P. 1
Makalah Tasawuf

Makalah Tasawuf

|Views: 5,653|Likes:
Published by laksmi-s

More info:

Published by: laksmi-s on Jan 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

Makalah

Tasawuf

Laksmi Sari

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai “Tasawuf”. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata pelajaran Akidah dan Bahasa Indonesia. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Jakarta, Januari 2011 Penulis

BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Latar belakang berdirinya tasawuf dipicu oleh banyak factor yaitu : 1. ada yang mereka berpendapat adari bahasa Yunani. 2. mereka yang berpendapat nama tersebut berasal dari “ahlus suffah”. 3. ada mereka yang berpendapat berasal dari suatu kelompok yang biasanya mengenakan pakaian dari bulu shuf. 4. ada pula mereka yang mengatakan tasawuf berasal dari kata “Shafa” dalam bahasa Arab dapat diartikan jernih.

Dan ada pula para peneliti membagi tasawuf menjadi dua golongan, diantaranya akan di terangkan sebagai berikut : • Golongan pertama, yaitu mereka yang mencari ma’rifat (upaya mengenal Dzat Allah). Mereka yang dianggap merupakan sebagai sisasisa penganut aliran perguruan filsafat Yunani (Perguruan Tinggi Alixandria). • Golongan kedua, yaitu mereka yang berupaya sekuat mungkin dan semaksimal mungkin untuk men sucikan diri dan jiwanya dengan jalan beribadah kepada Allah SWT. Dengan menjauhkan diri persoalan keduniawian dan mengedepankan kepentingan masalah akhirat.

BAB II
Pembahasan
A. Pengertian Tasawuf
Secara bahasa tasawuf diartikan sebagai Sufisme (bahasa arab: ‫ ) تصوف‬adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagian yang abadi. Ada beberapa sumber perihal etimologi dari kata “Sufi”. Pandangan yang umum adalah kata itu berasal dari Suf (‫ ,)صوف‬bahasa Arab untuk wol, merujuk kepada jubah sederhana yang dikenakan oleh para asetik Muslim. Namun tidak semua Sufi mengenakan jubah atau pakaian dari wol. Teori etimologis yang lain menyatakan bahwa akar kata dari Sufi adalah Safa (‫,)صفا‬ yang berarti kemurnian. Hal ini menaruh penekanan pada Sufisme pada kemurnian hati dan jiwa. Teori lain mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata Yunani theosofie artinya ilmu ketuhanan. Yang lain menyarankan bahwa etimologi dari Sufi berasal dari “Ashab alSuffa” (“Sahabat Beranda”) atau “Ahl al-Suffa” (“Orang orang beranda”), yang mana adalah sekelompok muslim pada waktu Nabi Muhammad yang menghabiskan waktu mereka di beranda masjid Nabi, mendedikasikan waktunya untuk berdoa

B. Asal Usul Tasawuf
Menurut Harun Nasution, tasawuf muncul dalam Islam sesudah umat Islam mempunyai kontak dengan agama Kristen, filsafat Yunani dan agama Hindu dan Buddha. Itu sebabnya muncul anggapan bahwa aliran tasawuf lahir atas pengaruh dari luar. Namun bila ditelusuri, justru banyak ayat dan hadits serta perilaku Rasulullah SAW yang sama dengan nila-nilai yang ada dalam tasawuf. Contohnya anjuran berbuat baik dan senantiasa mensucikan diri. Orang yang menjalankan nilai-nilai tersebut secara istiqomah dalam hidupnya disebut sufi. Istilah sufi atau tasawuf biasanya dikaitkan dengan kata-kata Arab yang mengandung arti suci. Di antaranya: 1) Shafa, artinya suci. Jadi sufi di sini merujuk pada orang yang menyucikan diri melalui ibadah dan amal-amal shalih, terutama shalat dan puasa sunnah; 2) Shaf, artinya baris. Yang dimaksud shaf di sini ialah baris pertama dalam salat di masjid. Biasanya baris pertama ditempati orang-orang yang cepat datang ke masjid, yang membaca ayat-ayat al-Qur’an dan berdzikir sebelum waktu shalat. Orangorang seperti ini adalah yang berusaha membersihkan diri agar lebih dekat pada Allah; 3) Ahlu al-Suffah, yaitu para sahabat yang hijrah bersama Nabi Muhammad SAW ke Madinah dengan meninggalkan harta kekayaannya di Mekkah. Di Madinah mereka hidup sebagai orang miskin, tinggal di Masjid Nabi dan tidur di atas bangku batu dengan memakai suffah, (pelana) sebagai bantal; 4) Sophos, artinya hikmah atau kebenaran. Biasanya mereka yang tahu hikmah atau kebenaran yang hakikiyah adalah mereka yang dekat pada sumber kebenaran (Allah); 5) Suf, artinya kain wol. Dalam sejarah tasawuf, kalau seseorang ingin memasuki jalan tasawuf, ia meninggalkan pakaian mewah yang biasa dipakainya dan diganti dengan kain wol kasar yang ditenun secara sederhana dari bulu domba. Pakaian ini melambangkan kesederhanaan serta kemiskinan dan kejauhan dari dunia.

C. Istilah-istilah dalam tasawuf
Di dalam dunia Tasawuf muncul sejumlah istilah-istilah yang sangat populer, dan menjadi terminologi tersendiri dalam disiplin pengetahuan. Dari istilahistilah tersebut sebenarnya merupakan sarana untuk memudahkan para pemeluk dunia Sufi untuk memahami lebih dalam. Istilah-istilah dalam dunia Sufi, semuanya didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadist Nabi. Karena dibutuhkan sejumlah ensiklopedia Tasawuf untuk memahami sejumlah terminologinya, sebagaimana di bawah ini, yaitu: Ma’rifatullah, Al-Waqt, Maqam, Haal, Qabdh dan Basth, Haibah dan Uns, Tawajud – Wajd – Wujud, Jam’ dan Farq, Fana’ dan Baqa’, Ghaibah dan Hudhur, Shahw dan Sukr, Dzauq dan Syurb, Mahw dan Itsbat, Sitr dan Tajalli, Muhadharah, Mukasyafah dan Musyahadah, Lawaih, Lawami’ dan Thawali’, Buwadah dan Hujum, Talwin dan Tamkin, Qurb dan Bu’d, Syari’at dan Hakikat, Nafas, Al-Khawathir, Ilmul Yaqin, Ainul Yaqin dan Haqqul Yaqin, Warid, Syahid, Nafsu, Ruh, Sirr, dan yang lainnya. Kemudian istilah-istilah yang masuk kategori Maqomat (tahapan) dalam Tasawuf, antara lain: Taubat, Mujahadah, Khalwat, Uzlah, Taqwa, Wara’, Zuhud, Diam, Khauf, Raja’, Huzn, Lapar dan Meninggalkan Syahwat, Khusyu’ dan Tawadhu’, Jihadun Nafs, Dengki, Pergunjingan, Qana’ah, Tawakkal, Syukur, Yakin, Sabar, Muraqabah, Ridha, Ubudiyah, Istiqamah, Ikhlas, Kejujuran, Malu, Kebebasan, Dzikir, Futuwwah, Firasat, Akhlaq, Kedermawaan, Ghirah, Kewalian, Doa, Kefakiran, Tasawuf, Adab, Persahabatn, Tauhid, Keluar dari Dunia, Cinta, Rindu, Mursyid, Sama’, Murid, Murad, Karomah, Mimpi, Thareqat, Hakikat, Salik, Abid, Arif, dan seterusnya.

Seluruh istilah tersebut biasanya menjadi tema-tema dalam kitab-kitab Tasawuf, karena perilaku para Sufi tidak lepas dari substansi dibalik istilahsitilah itu semua, dan nantinya di balik istilah tersebut selain bermuatan substansi, juga mengandung “rambu-rambu” jalan ruhani itu sendiri.

