P. 1
PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

3.0

|Views: 17,008|Likes:
Published by Yeon-in Kuma'winda

More info:

Published by: Yeon-in Kuma'winda on Jan 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2013

pdf

text

original

1.

PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Dalam Depdiknas (2007) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan perluasan dari TI dengan menggabungkan konsep Teknologi Komunikasi dalam Teknologi Informasi. Hal ini disebabkan oleh begitu kuatnya keterikatan antara Teknologi Informasi dengan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai pengertian dari dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, mempunyai pengertian luas yang meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi mempunyai pengertian segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala aspek yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer / pemindahan informasi antar media menggunakan teknologi tertentu. Salah satu peralatan TIK yang sangat diperlukan dalam berbagai bidang antara lain komputer. Bahan kajian TIK untuk jenjang SMA standar isi mencakup 3 aspek. Masing - masing aspek meliputi kompetensi sebagai berikut:

A. Konsep, pengetahuan, dan operasi dasar Siswa mampu mengenali secara mendalam hakekat dan dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi, etika dan moral pemanfaatan teknologi, media massa digital, masalah ergonomis dan keamanan, dasar-dasar komputer, dan pengoperasian teknologi multimedia. B. Pengolahan informasi untuk produktifitas Siswa mampu menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk berbagai macam perangkat produktifitas teknologi meliputi: penggunaan Sistem Operasi (Operating System), melakukan setting peripheral, pengoperasian software, pemanfaatan jaringan. C. Pemecahan masalah, eksplorasi dan komunikasi Siswa mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam situasi kehidupan nyata untuk mendapatkan informasi, mengelola gagasan, memecahkan masalah, melakukan penelitian, dan menggunakan perangkat komunikasi untuk mendapatkan dan mengirimkan informasi.

seorang guru yang baik tidak akan terpaku pada satu strategi saja. dan teknik pembelajaran yang dianggap sesuai dengan perkembangan dan kompetensi siswa. Untuk itulah strategi pembelajaran perlu ditentukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. pengertian strategi pembelajaran adalah keseluruhan metode dan prosedur yang menitikberatkan pada kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan tertentu. sebagai seorang profesional. . Menurut Anita Lie (2002: 54-55). STRATEGI PEMBELAJARAN Menurut Wina Sanjaya (2005: 99). akan tetapi hanya sebagai tujuan membentuk pola perilaku siswa. maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan berbagai kegiatan yang direncanakan oleh guru dan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.2. Guru yang ingin maju dan berkembang perlu tahu berbagai macam strategi dan teknik-teknik pembelajaran yang pasti akan selalu bermanfaat dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar seharihari. akan tetapi proses untuk mengubah tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. (3) memilih pendekatan. guru harus mempunyai pengetahuan dan persediaan strategi-strategi pembelajaran. (2) merumuskan tujuan pembelajaran. Oleh karena itu penguasaan materi bukan akhir dari proses pembelajaran. secara umum strategi merupakan pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Meskipun demikian. Syaiful Bahri dan Aswan Zain (2002: 5) mengemukakan bahwa ada beberapa strategi dasar dalam pembelajaran antara lain: (1) mengidentifikasi kondisi dan permasalahan yang dihadapi siswa dalam belajar. Empat strategi dasar tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Menurut Wina Sanjaya (2005: 79). Guru bisa memilih dan juga memodifikasi sendiri teknik-teknik pembelajaran agar lebih sesuai dengan situasi kelasnya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tidak semua strategi yang diketahui oleh guru harus dan bisa diterapkan dalam kenyataan sehari-hari di ruang kelas. Dari definisi tentang strategi pembelajaran di atas. Sedangkan menurut Oemar Hamalik (2005: 201). metode. Dalam konteks pembelajaran strategi dapat dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman (petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. tujuan pembelajaran bukanlah penguasaan materi pelajaran.

Setiap anggota kelompok saling bertukar ide tentang suatu isu dengan tujuan untuk memecahkan suatu masalah. Strategi Pembelajaran Pemecahan Masalah (Problem Solving) . atau membuat keputusan.Wina Sanjaya (2005: 101) menyatakan bahwa pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampuan/kompetensi baru. Kerja sama di sini dimaksudkan setiap anggota kelompok harus saling membantu. dan sebaliknya keberhasilan individu adalah keberhasilan kelompok. ada beberapa macam strategi pembelajaran yang dapat digunakan yaitu: 1. maka kita juga harus memikirkan strategi apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efisien. dengan harapan apa yang disampaikan dapat dikuasai oleh siswa dengan baik. Strategi Pembelajaran dengan Diskusi Diskusi adalah proses pembelajaran melalui interaksi dalam kelompok. Siswa dituntut untuk memperoleh pengetahuan sendiri melalui bekerja bersama-sama. 4. pembelajaran berorientasi kepada guru sebab guru memegang peranan yang dominan. setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap kelompoknya. 5. Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Dalam strategi pembelajaran langsung. Oleh karena itu. Tugas guru hanyalah memonitor apa yang dikerjakan siswa. Strategi Pembelajaran Kerja Kelompok Kecil (Small-Group Work) Kerja kelompok kecil merupakan strategi pembelajaran yang berpusat kepada siswa. menjawab pertanyaan. menambah pengetahuan atau pemahaman. 3. Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok. Melalui Cooperative learning siswa didorong untuk bekerja sama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya. Strategi Pembelajaran Cooperative Learning Cooperative learning adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang bisa terdiri dari 3 sampai 5 siswa untuk mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai tuntas. Ketika kita berfikir informasi dan kompetensi apa yang harus dimiliki siswa. Masih menurut Wina Sanjaya (2005:105-108). Melalui strategi ini guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur. 2.

dari belum paham menjadi paham. antara lain: 1. 3.Ada beberapa ciri strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah. KONSEP BELAJAR Beberapa ahli pendidikan memberikan definisi belajar secara berbeda yang pada prinsipnya mempunyai maksud yang sama. 3. guru dapat memilih strategi pembelajaran yang cocok digunakan sesuai tujuan dari pembelajaran yang telah direncanakan. kedua. siswa menggunakan banyak pendekatan dalam belajar. 7. 4. 6. dari kurang terampil menjadi . pertama. Anwar (1990) mengemukakan bahwa belajar adalah setiap perubahan dari setiap tingkah laku yang merupakan pendewasaan/pematangan atau yang disebabkan oleh suatu kondisi dari organisme. James O. siswa bekerja secara individual atau bekerja dalam kelompok kecil. 8. Gagne dan Berliner dalam Anni (2004: 2) menyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman. misalnya setelah belajar seorang mampu mendemonstrasikan dan keterampilan dimana sebelumnya siswa tidak dapat melakukannya. ketiga. Slavin dalam Anni (2004: 2) menyatakan bahwa belajar merupakan individu yang disebabkan oleh pengalaman. Sukardi (2009) berpendapat bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku tetap dari belum tahu menjadi. keempat. Dari berbagai strategi pembelajaran yang telah diuraikan. 2. hasil dari pemecahan masalah adalah tukar pendapat di antara semua siswa. Morgan dalam Anni (2004: 2) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktek atau pengalaman. pembelajaran ditekankan kepada materi pelajaran yang mengandung persoalan-persoalan untuk dipecahkan dan lebih disukai persoalan yang banyak kemungkinan cara pemecahannya. Hudojo (1987) mengemukakan bahwa belajar merupakan suatu proses aktif dalam memperoleh pengalaman atau pengetahuan baru sehingga timbul perubahan tingkah laku. Wittaker dalam Soemanto (2003: 104) menyatakan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku melalui latihan atau pengalaman. Konsep belajar telah banyak dideskripsikan oleh pakar psikologi.

serta ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuan. serta bermanfaat bagi lingkungan dan individu itu sendiri. maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku pembelajar yang relatif permanen yang merupakan hasil dari praktek atau pengalaman pembelajar. Faktor Eksternal Faktor eksternal dapat mempengaruhi sikap dan reaksi individu dalam aktivitas belajar. metode pembelajaran. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik dan relatif tetap. Pada saat proses belajar banyak faktor. Faktor Internal Faktor internal menyangkut faktor. yaitu: . Faktor. intelektual. karena individu yang belajar adalah berinteraksi dengan lingkungan. sedangkan keaktifan adalah suatu keadaan atau hal di mana siswa dapat aktif. Berdasarkan uraian tentang konsep belajar di atas. kondisi kesehatan jasmani dan rohani. pemahaman.faktor yang mempengaruhi belajar secara garis besar dibedakan menjadi dua macam. KEAKTIFAN SISWA Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2001: 24-25). membuat suatu alat. Kehadiran faktorfaktor psikologis tersebut akan memberikan landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar. Jadi keaktifan belajar siswa adalah suatu keadaan di mana siswa aktif dalam belajar. Diedrich dalam Oemar Hamalik (2005:172) membagi kegiatan belajar siswa dalam 8 kelompok. 4. serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. berusaha).faktor yang mempengaruhi. 2. Keaktifan belajar siswa dapat kita lihat dari keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar yang beraneka ragam seperti pada saat siswa mendengarkan ceramah. Faktor.faktor internal antara lain : motivasi.faktor psikologis pembelajar.lebih terampil dan dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru. keterampilan. aktif adalah giat (bekerja. kebiasaan. Paul B. cuaca.faktor eksternal antara lain : variasi dan tingkat kesulitan materi yang dipelajari. Pada penelitian ini keaktifan yang dimaksud adalah keaktifan belajar siswa. sikap dan tingkah laku. kondisi tempat belajar. Faktor. emosional. membuat laporan pelaksanaan tugas dan sebagainya. yaitu : 1. mendiskusikan. kecakapan.

