P. 1
inquiry

inquiry

|Views: 106|Likes:

More info:

Published by: Kurnia Prayoga Nuratikah on Jan 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

Strategi Pembelajaran Inquiry

Penerapan strategi pembelajaran inquiry sesuai dengan teori konstruktivisme. Teori ini meyakinkan guru bahwa proses belajar merefleksikan pengalaman siswa. Dalam proses belajar, siswa membangun pemahaman dirinya sendiri. Tiap siswa menghasilkan sendiri ³aturan´ dan ³model mental,´ yang digunakannya untuk membangun pengalaman dan memperoleh pengetahuan. Belajar, karenanya, merupakan proses penyesuaian model mental siswa dalam menyusun dan mengakomodasi pengalaman baru. Belajar merupakan proses interaksi sosial (Wikipedia: 2010) Pengetahuan siswa dibangun dengan informasi yang diperoleh secara alami. Proses belajar siswa merpakan bagian dari pengembangan pengalaman melalui pertemuan mereka dengan guru dan rekan-rekan mereka, dan mengkaji apa yang telah mereka pelajari dari sumber belajar yang terpercaya. Karena itu pula, ilmu pengetahuan harus dibangun secara bertahap dan sedikit demi sedikit. Berdasarkan konsep itu, maka dalam menerapkan strategi pembelajaran inquiry guru harus melibatkan siswa untuk melakukan penyelidikan, penelitian, atau investigasi yang dapat membangun pemahaman mereka sendiri. Siswa melakukan langkah kegiatan belajar aktif dan menerapkan keterampilan berpikir kritis yang dipadukan dengan metode ilmiah. Inquiry bersinonim dengan riset atau investigasi. Pembelajaran berbasis iquiry adalah strategi mengajar yang mengkombinasikan rasa ingin tahu siswa dan metode ilmiah. Penggunaan strategi ini untuk meningkatkan pengembangan keterampilan berpikir kritis melalui kegiatan belajar seperti pada bidang sains. Penerapan strategy ini merupakan upaya untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Dorongan itu berkembang melalui proses merumuskan pertanyaan, merumuskan masalah, mengamati, dan menerapkan informasi baru dalam meningkatkan pemahaman mengenai sesuatu masalah. Rasa ingin tahu itu terus ditumbuhkan untuk meningkatkan semangat bereksplorasi sehingga siswa belajar secara aktif. Proses belajar dapat berlangsung jika dalam diri siswa tumbuh rasa ingin tahu, mencari jawaban atas pertanyaan, memperluas dan memperdalam pemahaman dengan menggunakan metode yang berlaku umum. Jawaban atas pertanyaan itu sering diusulkan oleh peserta didik sendiri dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu, keterampilan merumuskan pertanyaan menjadi bagian penting dalam penerapan inquiry, seperti, merumuskan pertanyaan dalam penelitian. Kemampuan bertanya dan keberanian mengungkap pertanyaan menjadi bagaian penting dalam penerapan strategi ini.

Pertanyaan itu harus merefleksikan dorongan rasa ingin tahu. yaitu: kejelasan. sampaikan informasi kepada siswa apa yang mereka akan mereka pelajari. dan nilai-nilai etika yang berlaku. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari dalam sudut pandang mereka. penalaran. ketepatan. Dalam meneguhkan keyakinan bahwa tindakannya benar. menganalisis. pengalaman.Inquiry dapat dimulai dengan pertanyaan ³Apa?´ atau ³ Bagaimana?´ untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu gejala alam atau pun sosial. Bagaimana mengobatinya? Dari prose itu orang kemudian mencari obatnya. cotoh yang menarik adalah pelacakan perkiraan berat bumi. dan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Semua jawaban diperoleh melalui metode ilmiah. bukti suara. Thomas Kuhn menyatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan. . Langkah-langkah pelajaran investigasi dalam penerapan inquiry. luas. presisi. Mereka berusaha untuk menegaskan sudut pandangnya. relevansi. Jika diperlukan sampaikan pula tujuan pedagogis dari pelajaran ini. refleksi. dorongan rasa ingin tahu itu dipadukan dengan keterampilan berpikir kritis untuk mencari jawabannya dari pertanyaan yang dibuatnya sendiri oleh siswa. Keterampilan berpikir kritis harus memadukan proses intelektual yang terus aktif melalui langkah menerapkan konsep. Hasil yang diperoleh digunakan sebagai landasan untuk meneguhkan keyakinan melakukan suatu tindakan itu benar. implikasi yang menarik dari proses pelajaran yang akan berlangsung. Doronglah mereka untuk menggunakan pikirannya sendiri. argumantasi. dari pertanyaannya. namun usahakan relevan dengan kompetensi dasar yang hendak Anda kembangkan dalam kelas. Setelah diketahui penyebabnya. Untuk proses belajar ini berikan petunjuk pelaksanaanya. Para ilmuwan juga mencari penyebab. tidak perlu ada hipotesis. dan proses eksplorasi maupun elaborasi. Untuk memulai pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi inquiry Anda dapat menetapkan sebuah topik yang layak eksplorasi. Ketika antibiotik ditemukan maka peluang menyembuhkan menjadi tersedia. mereka mencari jawaban atas pertanyaan. Untuk contoh pelacakan berat bumi. Menentukan tujuan. kedalaman. komunikasi. Kemudian. keadilan. perlu dilandasi dengan nilai-nilai intelektual yang berlaku secara universal. konsistensi. mensintesis. Dari situ muncul sudut pandang baru. Jauhkan siswa siswa dari sikap berpikir seperti Anda. Biarlah pertanyaan itu dikembangkan secara independen. Apa yang menyebabkan orang sakit TBC? Para ilmuwan mencari penyebab muculnya parasit dan menemukan bakteri tuberkulosis. Misalnya. metode dan kerangka penafsiran berasal dari paradigma para ilmuwan. * Penerapan strategi inquiry memerlukan keterampilan dasar bertanya.

Apa hasil rata-ratanya? Jika hasil mengarah ke pertanyaan lain. Hal ini sebaiknya dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil yang ditindaklanjuti dalam diskusi seluruh kelas. adalah metode inquiry. Menentukan Prosedur: Setelah siswa memiliki gagasan yang jelas tentang tujuan percobaan atau penelitian. http://gurupembaharu. Jika mereka bekerja dengan bahan kimia. siswa bekerja dan mengalami. mereka harus membahas hasil mereka dengan satu sama lain. Menurut pengalaman dalam berbagai diskusi dalam kelas hipotesis yang berbeda akan memberikan ide yang berbeda pula dalam menguji hipotesis mereka sendiri. dalam metode inquiry peserta didik sendiri diberi peluang untuk mencari. mereka harus memiliki ide tentang bagaimana untuk menemukan jawabannya. mengingatkan mereka tentang semua tindakan pengamanan. Salah satunya. Data: Sebelum siswa memulai studi. Anda harus mendorong mereka untuk merumuskna hipotesis dengan benar. berikan bantuan secukupnya.Menentukan Hipotesis: Para siswa harus selalu diharapkan untuk membuat hipotesis sendiri.com/home/?p=9074 Metode Pembelajaran Inquiry Metode inquiry salah satu strategi pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik mendapatkan jawabannya sendiri. Konsep ini bertujuan hasil pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Kesimpulan: Ketika siswa telah selesai studi. maka proses studi dimulai lagi. Mereka harus menginterpretasikan hasil berdasarkan pertanyaan awal. Pendidikan tak lagi berpusat . menggunakan teknik pemecahan masalah. bukan berupa transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Mereka mungkin membutuhkan bantuan guru. Mereka harus mencari tahu siapa yang memiliki hasil yang sama. Artinya. Metode pembelajaran ini dalam penyampaian bahan pelajarannya tak dalam bentuk final dan tak langsung. Doronglah siswa menulis apa yang mereka rencanakan dan bahan yang mereka butuhkan. Proses pembelajaran berlangsung alamiah . mereka dapat membuat daftar bahan mereka perlukan. Perhatikan agar kesimpulan diskusi kelas bermakna dan relevan dengan kompetensi dasar yang ingin dikembangkan. yang memiliki hasil yang berbeda. mengapa hasil mungkin akan berbeda. meneliti dan memecahkan jawaban. Arah kegiatan: Siswa harus tahu apa yang mereka mencari. Pendekatan dan strategi pembelajaran saat ini diharapkan lebih menekankan agar siswa dipandang sebagai subjek belajar. Hanya saja jika mereka telah menunjukkan bahwa hipotesis mereka mungkin benar tidak berarti mereka telah membuktikannya! Bahan: Setelah siswa mengetahui apa yang mereka rencanakan. mereka harus memakai kacamata keselamatan dan perangkat keselamatan lain secukupnya.

frase dan kalimat. terampil mengumpulkan fakta. seminar dsb. . membuat dugaan. melibatkan diri dalam kegiatan dan mampu menyelesaikan tugas sendiri. menyusun konsep. Sebaliknya pendekatan inkuiri yang digunakan dalam kegiatan belajajar mengajar. sebagai contoh. Menurut Sund pembelajar dengan penemuan akan membantu pembelajar menggunakan proses mental dengan mengamati. konsep dingin. struktur pcristivva belajar bersifat tcrbuka. semua kalimat pasif berawalan di. Kemungkinan lain pembelajar ³dilepas´ aiau diberi kesempatan bebas untuk mencari sesuatu sampai menemukan hasil belajar melalui proses-proses. Dalam pelaksanaan inkuiri dibutuhkan sikap-sikap objektif. PENDEKATAN INQUIRI DALAM MENGAJAR Posted on 27 Juni 2008 by Pakde sofa PENDEKATAN INQUIRI DALAM MENGAJAR Kata inkuiri berarti menyelidiki dengan cara mencari informasi dan melakukan pertanyaan-pertanyaan. kata. Prinsip misalnya. menjelaskan dan menarik kesimpulan. Dengan pendekatan inkuiri ini pembelajar dimotivasi untuk aktif berpikir. Dalam bahasa Inggris disebut ³discovery approach´ yang artinya ialah penyelidikan melalui pencarian informasi atau pertanyaan-pertanyaan. menganalis data. Menarik kesimpulan di atas.pada lembaga atau pengajar yang hanya mencetak lulusan kurang berkualitas. Contoh : Praktik penyelidikan di laboratorium atau tugas observasi pada pelajaran Bahasa Indonesia dalam membahas salah satu karya sastra. Dengan pendekatan inkuiri. merancang eksperimen. menarik kesimpulan dsb. bahwa pendekatan penemuan dalam kegiatan belajar mengajar mengutamakan kegiatan pembelajar dengan menggunakan proses mental. segiempat. membuat penggolongan. Konsep misalnya. tapi berpusat pada peserta didik. logam kalau dipanasi mengembang. pembelajaran dimaksudkan untuk membanru pembelajar secara ilmiah. Para ahli pendidikan dan juga para pengajar cenderung menggunakan istilah pendekatan inkuiri. Ada kaitan erat antara menyelidiki dengan penemuan. Pembelajaran dengan inkuiri mempunyai proses mental yang lebih kompleks. Pendekatan inkuiri sering digunakan bergantian dengan pendekatan penemuan. Hasilnya dapat diramalkan sebelumnya sesuai dengan ³pengaturan´ pengajar. menyusun generalisasi secara mandiri. penuh dorongan ingin tahu dan tangguh dalam pendirian. Pembelajaran dengan penemuan dapat dilakukan dengan melibatkan pembelajar dalam proses kegiatan belajar yang menggunakan proses mental melalui tukar pendapat atau diskusi. masyarakat. Pendekatan Inkuiri dan Pendekatan Penemuan dalam Kegiatan Belajar Mengajar Kedua model pembelajaran yaitu pendekatan inkuiri dan pendekatan penemuan berorientasi pada pengolahan informasi dengan tujuan melatih pembelajar memiliki kemampuan berpikir untuk dapat menemukan dan mencari sesuatu pengetahuan secara ilmiah. jujur. mengukur. Konsep dan prinsip itu ditentukan sebagai hasil atau akibat adanya pengalaman belajar yang telah diatur secara seksama oleh pengajar. terbuka. Tujuan berikutnya ialah pembelajar akan menemukan konsep dan prinsip.

Bertinda. 3. Seorang pengajar hendaknya dapat mengembangkan proses inkuiri dengan memusatkan pada masalah-masalah yang perlu dipecahkan oleh pembelajar. Kesimpulan hasil analisis data Setiap orgamsator dapat disimpan untuk penggunaan waktu yang akan datang. Dengan kata lain. Pengajar hendaknya mendorong jenis inkuiri pada pembelajar bahkan memberi saran kepada pengajar bahwa ia harus. 6.R. artinya tidak semata-mata mengamati. J. . tetapi dapat juga sebaliknya yaitu berbeda atau bertentangan. dipahami oleh setiap pembelajar dapat memperoleh data yang dibutuhkan. 4. Mengajar bertujuan mengembangkan bakat-bakat dan membantu pengajar mengembangkan konsep dirinya Proses belajar ini dapat dilakukan melalui beberapa aktivitas yakni. tentang hakikat proses inkuiri model teori inkuiri dan komponen-komponen penting untuk inkuiri yang efektif. Pengajar selalu mengutamakan pertumbuhan dan peningkatan kognitif dan perkembangan kreativitas pembelajar. 2. a. Beipikir artinya tidak semata-mata melamun atau membayangknn. artinya tidak semata-mata mendapatkan. Suchman berpendapat bahwa setiap individu mempunyai organisator tertentu yang dapat ditarik untuk membawakan beberapa pengertian terhadap sesuatu objek baru. Akomodasi yaitu mengadakan perubahan-perubahan dengan pengertian penyesuaian alam struktur kognitif sehingga sesuai dengan gejala (fenomena) baru yang diamati. Sistem yang mengatur secara kesatuan fungsi 3. Menurut J. Menemukan problem. Persepsi yang berisi jumpaan-jumpaan sebelumnya 2. artinya tidak semata-mata membuktikan 7. Menyusun. 5. artinya tidak semata-mata melihat dan mendengarkan. menjelaskan bahwa proses inkuiri terutama ditujukan kepada kreativitas. Richard Suchman. Suchman tertarik pada kata ³pengertian´ dan bagaimana pengertian itu terbentuk pada diri pembelajar. Asimilasi yaitu memasuldcan hasil pengamatan ke dalam struktur kognitif yang telah ada pada pembelajar. Orientasi guru ialah ³memandang´ pembelajar sebagai individu yang memiiiki potendi yang perlu dikembangkan. 1. artinya tidak semata-mata mengumpulkan. artinya tidak semata-mata menggunakan.a. Menghasilkan atau memprodusir. Bertanya. Mencari. c. artinya tidak semata-mata mendengarkan dan mengha¶fal. artinya tidak semata-mata mempelajari fakta-fakta. bagaimana pembelajar mengadakan respon (reaksi) kalau datang stimulus (rangsang) pada persepsinya. 1. Menganalisis. Oleh Sucliman dijumpai empat identifikasi organisator yaitu. Data yang berisi keterangan dan informasi 4. Selanjutnya. 8. Menciptakan kebebasan untuk memiiiki dan mengekspresikan ide-ide atau gagasan dan mengetesnya dengan data. b. Organisator ini saling berkaitan erat sekali. Membuat sintesis. Tujuan Proses Inkuiri yang diajukan Suchman merupakan pemikiran yang mantap yang implikasinya dapat untuk memperbaiki pendidikan pengajar dan untuk peningkatan peristiwa kegiatan belajar mengajar. Menyediakan suatu lingkungan yang responsif sehingga setiap ide didengar dan dapat dimengerti. b. Membantu setiap pembelajar menemukan suatu jalan untuk bergerak maju. 9.

artinya tidak semata-mata membenarkan. Untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan inkuiri secara mantap yang dibutuhkan pengajar yang mampu berperan. artinya tidak semata-mata mengulangi. Menciptakan. Peranan Pengajar dalam proses belajar mengajar dengan pendekatan Inkuiri adalah. Pengajaran berpusat pada diri pembelajar Salah satu prinsip psikologi belajar menyatakan bahwa makin besar dan makin sering keterlibatan pembelajar dalam kegiatan makin besar baginya untuk mengalami proses belajar. Adanya konsep dirinya (self-concept). 11. Sikap keterbukaan. 5. Mengevaiuasi. . Mengekspresimenkan. 12. pengendalian diri. Kondisi yang bebas dan tekanan. berinisiatif atau berprakarsa) dan bertindak. Menerapkan. Kebebasan dan dukungan terhadap pembelajar. artinya tidak semata-mata mengingat-ingat. Kondisi yang fleksibel. 1. artinya tidak semata-mata menerima 14. Dalam proses belajar inkuiri. . c. Segi Keuntungan Mengajar dengan Menggunakan Pendekatan Penemuan dan Pendekatan Inkuiri 1. Adanya hak dan otonomi pembelajar. e. Pengajar mampu mengidentifikasi dan menggunakan kemampuan mengajar serta waktu mengajar dengan sebaik-baiknya. 3. bebas. b. karena aktivitas banyak terjadi pada din pembelajar. d. Kondisi lingkungan yang responsif. Percaya kepada diri sendiri dan kesadaran akan harga diri. 4. Beberapa kondisi yang diperlukan untuk proses belajar inkuiri a. Pengajar mampu mendiagnosis kesulitan-kesuhtan pembelajar dan membantu mengatasinya. artinya tidak semata-mata memproduksi kembaii. f. Merancang. menunjukkan terlibat dalam masalah-masalah. artinya tidak semata-mata beraksi. Akan tetapi dalm proses belajar mcngajar hal-hal yang perlu mendapat rangsangan (stimulus) adalah. Pengajar mampu memberi dukungan untuk inkuiri. Pengajar mampu memberikan fleksibilitas (kesempatan dan keluwesan serta keberrsamaan untuk berpendapat. Pengajar mampu menstimulasi (memberi rangsangan dan menentang pembelajar untuk berpikir). 15. Mengkritik. c. terbuka untuk berinteraksi. a. b. d. tetapi juga mengalami proses belajar tentang pengarahan diri. 2. pembelajar tidak hanya belajar konsep dan prinsip.10. 13. Pengalaman inkuiri. Kondisi yang memudahkan untuk memusatkan perhatian.

sikap dan keterampilan memberi kesan terlalu idealis. Prestasi Belajar . Lebih-lebih kalau harus belajar mandiri. 4.tanggung jawab dan komunikasi sosial secara terpadu. 2. . 4. Pengajaran inkuiri dapat membentuk self concept (konsep diri). 2. lebih kreatif. Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang. lebih-lebih kalau penemuannya kurang berhasil. Lebih mengutamakan dan mementingkan pengertian. 6. Belajar yang sesungguhnya yaitu jika pembelajar bereaksi dan bertindak terhadap informasi melalui proses mental. Kalau pendekatan inkuiri diterapkan dalam kelas dengan jumlah pembelajar yang besar. Dampaknya dapat mengecewakan pengajar dan pembelajar sendiri. b. Dapat menghindarkan pembelajar dari cara-cara belajar tradisional yang bersifat Jerome Bruner. Diperlukan keharusan kesiapan mental untuk cara belajar. Membantu pembelaj. Tingkat pengharapan bertambah. Memberi kepuasan yang bersifat instrinsik. Pengembangan bakat dan kecakapan individu. kemampuan dan bakat-bakatnya. Dengan percaya diri yang kuat. Pembelajar harus mampu menghilangkan hambatan. pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh bersifat merangsang kegairahan belajar. Pembelajar yang terbiasa belajar dengan pengajaran tradisional yang telah dirancang pengajar. a. sehingga terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. 1.ar menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. 3. Lebih banyak kebebasan dalam proses belajar mengajar berarti makin besar kemungkinannya untuk mengembangkan kecakapan. Dapat memberi waktu kepada pembelajar unuk mengashnilasi dan mengakomodasi informasi. yaitu ada kepercayaan diri serta ide tertentu bagaimana ia dapat menyelesaikan suatu tugas dengan caranya sendiri. d. . hanya merupakan suatu pemborosan belaka Kata kunci: Inquiry. f. 6. 3. g. berkeinginan untuk selalu mengambil kesempatan yang ada dan pada umumnya memiliki mental yang sehat. Pembelajar akan memahami konsep-konsep dasar dan ide-ide lebih banyak dan lebih baik. Di samping keuntungan ada juga kelemahan-kelemahan dalam pendekatan inkuiri. biasanya agak sulit untuk memberi dorongan. Mendorong (memotivasi) pembelajar berpikir dan merumuskan hipotesis serta membuktikannya melalui proses belajar. kemungkinan besar tidak berhasil. e. Mendorong pembelajar berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. Ada kesan dananya terlalu banyak. melihat beberapa segi keuntungan dari pendekatan penetnuan.

sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. pengamatan dan refleksi. Untuk itu diperlukan usaha peningkatan kualitas guru dalam melakukan strategi kegiatan belajar. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. tindakan. Hasil dari penelitian ini adalah. dan (3) Siswa pada umumnya masih belum aktif untuk bertanya atau mengambil peran dalam menjelaskan menyampaikan pertanyaan materi maupun menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Selanjutnya tindakan pada siklus 2. dan Bagaimanakah hasil belajar matematika siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pagergunung 03 Kesamben Blitar tahun pelajaran 2009/2010 dalam Penerapan Model Pembelajaran Inquiry? Metode yang digunakan dalam pendekatan penyelesaian permasalahan ini adalah model pembelajaran Inquiry dengan rancangan penelitian tindakan perencanaan. mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Strategi Pembelajaran Tak Langsung Metode Inquiri Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa. didapatkan hasil belajar dari 15 siswa 13 siswa (86.67%) dinyatakan tuntas dalam pembelajaran. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. (1) siswa pada umumnya masih kesulitan dalam beradaptasi dengan model pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab para pakar. pendidikan nasional dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. sehingga siswa lebih banyak bermain bersama siswa yang lain daripada memperhatikan guru. Hal ini dibuktikan bahwa diawali dari pra tindakan penelitian Dari 15 siswa yang tuntas dalam belajar ada 4 siswa (26. ada permasalahan yang perlu dijawab berkaitan dengan masalah peningkatan prestasi. (2) Guru masih belum secara optimal mengkondisikan kelas. Sedangkan hasil nyata dari evaluasi belajar menunjukkan bahwa model inquiri sangat efektif dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Pagergunung 03 Kesamben Blitar dalam belajar mata pelajaran matematika. Bimbingan dan pengawasan guru masih . birokrat dan politisi saja.Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi unsur penentu dalam kelangsungan hidup manusia. Untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang. melainkan juga menjadi tugas dan tanggung jawab guru dan orang yang berkiprah di bidang pendidikan dan pengajaran. Kunci dari meningkatkannya kualitas manusia Indonesia seutuhnya adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dapat dimaklumi sebab siswa belum pernah melakukan praktek pembelajaran matematika secara mandiri. Berdasarkan fenomena tersebut. Bagaimanakah Penerapan Model Pembelajaran Inquiry terhadap aktivitas siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pagergunung 03 Kesamben Blitar tahun pelajaran 2009/2010 dalam pembelajaran Matematika?. Tindakan berikutnya pada siklus 1 meningkat yang mengalami ketuntasan dalam belajar ada 9 siswa (60%).67%). Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah.

persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk . tergantung pada situasi dan kondisi sekolah. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi. Siswa diminta untuk berkomunikasi. dan mendiskusikan berbagai gagasan. dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa. dan lain sebagainya. Dalam menjawab permasalahan. Walaupun dalam praktiknya aplikasi metode pembelajaran inquiry sangat beragam. Performance Evaluation. dan analisis. namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran dengan metode inquiry memiliki 5 komponen yang umum yaitu Question. sintesis. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan motivasi belajar siswa. Question. biasanya siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. Orientasi Adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsive. mulai dari langkah merumuskan masalah sampai dengan merumuskan kesimpulan. yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan oleh siswa.diperlukan. š Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. Cooperative Interaction. Jawaban dari pertanyaan inti tidak dapat ditemukan misalnya di dalam buku teks. melainkan dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi. dan lain-lain. Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena. poster. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah inquiri serta tujuan setiap langkah. dan Variety of Resources (Garton. Merumuskan masalah Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Jawaban dari permasalahan yang diajukan guru dapat muncul dalam berbagai bentuk. Menjelaskan pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untukš mencapai tujuan. Student Engangement. tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi (Sagala. siswa bukan sedang berkompetisi. keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. melainkan harus dibuat atau dikonstruksi. Dalam metode inquiry. Selanjutnya. Variety of Resources. Untuk menjawab pertanyaan ini ± sesuai dengan Taxonomy Bloom ± siswa dituntut untuk melakukan beberapa langkah seperti evaluasi. karangan. Student Engangement. 2. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. website. Cooperative Interaction. misalnya buku teks. 2005). 2004). tujuan. bekerja berpasangan atau dalam kelompok. dan mungkin saja semua jawaban benar. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi. poster. wawancara dengan ahli. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi ini adalah: š Menjelaskan topik. Performance Evaluation. Siswa bukan secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku. Langkah-langkah pelaksanaan metode inquiry: 1. video. Dalam hal ini. grafik. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya. televisi. Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar. guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa.

4. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. hipotesis perlu diuji kebenaranya. Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar. 6. š Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti. Di samping itu. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah diantaranya: Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa.berpikir memecahkan teka-teki itu. tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mampu mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. Menguji hipotesis Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi. Oleh karena itu. . Artinya. oleh karena banyaknya data yang diperoleh. menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang hendak dipecahkan. Dalam strategi pembelajaran inkuiri. Oleh sebab itu. Merumuskan kesimpulan merupakan gong-nya dalam proses pembelajaran. Sebagai jawaban sementara. 5. Meumuskan kesimpulan Adalah poses mendeskrisikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Karena itu. Kemampuan atau potensi individu untuk berpikir pada dasarnya sudah dimiliki setiap individu sejak lahir. Siswa akan akanš memiliki motivai yang tinggi manakala dilibatkan dalam merumuskan masalah yang hendak dikaji. 3. untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukan pada siswa data mana yang relevan. akan tetapi harus didukung data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan. š Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa. Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Mengumpulkan data Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Salah satu cara yang harus dilakukan guru untuk mengembangkan hipotesis siswa adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji. menguji hipotesis juga berari mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Sering terjadi. mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. potensi untuk mengembangkan kemampuan harus dibina.

Apa yang saya kehendaki? Tujuan apa yang ingin siswa/i capai? Kendala apa yang kiranya akan saya hadapi? Bagaimana cara agar masing-masing anak dengan tingkat intelijen yang berbeda dapat mencapai tujuan yang sama? Membuat pertanyaan. guru dapat berpikir berdasarkan urutan-urutan yang ada: y y y y Mengidentifikasi masalah. Bagaimana cara menetapkan sasaran? Kendala apa saja yang kiranya akan dihadapi dalam menetapakan sasaran? Membuat rancangan kerja. Strategi apa yang cocok untuk diterapkan ke sebagian besar anak? Bagaimana sistem penilaian yang sesuai? Bagaimana cara melibatkan siswa dalam menentukan kriteria penilaian? Berapa lama durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya? Setelah memikirkan 4 kategori diatas tadi. Melakukan kegiatan belajar mengajar. biasanya guru mengajak siswa/i untuk mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran mereka. sebelum memulai suatu aktivitas mengajar. Sebagai contoh.Siklus inkuiri atau inquiry cycle tidak hanya berguna bagi siswa saat proses pembelajaran tapi juga bagi guru. Setelah kelima tahap dalam siklus inkuiri selesai. mengajak siswa/i untuk melakukan proses inkuiri berbekal dengan rancangan di atas. Dengan begitu siswa/i dapat . Pertanyaan-pertanyaan apa yang dapat memancing keinginantahuan siswa/i? Menetapkan sasaran. barulah guru masuk pada tahap berikutnya yaitu: y Mengambil tindakkan.

net/starainisa/penerapanpendekatan-inkuiri . http://www. Apakah hal-hal baik dari kegiatan ini? Adakah hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana saya? Kendala-kendala apa yang terjadi dan tidak terpikirkan sebelumnya oleh saya? Bagaimana cara meningkatkan metode pengajaran agar lebih baik? Apakah materi yang ajarkan sudah memenuhi semua kebutuhan murid? Adakah cari lain dalam menyampaikan materi tsb? Melalui proses inkuri guru dapat merancang suasana/lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi siswa/i.mengetahui kelebihan dan kekurangan diri mereka masing-masing. y Menganalisa dan megevaluasi hasil. Begitu juga yang perlu dilakukan guru. Proses ini juga membantu guru untuk mengembangkan suatu materi pembelajaran tanpa menyimpang dari inti materi.slideshare.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->