Jumat, 24 September 2010

ASUHAN KEPERAWATAN SPINA BIFIDA DENGAN MENINGOKEL

oleh : Lalu Muh. Rijalul Hak

BAB 1 PENDAHULUAN A.Latar Belakang Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasiI konsepsi sel telur. Kelainan kongenital dapat merupakan sebab penting terjadinya abortus, lahir mati atau kematian segera setelah lahir. Kematian bayi dalam bulan-bulan pertama kehidupannya sering diakibatkan oleh kelainan kongenital yang cukup berat, hal ini seakan-akan merupakan suatu seleksi alam terhadap kelangsungan hidup bayi yang dilahirkan. Bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenitaI besar, umumnya akan dilahirkan sebagai bayi berat lahir rendah bahkan sering pula sebagai bayi kecil untuk masa kehamilannya. Bayi berat lahir rendah dengan kelainan kongenital berat, kira-kira 20% meninggal dalam minggu pertama kehidupannya. Disamping pemeriksaan fisik, radiologik dan laboratorik untuk menegakkan diagnose kelainan kongenital setelah bayi lahir, dikenal pula adanya diagnosisi pre/- ante natal kelainan kongenital dengan beberapa cara pemeriksaan tertentu misalnya pemeriksaan ultrasonografi, pemeriksaan air ketuban dan darah janin. Penyebab langsung kelainan kongenital sering kali sukar diketahui. Pertumbuhan embryonal dan fetaI dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor genetik, faktor lingkungan atau kedua faktor secara bersamaan. Banyak kelainan kongenital yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor janinnya sendiri dan faktor lingkungan hidup janin diduga dapat menjadi faktor penyebabnya. Masalah sosial, hipoksia, hipotermia, atau hipertermia diduga dapat menjadi faktor penyebabnya. Seringkali penyebab kelainan kongenitai tidak diketahui. Salah satu kelainan congenital yang sering terjadi adalah meningokel. Angka kejadiannya adalah 3 di antara 1000 kelahiran. Terjadi karena adanya defek pada

Kemudian kulit diatas cacat ditutup. Bayi akan menjadi normal sesudah operasi.Bagaimana Patofisiologi dari Maningokel? e. 2. (Prinsip Keperawatan Pediatric.Meningokel spinalis Defek pada durameter dan arkus spinalis. Kantong hanya berisi selaput otak. Kantong hanya berisi selaput otak. Pembengkakan kistis ini ditutupi oleh kulit yang sangat tipis.Bagaimana dalam Pemberian Asuhan Keperawatan? C. Agar para pembaca mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan Maningokel dan bisa memberikan Asuhan Keperawatan yang sesuai. sedangkan korda tetap dalam korda spinalis (dalam durameter tidak terdapat saraf). Pada kasus tertentu kelainan ini dapat dikoreksi dengan pembedahan. Biasanya terletak di garis tengah. BAB II PEMBAHASAN A.Tujuan Umum 1. Hal1136) Spina bifida dimanifestasikan pada hampir semua kasus disrafisme spinal yang merupakan terminologi untuk kelompok kelainan spinal yang umumnya menunjukkan ketidaksempurnaan menutupnya jaringan mesenkim. Pembedahan terdiri dari insisi meningokel dan penutupan dura meter. (IKA-FKUI. sachrin. Meningokel biasanya terdapat di daerah servikal atau daerah torakal sebelah atas.penutupan spina yang berhubungan dengan pertumbuhan yang tidak normal korda spinalis atau penutupnya.Meningomielokel . Rosa M.Bagaimana Patofisiologi Nursing Patway (PNP) dari Maningokel? f.Rumusan Masalah a. 3.Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Anak 2. Hidrosefalus kemungkinan merupakan komplikasi yang memerlukan drainase. Meningokel biasanya terdapat di daerah servikal atau daerah torakal sebelah atas.Agar mahasiswa mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan Maningokel dan dapat memberikan Asuhan Keperawatan yang sesuai.Bagaimana cara Penatalaksanaan terhadap maningokel? g. TUJUAN KHUSUS 1. (Buku Ajar Neurologi Anak. Tidak terdapat gangguan sensorik dan motorik.Apa Etiologi dari maningokel? c.Spina bifida okulta Defek terdapat pada arkus vertebrata tanpa herniasi jaringan. Hal-144) Pembagian disrafisme spinal antara lain: 1. Biasanya terletak di garis tengah. . B. tulang dan saraf di garis tengah.Apa tanda dan gejala dari maningokel? d. Herniasi jaringan saraf spinalis atau sebagian medulla spinalis. Hal-283) Meningokel merupakan kelainan kongenital SSP yang paling sering terjadi.Apa Pengertian dari Maningokel? b.Pengertian Meningokel adalah penonjolan dari pembungkus medulla spinalis melalui spina bifida dan terlihat sebagai benjolan pada permukaan. sedangkan korda tetap dalam korda spinalis (dalam durameter tidak terdapat saraf).

Defek vertebralnya kecil. cairan. 2. cairan cerebrospinal. dengan deformitas Arnold-Chiari yang paling umum. torakolumna pada 27 kasus. Banyak factor seperti keturunan dan lingkungan diduga terlibat dalam terjadinya defek ini. Hidrosefalus terdapat pada hampir semua anak yang menderita spina bifida (85% sampai 90%). Hal-hal berikut ini telah ditetapkan sebagai faktor penyebab.E.Gambaran klinis Akibat spina bifida. sacral 21% kasus. jaringan saraf berupa serabut spinalis atau sebagian medulla spinalis. Meningokel umumnya terdapat pada lumbosakral atau sacral.2002] hal-468) Kelainan konginetal SSP yang paling sering dan penting ialah defek tabung neural yang terjadi pada 3-4 per 100. Mielomeningokel adalah penonjolan meninges dan sebagian medulla spinalis. Pada meningokel dapat ditemukan: 1. Tidak ada kelainan neurologi. Hal-hal berikut ini telah .Kantung herniasi terdiri dari leptomeningen. Sowden. selain kantong berisi CSS.Kantong herniasi CSS yang dapat dilihat pada daerah lumbosakral. Anak dengan mielomeningokel dan hidrosefalus menderita malformasi system saraf pusat lain. Diperkirakan hampir 50% defek tuba neural dapat dicegah jika wanita bersangkutan meminum vitamin-vitamin prakonsepsi. kadar vitamin maternal rendah.Mielomeningosistokel Kantung terdiri dari leptomeningen. Tuba neural umumnya lengkap empat minggu setelah konsepsi. Bermacam-macam penyebab yang berat menentukan morbiditas dan mortalitas. Spina bifida sistika adalah defek penutupan yang menyebabkan penonjolan medula spinalis dan pembungkusnya.C.Etiologi/penyebab Penyebab spesifik dari meningokel atau spina bifida belum diketahui. (Patologi Umum Dan Sistematik Vol 2. Spina bifida okulta adalah defek penutupan dengan meninges tidak terpajan di permukaan kulit. Patofisiologi Ada dua jenis kegagalan penyatuan lamina vertebrata dan kolumna spinalis: spina bifida okulta dan spina bifida sistika. termasuk asam folat. terjadi sejumlah disfungsi tertentu pada rangka. tetapi banyak dari abnormalitas ini mempunyai makna klinis yang kecil dan hanya dapat dideteksi pada kehidupan lanjut yang ditemukan secara kebetulan. kulit dan saluran genitourinari akibat spina bifida. tetapi tergantung pada bagian medulla spinalis yang terkena. Tuba neural umumnya lengkap empat minggu setelah konsepsi. Meningokel adalah penonjolan yang terdiri dari maninges dan sebuah kantong berisi cairan serebrospinal (CSS): penonjolan ini tertutup kulit biasa. serabut saraf yang membenntuk kista berisi cairan yang berhubungan dengan kanalis sentralis. Daerah lumbal atau lumbosakral terdapat pada 42% kasus. hal-885) C. Hidrosefalus terdapat pada 20% kasus spina bifida sistika. Underwood.Hidrosefalus. 4. Banyak factor seperti keturunan dan lingkungan diduga terlibat dalam terjadinya defek ini. Betz & Linda A.kira-kira 60% sampai 70% tersebut memiliki IQ normal. umumnya pada daerah lumbosakral. J. termasuk asam folat: mengonsumsi klomifen dan asam valfroat: dan hipertermia selama kehamilan. 1999. (buku saku keperawatan pediatric e/3 [Cecila L. Penyebab spesifik dari meningokel atau spina bifida belum diketahui.Rakiskisis spinal lengkap Tulang belakang terbuka seluruhnya B. Bayi dengan mielomeningokel mudah terkena cedera selama proses kelahiran. D. dan torakal atau servikal pada 10% kasus. dan medulla spinalis tidak terkena.000 lahir hidup. 5.

posisi bayi ini. penemuan ini sering digunakan sebagai prosedur skrining. 1999. Derajat disfungsi neurologik secara lansung berhubungan dengan level anatomis defek tersebut dan saraf-saraf yang terlibat. Dan sakus tersebut diamati dengan cermat terhadap kebocoran. Kadang-kadang sakus pecah selama pemindahan dan lubang pada sakus meningkatkan resiko infeksi pada system saram pusat. penguasaan social. Wong. (buku ajar keperawatan pediatrik. Underwood. (Patologi Umum Dan Sistematik Vol 2. Donna L. J. kadar vitamin maternal rendah.E. termasuk asam folat: mengonsumsi klomifen dan asam valfroat: dan hipertermia selama kehamilan. Sowden. bila diindikasikan. Kadang-kadang sebagai akibat eksisi meningokel terjadi hidrosefalus sementara atau menetap. dan kematangan serta daya tariknya. (buku saku keperawatan pediatric e/3 [Cecila L. iritasi. kadar alfa-fetoprotein dalam serum ibu dan cairan amnion ditemukan meningkat. atau kerusakan pada strukturnya setelah penutupan dapat dideteksi in utero dengan pemeriksaan ultrasonogrfi. mempererat kecenderungan subluksasi. Pada 90% kasus. apabila malformasi SSP disertai rachischisis maka terjadi kegagalan lamina vertebrata. Balutan diganti dengan sering (setiap 2 sampai 4 jam). hubungan kelompok remaja sebaya. atau tanda-tanda infeksi. terminology spina bifida digunakan pada keterlibatan spinal. dan tidak lengket di atas defek tersebut. karena permukaan absorpsi CSS yang berkurang. Bila sendi panggul tidak stabil. area-area ancaman merupakan ancaman yang pasti. Larutan pelembab yang dilakukan adalah salin normal steril. lembab.C. Keterlibatan baik kranial maupun spinal dapat terjadi. Latihan rentang gerak ringan kadang-kadang dilakukan untuk mencegah kontraktur. Sakus tersebut harus dibersihkan dengan sangat hatihati jika kotor atau terkontaminasi. Remaja merasa khawatir akan kemampuan seksualnya. Akan tetapi. . kantung dipertahankan tetap lembap dengan meletakkan balutan steril. dan hidrosefalus merupakan anomali yang sering menyertainya (90% sampai 95%). Betz & Linda A. Hal-1425) Pembedahan dilakukan secepatnya pada spina bifida yang tidak tertutup kulit.ditetapkan sebagai faktor penyebab. dan meregangkan kontraktur dilakukan. Misalnya. ada bukti bahwa defek ini merupakan akibat dari pemisahan tuba neural yang sudah menutup karena peningkatan abnormal tekanan cairan serebrospinal selama trimester pertama. sebaiknya dalam minggu pertama setelah lahir. Akan tetapi latihan ini dibatasi hanya pada kaki. abrasi. Sebelum pembedahan. dan pemberian makanan menjadi masalah. Kegagalan tabung neural untuk menutup pada hari ke-28 gestasi. Kebanyakan mielomeningokel melibatkan area lumbal atau lumbosakral. termasuk asam folat. peregangan terhadap fleksor pinggul yang kaku atau otot-otot adductor.2002] hal-468) Banyak ahli percaya bahwa defek primer pada NTD (neural tube defect) merupakan kegagalan penutupan tuba neural selama perkembangan awal embrio. bayi lebih sulit dibersihkan. Beratnya ketidakmampuan tersebut lebih berhubungan dengan persepsi diri terhadap kemampuannya dari pada ketidakmampuan yang sebenarnya ada pada remaja itu. Bayi biasanya diletakkan di dalam incubator atau pemanas sehingga temperaturnya dapat dipertahankan tanpa pakaian atau penutup yang dapat mengiritasi lesi yang rapuh. Diperkirakan hampir 50% defek tuba neural dapat dicegah jika wanita bersangkutan meminum vitamin-vitamin prakonsepsi. hal-885) Posisi tengkurap mempengaruhi aspek lain dari perawatan bayi. pergelangan kaki dan sendi lutut. Apabila digunakan penghangat overhead. balutan di atas defek perlu sering dilembabkan karena efek pengering dari panas yang dipancarkan. Penurunan harga diri menjadi ciri khas pada anak dan remaja yang menderita keadaan ini.

(buku ajar keperawatan pediatrik.Riwayat Keluarga. Prosedur diagnostic di atas direkomendasikan untuk semua ibu yang telah melahirkan anak dengan gangguan ini dan dan pemeriksaan ditawarkan bagi semua wanita hamil. dan pada saat yang tepat untuk melakukan aborsi terapeutik. Anak sebelumnya menderita spina bifida 6.Riwayat kehamilan ibu kadar alfa-fetoprotein dalam serum ibu dan cairan amnion ditemukan meningkat pada usia 16-18 minggu 4.Identitas ibu 3. CVS) juga merupakan pemeriksaan untuk diagnostik NTD pada masa prenatal. paralis parsial arefleksik pada ekstremitas bawah . sebelum konsentrasi AFP yang normalnya menurun.E. Untuk spina bifida okulta atau maningokel tidak diperlukan pengobatan Perbaikan mielomeningokel. Selain itu. sebelum melahirkan. Donna L.Gangguan sensori biasanya disfungsi motorik paralel Di bawah vertebra lumbal kedua Flaksid.Deteksi prenatal Terdapat kemungkinan untuk menentukan adanya beberapa NTD terbuka selama masa prenatal.Kantong yang dapat dilihat 2. Pemindaian ultrasuara pada uterus dan peningkatan konsentrasi alfafetoprotein (AFP).Riwayat kelahiran. Hal-1425) F.Pemeriksaan Fisik.Identitas bayi 2.Penatalaksanaan medis dan bedah Pembedahan mielomeningokel dilakukan pada periode neonatal untuk mencegah rupture. globulin yang spesifik pada fetus. rencana kelahiran dengan sesar dapat menurunkan disfungsi motorik. dan kadang-kadang meningokel. Antibiotic profilaktik diberikan untuk mencegah meningitis. Pengambilan sampel virus koronik (chorionic villus sampling. Observasi adanya manifestasi mielomeningokel 1.Riwayat atau adanya faktor resiko Jenis kelamin laki-laki b. Pencangkokan kulit diperlakukan bila lesinya besar. dapat mengurangi kerusakan neurologis yang terjadi pada bayi dengan defek korda spinalis BAB III KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN A.Anamnesa : 1. Wong. secara bedah diperlukan Apabila dilakukan perbedahan secara bedah. Seksio sesarae terencana atau normal 5. Intervensi keperawatan yang dilakukan tergantung ada tidaknya disfungsi dan berat ringannya disfungsi tersebut pada berbagai system tubuh. Waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan diagnostic ini adalah pada usia gestasi 16 dan 18 minggu. Perbaikan dengan pembedahan pada lesi spinal dan pirau CSS pada bayi hidrosefalus dilakukan pada saat kelahiran. suatu gamma. dalam cairan amnion mengindikasikan adanya arensefali atau mielomeningokel. maka perlu dipasang suatu pirau (shunt) untuk memungkinkan drainase CSS dan mencegah timbulnya hidrosefalus dan peningkatan tekanan intrakranium Seksio sesarae terencana.Pengkajian a.

Risiko hambatan kedekatan orang tua-bayi berhubungan dengan hambatan untuk menggendong sekunder akibat pemantauan pada perawatan intensif 9.Intervensi 1.Perubahan proses keluarga berhubungan dengan perubahan emosi pada semua anggota keluarga yang berkaitan dengan pengobatan atau sakitnya anggota keluarga 7.Bantu dengan prosedur diagnostik dan pengujian.Resiko tinggi penatalaksanaan program terapiutik tidak efektif berhubungan dengan ketidaktahuan tentang pengobatan atau teknik 8. robekan.Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh C.Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kekuatan dan ketahanan sekunder akibat peningkatan tekanan intrakranial 6. sebagai contoh. antibiotik) untuk mencegah pengeringan kantong Berikan antibiotik sesuai resep Pantau dengan cermat tanda-tanda infeksi (peningkatan suhu.Diagnosa 1. 2. latergi.Berbagai derajat defisit sensori Inkontenensia aliran berlebihan dengan penetesan urin konstan Kurang kontrol defikasi Prolapsus rektal (kadang-kadang) Di bawah vertebra sakrum ketiga Tidak ada kerusakan motorik Dapat berupa anestesia sadel dengan paralis sfingter kandung kemih dan sfingter anus Deformitas sendi (terkadang terjadi di uterus) Talipes valgus atau kontraktur varus Kifosis Skoliosis lumbosakral Dislokasi pinggul 3.Risti cidera berhubungan dengan pemajanan berulang pada produk lateks dan alergi lateks 5.Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan adanya organisme infektif.Observasi adanya tanda-tanda alergi lateks 7.Lakukan atau bantu dengan pemeriksaan neurologis untuk menentukan tingkat kerusakan motorik dan sensorik 4. Sasaran: Pasien mengalami penurunan risiko terhadap infeksi system saraf pusat Intervensi keperawatan/rasional Posisikan bayi untuk mencegah kontaminasi urin dan feses Bersihkan mielomeningokel dengan cermat menggunakan salin normal steril bila bagian ini menjadi kotor atau terkontaminasi Berikan balutan steril dan lembab dengan larutan steril sesuai instruksi (salin normal.Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kerusakan imobilitas sekunder akibat reposisi tidak efektif 10. Radiologi Tomografi B. abrasi. peka rangsang. tanda-tanda infeksi 5. kaku kuduk) untuk mencegah keterlambatan pengobatan dalam pengobatan .Observasi adanya tanda-tanda hidrosefalus 6.Risti trauma berhubungan dengan kerusakan sirkulasi cairan serebrospinal 4.Inspeksi mielomeningokel untuk adanya perubahan pada penampilan.Risti trauma berhubungan dengan lesi spinal 3.Diagnosa : Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan adanya organisme infektif.

aktifitas kenyamanan) untuk mencegah trauma Hasil yang diharapkan Kantong meningeal tetap utuh Sisi pembedahan sembuh tanpa trauma 3. Peka rangsang Latergi Bayi Menangis bila diangakat atau digendon: diam bila tetap berbaring Peningkatan lingkar oksipitofrontal Peregangan sutura Perubahan tingkat kesadaran Anak Sakit kepala (khusus di pagi hari) Apatis Konfusi Hasil yang diharapkan Bukti tekanan intracranial dan hidosefalus terdeteksi dini. dan mengi pada anafilaktik) untuk mendeteksi reaksi dengan cepat Tindakan kedaruratan. yang menunjukkan terjadinya hidrosefalus. dan intervensi yang tepat diimplementasikan 4. termasuk penggunaan kit anafilaktik dan memanggil pelayanan .. merapikan tempat tidur. utuh. selimut plastic bedah. member makan.Diognosa: Risti cidera berhubungan dengan pemajanan berulang pada produk lateks dan alergi lateks Sasaran pasien: pasien mengalami pemajanan minimum pada lateks Intervensi keperawatan/rasional Identifikasi anak dengan alergi lateks Jaga agar lingkungan bebas lateks untuk menurunkan pemajanan Ajari anggota keluarga dan pemberi perawatan lain (mis. dan tidak menunjukkan bukti-bukti infeksi 2.Diagnosa Risiko tinggi trauma berhubungan dengan kerusakan sirkulasi cairan serebrospinl Sasaran: pasien tidak mengalami tekanan intrakranial Intervensi keperawatan/rasional Ukur lingkaran oksifitoprontal setiap hari untuk mendeteksi peningkatan tekanan intracranial dan terjadinya hidrosefalus Observasi adanya tanda-tanda peningkatan intracranial. ruam.Diagnosa: Risti trauma berhubungan dengan lesi spinal Sasaran: pasien tidak mengalami trauma pada sisi bedah/lesi spinal Intervensi keperawatan/rasional Rawat bayi dengan cermat untuk mencegah kerusakan pada kantong meningeal atau sisi pembedahan Gunakan alat pelindung di sekitar kantong missal. pekerja perawatan sehari.Berikan perawatan serupa untuk sisi operatif pada paskaoperasi Hasil yang di harapkan kantong meningeal tetap bersih. guru) tentang hal-hal berikut: Risiko alergi lateks dan hal-hal yang harus dihindari untuk menurunkan pemajanan Tanda-tanda alergi (dari gatal-gatal. potong sesuai ukuran dan sesuai ukuran dan tempelkan dibawah kantong di samping sacrum dan selimuti dengan longgar untuk memberikan lapisan pelindung Modifikasi aktifitas keperawatan rutin (misal.

bantalan. untuk mencegah keterlambatan tindakan Hasil yang diharapkan Anak tidak mengalami reaksi alergi terhadap lateks 5. jaga agar kaki tetap berada pada posisi netral untuk mencegah kontraktur Gunakan gulungan popok. memakai baju. atau alat yang dirancang khusus untuk mempertahankan posisi yang diinginkan Hasil yang diharapkan Ekstremitas mempertahankan fleksibelitasnya Panggul dan ekstremitas bawah dipertahankan pada artikulasi dan kesejajaran yang benar 6.Diagnose: Resiko tinggi penatalaksanaan program terapiutik tidak efektif berhubungan dengan ketidaktahuan tentang pengobatan atau teknik dan ketidakcukupan pengetahuan Tujuan Keluarga mengungkapkan maksud untuk melakukan perilaku kesehatan yang diperlukan atau keinginan untuk pulih dari penyakit dan pencegahan kekambuhan atau komplikasi Intervensi keperawatan/rasional Dapatkan jalan masuk ke dalam system keluarga.medis darurat. jangan mengambil alih Hindari kesan memaksa Dengarkan untuk mengetahui kesesuaian antara kekhawatiran. jangan memaksakan suatu titik tahanan untuk mencegah trauma Lakukan peregangan otot bila diindikasikan untuk mencegah kontraktur Pertahankan panggul pada abduksi ringan sampai sedang untuk mencegah dislokasi. memandikan. 7. hindari memberi harapan Upayakan untuk mengetahui kesesuaian antara kebutuhan yang diungkapkan dengan layanan yang diberikan perawat . ambulasi) Bantu anggota keluarga mengubah harapan anggota keluarga yang sakit dengan sikap realistis Kriteria hasil Ansietas keluarga berkurang yang berhubungan dengan ketakutan karena ketidaktahuan. bantal pasir kecil.Diagnose: Perubahan proses keluarga berhubungan dengan perubahan emosi pada semua anggota keluarga yang berkaitan dengan pengobatan atau sakitnya anggota keluarga Tujuan Anggota keluarga mempertahankan sistem fungsi dukungan mutual satu sama lain Intervensi keperawatan/rasional Beri dukungan emosional kepada orang tua Bantu keluarga dalam menghadapi kekhawatirannya terhadap situasi Ciptakan lingkungan rumah sakit yang bersifat pribadi dan mendukung untuk keluarga Libatkan anggota keluarga dalam perawatan anggota keluarganya yang sakit bila memungkinkan (member makan. ketakutan karena kehilangan control emosi.Diagnose: kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kekuatan dan ketahanan sekunder akibat peningkatan tekanan intrakranial Sasaran pasien : pasien tidak mengalami deformitas ekstremitas bawah dan panggul atau resiko pasien terhadap hal tersebut minimal Intervensi keperawatan/rasional Lakukan latihan rentang gerak pasif untuk mencegah kontraktur.

dan regimen untuk penyakit atau control gejala 8. penyebab dan factor penunjang pada gejala. tersenyum dan bicara pada bayi.Minimalkan resiko infeksi pada sebelum dan sesdah operasi 2.Implementasi 1. dan mencari kontak mata dengan bayi Intervensi keperawatan/rasional Izinkan orang tua untuk melihat dan menyentuh bayi sebelum dipindahkan Anjurkan kunjungan dini untuk ibu bila mungkin.Diagnose : Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kerusakan imobilitas sekunder akibat reposisi tidak efektif Tujuan Individu menunjukkan integritas kulit bebas dekubitus Intervensi keperawatan/rasional Ubah posisi individu untuk berbalik atau mengangkat berat badannya setiap 30 menit sampai 2 jam untuk penurunan takanan pada kulit Instruksikan keluarga tentang teknik spesifik yang digunakan dirumah untuk mencegah dekubitus Kriteria hasil Individu bebas dari dekubitus 10. ketakutan karena kehilangan kontrol Anggota keluarga dapat menggambarkan proses penyakit.Deteksi dini tanda-tanda peningkatan tekanan intra cranial 4. seperti menggendong bayi dengan dekat.Gali dengan orang tua tentang penatalaksanaan masalah yang telah berhasil pada masa lalu untuk meningkatkan percaya diri Kumpulkan ekspresi tentang perasaan.Jaga pasien tidak mengalami trauma pada sisi bedah/lesi spinal 3.Diagnose: Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake adekuat Tujuan Membantu terpenuhinya kebutuhan nutrisi Intervensi keperawatan/rasional Beri dosis sedikit tetapi sering Pasang infus Kolaborasi dengan ahli gizi Kriteria hasil Dapat mempertahankan berat badan dalam batas normal normal D. dan pertanyaan dari individu dan keluarga untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga Beri dorongan keluarga untuk mencari informasi dan membuat keputusan berdasarkan informasi untuk meningkatkan sikap positif dan partisipasi aktif keluarga Kriteria hasil Ansietas keluarga berkurang yang berhubungan dengan ketakutan karena ketidaktahuan.Diagnose : Risiko hambatan kedekatan orang tua-bayi berhubungan dengan hambatan untuk menggendong sekunder akibat pemantauan pada perawatan intensif Tujuan Mendemonstrasikan peningkatan perilaku kedekatan. keperhatinan. buat hubungan telefon yang sering dengan pemberi perawatan bayi bila kunjungan tidak memungkinkan Kriteria hasil Orang tua mulai mengungkapkan perasaan positif mengenai bayi 9.Minimalkan pemajanan lateks .

Betz & Linda A. Fraser. 3.2002.Saran Deteksi dini dan pencegahan pada awal kehamilan dianjurkan untuk semua ibu yang telah melahirkan anak dengan gangguan ini dan dan pemeriksaan ditawarkan bagi semua wanita hamil. Prinsip keperawatan pediatric edisi 2. Bayi akan menjadi normal sesudah operasi.Ajarkan pada orang tua tentang pelaksanaan pelatihan jangka panjang 9.Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak.Apakah Anak dan orang tua menunjukkan kemampuan untuk melaksanakan perawatan jangka panjang di rumah dan bebas dari komplikasi. Vol 2. EGC: Jakarta.C. 1985. Jakarta 9. Soetomenggolo. Keperawatan Pediatri Edisi 3. FKUI : Jakarta. Doengoes.E. Biasanya terletak di garis tengah. .Cecila L. Buku saku diagnosis keperawatan Edisi 10.Apakah anak terhidrasi dengan baik dan mempertahankan berat badannya 2. Dkk.Elizabet J.Lakukan perawatan luka operasi: gunakan teknik steril ketika mangganti dan menguatkan balutan 8. Kematian bayi dalam bulan-bulan pertama kehidupannya sering diakibatkan oleh kelainan kongenital yang cukup berat.Taslim S. Sowden.Apakah anak bebas dari infeksi 3. 1996. 2009. Meningokel merupakan kelainan kongenital SSP yang paling sering terjadi. 3. 1999.Beri pendidikan pada orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan normal serta penyimpangan-penyimpangannya dari normal Evaluasi 1. sedangkan korda tetap dalam korda spinalis (dalam durameter tidak terdapat saraf).Rosa m. Corwin.Pertahankan asupan nutrisi dan cairan 6. Dkk. 2. 8. Saccharin. Underwood. Tidak terdapat gangguan sensorik dan motorik. EGC: Jakarta 7. Myles Buku Ajar Kebidanan. EGC: Jakarta 4. Meningokel biasanya terdapat di daerah servikal atau daerah torakal sebelah atas. lahir mati atau kematian segera setelah lahir. 2000.Marliynn E. Patologi Umum Dan Sistematik. 1999.5. Ilmu kesehatan anak volume 3.Beri informasi pada orang tua tentang teknik-teknik yang memfasilitasi mobilitas dan kemandirian 10.Nelson. Sfyan Ismael. Kelainan kongenital dapat merupakan sebab penting terjadinya abortus.J.Linda Juall Carpenito-moyet.Diane M. EGC: Jakarta. BP IDAI: Jakarta. 1999. EGC. EGC: Jakarta. 2006. Buku Ajar Neurologi Anak. Kantong hanya berisi selaput otak.Pantau adanya tanda dan gejala infeksi 7. Ilmu Kesehatan Anak Bag. EGC: Jakarta 6. BAB 4 Penutup A.Kesimpulan Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasiI konsepsi sel telur. 10. Buku saku patofisiologi. EGC: Jakarta 5. REFERENSI 1. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. B.

Wiknjosastro. Donna L dkk. EGC: Jakarta. 2004. 1999. EGC: Jakarta. 12.Wong . Hanifa . dkk.11. .Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo: Jakarta. 13. Buku ajar keperawatan pediatric vol 2. Ilmu kebidanan.Wong . Donna L. 2008. Pedoman klinis keperawatan Pediatrik Edisi 4 .