P. 1
hormon progesteron

hormon progesteron

|Views: 4,897|Likes:
Published by thedutchman

More info:

Published by: thedutchman on Jan 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

BAB I Pendahuluan

Fungsi tubuh diatur oleh dua sistem pengaturan utama yakni sistem saraf dan sistem hormonal atau sistem endokrin. Pada umumnya, sistem hormonal terutama berkaitan dengan pengaturan berbagai fungsi metabolisme tubuh, sel atau pengangkutan bahan-bahan melewati membran sel atau aspek lain dari metabolisme sel seperti pertumbuhan dan sekresi. Beberapa efek hormon ini terjadi dalam beberapa detik, sedangkan yang lain membutuhkan beberapa hari hanya untuk memulai dan dan berlangsung selama beberapa minggu, beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Antara sistem hormon dan sistem saraf terdapat beberapa hubungan. Contohnya paling sedikit ada dua kelenjar yang mensekresikan hormonnya hampir seluruhnya sebagai respon terhadap rangsangan saraf yang tepat yakni kelenjar medula adrenal dan kelenjar hipofisis. Sebaliknya, sebagian besar hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis mengatur sekresi sebagian besar kelenjar endokrin lain. SIFAT ALAMI HORMON Hormon merupakan zat kimia yang disekresikan ke dalam cairan tubuh oleh suatu sel atau sekelompok sel dan mempunyai efek pengaturan fisiologis terhadap selsel tubuh lain. Beberapa diantaranya merupakan hormon setempat dan yang lain merupakan hormon umum. Contoh dari hormon setempat adalah asetilkolin yang dilepaskan oleh bagian ujung saraf parasimpatis dan ujung saraf rangka, sekretin yang dilepaskan oleh diding duodenum dan diangkut dalam darah menuju pankreas untuk menimbulkan pankreas yang encer dan kolesistokinin yang dilepaskan oleh usus halus dan diangkut ke kandung empedu sehingga timbul kontraksi kandung empedu ke pankreas sehingga timbul skresi enzim. Hormon-hormon ini mempunyai efek setempat yang khusus, sehingga disebut hormon setempat. Sebagian besar hormon umum disekresikan oleh kelenjar endokrin yang khuisus. Dua contoh dari hormon yaitu epinefrin dan noepinefrin, yang keduanya

disekresikan oleh medula adrenal akibat perangsangan simpatis. Hormon -hormon ini diangkut dalam darah menujuke seluruh bagian tubuh dan menimbulkan berbagai reaksi khususnya penyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan arteri. Bebeapa hormon umum mempengaruhi atau hampir semua sel dari tubuh contohnya hormon pertumbuhan berasal dari kelenjar hipofisis anterior menyebabkan pertumbuhan di seluruh atau hampir seluruh bagian tubuh, dan hormon tiroid yang berasal dari kelenjar tiroid yang meningkatkan kecepatan sebagian besar reaksi kimia di hampir seluruh sel tubuh. Gambar di bawah ini menunjukan daerah anatomi kelenjar endokrin yang penting dalam tubuh kecuali testis dan plasenta, yang merupakan sumber penting lainnya dari hormon kelamin.

Mari kita tinjau hormon hormon yang disekresiakan oleh kelnjar kelenjar diatas dan pengaruhnya yang penting.

Hormon Hipofisis Anterior 1. Hormon perumbuhan menyebabkan pertumbuhan hampir seluruh sel dan jaringan di dalam tubuh. 2. Adrenokortikotropin meneyebabkan korteks adrenal mensekresi hormonhormon adreokkortikal. 3. Hormon perangsang tiroid menyebabkan kelenjar tiroid mensekresi tiroksin dan triodotionin. 4. Hormon perangsang folikel menyebabkan folikel dalam ovarium sebelum ovulasi, menigkatkan pembentikan seperma di dalam testis. 5. Hormon lutein memainkan peranan penting didalam ovulasi juga menimbulkan sekresi hormon kelamin wanita oleh ovarium dan testoteron oleh testis. 6. Prolaktin meningkatkan perkembangan payudara dan sekresi air susu. Hormon Hipofisis Posterior 1. Hormon antidiuretik (vasopresin) menyebabkan ginjal menahan air, sehingga meningkatkan jumlah air dalam tubuh juga pada konsentrasi yang tinggi menyebabkan penyempitan pembuluh darah di seluruh tubuh dan menaikan tekanan darah, 2. Oksitosin membuat uterus berkontraksi selama proses persalinan, juga membantu pengeluaran bayi, membuat sel-sel mioepitelial dalam payudara berkontraksi sehingga mengeluarkan air susu dari payudara sewaktu bayi menghisap. Korteks Adrenal 1. Kortisol mempunyai banyak sekali fungsi metabolik untuk mengatur metanolisme protein, karbohidrat dan lemak. 2. Aldosteron mengurangi eksresi natrium oleh ginjal dan meningkatkan eksresi kalium sehingga menigkatkan jumlah natrium dalam tubuh disamping menurunkan jumlah kalium.

Kelenjar Tiroid 1. Tiroksin dan triiodotionin meningkatkan kecepatan reaksi kimia dalam hampir semua sel tubuh, meningkatkan metabolisme dalam tubuh. 2. Kalsitonin memacu pengendapan kaslium didalam tulang sehingga menurunkan konsentrasi kalsium dalam cairan ekstra seluler. Pulau Langerhans Kelenjar Pankreas 1. Insulin memacu masuknya glukagon ke dalam sel tubuh, cara ini mengatur kecepatan metabolisme dari hampir semua karbohidrat. 2. Glukagon meniingkatkan sintesis dan pelepasan glukosa dari hati masuk ke sirkulasi cairan dalam tubuh Ovarium 1. Estrogen merangsang perkembangan organ kealmin wanita, payudara dan berbagai sifat kelamin sekunder. 2. Progesteron merangsang sekresi cairan uterus oleh kelenjar endometrium uterus juga membantu meningkatkan aparatus. Testis Testoteron merangsang pertumbuhan organ kelamin pria, meningkatkan perkembangan sifat-sifat kelamin sekunder pria. Kelejar Paratiroid Parathormon mengatur konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur absorpsi kalsium dari usus, eksresi kalsium oleh ginjal dan pelepasan kalsium dari tulang. Plasenta 1. Human chorionic gonadotropin meningkatkan perumbuhan korpus luteum dan sekresi estrogen dan progesteron oleh korpus luteum.

2. Estrogen meningkatkan pertumbuhan organ kelamin ibu dan beberapa jaringan janin. 3. Progesteron membantu perkembangan khusus dari endometerium uterus dalam implamantasi tahap lanjut dari ovum yang sudah difertilisasi, meningkatkan beberapa jaringan dan organ janin, membantu meningkatkan perkembangan pada sekretorik pada payudara ibu. 4. Human somatomammotropin meningkatkan pertumbuhan beberapa jaringan janin serta membantu perkembangan payudara ibu. Dari tinjauan sistem endokrin ini, jelaslah bahwa sebagian besar fungsi metabolisme tubuh diatur melalui astu atau beberapa cara oleh kelenjar endokrin. Contohnya bila tidak ada hormon pertumbuhan, orang akan menjadi kerdil. Tanpa adanya hormon tiroksin dan triiodotionin yang berasal dari kelenjar tiroid, hampir semua reaksi kimia di dalam tubuh akan menjadi lambat dan orang tersebut akan menjadi lambat pula. Tanpa adanya hormon insulin yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas, maka sel-sel di dalam tubuh akan menggunakan sedikit karbohidrat dari makanan untuk enrgi dan tanpa adanya hormon kelamin, maka tidak akan ada perkembangan kelamin dan fungsi seksual. Segi Kimiawi Hormon Secara kimiawi hormon dapat dibagi dalam tiga tipe: 1. Hormon steroid Hormon ini semuanya memiliki struktur kimia berdasarkan pada inti steroid, yang mirip dengan kolesterol dan sebagian besar tipe ini berasal dari kolesterol itu sendiri. Berbagai hormon steroid yang berbeda disekresikan oleh korteks adrenal (kortisol dan aldosteron), ovarium (estrogen dan progesteron), testis (testoteron) dan plasenta. 2. Derivat asam amino protein tirosin Ada dua kelompokk mhormon yang merupakan derivat asam amino tiroksin. Kedua hormon metabolik tiroid, tiroksin dan triiodotironin, merupakan bentuk iodinasi dari derivat tirosin. Dan kedua hormon utama yang berasal

dari medula adreanal, epinefrin dan noepinefrin kedua-duanya merupakan katekolamin yang juga turunan dari tiroksin. 3. Protein dan Peptida Pada dasarnya semua hormon endokrin yang penting dapat berupa protein, peptida atau derivat dari keduanya. Hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis anterior dapat berupa molekul protein atau plipeptida besar. Hormon hipofisis posterior hormon anti diuretik dan oksitosin merupakan polipeptida yang hanya mengandung delapan asam amino. Insulin, glukagon dan parathormon merupakan polipeptida besar. Sekresi Hormonal Hormon merupakan mediator kimia yang mengatur aktivitas sel / organ tertentu. Dahulu sekresi hormonal dikenal dengan cara dimana hormon disintesis dalam suatu jaringan diangkut oleh sistem sirkulasi untuk bekerja pada organ lain disebut sebagai fungsi Endokrin Ini bisa dilihat dari sekresi hormon Insulin oleh pulau Langerhans

Pankreas yang akan dibawa melalui sirkulasi darah ke organ targetnya sel sel hepar. Sekarang diakui hormon dapat bertindak setempat di sekitar mana mereka dilepaskan tanpa melalui sirulasi dalam plasma di sebut sebagai fungsi Parakrin, digambarkan oleh kerja Steroid seks dalam ovarium, Angiotensin II dalam ginjal, Insulin pada sel pulau Langerhans.Hormon juga dapat bekerja pada sel dimana dia disintesa disebut sebagai fungsi Autokrin. Secara khusus kerja autokrin pada sel kanker yang mensintesis berbagai produk onkogen yang bertindak dalam sel yang sama untuk merangsang pembelahan sel dan meningkatkan pertumbuhan kanker secara keseluruhan. Reseptor Hormon Konsentasi hormon dalam cairan ekstrasel sangat rendah berkisar 10-15 ±10-9. Sel target harus membedakan antara berbagai hormon dengan konsentrasi yang kecil, juga antar hormon dengan molekul lain.Derjad pembeda dilakukan oleh molekul pengenal yangterikat pada sel target disebut Reseptor Reseptor Hormon: Molekul

pengenal spesifik dari sel tempat hormon berikatan sebelum memulai efek biologiknya

Umumnya pengikatan Hormon Reseptor ini bersifat reversibel dan nonkovalen Reseptor hormon bisa terdapat pada permukaan sel (membran plasma) atau pun intraselluler. Interaksi hormon dengan reseptor permukaan sel akan memberikan sinyal pembentukan senyawa yang disebut sebagai second messenger (hormon sendiri dianggap sebagai first messenger) Jika hormon sudah berinteraksi dengan reseptor spesifiknya pada sel-sel target, maka peristiwa-peristiwa komunikasi intraseluler dimulai.Hal ini dapat melibatkan reaksi modifikasi seperti fosforilasi dan dapat mempunyai pengaruh pada ekspresi gen dan kadar ion. Peristiwa-peristiwa ini hanya memerlukan dilepaskannya zat-zat pengatur Struktur Reseptor Hormon Setiap reseptor hormon mempunyai sedikitnya dua daerah domain fungsional yaitu : 1. Domain pengenal akan mengikat hormon 2. Regio skunder menghasilkan (tranduksi) signal yang merangkaikan pengaturan beberapa fungsi intrasel Reseptor hormon Steroid dan Thyroid membentuk suatu superfamili yang besar dari faktor transkripsi. Disini termasuk juga reseptor untuk vitamin D dan Asam retinoid. Reseptor untuk hormon Glukokortikoid mempunyai beberapa domain fungsional yaitu: 1. Regio pengikat hormon dalam bagian terminal karboksil 2. Regio pengikatan DNA yang berdekatan 3. Sedikitnya dua regio yang mengaktifkan transkripsi gen 4. Sedikitnya dua regio yang bertanggung jawab atas translokasi reseptor dari sitoplasma ke nukleus 5. Regio yang mengikat protein renjatan panas tanpa adanya ligand

Kelenjar Hipofisis Serta Hubungannya Dengan Hipotalamus Kelenjar hipofisis yang disebut juga hipofisis, merupakan kelenjar kecil yang diameternya kira-kira 1 cm dan beratnya 0.5 ± 1 gr yang terletak di sela tursika, rongga tulang pada basis otak, dan dihubungkan dengan hipotalamus oleh tangkai hipofisis. Di pandang dar sudut fisiolgi, kelenjar hipofisis dibagi menjadi dua bagian yang berbeda hipofisis anterior yang juga dikenal sebagai adenohipfisis anterior dan hipofisis

posterior yang dikenal dengan neurihipofisis. Di antara kedua bagian ini terdapat daerah kedcil yang relatif avaskular yang disebut pars intermedia yang pada manusia tidak ada dan pada beberapa jenis binatang rendah ukurannya jauh lebih besar dan lebuh berfungsi. Dipandang dari sudut embriologi, kedua bagian hipofisis bersasal dari dua sumber yang bebeda, hipofisis anterior berasal dari kantong rathke, yang merupakan invaginasi pada epitel faring sewaktu pembentukan embrio, dan hipofisis posterior berasal dari penonjolan hipotalamus. Asal mula hipofisis anterior dari epitel faring ini menjelaskan sifat epiteloid sel-selnya, sedangkan asalula hipofisis posterior dari jaringan neural dapat menjelaskan adanya banayak sekali sel sel tipe glia yang terdapat pada kelenjar ini. Enam hormon yang penting ditambah beberapa hormon yang kurang penting disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior dan dua hormon penting disekresikan oleh kelenjar hipofisis posterior. Hormon yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior berperan utama dalam pengaturan fungsi metabolisme di seluruh tubuh. Hormon pertumbuhan meningkatkan pertumbuhan seluruh tubuh dengan cara mempengaruhi pembentukan protein, pembelahan sel dan diferensiasi sel. Adrenokortikotropin mengatur sekresi beberapahormon adrenokortikal yang selanjutnya akan mempengaruhi glukosa, protein dan lemak.hormon perangsang tiroid mengatur kecepatan hormon tiroksin dan triiodotrionin oleh kelenjar tiroid. Hormon ini selanjutnya akan mengatur kecepatan sebagian besar reaksi kimia di seluruh tubuh. Prolaktin meningkatkan pertumbuhan kelenjar payudara dan air susu. Dan kedua jenis hormon gonadotropin

tersendiri. Hormon peranggsang folikel dan hormon lutein mengatur pertumbuhan gonad sesuai aktivitas reproduksinya. Kedaua jenis hormon yang disekresikan oleh kelenjar posterior mempunyai peran lain. Hormon antidiureik (vasopersin) mengatur kecepatan eksresi air ke dalam urin dan mengatur konsentrasi air dalam cairan tubuh. Oksitosin membantu menyalurkan air susu dari kelenjar payudara ke puting susu selama penghisapan dan membantu melahirkan bayi pada saat akhir masa kehamilan. Jenis-jenis Sel dalam kelenjar Hipofisis Anterior Kelenjar hipofisis anterior mengandung paling banyak jenis sel sekretorik. Bisanya , terdapat terdapat satu jenis sel untuk setiap hormon utama yang dibentuk dalam kelenjar ini. Dengan metode pulasan khusus terikat pada antibodi dengan afinitas tinggi, yang berikatan dengan jenis hormon berbed, maka paling sedikit ada lima jenis sel yang dapat dibedakan satu dari yang lainnya sebagai berikut: 1. Somatotropik ±hormon pertumbuhan manusisa (hGH). 2. Kortikotropik ±kortikotropin (ACTH). 3. Tirotropik ±hormon perangsang kelnjar tiroid (TSH). 4. Gonadotropik ±hormon gonadotropin, termasuk hormon lutein (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH). 5. Laktropik ±prolaktin (PRL). Kira-kira 30 sampai 40 persen sel-sel kelenjar hipofisis anterior merupakan sel jenis somatotropik yang mensekresi hormon pertumbuhan, dan kira-kira 20 persen merupakan jenis kortikotropik yang mensekresi ACTH. Sel jenis lain masing- masing hanya 3 sampai 5 persen dari seluruh kelenjar ini, namun sel-sel ini mensekresi hormon yang sangat kuat untuk mengatur fungsi tiroid, fungsi seksual dan sekresi air susu dari payudara. Badan sel dari sel-sel yang mensekresi hormon posterior tidak terletak di dalam kelenjar hipofisis posterior sendiri, tetapi malah dalam neuron-neuron besar yang terletak di nukleus supraoptikdan paravetrikular hipotalamus, selanjutnyahormon-

hormon tersebut diangkut ke kelenjar hipofisis posterior yakni di dalam aksoplasma serat-serat neuron yang berjalan dari hipotalamus ke kelenjar hipofisis posterior. Pengaturan Kelenjar Hipofisis Oleh Hipotalamus Hampir semua sekresi kelenjar hipofisis diatur baik oleh hormon adau sinyal saraf yang bersasal dari hipotalamus. Sebenarnya bila kelenjar hipofisis ini diambil dari kedudukannya di bawah bagian hipotalamus dan ditransplasikan pada beberapa bagian tubuh lain, makakecepatan sebagian hormon yang berbeda (kecuali prolaktin ) akan turun sampai kadar rendah, pada beberapa hormon malah sampai nol. Sekresi dari kelenjar hipofisis posterior diatur oleh sinyal-sinyal yang beasal dari hipotalamus dan berakhir pada hipofisis posterior. Sebaliknya sekresi kelenjar hipofisis anterior diatur oleh hormon-hormon yang disebut hormon pelepas hipotalamusdan hormon penghambat yang disekresikan ke dalam hipotalamus sendiri dan selanjutnya disampaikan ke hipofisis anterior. Melalui pembuluh darah kecil yang disebut porta hipotalamus ±hipofisis. Didalam kelenjar hipofisis anterior, hormon pelepas dan penghambat ini bekerja terhadap sel kelenjar dan mengatur sekresi kelenjar tersebut. Hipotalamus selanjutnya menerima sinyal-sinyal dari setiap sumber yang mungkin dalam sistem saraf. Jadi bila seorang dapat rangsangan nyeri, maka sebagian sinyal nyeri itu akan diteruskan ke bagian hipotalamus. Demikian juga bilas seseorang menderita depreasi atau kegembiraan yang sanagt kuat, maka sebagian sinyal itu akan diteruskan ke hipotalamus. Jadi hipotalamus dianggap sebagai pengumpul informasi mengenai kesehatan dalam tubuh, dan sebaliknya sebagian besar dari informasi ini digunakan untuk mengatur sekresi sebagian besar hormon hipofisis yang sangat penting.

sistem porta hipotalamus-hipofisis Kelenjar hipofisis anterior merupakan kelenjar yang mempunyai banyak sekali pembuluh darah dengan sinus kapiler yang sangat luas di sepanjang sel-sel kelenjar. Hampir semua darah yang memasuki sinus ini mula-mula akan melalui ruang kapiler pada bagian bawah hipotalamus. Darah kemudian melewati pembuluh porta hipotalamus-hipofisis kecil ke sinus hipofisis anterior jadi gambar daiatas menunjukan bagian paling bawah dari hipotalamus yang disebut emensia mediana yang dibagi n a inferior berhubungan dengan tangkai hipofisis. Arteri kecil menembus bagian substansi emensia mediana dan kemudian pembuluh-pembuluh darah yang lainkembali ke permukaan emensia, bersatu untuk membentuk pembuluh-pembuluh darah porat hipotalamus-hipofisis. Pembuluh darah inisebaliknya akan berjalan ke bawah sepanjang tangkai hipofisis untuk mengalirkan darah ke sinus hipofisis anterior. Fungsi hormon pelepas dan penghambat dalam hipofisi anterior Hormon pelepas dan hormon penghambat berfungsi untuk mengatur sekresi hormon hipofisis anterior untuk sebagian besar hormon hipofisis anterior, yang penting adalah hormon pelepas, tetapi untuk prolaktin, mungkin sebagian besar hormon penghambat yang mempunyai pengaruh paling banyak terhadap pengaturan hormon. Hormon pelepas dan penghambat dalam hipotalamus yang terpentng adalah

1. Hormon pelepas tiroid (TRH) yang menyebabkan pelepasan hormon perangsang tiroid. 2. Hormonpelepas kortikotropin (CRH) yang menyebabkan pelepasan

pelepasan adrenokortikotropin. 3. Hormon pelepas hormon pertumbuhan (GHRH) yang menyebabkan pelepasan hormon pertumbuhan dan penghambat hormon pertumbuhan (GHIH) yang mirip dengan hormon somastatin dana menghambat pelepasan hormon pertumbuhan. 4. Hormon pelepas gonadotropin (GnRH) yang menyebabkan pelepasan dari dua hormon gonadrotopik, hormon lutein dan hormon perangsang folikel. 5. Hormon penghambat prolaktin (PIH) yang menghambat sekresi prolaktin.

BAB II Pembahasan
Hormon progesteron
Progesteron disekresikan oleh korpus luteum. Ini adalah hormon utama selama kehamilan yang readies rahim untuk implantasi. Hal ini meningkatkan pasokan darah endometrium (dinding rahim) dan merangsang kelenjar hadir di dinding endometrium rahim untuk mengeluarkan cairan, yang memelihara embrio. Selama progesteron tingkat tinggi, menstruasi tidak terjadi, dan karena itu adalah hormon yang mencegah kehamilan selama menstruasi dan mencegah telur lebih dari yang dirilis. Hal ini juga mempertahankan fungsi plasenta dan melindungi janin. Hormon ini merangsang pertumbuhan kelenjar susu, sementara mencegah laktasi sampai kelahiran. Hal ini juga membuat dinding panggul lebih kuat untuk tenaga kerja dan mencegah rahim dari kontrak sampai bayi sepenuhnya dikembangkan. Progesteron menunjukkan penurunan dramatis dalam tingkat setelah kehamilan. Hormon ini merupakan salah satu hormon yang Mekanisme kerja Didalam gen progesteron hanya memperoduksi sel tunggal (PR) yang memperoduksi dua isoform, PR-A dan PR-B. Kedua isoform PR ini mempunyai liganbinding domain yang identik, tidak berbeda seperti isoform ER. Pada keadaan tanpa ligand, PR berada di inti dalam bentuk monomerik terikat inaktif dengan heat-shock proteins(HSP-90, HSP-70 dan p59), apabilla terikat progesteron HSP terlepas (berdisosiasi) dan reseptor mengalami fosforilase dan kemudian memebentuk dimer (homo dan heterodimer) yang terikat dengan selektivitas tinggi pada progesteone response elements (PREs) dan gen target proses transkripsi oleh PR terjadi melalui recruitment beberapa kovaktor. Kompleks reseptor koaktivator ini selanjutnya berinteraksi dengan beberapa protein spesifik yang mempunyai aktivitas asetilasi histon. Asetilasi histon menyebabkan remodeling kromatin dan menambah protein transkripsi al. RNA polimerase II ke promotor target. Antagonis progesteron juga akan menyebabkan dimerisasi reseptor dan pengikatan dengan DNA, tetapi konformasi larut dalam lemak

antagonist-bound PR lain dengan agonist-bound PR. Konformasi ini tidak akan menyebabkan traskripsi gen. Sel target yang dipengaruhi haron ini yaitu ovarium Fungsi Hormon Progesteron 1. Siklus haid a. Mengatur siklus menstruasi bersama dengan hormon estrogen dengan melalui feedback mekanisme terhadap FSH dan LH. Sekresi secara bergantian hormon-hormon ini menentukan siklus menstruasi. b. Mempertebal dinding endometrium untuk persiapan proses implantasi jika terjadi fertilisasi antara ovum dan sperma. 2. Masa kehamilan a. Ketersediaan progesteron dalam jumlah yang cukup pada masa awal kehamilan sangat penting peranannya, terutama dalam menghambat kontaraksi uterus. Hal ini dibutuhkan sehubungan dengan usaha untuk mempertahankan janin muda yang baru berimplantasi di uterus gar tidak terjadi kelahiran premature atau keguguran. b. Menurunkan gairah seksual selama kehamilan trimester I. Fungsi ini dibutuhkan untuk mempertahankan kondisi janin karena keadaan janin yang masih rentan terhadap benturan. c. Membantu mempersiapkan payudara untuk proses laktasi. d. Meningkatkan suhu tubuh dan respitasi rate, sebagai bentuk penyesuaian terhadap masa awal kehamilan. e. Mengentalkan secret vagina, sebagai proteksi tambahan terhadap kemungkinan infeksi. 3. Terapi a. Penyakit
y

Trauma kepala berat

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dr. David Wright dari Associate professor of emergency medicine university of Emory Atlanta, progesteron memiliki kemampuan untuk meningkatkan perkembangan normal neuron otak serta memiliki efek protektif terhadap jaringan otak yang rusak. Sehingga progesteron dapat

menurunkan resiko kematian pada pasien trauma kepala. Hal ini memungkinkan progeteron menjadi terapi lini pertama pada kasus trauma kepala.
y

Membantu proses penyembuhan Progesteron mampu membantu proses penyembuhan terutama pada

penderita Multiple Sclerosis. Progesteron bekerja dengan mengatur fungsi kolagen saraf dan serabut myelin. Mampu menurunkan resiko terjadinya kanker rahin dan payudara. Saat masa laktasi, kadar hormon progesteron dalam tubuh meningkat, oleh karena itu wanita yang menyusui selama paling sedikit 6 bulan berturut±turut serta wanita yang telah hamil beberapa kali, akan mengurangi resiko terkena kanker payudara. Sedangkan pada rahim, progesteron bekerja mencegah terjadinya kanker rahim dengan mengatur efek paparan esterogen dalam rahim b. Reproduksi Selain memiliki fungsi seperti ayng telah dipaparkan diatas progesterone juga dapat digunakan sebagai slah satu pilihan dalam penggunaan kontrasepsi, terutama kontarasepsi hormonal. Berikut berbagai pilihan kontarsepsi hormonal dengan progesteron :
o Kontrasepsi oral : POP (progesterone only pill) o Suntikan : 3 bulan (progesterone only) o Mengontrol perdarahan anovulasi

Sumber Progesteron Selain progesteron sintetik seperti yang umumnya kita temukan dalam obatobatan, progesteron juga bisa didapatkan secara alami yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung progesteron. Makanan tersebut antara lain :
o Vit E : dosis 150 IU per hari o Umbi-umbian o Kuning telur o Susu sapi o Daging ayam

Kekurangan Progesterone dan Hal-Hal Yang Mempengaruhinya 1. Deteksi kekurangan hormon progesteron a. Anamnesa Merujuk pada fungsi-fungsi hormon progesteron yang telah dipaparkan sebelumnya, maka ada beberapa pertanyaan dalam proses anamnesa yang dapat ditanyakan kepada pasien, yang dalam hal ini dapat membimbing kita untuk memahami gambaran konsentrasi progestseron dalam tubuh pasien.

Pertanyaan tersebut antara lain :
o Apakah pasien merasakan kecemasan berlebih ? o Apakah pasien mengalami kepanikan dan gelisah ? o Adakah keluhan insomnia ? o Adakah keadaan payudara yang membengkak serta nyeri payudara berebih

saat menstruasi ?
o Adakah sikap agresif dan migraine serta nyeri perut bawah sebelum

menstruasi ?
o Apakah terjadi penurunan gairah seksual ? o Apakah pasien pernah mengalami keguguran sebelumnya ?

Bila pasien memiliki tanda-tanda seperti disebutkan diatas, maka pemeriksa dapat mencurigai kemungkinan pasien mengalami kekurangan hormon progesterone

b. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan lanjutan yang harus dilakukan oleh pemeriksa setelah menemukan kemungkinan kekurangan progesteron pada pasien melalui proses anamnesa sebelumnya. Pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan antara lain :
o Menilai tanda-tanda kekurangan cairan .

Tanda ini biasanya tidak spesifik dan mudah untuk dikenali, tetapi dapat menjadi gejala awal yang menjadi pertimbangan pemeriksa.
o Menilai tampilan otot wajah pasien

Pasien yang mengalami kekurangan progesteron cenderung memiliki otaot wajah yang tampak tegang. 2. Efek kekurangan hormon progesteron Melihat dari betapa besar fungsi hormon progesteron dalam tubuh, maka kekurangan progesteron dapat sangat berpengaruh bagi penderita. Pengaruh-pengaruh yang mungkin terjadi antara lain : a. Pengaruh umum
o Terganggunya siklus menstruasi o Nyeri berlebihan selama siklus menstruasi o Tidak terjadinya ovulasi o Meningkatnya resiko keguguran o Meningkatnya stres dan rasa tidak nyaman selama kehamilan, terutama pada

trimester I.
o Gangguan tidur (insomnia) yang dapat berakibat buruk pada perkembangan

janin.
o Menurunnya daya ingat o Keringnya mukosa vagina o Nyeri sendi dan infeksi saluran kencing

b. Pasca persalinan Depresi Selama hamil, kadar progesteron selalu terjaga karena tubuh terus menerus menghasilkan hormon ini melalui plasenta. Setelah melahirkan, plasenta berhenti memproduksi sehingga kadar progesteron mendadak turun. Menurut penelitian yang dilakukanNaProTechnology, penurunan kadar progesteron berkaitan dengan terjadinya depresi setelah melahirkan (postpartum depression). Kadang-kadang depresi yang ditandai dengan gejala selalu sedih dan gelisah serta mudah menangis ini bisa berlangsung hingga 6 bulan. Retensi cairan Retensi atau penumpukan cairan sering terjadi setelah melahirkan, sebagai akibat dari berkurangnya kadar progesteron. Biasanya kondisi ini ditandai dengan pembengkakan (edema) terutama dibagian kaki dan tangan. Hal ini terjadi karena pada

siklus normal, progesteron juga berfungsi sebagai diuretic. Oleh progesteron, kelebihan carain yang terdapat dibeberapa jaringan tubuh akan dikeluarkan melalui urin. Siklus menstruasi yang tidak teratur Dalam siklus yang normal, menstruasi terjadi ketika kadar progesteron mendadak turun sebagai sinyal bagi dinding rahim untuk luruh. Kekurangan progesteron menyebabkan dinding rahim tidak luruh tepat pada waktunya, karena perubahan komposisi hormonal tidak terjadi secara drastis. Gangguan pada siklus menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami para ibu setelah melahirkan. Selain kadar hormon progesteron belum normal, produksi Air Susu Ibu (ASI) juga sering dituding sebagai pemicunya Penyebab kekurangan hormon progesterone a. Stres Aktifitas yang padat dan beban kerja yang berat dapat menimbulkan stres. Hal inilah yang memicu terhentinya produksi hormon sehingga menyebabkan terjadinya kekurangan progesteron. b. Diet Pola makan sehari-hari juga memberikan kontribusi dalam ketidakseimbangan hormon. Hal ini terjadi karena kebiasaan mengkonsumsi makanan yang secara tidak langsung mengandung estrogen, seperti daging ayam, sapi, serta babi yang diternakkan yang diberikan makanan tambahan berupa hormon estrogen demi memepercepat pertumbuhannya. c. Kontrasepsi Kebanyakan pil kontasepsi menggunakan progestin sebagai terapi pengganti hormon. Progestin memiliki sifat yang ridak sama dengan progesteron alami, sehingga hanya akan memicu meningkatnya kadar hormon estrogen didalam tubuh.

d. Lingkungan Tanpa kita sadari tubuh kita sehari-hari telah banyak menerima paparan estrogen sintesis seperti yang terkandung dalam deterjen, pestisida serta berbagai macam produk perawatan kecantikan. Stimulus paparan yang terjasi secara terus-menerus ini memberikan dampak negatif terhadap reseptor estrogen dalam tubuh, sehingga

menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang mengacu pada keadaan estrogen dominan. Kelebihan Progesteron 1. Pengaruh kelebihan hormon progesteron
y y y y y

Pasien tampak kelelahan Kehiangan gairah seksual Ketidakstabilan emosi Kembung dan nafsu makan berkurang Siklus menstruasi tidak teratur

2. Penyebab kelebihan hormon progesteron Progesteron hanya akan berada dalam keadaan over supply apabila pasien mengkonsumsi suplemen serta obat-obatan yang mengandung progesteron dalam dosis yang tinggi, yang dalam hal ini tidak sesuai dengan kebutuhan. Penanganan 1. Kelebihan Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek buruk kelebihan progesteron adalah dengan meninjau kembali jenis, dosis serta lama pemberian terapi progesterone dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pasien.

2. Kekurangan Pada keadaan kekurangan hormon progesteron, selain dengan mengkonsumsi progesterone tambahan, hal terpenting adalah dengan melakukan koreksi dominasi estrogen, sehingga dapat mengembalikan keseimbangan hormon.

BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Fungsi tubuh diatur oleh dua sistem pengaturan utama yakni sistem saraf dan sistem hormonal atau sistem endokrin. Pada umumnya, sistem hormonal terutama berkaitan dengan pengaturan berbagai fungsi metabolisme tubuh, sel atau pengangkutan bahan-bahan melewati membran sel atau aspek lain dari metabolisme sel seperti pertumbuhan dan sekresi. Sebagian besar hormon umum disekresikan oleh kelenjar endokrin yang khuisus. Dua contoh dari hormon yaitu epinefrin dan noepinefrin, yang keduanya disekresikan oleh medula adrenal akibat perangsangan simpatis. Progesteron disekresikan oleh korpus luteum. Ini adalah hormon utama selama kehamilan yang readies rahim untuk implantasi. Hal ini meningkatkan pasokan darah endometrium (dinding rahim) dan merangsang kelenjar hadir di dinding endometrium rahim untuk mengeluarkan cairan, yang memelihara embrio. Hormon progesteron merupakan hormon yang larut dalam lemak. Hormon progesteron berfungsi Mengatur siklus menstruasi bersama dengan hormon estrogen dengan melalui feedback mekanisme terhadap FSH dan LH. Sekresi secara bergantian hormon-hormon ini menentukan siklus menstruasi. Mempertebal dinding endometrium untuk persiapan proses implantasi jika terjadi fertilisasi antara ovum dan sperma. Hormon progesteron dihambat oleh folikel granulosa dan korpus luteum setelah ovulasi.

Daftar Pustaka
Guyton n Hall. Fisiologi Kedokteran edisi 9. Buku kedokteran. Jakarta. 1996 Farmakologi dan Terapi edisi 5. Gaya baru. Jakarta. 2007 Tortora and Derrickson. Principles Of Anatomy And Physiology 11th edition. 2006
http://doctercomunity.blogspot.com/2011/01/hormon-progesteron.html http://www.scribd.com/doc/45323490/HORMON

MAKALAH HORMON PROGESTERON DIAJUKAN DALAM RANGKA MEMENUHI TUGAS PERKULIAHAN ANALOGI FISIOLOGI MANUSIA I

Oleh : NAMA NPM : IQBAL SAFAAT H : 10060309054

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2011

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->