Strategi Pembelajaran Inquiry

Penerapan strategi pembelajaran inquiry sesuai dengan teori konstruktivisme. Teori ini meyakinkan guru bahwa proses belajar merefleksikan pengalaman siswa. Dalam proses belajar, siswa membangun pemahaman dirinya sendiri. Tiap siswa menghasilkan sendiri ³aturan´ dan ³model mental,´ yang digunakannya untuk membangun pengalaman dan memperoleh pengetahuan. Belajar, karenanya, merupakan proses penyesuaian model mental siswa dalam menyusun dan mengakomodasi pengalaman baru. Belajar merupakan proses interaksi sosial (Wikipedia: 2010) Pengetahuan siswa dibangun dengan informasi yang diperoleh secara alami. Proses belajar siswa merpakan bagian dari pengembangan pengalaman melalui pertemuan mereka dengan guru dan rekan-rekan mereka, dan mengkaji apa yang telah mereka pelajari dari sumber belajar yang terpercaya. Karena itu pula, ilmu pengetahuan harus dibangun secara bertahap dan sedikit demi sedikit. Berdasarkan konsep itu, maka dalam menerapkan strategi pembelajaran inquiry guru harus melibatkan siswa untuk melakukan penyelidikan, penelitian, atau investigasi yang dapat membangun pemahaman mereka sendiri. Siswa melakukan langkah kegiatan belajar aktif dan menerapkan keterampilan berpikir kritis yang dipadukan dengan metode ilmiah. Inquiry bersinonim dengan riset atau investigasi. Pembelajaran berbasis iquiry adalah strategi mengajar yang mengkombinasikan rasa ingin tahu siswa dan metode ilmiah. Penggunaan strategi ini untuk meningkatkan pengembangan keterampilan berpikir kritis melalui kegiatan belajar seperti pada bidang sains. Penerapan strategy ini merupakan upaya untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Dorongan itu berkembang melalui proses merumuskan pertanyaan, merumuskan masalah, mengamati, dan menerapkan informasi baru dalam meningkatkan pemahaman mengenai sesuatu masalah. Rasa ingin tahu itu terus ditumbuhkan untuk meningkatkan semangat bereksplorasi sehingga siswa belajar secara aktif. Proses belajar dapat berlangsung jika dalam diri siswa tumbuh rasa ingin tahu, mencari jawaban atas pertanyaan, memperluas dan memperdalam pemahaman dengan menggunakan metode yang berlaku umum. Jawaban atas pertanyaan itu sering diusulkan oleh peserta didik sendiri dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu, keterampilan merumuskan pertanyaan menjadi bagian penting dalam penerapan inquiry, seperti, merumuskan pertanyaan dalam penelitian. Kemampuan bertanya dan keberanian mengungkap pertanyaan menjadi bagaian penting dalam penerapan strategi ini.

konsistensi. dari pertanyaannya. Ketika antibiotik ditemukan maka peluang menyembuhkan menjadi tersedia. perlu dilandasi dengan nilai-nilai intelektual yang berlaku secara universal. Jika diperlukan sampaikan pula tujuan pedagogis dari pelajaran ini. namun usahakan relevan dengan kompetensi dasar yang hendak Anda kembangkan dalam kelas. mensintesis. Untuk proses belajar ini berikan petunjuk pelaksanaanya. Langkah-langkah pelajaran investigasi dalam penerapan inquiry. Menentukan tujuan. dan nilai-nilai etika yang berlaku. presisi. dan proses eksplorasi maupun elaborasi. * Penerapan strategi inquiry memerlukan keterampilan dasar bertanya. Dalam meneguhkan keyakinan bahwa tindakannya benar. Setelah diketahui penyebabnya. Thomas Kuhn menyatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan. sampaikan informasi kepada siswa apa yang mereka akan mereka pelajari. Jauhkan siswa siswa dari sikap berpikir seperti Anda. Biarlah pertanyaan itu dikembangkan secara independen. refleksi. mereka mencari jawaban atas pertanyaan. penalaran. Untuk memulai pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi inquiry Anda dapat menetapkan sebuah topik yang layak eksplorasi. bukti suara. Para ilmuwan juga mencari penyebab. relevansi. implikasi yang menarik dari proses pelajaran yang akan berlangsung. Pertanyaan itu harus merefleksikan dorongan rasa ingin tahu. dorongan rasa ingin tahu itu dipadukan dengan keterampilan berpikir kritis untuk mencari jawabannya dari pertanyaan yang dibuatnya sendiri oleh siswa. Untuk contoh pelacakan berat bumi. cotoh yang menarik adalah pelacakan perkiraan berat bumi. metode dan kerangka penafsiran berasal dari paradigma para ilmuwan. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari dalam sudut pandang mereka. Mereka berusaha untuk menegaskan sudut pandangnya. . keadilan. pengalaman. tidak perlu ada hipotesis. Dari situ muncul sudut pandang baru. Misalnya. Doronglah mereka untuk menggunakan pikirannya sendiri. Kemudian. Hasil yang diperoleh digunakan sebagai landasan untuk meneguhkan keyakinan melakukan suatu tindakan itu benar. Bagaimana mengobatinya? Dari prose itu orang kemudian mencari obatnya. Apa yang menyebabkan orang sakit TBC? Para ilmuwan mencari penyebab muculnya parasit dan menemukan bakteri tuberkulosis. Keterampilan berpikir kritis harus memadukan proses intelektual yang terus aktif melalui langkah menerapkan konsep. ketepatan. dan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan. kedalaman. argumantasi.Inquiry dapat dimulai dengan pertanyaan ³Apa?´ atau ³ Bagaimana?´ untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu gejala alam atau pun sosial. yaitu: kejelasan. komunikasi. Semua jawaban diperoleh melalui metode ilmiah. menganalisis. luas.

Doronglah siswa menulis apa yang mereka rencanakan dan bahan yang mereka butuhkan. Salah satunya.Menentukan Hipotesis: Para siswa harus selalu diharapkan untuk membuat hipotesis sendiri. Mereka harus mencari tahu siapa yang memiliki hasil yang sama. mereka dapat membuat daftar bahan mereka perlukan. Arah kegiatan: Siswa harus tahu apa yang mereka mencari. Hal ini sebaiknya dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil yang ditindaklanjuti dalam diskusi seluruh kelas. Kesimpulan: Ketika siswa telah selesai studi. Proses pembelajaran berlangsung alamiah . Menentukan Prosedur: Setelah siswa memiliki gagasan yang jelas tentang tujuan percobaan atau penelitian. Pendidikan tak lagi berpusat . mengingatkan mereka tentang semua tindakan pengamanan. Metode pembelajaran ini dalam penyampaian bahan pelajarannya tak dalam bentuk final dan tak langsung. Pendekatan dan strategi pembelajaran saat ini diharapkan lebih menekankan agar siswa dipandang sebagai subjek belajar. mereka harus memakai kacamata keselamatan dan perangkat keselamatan lain secukupnya.com/home/?p=9074 Metode Pembelajaran Inquiry Metode inquiry salah satu strategi pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik mendapatkan jawabannya sendiri. Apa hasil rata-ratanya? Jika hasil mengarah ke pertanyaan lain. Anda harus mendorong mereka untuk merumuskna hipotesis dengan benar. Artinya. maka proses studi dimulai lagi. meneliti dan memecahkan jawaban. mengapa hasil mungkin akan berbeda. dalam metode inquiry peserta didik sendiri diberi peluang untuk mencari. Mereka harus menginterpretasikan hasil berdasarkan pertanyaan awal. berikan bantuan secukupnya. Konsep ini bertujuan hasil pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. adalah metode inquiry. http://gurupembaharu. Data: Sebelum siswa memulai studi. Mereka mungkin membutuhkan bantuan guru. siswa bekerja dan mengalami. Hanya saja jika mereka telah menunjukkan bahwa hipotesis mereka mungkin benar tidak berarti mereka telah membuktikannya! Bahan: Setelah siswa mengetahui apa yang mereka rencanakan. Jika mereka bekerja dengan bahan kimia. mereka harus memiliki ide tentang bagaimana untuk menemukan jawabannya. Perhatikan agar kesimpulan diskusi kelas bermakna dan relevan dengan kompetensi dasar yang ingin dikembangkan. mereka harus membahas hasil mereka dengan satu sama lain. bukan berupa transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Menurut pengalaman dalam berbagai diskusi dalam kelas hipotesis yang berbeda akan memberikan ide yang berbeda pula dalam menguji hipotesis mereka sendiri. yang memiliki hasil yang berbeda. menggunakan teknik pemecahan masalah.

Contoh : Praktik penyelidikan di laboratorium atau tugas observasi pada pelajaran Bahasa Indonesia dalam membahas salah satu karya sastra. penuh dorongan ingin tahu dan tangguh dalam pendirian. melibatkan diri dalam kegiatan dan mampu menyelesaikan tugas sendiri. pembelajaran dimaksudkan untuk membanru pembelajar secara ilmiah. Pendekatan Inkuiri dan Pendekatan Penemuan dalam Kegiatan Belajar Mengajar Kedua model pembelajaran yaitu pendekatan inkuiri dan pendekatan penemuan berorientasi pada pengolahan informasi dengan tujuan melatih pembelajar memiliki kemampuan berpikir untuk dapat menemukan dan mencari sesuatu pengetahuan secara ilmiah. masyarakat. membuat dugaan. segiempat. Kemungkinan lain pembelajar ³dilepas´ aiau diberi kesempatan bebas untuk mencari sesuatu sampai menemukan hasil belajar melalui proses-proses. Konsep dan prinsip itu ditentukan sebagai hasil atau akibat adanya pengalaman belajar yang telah diatur secara seksama oleh pengajar. Sebaliknya pendekatan inkuiri yang digunakan dalam kegiatan belajajar mengajar. menjelaskan dan menarik kesimpulan. terbuka. Tujuan berikutnya ialah pembelajar akan menemukan konsep dan prinsip. Pembelajaran dengan inkuiri mempunyai proses mental yang lebih kompleks. Pembelajaran dengan penemuan dapat dilakukan dengan melibatkan pembelajar dalam proses kegiatan belajar yang menggunakan proses mental melalui tukar pendapat atau diskusi. jujur. .pada lembaga atau pengajar yang hanya mencetak lulusan kurang berkualitas. menganalis data. Dalam bahasa Inggris disebut ³discovery approach´ yang artinya ialah penyelidikan melalui pencarian informasi atau pertanyaan-pertanyaan. Para ahli pendidikan dan juga para pengajar cenderung menggunakan istilah pendekatan inkuiri. membuat penggolongan. menyusun generalisasi secara mandiri. menarik kesimpulan dsb. sebagai contoh. Prinsip misalnya. Dengan pendekatan inkuiri. konsep dingin. kata. mengukur. terampil mengumpulkan fakta. frase dan kalimat. tapi berpusat pada peserta didik. semua kalimat pasif berawalan di. Menarik kesimpulan di atas. menyusun konsep. Menurut Sund pembelajar dengan penemuan akan membantu pembelajar menggunakan proses mental dengan mengamati. Ada kaitan erat antara menyelidiki dengan penemuan. Dengan pendekatan inkuiri ini pembelajar dimotivasi untuk aktif berpikir. bahwa pendekatan penemuan dalam kegiatan belajar mengajar mengutamakan kegiatan pembelajar dengan menggunakan proses mental. struktur pcristivva belajar bersifat tcrbuka. Konsep misalnya. PENDEKATAN INQUIRI DALAM MENGAJAR Posted on 27 Juni 2008 by Pakde sofa PENDEKATAN INQUIRI DALAM MENGAJAR Kata inkuiri berarti menyelidiki dengan cara mencari informasi dan melakukan pertanyaan-pertanyaan. seminar dsb. Hasilnya dapat diramalkan sebelumnya sesuai dengan ³pengaturan´ pengajar. Dalam pelaksanaan inkuiri dibutuhkan sikap-sikap objektif. logam kalau dipanasi mengembang. merancang eksperimen. Pendekatan inkuiri sering digunakan bergantian dengan pendekatan penemuan.

Menganalisis. Richard Suchman. Seorang pengajar hendaknya dapat mengembangkan proses inkuiri dengan memusatkan pada masalah-masalah yang perlu dipecahkan oleh pembelajar. 8. b. Bertinda. artinya tidak semata-mata mendengarkan dan mengha¶fal. . 9. Menurut J. 3. Menghasilkan atau memprodusir. 2. tentang hakikat proses inkuiri model teori inkuiri dan komponen-komponen penting untuk inkuiri yang efektif. artinya tidak semata-mata membuktikan 7. Pengajar hendaknya mendorong jenis inkuiri pada pembelajar bahkan memberi saran kepada pengajar bahwa ia harus. Oleh Sucliman dijumpai empat identifikasi organisator yaitu. artinya tidak semata-mata mengamati. Selanjutnya. 5. Dengan kata lain. Data yang berisi keterangan dan informasi 4. Membantu setiap pembelajar menemukan suatu jalan untuk bergerak maju. c. a. 1. Mencari. b. Tujuan Proses Inkuiri yang diajukan Suchman merupakan pemikiran yang mantap yang implikasinya dapat untuk memperbaiki pendidikan pengajar dan untuk peningkatan peristiwa kegiatan belajar mengajar. Mengajar bertujuan mengembangkan bakat-bakat dan membantu pengajar mengembangkan konsep dirinya Proses belajar ini dapat dilakukan melalui beberapa aktivitas yakni. Bertanya. Menciptakan kebebasan untuk memiiiki dan mengekspresikan ide-ide atau gagasan dan mengetesnya dengan data. artinya tidak semata-mata mendapatkan. 6. menjelaskan bahwa proses inkuiri terutama ditujukan kepada kreativitas. Suchman berpendapat bahwa setiap individu mempunyai organisator tertentu yang dapat ditarik untuk membawakan beberapa pengertian terhadap sesuatu objek baru. artinya tidak semata-mata melihat dan mendengarkan. Sistem yang mengatur secara kesatuan fungsi 3. Akomodasi yaitu mengadakan perubahan-perubahan dengan pengertian penyesuaian alam struktur kognitif sehingga sesuai dengan gejala (fenomena) baru yang diamati. Kesimpulan hasil analisis data Setiap orgamsator dapat disimpan untuk penggunaan waktu yang akan datang. 4. Menyusun. Pengajar selalu mengutamakan pertumbuhan dan peningkatan kognitif dan perkembangan kreativitas pembelajar. Membuat sintesis. Menyediakan suatu lingkungan yang responsif sehingga setiap ide didengar dan dapat dimengerti. dipahami oleh setiap pembelajar dapat memperoleh data yang dibutuhkan.a. artinya tidak semata-mata mengumpulkan. J. bagaimana pembelajar mengadakan respon (reaksi) kalau datang stimulus (rangsang) pada persepsinya. artinya tidak semata-mata menggunakan. Beipikir artinya tidak semata-mata melamun atau membayangknn. tetapi dapat juga sebaliknya yaitu berbeda atau bertentangan. Orientasi guru ialah ³memandang´ pembelajar sebagai individu yang memiiiki potendi yang perlu dikembangkan. Suchman tertarik pada kata ³pengertian´ dan bagaimana pengertian itu terbentuk pada diri pembelajar. artinya tidak semata-mata mempelajari fakta-fakta. Persepsi yang berisi jumpaan-jumpaan sebelumnya 2. 1. Asimilasi yaitu memasuldcan hasil pengamatan ke dalam struktur kognitif yang telah ada pada pembelajar. Organisator ini saling berkaitan erat sekali. Menemukan problem.R.

Pengajar mampu memberikan fleksibilitas (kesempatan dan keluwesan serta keberrsamaan untuk berpendapat. Pengajaran berpusat pada diri pembelajar Salah satu prinsip psikologi belajar menyatakan bahwa makin besar dan makin sering keterlibatan pembelajar dalam kegiatan makin besar baginya untuk mengalami proses belajar.10. Pengajar mampu menstimulasi (memberi rangsangan dan menentang pembelajar untuk berpikir). 5. Kondisi yang fleksibel. Dalam proses belajar inkuiri. artinya tidak semata-mata memproduksi kembaii. Beberapa kondisi yang diperlukan untuk proses belajar inkuiri a. artinya tidak semata-mata mengulangi. artinya tidak semata-mata menerima 14. d. Merancang. Mengkritik. artinya tidak semata-mata membenarkan. Mengevaiuasi. Menciptakan. 1. berinisiatif atau berprakarsa) dan bertindak. Kondisi yang bebas dan tekanan. 2. d. Menerapkan. b. Peranan Pengajar dalam proses belajar mengajar dengan pendekatan Inkuiri adalah. f. Pengalaman inkuiri. Segi Keuntungan Mengajar dengan Menggunakan Pendekatan Penemuan dan Pendekatan Inkuiri 1. e. Kondisi lingkungan yang responsif. terbuka untuk berinteraksi. Adanya konsep dirinya (self-concept). Adanya hak dan otonomi pembelajar. 4. Sikap keterbukaan. Untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan inkuiri secara mantap yang dibutuhkan pengajar yang mampu berperan. artinya tidak semata-mata mengingat-ingat. karena aktivitas banyak terjadi pada din pembelajar. Kondisi yang memudahkan untuk memusatkan perhatian. Percaya kepada diri sendiri dan kesadaran akan harga diri. . menunjukkan terlibat dalam masalah-masalah. Kebebasan dan dukungan terhadap pembelajar. Mengekspresimenkan. b. 3. 12. Pengajar mampu mendiagnosis kesulitan-kesuhtan pembelajar dan membantu mengatasinya. pembelajar tidak hanya belajar konsep dan prinsip. c. 15. Akan tetapi dalm proses belajar mcngajar hal-hal yang perlu mendapat rangsangan (stimulus) adalah. tetapi juga mengalami proses belajar tentang pengarahan diri. pengendalian diri. 11. a. artinya tidak semata-mata beraksi. c. . bebas. Pengajar mampu mengidentifikasi dan menggunakan kemampuan mengajar serta waktu mengajar dengan sebaik-baiknya. 13. Pengajar mampu memberi dukungan untuk inkuiri.

Memberi kepuasan yang bersifat instrinsik. . lebih-lebih kalau penemuannya kurang berhasil. g. 2. 4. Dampaknya dapat mengecewakan pengajar dan pembelajar sendiri. hanya merupakan suatu pemborosan belaka Kata kunci: Inquiry. Belajar yang sesungguhnya yaitu jika pembelajar bereaksi dan bertindak terhadap informasi melalui proses mental. pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh bersifat merangsang kegairahan belajar. 3. Dapat memberi waktu kepada pembelajar unuk mengashnilasi dan mengakomodasi informasi. Pengajaran inkuiri dapat membentuk self concept (konsep diri). lebih kreatif. Dengan percaya diri yang kuat. Lebih banyak kebebasan dalam proses belajar mengajar berarti makin besar kemungkinannya untuk mengembangkan kecakapan. b. 6. Mendorong pembelajar berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. . Dapat menghindarkan pembelajar dari cara-cara belajar tradisional yang bersifat Jerome Bruner. yaitu ada kepercayaan diri serta ide tertentu bagaimana ia dapat menyelesaikan suatu tugas dengan caranya sendiri.tanggung jawab dan komunikasi sosial secara terpadu. melihat beberapa segi keuntungan dari pendekatan penetnuan. Pembelajar yang terbiasa belajar dengan pengajaran tradisional yang telah dirancang pengajar. d. Tingkat pengharapan bertambah. 2. berkeinginan untuk selalu mengambil kesempatan yang ada dan pada umumnya memiliki mental yang sehat. Lebih-lebih kalau harus belajar mandiri. Pembelajar akan memahami konsep-konsep dasar dan ide-ide lebih banyak dan lebih baik. Pengembangan bakat dan kecakapan individu. Di samping keuntungan ada juga kelemahan-kelemahan dalam pendekatan inkuiri.ar menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. kemungkinan besar tidak berhasil. Membantu pembelaj. 3. e. f. kemampuan dan bakat-bakatnya. Prestasi Belajar . Mendorong (memotivasi) pembelajar berpikir dan merumuskan hipotesis serta membuktikannya melalui proses belajar. Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang. biasanya agak sulit untuk memberi dorongan. sehingga terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Ada kesan dananya terlalu banyak. 6. Pembelajar harus mampu menghilangkan hambatan. a. Diperlukan keharusan kesiapan mental untuk cara belajar. 1. sikap dan keterampilan memberi kesan terlalu idealis. Lebih mengutamakan dan mementingkan pengertian. 4. Kalau pendekatan inkuiri diterapkan dalam kelas dengan jumlah pembelajar yang besar.

Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi unsur penentu dalam kelangsungan hidup manusia. ada permasalahan yang perlu dijawab berkaitan dengan masalah peningkatan prestasi. Hal ini dibuktikan bahwa diawali dari pra tindakan penelitian Dari 15 siswa yang tuntas dalam belajar ada 4 siswa (26. Hal ini dapat dimaklumi sebab siswa belum pernah melakukan praktek pembelajaran matematika secara mandiri. didapatkan hasil belajar dari 15 siswa 13 siswa (86. birokrat dan politisi saja. (2) Guru masih belum secara optimal mengkondisikan kelas. Tindakan berikutnya pada siklus 1 meningkat yang mengalami ketuntasan dalam belajar ada 9 siswa (60%). sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri.67%). tindakan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab para pakar. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Untuk itu diperlukan usaha peningkatan kualitas guru dalam melakukan strategi kegiatan belajar. (1) siswa pada umumnya masih kesulitan dalam beradaptasi dengan model pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Bagaimanakah Penerapan Model Pembelajaran Inquiry terhadap aktivitas siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pagergunung 03 Kesamben Blitar tahun pelajaran 2009/2010 dalam pembelajaran Matematika?. Untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang. mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. sehingga siswa lebih banyak bermain bersama siswa yang lain daripada memperhatikan guru. Sedangkan hasil nyata dari evaluasi belajar menunjukkan bahwa model inquiri sangat efektif dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Pagergunung 03 Kesamben Blitar dalam belajar mata pelajaran matematika. Berdasarkan fenomena tersebut. melainkan juga menjadi tugas dan tanggung jawab guru dan orang yang berkiprah di bidang pendidikan dan pengajaran. dan Bagaimanakah hasil belajar matematika siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pagergunung 03 Kesamben Blitar tahun pelajaran 2009/2010 dalam Penerapan Model Pembelajaran Inquiry? Metode yang digunakan dalam pendekatan penyelesaian permasalahan ini adalah model pembelajaran Inquiry dengan rancangan penelitian tindakan perencanaan. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. pengamatan dan refleksi. Hasil dari penelitian ini adalah. dan (3) Siswa pada umumnya masih belum aktif untuk bertanya atau mengambil peran dalam menjelaskan menyampaikan pertanyaan materi maupun menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru.67%) dinyatakan tuntas dalam pembelajaran. Selanjutnya tindakan pada siklus 2. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. Strategi Pembelajaran Tak Langsung Metode Inquiri Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa. pendidikan nasional dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. Kunci dari meningkatkannya kualitas manusia Indonesia seutuhnya adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan. Bimbingan dan pengawasan guru masih .

Performance Evaluation. melainkan harus dibuat atau dikonstruksi. video. namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran dengan metode inquiry memiliki 5 komponen yang umum yaitu Question. Student Engangement. Siswa diminta untuk berkomunikasi. melainkan dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi. wawancara dengan ahli. yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan oleh siswa. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya. Dalam metode inquiry. Jawaban dari permasalahan yang diajukan guru dapat muncul dalam berbagai bentuk. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah inquiri serta tujuan setiap langkah. Performance Evaluation. karangan. dan analisis. Question. Cooperative Interaction. keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. Langkah-langkah pelaksanaan metode inquiry: 1. tujuan. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan motivasi belajar siswa.diperlukan. Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena. Selanjutnya. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi. Jawaban dari pertanyaan inti tidak dapat ditemukan misalnya di dalam buku teks. dan lain sebagainya. Orientasi Adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsive. Student Engangement. mulai dari langkah merumuskan masalah sampai dengan merumuskan kesimpulan. dan lain-lain. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi ini adalah: š Menjelaskan topik. misalnya buku teks. Cooperative Interaction. 2. siswa bukan sedang berkompetisi. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi. dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa. Dalam hal ini. poster. tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi (Sagala. Variety of Resources.persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk . š Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. 2005). Dalam menjawab permasalahan. dan Variety of Resources (Garton. Merumuskan masalah Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. website. Untuk menjawab pertanyaan ini ± sesuai dengan Taxonomy Bloom ± siswa dituntut untuk melakukan beberapa langkah seperti evaluasi. 2004). Menjelaskan pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untukš mencapai tujuan. biasanya siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. sintesis. grafik. televisi. bekerja berpasangan atau dalam kelompok. dan mendiskusikan berbagai gagasan. Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar. Siswa bukan secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku. guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa. dan mungkin saja semua jawaban benar. poster. tergantung pada situasi dan kondisi sekolah. Walaupun dalam praktiknya aplikasi metode pembelajaran inquiry sangat beragam.

Meumuskan kesimpulan Adalah poses mendeskrisikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah diantaranya: Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa. 3. hipotesis perlu diuji kebenaranya. oleh karena banyaknya data yang diperoleh. Karena itu. Oleh sebab itu. mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Artinya. Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar. 5. Salah satu cara yang harus dilakukan guru untuk mengembangkan hipotesis siswa adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji. š Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti. Siswa akan akanš memiliki motivai yang tinggi manakala dilibatkan dalam merumuskan masalah yang hendak dikaji. Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. 6. kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. menguji hipotesis juga berari mengembangkan kemampuan berpikir rasional. š Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa. . Sebagai jawaban sementara. untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukan pada siswa data mana yang relevan. Mengumpulkan data Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam strategi pembelajaran inkuiri. akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. potensi untuk mengembangkan kemampuan harus dibina. menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang hendak dipecahkan. Oleh karena itu. 4. tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mampu mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.berpikir memecahkan teka-teki itu. Menguji hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Merumuskan kesimpulan merupakan gong-nya dalam proses pembelajaran. Di samping itu. Kemampuan atau potensi individu untuk berpikir pada dasarnya sudah dimiliki setiap individu sejak lahir. akan tetapi harus didukung data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sering terjadi.

biasanya guru mengajak siswa/i untuk mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran mereka. Bagaimana cara menetapkan sasaran? Kendala apa saja yang kiranya akan dihadapi dalam menetapakan sasaran? Membuat rancangan kerja. sebelum memulai suatu aktivitas mengajar. Apa yang saya kehendaki? Tujuan apa yang ingin siswa/i capai? Kendala apa yang kiranya akan saya hadapi? Bagaimana cara agar masing-masing anak dengan tingkat intelijen yang berbeda dapat mencapai tujuan yang sama? Membuat pertanyaan. Dengan begitu siswa/i dapat . Setelah kelima tahap dalam siklus inkuiri selesai. Melakukan kegiatan belajar mengajar. guru dapat berpikir berdasarkan urutan-urutan yang ada: y y y y Mengidentifikasi masalah.Siklus inkuiri atau inquiry cycle tidak hanya berguna bagi siswa saat proses pembelajaran tapi juga bagi guru. barulah guru masuk pada tahap berikutnya yaitu: y Mengambil tindakkan. mengajak siswa/i untuk melakukan proses inkuiri berbekal dengan rancangan di atas. Sebagai contoh. Strategi apa yang cocok untuk diterapkan ke sebagian besar anak? Bagaimana sistem penilaian yang sesuai? Bagaimana cara melibatkan siswa dalam menentukan kriteria penilaian? Berapa lama durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya? Setelah memikirkan 4 kategori diatas tadi. Pertanyaan-pertanyaan apa yang dapat memancing keinginantahuan siswa/i? Menetapkan sasaran.

net/starainisa/penerapanpendekatan-inkuiri . http://www. Begitu juga yang perlu dilakukan guru. Proses ini juga membantu guru untuk mengembangkan suatu materi pembelajaran tanpa menyimpang dari inti materi.slideshare.mengetahui kelebihan dan kekurangan diri mereka masing-masing. Apakah hal-hal baik dari kegiatan ini? Adakah hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana saya? Kendala-kendala apa yang terjadi dan tidak terpikirkan sebelumnya oleh saya? Bagaimana cara meningkatkan metode pengajaran agar lebih baik? Apakah materi yang ajarkan sudah memenuhi semua kebutuhan murid? Adakah cari lain dalam menyampaikan materi tsb? Melalui proses inkuri guru dapat merancang suasana/lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi siswa/i. y Menganalisa dan megevaluasi hasil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful