Beberapa sifat kimia kalium manganat(VII

)
Kalium manganat(VII) (kalium permanganat) merupakan agen pengoksidasi yang kuat. Penggunaan kalium manganat(VII) sebagai agen pengoksidasi dalam kimia organik Kalium manganat(VII) biasa digunakan dalam larutan netral atau larutan yang bersifat basa dalam kimia organik. Pengasaman kalium manganat(VII) cenderung untuk lebih meningkatkan kekuatan destruktif agen pengoksidasi, memecah ikatan-ikatan karbonkarbon. Larutan kalium manganat(VII) biasa dibuat sedikit basa dengan larutan natrium karbonat, dan perubahan warna yang khas adalah sebagai berikut:

Pada pengujian untuk ikatan rangkap C=C Kalium manganat(VII) mengoksidasi ikatan rangkap karbon-karbon, dan berlangsung melalui perubahan warna diatas. Etana, sebagai contoh, di oksidasi menjadi etana-1,2-diol.

Oksigen dalam tanda kurung persegi berarti ”oksigen dari agen pengoksidasi”. Ini merupakan singkatan dari persamaan yang banyak digunakan dalam kimia organik. Kamu pasti sangat tidak menyukai untuk menulis persamaan ion yang lengkap untuk reaksi tersebut pada tingkatan ini. Sejujurnya, pengujian ini bukanlah suatu tes yang baik untuk ikatan rangkap karbonkarbon, karena semua yang mengalami reduksi dapat memiliki efek yang sama pada larutan kalium manganat(VII).

Akan tetapi, kamu dapat menggunakan reaksi sederhana ini sebagai cara untuk membuat diol. Pada oksidasi rantai cabang aromatik Larutan kalium menganat(VII) yang bersifat basa mengoksidasi semua rantai cabang yang melekat pada pada cincin benzen menjadi satu grup -COOH. Pemanasan yang lama sangat diperlukan pada tahap ini. Sebagai contoh:

Pada kasus rantai cabang etil, kamu juga akan memperoleh karbon dioksida. Dengan rantai cabang yang lebih panjang, kamu dapat memilah campuran produk yang lain – tetapi pada tiap kasus, produk utama adalah asam benzoat. Penggunaan kalium manganat(VII) sebagai agen pengoksidasi dalam titrasi Latar belakang Larutan kalium manganat(VII) digunakan untuk menentukan konsentrasi semua agen pengoksidasi yang dipilah. Kalium manganat(VII) selalu digunakan dalam larutan asam. Sebagai contoh, kalium manganat(VII) mengoksidasi

Ion besi(II) menjadi ion besi(III)

Larutan hidrogen peroksida menjadi oksigen

Asam etandioat (asam oksalat) menjadi karbon dioksida (reaksi ini berlangsung dalam kondisi panas).

Ion sulfit (ion sulfat(IV)) menjadi ion sulfat (ion sulfat(VI))

Pada setiap kasus, persamaan setengah reaksi untuk ion manganat(VII) daalm larutan asam adalah:

Persamaan tersebut dapat digabungkan untuk memberikan kamu persamaan ion secara keseluruhan untuk setiap kemungkinan reaksi. Hal ini, tentunya, juga memberikan kepada kamu suatu perbandingan reaksi. Sebagai contoh, ketika persamaan digabungkan, kamu menemukan bahwa 1 mol ion MnO4- bereaksi dengan 5 mol ion Fe2+. Melalui informasi yang diperoleh tersebut, perhitungan titrasi sama seperti yang lain. Melakukan titrasi Larutan kalium manganat(VII) selalu dimasukkan ke dalam buret, dan larutan yang lain ditempatkan dalam labu yang diasamkan dengan asam sulfat encer terlebih dahulu. Larutan kalium manganat(VII) menetes kedalam labu dan menjadikannya tidak berwarna. Titik akhir adalah warna merah muda permanen yang muncul pertama kali dalam larutan yang menunjukkan adanya sedikit ion manganat(VII) berlebih. Permasalahan pada penggunaan larutan kalium manganat(VII) Terdapat dua hal yang perlu kamu ketahui:

Kalium manganat(VII) tidak dapat digunakan pada titrasi yang mengandung ionion klorida atau bromida yang mana kedua ion tersebut dapat teroksidasi. Jumlah kalium manganat(VII) yang tidak diketahui digunakan dalam reaksi samping, dan pasti hasil titrasi tidak akurat. Hal inilah yang menyebabkan kenapa kamu tidak boleh mengasamkan larutan dengan asam klorida. Kalium manganat(VII) bukan standar primer. Ini berarti bahwa kalium manganat(VII) tidak dapat dibuat untuk menghasilkan larutan stabil yang konsentrasinya diketahui dengan akurat. Kalium manganat(VII) berwarna kuat dan ini memungkinkan untuk dilihat ketika kristal yang kamu gunakan dilarutkan semuanya, dan untuk jangka waktu yang

Endapan ini adalah mangan(IV) oksida – yang dihasilkan ketika ion manganat(VII) bereaksi dengan air. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi. Kamu dapat membuat larutan yang kamu mau secukupnya. OsO4) atau senyawa-senyawa yang sangat . Dalam prakteknya. Oksidator melepaskan elektron dari senyawa lain. Oleh karena ia "menerima" elektron. dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut: • • Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul.lama kalium manganat(VII) dapat mengoksidasi air yang terlarut menjadi oksigen. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi. CrO3. atau ion. sehingga dirinya sendiri tereduksi. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida. Cr2O72−. Botol larutan kalium manganat(VII) selalu memiliki endapan coklat pada bagian atasnya. Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Oksidator bisanya adalah senyawa-senyawa yang memiliki unsur-unsur dengan bilangan oksidasi yang tinggi (seperti H2O2. atom. Istilah redoks berasal dari dua konsep. ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit. Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan. atau ion Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul. ia juga disebut sebagai penerima elektron. penjelasan di atas tidaklah persis benar. karena larutan asam etandioat (asam oksalat) merupakan standar primer. MnO4−. dan kemudian di standarisasi melalui titrasi. namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai "redoks" walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen). yaitu reduksi dan oksidasi. Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal (formal charge) dikenal sebagai reaksi metatesis Oksidator dan reduktor Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau agen oksidasi. atom. atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana(CH4). transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi. Standarisasi sering kali dilakukan dengan larutan asan etandioat (asam oksalat).

Pasangan oksidator dan reduktor yang terlibat dalam sebuah reaksi disebut sebagai pasangan redoks. bahkan dalam bentuk molekul. Zn. Pada reaksi di atas.elektronegatif. jumlah elektron yang berlebihan pada reaksi oksidasi haruslah sama dengan jumlah yang dikonsumsi pada reaksi reduksi. Mg. sehingga dapat mendapatkan satu atau dua elektron yang lebih dengan mengoksidasi sebuah senyawa (misalnya oksigen. Unsur-unsur logam seperti Li. hidrogen teroksidasi dari bilangan oksidasi 0 menjadi +1. Na. [sunting] Contoh reaksi redoks Salah satu contoh reaksi redoks adalah antara hidrogen dan fluorin: Kita dapat menulis keseluruhan reaksi ini sebagai dua reaksi setengah: reaksi oksidasi dan reaksi reduksi Penganalisaan masing-masing reaksi setengah akan menjadikan keseluruhan proses kimia lebih jelas. Fe. sering kali memiliki bilangan oksidasi nol. Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mereduksi senyawa lain dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagai reduktor atau agen reduksi. ia juga disebut sebagai penderma elektron. sehingga ia sendiri teroksidasi. Unsur-unsur. reduktor melepaskan elektron dan teroksidasi. Cara yang mudah untuk melihat proses redoks adalah. platinum. klorin. Karena tidak terdapat perbuahan total muatan selama reaksi redoks. Reduksi katalitik ini utamanya digunakan pada reduksi ikatan rangkap dua ata tiga karbon-karbon. elektron-elektron yang terlibat akan saling mengurangi: . misalnya NaBH4 dan LiAlH4). dan Al dapat digunakan sebagai reduktor. reduktor mentransfer elektronnya ke oksidator. reagen-reagen ini digunakan dengan luas dalam kimia organik[1][2]. Ketika reaksi oksidasi dan reduksi digabungkan. terutama dalam reduksi senyawa-senyawa karbonil menjadi alkohol. Reduktor jenus lainnya adalah reagen transfer hidrida. Logam-logam ini akan memberikan elektronnya dengan mudah. Senyawasenyawa yang berupa reduktor sangat bervariasi. fluorin. dan bromin). Sehingga dalam reaksi. Reduktor melepaskan elektronnya ke senyawa lain. sedangkan fluorin tereduksi dari bilangan oksidasi 0 menjadi -1. Oleh karena ia "mendonorkan" elektronnya. dan oksidator mendapatkan elektron dan tereduksi. Metode reduksi lainnya yang juga berguna melibatkan gas hidrogen (H2) dengan katalis paladium. atau nikel.

Komponen redoks dalam tipe reaksi ini ada pada perubahan keadaan oksidasi (muatan) pada atom-atom tertentu. Sebagai contoh.Dan ion-ion akan bergabung membentuk hidrogen fluorida: [sunting] Reaksi penggantian Redoks terjadi pada reaksi penggantian tunggal atau reaksi substitusi. reaksi antara larutan besi dan tembaga(II) sulfat: Persamaan ion dari reaksi ini adalah: Terlihat bahwa besi teroksidasi: dan tembaga tereduksi: [sunting] Contoh-contoh lainnya • Besi(II) teroksidasi menjadi besi(III) • hidrogen peroksida tereduksi menjadi hidroksida dengan keberadaan sebuah asam: H2O2 + 2 e− → 2 OH− Persamaan keseluruhan reaksi di atas adalah: 2Fe2+ + H2O2 + 2H+ → 2Fe3+ + 2H2O . dan bukanlah pada pergantian atom dalam senyawa.

aldehida atau keton. dan energi panas. Oksidasi digunakan dalam berbagai industri seperti pada produksi produk-produk pembersih. [sunting] Reaksi redoks dalam biologi . contohnya pada mesin pembakaran dalam. nitrat tereduksi menjadi nitrogen dengan keberadaan asam: 2NO3− + 10e− + 12 H+ → N2 + 6H2O • Besi akan teroksidasi menjadi besi(III) oksida dan oksigen akan tereduksi membentuk besi(III) oksida (umumnya dikenal sebagai perkaratan): 4Fe + 3O2 → 2 Fe2O3 • • Pembakaran hidrokarbon. dan berturut-turut alkohol. Oksidasi penuh bahan-bahan yang mengandung karbon akan menghasilkan karbon dioksida. [sunting] Reaksi redoks dalam industri Proses utama pereduksi bijih logam untuk menghasilkan logam didiskusikan dalam artikel peleburan. Dalam kimia organik. karbon dioksida. menghasilkan air. oksidasi seselangkah (stepwise oxidation) hidrokarbon menghasilkan air. dan kemudian peroksida.• denitrifikasi. sebagian kecil karbon monoksida. Reaksi redoks juga merupakan dasar dari sel elektrokimia. asam karboksilat.

Fotosintesis secara esensial merupakan kebalikan dari reaksi redoks pada pernapasan sel: 6 CO2 + 6 H2O + light energy → C6H12O6 + 6 O2 Energi biologi sering disimpan dan dilepaskan dengan menggunakan reaksi redoks. Secara umum. menghasilkan karbon dioksida dan air. Keadaan redoksi direfleksikan pada keseimbangan beberapa set metabolit (misalnya laktat dan piruvat. penderma elektronnya adalah berbagai jenis flavoenzim dan . Agen biokimia yang mendorong terjadinya oksidasi terhadap substansi berguna dikenal dalam ilmu pangan dan kesehatan sebagai oksidan. yang kemudian berkontribusi dalam pembentukan gradien proton. mengoksidasi gula. Fotosintesis melibatkan reduksi karbon dioksida menjadi gula dan oksidasi air menjadi oksigen. dan sepsis. Istilah keadaan redoks juga sering digunakan untuk menjelaskan keseimbangan antara NAD+/NADH dengan NADP+/NADPH dalam sistem biologi seperti pada sel dan organ. Zat yang mencegah aktivitas oksidan disebut antioksidan. Reaksi ini berlangsung secara simultan karena sel. adalah oksidasi glukosa (C6H12O6) menjadi CO2 dan reduksi oksigen menjadi air. contohnya. mitokondria menjalankan fungsi yang sama. Sebagai langkah antara. Reaksi baliknya. Keadaan redoks yang tidak normal akan berakibat buruk.Atas: asam askorbat (bentuk tereduksi Vitamin C) Bawah: asam dehidroaskorbat (bentuk teroksidasi Vitamin C) Banyak proses biologi yang melibatkan reaksi redoks. beta-hidroksibutirat dan asetoasetat) yang antarubahannya sangat bergantung pada rasio ini. Lihat pula Potensial membran. Persamaan ringkas dari pernapasan sel adalah: C6H12O6 + 6 O2 → 6 CO2 + 6 H2O Proses pernapasan sel juga sangat bergantung pada reduksi NAD+ menjadi NADH dan reaksi baliknya (oksidasi NADH menjadu NAD+). Pada sel-sel hewan. guncangan (shock). seperti hipoksia. yang akan mendorong sintesis adenosina trifosfat (ATP) dan dijaga oleh reduksi oksigen. harus melangsungkan semua fungsi hidup. pernapasan. sebagai tempat berlangsungnya reaksi-reaksi biokimia. senyawa karbon yang direduksi digunakan untuk mereduksi nikotinamida adenina dinukleotida (NAD+). [sunting] Siklus redoks Berbagai macam senyawa aromatik direduksi oleh enzim untuk membentuk senyawa radikal bebas. Pernapasan sel.

Reaksi diseimbangkan : Hal yang sama juga berlaku untuk sel bahan bakar propana di bawah kondisi asam: . Sebagai contoh. Untuk reaksi dalam larutan. dan viologen dan kuinon lainnya seperti menadion. demikian juga sebaliknya). ion H+ dan air ditambahkan pada reaksi setengah untuk menyeimbangkan keseluruhan reaksi. dan elektron untuk menutupi perubahan oksidasi. ion OH-. [3]PDF (2. Tingkah laku katalitik ini dijelaskan sebagai siklus redoks. radikal-radikal bebas anion ini akan mereduksi oskigen menjadi superoksida. ketika mangan(II) bereaksi dengan natrium bismutat: Reaksi ini diseimbangkan dengan mengatur reaksi sedemikian rupa sehingga dua setengah reaksi tersebut melibatkan jumlah elektron yang sama (yakni mengalikan reaksi oksidasi dengan jumlah elektron pada langkah reduksi.koenzim-koenzimnya. [sunting] Media asam Pada media asam. Seketika terbentuk. hal ini umumnya melibatkan penambahan ion H+. Contoh molekul-molekul yang menginduksi siklus redoks adalah herbisida parakuat. H2O. diperlukan penyeimbangan komponen-komponen dalam reaksi setengah. Reaksi bersihnya adalah oksidasi koenzim flavoenzim dan reduksi oksigen menjadi superoksida.76 MiB) [sunting] Menyeimbangkan reaksi redoks Untuk menuliskan keseluruhan reaksi elektrokimia sebuah proses redoks.

ion OH. Oksidasi alkena Fakta-fakta Alkena bereaksi dengan larutan kalium manganat(VII) dalam suasana dingin.Dengan menyeimbangkan jumlah elektron yang terlibat: Persamaan diseimbangkan: [sunting] Media basa Pada media basa.dan air ditambahkan ke reaksi setengah untuk menyeimbangkan keseluruhan reaksi. reaksi antara kalium permanganat dan natrium sulfit: Dengan menyeimbangkan jumlah elektron pada kedua reaksi setengah di atas: Persamaan diseimbangkan: Alkena dan Kalium Manganat(VII) Ditulis oleh Jim Clark pada 17-10-2007 Halaman ini membahas tentang reaksi antara ikatan karbon-karbon rangkap pada senyawa-senyawa alkena seperti etena dengan larutan kalium manganat(VII) (larutan kalium permanganat). .Sebagai contoh. Perubahan warna tergantung pada apakah kalium manganat(VII) digunakan dalam kondisi asam atau basa.

Jika persamaan reaksinya ditinjau murni dari sudut pandang reaksi organik. Dibawah kondisi basa.Jika larutan kalium manganat(VII) diasamkan dengan asam sulfat encer. Alkena-alkena yang lain bereaksi persis sama dengan etena. Dibawah kondisi asam. . dan etena dioksidasi menjadi etana-1.2-diol (nama lama: etilen glikol). maka dapat dituliskan: Persamaan reaksi lengkapnya tergantung pada kondisi-kondisi reaksi. ion-ion manganat(VII) direduksi menjadi ion-ion mangan(II). Jika larutan kalium manganat(VII) dijadikan sedikit bersifat basa (biasanya dengan menambahkan larutan natrium karbonat). larutan ungu pertama-tama berubah menjadi hijau tua dan selanjutnya menghasilkan endapan berwarna coklat gelap. maka larutan akan berubah warna dari ungu menjadi tidak berwarna. Ion-ion manganat(VII) merupakan agen pengoksidasi kuat. Sifat kimia reaksi Kita akan melihat reaksi dengan etena. ion-ion manganat(VII) pertama-tama direduksi menjadi ion-ion manganat(VI) yang berwarna hijau sesuai persamaan berikut: dan selanjutnya direduksi menjadi padatan mangan(IV) oksida yang berwarna coklat gelap (mangan oksida).

misalnya. maka senyawa organik tersebut kemungkinan mengandung sebuah ikatan rangkap C=C. Larutan ini bereaksi keras dengan berbagai senyawa organik dan jarang digunakan dalam kimia organik. sehingga reaksi tidak akan terhenti setelah produk ini dihasilkan sebelum larutan kalium manganat(VII) sangat encer. anda hanya ingin menentukan apakah sebuah hidrokarbon adalah alkana atau alkena – dengan kata lain. yakni etana-1.2-diol. RENCANA TANGGAP DARURAT BAHAN KIMIA . Anda dapat menggunakan larutan kalium manganat(VII) basa untuk menguji keberadaan ikatan C=C jika. Komplikasi-komplikasi Produk yang terbentuk dari reaksi antara etena dengan Kalium Manganat(VII). Penggunaan air bromin jauh lebih jelas hasilnya.Reaksi yang terakhir ini juga merupakan reaksi yang akan terjadi apabila reaksi berlangsung pada kondisi netral. Akan tetapi. Reaksi uji ini tidak begitu bermanfaat. jika tidak ada lagi zat lain di dalamnya yang bisa dioksidasi. Ini berarti bahwa reaksi ini tidak terlalu bermanfaat untuk digunakan dalam pembuatan etana-1. agak mudah dioksidasi oleh ion-ion manganat(VII). Hanya saja tidak ditemukan lagi adanya ion hidrogen atau ion hidroksida pada sebelah kiri persamaan reaksi. Reaksi ini hanya bermanfaat dalam pengujian ikatan karbon-karbon rangkap – meski tidak begitu bagus! Penggunaan reaksi etena dengan kalium manganat(VII) untuk menguji keberadaan ikatan C=C Jika sebuah senyawa organik bereaksi dengan kalium manganat(VII) basa yang encer menghasilkan larutan hijau yang diikuti dengan endapan coklat gelap. Apabila larutan kalium manganat(VII) dalam kondisi asam maka situasinya lebih buruk lagi karena larutan ini memiliki kecenderungan untuk memutus ikatan karbon-karbon. sangat dingin. dan tidak pada kondisi asam.2-diol. senyawa organik tersebut bisa jadi salah satu dari banyak senyawa lain yang semua kandungannya bisa dioksidasi oleh ion-ion manganat(VII) dibawah kondisi basa.

Apakah insiden mengandung tumpahan bahan berbahaya atau terbuangnya gas atau uap. maka harus disiapkan tindakan untuk merespon insiden atas bahan dalam jumlah besar. Bila perusahaan menyimapan bahan kimia dalam jumlah besar yang dikirim dengan tempat yang besar (truk tanker atau kereta). Bahan yang terbuang dalam jumlah besar mungkin memerlukan evakuasi perusahaan. tempat tumpahan. dan pembersihan dan pembuangan bahan sisa limbah. Karenanya. dengan persyaratan terdapat semua pelaporan peraturan yang spesifik pada saat terbuangnya bahan kimia. dan pada bahan berbahaya yang akut. Secara umum. koordinasi masyarakat merupakan hal yang kritis bila terbuangnya bahan kimia mungkin memiliki dampak keluar perusahaan. Jumlah bahan yang terbuang dalam jumlah kecil mungkin hanya memerlukan sedikit persiapan lanjutan. perusahaan yang mungkin mengalami terbuangnya bahan kimia dengan potensi berdampak keluar perusahaan harus memiliki suatu mekanisme dalam memberikan peringatan dini yang memberitahukan bangunan tetangga dan masyarakat. Menggunakan sensor dan detektor kebocoran bahan kimia yang tepat dapat .Respon terhadap tumpahan bahan kimia atau buangan lain mungkin mengandung banyak kegiatan yang berbeda dan mungkin terkait dengan syarat peraturan yang bermacam-macam. Kegiatan dan prosedur respon juga tidak akan terduga tergantung dari sifat alamiah dan jumlah bahan yang terbuang. prosedur tanggap darurat harus ditargetkan untuk bahan kimia yang disimpan dalam tangki besar atau digunakan secara luas di perusahaan. walaupun dalam jumlah kecil.

masyarakat. Prosedur yang mungkin perlu dikembangkan oleh perusahaan mungkin berbeda tergantung dari bahan kimia yang digunakan. Pelepasan atau kecelakaan dalam waktu cepat yang melibatkan bahan kimia berbahaya dapat menjadi ancaman bagi karyawan perusahaan. Rencana ini juga dimaksudkan untuk membantu perusahaan untuk mengembangkan prosedur tanggapan darurat atas bahan kimia. . dan lingkungannya. Persiapan-persiapan ini harus menjamin bahwa prosedur yang efektif dilakukan untuk mengendalikan setiap potensi keadaan darurat akibat bahan kimia ini.membantu memberikan peringatan dini saat terjadi terbuangnya bahan kimia. Pengendalian bahaya-bahaya bahan kimia menyangkut manajemen resiko dan prosedur tanggap darurat. Kegiatan manajemen resiko memainkan peran penting dalam pencegahan kecelakaan terlepasnya dan keadaan darurat bahan kimia. Rencana ini memberikan alat bantu yang penting untuk mengevaluasi bahaya bahan kimia di perusahaan dan menjamin cara-cara yang tepat ditempat untuk mengontrol bahan kimia tersebut pada situasi darurat. Saat mengembangkan prosedur-prosedur ini. perusahaan harus memperhatikan peraturan setempat yang mungkin mengharapkan kegiatan respon khusus dan pemberitahuan pada lembaga setempat yang berwenang.

perusahaan pertama kali harus menentukan bahan apa yang ada didalamnya. harus diidentifikasikan bahaya yang berhubungan dengan setiap bahan kimia. Informasi bahaya bahan kimia harus dievaluasi dengan membandingkan kuantitas dan potensi resiko dari suatu keadaan darurat akibat bahan kimia tersebut. PERSYARATAN Kecelakaan atau lepasnya bahan kimia dapat menimbulkan situasi yang mengancam karyawan.A. masyarakat. Kemudian. Penggambaran ini akan membantu perusahaan dalam mempersiapkan dan menanggapi dengan benar keadaan darurat yang melibatkan bahaya bahan kimia. Persyaratan yang mengarah pada bahaya kimia merupakan cerminan dari bahan kimia yang digunakan di perusahaan. Metode ini akan membantu perusahaan untuk mencapai target aktivitas perencanaan keadaan darurat bahan kimia. seperti suatu keadaan darurat atau tumpahan/buangan. Perusahaan pertama kali harus mengembangkan Daftar Bahan Kimia Yang Disetujui. EVALUASI BAHAYA BAHAN KIMIA Semua bahan kimia di perusahaan harus dievaluasi untuk menentukan beragamnya efek bahan – bahan tersebut dalam kondisi buruk. dan lingkungan. yang memuat daftar bahan kimia yang sedang digunakan atau disimpan di perusahaan. B. Untuk setiap bahan kimia . Untuk mengerjakan evaluasi bahaya bahan kimia. Suatu proses dua langkah harus dilakukan untuk menggambarkan bahaya bahan kimia: (1) Identifikasi dan evaluasi bahan kimia dan (2) Menjamin adanya peralatan untuk mengendalikan bahaya bahan kimia.

perkiraan kuantitas. korosif.pada Daftar Bahan Kimia Yang Disetujui.) harus diberi label dengan benar. • Meminumkan air untuk pengenceran. . Label-label ini harus diberi nama bahan kimia dan peringatan akan bahaya yang cepat. • Bila bahan kimia masuk mata. botol. C. drum. Semua wadah bahan kimia (seperti tangki. dan lain-lain. secara garis besar adalah sebagai berikut : • Bila bahan kimia terhirup. pipa. Lembar data keselamatan bahan (MSDS) harus mudah dijangkau oleh karyawan sebagai acuan pada saat terjadi keadaan darurat bahan kimia. cuci bersih dengan air mengalir terus menerus selama 5-10 menit. Identifikasi wadah dan peringatan yang benar merupakan kesatuan dari tanggap darurat atas buangan bahan kimia. maka bawa korban ke lingkungan dengan udara bersih. beracun. radioaktif. dan kelas bahan kimia (seperti mudah terbakar. Perusahaan harus menggunakan lembar data keselamatan bahan (MSDS-Material Safety Data Sheets) yang berlaku dan pelabelan bahan kimia untuk menentukan bahaya yang terkait dengan setiap bahan kimia. Formulir Identifikasi dan pelacakan Bahan Kimia harus diisi yang mengidentifikasikan nama bahan kimia. Formulir ini termasuk informasi bahaya bahan kimia dan respon terhadap bahan kimia. dll.P3K ATAS KERACUNAN Cara pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) terhadap korban yang terkena bahan toksik. lokasi penggunaan atau penyimpanan. • Meminumkan karbon aktif untuk menurunkan konsentrasi zat kimia dengan cara adsorpsi.

• Segera bawa ke klinik. • Jika keracunan sudah agak lama. Xylene). Proses yang ada. Identifikasi awal yang dilakukan secara umum memakai format berikut: 1. maka perlu dilakukan identifikasi awal. Identifikasi awal dapat dilakukan berdasarkan pada: 1. CCl4. 2. Hal ini seperti asam asetil salisilat . 3. Toluen. Na2SO4) yang akan merangsang peristaltik dari seluruh saluran pencernaan sehingga efek osmotik akan memperlambat absorbsi air dan membuat racun terencerkan. maka korban dibuat muntah untuk mengosongkan lambung. dengan pemberian larutan NaCl (garam dapur) hangat. BTX (Benzene. Data bahan kimia yang diterima oleh pihak gudang. Tetapi hal ini tidak diperbolehkan untuk korban yang masih pingsan atau keracunan deterjen. Bahan kimia yang biasa dipergunakan oleh suatu tempat kerja. IDENTIFIKASI BAHAYA BAHAN KIMIA Dalam upaya memastikan bahan kimia yang berbahaya ada di tempat kerja. • Untuk memperlambat atau mengurangi pemasukan racun maka dapat diberikan garam laksania (hanya boleh dilakukan oleh Paramedis!!!) (MgSO4. Nama bahan kimia: Keperluan untuk ini jelas. tetapi nama populer ataupun nama merek harus di berikan sebagaimana nama kimianya.• Meminumkan susu untuk menetralkan dan mengadsorpsi asam atau basa kuat dan fenol. bensin.

dan emisi yang cepat karena kebocoran. seperti karbon dioksida yang disimpan dalam bentuk padat. 2. Apa kondisi fisiknya? Obyek ini untuk menentukan secara sederhana apakah bahan kimia yang diterima berbentuk padat. Bahaya dapat terjadi karena beberapa hal.cairan. fenol menjadi asam karbolat. Bila berupa cairan. kalsium hipoklorit sama dengan kapur klor.cair. karbon dioksida dapat dibeli sebagai padatan. seperti temperatur yang naik dengan cepat karena kebakaran. Apakah matahari dan panas mempengaruhi? Apakah bahan itu akan membeku bila dibiarkan terbuka? Bila berbentuk padat. atau membuat korosi internal bila disimpan dalam waktu lama? 3. atau gas. Contoh lain adalah H2S bagi ahli kimia berarti hidrogen sulfida bagi insinyur. Juga harus diperhatikan pada kondisi apa suatu bahan kimia berbentuk padat. panas masuk atau panas keluar diperlukan untuk pengubahan bentuk. apakah berupa bubuk ? Perhatian harus diberikan jika bahan disimpan dalam bentuk yang stabil. Secara umum.cair. atau gas. dan soda kue menjadi soda bikarbonat. sehingga identifikasi ini menentukan bagaimana dan dimana bahan kimia harus disimpan. Misalnya natrium hidroksida (NaOH) yang dapat dibeli sebagai padatan di drum atau larutan kuat di tankker atau drum.yang berarti aspirin bagi ahli kimia. tidak membingungkan operator yang telah berpengalaman.bukan sifat fisik secara umum. Apakah beracun? . kemana mengalirnya kebocoran? Dapatkah aliran dari drum ke lubang penampung (damp ground). atau gas.

• Apakah menyebabkan akut? • Apakah menyebabkan kronis? • Apakah masuk melalui saluran makanan? • Apakah masuk melalui pernapasan? • Apakah masuk melalui absorpsi? • Apakah kadar toksisitas dapat segera ditentukan? • Berapakah nilai Ambang Batas (MAC) nya? Klarifikasi antara kadar racun dengan bahaya harus dimengerti dengan jelas.ditransfer. ratusan ton asam sulfat dimanipulasi. Karenanya. dengan rancangan yang benar dan penanganan yang aman. kontak dengan asam sulfat terjadi dengan cepat dan akut. Hasil. Meskipun demikian. tetapi meskipun benzene .konsentrasi dan lain-lain. dan disimpan setiap hari tanpa bahaya yang besar. tetapi bahaya ditentukan oleh frekuensi dan lamanya pemaparan dan konsentrasi bahan kimia. Karena penggunaannya yang sangat umum. Hal ini disebabkan sifat-sifat racunnya telah diketahui dan difahami dan cara-cara pencegahan kecelakaannya telah dibuat. Kadar racun bahan kimia adalah satu dari sipat-sipat alami nyang tidak dapat dihilangkan bila bahan kimia tersebut tetap sama rumus bangunnya. hampir dapat dikatakan bahwa semua mengetahui bahwa asam sulfat pekat merupakan cairan korosif yang dengan cepat dapat menghancurkan jaringan badan dan membuat luka bakar. Cedera tidak akan terjadi tanpa pemaparan konsentrasi yang diberikan dan rancangan dan operasi proses bahan kimia yang menentukan banyaknya pemaparan. bahaya dapat dihilangkan atau tanda-tanda potensinya dapat diredakan.

Tetapi. 2. bau dari klorin (Cl2 ) dapat dikenali dengan tercium pada konsentrasi yang sangat kecil. tetapi tidak ada keraguan bahwa bau khas dari beberapa bahan kimia merupakan indikasi yang jelas akan adanya bahan kimia tersebut. Aspek lanjutan dari pertanyaan mengenai kadar racun dapat segera ditentukan dan apakah Nilai Ambang Batas (NAB) yang dinyatakan dalam bagian per juta.dalam kuantitas sedikit dikulit tidak merupakan hal yang berbahaya. Indeks relatif atas bahaya atau kadar racun. yang menyatakan kondisi yang karyawan dapat terpapar setiap hari tanpa mengalami efek yang berarti. Berikut ini adalah bahaya dari pemantauan dengan orang. maka tidak ada tindakan perbaikan. dan tidak boleh digunakan sebagai: 1. Alat evaluasi pada gangguan polusi udara. Meskipun bahaya yang terditeksi sebagai bau tidak dapat diyakinkan benar. Tetapi konsentrasi maksimum yang diperbolehkan untuk klorin di udara adalah satu bagian klorin per satu juta bagian udara untuk delepan jam pemaparan. efek akumulatif dari sifat-sifatnya dapat memicu anemia yang serius dan kematian. 3. dan karena tidak ada efek iritasi yangnyata dalam waktu cepat. peringatan harus diberikan bahwa NAB. dalam konteks yang benar. Sebagai contoh. Perkiraan potensi racun pada pemaparan terusmenerus yang tidak berhenti. dan konsentrasi terkecil yang dapat terditeksi oleh manusia pada umumnya adalah tiga sampai empat bagian klorin per satu juta . hanya dapat dinterpretasikan dengan benar oleh personil yang terlatih dalam higiene industri. meskipun bukan konsentrasinya.

Kebocoran dari beberapa bahan kimia. Berapakah: . Perbandingan berat jenis antara uap/gas dengan udara menunjukkan apakah uap pada suhu normal (0° C) dan tekanan normal (76cm-Hg) lebih padat atau lebih renggang daripada udara. setelah menguap pada suhu normal. Kebocoran petroleum. Beberapa kondisi yang mempengaruhi seperti kecepatan angin dan suhu sekitar membantu petrpleum menyebar cukup jauh dari lubang inpeksi. dapat menimbulkan bahaya.Titik beku? . terutama pada suhu ruang.Tekanan uap? . Sebagai contoh adalah petroleum yang memiliki berat jenis 2.Kelarutan dalam air? Pengetahuan atas kelima karakter fisik di atas memberikan fakta dan informasi yang terpisah dan berharga. Hal ini sangat penting bila menyimpan drum berisi cairan berbahaya. membentik uap cenderung bergerak sepanjang permukaan. tetapi kecepatan penguapannya tergantung pada suhu dan tekanan.Specific Gravity? . tetapi uap petroleum bergerak disepanjang lubang.bagian udara. Tekanan uap cairan dan larutan harus diperhatikan. 4. secara umum cairan panas menguap lebih cepat daripada cairan dingin. Semua cairan akan menguap. Hal ini menunjukkan bahwa bila klorin tercium berarti ada instalasi yang perlu diperbaiki. karena uap itu akan naik ke atmosfir atau turun.Densitas uap? .5. menghasilkan atmosfir mudah meledak yang dapat menghasilkan bencana .

Sebaliknya. karena air akan tenggelam di bawah petroleum.80. Bila bahan kimia dapat larut dalam air. bila cairan karbon disulfida yang sangat mudah terbakar. dapat dikeluarkan ke sistem efluen. sehingga bocoran akan mengambang di atas air.hanya dengan adanya letikan api. Pentingnya pengetahuan tentang specfic grafvity terlihat nyata saat menentukan tindakan yang hrus diambil saat menghadapi kebocoran besar. kebocoran apapun akan mudah bergabung karena dapat dijenuhkan dengan air dan setelah pencegahan yang layak telah dilakukan. Membiarkan petroleum keluar kesaluran buang hanya akan meningkatkan bahaya. Karenanya air tidak direkomendasikan sebagai bahan pemadam untuk kebakaran petroleum cair. memiliki titik nyala yang rendah dan titiok bakar yang rendah. Semua cairan bocor diarahkan mencapai saluran buang. dan dengan naiknya volume cairan.26 terbakar. maka akan cenderung memperlebar area kebakaran. memiliki specific gravity 1. Bahan tersebut contohnya adalah petroleum memiliki berat jenis 0. Perbandingan berat jenis bahan kimia dengan berat jenis air menunjakan apakah bahan kimia akan mengambang di atas air atau tenggelam. dan ledakan dibawah tanah akibat kontaminasi oleh cairan sangat mudah terbakar dapat membuat kerusakan hebat di area yang luas. maka dapat dikendalikan dengan menggunakan air yang cukup. Sehubungan dengan kemampuan pelarutan bahan .

kemempuan suatu bahan kimia untuk larut dalam air memerlukan penanganan yang tepat. Karenanya. Sama halnya dengan asam nitrat yang tidak boleh dibawa sampai kontak dengan cairan yang mudah terbakar. akan bereaksi hebat. Sehingga kecelakaan yang memungkinkan bergabingnya dua bahan kimia tersebut harus dicegah. Sebagai contoh adalah fosfor klorida yang bukan bahan kimia korosif. Reaksi antara natrium sianida dengan air di saluran buang memperbesar volume gas asam sianida yang mematikan. Apa bahan yang inkompatibilitas? Beberapa bahan kimia bereaksi hebat dengan bahan kimia lain dan bahan-bahan yang berhubungan tersebut disebut inkompatibel. harus pula diperhatikan bahaya yang mungkin terjadi pada beberapa bahan kimia. Contoh lain adalah sejumlah natrium sianida dengan air di saluran buang. sehingga saat beberapa bahan kimia dibawa bersama-sama dengan kurang hati-hati. Bahaya sesungguhnya dari inkompatibilitas terjadi akibat kesalahan dalam melakukan asesmen. Bahan kimia seperti asam sulfat jika bercampur dengan air akan menghasilkan uap air yang cukup untuk menyebabkan semburan. Beberapa kasus pernah terjadi yang menimbulkan cedera serius yang timbul akibat masuknya air ke dalam wadah kosong berbagai bahan kimia menyebabkan reaksi yang hebat. dan merusak pabrik dan . 5. Sebagai contoh adalah asetilene yang akan bereaksi hebat dengan klorin. melepas panas dan uap klorosif asam klorida. tetapi setelah kontak dengan air atau uap air. terjadi reaksi hebat.kimia ke dalam air.

bahan yang mengambil oksigen dari senyawa dan kombinasinya disebut reduktor. dan asam kromat (CrO3). Beberapa bahan kimia yang tidak terbakar mampu membantu dengan baik pembakaran saat berkombinasi dengan bahan kimia lain yang menghasilkan oksigan dalam jumlah yang besar. dan bahan yang inkompatibilitas seperti kalium permanganat (KmnO4 ). Bahan inkompabilitas lain adalah oksidator dan reduktor. dengan cepat mengibah sifat-sifat alamiahnya dengan memperlihatkan bahwa kedua bahan tidak boleh disimpan berdekatan. Apakah bahan mudah terbakar atau sangat mudah terbakar? . yang merupakan reduktor kuat. 6. mangan oksida (MnO2). bahan organik.personilnya. Kemungkinan akibat pencampuran yang tidak direncanakan harus selalu diawasi. Oksidasi dan reduksi adalah proses yang berlawanan yang selalu terjadi bersamaan.Berapa batas LEL dan UEL nya? . yang merupakan oksidator kuat. tetapi panas reaksi mungkin cukup untukj membuat pembakaran dan kebakaran dapat terjadi. dan bahan yang dengan cepat dapat memberikan oksigennya ke bahan lain disebut oksidator. seperti hidrogen. karbon. dan lain-lain. Oksidsi adalah kombinasi oksigen bahan kimia denga bahan lain. Sebaliknya. seperti asam nitrat (HNO3). bila tergabung dengan bubuk alumunium. hidrogen peroksida (H2O2 ).hidrokarbon.Berapa titik nyalanya? . dapat cepat atau lambat. Tidak hanya atmosfir dengan cepat dipenuhi oleh oksigen.

akan menghasilkan NO. seperti di dalam tangki. HC1.. Alat pelindung diri apa yang harus digunakan? 9. fosgene.metana. Asam klorida. Dekomposisi bahan organik. Pengelasan . bila disimpan dalam wadah baja ‘pickle’ . ozon. 2.Berapa titk bakarnya? 7. . yang berpotensi menyebabkan bahaya akibat bahan kimia antara lain adalah: 1. amoniak. Pengelasan dalam ruang terbatas ( confined space). bila logam yang akan di las telah dibersihkan dengan chlorinated hydrocarbon (seperti CC4 ).HC1. Sistem pencegahan lain? Proses yang ada. dan meliputi : 1. ozon. selain proses yang sudah fix. Nomur urut LDKB.CO2. akan menghasilkan NO. Tipe pemadam api apa yang harus digunakan? 8. akan menghasilkan hidrogen sulfida. 4. uap. Cara memahami LDKB/MSDS Cara memahami LDKB : • Identifikasi bahan: Bagian ini menjelskan nama bahan kimia. uap logam. tetapi juga evolusi hidrogen dalam proses dan sisa bahan yang tidak diinginkan karena tertinggal di wadah. 3. tidakhanya pengetahuan bagaimana menangani asam itu sendiri.

2 Keterpaan intensif dan terus-menerus berakibat serius. Rumus dan berat molekul. CAS (Chemical Abstract Services) registry Number International se[erti halnya nomor RTECS (registry Toxic Effects of Chemical Substances). Segera menguap dalam keadaan normal dan dapat terbakar secara cepat. Label NFPA ditunjukkan di gambar dan tabel dibawah. yaitu menurut PBB (internasional) dan NFPA (Amerika). • Label bahaya : Label bahaya diberikan dalam bentuk gambrar untuk memberikan gambaran cepat sifat bahaya. Mudah meledak tetapi memerlukan penyebab panas dan tumbukan kuat. Sinonim. 3. meskipun ada pertolongan. Perlu sedikit ada . sensitif terhadap panas danmekanik. baik dalam nama kimia maupun nama dagang. Label yang dipakai ada dua. Mudah meledak atau diledakkan. berupa 4 kotak yang mempunyai ranking bahaya (0-4) ditinjau dari aspek bahaya kesehatan (biru). Kotak putih untuk ketarangan tambahan. Cair atau padat dapat dinyalakan pada suhu biasa. 3 Berakibat serius pada keterpaan singkat.2. bahaya kebakaran (merah) dan reaktivitas (kuning). RANKING BAHAYA KESEHATAN BAHAYA KEBAKARAN BAHAYA REAKTIVITAS 4 Penyebab kematian. cedera fatal meskipun ada pertolongan. kecuali ada pertolongan. 4. Label bahaya menurut Eropa tidak diberikan karena mirip dengan PBB.

tidak reaktif. NAB adalah konsentrasi pencemaran dalam udara yang boleh dihirup seseorang yang bekerja selama 8 jam/hari selama 5 hari. yakni : o LD-50 (lethal doses) : dosis yang berakibat fatal terhadap 50 persen binatang percobaan mati. Bahaya kesehatan : Bahaya terhadap kesehatan dinyatakan dalam bahaya jangka pendek (akut) dan jangka panjang (kronis). Stabil pada suhu normal. NAB (Nilai Ambang Batas) diberikan dalam satuan mg/m3 atau ppm. Tidak stabil. wujud. Dari informasi singkat dan label bahaya.pemanasan sebelum bahan dapat dibakar. secara cepat bisa dipahami kehati-hatian dalam menangani bahan kimia tersebut. Beberapa data berkaitan dengan bahaya kesehatan juga diberikan. o LC-50 (lethal concentration) : konsentrasi yang berakibat fatal terhadap 50 persen binatang . manfaat serta bahaya-bahaya utamanya. Bahan tidak dapat dibakar sama sekali. • Informasi bahan singkat : Informasi singkat mengenai jenis bahan. 1 Penyebab iritasi atau cedera ringan. meskipun kena panas atau suhu tinggi. tetapi tidak stabil pada suhu tinggi. Stabil. 0 Tidak berbahaya bagi kesehatan meskipun kena panas (api). • Sifat-sifat bahaya : 1. bereaksi hebat tetapi tidak meledak. Datap dibakar tetapi memerlukan pemanasan terlebih dahulu.

percobaan. Bahaya kebakaran : Ini termasuk kategori bahan mudah terbakar. 2. Sifat kemudahan membakar bahan lain ditentukan oleh kekuatan oksidasinya. Atau reaktivitasnya terhadap gas lain menghasilkan gas beracun. • Keselamatan dan pengamanan : Diberikan langkah-langkah keselamatn dan pengamanan : 1. • Sifat-sifat fisika : Sifat-sifat fisika merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sifat bahaya suatu bahan. Penanganan dan penyimpanan : usaha . Konsentrasi uap zat terendah yang masih dapat dibakar disebut LFL (low flammable limit) dan konsentrasi tertinggi yang masih dapat dinyalakan disebut UFL (upper flammable limit). Bahaya reaktivitas : Sifat bahaya akibat ketidakstabilan atau kemudahan terurai. tidak dapat dibakar atau membakar bahan lain. dapat dibakar. o IDLH (immediately dangerous to life and health) : pemaparan yang berbahaya terhadap kehidupan dan kesehatan. o Konsentrasi mudah terbakar : daerah konsentrasi uap gas yang dapat dinyalakan. Kemudahan zat untuk terbakar ditentukan oleh : o Titik nyala : suhu terendah dimana uap zat dapat dinyalakan. bereaksi dengan zat lain atau terpolimerisasi yang bersifat eksotermik sehingga eksplosif. 3. o Titik bakar : suhu dimana zat terbakar sendirinya.

potassium salt. 2. pemadaman api : alat pemadam api ringan yang dapat dipakai untuk memadamkan api yang belum terlalu besar dan cara penanggulangan apabila sudah membesar. cair maupun gas. mata dan kulit sebagai usaha untuk mengurangi keterpaan bahan. 7068 2. Composition/Information on Ingredients Ingredient Hazardous ----------------------------------------------CAS No -----------Percent ------------ . 3228. Tumpahan dan kebocoran : usaha pengamanan apabila terjadi bahan tertumpah atau bocor.: 7722-64-7 Molecular Weight: 158. 3232 Mallinckrodt: 7056. Alat pelindung diri : terhadap pernafasan. Termasuk di dalamnya cara pemusnahan. Baker: 3227. Pertolongan pertama : karena penghirupan uap / gas.03 Chemical Formula: KMnO4 Product Codes: J. 3. 4. 5. Condy's crystals CAS No. muka.T. terkena mata dan kulit atau tertelan. • Informasi lingkungan : Menjelaskan bahaya terhadap lingkungan dan bagaimana menangani limbah atau buangan bhan kimia baik berupa padat. POTASSIUM PERMANGANATE 1. Product Identification Synonyms: Permanganic acid.keselamatan yang dilakukan apabila bekerja dengan atau menyimpan bahan.

blurred vision and can cause severe damage. PROPER GLOVES Storage Color Code: Yellow (Reactive) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------Potential Health Effects ---------------------------------Inhalation: Causes irritation to the respiratory tract. Skin Contact: Dry crystals and concentrated solutions are caustic causing redness. shock with fall of blood pressure.100% 3. vomiting. redness. CAUSES BURNS TO ANY AREA OF CONTACT.None Reactivity Rating: 3 . brown stains in the contact area and possible hardening of outer skin layer. pain. CONTACT WITH OTHER MATERIAL MAY CAUSE FIRE. VENT HOOD. Chronic manganese poisoning can result from excessive inhalation exposure to manganese dust and involves impairment of the central nervous system. May be fatal. Ingestion: Ingestion of solid or high concentrations causes severe distress of gastro-intestinal system with possible burns and edema. Symptoms may include coughing. HARMFUL IF SWALLOWED OR INHALED. shortness of breath.Severe (Oxidizer) Contact Rating: 3 . Hazards Identification Emergency Overview -------------------------DANGER! STRONG OXIDIZER. and dermatitis.Severe (Corrosive) Lab Protective Equip: GOGGLES & SHIELD. and abdominal pain. Early symptoms include . 4-5% may cause kidney damage. SAF-T-DATA(tm) Ratings (Provided here for your convenience) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------Health Rating: 3 .Severe (Life) Flammability Rating: 0 . slow pulse. Diluted solutions are only mildly irritating to the skin. High concentrations can cause pulmonary edema. 2-3% causes anemia and swelling of the throat with possible suffocation. defatting. possibly permanent.Potassium Permanganate Yes 7722-64-7 90 . severe burns. LAB COAT & APRON. Chronic Exposure: Prolonged skin contact may cause irritation. nausea. CORROSIVE. Ingestion of concentrations up to 1% causes burning of the throat. Eye Contact: Eye contact with crystals (dusts) and concentrated solutions causes severe irritation.

but substance is a strong oxidizer and its heat of reaction with reducing agents or combustibles may cause ignition. Give large quantities of water. Aggravation of Pre-existing Conditions: No information found. Sensitive to mechanical impact. and to flush non-ignited spills or vapors away from fire. cool fire exposed containers. and weakness in the legs. Accidental Release Measures Remove all sources of ignition. Fire Extinguishing Media: Use water spray to blanket fire. Do not allow water runoff to enter sewers or waterways. Ventilate area of leak or spill. Get medical attention immediately. Wear appropriate personal protective equipment as specified in Section 8. First Aid Measures Inhalation: Remove to fresh air. sleepiness. Contact with oxidizable substances may cause extremely violent combustion. and falling. emotional disturbances. Skin Contact: Immediately flush skin with plenty of water for at least 15 minutes while removing contaminated clothing and shoes. give oxygen. lifting lower and upper eyelids occasionally.sluggishness. Get medical attention immediately. Explosion: Strong oxidants may explode when shocked. If not breathing. Fire Fighting Measures Fire: Not combustible. If breathing is difficult. DO NOT INDUCE VOMITING. 5. Get medical attention immediately. wear full protective clothing and NIOSH-approved self-contained breathing apparatus with full facepiece operated in the pressure demand or other positive pressure mode. Also may act as initiation source for dust or vapor explosions. Sealed containers may rupture when heated. Advanced cases have shown symptoms of fixed facial expression. flame. spastic gait. or if exposed to heat. Never give anything by mouth to an unconscious person. 4. Eye Contact: Immediately flush eyes with plenty of water for at least 15 minutes. Special Information: In the event of a fire. Spills: Clean up spills in a manner that . or friction. Ingestion: If swallowed. give artificial respiration. 6. Thoroughly clean shoes before reuse. Get medical attention immediately. Suffocating type extinguishers are not as effective as water. Wash clothing before reuse. Contact with oxidizable substances may cause extremely violent combustion.

Local exhaust ventilation is generally preferred because it can control the emissions of the contaminant at its source. stored in a cool. cutting fluids. use a full-facepiece positive-pressure. water and air in excess of reportable quantities. most recent edition. Containers of this material may be hazardous when empty since they retain product residues (dust.g. Personal Respirators (NIOSH Approved): If the exposure limit is exceeded and engineering controls are not feasible. ventilated area. A Manual of Recommended Practices.does not disperse dust into the air.2 mg/m3 (TWA) for manganese. Pick up spill for recovery or disposal and place in a closed container. observe all warnings and precautions listed for the product. whichever is lowest. WARNING: Air-purifying respirators do not protect workers in oxygen-deficient atmospheres. Skin Protection: . Please refer to the ACGIH document. Reduce airborne dust and prevent scattering by moistening with water. preventing dispersion of it into the general work area. glycerine. A full-face piece particulate respirator (NIOSH type N100 filters) may be worn up to 50 times the exposure limit. Use non-sparking tools and equipment. whichever is lowest. For emergencies or instances where the exposure levels are not known.ACGIH Threshold Limit Value (TLV): 0. Exposure Controls/Personal Protection Airborne Exposure Limits: . Handling and Storage Keep in a tightly closed container. elemental and inorganic compounds as Mn Ventilation System: A system of local and/or general exhaust is recommended to keep employee exposures below the Airborne Exposure Limits. or respirator supplier. use a NIOSH type R or P filter. etc. US Regulations (CERCLA) require reporting spills and releases to soil. The toll free number for the US Coast Guard National Response Center is (800) 424-8802.OSHA Permissible Exposure Limit (PEL): 5 mg/m3 Ceiling for manganese compounds as Mn .) are present. 7. for details. solids). dry. organic or other readily oxidizable materials. air-supplied respirator. lubricants. Industrial Ventilation. Avoid storage on wood floors. If oil particles (e. 8. or the maximum use concentration specified by the appropriate regulatory agency. Isolate from any source of heat or ignition. combustibles. Protect against physical damage and moisture.. a half facepiece particulate respirator (NIOSH type N95 or better filters) may be worn for up to ten times the exposure limit or the maximum use concentration specified by the appropriate regulatory agency or respirator supplier. Separate from incompatibles.

9. ferrous or mercurous salts.Wear impervious protective clothing.7 pH: No information found. phosphorous. hypophosphites. as appropriate. Maintain eye wash fountain and quick-drench facilities in work area. peroxides. sulfuric acid. Hazardous Polymerization: Will not occur. 240C (ca. gloves. 464F) Vapor Density (Air=1): 5. Odor: Odorless. Incompatibilities: Powdered metals. Melting Point: ca. sulfur. Solubility: 7 g in 100 g of water. including boots. arsenites. and oxalates. to prevent skin contact. hyposulfites. organic compounds. Stability and Reactivity Stability: Stable under ordinary conditions of use and storage. Eye Protection: Use chemical safety goggles and/or full face shield where dusting or splashing of solutions is possible. sulfites.40 Vapor Pressure (mm Hg): No information found. strong hydrogen peroxide. lab coat. apron or coveralls. Physical and Chemical Properties Appearance: Purple-bronze crystals. Density: 2. hydrides. Evaporation Rate (BuAc=1): No information found. Hazardous Decomposition Products: Toxic metal fumes may form when heated to decomposition. bromides. activated carbon. iodides. alcohol. 10. . % Volatiles by volume @ 21C (70F): 0 Boiling Point: Not applicable.

Disposal Considerations Whatever cannot be saved for recovery or recycling should be handled as hazardous waste and sent to a RCRA approved waste facility.Conditions to Avoid: Heat. --------\Cancer Lists\--------------------------------------------------------NTP Carcinogen--Ingredient Known Anticipated Category -------------------------------------------------------------Potassium Permanganate (7722-64-7) No No IARC None 12. flames. Ecological Information Environmental Fate: No information found.) ----------------------------Proper Shipping Name: POTASSIUM PERMANGANATE . Dispose of container and unused contents in accordance with federal.T.M. Environmental Toxicity: Dangerous to the environment. Transport Information Domestic (Land. Processing. may cause long term adverse effects in the aquatic environment. Very toxic to aquatic organisms.O. Toxicological Information Investigated as a mutagen. D. 13.1 UN/NA: UN1490 Packing Group: II Information reported for product/size: 12KG International (Water. state and local requirements. use or contamination of this product may change the waste management options. ignition sources and incompatibles. reproductive effector. 14. Oral rat LD50: 750 mg/kg.) ----------------------Proper Shipping Name: POTASSIUM PERMANGANATE Hazard Class: 5. 11.O. I. State and local disposal regulations may differ from federal disposal regulations.

--------------------------------------------------Potassium Permanganate (7722-64-7) Yes Korea ----Yes --Canada-DSL NDSL --Yes ---No TSCA ---Yes EC --Yes Japan ----Yes --------\Federal.Part 2\--------------------------------Ingredient Phil. State & International Regulations . State & International Regulations .1 UN/NA: UN1490 Packing Group: II Information reported for product/size: 12KG 15.----------Potassium Permanganate (7722-64-7) 100 No -TSCA8(d) -----No Chemical Weapons Convention: No TSCA 12(b): No CDTA: Yes SARA 311/312: Acute: Yes Chronic: Yes Fire: Yes Pressure: No Reactivity: No (Pure / Solid) Australian Hazchem Code: 2Y Poison Schedule: S6 .33 ----------------------------------------.----------------------Potassium Permanganate (7722-64-7) No No No Manganese co --------\Federal.Part 1\--------------------------------Ingredient Australia ------------------------------------------------------Potassium Permanganate (7722-64-7) Yes --------\Chemical Inventory Status .Part 2\----------------RCRAIngredient CERCLA 261. Regulatory Information --------\Chemical Inventory Status .Part 1\----------------SARA 302------SARA 313-----Ingredient RQ TPQ List Chemical Catg. ----------------------------------------.Hazard Class: 5.

If inhaled. CORROSIVE. or on clothing. Other Information NFPA Ratings: Health: 1 Flammability: 0 Reactivity: 0 Other: Oxidizer Label Hazard Warning: DANGER! STRONG OXIDIZER. Do not get in eyes. Label First Aid: In case of contact. provides the information contained herein in good faith but makes no representation as to its comprehensiveness or accuracy. This document is intended only as a guide to the appropriate precautionary handling of the material by a properly trained person using this product. FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE WITH RESPECT TO THE INFORMATION SET FORTH HEREIN OR THE PRODUCT TO WHICH THE INFORMATION REFERS. EITHER EXPRESS OR IMPLIED. 16. Individuals receiving the information must exercise their independent judgment in determining its appropriateness for a particular purpose. Wash thoroughly after handling. Never give anything by mouth to an unconscious person. Revision Information: No Changes.WHMIS: This MSDS has been prepared according to the hazard criteria of the Controlled Products Regulations (CPR) and the MSDS contains all of the information required by the CPR. ACCORDINGLY. Inc. on skin. immediately flush eyes or skin with plenty of water for at least 15 minutes while removing contaminated clothing and shoes. give oxygen. DO NOT INDUCE VOMITING. Do not breathe dust. Give large quantities of water. give artificial respiration. Remove and wash contaminated clothing promptly. Do not store near combustible materials. CAUSES BURNS TO ANY AREA OF CONTACT. MAKES NO REPRESENTATIONS OR WARRANTIES. . Use only with adequate ventilation. Store in a tightly closed container. Label Precautions: Keep from contact with clothing and other combustible materials. remove to fresh air. If swallowed. INC. If breathing is difficult. If not breathing. Keep container closed. HARMFUL IF SWALLOWED OR INHALED. Wash clothing before reuse. In all cases get medical attention immediately. Disclaimer: *********************************************************************** ************************* Mallinckrodt Baker. CONTACT WITH OTHER MATERIAL MAY CAUSE FIRE. Product Use: Laboratory Reagent. MALLINCKRODT BAKER. INCLUDING WITHOUT LIMITATION ANY WARRANTIES OF MERCHANTABILITY.

WILL NOT BE RESPONSIBLE FOR DAMAGES RESULTING FROM USE OF OR RELIANCE UPON THIS INFORMATION.MALLINCKRODT BAKER. INC. *********************************************************************** ************************* Prepared by: Environmental Health & Safety Phone Number: (314) 654-1600 (U.S.A.htm .) http://www.jtbaker.com/msds/englishhtml/p6005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful