You are on page 1of 3

A : Ke Accu

B : Ke kontak setelah dipotong


C : Ke Pulser
D : Ke sistem pengapian CDI, elektrik starter, lampu rem, lampu sign dsb.
E : Ke massa

CARA KERJA RANGKAIAN :


Rangkaian dibuat sedemikian rupa sehingga saat stand bay maupun saat dioperasikan
betul-betul tidak berpengaruh terhadap kinerja sepeda motor tersebut. Rangkaian akan
bekerja saat kontak di ON kan.
Saat kunci kontak di ON kan arus dari accu melalui kunci kontak dan S2 akan langsung
ke alarm (AL) yang dikendalikan oleh SCR 2P4M.
Sementara itu secara bersamaan arus juga akan ke titik B dan ke gate SCR melalui
resistor 47 K ohm yang akan memicu SCR dan langsung akan menyebabkan SCR
tersebut bekerja. Dengan demikian SCR akan ON dan alarm (AL) akan mendapat tenaga
dan berbunyi.
Meskipun kontak di OFF kan sirine akan tetap dioperasikan karena SCR mengunci
(laching). Bersamaan dengan itu rangkaian relay yang dikendalikan oleh transistor 1 dan
2 belum bekerja, sehingga titik C yang dihubungkan ke pulser sepeda motor tetap akan di
hubung singkatkan ke ground melalui S2. (untuk sepeda motor dengan pengapian DC,
titik C boleh ditiadakan).
Hal ini memungkinkan sepeda motor tidak akan dapat di start baik dengan elektrik
maupun kick starter.
Uraian di atas sangat jelas merupakan langkah pengamanan sepeda motor, alarm (AL)
berbunyi sementara motor tidak dapat dioperasikan.
Untuk mengoperasikannya kontak harus di ON kan lagi bersamaan dengan mendekatkan
magnet pada reed switch.
Reed switch akan dihubungkan dan melalui resistor 47 K ohm, reed switch dan resistor 1
K ohm akan ke basis transistor 1 dan sekaligus meng ON kan transistor 1, demikian juga
transistor 2.
Dengan ON nya transistor 1 dan 2 menyebabkan relay mendapat tenaga, dan kontak-
kontak pada relay akan berpindah posisi.
Tegangan yang pada mulanya ke alarm (AL) akan diputuskan sehingga alarm berhenti,
bersamaan dengan itu pulser juga diputuskan dari ground.
Hal lain yang terjadi titik D akan dihubungkan dengan tegangan dari accu yang berfungsi
mengunci kerja transistor 1 dan 2 dan sekaligus memberikan tegangan pada sistem
kelistrikan pada sepeda motor tersebut, misalnya elektrik stater, pengapian CDI dll.

CARA PENGOPERASIAN
Untuk menyalakan sepeda motor tempatkan magnet kecil pada tempat sensor (reed
switch) bersamaan dengan meng ON kan kunci kontak.
Sesaat setelah di ON kan akan terdengar alarm berbunyi tetapi hanya sesaat saja, dan
sepeda motorpun siap untuk dioperasikan.

PERAKITAN DAN PENEMPATAN RANGKAIAN


Rangkaian harus dirangkai dan dikemas sedemikian rupa sehingga tahan terhadap
guyuran air terutama pada saat sepeda motor tersebut dicuci.
Untuk menempatkan rangkaian harus ditempatkan pada tempat yang tidak mudah untuk
dibongkar dan sifatnya rahasia terutama tempat sesor (reed switch) sehingga hanya kita
yang dapat mengetahui dan mengoperasikan sepeda motor tersebut.

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN RANGKAIAN


Keuntungan-keuntungan rangkaian adalah :
- Beaya pembuatan sangat murah
- Cara merakit dan pemasangannya sangat mudah
- Cara pengoperasian mudah
- Rangkaian sangat handal
- Dapat dipasang pada sepeda motor jenis apapun
- Selain berfungsi sebagai pengaman, juga sekaligus berfungsi sebagai kontrol terhadap
keberadaan accu.
- Akan aktif secara otomatis saat kontak dimatikan, jadi tidak akan perlu khawatir lupa
untuk mengaktifkannya, dibanding rangkaian-rangkaian yang dibuat oleh pabrik.
- Rangkaian sangat rapi karena tidak ada media apapun yang terlihat sehingga pencuri
tidak akan mengira kalau sepeda motor tersebut ada pengamannya.
- Sepeda motor tetap tidak akan dapat dioperasikan meskipun accu dibongkar.

Kelemahan rangkaian ini hampir tidak ada karena sangat berbeda dengan rangkaian lain
yang ada di pasaran.
Catatan :
Selama membawa sepeda motor harus membawa magnet kecil untuk mengoperasikan
sepeda motor terasebut. Hal ini bisa dikemas secara khusus yang sekaligus dapat
dipergunakan sebagai anak/ mainan kunci !
SELAMAT BERKREASI !
- hz -

You might also like