MODUL PEMBELAJARAN

KODE : MKH.LI.(1).06 (80 Jam)

INSTALASI LISTRIK DASAR

BIDANG KEAHLIAN : KETENAGALISTRIKAN PROGRAM KEAHLIAN : TEKNIK PEMBANGKITAN

PROYEK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BERORIENTASI KETERAMPILAN HIDUP

DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2003

KATA PENGANTAR
Bahan ajar ini disusun dalam bentuk modul/paket pembelajaran yang berisi uraian materi untuk mendukung penguasaan kompetensi tertentu yang ditulis secara sequensial, sistematis dan sesuai dengan prinsip pembelajaran dengan pendekatan kompetensi (Competency Based Training). Untuk itu modul ini sangat sesuai dan mudah untuk dipelajari secara mandiri dan individual. Oleh karena itu kalaupun modul ini dipersiapkan untuk peserta diklat/siswa SMK dapat digunakan juga untuk diklat lain yang sejenis.

Dalam penggunaannya, bahan ajar ini tetap mengharapkan asas keluwesan dan keterlaksanaannya, yang menyesuaikan dengan karakteristik peserta, kondisi fasilitas dan tujuan kurikulum/program diklat, guna merealisasikan penyelenggaraan

pembelajaran di SMK. Penyusunan Bahan Ajar Modul bertujuan untuk menyediakan bahan ajar berupa modul produktif sesuai tuntutan penguasaan kompetensi tamatan SMK sesuai program keahlian dan tamatan SMK.

Demikian, mudah -mudahan modul ini dapat bermanfaat dalam mendukung pengembangan pendidikan kejuruan, khususnya dalam pembekalan kompetensi kejuruan peserta diklat.

Jakarta, 01 Desember 2003 Direktur Dikmenjur,

Dr. Ir. Gator Priowirjanto NIP 130675814

Instalasi Listrik Dasar

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………… DAFTAR ISI ……………………………………………………………... PETA KEDUDUKAN MODUL ………………………………………… PERISTILAHAN ………………………………………………………… I PENDAHULUAN A. Deskripsi …………………………………………….………… B. Prasyarat ………………………………………………………. C. Petunjuk Penggunaan Modul ………………………….……… D. Tujuan Akhir………………………………………………….. E. Standar Kompetensi……………..…………………………… F. Cek Kemampuan …………………………………….……….. II PEMBELAJARAN A. RENCANA BELAJAR SISWA ……………………………… B. KEGIATAN BELAJAR. ……………………………………… KEGIATAN BELAJAR 1 A. B. Tujuan Kegiatan ……………………………….……… Uraian Materi ………………………………….……… Halaman i ii iv v 1 1 1 2 3 3 5 6 6 7 7 7 7 18 18 18 40 42 43 44 45 45 45 63 65

KEGIATAN BELAJAR 2 A. B. C. D. E. G. Tujuan Kegiatan ……………………………….……… Uraian Materi ………………………………….……… Rangkuman …………………………………………… Test Formatif ………………………………………... . Kunci Jawaban Tes Formatif ………………………… Lembar Kerja ………………………………………….

KEGIATAN BELAJAR 3 A. B. C. D. Tujuan Kegiatan ……………………………….……… Uraian Materi ………………………………….……… Rangkuman …………………………………………… Test Formatif ………………………………………... .

ii

Instalasi Listrik Dasar

E. G. III

Kunci Jawaban Tes Formatif ………………………… Lembar Kerja ………………………………………….

66 67 68 69 71

EVALUASI ……………………………………………………….. KUNCI JAWABAN ……………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………. LAMPIRAN

iii

KE (1) 80 12 MKH. KE (1) 80 10 MKH. KE (1) 80 MKH. LI (1) 80 03 MKH. LI (1) 100 09 MKH. LI (1) 40 PEMELIHARAAN INSTALASI 04 MKH. LD (1) 80 15 08 01 MKH. LI (1) 120 07 MKH. LD (1) 80 17 MKH. LI (1) 80 B . LI (1) 80 01 MKH. LD (1) 80 A 06 MKH. LI (1) 80 02 MKH. LI (1) 40 MKH. LD (1) 40 16 MKH.PETA POSISI MODUL KOMPETENSI SMK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK 01 MKH. LI (1) 100 05 MKH. LD (1) 40 14 MKH. KE (1) 80 13 MKH. LI (1) 80 11 MKH.

KP(1) 120 Teknisi Pemeliharaan Kelistrikan Pembangkit Level 1 41 MKH. KT(1) 80 19 MKH. LE(1) 80 29 MKH. LT(1) 80 28 32 33 34 35 36 20 21 22 30 MKH.PEMELIHARAAN SARANA PENUNJANG PEMELIHARAAN INSTRUMEN KONTROL PEMELIHARAAN KELISTRIKAN 23 MKH .PC(1) 40 24 MKH. LG(1) 120 MKH. LG(1) 40 31 MKH. LT(1) 80 MKH. KC(1) 80 40 MKH. PC(1) 80 26 MKH. LT(1) 80 MKH. KC(1) 80 42 MKH. PC(1) 40 25 MKH. LG(1) 40 MKH. 37 KP(1) 120 38 MKH. KC(1) 120 18 MKH. LE(1) 80 MKH. KC(1) 100 MKH. LG(1) 40 B . PC(1) 80 27 MKH. KT(1) 80 MKH. LE(1) 80 MKH. LG(1) 80 MKH. LG(1) 40 MKH. PC(1) 80 A 39 MKH.

merupakan hasil polimerisasi dari vinilklorida .PERISTILAHAN Eternit Fiting IACS LMK Patron lebur PHB PUIL PVC : langit-langit rumah atau bangunan : tempat memasang bola lampu listrik : International Annealid Copper Standard : Lembaga Masalah Kelistrikan : bagian pengaman yang memutuskan rangkaian listrik : Papan Hubung Bagi : Peraturan Umum Instalasi Listrik : Poly Vinyl Clorida.

Instalasi Listrik Dasar

I. PENDAHULUAN
DESKRIPSI MODUL
Modul ini berjudul “Instalasi Listrik Dasar” merupakan salah satu bagian dari keseluruhan lima judul modul, dimana empat modul lainnya adalah : rangkaian listrik, pengukuran listrik, interpretasi gambar listrik, dan kerja bangku listrik. Kelima judul modul ini diturunkan melalui analisis kebutuhan pembelajaran dari unit kompetensi memelihara instalasi listrik K.HLI (1) pada sub kompetensi 6 tentang instalasi listrik dasar. Pengembangan isi modul ini diarahkan sedemikian rupa, sehingga materi pembelajaran yang terkandung didalamnya disusun berdasarkan topiktopik selektif untuk mencapai kompetensi dalam memelihara instalasi listrik. Pengetahuan : Memahami gambaran umum tentang PUIL, gambar instalasi, komponen, dan prosedur yang akan digunakan dalam teknik listrik. Keterampilan : Merancang dan membuat gambar instalasi listrik sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan. Sikap : Penentuan dan pemilihan gambar dan instaasi listrik yang baik untuk digunakan sebagai keperluan dalam pemasangan teknik listrik. Kode Modul : K.HLI (1) 06

PRASYARAT
Pendidikan Formal Telah menyelesaian pendidikan setara Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau sederajat. Kaitan dengan modul/kemampuan lain Tidak ada, karena merupakan mata ajar konsep dasar kecuali yang sejajar dan ditempuh secara bersamaan (bersifat paralel) yang saling mengisi dan saling menunjang.

1

Instalasi Listrik Dasar

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk bagi siswa
Langkah-langkah belajar yang ditempuh : a. Baca petunjuk kegiatan belajar pada setiap modul kegiatan belajar b. Baca tujuan dari setiap modul kegiatan belajar c. Pelajari setiap materi yang diuraikan/dijelaskan pada setiap modul kegiatan d. Pelajari rangkuman yang terdapat pada setiap akhir modul kegiatan belajar e. Tanyakan kepada tutor atau guru yang mengajarkan pada ajaran bersangkutan apabila ada materi atau hal-hal yang masih belum jelas atau belum dimengerti. f. Baca dan kerjakan setiap tugas yang harus dikerjakan pada setiap modul kegiatan belajar g. Kerjakan dan jawablah dengan singkat dan jelas setiap ada ujian akhir modul kegiatan belajar (test formatif)

2. Peran guru
a. Menjelaskan petunjuk-petunjuk kepada siswa yang masih belum mengerti b. Mengawasi dan memandu siswa apabila ada yang masih kurang jelas c. Menjelaskan materi-materi pembelajaran yang ditanyakan oleh siswa yang masih kurang dimengerti d. Membuat pertanyaan dan memberikan penilaian kepada setiap siswa

2

Instalasi Listrik Dasar

TUJUAN AKHIR
Setelah mengikuti/ menyelesaikan kegian-kegiatan belajar dari modul ini , dih arapkan siswa memiliki spesifikasi kinerja sebagai berikut : a. Memahami tentang peraturan umum instalasi listrik (PUIL), keselamatan kerja, pengujian peralatan listrik, simbol-simbol dasar, dan gambar instalasi listrik b. Mampu menentukan komponen dasar instalasi listrik yang diperlukan seperti penghantar, kontak listrik, fiting, sakelar, pengaman dan perlatan pelindung dan hantaran listrik lainnya c. Mampu merangkai instalasi listrik yang sederhana seperti instalasi dua lampu pijar dengan sakelar tunggal, dua lampu pijar hubungan gudang, instalasi dua lampu pijar dengan sakelar seri, dan lain-lain. d. Memahami prosedur pemasangan instalasi listrik, seperti menentukan jumlah titik beban rangkaian akhir, menentukan diameter kabel sesuai dengan daya terpasang, menentukan besar pengaman, dan lain-lain

STANDAR KOMPETENSI
Kode Kompetensi Unit Kompetensi Ruang Lingkup : K.HLI (1) : Rangkaian Listrik :

Unit kompetensi ini berkaitan dengan perencanaan dan pemasangan instalasi listrik sederhana Sub Kompetensi 1 : Merencan akan dan menentukan per-lengkapan listrik yang akan digunakan untuk keperluan pemasangan instalasi listrik KUK : 1. Sifat-sifat peralatan dan perlengkapan listrik dipelajari sesuai fungsi dan tujuan 2. Macam-macam perlengkapan listrik

3

Instalasi Listrik Dasar

3. Macam-macam peralatan listrik 4. Macam-macam peraturan pemasangan instalasi listrik 5. Macam-macam teknik pemasangan instalasi listrik

Sub Kompetensi 2 : Melakukan pemilihan jenis peralatan dan perlengkapan listrik yang akan digunakan KUK : 1. Mengidentifikasi peralatan dan per-lengkapan listrik yang akan diguna-kan untuk instalasi listrik 2. Menentukan perlengkapan dan perala -tan instalasi listrik yang akan digunakan

Sub Kompetensi 3 : 1. Mengikuti prosedur / ketentuan pema-sangan instalasi listrik sesuai dengan fungsi dan tujuan yang telah ditetapkan 2. Mengikuti aturan sesuai dengan SOP KUK : 1. Mengikuti prosedur / ketentuan pemasangan komponen sesuai dengan fungsi dan tujuan yang telah ditetapkan 2. Mengikuti aturan sesuai dengan SOP

Sub Kompetensi 4 : Membuat Berita Acara Hasil Pemasangan KUK : 1. Data hasil pemasangan dicatat dalam laporan pemasangan instalasi listrik 2. Berita acara dibuat sesuai format yang telah ditetapkan lembaga Kode Modul : MKH.LI. (1) 06

4

Apakah siswa telah mengikuti prosedur / ketentuan pemasangan instalasi listrik sesuai dengan fungsi dan tujuan yang telah ditetapkan ? 8. Apakah siswa mampu menjelaskan macam-macam perlengkapan instalasi listrik dengan fungsinya ? 3. Apakah siswa mampu mengidentifikasi fungsi dan tujuan dari perlengkapan dan peralatan instalasi listrik ? 6. Apakah siswa mampu menentukan perlengkapan dan perlatan instalasi listrik yang diperlukan dengan benar ? 7. Apakah siswa mampu menjelaskan macam-macam peraturan instalasi listrik dengan fungsinya ? 5. Apakah siswa telah membuat berita acara sesuai format yang telah ditetapkan lembaga bersangkutan ? Tingkat Penguasaan (score : 0 – 100 ) 5 . Apakah siswa telah mencatat data hasil pemasangan instalasi listrik dalam laporan pemasangan ? 10.Instalasi Listrik Dasar CEK KEMAMPUAN Daftar Pertanyaan 1. Apakah siswa telah mengikuti aturan pemasangan sesuai dengan SOP ? 9. Apakah siswa mampu menjelaskan macam-macam peralatan instalasi listrik dengan fungsinya ? 4. Apakah siswa sudah memahami sifat-sifat peralatan dan perlengkapan listrik sesuai fungsi dan tujuan ? 2.

Membuat Berita Acara Hasil Pema-sangan Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan perubahan Tanda tangan guru 6 .Instalasi Listrik Dasar II. Melakukan pemilihan jenis peralatan dan perlengkapan listrik yang akan digunakan 3. Melaksanakan pemasangan instalasi listrik sesuai fungsi dan tujuan yang telah ditetapkan 4. RENCANA BELAJAR SISWA Jenis kegiatan 1. Merencanakan dan menentukan per-lengkapan listrik yang akan digunakan untuk keperluan pemasangan instalasi listrik 2. PEMBELAJARAN A.

1 Keselamatan Kerja Dalam pemasangan instalasi listrik.Instalasi Listrik Dasar B. Uraian Materi 1 1. biasanya rawan terhadap terjadinya kecelakaan. Bebrapa penyebab terjadinya kecelakaan listrik diantaranya : ? Kabel atau hantaran pada instalasi listrik terbuka dan apabila tersentuh akan menimbulkan bahaya kejut. Kecelakaan bisa timbul akibat adanya sentuh langsung dengan penghantar beraliran arus atau kesalahan dalam prosedur pemasangan instalasi. ? ? ? Jaringan dengan hantaran telanjang Peralatan listrik yang rusak Kebocoran lsitrik pada peralatan listrik dengan rangka dari logam. apabila terjadi kebocoran arus dapat menimbulkan tegangan pada rangka atau body ? ? Peralatan atau hubungan listrik yang dibiarkan terbuka Penggantian kawat sekring yang tidak sesuai dengan kapasitasnya sehingga dapat menimbulkan bahaya kebakaran ? Penyambungan peralatan listrik pada kotak kontak (stop kontak) dengan kontak tusuk lebih dari satu (bertumpuk). Tujuan Kegiatan Belajar 1 : Siswa memahami tentang peraturan umum instalasi listrik dan mampu menerapkannya b. Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan bahaya listrik serta tindakan keselamatan kerja. Kegiatan Belajar 1 PERATURAN UMUM INSTALASI LISTRIK a. 7 . KEGIATAN BELAJAR 1.

antara lain : ? ? Pekerja instalasi listrik harus memiliki pengetahuan yang telah ditetapkan oleh PLN (AKLI) Pekerja harus dilengkapi dengan peralatan pelindung seperti : Baju pengaman (lengan panjang. ? ? Peralatan (komponen) listrik dan cara pemasangan instalasinya harsus sesuai dengan PUIL. kuat dan tahan terahadap gesekan). Untuk peralatan rumah tangga seperti sakelar. setrika listrik. beberapa ketentuan peralatan listrik diantaranya : a) Peralatan yang rusak harus segera diganti dan diperbaiki. kotak -kontak. Menurut PUIL ayat 920 A1. Pelaksanaan pekerjaaan instalasi listrik yang mendukung pada keselamatan kerja.Instalasi Listrik Dasar Contoh langkah -langkah keselamatan kerja berhubungan dengan peralatan listrik. tentang keselamatan kerja berkaitan dengan tempat kerja. Sarung tangan. diantaranya : a) Ruangan yang didalamnya terdapat peralatan lsitrik terbuka. tempat kerja. dan lain -lain d) Peralatan listrik yang rangkaiannya terbuat dari logam harus ditanahkan 2. dan cara-cara melakukan pekerjaan pemasangan instalasi lisrik dapat diikuti pentunjuk berikut : 1. harus diberi tanda peringatan “ AWAS BERBAHAYA” b) Berhati-hatilah bekerja dibawah jaringan listrik c) Perlu digunakan perelatan pelindung bila bekerja di daerah yang rawan bahaya listrik 3. Helm. Sepatu. pompa listrik yang dapat mengakibatkan kecelakaan listrik. tidak mengandung logam. Bekerja dengan menggunakan peralatan yang baik 8 . b) Tidak diperbolehkan : ? Mengganti pengaman arus lebih dengan kapasitas yang lebih besar ? Mengganti kawat pengaman lebur dengan kawat yang kapasitasnya lebih besar ? Memasang kawat tambahan pada pengaman lebur untuk menambah daya c) Bagian yang berteganagan harus ditutup dan tidak boleh disentuh seperti terminal-terminal sambungan kabel. fiting. Menurut PUIL ayat 920 B6.

Instalasi untuk keperluan telekomunikasi dan instalasi kereta rel listrik. maka ada syarat- syarat yang harus dipatuhi oleh pengguna energi listrik. Tujuan dari Peraturan umum Instalasi Listrik di Indonesia adalah: ? ? ? ? Melindungi manusia terhadap bahaya sentuhan dan kejutan arus listrik. Di mulai dari tahun 2000. Agar energi listrik dapat dimanfaatkan secara aman dan efisien. tetapi dengan cara memegang dan menarik tusuk kontak tersebut. peralatan listrik. pemeliharaan dan keamanan. kapal terbang. instalatir (pelaksana). Instalasi tegangan rendah tidak melebihi 25 V dan daya kurang dari 100 W. 9 . Instalasi khusus yang diawasi oleh instansi yang berwenang (misalnya : instalasi untuk telekomunikasi. distribusi tenaga listrik untuk daerah wewenang instansi kelistrikan tersebut). pembangkitan. Operator. ? ? ? Instalasi listrik pertambangan di bawah tanah. cara pemasangan. frekwensi). dan terakhir tahun 2000. kemudian direviri tahun 1987. Peraturan instalasi listrik terdapat dalam buku Peraturan Umum Instalasi Listrik atau yang seing disingkat dengan PUIL. Keamanan instalasi dan peralatan listrik. pengawasan. Jadi setiap perencana instalasi listrik. Instalasi dalam kapal laut. pemeriksa dan pemakai jasa listrik wajib mengetahui dan memahami Peraturan Umum Instalasi listrik (PUIL). kemudian direvisi tahun 1987 dan terakhir tahun 2000. PUIL tidak berlaku bagi beberapa sistem intalasi listrik tertentu seperti : ? ? ? Bagian instalasi tegangan rendah untuk menyalurkan berita atau isyarat. Menjaga gedung serta isinya dari bahaya kebakaran akibat gangguan listrik. sudah diataur dalam PUIL. kereta rel listrik. Menjaga ketenagaan listrik yang aman dan efisien. Sistem instalasi listrik yang dimulai dari sumber listrik (tegangan. dan kendaraan yang digerakan secara mekanis. transmisi.Instalasi Listrik Dasar ? ? Tidak memasang tusuk kontak secara bertumpuk Tidak boleh melepas tusuk kontak dengan cara menarik kabelnya. 1.2 Peraturan Sistem penyaluran dan cara pemasangan instalasi listrik di Indonesian harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh PUIL (Peraturan umum Instalasi Listrik) yang diterbitkan tahun 1977.

yaitu Lembaga Masalah Kelistrikan disingkat LMK. Tegangan rendah ( sampai 1000 V) b. misalnya berselubung PVC. Di Indonesia peralatan l strik i diuji oleh suatu lembaga dari Perusahaan Umum Listrik Negara. Tegangan Tinggi ( di atas 20 kV) 1. 1 tahun 1970. tegangan dibagi menjadi : a.Instalasi Listrik Dasar Pada ayat 103 A1 dari PUIL merupakan peraturan lain yang berkaitan dengan instalasi listrik. Peraturan Pemerintah No. tanda ini dibuat timbul dan diletakan pada selubung luar kabel. b. d. Tanda Persetujuan Pengujiam dari LMK Peralatan listrik yang mutunya diawasi oleh LMK dan disetujui.1. Peraturan lainnya mengenai kelistrikan yang tidak bertentangan dengan PUIL. 10 . yakni : a. Suatu peralatan listrik boleh dipergunakan untuk instalasi apabila : ? ? Memenuhi ketentuan-ketentuan PUIL 2000. Menurut ayat 110 T16. 18 tahun 1972. LMK Gambar : 1. Tegangan Menengah (1000 V – 20 kV) c. Peraturan Bangunan Nasional. Menurut ayat 202 A2 semua peralatan listrik yang akan dipergunakan instalasi harus memenuhi ketentuan PUIL.3 Pengujian Peralatan Listrik Di negara kita semua peralatan listrik sebelum digunakan oleh konsumen harus melalaui uji kelayakan. diizinkan untuk memakai tanda LMK. Bahan yang berselubung bahan termoplastik. c. Telah mendapat pengesahan atau izin dari instansi yang berwenang (ayat 202 A2) Berdasarkan ketentuan PUIL 2000 ayat 202 B1 : semua instalasi yang selesai dipasang sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diuji lebih dahulu. Undang-Undang No. tentang Perusahaan Listrik Negara. tentang Keselamatan Kerja.

1. 220 V b. seorang ahli listrik juga harus mahir membaca gambar instalasi. Tabel 1. Denah ruangan yang akan dilengkapi dengan instalasi pada umumnya digambar dengan skala 1 : 100 atau 1 : 50. 3. Gambar : 1.4 Simbol-simbol Instalasi Listrik Selain menguasai peraturan dan memiliki pengetahuan tentang peralatan instalasi. Sedangkan unruk kabel yang kcelil seperti NYA. Arus ac fasa m frekuensi f b.2. lambang persetujuan dari LMK berupa kartu yang ditunjukan pada gambar 1. Arus ac dgn netral. Ukuran yang diberikan sebagai petunjuk pembuatan gambar instalasi. DISETUJUI OLEH LEMBAGA MASALAH KELISTRIKAN LMK SURAT 0N No. Tanda Persetujuan Pengujiam dari LMK Di negara kita peralatan listrik yang telah diawasi mutu produksinya oleh LMK baru kabel-kabel buatan dalam negeri. 4. 2. diperlihatkan lambang-lambang (simbol-simbol) yang penting untuk instalasi listrik. No. 50 Hz 380 V (antar fasa dan netral 220 V 11 . Arus ac fasa-3 50Hz. 1.2. 1. Pada denah ini gambar instalasi yang akan dipasang menggunakan lambang yang berlaku. Lambang Keterangan Arus searah Arus bolak-balik Arus searah dan arus bolak-balik 5. m 3 3 3N Lambang f 50 50Hz 220V 50Hz 380V Keterangan a. misalnya kabel NYM. Pada Tabel 1. Arus ac fasa-3 frekuensi 50 Hz a.Instalasi Listrik Dasar Lambang persetujuan ini dipasang pada kabel yang berselubung PVC.1 Lambang-Lambang Elektro Arus Kuat No.

Arus searah 2 hantaran. a. 6. Arus searah 3 han-taran. Elektromagnetis Sakelar dengan Pelayanan Elektromagnetis No. 220V tegangan antara hantaran luar dan netral 110V. 17. Kontak tusuk 10. Lambang Keterangan Pengaman lebur dengan kontak isyarat 7. Sakelar Pemisah dengan pengaman lebur 23. a. 110 V b. Pemisah 22. Generator b. Lampu Isyarat b. Tusuk-kontak 9. Sakelar tukar. G M a. 16. Sakelar b. 11 12 13 14 15 16 Jalur terminal 11 12 13 14 15 16 12 . Autotransformer 14. sakelar dua arah b. Kotak-kontak 8. a.Instalasi Listrik Dasar No. Sakelar tukar dengan kedudukan netra 20. Pemutus Daya 21. termasuk ne-tral. Termis b. 2 3N Lambang 110 V 220V Keterangan a. 18. Lampu kedip 11. Sakelar kutub tiga 19. Pengaman Lebur b. Motor 12. Sakelar bersekat pelindung Sakelar arus maksimum dengan pemutusan : a. Transformator 13. a. 15.

o 28. 32. Lambang 2N – 220 V 2 x 50 + 1 x 25 Keterangan Rangkaian dc 220 V (an. Perlengkapan hubung Bagi (PHB) 4 26. Rangkaian dc 110V terdiri 2 hantaran aluminium. o Cabang dua hantaran 29. luas penampang masing.Instalasi Listrik Dasar No.50Hz terdiri 3 hantaran tembaga. hubungan tanah. 3? 50 Hz 600 V 3 x 50 mm2 Cu 3? 50 Hz 600 V 38. cabang sederhana 27. 4 Perubahan dari gam bar garis tunggal menjadi gambar garis ganda 110V 2 x 125 mm 2 Al 110V 2 x 125 mm2 Al 36.masing 50 mm2 37. Lambang Keterangan Penyambungan rangkaian No. Hubungan rangka atau badan 3 x 50 mm 2 Cu 13 . luas penampang masingmasing 125 mm2 Rangkaian fasa-3 600V. n Dua hantara Tiga hantara n hantaran 35. pentanahan 31. Hantaran fleksibel 34. Tanah. 24. 2 x 50 + 1 x 25 3N ? 50 3 x 125 + 1 x 50 3N ? 50 3 x 125 + 1 x 50 Rangkaian fasa-3 50 Hz 3 hantaran dgn penampang 125 mm2 dan satu hantaran netral dgn 2 penampang 50 mm Cabang hantaran.tara hantaran luar dan netral 110 V) terdiri 2hantaran dgn penampang 50 mm2 dan satu hantaran dgn netral penam-pang 25 mm2 2N – 220 V 25. Satu hantaran atau sekelompok hantara 33. Persilangan hantaran tanpa hubungan listrik 30.

3a memperlihatkan diagram dasar suatu perlengkapan hubung bagi (PHB) yang digambar dengan cara disederhanakan. diagram lingkaran arus.5 Gambar Instalasi Listrik Gambar instalasi listrik secara umum dibagi dua bagian yaitu : menurut tujuan dan Cara menggambar. Apabila ada alat yang lambangnya belum dilakukan. dan diagram instalasi Diagram Pelaksanaan. maka dipilih suatu lambang dan artinya dijelaskan dalam gambar. Jumlah lambang dibatasi sedapat mungkin hanya yang perlu digambar saja dan sesederhana mungkin.3b memperlihatkan diagram yang sama diagram secara terperinci. tetapi supaya hasilnya rapi maka perbandingan antara ukuran lambang haru seragam. gambar 1.Instalasi Listrik Dasar Ukuran gambar menentukan ukuran lambang yang digunakan. 25 25 25 (a) (b) Gambar 1. 1. Lambang yang penting dapat digambar lebih tebal atau lebih besar sehingga lebih menonjol. Pembagian gambar menurut tujuan meliputi : ? ? ? ? Diagram yang sifatnya menjelaskan : diagram dasar. Diagram Dasar Diagram dasar dimaksudkan untuk menjelaskan cara kerja suatu instalasi secara elementar gambar 1. a.3 Contoh gambar instalasi 14 . yaitu : diagram pengawatan dan dan diagram saluran Gambar Instalasi Gambar situasi Sedangkan pembagian menurut cara mengambar dibedakan berdasarkan kepada : cara menggambar dengan garis tunggal dan cara mengambar dengan garis ganda.

seperti yang digambarkan pada gambar 1. Diagram lingkaran arus digambarkan dengan saklar selalu bergerak dari kiri ke kanan atau dari bawah ke atas. Diagram Pengawatan Diagram Pengawatan memperlihatakan cara pelaksanaan pengawatan peralatan instalasi listrik.5.4. Diagram Lingkaran Arus Diagram lingkaran arus maksudnya untuk menjelaskan cara kerja suatu rangkaian. Contoh doag ram saluran dapat dilihat pada gamabr 1. 15 . Diagram ini dapat digambarkan berupa diagram topografis yang menggambarkan saluran sebebanrnya.6.4 Giagram aliran arus rangkaian kutub satu (c) c. Gambar 1. (a) (b) Gambar 1.5 Diagram pengawatan d. seperti gambar 1. Diagram Saluran Diagram saluran memperlihatkan hubungan antara bagian-bagian instalasi. merencanakan suatu rangkaian yang rumit dan untuk mengatasi kerusakan yang terjadi pada rangkaian.Instalasi Listrik Dasar b.

Gambar Instalasi dan Diagram Instalasi Gambar instalasi dapat berupa titik beban tanpa digambarkan saluran instalasinya (seperti gambar 1. Gambar 1. 16 . bagi seorang instalatir dapat menentukan sendiri letak saluran instalasinya tetapi dengan ketentuan harus aman dari bahaya kebakaran/hubung singkat. Contoh diagram instalasi dapat dilihat pada gambar 1. jumlah beban yang harus dilayani.7 Contoh gambar instalasi untuk suatu ruangan Gambar instalasi sering dilengkapi dengan diagram instalasi.Instalasi Listrik Dasar Gambar 1. 1 A 1 1 1 2 XA 100 2 XA 100 XA 100 1 Gambar 1.8 memperlihatkan diagram instalasi sederhana.7. Untuk instalasi pada bangunan yang luas dan melayani beban yang banyak saluran-salurannya harus digambarkan secara jelas. jenis kabel. dan kapasitas pengaman yang harus dipasang pada instalasi sebenarnya. Dari keterangan yang tercantum dalam diagram instalasi dapat ditentukan apakah instalasinya sesuai dengan peraturan atau tidak.7). Pada gambar instalasi harus disertai dengan diagram instalasi. Diagram instalasi ini memberikan gambaran hubungan dengan meter listrik.6 Diagram saluran topografis e.

600 0.720 1.5 220 V 50 Hz ? x kVA 4 0. Keterngan ini diperlukan oleh PLN untuk memudahkan menetukan kemungkinan penyambungan serta pembiayaanya. g.Instalasi Listrik Dasar 0 5/8” NYA 4 1 25/10 0 5/8” NYA 2.600 Kebutuhan maksimum Gambar 1.880 0.9. Diagram Garis Ganda dan Diagram Tunggal Diagarm garis tunggal biasanya disebut digram perencanaan instalasi listrik. Diagram garis tunggal diterapkan pada instalasi rumah sederhana maupun instalasi gedung – gedung sederhana hingga gedung besar/brtingkat dan juga pada diagram panel bagi dan rekapitulasi beban. Contoh diagram garis tunggal dapat dilihat pada gambar 1.280 2 0.9 Diagram garis ganda dan garis tunggal 17 . sedangkan diagram garis ganda disebut diagram pelaksanaan. Gambar Situasi Gambar situasi memberikan gambaran secara jelas letak gedung serta instalasi yang akan dihubungkan dengan jaringan PLN.600 Jumlah kVA 0.8 Contoh gambar diagram instalasi f.120 6 6 kVA 0. X X X X (a) diagram garis ganda (b) diagram garis tunggal Gambar 1.5 kWh 2 25/10 0 5/8” NYA 2.

2. Keandalan. Untuk penghantar tembaga kemurniannya minimal 99. untuk memudahkan bagi siswa / instalatir komponen tersebut dikelompokan : ? ? ? ? ? ? Bahan Penghantar Kotak Kontak Fiting Saklar Pengaman Peralatan Pelindung Komponen instalasi listrik yang akan dipasang pada instalasi listrik . Keamanan. Tahanan jenis yang disyaratkan tidak melebihi 0. b. komponren dapat bekerja secara terus menerus pada kondisi normal. komponen instalasi yang dipasang dapat menjamin keamanan system instalasi listrik. c. Kegiatan Belajar 2 KOMPONEN-KOMPONEN INSTALASI LISTRIK a. Kontinuitas. Jenis bahan penghantar Penghantar yang digunakan pada instalasi listrik pada umumnya digunakan bahan tembaga dan alumunium.2 Bahan Penghantar a.017241 ohm mm2/m pada 18 . Uraian Materi : 2.1 Komponen Pokok Instalasi Komponen instalasi listrik merupakan perlengkapan yang paling pokok dalam suatu rangkaian instalasi listrik.Instalasi Listrik Dasar 2. Dalam pemasangan instalasi listrik banyak macamnya. harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. menjamin kelangsungan kerja instalasi listrik pada kondisi normal. Tujuan Kegiatan Belajar 2 : Siswa mampu menentukan komponen-komponen instalasi listrik yang akan digunakan b.9%.

Koefisien suhu pada suhu awal 20 0 C adalah 0.9%. namun untuk keperluan praktis ukuran tersebut telah dibuat pada table seprti table 2.Instalasi Listrik Dasar suhu 200 C. Luas penamapang penghantar teambaga harus memenuhi standar internasional.1. yaitu tidak boleh melebihi 0.1 Luas penampang hantaran nominal Kabel tembaga fleksibel. atau sama dengan daya hantar sekurang-kurangnya 61% IACS (international Annealid Copper Standard). Bila terjadi kenaikan suhu 100 C akan terjadi kenaikan tahanan jenis 4%. Tabel 2..04% per derajat celcius. umumnya digunakan alumunium dengan kemurnian sekurang-kurangnya 99.5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 120 150 185 240 300 400(10) 500(10) - Penghantar tembaga atau alumunium kabel dan kebel tanah isolasi tetap Bulat mm 2 1.0 1. atau sama dengan daya hantar 50 siemen =100% IACS (International Annealid Copper Standard).5 2. Tahanan jenis alumunium lunak untuk hantaran listrik telah dibakukan.0 1.75 1.028264 ohm mm2 /m pada suhu 200 C. Tabel ini juga memuat luas penampang hantaran tembaga telanjang. Daya 19 .5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 120 150 185 240 300 400 500 630 800 1000 Bentuk sektor mm2 10 16 25 35 50 70 95 120 150 185 240 300 400 500 630 - Hantara Udara Alumunium Tembaga dan campuran telanjang alumunium talanjang 2 mm mm2 6 10 16 25 35 50 70 95 120 150 185 240 300 400 500 16 25 35 50 70 95 120 150 185 240 300 400 500 630 800 1000 Alumunium untuk penghantar kabel berisolasi harus juga alumunium murni. lebih fleksibel dan sangat fleksibel mm2 0.5 0.5 2.

04% per derajat celcius dan berat jenisnya pada suhu tersebut 2. Daya alumunium sama dengan 61% IAC. Alumunium lunak dengan daya hantar 61% IACS. b. Kabel instalasi berselubung Penggunaan kabel instalasi berselubung jika dibandingkan dengan dalam pipa diantaranya : ? ? ? Lebih mudah dibengkokan Lebih tahan terhadap pengaruh asam dan uap atau gas tajam Sambungan dengan alat pemakai dapat ditiup lebih rapat Beberapa pengertian huruf yang digunakan pada kode kabel adalah : N : kabel standar dengan penghantar tembaga NA : kabel standar dengan penghantar aluminium Y F R Gb re rm se sm : Isolasi atau selubung P VC : Perisai kawat baja pipih : Perisai kawat baja bulat : Spiral pita baja : penghantar padat bulat : penghantar bulat kawat banyak : penghantar padat bentuk sektor : penghantar kawat banyak bentuk sektor 20 . karena diameternya lebih besar 28%. memiliki kekuattan tarik 60-70N/mm2.9. Koefisien suhu pada suhu awal 20 0 C adalah 0.7 dan 8.Instalasi Listrik Dasar hantar alumunium juga dipengaruhi oleh keadaan kekerasannya .7/8.tetapi tak sebesar daya hantar tembaga. tetapi diameter akan 28% lebih besar.64 x luas penghantar tembaga atau jika memperhitungkan diameter penghantar = 1.64 x (2. Alumunium keras dengan kekuatan tarik 150 -159N/mm2 hanya kira-kira 1% lebih rendah daripada daya hantar alumunium lunak.64 x diameter tembaga. Jadi penghantar alumunium dibanding dengan tembaga akan 50% lebih ringan. Hal berarti penggunaan kawat alumunium akan lebih hemat dan penggunaan isolasi lebih sedikit. maka tahanan penghantar yang sama diperlukan luas penghantar : 100/60 x luas penghantar tembaga = 1.9) x 100% = 50% berat tembaga. Berat alumunium juka dibanding dengan berat tembaga : 1.

Kemampuan menghantar arusnya dari kabel NYM ini dapat dijelaskan pada tabel 2.5 2.5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 120 150 185 240 300 A 19 25 34 44 61 82 108 134 167 207 249 291 334 380 450 520 A 20 25 35 50 63 80 100 125 160 224 250 300 355 355 425 500 Sedangkan warna selubung luar kabel PVC telah dibakukan sebagaimana ayat 720 G1 seperti dijelaskan pada tabel 2. dengan perisai kawat baja pipih dan spiral pita baja. dan tegangan kerja nominal 0.2 ini berlaku untuk semua kabel instalasi yang berisolasi dan berselubung PVC termasuk kabel fleksibel dengan penghantar tembaga suhu maksimum 70O C pada suhu keliling 30OC. 21 . Jumlah urat empat.1 NAYFGbY 4 x 120 SM 0. Untuk penampang 16 mm2 ke atas penghantarnya terdiri atas sejumlah kawat yang dipilin menjadi satu.3 berikut.2 Kemampuan hantar arus kabel instalasi berisolasi dan berselubung PVC Luas penampang nominal kabel Kemampuan hantar arus maksimum Kemampuan hantar arus nominal maksimum pengaman mm2 1.5 mm2 – 10 mm2 dan penghantarnya kawat tunggal. Tabel 2. Tbel 2. dimana kabel ini memiliki penghantar tembaga polos bersiolasi PVC dengan luas penampang 1.6/1 kV.Instalasi Listrik Dasar contoh 2. Salah satu jenis kabel instalasi berselubung adalah kabel jenis NYM. luas penampang nominal masing-masing 120 mm2.6/1 kV Artinya : kabel jenis standar dengan penghantar aluminium kawat banyak bentuk sektor. berisolasi dan berselubung PVC.2.

Instalasi Listrik Dasar Tabel 2.3 Kontak Listrik a.3 Warna selubung luar kabel PVC Jenis Kabel Kabel berselubung PVC untuk instalasi tetap (misal NYM) Hantaran udara berselubung PVC (misal NYMT) Kabel berselubung PVC Kabel berselubunh PVC Tegangan nominal 500 V 500 V 0. Kotak-kontak (stop kontak) Kotak kontak merupakan tempat untuk mendapatkan sumber tegangan listrik yang diperlukan untuk pesawat atau alat listrik. Gambar 2.1.6 / 1 kV di atas 1 kV Warna selubung luar Putih Hitam Hitam Merah 2. Tegangan Sunber listrik ini diperoleh dari hantaran fasa dan netaral yang berasal dari PLN.1 Lambang dan bentuk kontak listrik 22 . Simbol dan jenis kotak kontak dapat dilihat pada gambar 2.

2 Jenis-jenis kontak tusuk Penggunaan dan pemasangan kontak ada beberapa ketentuan antara lain : a. hanya boleh dihubungkan satu kabel yang dapat dipindahpindah (ayat 511 A9 sub c) g.Instalasi Listrik Dasar b. Kontak Tusuk Kontak tusuk digunakan untuk menghubungkan pesawat atau alat listrik yang dipasang tetap ataupun dapat dipindah-pindahkan. Ruangan yang dilengkapi dengan kotak kontak dengan kotak pengaman.2. b. tidak boleh dipasang kotak-kontak tanpa pengaman. Kemampuan kotak-kontak harus sekurang-kurangnya sesuai dengan daya yang dihubungkan padanya. kecuali kotak-kontak tegangan rendah dan untuk pemisahan pengaman (ayat 321 B1 sub b4) f. Kotak-kontak dinding fasa satu harus dipasang hingga kontak netralnya ada disebelah kanan (ayat 206 B4). Kotak-kontak dinding yang dipasang kurang dari 1. Kotak-kontak dinding dengan pengaman harus dipasang hantaran pengaman (ayat 321 B1 sub b4) e. Gambar 2. tetapi tidak boleh kurang dari 5 A (ayat 840 C6). Pada satu tusuk kontak. Jenis kontak tusuk dapat dilihat pada gambar 2. Kotan-kontak yang dipasang dilantai harus tertutup (ayat 511 B4) d. 23 .25 meter di atas lantai harus dilengkapi dengan tutup (ayat 840 C5) c.

? ? Sakelar masuk boleh ditiadakan kalau kontak hubung bagi merupakan suplai dari hubung bagi lainnya Setiap hantaran fasa keluar harus dipasang pengaman arus. dan gambar 2. kecuali kotak -kontak dengan kemampuan hantar arus nominal 16 A atau lebih. Kontak rel. (panel) berfungsi sebagai terminal untuk menyambungkan pada beberapa saluran ke beban. Kontak hubung bagi Kotak PHB harus dibuat dari bahan yang tidak dapat terbakar.3 Perlengkapan hubung bagi dan diagramnya Kontak hubung bagi juga harus memenuhi persyaratan antara lain : ? Kontak hubung bagi harus kokoh. 24 . (a) (b) Gambar 2. kecuali bila potensial hantaran netralnya tidak selalu mendekati potensial tanah.3a memperlihatkan diagram rangkaian akhir sederhana untuk satu fasa. Kotak Sakelar yang merupakan satu kesatuan dari kontak hubung bagi. terbuat dari bahan yang tidak mudah terbak ar dan tahan lembab Pada kontak hubung bagi yang berdiri sendiri sekurang -kurangnya harus mempunyai satu saklar dengan kemampuan sakelar sekurang-kurangnya sama dengan kemampuan arus nominal pengaman tetapi tidak kurang dari 10A. tahan lembab dan kukuh (ayat 610 A1). Pada setiap hantaran fasa keluar suatu perlengkapan hubung bagi harus dipasang pengaman arus (ayat 602 D1). Komponen-komponen penting dari kontak hubung bagi adalah : ? a. b. Pada hantaran netral tidak boleh dipasang pengaman arus.Instalasi Listrik Dasar c. Kotak pengaman c. Gambar 2.3b menunjukkan bentuknya. Setiap peralatan listrik. harus merupakan rangkaian akhir tersendiri kecuali jika peralatan tersebut bagian yang tidak terpisahkan dari suatu unit instalasi (ayat 602 N1).

4. Cara pemasangan fiting ini dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. a. dan fiting kedap air.4 Pemasangan fiting langit-langit b. Konstruksi fiting ini terbuat dari porselin.5. Roset diperlukan untuk meletakan/penyekerupan fiting supaya kokoh kedudukannya pada langit-langit. Fiting gantung Pada fiting gantung dilengkapi dengan tali snur yang berfungsi sebagai penahan beban bola lampu dan kap lampu. Konstruksi dari fiting gantung dapat dilihat pada gambar 2. serta untuk menahan konduktor dari tarikan beban tersebut. Fiting langit-langit Pemasangan fiting langit-langit ditempelkan pada langit-langit (eternit) dan dilengkapi dengan roset. dan menurut penggunaannya dapat dibagi menjadi tiga jenis : fiting langit-langit.Instalasi Listrik Dasar 2. Fiting kedap air Fiting kedap air merupakan fiting yang tahan terhadap resapan/rembesan air. Fiting jenis ini dipasang di tempat lembab atau tempat yang mungkin bisa terkena air misalnya fiting untuk di kamar mandi. c. dimana bagian kontaknya terbuat dari logam kuningan atau tenbaga dan bagian ulirnya dilengkapi dengan karet yang berbentuk c incin sebagai penahan air. 25 .6. fiting gantung. Konstruksi fiting kedap air dapat dilihat apada gambar 2.4 Fiting Fiting adalah tempat memasang bola lampu listrik.

e. 26 . 2. Kemampuan sakelar minimal sesuai dengan gaya daya alat yang dihubungkannya.6 Konstruksi fiting kedap air. Dapat dilayani secara aman tanpa harus memerlukan alat bantu b. Jumlahnya harus sesuai hingga semua pekerjaan pelayanan. Harus tidak dapat terhubungkan sendiri karena pengaruh gaya berat (ayat 206 B1).5 Sakelar Sakelar berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan rangkaian listrik. Dari gambar tersebut dapat dilihat konstruksi berbagai jenis sakelar. serta cara penggambarannya. Simbol atau lambang dari alat pemutus/penghubung ini dapat dilihat pada gambar 2. dan perbaikan instalasi dapat dilakukan dengan aman.Instalasi Listrik Dasar Gambar 2. Dalam keadaan terbuka. bentuk. bagian sakelar atau pemisah bergerak harus tidak bertegangan (ayat 206 B1). tetapi tidak boleh kurang dari 5 A (ayat 840 C6).7. c. Sakelar dan pemisah harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain : a. d. pemeliharaan.5 Konstruksi fiting gantung Gambar 2.

sakelar tukar dan sakelar silang.Instalasi Listrik Dasar Gambar 2.7 Simbol sakelar dan cara penggambarannya Menurut konstruksinya sakelar dikelompokkan menjadi : sakelar kontak. sakelar tri-kutub. dapat dikelompokkan menjadi : sakelar putar. sakelar tarik. Penggolongan sakelar berdasarkan penyambungannya dapat dijelaskan pada gambar 2. sakelar seri. sakelar dwi-kutub (kutub ganda). Sedangkan ditinjau dari cara kerjanya (jenis alat pen ghubungnya). sakelar dibedakan menjadi : sakelar tunggal. Jika ditinjau dari hubungan dan jenis alat penghubung. dan sakelar tombol tekan. sakelar jungkit. dan sakelar giling. sakelar tuas. sakelar sandung.8 27 . sakelar tumpuk atau sakelar paket. sakelar balik.

Instalasi Listrik Dasar Gambar 2.10 Sakelar kedap air 28 .9 Sakelar kotak Gambar 2.9 yang memperlihatkan beberapa sakelar jungkit yang ditanam dalam dinding. Contoh sakelar ini dapat dilihat pada gambar 2. Selain itu juga ada sakelar tarik yang digerakkan dengan seutas tali. Sakelar ini digunakan di atas tempat tidur dan kamar mandi. misalnya sakelar kedap air (gambar 2. Juga masih ada sakelar-sakelar kotak lain yang dibuat khusus untuk digunakan dalam ruangan-ruangan khusus. Sakelar kotak Sakelar ini pada umumnya untuk menyalakan dan mematikan lampu. dimana sakelar ini sering disebut sakelar kotak karena sering dipasang di atas sebuah kotak yaitu kotak normal.10). Gambar 2.8 Simbol sakelar berdasarkan prinsip hubungan sakelar a.

setiap hubungan mempunyai hubungan yang bertingkat.11 Sakelar kotak (b) c.12. Sakelar tumpuk Sakelar jenis ini mempunyai empat kedudukan yang dapat diputar ke kanan atau ke kiri dengan sudut masing-masing 900 . pada posisi satu (1) dan dua (2) keadaan terhubung secara bergantian. (a) Gambar 2.11. (a) Bentuk sakelar sandung (b) Poros sakelar sandung Gambar 2.Instalasi Listrik Dasar b. Bentuk dan konstruksi saklar sandung dapat dilihat pada gambar 2. Konstruksi sakelar tumpuk diperlihatkan pada gambar 2. Saklar sandung Saklelar jenis ini mempunyai hubungan tiga keadaan yaitu pada posisi nol (0) saklar dalam keadaan terbuka. sehingga usia dari sakelar ini adalah sangat panjang.12 Sakelar sandung Pada sakelar sandung bagian yang berputar adalah porosnya. sedangkan kotakkontaknya tida ikut berputar. 29 .

Saklar giling Sakelar ini mempunyai titik putar yang bergerak bagian tengahnya. maka pompa akan jalan.14.13. Alat ini digunakan untuk : 30 . Biasanya arus yang mengalir pada suatu penghantar akan menimbulkan panas. Konstruksi sakelar ini dapat dilihat pada gambar 2. Sebaliknya bila air mencapai titik permukaan tertentu maka pompa akan berhenti.Instalasi Listrik Dasar d.14 Bentuk sakelar giling e. Saklar tuas Sakelar tuas dilengkapi dengan pisau -pisau sebagai penghubung dan pemutus yang digerakkan secara mekanis satu arah. dimana gerakannya bisa memutuskan atau menghubungkan kutub-kutub kontak. Untuk mencegahnya digunakan pengaman lebur dan pengaman otomat. 2. Konstruksi sakelar giling dapat dilihat pada gambar 2.13 Bentuk sakelar tuas Gambar 2.6 Pengaman Pengaman adalah suatu alat yang digunakan untuk melindungi sistem instalasi dari beban arus yang melebihi kemampuannya. Contoh pemakaian pada pengontrolan pengisian bak air oleh pompa. Gambar 2. baik pada saluran penghantar maupun pada alat listriknya sendiri. bila air berkurang mencapai titik tertentu.

perlengkapan listrik dan alat/ pesawat yang menggunakan listrik) ? Melindungi/membatasi arus lebih yang disebabkan oleh pemakaian beban yang berlebihan dan akibat hubung singkat antara fasa dengan fasa.15 Pengaman ulir (c) Pengepas patron Pengaman jenis ini bekerja dengan cara memutuskan kawat leburnya apabila pada sistem terjadi kenaikan arus diluar batas nominalnya. pengepas patron. ? Melindungi hubung singkat dengan badan mesin atau perlengkapan lainnya. Diameter luar ujung patron lebur berbeda-beda tergantung arus nominalnya. menurut ayat 630 B15 harus digunakan patron lebur jenis D. dan patron lebur. Pengaman lebur harus memutuskan rangkaian yang diamankan kalau arusnya menjadi terlalu besar.15. Berkaitan dengan aptron lebur memiliki kawat lebur dari jenis bahan perak dengan campuran beberapa logam lain. Kenaikan arus ini disebabkan oleh beban lebih atau hubung singkat. antara lain : 31 . tudung sekering dan pengepas patron dapat dilihat pada gambar 2. Untuk aus nominal sampai dengan 25 A. a. fasa dengan netral atau fasa dengan badan (body). seng. Untuk kawat lebur digunakan perak. karena logam ini hampir tidak berkarat dan daya hantar listriknya tinggi. berasal dari warna-warna perangko Jerman. yaitu makin tinggi arus nominal makin besar diameter ujung patronnya. Gambaran mengenai rumah sekering. Bagian pengaman yang memutuskan rangkaian disebut patron lebur. Pengaman ulir Pengaman ulir ini terdiri dari rumah sekering. Jadi diameter kawat leburnya bisa sekecil mungkin untuk menghidari timbulnya uap bila kawatnya melebur. seperti timbel. yaitu berupa patron ulir dan biasanya digunakan maksimum 63 A.Instalasi Listrik Dasar ? Mengamankan system instalasi listrik (hantaran. dan tembaga. (a) Rumah sekering (b) Tudung sekering Gambar 2. Warna patron yang digunakan untuk menandai patron lebur dan pengepas patron.

Patron pisau jenis tahan hubungan singkat. Patron pisau Untuk mengamankan sistem instalasi diatas 65 A dapat menggunakan pengaman lebur jenis patron pisau. dapat memutuskan arus hubung singkat yang sangat besar tanpa meledak.16.Instalasi Listrik Dasar 2A 4A 6A 10A 16A 20A 25A 35A 60A 65A : merah muda : cokelat : hijau : merah : kelabu : biru : kunig : hitam : putih : warna tembaga E 16 dan E 27 b. Gambar 2. di antara tempat patronnya dipasang sekat-sekat dari bahan isolasi.16 memperlihatkan sebuah kotak pengaman untuk enam patron pisau. Karena konstruksinya yang tertutup. Arus patron pisau ini mulai dari 15 A hingga 100 A. Supaya patronnya bisa masuk tepat pada tempatnya. Konstruksi patron pisau dapat dilihat pada gambar 2. sehingga konstruksi patron untuk arus nominal yang besar harus kuat. Kadang-kadang nilai sesaat arus hubung singkat dapat 32 .16 Konstruksi patron pisau Gambar 2. maka uap perak yang terbentuk kalau elemen leburnya putus tidak bisa keluar. Jadi di dalam patron akan timbul tekanan yang sangat tinggi.

ef ? 2 Faktor k disebut faktor kejut yang nilainya tidak melebihi 1. 2 kA Arus hubung singkat ini akan timbul kalau rangkaiannya tidak diberi pengaman. Karena arus hubung singkat stasioner sama dengan 10 kA. maka : I kmaks = I k.ef : nilai efektif arus hubung singkat. Gambar 2.ef ialah nilai efektif arus hubung singkat stasioner yang menurut perhitungan akan terjadi.17 Grafik pembatasan arus 33 . Gambar 2.Instalasi Listrik Dasar mencapai 100 kA.ef. I k.ef ? 2 = 1. Dalam prakteknya arus hubung singkat masih lebih besar lagi.8.5 maka arus hubung singkat kejutnya sama dengan : I s = k I k. sehingga dapat merusak instalasinya.5 x 10 ? 2 = 21. Nilai sesaat ini sangat tergantung kepada : ? ? Nilai sesaat dari tegangan bolak-baliknya. Oleh karena itu arus hubung singkat ini harus diputuskan sebelum mencapai nilai maksimumnya dan sebelum membahayakan instalasi.maks = I k. Grafik ini disebut grafik pembatasan arus.ef ? 2 dengan I k. Nilai maksimum atau amplitudo arus hubung singkat sama dengan : Ik. untuk k = 1. Dalam diagram gambar 2. sehingga arus hubung singkat kejut (Is) sama dengan : Is = k I k. 142 kA Dengan k = 1. atau pada saat mencapai nilai 5 kA.ef ? 2 = 10 ? 2 = 14. Impedansi seluruh rangkaian yang dihubungkan singkat pada saat terjadinya hubungan singkat.5 digambarkan dengan pembagian skala logaritmis. Tetapi kalau digunakan pengaman lebur.17 arus hubung singkatnya akan dipotong di titik P. pengamannya sudah akan putus sebelum arusnya dapat mencapai nilai tersebut.17 memperlihatkan arus hubung singkat kejut Is sebagai fungsi dari I k.

tetapi bila terjadi hubung singkat maka pengaman elektomagnetik yang bekerja. Gambar 2. dan otomat-G. kemudian memutuskan rangkaian. otomat-H. apabila arus yang melewati pengaman melebihi kapasitasnya. Pengaman otomatis Pengaman otomatis adalah pengaman yang digunakan untuk memutuskan hubungan rangkaian listrik secara otomatis apabila arus melebihi nilai tertentu. dan merupakan sebagai pengganti pengaman lebur. (1) otomat-L (untuk hantaran) Jenis pengaman ini menggunakan jenis pengaman dwilogam. Contoh bentuk sebuah otomat ulir dapat dilihat paga gambar 2. Keuntungan pengaman otomatis adalah dapat digunakan kembali dengan segera setelah terjadi pemutusan. Untuk arus bolak-balik yang sama dengan 4 Ln – 6 Ln. Berdasarakan waktu pemutusannya pengaman otomatis dibagi menjadi otomat-L.19 Penampang pengaman otomat G 34 . pemutusan arusnya berlangsung dalam waktu 0. maka kelebihan arus tersebut akan mengalir pada kumparan dan kumparan membentuk magnet dan menarik tuas penghubung. dan arus yang sama dengan 8 L n. Pemutus bekerja secara magnetic.18. bila terjadi pemanasan pada penghantar akibat beban tertentu maka otomat-L akan memutuskan rangkaian.Instalasi Listrik Dasar c. Cara kerjanya ada dua macam yaitu secara thermis dan secara elektromagnetik. Secara thermis pemutus menggunakan dwi logam. bila arus yang melewati batas kemampuan pengaman. dwilogam akan mengalami panas kemudian merenggang dan akhirnya memutuskan rangkaian.2 sekon.18 Pengaman otomat ulir Gambar 2.

Jenis otomat ini digunakan untuk instalasi rumah.2 sekon kalau arusnya sama dengan 2. dimana arus gangguan yang rendah pun harus diputuskan dengan cepat. karena konstruksi khusus mekanik pemutusan elektromahnetiknya.0003 sekon.G dapat dilihat pada gambar 2. Pipa Instalasi Pipa instalasi digunakan untuk pemasangan kabel listrik yang dihubungkan dengan sakelar.4. (3) Otomat-G Jenis otomat ini mengamankan otomat-otomat rangkaian listrik arus bolak -balik atau arus searah dan rangkaian akhir.7 Peralatan Pelindung dan Hantaran Listrik a. 2. waktu pemutusan hanya 0. Untuk arus hubung singkat 1200 A. Jenis kabel yang dimasukan dalam pipa adalah NYA atau NGA.19. Besar dan jumlah kawat yang boleh dimasukkan dalam pipa diatur oleh peraturan yang tercantum dalam tabel 2. serta untuk melindungi bahaya listrik terhadap sentuhan langsung dengan manusia. tetapi untuk jenis kabel NYM tidak perlu dimasukkan dalam pipa. Pipa ini terbuat dari pelat dan PVC (pipa union). tetapi pengaman elektromagnetiknya memutuskan rangkaian dalam waktu 0. 35 .5 Ln – 3 Ln untuk arus bolak-balik atau sama dengan 4 Ln untuk arus searah. dan waktu antara terjadinya hubungan singkat dan pemutusan pendek sekali. sedangkan panjang pila pada umumnya sama yaitu 400 cm. karena sudah aman terhadap bahaya sentuhan langsung dengan manusia. Konstruksi otomat . Pemutusan cepat ini dicapai dengan menggunakan sebuah elektromagnet dengan angker pemukul. Pengaman elektromagnetiknya berfungsi pada 8 Ln – 11 Ln untuk arus ac dan 14 L n untuk arus dc. Pipa ini dibuat beberapa macam ukuran agar lebih ekonomis pemakaiannya berdasarkan garis tengah (inchi). kotak -kontak. kecepatan pemutusannya sangat besar. misalnya untuk penerangan bangsal pabrik.Instalasi Listrik Dasar (2) Otomat-H (untuk instalsi rumah) Pengaman ini sama dengan otomat-L. kotak hubung bagi dan sambungan listrik lainya.

7 8. gedung dan sejenisnya.2 4. dan contoh penyaluran daya listrik dari tiang distribusi menuju ke rumah-rumah dapat lihat pada gambar 2. Contoh cara membaca table 2. dan rol ini dipasang di dalam flafon (langit-langit) bangunan rumah tinggal.4 .A dalam pipa union Hantaran R.Instalasi Listrik Dasar Tabel 2.21. Rol isolator Rol isolator fungsinya tempat menempelkan/meletakan kabel instalasi jenis NYA atau NGA.8 10.22.4 15.8 5.4 12.5 2. Tetapi dalam dalam pipa terdapat belokan maka dipakai daftar angka-angka tidak dalam tanda kurung.2 Dalam tabel terlampir angka-angka yang dicantumkan dalam tanda kurung menunjukkan jumlah kawat yang boleh dimasukkan dalam pipa lurus. Bentuk rol isolator dapat dilihat pada gambar 2. 36 . Sedangkan cara pemasangan hantaran (kabel listrik) pada isolator dapat dilihat pada gambar 2.A mm 1.7 13.4 6. untuk pipa 5/8” dapat dimasuki kawat-kawat ukuran 4 mm 2 sebanyak 2 utas atau 3 kawat dalam pipa dengan potongan lurus.5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 2 Garis tengah pipa (inchi) 5/8” 3(4) 2 2 1 1 1 (1) 3/4" 5 3(4) 3(4) 2(3) 1 1 1 (1) 1” 6 4(5) 4 3(4) 2 1 1 1 1 1 1/4” 4 3(4) 2(3) 2 1(2) 1 1 11/2 ” 4(5) 4 3(4) 2 1(2) 1 2” 5 4 4 2(3) Diameter luar (mm) 4.20.3 Daftar hantaran R. b.4 7.0 17.

20 Bentuk beberapa isolator Gambar 2.Instalasi Listrik Dasar Gambar 2.21 Contoh penggunaan isolator dalam penyaluran listrik 37 .

seperti : ? ? Sengkang setengah. Besar atau ukurannya disesuaikan dengan ukuran pipanya.22 Beberapa cara pengikatan hantaran pada isolator c. Bentuk sengkang ada beberapa macam. dan sebagainya. sengkang majemuk. dipakai pada tempat yang sempit Sengkang ganda .Instalasi Listrik Dasar Gambar 2. terkadang pada kotak penyambungan atau pencabangan dan tempat lain yang diperlukan. untuk dua pipa sejajar. kotak -kontak. Untuk meninggikan pemasangan pipa dipakai pelana. sengkang ganda. Sengkang (klem) Sengkang atau klem adalah suatu bahan yang dipakai untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit. Pembuatan berbagai macam sengkang disesuaikan dengan keperluan pemakaiannya. serupa dengan bahan pipa. Sengkang dipasang sebagai penahan kotak penyambung atau pencabangan. Sengkang dibuat dari pelat besi. dan sebagainya dengan jarak maksimum 10 cm dar benda tersebut. dan 38 . potongan penyambung. sakelar. Sengkang dipasang dengan disekerupkan pada tempat menggunakan sekrup kayu. misalnya dekat kotak sekering. yaitu : sengkang setengah.

39 . Gambar 2. Tujuan penyambungan kawat ada beberapa macam. untuk pemasangan beberapa pipa yang sejajar Contoh bentuk sengkang dan pelana ditunjukan pada gambar 2.24 Jenis-jenis kotak sambung d.23 Bentuk sengkang dan pelana Gambar 2. seperti sambungan lurus. Kotak sambung listrik dapat dilihat dari cabangnya. selain itu sambungan listrik dalam pipa pelat akan memudahkan terjadi kontak listrik dengan pipa sehingga berbahaya bagi manusia. Kotak sambung Penyambungan kabel atau kawat dalam instalasi listrik harus dilakukan dalam kotak sambung dan tidak boleh dilakukan dalam pipa.24. Contoh kotak sambung listrik dan penggunaanya dapat dilihat pada gambar 2. cabang tiga dan cabang empat. yaitu persegi dan bundar. seperti : kotak sambung cabang satu.23. cabang dua. pencabangan atau penyekatan.Instalasi Listrik Dasar ? Sengkang majemuk. sebab dikhawatirkan akan mengalami putus akibat penarikan. Banyaknya pencabanganpun bermacam -macam sehingga perlu disediakan beberapa jenis kotak sambung. Pada dasarnya bentuk kotak sambung tersebut ada dua mac am.

Perkembangan teknologi di bidang kelistrikan ini sangat pesat. karena akan sangat membantu dalam pelaksanaan praktis di lapangan. peranan daripada simbolsimbol masalah kelistrikan (instalasi listrik) dan gambar-gambar instalasi listrik juga harus diperhatikan. Namun dengan banyaknya berbagai macam jenis dan bentuk hasil produksi tersebut. gambar atau denah instalasi listrik bagi seorang instalatir harus dibuat dengan baik dan benar. Dalam kaitan dengan peraturan yang ada. Rangkuman 1 : Peraturan Umum Instalasi Listrik yang sering disingkat dengan PUIL mempunyai peranan yang sangat penting dalam instalasi listrik. Dalam peraturan ini tentunya membahas mengenai faktor keselamatan kerja. maka tidak lepas pula dari faktor pengujian terhadap peralatan listrik. pengaman. pada prinsipnya dasar dari sistem kerja komponenkomponen peralatan untuk tipe dan jenis yang sama adalah sama. Dalam pengujian ini tentunya diserahkan kepada lembaga yang berwenang. fiting. dan lain-lain. kontak tusuk. 40 . agar memudahkan dalam pelaksanaannya. Berkaitan dengan perencanaan instalasi listrik ini. dibuktikan dengan banyak industri-industri yang memproduksi berbagai macam komponen instalasi listrik dalam berbagai jenis dan merk. baik sebagai pengetahuan dasar maupun untuk tingkat mahir bagi seorang instalatir. dan peralatan pelindung juga dibahas dalam kegiatan pembelajaran ini.Instalasi Listrik Dasar c. sakelar. Standar Industri Indonesia (SII). karena komponen-komponen tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi seorang instalatir atau tenaga ahli bidang teknik listrik. Beberapa komponen pokok instalasi listrik seperti bahan penghantar listrik. peraturan-peraturan yang akan digunakan agar sesuai dengan ketentuan PUIL atau standar yang berlaku seperti Standar Nasional Indonesia (SNI). Di samping itu juga. dimana lembaga ini yang nantinya akan mengeluarkan sebuah sertifikasi.

Sebutkan dan jelaskan lembaga-lembaga yang ada di negara Indonesia yang dapat mengeluarkan sertifikasi dalam bidang instalasi listrik atau kelistrikan ? 3.Instalasi Listrik Dasar d. gambar dan jelaskan susunan lapisan kabel untuk jenis NYY dan NYBY ? 41 . SNI. dan PUIL. LIPI. dan lembaga atau badan apakah yang mengurusi masalah -masalah tersebut ? 4. Apakah singkatan dari ISO. PLN. LMK. BSN. Coba amatilah. Cari komponen-komponen atau peralatan -peralatan listrik yang ada di pasaran yang sudah memenuhi standar yang berlaku. Buat gambar dan amatilah susunan komponen -komponen yang dilalui oleh penyaluran energi listrik dari tiang distribusi sampai ke rumah saudara ? 2. Tugas 1 : 1. dan apa buktinya bahwa komponen atau peralatan tersebut sudah memenuhi standar yang ada ? 5.

misalnya NYM ? 10.Instalasi Listrik Dasar e. Sebutkan persyaratan yang harus dipenuhi oleh komponen instalasi listrik yang akan dipasang ? 7. Sebutkan macam-macam sakelar berdasarkan penyambungannya ? 12. Sebutkan macam-macam bentuk sengkang yang ada ? 15. Berapakah tegangan nominal dan warna kabel selubung luar dari kabel berselubung PVC untuk instalasi tetap. Mengapa kotak sambung diperlukan dalam instalasi listrik ? 42 . Apa pengertian huruf Y pada kode suatu kabel ? 8. Sebutkan apa tujuan d iadakannya PUIL ? 3. Jelaskan secara singkat perbedaan antara diagram garis tunggal dengan diagram garis ganda ? 6. Sebutkan macam-macam fiting yang saudara ketahui ? 11. Apa gunanya alat pengaman pada instalasi listrik ? 13. Berapakah skala denah ruangan pada instalasi listrik yang secara umum digunakan untuk menggambar perencanaan bagi seorang instalatir ? 4. Jenis pengaman otomat apakah yang sering digunakan untuk instalasi rumah ? 14. Tes Formatif 1 : 1. Berapakan kemampuan menghantarkan arus maksimum dari suatu kabel instalasi yang berisolasi dan berselubung PVC dengan penampang 25 mm2 ? 9. Sebutkan penyebab -penyebab terjadinya kecelakaan listrik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari ? 2. Dalam gambar instalasi ada suatu diagram yang sifatnya menjelaskan. Sebutkan diagram apa saja yang termasuk dalam kategori ini ? 5.

Diagram garis tunggal biasanya disebut diagram perencanaan instalasi listrik. 6. (c) peralatan listrik yang rusak masih dipakai. sakelar sandung. Sengkang setengah. Kunci Jawaban Formatif 1 : 1. dan diagram instalasi. sengkang ganda. Harus memiliki (a) keandalan. Mengamankan komponen-komponen sistem instalasi listrik. 43 . 13. (e) penggantian kawat sekering yang tidak sesuai besarnya. sakelar tuas. sedangkan diagram garis ganda adalah diagram pelaksanaan. dan fiting kedap air 11. dan sakelar giling 12. dan sengkang majemuk. karena dikuatirkan akan mengalami pemutusan akibat penarikan atau memudahkan terjadinya kontak listrik dengan pipa sehingga membahayakan manusia. (d) menjaga ketenagaan listrik yang aman dan efisien.Instalasi Listrik Dasar f. sakelar tumpuk. melindungi/membatasi arus lebih. fiting gantung. (a) melindungi manusia dari bahaya sentuhan dan kejutan arus listrik. Otomat-H 14. Suatu kabel berisolasi atau berselubung P VC 8. (d) pemasangan beban pada stop kontak yang bertumpuk. diagram lingkaran arus. Diagram dasar. (b) kebocoran listrik pada peralatan listrik dengan rangka dari logam. fiting langit-langit. Skala 1 : 100 atau 1 : 50 4. dan lain-lain 2. dan (c) kontinuitas pelayanan 7. Untuk melakukan penyambungan kabel atau kawat harus dilakukan dalam kotak tersebut dan tidak boleh dilakukan di dalam pipa. tegangan nominal 500 V. 5. dan melindungi hubung singkat. 3. (a) menyentuh kabel atau hantaran listrik yang terbuka. (b) keamanan. dan warna selubung Putih 10. (b) keamanan instalasi dan peralatan listrik. 15. (c) menjaga gedung dan isinya dari bahaya kebakaran akibat gangguan listrik. 108 A 9. Sakelar kotak.

Laporan : Jawab pertanyaan-pertanyaan dan laporkan hasil pengujian sesuai dengan tugas yang diberikan 44 . Langkah kerja : tentukan peralatan-peralatan dan komponen-komponen yang akan dibutuhkan. kabel. rangkai peralatan yang telah dipasang. Keselamatan kerja : jas lab. perbaiki apabila masih terdapat kesalahan atau komponen yang belum berfungsi dengan benar. patuhi peraturan yang tercantum di lab atau tempat praktik. kertas gambar atau kalkir. cutter. . uji sesuai dengan prosedur dan instruction manual yang berlaku. 4. kotak kontak. kerjakan sesuai instruction manual. dan lain-lain 2. isolasi. sarung tangan. sekering. tang. periksa dan uji rangkaian atau peralatan yang telah dipasang. macam-macam kabel lainnya. alat tulis menulis. dan lain-lain 3. Bahan : PHB. buku PUIL.Instalasi Listrik Dasar g. meteran. Alat : obeng. fiting. buat rancangan diagram pengawatan yang akan dilakukan. kabel NYY. meja gambar. buat berita acara laporan pengujian atau percobaan 5. patuhi prosedur kerja yang telah ditentukan. pasang peralatan pengukur yang akan digunakan sesuai dengan diagram rencana. sakelar. kabel NYBY. senter. Lembar Kerja 1 : 1.

Uraian Materi 3 : 3.1 diperlihatkan sketsa suatu ruangan yang akan dipasang instalasi beserta diagram rangkaian garis tunggalnya.1 Sektsa dan Ilustrasi Ruangan Apabila hendak memasang instalasi listrik. Tujuan Kegiatan Belajar 3 : - Siswa mampu merangkai instalasi listrik sederhana sesuai yang direncanakan b. Pada gambar 3. Dari sini maka akan lebih mudah mengatur tata letak komponen serta penentuan titik -titik cahaya sesuai dengan kebutuhan ru angan. Kegiatan Belajar 3 MERANGKAI INSTALASI LISTRIK SEDERHANA a.Instalasi Listrik Dasar 3. maka harus mengetahui terlebih dahulu gambaran secara umum keadaan dari suatu ruangan yang akan dipasang instalasi listrik tersebut. (a) Gambar Sketsa ruangan 45 .

Dari gambar 3. Dalam prakteknya siswa dapat menggunakan papan kerja untuk merancang beberapa hubungan lampu dan memasangnya secara lebih ringkas dan sederhana. mulai dari pelaksanaan sampai pengujian hasil kerja yang telah diselesaikan. Instalasi listrik merupakan pengetahuan dan jenis pekerjaan khusus. 3.1 Sketsa ruangan dan diagram instalasi Bagi pelaksana di lapangan. akan lebih menyesuaikan antara gambar instalasi yang telah dibuat dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan. dapat membuat langkah sederhana untuk memasang hubungan dari dua buah lampu yang dilayani oleh sebuah sakelar tunggal dengan dilengkapi satua buah stop kontak. Hal ini tergantung kepada luas pekerjaan yang tangani. Rangkaian pekrjaan ini terutama meliputi penyediaan dan pemilihan bahan beserta peralatan yang diperlukan. Rencana pokok berupa gambar atau bahan akan diketahui macam bahan dan peralatan yang diperlukan. maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah : a. sehingga harus ditangani secara khusus. Dengan demikian dalam bidang instalasi listrik terdapat ketentuan-ketentuan dan peraturan tersendiri bagi pelaksanaannya. Pekerjaan instalasi listrik merupakan suatu rangkaian pekerjaan yang kadang-kadang sangat kompleks. 46 . Illustrasi semacam ini akan banyak membantu siswa dalam membuat perencanaan instalasi listrik. Rencanakan terlebih dahulu beberapa titik cahaya yang akan dipasang.Instalasi Listrik Dasar (b) Diagram Instalasi Gambar 3.2 Cara Menentukan Jumlah Kawat Instalasi Untuk menentukan berapa jumlah kawat penghantar yang dipasang dalam suatu instalasi.1 di atas.

misalnya dipasang dua buah titik cahaya yang akan dilayani dari satu tempat yang sama. Setelah mengetahui gambar pelaksanaan.2. e. Apabila akan membuat instalasi di dalam pipa.2 Bagan dua buah lampu yang dilayani sakelar seri 3.Instalasi Listrik Dasar b. Jika menggunakan sistem tertutup. Buatlah gambar diagram pengawatan agar memudahkan di dalam membuat detail gambar instalasi. sebaliknya jika menggunakan sistem rentang maka membutuhkan rol isolator sebagai penyangga hantaran instalasinya. c. Pilihlah komponen serta cara pelayanan yang efektif untuk titik-titik cahaya yang akan dipasang. apakah instalasinya sistem rentang atau sistem tertutup. maka dapat membuat gambar bagan dengan membubuhkan garis -garis lintang pada gambar bagan tersebut. maka membutuhkan pipa sebagai peralatan pelindung hantaran. d.3 Instalasi Dua Lampu Pijar Dengan Sakelar Tunggal Instalasi dua buah lampu dengan sebuah sakelar. Disini dapat menggunakan sakelar seri untuk melayani kedua lampu yang kan dipasang. (a) Diagram Instalasi (b) Diagram pelaksanaan Gambar 3. hantaran kedua lampu itu diperoleh melalui sebuah sakelar. 47 . maka kita sudah dapat mengetahui berapa banyak hantaran yang akan dimasukkan ke dalam pipa. Perhatikan gambar 3.3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 3. Tentukan cara pelayanan titik cahaya yang akan dipasang. Tentukan cara pemasangan yang akan digunakan. artinya kedua lampu itu cukup dilayani oleh sebuah sakelar saja. Jadi dalam pemasangannya. f. Banyak kawat dan hubungan dua buah lampu tersebut adalah tiga batang.

0 F X S1 S2 (a) Diagram instalasi X S1 X L1 S2 X L2 (b) Diagram pengawatan/pelaksanaan Gambar 3.5.5 Dua buah lampu dilayani dua buah sakelar tunggal yang dijadikan satu 48 .2. baik berupa kotak sambung. pipa maupun hantarannya.4 Dua buah lampu dilayani dua buah sakelar saling berjauhan (a) Diagram instalasi (b) Diagram pelaksanaan Gambar 3. perbedaannya terletak pada jumlah bahannya. Cara kedua ini sering disebut sebagai sakelar seri atau deret.Instalasi Listrik Dasar (a) Giagram instalasi (b) Diagram Pelaksanaan Gambar 3.3 Bagan dua buah lampu dilayani sebuah sakelar Bahan-bahan yang digunakan hampir sama dengan gambar 3. Kedua cara pemasangan itu dapat dilihat pada gambar 3. Apabila kedua lampu tersebut hendak dilayani dengan dua buah sakelar. maka ada dua cara bagan yang dapat dipakai yaitu : (a) kedua sakelar dipasang berjauhan.4 dan gambar 3. (b) kedua sakelar dipasang satu tempat.

4 Instalasi Dua Lampu Pijar Hubungan Gudang Dalam kasus ini dipasang satu sakelar tunggal dan satu sakelar tukar. 49 .6.7. (a) Diagram instalasi (b) Diagram Pelaksanaan Gambar 3.7 Hubungan gudang dalam tanah yang diperluas Pengoperasian dari sakelar-sakelar ini sambil kita berjalan.6 Lampu dalam hubungan gudang Dengan penghubung kutub tunggal. maka dapat meniadakan tegangan pada penghubung tukar dan lampu yang sekejap mata dapat dipadamkan 3. kita dapat menyalakan lampu yang satu dan memadamkan yang lain secara otomatis. (a) Diagram instalasi (b) Diagram pengawatan/pelaksanaan Gambar 3. dan pada titik penerangan 2 dipasang penghubung tukar (2) yang bekerja sebagai penghubung pengubah.Instalasi Listrik Dasar 3. Contoh instalasinya dapat dijelaskan pada gambar 3. kita dapat memadamkan dan menyalakan bersama lampu-lampu yang terhubung itu tanpa harus memadamkan dan menyalakan satu demi satu. Dan pada kasus ini kita dapat menghubungkan sejajar sejumlah lampu dari satu ruangan. tetapi ruangan ini dapat dimasukki satu sisi dan letaknya harus berurutan.5 Hubungan Gudang dalam Tanah yang Diperluas Pada umumnya jenis hubungan ini banyak digunakan pada gudang-gudang seperti ruang persediaan dan timbunan. Prinsipnya adalah penghubung (sakelar) dekat pintu telah digantikan oleh penghubung berkutub tunggal (1). seperti dijelaskan pada gambar 3. Dari ruangan tersebut.

6 Hubungan Kamar Tidur Prinsip dasar hubungan ini adalah sama dengan hubungan gudang dalam tanah. (a) Diagram instalasi (b) Diagram pelaksanaan Gambar 3.8 Instalasi Lampu Pijar dengan Sakelar Tunggal Pemasangan instalasi ini direncanakan untuk pemasangan dalam pipa. sehingga kita dapat memadamkan tiap-tiap lampu pada pintu dan pada tempat tidur.Instalasi Listrik Dasar 3. Pada hubungan tukar ini dapat diperluas dengan penghubung silang. kita dapat menghidupkan sebagian atau seluruhnya dari tempat yang berbeda. biasanya hanya membutuhkan sebagian dari seluruh penerangan yang ada. (a) Diagram instalasi (b) Diagram pelaksanaan Gambar 3.8 Hubungan kamar tidur 3.10. 50 . Oleh karena itu kita dapat menggunakan hubungan tukar dengan kombinasi sakelar silang untuk beberapa buah lampu.9 Hubungan untuk ruangan yang luas 3.8.7 Hubungan untuk Ruangan yang Luas Dalam ruangan yang luas. Bagai rencana dan pelaksanaan untuk jenis instalasi ini dapat diihat pada gambar 3. Pada prinsipnya dari kelima lampu. Diagram instalasi untuk kasus ini dapat dijelaskan pada gambar 3. tetapi penghubung muka yang berkutub tunggal harus diganti dengan sakelar tukar. Misal untuk ruang yang panjang terkadang hanya diperlukan untuk menyalakan beberapa lampu saja.

Instalasi semacam ini dapat dijelaskan dalam bagan seperti tertera pada gambar 3.11 (b). yaitu 5/8”. Lampu 2 hidup. 51 . maka dipakai kawat warna hitam untuk kawat fasa dan kawat 1. Bagan pemasangan lampu korona tersebut dapat dijelaskan pada gambar 3.3 dapat diketahui penampang pipa yang ak an dipakai. Lampi 1 hidup.9 Instalasi Dua Lampu Pijar dengan Sakelar Seri atau Deret Penggunaan sakelar seri atau deret dimaksudkan agar menyala atau padamnya lampu dapat diatur sebagai berikut : a. Kedua lampu padam semua. maka dapat diketahui macam beban yang akan dipakai termasuk jumlah dan penampang penghantar dalam pipa yang seharusnya dipasang. tetapi lampu 1 menjadi padam. Untuk melengkapi penggunaan hantaran menurut peraturan yang berlaku. c. akan kembali lagi seperti keadaan semula. sedangkan hantaran nol digunakan kawat merah. sedangkan lampu 2 masih padam. b. Lampu ini mempunyai sebuah lampu besar (sebagai lampu 1) dan beberapa lampu agak kecil yang dihubungkan paralel (sebagai lampu 2). maka dengan melihat tabel 2. Kotak sambungnya berbentuk cabang 3 dengan ukuran pipa yang sama. Sakelar seri semacam itu banyak dipakai untuk melayani lampu korona. 3.5 mm2. Demikian seterusnya. Setelah mengetahui jumlah hantaran dan penampang dalam pipa.10 Satu lampu pijar dilayani satu sakelar tunggal Dari bagan di atas. Lampu 1 dan 2 hidup (menyala) semua. Lampu 1 dan lampu 2 akan menyala atau padam sesuai dengan penjelasan di atas.11(a).Instalasi Listrik Dasar (a) Diagram instalasi (b) Diagram pelaksanaan Gambar 3. d.

11 Instalasi dua lampu pijar dengan sakelar seri (deret) 52 .Instalasi Listrik Dasar (a) Diagram instalasi (b) Giagram pelaksanaan Gambar 3.

rencana penyambungan peralatan listrik dengan alat pelayannya. meliputi letak bangunan yang akan dipaang dan rencana penyambungan jaringan PLN b. seperti titik lampu. dan sebagainya. dan sebagainya. dan lain -lain. sakelar. Diagram instalasi garis tunggal. motor dan pengasutnya. kotak-kontak. Tujuan Kegiatan Belajar 4 : Siswa memahami tentang prosedur pemasangan instalasi listrik yang akan dilaksanakan b. beban terpasang. Uraian Materi 4 : 4. Spesifikasi dan syarat-syarat permintaan pemesan yang menguraikan hal-hal yang harus dipenuhi pelaksana. c. ukuran dan jenis penghantar. seperti akelar dengan lampu. PHB. yang menjelaskan : diagram PHB. 53 . data teknis perlatan yang akan dipasang. dan sistem pentanahan.Instalasi Listrik Dasar 4. Berdasarkan ayat 401 B3 menjelaskan tentang batasan dan macam-macam gambar yang harus direncanakan sehubungan dengan pemasangan instalasi listrik adalah : a. terdiri dari : rencana penempatan peralatan listrik. Gambar instalasi. Gambar situasi. Kegiatan Belajar 4 PROSEDUR PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK a. dan batas waktu yang telah ditentukan.1 Gambaran Umum Dalam pemasangan suatu instalasi listrik terdapat prosedur ditentukan yang telah ditetapkan. diantaranya harus dibuat gambar rencana berdasarkan denah bangunan yang akan dipasang instalasi.

cara pemasangan alat listrik. cara pemasangan. antara lain : a. 54 . polaritas. sebelum diserahkan kepada pemiliknya. d. dimana untuk kabel rumah jenis NYA dalam pipa. Pekerjaan itu meliputi : tanda-tanda. mencakup : ukuran fisik. cara pemasangan kabel. pentanahan. f. Apabila hasil pemeriksaan dinyatakan baik.2 Pengawasan Dan Tanggung Jawab Berhubungan dengan pengawasan dan tanggung jawab perencanaan dan pelaksanaan pemasangan instalasi. 4. peralatan yang dipasang. Penanggung jawab harus seorang ahli dan memiliki izin yang berwenang. ditentukan dalam ayat 412 A1. Harus diawasi oleh seorang ahli danbertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. e. jumlah titik beban diberikan dalam tabel 4. h.3 Jumlah Titik Beban Pada Rangkaian Akhir Jumlah titik beban yang boleh dihubungkan dalam satu rangkaian akhir fasa-satu dengan pemutus tenaga atau pengaman lebur.Instalasi Listrik Dasar d. Harus mendapat izin dari cabang PLN setempat b. c.1. Pelaksana pemasangan instalasi harus bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dalam jangka waktu tertentu apabila ada kecelakaan akibat kesalahan pemasangan. tahanan isolasi. dan cara kerja alat kontrolnya (jika memungkinkan). Seorang perencana harus bertanggung jawab terhadap rencana yang telah dibuatnya. g. Gambar rincian keterangan. dan kontinuitas rangkaian. Harus dilaksanakan oleh orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang itu dan dalam keadaan sehat. Pekerjaan yang sudah selesai harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian oleh petugas yang berwenang. maka harus dicoba dengan tegangan dan arus yang penuh untuk waktu yang cukup lama. diatur dalam pasal 910. 4.

Dari tabel 4.1 dijelaskan bahwa pada instalasi dengan NYA 1. hanya boleh diamankan dengan pengaman lebur murni atau pemutus tenaga jenis lambat sampai 10 A. Jika pada rangkaian akhir terdapat kotak -kontak dengan kemampuan hantar arus yang lebih rendah dari nilai nominal pengaman. 1 Ukuran NYA mm2 2 Beban maks A 3 Pengaman lebur maks A 4 5 6 7 8 9 10 1. Nilai nominal pengaman dalam kolom 3 adalah nilai maksimum yang diperbolehkan.5 12 16 16 20 7) Untuk beban han ya lampu saja Untuk beban campuran (lampu. Jika ada 2 – 6 rangkaian akhir dengan NYA 2. maka jumlah titik beban yang boleh dihubungkan dengan rangkaian akhir adalah : 55 .1 Jumlah titik beban maksimum dalam satu rangkaian akhir fasa-satu untuk NYA dalam pipa dengan suhu keliling 30OC dan suhu penghantar maksimum 70OC.5 2. Untuk cara pemasangan yang berbeda seperti pemasangan di udara.1 maka berlaku ketentuan-ketentuan sebag ai berikut : a.5 mm 2 sama sekali tidak boleh dipasang kotak-kontak. sekurang-kurangnya digunakan NYA 2. maka pengamanannya harus disesuaikan dengan kemampuan hantar arus kontak. dengan kotak-kontak.5 mm2. dan lain-lain) dengan Keterangan Satu Satu 2 – 6 7 atau lebih 2 – 6 7 atau lebih rangkaian rangkaian rangk akhir rangkaian rangkaian rangk akhir akhir akhir akhir akhir tanpa kotak9 15 a 6) 9 15 a 6) kontak 9 15 a 6) 9 1 15 1 30 3 20 1 30 3 4 20 25 7) 9 30 a 6) 9 3 Boleh semua kotak-kontak asal < 16 A Kotak-kontak > 16 A Boleh semua kotak-kontak asal < 16 A Kotak-kontak > 16 A Keterangan : 6) : jumlah titik beban a dibatasi oleh beban maks di kolom 2. diadakan koreksi seperlunya.5 mm 2 dalam pipa. sehubungan dengan kemung-kinan perluasan kemudian hari beban maks kira-kira 80 % dari kemampuan hantar arus NYA yang tercantum dalam tabel 7) Instalasi domestik dengan beban campuran atau kotak-kontak sampai dengan 16 A saja.Instalasi Listrik Dasar Tabel 4. Berdasarkan tabel 4. atau dengan pemutus tenaga jenis cepat sampai dengan 16 A.

berupa lampu saja. maka jumlah titik beban yang boleh dihubungkan dengan rangkaian akhir adalah : ? Maksimal 30 titik beban. berarti maksimum 3520 VA untuk tegangan 220 V ? Maksimal 20 titik beban. lampu. maka jumlah titik beban yang boleh dihubungkan dengan rangkaian akhir adalah : ? Tidak terbatas. berarti maksimum 4400 VA untuk tegangan 220 V ? Maksimal 30 titik beban. atau hanya kotak-kontak dinding saja asalkan kemampuan hantar arus tiap kotakkontak dinding tidak melebihi 16 A ? Maksimum hanya satu titik beban. kalau berupa kotak-kontak dinding dengan kemampuan hantar arus lebih dari 16 A d. atau hanya kotak-kontak dinding saja asalkan kemampuan hantar arus tiap kotakkontak dinding tidak melebihi 16 A ? Maksimum hanya satu titik beban. kotak-kontak dinding. berupa lampu saja. kalau berupa kotak-kontak dinding dengan kemampuan hantar arus lebih dari 16 A 56 . kalau hanya terdiri atas lampu saja dan jumlah beban maksimumnya tidak melebihi 16 A. kotak-kontak dinding. maka jumlah titik beban yang boleh dihubungkan dengan rangkaian akhir adalah : ? Tidak terbatas. lampu. kalau hanya terdiri atas lampu saja dan jumlah beban maksimumnya tidak melebihi 20 A. kalau berupa kotak-kontak dinding dengan kemampuan hantar arus lebih dari 16 A c. lampu. kalau berupa kotak-kontak dinding dengan kemampuan hantar arus lebih dari 16 A b. Jika ada 2 – 6 rangkaian akhir dengan NYA 4 mm 2 dalam pipa. Jika ada 2 – 6 rangkaian akhir dengan NYA 4 mm 2 dalam pipa. atau hanya kotak-kontak dinding saja asalkan kemampuan hantar arus tiap kotakkontak dinding tidak melebihi 16 A ? Maksimum hanya 3 titik beban. berupa lampu saja. lampu.Instalasi Listrik Dasar ? Maksimal 15 titik beban. atau hanya kotak-kontak dinding saja asalkan kemampuan hantar arus tiap kotakkontak dinding tid ak melebihi 16 A ? Maksimum hanya 3 titik beban. Jika ada 2 – 6 rangkaian akhir dengan NYA 4 mm 2 dalam pipa. kotak-kontak dinding. berupa lampu saja. kotak-kontak dinding.

5 2. Penggunaan dari kabel NYA dan NGA berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut : ? Harus dilindungi dengan pipa instalasi untuk pemasangan tetap dalam jangkauan tangan ? ? Harus dipasang dalam pipa PVC untuk pemasangan di ruang lembab Tidak boleh dipasang langsung menempel pada plesteran atau kayu.0 15. jenis hantaran yang banyak digunakan adalah kabel NYA (dulu NGA) dan kabel instalasi NYM. PHB. Jenis Hantaran Rumah dengan pemasangan tetap.0 21. tetapi harus dilindungi dengan pipa instalasi ? Boleh dipasang terbuka dengan menggunakan isolator jepit atau rol.2 untuk jenis kabel NYA atau tabel 4.8 8.2 Diameter dalam minimum pipa instalasi untuk pemasangan kabel rumah jenis NYA Jumlah kabe l NYA Luas penampang nominal NYA mm2 1. Cara pemasangannya harus ada jarak minimum 1 cm terhadap dinding dan terhadap bagian lain dari bangunan atau konstruksi ? ? Boleh digunakan dalam alat listrik. dan sebagainya Tidak boleh digunakan di ruangan basah.0 17.4 6.9 4.4 Kabel Rumah Dan Kabel Instalasi a.8 11.0 9. di alam terbuka atau di tempat kerja atau gudang dengan bahaya kebakaran atau ledakan. Jumlah kabel rumah yang boleh dipasang dalam satu pipa instalasi.Instalasi Listrik Dasar 4. kalau dipasang di luar jangkauan tangan.0 19.3 untuk jenis kabel NGA.3 3.0 2 3 4 5 6 Diameter dalam minimum pipa instalasi mm 7 7 7 9 10 13 14 16 19 22 24 27 34 9 10 11 14 17 20 24 27 34 38 44 48 56 9 11 13 14 17 22 26 34 35 44 48 56 11 13 14 17 22 26 34 35 44 48 56 13 14 16 20 24 29 35 40 46 56 13 16 17 21 27 34 38 44 56 - 57 .0 13. atau ditanam langsung dalam plesteran atau kayu. tidak boleh melebihi jumlah yang tercantum dalam tabel 4.5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 120 150 1 Diameter luar maksimum NYA mm 2 3. Tabel 4.

5 2.2 7 7 9 9 11 13 16 18 19 22 26 11 13 13 16 19 22 26 34 34 38 44 13 13 16 18 21 26 29 35 38 44 48 1 2 3 4 5 6 Diameter dalam minimum pipa instalasi mm 13 16 17 21 26 28 34 44 44 48 56 16 17 20 23 28 34 38 45 48 56 17 19 21 26 34 34 44 51 56 - Untuk ukuran yang tidak tercantum dalam tabel 4.0 17.2 dan tabel 4.3 jumlah kabel yang boleh dalam satu pipa instalasi ditentukan sehingga faktor pengisiannya tidak melebihi ketentuan (ayat 743 A8).Instalasi Listrik Dasar Tabel 4.3 Diameter dalam minimum pipa instalasi untuk pemasangan kabel r umah jenis NGA Jumlah kabel NGA Luas penampang nominal NGA mm2 1.2 4. konstruksi.5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 Diameter luar maksimum NGA mm 2 4. yaitu : Jumlah kabel rumah dalam satu pipa 1 2 3 atau lebih Faktor pengisian maksimum 50 % 33 1/3 % 40 % Faktor pengisian ? Jumlah luas penampang luar semua kabel rumah luas penampang dalam dari pipa Pengunaan kabel NMY berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut (ayat 742 B1) : ? Boleh dipasang langsung menempel pada plesteran atau kayu atau ditanam langsung dalam plesteran.8 10. di tempat kerja atau gudang dengan bahaya kebakaran atau ledakan ? Boleh dipasang langsung pada bagian bangunan. termasuk di ruang lembab atau basah.4 15.4 12.8 5.7 13. rangka dan sebagainya.7 8. asalkan cara pemasangannya tidak merusak selubung luar kabelnya.4 7. ? Tidak boleh dipasang di dalam tanah 58 .4 6.

fasa 3 (fasa T) : merah : kuning : hitam ? Ketentuan ini berlaku untuk semua instalasi pasangan tetap maupun sementara. Semua ketentuan di atas dapat berlaku untuk hantaran berisolasi tunggal seperti NYA dan NGA. warna yang harus digunakan adalah : . Sedangkan untuk saluran fasa tiga dengan hantaran netral. ? Pada instalasi fasa-tiga. NYY. ? Kabel penghubung berurat tunggal boleh digunakan untuk hantaran fasa. hantaran netralnya harus memiliki luas penampang sama dengan hantaran fasanya. tetapi untuk instalasi tanpa hantaran netral atau kawat tengah.fasa 2 (fasa S) .Instalasi Listrik Dasar b. netral. berlaku ketentuan -ketentuan sebagai berikut (pasal 720) : ? Hantaran pentanahan hanya boleh menggunakan warna majemuk hijau kuning. Untuk saluran dua kawat. asalkan isolasinya yang terlihat di kedua ujung kabel (yang terkelupas) dibalut dengan pita warna yang sesuai dengan warna tersebut. maupun untuk kabel berurat banyak seperti NYM. kemampuan hantar arus hantaran netralnya harus sesuai dengan arus maksimum yang mungkin timbul dalam keadaan beban tak seimbang yang normal. termasuk dalam perlengkapan hubung bagi (PHB).4 59 . Identifikasi hantaran dengan warna Penggunaan warna untuk identifikasi hantaran. Luas penampangnya sekurang-kurangnya sama dengan luas penampang yang tercantum dalam tabel 4.fasa 1 (fasa R) . c. dan sebagainya. warna biru boleh digunakan untuk maksud lain kecuali untuk menandai hantaran pentanahan. ? Untuk instalasi dengan hantaran netral atau tengah harus digunakan warna biru. Menurut ayat 840 B1 untuk instalasi rumah sekurang-kurangnya 1. Luas penampang hantaran Ketentuan penggunaan luas penampang hantaran adalah memperhitungkan kemampuan daya hantar arus yang diperlukan dan suhu kelilingnya.5 mm 2. maupun pentanahan. termasuk juga rugi tegangan.

semua hantaran fasanya harus memiliki luas penampang yang sama. dan tidak ditanam.5 Instalasi Rumah Sederhana Dalam pembahasan instalasi rumah sederhana ini diambil suatu contoh seperti tertera pada gambar 4.1 Contoh instalasi rumah sederhana 60 .1 .5 4 6 10 16 25 35 50 70 95 120 150 195 240 300 400 Dalam sluran fasa tiga. kecuali untuk keadaan -keadaan khusus.Instalasi Listrik Dasar Tabel 4. instalasi dipasng tampak. Gambar 4.4 Luas penampang nominal minimum hantaran netral bahan sama dengan hantaran fasa dari suatu saluran fasa tiga dengan netral Hantaran Netral Pada saluran udara dan instalasi pasangan Dalam pipa instalasi. kabel terbuka. dengan ketentuan rumah kecil terbuat dari kayu. 4.5 2.5 2.5 4 4 6 6 10 10 16 16 16 25 16 35 25 50 35 50 50 50 70 70 70 70 95 95 120 120 150 150 185 185 Hantaran Fasa mm2 1. di alam terbuka maupun dalam darurat banyak dan kabel tanah bangunan mm2 mm2 1.

dan sebuah gudang. b. Tentukan letak perlengkapan hubung bagi. Menentukan jumlah kotak-kontak dinding. dapur. f. e. gambar instalasinya (seperti dijelaskan pada gambar 4. c.1). Gambar 4. seperti tertera pada denah gambar bangunan. d. Karena instalasinya kecil.2 Rencana instalasi listrik rumah sederhana 61 . tetapi di ruangan dapur yang terdapat saluran air harus digunakan kontak pengaman. 3 kamar tidur. sebuah ruang makan. seperti ayat 840 C5 menyatakan bahwa kotak-kontak dinding yang dipasang kurang dari 1. sehingga hanya ada satu PHB yang ditempatkan di gudang (sesuai pasal 602 sub B). dan tempatnya harus cukup bebas.25 m dari lantai haus diberi tutup pengaman. Karena lantainya dibuat dari kayu yang tidak menghantarkan listrik. PHB utama harus dipasang di tempat yang mudah dicapai dari jalan masuk rumah (biasanya di gang atau serambi).Instalasi Listrik Dasar Langkah -langkah yang harus ditempuh oleh seorang instalatir antara lain : a. kotak-kontak dinding di kamar tidur dan gudang tidak perlu ditanahkan.2. kamar mandi. Menempatkan kotak -kontak dinding sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah semua komponen perlengkapan yang akan dipasang sudah ditentukan. Buat denah ruangan (seperti gambar 4. Penggunaan masing-masing ruangan dinyatakan dalam seperti : satu ruang tamu dan teras. Membuat pentanahan kotak-kontak dinding.

panjang kabel. seperti panjang pipa ke sakelar. jumlah kotak kontak dinding. dan sebagainya. 62 .6 Daftar Bahan Instalasi Untuk menentukan bahan -bahan yang diperlukan dalam suatu instalasi listrik. Gambar 4. Jumlah bahan instalasi yang diperlukan ditentukan dari gambar instalasi. 4. jumlah kotak sambung. maka buat juga diagram instalasi dan rekapitulasi daya yang dibutuhkan (seperti dijelaskan pada gambar 4. dengan spesifikasi pekerjaan sebagai pedoman.Instalasi Listrik Dasar g.3 Daftar rekapitulasi daya Luas penampang hantaran hubung antara kotak meter PLN dengan perlengkapan hubung bagi utama dari instalasi minimal 4 mm2. Setelah gambar rencana instalasi sudah dibuat. membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang peralatan yang akan digunakan.3). Termasuk membuat kalkulasi harga dan mengantisipasi perubahan harga membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang harga suatu bahan instalasi. jumlah bengkokan.

menentukan letak komponen-konponen instalasi yang akan dipasang seperti PHB. gudang. sakelar. lampu. dan membuat daftar bahan-bahan untuk keperluan instalasi rumah tersebut. melakukan pemeriksaan dan pengujian apabila sudah selesai. rumah. membuat gambar instalasi dan gambar pengawatan. membuat rekapitulasi daya. Yang berkaitan dengan perencanaan pemasangan instalasi suatu tempat apakah gedung. Pada waktu melakukan pemasangan instalasi. antara lain : membuat gambar situasi.Instalasi Listrik Dasar c. dikenal ada beberapa macam diantaranya : instalasi dua lampu pijar dengan sakelar tunggal. dan bertanggung jawab atas semua pekerjaan yang telah diselesaikannya dalam jangka waktu tertentu apabila terjadi suatu kecelakaan akibat dari kesalahan pemasangan. sebelu m melakukan suatu pekerjaan pemasangan atau instalasi maka harus terlebih dahulu membuat suatu gambar yang berupa diagram rencana instalasi dan gambar diagram pelaksanaan atau pengawatan. Dalam merangkai instalasi listrik sederhana khususnya berkaitan dengan pemasangan lampi. tentunya harus mengetahui prosedur-prosedur yang telah ditentukan untuk pemasangan instalasi listrik tersebut. aula. membuat diagram instalasi garis tunggal. membuat gambar instalasi. kotak-kontak. sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan sudah terbayang langkah-langkah yang harus ditempuh. beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh seorang instalatir adalah : membuat denah rumah. melakukan pengawasan. instalasi dua lampu pijar dengan sakelar seri atau deret. membuat pentanahan. instalasi sebuah lampu pijar dengan sakelar tunggal. membuat gambar perincian atau keterangan pelaksanaan. Dalam contoh kasus melakukan pemasangan instalasi listrik rumah sederhana. dan sebagainya. instalasi dua lampu pijar hubungan gudang. Beberapa prosedur yang harus ditempuh oleh seorang instalatir dalam melakukan sutu pemasangan instalasi listrik. Rangkuman 2 : Sketsa dan ilustrasi dari sebuah rungan dalam suatu bangunan sangat mempunyai peranan penting dalam merangkai dan menentukan rancangan suatu instalasi listrik dari bangunan tersebut. menentukan jumalh kotakkontak dinding. dan sebagainya. menentukan tempat kotak -kontak dinding. 63 . dan lain-lain.

Jelaskan dengan peragaan cara memotong dan membuat macam-macam bengkokan pipa instalasi ? 2.Instalasi Listrik Dasar d. Buatlah pada papan praktik tentang contoh pengawatan sakelar tunggal dengan kotak-kontak pada sistem instalasi rentang ? 4. Buatlah pada papan praktik tentang contoh pengawatan hubungan sakelar silang dalam sistem instalasi pipa ? 64 . Peragakan cara memasang dan mengikat kawat penghantar pada rol isolator ? 3. Buatlah pada papan praktik tentang contoh pengawatan sakelar tunggal dengan kotak-kontak pada sistem instalasi pipa ? 5. Tugas 2 : 1.

Tes Formatif 2 : 1. Sebutkan macam-macam jenis kotak sambung yang ada di pasaran yang saudara ketahui ? 8. Berapa persen faktor pengisian maksimum untuk instalasi sebuah rumah yang menggunakan 2 buah kabel dalam satu pipa ? 6. Sebutkan langkah-langkah untuk menentukan jumlah kawat dalam melakukan pemasangan instalasi listrik ? 2. Sebutkan jenis kabel yang banyak digunakan pada instalasi rumah saat ini ? 5. Berapakah diameter dalam minimum dari sebuah pipa instalasi untuk pemasangan kabel rumah jenis NYA yang mempunyai luas penampang nominal 2. Sebutkan warna-warna yang harus digunakan untuk kode instalasi listrik sistem fasa tiga ? 7.5 mm 2 dengan diameter luar maksimum 3. Buatlah gambar diagram instalasi listrik untuk dua buah lampu yang dilayani oleh sebuah sakelar seri atau deret ? 9.9 mm2 apabila diisi dengan 4 buah kabel ? 65 . Apa bedanya pemasangan dua buah lampu dilayani oleh sebuah sakelar tunggal dengan dua buah lampu yang dilayani oleh sebuah sakelar seri atau deret ? 3. sebutkan ketentuan-ketentuan tentang penggunaan dari kabel jenis NYM ? 10. Berdasarkan PUIL ayat 742 B1. Hal-hal apa saja yang akan dilakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap instalatir yang telah menyelesaikan pekerjaannya ? 4.Instalasi Listrik Dasar e.

cara pemasangan. (b) dapat dipasng langsung pada bagian bangunan. Cabang dua. dan cabang empat 8. artinya kedua lampu itu akan hidup (nyala) dan mati (padam) selalu bersama-sama. 3. dan kontinuitas rangkaian. 33. bisa juga yang satu mati yang dua nyala atau sebaliknya yang satu nyala yang dua mati sesuai dengan kebutuhan. kuning. 10. perlatan yang dipasang. polaritas.3 % 6. menentukan jumlah titik cahaya . Kunci Jawaban Formatif 2 : 1. (d) buat gambar pengawatan. Kalau dilayani oleh sebuah sakelar tunggal. 9. merah. 4. (c) tidak boleh dipasng di dalam tanah. (a). cabang tiga. pentanahan. 13 mm 66 . konstruksi atau rangka asalkan cara pemasangannya tidak merusak. bisa dua-duanya hidup dan mati secara bersama-sama. Tanda-tanda. tetapi kalau dengan sakelar seri. dan hitam 7. (e) tentukan cara pemasangan sistem rentang atau tertutup. Jenis NYA dan NYM 5. (f) hitung banyak atau panjang kabel yang dibutuhkan 2. (b) menentukan cara pelayanan titik cahaya dengan sakelar. (a) dapat dipasang langsung menempel pada plesteran atau ditanam. tahanan isolasi. (c) pilih komponen yang efektif dan terdekat.Instalasi Listrik Dasar f.

bola lampu. sengkang. isolasi. tang pembulat. buat rancangan diagram pengawatan yang akan dilakukan.5 mm2. tang pengupas. periksa dan uji rangkaian atau peralatan yang telah dipasang. patuhi prosedur kerja yang telah ditentukan. sekrup. 4. sarung tangan. perbaiki apabila masih terdapat kesalahan atau komponen yang belum berfungsi dengan benar. patar (freet bor/perucut). Langkah kerja : tentukan peralatan-peralatan dan komponen-komponen yang akan dibutuhkan. sakelar tukar.Instalasi Listrik Dasar 2. buku PUIL. dan lain-lain 2. uji sesuai dengan prosedur dan instruction manual yang berlaku. buat berita acara laporan pengujian atau percobaan 5. fiting duduk. rangkai peralatan yang telah dipasang. kawat NYA 2. Bahan : pipa union 16 mm atau 19 mm (5/8” atau ¾”). dan lain -lain 3. Alat : alat potong pipa atau gergaji besi. sakelar silang. pisau. pelat asbes. Lembar Kerja 2 : 1. tang kombinasi. rol isolator. tali rami. pasang peralatan pengukur yang akan digunakan sesuai dengan diagram rencana. kikir. tules. obeng. patuhi peraturan yang tercantum di lab atau tempat praktik. Laporan : Jawab pertanyaan-pertanyaan dan laporkan hasil pengujian sesuai dengan tugas yang diberikan 67 . kotak sambung. meteran kayu. kerjakan sesuai instruction manual. kotakkontak. lasdop. Keselamatan kerja : jas lab. lengkungan (elbow). rol sekat. sakelar tunggal. alas roset. pembengkok pipa.

Instalasi Listrik Dasar III. Sebutkan pembagian pengaman otomat berdasarkan waktu pemutusannya ? 12. Berapa persen faktor pengisian maksimum untuk instalasi sebuah rumah yang menggunakan 3 buah kabel dalam satu pipa ? 15. Sebutkan 6 komponen pokok dalam pemasangan instalasi listrik ? 5. Berapakah kemampuan menghantarkan arus maksimum dari suatu kabel instalasi yang berisolasi dan berselubung PVC dengan penampang 2. Berapakah diameter dalam minimum dari sebuah pipa instalasi untuk pemasangan kabel rumah jenis NGA yang mempunyai luas penampang nominal 2.8 mm2 apabila diisi dengan 4 buah kabel ? 68 .5 mm2 dengan diameter luar maksimum 4. Buatlah diagram instalasi untuk 2 buah lampu yang dilayani oleh sebuah sakelar ? 14. Sebutkan pekerjaan instalasi listrik yang mendukung keselamatan kerja ? 2. EVALUASI PERTANYAAN : 1. Pada gambar instalasi. Bagaian pengaman yang memutuskan rangkaian listrik saat terjadinya gangguan disebut apa ? 10. Apakah warna patron lebur untuk arus nominal 6 ampere ? 11. Sebutkan instalasi-instalasi tersebut ? 3. PUIL tidak berlaku. Berapakah tegangan nominal dan warna kabel selubung luar dari hantaran udara berselubung PVC. misalnya NYMT ? 8. diagram apa saja yang termasuk ke dalam diagram pelaksanaan ? 4.5 mm2 ? 7. Pada beberapa instalasi tertentu. Apa kelebihan menggunakan kabel berselubung jika dibandingkan dengan kabel dalam pipa ? 6. Mengapa sketsa denah suatu ruangan atau bangunan itu diperlukan dalam perencanaan pemasangan instalasi listrik ? 13. Sebutkan komponen-komponen penting dari kotak hubung bagi ? 9.

9. lebih tahan terhadap asam dan uap. Karena untuk mengatur penempatan komponen. (b) harus dilengkapi dengan pelindung (seperti : baju pengaman. 3. otomat-L. Lebih mudah dibengkokan. (b) instalasi telekomunikasi dan KRL. 40 % 15. Hijau 11. 500 V. (d) sakelar. dan kebutuhan bahan-bahan lain yang akan digunakan dalam pemasangan instalasi listrik tersebut. otomat-H. (e) pengaman. 2. (a) bahan penghantar. kontak rel (panel). kereta api. 13. 16 mm 69 . dan lain-lain. dan kotak sakelar.Instalasi Listrik Dasar KUNCI JAWABAN 1. (d) instalasi pertambangan dalam tanah. (a) Pekerja harus memiliki pengetahuan yang ditetapkan oleh PLN atau AKLI. kotak pengaman (sekering). sepatu. (c) fiting. (e) instalasi tegangan rendah tidak lebih dari 25 V dan daya kurang dari 100 W. Patron lebur 10. titik -titik cahaya. (f) instalasi yang diawasi instansi yang berwenang. sarung tangan. kapal terbang. dan (f) peralatan pelindung. sambungan dengan alat pemakai dapat ditiup lebih rapat. 25 A 7. dan warna hitam 8. (b) kotak kontak. X X 14. 6. helm. Diagram pengawatan dan diagram saluran 4. dan otomat -G 12. 5. (a) pada instalasi tegangan rendah untuk menyalurkan berita atau isyarat. (c) instalasi kapal laut.

Instalasi Listrik Dasar IV. maka siswa yang bersangkutan harus melalui her terlebih dahulu atau mengulang lagi. Apabila belum menempuh dan belum lulus. PENUTUP Materi pembelajaran pada modul ini merupakan materi dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang mengambil keahlian di bidang teknik listrik. sehingga harus sudah menempuh materi pembelajaran atau modul Bahan Listrik dan telah lulus dengan mendapat skor 60 (skala 100). 70 .

Jakarta. Technipres. 1952. 1980. Suryatmo. A. 1979. Panitia Revisi PUIL-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2000. Bandung P. Jakarta. 2000. Erwin. Sumarton. Teknik Listrik Instalasi Penerangan . Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 . 1980. Dirjen Dikdasmen Depdikbud. Alat-Alat Ukur Listrik. Bandung. Echols dan Hasan Shadili. 1980. Binacipta. Pemasangan Dasar Instalasi Listrik.Instalasi Listrik Dasar DAFTAR PUSTAKA Anwir B. Jakarta.. Jakarta Tia Setiawan dan Harun. D. Krebet Hidayat. An English – Indonesian Dictionary. Bandung. Gramedia. Pengetahuan Dasar Tentang Teknik Listrik. Instalasi Listrik Arus Kuat I. Lembaran Kerja Instalasi dan Reparasi Listrik. Supartono. Rancangan Listrik Untuk STM dan Mahasiswa Teknik. Setiawan. John. Darsono dan Agus Panidjo. Bineka Cipta. Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel . Jakarta. Jakarta. F. Standar Nasional Indonesia (SNI). Van Harten. 71 . Jakarta. Dirjen Dikdasmen Depdikbud. Surasno Sosrodirjo. 1979. Petunjuk Praktek Listrik I. 1998. Kusnandar. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000). Yayasan PUIL. 1980.S.. Badan Standarisasi Nasional (BSN). dan R. Armico. 2001. Sumarlan D.S. 1987. M. R. 1991. Jakarta. Instalasi cahaya dan Tenaga I. Dirjen Dikdasmen Depdikbud. A. Dirjen Dikdasmen Depdikbud. Rida Ismu W. LIPI. Jakarta. dan E. Jakarta.

pengujian. Pendidikan Formal : Telah menyelesaian pendidikan setara Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau sederajat Kaitan dengan modul/kemampuan lain : Tidak ada. serta menjelaskan tentang prosedur pemasangan instalasi listrik. sakelar.lain. karena merupakan mata ajar konsep X X X Audio Video X . menjelaskan teknik dan cara merangkai instalasi listrik yang sederhana antara lampu.simbol dasar instalasi listrik dan gambar instalasi listrik. stopk kontak. dan lain. komponen-komponen dasar instalasi listrik yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari pada rumah rumah tinggal. PRASYARAT Lingkup materi modul ini meliputi : gambaran umum tentang peraturan umum instalasi listrik (PUIL).STORYBOARD Judul Modul Pembelajaran : INSTALASI LISTRIK DASAR Bidang Keahlian Program Keahlian : KETENAGALISTRIKAN : X Teknik Pembangkitan Teknik Transmisi Teknik Distribusi Teknik Pendingin dan Tata Udara Teknik Pemanfaatan Energi SIMULASI PEMBELAJARAN SESUAI URUTAN TOPIK NO URUTAN PEMBELAJARAN NARASI Animasi Gambar Simulasi Praktik KETERANGAN SIMULASI Evaluasi Latihan Skor X 1. DESKRIPSI MATERI 2. simbol.

1. 4.3. PETA KEDUDUKAN MODUL PERISTILAHAN PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL dasar Modul ini termasuk ke dalam bidang keahlian Ketenagalistrikan pada program keahlian Teknik Pembangkitan Listrik Eternit.2. menjelaskan materi materi pembelajaran yang ditanyakan oleh siswa yang masih kurang dimengerti. PHB. Gambaran umum tentang peraturan umum instalasi listrik (PUIL) Pengujian. PUIL. Petunjuk bagi siswa: Baca petunjuk kegiatan belajar pada setiap modul kegiatan belajar. baca dan kerjakan setiap tugas yang harus dikerjakan pada setiap modul kegiatan belajar. Uraian Sub Materi X X X X . membuat pertanyaan dan memberikan penilaian kepada setiap siswa Modul ini merupakan modul dasar yang harus dipahami oleh setiap siswa pada tingkat pertama. karena banyak dasar-dasar instalasi listrik yang akan digunakan untuk pembelajaran pada mata ajaran lainnya baik untuk pengembangan maupun aplikasi. pelajari rangkuman yang terdapat pada setiap akhir modul kegiatan belajar. Penjelasan Umum X X X 6. mengawasi dan memandu siswa apabila ada yang masih kurang jelas. Patron lebur. simbol-simbol dasar instalasi listrik dan gambar instalasi listrik X X X X X X X 6. LMK. KEGIATAN BELAJAR 1 6. IACS. kerjakan dan jawablah dengan singkat dan jelas setiap ada ujian akhir modul kegiatan belajar (test formatif) Peran guru : menjelaskan petunjuk-petunjuk kepada siswa yang masih belum mengerti. b aca tujuan dari setiap modul kegiatan belajar. pelajari setiap materi yang diuraikan/ dijelaskan pada setiap modul kegiatan. PVC. Fiting.aplikasi praktis bidang ketenagalistrikan. 5.

mampu menentukan komponen dasar instalasi listrik yang diperlukan seperti penghantar.1. Penjelasan Materi Materi 1 : X Gambaran umum tentang peraturan umum instalasi listrik (PUIL) . dengan tujuan untuk mengetahui tingkat/derajat kemampuan atau daya serap siswa terhadap materi pembelajaran yang telah disampaikan X X X 7. simbol-simbol dasar instalasi listrik dan gambar instalasi listrik Evaluasi dilakukan setelah selesai materi pembelajaran satu yang mencakup empat unit materi dengan : a.lain. PEMBELAJARAN 1 7. seperti menentukan jumlah titik beban rangkaian akhir. X X X 7. menentukan besar pengaman.Pengujian. dan lain. pengujian peralatan listrik. instalasi dua lampu pijar dengan sakelar seri. simbol-simbol dasar. Test formatif : 15 soal pertanyaan dalam X X X X Evaluasi 1 X X X . dan gambar instalasi listrik. fiting. dan lain-lain. Penjelasan Umum X Setelah mengikuti pembelajaran ini digarapkan siswa dapat : memahami tentang peraturan umum instalasi listrik (PUIL). Tugas/latihan : sebanyak 5 soal b. sakelar. Evaluasi dilakukan pada setiap akhir kegiatan belajar. memahami prosedur pemasangan instalasi listrik. pengaman dan perlatan pelindung dan hantaran listrik lainnya. keselamatan kerja. kontak listrik. menentukan diameter kabel sesuai dengan daya terpasang.2.Evaluasi Komponen-komponen dasar instalasi listrik Prosedur pemasangan instalasi listrik. dua lampu pijar hubungan gudang. merangkai instalasi listrik yang sederhana seperti instalasi dua lampu pijar dengan sakelar tunggal.

POT TEST/EVALUASI AKHIR bentuk essay Komponen-komponen dasar instalasi listrik . Test formatif : 10 soal pertanyaan dalam bentuk essay Evaluasi akhir dilakukan setelah selesai seluruh materi pembelajaran yang mencakup tujuh unit materi dengan : a.Materi 2 : Evaluasi 2 8. Tugas/latihan : sebanyak 5 soal b. Evaluasi dilakukan setelah selesai materi pembelajaran dua yang mencakup tiga unit materi dengan : a.Prosedur pemasangan instalasi listrik. Test akhir : 15 soal pertanyaan dalam bentuk essay - X X X X X X X X X X .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful