. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. King. Robert Karlin. E. dan 3. 2003. Yang kedua adalah hipotetsis yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda-beda. Hipotesis seperti itu lebih banyak digunakan dalam penelitian komparatif.– Tomlinson. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. 30 119 . 1998. dan Djago Tarigan. Nuttal.G. Secara khusus berkenaan dengan pengambilan kesimpulan atau generalisasi. 2. kansep karakteristik.

. Harmer. 1994. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. 1991. Harmer. London and New York: Longman. 1999.000. J. Kurikulum dan Hasil Belajar. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris Hipotesis hipotesis alternatif (HA): 1. Dkk. Nevile Making the Most of Your Textbook . Bandung: Pustaka Setia. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Balitbang Depdiknas. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. Daftar Kepustakaan Ahmad. Dasar-Dasar Perkembangannya. Bandung: Mandar Maju. 3. 1992. Jeremy The Practice of English Language Teaching. Jakarta: Pusat Kurikulum. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. Anonim.Rudolf How to Write Plain English http://www. Kurikulum Berbasis Kampetensi. 2003. Boston: Heinle & Heinle Publishers. Hamalik. Huda. H. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. Flesch. 2003. Rod The Study of Second Language Acquisition (Oxford: Oxford University Press. 1990. Malang: IKIP Malang Publisher. Oemar Pengembangan Kurikulum.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 5 Penulisan laporan Seminar Proposal Penelitian Bahasa & Sastra I. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah. 3.ac. Rincian biaya dapat tidak diberikan. 15. Helliwell. 1993.(Lima belas juta rupiah). London: Longman. Hadley. London: Longman Group. canterbury. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris 118 31 . Ellis. Grant.mang.nz/ urseinfo/AcademicWriting/Flesch.M. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. 1998. Alice Omagio Teaching Language in Context.htm). Susan Teaching English in the Primary Classroom. 1987.000.

3. 2. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama empat bulan dari Januari sampai dengan Juli 2005. Populasi takterhingga (takterjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang takterhingga jumlahnya. 4. kualitas. mengelompokkan. Meskipun demikian. dan kesesuaian 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. Seluruh mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN 3. Seluruh kegiatan akademik mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bila sensus tidak mungkin digunakan. Seluruh kata berimbuhan yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. Sampel dapat diartikan 32 . barang. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya pada sumber data. sehingga sensus sama sekali tidak dapat dilakukan. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data yang dibutuhkan dengan berbagai cara. Pengertian Populasi dapat diartikan sejumlah kasus yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. dalam hal ini dapat diartikan sebagai orang. hal ataupun peristiwa. NO 1 2 3 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data BULAN JAN FEB MAR APR MEI V V V V V 117 A. sehingga sensus dapat dilakukan. Sedangkan data yang berhubungan dengan tingkat keterbacaan buku teks dianalisis dengan teori Flesch Reading Ease. binatang. Contoh: 1.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 POPULASI DAN SAMPEL 1. maka sampel merupakan jalan keluar utamanya. seperti menandai. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. Metode Penelitian ini merupakan penelitian isi atau content analysis yang berusaha untuk menggali bukti-bukti empiris mengenai tingkat keterbacaan. Analisis Data Data verbal yang berkaitan dengan kesesuaian buku teks dengan kurikulum akan dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan apa yang terdapat dalam buku dengan apa yang ditetapkan dalam kurikulum 2004. H. Populasi dibedakan menjadi dua. Kasus. dalam populasi terhingga sensus seringkali tidak dapat dilakukan. Unit Analisis Sebagai unit analisis. penelitian ini akan menggunakan 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA digunakan di sekolah-sekolah di Jakarta. Populasi terhingga (terjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang terhingga jumlahnya.

G. e) Sikap. Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi menurut Depdiknas (2003: 42) adalah: a) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Random sampling adalah pengambilan sampel dari populasi yang homogen secara acak atau tidak sistematis. im. dan e) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan suatu kompetensi. ketepatan. waktu. yaitu perasaan (senang-tidak senang.yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. yaitu kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan. Penggunaan sampel dalam penelitian didasari oleh beberapa alasan. c) Penggunaan pendekatan dan metode yang bervariasi. sebaliknya. ketelitian. seperti biaya. percobaan yang sifatnya merusak. Contoh (berdasarkan contoh populasi di atas): 1. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan. KBK dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas standar tertentu. sikap. pemahaman. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian sebagai berikut. d) Sumber belajar bukan hanya guru. dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran. 3. 33 . berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Yang pertama mengacu pada cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel. kemampuan. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. d) Nilai. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok pertama adalah random sampling (sampling acak). dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta. b) Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. yaitu suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu di dalam diri seseorang. Seluruh kata berimbuhan il-. dan proportional sampling (sampling proporsional). Umpamanya. ir. Seluruh kegiatan diskusi dan seminar berbahasa Inggris yang diikuti mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN pada tahun akademik 2005-2006 B. pengambilan sampel dibedakan menjadi dua: probability sampling dan non-probability sampling. yaitu sesuatu yang dimiliki individu untuk melakukan tugas ataupun pekerjaan yang dibebankan kepadanya. f) Minat. Sampling (Teknik Pengambilan Sampel) Berdasarkan kemungkinan yang dimiliki seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. dan ekonomi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c) Kemampuan. yang kedua mengacu pada cara pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel. 116 sebagai sebagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri umum yang dimiliki oleh populasi. dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. sukatidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar. cluster sampling (sampling kelompok). KBK merupakan sebuah kurikulum yang mengacu pada kurikulum modern jika dilihat dari karakteristiknya. Seluruh mahasiswa semester VI jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN yang telah mengambil matakuliah reading 1 – 4. Dari pemaparan di atas. stratified sampling (sampling strata).

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang dipilih secara acak karena populasi diduga bersifat homogen. Stratified sampling adalah pengambilan sample dari populasi berstrata umpamanya, pengelompokan masyarakat berdasarkan warna kulit, status sosial, usia, atau pendidikan, yang masing-masing strata terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Arab dan kemampuan bercerita dalam bahasa Arab mahasiswa semester III Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2005-2006, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester tiga tersebut yang berlatar pendidikan SMA, MAN, dan pesantren; dan sampelnya adalah ±120 yang diambil dari masing-masing strata sebanyak 40 orang mahasiswa. Cluster sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berkelompok, umpamanya berdasarkan wilayah, yang masing-masing kelompok terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta; dan sampelnya adalah ±150 yang diambil dari masing-masing wilayah DKI Jakarta sebanyak 30 orang mahasiswa. Proportional sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berstrata atau berkelompok yang masing strata/kelompok terwakili secara proporsional sesuai dengan jumlah anggotanya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris
34

merumuskan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk mendapatkan ijasah. Inti dari pengertian ini adalah adanya aspek keharusan bagi setiap siswa untuk mempelajari mata pelajaran yang sama. Faktor minat dan kebutuhan siswa tidak dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum, dan yang paling menonjol adalah guru sebagai center dari semua kegiatan. Artinya gurulah yang aktif dalam belajar, sedangkan siswa lebih bersifat pasif belaka. Tujuan mempelajari mata pelajaran hanya semata-mata untuk memperoleh ijasah, yang berarti ijasah adalah tujuan belajar dan menguasai mata pelajaran berarti telah mencapai tujuan belajar. Berbeda dengan pandangan lama, pandangan baru lebih menekankan pada pengertian kurikulum sebagai keseluruhan aktivitas, pelajaran, dan pengalaman belajar yang harus siswa peroleh dalam pengawasan sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas (Hamalik, 1990: 11). Inti dari perumusan ini adalah tafsiran kurikulum bersifat luas, kurikulum bukan saja terdiri dari mata pelajaran (courses) tetapi meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah dan siswa menjadi pusat belajar, bukan lagi guru. Jauh sebelum pemerintah mencanangkan KBK, para praktisi pengajar telah banyak mendiskusikan dan mendefinisikan arti dan kata kompetensi itu sendiri. Kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan dijadikan sebagai landasan penyelenggaraan proses pembelajaran dan penilaian siswa (Yamin, 2003: 128-9). Menurut Gordon yang dikutip Mulyasa (2003: 38-9), beberapa aspek yang terkandung di dalam konsep kompetensi adalah: a) pengetahuan, yaitu kesadaran dalam bidang kognitif; b) Pemahaman,yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu.
115

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

206.835 – (1.015 x ASL) – (84.6 x ASW). Keterangan: ASL: Average Sentence Length, yakni jumlah kata dibagi dengan jumlah kalimat ASW: Average number of syllables per word, yakni jumlah sukukata dibagi dengan jumlah kata. Secara bertahap terdapat enam langkah dalam pengukuran tingkat keterbacaan dengan menggunakan rumus Flesch Reading Ease, yakni: a) menghitung jumlah seluruh kata; b) menghitung jumlah seluruh sukukata; c) menghitung jumlah seluruh kalimat; d) menghitung rata-rata jumlah sukukata perkata; e) menghitung rata-rata kata perkalimat; dan f) menentukan skor keterbacaan dan menafsirkan hasilnya. Ketentuan yang digunakan adalah skor 0 berarti tidak terbaca, 100 berarti sangat mudah, dan 60 berarti tingkat keterbacaan yang baik 5. Kurikulum Berbasis Kompetensi Ditinjau dari asal katanya, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu kata “currere”, yang berarti jarak tempuh lari. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dan start sampai dengan finish. Jarak dan start sampai dengan finish ini yang disebut “currere’. Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung untuk menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. Seorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan, maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (Ahmad dkk, 1998: 9-14). Dari segi terminologi, pengertian kurikulum dibedakan manjadi dua, yakni menurut pandangan lama dan pandangan baru. Menurut pandangan lama, Hamalik (1990: 4)
114

mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta: Jakarta Pusat 200 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 300 orang mahasiswa, Jakarta Utara 100 orang mahasiswa, Jakarta Barat 250 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 200 orang mahasiswa. Bila masing-masing wilayah diwakili oleh 10% dari populasi yang dimiliki, maka sampel untuk masingmasing wilayah adalah: Jakarta Pusat 20 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 30 orang mahasiswa, Jakarta Utara 10 orang mahasiswa, Jakarta Barat 25 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 20 orang mahasiswa. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok kedua adalah systematic sampling, quota sampling, accidental sampling, purposive sampling, saturation sampling, dan snowball sampling. Systematic sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen berdasarkan urutan tertentu, seperti setiap urutan ke-10 dan kelipannya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang nama lengkapnya terdiri dari tiga kata. Quota sampling adalah pengambilan sampel dari populasi homogen yang jumlahnya dibatasi atau ditentukan berdasarkan kondisi tertentu, seperti setiap 1000 warga hanya diwakili oleh satu orang warga. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Indonesia masyarakat di kota-kota besar Indonesia, maka populasinya adalah seluruh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar (anggap empat kota besar). Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, setiap 250.000 jiwa diwakili oleh satu orang warga. Jadi, karena Jakarta
35

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

berpenduduk 20 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 80 orang; Surabaya berpenduduk 10 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 40 orang; Bandung berpenduduk 6 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 24 orang; dan Medan berpenduduk 4 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 16 orang. Accidental sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen melalui cara “siapa atau apa saja yang ditemui” untuk dijadikan anggota sampel. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Berbahasa Indonesia warga Jakarta Selatan pada masa reformasi 1998-2000, maka populasinya adalah seluruh warga Jakarta Selatan. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, siapa pun warga Jakarta Selatan bersedia diangkat sebagai sampel dalam penelitian hingga dianggap cukup mewakili populasinya (anggap 200 warga) Purposive sampling merupakan pengambilan sample dari populasi heterogen berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki sampel atau pertimbangan peneliti. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang telah mengambil matakuliah Bahasa Indonesia, Speaking IV, dan Public Speaking. Saturation sampling merupakan pengambilan sample yang melibatkan hampir semua anggota populasi tetapi bukan sensus. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji perbedaan kemampuan apresiasi puisi komtemporer Britania antara mahasiswa yang berpendidikan SLTA dan MAN pada semester VII BSI UIN Jakarta, maka populasinya adalah seluruh mahasiswa BSI semester VII (berjumlah 150 orang) yang
36

benar-benar mandiri yang tidak perlu bantuan orang lain, sehingga tidak termotivasi untuk belajar lebih jauh. Kualitas lebih tinggi memungkinkan siswa selalu tergantung pada orang lain, sehingga tidak mandiri tetapi lebih termotiovasi untuk memperoleh hal yang baru. Keterbacaan berasal dari bahasa Inggris “readability” yang terbentuk dari morfem bebas “read” dan dua morfem terikat “able” dan “-ty” yang berarti dapat dibaca. Artinya, pesan yang terkandung dalam teks dapat ditangkap secara jelas oleh pembaca sesuai dengan target sasarannya. Secara terminologi, keterbacaan ditafsirkan berbeda-beda antara satu ahli dan ahli lain sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Meskipun terdapat perbedaan, para ahli menyepakati pada satu hal bahwa keterbacaan itu lebih mengarah pada kemungkinan suatu teks dibaca oleh seseorang. Smith dan King (198-: 3) mengartikan keterbacaan dengan tingkat kesulitan bahan bacaan yang termuat dalam buku teks. Secara lebih spesifik Karlin (1984: 99) mendefinisikan keterbacaan dengan kesesuaian antara tingkat kemampuan membaca siswa dengan tingkat kesulitan bahan bacaan melalui pernyataannya yang berbunyi “readability refers to the suitability between the reading ability and difficulty of materials. Kesulitan dalam pengertian tersebut, menurut Nuttal (1987: 4), berkenaan dengan kesulitan-kesulitan linguistik yang meliputi unsur-unsur leksikal dan gramatikal bahasa. Makin banyak jumlah kosakata dan gramatika yang tidak dipahami siswa makin tinggi tingkat kesulitan teks tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditegaskan kembali bahwa unsur leksikal atau kosakata, dan unsur gramatikal merupakan penentu tingkat kesulitan suatu teks. Kedua unsur tersebut menjadi landasan utama dalam pengembangan alat ukur tingkat keterbacaan. Salah satunya adalah Flesch Reading Ease yang dikembangkan oleh Rudolf Flesch (2003). Adapun rumus yang digunakan untuk menganalisis tingkat keterbacaan teks adalah:
113

aktivitas latihan bahasa. Selain itu. Aspek publikasi berhubungan dengan tampilan fisik materi pelajaran sebagai satu kesatuan buku pelajaran. and teacher’s guide). bagian ini juga berhubungan dengan aktivitas belajar yang harus dikembangkan sesuai dengan karakteristik materi pelajarannya. buku panduan guru. urut-urutan pelajaran. dan daftar kata atau indeks. dan bahan pelajaran diseleksi dan gradasi. perhatikan karakteristik populasi dan samplingnya seperti berikut. metodologi. Secara spesifik aspek publikasi berkaitan dengan materi pelajaran. accidental. video. saturation Snowball sampling Stratified atau proportional sampling Cluster atau quota sampling Purposive sampling (yang bisa berbahasa Inggris) 37 Heterogen Berstrata Seluruh penduduk Jakarta berdasarkan status sosial Heterogen Seluruh penduduk Berkelompok Jakarta berdasarkan wilayah Heterogen Seluruh siswa SMA di Jakarta . instructions. lebih rendah atau lebih tinggi dari kemampuan siswa. language study activities. dan bahkan 112 berpendidikan SLTA dan MAN. Systematic. sehingga diperoleh jumlah anggota sampel yang relatif representatif. dan panduan guru (price. dalam penelitian yang mengaji mengenai pola berbahasa Jawa Krama Inggil para abdi dalem kasultanan Yogjakarta. latihan. Hal itu mencakup pertimbangan tentang tujuan yang ingin dicapai. bagaimana tugas. kaset. CIRI-CIRI POPULASI Homogen CONTOH POPULASI Seluruh mahasiswa UIN SAMPLING YANG COCOK Random. layout and design. aktivitas latihan keterampilan berbahasa. Demikian seterusnya. Selain itu. Tabel 1. yakni sampel terpilih menunjuk anggota lain secara berantai sehingga terpenuhi jumlah yang diinginkan. keberterimaan kultural. Kriteria ini bergayut erat dengan kualitas teks-teks yang manjadi dasar pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris di dalam buku teks: apakah teks-teks tersebut sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. aspek ini juga berkenaan dengan pembagian buku menjadi beberapa unit dan subunit. Memperjelas apa yang dikemukan Harmer. cultural acceptabililty. availability. sedangkan yang berpendidikan non-SLTA dan MAN tidak dianggap sebagai sampel. penggunaan. Tomlinson (1998: 193) mengelompokkan pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan buku teks bahasa komunikatif ke dalam dua kategori. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 65 mahasiswa yang berpendidikan SLTA. methodology. 4. yakni publikasi dan desain. Untuk memudahkan pengambilan sampel. tipe silabus. Karakteristik populasi dan samplingya. dan berikutnya sampel terpilih diminta untuk memilih abdi dalem lainnya sebagai anggota sampel. Umpamanya. Kualitas yang lebih rendah membuat siswa menjadi terlalu percaya diri. language skill activities.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketersediaan. topik. instruksi. Adapun sampelnya untuk pertama kalinya ditentukan berdasarkan kriteria lama pengabdiannya. Snowball sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen dengan cara “bola salju”. Keterbacaan Aspek substansial utama yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif adalah keterbacaan. dan buku kerja. kunci jawaban. maka populasinya adalah seluruh abdi dalem kasultanan Yogjakarta. topics. dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Adapun aspek desain berhubungan dengan latarbelakang konseptual/teori yang mendasarinya. dan 70 orang mahasiswa yang berpendidikan MAN. perwajahan dan desain. Kualitas yang sepadan memungkinkan siswa menjadi relatif lebih mandiri.

Pemilihan Buku Teks Bahasa Selain aspek substansial sebagaimana dijelaskan di atas. kemampuan menyimak. dan kemampuan menerjemahkan. f) kesesuaian tema. kreativitas berbahasa. b) pengembangan aktivitas belajar berbasis kerja kelompok dan interaksi komunikasi. kemampuan berbicara. Nontes merupakan instrumen penelitian yang 38 Mempertegas ciri-ciri tersebut. 111 . yakni: a) kontekstualisasi aktivitas latihan berbahasa yang membiasakan siswa dengan budaya bahasa sasaran. tes dan nontes. dan g) integrasi aspek kultural ke dalam bahan-bahan pelajaran dan aktivitas latihan berbahasa. Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut. Instrumen penelitian dapat didefinisikan sebagai alat atau cara yang digunakan untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Data yang tidak tepat berpengaruh terhadap kesahihan kesimpulan yang diambil. kemampuan pragmatik. kemampuan linguistik. Tes merupakan instrumen penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan kognitif dan psikomotor seseorang dalam bidang-bidang atau keterampilan tertentu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5 INSTRUMEN PENELITIAN A. e) penjelasan aspek gramatikal dalam konteks penggunaan bahasa. Menurut Harmer (2003: 301). pemilihan buku teks bahasa komunikatif perlu memperhatikan: harga. kemampuan membaca. secara substansial guru dapat menentukan buku teks bahasa komunikatif mana yang dapat digunakan sebagai buku pelajaran bahasa Inggris bagi siswa pada tingkat tertentu. 3. Untuk mendapatkan data yang akurat diperlukan instrumen penelitian yang tepat. d) perpaduan antara kemampuan fungsional dan gramatikal. Ditinjau dari segi bidang atau domain yang diukur. penguasaan kosakata. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. c) penggunaan bahan-bahan yang berbentuk autentik. Tentu saja ketepatan guru dalam penggunaan buku teks dapat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan kegiatan belajar yang dikembangkannya. kemampuan menulis. Pengertian Penelitian yang baik sangat tergantung pada ketersediaan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. instrumen penelitian dibedakan menjadi dua. IQ. terdapat aspek-aspek lain yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif sebagai buku pegangan siswa. kemampuan analisis pusisi klasik bahasa Inggris. bahan-bahan bacaan. Hadley (1994: 484) merinci beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. dan aktivitas latihan berbahasa dengan kebutuhan dan minat siswa. Kegiatan belajar menjadi makin terarah dan siswa terus termotivasi dalam belajar karena mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dengan pelajaran yang telah dan akan dipelajari. seperti kemampuan gramatika.

persepsi seorang dosen terhadap daya kreativitas mahasiswa. seperti tes mengarang. dan f) menekankan pada aspek kelancaran komunikasi (Grant. Ditinjau dari sudut tujuan yang ingin dicapai. dan lain-lain. Secara umum. 39 . terdapat beberapa jenis tes. dengan objek yang sedang diteliti. TOEIC. seperti tes masuk.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra yang dapat membantu siswa menguasai kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran tidak dapat disebut sebagai buku teks bahasa komunikatif. d) mementingkan keakuratan daripada kelancaran berbahasa. Siswa hanya dituntut untuk mengetahui kaedah-kaedah bahasa secara teoretis. seperti tes pilihan ganda. Adapun ciri-cirinya dapat digambarkan sebagai berikut: a) menekankan aspek bentuk dan kaedah bahasa. tetapi tidak dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa untuk komunikasi. Nontes terdiri dari beberapa jenis. Tes kesiapan (aptitude test) adalah tes yang digunakan untuk melihat kesiapan seseorang untuk mengikuti program belajar. 1987: 14). tes diagnosa. dan pretes. Tes kemampuan (profeciency test) merupakan tes yang digunakan untuk mengukur sejauhmana seseorang menguasai bidang tertentu sesuai dengan apa yang dipersyaratkan tanpa harus mengikuti program belajar. e) memanfaatkan materi yang bersifat autentik. sedangkan tes subjektif merupakan tes yang tidak menuntut satu jawaban yang paling benar. Utamanya. dan biasanya menghasilkan penilaian yang berbeda antara satu penilai dengan penilai lainnya. b) terfokus pada pengembangan keterampilan membaca dan menulis. dan lain-lain. 1987: 12). TOEFL. dan quesoner. Mid tes. seperti sikap seorang mahasiswa terhadap puisi bahasa Inggris modern. Obeservasi merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat verbal yang mengandalkan keterlibatan peneliti. d) mengembangan keterampilan berbahasa terpadu. ciricirinya adalah: a) menekankan fungsi komunikatif bahasa. Berbeda dengan buku teks tradisional. seperti UAS. Tes ditinjau dari sudut cara penyekoran dibedakan antara tes objektif dan subjektif. Buku tersebut biasanya disebut dengan buku teks bahasa tradisional. siswa dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi. buku teks komunikatif memuat materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi. dan karakterrisasi drama bahasa Inggris klasik. prilaku berbahasa seorang anak. Tes prestasi (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang mengenai sesuatu atau sejauhmana seseorang menguasi sesuatu setelah menyelesaikan suatu program belajar. c) banyak memanfaatkan bahasa pertama sebagai bahasa pengantar. baik secara langsung maupun tidak langsung. seperti observasi. kebiasaan membaca novel roman. seperti tes memperoleh SIM. 110 digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan afektif seseorang atau informasi yang tidak berkenaan dengan kemampuan kognitif. c) menekankan pada materi pelajaran berbasis tugas. Instrumen yang berbentuk tes dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok tes. Buku teks tradisional mengacu pada buku pelajaran yang berisikan materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai sebuah sistem bunyi daripada sebagai alat komunikasi. b) menempatkan minat dan kebutuhan berbahasa siswa sebagai pijakan penyusunan materi pelajaran. Tes objektif merupakan tes yang menuntut satu jawaban yang paling benar. wawancara. e) lebih taat pada silabus dan kepentingan ujian (Grant. dan menghasilkan skor yang sama bila dikoreksi oleh beberapa orang penilai.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Wawancara merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan informasi verbal mengenai sesuatu dengan mengandalkan kemampuan berkomunikasi secara langsung dengan pihak responden. Buku-buku teks bahasa yang tidak berisikan bahan pelajaran 109 . Kedua. Kesalahan di dalam penggunaan buku teks bahasa menimbulkan akibat yang sangat fatal. yakni kegagalan siswa menguasai kompetensi yang diharapkan. Kajian Teori Definisi Konseptual Definisi Operasional Pembuatan Kisi-Kisi Penyusunan Butir Soal Uji Coba Revisi & Gandakan Instrumen Diagram Proses Pengembangan Instrumen tes Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. Quesioner merupakan wawancara yang dilakukan secara tertulis. yakni kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran. Pandangan yang sama juga telah disampaikan oleh Hadley (1993: 4) yang mengatakan: “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah 40 buku-buku teks yang tersedia di pasaran. B. That is.” Kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran sebagai kompetensi utama yang harus dikuasai siswa merupakan ciri utama yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. kemampuan komunikatif tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik sebagaimana diutarakan Ellis (1994: 13) berikut ini: “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentukbentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Huda (1999:93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa guru dituntut untuk lebih selektif di dalam mimilih buku-buku teks bahasa yang tersedia di pasaran. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. Pengembangan Instrumen Tes Untuk mendapatkan isntrumen berbentuk tes yang baik. peneliti harus memperhatikan prosedur pengembangannya yang meliputi tujuh rangkaian kegiatan yang terdeskripsikan pada diagram berikut.” Jadi.

dan apa jenis butir soal yang digunakan. 2.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra vocabulary. keterampilan bahasa. 4. seperti berapa jumlah butir soal yang dibutuhkan. dan mendapatkan gambaran umum isi bacaan dalam bahasa Inggris. pronunciation. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir soal. Harmer juga mengaskan hal yang sama bahwa buku teks bahasa harus memuat aspek gramatikal. tetapi dengan mudah dapat memperolehnya melalui 108 suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. Tiga pandangan di atas makin memperjelas pengertian buku teks bahasa sebagai buku pelajaran utama dan pelengkap yang memuat seluruh pokok bahasan. functions and the skilss of reading. 1. Dampak positif yang dirasakan guru adalah tersedianya berbagai macam buku teks bahasa Inggris yang tersedia di pasaran. Guru tidak perlu lagi khawatir dan bersusah-payah menyediakan sumber-sumber pelajaran secara mandiri. they provide a sensible progression of language items. Pembuatan kisi-kisi: Kisi-kisi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan butir-butir perntanyaan hanya memuat 41 . berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir soal dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. sedangkan mengetahui apa yang akan dipelajari menjadikan siswa lebih termotivasi dan siap secara mental menghadapi materi pelajaran baru. sehingga siswa dapat mengetahui apa yang sudah dan akan dipelajari. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on” (Harmer. menemukan pikiran utama dalam paragraf. menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. Perumusan definisi operasional: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis yang dapat diukur melalui: menemukan informasi tertentu dalam teks. “Good text books often contain lively and interesting materials. 3. SMA. baik yang berupa unsur-unsur bahasa. atau perguruan tinggi. writing. maupun aspek-aspek lain terkait. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. dan penggandaan butir soal sebagai instrumen penelitian sesuai dengan kebutuhan. Keenam adalah ujicoba butir soal yang dibuat untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. apakah untuk siswa SLTP. 1991: 257). komponen bahasa. Perumusan definisi konsep: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis. Aplikasi ketuju langkah tersebut dapat dilihat pada pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan membaca bahasa Inggris sebagai berikut. Kriteria Buku Teks Bahasa Komunikatif Maraknya peredaran buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA tidak saja membawa dampak positif. fungsi-fungsi bahasa yang disusun secara menarik dan sistematis. and speaking. Kempat. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasional yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks. listening. yang harus disampaikan kepada siswa pada masa tertentu sesuai dengan tingkatnya. Kelima. Mengetahui apa yang sudah dipelajari menjadikan siswa dapat mengulang dan memperdalam kembali materi tersebut secara madiri. Ketiga.” Tidak berbeda dengan Tomlinson. menemukan semua informasi rinci yang tersurat. tetapi juga dampak negatif. Ketujuh adalah revisi atau penggantian butir soal berdasarkan hasil ujicoba.

“A textbook which provides the core materials for a course. jenis butir pertanyaan. However. 22. Adapun bagi siswa buku teks bahasa dapat memberikian informasi mengenai tujuan belajar dan proses pencapaiannya. 18 4. your local official will tell you if and when you need to leave your home. don’t stop to fuss about your house. JML 4 5 7 4 4 29. 20 21. Do the right thing If an emergency or disaster occurs. Such a book usually includes work on grammar. Kisi-kisi tes membaca NO INDIKATOR 1 Menemukan informasi tertentu dalam teks 2 Menemukan pikiran utama dalam paragraf 3 Menemukan semua informasi rinci yang tersurat 4 Menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks 5 Menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks 6 Mendapatkan gambaran umum isi bacaan Jumlah PG 1. 24 24 Esai 25 26. 107 . c) waktu persiapan mengajar yang lebih efektif. Menurut Grant (1987: 12). dan keterampilan-keterampilan berbahasa tertentu. buku teks dapat diartikan sebagai buku pelajaran yang memuat seluruh aspek bahasa sasaran yang harus dikuasai siswa. or D. 28. 16. Choose the best alternative by crossing A.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa hal yang penting. buku teks terdiri dari buku pelajaran utama yang memuat seluruh aspek bahasa. If they tell you to leave pronto. action can be taken to help minimize damage. Your house will be better off if you take some time to look for 42 b) keluaasan materi pelajaran. e) sebagai bahan diskusi dengan guru-guru lain. 7. 15. Tabel 2. 2. Secara lebih spesifik Tomlinson (1998: ix) menyebutkan bahwa buku teks bahasa harus memuat komponen bahasa. dan g) sebagai landasan pengembangan kegiatan belajar terpusat pada siswa. d) sebagai dasar pengembangan pekerjaan rumah. 1 – 5 refers to the following text. dan keterampilan bahasa. kesempatan untuk belajar secara mandiri. Adapun dalam kegiatan belajar bahasa. dan kesempatan untuk mengulang kembali pelajaran yang sudah dibahas di sekolah. bidang-bidang. Just take your disaster supplies that you have already set aside and get out of the area. fungsi bahasa. 17 3. 10. 8. seperti indikator. 19 5. f) memberikan rasa aman. 9. 14. dapat ditegaskan kembali bahwa buku teks bahasa merupakan salah satu sumber pelajaran bahasa yang memberikan banyak keuntungan bagi guru dan siswa. 6. B. on your answer sheet Question no. 30 6 6 30 5. rasa aman dengan kejelasan materi yang akan dipelajari. C. Penulisan butir soal Instrumen Kemampuan Membaca A. if you have time to prepare. 11. It aims to provide as much as possible in one book and is designed so that it could serve as the only book which the learners necessarily use during a course. 13. for example if a hurricane or flood is expected to hit in a few days. 12. 27. sehingga kegiatan belajar yang telah direncanakan dapat berjalan secara efektif. 23. Buku teks dapat didefinisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi-materi inti yang harus disampaikan kepada siswa dalam periode belajar tertentu. dan buku pelajaran tambahan yang memuat topik-topik. Dengan demikian. dan jumlah butir yang dibutuhkan.

propane. Buku teks bahasa dapat mencakup keseluruhan topik yang akan dipelajari. seperti: a) program pengajaran bahasa yang sudah tersusun. Bagi guru. bermain peran. A. Who will tell you if the disaster happens? A. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. See B. be hurry D.C C. buku teks bahasa dapat memberikan beberapa keuntungan. Be worried B. belajar di taman. kurikulum berbasis 1.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra pemilihan buku teks. the accidence of a disaster 3. a friend B. sehingga siswa tidak dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang diharapkan. a teacher D. sedangkan kegiatan di luar kelas dapat berbentuk kunjungan ke perpustakaan. diskusi. know C. kegiatan belajar bahasa yang akan dikembangkan berjalan tanpa arah. Helliwell (1992: 114) mengemukakan bahwa buku teks bahasa tidak saja memiliki keunggulan yang hanya dapat dimanfaatkan oleh guru. dan memiliki fleksibilitas yang relatif tinggi. bring equipment inside B. buku teks bahasa memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri yang menjadikannya sebagai bahan pelajaran utama di sekolahsekolah. be careful 5. 1. dan kompetensi. the duty of the government official C. Ujicoba instrumen 7. Di antara sumber-sumber pelajaran tersebut. Kegiatan tersebut dapat mengambil berbagai macam bentuk aktivitas yang dapat dilakukan siswa secara individual dan kolektif. The word “fuss” in line three means ____ A. an official B. Dst. majalah. Buku Teks Bahasa Kegiatan belajar bahasa sebagai proses penyampaian dan pengalihan informasi dan kompetensi-kompetensi lainnya merupakan salah satu wujud implementasi kurukulum dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. move equipment from window D. move your belongings so they are away from windows or in the case of flooding they are on upper floors of the house. Tentu saja kegiatan belajar bahasa yang dikembangkan guru akan berjalan dengan baik bila sumber-sumber pelajaran tersedia secara cukup dan proporsional. tetapi juga memiliki keunggulan yang dapat dinikmati oleh siswa. kinds of disasters B. The word “look for” in line seven means ____. seek D. seperti buku teks. mengerjakan latihan. Kegiatan belajar di dalam kelas yang dapat dikembangkan guru mencakup membaca buku. 106 potential problems. mudah dibawa. watch 6. dan koran. keterbacaan. Inside your home. 6. such as air conditioning units. Bila tidak. batten done A. Bring your outdoor equipment and furniture inside. leaving home to save D. dan mengunjungi tempattempat peneting lain. The idea of that paragraph is ______ A. leave the door unlocked 4. kerja kelompok. Menegaskan hal tersebut. The following are actions that can be done if flood is expected to hit. Revisi dan penggandaan 43 . kaset. be nervous C. and the like. tanks. video. a journalist 2. except __ A. and batten down any structures that might be damaged or swept away. C.

hanya membutuhkan empat langkah. yakni kajian terhadap teori yang relevan. buku teks bahasa Inggris mana yang memiliki nilai keunggulan yang lebih tinggi daripada buku-buku teks bahasa Inggris lain yang digunakan oleh siswa kelas II SMA. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi: 1. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasioanl yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir pernyataan dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. 4. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir pernyataan. Ketujuh. Tidak berbeda dengan tes. E. Ketiga. Bagi para peneliti sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan mengenai bukubuku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. 105 . Kelima. 1.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra C. penyusunan definisi konseptual. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. Guru-guru bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. terdapat beberapa hal yang perlu dibahas secara detail. yakni hakikat buku teks bahasa. dan penyempurnaan terhadap buku-buku teks bahasa Inggris yang sudah digunakan oleh siswa kelas II SMA di DKI Jakarta. definisi operasional. Berikut adalah contoh pengembangan kuesioner motivasi berprestasi yang meliputi langkah-langkah berikut. 2. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. Pengembangan Instrumen Nontes. untuk mendapatkan instrumen berbentuk nontes yang baik (terutama kuesioner) peneliti juga harus memperhatikan prosedur pembuatannya. Kempat. Perumusan Definisi konseptual: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan materi pelajaran bahasa Ingris untuk siswa kelas II SMA. dan 4. F. dan 5. ujicoba kuesioner yang dibuat untuk diketahui validitas dan reliabilitasnya. Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. kriteria buku teks bahasa komunikatif. dan apa jenis butir pernyataan yang digunakan. dan penggandaan kuesinoer sesuai dengan kebutuhan. Prosedur pengembangannya sama dengan prosedur pengembangan instrumen tes. dan pedoman obeservasi atau wawancara. Adapun pengembangan instrumen berbentuk observasi atau wawancara. seperti berapa jumlah butir pernyataan yang dibutuhkan. Keenam. 44 3. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kriteria buku teks bahasa Inggris komunkatif. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. Kedua. Kajian Teoretis Sesuai dengan permasalahan yang diajukan. 3. Penerbit buku-buku teks bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan dalam penyusunan buku-buku teks yang baru. revisi atau penggantian butir pernyataan berdasarkan hasil ujicoba.

Pembuatan kisi-kisi: Tabel 3. penelitian ini akan difokuskan pada kualitas buku teks bahasa Inggris untuk SMA kelas II yang banyak digunakan di beberapa SMA di Jakarta. penelitian ini akan dipusatkan pada sepuluh (10) buku teks yang banyak digunakan oleh SMA II di DKI Jakarta. S: Sering. C. KK: Kadang-kadang. Tujuan Penelitian Secara umum. SS: Sering Sekali. Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Berprestasi NO DOMAIN INDIKATOR Optimis di dalam menghadapi berbagai masalah Antusias di dalam mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan A Affective Bertanggungjawab terhadap apa yang telah dikerjakan Bekerja keras untuk memperoleh hasil yang lebih baik daripada orang lain Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi Berusaha untuk menyelesaikan B Cognitive tugas-tugas belajar dengan baik Menguasai bahan kuliah/belajar/ pekerjaan secara komprehensif Berani mengambil resiko Berusaha secara mandiri dan C Conative tidak tergantung pada orang lain Bersaing untuk memperoleh hal yang baik Meniru gaya atau cara belajar D Behavioral orang-orang yang sukses E Spiritual Memahami tujuan belajar/kuliah JUMLAH (+) (-) JML 4 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 0 4 3 3 4 4 3 4 3 4 2 2 40 1 1 22 18 5. Bagaimanakah tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA di DKI Jakarta? 2. seperti afektif. 1. tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. Penulisan butir-butir pernyataan Lingkarilah salah satu alternatif jawaban yang tersedia sesuai dengan pilihan anda. penelitian tersebut berusaha untuk memperoleh data empiris mengenai: 1. Bagaimanakah kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA jika ditinjau dari kriteria buku teks bahasa Inggris komunikatif? 4. TP: Tidak Pernah 45 . 104 3. 4. kognitif. Secara spesifik penelitian ini diarahkan pada hal-hal berikut. 2.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menimbulkan masalah besar bagi guru untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang benar-benar memenuhi kriteria buku teks yang baik. behavioral. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang digunakan di DKI Jakarta. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kreiteria yang dipersyaratkan oleh Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004. Pertanyaan Penelitian Karena banyaknya buku teks bahasa Inggris yang beredar di pasaran. dan spiritual. Bagaimanakah tingkat kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004? 3. Secara khusus. konatif. Manakah di antara buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang dianggap sebagai buku teks yang lebih kualitas daripada buku-buku teks lain? D. Perumusan definisi operasional: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain yang terbangun dari beberapa aspek. Oleh karena itu.

Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. (SS/S/KK/TP) Jika saya menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya. 3. tetapi secara arif dapat menentukan buku teks mana yang seharusnya digunakan siswa dan sekolah. (SS/S/KK/TP) Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. Tentu saja. (SS/S/KK/TP) Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. (SS/S/KK/TP) Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. mengingat keberhasilan siswa untuk menguasai kompetensi juga ditentukan oleh kualitas buku teks yang digunakan. 12. (SS/S/KK/TP) Karena sulitnya mencari bahan-bahan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. (SS/S/KK/TP) Ketika saya mengahadapi masalah dalam belajar. seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. 9. hal itu membuat pihak sekolah dan guru menghadapi dilemma besar untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang harus digunakan. 8. Beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. Maka. Tentu saja kondisi seperti itu 103 46 . (SS/S/KK/TP) Saya akan berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain (SS/S/KK/TP) Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. Fokus Penelitian Pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004 mengundang kompetisi baru untuk memenuhi salah satu sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. 2. 4. 13. para penulis dan penerbit telah berusaha memenuhi kriteria buku teks yang baik dengan memasukkan prinsip-prinsip KBK tahun 2004 ke dalam buku teks yang mereka terbitkan. (SS/S/KK/TP) Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. laporan. 6. 10. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. 5. (SS/S/KK/TP) Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadi-kan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan. dan materi ajar yang menarik dengan memberikan ilustrasi dan gambar-gambar yang menawan. (SS/S/KK/TP) Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. saya tetap antusias dalam menjalaninya. Di samping itu. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. penerbit juga memberikan harapan-harapan finasial kepada para guru dan sekolah jika buku teks yang mereka terbitkan digunakan sebagai buku wajib siswa. saya tetap optimistis dapat mengatasinya. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. Kesulitan yang bersifat substansial inilah yang perlu segera dicarikan solusi terbaik. yakni buku teks bahasa Inggris. Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tantangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya. B. Secara substansial. Salah satu solusinya adalah penelitian terhadap isi buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA yang banyak beredar di pasaran. Penelitian ini perlu segera dilakukan untuk membantu guru-guru bahasa Inggris SMA agar tidak terjebak pada masalah finansial. (SS/S/KK/TP) Dalam kondisi yang sangat buruk. 11. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan pekerjaan itu. 7.

saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. dan untuk memenuhi sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. Secara sengaja. Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. saya tidak mengerja-kan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh. saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana. (SS/S/KK/TP) 24. Kondisi seperti itu diperburuk lagi dengan promosi langsung ke sekolahsekolah untuk menawarkan buku teks yang mereka terbitkan. Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. perpustakaan dan media cetak lainnya. (SS/S/KK/TP) 25. they provide a sensible progression of language items. Buku teks bahasa Inggris SMA harus mencerminkan prinsip-prinsip pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran. Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 14. Bila keterangan guru atau penjelasan dari buku tidak begitu jelas. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas-tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on”. (SS/S/KK/TP) 17. sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut. saya tidak membuat laporan pengamatan sebaik mungkin. Harmer (1991: 257) mengatakan bahwa buku teks bahasa Inggris harus memuat isi yang up to date dan menarik. (SS/S/KK/TP) Berkenaan dengan matapelajaran bahasa Inggris di SMA. (SS/S/KK/TP) 20. Sebagai respons dari pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuhkan. (SS/S/KK/TP) 15. Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. Dalam kegiatan kelompok. saya akan berusaha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. seperti internet. “Good text books often contain lively and interesting materials. (SS/S/KK/TP) 21. Supaya dapat menyelesaikan suatu pekerjaan sebaik mungkin. Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. (SS/S/KK/TP) 26. (SS/S/KK/TP) 23. (SS/S/KK/TP) 19. (SS/S/KK/TP) 22. Jika saya tidak menguasai suatu pekerjaan. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu pekerjaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. Selain itu. Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. (SS/S/KK/TP) 18. tetapi asal terpenuhi kewajibannya saja. mereka menuliskan frasa “sesuai dengan KBK tahun 2004” dengan huruf berukuran besar dan berwarna menyolok. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. (SS/S/KK/TP) 27. (SS/S/KK/TP) 16. saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. karena anggota lain juga mengerjaknnya. Melengkapi persyaratan buku teks bahasa Inggris yang baik. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin. kesesuaian materi ajar yang termuat dalam buku teks bahasa Inggris dengan kurikulum juga merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Maka. Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru atau buku. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan yang saya kuasai. 102 47 . Isi buku yang menarik tentunya dapat membantu siswa menjaga motivasi belajarnya tetap tinggi. kompetensi sebagai tujuan akhir harus mejadi landasan pengembangan materi ajar yang dapat memberikan pengalaman belajar yang berharga bagaimana menggunakan bahasa sasaran seara baik dan komunikatif.

(SS/S/KK/TP) 37. Bahasa Indonesia. saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya. Meskipun ada pembantu. saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. matematika. Tarigan dan Tarigan (1986: 22) mengatakan bahwa buku teks ditulis untuk digunakan di sekolah dan sekolah mempunyai kurikulum. (SS/S/KK/TP) 36. Mengenai kriteria tersebut. (SS/S/KK/TP) 39. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. buku teks memiliki peran yang sangat besar di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas. Revisi dan penggandaan 48 Di antara beberapa perangkat keras yang harus difasilitasi oleh sekolah adalah buku teks. Buku teks dapat definisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi pelajaran sesuai dengan pokok-pokok pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. (SS/S/KK/TP) 31. (SS/S/KK/TP) 29. atau Agama. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabat-shabat nabi. Dengan kata lain. sekolah harus memfasilitasi ketersediaan buku teks sesuai dengan jumlah matapelajaran yang harus diambil siswa pada jenjang pendidikan tertentu. Ujicoba kuesioner 7. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. (SS/S/KK/TP) 38. (SS/S/KK/TP) 34. Oleh karena itu. saya berusaha untuk membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat teman-teman di kelas. (SS/S/KK/TP) Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. (SS/S/KK/TP) 32. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan sekarang. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. buku teks bahasa Inggris. Untuk membaca buku-buku atau karya-karya ilmiah.” Sesuai dengan pengertian tersebut. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. 101 . Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. sedangkan buku teks yang tidak relevan akan menjauhkan siswa dari kompetensi yang seharusnya dikuasai. saya akan membaca buku-buku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman. Buku teks yang relevan tentu saja dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk memperoleh kompetensi yang diharapkan. dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi. (SS/S/KK/TP) 35. (SS/S/KK/TP) 40. “Buku teks adalah buku yang dirancang buat penggunaan di kelas. Sebagai seorang muslim. IPS. karena buku teks dapat dianggap sebagai sumber utama materi pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 28. saya tetap membersihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. (SS/S/KK/TP) 33. Karena takut salah. 30. Salah satunya adalah kesesuaiaan antara materi ajar yang terkandung dalam buku teks dengan silabus atau kurikulum yang sedang berlaku. Supaya fungsinya dapat berjalan dengan baik. Dengan kemampuan yang saya miliki. Supaya bermanfaat di kemudian hari. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya. buku teks harus memuat seluruh materi ajar yang disajikan berdasarkan prinsip-prinsip sebagaimana yang diisyaratkan oleh silabus atau kurikulum. seluruh buku teks harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. Menurut Bacon sebagaimana dikutip oleh Tarigan dan Tarigan (1986: 22). Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. Karena itu tidak ada pilihan lain bahwa buku teks harus relevan dengan kurikulum yang berlaku”.

akademik. peneliti harus mengetahui jenis data apa yang dimiliki. dan kepemimpinan yang mengarah pada tercapainya efektifitas dan efesiensi penyelenggaraan kegiatan belajar. sebaliknya. 100 6 ANALISIS DATA A. diperlukan jika data yang diperoleh merupakan data kuantitatif atau numerik. Oleh karena itu faktor-faktor tersebut harus dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan dalam pengajaran dan pembelajaran agar lebih bermakna bagi siswa. baik yang berbentuk perangkat lunak maupun perangkat keras. data kualitatif tidak memerlukan statistik-statistik tersebut. sedangkan model analisis nonstatistika digunakan jika data yang diperoleh merupakan data kualitatif. 2003: 6). laboratorium IPA. Analisis data dapat diartikan sebagai proses pengolahan data terkumpul dengan menggunakan berbagai cara dan strategi. agar dapat menentukan apakah analisis statistika atau nonstatistika yang akan digunakan. minat. minat. Oleh karena itu. alat perga. tetapi membutuhkan 49 .Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Guru tidak lagi menjadi seorang figur sentral yang menentukan segalanya dalam penyelenggraan kegiatan belajar. Statistika. siswa menjadi lebih termotivasi untuk menguasai kompetensikompetensi yang diharapkan. laboratorium komputer. Perubahan orientasi tersebut esensi dari pendekatan yang diterapkan dalam KBK 2004. dan masa depan. Siswa menjadi acuan dan orientasi di dalam menetukan berbagai aspek pembelajaran yang dikembangkan guru. Sebaliknya. Jenis-Jenis Data Analisis data merupakan salah satu langkah kritis yang sangat menentukan bagaimana masalah yang telah dirumuskan harus dijawab. Terdapat lima kelompok data yang perlu diketahui sesuai dengan sudut pandangnya yang berbeda. umumnya. Pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi melahirkan beberapa tuntutan besar. Beberapa konsep penting lain dalam pendekatan kebermaknaan adalah bahan pelajaran dan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna jika berhubungan dengan kebutuhan. baik yang memanfaatkan statistika maupun yang tidak memanfaatkan statistika sehingga dapat ditemukan pemecahan masalah yang tepat dan akurat. tuntutan yang bersifat perangkat keras lebih mengarah pada ketersediaan fasilitas-fasilitas belajar yang memadai. Posisi sentral guru digantikan oleh siswa. tetapi ia berfungsi sebagai seorang fasilitator yang memfasilitasi kegiatan belajar siswa. pengalaman. bahwa “Kurikulum Berbasis Kompetensi menerapkan pendekatan kebermaknaan sebagai pendekatan pembelajaran” (Diknas. Berdasarkan penggunaan statistik dalam analisisnya data dapat dibedakan menjadi data kuantitatif dan kualitatif (deskriptif). Tuntutan yang berbentuk perangkat lunak mengarah pada ketersediaan aturan atau sistem yang mengendalikan seluruh aspek administratif. dan masa depan siswa. Dengan memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhan. seperti laboratorium bahasa. yang biasa disebut dengan pendekatan kebermaknaan seperti tertuang di dalam Garisgaris Besar Pengajaran. perpustakaan. Data kuantitatif membutuhkan cara-cara atau rumus-rumus statistik tertentu untuk mengelohnya sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menguji hipotesis. dan buku teks.

Dalam kurikulum 1994 para peserta didik dipandang sebagai kertas putih yang perlu dihiasi dengan sejumlah ilmu pengetahuan dan keterampilan tanpa mempertimbangkan apakah ilmu pengetahuan dan keterampilan tersebut sesuai dengan kondisi global saat ini atau tidak. seperti skor pre-test dan post test mahasiswa dalam matakuliah Agama. skor IQ. kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi. menempatkan peserta didik pada proses perkembangan yang berkelanjutan dan memandang seluruh aspek kepribadian. seperti skor bahasa Inggris yang diperoleh mahasiswa dari kelas ekperimen dan kelas kontrol. sedangkan data kontinum adalah data yang membentuk subuah kontinum. status perkawainan. sehingga peserta didik memiliki kompetensikompetensi tertentu yang dapat digunakan untuk berkompetisi dalam mengahadapi dunia global. seperti jenis kelamin. Sesuai dengan sifatnya. yakni data nominal. Latar Belakang Selama tiga tahun belakangan dunia pendidikan nasional telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan. Oleh karena itu. dan urutan peserta dalam lomba lari. Kurikulum 2004 tidak menjejali peserta didik dengan informasi-informasi yang tidak relevan dengan potensi yang dimiliki. dan banyak kelompok. seperti ukuran voltase listrik. dan nyamuk. Data ordinal adalah data yang dikelompokkan berdasarkan urutan atau jenjang dalam atribut tertentu dari yang tertinggi sampai terendah. Akibatnya. Data diskrit adalah data yang berdiri sendiri atau saling pisah yang tidak saling bergantung antara satu dengan lainnya. dua kelompok. Data dua kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari dua kelompok yang berbeda. Data nominal adalah data yang diperoleh berdasarkan proses pengelompokan yang bersifat deskrit dan saling pisah antara satu kategori dan kategori lainnya. terjadi ketidaksesuaian antara apa yang dipelajari di sekolah-sekolah dengan apa yang terjadi pada dunia kerja dan pembangunan bidang-bidang kehidupan lainnya. Perubahan-perubahan tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Data ratio adalah data yang proses kuantifikasinya mempunyai nol mutlak. dan TOEFL. dan perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004. dan derajat dalam kompas. dilihat dari jumlah kelompok dari mana data diperoleh. pendekatan dalam penyelenggaraan kegiatan belajar pun harus disesuaikan. seperti derajat temperatur. sehingga seluruh peserta didik dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara agar tidak tertinggal jauh dari negara-negara maju. ordinal. peringkat seseorang dalam lomba baca puisi. data dapat dibedakan menjadi empat. seperti jenis-jenis salak. Perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004 merupakan hal yang harus dilakukan dan takterelakkan. suku bangsa. interval. data dapat dibedakan menjadi data diskrit dan kontinum. Data interval adalah data yang diperoleh melalui pengukuran yang memiliki standar sama yang membuahkan hasil berbeda antara satu dan lainnya. Data banyak kelompok adalah data yang diperoleh dari 50 A. seperti nilai mahasiswa dalam matakuliah struktur. sebagai suatu pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan seseorang sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra model analisis kualitatif sesuai dengan pendekatan yang digunakan. ukuran panjang. 99 . Berbeda dengan kurikulum 1994. seperti ranking siswa dalam pelajaran bahasa Inggris. Adapun bila ditinjau dari skala pengukuran yang digunakan. Kurikulum 1994 yang berbasis konten tidak mampu mengikuti dan menjawab perubahan-perubahan global yang begitu cepat. seperti pengesahan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. dan usia. yakni data berasal dari satu kelompok. Data satu kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari satu kelompok. dan ratio. data dapat dibedakan menjadi tiga. tetapi mengasah potensi-potensi tersebut sedemikian rupa. dan jenis pekerjaan. Selanjutnya.

data bivariat adalah data yang berasal dari dua variabel berbeda dalam penelitian. bagaimana data dibedakan berdasarkan beberapa sudut pandangnya dapat dilihat pada diagram berikut. bivariat. Selengkapnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 10 PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI subjek yang berasal dari beberapa kelompok yang berbeda. Jenis-jenis Data TIM PENELITI B. DAN KESESUAIAN BUKU TEKS BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS II SMA DENGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Diagram 4. Analisis deskriptif ini dapat dilakukan secara numerik dengan 51 98 Multi-Variat Kuantitatif Satu Kelompok Dua Kelompok Banyak Kelompok Deskriptif Univariat CONTOH PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISIS Nominal Interval Ordinal Ratio Kontinus Bivariat Diskrit Jumlah Variabel Sifat Data . data dapat juga dibedakan berdasarkan jumlah variabel yang dikaji. Statistika deskripstif digunakan bila peneliti ingin mengetahui gambaran umum tentang data yang dimiliki sehingga lebih mudah dibaca dan lebih bermakna. Terakhir. Data univariat adalah data yang diperoleh dari satu variabel penelitian. D A T A Penggunaan Statistik Skala Pengukuran Asal Kelompok TINGKAT KETERBACAAN. yakni univariat. KUALITAS. Analisis Kuantitatif Analisis data kuantitatif dalam penelitian sering kali dilakukan dengan memanfaatkan statistika deskriptif atau inferensial. dan data multivariat adalah data yang berasal dari banyak variabel dalam penelitian. dan multivariat.

David Language Teaching Methodology. chi-square. Cambridge: CUP. Pengalaman dan perjalan hidup pengarang dari masa kecil hingga dewasa menjadi bagian yang takterpisahkan dari proses kreativitas untuk memproduksi karya sastra. Product Moment Correlation. 1994. Malang: IKIP Malang Publisher. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. How Languages are learned. Sebuah karya sastra dianggap relatif sama dengan maksud. 1994. John Communicative Syllabus Design. Kartono. Hymes. Ellis. Patsy M. Boston: Heinle and Heinle Publisher. Brumfit dan K. pesan. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Berkaitan dengan penelitian sastra. C. Alice Ommagio. Brumfit. Principles of Language Learning and Teaching. standar deviasi. eds. seperti program SPSS dan Excell. Dubin. D. Brown. Oxford: OUP. Oxford: OUP. 1979. psikologis. Johnson. sosiologis. dan bahkan tujuan-tujuan tertentu pengarang.. 1981 Lightbown. dan pendekatan tekstual.. “On Communicative Competence. Teaching Language in Context. “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. dan biserial point. Yang pertama menuntut penggunaan statistik regresi dan korelasi. Pendekatan Biografis Pendekatan biografis merupakan studi yang sistematis mengenai proses kreativitas pengarang yang dianggap sebagai asal-usul karya sastra. Amran Halim. Berkaitan dengan analisis statistik inferential. H. Analisis Kualitatif Sebaliknya. London: Prentice Hall International Ltd. 1991 Suwito. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. atau frekuensi. Nunan. seperti Spearman Brown. 1993. Fraida dan Elite Olshtain. atau secara grafis dengan memaparkan data dalam bentuk gambar atau diagram.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menghitung rata-rata. Huda. Giri.Rod The Study of Second Language Acquisition. C. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. dan Nina Spada. dan analisis varians. 1999. seperti pendekatan historis. Oxford: OUP. H. Oleh karena itu. riwayat hidup pengarang menjadi pusat kajian dengan mengaitkannya dengan karya sastra yang dihasilkan. teori-teori dan pendekatanpendekatan yang sering digunakan. Selain itu. atau berkaitan dengan hubungan kausalitas antara satu variabel dengan variabel lainnya. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Course Design. J. Hadely. 1985.” Politik Bahasa Nasional 2. 1994. ed. data yang tidak memerlukan analisis statistik harus dianalsis secara kualitatif berdasarkan metode. Munby. seperti uji-t. Douglas. Jakarta: PN Balai Pustaka. 1978. Yang kedua menuntut penggunaan statistik. antara lain adalah: 1. 1986.” The Communicative Approach to Language Teaching. peneliti harus dapat menentukan statistik apa yang harus digunakan jika hipotesis yang harus diuji berkaitan dengan taraf hubungan antara dua variabel atau lebih. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. teori-teori atau pendekatan-pendekatan yang relevan. Cambridge: Cambridge University Press. 52 Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. 97 . Oxford: Pergamon Press Ltd. penggunaan berbagai jenis statistika tersebut dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi. niat.

Sampai saat ini teori yang paling relatif lebih banyak digunakan dalam pendekatan psikologis adalah psikologi Sigmund Freud (1856—1939). Karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas penulis.. Conditions of Learning. yang disebut libido. ketaksadaran menimbulkan dorongandorongan yang memerlukan kenikmatan. http://www.html. dan penulisan laporan dilaksanakan pada bulan September 2005 sampai Januari 2006. 3. http://www. Daftar Kepustakaan Anonymous. Pendekatan Psikologis Berbeda dengan pendekatan beografis yang lebih menekankan pada aspek perjalan hidup pengarang. c) pengarang memanfaatkan kekayaan yang ada dalam masyarakat.gwu. 53 I. html.gwu.. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. Tahap pertama yang digunakan untuk melakukan penelusuran teori-teori dan pencarian model sementara pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilakukan di Jakarta dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2005. sublimasi. dan Super Ego. pedekatan psikologis lebih memperhatikan aspek psikologis pengarang.. dan Super Ego yang berisi kata hati yang mengendalikan ego. Tahap kedua yang digunakan untuk pencarian data empiris di seluruh PTAIN. yang sering dikaitkan dengan gejala-gejala kejiwaan. Anonymous.edu/tip/gagne. analisis data. Operant Conditioning. dunia batin sebelum individu memiliki pengalaman tentang dunia luar.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. Azra. tanggal 1 Maret 2003. html. Dengan adanya ketakseimbangan.000. Anonymous. kontemplasi.edu/tip/ skinner. tanggal 1 Maret 2003.edu/-tip/ rogers. Id berkaitan dengan dorongan-dorongan primitif yang harus dipuaskan. semua gejala mental bersifat tak sadar yang tertutup oleh alam kesadaran. Teori yang dikembangkan Freud mencakup tiga hal. yakni Id. http://www. Experiential Learning. kompensasi.gwu. Azyumardi. H. Ego bertugas untuk mengontrol Id. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES JAN x x x x x x x x x 2. seperti libido. Id dengan demikian merupakan kenyataan subjektif primer. maka proses tersebut dianggap sejajar dengan libido. b) pengarang itu sendiri adalah anggota masyarakat. dengan proses pemahaman mulai dari masyarakat ke individu di mana karya sastra dianggap sebagai milik masyarakat.. pendekatan sosiologis mengedepankan aspek masyarakat dalam kajian karya sastra. tanggal 1 Maret 2003. bahkan sebagai neurosis.000. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset. Pendekatan Sosiologis Berbeda dengan pendekatan biografis. Karena proses kreatif dianggap sebuah kenikmatan yang memerlukan pemuasan. J. Ego. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama delapan bulan yang dibagi dalam dua tahap. 50. seperti: obsesi. Makalah yang disampaikan pada 96 . dan d) hasil karya sastra itu sendiri dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.(Lima pululh juta rupiah). yakni a) karya sastra dihasilkan oleh pengarang. Pendekatan sosiologis didasari oleh hubungan hakiki antara karya sastra dan masyarakat dengan asumsi dasar. Menurutnya.

Selain unsur-unsur bahasa. relasi horizontal berupaya memaknai bahasa berdasarkan hubungan antarunsur dalam suatu unit bahasa. dan sebagai umpan balik peneliti juga menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa. sejarah yang melatarbelakangi penyiptaan dan penulisan karya sastra. klausa. Dengan kata lain. setting. dan kuesioner. Selain itu. pendekatan strukturalisme juga memperhatikan unsur-unsur instrinsik lainnya. wawancara. 2. seperti plot. Hubungan sinkronik tersebut dapat bersifat horizontal (sintagmatik) atau vertikal (asosiatif). peneliti juga mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi sebagai bahan pelengkap. 3. Peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan observasi ke beberapa perguruan tinggi untuk melihat kegiatan belajar bahasa Inggris yang dikembangkan dosen yang bersangkutan. Pendekatan Strukturalisme Pendekatan ini diilhami oleh linguistik struralisme yang memusatkan perhatian pada hubungan sinkronik unsur-unsur bahasa. Pendekatan Historis Pendekatan historis memfokuskan kajiannya pada aspek kesejarahan karya sastra yang diteliti. dan frasa. Perbedaan makna kata bisa dipahami bila kata yang dimaksudkan diganti dengan antonim atau sinominya. Jadi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. sehingga data yang dibutuhkan benar-benar lengkap dan memadai. Dalam kajian karya sastra. dan bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi pada karya sastra berkenaan dengan perjalan waktu. dan apa makna yang terkandung 54 1. dan studi lapangan ke beberapa perguruan tinggi. beberapa masalah yang menjadi objek sasaran pendekatan historis antara lain adalah: a) perubahan karya sastra dengan bahasanya sebagai akibat proses transfer dari satu generasi. dan d) representasi karya sastra sebagai wakil tradisi zamannya. Analisis Data Data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dianalisis secara kualittif berdasarkan teori-terori formal yang mendasarinya. sehingga dapat dipahami apa makna yang sebenarnya. penelitian ini memanfaatkan seluruh perguruan tinggi agama Islam negeri yang ada di Indonesia. Berdasarkan indikator sejarah dan sastra. Untuk melengkapi data yang diperoleh peneliti juga melakukan wawancara dengan dosen-dosen bahasa Inggris. Pendekatan historis berusaha menguak dan membuka tabir hubungan antara karya sastra dengan karya-karya lain. c) peran sosial pengarang pada saat menulis. b) fungsi dan tujuan karya sastra pada saat pertama kali dihasilkan. seperti kalimat. 4. 5. khususnya perguruan tinggi yang 95 . tetapi lebih pada relasi makna. Unit Analisis Sesuai dengan permasalahan yang dikaji. seperti tradisi lisan dan penerbitan ulang. Adapun relasi vertikal terwujud dalam pemilihan sinonim atau antonim suatu kata. seperti observasi. aspek sintagmatik terwujud dalam upaya pemahaman kata berdasarkan relasinya dengan kata-kata yang muncul sebelum dan sesudahnya. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang berusaha untuk mengembangkan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN secara induksi berdasarkan teori-teori relevan. Pengambilan Data Penelitian ini memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen penelitian untuk menggali data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi melalui berbagai cara. relasi vertikal ini tidak tidak terkait secara langsung dengan aspek kaedah yang mendasari unit bahasa tertentu.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan strukturalisme hanya mencoba mengkaji karya sastra dari sudut pandang unsur intrinsiknya saja.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra afektif. Kedua pandangan tersebut makin memperjelas. dan unit analisis. Oleh karena itu. dan latar belakang sosial dan sejarah masyarakat di mana penulis berada. merupakan pijakan awal yang banyak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya motivasi siswa di dalam mempelajari bahasa sasaran. Sikap positif terhadap bahasa sasaran. atau aspek-aspek lain sehingga pemahaman karya sastra menjadi lebih komprehensif. Dalam pendekatan ini karya sastra dianggap sebagai karya pengarang dan sekaligus sebagai kenyataan sejarah yang mengkondisikan munculnya karya tersebut. Positive attitudes towards the language will reflect a high regard and appreciation of both the language and the culture it represents. sekaligus aspek-aspek lain yang berhubungan dengan asal-usul bagaimana karya sastra dihasilkan. analisis data. Proponents of this methods believe that if learners can be encouraged to adopt the right attitudes. 94 dalam sebuah karya sastra. materi dan kegiatan pembelajaran di dalam kelas harus disusun dengan mempertimbangkan minat dan keinginan seluruh siswa agar mereka mudah termotivasi dan tertarik dalam belajar. Jadi. Positive attitudes towards the acquisition process will reflect high personal motivation for learning the language. seperti sikap. Kajian ini dilakukan dengan 55 . seperti unsur instrinsik karya sastra. then no set of techniques is likely to succeed. Pendektan strukturalisme dinamik membuka peluang untuk mengkaji aspek-aspek ekstrinsik karya sastra. di samping aspek kognitif. 8. Tinggi rendahnya sikap positif menunjukkan tinggi rendahnya motivasi siswa dalam belajar. interest and motivation in the target language and culture. Pendekatan ini merupakan pengembangan dari pendekatan strukturalisme dengan menambahkan aspek-aspek sosial dan bahkan antropologis dalam kajian karya sastra. as well as in the learning environment in which they find themselves. aspek afektif. antropologis. minat. minat. seperti aspek sosiologis. dan motivasi juga merupakan bagian yang menentukan dalam proses pembelajaran bahasa kedua atau asing. dan motivasi siswa. Nunan (1991: 234) menjelaskan sebagai berikut. pengambilan data. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. G. latarbelakang pengarang. Dubin dan Olshtain (1986: 14) menegaskan sebagai berikut. 7. Jadi. Pendekatan Strukturalisme Dinamik Pendekatan strukturalisme dinamik merupakan penyempurnaan dan pengembangan dari strukturalisme yang lebih menekankan pada unsur-unsur intrinsik karya sastra. Teori Interteks Analisis karya sastra dengan menggunakan teori interteks bertujuan untuk menggali secara maksimal makna-makna yang terkandung dalam sebuah teks. a feeling of self-fulfillment and success and an overall enthusiasm about the language course. seperti metode. umpamanya. 6. pendekatan strukturalisme genetik mengkaji karya sastra dari aspek intrinsik dan ektrinsiknya. analisis karya sastra berdasarkan pendekatan tersebut tidak hanya terfokus pada relasi sinkronik unsur-unsur bahasa yang digunakan. then successful learning will occur. seperti sikap. Pendekatan Strukturalisme Genetik Pendekatan strukturalisme genetik merupakan kajian karya sastra yang memusatkan perhatian pada aspek struktur dan asal-usul karya satra. tetapi juga mencakup beberapa aspek lain. and that if these affective factors are not right.

seperti novel dengan puisi. kajian bahasa dan sastra dapat diarahkan pada upaya penelaahan masalah-masalah yang masih bersifat deskriminatif. Berdasarkan pandangan tersebut dapat dipahami bahwa dalam pembelajaran bahasa seorang siswa akan berhasil bila diperlakukan sebagai manusia seutuhnya. Perempuan tidak lagi menjadi subordinat laki-laki. kedudukan. puisi dengan drama. with emotional and spiritual needs as well as intellectual ones. who are not the passive recipients of someone else’s teaching. Mengenai peranan penting aspek 93 56 . Berdasarkan teori ini. aspek kognitif dan aspek afektif siswa harus diperhatikan secara seimbang bila guru menginginkan pembelajaran bahasa yang dikembangkan berhasil dengan baik. tetapi juga teks-teks yang taksejenis. intelektual. menentang. seperti novel dengan novel. atau melengkapi sehingga pemahaman terhadap karya sastra benar-benar komprehensif. they recognize that their students are people like themselves. Hubunganhubungan bermakna tersebut dapat berbentuk saling mendukung. Berkaitan dengan bahasa. dan ekonomi. pandangan tersebut juga menunjukkan bahwa seorang individu tidak menerima masukan dari luar dirinya secara pasif. Selain itu. dan drama dengan drama. Brumfit (1985: 79) menegaskan sebagai berikut. dan status antara perempuan dann laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan. di dalam pembelajaran bahasa individu harus diperlakukan sebagai makhluk yang utuh seca-ra fisik. Pandangan demikian diharapkan dapat menjadi pegangan bagi para guru agar dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap bahasa yang sedang dipelajari. Dengan kata lain. atau drama dengan puisi. Berkenaan dengan masalah ini. seperti bidang sosial. Berbeda dengan dua teori terdahulu. ataupun hal-hal lain yang masih mengarah pada ketidaksamaan hak antara perempuan dan laki-laki. tidak hanya secara kognitif tetapi juga secara afektif sehingga mampu mengelola masukan secara kreatif. karakter. people who can contribute to their own learning. sehingga terjadilah keseimbangan peran dan fungsi antara kedua belah pihak. dan emosional sehingga mampu mengembangkan kemampuan dirinya secara aktif menuju proses perubahan yang diharapkan. tetapi juga dari aspek afektif dan hubungannya dengan kehidupan sosial di sekitarnya. sedangkan dalam bidang sastra kajian ini dapat ditekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan tema. tetapi harus secara aktif mengelola masukan tersebut sebagai pijakan untuk pengembangan lebih lanjut. atau bahkan berlomba-lomba secara adil dan terbuka untuk mendapatkan posisi yang selama ini dikuasai laki-laki. kajian ini bisa difokuskan pada bentuk-bentuk bahasa mana yang masih bersifat deskriminatif. politik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cara menemukan hubungan-hubungan bermakna di antara dua teks atau lebih dalam masa yang sama atau berbeda. pendidikan. puisi dengan puisi. 9. Teori Feminisme Esensi dari teori feminisme adalah persamaan hak. tetapi berada pada posisi yang sejajar dan tidak berbeda. dan minat siswa. Humanistic teachers see language learning as something which must engage the whole person. dan menyelaraskan pembelajaran dengan keinginan. Selain itu. Mereka dapat bekerjasama untuk menjalankan fungsi-fungsi sosial mereka. umpamanya. Keterangan di atas mempertegas bagaimana besarnya peran kognisi di dalam pembelajaran bahasa asing. Oleh karena itu. not as something purely intellectual. teori belajar bahasa humanisme memandang individu tidak saja dari sudut kognitifnya. kajian interteks tidak hanya melibatkan dua atau beberapa teks sejenis.

anologous to learning how to ride bicycle or play a violin. although probably more complex (Ellis. language learning is treated as skills learning. tesis. Chomsky originally referred to this special ability as being based on language acquisition device (LAD). Proposal dapat dikatakan sebagai rencana penelitian yang berisikan gambaran menyeluruh mengenai penelitian yang akan dilakukan. kemampuan kognitif ini merupakan kemampuan bawaan yang dimiliki oleh setiap individu untuk memperoleh bahasa pertama. batasan masalah. Proposal disusun berdasarkan bentuk penelitian yang akan dilaksanakan. seperti latar belakang. Dalam pemerolehan bahasa pertama. signifikansi. 1993: 8).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cognitive view. waktu dan tempat penelitian. disertasi. Umumnya proposal harus memuat latar belakang penelitian. 1991: 233). tujuan. Meskipun demikian secara substantif. Dengan hipotesis konstruksi kreatif itu. it was believed that language development could be characterized by rule governed creativity. we can create an infinite number of sentences. 92 7 PROPOSAL A. 1994: 295). B. dan analisis data. kedua proposal tersebut tidak berbeda karena keduanya harus mampu menggambarkan apa dan bagaimana penelitian akan dilakukan. Pengertian Salah satu kegiatan penting sebelum pelaksanaan penelitian adalah penyusunan proposal penelitian. metode. seseorang mampu melahirkan bentuk-bentuk bahasa yang variatif meskipun hanya dibekali dengan kosakata dan kaidah bahasa yang tidak terlalu banyak. kajian teoretis. perumusan masalah. With a finite number of grammatical rules and a limited vocabulary. sehingga penelitian yang akan dilakukan benar-benar dapat tergambarkan. many of which may never have been uttered before (Nunan. This device was often described as an imaginative ‘black box’ which exists somewhere in the brain. salah satu pandangan yang menempatkan kemampuan kognitif pada posisi yang sangat strategis disebut dengan hipotesis konstruksi kreatif (creative construction hypothesis) yang dianggap memiliki kesamaan dengan alat pemerolehan bahasa. dan metodologi penelitian. Unsur-unsur Proposal Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas unsur-unsur proposal untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif yang sering digunakan untuk penulisan skripsi. dan lain-lain. Penelitian kuantitatif memiliki model proposal yang berbeda dengan penelitian kualitatif. 57 . Tentu saja proposal harus memuat unsur-unsur penting penelitian. Chomsky menamai kemampuan itu dengan alat pemerolehan bahasa (language acquisition device) yang digambarkan sebagai “kotak hitam” yang memuat kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku secara universal terhadap semua bahasa. This ‘black box’ which is thought to contain all and only the principles which are universal to all human language prevent the child from going off on lots wrong trails in trying to discover the rules of the languages (Lightbown dan Spada. Rather. perumusan masalah. Berkenaan dengan pembelajaran bahasa asing.

Teori belajar bahasa yang kedua adalah kognitivisme yang menolak pandangan teori belajar bahasa behaviorisme yang cenderung menempatkan individu sebagai seorang yang menerima segala masukan dari luar secara pasif. Dimensi tempat berhubungan dengan tempat penyelenggaraan penelitian atau tempat terjadinya peristiwa yang sedang diteliti. tetapi juga berlaku pada pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa kedua atau asing. penjelasan ini disertai dengan kajian teoretis ringkas untuk memperkuat asumsi-asumsi yang muncul. dapat dipahami bahwa kedua bentuk pembelajaran. Penelitian dapat dibatasi oleh beberapa aspek. Biasanya. Berdasarkan penjelasan tersebut akan tampak secara jelas alasan kuat kenapa penelitian itu perlu dilaksanakan. Tidak ada perumusan masalah berarti tidak ada penelitian. seperti tingkah laku. atau melakukan kemampuan kognitif lainnya untuk mengelola berbagai masukan guna mendapatkan pengetahuan dan informasi baru. In a 91 . para siswa diminta untuk memberikan beberapa contoh secara lisan (stimulus). yakni pembentukan kebiasaan. information processing – as learning other types of knowledge.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. Penelitian perlu dibatasi agar jelas apa yang seharusnya diteliti sehingga menjadi lebih terfokus dan tidak melebar pada hal-hal yang tidak perlu diteliti. Sebaliknya. menerapkan. habit formation. seperti dimensi waktu. Dengan pengetahuan yang dimiliki. Tentu saja pada bagian ini perlu dijelaskan kesenjangan antara suatu kondisi yang diharapkan dan kondisi yang ditemui di lapangan. dan bagaimana memperoleh jawaban sementara dari masalah yang akan diteliti. Oleh karena itu. problem solving. Dimensi waktu berkaitan dengan pembatasan masa atau periode kapan penelitian dilakukan atau berhubungan dengan periodisasi suatu peristiwa. habits are formed. Pandangan seperti itu tidak saja berlaku pada pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Latar Belakang Latar belakang berisikan paparan alasan kenapa penelitian itu perlu dilakukan. terjadi melalui suatu proses yang sama. Language learning engages the same cognitve systems – perception. Lightbown dan Spada (1993: 23) mengatakan: According to behaviorists. seperti ilmu pengetahuan dan bahasa maupun non-verbal. seperti bagaimana kesenjangan itu terjadi. Leaners receive linguistic input from speakers in their environment. memory. Adapun bidang kajian berhubungan dengan pemusatan masalah penelitian pada bidang-bidang yang lebih spesifik sesuai dengan keahlian peneliti. As a result. seseorang dapat memahami. dan aspek bidang kajian. baik verbal. whether verbal or non-verbal. Batasan Masalah Batasan masalah atau fokus penelitian (dalam istilah penelitian kualitatif) berisikan penjelasan mengenai ruang lingkup penelitian. Perumusan masalah merupakan pijakan dasar kenapa dan bagaimana penelitian itu dilaksanakan. all learning. 2. tempat. 58 mengenai pola kalimat bahasa Inggris S + Modalitas + Verba. takes place through the same underlying process. Berdasarkan kedua contoh di atas. teori belajar bahasa kognitivisme memandang individu dengan kemampuan kognitifnya sebagai orang yang aktif dan kreatif mengelola segala masukan dari luar dirinya. Mengenai hal itu. 3. dan pujian guru (penguatan) terhadap contoh kalimat yang benar (respons) menjadikan mereka menguasai dan terbiasa dengan pola kalimat tersebut. and positive reinforcement for their correct repititions and imitations. Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan pernyataan masalah penelitian sesuai dengan batasan masalah yang telah dibuat.

bahan pelajaran yang akan diberikan kepada mahasiswa harus dipilih dan disusun berdasarkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa. tetapi setelah data diperoleh masalah penelitian berubah menjadi Y. akan mengetahui bagaimana cara berpakaian yang benar setelah ia melakukannya berulang-ulang dan mendapatkan pujian dari ibunya. bila problem dalam perumusan masalah berkenaan dengan X. bukan berdasarkan struktur bahasa yang akan dipelajarinya. bentuk hubungan antara stimulus dan repons ini dapat digunakan untuk pendalaman struktur bahasa Inggris. on the other hand. sehingga apa yang seharusnya diteliti dapat dipahami. tujuan penelitian juga harus berkaitan dengan X. Tujuan harus dirumuskan dengan jelas dan spesifik supaya penelitian menjadi terfokus dan tidak kehilangan arah. Teori Belajar Bahasa Secara umum teori-teori belajar bahasa yang diadopsi dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran bahasa dapat dibedakan menjadi tiga. sehingga mereka dapat merasakan bahwa sesuatu yang baru dipelajarinya mempunyai manfaat bagi diri mereka. Dengan kata lain. the organization of existing information might have to be changed. bahan-bahan tersebut dikemas dalam kegiatan pemebelajaran yang berorientasi pada kompetensi yang diinginkan dengan melihat teori-teori belajar bahasa. Di dalam pembelajaran bahasa. tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk membuktikan pengaruh atau efektifitas cara tersebut. Selain itu. Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif biasanya disebut dengan pertanyaan penelitian. kognitivisme. Hubungan antara stimulus dan respons inilah yang mendasari terjadinya seluruh bentuk pembelajaran baik verbal maupun nonverbal. umpamanya. is relatable to what one already knows and thus can be easily integrated into one’s cognitive structure.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra dapat terpenuhi bila para mahasiswa mampu mengasosiasikan dan merekonstruksi antara pengetahuan yang baru dengan yang lama. sedangkan pertanyaan penelitian dalam penelitian kualitatif dapat berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan yang terjadi pada saat pengambilan data. Oleh karena itu. Dengan kata lain. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan hubungan antara satu variabel dan variabel lain. tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk mengetahui dan membuktikan bentuk hubungan antara keduanya. menjadikan anak tersebut terbiasa berpakian secara benar. masalah yang dikaji adalah X. 4. setelah diberikan penjelasan yang cukup 90 perumusan masalah harus dinyatakan sejelas mungkin. perumusan masalah dapat juga diungkapkan melalui beberapa kalimat tanya yang menggambarkan masalah-masalah yang akan dikaji. Perumusan masalah dapat dinyatakan dalam kalimat berita yang disusun dalam paragraf yang koheren sehingga apa yang ingin dikaji tetap dengan mudah dapat ditangkap dan dipahami. yaitu teori belajar behaviorisme. or reconstructed to accommodate what is new. … Meaningful learning. umpamanya. Umpamanya. 3. Pada awal penelitian. Seorang anak kecil. Tujuan Tujuan penelitian merupakan sasaran atau target yang ingin dicapai peneliti di dalam penelitian yang dilakukannya. tujuan harus diselaraskan dan disesuaikan dengan perumusan masalah. Pujian yang diberikan ibunya (penguatan) terhadap usaha anaknya yang telah mencoba berpakian secara mandiri (respons) atas perintah ibunya (stimulus). Selanjutnya. 59 . Esensi utama dari teori belajar behaviorisme adalah hubungan antara stimulus dan respons. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan pengaruh atau efektifitas cara membaca tertentu terhadap apresiasi puisi. As new information is learned. Perumusan masalah dalam penelitian kuantitatif tidak berubah sejak awal hingga akhir penelitian. dan humanisme.

Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility). Manfaat teoretis berhubungan dengan sumbangsih hasil penelitian terhadap pengembangan teori keilmuan yang terkait. dan pengambilan data.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5. Penentuan jenis dan bentuk penelitian tergantung juga pada perumusan masalah dan tujuian penelitian. Maknalah yang menentukan bentuk bahasa. Jika penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara dua 60 misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car. Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). kebermaknaan dalam belajar bahasa itu 89 . dan benar secara gramatikal. maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak. 2. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). 1999: 93). Pendekatan Kebermaknaan Pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran bahasa merupakan pendekatan yang berorientasi pada kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran. makna atau pesan apa yang terkandung dalam bahasa merupakan bagian yang terpenting dalam berbahasa itu sendiri. a. hipotesis. 6. Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan. analisis data. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan gambaran mengenai jenis dan bentuk penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam pengembangan instrumen dan pijakan dalam pelaksanaan penelitian. 7. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian berisikan paparan mengenai keuntungan-keuntungan apa yang dapat diberikan penelitian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan taraf kehidupan. maka kajian teoretis paling tidak harus membahas ketiga problem tersebut. Kebermaknaan bahan pelajaran mengacu pada bahan pelajaran yang berupa unit-unit bahasa yang didasari oleh makna. bukan bentuk bahasa yang menentukan makna. Umumnya. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail. Suatu kalimat dapat saja layak. sedangkan manfaat praktis berkenaan dengan sumbangsih penelitian yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Jika dalam penelitian terdapat tiga problem yang harus dikaji. sedangkan pada penelitian kualitatif. Jadi. Adapun kebermaknaan kegiatan pembelajaran mengacu pada relevansi kegiatan pembelajaran dengan tujuan yang ingin dicapai (Huda. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam perumusan hipotesis dan pengembangan isntrumen penelitian. misalnya *my baby is funny. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. tepat. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian merupakan seperangkat prinsipprinsip yang mendasari bagaimana penelitian itu dilakukan. variabel. misalnya *The king of America visited Indonesia last year. Pada penelitian kuantitatif. Bagian ini berisikan penjelasan mengenai metode penelitian. Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. Menurut Hadely (1994: 56-7). manfaat penelitian dapat dibedakan manjadi manfaat teoretis dan praktis. Kajian Teoretis Kajian teoretis berisikan paparan mengenai teori-teori yang relevan dengan perumusan masalah atau pertanyaan penelitian. tetapi tidak terjadi.

metode penelitian yang akan digunakan ditentukan oleh tujuan dan perumusan masalah penelitian. Adapun analisis data kualitatif berkaitan dengan kajian secara kritis dan tajam terhadap data kualitatif yang ditinjau dari berbagai macam sudut pandang berlandaskan pendekatan atau teori-teori yang relevan. This happens at the level of discourse and involves interalia. metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. yakni analisis data kuantitatif dan kualitatif. Chisquare. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. seperti statistik korelasi. eksploratif atau naturalistik. dalam penelitian kualitatif seluruh kegiatan penelitian diarahkan pada penemuan teori atau hipotesis. Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. kemampuan interpretatif. uji-t. kegiatan penelitian ditujukan pada upaya pengujian atau pembuktian teori atau hipotesis. sebaliknya jika penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh atau efek suatu variabel terhadap variabel lainnya. Dalam penelitian kuantitatif. Jawaban sementara yang 61 . c. dalam penelitian kuantitatif. Hipotesis Penelitian Umumnya. uji-F.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. b. Analisis data dapat dibedakan menjadi dua. hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara mengenai problem yang telah ditetapkan dalam perumusan masalah. kemampuan komunikatif mencakup kemampuan-kemampuan lain. Dengan kata lain. hipotesis penelitian hanya terdapat pada penelitian kuantitatif. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances (Munby. Hymes (1979: 14) berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. Mengenai hal ini. Analisis data kuantitatif berkenaan dengan penggunaan statistik-statistik tertentu untuk pengujian hipotesis yang telah ditentukan. It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). dan lain-lain. Analisis Data Analisis data berkaitan dengan cara bagaimana data yang terkumpul dianalisis untuk dijadikan landasan dalam penafsiran hasil penelitian. 1978: 26). seperti kemampuan retorik. sebaliknya. sedangkan pada penelitian kualitatatif hipotesis penelitian terumuskan secara implisit pada pertanyaan penelitian yang berfungsi sebagai acuan kerja pelaksanaan penelitian. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik ada beberapa kemampuan atau faktor lain yang turut membangun kemampuan komunikatif seseorang. selain kemampuan linguistik. historis. metode-metode yang sering digunakan antara lain adalah deskriptif. Adapun dalam penelitian kualitatif. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors (Hadley. 1994: 4). Dalam pandangannya. Jadi. maka metode yang digunakan adalah eksperimen. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. 88 variabel atau lebih.

Secara umum. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. pandangan lain juga mengisyaratkan 87 . Instrumen penelitian berhubungan dengan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan. Variabel penelitian yang diturunkan dari hipotetsis. Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. Kemampuan apresiasi puisi kontemporer yang berbeda antara seorang mahasiswa dengan mahasaiswa lainnya itulah yang dinamakan dengan variabel. Mahasiswa. Huda (1999: 93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. variabel penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua. Variabel bebas berarti variabel yang mempengaruhi variabel terikat. sedangkan hipotesis alternatif berbunyi ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. Pengambilan data ini meliputi pengembangan instrumen dan cara pengambilan data. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. Pengambilan Data Pengambilan data merupakan tahapan penelitian yang terpusatkan pada upaya-upaya pengambilan data yang dibutuhkan dalam penelitian. dalam arti memiliki pengetahuan. dan nilai-nilai dasar untuk melalukukan sesuatu (Suwito. Variabel penelitian lebih banyak ditemukan dalam penelitian kuantitatif daripada kualitatif. dalam hal ini. That is.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra diturunkan dari kerangka teori bisa bersifat positif (hipotesis alternatif) atau negatif (hipotesis nol) yang dapat dirumuskan secara statistik dan verbal. Hipotesis nol berbunyi tidak ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. d. Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. e. keterampilan. Masalah penelitian yang berbunyi “apakah ada hubungan antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris” melahirkan hipotesis penelitian sebagai berikut. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan salah satu ciri yang harus dipenuhi oleh penelitian kuantitatif. Berkaitan dengan Program Studi Bahasa Inggris. seperti kemampuan apresiasi puisi kontemporer mahasiswa. Ellis (1994: 13) mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. atau terjadinya perubahan dalam variabel terikat banyak ditentukan oleh variabel bebas. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif. dapat dikatakan sebagai ciri-ciri yang bersifat variatif yang dimiliki responden yang biasanya menjadi fokus dalam penelitian. komptensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. yakni variabel bebas dan terikat. 2003). tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi bahasa yang ingin disampaikan. 62 kebiasaan berpikir dan bertindak.

dan keragaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan. pendekatan kebermaknaan. 1. F. Unit Analisis Unit analisis ini tidak muncul pada penelitian kuantitatif. sedangkan sampel merupakan sebagian anggota populasi yang menjadi subjek penelitian atau yang terlibat dalam penelitian. seperti kemampuan membaca. sehingga dapat memperkaya pola-pola pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada umunya. Kompetensi Berbahasa Secara umum. seperti random. dan mengembangkan prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. Kajian Teoretis Pada bagian ini. merumuskan peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. oleh semua pihak terkait.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. Populasi dan Sampel Populasi dan sampel berkaitan dengan entitas atau orang yang terlibat dalam penelitian. 63 . yakni pengertian kompetensi berbahasa. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam 86 Instrumen penelitian terdiri dari dua jenis. cluster. merumuskan peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. Populasi berarti keseluruhan entitas yang mencakup siapa atau apa saja kepadanya hasil penelitian itu digeneralisasikan. siapa saja yang terlibat di dalamnya. 5. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan sampel. Pada bagian ini perlu dijelaskan secara prosedural bagaimana data diambil. atau snowball sampling. dan bagaimana situasinya. hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara bagaimana data diambil dengan instrumen yang telah dibuat. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menjadi khazanah keilmuan dalam bidang pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. E. Secara khusus penelitian ini dapat dijadikan. sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan dan penyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di perguruan tinggi agama Islam negeri dan swasta di Indonesia. purposive. tetapi lebih populer dalam penelitian kualitatif. g. atau daya tahan tubuh. Kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan. terdapat tiga hal yang perlu dibahas. keterampilan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kurikulum itu menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai mahasiswa bila telah menyelesaikan studinya. diri peneliti sendiri relatif lebih banyak berfungsi sebagai instrumen penelitian mengingat keterlibatan peneliti secara langsung dalam pengambilan data menjadikan informasi yang diterima lebih bermankna. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. sedangkan instrumen yang berbentuk nontes digunakan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kemampuan afektif responden. Khusus untuk penelitian kualitatif. Selain pengembangan instrumen. Dengan kata lain peneliti sendirilah yang lebih tahu terhadap data yang akan diambil. yakni tes dan nontes. Unit analisis merupakan keseluruhan entitas dengan seluruh unsur terkaitnya yang menjadi fokus kajian dalam penelitian. f. IQ. systematic. kecepatan lari. dan teori belajar bahasa. Instrumen yang berbentuk tes digunakan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik responden. seperti sikap atau pandangan mengenai suatu masalah. 6.

sedangkan dimensi tempat menunjukkan lokasi tempat penelitian itu dilaksanakan. Tujuan Penelitian Sesuai dengan pertanyaan penelitian tersebut. Berkenaan dengan waktu penyelenggaraannya. Namun. yakni: 1.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Unit analisis ini bisa berupa personal baik individual maupun kolektif. maka unit analisisnya adalah lembaga pendidikan itu secara keseluruhan. Jadual Kegiatan Penelitian BULAN KEGIATAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan peneltian yang lebih spesifik. analisis. dan seminar. 64 85 . maka unit analisnya adalah Sutan Takdir Ali Syahbana itu sendiri. yang meliputi persiapan. Waktu dan Tempat Waktu dan tempat berkaitan dengan dimensi waktu dan tempat penelitian diselenggarakan. yang masing-masing dapat memuat beberapa kegiatan yang lebih rinci. 2. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi? 3. tujuan umum yang ingin dicapai adalah pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 6. penelitian ini bertujuan untuk: 1. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? 2. maka unit analisisnya adalah seluruh skripsi mahasiswa yang ditetapkan subjek dalam penelitian. pengumpulan data. nonpersonal. merumuskan peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. apabila masalah penelitian berhubungan dengan bagaimana suatu lembaga pendidikan menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Secara khusus. Dimensi waktu menunjukkan masa kapan penelitian itu dilasanakan dan periodisasinya. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 5. atau institusional. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? D. Jika pertanyaan penelitian berbunyi “bagaimanakah peran Sutan Takdir Ali Syahbana dalam pembangunan sastra Indonesia setelah kemerdekaan Republik indonesia”. pengolahan data. kegiatan penelitian dapat direncanakan secara bertahap. NO 1 2 3 4 5 Tabel 4. mengembangkan silabus matakuliah bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. Bagaimanakah peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 4. 3. mengembangkan kegiatan belajar bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. Jika penelitian berkaitan dengan kesalahan gramatikal yang dibuat mahasiswa dalam penulisan skripsi bahasa Inggris. penulisan laporan. 8.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra tidak banyak tergantung pada stimulus dari luar. mental. Pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam diri seseorang. alat-alat. alat tulis dan kantor. bahan-bahan. Akal pikiran. memiliki keterlibatan yang aktif di dalam penentuan proses kehidupan yang dilaluinya. Oleh karena itu. pembelajar harus diperlakukan sebagai mahkluk yang utuh secara fisik. Kelengkapan referensi ini akan menunjang kelayakan penelitian untuk dilaksanakan. Fokus Penelitian Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. Biaya Biaya juga merupakan kompenen perencanaan penelitian yang harus dipertimbangkan secara masak agar penelitian dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan yang diinginkan. Penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya peneemuan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar bagi PTAIN dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan. 2003: 1). transportasi. Bahanbahan referensi tersebut diambil dari berbagai sumber dan publikasi terkini. Pertanyaan Penelitian Sesuai dengan fokus penelitian di atas. B. Selanjutnya pertanyaan tersebut 84 9. Pembelajaran akan menjadi lebih bermakna bila sesuai dengan minat dan keinginan seseorang yang banyak dipengaruhi oleh kehidupan sosialnya. Komponen pembiayaan yang harus diperhatikan mencakup honor/upah. maka pertanyaan penelitian yang utama adalah “Bagaimanakah model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dikembangkan di PTAIN?”. 2003: 1). Daftar Kepustakaan Daftar kepustakaan memuat seluruh bahan-bahan referensi yang digunakan dalam penyusunan proposal. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. Adapun teori belajar Humanisme memandang bahwa pembelajaran itu merupakan suatu proses alamiah dimana seseorang dengan sifat-sifatnya. merupakan pijakan utama di dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran (Anonymous/gagne. baik sebagai mahluk individual maupun sosial. tetapi juga oleh faktor–faktor dari luar yang berasal dari masyarakat. 10. dan intelektual (Anonymous/rogers. 65 . tetapi lebih banyak melibatkan akal pikiran dan inisiatif seseorang itu sendiri. Dengan kata lain. dan biaya takterduga lainnya. C. dalam hal ini perkembangan kognitifnya. akomodasi dan konsumsi.

Teori belajar Kognitivisme menekankan keterlibatan aktif akal pikiran dalam kegiatan pembelajaran. Untuk mengeliminir kekeliruan implementattif itu. Teori belajar Behaviorisme memandang bahwa pembelajaran merupakan perubahan pada prilaku seseorang yang tampak sebagai akibat dari pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan. sehingga belum dapat dihasilkan suatu standar yang dapat dijadikan acuan penilaian keberhasilan program studi khususnya dalam penyelenggaraan pembelajaran dan perkuliahan bagi mahasiswa. 2003: 1). Selain itu model pembelajaran berbasis kompetensi ini juga harus didasarkan oleh tiga teori belajar bahasa. Model pembelajara ini menggunakan pendekatan kebermaknaan (Meaningfulness Approach) yang mengedepankan aspek kebermaknaan bahan pelajaran dan kebermaknaan kegiatan pembelajaran (Huda. dan Humanisme. 1999: 142-3). Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau perkuliahan masih menimbulkan banyak persepsi dan penafsiran. yakni Kognitivisme. bukan pada diri seseorang itu sendiri (Anonymous/Skinner. perlu ditemukan solusi yang tepat. Salah satunya adalah Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi. Bahan pelajaran dipilih dan digradsi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang disampaikan melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna yang tidak hanya mengandalkan aspek hafalan saja. Terjadinya pembelajaran di sini 83 66 . PEMAHAMAN SILANG BUDAYA. Terjadinya pembelajaran disini lebih banyak tergantung pada pihak luar yakni lingkungan sekitar. DAN KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS SISWA SMAN DI JAKARTA TIM perkuliahan yang efektif dan efisien yang berbasis pada kompetensi yang diharapkan dikuasi mahasiswa. Berbeda dengan teori belajar Behaviorisme. Dosen masih dihadapkan pada usaha-usaha pencarian bentuk atau model pembelajaran yang dapat mengakomodasi nilai-nilai dan harapan yang terdapat pada kurikulum tersebut. Behaviorisme.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 8 PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KORELASI HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI.

bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. perdagangan. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di SMA adalah pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis (Diknas. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. Latar Belakang Masalah Pada era global ini. mahasiswa diharapkan memiliki nilai komparatif dan kompetitis yang tinggi pada era globalisasi dewasa ini. dan strategis (Hymes. Sebagai bahasa asing. seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa itu. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. umpamanya. Kompetensi dapat diartikan sebagai tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK mendiknas. pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. politik. sosiolinguistik. Jadi. Dalam kehidupan sehari-hari. umpamanya. 045/2002). Mahasiswa yang mampu mengumpulkan lebih banyak angka kredit dalam waktu yang relatif lebih singkat dianggap sebagai mahasiswa yang berhasil (Azra. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dalam dunia ilmu. 2003). baik melalui media cetak. wacana. 2003: 6). Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi di perguruan tinggi melalui SK Mendiknas No. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. media elektronik seperti televisi. Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi inilah kegiatan pembelajaran dan perkuliahan diarahkan pada hasil atau kemampuan apa yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahannya. Meskipun demikian. teknologi. kebudayaan. No. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk 67 . seperti koran. para lulusan perguruan tinggi masih belum dapat menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris lisan dan tulisan secara baik. pendidikan. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. radio. 045/2002 merupakan awal perubahan arah kebjikan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Program Studi Bahasa Inggris harus dapat mengimplementasikan Kurikukulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau 82 A. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. dan hubungan antarnegara. Memperhatikan peranan tersebut. Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan. mahasiswa yang mengambil Program Studi Bahasa Inggris. Pengumpulan angka kredit dan durasi waktu belajar yang menjadi ukuran standar keberhasilan mahasiswa merupakan dampak dari kurikulum yang berlaku selama ini. politik. 1979: 14). Mahasiswa cenderung menggunakan waktu sebagai ukuran keberhasilan bukan kompetensi. yaitu kemampuan linguistik. harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar sebagai tuntutan yang harus dipenuhi dalam bidang keahliannya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa semester di perguruan tinggi. majalah. jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. baik secara bilateral maupun multilateral. internet. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh kemampuan-kemampuan atau kompetensi tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. Berbekal kemampuan atau kompetensi yang dimiliki.

kebijakan ini memperkokoh kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dan nasional yang harus digunakan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat secara luas. politik. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa itu. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”. di pihak lain. majalah. Selain itu. jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. bahasa Inggris tidak digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. perdagangan. Sebagai bahasa asing. Pada satu pihak. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman. untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. radio. Kebijakan itu tertuang dalam surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 1990: 291). Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. Sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dan merebak luas dalam dunia ilmu.096/1967 tanggal 12 Desember 1967 yang menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang pertama di Indonesia (Kartono. teknologi. Sejauh ini. 1981: 126). seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa ini. di Indonesia bahasa tersebut merupakan bahasa asing pertama dari beberapa bahasa asing lainnya yang dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. baik melalui media cetak. contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. Tidak dapat dipungkiri. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun. 1994: 182). karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni. sebagian besar siswa SMAN di Jakarta belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang benar. seperti koran. Latar Belakang Pada era global ini. Dalam kehidupan sehari-hari. I am not” dan sebagainya. dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar (Back. politik. internet. dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas (Brown. Memperhatikan peranan tersebut. umpamanya. kebudayaan. kebijakan itu relatif menghambat perkembangan pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. Selain itu. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. meskipun sudah belajar bahasa ini selama beberapa tahun di sekolah menengah atas dan 81 .Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi. baik secara bilateral maupun multilateral. dan bahkan gagalnya komunikasi. 68 A. media elektronik seperti televisi. sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. pendidikan. dan hubungan antarnegara.

beberapa masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. C. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta. penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 69 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMPETENSI DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI TIM PENELITI 80 . Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Supaya lebih terfokus penelitian ini hanya dibatasi pada upaya pencarian bukti-bukti empiris berkenaan dengan hubungan antara motivasi berprestasi. dan situasi belajar. motivasi berprestasi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 9 PROPOSAL PENELITIAN EKPLORATIF Berdasarkan penjelasan di atas. Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris berkaitan erat dengan beberapa faktor seperti pemahaman silang budaya. Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. terlihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 2. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. B. Perumusan Masalah Sesuai dengan batasan masalah di atas.

pemahaman silang budaya. “On Communicative Competence. Munby . 1994 Hadley. A. The Study of Second Language Acquisition. 1999. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 4. pemahaman silang budaya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. ed. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. Brumfit and K. Language Learning and Teaching. Johnson. 1979. penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti-bukti empiris tentang: 1.” Politik Bahasa Nasional 2. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi. Malang: IKIP M Publisher. besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta.John. Rod. Jakarta: PN Balai Pustaka. E.O. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP. hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. 3. Teaching Language in Context. 1978 79 . Manfaat Penelitian Secara teoretis. 2. Kartono. eds.H. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? D. D. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.” The Communicative Approach to Language Teaching. Boston: Heile Publisher. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. 4. 1993 Hymes. J. C. Oxford: OUP. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Sacara khusus. Nuril Huda. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. 1981. pemahaman silang budaya. Oxford: OUP.. Secara bersama-sama. 70 Ellis. Amran Halim.

000. 1. J. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. Siswa. terdapat tiga hal yang perlu dikaji secara teoretis. R. Douglas Principles of Language Learning and Teaching. dan c) analisis data dan pelaporan. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. dalam hal ini. Kemampuan Komunikatif Pelajaran Bahasa Inggris di SMA bertujuan agar siswa dapat menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. Motivation: Theories and Principles.C. Daftar Pustaka Sementara Ausubel. David A. 1990. H. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMA. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL V V V V V V V V Ditinjau dari segi sosial. New York: Holt. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya.. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SMAN di Jakarta. Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian. yakni kemampuan komunikatif. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Brown. Kajian Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. Diknas. Selain itu. pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi. 30. b) pencarian data. 2002.000. 78 . Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tujuh bulan. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di SMA dalam pengembangan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa.(Tiga puluh juta rupiah). tidak hanya dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal saja. tetapi juga harus dapat menggunakan bentukbentuk bahasa tersebut untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan. New Jersey. dan yang menjadi sampelnya adalah 250 orang siswa kelas II yang diambil secara acak dari beberapa SMAN di lima wilayah Jakarta. Hadley (1993: 4) mengatakan “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly 71 I. Prentice Hall. Back. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. 1968. Mengenai hal ini. F. 1994. sejak Januari hingga Juli 2004 di beberapa SMAN di DKI Jakarta. Educational Psychology: A cognitive view. Huda (1999:93) mengatakan kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sesuai dengan situasi yang sebenarnya. di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk SMA. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. H. Rinehart & Winston. Rincian biaya dapat tidak diberikan. motivasi berprestasi.

dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Menengah Atas. Munby (1978: 26) menjelaskan kemampuan lain yang harus dikuasai seseorang meliputi kemampuan retorik. baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors”. Secara jelas. 2) kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak. dan aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra (Diknas. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks budaya yang melatarbelakanginya. Peneliti menyelenggarakan tes pemahaman silang budaya. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi. 2. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa SMAN di Jakarta (X1). 3) kemampuan untuk menghasilkan bentukbentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 2) pemahaman silang budaya siswa SMAN di Jakarta (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta (Y). pemahaman silang budaya. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Penguasaan kemampuan komunikatif tidak hanya menuntut kemampuan linguistik saja. yaitu angket dan tes. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. 2003: 6). kemampuan linguistik saja tidak dapat membangun kemampuan komunikatif kecuali bila ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi. kemampuan komunikatif bahasa Inggris. aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra communicative setting. dan menyebarkan angket motivasi berprestasi pada sekolah-sekolah yang menjadi teampat penelitian selama tiga hari. Menambahkan pandangan tersebut. 77 . 5. Artinya. kemampuan interpretatif. unsur-unsur kebahasaan. yakni keterampilan berbahasa. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. dan 4) kemampuan untuk mengidentifikasi apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. pernyataan tersebut menuntut SMA dan 72 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Pengambilan Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. Hymes (1979: 14) menjelaskan empat komponen kemampuan komunikatif: 1) kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal dan tidak gramatikal. Secara spesifik. 4.

It is the glue that binds a group of people together” (Brown. pemahaman silang budaya. kondisioning.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra G. 73 . dapat dikatakan bahwa pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya bertindak dan berbahasa ibu dengan bahasa asing yang sedang dipelajari. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. Melengkapi pengertian budaya tersebut. 1. 1993: 368-71). dapat juga dikatakan pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk memahami pola berbahasa dan berprilaku masyarakat lainnya. Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. Murdock (1961) menyebutkan beberapa ciri universal dari budaya. dan komprehensi (Hadley. 2. dipelajari oleh seluruh anggota masyarakat. Mempertegas pengertian itu. Di samping itu. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. pemahaman silang budaya. Berdasarkan pengertian budaya di atas. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. Culture is the context within which we exist. merasakan. Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris. “Culture is a way of life. Thomas (1983: 89) mengatakan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. antara lain bahwa budaya merupakan hasil akal pikiran manusia. penelitian ini menggunakan statistik korelasi dan regresi ganda untuk menganalisis data numerik yang berkaitan dengan ketiga variabel penelitian. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. budaya dapat juga dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan yang lain dalam kehidupan bermasyarakat. berfikir. Budaya dapat diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakatnya. think. b) Hipotesis alternatif: 76 guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran tentang aspek budaya sebagai satu kesatuan dengan bahasa sasaran yang harus diterima siswa. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. 1994: 164). pengambilan data. yakni konvensi. memudahkan manusia dan lingkungannya berinteraksi. dan hipotesis. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. konotasi. and relate to others. dan berhubungan dengan orang lain dalam kelompok masyarakat tertentu. 3. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. seperti metode. analisis data. dan dialihkan kepada generasi berikutnya. feel. dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Dalam hal ini. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar.

Kerangka Berfikir Sesuai dengan tinjauan pustaka tersebut. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin (Back. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. and the degree of effort they will exert in that respect” (Brown. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. yakni kebutuhan untuk: 1)menemukan sesuatu yang baru. Di antara jenisjenis motivasi tersebut. makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa. tinggi rendahnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak ditentukan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. sedangkan pemahaman silang budaya menentukan keberhasilan komunikasi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai medianya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. sedangkan berdasarkan tujuannya. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. Motivasi berprestasi membimbing siswa untuk terus-menerus berusaha memecahkan bergam kesulitan belajar bahasa Inggris. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. 1993: 132). sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. Dalam pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. Secara lebih mendalam. dan motivasi berprestasi. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. motivasi instrumental. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. Berdasarkan sumbernya. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. Secara lebih rinci. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. Motivasi. pemahaman silang budaya. or in more technical terms. 4) didorong oleh pihak lain. dalam hal ini. impulse. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. 4. 74 motivasi integratif. dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor. emotions or disire that moves one to a particular action. 3) melakukan pekerjaan. 2) membiasakan diri. Secara umum. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. 75 . Artinya. seperti lapar dan rasa sakit. 1990: 291). Ausubel (1968: 368-9) menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. Pemahaman silang budaya ini lebih banyak menentukan keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. 5) memperoleh pengetahuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful