BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Sebagian besar dari perkembangan berlangsung melalui kegiatan belajar. Dalam perkembangan dan kemajuan suatu bangsa dapat ditentukan oleh proses belajar yang dilakukan oleh penduduknya, terutama proses belajar dalam hal pendidikan. Mengingat sangat pentingnya bagi kehidupan, maka proses belajar harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Usaha dan keberhasilan belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor tersebut dapat berasal dari dalam dirinya atau di luar dirinya atau lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami berbagai faktor tersebut. Agar belajar menjadi lebih efektif sehingga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. B. RUMUSAN MASALAH 1. Faktor ± faktor apa saja yang berpengaruh dalam belajar. 2. Apakah yang dimaksud dengan faktor internal dan faktor eksternal? 3. Cara menentukan masalah belajar. C. TUJUAN Tujuan dari pembuatan makalah ini untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berpengaruh dalam belajar. Serta, dapat menentukan masalah belajar.

1

seorang siswa yang berintelegensi tinggi (faktor internal) dan mendapat dorongan positif dari orang tuanya (faktor eksternal). Jadi. Dalam hal ini. Seorang siswa yang besikap conserving terhadap ilmu pengetahuan atau bermotif ekstrinsik (faktor eksternal) umpamanya. Faktor-faktor diatas dalam banyak hal sering saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. 2. faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi dua macam. mungkin akan memilih pendekatan belajar yang lebih mementingkan kualitas hasil pembelajaran. yaitu keadaan/ kondisi jasmani dan rohani siswa. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa). karena pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. yakni: 1. biasanya cenderung mengambil pendekatan belajar yang sederhana dan tidak mendalam. muncul siswa-siswa yang highachievers (berprestasi tinggi) dan under-achievers (prestasi rendah) atau gagal sama sekali. 2 . yaitu kondisi lingkungan di sekitar siswa. Sebaliknya. Faktor internal (faktor dari dalam siswa).BAB II PEMBAHASAN Secara global. seorang guru yang kompeten dan professional diharapkan mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan munculnya kelompok siswa yang menunjukkan gejala kegagalan dengan berusaha mengetahui dan mengatasi faktor yang menghambat proses belajar mereka.

Daya pendengaran dalam 3 . Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam. seperti tingkat kesehatan indera pendengar dan indera penglihat.A. Untuk mempertahankan tonus jasmani agar tetap bugar. dapat menurunkan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas. siswa juga dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan yang sedapat mungkin terjadwal secara tetap dan berkesinambungan. Selain itu. Pertama. juga sangat mempengaruhi kemampuan dalam menyerap informasi dan pengetahuan. Aspek Psikologis (yang bersifat rohaniah) 1. apalagi jika disertai pusing kepala berat misalnya. keadaan tonus jasmani. Kondisi organ tubuh yang lemah. khususnya yang disajikan di kelas. FAKTOR INTERNAL Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek. yaitu: a. Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ-organ khusus siswa. Aspek Fisiologis (yang bersifat jasmaniah) b. Hal ini penting sebab kesalahan pola makan-minum dan istirahat akan menimbulkan reaksi tonus yang negatif dan merugikan semangat mental siswa itu sendiri. siswa sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Faktor fisiologis Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu.

di antara faktor-faktor rohaniah siswa yang pada imumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut: a. Tingkat Kecerdasan/ Intelegensi Siswa. Namun. Sikap Siswa. 2. akan menyulitkan sensory register dalam menyarap item-item informasi yang bersifat yang bersifat echoic dan iconic (gema dan citra). Oleh karena itu. Bakat Siswa. dan lain sebagainya. Intelegensi Siswa 4 . umpamanya. d. baik guru maupun siswa perlu menjaga panca indra dengan baik. memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. mengonsumsi makanan yang bergizi . c. Akibat negatif selanjutnya adalah terhambatnya proses informasi yang dilakukan oleh system memori tersebut. Minat Siswa dan Motivasi Siswa a.penglihatan siswa yang rendah. b. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. minat. Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran siswa. motifasi . Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. sikap dan bakat. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. Faktor psikologis Faktor±faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar.

terutama kepada anda dan mata pelajaran yang anda sajikan merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa tersebut. Sebaliknya. Jadi. b. 1988). sikap negatif siswa terhadap anda dan mata pelajaran anda. Sikap Siswa Sikap adalah gejala internal yang berdimensi efektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon ( respons tendency ) dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang. Tingkat kecerdasan atau intelegensi (IQ) siswa tak dapat diragukan lagi.Intelegensi pada umunya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat (Reber. semakin rendah kemampuan intelegensi seorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk memperoleh sukses. melainkan juga kualiitas organ-organ tubuh lainnya. baik secara positif dan negatif. yaitu anak sangat cerdas dan anak sangat berbakat. Selanjutnya. Akan tetapi. memang harus diakui bahwa peran otak dalam hubungannya dengan intelegensi manusia lebih menonjol daripada peran organ-organ tubuh lainnya. Ini bermakna. barang. sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. semakin tinggi kemampuan intelegensi seorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. apalagi jika 5 . Sikap ( attitude ) siswa yang positif. intelegensi sebenarnya bukan persoalan kualitas otak saja. lantaran otak merupakan ³menara pengontrol´ hampir selruh otak manusia. di antara siswa-siswa yang mayoritas berintelegensi normal itu mungkin terdapat satu atau dua orang yang tergolong gifted child atau talented child . dan sebagainya. Sebaliknya.

Jadi. c. Reber. Dalam hal bersikap positif terhadap mata pelajarannya.diiringi kebencian kepada anda atau kepada mata pelajaran anda dapat menimbulkan kesulitan belajar siswa tersebut. Itulah sebabnya seorang anak yang berintelegensi sangat cerdas (superior) atau cerdas luar biasa (very superior) disebut juga sebagai talented child. Guru yang demikian tidak hanya menguasai bahan-bahan yang terdapat dalam bidang studinya. yaitu anak berbakat. Dalam perkembangan selanjutnya. guru dituntut untuk terlebih dahulu menunjukkan siap positif terhadap dirinya sendiri dan terhadap mata pelajaran yang menjadi vaknya. siswa akan merasa membutuhkannya. secara global bakat itu mirip dengan intelegensi. Dengan menyakini manfaat bidang studi tertentu. 1988). Bakat Siswa Secara umum. Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya sikap negatif siswa seperti tersebut di atas. Dengan demikian. 1972. bakat ( aptitude ) adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang (Chaplin. dan dari persaan butuh itulah muncul sikap positif terhadap bidang studi tersebut sekaligus terhadap guru yang mengajarkannya. sebetulnya setiap orang pasti memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ketingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing. seorang guru sangat dianjurkan untuk senantiasa menghargai dan mencintai profesinya. bakat kemudian diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa banyak bergantung pada 6 . tetapi juga mampu meyakinkan kepada para siswa akan manfaat bidang studi itu bagi kehidupan mereka.

Inilah yang kemudian disebut bakat khusus ( specific aptitude ) yang konon tak dapat dipelajari karena merupakan karunia inborn (pembawaan sejak lahir). Menurut Reber (1988). Umpamanya. Namun terlepas dari masalah popular atau tidak. pengetahuan. akan berpengaruh buruk terhadap kinerja akademik (academic performance) atau prestasi belajarnya. keingintahuan. bakat akan dapat mempengaruhi tinggi-rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. dan keterampilan yang berhubungan dengan bidang tersebut dibanding dengan siswa lainnya. minat seperti yang dipahami dan dipakai oleh orang selama ini dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu. Seorang siswa yang berbakat dalam bidang elektro.upaya pendidikan dan latihan. motivasi dan kebutuhan. seorang siswa yang menaruh minat besar terhadap matematika 7 . dan juga ketidaksadaran siswa terhadap bakatnya sendiri sehingga ia memilih jurusan keahlian tertentu yang sebenarnya bukan bakatnya. misalnya. Oleh karenanya adalah hal yang tidak bijaksana apabila orang tua memaksakan kehendaknya untuk menyekolahkan anaknya pada jurusan keahlian tertentu tanpa mengetahui terlebih dahulu bakat yang dimiliki anaknya itu. minat tidak termasuk istilah popular dalam psikologi karena ketergantungannya yang banyak pada faktor-faktor internal lainnya seperti: pemusatan perhatian. akan jauh lebih mudah menyerap informasi. Pemaksaan kehendak terhadap seorang siswa. Minat Siswa dan motivasi Secara sederhana. minat ( interest ) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. d. Sehubungan dengan hal di atas.

dan seterusnya merupakan contoh-contoh siswa untuk belajar.akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya. 8 konkret motivasi ekstrinsik yang dapat menolong . Termasuk dalam motivasi intrinsik siswa adalah perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut. guru. 2) motivasi ekstrinsik. Kemudian. dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan. 1) Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya untuk melakukan tindakan belajar. 1988). peraturan/ tata tertib sekolah. Pengertian dasar motivasi ialah keadaan internal organisme baik manusia ataupun hewan yang mondorongnya utuk berbuat sesuatu. Guru dalam kaitan ini sebaiknya berusaha membangkitkan minat siswa untuk menguasai pengetahuan yang terkandung dalam bidang studinya dengan cara yang kurang lebih sama dengan kiat membangun sikap positif seperti terurai di muka.suri teladan orang tua. misalnya untuk kehidupan masa depan siswa yang bersangkutan. 2) Adapun motivasi ekstrinsik adalah dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Dalam pengertian ini. Reber. 1986.karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk balajar lebih giat. Pujian dan hadiah. Dalam perkembangan selanjutnya. motivasi berarti pemasok daya ( energizer ) untuk bertingkah laku secara terarah (Gleitman. motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) motivasi intrinsik. Motivasi.

dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semanagt belajar seorang siswa. yang termasuk lingkungan sosial siswa adalah masyarakat dan tetangga juga teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut. Para guru yang selalu menunjukkan sikap dan prilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri telladan yang baik dan rajin khususnya dalam hal belajar. Selanjutnya. akan menyebabkan kurang bersemangatnya siswa dalam melakukan proses pembelajaran materi-materi pelajaran baik di sekolah maupun di rumah. Dalam prespektif psikologi kognitif. B. yaitu: Faktor lingkungan sosial dan Faktor lingkungan nonsosial. 1. para staf administrasi. akan sangat mempengaruhi aktivitas belajar 9 . FAKTOR EKSTERNAL Seperti faktor internal siswa. Selanjutnya. dorongan mencapai prestasi dan dorongan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan juga memberi pengaruh kuat dan relatif lebih langgeng dibandingkan dengan dorongan hadiah atau dorongan keharusan dari orang tua dan guru. Lingkungan Sosial Lingkungan sosial sekolah seperti para guru. motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi intrinsik karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruhorang lain. misalnya. misalnya rajin membaca dan rajin berdiskusi. dapat menjadi daya dorong yang positif bagi kegiatan belajar siswa. baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal.Kekurangan atau ketiadaan motivasi. faktor eksternal siswa juga terdiri atas dua macam. Kondisi masyarakat di lingkungan kumuh (slum area) yang serba kekurangan dan anak-anak penganggur.

dan demografi keluarga (letak rumah). keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. Dalam hal ini. Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar ialah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri. Faktor-faktor ini di pandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. alat-alat belajar. Rumah yang sempit dan berantakan serta perkampungan yang terlalu padat dan tak memiliki sarana umum untuk kegiatan remaja (seperti lapangan voli) misalnya. Lingkungan Nonsosial Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial ialah gedung sekolah dan letaknya. praktik pengolaan keluarga. seperti kelalaian orang tuadalam memonitor kegiatan anak. Kondisi rumah 10 . ketegangan keluarga. akan mendorong siswa untuk berkeliaran ke tempat-tempat yang sebenarnya tak pantas dikunjungi. semuanya dapat memberi dampak baik ataupun buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh siswa. dapat menimbulkan dampak lebih buruk lagi. 1984). rumah temppat tinggal keluarga siswa dan letaknya. Sifat-sifat orang tua. Contoh: kebiasaan yang diterapkan orang tua siswa dalam mengelola keluarga (family management practices) yang keliru. Paling tidak. bukan saja anka tidak mau belajar melainkan juga ia cenderung berperilaku menyimpang yang berat seperti antisosial (Patterson & Loeber. b.siswa. siswa tersebut akan menelukan kesulitan ketika memerlukan teman belajar atau berdiskusi atau meminjam alat-alat belajar tertentu yang kebetulan belum dimilikinya.

1990). Perbedaan antara waktu dan kesiapan belajar inilah yang menimbulkan perbedaan study time preference antara seorang siswa dengan siswa lainnya. 11 . 1986). waktu yang digunakan siswa untuk belajar yang selama ini sering dipercaya berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Di antara siswa ada yang siap belajar pagi hari. Namun. Khusus mengenai waktu yang disenangi untuk belajar ( studi time preference ) seperti pagi atau sore hari. Dengan demikian. menurut hasil penenlitian mengenai kinerja baca (reading performance ) sekelompok mahasiswa di sebuah universitas di Australia Selatan.dan perkampungan seperti itu jelas berpengaruh buruk terhadap kegiatan belajar siswa. dan menyimpan itemitem informasi dan pengetahuan yang dipelajari siswa tersebut. Sebab. menurut penelitian beberapa ahli learning style (gaya belajar). Selain itu. biggers (1980) berpendapat bahwa belajar pada pagi hari lebih efektif daripada belajar pada waktu-waktu lainnya. bahkan tengah malam. Sebaliknya. ada pula di antara mereka yang lebih suka belajar pada sore hari dan dites pada saat yang sama. hasil belajar itu tidak bergantung pada waktu secara mutlak. tetapi bergantung pada pilihan waktu yang cocok dengan kesiapsiagaan siswa (Dunn at al. ada pula yang siap pada sore hari. namun hasilnya tidak memuaskan (Syah. bukan waktu yang penting dalam menyerap. seorang ahli bernama J. ternyata hasilnya tetap baik. keeratan korelasi antara study time preference dengan hasil membaca pun sulit dibuktikan. tidak ada perbedaan yang berarti antara hasil membaca pada pagi hari dan hasil membaca pada sore hari. Namun demikian. mengelola. Bahkan mereka yang lebih senang belajar pada pagi hari dan dites pada sore hari. tak perlu dihiraukan.

Masalahmasalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang lambat saja dalam belajarnya. menolak atau mengabaikannya begitu saja. Pemahaman siswa yang salah terhadap belajar akan membawa kepada sikap yang salah dalam melakukan pembelajaran. Faktor-faktor tersebut akan diuraikan sebagai berikut: a. yang membawa diri sesuai dengan penilaian. CARA MENENTUKAN MASALAH BELAJAR Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Terdapat beberapa faktor intern yang dialamai dan dihayati oleh siswa dan hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar. Sikap Terhadap Belajar Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Adanya penilaian terhadap sesuatu memberikan sikap menerima. maka ia tidak dapat belajar dengan baik. tetapi juga dapat menimpa murid-murid yang pandai atau cerdas. Jika siswa tidak dapat mengatasi masalahnya. Selama melakukan proses pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut. Untuk bertindak belajar siswa menghadapi masalah-masalah secara intern. Proses belajar merupakan aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar.C. Sikap siswa 12 . Dalam interaksi belajar mengajar siswa merupakan kunci utama keberhasilan belajar selama proses belajar yang dilakukan.

b. tertimpa keengganan dan kelalaian. Ketika siswa sudah tidak peduli terhadap belajar maka upaya pembelajaran yang dilakukan akan sia-sia. Motivasi yang diberikan dapat meliputi penjelasan tentang keutamaan ilmu dan keutamaan mencari ilmu. Selain itu bagaimana seorang guru mampu membuat siswanya merasa membutuhkan ilmu. Motivasi Belajar Tidak diragukan bahwa dorongan belajar mempunyai peranan besar dalam menumbuhkan semangat pada siswa untuk belajar. Maka tunas semangat ini harus dipelihara secara terus menerus. Oleh karena itu motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus. Maka siswa sebaiknya mempertimbangkan masak-masak akibat sikap terhadap belajar. Sikap yang salah akan membawa siswa merasa tidak peduli dengan belajar lagi. Bila siswa mengetahui betapa besarnya keutamaan sebuah ilmu dan betapa besarnya ganjaran bagi orang yang menuntut ilmu. Selanjutnya mutu belajar akan menjadi rendah. Bila seseorang merasa 13 . Tentunya hal ini akan sangat menghambat proses belajar. Akibatnya tidak akan terjadi proses belajar yang kondusif. maka siswa akan merasa haus untuk menuntut ilmu. Karena seorang siswa meski memiliki semangat yang tinggi dan keinginan yang kuat. Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. pasti akan tetap ditiup oleh angin kemalasan. Sikap siswa terhadap belajar akan menentukan proses belajar itu sendiri. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar.ini akan mempengaruhinya terhadap tindakana belajar.

membutuhkan ilmu maka tanpa disuruhpun siswa akan mencari ilmu itu sendiri. Didikan memiliki citacita harus ditanamkan sejak mulai kecil. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. Konsentrasi Belajar Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Sebab ketika awal masuk kelas perhatian siswa masih terpecah-pecah dengana berbagai masalah. Cita-cita merupakan harapan besar bagi siswa sehingga siswa selalu termotivasi untuk belajar dengan serius demi menggapai cita-cita tersebut. Sehingga sangat perlu untuk melakukan pemusatan perhatian dengan berbagai strategi. c. Dengan mengaitkan pemilikan cita-cita dengan kemampuan berprestasi maka siswa diharapkan berani bereksplorasi sesuai dengan kemampuannya sendiri. 14 . d. dan hal ini akan memudahkan proses belajar. Cita-Cita Siswa Cita-cita sebagai motivasi intrintsic perlu didikan. Yang perlu diperhatikan oleh guru ketika memulai proses belajar ialah sebaiknya seorang guru tidak langsung melakukan pembelajaran namun seorang guru harus memusatkan perhatian siswanya sehingga siap untuk melakukan pembelajaran. Untuk memperkuat perhatian guru perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat. Sehingga semangat siswa untuk menunutut ilmu sangat tinggi.

y Kelemahan emosional. seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan. dan sebagainya ). antara lain : y y y Sifat kurikulum yang kurang fleksibel Terlalu berat beban belajar (murid) dan atau mengajar (guru) Metode mengajar yang kurang memadai 15 .Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Masalah Belajar. serta penyakit menahan ( alergi. cacat tubuh. Faktor-faktor internal: y Gangguan secara fisik. seperti menampakkan kurangnya kemampuan mental. y Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap salah seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah. y Ketidakseimbangan mental ( adanya gangguan dalam fungsi mental ). asma. dan sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran. Faktor Eksternal 1) Sekolah. taraf kecerdasannya cenderung kurang. tercekam rasa takut. pada garis besarnya sebab-sebab timbulnya masalah belajar pada murid dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : a. benci. kurang bisa menyesuaikan diri ( maladjustment ). alat bicara. gangguan panca indera. seperti merasa tidak aman. dan antipati serta ketidakmatangan emosi. malas dalam belajar. b.

antara lain : y y y Keluarga tidak utuh atau kurang harmonis Sikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya Keadaan ekonomi. 16 .y Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar 2) Keluarga (rumah).

yaitu keadaan/ kondisi jasmani dan rohani siswa. 17 . Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Masalah Belajar. Faktor Eksternal. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa). Faktor internal (faktor dari dalam siswa). pada garis besarnya sebabsebab timbulnya masalah belajar pada murid dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu faktor internal dan eksternal. yaitu: a.BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. faktor eksternal siswa terdiri dua macam. 2. Aspek Fisiologis (yang bersifat jasmaniah) b. yaitu kondisi lingkungan di sekitar siswa. yakni: a. b. faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi dua macam. Faktor internal. yaitu: faktor lingkungan sosial dan Faktor lingkungan nonsosial. 4. Aspek Psikologis (yang bersifat rohaniah) 3. faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek.

html http://husamah.com/2009/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhihasil.wordpress.DAFTAR PUSTAKA http://samadaranta.blogspot.umm.pdf 18 .ac.com/2010/12/28/masalah-masalah-dalam-belajar/ http://ekosuprapto.com/2009/04/18/faktor-faktor-yang-mempengaruhiproses-belajar/ http://indramunawar.id/files/2010/03/MAKALAH2.staff.wordpress.