BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Katak adalah hewan vertebrata yang bisa hidup di dua alam , yaitu air dan darat. Katak juga dapat bereproduksi dengan baik di air maupun di darat. Pada proses ini katak dibelah hingga terlihat organ dalam dan mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari organ-organ yang terdapat pada katak.

1.2 Tujuan Setelah menyelesaikan pengamatan ini, diharapkan dapat mengetahui sistem pencernaan dan sistem reproduksi pada katak.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Reproduksi pada Katak Jantan Sistem reproduksi pada katak jantan, yaitu : a. Sepasang testis berbentuk bulat memanjang melekat pada selaput mesorehium yaitu selaput yang menghubungkan testis dengan ginjal berfungsi menghasilkan sperma dan kelenjar gonad. b. Vas Defferentia, yaitu saluran yang menguhubungkan testis dengan ginjal, pada katak terdapat 5-8 saluran. c. Ductus urospermaticus, yaitu saluran dari ginjal ke kloaka yang menyalurkan air seni dan sperma. d. Vasica seminalis, merupakan bagian yang melebur dari ductus

urospermaticus, tempat menyimpan sementara spermatozoa sebelum dikeluarkan. 2.2 Sistem Reproduksi pada Katak Betina Sistem reproduksi pada katak jantan, yaitu : a. Ovarium, terdapat sepasang kiri dan kanan melekat pada mesovarium yang berhubungan dengan dinding mediodorsal dari rongga tubuh. b. Saluran reproduksi, oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Oviduk dimulai dengan bagian yang mirip corong (infudibulum) dengan lubangnya yang disebut ostium abdominal. Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutrus mesonfrus dan akhirnya bermuara di kloaka.

2.3 Kelenjar Pencernaan pada Katak a. Hati (hepar) merupakan kelenjar pencernaan paling besar yang terjadi dati lobus kiri yang terbagi menjadi dua dan lobus kanan. b. Kantung empedu, yaitu kantung sebesar biji kacang hijau yang merupakan tempat untuk menyimpan empedu sebagai pengemulsi lemak.

BAB III METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 11 Desember 2010, mulai jam 08.00 s.d selesai. Bertempat di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YPP Mujahidin Tolitoli.

3.2 Alat dan Bahan a. Penjepit b. Pisau, silet c. Papan bedah d. Katak e. Jarum f. Alkohol 3.3 Prosedur Kerja Letakkan katak pada papan bedah lalu bius dengan alkohol, kemudian buat badan katak terlentang lalu tusuk jarum kemudian belah perlahan-lahan jangan sampai organ dalam pada katak ikut teriris, hanya kulit luar pada katak yang terkelupas.

e. Rongga mulut Tempat makanan dicerna pertama kali secara mekanik karena disitu terdapat gigi dan lidah. Kerongkongan Saluran yang lebar yang menghubungkan farings dengan lambung. sehingga katak dapat hidup di dua alam. Farings Awal saluran pencernaan yang tidak jelas batasnya dengan rongga mulut. Usus 12 jari Merupakan lanjutan dari lambung sebagai bagian pertama dari usus halus dan membelok sejajar dengan lambung. Lambung Berupa tabung lebar berotot berwarna keputihan dengan ujung posterior yang menyempit.2 Pembahasan Berdasarkan gambar diatas pada katak terdapat berbagai macam organ dan fungsi yang berbeda-beda. b. d.1 Hasil Pengamatan 4. c.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Fungsi dari organ-organ pada katak : a. .

f. Usus besar Berupa tabung yang lebar dan lurus yang langsung bermuara pada kloaka. Usus halus Batasnya dengan usus 12 jari tidak jelas. . g. h. Kloaka Merupakan lubang pelepasan dimana bermuara juga saluran urogenital.

kerongkongan. farings. jangan sampai organ dalam teriris.BAB V PENUTUP 5. usus halus. yaitu air dan darat.2 Saran Hati-hati dalam melakukan membelah katak. lambung. . 5. usus 12 jari. Katak juga dapat bereproduksi dengan baik di air maupun di darat. Pada proses ini katak dibelah hingga terlihat organ dalam dan mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari organ-organ yang terdapat pada katak. selain itu diperlukan pengertian dan saling koordinasi dengan dosen pembimbing dalam pembedahan agar pembedahan yang dilakukan sudah benar. usus besar dan kloaka. Adapun organ-organ pada katak antara lain :mulut.1 Kesimpulan Katak adalah hewan vertebrata yang bisa hidup di dua alam .

Air (H2 O) d.1 Latar Belakang Fotosintesis adalah proses memasak makanan pada tumbuhan yang berklorofil dan yang terjadi pada stomata. Fotosintesis dapat terjadi pada tumbuhan yang berada dialam terbuka dan dibawah sinar matahari.2 Tujuan Dengan uji amilum dengan logol yang mengandung iodium dapat dibuktikan terjadinya fotosintesis pada tumbuhan hijau. . Suhu e. Faktor yang mempengaruhi fotosintesis adalah : a.BAB I PENDAHULUAN 1. Cahaya matahari b. Udara (O2 ) c. Karbon (CO2 ) 1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Fotosintesis Fotosintesis adalah suatu proses biologis yang terjadi pada tumbuhan yang memiliki klorofil.

2.2 Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis Faktor yang mempengaruhi terjadinya fotosintesis, yaitu : a. b. c. d. e. Suhu Cahaya Kadar CO2 Air H2O Udara O2

2.3 Pembagian Fotosintesis Fotosistem dapat dibagi menjadi dua, yaitu : a. Fotosistem I Penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang 700 nm, sehingga klorofil a disebut P700. b. Fotosistem II Penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang 680 nm, sehingga klorofil a disebut P680.

2.4 Spektrum Cahaya Spektrum cahaya matahari ada 7, yaitu : a. Merah b. Jingga c. Kuning d. Hijau 2.5 Reaksi Kimia Fotosintesis Reaksi kimia proses fotosintesis, yaitu : 6 CO2 + 6 H2O Cahaya Matahari (CH2 O)6 + 6 O2 klorofil e. Biru f. Nila g. Ungu

BAB III METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 11 Desember 2010, mulai jam 08.00 s.d selesai. Bertempat di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YPP Mujahidin Tolitoli.

3.2 Alat dan Bahan a. Cawan petri 1 buah b. Bunsen c. Kasa Asbes d. Tripot e. Pinset f. Tabung reaksi 3.3 Prosedur Kerja a. Pilih tumbuhan yang berada didekat laboratorium dari daun yang baik, daun dikotil. b. Tutup bagian tengah daun dengan kertas timah, lipat dan beri penjepit agar tidak terlepas. c. Petik daun pada keesokan hari yang telah disinari matahari lalu masukkan ke dalam air mendidih hingga agak layu. d. Daun dimasukkan ke dalam alkohol panas sampai warna daun agak putih. e. Angkat menggunakan pinset taruh pada cawan petri, kemudian tetesi dengan larutan lugol hingga merah. f. Amati sesaat perubahan warna dan simpulkan hasilnya. g. Penjepit h. Air i. Alkohol 96 % j. Daun segar k. Kertas timah l. Larutan Lugol

1 Hasil Pengamatan 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 Pembahasan .

1 Kesimpulan Dalam proses fotosintesis cahaya matahari sangat berperan penting dalam pembentukan sari-sari makanan pada tumbuhan. Dengan fotosintesis tumbuhan dapat terus tumbuh dan berkembang biak.BAB V PENUTUP 5. 5. serta harus teliti pada percobaan yang dilakukan terhadap tumbuhan yang telah difotosintesis. Sari-sari makanan yang dihasilkan melalui fotosintesis akan diolah dan diedarkan ke seluruh tubuh tumbuhan. .3 Saran Hati-hati dalam melakukan mendidihkan air pada gelas ukur dan pada Bunsen.

2 Tujuan Untuk mengetahui pengaruh keadaan lingkungan (kondisi lingkungan) terhadap transpirasi pada tumbuhan. yang terletak dialam terbuka atau dibawah sinar matahari.BAB I PENDAHULUAN 1. . 1.1 Latar Belakang Transpirasi adalah proses berkurangnya air atau kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata (mulut daun) pada tumbuhan.

. Transpirasi berlangsung melalui bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara luar. 2. yaitu luka dan jaringan epidermis pada daun.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.2 Proses Transpirasi Transpirasi merupakan peristiwa keluarnya uap air dari tubuh tumbuhan. batang dan akar.1 Pengertian Transpirasi Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata.

mulai jam 08. bertujuan agar air tidak menguap dari dalam tabung reaksi.2 Alat dan Bahan a. Memotong harus selalu berada dalam air.BAB III METODOLOGI 3.3 Prosedur Kerja Potong batang atau ranting tumbuhan dibawah permukaan air. Ketinggian air pada 4 gelas ukur sama sebanyak 20 ml. kemudian ditetesi minyak kelapa. Tumbuhan 3 macam c. . Gelas ukur 4 buah b.00 s. Kemudian amati keempat gelas ukur tersebut dibawah sinar matahari / tempat terbuka selama 1 jam dan tiap 10 menit diamati berapa banyak pengurangan air dan setelah 1 jam diperoleh hasil yang diinginkan.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu. tanggal 11 Desember 2010. 3 macam tanaman dimasukkan kedalam 3 gelas ukur 20 ml air didalamnya dengan 1 gelas yang tidak diisi tumbuhan atau tanaman yang disebut gelas kontrol.d selesai. Bertempat di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YPP Mujahidin Tolitoli. Air 3. demikian juga sewaktu memasukkan potongan atau ranting tumbuhan kedalam gelas ukur dan selalu terendam. 3.

1 ml menjadi 10.2 Pembahasan a.9 ml.7 ml sedangkan pada gelas yang berisi tumbuhan berkurang 0. air pada gelas ukur / kontrol berkurang 0.1 Hasil Pengamatan No.6 ml 6 10.4 ml 10.9 ml 10.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. b.6 ml 10. Nama Tumbuhan 1 Control 2 3 4 Orang aring Bougenvil Bunga merah Tabung Reaksi t.5 ml 10.9 ml 10.2 ml menjadi 10. 3 Jumlah Air Normal 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml No.7 ml 10.5 ml 10. 2 t. c.5 ml 10. Percobaan pertama Gelas kontrol airnya tetap 20 ml dan semua air pada gelas ukur tetap 20 ml ini dilakukan pada 10 menit pertama.8 ml.5 ml 4.1 ml menjadi 10.8 ml 10. Percobaan ketiga Pada 10 menit ketiga.8 ml 10. 1 t. 1 2 3 4 1 20 ml 20 ml 20 ml 20 ml Jumlah air tiap 10 menit 2 3 4 5 10. Percobaan kedua Pada 10 menit kedua. 0 t.7 ml 10.8 ml 10.8 ml dan pada gelas yang ada tumbuhan hanya berkurang 0.8 ml 10. air pada gelas kontrol berkurang 0.9 ml 10.7 ml 10.6 ml 10.7 ml 10.6 ml 10. .1 ml menjadi 10.

e. .1 ml menjadi 10.7 ml. air pada gelas ukur / kontrol berkurang 0. air pada gelas ukur / kontrol berkurang 0.d.1 ml menjadi 10. f.6 ml sedangkan pada gelas yang berisi tumbuhan berkurang 0. Percobaan keempat Pada 10 menit keempat.5 ml. Percobaan kelima Pada 10 menit kelima.1 ml menjadi 10.1 ml menjadi 10.1 ml menjadi 10. air pada gelas ukur / kontrol berkurang 0.4 ml sedangkan pada gelas yang berisi tumbuhan berkurang 0.1 ml menjadi 10. Percobaan keenam Pada 10 menit keempat.5 ml sedangkan pada gelas yang berisi tumbuhan berkurang 0.6 ml.

.BAB V PENUTUP 5.4 Saran 1. 2.1 Kesimpulan Dengan melakukan transpirasi pada 3 macam / 3 jenis tumbuhan dengan melakukan pengamatan dalam waktu 1 jam didapatkan hasil dan perbedaan-perbedaan yang terjadi selama penelitian. Saling koordinasi dengan dosen pembimbing / asisten dosen dalam praktikum agar bila ada kendala segera terselesaikan. Mahasiswa/i harus teliti dalam melihat gelas ukur. 5. Diperlukan ketelitian yang tinggi untuk mendapatkan hasil yang optimal.

1 Latar Belakang Monokotil adalah tumbuhan yang mempunyai satu daun lembaga. jagung dan gandum menjadi bahan makanan yang sangat penting. beberapa tumbuhan seperti padi.BAB I PENDAHULUAN 1. Ketiganya merupakan tumbuhan monokotil. Tumbuhan ini memiliki susunan tubuh yang lebih sederhana dibandingkan dengan tumbuhan dikotil. Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang mempunyai dua buah keeping biji. Sejak manusia mulai membudidayakan tumbuhan. baik pada dikotil maupun monokotil.2 Tujuan Setelah percobaan ini selesai anda diharapkan dapat mengenali jaringan penyusun organ-organ tumbuhan. keeping biji tersebut tampak jelas pada saat berkecambah. 1. .

d. Batang tak berkambium c. Jambu-jambuan (myrtaceae). yaitu : a. contoh jambu biji. 2. Tulang daun umumnya sejajar b. menjari. Akar serabut d.4 Pengelompokkan Tumbuhan Dikotil Tumbuhan dikotil dikelompokkan menjadi 5 suku. Polong-polongan (legumenoceae). Composite (compositae). e. cabe. karet b.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. menyirip dan lain-lain. 4 atau 5 2. b. Terung-terungan (solonaceae). Tulang daun beraneka ragam. Batang berkambium. tomat. Sedangkan dikotil adalah tumbuhan yang berkeping dua. Bagian-bagian bunga kelipatan 3 2.2 Ciri Tumbuhan Dikotil a. kacang c. contoh pete. jambu air. Bagian-bagian bunga kelipatan 2.3 Ciri Tumbuhan Monokotil a. ubi. contoh bunga matahari.1 Pengertian Monokotil dan Dikotil Monokotil adalah tumbuhan yang berkeping satu. contoh jarak. . c. contoh terong. Akar tunggang d. Jarak-jarakan (euphorbiaceae).

contoh jahe. vanili. contoh jagung. .5 Pengelompokkan Tumbuhan Monokotil Tumbuhan monokotil dikelompokkan menjadi 5 suku. Rumput-rumputan (graminae). Anggrek-anggrekan (orchidaceae).2. e. raja d. kunyit. Pisang-pisangan (Musaceae). sagu c. yaitu : a. contoh pisang ambon. b. contoh anggrek. contoh kelapa. Pinang-pinangan (Palmae). padi. Jahe-jahean (zingiberaceae).

Zat warna (Metylen Blue) 3. Tumbuhan yang akan disayat dan diamati adalah tumbuhan yang segar. Mikroskop disiapkan. e. Gelas objek dan penutup d.00 s. Pipet Tetes g. batang dan daun. 3. Menghasilkannya 6 preparat / 6 gambar. d. Pinset Kecil f. Yang dilakukan pada bagian akar. Iris setipis mungkin bagian tersebut lalu amati dibawah mikroskop.3 Prosedur Kerja a.d selesai. Silet yang tajam b. . mulai jam 12. tanggal 10 Desember 2010. Spesimen tumbuhan (monokotil dan dikotil) e.BAB III METODOLOGI 3.2 Alat dan Bahan a. b. Mikroskop c. c. Bertempat di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YPP Mujahidin Tolitoli. Tumbuhan yang diteliti harus dua macam yaitu dikotil dan monokotil.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum¶at.

1 Hasil Pengamatan No.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Nama Preparat Gambar Ukuran Lensa .

Sehingga gambar pada Tumbuhan menokotil seperti yang diatas. batang tidak memiliki kambium dan daun berbentuk pita dengan tulang daun sejajar dan langsung menempel pada batang. Batang yang mempunyai kambium dan bentuk daun yang menjari sehingga gambar pada tumbuhan dikotil. Seperti pada akar berbentuk kubus tetapi banyak gabus-gabus didalamnya. dan pada batang terdapat banyak sel-sel kecil.2 Pembahasan  Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang berkeping dua. sedangkan pada daun berbentuk menjari dan banyak sel-sel kecil.  Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang bijinya berkeping 1. dan mempunyai akar serabut. Buku-buku pada akar berbentuk kubus tetapi banyak gabus-gabus didalamnya.4. dan pada batang terdapat banyak sel berbentuk menjari dan banyak sel kecil. . dan mempunyai akar tunggang.

Sedangkan pada batang tumbuhan dikotil berkambium. batang dan daun. monokotil tidak terdapat kambium sehingga tidak terjadi pembesaran pada batang. Pada daun tumbuhan dikotil bentuknya menjari. 3. 5. Mahasiswa/i dituntut untuk dapat membedakan ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil 2.5 Saran 1.BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari hasil percobaan dapat disimpulkan berbagai perbedaan pada tumbuhan dikotil dan monokotil terutama pada akar. Misalnya pada akar dikotil terdapat akar tunggang dan pada monokotil akar serabut. Agar alat-alat praktikum ditambah sehingga mahasiswa/i dapat lebih mudah dalam melaksanakan praktikum. menyirip sedangkan pada tumbuhan monokotil bentuknya sejajar. . Agar berhati-hati dalam menggunakan mikroskop dan alat-alat praktek lainnya.

Dan mengetahui ciri-ciri. Contoh protozoa diantaranya : a. tempat hidup. Amoeba c.2 Tujuan Dapat mengidentifikasikan organisme yang termasuk dalam filum protozoa. Bakteri b. Euglena 1. Paramecium d.1 Latar Belakang Hewan protozoa adalah hewan yang sangat kecil menyerupai bakteri dan hewan ini tidak dapat dilihat dengan kasat mata harus menggunakan mikroskop. Protozoa dikelompokkan dalam organisme bersel satu (tunggal). dan cara perkembangbiakan protozoa.BAB I PENDAHULUAN 1. .

Menghasilkan energi c. dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia. f. . sitoplasma dan mitokondria. Memasukkan dan mengeluarkan zat d. Hidup di air tawar. Uniseluler ( bersel satu = tunggal ) b. Amoeba adalah jenis protozoa yang mudah diamati.1 Pengelompokkan Mahkluk Hidup Berdasarkan jumlah sel yang dimiliki mahkluk hidup dikelompokkan menjadi dua.4 Protozoa Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari kingdom protista. 2. Berkomunikasi dengan sel tetangga e.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. tempat-tempat basah.3 Cara Hidup Amoeba Amoeba bergerak dengan kaki semu yang merupakan penjuluran protoplasma. yaitu : a.2 Aktifitas Sel Aktifitas yang dilakukan dalam sel yaitu: a. Mempertahankan dan memelihara diri dari gangguan luar. Sintesa zat b. 2. Multiseluler ( Bersel banyak ) 2. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma. Berkembang biak. air laut.

Bakteri b.2. Paramecium d.5 Contoh Protozoa Protozoa atau makhluk hidup yang bersel tunggal antara lain yaitu : a. Euglena . Amoeba c.

tanggal 10 Desember 2010.2 Alat dan Bahan a. Biakan Hewan Protozoa 3.d selesai. 2. Teteskan diatas kaca objek.3 Prosedur Kerja 1. Mikroskop b. Kaca Penutup d. Kaca objek dengan kaca dilaksanakan. setetes air biakkan protozoa dengan menggunakan pipet. Kaca Objek c. Bertempat di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YPP Mujahidin Tolitoli. penutup dibersihkan sebelum praktek . mulai jam 12.00 s.BAB III METODOLOGI 3. kemudian tutup dengan kaca penutup secara perlahan dengan menggunakan pinset.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum¶at. Pipet Tetes f. Pinset e. 3.

.1 Hasil Pengamatan No.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 Pembahasan Protozoa adalah hewan yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan kasat mata dan harus menggunakan mikroskop. Nama Preparat Gambar Ukuran Lensa 4.

1 Kesimpulan Dengan menggunakan mikroskop protozoa dapat dilihat dengan jelas walaupun sangat kecil.2 Saran 1. 5. 3. Agar berhati-hati dalam menggunakan mikroskop dan alat-alat praktek lainnya. Dalam melaksanakan praktikum haruslah teliti. agar hasil yang diperoleh optimal. 2. Agar alat-alat praktikum ditambah sehingga mahasiswa/i dapat lebih mudah dalam melaksanakan praktikum .BAB V PENUTUP 5.

BAB I PENDAHULUAN 1.2 Tujuan Untuk mengetahui berbagai macam bentuk sel tumbuhan dan jaringan pada tumbuhan. Sel terdiri atas beberapa bagian yaitu : a.1 Latar Belakang Sel merupakan unit terkecil dari berbagai tubuh mahkluk hidup yang mampu melaksanakan suatu fungsi. . Protoplasma c. Selaput (membran plasma) b. Inti plasma (nucleus) 1.

2. Vakuola d.2 Macam-macam Sel Berdasarkan bentuknya sel dibagi menjadi : a.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Protoplasma (Cytoplasma.1 Pengertian Sel Sel merupakan unit terekcil dari berbagai tubuh mahkluk hidup yang mampu melaksanakan suatu fungsi tertentu. 2. Empat persegi panjang c.3 Sel Eukariotik Sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti (ada pula yang menyebutnya sebagai selaput inti). dll 2. Kubus b. nucleus) c. 2. Polyhedral.5 Bagian-bagian Sel Sel pada tumbuhan memiliki : a. Bulat d. Plastisida .4 Plastida Plastida merupakan organel-organel terbesar pada sel tumbuhan yang jelas terlihat pada mikroskop sederhana. Dinding sel b.

3. kemudian ditetesi dengan air pada gelas objek yang telah diisi dengan Allum Cepa.3 Prosedur Kerja y Kegiatan I : Allum Cepa (Bawang merah) Ambil bawang merah (Allum Cepa) lalu belah menjadi dua bagian kemudian ambil lapisan paling dalam yang berbentuk cekung. Gelas Objek e. Gelas Penutup f. Larutan pewarna k. lalu tutup dengan gelas penutup. Kapas 1. Silet c.BAB III METODOLOGI 3. kemudian iris lapisan tersebut setipis mungkin lalu diletakkan pada gelas objek.00 s. mulai jam 12.d selesai. Bertempat di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YPP Mujahidin Tolitoli. kemudian taruh dibawha mikroskop. Allum Cepa (Bawang merah) h. Pipet Tetes b. Pinset d. Manihot Esculenta (batang ubi kayu) i. .2 Alat dan Bahan a. Rhodes Color (Pandan ungu) j.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum¶at tanggal 10 Desember 2010. lalu teliti dan hasil penelitian digambar pada kertas. Mikroskop g.

y Kegiatan II : Manihot Esculenta (batang ubi kayu) Iris setipis mungkin batang ubi kayu. . lalu teteskan air menggunakan pipet tetes kemudian tutup dengan gelas penutup. lalu taruh pada gelas objek kemudian tetesi air menggunakan pipet tetes lalu ditutup dengan gelas penutup. y Kegiatan III : Rhodes Color (Pandan ungu) Iris setipis mungkin bagian daun pandan ungu kemudian taruh pada gelas objek. kemudian diamati dibawah mikroskop lalu gambarr sel-sel dan jaringan yang terlihat. lalu ditaruh dibawah mikroskop. teliti dengan baik dan gambar hasilnya.

c. . b.1 Hasil Pengamatan No. Batang ubi kayu harus dipotong terlebih dahulu secara halus dan diamati dibawah mikroskop dan menghasilkan gambar diatas. Alum cepa dapat digambar seperti diatas karena hasil pengamatan yang dilakukan pada mikroskop dan mengikuti petunjuk pengamatan.2 Pembahasan a. Daun pandan ungu yang telah diiris tipis kemudian diamati pada mikroskop menghasilkan gambar diatas.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Nama Preparat Gambar Ukuran Lensa 4.

agar hasil yang diperoleh optimal. batang ubi kayu dan daun pandan ungu.BAB V PENUTUP 5. Dalam melaksanakan praktikum haruslah teliti. sel bawang merah (alum cepa). Bentuk sel yang diamati berbeda-beda. Agar berhati-hati dalam menggunakan mikroskop dan alat-alat praktek lainnya. 3. 5.1 Kesimpulan Melalui pengamatan dengan menggunakan mikroskop kita dapat melihat benda-benda kecil termasuk sel tumbuhan. Saling berkoordinasi dengan sesama mahasiswa atau asisten dosen dalam melaksanakan praktek agar malpraktek tidak terjadi.2 Saran 1. 2. .

1 Latar Belakang Alat yang sering digunakan dalam praktikum Biologi adalah mikroskop.BAB I PENDAHULUAN 1.2 Tujuan Untuk mengetahui berbagai macam sel pada tubuh manusia dan cara menggunakan mikroskop dengan benar. 1. perlu mengenali bagian-bagian mikroskop serta fungsinya agar dalam pelaksanaan praktikum tidak mengalami kesulitan. Mikroskop Optik b. alat ini merupakan alat utama dalam melakukan pengamatan benda-benda kecil. . Mikroskop Elektron Mikroskop optik dibedakan menjadi dua bagian. Mikroskop Biologi b. yaitu : a. Mikroskop Stereo Sebelum menggunakan mikroskop. yaitu : a. Berdasarkan prinsip kerjanya mikroskop dibagi menjadi dua.

c. c. lensa okuler 10 x. tetapi tidak digunakan medan panjang. Pembesaran yang sering dilakukan pada mikroskop biologi yaitu : a. Maka pembesarannya 10 x.2 Pembesaran pada Mikroskop Dalam pengamatan suatu objek. .3 Sifat Mikroskop Stereo Mikroskop stereo memiliki beberapa sifat. lensa okuler 10 x. agar didapatkan bayangan tiga dimensi dan pengamatan dua mata. dapat tebal maupun tipis. 2. Lensa objek 4 x. Benda yang diamati dapat kering atau dalam medium air.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. diantaranya : a. Mempunyai dua objektif dan dua okuler. Lensa objek 10 x. karena dapat digunakan untuk mempelajari struktur dari benda-benda yang sangat kecil. Perbedaan tidak terlalu kuat. Maka pembesarannya 40 x. Maka pembesarannya 100 x.1 Cara Menggunakan Mikroskop Mikroskop merupakan alat utama dalam melakukan pengamatan dan penelitian yang sifatnya mikroskopis. Semakin kecil maka pembesarannya semakin besar untuk mendapatkan hasil yang maksimal. pembesaran tergantung dari ukuran objek yang diamati. Mikroskop stereo yang dipakai mempunyai pembesaran objektif 1 x atau 2 x dan okuler 10 x atau 15 x. d. b. Lensa objek 40 x. lensa okuler 10 x. b. 2.

. 2.4 Fungsi Mikroskop Biologi Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda-benda atau objek yang tipis dan transparan. transparan maupun tidak. dapat tebal maupun tipis.2.5 Fungsi Mikroskop Stereo Mikroskop Stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu halus.

3. Letakkan akar rambut tersebut pada kaca objek lalu diteteskan air kemudian tutup dengan kaca penutup. Mikroskop Stereo 3. Lalu letakkan dibawah mikroskop biologi dengan diawali pembesaran lemah. Lampu 4. Mikroskop Biologi 2.BAB III METODOLOGI 3. Dengan menggunakan pinset cabut beberapa helai rambut kepala teman. lalu digambar bagian-bagian akar rambut. Bertempat di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) YPP Mujahidin Tolitoli. mulai jam 12. Kaca Penutup 8. Pinset 5.00 s.d selesai.1 Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada hari Jum¶at tanggal 10 Desember 2010.3 Prosedur Kerja y Kegiatan I : Preparat akar rambut 1. Kaca Objek 7. . 3. Akar rambut 9. Pipet Tetes 6. 2. Epitel mukosa mulut 1.2 Alat dan Bahan 1.

lalu diletakkan pada kaca objek. 2. Kemudian diletakkan pada kaca objek lalu ditutup menggunakan kaca penutup. Sel mukosa mulut diamati. Amati menggunakan mikroskop lalu gambar hasilnya. Gambar bagian-bagian pada sel mukosa mulut y Kegiatan III : Preparat huruf ( a dan R ) 1. 2. kemudian diteteskan zat metylen blue menggunakan pipet tetes. Tutup menggunakan kaca penutup lalu amati dibawah mikroskop 3. . Tulis huruf a dan R pada kertas sekecil mungkin. Ketika kata ³ LIMBA ´ dengan tulisan sangat kecil diamati menggunakan mikroskop hasilnya terbalik.y Kegiatan II : Preparat Sel mukosa mulut 1. 4. 3.

Nama Preparat Gambar Ukuran Lensa .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan No.

c. . kemudian diteliti pada mikroskop dan mendapatkan hasil dan gambar.4. Huruf ( a dan R ). Akar rambut Dengan mencabut rambut teman yang disertai akarnya. LIMBA Dengan menuliskan huruf dan kata yang kecil kemudian diamati pada mikroskop. Sel mukosa mulut Setelah diamati pada mikroskop terdapat sel pada mukosa mulut yang membantu melindungi pipi bagian dalam dan pada mikroskop diamati didapatkan hasil dan gambar.2 Pembahasan a. huruf dan kata tersebut menjadi besar dan terbalik. b.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dengan menggunakan mikroskop benda yang sangat kecil akan terlihat dengan jelas beserta sel-selnya dan untuk tulisan pada kertas akan terlihat terbalik dan harus pandai mengamati serta menggambar hasil amatan. Saling berkoordinasi dengan sesama mahasiswa atau asisten dosen dalam melaksanakan praktek agar malpraktek tidak terjadi. 5. Dalam melaksanakan praktikum haruslah teliti. agar hasil yang diperoleh optimal. 3. Agar berhati-hati dalam menggunakan mikroskop dan alat-alat praktek lainnya. .2 Saran 1. 2.

.

1983. S. Biologi Umum. . Jakarta Rasud Yulianti. Nelson. Kurikulum 1994 : Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Bidang Studi IPA Biologi. PG. 1994. Jakarta. United Kingdom.Pd. Radioputra. AMP. 1986. Biology for life. PJ). LKGI Putaran 3 dan 4 Region Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Bahan-bahan Penataran (LKS. Zoologi. Penerbit Balai Pustaka. 2010. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. PU. Erlangga. STIP YPP Mujahidin Tolitoli Roberts MBV.

101 2010 063 PROGRAM STUDI AGRIBISNIS B SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN (STIP) YPP MUJAHIDIN TOLITOLI TAHUN 2010 .LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI Disusun Oleh : MUFIDAH MEAMOGU NPM.

Pelaksanaan praktek ini merupakan wujud dalam mengetahui sejauh mana intelegensi mahasiswa dalam berfikir dan sekaligus membuktikan bahwa materi yang disajikan dosen yang mana adalah suatu bentuk pengaplikasian ilmu dan karena penyusun laporan ini berdasarkan dat dari hasil praktek yang penyusun dilaksanakan. Tolitoli. Akhirnya. . Atas berkat dan RahmatNyalah sehingga saya dapat menyusun laporan hasil praktek dan merupakan suatu wujud untuk memahami konsep dasar sains khususnya Fisika. Untuk itu saya mengharapkan saran dan masukan demi terciptanya kesempurnaan tugas selanjutnya. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Biologi Umum yang telah membantu memberikan arahan serta dorongan dalam penyusunan laporan ini dan juga saya ucapkan terima kasih kepada rekan rekan mahasiswa mahasiswi yang telah bekerja sama dalam praktikum sehingga penyusun dapat menyusun laporan ini. saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan dan kesalahan.KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Desember 2010 Penyusun.

««««««««««««««««««««. PERCOBAAN I PERCOBAAN II PERCOBAAN III PERCOBAAN IV PERCOBAAN V PERCOBAAN VI PERCOBAAN VII ««««««««««««««««««««.. ««««««««««««««««««««. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ««««««««««««««««««««.. ««««««««««««««««««««.DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ««««««««««««««««««« . ««««««««««««««««««««.. ««««««««««««««««««««.. ««««««««««««««««««««.. ««««««««««««««««««««. DAFTAR PUSTAKA ..

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERCOBAAN VII SISTEM PENCERNAAN DAN REPRODUKSI PADA KATAK .

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERCOBAAN I CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP .

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERCOBAAN II PENGAMATAN SEL TUMBUHAN .

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERCOBAAN III PENGAMATAN HEWAN PROTOZOA .

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERCOBAAN IV PENGAMATAN PENAMPANG ORGAN TUMBUHAN .

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERCOBAAN V TRANSPIRASI .

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERCOBAAN VI FOTOSINTESIS .

1 Waktu Dan Tempat 3.1 Kesimpulan 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA .3 Prosedur Kerja BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 Sistem Reproduksi katak betina BAB III METODOLOGI 3.1 Latar Belakang 1.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.2 Pembahasan BAB V PENUTUP 5.1 Sistem Reproduksi pada katak jantan 2.1 Hasil Pengamatan 4.2 Tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.2 Alat Dan Bahan 3.

4 Spektrum cahaya 2.2 Pembahasan BAB V PENUTUP 5.3 Prosedur Kerja BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan 4.2 Saran DAFTAR PUSTAKA .DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Waktu Dan Tempat 3.1 Latar Belakang 1.3 Pembagian Fotosintesis 2.5 Reaksi kimia fotosintesis BAB III METODOLOGI 3.2 Faktor yang mempengaruhi fotosintesis 2.1 Kesimpulan 5.2 Alat Dan Bahan 3.2 Tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian fotosintesis 2.

2 Tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Latar Belakang 1.4 Pengelompokkan Tumbuhan Dikotil 2.5 Pengelompokkan Tumbuhan Monokotil BAB III METODOLOGI 3.1 Pengertian Monokotil Dan Dikotil 2.1 Hasil Pengamatan 4.3 Ciri Tumbuhan Monokotil 2.2 Alat Dan Bahan 3.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.3 Prosedur Kerja BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 Saran DAFTAR PUSTAKA .2 Pembahasan BAB V PENUTUP 5.2 Ciri Tumbuhan Dikotil 2.1 Kesimpulan 5.1 Waktu Dan Tempat 3.

4 2.2 Pembahasan BAB V PENUTUP 5.1 2.3 2.2 Saran DAFTAR PUSTAKA .1 Waktu Dan Tempat 3.2 2.5 Pengelompokkan Makhluk Hidup Aktifitas Sel Cara Hidup Amoeba Protozoa Contoh Protozoa BAB III METODOLOGI 3.1 Hasil Pengamatan 4.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.2 Tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Latar Belakang 1.1 Kesimpulan 5.2 Alat Dan Bahan 3.3 Prosedur Kerja BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

2 Alat Dan Bahan 3.1 Latar Belakang 1.1 Hasil Pengamatan 4.2 Macam Sel 2.2 Saran DAFTAR PUSTAKA .1 Kesimpulan 5.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.2 Pembahasan BAB V PENUTUP 5.2 Tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.5 Bagian ± Bagian Sel BAB III METODOLOGI 3.3 Sel Eukariotik 2.4 Plastida 2.1 Pengertian Sel 2.1 Waktu Dan Tempat 3.3 Prosedur Kerja BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

2 Alat Dan Bahan 3.1 Latar Belakang 1.3 Sifat Mikroskop Stereo 2.4 Fungsi Mikroskop Biologi 2.2 Pembesaran Pada Mikroskop 2.2 Pembahasan BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.3 Prosedur Kerja BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Waktu Dan Tempat 3.2 Tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Cara Menggunakan Mikroskop 2.2 Saran DAFTAR PUSTAKA .1 Hasil Pengamatan 4.5 Fungsi Mikroskop Stereo BAB III METODOLOGI 3.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang 1.2 Tujuan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Cara Menggunakan Mikroskop 2.2 Waktu Dan Tempat 1.2 Saran DAFTAR PUSTAKA .4 Prosedur Kerja BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 Pembahasan BAB V PENUTUP 5.1 Hasil Pengamatan 4.5 Fungsi Mikroskop Stereo BAB III METODOLOGI 1.3 Alat Dan Bahan 1.4 Fungsi Mikroskop Biologi 2.1 Kesimpulan 5.2 Pembesaran Pada Mikroskop 2.3 Sifat Mikroskop Stereo 2.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful