KONSEP BELAJAR BEHAVIORISME DAN KOGNITIVISME

Makalah Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah ³Belajar dan Pembelajaran´

Oleh Kelompok II: Kartika Asriani. S Muh. Harun Muhammadong Nurlinah : 21010201 : 21010205 : 21010212 : 21010221

Dosen Pembimbing: Dra. Rafi¶ah Nur, M.Hum

PROGRAM KULIAH AKTA IV FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PARE-PARE 2011

KATA PE

ANTAR

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, lantunan syukur kami haturkan kepada-Nya sehingga kita masih dalam lingkaran shirot al-mustaqim. Sholawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada junjungan seluruh umat, sang penegak kebenaran, Nabi Muhammad SAW karena ajaran beliaulah kita selamat dari kedzaliman dunia dan akhirat. Begitu sulitnya menyempurnakan makalah ini sehingga terlalu jauhdari kata layak dan pantas untuk dikonsumsi oleh para pembaca dan kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini tidak akan selesai tanpa bantuan dan dukungan semua pihak, untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu demi terselesaikannya penyusunan makalah ini, yang terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu. Dengan selesainya makalah ini, kami berharap membawa manfaat bagi pembaca dan kami sendiri khususnya. Kritik dan saran yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati.

Pare-Pare, 19 Januari 2011

Penyusun

L B l Masalah Teori belajar adalah teori yang prakmatik dan eklektik. ada yang lebih mementingkan sistem informasi yang diolah dalam proses belajar. Dalam hubungannya manusia sebagai makhluk sosial. Namun faktor-faktor lain du luar titik fokus itu juga selalu diperlukan untuk menjelaskan seluruh persoalan belajar yang dibahas. Ada yang lebih mementingkan proses belajar. Secara kodrati manusia akan selalu hidup bersama. Tidak ada teori belajar yang secara ekstrim memperhatikan aspek siswa saja. baik itu sengaja maupun tidak disengaja. Belajar dan mengajar adalah dua kegiatan yang tunggal tapi memang memiliki makna yang berbeda. Hidup bersama antar manusia akan berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi. interaksi dengan sesama. Dengan demikian kegiatan hidup manusia akan selalu disertai dengan proses interaksi atau komunikasi. untuk itu perlu difahami secara benar mengenai pengertian proses dan interaksi belajar. Sedangkan mengajar adalah kegiatan menyediakan kondisi yang merangsang serta mangarahkan kegiatan belajar siswa/subjek belajar untuk memperoleh . Teori dengan sifat demikian ini hampir dipastikan tidak pernah mempunyai sifat ekstrim. Belajar diartikan sebagai suatu perubahan tingkah-laku karena hasil dari pengalaman yang diperoleh. maupun interaksi dengan tuhannya. dengan ketidak terbatasannya akal dan keinginan manusia. Titik fokus yang menjadi pusat perhatian suatu teori selalu ada. aspek guru saja. Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial. aspek kurikulum saja dan sebagainya.BAB I PENDAHULUAN A. baik interaksi dengan alam lingkungan. dan lain-lain. terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak lepas dari individu yang lainnya. Dalam kehidupan semacam inilah terjadi interaksi. Sehubungan dengan hal tersebut.

Untuk mengetahui implikasi dari konsep belajar tersebut. Untuk mengetahui definisi konsep belajar behaviorisme 2. Untuk mengetahui konsep belajar behavioristik dan kognitifistik 4. Untuk mengetahui definisi konsep belajar kognitivisme 3. . nilai dan sikap yang dapat membawa perubahan serta kesadaran diri sebagai pribadi. Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan konsep belajar behaviorisme dan kognitivisme.pengetahuan. Bagaimana implikasi dari konsep-konsep belajar tersebut? c. Apa yang dimaksud dengan konsep belajar behaviorisme? 2. Apa kelebihan dan kekurangan dari teori belajar untuk materi pembelajaran tertentu di sekolah? 5. B. Bagaimana konsep teori belajar behavioristik dan kognitifistik? 4. Rumusan Masalah 1. keterampilan. Apa yang dimaksud dengan konsep belajar kognitivisme? 3. Tujuan Pembahasan 1. 5.

timbulah konsep ´manusia mesin´ (Homo Mechanicus). teori belajar dapat dipahami sebagai prinspip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang berkaitan dengan peristiwa belajar. Teori Belajar Behaviorisme Secara pragmatis. Dalam arti teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Ciri dari teori ini adalah a. Dari hal ini. bakat. . dan mengabaikan aspek-aspek mental. Mementingkan faktor lingkungan b. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek. minat dan pe rasaan individu dalam suatu belajar.BAB II PEMBAHASAN A. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. Belajar artinya perbahan perilaku organise sebagai pengaruh lingkungan. Menekankan pada faktor bagian c. Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif. behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Dengan kata lain. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Teori belajar behaviorisme adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. rasional atau emosional. Behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu.

Mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahl laku adalah hasil belajar. 1. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. Tokoh-Tokoh Teori Belajar Behaviorisme a. Menekankan pentingnya latihan i. Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Bersifat mekanis e. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. dan antri di bank. Mementingkan pembentukan reaksi atau respon h. Contoh situasi percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu tanpa disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari pedagang makan. Ia mengemukakan bahwa dengan menerapkan strategi ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Pavlov mengadakan percobaan laboratories terhadap anjing. Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) Ivan Petrovich Pavlov lahir 14 September 1849 di Ryazan Rusia. Sementara individu . Mementingkan masa lalu f. Mementingkan mekanisme hasil belajar j. Dari contoh tersebut diterapkan strategi Pavlo ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil g. bel masuk.d.

b. dalam hal ini Thorndike melakukan eksperimen dengan sebuah puzzlebox. Hukum ini sebenarnya tercermin dalam perkataan repetioest mater studiorum atau practice makes perfect. Thorndike menemukan hukum-hukum belajar : 1) Hukum Kesiapan (Law of Readiness) Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung diperkuat. Ciri-ciri belajar dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas.Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi. ada berbagai respon terhadap berbagai situasi. Atas dasar percobaan di atas. ada eliminasai terhadap berbagai respon yang salah. 2) Hukum Latihan Hukum latihan akan menyebabkan makin kuat atau makin lemah hubungan S-R. Dalam penyelidikannya tentang proses belajar. ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. 3) Hukum akibat ( Efek ) Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. . Thorndike (1874-1949) Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. pelajar harus diberi persoalan. Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat. Thorndike menggambarkan proses belajar sebagai proses pemecahan masalah.

Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal. 5) dalam pembelajaran digunakan shapping. bahwa suatu tindakan yang disertai hasil menyenangkan cenderung untuk dipertahankan dan pada waktu lain akan diulangi. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. Prinsip belajar Skinners adalah : 1) Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat. Bila tidak menunjukkan stimuli maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya. . Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman. tidak digunakan hukuman.Rumusan tingkat hukum akibat adalah. Pada teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin. mengontrol tingkah laku. 2) Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul. Jadi hokum akibat menunjukkan bagaimana pengaruh hasil suatu tindakan bagi perbuatan serupa. Operant conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operant yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan. 3) Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. 4) Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer. Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Skinner (1904-1990) Skinner menganggap reward dan reinforcement merupakan faktor penting dalam belajar. Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli. c.

teori Skinnerlah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar behavioristik. Pandangan teori behavioristik telah cukup lama dianut oleh para pendidik. modul dan program-program pembelajaran lain yang berpijak pada konsep hubungan stimulus-respons serta mementingkan faktor-faktor penguat (reinforcement). Pembelajaran berprogram. bagian-bagian tersebut disusun secara hirarki. Mereka tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan yang mempertemukan unsur-unsur yang diamati tersebut. dari yang sederhana sampai yang komplek. Pandangan behavioristik juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi pebelajar. . Pandangan behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati. merupakan program pembelajaran yang menerapkan teori belajar yang dikemukakan Skiner. Analisis Tentang Teori Behavioristik Kaum behavioris menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dimana reinforcement dan punishment menjadi stimulus untuk merangsang pebelajar dalam berperilaku. Kemudian. Namun dari semua teori yang ada. Pandangan ini tidak dapat menjelaskan mengapa dua anak yang mempunyai kemampuan dan pengalaman penguatan yang relatif sama. juga dalam memilih tugas sangat berbeda tingkat kesulitannya. sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon. Pendidik yang masih menggunakan kerangka behavioristik biasanya merencanakan kurikulum dengan menyusun isi pengetahuan menjadi bagian-bagian kecil yang ditandai dengan suatu keterampilan tertentu. Teori behavioristik banyak dikritik karena seringkali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks. Teori ini tidak mampu menjelaskan penyimpanganpenyimpangan yang terjadi dalam hubungan stimulus dan respon.2. ternyata perilakunya terhadap suatu pelajaran berbeda. Program-program pembelajaran seperti Teaching Machine. walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama.

konvergen. Misalnya. tidak kreatif dan tidak produktif. yaitu membawa pebelajar menuju atau mencapai target tertentu. Skinner dan tokoh-tokoh lain pendukung teori behavioristik memang tidak menganjurkan digunakannya hukuman dalam kegiatan pembelajaran. Skinner lebih percaya kepada apa yang disebut sebagai penguat negatif. Ketidaksamaannya terletak pada bila hukuman harus diberikan (sebagai stimulus) agar respon yang muncul berbeda dengan respon yang sudah ada. sedangkan penguat negatif (sebagai stimulus) harus dikurangi agar respon yang sama menjadi semakin kuat. Tetapi jika sesuatu tidak mengenakkan pebelajar (sehingga ia melakukan kesalahan) . sehingga menjadikan peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi. Menurut Guthrie hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. proses belajar tidak sekedar pembentukan atau shaping. Hukuman yang mendorong si terhukum untuk mencari cara lain (meskipun salah dan buruk) agar ia terbebas dari hukuman. yaitu: a. Dengan kata lain. seorang pebelajar perlu dihukum karena melakukan kesalahan. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping. hukuman dapat mendorong si terhukum melakukan hal-hal lain yang kadangkala lebih buruk daripada kesalahan yang diperbuatnya. Namun apa yang mereka sebut dengan penguat negatif (negative reinforcement) cenderung membatasi pebelajar untuk berpikir dan berimajinasi. Pengaruh hukuman terhadap perubahan tingkah laku sangat bersifat sementara. b.Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan pebelajar untuk berfikir linier. Namun ada beberapa alasan mengapa Skinner tidak sependapat dengan Guthrie. Jika pebelajar tersebut masih saja melakukan kesalahan. c. Penguat negatif tidak sama dengan hukuman. maka hukuman harus ditambahkan. Dampak psikologis yang buruk mungkin akan terkondisi (menjadi bagian dari jiwa si terhukum) bila hukuman berlangsung lama. Padahal banyak faktor yang mempengaruhi proses belajar.

Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Artinya. Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah. . tetap. Namun bedanya adalah penguat positif menambah. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi. maka inilah yang disebut penguatan negatif. sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut.dikurangi (bukan malah ditambah) dan pengurangan ini mendorong pebelajar untuk memperbaiki kesalahannya. pasti. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. 3. tidak berubah. karakteristik pebelajar. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran terg antung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran. sedangkan penguat negatif adalah mengurangi agar memperkuat respons. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. Keduanya bertujuan untuk memperkuat respon. Lawan dari penguatan negatif adalah penguatan positif (positive reinforcement). apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. sifat materi pelajaran. sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan.

pebelajar dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. maka pebelajar atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturanaturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri. yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan. Oleh karena itu. ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan. Karena teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur. sedangkan belajar sebagi aktivitas ³mimetic´. Akibatnya pebelajar kurang mampu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri mereka.Demikian halnya dalam pembelajaran. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. Penyajian isi atau materi pelajaran . atau tes. sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. Implikasi dari teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi pebelajar untuk berkreasi. sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri pebelajar. Pebelajar atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan. Karena sistem pembelajaran tersebut bersifat otomatis-mekanis dalam menghubungkan stimulus dan respon sehingga terkesan seperti kinerja mesin atau robot. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi. kuis. para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat esensial dalam belajar. Demikian juga.

Teori Belajar Kognitivisme Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuan para ahli sebelumnya mengenai belajar sebagai sebuah proses hubungan stimulus-responsereinforcement. . B. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah. bahwa tingkah laku seseorang lebih bergantung kepada pemahaman terhadap hubungan ± hubunganyang ada didalam suatu situasi. Menurut mereka tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognitif. Mereka berpendapat bahwa tingkah laku seseorang tidak hanya dikontrol oleh reward dan reinforcement. Jadi kaum kognitifis berpandangan. hal ini menunjukkan bahwa pebelajar telah menyelesaikan tugas belajarnya. Dalam situasi belajar. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran.menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Maksudnya bila pebelajar menjawab secara ³benar´ sesuai dengan keinginan guru. dan biasanya menggunakan paper and pencil test. ketrampilan secara terpisah. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan pebelajar secara individual. yaitu tindakan mengenal atau me mikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat. Mereka memberi tekanan pada organisasi pegamatan atas stimuli di dalam lingkungan serta pada faktor yang mempengaruhi pengematran tersebut. sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Evaluasi menekankan pada respon pasif.

Medan dimana individu bereaksi disebut life space. 3. Teori Belajar Cognitive Developmental dari Piaget Dalam teorinya. Perubahan sruktur kognitif itu adalah hasil dari dua macam kekuatan. satu dari stuktur medan kognisi itu sendiri. Teori belajar Cognitive-field dari Lewin Kurt Lewin (1892-1947) mengembangkan suatu teori belajar kognitiv-field dengan menaruh perhatian kepada kepribadian dan psikologi social. Lewin memberikan peranan lebih penting pada motivasi dari reward. belajar berlangsung sebagai akibat dari perubahan dalam struktur kognitif. Menurut pandangan gestaltis. terutama hubungan antara bagian dan keseluruhan. semua kegiatan belajar menggunakan pemahaman terhadap hubungan hubungan. objek material yang ia hadapi serta fungsi kejiwaan yang ia miliki. tingkat kejelasan dan keberartian dari apa yang diamati dalam situasi belajar adalah lebih meningkatkan kemampuan belajar seseorang dari pada dengan hukuman dan ganjaran. Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. Sumbangannya diikuti oleh Kurt Koffka (18861941) yang menguraikan secara terperinci tentang hokum-hukum pengamatan. Life space mencankup perwujudan lingkungan di mana individu bereaksi. kemudian Wolfgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tentang insight pada simpase. . Teori kognitif Gestalt Teori kognitif mulai berkembang dengan lahirnya teori belajar gestalt.1. orang ± orang yang dijumpainya. Kaum gestaltis berpendapat bahwa pengalaman itu berstuktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. misalnya . Jadi menurut Lewin. Intinya. Lewin memandang masing-masing individu berada di dalam suatu medan kekuatan yang bersifat psikologis. menurut mereka. 2. yang lainya dari kebutuhan motivasi internal individu. Peletak dasar teori gestalt adalah Merx Wertheimer (1880-1943) yang meneliti tentang pengamatan dan problem solving.

Teori belajar behavioristik menekankan pada pengertian belajar merupakan perubahan tingkah laku. sikap. Bruner menyebutkan hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver. pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuan-kemapuan mental yang sebelumnya tidak ada. karena ia tak daapat belajar dari apa yang telah diketahuinya. Pertumbuhan intelektuan adalah tidak kuantitatif. seorang scientist. Bruner ialah pendapat dari Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif di dalam belajar di kelas. Pada intinya. sehingga hasil belajar adalah sesuatu yang dapat diamati dengan indra manusia langsung tertuangkan . Belajar merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling penting dalam upaya mempertahankan hidup dan mengembangkan diri. 4. perkembangan kognitif bergantung kepada akomodasi. Melalui belajar seseorang dapat memahami sesuatu konsep yang baru. yaitu dimana murid mengorganisasi bahan pelajaran yang dipelajarai dengan suatu bentuk akhir yang sesuai dengan tingkat kemajuan anak tersebut. Belajar seharusnya menjadi kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. dan ketrampilan. Menurut Piaget. Biarkan murid kita menemukan arti bagi diri mereka sendiri dan memungkinkan mereka mempelajari konsep-konsep di dalam bahasa yang mereka mengerti. Jerome Bruner dengan Discovery Learningnya Yang menjadikan dasar ide J. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar. historian atau ahli matematika. Pada dasarnya terdapat dua pendapat tentang teori belajar yaitu teori belajar aliran behavioristik dan teori belajar kognitif. Dalam dunia pendidikan belajar merupakan aktivitas pokok dalam penyelenggaraan proses belajar-mengajar. Untuk itu bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery learning.Piaget adalah ahli psikolog developmentat karena penelitiannya mengenai tahap tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajar individu. melainkan kualitatif. dan atau mengalami perubahan tingkah laku.

ketrampilan dan nilai sikap yang bersifat relatif dan berbekas. Seperti juga diungkapkan oleh Winkel (1996: 53) bahwa ³Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan pemahaman. Sesuai dengan karakteristik matematika maka belajar matematika lebih cenderung termasuk ke dalam aliran belajar kognitif yang proses dan hasilnya tidak dapat dilihat langsung dalam konteks perubahan tingkah laku. pemahaman. Pada satu tahap perkembangan tertentu akan muncul skema atau struktur tertentu yang keberhasilannya pada setiap tahap amat bergantung pada tahap sebelumnya. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah: . ilmuwan yang sangat terkenal dalam penelitian mengenai perkembangan berpikir khususnya proses berpikir pada anak. ketrampilan dan nilai sikap. Teori Belajar Piaget Jean Piaget adalah seorang ilmuwan perilaku dari Swiss. tingkah laku. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya belajar adalah suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan. Berikut adalah beberapa teori belajar kognitif menurut beberapa pakar teori belajar kognitif: 5. Menurut Piaget setiap anak mengembangkan kemampuan berpikirnya menurut tahap yang teratur. Perubahan itu bersifat secara relatif dan berbekas´.dalam tingkah laku. Sedangkan teori belajar kognitif lebih menekankan pada belajar merupakan suatu proses yang terjadi dalam akal pikiran manusia. Seperti yang dikemukakan oleh Ahmadi dan Supriono (1991: 121) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya´.

Intelek anak dibatasi oleh egosentrisnya yaitu ia tidak menyadari orang lain mempunyai pandangan yang berbeda dengannya. Anak anak yang sudah mampu berpikir secara operasi konkrit sudah menguasai sebuah pelajaran yang penting yaitu bahwa ciri yang ditangkap oleh pancaindra seperti besar dan bentuk sesuatu. dapat saja berbeda tanpa harus mempengaruhi misalnya kuantitas. dia dapat sedikit memahami lingkungannya dengan jalan melihat. Tahap Operasi Formal (kurang lebih umur sebelas tahun sampai limabelas tahun) . mengecap. Anak-anak sering kali dapat mengikuti logika atau penalaran. Dalam upaya mengerti tentang alam sekelilingnya mereka tidak terlalu menggantungkan diri pada informasi yang datang dari pancaindra. meraba atau memegang. Dengan kata lain mereka mengandalkan kemampuan sensorik serta motoriknya.a. d. Tahap Pra-operasional ( kurang lebih umur dua tahun hingga tujuh tahun) Dalam tahap ini sangat menonjol sekali kecenderungan anak-anak itu untuk selalu mengandalkan dirinya pada persepsinya mengenai realitas. c. Tahap Operasi Konkrit (kurang lebih tujuh sampai sebelas tahun) Dalam tahap ini anak-anak sudah mengembangkan pikiran logis. Misalnya dengan menendang-nendang dia tahu bahwa selimutnya akan bergeser darinya. Anak tersebut mengetahui bahwa perilaku yang tertentu menimbulkan akibat tertentu pula bagi dirinya. mencium dan menggerakan. Tahap Sensori Motor(dari lahir sampai kurang lebih umur dua tahun) Dalam dua tahun pertama kehidupan bayi ini. Dengan adanya perkembangan bahasa dan ingatan anakpun mampu mengingat banyak hal tentang lingkungannya. Beberapa kemampuan kognitif yang penting muncul pada saat ini. tetapi jarang mengetahui bila membuat kesalahan. b.

Dari beberapa hasil pengembangan penelitian dalam teori ini ternyata penyimpangan ini lazim terjadi sebagaimana diungkapkan oleh Biggs dan Collis (1982). Ternyata bersadar pada studi eksperimental yang dilakukan oleh para peneliti hal ini tidak sepenuhnya benar. Mereka dapat mengembangkan hukum-hukum yang berlaku umum dan pertimbangan ilmiah. karena struktur antara konsep besaran dan berat sama. Piaget membagi tahapan perkembangan kemampuan kognitif anak menjadi empat tahap yang didasarkan pada usia anak tesebut. Teori mereka dikenal dengan Structure of Observed Learning . Teori belajar Piaget memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap perkembangan teori pembelajaran kognitif.Selama tahap ini anak sudah mampu berpikir abstrak yaitu berpikir mengenai gagasan. Pemikirannya tidak jauh karena selalu terikat kepada hal-hal yang besifat konkrit. Biggs dan Collis adalah peneliti yang turut melakukan dan analisis teori belajar Piaget. Hal ini terbukti dengan banyaknya peneliti yang tertarik melakukan analisis serta memperluas teori tersebut. mereka dapat membuat hipotesis dan membuat kaidah mengenai hal-hal yang bersifat abstrak. salah satu kritik yang cukup tajam terhadap teori Piaget adalah berkenaan dengan asumsi bahwa pengertian akan suatu struktur yang sama akan diperoleh pada usia yang sama dalam berbagai domain intelektual. Hal ini dianggap sebagai sebuah penyimpangan. Implikasi dari hal ini adalah ketika seorang anak sudah dapat mengawetkan besaran suatu unsur dengan mengenali bahwa besaran dari benda tersebut sama terlepas dari bentuknya anak secara rasional dapat diduga akan mengawetkan konsep berat. Penyimpangan yang dimaksud adalah terjadinya perbedaan cara dalam memperoleh sebuah struktur yang sama oleh seorang individu. Fakta ini memicu sebuah pengembangan teori dari teori Piaget yang dikenal dengan neo-Piagetian theories. Anak dengan operasi formal ini sudah dapat memikirkan beberapa alternatif pemecahan masalah. Berdasarkan uraian diatas. Salah satu isu utama yang dikaji oleh kedua peneliti ini berkaitan dengan struktur kognitif.

Menurut mereka HCS ini relative lebih stabil dari waktu ke waktu serta bebas dari pengaruh pembelajaran disaat anak diukur menggunakan taxonomi SOLO dalam menyelesaikan suatu tugas tertentu. Dan butir-butir rangsangan dalam konteks ini tidak difokuskan untuk melihat kebenaran dari jawaban saja melainkan lebih pada melihat struktur alamiah dari respon siswa dan perubahannya dari waktu ke waktu.Outcomes (SOLO). tetapi sedikit pertukaran terjadi pada konstruksi yang lebih proximal . pembelajaran. penampilan atau motivasi. Biggs & Collis (1991: 60) menyediakan suatu level tersendiri yang diberi nama ³post formal mode´. hal ini berkaitan erat dengan logika yang mendasarinya. Untuk menjelaskan konsep ³pertukaran´ yang terjadi dalam pertumbuhan kognitif yang tidak biasa diantara anak-anak sekolah. Penekan pada suatu tugas tertentu sangat penting seperti yang diasumsikan dalam taksonomi SOLO bahwa penampilan seseorang sangatlah beragam dalam menyelesaikan satu tugas dengan tugas lainnya. Biggs & Collis (1991:60) Dari uraian di atas maka dapat dikatakan bahwa teori tersebut lebih menekankan pada analisis terhadap kualitas respon anak. Biggs dan Collis (1982: 22) membedakan antara ³generalized cognitive structure´ atau struktur kognitif umum anak dengan ³actual respon´ atau respon langsung anak ketika diberikan perintah-perintah. Untuk melihat respon anak diperlukan butir-butir rangsangan. Mereka menerima kebeadaan konsep struktur kognitif umum namun mereka menyakini bahwa hal tersebut tidak dapat diukur langsung sehingga perlu mengacu pada sebuah ³hypothesized cognitive structure´ (HCS) atau struktur kognitif hipotesis. . atau bahkan dapat terjadi. selanjutnya asumsi ini juga meliputi penyimpangan yang dalam model ini dikatakan: Siswa dapat saja berada pada awal level formal dalam matematika namun berada pada level awal konkrit dalam sejarah. suatu hari siswa berada pada level formal di matematika namun dilain hari dia masih berada pada level yang konkrit pada topik yyang berbeda. Hasil observasi seperti ini tidak dapat mengindikasikan terdapatnya ³pertukaran´ dalam perkembangan kognitif yang berlangsung.

Perkembangan yang berkelanjutan pada mode ini ditunjukkan oleh kegiatan-kegiatan fisik ketika diperolehnya tacit knowledge. ini tidak akan menggantikan level yang lama begitu saja melainkan dapat berkembang bersamaan. Level terakhir adalah batas tertinggi dari proses abstraksi yang dapat ditunjukkan anak. Mode Sensorimotor Focus perhatian pada mode ini adalah lingkungan fisik sekitar anak. Cirri-ciri dari anak yang berada pada mode ini antara lain sering menggunakan strategi menebak. . Mode sensorimotor dan iconic adalah mode-mode alamiah dari seorang manusia yang berkembang secara alamiah juga. Mode Iconic Pada mode ini symbol-simbol elemen-elemen dan yang gambar digunakan pada untuk mode merepresentasikan diperolehnya sensorimotor. Tanda-tanda tersebut digunakan sebagai peran pengganti dari komunikasi oral. Sedangkan target pertama dari sekolah formal ada pada mode concrete symbolic. bukan seluruh penampilan yang harus menyesuaikan dengan level-nya. senang menggunakan alat peraga dan senang membuat gambaran-gambaran mental. ketika semakin banyak mode yang memungkinkan maka multi-modal fungsioning menjadi normanya. Anak membangun kemampuan untuk melakukan koordinasi dan mengatur interaksinya dengan lingkungan sekitar.Bagaimanapun juga terdapat satu perbedaan penting dari teori yang dikemukakan Piaget yaitu ketika mode atau level baru mulai muncul. 2). Oleh karena itu mode-model tersebut tumbuh sejak lahir hingga dewasa. Berikut adalah 5 mode yang diutarakan oleh Biggs dan Collis: 1). Secara khusus.

Taksonomi SOLO ini terdiri dari lima tahap yang dapat menggambarkan perkembangan kemampuan berpikir kompleks pada siswa dan dapat diterapkan di berbagai bidang. Mode Post Formal Keberadaan mode ini lebih menekankan pada pembuatan hipotesis secara deduktif dari pada penyusunan teori berdasarkan bukti-bukti empiris. 4). Karena dalam matematika anak menggambarkan dan mengoperasikan objek-objek yang berada di sekitarnya. Mereka mulai merepresentasikan dunia fisik melalui bahasa oral ke dalam bentuk tulisan.3). Mode concrete symbolic adalah mode terbesar sebagai target dari matematika sekolah. . Oleh karena itu kemampuan ini dituntut pada mahasiswa-mahasiswa di Perguruan Tinggi. Mode Concrete Symbolic Pada mode ini anak mengalami ³pertukaran´ dalam proses abstraksi. Mode Formal Pada mode ini titik berat kemampuan sesorang adalah pada kemampuan mengkonstruksi teori tanpa bantuan contoh benda konkrit. 5). Sebuah system symbol memiliki tingkatan dan logika internal yang dapat memfasilitasi sebuah hubungan antara sistem simbol dan lingkungan fisik di sekitarnya. Kemampuan berpikir pada tahap ini meliputi membuat formula hipotesis dan membuat penalaran yang proporsional. Karakteristik terpenting dari mode ini adalah kemampuan untuk bertanya tentang prinsip-prinsip mendasar dari sesuatu hal. yaitu sebuah system symbol yang akan mereka gunakan dalam kehidupannya di dunia. Sistem symbol yang digunakan di sekolah antara lain adalah matematika dan bahasa.

memahami peran bagian bagian bagi keseluruhan serta telah dapat mengaplikasikan sebuah konsep pada keadaan-keadaan yang serupa. Tahap Pre-Structural. membilang atau mencacah. menjelaskan. Beberapa koneksi sederhana sudah terbentuk namun demikian kemampuan meta-kognisi belum tampak pada tahap ini. mengklasifikasikan. 2). Pada tahap ini siswa hanya memiliki sangat sedikit sekali informasi yang bahkan tidak saling berhubungan. Tahap Multi-Structural Pada tahap ini siswa sudah memahami beberapa komponen namun hal ini masih bersifat terpisah satu sama lain sehingga belum membentuk pemahaman secara komprehensif. 4). 3). membandingkan. membedakan. Pada tahap ini siswa dapat menunjukan pemahaman beberapa komponen dari satu kesatuan konsep. Adapun kata kerja yang mengidikasikan kemampuan pada tahap ini antara lain. Tahap Uni-Structural Pada tahap ini terlihat adanya hubungan yang jelas dan sederhana antara satu konsep dengan konsep lainnya tetapi inti konsep tersebut secara luas belum dipahami. mengindentifikasikan. Beberapa kata kerja yang dapat mengindikasi aktivitas pada tahap ini adalah. sehingga tidak membentuk sebuah kesatuan konsep sama sekali dan tidak mempunyai makna apapun. .Berikut adalah tahapan respon berpikir berdasar taksonomi SOLO: 1). mengingat dan melakukan prosedur sederhana. Pada tahap ini siswa dapat menghubungkan antara fakta dengan teori serta tindakan dan tujuan. Tahap Relational. menggabungkan dan melakukan algoritma. Adapun beberapa kata kerja yang mendeskripsikan kemampuan siswa pada tahap ini antara lain. mengurutkan. membuat daftar.

Kata-kerja yang merefleksikan kemampuan pada tahap ini antara lain. menghubungkan. . menggabungkan. membuat suatu teori. membuat generalisasi. Dapat membuat generalisasi serta dapat melakukan sebuah perumpamaan-perumpamaan pada situasi-situasi spesifik. membuat hipotesis. 5). melakukan refleksi serta membangun suatu konsep. menganalisis.menjelaskan hubungan sebab akibat. mengaplikasikan. Tahap Extended Abstract Pada tahap ini siswa melakukan koneksi tidak hanya sebatas pada konsepkonsep yang sudah diberikan saja melainkan dengan konsep-konsep diluar itu.

Kedua konsep pembelajaran tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti teori behavioristik dalam pembelajaran guru memperhatikan tujuan belajar.Saran Pengertian. Aplikasinya dalam pembelajaran adalah bahwa guru memiliki kemampuan dalam mengelola hubungan stimulus respons dalam situasi pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat optimal. karakteristik siswa. sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat dicapai. Dengan memahami . Konsep belajar behaviorisme merupakan proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus dengan respons yang menyebabkan siswa mempunyai pengalaman baru. Tergantung kita sebagai tenaga pengajar mengambil nilai-nilai positif yang tercantum didalamnya untuk kemudian digunakan sebagai konsep belajar dan pembelajaran yang diterapkan sehingga hasil yang diperolehpun lebih maksimal. dan sebagainya. dan perkembangan teori pembelajaran hendaknya dipahami oleh para pendidik dan diterapkan dalam dunia pendidikan dengan benar. Guru dapat menerapkan menurut aliran-aliran teori tertentu. B. Implikasi perkembangan teori pembelajaran sekarang sangatlah beragam.yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Teori kognitivisme didasarkan pada kognisi. prinsip. 5. 4. tingkah mengenal atau memikirkan situasi dimana 3. Teori belajar behaviorisme dan kognitivisme memiliki ciri khas masingmasing. Kesimpulan 1. 2. Teori-teori belajar behavioristik merupakan proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus dengan respons yang menyebabkan siswa mempunyai pengalaman baru.BAB III PENUTUP A.

berbagai teori belajar. prinsip-prinsip pembelajaran dan pengajaran. . pendidikan yang berkembang di bangsa kita niscaya akan menghasilkan out put-out put yang berkualitas yang mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya.

com/orig/1594716/9222ca26-61c6-4564a5db-c0751a600084. Frida. Novianty.com/2008/12/15/teori-belajar/. Teori-Teori Belajar Yang Berpengaruh Terhadap Pelaksanaan Kbk http://sweetyhome. Nur. Teori Belajar Aliran Psikologi Behavioristik. Jakarta: PT Rineka Cipta. Teori Belajar Behavioristik. dkk. 2008. Kognitifistik Dan Humanistik.DAFTRAR PUSTAKA Baharuddin dan Wahyuni.ppt. Belajar dan Pembelajaran. Jogajakarta: Ar-Ruz Media Group. http://docs.docstoc. Diakses 17 Januari 2011. 2008. http://docs. Rida.wordpress. Diakses 17 Januari 2011. .com/orig 2220649/ 44939785-d09c-4d54-b98f-ae5b1b9ed912. Diakses 17 Januari 2011. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran.docstoc. dkk. Budiningsih A. 2009.