P. 1
SAVI

SAVI

|Views: 750|Likes:
Published by henny_aini

More info:

Published by: henny_aini on Jan 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2012

pdf

text

original

. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang

dimiliki siswa. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan penndepat, dan menanggapi; Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan alat peraga; dan Intellectualy yang bermakna bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan. 13. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamika kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskusi nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut, santun, dan ada sajian bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangka mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesepakatan kelompok. c. Selanjutnya adalah pelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Siswa bisa mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja turnamen sesuai dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar) superior, very good, good, medium. d. Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.

berikan penghargaan kelompok dan individual. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. KATEGORI PENELITIAN DAN BIDANG ILMU 1. Auditory. Latar Belakang Masalah Salah satu masalah dalam pembelajaran pada pendidikan formal (sekolah) dewasa ini adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. Bidang ilmu : Pendidikan C. JUDUL PENELITIAN Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di Kelas 5 Pokok Bahasan Pecahan dan Pecahan Sederhana di SD B. Kinestetic) Model pembelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. Intellectualy. Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika merupakan permasalahan yang terjadi di SDN Babatan 1. 15. PENDAHULUAN 1. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalaman.e. Prestasi ini tentunya merupakan hasil kondisi pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan tidak menyentuh ranah dimensi peserta didik itu sendiri yakni bagaimana sebenarnya belajar itu (belajar untuk belajar). AIR (Auditory. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di Kelas 5 Pokok Bahasan Pecahan dan Pecahan Sederhana A. Dimana guru merupakan sumber segala informasi sehingga dalam pembelajaran matematika siswa hanya menunggu hasil akhir dari penyelesaian yang berasal dari guru. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. Adapun materi pembelajaran yang sangat sulit dipecahkan oleh peserta didik khususnya di kelas 5 SDN Babatan 1 ialah materi pecahan dan pecahan sederhana. 14. Kategori penelitian : Pengembangan IPTEKS 2. VAK (Visualization. mengembangkannya. Adapun salah satu penyebabnya adalah rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika karena orientasi pembelajaran yang selalu berpusat pada guru. Hal ini nampak rerata hasil belajar peserta didik yang senantiasa masih sangat memprihatinkan. Bisa dilihat bahwa proses pembeajaran hingga dewasa ini masih didominasi oleh guru dan tidak diberi kesempatan bagi peserta didik untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berpikirnya. . perluasan.

Meningkatkan wawasan guru dalam pemilihan salah satu strategi pembelajaran yang tepat dalam . dapat menggunakan model pembelajaran group investigation dalam proses pembelajaran serta dapat meningkatkan kreativitas guru dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran group investigation. 4. Oleh sebab itu untuk memperkuat alasan model pembelajaran di atas dapat menyelesaikan permasalahan tersebut maka penulis mengangkat judul ³Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di Kelas 5 Pokok Bahasan Pecahan dan Pecahan Sederhana di SDN Babatan 1´. sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas dan sekaligus menghilangkan kesenjangan yang terjadi di SDN Babatan 1 yaitu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam pembelajaran matematika. Alternatif Pemecahan Masalah a) Cara pemecahan masalah Melihat permasalahan rendahnya hasil belajar peserta didik. 5. sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan kreativitas siswa di kelas dan sekaligus menghilangkan kesenjangan yang terjadi di SDN Babatan 1 yaitu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam pembelajaran matematika. 2. c) Untuk menemukan faktor-faktor apa sajakah yang dapat membantu guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana pada siswa kelas 5 SDN Babatan 1. seorang peserta didik dikatakan tuntas belajar bila telah mencapai skor •65 atau daya serap •65 dan suatu kelas dinyatakan tuntas belajar bila dalam kelas tersebut terdapat •85 siswa mencapai daya serap •65%. b) Untuk menganalisis bagaimana langkah-langkah dalam penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana pada siswa kelas 5 SDN Babatan 1. b) Bagi guru. Perumusan Masalah a) Apakah penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana pada siswa kelas 5 SDN Babatan 1? b) Bagaimana langkah-langkah dalam menerapkan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana pada siswa kelas 5 SDN Babatan 1? c) Faktor-faktor apa saja yang dapat membantu guru dalam menerapkan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana pada siswa kelas 5 SDN Babatan? 3. dapat mengembangkan wawasan peneliti dalam menggunakan model pembelajaran Group Investigation.Melihat dari permasalahan di atas. b) Indikator keberhasilan Menurut KTSP. Tujuan Penelitian a) Untuk mengidentifikasi apakah penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana pada siswa kelas 5 SDN Babatan 1. Manfaat Penelitian a) Bagi peneliti.

Sama halnya seperti pengajaran konsep pecahan. pada umumnya guru langsung memberikan drill dengan cara menyamakan terlebih dahulu bilangan penyebut dari dua pecahan yang akan dibandingkan. bagian yang dimaksud adalah bagian yang diperlihatkan. lebih berupa bahasa simbol mengenai arti daripada bunyi. Adapun bagian yang utuh adalah bagian yang dianggap sebagai satuan. Dalam group investigation. sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya. Tahap 2: merencanakan tugas yang akan dipelajari Tahap 3: melaksanakan investigasi Tahap 4: menyiapkan laporan akhir . yang biasanya ditandai dengan arsiran. Tahap-tahap dalam group investigation antara lain: Tahap 1: mengidentifikasi topik dan mengatur murid ke dalam kelompok. dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan bernalar siswa dalam menyelesaikan soal-soal khususnya pada materi pecahan dan pecahan sederhana dengan menggunakan model pembelajaran group investigation. dan dinamakan penyebut. c) Model Pembelajaran Group Investigasi Menurut Slavin (2008:214) group investigation adalah penelitian yang paling luas dan sukses dari metode-metode spesialisasi tugas. peserta didik bekerja melalui enam tahap. matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasi. D. pola mengorganisasikan pembuktian yang logis. Inilah yang menjadi alasan mengapa konsep pecahan ini kurang dapat dimengerti oleh peserta didik. dan akurat dengan simbol yang padat. c) Bagi siswa. Konsepsi a) Karakteristik Pembelajaran Matematika Menurut Jihad (2008:152). aksioma. siapa akan melakukan apa.meningkatkan aktivitas siswa di kelas. sumber apa yang mereka butuhkan. Anggota kelompok mengambil bagian dalam merencanakan berbagai dimensi dan tuntutan dari proyek mereka. dan matematika adalah suatu seni. jelas. Kemampuan prasyarat yang harus dikuasai siswa dalam membandingkan pecahan ini adalah pemahaman tentang nilai pecahan dan pecahan senilai. tanpa menggunakan media peraga. keteraturan ola atau ide. Kesuksesan implementasi dari group investigation sebelumnya menuntut pelatihan dalam kemampuan komunikasi dan sosial. Dalam ilutrasi gambar. bahasa yang mengunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat. Group investigation tidak dapat diimplementasikan dalam lingkungan pendidikan yang tidak mendukung dialog interpersonal atau yang tidak memerhatikan dimensi rasa sosial dari pembelajaran di dalam kelas. Bersama mereka menentukan apa yang mereka ingin investigasikan sehubungan dengan upaya mereka untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. KAJIAN PUSTAKA 1. Bagian inilah yang dinamakan pembilang. dan bagaimana mereka akan menampilkan proyek mereka yang sudah selesai ke hadapan kelas. matematika adalah pola berpikir. matematika itu adalah bahasa. keindahannya terdapat pada keturunan dan keharmonisan. Penting bagi group investigation adalah perencanaan kooperatif siswa atas apa yang dituntut dari mereka. b) Konsep Pecahan Menurut Heruman (2007:43) pecahan dapat diartikan sebagai bagian dari sesuatu yang utuh. sifat-sifat atau teori-teori dibuat secara deduktif berdasarkan kepada unsur yang didefinisikan. sedangkan menurut Jonson dan Rising (dalam Jihat 2008:152) matematika adalah ilmu tentang pola.

c. Analisis Data Observasi 1) Analisis pangamatan aktivitas guru dan siswa 2) Analisis pengelolaan pembelaran Group Investigation . 6. Menurut Kemmis dan Mc Taggart dalam Arikunto (2006:97) mengatakan bahwa ada empat langkah dan pengulangannya dalam PTK. post-test. Metode Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian a. Metode dokumentasi Dokumentasi dalam penelitian ini berupa hasil tes dan rencana pelaksanaan pembelajaran. pelaksanaan.Tahap 5: mempresentasikan laporan akhir Tahap 6: evaluasi 2. Sedangkan Elliot (1991) melihat penelitian tindakan kelas sebagai kajian dar sebuah situasi social dengan kemungkinan tindakan untuk memperbaiki kualitas situasi sosial tersebut. Tes yang digunakan disusun dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1) Pembuatan soal lebih mudah 2) Menghindari peserta didik menerka jawaban 3) Dapat mengukur aspek kemampuan lebih tinggi 4) Mendorong peserta didik untuk menyatakan ide-ide. Teknik Analisis Data a. Subyek Penelitian Siswa kelas 5 SDN Babatan 1 berjumlah 40 orang 4. Metode Tes Untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa dari penerapan model pembelajaran group investigation dapat diperoleh dengan memberikan tes pada peserta didik. berdasarkan hasil refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut. E. Menurut Ebbutt dalam Wiriaatmadja (2008:12) penelitian tindakan kelas adalah kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran. Variabel-Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Perumusan Hipotesis Dengan menerapkan strategi group investigation hasil belajar peserta didik kelas 5 pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana di SDN Babatan I dapat ditingkatkan. Hasil belajar peserta didik 3. Metode Observasi 1) Data Observasi Aktivitas Guru dan Siswa Selama Pembelajaran Group Investigation 2) Data Kemampuan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran 3) Data Keterampilan Kooperatif Siswa b. Lokasi Penelitian SDN Babatan 1 5. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan deskriptif kualitatif. 2. kuis. yaitu: perencanaan. Model pembelajaran Group Investigation 2. pengamatan dan refleksi. Jenis tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test.

dapat membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan masalah sehari-hari . 5 % sedangkan jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 27 orang dengan persentase ketidaktuntasan menjadi menjadi 67. tes hasil belajar diberikan setelah menyelesaikan materi pembelajaran pada siklus kedua menunjukan bahwa jumlah siswa yang memperoleh skor • 65 sebanyak 40 orang dengan persentase ketuntasan belajarnya menjadi 100% % sedangkan jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar tidak ada dengan persentase ketidaktuntasan menjadi menjadi 0 %. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan sangat memuaskan karena semua siswa dalam kelas tersebut mampu menyelesaikan setiap persoalan yang diberikan guru (peneliti). presentasi hasil final. Langkah-langkah pembelajaran matematika dengan mengunakan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara berkelompok karena lewat kerja kelompok.3) Analisis data keterampilan kooperatif siswa b.5. perencanaan kooperatif. meliputi: memilih topik. dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana pada siswa kelas 5 SDN Babatan 1 b) Langkah-langkah dalam menerapkan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana pada siswa kelas 5 SDN Babatan 1. Saran Berdasarkan simpulan di atas. Hasil Dan Pembahasan Tes hasil belajar pada siklus I menunjukan bahwa jumlah siswa yang memperoleh skor • 65 sebanyak 13 orang dengan persentase ketuntasan belajarnya menjadi 32. Analisis Tes Hasil Belajar F. Simpulan Dari hasil penelitian yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Penutup 1. maka peneliti menyarankan: a. dapat disimpulkan bahwa: a) Dengan menerapkan model pembelajaran group investigation pada pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika harus menggunakan model pembelajaran group investigation karena dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasa pecahan dan pecahan sederhana b. G. implementasi. adalah sebagai berikut: 1) Kesiapan guru dalam mengelolah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran group investigation 2) Kemampuan guru dalam mengemas pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan model pembelajaran group investigation 3) Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan moel pembelajaran group investigation 4) Kemampuan siswa dalam kelompok belajar yang terbentuk untuk mencapai prestasi kelompok yang sesuai dengan karakteristik model pembelajaran group investigation 2. Sedangkan. analisis dan sintesis. evaluasi c) Faktor-faktor yang dapat membantu guru dalam menerapkan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana pada siswa kelas 5 SDN Babatan. Hal ini menunjukan bahwa bagi siswa yang mengalami ketuntasan belajar harus diberikan remedial ulang untuk mencapai materi yang belum dipahami.

Robert. Daftar Pusataka Arikunto. dunia pendidikan dituntut untuk mempersiap-kan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu bersaing di dunia inter-nasional. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. 2007. 1992. Pengembangan Pengajaran Matematika Sekolah Dasar dan Menengah. 2008. Jakarta: Erlangga. Van De Walle. Kurikulum dan Pembelajaran. Faktor-faktor yang dapat membantu guru dalam menerapkan model pembelajaran group investigation dapat dijadikan contoh untuk mengemas pembelajaran bukan saja pada materi pecahan tetapi dapat disesuaikan dengan materi yang lainnya untuk meningkatkan mutu belajar siswa H. 2008. Pendidikan Matematika 3. Jakarta: Bumi Aksara Heruman. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Prosedur Penelitian. Bandung: Nusa Media Trianto. terutama bagi perkembangan bangsa dan negara. Jihad. 2008. Jakarta: Depdikbud Slavin. Oemar. dan Praktik. 2006. Jakarta: Cerdas Pustaka Publisher. Wiriaatmadja. Suharsimi. 2007. 2006. 2008. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan mempunyai peranan yang amat penting bagi perkembangan dan perwujudan diri individu. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Usaha di SLTP N 2 Sidoarjo. Mendesain Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Kelas. Direktorat Ketenagaan. . Cooperative Learning Teori. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Trianto. Pitajeng. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Bandung: Rosda Karya. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. 2001.c. Hamalik. Untuk menghadapi era globalisasi. Riset. Bandung: Multi Pressindo. Ruseffendy. Biologi sebagai salah satu disiplin ilmu merupakan pengetahuan yang sangat penting. Rochiati. Oleh : Azwa Zone A. Pembelajaran Matematika Menyenangkan. Asep. John. Surabaya: Skripsi tidak dipublikasikan Pendidikan Fisika UNESA. Kesiapan guru dalam mengelolah pembelajaran dan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran group investigation dapat menunjang terlaksananya pembelajaran yang inovatif d. Pengembangan Kurikulum Matematika (Tinjauan Teoritis dan Historis). Zakaria. JUDUL PENELITIAN Penggunaan Metode Team Work dengan Pendekatan AIR (Auditory Intellectually Repetition) Untuk Meningkatkan Pemahaman dan dan Keaktifan Siswa Dalam Belajar B. Bandung: Rosda Karya. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Z. Jakarta: Rineka Putra. 2008.

sedangkan pribadi dan sikap guru serta kompetensi guru. maka seorang guru hendaknya menguasai teknikteknik penyajian materi pelajaran sehingga dapat mengembangkan metode belajar sesuai dengan topik yang akan disajikan. mutu hasil belajar akan menjadi rendah. sehingga siswa terhindar dari kejenuhan dan diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Selanjutnya. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa adalah metode team work dengan pendekatan AIR. Alokasi waktu dalam menggunakan suatu model pembelajaran itu tepat. Lemahnya motivasi. guru harus menggunakan metode mengajar yang bervariasi. karena pada penggunaannya siswa dituntut untuk menyimak penjelasan. Bagi guru peranan motivasi sangat penting dalam proses belajar mengajar. karena dapat menimbulkan kemauan.sehingga Biologi perlu dipahami dan dikuasai oleh semua lapisan masyarakat. Adapun kriterian efektif atau tidaknya suatu model pembelajaran itu adalah sebagai berikut: Aktivitas siswa dalam pembelajaran terlihat lebih aktif. lalu siswa juga harus bisa memecahkan masalah yang timbul yang berkaitan dengan materi dan mengemukakan pendapat atas masalah tersebut dan yang terakhir siswa dituntut untuk mengerjakan soal baik dalam bentuk tulisan dan kuis. Motivasi belajar pada diri siswa dapat menjadi lemah. Oleh karena itu. model penyajian materi pelajaran. Mengingat model penyajian materi pelajaran merupakan suatu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Ada beberapa cara yang dilakukan guru untuk memotivasi. Salah satu penyebab masalah intern belajar yaitu motivasi. Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. dimana metode ini memungkinkan adanya kerja sama antara siswa dalam kelompoknya untuk menguasai materi. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2002: 239) masalah-masalah pada pembelajaran ada dua yaitu masalah-masalah intern belajar dan masalah ekstern belajar. sehingga siswa yang kurang aktif akan berbaur dengan yang lainnya sehingga akan muncul sikap yang aktif pada dirinya karena disini semua anggota kelompok di tuntut untuk menguasai materi. Intelectually. dan menimbulkan semangat untuk meningkatkan hasil belajarnya. Instrumen pembelajaran yang digunakan sesuai dengan model pembelajaran. Keberhasilan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu faktor dari dalam diri siswa itu sendiri dan faktor dari luar diri siswa. suasana pengajaran dan kondisi masyarakat luas ter-masuk dari luar diri siswa´. mengadakan evaluasi yang berkesinambungan dan guru harus membuat contoh yang baik. maka akan meningkatkan pemahaman belajar siswa. Repetition) dimana pendekatan ini dalam penggunaannya melibatkan semua panca indera. memberi semangat. . terutama siswa sekolah formal. atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus. Dengan penggunaan banyak panca indera yang terlibat. Dalam hal ini Ruseffendi (1991: 8) menyatakan ³ Faktor dari dalam diri siswa itu meliputi kecerdasan anak. antara lain guru harus memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai. Selain itu metode ini dibarengi dengan pendekatan AIR (auditory. membuat situasi persaingan.. Metode yang digunakan dalam metode tersebut tepat. Maka dari itu suatu metode pembelajaran bisa dikatakan objektif apabila hasil dari penerapan metode pembelajaran team work itu dapat membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Menyimak penjelasan guru dan memahami materi. CARA PEMECAHAN MASALAH Berdasarkan uraian masalah diatas. Intellectually. Setelah terbagi kelompok. Jadi siswa yang lebih paham. dimana sebelumnya guru telah memilih siswa sebagai pemimpin kelompok tersebut. Repetition) . Pengisian soal. maka dapat diajukan suatu pemecahan masalah. Hal tersebut dimungkinkan karena siswa yang lain memang benar-benar tidak paham dengan materi atau siswa tersebut paham. C. dimana diantara setiap anggota kelompok harus saling membantu. Guru akan memberikan sebuah permasalahan yang berkaitan dengan materi ajar. Kondisi seperti itu akan menyulitkan guru untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan D. dan siswa diminta untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan cara mendiskusikan dengan temannya. yaitu dengan membuat kelompok kerja pada siswa. Setiap anggota kelompok harus memahami materi ajar. PERMASALAHAN Berdasarkan Latar belakang di atas dinyatakan bahwa proses pembelajaran itu dikatakan efektif jika memenuhi kriteria ±kriteria tertentu diantaranya seluruh siswa dapat aktif dalam mengikuti pelajaran sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa. sedangkan siswa yang lain di luar itu tidak menunjukan reaksi yang diharapkan. Maka penelitian ini difokuskan pada penerapan metode team work dengan pendekatan AIR untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. maka siswa akan lebih aktif dan pemahaman siswa akan lebih meningkat. mencari informasi dari buku dan diharapkan semua anggota kelompok harus bisa menemukan pemecahannya dan bisa mempresentasikannya karena guru akan memilih secara acak siswa untuk menjelaskan gagasan tentang pemecahan masalah 3. . dengan harapan hasil proses pembelajaran akan lebih baik. Memecahkan Masalah dan memberikan gagasan. adanya sarana dan prasarana yang mendukung. harus membantu temannya yang kurang paham menjadi lebih memahami materi dengan guru sebagai fasilitator 2. Dengan permasalahan tersebut. Dalam proses pembelajaran guru menggunakan metode Tanya jawab dua arah yang memungkinkan siswa akan lebih aktif. Semua siswa harus bisa mengisi soal. sebagai pengulangan atas materi yang sudah dipelajati dan merupakan suatu penilaian juga bagi guru terhadap pemahaman siswa Dengan melakukan hal tersebut. yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran ³Team Work dengan pendekatan AIR (Auditory. maka penulis menyumbangkan pikiran untuk dapat lebih meningkatkan mutu dan kualitas hasil pembelajaran di kelas. tapi ragu mengemukakan pendapat. yaitu dengan mencari solusi dan strategi pembelajaran yang baik untuk dapat dilaksanakan sehingga permasalahpermasalahan tadi dapat dikurangi. namun pada kenyataannya metode yang digunakan tersebut kurang efektif karena keaktifan siswa tersebut hanya muncul dari siswa yang bias dikatakan lebih pintar dari siswa lainnya. Pemilihan pemimpin tersebut didasarkan pada nilai akademis siswa yang dilihat dari hasil free test.bahan ajar dan alat yang dalam pembelajaran tersebut memadai dan tepat. kelompok tersebut harus melakukan kegiatan sebagai berikut: 1.

Faktor yang diselidiki Faktor yang diselidiki dalam penelitian ini yaitu ketepatan penggunaan metode belajar dan penyampaian guru terhadap materi ajar. yaitu siswa harus menyimak penjelasan dari guru. pembelajaran yang bervariasi akan lebih menarik dan dapat membangkitkan motivasi serta lebih menyukai pembelajaran BIOLOGI. MANFAAT HASIL PENELITIAN . TUJUAN PENELITIAN Dari uraian latar belakang dan rumusan masalah di atas. maka dapat diketahui banyak panca indera yang terlibat dalam proses belajar. sehingga dapat meningkatkan pemahaman . karena metode ini memungkinkan siswa untuk memberikan kontribusi maupun gagasan. maka penelitian tindakan kelas ini bertujuan agar siswa lebih menunjukan sikap aktif dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan dalam proses pembelajaran F. dimana pendekatan ini meliputi proses auditory.gagasan mengenai materi yang sedang dipelajari dalam kelompoknya. maka dipeoleh hipotesis yaitu hasil pembelajaran akan lebih efektif baik bagi siswa maupun guru. sehingga memungkinkan daya ingat siswa semakin tinggi sehingga pemahaman siswa terhadap materi tersebut semakin tinggi pula. RENCANA KEGIATAN 1. Bagi guru. Adapun karakteristik dari kelas tersebut yaitu jumlah siswa 40 orang yang terdiri dar 20 orang laki-laki dan 20 orang perempuan dengan tingkat kemampuan bervariasi 2. bisa memberikan wawasan dan pengalaman dalam melakukan penelitian tindakan kelas sebagai upaya solusi terhadap permasalahan yang dihadapi siswa dan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. dapat menjadi bahan masukan dalam melaksanakan penelitian dengan menggunakan pendekatan TGT G. Dengan keadaan tersebut. Lalu metode ini dibarengi dengan pendekatan AIR. H. menambah pengetahuan tentang alternatif pembelajaran Biologi dengan penerapan metode team work dengan pendekatan AIR Bagi siswa. Penataan Penelitian Penelitian ini dilakukan dilakukan di Cimahi pada kelas 2 SMA dalam mata pelajaran biologi SMA NEGERI 3 CIMAHI.E. lalu Intelectualy dimana siswa dituntut harus bias memecahkan masalah dan menyampaikan pemecahan tersebut dan repetition diman terjadi proses pengulangan dengan melakukan pemberian soal pada siswa baik tulisan maupun dalam bentuk kuis. Bagi peneliti lain. HIPOTESIS PENELITIAN Dari kegiatan penelitian dengan menggunakan metode Team Work dengan pendekatan AIR dalam pembelajaran. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah Bagi peneliti. dan siswa yang lebih paham dituntut untuk mengajarkan temannya untuk memahami materi ajar sehingga terjalin suatu proses kerja sama dalam kelompok tersebut yang membawa pada kesolidan semua anggota dalam kelompok tersebut.

Guru mengurutkan nilai free test tersebut dari yang terbesar sampai terkecil c. d. desain kegitana penelitian Kegiatan penelitian penerapan metode team work ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Setiap anggota kelompok harus paham terhadap materi ajar yang disampaikan dengan cara siswa yang lebih paham harus membantu menjelaskan kepada siswa yang kurang paham sampai mengerti g. Guru menyimpulkan pemecahan masalah tersebut j. Guru melakukan free test pada siswa tentang materi yang akan diajarakan b. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok dengan ketua yang telah ditentukan e. h. dengan tujuan siswa dapat mengulang mengingat kembali materi yang telah dipelajari dengan mengisi soal dan sebagai acuan guru untuk penilaian pemahaman siswa k. dan setiap kelompok harus mendiskusikan pemecahan masalah tersebut. Guru menyampaikan materi ajar. Dalam sela-sela penyampaian guru memunculkan maslah.siswa 3. Setelah melakukan test guru memberikan tugas kepada setiap kelompok. . Guru menentukan siswa yang memperoleh urutan 1-4 dalam free test dinyatakan sebagai ketua tim. dan setiap kelompok harus menyimak penyampaian guru f. Pada akhir pembelajaran guru memberikan soal kepada siswa. Setiap anggota kelompok harus paham pemecahan maslah tersebut karena guru akan mengacak untuk memilih siswa untuk memberikan gagasan pemecahan masalah terhadap masalah tersebut i.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->