BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Sebagian besar dari perkembangan berlangsung melalui kegiatan belajar. Dalam perkembangan dan kemajuan suatu bangsa dapat ditentukan oleh proses belajar yang dilakukan oleh penduduknya, terutama proses belajar dalam hal pendidikan. Mengingat sangat pentingnya bagi kehidupan, maka proses belajar harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Usaha dan keberhasilan belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor tersebut dapat berasal dari dalam dirinya atau di luar dirinya atau lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami berbagai faktor tersebut. Agar belajar menjadi lebih efektif sehingga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. B. RUMUSAN MASALAH 1. Faktor ± faktor apa saja yang berpengaruh dalam belajar. 2. Apakah yang dimaksud dengan faktor internal dan faktor eksternal? 3. Cara menentukan masalah belajar. C. TUJUAN Tujuan dari pembuatan makalah ini untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berpengaruh dalam belajar. Serta, dapat menentukan masalah belajar.

1

Faktor eksternal (faktor dari luar siswa). 2. muncul siswa-siswa yang highachievers (berprestasi tinggi) dan under-achievers (prestasi rendah) atau gagal sama sekali. yaitu keadaan/ kondisi jasmani dan rohani siswa. Sebaliknya. seorang guru yang kompeten dan professional diharapkan mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan munculnya kelompok siswa yang menunjukkan gejala kegagalan dengan berusaha mengetahui dan mengatasi faktor yang menghambat proses belajar mereka. Dalam hal ini. 2 . karena pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi dua macam.BAB II PEMBAHASAN Secara global. yakni: 1. Seorang siswa yang besikap conserving terhadap ilmu pengetahuan atau bermotif ekstrinsik (faktor eksternal) umpamanya. biasanya cenderung mengambil pendekatan belajar yang sederhana dan tidak mendalam. Faktor-faktor diatas dalam banyak hal sering saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Faktor internal (faktor dari dalam siswa). Jadi. seorang siswa yang berintelegensi tinggi (faktor internal) dan mendapat dorongan positif dari orang tuanya (faktor eksternal). yaitu kondisi lingkungan di sekitar siswa. mungkin akan memilih pendekatan belajar yang lebih mementingkan kualitas hasil pembelajaran.

Faktor fisiologis Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. juga sangat mempengaruhi kemampuan dalam menyerap informasi dan pengetahuan. Pertama. Untuk mempertahankan tonus jasmani agar tetap bugar. Kondisi organ tubuh yang lemah. keadaan tonus jasmani. Hal ini penting sebab kesalahan pola makan-minum dan istirahat akan menimbulkan reaksi tonus yang negatif dan merugikan semangat mental siswa itu sendiri. Aspek Psikologis (yang bersifat rohaniah) 1. seperti tingkat kesehatan indera pendengar dan indera penglihat. dapat menurunkan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas.A. Kondisi organ-organ khusus siswa. Aspek Fisiologis (yang bersifat jasmaniah) b. khususnya yang disajikan di kelas. siswa sangat dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. siswa juga dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan yang sedapat mungkin terjadwal secara tetap dan berkesinambungan. apalagi jika disertai pusing kepala berat misalnya. yaitu: a. Selain itu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam. Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. FAKTOR INTERNAL Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek. Daya pendengaran dalam 3 .

Faktor psikologis Faktor±faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Bakat Siswa. baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. Namun. akan menyulitkan sensory register dalam menyarap item-item informasi yang bersifat yang bersifat echoic dan iconic (gema dan citra). b. c. mengonsumsi makanan yang bergizi . baik guru maupun siswa perlu menjaga panca indra dengan baik. Intelegensi Siswa 4 . Minat Siswa dan Motivasi Siswa a. Sikap Siswa.penglihatan siswa yang rendah. di antara faktor-faktor rohaniah siswa yang pada imumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut: a. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. Oleh karena itu. umpamanya. motifasi . dan lain sebagainya. minat. memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran siswa. 2. Akibat negatif selanjutnya adalah terhambatnya proses informasi yang dilakukan oleh system memori tersebut. sikap dan bakat. d. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. Tingkat Kecerdasan/ Intelegensi Siswa.

intelegensi sebenarnya bukan persoalan kualitas otak saja. Tingkat kecerdasan atau intelegensi (IQ) siswa tak dapat diragukan lagi. melainkan juga kualiitas organ-organ tubuh lainnya. Sebaliknya. apalagi jika 5 . di antara siswa-siswa yang mayoritas berintelegensi normal itu mungkin terdapat satu atau dua orang yang tergolong gifted child atau talented child . Selanjutnya. memang harus diakui bahwa peran otak dalam hubungannya dengan intelegensi manusia lebih menonjol daripada peran organ-organ tubuh lainnya. baik secara positif dan negatif. Jadi. b. Ini bermakna. semakin rendah kemampuan intelegensi seorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk memperoleh sukses. barang. yaitu anak sangat cerdas dan anak sangat berbakat. dan sebagainya. lantaran otak merupakan ³menara pengontrol´ hampir selruh otak manusia. sikap negatif siswa terhadap anda dan mata pelajaran anda. 1988). Sikap Siswa Sikap adalah gejala internal yang berdimensi efektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon ( respons tendency ) dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang. Sikap ( attitude ) siswa yang positif. Akan tetapi. Sebaliknya. sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. terutama kepada anda dan mata pelajaran yang anda sajikan merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa tersebut.Intelegensi pada umunya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat (Reber. semakin tinggi kemampuan intelegensi seorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses.

Dalam perkembangan selanjutnya. Dengan menyakini manfaat bidang studi tertentu. Bakat Siswa Secara umum. sebetulnya setiap orang pasti memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ketingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing.diiringi kebencian kepada anda atau kepada mata pelajaran anda dapat menimbulkan kesulitan belajar siswa tersebut. guru dituntut untuk terlebih dahulu menunjukkan siap positif terhadap dirinya sendiri dan terhadap mata pelajaran yang menjadi vaknya. Dengan demikian. Jadi. tetapi juga mampu meyakinkan kepada para siswa akan manfaat bidang studi itu bagi kehidupan mereka. bakat ( aptitude ) adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang (Chaplin. siswa akan merasa membutuhkannya. 1988). bakat kemudian diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa banyak bergantung pada 6 . c. Reber. yaitu anak berbakat. Guru yang demikian tidak hanya menguasai bahan-bahan yang terdapat dalam bidang studinya. Itulah sebabnya seorang anak yang berintelegensi sangat cerdas (superior) atau cerdas luar biasa (very superior) disebut juga sebagai talented child. dan dari persaan butuh itulah muncul sikap positif terhadap bidang studi tersebut sekaligus terhadap guru yang mengajarkannya. Dalam hal bersikap positif terhadap mata pelajarannya. 1972. Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya sikap negatif siswa seperti tersebut di atas. secara global bakat itu mirip dengan intelegensi. seorang guru sangat dianjurkan untuk senantiasa menghargai dan mencintai profesinya.

Pemaksaan kehendak terhadap seorang siswa. d. pengetahuan. Oleh karenanya adalah hal yang tidak bijaksana apabila orang tua memaksakan kehendaknya untuk menyekolahkan anaknya pada jurusan keahlian tertentu tanpa mengetahui terlebih dahulu bakat yang dimiliki anaknya itu. Sehubungan dengan hal di atas. dan keterampilan yang berhubungan dengan bidang tersebut dibanding dengan siswa lainnya. minat seperti yang dipahami dan dipakai oleh orang selama ini dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu. akan berpengaruh buruk terhadap kinerja akademik (academic performance) atau prestasi belajarnya. minat tidak termasuk istilah popular dalam psikologi karena ketergantungannya yang banyak pada faktor-faktor internal lainnya seperti: pemusatan perhatian.upaya pendidikan dan latihan. Minat Siswa dan motivasi Secara sederhana. Namun terlepas dari masalah popular atau tidak. seorang siswa yang menaruh minat besar terhadap matematika 7 . motivasi dan kebutuhan. keingintahuan. misalnya. Inilah yang kemudian disebut bakat khusus ( specific aptitude ) yang konon tak dapat dipelajari karena merupakan karunia inborn (pembawaan sejak lahir). Seorang siswa yang berbakat dalam bidang elektro. Umpamanya. akan jauh lebih mudah menyerap informasi. bakat akan dapat mempengaruhi tinggi-rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. dan juga ketidaksadaran siswa terhadap bakatnya sendiri sehingga ia memilih jurusan keahlian tertentu yang sebenarnya bukan bakatnya. minat ( interest ) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Reber (1988).

dan seterusnya merupakan contoh-contoh siswa untuk belajar.akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya. Dalam pengertian ini. Reber. Termasuk dalam motivasi intrinsik siswa adalah perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut. peraturan/ tata tertib sekolah. Dalam perkembangan selanjutnya. Guru dalam kaitan ini sebaiknya berusaha membangkitkan minat siswa untuk menguasai pengetahuan yang terkandung dalam bidang studinya dengan cara yang kurang lebih sama dengan kiat membangun sikap positif seperti terurai di muka. misalnya untuk kehidupan masa depan siswa yang bersangkutan. 2) motivasi ekstrinsik. dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan. 8 konkret motivasi ekstrinsik yang dapat menolong . 1986. 1988). guru.karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk balajar lebih giat.suri teladan orang tua. Kemudian. 1) Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya untuk melakukan tindakan belajar. motivasi berarti pemasok daya ( energizer ) untuk bertingkah laku secara terarah (Gleitman. Pujian dan hadiah. Motivasi. motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) motivasi intrinsik. Pengertian dasar motivasi ialah keadaan internal organisme baik manusia ataupun hewan yang mondorongnya utuk berbuat sesuatu. 2) Adapun motivasi ekstrinsik adalah dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar.

faktor eksternal siswa juga terdiri atas dua macam. Selanjutnya. 1. baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. misalnya. akan sangat mempengaruhi aktivitas belajar 9 . para staf administrasi. B. yaitu: Faktor lingkungan sosial dan Faktor lingkungan nonsosial. Lingkungan Sosial Lingkungan sosial sekolah seperti para guru. dorongan mencapai prestasi dan dorongan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan juga memberi pengaruh kuat dan relatif lebih langgeng dibandingkan dengan dorongan hadiah atau dorongan keharusan dari orang tua dan guru. motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi intrinsik karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruhorang lain. Para guru yang selalu menunjukkan sikap dan prilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri telladan yang baik dan rajin khususnya dalam hal belajar. FAKTOR EKSTERNAL Seperti faktor internal siswa. dapat menjadi daya dorong yang positif bagi kegiatan belajar siswa. Dalam prespektif psikologi kognitif. Kondisi masyarakat di lingkungan kumuh (slum area) yang serba kekurangan dan anak-anak penganggur. dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semanagt belajar seorang siswa. yang termasuk lingkungan sosial siswa adalah masyarakat dan tetangga juga teman-teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut. akan menyebabkan kurang bersemangatnya siswa dalam melakukan proses pembelajaran materi-materi pelajaran baik di sekolah maupun di rumah. Selanjutnya. misalnya rajin membaca dan rajin berdiskusi.Kekurangan atau ketiadaan motivasi.

dan demografi keluarga (letak rumah). ketegangan keluarga. Sifat-sifat orang tua. keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. alat-alat belajar. praktik pengolaan keluarga.siswa. Faktor-faktor ini di pandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Contoh: kebiasaan yang diterapkan orang tua siswa dalam mengelola keluarga (family management practices) yang keliru. Dalam hal ini. siswa tersebut akan menelukan kesulitan ketika memerlukan teman belajar atau berdiskusi atau meminjam alat-alat belajar tertentu yang kebetulan belum dimilikinya. Rumah yang sempit dan berantakan serta perkampungan yang terlalu padat dan tak memiliki sarana umum untuk kegiatan remaja (seperti lapangan voli) misalnya. Lingkungan Nonsosial Faktor-faktor yang termasuk lingkungan nonsosial ialah gedung sekolah dan letaknya. b. Paling tidak. dapat menimbulkan dampak lebih buruk lagi. semuanya dapat memberi dampak baik ataupun buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh siswa. bukan saja anka tidak mau belajar melainkan juga ia cenderung berperilaku menyimpang yang berat seperti antisosial (Patterson & Loeber. rumah temppat tinggal keluarga siswa dan letaknya. Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar ialah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri. akan mendorong siswa untuk berkeliaran ke tempat-tempat yang sebenarnya tak pantas dikunjungi. 1984). Kondisi rumah 10 . seperti kelalaian orang tuadalam memonitor kegiatan anak.

bukan waktu yang penting dalam menyerap. keeratan korelasi antara study time preference dengan hasil membaca pun sulit dibuktikan. seorang ahli bernama J. Dengan demikian. dan menyimpan itemitem informasi dan pengetahuan yang dipelajari siswa tersebut. Selain itu. Bahkan mereka yang lebih senang belajar pada pagi hari dan dites pada sore hari.1990). menurut penelitian beberapa ahli learning style (gaya belajar). Khusus mengenai waktu yang disenangi untuk belajar ( studi time preference ) seperti pagi atau sore hari. tak perlu dihiraukan. hasil belajar itu tidak bergantung pada waktu secara mutlak. menurut hasil penenlitian mengenai kinerja baca (reading performance ) sekelompok mahasiswa di sebuah universitas di Australia Selatan. tetapi bergantung pada pilihan waktu yang cocok dengan kesiapsiagaan siswa (Dunn at al. 1986). Di antara siswa ada yang siap belajar pagi hari. tidak ada perbedaan yang berarti antara hasil membaca pada pagi hari dan hasil membaca pada sore hari. waktu yang digunakan siswa untuk belajar yang selama ini sering dipercaya berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Namun demikian. ada pula yang siap pada sore hari. bahkan tengah malam. ada pula di antara mereka yang lebih suka belajar pada sore hari dan dites pada saat yang sama.dan perkampungan seperti itu jelas berpengaruh buruk terhadap kegiatan belajar siswa. namun hasilnya tidak memuaskan (Syah. Sebab. ternyata hasilnya tetap baik. Namun. Perbedaan antara waktu dan kesiapan belajar inilah yang menimbulkan perbedaan study time preference antara seorang siswa dengan siswa lainnya. 11 . mengelola. Sebaliknya. biggers (1980) berpendapat bahwa belajar pada pagi hari lebih efektif daripada belajar pada waktu-waktu lainnya.

tetapi juga dapat menimpa murid-murid yang pandai atau cerdas. Selama melakukan proses pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut. menolak atau mengabaikannya begitu saja. Faktor-faktor tersebut akan diuraikan sebagai berikut: a. Dalam interaksi belajar mengajar siswa merupakan kunci utama keberhasilan belajar selama proses belajar yang dilakukan. Proses belajar merupakan aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar. Sikap siswa 12 . yang membawa diri sesuai dengan penilaian. Jika siswa tidak dapat mengatasi masalahnya. Sikap Terhadap Belajar Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu. Terdapat beberapa faktor intern yang dialamai dan dihayati oleh siswa dan hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar. Adanya penilaian terhadap sesuatu memberikan sikap menerima. Masalahmasalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang lambat saja dalam belajarnya.C. Untuk bertindak belajar siswa menghadapi masalah-masalah secara intern. Pemahaman siswa yang salah terhadap belajar akan membawa kepada sikap yang salah dalam melakukan pembelajaran. maka ia tidak dapat belajar dengan baik. CARA MENENTUKAN MASALAH BELAJAR Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya.

ini akan mempengaruhinya terhadap tindakana belajar. pasti akan tetap ditiup oleh angin kemalasan. Selain itu bagaimana seorang guru mampu membuat siswanya merasa membutuhkan ilmu. Ketika siswa sudah tidak peduli terhadap belajar maka upaya pembelajaran yang dilakukan akan sia-sia. maka siswa akan merasa haus untuk menuntut ilmu. Sikap yang salah akan membawa siswa merasa tidak peduli dengan belajar lagi. Motivasi Belajar Tidak diragukan bahwa dorongan belajar mempunyai peranan besar dalam menumbuhkan semangat pada siswa untuk belajar. Oleh karena itu motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus. Selanjutnya mutu belajar akan menjadi rendah. tertimpa keengganan dan kelalaian. Sikap siswa terhadap belajar akan menentukan proses belajar itu sendiri. Akibatnya tidak akan terjadi proses belajar yang kondusif. Bila siswa mengetahui betapa besarnya keutamaan sebuah ilmu dan betapa besarnya ganjaran bagi orang yang menuntut ilmu. b. Bila seseorang merasa 13 . Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. Maka siswa sebaiknya mempertimbangkan masak-masak akibat sikap terhadap belajar. Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Motivasi yang diberikan dapat meliputi penjelasan tentang keutamaan ilmu dan keutamaan mencari ilmu. Tentunya hal ini akan sangat menghambat proses belajar. Karena seorang siswa meski memiliki semangat yang tinggi dan keinginan yang kuat. Maka tunas semangat ini harus dipelihara secara terus menerus.

Sehingga sangat perlu untuk melakukan pemusatan perhatian dengan berbagai strategi. Yang perlu diperhatikan oleh guru ketika memulai proses belajar ialah sebaiknya seorang guru tidak langsung melakukan pembelajaran namun seorang guru harus memusatkan perhatian siswanya sehingga siap untuk melakukan pembelajaran.membutuhkan ilmu maka tanpa disuruhpun siswa akan mencari ilmu itu sendiri. Dengan mengaitkan pemilikan cita-cita dengan kemampuan berprestasi maka siswa diharapkan berani bereksplorasi sesuai dengan kemampuannya sendiri. Konsentrasi Belajar Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Untuk memperkuat perhatian guru perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. 14 . Cita-Cita Siswa Cita-cita sebagai motivasi intrintsic perlu didikan. Sebab ketika awal masuk kelas perhatian siswa masih terpecah-pecah dengana berbagai masalah. Cita-cita merupakan harapan besar bagi siswa sehingga siswa selalu termotivasi untuk belajar dengan serius demi menggapai cita-cita tersebut. c. Sehingga semangat siswa untuk menunutut ilmu sangat tinggi. Didikan memiliki citacita harus ditanamkan sejak mulai kecil. d. dan hal ini akan memudahkan proses belajar.

dan sebagainya ). tercekam rasa takut. y Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap salah seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah. b. Faktor Eksternal 1) Sekolah. gangguan panca indera. benci. seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan. dan sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran. pada garis besarnya sebab-sebab timbulnya masalah belajar pada murid dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : a. kurang bisa menyesuaikan diri ( maladjustment ). y Ketidakseimbangan mental ( adanya gangguan dalam fungsi mental ). cacat tubuh. seperti merasa tidak aman. serta penyakit menahan ( alergi. taraf kecerdasannya cenderung kurang. asma. malas dalam belajar. Faktor-faktor internal: y Gangguan secara fisik. dan antipati serta ketidakmatangan emosi. alat bicara.Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Masalah Belajar. seperti menampakkan kurangnya kemampuan mental. antara lain : y y y Sifat kurikulum yang kurang fleksibel Terlalu berat beban belajar (murid) dan atau mengajar (guru) Metode mengajar yang kurang memadai 15 . y Kelemahan emosional.

antara lain : y y y Keluarga tidak utuh atau kurang harmonis Sikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya Keadaan ekonomi.y Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar 2) Keluarga (rumah). 16 .

faktor eksternal siswa terdiri dua macam. 4. b. yaitu keadaan/ kondisi jasmani dan rohani siswa.BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. Faktor internal. yaitu: a. Aspek Fisiologis (yang bersifat jasmaniah) b. 2. pada garis besarnya sebabsebab timbulnya masalah belajar pada murid dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Masalah Belajar. Aspek Psikologis (yang bersifat rohaniah) 3. Faktor internal (faktor dari dalam siswa). yaitu kondisi lingkungan di sekitar siswa. faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek. Faktor Eksternal. 17 . Faktor eksternal (faktor dari luar siswa). faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi dua macam. yaitu: faktor lingkungan sosial dan Faktor lingkungan nonsosial. yakni: a.

com/2010/12/28/masalah-masalah-dalam-belajar/ http://ekosuprapto.pdf 18 .com/2009/04/18/faktor-faktor-yang-mempengaruhiproses-belajar/ http://indramunawar.com/2009/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhihasil.staff.wordpress.ac.html http://husamah.blogspot.wordpress.DAFTAR PUSTAKA http://samadaranta.umm.id/files/2010/03/MAKALAH2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful