PENILAIAN SEKOLAH EFEKTIF

Disusun Oleh:

M.C.ENDANG KUSTILAH, S.Pd SDN KEBONSARI KULON VI KOTA PROBOLINGGO

1.

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang Keunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang sangat cepat. Sejumlah

pembicara dalam berbagai seminar, diskusi atau tulisan di media masa mengisyaratkan bahwa, secara keseluruhan, mutu SDM Indonesia saat ini masih ketinggalan dan berada di belakang SDM negara-negara maju dan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand.

Kenyataan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pakar dan praktisi pendidikan melakukan kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaiki sistem pendidikan nasional. Agar keluaran sekolah mampu beradaptasi secara dinamis dengan perubahan dan tantangan itu, pemerintah melontarkan gagasan tentang manajemen pendidikan yang berbasis sekolah (school-based management) yang memberikan ruang yang luas bagi sekolah dan masyarakatnya untuk

1

Implementasi gagasan tersebut perlu didukung oleh seperangkat instrumen yang akan mendorong sekolah berupaya meningkatkan efektivitas fungsi-fungsi pengelolaannya secara terus-menerus sehingga mampu berkembang menjadi learning organization. 1. . Makalah ini bertujuan untuk mengembangkan model penilaian sekolah efektif beserta instrumen dan pedoman pelaksanaannya. model penilaian sekolah efektif diharapkan dapat memacu setiap sekolah untuk melakukan penilaian sendiri (self-evaluation) dan melakukan perbaikanperbaikan yang diperlukan secara berkala untuk meningkatkan efektivitas fungsi-fungsi pengelolaannya.2 Tujuan 1. Model penilaian sekolah efektif merupakan salah satu instrumen yang diharapkan dapat digunakan oleh pengelola pendidikan untuk mengetahui tingkat keberhasilan setiap sekolah. sehingga model penilaian sekolah efektif mampu menjadikan setiap sekolah menghasilkan mutu lulusan yang diharapkan. Sejalan dengan gagasan desentralisasi pengelolaan pendidikan. Hasil penilaian tersebut selanjutnya dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan upaya perbaikan sekolah. maka fungsi-fungsi pengelolaan sekolah perlu diberdayakan secara maksimal agar dapat berjalan secara efektif untuk menghasilkan mutu lulusan yang diharapkan oleh masyarakat dan bangsa.2 menentukan program dan rencana pengembangan diri sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Dalam jangka panjang.

3 Hasil yang Diharapkan Pengembangan model penilaian sekolah efektif menghasilkan: 1. yaitu pedoman yang dirancang dengan mengacu pada konstruk sistem persekolahan dan instrumen penilaian yang dikembangkan. Konstruk dan Indikator Sekolah Efektif. 3. prosedur penskoran setiap instrumen dan penafsiran hasilnya d. kajian teoritis dan survei lapangan. Laporan Kegiatan. serta hasil yang diperoleh terdiri atas: . 2. Rumusan pedoman pelaksanaan penilaian tersebut yang berisi: a. penjelasan singkat tentang konstruk dan instrumen penilaian sekolah efektif b. dan sifat khusus yang berlaku bagi sekolah yang memiliki karakteristik khusus seperti kejuruan dan keagamaan. Pedoman Pelaksanaan Penilaian Sekolah Efektif dan Penafsiran Hasilnya. yaitu suatu konstruk dan sejumlah indikator tentang penilaian sekolah efektif yang memiliki landasan konseptual yang kuat (theoretically sound) serta sesuai dengan kondisi dan budaya serta karakteristik sekolah di Indonesia. Instrumen Penilaian Sekolah Efektif. prosedur pelaksanaan penilaian c.3 1. yaitu hasil kegiatan berupa laporan yang akan memuat prosedur kegiatan. yaitu penyusunan instrumen tersebut merujuk pada sifat umum yang berlaku bagi setiap sekolah. implikasi hasil penilaian bagi upaya peningkatan efektivitas sekolah 4.

Kajian Teoritis 2.4 a. Esensi inilah yang menjadi misi atau tugas pokok sekolah. penjelasan tentang konsep dan instrumen penilaian sekolah efektif.1 Konsep Sekolah Efektif Esensi yang terkandung dalam bagian pendahuluan di atas adalah fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan pengalaman pembelajaran yang bermutu bagi peserta didiknya. dan rencana anggaran. strategi pelaksanaan penilaian sekolah efektif. yang sepatutnya menjadi dasar bagi peserta didiknya dan analisis kinerja sekolah yang efektif. Mutu pembelajaran dan hasil belajar yang memuaskan tersebut merupakan produk akumulatif dari seluruh layanan yang dilakukan sekolah dan pengaruh dari suasana/iklim yang kondusif yang diciptakan di sekolah. 2. tujuan kegiatan b. dengan menunjukkan hasil belajar yang bermutu pada peserta didik sesuai dengan tugas pokoknya. organisasi penyelenggaraan. Sekolah efektif dapat diartikan sebagai sekolah yang menunjukkan tingkat kinerja yang diharapkan dalam menyelenggarakan proses belajarnya. pengembangan konstruk dan indikator sekolah efektif c. pengembangan pedoman penilaian sekolah efektif 5. Usulan Implementasi Penilaian Sekolah Efektif. Berbagai perspektif dapat dikemukakan berikut ini: . pengembangan instrumen penilaian sekolah efektif d. yaitu suatu usulan yang dirumuskan dengan mengacu pada produk-produk yang telah dihasilkan yang mencakup rasional.

mutu pendidikan di sekolah secara sederhana dilihat dan perolehan nilai atau angka yang dicapai seperti ditunjukkan dalam hasil-hasil ulangan dan ujian. juga ditunjukkan oleh seberapa baik kepemilikan kualitas pribadi para siswanya. Di lingkungan sistem persekolahan. Analisis di atas memberikan . hasil pendidikan yang bermutu memiliki nuansa kuantitatif dan kualitatif. sebagian besar atau seluruhnya. sehingga berpeluang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. kemandirian. Dengan demikian. memperoleh nilai/angka yang tinggi. Menurut persepsi kebanyakan orang (orang tua dan masyarakat pada umumnya). Persepsi tersebut tidak keliru apabila nilai atau angka tersebut diakui sebagai representasi dari totalitas hasil belajar. konsep mutu pendidikan dipersepsi berbeda-beda oleh berbagai pihak. kerja keras dan ulet. Artinya. beriman dan bertaqwa.5 (1) Sekolah Efektif dalam Perspektif Mutu Pendidikan. apresiasi. di samping ditunjukkan oleh indikator seberapa banyak siswa yang berprestasi sebagaimana dilihat dalam perolehan angka/nilai yang tinggi. tanggung jawab sosial dan kebangsaan. seperti tampak dalam kepercayaan diri. berbudi-pekerti. afektif dan psikomotorik. disiplin. Sekolah dianggap bermutu apabila para siswanya. dan lain sebagainya. yang dapat dipercaya menggambarkan derajat perubahan tingkah laku atau penguasaan kemampuan yang menyangkut aspek kognitif. terampil. Penyelenggaraan layanan belajar bagi peserta didik biasanya dikaji dalam konteks mutu pendidikan yang erat hubungannya dengan kajian kualitas manajemen dan sekolah efektif.

dan karenanya diperhitungkan akan memperoleh prestasi yang diharapkan. Seorang siswa yang memiliki potensi akademik yang tinggi diduga memiliki kemampuan yang tinggi pula untuk menyelesaikan program-program belajar atau tugas-tugas belajar pada umumnya di sekolah. Kemampuan umum yang dimiliki seorang anak biasanya dipergunakan sebagai prediktor untuk menjelaskan tingkat kemampuan menyelesaikan program belajar. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh: a. tingkat penguasaan guru terhadap bahan pelajaran dan penguasaan struktur konsep-konsep keilmuannya . Atas dasar pemahaman ini. para siswa yang dilayaninya harus memiliki potensi yang memadai untuk menyelesaikan program-program belajar yang dituntut oleh kurikulum sekolah. musik. akting dan sejenisnya. kemampuan khusus atau bakat dijadikan prediktor untuk berprestasi dengan baik dalam bidang kajian khusus seperti dalam bidang karya seni. maka untuk memperoleh mutu pendidikan sekolah yang baik. Kemampuan profesional guru direfleksikan pada mutu pengalaman pembelajaran siswa yang berinteraksi dalam kondisi proses belajar mengajar. sehingga kemampuan ini sering disebut sebagai scholastic aptitude atau potensi akademik. Sementara itu.6 pemahaman yang jelas bahwa konsep sekolah efektif berkaitan langsung dengan mutu kinerja sekolah.

Fasilitas belajar yang sangat penting adalah perpustakaan. (3) pemanfaatan fasilitas belajar secara efektif dan efisien c. interaksi kolegialitas di antara guru-guru b. kemampuan guru menciptakan dialog kreatif dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan e. Atas dasar analisis tersebut. gaya/seni dan prosedur mengajar. Pada tingkat sekolah. maka upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah harus disertai dengan upaya-upaya untuk meningkatkan kemampuan profesional dan memperbaiki kualitas kepribadian gurunya.7 b. pemilikan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai. upaya tersebut ditunjukkan dalam kegiatan-kegiatan berikut. Fasilitas belajar menyangkut ketersediaan hal-hal yang dapat memberikan kemudahan bagi perolehan pengalaman belajar yang efektif dan efisien. dan . keterampilan mengajar f. pemahaman guru terhadap karateristik kelompok dan perorangan siswa d. keyakinan. pengetahuan bagaimana siswa belajar. yaitu: a. dan standar e. pemahaman proses-proses kognitif dalam penyelenggaraan pengajaran c. metode. kepribadian guru. penguasaan struktur pengetahuan mata pelajaran d. komputer. pendekatan.

Budaya sekolah merembes pada penghayatan psikologis warga sekolah termasuk siswa. Kepemimpinan sekolah yang efektif merupakan sumber nilai dan semangat. serta memiliki semangat mengabdi dan karakter yang diterima oleh lingkungannya. implementasi kebijakan sekolah. Respon psikologis keseharian siswa terhadap hal-hal seperti cara-cara guru dan personil sekolah lainnya bersikap dan berperilaku (layanan wali kelas dan tenaga administratif misalnya). yang pada gilirannya membentuk pola nilai. sumber tatanan dan perilaku kelembagaan yang berorientasi ke arah dan sejalan dengan pencapaian visi dan misi sekolah. semuanya membentuk budaya sekolah. emosional dan intelektual) yang diserap oleh mereka selama berada dalam lingkungan sekolah. Dari tema analisis sekolah efektif dalam perspektif mutu pendidikan dapat dikatakan bahwa sekolah yang efektif adalah sekolah yang: .8 kondisi fisik lainnya yang secara langsung mempengaruhi kenyamanan belajar. kebersihan dan kenyamanan kampus. Aspek penting yang turut membentuk budaya sekolah adalah kepemimpinan sekolah. kepala sekolah hendaklah seseorang yang memiliki visi dan misi kelembagaan. memiliki kemampuan konseptual. memiliki semangat untuk maju. kondisi dan layanan warung sekolah. menguasai aspek-aspek teknis dan substantif pekerjaannya. sikap. Oleh karena itu. kebiasaan dan perilaku. memiliki keterampilan dan seni dalam hubungan antarmanusia. Budaya sekolah adalah seluruh pengalaman psikologis para siswa (sosial. penataan keindahan.

pengerahan tindakan. memiliki fasilitas sekolah yang menunjang efektivitas dan efesiensi kegiatan belajar mengajar d. Tindakan-tindakan manajemen tidak berlangsung dalam satu isolasi. maka dimensi sekolah efektif meliputi : a. dapat menyediakan layanan pembelajaran yang bermutu c. pengorganisasian. Layanan Belajar bagi Siswa b. Manajemen sekolah merupakan proses pemanfaatan seluruh sumber daya sekolah yang dilakukan melalui tindakan yang rasional dan sistematik (mencakup perencanaan. Program dan Pembiayaan . Tindakan-tindakan manajemen tersebut bersumber pada kebijakan dan peraturan-peraturan yang disepakati bersama yang diwujudkan dalam bentuk sikap. melainkan terjadi dalam satu keutuhan kompleksitas sistem. Apabila dilihat dalam perspektif ini. Pengelolaan dan Layanan Siswa c. (2) Sekolah Efektif dalam Perspektif Manajemen.9 a. dan perilaku dari seluruh orang yang terlibat di dalamnya. memiliki masukan siswa dengan potensi yang sesuai dengan tuntutan kurikulum b. dan pengendalian) untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. nilai. Sarana dan Prasarana Sekolah d. memiliki kemampuan menciptakan budaya sekolah yang kondusif sebagai refleksi dari kinerja kepemimpinan profesional kepala sekolah.

atau disebut juga sebagai “learning organization” yaitu suatu kondisi di mana kelembagaan sekolah sebagai satu entitas mampu menangani permasalahan yang dihadapinya sementara menunjukkan kapabilitasnya dalam berinovasi. Kondisi ini berlaku untuk sekolah. melainkan merupakan suatu energi yang memiliki kapasitas berubah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Partisipasi Masyarakat f. Menurut teori organisme. Untuk bisa adaptif.10 e. Dalam perspektif ini. Budaya Sekolah (3) Sekolah Efektif dalam Perspektif Teori Organisme. sekolah sebagai organisasi harus secara terus-menerus mempertanyakan dua hal yang sangat esensial. dunia ini bukan benda mati. Sekolah efektif mampu mewujudkan apa yang disebut sebagai “self-renewing schools” atau “adaptive schools”. maka bentuk kehidupan apa pun hanya akan mampu bertahan apabila organisme itu mampu memberikan respon yang tepat untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya. yaitu : (1) Apakah yang menjadi hakikat keberadaan sekolah? (2) Apakah yang menjadi tujuan utamanya? .

jenis kelamin. baik fungsi ekonomis. fungsi budaya maupun fungsi pendidikan. dan ada pula yang lebih menonjol pada jenis-jenis sekolah tertentu (distinctive function). Sekolah efektif adalah sekolah yang semua sumber dayanya diorganisasikan dan dimanfaatkan untuk menjamin semua siswa. dalam arti berlaku bagi semua jenis dan/atau jenjang sekolah. Fungsi politis sekolah adalah sebagai wahana untuk memperoleh pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. Pengertian lain tentang sekolah efektif yakni sekolah efektif menunjukkan pada kemampuan sekolah dalam menjalankan fungsinya secara maksimal. Rumusan pengertian ini lebih diorientasikan pada pengoptimalan pencapaian tujuan pendidikan sebagaimana termuat kurikulum. Fungsi sosial kemanusiaan sekolah adalah sebagai media bagi siswa untuk beradaptasi dengan kehidupan masyarakat.2 Pengertian Sekolah Efektif Kajian sejumlah literatur yang membahas tentang sekolah efektif akan dijumpai rumusan pengertian yang bermacam-macam. dapat mempelajari materi kurikulum yang esensial di sekolah itu. Fungsi ekonomis sekolah adalah memberi bekal kepada siswa agar dapat melakukan aktivitas ekonomi sehingga dapat hidup sejahtera. Adapun fungsi pendidikan adalah sekolah sebagai wahana untuk proses pendewasaan dan pembentukkan kepribadian siswa.11 2. Fungsi budaya adalah media untuk melakukan transmisi dan transformasi budaya. tanpa memandang ras. fungsi sosial-kemanusiaan. seperti pada . Fungsi-fungsi tersebut ada yang menjadi fungsi umum (notice function). maupun status sosialekonomi. fungsi politis.

sikap. Oleh karena kata efektif itu sendiri mengandung pengertian tentang derajat pencapaian tujuan yang ditetapkan. sikap dan keterampilan keagamaan yang diperlukan untuk dapat menjalankan fungsi manusia sebagai hamba Allah Yang Mahakuasa dalam kehidupan sehari-hari b. dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan jenjang pendidikannya c. yaitu: a. meliputi pengetahuan. kompetensi keagamaan. dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan ekonomi agar dapat hidup layak di dalam masyarakat . meliputi pengetahuan. maka sekolah di Indonesia seharusnya dikembangkan untuk membantu siswanya menguasai kompetensi yang berguna bagi kehidupannya di masa depan. meliputi pengetahuan. sekolah-sekolah kejuruan. maka upaya perumusan konstruk dan indikator efektivitas sekolah tidak dapat dilepaskan dari konsep tentang kemampuan (kompetensi) yang hendak dikembangkan melalui pendidikan di sekolah. sikap. dan dengan mempertimbangkan akar budaya masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai Agama. atau jenis-jenis sekolah lainnya.12 sekolah-sekolah yang memiliki ciri keagamaan. kompetensi ekonomi. berbagai kelemahan yang berkembang di masyarakat. Dengan memperhatikan empat pilar pendidikan di atas. kemampuan. kompetensi akademik.

Namun. Sekolah harus dipahami sebagai satu kesatuan sistem pendidikan yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling bergantung satu sama lain. pandangan yang holistik ini sulit diimplementasikan secara sempurna karena keterbatasan pendekatan penilaian yang dapat digunakan. Oleh karena itu. Setiap sekolah sebagai suatu kesatuan diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar kepada seluruh siswanya untuk menguasai keempat kompetensi di atas sesuai dengan jenjang pendidikannya dan misi khusus yang diembannya. Dengan demikian. sistem nilai. meliputi pengetahuan. kompetensi sosial pribadi. pengembangan kompetensi pada diri siswa tidak dapat diserahkan hanya pada kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas. Penutup Model penilaian sekolah efektif merupakan salah satu instrumen yang diharapkan dapat digunakan oleh pengelola pendidikan untuk mengetahui tingkat . melainkan juga pada iklim kehidupan dan budaya sekolah secara keseluruhan. 3. pada praktiknya. pengertian penilaian sekolah efektif dirumuskan sebagai penilaian terhadap keoptimalan berfungsinya setiap komponen sekolah dalam mendukung penguasaan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa. Secara teoritik.13 d. sikap dan keterampilan untuk dapat hidup adaptif sebagai warga negara dan warga masyarakat internasional yang demokratis. penilaian efektivitas sekolah perlu dilakukan dengan cara mengkaji bagaimana seluruh komponen sekolah itu berinteraksi satu sama lain secara terpadu dalam mendukung keempat kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa.

Hasil penilaian tersebut selanjutnya dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan upaya perbaikan sekolah.14 keberhasilan setiap sekolah. .