Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

1

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa dan Sastra Perpusatakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) Farkhan, Muhammad Cet. Ke-1. Jakarta; Cella, 2007 vi, 124 hlmn; 15 X 21 cm ISBN: 978-979-16152-0-4

___________________________________ PROPOSAL PENELITIAN BAHASA & SASTRA Muhammad Farkhan Hak Cipta dilindungi Undang-Undang All Rights reserved Cetakan I, April 2007 Diterbitkan oleh Cella, Jakarta Jl. Pinang No. 26 Pondok Labu Jakarta Selatan Desain Cover: Afif Bahraen Setting & layout: Avisiena M. ISBN: 978-979-16152-0-4 Isi di luar tanggungjawab Percetakan C.V. Fasco Jaya Jakarta

2

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ___________________________________

3

Proposal sebagai rencana penelitian harus disusun secara komprehensif sehingga jelas apa dan bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. batasan masalah atau fokus penelitian. buku ini dapat digunakan semua pihak dalam bidang-bidang yang berbeda. dan disertasi sebagai tugas akhir untuk mendapatkan gelar kesarjanaan merupakan pekerjaan yang sangat berat bagi seluruh mahasiswa. pelaksanaan. kajian teoretis. Kesalahan dalam penyusunan proposal berakibat pada kekeliruan dalam penyelenggaraan penelitian. Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan peneliti pemula untuk membekali diri dengan berbagai hal prinsipal sebelum penelitian dilakukan. dan pelaporan hasil penelitian. Meskipun demikian. penyusunan proposal menjadi sangat penting dan harus ditulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. buku ini juga memuat beberpa contoh proposal yang berkaitan dengan bahasa dan sastra. proposal penelitian menjelaskan latar belakang penelitian. Ucapan 4 145 . khususnya dalam penyusunan proposal. Dalam kesempatan ini pula penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu penyelesaian buku ini. proposal harus memuat unsur-unsur esensial penelitian. Umumnya. Selain unsur-unsur penting penelitian. manfaat penelitian. tesis.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra KATA PENGANTAR Melakukan penelitian untuk kepentingan penulisan skripsi. perumusan masalah. sehingga tidak jarang mereka merasa enggan dan tidak berhasrat untuk mengerjakan atau bahkan memulainya. Oleh karena itu. Hal ini disebabkan antara lain oleh rangkaian pekerjaan yang harus dituntaskan sejak perencanaan. Berkenaan dengan perencanaan penelitian. dan metodologi penelitian.

Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 1986. terima kasih terutama disampaikan kepada Dr. Michigan: Ulrih’s Books.G. ucapan terima kasih juga ditujukan kepada rekan-rekan dosen di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. yang telah memberikan ide-idenya dalam penulisan proposal sastra. Martinis. 1998. and Wayne A. Bandung: Angkasa. 1991. Twentieth Century British Poetry. Memahami Cerita Rekaan. Cambridge: Cambridge University Press. Tarigan H. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Akhirnya. terutama Ibu Inayatul Chusna. John. Brian Materials Development in Language Teaching. Abd. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Williams.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Smith. Jakarta. King. Inc. 2003. penulis juga berharap kritik dan saran konstruktif dari berbagai pihak untuk perbaikan buku ini pada masa akan datang. Singapore: Colset Private Limited. Yamin. Jakarta: Pustaka Jaya. 3. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Tomlinson. Panuti. Judith M. Thomas.Hum. April 2007 Penulis 144 5 . M. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. Readability.– Sudjiman. Chair. Di samping itu. H. 1983. Jenny. Jakarta: Gaung Persada Press. dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang banyak memberikan dorongan kepada penulis untuk menyelesaikan buku ini. Suwito. dan Djago Tarigan. 1987.

E.John. 1991. dan Nina Spada. dan implementasi. New York: Harper & Row Publisher. British Writers Vol. 1994. New York: Charles Scribner’s Sons. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Sanders. Robert Karlin. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP. 1987. Oxford: Clarendon Press. INSTRUMEN PENELITIAN. 12 D. Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. Writing. 1978 Murdock. Perumusan Masalah. John Communicative Syllabus Design. London: Prentice Hall International Ltd. 18 A. Rogers. Kriszner. ii 1. Rinehart and Winston. 1991 Nuttal. POPULASI DAN SAMPEL. Andrew. New Haven. KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS. Pengertian. 2 2. 1984. 1 A. Pengembangan Instrumen Nontes. 1998. Pengembangan Instrumen Tes. Nunan. Penemuan Masalah. Pengertian. The Oxford Illustrated History of English Literature. David Language Teaching Methodology. 20 4. PENELITIAN. Hipotesis.. i Daftar Isi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR ISI Kilvert. The Short Oxford History of English Literature. John. 18 B. Florida: Holt. Pengertian. 1-8. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language. Stephen R. Moore. 33 Lucas.. Pengertian. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. 10 C. 28 A. ed. CN: HRAF Press. 1978. 1987. Ciri-ciri perumusah Masalah yang Baik. London: Heinemann Educational Books. Ian Scott. Batsford Ltd. How Languages are learned. 1984. Laurie G. 6 143 . Inc. 2003. Cambridge: CUP. 23 5. Kajian Kepustakaan. Patsy M. 22 B. Munby. Teaching Reading in High School.T. kansep karakteristik. Sampling. Oxford: OUP. dan Mandell. 1 B. Mu lyasa. Lightbown. 9 A. Oxford: Oxford University Press. Munby . 1993. 28 B. 15 3. Frank W. 9 B. 22 A. Literature Reading. Reacting. Kata Pengantar. MASALAH. 1986. 30 C. Pat. Jenis-jenis Penelitian.

Jakarta: PN Balai Pustaka. Kartono. 46 A. 1994. 42 7. 121 142 7 . PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI. Malang: IKIP Malang Publisher. ac. 41 C. 6. 1981.” Politik Bahasa Nasional 2. 1992. London and New York: Longman. 1990. Huda. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF.mang. 46 B. 1999. Hibberd. C. Harmer. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. Rod The Study of Second Language Acquisition. 2002. ANALISIS DATA. PROPOSAL. Jeremy The Practice of English Language Teaching. Hymes. 83 11. London: Longman. D. Bandung: Mandar Maju. Hamalik. Pengertian. Grant. Ellis. Dominic. Helliwell. 1994. Dubin. PROPOSAL PENELITIAN SASTRA. J. Analisis Kuantitatif. Amran Halim. Brumfit dan K. Oemar Pengembangan Kurikulum. nz/courseinfo/AcademicWriting/Flesch. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. H. 2003. Flesch. Nevile Making the Most of Your Textbook . Hadely. Teaching Language in Context. 46 8. eds.” The Communicative Approach to Language Teaching. 1986. Susan Teaching English in the Primary Classroom. 1991. 1987. Jenis-jenis Data. 54 9. 1987. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Harmer.canterbury.Rudolf How to Write Plain English http://www. 103 DAFTAR KEPUSTAKAAN. htm). Oxford: OUP. ed. Oxford: OUP. Analisis Kualitatif. Johnson. “On Communicative Competence. London: Longman Group. Boston: Heinle and Heinle Publisher. Cambridge: Cambridge University Press. 1979. 67 10. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. Course Design. 39 B. PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL. Alice Ommagio. Dasar-Dasar Perkembangannya. Fraida dan Elite Olshtain. Unsur-unsur Proposal. 39 A.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Diknas.

. seseorang dapat menggunakan banyak cara dari yang paling sederhana sampai dengan cara yang paling kompleks. Douglas. Brumfit. Sebaliknya.M. Conditions of Learning. A. David A. coba-coba. Azyumardi.. Pengertian Untuk memperoleh berbagai informasi. tetapi penelitian merupakan hal yang sudah kita kenal dan lakukan meskipun dalam bentuk yang berbeda dengan pengertian yang sebenarnya. seperti menghubungi dan bertanya pada pusat informasi.gwu. Rinehart & Winston. Anonim. Bila seseorang belum mengetahui di mana lokasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berada. Balitbang Depdiknas. Cara-cara sederhana meliputi membaca. mendengarkan. 1990. bertanya. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. New Jersey. Azra. Anonymous. Kurikulum dan Hasil Belajar. R. Kurikulum Berbasis Kampetensi. maka cara yang dilakukannya adalah penelitian. ada beberapa cara yang dapat digunakannya. 1985. Anonymous.html. Bandung: Pustaka Setia.edu/-tip/ rogers. 1968. Dkk. http://www.. dan bahkan suatu kebenaran.edu/tip/skinner. Principles of Language Learning and Teaching. http://www. Makalah yang disampaikan pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. html. tanggal 1 Maret 2003. tanggal 1 Maret 2003. Anonymous. H. Oxford: Pergamon Press Ltd.gwu. Operant Conditioning. Educational Psychology: A cognitive view. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. dan cara yang kompleks adalah penelitian. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah. html. Back. atau membaca peta kota Jakarta.gwu. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset. bila seseorang ingin mengetahui bagaimana pengaruh media elektronik terhadap pola berbahasa Indonesia penduduk Jakarta. perenungan. H. atau efektifitas penggunaan gambar dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak TK. mengapa? Karena permasalahan tersebut memiliki kompleksitas yang sangat 8 141 . kurang memenuhi prinsip-prinsip dan kaedah penelitian yang sebenarnya.C. Prentice Hall. Jakarta: Pusat Kurikulum. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Brown.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR KEPUSTAKAAN 1 PENELITIAN Ahmad. Penelitian bukan merupakan hal baru dan asing di telinga kita. tanggal 1 Maret 2003. http://www. New York: Holt. Ausubel. Katakanlah.edu/tip/gagne. 1994.. 2003. Experiential Learning. 1998. Motivation: Theories and Principles.

Artinya. Ian Scott. 1986. Berdasarkan data yang penelitian dapat dibedakan menjadi dua. Dari ilustrasi di atas. John. dan subjek penelitian. tinggi. dapat diketahui bahwa penelitian berbeda dengan cara-cara sederhana dalam beberapa hal yang menjadikannya lebih kompleks dan rumit. seperti penelitian eksperimental dan korelasional.T. yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. New York: Charles Scribner’s Sons. keberadaan satu unsur tergantung pada unsur lain. perumusan hipotesis. Sebaliknya. penelitian kualitatif merupakan 140 9 . tempat. tujuan. 1987. pengembangan instrumen. Twentieth Century British Poetry. sedangkan prosedural berarti berarti berarti bahwa seluruh rangkaian kegiatan penelitian tersebut harus dilakukan secara bertahap. Sistematis berarti bahwa rangkaian kegiatan penelitian itu terkait satu sama lain. membuktikan teori atau asumsi-asumsi yang sudah ditemukan. Batsford Ltd. Hibberd. dalam klasifikasi tersebut dapat terjadi suatu jenis penelitian dapat menjadi bagian dari kelompok penelitian lain. 1987. 1984. Jenis-Jenis Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa sudut pandang yang berbeda. John. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. dan analisis data. Williams. bidang kajian. bila dua orang peneliti melakukan kajian terhadap suatu masalah dengan responden dan metode yang sama tentu akan memperoleh hasil yang relatif sama. Tentu saja. Dominic. Melalui pola interakasi antarunsur tersebut. B. Lucas. 1-8. Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. seperti data. Singapore: Colset Private Limited. temuan penelitian memiliki objektivas yang lebih tinggi daripada cara-cara yang sederhana. dan atau menyelesaikan suatu masalah. sifat. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang mengandalkan data numerik sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji. pengumpulan data. metode. dan cara-cara sederhana tidak mampu memberikan jawaban yang akurat dan berterima bagi semua pihak Banyak hal yang harus dilakukan seperti penentuan responden. British Writers Vol.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kilvert. Jadi penelitian dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan yang tersusun secara sistematis dan prosedural untuk menemukan suatu kebenaran.

000. Contoh penelitian kuantitatif: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) Yang pertama termasuk dalam penelitian kuantitatif karena data kedua variabelnya: pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris berupa skor yang diperoleh melalui alat ukur tes tertulis. Rogers. Rinehart and Winston. Oxford: Clarendon Press.000. 1991. Sudjiman. Selanjutnya. Inc. Sanders. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN Feb Mar Apr Mei Juni V V V V V I. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. Andrew. The Oxford Illustrated History of English Literature. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. dan penelitian naturalistik. Dalam novel tersebut terdapat dua bagian yang masing-masing menceritakan tentang keluarga India dan keluarga Amerika. 1994.(Lima belas juta rupiah). Memahami Cerita Rekaan. 1987.. Stephen R.. H. 1991. Jakarta: Pustaka Jaya. Yang kedua juga termasuk penelitian kuantitaif karena data yang dibutuhkan untuk melihat efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer adalah skor mahasiswa yang diperoleh melalui tes pemahaman puisi. kedua skor variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik korelasi dan regresi sederhana untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan. The Short Oxford History of English Literature. Rincian biaya dapat tidak diberikan. dan Mandell. Pat. Laurie G. Contoh penelitian kualitatif: “Perbandingan antara pengembangan plot pada novel-novel romantis dan patriotisme pada masa perang dunia I di Inggris” (Analisis isi) “Prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah” (Naturalistik) Yang pertama termasuk dalam penelitian kualitatif karena data mengenai pengembangan plot merupakan data verbal yang diperoleh melalui diri peneliti sebagai instrumen penelitian 10 oleh Vintage London. Selanjutnya skor tersebut dianalisis dengan statistik uji-t atau chi-square untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan. J. Florida: Holt. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama lima bulan dari Februari sampai dengan Juni 2005. 15. 139 . Panuti. Oxford: Oxford University Press. Writing. Reacting. Dalam tiap keluarga terdapat tokoh perempuan yang kehidupan domestiknya erat dengan makanan. Daftar Kepustakaan Kriszner. analisis wacana. seperti analisis isi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra penelitian yang mengandalkan data verbal dan nonnumerik lainnya sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji. Literature Reading.

seperti penelitian historis. yang didukung dengan informasi-informasi yang berasal dari dokumen yang ada. Berbeda dengan eksploratif. eksploratif. dianalisis secara kualitatif untuk ditemukan perbedaan pengembangan plot yang dilakukan oleh para penulisnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra data-data di mana dengan penghayatan yang dalam akan tercapai suatu pemahaman yang baik (Muhadjir. Contoh-contoh penelitian: “Tinjauan historis terhadap kematian bahasa-bahasa suku pedalaman di Papua” (Historis) 11 . 2002: 301302). Semua data verbal yang berasal dari buku-buku novel romantis dan patriotisme. Langkah berikutnya adalah mendapatkan ideologi yang diusung oleh teks tersebut yang berhubungan dengan identitas perempuan. khususnya di Inggris. Penelitian historis merupakan penelitian yang bertujuan untuk menguak seluruh rangkain peristiwa masa lampau untuk penyelesaian masalah sekarang. maka penelitian tersebut dinamakan penelitian deskriptif. atau kebijakan yang sedang berjalan. Berdasarkan tujuan ingin yang dicapai. seperti menandai. penelitian evaluatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu peristiwa. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya. Sebaliknya. 4. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data kualitatif yang mengenai makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dengan berbagai cara. Makna-makna dari representasi makanan dalam novel yang menjadi sumber data akan dianalisis dengan cara mengelompokkan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan makanan ke dalam beberapa tema yang berhubungan dengan identitas seperti makanan dengan tradisi. Analisis wacana akan dipakai untuk mencari makna dari kalimat-kalimat yang menampilkan fungsi makanan yang telah dikelompokan dalam beberapa tema di atas. deskripstif. 3. Terakhir. wawancara mendalam. jika suatu penelitian berusaha untuk menjajaki dan menggali hal-hal yang belum pernah diketahui dan bahkan sama sekali tidak diketahui. Langkah pertama dari penelitian ini adalah menganalisis fungsi-fungsi makanan dalam novel tersebut dalam kaitannya dengan identitas karakter-karakter perempuan. pada penelitian yang kedua data verbal yang berkaitan dengan pola prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah. terdapat beberapa jenis penelitian yang dapat digunakan untuk memperoleh suatu kebenaran. makanan dengan keluarga dan makanan dengan peran ibu. Unit analisis Unit analisis dlam penelitian ini adalah novel Fasting Feasting karya Anita Desai yang diterbitkan tahun 1999 138 dengan pembacaan kritis terhadap novel-novel romantis dan patriotisme yang muncul pada masa perang dunia I. kegiatan. Berbeda dengan yang pertama. eksperimental. mengelompokkan. penelitian eksperimen lebih mengarah pada kajian yang berupaya untuk menjelaskan sesuatu bila hal-hal lain dikontrol. diperoleh melalui diri peneliti sendiri dengan melakukan pengamatan berperanserta. dan evaluatif. maka penelitian tersebut disebut dengan penelitian eksploratif. 2. Analisis Data Data yang terkumpul dikaji berdasarkan analisis wacana Michel Foucault akan untuk mencari makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam teks narasi yang diteliti. makanan dengan kekuasaan. Jika suatu penelitian hanya berusaha untuk untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena alam yang terjadi dan kaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.

maka konsep ideologi yang paling tepat dipakai dalam penelitian ini adalah konsep ideologi ketiga. Dalam analisis wacana ideologi berada pada tiap level masyarakat dimana sebuah teks wacana berkembang. Berdasarkan data kuantitatif yang diperoleh bisa diketahui sejauhmana pengaruh menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. Kata atau kalimat merupakan suatu sistem tanda yang mengurai 137 . Fasting Feasting membawa ideologi pengarang mengenai identitas perempuan yang ditampilkan melalui hubungan tokoh-tokoh perempuan dengan makanan. seperti yang terjadi pada konsep ideologi Marxisme. Metode Mengacu pada rumusan masalah serta tujuan penelitian. model kajian tersebut diperoleh berdasarkan nilai-nilai yang berlaku dalam kesusasteran daerah. Novel ini menampilkan bagaimana identitas perempuan direpresentasikan melalui makanan. 1. Terakhir. dan unit analisis. Berdasarkan seluruh data historis yang ditemukan ditentukanlah sejumlah pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk membuat perancanaan jangka dalam melestarikan bahasa-bahasa di pedalaman Papua. Artinya. Foucault melihat bahwa pengetahuan yang ditampilkan oleh sebuah wacana akan membentuk ideologi yang diusung oleh pembuat wacana tersebut. Bagi Foucault ideologi muncul pada setiap wacana yang mana masing-masing wacana tersebut menampilkan sebuah pengetahuan dengan cara-cara tertentu. apakah perlu dilanjutkan dengan berbagai 12 untuk menandingi pemaknaan umum yang diterima masyarakat. Metode penelitian kualitatif melihat hubungan antar kata atau kalimat yang membentuk suatu makna tertentu. Penelitian kempat bertujuan untuk mengetahui menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan. analisis data. Ideologi juga tidak berkembang melalui bentuk pemaksaan. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. Tentu saja. penelitian kedua bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kegiatan pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilaksanakan di SMA modern. penelitian tersebut bertujuan untuk mengkaji kebijakan permberlakuan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. seperti metode. gambaran deskriptif tersebut dibandingkan dengan kurikulum yang mendasarinya. maka metode yang akan dipakai adalah metode kualitatif. pengambilan data. Menurut Foucault ideologi tidak muncul dari hubungan kelas. dimana tiap kelompok berusaha memaksakan ideologinya pada kelompok lain. Penelitian ketiga bertujuan untuk menggali model kajian kesusasteran yang benar-benar bercirikan Indonesia. Dengan pemahaman konsep ideologi pada analisis wacana.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra “Pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi berbasis kompetensi di SMA Modern Jakarta Utara” (Deskripstif komparatif) “Pengembangan model kajian kesusasteran Indonesia berbasis nilai-nilai sastra daerah” (Eksploratif) “Pengaruh manejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris Siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan” (Eksperimen) “Tinjauan terhadap pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi” (Evaluatif) Penelitian pertama bertujuan untuk menggali aspek-aspek historis yang terkait erat dengan proses kematian bahasa-bahasa yang terdapat di pedalaman Papua. Novel Fasting Feasting merupakan sebuah teks yang mengangkat wacana perempuan. G.

Konsep ideologi kelima mengambil dari pemikiran Roland Barthes. dan mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan model kurikulum berbasis pasar. Ideologi yang ditampilkan mengaburkan hubungan antar laki-laki dan perempuan. dilanjutkan dengan tetap mempertahankan model yang berjalan. Umpamanya. Sebagai contoh seorang pembuat film akan menampilkan dunia yang menurut konsepnya ideal. penelitian yang berhubungan dengan bahasa disebut penelitian bahasa. dan dengan agama disebut penelitian agama. dengan ilmu-ilmu sosial dengan penelitian sosial. Pengarang ini menampilkan ideologi bagaimana seharusnya sebuah masyarakat. teori. Ia melihat bahwa ideologi tidak hanya sekedar kumpulan ide tapi juga berbentuk aktivitas keseharian masyarakat. Penelitian yang menfokuskan pada bidang keilmuan tertentu biasanya dinamakan sesuai dengan bidangnya. penelitian dibedakan menjadi penelitian murni/dasar (pure research) dan terapan (applied research). Contoh penelitian murni: “Pola-pola kalimat affirmatif pada naskah-naskah kuno bahasa Jawa di Mataram pada abad pertengahan” (Eksploratif) “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa selama satu dasawarsa terakhir” (Eksploratif) Contoh penelitian terapan: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) 13 . hadir. Sebaliknya. Kegiatan sehari-hari masyarakat diatur oleh norma-norma yang berkembang di masyarakat tersebut. makna kedua yang kadang tidak sadar hadir dalam teks. atau bahkan dunia. Konsep ideologi keempat berdasarkan atas pemikiran filsuf Perancis. Dengan kata lain. Louis Althusser. Ideologi ini (Barthes menyebutnya myth) berfungsi 136 perubahan. atau diberhentikan sama sekali penggunaannya di perguruan tinggi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra adalah mereka yang memegang kendali ekonomi. Baik penelitian murni maupun terapan. keduanya dapat digunakan dalam kajian bidang-bidang keilmuan yang lebih spesifik. Penelitian murni merupakan kajian yang dilakukan untuk mencari hal-hal. Segala produk budaya yang hadir dalam masyarakat ini mendukung kepentingan penguasa. Norma yang terkandung dalam kegiatan tersebut merupakan ideologi dari masyarakat tersebut. Ini disebabkan karena ideologi patriarkal hanya menampilkan sebagian dari keseluruhan kebenaran mengenai hubungan jender. film. Barthes melihat bahwa ideologi muncul pada makna konotasi. atau lagu yang merupakan ideologi dari pengarangnya. Berdasarkan sifatnya. Dengan nilai-nilai dan norma tertentu ia menciptakan dunia baru yang sesuai dengan ideologinya. dengan ilmu psikologi disebut penelitian psikologi. Konsep yang ia pakai merupakan ideologinya terhadap dunia ideal. Definisi ketiga dari konsep ideologi adalah ideologi yang muncul dalam teks narasi. penelitian terapan merupakan kajian yang dilakukan untuk menemukan teori-teori baru berkenaan dengan aplikasi teori lain. atau temuan-temuan baru. nama bidang keilmuan tertentu akan melekat pada penelitian yang berkaitan dengan bidang tersebut. Berbagai kegiatan keseharian suatu masyarakat merupakan bentuk pengaturan diri dalam suatu keselarasan sosial yang menciptakan masyarakat yang teratur. Dalam perkembangan selanjutnya konsep ideologi ini dipakai oleh feminis yang melihat kekuasaan patriarkal sebagai penguasa atas perempuan yang mengusung ideologinya mengenai hubungan jender.

diramu sedemikian rupa hingga sesuai dengan apa kelompok tersebut inginkan. atau pegunungan tempat data yang dibutuhkan berasal. Kelompok yang berkuasa akan menampilkan sebuah kesadaran yang didistorsi. Menurut Storey dalam bukunya Cultural Theory and Popular Culture (2001) ada lima definisi mengenai ideologi. Sebagai contoh wacana-wacana mengenai Timur yang ditampilkan Barat dapat memiliki makna berbeda jika dilihat dari sisi yang berbeda. sebagai pembaca melihat teks tersebut sebagai bentuk pengukuhan kekuasaan Barat terhadap Timur dimana Barat mendeskripsikan Timur sesuai keinginan mereka. Barat mungkin akan memaknai wacana tersebut sebagai bentuk kekaguman mereka terhadap Timur yang sangat berbeda dengan diri mereka. Konsep ideologi ini didasari atas pemikiran Karl Max yang meilhat bahwa hubungan antar masyarakat didasarkan atas ekonomi dimana yang memegang kekuasaan 135 . yakni penelitian kepustakaan (library research). Hubungan pengetahuan dan kekuasaan dalam sebuah wacana menghadirkan sebuah ideologi yang diusung oleh wacana tersebut. Namun bagi Barat sebagai yang menampilkan wacana tersebut tidak akan memaknai seperti yang Said lakukan. Ideologi yang ditampilkan oleh sebuah wacana merupakan ideologi penguasa dari pembuat wacana tersebut. Sedangkan. Definisi pertama adalah ideologi yang dilihat sebagai sebuah kumpulan ide yang mendasari pemikiran sekelompok orang. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di dalam perpustakaan sebagai sumber data utama. penelitian dibedakan menjadi tiga. Sebagai contoh kelompok Ikatan Dokter Indonesia memiliki pemikiran-pemikiran mendasar yang menjadi ideologi mereka. di kampung. dan laboratorium (laboratory research). baik pengumpulan maupun analisis datanya dilakukan di dalam laboratorium. Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya.dengan variabel lain –kemampuan komunikatif. Ideologi ini secara tidak sadar diterima oleh masyarakat dimana sebuah wacana hadir dan ia dianggap sebagai sebuah kebenaran. penelitian terapan yang pertama berusaha untuk mengetahui kaitan antara satu variabel –pemahaman silang budaya. di pasar. Pemahaman kedua dalam konsep ideologi adalah sebagai sebuah kesadaran palsu (false consciousness). Contoh penelitian kepustakaan: “Studi perbandingan antara strukturalisme dan poststrukturalisme dalam kajian karya sastra novel” “Perbedaan antara kalimat imperatif bahasa Inggris kuno dan modern pada tataran struktural” Contoh penelitian laboratorium: “Perbandingan kualitas pelafalan bahasa Inggris antara mahasiswa jurusan BSI UIN yang berasal dari Jawa Timur dan Sumatera Barat” 14 menghasilkan makna-makna/pengetahuan yang berbeda. hasil penelitian tersebut dimaksudkan sebagai pijakan dalam kegiatan pengajaran dan pengambilan keputusan yang terkait dengan bahasa Inggris di SMAN. seperti di sekolah.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kedua contoh penelitian murni tersebut berusaha untuk menemukan hal-hal baru yang tidak dimaksudkan untuk diterapkan pada kajian bidang lain. lapangan (field research).dalam konteks pengajaran bahasa Inggris di SMAN. Berdasarkan tempat pelaksanaannya. Said. Penelitian lapangan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di luar laboratorium dan perpustakaan. partai politik memiliki landasan pemikiran yang juga menjadi ideologi mereka yang membimbing mereka dalam mengambil berbagai keputusan. Penelitian terapan kedua berusaha untuk melihat efektivitas implementatsi diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer Amerika. Artinya.

pembaca dapat memaknai representasi tersebut. Mereka memperlakukan orang yang memiliki gejala epilepsi sesuai dengan apa yang dianggap benar oleh masyarakat. 15 . sedangkan penelitian yang melibatkan banyak responden atau subjek. Dua penelitian kedua termasuk ke dalam penelitian laboratorium karena keduanya mengandalkan peralatan khusus yang hanya dapat ditemukan di laboratorium untuk menggali data yang dibutuhkan. Sebagai contoh. dapat ditemukan di dalam perpustakaan. Selain lewat teks. Kekuasaan juga tidak bersifat negatif yang hanya menghasilkan kontrol. masyarakat menganggap hal tersebut sebagai sebuag kebenaran. 134 7 “Peningkatan kemampuan mendengarkan bahasa Inggris melalui penggunaan multi media di sekolah dasar Insan Unggul Jakarta Selatan” Contoh penelitian lapangan: “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) “Tinjauan historis terhadap proses kreolisasi dan pidginasi antara bahasa Sunda dan Jawa yang terjadi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa tengah” (Historis) Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kepustakaan karena sebagian besar data dan sumber-sumber informasi lain yang berkenaan dengan strukturalisme. Analisis atas sebuah wacana dapat dilakukan dengan melihat representasi7 yang ditampilkan oleh sebuah teks. umumnya disebut penelitian kasus. Suatu teks akan memunculkan makna dan pengetahuan pada apa yang direpresentasikannya. Penelitian yang hanya mengkaji satu bidang masalah dengan melibatkan responden yang terbatas. Suatu representasi pada satu teks dapat dimaknai dari dua sisi. Sudut pandang terakhir yang dapat dipakai untuk membedakan penelitian adalah subjek atau masalah penelitian. aturan-aturan. Kekuasaan memiliki peran yang lebih dalam masyarakat. Adapun dua penelitian terakhir termasuk ke dalam penelitian lapangan karena data yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan yang ada tidak diperoleh di dalam laboratorium atau perpustakaan. pelatihan bagi para penegak hukum. Dua sisi pemaknaan dapat Menurut Judy Giles dan Tim Middleton (1999) representasi memiliki tiga pengertian. Bagi Foucault kekuasaan tidak sekedar mengatur perilaku sekelompok masyarakat. Ia mengkritik teori kekuasaan yang dicetuskan Karl Marx. bentuk pengetahuan. Pertama representasi dapat dimaknai oleh teks itu sendiri. dan sebagainya. Bentuk kekuasaan yang hadir dari sebuah pengetahuan tidak bersifat hirarkis. sebagian besar kegiatan penelitiannya dilaksanakan di laboratorium. umumnya disebut penelitian survey. dan bahasa Inggris modern. diskusi. poststrukturalisme. Ketika epilepsi masih dianggap sebagai penyakit kejiwaan. Masyarakat tersebut dapat menentukan benar atau salah suatu statement melalui rezim kebenaran.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra sebagai suatu kebenaran pada masyarakat tertentu pada konteks historis tertentu. rehabilitasi bagi mereka yang dikenai hukuman. sebagai contoh bendera negara yang berkibar pada even olahraga mewakili kehadiran negara tersebut. Oleh karena itu penelitian akan lebih efektif dan efisien bila dikerjakan di dalam perpustakaan. Pertama representasi berarti mewakili (to stand in for). Oleh karena itu. Pengertian yang kedua adalah bertindak atau berbicara atas nama tertentu (to speak or act on behalf of). Menurut Foucault kekuasaan terjadi pada tiap level sosial dan aspek kehidupan – mulai dari lingkup keluarga hingga ke negara. Menurutnya kekuasaan bersifat hirarkis yang mana muncul dari mereka yang dominan terhadap mereka yang subordinat. sistem hukuman menghasilkan buku. bahasa Inggris kuno. tetapi di lembaga pendidikan dan situs-situs sejarah. Ia juga bersifat produktif yang menghasilkan wacana.

terhadap terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D. Untuk mempelajari bentuk hukuman yang diberikan seseorang harus dulu mempelajari bagaimana hubungan antara wacana dan kekuasaan menghasilkan konsep tertentu mengenai kriminalitas dan kriminal. penelitian tersebut banyak melibatkan responden dan sumber informasi yang berasal dari masyarakat pesisir di pulau Jawa. administrasi. Yogjakarta pada masa reformasi. Rezim kebenaran berada pada tiap masyarakat. Alat-alat tersebut memperlihatkan bagaimana kekuasaan bermain. memberikan efek pada kriminal dan pemberi hukuman. Selain itu hasil kedua penelitian tersebut tidak dapat digeneralisasikan untuk anak-anak dan play group-play group lainnya. Para dokter psikiater memiliki kekuasaan untuk menentukan apakah seseorang memiliki kelainan jiwa atau tidak. tetapi melibatkan seluruh masyarakat perkotaan. Ini kemudian membawa Foucault untuk berbicara mengenai kebenaran yang bukan bermakna absolut. Yang pertama berkenaan dengan pandangan masyarakat pekotaan. dan ia merupakan sebuah wacana yang diterima dan dianggap 133 16 . melainkan kebenaran dalam formasi diskursif yang menghasilkan rezim kebenaran. dianalisis perkembangannya. berbagai statement yang kemudian dijelaskan. Selanjutnya Foucault lebih memperhatikan bagaimana pengetahuan bekerja dalam praktik wacana pada suatu institusi tertentu. moralitas. Yang pertama hanya berkaitan dengan pertumbahan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan saja tanpa melibatkan anak-anak lainnya. tidak hanya satu atau dua orang saja. Disamping itu. dan sebagainya. Dua penelitian yang terakhir termasuk ke dalam penelitian survey karena keduanya melibatkan banyak reponden. Adapun yang kedua hanya berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris di play group tersebut.I. Pengetahuan seseorang tentang kriminalitas menjadikan ia mampu dan memiliki kekuasaan untuk melabelkan seseorang sebagai kriminal serta mengatur dan menghukumnya. tanpa melibatkan play group lainnya.I. Begitu juga dengan penelitian yang kedua. serta bagaimana kekuasaan bekerja pada berbagai alat institusi. serta bagaimana dua hal tersebut diterapkan dalam praktik pada periode historis tertentu. aturan-aturan. Yogjakarta pada masa reformasi” “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa pada tahun 1955-1975” Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kasus karena keduanya hanya membahas problem dan melibatkan subjek penelitian yang terbatas. yakni masyarakat luas. Alat-alat institusi ini bisa berupa hukum.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Contoh penelitian kasus: “Studi longitudinal terhadap pertumbuhan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan sejak usia 0-12 tahun” “Pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak di play group Anakku Buah Hatiku Pondok Indah Jakarta Selatan” Contoh penelitian survei: “Persepsi masyarakat perkotaan terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D. Mereka pun mempunyai kekuasaan untuk membentuk perilaku masyarakat terhadap seseorang yang dinyatakan mengidap kelainan mental. ia juga melihat hubungan antara pengetahuan dan kekuasaan. Bagi Foucault pengetahuan merupakan suatu bentuk kekuasaan. dinilai oleh institusi masyarakat. seperti kedokteran atau psikiatri. Kekuasaan yang mereka miliki didapat dari pengetahuan mereka terhadap fenomena kegilaan. karena alat-alat institusi terdiri atas strategi-strategi hubungan antar kekuasaan yang bermain serta tipe-tipe pengetahuan yang mendukung.

orang. Masalah tidak sama dengan topik penelitian. Sebagai kondisi yang tidak ideal. Pengertian Masalah merupakan salah satu komponen penting dalam penelitian. dan praktikpraktik pengetahuan yang berbeda pada tiap periode waktu. Proses pembentukan makna ini tergantung pada siapa yang menciptakan wacana serta waktu/masa wacana tersebut ditampilkan. Makna yang muncul dari sebuah wacana akan dianggap sebagai suatu kebenaran hanya pada periode waktu tertentu. menulis surat. Kini setelah ilmu kedokteran menemukan bahw epilepsi adalah penyakit akibat tidak berfungsinya salah satu sel otak. bahkan keluarga yang menampilkan sikap serta perilaku yang sama terhadap isu seksualitas. peristiwa yang ada di dunia nyata. maka mereka berada dalam satu formasi diskursif. seperti membaca koran bahasa Inggris. 132 6 2 MASALAH A. Bahasa hanya berfungsi merefleksikan kembali makna tersebut. Tidak ada masalah berarti tidak ada penelitian karena dari masalah itulah seluruh kegiatan penelitian berawal. dan itulah yang dinamakan masalah. seseorang yang menampilkan gejala penyakit tersebut akan dianggap memiliki penyakit kejiwaan. Kini definisi kegilaan dibentuk oleh Konstruksionis adalah salah satu pendekatan dalam melihat sebuah representasi yang melihat bahwa makna dalam bahasa dapat dimainkan oleh pemakainya. sedangkan ketidak-mampuan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi harian. Dua pendekatan lain adalah reflektif atau mimetik dan intensional. Dari kondisi tersebut dapat diketahui adanya ketidaksesuaian dan kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan di lapangan. Sebagai seorang konstruksionis6 Foucault melihat bahwa proses pembentukan makna terjadi dalam wacana. masalah perlu diselesaikan atau dicarikan jalan penyelesaiannya. Dalam hal ini. Sedangkan pendekatan intensional melihat bahasa sebagai perwakilan makna atau cara penutur atau penulis melihat dunia. Menurutnya wacana akan menghasilkan bentuk pengetahuan. Salah satunya adalah melalui penelitian. Kegagalan siswa SMA di Jakarta Timur dalam menguasai bahasa Inggris merupakan masalah. subjek. Foucault memberikan sebuah contoh dari praktik diskursif (discursive practices) yang memiliki makna berbeda pada periode waktu yang berbeda. Pendekatan reflektif atau mimetik adalah pendekatan yang melihat bahwa makna telah ada dalam benda. Foucault tidak mempercayai fenomena yang sama dapat ditemukan dalam periode historis yang berbeda. Penyakit kejiwaan bukanlah fakta objektif yang selalu sama pada tiap periode historis. Ketika penyakit epilepsi belum ditemukan oleh bidang kedokteran. kemampuan berbahasa Inggris komunikatif sebagaimana dirumuskan dalam kurikulum merupakan tujuan yang harus dicapai (ideal). Masyarakat akan mengucilkan atau membunuh demi tidak tersebarnya penyakit tersebut. dan berbicara dengan orang lain merupakan sebuah kondisi yang sebenarnya (faktual). Masalah dapat didefinisikan sebagai kesenjangan yang terjadi antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan atau dilaksanakan. Tiap wacana memiliki proses pembentukan makna yang berbeda sehingga makna yang dihasilkan juga berbeda.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra masyarakat. maka masyarakat tidak lagi menganggap epilepsi sebagai penyakit kejiwaan. objek. Topik itu tidak perlu ditulis secara panjang 17 .

serta mendukung sebuah pola strategi. Di sinilah timbul kesenjangan antara kemampuan dan ketidakmampuan mahasiswa atau peneliti pemula dalam menemukan masalah. maka tiap individu akan menjaga perilakunya untuk tidak menunjukkan sikap tersebut. masih menurut Foucault. mengatur bagaimana sebuah topik dapat bermakna ketika dibaca. maka menurut Foucault mereka berada dalam formasi diskursif (discursive formation) yang sama. Masalah dalam penelitian bisa ditemukan melalui beberapa cara. satu teks. dan dialekdialek kedaerahan dalam komunikasi harian pada acara-acara televisi dan radio. dan juga mempengaruhi bagaimana ide-ide dimasukkan dalam praktik-praktik dan dipakai untuk mengatur perilaku manusia. Agama. dan sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia baku kepada masyarakat. Wacana tidak pernah terdiri atas satu statement. pengalaman pribadi. membaca topik tertentu atau membentuk pengetahuan mengenai topik tersebut. pemerintah. dan membaca. baik itu politik maupun administratif. Perenungan merupakan proses identifikasi dan pemikiran secara mendalam terhadap fenomena alam sehingga diperoleh apa yang seharusnya terjadi (ideal) dan apa yang betul-betul terjadi (faktual). Jika sebuah wacana membentuk cara tertentu dalam menampilkan sebuah topik. serta membentuk cara berperilaku pada berbagai institusi dalam masyarakat. satu perbuatan atau satu sumber. organisasi 131 18 . seperti koordinasi antarlembaga terkait. seperti perenungan. Wacana menentukan dan membentuk objek dari pengetahuan. Umpamanya. kodifikasi gramatika baku bahasa Indonesia. tetapi dapat ditulis secara singkat sebagai judul penelitian. Oleh karena itu. atau disertasi karena saya belum menemukan masalah”. berbicara dan membawa diri. meskipun demikian tidak semua topik mengandung masalah yang jelas. akan muncul pada berbagai teks. B. masalah tidaklah sulit untuk ditemukan asal peneliti selalu ingat bahwa masalah itu adalah kesenjangan yang terjadi antara das sollen dan das sein. organisasi yang membentuk definisi seksualitas. Sebetulnya. Tentu saja dari topik yang diangkat dapat diketahui apa masalah yang sedang diteliti. Contoh-contoh masalah yang muncul adalah: aturan. dengan pengetahuan yang dikuasainya seseorang mungkin saja dapat merenungkan berbagai hal berkaitan dengan perencanaan pengembangan bahasa Indonesia masa depan. Wacana. masalah masih tetap perlu ditulis dan diuraikan secara lebih jelas agar kesenjangan yang terjadi dapat teridentifikasi secara mudah dan cepat. Mereka berusaha untuk tidak melanggar segala praktik sosial yang berhubungan dengan seksualitas. melihat fenomena penggunaan bahasa Inggris. menulis atau membawa diri. Ketika peristiwa-peristiwa diskursif ini mengacu pada satu subjek yang sama.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebar. yang memiliki karakteristik dari cara berpikir atau bentuk pengetahuan yang sama pada periode tertentu. menggunakan cara yang sama. yang ditampilkan oleh institusi-institusi masyarakat. Sering kali terdengar suara-suara yang berbunyi “saya belum menulis skripsi. menentukan bagaimana seseorang berbicara. pengalaman orang lain. membentuk sebuah topik atau tema. tesis. maka wacana juga membatasi cara lain untuk berbicara. Penemuan Masalah Menemukan masalah penelitian merupakan masalah tersendiri bagi sebagian mahasiswa atau peneliti pemula. Definisi beserta norma dan aturannya akan berubah seiring dengan perkembangan sejarah dan waktu. Pemahaman atas seksualitas pada kelompok masyarakat tersebut mengatur bagaimana masing-masing anggotanya bersikap. Jika bergandengan tangan antara lakilaki dan perempuan merupakan salah satu bentuk seksualitas dalam sebuah masyarakat. Sebuah wacana yang sama.

dan 2. Subjek mengenai seksualitas akan bermakna jika ia berada dalam bentuk praktik sosial. Makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dalam kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting. dan ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. Bagaimanakah membangun lingkungan kebahasaan yang dapat membimbing mahasiswa Jurusan BSI menguasai bahasa Inggris secara komunikatif? 3. Apakah teknik “pair work” lebih efektif daripada “diskusi kelompok” dalam pengajaran lafal bahasa Inggris bagi siswa kelas I SMP di DKI Jakarta? 2. Bagaimanakah model pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa reformasi 19972007? 2. Apakah ada hubungan antara “berani mengambil resiko” dan kemampuan membuat kalimat bahasa Inggris yang gramatikal pada siswa kelas I SMP di Bogor? Di samping pengalaman pribadi. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman pribadi dan orang lain untuk menemukan masalahmasalah yang menarik diteliti. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman baik dan buruk orang/pihak lain sebagai pijakan dalam penemuan masalah penelitian. Mungkin saja seseorang mendengarkan atau diberitahu oleh yang bersangkutan bagaimana cara menguasai empat bahasa asing. Landasan Teori Wacana menurut Foucault adalah “a group of statements which provide a language for talking about – a way of representing the knowledge about – a particular topic at a particular historical moment” (Hall. seseorang bisa mengidentifikasi beberapa kegagalan yang dialami dirinya dalam belajar bahasa Inggris. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan bidang kajian dan kritik sastra sehingga menjadi lebih beragam dan variatif. 19 . E. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan benar mengenai makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dan kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting. Sekelompok masyarakat akan menciptakan norma. bahasa yang tidak komunikatif. Apakah Metode Adopsi Total efektif dalam pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa global dewasa ini? 3. Ia melihat dalam wacana terdapat kumpulan statement atau cara suatu pengetahuan ditampilkan untuk menampilkan sebuah tema/topik pada masa tertentu. 1999: 44). Selain itu. ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. Umpamanya. 130 1. F. yang dapat dijadikan sebagai pijakan dalam penemuan masalah yang layak untuk diteliti. Secara khusus penelitian berusaha untuk menggali: 1. Bagaimanakah pola sosialisasi bahasa Indonesia baku kepada masyarakat pada masa pemerintahan Presiden SBY? Selain perenungan. Yang menjadi perhatiannya adalah aturan-aturan serta praktik-praktik yang menghasilkan meaningful statements dan regulated discourse pada tiap periode waktu atau sejarah yang berbeda. Adapun masalah-masalah yang mungkin muncul berdasarkan kegagalan tersebut adalah: 1.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. atau takut membuat kalimat yang tidak gramatikal. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian bertujuan untuk hubungan antara makanan dan pembentukan identititas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting. khususnya pelafalan yang tidak benar.

C. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? 2. makin banyak informasi yang diperoleh. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. makin banyak membaca. Pemilihan makanan dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca koran dan menulis karya ilmiah mahasiswa semester VIII Jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? Cara lain yang mungkin dapat dimanfaatkan seseorang untuk menemukan masalah penelitian adalah membaca naskahnaskah. Singkatnya. B. penggunaan 20 dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Perumusan Masalah Setelah dapat menemukan masalah yang layak diteliti. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. Dengan membaca. sehingga mampu menemukan maaslah-masalah yang memang betul-betul layak untuk diteliti. Bagaimanakah pengembangan “autonomous learning” untuk membantu mahasiswa menguasai bahasa-bahasa asing di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? 2. Masalah dalam penelitian dapat diungkapkan atau dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan atau kalimat tanya. C. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 129 . atau kebiasaan membaca koran dan kaitannya dengan menulis karya ilmiah. khususnya yang berkaitan dengan bidang keahliannya. terdapat dua pertanyaan yang menarik untuk dibahas. oleh Desai menambah keragaman pemahaman atas hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. seseorang akan memperoleh berbagai informasi mengenai berbagai hal yang menarik. Adapun masalah-masalah yang menarik untuk diteliti adalah: 1. Inilah yang menjadi alasan bagi penulis untuk menganalisis makanan dan kaitannya dengan identitas perempuan dalam novel Fasting Feasting. dan makin mudah bagi seseorang untuk menemukan dan merumuskan masalah penelitiannya. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. baik yang berasal dari media cetak maupun elektronik. penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokohtokoh perempuannya. sesorang harus mampu merumuskannya sedemikian rupa sehingga problem yang ingin dikaji menjadi jelas dan spesifik. Apakah terdapat perbedaan pemahaman terhadap novel-novel klasik berbahasa Inggris antara mahasiswa yang menggunakan metode hermeunetik dan metode struktural? 3. keluarga Amerika dan India. Amerika pada keluarga Amerika dan India pada keluarga India. Meskipun tidak ada perbedaan yang sangat mendasar. Fakus Penelitian Sesuai dengan latar belakang masalah di atas. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. yakni: 1. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra bagaimana cara memahami novel-novel klasik berbahasa Inggris dengan metode hermeunetik. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan fokus penelitian tersebut.

128 5 kalimat tanya dalam perumusan masalah lebih memperjelas apa sebenarnya yang ingin dicari oleh peneliti daripada penggunaan kalimat pernyataan. Eratnya hubungan tokoh-tokoh perempuan tersebut dengan makanan dapat menampilkan citra perempuan. Ayahnya seorang pengusaha Bengali dan ibunya seorang warga negara Jerman. Oleh karena itu. Pemilihan makanan Anita Desai lahir tahun1937di Mussoorie India. dalam puisinya Making the Jam Without You mengingat kembali kegiatan membuat selai dengan anak perempuannya yang kini tinggal di Jerman. peran bahan ajar. bentuk kegiatan belajar. 2.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Jepang. dalam sastra Inggris. Makanan kemudian menjadi urusan keseharian mereka. Budaya tiap keluarga sangat mempengaruhi bagaimana mereka menyiapkan makanan dan menyelenggarakan ritual makan. permasalahan utama dalam penelitian ini adalah pencarian model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dan pembuktian efektivitas model tersebut melalui eksperimen pada beberapa program studi PTAIN di Indonesia. Dengan demikian. the Fire I Have Before Me mengatakan bahwa peran perempuan dalam memasak bukanlah sesuatu yang merugikan. the Pot. Ihigaki Rin. Novel Fasting Feasting (1999) karya Anita Desai5 merupakan salah satu karya sastra yang memasukkan unsur makanan dalam ceritanya. model yang dikembangkan harus mencakup beberapa aspek penting dalam pembelajaran. Mereka bertanggung jawab tidak hanya pada mempersiapkan makanan namun juga pada menentukan apa yang akan dimakan oleh anggota keluarga. hubungan antara 21 . Selain itu. Ia berharap kehidupan pernikahan anaknya sehangat saat mereka membuat selai bersama. Akan sangat menarik untuk melihat bagaimana makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. efektifitas model tersebut dalam pembelajaran bahasa Inggris masih harus dipertanyakan. Maxine Kumin. Perempuan akan mendapatkan keuntungan dari peran tersebut. India dan Amerika. seperti pengembangan silabus. The Peacock merupakan novel pertamanya yang terbit tahun 1963. peran mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta Selatan. Meskipun demikian. dan untuk itulah ujicoba model tersebut menjadi sesuatu yang sangat mendesak untuk dilakukan. dalam puisinya The Pan. Perhatikan contoh-contoh berikut. Para perempuan dari kedua keluarga tersebut memiliki tugas untuk menyajikan makanan. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di beberapa program studi PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. Tentunya. dan prosedur atau strategi pengajarannya. Novel ini bercerita mengenai dua keluarga dengan latar belakang budaya yang berbeda. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan oleh novel tersebut. Ia mengenyam pendidikan di SMU Queen Marry Delhi dan Miranda House. Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi. perlu dikembangkan suatu model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar penilaian program studi dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan bahasa Inggris. Masing-masing keluarga memiliki ritual sendiri dalam hal makanan dan pola makan. terutama suami dan anak laki-laki mereka. Universitas Delhi di mana ia mendapat gelar B. Kalimat pernyataan: 1. seorang penyair dari Amerika Utara.A.

Mereka hanya menggunakan penulis-penulis perempuan sebagai token acknoledgment dan lebih mengacu pada penulis-penulis lakilaki besar. Oleh karena itu. menunjukkan adanya masalah dalam identitas perempuan yang tidak bisa memisahkan diri dari figur ibu atau dari proses menjadi ibu. Sedangkan penulis perempuan lebih menghubungkan makanan dengan peran dan status mereka. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian hubungan antara ketiga variabel tersebut. Pemilihan makanan untuk menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Banyaknya penulis perempuan mengangkat isu ini disebabkan oleh makanan yang identik dengan wilayah domestik. Pertama perempuan telah diajarkan mengenai nilai-nilai kewanitaan melalui presentasi makanan yang dihadirkan oleh ibu mereka. Kalimat pertanyaan: 1. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? b. Namun tidak sedikit juga penulis perempuan menggunakan makanan untuk merayakan peran perempuan dalam lingkup domestik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra motivasi berprestasi. Perubahan perumusan masalah untuk poin satu ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Para penulis laki-laki ini lebih menghubungkan makanan dengan seksualitas daripada dengan perempuan. Penyair 127 . menjelaskan beberapa alasan mengapa banyak penulis perempuan menggunakan tema makanan dalam tulisan-tulisan mereka. Selain itu obsesi perempuan terhadap makanan. Keterikan perempuan terhadap makanan beserta ritualnya merupakan sebuah mimesis atau metafor dari peran perempuan sebagai food giver pertama pada bayi serta sebagai koki keluarga. Itulah beberapa isu sentral yang akan dibahas dalam penelitian ini. Perempuan berada di wilayah tersebut. seperti Homer atau Plato. Selain penulis perempuan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. Para penulis perempuan ini menggunakan makanan untuk mengangkat masalah jender. seperti mengkritik bahkan menolak peran mereka sebagai penyaji makanan. penulis-penulis laki-laki juga menggunakan makanan dalam tulisan mereka. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsipprinsip kurikulum berbasis kompetensi? c. Bagaimanakah peran dosen dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 22 masih banyak lagi. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. Penelitian ini difokuskan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuannya. seperti pada penderita bulimia dan anorexia. Yang membedakan dengan penulis perempuan adalah ketika penulis laki-laki menggunakan makanan sebagai tema. 3. Namun yang paling sering ditampilkan oleh penulis perempuan adalah mengenai isu domestisitas. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Harriet Blodgett (2005) dalam eseinya Mimesis and Metaphor: Food Imagery in International Twentieth-Century Women's Writing. keluarga Amerika dan India. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut.

bahaya atas mentalisme yang berlebih serta yang terpenting bagaimana individu berhubungan dengan masyarakat. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? f. Ia menghubungkan makanan dalam novel-novelnya dengan politik opresi serta kebebasan dan tanggung jawab individu. Perempuan dapat mengatur kepada siapa saja makanan diberikan dan berapa banyak makanan tersebut diberikan. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta? 3. 3-4) 126 4 d. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 23 . pemahaman silang budaya. Mereka melihat bahwa makanan dapat memberikan kekuasaan pada perempuan namun juga dapat dipakai untuk menguasai perempuan. Selain masyarakat patriarki dan feminis. pendidikan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? d. masalah-masalah psikologis. berperan dalam bidang politik serta mendapat kesetaraan hak. Perempuan menjadi sulit untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Doris Lessing pada novel-novel realisnya banyak mengangkat permasalahan identitas diri dalam masyarakat modern. seksualitas dan konstruksi jender. Angela Carter dalam beberapa novelnya menghubungkan makanan dan proses makan dengan kekuasaan. Namun ketika perempuan tidak mampu untuk menyajikan makanan dan memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga maka ia akan dianggap 'cacat' oleh masyarakat. Perubahan perumusan masalah untuk poin tiga ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Secara bersama-sama. Penulis-penulis perempuan abad 20 seperti Margaret Atwood. para feminis melihat makanan sebagai ajang kontestasi kekuasaan. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. kemiskinan. Selain mengukuhkan identitas perempuan. politik seksual.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra perempuan. Pemberian label tersebut menjadikan perempuan kehilangan posisi dalam keluarga. Masyarakat patriarki menggunakan fungsi dan peran perempuan dalam rumah tangga untuk mencegah mereka melakukan aktivitas di luar rumah. seni. dan Margaret Atwood melihat makanan sebagai realitas sosial. nasionalisme. (Sceats 2000. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 2. seperti mendapat pekerjaan. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? b. seks. dan Angela Carter4 menggunakan makanan dalam karya-karya mereka untuk menampilkan perilaku sosial dan individu. misteri pembunuhan. Perubahan perumusan masalah untuk poin dua ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? e. Doris Lessing. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? c. Ketergantungan anggota keluarga lain pada perempuan dalam hal makanan menjadikan perempuan memegang kekuasaan penuh atas kelangsungan hidup dan pemenuhan nutrisi mereka. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokohtokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? b. karya sastra juga menggunakan makanan untuk menampilkan berbagai isu.

apa dan bagaimana pengumpulan data. Citra perempuan yang ideal untuk menjadi istri dan ibu adalah perempuan yang mampu memasak. dan bagaimana perempuan rela untuk lapar demi terpenuhinya kebutuhan nutrisi keluarga. Stereotip ini muncul akibat penempatan perempuan di wilayah domestik. dan siapa responden yang harus terlibat. Penggambaran perempuan ini merupakan bentuk stereotip citra perempuan menurut masyarakat patriarki. Berikut adalah beberapa ciri perumusan masalah yang baik: 1. Bagaimanakah unsur intrinsik dalam novel “David Copperfield” yang pembaca peroleh dan latar belakang historis pengarangnya yang mempengaruhi pengembangan unsur cerita? b. Lewat makanan masyarakat patriarki mengidentikkan perempuan dengan wilayah domestik di mana perannya adalah melayani keluarga. Ketika perempuan mampu menyajikan makanan yang bernutrisi kepada seluruh anggota keluarga maka ia akan dinilai sebagai ibu dan istri yang baik. Mereka membentuk citra perempuan lewat kemampuannya dalam mempersiapkan makanan bagi anggota keluarga. Di lain pihak ketika perempuan tidak mampu untuk mengolah makanan maka ia akan kehilangan identitas diri sebagai perempuan yang sesungguhnya dalam masyarakat dan dianggap sebagai perempuan yang tidak lengkap (Van Esterik). Bentuk pelayanan tersebut mengukuhkan identitas perempuan dalam masyarakat patriarki. seperti apa metode dan analisis data yang digunakan. 2. bagaimana perempuan rela mengorbankan kepentingannya demi memenuhi kebutuhan keluarga. Bagaimana perempuan berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. Apakah prediksi yang bisa dibuat antara adanya dua hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan. Tidak terlalu luas Perumusan masalah tidak boleh bersifat terlalu luas. Eratnya hubungan antara perempuan dan makanan serta penggunaan makanan oleh masyarakat patriarki dalam membentuk citra perempuan dilihat oleh para feminis sebagai alat untuk menampilkan identitas perempuan. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? Contoh perumusan masalah yang tidak jelas: a. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. Ciri-ciri Perumusan Masalah yang Baik Problem penelitian yang dirumuskan secara baik akan memudahkan peneliti untuk menentukan beberapa hal penting yang berkaitan dengan rancangan penelitian. Feminis melihat pengukuhan identitas perempuan yang terkait dengan wilayah domestik membatasi ruang lingkup 125 . tampil dalam hubungan perempuan dengan makanan beserta ritualnya. Jelas Masalah harus dirumuskan secara jelas sehingga dapat dimengerti apa yang menjadi pokok kajian dalam suatu penelitian. Kejelasan perumusan masalah dapat diperoleh melalui penggunaan pola-pola kalimat efektif yang tidak banyak mengandung anak kalimat sehingga menjadi terlalu kompleks dan tidak jelas subjek dan predikatnya. Bagaimana penulis merepresentasikan nilai-nilai edukatif melalui karakter utama dalam novel “David Copperfield” sehingga dapat dipahami oleh pembaca? b. Luasnya 24 Masyarakat patriarki melihat makanan beserta ritualnya sebagai tugas domestik perempuan. Masyarakat menjadikan makanan sebagai salah satu ukuran seberapa baik seorang perempuan mengurus keluarga dan membesarkan anak. Contoh perumusan masalah yang jelas: a. Kemampuan mereka dalam memasak menjadikan mereka juga mampu mengurus keluarga.

bentuk opresi yang dialami oleh kedua kelompok ini tidak sama. 3 Ritual yang dimaksud adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan makanan seperti penentuan menu makanan. hingga tradisi makan bersama. atau perumusan tersebut memang mengadung hal-hal yang sangat luas sehingga tidak mungkin untuk diteliti. masalah bisa terjadi karena beberapa hal. Perempuan menjadi pelaksana utama pengolahan dan penyajian makanan. Salah satu pengetahuan dan pengalaman perempuan yang sering dijadikan alat untuk mengangkat isu perempuan adalah makanan serta berbagai ritual3 yang menyertainya. Bagaimanakah suka duka mahasiswa semester VIII Jurusan BSI dalam menyusun skripsi sebagai tugas akhir? 5. Tidak mengandung unsur subjektif Perumusan masalah juga tidak boleh mengandung unsur-unsur subjektif peneliti. Yang membedakan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya adalah pengalaman mereka. Mereka memegang kendali penuh atas pemilihan menu makanan. Apakah masalah itu perlu dan berguna untuk dipecahkan? b. Contoh: a. Sempitnya masalah bisa terjadi karena beberapa hal. bagaimana cara pengolahannya dan untuk siapa makanan tersebut disajikan. Tidak terlalu sempit Perumusan masalah juga tidak boleh bersifat terlalu sempit. Bagaimanakah penggunaan bahasa Inggris di Asia? 3. Bagaimanakah pengalaman saya dalam membangun suasana demokratif dalam kelas percakapan bahasa Inggris untuk mahasiswa semester IV Jurusan BSI? b. Apakah pemecahan masalah tersebut membutuhkan kepandaian tertentu? 25 124 . Walaupun sama-sama mengalami opresi dari masyarakat patriarki.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebih spesifik ini menandakan bahwa perempuan mulai lebih memfokuskan diri pada isu-isu kesetaraan hak berdasarkan atas pengalaman masing-masing. Kelompok feminisme kulit putih dan kulit hitam memiliki pengalaman yang berbeda. seperti tidak menyantumkan aspek waktu dan tempat secara spesifik. Berbedanya pengalaman yang dialami oleh dua kelompok ini menjadikan mereka mengangkat isu yang berbeda pada masalah yang sama. Ini disebabkan karena perempuan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan makanan. penyajian. Bagaimanakah peran American Corner dalam pengembangan kemampuan mahasiswa semester VI Jurusan BSI dalam melafalkan bunyi /f/ dalam bahasa Inggris? b. Mereka melihat tiap perempuan memiliki kepentingan dan keinginan yang bisa sama atau berbeda dalam memperjuangkan haknya. Contoh: a. peracikan. dan keluarga. pekerjaan. Bagimanakah perubahan makna “house” yang terjadi sejak bahasa Inggris kuno sampai modern? 4. Perempuan kulit putih hanya mengalami opresi dari laki-laki kulit putih saja. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. seperti mengandung problem yang sangat sangat spesifik sehingga tidak mungkin untuk diteliti. Seluruh kelompok dan gerakan yang menjadikan perempuan sebagai wacana pada dasarnya mengangkat masalah yang sama yaitu politik. Hal-hal lian yang perlu dipertimbangkan: a. Kendali penuh terhadap makanan ini dapat digunakan perempuan dalam menunjukkan posisi dan kekuasaannya dalam keluarga. namun perempuan kulit hitam selain mengalami opresi dari laki-laki kulit hitam juga mendapat opresi dari masyarakat kulit putih. pendidikan. sehingga hasil penelitian yang diperoleh bersifat sangat subjektif dan personal. Contoh: a. citra perempuan dalam media. Bagaimanakan kesusasteran Inggris dikembangkan? b. pengolahan bahan makanan.

Kelompok-kelompok gerakan feminisme yang Feminisme merupakan istilah yang dipakai oleh gerakan perempuan yang menginginkan pengakuan dan kesetaraan hak dalam masyarakat. Kata feminisme mulai diperkenalkan pada tahun 1890-an. yang masingmasing memfokuskan pada aspek tertentu mengenai perempuan. 2 Feminisme gelombang pertama dimulai pada abad ke-19 dan berakhir pada tahun 1949. 1998: 210). Tahun 1963 dengan diterbitkannya buku The Feminine Mystique oleh Betty Friedan menandakan munculnya gerakan feminisme gelombang kedua. Tulisan-tulisan tersebut berusaha membalik pandangan masyarakat patriarki mengenai perempuan. Feminisme gelombang pertama ini menekankan pada pendidikan. wacana perempuan juga tampil dalam bentuk gerakan sosial. politik dan ekonomi. lesbian. Apakah masalah itu menarik dan menantang untuk diselesaikan? d. Dalam perkembangan feminisme1 gelombang pertama (first wave)2. Selain itu muncul kelompokkelompok gerakan feminisme seperti feminisme kulit hitam. Menjadi perempuan dengan segala sifat dan karakteristik yang menempel padanya dibentuk oleh masyarakat (Selden. dan masih banyak lagi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c. Apakah terdapat data yang cukup untuk memecahkan masalah tersebut? Masyarakat menjadikan perbedaan seks sebagai dasar dalam membentuk jender. Bagi masyarakat patriarki perempuan memiliki bentuk biologis yang tidak sesempurna laki-laki. muncul gerakan Women's Rights and Women's Suffrage yang menekankan pada perubahan kedudukan perempuan dalam sosial. Hal tersebut disebabkan oleh cara pandang mereka terhadap perempuan yang hanya melihat bentuk fisik. Konstruksi yang dibangun masyarakat patriarki terhadap perempuan ini dikritik oleh tulisan-tulisan di atas. liberal. 1 26 123 . Apakah masalah itu memberikan sesuatu yang baru yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum dan kalangan akademis? e. Pada tahun 1966 The National Organisation of Women (NOW) berdiri dengan Bety Friedan sebagai salah satu pendirinya. Selain ditampilkan dalam bentuk tulisan. Perempuan tidak memiliki kekuatan fisik seperti laki-laki. sosialis. Semua penggambaran dan karakteristik mengenai perempuan yang menunjukkan mereka sebagai kelas kedua merupakan konstruksi dari masyarakat patriarki. pekerjaan dan hukum pernikahan.

konsep-konsep. sehingga ditemukan hasil yang lebih baik. Menurutnya sex lebih mengacu pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Berdasarkan kajian kepustakaan peneliti dapat merumuskan hipotesis. maka perempuan kebalikannya. Walaupun perjuangan tersebut belum menghasilkan sesuatu.logically.. Penentuan perempuan sebagai liyan disebabkan oleh perbedaan biologis antara lakilaki dan perempuan. karena secara hukum anak adalah milik ayah. atau mengembangkan pedoman wawancara dan observasi untuk penelitian kualitatif. Perbedaan biologis ini yang menjadikan perempuan berada pada posisi rendah dalam masyarakat. Tulisan-tulisan tersebut mengulas perempuan dari sudut pandang yang selama ini tidak disentuh oleh masyarakat patriarki. Salah satu yang diperjuangkan adalah hak asuh anak. 1998: 9). Virginia Woolf dalam dua novelnya A Room of One's Own (1929) dan Three Guineas (1938) menampilkan karakter perempuan yang menuntut hak mereka baik itu dalam bidang hukum. 1998: 207). Ia melihat bahwa perempuan bukanlah makhluk kelas kedua. Selanjutnya de Beauvoir memperkenalkan istilah seks dan jender. Selain itu. The Second Sex (1949). maka laki-laki memberikan makna atas diri perempuan berdasarkan atas kondisi fisik mereka (Tong. peneliti sudah dapat mencari teori-teori. kajian kepustakaan dapat membantu peneliti menganalisis hasil penelitian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra terbitnya tulisan Jane Anger. Her Protection for Women. dan asumsiasumsi yang dapat dijadikan landasan teoretis untuk penelitian yang akan dilaksanakan. Simone de Beauvoir dalam bukunya yang cukup berpengaruh. Eve is last and best' (Gamble. berargumen bahwa perempuan adalah liyan karena perempuan bukan laki-laki. perempuan memperjuangkan kedudukan mereka terutama dalam bidang hukum. yang memaknai penciptaan Hawa dengan pemaknaan baru. Jika laki-laki mampu menentukan eksistensi dirinya. Relevan berarti sumber-sumber bacaan merupakan naskah-nasakah cetak dan elektronik yang benar-benar sesuai dan terkait erat dengan permasalahan yang sedang dikaji. dan mengembangkan instrumen sesuai dengan variabel yang diteliti untuk penelitian kuantitatif. Kajian kepustakaan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai sumber bacaan yang relevan dan up to date. kecuali 27 . melainkan makhluk terbaik karena diciptakan setelah Adam sehingga '. Ia tidak mampu menentukan makna dirinya. Pada tahun-tahun tersebut di wilayah Eropa. sehingga hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan. 2001: 6-7). pendidikan dan informasi (Selden. Hal ini perlu dilakukan agar penelitian tersebut memiliki pijakan dan dasar yang kokoh. Sedangkan up to date berarti naskah-naskah cetak dan elektronik tersebut berasal dari penerbitan terkini.. sedangkan jender merupakan pemaknaan atas perempuan yang dikonstruksi oleh masyarakat. terutama di Inggris. Pada abad 20 makin banyak tulisan-tulisan perempuan yang mengangkat masalah dan posisi perempuan dalam masyarakat. 122 3 KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS A. Kajian Kepustakaan Berdasarkan masalah yang sudah dirumuskan. perubahan sikap perempuan terhadap dirinya menjadi landasan bagi perjuangan perempuan berikutnya.

sehingga diperoleh alternatif jawaban yang lebih tepat. Penalaran sistesis merupakan upaya-upaya pemaduan dan pengembangan dari berbagai teori dan konsep untuk 28 A. baik secara fisik maupun intelektual. penalaran sintesis memiliki gerak yang lebih bebas.laki (The New Encyclopedia Britannica. Aristoteles mengatakan bahwa laki-laki adalah bentuk dan perempuan adalah matter. yang disebut penis envy. peneliti harus membekali diri dengan sumbersumber rujukan yang relevan. ensiklopedia. Dalam kajiannya. Ini ditandai dengan 121 . Adapun rujukan khusus yang biasanya memuat generalisasi-generalisasi yang ditarik dari hasil penelitian dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk jurnal. menjadikan dirinya sebagai makhluk kelas kedua dalam masyarakat. induktif. dan sumber-sumber lain yang memuat laporan hasil penelitian. karena perempuan tidak memiliki penis seperti laki-laki. hak dan keinginan mereka hadir setelah segala kebutuhan. atau sintesis. Sumber-sumber rujukan tersebut harus dibaca dan dikaji dengan menggunakan berbagai metode penalaran sehingga diperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. monograf dan sebagainya. Oleh karena itu kepentingan perempuan selalu berada setelah kepentingan laki-laki. hak dan kepentingan laki-laki dipenuhi. Penalaran deduktif yang bersifat pembuktian teori atau konsep digunakan untuk memerikan teori-teori atau konsep-konsep umum yang berkaitan dengan masalah penelitian sehingga diperoleh jawaban atau hipotesis yang tepat. Latar Belakang Masalah Penggambaran perempuan sebagai makhluk lemah yang tidak setara dengan laki-laki telah berlangsung lama. Bahan bacaan sebagai sumber rujukan dapat dibedakan menjadi dua kelompok: rujukan umum dan khusus. hukum dan bahkan dalam keluarga. Perempuan tidak akan berperan dan berarti tanpa kehadiran laki. baik secara terpisah maupun secara terpadu. buletin penelitian. 2003: 883).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra naskah-naskah klasik yang monumental dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Kesadaran perempuan akan posisinya dalam masyarakat mulai muncul pada tahun 1550-1700. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. Konsep ini diambil oleh Thomas Aquinas. disertasi. Segala keputusan yang menyangkut perempuan diserahkan pada laki-laki yang menentukan apa yang terbaik bagi perempuan. John Donne (2002) dalam puisinya Air and Angels melihat bahwa tubuh perempuan tidak sesempurna tubuh laki-laki. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. Laki-laki merupakan yang utama sedangkan perempuan hanya pelengkap. Berbeda dengan penalaran deduktif yang bergerak dari teori ke fakta. peneliti memanfaatkan penalaran deduktif. Matter adalah sesuatu yang abstrak dan akan berwujud jika ada form. Masyarakat dengan keadaan seperti ini disebut sebagai masyarakat patriarki. seorang pemikir Kristiani. Ia melihat bahwa laki-laki adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna sedangkan perempuan adalah laki-laki yang tidak sempurna (Selden 1993: 203). Supaya dapat memperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. Penalaran induktif yang bersifat penemuan teori-teori atau konsep-konsep digunakan untuk memperoleh generalisasi dari berbagai temuan penelitian. Keadaan seperti ini menyebabkan perempuan yang berada dalam wilayah patriarki menjadi terpinggirkan keberadaannya. Sigmund Freud mengatakan bahwa perempuan memiliki kecemburuan terhadap laki-laki. dan induktif yang bergerak dari fakta ke teori. Rujukan umum yang memuat konsep-konsep dan teori-teori dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk buku-buku teks. Mereka tidak memiliki posisi dalam masyarakat. Beberapa pemikir mendeskripsikan perempuan dengan ciri-ciri yang stereotip. Pengkondisian perempuan sebagai makhluk yang lemah. Segala kebutuhan. tesis.

dalam penelitian kualitatif. hasil penalaran tersebut dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek tertentu yang menjadi perhatian peneliti. Sebenarnya dalam penelitian kualitatif. Dalam hal ini. hipotesis masih tetap diperlukan tetapi dengan fungsi yang berbeda. Hipotesis dapat dianggap sebagai pernyataan mengenai kaadaan populasi yang perlu diuji kebenarannya melalui data-data yang diperoleh dari sampel. hipotesis lebih banyak berperan sebagai generalisasi hasil penelitian yang masih perlu diuji kebenarannya lebih lanjut dalam penelitian kuantitatif. B. Hipotesis merupakan pernyataan atau jawaban tentative mengenai suatu masalah yang belum dibuktikan kebenarannya secara empiris. Sebagai jawaban sementara. Dengan cara pengelompokan dan perekaman hasil kajian kepustakaan tersebut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 11 PROPOSAL PENELITIAN SASTRA menemukan teori dan konsep baru yang lebih relevan dengan masalah yang sedang diteliti. dan dicatat atau direkam secara rapi agar dapat dipergunakan secara cepat bila sedang dibutuhkan. hipotesis merupakan salah satu atibut penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi jawaban dari masalah yang diteliti. hipotesis yang diturunkan dari berbagai toeri yang mendasari penelitian tersebut dianggap sebagai yang paling mungkin dan paling tinggi taraf kebenarannya. istilah hipotesis tidak begitu lazim digunakan karena hipotetsis tidak dapat berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap masalahmasalah yang cenderung bersifat lebih terbuka. hipotetsis harus disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan hal-hal berikut: 29 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN SASTRA MAKANAN DAN RITUALNYA SEBAGAI REPRESENTASI PEMBENTUKAN IDENTITAS TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL FASTING FEASTING TIM PENELITI 120 . Sebaliknya. Agar hipotetsis dapat diuji kebenarannya secara mudah. Selanjutnya. tentu saja kegiatan penelitian lainnya menjadi lebih mudah dilaksanakan. Hipotesis Dalam penelitian kuantitatif.

Inc. dan 3. yakni hipotesis yang menyatakan hubungan dan hipotesis yang meyatakan perbedaan. Robert Karlin. 2003. Cambridge: Cambridge University Press. Teaching Reading in High School. Secara umum hipotesis dapat dibedakan menjadi dua. Brian Materials Development in Language Teaching. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language. 30 119 . Rumusan hipotesis harus mengandung pertautatan antara dua variabel atau lebih. King. Smith. Mu lyasa. Yang pertama adalah hipotesis yang menyatakan tentang saling-hubungan antara dua variabel atau lebih yang banyak digunakan dalam penelitian korelasional.– Tomlinson. London: Heinemann Educational Books. Martinis. Hipotesis seperti itu lebih banyak digunakan dalam penelitian komparatif. Nuttal. 1998. yang seringkali diterima sebagai kesimpulan sebagai akibat dari penolakan hipotesis nol (HO) Contoh hipotesis nol (HO): 1. Jakarta: Gaung Persada Press. dan Djago Tarigan.G. 1984. hipotesis yang biasanya diuji adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2. Hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif negatif itu biasanya disebut dengan hipotesis nol (HO) yang berfungsi sebagai hipotesis penelitian. 2003. Yamin. Secara khusus berkenaan dengan pengambilan kesimpulan atau generalisasi. kansep karakteristik. 1986. New York: Harper & Row Publisher. Michigan: Ulrih’s Books. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data dan statistika yang digunakan. Sebaliknya. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Hipotesis harus dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang dirumuskan secara padat dan jelas. Tangan H. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. Judith M. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia tidak sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. and Wayne A. Yang kedua adalah hipotetsis yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda-beda. dan implementasi. hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif positif yang menyatakan adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih disebut dengan hipotesis alternatif (HA). Bandung: Angkasa. 1987. E. Readability.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1.

Boston: Heinle & Heinle Publishers. Malang: IKIP Malang Publisher. London and New York: Longman. Kurikulum dan Hasil Belajar. Susan Teaching English in the Primary Classroom. Dasar-Dasar Perkembangannya.000. canterbury.htm). Jeremy The Practice of English Language Teaching. Kurikulum Berbasis Kampetensi. Dkk. 1990.(Lima belas juta rupiah). Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. 1992. Balitbang Depdiknas. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. Hadley. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. Huda. 1999.ac. 2003. Ellis. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris 118 31 . Jakarta: Pusat Kurikulum.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 5 Penulisan laporan Seminar Proposal Penelitian Bahasa & Sastra I. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah. London: Longman Group. 3. 3. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris Hipotesis hipotesis alternatif (HA): 1.Rudolf How to Write Plain English http://www..M. Nevile Making the Most of Your Textbook .000.mang. 2003. Helliwell. Oemar Pengembangan Kurikulum. J. H. Grant. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. 15. Rod The Study of Second Language Acquisition (Oxford: Oxford University Press. Bandung: Mandar Maju.nz/ urseinfo/AcademicWriting/Flesch. 1998. Harmer. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Anonim. Daftar Kepustakaan Ahmad. 1987. 1991. 1993. Bandung: Pustaka Setia. Alice Omagio Teaching Language in Context. Hamalik. 1994. London: Longman. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. Harmer. Flesch.

4. Seluruh mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN 3. Contoh: 1. Sampel dapat diartikan 32 . Populasi dibedakan menjadi dua. Kasus. 3. NO 1 2 3 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data BULAN JAN FEB MAR APR MEI V V V V V 117 A. kualitas. Sedangkan data yang berhubungan dengan tingkat keterbacaan buku teks dianalisis dengan teori Flesch Reading Ease. dalam hal ini dapat diartikan sebagai orang. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. sehingga sensus sama sekali tidak dapat dilakukan. dalam populasi terhingga sensus seringkali tidak dapat dilakukan. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya pada sumber data.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 POPULASI DAN SAMPEL 1. 2. Seluruh kata berimbuhan yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama empat bulan dari Januari sampai dengan Juli 2005. Meskipun demikian. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data yang dibutuhkan dengan berbagai cara. Pengertian Populasi dapat diartikan sejumlah kasus yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. maka sampel merupakan jalan keluar utamanya. Metode Penelitian ini merupakan penelitian isi atau content analysis yang berusaha untuk menggali bukti-bukti empiris mengenai tingkat keterbacaan. binatang. hal ataupun peristiwa. mengelompokkan. barang. sehingga sensus dapat dilakukan. Unit Analisis Sebagai unit analisis. Seluruh kegiatan akademik mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bila sensus tidak mungkin digunakan. seperti menandai. penelitian ini akan menggunakan 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA digunakan di sekolah-sekolah di Jakarta. Populasi takterhingga (takterjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang takterhingga jumlahnya. Populasi terhingga (terjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang terhingga jumlahnya. Analisis Data Data verbal yang berkaitan dengan kesesuaian buku teks dengan kurikulum akan dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan apa yang terdapat dalam buku dengan apa yang ditetapkan dalam kurikulum 2004. dan kesesuaian 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. H.

ketepatan. e) Sikap. Seluruh kata berimbuhan il-. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian sebagai berikut. Seluruh mahasiswa semester VI jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN yang telah mengambil matakuliah reading 1 – 4. waktu. Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi menurut Depdiknas (2003: 42) adalah: a) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. d) Nilai. yaitu suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu di dalam diri seseorang. d) Sumber belajar bukan hanya guru. percobaan yang sifatnya merusak. Sampling (Teknik Pengambilan Sampel) Berdasarkan kemungkinan yang dimiliki seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. yaitu kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan. dan ekonomi. yaitu perasaan (senang-tidak senang. dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta. seperti biaya. yaitu sesuatu yang dimiliki individu untuk melakukan tugas ataupun pekerjaan yang dibebankan kepadanya. dan e) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan suatu kompetensi. ir. b) Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. cluster sampling (sampling kelompok). Dari pemaparan di atas. yang kedua mengacu pada cara pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel. dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran. Contoh (berdasarkan contoh populasi di atas): 1. pengambilan sampel dibedakan menjadi dua: probability sampling dan non-probability sampling. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan. 3. Yang pertama mengacu pada cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel. 33 . ketelitian. pemahaman.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c) Kemampuan. sukatidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar. f) Minat. berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. stratified sampling (sampling strata). Random sampling adalah pengambilan sampel dari populasi yang homogen secara acak atau tidak sistematis. Penggunaan sampel dalam penelitian didasari oleh beberapa alasan. KBK dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas standar tertentu. 116 sebagai sebagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri umum yang dimiliki oleh populasi. kemampuan. sebaliknya.yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. Seluruh kegiatan diskusi dan seminar berbahasa Inggris yang diikuti mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN pada tahun akademik 2005-2006 B. G. c) Penggunaan pendekatan dan metode yang bervariasi. dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. sikap. dan proportional sampling (sampling proporsional). im. Umpamanya. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok pertama adalah random sampling (sampling acak). tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. KBK merupakan sebuah kurikulum yang mengacu pada kurikulum modern jika dilihat dari karakteristiknya.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang dipilih secara acak karena populasi diduga bersifat homogen. Stratified sampling adalah pengambilan sample dari populasi berstrata umpamanya, pengelompokan masyarakat berdasarkan warna kulit, status sosial, usia, atau pendidikan, yang masing-masing strata terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Arab dan kemampuan bercerita dalam bahasa Arab mahasiswa semester III Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2005-2006, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester tiga tersebut yang berlatar pendidikan SMA, MAN, dan pesantren; dan sampelnya adalah ±120 yang diambil dari masing-masing strata sebanyak 40 orang mahasiswa. Cluster sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berkelompok, umpamanya berdasarkan wilayah, yang masing-masing kelompok terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta; dan sampelnya adalah ±150 yang diambil dari masing-masing wilayah DKI Jakarta sebanyak 30 orang mahasiswa. Proportional sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berstrata atau berkelompok yang masing strata/kelompok terwakili secara proporsional sesuai dengan jumlah anggotanya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris
34

merumuskan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk mendapatkan ijasah. Inti dari pengertian ini adalah adanya aspek keharusan bagi setiap siswa untuk mempelajari mata pelajaran yang sama. Faktor minat dan kebutuhan siswa tidak dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum, dan yang paling menonjol adalah guru sebagai center dari semua kegiatan. Artinya gurulah yang aktif dalam belajar, sedangkan siswa lebih bersifat pasif belaka. Tujuan mempelajari mata pelajaran hanya semata-mata untuk memperoleh ijasah, yang berarti ijasah adalah tujuan belajar dan menguasai mata pelajaran berarti telah mencapai tujuan belajar. Berbeda dengan pandangan lama, pandangan baru lebih menekankan pada pengertian kurikulum sebagai keseluruhan aktivitas, pelajaran, dan pengalaman belajar yang harus siswa peroleh dalam pengawasan sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas (Hamalik, 1990: 11). Inti dari perumusan ini adalah tafsiran kurikulum bersifat luas, kurikulum bukan saja terdiri dari mata pelajaran (courses) tetapi meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah dan siswa menjadi pusat belajar, bukan lagi guru. Jauh sebelum pemerintah mencanangkan KBK, para praktisi pengajar telah banyak mendiskusikan dan mendefinisikan arti dan kata kompetensi itu sendiri. Kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan dijadikan sebagai landasan penyelenggaraan proses pembelajaran dan penilaian siswa (Yamin, 2003: 128-9). Menurut Gordon yang dikutip Mulyasa (2003: 38-9), beberapa aspek yang terkandung di dalam konsep kompetensi adalah: a) pengetahuan, yaitu kesadaran dalam bidang kognitif; b) Pemahaman,yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu.
115

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

206.835 – (1.015 x ASL) – (84.6 x ASW). Keterangan: ASL: Average Sentence Length, yakni jumlah kata dibagi dengan jumlah kalimat ASW: Average number of syllables per word, yakni jumlah sukukata dibagi dengan jumlah kata. Secara bertahap terdapat enam langkah dalam pengukuran tingkat keterbacaan dengan menggunakan rumus Flesch Reading Ease, yakni: a) menghitung jumlah seluruh kata; b) menghitung jumlah seluruh sukukata; c) menghitung jumlah seluruh kalimat; d) menghitung rata-rata jumlah sukukata perkata; e) menghitung rata-rata kata perkalimat; dan f) menentukan skor keterbacaan dan menafsirkan hasilnya. Ketentuan yang digunakan adalah skor 0 berarti tidak terbaca, 100 berarti sangat mudah, dan 60 berarti tingkat keterbacaan yang baik 5. Kurikulum Berbasis Kompetensi Ditinjau dari asal katanya, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu kata “currere”, yang berarti jarak tempuh lari. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dan start sampai dengan finish. Jarak dan start sampai dengan finish ini yang disebut “currere’. Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung untuk menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. Seorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan, maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (Ahmad dkk, 1998: 9-14). Dari segi terminologi, pengertian kurikulum dibedakan manjadi dua, yakni menurut pandangan lama dan pandangan baru. Menurut pandangan lama, Hamalik (1990: 4)
114

mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta: Jakarta Pusat 200 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 300 orang mahasiswa, Jakarta Utara 100 orang mahasiswa, Jakarta Barat 250 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 200 orang mahasiswa. Bila masing-masing wilayah diwakili oleh 10% dari populasi yang dimiliki, maka sampel untuk masingmasing wilayah adalah: Jakarta Pusat 20 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 30 orang mahasiswa, Jakarta Utara 10 orang mahasiswa, Jakarta Barat 25 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 20 orang mahasiswa. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok kedua adalah systematic sampling, quota sampling, accidental sampling, purposive sampling, saturation sampling, dan snowball sampling. Systematic sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen berdasarkan urutan tertentu, seperti setiap urutan ke-10 dan kelipannya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang nama lengkapnya terdiri dari tiga kata. Quota sampling adalah pengambilan sampel dari populasi homogen yang jumlahnya dibatasi atau ditentukan berdasarkan kondisi tertentu, seperti setiap 1000 warga hanya diwakili oleh satu orang warga. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Indonesia masyarakat di kota-kota besar Indonesia, maka populasinya adalah seluruh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar (anggap empat kota besar). Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, setiap 250.000 jiwa diwakili oleh satu orang warga. Jadi, karena Jakarta
35

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

berpenduduk 20 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 80 orang; Surabaya berpenduduk 10 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 40 orang; Bandung berpenduduk 6 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 24 orang; dan Medan berpenduduk 4 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 16 orang. Accidental sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen melalui cara “siapa atau apa saja yang ditemui” untuk dijadikan anggota sampel. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Berbahasa Indonesia warga Jakarta Selatan pada masa reformasi 1998-2000, maka populasinya adalah seluruh warga Jakarta Selatan. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, siapa pun warga Jakarta Selatan bersedia diangkat sebagai sampel dalam penelitian hingga dianggap cukup mewakili populasinya (anggap 200 warga) Purposive sampling merupakan pengambilan sample dari populasi heterogen berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki sampel atau pertimbangan peneliti. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang telah mengambil matakuliah Bahasa Indonesia, Speaking IV, dan Public Speaking. Saturation sampling merupakan pengambilan sample yang melibatkan hampir semua anggota populasi tetapi bukan sensus. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji perbedaan kemampuan apresiasi puisi komtemporer Britania antara mahasiswa yang berpendidikan SLTA dan MAN pada semester VII BSI UIN Jakarta, maka populasinya adalah seluruh mahasiswa BSI semester VII (berjumlah 150 orang) yang
36

benar-benar mandiri yang tidak perlu bantuan orang lain, sehingga tidak termotivasi untuk belajar lebih jauh. Kualitas lebih tinggi memungkinkan siswa selalu tergantung pada orang lain, sehingga tidak mandiri tetapi lebih termotiovasi untuk memperoleh hal yang baru. Keterbacaan berasal dari bahasa Inggris “readability” yang terbentuk dari morfem bebas “read” dan dua morfem terikat “able” dan “-ty” yang berarti dapat dibaca. Artinya, pesan yang terkandung dalam teks dapat ditangkap secara jelas oleh pembaca sesuai dengan target sasarannya. Secara terminologi, keterbacaan ditafsirkan berbeda-beda antara satu ahli dan ahli lain sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Meskipun terdapat perbedaan, para ahli menyepakati pada satu hal bahwa keterbacaan itu lebih mengarah pada kemungkinan suatu teks dibaca oleh seseorang. Smith dan King (198-: 3) mengartikan keterbacaan dengan tingkat kesulitan bahan bacaan yang termuat dalam buku teks. Secara lebih spesifik Karlin (1984: 99) mendefinisikan keterbacaan dengan kesesuaian antara tingkat kemampuan membaca siswa dengan tingkat kesulitan bahan bacaan melalui pernyataannya yang berbunyi “readability refers to the suitability between the reading ability and difficulty of materials. Kesulitan dalam pengertian tersebut, menurut Nuttal (1987: 4), berkenaan dengan kesulitan-kesulitan linguistik yang meliputi unsur-unsur leksikal dan gramatikal bahasa. Makin banyak jumlah kosakata dan gramatika yang tidak dipahami siswa makin tinggi tingkat kesulitan teks tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditegaskan kembali bahwa unsur leksikal atau kosakata, dan unsur gramatikal merupakan penentu tingkat kesulitan suatu teks. Kedua unsur tersebut menjadi landasan utama dalam pengembangan alat ukur tingkat keterbacaan. Salah satunya adalah Flesch Reading Ease yang dikembangkan oleh Rudolf Flesch (2003). Adapun rumus yang digunakan untuk menganalisis tingkat keterbacaan teks adalah:
113

Memperjelas apa yang dikemukan Harmer. Tomlinson (1998: 193) mengelompokkan pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan buku teks bahasa komunikatif ke dalam dua kategori. bagian ini juga berhubungan dengan aktivitas belajar yang harus dikembangkan sesuai dengan karakteristik materi pelajarannya. bagaimana tugas. dan buku kerja. 4. topics. dan panduan guru (price. dan berikutnya sampel terpilih diminta untuk memilih abdi dalem lainnya sebagai anggota sampel. dan bahan pelajaran diseleksi dan gradasi. latihan. keberterimaan kultural. instructions. Selain itu. layout and design. kunci jawaban. Adapun aspek desain berhubungan dengan latarbelakang konseptual/teori yang mendasarinya. yakni sampel terpilih menunjuk anggota lain secara berantai sehingga terpenuhi jumlah yang diinginkan. language skill activities. aktivitas latihan keterampilan berbahasa. cultural acceptabililty. dan 70 orang mahasiswa yang berpendidikan MAN. and teacher’s guide). methodology. Kualitas yang lebih rendah membuat siswa menjadi terlalu percaya diri. Hal itu mencakup pertimbangan tentang tujuan yang ingin dicapai. aspek ini juga berkenaan dengan pembagian buku menjadi beberapa unit dan subunit. metodologi. Secara spesifik aspek publikasi berkaitan dengan materi pelajaran. dalam penelitian yang mengaji mengenai pola berbahasa Jawa Krama Inggil para abdi dalem kasultanan Yogjakarta. sedangkan yang berpendidikan non-SLTA dan MAN tidak dianggap sebagai sampel. Adapun sampelnya untuk pertama kalinya ditentukan berdasarkan kriteria lama pengabdiannya. Umpamanya. dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Untuk memudahkan pengambilan sampel. perwajahan dan desain. availability. Tabel 1. kaset. dan daftar kata atau indeks. Karakteristik populasi dan samplingya. Aspek publikasi berhubungan dengan tampilan fisik materi pelajaran sebagai satu kesatuan buku pelajaran. topik. Snowball sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen dengan cara “bola salju”. tipe silabus. Kriteria ini bergayut erat dengan kualitas teks-teks yang manjadi dasar pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris di dalam buku teks: apakah teks-teks tersebut sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. language study activities. Systematic. saturation Snowball sampling Stratified atau proportional sampling Cluster atau quota sampling Purposive sampling (yang bisa berbahasa Inggris) 37 Heterogen Berstrata Seluruh penduduk Jakarta berdasarkan status sosial Heterogen Seluruh penduduk Berkelompok Jakarta berdasarkan wilayah Heterogen Seluruh siswa SMA di Jakarta . instruksi. Keterbacaan Aspek substansial utama yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif adalah keterbacaan. sehingga diperoleh jumlah anggota sampel yang relatif representatif. maka populasinya adalah seluruh abdi dalem kasultanan Yogjakarta. dan bahkan 112 berpendidikan SLTA dan MAN. video. Demikian seterusnya. accidental. yakni publikasi dan desain. Selain itu. lebih rendah atau lebih tinggi dari kemampuan siswa. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 65 mahasiswa yang berpendidikan SLTA. penggunaan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketersediaan. Kualitas yang sepadan memungkinkan siswa menjadi relatif lebih mandiri. perhatikan karakteristik populasi dan samplingnya seperti berikut. buku panduan guru. CIRI-CIRI POPULASI Homogen CONTOH POPULASI Seluruh mahasiswa UIN SAMPLING YANG COCOK Random. aktivitas latihan bahasa. urut-urutan pelajaran.

yakni: a) kontekstualisasi aktivitas latihan berbahasa yang membiasakan siswa dengan budaya bahasa sasaran.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5 INSTRUMEN PENELITIAN A. Nontes merupakan instrumen penelitian yang 38 Mempertegas ciri-ciri tersebut. seperti kemampuan gramatika. dan kemampuan menerjemahkan. Ditinjau dari segi bidang atau domain yang diukur. tes dan nontes. kemampuan membaca. Untuk mendapatkan data yang akurat diperlukan instrumen penelitian yang tepat. kemampuan menyimak. Hadley (1994: 484) merinci beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. kemampuan menulis. Tentu saja ketepatan guru dalam penggunaan buku teks dapat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan kegiatan belajar yang dikembangkannya. Kegiatan belajar menjadi makin terarah dan siswa terus termotivasi dalam belajar karena mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dengan pelajaran yang telah dan akan dipelajari. kemampuan analisis pusisi klasik bahasa Inggris. pemilihan buku teks bahasa komunikatif perlu memperhatikan: harga. kreativitas berbahasa. kemampuan pragmatik. kemampuan linguistik. Pengertian Penelitian yang baik sangat tergantung pada ketersediaan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. kemampuan berbicara. secara substansial guru dapat menentukan buku teks bahasa komunikatif mana yang dapat digunakan sebagai buku pelajaran bahasa Inggris bagi siswa pada tingkat tertentu. d) perpaduan antara kemampuan fungsional dan gramatikal. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. 3. Data yang tidak tepat berpengaruh terhadap kesahihan kesimpulan yang diambil. penguasaan kosakata. bahan-bahan bacaan. b) pengembangan aktivitas belajar berbasis kerja kelompok dan interaksi komunikasi. Menurut Harmer (2003: 301). dan g) integrasi aspek kultural ke dalam bahan-bahan pelajaran dan aktivitas latihan berbahasa. Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut. Instrumen penelitian dapat didefinisikan sebagai alat atau cara yang digunakan untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Tes merupakan instrumen penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan kognitif dan psikomotor seseorang dalam bidang-bidang atau keterampilan tertentu. IQ. 111 . terdapat aspek-aspek lain yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif sebagai buku pegangan siswa. c) penggunaan bahan-bahan yang berbentuk autentik. dan aktivitas latihan berbahasa dengan kebutuhan dan minat siswa. f) kesesuaian tema. e) penjelasan aspek gramatikal dalam konteks penggunaan bahasa. Pemilihan Buku Teks Bahasa Selain aspek substansial sebagaimana dijelaskan di atas. instrumen penelitian dibedakan menjadi dua.

tetapi tidak dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa untuk komunikasi. d) mementingkan keakuratan daripada kelancaran berbahasa. kebiasaan membaca novel roman. Adapun ciri-cirinya dapat digambarkan sebagai berikut: a) menekankan aspek bentuk dan kaedah bahasa. dan pretes. dan quesoner. seperti UAS. Tes prestasi (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang mengenai sesuatu atau sejauhmana seseorang menguasi sesuatu setelah menyelesaikan suatu program belajar. sedangkan tes subjektif merupakan tes yang tidak menuntut satu jawaban yang paling benar. seperti tes memperoleh SIM. Tes objektif merupakan tes yang menuntut satu jawaban yang paling benar. ciricirinya adalah: a) menekankan fungsi komunikatif bahasa. b) menempatkan minat dan kebutuhan berbahasa siswa sebagai pijakan penyusunan materi pelajaran. seperti tes pilihan ganda. Buku tersebut biasanya disebut dengan buku teks bahasa tradisional. dan lain-lain. terdapat beberapa jenis tes. dengan objek yang sedang diteliti. Mid tes. seperti observasi. Berbeda dengan buku teks tradisional. b) terfokus pada pengembangan keterampilan membaca dan menulis. seperti tes mengarang. buku teks komunikatif memuat materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi. 110 digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan afektif seseorang atau informasi yang tidak berkenaan dengan kemampuan kognitif. Tes kesiapan (aptitude test) adalah tes yang digunakan untuk melihat kesiapan seseorang untuk mengikuti program belajar. d) mengembangan keterampilan berbahasa terpadu. c) menekankan pada materi pelajaran berbasis tugas. TOEIC. seperti sikap seorang mahasiswa terhadap puisi bahasa Inggris modern. prilaku berbahasa seorang anak. Utamanya. Tes kemampuan (profeciency test) merupakan tes yang digunakan untuk mengukur sejauhmana seseorang menguasai bidang tertentu sesuai dengan apa yang dipersyaratkan tanpa harus mengikuti program belajar. siswa dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi. persepsi seorang dosen terhadap daya kreativitas mahasiswa. c) banyak memanfaatkan bahasa pertama sebagai bahasa pengantar. Secara umum. Instrumen yang berbentuk tes dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok tes. 1987: 12).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra yang dapat membantu siswa menguasai kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran tidak dapat disebut sebagai buku teks bahasa komunikatif. baik secara langsung maupun tidak langsung. Ditinjau dari sudut tujuan yang ingin dicapai. Tes ditinjau dari sudut cara penyekoran dibedakan antara tes objektif dan subjektif. wawancara. dan karakterrisasi drama bahasa Inggris klasik. e) lebih taat pada silabus dan kepentingan ujian (Grant. e) memanfaatkan materi yang bersifat autentik. seperti tes masuk. Buku teks tradisional mengacu pada buku pelajaran yang berisikan materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai sebuah sistem bunyi daripada sebagai alat komunikasi. tes diagnosa. Nontes terdiri dari beberapa jenis. 39 . 1987: 14). Siswa hanya dituntut untuk mengetahui kaedah-kaedah bahasa secara teoretis. TOEFL. dan lain-lain. Obeservasi merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat verbal yang mengandalkan keterlibatan peneliti. dan f) menekankan pada aspek kelancaran komunikasi (Grant. dan menghasilkan skor yang sama bila dikoreksi oleh beberapa orang penilai. dan biasanya menghasilkan penilaian yang berbeda antara satu penilai dengan penilai lainnya.

Quesioner merupakan wawancara yang dilakukan secara tertulis. peneliti harus memperhatikan prosedur pengembangannya yang meliputi tujuh rangkaian kegiatan yang terdeskripsikan pada diagram berikut. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors.” Jadi. Huda (1999:93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. That is.” Kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran sebagai kompetensi utama yang harus dikuasai siswa merupakan ciri utama yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. yakni kegagalan siswa menguasai kompetensi yang diharapkan. Kesalahan di dalam penggunaan buku teks bahasa menimbulkan akibat yang sangat fatal. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah 40 buku-buku teks yang tersedia di pasaran. kemampuan komunikatif tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. Pandangan yang sama juga telah disampaikan oleh Hadley (1993: 4) yang mengatakan: “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Wawancara merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan informasi verbal mengenai sesuatu dengan mengandalkan kemampuan berkomunikasi secara langsung dengan pihak responden. Pengembangan Instrumen Tes Untuk mendapatkan isntrumen berbentuk tes yang baik. Buku-buku teks bahasa yang tidak berisikan bahan pelajaran 109 . Kajian Teori Definisi Konseptual Definisi Operasional Pembuatan Kisi-Kisi Penyusunan Butir Soal Uji Coba Revisi & Gandakan Instrumen Diagram Proses Pengembangan Instrumen tes Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. B. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentukbentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Kedua. yakni kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik sebagaimana diutarakan Ellis (1994: 13) berikut ini: “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa guru dituntut untuk lebih selektif di dalam mimilih buku-buku teks bahasa yang tersedia di pasaran.

menemukan semua informasi rinci yang tersurat. komponen bahasa. sehingga siswa dapat mengetahui apa yang sudah dan akan dipelajari. “Good text books often contain lively and interesting materials. and speaking. keterampilan bahasa. 1. dan apa jenis butir soal yang digunakan. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir soal. Ketujuh adalah revisi atau penggantian butir soal berdasarkan hasil ujicoba. menemukan pikiran utama dalam paragraf. Perumusan definisi konsep: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti.” Tidak berbeda dengan Tomlinson. Ketiga. Harmer juga mengaskan hal yang sama bahwa buku teks bahasa harus memuat aspek gramatikal. Aplikasi ketuju langkah tersebut dapat dilihat pada pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan membaca bahasa Inggris sebagai berikut. baik yang berupa unsur-unsur bahasa. dan mendapatkan gambaran umum isi bacaan dalam bahasa Inggris. seperti berapa jumlah butir soal yang dibutuhkan. writing. Pembuatan kisi-kisi: Kisi-kisi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan butir-butir perntanyaan hanya memuat 41 . tetapi dengan mudah dapat memperolehnya melalui 108 suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra vocabulary. Kelima. Mengetahui apa yang sudah dipelajari menjadikan siswa dapat mengulang dan memperdalam kembali materi tersebut secara madiri. 4. tetapi juga dampak negatif. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on” (Harmer. listening. 1991: 257). Dampak positif yang dirasakan guru adalah tersedianya berbagai macam buku teks bahasa Inggris yang tersedia di pasaran. Perumusan definisi operasional: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis yang dapat diukur melalui: menemukan informasi tertentu dalam teks. dan penggandaan butir soal sebagai instrumen penelitian sesuai dengan kebutuhan. Guru tidak perlu lagi khawatir dan bersusah-payah menyediakan sumber-sumber pelajaran secara mandiri. Kempat. Tiga pandangan di atas makin memperjelas pengertian buku teks bahasa sebagai buku pelajaran utama dan pelengkap yang memuat seluruh pokok bahasan. menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. pronunciation. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir soal dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. atau perguruan tinggi. functions and the skilss of reading. menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks. Keenam adalah ujicoba butir soal yang dibuat untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Kriteria Buku Teks Bahasa Komunikatif Maraknya peredaran buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA tidak saja membawa dampak positif. they provide a sensible progression of language items. 3. apakah untuk siswa SLTP. 2. sedangkan mengetahui apa yang akan dipelajari menjadikan siswa lebih termotivasi dan siap secara mental menghadapi materi pelajaran baru. maupun aspek-aspek lain terkait. fungsi-fungsi bahasa yang disusun secara menarik dan sistematis. yang harus disampaikan kepada siswa pada masa tertentu sesuai dengan tingkatnya. SMA. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasional yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut.

sehingga kegiatan belajar yang telah direncanakan dapat berjalan secara efektif. Choose the best alternative by crossing A. 24 24 Esai 25 26. Adapun dalam kegiatan belajar bahasa. dan keterampilan-keterampilan berbahasa tertentu. JML 4 5 7 4 4 29. c) waktu persiapan mengajar yang lebih efektif. 7. 8. on your answer sheet Question no. 23. 13. 1 – 5 refers to the following text. don’t stop to fuss about your house. 17 3. Penulisan butir soal Instrumen Kemampuan Membaca A. for example if a hurricane or flood is expected to hit in a few days. dan g) sebagai landasan pengembangan kegiatan belajar terpusat pada siswa. e) sebagai bahan diskusi dengan guru-guru lain. bidang-bidang. 16. However. rasa aman dengan kejelasan materi yang akan dipelajari. dan jumlah butir yang dibutuhkan. 19 5. “A textbook which provides the core materials for a course. 18 4. C. Menurut Grant (1987: 12). 12. 20 21. d) sebagai dasar pengembangan pekerjaan rumah. Your house will be better off if you take some time to look for 42 b) keluaasan materi pelajaran. Do the right thing If an emergency or disaster occurs. seperti indikator. buku teks terdiri dari buku pelajaran utama yang memuat seluruh aspek bahasa. 2. f) memberikan rasa aman. 22. 14. dan kesempatan untuk mengulang kembali pelajaran yang sudah dibahas di sekolah. 28. Just take your disaster supplies that you have already set aside and get out of the area. Kisi-kisi tes membaca NO INDIKATOR 1 Menemukan informasi tertentu dalam teks 2 Menemukan pikiran utama dalam paragraf 3 Menemukan semua informasi rinci yang tersurat 4 Menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks 5 Menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks 6 Mendapatkan gambaran umum isi bacaan Jumlah PG 1. 107 . or D. Secara lebih spesifik Tomlinson (1998: ix) menyebutkan bahwa buku teks bahasa harus memuat komponen bahasa. 27. Tabel 2.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa hal yang penting. your local official will tell you if and when you need to leave your home. kesempatan untuk belajar secara mandiri. action can be taken to help minimize damage. If they tell you to leave pronto. 15. dapat ditegaskan kembali bahwa buku teks bahasa merupakan salah satu sumber pelajaran bahasa yang memberikan banyak keuntungan bagi guru dan siswa. 6. Adapun bagi siswa buku teks bahasa dapat memberikian informasi mengenai tujuan belajar dan proses pencapaiannya. if you have time to prepare. dan buku pelajaran tambahan yang memuat topik-topik. It aims to provide as much as possible in one book and is designed so that it could serve as the only book which the learners necessarily use during a course. Such a book usually includes work on grammar. dan keterampilan bahasa. jenis butir pertanyaan. Buku teks dapat didefinisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi-materi inti yang harus disampaikan kepada siswa dalam periode belajar tertentu. B. 30 6 6 30 5. buku teks dapat diartikan sebagai buku pelajaran yang memuat seluruh aspek bahasa sasaran yang harus dikuasai siswa. Dengan demikian. 10. 11. fungsi bahasa. 9.

A. 106 potential problems. diskusi. seperti buku teks. C. move equipment from window D. Kegiatan tersebut dapat mengambil berbagai macam bentuk aktivitas yang dapat dilakukan siswa secara individual dan kolektif. 1. keterbacaan. kurikulum berbasis 1. buku teks bahasa memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri yang menjadikannya sebagai bahan pelajaran utama di sekolahsekolah. propane. Be worried B. kerja kelompok. leave the door unlocked 4. a journalist 2. Buku Teks Bahasa Kegiatan belajar bahasa sebagai proses penyampaian dan pengalihan informasi dan kompetensi-kompetensi lainnya merupakan salah satu wujud implementasi kurukulum dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. sedangkan kegiatan di luar kelas dapat berbentuk kunjungan ke perpustakaan. batten done A. and batten down any structures that might be damaged or swept away. leaving home to save D. bring equipment inside B. tetapi juga memiliki keunggulan yang dapat dinikmati oleh siswa. know C. such as air conditioning units. Ujicoba instrumen 7. Helliwell (1992: 114) mengemukakan bahwa buku teks bahasa tidak saja memiliki keunggulan yang hanya dapat dimanfaatkan oleh guru. 6. dan kompetensi. mengerjakan latihan. kaset. kegiatan belajar bahasa yang akan dikembangkan berjalan tanpa arah. The following are actions that can be done if flood is expected to hit. Bagi guru. Kegiatan belajar di dalam kelas yang dapat dikembangkan guru mencakup membaca buku. kinds of disasters B. Menegaskan hal tersebut. move your belongings so they are away from windows or in the case of flooding they are on upper floors of the house. be careful 5. buku teks bahasa dapat memberikan beberapa keuntungan. seek D. watch 6. Buku teks bahasa dapat mencakup keseluruhan topik yang akan dipelajari. Inside your home. dan memiliki fleksibilitas yang relatif tinggi. Di antara sumber-sumber pelajaran tersebut. Dst. dan mengunjungi tempattempat peneting lain. and the like. See B. an official B. Tentu saja kegiatan belajar bahasa yang dikembangkan guru akan berjalan dengan baik bila sumber-sumber pelajaran tersedia secara cukup dan proporsional. The word “fuss” in line three means ____ A. majalah. bermain peran. the duty of the government official C. dan koran. Bila tidak. be nervous C. a friend B. sehingga siswa tidak dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang diharapkan.C C. be hurry D. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. The idea of that paragraph is ______ A. Who will tell you if the disaster happens? A. belajar di taman. tanks. The word “look for” in line seven means ____. video. seperti: a) program pengajaran bahasa yang sudah tersusun. the accidence of a disaster 3. Revisi dan penggandaan 43 . except __ A. mudah dibawa. Bring your outdoor equipment and furniture inside. a teacher D.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra pemilihan buku teks.

penyusunan definisi konseptual. Penerbit buku-buku teks bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan dalam penyusunan buku-buku teks yang baru. dan penyempurnaan terhadap buku-buku teks bahasa Inggris yang sudah digunakan oleh siswa kelas II SMA di DKI Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan materi pelajaran bahasa Ingris untuk siswa kelas II SMA. Ketujuh. yakni kajian terhadap teori yang relevan. untuk mendapatkan instrumen berbentuk nontes yang baik (terutama kuesioner) peneliti juga harus memperhatikan prosedur pembuatannya. seperti berapa jumlah butir pernyataan yang dibutuhkan. dan apa jenis butir pernyataan yang digunakan. Kempat. Kajian Teoretis Sesuai dengan permasalahan yang diajukan. dan pedoman obeservasi atau wawancara. 1. ujicoba kuesioner yang dibuat untuk diketahui validitas dan reliabilitasnya. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi: 1. revisi atau penggantian butir pernyataan berdasarkan hasil ujicoba. yakni hakikat buku teks bahasa. dan 4. 44 3. hanya membutuhkan empat langkah. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasioanl yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir pernyataan dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. F. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. 2.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra C. Guru-guru bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. 3. Ketiga. Bagi para peneliti sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan mengenai bukubuku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. kriteria buku teks bahasa komunikatif. Pengembangan Instrumen Nontes. Prosedur pengembangannya sama dengan prosedur pengembangan instrumen tes. terdapat beberapa hal yang perlu dibahas secara detail. Perumusan Definisi konseptual: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain. buku teks bahasa Inggris mana yang memiliki nilai keunggulan yang lebih tinggi daripada buku-buku teks bahasa Inggris lain yang digunakan oleh siswa kelas II SMA. Adapun pengembangan instrumen berbentuk observasi atau wawancara. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir pernyataan. 105 . dan 5. E. Kelima. Kedua. Berikut adalah contoh pengembangan kuesioner motivasi berprestasi yang meliputi langkah-langkah berikut. Keenam. definisi operasional. Tidak berbeda dengan tes. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kriteria buku teks bahasa Inggris komunkatif. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. dan penggandaan kuesinoer sesuai dengan kebutuhan. 4.

Pembuatan kisi-kisi: Tabel 3. Secara spesifik penelitian ini diarahkan pada hal-hal berikut. dan spiritual. behavioral. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang digunakan di DKI Jakarta. seperti afektif. SS: Sering Sekali. 2. TP: Tidak Pernah 45 . Tujuan Penelitian Secara umum. S: Sering. Bagaimanakah tingkat kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004? 3. Pertanyaan Penelitian Karena banyaknya buku teks bahasa Inggris yang beredar di pasaran. Bagaimanakah kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA jika ditinjau dari kriteria buku teks bahasa Inggris komunikatif? 4. penelitian ini akan difokuskan pada kualitas buku teks bahasa Inggris untuk SMA kelas II yang banyak digunakan di beberapa SMA di Jakarta. penelitian ini akan dipusatkan pada sepuluh (10) buku teks yang banyak digunakan oleh SMA II di DKI Jakarta. 1. kognitif. 4. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kreiteria yang dipersyaratkan oleh Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004. konatif.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menimbulkan masalah besar bagi guru untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang benar-benar memenuhi kriteria buku teks yang baik. C. KK: Kadang-kadang. Penulisan butir-butir pernyataan Lingkarilah salah satu alternatif jawaban yang tersedia sesuai dengan pilihan anda. Oleh karena itu. penelitian tersebut berusaha untuk memperoleh data empiris mengenai: 1. Manakah di antara buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang dianggap sebagai buku teks yang lebih kualitas daripada buku-buku teks lain? D. Secara khusus. Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Berprestasi NO DOMAIN INDIKATOR Optimis di dalam menghadapi berbagai masalah Antusias di dalam mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan A Affective Bertanggungjawab terhadap apa yang telah dikerjakan Bekerja keras untuk memperoleh hasil yang lebih baik daripada orang lain Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi Berusaha untuk menyelesaikan B Cognitive tugas-tugas belajar dengan baik Menguasai bahan kuliah/belajar/ pekerjaan secara komprehensif Berani mengambil resiko Berusaha secara mandiri dan C Conative tidak tergantung pada orang lain Bersaing untuk memperoleh hal yang baik Meniru gaya atau cara belajar D Behavioral orang-orang yang sukses E Spiritual Memahami tujuan belajar/kuliah JUMLAH (+) (-) JML 4 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 0 4 3 3 4 4 3 4 3 4 2 2 40 1 1 22 18 5. 104 3. Bagaimanakah tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA di DKI Jakarta? 2. Perumusan definisi operasional: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain yang terbangun dari beberapa aspek. tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA.

6. 8. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. tetapi secara arif dapat menentukan buku teks mana yang seharusnya digunakan siswa dan sekolah. seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. (SS/S/KK/TP) Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. (SS/S/KK/TP) Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. 13. 12. hal itu membuat pihak sekolah dan guru menghadapi dilemma besar untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang harus digunakan. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya. penerbit juga memberikan harapan-harapan finasial kepada para guru dan sekolah jika buku teks yang mereka terbitkan digunakan sebagai buku wajib siswa. Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tantangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya. Di samping itu. Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. (SS/S/KK/TP) Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. Penelitian ini perlu segera dilakukan untuk membantu guru-guru bahasa Inggris SMA agar tidak terjebak pada masalah finansial. 11. mengingat keberhasilan siswa untuk menguasai kompetensi juga ditentukan oleh kualitas buku teks yang digunakan. Kesulitan yang bersifat substansial inilah yang perlu segera dicarikan solusi terbaik. Fokus Penelitian Pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004 mengundang kompetisi baru untuk memenuhi salah satu sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. (SS/S/KK/TP) Ketika saya mengahadapi masalah dalam belajar. Salah satu solusinya adalah penelitian terhadap isi buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA yang banyak beredar di pasaran. Tentu saja kondisi seperti itu 103 46 . (SS/S/KK/TP) Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. saya tetap antusias dalam menjalaninya. laporan. saya tetap optimistis dapat mengatasinya. 7. (SS/S/KK/TP) Dalam kondisi yang sangat buruk. dan materi ajar yang menarik dengan memberikan ilustrasi dan gambar-gambar yang menawan. (SS/S/KK/TP) Karena sulitnya mencari bahan-bahan. yakni buku teks bahasa Inggris. (SS/S/KK/TP) Jika saya menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan. 9. 5. 4. (SS/S/KK/TP) Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. 2. (SS/S/KK/TP) Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadi-kan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan. (SS/S/KK/TP) Saya akan berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain (SS/S/KK/TP) Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. Maka. para penulis dan penerbit telah berusaha memenuhi kriteria buku teks yang baik dengan memasukkan prinsip-prinsip KBK tahun 2004 ke dalam buku teks yang mereka terbitkan. 10. 3. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Tentu saja. Secara substansial. B. Beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1.

saya tidak mengerja-kan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh. (SS/S/KK/TP) 15. (SS/S/KK/TP) 23. karena anggota lain juga mengerjaknnya. “Good text books often contain lively and interesting materials. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. 102 47 . Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. kompetensi sebagai tujuan akhir harus mejadi landasan pengembangan materi ajar yang dapat memberikan pengalaman belajar yang berharga bagaimana menggunakan bahasa sasaran seara baik dan komunikatif. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on”. Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru atau buku. Kondisi seperti itu diperburuk lagi dengan promosi langsung ke sekolahsekolah untuk menawarkan buku teks yang mereka terbitkan. Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. (SS/S/KK/TP) 20. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu pekerjaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. (SS/S/KK/TP) Berkenaan dengan matapelajaran bahasa Inggris di SMA. saya akan berusaha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. Dalam kegiatan kelompok. (SS/S/KK/TP) 27. beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. (SS/S/KK/TP) 16. Isi buku yang menarik tentunya dapat membantu siswa menjaga motivasi belajarnya tetap tinggi. Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. Melengkapi persyaratan buku teks bahasa Inggris yang baik. Supaya dapat menyelesaikan suatu pekerjaan sebaik mungkin. Harmer (1991: 257) mengatakan bahwa buku teks bahasa Inggris harus memuat isi yang up to date dan menarik. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuhkan. Buku teks bahasa Inggris SMA harus mencerminkan prinsip-prinsip pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran. (SS/S/KK/TP) 24. mereka menuliskan frasa “sesuai dengan KBK tahun 2004” dengan huruf berukuran besar dan berwarna menyolok. dan untuk memenuhi sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 14. Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. kesesuaian materi ajar yang termuat dalam buku teks bahasa Inggris dengan kurikulum juga merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas-tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. (SS/S/KK/TP) 17. Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. (SS/S/KK/TP) 21. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan yang saya kuasai. perpustakaan dan media cetak lainnya. seperti internet. Maka. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin. Secara sengaja. Bila keterangan guru atau penjelasan dari buku tidak begitu jelas. (SS/S/KK/TP) 22. (SS/S/KK/TP) 25. Jika saya tidak menguasai suatu pekerjaan. (SS/S/KK/TP) 19. saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana. (SS/S/KK/TP) 18. sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. Sebagai respons dari pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. tetapi asal terpenuhi kewajibannya saja. they provide a sensible progression of language items. saya tidak membuat laporan pengamatan sebaik mungkin. Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. (SS/S/KK/TP) 26. Selain itu.

(SS/S/KK/TP) 36. 101 . Dengan kemampuan yang saya miliki. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. Oleh karena itu. dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi. Buku teks dapat definisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi pelajaran sesuai dengan pokok-pokok pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. sedangkan buku teks yang tidak relevan akan menjauhkan siswa dari kompetensi yang seharusnya dikuasai. Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. (SS/S/KK/TP) 34. IPS. Revisi dan penggandaan 48 Di antara beberapa perangkat keras yang harus difasilitasi oleh sekolah adalah buku teks. Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. “Buku teks adalah buku yang dirancang buat penggunaan di kelas. (SS/S/KK/TP) 32. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. (SS/S/KK/TP) 37. (SS/S/KK/TP) 29.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 28. (SS/S/KK/TP) 40. (SS/S/KK/TP) 39. Tarigan dan Tarigan (1986: 22) mengatakan bahwa buku teks ditulis untuk digunakan di sekolah dan sekolah mempunyai kurikulum. (SS/S/KK/TP) 31. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. (SS/S/KK/TP) Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabat-shabat nabi. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. Bahasa Indonesia. matematika. sekolah harus memfasilitasi ketersediaan buku teks sesuai dengan jumlah matapelajaran yang harus diambil siswa pada jenjang pendidikan tertentu. Untuk membaca buku-buku atau karya-karya ilmiah. Supaya fungsinya dapat berjalan dengan baik. saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan sekarang. Meskipun ada pembantu. saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. seluruh buku teks harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. (SS/S/KK/TP) 33.” Sesuai dengan pengertian tersebut. Karena itu tidak ada pilihan lain bahwa buku teks harus relevan dengan kurikulum yang berlaku”. Mengenai kriteria tersebut. Karena takut salah. saya akan membaca buku-buku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. Menurut Bacon sebagaimana dikutip oleh Tarigan dan Tarigan (1986: 22). saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. buku teks bahasa Inggris. Dengan kata lain. buku teks memiliki peran yang sangat besar di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas. Salah satunya adalah kesesuaiaan antara materi ajar yang terkandung dalam buku teks dengan silabus atau kurikulum yang sedang berlaku. saya tetap membersihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. (SS/S/KK/TP) 38. Supaya bermanfaat di kemudian hari. Ujicoba kuesioner 7. (SS/S/KK/TP) 35. Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. karena buku teks dapat dianggap sebagai sumber utama materi pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya. atau Agama. buku teks harus memuat seluruh materi ajar yang disajikan berdasarkan prinsip-prinsip sebagaimana yang diisyaratkan oleh silabus atau kurikulum. saya berusaha untuk membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat teman-teman di kelas. Buku teks yang relevan tentu saja dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk memperoleh kompetensi yang diharapkan. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. 30. Sebagai seorang muslim. saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya.

yang biasa disebut dengan pendekatan kebermaknaan seperti tertuang di dalam Garisgaris Besar Pengajaran. Posisi sentral guru digantikan oleh siswa. Beberapa konsep penting lain dalam pendekatan kebermaknaan adalah bahan pelajaran dan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna jika berhubungan dengan kebutuhan. dan masa depan. sedangkan model analisis nonstatistika digunakan jika data yang diperoleh merupakan data kualitatif. Jenis-Jenis Data Analisis data merupakan salah satu langkah kritis yang sangat menentukan bagaimana masalah yang telah dirumuskan harus dijawab. pengalaman. tetapi ia berfungsi sebagai seorang fasilitator yang memfasilitasi kegiatan belajar siswa. bahwa “Kurikulum Berbasis Kompetensi menerapkan pendekatan kebermaknaan sebagai pendekatan pembelajaran” (Diknas. baik yang memanfaatkan statistika maupun yang tidak memanfaatkan statistika sehingga dapat ditemukan pemecahan masalah yang tepat dan akurat. dan kepemimpinan yang mengarah pada tercapainya efektifitas dan efesiensi penyelenggaraan kegiatan belajar. minat. sebaliknya. agar dapat menentukan apakah analisis statistika atau nonstatistika yang akan digunakan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Guru tidak lagi menjadi seorang figur sentral yang menentukan segalanya dalam penyelenggraan kegiatan belajar. baik yang berbentuk perangkat lunak maupun perangkat keras. minat. siswa menjadi lebih termotivasi untuk menguasai kompetensikompetensi yang diharapkan. Oleh karena itu faktor-faktor tersebut harus dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan dalam pengajaran dan pembelajaran agar lebih bermakna bagi siswa. Siswa menjadi acuan dan orientasi di dalam menetukan berbagai aspek pembelajaran yang dikembangkan guru. tuntutan yang bersifat perangkat keras lebih mengarah pada ketersediaan fasilitas-fasilitas belajar yang memadai. Dengan memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhan. laboratorium IPA. umumnya. perpustakaan. dan buku teks. seperti laboratorium bahasa. Terdapat lima kelompok data yang perlu diketahui sesuai dengan sudut pandangnya yang berbeda. Sebaliknya. Berdasarkan penggunaan statistik dalam analisisnya data dapat dibedakan menjadi data kuantitatif dan kualitatif (deskriptif). 2003: 6). diperlukan jika data yang diperoleh merupakan data kuantitatif atau numerik. akademik. dan masa depan siswa. 100 6 ANALISIS DATA A. Pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi melahirkan beberapa tuntutan besar. data kualitatif tidak memerlukan statistik-statistik tersebut. Analisis data dapat diartikan sebagai proses pengolahan data terkumpul dengan menggunakan berbagai cara dan strategi. Perubahan orientasi tersebut esensi dari pendekatan yang diterapkan dalam KBK 2004. laboratorium komputer. Statistika. Tuntutan yang berbentuk perangkat lunak mengarah pada ketersediaan aturan atau sistem yang mengendalikan seluruh aspek administratif. Oleh karena itu. Data kuantitatif membutuhkan cara-cara atau rumus-rumus statistik tertentu untuk mengelohnya sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menguji hipotesis. tetapi membutuhkan 49 . alat perga. peneliti harus mengetahui jenis data apa yang dimiliki.

sehingga seluruh peserta didik dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara agar tidak tertinggal jauh dari negara-negara maju. dan ratio. Perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004 merupakan hal yang harus dilakukan dan takterelakkan. ukuran panjang. Data diskrit adalah data yang berdiri sendiri atau saling pisah yang tidak saling bergantung antara satu dengan lainnya. terjadi ketidaksesuaian antara apa yang dipelajari di sekolah-sekolah dengan apa yang terjadi pada dunia kerja dan pembangunan bidang-bidang kehidupan lainnya. interval. seperti ranking siswa dalam pelajaran bahasa Inggris. menempatkan peserta didik pada proses perkembangan yang berkelanjutan dan memandang seluruh aspek kepribadian. Data satu kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari satu kelompok. dua kelompok. seperti ukuran voltase listrik. data dapat dibedakan menjadi data diskrit dan kontinum. dilihat dari jumlah kelompok dari mana data diperoleh. dan urutan peserta dalam lomba lari. sebagai suatu pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan seseorang sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. tetapi mengasah potensi-potensi tersebut sedemikian rupa. dan nyamuk. seperti nilai mahasiswa dalam matakuliah struktur. Dalam kurikulum 1994 para peserta didik dipandang sebagai kertas putih yang perlu dihiasi dengan sejumlah ilmu pengetahuan dan keterampilan tanpa mempertimbangkan apakah ilmu pengetahuan dan keterampilan tersebut sesuai dengan kondisi global saat ini atau tidak.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra model analisis kualitatif sesuai dengan pendekatan yang digunakan. seperti pengesahan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum 1994 yang berbasis konten tidak mampu mengikuti dan menjawab perubahan-perubahan global yang begitu cepat. dan jenis pekerjaan. Data nominal adalah data yang diperoleh berdasarkan proses pengelompokan yang bersifat deskrit dan saling pisah antara satu kategori dan kategori lainnya. sedangkan data kontinum adalah data yang membentuk subuah kontinum. dan derajat dalam kompas. status perkawainan. kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi. dan TOEFL. Berbeda dengan kurikulum 1994. data dapat dibedakan menjadi empat. Perubahan-perubahan tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. dan usia. skor IQ. seperti derajat temperatur. seperti jenis-jenis salak. peringkat seseorang dalam lomba baca puisi. seperti jenis kelamin. Sesuai dengan sifatnya. Data interval adalah data yang diperoleh melalui pengukuran yang memiliki standar sama yang membuahkan hasil berbeda antara satu dan lainnya. data dapat dibedakan menjadi tiga. ordinal. 99 . pendekatan dalam penyelenggaraan kegiatan belajar pun harus disesuaikan. dan perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004. Data dua kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari dua kelompok yang berbeda. seperti skor bahasa Inggris yang diperoleh mahasiswa dari kelas ekperimen dan kelas kontrol. Adapun bila ditinjau dari skala pengukuran yang digunakan. yakni data berasal dari satu kelompok. yakni data nominal. Akibatnya. sehingga peserta didik memiliki kompetensikompetensi tertentu yang dapat digunakan untuk berkompetisi dalam mengahadapi dunia global. Kurikulum 2004 tidak menjejali peserta didik dengan informasi-informasi yang tidak relevan dengan potensi yang dimiliki. suku bangsa. Data banyak kelompok adalah data yang diperoleh dari 50 A. seperti skor pre-test dan post test mahasiswa dalam matakuliah Agama. Data ratio adalah data yang proses kuantifikasinya mempunyai nol mutlak. dan banyak kelompok. Data ordinal adalah data yang dikelompokkan berdasarkan urutan atau jenjang dalam atribut tertentu dari yang tertinggi sampai terendah. Selanjutnya. Latar Belakang Selama tiga tahun belakangan dunia pendidikan nasional telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan. Oleh karena itu.

D A T A Penggunaan Statistik Skala Pengukuran Asal Kelompok TINGKAT KETERBACAAN. Data univariat adalah data yang diperoleh dari satu variabel penelitian. Statistika deskripstif digunakan bila peneliti ingin mengetahui gambaran umum tentang data yang dimiliki sehingga lebih mudah dibaca dan lebih bermakna. KUALITAS. Jenis-jenis Data TIM PENELITI B. DAN KESESUAIAN BUKU TEKS BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS II SMA DENGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Diagram 4. dan data multivariat adalah data yang berasal dari banyak variabel dalam penelitian. Analisis Kuantitatif Analisis data kuantitatif dalam penelitian sering kali dilakukan dengan memanfaatkan statistika deskriptif atau inferensial. yakni univariat. Terakhir. data bivariat adalah data yang berasal dari dua variabel berbeda dalam penelitian. Analisis deskriptif ini dapat dilakukan secara numerik dengan 51 98 Multi-Variat Kuantitatif Satu Kelompok Dua Kelompok Banyak Kelompok Deskriptif Univariat CONTOH PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISIS Nominal Interval Ordinal Ratio Kontinus Bivariat Diskrit Jumlah Variabel Sifat Data . Selengkapnya. bivariat. data dapat juga dibedakan berdasarkan jumlah variabel yang dikaji. bagaimana data dibedakan berdasarkan beberapa sudut pandangnya dapat dilihat pada diagram berikut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 10 PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI subjek yang berasal dari beberapa kelompok yang berbeda. dan multivariat.

Patsy M. Johnson. seperti pendekatan historis. Oxford: OUP. Course Design. Brumfit. dan pendekatan tekstual. sosiologis. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. atau secara grafis dengan memaparkan data dalam bentuk gambar atau diagram. Brumfit dan K. 1994. 1994. 1994. Huda.. Giri. Yang pertama menuntut penggunaan statistik regresi dan korelasi.Rod The Study of Second Language Acquisition. D. atau berkaitan dengan hubungan kausalitas antara satu variabel dengan variabel lainnya. Nunan. data yang tidak memerlukan analisis statistik harus dianalsis secara kualitatif berdasarkan metode. dan Nina Spada. eds. Amran Halim. Oxford: Pergamon Press Ltd. Ellis. seperti program SPSS dan Excell. Teaching Language in Context. John Communicative Syllabus Design. How Languages are learned. Munby.” The Communicative Approach to Language Teaching. atau frekuensi. riwayat hidup pengarang menjadi pusat kajian dengan mengaitkannya dengan karya sastra yang dihasilkan. chi-square. Dubin. dan analisis varians. Fraida dan Elite Olshtain. 1979. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Douglas. dan bahkan tujuan-tujuan tertentu pengarang. antara lain adalah: 1. C. Jakarta: PN Balai Pustaka. niat. “On Communicative Competence. 1991 Suwito. 52 Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Berkaitan dengan penelitian sastra. Oxford: OUP. Yang kedua menuntut penggunaan statistik. 1985. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Principles of Language Learning and Teaching. Boston: Heinle and Heinle Publisher. Kartono. David Language Teaching Methodology.. 1986. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. Cambridge: CUP. Hadely. 1978. dan biserial point. Alice Ommagio. standar deviasi. J. Sebuah karya sastra dianggap relatif sama dengan maksud. 1993. seperti uji-t. penggunaan berbagai jenis statistika tersebut dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi. pesan. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Analisis Kualitatif Sebaliknya. Oxford: OUP. 97 . H. psikologis. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. ed. Malang: IKIP Malang Publisher. London: Prentice Hall International Ltd. teori-teori dan pendekatanpendekatan yang sering digunakan. peneliti harus dapat menentukan statistik apa yang harus digunakan jika hipotesis yang harus diuji berkaitan dengan taraf hubungan antara dua variabel atau lebih.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menghitung rata-rata. Berkaitan dengan analisis statistik inferential. C. Cambridge: Cambridge University Press. 1999. H. 1981 Lightbown. teori-teori atau pendekatan-pendekatan yang relevan. “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Brown.” Politik Bahasa Nasional 2. Hymes. Oleh karena itu. Product Moment Correlation. Pengalaman dan perjalan hidup pengarang dari masa kecil hingga dewasa menjadi bagian yang takterpisahkan dari proses kreativitas untuk memproduksi karya sastra. Selain itu. Pendekatan Biografis Pendekatan biografis merupakan studi yang sistematis mengenai proses kreativitas pengarang yang dianggap sebagai asal-usul karya sastra. seperti Spearman Brown.

Pendekatan sosiologis didasari oleh hubungan hakiki antara karya sastra dan masyarakat dengan asumsi dasar. Pendekatan Sosiologis Berbeda dengan pendekatan biografis. Daftar Kepustakaan Anonymous. H. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES JAN x x x x x x x x x 2. html. dan Super Ego. c) pengarang memanfaatkan kekayaan yang ada dalam masyarakat. 53 I. tanggal 1 Maret 2003. Id berkaitan dengan dorongan-dorongan primitif yang harus dipuaskan. Operant Conditioning. Dengan adanya ketakseimbangan. J. html. Pendekatan Psikologis Berbeda dengan pendekatan beografis yang lebih menekankan pada aspek perjalan hidup pengarang. maka proses tersebut dianggap sejajar dengan libido. b) pengarang itu sendiri adalah anggota masyarakat. 3. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Anonymous.edu/tip/ skinner. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset.. Anonymous. Id dengan demikian merupakan kenyataan subjektif primer. kontemplasi. dunia batin sebelum individu memiliki pengalaman tentang dunia luar. Ego. pedekatan psikologis lebih memperhatikan aspek psikologis pengarang. Ego bertugas untuk mengontrol Id.html. tanggal 1 Maret 2003. Experiential Learning. Azra. Karena proses kreatif dianggap sebuah kenikmatan yang memerlukan pemuasan. sublimasi. semua gejala mental bersifat tak sadar yang tertutup oleh alam kesadaran. 50.edu/-tip/ rogers. Tahap kedua yang digunakan untuk pencarian data empiris di seluruh PTAIN. seperti libido. dan d) hasil karya sastra itu sendiri dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. http://www. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. dengan proses pemahaman mulai dari masyarakat ke individu di mana karya sastra dianggap sebagai milik masyarakat. yakni a) karya sastra dihasilkan oleh pengarang. Makalah yang disampaikan pada 96 .(Lima pululh juta rupiah). Azyumardi.. seperti: obsesi. Conditions of Learning.gwu. Tahap pertama yang digunakan untuk melakukan penelusuran teori-teori dan pencarian model sementara pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilakukan di Jakarta dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2005.. ketaksadaran menimbulkan dorongandorongan yang memerlukan kenikmatan. http://www.edu/tip/gagne.. dan Super Ego yang berisi kata hati yang mengendalikan ego. tanggal 1 Maret 2003.000. Karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas penulis.gwu. pendekatan sosiologis mengedepankan aspek masyarakat dalam kajian karya sastra.000. bahkan sebagai neurosis. Teori yang dikembangkan Freud mencakup tiga hal. Sampai saat ini teori yang paling relatif lebih banyak digunakan dalam pendekatan psikologis adalah psikologi Sigmund Freud (1856—1939). dan penulisan laporan dilaksanakan pada bulan September 2005 sampai Januari 2006. yang sering dikaitkan dengan gejala-gejala kejiwaan. yakni Id. http://www. kompensasi. yang disebut libido.gwu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. analisis data. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama delapan bulan yang dibagi dalam dua tahap. Menurutnya.

sehingga data yang dibutuhkan benar-benar lengkap dan memadai. Selain itu. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang berusaha untuk mengembangkan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN secara induksi berdasarkan teori-teori relevan. dan studi lapangan ke beberapa perguruan tinggi. b) fungsi dan tujuan karya sastra pada saat pertama kali dihasilkan. Perbedaan makna kata bisa dipahami bila kata yang dimaksudkan diganti dengan antonim atau sinominya. seperti tradisi lisan dan penerbitan ulang. tetapi lebih pada relasi makna. dan kuesioner. relasi vertikal ini tidak tidak terkait secara langsung dengan aspek kaedah yang mendasari unit bahasa tertentu. 5. dan sebagai umpan balik peneliti juga menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa. dan bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi pada karya sastra berkenaan dengan perjalan waktu. Peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan observasi ke beberapa perguruan tinggi untuk melihat kegiatan belajar bahasa Inggris yang dikembangkan dosen yang bersangkutan. klausa. 4. khususnya perguruan tinggi yang 95 . Pendekatan Historis Pendekatan historis memfokuskan kajiannya pada aspek kesejarahan karya sastra yang diteliti. 3. c) peran sosial pengarang pada saat menulis. beberapa masalah yang menjadi objek sasaran pendekatan historis antara lain adalah: a) perubahan karya sastra dengan bahasanya sebagai akibat proses transfer dari satu generasi. aspek sintagmatik terwujud dalam upaya pemahaman kata berdasarkan relasinya dengan kata-kata yang muncul sebelum dan sesudahnya. dan d) representasi karya sastra sebagai wakil tradisi zamannya. Selain unsur-unsur bahasa. Untuk melengkapi data yang diperoleh peneliti juga melakukan wawancara dengan dosen-dosen bahasa Inggris. Jadi. penelitian ini memanfaatkan seluruh perguruan tinggi agama Islam negeri yang ada di Indonesia. sehingga dapat dipahami apa makna yang sebenarnya. Unit Analisis Sesuai dengan permasalahan yang dikaji. dan apa makna yang terkandung 54 1. Dengan kata lain.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. wawancara. Pengambilan Data Penelitian ini memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen penelitian untuk menggali data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi melalui berbagai cara. seperti observasi. peneliti juga mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi sebagai bahan pelengkap. sejarah yang melatarbelakangi penyiptaan dan penulisan karya sastra. Berdasarkan indikator sejarah dan sastra. 2. setting. Hubungan sinkronik tersebut dapat bersifat horizontal (sintagmatik) atau vertikal (asosiatif). relasi horizontal berupaya memaknai bahasa berdasarkan hubungan antarunsur dalam suatu unit bahasa. Dalam kajian karya sastra. seperti plot. dan frasa. Analisis Data Data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dianalisis secara kualittif berdasarkan teori-terori formal yang mendasarinya. Pendekatan Strukturalisme Pendekatan ini diilhami oleh linguistik struralisme yang memusatkan perhatian pada hubungan sinkronik unsur-unsur bahasa. pendekatan strukturalisme juga memperhatikan unsur-unsur instrinsik lainnya. seperti kalimat. Adapun relasi vertikal terwujud dalam pemilihan sinonim atau antonim suatu kata. Pendekatan historis berusaha menguak dan membuka tabir hubungan antara karya sastra dengan karya-karya lain.

di samping aspek kognitif. Kedua pandangan tersebut makin memperjelas. Positive attitudes towards the language will reflect a high regard and appreciation of both the language and the culture it represents. then no set of techniques is likely to succeed. Jadi. dan latar belakang sosial dan sejarah masyarakat di mana penulis berada. dan motivasi juga merupakan bagian yang menentukan dalam proses pembelajaran bahasa kedua atau asing. analisis data. analisis karya sastra berdasarkan pendekatan tersebut tidak hanya terfokus pada relasi sinkronik unsur-unsur bahasa yang digunakan. dan motivasi siswa. 7. Pendekatan Strukturalisme Dinamik Pendekatan strukturalisme dinamik merupakan penyempurnaan dan pengembangan dari strukturalisme yang lebih menekankan pada unsur-unsur intrinsik karya sastra. Dubin dan Olshtain (1986: 14) menegaskan sebagai berikut. antropologis. minat. Sikap positif terhadap bahasa sasaran. tetapi juga mencakup beberapa aspek lain. pendekatan strukturalisme genetik mengkaji karya sastra dari aspek intrinsik dan ektrinsiknya. Positive attitudes towards the acquisition process will reflect high personal motivation for learning the language. aspek afektif. seperti unsur instrinsik karya sastra. seperti aspek sosiologis. Tinggi rendahnya sikap positif menunjukkan tinggi rendahnya motivasi siswa dalam belajar. merupakan pijakan awal yang banyak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya motivasi siswa di dalam mempelajari bahasa sasaran. Teori Interteks Analisis karya sastra dengan menggunakan teori interteks bertujuan untuk menggali secara maksimal makna-makna yang terkandung dalam sebuah teks. 8. Pendekatan Strukturalisme Genetik Pendekatan strukturalisme genetik merupakan kajian karya sastra yang memusatkan perhatian pada aspek struktur dan asal-usul karya satra. and that if these affective factors are not right. pengambilan data. Dalam pendekatan ini karya sastra dianggap sebagai karya pengarang dan sekaligus sebagai kenyataan sejarah yang mengkondisikan munculnya karya tersebut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra afektif. seperti sikap. Pendektan strukturalisme dinamik membuka peluang untuk mengkaji aspek-aspek ekstrinsik karya sastra. Kajian ini dilakukan dengan 55 . G. minat. 6. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. Proponents of this methods believe that if learners can be encouraged to adopt the right attitudes. atau aspek-aspek lain sehingga pemahaman karya sastra menjadi lebih komprehensif. Jadi. Pendekatan ini merupakan pengembangan dari pendekatan strukturalisme dengan menambahkan aspek-aspek sosial dan bahkan antropologis dalam kajian karya sastra. umpamanya. Oleh karena itu. seperti metode. seperti sikap. Nunan (1991: 234) menjelaskan sebagai berikut. interest and motivation in the target language and culture. sekaligus aspek-aspek lain yang berhubungan dengan asal-usul bagaimana karya sastra dihasilkan. as well as in the learning environment in which they find themselves. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan strukturalisme hanya mencoba mengkaji karya sastra dari sudut pandang unsur intrinsiknya saja. 94 dalam sebuah karya sastra. materi dan kegiatan pembelajaran di dalam kelas harus disusun dengan mempertimbangkan minat dan keinginan seluruh siswa agar mereka mudah termotivasi dan tertarik dalam belajar. latarbelakang pengarang. dan unit analisis. a feeling of self-fulfillment and success and an overall enthusiasm about the language course. then successful learning will occur.

di dalam pembelajaran bahasa individu harus diperlakukan sebagai makhluk yang utuh seca-ra fisik. Mengenai peranan penting aspek 93 56 . tetapi berada pada posisi yang sejajar dan tidak berbeda. Brumfit (1985: 79) menegaskan sebagai berikut. Keterangan di atas mempertegas bagaimana besarnya peran kognisi di dalam pembelajaran bahasa asing. puisi dengan drama. seperti novel dengan novel. Oleh karena itu. teori belajar bahasa humanisme memandang individu tidak saja dari sudut kognitifnya. politik. pendidikan. Teori Feminisme Esensi dari teori feminisme adalah persamaan hak. seperti novel dengan puisi. Perempuan tidak lagi menjadi subordinat laki-laki. Selain itu. Humanistic teachers see language learning as something which must engage the whole person. aspek kognitif dan aspek afektif siswa harus diperhatikan secara seimbang bila guru menginginkan pembelajaran bahasa yang dikembangkan berhasil dengan baik. dan status antara perempuan dann laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan. ataupun hal-hal lain yang masih mengarah pada ketidaksamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain. sedangkan dalam bidang sastra kajian ini dapat ditekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan tema. dan drama dengan drama. who are not the passive recipients of someone else’s teaching. tetapi juga dari aspek afektif dan hubungannya dengan kehidupan sosial di sekitarnya. not as something purely intellectual. tetapi harus secara aktif mengelola masukan tersebut sebagai pijakan untuk pengembangan lebih lanjut. atau melengkapi sehingga pemahaman terhadap karya sastra benar-benar komprehensif. Mereka dapat bekerjasama untuk menjalankan fungsi-fungsi sosial mereka. kajian ini bisa difokuskan pada bentuk-bentuk bahasa mana yang masih bersifat deskriminatif. tetapi juga teks-teks yang taksejenis. dan minat siswa. seperti bidang sosial. they recognize that their students are people like themselves. umpamanya. puisi dengan puisi. kajian interteks tidak hanya melibatkan dua atau beberapa teks sejenis. kedudukan. with emotional and spiritual needs as well as intellectual ones. kajian bahasa dan sastra dapat diarahkan pada upaya penelaahan masalah-masalah yang masih bersifat deskriminatif. pandangan tersebut juga menunjukkan bahwa seorang individu tidak menerima masukan dari luar dirinya secara pasif. dan ekonomi. Berkenaan dengan masalah ini. sehingga terjadilah keseimbangan peran dan fungsi antara kedua belah pihak. Selain itu. Pandangan demikian diharapkan dapat menjadi pegangan bagi para guru agar dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap bahasa yang sedang dipelajari. Hubunganhubungan bermakna tersebut dapat berbentuk saling mendukung. 9. Berbeda dengan dua teori terdahulu. Berdasarkan teori ini.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cara menemukan hubungan-hubungan bermakna di antara dua teks atau lebih dalam masa yang sama atau berbeda. people who can contribute to their own learning. atau bahkan berlomba-lomba secara adil dan terbuka untuk mendapatkan posisi yang selama ini dikuasai laki-laki. Berkaitan dengan bahasa. tidak hanya secara kognitif tetapi juga secara afektif sehingga mampu mengelola masukan secara kreatif. dan emosional sehingga mampu mengembangkan kemampuan dirinya secara aktif menuju proses perubahan yang diharapkan. intelektual. Berdasarkan pandangan tersebut dapat dipahami bahwa dalam pembelajaran bahasa seorang siswa akan berhasil bila diperlakukan sebagai manusia seutuhnya. karakter. atau drama dengan puisi. dan menyelaraskan pembelajaran dengan keinginan. menentang.

Proposal dapat dikatakan sebagai rencana penelitian yang berisikan gambaran menyeluruh mengenai penelitian yang akan dilakukan. anologous to learning how to ride bicycle or play a violin. This ‘black box’ which is thought to contain all and only the principles which are universal to all human language prevent the child from going off on lots wrong trails in trying to discover the rules of the languages (Lightbown dan Spada. 92 7 PROPOSAL A. Proposal disusun berdasarkan bentuk penelitian yang akan dilaksanakan. Chomsky originally referred to this special ability as being based on language acquisition device (LAD). 1993: 8). Chomsky menamai kemampuan itu dengan alat pemerolehan bahasa (language acquisition device) yang digambarkan sebagai “kotak hitam” yang memuat kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku secara universal terhadap semua bahasa. we can create an infinite number of sentences. perumusan masalah. Dalam pemerolehan bahasa pertama. Tentu saja proposal harus memuat unsur-unsur penting penelitian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cognitive view. it was believed that language development could be characterized by rule governed creativity. dan metodologi penelitian. waktu dan tempat penelitian. Berkenaan dengan pembelajaran bahasa asing. Meskipun demikian secara substantif. Dengan hipotesis konstruksi kreatif itu. kajian teoretis. disertasi. Pengertian Salah satu kegiatan penting sebelum pelaksanaan penelitian adalah penyusunan proposal penelitian. tujuan. metode. With a finite number of grammatical rules and a limited vocabulary. seperti latar belakang. perumusan masalah. 1991: 233). 1994: 295). signifikansi. Penelitian kuantitatif memiliki model proposal yang berbeda dengan penelitian kualitatif. tesis. This device was often described as an imaginative ‘black box’ which exists somewhere in the brain. many of which may never have been uttered before (Nunan. seseorang mampu melahirkan bentuk-bentuk bahasa yang variatif meskipun hanya dibekali dengan kosakata dan kaidah bahasa yang tidak terlalu banyak. kemampuan kognitif ini merupakan kemampuan bawaan yang dimiliki oleh setiap individu untuk memperoleh bahasa pertama. dan lain-lain. language learning is treated as skills learning. dan analisis data. although probably more complex (Ellis. B. batasan masalah. Unsur-unsur Proposal Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas unsur-unsur proposal untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif yang sering digunakan untuk penulisan skripsi. Umumnya proposal harus memuat latar belakang penelitian. Rather. salah satu pandangan yang menempatkan kemampuan kognitif pada posisi yang sangat strategis disebut dengan hipotesis konstruksi kreatif (creative construction hypothesis) yang dianggap memiliki kesamaan dengan alat pemerolehan bahasa. 57 . kedua proposal tersebut tidak berbeda karena keduanya harus mampu menggambarkan apa dan bagaimana penelitian akan dilakukan. sehingga penelitian yang akan dilakukan benar-benar dapat tergambarkan.

Lightbown dan Spada (1993: 23) mengatakan: According to behaviorists. problem solving. habits are formed. yakni pembentukan kebiasaan. para siswa diminta untuk memberikan beberapa contoh secara lisan (stimulus). takes place through the same underlying process. seperti tingkah laku. penjelasan ini disertai dengan kajian teoretis ringkas untuk memperkuat asumsi-asumsi yang muncul. whether verbal or non-verbal. Berdasarkan kedua contoh di atas. Leaners receive linguistic input from speakers in their environment. terjadi melalui suatu proses yang sama. memory. seperti ilmu pengetahuan dan bahasa maupun non-verbal. Mengenai hal itu. In a 91 . seperti bagaimana kesenjangan itu terjadi. tetapi juga berlaku pada pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa kedua atau asing. 2. Teori belajar bahasa yang kedua adalah kognitivisme yang menolak pandangan teori belajar bahasa behaviorisme yang cenderung menempatkan individu sebagai seorang yang menerima segala masukan dari luar secara pasif. Adapun bidang kajian berhubungan dengan pemusatan masalah penelitian pada bidang-bidang yang lebih spesifik sesuai dengan keahlian peneliti. tempat. and positive reinforcement for their correct repititions and imitations. Penelitian perlu dibatasi agar jelas apa yang seharusnya diteliti sehingga menjadi lebih terfokus dan tidak melebar pada hal-hal yang tidak perlu diteliti. information processing – as learning other types of knowledge. Tidak ada perumusan masalah berarti tidak ada penelitian. Penelitian dapat dibatasi oleh beberapa aspek. all learning. dapat dipahami bahwa kedua bentuk pembelajaran. atau melakukan kemampuan kognitif lainnya untuk mengelola berbagai masukan guna mendapatkan pengetahuan dan informasi baru. Batasan Masalah Batasan masalah atau fokus penelitian (dalam istilah penelitian kualitatif) berisikan penjelasan mengenai ruang lingkup penelitian. Berdasarkan penjelasan tersebut akan tampak secara jelas alasan kuat kenapa penelitian itu perlu dilaksanakan. habit formation. Biasanya. Pandangan seperti itu tidak saja berlaku pada pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. teori belajar bahasa kognitivisme memandang individu dengan kemampuan kognitifnya sebagai orang yang aktif dan kreatif mengelola segala masukan dari luar dirinya. Oleh karena itu. dan bagaimana memperoleh jawaban sementara dari masalah yang akan diteliti. seperti dimensi waktu. dan pujian guru (penguatan) terhadap contoh kalimat yang benar (respons) menjadikan mereka menguasai dan terbiasa dengan pola kalimat tersebut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. 3. Dimensi tempat berhubungan dengan tempat penyelenggaraan penelitian atau tempat terjadinya peristiwa yang sedang diteliti. menerapkan. Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan pernyataan masalah penelitian sesuai dengan batasan masalah yang telah dibuat. Perumusan masalah merupakan pijakan dasar kenapa dan bagaimana penelitian itu dilaksanakan. Latar Belakang Latar belakang berisikan paparan alasan kenapa penelitian itu perlu dilakukan. Sebaliknya. dan aspek bidang kajian. Dimensi waktu berkaitan dengan pembatasan masa atau periode kapan penelitian dilakukan atau berhubungan dengan periodisasi suatu peristiwa. 58 mengenai pola kalimat bahasa Inggris S + Modalitas + Verba. Dengan pengetahuan yang dimiliki. seseorang dapat memahami. Language learning engages the same cognitve systems – perception. baik verbal. As a result. Tentu saja pada bagian ini perlu dijelaskan kesenjangan antara suatu kondisi yang diharapkan dan kondisi yang ditemui di lapangan.

umpamanya. kognitivisme. bahan-bahan tersebut dikemas dalam kegiatan pemebelajaran yang berorientasi pada kompetensi yang diinginkan dengan melihat teori-teori belajar bahasa. 3. tujuan harus diselaraskan dan disesuaikan dengan perumusan masalah. on the other hand. Seorang anak kecil. tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk mengetahui dan membuktikan bentuk hubungan antara keduanya. tetapi setelah data diperoleh masalah penelitian berubah menjadi Y. menjadikan anak tersebut terbiasa berpakian secara benar. Selanjutnya. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan pengaruh atau efektifitas cara membaca tertentu terhadap apresiasi puisi. Di dalam pembelajaran bahasa. Dengan kata lain. bentuk hubungan antara stimulus dan repons ini dapat digunakan untuk pendalaman struktur bahasa Inggris. sehingga apa yang seharusnya diteliti dapat dipahami. tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk membuktikan pengaruh atau efektifitas cara tersebut. tujuan penelitian juga harus berkaitan dengan X. is relatable to what one already knows and thus can be easily integrated into one’s cognitive structure. masalah yang dikaji adalah X. Tujuan Tujuan penelitian merupakan sasaran atau target yang ingin dicapai peneliti di dalam penelitian yang dilakukannya. Dengan kata lain. or reconstructed to accommodate what is new. bahan pelajaran yang akan diberikan kepada mahasiswa harus dipilih dan disusun berdasarkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa. akan mengetahui bagaimana cara berpakaian yang benar setelah ia melakukannya berulang-ulang dan mendapatkan pujian dari ibunya. bukan berdasarkan struktur bahasa yang akan dipelajarinya. Perumusan masalah dapat dinyatakan dalam kalimat berita yang disusun dalam paragraf yang koheren sehingga apa yang ingin dikaji tetap dengan mudah dapat ditangkap dan dipahami. umpamanya. Hubungan antara stimulus dan respons inilah yang mendasari terjadinya seluruh bentuk pembelajaran baik verbal maupun nonverbal. Pujian yang diberikan ibunya (penguatan) terhadap usaha anaknya yang telah mencoba berpakian secara mandiri (respons) atas perintah ibunya (stimulus). … Meaningful learning. 59 . dan humanisme. bila problem dalam perumusan masalah berkenaan dengan X. perumusan masalah dapat juga diungkapkan melalui beberapa kalimat tanya yang menggambarkan masalah-masalah yang akan dikaji. the organization of existing information might have to be changed. yaitu teori belajar behaviorisme. Perumusan masalah dalam penelitian kuantitatif tidak berubah sejak awal hingga akhir penelitian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra dapat terpenuhi bila para mahasiswa mampu mengasosiasikan dan merekonstruksi antara pengetahuan yang baru dengan yang lama. sedangkan pertanyaan penelitian dalam penelitian kualitatif dapat berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan yang terjadi pada saat pengambilan data. sehingga mereka dapat merasakan bahwa sesuatu yang baru dipelajarinya mempunyai manfaat bagi diri mereka. As new information is learned. Teori Belajar Bahasa Secara umum teori-teori belajar bahasa yang diadopsi dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran bahasa dapat dibedakan menjadi tiga. Esensi utama dari teori belajar behaviorisme adalah hubungan antara stimulus dan respons. Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif biasanya disebut dengan pertanyaan penelitian. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan hubungan antara satu variabel dan variabel lain. Umpamanya. Selain itu. Tujuan harus dirumuskan dengan jelas dan spesifik supaya penelitian menjadi terfokus dan tidak kehilangan arah. Pada awal penelitian. setelah diberikan penjelasan yang cukup 90 perumusan masalah harus dinyatakan sejelas mungkin. Oleh karena itu. 4.

Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail. misalnya *The king of America visited Indonesia last year. 2. kebermaknaan dalam belajar bahasa itu 89 .Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5. tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam perumusan hipotesis dan pengembangan isntrumen penelitian. sedangkan manfaat praktis berkenaan dengan sumbangsih penelitian yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. tetapi tidak terjadi. Jadi. Adapun kebermaknaan kegiatan pembelajaran mengacu pada relevansi kegiatan pembelajaran dengan tujuan yang ingin dicapai (Huda. Menurut Hadely (1994: 56-7). Maknalah yang menentukan bentuk bahasa. Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. Umumnya. Jika dalam penelitian terdapat tiga problem yang harus dikaji. variabel. makna atau pesan apa yang terkandung dalam bahasa merupakan bagian yang terpenting dalam berbahasa itu sendiri. dan benar secara gramatikal. Jika penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara dua 60 misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car. Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. 1999: 93). kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam pengembangan instrumen dan pijakan dalam pelaksanaan penelitian. sedangkan pada penelitian kualitatif. Kebermaknaan bahan pelajaran mengacu pada bahan pelajaran yang berupa unit-unit bahasa yang didasari oleh makna. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). 6. Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility). Metode Penelitian Metode penelitian merupakan gambaran mengenai jenis dan bentuk penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Pendekatan Kebermaknaan Pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran bahasa merupakan pendekatan yang berorientasi pada kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran. tepat. Manfaat teoretis berhubungan dengan sumbangsih hasil penelitian terhadap pengembangan teori keilmuan yang terkait. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. manfaat penelitian dapat dibedakan manjadi manfaat teoretis dan praktis. dan pengambilan data. maka kajian teoretis paling tidak harus membahas ketiga problem tersebut. Bagian ini berisikan penjelasan mengenai metode penelitian. Penentuan jenis dan bentuk penelitian tergantung juga pada perumusan masalah dan tujuian penelitian. maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak. Suatu kalimat dapat saja layak. hipotesis. 7. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian merupakan seperangkat prinsipprinsip yang mendasari bagaimana penelitian itu dilakukan. misalnya *my baby is funny. bukan bentuk bahasa yang menentukan makna. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian berisikan paparan mengenai keuntungan-keuntungan apa yang dapat diberikan penelitian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan taraf kehidupan. Kajian Teoretis Kajian teoretis berisikan paparan mengenai teori-teori yang relevan dengan perumusan masalah atau pertanyaan penelitian. Pada penelitian kuantitatif. a. Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). analisis data.

Dengan kata lain. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. kemampuan komunikatif mencakup kemampuan-kemampuan lain. Jawaban sementara yang 61 . 1994: 4). sebaliknya. kegiatan penelitian ditujukan pada upaya pengujian atau pembuktian teori atau hipotesis.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. dalam penelitian kuantitatif. b. yakni analisis data kuantitatif dan kualitatif. This happens at the level of discourse and involves interalia. c. Hipotesis Penelitian Umumnya. Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik ada beberapa kemampuan atau faktor lain yang turut membangun kemampuan komunikatif seseorang. metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. Dalam pandangannya. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya. eksploratif atau naturalistik. 88 variabel atau lebih. Adapun analisis data kualitatif berkaitan dengan kajian secara kritis dan tajam terhadap data kualitatif yang ditinjau dari berbagai macam sudut pandang berlandaskan pendekatan atau teori-teori yang relevan. sedangkan pada penelitian kualitatatif hipotesis penelitian terumuskan secara implisit pada pertanyaan penelitian yang berfungsi sebagai acuan kerja pelaksanaan penelitian. Jadi. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Analisis Data Analisis data berkaitan dengan cara bagaimana data yang terkumpul dianalisis untuk dijadikan landasan dalam penafsiran hasil penelitian. Dalam penelitian kuantitatif. Analisis data dapat dibedakan menjadi dua. metode-metode yang sering digunakan antara lain adalah deskriptif. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. Analisis data kuantitatif berkenaan dengan penggunaan statistik-statistik tertentu untuk pengujian hipotesis yang telah ditentukan. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances (Munby. metode penelitian yang akan digunakan ditentukan oleh tujuan dan perumusan masalah penelitian. seperti statistik korelasi. Mengenai hal ini. maka metode yang digunakan adalah eksperimen. selain kemampuan linguistik. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors (Hadley. 1978: 26). dan lain-lain. historis. hipotesis penelitian hanya terdapat pada penelitian kuantitatif. kemampuan interpretatif. Hymes (1979: 14) berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. Adapun dalam penelitian kualitatif. dalam penelitian kualitatif seluruh kegiatan penelitian diarahkan pada penemuan teori atau hipotesis. seperti kemampuan retorik. hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara mengenai problem yang telah ditetapkan dalam perumusan masalah. It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. uji-F. sebaliknya jika penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh atau efek suatu variabel terhadap variabel lainnya. uji-t. Chisquare.

62 kebiasaan berpikir dan bertindak. dalam arti memiliki pengetahuan. Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. Masalah penelitian yang berbunyi “apakah ada hubungan antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris” melahirkan hipotesis penelitian sebagai berikut. Mahasiswa. komptensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. Variabel penelitian lebih banyak ditemukan dalam penelitian kuantitatif daripada kualitatif. tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi bahasa yang ingin disampaikan. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif. Variabel penelitian yang diturunkan dari hipotetsis. e. yakni variabel bebas dan terikat. Kemampuan apresiasi puisi kontemporer yang berbeda antara seorang mahasiswa dengan mahasaiswa lainnya itulah yang dinamakan dengan variabel. sedangkan hipotesis alternatif berbunyi ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. d. Pengambilan Data Pengambilan data merupakan tahapan penelitian yang terpusatkan pada upaya-upaya pengambilan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Instrumen penelitian berhubungan dengan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan. Variabel bebas berarti variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Secara umum. Hipotesis nol berbunyi tidak ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. Huda (1999: 93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. Pengambilan data ini meliputi pengembangan instrumen dan cara pengambilan data. dalam hal ini. Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan salah satu ciri yang harus dipenuhi oleh penelitian kuantitatif. Ellis (1994: 13) mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. dapat dikatakan sebagai ciri-ciri yang bersifat variatif yang dimiliki responden yang biasanya menjadi fokus dalam penelitian. atau terjadinya perubahan dalam variabel terikat banyak ditentukan oleh variabel bebas. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. 2003). keterampilan. pandangan lain juga mengisyaratkan 87 . seperti kemampuan apresiasi puisi kontemporer mahasiswa. dan nilai-nilai dasar untuk melalukukan sesuatu (Suwito. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra diturunkan dari kerangka teori bisa bersifat positif (hipotesis alternatif) atau negatif (hipotesis nol) yang dapat dirumuskan secara statistik dan verbal. variabel penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua. Berkaitan dengan Program Studi Bahasa Inggris. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. That is.

E. tetapi lebih populer dalam penelitian kualitatif. pendekatan kebermaknaan. diri peneliti sendiri relatif lebih banyak berfungsi sebagai instrumen penelitian mengingat keterlibatan peneliti secara langsung dalam pengambilan data menjadikan informasi yang diterima lebih bermankna. cluster. dan mengembangkan prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. dan keragaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan. atau daya tahan tubuh. Pada bagian ini perlu dijelaskan secara prosedural bagaimana data diambil. F. 5. Unit analisis merupakan keseluruhan entitas dengan seluruh unsur terkaitnya yang menjadi fokus kajian dalam penelitian. kecepatan lari. Dengan kata lain peneliti sendirilah yang lebih tahu terhadap data yang akan diambil. yakni pengertian kompetensi berbahasa. Kajian Teoretis Pada bagian ini.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. dan bagaimana situasinya. Selain pengembangan instrumen. Khusus untuk penelitian kualitatif. seperti sikap atau pandangan mengenai suatu masalah. Populasi dan Sampel Populasi dan sampel berkaitan dengan entitas atau orang yang terlibat dalam penelitian. keterampilan. merumuskan peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan dan penyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di perguruan tinggi agama Islam negeri dan swasta di Indonesia. 63 . 6. IQ. sehingga dapat memperkaya pola-pola pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada umunya. sedangkan instrumen yang berbentuk nontes digunakan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kemampuan afektif responden. Secara khusus penelitian ini dapat dijadikan. f. oleh semua pihak terkait. seperti kemampuan membaca. sedangkan sampel merupakan sebagian anggota populasi yang menjadi subjek penelitian atau yang terlibat dalam penelitian. merumuskan peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan sampel. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menjadi khazanah keilmuan dalam bidang pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. Populasi berarti keseluruhan entitas yang mencakup siapa atau apa saja kepadanya hasil penelitian itu digeneralisasikan. Instrumen yang berbentuk tes digunakan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik responden. yakni tes dan nontes. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kurikulum itu menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai mahasiswa bila telah menyelesaikan studinya. g. dan teori belajar bahasa. terdapat tiga hal yang perlu dibahas. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam 86 Instrumen penelitian terdiri dari dua jenis. Unit Analisis Unit analisis ini tidak muncul pada penelitian kuantitatif. seperti random. systematic. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. atau snowball sampling. Kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan. hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara bagaimana data diambil dengan instrumen yang telah dibuat. Kompetensi Berbahasa Secara umum. siapa saja yang terlibat di dalamnya. purposive. 1.

Tujuan Penelitian Sesuai dengan pertanyaan penelitian tersebut. 3. analisis. yang meliputi persiapan. 8.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Unit analisis ini bisa berupa personal baik individual maupun kolektif. maka unit analisisnya adalah lembaga pendidikan itu secara keseluruhan. tujuan umum yang ingin dicapai adalah pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN. Namun. kegiatan penelitian dapat direncanakan secara bertahap. merumuskan peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. NO 1 2 3 4 5 Tabel 4. yakni: 1. nonpersonal. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 6. dan seminar. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? 2. yang masing-masing dapat memuat beberapa kegiatan yang lebih rinci. atau institusional. mengembangkan kegiatan belajar bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. penelitian ini bertujuan untuk: 1. Waktu dan Tempat Waktu dan tempat berkaitan dengan dimensi waktu dan tempat penelitian diselenggarakan. maka unit analisisnya adalah seluruh skripsi mahasiswa yang ditetapkan subjek dalam penelitian. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? D. pengumpulan data. Bagaimanakah peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 4. mengembangkan silabus matakuliah bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. 64 85 . penulisan laporan. Dimensi waktu menunjukkan masa kapan penelitian itu dilasanakan dan periodisasinya. apabila masalah penelitian berhubungan dengan bagaimana suatu lembaga pendidikan menyelenggarakan kegiatan pendidikan. sedangkan dimensi tempat menunjukkan lokasi tempat penelitian itu dilaksanakan. Jadual Kegiatan Penelitian BULAN KEGIATAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan peneltian yang lebih spesifik. Jika penelitian berkaitan dengan kesalahan gramatikal yang dibuat mahasiswa dalam penulisan skripsi bahasa Inggris. Berkenaan dengan waktu penyelenggaraannya. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 5. maka unit analisnya adalah Sutan Takdir Ali Syahbana itu sendiri. pengolahan data. Jika pertanyaan penelitian berbunyi “bagaimanakah peran Sutan Takdir Ali Syahbana dalam pembangunan sastra Indonesia setelah kemerdekaan Republik indonesia”. 2. Secara khusus. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi? 3.

Pembelajaran akan menjadi lebih bermakna bila sesuai dengan minat dan keinginan seseorang yang banyak dipengaruhi oleh kehidupan sosialnya. transportasi. Bahanbahan referensi tersebut diambil dari berbagai sumber dan publikasi terkini. Akal pikiran. akomodasi dan konsumsi. Selanjutnya pertanyaan tersebut 84 9. merupakan pijakan utama di dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran (Anonymous/gagne. 2003: 1). Adapun teori belajar Humanisme memandang bahwa pembelajaran itu merupakan suatu proses alamiah dimana seseorang dengan sifat-sifatnya. baik sebagai mahluk individual maupun sosial. Fokus Penelitian Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. 65 . C. dan biaya takterduga lainnya. tetapi juga oleh faktor–faktor dari luar yang berasal dari masyarakat. B. maka pertanyaan penelitian yang utama adalah “Bagaimanakah model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dikembangkan di PTAIN?”. Komponen pembiayaan yang harus diperhatikan mencakup honor/upah. Oleh karena itu. Daftar Kepustakaan Daftar kepustakaan memuat seluruh bahan-bahan referensi yang digunakan dalam penyusunan proposal. alat-alat. Biaya Biaya juga merupakan kompenen perencanaan penelitian yang harus dipertimbangkan secara masak agar penelitian dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan yang diinginkan. alat tulis dan kantor. mental. Dengan kata lain. Pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam diri seseorang. Kelengkapan referensi ini akan menunjang kelayakan penelitian untuk dilaksanakan. dalam hal ini perkembangan kognitifnya. memiliki keterlibatan yang aktif di dalam penentuan proses kehidupan yang dilaluinya. 2003: 1).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra tidak banyak tergantung pada stimulus dari luar. dan intelektual (Anonymous/rogers. Pertanyaan Penelitian Sesuai dengan fokus penelitian di atas. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. pembelajar harus diperlakukan sebagai mahkluk yang utuh secara fisik. tetapi lebih banyak melibatkan akal pikiran dan inisiatif seseorang itu sendiri. bahan-bahan. Penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya peneemuan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar bagi PTAIN dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan. 10.

2003: 1). Teori belajar Behaviorisme memandang bahwa pembelajaran merupakan perubahan pada prilaku seseorang yang tampak sebagai akibat dari pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan. Berbeda dengan teori belajar Behaviorisme. Bahan pelajaran dipilih dan digradsi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang disampaikan melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna yang tidak hanya mengandalkan aspek hafalan saja. Model pembelajara ini menggunakan pendekatan kebermaknaan (Meaningfulness Approach) yang mengedepankan aspek kebermaknaan bahan pelajaran dan kebermaknaan kegiatan pembelajaran (Huda. Terjadinya pembelajaran di sini 83 66 . perlu ditemukan solusi yang tepat. yakni Kognitivisme. Untuk mengeliminir kekeliruan implementattif itu. bukan pada diri seseorang itu sendiri (Anonymous/Skinner. Dosen masih dihadapkan pada usaha-usaha pencarian bentuk atau model pembelajaran yang dapat mengakomodasi nilai-nilai dan harapan yang terdapat pada kurikulum tersebut. sehingga belum dapat dihasilkan suatu standar yang dapat dijadikan acuan penilaian keberhasilan program studi khususnya dalam penyelenggaraan pembelajaran dan perkuliahan bagi mahasiswa. Teori belajar Kognitivisme menekankan keterlibatan aktif akal pikiran dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu model pembelajaran berbasis kompetensi ini juga harus didasarkan oleh tiga teori belajar bahasa. Terjadinya pembelajaran disini lebih banyak tergantung pada pihak luar yakni lingkungan sekitar. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau perkuliahan masih menimbulkan banyak persepsi dan penafsiran. PEMAHAMAN SILANG BUDAYA. dan Humanisme. Behaviorisme. Salah satunya adalah Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi. DAN KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS SISWA SMAN DI JAKARTA TIM perkuliahan yang efektif dan efisien yang berbasis pada kompetensi yang diharapkan dikuasi mahasiswa. 1999: 142-3).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 8 PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KORELASI HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI.

yaitu kemampuan linguistik. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh kemampuan-kemampuan atau kompetensi tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi inilah kegiatan pembelajaran dan perkuliahan diarahkan pada hasil atau kemampuan apa yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahannya. kebudayaan. teknologi. Sebagai bahasa asing. Jadi. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk 67 . jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. 045/2002 merupakan awal perubahan arah kebjikan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. No. sosiolinguistik. wacana. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dalam dunia ilmu. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di SMA adalah pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis (Diknas. umpamanya. 045/2002). mahasiswa diharapkan memiliki nilai komparatif dan kompetitis yang tinggi pada era globalisasi dewasa ini. 2003). Latar Belakang Masalah Pada era global ini. Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi di perguruan tinggi melalui SK Mendiknas No. 2003: 6). Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa itu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa semester di perguruan tinggi. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar sebagai tuntutan yang harus dipenuhi dalam bidang keahliannya. baik melalui media cetak. Pengumpulan angka kredit dan durasi waktu belajar yang menjadi ukuran standar keberhasilan mahasiswa merupakan dampak dari kurikulum yang berlaku selama ini. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. pendidikan. Mahasiswa cenderung menggunakan waktu sebagai ukuran keberhasilan bukan kompetensi. internet. seperti koran. Berbekal kemampuan atau kompetensi yang dimiliki. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. Memperhatikan peranan tersebut. perdagangan. dan strategis (Hymes. Meskipun demikian. majalah. Kompetensi dapat diartikan sebagai tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK mendiknas. politik. mahasiswa yang mengambil Program Studi Bahasa Inggris. para lulusan perguruan tinggi masih belum dapat menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris lisan dan tulisan secara baik. radio. Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan. Mahasiswa yang mampu mengumpulkan lebih banyak angka kredit dalam waktu yang relatif lebih singkat dianggap sebagai mahasiswa yang berhasil (Azra. umpamanya. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. media elektronik seperti televisi. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. 1979: 14). dan hubungan antarnegara. Program Studi Bahasa Inggris harus dapat mengimplementasikan Kurikukulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau 82 A. baik secara bilateral maupun multilateral. politik.

seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar (Back. sebagian besar siswa SMAN di Jakarta belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang benar. baik melalui media cetak. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris. dan hubungan antarnegara. Sebagai bahasa asing. perdagangan. internet. untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa itu.096/1967 tanggal 12 Desember 1967 yang menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang pertama di Indonesia (Kartono. Pada satu pihak. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman. umpamanya. Kebijakan itu tertuang dalam surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dan merebak luas dalam dunia ilmu. kebijakan itu relatif menghambat perkembangan pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Tidak dapat dipungkiri. dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni. Sejauh ini. baik secara bilateral maupun multilateral. Memperhatikan peranan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari. radio. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”. seperti koran. majalah. kebudayaan. Latar Belakang Pada era global ini. di pihak lain. I am not” dan sebagainya. teknologi. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas (Brown. dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no. seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa ini. sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. Selain itu. dan bahkan gagalnya komunikasi. 1981: 126). Selain itu. politik. 1994: 182). Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. meskipun sudah belajar bahasa ini selama beberapa tahun di sekolah menengah atas dan 81 . kebijakan ini memperkokoh kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dan nasional yang harus digunakan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat secara luas.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun. 1990: 291). politik. sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. bahasa Inggris tidak digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. 68 A. pendidikan. jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. di Indonesia bahasa tersebut merupakan bahasa asing pertama dari beberapa bahasa asing lainnya yang dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. media elektronik seperti televisi. Sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

C. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta. B. terlihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 69 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMPETENSI DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI TIM PENELITI 80 . Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 2. motivasi berprestasi. beberapa masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Supaya lebih terfokus penelitian ini hanya dibatasi pada upaya pencarian bukti-bukti empiris berkenaan dengan hubungan antara motivasi berprestasi. Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris berkaitan erat dengan beberapa faktor seperti pemahaman silang budaya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 9 PROPOSAL PENELITIAN EKPLORATIF Berdasarkan penjelasan di atas. penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. Perumusan Masalah Sesuai dengan batasan masalah di atas. dan situasi belajar.

Teaching Language in Context. 2. Manfaat Penelitian Secara teoretis. 3. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? D. pemahaman silang budaya. Amran Halim.” Politik Bahasa Nasional 2. A. pemahaman silang budaya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. 1981. C. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. E. Brumfit and K.” The Communicative Approach to Language Teaching. Munby . J. 1979. 1994 Hadley. Malang: IKIP M Publisher.. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. “On Communicative Competence. Secara bersama-sama. 1999. Rod. 1993 Hymes. besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 4. pemahaman silang budaya.O. 70 Ellis. eds. Oxford: OUP. Oxford: OUP. Sacara khusus. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi. Johnson. Language Learning and Teaching. The Study of Second Language Acquisition.John. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti-bukti empiris tentang: 1.H. Jakarta: PN Balai Pustaka. Kartono. 4. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Boston: Heile Publisher. D. pemahaman silang budaya. ed. Nuril Huda. 1978 79 . dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta.

dan yang menjadi sampelnya adalah 250 orang siswa kelas II yang diambil secara acak dari beberapa SMAN di lima wilayah Jakarta. Selain itu. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tujuh bulan.C. tidak hanya dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal saja. b) pencarian data. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. motivasi berprestasi. 2002. Brown. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya. Hadley (1993: 4) mengatakan “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly 71 I. Back. H. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. 1968. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Mengenai hal ini. 1994. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. R. Kajian Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. dan c) analisis data dan pelaporan. F.. 1990. Siswa. H. pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi. 1. Kemampuan Komunikatif Pelajaran Bahasa Inggris di SMA bertujuan agar siswa dapat menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SMAN di Jakarta. Douglas Principles of Language Learning and Teaching.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk SMA. 78 . dalam hal ini. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di SMA dalam pengembangan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. tetapi juga harus dapat menggunakan bentukbentuk bahasa tersebut untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. New York: Holt. 30. New Jersey. Educational Psychology: A cognitive view. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMA.000. Huda (1999:93) mengatakan kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sesuai dengan situasi yang sebenarnya. David A. sejak Januari hingga Juli 2004 di beberapa SMAN di DKI Jakarta. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL V V V V V V V V Ditinjau dari segi sosial. Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian. Prentice Hall. yakni kemampuan komunikatif. terdapat tiga hal yang perlu dikaji secara teoretis. Motivation: Theories and Principles. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional.000. Diknas. Daftar Pustaka Sementara Ausubel. J. Rinehart & Winston.(Tiga puluh juta rupiah). Rincian biaya dapat tidak diberikan.

baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa SMAN di Jakarta (X1). Secara jelas. 2) pemahaman silang budaya siswa SMAN di Jakarta (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta (Y). Munby (1978: 26) menjelaskan kemampuan lain yang harus dikuasai seseorang meliputi kemampuan retorik. dan menyebarkan angket motivasi berprestasi pada sekolah-sekolah yang menjadi teampat penelitian selama tiga hari. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. Menambahkan pandangan tersebut. Penguasaan kemampuan komunikatif tidak hanya menuntut kemampuan linguistik saja. dan 4) kemampuan untuk mengidentifikasi apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Menengah Atas. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors”. unsur-unsur kebahasaan. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. yakni keterampilan berbahasa. Artinya. yaitu angket dan tes. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. kemampuan komunikatif bahasa Inggris. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra communicative setting. Secara spesifik. 5. dan aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra (Diknas. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Peneliti menyelenggarakan tes pemahaman silang budaya. 4. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. 77 . kemampuan linguistik saja tidak dapat membangun kemampuan komunikatif kecuali bila ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 2. Hymes (1979: 14) menjelaskan empat komponen kemampuan komunikatif: 1) kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal dan tidak gramatikal. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. 2) kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak. Pengambilan Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks budaya yang melatarbelakanginya. kemampuan interpretatif. pemahaman silang budaya. 3) kemampuan untuk menghasilkan bentukbentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya. 2003: 6). pernyataan tersebut menuntut SMA dan 72 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta.

b) Hipotesis alternatif: 76 guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran tentang aspek budaya sebagai satu kesatuan dengan bahasa sasaran yang harus diterima siswa. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris. dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 1993: 368-71). Thomas (1983: 89) mengatakan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. think. dan komprehensi (Hadley. seperti metode. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra G. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. Berdasarkan pengertian budaya di atas. Murdock (1961) menyebutkan beberapa ciri universal dari budaya. Melengkapi pengertian budaya tersebut. and relate to others. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar. Di samping itu. analisis data. antara lain bahwa budaya merupakan hasil akal pikiran manusia. dan berhubungan dengan orang lain dalam kelompok masyarakat tertentu. dapat juga dikatakan pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk memahami pola berbahasa dan berprilaku masyarakat lainnya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. merasakan. berfikir. dapat dikatakan bahwa pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya bertindak dan berbahasa ibu dengan bahasa asing yang sedang dipelajari. “Culture is a way of life. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. konotasi. Mempertegas pengertian itu. budaya dapat juga dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan yang lain dalam kehidupan bermasyarakat. yakni konvensi. Dalam hal ini. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Budaya dapat diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakatnya. penelitian ini menggunakan statistik korelasi dan regresi ganda untuk menganalisis data numerik yang berkaitan dengan ketiga variabel penelitian. 1. 3. It is the glue that binds a group of people together” (Brown. 73 . dan dialihkan kepada generasi berikutnya. 1994: 164). Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. feel. memudahkan manusia dan lingkungannya berinteraksi. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. pemahaman silang budaya. 2. pemahaman silang budaya. Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dipelajari oleh seluruh anggota masyarakat. dan hipotesis. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. pengambilan data. Culture is the context within which we exist. kondisioning.

dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. and the degree of effort they will exert in that respect” (Brown. Secara umum. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. Kerangka Berfikir Sesuai dengan tinjauan pustaka tersebut. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. Pemahaman silang budaya ini lebih banyak menentukan keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. Berdasarkan sumbernya. seperti lapar dan rasa sakit. 4) didorong oleh pihak lain. 4. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. yakni kebutuhan untuk: 1)menemukan sesuatu yang baru. pemahaman silang budaya. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. 1990: 291). 1993: 132). keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. sedangkan pemahaman silang budaya menentukan keberhasilan komunikasi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai medianya. Artinya. emotions or disire that moves one to a particular action. makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa. 2) membiasakan diri. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. Ausubel (1968: 368-9) menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. Motivasi. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. Dalam pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. 75 . impulse. dalam hal ini. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. Secara lebih rinci. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. tinggi rendahnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak ditentukan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. 74 motivasi integratif. Secara lebih mendalam. 5) memperoleh pengetahuan. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. Motivasi berprestasi membimbing siswa untuk terus-menerus berusaha memecahkan bergam kesulitan belajar bahasa Inggris. pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin (Back. or in more technical terms.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. Di antara jenisjenis motivasi tersebut. 3) melakukan pekerjaan. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. sedangkan berdasarkan tujuannya. motivasi instrumental. dan motivasi berprestasi. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful