P. 1
etika dan hukum kesehatan

etika dan hukum kesehatan

|Views: 189|Likes:
Published by chitaaaa

More info:

Published by: chitaaaa on Jan 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2014

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN
Hukum kesehatan menurut Anggaran Dasar Perhimpunan Hukum Kesehatan Indonesia
(PERHUKI) adalah semua ketentuan hukum yang berhubungan langsung dengan pemeliharaan
atau pelayanan kesehatan dan penerapannya. Hal ini meyangkut hak dan kewaiiban segenap
lapisan masyarakat sebagai penerima pelayanan kesehatan maupun dari pihak penyelenggara
pelayanan kesehatan dalam segala aspeknya. organisasi. saranan. pedoman standar pelayanan
medik . ilmu pengetahuan kesehatan dan hukum serta sumber-sumber hukum lainnya.
Hukum Kesehatan terdiri dari banyak disiplin diantaranya: hukum kedokteran/
kedokteran gigi. hukum keperawatan. hukum Iarmasi klinik. hukum apotik. hukum kesehatan
masyarakat. hukum perobatan. hukum rumah sakit. hukum kesehatan lingkungan dan sebagainya
(Konas PERHUKI. 1993).
Rumah Sakit menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor:
159b/Men.Kes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit adalah ¨Sarana upaya kesehatan yang
menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat dimanIaatkan untuk pendidikan
tenaga kesehatan dan penelitian¨.
Rumah sakit adalah tempat berkumpulnya sebagian besar tenaga hukum kedokteran yaitu
ketentuan hukum yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan atau pemeliharaan kesehatan
dalam menialankan proIesinya seperti dokter. dokter gigi. apoteker. perawat. bidan. nutrisionis.
Iisioterapis. ahli rekam medik dan lain-lain.
Sedangkan menurut WHO. Rumah Sakit adalah suatu badan usaha yang menyediakan
pemondokan yang memberikan iasa pelayanan medis iangka pendek dan iangka paniang yang
terdiri atas tindakan observasi. diagnostik. terpeutik dan rehabilitatiI untuk orang-orang yang
menderita sakit. terluka. mereka yang mau melahirkan dan menyediakan pelayanan berobat
ialan.
Masing-masing disiplin ini umunnya telah mempunyai etik proIesi yang harus diamalkan
anggotanya. Begitu pula rumah sakit sebagai suatu institusi dalam pelayanan kesehatan iuga
telah mempunyai etika yang di Indonesia terhimpun dalam Etik Rumah Sakit Indonesia (ERSI).
Dengan demikian dalam menialankan pelayanan kesehatan masing-masing proIesi harus
berpedoman pada etika proIesinya dan harus pula memahami etika proIesi disiplin lainnya
apalagi dalam wadah dimana mereka berkumpul (rumah sakit) agar tidak saling berbenturan.
!"#$%&'(%)*$*+
Etik berasal dari kata Yunani ethos. yang berarti ¨yang baik. yang layak¨. Etik merupakan
morma-norma. nilai-nilai atau pola tingkah laku kelompok proIesi terentu dalam memberikan
pelayanan iasa kepada masyarakat.
Hukum adalah pereturan perundang-undangan yang dibuat oleh suatu kekuaaan. dalam
mengatur pergaulan hidup masyarakat.
Etik dan hukum memeiliki tuiuan yang sama yaitu untuk mengatur tertib dan tentramnya
pergaulan hidup dalam masyarakat.
Persamaan etik dan hukum adalah sebagai berikut:
1. Sama-sama merupakan alat untuk mengatur tertibnya hidup bermasyarakat.
2. Sebagai obieknya adalah tingkah laku manusia.
3. Mengandung hak dan kewaiiban anggota-anggota masyarakat agar tidak saling
merugikan.
4. Menggugah kesadaran untuk bersikap manusiawi.
5. Sumbernya adalah hasi pemikiran para pakar dan pengalaman para anggota senior.
Sedangkan perbedaan Etik dan hukum adalah sebagai berikut:
1. Etik berlaku untuk lingkungan proIesi . Hukum berlaku untuk umum.
2. Etik disusun berdasarkan kesepakatan anggota proIesi. Hukum disusun oleh badan
pemerintah.
3. Etik tidak seluruhnya tertulis. Hukum tercantum secara terinci dalam kitab undang-
undang dan lembaran/berita negara.
4. Sanksi terhadap pelanggaran etik berupa tuntunan. Sanksi terhadap pelanggaran hukum
berupa tuntutan.
5. Pelanggaran etik diselesaikan oleh Maielis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). yang
dibentuk oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan kalau perlu diteruskan kepada Panitia
Pembinaan Etika Kedokteran (P3EK). yang dibentuk oleh Departemen Kesehatan
(DEPKES). Pelanggaran hukum diselesaikan melalui pengadilan.
6. Penyelesaian pelanggaran etik tidak selalu disertai bukti Iisik. Penyelesaian pelanggaran
hukum memerlukan bukti Iisik.
BAB II
PEMBAHASAN
Etika Rumah Sakit
Etika rumah sakit adalah etika terapan (applied ethics) atau etika praktis (practical
ethics). yaitu moralitas atau etika umum yang diterapkan pada isu-isu praktis. seperti perlakuan
terhadap etnik-etnik minoritas. keadilan untuk kaum perempuan. penggunaan hewan untuk bahan
makanan atau penelitian. pelestarian lingkungan hidup. aborsi. etanasia. kewaiiban bagi yang
mampu untuk membantu yang tidak mampu. dan sebagainya. Jadi. etika rumah sakit adalah etika
umum yang diterapkan pada (pengoperasian) rumah sakit.
Etika punya arti yang berbeda-beda iika dilihat dari sudut pandang pengguna yang
berbeda dari istilah itu. Bagi ahli IalsaIah. etika adalah ilmu atau kaiian Iormal tentang moralitas.
Moralitas adalah hal-hal yang menyangkut moral. dan moral adalah sistem tentang motivasi.
perilaku dan perbuatan manusia yang dianggap baik atau buruk. Franz Magnis Suseno menyebut
etika sebagai ilmu yang mencari orientasi bagi usaha manusia untuk meniawab pertanyaan yang
amat Iundamental : bagaimana saya harus hidup dan bertindak? Peter Singer. IilusI kontemporer
dari Australia menilai kata etika dan moralitas sama artinya. karena itu dalam buku-bukunya ia
menggunakan keduanya secara tertukar-tukar.
Bagi sosiolog. etika adalah adat. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan
budaya tertentu. Bagi praktisi proIesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika
berarti kewaiiban dan tanggung iawab memenuhi harapan (ekspekatasi) proIesi dan amsyarakat.
serta bertindak dengan cara-cara yang proIesional. etika adalah salah satu kaidah yang meniaga
terialinnya interaksi antara pemberi dan penerima iasa proIesi secara waiar. iuiur. adil.
proIesional dan terhormat.
Bagi eksekutiI puncak rumah sakit. etika seharusnya berarti kewaiiban dan tanggung
iawab khusus terhadap pasien dan klien lain. terhadap organisasi dan staII. terhadap diri sendiri
dan proIesi. terhadap pemerintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap
masyarakat. Kriteria waiar. iuiur. adil. proIesional dan terhormat tentu berlaku iuga untuk
eksekutiI lain di rumah sakit.
Bagi asosiasi proIesi. etika adalah kesepakatan bersamadan pedoman untuk diterapkan
dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan
dan pelayanan proIesi itu.
Etika Rumah Sakit adalah suatu etika praktis yang dikembangkan untuk Rumah Sakit
sebagai suatu institusi lahir pada waktu yang hampir bersamaan dengan kehadiran etika
biomedis. Atau dapat iuga dikatakan etika institusional rumah sakit adalah pengembangan dari
etika biomedika (bioetika). Karena masalah-masalah atau dilema etika yang baru sama sekali
sebagai dampak atau akibat dari penerapan kemaiuan pesat ilmu dan teknologi biomedis. iustru
teriadi di rumah sakit. Sebagai contoh. dapat disebut kegiatan reproduksi dibantu transplantasi
organ.
Etika rumah sakit terdiri atas dua komponen :
!"Etika administratiI
!"Etika biomedis
Secara umum masalah etik rumah sakit yang perlu diatur adalah tentang:
1. Rekam medis
2. Keperawatan
3. Pelayanan laboratorium
4. Pelayanan pasien dewasa
5. Pelayanan kesehatan anak
6. Pelayanan klinik medik
7. Pelayanan intensiI. anestesi dan euthanasia
8. Pelayanan radiologi
9. Pelayanan kamar operasi
10. Pelayanan rehabilitasi medik
11. Pelayanan gawat darurat
12. Pelayanan medikolegal dan lain-lain
lsu-isu etika administratif
Potensi isu etika administratiI yang pertama terkait dengan kepemimpinan dan
manaiemen di rumah sakit. Fungsi manaiemen mencakup antara lain kegiatan menentukan
obyektiI. menentukan arah dan memberi pedoman pada organisasi. kegiatan-kegiatan
kepemimpinan dan manaiemen ini paling sensitiI secara etis. Artinya dalam pelaksanaannya
seorang pemimpin yang manaier puncak sangat mudah disadari atau tidak melanggar asas-asas
etika beneficence. nonmaleficence. menghormati manusia dan berlaku adil. Apalagi iika
Direktur Rumah Sakit berprilaku diskrimatiI dan menerapkan standar ganda. Ia menuntut orang
lain mematuhi standar-standar yang ditetapkan. Sedangkan ia sendiri tidak mau memberi teladan
sesuai dengan standar-standar itu
Potensi isu etika administratiI berikutnya adalah tentang privasi. Privasi menyangkut
hal-hal konIidensial tentang pasien. seperti rahasia pribadi. kelainan atau penyakit yang diderita.
keadaan keuangan. dan teriaminnya pasien dari gangguan terhadap ketersendirian yang meniadi
haknya. Adalah kewaiiban etis rumah sakit untuk meniaga dan melindungi privasi dan
kerahasiaan pasiennya. Harus di akui. hal itu tidak selalu mudah. Misalnya kerahasiaan rekam
medis pasien sukar diiaga. karena rumah sakit modern data dan inIormasi yang terdapat di
dalamnya terbuka bagi begitu banyak petugas yang karena kewaiibannya memang berhak punya
akses terhadap dokumen tersebut. Dapat iuga teriadi dilema etika administratiI. iika teriadi
keterpaksaan membuka kerahasiaan karena suatu sebab di satu pihak lain kewaiiban moral untuk
meniaganya
Persetuiuan tindakan medis (Informed consent). Masalah etika administratiI dapat
teriadi. iika inIormed consent tidak dilaksanakan sebagaimana seharusnya. yaitu persetuiuan
yang diberikan secara sukarela oleh pasien yang kompeten kepada dokter untuk melakukan
tindakan medis tertentu pada dirinya. setelah ia diberi inIormasi yang lengkap dan dimengerti
olehnya tentang semua dampak dan resiko yang mungkin teriadi sebagai akibat tindakan itu atau
sebagai akibat sebagai tidak dilakukan tindakan itu. Dalam banyak hal. memang tidak teriadi
banyak masalah etika. iika intervensi medis berialan aman dan outcome klinis sesuai dengan apa
yang diharapkan semua pihak.
Tetapi. dapat saia teriadi suatu tindakan invansiI ringan yang rutin dikeriakan sehari-
hari misalnya pendektomi erakibat Iatal. Kasus demikian dapat meniadi penyesalan
berkepaniangan. Dapat iuga teriadi dilema etik pada dokter dirumah sakit. yang tega
mengungkapkan inIormasi yang selengkapnya kepada pasien. karena ia tahu iika itu dilakukan
pasien akan iadi bingung. panik. dan takut sehingga ia minta dipulangkan saia untuk mencari
pengobatan alternatiI. padahal dokter percaya bahwa tindakan medik yang direncanakan masih
besar kemungkinannya untuk menyelamatkan pasien.
Dilema etika administratiI berikutnya di rumah sakit dapat teriadi berhubung dengan
Iaktor-Iaktor situasi keuangan. Contoh-contoh berikut ini teriadi sehari-hari.
1. Apakah kemampuan pasien membayar uang muka adalah Iaktor yang mutlak bagi rumah sakit
untuk memberikan pertolongan kepadanya. karena pertimbangan tertentu. pemilik atau
manaieman rumah sakit mengalokasikan dana yang terbatas untuk proyek tertentu.dan
dengan demikian mengakibatkan kebutuhan lain yang mungkin lebih mendesak. lebih besar
manIaatnya. dan lebih eIektiI biaya.
2. Bagaimana sikap rumah sakit terhadap dokter tertentu sangat tinggi tariI iasanya. Jika ditegur
ia pasti akan marah. dan mungkin akan hengkang kerumah sakit lain. padahal ia patient getter
yang merupakan telur emas`bagi rumah sakit.
3. Bagaimana sikap terhadap pasien yang kurang tepat waktu melunasi piutang periodiknya.
padahal ia sangat memerlukan tindakan khusus laniutan.
4. Untuk rumah sakit milik pemodal. bagaimana sikap manaiemen iika ada konIlik kepentingan
antara kebutuhan pasien dengan keingginan pemegang saham yang melihat sesuatu hanya
dari perhitungan bisnis.
5. Bagaimana iika ada konIlik kepentingan antara pemilik. manaiemen dan para klinis yang akar
masalahnya adalah soal keuangan dan pendapatan. Bagaimana sikap manaiemen terhadap
dokter tertentu yang dapat diduga melakukan moral hazard dengan berkolusi dengan PBF.
6. Bagaimana sikap rumah sakit terhadap teknologi mahal; disatu pihak diperlukan untuk
meningkatkan posisi dan citra rumah sakit. di pihak lain potensi moral hazard iuga tinggi
demi untuk membayar cicilan kredit atau/ easing.
lsu-isu Etika Biomeidis
Isu etika biomedis di rumah sakit menyangkut persepsi dan perilaku proIesional dan
instutisional terhadap hidup dan kesehatan manusia dari seiak sebelum kelahiran. pada saat-saat
seiak lahir. selama pertumbuhan. iika teriadi penyakit atau cidera. meniadi tua. sampai saat-saat
menielang akhir hidup. kematian dan malah beberapa waktu setelah itu.
Sebenarnya pengertian etika biomedis dalam hal ini masih perlu dipilah lagi dalam isu-
isu etika biomedis atau bioetika yang lahir sebagai dampak revolusi biomedis seiak tahun 1960-
an. yang antara lain berakibat masalah dan dilema baru sama sekali bagi para dokter dalam
menialankan propesinya. Etika biomedis dalam arti ini dideIinisikan oleh International
association of bioethics sebagai berikut; Bioetika adalah studi tentang isu-isu
etis.sosial.hukum.dan isu-isu lainyang timbul dalam pelayanan kesehatan dan ilmu-ilmu biolagi
(teriemahan oleh penulis).
Pengertian etika biomedis iuga masih perlu dipilah lagi dalam isu-isu etika
medis`tradisional` yang sudah dikenal seiak ribuan tahun. dan lebih banyak
menyangkuthubungan individual dalam interaksi terapeutik antara dokter dan pasien.
Kemungkinan adanya masalah etika medis demikianlah yang dalam pelayanan di rumah sakit
sekarang cepat oleh masyarakat (dan media masa) ditunding sebagai malpraktek.
lsu-isu Bioetika
Beberapa contoh yang dapat dikemukakan tentang isu etika biomedis dalam arti pertama
(bioetika) adalah antara lain terkait dengan: kegiatan rekayasa genetik.teknologi
reproduksi.eksperimen medis. donasi dan transpalasi organ. penggantian kelamin. eutanasia. isu-
isu pada akhir hidup. kloning terapeutik dan kloning repraduktiI. Sesuai dengan deIinisi di atas
tentang bioetika oleh International Association oI Bioethics .kegiatan-kegiatan di atas dalam
pelayanan kesehatan dan ilmu-ilmu biologi tidak hanya menimbulkan isu-isu etika.tapi iuga isu-
isu sosial. hukum. agama. politik. pemerintahan. ekonomi.kependudukan.lingkungan hidup.dan
mungikin iuga isu-isu di bidang lain.
Dengan demikian.identiIikasi dan pemecaha masalah etika biomedis dalam arti tidak
hanya terbatas pada kepedulian internal rumah sakit saia-misalnya Komite Etika Rumah Sakit
dan para dokter saia seperti halnya pada penanganan masalah etika medis tradisional`-
melainkan kepedulian dan bidang kaiian banyak ahlimulti- dan inter-displiner tentang masalah-
masalah yang timbul karena perkembangan bidang biomedis pada skala mikro dan makro.dan
tentang dampaknya atas masyarakat luas dan sistemnilainya.kini dan dimasa mendatang
(F.Abel.teriemahan K.Bertens).
Studi Iormal inter-disipliner dilakukan pada pusat-pusat kaiian bioetika yang sekarang
sudah banyak iumlahnya terbesar di seluruh dunia.Dengan demikian.identiIikasi dan pemecahan
masalah etika biomedis dalam arti pertama tidak dibicarakan lebih laniut pada presentasi ini.
yang perlu diketahui dan diikuti perkembangannya oleh pimpinan rumah sakit adalah tentang
Iatwa` pusat-pusat kaiian nasional dan internasional.deklarasi badan-badan internasional seperti
PBB. WHO. Amnesty International. atau`Iatwa` Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional
(diIndonesia;AIPI) tentang isu-isu bioetika tertentu. agar rumah sakit sebagai institusi tidak
melanggar kaidah-kaidah yang sudah dikonsesuskan oleh lembaga-lembaga nasional atau
supranasional yang terhormat itu. Dan iika teriadi masalah bioetika dirumah sakit yang belum
diketahui solusinya.pendapat lembaga-lembaga demikian tentu dapat diminta.
lsu-isu Etika Medis
Seperti sudah disinggung diatas. masalah etika medis tradisional dalam pelayanan medis
dirumah sakit kita lebih banyak dikaitkan dengan kemungkinan teriadinya malpraktek. terutama
oleh dokter. Padahal. etika disini terutama diartikan kewaiiban dan tanggung iawab institusional
rumah sakit. Kewaiiban dan tanggung iawab itu dapat berdasar pada ketentuan hukum (Perdata.
Pidana. atau Tata Usaha Negara) atau pada norma-norma etika.
Hukum Rumah Sakit
Hukum kesehatan eksistensinya masih sangat relatiI baru. dalam perkembangannya di
Indonesia. semula dikembangkan oleh Fred Ameln dan Almarhum ProI. Oetama dalam bentuk
ilmu hukum kedokteran. Perkembangan kehidupan yang pesat di bidang kesehatan dalam bentuk
sistem kesehatan nasional mengakibatkan di perlukannya pengaturan yang lebih luas. dari hukum
kedokteran ke hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan (hukum kesehatan).
Sehubungan dengan hal tersebut. maka dalam rangka memberikan kepastian dan
perlindungan hukum. baik bagi pemberi iasa pelayanan kesehatan maupun bagi penerima iasa
pelayanan kesehatan. untuk meningkatkan. mengarahkan dan memberikan dasar bagi
pembangunan di bidang kesehatan diperlukan adanya perangkat hukum kesehatan yang dinamis.
Banyak teriadi perubahan terhadap kaidah-kaidah kesehatan. terutama mengenai hak dan
kewaiiban para pihak yang terkait di dalam upaya kesehatan serta perlindungan hukum bagi para
pihak yang terkait.
Sesuai dengan pengertian hukum kesehatan. maka hukum rumah sakit dapat disebut
sebagai semua ketentuan hukum yang berhubungan langsung dengan pemeliharaan atau
pelayanan kesehatan dan penerapannya serta hak dan kewaiiban segenap lapisan masyarakat
sebagai penerima pelayanan kesehatan maupun dari pihak penyelenggara pelayanaan kesehatan
yaitu rumah sakit dalam segala aspek organisasi. sarana. pedoman medik serta sumber-sumber
hukum lainnya.
Selaniutnya apabila dilihat dari hubungan hukum yang timbul antara pasien dan rumah
sakit dapat dibedakan pada dua macam perianiian yaitu :
a). Perianiian perawatan dimana terdapat kesepakatan antara rumah sakit dan pasien bahwa pihak
rumah sakit menyediakan kamar perawatan dan di mana tenaga perawatan melakukan
tindakan perawatan.
b). Perianiian pelayanan medis di mana terdapat kesepakatan antara rumah sakit dan pasien
bahwa tenaga medis pada rumah sakit akan berupaya secara maksimal untuk menyembuhkan
pasien melalui tindakan medis Inspannings Verbintenis (Fred Ameln. 1991: 75-76).
Rumah sakit dalam meniamin perlindungan hukum bagi dokter/ tenaga kesehatan agar
tidak menimbulkan kesalahan medik dalam menangani pasien. sekaligus pasien mendapatkan
perlindungan hukum dari suatu tanggungiawab rumah sakit dan dokter/ tenaga kesehatan.
Dalam kaitan dengan tanggung iawab rumah sakit. maka pada prinsipnya rumah sakit
bertanggung iawab secara perdata terhadap semua kegiatan yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan sesuai dengan bunyi pasal 1367 (3) KUHPerdata. Selain itu rumah sakit iuga
bertanggungiawab atas wanprestasi dan perbuatan melawan hukum (1243. 1370. 1371. dan 1365
KUHPerdata) (Fred Ameln. 1991: 71).
Peran dan Iungsi Rumah Sakit sebagai tempat untuk melakukan pelayanan kesehatan
(YANKES) yang proIesional akan erat kaitannya dengan 3 (tiga) unsur. yaitu yang terdiri dari :
1) Unsur mutu yang diiamin kualitasnya;
2) Unsur keuntungan atau manIaat yang tercermin dalam mutu pelayanan; dan
3) Hukum yang mengatur perumahsakitan secara umum dan kedokteran dan atau medik
khususnya (Hermien Hadiati Koeswadii. 2002: 118).
Dalam hal ini dokter dan tenaga kesehatan lainnya perlu memahami adanya landasan
hukum dalam transaksi terapetik antara dokter dengan pasien (kontrak-terapetik). mengetahui
dan memahami hak dan kewaiiban pasien serta hak dan kewaiiban dokter dan adanya waiib
simpan rahasia kedokteran. rahasia iabatan dan pekeriaan (M.JusuI HanaIiah dan Amri Amir.
1999: 29).
Didalam memberikan pelayanan kepada pasien dan bermitra dengan dokter rumah sakit
memiliki hak dan kewaiiban yang diatur sesuai dengan Kode Etik Rumah Sakit (KODERSI).
Surat Edaran Dirien Yan Med No: YM 02.04.3.5.2504 tentang Pedoman Hak & Kewaiiban
Pasien. Dokter dan Rumah Sakit
,'-'.'/%!"#$'%&'(%)*$*+%&#%0*+'/%1'$#"
Masalah etika dan hukum di rumah sakit yang paling marak saat ini adalah malpraktek.
Malpraktek (medis) sebenarnya adalah istilah hukum yang berarti kesalahan dalam menialankan
proIesi. Berkhouwer dan Borstman (dikutip oleh Veronica Komalawati) mengatakan. seorang
dokter melakukan kesalahan proIesi. apabila ia tidak memeriksa. tidak membuat penilaian. tidak
melakukan tindakan atau tidak menghindari tindakan (tertentu). sedangkan dokter-dokter yang
baik pada umumnya pada situasi yang sama akan melakukan pemeriksaan. membuat penilaian.
melakukan tindakan atau menghindari tindakan (tertentu).
Kita dapat melihat bahwa: Pertama. deIinisi ini bersiIat relatiI. Baik buruknya seorang
dokter menialankan proIesinya dibandingkan dengan rata-rata dokter lain. Tentu ini ada
kelemahan-kelemahannya. dapat saia seorang dokter yang inovatiI di tuduh melakukan
malpraktek karena ia melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan kebanyakan dokter lain.
padahal yang ia lakukan adalah baik dan bermanIaat bagi pasien. Soal standar proIesi tidak
disinggung dalam devinisi itu.mungkin karena belum ada. karena buku dua ahli hukum Belanda
itu diterbitkan lebih daripada setengah abad yang lalu dalam tahun 1950.
Kedua. walaupun tidak secara eksplisit dinyatakan. dalam deIinisi ini dengan kesalahan
proIesional ditoniolkan tentang kelainan; dokter tentu tidak melakukan pemeriksaan. tidak
membuat penilaian. tidak melakukan tindakan. dan tidak menghindari tindakan tertentu. Ini
sesuai dengan pemahaman. bahwa malpraktek adalah sama dengan negligence.
Sesuai dengan konteks makalah ini. tentang malpraktek dengan latar belakang
pelanggaran hukum tidak dibicarakan lebih iauh. Fokus utama adalah pada masalah etika medis
di rumah sakit.
1. Etika dalam hal ini diartikan sebagai kewaiiban dan tanggung iawab.
2. Etika rumah sakit adalah etika institusi. iadi kewaiiban dan tanggng iawab itu adalah
institusional. bukan individual.
3. Namun. eksekutiI puncak rumah sakit- sebagai yang oleh pemilik melalui Governing Body
(Badan Pengampu. Maielis Wali Amanah. Dewan Pembina. atau nama ienis yang lain) diberi
kekuasaan mengelola dan tanggung iawab rumah sakit. dengan sendirinya iuga adalah
penanggung iawab moral dan etika institusional.
4. Etika medis berhubungan dengan hidup dan kesehatan. Obiek kewaiiban dan tanggung iawab
pada etika medis adalah hidup dan kesehatan manusia dan kelompok manusia dilingkungan
luar rumah sakit. itu berarti pasien staI serta karyawan rumah sakit.dan masyarakat.
5. Masalah etika rumah sakit timbul apabila teriadi pelanggaran terhadap asas-asas etika
(umum)dan Kode Etik Rumah Sakit. yang adalah uraian lebih operasional dari asas-asas
etika.
6. Asas-asas etika yang diterapkan pada etika rumah sakit sebagai etika praktis adalah:
o Rumah sakit berbuat kebaikan (beniIecence) dan tidak menimbulkan mudharat atau cidera
(nonmaliIecence) pada pasien. staI dan karyawan.masyarakat umum.serta lingkungan
hidup. Dua asas etika klasik ini sudah ada dalam laIal Sumpah Hipprokrates seiak lebih
23 abad yang lalu. Dua asas ini adalah iuga aiaran semua agama. Aiaran islam hampir
selalu menyebut dua asas itu dalam satu kalimat (Amar ma arupnahi mungkar).dalam
aiaran agama hindu. nonmaleIicence adalah Ahimsa.
o Asas menghormati manusia (respect Ior persons) berarti menghormati pasien.staI dan
karyawan.serta masyarakat dalam hal hidup dan kesehatan mereka. itu berarti
menghormati otonomi (hak untuk mengambil keputusan tentang diri sendiri).hak-hak
asasi sebagai warga negara. hak atas inIormasi.hak atas privasi.hak atas kerahasiaan.seta
harkat dan mertabat mereka sebagai manusia dan lain-lain.
o Asas keadilan (iustice): keadilan sosial. keadilan ekonomi. dan perlakuan yang
Iair`terhadap pasien. staI dan karyawan. serta masyarakat umum.
ldentifikasi Masalah Etika Di Rumah Sakit
Kurt Darr mengatakan. bahwa seorang eksekutuI rumah sakit tidak perlu sampai
mengikuti kursus tentang pilosoIi atau etika untuk dapat mengidentiIikasikan masalah etika.
walaupun kursus-kursus demikian akan banyak menolong. yang penting.harus ada kepekaan.
kebiasaan melakukan reIleksi (an inquiring mind). dan etika pribadi (personal etics)yang cukup
baik. tiga pertanyaan berikut ini dianiurkan diaiukan pada diri sendiri untuk mengidentiIikasikan
kemungkinan adanya etika pada kasus tertentu.
• Apakah pasien. staI dan karyawan. atau masyarakat umum dalam kasus tertentu itu
diperlakukan seperti saya ingin diperlakukan dalam kasus seperti itu? ini dinamakan The
Golden Rule.
• Apakah pasien. staI dan karyawan. serta masyarakat umum cukup dilindungi terhadap
kemungkinan cidera dalam keberadaan dan pelayanan di rumah sakit?
• Apakah penielasan tentang inIormed conset kepada pasien cukup memberi inIormasi
baginya tentang apa yang akan dilakukan pada dirinya?
Jika salah satu atau lebih dari tiga pertanyaan itu teriawab dengan 'tidak¨.ada indikasi masalah
etika pada kasus yang dihadapi. Pertanyaan-pertanyaan selaniutnya adalah:
• Adakah pasal-pasal dalam Kode Etik Rumah Sakit yang dilanggar?
• Adakah asas-asas etika umum yang dilanggar?
• Jika masih perlu untuk lebih memastikan: Teori etika mana yang dapat dipakai untuk
pembenaran keputusan atau tindakan rumah sakit yang menimbulkan masalah etika
administratiI atau etika biomedis.
Sama halnya dengan proses pemecahan masalah secara umum. mengaiukan pertanyaan-
pertanyaan yang tepat adalah bagian penting proses itu.
Pemecahan Masalah Etika Di Rumah Sakit
Setelah berhasil mengidentiIikasikan adanya masalah etika administratiI. masalah
bioetika. masalah medis tradisional. atau gabungan berbagai masalah etika itu dirumah sakit.
langkah berikutnya adalah mencari solusi untuk masalah-masalah itu. Perlu segera ditambahkan.
bahwa pemecahan masalah etika secara umum tidak mudah. Pada dasarnya ada dua model untuk
pemecahan masalah secara umum; model terprogram (rasional) dan model tak terprogram.
Model rasional terprogram mungkin dapat diterapkan pada pemecahan banyak masalah
manaiemen umum. tetapi rasio saia tidak selalu berhasil diterapkan pada pemecahan masalah
etika. Masalah etika administratiI tertentu di rumah sakit yang menyangkut proses atau prosedur
mungkin dapat lebih mudah dipecahkan secara rasional. Tetapi. masalah etika biomedis yang
menyangkut substansi atau prinsiI sering kali sangat sensitiI. karena itu rasio saia tidak selalu
eIektiI. Diperlukan kebiiaksanaan yang umumnya tidak dapt diprogramkan.
Dianiurkan langkah langkah umum sebagai berikut untuk pemecahan masalah etika
rumah sakit:
1. Memecahkan struktur masalah yang sudah teridentiIikasi kedalam komponen-komponennya.
menganalisis komponen-komponen itu sehingga ditemukan akar masalah.Akar masalah
adalah penyebab paling dasar dari masalah etika yang teriadi. Ia dapat berupa kelemahan
pada manusia. kepemimpinan. manaiemen. budaya organisasi. sarana. alat. sistem. prosedur.
atau Iaktor-Iaktor lain.
2. Melakukan analisis lebih dalam tentang akar masalah yang sudah ditemukan (root cause
analysis).untuk menetapkan arah pemecahannya.
3. Menetapkan beberapa alternatiI untuk pemecahan akar masalah.
4. Memilih alternatiI yang situasional terbaik untuk pemecahan masalah itu.
5. Memantau dan mengevaluasi penerapan upaya pemecahan yang sudah dilaksanakan.
6. Melakukan tindakan koreksi iika masalah etika belum terpecahkan atau terulang lagi teriadi.
Tindakan koreksi yang dapat menimbulkan masalah etika baru adalah iika manusia sebagai
penyebab akar masalah yang berulang-ulang dikeluarkan dari rumah sakit.
BAB lll
PENUTUP
Kesimpulan
1. Hukum rumah sakit adalah semua ketentuan hukum yang berhubungan langsung dengan
pemeliharaan atau pelayanan kesehatan dan penerapannya serta hak dan kewaiiban segenap
lapisan masyarakat sebagai penerima pelayanan kesehatan maupun dari pihak penyelenggara
pelayanaan kesehatan yaitu rumah sakit dalam segala aspek organisasi. sarana. pedoman
medik serta sumber-sumber hukum lainnya.
2. Rumah sakit sebagai suatu institusi dalam pelayanan kesehatan telah mempunyai etika yang di
Indonesia terhimpun dalam Etik Rumah Sakit Indonesia (ERSI).
Saran
Dalam menialankan pelayanan kesehatan. masing-masing proIesi harus berpedoman pada
etika proIesinya dan harus pula memahami etika proIesi disiplin lainnya apalagi dalam wadah
dimana mereka berkumpul (rumah sakit) agar tidak saling berbenturan.

).C "+5)+.&#)%>&.6F&'1%?%!"#"$%>&.)+%=)+.6*)+=)?%S&.)% *&<)(%$&$2"+=)1%&*1#)%=)+.)')<%5).).".>&5))+%8*1#%5)+%("#"$%)5)<)(%'&>).&+*"%5)<)$%$&$>&..)%*&."2)%*"+*"+)+?%J)+#'1%*&.8*1#%>&.()5)2%2&<)+.).%*&.2&56$)+ % 2)5) % &*1#) % 2.)+E>&.C"+5)+.$)'=).)(%#&')5).)1%>&.*1%O=)+.#"$2"<%7.)<)$)+%2).6F&'1%*&.#)+%#&'&2)#)*)+%)+.#)+%2&.>&+*".)+%2&.)%2)#).%2.1#"*D G? J)$)C')$)%$&.)"<)+%(15"2%$)'=).%*15)#%')<1+.6*)%$)'=).#)(%<)#"%#&<6$26#%2.*1>%5)+%*&+*.)+%2).*1>+=)%(15"2%>&.)1%6>A&#+=)%)5)<)(%*1+.).."' % 2"<) % $&$)()$1 % &*1#) % 2.C$)'1+."(+=)%*&.%2&.K)'1+.<)#"%"+*"#%"$"$? U? 8*1#%51'"'"+%>&.6F&'1%=)+.)+? !"#$%&'(%)*$*+ 8*1#%>&.6F&'1%().)#)*?% 0&.)."+5)+.%>)1#B%=)+.(1$2"+%5)<)$%8*1#%9"$)(%J)#1*%4+56+&'1)%789J4..)+%&*1#%>&.)#)*%).%')$)%=)1*"%"+*"#%$&+.%*&.%>&.*"<1'?%!"#"$%*&.."2)%*"+*"*)+? ..)#)*?% 8*1#%5)+%("#"$%$&$&1<1#1%*"A")+%=)+.%51>")*%6<&(%'")*"%#&#")))+B%5)<)$% $&+.)+%2.).5)').1*"%2"<)%..$)C+6.1#)+? V? K&+."$)(%')#1*%'&>).<)#"%"+*"#%<1+.6*)%2..)+%"+*"#%>&."'% >&.%5)+%<&$>)."'%51)$)<#)+% )+.1%#)*)%T"+)+1%&*(6'B%=)+.?% /&+.()5)2%2&<)+.)? V? J)+#'1%*&.."2)#)+%)<)*%"+*"#%$&+.%>&.'1#)2%$)+"'1)@1? M? J"$>&.%51'12<1+%1+1%"$"++=)%*&<)(%$&$2"+=)1%&*1#%2.6*)%'&+16.)%)+..% $&.$)B%+1<)1C+1<)1%)*)"%26<)%*1+.)"<)+%(15"2%5)<)$%$)'=).)1%'")*"%1+'*1*"'1%5)<)$%2&<)=)+)+%#&'&()*)+%A".1*)%+&.)*".)$+=)% 2&.6F&'1 % 51'12<1+ % <)1++=)% )2)<).)+%5&$1#1)+%5)<)$%$&+A)<)+#)+%2&<)=)+)+%#&'&()*)+%$)'1+.)+%("#"$% >&.6F&'1+=) % 5)+ % ().#"+.&*".1%5)<)$%@)5)(%51$)+)%$&.W)+*"$%'&W).)#)*? U? J&>).1#)+% 2&<)=)+)+%A)')%#&2)5)%$)'=).1+*)(? I? 8*1#%*15)#%'&<".#)(%<)#"%$)+"'1)? I? K&+.+=)%)5)<)(%()'1%2&$1#1.)+5"+..%).6F&'1?%!"#"$%51'"'"+%6<&(%>)5)+% 2&$&."$)(%')#1*.? J&5)+.1+W1%5)<)$%#1*)>%"+5)+.1#"*D ."2)#)+% $6.)*".%<)=)#O?%8*1#%$&.%()#%5)+%#&@)A1>)+%)+.%5)+%2&+.%()..)*".".%*15)#%')<1+.C$)'1+.')$))+%&*1#%5)+%("#"$%)5)<)(%'&>).)#)*?% !"#"$%)5)<)(%2&.%51%4+56+&'1)%*&.6*)C)+.)1%>&.

)+% ("#"$%$&$&.).B%=)+.*&$&+%3&'&()*)+% 7/8038J..M? 0&<)+..)+%7K383.)+%70I83."'#)+%#&2)5)%0)+1*1)% 0&$>1+))+%8*1#)%3&56#*&.)+%&*1#%*15)#%'&<)<"%51'&.).).)51<)+? X? 0&+=&<&')1)+%2&<)+..)+%("#"$%51'&<&')1#)+%$&<)<"1%2&+.%4+56+&'1)%74/4.)+%&*1#%51'&<&')1#)+%6<&(%K)A&<1'%3&(6.%51>&+*"#%6<&(%/&2).% 51>&+*"#%6<&(%4#)*)+%/6#*&.B%=)+.$)*)+%8*1#%3&56#*&.).?%0&<)+..<"#)+%>"#*1%F1'1#? .*)1%>"#*1%F1'1#?%0&+=&<&')1)+%2&<)+.%5)+%#)<)"%2&.<"%51*&.

1%'&+51..6F&'1 % '&W).)1+=)?%Y)51B%&*1#)%.%$&+W).1$) % A)') % 2..)#*1'B%'&2&.A)<1++=) % 1+*&..1% <1+.)<1)%$&+1<)1%#)*)%&*1#)%5)+%$6."+.)<1*)'%')$)%).6F&'16+)<B%&*1#)%)5)<)(%')<)(%')*"%#)15)(%=)+.#"+. % >&.%J1+.)<B%5)+%$6.%.!")"/"' !"#$%&'()%*&+%$#" 8*1#) % .*"#).6F&'16+)<%*&.&.? S).*1+=)B%#).1 % 5)+ % 2&+&.)#'1 % )+*).)2)+%7&#'2&#)*)'1.()5)2%&*+1#C&*+1#%$1+6.)+."+.)#*1' % 72.).B%F1<"'F%#6+*&$26.% A)@)>%#("'"'%*&.6F&'16+)<%5)+%*&.)#)*B% '&."#?%Z.6F&'1B % *&.>&5)C>&5) % A1#) % 51<1()* % 5).% )$)*%F"+5)$&+*)<%D%>). % *&.B % A"A".1*)'B%#&)51<)+%"+*"#%#)"$%2&.1%'6'16<6.%$6*1R)'1B% 2&.1%"')()%$)+"'1)%"+*"#%$&+A)@)>%2&.&+)%1*"%5)<)$%>"#"C>"#"+=)%1)% $&+.%*15)#%$)$2"B%5)+%'&>).1<)#"% 6.1%2.1)+%<1+..1%6.1+*)( % 5)+ % 2)5) % *1+."$)(%')#1*%)5)<)(%&*1#)% "$"$%=)+.)%*&.*1 % =)+.% 5).)2%>)1#%)*)"%>".)#*1'1%2."+)#)+%#&5")+=)%'&W).<)#")+% *&.'"+.)%#&'&()*)+%<)1++=)%&*1#)% >&.&$2")+B%2&+.*1%2&.) % 2&$>&.)CW).B%&*1#)%)5)<)(% )5)*B% #&>1)'))+%5)+%2&.!"!#$$ %&.)'1)+.62&.>")*)+%$)+"'1)%=)+.1<)#"%5)+%2&.).)% *&.%A)@)>%$&$&+"(1%().&.% 5).$)'"#%56#*&.)+1')'1%5)+%'*)FFB%*&.#)* % )#(1..% >&.1% 5)+ % 2.C*"#).#"*%$6.1%=)+.()5)2%2)'1&+%5)+%#<1&+%<)1+B%*&.1%-"'*. % )*)" % &*1#) % 2.C6.. % @)<)"2"+ % *15)# % <)+.1%1'*1<)(%1*"?%S).)2#)+%2)5)%72&+."$)( % ')#1* % )5)<)( % &*1#) % *&.)1$)+)%')=)%().6F&'1%5)+%)$'=).*)%>&.)<1*)'%)5)<)(%()<C()<%=)+.%$6.)%=)+.%51)+."'%(15"2%5)+%>&.()5)2%51.$)*? S).#"+.(6.()5)2%6."+) % =)+.%2.'1B%&*)+)'1)B%#&@)A1>)+%>).>&5)%5).)<1*)'?% K6.*1% #&@)A1>)+ % 5)+ %*)+.)2#)+%2)5)%1'"C1'"%2."'+=) % >&. % 2&+.1&+*)'1%>).%5)+%*&+).*&+*"?%S).%2.B%=)1*"%$6.)<%)5)<)(%'1'*&$%*&+*)+..()5)2% .()5)2 % 2&$&.%51*&.%$&+=)+.% $)$2"%"+*"#%$&$>)+*"%=)+."+))+%(&@)+%"+*"#%>)()+% $)#)+)+%)*)"%2&+&<1*1)+B%2&<&'*).)W*1W)<% &*(1W'.1 % &#'&#"*1F % 2"+W)# % .)2)+ % 7)22<1&5 % &*(1W'.+1'%J"'&+6%$&+=&>"*% &*1#)%'&>)."$)(% ')#1*B %&*1#) % '&().1%)(<1%F)<')F)(B%&*1#)%)5)<)(%1<$"%)*)"%#)A1)+%F6.)+%W).)+.B % )51<B% 2.)+%(15"2B%)>6.)1%1<$"%=)+.*)+=))+%=)+.) % @)A).%51*&.)+% >"5)=)%*&."$)(%')#1*? 8*1#) % 2"+=) % ).)<1*)'%)*)"%&*1#)%"$"$%=)+.*1+5)#\%0&*&.)+[%K).*1+5)#%5&+.%$&+A).$)<%*&+*)+.*1%#&@)A1>)+%5)+%*)+.1 % '"5"* % 2)+5)+.

B % )51<B % 2.)#*1'%=)+."#%5)<)$%2&<)#')+))+% 5)+%2&<)=)+)+%2.)2#)+% 5)+%512)*"(1%'&$")%)+.1) % @)A).1%)*)'%5")%#6$26+&+%D% !"8*1#)%)5$1+1'*..)#)*? %3.)1%W6+*6(B%5)2)*%51'&>"*%#&.1"$ V?%0&<)=)+)+%2)'1&+%5&@)') M?%0&<)=)+)+%#&'&()*)+%)+)# X?%0&<)=)+)+%#<1+1#%$&51# .$)* % *&+*" % >&..B % A"A".(6.)+ % &*1#)% >16$&51'?%-*)"%5)2)*%A".&$>)+.)+%5).#)+%"+*"#%9"$)(%J)#1*% '&>).)*1F% !"8*1#)%>16$&51'% J&W).%51#&$>)+."%')$)%'&#)<1% '&>).)+ % #&()51.1%)'6'1)'1%2.?%3).D G?%9&#)$%$&51' U?%3&2&.')$))+ % 5&+.<"%51)*".) % "+*"#% &#'&#"*1F%<)1+%51%.)+'2<)+*)'1% 6.6*)%)'6'1)'1%*&+*)+.1% &*1#)%>16$&51#)%7>16&*1#). % >&."$)(%')#1*?% S).&2.1*&.6F&'1%1*"? 8*1#)%9"$)(%J)#1*%)5)<)(%'")*"%&*1#)%2.%51+1<)1%>)1#%5)+%>".)@)*)+ I?%0&<)=)+)+%<)>6.51.)2)+%#&$)A")+%2&')*%1<$"%5)+%*&#+6<6.$)'=).)%"$"$%$)')<)(%&*1#%.A)51%51%."$)(%')#1*%)5)<)(%2&+."$)(%')#1*? %J&>).%)5)<)(%*&+*)+.6F&'1B%&*1#)%)5)<)( %!"#"$%!%&%'()"*#%+%5)+ %$". % ()$21.)1 % '")*" % 1+'*1*"'1 % <)(1.%)2)%=)+.)+? 8*1#)%.)*6.1%2&+&.1)*)+%. % 2)5) % @)#*" % =)+.&+)%$)')<)(C$)')<)(%)*)"%51<&$)%&*1#)%=)+.1%>16$&51'B%A"'*."$)(%')#1*%=)+.%2&.<)#" % A"."% *&.65"#'1%51>)+*"%*.%>).)1%5)$2)#%)*)"%)#1>)*%5).-+%'% "+*"#%51*&.)%51#)*)#)+%&*1#)%1+'*1*"'16+)<%."$)(%')#1*%*&.6F&'16+)< % 5)+ % *&.

&+)%'")*"%'&>)>%51%')*"%21()#%<)1+%#&@)A1>)+%$6.)'%=)+.) % *&.5)2)* % 51% 5)<)$+=)%*&.%#).1*)B% #&)5))+%#&")+.1>)51B%#&<)1+)+%)*)"%2&+=)#1*%=)+.A)$1++=)%2)'1&+%5)..&+) % .)*%$"5)(%51')5).)+.1$)*1F%5)+%$&+&./0"'0"1 ( +"'34-*+%&/ ( +%'5#/% ( .&+)%#&@)A1>)++=)%$&$)+.1<)#"%51'#.)()'1))+%2)'1&++=)?%!).]?%0&<)=)+)+%1+*&+'1FB%)+&'*&'1%5)+%&"*()+)'1) N?%0&<)=)+)+%./2? % -2)<).1%. % '&+'1*1F % '&W).%2.) % <)1+ % #&.1 % 2&56$)+ % 2)5) % 6.()#%2"+=)% )#'&' % *&.)+5)?%4)%$&+"+*"*%6.1%*&<)5)+% '&'")1%5&+.) % 5)+ % $&<1+5"+.A)51% #&*&.1%>&.*)$) % *&.*1+=) % 5)<)$% 2&<)#')+))++=)% '&6./0"'0"1 ( '-'+%2". % 2&.)+B%5)+%*&.%)')'C)')'% &*1#) %)"'".%9"$)(%J)#1*%>&.).)2#)+%'*)+5).'1 % $)+)A&$&+ % $&+W)#"2 % )+*).#-(&/"#$%&%0)#1#-"2%"#3& 06*&+'1 % 1'" % &*1#) % )5$1+1'*.)B % #).)+ % #&2&$1$21+)+ % 5)+% $)+)A&$&+ % 51 % .) % &*1'? %-.%.1%)*)"%*15)#%$&<)+.%2)'1&+B%'&2&.)+."$)( % ')#1*? % Z"+.)<%5)+%<)1+C<)1+ .)()'1)%2.)( % 5)+ % $&$>&.C'*)+5).2)#'))+%$&$>"#)%#&.)+=)% .%51*&*)2#)+?%J&5)+.)'1 G^?%0&<)=)+)+%.>"#)%>).%$&+A)51% ()#+=)? % -5)<)( % #&@)A1>)+ % &*1' % .)+%'*)+5).()5)2 % 56#"$&+ % *&."$)( % ')#1* % "+*"# % $&+A). % *&.%=)+.%1*"% 06*&+'1%1'"%&*1#)%)5$1+1'*.C'*)+5).%62&.1)*)+ % $&+&+*"#)+% 6>=&#*1FB % $&+&+*"#)+ % ).)*1F%>&.1%*15)#%$)"%$&$>&.1)*)+% #&2&$1$21+)+ % 5)+ % $)+)A&$&+ % 1+1 % 2)<1+.'&+51.)* GU?%0&<)=)+)+%$&51#6<&.1R)'1%$&+=)+.)+1')'1? % #&.#)1* % 5&+.)*1F % =)+. % 51A).*1%.1 % 2.1)+%=)+.1R)'1 % 5)+% #&.+ % 5)*) % 5)+ % 1+F6.)@)*%5)."'%51%)#"1B%()<%1*"%*15)#%'&<)<"%$"5)(?%K1')<+=)%#&.)*1FB % A1#) % *&.1R)'1?%0.&#)$% $&51' % 2)'1&+ % '"#).)<%"+*"#% $&+A).2..)+.%$)+)A&.1 % A1#)% /1.%2&$1$21+%=)+.% <)1+%$&$)*"(1%'*)+5).".1*"%>)+=)#%2&*".#"*% ()<C()<%#6+F15&+'1)<%*&+*)+.1)*)+C#&.)()'1))+%.")+%*&..%' ( )"*2%!5 ( %.%>&.A)51 % 51<&$) % &*1#) % )5$1+1'*.#)+%1)%'&+51.%515&.)516<6.-(.)()'1))+%#).&#*".$)'1 % =)+.'&>"*? % /)2)* % A".%2"+W)#%')+.()5)2%#&*&."$)( % ')#1* % $65&.&()>1<1*)'1%$&51# GG?%0&<)=)+)+%.1 H?%0&<)=)+)+%#)$).1#"*+=)%)5)<)(%*&+*)+.

%'&$")%5)$2)#%5)+%.)<6#)'1#)+ % 5)+) % =)+.)*%*1+.&**&.1#"*+=)%51%.%&$)'b>).1%.)+ % #&2)5)+=)? % #)."+.A)51%>&.A)#)+%'&().*&+*"B % 2&$1<1# % )*)"% $)+)A&$)+ % .%.)2#)+%'&$")%21()#?% _&*)21B%5)2)*%')A)%*&.) % '"#).)+?%`6+*6(CW6+*6(%>&.$)'1%=)+.)#1>)*#)+%#&>"*"()+%<)1+%=)+.1%."2)#)+%a*&<".)+%)2)% =)+.)1%*15)#%51<)#"#)+%*1+5)#)+%1*"?%/)<)$%>)+=)#%()<B%$&$)+.0&.*6<6+.)+% F)#*6.)+%5&$1#1)+%$&+.#1+%<&>1(%$&+5&')#B%<&>1(%>&').1C ().)#1>)* % F)*)<? % 3)'"' % 5&$1#1)+ % 5)2)* % $&+A)51 % 2&+=&')<)+% >&.%*&.%'1*")'1%#&")+.*&+*"%2)5)%51.+)*1F?%2)5)()<%56#*&.%$"#)%)5)<)(%F)#*6.1+=)B%'&*&<)(%1)%51>&.1C().)+.%=)+."$)(%')#1*?% I? %S).1#"*%1+1%*&.(">"+.&<) % 6<&( % 2)'1&+ % =)+. % 51.".% 1)%2)'*1%)#)+%$).% $)+F))*+=)B%5)+%<&>1(%&F&#*1F%>1)=)?% U?%S).>)*)' % "+*"# % 2.*&+*"%')+.#)2+=)%#&2)5)%2)'1&+B%#).*1% 6<&(+=)%*&+*)+.&.)+%=)+..)+ % *&.1 % $1')<+=) % 2&+5&#*6$1 % &."$)( % ')#1*B % =)+.1% 2&+.1#)+ % 2&.1?% G?%-2)#)(%#&$)$2")+%2)'1&+%$&$>)=).#1+%)#)+%(&+.1+. % 51>&.&+W)+)#)+%$)'1(% >&'). %#".%#&.A)51B % A1#) % 1+F6.%'&<&+. % "+*"# % $&<)#"#)+% *1+5)#)+%$&51'%*&.%5&+.%$"+.%")+.A)51% >)+=)#%$)')<)(%&*1#)B%A1#)%1+*&.6=&# % *&.%51()."$)( % ')#1* % $&+.#)2%5)+%51$&+."$)(%')#1*%*&. % *&.#)+.A)51%'&>).#&2)+A)+."$)(%')#1*% "+*"# % $&$>&.)1$)+)%'1#)2%.)1%)#1>)*%*1+5)#)+%1*"%)*)"% '&>).&+)%1)%*)("%A1#)%1*"%51<)#"#)+% 2)'1&+%)#)+%A)51%>1+.$)'1%=)+..1651#+=)B% 2)5)()<%1)%')+.)%1)%$1+*)%512"<)+.% =)+.&+) % 2&. ( 0-'#"'&8? %K)')<)( % &*1#) % )5$1+1'*.)(B%5)+%$"+.A)51 % 51<&$) % &*1# % 2)5) % 56#*&."'+=)B % =)1*" % 2&.%$&.)+? % /)2)* % A". % *&.#1+)++=)%"+*"#%$&+=&<)$)*#)+%2)'1&+?% /1<&$)%&*1#)%)5$1+1'*.B%2)+1#B%5)+%*)#"*%'&(1+.)% $&+.) % *&."+.#)+%')A)%"+*"#%$&+W).W)=)%>)(@)%*1+5)#)+%$&51#%=)+.1#)+ % '&W).A)51%'")*"%*1+5)#)+%1+R)+'1F%.CF)#*6.()5)2%56#*&.A)<)+%)$)+%5)+%6"*W6$&%#<1+1'%'&'")1%5&+.)1%)#1>)*%'&>).%2&.1%*)."*1+%51#&.-*+".#)2#)+%1+F6.()5)2%2)'1&+% =)+.%*15)#%*&.$&5 % W6+'&+* % *15)# % 51<)#')+)#)+ % '&>).'&*"A")+ % *1+5)#)+ % $&51' %67'.R&+'1%$&51'%>&.%$"+.A)51%'&()."$)(%')#1*%5)2)*%*&.)*1F%>&.)*1F % 5)2)*% *&.%#&$"+.*&+*"B5)+% 5&+.)1$)+)% '1#)2%*&.%*&2)*% @)#*"%$&<"+)'1% 21"*)+.#1+%*&.1%1+F6. % #6$2&*&+ % #&2)5) % 56#*&.'&*"A")+% =)+.%$"*<)#%>)."$)(%')#1*%<)1+?%2)5)()<%1)%2)*1&+*%.%<&+.*1$>)+.<"#)+%*1+5)#)+%#("'"'%<)+A"*)+?% .%51.1F%A)')+=)?%Y1#)%51*&.)*%$&$&.%2&.6>)*)+%)<*&.&'1#6%=)+.)1$)+) % '&().

)%#<1+1'%=)+.)%$&<)#"#)+%$6.6F&'16+)<%5)+% 1+'*"*1'16+)<%*&.)1$)+)%'1#)2%$)+)A&$&+%A1#)%)5)%#6+F<1#%#&2&+*1+.1%2).)+% )+*).()5)2%(15"2%5)+%#&'&()*)+%$)+"'1)%5). % '"5)( % 51#&+)< % '&A)# % .)#1>)*%$)')<)(%5)+%51<&$)%>).)1%5)$2)#%.)+%)+*).()5)2% 56#*&.1#"*c % S16&*1#) % )5)<)( % '*"51 % *&+*)+. % 1'"C1'"% &*1'B'6'1)<B("#"$B5)+%1'"C1'"%<)1+=)+.#1+)+%)5)+=)%$)')<)(%&*1#)%$&51'%5&$1#1)+<)(%=)+.%(15"2B%#&$)*1)+%5)+%$)<)(%>&>&.)+ % 1+51R15")< % 5)<)$ % 1+*&.)#)*%75)+%$&51)%$)').)%<)1+%>&.A)51%2&+=)#1*%)*)"%W15&. ( )/-"&4/0#% '&>).#"*(">"+.?% .#6<"'1%5&+.% $)')<)(+=)%)5)<)(%'6)<%#&")+.B%'&<)$)%2&.%W1W1<)+%#.%*&.)%#&>"*"()+%2)'1&+%5&+.<"%5121<)(%<).)1%$)<2.%5)<)$% $&+A)<)+#)+ % 2.)%2&$1<1#B%$)+)A&$&+%5)+%2)."$)( % ')#1* % *&.) % 56#*&.)<%()[).)+%5)+%2&+5)2)*)+?%S).#-(&!"#$%&4#5)/#0#-& 4'"%&*1#)%>16$&51'%51%.(1*"+.'&2'1%5)+%2&.)+.1<)#"%2..%5&+. % 5)+ % 2)'1&+?% 3&$"+.*&+*"%=)+.)+%>&.%$&<1()*%'&'")*"%()+=)% 5).#"*%2&.)%56#*&.*1)+ % &*1#) % >16$&51' % A"..)<%4%9%*.? 0&+.*1 % 1+1 % 515&F1+1'1#)+ % 6<&( %7'&"*'%&/-'%2( %##-0/%&/-' ( -.1>")+ % *)("+B % 5)+ % <&>1( % >)+=)#% $&+=)+.1% 5&$1%"+*"#%$&$>)=).<"#)+ % "+*"#% $&+1+.%'&>).)1 % >&.%5)2)*%515".%<)(1.)+%#&1+.1 % $)()<c % 51')*" % 21()# % 512&.+=)%2&+.5%A".)B%$&+A)51%*")B%')$2)1%'))*C'))*% $&+A&<)+.)+.)1$)+)%'1#)2%$)+)A&$&+%*&.%)#).)%*1+.62&'1+=)? % 8*1#) % >16$&51' % 5)<)$ % ).V?%:+*"#%.)51'16+)<b % =)+."$)(%')#1*%$&+=)+."% ')$)%'&#)<1%>).% )+*).1+)+%2&$&.%)#(1.A&$)()+%6<&(%2&+"<1'.)#*&#?% .%5)<)$%2&<)=)+)+%51%.&R6<"'1%>16$&51'%'&A)#%*)("+%GHX^C )+B%=)+.1%2&.) % $)'1( % 2&."$)(%')#1*B%51%21()#%<)1+%26*&+'1%$6.%')()$%=)+.1% 7*&.)2)%@)#*"%'&*&<)(%1*"? J&>&+).%W&2)*%6<&(%$)'=).)2&"*1# % )+*).-(.%*1$>"<%5)<)$%2&<)=)+)+%#&'&()*)+%5)+%1<$"C1<$"%>16<).*"$>"()+B%A1#)%*&.)#'1 % *&."$)(%')#1*% '&#).*1)+%&*1#)%>16$&51'%5)<)$%()<%1+1%$)'1(%2&.)+B%2)5)%'))*C'))*% '&A)#%<)(1.%'&>).1%'&A)#%'&>&<"$%#&<)(1.1 % 5)<)$ % 1'"C1'" % &*1#)% $&51'b*.1%5)<)$%1'"C 1'"%&*1#)%>16$&51'%)*)"%>16&*1#)%=)+.&.%51*"+51+.)+%0SZ?% X? % S).)%."$)(%')#1*%$1<1#%2&$65)<B%>).&.)+%>1'+1'?% M?%S).()5)2 % *&#+6<6.)1$)+)%A1#)%)5)%#6+F<1#%#&2&+*1+.&51*%)*)"E%&)'1+.#)*#)+%26'1'1%5)+%W1*.)1$)+) % '1#)2 % .<" % 5121<)( % <).

)+%(15"2B5)+% $"+.)+)+ % $)')<)( % &*1#) % $&51' % a*.&2.#-(&4#5/"#$%& S&>&.6%5)+%$)#.*)$)% 7>16&*1#).+)<%. % .*)$)%*15)#%51>1W).)+%5&F1+1'1%51%)*)'% *&+*)+.%#)A1)+%>)+=)#%)(<1$"<*1C%5)+%1+*&.)+%>15)+. % ')A) % '&2&.%*1$>"<%#).>&').%*&.1$&+%$&51'B%56+)'1%5)+%*.)2&"*1#%5)+%#<6+1+.1)*)+ % 51% )*)' %5)<)$% 2&<)=)+)+%#&'&()*)+%5)+%1<$"C1<$"%>16<6.%1'"%&*1#)%>16$&51'%5)<)$%)."$)(%')#1*%)5)<)(%*&+*)+. % 5)$2)#+=) % )*)' % $)'=).+)'16+)<%'&2&.% '"5)(%>)+=)#%A"$<)(+=)%*&.%>&<"$% 51#&*)("1%'6<"'1+=)B2&+5)2)*%<&$>).)%1'"C 1'"%'6'1)<B%("#"$B%).%(15"2B%#<6+1+.A&$)()+%3?S&.. % #)15)(C#)15)( % =)+.)++=)%6<&(%21$21+)+%.*1%2&.&+&*1#B*&#+6<6.&*)(")+ % L)'16+)<% 7514+56+&'1)c-404.%2&.%$)')<)(C $)')<)(%=)+.*1% 0SSB % P!QB % -$+&'*= % 4+*&. % 1'"C1'" % >16&*1#) % *&.)1 % 1+'*1*"'1 % *15)#% $&<)+.)+)'16+)<%=)+.)+%5&$1#1)+B15&+*1F1#)'1%5)+%2&$&W)()+% $)')<)(%&*1#)%>16$&51'%5)<)$%)."$)(%')#1*%=)+.)5"#*1F?%J&'")1%5&+.) % +)'16+)< % )*)"% '"2.1%*15)#%()+=)%$&+1$>"<#)+%1'"C1'"%&*1#)B*)21%A".$)*%1*"?%/)+%A1#)%*&.&'&+*)'1%1+1?% =)+.)C<&$>)."$)( % ')#1* % '&>).?% J*"51%F6."(%5"+1)?/&+..%*&+*)+.).%5)2)*%51#&$"#)#)+%*&+*)+.)51'16+)<bC% $&<)1+#)+%#&2&5"<1)+%5)+%>15)+.)+*1)+%#&<)$1+B%&"*)+)'1)B%1'"C 1'"%2)5)%)#(1.)+D % #&.) % 56#*&."$)(%')#1*%')A)C$1')<+=)%36$1*&%8*1#)%9"$)(%J)#1*% 5)+ % 2).*&+'.% aF)*@)b%2"')*C2"')*%#)A1)+%+)'16+)<%5)+%1+*&.+)*16+)<%-''6W1)*16+ % 6F % S16&*(1W' % B#&. % >16&*1#)% 6<&( % 4+*&.)+B%2&+.65"#'1B&#'2&.*1 % ()<+=) % 2)5) % 2&+)+.)#)+%<&>1(%<)+A"*%2)5)%2..)+ % 5&$1#1)+B15&+*1F1#)'1 % 5)+ % 2&$&W)() % $)')<)( % &*1#) % >16$&51' % 5)<)$ % ).1)*)+ % .1+*)()+B%&#6+6$1B#&2&+5"5"#)+B<1+. % )5)<)( % )+*).&#)=)') % .%>16$&51'%2)5)%'#)<)%$1#.)+'2)<)'1%6.*1 % *15)#% ()+=)%*&.) % <)1+ % *&.1% . % *&+*)+.%51%'&<".1)*)+C#&.-(.%'&#).% 7Z?->&<B*&.*&+*"B % ).%*&.)$)B%26<1*1#B%2&$&.<"%51#&*)("1%5)+%511#"*1%2&.>)*)'%2)5)%#&2&5"<1)+%1+*&.$)<%1+*&.A)51%$)')<)(%>16&*1#)%51.#"+.%51<)#"#)+%2)5)%2"')*C2"')*%#)A1)+%>16&*1#)%=)+. % '"5)( % 51#6+'&'"'#)+ % 6<&( % <&$>).C51'12<1+&.)'1%>)5)+C>)5)+%1+*&.*1%2&.+)'16+)<B5&#<).#&$>)+.)C<&$>).&+)%2&.(6.C51'2<1+&.1#1+%A".#&$>)+.&2.).)2)%W6+*6(%=)+.)%5&$1#1)+%*&+*"%5)2)*%51$1+*)? .)+.%.)#)* % <")' % 5)+ % '1'*&$+1<)1+=)B#1+1 % 5)+ % 51$)') % $&+5)*)+.%<)1+?% /&+..#)1* % 5&+.)%1'"C1'"%51%>15)+.6B5)+% *&+*)+.+)*16+)<B % )*)"bF)*@)b % -#)5&$1 % 4<$" % 0&+.

*1%'"5)(%51'1+.$)%&*1#)? 7($()&'()%*&+%$#" !"#"$%#&'&()*)+%&#'1'*&+'1+=)%$)'1(%')+.)%2&<)=)+))+%#&'&()*)+% =)1*"%.&+)2 % <)21')+ %$)'=)."+)+%51%>15)+.#&$>)+.(">"+."*)$)% 6<&(%56#*&.1$)%2&<)=)+)+%#&'&()*)+%$)"2"+%5).&5%-$&<+%5)+%-<$)."$)(%')#1*?%3&@)A1>)+%5)+%*)+.)+%=)+.)+%#&'&()*)+%7("#"$%#&'&()*)+.1% 2&$>)+.#-(&!"#$%&6/0#J&2&.&<)*1F%>).<1+5"+.#&$>)+.*)%'"$>&.)+%("#"$B%>)1#%>).1%("#"$% #&56#*&.%*&.).5)*)B% 015)+)B%)*)"%_)*)%:')()%L&.#1+)+%*&.%A)@)>%1+'*1*"'16+)<% .)+%#&%()<C()<%=)+.)+%("#"$%>).)+ % <)+.)%21()#%=)+.)+%2&+.A)51 % 2&.-(..$)C+6.)+%#&(15"2)+%=)+.#)1*? J&'")1%5&+..)#)*% '&>). % >&.1%21()#%2&+=&<&+.#)*%("#"$%#&'&()*)+%=)+.*1)+%("#"$%#&'&()*)+B%$)#)%("#"$%.)+%("#"$%=)+.'&>"*B % $)#) % 5)<)$ % .%*&.%#&'&()*)+%5)<)$%>&+*"#% '1'*&$%#&'&()*)+%+)'16+)<%$&+.% ("#"$%<)1++=)? J&<)+A"*+=)%)2)>1<)%51<1()*%5).<"#)++=)%2&+.)+?%0&.)% 21()#%=)+.#)+%6<&(%Z."+.<1+5"+.#)*#)+B % $&+.1%2&$>&.*) %()#%5)+% #&@)A1>)+%'&.)#1>)*#)+%51%2&.A)+A1)+%=)1*"%D .)+%#&$"+.)."+.))+ % )*)"% 2&<)=)+)+ % #&'&()*)+% 5)+%2&+&.)."$)(%')#1*%5)<)$%'&.#) % $&$>&.)1%2&+&.%51)*)'B%$)')<)(%&*1#)%$&51'%*.<"#)+%)5)+=)%2&."*)$)%51).)51'16+)<%5)<)$%2&<)=)+)+%$&51'% 51.%<&>1(%<")'B%5).)#*&#B%*&.%#&'&()*)+%512&.)+.. % >)."$)(%')#1*%#1*)%<&>1(%>)+=)#%51#)1*#)+%5&+.)*".)(#)+ % 5)+ % $&$>&..)+ % ()< % *&.1$)%A)')% 2&<)=)+)+ % #&'&()*)+B % "+*"# % $&+1+."B%5)<)$%2&.*)%2&.'"+.)<)%)'2&#%6.%2&')*%51%>15)+.1%2&+&."$)(% ')#1*%5)2)*%51>&5)#)+%2)5)%5")%$)W)$%2&."*)$) % $&+.A)51+=)%$)<2.1%A)')%2&<)=)+)+%#&'&()*)+%$)"2"+%>).%51+)$1'?% S)+=)# % *&.#)1*%51%5)<)$%"2)=)%#&'&()*)+%'&.)+)B%2&56$)+%$&51#%'&.)++=)%51% 4+56+&'1)B%'&$"<)%51#&$>)+.%*1$>"<%)+*). % 5&+.)2)++=) % '&.%A)@)>%1*"%5)2)*%>&.?%0)5)()<B%&*1#)%51'1+1%*&.1%2).)%2)'1&+%5)+%."+.%)*)"%2)5)%+6.? J&(">"+.).1%(">"+."$)(%')#1*%5)2)*%51'&>"*% '&>).&.C'"$>&.6F?%Q&*)$)%5)<)$%>&+*"#% 1<$"%("#"$%#&56#*&..5)').)+ % 2&$&<1().1#)+ % #&2)'*1)+ % 5)+% 2&.)+.)1 % '&$") % #&*&+*")+ % ("#"$ % =)+.">)()+ % *&.*1#)+%#&@)A1>)+%5)+%*)+.)+ % 5&+.%2)5)%#&*&+*")+%("#"$%70&.)+1')'1B%').#)1*)+%5&+.&+)1 % ()# % 5)+% #&@)A1>)+%2).)*%.1#)+ % 5)').("$%0.()5)2 % #)15)(C#)15)( % #&'&()*)+B % *&.%>&..

)+%("#"$%>).1)*)+ % =)+.).%5)+%)5)+=)%@)A1>% '1$2)+%.<1+5"+.B% GHHHD%UH.%5)+%*&+).*)+.E%*&+).$1&+%!)51)*1%36&'@)5A1B%U^^UD%GGN.&5%-$&<+B%GHHGD%]G.5)2)*% #&'&2)#)*)+% )+*).%5&+.? 0&.'1%9"$)(%J)#1*%'&>).%*&.A)+A1)+ % 2&<)=)+)+% $&51'% 51% $)+) % *&.&*)("1% 5)+%$&$)()$1%()#%5)+%#&@)A1>)+%2)'1&+%'&.%51A)$1+%#")<1*)'+=)c% U.%"+'".?%0&.)@)*)+?% >.)@)*)+%51$)+)%*&. % 51<)#"#)+ % 6<&( % *&+).A))+%7K?Y"'"F%!)+)F1)(%5)+%-$.)+%("#"$%5).) %"$"$% 5)+% #&56#*&.)%#&'&()*)+? /)<)$%#)1*)+%5&+."$)(%')#1*%5)+%56#*&."$)( % ')#1* % $&+=&51)#)+ % #)$)."+.%*&."'%2)'1&+%$&+5)2)*#)+% 2&..%7Z.5)2)*%#&'&2)#)*)+%)+*)."+.&5%-$&<+B%GHHGD%]MC]X.? /)<)$%()<%1+1%56#*&.) % 2&.)%$)#'1$)<%"+*"#%$&+=&$>"(#)+% 2)'1&+%$&<)<"1%*1+5)#)+%$&51'%4+'2)++1+.>1+*&+1'%7Z.)%$&51'%2)5)%.'%d&.%2."$)( % ')#1* % A".B%=)1*"%=)+..)+%2)'1&+%7#6+*."$)(%')#1*B%$)#)%2)5)%2.? .)@)*)+ % $&<)#"#)+% *1+5)#)+%2&.&'*)'1%5)+%2&.*)+.A)+A1)+%2&."$)(')#1*)+ %'&W).? 9"$)(%')#1*%5)<)$%$&+A)$1+%2&."2)=)%'&W)..)+')#'1%*&.) % 2&.<1+5"+.).1%56#*&.)@)*)+ % 5)+ % 51 % $)+) % *&+).).<"%$&$)()$1%)5)+=)%<)+5)')+% ("#"$%5)<)$%*.? % 0&.)% #&'&()*)+ % '&'")1 % 5&+.)*%#)1*)++=)%5&+.)*".W&. % A)@)> % '&W).)#C*&.)+%)*)"%$)+F))*%=)+.)2&*1#.1%-$1."$)(%')#1*%)#)+%>&.)%#&'&()*)+%<)1++=)%2&.)2&*1#%)+*)."+.1%D% G.)% >&.%A)@)>%.)+ % >"+=1 % 2)')< % GIX] % 7I.%#&"+*"+.)%#&'&()*)+%).1+'12+=)%."$)(% ')#1* %5)+ %2)'1&+% >)(@)%*&+).B%$&+.)+%I%7*1..$1+%5)<)$%$"*"%2&<)=)+)+c%5)+% I."$)(%')#1*% >&.)+%*)+.)%56#*&."$)(%')#1*%5)+%2)'1&+%>)(@)%21()#% .)+1%2)'1&+B%'&#)<1.1%5).)%. % $&+. % 3:!0&.5)*).6F&'16+)<%)#)+%&. %!"#"$ %=)+.%:+'".5)*) % *&.5)*)? % J&<)1+ % 1*" % .A)@)>%.%:+'".%$"*"%=)+."+.E%*&+).)()'1)%#&56#*&.% *15)#%$&+1$>"<#)+%#&')<)()+%$&51#%5)<)$%$&+)+.)1%*&$2)*%"+*"#%$&<)#"#)+%2&<)=)+)+%#&'&()*)+% 7T-L38J.A)@)>%)*)'%@)+2.)+%5)+%F"+.)+B%.()5)2 % '&$") % #&.1%'")*"%*)+.>")*)+%$&<)@)+%("#"$%7GUVIB%GI]^B%GI]GB%5)+%GIXM% 3:!0&.%=)+.)%.*)%()#%5)+%#&@)A1>)+%56#*&.)()'1)%A)>)*)+%5)+%2&#&.)+ %5)+ %)*)" %$&51#% #("'"'+=)%7!&. % 2&. % 2&.51.

)+%56#*&.)(%)>)5%=)+..%5)<)$%5&R1+1'1%1*"B$"+.% 56#*&.).% 2&<)+.6+1W)%36$)<)@)*1.)+.%=)+.*&+*".)*) % 56#*&.(1+5)."$)(%')#1*? .'1F)*%.&<)*1F?%S)1#%>".1%*1+5)#)+%7*&.)#)+%<&>1(%A)"(?%Z6#"'%"*)$)%)5)<)(%2)5)%$)')<)(%&*1#)%$&51'% 51%.%<)<"%5)<)$%*)("+%GHM^? 3&5")B%@)<)"2"+%*15)#%'&W).%$&+.'/%!"#$'%&'(%)*$*+%&#%0*+'/%1'$#" K)')<)(%&*1#)%5)+%("#"$%51%."$)(%')#1*% $&$1<1#1%()#%5)+%#&@)A1>)+%=)+. % 56#*&.)+%2&$)()$)+B%>)(@)%$)<2.#)+%56#*&.1%2)'1&+?%J6)<%'*)+5).(1+5)./15)<)$%$&$>&."$)(%')#1*%=)+.6F&'1?%S&.)+ % <)*).1 % *1+5)#)+ % *&.)+%#&')<)()+% 2.)#*&#%#).$)+F))*%>). % 0&56$)+ % !)# % e % 3&@)A1>)+% 0)'1&+B%/6#*&.)+.6F&'1+=) % 51>)+51+. % $&+A)<)+#)+ % 2.? 31*)%5)2)*%$&<1()*%>)(@)D%0&.<1.%<)1+B% 2)5)()<% =)+.)#%'))*%1+1%)5)<)(%$)<2.C56#*&.%51)*".6F&'1B%)2)>1<)%1)%*15)#%$&$&.)#*&# % 5&+.)+ % /1.)+%+&.1#)+%2&<)=)+)+%#&2)5)%2)'1&+%5)+%>&.)* % 85)."+.'-'.&+)%>&<"$%)5)B%#).*&+*"? % 4+1% '&'")1%5&+.%2.%$&<)#"#)+%#&')<)()+%2.%$). % <)1+? % _&+*" % 1+1 % )5)% #&<&$)()+C#&<&$)()++=)B % 5)2)* % ')A) % '&6.#(6"@&.%'&'")1%5&+.$1*.)+%365&%8*1#%9"$)(%J)#1*%73Q/89J4.)*)#)+B%'&6.%.)+.)%&#'2<1'1*%51+=)*)#)+B%5)<)$%5&F1+1'1%1+1%5&+.6F&'16+)< % 51*6+A6<#)+ % *&+*)+.*)$)B%5&F1+1'1%1+1%>&.'*$)+%751#"*12%6<&(%d&..1#')B%*15)#%$&$>")*%2&+1<)1)+B%*15)#% $&<)#"#)+%*1+5)#)+%)*)"%*15)#%$&+. % 1+6R)*1F % 51 % *"5"( % $&<)#"#)+% $)<2.12)5)%'&*&+.A&+ %T)+ % K&5 % L6D %TK % ^U?^V?I?M?UM^V % *&+*)+.).&+)%>"#"%5")%)(<1%("#"$%S&<)+5)% 1*"%51*&. % $)<2.B% J".% >)1#%2)5)%"$"$+=)%2)5)%'1*")'1%=)+.&+)% 1)% $&<)#"#)+% ()<C()<%=)+.*&+*".%')$)%)#)+%$&<)#"#)+%2&$&.)*)C.%>&. % #&<)1+)+c % 56#*&.)%5&+.% *15)#% >1)')% 51<)#"#)+% #&>)+=)#)+%56#*&.1#'))+? % *15)#% $&$>")* % 2&+1<)1)+B % *15)# % $&<)#"#)+ % *1+5)#)+B % 5)+ % *15)# % $&+.%'&>&+).% 56#*&. % =)+.%5)+%S6.#)+ % 5&+.)+ % #6+*&#' % $)#)<)( % 1+1B % *&+*)+.+=)%)5)<)(%1'*1<)(%("#"$%=)+."#+=)%'&6.)+ % . %1)%<)#"#)+% )5)<)(%>)1#%5)+% >&.1%*1+5)#)+%7*&.)+%("#"$%*15)#%51>1W).&+W&? J&'")1 % 5&+.)#*&#%)5)<)(%')$)%5&+.>1*#)+%<&>1(%5).#1+%#).%5)+%9"$)(%J)#1* .*1%#&')<)()+%5)<)$%$&+A)<)+#)+% 2.6F&'1%*15)#% 51'1+.%2)<1+.(1+5).)#*&#?% :%2$*%!&"!%7$&51'.B%'&5)+.1#'))+B%$&$>")*%2&+1<)1)+B% $&<)#"#)+%*1+5)#)+%)*)"%$&+. % *&+*" % *15)# % $&<)#"#)+ % 2&$&. % >&<)#)+.

"$)( % ')#1* % *1$>"< % )2)>1<) % *&.#"+.%A)@)>% 2)5)%&*1#)%$&51'%)5)<)(%(15"2%5)+%#&'&()*)+%$)+"'1)%5)+%#&<6$26#%$)+"'1)%51<1+. % 51."$)(%')#1*%'&>).)1)+% <&>1(%62&.)$>1< % #&2"*"')+ % *&+*)+.+..)% 7+6+$)<1F&W&+W&.%A)@)>?% U? % 8*1#) % .(">"+.()5)2 % )')'C)')' % &*1#)% 7"$"$.$)*1 % 2)'1&+B'*)F % 5)+% #).*) % $)'=).."+.'6+'.*1%2)'1&+%'*)F%'&.).B()#C()#% )')'1%'&>).)2#)+%2)5)%&*1#)%.&#)? % 1*" % >&.%)5)<)(%".1 % '&+51.)<%5)+%&*1#)%1+'*1*"'16+)<?% V?%8*1#)%$&51'%>&.).G?%8*1#)%5)<)$%()<%1+1%51).).1%)')'C)')'% &*1#)?% X?%-')'C)')'%&*1#)%=)+.)%)A).+1+.=)@)+B$)'=).1% #&#")'))+ % $&+.)+%).*1% $&+..)B%()#%)*)'%1+F6..#"+.%<)1+..%A)@)>%$6..% '&<)<"%$&+=&>"*%5")%)')'%1*"%5)<)$%')*"%#)<1$)*%7-$).*)>)*%$&..%.*1 % $&+.%$)%a)."+.)#)* % 5)<)$ % ()< % (15"2 % 5)+ % #&'&()*)+ % $&.)1%&*1#)%2.)1%=)+.(6. % >&.) % )5)<)(% 2&+)+.A)51 % 2&<)+. % A)@)> % .%51>&.).1+=) % A".)$2"B%K)A&<1'%P)<1%-$)+)(B%/&@)+%0&$>1+)B%)*)"%+)$)%A&+1'%=)+."$)(%')#1*B5)+%$)'=).%6<&(%2&$1<1#%$&<)<"1%f6R&.5)+%365&% 8*1#%9"$)(%J)#1*B%=)+.. % A)@)> % 1*" % )5)<)(% 1+'*1*"'16+)<B%>"#)+%1+51R15")<?% I?%L)$"+B%&#'&#"*1F%2"+W)#%.)*%)*)"%W15&.).)#*1'%)5)<)(D% 0#9"$)(%')#1*%>&.)+ % '&+51. % 2&.)+%5&+.)+%(15"2%5)+%#&'&()*)+?%Q>A&#%#&@)A1>)+%5)+%*)+.?5)<)$% )A).$)*1 % 6*6+6$1 % 7()# % "+*"# % $&+.=)@)+%.)()'1))+B'&*)% ().&<6<) % 5)+ % *)+.*1#)+%'&>).#).*)%#)."$)( % ')#1* % )5)<)( % &*1#) % 1+'*1*"'1B % A)51 % #&@)A1>)+ % 5)+ % *)+.)'16+)<%5).)#)*?% M? % K)')<)( % &*1#) % .%5)+%*15)#%$&+1$>"<#)+%$"5().#)*%5)+%$&.)$)%(1+5"B%+6+$)<&F1W&+W&%)5)<)(%-(1$')?% 0 #-')' % $&+.%<)<"? %/")%)')'%1+1%)5)<)(%A"."+.$)*1 % $)+"'1) % 7.%51*&.)1%#&@)A1>)+%5)+%*)+.)+% (15"2?%/")%)')'%&*1#)%#<)'1#%1+1%'"5)(%)5)%5)<)$%<)F)<%J"$2)(%!122.)+%'&$")%).=)@)+B'&."+.(6.1."$)(%')#1*?%1*"%>&."$)(%')#1*C%'&>).)%+&.>")*%#&>)1#)+%7>&+1F&W&+W&.)+%1'<)$%()$21.)$)?%-A).1R)'1B()#%)*)'%#&. % 2)5) % 2)'1&+B % '*)F % 5)+ % #).(6."2+)(1%$"+.)1%@).$)'1B()#%)*)'%2.)+% <").%S65=% 7S)5)+%0&+."$)( % ')#1*B % 5&+.)1%$)+"'1)%5)+%<)1+C<)1+?% .)#)* % "$"$B'&.&#)%'&>).&'2&W* % F6.*) % <1+.6#.)+ % *&.)*&'%'&A)#%<&>1(% UI%)>)5%=)+.

'"'%5&$1#1)+%)#)+% >)+=)#% $&+6<6+.()'1< % $&+."$)( % ')#1* % *15)# % 2&.%51<)+.D % #&)51<)+ % '6'1)<B % #&)51<)+ % &#6+6$1B % 5)+ % 2&..=)@)+B%'&.>).*1%')=)%1+.<"%'&.)%2&.)*1F%)*)"%&*1#)%>16$&51'? J)$) % ()<+=) % 5&+.#)+%51)A"#)+%2)5)%51.*)+=))+%=)+.)#)*%"$"$%W"#"2%51<1+5"+.1+=)\ Y1#)%')<)(%')*"%)*)"%<&>1(%5).).<" % ')$2)1% $&+.)#)*%"$"$?% .)+%h*15)#OB)5)%1+51#)'1%$)')<)(% &*1#)%2)5)%#)'"'%=)+.15&+*1F1#)'1#)+ % )5)+=) % $)')<)( % &*1#) % )5$1+1'*.<"%"+*"#%<&>1(%$&$)'*1#)+D%_&6.) % "$"$B % $&+.*)+=))+C2&.1#"*+=)%)5)<)(%$&+W). % &#'&#"*"F % . % $&+.*)%$)'=).)%2&.A)@)>%5&+.\ Y1#)%$)'1(%2&.)+.#)(%>&.'6+)<%&*1W'.*&+*"%1*"% 512&.1%*&.)A"#)+ % 2&.B().<)#"#)+%'&2&.*)%$)'=).%)2)%=)+.<)#")+ % =)+.)+ % 2.6'&' % 2&$&W)()+ % $)')<)( % '&W)."$)(%')#1*B% <)+.)+%#&2"*"')+%)*)"%*1+5)#)+%.1%"+*"#%$&+.1%&*1#)%$)+)%=)+.B%5)+%&*1#)%2.%)#)+%51<)#"#)+%2)5)%51.%W"#"2% >)1#?%*1.15&+*1F1#)'1#)+% $)')<)( % &*1#)B% @)<)"2"+%#".%*&2)*%)5)<)(%>).b*&.15&+*1F1#)'1#)+% #&$"+.'"' % *&+*)+.6'&'%1*"? :/)/.%1+F6.%2&+*1+.1>)51%72&.)51'16+)<B%)*)"%.%*%1&6%-%8%*&!"#$%&9#&'()%*&+%$#"# J&*&<)( % >&.1+.=)@)+B%'&.$&5%W6+'&*%#&2)5)%2)'1&+%W"#"2%$&$>&.*1%1*"\%1+1%51+)$)#)+%_(&% f6<5&+%9"<&? -2)#)(%2)'1&+B%'*)F%5)+%#).()5)2%2)'1&+B%'*)F%5)+%#).% aF)1."$)(%')#1*%=)+.)+%>&.()5)2% #&$"+.0/1"#3#$%-#&6%-%8%*&!"#$%&9#&'()%*&+%$#"# 3".&."$)(%')#1*\ -2)#)(%2&+A&<)')+%*&+*)+.'"'C#".* % /).*)+=))+C 2&.*)+=))+%>&.1%*1.)>"+.%$&+1$>"<#)+%$)')<)(%&*1#)% )5$1+1'*.1%'6<"'1%"+*"#%$)')<)(C$)')<)(%1*"?%0&.<)#"#)+%5)<)$%#)'"'%'&2&.%$1+5.#1+)+%)5)+=)%&*1#)%2)5)%#)'"'%*&.)#)*%"$"$%5)<)$%#)'"'%*&.*)+=))+%'&<)+A"*+=)%)5)<)(D% • • • -5)#)(%2)')<C2)')<%5)<)$%365&%8*1#%9"$)(%J)#1*%=)+.%51<)+.&F<&#'1%7)+%1+g"1.)*1FB % $)')<)(% >16&*1#)B%$)')<)(%$&51'%*.1)+%2&+*1+.)1%$)')<)(%&*1#)%1*"%51.1+=)%*&+*)+.%5)2)*%512)#)1%"+*"#% 2&$>&+).=)@)+B%)*)"%$)'=).$)'1% >)."'%)5)%#&2&#))+B% #&>1)'))+%$&<)#"#)+%.0 #-')' % #&)51<)+ % 7A"'*1W&.?%=)+.).1#"*%1+1%51)+A".%51()5)21?%0&.1%'&+51.\ -5)#)(%)')'C)')'%&*1#)%"$"$%=)+.)5))+%5)+%2&<)=)+)+%51%.)%5)<)$%#&>&.)%51*)$>)(#)+B% .)*)#)+B % >)(@) % '&6.1+%512&..1%1+F6.*)+=))+%1*"%*&.=)+.*&+*"?% • • • -2)#)(%2)'1&+B%'*)F%5)+%#)..#1+)+%W15&.%2.1#"*1% #". % 21<6'6F1 % )*)" % &*1#) % "+*"# % 5)2)* % $&+.

2&W)(#)+%)*)"%*&.%"$"$+=)%*15)#%5)2*%512. % )#).)+)<1'1' % #6$26+&+C#6$26+&+ % 1*" % '&(1+.1+.% $&+=)+.)'16+)<..)%"$"$c%$65&<%*&.%<)1+?% U? % K&<)#"#)+ % )+)<1'1' % <&>1( % 5)<)$ % *&+*)+.%'"5)(%51<)#')+)#)+?% X?%K&<)#"#)+%*1+5)#)+%#6.&R)<")'1%2&+&.%$)')<)(%=)+.#1+%5)2)*%<&>1(%$"5)(%512&W)(#)+%'&W).>)(@)%2&$&W)()+%$)')<)(%&*1#)%'&W).6.) % 51*&$"#)+ % )#).)+1')'1B%').66* % W)"'&% )+)<='1'.A)51?% _1+5)#)+%#6.*&+*"%51%.#)( % <)+.)*1F%*&.+)*1F%"+*"#%2&$&W)()+%)#).6'&'%)*)"%2. % $)')<)( % =)+.)$%$"+.%5).&+)%1*"%.#"*%'">'*)+'1%)*)"%2.)'16+)<?%_&*)21B%$)')<)(%&*1#)%>16$&51'%=)+.)'16%')A)%*15)#%'&<)<"%>&.2.%5)').A)51?%4)%5)2)*%>&.B% )*)"%F)#*6.)(%2&$&W)()++=)?% I?%K&+&*)2#)+%>&>&. % '"5)( % 51*&$"#)+ % 7."$)(%')#1*%=)+.)%"$"$%*15)#%$"5)(?%0)5)%5)').)$? K65&<%.)'16%')A)%*15)#%'&<)<"% &F&#*1F?%/12&.)+)B%)<)*B%'1'*&$B%2.6.1+'1F%'&.B"+*"#%$&+&*)2#)+%)."2)%#&<&$)()+% 2)5)%$)+"'1)B%#&2&$1$21+)+B%$)+)A&$&+B%>"5)=)%6. % $)')<)(?-#).6'&5".%#)<1%')+.C"<)+.)'16+)<%*&.% $"+.#)+%5).)$%7.+)*1F%=)+.)2#)+%2)5)%2&$&W)()+%$)')<)(% &*1#)?%K)')<)(%&*1#)%)5$1+1'*.%51#&<")."$)(%')#1*?% .)2#)+%2)5)%2&$&W)()+%>)+=)#%$)')<)(% $)+)A&$&+%"$"$B%*&*)21%.1%.#"*%2.<"#)+%#&>1A)#')+))+%=)+.6.+=)%)5)%5")%$65&<%"+*"#% 2&$&W)()+%$)')<)(%'&W).>)1#%"+*"#%2&$&W)()+%$)')<)(%1*"?% M?%K&$)+*)"%5)+%$&+.%$)')<)(%=)+.%5)2)*%$&+1$>"<#)+%$)')<)(%&*1#)%>).1%$)')<)(%&*1#)%=)+.6.1%*&..2.)1 % >&.&#'1%=)+.1#"* % "+*"# % 2&$&W)()+ % $)')<)( % &*1#)% ."$)(%')#1*D% G?%K&$&W)(#)+%'*.#)( % "$"$ % '&>).%'"5)(%*&.)%.)$#)+? /1)+A".%$)')<)(?% V?%K&$1<1(%)<*&.%*&.6'&5".2."<)+.#1+%5)2)*%51*&."%)5)<)(%A1#)%$)+"'1)%'&>). % $)')<)(% )5)<)(%2&+=&>)>%2)<1+.)2)%)<*&.%'1*")'16+)<%*&.15&+*1F1#)'1%#&5)<)$%#6$26+&+C#6$26+&++=)B% $&+.#)+ % <)+..)2)+%"2)=)%2&$&W)()+%=)+."#*".&#'1%A1#)%$)')<)(%&*1#)%>&<"$%*&.()'1<%51*&.%>&.."<)+...)1% 2&+=&>)>%)#).%$&+=)+.%<).CF)#*6.%5)+%$65&<%*)#%*&.)*%'&+'1*1FB%#).

).)1%'")*"%1+'*1*"'1%5)<)$%2&<)=)+)+%#&'&()*)+%*&<)(%$&$2"+=)1%&*1#)%=)+.6F&'1%().."'%>&.).&+)2% <)21')+%$)'=).))+%)*)"%2&<)=)+)+%#&'&()*)+%5)+%2&+&..1%5)<)$%@)5)(% 51$)+)%$&."'%2"<)%$&$)()$1%&*1#)%2.(1$2"+%5)<)$%8*1#%9"$)(%J)#1*%4+56+&'1)%789J4.(">"+.6F&'1+=)%5)+%().%51% 4+56+&'1)%*&.%("#"$%<)1++=)? U?%9"$)(%')#1*%'&>).)+ % <)+.*)%()#%5)+%#&@)A1>)+%'&.)#)*%'&>).)1%2&+&.)+% 2&$&<1().)% 2&<)=)+))+ % #&'&()*)+ % =)1*" % .#"$2"<%7.C$)'1+.)+)B % 2&56$)+% $&51#%'&.1$)%2&<)=)+)+%#&'&()*)+%$)"2"+%5).?% +%2%1 /)<)$%$&+A)<)+#)+%2&<)=)+)+%#&'&()*)+B%$)'1+."$)(% ')#1* % 5)<)$% '&. % 5&+.)+? .%).1%21()#%2&+=&<&+.%*15)#%')<1+.)+1')'1B % ').%>&.)2)++=)%'&..2&56$)+%2)5)% &*1#)%2."$)(%')#1*. :!=>?>: @/-#)A(8%1 G? % !"#"$ % ."$)( % ')#1* % )5)<)( % '&$") % #&*&+*")+ % ("#"$ % =)+.&#)%>&. % >&.C'"$>&..>&+*".6F&'1%51'12<1+%<)1++=)%)2)<).)<) % )'2&# % 6.%2.'"+.4<4&.*)%'"$>&.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->