menganalisis. dan mengamati orang lain bekerja atau bermain. mengemukakan pendapat. dan sebagainya. 6. angket. berkebun. Menurut Moh Uzer Usman (2002: 21). mengamati eksperimen. merasa bosan. dan sebagaianya. gembira. 3. berani.1. demonstrasi. diskusi. laporan. 4. mengajukan pertanyaan. mengajar adalah membimbing kegiatan siswa sehingga ia mau belajar. dan sebagainya. Oral Activities (kegiatan-kegiatan lisan) seperti mengemukakan suatu fakta. Untuk itu keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. bukan gurunya. menyalin.2 Perbedaan belajar aktif dan pasif Aktif Pasif . membuat konstruksi. memelihara binatang. melihat hubungan. Perbedaan antara belajar aktif dan pasif menurut Bobby De Potter dan Mike Hernacki seperti dikutip oleh Heni Purwanti (2006: 25) dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Hal ini disebabkan karena siswa sebagai subjek didik itu sendiri yang melaksanakan belajar. sehingga siswalah yang seharusnya lebih banyak aktif. dan sebagainya. Keadaan di mana siswa melaksanakan aktivitas belajar inilah yang disebut keaktifan belajar. 5. menghubungkan sutu kejadian. Mental activities (kegiatan-kegiatan mental) seperti merenungkan. gugup. peta. Klasifikasi aktivitas belajar dari Diedrich di atas menunjukkan bahwa aktivitas dalam pembelajaran cukup kompleks dan bervariasi. dan sebagainya. Writing activities (kegiatan-kegiatan menulis) seperti menulis cerita. tes. Listening Activities (kegiatan-kegiatan mendengarkan) seperti mendengarkan uraian. mengingat. diagaram. dan interupsi. Motor activities (kegiatan-kegiatan motorik) seperti melakukan percobaan. Emotional activities (kegiatan-kegiatan emosional) seperti menaruh minat. memberi saran. musik. mengambil keputusan. dan sebagainya. 7. Visual activeties (kegiatan-kegiatan visual) seperti membaca. 8. diskusi. percakapan. pola. pidato. tenang. Drawing activities (kegiatan-kegiatan menggambar) seperti menggambar. Aktivitas di sini tidak hanya terbatas pada aktivitas jasmani saja yang dapat secara langsung diamati tetapi juga meliputi aktivitas rohani. 2. model. memecahkan masalah. karangan. bermain. pameran. membuat grafik. wawancara.

Dalam hal ini. Siswa yang aktif tidak akan menarik diri dari kehidupan karena dari kehidupan tersebut siswa dapat belajar banyak hal. Jenis. Lingren mengemukakan empat jenis interaksi dalam belajar mengajar seperti tampak pada Diagram 1. Selain itu siswa yang aktif dalam belajar akan melakukan berbagai usaha untuk mencapai tujuannya.2006) Berdasar dari perbedaan tersebut.Jenis Interaksi dalam mengajar Komunikasi Satu arah . Diagram 1.Belajar apa saja di setiap situasi Tidak dapat melihat adanya potensi belajar Menggunakan apa yang dipelajari untuk mendapatkan manfaat atau keuntungan Mengupayakan agar segalanya terlaksana Bersandar pada kehidupan Mengabaikan kesempatan berkembang dari suatu pengalaman belajar Membiarkan segalanya terjadi Menarik diri dari kehidupan (Heni Purwanti. Uzer Usman (2002: 24) melukiskan kadar keaktifan siswa dalam interaksi di antara siswa dengan guru dan di antara siswa dengan siswa lainnya. seorang siswa aktif dalam belajar jika siswa tersebut dapat belajar dari situasi apapun.1. siswa dapat menggunakan apa yang dipelajari sehingga apa yang dipelajari tidak sia-sia. HO Lingren dalam Moh.

antara siswa dengan siswa. jenis interaksi keempat perlu diterapkan dalam pembelajaran di kelas karena dapat membangun siswa untuk aktif. tetapi tidak ada interaksi balik dari siswa kepada guru. Pada jenis ketiga terlihat bahwa interaksi terjadi antara guru dan siswa. . Dari keempat interaksi tersebut. tidak ada interaksi antar siswa Ada balikan dari guru dan siswa berinteraksi Interaksi yang optimal antara guru dan siswa Jenis interaksi pertama yaitu komunikasi satu arah menggambarkan komunikasi hanya terjadi dari guru terhadap siswa. tetapi antara siswa belum ada interaksi. interaksi terjadi secara optimal artinya interaksi terjadi antara guru dengan siswa dan semua siswa saling berinteraksi. tetapi belum optimal sehingga masih ada siswa yang belum saling berinteraksi. Jenis keempat. Jenis kedua menunjukkan ada interaksi antara guru dan murid.Ada balikan dari guru .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->