PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI TAHU SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM

)

TUGAS MATA KULIAH KOPERASI & UKM NAMA NIM : CHRISTIAN PAULUS : 2041000563

1

2 . vitamin dan mineral (Kasmidjo. Meskipun saat ini dampak limbah padat dari industri pembuatan tahu belum banyak dirasakan karena telah adanya upaya untuk memanfaatkannya menjadi produk lain yang jenisnya masih sangat terbatas. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan cair. oleh karena itu pengelolaan limbah menjadi suatu keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. lemak. Jika penanganannya tidak tepat limbah dapat menurunkan kualitas lingkungan itu sendiri dan merugikan ekosistem. maka usaha tersebut akan selalu memberikan dampak berupa limbah. misalkan tempe gembus. Namun demikian diperlukan upaya lain untuk pengembangan produk baru dalam memanfaatkan ampas tahu sekaligus agar lebih dapat meningkatkan nilai guna ampas tahu tersebut. dalam bentuk karbohidrat dan bahan berguna lainnya yaitu protein. Namun demikian seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi. Dalam hal ini limbah tahu termasuk dalam limbah biologis yang merupakan sumber bahan organic terutama karbon. 1991).PENDAHULUAN Dampak negatif dari industrialisasi dan pertambahan penduduk yang terus meningkat disertai intensitas kegiatannya yang kian tinggi adalah semakin berkurangnya lahan hijau dan bertambahnya limbah. limbah merupakan bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis Salah satu jenis industri yang menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian masyarakat adalah industri pembuatan tahu dan tahu merupakan makanan tradisional yang sudah lama merakyat di negara Indonesia. Pada dasarnya. dan juga dibuat produk yang lain. Memang limbah padat belum dirasakan dampaknya terhadap lingkungan karena dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Limbah pun akhirnya menjadi salah satu lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. oncom merah. salah satunya adalah dengan pengolahan ampas tahu menjadi kecap. Limbah tahu adalah limbah yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu.

buangan. limbah dapat dibedakan menjadi tiga jenis. kontinuitas ketersediaannya cukup terjamin.Pemanfaatan ampas tahu menjadi kecap dengan pertimbangan : pertama. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan bahkan tidak dapat diuraikan oleh alam.. Kandungan protein dalam ampas tahu tersebut merupakan unsur gizi yang dapat digunakan sebagai bahan baku kecap. Jika upaya pemanfaatan limbah industri tahu sebagai basis membangun UKM berhasil. 2004). yang secara alami mudah terurai (oleh aktivitas mikroorganisme). 1. aman. baik dalam bentuk manajemen. sehingga dapat dimanfaatakn sebagai produk yang dapat menjadi sumber protein. tetapi kita juga akan mendapatkan lingkungan sehat. Masih banyak orang bahkan industri yang membuang limbahnya sembarangan. Limbah dan pemanfaatannya Mendengar kata limbah. limbah anorganik. kedua. Karenanya. sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. peternakan. Kedua. dan mencemari lingkungan. Limbah anorganik tidak mudah hancur/lapuk. partai politik ataupun pemerintah memberikan dukungan. perikanan. Namun. 3 . atau hasil samping proses industri. baik organisasi nonpemerintah. pertama limbah organik. dan nyaman. Secara garis besar. berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi. industri dll. rumah tangga. bayangan orang tertuju pada barang sisa. wajar jika kita selalu berusaha menjauhkan limbah dari rumah dan lingkungan kita. ampas tahu masih mengandung protein sekitar 5% (Sarwono & Yan Peter Saragih. dana ataupun teknologi. Di sinilah seharusnya berbagai elemen masyarakat. kotor. terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian. bukan saja merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang mampu menggerakkan roda perekonomian dan menciptakan lapangan kerja. ini bukan berarti bahwa kita semua telah melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik dan benar.

pengelolaan limbah dapat dilakukan dengan cara pengurangan sumber (source reduction). penggunaan kembali. dan mineral. merupakan sisa suatu usaha yang mengandung bahan berbahaya/beracun. karbohidrat. Ampas tahu akan mulai menimbulkan bau yang tidak sedap 12 jam setelah dihasilkan. Limbah tersebut biasanya masih mengandung: serat. (http://www. Banyak jenis limbah dapat dimanfaatkan kembali melalui daur ulang atau dikonversikan ke produk lain yang berguna. dapat merusak atau mencemarkan dan membahayakan lingkungan hidup. Limbah padat tahu Usaha pembuatan tahu tidak lepas dari limbah yang ditimbulkan.menlh. stick tahu. dan dengan proses fermentasi dihasilkan nata de soya dan kecap ampas tahu. limbah dari industri tahu dan tempe dengan modal yang relatif kecil dapat dimanfaatkan sebagai kerupuk ampas tahu. kembang tahu. 2. protein.Ketiga. bahkan memberikan nilai tambah (pendapatan). serta makhluk hidup lainnya. pengolahan (treatment) dan pembuangan. kecap ampas tahu. sehingga dapat diperkirakan berbagai produk yang mungkin dihasilkan. Kemudian produk yang dipilih dipertimbangkan dengan pasar dan teknoekonominya. pemanfaatan (recycling). pangan. lemak. Limbah padat (ampas tahu) merupakan hasil sisa perasan bubur kedelai. sehingga dapat mengalami perubahan secara biologis dan dapat dikonversikan ke produk lain seperti: energi.id) Konsep pemanfaatan limbah sebagai upaya untuk membangun usaha kecil dan menengah (UKM). asam organik.sinarharapan. Sebagai contoh. Ampas ini mempunyai sifat cepat basi dan berbau tidak sedap kalau tidak segera ditangani dengan cepat. limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). pertama-tama harus diketahui sifat kimia dan fisikanya. misalnya limbah dari industri pangan.go. (http://www. (http://www. Limbah tersebut bila dikelola dengan baik akan dapat bermanfaat.menlh. 2005) 4 . kelangsungan hidup manusia.go. (Lies Suprapti.co.id) Secara umum. pakan. kesehatan. Limbah yang dapat dikonversikan ke produk lain.id). dll. baik secara langsung maupun tidak langsung.

namun demikian untuk meningkatkan kualitas kecap yang dihasilkan yaitu yang berkaitan dengan kadar protein pada kecap. Hasil penelitian lebih lanjut (Mutiara Nugraheni.Ampas tahu masih layak dijadikan bahan pangan karena masih mengandung protein sekitar 5%. Jadi bahan baku pembuatan kecap dilakukan dengan melakukan kombinasi dengan bahan lain yang difermentasi dengan tujuan untuk meningkatkan kadar protein hasil akhir (kecap ampas tahu yang dihasilkan). (2) kecap yang dihasilkan dapat memenuhi standar SII untuk kadar protein terlarut yang dipersyaratkan bagi kecap kualitas II yaitu minimal 2% dan berdasarkan uji kesukaan kecap yang paling disukai adalah kecap perlakuan Gembus + tepung tempe koro untuk masa fermentasi 5 minggu dengan kadar protein 2. Hal tersebut senada dengan teknologi tepat guna yang dipublikasikan di http://id. Penelitian tentang limbah tahu Penelitian Kamayanti (2000) mengenai pengaruh lama fermentasi kapang tahap I kapang tempe terhadap karakteristik kecap ampas tahu menunjukkan bahwa perlakuan lama fermentasi kapang selama 3 hari memberikan kadar protein. kadar abu kecap yang terbaik. 2006) tentang pengaruh kombinasi bahan baku dan lama fermentasi pada pemanfaatan limbah tahu terhadap karakteristik kecap ampas tahu yaitu: (1) dapat meningkatkan kadar protein terlarut dalam kecap. maka lama fermentasi tahap I yang dilakukan pada penelitian ini adalah selama 3 (tiga) hari sebab akan memberikan kadar protein.org mengenai pengolahan ampas tahu menjadi kecap. Menurut Sawono & Yan Pieter Saragih (2004) ampas tahu masih memiliki kadar protein yang cukup yaitu sekitar 5 %. maka dapat dilakukan upaya dengan penambahan bahan baku lain yang termasuk dalam sumber protein. 1989) 3. diantaranya adalah pembuatan kecap ampas tahu yang diperoleh melalui proses fermentasi ampas tahu. kadar abu kecap ampas tahu terbaik. Berdasarkan hal tersebut.2052%.wikipedia. dituliskan bahwa lama fermentasi tahap I dilakukan 3-5 hari sampai kapang menutup tempe gembus. (Pusbangtepa. 5 . Oleh karena itu pemanfaatan ampas tahu menjadi produk pangan masih terus dikembangkan.

kecap merupakan produk olahan/awetan kedelai dengan tekstur cair (asin) atau kental (manis). 2005).4. Secara umum.(Budi Santoso. Kecap Kecap adalah sari kedelai yang telah difermentasikan dengan atau tanpa penambahan gula kelapa dan bumbu. Di duga bahwa RRC merupakan negara asal pembuatan kecap. Berdasarkan jenis bahan baku Berdasarkan jenis bahan bakunya. (Lies Suprapti. Sedangkan di Indonesia sulit diketahui sejak kapan untuk pertama kalinya nenek moyang kita membuat kecap kedelai. garam serta rempah-rempah. kecap adalah cairan kental yang mengandung protein yang diperoleh dari rebusan kedelai yang telah diragikan dan ditambah gula. petis 4 Saus Tiram 5 Saos tomat (tomato sauce) 6 Paprika sauce 7 Saos sambal 8 Kecap ampas tahu Sumber : Lies Suprapti. daging Kerang Tomat Cabai paprika Sambal Ampas tahu 6 . Tabel 1. 2005 Jenis Bahan Baku Kedelai Air kelapa Ikan. Menurut Standar Industri Indonesia (SII No. dan digunakan sebagai bahan penyedap masakan. Jenis Kecap Kecap dapat dibedakan menjadi beberapa macam. a. kecap dapat dibedakan menjadi delapan jenis. Kecap berdasarkan jenis bahan baku No Jenis Kecap 1 Kecap kedelai (soy-ketchup) 2 Kecap air kelapa 3 Kecap ikan. 1995). tergantung pada parameter yang digunakan untuk membedakannya. berwarna coklat kehitam-hitaman. sebagaimana dilihat pada tabel 1.32 th 1974).

dibedakan tiga jenis kecap : 1. Kecap modern ini dapat dibuat dalam waktu yang singkat (cepat). 2. Dengan proses pencampuran.Berdasarkan cita rasa Ditinjau dari cita rasanya. Standar Kualitas Kecap Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam Standar Industri Indonesia (SII). namun tidak memiliki cita rasa yang khas. 7 . Kecap hasil proses hidrolisis Dengan proses hidrolisis. sehingga kurang disukai oleh konsumen. Berdasarkan jenis prosesnya Berdasarkan jenis prosesnya. 3. dalam waktu singkat akan dapat dihasilkan kecap dengan kondisi yang dapat diatur. Proses fermentasi merupakan suatu perubahan yang terjadi terhadap bahan pangan yang disebabkan oleh aktivitas mikrobia jenis tertentu yang memiliki kemampuan yang sesuai sehingga keadaan bahan menjadi berubah sama sekali. yaitu kecap asin (encer) dan manis (kental) yang masing-masing memiliki manfaat tersendiri. ditetapkan syarat kualitas kecap sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel 2. baik sebagai penyempurna cita rasa dan aroma makanan ataupun masakan olahan. Kecap Hasil Proses Fisis/pencampuran. Kecap hasil proses fermentasi Melalui cara fermentasi akan dihasilkan kecap tradisional yang memiliki cita rasa yang khas. kecap dapat dibedakan menjadi dua macam. akan dihasilkan jenis kecap yang dikenal sebagai kecap modern.

Kandungan protein kecap ampas tahu dan cara meningkatkannya Sebagai bahan makanan. Sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kandungan proteinnya. Salah satunya dengan melakukan kombinasi bahan baku yang digunakan. Standar kualitas kecap sesuai Standar Industri Indoensia No 1 2 3 4 Kualitas Kecap Kecap manis mutu II Kecap Asin No 1 Kecap Asin No 2 Kecap Asin No 3 Kadar Protein Minimal (%) 2 6 4–6 2–4 Kualitas kecap ditentukan oleh kadar/kandungan proteinnya. Jenis tempe yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kecap ampas tahu seperti terdapat dalam Tabel 3. sehingga memungkinkan untuk dibuat kecap karena mikroorganisme penghasil enzim pemecah substrat masih dapat berkembang biak dengan baik. dalam hal ini kecap juga harus mengacu pada syarat mutu kecap SII No. Kecap yang dihasilkan dari ampas tahu sulit dibedakan aroma. 32/SI/74 seperti terdapat dalam Tabel 2. misalkan dengan menambahkan beberapa macam tepung tempe. Sehingga setiap bahan makanan. Jumlah unsure N yang terurai akan semakin tinggi apabila kelapukan kedelai yang dicapai pada saat fermentasi I semakin sempurna. Tanpa penambahan bahan sumber protein potensial. idealnya harus mempunyai kandungan gizi yang memadai. 8 . dan warnanya dari kecap kedelai. rasa. Kadar protein di dalam kecap tergantung pada jumlah unsure N pada kedelai yang terurai.Tabel 2. Cara pengolahannya sama dengan pengolahan kecap kedelai. Kandungan protein dalam ampas tahu masih sekitar 5%. kecap ampas tahu ini masih bermutu rendah. Jumlah unsure N yang terurai akan terlarut semakin banyak apabila fermentasi tahap II semakin lama. Kecap ampas tahu Ampas (sisa) padat pengolahan tahu dapat diolah menjadi kecap.

baik yang ditentukan oleh SII maupun persyaratan yang ditentukan oleh konsumen.9 64 15 9. (3) warna coklat kehitam-hitaman.17 1. Kadar Gizi dalam Bahan Tempe Koro kecipir beng uk 1 Energi (kal) 160 442 393 145 343 430 2 Protein (g) 18.8 67.Tabel 3.5 5 Mineral (g) 1 4.3 34.3 3 17.08 11 Air (g) 64 7.3 3 4 6 Kalsium (mg) 129 227 19 42 130 80 7 Fosfor (mg) 154 585 29 15 200 200 8 Besi (mg) 10 8 4 2.7 4.9 1. Jenis tempe yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kecap ampas tahu No.5 4.3 1. (2) Kekentalan (viskositas).7 34.6 2 2 9 Vit.7 Sumber : Daftar analisis Bahan Makanan Fakultas kedokteran UI. Karakteristik kecap antara lain: (1) kadar protein terlarut.5 23.8 3 Lemak (g) 4 18. A (mcg) 15 33 0 0 42 0 10 Vit.2 24 32.30 0. (Lies Suprapti.4 10. Adapun kadar unsure gizi dalam beberapa bahan tempe dapat dilihat dalam Tabel 4.9 17. Tabel 4. Nama Tempe 1 Tempe kedelai 2 3 4 5 6 Tempe gembus Tempe enjes Tempe benguk Tempe kecipir Tempe koro Bahan Baku Kedelai kuning/hitam Ampas kedelai Bungkil kacang dan ampas kedelai Koro benguk Biji kecipir Koro Kadar protein yang ada dalam bahan baku akan mempengaruhi kadar protein dalam kecap yang dihasilkan.1 5. B (mcg) 0.09 0.07 0. Tempe kedelai Kedelai Kadar/100 g bahan Ampas Tempe kedelai benguk 9 .0 4 Karbohidrat (g) 12.2 0. Jakarta No Jenis unsur gizi 1992 Karakteristik Kecap Kecap yang berkualitas memiliki persyaratan tertentu.2 55 36. 2005).

Berdasarkan permasalahan di atas. 2. aman. Bagaimana pengemasan kecap ampas tahu yang aman dan menarik? 4. meningkatkan nilai guna ampas tahu dan dapat sebagai pertimbangan dalam pengembangan industri yang berbasis pada pemanfaatan limbah. 3. Demonstrasi. 10 . B. sekaligus juga mendapatkan lingkungan sehat. Mengetahui daya terima masyarakat terhadap kecap ampas tahu. Manfaat Kegiatan Adanya UKM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pengetahuan dan pemecahan masalah lingkungan. Latihan/ Praktek dan Uji Daya terima. Membuat kecap ampas tahu dengan memanfaatkan limbah industri tahu. Membuat kemasan kecap ampas tahu yang aman dan menarik 4. Bagaimana menentukan harga jual kecap ampas tahu? Dimana kegiatan yang dilakukan diatas dapat bertujuan untuk: 1. Metode Kegiatan Adapun metode yang dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan program antara lain Ceramah dan Tanya Jawab. dan nyaman. Menentukan harga jual kecap ampas tahu. Khalayak Sasaran Kegiatan UKM Khalayak sasaran kegiatan adalah 15 orang ibu-ibu pengrajin tahu di suatu Desa atau Dusun. Bagaimana pembuatan kecap ampas tahu dengan memanfaatkan limbah industri tahu? 2. 2. maka dapat dirumuskan kemungkinan berbagai masalah yang dapat ditangani dalam kegiatan UKM limbah tahu sebagai berikut: 1. METODE PELAKSANAAN UKM 1. Bagaimana daya terima masyarakat terhadap kecap ampas tahu? 3. yaitu dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan limbah tahu menjadi kecap ampas tahu. Pemanfaatan limbah industri tahu sebagai basis membangun UKM merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang mampu menggerakkan roda perekonomian dan menciptakan lapangan kerja.

Pelatihan penetapan harga jual kecap ampas tahu. Contoh Gambaran Teknologi Secara Umum Yang Dapat Diterapkembangkan Ampas tahu dan koro Fermentasi Tahap I Pengeringan dan penepungan Fermentasi Tahap II Pengolahan kecap Pengemasan Uji Daya Terima Konsumen Penentuan harga jual KECAP AMPAS TAHU 11 .3. Langkah-langkah Kegiatan UKM Pada kegiatan UKM ini dilakukan upaya pengembangan produk baru dalam memanfaatkan ampas tahu dan sekaligus sebagai upaya pengembangan usaha kecil menengah melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1. Pengujian daya terima masyarakat terhadap kecap ampas tahu 3. Pelatihan pembuatan kemasan kecap ampas tahu yang aman dan menarik 1. Pelatihan pembuatan kecap ampas tahu dengan memanfaatkan limbah industri tahu 2.

Tersedia dan mudahnya mendapatkan bahan baku pembuatan produk dilingkungan disekitar. Motivasi yang tinggi dari peserta pelatihan 12 . Adanya kerjasama yang baik antara perangkat desa/dukuh dengan tim pelaksana kegiatan. 3.Contoh Kegiatan yang dilakukan dan rincian materi pelatihan sebagaimana tabel 5: Tabel 5. 2. CONTOH JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN TEKNOLOGI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI TAHU SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) Haril Ke-1 Materi kegiatan Teori tentang pemanfaatan limbah industri tahu (ampas tahu) Persiapan bahan/materi pembuatan kecap ampas tahu (baceman ampas tahu) Instruktur TIM Ahli Waktu Ke-2 Pembuatan kecap ampas tahu dengan memanfaatkan limbah industri tahu dan pengemasan Uji daya terima produk kecap ampas tahu Evaluasi hasil uji daya terima kecap ampas tahu Teori perhitungan harga jual kecap ampas tahu TIM Ahli Ke-3 TIM Ahli Ke-4 Ke-5 Praktek pembuatan kecap ampas tahu dan sekaligus evaluasi praktik Pendampingan pembuatan kecap ampas tahu TIM Ahli TIM Ahli Beberapa Hal Yang Dapat Menjadi Faktor Pendukung kegiatan UKM Faktor Pendukung: 1.

aroma rempah kurang terasa dan kurang kental/terlalu kental Tabel 7. aroma dan kekentalan. warna. Hasil evaluasi praktek ke-1 No . Faktor Penghambat: 1. Hasil Pelaksanaan Kegiatan UKM Kreteria hasil praktek pembuatan kecap ampas tahu dilihat dari aspek: rasa. Hal-hal teknis. aroma rempah cukup terasa dan kekentalan cukup. Baik Sedang Kurang Jumlah Kreteria hasil Rasa Frek 2 3 5 % 40% 60% 100 % Keterangan: : rasa kecap manis & enak. warna coklat kehitaman.CONTOH HASIL PELAKSANAAN UKM DAN PEMBAHASAN 1. kekentalan Frek % 3 60% 1 20% 1 20% 5 100 % . warna coklat hitam kemerahan.. 13 Baik Warna Frek 3 1 1 5 % 60% 20% 20% 100 % Aroma Frek 2 3 5 % 40% 60% 100 % Tk. Hasil evaluasi dari tiga kali praktek yang dilakukan adalah sebagaimana tabel berikut: Tabel 6. 1 1. Adannya peluang yang cukup prospektif dari sisi produk (pengembangan kecap dengan aneka rasa: manis. Hasil evaluasi praktek ke-2. dan evaluasi akhir yang tidak dapat diselesaikan sesuai dengan rencana dapat menjadi faktor penghambat. Sedang : rasa kecap manis & cukup enak. Kendala lain yang mungkin timbul yaitu lokasi pelatihan yang kurang strategis & minim fasilitas. 2. warna coklat kemerahan . Kurang : rasa kecap manis & kurang enak. aroma rempah terasa dan kental. asin dan pedas) maupun pemasaran untuk dikembangkan sebagai produk pendamping. misalnya tahu goreng yang mungkin saja selama ini penjualannya sudah cukup bagus di wilayah Desa atau Dusun tersebut. penyusunan materi yang kuarng matang. 2.4. C. 3.

Baik Sedang Kurang Jumlah Frek 3 2 5 % 60% 40% 100% Frek 3 2 5 % 60% 40% 100 % Frek 3 2 5 % 60% 40% 100 % Kreteria hasil Rasa Warna Aroma Tk. No. 3. kekentalan Frek % 2 40% 2 40% 1 20% 5 100 % Tabel 8. Hal ini dipengaruhi antara lain: 1.3 dan 4 hasil evaluasi praktek menunjukkan bahwa praktek pembuatan kecap ampas tahu yang dihasilkan oleh masing-masing kelompok peserta menunjukkan kreteria hasil dari aspek: rasa. 2. 3. penyangraian bumbunya bahan pengental atau waktu proses perebusan. 4. misalnya: dari penggunaan bumbu dan proses fermentasi. misalnya dari ukuran penggunaan kuning) atau dari proses karamelisasi gula. Aspek warna. misalnya: dari pemakaian bumbu atau teknik Aspek tingkat kekentalan. 1 1. Hasil evaluasi praktek ke-3. 3. warna. Apabila hasil dari beberapa kali praktek pembuatan kecap ampas tahu yang sudah dilakukan ada beberapa yang belum bisa mencapai hasil sesuai dengan 14 . kekentalan Frek % 2 40% 3 60% 5 100 % Dari tabel 2. aroma dan tingkat kekentalan yang bervariasi.No . Kreteria hasil Baik Sedang Kurang Jumlah Rasa Frek 3 2 5 % 60% 40% 100 % Warna Frek 3 1 1 5 % 60% 20% 20% 100 % Aroma Frek 2 3 5 % 40% 60% 100 % Tk. 2. misalnya: dari penggunaan gula jawa (merah atau Aspek aroma. 1 1. Aspek rasa. 2.

Selanjutnya hasil praktek kecap ampas tahu yang dibuat oleh peserta pelatihan diuji produk melalui uji daya terima pada konsumen. c. dan selanjutnya diberi label dengan merek. 7. kemudian dibandrol harga jualnya. Botol dengan isi 600 ml Botol dengan isi 275 ml Botol dengan isi 140 ml yang beredar di pasaran.standart yang diharapkan. % 34 85% 6 15% 0 0% 0 0% 40 100% Hasil pembuatan kecap ampas tahu kemudian dapat dikemas dengan menggunakan kemasan botol kaca (isi 600 ml) dan botol plastik (isi 275 ml dan 140 ml).500.900. Daya terima masyarakat terhadap kecap ampas tahu Katagori Sangat disukai Disukai Tidak disukai Sangat tidak disukai Total Kecap Ampas tahu Frek. Contoh Hasil uji daya terima tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 9. sebelum produk yang dihasilkan dipasarkan maka uji daya terima dilakukan pada masyarakat sekitar dalam hal ini tetangga dan kerabat peserta pelatihan. 4.Rp.- Usahakan memberikan harga jual yang jauh lebih murah dari harga-harga kecap .Rp. 2. Contoh Pembahasan Hasil pelaksanaan Kegiatan UKM 15 harga harga harga Rp. Maka dari itu Tim Ahli sebaiknya tetap melakukan pendampingan atau pembinaan baik melalui komunikasi lewat telepon maupun kunjungan secara insidental. Setelah dikemas dalam kemasan botol dan diberi label.500. b. misalnya: a. 2. dibuat dengan fermentasi alami..

maka tidak saja merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang nantinya diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian dan menciptakan 16 . Akan tetapi tanpa penambahan bahan sumber protein potensial. pada pelatihan teknologi pemanfaatan limbah ampas tahu untuk pembuatan kecap ampas tahu di suatu Desa atau Dusun menggunakan bahan tambahan tepung tempe koro. Kandungan protein dalam ampas tahu tersebut merupakan unsur gizi yang dapat digunakan sebagai bahan baku kecap. Peserta juga menunjukkan antusiasnya yang tinggi untuk pengembangan selanjutnya membuat Variasi kecap dengan rasa asin dan pedas. misalkan dengan menambahkan beberapa macam tepung tempe. Kecap ampas tahu yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan ini sebenarnya cukup prospektif pemasarannya. 2004). kontinuitas ketersediaannya cukup terjamin. aroma dan tingkat kekentalan kecap ampas tahu yang dihasilkan. Misalkan. sehingga dapat dimanfaatkan sebagai produk yang dapat menjadi sumber protein. penggunaan bahan tambahan dengan tepung tempe koro paling disukai oleh masyarakat. Hal ini didasarkan hasil penelitian dari Mutiara Nugraheni yang menunjukkan bahwa dari beberapa bahan tambahan yang digunakan pada pembuatan kecap ampas tahu. kecap ampas tahu ini masih bermutu rendah. Salah satunya dengan melakukan kombinasi bahan baku yang digunakan. Jika upaya pemanfaatan limbah industri tahu sebagai basis membangun UKM berhasil. ampas tahu masih mengandung protein sekitar 5% (Sarwono & Yan Peter Saragih. tidak saja digunakan sebagai bumbu dan kecap meja yang digunakan sehari-hari untuk pelengkap berbagai sajian tetapi juga bisa sebagai produk pendamping tahu kentuky/tahu goreng yang di daerah sekitar selama ini penjualannya sudah cukup bagus. kedua. Sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kandungan proteinnya. Demikian pula halnya dengan penguasaan materi praktek yang menunjukkan hasil relatif bagus dari tiga kali praktek yang dilakukan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kualitas produk yang dihasilkan baik dari aspek: rasa. Hasil pelatihan cukup berhasil hal ini dapat dilihat dari penguasaan materi yang mencapai 80% dari 75 % yang ditargetkan. warna.Pemanfaatan ampas tahu untuk dibuat menjadi kecap dengan pertimbangan : pertama.

sinarharapan. 1994. dan nyaman. DAFTAR PUSTAKA Hieronymus Budi Santoso. http://www.id.org Pembuatan kecap ampas tahu. http://www. aman. http://id. E.id. Kanisius Yogyakarta. Data diambil tanggal 10 Maret 2006 17 .lapangan kerja. Data diambil pada tanggal 10 Maret 2006. Mengelola Lingkungan lewat UKM Berbasis Limbah.go.wikipedia. Kecap dan Tauco kedelai.menlh. Teknologi tepat guna. Informasi praktis pengelolaan dan pemanfaatan limbah tahu tempe. tetapi kita juga akan mendapatkan lingkungan sehat. Data diambil tanggal 10 Maret 2006.co.

2005. 2000.id. perkebunan dan industri pangan. Bogor.2004. Kanisius Yogyakarta. pengawetan dan pemanfaatan limbah. Lies Suprapti. 1991.blogspot.menlh. Data diambil tanggl 26 Oktober 2007. Pusbangtepa. Tahu. 2005.http://www. Kecap Air Kelapa. Membuat aneka tahu. Asisten Deputi V urusan limbah usaha kecil. http://id. Kasmidjo. PAU Pangan dan Gizi UGM Yogyakarta.com/ Penetapan kekentalan (viskositas). Yan Pieter Saragih. Kecap Tradisional. Ratna Kamayanti. Data diambil tanggal 26 Oktober 2007. 1989. Jakarta. Pengaruh lama fermentasi kapang tempe terhadap karakteristik kecap ampas tahu.org .20 April 2007.. IPB. Depok. Kecap. Lies Suprapti. Edisi Teknologi Pengolahan Pangan.wikipedia. Penebar Swadaya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan. Penanganan limbah pertanian. Data diambil tanggal 10 Maret 2006 http://end-akfar. Edisi Teknologi Pengolahan Pangan Kanisius Yogyakarta. pembuatan.go. tempe. Penelitian Jurusan Teknologi Pertanian UNPAD. Sarwono B . Limbah industri pangan. 18 .