P. 1
Captopril

Captopril

|Views: 3,586|Likes:
Published by tsaragih_1

More info:

Published by: tsaragih_1 on Jan 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

Captopril

Indikasi: Untuk hipertensi berat hingga sedang, kombinasi dengan tiazida memberikan efek aditif, sedangkan kombinasi dengan beta bloker memberikan efek yang kurang aditif. Untuk gagal jantung yang tidak cukup responsif atau tidak dapat dikontrol dengan diuretik dan digitalis, dalam hal ini pemberian kaptopril diberikan bersama diuretik dan digitalis. Kontra Indikasi: Penderita yang hipersensitif terhadap kaptopril atau penghambat ACE lainnya (misalnya pasien mengalami angioedema selama pengobatan dengan penghambat ACE lainnya). Komposisi: Setiap tablet mengandung kaptopril 12,5 mg. Setiap tablet mengandung kaptopril 25 mg. Setiap tablet mengandung kaptopril 50 mg. Cara Kerja Obat: Kaptopril merupakan obat antihipertensi dan efekif dalam penanganan gagal jantung dengan cara supresi sistem renin angiotensin aldosteron. Renin adalah enzim yang dihasilkan ginjal dan bekerja pada globulin plasma untuk memproduksi angiotensin I yang besifat inaktif. "Angiotensin Converting Enzyme" (ACE), akan merubah angiotensin I menjadi angiotensin Il yang besifat aktif dan merupakan vasokonstriktor endogen serta dapat menstimulasi sintesa dan sekresi aldosteron dalam korteks adrenal. Peningkatan sekresi aldosteron akan mengakibatkan ginjal meretensi natrium dan cairan, serta meretensi kalium. Dalam kerjanya, kaptopril akan menghambat kerja ACE, akibatnya pembentukan angiotensin ll terhambat, timbul vasodilatasi, penurunan sekresi aldosteron sehingga ginjal mensekresi natrium dan cairan serta mensekresi kalium. Keadaan ini akan menyebabkan penurunan tekanan darah dan mengurangi beban jantung, baik 'afterload' maupun 'pre-load', sehingga terjadi peningkatan kerja jantung. Vasodilatasi yang timbul tidak menimbulkan reflek takikardia. Dosis: Kaptopril harus diberikan 1 jam sebelum makan, dosisnya sangat tergantung dari kebutuhan penderita (individual).

Dewasa: Hipertensi, dosis awal: 12,5 mg tiga kali sehari. Bila setelah 2 minggu, penurunan tekanan darah masih belum memuaskan maka dosis dapat ditingkatkan menjadi 25 mg tiga kali sehari. Bila setelah 2 minggu lagi, tekanan darah masih belum terkontrol sebaiknya ditambahkan obat diuretik golongan tiazida misal hidroklorotiazida 25 mg setiap hari. Dosis diuretik mungkin dapat ditingkatkan pada interval satu sampai dua minggu. Maksimum dosis kaptopril untuk hipertensi sehari tidak boleh lebih dari 450 mg. Gagal jantung 12,5- 25 mg tiga kali sehari; diberikan bersama diuretik dan digitalis, dari awal terapi harus dilakukan pengawasan medik secara ketat. Untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal dsiis perlu dikurangi disesuaikan dengan klirens kreatinin penderita. Peringatan dan Perhatian: Keamanan penggunaan pada wanita hamil belum terbukti, bila terjadi kehamilan selama pemakaian obat ini, maka pemberian obat harus dihentikan dengan segera. Harus diberikan dengan hati-hati pada wanita menyusui, pemberian ASI perlu dihentikan karena ditemukan kadar dalam ASI lebih tinggi daripada kadar dalam darah ibu. Pemberian pada anak-anak masih belum diketahui keamanannya, sehingga obat ini hanya diberikan bila tidak ada obat lain yang efektif. Pemakaian pada lanjut usia harus hati-hati karena sensitivitasnya terhadap efek hipotensif. Hati-hati pemberian pada penderita penyakit ginjal. Pengobatan agar dihentikan bila terjadi gejala-gejala angiodema seperti bengkak mulut, mata, bibir, lidah, laring juga sukar menelan, sukar bernafas dan serak. Konsultasikan ke dokter bila menggunakan suplemen potassium, potassium sparing diuretic dan garam-garam polassium. Pemakaian obat penghambat ACE pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan/kelainan organ pada fetus atau neonatus, bahkan dapat menyebabkan kematian fetus atau neonatus. Pada kehamilan trimester ll dan lll dapat menimbulkan gangguan antara lain: hipotensi, hipoplasiatengkorak neonatus, anuria, gagal ginjal reversible atau irreversible dan kematian. Juga dapat terjadi oligohidramnios, deformasi kraniofasial, perkembangan paru hipoplasi, kelahiran prematur, perkembangan retardasi-intrauteri, paten duktus arteriosus. Bayi dengan riwayat di mana selama di dalam kandungan ibunya mendapat pengobatan penghambat ACE, harus diobservasi intensif tentang kemungkinan terjadinya hipotensi, oligouria dan hiperkalemia. Efek Samping: Kaptopril menimbulkan proteinuria lebih dari 1 g sehari pada 0,5% penderita dan pada 1,2% penderita dengan penyakit ginjal. Dapat tejadi sindroma nefrotik serta membran glomerulopati pada penderita hipertensi. Karena proteinuria umumnya terjadi dalam waktu 8 bulan pengobatan maka penderita sebaiknya melakukan pemeriksaan protein urin sebelum dan setiap bulan selama 8 bulan pertama

Tetapi bila mengalami kehilangan cairan. kadang-kadang terjadi demam dan eosinofilia.3 bulan pengobatan. misalnya akibat pemberian diuretik.Pengobatan jangka pendek pada tukak usus 12 jari. Retensi kalium ringan sering terjadi. dehidrasi maka hipotensi tersebut menjadi lebih berat. Obat anti inflamasi terutama indometasin. Pada penderita dengan resiko tinggi harus dilakukan hitung leukosit sebelum pengobatan. Efek tersebut biasanya ringan dan menghilang beberapa hari setelah dosis diturunkan.pengobatan. Suplemen potassium atau obat yang mengandung potassium. Hipotensi dapat terjadi 1 . Cara penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering. Teriadi perubahan rasa (taste alteration). terlindung dari cahaya. muntah. pengobatan agar dihentkan sebelum penderita terkena penyakit infeksi. Efek samping ini terutama terjadi pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal. tukak lambung dan refluks esofagitis . Pada penderita yang mengalami tanda-tanda infeksi akut (demam. terutama pada penderita gagal jantung yang umumnya mempunyai tensi yang nomal atau rendah. faringitis) pemberian kaptopril harus segera dihentikan karena merupakan petunjuk adanya neutropenia. diet rendah garam.4 % penderita.5 jam setelah dosis pertama dan beberapa dosis berikutnya. terutama pada penderita gangguan ginjal. yang biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama dan menghilang meskipun obat diteruskan.1. Neutropenia/agranulositosis terjadi kira-kira 0. Maka pengobatan dengan kaptopril perlu dilakukan pengawasan medik yang ketat. Obat-obat berefek hipotensi. diare. tapi biasanya tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan rasa pusing yang ringan. Interaksi Obat: Alkohot. setiap 2 minggu selama 3 bulan pertama pengobatan dan secara periodik. dialisis. sehingga perlu diuretik yang meretensi kalium seperti amilorida dan pemberiannya harus dilakukan dengan hatihati. Sering terjadi ruam dan pruritus. Neutropenia ini muncul dalam 1 . OMEPRAZOLE Indikasi: OMEPRAZOLE diindikasikan untuk: . Hipotensi berat dapat diatasi dengan infus garam faal atau dengan menurunkan dosis kaptopril atau diuretiknya.

Omeprazol dapat ditemukan di dalam mukosa lambung selama sehari atau lebih....3. sisanya ditemukan dalam feses.. diare..........40% pada dosis 20 .. aktivitas sekresi sedikit demi sedikit kembali normal lebih dari 3 .5 ... sakit kepala... Karena sistem enzim ini merupakan pompa asam (proton) dalam mukosa lambung. Efek Samping: Umumnya dapat ditoleransi dengan baik....... Bioavailibilitas Omeprazol sedikit meningkat pada pemakaian berulang.40 mg. urtikaria.. .... Waktu paruh dalam plasma dicapai 0. Kontra Indikasi: Hipersensitivitas terhadap Omeprazol. mula kerja efek antisekresi Omerazol terjadi dalam 1 jam.......5 hari... Omeprazol terikat dalam protein plasma kira-kira 95%. maksimum 2 jam. yang menekan sekresi lambung melalui penghambatan spesifik terhadap sistem enzim H+/K+ ATPase pada permukaan sekresi sel parietal lambung. suatu benzimidazol tersubstitusi.Perawatan sindroma Zollinger . Bioavailabilitas absolut kira-kira 30% ...... Efek samping berikut biasanya ringan dan bersifat sementara serta tidak mempunyai hubungan yang konsisten dengan pengobatan.5 .erosiva.. konstipasi..Ellison. pruritus jarang terjadi. Efek antisekresi Omeprazol lebih lama dari yang dapat diperkirakan berdasarkan waktu paruh dalam plasma yang sangat pendek (< 1 jam). Penghambatan sekresi kira-kira 50% dari maksimum dalam 24 jam dan proses penghambatan berlangsung sampai 72 jam.... Bila obat dihentikan... kemungkinan disebabkan oleh pengikatan enzim H+/K+ ATPase dalam sel parietal yang lebih lama. kembung. ruam kulit..... Komposisi: Tiap kapsul mengandung: Omeprazol.. .. Omeprazol digambarkan sebagai penghambat pompa asam langbung yang menghambat tahap akhir pembentukan asam lambung. Percobaan pada hewan menunjukkan bahwa setelah keluar dengan cepat dari plasma.... Sebagian kecil obat dalam bentuk utuh disekresikan melalui urin.600 ml/menit. Aktivitas Antisekresi Sesudah pemberian oral. Efek penghambatan Omeprazol terhadap sekresi asam meningkat dengan pengulangan dosis sekali sehari mencapai puncaknya setelah 4 hari....... OMEPRAZOLE tidak menunjukkan efek antikolinergik atau sifat antagonis histamin H2. disebabkan sebagian besar mengalami metabolisme presistemik..1 jamdan bersihan tubuh total 500 .. OMEPRAZOLE diabsorpsi dengan cepat dalam kadar maksimum pada plasma dicapai antara 0... Mual.20 mg Cara Kerja Obat: OMEPRAZOLE termasuk kelas baru senyawa anti-sekresi....5 jam.. Efek ini berhubungan dengan dosis dan menimbulkan penghambatan terhadap sekresi asam terstimulasi maupun basal tanpa dipengaruhi stimulus... Sekitar 77% dieliminasi melalui urin paling sedikit sebagai enam metabolit.

Dianjurkan untuk memantau penderita yang mendapat pengobatan warfarin atau atau fenitoin dan penurunan dosis warfarin atau fenitoin mungkin perlu jika Omeprazol ditambahkan pada pengobatan. propanolol. kemungkinan malignansi harus ditiadakan sebelum pengobatan dengan Omeprazol. Dosis harus disesuaikan untuk masing-masing individu dan pengobatan berlangsung selama indikasi klinis. Penyembuhan dapat dilakukan setelah 4 minggu untuk penderita tukak usus 12 jari dan 8 minggu untuk penderita tukak lambung ringan. Dosis awal yang dianjurkan bagi penderita sindroma Zollinger Ellison adalah 60 mg sekali sehari. Penggunaan pada anak-anak belum ada pengalaman. Penyesuaian dosis tidak diperlukan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal. karena dapat meringankan gejala-gejala dan memperlama diagnosanya. diperlukan dosis 20 mg sekali sehari. • • • • • . lidokaina.120 mg sehari. metoprolol. penitoin dengan warfarin. Dosis: • Dosis lazim untuk penderita tukak usus 12 jari atau tukak lambung ringan adalah 20 mg sehari. Absorpsi Omeprazol tidak dipengaruhi oleh alkohol atau makanan. penyembuhan biasanya terjadi selama 4 . harus diberikan 2 kali sehari. hati atau untuk lanjut usia. • Interaksi Obat: Omeprazol dapat memperpanjang eliminasi diazepam. dapat dikendalikan dengan efektif pada dosis 20 . Sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil kecuali benar-benar diperlukan. Tidak ditemukan interaksi dengan teofilin. amoksisilin atau antasida.Perhatian: • Apabila diduga ada tukak lambung. Pada kasus yang berat dosis dapat dinaikkan menjadi 40 mg sekali sehari. Dosis yang dianjurkan untuk refluks esofagitis erosiva adalah 20 mg sekali sehari selama 4 minggu. Untuk dosis lebih dari 80 mg sehari. Penderita dengan penyakit berat dan yang kurang memberikan respon terhadap pengobatan lain. Bagi penderita yang belum sembuh sepenuhnya sesudah tahap awal.8 minggu kemudian. kuinidina. Pada penderita refluks esofagitis yang sulit disembuhkan dengan pengobatan lain.

Pseudomonas aeruginosa. Haemophilus influenzae. Salmonella typhi.CETAFLOXO 500 Kaplet Salut Selaput Komposisi: Tiap kaplet salut selaput mengandung : Ciprofloxacin 500 mg Farmakologi: Ciprofloxacin merupakan antibiotik fluorokuinolon. Klebsiella pneumoniae. Citrobacter freundii. Ciprofloxacin merupakan antibiotik untuk bakteri gram negatif dan gram positif yang sensitif. Proteus vulgaris. Citrobacter diversus. dispepsia. flatulasi. Kalau terjadi diare berat atau persisten selama atau sesudah pengobatan. Infeksi saluran nafas. Morganella morganii. Bakteri gram positif yang sensitif: Enterococcus faecalis. Escherichia coli. muntah. Enterobacter cloacae. Khasiat ciprofloxacin untuk eradikasi "chronic typhoid carrier" belum diketahui. Efek terhadap saluran cerna : Mual. Prodivencia rettgeri. pemberian ciprofloxacin harus segera dihentikan dan diganti dengan obat lain yang lebih Kontra indikasi: Efek samping: . segera konsultasi pada dokter karena gejala tersebut mungkin menutupi kelainan yang lebih serius (colitis pseudo-membran) yang memerlukan tindakan segera. diare. anoreksia. Bakteri gram negatif yang sensitif: Campylobacter jejuni. Streptococcus pyogenes. Proteus mirabilis. Kalau ini terjadi. bekerja dengan cara mempengaruhi enzim DNA gyrase bakteri. nyeri abdomen. Serratia marcescens. Shigella flexneri. Staphylococcus epidermidis. Shigella sonnei. Indikasi: Untuk pengobatan infeksi yarg disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap ciprofloxacin seperti: • • • • • • • • • • Infeksi saluran kemih termasuk prostatitis Uretritis dan servisitis gonore Infeksi saluran cerna. Providencia stuartii. typhi. termasuk demam tifoid yang disebabkan oleh S. kecuali pneumonia akibat streptococcus Infeksi kulit dan Jaringan lunak Infeksi tulang sendi Penderita yang hipersensitif terhadap ciprofioxacin atau antibiotik derivat kuinolon lainnya. Staphylococcus aureus. gangguan pencernaan. Neisseria gonorrhoeae. disfagia. Wanita hamil dan menyusui Anak-anak dibawah usia 12 tahun.

tendovaginitis. mimpi buruk.sesuai (misalnya vancomycin per oral 4 x 250 mg sehari). vaginitis dan asidosis. leukositopenia. atrial flutter. Lain-lain : Jarang: nyeri sendi. anemia granulositopenia. tindakan darurat medis (misal mengatasi syok) harus segera dilakukan. • • • • • Interaksi obat: • . Reaksi anafilaksis (seperti edema pada wajah. Karena itu ciprofloxacin harus ditelan 1-2 jam sebelum atau minimal 4 jam sesudah minum antasida. gangguan pendengaran terutama untuk frekuensi tinggi. retensi urin. hiperglikemia. gangguan pengecapan dan penciuman. vaskuler dan laring. migren. ikterus kolestasis dapat terjadi terutama pada pasien yang pernah mengalami kelainan. ansietas. palpitasi. kreatinin dan bilirubin darah secara transien. halusinasi. Reaksi hipersensitif: Reaksi kulit seperti kemerahan pada kulit. cardiopulmonary arrest. termasuk gagal ginjal yang transien. Pembatasan ini tidak berlaku pada antasida yang tidak mengandung aluminium atau magnesium hidroksida. pada kasus tertentu: kristaluria dan hematuria. hemoptisis. sakit kepala. insomnia. Dalam hal ini ciprofloxacin segera dihentikan. poliuria. dyspnea yang bertambah berat sehingga terjadi syok yang mengancam jiwa). gagal ginjal. Dalam hal ini ciprofloxacin harus segera dihentikan dan segera konsultasi pada dokter. Obat-obat yang menghambat peristaltik merupakan kontra indikasi. drug fever. • Efek terhadap sistem saraf: ○ Pusing. Reaksi kadang-kadang timbul setelah pemberian ciprofloxacin untuk pertama kalinya. pruritus. lemas seluruh tubuh. Efek terhadap sistem kardiovaskuler: Jarang : takikardia. kelainan protrombin. nyeri otot. tinitus. cerebral thrombosis. Obat-obat yang mempengaruhi keasaman lambung (antasida) yang mengandung aluminium atau magnesium hidroksida akan mengurangi absorpsi ciprofloxacin. ventricular ectopi. warna-warni). dyspnea. Efek pada darah : Eosinofilia. perdarahan ureter. Sangat jarang : trombositopenia. sangat jarang : kelainan hati yang luas seperti nekrosis hati. fotosensitivitas ringan. hipertensi. wajah merah dan panas. angina pectoris. leukositosis. rasa letih. gangguan penglihatan (misal penglihatan ganda. depresi. Efek pada nilai laboratorium/ deposit urin: Kadar transaminase dan alkali fosfatase dalam darah mungkin meningkat untuk sementara. berkeringat. pulmonary embolism. agitasi. bronchospasm. epistaksis. Efek terhadap hati: Hepatitis. trombositosis. laryngeal atau pulmonary oedema. peningkatan kadar urea. kejang. ○ • Efek terhadap ginjal/urogenital: Nefritis interstisial. konfusi. sinkope. pingsan. infark miokard. Sangat jarang : paralgesia perifer. tremor.

tulang. Kenaikan kadar kreatinin serum untuk sementara terlihat pada pemberian ciprofloxacin bersama cyclosporin. pemberian ciprofloxacin harus dihindari. Pemberian bersama metoklopramid mempercepat absorbsi ciprofloxacin. Hindarkan penderita dari sinar matahari yang berlebihan. aliran darah ke otak berkurang dan stroke ). Apabila kombinasi ini tidak dapat dihindarkan. obat ini dapat mengganggu respon pasien. Harus dipertimbangkan kemungkinan terjadinya interaksi pada pemberian ciprofloxacin bersama probenesid. Hati-hati pemberian pada penderita dengan gangguan ginjal (lihat takaran pemakaian). Ciprofloxacin harus diberikan dengan hati-hati pada penderita usia lanjut. jaringan lunak : 2 x 250-500 mg sehari Infeksi berat saluran nafas. sendi. Gangguan ini akan lebih berat jika diminum bersama alkohol. kadar teofilin dalam plasma harus dimonitor dan dosis teofilin harus dikurangi. Jika kadar teofilin tidak dapat dimonitor. kulit. karena pasien demikian mungkin akan menderita efek samping SSP. riwayat konvulsi. • • • • • • • • Peringatan dan perhatian: • • • Takaran pemakaian: Dewasa: • • • • • • • Infeksi ringan/sedang saluran kemih : 2 x 250 mg sehari Infeksi berat saluran kemih : 2 x 500 mg sehari Infeksi ringan/sedang saluran nafas. Ciprofloxacin harus ditelan dengan air secukupnya untuk mencegah kristaluria. kulit. Bila terjadi fototoksisitas. ciprofloxacin hanya diberikan jika manfaatnya lebih besar dibanding risikonya. Dalam hal ini. Pada kasus epilepsi dan pasien yang pernah mengalami gangguan SSP (misalnya ambang kejang rendah. Pemberian bersama ciprofloxacin dan antikoagulan oral dapat memperpanjang waktu perdarahan. kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin. pengobatan harus segera dihentikan. Seperti halnya antimikroba lainnya. pemberian jangka lama dapat mengakibatkan pertumbuhan berlebih dari mikroorganisme yang kurang peka. kadar kreatinin serum harus sering dipantau (dua kali seminggu).• Pemberian ciprofloxacin bersama teofilin dapat meningkatkan kadar teofilin dalam plasma sehingga dapat menimbulkan efek samping teofilin. Pemberian tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan. tulang. Meskipun diminum sesuai dengan resep dokter. sendi. jaringan lunak : 2 x 500-750 mg sehari Prostatitis kronis : 2 x 500 mg Infeksi saluran cerna: 2 x 500 mg sehari Gonore akut: 250 mg dosis tunggal .

meningkatkan aliran koroner dan menurunkan konsumsi oksigen jantung. maka dosis normal hanya diberikan 1 kali sehari atau jika diberikan 2 kali.Karena pengalaman yang terbatas. dan juga mengurangi resistensi koroner. Nifedipine merupakan anti hipertensi poten. Pada individu dengan normotensif. Pada angina Printzmetal dimana nyeri dada disebabkan oleh spasme koroner. Dosis pada gangguan fungsi ginjal: Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 ml/menit. Untuk infeksi akut. Pada pasien hipertensi. dimana responnya lebih bermakna pada tekanan darah inisial yang lebih tinggi. tekanan darahnya hampir tidak turun sama sekali.• Untuk mencapai kadar yang adekuat pada osteomielitis akut. nifedipine terbukti merupakan terapi yang efektif. lama pengobatan biasanya 5-10 hari. dosis tidak boleh kurang dari 2 x 750 mg sehari. Lama pengobatan tergantung beratnya infeksi. nifedipine menurunkan resistensi perifer serta tekanan darah sistolik dan diastolik. kemajuan klinis dan bakteriologis. mengurangi kebutuhan nitrogliserin dan mengurangi perubahan iskemik jantung saat beristirahat dan beraktivitas.Hipersensitivitas terhadap nifedipine. Kontra Indikasi: . . . pemberian nifedipine pada wanita hamil hanya dilakukan dengan pertimbangan yang hati-hati. Pada umumnya pengobatan harus diteruskan sampai minimal 3 hari setelah gejala klinis hilang. Pada percobaan terhadap hewan. dosis harus dikurangi separuhnya. meningkatkan volume per menit dan kecepatan jantung. menunjukkan perbaikan perfusi pada miokardium yang iskemik. Komposisi: Tiap tablet selaput mengandung: Nifedipine 10 mg Farmakologi: Nifedipine merupakan antagonis kalsium (calcium channel blocker) yang berefek mengurangi konsumsi oksigen jantung. memperbaiki toleransi latihan pada pasien angina pektoris. Nifedipine Indikasi: Pengobatan dan pencegahan insufisiensi koroner (terutama angina pektoris setelah infark jantung) dan sebagai terapi tambahan pada hipertensi.

.Penggunaan nifedipine bersamaan dengan betha-bloker mempotensi efek antihipertensi nifedipine. tremor. flushing.Efek samping berat yang memerlukan penghentian pengobatan relatif jarang terjadi. Penambahan nifedipine secara oral pada krisis hipertensi akan menurunkan tekanan darah dengan cepat dan efektif. hiperaldosteronisme dan feokromositoma. sedang dan berat.Dosis rata-rata: 5 . Nifedipine juga digunakan untuk terapi hipertensi nefrogenik. metildopa atau klonidin. Berbeda dengan betha-bloker.Sangat jarang terjadi. Nifedipine juga cocok digunakan untuk pasien dengan klaudikasi atau sindrom Renaud yang diperburuk oleh betha-bloker. Pada kasus resistensi pada betha-bloker atau terapi kombinasi betha-bloker dan diuretik. kram pada tungkai. reaksi dermatologi. respon positif dapat diperoleh dengan penambahan nifedipine dalam terapi. Nifedipine cocok untuk terapi hipertensi ringan. Terapi dapat dikombinasi dengan betha-bloker. juga tidak mengganggu sirkulasi prifer tetapi sebaliknya memiliki aksi vasodilatasi. Pemberian nifedipine secara oral akan diabsorbsi dengan baik. hipotensi. Nifedipine dalam dosis tunggal diekskresi sebesar 80% dalam waktu 24 jam. diuretik.Efek antihipertensi dari nifedipine dalam dosis tunggal oral memberi onset sangat cepat dalam waktu 15 . Peringan dan Perhatian: Pemberian nifedipine pada pasien dengan stenosis aorta atau pasien yang sedang diberikan bethabloker atau obat depresan miokardium lainnya dapat menyebabkan resiko gagal jantung. 3 kali sehari. takikardia. Nifedipine tidak memberi efek ntiaritmia.Dose dependent disebabkan oleh dilatasi vaskular seperti: sakit kepala atau perasaan tertekan di kepala.Penggunaan nifedipine bersamaan dengan betha-bloker pada pasien dengan insufisiensi jantung. hipertensi ortostatik. tinitus. .98% terikat oleh protein plasma dan diekskresi dalam bentuk metabolit tidak aktif melalui urin.30 menit dan berlangsung selama 6 .12 jam. pusing. terapi harus dimulai dengan dosis kecil dan pasien harus dimonitor dengan sangat hati- . Interval di antara 2 dosis pemberian tidak kurang dari 2 jam. Efek Samping: . gangguan lambung.10 mg.10 mg. . Dosis: . kongesti nasal. nifedipine dapat digunakan untuk pasien penderita asma karena tidak meningkatkan disposisi obstruksi bronkial. . Insufisiensi ginjal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap farmakokinetik nifedipine.Dosis tunggal: 5 . edema tungkai. palpitasi. lemas. 92 . dilaporkan pada pemakaian nifedipine jangka panjang terjadi hiperplasia gusi dan segera kembali ketika pemakaian nifedipine dihentikan. Interaksi Obat: . mual.

Dosis 210 mg menyebabkan hipotensi berat dan blok atrioventrikular total.4 mg/hari).8 mg/hari.6 mg.1-0. efektif untuk pasien yang tidak bisa menggunakan obat oral. Larutan kalsium glikonat 10% dapat diberikan dengan dosis inisial 10 . Dewasa : . Sublingual klonidin : 0.005 mg/hari.1-0. dapat diikuti dengan penggunaan dosis 0. maksimum 0. ditingkatkan setiap 3-7 hari 0.1-0.hati.Clonidine . Transdermal : Hipertensi : berikan sekali setiap 7 hari. ADHD (attention deficit/hiperactiity disorder)-unlabeled use:dosis awal 0. Overdosis: Intoksikasi nifedipine jarang dijumpai.15 mg/m² atau 4 mcg/kg sebagai dosis tunggal.1 mg dua kali sehari (rekomendasi dosis maksimum : 2. jika diperlukan. tingkatkan secara perlahan pada interval hari ke 5 dan 7 menjadi 25 mcg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 6 jam.4 mg/hari).Penggunaan nifedipine bersamaan dengansimetidin (tidak pada ranitidin) meningkatkan konsentrasi plasma dan efek antihipertensi nifedipine. .9 mg/hari. dopamin) yang memberikan aksi yang berlawanan dengan nifedipine dengan meningkatkan perfusi kalsium ke dlam sel miokardium. Hipertensi : dosis awal 0. untuk dosis awal.20 mlditingkatkan sesuai respon.05 mg/hari menjadi 3-5 mcg/kg/hari diberikan dalam 3-4 kali/hari (dosis maksimum : 0. Oral : hipertensi akut : dosis awal : 0.3-0. Terapi hipertensi dan blok atrioventrikular dianjurkan dengan infus simpatomimetik (isoprenalin. nama dagang .1 mg pada interval 1-2 minggu. rentang dosis umum : 0.2 mg.1 mg setiap jam.2 mg dua kali sehari. dinaikkan sampai dosis maksimum 0.Catapres dosis Anak : Oral : • • • Hipertensi: Awal : 5-10 mcg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8-12 jam. Tes toleransi klonidin (tes pembebasan hormon pertumbuhan dari pituitari ) : 0. mulai dengan 0.1 mg dan tingkatkan dengan 0.

mengantuk. . diaforesis. interaksi Dengan Obat Lain : Antipsikotik : penggunaan bersama dengan antipsikotik (khususnya yang berpotensi rendah) atau nitroprusiddapat menghasilkan efek hipotensi tambahan. sedasi. bisa digunakan sebagai obat tunggal ataupun kombinasi dengan obat antihipertensi lain. Hipertensi dapat kambuh kembali selama penghentian terapi klonidin. konstipasi dab xerostomia.Rentang dosis umum : 0.Orang lanjut usia : 0. sekali sehari sebelum tidur.1-0. kontraindikasi Penghentian penggunaan klonidin secara tiba-tiba.Konsentrasi klonidin pada air susu diperkirakan dua kali lipat dibanding dalam plasma ibu. terjadinya peningkatan katekolamin serum dan urin. Gejala yg timbul: hipersalivasi. asthenia. mual.hipotensi ortostatik. pusing. Efek samping non kardiovaskuler: ansietas. muntah. dispnea.Efek ini ditimbulkan krn peningkatan level sirkulasi katekolamin setelah penghentian terapi klonidin secara tiba-tiba. Efek samping ini akan menurun dengan terapi kontinyu. pusing.dalam beberapa hari akan mencegah terjadinya hal ini dan pengguanaan klonidin kembali akan mengurangi keparahan efek samping. konfusi. Pasien yang menerima terapi klonidin lebih dari 4 minggu.1 mg.sinus takikardia. Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal : Clcr<10 mL/menit : gunakan 50-75% dosis awal normal. efek samping Lethargi. sakit dada.diaforesis.palpitasi. Reaksi ini terjadi jika terapi klonidin dihentikan secara tibatiba.tanpa memperhatikan rute pemberian.dosis seharusnya diturunkan bertahap dalam 2-4 hari untuk menghindari sindrom penghentian.sakit kepala. tanpa memperhatikan rute pemberian dapat mencetuskan sindrom penghentian.Efek samping kardiovaskular : hipotensi.mual. indikasi Pengobatan hipertensi ringan hingga sedang. fatigue dan rasa lemah selama terapi klonidin.agitasi.Terapi transdermal menyebabkan efek samping yg lebih ringan daripada penggunaan sistemik.memerlukan penurunan dosis lebih lama (misalnya penurunan dosis setiap 3 hari). demam.sinus trakikardia dan sinus bradikardia.sakit otot & sakit perut. tingkatkan bertahap jika diperlukan.cemas. Klonidin seharusnya tidak digunakan oleh ibu menyusui karena adanya potensi reaksi efek samping pada bayi. Terapi klonidin jangan dihentikan karena operasi.sakit kepala..ansietas. gunakan sediaan transdermal selama operasi.palpitasi. Penghentian terapi secara perlahan. Jika harus menghentikan penggunaan klonidin.3 sekali dalam seminggu.

Etanol : dapat menyebabkan depresi SSP. fenitoin. Siklosporin : klonidin dapat meningkatkan konsentrasi serum siklosporin (juga takrolimus). mengurangi toksisitas atropin. analgesik. yang menyebabkan efek ini termasuk barbiturat. Absorpsi ketokonazol dan itrakonazol berkurang. monitor untuk kenaikan efek ini. gentamisin (blokade neuromuskuler). Verapamil :penggunaan bersamaan dapat menyebabkan hipotensi dan blok AV pada beberapa pasien (dokumentasi terbatas). mengurangi efek nondepolarisasi relaksan otot. Hindari efedra. Antasida dapat mengurangi absorpsi ranitidin. cefpodoksim. Interaksi Obat : . triazolam. Dengan Makanan : Makanan tidak mengganggu absorpsi ranitidin. etanol dan golongan sedatif lainnya. yohimbe. penurunkan resistensi perifer. ginseng (memperparah hipertensi). Mempunyai efek bervariasi terhadap warfarin. Depresan SSP : efek sedatif mungkin meningkat. Analgesik narkotik . benzodiazepin. Penggunaan etanol dihindari karena dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung.monitor pasien. diazepam dan oksaprozin. glipizid. jika klonidin diindikasikan sebagai antihipertensi (aktivitas estrogenik). glibenklamid. pentoksifilin. resistensi vaskuler renal. menghasilkan penurunan aliran simpatetik dari SSP. midazolam (meningkatkan konsentrasi). resistensi vaskuler. Antidepresan trisiklin dapat mempengaruhi respon hipertensi yang berhubungan dengan penghentian secara tiba-tiba terapi klonidin. akan mempotensiasi efek hipotensif klonidin. Ranitidine Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek/toksisitas siklosporin (meningkatkan serum kreatinin). sianoklobalamin (absorpsi berkurang). Antidepresan trisiklik : efek antihipertensi klonidin diantagonis oleh antidepresan trisiklik. dapat mengubah kadar prokainamid dan ferro sulfat dalam serum.Beta bloker : potensiasi bradikardia pada pasien yang menerimaklonidin dan dapat memperparah kambuhnya hipertensi setelah penghentian terapi. Penggunaan Klonidin epidural ditujukan untuk mengurangi nyeri dengan mencegah transmisi sinyal nyeri. kuinidin. metoprolol.opiod. Dengan Makanan : Hindari dong quai. Obat hipoglikemik : klonidin dapat menurunkan gejala hipoglikemia. hindari penggunaan kombinasi ini dan pertimbangkan alternatif lain. mekanisme kerja Menstimulasi adrenoreseptor alfa-2 stem otak. penyesuaian dosis siklosporin harus dilakukan. monitor pasien yang meminum obat diabetes. penghentian beta bkoker dilakukan beberapa hari sebelum penurunan dosis klonidin. Anestesi lokal : klonidin epidural dapat memperpanjang blokade sensori dan motorik anestesi lokal. denyut jantung dan tekanan darah. sehingga mengaktivasi penghambatan neuron.

• Oral : Angina : 5-40 mg. doksisiklin. Metotreksat : Meningkatkan toksisitas Metotreksat dengan menurunkan eliminasi di ginjal. Etanol: dapat meningkatkan risiko hipotensi. tadalafil.Isoket .ISDN Dengan Obat Lain : Penginduksi CYP3A4: Penginduksi CYP3A4 dapat menurunkan kadar/efek isosorbid dinitrat. nikardipin.Isordil . vardenafil: Menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik bila digunakan bersama (kontraindikasi). fenobarbital.Vascardin . ISDN nama dagang . isoniazid.Hapisor .Cedocard/Cedocard Retard dosis Dosis dewasa (untuk lanjut usia harus diberikan dosis harian terendah dan selanjutnya dititrasi).Isoket IV . nefazodon. nafsilin. Contoh obat ini adalah antifungi golongan azol.kuinidin. nevirapin. . 4 kali sehari.Sorbidin .Isosorbide Dinitrate . karbamazepin. fenitoin. imatinib. sediaan sustained release. Dengan Makanan : Obat ini bisa diberikan tanpa terpengaruh oleh adanya makanan. propofol. telithromisin. eritromisin. atau 40 mg setiap 8-12 jam. and rifamisin. dan verapamil. Contoh obat ini adalah aminoglutethimid. penghambat protease. harus diberi interval 24 jam. kalritromisin. Penghambat CYP3A4: Dapat meningkatkan kadar/efek isosorbid dinitrat. diklofenak. Sildenafil.

. anemia berat. untuk gagal jantung kongestif.• • • Sublingual: 2. CHF. hipotensi postural. tadalafil. miocardial infark. juga dapat digunakan 15 menit sebelum melakukan aktivitas untuk mencegah terjadinya serangan (profilaksis). indikasi Pencegahan dan pengobatan angina pektoris. sindrom seperti flu. syok. 3-4 kali sehari. penggunaan bersama penghambat phosphodiesterase-5 (PDE-5) (sildenafil. pallor. aritmia. disfagia dan spasme pada esofagus dengan reflak gastroesofagus. or vardenafil). Gagal jantung kongestif : dosis awal : 20 mg. depresi pernafasan. demam. diare. Efek samping lain(1-10% paisne) : bengkak. Gastrointestinal: Mual. muntah. hipersensitif terhadap nitrat organik. Hematologi: Methemoglobinemia (jarang. untuk mengurangi rasa nyeri. Spasme pada esofagus (unlabeled use) : 5-10 mg sebelum makan. glaukoma angle-closure( peningkatan tekanan intraocular). Dosis target : 120-160 mg/hari dalam dosis terbagi. infeksi. maksimum 3 dosis selama 15-30 menit. efek samping • • • • • • • Kardiovaskuler: Hipotensi. bila overdosis). Insiden hipotensi dan efek yang tidak diharapkan akan meningkat bila digunakan bersama sildenafil (Viagra®). hipertensi. pneumonia. hipoglikemi. Genitourinari: inkontinensia urin. tidak bisa tidur. Neuromuskuler & skelet: Lemah/letih.5 mg setelah makan. perubahan berat badan. kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap isosorbid dinitrat atau komponen lain dalam formulasi. pusing (karena perubahan tekanan darah). asma. takikardi. Mata: Pandangan kabur. SSP: sakit kepala (paling sering). kemerahan. edema perifer.5-5 mg setiap 5-10 menit. takikardi. hipergikemi.sepsis. hypotensi. kolaps kardiovaskuler. Sublingual : 2. trauma kepala atau perdarahan serebral (peningkatan tekanan intrakranial). interaksi Dengan Obat Lain : • Substrat CYP3A4 (mayor). digunakan secara kombinasi dengan hidralazin.

Nama & Struktur KCl : Kimia . Gagal jantung kongestif : dosis awal : 20 mg. sediaan sustained release. harus diberi interval 24 jam. Kalium Klorida [ Index Informasi Obat ] Deskripsi . vardenafil: Menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik bila digunakan bersama (kontraindikasi). Sildenafil. Metotreksat : Meningkatkan toksisitas Metotreksat dengan menurunkan eliminasi di ginjal.Sifat Fisikokimia : Suplemen kalium dalam bentuk garam sangat larut dalam air. Spasme pada esofagus (unlabeled use) : 5-10 mg sebelum makan. digunakan secara kombinasi dengan hidralazin. Etanol: dapat meningkatkan risiko hipotensi. atau 40 mg setiap 8-12 jam. nevirapin. fenitoin. • • Dengan Makanan : Obat ini bisa diberikan tanpa terpengaruh oleh adanya makanan. Contoh obat ini adalah antifungi golongan azol. penghambat protease. propofol. dan verapamil. diklofenak. telithromisin. Hal ini akan menurunkan kebutuhan oksigen sekaligus adanya dilatasi arteri koroner akan memperbaiki aliran darah bentuk sediaan Tablet parameter monitoring Dosis dewasa (untuk lanjut usia harus diberikan dosis harian terendah dan selanjutnya dititrasi). eritromisin. and rifamisin. 3-4 kali sehari. Sublingual: 2. isoniazid. Menurunkan tekanan ventrikel kiri (preload) dan dilatasi arterial sehingga menurunkan resistensi arterial (afterload). maksimum 3 dosis selama 15-30 menit.kuinidin. 4 kali sehari. fenobarbital. tadalafil. kalritromisin. karbamazepin. Contoh obat ini adalah aminoglutethimid. doksisiklin. nefazodon. Dosis target : 120-160 mg/hari dalam dosis terbagi.5-5 mg setiap 5-10 menit. imatinib.5 mg setelah makan. Penghambat CYP3A4: Dapat meningkatkan kadar/efek isosorbid dinitrat. juga dapat digunakan 15 menit sebelum melakukan aktivitas untuk mencegah terjadinya serangan (profilaksis). • • • • • Oral : Angina : 5-40 mg.• • Penginduksi CYP3A4: Penginduksi CYP3A4 dapat menurunkan kadar/efek isosorbid dinitrat. Sublingual : 2. Injeksi . nikardipin. mekanisme kerja Menstimulasi c-GMP intraseluler sehingga menyebabkan relaksasi otot polos baik pada arteri maupun vena. nafsilin.

Garam kalium lebih baik diberikan dalam bentuk sediaan cairan (atau effervescent) daripada dalam bentuk sediaan tablet modified-release. misalnya stenosis arteri ginjal. Dosis. Suplemen kalium jarang diperlukan pada penggunaan dosis rendah diuretik pada pengobatan hipertensi. gunakan admixture dalam 24 jam. Pada pasien yang banyak kehilangan kalium melalui feses. Kekurangan kalium sering berhubungan dengan kekurangan klorida dan metabolik alkalosis dan gangguan ini memerlukan perbaikan. sindrom nefrotik dan gagal jantung yang berat 3. Cara Pemberian dan Lama Pemberian Bila garam kalium diberikan untuk mencegah hipokalemia dosis kalium klorida 2 – 4 g (kira-kira 25 – 50 mmol) tiap hari peroral dapat diberikan pada pasien dengan diet normal.Keterangan Senyawa ini berperan dalam sejumlah proses fisiologi yang penting. Penggantian kehilangan kalium terutama diperlukan : 1.0– 8.0 . seperti menjaga tonisitas intraseluler dan transportasi natrium ke dalam : sel membran. transmisi impuls syaraf. seperti : diare kronik yang berhubungan dengan intestinal malabsorpsi atau penyalahgunaan laksatif Kalium juga diberikan untuk mengatasi kekurangan kalium pada penderita lanjut usia karena asupan kalium yang kurang memadai (lihat peringatan pada insufisiensi ginjal). sebagian besar kalium di usus akan direabsorpsi Stabilitas Penyimpanan Lindungi dari udara lembab. metabolisme seluler. keseimbangan asam basa dan menjaga fu • Golongan/Kelas Terapi Obat Kardiovaskuler Nama Dagang • • • • • • • • • • • • • • • Indikasi Mengatasi kekurangan/penurunan kadar kalium darah. Distribusi : masuk ke dalam sel melalui transport aktif dari cairan ekstraselular. kulit dan feses (dalam jumlah sedikit).Selain itu juga diperlukan selama penggunaan obat jangka panjang yang diketahui dapat menginduksi kehilangan kalium(seperti kortikosteroid). Pada pasien dengan hiperaldosteronis sekunder. hindarkan dari suhu dingin (freezing). untuk mencegah terjadinya hipokalemia pada penggunaan diuretik seperti furosemid atau tiazida untuk menghilangkan oedema. lebih direkomendasikan penggunaan diuretik hemat kalium dari pada memberikan penambahan suplemen kalium pada obat-obat tersebut. Simpan pada suhu kamar. sirosis hati.kalium klorida mempunyai pH 4. hal ini karena kekurangan kalium dapat menginduksi aritmia 2. kontraksi jantung. Ekskresi : terutama melalui urin. obat harus diberikan dalam bentuk klorida (penggunaan tablet kalium effervescent harus dibatasi untuk keadaan hyperchloaemic) Farmakologi Absorpsi: diabsorpsi dengan baik pada saluran cerna bagian atas. Jika terdapat kekurangan kalium yang berat dosis yang lebih besar dapat diberikan. jumlahnya tergantung dari besarnya kehilangan kalium (diperlukan monitoring konsentrasi plasma kalium dan kosultasi kepada ahlinya). Dosis yang lebih kecil harus digunakan bila terdapat insufisiensi ginjal (biasanya terjadi pada penderita lanjut usia) bila tidak ada bahaya hiperkalemia. gunakan hanya jika larutan jernih. Pada penggunaan digoksin atau obat-obatan anti arrhytmia. Kontraindikasi .

Dengan Makanan : Pengaruh . siklosporin dan obat yang mengandung kalium seperti garam kalium dari penisilin. kontribusi garam kalium hanya sedikit atau tidak mempunyai efek pada air susu.Terhadap Ibu Menyusui : Tidak diketahui apakah obat dapat diekskresikan kedalam air susu. Allergi terhadap obat . Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus Ion-exchange resin dapat digunakan untuk mengatasi kelebihan kadar kalium plasma pada hiperkalemia ringan sampai sedang yang tidak memperlihatkan perubahan EKG . Tidak diketahui apakah penggunaan garam kalium pada ibu hamil dapat membahayakan janin atau dapat mempengaruhi kapasitas reproduksi. riwayat peptic ulcer . kadar serum kalium dalam darah tinggi Efek Samping Garam kalium menyebabkan mual dan muntah (gejala yang berat dapat merupakan tanda obstruksi) sehingga rendahnya kepatuhan pengobatan merupakan kendala utama efektifitas obat. Berikan obat pada wanita hamil hanya jika memang diperlukan. klorida. glukose.• • • • • Kerusakan ginjal yang berat kadar plasma kalium diatas 5 mmol/L. hiastus hernia (untuk sediaan lepas lambat) Penting: berbahaya jika diberikan bersamaan dengan obat-obat yang dapat meningkatkan kadar kalium plasma seperti diuretik hemat kalium. penyakit Addison’s.Terhadap Kehamilan : Faktor risiko : A. kerusakan ginjal ringan sampai sedang (diperlukan monitoring ketat) . . pH. intestinal stricture. dehidrasi akut. Interaksi . Nilai normal kalium dalam air susu 13 mEq/L. • • • • • • • • • • • • • • • . inhibitor ACE Iatau siklosporin. Efek samping yang lain berupa ulserasi pada oesophagus dan usus kecil. ACE inhibitor. Obat diberikan dengan hati-hati pada ibu menyusui. . . terapi intravena diperlukan dalam keadaan darurat . monitor jantung Bentuk Sediaan Tablet Peringatan Penderita lanjut usia. jika memungkinkan penggunaan diuretik hemat kalium lebih dianjurkan (lihat juga diatas). output urin . substitusi garam. Sepanjang kalium dalam tubuh tidak berlebih. .Terhadap Anak-anak : Keamanan dan efikasi penggunaan obat pada anak-anak belum terbukti. Efek samping yang jarang terjadi skin rash.Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek/toksisitas : diuretic hemat kalium.Terhadap Hasil Laboratorium : Parameter Monitoring Serum kalium.

Monitoring Penggunaan Obat Serum kalium. seperti kondisi pasien. kontraksi jantung. kecuali atas nasehat dokter.• • • • • • • FOLIC ACID 5MG TAB BIOMEDIS • Informasi Pasien Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor. keseimbangan asam basa. muntah. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. atau membelah tablet. monitor jantung (pada pemberian kalium secara intermittent infusi atau kecepatan infus kalium >0. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa kosultasi dengan dokter. ayam. tablet kosong dapat nampak pada feses. brokoli. Segera hubungi dokter jika kaki dan tangan terasa gatal. konclisi dimana kebutuhan asam folat meningkat. Mekanisme Aksi Kalium merupakan kation utama pada cairan intraseluler dan penting untuk konduksi impuls syaraf di jantung. Telan seluruhnya. Kontra Indikasi Terapi jangka panjang pd clefisiensi kobalamin yg tdk diobati. rasa berat pada kaki. Bicarakan dengan dokter atau apoteker bila anda mempunyai masalah menelan obat. Kalium yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mengakibatkan efek yang tidak diinginkan pada jantung. otak dan otot skeletal. bayam. segera mungkin minum obat setelah ingat. chlorida. metabolisme karbohidrat. Jika pasien lupa minum obat. gunakan obat bersama makanan atau sesudah makan dan dengan segelas air. nyeri abdomen dan warna hitam pada feces (perdarahan pada gastrointestinal). mintalah nasehat dokter atau apoteker. Jangan menggunakan substitusi garam. Pastikan dokter atau apoteker mengetahui obat-obat jantung lain yang anda gunakan. dan sekresi lambung. Sumber makanan yang mengandung kalium : daging sapi. kecuali atas saran dari dokter atau apoteker. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda. • Bottom of Form . output urin . pisang. dll. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. glukose. mual yang hebat. mengunyah tablet. umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau dokter. clefisiensi asam folat suplemen seat hamil & laktasi. Pastikan hal ini dilakukan.25 mEq/kg/jam) Price: Call for Pricing 706 • Top of Form • • • • • • • Kandungan FOLIC ACID Indikasi : buhan janiPertumn.Jangan menggunakan obat lebih dari yang telah diresepkan tanpa konsultasi dengan dokter. pH. timbul rasa lemah dan letih yang tidak biasa.susu. ikan . jangan menggerus tablet. Jangan diberikan pada orang lain. Hal ini adalah normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. mempertahankan fungsi ginjal normal. Setelah obat dilepaskan. Obat dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna. otot halus dan skeletal. Jika lebih dari satu kali dosis terlewat.

Dosis pemeliharaan: 0. Suplemen diet (pd 1bu hamil) 0.25-1 mg/hr. Interaksi Terapi jangka panjang pd clefisiensi kobalamin yg tdk diobati.5-1 mg/hr. .1-1 mg/hr. Kondial dimana kabutuhan asam folat meningkot 0.25 mg/hr (lbu hamil & menyusui: 0. Deftlensl asam folat Awal 0.8 mg/hr). Kemasan Terapi jangka panjang pd clefisiensi kobalamin yg tdk diobati.• • • • • • • • Efek Samping Perhatian Dosis D: 400-500 mcg1hr.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->