P. 1
Teori Pengetahuan

Teori Pengetahuan

|Views: 220|Likes:
Published by khairil

More info:

Published by: khairil on Jan 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2014

pdf

text

original

Teori Pengetahuan Epistemologi selalu menjadi bahan yang menarik untuk dikaji, karena disinilah dasardasar pengetahuan maupun

teori pengetahuan yang diperoleh manusia menjadi bahan pijakan. Konsep-konsep ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dewasa ini beserta aspek-aspek praktis yang ditimbulkannya dapat dilacak akarnya pada struktur pengetahuan yang membentuknya. Dari epistemologi, juga filsafat -dalam hal ini filsafat modern- terpecah berbagai aliran yang cukup banyak, seperti rasionalisme, pragmatisme, positivisme, maupun eksistensialisme.1 Dengan demikian, pengetahuan (knowledge atau ilmu) menjadi bagian yang esensialaksiden manusia, karena pengetahuan adalah buah dari "berpikir ". Berpikir (ataunathiqiyyah) adalah sebagai differentia ( atau fashl) yang memisahkan manusia dari sesama genus-nya, yaitu hewan. Dan sebenarnya kehebatan manusia dan " barangkali " keunggulannya dari spesiesspesies lainnya karena pengetahuannya. Kemajuan manusia dewasa ini tidak lain karena pengetahuan yang dimilikinya. Lalu apa yang telah dan ingin diketahui oleh manusia? Bagaimana manusia berpengetahuan? Apa yang ia lakukan dan dengan apa agar memiliki pengetahuan? Kemudian apakah yang ia ketahui itu benar? Dan apa yang mejadi tolak ukur kebenaran? Sebenarnya pertanyaan diatas sangat sederhana karena sudah terjawab dengan sendirinya ketika manusia sudah masuk ke alam realita. Namun ketika masalah itu diangkat dan dibedah dengan pisau ilmu maka tidak menjadi sederhana lagi. Masalah-masalah itu akan berubah dari sesuatu yang mudah menjadi sesuatu yang sulit, dari sesuatu yang sederhana menjadi sesuatu yang rumit (complicated). Oleh karena masalah-masalah itu dibawa ke dalam pembedahan ilmu, maka ia menjadi sesuatu yang diperselisihkan dan diperdebatkan. Perselisihan tentangnya menyebabkan perbedaan dalam cara memandang dunia (worldview), sehingga pada gilirannya muncul perbedaan ideologi. Dan itulah realita dari kehidupan manusia yang memiliki aneka ragam sudut pandang dan ideologi. Atas dasar itu, manusia -paling tidak yang menganggap penting masalah-masalah diatasperlu membahas ilmu dan pengetahuan itu sendiri. Dalam hal ini, ilmu tidak lagi menjadi satu aktivitas otak, yaitu menerima, merekam, dan mengolah apa yang ada dalam benak, tetapi ia menjadi objek. Para pemikir menyebut ilmu tentang ilmu ini dengan epistemologi (teori pengetahuan atau nadzariyyah al ma'rifah).2 Epistemologi menjadi sebuah kajian sebenarnya belum terlalu lama, yaitu sejak tiga abad yang lalu dan berkembang di dunia Barat. Penyebabnya adalah bahwa sejak masuknya agama Nasrani ke Eropa, terdapat masalah hubungan antara pengetahuan samawi dan pengetahuan manusiawi, pengetahuan supranatural dan pengetahuan rasional-natural-intelektual, antara iman dan akal. Kaum agama di satu pihak mengatakan bahwa pengetahuan manusiawi harus disempurnakan dengan pengetahuan fides, sedang kaum intelektual mengemukakan bahwa iman adalah omong kosong kalau tidak terbuktikan oleh akal. Situasi ini menimbulkan tumbuhnya aliran Skolastik yang cukup banyak perhatiannya pada masalah epistemologi, karena berusaha untuk menjalin paduan sistematik antara pengetahuan dan ajaran samawi di satu pihak, dengan pengetahuan dan ajaran manusiawi intelektual-rasional di lain pihak. 3 Adalah Renaissance yang paling berjasa bagi mereka dalam menutup abad kegelapan Eropa yang panjang dan membuka lembaran sejarah mereka yang baru. Supremasi dan dominasi gereja atas ilmu pengetahuan telah hancur. Sebagai akibat dari runtuhnya gereja yang memandang dunia dangan pandangan yang apriori atas nama Tuhan dan agama, mereka

mencoba mencari alternatif lain dalam memandang dunia (baca: realita). melainkan harus diperoleh dari pengalaman.5 Emperisme mempunyai cara berpikir yang sama sekali berlawanan dengan kaum rasionalisme. kepada kebenaran yang pasti menurut mereka sendiri. Dan sebagian darinya telah lenyap.6 Berbeda dengan Barat. ³Jika syarî¶ah ini benar adanya dan ia menyeru . Imanuel Kant. Maka dari itu. Agar berarti bagi kaum empiris. Masalah yang rumit akan timbul bila persyaratan tentang suatu obyek atau kejadian ternyata tidak lagi terdapat untuk pengujian secara langsung. Pikiran manusia mempunyai kemampuan untuk mengetahui ide tersebut. bahwa bagi kaum rasionalisme ide tentang kebenaran. Disini terlihat bahwa tiap orang cenderung untuk percaya kaum rasionalisme. karena dalam Islam agama dan ilmu pengetahuan berjalan seiring dan berdampingan. Namun secara garis besar aliran-aliran yang sempat muncul adalah ada dua.7 Dalam hal ini. di dunia Islam tidak terjadi ledakan seperti itu. 1998). yang menjadi dasar bagi pengetahuannya diperoleh lewat berpikir secara rasional atau dengan kata lain kriteria kebenaran pengetahuan dikaitkan dengan kesesuaian antara pemikiran dengan kenyataan. Singkatnya. 4 Pola berpikir kaum rasionalis bertumpuk dari aksioma dasar yang diturunkan dari ide tentang kebenaran yang menurut anggapannya adalah jelas. terlepas dari pengalaman manusia. Dan dari kaum empiris adalah Auguste Comte dengan Positivismenya. Alasan mereka adalah bahwa pengetahuan tidak ada secara apriori terdapat di benak kita. bemunculan berbagai aliran pemikiran yang bergantian dan tidak sedikit yang kontradiktif. Namun timbul pertanyaan. Lalu bagaimana kita bisa sampai pada suatu konsensus bila hanya berdasarkan apa yang dianggap benar oleh masing-masing?. Cara berpikir seperti ini akan menjerumuskan kita kedalam Silopsisme. Ibnu Rusd berkata. meskipun terdapat beberapa friksi antara agama dan ilmu. Hegel dan lain-lain. tidak hanya oleh para ilmuawan. Terdapat di alam nyata yang terdiri dari fakta atau obyek yang dapat ditangkap oleh seseorang. Namun secara keseluruhan agama dan ilmu saling mendukung. yakni pengetahuan yang benar menurut anggapan kita masing-masing. Pengetahuan merupakan hasil dari kegiatan keimuwan (pikiran) yang mengkombinasikan sensasi-sensasi pokok (McCleary. Dari kaum rasionalis muncul Descartes. Teori pengetahuannya. Dia memandang pikiran sebagai alat atau kertas lilin yang licin (tabula rasa) yang menerima dan menyimpan sensasi pengalaman. namun manusia tidak menciptakannya dan tidak pula mempelajari lewat pengalaman. Kedua adalah kebenaran atau pengujian kebenaran dari fakta atau obyek didasarkan kepada pengalaman manusia. Kaum empiris menganjurkan agar kita kembali ke alam untuk mendapatkan pengetahuan. tetapi itu sangat sedikit dan terjadi karena interpretasi dari teks agama yang terlalu dini. dari manakah kita mendapat kebenaran yang sudah pasti bila kebenaran itu tercerai dari pengalaman manusia yang nyata?. Disinilah kaum rasionalis mulai menemukan kesulitan untuk mendapatkan konsensus yang dapat dijadikan landasan bagi kegiatan berpikir bersama. maka pernyataan tentang ada atau tidak adanya sesuatu haruslah memenuhi persyaratan pengujian publik. yakni aliran rasionalis dan empiris. Sistem pengetahuan dibangun secara koheran diatas landasan-landasan pernyataan yang sudah pasti. tegas dan pasti dalam pikran manusia. terutama yang dikemukakan oleh Lock (bapak kaum empiris Inggris) didasarkan pada pengalaman yang ditangkap oleh pancaindera kita. Francis Bacon dengan Sensualismenya. Teori empiris sendiri memiliki dua aspek. bahwa betapa sukarnya untuk sampai kepada suatu kesimpulan yang dapat disetujui bersama bila hanya berdasarkan pada cara tersebut. Kenyataan yang dihadapi. Wiliam James dengan Pragmatismenya. Pertama adalah perbedaan antara yang mengetahui (subyek) dan yang diketahui (obyek).

pencium dan perasa. maka pengetahuan tidak dapat dipercaya. Muhammad Baqir Shadr memasukkannya ke dalam kaum rasionalis. Mereka memang meragukan dan bahkan mengingkari bahwa manusia dapat memiliki pengetahuan.agar selalu berpikir untuk mencapai kepada pengetahuan kebenaran. namun dalam satu waktu juga sebagai ilmuwan seperti : Ibnu Sina. Rene Descartes termasuk pemikir yang beraliran rasionalis. Lantas dia berpikir bahwa segala sesuatu bisa diragukan. namun ia selamat dan bangkit menjadi seorang yang meyakini realita. Sikap skeptis mereka tidak hanya terhadap wujud. maka tidak bisa diinformasikan´10. Dari sini mereka berpendapat bahwa kebenaran adalah relatif. namun juga terhadap pencipta alam. sadar. Pyrrho salah seorang dari mereka menyebutkan bahwa manusia ketika ingin mengetahui sesuatu menggunakan dua alat yakni. maka saya ada. Menurut Phitagoras bahwa keberadaan Tuhan diragukan dengan alasan ketidak jelasan obyek dan keterbatasan umur manusia. ketika manusia dalam keadaan sehat. tetapi ia tidak bisa meragukan akan pikirannya. Bangunan rasionalnya beranjak dari keraguan atas realita dan pengetahuan.12 Satu indra saja mempunyai kesalahan ratusan. mungkinkah manusia dapat memiliki pengetahuan?. Ia mencari dasar keyakinannya terhadap Tuhan. Indra yang merupakan alat pengetahuan yang paling dasar mempunyai banyak kesalahan. Oleh karena alat pengetahuan hanya dua saja dan keduanya mungkin bersalah. maka bagaimana pengetahuan lewat indra dapat dipercaya? Demikian pula halnya dengan akal. ³Segala sesuatu tidak ada. Jika adapun. Ia termasuk pemikir yang pernah mengalami skeptisme akan pengetahuan dan realita. Syekh al Thusi dan yang lainnya. Dengan kata lain ia meyakini dan mengetahui bahwa dirinya ragu-ragu dan berpikir. . Bapak kaum shopis. Sementara antar sesama manusia sendiri dalam mengindera sesuatu terdapat perbedaan.9 Mungkinkah manusia memperoleh pengetahuan? Kaum shopis mempertanyakan. Belum lagi pengaruh lingkungan. Saya berpikir. maka tidak dapat diketahui. Ia cukup berjasa dalam membangkitkan kembali rasionalisme di barat. ledakan intelektual dalam Islam tidak terjadi. setiap yang berpikir ada. atau jika dapat diketahui. Maka akalpun tidak dapat dipercaya.8Maka tidak heran jika dari ulama Islam menguasai ilmu agama. pendengar. karena kebenaran tidak akan bertentangan dengan kebenaran. peraba. Argumentasinya akan realita menggunakan silogisme kategoris bentuk pertama. Oleh karena itu. alam. Perkembangan ilmu di dunia Islam relatif stabil dan tenang. al Khawarizmi. Jabir bin al Hayyan. namun akan selalu sesuai dan menjadi saksi kebenaran´. al Farabi. tempat dan waktu. maka kita sebagai orang Islam sama-sama sudah mengetahui bahwa berpikir secara argumentatif tidak akan bertentangan dengan apa yang terdapat dalam syarî¶ah. sakit. 11 Mereka mempertanyakan pengetahuan dengan mengemukakan beberapa argumen yang cukup kuat. Manusia seringkali salah dalam berpikir. jiwa dan kota Paris. Dia mendapatkan bahwa yang menjadi dasar atau alat keyakinan dan pengetahuannya adalah indra dan akal. baik indra penglihat. artinya keduanya tidak memberika hal yang pasti dan meyakinkan. namun tanpa menyebutkan premis mayor. maka saya ada ". tidur dan lain sebagainya yang tentunya berpengaruh kepada panca indera. Ungkapannya yang populer dan sekaligus fondasi keyakinan dan pengetahuannya adalah " Saya berpikir (baca : ragu-ragu).12Jika demikian adanya. Georgias pernah berkata. indra dan akal. Bukti yang paling jelas bahwa di antara para filusuf sendiri terdapat perbedaan yang jelas tidak mungkin semua benar pasti ada yang salah. Ternyata keduanya masih perlu didiskusikan. Sesuatu yang kita anggap benar adalah benar meskipun orang lain menganggapnya salah.

Manusia juga dituntut untuk mengetahui rahasia alam. namun mengemban amanat sebagai khalifah dimuka bumi (QS. Sepanjang sejarah. Dengan ini pula. Ketika ia melihat dua batu yang saling berbenturan kemudian menimbulkan titikan api. (QS. namun iapun selamat dan menjadi pemikir besar dalam filsafat dan tashawwuf. Tuhan menciptakan Adam kemudian memberikan pengetahuan kepadanya. cara berinteraksi dengan Tuhan.13 Dalam al-Qur¶ân terdapat beberapa ayat yang menunjukkan bahwa manusia dapat memperoleh pengetahuan. al Baqarah: 30-34). Keberadaan Tuhan dapat diketahui melalui alam ciptaannya (QS. manusia dan ghoibyah adalah suatu pengetahuan yang tidak terbatas. menguasai alam raya demi kemaslahatam manusia sendiri. Al Nahl:78). pengalaman dan pengetahuan manusia semakin meluas sehingga iapun lebih mampu membedakan dan memanfaatkan berbagai benda yang berada disekelilingnya.Dari dunia Islam adalah Imam al Ghazzali yang pernah skeptis terhadap realita. ³Alam semesta adalah sesuatu yang baru (al hâdits). sementara akal manusia sebagai subyek pengetahuan sangat terbatas. hak dan kewajiban manusia sebagai makhluk kepada kholiq-Nya dengan hanya bertumpu pada indera dan akal. Dan sesuatu yang baru (al hâdits) membutuhkan subyek yang mewujudkannya.14 Namun alam raya. Tuhan adalah obyek pengetahuan yang paling utama. perkembangan pendidikan. Mula-mula barangkali hanya untuk menerangi goa-goa. terlebih-lebih berinteraksi dengan Tuhan. Perkataannya yang populer adalah " Keraguan adalah kendaraan yang mengantarkan seseorang ke keyakinan´. Dengan keterbatasan akal manusia ini. Manusia juga tidak dapat mengetahui ghoibiyah. Agar manusia dapat melaksanakan tugas ini dengan baik tentu dibutuhkan pengetahuan dan sikap tanggung jawab. manusia mendapat nilai lebih dibandingkan dengan Malaikat sehingga Tuhan memerintahkan mereka untuk besujud sebagai tanda penghormatan kepada Adam. manusia dapat memperoleh pengetahuan. Karena dengan pengetahuan inilah manusia dapat berinteraksi dengan alam raya. Islam sendiri menyeru umatnya agar selalu mencari pengetahuan sejak kita masih dalam buaian ibu hingga ajal menjemput nyawa. Bahkan antara sesama manusia pun dalam memahami sesuatu mengalami perbedaan sesuai dengan tingkatan kemampuan. sumber dan metodologi yang ia gunakan. (QS. Manusia sebagai anak cucu Adam tidak hanya diciptakan begitu saja. karena Ia adalah sumber ilmu pengetahuan. Dan penyeimbang ini adalah wahyu Tuhan. manusia berfikir bahwa batu dapat digunakan untuk membantu manusia dalam berbagai hal. Makin lama. Ini dapat kita lihat dari sejarah penciptakan Adam. Hanya saja Tuhan menganugerahkan akal pikiran dan panca indera kepada manusia. Al Mulk:3). sedangkan Tuhan serta alam ciptaan-Nya adalah obyek pengetahuan. Dan subyek ini adalah Tuhan. manusia tidak akan pernah lepas dari usaha untuk menundukkan alam dengan menggunakan akal pikirannya. Manusia dilahirkan dengan tanpa memiliki pengetahuan. Manusia adalah subyek pengetahuan. Untuk itu dibutuhkan penyeimbang yang dapat menuntun ma nusia kepada pengetahuan lain diluar jangkauan akal. namun . cara berinteraksi dengan realitas. manusia tetap saja tidak akan pernah mempu mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan tiga hal tersebut secara sempurna. filsafat dan agama.15 Relasi antara pengetahuan. Manusia dituntut untuk mengetahui eksistensi dirinya. Dengan pengetahuan ini. Karena alam ciptaan-Nya hanya diperuntukkan bagi umat manusia seluruhnya. Dengan demikian pengetahuan adalah sesuatu yang mungkin diketahui. Dalam hal ini Imam Ghozali berkata. al Ahzab:72).

namun setidaknya dengan melihat fenomena alam. Tuhan mengutus para rosul agar mereka meluruskan apa yang telah melenceng dari pemahaman manusia tentang ketuhanan. mungkinkan agama dapat bertemu dengan pengetahuan. Karena dengan berpikir manusia akan menyadari bahwa firman Tuhan itu benar. Satu diantaranya adalah bahwa alam semesta memiliki empat unsur dasar yaitu air. kemudian secara perlahan agama berkembang hingga menjadi agama tauhid. Bagi manusia primitif. Terdapat perbedaan antara pemikiran filsafat dengan pemikiran keimuwan. antara filsafat dengan agama atau antara ilmu dengan agama?. al-Rûm: 30). Mereka juga berfikir bagaimana ia berinteraksi dengan alam sekitarnya. Karena stetemen diatas hanyalah gambaran perkembangan agama menurut para imuwan agama. Pemikiran filsafat cenderung pada renungan pemikiran yang bersifat hipotesis. maka seringkali terjadi pergulatan antara ilmu dengan agama. Dari sini berkembang kepercayaan animisme. namun manusialah yang kemudian mendistorsi agama. Manusia juga berpikir bahwa penomena alam yang sedemikian indah dan teratur ini tidak mungkin diciptakan dari banyak Tuhan. Karena agama adalah fitrah manusia yang diberikan Tuhan semenjak manusia diciptakan (QS. Manusia primitif percaya bahwa gerakan di alam ini ada yang mengatur. Bersama dengan putaran waktu. Mereka mulai berpikir bahwa sesuatu yang dulu dianggapnya sebagai Tuhan ternyata tidak mampu memberikan solusi terhadap berbagai masalah yang sedang mereka hadapi. pertanyaan seperti ini muncul terutama semenjak masa pencerahan. Seringkali mereka menyandarkan hal ini pada arwah atau tuhan-tuhan sebagaimana yang mereka pahami. bukan berarti Tuhan melarang manusia untuk berpikir. manusia telah berpikir untuk menafsirkan berbagai gerakan dan kehidupan di alam raya sesuai dengan kemampuan mereka saat itu. Ketika Tuhan menurunkan agama serta memberikan kitab suci sebagai petunjuk bagi manusia. Namun stetemen diatas tidak dapat dipahami bahwa agama pertama adalah agama paganisme. karena telah jauh melenceng dari ajaran orisinil. antara wahyu dengan akal. . Serinngkali muncul pertanyaan. sebagai senjata dan lain sebagainya. pengetahuan manusia primitif semakin bertambah. Ketika manusia melihat bahwa batu yang berbenturan dengan benda tertentu menimbulkan keretakan misalnya. Kita tetap percaya bahwa agama pertama adalah tauhid (QS. pikiran mereka barangkali masih dibayang-bayangi dengan pikiran mistis. Di Barat. Perlahan-lahan. Namun Islam sebagai agama terakhir yang luput dari distorsi manusia tetap dapat berjalan bergandengan dengan ilmu pengetahuan secara harmonis. pengetahuan mulai menjadi sebuah ilmu yang memiliki berbagai cabang sesuai dengan tema dan tujuannya masing-masing. dinamisme dan paganisme dalam masyarakat primitif. Semakin lama pengetahuan manusiapun semakin meluas sehingga satu persatu pengetahuan dapat berdiri sendiri secara tematis. Setidaknya uraian diatas dapat memberikan sedikit ganbaran mengenai perkembangan pengetahuan manusia dari waktu kewaktu. Berbeda dengan agama samawi lainnya. Dengan ini pula peradaban dapat berkembang sesuai dengan perkembangan pengetahuan manusia. manusia primitifpun berpikir bahwa batu dapat digunakan sebagai alat untuk berburu. Dahulu terdapat banyak analisis mengenai awal terjadinya alam semesta yang satu sama lain terkadang memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Ilmu pun berkembang dengan filsafat. Dari sini berkembanglah ilmu filsafat yang dapat menilai sesuatu secara lebih menyeluruh dan logis.bersama dengan perputaran waktu manusia mulai mengetahui fungi api secara lebih luas. sementara pemikiran keimuwan lebih menekankan pada observasi. dan hal ini dapat dimanfaatkan manusia untuk mengimbangi kebutuhan mereka dalam berinteraksi dengan realitas. al-Anbiya¶:25). Dari sini manusia mulai percaya bahwa disana hanya ada satu Tuhan saja.

api. maka pengetahuan adalah sesuatu yang sifatnya aksidental -baik menurut teori recolection-nya Plato. Tentunya sumber pengetahuan beragam sesuai dengan keragaman aliran pemikiran manusia. dan filsafat-materialisnya kaum empiris. Ilmu sampai saat inibelum mampu memecahkan secara pasti asal mula alam semesta. Pemahaman seperti inilah yangber kembang pada masa keemasan peradaban Islam. Para ulama dan failusuf Islam klasik menganggap bahwa pengetahuan empiris adalah bagian dari fisafat. Mereka selalu berupaya untuk menemukan berbaga solusi yang berkaitan dengan alam fisik dan alam metafisik. pengetahuan dengan filsafat. Filsafat yang lebih menekankan pada hipotesis akan segera berpindah menjadi sebuah ilmu hanya dengan memastikan kebenarannya dengan menggunakan metodologi tertentu. Ketika ingin berhubungan dengan sumber pengetahuan. Air sendiri terdiri dari dua unsur yaitu oksigen dan hidrogen. Imam Al-Rozi adalah seorang dokter sekaligus serang failusuf besar. Dari sinilah Barat mengembangkan pengetahuan sesuai dengan nilai dan norma mereka yang kemudian dapat mengantarkan manusia pada peradaban tegnologi modern. Ini adalah bukti kuat kaitan pengetahuan dengan filsafat Islam. Sesuai dengan hukum kausaliltas bahwa setiap akibat pasti ada sebabnya. Filsafat dapat mengekspresikan hubungan saling mempengaruhi antara manusia dengan alam semesta. Ringkas kata bahwa dalam Islam terdapat hubungan erat antra agama. Studi mengenai alam fisik dilakukan dengan menggunakan metodologi riset. 16 Sumber Dan Alat Pengetahuan. Alam tabi'at atau alam fisik 3. teori iluminasi-nya Suhrawardi. udara dan debu. Belakangan diketahui bahwa air bukanlah unsur. dan filsafat Islam adalah puncak kreatifitas akal. Filsafat akan segera meninggalkan obyek setelah campur tangan ilmu yang kebenarannya lebih dapat dipertanggung jawabkan. manusia memerlukan suatu alat. dan filsafat dapat membantu manusia untuk mengetahui kebenaran. teori Aristoteles yang rasionalis-paripatetik. Dalam mengkaji ilmu kedokteran dan filsafat tidak segan-segan untuk memberikan keritikan kepada mereka yang berlawanan dengan pendapatnya. maka sampai saat inipun filsafat tetap memiliki posisi khusus. Jika pada mulanya filsafat berkembang sebagai ekspresi manusia karena kecintaan terhadap hikmah serta bertujuan untuk menyingkap sesuatu yang janggal dalam alam realitas. Alam Akal 4. Pengetahuan adalah mungkin dan realistis. terdapat beberapa sumber dan sekaligus alat pengetahuan. Filsafat Islam mempunyai pengaruh besar terhadap pencerahan di dunia Barat. Demikian pula yang dilakukan oleh Ibnu Sina dan para failusuf Islam lainnya. Ilmu tidak mungkin berkembang tanpa adanya pemikiran dan pemikiran tidak akan berkembang jika jauh dari pengetahuan. Namun demikian setidaknya terdapat lebih dari 100 unsur yang terdapat di alam semesta yang dapat dilihat oleh mata manusia atau dapat dibawa ke laboratorium. yaitu : 1. Agama tidak dapat dipisahkan dari pengetahuan. Hati dan Ilham . wahyu 2.17 Menurut para filusuf Islam. Namun bagaimana manusia dapat mengetahui? Masalah sumber dan alat pengetahuan juga dibahas dalam literatur-literatur epistimologi Islam.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan hukum (syarî¶at) Wahyu juga memberikan gambaran mengenai posisi manusia di muka bumi. Para filosof Islam biasanya hanya berusaha membuktikan bahwa firman Tuhan tentang alam metafisik adalah benar adanya. karena sesuatu yang materi tidak bisa dirubah menjadi yang tidak materi (inmateri). Wahyu tidak hanya sekedar memberikan gambaran alam metafisik. bahkan dalam al-Qurâ¶an banyak terdapat ayat-ayat yang menyeru manusia agar melihat alam ciptaannya. Wahyu memberikan pengetahuan manusia pada beberapa hal. semua diatur melalui hukum syarî¶at. tauhid. wahyu yang berupa kalam ilahi (al-Qur¶ân) dan wahyu yang diekspresikan oleh nabi Muhammad saw (hadits nabi). alam dan sesama manusia. selama di alam materi ia tidak akan lepas dari hubungannya dengan materi secara interaktif. QS. b. QS. Dengan ini diharapkan manusia akan menyakini bahwa alam yang berjalan dengan sangat rapi tentu ada yang mengatur dan menciptakan. awal dan tujuan penciptaan manusia.1. posisi manusia terhadap alam fisik. Tuhan memberikan aturan main bagi kehidupan umat manusia yang tentu saja demi kemaslahatan manusia itu sendiri. wahyu secara tegas memberikan dukungan kepada tindakan observasi. sorga. Wahyu Yang dimaksud dengan wahyu di sini adalah segala ajaran yang diturunkah Tuhan kepada nabi Muhammad saw. bagaimana ia berinteraksi dengan Tuhan. Dengan syarî¶at pula. Tidak hanya sampai disitu. Contoh yang paling konkrit dari hubungan dengan . al-Nahl: 38-39. (QS. (QS. al-Jâtsiyah: 13. diantaranya adalah masalah ketuhanan. Ketika Tuhan berbicara mengenai hari akhir. Segala amal perbuatan manusia akan dipertanggung-jawabkan kelak dihari kemudian. hari akhir. neraka dan lain sebagainya sehingga pengetahuan manusia tidak lagi hanya sekedar meraba-raba. Hubungannya dengan materi menuntutnya untuk menggunakan alat yang sifatnya materi pula. Al-Hâqah:13-17) Ketika Tuhan berbicara mengenai sifat-sifat-Nya. Tuhan mengingatkan manusia bahwa segala amal perbuatan manusia diawasi dan direkam oleh malaikat. pertama. alam ghoib dan lain sebagainya. kejadian hari kebangkitan. wahyu telah menjelaskan secara gamblang mengenai realitas dan hubungan manusia dengan alam metafisika. sifat dan nama baik Tuhan (asmâu¶lhusna). Adapun bagian kedua yaitu yang berkaitan degan bukti empiris. kenabian. Alam metafisika Para ulama membagi permasalahan metafisika menjadi dua. karena pengetahuan mereka telah dilandasi oleh wahyu. wahyu juga memberikan keterangan rinci mengenai malaikat. berkaitan dengan permasalahan metafisika itu sendiri dan kedua berkaitan dengan bukti empiris mengenai keberadaan alam metafisika. AlNajm: 34). Alam tabi'at atau alam fisik Manusia sebagai wujud materi. diantaranya adalah: a. Tentu saja terdapat perbedaan antara pandangan wahyu mengenai alam metafisika dengan pandangan para filosof. namun juga memberikan pengetahuan bagaimana kita berinteraksi dengan alam metafisik tersebut. yakni indra (al-hiss). Ketika Tuhan berbicara mengenai malaikat. Dari sini wahyu dapat dibagi menjadi dua.18 2. Untuk permasalahan pertama. Tuhan mengharapkan manusia sedapat mungkin untuk meniru sifat-sifat Tuhan tersebut. Tuhan mengingatkan manusia bahwa dunia bukanlah tujuan akhir.

Disebutkan bahwa. (QS. Mereka . Peranan indra hanya memotret realita materi yang sifatnya parsial saja. Kepercayaan manusia terhadap dua alam materi dan non materi akan berpengaruh kepada perjalanan dan tingkah laku manusia. maka tidak dapat diketahui. selain alam tabi'at atau alam fisika. dan menggeneralisasi. alam tabi'at yang materi merupakan sumber pengetahuan yang "barangkali" paling awal dan indra merupakan alat untuk berpengetahuan yang sumbernya tabi'at.19 Pandangan Sensualisme (al-hissiyyin). Jadi yang paling berperan adalah indra. hubungan suami istri dan lain sebagianya. dan untuk meng-generalisasi-kannya dibutuhkan akal. Malah dalam kajian filsafat Islam yang paling akhir. Manusi dituntut untuk mengetahui dua alam ini.materi dengan cara yang sifatnya materi pula adalah aktivitas keseharian manusia di dunia ini. (1) obyek pengetahuan yang substansial dan (2) obyek pengetahuan yang aksidental. indra hanya merespon saja dari realita luar ke relita dalam. Mereka mengatakan bahwa obyek pengetahuan (al ma'lûm) ada dua macam. karena Islam membagi wujud menjadi dua.21 2. khususnya John Locke. Peranan akal hanya dua saja yaitu. Kaum sensualisme. namun indra hanya sebagai syarat yang lazim bukan syarat yang cukup. Dalam filsafat Aristoteles klasik pengetahuan lewat indra termasuk dari enam pengetahuan yang aksioamatis (badihiyyât). Konsekuensi dari pandangan ini adalah bahwa realita yang bukan materi atau yang tidak dapat bersentuhan dengan indra. kemudian melalui indra realita-realita di luar tertanam dalam benak.20 Pemahaman seperti ini tidak terdapat dalam Islam. sehingga pada gilirannya mereka mengingkari hal-hal yang metafisik seperti Tuhan. Menurut pandangan ini. menganggap bahwa pengetahuan yang sah dan benar hanya lewat indra saja. minum. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metodologi research berasal dari ajaran Islam yang orisinil. yaitu alam fisik dan alam metafisik. Dengan dua kepercayaan inilah peradaban Islam dibangun. menyusun dan memilah. yaitu. sepert makan. pengetahuan yang diperoleh melalui indra sebenarnya bukanlah lewat indra. namun juga telah direalisasikan oleh para ulama kita terdahulu. Kegiatan seperti ini tidak hanya sekedar teori. barang siapa tidak mempunyai satu indra maka ia tidak akan mengetahui sejumlah pengetahuan. Islam juga tidak menafikan metodologi empiris yang bersifat eksperimental. Dengan demikian. Apalagi dalam ayat-ayat al-Qur¶ân Tuhan sering menyeru umat manusia agar selalu mengadakan observasi sebagai langkah untuk dapat menundukkan alam raya. Tanpa indra manusia tidak dapat mengetahui alam tabi'at. Mereka mengatakan bahwa otak manusia ketika lahir dalam keadaan kosong dari segala bentuk pengetahuan. sedang realita di luar diketahui olehnya hanya bersifat aksidental. Yang diketahui secara substansial oleh manusia adalah obyek yang ada dalam benak. Karena kegiatan seperti inilah yang akan mengantarkan manusia pada kemajuan peradaban. Ibrâhîm: 32-33). Pengetahuan yang murni lewat akal tanpa indra tidak ada. meyakini bahwa akal merupakan sumber pengetahuan yang kedua dan sekaligus juga sebagai alat pengetahuan. Meski indra berperan sangat signifikan dalam berpengetahuan. Alam Akal Kaum Rasionalis. Indera manusia hanya dapat bersentuhan dengan alam metafisik sedangkan alam fisik berada diluar jangkauan indera. bahkan Islam sangat mendukung kegiatan seperti ini.

perekaman benak. (QS. Akal mempunyai kemampuan mengelompokkan segala yang ada di alam realita ke beberapa kelompok. yaitu persentuhan indra dengan materi. Teori ini disebut dengan teori tajrîd dan intiza'. 22 Islam sendiri sangat menghormati akal. Karena kata mereka. namun yang menyimpan dan mengolah adalah akal. bahkan dalam banyak ayat sering timbul pertanyakan ³Apakah kamu tidak berakal´?. Aktivitas-aktiviras Akal23 Selain itu. Kreativitas. Untuk itu para ulama Islam mencari solusi lain untuk dapat memecahkan masalah yang timbul dalam masyarakat setempat. a. 3. Mengetahui konsep-konsep yang general. sementara problematika umat Islam tidak terbatas. 6. QS. Akal tidak jumûd yang hanya menerima apa adanya tanpa mengeluarkan reaksi. Kedua. kemampuan aktivitas akal antara satu indivisu dengan individu lainya berbeda-beda tergantung dari kemampuan akal itu sendiri. Pengelompokan Wujud. Ada dua teori yang menjelaskan aktivitas akal ini. pertama. manusia dapat merenungi alam semesta dan mencarikan solusi terhadap problematika yang sedang dihadapinya. Akal manusia tidak dapat menjangkau sesuatu yang berada diluar rasional seperti al ghoibiyah.menganggap akal-lah yang sebenarnya menjadi alat pengetahuan sedangkan indra hanya pembantu saja. al-Qoshos :71-72. al-Dzâriyât: 21) Namun demikian Islam tidak mentuhankan akal. 5. dan ke dalam aksdensi (yang sembilan macam). teori yang mangatakan bahwa pengetahuan akal tentang konsep yang general melalui tiga tahapan. misalnya realita-realita yang dikelompokkan ke dalam substansi. Penggabungan dan Penyusunan. Menarik kesimpulan. Aktivitas ini dalam istilah logika disebut silogisme kategoris demonstratif. Tentu saja dengan tetap berlandaskan pada dua teks tersebut. Tetapi tanpa indra pangetahuan akal hanya tidak sempurna. Dari sini para ulama dituntut untuk meletakkan landasan teoritis yang dapat dijadikan pijakan dalam menentukan hukum. Demikianlah aktivitas akal manusia. Yang dimaksud dengan menarik kesimpulan adalah mengambil sebuah hukum atas sebuah kasus tertentu dari hukum yang general. Maka peran akal atau ilmu logika menjadi sangat . Diantara aktivits akal adalah: 1. teori yang mengatakan bahwa akal terlebih dahulu menghilangkan ciriciri yang khas dari beberapa person dan membiarkan titik-titik kesamaan mereka. Akal juga dapat mengantarkan manusia pada pengetahuan ketuhana. Dengan ini pula pengetahuan dapat berkembang. akal manusia juga memiliki sisi-sisi kelemahan. akal akan selalu beraktivitas dan mengolah pengetahuan sesuai dengan kemampuan akal itu sendiri. 4. 2. Sebagai suatu proses pengetahuan. tentu saja. artinya bahwa segala sesuatu dapat di pecahkan lewat akal. Dengan akal. Indra hanya merekam atau memotret realita yang berkaitan dengannya. akal juga memiliki aktivitas tertentu. Karena bagaimanapun juga. Qiyâs (analogi) sebagai wujud mencari kebenaran melalui logika Al-Qur¶ân dan al-sunnah adalah dua teks yang terbatas. Pemilahan dan Penguraian. indra saja tanpa akal tidak ada artinya. bahwa alam tidak datang secara kebetulan. bukan tidak ada. dan generalisasi.

Qiyâs seperti ini tersusun dari beberapa unsur. Qiyâs al ghoib alâ al syâhid syâhid Para ulama kalam kususnya dari kalangan asy¶âriyah menggunakan Qiyâs al ghoib alâ al untuk menentukan kebenaran atas obyek yang belum jelas (majhul). (3) titik kesamaan antara asal dan cabang (illah) (4) hukum yang sudah ditetapkan atas asal. Qiyâs ushulî Sebelum masa al-Ghozâl . 2. Contoh bahwa illah diharamkannya khomer karena memabukkan. Untuk itulah para ulama juga meletakkan landasan hukum yang dapat mengetahui kebenaran illah atau ithrod. Sedangkan hukum ithrod adalah bahwa kejadian alam berjalan dalam satu kepastian hukum alam. Mereka yang berpendapat bahwa qiyâs dapat dianggap sah jika terdapat illahyang sama antara asal dengan cabang. yaitu hukum illiyah. dalam artian setiap sesuatu yang ma¶lûl(musabab). dan hukum ithrod. Contoh: bumi berputar mengelilingi matahari atau bumi berputar pada porosnya. asal dan cabang. artinya jika terdapat sifat-sifat µirdliyah pada dua bagian. Sengaja dibedakan antara keduanya karena dalam pemahasan ini ulama kalam memberikan beberapa tambahan yang tidak disepakati oleh ulama usul. Analogi ialah menetapkan hukum (baca. Peristiwa alam seperti ini sejak dulu hingga sekarang selalu berjalan tanpa adanya perubahan. Demikian juga sebaliknya. para ulama usul terbagi menjadi dua: 1. kemudian terjadi dalam peristiwa lain yang mempunyai penyebab sama maka akan menimbulkan nilai yang sama pula. (2) cabang. pasti ada illahnya (sebab). ulama usul memberikan tambahan yang tidak dipakai oleh ulama kalam. Hukum illiyah adalah hukum kausalitas. yaitu kasus parsial yang hendak diketahui hukumnya.24 Sebabnya adalah bahwa setiap kejadian alam sudah tersusun rapi dan teratur (nature is uniform). artinya observasi pada suatu obyek dapat mencapai hasil tetap atau menemukan hukum alam. para ulama kalam dan sebagian ulama usul menganggap bahwa qiyâs ushulî dapat mengantarkan ulama pada kebenaran. Qiyâs sendiri dilakukan melalui penelitian yang sangat mendalam dan menggunakan dua landasan penting. maka kita menganggapnya telah memiliki sifat-sifat kesamaan. Mengenai Qiyâs. (1) asal.urgen. Mereka yang berpendapat bahwa qiyâs dianggap sah bila terdapat sebagian kesamaan. Dengan demikian setiap sesuatu yang memabukkab hukumnya haram.25 2. Jika . Dari sini timbul kesimpulan bahwa jika terjadi peristiwa alam dikarenakan oleh sebab-sebab tertentu. Untuk mengetahui hukum kausalitas dapat kita saksikan melalui fenomena alam fisik. yaitu kasus parsial yang telah diketahui hukumnya. predikat) atas sesuatu dengan hukum yang telah ada pada sesuatu yang lain karena adanya kesamaan antara dua sesuatu itu Disini akan di bahas mengenai qiyas menurut ulama usul fiqh dan ulama kalam. Qiâs seperti ini disebut sebagai qiyâs dlonni dan tidak dapat dijadikan sandaran dalam metodologi research. Qiyâs ini dianggap telah memenuhi standar ilmiah karena bertumpu pada hukum illiyah (the law of universal causation) danithrod (law of univormity of nature). 1. Muncullah apa yang kemudian disebut sebagai qiyâs (analogi).

maka hal ini juga berlaku pada alam ghoib. dan juga ruh itu bersih dari kamaksiatan-kemaksiatan. dalîl. para ulama usul menambahkan kesamaan lain seperti syarat. Hati dan Ilham Kaum empiris yang memandang bahwa ada sama dengan materi sehingga sesuatu yang inmateri adalah tidak ada. lapar. maka hal ini juga berlaku pada alam ghoib. berkata. maka pengetahuan tentang inmateri tidak mungkin ada. Pertama. Contoh kesamaan syarat menurut ulama usul: dalam alam fisik bahwa orang yang mempunyai sifat pandai disyaratkan harus hidup. apakah keduanya hanya perbedaan terminilogi namun mempunyai definisi yang sama. Meskipun terdapat banyak kritik terutama dari kalangan ulama muta¶ahhirîn. Dan hal ini juga berlaku pada yang ghoib. Contoh kesamaan illah menurut ulama usul: jika dalam alam fisik kepandaian seseorang karena memiliki pengetahuan. atau keduanya memiliki sefinisi sendiri. senang. namun setidaknya menunjukkan kepiaaian ulama Islam dalam menentukan hukum yang tidak terdapat dalam al Qur¶ân maupun al sunnah. had. yang dalam istilah hikmah teoritis oleh para ahli hikmat disebut dengan akal efektif dan dalam istilah syariat . Selain illah.qiyâsusulî menganalogikan cabang karena mempunyai kesamaan illah dengan asal. Dengan artian bahwa sifat tertentu pada suat benda mengharuskan adanya mausuf. syahwat dan keterkaitan. Namun para ulama kalam berbeda pendapat mengenai had dan hakekat. Hal ini dikarenaka adanya kesamaa illah sehingga memiliki nilai sama.sendiri? Qiyâs al ghoib alâ al syâhid sebagaimana yang digunakan para ulama kalam mendapatkan banyak kritikan. kalau yang internal seperti rasa sakit. Sebaliknya kaum Ilahi ( theosopi) yang meyakini bahwa ada lebih luas dari sekedar materi. Bagaimana kita menganalogikan sesuatu yang jelas memiliki perberbedaan? Kedua. bahwa qiyâs seperti ini hanya akan menghasilkan nilai yang bersifat dlonî (meragukan) dan bukan qoth¶î (yakin). Bagaimana mengetahui lewat hati ? Filusuf Ilahi Mulla Shadra ra. Cahaya itu jika menguat dan mensubstansi. "Sesungguhnya ruh manusia jika lepas dari badan dan berhijrah menuju Tuhannya untuk menyaksikan tanda-tanda-Nya yang sangat besar. maka akan tampak padanya cahaya makrifat dan keimanan kepada Allah dan malakut-Nya yang sangat tinggi. demikian halnya dengan yang ghoib. menganalogikan asal dengan cabang karena dianggap memiliki kesamaan illah. kesamaan hakekat dianggap batil karena pengetahuan al hâdits (baru) berbeda dengan pengetahuan al qodim (lama). Pengetahuan seperti itu tidak mungkin lewat indra tetapi lewat akal atau hati. hakekat. maka ia menjadi substansi yang qudsi. mereka mayakini keberadaan hal-hal yang inmateri. Tentu yang dimaksud dengan pengetahuan lewat hati disini adalah pengetahuan tentang realita inmateri eksternal. haus dan hal-hal yang intuitif lainnya diyakini keberadaannya oleh semua orang tanpa kecuali. maka qiyâs al ghoib alâ al syahid sebalikknya. Contoh kesamaan dalil (bukti) menurut ulama usul: dalam alam fisik bahwa orang yang mempu membuat sesuatu membuktikan bahwa dia mempunyai sifat kemampuan(qudrah).25 3. Contoh kesamaan had atau hakekat menurut ulama usul: jika dalam alam fisik seseorang dikatakan pandai karena memiliki pengetahuan. sedih. Inilah satu diantara landasan teoritis yang diletakkan para ulam usul dan ulama kalam dalam upaya mencari kebenaran.

maka jiwa itu akan berhubungan dengan kebahagiaan yang sangat tinggi dan akan tampak padanya rahasia alam qudsi). "Sesungguhnya para 'arifin mempunyai makam-makam dan derajat-derajat yang khusus untuk mereka. Tentang kebenaran realita alam ruh dan hati ini. Konsentrasi Orang yang tidak mengkonsentasikan (memfokuskan) indra dan akal pikirannya pada benda-benda di luar. yaitu : 1. padahal mereka berada dengan badan mereka. Seakan-akan mereka itu.adalah pengaruh-pengaruh alam tabiat dan kesibukan-kesibukan dunia. Ibnu Sina berkata. Pengetahuan ini akan diraih dengan .tentang hal yang ghaib (atau yang akan terjadi). maka percayailah. maka terpancar di dalamnya yakni ruh manusia yang suci. Dan sekali-sekali anda keberatan untuk mempercayainya. Meskipun berpengetahuan tidak bisa dipisahkan dari manusia. Mereka dapat menyaksikan hal-hal yang halus yang tidak dapat dibayangkan dan diterangkan dengan lisan. telah melepaskan dan meninggalkannya untuk alam qudsi. atau tabir yang menghalanginya seperti kemaksiatan dan yang berkaitan dengannya " Kemudian beliau melanjutkan. cacat bawaan atau pendidikan yang tidak benar. Jika syarat-syarat ini terpenuhi maka seseorang akan mendapatkan pengetahuan lewat indra dan akal. Mereka dalam kehidupan dunia di bawah yang lain. karena apa yang dia beritakan mempunyai sebab-sebab yang jelas dalam pandangan-pandangan (aliran-aliran) tabi'at. Dengan cahaya akal yang kuat. karena hati dan ruh -sesuai dengan bentuk ciptaannya. 2." Pengetahuan tentang alam ghaib yang dicapai manusia lewat hati jika berkenaan dengan pribadi seseorang saja disebut ilham atau isyraq. Indra yang sehat Orang yang salah satu atau semua indranya cacat maka tidak mengetahui alam materi yang ada di sekitarnya. "Jika jiwa berpaling dari ajakan-ajakan tabiat dan kegelapan-kegelapan hawa nafsu.kenabian disebut ruh yang suci. 3. maka dia tidak akan mengetahui apa yang ada di sekitarnya.rahasia-rahasia yang ada di bumi dan di langit dan akan tampak darinya hakikat-hakikat segala sesuatu sebagimana tampak dengan cahaya sensual mata (alhissî) gambaran-gambaran konsepsi dalam kekuatan mata jika tidak terhalang tabir. Lihat .26 Syarat dan Penghalang Pengetahuan. ternyata tidak dapat diketahui. dengan berita yang menyenangkan atau peringatan. Tabir di sini dalam pembahasan ini." (al-Asfar al-Arba'ah jilid 7 halaman 24-25). Akal yang sehat Orang yang akalnya tidak sehat tidak dapat berpikir dengan baik. Oleh karena itu ada beberapa pra-syarat untuk memiliki pengetahuan. Kemudian pengetahuan dapat dimiliki lewat hati.mempunyai kelayakan untuk menerima cahaya hikmah dan iman jika tidak dihinggapi kegelapan yang merusaknya seperti kekufuran. Orang yang tidak menyukainya akan mengingkarinya dan orang yang memahaminya akan membesarkannya. Kesenangan mereka dengan sesuatu yang tidak dapat dilihat mata dan didengar telinga. Akal yang tidak sehat ini mungkin karena penyakit. "Jika sampai kepadamu berita bahwa seorang 'arif berbicara lebih dulu." (al-Isyarat jilid 3 bagian kesembilan tentang makam-makam para 'arif halaman 363-364) Kemudia beliau melanjutkan. namun seringkali ada hal-hal yang mestinya diketahui oleh manusia. dan jika berkaitan dengan bimbingan umat manusia dan penyempurnaan jiwa mereka dengan syariat disebut wahyu. dan menghadapkan dirinya kepada Alhaq dan alam malakut.

29 Dan ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. kepongahan karena ilmu. Ketika syarat-syarat itu tidak terpenuhi maka pengetahuan akan terhalang dari manusia. Karena yang dihadapinya adalah nyata maka ilmu mencari jawabannya pada dunia yang nyata pula. jiwa yang lemah (jiwa yang mudah dipengaruhi pribadi-pribadi besar) dan mencintai materi secara berlebihan. merupakan prosedur atau cara mengetahui sesuatu. Teori yang dimaksud di sini adalah penjelasan mengenai gejala yang terdapat dalam dunia fisik tersebut. Einstein menegaskan bahwa ilmu dimulai dengan fakta dan diakhiri dengan fakta.27 Metodologi keilmuan dalam perspektif Islam. mengosongkan hati dari fanatisme dan mengikuti aturan-aturan syar¶î dan suluk. Metode keilmuan mendasarkan diri pada anggapan bahwa terdapat keteraturan yang dapat ditemukan dalam hubungan antara gejala-gejala dan bahwa alat panca indera manusia (atau alat yang dibuat secara teliti) pada dasarnya dapat berfungsi secara layak. Jadi ilmu tidak mempermasalahkan tentang hal-hal di luar jangkauan manusia. yang menyatakan bahwa kita mampu memperoleh pengetahuan yang bertumpuh pada prespsi. taqlid buta (tanpa dasar yang kuat).syarat-syarat seperti. manusia telah mampu mengumpulkan pengetahuan secara kumulatif. harus didukung oleh fakta empiris untuk dinyatakan benar. Secara ontologis ilmu membatasi masalah yang diamati dan dikaji hanya pada masalah yang terdapat dalam ruang lingkup jangkauan pengetahuan manusia. . Suatu penjelasan biar bagaimanapun meyakinkannya. dimana diperoleh sekumpulan pengetahuan yang diperlukan secara terus menerus dan bersifat mengoreksi diri sendiri. ingatan dan penalaran. memfokuskan hati kepada alam yang lebih tinggi. membersihkan hati dari kemaksiatan. fanatisme. Kendati demikian. Metode ini menitikberatkan kepada suatu urutan prosedur yang seksama.30 Proses kegiatan ilmiah. menurut Senn. Secara spesifik ada beberapa sifat yang menjadi penghalang pengetahuan. Seorang yang hatinya seperti itu akan terpantul di dalamnya cahaya Ilahi dan kesempurnaanNya. seperti sombong. apapun juga teori-teori yang menjembatani antara keduanya. Metodologi keilmuan merupakan pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut. tetapi merupakan suatu abstraksi intelektual di mana pendekatan secara rasional digabungkan dengan pengalaman empiris. menurut Riychia Calder. Kesadaran ini diajukan tentu didasarkan atas beberapa keterbatasan yang dimiliki oleh metode keilmuan terutama terletak pada asumsi landasan epistemologi ilmu. walaupun yang terus menerus bertumbuh dan mempunyai peluang yang besar untuk benar. metode keimuwan tidak mengajukan diri sebagai sebuah metode yang membahayakan manusia kepada sesuatu kebenaran akhir yang takan pernah berubah. Pengertian metodologi keilmuan Secara singkat dapat dikatakan bahwa metode keilmuan adalah suatu teori pengetahuan yang dipergunakan manusia dalam memberikan jawaban tertentu terhadap suatu pertanyaan. Jadi metodologi keilmuian merupakan pengkajian dari peraturan-peraturan yang terdapat dalam metode ilmiah. Lewat pengorganisasian yang sistematis dan pengujian pengamatan.28 Metode. Artinya. teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasional yang berkesusaian dengan obyek yang dijelaskannya. dimulai ketika manusia mengamati sesuatu. yang memiliki langkah-langkah yang sistematis.

Tes dan pengujian kebenaran (verifikasi) dari hipotesis32 Dengan menggunakan langkah-langkah tersebut diatas maka jawaban dari kebenaran keimuan akan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Pencerahan di barat di awali dengan pergulatan antara para ilmuan disatu pihak dan gereja dipihak lain. Perumusan Hipotesis.Di sinilah pendekatan rasional digabungkan dengan pendekatan empiris dalam langkahlangkah yang disebut metode ilmiah. Pergulatan ini pada akhirnya dimenangkan oleh para ilmuan. sedangkan secara empiris ilmu memisahkan pengetahuan yang sesuai dengan fakta dari yang tidak. Pengetahuan yang tidak dapat berubah (tsawâbit) adalah keimanan kepada sang pencipta (tauhid). Ilmu pengetahuan sama sekali terlepas dari nilai-nilai keuhan. Dari sini muncul gerakan Antisciece. Mereka menolak mengikuti pengetahuan secara membabi buta yang mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagian mereka bahkan menyeru agar manusia menjauhkan diri dari sikap materialistis dan kembali kepada fitrah manusia. Muncul kesan bahwa untuk dapat mengejar ketertinggalan harus meniru metodologi barat meskipun itu bertentangan dengan nilai dan norma Islam. Pengamatan dan pengumpulan data yang relevan. Dalam keilmuan Islam. 1. Inilah awal dari proses sekulerisasi Barat. Mereka beranggapan bahwa pemahaman seperti ini hanya akan menghancurkan peradaban manusia itu sendiri. Dedukasi dan Hipotesis. (4). Sayangnya pemahaman mengenai sekulerisasi ilmu pengetahuan. dan (6). Kerangka dasar prosedur ini dapat diuraikan dalam 6 (enam) langkah yaitu : (1). Sadar akan adanya masalah dan perumusan masalah. Maka mengembalikan metodologi keilmuan sebagaimana yang digariskan oleh Islam menjadi suatu keharusan. Berpijak dari . Secara rasional. bahwa pengetahuan sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama merembet ke dunia Islam. Bahkan mereka cenderung mentuhankan pengetahuan itu sendiri sehingga ilmu pengetauan dianggap sebagai solusi atas segala problematika yang dihadapi umat manusia. Tauhid. (5). Dengan ini diharapkan ilmuan muslim tetap berjalan diatas rel-rel yang telah digariskan Islam serta terhindar dari pemahaman yang bersifat materialistik dan sekuleristik. (3). ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif.33 Dalam pengetahuan Islam terdapat dua hal yang sama-sama mendapat perhaitan secara seimbang. ilmu pengetahuan dianggap lepas dari manusia sehinga eksistensi manusi hanyalah sebagai pion pengetahuan. pertama adalah pengetahuan yang tetap dan tidak boleh dirombak (tsawâbit)dan yang kedua adalah pengetahuan yang bersifat elastis dan dapat berubah sesuai dengan tempat dan waktu (mutaghayirât). Penyusunan atau klasifikasi data.31 Metode ini secara ringkas merupakan suatu rangkaian prosedur yang tertentu harus diikuti untuk mendapatkan jawaban yang tertentu dari pengetahuan yang tertentu pula. ada beberapa hal yang patut diperhatikan sebelum melakuakan kejian ilmiah. Yang dimaksud dengan keimanan disini adalah kumpulan permasalahan dasar yang harus diterima dan dipercayai kebenarannya oleh seorang ilmuan sejak dini. Lebih parah lagi. (2). Para ilmuan beranggapan bahwa ilmu tidak mungkin dapat dikompromikan dengan agama.

ketika berhasil menyingkap rahasia alam akan semakin mempertebal keimananya kepada Sang Pencipta (QS. Sebagian ulama bahkan mengatakan bahwa pengetahuan hanya memiliki satu sumber karena semua cabang ilmu memiliki tempat dalam pengetahuan. Pengetahuan dalam Islam juga mempercayai hal-hal yang berada diluar alam fisik dan suprarasional.keimanan inilah para ilmuan muslim memulai segala aktifitasnya dalam mengembangkan pemikiran keimuan. Tentu saja umat Islam disini adalah kumpulan komusitas umat yang tinggal dalam satu . Dengan berlandaskan tauhid. Kewajiban melakukan observasi Bayak ayat-ayat Al-Qur¶ân ataupun al-Hadits yang menyerukan umat Islam agar selalu menuntut ilmu dan mengadakan observasi dengan menggunakan metodologi yang benar. Aqidah tauhid juga dapat menjaga kehormatan manusia. Bahkan para ulama sepakat bahwa mengetahui ilmu-ilmu duniai adalah fardlu kifayah. Tuhan juga telah melatakkan ketentuan dalam alam semesta yang tidak akan pernah berubah. dan alam raya dikendalikan Tuhan dengan rapi dan teratur. mengatur dan menjaga alam semesta sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam peraturan hukum alam. Jika tidak ada seorangpun yang mengetahui pengetahuan tersebut maka seluruh umat Islam akan menanggung dosa. dalam putaran atom. Ali Imron:191). hukum alam Tauhid akan mengantarkan kita pada kepercayaan bahwa segala sesuatu yang berada di jagat raya berasal dari Tuhan yang satu. al-Qomar :49) Dengan ketentuan hukum alam yang tidak dapat berubah serta dengan memperhatikan hukum kausalitas. maka pengetahuan dalam Islam leih jauh dari itu. Setiap pengetahuan yang menyangkut kebutuhan umat Islam adalah fardu kifayah. putaran planet bahkan putaran insan muslim ketika berthawaf mengelilingi ka¶bah. Kesatuan juga nampak di alam raya. Jika para ilmuan barat hanya percaya pada sesuatu yang bersifat materi (alam fisik) dan rasional. (QS. al-µAlaq:1). Dengkan demikian pemahaman filasafat ilmu dalam Islam akan memiliki arti yang lebih luas dibanding dengan pengertian filsafat ilmu menurut para ilmuwan pada umumnya. Ilmuan muslim yang melandasi proses observasi dengan tauhid. pemikiran dan wujud dengan benar. Dengan tauhid ilmuan muslim dapat melihat hakekat kehidupan.34 2. QS. manusia dapat memperoleh pengetahuan yang dapat dimanfaatkan dalam realitas sosial. selain itu tauhid juga dapat membantu mereka dalam membaca dan merenungi ayat-ayat Tuhan dalam kitab suci maupun ayat-ayat yang tersirat dalam alam raya. Ilmu alam fisik meskipun bersifat duniawi namun tetap ada korelasi dengan ketauhidan (ketuhanan). Dengan kepercayaan kepada arti kesatuan (tauhid) seorang ilmuwan akan lebih tenang dan percaya diri dalam menjalani preses observasi. al-Mulk 1-4. Dan pemahaman keimanan seperti ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk mengembalikan metodologi research yang Islami. putaran elektronik. Sebenarnya dalam berbagai cabang ilmu pengetahuanpun memiliki titik-titik pertemuan yang satu sama lain saling mempengaruhi sehingga dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan hanya ada satu. 3. Tauhid akan mengantarkan ilmuan muslim kepada pencarian terhadap titik-titik kesatuan yang ada dalam alam raya juga dalam diri umat manusia itu sendiri. (QS. menyelamatkan dan membebaskan manusia dari kekuasaan materialis. Islamisasi ilmu pengetahuan dapat terealisasikan.

tempat tertentu. Namun bersama dengan kemajuan ilmu dan tegnologi ternyata teori tersebut mengalami cacat sehingga menelurkan teori baru yang barangkali lebih valid. Pemahaman seperti ini berlangsuing hingga ratusan tahun. Para ilmuan muslimpun akan menggunakan ilmunya demi kemaslahatan umat manusia seluruhnya. Observasi ilmiyah yang berlandaskam pada ajaran Islam juga akan memerangi bentukbentuk perdukunan. ³Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Dengan landasan tauhid. (QS. Perbedaan struktur tentu juga akan berimplikasi pada perbedaan nilai. Benarlah firman Tuhan. Dulu manusia berfikir bahwa bumi adalah pusat tata surya. 4. kontinuitas dalam observasi inilah yang akan mendorong kemajuan ilmiah di dunia Islam. Denagn pemahaman bahwa hasil penemuan ilmiah belum sampai pada titik final akan semakin mendorong ilmuan muslim supaya melakukan observasi secara kontinu. Jika pengetahuan Barat yang materialistik akan menghasilkan . Pemahaman para ilmuan mengenai metodologi ilmiyah yang lepas dari nilai-nilai agama akan berimplikasi pada kepercayaan ilmuan kepada sang pencipta. Kenisbian pengetahuan ilmiah Pengetahuan tidak terbatas sementara akal manusia sebagai subyek pengetahuan sangat terbatas. jika kita komparasikan dengan struktur epistemologi di dunia Barat maka kita akan menemukan perbedaan yang sangant mencolok. Matahari dan bintangbintang ngkasa lainnya berputar mengelilingi planet bumi. Jika demikian adanya. Sampai akhirnya manusia akan menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Karena pengetahuan sangat luas. Ia tidak akan pernah puas terhadap produk pengetahuan yang dihasilkan manusia. Dan kemajuan peradaban Islam masa lalu tidak lebih karena sikap dan pandangan ilmiah pada ilmuan muslim. Kepercayaan masyarakat pada mistisme seperti ini selain bertentangan dengan Islam juga akan menghalangi proses pekembangan pengetahuan. Dalam al quran kebenaran ini di sebut sebagai sunatullah. al-Rûm: 41) Tentu saja pandangan materialistik seperti ini tidak dikehendaki oleh Islam. menciptakan problematika baru. maka spesialisasi dalam satu cabang ilmu sangat urgen35. namun pada akhirnya diketahui bahwa pusat tata surya bukan bumi. Seringkali para ilmuan menemukan rahasia alam kemudian meletakkan sebuah teori tertentu. akan tetapi matahari. pengetahuan yang sejatinya digunakan demi kemaslahatan manusia bahkan dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. justru sebaliknya. Tidak hanya sampai disitu. Peradaban yang dibangun melalui pandangan pengetahuan sekuleristik akan mengantarkan manusia pada pandangan-pandangan materilaistik juga. Penngetahuan yang semestinya menjadi pembantu manusia dalam mengatasi berbagai kendala yang mereka hadapai. supaya allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Budaya laboratorium sangat berkembang di dunia Islam saat itu. maka proses observasi hanya akan mengantarkan manusia kepada jurang kekafiran. Mereka tidak mau menerima pemikiran yang hanya bersifat hipotesis tanpa ada bukti empiris. ramalan dan hal-hla mistis lainnya. pengetahuan tetap akan berjalan sesuai dengan nilai dan etika yang Islami. Bukankah Islam adalah ³rahmatan lil¶âlamîn?´ Segala sesuatu dapat merugikan umat manusia sejauh mungkin akan dihindari.36 Dari sedikit pembagasan mengenai akar epitemologi dalam Islam yang dilandasi dengan alQur¶ân dan al-sunnah. Bahkan pengetahuan dijadikan alat untuk menghancurkan menusia dal alam raya.

Husein Al-Kaff. Husein Al-Kaff dalam Kuliah Filsafat Islam di Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad dengan judul ³ Filsafat Ilmu. hal 83-84 Maktabah al-Mu¶ayyad.com/Hotsprings/6774/j-35. Fredrik Rieuwpassa (P.ac. 31. Husein Al-Kaff. Iqtinâshu¶l µawalî minan iqtishodi¶l Ghozâlî. EPISTEMOLOGI (Pengertian. dirâsah wa Tahqîq Muhammad µImârah. lihat.id/`eryan/FreeArticle/fililmu. Husein Al-Kaff. 1 www. Sejarah dan Ruang Lingkup). Nazhoriyatu¶l Ma¶rifah Baina¶l Qur¶ân Wa¶l Falsafah. Ahmad al-Sayyid µAlî Romadlon. 62.ac. Husein Al-Kaff dalam Kuliah Filsafat Islam di Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad dengan judul ³ Filsafat Ilmu´. Dirosât Islâmiyah fî¶l Fikri¶l Ilmî hal. Dirosât Islâmiyah fî¶l Fikri¶l Ilmî hal.id/`eryan/FreeArticle/fililmu. Husein Al-Kaff dalam Kuliah Filsafat Islam di Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad dengan judul ³ Filsafat Ilmu 12 Dr. Fashlu¶l Maqal Fîmâ baina¶l hikmah wa al-Syarîah mina¶l ittishol hal. cit 10 Ibid. Itb. Makalah Ust. 111-115 25 Libih lengkapnya. (Wahyudi Abdurrahim) End-notes: www. Husein Al-Kaff dalam Kuliah Filsafat Islam di Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad dengan judul ³ Filsafat Ilmu´. 128 22 www. op. 5 www. Maktabatu¶l Urdun. 11 Dr. Kajian Filusuf Terhadap Kebenaran Sains 6 Ibid. Itb. 19 Ust. hal.Geocities. 8 Ibnu Rusyd. hal. op. Fathî Hasan Mlakâwî ed. cit. Makalah Ust. 7 www.ac. Itb.l Islâmî Wa al Iktisyâfi¶l Manhaji¶l Ilmî fi¶l µâlami¶lislâmî hal. Rojih µAbdu¶l hamîd al-Kurdiy. Daru¶l Ma¶ârif.id/`eryan/FreeArticle/fililmu. Rojih µAbdu¶l hamîd al-Kurdiy. Makalah Ust. 12 www. op. 23 Ibid 24 Dr.ac. 14 Dr.peradaban materilaistik pula. Ahmad Fu¶ad Basya.id/`eryan/FreeArticle/fililmu. ibid hal 132-136 2 . 94 17 www. op. 20 Ibid. hal. Hayati-itb. hal. Al¶Dâru¶l Islâmiyati Li¶l Thobâ¶ah Wa¶l Nasr 25 Lihat. 590. Itb.ac. 202-212. Dr. Rojih µAbdu¶l hamîd al-Kurdiy. Makalah Ust.Oooo1-Gmk).216. cit 4 Ust. 86 13 Makalah Ust. cit. maka diharapkan dengan mengkaji struktur epistemiligi dalam Islam akan dapat mengembalikan peran pengetahuan Islam di dunia Islam pada khususnya dan internasional pada umumnya. Itb. Husein Al-Kaff. Ahmad Fu¶ad Basya.com. Makalah Ust. µalî sâmî al Nasyâr.id/`eryan/FreeArticle/fililmu. Maktabah al-Mu¶ayyad. Cit. Husein Al-Kaff dalam Kuliah Filsafat Islam di Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad dengan judul ³ Filsafat Ilmu´. op. 9 Ust. Manâhiju¶l Bahtsi µInda Mufakkirî. Muhammad Robi¶ Muhammad Jauharî. 18 Dr. Nazhoriyatu¶l Ma¶rifah Baina¶l Qur¶ân Wa¶l Falsafah. 15 Dr. 16 Dr. Agus Aditoni.. 21 Dr. al-Islâm Wa Falsafatu¶l ulûm. 3 Agus Aditoni op. Nahwû Nidlomi Ma¶rfî islâmî. IIIT. cit.

Fredrik Rieuwpassa (P. 27 Ust.Oooo1-Gmk).www. Dr. 130 34 Dr. Husein Al-Kaff .cit Agus Aditoni. Ahmad Fu¶ad Basya.216. 29 26 Fredrik Rieuwpassa (P. ibid hal. ibid hal. op. Husein Al-Kaff dalam Kuliah Filsafat Islam di Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad dengan judul ³ Filsafat Ilmu´.216. hal 138 36 Lebih jelasnya lihat. Ibid 28 www. Agus Aditoni. Hayati-itb. ibid. Dirosât Islâmiyah fî¶l Fikri¶l Ilmî hal. 132-136 35 Dr. EPISTEMOLOGI (Pengertian. Ahmad Fu¶ad Basya. op. Sejarah dan Ruang Lingkup). Kajian Filusuf Terhadap Kebenaran Sains www.Geocities.216.com. 33 Dr. Ahmad Fu¶ad Basya. 136-142 31 30 .id/`eryan/FreeArticle/fililmu.Oooo1-Gmk). Itb. cit 32 Fredrik Rieuwpassa (P.ac. Makalah Ust. cit. op.Oooo1-Gmk). Ahmad Fu¶ad Basya.com/Hotsprings/6774/j-35.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->