P. 1
13617773-Penelitian-Bahasa-Dan-Sastra

13617773-Penelitian-Bahasa-Dan-Sastra

|Views: 360|Likes:
Published by labib ortega

More info:

Published by: labib ortega on Jan 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/21/2011

pdf

text

original

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

1

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa dan Sastra Perpusatakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) Farkhan, Muhammad Cet. Ke-1. Jakarta; Cella, 2007 vi, 124 hlmn; 15 X 21 cm ISBN: 978-979-16152-0-4

___________________________________ PROPOSAL PENELITIAN BAHASA & SASTRA Muhammad Farkhan Hak Cipta dilindungi Undang-Undang All Rights reserved Cetakan I, April 2007 Diterbitkan oleh Cella, Jakarta Jl. Pinang No. 26 Pondok Labu Jakarta Selatan Desain Cover: Afif Bahraen Setting & layout: Avisiena M. ISBN: 978-979-16152-0-4 Isi di luar tanggungjawab Percetakan C.V. Fasco Jaya Jakarta

2

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ___________________________________

3

Proposal sebagai rencana penelitian harus disusun secara komprehensif sehingga jelas apa dan bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. buku ini juga memuat beberpa contoh proposal yang berkaitan dengan bahasa dan sastra. kajian teoretis. Umumnya. proposal penelitian menjelaskan latar belakang penelitian. Hal ini disebabkan antara lain oleh rangkaian pekerjaan yang harus dituntaskan sejak perencanaan. buku ini dapat digunakan semua pihak dalam bidang-bidang yang berbeda. manfaat penelitian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra KATA PENGANTAR Melakukan penelitian untuk kepentingan penulisan skripsi. Selain unsur-unsur penting penelitian. Berkenaan dengan perencanaan penelitian. batasan masalah atau fokus penelitian. khususnya dalam penyusunan proposal. pelaksanaan. perumusan masalah. dan disertasi sebagai tugas akhir untuk mendapatkan gelar kesarjanaan merupakan pekerjaan yang sangat berat bagi seluruh mahasiswa. Kesalahan dalam penyusunan proposal berakibat pada kekeliruan dalam penyelenggaraan penelitian. Dalam kesempatan ini pula penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu penyelesaian buku ini. dan pelaporan hasil penelitian. dan metodologi penelitian. Oleh karena itu. Meskipun demikian. penyusunan proposal menjadi sangat penting dan harus ditulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. proposal harus memuat unsur-unsur esensial penelitian. Ucapan 4 145 . Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan peneliti pemula untuk membekali diri dengan berbagai hal prinsipal sebelum penelitian dilakukan. sehingga tidak jarang mereka merasa enggan dan tidak berhasrat untuk mengerjakan atau bahkan memulainya. tesis.

terutama Ibu Inayatul Chusna. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Suwito. Akhirnya. ucapan terima kasih juga ditujukan kepada rekan-rekan dosen di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Michigan: Ulrih’s Books. Twentieth Century British Poetry. Singapore: Colset Private Limited. Abd. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. 3. Jenny. Chair. Memahami Cerita Rekaan. Tarigan H. Cambridge: Cambridge University Press. dan Djago Tarigan. penulis juga berharap kritik dan saran konstruktif dari berbagai pihak untuk perbaikan buku ini pada masa akan datang. April 2007 Penulis 144 5 . John. Readability. Thomas. yang telah memberikan ide-idenya dalam penulisan proposal sastra. and Wayne A. 1986. Bandung: Angkasa. Judith M.G. Jakarta: Gaung Persada Press. 2003. Jakarta: Pustaka Jaya. King. Martinis. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. terima kasih terutama disampaikan kepada Dr.Hum. 1991. H. 1998.– Sudjiman. Inc. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang banyak memberikan dorongan kepada penulis untuk menyelesaikan buku ini.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Smith. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. 1983. M. Brian Materials Development in Language Teaching. Panuti. Yamin. Tomlinson. Jakarta. Williams. 1987. Di samping itu.

Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR ISI Kilvert. 1986. 18 B. 1984.T. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language. Mu lyasa. Laurie G. British Writers Vol. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. Stephen R. Lightbown. Literature Reading. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. dan Mandell.. Perumusan Masalah. 1998. 15 3. Oxford: OUP. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Munby. Teaching Reading in High School. John Communicative Syllabus Design. 18 A. Cambridge: CUP. David Language Teaching Methodology. Ciri-ciri perumusah Masalah yang Baik. Oxford: Oxford University Press. 1978 Murdock. How Languages are learned.John. London: Heinemann Educational Books. 1 A. 1987. Inc. Robert Karlin. 9 B. 22 B. Jenis-jenis Penelitian. 1991 Nuttal. Kata Pengantar. KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS. Andrew. Pat. CN: HRAF Press. kansep karakteristik. New York: Charles Scribner’s Sons. Kajian Kepustakaan. New York: Harper & Row Publisher. 1991. 20 4. Reacting. ed. The Short Oxford History of English Literature. 33 Lucas. Ian Scott. Nunan. dan implementasi. Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. 1984. Munby . Pengembangan Instrumen Tes. ii 1. Kriszner. Sampling. E. Pengertian. i Daftar Isi. PENELITIAN. Batsford Ltd. Pengertian. Pengertian. 30 C. 28 B. Moore. 28 A. 1 B. Penemuan Masalah. INSTRUMEN PENELITIAN. Rinehart and Winston. John. 1978. 1993. 22 A. Oxford: Clarendon Press.. The Oxford Illustrated History of English Literature. 2 2. 2003. Pengembangan Instrumen Nontes. 1994. 10 C. Sanders. MASALAH. 23 5. New Haven. 1987. 6 143 . Florida: Holt. 9 A. dan Nina Spada. 1-8. Rogers. POPULASI DAN SAMPEL. 12 D. Patsy M. Pengertian. London: Prentice Hall International Ltd. Writing. Frank W. Hipotesis.

Alice Ommagio. Analisis Kualitatif. Bandung: Mandar Maju. Dubin. 1981. H. Hadely. Amran Halim. 54 9. Harmer.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Diknas. 39 A. “On Communicative Competence. 46 A. Hymes. Rod The Study of Second Language Acquisition. ed. 6. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. 103 DAFTAR KEPUSTAKAAN. PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI.” The Communicative Approach to Language Teaching. London and New York: Longman. Kartono. Nevile Making the Most of Your Textbook . Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL. ac. Unsur-unsur Proposal. Jeremy The Practice of English Language Teaching. 1987. Analisis Kuantitatif.Rudolf How to Write Plain English http://www. 67 10. Johnson. Fraida dan Elite Olshtain. Malang: IKIP Malang Publisher. PROPOSAL PENELITIAN SASTRA. London: Longman Group. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Oxford: OUP. Hamalik. 1990. 46 B. 121 142 7 . C. PROPOSAL. Cambridge: Cambridge University Press. 1991. htm). 2003. D. Oxford: OUP. Dominic. Boston: Heinle and Heinle Publisher. Oemar Pengembangan Kurikulum.” Politik Bahasa Nasional 2. Harmer. London: Longman. Susan Teaching English in the Primary Classroom.mang. Jakarta: PN Balai Pustaka. Teaching Language in Context. 1987. 1994. 1999. 1994. Grant. 1979. Ellis. eds. PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF. Jenis-jenis Data. Huda. Dasar-Dasar Perkembangannya. Pengertian. Course Design. 83 11. ANALISIS DATA. nz/courseinfo/AcademicWriting/Flesch. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. 41 C. 2002. 1986.canterbury. Flesch. Helliwell. 39 B. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. 46 8. 1992. J. Brumfit dan K. 42 7. Hibberd.

bila seseorang ingin mengetahui bagaimana pengaruh media elektronik terhadap pola berbahasa Indonesia penduduk Jakarta. Douglas. html. Brumfit.edu/tip/gagne. Bandung: Pustaka Setia. Conditions of Learning. Principles of Language Learning and Teaching.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR KEPUSTAKAAN 1 PENELITIAN Ahmad. 1998. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah. http://www. atau efektifitas penggunaan gambar dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak TK. mengapa? Karena permasalahan tersebut memiliki kompleksitas yang sangat 8 141 . Penelitian bukan merupakan hal baru dan asing di telinga kita. 1990. Anonymous. mendengarkan. Motivation: Theories and Principles. 1968. Prentice Hall. seperti menghubungi dan bertanya pada pusat informasi.C. 1985. Bila seseorang belum mengetahui di mana lokasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berada. Dkk. Balitbang Depdiknas. Kurikulum Berbasis Kampetensi.edu/-tip/ rogers. Anonymous. Experiential Learning. 1994. Azyumardi. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. Oxford: Pergamon Press Ltd.M. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. ada beberapa cara yang dapat digunakannya.gwu.gwu. seseorang dapat menggunakan banyak cara dari yang paling sederhana sampai dengan cara yang paling kompleks. Pengertian Untuk memperoleh berbagai informasi. Anonymous. New York: Holt.. Sebaliknya. Back. tanggal 1 Maret 2003. Brown. http://www. http://www.. atau membaca peta kota Jakarta. dan bahkan suatu kebenaran. html. Anonim. perenungan. David A.edu/tip/skinner. Jakarta: Pusat Kurikulum.html. H. Rinehart & Winston.. tanggal 1 Maret 2003. 2003. coba-coba. tanggal 1 Maret 2003. bertanya. maka cara yang dilakukannya adalah penelitian. A..gwu. R. New Jersey. Azra. Makalah yang disampaikan pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Educational Psychology: A cognitive view. H. Katakanlah. dan cara yang kompleks adalah penelitian. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset. Cara-cara sederhana meliputi membaca. Ausubel. kurang memenuhi prinsip-prinsip dan kaedah penelitian yang sebenarnya. tetapi penelitian merupakan hal yang sudah kita kenal dan lakukan meskipun dalam bentuk yang berbeda dengan pengertian yang sebenarnya. Operant Conditioning. Kurikulum dan Hasil Belajar.

1986. dan subjek penelitian. John. New York: Charles Scribner’s Sons. seperti data. seperti penelitian eksperimental dan korelasional. Hibberd. 1984. Williams. Singapore: Colset Private Limited. Dari ilustrasi di atas. penelitian kualitatif merupakan 140 9 . Batsford Ltd. tinggi. dan cara-cara sederhana tidak mampu memberikan jawaban yang akurat dan berterima bagi semua pihak Banyak hal yang harus dilakukan seperti penentuan responden.T. yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. metode. Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. Dominic. Artinya. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang mengandalkan data numerik sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji. dalam klasifikasi tersebut dapat terjadi suatu jenis penelitian dapat menjadi bagian dari kelompok penelitian lain. dapat diketahui bahwa penelitian berbeda dengan cara-cara sederhana dalam beberapa hal yang menjadikannya lebih kompleks dan rumit. membuktikan teori atau asumsi-asumsi yang sudah ditemukan. bila dua orang peneliti melakukan kajian terhadap suatu masalah dengan responden dan metode yang sama tentu akan memperoleh hasil yang relatif sama. dan analisis data. temuan penelitian memiliki objektivas yang lebih tinggi daripada cara-cara yang sederhana. Sistematis berarti bahwa rangkaian kegiatan penelitian itu terkait satu sama lain. 1-8. keberadaan satu unsur tergantung pada unsur lain. pengembangan instrumen. Ian Scott.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kilvert. 1987. John. tujuan. pengumpulan data. Lucas. Jenis-Jenis Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa sudut pandang yang berbeda. British Writers Vol. sedangkan prosedural berarti berarti berarti bahwa seluruh rangkaian kegiatan penelitian tersebut harus dilakukan secara bertahap. dan atau menyelesaikan suatu masalah. sifat. B. perumusan hipotesis. Melalui pola interakasi antarunsur tersebut. Berdasarkan data yang penelitian dapat dibedakan menjadi dua. Jadi penelitian dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan yang tersusun secara sistematis dan prosedural untuk menemukan suatu kebenaran. Tentu saja. tempat. Twentieth Century British Poetry. bidang kajian. Sebaliknya. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. 1987.

dan Mandell. Jakarta: Pustaka Jaya. Contoh penelitian kualitatif: “Perbandingan antara pengembangan plot pada novel-novel romantis dan patriotisme pada masa perang dunia I di Inggris” (Analisis isi) “Prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah” (Naturalistik) Yang pertama termasuk dalam penelitian kualitatif karena data mengenai pengembangan plot merupakan data verbal yang diperoleh melalui diri peneliti sebagai instrumen penelitian 10 oleh Vintage London.. Memahami Cerita Rekaan. Inc. Literature Reading. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. Sudjiman. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN Feb Mar Apr Mei Juni V V V V V I. analisis wacana. Daftar Kepustakaan Kriszner. Reacting. seperti analisis isi. kedua skor variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik korelasi dan regresi sederhana untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan. 1991. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama lima bulan dari Februari sampai dengan Juni 2005. dan penelitian naturalistik. Selanjutnya. Oxford: Oxford University Press.000.. Florida: Holt. Selanjutnya skor tersebut dianalisis dengan statistik uji-t atau chi-square untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan. Writing. Rogers. Panuti. Dalam novel tersebut terdapat dua bagian yang masing-masing menceritakan tentang keluarga India dan keluarga Amerika. J. Laurie G. 1991. Oxford: Clarendon Press. Yang kedua juga termasuk penelitian kuantitaif karena data yang dibutuhkan untuk melihat efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer adalah skor mahasiswa yang diperoleh melalui tes pemahaman puisi. Sanders. 1994.000. Rinehart and Winston. 15. 1987. H. Dalam tiap keluarga terdapat tokoh perempuan yang kehidupan domestiknya erat dengan makanan. Stephen R. 139 . The Oxford Illustrated History of English Literature. Rincian biaya dapat tidak diberikan. The Short Oxford History of English Literature. Pat.(Lima belas juta rupiah). Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. Contoh penelitian kuantitatif: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) Yang pertama termasuk dalam penelitian kuantitatif karena data kedua variabelnya: pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris berupa skor yang diperoleh melalui alat ukur tes tertulis. Andrew.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra penelitian yang mengandalkan data verbal dan nonnumerik lainnya sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji.

2002: 301302). Langkah berikutnya adalah mendapatkan ideologi yang diusung oleh teks tersebut yang berhubungan dengan identitas perempuan. Berdasarkan tujuan ingin yang dicapai. penelitian eksperimen lebih mengarah pada kajian yang berupaya untuk menjelaskan sesuatu bila hal-hal lain dikontrol. makanan dengan keluarga dan makanan dengan peran ibu. Analisis Data Data yang terkumpul dikaji berdasarkan analisis wacana Michel Foucault akan untuk mencari makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam teks narasi yang diteliti. Analisis wacana akan dipakai untuk mencari makna dari kalimat-kalimat yang menampilkan fungsi makanan yang telah dikelompokan dalam beberapa tema di atas. kegiatan. eksploratif. dan evaluatif. Langkah pertama dari penelitian ini adalah menganalisis fungsi-fungsi makanan dalam novel tersebut dalam kaitannya dengan identitas karakter-karakter perempuan. atau kebijakan yang sedang berjalan. Semua data verbal yang berasal dari buku-buku novel romantis dan patriotisme.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra data-data di mana dengan penghayatan yang dalam akan tercapai suatu pemahaman yang baik (Muhadjir. Sebaliknya. pada penelitian yang kedua data verbal yang berkaitan dengan pola prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah. Makna-makna dari representasi makanan dalam novel yang menjadi sumber data akan dianalisis dengan cara mengelompokkan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan makanan ke dalam beberapa tema yang berhubungan dengan identitas seperti makanan dengan tradisi. Unit analisis Unit analisis dlam penelitian ini adalah novel Fasting Feasting karya Anita Desai yang diterbitkan tahun 1999 138 dengan pembacaan kritis terhadap novel-novel romantis dan patriotisme yang muncul pada masa perang dunia I. makanan dengan kekuasaan. 4. Terakhir. Berbeda dengan eksploratif. 2. seperti penelitian historis. 3. maka penelitian tersebut dinamakan penelitian deskriptif. mengelompokkan. Contoh-contoh penelitian: “Tinjauan historis terhadap kematian bahasa-bahasa suku pedalaman di Papua” (Historis) 11 . penelitian evaluatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu peristiwa. seperti menandai. deskripstif. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya. yang didukung dengan informasi-informasi yang berasal dari dokumen yang ada. Berbeda dengan yang pertama. diperoleh melalui diri peneliti sendiri dengan melakukan pengamatan berperanserta. Jika suatu penelitian hanya berusaha untuk untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena alam yang terjadi dan kaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. wawancara mendalam. dianalisis secara kualitatif untuk ditemukan perbedaan pengembangan plot yang dilakukan oleh para penulisnya. khususnya di Inggris. Penelitian historis merupakan penelitian yang bertujuan untuk menguak seluruh rangkain peristiwa masa lampau untuk penyelesaian masalah sekarang. jika suatu penelitian berusaha untuk menjajaki dan menggali hal-hal yang belum pernah diketahui dan bahkan sama sekali tidak diketahui. eksperimental. maka penelitian tersebut disebut dengan penelitian eksploratif. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data kualitatif yang mengenai makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dengan berbagai cara. terdapat beberapa jenis penelitian yang dapat digunakan untuk memperoleh suatu kebenaran.

Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. Penelitian kempat bertujuan untuk mengetahui menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan. Metode penelitian kualitatif melihat hubungan antar kata atau kalimat yang membentuk suatu makna tertentu. Ideologi juga tidak berkembang melalui bentuk pemaksaan. penelitian tersebut bertujuan untuk mengkaji kebijakan permberlakuan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Dalam analisis wacana ideologi berada pada tiap level masyarakat dimana sebuah teks wacana berkembang. Tentu saja. Metode Mengacu pada rumusan masalah serta tujuan penelitian. G. Novel ini menampilkan bagaimana identitas perempuan direpresentasikan melalui makanan. Terakhir. penelitian kedua bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kegiatan pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilaksanakan di SMA modern. analisis data. maka metode yang akan dipakai adalah metode kualitatif. Foucault melihat bahwa pengetahuan yang ditampilkan oleh sebuah wacana akan membentuk ideologi yang diusung oleh pembuat wacana tersebut. model kajian tersebut diperoleh berdasarkan nilai-nilai yang berlaku dalam kesusasteran daerah. gambaran deskriptif tersebut dibandingkan dengan kurikulum yang mendasarinya. seperti metode. Fasting Feasting membawa ideologi pengarang mengenai identitas perempuan yang ditampilkan melalui hubungan tokoh-tokoh perempuan dengan makanan. 1. maka konsep ideologi yang paling tepat dipakai dalam penelitian ini adalah konsep ideologi ketiga. pengambilan data. Kata atau kalimat merupakan suatu sistem tanda yang mengurai 137 . Bagi Foucault ideologi muncul pada setiap wacana yang mana masing-masing wacana tersebut menampilkan sebuah pengetahuan dengan cara-cara tertentu. Novel Fasting Feasting merupakan sebuah teks yang mengangkat wacana perempuan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra “Pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi berbasis kompetensi di SMA Modern Jakarta Utara” (Deskripstif komparatif) “Pengembangan model kajian kesusasteran Indonesia berbasis nilai-nilai sastra daerah” (Eksploratif) “Pengaruh manejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris Siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan” (Eksperimen) “Tinjauan terhadap pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi” (Evaluatif) Penelitian pertama bertujuan untuk menggali aspek-aspek historis yang terkait erat dengan proses kematian bahasa-bahasa yang terdapat di pedalaman Papua. apakah perlu dilanjutkan dengan berbagai 12 untuk menandingi pemaknaan umum yang diterima masyarakat. Penelitian ketiga bertujuan untuk menggali model kajian kesusasteran yang benar-benar bercirikan Indonesia. Artinya. dan unit analisis. seperti yang terjadi pada konsep ideologi Marxisme. Berdasarkan seluruh data historis yang ditemukan ditentukanlah sejumlah pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk membuat perancanaan jangka dalam melestarikan bahasa-bahasa di pedalaman Papua. Dengan pemahaman konsep ideologi pada analisis wacana. Berdasarkan data kuantitatif yang diperoleh bisa diketahui sejauhmana pengaruh menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. dimana tiap kelompok berusaha memaksakan ideologinya pada kelompok lain. Menurut Foucault ideologi tidak muncul dari hubungan kelas.

