P. 1
22105253-ilMU-NEGARA

22105253-ilMU-NEGARA

|Views: 50|Likes:
Published by bungsu2011

More info:

Published by: bungsu2011 on Jan 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

ILMU NEGARA

rosakim
[Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document. Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document.] Acer 12/19/2008

ILMU NEGARA
Kekuasaan yang dibuat oleh legislatip dan eksekutip yang sistematis terdiri dari system berkekuatan berhubungan Ilmu Negara adalah ilmu pengetahuan yang akan menyelidikin dan membahas masalah bentuk dan perkembangan dari Negara secara umum. Subjek dan objek ilmu Negara adalah manusia yang dalam arti manusia yang membentuk Negara yang didirikan dan juga membiarkan dirinya sendiri diatur oleh Negara atas dasar kesadaranyang telah dimiliki da ndijanjikan oleh anggota masyarakat yang kemudian menjadi Negara.

RUANG LINGKUP

Asaal mula Negara adalah mulai dari terbentuknya Negara secara konkrit . tetapi Negara dalam pengertian secara abstrak umum dan universal. Hakekaaat Negara yang dimaksud adalah apa yang dinamakannegara itu. Mengenai bentuknegara tidak hanya kita tujukan pada bentuk Negara tertentu saja berarti kita membicarakan kemungkinan bentuk yang diadakan

2|Page

ILMU NEGARA DENGAN HUKUM TATA NEGARA

Ini memberikan pengetian serta sendi –sendi pokok dari pada Negara. Dengan bekal pengetaehuan terbukalah lapangan untuk mempelajari hukum mengenai kenegaraan yang sedang berlaku disuatu Negara pada keadaan tertentu. Sedangkan hukum htn yang mengatur susunan dan membahas dari badan –badan perlengkapan Negara yang tertentusaja. Negara dalam keadaan diam (de staat in rust).tetapi hanya dalam keadaan diam membahas kelengkapan Negara seperti legislatip dan eksekutip. Sedangkan hukum administrasi Negara yaitu mengatur cara bagaimana badan perlengkapan tersebut menjalalankan tugas danwewenangnya. Negara adalah organisasi masyarakat dan harus dipatuhi oleh warga. Atau menurut jl Brierly negara ialah suatu lembaga institusi sebagai wadah dimanamanusia mencapai tujuan dandapat melaksanakan kegiatannya. Menurut penwichk Negara ialah sebagai suatumasyarakat politik yang diorganisasi ssecara tetap memiliki suatu daerah tertentu hidup dalam batasbatas dari pengawasan lain dan dapat bertindak sebagai badan yang merdeka. Logeman berpendapat Negara ialah suatu organisasi kekuasaan kewibawaan.

3|Page

Djoko soetono :suatu organisasi manusia atau kimpulan manusia yang berada dibawah satu pemerintahan yang sama. Kesimpulan:Negara ialah suatu organisasi masyarakat yang mempunyai pemerintah yang tertentu danberdiam diri diwilayah tertentu.

UNSUR –UNSUR NEGARA
RAKYAT Adalah sekumpulan manusia dari kedua jenis kelamin yang hidup bersama sehingga merupakan suatu masyarakat meskipun berasal dari keturanan lain ,memiliki ras dan warna kulit yang berbeda. Yang penting masyarakat harus terorganisasi dengan baik. Rakyat diklasipikasikan : Sebagai penunjuk Negara yaitu seluruh manusia yang lebih lama dan lebih langsung hubungannya dena Negara tersebut. Rakyat sebagai penduduk asli masyarakat yang berasal dari luar wilayah hak dan kewajiban diatur oleh Negara dan meyakini sebagai Negara nya sendiri. HARUS ADA WILAYAH Daerah tersebut adalah untuk rakyat yang menetap, tidak penting daerahnya besar atau kecil, apa seluruh daerah dihuni atau tidak Negara

4|Page

negara dianggap mempunyai hak yang tidak terbatas terhadap kemerdekaan. Kedaulatan Negara menganggap bahwa kedaulatan tertinggi ada pada Negara. HARUS ADA PEMERINTAHAN Dalam arti kekuasaan tertinggi dalam suatu Negara yang berlaku terhadap sebuah wilayah dan segenap rakyat diwilayah tertentu.karena rakyat membentuk Negara maka rakyat pulalah yang memganga kedaulatan tertinggi.para penganjur teori ini berpendapat bahwa Negara dunia beserta isinya adalh ciptaan tuhan. Kita mendapat kesimpulan pembatasan didalam melaksanakan harus mutlak perlu diadakan agar tujuan Negara tercapai Disamping unsure tersebut masih ada unsure yaitu “pengakuan dari luar” Teory deklaratip yaitu Negara tersebut lebih dahulu mengatakan telah berdiri sebagai Negara yang emrdeka walaupun belum adanya pengakuan dari Negara tetangganya. 5|Page . Kedaulatan hukum :segala kekuasaaan didalam Negara terletak didalam kekuasaaan hukum yang berlaku dimana tindakan Negara hanya boleh dijalankan dan dibenarkan oleh hukum yang berlaku.kehidupan termasuk hukum didalamnya. maka kedaulatan berasal dari tuhan Kedaulatan rakyat yang mengajarkan kedaulatan diproleh dari rakyat. edaulatan dalam arti kekuasaan ada empat sumber : Kedaulatan tuhan yang mengajarkan bahwa Negara memproleh kekuasaan dari tuhan .3.

Diabad pertengahan kita lihat bahwa Negara adalah organisasi yang terbentuk.Teory konstatip yaitu Negara yang akan berdiri /merdeka tidak akan menyatakan pendirian Negara tersebut sebelum adanya pengakuan dari Negara tetangga. Dan akhirnya kita jumpai pandangan bahwa Negara sipat hakekatnya suatu ikatan tertentu Sosiolgis Negara adalah suatu Negara sebagai suatu ikatan bangsa atau suatu organisasi kekuasaan/kewibawaan. SOKRATES 6|Page . Dipermulaan abad modern kita jumpai pandangan bahwa Negara adalah milik dynasti imperium. Kesimpullan daari segi histories dansosiologis Negara adalah merupakan organisasi dari padapungsi bersama /kenegaraan yang mengasumsikan jabatan.maka dapat pula pertayaan dirumuskan apa sebenarnya Negara itu : Secara histories pada jaman yunani Negara itiu adalah “polis”yang berarti Negara kota dengan sipat yang khusus. SIPAT HAKEKAT Kalau kita ingin mengetahui tentang sipat dan hakekat suatu Negara.

negara terjadi akibat dorongan yang terdapat pada jiwa manusia sebagai niat untuk hidup.tetapi sesuai dengan jiwa manusia.dimana ingin mahsyur dan kehormatan diri untuk mereka sendiri Timokrasi ialah pemerintahan dimana segala tindakan para penguasa hanya untuk kepentingan mereka saja pendapatan Negara untuk mereka 7|Page .bentuk Negara menurut plato ada lima yaitu : Aristokrasi ialah dimana pemerintah dipegang cerdik pandai berpedoman keadilan dan kepentingan bersama. Kemudian bekerja sama untuk memnuhi kebutuhan sampai kepada kebutuhan.karena itulah sesuai dengan kecakapan mereka masing masing setiap indiipidu mempunyai tugas sendiri dan bekerja sama. SOKRATES Ia pernah mengatakan bahwa harus memrlukan manusia lain dalam hidupnya (ZOON POLITICON)tujuan negara menurut plato ialah untuk mengetahui /mencapai /mengenal ide yang sesungguhnya hanyalahahli pilsapat saja. TUJUAN NEGARA Ialah untuk menciptakan hukum objektip yang membuat peradilan yang harus dilakukan oleh pemimpin yang dipilih bersama oleh rakyat.Menurut pendapatnya Negara tidak merupakan sebagai buatan manusia untuk kepentingan diri sendiri melainkan harus dipandang sebagai objektip yang berdasar pada jakekat manusia. PLATO Menurut plato asal usul terbentuknya Negara ialah sangat sederhana. Negara timbul karena adanya kebutuhan dan keinginan yang beraneka ragam.

seterusnya bergabung menjadi desa danseterusnya. Karena penggabungan keluarga menjadi satu kelompok yang lebih besar. Tujuan Negara menurut aris Sehubungan dengan paham universalisme/colektivisme maka yang diutamakan Negara.rakyat miskin tertekan menjadi bersatu untuk melawan dan berhasil maka timbul Democrasi ialah untuk kepentingan orang banyak kepentingan umum diutamakan. rakyat hidup baik dengan tujuan untuk mencapai kebaikan. maka negaralah yan utama.tidak ada keadilan. Dalam keadaan yang demikian dikehendaki pimpinan yang keras.sendiri dan kekuasaan dipegang oleh kaum hartawan dan mengakibatkan timbulnya Oligarki dimana pemerintahan dipegang oleh orang kaya saja dan mereka cenderung untuk lebihkaya lagi.tindakan tersebut jauh dari keadilan. Asal mula tejadinya Negara. Tidak ingin ada persaingan dimana penguasa tidak segan segan menyingkirkan musuh-musuh politiknya. ARISTOTELES Ia mempunyai anggapan bahwa Negara dimaksudkan untuk kepentingan warga Negara. Tyranny ialah kekuasaan yang dipegang oleh satu orang saja. kuat dan dapat mengatasi keadaan tersebut.menurut aris Negara ialah suatu persekutuan yang mempunyai persekutuan.kebebasan yang tidak terbatas. Dalam hala ini pemerintah yang baik ditujukan 8|Page . Manusia hanya dapat bahagia apabila hidup dalam suatu Negara.ini menimbulkan kembalinya menjadi aristokrasi.prinsip yang diutamakan kebersamaan.

9|Page . LORD SHANG YANG Tujuan Negara menurutnya ialah mengumpulkan kekuasaan dan kekuatan yang mengadakan perbedaan Negara dan rakyat. POLYBIOS Teory tentang perkembangan bentuk Negara didasarkan atas asas sebab dan akibat. dimana ada suatu hubungan yang timbale balik. DANTE ALGHIERY Tujuan Negara ialah menciptakan pedamaian dunia sebagai yang dikehendaki oleh tuhan. Dimana pungsinya memberi hak kepada setiap warga Negara. Artinya bahwa diantara bentuknegara satu sama lain ada suatuhubungan sebab akibat bentuk Negara yang satu meripakan sebab untuk yang lainnya. Yaitu sebab yang membawa akibat yang sama pula. Dengan jalan menciptakan undang-undang yang seragam bagi seluruh umat manusia.kepentingan umum kesempurnaan masyarakat yang azas keadilan. Tujuan Negara menurut polibios ialah dalam Negara harus terdapat rasa sosial yang menjamin keadilan dan perkembangan Negara menuju arah kebahagiaan. Tetapi yang berikutnya bersipat kejam hanya memntingkan diri sendiri dantimbulnya pemberontakan dipimpin cerdik pandai dan berhasil maka pemerintahan menjadi aristokrasi. CYCLUS POLIBIOS Ini dimulai dari monarki dimana seorang yang gagah berani membentuk suatu kelompok organisasi kehidupan bersama dimana penguasa yang pertama adil.

TUJUAN NEGARA MENURUT KAUMSOSIALIS Sosialis siartikan semua gerakan sosial masyarakat yang menghendaki campur tangan pemerintah seluas mungkin dalam bidang prekonomian.NICHOLO MACHIAVELI Ia menganggap pri kemanusiaan dan pilsapat moral tidak usah diperdulikan.tujuan Negara menurut krabbe ialah menegakkan hukum dan meyelenggrakan hukum serta kemakmuran rakyat. Dalam arti kata sosialisme menghendaki penguasaan bersama. Tujuan Negara ialah suatu keharusan karena Negara harus menjamin kepentingan umum. Kebahagian untuk semua orang hanya tercapai kalau setiap orang mencoba mencapai kebahgiaan sendiri. pemerintahan harus diatas semua golongan yang ada di Negara tersebut. 10 | P a g e . Segala aktivitas Negara sampai ke bidang prekonommian yang sekecil-kecilnya. bukan hanya manusia dibawah pimpinan hukum tetapi Negara pun dibawah pemerintah. Tujuan Negara ialah memberikan kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi setiap warga Negara dan untuk itu dalam ketatanegaraan harus diwujdkan system prekonomian yang memungkinkan. Berkaitan dengan hal itu tujuan Negara ialah memelihara kemerdekaan dengan membentuk dan memeliharannya. TUJUAN NEGARA MENURUT KAUM KAPITALISME Tiap-tiap orang lebih berbakti kepada masyarakat jika masing – masing mencoba mencapai tujuannya. HUGO KRABBE Hukumitu ada karena tiap-tiap orang mempunyai perasaan bagaimana seharusnya hukum.

Ajaran Negara kekuasaan :Negara bertujuan untuk memperluas kekuasaan semata-mata dan orang mendirikan Negara supaya besar dan kuat. Rakyat tidak boleh menentang hukum. sepenuhnya dan rakyat 11 | P a g e .Tujuan Negara ialah Negara hanya ditugaskan untuk menjabat agar individu tidakdiganggu dalam keamanan dan ketertiban dalam hidupnya. kemakmuran dan keadilansosial bagi seluruh rakyat.negara dipandang dan bentuk manusia untuk mencapai tujuan bersama. Negara bertujuan menyelenggarkan ketertiban hukum dengan berdasarkan dan berpdoman pada hukum semua orang tanoa terkecuali harus tunduk dan taat kepada hukum termasuk alat alat pemerintahan dan hanya hukum yang berkuasa didalam Negara. tujuannya untuk mewujudkan kesejahteraan umum. Negara kesejahteraan. Kalau perlu rakyat rela berkorban yaitu kepentingan perseorangan diletakkan dibawah kepentingan Negara. Didalam hukum hak rakyat dijamin berkewajiban mematuhi seluruh perauran yang ada. Apapun yang terjadi hukum haruus ditegakkan. Pendapat beberapa sarjana tentang tujuannegara : Plato:Negara bertujuan untuk mengajukan akan kesusilaan manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Ajaran theoratis:untuk mencapai penghidupan dankehidupan yang aman dan tentram hanya taat dibawah pimpinan tuhan. kebebasan dan haka miliknya. Pemimpin Negara hanya menjalankan berdasarkan kekuasaan tuhan. Ajaran Negara hukum.

TEORY KONTRAK SOSIAL Sebelum kita membicarakan kontrak sosial kita membicarakan hukum alam(van het natrsrecht). Hukum alam adalah hukumyang tidak dapat dibuat oleh sesuatu pembuat undang undang melainkan hukum yang seharusnya berlaku menurut alam didalam segala tempat keadaan dan kondisi dimanapun kapanpun. Masih dalam alam bebas.karena sarjana teory hukumalam berkaitan dengan kontrak sosial. PERTANYAAN: Jelaskan hubungan teoori hukum alam dengan teory kontrak sosial dalam membentuk negate? 12 | P a g e . Negara merupakan iaktan manusia yang insap akan hati dan oanggilan kodrat. Dengan tujuan untuk mengadakan ketertiban dan menghilangkan kelemahan dan kemelaratan. (STATE OF NATURE)manusia masih dalam keadaan abstrak. Negara berasal dari suatu perjanjian (paktum). Menurut hukum alam (kodrat) bertitik tolak pada keadaan manusia pada waktu Negara belum terbentuk. Dan tidak mingkin salah dan harus adil. Dari pemikiran tersbut pendapat grotis sebagai seorang penganut hukum alam bahwa Negara tejadi karena diselenggarakan suatu perjanjian masyarakat. Sarjana hukumalam membagi dalam dua golongan : Yang berakar dari agama tuhan penganutnya johanes Sebagai hasil pikiran yang sehat (RATIO) Penganut yang pertama ialah hugo de groot(GROTUS)menurut grotus hukum alam adalah segala ketentuan yang benar dan baik menurut rasio. Pendapat grotius tentang Negara .

Untuk menyelenggarakan perdamaian. Dalam hal ini terjadilah peperangan. Dimana manusia hidup bebaas tanpa ikatan sosial.Sarjana hukm yang pertama THOMAS HOBBES lulusan oxpord ajaran hobbes tentang hukum perjanjian berititik tolak dari manusia sebelum ada Negara (IN ABSTRAKTO STATE OF NATURE). kekacauaan seseorang melawan seseorang dalam pribahasa lain”BELLUM OMNIUM CONTRA OMNESS antara semua dengan semua.Dalam perjanjian tersebut mereka menunjuk pihak ketiga untuk menyelenggarakan perjanjian tersebut. Dalam pribahasa latin HOMO HOMINI LUPUS yang berarti manusia merupakan srigala bagi manusia lainnya. Proses terjadinya perjanjian menurut hobbes adalah: 1.dalam perjanjian tadi pihak ketiga mempunyai kekuasaan yang absolute karena dia tidak menerima kekuasaan dari masyarakat / Negara 13 | P a g e “Yang berarti perang . keadaan masih kacau balau tanpa hukum dan pemerintahan. Hobbes mengatakan hanya terdapat satu pejanjian yaitu pactum subjektionis. 2. Manusia dikuasai rasa ego yang tidak dapat dibatasi oleh siapapun. hakkodrat yang dimiliki pada waktu hidup dalam keadaan alamiah kepada sekelompok orang yang ditunjuk untuk mengatur kehidupan mereka dan yang ditunuk tersebut mempunyai yang tidak tertandingi. Perjanjian subjek pemerintahan setiap individu yang mengadakan perjanjian tersebut menyerahkan semua hak hak mereka. kelompok manusia mengadakan perjanjian yang dinamakan perjanjian masyarakat untuk membentuk suatu masyarakat/ Negara.

kebebasan dan hak milik.yang didirikan dengan perjanjian melainkan penguasa langsung menerima kekuasaan dari kelompok yang telah membuat perjanjian tersebut . Manusia hidup secara rukun dan tentram sesuai dengan hukum akal yang mengajarkan pada manusia tidak boleh mengganggu hidup. JHON LOCKE (1632-1704) Dia adalah seorang sarjana inggiris. Ketika perjanjian tersebut bersipat langsung artinya orang yang menyelenggarakan perjanjian tersebut langsung menyerahkan dan melepaskan hak hak dan kemerdekaannya kepada penguasa. Hukum alam menurut jhon locke adlah pikiran sehat yang member ajaran kepada manusia mautidak mau harus melaksanakan ajaran tersebut bahwa tidak ada satu orang pun yang akan merugikan manusia.jikalau tuan hobbes hadapi pada pemerintahan absolute maka jhon locke hadapi pemerintahan monarki terbatas dengan adanya kekuasaan parlemen. kesehatan. Jhon locke juga mendasarkan teory perjanjian masyarakat pada keadaan manusia dalam alam bebas. Maka penguasa tidak terikat dalam perjanjian danmempunyai kekuasaan yang absolute. pemikir tentang Negara dan hukum. Teory ajaran masyarakat menurut jhon locke dipandang dalampungsi rangkap atau ganda: Paktum umoris kelompok mengadakan suatu perjanjian masyarakat politik yaitu Negara. 14 | P a g e . Namun sudah ada ikatan sosial diantara mannusia.

Dimana masyarakat menyerahkan hakazasi mereka kepada kelompok orang dan pada saat itu juga masyatakat menrima kembali menerimakembali hak warga. Maka apa bila pemerintah Negara tidak sesuai dengan keinginan rakyat maka dapat mengganti dengan pemerintahan yang baru.Paktum subjektionis dimana kelompok –kelompok masyarakat yang mengadakan perjanjian masyarakat tersebut dan suka rela menyerahkan hak haknya. Kelompok rakyat inilah yang memegang kedaulatan yang tidak dapat dipindahkan oleh siapapun. Dan untuk melindungi hak azasi tersebut harus dicantumkan dalam undang undang yang harus ditaati oleh semua pihak. Hak azasi tidak diserahkan kepada penguasa dan tidak boleh dilanggar oleh siapapun. JEAN JAQUES ROSSEAU Seorang bangsa swiss ahli pilsapat penganut teori hukum alam pada abad 18 yang menghubungkan teory dengan teory perjanjian masyaralkat”le contrak sosial” menurut rosseau mula-mula kelompok hidup secara bebas dalam status alamiah namun sudah mempunyai hak-hak azasi mereka. Pemrintah hanyalah wakil daripada rakyat maka wajar jika rakyat memberikan batasan atas kekuasaan tersebut.maka akibat diselenggarakan perjanjian masyarakat menurut rosseau: Terciptanya kehendak umum Kesatuan dalam kemauan 15 | P a g e . Teory rosseau yang melahirkan Negara kedaulatan rakyat. Pertama sekali manusia yang hidup dialam bebas sadar akan ancaman yang menggangguactivitasmaka mengadakan pejanjian ntuk membentuk masyarakat politik.

terbentuknya masyarakat(gmein schaff) Yaitu kesatuan orang orang yang menyelenggarakan perjanjian masyarakat tadi dan memiliki kehendak umum karena itulah dinamakan kehendak rakyat. 16 | P a g e . Penguasa hanya merupakan wakil rakyat dan kedaulatantidak dapat dibagi antara rakyat dengan penguasa dan menjadi milik rakyat sepenuhnya Perbedaan pandangan Thomas dan Roseau tentang perjanjian : Menurut hobbes kekuasaan penguasa bersifat mutlak (absolute)menurut rossau penguasa hanya berkuasa sebagaI Wakil rakyat dan menjalankan kekuasaan atas nama raklyat. Dari pengalaman – pengalama dan membaca buku di inggris. Kekuasaan penguasa /pemerintahan menurut rossi:  Masyarakat hanya menyerahkan kekuasaan hanya menyerahkan kekuasaan kepada penguasa sedang kedaula tan tetap di tangan rakyat  Sipat kekuasaan penguasa hanya melaksanakan kehendak umum  Rosseau ingin merubah pemerintahan yang absolute menjadi pemerintahan yang berkedaulatan rakyat Montesquieu Seorang ahli pilsapat pertama tentang Negara dan hukum yang secara empirilialistis. Ajaran hobbes berpungsi membenarkan kekuasaan raja yang absolute sedangkan menurut rosseau ajaran menentang kekuasaan absolute yang tidak dapat diterima oleh akal (rasio).2.

Ia juga menulis tentang konstitusi Negara diman dalam setiap pemerintahandiperinci sebagai berikut: • Kekuasaan legislatip. 17 | P a g e . dilaksanakan oleh suatu badan perwakilan rakyat • Kekuasaan eksekutip. • Yudikatip dilaksanakan badan peradilan (mahkamah agung dan pengadilan dibawahnya Van colleen Mengatakan tiga pungsi montesqueau kurang lengkap untuk itu beliau membagi 4 pungsi:  Regeung (pembuat uu)  Bestur(pembuat pertanahan)  Rechstaat spaart(kehakiman)  Politie(kepolisian) Berikutnya presiden amerika Andrew jakson menciptakan pungsi kekuasaan yang dinamakan “spoil system” ialah guna memperlancarnya jalan pemerintahan maka semua pns diganti yang baru. halini menjaga jangan sampai orang yang tidak sepaham menghalang halangi jalannya pemerintahan. dilaksanakan pemerintah / presiden raja dll.

Menurut teory modern sekarang ini bentuk Negara: Negara kesatuan (uni tarisme)ialah Negara yang merdeka dimana yang berkuasa di Negara tersebut hanyalah satu pemerintahan pusat yang mengatur seluruh daerah yang terdiri atas beberapa daerah yang berstatus Negara bagian (dell staat) Negara kesatuan dapat terbentuk: a. Mengenai sturuktur Negara yang meliputi segenap unsure unsurnya daerah bangsa. b. Konpederasi (staten bond) atau serikat Negara. dan pemerintahan. sedangkan pemerintah daerah tidak mempunyai hak untuk mengaturdan hanya menjalankan saja). Gabungan Negara-negara a. Bentuk Negara adalah susunan suatu organisasi Negara secara keseluruhan. Sedang bentuk pemerintahan ialah khusus menyatakan tentang sturuktur organisasi dan pemerintahan saja yang tidak menanggung sturuktur daerah dan bangsanya. Negara kesatuan dengan system desentralisasia(gredentralisasi) yaitu terdiri atas daerah dimana urusan rumah tangga daerah itu tidak diatur ole pemerintah pusat tetapi diatue oleh daerah sendiri. Tetapi suatu serikatyang terdiri atas 18 | P a g e . Negara kesatuan dengan system sentralisasi(segala urusan diatur oleh pemerintah pusat.Bentuk Negara Ada pendapat sarjana bahwa bentuk Negara sama dengan bentuk pemerintahan (mac iver dan leon duguit ada sarjana yang membedakan bentuk Negara). Pada hakekatnya konpederasi bukanlah Negara.

beberapa Negara yang merdeka sepenuhnya.f. konstitusi pederal • Adanya pembagian kekuasaan antara Negara pederal dengan Negara bagian • Adanya suatu lembaga yang diberi wewenang untuk menyelesaikan sengketa yang mungkin terjadi antara Negara pederal dengan Negara bagian Syarat yang diperlukan untuk membentuk Negara pederasi: Harus ada semacam perasaan nasional diantara anggota yang ingin berpederasi. Pederasi (bond staat)Negara serikat yaitu terdiri atas beberapa Negara bagian yang masing masing tidalk berdaulat. Serikat tersebut hanya ikatan tertentu untuk kepentingan bersama dan historis b. 3. Mereka bergabung dengan ikatan kerjasama untuk kepentingan mereka bersama.Ciri cirri utama Negara pederasi menurut c. sedangakan lebihnya tetap harus diurus sendiri oleh Negara bagian tersebut.negeri uni ialah dua atau lebih Negara merdeka yang berdaulat mempunyai satu kepala Negara yang samaterbagi dua: 19 | P a g e .strong • Adanya supremasi. Harus ada keinginan dari anggota tersebut akan adanya persatuan (uniom) dan bukan kesatuan(unity) c. Sebagaimamn urusan Negara bagian diurus oleh pemerintah pusat.

Beliau mengatakan dan melihat atas azas kesamaan dan tidak samaan. Uni sui generis Antara Indonesia dengan belanda hasil knb bukan unirill karena tidak mempunyai kepala Negara yang sah. 2. Negara dominion Khusus terdapat lingkungan Negara kerajaan inggris diman terdiri dari Negara bekas jajahanyang telah merdeka dan berdaulat membentuk suatu alat kelengkapan uni mengatur kepentingan bersama.univirsionil yaitu dua Negara atau lebih yang bergabung mempunyai seorang kepala Negara yang sama sedang urusan dalam dan luar negeri diurus oleh masing masing Negara. unirill Dua atau lebih Negara berdasarkan satu perjanjian mengadakan satu ikatan dikepalai oleh presiden 3.sebaliknya jika kepala Negara secara terbuka bagi setiap orang atau 20 | P a g e . 4.1. Bentuk pemerintahan Jellinek memilih terjadinya kehendak atau kemauan Negara yang menjadi ukuran jika kehendak itu terjadi melalui satu orang saja yang menentukan maka bentuk pemerintahan monarki Jika kehendak timbul melalui proses yuridis yaitu gabungan dari orang orang atau dewan maka pemerintahan republic Otto koelitier. Jika kepala Negara ditentukan berdasarkan turun temurun atau sekelompok orang (azas ketidak samaan)maka bentuk pemerintahan monarki.

2. Pelaksana dana penanggung jawab penyelenggara adalah pedana mentri dengan mentri bersama sama (cabinet)cabinet akan jatuh apabila parlement menarik dukungannya. Terdapat bentuk pemerintahan monarki: yaitu kepala Negara dan kepala pemerintahan dipimpin raja. Kekuasaan kepala Negara merupakan figure kepemmimpinan formal dan ceremonial. System penerintahan 1. 21 | P a g e .monarki absolute yaituseluruh kekuasaan berada pada pemerintahan raja yang mempunyai wewenang yang tidak terbatas perintah raja adalah undang undang. b.monarki konstitusi(terbatas)yaitu suatu monarki dimana kekuasaan raja dibatasi oleh undang undang. republic Asal kata republika(kepentingan umum) yaitu Negara dengan pemerintahan rakyat yang dikepalai seorang presiden sebagai kepala Negara dan pemerintahan yang dipilih rakyat untuk masa jabatantertentu. ratu. a.azas kesamaan itu republic. Dan parlement(legislatip dapat dibubarkan oleh kepala Negara atas usul perdana mentry. b. c.system parlement yaitu system pemerintahan dimana pemerintahan bertanggung jawab kepada legislatip yang hubungan erat: Cirri cirinya: a. Kepala Negara hanya lambing kepemimpinan dan bukan kepala pemerintahan.monarki parlementer dimana satu monarki terdapat satu parlement dan pertanggung jawaban ditangan mentri. maka pengaruh kekuasaan politiknya dalam pemerintahan sangat kecil.kepala Negara-terbuka-azas kesamaan-republik. bersipat temurun.

President tidak punya kekuasaan/wewenang untuk membubarkan parlement yang kemudian diikuti pemilu. Pemerintah tidak bertanggung jawab kepada DPR Cirri-cirinya: a. Presiden bukan dipilih oleh parlement sehingga kedudukan tidak tergantung oleh parlement.system presidensil yaitu suatu system pemerintahan dimana kepala Negara dan tanggung jwab jalannya pemerintahan ditangan presiden. Dan mentri tidak tergantung pada dukungan parlement dan mentri hanya bertanggung jawab kepada president. REFERENDUM(PLEBISIT) Dimana badan eksekutip hanya bersipat sebagai badan pelaksana saja oleh apa yang diputuskan badan legislatip dengan pengawasan secara langsung dari rakyat. Presiden sebagai kepala pemerintahan mempunyai kekuasaan politik dalam menjalankan pemerintahan b.2.(swiss) 22 | P a g e . Oleh karena itu president tidak dapat dijatuhkan kecuali atas tuduhan melakukan tindak kejahatan luar biasa. c.

Undang undang termasuk undang undang yang dibuat badan legislatip sebelum dilaksanakan undang undang tersebut diminta pendapat rakyat melalui referendum. 1. jika lebih banyak yang menyetujui UUD atau UU dapat berlaku demikian dan sebaliknya. 2. jika pada kurun waktu tertentu tidak ada reaksi sejumlah orang tertentu. TEORY KONSTITUSI Contitusi(mendirikan.Fakulitatip Terhadap UU tertentu badan eksekutip tidak langsung meminta pendapat rakyat melainkan diumumkan pada jangka waktu tertentu. Konstitusi dalam arti luas”dro’it constitutionelle” sedang UUD ialah hanya memuat peraturan yang tertulis saja atau k0onstitusi dalam arti sempit. maka UU tersebut langsung mempunyai kekuatan begitu sebaliknya. 23 | P a g e .Referendum Obligator Untuk mengetahui suatu uud atau uu yang menyangkut hak rakyat yang sangat penting. konstitusi adalah keseluruhan dari UU baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis(convensi) kebiasaan yang mengatur secara mengikat. jikla sebagian besar rakyat mengajukan keberatan agar diadakan referendum maka diminta oendapat rakyat terlebih dahulu sebelum diberlakukan. cara-cara bagaimana suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat Negara. mengangkat) Istilah konstitusi dan UUD harus di bedakan. menysun. executip harus meminta pendapat rakyat terlebih dahulu dengan mengisi formulir.

Ketentuan.c. Mengapa UUD hanya mengatur garis garis besarnya aja? o Karena disebabkan masyarakat terus berkembang secara dinamis o Karena para penyusun UUD tidak selalu mampu melihat kedepan hal –hal yang perlu diaturlebih lanjut dalam UUD 24 | P a g e . Konvensi atau kebiasaan Negara yang berlaku di Inggris azas bahwa cabinet bertanggung jawab kepada parlement dan harus mengundurkan diri kalau tidak lagi mendapat dukungan dari parlement.Konvensi(hukum dasar yang tidak tertulis)adalah aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara dan merupakan kebiasaan ketata negaraan yang dilakukan berulang kali dan dapat diterima oleh masyarakat tidak bertentangan dengan UUD bahkan untuk melengkapi konstitusi tersebut.s.ketentuan dalam UUD hanya mencakup dan mengatur dalam garis besarnya saja. E. wade: UUD adalah “naskah yang memaparkan rangka dan tugas pokok dari bagian badan pemerintahan suatu Negara dan menentukan pokok pokok cara kerja badan tersebut. kalau bertentangan (unconstisif) maka mahkamah agung dapat menyisihkan UU tersebut seolah olah UU itu tidak berlaku. Yudicial review adalah wewenang mahkamah agung adalah berdasarkan kebiasaan dan tidak tercantum dalam UUD(sekalipun UUD tidak secara exctisif melarangnya). Konvensi(kebiasaan penyelenggaraan )di AS menguji suatu UU apakah bertentangan dengan UUD. Kalau cabinet mengundurkan diri maka penguasa harus member kekuasaan pada pemimpin partai oposisi untuk membentuk cabinet baru.

-UU organik adalah melaksanakan ketetapan dalam UUD secara langsung.Cara dan siapa pembuatnya : Yaitu adalah cara membentuk UUDadalah menurut suatu cara Yang istimewa dan lain dengan memebentuk UU biasa serta Lain badan yang memebentuknya.Nilai dan Aspek politisnya : UUd dapat dianggap memepunyai nilai luhurmerupakan pernyataan cita-cita Bangsa. -UU Non organic adalah secara politis ditetapkan tidak ada dalam UUD tapi dalam pilosopisnya ada.Isi dan pelaksanaannya UUD: UUD memuat besar tentang dan tuan Negara sedang UU isinya adlah mengeratkan dan melaksanakan apa UUD. 2. 3.perbedaan UUD dan UU : 1.kekuasaan 25 | P a g e . Ciri-ciri UUD : Demok rasi-Rakyat Kratos.Dalam UUD : UUD diseakan Negara adalah yang tertinggi yang bersifat libih mengikat daripada UU biasa. Sedangkan aspek politisnya UU sifatnya lebih tinggi dari UUD dan UU ttidak boleh ber tantangan dengan UD.dasar dari organisasi bangsa/Negara.

dalam Negara modern demokrasi langsung tidak mungkin dilaksanakan karena warga semakin banyak. urusan Negara semakin complex.j. dan di pihak lain menjamin hak azasi manusia. Pembatasan-pembatasan tersebut dalam perkembangannya mendapat rumusan yuridis: Rechstaat-eropa barat-immanuel kant& f.v. dimulai dari abad ke 3 SM dilaksanakan di yunani(city secara state) dimana oleh untuk membuat keputusan kputusan politik dari pemerintah dijalanakan langsung sebuah warga berdasarkan (warga pendatang dan budak belian tidak diikut sertakan) 1. Sarjana HANS KELSEN berpendapat bahwajika suatu Negara tidak menjamin kebebasan warganya maka warga tersebut bukan demokrasi. System demokrasi tidak langsung.System demokrasi langsung.stau Rule of law-anglo saxon –a.dicew Empat unsure classic dari rechstaat: o HAM o Pemisahan dan pembagian kekuasaan untuk menjamin HAM o Pemerintah berdasa undang undang o Peradilan administrasi dalam perselisihan 26 | P a g e . Untuk itu kekuasaan pemerintah harus dibatasi melalui konstitusi (UUD) inilah yang disebut demokrasi kontitualisme dimana UUD dipandang sebagai lembaga yang mempunyai fungsi khusus yaitu menentukan dan membatasi kekuasaan pemerintah di satu pihak. segala keputusan keputusan politik dilaksanakan oleh wakil wakil rakyat yang dipilih dalam pemilu.

Unsure classic rule of law: o Supermasi dalam aturan-aturan hukum(supremattion of the law) o Kedudukan yang sama dalam menghadapi hukm(equality bepore of the law) o Terjaminnya ham(human rights) Cir-ciri demokrasi rakyat/ proletar  Adanya golongan u8ntk memasukkan persatuan    Tidak adanya pihak oposisi(hanya ada satu partai)  Cara0cara menjalankan kebijaksanaan oleh pemerintah engan unsure paksaan(menganggap pemerintah lebih tahu dari rakyat)  Semua alat perlengkapan Negara dan alat perlengkapan hukum diarahkan untuk mencapai arah komunisme Cirri-ciri demokrasi modern Kebebasan pribasi harus dimiliki oleh setiap orang dan tidak boleh dirampas siapapuin nuga maupun oleh Negara. Kebebasan mass medialegislatip dan eksekutip dipilih secara benar oleh rakyat HAM harus tercakup dalam UUD 27 | P a g e .

atau jenis kelamin karena itu bersipat universal. tidak ada perbedaan atas ras. Namun kita tidak dapat menyangkal Negara berhak juga membatasi kebebasan individu tersebut. Dalam hal ini yang menjadi dasar manusia memperoleh kesempatan untuk berkembang dalam kehidupannya. Hak azasi adalah sejumlah hak yang seakan akan berakar dalam tabiat setiap pribasi manusia justru karena haknya tidak dapat dicabut oleh sipapaun juga. Maka kalau kebebasan dilaksanakan 100% akan membawa manusia mengalami kekacauan.Tingkatan atas dalam pemerintahan yang demokratis tidak diduduki pemerintah tetrapi oleh hukum yang dibuat oleh wakil rakyat HAM(human right) Kalau kita membicarakan apa yang dimaksud hak azasi manusia maka adalah hak pokok atau hak dasar manusia yang menjadi dasar atau alasnya dari banyak hak dan kewajiban yang tidak dapat dipisahkan dari manusia(unalienable) dan tidak dapat dikurangi oleh siapapun juga.(chaos) Menurut hemat kita pembatasan atas kebebasan atas pelaksanaan: 28 | P a g e . agama. Pengertian hak azasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diproleh dan dibawa bersamaan dengan kehadiran didalam kehidupan masyarakat.

3. Hak atas tata cara peradilan dan jaminan perlindungan(procedural right) Di Indonesia untuk pelaksanaan ham sesuai dengan kebutuhan dan pembangunan hukum nasioanal pancasila dan UUD 45 melalui tab MPR no 17 1998 telah ditertibkan undang undang no39 / 1998 tanggal 29 sep 1999.1. Depenisi HAM adalah: Seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk tuhan yang maha esa dan merupakan anugrahnya yang wajib dihormati. Hak hak azasi sosial dan kebudayaan(culture & sosial) 6. pemerintah. dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Hak azasi pribadi yang meliputi kemerdekaan menyatakan pendapat dan memeluk agama. 3. Apa saja yang diatur dalam setiap piagam HAM dari masing masing Negara biasanya dibagi dan dibedakan menurut sipatnya dalam beberapa jenis: 1. Menjamin / melindungi/ menghormati kebebasan orang lain. dijunjung tinggi. dan dilindungi hukum. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan(right of legal equality) 4. 29 | P a g e . Dengan undang undang yang berlaku 2. Dengan pertimbangan untuk ketertiban dan keamanan nasional masing-masing Negara. Hak azasi ekonomi atau untuk memiliki sesuatu. 2. Hak hak azasi politik(poltical right) 5.

he could demand from them a financial levy known as an `aid' (auxilium). When a baron died. In feudal society. feudal custom allowed the king to make certain other exactions from his barons. the precise meaning is still a matter of argument. the barons could deal similarly. The scope for extortion and abuse in this system. Abuses were. if he chose. for an oath to him of loyalty and obedience. was obviously great and had been the subject of complaint long before King John came to the throne. or if the succession was disputed. About two-thirds of the clauses of the Magna Carta of 1215 are concerned with matters such as these. the king's barons held their lands `in fee' (feudum) from the king. At first the barons provided the knights by dividing their estates (of which the largest and most important were known as `honours') into smaller parcels described as `knights' fees'. the king could assume the guardianship of his estates. Of a few clauses. If there was no heir. The widows and daughters of barons might also be sold in marriage. Most of its clauses deal with specific. aggravated by the difficulty of obtaining redress for them. If the heir was under age. and enjoy all the profits from them-ven to the extent of despoliation-until the heir came of age. Some of the grievances are self-explanatory: others can be understood only in the context of the feudal society in which they arose. As regards other 30 | P a g e . and in Magna Carta the provision of the means for obtaining a fair hearing of complaints. With their own tenants. In times of emergency. to sell such a guardianship to the highest bidder.The Text of Magna Carta Introductory Note As might be expected. But by the time of King John it had become more convenient and usual for the obligation for service to be commuted for a cash payment known as `scutage'. and with the obligation to provide him with a fixed number of knights whenever these were required for military service. grievances rather than with general principles of law. moreover. The king had the right. if it were not benevolently applied. and often long-standing. and on such special occasions as the marriage of his eldest daughter. the baron's lands could be forfeited or `escheated' to the Crown. the text of the Magna Carta of 1215 bears many traces of haste. and is clearly the product of much bargaining and many hands. Besides military service. which they distributed to tenants able to serve as knights. and to sell the heir himself in marriage for such price as the value of his estates would command. he could demand a succession duty or `relief' (relevium) from the baron's heir. not only against the king and his agents but against lesser feudal lords. and for the revenue so obtained to be used to maintain paid armies. and with the misuse of their powers by royal officials. achieves corresponding importance.

and its liberties unimpaired. and shall have its rights undiminished. Alan de Galloway constable of Scotland. to the detriment of the holders of the lands affected. and cardinal of the holy Roman Church. William earl of Salisbury. 48). William earl of Arundel. none the less. and the better ordering of our kingdom. but with a few minor amendments. justices. A number of clauses deal with the special circumstances that surrounded the making of the charter. Benedict bishop of Rochester. and Count of Anjou. Others. to his archbishops. Hubert de Burgh seneschal of Poitou. Matthew Fitz Herbert. in the charter itself. The clause promising the removal of fish-weirs (§ 33) was intended to facilitate the navigation of rivers. barons.) JOHN. the exaltation of the holy Church. and its somewhat stilted phrasing seems in part to be attempting to justify its inclusion. the first clause. and the text reads continuously. Walter Bishop of Worcester. by the grace of God King of England. servants. at the advice of our reverend fathers Stephen. foresters. reflect the disquiet and anxieties that had arisen on account of a longstanding royal tendency to extend the forest boundaries. Translation (Clauses marked (+) are still valid under the charter of 1225. Philip Daubeny. earls. stewards. that the English Church shall be free.topics. and other loyal subjects: + (1) FIRST. KNOW THAT BEFORE GOD. such as those relating to the city of London (§ 13) and to merchants (§ 41). The clauses that deal with the royal forests (§§ 44. Duke of Normandy and Aquitaine. and are such as might be found in any treaty of peace. That we wish this so to be 31 | P a g e . Hugh de Neville. reflects John's dispute with the Pope over Stephen Langton's election as archbishop of Canterbury: it does not appear in the Articles of the Barons. Master Pandulf subdeacon and member of the papal household. Clauses marked (*) were omitted in all later reissues of the charter. Thomas Basset. and in particular confirming its right to elect its own dignitaries without royal interference. Peter bishop of Winchester. Peter Fitz Herbert. William earl of Warren. to the honour of God. Greeting. Henry archbishop of Dublin. In the charter itself the clauses are not numbered. conceding the freedom of the Church. William Marshal earl of Pembroke. and their need to resort to money-lenders when this was required. sheriffs. John Marshal. Those that deal with debts (§§ 9-1l) reflect administrative problems created by the chronic scarcity of ready cash among the upper and middle classes. John Fitz Hugh. Alan Basset. THAT WE HAVE GRANTED TO GOD. over which the king had special powers and jurisdiction. primate of all England. archbishop of Canterbury. and to all his officials and loyal subjects. Jocelin bishop of Bath and Glastonbury. Warin Fitz Gerald. Hugh bishop of Lincoln. bishops. abbots. clearly represent concessions to special interests. The translation sets out to convey the sense rather than the precise wording of the original Latin. for the health of our soul and those of our ancestors and heirs. Lord of Ireland. William bishop of Coventry. William bishop of London. Robert de Roppeley. 47. Brother Aymeric master of the knighthood of the Temple in England. and by this present charter have confirmed for us and our heirs in perpetuity.

ponds. we will exact compensation from him. (4) The guardian of the land of an heir who is under age shall take from it only reasonable revenues. (7) At her husband's death. he shall restore the whole land to him. and feudal services. and any man that owes less shall pay less. fish preserves. all the liberties written out below. or to any person answerable to us for the revenues. appears from the fact that of our own free will. or other person that holds lands directly of the Crown. customary dues. He shall do this without destruction or damage to men or property. and desire to be observed in good faith by our heirs in perpetuity. That is to say. from the revenues of the land itself. and he commits destruction or damage. but not to someone of lower social standing. he shall maintain the houses. in accordance with the ancient usage of `fees' (3) But if the heir of such a person is under age and a ward. and at his death his heir shall be of full age and owe a `relief'.a right reckoned to be of the greatest necessity and importance to it . and everything else pertaining to it. shall die. If we have given the guardianship of the land to a sheriff. baron. to have and to keep for them and their heirs. (5) For so long as a guardian has guardianship of such land. for military service. of us and our heirs: (2) If any earl. who shall be answerable to us for the revenues. the heir shall have his inheritance on payment of the ancient scale of `relief'. Before a marriage takes place. a widow may have her marriage portion and inheritance at once and without trouble. 32 | P a g e . marriage portion. She shall pay nothing for her dower. (6) Heirs may be given in marriage. before the outbreak of the present dispute between us and our barons. who shall be similarly answerable to us. at most for the entire knight's `fee'. She may remain in her husband's house for forty days after his death. the heir or heirs of a knight l00s. the heir or heirs of an earl shall pay £100 for the entire earl's barony. TO ALL FREE MEN OF OUR KINGDOM we have also granted. and within this period her dower shall be assigned to her. and he causes destruction or damage. parks. or to the person to whom we have assigned them. stocked with plough teams and such implements of husbandry as the season demands and the revenues from the land can reasonably bear.observed. and the land shall be entrusted to two worthy and prudent men of the same `fee'.and caused this to be confirmed by Pope Innocent III. mills. If we have given or sold to anyone the guardianship of such land. When the heir comes of age. we granted and confirmed by charter the freedom of the Church's elections . This freedom we shall observe ourselves. or any inheritance that she and her husband held jointly on the day of his death. it shall be' made known to the heir's next-of-kin. he shall lose the guardianship of it. and it shall be handed over to two worthy and prudent men of the same `fee'. for us and our heirs for ever. when he comes of age he shall have his inheritance without `relief' or fine.

his heir shall pay no interest on the debt for so long as he remains under age. abbots. 33 | P a g e . to make his eldest son a knight. For these purposes ouly a reasonable `aid' may be levied. and greater barons to be summoned individually by letter. In all letters of summons. so long as the debtor has movable goods sufficient to discharge the debt. the business appointed for the day shall go forward in accordance with the resolution of those present. * (11) If a man dies owing money to Jews. it will take nothing except the principal sum specified in the bond. + (13) The city of London shall enjoy all its ancient liberties and free customs. boroughs. A debtor's sureties shall not be distrained upon so long as the debtor himself can discharge his debt. bishops. both by land and by water. We also will and grant that all other cities. reserving the service due to his feudal lords. if she holds her lands of the Crown. we will cause the archbishops. `Aids' from the city of London are to be treated similarly. and (once) to marry his eldest daughter. to come together on a fixed day (of which at least forty days notice shall be given) and at a fixed place. If he leaves children that are under age. so long as she wishes to remain without a husband. the debtor is unable to discharge his debt. When a summons has been issued. If. (9) Neither we nor our officials will seize any land or rent in payment of a debt. If they so desire. To those who hold lands directly of us we will cause a general summons to be issued. to make our eldest son a knight. even if not all those who were summoned have appeared. through the sheriffs and other officials. their needs may also be provided for on a scale appropriate to the size of his holding of lands. For these purposes only a reasonable `aid' may be levied. unless it is for the ransom of our person. unless the debtor can show that he has settled his obligations to them. his sureties shall be answerable for it. But she must give security that she will not marry without royal consent. * (15) In future we will allow no one to levy an `aid' from his free men. * (14) To obtain the general consent of the realm for the assessment of an `aid' . the cause of the summons will be stated. earls. towns. Debts owed to persons other than Jews are to be dealt with similarly. and ports shall enjoy all their liberties and free customs. irrespective of whom he holds his lands. they may have the debtor's lands and rents until they have received satisfaction for the debt that they paid for him. and (once) to marry our eldest daughter. * (10) If anyone who has borrowed a sum of money from Jews dies before the debt has been repaid. or without the consent of whatever other lord she may hold them of.or a `scutage'. for lack of means.except in the three cases specified above .(8) No widow shall be compelled to marry. his wife may have her dower and pay nothing towards the debt from it. except to ransom his person. The debt is to be paid out of the residue. * (12) No `scutage' or `aid' may be levied in our kingdom without its general consent. If such a debt falls into the hands of the Crown.

of those who have attended the court. than is due from it. In the same way. having regard to the volume of business to be done. when the residue shall be given over to the executors to carry out the dead man s will. (21) Earls and barons shall be fined only by their equals. and darrein presentment shall be taken only in their proper county court. (22) A fine imposed upon the lay property of a clerk in holy orders shall be assessed upon the same principles. wapentake. without reference to the value of his ecclesiastical benefice. and for a serious offence correspondingly. a free man shall be fined only in proportion to the degree of his offence. as assessed by worthy men. and tithing shall remain at its ancient rent. mort d'ancestor. if they fall upon the mercy of a royal court.(16) No man shall be forced to perform more service for a knight's `fee'. (26) If at the death of a man who holds a lay `fee' of the Crown. constable. but not so heavily as to deprive him of his livelihood. (24) No sheriff. on the day and in the place where the court meets. as will suffice for the administration of justice. Nothing shall be removed until the whole debt is paid. hundred. all the movable goods shall be regarded as the property of the dead man. (23) No town or person shall be forced to build bridges over rivers except those with an ancient obligation to do so. coroners. and a husbandman the implements of his husbandry. and these justices. If no debt is due to the Crown. shall hold the assizes in the county court. except the royal demesne manors. 34 | P a g e . or in our absence abroad our chief justice. it shall be lawful for them to seize and list movable goods found in the lay `fee' of the dead man to the value of the debt. except the reasonable shares of his wife and children. (20) For a trivial offence. without increase. (19) If any assizes cannot be taken on the day of the county court. a sheriff or royal official produces royal letters patent of summons for a debt due to the Crown. * (25) Every county. as many knights and freeholders shall afterwards remain behind. None of these fines shall be imposed except by the assessment on oath of reputable men of the neighbourhood. but shall be held in a fixed place. (18) Inquests of novel disseisin. or other royal officials are to hold lawsuits that should be held by the royal justices. We ourselves. will send two justices to each county four times a year. with four knights of the county elected by the county itself. a merchant shall be spared his merchandise. or other free holding of land. and in proportion to the gravity of their offence. (17) Ordinary lawsuits shall not follow the royal court around.

(31) Neither we nor any royal official will take wood for our castle. and also holds land of someone else for knight's service. (33) All fish-weirs shall be removed from the Thames. after which they shall be returned to the lords of the `fees' concerned. except on the sea coast. the Medway. (38) In future no official shall place a man on trial upon his own unsupported statement. unless the seller voluntarily offers postponement of this. We will not have the guardianship of a man's heir. `socage'. There shall also be a standard width of dyed cloth. royal official. The rights of his debtors are to be preserved. (35) There shall be standard measures of wine. by virtue of the `fee-farm'. and not refused. arrows. we will not have guardianship of his heir. (36) In future nothing shall be paid or accepted for the issue of a writ of inquisition of life or limbs. unless the `fee-farm' owes knight's service. and throughout the whole of England. or for any other purpose. (37) If a man holds land of the Crown by `fee-farm'. A knight taken or sent on military service shall be excused from castleguard for the period of this servlce. (34) The writ called precipe shall not in future be issued to anyone in respect of any holding of land. by reason of any small property that he may hold of the Crown for a service of knives. `socage'. or other person shall take horses or carts for transport from any free man. throughout the kingdom. Weights are to be standardised similarly. 35 | P a g e . without the consent of the owner. (29) No constable may compel a knight to pay money for castle-guard if the knight is willing to undertake the guard in person. ale. or the like.* (27) If a free man dies intestate. (30) No sheriff. if a free man could thereby be deprived of the right of trial in his own lord's court. (32) We will not keep the lands of people convicted of felony in our hand for longer than a year and a day. It shall be given gratis. his movable goods are to be distributed by his next-ofkin and friends. russett. nor of the land that belongs to the other person's `fee'. or with reasonable excuse to supply some other fit man to do it. under the supervision of the Church. without producing credible witnesses to the truth of it. namely two ells within the selvedges. or of land that he holds of someone else. without his consent. or `burgage'. and corn (the London quarter). and haberject. (28) No constable or other royal official shall take corn or other movable goods from any man without immediate payment. or `burgage'.

Riverbanks that have been enclosed in our reign shall be treated similarly. Any such merchants found in our country at the outbreak of war shall be detained without injury to their persons or property. by land or water. Boulogne. Nottingham. for purposes of trade. only men that know the law of the realm and are minded to keep it well. may have guardianship of them when there is no abbot. unless they are actually involved in proceedings or are sureties for someone who has been seized for a forest offence. sheriffs. or deprived of his standing in any other way.who shall be dealt with as stated above are excepted from this provision. and have charters of English kings or ancient tenure as evidence of this. had the barony been in the baron's hand. nor will we proceed with force against him. are at once to be investigated in every county by twelve sworn knights of the county. preserving his allegiance to us. and merchants . and within forty days of their enquiry the 36 | P a g e . until we or our chief justice have discovered how our own merchants are being treated in the country at war with us. * (42) In future it shall be lawful for any man to leave and return to our kingdom unharmed and without fear. + (40) To no one will we sell. does not apply in time of war to merchants from a country that is at war with us. Lancaster. * (45) We will appoint as justices. or outlawed or exiled. free from all illegal exactions. or of other `escheats' in our hand that are baronies. (47) All forests that have been created in our reign shall at once be disafforested. or other officials. for the common benefit of the realm. as is their due. This. People that have been imprisoned or outlawed in accordance with the law of the land. or stripped of his rights or possessions. people from a country that is at war with us. except in time of war. (46) All barons who have founded abbeys. or river-banks and their wardens. * (48) All evil customs relating to forests and warrens. for some short period. (43) If a man holds lands of any `escheat' such as the `honour' of Wallingford. (41) All merchants may enter or leave England unharmed and without fear.+ (39) No free man shall be seized or imprisoned. (44) People who live outside the forest need not in future appear before the royal justices of the forest in answer to general summonses. in accordance with ancient and lawful customs. by land or water. however. or send others to do so. warreners. at his death his heir shall give us only the `relief' and service that he would have made to the baron. except by the lawful judgement of his equals or by the law of the land. to no one deny or delay right or justice. constables. foresters. and may stay or travel within it. sheriffs and their servants. If our own merchants are safe they shall be safe too. We will hold the `escheat' in the same manner as the baron held it.

or our chief justice if we are not in England. provided that if any of the twenty-five barons has been involved in a similar suit himself. In cases of dispute the matter shall be resolved by the judgement of the twenty-five barons referred to below in the clause for securing the peace (§ 61). and Andrew de Chanceaux. when we have hitherto had this by virtue of a `fee' held of us for knight's service by a third party. * (49) We will at once return all hostages and charters delivered up to us by Englishmen as security for peace or for loyal service. and someone 37 | P a g e . and such others as he wishes to bring with him. Geoffrey de Martigny and his brothers. Peter. shall be entirely remitted or the matter decided by a majority judgement of the twenty-five barons referred to below in the clause for securing the peace (§ 61) together with Stephen. and all their followers. and with abbeys founded in another person's `fee'. and all fines that we have exacted unjustly. (54) No one shall be arrested or imprisoned on the appeal of a woman for the death of any person except her husband. or rights. their attendants. Guy. On our return from the Crusade. and the mercenaries that have come to it. before we took the Cross as a Crusader. bowmen. however. or to remain forests. unless a lawsuit had been begun. * (50) We will remove completely from their offices the kinsmen of Gerard de Athée. Philip Marc and his brothers. * (53) We shall have similar respite in rendering justice in connexion with forests that are to be disafforested. or if we abandon it. if he can be present. or an enquiry had been made at our order. liberties. with Geoffrey his nephew. If the archbishop cannot be present.evil customs are to be abolished completely and irrevocably. when these were first a-orested by our father Henry or our brother Richard. we will at once do full justice to complaints about these matters. in which the lord of the `fee' claims to own a right. proceedings shall continue without him. with the guardianship of lands in another person's `fee'. The people in question are Engelard de Cigogné'. are first to be informed. * (52) To any man whom we have deprived or dispossessed of lands. castles. we shall have respite for the period commonly allowed to Crusaders. we will at once restore these. * (55) All fines that have been given to us unjustiy and against the law of the land. without the lawful judgement of his equals. * (51) As soon as peace is restored. and it remains in our hands or is held by others under our warranty. with horses and arms. Guy de Cigogné. or if we abandon it. archbishop of Canterbury. In cases. we will at once render justice in full. where a man was deprived or dispossessed of something without the lawful judgement of his equals by our father King Henry or our brother King Richard. his judgement shall be set aside. But we. we will remove from the kingdom all the foreign knights. to its harm. and in future they shall hold no offices in England. On our return from the Crusade.

make no redress within forty days. * (61) SINCE WE HAVE GRANTED ALL THESE THINGS for God.or in our absence from the kingdom to the chief justice . unless a lawsuit had been begun. A dispute on this point shall be determined in the Marches by the judgement of equals. the peace and liberties granted and confirmed to them by this charter. If we. we shall have respite for the period commonly allowed to Crusaders. that he should be treated otherwise. observe them similarly in their relations with their own men. or any of our servants offend in any respect against any man. Let all men of our kingdom. or anything else in England or in Wales. and cause to be observed with all their might. our chief justice. formerly king of Scotland. by our father King Henry or our brother King Richard. our officials. as a substitute for the single occasion. for ever. * (59) With regard to the return of the sisters and hostages of Alexander. English law shall apply to holdings of land in England. all Welsh hostages. If we. and the charters delivered to us as security for the peace.else chosen and sworn in his place. and the offence is made known to four of the said twenty-five barons. This matter shall be resolved by the judgement of his equals in our court. or in our absence abroad the chiefjustice. Welsh law to those in Wales. we will treat him in the same way as our other barons of England. for the better ordering of our kingdom. The Welsh shall treat us and ours in the same way. (60) All these customs and liberties that we have granted shall be observed in our kingdom in so far as concerns our own relations with our subjects. 38 | P a g e . we give and grant to the barons the following security: The barons shall elect twenty-five of their number to keep. without the lawful judgement of his equals.to declare it and claim immediate redress. without the lawful judgement of their equals. his liberties and his rights. and to allay the discord that has arisen between us and our barons. they shall come to us . or an enquiry had been made at our order. with lasting strength. or transgress any of the articles of the peace or of this security. and since we desire that they shall be enjoyed in their entirety. (56) If we have deprived or dispossessed any Welshmen of lands. these are at once to be returned to them. But on our return from the Crusade. or if we abandon it. unless it appears from the charters that we hold from his father William. by the rest of the twenty-five. * (58) We will at once return the son of Llywelyn. whether clergy or laymen. we will at once do full justice according to the laws of Wales and the said regions. and it remains in our hands or is held by others under our warranty. and the law of the Marches to those in the Marches. * (57) In cases where a Welshman was deprived or dispossessed of anything. before we took the Cross as a Crusader. liberties. king of Scotland.

they may then resume their normal obedience to us. and for our own part have also pardoned. the verdict of the majority present shall have the same validity as a unanimous verdict of the whole twenty-five. whether clergy or laymen. and concessions. over the seals of Stephen archbishop of Canterbury. We have in addition remitted fully. who shall be duly sworn in as they were. it shall be null and void and we will at no time make use of it. at their discretion. the other bishops named above. rights. anything by which any part of these concessions or liberties might be revoked or diminished. 39 | P a g e . or is prevented in any other way from discharging his duties. bearing witness to this security and to the concessions set out above. and shall cause them to be obeyed by others to the best of their power. and Master Pandulf. and at no time will we prohibit any man from taking it. In the event of disagreement among the twenty-five barons on any matter referred to them for decision. the rest of them shall choose another baron in his place. Any man who so desires may take an oath to obey the commands of the twenty-five barons for the achievement of these ends. In addition we have caused letters patent to be made for the barons. If-one of the twenty-five barons dies or leaves the country. whether these were all present or some of those summoned were unwilling or unable to appear. * (62) We have remitted and pardoned fully to all men any ill-will.e. of us and our heirs. and that men in our kingdom shall have and keep all these liberties. or anything else saving only our own person and those of the queen and our children. Henry archbishop of Dublin. to all clergy and laymen any offences committed as a result of the said dispute between Easter in the sixteenth year of our reign (i. We give public and free permission to take this oath to any man who so desires. hurt. and to join with them in assailing us to the utmost of his power. Having secured the redress. Should such a thing be procured. in all things and all places for ever. possessions. who may distrain upon and assail us in every way possible. either by our own efforts or those of a third party. we will compel any of our subjects who are unwilling to take it to swear it at our command. either ourselves or through a third party. lands. We will not seek to procure from anyone. The twenty-five barons shall swear to obey all the above articles faithfully. Indeed. by seizing our castles. 1215) and the restoration of peace. with the support of the whole community of the land. since the beginning of the dispute.reckoning from the day on which the offence was declared to us or to him. or grudges that have arisen between us and our subjects. until they have secured such redress as they have determined upon. the four barons shall refer the matter to the rest of the twenty-five barons. * (63) IT IS ACCORDINGLY OUR WISH AND COMMAND that the English Church shall be free. well and peaceably in their fulness and entirety for them and their heirs.

F. dalam buku Politica merumuskan pengertian negara sebagai polis yaitu negara kota. Kranerburg Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri. Soltau Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persalan bersama atas nama masyarakat. 1215: the new regnal year began on 28 May). Prof. between Windsor and Staines. d. Roger. Djolosoetrono Negara ialah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan yang sama. h. Prof. Ilmu Negara dan Ilmu Tata Negara 40 | P a g e . Machiavelli mengartikan bahwa negara adalah kekuasaan yang mengajarkan raja memerintah dengan sebaik-baiknya.e. on the fifteenth day of June in the seventeenth year of our reign (i. yang berfungsi sebagai tempat tinggal bersama warga negara. Source and Further Information Pengertian Negara : a. i. Mr.Both we and the barons have sworn that all this shall be observed in good faith and without deceit. Given by our hand in the meadow that is called Runnymede. e. g. f. Witness the abovementioned people and many others. Menurut Gorge Wilhelm Friedrich Hegel : Negara merupakan organisasi kesusilaan yang mencul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal. dengan pemerintah dan benteng untuk menjaga serangan musuh. R. Mr. Dalam penganyaman bahwa Aristoteles (384-322). Soenarko Negara ialah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu di mana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai souvereign (kedaulatan). N. Plato melihat bahwa negara timbul karena adanya keinginan dan kebutuhan manusia yang beraneka ragam yang mendorong mereka untuk bekerjasama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Menurut Gorge Jellinek : Negara ialah organisasi kekuasaan dari sekolompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu b. c.

Dikatakan bahwa keberadaan negara bertujuan untuk mengatur serta menyelenggarakan masyarakat yang dilengkapi dengan kekuasaan tertinggi. Lenyap dan munculnya negara c. Usal Usul berdirinya negara b. antara lain : a. Terjadinya Negara berdasarkan Fakta.Logemann dalam bukunya Over De Theorie van Eeen Stelling Staatsrecht. Pandangan ini kemudian diikuti oleh Harold. Sifat monopoli c. Terjadinya Negara secara Sekunder. Ilmu negara hanya membahas hal-hal yang mendasar dari negara sehingga bersifat abstrak. Max Weber dan Leon Duguit. Negara sebagai organisasi kekuasaan teori ini dianut oleh H. Terjadinya Negara secara Primer terdiri dari : a) Suku / persekutuan masyarakat b) Kerajaan c) Negara Nasional d) Negara Demokrasi b. 41 | P a g e . Sifat Hakekat Negara Menurut Prof. Tujuan yang hendak dicapai atau diwujudkan oleh ngara. Sifat mencakup semua Terjadinya negara terbagi atas : a. Sifat memaksa b. Unsur-unsur negara d. Perkembangan dan perjalanan negara e. sifat hakekan negara mencakup hal-hal sebagai berikut : a. J. terdiri dari : a) Secara de jure adanya pengakuan dari negara lain b) Secara de facto adanya kenyataan yang timbul dalam suatu negara c. dan universal. Laski. Miriam Budiardjo. teoritis.Hal-hal yang diseldiki dan dipelajari dalam Ilmu Negara. dan f.A. Jenis atau bentuk-bentuk dari negara pada umumnya.

Penganut teori ini adalah H. penganutnya adalah Agustinus. memajukan kesusilaan manusia. memungkinkan rakyat berkembang serta mengungkapkan daya ciptanya sebebas mungkin 42 | P a g e . Dengan adanya tujuan negara harus melaksanakan dua tugas umum berikut : a. Ada beberapa pendapat mengenai tujuan negara antara lain : a. d) Teori Hukum Alam. Haller. Soltau yaitu. Penganut teori ini adalah Plati. antara lain : a) Teori Ketuhanan. Laski. yaitu berdasarka kenyataan yang benar-benar terjadi yang diungkap dalam sejarah. Duguit. negara terjadi atas kehendak Tuhan. negara terjadi karena adanya kekuasaan yang paling kuat. b) Teori Perjanjian Masyarakat. adalah sebagai berikut : a) Occupatie (pendudukan) b) Fusi (Peleburan) c) Accesie (Penaikan) d) Anexatie (Pencaplokan / Penguasaan) e) Proclamation (Proklamasi) f) Innovation (Pembentukan baru) g) Separatisme (Pemisahan) d. baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial. nampak pada UUD nya atas berkat Tuhan Yang Maha Esa. Asal mulanya terjadi negara dapat juga dilihat berdasarkan pendekatan teoritis.J. Negara harus mengatur dan menyelenggarakan pemerintahan melalui aparatur yang berkuasa dengan sebaik-baiknya. namun tujuan akhirnya sama yaitu menciptakan kebahagian pada rakyatnya. Aristoteles.Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta sejarah. Harus mengatur penghidupan dalam negara sebaik-baiknya b. John Locke. Roger F. Yulius Stahi. b. Plato yaitu. negara terjadi karena kehendak alam yang merupakan lembaga alamiah yang diperlukan manusia untuk menyelenggarakan kepentingan umum. Karl Marx. Kranenburg dan Thomas Aquinas. L. Penganutnya adalah Thomas Hobbes. Oppenheimer dan Kollikles. negara terjadi karena adanya perjanjian masyarakat yang mengikat diri untuk mendirikan suatu organisasi yang bisa melindungai dan menjamin kelangsungan hidup bersama. JJ Rousseau dan Montesquieu c) Teori Kekuasaan. Agustinus dan Thomas Aquino Tujuan Negara : Pada dasarnya negara mempunyai tujuan masing-masing.

43 | P a g e . Laski yaitu.c. Horald J. menciptakan keadaan dimana rakyat dapat mencapai keinginan-keinginan secara maksimal d. Thomas Aquino dan Agustinus yaitu. untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->