D. Fungsi dan Peranan tasawuf dalam kehidupan modern

Hakikat tasawuf adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui penyucian diri dan amaliyah-amaliyah Islam. fungsi tasawuf dalam hidup adalah menjadikan manusia berkeperibadian yang shalih dan berperilaku baik dan mulia serta ibadahnya berkualitas. Mereka yang masuk dalam sebuah tharekat atau aliran tasawuf dalam mengisi kesehariannya diharuskan untuk hidup sederhana, jujur, istiqamah dan tawadhu. Semua itu bila dilihat pada diri Rasulullah SAW, yang pada dasarnya sudah menjelma dalam kehidupan sehari-harinya. Apalagi di masa remaja Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai manusia yang digelari al-Amin, Shiddiq, Fathanah, Tabligh, Sabar, Tawakal, Zuhud, dan termasuk berbuat baik terhadap musuh dan lawan yang tak berbahaya atau yang bisa diajak kembali pada jalan yang benar. Perilaklu hidup Rasulullah SAW yang ada dalam sejarah kehidupannya merupakan bentuk praktis dari cara hidup seorang sufi. Jadi, tujuan terpenting dari tasawuf adalah lahirnya akhlak yang baik dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Dalam kehidupan modern, tasawuf menjadi obat yang mengatasi krisis kerohanian manusia modern yang telah lepas dari pusat dirinya, sehingga ia tidak mengenal lagi siapa dirinya, arti dan tujuan dari hidupnya. Ketidakjelasan atas makna dan tujuan hidup ini membuat penderitaan batin. Maka lewat spiritualitas Islam lading kering jadi tersirami air sejuk dan memberikan penyegaran serta mengarahkan hidup lebih baik dan jelas arah tujuannya.

E. Contoh prilaku orang yang ber-Tasawuf

1.

Mahabbah

Berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan yang berarti mecintai sesuatu secara mendalam. Mahabbah adalah lawan dari al-bagd yaitu cinta lawan dari benci. Al-mahabbah dapat berarti al-wadiud, yakni yang sangat penyayang Kata mahabbah digunakan untuk menunjukkan suatu paham aliran tasawuf yaitu, kecintaan yang mendalam secara rohaniah kepada Allah. 2. Makrifat

Berarti mengetahui Allah dari dekat. Dalam istilah Barat makrifat berarti gnosis yaitu pengetahuan dengan hati nurani. Untuk menjelaskan paham makrifat ada tiga macam pengetahuan untuk mengetahui tuhan, yaitu : Dengan perantara syahadat Dengan logika Dengan perantara hati sanubari

F. Penerapan tasawuf dalam kehidupan modern

Manfaat tasawuf bukannya untuk mengembalikan nilai kerohanian atau lebih dekat pada Allah, tapi juga bermanfaat dalam berbagai bidang kehidupan manusia modern. Apalagi dewasa ini tampak perkembangan yang menyeluruh dalam ilmu tasawuf dalam hubungan inter-disipliner. Budhi Munawar Rachman, pakar agama dari Universitas Paramadina Mulya, Jakarta, menyebutkan beberapa contoh penerapan atau hubungan tasawuf dengan ilmu-ilmu sekuler. Misalnya, pertemuan tasawuf dengan fisika atau sains modern yang holistik, akan membawa kepada kesadaran arti kehadiran manusia dan tugas-tugas utamanya di muka Bumi—segi yang kini disebut The Anthropic Principle; pertemuan tasawuf dengan ekologi yang menyadarkan mengenai pentingnya kesinambungan alam ini dengan keanekaragaman hayatinya, didasarkan pada paham kesucian alam; pertemuan tasawuf dengan penyembuhan alternatif yang memberikan kesadaran bahwa masalah kesehatan bukan hanya bersifat fisikal, tetapi ada persoalan ruhani dan juga memberikan visi keruhanian untuk kedokteran; pertemuan tasawuf dengan psikologi baru yang menekankan segi transpersonal; dan lain-lainnya. Jadi, tasawuf dalam kehidupan sangat bermanfat dan menjadikan hidup lebih bermakna, ada arahan yang jelas, dan menyelamatkan manusia dari kemaksiatan.

Daftar Pustaka
Buku Akidah dan Akhlak kelas XI

(http://peperonity.com/go/sites/mview/thoriqoh.tasawuf/289446170) (http://sarjoni.wordpress.com/2010/01/19/pengertian-tasawuf-dan-dasardasar-qur-ani/) (http://irdy74.multiply.com/recipes/item/60) (http://www.elmubarok.co.cc/2009/12/kesimpulan-makalah-pemikirantasawuf.html)

BAB III
Kesimpulan

Jadi kesimplannya tasawuf itu upaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kehidupan dunia sehingga tercermin akhlak yang mulia dan dekat dengan Allah. Juga merupakan fenomena individual yang membuka cakrawala baru dalam dunia modern.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->