Barthes melihat bahwa ideologi muncul pada makna konotasi. Ideologi ini (Barthes menyebutnya myth) berfungsi 136 perubahan. Konsep ideologi kelima mengambil dari pemikiran Roland Barthes. Berdasarkan sifatnya. Contoh penelitian murni: “Pola-pola kalimat affirmatif pada naskah-naskah kuno bahasa Jawa di Mataram pada abad pertengahan” (Eksploratif) “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa selama satu dasawarsa terakhir” (Eksploratif) Contoh penelitian terapan: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) 13 . Umpamanya. Baik penelitian murni maupun terapan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra adalah mereka yang memegang kendali ekonomi. atau bahkan dunia. Berbagai kegiatan keseharian suatu masyarakat merupakan bentuk pengaturan diri dalam suatu keselarasan sosial yang menciptakan masyarakat yang teratur. Dengan nilai-nilai dan norma tertentu ia menciptakan dunia baru yang sesuai dengan ideologinya. Sebaliknya. teori. Ini disebabkan karena ideologi patriarkal hanya menampilkan sebagian dari keseluruhan kebenaran mengenai hubungan jender. dilanjutkan dengan tetap mempertahankan model yang berjalan. nama bidang keilmuan tertentu akan melekat pada penelitian yang berkaitan dengan bidang tersebut. penelitian yang berhubungan dengan bahasa disebut penelitian bahasa. Penelitian murni merupakan kajian yang dilakukan untuk mencari hal-hal. dengan ilmu-ilmu sosial dengan penelitian sosial. Dengan kata lain. Dalam perkembangan selanjutnya konsep ideologi ini dipakai oleh feminis yang melihat kekuasaan patriarkal sebagai penguasa atas perempuan yang mengusung ideologinya mengenai hubungan jender. Definisi ketiga dari konsep ideologi adalah ideologi yang muncul dalam teks narasi. dan mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan model kurikulum berbasis pasar. makna kedua yang kadang tidak sadar hadir dalam teks. Konsep yang ia pakai merupakan ideologinya terhadap dunia ideal. Ia melihat bahwa ideologi tidak hanya sekedar kumpulan ide tapi juga berbentuk aktivitas keseharian masyarakat. Louis Althusser. Konsep ideologi keempat berdasarkan atas pemikiran filsuf Perancis. Sebagai contoh seorang pembuat film akan menampilkan dunia yang menurut konsepnya ideal. Ideologi yang ditampilkan mengaburkan hubungan antar laki-laki dan perempuan. atau temuan-temuan baru. keduanya dapat digunakan dalam kajian bidang-bidang keilmuan yang lebih spesifik. atau lagu yang merupakan ideologi dari pengarangnya. Kegiatan sehari-hari masyarakat diatur oleh norma-norma yang berkembang di masyarakat tersebut. hadir. dan dengan agama disebut penelitian agama. Norma yang terkandung dalam kegiatan tersebut merupakan ideologi dari masyarakat tersebut. Segala produk budaya yang hadir dalam masyarakat ini mendukung kepentingan penguasa. penelitian dibedakan menjadi penelitian murni/dasar (pure research) dan terapan (applied research). atau diberhentikan sama sekali penggunaannya di perguruan tinggi. dengan ilmu psikologi disebut penelitian psikologi. Penelitian yang menfokuskan pada bidang keilmuan tertentu biasanya dinamakan sesuai dengan bidangnya. Pengarang ini menampilkan ideologi bagaimana seharusnya sebuah masyarakat. film. penelitian terapan merupakan kajian yang dilakukan untuk menemukan teori-teori baru berkenaan dengan aplikasi teori lain.

partai politik memiliki landasan pemikiran yang juga menjadi ideologi mereka yang membimbing mereka dalam mengambil berbagai keputusan. Penelitian terapan kedua berusaha untuk melihat efektivitas implementatsi diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer Amerika. Barat mungkin akan memaknai wacana tersebut sebagai bentuk kekaguman mereka terhadap Timur yang sangat berbeda dengan diri mereka. yakni penelitian kepustakaan (library research). atau pegunungan tempat data yang dibutuhkan berasal. sebagai pembaca melihat teks tersebut sebagai bentuk pengukuhan kekuasaan Barat terhadap Timur dimana Barat mendeskripsikan Timur sesuai keinginan mereka. dan laboratorium (laboratory research). Sebagai contoh kelompok Ikatan Dokter Indonesia memiliki pemikiran-pemikiran mendasar yang menjadi ideologi mereka. baik pengumpulan maupun analisis datanya dilakukan di dalam laboratorium. diramu sedemikian rupa hingga sesuai dengan apa kelompok tersebut inginkan. Contoh penelitian kepustakaan: “Studi perbandingan antara strukturalisme dan poststrukturalisme dalam kajian karya sastra novel” “Perbedaan antara kalimat imperatif bahasa Inggris kuno dan modern pada tataran struktural” Contoh penelitian laboratorium: “Perbandingan kualitas pelafalan bahasa Inggris antara mahasiswa jurusan BSI UIN yang berasal dari Jawa Timur dan Sumatera Barat” 14 menghasilkan makna-makna/pengetahuan yang berbeda. Sedangkan. Definisi pertama adalah ideologi yang dilihat sebagai sebuah kumpulan ide yang mendasari pemikiran sekelompok orang. Hubungan pengetahuan dan kekuasaan dalam sebuah wacana menghadirkan sebuah ideologi yang diusung oleh wacana tersebut. seperti di sekolah.dalam konteks pengajaran bahasa Inggris di SMAN. Konsep ideologi ini didasari atas pemikiran Karl Max yang meilhat bahwa hubungan antar masyarakat didasarkan atas ekonomi dimana yang memegang kekuasaan 135 . Berdasarkan tempat pelaksanaannya. Namun bagi Barat sebagai yang menampilkan wacana tersebut tidak akan memaknai seperti yang Said lakukan. Menurut Storey dalam bukunya Cultural Theory and Popular Culture (2001) ada lima definisi mengenai ideologi. Ideologi yang ditampilkan oleh sebuah wacana merupakan ideologi penguasa dari pembuat wacana tersebut. Penelitian lapangan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di luar laboratorium dan perpustakaan. penelitian dibedakan menjadi tiga. Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya. di kampung. Kelompok yang berkuasa akan menampilkan sebuah kesadaran yang didistorsi. di pasar. Pemahaman kedua dalam konsep ideologi adalah sebagai sebuah kesadaran palsu (false consciousness). penelitian terapan yang pertama berusaha untuk mengetahui kaitan antara satu variabel –pemahaman silang budaya. lapangan (field research).dengan variabel lain –kemampuan komunikatif. Artinya. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di dalam perpustakaan sebagai sumber data utama. hasil penelitian tersebut dimaksudkan sebagai pijakan dalam kegiatan pengajaran dan pengambilan keputusan yang terkait dengan bahasa Inggris di SMAN.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kedua contoh penelitian murni tersebut berusaha untuk menemukan hal-hal baru yang tidak dimaksudkan untuk diterapkan pada kajian bidang lain. Said. Sebagai contoh wacana-wacana mengenai Timur yang ditampilkan Barat dapat memiliki makna berbeda jika dilihat dari sisi yang berbeda. Ideologi ini secara tidak sadar diterima oleh masyarakat dimana sebuah wacana hadir dan ia dianggap sebagai sebuah kebenaran.

masyarakat menganggap hal tersebut sebagai sebuag kebenaran. Menurutnya kekuasaan bersifat hirarkis yang mana muncul dari mereka yang dominan terhadap mereka yang subordinat. diskusi. Oleh karena itu penelitian akan lebih efektif dan efisien bila dikerjakan di dalam perpustakaan. Ia mengkritik teori kekuasaan yang dicetuskan Karl Marx. Selain lewat teks. Adapun dua penelitian terakhir termasuk ke dalam penelitian lapangan karena data yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan yang ada tidak diperoleh di dalam laboratorium atau perpustakaan. Dua penelitian kedua termasuk ke dalam penelitian laboratorium karena keduanya mengandalkan peralatan khusus yang hanya dapat ditemukan di laboratorium untuk menggali data yang dibutuhkan. pembaca dapat memaknai representasi tersebut. 15 . Dua sisi pemaknaan dapat Menurut Judy Giles dan Tim Middleton (1999) representasi memiliki tiga pengertian. Analisis atas sebuah wacana dapat dilakukan dengan melihat representasi7 yang ditampilkan oleh sebuah teks. Sudut pandang terakhir yang dapat dipakai untuk membedakan penelitian adalah subjek atau masalah penelitian. aturan-aturan. poststrukturalisme. Pengertian yang kedua adalah bertindak atau berbicara atas nama tertentu (to speak or act on behalf of).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra sebagai suatu kebenaran pada masyarakat tertentu pada konteks historis tertentu. sebagai contoh bendera negara yang berkibar pada even olahraga mewakili kehadiran negara tersebut. Bentuk kekuasaan yang hadir dari sebuah pengetahuan tidak bersifat hirarkis. Suatu teks akan memunculkan makna dan pengetahuan pada apa yang direpresentasikannya. Ia juga bersifat produktif yang menghasilkan wacana. Pertama representasi berarti mewakili (to stand in for). umumnya disebut penelitian survey. Masyarakat tersebut dapat menentukan benar atau salah suatu statement melalui rezim kebenaran. Menurut Foucault kekuasaan terjadi pada tiap level sosial dan aspek kehidupan – mulai dari lingkup keluarga hingga ke negara. bahasa Inggris kuno. Kekuasaan juga tidak bersifat negatif yang hanya menghasilkan kontrol. Penelitian yang hanya mengkaji satu bidang masalah dengan melibatkan responden yang terbatas. bentuk pengetahuan. Bagi Foucault kekuasaan tidak sekedar mengatur perilaku sekelompok masyarakat. tetapi di lembaga pendidikan dan situs-situs sejarah. sistem hukuman menghasilkan buku. Oleh karena itu. sebagian besar kegiatan penelitiannya dilaksanakan di laboratorium. pelatihan bagi para penegak hukum. Kekuasaan memiliki peran yang lebih dalam masyarakat. dapat ditemukan di dalam perpustakaan. sedangkan penelitian yang melibatkan banyak responden atau subjek. dan bahasa Inggris modern. umumnya disebut penelitian kasus. 134 7 “Peningkatan kemampuan mendengarkan bahasa Inggris melalui penggunaan multi media di sekolah dasar Insan Unggul Jakarta Selatan” Contoh penelitian lapangan: “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) “Tinjauan historis terhadap proses kreolisasi dan pidginasi antara bahasa Sunda dan Jawa yang terjadi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa tengah” (Historis) Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kepustakaan karena sebagian besar data dan sumber-sumber informasi lain yang berkenaan dengan strukturalisme. Sebagai contoh. Ketika epilepsi masih dianggap sebagai penyakit kejiwaan. Pertama representasi dapat dimaknai oleh teks itu sendiri. Suatu representasi pada satu teks dapat dimaknai dari dua sisi. rehabilitasi bagi mereka yang dikenai hukuman. Mereka memperlakukan orang yang memiliki gejala epilepsi sesuai dengan apa yang dianggap benar oleh masyarakat. dan sebagainya.

Dua penelitian yang terakhir termasuk ke dalam penelitian survey karena keduanya melibatkan banyak reponden. ia juga melihat hubungan antara pengetahuan dan kekuasaan. dan sebagainya. melainkan kebenaran dalam formasi diskursif yang menghasilkan rezim kebenaran.I. moralitas. penelitian tersebut banyak melibatkan responden dan sumber informasi yang berasal dari masyarakat pesisir di pulau Jawa. Begitu juga dengan penelitian yang kedua. Pengetahuan seseorang tentang kriminalitas menjadikan ia mampu dan memiliki kekuasaan untuk melabelkan seseorang sebagai kriminal serta mengatur dan menghukumnya. memberikan efek pada kriminal dan pemberi hukuman. serta bagaimana dua hal tersebut diterapkan dalam praktik pada periode historis tertentu. tidak hanya satu atau dua orang saja. Mereka pun mempunyai kekuasaan untuk membentuk perilaku masyarakat terhadap seseorang yang dinyatakan mengidap kelainan mental. Ini kemudian membawa Foucault untuk berbicara mengenai kebenaran yang bukan bermakna absolut. dianalisis perkembangannya. tetapi melibatkan seluruh masyarakat perkotaan. Alat-alat institusi ini bisa berupa hukum. karena alat-alat institusi terdiri atas strategi-strategi hubungan antar kekuasaan yang bermain serta tipe-tipe pengetahuan yang mendukung. Yang pertama berkenaan dengan pandangan masyarakat pekotaan. Disamping itu. Rezim kebenaran berada pada tiap masyarakat. aturan-aturan. Para dokter psikiater memiliki kekuasaan untuk menentukan apakah seseorang memiliki kelainan jiwa atau tidak.I. Yang pertama hanya berkaitan dengan pertumbahan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan saja tanpa melibatkan anak-anak lainnya. seperti kedokteran atau psikiatri. Adapun yang kedua hanya berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris di play group tersebut. Selanjutnya Foucault lebih memperhatikan bagaimana pengetahuan bekerja dalam praktik wacana pada suatu institusi tertentu. Untuk mempelajari bentuk hukuman yang diberikan seseorang harus dulu mempelajari bagaimana hubungan antara wacana dan kekuasaan menghasilkan konsep tertentu mengenai kriminalitas dan kriminal. Yogjakarta pada masa reformasi” “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa pada tahun 1955-1975” Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kasus karena keduanya hanya membahas problem dan melibatkan subjek penelitian yang terbatas. berbagai statement yang kemudian dijelaskan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Contoh penelitian kasus: “Studi longitudinal terhadap pertumbuhan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan sejak usia 0-12 tahun” “Pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak di play group Anakku Buah Hatiku Pondok Indah Jakarta Selatan” Contoh penelitian survei: “Persepsi masyarakat perkotaan terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D. administrasi. Alat-alat tersebut memperlihatkan bagaimana kekuasaan bermain. serta bagaimana kekuasaan bekerja pada berbagai alat institusi. tanpa melibatkan play group lainnya. Selain itu hasil kedua penelitian tersebut tidak dapat digeneralisasikan untuk anak-anak dan play group-play group lainnya. Kekuasaan yang mereka miliki didapat dari pengetahuan mereka terhadap fenomena kegilaan. dinilai oleh institusi masyarakat. Bagi Foucault pengetahuan merupakan suatu bentuk kekuasaan. Yogjakarta pada masa reformasi. dan ia merupakan sebuah wacana yang diterima dan dianggap 133 16 . yakni masyarakat luas. terhadap terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D.

dan berbicara dengan orang lain merupakan sebuah kondisi yang sebenarnya (faktual). sedangkan ketidak-mampuan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi harian. seperti membaca koran bahasa Inggris. Penyakit kejiwaan bukanlah fakta objektif yang selalu sama pada tiap periode historis. Makna yang muncul dari sebuah wacana akan dianggap sebagai suatu kebenaran hanya pada periode waktu tertentu. Sedangkan pendekatan intensional melihat bahasa sebagai perwakilan makna atau cara penutur atau penulis melihat dunia. Menurutnya wacana akan menghasilkan bentuk pengetahuan. dan praktikpraktik pengetahuan yang berbeda pada tiap periode waktu. maka mereka berada dalam satu formasi diskursif.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra masyarakat. Dari kondisi tersebut dapat diketahui adanya ketidaksesuaian dan kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan di lapangan. Proses pembentukan makna ini tergantung pada siapa yang menciptakan wacana serta waktu/masa wacana tersebut ditampilkan. Foucault memberikan sebuah contoh dari praktik diskursif (discursive practices) yang memiliki makna berbeda pada periode waktu yang berbeda. kemampuan berbahasa Inggris komunikatif sebagaimana dirumuskan dalam kurikulum merupakan tujuan yang harus dicapai (ideal). Dua pendekatan lain adalah reflektif atau mimetik dan intensional. Pendekatan reflektif atau mimetik adalah pendekatan yang melihat bahwa makna telah ada dalam benda. subjek. Masalah dapat didefinisikan sebagai kesenjangan yang terjadi antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan atau dilaksanakan. peristiwa yang ada di dunia nyata. objek. Sebagai seorang konstruksionis6 Foucault melihat bahwa proses pembentukan makna terjadi dalam wacana. maka masyarakat tidak lagi menganggap epilepsi sebagai penyakit kejiwaan. dan itulah yang dinamakan masalah. menulis surat. Masyarakat akan mengucilkan atau membunuh demi tidak tersebarnya penyakit tersebut. Kegagalan siswa SMA di Jakarta Timur dalam menguasai bahasa Inggris merupakan masalah. Ketika penyakit epilepsi belum ditemukan oleh bidang kedokteran. Dalam hal ini. Salah satunya adalah melalui penelitian. Tiap wacana memiliki proses pembentukan makna yang berbeda sehingga makna yang dihasilkan juga berbeda. seseorang yang menampilkan gejala penyakit tersebut akan dianggap memiliki penyakit kejiwaan. Kini setelah ilmu kedokteran menemukan bahw epilepsi adalah penyakit akibat tidak berfungsinya salah satu sel otak. Masalah tidak sama dengan topik penelitian. 132 6 2 MASALAH A. Tidak ada masalah berarti tidak ada penelitian karena dari masalah itulah seluruh kegiatan penelitian berawal. Kini definisi kegilaan dibentuk oleh Konstruksionis adalah salah satu pendekatan dalam melihat sebuah representasi yang melihat bahwa makna dalam bahasa dapat dimainkan oleh pemakainya. bahkan keluarga yang menampilkan sikap serta perilaku yang sama terhadap isu seksualitas. Topik itu tidak perlu ditulis secara panjang 17 . orang. Pengertian Masalah merupakan salah satu komponen penting dalam penelitian. Foucault tidak mempercayai fenomena yang sama dapat ditemukan dalam periode historis yang berbeda. Sebagai kondisi yang tidak ideal. masalah perlu diselesaikan atau dicarikan jalan penyelesaiannya. Bahasa hanya berfungsi merefleksikan kembali makna tersebut.

Wacana menentukan dan membentuk objek dari pengetahuan. dan juga mempengaruhi bagaimana ide-ide dimasukkan dalam praktik-praktik dan dipakai untuk mengatur perilaku manusia. atau disertasi karena saya belum menemukan masalah”. Jika bergandengan tangan antara lakilaki dan perempuan merupakan salah satu bentuk seksualitas dalam sebuah masyarakat. satu teks. Oleh karena itu. akan muncul pada berbagai teks. yang ditampilkan oleh institusi-institusi masyarakat. serta mendukung sebuah pola strategi. pemerintah. masalah masih tetap perlu ditulis dan diuraikan secara lebih jelas agar kesenjangan yang terjadi dapat teridentifikasi secara mudah dan cepat. B. Mereka berusaha untuk tidak melanggar segala praktik sosial yang berhubungan dengan seksualitas. melihat fenomena penggunaan bahasa Inggris. Di sinilah timbul kesenjangan antara kemampuan dan ketidakmampuan mahasiswa atau peneliti pemula dalam menemukan masalah. tetapi dapat ditulis secara singkat sebagai judul penelitian. Wacana. masalah tidaklah sulit untuk ditemukan asal peneliti selalu ingat bahwa masalah itu adalah kesenjangan yang terjadi antara das sollen dan das sein. Contoh-contoh masalah yang muncul adalah: aturan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebar. serta membentuk cara berperilaku pada berbagai institusi dalam masyarakat. berbicara dan membawa diri. Umpamanya. dan dialekdialek kedaerahan dalam komunikasi harian pada acara-acara televisi dan radio. dan membaca. membaca topik tertentu atau membentuk pengetahuan mengenai topik tersebut. kodifikasi gramatika baku bahasa Indonesia. Tentu saja dari topik yang diangkat dapat diketahui apa masalah yang sedang diteliti. Penemuan Masalah Menemukan masalah penelitian merupakan masalah tersendiri bagi sebagian mahasiswa atau peneliti pemula. Sering kali terdengar suara-suara yang berbunyi “saya belum menulis skripsi. Sebuah wacana yang sama. pengalaman pribadi. Pemahaman atas seksualitas pada kelompok masyarakat tersebut mengatur bagaimana masing-masing anggotanya bersikap. maka tiap individu akan menjaga perilakunya untuk tidak menunjukkan sikap tersebut. Definisi beserta norma dan aturannya akan berubah seiring dengan perkembangan sejarah dan waktu. baik itu politik maupun administratif. masih menurut Foucault. Sebetulnya. membentuk sebuah topik atau tema. Jika sebuah wacana membentuk cara tertentu dalam menampilkan sebuah topik. maka menurut Foucault mereka berada dalam formasi diskursif (discursive formation) yang sama. yang memiliki karakteristik dari cara berpikir atau bentuk pengetahuan yang sama pada periode tertentu. Perenungan merupakan proses identifikasi dan pemikiran secara mendalam terhadap fenomena alam sehingga diperoleh apa yang seharusnya terjadi (ideal) dan apa yang betul-betul terjadi (faktual). meskipun demikian tidak semua topik mengandung masalah yang jelas. tesis. Ketika peristiwa-peristiwa diskursif ini mengacu pada satu subjek yang sama. Agama. dan sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia baku kepada masyarakat. menggunakan cara yang sama. seperti koordinasi antarlembaga terkait. Wacana tidak pernah terdiri atas satu statement. Masalah dalam penelitian bisa ditemukan melalui beberapa cara. mengatur bagaimana sebuah topik dapat bermakna ketika dibaca. organisasi yang membentuk definisi seksualitas. organisasi 131 18 . seperti perenungan. maka wacana juga membatasi cara lain untuk berbicara. dengan pengetahuan yang dikuasainya seseorang mungkin saja dapat merenungkan berbagai hal berkaitan dengan perencanaan pengembangan bahasa Indonesia masa depan. menentukan bagaimana seseorang berbicara. pengalaman orang lain. menulis atau membawa diri. satu perbuatan atau satu sumber.

Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan bidang kajian dan kritik sastra sehingga menjadi lebih beragam dan variatif. Adapun masalah-masalah yang mungkin muncul berdasarkan kegagalan tersebut adalah: 1. Mungkin saja seseorang mendengarkan atau diberitahu oleh yang bersangkutan bagaimana cara menguasai empat bahasa asing. dan ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. Apakah ada hubungan antara “berani mengambil resiko” dan kemampuan membuat kalimat bahasa Inggris yang gramatikal pada siswa kelas I SMP di Bogor? Di samping pengalaman pribadi. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman baik dan buruk orang/pihak lain sebagai pijakan dalam penemuan masalah penelitian. Ia melihat dalam wacana terdapat kumpulan statement atau cara suatu pengetahuan ditampilkan untuk menampilkan sebuah tema/topik pada masa tertentu. Sekelompok masyarakat akan menciptakan norma. 1999: 44). khususnya pelafalan yang tidak benar. Bagaimanakah pola sosialisasi bahasa Indonesia baku kepada masyarakat pada masa pemerintahan Presiden SBY? Selain perenungan. Yang menjadi perhatiannya adalah aturan-aturan serta praktik-praktik yang menghasilkan meaningful statements dan regulated discourse pada tiap periode waktu atau sejarah yang berbeda. Apakah Metode Adopsi Total efektif dalam pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa global dewasa ini? 3. E. Umpamanya. 130 1. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman pribadi dan orang lain untuk menemukan masalahmasalah yang menarik diteliti. yang dapat dijadikan sebagai pijakan dalam penemuan masalah yang layak untuk diteliti. Apakah teknik “pair work” lebih efektif daripada “diskusi kelompok” dalam pengajaran lafal bahasa Inggris bagi siswa kelas I SMP di DKI Jakarta? 2.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. Bagaimanakah membangun lingkungan kebahasaan yang dapat membimbing mahasiswa Jurusan BSI menguasai bahasa Inggris secara komunikatif? 3. ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. atau takut membuat kalimat yang tidak gramatikal. F. Secara khusus penelitian berusaha untuk menggali: 1. bahasa yang tidak komunikatif. seseorang bisa mengidentifikasi beberapa kegagalan yang dialami dirinya dalam belajar bahasa Inggris. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian bertujuan untuk hubungan antara makanan dan pembentukan identititas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting. Subjek mengenai seksualitas akan bermakna jika ia berada dalam bentuk praktik sosial. dan 2. Makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dalam kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting. Landasan Teori Wacana menurut Foucault adalah “a group of statements which provide a language for talking about – a way of representing the knowledge about – a particular topic at a particular historical moment” (Hall. Selain itu. 19 . Bagaimanakah model pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa reformasi 19972007? 2. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan benar mengenai makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dan kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting.

Meskipun tidak ada perbedaan yang sangat mendasar. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. baik yang berasal dari media cetak maupun elektronik. Adapun masalah-masalah yang menarik untuk diteliti adalah: 1. khususnya yang berkaitan dengan bidang keahliannya. keluarga Amerika dan India. Fakus Penelitian Sesuai dengan latar belakang masalah di atas. seseorang akan memperoleh berbagai informasi mengenai berbagai hal yang menarik. yakni: 1. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan fokus penelitian tersebut. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. Dengan membaca. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? 2. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca koran dan menulis karya ilmiah mahasiswa semester VIII Jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? Cara lain yang mungkin dapat dimanfaatkan seseorang untuk menemukan masalah penelitian adalah membaca naskahnaskah. Pemilihan makanan dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. C. penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokohtokoh perempuannya. Amerika pada keluarga Amerika dan India pada keluarga India. C. Singkatnya. sesorang harus mampu merumuskannya sedemikian rupa sehingga problem yang ingin dikaji menjadi jelas dan spesifik. terdapat dua pertanyaan yang menarik untuk dibahas. Bagaimanakah pengembangan “autonomous learning” untuk membantu mahasiswa menguasai bahasa-bahasa asing di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? 2. dan makin mudah bagi seseorang untuk menemukan dan merumuskan masalah penelitiannya. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra bagaimana cara memahami novel-novel klasik berbahasa Inggris dengan metode hermeunetik. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 129 . makin banyak informasi yang diperoleh. sehingga mampu menemukan maaslah-masalah yang memang betul-betul layak untuk diteliti. B. atau kebiasaan membaca koran dan kaitannya dengan menulis karya ilmiah. makin banyak membaca. Inilah yang menjadi alasan bagi penulis untuk menganalisis makanan dan kaitannya dengan identitas perempuan dalam novel Fasting Feasting. Masalah dalam penelitian dapat diungkapkan atau dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan atau kalimat tanya. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Perumusan Masalah Setelah dapat menemukan masalah yang layak diteliti. Apakah terdapat perbedaan pemahaman terhadap novel-novel klasik berbahasa Inggris antara mahasiswa yang menggunakan metode hermeunetik dan metode struktural? 3. penggunaan 20 dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. oleh Desai menambah keragaman pemahaman atas hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut.

Perhatikan contoh-contoh berikut. Kalimat pernyataan: 1. The Peacock merupakan novel pertamanya yang terbit tahun 1963. Dengan demikian. Mereka bertanggung jawab tidak hanya pada mempersiapkan makanan namun juga pada menentukan apa yang akan dimakan oleh anggota keluarga. Eratnya hubungan tokoh-tokoh perempuan tersebut dengan makanan dapat menampilkan citra perempuan. permasalahan utama dalam penelitian ini adalah pencarian model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dan pembuktian efektivitas model tersebut melalui eksperimen pada beberapa program studi PTAIN di Indonesia. India dan Amerika. model yang dikembangkan harus mencakup beberapa aspek penting dalam pembelajaran. Ia mengenyam pendidikan di SMU Queen Marry Delhi dan Miranda House. dalam puisinya Making the Jam Without You mengingat kembali kegiatan membuat selai dengan anak perempuannya yang kini tinggal di Jerman. dalam sastra Inggris. the Fire I Have Before Me mengatakan bahwa peran perempuan dalam memasak bukanlah sesuatu yang merugikan. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan oleh novel tersebut. hubungan antara 21 . Tentunya. the Pot. Akan sangat menarik untuk melihat bagaimana makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. perlu dikembangkan suatu model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar penilaian program studi dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan bahasa Inggris. efektifitas model tersebut dalam pembelajaran bahasa Inggris masih harus dipertanyakan. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. Ia berharap kehidupan pernikahan anaknya sehangat saat mereka membuat selai bersama.A. Novel ini bercerita mengenai dua keluarga dengan latar belakang budaya yang berbeda. Pemilihan makanan Anita Desai lahir tahun1937di Mussoorie India. dan prosedur atau strategi pengajarannya. bentuk kegiatan belajar. 128 5 kalimat tanya dalam perumusan masalah lebih memperjelas apa sebenarnya yang ingin dicari oleh peneliti daripada penggunaan kalimat pernyataan. dan untuk itulah ujicoba model tersebut menjadi sesuatu yang sangat mendesak untuk dilakukan. Masing-masing keluarga memiliki ritual sendiri dalam hal makanan dan pola makan. peran mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran. Budaya tiap keluarga sangat mempengaruhi bagaimana mereka menyiapkan makanan dan menyelenggarakan ritual makan. 2. terutama suami dan anak laki-laki mereka. Oleh karena itu. Perempuan akan mendapatkan keuntungan dari peran tersebut. dalam puisinya The Pan. Ayahnya seorang pengusaha Bengali dan ibunya seorang warga negara Jerman. Para perempuan dari kedua keluarga tersebut memiliki tugas untuk menyajikan makanan. Meskipun demikian. Novel Fasting Feasting (1999) karya Anita Desai5 merupakan salah satu karya sastra yang memasukkan unsur makanan dalam ceritanya. Universitas Delhi di mana ia mendapat gelar B.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Jepang. seorang penyair dari Amerika Utara. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta Selatan. peran bahan ajar. Makanan kemudian menjadi urusan keseharian mereka. Maxine Kumin. Ihigaki Rin. seperti pengembangan silabus. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di beberapa program studi PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. Selain itu. Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi.

permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian hubungan antara ketiga variabel tersebut. Yang membedakan dengan penulis perempuan adalah ketika penulis laki-laki menggunakan makanan sebagai tema. Penelitian ini difokuskan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuannya. Pertama perempuan telah diajarkan mengenai nilai-nilai kewanitaan melalui presentasi makanan yang dihadirkan oleh ibu mereka. Perempuan berada di wilayah tersebut. menjelaskan beberapa alasan mengapa banyak penulis perempuan menggunakan tema makanan dalam tulisan-tulisan mereka. Itulah beberapa isu sentral yang akan dibahas dalam penelitian ini. seperti pada penderita bulimia dan anorexia. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsipprinsip kurikulum berbasis kompetensi? c. Harriet Blodgett (2005) dalam eseinya Mimesis and Metaphor: Food Imagery in International Twentieth-Century Women's Writing. 3. Para penulis perempuan ini menggunakan makanan untuk mengangkat masalah jender. Selain itu obsesi perempuan terhadap makanan. Kalimat pertanyaan: 1. Perubahan perumusan masalah untuk poin satu ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Mereka hanya menggunakan penulis-penulis perempuan sebagai token acknoledgment dan lebih mengacu pada penulis-penulis lakilaki besar. Penyair 127 . Selain penulis perempuan. menunjukkan adanya masalah dalam identitas perempuan yang tidak bisa memisahkan diri dari figur ibu atau dari proses menjadi ibu. Pemilihan makanan untuk menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Para penulis laki-laki ini lebih menghubungkan makanan dengan seksualitas daripada dengan perempuan. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. Banyaknya penulis perempuan mengangkat isu ini disebabkan oleh makanan yang identik dengan wilayah domestik. keluarga Amerika dan India. Sedangkan penulis perempuan lebih menghubungkan makanan dengan peran dan status mereka. seperti Homer atau Plato. Keterikan perempuan terhadap makanan beserta ritualnya merupakan sebuah mimesis atau metafor dari peran perempuan sebagai food giver pertama pada bayi serta sebagai koki keluarga. penulis-penulis laki-laki juga menggunakan makanan dalam tulisan mereka. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. Bagaimanakah peran dosen dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 22 masih banyak lagi. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? b. Oleh karena itu. seperti mengkritik bahkan menolak peran mereka sebagai penyaji makanan. Namun yang paling sering ditampilkan oleh penulis perempuan adalah mengenai isu domestisitas. Namun tidak sedikit juga penulis perempuan menggunakan makanan untuk merayakan peran perempuan dalam lingkup domestik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra motivasi berprestasi.

bahaya atas mentalisme yang berlebih serta yang terpenting bagaimana individu berhubungan dengan masyarakat. Secara bersama-sama. dan Margaret Atwood melihat makanan sebagai realitas sosial. berperan dalam bidang politik serta mendapat kesetaraan hak. Selain mengukuhkan identitas perempuan. kemiskinan. Doris Lessing. Selain masyarakat patriarki dan feminis. Namun ketika perempuan tidak mampu untuk menyajikan makanan dan memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga maka ia akan dianggap 'cacat' oleh masyarakat. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokohtokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? b. 3-4) 126 4 d. seksualitas dan konstruksi jender. dan Angela Carter4 menggunakan makanan dalam karya-karya mereka untuk menampilkan perilaku sosial dan individu. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 2. politik seksual. Perubahan perumusan masalah untuk poin dua ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. pemahaman silang budaya. Pemberian label tersebut menjadikan perempuan kehilangan posisi dalam keluarga. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? f. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? b. misteri pembunuhan. Ia menghubungkan makanan dalam novel-novelnya dengan politik opresi serta kebebasan dan tanggung jawab individu. Perempuan dapat mengatur kepada siapa saja makanan diberikan dan berapa banyak makanan tersebut diberikan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? d. seks. karya sastra juga menggunakan makanan untuk menampilkan berbagai isu. Masyarakat patriarki menggunakan fungsi dan peran perempuan dalam rumah tangga untuk mencegah mereka melakukan aktivitas di luar rumah. para feminis melihat makanan sebagai ajang kontestasi kekuasaan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra perempuan. Perubahan perumusan masalah untuk poin tiga ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Angela Carter dalam beberapa novelnya menghubungkan makanan dan proses makan dengan kekuasaan. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 23 . seperti mendapat pekerjaan. Perempuan menjadi sulit untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta? 3. Doris Lessing pada novel-novel realisnya banyak mengangkat permasalahan identitas diri dalam masyarakat modern. seni. (Sceats 2000. pendidikan. Ketergantungan anggota keluarga lain pada perempuan dalam hal makanan menjadikan perempuan memegang kekuasaan penuh atas kelangsungan hidup dan pemenuhan nutrisi mereka. masalah-masalah psikologis. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? c. Mereka melihat bahwa makanan dapat memberikan kekuasaan pada perempuan namun juga dapat dipakai untuk menguasai perempuan. nasionalisme. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? e. Penulis-penulis perempuan abad 20 seperti Margaret Atwood.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. Bagaimana penulis merepresentasikan nilai-nilai edukatif melalui karakter utama dalam novel “David Copperfield” sehingga dapat dipahami oleh pembaca? b. Lewat makanan masyarakat patriarki mengidentikkan perempuan dengan wilayah domestik di mana perannya adalah melayani keluarga. Bentuk pelayanan tersebut mengukuhkan identitas perempuan dalam masyarakat patriarki. 2. Eratnya hubungan antara perempuan dan makanan serta penggunaan makanan oleh masyarakat patriarki dalam membentuk citra perempuan dilihat oleh para feminis sebagai alat untuk menampilkan identitas perempuan. Tidak terlalu luas Perumusan masalah tidak boleh bersifat terlalu luas. Mereka membentuk citra perempuan lewat kemampuannya dalam mempersiapkan makanan bagi anggota keluarga. Kemampuan mereka dalam memasak menjadikan mereka juga mampu mengurus keluarga. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? Contoh perumusan masalah yang tidak jelas: a. Feminis melihat pengukuhan identitas perempuan yang terkait dengan wilayah domestik membatasi ruang lingkup 125 . dan siapa responden yang harus terlibat. Jelas Masalah harus dirumuskan secara jelas sehingga dapat dimengerti apa yang menjadi pokok kajian dalam suatu penelitian. Contoh perumusan masalah yang jelas: a. seperti apa metode dan analisis data yang digunakan. Di lain pihak ketika perempuan tidak mampu untuk mengolah makanan maka ia akan kehilangan identitas diri sebagai perempuan yang sesungguhnya dalam masyarakat dan dianggap sebagai perempuan yang tidak lengkap (Van Esterik). Apakah prediksi yang bisa dibuat antara adanya dua hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan. Stereotip ini muncul akibat penempatan perempuan di wilayah domestik. Bagaimana perempuan berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Kejelasan perumusan masalah dapat diperoleh melalui penggunaan pola-pola kalimat efektif yang tidak banyak mengandung anak kalimat sehingga menjadi terlalu kompleks dan tidak jelas subjek dan predikatnya. Masyarakat menjadikan makanan sebagai salah satu ukuran seberapa baik seorang perempuan mengurus keluarga dan membesarkan anak. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. Ketika perempuan mampu menyajikan makanan yang bernutrisi kepada seluruh anggota keluarga maka ia akan dinilai sebagai ibu dan istri yang baik. Berikut adalah beberapa ciri perumusan masalah yang baik: 1. Luasnya 24 Masyarakat patriarki melihat makanan beserta ritualnya sebagai tugas domestik perempuan. dan bagaimana perempuan rela untuk lapar demi terpenuhinya kebutuhan nutrisi keluarga. apa dan bagaimana pengumpulan data. bagaimana perempuan rela mengorbankan kepentingannya demi memenuhi kebutuhan keluarga. Ciri-ciri Perumusan Masalah yang Baik Problem penelitian yang dirumuskan secara baik akan memudahkan peneliti untuk menentukan beberapa hal penting yang berkaitan dengan rancangan penelitian. Bagaimanakah unsur intrinsik dalam novel “David Copperfield” yang pembaca peroleh dan latar belakang historis pengarangnya yang mempengaruhi pengembangan unsur cerita? b. tampil dalam hubungan perempuan dengan makanan beserta ritualnya. Citra perempuan yang ideal untuk menjadi istri dan ibu adalah perempuan yang mampu memasak. Penggambaran perempuan ini merupakan bentuk stereotip citra perempuan menurut masyarakat patriarki.

Tidak mengandung unsur subjektif Perumusan masalah juga tidak boleh mengandung unsur-unsur subjektif peneliti. Kendali penuh terhadap makanan ini dapat digunakan perempuan dalam menunjukkan posisi dan kekuasaannya dalam keluarga. seperti tidak menyantumkan aspek waktu dan tempat secara spesifik. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. citra perempuan dalam media. seperti mengandung problem yang sangat sangat spesifik sehingga tidak mungkin untuk diteliti. Contoh: a. Contoh: a. atau perumusan tersebut memang mengadung hal-hal yang sangat luas sehingga tidak mungkin untuk diteliti. Bagaimanakan kesusasteran Inggris dikembangkan? b. Salah satu pengetahuan dan pengalaman perempuan yang sering dijadikan alat untuk mengangkat isu perempuan adalah makanan serta berbagai ritual3 yang menyertainya. Apakah masalah itu perlu dan berguna untuk dipecahkan? b. pekerjaan. Bagimanakah perubahan makna “house” yang terjadi sejak bahasa Inggris kuno sampai modern? 4. pengolahan bahan makanan. Ini disebabkan karena perempuan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan makanan. pendidikan. penyajian. Tidak terlalu sempit Perumusan masalah juga tidak boleh bersifat terlalu sempit. 3 Ritual yang dimaksud adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan makanan seperti penentuan menu makanan. Bagaimanakah peran American Corner dalam pengembangan kemampuan mahasiswa semester VI Jurusan BSI dalam melafalkan bunyi /f/ dalam bahasa Inggris? b. Contoh: a. Bagaimanakah pengalaman saya dalam membangun suasana demokratif dalam kelas percakapan bahasa Inggris untuk mahasiswa semester IV Jurusan BSI? b. masalah bisa terjadi karena beberapa hal. peracikan. Hal-hal lian yang perlu dipertimbangkan: a. bentuk opresi yang dialami oleh kedua kelompok ini tidak sama. Perempuan kulit putih hanya mengalami opresi dari laki-laki kulit putih saja. Apakah pemecahan masalah tersebut membutuhkan kepandaian tertentu? 25 124 . Perempuan menjadi pelaksana utama pengolahan dan penyajian makanan. Bagaimanakah suka duka mahasiswa semester VIII Jurusan BSI dalam menyusun skripsi sebagai tugas akhir? 5. Mereka melihat tiap perempuan memiliki kepentingan dan keinginan yang bisa sama atau berbeda dalam memperjuangkan haknya. Seluruh kelompok dan gerakan yang menjadikan perempuan sebagai wacana pada dasarnya mengangkat masalah yang sama yaitu politik. Bagaimanakah penggunaan bahasa Inggris di Asia? 3. Yang membedakan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya adalah pengalaman mereka. bagaimana cara pengolahannya dan untuk siapa makanan tersebut disajikan. hingga tradisi makan bersama.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebih spesifik ini menandakan bahwa perempuan mulai lebih memfokuskan diri pada isu-isu kesetaraan hak berdasarkan atas pengalaman masing-masing. dan keluarga. sehingga hasil penelitian yang diperoleh bersifat sangat subjektif dan personal. Walaupun sama-sama mengalami opresi dari masyarakat patriarki. Kelompok feminisme kulit putih dan kulit hitam memiliki pengalaman yang berbeda. Mereka memegang kendali penuh atas pemilihan menu makanan. namun perempuan kulit hitam selain mengalami opresi dari laki-laki kulit hitam juga mendapat opresi dari masyarakat kulit putih. Sempitnya masalah bisa terjadi karena beberapa hal. Berbedanya pengalaman yang dialami oleh dua kelompok ini menjadikan mereka mengangkat isu yang berbeda pada masalah yang sama.

Pada tahun 1966 The National Organisation of Women (NOW) berdiri dengan Bety Friedan sebagai salah satu pendirinya. liberal. politik dan ekonomi. Apakah masalah itu memberikan sesuatu yang baru yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum dan kalangan akademis? e. lesbian. Bagi masyarakat patriarki perempuan memiliki bentuk biologis yang tidak sesempurna laki-laki. Apakah terdapat data yang cukup untuk memecahkan masalah tersebut? Masyarakat menjadikan perbedaan seks sebagai dasar dalam membentuk jender. Menjadi perempuan dengan segala sifat dan karakteristik yang menempel padanya dibentuk oleh masyarakat (Selden. Tulisan-tulisan tersebut berusaha membalik pandangan masyarakat patriarki mengenai perempuan. Hal tersebut disebabkan oleh cara pandang mereka terhadap perempuan yang hanya melihat bentuk fisik. dan masih banyak lagi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c. Kata feminisme mulai diperkenalkan pada tahun 1890-an. sosialis. Tahun 1963 dengan diterbitkannya buku The Feminine Mystique oleh Betty Friedan menandakan munculnya gerakan feminisme gelombang kedua. Kelompok-kelompok gerakan feminisme yang Feminisme merupakan istilah yang dipakai oleh gerakan perempuan yang menginginkan pengakuan dan kesetaraan hak dalam masyarakat. muncul gerakan Women's Rights and Women's Suffrage yang menekankan pada perubahan kedudukan perempuan dalam sosial. Selain itu muncul kelompokkelompok gerakan feminisme seperti feminisme kulit hitam. Semua penggambaran dan karakteristik mengenai perempuan yang menunjukkan mereka sebagai kelas kedua merupakan konstruksi dari masyarakat patriarki. Konstruksi yang dibangun masyarakat patriarki terhadap perempuan ini dikritik oleh tulisan-tulisan di atas. Selain ditampilkan dalam bentuk tulisan. 2 Feminisme gelombang pertama dimulai pada abad ke-19 dan berakhir pada tahun 1949. Feminisme gelombang pertama ini menekankan pada pendidikan. yang masingmasing memfokuskan pada aspek tertentu mengenai perempuan. pekerjaan dan hukum pernikahan. 1 26 123 . Dalam perkembangan feminisme1 gelombang pertama (first wave)2. Perempuan tidak memiliki kekuatan fisik seperti laki-laki. Apakah masalah itu menarik dan menantang untuk diselesaikan? d. wacana perempuan juga tampil dalam bentuk gerakan sosial. 1998: 210).

. Simone de Beauvoir dalam bukunya yang cukup berpengaruh. Salah satu yang diperjuangkan adalah hak asuh anak. Relevan berarti sumber-sumber bacaan merupakan naskah-nasakah cetak dan elektronik yang benar-benar sesuai dan terkait erat dengan permasalahan yang sedang dikaji.. peneliti sudah dapat mencari teori-teori. Jika laki-laki mampu menentukan eksistensi dirinya. The Second Sex (1949). yang memaknai penciptaan Hawa dengan pemaknaan baru. Pada abad 20 makin banyak tulisan-tulisan perempuan yang mengangkat masalah dan posisi perempuan dalam masyarakat. pendidikan dan informasi (Selden. maka laki-laki memberikan makna atas diri perempuan berdasarkan atas kondisi fisik mereka (Tong. Tulisan-tulisan tersebut mengulas perempuan dari sudut pandang yang selama ini tidak disentuh oleh masyarakat patriarki. Sedangkan up to date berarti naskah-naskah cetak dan elektronik tersebut berasal dari penerbitan terkini. Walaupun perjuangan tersebut belum menghasilkan sesuatu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra terbitnya tulisan Jane Anger. dan mengembangkan instrumen sesuai dengan variabel yang diteliti untuk penelitian kuantitatif. kecuali 27 . perempuan memperjuangkan kedudukan mereka terutama dalam bidang hukum. perubahan sikap perempuan terhadap dirinya menjadi landasan bagi perjuangan perempuan berikutnya. Her Protection for Women. kajian kepustakaan dapat membantu peneliti menganalisis hasil penelitian. maka perempuan kebalikannya. 2001: 6-7). atau mengembangkan pedoman wawancara dan observasi untuk penelitian kualitatif. terutama di Inggris. Pada tahun-tahun tersebut di wilayah Eropa. Ia melihat bahwa perempuan bukanlah makhluk kelas kedua. Penentuan perempuan sebagai liyan disebabkan oleh perbedaan biologis antara lakilaki dan perempuan. 122 3 KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS A. melainkan makhluk terbaik karena diciptakan setelah Adam sehingga '. karena secara hukum anak adalah milik ayah. konsep-konsep. Virginia Woolf dalam dua novelnya A Room of One's Own (1929) dan Three Guineas (1938) menampilkan karakter perempuan yang menuntut hak mereka baik itu dalam bidang hukum. Selain itu. dan asumsiasumsi yang dapat dijadikan landasan teoretis untuk penelitian yang akan dilaksanakan. berargumen bahwa perempuan adalah liyan karena perempuan bukan laki-laki. Menurutnya sex lebih mengacu pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. 1998: 9). sedangkan jender merupakan pemaknaan atas perempuan yang dikonstruksi oleh masyarakat. Hal ini perlu dilakukan agar penelitian tersebut memiliki pijakan dan dasar yang kokoh. Selanjutnya de Beauvoir memperkenalkan istilah seks dan jender. Perbedaan biologis ini yang menjadikan perempuan berada pada posisi rendah dalam masyarakat. 1998: 207).logically. Kajian Kepustakaan Berdasarkan masalah yang sudah dirumuskan. sehingga hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan. Eve is last and best' (Gamble. Berdasarkan kajian kepustakaan peneliti dapat merumuskan hipotesis. Kajian kepustakaan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai sumber bacaan yang relevan dan up to date. sehingga ditemukan hasil yang lebih baik. Ia tidak mampu menentukan makna dirinya.

karena perempuan tidak memiliki penis seperti laki-laki. yang disebut penis envy. Penalaran deduktif yang bersifat pembuktian teori atau konsep digunakan untuk memerikan teori-teori atau konsep-konsep umum yang berkaitan dengan masalah penelitian sehingga diperoleh jawaban atau hipotesis yang tepat. Aristoteles mengatakan bahwa laki-laki adalah bentuk dan perempuan adalah matter. Keadaan seperti ini menyebabkan perempuan yang berada dalam wilayah patriarki menjadi terpinggirkan keberadaannya. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. disertasi. Pengkondisian perempuan sebagai makhluk yang lemah. John Donne (2002) dalam puisinya Air and Angels melihat bahwa tubuh perempuan tidak sesempurna tubuh laki-laki. Penalaran sistesis merupakan upaya-upaya pemaduan dan pengembangan dari berbagai teori dan konsep untuk 28 A. tesis. Segala kebutuhan. Matter adalah sesuatu yang abstrak dan akan berwujud jika ada form. Bahan bacaan sebagai sumber rujukan dapat dibedakan menjadi dua kelompok: rujukan umum dan khusus. Latar Belakang Masalah Penggambaran perempuan sebagai makhluk lemah yang tidak setara dengan laki-laki telah berlangsung lama. dan induktif yang bergerak dari fakta ke teori. hukum dan bahkan dalam keluarga. buletin penelitian. seorang pemikir Kristiani.laki (The New Encyclopedia Britannica. Kesadaran perempuan akan posisinya dalam masyarakat mulai muncul pada tahun 1550-1700. Supaya dapat memperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. ensiklopedia. Masyarakat dengan keadaan seperti ini disebut sebagai masyarakat patriarki. Konsep ini diambil oleh Thomas Aquinas. Perempuan tidak akan berperan dan berarti tanpa kehadiran laki. sehingga diperoleh alternatif jawaban yang lebih tepat. atau sintesis. Sumber-sumber rujukan tersebut harus dibaca dan dikaji dengan menggunakan berbagai metode penalaran sehingga diperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. Penalaran induktif yang bersifat penemuan teori-teori atau konsep-konsep digunakan untuk memperoleh generalisasi dari berbagai temuan penelitian. hak dan keinginan mereka hadir setelah segala kebutuhan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra naskah-naskah klasik yang monumental dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Berbeda dengan penalaran deduktif yang bergerak dari teori ke fakta. hak dan kepentingan laki-laki dipenuhi. Segala keputusan yang menyangkut perempuan diserahkan pada laki-laki yang menentukan apa yang terbaik bagi perempuan. Oleh karena itu kepentingan perempuan selalu berada setelah kepentingan laki-laki. peneliti harus membekali diri dengan sumbersumber rujukan yang relevan. Rujukan umum yang memuat konsep-konsep dan teori-teori dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk buku-buku teks. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. baik secara terpisah maupun secara terpadu. penalaran sintesis memiliki gerak yang lebih bebas. peneliti memanfaatkan penalaran deduktif. Sigmund Freud mengatakan bahwa perempuan memiliki kecemburuan terhadap laki-laki. Ia melihat bahwa laki-laki adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna sedangkan perempuan adalah laki-laki yang tidak sempurna (Selden 1993: 203). Dalam kajiannya. menjadikan dirinya sebagai makhluk kelas kedua dalam masyarakat. baik secara fisik maupun intelektual. dan sumber-sumber lain yang memuat laporan hasil penelitian. Beberapa pemikir mendeskripsikan perempuan dengan ciri-ciri yang stereotip. Ini ditandai dengan 121 . 2003: 883). induktif. Laki-laki merupakan yang utama sedangkan perempuan hanya pelengkap. Mereka tidak memiliki posisi dalam masyarakat. Adapun rujukan khusus yang biasanya memuat generalisasi-generalisasi yang ditarik dari hasil penelitian dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk jurnal. monograf dan sebagainya.

hipotesis yang diturunkan dari berbagai toeri yang mendasari penelitian tersebut dianggap sebagai yang paling mungkin dan paling tinggi taraf kebenarannya. Selanjutnya. Dalam hal ini. hipotetsis harus disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan hal-hal berikut: 29 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN SASTRA MAKANAN DAN RITUALNYA SEBAGAI REPRESENTASI PEMBENTUKAN IDENTITAS TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL FASTING FEASTING TIM PENELITI 120 . hipotesis lebih banyak berperan sebagai generalisasi hasil penelitian yang masih perlu diuji kebenarannya lebih lanjut dalam penelitian kuantitatif. Hipotesis merupakan pernyataan atau jawaban tentative mengenai suatu masalah yang belum dibuktikan kebenarannya secara empiris. istilah hipotesis tidak begitu lazim digunakan karena hipotetsis tidak dapat berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap masalahmasalah yang cenderung bersifat lebih terbuka. Agar hipotetsis dapat diuji kebenarannya secara mudah. Hipotesis dapat dianggap sebagai pernyataan mengenai kaadaan populasi yang perlu diuji kebenarannya melalui data-data yang diperoleh dari sampel. hasil penalaran tersebut dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek tertentu yang menjadi perhatian peneliti.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 11 PROPOSAL PENELITIAN SASTRA menemukan teori dan konsep baru yang lebih relevan dengan masalah yang sedang diteliti. dalam penelitian kualitatif. hipotesis merupakan salah satu atibut penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi jawaban dari masalah yang diteliti. Hipotesis Dalam penelitian kuantitatif. tentu saja kegiatan penelitian lainnya menjadi lebih mudah dilaksanakan. B. Dengan cara pengelompokan dan perekaman hasil kajian kepustakaan tersebut. Sebaliknya. hipotesis masih tetap diperlukan tetapi dengan fungsi yang berbeda. Sebenarnya dalam penelitian kualitatif. Sebagai jawaban sementara. dan dicatat atau direkam secara rapi agar dapat dipergunakan secara cepat bila sedang dibutuhkan.

Hipotesis seperti itu lebih banyak digunakan dalam penelitian komparatif. Mu lyasa.G.– Tomlinson. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Brian Materials Development in Language Teaching. Secara umum hipotesis dapat dibedakan menjadi dua. Yang pertama adalah hipotesis yang menyatakan tentang saling-hubungan antara dua variabel atau lebih yang banyak digunakan dalam penelitian korelasional. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language. and Wayne A. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data dan statistika yang digunakan. yakni hipotesis yang menyatakan hubungan dan hipotesis yang meyatakan perbedaan. 30 119 . yang seringkali diterima sebagai kesimpulan sebagai akibat dari penolakan hipotesis nol (HO) Contoh hipotesis nol (HO): 1. 1998. Cambridge: Cambridge University Press. Judith M. Nuttal. dan 3. Robert Karlin. Sebaliknya. King. Martinis. Teaching Reading in High School. Michigan: Ulrih’s Books. Secara khusus berkenaan dengan pengambilan kesimpulan atau generalisasi. London: Heinemann Educational Books. Yang kedua adalah hipotetsis yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda-beda. 2003. Bandung: Angkasa. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. 1987. dan Djago Tarigan. Tangan H. Smith. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. Readability. E. Jakarta: Gaung Persada Press. 2. 1984. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. 2003. Inc. 1986. Hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif negatif itu biasanya disebut dengan hipotesis nol (HO) yang berfungsi sebagai hipotesis penelitian. Rumusan hipotesis harus mengandung pertautatan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis harus dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang dirumuskan secara padat dan jelas. Yamin. hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif positif yang menyatakan adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih disebut dengan hipotesis alternatif (HA).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia tidak sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. kansep karakteristik. New York: Harper & Row Publisher. hipotesis yang biasanya diuji adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih. dan implementasi.

Susan Teaching English in the Primary Classroom. Huda. 1990.Rudolf How to Write Plain English http://www.(Lima belas juta rupiah). Hamalik. 1991. Jakarta: Pusat Kurikulum. 1992. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. 1994. 3. Nevile Making the Most of Your Textbook . Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris 118 31 .M. Daftar Kepustakaan Ahmad. Harmer.ac. 15. 1987. Dasar-Dasar Perkembangannya. Bandung: Mandar Maju. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp.htm). 1999. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. Malang: IKIP Malang Publisher. Hadley. Bandung: Pustaka Setia. Ellis. Kurikulum Berbasis Kampetensi. Kurikulum dan Hasil Belajar. 2003. London and New York: Longman. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah.mang. H. London: Longman Group. J. Anonim.000. Jeremy The Practice of English Language Teaching. Flesch. Helliwell.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 5 Penulisan laporan Seminar Proposal Penelitian Bahasa & Sastra I. canterbury. Alice Omagio Teaching Language in Context. Dkk. Grant. 1998.000. 3. Harmer. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends.nz/ urseinfo/AcademicWriting/Flesch. London: Longman. Balitbang Depdiknas.. Boston: Heinle & Heinle Publishers. 2003. Rod The Study of Second Language Acquisition (Oxford: Oxford University Press. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris Hipotesis hipotesis alternatif (HA): 1. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. 1993. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Oemar Pengembangan Kurikulum.

Meskipun demikian. seperti menandai. dan kesesuaian 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. Seluruh kata berimbuhan yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. penelitian ini akan menggunakan 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA digunakan di sekolah-sekolah di Jakarta. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama empat bulan dari Januari sampai dengan Juli 2005. Sedangkan data yang berhubungan dengan tingkat keterbacaan buku teks dianalisis dengan teori Flesch Reading Ease. binatang. NO 1 2 3 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data BULAN JAN FEB MAR APR MEI V V V V V 117 A. Seluruh kegiatan akademik mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bila sensus tidak mungkin digunakan. maka sampel merupakan jalan keluar utamanya. Seluruh mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN 3. sehingga sensus dapat dilakukan. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya pada sumber data. sehingga sensus sama sekali tidak dapat dilakukan. Metode Penelitian ini merupakan penelitian isi atau content analysis yang berusaha untuk menggali bukti-bukti empiris mengenai tingkat keterbacaan. H.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 POPULASI DAN SAMPEL 1. dalam populasi terhingga sensus seringkali tidak dapat dilakukan. Sampel dapat diartikan 32 . Unit Analisis Sebagai unit analisis. Analisis Data Data verbal yang berkaitan dengan kesesuaian buku teks dengan kurikulum akan dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan apa yang terdapat dalam buku dengan apa yang ditetapkan dalam kurikulum 2004. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. Populasi takterhingga (takterjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang takterhingga jumlahnya. barang. 4. kualitas. Populasi terhingga (terjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang terhingga jumlahnya. mengelompokkan. Kasus. Pengertian Populasi dapat diartikan sejumlah kasus yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. Populasi dibedakan menjadi dua. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data yang dibutuhkan dengan berbagai cara. 2. hal ataupun peristiwa. Contoh: 1. 3. dalam hal ini dapat diartikan sebagai orang.

Penggunaan sampel dalam penelitian didasari oleh beberapa alasan. Umpamanya. d) Nilai. yang kedua mengacu pada cara pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel. dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. seperti biaya. pemahaman. yaitu kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian sebagai berikut. Contoh (berdasarkan contoh populasi di atas): 1. yaitu sesuatu yang dimiliki individu untuk melakukan tugas ataupun pekerjaan yang dibebankan kepadanya. ketepatan. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. 3. d) Sumber belajar bukan hanya guru. yaitu perasaan (senang-tidak senang. Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi menurut Depdiknas (2003: 42) adalah: a) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. KBK dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas standar tertentu. cluster sampling (sampling kelompok). dan proportional sampling (sampling proporsional). dan e) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan suatu kompetensi. Seluruh mahasiswa semester VI jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN yang telah mengambil matakuliah reading 1 – 4. Dari pemaparan di atas. dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran. yaitu suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu di dalam diri seseorang. kemampuan. Sampling (Teknik Pengambilan Sampel) Berdasarkan kemungkinan yang dimiliki seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok pertama adalah random sampling (sampling acak). sebaliknya. Seluruh kata berimbuhan il-. e) Sikap. pengambilan sampel dibedakan menjadi dua: probability sampling dan non-probability sampling. sukatidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar. KBK merupakan sebuah kurikulum yang mengacu pada kurikulum modern jika dilihat dari karakteristiknya. stratified sampling (sampling strata).yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan. percobaan yang sifatnya merusak. Yang pertama mengacu pada cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel. G. waktu. sikap. Seluruh kegiatan diskusi dan seminar berbahasa Inggris yang diikuti mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN pada tahun akademik 2005-2006 B. f) Minat. 33 . berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. dan ekonomi. ketelitian. Random sampling adalah pengambilan sampel dari populasi yang homogen secara acak atau tidak sistematis. c) Penggunaan pendekatan dan metode yang bervariasi. b) Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta. ir.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c) Kemampuan. 116 sebagai sebagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri umum yang dimiliki oleh populasi. im.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang dipilih secara acak karena populasi diduga bersifat homogen. Stratified sampling adalah pengambilan sample dari populasi berstrata umpamanya, pengelompokan masyarakat berdasarkan warna kulit, status sosial, usia, atau pendidikan, yang masing-masing strata terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Arab dan kemampuan bercerita dalam bahasa Arab mahasiswa semester III Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2005-2006, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester tiga tersebut yang berlatar pendidikan SMA, MAN, dan pesantren; dan sampelnya adalah ±120 yang diambil dari masing-masing strata sebanyak 40 orang mahasiswa. Cluster sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berkelompok, umpamanya berdasarkan wilayah, yang masing-masing kelompok terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta; dan sampelnya adalah ±150 yang diambil dari masing-masing wilayah DKI Jakarta sebanyak 30 orang mahasiswa. Proportional sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berstrata atau berkelompok yang masing strata/kelompok terwakili secara proporsional sesuai dengan jumlah anggotanya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris
34

merumuskan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk mendapatkan ijasah. Inti dari pengertian ini adalah adanya aspek keharusan bagi setiap siswa untuk mempelajari mata pelajaran yang sama. Faktor minat dan kebutuhan siswa tidak dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum, dan yang paling menonjol adalah guru sebagai center dari semua kegiatan. Artinya gurulah yang aktif dalam belajar, sedangkan siswa lebih bersifat pasif belaka. Tujuan mempelajari mata pelajaran hanya semata-mata untuk memperoleh ijasah, yang berarti ijasah adalah tujuan belajar dan menguasai mata pelajaran berarti telah mencapai tujuan belajar. Berbeda dengan pandangan lama, pandangan baru lebih menekankan pada pengertian kurikulum sebagai keseluruhan aktivitas, pelajaran, dan pengalaman belajar yang harus siswa peroleh dalam pengawasan sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas (Hamalik, 1990: 11). Inti dari perumusan ini adalah tafsiran kurikulum bersifat luas, kurikulum bukan saja terdiri dari mata pelajaran (courses) tetapi meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah dan siswa menjadi pusat belajar, bukan lagi guru. Jauh sebelum pemerintah mencanangkan KBK, para praktisi pengajar telah banyak mendiskusikan dan mendefinisikan arti dan kata kompetensi itu sendiri. Kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan dijadikan sebagai landasan penyelenggaraan proses pembelajaran dan penilaian siswa (Yamin, 2003: 128-9). Menurut Gordon yang dikutip Mulyasa (2003: 38-9), beberapa aspek yang terkandung di dalam konsep kompetensi adalah: a) pengetahuan, yaitu kesadaran dalam bidang kognitif; b) Pemahaman,yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu.
115

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

206.835 – (1.015 x ASL) – (84.6 x ASW). Keterangan: ASL: Average Sentence Length, yakni jumlah kata dibagi dengan jumlah kalimat ASW: Average number of syllables per word, yakni jumlah sukukata dibagi dengan jumlah kata. Secara bertahap terdapat enam langkah dalam pengukuran tingkat keterbacaan dengan menggunakan rumus Flesch Reading Ease, yakni: a) menghitung jumlah seluruh kata; b) menghitung jumlah seluruh sukukata; c) menghitung jumlah seluruh kalimat; d) menghitung rata-rata jumlah sukukata perkata; e) menghitung rata-rata kata perkalimat; dan f) menentukan skor keterbacaan dan menafsirkan hasilnya. Ketentuan yang digunakan adalah skor 0 berarti tidak terbaca, 100 berarti sangat mudah, dan 60 berarti tingkat keterbacaan yang baik 5. Kurikulum Berbasis Kompetensi Ditinjau dari asal katanya, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu kata “currere”, yang berarti jarak tempuh lari. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dan start sampai dengan finish. Jarak dan start sampai dengan finish ini yang disebut “currere’. Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung untuk menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. Seorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan, maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (Ahmad dkk, 1998: 9-14). Dari segi terminologi, pengertian kurikulum dibedakan manjadi dua, yakni menurut pandangan lama dan pandangan baru. Menurut pandangan lama, Hamalik (1990: 4)
114

mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta: Jakarta Pusat 200 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 300 orang mahasiswa, Jakarta Utara 100 orang mahasiswa, Jakarta Barat 250 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 200 orang mahasiswa. Bila masing-masing wilayah diwakili oleh 10% dari populasi yang dimiliki, maka sampel untuk masingmasing wilayah adalah: Jakarta Pusat 20 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 30 orang mahasiswa, Jakarta Utara 10 orang mahasiswa, Jakarta Barat 25 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 20 orang mahasiswa. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok kedua adalah systematic sampling, quota sampling, accidental sampling, purposive sampling, saturation sampling, dan snowball sampling. Systematic sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen berdasarkan urutan tertentu, seperti setiap urutan ke-10 dan kelipannya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang nama lengkapnya terdiri dari tiga kata. Quota sampling adalah pengambilan sampel dari populasi homogen yang jumlahnya dibatasi atau ditentukan berdasarkan kondisi tertentu, seperti setiap 1000 warga hanya diwakili oleh satu orang warga. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Indonesia masyarakat di kota-kota besar Indonesia, maka populasinya adalah seluruh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar (anggap empat kota besar). Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, setiap 250.000 jiwa diwakili oleh satu orang warga. Jadi, karena Jakarta
35

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

berpenduduk 20 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 80 orang; Surabaya berpenduduk 10 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 40 orang; Bandung berpenduduk 6 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 24 orang; dan Medan berpenduduk 4 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 16 orang. Accidental sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen melalui cara “siapa atau apa saja yang ditemui” untuk dijadikan anggota sampel. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Berbahasa Indonesia warga Jakarta Selatan pada masa reformasi 1998-2000, maka populasinya adalah seluruh warga Jakarta Selatan. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, siapa pun warga Jakarta Selatan bersedia diangkat sebagai sampel dalam penelitian hingga dianggap cukup mewakili populasinya (anggap 200 warga) Purposive sampling merupakan pengambilan sample dari populasi heterogen berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki sampel atau pertimbangan peneliti. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang telah mengambil matakuliah Bahasa Indonesia, Speaking IV, dan Public Speaking. Saturation sampling merupakan pengambilan sample yang melibatkan hampir semua anggota populasi tetapi bukan sensus. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji perbedaan kemampuan apresiasi puisi komtemporer Britania antara mahasiswa yang berpendidikan SLTA dan MAN pada semester VII BSI UIN Jakarta, maka populasinya adalah seluruh mahasiswa BSI semester VII (berjumlah 150 orang) yang
36

benar-benar mandiri yang tidak perlu bantuan orang lain, sehingga tidak termotivasi untuk belajar lebih jauh. Kualitas lebih tinggi memungkinkan siswa selalu tergantung pada orang lain, sehingga tidak mandiri tetapi lebih termotiovasi untuk memperoleh hal yang baru. Keterbacaan berasal dari bahasa Inggris “readability” yang terbentuk dari morfem bebas “read” dan dua morfem terikat “able” dan “-ty” yang berarti dapat dibaca. Artinya, pesan yang terkandung dalam teks dapat ditangkap secara jelas oleh pembaca sesuai dengan target sasarannya. Secara terminologi, keterbacaan ditafsirkan berbeda-beda antara satu ahli dan ahli lain sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Meskipun terdapat perbedaan, para ahli menyepakati pada satu hal bahwa keterbacaan itu lebih mengarah pada kemungkinan suatu teks dibaca oleh seseorang. Smith dan King (198-: 3) mengartikan keterbacaan dengan tingkat kesulitan bahan bacaan yang termuat dalam buku teks. Secara lebih spesifik Karlin (1984: 99) mendefinisikan keterbacaan dengan kesesuaian antara tingkat kemampuan membaca siswa dengan tingkat kesulitan bahan bacaan melalui pernyataannya yang berbunyi “readability refers to the suitability between the reading ability and difficulty of materials. Kesulitan dalam pengertian tersebut, menurut Nuttal (1987: 4), berkenaan dengan kesulitan-kesulitan linguistik yang meliputi unsur-unsur leksikal dan gramatikal bahasa. Makin banyak jumlah kosakata dan gramatika yang tidak dipahami siswa makin tinggi tingkat kesulitan teks tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditegaskan kembali bahwa unsur leksikal atau kosakata, dan unsur gramatikal merupakan penentu tingkat kesulitan suatu teks. Kedua unsur tersebut menjadi landasan utama dalam pengembangan alat ukur tingkat keterbacaan. Salah satunya adalah Flesch Reading Ease yang dikembangkan oleh Rudolf Flesch (2003). Adapun rumus yang digunakan untuk menganalisis tingkat keterbacaan teks adalah:
113

Kualitas yang sepadan memungkinkan siswa menjadi relatif lebih mandiri. layout and design. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 65 mahasiswa yang berpendidikan SLTA. Systematic. cultural acceptabililty. methodology. dan panduan guru (price. kaset. metodologi. dan bahan pelajaran diseleksi dan gradasi. dan berikutnya sampel terpilih diminta untuk memilih abdi dalem lainnya sebagai anggota sampel. Secara spesifik aspek publikasi berkaitan dengan materi pelajaran. Snowball sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen dengan cara “bola salju”. Hal itu mencakup pertimbangan tentang tujuan yang ingin dicapai. language study activities. bagaimana tugas. Demikian seterusnya. instructions. Memperjelas apa yang dikemukan Harmer. availability. perwajahan dan desain. aspek ini juga berkenaan dengan pembagian buku menjadi beberapa unit dan subunit. accidental. Untuk memudahkan pengambilan sampel. bagian ini juga berhubungan dengan aktivitas belajar yang harus dikembangkan sesuai dengan karakteristik materi pelajarannya. latihan. and teacher’s guide). saturation Snowball sampling Stratified atau proportional sampling Cluster atau quota sampling Purposive sampling (yang bisa berbahasa Inggris) 37 Heterogen Berstrata Seluruh penduduk Jakarta berdasarkan status sosial Heterogen Seluruh penduduk Berkelompok Jakarta berdasarkan wilayah Heterogen Seluruh siswa SMA di Jakarta . Kualitas yang lebih rendah membuat siswa menjadi terlalu percaya diri. tipe silabus. dan bahkan 112 berpendidikan SLTA dan MAN. topik. Adapun sampelnya untuk pertama kalinya ditentukan berdasarkan kriteria lama pengabdiannya. 4. aktivitas latihan keterampilan berbahasa. penggunaan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketersediaan. topics. sedangkan yang berpendidikan non-SLTA dan MAN tidak dianggap sebagai sampel. keberterimaan kultural. dalam penelitian yang mengaji mengenai pola berbahasa Jawa Krama Inggil para abdi dalem kasultanan Yogjakarta. Keterbacaan Aspek substansial utama yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif adalah keterbacaan. dan daftar kata atau indeks. yakni sampel terpilih menunjuk anggota lain secara berantai sehingga terpenuhi jumlah yang diinginkan. Adapun aspek desain berhubungan dengan latarbelakang konseptual/teori yang mendasarinya. Tomlinson (1998: 193) mengelompokkan pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan buku teks bahasa komunikatif ke dalam dua kategori. aktivitas latihan bahasa. buku panduan guru. kunci jawaban. Karakteristik populasi dan samplingya. Selain itu. video. yakni publikasi dan desain. Kriteria ini bergayut erat dengan kualitas teks-teks yang manjadi dasar pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris di dalam buku teks: apakah teks-teks tersebut sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Selain itu. CIRI-CIRI POPULASI Homogen CONTOH POPULASI Seluruh mahasiswa UIN SAMPLING YANG COCOK Random. Umpamanya. Aspek publikasi berhubungan dengan tampilan fisik materi pelajaran sebagai satu kesatuan buku pelajaran. dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. instruksi. Tabel 1. dan buku kerja. maka populasinya adalah seluruh abdi dalem kasultanan Yogjakarta. lebih rendah atau lebih tinggi dari kemampuan siswa. language skill activities. dan 70 orang mahasiswa yang berpendidikan MAN. perhatikan karakteristik populasi dan samplingnya seperti berikut. sehingga diperoleh jumlah anggota sampel yang relatif representatif. urut-urutan pelajaran.

Kegiatan belajar menjadi makin terarah dan siswa terus termotivasi dalam belajar karena mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dengan pelajaran yang telah dan akan dipelajari. Hadley (1994: 484) merinci beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. e) penjelasan aspek gramatikal dalam konteks penggunaan bahasa. Data yang tidak tepat berpengaruh terhadap kesahihan kesimpulan yang diambil. kemampuan linguistik. d) perpaduan antara kemampuan fungsional dan gramatikal. kemampuan analisis pusisi klasik bahasa Inggris. bahan-bahan bacaan. penguasaan kosakata. kemampuan pragmatik. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. f) kesesuaian tema. Tentu saja ketepatan guru dalam penggunaan buku teks dapat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan kegiatan belajar yang dikembangkannya. Untuk mendapatkan data yang akurat diperlukan instrumen penelitian yang tepat. yakni: a) kontekstualisasi aktivitas latihan berbahasa yang membiasakan siswa dengan budaya bahasa sasaran. 3. terdapat aspek-aspek lain yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif sebagai buku pegangan siswa. IQ. dan aktivitas latihan berbahasa dengan kebutuhan dan minat siswa. secara substansial guru dapat menentukan buku teks bahasa komunikatif mana yang dapat digunakan sebagai buku pelajaran bahasa Inggris bagi siswa pada tingkat tertentu. Menurut Harmer (2003: 301). pemilihan buku teks bahasa komunikatif perlu memperhatikan: harga. Pengertian Penelitian yang baik sangat tergantung pada ketersediaan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Ditinjau dari segi bidang atau domain yang diukur. dan kemampuan menerjemahkan. Pemilihan Buku Teks Bahasa Selain aspek substansial sebagaimana dijelaskan di atas. seperti kemampuan gramatika. Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut. kreativitas berbahasa.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5 INSTRUMEN PENELITIAN A. c) penggunaan bahan-bahan yang berbentuk autentik. 111 . Tes merupakan instrumen penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan kognitif dan psikomotor seseorang dalam bidang-bidang atau keterampilan tertentu. b) pengembangan aktivitas belajar berbasis kerja kelompok dan interaksi komunikasi. instrumen penelitian dibedakan menjadi dua. Nontes merupakan instrumen penelitian yang 38 Mempertegas ciri-ciri tersebut. kemampuan berbicara. kemampuan membaca. dan g) integrasi aspek kultural ke dalam bahan-bahan pelajaran dan aktivitas latihan berbahasa. kemampuan menulis. tes dan nontes. Instrumen penelitian dapat didefinisikan sebagai alat atau cara yang digunakan untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. kemampuan menyimak.

dan menghasilkan skor yang sama bila dikoreksi oleh beberapa orang penilai. e) lebih taat pada silabus dan kepentingan ujian (Grant. dan biasanya menghasilkan penilaian yang berbeda antara satu penilai dengan penilai lainnya. Mid tes. ciricirinya adalah: a) menekankan fungsi komunikatif bahasa. seperti tes mengarang. kebiasaan membaca novel roman. dan pretes. Adapun ciri-cirinya dapat digambarkan sebagai berikut: a) menekankan aspek bentuk dan kaedah bahasa. tes diagnosa. b) terfokus pada pengembangan keterampilan membaca dan menulis. buku teks komunikatif memuat materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi. d) mementingkan keakuratan daripada kelancaran berbahasa. Tes objektif merupakan tes yang menuntut satu jawaban yang paling benar. terdapat beberapa jenis tes. TOEFL. Tes kemampuan (profeciency test) merupakan tes yang digunakan untuk mengukur sejauhmana seseorang menguasai bidang tertentu sesuai dengan apa yang dipersyaratkan tanpa harus mengikuti program belajar. Tes ditinjau dari sudut cara penyekoran dibedakan antara tes objektif dan subjektif. Utamanya. Berbeda dengan buku teks tradisional. Instrumen yang berbentuk tes dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok tes. 39 . d) mengembangan keterampilan berbahasa terpadu. Tes kesiapan (aptitude test) adalah tes yang digunakan untuk melihat kesiapan seseorang untuk mengikuti program belajar. dan karakterrisasi drama bahasa Inggris klasik. seperti observasi. seperti tes pilihan ganda. seperti tes memperoleh SIM. dan quesoner. baik secara langsung maupun tidak langsung. Tes prestasi (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang mengenai sesuatu atau sejauhmana seseorang menguasi sesuatu setelah menyelesaikan suatu program belajar. seperti sikap seorang mahasiswa terhadap puisi bahasa Inggris modern. e) memanfaatkan materi yang bersifat autentik. Ditinjau dari sudut tujuan yang ingin dicapai. seperti UAS. Obeservasi merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat verbal yang mengandalkan keterlibatan peneliti. siswa dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi. 1987: 12). dengan objek yang sedang diteliti. TOEIC. b) menempatkan minat dan kebutuhan berbahasa siswa sebagai pijakan penyusunan materi pelajaran. Nontes terdiri dari beberapa jenis. c) banyak memanfaatkan bahasa pertama sebagai bahasa pengantar. 110 digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan afektif seseorang atau informasi yang tidak berkenaan dengan kemampuan kognitif. wawancara. c) menekankan pada materi pelajaran berbasis tugas. Buku teks tradisional mengacu pada buku pelajaran yang berisikan materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai sebuah sistem bunyi daripada sebagai alat komunikasi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra yang dapat membantu siswa menguasai kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran tidak dapat disebut sebagai buku teks bahasa komunikatif. Buku tersebut biasanya disebut dengan buku teks bahasa tradisional. persepsi seorang dosen terhadap daya kreativitas mahasiswa. seperti tes masuk. dan lain-lain. sedangkan tes subjektif merupakan tes yang tidak menuntut satu jawaban yang paling benar. Siswa hanya dituntut untuk mengetahui kaedah-kaedah bahasa secara teoretis. 1987: 14). dan f) menekankan pada aspek kelancaran komunikasi (Grant. prilaku berbahasa seorang anak. tetapi tidak dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa untuk komunikasi. dan lain-lain. Secara umum.

it includes both linguistic and pragmatic knowledge.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Wawancara merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan informasi verbal mengenai sesuatu dengan mengandalkan kemampuan berkomunikasi secara langsung dengan pihak responden. kemampuan komunikatif tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa guru dituntut untuk lebih selektif di dalam mimilih buku-buku teks bahasa yang tersedia di pasaran. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentukbentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Kajian Teori Definisi Konseptual Definisi Operasional Pembuatan Kisi-Kisi Penyusunan Butir Soal Uji Coba Revisi & Gandakan Instrumen Diagram Proses Pengembangan Instrumen tes Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. Kesalahan di dalam penggunaan buku teks bahasa menimbulkan akibat yang sangat fatal. Buku-buku teks bahasa yang tidak berisikan bahan pelajaran 109 .” Jadi. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. yakni kegagalan siswa menguasai kompetensi yang diharapkan. B. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah 40 buku-buku teks yang tersedia di pasaran. Quesioner merupakan wawancara yang dilakukan secara tertulis. That is. peneliti harus memperhatikan prosedur pengembangannya yang meliputi tujuh rangkaian kegiatan yang terdeskripsikan pada diagram berikut. Kedua. yakni kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran. Huda (1999:93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi dalam situasi yang sebenarnya.” Kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran sebagai kompetensi utama yang harus dikuasai siswa merupakan ciri utama yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik sebagaimana diutarakan Ellis (1994: 13) berikut ini: “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. Pandangan yang sama juga telah disampaikan oleh Hadley (1993: 4) yang mengatakan: “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Pengembangan Instrumen Tes Untuk mendapatkan isntrumen berbentuk tes yang baik.

Tiga pandangan di atas makin memperjelas pengertian buku teks bahasa sebagai buku pelajaran utama dan pelengkap yang memuat seluruh pokok bahasan. atau perguruan tinggi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra vocabulary. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir soal. keterampilan bahasa. apakah untuk siswa SLTP. Dampak positif yang dirasakan guru adalah tersedianya berbagai macam buku teks bahasa Inggris yang tersedia di pasaran. Mengetahui apa yang sudah dipelajari menjadikan siswa dapat mengulang dan memperdalam kembali materi tersebut secara madiri. 4. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasional yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. writing. dan penggandaan butir soal sebagai instrumen penelitian sesuai dengan kebutuhan. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. tetapi juga dampak negatif. 1. maupun aspek-aspek lain terkait. functions and the skilss of reading. baik yang berupa unsur-unsur bahasa. tetapi dengan mudah dapat memperolehnya melalui 108 suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on” (Harmer. Kelima. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir soal dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. komponen bahasa. Ketujuh adalah revisi atau penggantian butir soal berdasarkan hasil ujicoba. Keenam adalah ujicoba butir soal yang dibuat untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. sedangkan mengetahui apa yang akan dipelajari menjadikan siswa lebih termotivasi dan siap secara mental menghadapi materi pelajaran baru. dan mendapatkan gambaran umum isi bacaan dalam bahasa Inggris. pronunciation. listening. Harmer juga mengaskan hal yang sama bahwa buku teks bahasa harus memuat aspek gramatikal. Perumusan definisi operasional: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis yang dapat diukur melalui: menemukan informasi tertentu dalam teks. Perumusan definisi konsep: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis. menemukan pikiran utama dalam paragraf. dan apa jenis butir soal yang digunakan. 2. “Good text books often contain lively and interesting materials. sehingga siswa dapat mengetahui apa yang sudah dan akan dipelajari. seperti berapa jumlah butir soal yang dibutuhkan. fungsi-fungsi bahasa yang disusun secara menarik dan sistematis. they provide a sensible progression of language items. menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks. 1991: 257).” Tidak berbeda dengan Tomlinson. 3. Ketiga. Kempat. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks. and speaking. Kriteria Buku Teks Bahasa Komunikatif Maraknya peredaran buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA tidak saja membawa dampak positif. SMA. Guru tidak perlu lagi khawatir dan bersusah-payah menyediakan sumber-sumber pelajaran secara mandiri. yang harus disampaikan kepada siswa pada masa tertentu sesuai dengan tingkatnya. menemukan semua informasi rinci yang tersurat. Aplikasi ketuju langkah tersebut dapat dilihat pada pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan membaca bahasa Inggris sebagai berikut. Pembuatan kisi-kisi: Kisi-kisi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan butir-butir perntanyaan hanya memuat 41 .

Menurut Grant (1987: 12). 6. 20 21. 12. fungsi bahasa. 17 3. dan buku pelajaran tambahan yang memuat topik-topik. e) sebagai bahan diskusi dengan guru-guru lain. However. sehingga kegiatan belajar yang telah direncanakan dapat berjalan secara efektif. It aims to provide as much as possible in one book and is designed so that it could serve as the only book which the learners necessarily use during a course. buku teks dapat diartikan sebagai buku pelajaran yang memuat seluruh aspek bahasa sasaran yang harus dikuasai siswa. 27. 1 – 5 refers to the following text. 9. 24 24 Esai 25 26. 19 5. “A textbook which provides the core materials for a course. dan g) sebagai landasan pengembangan kegiatan belajar terpusat pada siswa. c) waktu persiapan mengajar yang lebih efektif. or D. Tabel 2. B. Do the right thing If an emergency or disaster occurs. don’t stop to fuss about your house. 30 6 6 30 5. your local official will tell you if and when you need to leave your home. Penulisan butir soal Instrumen Kemampuan Membaca A. Secara lebih spesifik Tomlinson (1998: ix) menyebutkan bahwa buku teks bahasa harus memuat komponen bahasa. 23. f) memberikan rasa aman. 13. dan keterampilan-keterampilan berbahasa tertentu. 107 . Choose the best alternative by crossing A. rasa aman dengan kejelasan materi yang akan dipelajari. Just take your disaster supplies that you have already set aside and get out of the area. C. 10. d) sebagai dasar pengembangan pekerjaan rumah. dan kesempatan untuk mengulang kembali pelajaran yang sudah dibahas di sekolah. 22.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa hal yang penting. on your answer sheet Question no. if you have time to prepare. JML 4 5 7 4 4 29. Your house will be better off if you take some time to look for 42 b) keluaasan materi pelajaran. 15. dapat ditegaskan kembali bahwa buku teks bahasa merupakan salah satu sumber pelajaran bahasa yang memberikan banyak keuntungan bagi guru dan siswa. kesempatan untuk belajar secara mandiri. for example if a hurricane or flood is expected to hit in a few days. 7. Dengan demikian. action can be taken to help minimize damage. 11. 2. dan keterampilan bahasa. 16. Adapun dalam kegiatan belajar bahasa. Kisi-kisi tes membaca NO INDIKATOR 1 Menemukan informasi tertentu dalam teks 2 Menemukan pikiran utama dalam paragraf 3 Menemukan semua informasi rinci yang tersurat 4 Menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks 5 Menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks 6 Mendapatkan gambaran umum isi bacaan Jumlah PG 1. 14. seperti indikator. 28. Buku teks dapat didefinisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi-materi inti yang harus disampaikan kepada siswa dalam periode belajar tertentu. Adapun bagi siswa buku teks bahasa dapat memberikian informasi mengenai tujuan belajar dan proses pencapaiannya. jenis butir pertanyaan. If they tell you to leave pronto. 8. Such a book usually includes work on grammar. dan jumlah butir yang dibutuhkan. buku teks terdiri dari buku pelajaran utama yang memuat seluruh aspek bahasa. bidang-bidang. 18 4.

Who will tell you if the disaster happens? A. Di antara sumber-sumber pelajaran tersebut.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra pemilihan buku teks. keterbacaan. Menegaskan hal tersebut. Buku Teks Bahasa Kegiatan belajar bahasa sebagai proses penyampaian dan pengalihan informasi dan kompetensi-kompetensi lainnya merupakan salah satu wujud implementasi kurukulum dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. be nervous C.C C. Kegiatan belajar di dalam kelas yang dapat dikembangkan guru mencakup membaca buku. a journalist 2. Buku teks bahasa dapat mencakup keseluruhan topik yang akan dipelajari. majalah. except __ A. leave the door unlocked 4. Helliwell (1992: 114) mengemukakan bahwa buku teks bahasa tidak saja memiliki keunggulan yang hanya dapat dimanfaatkan oleh guru. kegiatan belajar bahasa yang akan dikembangkan berjalan tanpa arah. the accidence of a disaster 3. sedangkan kegiatan di luar kelas dapat berbentuk kunjungan ke perpustakaan. watch 6. buku teks bahasa memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri yang menjadikannya sebagai bahan pelajaran utama di sekolahsekolah. kinds of disasters B. a teacher D. C. Be worried B. seek D. 1. tanks. know C. the duty of the government official C. move your belongings so they are away from windows or in the case of flooding they are on upper floors of the house. A. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. dan memiliki fleksibilitas yang relatif tinggi. video. Kegiatan tersebut dapat mengambil berbagai macam bentuk aktivitas yang dapat dilakukan siswa secara individual dan kolektif. 6. kurikulum berbasis 1. kerja kelompok. Ujicoba instrumen 7. Dst. The idea of that paragraph is ______ A. kaset. seperti buku teks. dan mengunjungi tempattempat peneting lain. dan kompetensi. buku teks bahasa dapat memberikan beberapa keuntungan. Revisi dan penggandaan 43 . Inside your home. be hurry D. propane. Tentu saja kegiatan belajar bahasa yang dikembangkan guru akan berjalan dengan baik bila sumber-sumber pelajaran tersedia secara cukup dan proporsional. mudah dibawa. Bagi guru. and the like. move equipment from window D. a friend B. The word “fuss” in line three means ____ A. and batten down any structures that might be damaged or swept away. an official B. belajar di taman. sehingga siswa tidak dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang diharapkan. Bila tidak. be careful 5. mengerjakan latihan. Bring your outdoor equipment and furniture inside. such as air conditioning units. seperti: a) program pengajaran bahasa yang sudah tersusun. 106 potential problems. batten done A. tetapi juga memiliki keunggulan yang dapat dinikmati oleh siswa. diskusi. The word “look for” in line seven means ____. See B. leaving home to save D. dan koran. The following are actions that can be done if flood is expected to hit. bermain peran. bring equipment inside B.

Adapun pengembangan instrumen berbentuk observasi atau wawancara. 1. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi: 1. Kedua. Bagi para peneliti sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan mengenai bukubuku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. F. kriteria buku teks bahasa komunikatif. Kelima. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. Prosedur pengembangannya sama dengan prosedur pengembangan instrumen tes. hanya membutuhkan empat langkah. dan 5. dan apa jenis butir pernyataan yang digunakan. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir pernyataan. Ketiga. Kempat. 105 . kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kriteria buku teks bahasa Inggris komunkatif. untuk mendapatkan instrumen berbentuk nontes yang baik (terutama kuesioner) peneliti juga harus memperhatikan prosedur pembuatannya. seperti berapa jumlah butir pernyataan yang dibutuhkan. Berikut adalah contoh pengembangan kuesioner motivasi berprestasi yang meliputi langkah-langkah berikut. Penerbit buku-buku teks bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan dalam penyusunan buku-buku teks yang baru. dan 4. Guru-guru bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. buku teks bahasa Inggris mana yang memiliki nilai keunggulan yang lebih tinggi daripada buku-buku teks bahasa Inggris lain yang digunakan oleh siswa kelas II SMA. Ketujuh. dan penggandaan kuesinoer sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan Instrumen Nontes. penyusunan definisi konseptual. Keenam. 3. ujicoba kuesioner yang dibuat untuk diketahui validitas dan reliabilitasnya. Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. 4. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir pernyataan dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. yakni hakikat buku teks bahasa. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasioanl yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. terdapat beberapa hal yang perlu dibahas secara detail. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan materi pelajaran bahasa Ingris untuk siswa kelas II SMA. Perumusan Definisi konseptual: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain. dan pedoman obeservasi atau wawancara. definisi operasional. 44 3. dan penyempurnaan terhadap buku-buku teks bahasa Inggris yang sudah digunakan oleh siswa kelas II SMA di DKI Jakarta. Kajian Teoretis Sesuai dengan permasalahan yang diajukan. E. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. 2. yakni kajian terhadap teori yang relevan. Tidak berbeda dengan tes. revisi atau penggantian butir pernyataan berdasarkan hasil ujicoba.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra C.

2. Pembuatan kisi-kisi: Tabel 3. 104 3. Secara spesifik penelitian ini diarahkan pada hal-hal berikut. S: Sering. Secara khusus. kognitif. C. Bagaimanakah tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA di DKI Jakarta? 2. Oleh karena itu. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kreiteria yang dipersyaratkan oleh Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004. tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. behavioral. penelitian ini akan difokuskan pada kualitas buku teks bahasa Inggris untuk SMA kelas II yang banyak digunakan di beberapa SMA di Jakarta. Tujuan Penelitian Secara umum. KK: Kadang-kadang. Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Berprestasi NO DOMAIN INDIKATOR Optimis di dalam menghadapi berbagai masalah Antusias di dalam mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan A Affective Bertanggungjawab terhadap apa yang telah dikerjakan Bekerja keras untuk memperoleh hasil yang lebih baik daripada orang lain Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi Berusaha untuk menyelesaikan B Cognitive tugas-tugas belajar dengan baik Menguasai bahan kuliah/belajar/ pekerjaan secara komprehensif Berani mengambil resiko Berusaha secara mandiri dan C Conative tidak tergantung pada orang lain Bersaing untuk memperoleh hal yang baik Meniru gaya atau cara belajar D Behavioral orang-orang yang sukses E Spiritual Memahami tujuan belajar/kuliah JUMLAH (+) (-) JML 4 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 0 4 3 3 4 4 3 4 3 4 2 2 40 1 1 22 18 5. seperti afektif. penelitian tersebut berusaha untuk memperoleh data empiris mengenai: 1. Manakah di antara buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang dianggap sebagai buku teks yang lebih kualitas daripada buku-buku teks lain? D. SS: Sering Sekali. Penulisan butir-butir pernyataan Lingkarilah salah satu alternatif jawaban yang tersedia sesuai dengan pilihan anda. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang digunakan di DKI Jakarta.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menimbulkan masalah besar bagi guru untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang benar-benar memenuhi kriteria buku teks yang baik. konatif. 1. dan spiritual. Pertanyaan Penelitian Karena banyaknya buku teks bahasa Inggris yang beredar di pasaran. TP: Tidak Pernah 45 . penelitian ini akan dipusatkan pada sepuluh (10) buku teks yang banyak digunakan oleh SMA II di DKI Jakarta. 4. Perumusan definisi operasional: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain yang terbangun dari beberapa aspek. Bagaimanakah tingkat kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004? 3. Bagaimanakah kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA jika ditinjau dari kriteria buku teks bahasa Inggris komunikatif? 4.

Kesulitan yang bersifat substansial inilah yang perlu segera dicarikan solusi terbaik. 11. para penulis dan penerbit telah berusaha memenuhi kriteria buku teks yang baik dengan memasukkan prinsip-prinsip KBK tahun 2004 ke dalam buku teks yang mereka terbitkan. (SS/S/KK/TP) Dalam kondisi yang sangat buruk. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. Secara substansial. Tentu saja. 13. (SS/S/KK/TP) Jika saya menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan. Tentu saja kondisi seperti itu 103 46 .Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. dan materi ajar yang menarik dengan memberikan ilustrasi dan gambar-gambar yang menawan. (SS/S/KK/TP) Ketika saya mengahadapi masalah dalam belajar. 5. (SS/S/KK/TP) Saya akan berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain (SS/S/KK/TP) Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. 10. 6. laporan. (SS/S/KK/TP) Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadi-kan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan. Fokus Penelitian Pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004 mengundang kompetisi baru untuk memenuhi salah satu sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. hal itu membuat pihak sekolah dan guru menghadapi dilemma besar untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang harus digunakan. 3. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Di samping itu. (SS/S/KK/TP) Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. 9. 8. (SS/S/KK/TP) Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. saya tetap antusias dalam menjalaninya. (SS/S/KK/TP) Karena sulitnya mencari bahan-bahan. (SS/S/KK/TP) Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. Salah satu solusinya adalah penelitian terhadap isi buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA yang banyak beredar di pasaran. yakni buku teks bahasa Inggris. seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. 7. (SS/S/KK/TP) Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. 4. Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. penerbit juga memberikan harapan-harapan finasial kepada para guru dan sekolah jika buku teks yang mereka terbitkan digunakan sebagai buku wajib siswa. saya tetap optimistis dapat mengatasinya. 12. 2. (SS/S/KK/TP) Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. mengingat keberhasilan siswa untuk menguasai kompetensi juga ditentukan oleh kualitas buku teks yang digunakan. B. Maka. Beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. Penelitian ini perlu segera dilakukan untuk membantu guru-guru bahasa Inggris SMA agar tidak terjebak pada masalah finansial. tetapi secara arif dapat menentukan buku teks mana yang seharusnya digunakan siswa dan sekolah. Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tantangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya.

karena anggota lain juga mengerjaknnya. (SS/S/KK/TP) 26. (SS/S/KK/TP) 23. saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana. saya tidak mengerja-kan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh. Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. (SS/S/KK/TP) 22. mereka menuliskan frasa “sesuai dengan KBK tahun 2004” dengan huruf berukuran besar dan berwarna menyolok. Selain itu. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin. seperti internet. “Good text books often contain lively and interesting materials. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. (SS/S/KK/TP) 21. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. kompetensi sebagai tujuan akhir harus mejadi landasan pengembangan materi ajar yang dapat memberikan pengalaman belajar yang berharga bagaimana menggunakan bahasa sasaran seara baik dan komunikatif. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan yang saya kuasai. Sebagai respons dari pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. saya tidak membuat laporan pengamatan sebaik mungkin. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu pekerjaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. (SS/S/KK/TP) 25. Maka.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 14. beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru atau buku. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on”. (SS/S/KK/TP) 18. Supaya dapat menyelesaikan suatu pekerjaan sebaik mungkin. sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut. Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuhkan. saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. Bila keterangan guru atau penjelasan dari buku tidak begitu jelas. (SS/S/KK/TP) 17. (SS/S/KK/TP) 16. (SS/S/KK/TP) 27. Kondisi seperti itu diperburuk lagi dengan promosi langsung ke sekolahsekolah untuk menawarkan buku teks yang mereka terbitkan. dan untuk memenuhi sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. (SS/S/KK/TP) 24. kesesuaian materi ajar yang termuat dalam buku teks bahasa Inggris dengan kurikulum juga merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Melengkapi persyaratan buku teks bahasa Inggris yang baik. 102 47 . tetapi asal terpenuhi kewajibannya saja. Dalam kegiatan kelompok. Secara sengaja. (SS/S/KK/TP) Berkenaan dengan matapelajaran bahasa Inggris di SMA. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas-tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. Buku teks bahasa Inggris SMA harus mencerminkan prinsip-prinsip pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran. perpustakaan dan media cetak lainnya. saya akan berusaha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. (SS/S/KK/TP) 15. (SS/S/KK/TP) 19. Isi buku yang menarik tentunya dapat membantu siswa menjaga motivasi belajarnya tetap tinggi. (SS/S/KK/TP) 20. Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. they provide a sensible progression of language items. Jika saya tidak menguasai suatu pekerjaan. Harmer (1991: 257) mengatakan bahwa buku teks bahasa Inggris harus memuat isi yang up to date dan menarik.

saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. saya berusaha untuk membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat teman-teman di kelas. buku teks memiliki peran yang sangat besar di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya. Buku teks dapat definisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi pelajaran sesuai dengan pokok-pokok pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. buku teks bahasa Inggris. “Buku teks adalah buku yang dirancang buat penggunaan di kelas. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. 30. Salah satunya adalah kesesuaiaan antara materi ajar yang terkandung dalam buku teks dengan silabus atau kurikulum yang sedang berlaku. (SS/S/KK/TP) 39. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. karena buku teks dapat dianggap sebagai sumber utama materi pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. sekolah harus memfasilitasi ketersediaan buku teks sesuai dengan jumlah matapelajaran yang harus diambil siswa pada jenjang pendidikan tertentu. Dengan kemampuan yang saya miliki. Meskipun ada pembantu. (SS/S/KK/TP) 33. saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. atau Agama. Karena itu tidak ada pilihan lain bahwa buku teks harus relevan dengan kurikulum yang berlaku”. Menurut Bacon sebagaimana dikutip oleh Tarigan dan Tarigan (1986: 22). (SS/S/KK/TP) 29. Buku teks yang relevan tentu saja dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk memperoleh kompetensi yang diharapkan. Oleh karena itu. dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi. Supaya fungsinya dapat berjalan dengan baik. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. Untuk membaca buku-buku atau karya-karya ilmiah. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. (SS/S/KK/TP) 36. Supaya bermanfaat di kemudian hari. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. (SS/S/KK/TP) 32. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. (SS/S/KK/TP) 38. matematika. (SS/S/KK/TP) 31. Sebagai seorang muslim. buku teks harus memuat seluruh materi ajar yang disajikan berdasarkan prinsip-prinsip sebagaimana yang diisyaratkan oleh silabus atau kurikulum. Bahasa Indonesia. (SS/S/KK/TP) 35. seluruh buku teks harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 28. (SS/S/KK/TP) 40. Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. Dengan kata lain. Tarigan dan Tarigan (1986: 22) mengatakan bahwa buku teks ditulis untuk digunakan di sekolah dan sekolah mempunyai kurikulum. Revisi dan penggandaan 48 Di antara beberapa perangkat keras yang harus difasilitasi oleh sekolah adalah buku teks. saya tetap membersihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. Ujicoba kuesioner 7. (SS/S/KK/TP) 37.” Sesuai dengan pengertian tersebut. (SS/S/KK/TP) Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. IPS. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabat-shabat nabi. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan sekarang. Karena takut salah. saya akan membaca buku-buku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman. Mengenai kriteria tersebut. (SS/S/KK/TP) 34. sedangkan buku teks yang tidak relevan akan menjauhkan siswa dari kompetensi yang seharusnya dikuasai. 101 . saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya.

Dengan memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhan. pengalaman. Perubahan orientasi tersebut esensi dari pendekatan yang diterapkan dalam KBK 2004. Oleh karena itu faktor-faktor tersebut harus dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan dalam pengajaran dan pembelajaran agar lebih bermakna bagi siswa. peneliti harus mengetahui jenis data apa yang dimiliki. Oleh karena itu. perpustakaan. tetapi ia berfungsi sebagai seorang fasilitator yang memfasilitasi kegiatan belajar siswa.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Guru tidak lagi menjadi seorang figur sentral yang menentukan segalanya dalam penyelenggraan kegiatan belajar. dan masa depan siswa. seperti laboratorium bahasa. akademik. bahwa “Kurikulum Berbasis Kompetensi menerapkan pendekatan kebermaknaan sebagai pendekatan pembelajaran” (Diknas. baik yang memanfaatkan statistika maupun yang tidak memanfaatkan statistika sehingga dapat ditemukan pemecahan masalah yang tepat dan akurat. 100 6 ANALISIS DATA A. Siswa menjadi acuan dan orientasi di dalam menetukan berbagai aspek pembelajaran yang dikembangkan guru. Pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi melahirkan beberapa tuntutan besar. umumnya. Tuntutan yang berbentuk perangkat lunak mengarah pada ketersediaan aturan atau sistem yang mengendalikan seluruh aspek administratif. minat. laboratorium IPA. diperlukan jika data yang diperoleh merupakan data kuantitatif atau numerik. Beberapa konsep penting lain dalam pendekatan kebermaknaan adalah bahan pelajaran dan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna jika berhubungan dengan kebutuhan. data kualitatif tidak memerlukan statistik-statistik tersebut. yang biasa disebut dengan pendekatan kebermaknaan seperti tertuang di dalam Garisgaris Besar Pengajaran. Sebaliknya. Statistika. laboratorium komputer. alat perga. dan kepemimpinan yang mengarah pada tercapainya efektifitas dan efesiensi penyelenggaraan kegiatan belajar. Analisis data dapat diartikan sebagai proses pengolahan data terkumpul dengan menggunakan berbagai cara dan strategi. Data kuantitatif membutuhkan cara-cara atau rumus-rumus statistik tertentu untuk mengelohnya sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Berdasarkan penggunaan statistik dalam analisisnya data dapat dibedakan menjadi data kuantitatif dan kualitatif (deskriptif). Terdapat lima kelompok data yang perlu diketahui sesuai dengan sudut pandangnya yang berbeda. dan masa depan. tuntutan yang bersifat perangkat keras lebih mengarah pada ketersediaan fasilitas-fasilitas belajar yang memadai. tetapi membutuhkan 49 . sedangkan model analisis nonstatistika digunakan jika data yang diperoleh merupakan data kualitatif. siswa menjadi lebih termotivasi untuk menguasai kompetensikompetensi yang diharapkan. sebaliknya. agar dapat menentukan apakah analisis statistika atau nonstatistika yang akan digunakan. baik yang berbentuk perangkat lunak maupun perangkat keras. Posisi sentral guru digantikan oleh siswa. 2003: 6). dan buku teks. Jenis-Jenis Data Analisis data merupakan salah satu langkah kritis yang sangat menentukan bagaimana masalah yang telah dirumuskan harus dijawab. minat.

ukuran panjang.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra model analisis kualitatif sesuai dengan pendekatan yang digunakan. Akibatnya. seperti ukuran voltase listrik. seperti skor pre-test dan post test mahasiswa dalam matakuliah Agama. Data nominal adalah data yang diperoleh berdasarkan proses pengelompokan yang bersifat deskrit dan saling pisah antara satu kategori dan kategori lainnya. Sesuai dengan sifatnya. tetapi mengasah potensi-potensi tersebut sedemikian rupa. kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi. Data diskrit adalah data yang berdiri sendiri atau saling pisah yang tidak saling bergantung antara satu dengan lainnya. dan banyak kelompok. seperti jenis-jenis salak. dan perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004. menempatkan peserta didik pada proses perkembangan yang berkelanjutan dan memandang seluruh aspek kepribadian. ordinal. Data interval adalah data yang diperoleh melalui pengukuran yang memiliki standar sama yang membuahkan hasil berbeda antara satu dan lainnya. seperti nilai mahasiswa dalam matakuliah struktur. Perubahan-perubahan tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. sehingga peserta didik memiliki kompetensikompetensi tertentu yang dapat digunakan untuk berkompetisi dalam mengahadapi dunia global. yakni data berasal dari satu kelompok. dan nyamuk. data dapat dibedakan menjadi tiga. Kurikulum 2004 tidak menjejali peserta didik dengan informasi-informasi yang tidak relevan dengan potensi yang dimiliki. Perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004 merupakan hal yang harus dilakukan dan takterelakkan. dan urutan peserta dalam lomba lari. data dapat dibedakan menjadi empat. Data ratio adalah data yang proses kuantifikasinya mempunyai nol mutlak. dan ratio. seperti pengesahan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. skor IQ. Dalam kurikulum 1994 para peserta didik dipandang sebagai kertas putih yang perlu dihiasi dengan sejumlah ilmu pengetahuan dan keterampilan tanpa mempertimbangkan apakah ilmu pengetahuan dan keterampilan tersebut sesuai dengan kondisi global saat ini atau tidak. dilihat dari jumlah kelompok dari mana data diperoleh. Data satu kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari satu kelompok. interval. Adapun bila ditinjau dari skala pengukuran yang digunakan. terjadi ketidaksesuaian antara apa yang dipelajari di sekolah-sekolah dengan apa yang terjadi pada dunia kerja dan pembangunan bidang-bidang kehidupan lainnya. Data dua kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari dua kelompok yang berbeda. Kurikulum 1994 yang berbasis konten tidak mampu mengikuti dan menjawab perubahan-perubahan global yang begitu cepat. dan TOEFL. Berbeda dengan kurikulum 1994. sehingga seluruh peserta didik dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara agar tidak tertinggal jauh dari negara-negara maju. dan derajat dalam kompas. Data ordinal adalah data yang dikelompokkan berdasarkan urutan atau jenjang dalam atribut tertentu dari yang tertinggi sampai terendah. suku bangsa. dan usia. data dapat dibedakan menjadi data diskrit dan kontinum. Data banyak kelompok adalah data yang diperoleh dari 50 A. dan jenis pekerjaan. seperti derajat temperatur. yakni data nominal. Oleh karena itu. seperti skor bahasa Inggris yang diperoleh mahasiswa dari kelas ekperimen dan kelas kontrol. Latar Belakang Selama tiga tahun belakangan dunia pendidikan nasional telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan. sedangkan data kontinum adalah data yang membentuk subuah kontinum. Selanjutnya. dua kelompok. status perkawainan. seperti ranking siswa dalam pelajaran bahasa Inggris. peringkat seseorang dalam lomba baca puisi. 99 . sebagai suatu pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan seseorang sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. pendekatan dalam penyelenggaraan kegiatan belajar pun harus disesuaikan. seperti jenis kelamin.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 10 PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI subjek yang berasal dari beberapa kelompok yang berbeda. KUALITAS. Selengkapnya. Analisis Kuantitatif Analisis data kuantitatif dalam penelitian sering kali dilakukan dengan memanfaatkan statistika deskriptif atau inferensial. Statistika deskripstif digunakan bila peneliti ingin mengetahui gambaran umum tentang data yang dimiliki sehingga lebih mudah dibaca dan lebih bermakna. data bivariat adalah data yang berasal dari dua variabel berbeda dalam penelitian. bivariat. DAN KESESUAIAN BUKU TEKS BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS II SMA DENGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Diagram 4. bagaimana data dibedakan berdasarkan beberapa sudut pandangnya dapat dilihat pada diagram berikut. D A T A Penggunaan Statistik Skala Pengukuran Asal Kelompok TINGKAT KETERBACAAN. dan multivariat. Terakhir. Data univariat adalah data yang diperoleh dari satu variabel penelitian. dan data multivariat adalah data yang berasal dari banyak variabel dalam penelitian. Jenis-jenis Data TIM PENELITI B. Analisis deskriptif ini dapat dilakukan secara numerik dengan 51 98 Multi-Variat Kuantitatif Satu Kelompok Dua Kelompok Banyak Kelompok Deskriptif Univariat CONTOH PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISIS Nominal Interval Ordinal Ratio Kontinus Bivariat Diskrit Jumlah Variabel Sifat Data . data dapat juga dibedakan berdasarkan jumlah variabel yang dikaji. yakni univariat.

1993. Munby. teori-teori atau pendekatan-pendekatan yang relevan. Selain itu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menghitung rata-rata. peneliti harus dapat menentukan statistik apa yang harus digunakan jika hipotesis yang harus diuji berkaitan dengan taraf hubungan antara dua variabel atau lebih. Oxford: OUP. sosiologis. How Languages are learned. H. Pengalaman dan perjalan hidup pengarang dari masa kecil hingga dewasa menjadi bagian yang takterpisahkan dari proses kreativitas untuk memproduksi karya sastra. Analisis Kualitatif Sebaliknya.” The Communicative Approach to Language Teaching. 1981 Lightbown. C. riwayat hidup pengarang menjadi pusat kajian dengan mengaitkannya dengan karya sastra yang dihasilkan. Berkaitan dengan analisis statistik inferential. Berkaitan dengan penelitian sastra. 97 .Rod The Study of Second Language Acquisition. seperti Spearman Brown. dan Nina Spada. Johnson. Oleh karena itu. psikologis. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. pesan. dan analisis varians. Yang pertama menuntut penggunaan statistik regresi dan korelasi. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. Giri. 1979. Brumfit. standar deviasi. ed. Yang kedua menuntut penggunaan statistik. Oxford: OUP. D. seperti pendekatan historis. C. antara lain adalah: 1. “On Communicative Competence. Boston: Heinle and Heinle Publisher. 1994.” Politik Bahasa Nasional 2. Nunan. Oxford: Pergamon Press Ltd. dan pendekatan tekstual. Fraida dan Elite Olshtain. 1994. Teaching Language in Context. 1985. Brown.. Cambridge: Cambridge University Press. 1999. Kartono. 1986. Product Moment Correlation. Brumfit dan K. Jakarta: PN Balai Pustaka. atau secara grafis dengan memaparkan data dalam bentuk gambar atau diagram. London: Prentice Hall International Ltd. 1994. Hymes. J. Dubin. Course Design. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Alice Ommagio. Oxford: OUP. 1991 Suwito. 52 Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Sebuah karya sastra dianggap relatif sama dengan maksud. atau frekuensi. H. Douglas. dan bahkan tujuan-tujuan tertentu pengarang. Malang: IKIP Malang Publisher. chi-square. Huda. Principles of Language Learning and Teaching. Ellis. dan biserial point. 1978. Patsy M. seperti program SPSS dan Excell. Hadely. Cambridge: CUP. eds. “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. niat. Amran Halim. atau berkaitan dengan hubungan kausalitas antara satu variabel dengan variabel lainnya. seperti uji-t.. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. teori-teori dan pendekatanpendekatan yang sering digunakan. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pendekatan Biografis Pendekatan biografis merupakan studi yang sistematis mengenai proses kreativitas pengarang yang dianggap sebagai asal-usul karya sastra. data yang tidak memerlukan analisis statistik harus dianalsis secara kualitatif berdasarkan metode. David Language Teaching Methodology. John Communicative Syllabus Design. penggunaan berbagai jenis statistika tersebut dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi.

dan Super Ego yang berisi kata hati yang mengendalikan ego. tanggal 1 Maret 2003. b) pengarang itu sendiri adalah anggota masyarakat. Sampai saat ini teori yang paling relatif lebih banyak digunakan dalam pendekatan psikologis adalah psikologi Sigmund Freud (1856—1939). Id berkaitan dengan dorongan-dorongan primitif yang harus dipuaskan.000. Experiential Learning. Operant Conditioning. tanggal 1 Maret 2003.edu/tip/gagne. pendekatan sosiologis mengedepankan aspek masyarakat dalam kajian karya sastra. html. tanggal 1 Maret 2003. Ego bertugas untuk mengontrol Id. Anonymous. dan penulisan laporan dilaksanakan pada bulan September 2005 sampai Januari 2006. yakni Id. seperti libido.gwu. Azra. Anonymous... Id dengan demikian merupakan kenyataan subjektif primer. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES JAN x x x x x x x x x 2. yang disebut libido. semua gejala mental bersifat tak sadar yang tertutup oleh alam kesadaran. 50. Daftar Kepustakaan Anonymous.gwu. dan d) hasil karya sastra itu sendiri dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. bahkan sebagai neurosis. Dengan adanya ketakseimbangan. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama delapan bulan yang dibagi dalam dua tahap.gwu. pedekatan psikologis lebih memperhatikan aspek psikologis pengarang. seperti: obsesi. dan Super Ego. 53 I. Karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas penulis. dunia batin sebelum individu memiliki pengalaman tentang dunia luar. Makalah yang disampaikan pada 96 . dengan proses pemahaman mulai dari masyarakat ke individu di mana karya sastra dianggap sebagai milik masyarakat. Karena proses kreatif dianggap sebuah kenikmatan yang memerlukan pemuasan. Rincian biaya dapat tidak diberikan.html.edu/-tip/ rogers. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. sublimasi. http://www. J.000. Menurutnya. Ego.edu/tip/ skinner. Pendekatan Psikologis Berbeda dengan pendekatan beografis yang lebih menekankan pada aspek perjalan hidup pengarang.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. http://www. c) pengarang memanfaatkan kekayaan yang ada dalam masyarakat. ketaksadaran menimbulkan dorongandorongan yang memerlukan kenikmatan. Azyumardi.(Lima pululh juta rupiah). Conditions of Learning. Teori yang dikembangkan Freud mencakup tiga hal.. Pendekatan Sosiologis Berbeda dengan pendekatan biografis. kontemplasi. yakni a) karya sastra dihasilkan oleh pengarang. analisis data. html. kompensasi. Pendekatan sosiologis didasari oleh hubungan hakiki antara karya sastra dan masyarakat dengan asumsi dasar. 3. Tahap kedua yang digunakan untuk pencarian data empiris di seluruh PTAIN. http://www.. H. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset. maka proses tersebut dianggap sejajar dengan libido. yang sering dikaitkan dengan gejala-gejala kejiwaan. Tahap pertama yang digunakan untuk melakukan penelusuran teori-teori dan pencarian model sementara pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilakukan di Jakarta dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2005.

Pendekatan Strukturalisme Pendekatan ini diilhami oleh linguistik struralisme yang memusatkan perhatian pada hubungan sinkronik unsur-unsur bahasa. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang berusaha untuk mengembangkan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN secara induksi berdasarkan teori-teori relevan. 3. khususnya perguruan tinggi yang 95 . dan bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi pada karya sastra berkenaan dengan perjalan waktu. Selain unsur-unsur bahasa. seperti observasi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. c) peran sosial pengarang pada saat menulis. Hubungan sinkronik tersebut dapat bersifat horizontal (sintagmatik) atau vertikal (asosiatif). dan frasa. dan studi lapangan ke beberapa perguruan tinggi. seperti tradisi lisan dan penerbitan ulang. peneliti juga mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi sebagai bahan pelengkap. 4. Dalam kajian karya sastra. Pendekatan Historis Pendekatan historis memfokuskan kajiannya pada aspek kesejarahan karya sastra yang diteliti. 2. sehingga dapat dipahami apa makna yang sebenarnya. sehingga data yang dibutuhkan benar-benar lengkap dan memadai. Pengambilan Data Penelitian ini memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen penelitian untuk menggali data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi melalui berbagai cara. klausa. Untuk melengkapi data yang diperoleh peneliti juga melakukan wawancara dengan dosen-dosen bahasa Inggris. seperti plot. seperti kalimat. Jadi. setting. tetapi lebih pada relasi makna. Unit Analisis Sesuai dengan permasalahan yang dikaji. Selain itu. Analisis Data Data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dianalisis secara kualittif berdasarkan teori-terori formal yang mendasarinya. 5. relasi horizontal berupaya memaknai bahasa berdasarkan hubungan antarunsur dalam suatu unit bahasa. b) fungsi dan tujuan karya sastra pada saat pertama kali dihasilkan. dan d) representasi karya sastra sebagai wakil tradisi zamannya. beberapa masalah yang menjadi objek sasaran pendekatan historis antara lain adalah: a) perubahan karya sastra dengan bahasanya sebagai akibat proses transfer dari satu generasi. aspek sintagmatik terwujud dalam upaya pemahaman kata berdasarkan relasinya dengan kata-kata yang muncul sebelum dan sesudahnya. relasi vertikal ini tidak tidak terkait secara langsung dengan aspek kaedah yang mendasari unit bahasa tertentu. Dengan kata lain. wawancara. Perbedaan makna kata bisa dipahami bila kata yang dimaksudkan diganti dengan antonim atau sinominya. dan sebagai umpan balik peneliti juga menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa. sejarah yang melatarbelakangi penyiptaan dan penulisan karya sastra. penelitian ini memanfaatkan seluruh perguruan tinggi agama Islam negeri yang ada di Indonesia. dan apa makna yang terkandung 54 1. dan kuesioner. Peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan observasi ke beberapa perguruan tinggi untuk melihat kegiatan belajar bahasa Inggris yang dikembangkan dosen yang bersangkutan. Pendekatan historis berusaha menguak dan membuka tabir hubungan antara karya sastra dengan karya-karya lain. Adapun relasi vertikal terwujud dalam pemilihan sinonim atau antonim suatu kata. Berdasarkan indikator sejarah dan sastra. pendekatan strukturalisme juga memperhatikan unsur-unsur instrinsik lainnya.

umpamanya. aspek afektif. Tinggi rendahnya sikap positif menunjukkan tinggi rendahnya motivasi siswa dalam belajar. Kedua pandangan tersebut makin memperjelas. Pendekatan ini merupakan pengembangan dari pendekatan strukturalisme dengan menambahkan aspek-aspek sosial dan bahkan antropologis dalam kajian karya sastra. materi dan kegiatan pembelajaran di dalam kelas harus disusun dengan mempertimbangkan minat dan keinginan seluruh siswa agar mereka mudah termotivasi dan tertarik dalam belajar. dan latar belakang sosial dan sejarah masyarakat di mana penulis berada. then successful learning will occur. pengambilan data. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan strukturalisme hanya mencoba mengkaji karya sastra dari sudut pandang unsur intrinsiknya saja. atau aspek-aspek lain sehingga pemahaman karya sastra menjadi lebih komprehensif. then no set of techniques is likely to succeed. tetapi juga mencakup beberapa aspek lain. Pendekatan Strukturalisme Dinamik Pendekatan strukturalisme dinamik merupakan penyempurnaan dan pengembangan dari strukturalisme yang lebih menekankan pada unsur-unsur intrinsik karya sastra. 7. Dalam pendekatan ini karya sastra dianggap sebagai karya pengarang dan sekaligus sebagai kenyataan sejarah yang mengkondisikan munculnya karya tersebut. Teori Interteks Analisis karya sastra dengan menggunakan teori interteks bertujuan untuk menggali secara maksimal makna-makna yang terkandung dalam sebuah teks. dan motivasi juga merupakan bagian yang menentukan dalam proses pembelajaran bahasa kedua atau asing. analisis karya sastra berdasarkan pendekatan tersebut tidak hanya terfokus pada relasi sinkronik unsur-unsur bahasa yang digunakan. analisis data. dan motivasi siswa. Kajian ini dilakukan dengan 55 . merupakan pijakan awal yang banyak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya motivasi siswa di dalam mempelajari bahasa sasaran. and that if these affective factors are not right. dan unit analisis. interest and motivation in the target language and culture. Oleh karena itu. as well as in the learning environment in which they find themselves. seperti unsur instrinsik karya sastra. Nunan (1991: 234) menjelaskan sebagai berikut. 8. Positive attitudes towards the acquisition process will reflect high personal motivation for learning the language. Pendektan strukturalisme dinamik membuka peluang untuk mengkaji aspek-aspek ekstrinsik karya sastra. seperti sikap. Jadi. Jadi. seperti metode. seperti sikap. minat. Dubin dan Olshtain (1986: 14) menegaskan sebagai berikut. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. di samping aspek kognitif. pendekatan strukturalisme genetik mengkaji karya sastra dari aspek intrinsik dan ektrinsiknya. antropologis. 94 dalam sebuah karya sastra. Proponents of this methods believe that if learners can be encouraged to adopt the right attitudes.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra afektif. Sikap positif terhadap bahasa sasaran. Positive attitudes towards the language will reflect a high regard and appreciation of both the language and the culture it represents. minat. Pendekatan Strukturalisme Genetik Pendekatan strukturalisme genetik merupakan kajian karya sastra yang memusatkan perhatian pada aspek struktur dan asal-usul karya satra. seperti aspek sosiologis. a feeling of self-fulfillment and success and an overall enthusiasm about the language course. latarbelakang pengarang. G. sekaligus aspek-aspek lain yang berhubungan dengan asal-usul bagaimana karya sastra dihasilkan. 6.

tetapi harus secara aktif mengelola masukan tersebut sebagai pijakan untuk pengembangan lebih lanjut. Teori Feminisme Esensi dari teori feminisme adalah persamaan hak. politik. Selain itu. atau melengkapi sehingga pemahaman terhadap karya sastra benar-benar komprehensif. Selain itu. di dalam pembelajaran bahasa individu harus diperlakukan sebagai makhluk yang utuh seca-ra fisik. kajian interteks tidak hanya melibatkan dua atau beberapa teks sejenis. dan status antara perempuan dann laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan. seperti bidang sosial. atau bahkan berlomba-lomba secara adil dan terbuka untuk mendapatkan posisi yang selama ini dikuasai laki-laki. kedudukan. people who can contribute to their own learning. dan menyelaraskan pembelajaran dengan keinginan. karakter. Perempuan tidak lagi menjadi subordinat laki-laki. sedangkan dalam bidang sastra kajian ini dapat ditekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan tema. Berdasarkan pandangan tersebut dapat dipahami bahwa dalam pembelajaran bahasa seorang siswa akan berhasil bila diperlakukan sebagai manusia seutuhnya. teori belajar bahasa humanisme memandang individu tidak saja dari sudut kognitifnya. Dengan kata lain. atau drama dengan puisi. puisi dengan puisi. Berkaitan dengan bahasa. menentang. pendidikan. kajian ini bisa difokuskan pada bentuk-bentuk bahasa mana yang masih bersifat deskriminatif. aspek kognitif dan aspek afektif siswa harus diperhatikan secara seimbang bila guru menginginkan pembelajaran bahasa yang dikembangkan berhasil dengan baik. ataupun hal-hal lain yang masih mengarah pada ketidaksamaan hak antara perempuan dan laki-laki. umpamanya. not as something purely intellectual. dan minat siswa. dan ekonomi. Brumfit (1985: 79) menegaskan sebagai berikut. tetapi juga dari aspek afektif dan hubungannya dengan kehidupan sosial di sekitarnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cara menemukan hubungan-hubungan bermakna di antara dua teks atau lebih dalam masa yang sama atau berbeda. tetapi berada pada posisi yang sejajar dan tidak berbeda. tidak hanya secara kognitif tetapi juga secara afektif sehingga mampu mengelola masukan secara kreatif. Berkenaan dengan masalah ini. who are not the passive recipients of someone else’s teaching. seperti novel dengan puisi. Mengenai peranan penting aspek 93 56 . intelektual. puisi dengan drama. kajian bahasa dan sastra dapat diarahkan pada upaya penelaahan masalah-masalah yang masih bersifat deskriminatif. Berdasarkan teori ini. Keterangan di atas mempertegas bagaimana besarnya peran kognisi di dalam pembelajaran bahasa asing. tetapi juga teks-teks yang taksejenis. pandangan tersebut juga menunjukkan bahwa seorang individu tidak menerima masukan dari luar dirinya secara pasif. dan emosional sehingga mampu mengembangkan kemampuan dirinya secara aktif menuju proses perubahan yang diharapkan. Mereka dapat bekerjasama untuk menjalankan fungsi-fungsi sosial mereka. Pandangan demikian diharapkan dapat menjadi pegangan bagi para guru agar dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap bahasa yang sedang dipelajari. seperti novel dengan novel. with emotional and spiritual needs as well as intellectual ones. sehingga terjadilah keseimbangan peran dan fungsi antara kedua belah pihak. 9. Humanistic teachers see language learning as something which must engage the whole person. they recognize that their students are people like themselves. dan drama dengan drama. Oleh karena itu. Hubunganhubungan bermakna tersebut dapat berbentuk saling mendukung. Berbeda dengan dua teori terdahulu.

1993: 8). Penelitian kuantitatif memiliki model proposal yang berbeda dengan penelitian kualitatif. With a finite number of grammatical rules and a limited vocabulary. salah satu pandangan yang menempatkan kemampuan kognitif pada posisi yang sangat strategis disebut dengan hipotesis konstruksi kreatif (creative construction hypothesis) yang dianggap memiliki kesamaan dengan alat pemerolehan bahasa. batasan masalah. B. kemampuan kognitif ini merupakan kemampuan bawaan yang dimiliki oleh setiap individu untuk memperoleh bahasa pertama.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cognitive view. dan metodologi penelitian. seseorang mampu melahirkan bentuk-bentuk bahasa yang variatif meskipun hanya dibekali dengan kosakata dan kaidah bahasa yang tidak terlalu banyak. tujuan. This ‘black box’ which is thought to contain all and only the principles which are universal to all human language prevent the child from going off on lots wrong trails in trying to discover the rules of the languages (Lightbown dan Spada. tesis. dan analisis data. Tentu saja proposal harus memuat unsur-unsur penting penelitian. Berkenaan dengan pembelajaran bahasa asing. many of which may never have been uttered before (Nunan. although probably more complex (Ellis. 92 7 PROPOSAL A. Rather. Dalam pemerolehan bahasa pertama. waktu dan tempat penelitian. Proposal disusun berdasarkan bentuk penelitian yang akan dilaksanakan. sehingga penelitian yang akan dilakukan benar-benar dapat tergambarkan. signifikansi. seperti latar belakang. dan lain-lain. it was believed that language development could be characterized by rule governed creativity. 1991: 233). perumusan masalah. language learning is treated as skills learning. anologous to learning how to ride bicycle or play a violin. disertasi. perumusan masalah. Proposal dapat dikatakan sebagai rencana penelitian yang berisikan gambaran menyeluruh mengenai penelitian yang akan dilakukan. 1994: 295). Chomsky menamai kemampuan itu dengan alat pemerolehan bahasa (language acquisition device) yang digambarkan sebagai “kotak hitam” yang memuat kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku secara universal terhadap semua bahasa. Pengertian Salah satu kegiatan penting sebelum pelaksanaan penelitian adalah penyusunan proposal penelitian. metode. 57 . Dengan hipotesis konstruksi kreatif itu. kajian teoretis. we can create an infinite number of sentences. Umumnya proposal harus memuat latar belakang penelitian. Meskipun demikian secara substantif. This device was often described as an imaginative ‘black box’ which exists somewhere in the brain. Chomsky originally referred to this special ability as being based on language acquisition device (LAD). Unsur-unsur Proposal Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas unsur-unsur proposal untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif yang sering digunakan untuk penulisan skripsi. kedua proposal tersebut tidak berbeda karena keduanya harus mampu menggambarkan apa dan bagaimana penelitian akan dilakukan.

seseorang dapat memahami. seperti tingkah laku. dan aspek bidang kajian. dan bagaimana memperoleh jawaban sementara dari masalah yang akan diteliti. Penelitian perlu dibatasi agar jelas apa yang seharusnya diteliti sehingga menjadi lebih terfokus dan tidak melebar pada hal-hal yang tidak perlu diteliti. whether verbal or non-verbal. Perumusan masalah merupakan pijakan dasar kenapa dan bagaimana penelitian itu dilaksanakan. para siswa diminta untuk memberikan beberapa contoh secara lisan (stimulus). Teori belajar bahasa yang kedua adalah kognitivisme yang menolak pandangan teori belajar bahasa behaviorisme yang cenderung menempatkan individu sebagai seorang yang menerima segala masukan dari luar secara pasif. and positive reinforcement for their correct repititions and imitations. tempat. In a 91 . atau melakukan kemampuan kognitif lainnya untuk mengelola berbagai masukan guna mendapatkan pengetahuan dan informasi baru. seperti dimensi waktu. terjadi melalui suatu proses yang sama. Berdasarkan penjelasan tersebut akan tampak secara jelas alasan kuat kenapa penelitian itu perlu dilaksanakan. 2. 3. Biasanya. dan pujian guru (penguatan) terhadap contoh kalimat yang benar (respons) menjadikan mereka menguasai dan terbiasa dengan pola kalimat tersebut. Language learning engages the same cognitve systems – perception. tetapi juga berlaku pada pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa kedua atau asing. habits are formed. menerapkan. Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan pernyataan masalah penelitian sesuai dengan batasan masalah yang telah dibuat. all learning. information processing – as learning other types of knowledge. teori belajar bahasa kognitivisme memandang individu dengan kemampuan kognitifnya sebagai orang yang aktif dan kreatif mengelola segala masukan dari luar dirinya. dapat dipahami bahwa kedua bentuk pembelajaran. Leaners receive linguistic input from speakers in their environment. Sebaliknya. Oleh karena itu. takes place through the same underlying process. penjelasan ini disertai dengan kajian teoretis ringkas untuk memperkuat asumsi-asumsi yang muncul. Pandangan seperti itu tidak saja berlaku pada pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pengetahuan yang dimiliki. 58 mengenai pola kalimat bahasa Inggris S + Modalitas + Verba.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. Lightbown dan Spada (1993: 23) mengatakan: According to behaviorists. Adapun bidang kajian berhubungan dengan pemusatan masalah penelitian pada bidang-bidang yang lebih spesifik sesuai dengan keahlian peneliti. As a result. Batasan Masalah Batasan masalah atau fokus penelitian (dalam istilah penelitian kualitatif) berisikan penjelasan mengenai ruang lingkup penelitian. baik verbal. Penelitian dapat dibatasi oleh beberapa aspek. seperti ilmu pengetahuan dan bahasa maupun non-verbal. problem solving. Latar Belakang Latar belakang berisikan paparan alasan kenapa penelitian itu perlu dilakukan. Tidak ada perumusan masalah berarti tidak ada penelitian. yakni pembentukan kebiasaan. Mengenai hal itu. memory. seperti bagaimana kesenjangan itu terjadi. Dimensi tempat berhubungan dengan tempat penyelenggaraan penelitian atau tempat terjadinya peristiwa yang sedang diteliti. Dimensi waktu berkaitan dengan pembatasan masa atau periode kapan penelitian dilakukan atau berhubungan dengan periodisasi suatu peristiwa. habit formation. Berdasarkan kedua contoh di atas. Tentu saja pada bagian ini perlu dijelaskan kesenjangan antara suatu kondisi yang diharapkan dan kondisi yang ditemui di lapangan.

sedangkan pertanyaan penelitian dalam penelitian kualitatif dapat berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan yang terjadi pada saat pengambilan data. umpamanya. Tujuan Tujuan penelitian merupakan sasaran atau target yang ingin dicapai peneliti di dalam penelitian yang dilakukannya. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan hubungan antara satu variabel dan variabel lain. Umpamanya. bila problem dalam perumusan masalah berkenaan dengan X. Perumusan masalah dalam penelitian kuantitatif tidak berubah sejak awal hingga akhir penelitian. akan mengetahui bagaimana cara berpakaian yang benar setelah ia melakukannya berulang-ulang dan mendapatkan pujian dari ibunya. As new information is learned. Hubungan antara stimulus dan respons inilah yang mendasari terjadinya seluruh bentuk pembelajaran baik verbal maupun nonverbal. Dengan kata lain. masalah yang dikaji adalah X. sehingga mereka dapat merasakan bahwa sesuatu yang baru dipelajarinya mempunyai manfaat bagi diri mereka. setelah diberikan penjelasan yang cukup 90 perumusan masalah harus dinyatakan sejelas mungkin. Perumusan masalah dapat dinyatakan dalam kalimat berita yang disusun dalam paragraf yang koheren sehingga apa yang ingin dikaji tetap dengan mudah dapat ditangkap dan dipahami. Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif biasanya disebut dengan pertanyaan penelitian. bentuk hubungan antara stimulus dan repons ini dapat digunakan untuk pendalaman struktur bahasa Inggris. bahan-bahan tersebut dikemas dalam kegiatan pemebelajaran yang berorientasi pada kompetensi yang diinginkan dengan melihat teori-teori belajar bahasa. Oleh karena itu. tujuan penelitian juga harus berkaitan dengan X. 4. yaitu teori belajar behaviorisme. bukan berdasarkan struktur bahasa yang akan dipelajarinya. … Meaningful learning. tetapi setelah data diperoleh masalah penelitian berubah menjadi Y. Dengan kata lain. Teori Belajar Bahasa Secara umum teori-teori belajar bahasa yang diadopsi dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran bahasa dapat dibedakan menjadi tiga. dan humanisme. kognitivisme. Esensi utama dari teori belajar behaviorisme adalah hubungan antara stimulus dan respons. bahan pelajaran yang akan diberikan kepada mahasiswa harus dipilih dan disusun berdasarkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa. or reconstructed to accommodate what is new. umpamanya. Pujian yang diberikan ibunya (penguatan) terhadap usaha anaknya yang telah mencoba berpakian secara mandiri (respons) atas perintah ibunya (stimulus). 3. on the other hand. tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk mengetahui dan membuktikan bentuk hubungan antara keduanya. Seorang anak kecil. Selain itu. Tujuan harus dirumuskan dengan jelas dan spesifik supaya penelitian menjadi terfokus dan tidak kehilangan arah. Di dalam pembelajaran bahasa. the organization of existing information might have to be changed. sehingga apa yang seharusnya diteliti dapat dipahami. Selanjutnya. menjadikan anak tersebut terbiasa berpakian secara benar. Pada awal penelitian. perumusan masalah dapat juga diungkapkan melalui beberapa kalimat tanya yang menggambarkan masalah-masalah yang akan dikaji. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan pengaruh atau efektifitas cara membaca tertentu terhadap apresiasi puisi. 59 . tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk membuktikan pengaruh atau efektifitas cara tersebut. is relatable to what one already knows and thus can be easily integrated into one’s cognitive structure.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra dapat terpenuhi bila para mahasiswa mampu mengasosiasikan dan merekonstruksi antara pengetahuan yang baru dengan yang lama. tujuan harus diselaraskan dan disesuaikan dengan perumusan masalah.

Pada penelitian kuantitatif. makna atau pesan apa yang terkandung dalam bahasa merupakan bagian yang terpenting dalam berbahasa itu sendiri. maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak. misalnya *The king of America visited Indonesia last year. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan gambaran mengenai jenis dan bentuk penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility). 2. a. Manfaat teoretis berhubungan dengan sumbangsih hasil penelitian terhadap pengembangan teori keilmuan yang terkait. dan benar secara gramatikal. tepat. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail. Pendekatan Kebermaknaan Pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran bahasa merupakan pendekatan yang berorientasi pada kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran. Jika penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara dua 60 misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car. tetapi tidak terjadi. Suatu kalimat dapat saja layak. hipotesis. variabel. Penentuan jenis dan bentuk penelitian tergantung juga pada perumusan masalah dan tujuian penelitian. dan pengambilan data. maka kajian teoretis paling tidak harus membahas ketiga problem tersebut. Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam pengembangan instrumen dan pijakan dalam pelaksanaan penelitian. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. Umumnya. Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. 6. Jadi. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). 7. 1999: 93). Manfaat Penelitian Manfaat penelitian berisikan paparan mengenai keuntungan-keuntungan apa yang dapat diberikan penelitian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan taraf kehidupan. Kajian Teoretis Kajian teoretis berisikan paparan mengenai teori-teori yang relevan dengan perumusan masalah atau pertanyaan penelitian. Jika dalam penelitian terdapat tiga problem yang harus dikaji. Bagian ini berisikan penjelasan mengenai metode penelitian. bukan bentuk bahasa yang menentukan makna.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5. kebermaknaan dalam belajar bahasa itu 89 . Adapun kebermaknaan kegiatan pembelajaran mengacu pada relevansi kegiatan pembelajaran dengan tujuan yang ingin dicapai (Huda. manfaat penelitian dapat dibedakan manjadi manfaat teoretis dan praktis. sedangkan manfaat praktis berkenaan dengan sumbangsih penelitian yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam perumusan hipotesis dan pengembangan isntrumen penelitian. misalnya *my baby is funny. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian merupakan seperangkat prinsipprinsip yang mendasari bagaimana penelitian itu dilakukan. Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). analisis data. Kebermaknaan bahan pelajaran mengacu pada bahan pelajaran yang berupa unit-unit bahasa yang didasari oleh makna. Menurut Hadely (1994: 56-7). Maknalah yang menentukan bentuk bahasa. sedangkan pada penelitian kualitatif. tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan.

knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. dan lain-lain. It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. Analisis data dapat dibedakan menjadi dua. historis. Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik ada beberapa kemampuan atau faktor lain yang turut membangun kemampuan komunikatif seseorang. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors (Hadley. 1994: 4). kemampuan komunikatif mencakup kemampuan-kemampuan lain. dalam penelitian kualitatif seluruh kegiatan penelitian diarahkan pada penemuan teori atau hipotesis. metode penelitian yang akan digunakan ditentukan oleh tujuan dan perumusan masalah penelitian. uji-F. Hipotesis Penelitian Umumnya. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). c. 1978: 26). kemampuan interpretatif. Dalam pandangannya. hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara mengenai problem yang telah ditetapkan dalam perumusan masalah. This happens at the level of discourse and involves interalia. Jadi. sedangkan pada penelitian kualitatatif hipotesis penelitian terumuskan secara implisit pada pertanyaan penelitian yang berfungsi sebagai acuan kerja pelaksanaan penelitian. b. sebaliknya jika penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh atau efek suatu variabel terhadap variabel lainnya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. Jawaban sementara yang 61 . dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya. Analisis data kuantitatif berkenaan dengan penggunaan statistik-statistik tertentu untuk pengujian hipotesis yang telah ditentukan. metode-metode yang sering digunakan antara lain adalah deskriptif. 88 variabel atau lebih. Hymes (1979: 14) berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. Dalam penelitian kuantitatif. Analisis Data Analisis data berkaitan dengan cara bagaimana data yang terkumpul dianalisis untuk dijadikan landasan dalam penafsiran hasil penelitian. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances (Munby. dalam penelitian kuantitatif. hipotesis penelitian hanya terdapat pada penelitian kuantitatif. Dengan kata lain. uji-t. kegiatan penelitian ditujukan pada upaya pengujian atau pembuktian teori atau hipotesis. yakni analisis data kuantitatif dan kualitatif. metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. seperti statistik korelasi. Adapun dalam penelitian kualitatif. selain kemampuan linguistik. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Mengenai hal ini. sebaliknya. Chisquare. seperti kemampuan retorik. Adapun analisis data kualitatif berkaitan dengan kajian secara kritis dan tajam terhadap data kualitatif yang ditinjau dari berbagai macam sudut pandang berlandaskan pendekatan atau teori-teori yang relevan. Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. maka metode yang digunakan adalah eksperimen. eksploratif atau naturalistik.

Variabel penelitian yang diturunkan dari hipotetsis. sedangkan hipotesis alternatif berbunyi ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. seperti kemampuan apresiasi puisi kontemporer mahasiswa. tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi bahasa yang ingin disampaikan. Ellis (1994: 13) mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. atau terjadinya perubahan dalam variabel terikat banyak ditentukan oleh variabel bebas. Instrumen penelitian berhubungan dengan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan. dapat dikatakan sebagai ciri-ciri yang bersifat variatif yang dimiliki responden yang biasanya menjadi fokus dalam penelitian. That is. dalam arti memiliki pengetahuan. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. variabel penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua. dan nilai-nilai dasar untuk melalukukan sesuatu (Suwito. Huda (1999: 93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. Mahasiswa. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. Pengambilan Data Pengambilan data merupakan tahapan penelitian yang terpusatkan pada upaya-upaya pengambilan data yang dibutuhkan dalam penelitian. komptensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. dalam hal ini. Secara umum. Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan salah satu ciri yang harus dipenuhi oleh penelitian kuantitatif. Variabel penelitian lebih banyak ditemukan dalam penelitian kuantitatif daripada kualitatif. 62 kebiasaan berpikir dan bertindak. yakni variabel bebas dan terikat. pandangan lain juga mengisyaratkan 87 . d. e. Hipotesis nol berbunyi tidak ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. Variabel bebas berarti variabel yang mempengaruhi variabel terikat. keterampilan. Berkaitan dengan Program Studi Bahasa Inggris. Kemampuan apresiasi puisi kontemporer yang berbeda antara seorang mahasiswa dengan mahasaiswa lainnya itulah yang dinamakan dengan variabel. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra diturunkan dari kerangka teori bisa bersifat positif (hipotesis alternatif) atau negatif (hipotesis nol) yang dapat dirumuskan secara statistik dan verbal. Pengambilan data ini meliputi pengembangan instrumen dan cara pengambilan data. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. 2003). Masalah penelitian yang berbunyi “apakah ada hubungan antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris” melahirkan hipotesis penelitian sebagai berikut. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif.

atau snowball sampling. sehingga dapat memperkaya pola-pola pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada umunya. pendekatan kebermaknaan. E. Unit analisis merupakan keseluruhan entitas dengan seluruh unsur terkaitnya yang menjadi fokus kajian dalam penelitian. terdapat tiga hal yang perlu dibahas. g. dan mengembangkan prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara bagaimana data diambil dengan instrumen yang telah dibuat. dan teori belajar bahasa. sedangkan instrumen yang berbentuk nontes digunakan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kemampuan afektif responden. F. f. purposive. oleh semua pihak terkait. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kurikulum itu menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai mahasiswa bila telah menyelesaikan studinya. siapa saja yang terlibat di dalamnya. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam 86 Instrumen penelitian terdiri dari dua jenis. merumuskan peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. Secara khusus penelitian ini dapat dijadikan. kecepatan lari. Kompetensi Berbahasa Secara umum. IQ. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menjadi khazanah keilmuan dalam bidang pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. cluster. Populasi berarti keseluruhan entitas yang mencakup siapa atau apa saja kepadanya hasil penelitian itu digeneralisasikan. keterampilan. seperti kemampuan membaca. yakni pengertian kompetensi berbahasa. yakni tes dan nontes. Khusus untuk penelitian kualitatif. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan sampel. Instrumen yang berbentuk tes digunakan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik responden. 5. merumuskan peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. Unit Analisis Unit analisis ini tidak muncul pada penelitian kuantitatif. Pada bagian ini perlu dijelaskan secara prosedural bagaimana data diambil. Dengan kata lain peneliti sendirilah yang lebih tahu terhadap data yang akan diambil. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. atau daya tahan tubuh. tetapi lebih populer dalam penelitian kualitatif. dan keragaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan. 6. Kajian Teoretis Pada bagian ini. Selain pengembangan instrumen. Populasi dan Sampel Populasi dan sampel berkaitan dengan entitas atau orang yang terlibat dalam penelitian. sedangkan sampel merupakan sebagian anggota populasi yang menjadi subjek penelitian atau yang terlibat dalam penelitian. 63 . seperti random. diri peneliti sendiri relatif lebih banyak berfungsi sebagai instrumen penelitian mengingat keterlibatan peneliti secara langsung dalam pengambilan data menjadikan informasi yang diterima lebih bermankna.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan dan penyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di perguruan tinggi agama Islam negeri dan swasta di Indonesia. systematic. dan bagaimana situasinya. Kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan. seperti sikap atau pandangan mengenai suatu masalah. 1.

Secara khusus. Waktu dan Tempat Waktu dan tempat berkaitan dengan dimensi waktu dan tempat penelitian diselenggarakan. maka unit analisnya adalah Sutan Takdir Ali Syahbana itu sendiri. kegiatan penelitian dapat direncanakan secara bertahap. yakni: 1. Jadual Kegiatan Penelitian BULAN KEGIATAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan peneltian yang lebih spesifik. Berkenaan dengan waktu penyelenggaraannya. Jika pertanyaan penelitian berbunyi “bagaimanakah peran Sutan Takdir Ali Syahbana dalam pembangunan sastra Indonesia setelah kemerdekaan Republik indonesia”. mengembangkan silabus matakuliah bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 6. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 5. Namun. Tujuan Penelitian Sesuai dengan pertanyaan penelitian tersebut. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi? 3. dan seminar. tujuan umum yang ingin dicapai adalah pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN. maka unit analisisnya adalah seluruh skripsi mahasiswa yang ditetapkan subjek dalam penelitian. NO 1 2 3 4 5 Tabel 4. yang meliputi persiapan. atau institusional. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? D. 64 85 . pengolahan data. penelitian ini bertujuan untuk: 1. mengembangkan kegiatan belajar bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. apabila masalah penelitian berhubungan dengan bagaimana suatu lembaga pendidikan menyelenggarakan kegiatan pendidikan. 3. sedangkan dimensi tempat menunjukkan lokasi tempat penelitian itu dilaksanakan. maka unit analisisnya adalah lembaga pendidikan itu secara keseluruhan. analisis. 8. merumuskan peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. penulisan laporan. Jika penelitian berkaitan dengan kesalahan gramatikal yang dibuat mahasiswa dalam penulisan skripsi bahasa Inggris.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Unit analisis ini bisa berupa personal baik individual maupun kolektif. 2. pengumpulan data. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? 2. Dimensi waktu menunjukkan masa kapan penelitian itu dilasanakan dan periodisasinya. yang masing-masing dapat memuat beberapa kegiatan yang lebih rinci. nonpersonal. Bagaimanakah peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 4.

transportasi. Oleh karena itu. C. B. alat-alat. alat tulis dan kantor. 2003: 1). merupakan pijakan utama di dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran (Anonymous/gagne. bahan-bahan. maka pertanyaan penelitian yang utama adalah “Bagaimanakah model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dikembangkan di PTAIN?”. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. 2003: 1). akomodasi dan konsumsi. tetapi lebih banyak melibatkan akal pikiran dan inisiatif seseorang itu sendiri.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra tidak banyak tergantung pada stimulus dari luar. Selanjutnya pertanyaan tersebut 84 9. Dengan kata lain. Fokus Penelitian Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. dan biaya takterduga lainnya. Komponen pembiayaan yang harus diperhatikan mencakup honor/upah. memiliki keterlibatan yang aktif di dalam penentuan proses kehidupan yang dilaluinya. Kelengkapan referensi ini akan menunjang kelayakan penelitian untuk dilaksanakan. Bahanbahan referensi tersebut diambil dari berbagai sumber dan publikasi terkini. Biaya Biaya juga merupakan kompenen perencanaan penelitian yang harus dipertimbangkan secara masak agar penelitian dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan yang diinginkan. tetapi juga oleh faktor–faktor dari luar yang berasal dari masyarakat. Penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya peneemuan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar bagi PTAIN dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan. Pembelajaran akan menjadi lebih bermakna bila sesuai dengan minat dan keinginan seseorang yang banyak dipengaruhi oleh kehidupan sosialnya. 10. Pertanyaan Penelitian Sesuai dengan fokus penelitian di atas. dan intelektual (Anonymous/rogers. 65 . Pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam diri seseorang. baik sebagai mahluk individual maupun sosial. Daftar Kepustakaan Daftar kepustakaan memuat seluruh bahan-bahan referensi yang digunakan dalam penyusunan proposal. mental. dalam hal ini perkembangan kognitifnya. Adapun teori belajar Humanisme memandang bahwa pembelajaran itu merupakan suatu proses alamiah dimana seseorang dengan sifat-sifatnya. Akal pikiran. pembelajar harus diperlakukan sebagai mahkluk yang utuh secara fisik.

yakni Kognitivisme. Untuk mengeliminir kekeliruan implementattif itu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 8 PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KORELASI HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI. sehingga belum dapat dihasilkan suatu standar yang dapat dijadikan acuan penilaian keberhasilan program studi khususnya dalam penyelenggaraan pembelajaran dan perkuliahan bagi mahasiswa. Terjadinya pembelajaran disini lebih banyak tergantung pada pihak luar yakni lingkungan sekitar. Behaviorisme. Salah satunya adalah Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi. DAN KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS SISWA SMAN DI JAKARTA TIM perkuliahan yang efektif dan efisien yang berbasis pada kompetensi yang diharapkan dikuasi mahasiswa. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau perkuliahan masih menimbulkan banyak persepsi dan penafsiran. Model pembelajara ini menggunakan pendekatan kebermaknaan (Meaningfulness Approach) yang mengedepankan aspek kebermaknaan bahan pelajaran dan kebermaknaan kegiatan pembelajaran (Huda. perlu ditemukan solusi yang tepat. Dosen masih dihadapkan pada usaha-usaha pencarian bentuk atau model pembelajaran yang dapat mengakomodasi nilai-nilai dan harapan yang terdapat pada kurikulum tersebut. Teori belajar Kognitivisme menekankan keterlibatan aktif akal pikiran dalam kegiatan pembelajaran. 1999: 142-3). Selain itu model pembelajaran berbasis kompetensi ini juga harus didasarkan oleh tiga teori belajar bahasa. Teori belajar Behaviorisme memandang bahwa pembelajaran merupakan perubahan pada prilaku seseorang yang tampak sebagai akibat dari pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan. Berbeda dengan teori belajar Behaviorisme. 2003: 1). Terjadinya pembelajaran di sini 83 66 . Bahan pelajaran dipilih dan digradsi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang disampaikan melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna yang tidak hanya mengandalkan aspek hafalan saja. dan Humanisme. PEMAHAMAN SILANG BUDAYA. bukan pada diri seseorang itu sendiri (Anonymous/Skinner.

politik. yaitu kemampuan linguistik. Meskipun demikian. 045/2002). sosiolinguistik. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh kemampuan-kemampuan atau kompetensi tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. seperti koran. Pengumpulan angka kredit dan durasi waktu belajar yang menjadi ukuran standar keberhasilan mahasiswa merupakan dampak dari kurikulum yang berlaku selama ini. 1979: 14). pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. baik melalui media cetak. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. kebudayaan. seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa itu. Kompetensi dapat diartikan sebagai tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK mendiknas. Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi inilah kegiatan pembelajaran dan perkuliahan diarahkan pada hasil atau kemampuan apa yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahannya. 2003: 6). baik secara bilateral maupun multilateral. Jadi. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk 67 . internet. majalah. Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan. perdagangan. politik. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi di perguruan tinggi melalui SK Mendiknas No. Sebagai bahasa asing. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dalam dunia ilmu. media elektronik seperti televisi. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di SMA adalah pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis (Diknas. Dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. mahasiswa yang mengambil Program Studi Bahasa Inggris. Mahasiswa cenderung menggunakan waktu sebagai ukuran keberhasilan bukan kompetensi. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. Mahasiswa yang mampu mengumpulkan lebih banyak angka kredit dalam waktu yang relatif lebih singkat dianggap sebagai mahasiswa yang berhasil (Azra. dan strategis (Hymes. harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar sebagai tuntutan yang harus dipenuhi dalam bidang keahliannya. Berbekal kemampuan atau kompetensi yang dimiliki. 2003). radio. bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. mahasiswa diharapkan memiliki nilai komparatif dan kompetitis yang tinggi pada era globalisasi dewasa ini. pendidikan. Memperhatikan peranan tersebut. umpamanya. 045/2002 merupakan awal perubahan arah kebjikan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Latar Belakang Masalah Pada era global ini. jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. Program Studi Bahasa Inggris harus dapat mengimplementasikan Kurikukulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau 82 A.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa semester di perguruan tinggi. dan hubungan antarnegara. wacana. teknologi. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. No. umpamanya. para lulusan perguruan tinggi masih belum dapat menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris lisan dan tulisan secara baik.

politik. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas (Brown. meskipun sudah belajar bahasa ini selama beberapa tahun di sekolah menengah atas dan 81 . politik. sebagian besar siswa SMAN di Jakarta belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang benar. Latar Belakang Pada era global ini. jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. Selain itu. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. Pada satu pihak. Selain itu. dan bahkan gagalnya komunikasi. seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar (Back. seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa ini. Sebagai bahasa asing. 1981: 126). kebijakan ini memperkokoh kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dan nasional yang harus digunakan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat secara luas. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. kebijakan itu relatif menghambat perkembangan pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. teknologi. bahasa Inggris tidak digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. baik melalui media cetak. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa itu. kebudayaan. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun. I am not” dan sebagainya. Sejauh ini. sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. 1990: 291).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi. majalah. 1994: 182). karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni. radio. sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. di Indonesia bahasa tersebut merupakan bahasa asing pertama dari beberapa bahasa asing lainnya yang dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. di pihak lain. 68 A. Memperhatikan peranan tersebut. dan hubungan antarnegara. Tidak dapat dipungkiri. perdagangan. dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no. pendidikan. umpamanya. media elektronik seperti televisi. untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Dalam kehidupan sehari-hari. dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. seperti koran.096/1967 tanggal 12 Desember 1967 yang menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang pertama di Indonesia (Kartono. Sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Kebijakan itu tertuang dalam surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. baik secara bilateral maupun multilateral. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman. internet. contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dan merebak luas dalam dunia ilmu.

terlihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta. dan situasi belajar. Supaya lebih terfokus penelitian ini hanya dibatasi pada upaya pencarian bukti-bukti empiris berkenaan dengan hubungan antara motivasi berprestasi. beberapa masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 9 PROPOSAL PENELITIAN EKPLORATIF Berdasarkan penjelasan di atas. C. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. motivasi berprestasi. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 2. B. Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris berkaitan erat dengan beberapa faktor seperti pemahaman silang budaya. Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Perumusan Masalah Sesuai dengan batasan masalah di atas. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 69 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMPETENSI DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI TIM PENELITI 80 .

H. Sacara khusus. besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. 1981. Oxford: OUP. D. 1999.. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. 3. 1994 Hadley. eds. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Nuril Huda. ed. A. The Study of Second Language Acquisition. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 1979. Johnson.O. 1993 Hymes. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta.” Politik Bahasa Nasional 2. Rod. Munby . dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta. Oxford: OUP. Secara bersama-sama. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? D. Language Learning and Teaching.John. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 4. hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Jakarta: PN Balai Pustaka. Brumfit and K. pemahaman silang budaya. 70 Ellis. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 4. pemahaman silang budaya. penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti-bukti empiris tentang: 1. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. Malang: IKIP M Publisher. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. Amran Halim. Boston: Heile Publisher. pemahaman silang budaya. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP. 2. 1978 79 .” The Communicative Approach to Language Teaching. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi. E. C. Teaching Language in Context. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. “On Communicative Competence. Manfaat Penelitian Secara teoretis. J. Kartono. pemahaman silang budaya.

Huda (1999:93) mengatakan kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sesuai dengan situasi yang sebenarnya. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tujuh bulan. dan yang menjadi sampelnya adalah 250 orang siswa kelas II yang diambil secara acak dari beberapa SMAN di lima wilayah Jakarta. Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian. Mengenai hal ini. Motivation: Theories and Principles. sejak Januari hingga Juli 2004 di beberapa SMAN di DKI Jakarta. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Educational Psychology: A cognitive view. Diknas. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah.000. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. Selain itu. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. 78 .(Tiga puluh juta rupiah). motivasi berprestasi.C. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. Rincian biaya dapat tidak diberikan. di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk SMA. Rinehart & Winston. H. Daftar Pustaka Sementara Ausubel. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya. Hadley (1993: 4) mengatakan “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly 71 I. Kajian Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. yakni kemampuan komunikatif. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di SMA dalam pengembangan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. tidak hanya dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal saja. tetapi juga harus dapat menggunakan bentukbentuk bahasa tersebut untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan.. H. Prentice Hall. 1968. R. 1994. New Jersey. Siswa. F.000. Douglas Principles of Language Learning and Teaching. 30. terdapat tiga hal yang perlu dikaji secara teoretis. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL V V V V V V V V Ditinjau dari segi sosial. J. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMA. dan c) analisis data dan pelaporan. Kemampuan Komunikatif Pelajaran Bahasa Inggris di SMA bertujuan agar siswa dapat menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. Brown. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SMAN di Jakarta. b) pencarian data. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. dalam hal ini. Back. pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi. 1990. New York: Holt. 1.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. 2002. David A.

unsur-unsur kebahasaan. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. 2. Artinya. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. dan menyebarkan angket motivasi berprestasi pada sekolah-sekolah yang menjadi teampat penelitian selama tiga hari. 77 . Secara jelas.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra communicative setting. yakni keterampilan berbahasa. aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. kemampuan interpretatif. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. pemahaman silang budaya. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. yaitu angket dan tes. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa SMAN di Jakarta (X1). Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks budaya yang melatarbelakanginya. 3) kemampuan untuk menghasilkan bentukbentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya. kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Penguasaan kemampuan komunikatif tidak hanya menuntut kemampuan linguistik saja. 2) kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak. Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Menengah Atas. Secara spesifik. pernyataan tersebut menuntut SMA dan 72 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Munby (1978: 26) menjelaskan kemampuan lain yang harus dikuasai seseorang meliputi kemampuan retorik. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. Menambahkan pandangan tersebut. Pengambilan Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. 2) pemahaman silang budaya siswa SMAN di Jakarta (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta (Y). Hymes (1979: 14) menjelaskan empat komponen kemampuan komunikatif: 1) kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal dan tidak gramatikal. kemampuan linguistik saja tidak dapat membangun kemampuan komunikatif kecuali bila ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi. 5. 2003: 6). 4. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors”. Peneliti menyelenggarakan tes pemahaman silang budaya. dan 4) kemampuan untuk mengidentifikasi apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak. dan aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra (Diknas. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.

Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. dan berhubungan dengan orang lain dalam kelompok masyarakat tertentu. pengambilan data. Budaya dapat diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakatnya. yakni konvensi. memudahkan manusia dan lingkungannya berinteraksi. Dalam hal ini. Di samping itu. dipelajari oleh seluruh anggota masyarakat. budaya dapat juga dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan yang lain dalam kehidupan bermasyarakat. 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Culture is the context within which we exist. dapat juga dikatakan pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk memahami pola berbahasa dan berprilaku masyarakat lainnya. Mempertegas pengertian itu. analisis data. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. 3. pemahaman silang budaya. 73 . dapat dikatakan bahwa pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya bertindak dan berbahasa ibu dengan bahasa asing yang sedang dipelajari. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. 1994: 164). dan komprehensi (Hadley. 1993: 368-71).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra G. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. b) Hipotesis alternatif: 76 guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran tentang aspek budaya sebagai satu kesatuan dengan bahasa sasaran yang harus diterima siswa. “Culture is a way of life. berfikir. kondisioning. dan hipotesis. 1. antara lain bahwa budaya merupakan hasil akal pikiran manusia. Thomas (1983: 89) mengatakan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. seperti metode. pemahaman silang budaya. Melengkapi pengertian budaya tersebut. and relate to others. It is the glue that binds a group of people together” (Brown. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. Murdock (1961) menyebutkan beberapa ciri universal dari budaya. dan dialihkan kepada generasi berikutnya. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. merasakan. feel. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar. think. konotasi. Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris. Berdasarkan pengertian budaya di atas. penelitian ini menggunakan statistik korelasi dan regresi ganda untuk menganalisis data numerik yang berkaitan dengan ketiga variabel penelitian. 2.

Berdasarkan sumbernya. seperti lapar dan rasa sakit. Pemahaman silang budaya ini lebih banyak menentukan keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. or in more technical terms. 74 motivasi integratif. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik. makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. 3) melakukan pekerjaan. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. sedangkan berdasarkan tujuannya. dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. dan motivasi berprestasi. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. 1990: 291). Dalam pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. 1993: 132). 75 . yakni kebutuhan untuk: 1)menemukan sesuatu yang baru. impulse. Secara lebih mendalam. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. and the degree of effort they will exert in that respect” (Brown. Motivasi. pemahaman silang budaya. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin (Back. emotions or disire that moves one to a particular action. pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. sedangkan pemahaman silang budaya menentukan keberhasilan komunikasi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai medianya. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. 2) membiasakan diri. tinggi rendahnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak ditentukan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. Secara lebih rinci. Ausubel (1968: 368-9) menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. motivasi instrumental. Di antara jenisjenis motivasi tersebut. Secara umum. Kerangka Berfikir Sesuai dengan tinjauan pustaka tersebut. dalam hal ini. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Motivasi berprestasi membimbing siswa untuk terus-menerus berusaha memecahkan bergam kesulitan belajar bahasa Inggris. 4) didorong oleh pihak lain. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. 5) memperoleh pengetahuan. 4. Artinya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->