Strategi Pembelajaran Inquiry

Penerapan strategi pembelajaran inquiry sesuai dengan teori konstruktivisme. Teori ini meyakinkan guru bahwa proses belajar merefleksikan pengalaman siswa. Dalam proses belajar, siswa membangun pemahaman dirinya sendiri. Tiap siswa menghasilkan sendiri ³aturan´ dan ³model mental,´ yang digunakannya untuk membangun pengalaman dan memperoleh pengetahuan. Belajar, karenanya, merupakan proses penyesuaian model mental siswa dalam menyusun dan mengakomodasi pengalaman baru. Belajar merupakan proses interaksi sosial (Wikipedia: 2010) Pengetahuan siswa dibangun dengan informasi yang diperoleh secara alami. Proses belajar siswa merpakan bagian dari pengembangan pengalaman melalui pertemuan mereka dengan guru dan rekan-rekan mereka, dan mengkaji apa yang telah mereka pelajari dari sumber belajar yang terpercaya. Karena itu pula, ilmu pengetahuan harus dibangun secara bertahap dan sedikit demi sedikit. Berdasarkan konsep itu, maka dalam menerapkan strategi pembelajaran inquiry guru harus melibatkan siswa untuk melakukan penyelidikan, penelitian, atau investigasi yang dapat membangun pemahaman mereka sendiri. Siswa melakukan langkah kegiatan belajar aktif dan menerapkan keterampilan berpikir kritis yang dipadukan dengan metode ilmiah. Inquiry bersinonim dengan riset atau investigasi. Pembelajaran berbasis iquiry adalah strategi mengajar yang mengkombinasikan rasa ingin tahu siswa dan metode ilmiah. Penggunaan strategi ini untuk meningkatkan pengembangan keterampilan berpikir kritis melalui kegiatan belajar seperti pada bidang sains. Penerapan strategy ini merupakan upaya untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Dorongan itu berkembang melalui proses merumuskan pertanyaan, merumuskan masalah, mengamati, dan menerapkan informasi baru dalam meningkatkan pemahaman mengenai sesuatu masalah. Rasa ingin tahu itu terus ditumbuhkan untuk meningkatkan semangat bereksplorasi sehingga siswa belajar secara aktif. Proses belajar dapat berlangsung jika dalam diri siswa tumbuh rasa ingin tahu, mencari jawaban atas pertanyaan, memperluas dan memperdalam pemahaman dengan menggunakan metode yang berlaku umum. Jawaban atas pertanyaan itu sering diusulkan oleh peserta didik sendiri dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu, keterampilan merumuskan pertanyaan menjadi bagian penting dalam penerapan inquiry, seperti, merumuskan pertanyaan dalam penelitian. Kemampuan bertanya dan keberanian mengungkap pertanyaan menjadi bagaian penting dalam penerapan strategi ini.

yaitu: kejelasan. Untuk proses belajar ini berikan petunjuk pelaksanaanya. konsistensi. sampaikan informasi kepada siswa apa yang mereka akan mereka pelajari. dorongan rasa ingin tahu itu dipadukan dengan keterampilan berpikir kritis untuk mencari jawabannya dari pertanyaan yang dibuatnya sendiri oleh siswa. kedalaman. . Dalam meneguhkan keyakinan bahwa tindakannya benar. Untuk memulai pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi inquiry Anda dapat menetapkan sebuah topik yang layak eksplorasi. cotoh yang menarik adalah pelacakan perkiraan berat bumi. metode dan kerangka penafsiran berasal dari paradigma para ilmuwan. Ketika antibiotik ditemukan maka peluang menyembuhkan menjadi tersedia. mensintesis. ketepatan. Mereka berusaha untuk menegaskan sudut pandangnya. mereka mencari jawaban atas pertanyaan. Kemudian. Langkah-langkah pelajaran investigasi dalam penerapan inquiry. Jika diperlukan sampaikan pula tujuan pedagogis dari pelajaran ini. Keterampilan berpikir kritis harus memadukan proses intelektual yang terus aktif melalui langkah menerapkan konsep. perlu dilandasi dengan nilai-nilai intelektual yang berlaku secara universal. luas. tidak perlu ada hipotesis.Inquiry dapat dimulai dengan pertanyaan ³Apa?´ atau ³ Bagaimana?´ untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu gejala alam atau pun sosial. dari pertanyaannya. penalaran. presisi. dan proses eksplorasi maupun elaborasi. Bagaimana mengobatinya? Dari prose itu orang kemudian mencari obatnya. dan nilai-nilai etika yang berlaku. Pertanyaan itu harus merefleksikan dorongan rasa ingin tahu. keadilan. komunikasi. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari dalam sudut pandang mereka. relevansi. namun usahakan relevan dengan kompetensi dasar yang hendak Anda kembangkan dalam kelas. Apa yang menyebabkan orang sakit TBC? Para ilmuwan mencari penyebab muculnya parasit dan menemukan bakteri tuberkulosis. argumantasi. refleksi. Semua jawaban diperoleh melalui metode ilmiah. Jauhkan siswa siswa dari sikap berpikir seperti Anda. pengalaman. Untuk contoh pelacakan berat bumi. implikasi yang menarik dari proses pelajaran yang akan berlangsung. Menentukan tujuan. Para ilmuwan juga mencari penyebab. menganalisis. Dari situ muncul sudut pandang baru. Setelah diketahui penyebabnya. Hasil yang diperoleh digunakan sebagai landasan untuk meneguhkan keyakinan melakukan suatu tindakan itu benar. dan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Misalnya. bukti suara. * Penerapan strategi inquiry memerlukan keterampilan dasar bertanya. Thomas Kuhn menyatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan. Doronglah mereka untuk menggunakan pikirannya sendiri. Biarlah pertanyaan itu dikembangkan secara independen.

mereka harus memiliki ide tentang bagaimana untuk menemukan jawabannya. http://gurupembaharu. Konsep ini bertujuan hasil pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. mengapa hasil mungkin akan berbeda. mereka harus membahas hasil mereka dengan satu sama lain.Menentukan Hipotesis: Para siswa harus selalu diharapkan untuk membuat hipotesis sendiri. Data: Sebelum siswa memulai studi. Jika mereka bekerja dengan bahan kimia. Apa hasil rata-ratanya? Jika hasil mengarah ke pertanyaan lain. Mereka harus menginterpretasikan hasil berdasarkan pertanyaan awal.com/home/?p=9074 Metode Pembelajaran Inquiry Metode inquiry salah satu strategi pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik mendapatkan jawabannya sendiri. bukan berupa transfer pengetahuan dari guru ke siswa. menggunakan teknik pemecahan masalah. yang memiliki hasil yang berbeda. Kesimpulan: Ketika siswa telah selesai studi. siswa bekerja dan mengalami. Pendidikan tak lagi berpusat . Doronglah siswa menulis apa yang mereka rencanakan dan bahan yang mereka butuhkan. Mereka mungkin membutuhkan bantuan guru. mengingatkan mereka tentang semua tindakan pengamanan. Hal ini sebaiknya dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil yang ditindaklanjuti dalam diskusi seluruh kelas. Arah kegiatan: Siswa harus tahu apa yang mereka mencari. Anda harus mendorong mereka untuk merumuskna hipotesis dengan benar. Artinya. Pendekatan dan strategi pembelajaran saat ini diharapkan lebih menekankan agar siswa dipandang sebagai subjek belajar. Perhatikan agar kesimpulan diskusi kelas bermakna dan relevan dengan kompetensi dasar yang ingin dikembangkan. dalam metode inquiry peserta didik sendiri diberi peluang untuk mencari. Hanya saja jika mereka telah menunjukkan bahwa hipotesis mereka mungkin benar tidak berarti mereka telah membuktikannya! Bahan: Setelah siswa mengetahui apa yang mereka rencanakan. mereka harus memakai kacamata keselamatan dan perangkat keselamatan lain secukupnya. Mereka harus mencari tahu siapa yang memiliki hasil yang sama. adalah metode inquiry. Menurut pengalaman dalam berbagai diskusi dalam kelas hipotesis yang berbeda akan memberikan ide yang berbeda pula dalam menguji hipotesis mereka sendiri. Metode pembelajaran ini dalam penyampaian bahan pelajarannya tak dalam bentuk final dan tak langsung. maka proses studi dimulai lagi. berikan bantuan secukupnya. meneliti dan memecahkan jawaban. mereka dapat membuat daftar bahan mereka perlukan. Proses pembelajaran berlangsung alamiah . Salah satunya. Menentukan Prosedur: Setelah siswa memiliki gagasan yang jelas tentang tujuan percobaan atau penelitian.

sebagai contoh. jujur. menarik kesimpulan dsb. PENDEKATAN INQUIRI DALAM MENGAJAR Posted on 27 Juni 2008 by Pakde sofa PENDEKATAN INQUIRI DALAM MENGAJAR Kata inkuiri berarti menyelidiki dengan cara mencari informasi dan melakukan pertanyaan-pertanyaan. Pendekatan Inkuiri dan Pendekatan Penemuan dalam Kegiatan Belajar Mengajar Kedua model pembelajaran yaitu pendekatan inkuiri dan pendekatan penemuan berorientasi pada pengolahan informasi dengan tujuan melatih pembelajar memiliki kemampuan berpikir untuk dapat menemukan dan mencari sesuatu pengetahuan secara ilmiah. Para ahli pendidikan dan juga para pengajar cenderung menggunakan istilah pendekatan inkuiri. Konsep misalnya. Konsep dan prinsip itu ditentukan sebagai hasil atau akibat adanya pengalaman belajar yang telah diatur secara seksama oleh pengajar. membuat penggolongan. Pembelajaran dengan penemuan dapat dilakukan dengan melibatkan pembelajar dalam proses kegiatan belajar yang menggunakan proses mental melalui tukar pendapat atau diskusi. terbuka. Prinsip misalnya. melibatkan diri dalam kegiatan dan mampu menyelesaikan tugas sendiri. Pendekatan inkuiri sering digunakan bergantian dengan pendekatan penemuan. Dengan pendekatan inkuiri. Hasilnya dapat diramalkan sebelumnya sesuai dengan ³pengaturan´ pengajar. semua kalimat pasif berawalan di. Kemungkinan lain pembelajar ³dilepas´ aiau diberi kesempatan bebas untuk mencari sesuatu sampai menemukan hasil belajar melalui proses-proses. mengukur. Menarik kesimpulan di atas. struktur pcristivva belajar bersifat tcrbuka. Menurut Sund pembelajar dengan penemuan akan membantu pembelajar menggunakan proses mental dengan mengamati. konsep dingin. menyusun konsep. terampil mengumpulkan fakta. kata. Contoh : Praktik penyelidikan di laboratorium atau tugas observasi pada pelajaran Bahasa Indonesia dalam membahas salah satu karya sastra. Dalam pelaksanaan inkuiri dibutuhkan sikap-sikap objektif. seminar dsb. Ada kaitan erat antara menyelidiki dengan penemuan. segiempat. Tujuan berikutnya ialah pembelajar akan menemukan konsep dan prinsip. Pembelajaran dengan inkuiri mempunyai proses mental yang lebih kompleks. frase dan kalimat. merancang eksperimen. menjelaskan dan menarik kesimpulan. menyusun generalisasi secara mandiri. membuat dugaan. menganalis data. pembelajaran dimaksudkan untuk membanru pembelajar secara ilmiah. masyarakat. Dalam bahasa Inggris disebut ³discovery approach´ yang artinya ialah penyelidikan melalui pencarian informasi atau pertanyaan-pertanyaan. bahwa pendekatan penemuan dalam kegiatan belajar mengajar mengutamakan kegiatan pembelajar dengan menggunakan proses mental. tapi berpusat pada peserta didik. logam kalau dipanasi mengembang. penuh dorongan ingin tahu dan tangguh dalam pendirian. Dengan pendekatan inkuiri ini pembelajar dimotivasi untuk aktif berpikir. .pada lembaga atau pengajar yang hanya mencetak lulusan kurang berkualitas. Sebaliknya pendekatan inkuiri yang digunakan dalam kegiatan belajajar mengajar.

Menganalisis. artinya tidak semata-mata mendengarkan dan mengha¶fal. Data yang berisi keterangan dan informasi 4. Persepsi yang berisi jumpaan-jumpaan sebelumnya 2.R. Suchman tertarik pada kata ³pengertian´ dan bagaimana pengertian itu terbentuk pada diri pembelajar. artinya tidak semata-mata mengamati. Menurut J. Dengan kata lain. artinya tidak semata-mata mempelajari fakta-fakta. bagaimana pembelajar mengadakan respon (reaksi) kalau datang stimulus (rangsang) pada persepsinya. Membantu setiap pembelajar menemukan suatu jalan untuk bergerak maju. J. . Pengajar hendaknya mendorong jenis inkuiri pada pembelajar bahkan memberi saran kepada pengajar bahwa ia harus. 5. Oleh Sucliman dijumpai empat identifikasi organisator yaitu. tentang hakikat proses inkuiri model teori inkuiri dan komponen-komponen penting untuk inkuiri yang efektif. artinya tidak semata-mata menggunakan. Mencari. Menemukan problem. 1. Tujuan Proses Inkuiri yang diajukan Suchman merupakan pemikiran yang mantap yang implikasinya dapat untuk memperbaiki pendidikan pengajar dan untuk peningkatan peristiwa kegiatan belajar mengajar.a. Orientasi guru ialah ³memandang´ pembelajar sebagai individu yang memiiiki potendi yang perlu dikembangkan. b. Asimilasi yaitu memasuldcan hasil pengamatan ke dalam struktur kognitif yang telah ada pada pembelajar. tetapi dapat juga sebaliknya yaitu berbeda atau bertentangan. Membuat sintesis. Mengajar bertujuan mengembangkan bakat-bakat dan membantu pengajar mengembangkan konsep dirinya Proses belajar ini dapat dilakukan melalui beberapa aktivitas yakni. Organisator ini saling berkaitan erat sekali. Menyusun. a. Menghasilkan atau memprodusir. artinya tidak semata-mata mengumpulkan. 8. menjelaskan bahwa proses inkuiri terutama ditujukan kepada kreativitas. Seorang pengajar hendaknya dapat mengembangkan proses inkuiri dengan memusatkan pada masalah-masalah yang perlu dipecahkan oleh pembelajar. dipahami oleh setiap pembelajar dapat memperoleh data yang dibutuhkan. 6. Pengajar selalu mengutamakan pertumbuhan dan peningkatan kognitif dan perkembangan kreativitas pembelajar. artinya tidak semata-mata membuktikan 7. Richard Suchman. Menyediakan suatu lingkungan yang responsif sehingga setiap ide didengar dan dapat dimengerti. c. Akomodasi yaitu mengadakan perubahan-perubahan dengan pengertian penyesuaian alam struktur kognitif sehingga sesuai dengan gejala (fenomena) baru yang diamati. 3. Suchman berpendapat bahwa setiap individu mempunyai organisator tertentu yang dapat ditarik untuk membawakan beberapa pengertian terhadap sesuatu objek baru. Beipikir artinya tidak semata-mata melamun atau membayangknn. Bertinda. Bertanya. b. Sistem yang mengatur secara kesatuan fungsi 3. 9. 1. Kesimpulan hasil analisis data Setiap orgamsator dapat disimpan untuk penggunaan waktu yang akan datang. artinya tidak semata-mata mendapatkan. Menciptakan kebebasan untuk memiiiki dan mengekspresikan ide-ide atau gagasan dan mengetesnya dengan data. Selanjutnya. 4. artinya tidak semata-mata melihat dan mendengarkan. 2.

menunjukkan terlibat dalam masalah-masalah. Menerapkan. bebas. Kondisi yang bebas dan tekanan. c. Pengajar mampu memberi dukungan untuk inkuiri. Akan tetapi dalm proses belajar mcngajar hal-hal yang perlu mendapat rangsangan (stimulus) adalah. artinya tidak semata-mata membenarkan. Adanya konsep dirinya (self-concept). tetapi juga mengalami proses belajar tentang pengarahan diri. Untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan inkuiri secara mantap yang dibutuhkan pengajar yang mampu berperan. 11. . Pengajar mampu mendiagnosis kesulitan-kesuhtan pembelajar dan membantu mengatasinya. Menciptakan. Adanya hak dan otonomi pembelajar. Pengajaran berpusat pada diri pembelajar Salah satu prinsip psikologi belajar menyatakan bahwa makin besar dan makin sering keterlibatan pembelajar dalam kegiatan makin besar baginya untuk mengalami proses belajar. artinya tidak semata-mata mengulangi. artinya tidak semata-mata memproduksi kembaii. f. Segi Keuntungan Mengajar dengan Menggunakan Pendekatan Penemuan dan Pendekatan Inkuiri 1. artinya tidak semata-mata mengingat-ingat. pembelajar tidak hanya belajar konsep dan prinsip. Pengajar mampu mengidentifikasi dan menggunakan kemampuan mengajar serta waktu mengajar dengan sebaik-baiknya. Pengalaman inkuiri. Pengajar mampu memberikan fleksibilitas (kesempatan dan keluwesan serta keberrsamaan untuk berpendapat. 2. Pengajar mampu menstimulasi (memberi rangsangan dan menentang pembelajar untuk berpikir). b. Beberapa kondisi yang diperlukan untuk proses belajar inkuiri a. berinisiatif atau berprakarsa) dan bertindak. 12. artinya tidak semata-mata menerima 14. 5. pengendalian diri. artinya tidak semata-mata beraksi. Merancang. 13. 1. . b. Peranan Pengajar dalam proses belajar mengajar dengan pendekatan Inkuiri adalah. Dalam proses belajar inkuiri. Kondisi yang memudahkan untuk memusatkan perhatian. Mengevaiuasi. c. d. d. Mengekspresimenkan. a. Percaya kepada diri sendiri dan kesadaran akan harga diri. karena aktivitas banyak terjadi pada din pembelajar. 3. terbuka untuk berinteraksi. Kebebasan dan dukungan terhadap pembelajar. Sikap keterbukaan. e. 4.10. 15. Kondisi yang fleksibel. Kondisi lingkungan yang responsif. Mengkritik.

Lebih-lebih kalau harus belajar mandiri. 1. 6. hanya merupakan suatu pemborosan belaka Kata kunci: Inquiry. lebih kreatif. Diperlukan keharusan kesiapan mental untuk cara belajar. Dapat menghindarkan pembelajar dari cara-cara belajar tradisional yang bersifat Jerome Bruner. kemampuan dan bakat-bakatnya. Pembelajar akan memahami konsep-konsep dasar dan ide-ide lebih banyak dan lebih baik. Pengembangan bakat dan kecakapan individu. 2. Mendorong (memotivasi) pembelajar berpikir dan merumuskan hipotesis serta membuktikannya melalui proses belajar. f. sikap dan keterampilan memberi kesan terlalu idealis. Lebih banyak kebebasan dalam proses belajar mengajar berarti makin besar kemungkinannya untuk mengembangkan kecakapan. Memberi kepuasan yang bersifat instrinsik. Tingkat pengharapan bertambah. 2. 3. Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang. Belajar yang sesungguhnya yaitu jika pembelajar bereaksi dan bertindak terhadap informasi melalui proses mental. 3. yaitu ada kepercayaan diri serta ide tertentu bagaimana ia dapat menyelesaikan suatu tugas dengan caranya sendiri. berkeinginan untuk selalu mengambil kesempatan yang ada dan pada umumnya memiliki mental yang sehat. Pembelajar yang terbiasa belajar dengan pengajaran tradisional yang telah dirancang pengajar. Dampaknya dapat mengecewakan pengajar dan pembelajar sendiri. Membantu pembelaj. Pengajaran inkuiri dapat membentuk self concept (konsep diri). Dengan percaya diri yang kuat. Mendorong pembelajar berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. 4. b. biasanya agak sulit untuk memberi dorongan. kemungkinan besar tidak berhasil. .tanggung jawab dan komunikasi sosial secara terpadu. melihat beberapa segi keuntungan dari pendekatan penetnuan. sehingga terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. a. Dapat memberi waktu kepada pembelajar unuk mengashnilasi dan mengakomodasi informasi. Kalau pendekatan inkuiri diterapkan dalam kelas dengan jumlah pembelajar yang besar. Lebih mengutamakan dan mementingkan pengertian. Ada kesan dananya terlalu banyak. d. Prestasi Belajar . g. lebih-lebih kalau penemuannya kurang berhasil. e. pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh bersifat merangsang kegairahan belajar. Di samping keuntungan ada juga kelemahan-kelemahan dalam pendekatan inkuiri. 6. . Pembelajar harus mampu menghilangkan hambatan.ar menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. 4.

Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. dan (3) Siswa pada umumnya masih belum aktif untuk bertanya atau mengambil peran dalam menjelaskan menyampaikan pertanyaan materi maupun menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Strategi Pembelajaran Tak Langsung Metode Inquiri Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa. Bagaimanakah Penerapan Model Pembelajaran Inquiry terhadap aktivitas siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pagergunung 03 Kesamben Blitar tahun pelajaran 2009/2010 dalam pembelajaran Matematika?. dan Bagaimanakah hasil belajar matematika siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pagergunung 03 Kesamben Blitar tahun pelajaran 2009/2010 dalam Penerapan Model Pembelajaran Inquiry? Metode yang digunakan dalam pendekatan penyelesaian permasalahan ini adalah model pembelajaran Inquiry dengan rancangan penelitian tindakan perencanaan. Sedangkan hasil nyata dari evaluasi belajar menunjukkan bahwa model inquiri sangat efektif dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Pagergunung 03 Kesamben Blitar dalam belajar mata pelajaran matematika. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Hal ini dibuktikan bahwa diawali dari pra tindakan penelitian Dari 15 siswa yang tuntas dalam belajar ada 4 siswa (26. Hal ini dapat dimaklumi sebab siswa belum pernah melakukan praktek pembelajaran matematika secara mandiri. (2) Guru masih belum secara optimal mengkondisikan kelas. didapatkan hasil belajar dari 15 siswa 13 siswa (86. Untuk itu diperlukan usaha peningkatan kualitas guru dalam melakukan strategi kegiatan belajar. birokrat dan politisi saja. Berdasarkan fenomena tersebut. ada permasalahan yang perlu dijawab berkaitan dengan masalah peningkatan prestasi. pengamatan dan refleksi. melainkan juga menjadi tugas dan tanggung jawab guru dan orang yang berkiprah di bidang pendidikan dan pengajaran. Upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab para pakar. Bimbingan dan pengawasan guru masih . Untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang.67%). (1) siswa pada umumnya masih kesulitan dalam beradaptasi dengan model pembelajaran yang dilakukan oleh guru. pendidikan nasional dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri. Tindakan berikutnya pada siklus 1 meningkat yang mengalami ketuntasan dalam belajar ada 9 siswa (60%).67%) dinyatakan tuntas dalam pembelajaran. tindakan. Kunci dari meningkatkannya kualitas manusia Indonesia seutuhnya adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan. Hasil dari penelitian ini adalah. sehingga siswa lebih banyak bermain bersama siswa yang lain daripada memperhatikan guru. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. Selanjutnya tindakan pada siklus 2. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator.Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi unsur penentu dalam kelangsungan hidup manusia.

2004). dan mungkin saja semua jawaban benar. karangan. sintesis. poster. yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan oleh siswa. televisi. Jawaban dari permasalahan yang diajukan guru dapat muncul dalam berbagai bentuk. Siswa diminta untuk berkomunikasi. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah inquiri serta tujuan setiap langkah. Selanjutnya. Merumuskan masalah Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki.persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk . Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar. melainkan dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi. dan Variety of Resources (Garton. wawancara dengan ahli. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi. misalnya buku teks. Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan motivasi belajar siswa. Dalam hal ini. dan lain sebagainya. Performance Evaluation. Langkah-langkah pelaksanaan metode inquiry: 1. tujuan.diperlukan. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi. š Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. mulai dari langkah merumuskan masalah sampai dengan merumuskan kesimpulan. Untuk menjawab pertanyaan ini ± sesuai dengan Taxonomy Bloom ± siswa dituntut untuk melakukan beberapa langkah seperti evaluasi. tergantung pada situasi dan kondisi sekolah. Walaupun dalam praktiknya aplikasi metode pembelajaran inquiry sangat beragam. poster. Student Engangement. Cooperative Interaction. Dalam metode inquiry. grafik. guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa. Student Engangement. Cooperative Interaction. dan analisis. bekerja berpasangan atau dalam kelompok. tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi (Sagala. 2005). video. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya. Question. siswa bukan sedang berkompetisi. Orientasi Adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsive. Menjelaskan pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untukš mencapai tujuan. Siswa bukan secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku. dan lain-lain. biasanya siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. Jawaban dari pertanyaan inti tidak dapat ditemukan misalnya di dalam buku teks. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. dan mendiskusikan berbagai gagasan. 2. melainkan harus dibuat atau dikonstruksi. Variety of Resources. keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. Dalam menjawab permasalahan. Performance Evaluation. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi ini adalah: š Menjelaskan topik. website. dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa. namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran dengan metode inquiry memiliki 5 komponen yang umum yaitu Question.

4.berpikir memecahkan teka-teki itu. mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Oleh karena itu. potensi untuk mengembangkan kemampuan harus dibina. Salah satu cara yang harus dilakukan guru untuk mengembangkan hipotesis siswa adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji. akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukan pada siswa data mana yang relevan. Oleh sebab itu. š Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa. š Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti. Di samping itu. akan tetapi harus didukung data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah diantaranya: Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa. kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi. 5. menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang hendak dipecahkan. 3. Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Dalam strategi pembelajaran inkuiri. Siswa akan akanš memiliki motivai yang tinggi manakala dilibatkan dalam merumuskan masalah yang hendak dikaji. Meumuskan kesimpulan Adalah poses mendeskrisikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Karena itu. menguji hipotesis juga berari mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mampu mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. hipotesis perlu diuji kebenaranya. oleh karena banyaknya data yang diperoleh. Sebagai jawaban sementara. Menguji hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Kemampuan atau potensi individu untuk berpikir pada dasarnya sudah dimiliki setiap individu sejak lahir. . Sering terjadi. Artinya. Mengumpulkan data Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar. Merumuskan kesimpulan merupakan gong-nya dalam proses pembelajaran. 6.

Apa yang saya kehendaki? Tujuan apa yang ingin siswa/i capai? Kendala apa yang kiranya akan saya hadapi? Bagaimana cara agar masing-masing anak dengan tingkat intelijen yang berbeda dapat mencapai tujuan yang sama? Membuat pertanyaan. Dengan begitu siswa/i dapat . guru dapat berpikir berdasarkan urutan-urutan yang ada: y y y y Mengidentifikasi masalah. Sebagai contoh. Melakukan kegiatan belajar mengajar. barulah guru masuk pada tahap berikutnya yaitu: y Mengambil tindakkan. Bagaimana cara menetapkan sasaran? Kendala apa saja yang kiranya akan dihadapi dalam menetapakan sasaran? Membuat rancangan kerja. Setelah kelima tahap dalam siklus inkuiri selesai. mengajak siswa/i untuk melakukan proses inkuiri berbekal dengan rancangan di atas. sebelum memulai suatu aktivitas mengajar. biasanya guru mengajak siswa/i untuk mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran mereka. Strategi apa yang cocok untuk diterapkan ke sebagian besar anak? Bagaimana sistem penilaian yang sesuai? Bagaimana cara melibatkan siswa dalam menentukan kriteria penilaian? Berapa lama durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya? Setelah memikirkan 4 kategori diatas tadi. Pertanyaan-pertanyaan apa yang dapat memancing keinginantahuan siswa/i? Menetapkan sasaran.Siklus inkuiri atau inquiry cycle tidak hanya berguna bagi siswa saat proses pembelajaran tapi juga bagi guru.

slideshare.net/starainisa/penerapanpendekatan-inkuiri . Apakah hal-hal baik dari kegiatan ini? Adakah hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana saya? Kendala-kendala apa yang terjadi dan tidak terpikirkan sebelumnya oleh saya? Bagaimana cara meningkatkan metode pengajaran agar lebih baik? Apakah materi yang ajarkan sudah memenuhi semua kebutuhan murid? Adakah cari lain dalam menyampaikan materi tsb? Melalui proses inkuri guru dapat merancang suasana/lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi siswa/i.mengetahui kelebihan dan kekurangan diri mereka masing-masing. Begitu juga yang perlu dilakukan guru. Proses ini juga membantu guru untuk mengembangkan suatu materi pembelajaran tanpa menyimpang dari inti materi. http://www. y Menganalisa dan megevaluasi hasil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful