P. 1
HUBUNGAN ANTARA BAHASA DAN OTAK

HUBUNGAN ANTARA BAHASA DAN OTAK

|Views: 2,341|Likes:

More info:

Published by: Senandung Alfa Zahira on Jan 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2013

pdf

text

original

HUBUNGAN ANTARA BAHASA DAN OTAK, LOGIKA DAN PIKIRAN DALAM KAJIAN PSIKOLINGUISTIK

Posted on: January 26, 2010 by: susilo.adi.setyawan

Oleh Susilo Adi Setyawan PENDAHULUAN Bahasa adalah medium tanpa batas yang membawa segala sesuatu mampu termuat dalam lapangan pemahaman manusia. Oleh karena itu memahami bahasa akan memungkinkan peneliti untuk memahami bentuk-bentuk pemahaman manusia. Bahasa adalah media manusia berpikir secara abstrak yang memungkinkan objek-objek faktual ditransformasikan menjadi simbol-simbol abstrak. Dengan adanya transformasi ini maka manusia dapat berpikir mengenai tentang sebuah objek, meskipun objek itu tidak terinderakan saat proses berpikir itu dilakukan olehnya (Surya Sumantri, 1998). Materi bahasa bisa dipahami melalui Linguistik sebagaimana dikemukakan oleh Yudibrata bahwa linguistik adalah ilmu yang mengkaji bahasa, biasanya menghasilkan teori-teori bahasa; tidak demikian halnya dengan siswa sebagai pembelajar bahasa, (1998: 2). Siswa sebagai organisme dengan segala prilakunya termasuk proses yang terjadi dalam diri siswa ketika belajar bahasa tidak bisa dipahami oleh linguistik, tetapi hanya bisa dipahami melalui ilmu lain yang berkaitan dengannya, yaitu Psikologi. Atas dasar hal tersebut muncullah disiplin ilmu yang baru yang disebut Psikolinguistik atau disebut juga dengan istilah Psikologi Bahasa. Terkait dengan hal di atas, dapat dikatakan sebenarnya manusia dapat berpikir tanpa menggunakan bahasa, tetapi bahasa mempermudah kemampuan belajar dan mengingat, memecakan persoalan dan menarik kesimpulan. Bahasa memungkinkan individu menyandi peristiwa dan objek dalam bentuk kata-kata. Dengan bahasa individu mampu mengabstraksikan pengalamannya dan mengkomunikasikannya pada orang lain karena bahasa merupakan sistem lambang yang tidak terbatas yang mampu mengungkapkan segala pemikiran. Berdasarkan pemikiran di atas , dapat dikatakan keterkaitan antara bahasa dan pikiran adalah sebuah tema yang sangat menantang dalam dunia kajian psikologi. Maka dari itu, penulis berupaya mengungkap hubungan tersebut dengan menyertakan pandangan dan konsep dari beberapa ahli yang berhubungan dengan disiplin ilmu ini. Pengertian Psikolinguistik Psikologi berasal dari bahasa Inggris pscychology. Kata pscychology berasal dari bahasa Greek (Yunani), yaitu dari akar kata psyche yang berarti jiwa, ruh, sukma dan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara etimologi psikologi berati ilmu jiwa. Pengertian psikologi sebagai ilmu jiwa dipakai ketika psikologi masih berada atau merupakan bagian dari filsafat, bahkan dalam kepustakaan kita pada tahun 50-an ilmu

Mereka menganggap bahwa kesadaran manusia berhubungan dengan ruhnya. duduk. Linguistik adalah ilmu yang mempelajari bahasa secara ilmiah (Kridalaksana. Ketika psikologi melepaskan diri dari filsafat sebagai induknya dan menjadi ilmu yang mandiri pada tahun 1879. ruh dikeluarkan dari studi psikologi. Ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai tingkah laku organisme. Karena itu. Kini dengan berbagai alasan tertentu (misalnya timbulnya konotasi bahwa psikologi langsung menyelidiki jiwa) istilah ilmu jiwa tidak dipakai lagi. Watson sendiri menafikan (menganggap tidak ada) eksistensi ruh dan kehidupan mental. Watson (1878-1958) sebagai tokoh yang radikal yang tidak puas dengan definisi tadi lalu beliau mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan tentang tingkah laku (behavior) organisme. kebudayaan. Pengertian psikologi di atas sesuai dengan kenyataan yang ada selama ini. and modification of language ‘linguistik adalah studi tentang ujaran manusia termasuk unit-unitnya. Kedua psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai kehidupan mental. dsb. 1982: 99). berkeyakinan. Secara lebih rinci dalam Webster’s New Collegiate Dictionary (Nikelas.. seperti berbicara. di antaranya Crow & Crow. hakikat bahasa.jiwa lazim dipakai sebagai padanan psikologi. dsb. Untuk menengahi pendapat tadi muncullah pengertian yang dikemukakan oleh pakar yang lain. Dengan demikian dapat kita katakan bahwa Psikologi behaviorisme adalah aliran ilmu jiwa yang tidak berjiwa. studi mengenai kesadaran dan proses mental manusia pun merupakan bagian dari studi mengenai ruh. para ahli. Eksistensi ruh dan kehidupan internal manusia menurut Watson dan kawan-kawannya tidak dapat dibuktikan karena tidak ada. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Linguistik ialah ilmu tentang bahasa . Selain itu. yaitu saat Wiliam Wundt (1832-1920) mendirikan laboratorium psikologinya. Tingkah laku psikomotor (ranah karsa) bersifat terbuka. Sejalan dengan pendapat di atas Martinet mengemukakan (1987: 19) mengemukakan bahwa linguistik adalah telaah ilmiah mengenai bahasa manusia. dsb. yakni bahwa para psikolog pada umumnya menekankan penyelidikan terhadap perilaku manusia yang bersifat jasmaniah (aspek pasikomotor) dan yang bersifat rohaniah (kognitif dan afektif). 1995)secara rinci mengemukakan pengertian psikologi dalam tiga bagian yang pada prinsipnya saling berhubungan. nature.B. hewan. Pengertian ketiga dikemukakan J. 1988: 10) dinyatakan linguistics is the study of human speech including the units. structure. berperasaan. iklim. kecuali dalam hayalan belaka. Pergeseran atau perubahan pengertian yang tentunya berkonsekuensi pada objek psikologi sendiri tadi tentu saja berdasar pada perkembangan pemikiran para peminatnya. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai prilaku manusia baik yang tampak maupun yang tidak tampak. seperti berpikir. sedangkan tingkah laku kognitif dan afektif (ranah cipta dan ranah rasa) bersifat tertutup. di antaranya William james (1842-1910) sehingga pendapat kedua menyatakan bahwa psikologi sebagai ilmu pengetahuan mengenai kehidupan mental. Bruno (Syah. Pertama psikologi adalah studi mengenai ruh. dan perubahan-perubahan bahasa’. Pengertian pertama merupakan definisi yang paling kuno dan klasik (bersejarah) yang berhubungan dengan filsafat Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM). berjalan. yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya (manusia. Menurutnya psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. struktur.

dan bagaimana struktur itu diperoleh. baik dalam berbicara maupun menulis dan dipahami oleh manusia baik dalam menyimak ataupun membaca.2003: 5) mengemukakan bahwa psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan bagaimana kemampuan bahasa diperoleh manusia. sedangkan pemahaman . dalam penggunaan bahasa terjadi proses mengubah pikiran menjadi kode dan mengubah kode menjadi pikiran. Pada hakikatnya dalam kegiatan berkomunikasi terjadi proses memproduksi dan memahami ujaran. digunakan pada waktu bertutur. Kridalaksana (1982: 140) pun berpendapat sama dengan menyatakan bahwa psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia serta kemampuan berbahasa dapat diperoleh. Harley (Dardjowidjojo.Dengan kata lain. Sejalan dengan pendapat di atas. Karena itu. Untuk lebih jelasnya. Field (2003: 2) mengemukakan psycholinguistics explores the relationship between the human mind and language ‘psikolinguistik membahas hubungan antara otak manusia dengan bahasa’. Sejalan dengan pendapat di atas Slobin (Chaer. Ujaran merupakan sintesis dari proses pengubahan konsep menjadi kode. baik perilaku yang tampak maupun perilaku yang tidak tampak.2003: 7) berpendapat bahwa psikolinguistik adalah studi tentang bahasa dan minda. Dalam kaitan ini Levelt (Marat. Emmon Bach (Tarigan. Dalam proses berbahasa terjadi proses memahami dan menghasilkan ujaran. baik pada saat memproduksi atau memahami ujaran’.1983: 1) mengemukakan bahwa psikolinguistik adalah suatu studi mengenai penggunaan dan perolehan bahasa oleh manusia. 1985: 3) mengemukakan bahwa psikolinguistik adalah suatu ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya para pembicara/pemakai bahasa membentuk/ membangun kalimat-kalimat bahasa tersebut. baik pada saat memproduksi atau memahami ujaran . berupa kalimat-kalimat. Bahasa sendiri dipakai oleh manusia. Dalam kaitan ini Garnham (Musfiroh. Dapat dikatakan bahwa psikolinguistik adalah studi tentang mekanisme mental yang terjadi pada orang yang menggunakan bahasa. seorang pemakai bahasa terlebih dahulu memperoleh bahasa. Minda atau otak beroperasi ketika terjadi pemakaian bahasa. Berdasarkan pengertian psikologi dan linguistik pada uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari perilaku berbahasa. Sebelum menggunakan bahasa. Karena itu. Secara lebih rinci Chaer (2003: 6) berpendapat bahwa psikolinguistik mencoba menerangkan hakikat struktur bahasa. 2002: 1) mengemukakan Psycholinguistics is the study of a mental mechanisms that nake it possible for people to use language. mengenai pengertian psikolinguistik berikut ini dikemukakan beberapa definisi psikolinguistik. Keterkaitan Antara Bahasa dan Pikiran Pada hakikatnya dalam kegiatan berkomunikasi terjadi proses memproduksi dan memahami ujaran. dan pada waktu memahami kalimat-kalimat dalam pertuturan itu. It is a scientific discipline whose goal is a coherent theory of the way in which language is produce and understood ‘Psikolinguistik adalah studi tentang mekanisme mental yang terjadi pada orang yang menggunakan bahasa. Aitchison (Dardjowidojo.2003: 7) berpendapat bahwa psikolinguistik adalah studi tentang proses mental-mental dalam pemakaian bahasa.dengan karakteristiknya.

hubungan antara bahasa dengan otak. Berkaitan dengan hal ini Yudibrata. sebagaimana dikemukakan oleh Kempen (Marat. hubungan antara bahasa dan prilaku manusia. maupun psikomotor. (1998: 9) menyatakan bahwa Psikolinguistik meliputi pemerolehan atau akuaisisi bahasa. pemprosesan bahasa. pengaruh pemerolehan bahasa dan penguasaan bahasa terhadap kecerdasan cara berpikir. Slama (Pateda. hal ini berkaitan dengan keterampilan berbahasa. Semua bahasa yang diperoleh pada hakikatnya dibutuhkan untuk berkomunikasi. Manusia sebagai pengguna bahasa dapat dianggap sebagai organisme yang beraktivitas untuk mencapai ranah-ranah psikologi. Bahasa sebagai wujud atau hasil proses dan sebagai sesuatu yang diproses baik berupa bahasa lisan maupun bahasa tulis. penataan. hubungan antara pengetahuan bahasa dengan pemakaian bahasa dan perubahan bahasa). kesengajaan. Istilah cognitive berasal dari cognition yang padanannya knowing berarti mengetahui. Dalam arti yang luas cognition (kognisi) ialah perolehan. dan keyakinan. hubungan encoding (proses mengkode) dengan decoding (penafsiran/pemaknaan kode). berbicara. sedangkan prilaku yang tidak tampak adalah perilaku manusia ketika memahami yang disimak atau dibaca sehingga menjadi sesuatu yang dimilikinya atau memproses sesuatu yang akan diucapkan atau ditulisnya. Manusia hanya akan dapat berkata dan memahami satu dengan lainnya dalam kata-kata yang terbahasakan.pesan tersebut hasil analisis kode. afektif. Kemampuan menggunakan bahasa baik secara reseptif (menyimak dan membaca) ataupun produktif (berbicara dan menulis) melibatkan ketiga ranah tadi. pemproduksian bahasa. membaca. Dalam perkembangan selanjutnya istilah kognitiflah yang menjadi populer sebagai salah satu domain. baik secara tertulis ataupun secara lisan. proses pengkodean. baik kognitif. 1983: 5) bahwa Psikolinguistik adalah studi mengenai manusia sebagai pemakai bahasa. dan penggunaan pengetahuan. Apabila dikaitkan dengan keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh seseorang. yaitu menyimak. 2004:22). Bahasa yang dipelajari semenjak anak-anak bukanlah bahasa yang netral dalam mengkoding realitas objektif. hubungan bahasa dengan otak. Dari uraian di atas dapat disimpulkan ruang lingkup Psikolinguistik yaitu penerolehan bahasa. Karena itu. pemakaian bahasa. Bahasa memiliki orientasi yang subjektif dalam menggambarkan dunia pengalaman manusia. Orientasi inilah yang selanjutnya mempengaruhi bagaimana manusia berpikir dan berkata. Perilaku yang tampak dalam berbahasa adalah perilaku manusia ketika berbicara dan menulis atau ketika dia memproduksi bahasa. . pengolahan informasi. dan menulis. pertimbangan. yaitu studi mengenai sistem-sistem bahasa yang ada pada manusia yang dapat menjelaskan cara manusia dapat menangkap ide-ide orang lain dan bagaimana ia dapat mengekspresikan ide-idenya sendiri melalui bahasa. 1990: 13) mengemukakan bahwa psycholinguistics is the study of relations between our needs for expression and communications and the means offered to us by a language learned in one’s childhood and later ‘psikolinguistik adalah telaah tentang hubungan antara kebutuhan-kebutuhan kita untuk berekspresi dan berkomunikasi dan benda-benda yang ditawarkan kepada kita melalui bahasa yang kita pelajari sejak kecil dan tahap-tahap selanjutnya. (Neisser dalam Syah. pemecahan masalah. ranah/wilayah/bidang psikologis manusia yang meliputi perilaku mental manusia yang berhubungan dengan pemahaman..

senang. mengorganisasikannya ke dalam konsep.” Bahasa bagi Whorf pemandu realitas sosial dan mengkondisikan pikiran individu tentang . Kategori dan tipe yang kita isolasi dari dunia fenomena tidak dapat kita temui karena semua fenomena tersebut tertangkap oleh majah tiap observer. Sapir dan Worf mengatakan bahwa tidak ada dua bahasa yang memiliki kesamaan untuk dipertimbangkan sebagai realitas sosial yang sama. Sapir dan Worf menguraikan dua hipotesis mengenai keterkaitan antara bahasa dan pikiran. misalnya gramar dan leksikon. Sedangkan. Dalam kaitan ini Syah (2004: 22) mengemukakan bahwa tanpa ranah kognitif sulit dibayangkan seseorang dapat berpikir. seperti apa yang dikatakan oleh Whorf berikut ini : “Kita membelah alam dengan garis yang dibuat oleh bahasa native kita. Kita membelah alam. 2004:22) ranah ini berpusat di otak yang juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan ranah rasa. Beberapa ahli mencoba memaparkan bentuk hubungan antara bahasa dan pikiran. memilah unsur-unsur yang penting. Secara kontras. Dengan kata lain. dan ini adalah sistem bahasa yang ada di pikiran kita. 1. Whorf mengatakan “grammatical and lexical resources of individual languages heavily constrain the conceptual representations available to their speakers”. Selain habituasi dan aspek formal bahasa. penulis melihat bahwa paparan Edward Sapir dan Benyamin Whorf yang banyak dikutip oleh berbagai peneliti dalam meneliti hubungan bahasa dan pikiran. psikomotor adalah ranah psikologi yang segala amal jasmaniah yang konkret dan mudah diamati baik kuantitas maupun kualitasnya karena sifatnya terbuka (Syah. Afektif adalah ranah psikologi yang meliputi seluruh fenomena perasaan seperti cinta. Perbedaan bahasa menyebabkan perbedaan pikiran orang yang menggunakan bahasa tersebut. Pengaruh bahasa terhadap pikiran dapat terjadi melalui habituasi dan beroperasinya aspek formal bahasa. Tanpa kemampuan berpikir mustahil seseongr tersebut dapat memahami dan meyakini faedah materi-materi yang disajikan kepadanya. atau lebih disempitkan lagi. sedih. yaitu ranah efektif (rasa) dan ranah psikomotor (karsa). Hipotesis pertama adalah lingusitic relativity hypothesis yang menyatakan bahwa perbedaan struktur bahasa secara umum paralel dengan perbedaan kognitif non bahasa (nonlinguistic cognitive).Menurut Chaplin (Syah. 2. Gramar dan leksikon dalam sebuah bahasa menjadi penentu representasi konseptual yang ada dalam pengguna bahasa tersebut. salah satu aspek yang dominan dalam konsep Whorf dan Sapir adalah masalah bahasa mempengaruhi kategorisasi dalam persepsi manusia yang akan menjadi premis dalam berpikir. Ranah kognitif yang berpusat di otak merupakan ranah yang yang terpenting Ranah ini merupakan sumner sekaligus pengendali ranah-ranah kejiwaan lainnya. Dari banyak tokoh yang memaparkan hubungan antara bahasa dan pikiran. benci. 2004: 52). Hipotesis kedua adalah linguistics determinism yang menyatakan bahwa struktur bahasa mempengaruhi cara inidvidu mempersepsi dan menalar dunia perseptual. struktur kognisi manusia ditentukan oleh kategori dan struktur yang sudah ada dalam bahasa. bagaimana bahasa mempengaruhi pikiran manusia. dunia mempresentasikan sebuah kaleidoscopic flux yang penuh impresi yang dikategorikan oleh pikiran kita. serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan lingkungannya.

tidak hanya dalam dunia kegiatan sosial seperti yang biasa dipahaminya. 1999). netral dan tak netral akan lebih mudah untuk dijelaskan. yakni semua pelajar baik laki-laki dan perempuan. dapat disimpulkan bahwa pandangan manusia tentag dunia dibentuk oleh bahasa sehingga karena bahasa berbeda maka pandangan tentang dunia pun berbeda. kalimat itu dapat diperpanjang selama setiap akhir dari kalimat tersebut adalah nomina. tetapi sangat ditentukan oleh simbol-simbol bahasa tertentu yang menjadi medium komunikasi sosial. Tidak ada dua bahasa yang cukup sama untuk mewakili realitas yang sama. Dalam sebuah kalimat yang menggunakan bahasa Inggris. Singkat kata. telinga atau alat indera lainnya. karena kalimat (a) mempunyai sifat netral. Seperti terlihat pada contoh berikut : 1. 2. kata-kata netral mempunyai sisi kebalikannya.000 mahasiswi. dapat diartikan pula apabila dalam mengungkapkan sebuah kalimat. karena telah mengerucut pada salah satu kelompok jenis kelamin saja.How short is your daughter? Dalam kalimat tersebut jika ditanyakan pada seseorang maka lebih mudah untuk menjawab pertanyaan (a) daripada (b). Hubungan Logika dengan Bahasa Logika atau dalam terminologi Indonesia disebut “filsafat berpikir” secara umum merupakan suatu studi tentang manusia. Dunia tempat tinggal berbagai masyarakat dinilai oleh Whorf sebagai dunia yang sama akan tetapi dengan karakteristik yang berbeda. Kompleksitas makna dalam kalimat yang kompleks muncul. Adapun alat atau dayanya disebut . misal happy menjadi unhappy. Sedangkan pada kata tak netral. Dengan begitu.000 mahasiswa yang terbagi menjadi 9 fakultas. Dalam penerapan proposisi-proposisi tersebut dapat bertindak sebagai anak kalimat yang menjadi pelengkap untuk kalimat induk. Kompleksitas makna dapat terwujud dalam bentuk-bentuk lain. hal ini terbagi menjadi dua.How tall is your daughter? 2.sebuah masalah dan proses sosial. Dalam pembelajaran psikolinguistik konsep netral (unmarked) umumnya merujuk pada makna positif. Menurut kalian psikolinguistik. Hal ini. karena dalam kalimat tersebut terdapat proposisi yang jumlahnya sangat banyak. selain itu. Kata mahasiswa pada (a) bersifat netral. misal sad. masyarakat yang menggunakan bahasa yang berbeda memiliki perbedaan sensori pula (Rakhmat. Sedangkan pada (b) mempunyai makna pelajar perempuan saja. Tahu ini bukanlah suatu alat atau daya pada manusia yang dipunyainya sejak lahir seperti mata. karena kata mahasiswa mempunyai arti luas. seperti pada kalimat berikut ini: 1.UNS mempunyai 70. yakni netral (unmarked) dan tak netral (marked). Secara selektif individu menyaring sensori yangmasuk seperti yang diprogramkan oleh bahasa yang dipakainya. Individu tidak hidup dalam dunia objektif. melainkan tahu itu merupakan suatu tindakan yang mempunyai hasil yang disebut sebagai pengetahuan. Kompleksitas dalam Ujaran dan Pikiran Pada umumnya suatu pemikiran yang kompleks dinyatakan dalam kalimat yang kompleks pula. pada makna ini disebut tak netral.UNS mempunyai 120. salah satu penyebabnya adalah karena keadaan. Dalam bahasa Inggris. karena yang berpikir itu adalah manusia dan berpikir merupakan tindakan manusia. Tindakan ini mempunyai tujuan yaitu untuk tahu. dibutuhkan pemikiran yang kompleks. tidak dapat kita membuat sisi positifnya.

‘ah itu orang Jakarta’. Berpikir tidak dilakukan manusia sejak lahirnya. Itu segera nampak kelurusan dari jalan pikiran tersebut. Sebaliknya jika dikatakan orang: A sama dengan B. apa yang kita rasakan. Bagaimana cara kita untuk mengetahui apa yang disampaikan seseorang dalam buah pikirannya adalah merupakan tugas ilmu logika untuk mengukurnya. Berpikir pada prakteknya tidaklah terlalu mudah. kalau ada pelanggaran aturan atau penyelewengan dari jalan berpikir yang lurus. Ilmu Logika akan menyelediki. menetapkan patokan-patokan dan . logislah itu. diluar itu masih ada juga dari sebagian kita yang mengemukakan buah pikirannya dengan mengikuti luapan emosi seperti caci maki. kata pujian atau pernyataan keheranan dan kekaguman. Ada juga yang mengatakan bahwa logika itu mengutarakan teknik berpikir. bagaimana pikiran kelompok kita. Pengetahuan itu merupakan bagian dari filsafat dan disebut orang dengan istilah “logika”. Suatu tugas ilmiah mencari aturan berpikir ini supaya dikatahui. bagaimana kepribadian dan sugesti-sugesti apa yang kita dapatkan. hal yang demikian itu disebut tidak logis. apakah sudah benar atau salah? Sudah bertujuan “baik” atau “jahat” . gampang karena bagi kebanyakan kita yang disebut berpikir ya berpikir aja. patokan-patokan dan rumus-rumus berpikir. bertujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi dan kelompok atau untuk tujuan kebenaran dan lain-lain. hasilnya memang bermanfaat sekali bagi manusia yang hendak berpikir. sebenarnya apakah yang disebut dengan pikiran itu? Apakah semua orang sudah menyadari bahwa pikiran bisa bekerja sendiri secara otomatis dan juga bisa bekerja dengan tuntunan si pemilik pikiran? Sebagaimana telah kita ketahui sebelumnya bahwa ilmu logika pada dasarnya adalah untuk mempelajari hukum-hukum. Misalkan dikatakan terhadap seseorang yang berbelanja agak berlebih-lebihan serta tidak menawar-nawar. budi atau akal.pikir. Tugas logika ialah memberikan penjelasan bagaimana orang seharusnya berpikir. Membicarakan pikiran juga bisa menjadi susah jika kita harus menilai hasil buah pikiran yang disampaikan itu. apa yang kita yakini. bagaimana kecenderungan pribadi kita. menyaring dan menilai buah pikiran seseorang dengan cara serius dan terpelajar serta bertujuan mendapakan kebenaran terlepas dari segala kepentingan perorangan dan kelompok. tetapi pada umumnya mengikuti perkembangan fisik manusia secara biologis. maka itulah yang akan kita sampaikan sebagai buah pikiran. tapi tidak semua orang Jakarta selalu bertindak demikian kalau berbelanja. walaupun kemampuan itu ada. dalam konteks ini dapat dikatakan bahwa mungkin orang salah dalam berpikir. Tinggal ngikuti naluri saja. kata orang. sebab walaupun mungkin benar bahwa orang yang berbelanja demikian itu orang Jakarta. yaitu cara yang sebenarnya untuk berpikir. bertujuan mengatakan fakta apa adanya atau hanya sekedar ingin memutar balikkan fakta. Jadi kemampuan berpikir pada manusia merupakan kemampuan potensial. Logika akan merumuskan. Namun demikian. Sekarang yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah semua pemikiran yang sering kita kemukakan dan pemikiran seseorang yang disampaikan kepada kita bisa dinilai logis atau tidak? Membicarakan hal serupa ini serasa gampang-gampang susah. maka A sama dengan C. Jadi rupa-rupanya adalah aturan berpikir yang tak boleh dilanggar. maka dicobalah oleh para ahli pikir untuk memenuhi tugas itu. dan B sama dengan C. Pikiran merupakan juru kunci didalam berlogika. melainkan karena jalan pikirannya yang tidak lurus atau tidak menurut aturan. bukan karena pengetahuannya yang salah.

Bagi logika. apa yang bisa dilakukan oleh ilmu logika material dengan apa yang bisa dilakukan oleh ilmu spiritual semacam tawasuf dan irfan. Orang itu tahu benar. tetapi tentu ada yang positif pada rumah itu. kalau orang tahu tentang sebuah rumah. Tetapi sekali lagi: dasar pengetahuan adalah positif. sebab jika ada sesuatu yang dihubungkan dengan sesuatu kedua. Itu dasarnya dulu. . apakah sudah benar atau masih salah dalam menarik kesimpulan atau konklusinya. maka ‘sesuatu’ itu haruslah positif. Pikiran hanya bisa berbuah jika dia diucapkan melalui suara. Dalam bentuk ingkar tersebut di atas. bagaimana caranya ilmu logika melakukan hal serupa diatas? Logika melakukan hal serupa diatas bisa dengan dua cara. pertama dengan meneliti logika formalnya. Apa pengetahuan itu juga tidak merupakan pengingkaran? Misalnya dalam pengetahuan bahwa: “rumah itu tidak besar” memang menurut bentuknya. Pikiran manusia pada hakikatnya selalu mencari dan berusaha untuk memperoleh kebenaran. Kedua dengan melakukan penelitian terhadap logika materialnya. Misalnya. misalnya indah. Sampai disini ada perbedaan sedikit. Semua hal ini diselidiki serta dirumuskan dalam logika. Tak seorang pun mencita-citakan kekeliruan. Kalau ia berpikir tidak semestinya mungkin ia tidak akan mencapai pengetahuan yang benar. efisien dan teratur. maka ternyata bahwa rumah itu tidak mempunyai sifat itu. Jadi pikiran dan perkataan adalah identik. setelah itu diketahui. serta hukum-hukum yang perlu diikuti. Tetapi pengetahuan yang sebenarnya adalah positif atau pengakuan. bersih. tak mungkin ia tahu. Isyarat adalah perkataan yang dipadatkan. mungkin ia tahu juga bahwa rumah itu besar atau kecil. apakah sudah ada persesuaian antara pikiran yang diutarakan dengan kenyataan. ia akan mengakui sesuatu terhadap sesuatu itu. ini pengingkaran. bahwa daun itu tidak merah. Sekarang yang menjadi perhatian kita adalah. karena itu ia adalah perkataan juga. Manusia berpikir itu untuk tahu. ucapan adalah buah pikiran. Memang harus diakui. Bagi ilmu logika material. yaitu melakukan penelitian terhadap kaidah logikanya. Pengetahuan adalah positif. teknik. hukum-hukum logikanya dan patokan-patokan yang digunakan. dan lain sebagainya. susunan kata-kata yang keluar melalui ucapan. mahal. ucapan. Adapun manusia kalau tahu tentang sesuatu. Dan bagi logika. negatif. isyarat dan tulisan seseorang adalah ‘data’ dan data itu disebut sebagai premis-premis. Jika ia sekiranya tidak mempunyai pengetahuan yang positif. tulisan atau isyarat. Apakah premisnya sudah sesuai dengan kenyataan yang ada atau tidak. bahwa menurut bentuknya mungkin pengetahuan ada yang positif dan ada yang negatif. ia ingin mencapai kebenaran dalam proses tahu-nya itu. cara.memberikan hukum-hukum yang harus ditaati agar manusia bisa berpikir benar. bahwa daun itu hijau atau kuning. Apakah buah pikiran sesuai dengan kenyataan atau tidak. Dalam proses tersebut haruslah diperhatikan kebenaran bentuk dapat berpikir logis. tidak berbeda satu sama lain dan yang satu bukan tambahan bagi yang lainnya. Kebenaran ini hanya menyatakan serta mengandaikan adanya jalan. mengukur kebenaran buah pikiran itu tidak lebih dari meneliti kesatuan (non kontradiksi) antara apa yang diucapkan berdasarkan buah pikiran dengan apa yang bisa dilihat sebagai fakta. Maka besar atau kecil ini diakui hubungannya dengan rumah itu. Karena itu pikiran merupakan suatu proses. orang tahu bahwa ada rumah besar menurut ukuran positif yang ada padanya. Lebih jelasnya hal ini dalam contoh pengetahuan yang dipunyai orang bahwa: “daun itu tidak merah”.

Dalam ilmu dan pengetahuan modern yang dahulu tidak dipunyai oleh masyarakat tertentu. dan alat pengucap lainnya. Itulah pengaruh bahasa terhadap pikir. tetapi di samping maksud ada faktor indah. tulisan. sebab kita harus dapat mengatakan isi hati kita. Itulah pikir berpengaruh kepada bahasa. Pengakuan ini bisa nampak. kita terima pembentukan dari kata asal yang sudah kita miliki tetapi bentuk yang lajim belum ada.Sebelumnya dikatakan bahwa tahu ialah mengakui hubungan sesuatu dengan sesuatu. Hal yang demikian ini kita alami dalam bahasa kita maka kita cari dan kita bentuk kata majemuk baru. diutarakan dengan kata. Sebagai penjelmaan berpikir bahasa menampakan manusia. Dalam bahasa ilmiah. Lain halnya dengan bahasa yang dipergunakan dalam kesusasteraan. tetapi kita tahu maksudnya. Walaupun memang tidak logis. Bahasa dengan kata-katanya dipergunakan manusia untuk mengutarakan isi hatinya. terutama dalam logika. Menurut tujuannya ada bahasa kesusasteraan dan bahasa ilmiah. Sebagai bentuk berpikir. bahasa disebut penjelmaan berpikir. Oleh karena manusia yang berpikir itu merupakan kesatuan dan keseluruhan. yaitu logika. adapula kita pinjam saja dari kata asing. Di situ yang diutamakan adalah keindahan bahasa. entah dari bahasa asing kuno. Seringkali seakan-akan bahasa kesusasteraan memperkosa logika seperti dalam ungkapan: putri malam. Betul pengetahuan itu tidak selalu dan tidak perlu dicetuskan dengan kata atau dengan alat pergaulan lain (gerak. dan ada bahasa tulisan. bahasa lisan. maka manusia mudah berkenalan dengan maksud atau pengertian baru. serta ada bahasa gerak. Bagaimanapun coraknya. dan gerak. melainkan juga diiringi dengan gerak. juga dalam pembentukan kata-katanya. karena logika bukanlah satu-satunya faktor penting dalam dunia kesusteraan. akan mengakibatkan bahasa takkan dipahami oleh masyarakat yang berbahasa itu. . harus juga selalu dalam kerangka bahasanya. Bahasa kesusasteraan tidak selalu dan juga tidak mungkin selalu logis. dan tahu ini mengikuti aturannya sendiri. tetapi jika hendak dinampakan kepada orang lain. tetapi pembentukan kata baru dan kalimat baru sebagai pencerminan pikiran baru ini. bagaimanapun. dicetuskan dengan kata atau rentetan kata. Namun. Bahasa merupakan sesuatu yang hidup dan dinamis. karena dari bahasa kita dapat tahu maksud orang berbahasa itu. bahasa selalu merupakan bentuk berpikir. Seringkali perkembangan bahasa tidak selaras dengan perkembangan masyarakat yang mempunyainya. maka haruslah dicetuskan dengan alat pergaulan. dan lain-lain). Perkosaan terhadap susunan bahasa sendiri. maupun yang modern. keluar masuk. pengemasan bahasa yang disampaikan haruslah logis. dan lain sebagainya. ekspresi. bahasa itu harus bisa mencerminkan maksud setepat-tepatnya. dan diantara alat itu yang amat baik adalah bahasa. sehingga kerapkali ada kepincangan antara manusia dengan bahasanya. Jadi bahasa menurut caranya mengutarakan ada bahasa lisan. minum teh. tertulis. sebagai alat pergaulan kita harus membedakan bermacam-macam bahasa. Dalam ilmu. Ada bahasa lisan yang diucapkan dengan lisan. kita harus punya kata. tetapi itu tak dapat dikatakan dalam bahasanya sendiri. kepala surat atau guru kepala. Itu sebabnya maka ada bermacam-macam bahasa yang berlainan susunan dan bentuk kalimatnya. dan situasi lainnya. sebab bahasanya tidak mau “di-per-alat” begitu saja. kalau dikatakan. maka bahasanya pun merupakan kesatuan dan keseluruhan. tetapi dalam bahasa lisan maksud itu tidak hanya ditunjukan dengan kata saja. Adapun bahasa yang utama adalah yang dikatakan. Tiap kata memang mengandung maksud. Memang maksud juga penting. karena ilmiah artinya berbicara tentang pengetahuan.

Walaupun sebenarnya dalam diri manusia sendiri juga ada kebutuhan untuk menghindari kesesatan tersebut. Yang dimaksud berfikir disini adalah kegiatan pikiran. tapi juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek. apabila pemikirn itu sesuai dengan hukum-hukum serta aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam logika. b. logika menyelidiki. Hal-hal ini menyebabkan kesesatan tidak terhindarkan. juga menolong agar akal budi bekerja lebih tepat. menguraikan. Logika Kodratiah Akal budi (pikiran) bekerja menurut hukum-hukum logika dengan cara spontan. karena bahasa adalah pencerminan dan alat berpikir manusia. Logika Ilmiah Logika ini membantu logika kodratiah. Macam-macam logika. akal budi manusia maupun seluruh diri manusia bisa dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungankecenderungan yang subjektif. manusia mengolah dan mengerjakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Ini sebabnya logika disebut filsafat yang praktis. serta menghubungkan pengertian satu dengan pengertian lainnya. Tetapi dalam hal-hal tertentu (biasanya dalam masalah yang sulit). Secara singkat logika dapat dikataka sebagai ilmu pengetahuan dan kemampuian untuk berpikir lurus. Dengan berfkir. Logika juga termasuk dalam ilmu pengetahuan yang dijelaskan diatas.Bukanlah tugas logika untuk menyelidiki bahasa. dan sehat. yaitu logika ilmiah. atau minimal bisa dikurangi . tepat. Hal ini menunjukkan bahwa logika bukanlah sebatas teori. Karena berfikir lurus dan tepat merupakan objek formal logika. selain itu. Kajian ilmu logika adalah azas-azas yang menentukan pemikiran yang lurus. perkembangan pengetahuan manusia sendiri sangat terbatas. Ilmu pengetahuan sendiri adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok tertentu. Objek material logika adalah berfikir. Kumpulan ini merupakan suatu kesatuan yang sistematis serta memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. serta menerapkan hukum-hukum yang harus ditepati. Suatu pemikiran disebut lurus dan tepat. akal budi manusia. membandingkan. lebih teliti. dan lebih aman. Dalam logika berfikir dipandang dari sudut kelurusan dan ketepatannya. Dalam tulisan ini dikemukakan sedikit soal bahasa. Logika dapat dibedakan atas dua macam. Logika ilmiah memperhalus dan mempertajam akal budi. dibutuhkan ilmu khusus yang merumuskan azaz-azaz yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Tugas logika ialah meneropong tentang hal berpikir manusia dan mencoba memberi penjelasan bagaimana manusia dapat berpikir dengan semestinya untuk dapat mencapai kebenaran. Semua ini menunjukkan bahwa logika merupakan suatu pegangan atau pedoman untuk pemikiran. Pengolahan dan pegearjaan ini terjadi dengan mempertimbangkan. Dengan demikian kesesatan dapat dihindarkan. Tetapi bukan sembarangan berfikir yang diselidiki dalam logika. walaupun bagaimana eratnya hubungan logika dengan bahasa. Dengan demikian kebenaran juga dapat diperoleh dengan lebih mudah dan aman. Penjelasan ini terjadi dengan menunjukkan sebab musababnya. Untuk menghindari kesesatan itulah. Dengan mengolah dan mengerjakannya ia dapat memperoleh kebenaran. lebih mudah. Agar dapat berpikir seperti itu. a. namun keduanya tidak dapat dipisahkan. merumuskan.

dengan kadar tertentu. Pembelajaran tidak hanya terbatas pada membaca buku atau mendengar pengajaran yang tidak memberi pemahaman. karena sebagaian besar bahasa berkembang dan dipengaruhi oleh proses berpikir secara pre-logis (tidak logis) seperti simbolisme didalam mitologi. kemudian kata atau pengetian itu disusun itu sedemikian tupa sehingga menjadi keputusan-keputusan. seperti pemberian tambahan pembelajaran baik di dalam maupun di luar sekolah. Hakekat kesusastraan berada di atas hubungan dan batas-batas logika. Bahasa lebih mudah digunakan pada kesusastraan daripada sebagai alat pemikiran ilmiah umumnya khususnya pada logika. Contohnya puisi yang diubah ke dalam bentuk prosa. Pembelajaran melibatkan pemikiran yang bekerja yang bekerja secara asosiatif. Akhirnya keputusan-keputusan itu disusun menjadi penyimpulan-penyimpulan. bahkan keindahana dalam puisi bertentangan syarat-syarat logika. penggunaannya masih jauh dari optimal. Namun. pikiran dan pemikiran untuk . tanpa suatu nilai perasaan. seperti kesulitan dalam memusatkan perhatian atau mengingat. pemrosesan. Begitu pula terjadi didalam peribahasa. pikiran yang tadi muncul didalam puisi dengan indahnya tidak lagi menghantarkan maknanya kepada si pembaca. Dalam penyelidikan hukum-hukum logika. Otak. Dapat dijelaskan bahwa hasil yang diperoleh dari mempergunakan suatu teknik (logika). hanya dapat bermakna repetisi dari proses pembelajaran sebelumnya dan tidak memberi nilai tambah bagi pemahaman siswa. Dalam praktik pembelajaran di sekolah. Padahal proses tersebut. maka yang saya maksud lukisan itu belum dapat dikatakan indah. yang berujung pada rendahnya hasil pembelajaran. pembelajaran merupakan proses sinergisme antara otak. hingga penyimpulan informasi. Kita ambil contoh dari pernyataan “Lukisan itu tidak jelek”. perumpamaan-perumpamaan yang timbul dalam kehidupan sehari-hari mungkin dapat dimengerti seperti “bintang lapangan”. termasuk potensi pikiran. namun saya tidak berani untuk mengatakan bahwa lukisan itu jelek. Penggunaan bahasa sebagai alat logika harus memperhatikan perbedaan antara bahasa sebagai alat logika dan bahasa sebagai alat kesusasteraan. Puisi tadi akan kehilangan nilai puisi-nya. dan Pikiran dalam pembelajaran Berbasis Peta Pikiran Setiap manusia lahir dengan segala potensi yang dimiliki. “kupu-kupu malam”. Jadi. Logika hanya dapat memperhitungkan penilaian-penilaian yang isinya dirumuskan secara seksama. dapat diuraikan bahwa pemikiran manusia terjadi tiga unsur. Pembelajaran sangat erat kaitannya dengan penggunaan otak sebagai pusat aktivitas mental mulai dari pengambilan. Syarat-syarat logika dalam pembentukan peribahasa diabaikan didalam susunan kata –katanya dan isinya. Penggunaan bahasa sebagai alat dari logika masih memiliki kekurangan. Yaitu pengertian-pengertian atau kata. yang dimaksud mempunyai hukum-hukum atau azaz-azaz yang harus ditepati. Dengan demikian.bahasa memiliki dua fungsi yang dilihat dari segi perkembangannya. atau saya bermaksud lukisan itu belum dapat dikatakan indah. akan tergantung dari baik-buruknya alat bahasa yang digunakan. Bahasa sebagai alat logika memiliki kekurangan–kekurangan. sehingga dalam setiap pembelajaran terjadi penghubungan antar satu informasi dengan informasi yang lain. kondisi ini masih diperburuk oleh praktik pembelajaran yang keliru. pada praktik pembelajaran. Hubungan Bahasa. Logika inilah. Hal ini tercermin dari berbagai kesulitan yang muncul pada pembelajaran.

citra (kesan). Sekumpulan kata yang bercampur aduk tak berangkai di dalam otak. Pada konteks TML. kemampuan kognitif dimediasi dengan kata. Penggunaan Peta Pikiran (Mind mapping) dalam pembelajaran diarapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa. Salah satu upaya yang dapat digunakan dalam membuat citra visual dan perangkat grafis lainnya sehingga dapat memberikan kesan mendalam adalah peta pikiran. Kemampuan belajar merupakan alat andalan dalam mempertahankan kehidupan. yaitu pertama. Menurut Peaget. Dengan demikian. cara belajar merupakan kombinasi dari bagaimana menyerap. karena belajar merupakan proses alamiah. bahwa dunia pembelajaran bagi anak saat ini dibanjiri dengan informasi yang up to date setiap saat.menghasilkan daya guna yang optimal. yaitu proses pencatatan dan proses penyajian . setiap anak memiliki skema (scheme) yang merupakan konsep atau kerangka yang eksis di dalam pikiran individu yang dipakai untuk mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi. hambatan pemrosesan informasi terletak pada dua hal utama. lalu mengatur. bunyi. Menurut Potter (2002). kata-kata ini dirangkai dengan gambar. di atur oleh tata bahasa. dan perasaan. di setiap saat dan di setiap tempat semua makhluk hidup di muka bumi belajar. merumuskan. merapikan. Peta Pikiran merupakan teknik pencatat yang dikembangkan oleh Tony Buzan dan didasarkan pada riset tentang cara kerja otak. Ketika manusia berkomunikasi dengan katakata. Ketidakmampuan memroses informasi secara optimal di tengah arus informasi menyebabkan banyak individu yang mengalami hambatan dalam belajar ataupun bekerja. Belajar Berbasis Peta Pikiran Belajar didefinisikan sebagai semua perubahan pada kapabilitas dan perilaku organisme. Dari tinjauan Psikologis. symbol. Pada saat yang sama. otak pada saat yang sama harus mencari. Menurut Yovan (2008). mengatur. dihubungkan oleh logika. dan kedua cara kita mengatur dan mengolah informasi tersebut (dominasi otak). yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mentransformasi aktivitas mental. yang diakibatkan oleh pengalaman (Yovan. 2008). Untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran. baik secara mental maupun fisik. Sedangkan menurut Vygotsky. Belajar berbasis pada konsep Peta Pikiran (Mind mapping) merupakan cara belajar yang menggunakan konsep pembelajaran komprehensif Total-Mind Learning (TML). Fakta yang harus disadari. keluar secara satu demi satu. bagaimana kita menyerap informasi dengan mudah (modalitas). memilah. yang dapat diartikan sebagai proses pembentukan pengetahuan (proses kognitif). proses pembelajaran seharusnya dapat menggunakan teknik pencatatan peta pikiran sebagai salah satu cara belajar yang dapat dilatihkan kepada siswa. Peta ini dapat membangkitkan ide-ide orisinil dan memicu ingatan yang mudah. Semua makhluk belajar menyikapi berbagai stimulus dari lingkungan sekitar untuk mempertahankan hidup. maka proses pembelajaran harus menggunakan pendekatan keseluruhan otak. Bahwasanya. Peta Pikiran menggunakan pengingat visual dan sensorik alam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. bahasa. dan menghasilkan arti yang dapat dipahami. pembelajaran mendapatkan arti yang lebih luas. dan menjadikan campuran antara gagasan-gagasan dengan kata-kata yang sudah mempunyai arti itu dapat dipahami. belajar merupakan aktivitas pemrosesan informasi. ada dua kategori umum tentang bagaimana kita belajar. menghubungkan. Oleh karena itu. dan bentuk diskursus. dan mengolah informasi.

baik asosiasi antarsesama informasi yang ingin dipelajari ataupun dengan informasi yang telah tersimpam sebelumnya di ingatan. harga atau kecepatan. Kondisi ini. Pemaggilan ulang merupakan kemampuan menyajikan secara tertulis atau lisan berbagai informasi dan hubungannya. hanya bisa terjadi ketika informasi tersebut memiliki representasi mental di pikiran. bentuk pencatatan seperti ini juga memunculkan kesulitan untu mengingat dan menggunakan seluruh informasi tersebut dalam belajar atau bekerja. bahkan tidak sedikit pula yang membuat catatan dengan menyalin langsung seluruh informasi yang tersaji pada buku atau penjelasan lisan. Hubungan tersebut perlu dipahami secara personal. Adanya kombinasi warna. Sebagian besar melakukan pencatatan secara linear. Selain itu Mind mapping juga memungkinkan terjadinya asosiasi yang lebih lengkap pada informasi yang ingin dipelajari. maka sebelumnya ia perlu merepresentasikan mobil dalam pikirannya. baik secara tertulis maupun secara verbal. dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. sehingga setelahnya tercipta representasi mental yang lebih mudah diingat. Keduanya merupakan proses yang saling berhubungan satu sama lain. seringkali individu tanpa disadari membuat catatan yang tidak efektif. Hal ini mengakibatkan hubungan antaride/informasi menjadi sangat terbatas dan spesifik.Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi.kembali. mungkin berupa gambar. tapi juga dapat merefleksikan pemahaman personal yang mendalam atas informasi tersebut. kemampuan yang paling dibutuhkan adalah memanggil ulang (recalling) informasi yang telah dipelajari. Bentuk pencatatan yang dapat mengakomodir berbagai maksud di atas adalah dengan Peta Pikiran (Mind Map). Selain itu. sehingga berujung pada minimnya kreativitas yang dapat dikembangkan setelahnya. Contohnya. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. individu dapat mengantisipasi derasnya laju informasi dengan memiliki kemampuan mencatat yang memungkinkan terciptanya “hasil cetak mental” (mental computer printout). Hal ini merupakan salah satu indikator pemahaman individu atas informasi yang diberikan. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat . memperkuat. simbol. Dengan peta pikiran. bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Hal ini tidak hanya dapat membantu dalam mempelajari informasi yang diberikan. jika seseorang ingin mengingat “mobil”. Salah satu hal yang berperan dalam pengingatan adalah asosiasi yang kuat antarinformasi dengan interpretasi dari informasi tersebut. Peta Pikiran merupakan suatu teknik grafik yang sangat ampuh dan menjadi kunci yang universal untuk membuka potensi dari seluruh otak. Dengan demikian. Dalam hal pencatatan. merek. Sedangkan dalam hal penyajian kembali informasi. dalam format yang sangat personal. karena menggunakan seluruh keterampilan yang terdapat pada bagian neo-korteks dari otak atau yang lebih dikenal sebagai otak kiri dan otak kanan. proses pemanggilan ulang sangat erat hubungannya dengan proses pengingatan atau remembering.

Muhibin Syah. Jakarta: PT Gramedia. Bahasa merupakan sesuatu yang hidup dan dinamis. Harimurti Kridalaksana. Jakarta: PT Rineka Cipta. DAFTAR PUSTAKA Abdul Chaer. dapat diartikan pula apabila dalam mengungkapkan sebuah kalimat. 2004. sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Kompleksitas makna dalam kalimat yang kompleks muncul. kalimat itu dapat diperpanjang selama setiap akhir dari kalimat tersebut adalah nomina. Pada umumnya suatu pemikiran yang kompleks dinyatakan dalam kalimat yang kompleks pula. guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. karena dalam kalimat tersebut terdapat proposisi yang jumlahnya sangat banyak. 1990. Psikolinguistik: Kajian Teoretik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. sehingga kerapkali ada kepincangan antara manusia dengan bahasanya. dibutuhkan pemikiran yang kompleks. Kamus Linguistik.proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. 2003. sedangkan pemahaman pesan tersebut hasil analisis kode. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. baik pada saat memproduksi atau memahami ujaran. Dengan demikian. simbol. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif. Hubungan bahasa dengan pikiran. Ujaran merupakan sintesis dari proses pengubahan konsep menjadi kode. baik secara tertulis maupun secara verbal.Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. Mansoer Pateda. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi. Aspek-aspek Psikolinguistik. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. Dalam penerapan proposisi-proposisi tersebut dapat bertindak sebagai anak kalimat yang menjadi pelengkap untuk kalimat induk. Adanya kombinasi warna. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. maka bahasanya pun merupakan kesatuan dan keseluruhan. Psikologi Belajar. . selain itu. Hal ini. Ende Flores: Nusa Indah. Manusia yang berpikir itu merupakan kesatuan dan keseluruhan. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Seringkali perkembangan bahasa tidak selaras dengan perkembangan masyarakat yang mempunyainya. 1982. yaitu dalam penggunaan bahasa terjadi proses mengubah pikiran menjadi kode dan mengubah kode menjadi pikiran. Simpulan Psikolinguistik adalah studi tentang mekanisme mental yang terjadi pada orang yang menggunakan bahasa. bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.

Rakhmat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Depdikbud PPGLTP Setara D-III. Universitas Negeri Yogyakarta. Sri Utari Subiyakto Nababan. Bandung : Rosdakarya. Tadkirotun Musfiroh. Psikolinguistik. 2003. Yogyakarta: Fakultas Bahasa dan Seni. Psikolinguistik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1983. 1999. . 2002. dkk. 1998. Samsunuwiyati Marat. Psikologi Komunikasi. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Pengantar psikolinguistik. Bandung: Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. 1992. Soenjono Dardjowidjojo. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. Yudibrata.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->