Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

1

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa dan Sastra Perpusatakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) Farkhan, Muhammad Cet. Ke-1. Jakarta; Cella, 2007 vi, 124 hlmn; 15 X 21 cm ISBN: 978-979-16152-0-4

___________________________________ PROPOSAL PENELITIAN BAHASA & SASTRA Muhammad Farkhan Hak Cipta dilindungi Undang-Undang All Rights reserved Cetakan I, April 2007 Diterbitkan oleh Cella, Jakarta Jl. Pinang No. 26 Pondok Labu Jakarta Selatan Desain Cover: Afif Bahraen Setting & layout: Avisiena M. ISBN: 978-979-16152-0-4 Isi di luar tanggungjawab Percetakan C.V. Fasco Jaya Jakarta

2

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ___________________________________

3

perumusan masalah. Berkenaan dengan perencanaan penelitian. penyusunan proposal menjadi sangat penting dan harus ditulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. buku ini dapat digunakan semua pihak dalam bidang-bidang yang berbeda. dan disertasi sebagai tugas akhir untuk mendapatkan gelar kesarjanaan merupakan pekerjaan yang sangat berat bagi seluruh mahasiswa. proposal harus memuat unsur-unsur esensial penelitian. Hal ini disebabkan antara lain oleh rangkaian pekerjaan yang harus dituntaskan sejak perencanaan. proposal penelitian menjelaskan latar belakang penelitian. sehingga tidak jarang mereka merasa enggan dan tidak berhasrat untuk mengerjakan atau bahkan memulainya. Oleh karena itu. Meskipun demikian. khususnya dalam penyusunan proposal. batasan masalah atau fokus penelitian. dan metodologi penelitian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra KATA PENGANTAR Melakukan penelitian untuk kepentingan penulisan skripsi. Proposal sebagai rencana penelitian harus disusun secara komprehensif sehingga jelas apa dan bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. tesis. Kesalahan dalam penyusunan proposal berakibat pada kekeliruan dalam penyelenggaraan penelitian. manfaat penelitian. Buku ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan peneliti pemula untuk membekali diri dengan berbagai hal prinsipal sebelum penelitian dilakukan. buku ini juga memuat beberpa contoh proposal yang berkaitan dengan bahasa dan sastra. Umumnya. kajian teoretis. Selain unsur-unsur penting penelitian. Ucapan 4 145 . pelaksanaan. dan pelaporan hasil penelitian. Dalam kesempatan ini pula penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu penyelesaian buku ini.

dan Djago Tarigan. King.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Smith. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. Thomas. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Panuti. Inc. Readability. Jakarta: Gaung Persada Press. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. 1983. Jenny. 1987. Williams. terutama Ibu Inayatul Chusna. Tomlinson. Chair. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Judith M. April 2007 Penulis 144 5 . Tarigan H. M.– Sudjiman. Bandung: Angkasa. Abd.Hum. Michigan: Ulrih’s Books. John. 1998. 1986. 2003. 1991. Jakarta: Pustaka Jaya. Twentieth Century British Poetry. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi.G. yang telah memberikan ide-idenya dalam penulisan proposal sastra. Martinis. Akhirnya. Singapore: Colset Private Limited. ucapan terima kasih juga ditujukan kepada rekan-rekan dosen di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Memahami Cerita Rekaan. Brian Materials Development in Language Teaching. and Wayne A. Di samping itu. Cambridge: Cambridge University Press. 3. Yamin. H. Suwito. terima kasih terutama disampaikan kepada Dr. penulis juga berharap kritik dan saran konstruktif dari berbagai pihak untuk perbaikan buku ini pada masa akan datang. dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang banyak memberikan dorongan kepada penulis untuk menyelesaikan buku ini. Jakarta.

Kriszner. dan Nina Spada. PENELITIAN. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture.T. CN: HRAF Press. 15 3. 1993. London: Prentice Hall International Ltd. Pengertian. 22 B. 1994. Rogers. 2003. 18 B. 1 B. Literature Reading. Batsford Ltd. The Oxford Illustrated History of English Literature. dan implementasi. New York: Harper & Row Publisher. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. dan Mandell. KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language.. Rinehart and Winston.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR ISI Kilvert. 1991 Nuttal. Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. 1984. ii 1. 1978. John Communicative Syllabus Design. Reacting. Kajian Kepustakaan. 9 A. Hipotesis. 22 A. Mu lyasa. i Daftar Isi. Cambridge: CUP. Nunan. Ciri-ciri perumusah Masalah yang Baik. Munby. 23 5. 1978 Murdock. 1 A. Kata Pengantar. 9 B. Pengembangan Instrumen Nontes. Frank W. British Writers Vol. John. 1987. 30 C. 33 Lucas. Oxford: Oxford University Press. E. Lightbown. Sanders. 1-8. Andrew. 28 A. 1986. 1987. Inc. London: Heinemann Educational Books. Penemuan Masalah. 1998. Munby . 12 D. Laurie G. Jenis-jenis Penelitian. Stephen R. Pengertian. 2 2. Pengertian. INSTRUMEN PENELITIAN. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP. 28 B. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. How Languages are learned. kansep karakteristik. Oxford: OUP.. Perumusan Masalah. New Haven. The Short Oxford History of English Literature. Sampling.John. 18 A. Robert Karlin. New York: Charles Scribner’s Sons. 10 C. Patsy M. 6 143 . 1991. ed. 1984. Writing. Pat. MASALAH. Ian Scott. Pengertian. Moore. David Language Teaching Methodology. POPULASI DAN SAMPEL. 20 4. Pengembangan Instrumen Tes. Teaching Reading in High School. Florida: Holt. Oxford: Clarendon Press.

London: Longman. ac. “On Communicative Competence. Jakarta: PN Balai Pustaka. Malang: IKIP Malang Publisher. Analisis Kualitatif. eds. Hymes. J. Dubin. Amran Halim. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. 46 B. Bandung: Mandar Maju. 1994. PROPOSAL. Harmer. 1981. nz/courseinfo/AcademicWriting/Flesch. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. ANALISIS DATA. London: Longman Group.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Diknas. Oxford: OUP. Analisis Kuantitatif. 1999. 1990. Kartono. htm). PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL. Harmer. Boston: Heinle and Heinle Publisher. 67 10. 2003. PROPOSAL PENELITIAN SASTRA. 1994. 1991.Rudolf How to Write Plain English http://www.” The Communicative Approach to Language Teaching. 83 11. H. Johnson. Teaching Language in Context. 54 9. PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI. Course Design. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Unsur-unsur Proposal. 1987. Susan Teaching English in the Primary Classroom. 41 C. London and New York: Longman. Jenis-jenis Data.mang. Nevile Making the Most of Your Textbook . 1979. Rod The Study of Second Language Acquisition. Huda. Brumfit dan K. Dominic. 6. 121 142 7 . D. 46 8. Hamalik.” Politik Bahasa Nasional 2. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. 1986. Fraida dan Elite Olshtain. Dasar-Dasar Perkembangannya. Ellis. Grant. Pengertian. 39 A. C. Alice Ommagio. 1987. ed. 42 7. 1992. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Helliwell. Cambridge: Cambridge University Press.canterbury. 46 A. Jeremy The Practice of English Language Teaching. PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF. 39 B. Hadely. 2002. Oemar Pengembangan Kurikulum. Flesch. Oxford: OUP. Hibberd. 103 DAFTAR KEPUSTAKAAN.

Brown. Brumfit. coba-coba. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK. Douglas. http://www. 1968. tanggal 1 Maret 2003. Experiential Learning. Azra.html.C. tanggal 1 Maret 2003. Jakarta: Pusat Kurikulum.. Rinehart & Winston.gwu. New York: Holt. maka cara yang dilakukannya adalah penelitian. Conditions of Learning. Anonymous. Azyumardi. Kurikulum dan Hasil Belajar. New Jersey. Katakanlah. R. Pengertian Untuk memperoleh berbagai informasi. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah. 1985. Operant Conditioning. 2003. Anonim. mengapa? Karena permasalahan tersebut memiliki kompleksitas yang sangat 8 141 . Motivation: Theories and Principles. 1994. dan bahkan suatu kebenaran.gwu. Makalah yang disampaikan pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. seperti menghubungi dan bertanya pada pusat informasi. Educational Psychology: A cognitive view.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra DAFTAR KEPUSTAKAAN 1 PENELITIAN Ahmad. Bandung: Pustaka Setia. Prentice Hall. mendengarkan. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. http://www. atau membaca peta kota Jakarta..edu/-tip/ rogers. Dkk.M. Back. Anonymous. dan cara yang kompleks adalah penelitian. tanggal 1 Maret 2003.edu/tip/gagne. perenungan. ada beberapa cara yang dapat digunakannya. Cara-cara sederhana meliputi membaca. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset. Sebaliknya. 1990. Balitbang Depdiknas. http://www. Kurikulum Berbasis Kampetensi. html. A. David A. Principles of Language Learning and Teaching. bertanya. H. html. Bila seseorang belum mengetahui di mana lokasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berada. Ausubel. H. tetapi penelitian merupakan hal yang sudah kita kenal dan lakukan meskipun dalam bentuk yang berbeda dengan pengertian yang sebenarnya. Oxford: Pergamon Press Ltd.. kurang memenuhi prinsip-prinsip dan kaedah penelitian yang sebenarnya. bila seseorang ingin mengetahui bagaimana pengaruh media elektronik terhadap pola berbahasa Indonesia penduduk Jakarta..gwu. seseorang dapat menggunakan banyak cara dari yang paling sederhana sampai dengan cara yang paling kompleks. Penelitian bukan merupakan hal baru dan asing di telinga kita. atau efektifitas penggunaan gambar dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak TK. 1998. Anonymous.edu/tip/skinner.

Artinya. dan analisis data. Dari ilustrasi di atas. B. Sistematis berarti bahwa rangkaian kegiatan penelitian itu terkait satu sama lain. sedangkan prosedural berarti berarti berarti bahwa seluruh rangkaian kegiatan penelitian tersebut harus dilakukan secara bertahap. 1987. dan subjek penelitian. temuan penelitian memiliki objektivas yang lebih tinggi daripada cara-cara yang sederhana. John. Dominic. 1987. 1986. Jadi penelitian dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan yang tersusun secara sistematis dan prosedural untuk menemukan suatu kebenaran. Tentu saja. penelitian kualitatif merupakan 140 9 . Jenis-Jenis Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa sudut pandang yang berbeda. Sebaliknya. perumusan hipotesis. seperti data. 1984. Poetry of the First World War (1914-1924) London: Macmillan Education. Ian Scott. John. pengumpulan data. Batsford Ltd. Hibberd. dan atau menyelesaikan suatu masalah. tempat. tinggi. dan cara-cara sederhana tidak mampu memberikan jawaban yang akurat dan berterima bagi semua pihak Banyak hal yang harus dilakukan seperti penentuan responden. Lucas. Singapore: Colset Private Limited.T. yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. 1-8. British Writers Vol. bila dua orang peneliti melakukan kajian terhadap suatu masalah dengan responden dan metode yang sama tentu akan memperoleh hasil yang relatif sama. metode. sifat. tujuan. keberadaan satu unsur tergantung pada unsur lain. pengembangan instrumen. Twentieth Century British Poetry. dalam klasifikasi tersebut dapat terjadi suatu jenis penelitian dapat menjadi bagian dari kelompok penelitian lain. Melalui pola interakasi antarunsur tersebut. bidang kajian. Berdasarkan data yang penelitian dapat dibedakan menjadi dua. seperti penelitian eksperimental dan korelasional. New York: Charles Scribner’s Sons. membuktikan teori atau asumsi-asumsi yang sudah ditemukan. Modern English Poetry from Hardy to Hughes London: B. dapat diketahui bahwa penelitian berbeda dengan cara-cara sederhana dalam beberapa hal yang menjadikannya lebih kompleks dan rumit. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang mengandalkan data numerik sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji. Williams.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kilvert.

Jakarta: Pustaka Jaya. analisis wacana. 1987. Contoh penelitian kualitatif: “Perbandingan antara pengembangan plot pada novel-novel romantis dan patriotisme pada masa perang dunia I di Inggris” (Analisis isi) “Prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah” (Naturalistik) Yang pertama termasuk dalam penelitian kualitatif karena data mengenai pengembangan plot merupakan data verbal yang diperoleh melalui diri peneliti sebagai instrumen penelitian 10 oleh Vintage London. 1994. Literature Reading. Andrew. Panuti. 1991. 15. Memahami Cerita Rekaan. seperti analisis isi. Laurie G. Rogers. 139 . Selanjutnya. H. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama lima bulan dari Februari sampai dengan Juni 2005. Selanjutnya skor tersebut dianalisis dengan statistik uji-t atau chi-square untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan. Daftar Kepustakaan Kriszner. Contoh penelitian kuantitatif: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) Yang pertama termasuk dalam penelitian kuantitatif karena data kedua variabelnya: pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris berupa skor yang diperoleh melalui alat ukur tes tertulis. Florida: Holt. kedua skor variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik korelasi dan regresi sederhana untuk menolak atau menerima hipotetsis yang diajukan.. Writing. Oxford: Clarendon Press. Stephen R. Yang kedua juga termasuk penelitian kuantitaif karena data yang dibutuhkan untuk melihat efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer adalah skor mahasiswa yang diperoleh melalui tes pemahaman puisi. The Short Oxford History of English Literature. Inc. dan penelitian naturalistik. Pat. Reacting. Oxford: Oxford University Press. Sanders. J. Dalam novel tersebut terdapat dua bagian yang masing-masing menceritakan tentang keluarga India dan keluarga Amerika. Rinehart and Winston.(Lima belas juta rupiah). 1991. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. Sudjiman. Rincian biaya dapat tidak diberikan..Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra penelitian yang mengandalkan data verbal dan nonnumerik lainnya sebagai dasar analisis dan pemecahan masalah yang sedang dikaji.000. The Oxford Illustrated History of English Literature. Dalam tiap keluarga terdapat tokoh perempuan yang kehidupan domestiknya erat dengan makanan. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN Feb Mar Apr Mei Juni V V V V V I.000. dan Mandell.

maka penelitian tersebut disebut dengan penelitian eksploratif. Semua data verbal yang berasal dari buku-buku novel romantis dan patriotisme. eksperimental. diperoleh melalui diri peneliti sendiri dengan melakukan pengamatan berperanserta. 3. terdapat beberapa jenis penelitian yang dapat digunakan untuk memperoleh suatu kebenaran. dan evaluatif. maka penelitian tersebut dinamakan penelitian deskriptif. penelitian evaluatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu peristiwa. Penelitian historis merupakan penelitian yang bertujuan untuk menguak seluruh rangkain peristiwa masa lampau untuk penyelesaian masalah sekarang. Berdasarkan tujuan ingin yang dicapai. dianalisis secara kualitatif untuk ditemukan perbedaan pengembangan plot yang dilakukan oleh para penulisnya. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya. Makna-makna dari representasi makanan dalam novel yang menjadi sumber data akan dianalisis dengan cara mengelompokkan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan makanan ke dalam beberapa tema yang berhubungan dengan identitas seperti makanan dengan tradisi. Analisis wacana akan dipakai untuk mencari makna dari kalimat-kalimat yang menampilkan fungsi makanan yang telah dikelompokan dalam beberapa tema di atas. makanan dengan keluarga dan makanan dengan peran ibu. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data kualitatif yang mengenai makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dengan berbagai cara. khususnya di Inggris. Sebaliknya. penelitian eksperimen lebih mengarah pada kajian yang berupaya untuk menjelaskan sesuatu bila hal-hal lain dikontrol. Jika suatu penelitian hanya berusaha untuk untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena alam yang terjadi dan kaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. makanan dengan kekuasaan. Unit analisis Unit analisis dlam penelitian ini adalah novel Fasting Feasting karya Anita Desai yang diterbitkan tahun 1999 138 dengan pembacaan kritis terhadap novel-novel romantis dan patriotisme yang muncul pada masa perang dunia I. Terakhir. seperti menandai. mengelompokkan. kegiatan. 4. eksploratif. Berbeda dengan eksploratif. pada penelitian yang kedua data verbal yang berkaitan dengan pola prilaku berbahasa Indonesia mahasiswa UIN yang berasal dari daerah. deskripstif. Langkah berikutnya adalah mendapatkan ideologi yang diusung oleh teks tersebut yang berhubungan dengan identitas perempuan. jika suatu penelitian berusaha untuk menjajaki dan menggali hal-hal yang belum pernah diketahui dan bahkan sama sekali tidak diketahui. wawancara mendalam. atau kebijakan yang sedang berjalan. 2002: 301302).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra data-data di mana dengan penghayatan yang dalam akan tercapai suatu pemahaman yang baik (Muhadjir. seperti penelitian historis. Analisis Data Data yang terkumpul dikaji berdasarkan analisis wacana Michel Foucault akan untuk mencari makna dari representasi makanan yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam teks narasi yang diteliti. Berbeda dengan yang pertama. Contoh-contoh penelitian: “Tinjauan historis terhadap kematian bahasa-bahasa suku pedalaman di Papua” (Historis) 11 . Langkah pertama dari penelitian ini adalah menganalisis fungsi-fungsi makanan dalam novel tersebut dalam kaitannya dengan identitas karakter-karakter perempuan. yang didukung dengan informasi-informasi yang berasal dari dokumen yang ada. 2.

Kata atau kalimat merupakan suatu sistem tanda yang mengurai 137 . maka metode yang akan dipakai adalah metode kualitatif. Menurut Foucault ideologi tidak muncul dari hubungan kelas. dan unit analisis. Metode penelitian kualitatif melihat hubungan antar kata atau kalimat yang membentuk suatu makna tertentu. dimana tiap kelompok berusaha memaksakan ideologinya pada kelompok lain.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra “Pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi berbasis kompetensi di SMA Modern Jakarta Utara” (Deskripstif komparatif) “Pengembangan model kajian kesusasteran Indonesia berbasis nilai-nilai sastra daerah” (Eksploratif) “Pengaruh manejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris Siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan” (Eksperimen) “Tinjauan terhadap pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi” (Evaluatif) Penelitian pertama bertujuan untuk menggali aspek-aspek historis yang terkait erat dengan proses kematian bahasa-bahasa yang terdapat di pedalaman Papua. Ideologi juga tidak berkembang melalui bentuk pemaksaan. pengambilan data. Berdasarkan seluruh data historis yang ditemukan ditentukanlah sejumlah pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk membuat perancanaan jangka dalam melestarikan bahasa-bahasa di pedalaman Papua. Metode Mengacu pada rumusan masalah serta tujuan penelitian. G. analisis data. maka konsep ideologi yang paling tepat dipakai dalam penelitian ini adalah konsep ideologi ketiga. Berdasarkan data kuantitatif yang diperoleh bisa diketahui sejauhmana pengaruh menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. Novel ini menampilkan bagaimana identitas perempuan direpresentasikan melalui makanan. Novel Fasting Feasting merupakan sebuah teks yang mengangkat wacana perempuan. apakah perlu dilanjutkan dengan berbagai 12 untuk menandingi pemaknaan umum yang diterima masyarakat. seperti metode. 1. gambaran deskriptif tersebut dibandingkan dengan kurikulum yang mendasarinya. penelitian tersebut bertujuan untuk mengkaji kebijakan permberlakuan kurikulum berbasis kompetensi dalam pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Foucault melihat bahwa pengetahuan yang ditampilkan oleh sebuah wacana akan membentuk ideologi yang diusung oleh pembuat wacana tersebut. Artinya. Dengan pemahaman konsep ideologi pada analisis wacana. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. Fasting Feasting membawa ideologi pengarang mengenai identitas perempuan yang ditampilkan melalui hubungan tokoh-tokoh perempuan dengan makanan. Terakhir. Tentu saja. model kajian tersebut diperoleh berdasarkan nilai-nilai yang berlaku dalam kesusasteran daerah. penelitian kedua bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kegiatan pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilaksanakan di SMA modern. seperti yang terjadi pada konsep ideologi Marxisme. Penelitian kempat bertujuan untuk mengetahui menejemen kelas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas VI SDN di Jakarta Selatan. Penelitian ketiga bertujuan untuk menggali model kajian kesusasteran yang benar-benar bercirikan Indonesia. Bagi Foucault ideologi muncul pada setiap wacana yang mana masing-masing wacana tersebut menampilkan sebuah pengetahuan dengan cara-cara tertentu. Dalam analisis wacana ideologi berada pada tiap level masyarakat dimana sebuah teks wacana berkembang.

Sebagai contoh seorang pembuat film akan menampilkan dunia yang menurut konsepnya ideal. Segala produk budaya yang hadir dalam masyarakat ini mendukung kepentingan penguasa. Penelitian yang menfokuskan pada bidang keilmuan tertentu biasanya dinamakan sesuai dengan bidangnya. atau temuan-temuan baru. Louis Althusser. atau bahkan dunia. penelitian yang berhubungan dengan bahasa disebut penelitian bahasa. nama bidang keilmuan tertentu akan melekat pada penelitian yang berkaitan dengan bidang tersebut. Ideologi ini (Barthes menyebutnya myth) berfungsi 136 perubahan. Baik penelitian murni maupun terapan. Barthes melihat bahwa ideologi muncul pada makna konotasi. Contoh penelitian murni: “Pola-pola kalimat affirmatif pada naskah-naskah kuno bahasa Jawa di Mataram pada abad pertengahan” (Eksploratif) “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa selama satu dasawarsa terakhir” (Eksploratif) Contoh penelitian terapan: “Hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan” (Korelasi) “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) 13 . atau diberhentikan sama sekali penggunaannya di perguruan tinggi. Berbagai kegiatan keseharian suatu masyarakat merupakan bentuk pengaturan diri dalam suatu keselarasan sosial yang menciptakan masyarakat yang teratur. Penelitian murni merupakan kajian yang dilakukan untuk mencari hal-hal. Definisi ketiga dari konsep ideologi adalah ideologi yang muncul dalam teks narasi. Ideologi yang ditampilkan mengaburkan hubungan antar laki-laki dan perempuan. Dengan kata lain. Konsep yang ia pakai merupakan ideologinya terhadap dunia ideal. Berdasarkan sifatnya. Norma yang terkandung dalam kegiatan tersebut merupakan ideologi dari masyarakat tersebut. makna kedua yang kadang tidak sadar hadir dalam teks. Kegiatan sehari-hari masyarakat diatur oleh norma-norma yang berkembang di masyarakat tersebut. keduanya dapat digunakan dalam kajian bidang-bidang keilmuan yang lebih spesifik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra adalah mereka yang memegang kendali ekonomi. dan mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan model kurikulum berbasis pasar. Dalam perkembangan selanjutnya konsep ideologi ini dipakai oleh feminis yang melihat kekuasaan patriarkal sebagai penguasa atas perempuan yang mengusung ideologinya mengenai hubungan jender. Ini disebabkan karena ideologi patriarkal hanya menampilkan sebagian dari keseluruhan kebenaran mengenai hubungan jender. Dengan nilai-nilai dan norma tertentu ia menciptakan dunia baru yang sesuai dengan ideologinya. film. dilanjutkan dengan tetap mempertahankan model yang berjalan. penelitian terapan merupakan kajian yang dilakukan untuk menemukan teori-teori baru berkenaan dengan aplikasi teori lain. Konsep ideologi keempat berdasarkan atas pemikiran filsuf Perancis. atau lagu yang merupakan ideologi dari pengarangnya. penelitian dibedakan menjadi penelitian murni/dasar (pure research) dan terapan (applied research). Sebaliknya. Pengarang ini menampilkan ideologi bagaimana seharusnya sebuah masyarakat. Ia melihat bahwa ideologi tidak hanya sekedar kumpulan ide tapi juga berbentuk aktivitas keseharian masyarakat. dan dengan agama disebut penelitian agama. hadir. teori. Konsep ideologi kelima mengambil dari pemikiran Roland Barthes. dengan ilmu-ilmu sosial dengan penelitian sosial. Umpamanya. dengan ilmu psikologi disebut penelitian psikologi.

partai politik memiliki landasan pemikiran yang juga menjadi ideologi mereka yang membimbing mereka dalam mengambil berbagai keputusan. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di dalam perpustakaan sebagai sumber data utama. diramu sedemikian rupa hingga sesuai dengan apa kelompok tersebut inginkan. Penelitian terapan kedua berusaha untuk melihat efektivitas implementatsi diskusi kelompok dalam pengajaran puisi kontemporer Amerika. Penelitian lapangan merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya dilakukan di luar laboratorium dan perpustakaan. Kelompok yang berkuasa akan menampilkan sebuah kesadaran yang didistorsi. Namun bagi Barat sebagai yang menampilkan wacana tersebut tidak akan memaknai seperti yang Said lakukan. Definisi pertama adalah ideologi yang dilihat sebagai sebuah kumpulan ide yang mendasari pemikiran sekelompok orang. Hubungan pengetahuan dan kekuasaan dalam sebuah wacana menghadirkan sebuah ideologi yang diusung oleh wacana tersebut. Sedangkan. Ideologi yang ditampilkan oleh sebuah wacana merupakan ideologi penguasa dari pembuat wacana tersebut. yakni penelitian kepustakaan (library research).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Kedua contoh penelitian murni tersebut berusaha untuk menemukan hal-hal baru yang tidak dimaksudkan untuk diterapkan pada kajian bidang lain. Barat mungkin akan memaknai wacana tersebut sebagai bentuk kekaguman mereka terhadap Timur yang sangat berbeda dengan diri mereka. Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang sebagian besar kegiatannya. sebagai pembaca melihat teks tersebut sebagai bentuk pengukuhan kekuasaan Barat terhadap Timur dimana Barat mendeskripsikan Timur sesuai keinginan mereka. seperti di sekolah. di kampung. di pasar. Konsep ideologi ini didasari atas pemikiran Karl Max yang meilhat bahwa hubungan antar masyarakat didasarkan atas ekonomi dimana yang memegang kekuasaan 135 . atau pegunungan tempat data yang dibutuhkan berasal. Ideologi ini secara tidak sadar diterima oleh masyarakat dimana sebuah wacana hadir dan ia dianggap sebagai sebuah kebenaran. lapangan (field research). hasil penelitian tersebut dimaksudkan sebagai pijakan dalam kegiatan pengajaran dan pengambilan keputusan yang terkait dengan bahasa Inggris di SMAN. Sebagai contoh kelompok Ikatan Dokter Indonesia memiliki pemikiran-pemikiran mendasar yang menjadi ideologi mereka. Artinya. Contoh penelitian kepustakaan: “Studi perbandingan antara strukturalisme dan poststrukturalisme dalam kajian karya sastra novel” “Perbedaan antara kalimat imperatif bahasa Inggris kuno dan modern pada tataran struktural” Contoh penelitian laboratorium: “Perbandingan kualitas pelafalan bahasa Inggris antara mahasiswa jurusan BSI UIN yang berasal dari Jawa Timur dan Sumatera Barat” 14 menghasilkan makna-makna/pengetahuan yang berbeda. baik pengumpulan maupun analisis datanya dilakukan di dalam laboratorium. Said. dan laboratorium (laboratory research).dalam konteks pengajaran bahasa Inggris di SMAN.dengan variabel lain –kemampuan komunikatif. penelitian dibedakan menjadi tiga. Menurut Storey dalam bukunya Cultural Theory and Popular Culture (2001) ada lima definisi mengenai ideologi. penelitian terapan yang pertama berusaha untuk mengetahui kaitan antara satu variabel –pemahaman silang budaya. Pemahaman kedua dalam konsep ideologi adalah sebagai sebuah kesadaran palsu (false consciousness). Sebagai contoh wacana-wacana mengenai Timur yang ditampilkan Barat dapat memiliki makna berbeda jika dilihat dari sisi yang berbeda. Berdasarkan tempat pelaksanaannya.

tetapi di lembaga pendidikan dan situs-situs sejarah. Analisis atas sebuah wacana dapat dilakukan dengan melihat representasi7 yang ditampilkan oleh sebuah teks. 15 . bentuk pengetahuan. Pertama representasi dapat dimaknai oleh teks itu sendiri. aturan-aturan. pembaca dapat memaknai representasi tersebut. Suatu teks akan memunculkan makna dan pengetahuan pada apa yang direpresentasikannya. dan sebagainya. Masyarakat tersebut dapat menentukan benar atau salah suatu statement melalui rezim kebenaran. Ketika epilepsi masih dianggap sebagai penyakit kejiwaan. Pertama representasi berarti mewakili (to stand in for). Dua penelitian kedua termasuk ke dalam penelitian laboratorium karena keduanya mengandalkan peralatan khusus yang hanya dapat ditemukan di laboratorium untuk menggali data yang dibutuhkan. Mereka memperlakukan orang yang memiliki gejala epilepsi sesuai dengan apa yang dianggap benar oleh masyarakat. rehabilitasi bagi mereka yang dikenai hukuman. dapat ditemukan di dalam perpustakaan. bahasa Inggris kuno. Pengertian yang kedua adalah bertindak atau berbicara atas nama tertentu (to speak or act on behalf of). sebagian besar kegiatan penelitiannya dilaksanakan di laboratorium. Menurut Foucault kekuasaan terjadi pada tiap level sosial dan aspek kehidupan – mulai dari lingkup keluarga hingga ke negara. Ia mengkritik teori kekuasaan yang dicetuskan Karl Marx. Ia juga bersifat produktif yang menghasilkan wacana. Oleh karena itu penelitian akan lebih efektif dan efisien bila dikerjakan di dalam perpustakaan. masyarakat menganggap hal tersebut sebagai sebuag kebenaran. Suatu representasi pada satu teks dapat dimaknai dari dua sisi. Bagi Foucault kekuasaan tidak sekedar mengatur perilaku sekelompok masyarakat. Penelitian yang hanya mengkaji satu bidang masalah dengan melibatkan responden yang terbatas. Kekuasaan memiliki peran yang lebih dalam masyarakat. Selain lewat teks. Sebagai contoh. umumnya disebut penelitian survey. pelatihan bagi para penegak hukum. Sudut pandang terakhir yang dapat dipakai untuk membedakan penelitian adalah subjek atau masalah penelitian. dan bahasa Inggris modern. umumnya disebut penelitian kasus. Adapun dua penelitian terakhir termasuk ke dalam penelitian lapangan karena data yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan yang ada tidak diperoleh di dalam laboratorium atau perpustakaan. diskusi. sedangkan penelitian yang melibatkan banyak responden atau subjek. poststrukturalisme.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra sebagai suatu kebenaran pada masyarakat tertentu pada konteks historis tertentu. sistem hukuman menghasilkan buku. sebagai contoh bendera negara yang berkibar pada even olahraga mewakili kehadiran negara tersebut. Bentuk kekuasaan yang hadir dari sebuah pengetahuan tidak bersifat hirarkis. Menurutnya kekuasaan bersifat hirarkis yang mana muncul dari mereka yang dominan terhadap mereka yang subordinat. Oleh karena itu. 134 7 “Peningkatan kemampuan mendengarkan bahasa Inggris melalui penggunaan multi media di sekolah dasar Insan Unggul Jakarta Selatan” Contoh penelitian lapangan: “Efektivitas diskusi kelompok dalam pengajaran puisi komtemporer Amerika pada semester VI di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN” (Eksperimen) “Tinjauan historis terhadap proses kreolisasi dan pidginasi antara bahasa Sunda dan Jawa yang terjadi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa tengah” (Historis) Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kepustakaan karena sebagian besar data dan sumber-sumber informasi lain yang berkenaan dengan strukturalisme. Dua sisi pemaknaan dapat Menurut Judy Giles dan Tim Middleton (1999) representasi memiliki tiga pengertian. Kekuasaan juga tidak bersifat negatif yang hanya menghasilkan kontrol.

Alat-alat tersebut memperlihatkan bagaimana kekuasaan bermain. berbagai statement yang kemudian dijelaskan. Disamping itu. Kekuasaan yang mereka miliki didapat dari pengetahuan mereka terhadap fenomena kegilaan. memberikan efek pada kriminal dan pemberi hukuman. penelitian tersebut banyak melibatkan responden dan sumber informasi yang berasal dari masyarakat pesisir di pulau Jawa. dan ia merupakan sebuah wacana yang diterima dan dianggap 133 16 . moralitas. Untuk mempelajari bentuk hukuman yang diberikan seseorang harus dulu mempelajari bagaimana hubungan antara wacana dan kekuasaan menghasilkan konsep tertentu mengenai kriminalitas dan kriminal. Bagi Foucault pengetahuan merupakan suatu bentuk kekuasaan. tetapi melibatkan seluruh masyarakat perkotaan. aturan-aturan. Pengetahuan seseorang tentang kriminalitas menjadikan ia mampu dan memiliki kekuasaan untuk melabelkan seseorang sebagai kriminal serta mengatur dan menghukumnya. Alat-alat institusi ini bisa berupa hukum.I.I. Yang pertama berkenaan dengan pandangan masyarakat pekotaan. Rezim kebenaran berada pada tiap masyarakat. yakni masyarakat luas. Yogjakarta pada masa reformasi” “Model bilingualisme masyarakat pesisir di pulau Jawa pada tahun 1955-1975” Dua penelitian pertama termasuk ke dalam penelitian kasus karena keduanya hanya membahas problem dan melibatkan subjek penelitian yang terbatas. karena alat-alat institusi terdiri atas strategi-strategi hubungan antar kekuasaan yang bermain serta tipe-tipe pengetahuan yang mendukung. Selanjutnya Foucault lebih memperhatikan bagaimana pengetahuan bekerja dalam praktik wacana pada suatu institusi tertentu. Adapun yang kedua hanya berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris di play group tersebut. Yogjakarta pada masa reformasi. Dua penelitian yang terakhir termasuk ke dalam penelitian survey karena keduanya melibatkan banyak reponden. Begitu juga dengan penelitian yang kedua.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Contoh penelitian kasus: “Studi longitudinal terhadap pertumbuhan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan sejak usia 0-12 tahun” “Pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak di play group Anakku Buah Hatiku Pondok Indah Jakarta Selatan” Contoh penelitian survei: “Persepsi masyarakat perkotaan terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D. dan sebagainya. Mereka pun mempunyai kekuasaan untuk membentuk perilaku masyarakat terhadap seseorang yang dinyatakan mengidap kelainan mental. Ini kemudian membawa Foucault untuk berbicara mengenai kebenaran yang bukan bermakna absolut. tidak hanya satu atau dua orang saja. serta bagaimana kekuasaan bekerja pada berbagai alat institusi. serta bagaimana dua hal tersebut diterapkan dalam praktik pada periode historis tertentu. terhadap terhadap penggunaan dialek kraton dalam pengembangan bahasa Jawa Tengah dan D. melainkan kebenaran dalam formasi diskursif yang menghasilkan rezim kebenaran. dianalisis perkembangannya. ia juga melihat hubungan antara pengetahuan dan kekuasaan. seperti kedokteran atau psikiatri. dinilai oleh institusi masyarakat. tanpa melibatkan play group lainnya. Para dokter psikiater memiliki kekuasaan untuk menentukan apakah seseorang memiliki kelainan jiwa atau tidak. Selain itu hasil kedua penelitian tersebut tidak dapat digeneralisasikan untuk anak-anak dan play group-play group lainnya. Yang pertama hanya berkaitan dengan pertumbahan kemampuan berbahasa Indonesia Si Fulan saja tanpa melibatkan anak-anak lainnya. administrasi.

Sebagai kondisi yang tidak ideal. Proses pembentukan makna ini tergantung pada siapa yang menciptakan wacana serta waktu/masa wacana tersebut ditampilkan. 132 6 2 MASALAH A. maka masyarakat tidak lagi menganggap epilepsi sebagai penyakit kejiwaan. bahkan keluarga yang menampilkan sikap serta perilaku yang sama terhadap isu seksualitas. dan berbicara dengan orang lain merupakan sebuah kondisi yang sebenarnya (faktual). Bahasa hanya berfungsi merefleksikan kembali makna tersebut. Ketika penyakit epilepsi belum ditemukan oleh bidang kedokteran. objek. masalah perlu diselesaikan atau dicarikan jalan penyelesaiannya. maka mereka berada dalam satu formasi diskursif. Tiap wacana memiliki proses pembentukan makna yang berbeda sehingga makna yang dihasilkan juga berbeda. dan itulah yang dinamakan masalah. Kegagalan siswa SMA di Jakarta Timur dalam menguasai bahasa Inggris merupakan masalah. Masalah dapat didefinisikan sebagai kesenjangan yang terjadi antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan atau dilaksanakan. Penyakit kejiwaan bukanlah fakta objektif yang selalu sama pada tiap periode historis. Makna yang muncul dari sebuah wacana akan dianggap sebagai suatu kebenaran hanya pada periode waktu tertentu. Menurutnya wacana akan menghasilkan bentuk pengetahuan. kemampuan berbahasa Inggris komunikatif sebagaimana dirumuskan dalam kurikulum merupakan tujuan yang harus dicapai (ideal). Masalah tidak sama dengan topik penelitian. Topik itu tidak perlu ditulis secara panjang 17 . menulis surat. Sebagai seorang konstruksionis6 Foucault melihat bahwa proses pembentukan makna terjadi dalam wacana. Tidak ada masalah berarti tidak ada penelitian karena dari masalah itulah seluruh kegiatan penelitian berawal. Dalam hal ini. Pengertian Masalah merupakan salah satu komponen penting dalam penelitian. Sedangkan pendekatan intensional melihat bahasa sebagai perwakilan makna atau cara penutur atau penulis melihat dunia. Dua pendekatan lain adalah reflektif atau mimetik dan intensional. Kini definisi kegilaan dibentuk oleh Konstruksionis adalah salah satu pendekatan dalam melihat sebuah representasi yang melihat bahwa makna dalam bahasa dapat dimainkan oleh pemakainya. Pendekatan reflektif atau mimetik adalah pendekatan yang melihat bahwa makna telah ada dalam benda. Kini setelah ilmu kedokteran menemukan bahw epilepsi adalah penyakit akibat tidak berfungsinya salah satu sel otak. dan praktikpraktik pengetahuan yang berbeda pada tiap periode waktu. seseorang yang menampilkan gejala penyakit tersebut akan dianggap memiliki penyakit kejiwaan. Dari kondisi tersebut dapat diketahui adanya ketidaksesuaian dan kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditemukan di lapangan. seperti membaca koran bahasa Inggris. peristiwa yang ada di dunia nyata. Salah satunya adalah melalui penelitian. subjek. Foucault memberikan sebuah contoh dari praktik diskursif (discursive practices) yang memiliki makna berbeda pada periode waktu yang berbeda.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra masyarakat. Foucault tidak mempercayai fenomena yang sama dapat ditemukan dalam periode historis yang berbeda. orang. sedangkan ketidak-mampuan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi harian. Masyarakat akan mengucilkan atau membunuh demi tidak tersebarnya penyakit tersebut.

menentukan bagaimana seseorang berbicara. Sebetulnya. Agama. menulis atau membawa diri. Umpamanya. Jika bergandengan tangan antara lakilaki dan perempuan merupakan salah satu bentuk seksualitas dalam sebuah masyarakat. dengan pengetahuan yang dikuasainya seseorang mungkin saja dapat merenungkan berbagai hal berkaitan dengan perencanaan pengembangan bahasa Indonesia masa depan. tesis. Wacana menentukan dan membentuk objek dari pengetahuan. Mereka berusaha untuk tidak melanggar segala praktik sosial yang berhubungan dengan seksualitas. Jika sebuah wacana membentuk cara tertentu dalam menampilkan sebuah topik. Tentu saja dari topik yang diangkat dapat diketahui apa masalah yang sedang diteliti. organisasi 131 18 . maka tiap individu akan menjaga perilakunya untuk tidak menunjukkan sikap tersebut. membaca topik tertentu atau membentuk pengetahuan mengenai topik tersebut. kodifikasi gramatika baku bahasa Indonesia. B. satu perbuatan atau satu sumber. tetapi dapat ditulis secara singkat sebagai judul penelitian. Di sinilah timbul kesenjangan antara kemampuan dan ketidakmampuan mahasiswa atau peneliti pemula dalam menemukan masalah. berbicara dan membawa diri. pemerintah. seperti koordinasi antarlembaga terkait. Penemuan Masalah Menemukan masalah penelitian merupakan masalah tersendiri bagi sebagian mahasiswa atau peneliti pemula. pengalaman pribadi. akan muncul pada berbagai teks. Wacana tidak pernah terdiri atas satu statement. Sering kali terdengar suara-suara yang berbunyi “saya belum menulis skripsi. dan sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia baku kepada masyarakat. dan membaca. serta membentuk cara berperilaku pada berbagai institusi dalam masyarakat. masalah tidaklah sulit untuk ditemukan asal peneliti selalu ingat bahwa masalah itu adalah kesenjangan yang terjadi antara das sollen dan das sein. Pemahaman atas seksualitas pada kelompok masyarakat tersebut mengatur bagaimana masing-masing anggotanya bersikap. Perenungan merupakan proses identifikasi dan pemikiran secara mendalam terhadap fenomena alam sehingga diperoleh apa yang seharusnya terjadi (ideal) dan apa yang betul-betul terjadi (faktual). satu teks. membentuk sebuah topik atau tema. masalah masih tetap perlu ditulis dan diuraikan secara lebih jelas agar kesenjangan yang terjadi dapat teridentifikasi secara mudah dan cepat. melihat fenomena penggunaan bahasa Inggris. Masalah dalam penelitian bisa ditemukan melalui beberapa cara. Definisi beserta norma dan aturannya akan berubah seiring dengan perkembangan sejarah dan waktu. Sebuah wacana yang sama. Wacana. meskipun demikian tidak semua topik mengandung masalah yang jelas. yang ditampilkan oleh institusi-institusi masyarakat. atau disertasi karena saya belum menemukan masalah”. maka wacana juga membatasi cara lain untuk berbicara. masih menurut Foucault. menggunakan cara yang sama. pengalaman orang lain. dan juga mempengaruhi bagaimana ide-ide dimasukkan dalam praktik-praktik dan dipakai untuk mengatur perilaku manusia. maka menurut Foucault mereka berada dalam formasi diskursif (discursive formation) yang sama. Contoh-contoh masalah yang muncul adalah: aturan. dan dialekdialek kedaerahan dalam komunikasi harian pada acara-acara televisi dan radio. Oleh karena itu. Ketika peristiwa-peristiwa diskursif ini mengacu pada satu subjek yang sama. baik itu politik maupun administratif. mengatur bagaimana sebuah topik dapat bermakna ketika dibaca.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebar. seperti perenungan. serta mendukung sebuah pola strategi. yang memiliki karakteristik dari cara berpikir atau bentuk pengetahuan yang sama pada periode tertentu. organisasi yang membentuk definisi seksualitas.

Bagaimanakah pola sosialisasi bahasa Indonesia baku kepada masyarakat pada masa pemerintahan Presiden SBY? Selain perenungan. Secara khusus penelitian berusaha untuk menggali: 1. yang dapat dijadikan sebagai pijakan dalam penemuan masalah yang layak untuk diteliti. Apakah Metode Adopsi Total efektif dalam pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa global dewasa ini? 3. Adapun masalah-masalah yang mungkin muncul berdasarkan kegagalan tersebut adalah: 1. Umpamanya. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman baik dan buruk orang/pihak lain sebagai pijakan dalam penemuan masalah penelitian. 19 . 1999: 44). Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan bidang kajian dan kritik sastra sehingga menjadi lebih beragam dan variatif. Ia melihat dalam wacana terdapat kumpulan statement atau cara suatu pengetahuan ditampilkan untuk menampilkan sebuah tema/topik pada masa tertentu. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan benar mengenai makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dan kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting. Landasan Teori Wacana menurut Foucault adalah “a group of statements which provide a language for talking about – a way of representing the knowledge about – a particular topic at a particular historical moment” (Hall. ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. Sekelompok masyarakat akan menciptakan norma. seseorang bisa mengidentifikasi beberapa kegagalan yang dialami dirinya dalam belajar bahasa Inggris. dan ideologi yang terdapat dalam makna-makna tersebut. Subjek mengenai seksualitas akan bermakna jika ia berada dalam bentuk praktik sosial. Apakah ada hubungan antara “berani mengambil resiko” dan kemampuan membuat kalimat bahasa Inggris yang gramatikal pada siswa kelas I SMP di Bogor? Di samping pengalaman pribadi. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian bertujuan untuk hubungan antara makanan dan pembentukan identititas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting. E. Selain itu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. Yang menjadi perhatiannya adalah aturan-aturan serta praktik-praktik yang menghasilkan meaningful statements dan regulated discourse pada tiap periode waktu atau sejarah yang berbeda. Bagaimanakah model pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pada masa reformasi 19972007? 2. Bagaimanakah membangun lingkungan kebahasaan yang dapat membimbing mahasiswa Jurusan BSI menguasai bahasa Inggris secara komunikatif? 3. F. bahasa yang tidak komunikatif. Mungkin saja seseorang mendengarkan atau diberitahu oleh yang bersangkutan bagaimana cara menguasai empat bahasa asing. seseorang dapat juga memanfaatkan pengalaman pribadi dan orang lain untuk menemukan masalahmasalah yang menarik diteliti. dan 2. 130 1. atau takut membuat kalimat yang tidak gramatikal. Apakah teknik “pair work” lebih efektif daripada “diskusi kelompok” dalam pengajaran lafal bahasa Inggris bagi siswa kelas I SMP di DKI Jakarta? 2. khususnya pelafalan yang tidak benar. Makna-makna budaya apa saja yang muncul dalam representasi makanan dalam kaitannya dengan identitas tokoh-tokoh perempuan pada novel Fasting Feasting.

makin banyak membaca. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan membaca koran dan menulis karya ilmiah mahasiswa semester VIII Jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? Cara lain yang mungkin dapat dimanfaatkan seseorang untuk menemukan masalah penelitian adalah membaca naskahnaskah. C. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? 2. dan makin mudah bagi seseorang untuk menemukan dan merumuskan masalah penelitiannya. sesorang harus mampu merumuskannya sedemikian rupa sehingga problem yang ingin dikaji menjadi jelas dan spesifik. Dengan membaca. yakni: 1. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. sehingga mampu menemukan maaslah-masalah yang memang betul-betul layak untuk diteliti. Masalah dalam penelitian dapat diungkapkan atau dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan atau kalimat tanya. keluarga Amerika dan India. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. Bagaimanakah pengembangan “autonomous learning” untuk membantu mahasiswa menguasai bahasa-bahasa asing di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta? 2. Perumusan Masalah Setelah dapat menemukan masalah yang layak diteliti. B. Fakus Penelitian Sesuai dengan latar belakang masalah di atas. terdapat dua pertanyaan yang menarik untuk dibahas. C. oleh Desai menambah keragaman pemahaman atas hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. baik yang berasal dari media cetak maupun elektronik. seseorang akan memperoleh berbagai informasi mengenai berbagai hal yang menarik. Singkatnya. penggunaan 20 dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. atau kebiasaan membaca koran dan kaitannya dengan menulis karya ilmiah. Pemilihan makanan dalam menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Amerika pada keluarga Amerika dan India pada keluarga India. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 129 . khususnya yang berkaitan dengan bidang keahliannya. Adapun masalah-masalah yang menarik untuk diteliti adalah: 1. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan fokus penelitian tersebut. Apakah terdapat perbedaan pemahaman terhadap novel-novel klasik berbahasa Inggris antara mahasiswa yang menggunakan metode hermeunetik dan metode struktural? 3. Meskipun tidak ada perbedaan yang sangat mendasar. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokohtokoh perempuannya. Inilah yang menjadi alasan bagi penulis untuk menganalisis makanan dan kaitannya dengan identitas perempuan dalam novel Fasting Feasting.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra bagaimana cara memahami novel-novel klasik berbahasa Inggris dengan metode hermeunetik. makin banyak informasi yang diperoleh.

Budaya tiap keluarga sangat mempengaruhi bagaimana mereka menyiapkan makanan dan menyelenggarakan ritual makan. Ia mengenyam pendidikan di SMU Queen Marry Delhi dan Miranda House. Ayahnya seorang pengusaha Bengali dan ibunya seorang warga negara Jerman. dalam puisinya Making the Jam Without You mengingat kembali kegiatan membuat selai dengan anak perempuannya yang kini tinggal di Jerman. perlu dikembangkan suatu model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar penilaian program studi dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan bahasa Inggris. the Pot. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. Masing-masing keluarga memiliki ritual sendiri dalam hal makanan dan pola makan. model yang dikembangkan harus mencakup beberapa aspek penting dalam pembelajaran. 2. permasalahan utama dalam penelitian ini adalah pencarian model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dan pembuktian efektivitas model tersebut melalui eksperimen pada beberapa program studi PTAIN di Indonesia. Perempuan akan mendapatkan keuntungan dari peran tersebut. Ihigaki Rin. Perhatikan contoh-contoh berikut. Kalimat pernyataan: 1. the Fire I Have Before Me mengatakan bahwa peran perempuan dalam memasak bukanlah sesuatu yang merugikan. seperti pengembangan silabus. Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi. Para perempuan dari kedua keluarga tersebut memiliki tugas untuk menyajikan makanan. efektifitas model tersebut dalam pembelajaran bahasa Inggris masih harus dipertanyakan. Novel ini bercerita mengenai dua keluarga dengan latar belakang budaya yang berbeda. Ia berharap kehidupan pernikahan anaknya sehangat saat mereka membuat selai bersama. Oleh karena itu. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di beberapa program studi PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. peran mahasiswa dan dosen dalam pembelajaran. Selain itu. Novel Fasting Feasting (1999) karya Anita Desai5 merupakan salah satu karya sastra yang memasukkan unsur makanan dalam ceritanya. Tentunya. India dan Amerika. Makanan kemudian menjadi urusan keseharian mereka. Mereka bertanggung jawab tidak hanya pada mempersiapkan makanan namun juga pada menentukan apa yang akan dimakan oleh anggota keluarga. bentuk kegiatan belajar.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Jepang. hubungan antara 21 . dalam puisinya The Pan. Akan sangat menarik untuk melihat bagaimana makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. Eratnya hubungan tokoh-tokoh perempuan tersebut dengan makanan dapat menampilkan citra perempuan. Meskipun demikian. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta Selatan. dalam sastra Inggris. Maxine Kumin. dan prosedur atau strategi pengajarannya. Universitas Delhi di mana ia mendapat gelar B. peran bahan ajar. Pemilihan makanan Anita Desai lahir tahun1937di Mussoorie India. seorang penyair dari Amerika Utara. terutama suami dan anak laki-laki mereka.A. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan oleh novel tersebut. 128 5 kalimat tanya dalam perumusan masalah lebih memperjelas apa sebenarnya yang ingin dicari oleh peneliti daripada penggunaan kalimat pernyataan. dan untuk itulah ujicoba model tersebut menjadi sesuatu yang sangat mendesak untuk dilakukan. The Peacock merupakan novel pertamanya yang terbit tahun 1963. Dengan demikian.

Keterikan perempuan terhadap makanan beserta ritualnya merupakan sebuah mimesis atau metafor dari peran perempuan sebagai food giver pertama pada bayi serta sebagai koki keluarga. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. Namun tidak sedikit juga penulis perempuan menggunakan makanan untuk merayakan peran perempuan dalam lingkup domestik. seperti pada penderita bulimia dan anorexia. Makanan yang sebelumnya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis dapat dipakai untuk menampilkan identitas perempuan. Penyair 127 . Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? b. Perempuan berada di wilayah tersebut. Harriet Blodgett (2005) dalam eseinya Mimesis and Metaphor: Food Imagery in International Twentieth-Century Women's Writing.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra motivasi berprestasi. Namun yang paling sering ditampilkan oleh penulis perempuan adalah mengenai isu domestisitas. seperti mengkritik bahkan menolak peran mereka sebagai penyaji makanan. penulis-penulis laki-laki juga menggunakan makanan dalam tulisan mereka. keluarga Amerika dan India. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsipprinsip kurikulum berbasis kompetensi? c. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian hubungan antara ketiga variabel tersebut. Yang membedakan dengan penulis perempuan adalah ketika penulis laki-laki menggunakan makanan sebagai tema. Sedangkan penulis perempuan lebih menghubungkan makanan dengan peran dan status mereka. Perubahan perumusan masalah untuk poin satu ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Melalui makanan akan terlihat bagaimana identitas tokoh-tokoh perempuan yang ditampilkan dalam novel tersebut. Selain penulis perempuan. Pertama perempuan telah diajarkan mengenai nilai-nilai kewanitaan melalui presentasi makanan yang dihadirkan oleh ibu mereka. Para penulis perempuan ini menggunakan makanan untuk mengangkat masalah jender. Selain itu obsesi perempuan terhadap makanan. Mereka hanya menggunakan penulis-penulis perempuan sebagai token acknoledgment dan lebih mengacu pada penulis-penulis lakilaki besar. Pemilihan makanan untuk menampilkan identitas perempuan membawa ideologi pengarang atas pembentukan identitas perempuan. Oleh karena itu. seperti Homer atau Plato. Kalimat pertanyaan: 1. Selain itu penggunaan latar budaya yang berbeda. juga merupakan bagian yang takterpisahkan untuk memahami hubungan makanan dan perempuan dalam novel tersebut. 3. Banyaknya penulis perempuan mengangkat isu ini disebabkan oleh makanan yang identik dengan wilayah domestik. Penelitian ini difokuskan pada upaya penggalian bagaimana penulis novel Fasting Feasting menjadikan makanan dan ritualnya sebagai representasi pembentukan identitas tokoh-tokoh perempuannya. menunjukkan adanya masalah dalam identitas perempuan yang tidak bisa memisahkan diri dari figur ibu atau dari proses menjadi ibu. Itulah beberapa isu sentral yang akan dibahas dalam penelitian ini. Para penulis laki-laki ini lebih menghubungkan makanan dengan seksualitas daripada dengan perempuan. Bagaimanakah peran dosen dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 22 masih banyak lagi. menjelaskan beberapa alasan mengapa banyak penulis perempuan menggunakan tema makanan dalam tulisan-tulisan mereka.

Selain mengukuhkan identitas perempuan. Perempuan dapat mengatur kepada siapa saja makanan diberikan dan berapa banyak makanan tersebut diberikan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? d. Perubahan perumusan masalah untuk poin dua ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. Perubahan perumusan masalah untuk poin tiga ke dalam kalimat pertanyaan adalah sebagai berikut: a. berperan dalam bidang politik serta mendapat kesetaraan hak. karya sastra juga menggunakan makanan untuk menampilkan berbagai isu. Secara bersama-sama. Selain masyarakat patriarki dan feminis. pemahaman silang budaya. seksualitas dan konstruksi jender. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? c. Doris Lessing. seni. bahaya atas mentalisme yang berlebih serta yang terpenting bagaimana individu berhubungan dengan masyarakat. Perempuan menjadi sulit untuk melakukan kegiatan di luar rumah. kemiskinan. Doris Lessing pada novel-novel realisnya banyak mengangkat permasalahan identitas diri dalam masyarakat modern. dan Margaret Atwood melihat makanan sebagai realitas sosial. masalah-masalah psikologis. pendidikan. Namun ketika perempuan tidak mampu untuk menyajikan makanan dan memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga maka ia akan dianggap 'cacat' oleh masyarakat. seks. Penulis-penulis perempuan abad 20 seperti Margaret Atwood. dan Angela Carter4 menggunakan makanan dalam karya-karya mereka untuk menampilkan perilaku sosial dan individu. 3-4) 126 4 d. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? b. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 2. Pemberian label tersebut menjadikan perempuan kehilangan posisi dalam keluarga. Mereka melihat bahwa makanan dapat memberikan kekuasaan pada perempuan namun juga dapat dipakai untuk menguasai perempuan. Ketergantungan anggota keluarga lain pada perempuan dalam hal makanan menjadikan perempuan memegang kekuasaan penuh atas kelangsungan hidup dan pemenuhan nutrisi mereka. nasionalisme. misteri pembunuhan. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? e.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra perempuan. Masyarakat patriarki menggunakan fungsi dan peran perempuan dalam rumah tangga untuk mencegah mereka melakukan aktivitas di luar rumah. seperti mendapat pekerjaan. Bagaimana makanan dan ritualnya merepresentasikan pembentukan identitas tokohtokoh perempuan dalam novel Fasting Feasting? b. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta? 3. (Sceats 2000. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? f. para feminis melihat makanan sebagai ajang kontestasi kekuasaan. Angela Carter dalam beberapa novelnya menghubungkan makanan dan proses makan dengan kekuasaan. Ideologi apa yang terkandung dalam representasi tersebut? 23 . Ia menghubungkan makanan dalam novel-novelnya dengan politik opresi serta kebebasan dan tanggung jawab individu. politik seksual.

Citra perempuan yang ideal untuk menjadi istri dan ibu adalah perempuan yang mampu memasak. Luasnya 24 Masyarakat patriarki melihat makanan beserta ritualnya sebagai tugas domestik perempuan. Bagaimana penulis merepresentasikan nilai-nilai edukatif melalui karakter utama dalam novel “David Copperfield” sehingga dapat dipahami oleh pembaca? b. dan siapa responden yang harus terlibat. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan? Contoh perumusan masalah yang tidak jelas: a. Eratnya hubungan antara perempuan dan makanan serta penggunaan makanan oleh masyarakat patriarki dalam membentuk citra perempuan dilihat oleh para feminis sebagai alat untuk menampilkan identitas perempuan. Ciri-ciri Perumusan Masalah yang Baik Problem penelitian yang dirumuskan secara baik akan memudahkan peneliti untuk menentukan beberapa hal penting yang berkaitan dengan rancangan penelitian. Bentuk pelayanan tersebut mengukuhkan identitas perempuan dalam masyarakat patriarki. Tidak terlalu luas Perumusan masalah tidak boleh bersifat terlalu luas. apa dan bagaimana pengumpulan data. Apakah prediksi yang bisa dibuat antara adanya dua hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta Selatan. Lewat makanan masyarakat patriarki mengidentikkan perempuan dengan wilayah domestik di mana perannya adalah melayani keluarga. dan bagaimana perempuan rela untuk lapar demi terpenuhinya kebutuhan nutrisi keluarga. Contoh perumusan masalah yang jelas: a. seperti apa metode dan analisis data yang digunakan. bagaimana perempuan rela mengorbankan kepentingannya demi memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka membentuk citra perempuan lewat kemampuannya dalam mempersiapkan makanan bagi anggota keluarga. Feminis melihat pengukuhan identitas perempuan yang terkait dengan wilayah domestik membatasi ruang lingkup 125 . Jelas Masalah harus dirumuskan secara jelas sehingga dapat dimengerti apa yang menjadi pokok kajian dalam suatu penelitian. Penggambaran perempuan ini merupakan bentuk stereotip citra perempuan menurut masyarakat patriarki. Kejelasan perumusan masalah dapat diperoleh melalui penggunaan pola-pola kalimat efektif yang tidak banyak mengandung anak kalimat sehingga menjadi terlalu kompleks dan tidak jelas subjek dan predikatnya. Di lain pihak ketika perempuan tidak mampu untuk mengolah makanan maka ia akan kehilangan identitas diri sebagai perempuan yang sesungguhnya dalam masyarakat dan dianggap sebagai perempuan yang tidak lengkap (Van Esterik). sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra D. Masyarakat menjadikan makanan sebagai salah satu ukuran seberapa baik seorang perempuan mengurus keluarga dan membesarkan anak. Bagaimanakah unsur intrinsik dalam novel “David Copperfield” yang pembaca peroleh dan latar belakang historis pengarangnya yang mempengaruhi pengembangan unsur cerita? b. Ketika perempuan mampu menyajikan makanan yang bernutrisi kepada seluruh anggota keluarga maka ia akan dinilai sebagai ibu dan istri yang baik. Stereotip ini muncul akibat penempatan perempuan di wilayah domestik. Kemampuan mereka dalam memasak menjadikan mereka juga mampu mengurus keluarga. tampil dalam hubungan perempuan dengan makanan beserta ritualnya. Bagaimana perempuan berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. 2. Berikut adalah beberapa ciri perumusan masalah yang baik: 1.

Seluruh kelompok dan gerakan yang menjadikan perempuan sebagai wacana pada dasarnya mengangkat masalah yang sama yaitu politik. Contoh: a. Apakah masalah itu perlu dan berguna untuk dipecahkan? b. Bagimanakah perubahan makna “house” yang terjadi sejak bahasa Inggris kuno sampai modern? 4. Apakah pemecahan masalah tersebut membutuhkan kepandaian tertentu? 25 124 .Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra lebih spesifik ini menandakan bahwa perempuan mulai lebih memfokuskan diri pada isu-isu kesetaraan hak berdasarkan atas pengalaman masing-masing. Yang membedakan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya adalah pengalaman mereka. namun perempuan kulit hitam selain mengalami opresi dari laki-laki kulit hitam juga mendapat opresi dari masyarakat kulit putih. seperti mengandung problem yang sangat sangat spesifik sehingga tidak mungkin untuk diteliti. Contoh: a. Kendali penuh terhadap makanan ini dapat digunakan perempuan dalam menunjukkan posisi dan kekuasaannya dalam keluarga. Bagaimanakan kesusasteran Inggris dikembangkan? b. Sempitnya masalah bisa terjadi karena beberapa hal. pendidikan. penyajian. Bagaimanakah peran American Corner dalam pengembangan kemampuan mahasiswa semester VI Jurusan BSI dalam melafalkan bunyi /f/ dalam bahasa Inggris? b. Walaupun sama-sama mengalami opresi dari masyarakat patriarki. Perempuan kulit putih hanya mengalami opresi dari laki-laki kulit putih saja. Mereka memegang kendali penuh atas pemilihan menu makanan. Kelompok feminisme kulit putih dan kulit hitam memiliki pengalaman yang berbeda. citra perempuan dalam media. Tidak mengandung unsur subjektif Perumusan masalah juga tidak boleh mengandung unsur-unsur subjektif peneliti. seperti tidak menyantumkan aspek waktu dan tempat secara spesifik. Salah satu pengetahuan dan pengalaman perempuan yang sering dijadikan alat untuk mengangkat isu perempuan adalah makanan serta berbagai ritual3 yang menyertainya. bentuk opresi yang dialami oleh kedua kelompok ini tidak sama. Mereka melihat tiap perempuan memiliki kepentingan dan keinginan yang bisa sama atau berbeda dalam memperjuangkan haknya. Perempuan menjadi pelaksana utama pengolahan dan penyajian makanan. sehingga hasil penelitian yang diperoleh bersifat sangat subjektif dan personal. Bagaimanakah pengalaman saya dalam membangun suasana demokratif dalam kelas percakapan bahasa Inggris untuk mahasiswa semester IV Jurusan BSI? b. atau perumusan tersebut memang mengadung hal-hal yang sangat luas sehingga tidak mungkin untuk diteliti. peracikan. masalah bisa terjadi karena beberapa hal. sehingga menjadi sangat sulit untuk dikaji. Berbedanya pengalaman yang dialami oleh dua kelompok ini menjadikan mereka mengangkat isu yang berbeda pada masalah yang sama. Bagaimanakah suka duka mahasiswa semester VIII Jurusan BSI dalam menyusun skripsi sebagai tugas akhir? 5. Hal-hal lian yang perlu dipertimbangkan: a. Contoh: a. dan keluarga. Ini disebabkan karena perempuan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan makanan. bagaimana cara pengolahannya dan untuk siapa makanan tersebut disajikan. 3 Ritual yang dimaksud adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan makanan seperti penentuan menu makanan. Bagaimanakah penggunaan bahasa Inggris di Asia? 3. hingga tradisi makan bersama. pekerjaan. Tidak terlalu sempit Perumusan masalah juga tidak boleh bersifat terlalu sempit. pengolahan bahan makanan.

muncul gerakan Women's Rights and Women's Suffrage yang menekankan pada perubahan kedudukan perempuan dalam sosial. Tahun 1963 dengan diterbitkannya buku The Feminine Mystique oleh Betty Friedan menandakan munculnya gerakan feminisme gelombang kedua. Kata feminisme mulai diperkenalkan pada tahun 1890-an. lesbian. 2 Feminisme gelombang pertama dimulai pada abad ke-19 dan berakhir pada tahun 1949. Menjadi perempuan dengan segala sifat dan karakteristik yang menempel padanya dibentuk oleh masyarakat (Selden. Feminisme gelombang pertama ini menekankan pada pendidikan. Dalam perkembangan feminisme1 gelombang pertama (first wave)2. 1998: 210). Kelompok-kelompok gerakan feminisme yang Feminisme merupakan istilah yang dipakai oleh gerakan perempuan yang menginginkan pengakuan dan kesetaraan hak dalam masyarakat. 1 26 123 . Bagi masyarakat patriarki perempuan memiliki bentuk biologis yang tidak sesempurna laki-laki. Semua penggambaran dan karakteristik mengenai perempuan yang menunjukkan mereka sebagai kelas kedua merupakan konstruksi dari masyarakat patriarki. pekerjaan dan hukum pernikahan. Pada tahun 1966 The National Organisation of Women (NOW) berdiri dengan Bety Friedan sebagai salah satu pendirinya. Perempuan tidak memiliki kekuatan fisik seperti laki-laki. Konstruksi yang dibangun masyarakat patriarki terhadap perempuan ini dikritik oleh tulisan-tulisan di atas. Apakah masalah itu menarik dan menantang untuk diselesaikan? d. Apakah masalah itu memberikan sesuatu yang baru yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum dan kalangan akademis? e. sosialis. dan masih banyak lagi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c. politik dan ekonomi. yang masingmasing memfokuskan pada aspek tertentu mengenai perempuan. Hal tersebut disebabkan oleh cara pandang mereka terhadap perempuan yang hanya melihat bentuk fisik. Selain ditampilkan dalam bentuk tulisan. wacana perempuan juga tampil dalam bentuk gerakan sosial. Tulisan-tulisan tersebut berusaha membalik pandangan masyarakat patriarki mengenai perempuan. Apakah terdapat data yang cukup untuk memecahkan masalah tersebut? Masyarakat menjadikan perbedaan seks sebagai dasar dalam membentuk jender. liberal. Selain itu muncul kelompokkelompok gerakan feminisme seperti feminisme kulit hitam.

Berdasarkan kajian kepustakaan peneliti dapat merumuskan hipotesis. Jika laki-laki mampu menentukan eksistensi dirinya. Pada abad 20 makin banyak tulisan-tulisan perempuan yang mengangkat masalah dan posisi perempuan dalam masyarakat. konsep-konsep. Her Protection for Women. perubahan sikap perempuan terhadap dirinya menjadi landasan bagi perjuangan perempuan berikutnya. karena secara hukum anak adalah milik ayah. Kajian kepustakaan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai sumber bacaan yang relevan dan up to date. 1998: 207). melainkan makhluk terbaik karena diciptakan setelah Adam sehingga '. Pada tahun-tahun tersebut di wilayah Eropa. Kajian Kepustakaan Berdasarkan masalah yang sudah dirumuskan. maka perempuan kebalikannya. Relevan berarti sumber-sumber bacaan merupakan naskah-nasakah cetak dan elektronik yang benar-benar sesuai dan terkait erat dengan permasalahan yang sedang dikaji. Selanjutnya de Beauvoir memperkenalkan istilah seks dan jender. Walaupun perjuangan tersebut belum menghasilkan sesuatu. sedangkan jender merupakan pemaknaan atas perempuan yang dikonstruksi oleh masyarakat. atau mengembangkan pedoman wawancara dan observasi untuk penelitian kualitatif. sehingga ditemukan hasil yang lebih baik. Perbedaan biologis ini yang menjadikan perempuan berada pada posisi rendah dalam masyarakat. 1998: 9). dan asumsiasumsi yang dapat dijadikan landasan teoretis untuk penelitian yang akan dilaksanakan. Sedangkan up to date berarti naskah-naskah cetak dan elektronik tersebut berasal dari penerbitan terkini. pendidikan dan informasi (Selden. Salah satu yang diperjuangkan adalah hak asuh anak. Selain itu. Hal ini perlu dilakukan agar penelitian tersebut memiliki pijakan dan dasar yang kokoh. 122 3 KAJIAN KEPUSTAKAAN DAN HIPOTESIS A.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra terbitnya tulisan Jane Anger. Simone de Beauvoir dalam bukunya yang cukup berpengaruh. 2001: 6-7). sehingga hasilnya pun dapat dipertanggungjawabkan. kajian kepustakaan dapat membantu peneliti menganalisis hasil penelitian. berargumen bahwa perempuan adalah liyan karena perempuan bukan laki-laki. peneliti sudah dapat mencari teori-teori. kecuali 27 .. Penentuan perempuan sebagai liyan disebabkan oleh perbedaan biologis antara lakilaki dan perempuan. Tulisan-tulisan tersebut mengulas perempuan dari sudut pandang yang selama ini tidak disentuh oleh masyarakat patriarki. yang memaknai penciptaan Hawa dengan pemaknaan baru.logically.. Ia melihat bahwa perempuan bukanlah makhluk kelas kedua. dan mengembangkan instrumen sesuai dengan variabel yang diteliti untuk penelitian kuantitatif. The Second Sex (1949). perempuan memperjuangkan kedudukan mereka terutama dalam bidang hukum. Virginia Woolf dalam dua novelnya A Room of One's Own (1929) dan Three Guineas (1938) menampilkan karakter perempuan yang menuntut hak mereka baik itu dalam bidang hukum. Ia tidak mampu menentukan makna dirinya. maka laki-laki memberikan makna atas diri perempuan berdasarkan atas kondisi fisik mereka (Tong. terutama di Inggris. Menurutnya sex lebih mengacu pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Eve is last and best' (Gamble.

baik secara fisik maupun intelektual. Oleh karena itu kepentingan perempuan selalu berada setelah kepentingan laki-laki. dan induktif yang bergerak dari fakta ke teori. Penalaran deduktif yang bersifat pembuktian teori atau konsep digunakan untuk memerikan teori-teori atau konsep-konsep umum yang berkaitan dengan masalah penelitian sehingga diperoleh jawaban atau hipotesis yang tepat. baik secara terpisah maupun secara terpadu. Berbeda dengan penalaran deduktif yang bergerak dari teori ke fakta. hak dan kepentingan laki-laki dipenuhi. Kesadaran perempuan akan posisinya dalam masyarakat mulai muncul pada tahun 1550-1700.laki (The New Encyclopedia Britannica. Sigmund Freud mengatakan bahwa perempuan memiliki kecemburuan terhadap laki-laki. yang disebut penis envy. Segala keputusan yang menyangkut perempuan diserahkan pada laki-laki yang menentukan apa yang terbaik bagi perempuan. Keadaan seperti ini menyebabkan perempuan yang berada dalam wilayah patriarki menjadi terpinggirkan keberadaannya. ensiklopedia. Penalaran sistesis merupakan upaya-upaya pemaduan dan pengembangan dari berbagai teori dan konsep untuk 28 A. Rujukan umum yang memuat konsep-konsep dan teori-teori dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk buku-buku teks. sehingga diperoleh alternatif jawaban yang lebih tepat. Aristoteles mengatakan bahwa laki-laki adalah bentuk dan perempuan adalah matter. penalaran sintesis memiliki gerak yang lebih bebas. Perempuan tidak akan berperan dan berarti tanpa kehadiran laki. John Donne (2002) dalam puisinya Air and Angels melihat bahwa tubuh perempuan tidak sesempurna tubuh laki-laki. peneliti memanfaatkan penalaran deduktif. Adapun rujukan khusus yang biasanya memuat generalisasi-generalisasi yang ditarik dari hasil penelitian dapat ditemukan dalam kepustakaan yang berbentuk jurnal. Pengkondisian perempuan sebagai makhluk yang lemah. induktif. Segala kebutuhan. monograf dan sebagainya. Ini ditandai dengan 121 . atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. atau sintesis. seorang pemikir Kristiani. Matter adalah sesuatu yang abstrak dan akan berwujud jika ada form. Supaya dapat memperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. hukum dan bahkan dalam keluarga. tesis. karena perempuan tidak memiliki penis seperti laki-laki. Laki-laki merupakan yang utama sedangkan perempuan hanya pelengkap. menjadikan dirinya sebagai makhluk kelas kedua dalam masyarakat. Bahan bacaan sebagai sumber rujukan dapat dibedakan menjadi dua kelompok: rujukan umum dan khusus. Beberapa pemikir mendeskripsikan perempuan dengan ciri-ciri yang stereotip. Latar Belakang Masalah Penggambaran perempuan sebagai makhluk lemah yang tidak setara dengan laki-laki telah berlangsung lama. Ia melihat bahwa laki-laki adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna sedangkan perempuan adalah laki-laki yang tidak sempurna (Selden 1993: 203). buletin penelitian. Masyarakat dengan keadaan seperti ini disebut sebagai masyarakat patriarki. Sumber-sumber rujukan tersebut harus dibaca dan dikaji dengan menggunakan berbagai metode penalaran sehingga diperoleh jawaban yang memiliki tingkat kebenaran tertinggi yang dapat dijadikan sebagai hipotesis. 2003: 883). Konsep ini diambil oleh Thomas Aquinas. Penalaran induktif yang bersifat penemuan teori-teori atau konsep-konsep digunakan untuk memperoleh generalisasi dari berbagai temuan penelitian. atau sebagai pijakan dalam analisis temuan penelitian. Mereka tidak memiliki posisi dalam masyarakat.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra naskah-naskah klasik yang monumental dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan. hak dan keinginan mereka hadir setelah segala kebutuhan. disertasi. peneliti harus membekali diri dengan sumbersumber rujukan yang relevan. Dalam kajiannya. dan sumber-sumber lain yang memuat laporan hasil penelitian.

Dalam hal ini. dan dicatat atau direkam secara rapi agar dapat dipergunakan secara cepat bila sedang dibutuhkan. Dengan cara pengelompokan dan perekaman hasil kajian kepustakaan tersebut. istilah hipotesis tidak begitu lazim digunakan karena hipotetsis tidak dapat berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap masalahmasalah yang cenderung bersifat lebih terbuka.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 11 PROPOSAL PENELITIAN SASTRA menemukan teori dan konsep baru yang lebih relevan dengan masalah yang sedang diteliti. Sebenarnya dalam penelitian kualitatif. hipotesis masih tetap diperlukan tetapi dengan fungsi yang berbeda. Selanjutnya. Hipotesis Dalam penelitian kuantitatif. dalam penelitian kualitatif. hipotesis lebih banyak berperan sebagai generalisasi hasil penelitian yang masih perlu diuji kebenarannya lebih lanjut dalam penelitian kuantitatif. B. tentu saja kegiatan penelitian lainnya menjadi lebih mudah dilaksanakan. Agar hipotetsis dapat diuji kebenarannya secara mudah. Hipotesis merupakan pernyataan atau jawaban tentative mengenai suatu masalah yang belum dibuktikan kebenarannya secara empiris. hipotesis yang diturunkan dari berbagai toeri yang mendasari penelitian tersebut dianggap sebagai yang paling mungkin dan paling tinggi taraf kebenarannya. Hipotesis dapat dianggap sebagai pernyataan mengenai kaadaan populasi yang perlu diuji kebenarannya melalui data-data yang diperoleh dari sampel. hipotesis merupakan salah satu atibut penelitian yang berhubungan dengan asumsi-asumsi jawaban dari masalah yang diteliti. Sebagai jawaban sementara. Sebaliknya. hipotetsis harus disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan hal-hal berikut: 29 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN SASTRA MAKANAN DAN RITUALNYA SEBAGAI REPRESENTASI PEMBENTUKAN IDENTITAS TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL FASTING FEASTING TIM PENELITI 120 . hasil penalaran tersebut dikelompokkan berdasarkan aspek-aspek tertentu yang menjadi perhatian peneliti.

Yamin. London: Heinemann Educational Books. yakni hipotesis yang menyatakan hubungan dan hipotesis yang meyatakan perbedaan. Nuttal. and Wayne A. hipotesis yang biasanya diuji adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih. 2003. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data dan statistika yang digunakan. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. Robert Karlin. Hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif negatif itu biasanya disebut dengan hipotesis nol (HO) yang berfungsi sebagai hipotesis penelitian. Bandung: Angkasa. Secara umum hipotesis dapat dibedakan menjadi dua. dan implementasi. Mu lyasa. 2. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Rumusan hipotesis harus mengandung pertautatan antara dua variabel atau lebih. 1998. hipotesis yang dinyatakan dalam kalimat deklaratif positif yang menyatakan adanya hubungan atau perbedaan antara dua variabel atau lebih disebut dengan hipotesis alternatif (HA). Smith. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia tidak sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Inc. Hipotesis harus dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang dirumuskan secara padat dan jelas.G. Teaching Reading in High School. 1984. Kurikuluni Berbasis Kompetensi. Readability. Sebaliknya. yang seringkali diterima sebagai kesimpulan sebagai akibat dari penolakan hipotesis nol (HO) Contoh hipotesis nol (HO): 1. 2003. Hipotesis seperti itu lebih banyak digunakan dalam penelitian komparatif. 1986. Christine Teaching Reading Skills in a Foreign Language. dan 3. Brian Materials Development in Language Teaching. Michigan: Ulrih’s Books. Jakarta: Gaung Persada Press. Secara khusus berkenaan dengan pengambilan kesimpulan atau generalisasi.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. 30 119 . Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. 1987. Yang kedua adalah hipotetsis yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda-beda. kansep karakteristik. King. dan Djago Tarigan.– Tomlinson. Tangan H. E. Martinis. New York: Harper & Row Publisher. Yang pertama adalah hipotesis yang menyatakan tentang saling-hubungan antara dua variabel atau lebih yang banyak digunakan dalam penelitian korelasional. Judith M. Cambridge: Cambridge University Press.

ac. Jakarta: Pusat Kurikulum.000. Grant. Hadley. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan Madrasah Aliyah. 1993. 3. 1987. 1991.M. 2003. 1990. Flesch. Helliwell. Dkk. J. Dasar-Dasar Perkembangannya. Alice Omagio Teaching Language in Context. Susan Teaching English in the Primary Classroom. 3. Jeremy The Practice of English Language Teaching: Completely revised and updated edition London: Longman. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI tidak mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris Hipotesis hipotesis alternatif (HA): 1.. London: Longman. H. Boston: Heinle & Heinle Publishers. 1994. Prosedur penerjemahan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sama dengan prosedur penerjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. 15. Balitbang Depdiknas. London and New York: Longman. Ellis.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 5 Penulisan laporan Seminar Proposal Penelitian Bahasa & Sastra I. Nevile Making the Most of Your Textbook .mang. Anonim.htm). Hamalik. Kurikulum Berbasis Kampetensi. 2003.(Lima belas juta rupiah).Rudolf How to Write Plain English http://www. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Oemar Pengembangan Kurikulum. Kurikulum dan Hasil Belajar.nz/ urseinfo/AcademicWriting/Flesch. Bandung: Mandar Maju. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. Harmer. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu menulis cerita pendek berbahasa Inggris 118 31 . Daftar Kepustakaan Ahmad. 1999. Rod The Study of Second Language Acquisition (Oxford: Oxford University Press. London: Longman Group. canterbury. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. Bandung: Pustaka Setia. Harmer. Mahasiswa semester VI Jurusan BSI mampu berbahasa Inggris sebaik berbahasa Indonesia 2. 1998. 1992. Huda. Jeremy The Practice of English Language Teaching. Malang: IKIP Malang Publisher.000. Pengembangari kurikulum untuk lAIN dan PTAIS semua Fakultas dan Jurusan Kornponen MKDK.

NO 1 2 3 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data BULAN JAN FEB MAR APR MEI V V V V V 117 A. Analisis Data Data verbal yang berkaitan dengan kesesuaian buku teks dengan kurikulum akan dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan apa yang terdapat dalam buku dengan apa yang ditetapkan dalam kurikulum 2004.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4 POPULASI DAN SAMPEL 1. Populasi takterhingga (takterjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang takterhingga jumlahnya. Seluruh kata berimbuhan yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. Meskipun demikian. Populasi terhingga (terjangkau) yakni populasi yang berisikan kasus yang terhingga jumlahnya. Seluruh mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN 3. 3. 2. seperti menandai. Adapun jadual kegiatannya dapat dilihat pada tabel berikut. Populasi dibedakan menjadi dua. barang. 4. sehingga sensus sama sekali tidak dapat dilakukan. binatang. penelitian ini akan menggunakan 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA digunakan di sekolah-sekolah di Jakarta. Pengertian Populasi dapat diartikan sejumlah kasus yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. sehingga sensus dapat dilakukan. dalam hal ini dapat diartikan sebagai orang. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jakarta selama empat bulan dari Januari sampai dengan Juli 2005. Metode Penelitian ini merupakan penelitian isi atau content analysis yang berusaha untuk menggali bukti-bukti empiris mengenai tingkat keterbacaan. dan memberikan catatan-catatan penting lainnya pada sumber data. dalam populasi terhingga sensus seringkali tidak dapat dilakukan. H. Sedangkan data yang berhubungan dengan tingkat keterbacaan buku teks dianalisis dengan teori Flesch Reading Ease. Contoh: 1. Pengambilan Data Penelitian kualitatif ini memamfaatkan diri peneliti sendiri sebagai isntrumen utama untuk memperoleh data yang dibutuhkan dengan berbagai cara. dan kesesuaian 10 buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. mengelompokkan. kualitas. Kasus. Unit Analisis Sebagai unit analisis. Seluruh kegiatan akademik mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bila sensus tidak mungkin digunakan. maka sampel merupakan jalan keluar utamanya. Sampel dapat diartikan 32 . hal ataupun peristiwa.

Seluruh kegiatan diskusi dan seminar berbahasa Inggris yang diikuti mahasiswa BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN pada tahun akademik 2005-2006 B. pengambilan sampel dibedakan menjadi dua: probability sampling dan non-probability sampling. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian sebagai berikut. 3. 33 . Penggunaan sampel dalam penelitian didasari oleh beberapa alasan. ir. dan e) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan suatu kompetensi. ketelitian. ketepatan. waktu. sebaliknya. Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi menurut Depdiknas (2003: 42) adalah: a) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. kemampuan. im. cluster sampling (sampling kelompok). Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok pertama adalah random sampling (sampling acak). d) Sumber belajar bukan hanya guru. G. b) Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. pemahaman. yaitu kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Dari pemaparan di atas. Seluruh mahasiswa semester VI jurusan BSI Fakultas Adab dan Humaniora UIN yang telah mengambil matakuliah reading 1 – 4. dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab. Yang pertama mengacu pada cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel. yaitu suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu di dalam diri seseorang. dan proportional sampling (sampling proporsional). stratified sampling (sampling strata). e) Sikap. sukatidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar. Contoh (berdasarkan contoh populasi di atas): 1. Random sampling adalah pengambilan sampel dari populasi yang homogen secara acak atau tidak sistematis. sikap. 116 sebagai sebagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri umum yang dimiliki oleh populasi. Sampling (Teknik Pengambilan Sampel) Berdasarkan kemungkinan yang dimiliki seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. d) Nilai. Umpamanya. dan minat peserta didik agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran. f) Minat. KBK merupakan sebuah kurikulum yang mengacu pada kurikulum modern jika dilihat dari karakteristiknya. c) Penggunaan pendekatan dan metode yang bervariasi. KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan. yaitu sesuatu yang dimiliki individu untuk melakukan tugas ataupun pekerjaan yang dibebankan kepadanya. yang kedua mengacu pada cara pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk diangkat sebagai atau menjadi anggota sampel. dan ekonomi. berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. yaitu perasaan (senang-tidak senang.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra c) Kemampuan.yang terdapat pada novel David Copperfiiled 2. Seluruh kata berimbuhan il-. KBK dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas-tugas standar tertentu. dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta. percobaan yang sifatnya merusak. seperti biaya.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang dipilih secara acak karena populasi diduga bersifat homogen. Stratified sampling adalah pengambilan sample dari populasi berstrata umpamanya, pengelompokan masyarakat berdasarkan warna kulit, status sosial, usia, atau pendidikan, yang masing-masing strata terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Arab dan kemampuan bercerita dalam bahasa Arab mahasiswa semester III Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2005-2006, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester tiga tersebut yang berlatar pendidikan SMA, MAN, dan pesantren; dan sampelnya adalah ±120 yang diambil dari masing-masing strata sebanyak 40 orang mahasiswa. Cluster sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berkelompok, umpamanya berdasarkan wilayah, yang masing-masing kelompok terwakili secara acak. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta; dan sampelnya adalah ±150 yang diambil dari masing-masing wilayah DKI Jakarta sebanyak 30 orang mahasiswa. Proportional sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi berstrata atau berkelompok yang masing strata/kelompok terwakili secara proporsional sesuai dengan jumlah anggotanya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan membaca teks berbahasa Inggris dan kemampuan bercerita dalam bahasa Inggris
34

merumuskan bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk mendapatkan ijasah. Inti dari pengertian ini adalah adanya aspek keharusan bagi setiap siswa untuk mempelajari mata pelajaran yang sama. Faktor minat dan kebutuhan siswa tidak dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum, dan yang paling menonjol adalah guru sebagai center dari semua kegiatan. Artinya gurulah yang aktif dalam belajar, sedangkan siswa lebih bersifat pasif belaka. Tujuan mempelajari mata pelajaran hanya semata-mata untuk memperoleh ijasah, yang berarti ijasah adalah tujuan belajar dan menguasai mata pelajaran berarti telah mencapai tujuan belajar. Berbeda dengan pandangan lama, pandangan baru lebih menekankan pada pengertian kurikulum sebagai keseluruhan aktivitas, pelajaran, dan pengalaman belajar yang harus siswa peroleh dalam pengawasan sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas (Hamalik, 1990: 11). Inti dari perumusan ini adalah tafsiran kurikulum bersifat luas, kurikulum bukan saja terdiri dari mata pelajaran (courses) tetapi meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah dan siswa menjadi pusat belajar, bukan lagi guru. Jauh sebelum pemerintah mencanangkan KBK, para praktisi pengajar telah banyak mendiskusikan dan mendefinisikan arti dan kata kompetensi itu sendiri. Kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar yang harus dikuasai siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang akan dijadikan sebagai landasan penyelenggaraan proses pembelajaran dan penilaian siswa (Yamin, 2003: 128-9). Menurut Gordon yang dikutip Mulyasa (2003: 38-9), beberapa aspek yang terkandung di dalam konsep kompetensi adalah: a) pengetahuan, yaitu kesadaran dalam bidang kognitif; b) Pemahaman,yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu.
115

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

206.835 – (1.015 x ASL) – (84.6 x ASW). Keterangan: ASL: Average Sentence Length, yakni jumlah kata dibagi dengan jumlah kalimat ASW: Average number of syllables per word, yakni jumlah sukukata dibagi dengan jumlah kata. Secara bertahap terdapat enam langkah dalam pengukuran tingkat keterbacaan dengan menggunakan rumus Flesch Reading Ease, yakni: a) menghitung jumlah seluruh kata; b) menghitung jumlah seluruh sukukata; c) menghitung jumlah seluruh kalimat; d) menghitung rata-rata jumlah sukukata perkata; e) menghitung rata-rata kata perkalimat; dan f) menentukan skor keterbacaan dan menafsirkan hasilnya. Ketentuan yang digunakan adalah skor 0 berarti tidak terbaca, 100 berarti sangat mudah, dan 60 berarti tingkat keterbacaan yang baik 5. Kurikulum Berbasis Kompetensi Ditinjau dari asal katanya, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu kata “currere”, yang berarti jarak tempuh lari. Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dan start sampai dengan finish. Jarak dan start sampai dengan finish ini yang disebut “currere’. Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata curier atau kurir yang berarti penghubung untuk menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain. Seorang kurir harus menempuh suatu perjalanan untuk mencapai tujuan, maka istilah kurikulum kemudian diartikan sebagai suatu jarak yang harus ditempuh (Ahmad dkk, 1998: 9-14). Dari segi terminologi, pengertian kurikulum dibedakan manjadi dua, yakni menurut pandangan lama dan pandangan baru. Menurut pandangan lama, Hamalik (1990: 4)
114

mahasiswa semester VI Jurusan BSA FAH UIN Jakarta tahun akademik 2006-2007, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester enam tersebut yang berasal dari lima wilayah DKI Jakarta: Jakarta Pusat 200 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 300 orang mahasiswa, Jakarta Utara 100 orang mahasiswa, Jakarta Barat 250 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 200 orang mahasiswa. Bila masing-masing wilayah diwakili oleh 10% dari populasi yang dimiliki, maka sampel untuk masingmasing wilayah adalah: Jakarta Pusat 20 orang mahasiswa, Jakarta Selatan 30 orang mahasiswa, Jakarta Utara 10 orang mahasiswa, Jakarta Barat 25 orang mahasiswa, dan Jakarta Timur 20 orang mahasiswa. Cara-cara pengambilan sampel yang termasuk kelompok kedua adalah systematic sampling, quota sampling, accidental sampling, purposive sampling, saturation sampling, dan snowball sampling. Systematic sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen berdasarkan urutan tertentu, seperti setiap urutan ke-10 dan kelipannya. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang nama lengkapnya terdiri dari tiga kata. Quota sampling adalah pengambilan sampel dari populasi homogen yang jumlahnya dibatasi atau ditentukan berdasarkan kondisi tertentu, seperti setiap 1000 warga hanya diwakili oleh satu orang warga. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Indonesia masyarakat di kota-kota besar Indonesia, maka populasinya adalah seluruh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar (anggap empat kota besar). Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, setiap 250.000 jiwa diwakili oleh satu orang warga. Jadi, karena Jakarta
35

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra

berpenduduk 20 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 80 orang; Surabaya berpenduduk 10 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 40 orang; Bandung berpenduduk 6 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 24 orang; dan Medan berpenduduk 4 juta jiwa, maka sample yang terpilih berjumlah 16 orang. Accidental sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen melalui cara “siapa atau apa saja yang ditemui” untuk dijadikan anggota sampel. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji pola berbahasa Berbahasa Indonesia warga Jakarta Selatan pada masa reformasi 1998-2000, maka populasinya adalah seluruh warga Jakarta Selatan. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria, siapa pun warga Jakarta Selatan bersedia diangkat sebagai sampel dalam penelitian hingga dianggap cukup mewakili populasinya (anggap 200 warga) Purposive sampling merupakan pengambilan sample dari populasi heterogen berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki sampel atau pertimbangan peneliti. Umpamanya, dalam penelitian yang mengaji hubungan antara kemampuan berbahasa Indonesia dan kemampuan berpidato bahasa Inggris mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta, populasinya adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta yang berjumlah ±1000 di tahun akademik 2006-2007; dan sampelnya adalah ±100 orang mahasiswa yang telah mengambil matakuliah Bahasa Indonesia, Speaking IV, dan Public Speaking. Saturation sampling merupakan pengambilan sample yang melibatkan hampir semua anggota populasi tetapi bukan sensus. Umpamnya, dalam penelitian yang mengaji perbedaan kemampuan apresiasi puisi komtemporer Britania antara mahasiswa yang berpendidikan SLTA dan MAN pada semester VII BSI UIN Jakarta, maka populasinya adalah seluruh mahasiswa BSI semester VII (berjumlah 150 orang) yang
36

benar-benar mandiri yang tidak perlu bantuan orang lain, sehingga tidak termotivasi untuk belajar lebih jauh. Kualitas lebih tinggi memungkinkan siswa selalu tergantung pada orang lain, sehingga tidak mandiri tetapi lebih termotiovasi untuk memperoleh hal yang baru. Keterbacaan berasal dari bahasa Inggris “readability” yang terbentuk dari morfem bebas “read” dan dua morfem terikat “able” dan “-ty” yang berarti dapat dibaca. Artinya, pesan yang terkandung dalam teks dapat ditangkap secara jelas oleh pembaca sesuai dengan target sasarannya. Secara terminologi, keterbacaan ditafsirkan berbeda-beda antara satu ahli dan ahli lain sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Meskipun terdapat perbedaan, para ahli menyepakati pada satu hal bahwa keterbacaan itu lebih mengarah pada kemungkinan suatu teks dibaca oleh seseorang. Smith dan King (198-: 3) mengartikan keterbacaan dengan tingkat kesulitan bahan bacaan yang termuat dalam buku teks. Secara lebih spesifik Karlin (1984: 99) mendefinisikan keterbacaan dengan kesesuaian antara tingkat kemampuan membaca siswa dengan tingkat kesulitan bahan bacaan melalui pernyataannya yang berbunyi “readability refers to the suitability between the reading ability and difficulty of materials. Kesulitan dalam pengertian tersebut, menurut Nuttal (1987: 4), berkenaan dengan kesulitan-kesulitan linguistik yang meliputi unsur-unsur leksikal dan gramatikal bahasa. Makin banyak jumlah kosakata dan gramatika yang tidak dipahami siswa makin tinggi tingkat kesulitan teks tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditegaskan kembali bahwa unsur leksikal atau kosakata, dan unsur gramatikal merupakan penentu tingkat kesulitan suatu teks. Kedua unsur tersebut menjadi landasan utama dalam pengembangan alat ukur tingkat keterbacaan. Salah satunya adalah Flesch Reading Ease yang dikembangkan oleh Rudolf Flesch (2003). Adapun rumus yang digunakan untuk menganalisis tingkat keterbacaan teks adalah:
113

Keterbacaan Aspek substansial utama yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif adalah keterbacaan. Aspek publikasi berhubungan dengan tampilan fisik materi pelajaran sebagai satu kesatuan buku pelajaran. video. bagian ini juga berhubungan dengan aktivitas belajar yang harus dikembangkan sesuai dengan karakteristik materi pelajarannya. dalam penelitian yang mengaji mengenai pola berbahasa Jawa Krama Inggil para abdi dalem kasultanan Yogjakarta. Memperjelas apa yang dikemukan Harmer. and teacher’s guide). penggunaan. metodologi. dan panduan guru (price. Karakteristik populasi dan samplingya. Hal itu mencakup pertimbangan tentang tujuan yang ingin dicapai.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketersediaan. latihan. cultural acceptabililty. methodology. kaset. aktivitas latihan keterampilan berbahasa. layout and design. aspek ini juga berkenaan dengan pembagian buku menjadi beberapa unit dan subunit. perwajahan dan desain. bagaimana tugas. dan berikutnya sampel terpilih diminta untuk memilih abdi dalem lainnya sebagai anggota sampel. Snowball sampling merupakan pengambilan sampel dari populasi homogen dengan cara “bola salju”. Selain itu. Kualitas yang sepadan memungkinkan siswa menjadi relatif lebih mandiri. lebih rendah atau lebih tinggi dari kemampuan siswa. Kriteria ini bergayut erat dengan kualitas teks-teks yang manjadi dasar pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris di dalam buku teks: apakah teks-teks tersebut sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. sehingga diperoleh jumlah anggota sampel yang relatif representatif. language study activities. aktivitas latihan bahasa. Selain itu. Demikian seterusnya. saturation Snowball sampling Stratified atau proportional sampling Cluster atau quota sampling Purposive sampling (yang bisa berbahasa Inggris) 37 Heterogen Berstrata Seluruh penduduk Jakarta berdasarkan status sosial Heterogen Seluruh penduduk Berkelompok Jakarta berdasarkan wilayah Heterogen Seluruh siswa SMA di Jakarta . 4. instruksi. topics. Tomlinson (1998: 193) mengelompokkan pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan buku teks bahasa komunikatif ke dalam dua kategori. Umpamanya. topik. maka populasinya adalah seluruh abdi dalem kasultanan Yogjakarta. dan bahkan 112 berpendidikan SLTA dan MAN. Kualitas yang lebih rendah membuat siswa menjadi terlalu percaya diri. perhatikan karakteristik populasi dan samplingnya seperti berikut. CIRI-CIRI POPULASI Homogen CONTOH POPULASI Seluruh mahasiswa UIN SAMPLING YANG COCOK Random. Systematic. keberterimaan kultural. Secara spesifik aspek publikasi berkaitan dengan materi pelajaran. Tabel 1. accidental. Untuk memudahkan pengambilan sampel. dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. language skill activities. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 65 mahasiswa yang berpendidikan SLTA. instructions. tipe silabus. availability. yakni publikasi dan desain. sedangkan yang berpendidikan non-SLTA dan MAN tidak dianggap sebagai sampel. urut-urutan pelajaran. dan bahan pelajaran diseleksi dan gradasi. kunci jawaban. yakni sampel terpilih menunjuk anggota lain secara berantai sehingga terpenuhi jumlah yang diinginkan. buku panduan guru. dan buku kerja. dan 70 orang mahasiswa yang berpendidikan MAN. Adapun sampelnya untuk pertama kalinya ditentukan berdasarkan kriteria lama pengabdiannya. Adapun aspek desain berhubungan dengan latarbelakang konseptual/teori yang mendasarinya. dan daftar kata atau indeks.

tes dan nontes. Pengertian Penelitian yang baik sangat tergantung pada ketersediaan data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. dan kemampuan menerjemahkan. 3. b) pengembangan aktivitas belajar berbasis kerja kelompok dan interaksi komunikasi. d) perpaduan antara kemampuan fungsional dan gramatikal. Nontes merupakan instrumen penelitian yang 38 Mempertegas ciri-ciri tersebut. dan aktivitas latihan berbahasa dengan kebutuhan dan minat siswa. f) kesesuaian tema. Instrumen penelitian dapat didefinisikan sebagai alat atau cara yang digunakan untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. instrumen penelitian dibedakan menjadi dua. Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut. kemampuan menyimak.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5 INSTRUMEN PENELITIAN A. kemampuan menulis. kreativitas berbahasa. seperti kemampuan gramatika. Kegiatan belajar menjadi makin terarah dan siswa terus termotivasi dalam belajar karena mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dengan pelajaran yang telah dan akan dipelajari. 111 . kemampuan linguistik. Menurut Harmer (2003: 301). Untuk mendapatkan data yang akurat diperlukan instrumen penelitian yang tepat. Data yang tidak tepat berpengaruh terhadap kesahihan kesimpulan yang diambil. IQ. Tentu saja ketepatan guru dalam penggunaan buku teks dapat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan kegiatan belajar yang dikembangkannya. Hadley (1994: 484) merinci beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. kemampuan analisis pusisi klasik bahasa Inggris. pemilihan buku teks bahasa komunikatif perlu memperhatikan: harga. e) penjelasan aspek gramatikal dalam konteks penggunaan bahasa. c) penggunaan bahan-bahan yang berbentuk autentik. kemampuan membaca. yakni: a) kontekstualisasi aktivitas latihan berbahasa yang membiasakan siswa dengan budaya bahasa sasaran. kemampuan berbicara. penguasaan kosakata. Pemilihan Buku Teks Bahasa Selain aspek substansial sebagaimana dijelaskan di atas. terdapat aspek-aspek lain yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan buku teks bahasa Inggris komunikatif sebagai buku pegangan siswa. bahan-bahan bacaan. secara substansial guru dapat menentukan buku teks bahasa komunikatif mana yang dapat digunakan sebagai buku pelajaran bahasa Inggris bagi siswa pada tingkat tertentu. Ditinjau dari segi bidang atau domain yang diukur. dan g) integrasi aspek kultural ke dalam bahan-bahan pelajaran dan aktivitas latihan berbahasa. kemampuan pragmatik. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Tes merupakan instrumen penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan kognitif dan psikomotor seseorang dalam bidang-bidang atau keterampilan tertentu.

persepsi seorang dosen terhadap daya kreativitas mahasiswa. Buku teks tradisional mengacu pada buku pelajaran yang berisikan materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai sebuah sistem bunyi daripada sebagai alat komunikasi. dan f) menekankan pada aspek kelancaran komunikasi (Grant. TOEIC. d) mementingkan keakuratan daripada kelancaran berbahasa. dan biasanya menghasilkan penilaian yang berbeda antara satu penilai dengan penilai lainnya. Tes kemampuan (profeciency test) merupakan tes yang digunakan untuk mengukur sejauhmana seseorang menguasai bidang tertentu sesuai dengan apa yang dipersyaratkan tanpa harus mengikuti program belajar. Buku tersebut biasanya disebut dengan buku teks bahasa tradisional. prilaku berbahasa seorang anak. d) mengembangan keterampilan berbahasa terpadu. dan lain-lain. tes diagnosa. Instrumen yang berbentuk tes dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok tes. seperti UAS. buku teks komunikatif memuat materi-materi yang mengarahkan siswa pada penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi. Tes prestasi (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang mengenai sesuatu atau sejauhmana seseorang menguasi sesuatu setelah menyelesaikan suatu program belajar. dan quesoner. TOEFL. seperti tes mengarang. Tes ditinjau dari sudut cara penyekoran dibedakan antara tes objektif dan subjektif. c) banyak memanfaatkan bahasa pertama sebagai bahasa pengantar. ciricirinya adalah: a) menekankan fungsi komunikatif bahasa. e) memanfaatkan materi yang bersifat autentik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra yang dapat membantu siswa menguasai kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran tidak dapat disebut sebagai buku teks bahasa komunikatif. Siswa hanya dituntut untuk mengetahui kaedah-kaedah bahasa secara teoretis. Ditinjau dari sudut tujuan yang ingin dicapai. 110 digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur kemampuan afektif seseorang atau informasi yang tidak berkenaan dengan kemampuan kognitif. sedangkan tes subjektif merupakan tes yang tidak menuntut satu jawaban yang paling benar. Mid tes. e) lebih taat pada silabus dan kepentingan ujian (Grant. b) terfokus pada pengembangan keterampilan membaca dan menulis. kebiasaan membaca novel roman. seperti sikap seorang mahasiswa terhadap puisi bahasa Inggris modern. dan karakterrisasi drama bahasa Inggris klasik. seperti tes pilihan ganda. wawancara. tetapi tidak dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa untuk komunikasi. Berbeda dengan buku teks tradisional. 39 . b) menempatkan minat dan kebutuhan berbahasa siswa sebagai pijakan penyusunan materi pelajaran. Adapun ciri-cirinya dapat digambarkan sebagai berikut: a) menekankan aspek bentuk dan kaedah bahasa. 1987: 14). Nontes terdiri dari beberapa jenis. dan menghasilkan skor yang sama bila dikoreksi oleh beberapa orang penilai. 1987: 12). siswa dituntut untuk menguasai bagaimana menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi. dan lain-lain. Tes objektif merupakan tes yang menuntut satu jawaban yang paling benar. Obeservasi merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat verbal yang mengandalkan keterlibatan peneliti. seperti tes masuk. c) menekankan pada materi pelajaran berbasis tugas. Secara umum. baik secara langsung maupun tidak langsung. dan pretes. terdapat beberapa jenis tes. dengan objek yang sedang diteliti. Utamanya. seperti tes memperoleh SIM. Tes kesiapan (aptitude test) adalah tes yang digunakan untuk melihat kesiapan seseorang untuk mengikuti program belajar. seperti observasi.

tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentukbentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Huda (1999:93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa sasaran sebagai alat komunikasi dalam situasi yang sebenarnya.” Kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran sebagai kompetensi utama yang harus dikuasai siswa merupakan ciri utama yang harus dipenuhi oleh buku teks bahasa komunikatif. Kedua. Kesalahan di dalam penggunaan buku teks bahasa menimbulkan akibat yang sangat fatal. yakni kegagalan siswa menguasai kompetensi yang diharapkan. Pengembangan Instrumen Tes Untuk mendapatkan isntrumen berbentuk tes yang baik. peneliti harus memperhatikan prosedur pengembangannya yang meliputi tujuh rangkaian kegiatan yang terdeskripsikan pada diagram berikut. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah 40 buku-buku teks yang tersedia di pasaran. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa guru dituntut untuk lebih selektif di dalam mimilih buku-buku teks bahasa yang tersedia di pasaran. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. Kajian Teori Definisi Konseptual Definisi Operasional Pembuatan Kisi-Kisi Penyusunan Butir Soal Uji Coba Revisi & Gandakan Instrumen Diagram Proses Pengembangan Instrumen tes Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. That is. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik sebagaimana diutarakan Ellis (1994: 13) berikut ini: “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. Buku-buku teks bahasa yang tidak berisikan bahan pelajaran 109 . Quesioner merupakan wawancara yang dilakukan secara tertulis.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Wawancara merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan informasi verbal mengenai sesuatu dengan mengandalkan kemampuan berkomunikasi secara langsung dengan pihak responden. yakni kemampuan komunikatif dalam bahasa sasaran. kemampuan komunikatif tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja.” Jadi. B. Pandangan yang sama juga telah disampaikan oleh Hadley (1993: 4) yang mengatakan: “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input.

Perumusan definisi konsep: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra vocabulary. 1991: 257). Ketiga. Kelima. komponen bahasa. Perumusan definisi operasional: Kemampuan membaca merupakan kemampuan untuk menyerap informasi dari bahasa tulis yang dapat diukur melalui: menemukan informasi tertentu dalam teks. berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasional yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. tetapi juga dampak negatif. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir soal. functions and the skilss of reading. keterampilan bahasa. dan penggandaan butir soal sebagai instrumen penelitian sesuai dengan kebutuhan. Mengetahui apa yang sudah dipelajari menjadikan siswa dapat mengulang dan memperdalam kembali materi tersebut secara madiri.” Tidak berbeda dengan Tomlinson. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir soal dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. tetapi dengan mudah dapat memperolehnya melalui 108 suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. listening. atau perguruan tinggi. Harmer juga mengaskan hal yang sama bahwa buku teks bahasa harus memuat aspek gramatikal. pronunciation. Keenam adalah ujicoba butir soal yang dibuat untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. SMA. they provide a sensible progression of language items. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. Kriteria Buku Teks Bahasa Komunikatif Maraknya peredaran buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA tidak saja membawa dampak positif. menemukan semua informasi rinci yang tersurat. 4. sehingga siswa dapat mengetahui apa yang sudah dan akan dipelajari. dan apa jenis butir soal yang digunakan. Guru tidak perlu lagi khawatir dan bersusah-payah menyediakan sumber-sumber pelajaran secara mandiri. sedangkan mengetahui apa yang akan dipelajari menjadikan siswa lebih termotivasi dan siap secara mental menghadapi materi pelajaran baru. maupun aspek-aspek lain terkait. 2. Aplikasi ketuju langkah tersebut dapat dilihat pada pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan membaca bahasa Inggris sebagai berikut. Pembuatan kisi-kisi: Kisi-kisi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pembuatan butir-butir perntanyaan hanya memuat 41 . “Good text books often contain lively and interesting materials. menemukan pikiran utama dalam paragraf. Kempat. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on” (Harmer. dan mendapatkan gambaran umum isi bacaan dalam bahasa Inggris. Tiga pandangan di atas makin memperjelas pengertian buku teks bahasa sebagai buku pelajaran utama dan pelengkap yang memuat seluruh pokok bahasan. 1. Dampak positif yang dirasakan guru adalah tersedianya berbagai macam buku teks bahasa Inggris yang tersedia di pasaran. menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks. baik yang berupa unsur-unsur bahasa. menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks. fungsi-fungsi bahasa yang disusun secara menarik dan sistematis. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. apakah untuk siswa SLTP. writing. yang harus disampaikan kepada siswa pada masa tertentu sesuai dengan tingkatnya. seperti berapa jumlah butir soal yang dibutuhkan. and speaking. Ketujuh adalah revisi atau penggantian butir soal berdasarkan hasil ujicoba. 3.

Menurut Grant (1987: 12). buku teks terdiri dari buku pelajaran utama yang memuat seluruh aspek bahasa. dapat ditegaskan kembali bahwa buku teks bahasa merupakan salah satu sumber pelajaran bahasa yang memberikan banyak keuntungan bagi guru dan siswa. if you have time to prepare. C. buku teks dapat diartikan sebagai buku pelajaran yang memuat seluruh aspek bahasa sasaran yang harus dikuasai siswa. 22. d) sebagai dasar pengembangan pekerjaan rumah. dan g) sebagai landasan pengembangan kegiatan belajar terpusat pada siswa. 28. 27. dan kesempatan untuk mengulang kembali pelajaran yang sudah dibahas di sekolah. dan keterampilan bahasa. It aims to provide as much as possible in one book and is designed so that it could serve as the only book which the learners necessarily use during a course. 19 5. Your house will be better off if you take some time to look for 42 b) keluaasan materi pelajaran. 9. f) memberikan rasa aman. dan jumlah butir yang dibutuhkan. B. rasa aman dengan kejelasan materi yang akan dipelajari. e) sebagai bahan diskusi dengan guru-guru lain. 14. 7. Penulisan butir soal Instrumen Kemampuan Membaca A. Adapun dalam kegiatan belajar bahasa. Do the right thing If an emergency or disaster occurs. Kisi-kisi tes membaca NO INDIKATOR 1 Menemukan informasi tertentu dalam teks 2 Menemukan pikiran utama dalam paragraf 3 Menemukan semua informasi rinci yang tersurat 4 Menyimpulkan makna kata berdasarkan konteks 5 Menyimpulkan makna frasa berdasarkan konteks 6 Mendapatkan gambaran umum isi bacaan Jumlah PG 1. action can be taken to help minimize damage. your local official will tell you if and when you need to leave your home. seperti indikator. 17 3. or D. bidang-bidang. 13. 12. Buku teks dapat didefinisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi-materi inti yang harus disampaikan kepada siswa dalam periode belajar tertentu. 24 24 Esai 25 26. for example if a hurricane or flood is expected to hit in a few days. JML 4 5 7 4 4 29. Secara lebih spesifik Tomlinson (1998: ix) menyebutkan bahwa buku teks bahasa harus memuat komponen bahasa. 2. 1 – 5 refers to the following text. 15. Just take your disaster supplies that you have already set aside and get out of the area. kesempatan untuk belajar secara mandiri. jenis butir pertanyaan. However. 16. 30 6 6 30 5. 11. 20 21. Choose the best alternative by crossing A.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa hal yang penting. 8. 10. 6. If they tell you to leave pronto. don’t stop to fuss about your house. Such a book usually includes work on grammar. Tabel 2. 23. 107 . “A textbook which provides the core materials for a course. 18 4. on your answer sheet Question no. Dengan demikian. fungsi bahasa. dan buku pelajaran tambahan yang memuat topik-topik. c) waktu persiapan mengajar yang lebih efektif. sehingga kegiatan belajar yang telah direncanakan dapat berjalan secara efektif. Adapun bagi siswa buku teks bahasa dapat memberikian informasi mengenai tujuan belajar dan proses pencapaiannya. dan keterampilan-keterampilan berbahasa tertentu.

mudah dibawa. sedangkan kegiatan di luar kelas dapat berbentuk kunjungan ke perpustakaan. mengerjakan latihan. seperti: a) program pengajaran bahasa yang sudah tersusun. Tentu saja kegiatan belajar bahasa yang dikembangkan guru akan berjalan dengan baik bila sumber-sumber pelajaran tersedia secara cukup dan proporsional. seek D. dan mengunjungi tempattempat peneting lain. be careful 5. leaving home to save D. diskusi. 6. Be worried B. and the like. be nervous C. Who will tell you if the disaster happens? A. tetapi juga memiliki keunggulan yang dapat dinikmati oleh siswa. propane. Bila tidak. know C. such as air conditioning units. a friend B. tanks. kinds of disasters B. The idea of that paragraph is ______ A. be hurry D. a journalist 2. dan kompetensi. A. See B. buku teks bahasa dapat memberikan beberapa keuntungan. buku teks bahasa memiliki keunggulan-keunggulan tersendiri yang menjadikannya sebagai bahan pelajaran utama di sekolahsekolah. an official B. batten done A. kurikulum berbasis 1. except __ A. Menegaskan hal tersebut. The word “look for” in line seven means ____. Kegiatan tersebut dapat mengambil berbagai macam bentuk aktivitas yang dapat dilakukan siswa secara individual dan kolektif. Bagi guru. Buku Teks Bahasa Kegiatan belajar bahasa sebagai proses penyampaian dan pengalihan informasi dan kompetensi-kompetensi lainnya merupakan salah satu wujud implementasi kurukulum dalam rangka untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. dan koran. move equipment from window D. majalah. 106 potential problems. keterbacaan. seperti buku teks. Kegiatan belajar di dalam kelas yang dapat dikembangkan guru mencakup membaca buku. C. Di antara sumber-sumber pelajaran tersebut. leave the door unlocked 4. 1. bermain peran. Buku teks bahasa dapat mencakup keseluruhan topik yang akan dipelajari. The following are actions that can be done if flood is expected to hit. belajar di taman. dan memiliki fleksibilitas yang relatif tinggi. kegiatan belajar bahasa yang akan dikembangkan berjalan tanpa arah. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Ujicoba instrumen 7. Revisi dan penggandaan 43 . kaset. a teacher D.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra pemilihan buku teks. Helliwell (1992: 114) mengemukakan bahwa buku teks bahasa tidak saja memiliki keunggulan yang hanya dapat dimanfaatkan oleh guru. video.C C. Bring your outdoor equipment and furniture inside. kerja kelompok. move your belongings so they are away from windows or in the case of flooding they are on upper floors of the house. The word “fuss” in line three means ____ A. the accidence of a disaster 3. bring equipment inside B. watch 6. sehingga siswa tidak dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang diharapkan. Dst. Inside your home. the duty of the government official C. and batten down any structures that might be damaged or swept away.

berdasarkan definisi konsep dibuatlah definisi operasioanl yang dapat menjabarkan domain atau aspek-aspek yang membentuk variabel tersebut. Kajian terhadap teori-teori terkait 2. Ketiga. berdasarkan kisi-kisi tersebut dibuatlah sejumlah butir pernyataan dan perintah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. hanya membutuhkan empat langkah. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. Adapun pengembangan instrumen berbentuk observasi atau wawancara. seperti berapa jumlah butir pernyataan yang dibutuhkan. 1. ujicoba kuesioner yang dibuat untuk diketahui validitas dan reliabilitasnya. dan pedoman obeservasi atau wawancara. terdapat beberapa hal yang perlu dibahas secara detail. Kajian Teoretis Sesuai dengan permasalahan yang diajukan. dan apa jenis butir pernyataan yang digunakan. penyusunan definisi konseptual. F. buku teks bahasa Inggris mana yang memiliki nilai keunggulan yang lebih tinggi daripada buku-buku teks bahasa Inggris lain yang digunakan oleh siswa kelas II SMA. Perumusan Definisi konseptual: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain. 3. untuk mendapatkan instrumen berbentuk nontes yang baik (terutama kuesioner) peneliti juga harus memperhatikan prosedur pembuatannya. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kriteria buku teks bahasa Inggris komunkatif.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra C. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi: 1. Pengembangan Instrumen Nontes. atau yang mencerminkan karakteristik permasalahan yang sedang diteliti. Kedua. Guru-guru bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan buku teks bahasa Inggris mana yang dapat digunakan oleh siswa kelas II SMA. Pertama adalah kajian terhadap teori-teori yang mendukung sesuai dengan variabel atau permasalahan yang akan dikaji. 4. 2. yakni kajian terhadap teori yang relevan. dan penyempurnaan terhadap buku-buku teks bahasa Inggris yang sudah digunakan oleh siswa kelas II SMA di DKI Jakarta. Tidak berbeda dengan tes. Departemen Pendidikan Nasional RI sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan materi pelajaran bahasa Ingris untuk siswa kelas II SMA. dan 4. Kempat. dan 5. berdasarkan domain atau aspek-aspek tersebut disusunlah sebuah kisi-kisi atau pedoman untuk pembuatan butir-butir pernyataan. E. kriteria buku teks bahasa komunikatif. 44 3. berdasarkan teori-teori tersebut disusunlah suatu definisi konsep yang menggambarkan tentang variabel atau permasalahan yang dikaji. Bagi para peneliti sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan mengenai bukubuku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. Berikut adalah contoh pengembangan kuesioner motivasi berprestasi yang meliputi langkah-langkah berikut. yakni hakikat buku teks bahasa. Keenam. Prosedur pengembangannya sama dengan prosedur pengembangan instrumen tes. definisi operasional. Ketujuh. 105 . Kelima. Penerbit buku-buku teks bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan dalam penyusunan buku-buku teks yang baru. revisi atau penggantian butir pernyataan berdasarkan hasil ujicoba. dan penggandaan kuesinoer sesuai dengan kebutuhan.

1. kognitif. Penulisan butir-butir pernyataan Lingkarilah salah satu alternatif jawaban yang tersedia sesuai dengan pilihan anda. penelitian ini akan dipusatkan pada sepuluh (10) buku teks yang banyak digunakan oleh SMA II di DKI Jakarta.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menimbulkan masalah besar bagi guru untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang benar-benar memenuhi kriteria buku teks yang baik. kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan kreiteria yang dipersyaratkan oleh Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004. penelitian tersebut berusaha untuk memperoleh data empiris mengenai: 1. S: Sering. Bagaimanakah kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA jika ditinjau dari kriteria buku teks bahasa Inggris komunikatif? 4. behavioral. Kisi-kisi Kuesioner Motivasi Berprestasi NO DOMAIN INDIKATOR Optimis di dalam menghadapi berbagai masalah Antusias di dalam mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan A Affective Bertanggungjawab terhadap apa yang telah dikerjakan Bekerja keras untuk memperoleh hasil yang lebih baik daripada orang lain Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi Berusaha untuk menyelesaikan B Cognitive tugas-tugas belajar dengan baik Menguasai bahan kuliah/belajar/ pekerjaan secara komprehensif Berani mengambil resiko Berusaha secara mandiri dan C Conative tidak tergantung pada orang lain Bersaing untuk memperoleh hal yang baik Meniru gaya atau cara belajar D Behavioral orang-orang yang sukses E Spiritual Memahami tujuan belajar/kuliah JUMLAH (+) (-) JML 4 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 1 2 1 2 0 4 3 3 4 4 3 4 3 4 2 2 40 1 1 22 18 5. Manakah di antara buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang dianggap sebagai buku teks yang lebih kualitas daripada buku-buku teks lain? D. KK: Kadang-kadang. Bagaimanakah tingkat kesesuaian buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi tahun 2004? 3. 2. C. Oleh karena itu. 4. Secara khusus. Pertanyaan Penelitian Karena banyaknya buku teks bahasa Inggris yang beredar di pasaran. seperti afektif. Pembuatan kisi-kisi: Tabel 3. Bagaimanakah tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA di DKI Jakarta? 2. Tujuan Penelitian Secara umum. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA yang digunakan di DKI Jakarta. SS: Sering Sekali. penelitian ini akan difokuskan pada kualitas buku teks bahasa Inggris untuk SMA kelas II yang banyak digunakan di beberapa SMA di Jakarta. tingkat keterbacaan buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa kelas II SMA. 104 3. TP: Tidak Pernah 45 . konatif. Perumusan definisi operasional: Motivasi berprestasi adalah dorongan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain yang terbangun dari beberapa aspek. Secara spesifik penelitian ini diarahkan pada hal-hal berikut. dan spiritual.

10. Secara substansial. (SS/S/KK/TP) Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. 12. Di samping itu. B. Fokus Penelitian Pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004 mengundang kompetisi baru untuk memenuhi salah satu sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. 3. hal itu membuat pihak sekolah dan guru menghadapi dilemma besar untuk menentukan buku teks bahasa Inggris mana yang harus digunakan. laporan. tetapi secara arif dapat menentukan buku teks mana yang seharusnya digunakan siswa dan sekolah. (SS/S/KK/TP) Ketika saya mengahadapi masalah dalam belajar. 11. (SS/S/KK/TP) Saya akan berusaha sekeras mungkin untuk menyelesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain (SS/S/KK/TP) Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan pekerjaan itu. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. Penelitian ini perlu segera dilakukan untuk membantu guru-guru bahasa Inggris SMA agar tidak terjebak pada masalah finansial. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya. Salah satu solusinya adalah penelitian terhadap isi buku-buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA yang banyak beredar di pasaran. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. Tentu saja. (SS/S/KK/TP) Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. (SS/S/KK/TP) Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadi-kan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan. Kesulitan yang bersifat substansial inilah yang perlu segera dicarikan solusi terbaik. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. (SS/S/KK/TP) Jika saya menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan. 2. Tentu saja kondisi seperti itu 103 46 . 5. dan materi ajar yang menarik dengan memberikan ilustrasi dan gambar-gambar yang menawan. 4. mengingat keberhasilan siswa untuk menguasai kompetensi juga ditentukan oleh kualitas buku teks yang digunakan. Beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. (SS/S/KK/TP) Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. saya tetap antusias dalam menjalaninya. Maka. (SS/S/KK/TP) Dalam kondisi yang sangat buruk. (SS/S/KK/TP) Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. saya tidak memiliki optimistisme untuk menyelesaikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. 13. 6. yakni buku teks bahasa Inggris. para penulis dan penerbit telah berusaha memenuhi kriteria buku teks yang baik dengan memasukkan prinsip-prinsip KBK tahun 2004 ke dalam buku teks yang mereka terbitkan. 7. Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tantangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya. 9. Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. (SS/S/KK/TP) Karena sulitnya mencari bahan-bahan. (SS/S/KK/TP) Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. 8.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. penerbit juga memberikan harapan-harapan finasial kepada para guru dan sekolah jika buku teks yang mereka terbitkan digunakan sebagai buku wajib siswa. saya tetap optimistis dapat mengatasinya.

Secara sengaja. tetapi asal terpenuhi kewajibannya saja. Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. (SS/S/KK/TP) 20. clearly showing what has to be learn and in some cases summarizing what has been studied so that students can revise grammatical and functional points that they have been concentrating on”. (SS/S/KK/TP) 21. Jika saya tidak menguasai suatu pekerjaan. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu pekerjaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. saya tidak mengerja-kan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh. Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana. Harmer (1991: 257) mengatakan bahwa buku teks bahasa Inggris harus memuat isi yang up to date dan menarik. (SS/S/KK/TP) 23. (SS/S/KK/TP) 15. Melengkapi persyaratan buku teks bahasa Inggris yang baik. Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. dan untuk memenuhi sumber-sumber belajar bahasa Inggris yang dibutuhkan siswa. karena anggota lain juga mengerjaknnya. Selain itu. Maka.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 14. Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuhkan. Sebagai respons dari pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. (SS/S/KK/TP) 25. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas-tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. (SS/S/KK/TP) 24. (SS/S/KK/TP) 27. Kondisi seperti itu diperburuk lagi dengan promosi langsung ke sekolahsekolah untuk menawarkan buku teks yang mereka terbitkan. (SS/S/KK/TP) 17. Seluruh buku diakui dan diberi label oleh para penulis dan penerbitnya sebagai buku teks bahasa Inggris yang sesuai dengan KBK tahun 2004. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. bagaikan jamur pada musim hujan muncullah puluhan buku teks bahasa Inggris untuk siswa SMA tanpa terkendali. Buku teks bahasa Inggris SMA harus mencerminkan prinsip-prinsip pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran. saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. they provide a sensible progression of language items. saya akan berusaha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. seperti internet. Bila keterangan guru atau penjelasan dari buku tidak begitu jelas. Supaya dapat menyelesaikan suatu pekerjaan sebaik mungkin. saya tidak membuat laporan pengamatan sebaik mungkin. 102 47 . Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru atau buku. (SS/S/KK/TP) 19. mereka menuliskan frasa “sesuai dengan KBK tahun 2004” dengan huruf berukuran besar dan berwarna menyolok. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. Dalam kegiatan kelompok. kompetensi sebagai tujuan akhir harus mejadi landasan pengembangan materi ajar yang dapat memberikan pengalaman belajar yang berharga bagaimana menggunakan bahasa sasaran seara baik dan komunikatif. (SS/S/KK/TP) 22. “Good text books often contain lively and interesting materials. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan yang saya kuasai. (SS/S/KK/TP) Berkenaan dengan matapelajaran bahasa Inggris di SMA. (SS/S/KK/TP) 26. kesesuaian materi ajar yang termuat dalam buku teks bahasa Inggris dengan kurikulum juga merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. (SS/S/KK/TP) 16. beberapa orang guru bahasa Inggris SMA bekerja sama dengan para pakar dan penerbit mencoba untuk membuat buku-buku paket bahasa Inggris untuk siswa. Isi buku yang menarik tentunya dapat membantu siswa menjaga motivasi belajarnya tetap tinggi. (SS/S/KK/TP) 18. sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut. perpustakaan dan media cetak lainnya.

(SS/S/KK/TP) 39. Supaya bermanfaat di kemudian hari. (SS/S/KK/TP) 35. (SS/S/KK/TP) 38. Bahasa Indonesia. buku teks harus memuat seluruh materi ajar yang disajikan berdasarkan prinsip-prinsip sebagaimana yang diisyaratkan oleh silabus atau kurikulum. (SS/S/KK/TP) 33. Karena itu tidak ada pilihan lain bahwa buku teks harus relevan dengan kurikulum yang berlaku”. Karena takut salah. Sebagai seorang muslim. Buku teks yang relevan tentu saja dapat membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk memperoleh kompetensi yang diharapkan. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. “Buku teks adalah buku yang dirancang buat penggunaan di kelas. Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. buku teks bahasa Inggris. buku teks memiliki peran yang sangat besar di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas. Meskipun ada pembantu. Salah satunya adalah kesesuaiaan antara materi ajar yang terkandung dalam buku teks dengan silabus atau kurikulum yang sedang berlaku. saya berusaha untuk membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat teman-teman di kelas. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. sedangkan buku teks yang tidak relevan akan menjauhkan siswa dari kompetensi yang seharusnya dikuasai. Supaya fungsinya dapat berjalan dengan baik. seluruh buku teks harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. (SS/S/KK/TP) 31. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. Buku teks dapat definisikan sebagai buku pelajaran yang memuat materi pelajaran sesuai dengan pokok-pokok pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. sekolah harus memfasilitasi ketersediaan buku teks sesuai dengan jumlah matapelajaran yang harus diambil siswa pada jenjang pendidikan tertentu. (SS/S/KK/TP) 29. Oleh karena itu. Untuk membaca buku-buku atau karya-karya ilmiah. atau Agama. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabat-shabat nabi. Ujicoba kuesioner 7.” Sesuai dengan pengertian tersebut. saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. saya akan membaca buku-buku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman. saya tetap membersihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya. dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi. (SS/S/KK/TP) Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. (SS/S/KK/TP) 34. (SS/S/KK/TP) 36. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. Revisi dan penggandaan 48 Di antara beberapa perangkat keras yang harus difasilitasi oleh sekolah adalah buku teks. (SS/S/KK/TP) 40. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. Mengenai kriteria tersebut. karena buku teks dapat dianggap sebagai sumber utama materi pelajaran yang harus disampaikan kepada siswa. Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. Dengan kemampuan yang saya miliki. 30. Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. Menurut Bacon sebagaimana dikutip oleh Tarigan dan Tarigan (1986: 22). Tarigan dan Tarigan (1986: 22) mengatakan bahwa buku teks ditulis untuk digunakan di sekolah dan sekolah mempunyai kurikulum. saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan sekarang. 101 . matematika.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 28. Dengan kata lain. IPS. (SS/S/KK/TP) 37. (SS/S/KK/TP) 32.

Pemberlakukan kurikulum berbasis kompetensi melahirkan beberapa tuntutan besar. sebaliknya. Siswa menjadi acuan dan orientasi di dalam menetukan berbagai aspek pembelajaran yang dikembangkan guru. alat perga. minat. agar dapat menentukan apakah analisis statistika atau nonstatistika yang akan digunakan. Berdasarkan penggunaan statistik dalam analisisnya data dapat dibedakan menjadi data kuantitatif dan kualitatif (deskriptif). dan masa depan. dan buku teks. laboratorium IPA. umumnya. Analisis data dapat diartikan sebagai proses pengolahan data terkumpul dengan menggunakan berbagai cara dan strategi. 2003: 6). Posisi sentral guru digantikan oleh siswa. sedangkan model analisis nonstatistika digunakan jika data yang diperoleh merupakan data kualitatif. dan masa depan siswa. diperlukan jika data yang diperoleh merupakan data kuantitatif atau numerik. tuntutan yang bersifat perangkat keras lebih mengarah pada ketersediaan fasilitas-fasilitas belajar yang memadai. Sebaliknya. data kualitatif tidak memerlukan statistik-statistik tersebut. siswa menjadi lebih termotivasi untuk menguasai kompetensikompetensi yang diharapkan. Tuntutan yang berbentuk perangkat lunak mengarah pada ketersediaan aturan atau sistem yang mengendalikan seluruh aspek administratif. yang biasa disebut dengan pendekatan kebermaknaan seperti tertuang di dalam Garisgaris Besar Pengajaran. laboratorium komputer. Terdapat lima kelompok data yang perlu diketahui sesuai dengan sudut pandangnya yang berbeda. 100 6 ANALISIS DATA A. minat. baik yang berbentuk perangkat lunak maupun perangkat keras. tetapi ia berfungsi sebagai seorang fasilitator yang memfasilitasi kegiatan belajar siswa. peneliti harus mengetahui jenis data apa yang dimiliki. Oleh karena itu. akademik. seperti laboratorium bahasa. Perubahan orientasi tersebut esensi dari pendekatan yang diterapkan dalam KBK 2004. pengalaman. Oleh karena itu faktor-faktor tersebut harus dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan dalam pengajaran dan pembelajaran agar lebih bermakna bagi siswa. Data kuantitatif membutuhkan cara-cara atau rumus-rumus statistik tertentu untuk mengelohnya sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menguji hipotesis. perpustakaan. Jenis-Jenis Data Analisis data merupakan salah satu langkah kritis yang sangat menentukan bagaimana masalah yang telah dirumuskan harus dijawab. tetapi membutuhkan 49 . Dengan memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhan. baik yang memanfaatkan statistika maupun yang tidak memanfaatkan statistika sehingga dapat ditemukan pemecahan masalah yang tepat dan akurat. bahwa “Kurikulum Berbasis Kompetensi menerapkan pendekatan kebermaknaan sebagai pendekatan pembelajaran” (Diknas. Statistika.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Guru tidak lagi menjadi seorang figur sentral yang menentukan segalanya dalam penyelenggraan kegiatan belajar. dan kepemimpinan yang mengarah pada tercapainya efektifitas dan efesiensi penyelenggaraan kegiatan belajar. Beberapa konsep penting lain dalam pendekatan kebermaknaan adalah bahan pelajaran dan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna jika berhubungan dengan kebutuhan.

Data banyak kelompok adalah data yang diperoleh dari 50 A. data dapat dibedakan menjadi tiga. peringkat seseorang dalam lomba baca puisi. seperti pengesahan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. suku bangsa. Data ordinal adalah data yang dikelompokkan berdasarkan urutan atau jenjang dalam atribut tertentu dari yang tertinggi sampai terendah. seperti derajat temperatur. sebagai suatu pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan seseorang sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. Selanjutnya. Dalam kurikulum 1994 para peserta didik dipandang sebagai kertas putih yang perlu dihiasi dengan sejumlah ilmu pengetahuan dan keterampilan tanpa mempertimbangkan apakah ilmu pengetahuan dan keterampilan tersebut sesuai dengan kondisi global saat ini atau tidak. dan banyak kelompok. Akibatnya. Kurikulum 2004 tidak menjejali peserta didik dengan informasi-informasi yang tidak relevan dengan potensi yang dimiliki. dan urutan peserta dalam lomba lari. dan nyamuk. seperti skor bahasa Inggris yang diperoleh mahasiswa dari kelas ekperimen dan kelas kontrol. sehingga seluruh peserta didik dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara agar tidak tertinggal jauh dari negara-negara maju. kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi. dan ratio. seperti jenis-jenis salak. data dapat dibedakan menjadi data diskrit dan kontinum. Perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004 merupakan hal yang harus dilakukan dan takterelakkan. dan TOEFL. 99 . pendekatan dalam penyelenggaraan kegiatan belajar pun harus disesuaikan. dilihat dari jumlah kelompok dari mana data diperoleh. skor IQ. sehingga peserta didik memiliki kompetensikompetensi tertentu yang dapat digunakan untuk berkompetisi dalam mengahadapi dunia global. Berbeda dengan kurikulum 1994. ukuran panjang. Data nominal adalah data yang diperoleh berdasarkan proses pengelompokan yang bersifat deskrit dan saling pisah antara satu kategori dan kategori lainnya. dan perubahan kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004. interval. Data diskrit adalah data yang berdiri sendiri atau saling pisah yang tidak saling bergantung antara satu dengan lainnya. Kurikulum 1994 yang berbasis konten tidak mampu mengikuti dan menjawab perubahan-perubahan global yang begitu cepat. Sesuai dengan sifatnya. data dapat dibedakan menjadi empat. yakni data nominal. dan jenis pekerjaan. menempatkan peserta didik pada proses perkembangan yang berkelanjutan dan memandang seluruh aspek kepribadian. dan derajat dalam kompas.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra model analisis kualitatif sesuai dengan pendekatan yang digunakan. seperti ukuran voltase listrik. seperti nilai mahasiswa dalam matakuliah struktur. sedangkan data kontinum adalah data yang membentuk subuah kontinum. ordinal. Data satu kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari satu kelompok. terjadi ketidaksesuaian antara apa yang dipelajari di sekolah-sekolah dengan apa yang terjadi pada dunia kerja dan pembangunan bidang-bidang kehidupan lainnya. dua kelompok. tetapi mengasah potensi-potensi tersebut sedemikian rupa. status perkawainan. Adapun bila ditinjau dari skala pengukuran yang digunakan. seperti jenis kelamin. Data ratio adalah data yang proses kuantifikasinya mempunyai nol mutlak. Latar Belakang Selama tiga tahun belakangan dunia pendidikan nasional telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan. Oleh karena itu. Data interval adalah data yang diperoleh melalui pengukuran yang memiliki standar sama yang membuahkan hasil berbeda antara satu dan lainnya. Data dua kelompok adalah data yang diperoleh dari subjek yang berasal dari dua kelompok yang berbeda. Perubahan-perubahan tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. seperti ranking siswa dalam pelajaran bahasa Inggris. yakni data berasal dari satu kelompok. seperti skor pre-test dan post test mahasiswa dalam matakuliah Agama. dan usia.

data bivariat adalah data yang berasal dari dua variabel berbeda dalam penelitian. data dapat juga dibedakan berdasarkan jumlah variabel yang dikaji. KUALITAS. bivariat. Data univariat adalah data yang diperoleh dari satu variabel penelitian. Jenis-jenis Data TIM PENELITI B. bagaimana data dibedakan berdasarkan beberapa sudut pandangnya dapat dilihat pada diagram berikut. DAN KESESUAIAN BUKU TEKS BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS II SMA DENGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Diagram 4. dan data multivariat adalah data yang berasal dari banyak variabel dalam penelitian. Analisis deskriptif ini dapat dilakukan secara numerik dengan 51 98 Multi-Variat Kuantitatif Satu Kelompok Dua Kelompok Banyak Kelompok Deskriptif Univariat CONTOH PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISIS Nominal Interval Ordinal Ratio Kontinus Bivariat Diskrit Jumlah Variabel Sifat Data . Analisis Kuantitatif Analisis data kuantitatif dalam penelitian sering kali dilakukan dengan memanfaatkan statistika deskriptif atau inferensial. yakni univariat. dan multivariat. Selengkapnya. Statistika deskripstif digunakan bila peneliti ingin mengetahui gambaran umum tentang data yang dimiliki sehingga lebih mudah dibaca dan lebih bermakna. D A T A Penggunaan Statistik Skala Pengukuran Asal Kelompok TINGKAT KETERBACAAN.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 10 PROPOSAL PENELITIAN ANALISIS ISI subjek yang berasal dari beberapa kelompok yang berbeda. Terakhir.

Fraida dan Elite Olshtain. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.. Huda. Pengalaman dan perjalan hidup pengarang dari masa kecil hingga dewasa menjadi bagian yang takterpisahkan dari proses kreativitas untuk memproduksi karya sastra. Brown. Kartono. “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Course Design. Amran Halim. Alice Ommagio. dan biserial point. Hymes.” Politik Bahasa Nasional 2. atau frekuensi. 97 . niat. Selain itu. Dubin. Hadely. C. 52 Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syrif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Cambridge: CUP. dan bahkan tujuan-tujuan tertentu pengarang. pesan. chi-square. Oxford: Pergamon Press Ltd. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. eds. Principles of Language Learning and Teaching. seperti Spearman Brown. Oleh karena itu. Oxford: OUP. 1994. Munby. Yang kedua menuntut penggunaan statistik. Yang pertama menuntut penggunaan statistik regresi dan korelasi. seperti uji-t. H.Rod The Study of Second Language Acquisition. seperti pendekatan historis. J. C. Patsy M. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Brumfit. 1999. Jakarta: PN Balai Pustaka. 1985. Douglas. 1991 Suwito. Analisis Kualitatif Sebaliknya. atau berkaitan dengan hubungan kausalitas antara satu variabel dengan variabel lainnya. Berkaitan dengan analisis statistik inferential. Nuril Language learning and Teaching: Issues and Trends. John Communicative Syllabus Design. peneliti harus dapat menentukan statistik apa yang harus digunakan jika hipotesis yang harus diuji berkaitan dengan taraf hubungan antara dua variabel atau lebih. Christopher Language and Literature Teaching: From Practice to Principle. Brumfit dan K. dan Nina Spada. penggunaan berbagai jenis statistika tersebut dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi. Giri.” The Communicative Approach to Language Teaching. 1978. Cambridge: Cambridge University Press. Berkaitan dengan penelitian sastra. antara lain adalah: 1. 1986. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Malang: IKIP Malang Publisher. D. Oxford: OUP. 1993. “On Communicative Competence. Pendekatan Biografis Pendekatan biografis merupakan studi yang sistematis mengenai proses kreativitas pengarang yang dianggap sebagai asal-usul karya sastra. 1994. London: Prentice Hall International Ltd. teori-teori atau pendekatan-pendekatan yang relevan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menghitung rata-rata. teori-teori dan pendekatanpendekatan yang sering digunakan. How Languages are learned. 1979. Teaching Language in Context. Oxford: OUP. H. standar deviasi. 1981 Lightbown. Sebuah karya sastra dianggap relatif sama dengan maksud. Nunan. ed. atau secara grafis dengan memaparkan data dalam bentuk gambar atau diagram. dan analisis varians. data yang tidak memerlukan analisis statistik harus dianalsis secara kualitatif berdasarkan metode. riwayat hidup pengarang menjadi pusat kajian dengan mengaitkannya dengan karya sastra yang dihasilkan. seperti program SPSS dan Excell. dan pendekatan tekstual. Johnson. Product Moment Correlation. Boston: Heinle and Heinle Publisher. psikologis.. David Language Teaching Methodology. sosiologis. 1994. Ellis.

Menurutnya.gwu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. Dengan adanya ketakseimbangan. dan Super Ego. 3. kontemplasi. kompensasi. yang sering dikaitkan dengan gejala-gejala kejiwaan. analisis data. Azra. Pendekatan sosiologis didasari oleh hubungan hakiki antara karya sastra dan masyarakat dengan asumsi dasar. c) pengarang memanfaatkan kekayaan yang ada dalam masyarakat. sublimasi. H. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama delapan bulan yang dibagi dalam dua tahap. yang disebut libido. tanggal 1 Maret 2003. pendekatan sosiologis mengedepankan aspek masyarakat dalam kajian karya sastra. dan d) hasil karya sastra itu sendiri dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Id berkaitan dengan dorongan-dorongan primitif yang harus dipuaskan. Pendekatan Sosiologis Berbeda dengan pendekatan biografis.html. dan Super Ego yang berisi kata hati yang mengendalikan ego.edu/tip/ skinner.. J.gwu. Sampai saat ini teori yang paling relatif lebih banyak digunakan dalam pendekatan psikologis adalah psikologi Sigmund Freud (1856—1939). Azyumardi.edu/tip/gagne. http://www. tanggal 1 Maret 2003. http://www. b) pengarang itu sendiri adalah anggota masyarakat. 50. Conditions of Learning. Id dengan demikian merupakan kenyataan subjektif primer. maka proses tersebut dianggap sejajar dengan libido. seperti: obsesi. Teori yang dikembangkan Freud mencakup tiga hal. Karena proses kreatif dianggap sebuah kenikmatan yang memerlukan pemuasan. Anonymous.000. Pendekatan Psikologis Berbeda dengan pendekatan beografis yang lebih menekankan pada aspek perjalan hidup pengarang. bahkan sebagai neurosis. dunia batin sebelum individu memiliki pengalaman tentang dunia luar. ketaksadaran menimbulkan dorongandorongan yang memerlukan kenikmatan. yakni Id. tanggal 1 Maret 2003. Daftar Kepustakaan Anonymous.. yakni a) karya sastra dihasilkan oleh pengarang. Kebijakan Kurikulum UIN Menuju Universitas Riset.edu/-tip/ rogers. semua gejala mental bersifat tak sadar yang tertutup oleh alam kesadaran. Karya sastra dianggap sebagai hasil aktivitas penulis. Ego. Tahap kedua yang digunakan untuk pencarian data empiris di seluruh PTAIN. 53 I. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. pedekatan psikologis lebih memperhatikan aspek psikologis pengarang.. Anonymous.000. dengan proses pemahaman mulai dari masyarakat ke individu di mana karya sastra dianggap sebagai milik masyarakat.(Lima pululh juta rupiah). html.. Ego bertugas untuk mengontrol Id. Experiential Learning. html. seperti libido. dan penulisan laporan dilaksanakan pada bulan September 2005 sampai Januari 2006.gwu. http://www. Makalah yang disampaikan pada 96 . NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES JAN x x x x x x x x x 2. Tahap pertama yang digunakan untuk melakukan penelusuran teori-teori dan pencarian model sementara pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dilakukan di Jakarta dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2005. Operant Conditioning.

setting. b) fungsi dan tujuan karya sastra pada saat pertama kali dihasilkan. 5. 4. seperti observasi. dan bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi pada karya sastra berkenaan dengan perjalan waktu. Berdasarkan indikator sejarah dan sastra. penelitian ini memanfaatkan seluruh perguruan tinggi agama Islam negeri yang ada di Indonesia. Jadi. Untuk melengkapi data yang diperoleh peneliti juga melakukan wawancara dengan dosen-dosen bahasa Inggris. dan sebagai umpan balik peneliti juga menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa. beberapa masalah yang menjadi objek sasaran pendekatan historis antara lain adalah: a) perubahan karya sastra dengan bahasanya sebagai akibat proses transfer dari satu generasi. Pengambilan Data Penelitian ini memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen penelitian untuk menggali data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi melalui berbagai cara. dan d) representasi karya sastra sebagai wakil tradisi zamannya. Analisis Data Data verbal dan nonnumerik lainnya yang berkaitan dengan penyusunan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi dianalisis secara kualittif berdasarkan teori-terori formal yang mendasarinya. Dengan kata lain. relasi horizontal berupaya memaknai bahasa berdasarkan hubungan antarunsur dalam suatu unit bahasa. relasi vertikal ini tidak tidak terkait secara langsung dengan aspek kaedah yang mendasari unit bahasa tertentu.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. Adapun relasi vertikal terwujud dalam pemilihan sinonim atau antonim suatu kata. Hubungan sinkronik tersebut dapat bersifat horizontal (sintagmatik) atau vertikal (asosiatif). Pendekatan historis berusaha menguak dan membuka tabir hubungan antara karya sastra dengan karya-karya lain. wawancara. dan studi lapangan ke beberapa perguruan tinggi. Perbedaan makna kata bisa dipahami bila kata yang dimaksudkan diganti dengan antonim atau sinominya. klausa. c) peran sosial pengarang pada saat menulis. dan frasa. sehingga data yang dibutuhkan benar-benar lengkap dan memadai. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang berusaha untuk mengembangkan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN secara induksi berdasarkan teori-teori relevan. Selain unsur-unsur bahasa. dan apa makna yang terkandung 54 1. aspek sintagmatik terwujud dalam upaya pemahaman kata berdasarkan relasinya dengan kata-kata yang muncul sebelum dan sesudahnya. pendekatan strukturalisme juga memperhatikan unsur-unsur instrinsik lainnya. Unit Analisis Sesuai dengan permasalahan yang dikaji. Dalam kajian karya sastra. 2. 3. khususnya perguruan tinggi yang 95 . seperti tradisi lisan dan penerbitan ulang. sejarah yang melatarbelakangi penyiptaan dan penulisan karya sastra. Peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan observasi ke beberapa perguruan tinggi untuk melihat kegiatan belajar bahasa Inggris yang dikembangkan dosen yang bersangkutan. Pendekatan Strukturalisme Pendekatan ini diilhami oleh linguistik struralisme yang memusatkan perhatian pada hubungan sinkronik unsur-unsur bahasa. sehingga dapat dipahami apa makna yang sebenarnya. seperti plot. tetapi lebih pada relasi makna. Pendekatan Historis Pendekatan historis memfokuskan kajiannya pada aspek kesejarahan karya sastra yang diteliti. seperti kalimat. Selain itu. dan kuesioner. peneliti juga mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi sebagai bahan pelengkap.

Jadi. pengambilan data. minat. minat. tetapi juga mencakup beberapa aspek lain. Pendekatan Strukturalisme Genetik Pendekatan strukturalisme genetik merupakan kajian karya sastra yang memusatkan perhatian pada aspek struktur dan asal-usul karya satra. Oleh karena itu. atau aspek-aspek lain sehingga pemahaman karya sastra menjadi lebih komprehensif. G.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra afektif. materi dan kegiatan pembelajaran di dalam kelas harus disusun dengan mempertimbangkan minat dan keinginan seluruh siswa agar mereka mudah termotivasi dan tertarik dalam belajar. Pendektan strukturalisme dinamik membuka peluang untuk mengkaji aspek-aspek ekstrinsik karya sastra. dan motivasi juga merupakan bagian yang menentukan dalam proses pembelajaran bahasa kedua atau asing. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. Jadi. seperti aspek sosiologis. aspek afektif. Nunan (1991: 234) menjelaskan sebagai berikut. pendekatan strukturalisme genetik mengkaji karya sastra dari aspek intrinsik dan ektrinsiknya. analisis data. Teori Interteks Analisis karya sastra dengan menggunakan teori interteks bertujuan untuk menggali secara maksimal makna-makna yang terkandung dalam sebuah teks. Sikap positif terhadap bahasa sasaran. Proponents of this methods believe that if learners can be encouraged to adopt the right attitudes. Tinggi rendahnya sikap positif menunjukkan tinggi rendahnya motivasi siswa dalam belajar. 94 dalam sebuah karya sastra. Dubin dan Olshtain (1986: 14) menegaskan sebagai berikut. umpamanya. merupakan pijakan awal yang banyak berpengaruh terhadap tinggi rendahnya motivasi siswa di dalam mempelajari bahasa sasaran. Kedua pandangan tersebut makin memperjelas. then no set of techniques is likely to succeed. 6. dan latar belakang sosial dan sejarah masyarakat di mana penulis berada. then successful learning will occur. antropologis. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendekatan strukturalisme hanya mencoba mengkaji karya sastra dari sudut pandang unsur intrinsiknya saja. Dalam pendekatan ini karya sastra dianggap sebagai karya pengarang dan sekaligus sebagai kenyataan sejarah yang mengkondisikan munculnya karya tersebut. Positive attitudes towards the acquisition process will reflect high personal motivation for learning the language. Pendekatan ini merupakan pengembangan dari pendekatan strukturalisme dengan menambahkan aspek-aspek sosial dan bahkan antropologis dalam kajian karya sastra. seperti sikap. Pendekatan Strukturalisme Dinamik Pendekatan strukturalisme dinamik merupakan penyempurnaan dan pengembangan dari strukturalisme yang lebih menekankan pada unsur-unsur intrinsik karya sastra. a feeling of self-fulfillment and success and an overall enthusiasm about the language course. seperti sikap. as well as in the learning environment in which they find themselves. Positive attitudes towards the language will reflect a high regard and appreciation of both the language and the culture it represents. latarbelakang pengarang. and that if these affective factors are not right. analisis karya sastra berdasarkan pendekatan tersebut tidak hanya terfokus pada relasi sinkronik unsur-unsur bahasa yang digunakan. 8. Kajian ini dilakukan dengan 55 . dan unit analisis. seperti metode. sekaligus aspek-aspek lain yang berhubungan dengan asal-usul bagaimana karya sastra dihasilkan. seperti unsur instrinsik karya sastra. 7. dan motivasi siswa. interest and motivation in the target language and culture. di samping aspek kognitif.

seperti novel dengan novel. not as something purely intellectual. tetapi juga teks-teks yang taksejenis. dan menyelaraskan pembelajaran dengan keinginan. tidak hanya secara kognitif tetapi juga secara afektif sehingga mampu mengelola masukan secara kreatif. Humanistic teachers see language learning as something which must engage the whole person. atau bahkan berlomba-lomba secara adil dan terbuka untuk mendapatkan posisi yang selama ini dikuasai laki-laki. Berdasarkan teori ini. Selain itu. Hubunganhubungan bermakna tersebut dapat berbentuk saling mendukung. Dengan kata lain. atau melengkapi sehingga pemahaman terhadap karya sastra benar-benar komprehensif. sehingga terjadilah keseimbangan peran dan fungsi antara kedua belah pihak. pendidikan. dan status antara perempuan dann laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan. seperti bidang sosial. Selain itu. dan emosional sehingga mampu mengembangkan kemampuan dirinya secara aktif menuju proses perubahan yang diharapkan. dan minat siswa. karakter. kajian bahasa dan sastra dapat diarahkan pada upaya penelaahan masalah-masalah yang masih bersifat deskriminatif.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cara menemukan hubungan-hubungan bermakna di antara dua teks atau lebih dalam masa yang sama atau berbeda. Berbeda dengan dua teori terdahulu. pandangan tersebut juga menunjukkan bahwa seorang individu tidak menerima masukan dari luar dirinya secara pasif. dan ekonomi. with emotional and spiritual needs as well as intellectual ones. Brumfit (1985: 79) menegaskan sebagai berikut. tetapi berada pada posisi yang sejajar dan tidak berbeda. puisi dengan puisi. kajian interteks tidak hanya melibatkan dua atau beberapa teks sejenis. who are not the passive recipients of someone else’s teaching. Teori Feminisme Esensi dari teori feminisme adalah persamaan hak. kedudukan. umpamanya. people who can contribute to their own learning. dan drama dengan drama. kajian ini bisa difokuskan pada bentuk-bentuk bahasa mana yang masih bersifat deskriminatif. menentang. ataupun hal-hal lain yang masih mengarah pada ketidaksamaan hak antara perempuan dan laki-laki. puisi dengan drama. Perempuan tidak lagi menjadi subordinat laki-laki. they recognize that their students are people like themselves. Pandangan demikian diharapkan dapat menjadi pegangan bagi para guru agar dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap bahasa yang sedang dipelajari. sedangkan dalam bidang sastra kajian ini dapat ditekankan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan tema. Keterangan di atas mempertegas bagaimana besarnya peran kognisi di dalam pembelajaran bahasa asing. atau drama dengan puisi. Berkenaan dengan masalah ini. Oleh karena itu. tetapi harus secara aktif mengelola masukan tersebut sebagai pijakan untuk pengembangan lebih lanjut. intelektual. seperti novel dengan puisi. Mereka dapat bekerjasama untuk menjalankan fungsi-fungsi sosial mereka. teori belajar bahasa humanisme memandang individu tidak saja dari sudut kognitifnya. politik. aspek kognitif dan aspek afektif siswa harus diperhatikan secara seimbang bila guru menginginkan pembelajaran bahasa yang dikembangkan berhasil dengan baik. Berdasarkan pandangan tersebut dapat dipahami bahwa dalam pembelajaran bahasa seorang siswa akan berhasil bila diperlakukan sebagai manusia seutuhnya. Berkaitan dengan bahasa. tetapi juga dari aspek afektif dan hubungannya dengan kehidupan sosial di sekitarnya. 9. Mengenai peranan penting aspek 93 56 . di dalam pembelajaran bahasa individu harus diperlakukan sebagai makhluk yang utuh seca-ra fisik.

1993: 8). perumusan masalah. signifikansi. it was believed that language development could be characterized by rule governed creativity. tesis. dan lain-lain. Chomsky originally referred to this special ability as being based on language acquisition device (LAD). metode. 57 . dan analisis data. This device was often described as an imaginative ‘black box’ which exists somewhere in the brain. Berkenaan dengan pembelajaran bahasa asing. salah satu pandangan yang menempatkan kemampuan kognitif pada posisi yang sangat strategis disebut dengan hipotesis konstruksi kreatif (creative construction hypothesis) yang dianggap memiliki kesamaan dengan alat pemerolehan bahasa. Proposal disusun berdasarkan bentuk penelitian yang akan dilaksanakan. Unsur-unsur Proposal Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas unsur-unsur proposal untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif yang sering digunakan untuk penulisan skripsi. seperti latar belakang. 92 7 PROPOSAL A. Umumnya proposal harus memuat latar belakang penelitian. anologous to learning how to ride bicycle or play a violin. Tentu saja proposal harus memuat unsur-unsur penting penelitian. waktu dan tempat penelitian. With a finite number of grammatical rules and a limited vocabulary. tujuan. dan metodologi penelitian. perumusan masalah. kedua proposal tersebut tidak berbeda karena keduanya harus mampu menggambarkan apa dan bagaimana penelitian akan dilakukan. kemampuan kognitif ini merupakan kemampuan bawaan yang dimiliki oleh setiap individu untuk memperoleh bahasa pertama.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra cognitive view. This ‘black box’ which is thought to contain all and only the principles which are universal to all human language prevent the child from going off on lots wrong trails in trying to discover the rules of the languages (Lightbown dan Spada. Meskipun demikian secara substantif. 1994: 295). batasan masalah. language learning is treated as skills learning. 1991: 233). Pengertian Salah satu kegiatan penting sebelum pelaksanaan penelitian adalah penyusunan proposal penelitian. many of which may never have been uttered before (Nunan. Dengan hipotesis konstruksi kreatif itu. sehingga penelitian yang akan dilakukan benar-benar dapat tergambarkan. Rather. B. we can create an infinite number of sentences. disertasi. seseorang mampu melahirkan bentuk-bentuk bahasa yang variatif meskipun hanya dibekali dengan kosakata dan kaidah bahasa yang tidak terlalu banyak. Penelitian kuantitatif memiliki model proposal yang berbeda dengan penelitian kualitatif. although probably more complex (Ellis. Chomsky menamai kemampuan itu dengan alat pemerolehan bahasa (language acquisition device) yang digambarkan sebagai “kotak hitam” yang memuat kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku secara universal terhadap semua bahasa. kajian teoretis. Dalam pemerolehan bahasa pertama. Proposal dapat dikatakan sebagai rencana penelitian yang berisikan gambaran menyeluruh mengenai penelitian yang akan dilakukan.

3. habits are formed. yakni pembentukan kebiasaan. dan aspek bidang kajian. para siswa diminta untuk memberikan beberapa contoh secara lisan (stimulus). seperti dimensi waktu. Berdasarkan penjelasan tersebut akan tampak secara jelas alasan kuat kenapa penelitian itu perlu dilaksanakan. Penelitian perlu dibatasi agar jelas apa yang seharusnya diteliti sehingga menjadi lebih terfokus dan tidak melebar pada hal-hal yang tidak perlu diteliti. terjadi melalui suatu proses yang sama. penjelasan ini disertai dengan kajian teoretis ringkas untuk memperkuat asumsi-asumsi yang muncul. tempat. Leaners receive linguistic input from speakers in their environment. Berdasarkan kedua contoh di atas. Language learning engages the same cognitve systems – perception. takes place through the same underlying process. Lightbown dan Spada (1993: 23) mengatakan: According to behaviorists. Teori belajar bahasa yang kedua adalah kognitivisme yang menolak pandangan teori belajar bahasa behaviorisme yang cenderung menempatkan individu sebagai seorang yang menerima segala masukan dari luar secara pasif. Perumusan masalah merupakan pijakan dasar kenapa dan bagaimana penelitian itu dilaksanakan. 2. all learning. habit formation. Adapun bidang kajian berhubungan dengan pemusatan masalah penelitian pada bidang-bidang yang lebih spesifik sesuai dengan keahlian peneliti. Mengenai hal itu. 58 mengenai pola kalimat bahasa Inggris S + Modalitas + Verba. dan bagaimana memperoleh jawaban sementara dari masalah yang akan diteliti. Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan pernyataan masalah penelitian sesuai dengan batasan masalah yang telah dibuat. Dimensi waktu berkaitan dengan pembatasan masa atau periode kapan penelitian dilakukan atau berhubungan dengan periodisasi suatu peristiwa. dan pujian guru (penguatan) terhadap contoh kalimat yang benar (respons) menjadikan mereka menguasai dan terbiasa dengan pola kalimat tersebut. tetapi juga berlaku pada pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa kedua atau asing. Tidak ada perumusan masalah berarti tidak ada penelitian. baik verbal. and positive reinforcement for their correct repititions and imitations. Tentu saja pada bagian ini perlu dijelaskan kesenjangan antara suatu kondisi yang diharapkan dan kondisi yang ditemui di lapangan. Dimensi tempat berhubungan dengan tempat penyelenggaraan penelitian atau tempat terjadinya peristiwa yang sedang diteliti. dapat dipahami bahwa kedua bentuk pembelajaran. seperti bagaimana kesenjangan itu terjadi. Latar Belakang Latar belakang berisikan paparan alasan kenapa penelitian itu perlu dilakukan. seseorang dapat memahami. teori belajar bahasa kognitivisme memandang individu dengan kemampuan kognitifnya sebagai orang yang aktif dan kreatif mengelola segala masukan dari luar dirinya. As a result.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 1. In a 91 . information processing – as learning other types of knowledge. whether verbal or non-verbal. problem solving. Pandangan seperti itu tidak saja berlaku pada pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Batasan Masalah Batasan masalah atau fokus penelitian (dalam istilah penelitian kualitatif) berisikan penjelasan mengenai ruang lingkup penelitian. menerapkan. seperti tingkah laku. Sebaliknya. Biasanya. Oleh karena itu. memory. seperti ilmu pengetahuan dan bahasa maupun non-verbal. atau melakukan kemampuan kognitif lainnya untuk mengelola berbagai masukan guna mendapatkan pengetahuan dan informasi baru. Dengan pengetahuan yang dimiliki. Penelitian dapat dibatasi oleh beberapa aspek.

Pujian yang diberikan ibunya (penguatan) terhadap usaha anaknya yang telah mencoba berpakian secara mandiri (respons) atas perintah ibunya (stimulus). yaitu teori belajar behaviorisme. kognitivisme. umpamanya.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra dapat terpenuhi bila para mahasiswa mampu mengasosiasikan dan merekonstruksi antara pengetahuan yang baru dengan yang lama. setelah diberikan penjelasan yang cukup 90 perumusan masalah harus dinyatakan sejelas mungkin. bukan berdasarkan struktur bahasa yang akan dipelajarinya. Umpamanya. Perumusan masalah dapat dinyatakan dalam kalimat berita yang disusun dalam paragraf yang koheren sehingga apa yang ingin dikaji tetap dengan mudah dapat ditangkap dan dipahami. tujuan penelitian juga harus berkaitan dengan X. is relatable to what one already knows and thus can be easily integrated into one’s cognitive structure. bila problem dalam perumusan masalah berkenaan dengan X. tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk mengetahui dan membuktikan bentuk hubungan antara keduanya. Tujuan harus dirumuskan dengan jelas dan spesifik supaya penelitian menjadi terfokus dan tidak kehilangan arah. 4. Esensi utama dari teori belajar behaviorisme adalah hubungan antara stimulus dan respons. … Meaningful learning. 3. masalah yang dikaji adalah X. umpamanya. bentuk hubungan antara stimulus dan repons ini dapat digunakan untuk pendalaman struktur bahasa Inggris. sehingga mereka dapat merasakan bahwa sesuatu yang baru dipelajarinya mempunyai manfaat bagi diri mereka. Tujuan Tujuan penelitian merupakan sasaran atau target yang ingin dicapai peneliti di dalam penelitian yang dilakukannya. bahan pelajaran yang akan diberikan kepada mahasiswa harus dipilih dan disusun berdasarkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa. on the other hand. Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif biasanya disebut dengan pertanyaan penelitian. or reconstructed to accommodate what is new. 59 . perumusan masalah dapat juga diungkapkan melalui beberapa kalimat tanya yang menggambarkan masalah-masalah yang akan dikaji. tujuan harus diselaraskan dan disesuaikan dengan perumusan masalah. Oleh karena itu. Hubungan antara stimulus dan respons inilah yang mendasari terjadinya seluruh bentuk pembelajaran baik verbal maupun nonverbal. tetapi setelah data diperoleh masalah penelitian berubah menjadi Y. menjadikan anak tersebut terbiasa berpakian secara benar. akan mengetahui bagaimana cara berpakaian yang benar setelah ia melakukannya berulang-ulang dan mendapatkan pujian dari ibunya. dan humanisme. Pada awal penelitian. tujuan penelitian yang ingin dicapai tentunya untuk membuktikan pengaruh atau efektifitas cara tersebut. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan pengaruh atau efektifitas cara membaca tertentu terhadap apresiasi puisi. Selain itu. Dengan kata lain. sedangkan pertanyaan penelitian dalam penelitian kualitatif dapat berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan yang terjadi pada saat pengambilan data. sehingga apa yang seharusnya diteliti dapat dipahami. the organization of existing information might have to be changed. Bila problem dalam masalah penelitian berkaitan dengan hubungan antara satu variabel dan variabel lain. Teori Belajar Bahasa Secara umum teori-teori belajar bahasa yang diadopsi dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran bahasa dapat dibedakan menjadi tiga. bahan-bahan tersebut dikemas dalam kegiatan pemebelajaran yang berorientasi pada kompetensi yang diinginkan dengan melihat teori-teori belajar bahasa. Di dalam pembelajaran bahasa. Seorang anak kecil. Selanjutnya. Perumusan masalah dalam penelitian kuantitatif tidak berubah sejak awal hingga akhir penelitian. As new information is learned. Dengan kata lain.

dan benar secara gramatikal. Manfaat teoretis berhubungan dengan sumbangsih hasil penelitian terhadap pengembangan teori keilmuan yang terkait. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail. tetapi tidak terjadi. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian merupakan seperangkat prinsipprinsip yang mendasari bagaimana penelitian itu dilakukan. dan pengambilan data. Umumnya. 1999: 93). misalnya *my baby is funny. Jika penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara dua 60 misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car. Bagian ini berisikan penjelasan mengenai metode penelitian. Adapun kebermaknaan kegiatan pembelajaran mengacu pada relevansi kegiatan pembelajaran dengan tujuan yang ingin dicapai (Huda. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian berisikan paparan mengenai keuntungan-keuntungan apa yang dapat diberikan penelitian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan taraf kehidupan. a. 2. Pendekatan Kebermaknaan Pendekatan kebermaknaan dalam pembelajaran bahasa merupakan pendekatan yang berorientasi pada kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran. Jadi. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam pengembangan instrumen dan pijakan dalam pelaksanaan penelitian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 5. misalnya *The king of America visited Indonesia last year. Kajian Teoretis Kajian teoretis berisikan paparan mengenai teori-teori yang relevan dengan perumusan masalah atau pertanyaan penelitian. 6. Menurut Hadely (1994: 56-7). maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak. kebermaknaan dalam belajar bahasa itu 89 . manfaat penelitian dapat dibedakan manjadi manfaat teoretis dan praktis. sedangkan pada penelitian kualitatif. tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan. 7. Suatu kalimat dapat saja layak. Jika dalam penelitian terdapat tiga problem yang harus dikaji. hipotesis. maka kajian teoretis paling tidak harus membahas ketiga problem tersebut. kajian teori diperlukan sebagai pijakan dalam perumusan hipotesis dan pengembangan isntrumen penelitian. Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. variabel. Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility). Pada penelitian kuantitatif. tepat. makna atau pesan apa yang terkandung dalam bahasa merupakan bagian yang terpenting dalam berbahasa itu sendiri. bukan bentuk bahasa yang menentukan makna. Penentuan jenis dan bentuk penelitian tergantung juga pada perumusan masalah dan tujuian penelitian. sedangkan manfaat praktis berkenaan dengan sumbangsih penelitian yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Maknalah yang menentukan bentuk bahasa. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). Kebermaknaan bahan pelajaran mengacu pada bahan pelajaran yang berupa unit-unit bahasa yang didasari oleh makna. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan gambaran mengenai jenis dan bentuk penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. analisis data. Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal.

dalam penelitian kualitatif seluruh kegiatan penelitian diarahkan pada penemuan teori atau hipotesis. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). Dalam pandangannya. dalam penelitian kuantitatif. Dengan kata lain. eksploratif atau naturalistik. Hipotesis Penelitian Umumnya. Dalam penelitian kuantitatif. hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara mengenai problem yang telah ditetapkan dalam perumusan masalah. Analisis Data Analisis data berkaitan dengan cara bagaimana data yang terkumpul dianalisis untuk dijadikan landasan dalam penafsiran hasil penelitian. Adapun dalam penelitian kualitatif. yakni analisis data kuantitatif dan kualitatif. It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. uji-F. maka metode yang digunakan adalah eksperimen. Jawaban sementara yang 61 . Analisis data kuantitatif berkenaan dengan penggunaan statistik-statistik tertentu untuk pengujian hipotesis yang telah ditentukan. historis. seperti statistik korelasi. kemampuan interpretatif. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors (Hadley.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. Chisquare. Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik ada beberapa kemampuan atau faktor lain yang turut membangun kemampuan komunikatif seseorang. c. metode penelitian yang akan digunakan ditentukan oleh tujuan dan perumusan masalah penelitian. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. 1978: 26). sebaliknya. 88 variabel atau lebih. Adapun analisis data kualitatif berkaitan dengan kajian secara kritis dan tajam terhadap data kualitatif yang ditinjau dari berbagai macam sudut pandang berlandaskan pendekatan atau teori-teori yang relevan. selain kemampuan linguistik. metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. Jadi. Hymes (1979: 14) berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. 1994: 4). seperti kemampuan retorik. kegiatan penelitian ditujukan pada upaya pengujian atau pembuktian teori atau hipotesis. Analisis data dapat dibedakan menjadi dua. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. sebaliknya jika penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh atau efek suatu variabel terhadap variabel lainnya. This happens at the level of discourse and involves interalia. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya. hipotesis penelitian hanya terdapat pada penelitian kuantitatif. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances (Munby. Mengenai hal ini. kemampuan komunikatif mencakup kemampuan-kemampuan lain. metode-metode yang sering digunakan antara lain adalah deskriptif. dan lain-lain. b. uji-t. sedangkan pada penelitian kualitatatif hipotesis penelitian terumuskan secara implisit pada pertanyaan penelitian yang berfungsi sebagai acuan kerja pelaksanaan penelitian. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting.

Ellis (1994: 13) mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. Mahasiswa. pandangan lain juga mengisyaratkan 87 . seperti kemampuan apresiasi puisi kontemporer mahasiswa. That is. yakni variabel bebas dan terikat. Masalah penelitian yang berbunyi “apakah ada hubungan antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris” melahirkan hipotesis penelitian sebagai berikut. 62 kebiasaan berpikir dan bertindak. dalam hal ini. keterampilan. Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. Pengambilan Data Pengambilan data merupakan tahapan penelitian yang terpusatkan pada upaya-upaya pengambilan data yang dibutuhkan dalam penelitian. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. atau terjadinya perubahan dalam variabel terikat banyak ditentukan oleh variabel bebas. Variabel penelitian yang diturunkan dari hipotetsis. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. dalam arti memiliki pengetahuan. dan nilai-nilai dasar untuk melalukukan sesuatu (Suwito. Pengambilan data ini meliputi pengembangan instrumen dan cara pengambilan data. Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. Huda (1999: 93) mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. Instrumen penelitian berhubungan dengan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan. Kemampuan apresiasi puisi kontemporer yang berbeda antara seorang mahasiswa dengan mahasaiswa lainnya itulah yang dinamakan dengan variabel. Berkaitan dengan Program Studi Bahasa Inggris. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra diturunkan dari kerangka teori bisa bersifat positif (hipotesis alternatif) atau negatif (hipotesis nol) yang dapat dirumuskan secara statistik dan verbal. Variabel penelitian lebih banyak ditemukan dalam penelitian kuantitatif daripada kualitatif. sedangkan hipotesis alternatif berbunyi ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. komptensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. d. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. Secara umum. tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi bahasa yang ingin disampaikan. Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan salah satu ciri yang harus dipenuhi oleh penelitian kuantitatif. Hipotesis nol berbunyi tidak ada hubungan yang berarti antara IQ dengan kemampuan apresiasi puisi kontemporer bahasa Inggris. dapat dikatakan sebagai ciri-ciri yang bersifat variatif yang dimiliki responden yang biasanya menjadi fokus dalam penelitian. 2003). Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. e. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. Variabel bebas berarti variabel yang mempengaruhi variabel terikat. variabel penelitian dapat diklasifikasikan menjadi dua.

terdapat tiga hal yang perlu dibahas. siapa saja yang terlibat di dalamnya. Populasi berarti keseluruhan entitas yang mencakup siapa atau apa saja kepadanya hasil penelitian itu digeneralisasikan. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam 86 Instrumen penelitian terdiri dari dua jenis. sedangkan sampel merupakan sebagian anggota populasi yang menjadi subjek penelitian atau yang terlibat dalam penelitian.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 4. systematic. Secara khusus penelitian ini dapat dijadikan. dan keragaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan. Populasi dan Sampel Populasi dan sampel berkaitan dengan entitas atau orang yang terlibat dalam penelitian. Instrumen yang berbentuk tes digunakan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik responden. dan mengembangkan prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. E. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan sampel. f. 6. tetapi lebih populer dalam penelitian kualitatif. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. merumuskan peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. sehingga dapat memperkaya pola-pola pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada umunya. Khusus untuk penelitian kualitatif. pendekatan kebermaknaan. IQ. sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan dan penyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di perguruan tinggi agama Islam negeri dan swasta di Indonesia. 1. Dengan kata lain peneliti sendirilah yang lebih tahu terhadap data yang akan diambil. purposive. 5. Pada bagian ini perlu dijelaskan secara prosedural bagaimana data diambil. yakni tes dan nontes. atau daya tahan tubuh. seperti kemampuan membaca. dan bagaimana situasinya. hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara bagaimana data diambil dengan instrumen yang telah dibuat. Unit Analisis Unit analisis ini tidak muncul pada penelitian kuantitatif. Kajian Teoretis Pada bagian ini. seperti random. oleh semua pihak terkait. Secara singkat dapat dikatakan bahwa kurikulum itu menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai mahasiswa bila telah menyelesaikan studinya. F. dan teori belajar bahasa. seperti sikap atau pandangan mengenai suatu masalah. cluster. g. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat menjadi khazanah keilmuan dalam bidang pengajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi. kecepatan lari. keterampilan. atau snowball sampling. Kompetensi Berbahasa Secara umum. 63 . yakni pengertian kompetensi berbahasa. merumuskan peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. sedangkan instrumen yang berbentuk nontes digunakan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kemampuan afektif responden. Selain pengembangan instrumen. diri peneliti sendiri relatif lebih banyak berfungsi sebagai instrumen penelitian mengingat keterlibatan peneliti secara langsung dalam pengambilan data menjadikan informasi yang diterima lebih bermankna. Unit analisis merupakan keseluruhan entitas dengan seluruh unsur terkaitnya yang menjadi fokus kajian dalam penelitian. Kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan.

NO 1 2 3 4 5 Tabel 4. yang meliputi persiapan. Dimensi waktu menunjukkan masa kapan penelitian itu dilasanakan dan periodisasinya. Berkenaan dengan waktu penyelenggaraannya. Bagaimanakah peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 4. 2. Bagaimanakah silabus matakuliah bahasa Inggris yang harus dikembangkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis kompetensi? 2. apabila masalah penelitian berhubungan dengan bagaimana suatu lembaga pendidikan menyelenggarakan kegiatan pendidikan. 8. maka unit analisisnya adalah lembaga pendidikan itu secara keseluruhan. Bagaimanakah peran bahan ajar dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 6. maka unit analisisnya adalah seluruh skripsi mahasiswa yang ditetapkan subjek dalam penelitian. dan seminar. mengembangkan silabus matakuliah bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. Jika pertanyaan penelitian berbunyi “bagaimanakah peran Sutan Takdir Ali Syahbana dalam pembangunan sastra Indonesia setelah kemerdekaan Republik indonesia”. Waktu dan Tempat Waktu dan tempat berkaitan dengan dimensi waktu dan tempat penelitian diselenggarakan. Jika penelitian berkaitan dengan kesalahan gramatikal yang dibuat mahasiswa dalam penulisan skripsi bahasa Inggris. maka unit analisnya adalah Sutan Takdir Ali Syahbana itu sendiri. 64 85 . sedangkan dimensi tempat menunjukkan lokasi tempat penelitian itu dilaksanakan. penulisan laporan. pengolahan data. Namun. yang masing-masing dapat memuat beberapa kegiatan yang lebih rinci. kegiatan penelitian dapat direncanakan secara bertahap. atau institusional. Bagaimanakah prosedur dan teknik-teknik pengajaran yang harus dikembangkan dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? D. analisis. nonpersonal.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Unit analisis ini bisa berupa personal baik individual maupun kolektif. 3. Tujuan Penelitian Sesuai dengan pertanyaan penelitian tersebut. Secara khusus. merumuskan peran dosen di dalam penyelenggaraan kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi. Bagaimanakah peran mahasiswa dalam kegiatan belajar bahasa Inggris berbasis kompetensi? 5. tujuan umum yang ingin dicapai adalah pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi di PTAIN. yakni: 1. pengumpulan data. mengembangkan kegiatan belajar bahasa Inggris yang sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi. Jadual Kegiatan Penelitian BULAN KEGIATAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan peneltian yang lebih spesifik. Bagaimanakah kegiatan belajar bahasa Inggris yang harus dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi? 3. penelitian ini bertujuan untuk: 1.

Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra tidak banyak tergantung pada stimulus dari luar. 10. Selanjutnya pertanyaan tersebut 84 9. Pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam diri seseorang. dan intelektual (Anonymous/rogers. tetapi lebih banyak melibatkan akal pikiran dan inisiatif seseorang itu sendiri. B. mental. pembelajar harus diperlakukan sebagai mahkluk yang utuh secara fisik. maka pertanyaan penelitian yang utama adalah “Bagaimanakah model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dikembangkan di PTAIN?”. Kelengkapan referensi ini akan menunjang kelayakan penelitian untuk dilaksanakan. memiliki keterlibatan yang aktif di dalam penentuan proses kehidupan yang dilaluinya. Penelitian ini akan dikonsentrasikan pada upaya peneemuan model pembelajaran bahasa Inggris berbasis kompetensi yang dapat dijadikan ukuran standar bagi PTAIN dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran atau perkuliahan. transportasi. tetapi juga oleh faktor–faktor dari luar yang berasal dari masyarakat. 65 . merupakan pijakan utama di dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran (Anonymous/gagne. C. Biaya Biaya juga merupakan kompenen perencanaan penelitian yang harus dipertimbangkan secara masak agar penelitian dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan yang diinginkan. alat-alat. akomodasi dan konsumsi. Pertanyaan Penelitian Sesuai dengan fokus penelitian di atas. Bahanbahan referensi tersebut diambil dari berbagai sumber dan publikasi terkini. 2003: 1). Fokus Penelitian Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran di PTAIN menimbulkan persepsi dan penafsiran yang beragam. Daftar Kepustakaan Daftar kepustakaan memuat seluruh bahan-bahan referensi yang digunakan dalam penyusunan proposal. Dengan kata lain. Akal pikiran. alat tulis dan kantor. Adapun teori belajar Humanisme memandang bahwa pembelajaran itu merupakan suatu proses alamiah dimana seseorang dengan sifat-sifatnya. dan biaya takterduga lainnya. Pembelajaran akan menjadi lebih bermakna bila sesuai dengan minat dan keinginan seseorang yang banyak dipengaruhi oleh kehidupan sosialnya. sehingga muncul banyak model yang kurang atau bahkan tidak merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum. dalam hal ini perkembangan kognitifnya. 2003: 1). Komponen pembiayaan yang harus diperhatikan mencakup honor/upah. bahan-bahan. Oleh karena itu. baik sebagai mahluk individual maupun sosial.

Bahan pelajaran dipilih dan digradsi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang disampaikan melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna yang tidak hanya mengandalkan aspek hafalan saja. perlu ditemukan solusi yang tepat. Terjadinya pembelajaran disini lebih banyak tergantung pada pihak luar yakni lingkungan sekitar. dan Humanisme. 2003: 1).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 8 PROPOSAL PENELITIAN KORELASIONAL CONTOH PROPOSAL PENELITIAN KORELASI HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI. 1999: 142-3). Teori belajar Behaviorisme memandang bahwa pembelajaran merupakan perubahan pada prilaku seseorang yang tampak sebagai akibat dari pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan. Terjadinya pembelajaran di sini 83 66 . Selain itu model pembelajaran berbasis kompetensi ini juga harus didasarkan oleh tiga teori belajar bahasa. DAN KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS SISWA SMAN DI JAKARTA TIM perkuliahan yang efektif dan efisien yang berbasis pada kompetensi yang diharapkan dikuasi mahasiswa. Salah satunya adalah Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Kompetensi. Untuk mengeliminir kekeliruan implementattif itu. PEMAHAMAN SILANG BUDAYA. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau perkuliahan masih menimbulkan banyak persepsi dan penafsiran. sehingga belum dapat dihasilkan suatu standar yang dapat dijadikan acuan penilaian keberhasilan program studi khususnya dalam penyelenggaraan pembelajaran dan perkuliahan bagi mahasiswa. Berbeda dengan teori belajar Behaviorisme. bukan pada diri seseorang itu sendiri (Anonymous/Skinner. yakni Kognitivisme. Dosen masih dihadapkan pada usaha-usaha pencarian bentuk atau model pembelajaran yang dapat mengakomodasi nilai-nilai dan harapan yang terdapat pada kurikulum tersebut. Model pembelajara ini menggunakan pendekatan kebermaknaan (Meaningfulness Approach) yang mengedepankan aspek kebermaknaan bahan pelajaran dan kebermaknaan kegiatan pembelajaran (Huda. Behaviorisme. Teori belajar Kognitivisme menekankan keterlibatan aktif akal pikiran dalam kegiatan pembelajaran.

peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. 1979: 14). Latar Belakang Masalah Pada era global ini. Jadi. para lulusan perguruan tinggi masih belum dapat menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris lisan dan tulisan secara baik. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. umpamanya. Mahasiswa cenderung menggunakan waktu sebagai ukuran keberhasilan bukan kompetensi. Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan. dan strategis (Hymes. teknologi. Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi inilah kegiatan pembelajaran dan perkuliahan diarahkan pada hasil atau kemampuan apa yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahannya. Pengumpulan angka kredit dan durasi waktu belajar yang menjadi ukuran standar keberhasilan mahasiswa merupakan dampak dari kurikulum yang berlaku selama ini. internet. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari. perdagangan. baik melalui media cetak. mahasiswa diharapkan memiliki nilai komparatif dan kompetitis yang tinggi pada era globalisasi dewasa ini. harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar sebagai tuntutan yang harus dipenuhi dalam bidang keahliannya. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. Memperhatikan peranan tersebut. yaitu kemampuan linguistik. pendidikan. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dalam dunia ilmu. politik. bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. Berbekal kemampuan atau kompetensi yang dimiliki. Program Studi Bahasa Inggris harus dapat mengimplementasikan Kurikukulum Berbasis Kompetensi dalam bentuk kegiatan pembelajaran atau 82 A.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra beberapa semester di perguruan tinggi. Sebagai bahasa asing. sosiolinguistik. 045/2002). media elektronik seperti televisi. dan hubungan antarnegara. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. Meskipun demikian. Kompetensi dapat diartikan sebagai tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK mendiknas. seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa itu. pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. 2003: 6). umpamanya. jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh kemampuan-kemampuan atau kompetensi tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. kebudayaan. 045/2002 merupakan awal perubahan arah kebjikan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. wacana. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di SMA adalah pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis (Diknas. politik. No. majalah. seperti koran. Mahasiswa yang mampu mengumpulkan lebih banyak angka kredit dalam waktu yang relatif lebih singkat dianggap sebagai mahasiswa yang berhasil (Azra. 2003). Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi di perguruan tinggi melalui SK Mendiknas No. mahasiswa yang mengambil Program Studi Bahasa Inggris. baik secara bilateral maupun multilateral. radio. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk 67 .

bahasa Inggris tidak digunakan sebagai alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan. dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas (Brown. Sejauh ini. 1981: 126). kebijakan ini memperkokoh kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dan nasional yang harus digunakan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat secara luas. sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. radio. meskipun sudah belajar bahasa ini selama beberapa tahun di sekolah menengah atas dan 81 . Sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. umpamanya. Sebagai bahasa asing. pendidikan. kebijakan itu relatif menghambat perkembangan pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. majalah. jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya. baik melalui media cetak. Pada satu pihak. 1994: 182). Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”. seseorang selalu bersinggungan dengan bahasa ini. contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. Tidak dapat dipungkiri. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris. Latar Belakang Pada era global ini. Dalam kehidupan sehari-hari. seperti koran. sebagian besar siswa SMAN di Jakarta belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang benar. I am not” dan sebagainya. pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari atau dikembangkan sebagai bahasa asing. perdagangan. Kebijakan itu tertuang dalam surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. teknologi. dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. media elektronik seperti televisi. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. internet. politik. peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi lebih dominan dan sangat penting. seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar (Back. dan bahkan gagalnya komunikasi. sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman. Selain itu. dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no. 68 A. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa itu. di pihak lain. 1990: 291).Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi.096/1967 tanggal 12 Desember 1967 yang menetapkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang pertama di Indonesia (Kartono. baik secara bilateral maupun multilateral. politik. dan hubungan antarnegara. untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Penggunaan bahasa tersebut menyentuh dan merebak luas dalam dunia ilmu. Selain itu. Memperhatikan peranan tersebut. kebudayaan. di Indonesia bahasa tersebut merupakan bahasa asing pertama dari beberapa bahasa asing lainnya yang dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun. karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni.

penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. motivasi berprestasi. Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diduga bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris berkaitan erat dengan beberapa faktor seperti pemahaman silang budaya. beberapa masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 9 PROPOSAL PENELITIAN EKPLORATIF Berdasarkan penjelasan di atas. B. terlihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif Inggris siswa SMAN di DKI Jakarta. Perumusan Masalah Sesuai dengan batasan masalah di atas. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 69 CONTOH PROPOSAL PENELITIAN EKSPLORATIF PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMPETENSI DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI TIM PENELITI 80 . dan situasi belajar. Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Supaya lebih terfokus penelitian ini hanya dibatasi pada upaya pencarian bukti-bukti empiris berkenaan dengan hubungan antara motivasi berprestasi. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 2. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. C.

Jakarta: PN Balai Pustaka. D. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta.” The Communicative Approach to Language Teaching. A. besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Rod. hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. J. C. 1994 Hadley. 1981. Malang: IKIP M Publisher. Johnson. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. Amran Halim. Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? D. 3. pemahaman silang budaya. pemahaman silang budaya. eds. 70 Ellis. Language Learning and Teaching. Oxford: OUP. ed.” Politik Bahasa Nasional 2. 1999. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta? 4. The Study of Second Language Acquisition. Manfaat Penelitian Secara teoretis. Boston: Heile Publisher. Sacara khusus. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Secara bersama-sama. penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti-bukti empiris tentang: 1. Nuril Huda. Communicative Syllabus Design Cambridge: CUP. “On Communicative Competence. 1993 Hymes. 2.H.John. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Teaching Language in Context. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta. pemahaman silang budaya.. 1978 79 . Munby . apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. E. 1979. Kartono. Brumfit and K.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi.O. Oxford: OUP. 4. hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya.

dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMA. 30. H. dan yang menjadi sampelnya adalah 250 orang siswa kelas II yang diambil secara acak dari beberapa SMAN di lima wilayah Jakarta.000. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di SMA dalam pengembangan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi. tetapi juga harus dapat menggunakan bentukbentuk bahasa tersebut untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan. R. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. sejak Januari hingga Juli 2004 di beberapa SMAN di DKI Jakarta. terdapat tiga hal yang perlu dikaji secara teoretis. 78 . New York: Holt. H. 1. Brown. dan c) analisis data dan pelaporan. 1968. motivasi berprestasi. Huda (1999:93) mengatakan kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sesuai dengan situasi yang sebenarnya. Mengenai hal ini. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tujuh bulan. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SMAN di Jakarta. Douglas Principles of Language Learning and Teaching. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya.000. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. J. New Jersey. Prentice Hall. Rinehart & Winston. Educational Psychology: A cognitive view. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif.(Tiga puluh juta rupiah). Hadley (1993: 4) mengatakan “Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly 71 I. Kajian Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. F. Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian. Selain itu. di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk SMA. Kemampuan Komunikatif Pelajaran Bahasa Inggris di SMA bertujuan agar siswa dapat menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya.. Daftar Pustaka Sementara Ausubel. Back. yakni kemampuan komunikatif. 2002.C. Siswa. Rincian biaya dapat tidak diberikan. Biaya Penelitian Penelitian ini direncanakan menelan biaya sebesar Rp. Motivation: Theories and Principles. dalam hal ini. 1990. 1994. Diknas. NO 1 2 3 4 5 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan data Analisis data Penulisan laporan Seminar BULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL V V V V V V V V Ditinjau dari segi sosial.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 6. tidak hanya dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal saja. David A. b) pencarian data.

kemampuan linguistik saja tidak dapat membangun kemampuan komunikatif kecuali bila ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi. Munby (1978: 26) menjelaskan kemampuan lain yang harus dikuasai seseorang meliputi kemampuan retorik. Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Menengah Atas. yakni keterampilan berbahasa. 77 . pemahaman silang budaya. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. dan 4) kemampuan untuk mengidentifikasi apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benar-benar terjadi atau tidak. Peneliti menyelenggarakan tes pemahaman silang budaya. 2003: 6). dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Penguasaan kemampuan komunikatif tidak hanya menuntut kemampuan linguistik saja. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 4. unsur-unsur kebahasaan. Artinya. yaitu angket dan tes. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. dan menyebarkan angket motivasi berprestasi pada sekolah-sekolah yang menjadi teampat penelitian selama tiga hari. 2) kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. 2. aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks budaya yang melatarbelakanginya. dan aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra (Diknas. baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra communicative setting. kemampuan komunikatif bahasa Inggris. pernyataan tersebut menuntut SMA dan 72 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. 2) pemahaman silang budaya siswa SMAN di Jakarta (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta (Y). variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa SMAN di Jakarta (X1). Secara jelas. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. 5. Hymes (1979: 14) menjelaskan empat komponen kemampuan komunikatif: 1) kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal dan tidak gramatikal. 3) kemampuan untuk menghasilkan bentukbentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors”. Menambahkan pandangan tersebut. kemampuan interpretatif. Pengambilan Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. Secara spesifik. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi.

budaya dapat juga dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan yang lain dalam kehidupan bermasyarakat. dan hipotesis. dapat dikatakan bahwa pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya bertindak dan berbahasa ibu dengan bahasa asing yang sedang dipelajari. Melengkapi pengertian budaya tersebut. 3. penelitian ini menggunakan statistik korelasi dan regresi ganda untuk menganalisis data numerik yang berkaitan dengan ketiga variabel penelitian. Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris. seperti metode. analisis data. Mempertegas pengertian itu. It is the glue that binds a group of people together” (Brown. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. dan berhubungan dengan orang lain dalam kelompok masyarakat tertentu. think. dipelajari oleh seluruh anggota masyarakat. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. “Culture is a way of life. yakni konvensi. and relate to others. feel. 73 . Murdock (1961) menyebutkan beberapa ciri universal dari budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. pemahaman silang budaya. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini meliputi beberapa aspek penting dalam penelitian. Budaya dapat diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakatnya. 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. Thomas (1983: 89) mengatakan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. Culture is the context within which we exist. pemahaman silang budaya. 1.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra G. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. Berdasarkan pengertian budaya di atas. dan komprehensi (Hadley. berfikir. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar. dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Di samping itu. konotasi. pengambilan data. 2. dapat juga dikatakan pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk memahami pola berbahasa dan berprilaku masyarakat lainnya. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. Dalam hal ini. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. merasakan. 1994: 164). memudahkan manusia dan lingkungannya berinteraksi. 1993: 368-71). a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa SMAN di Jakarta. kondisioning. b) Hipotesis alternatif: 76 guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran tentang aspek budaya sebagai satu kesatuan dengan bahasa sasaran yang harus diterima siswa. dan dialihkan kepada generasi berikutnya. antara lain bahwa budaya merupakan hasil akal pikiran manusia.

1990: 291). 2) membiasakan diri. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan.Proposal Penelitian Bahasa & Sastra Proposal Penelitian Bahasa & Sastra 3. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. or in more technical terms. dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. 4. Pemahaman silang budaya ini lebih banyak menentukan keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. sedangkan pemahaman silang budaya menentukan keberhasilan komunikasi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai medianya. yakni kebutuhan untuk: 1)menemukan sesuatu yang baru. motivasi instrumental. dan motivasi berprestasi. dalam hal ini. 1993: 132). tinggi rendahnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak ditentukan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. 5) memperoleh pengetahuan. Secara umum. sedangkan berdasarkan tujuannya. Artinya. Berdasarkan sumbernya. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. impulse. Motivasi berprestasi membimbing siswa untuk terus-menerus berusaha memecahkan bergam kesulitan belajar bahasa Inggris. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. 74 motivasi integratif. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin (Back. seperti lapar dan rasa sakit. Dalam pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. Secara lebih mendalam. Secara lebih rinci. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Ausubel (1968: 368-9) menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. pemahaman silang budaya. and the degree of effort they will exert in that respect” (Brown. Motivasi. emotions or disire that moves one to a particular action. pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. Kerangka Berfikir Sesuai dengan tinjauan pustaka tersebut. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. 3) melakukan pekerjaan. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. 75 . dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. Di antara jenisjenis motivasi tersebut. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor. 4) didorong oleh pihak lain. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat.