P. 1
PERKEMBANGAN AFEKTIF ANAK USIA DINI

PERKEMBANGAN AFEKTIF ANAK USIA DINI

|Views: 3,296|Likes:
Published by ZubwotBlack

More info:

Published by: ZubwotBlack on Jan 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

PERKEMBANGAN AFEKTIF ANAK USIA DINI Setiap bukti tahapan yang kuat perkembangan bahwa dengan mempunyai risiko

risiko, ada

setiap periode

dalam

rentang

kehidupan tertentu,

dihubungkan

perkembangan

baik berasal dari fisik, psikologis atau lingkungan

maupun masalah-masalah penyesuaian yang tidak dapat dihindari. Perkembangan dibantu oleh adanya rangsangan dan masih banyak yang dapat dilakukan untuk membantu perkembangan seoptimal mungkin. Pentingnya peran rangsangan bahkan telah ditunjukkan pada kasus anak-anak yang lahir premature. bayi-bayi premature merangsang Ditemukan perawat mereka dengan

menggerakan anggota tubuh, membalikan ke posisi lain dan berbicara dengan mereka. Bayi-bayi premature berkembang lebih cepat dari pada yang tidak dirangsang, didiamkan dan diterlantarkan tanpa dipenuhi kebutuhan fisiknya. anak-anak Acara yang pendidikan di TV “Sesame Street” berhasil merangsang minat baca anak-anak prasekolah. Sehingga, secara teratur mengikuti acara tersebut lebih cepat belajar

membaca dari pada mereka yang tidak menontonnya dan di tingkat usia mana pun kemampuan membaca mereka lebih unggul. (Hurlock, 1980). Semakin sering orang tua berbicara dengan anak-anak yang menjelang usia sekolah, semakin cepat anak-anak ini belajar berbicara dan semakin kuat motivasi mereka untuk belajar berbicara. Rangsangan terhadap otot-otot selama tahun-tahun pertama menyebabkan kemampuan koordinasi motorik terjadi lebih cepat dan lebih baik. (Hurlock, 1980).

mengalami hambatan diantaranya tingkat perkembangan yang mundur. dengan baik perkembangan dapat dicapai tubuh. Keadaan tersebut banyak dialami anakanak yang dibesarkan dalam keluarga tidak harmonis sehingga anak kurang mendapatkan perhatian. tetapi tersebut anak ada pula yang menunjukkan tugas-tugas perkembangan pada dengan normal. rendah. kesehatan yang baik dan tidak ada cacat kecerdasan yang tinggi dan kreativitas. anak anak yang tidak diberikan stimulus sebagaimana anakdibesarkan dalam lingkungan keluarga penuh kasih sayang dan hubungan hangat antar anggota keluarga. tidak ada atau tidak dan kesempatan mempelajari tugas-tugas perkembangan untuk yang dapat menguasainya. tingkat Tugas-tugas apabila ada . atau anak yang dibesarkan dipanti asuhan atau anak yang dibesarkan oleh orang lain atau anak dengan pola pengasuhan yang salah.Faktor-faktor Yang Menghalangi tugas-tugas perkembangan: Tingkat tidak ada tingkat yang ada perkembangan bimbingan yang mundur. kesehatan kecerdasan dilaluinya yang buruk. cacat Uraian ada tubuh motivasi. motivasi. Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya. Faktor Yang Membantu penguasaan tugas-tugas perkembangan Tingkat perkembangan yang diakselerasikan. kesempatankesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya.

Dalam teori ekologi perkembangan anak merupakan pusat dari lingkaran. mikro. misalnya lebih cepat belajar berjalan. sekolah dan tetangga dari kehidupan anak setiap hari. lingkungan pengasuhnya bila bayi tersebut juga mendapat mikronya adalah orang tua dan saudara kandungnya. dikelilingi oleh terdiri dari sistem berbagai lingkaran sistem interaksi yang sama lain saling mempengaruhi. sistem meso. Kesehatan yang baik dan tidak cacat tubuh dapat menunjang keberhasilan anak melewati dengan tugas-tugas tingkat perkembangan tinggi dengan akan baik. atau para pelayanan di tempat penitipan anak (day care centers).stimulus yang menunjang sehingga dapat merangsang usia dini. anak daya kecerdasan memiliki kreativitas lebih baik dibandingkan dengan anak yang memiliki tingkat kecerdasan rendah. dan sistem makro yang satu Sistem Mikro : Pada saat anak masih bayi. seperti tingkat perkembangan anak yang munculnya lebih cepat dibandingkan dengan anak seusianya. sistem exo. berbicara atau merespon pada apa yang dapat menarik perhatiannya. . Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Usia Dini Bronfenbrenner dipengaruhi digambarkan (1979) Menyatakan perkembangan anak oleh sistem interaksi yang kompleks dengan rangkaian struktur yang meliputi berbagai tingkatan lingkungan sekitarnya. Interaksi anak. Lingkungan anak sebagai interaksi yang saling berhubungan antara di dalam dan di luar rumah. ini menjadi motor atau penggerak dari perkembangan anak. 1.

kebijakan sosial dsb. 2. 4. hukum dan peraturan perundangan. Lingkaran ini terdiri dari nila. adat kebiasaan. dan interaksi langsung orang dewasa dengan anak dalam jangka waktu cukup Sistem Meso interaksi adalah lingkaran sangat yang ditunjukkan mikro oleh dengan anak. 3. anak di lingkungan tempat tinggal kesulitan menjadi pendiam susah berkomunikasi. sistem mikronya berkembang yaitu disamping keluarganya. juga tempat penitipan anak dan sekolah. antarkomponen anak dalam sistem dipengaruhi Perkembangan keserasian hubungan antarkomponen dalam sistem mikro. semakin besar pengaruh pada perkembangan anak.nilai budaya. Sistem Makro adalah lingkaran terluar dari lingkungan anak.Dengan bertambahnya usia anak menjadi usia sekolah. Hal paling penting dari sistem mikro adalah kontak panjang dan intensif. Contohnya tidur. dapat kekejaman orang dewasa terhadap perkembangan berpengaruh pada anak. guru dan orangtua. Contoh. Sistem Exo merupakan lingkaran yang menunjukkan di dalamnya tetapi interaksi komponen sistem keputusan hubungan pada dengan tataran anak. sistem sosial yang lebih besar dan anak tidak langsung berperan ini seperti dalam bentuk lembaga yang mempunyai berpengaruh anak. Media massa . Seluruh komponen dari sistem ini juga berpengaruh terhadap perkembangan anak. Prinsip utama dari sistem meso adalah semakin kuat dan saling mengisi interaksi antarkomponen dalam sistem meso. penuh ketakutan dan minder. hubungan antara rumah dan sekolah.

terkait pola serta pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan lingkungan pendidikan keluarga khususnya ibu. sekaligus . Selain itu pada tataran makro tumbuh kembang anak dan kelembagaan. Sejalan dengan teori Urie. serta keadaan kesehatan. konsep tumbuh kembang anak juga dapat dijelaskan dengan menggunakan (1992) yang dimodifikasi. Orangtua melalui pendidikan dalam keluarga merupakan lingkungan pertama yang diterima anak. Kedua hal tersebut dipengaruhi pengasuhan dan sanitasi oleh anak. orang tua harus pada pandai memilih yang atau layak memberikan penjelasan anak acara ditonton oleh anak sesuai dengan usianya. 2007) Lingkungan Keluarga Orang tua sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak. Keluarga adalah wahana yang pertama dan utama bagi perkembangan anak karena anak menghabiskan sebagian terbesar waktunya di dalam keluarga. termasuk alokasi sumberdaya. Menurut model model Unicef ini tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh asupan gizi baik mikro maupun makro. ketahanan yang makanan sangat keluarga. ekologi menekankan pentingnya peranan keluarga. Karena itu. mempunyai pengaruh terhadap perkembangan Tayangan ”smack down” telah memakan korban karena anak-anak meniru aksi gulat yang sangat dahsyat itu. peraturan perundangan.seperti tayangan TV yang termasuk sistem makro anak. Teori ditentukan oleh kebijakan perkembangan anak publik. Sebab orangtua merupakan guru pertama dan utama bagi anak. (Syarief.

Walaupun banyak keluarga masih satu atap dengan anggota keluarga lainnya. Pada masa kanak-kanak awal. dan belajar mengembangkan seluruh aspek pribadinya. melainkan orangtua yang mengasuh. Anak baru lahir berada dalam kondisi yang lemah baik fisik maupun mentalnya. Pentingnya peran orangtua bagi pendidikan anak. c) Orang tua adalah sumber kehidupan bagi anak. sekaligus menyiapkan anak untuk dapat . belajar kehidupan. Dan dari orangtualah anak mengenal dunia.sebagai pondasi bagi pengembangan pribadi anak. melindungi dan memberikan kasih sayang kepada anak. Sebelum anak sampai pada tingkat kemandirian maka orangtuanyalah yang bertanggung jawab terhadap kehidupan anak. yang pertamakali dipahami anak sebagai yang memiliki kemampuan luar biasa. orangtua. Orang tua adalah kunci utama keberhasilan anak. seringkali anak. kepada memberikan Peran semua pihak aturan-aturan tua untuk samadalam sama membesarkan pengertian orang memberikan membangun keluarga ke arah yang lebih baik. antara lain : a) Orang tua Melalui adalah guru pertama anak dan utama bagi anak. orangtua memiliki otoritas penuh untuk memberikan stimulasi dan layanan pendidikan bagi anaknya tanpa banyak diganggu oleh pihak lain. Melalui mereka anak mengembangkan seluruh aspek pribadinya. Anak dapat hidup karena pemeliharaan dan dukungan orangtua. Orangtualah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap perlindungan anak. Dalam hal ini konsep orang tua bukan harus yang melahirkan anak. b) Orang tua adalah pelindung utama bagi anak. Anak tidak akan mampu melawan otoritas orang dewasa.

membimbing dan memotivasi anak untuk mengembangkan diri. maka Fasilitas adalah sarana pendukung bagi lengkap yang diterima proses anak kemungkinan keberhasilan anak akan semakin tinggi dan menciptakan suasana yang aman. yaitu peran sangat pihak besar bagi pembentukan dan sekolah.mandiri secara fisik material maupun mental spiritual. maka orangtua memiliki komunikatif sudah dipengaruhi oleh pihak lain. Lingkungan Sekolah Memasuki peran yang dan Taman Kanak-kanak atau prasekolah. nyaman dan kondusif bagi pengembangan diri anak. memberikan fasilitas semakin yang memadai fasilitas bagi pengembangan diri anak. pengasuh maka guru atau pendidik juga merupakan salah satu orang yang memberikan Abu Syamah Asy-Syafi’I : Hendaklah dalam pendidik Rahman memulai menyebutkan stimulus. belajar. Upaya terbaik adalah kerjasama yang erat antara keluarga sekolah sangat Kesejalanan langkah antara rumah dan penting untuk membuat upaya pendidikan yang dilakukan . (2005) aktivitas mengajarnya dengan terlebih dahulu memperbaiki keadaan dirinya. Peran orangtua bagi pengembangan anak adalah sebagai berikut : memelihara kesehatan fisik dan mental anak. meletakan dasar kepribadian yang baik. Hambatan psikis yang dirasakan anak akan menjadikan anak tidak mampu aktualisasi diri. kepribadian anak. Sekolah merupakan lingkungan kedua bagi anak. sekolah. Selain orang tua. Sebagian besar pendidikan yang diberikannya kepada mereka melalui cara yang berwibawa.

H. tugas orangtua contoh memberikan bukan bimbingan. Orangtua bekerjasama untuk mengembangkan pribadi dan segenap melainkan meneruskan dan membantu potensi anak. dimana orang tua harus mengetahuinya dan guru diberikan informasi mengenai keadaan anak melalui buku penghubung. dari aspek fisik. Secara khusus tujuan program pendidikan untuk anak usia . Tugas guru bukan mengambil alih pendidikan keluarga orangtua mengembangkan potensi anak (Rahman. 2002). emosi. selain itu berfungsi tua dengan guru dalam memberikan informasi kepada orang tentang perkembangan anak. moral. Melalui program pendidikan yang dirancang baik. anak mampu mengembangkan segenap potensi yang dimiliki. kepribadian dll.S. Secara umum program pendidikan anak usia dini adalah memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma-norma dan nilai kehidupan. Pada beberapa sekolah ada yang menerapkan pola pemberian tugas yang sifatnya melatih kemampuan motorik halus. social. Khusus pada orang tua pendidikan menyediakan prasekolah antara guru dan buku penghubung yang isinya memuat tentang kejadian-kejadian khusus yang dialami anak. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Program pendidikan anak usia dini telah banyak tujuan diselenggarakan oleh masyarakat. alih arahan atau memberi yang mengambil tugas-tugas anak diberikan sekolah tetapi lebih bersifat membimbing.betul-betul dapat berdampak sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

undang pendidikan prasekolah yaitu Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. anak. perilaku. 0486/U/1992 tentang TK bab II pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan TK bertujuan membantu meletakan dasar kearah perkembangan sikap. . Fungsi program kegiatan seluruh belajar TK adalah : 1) Mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak 2) Mengenalkan menannamkan sesuai dengan tahap perkembangannya. 2) Pembentukan dan pembiasaan perilaku positif. 3) Pengembangan pengetahuan dan keterampilan dasar. keterampilan dan daya cipta yang menyesuaikan pertumbuhan dan diperlukan diri dengan oleh anak didik dan dalam untuk Fungsi lingkungan perkembangan selanjutnya. 5) Memberikan kesempatan kepada anak untuk menikmati masa bermainnya. 4) Mengenalkan peraturan dan anak kepada dunia sekitar. pengetahuan. pendidikan anak usia dini yaitu : 1) Penanaman aqidah dan keimanan.dini tercantum dalam undang. 4) Pengembangan motivasi dan sikap belajar yang positif. 5) Pengembangan segenap potensi yang dimiliki. 3) Mengembangkan sosialisasi disiplin anak.

Kab/Kota kurangnya dalam pelatihan PAUD. kerjasama keterlibatan secara total dari dengan kegiatan anak. dan anak akan dekat dengannya. Guru hendaknya mampu menjalin komunikasi aktif dasar lubuk hati sehingga anak mampu merasakannya. rendahnya dan mutu pelayanan kapasitas PAUD. 2006) Karakteristik program pendidikan anak usia dini adalah : 1. pelayanan PAUD yang kurang memadai bagi keluarga. Tingkat perkembangan dan cara belajar anak membawa konsekkuensi langsung terhadap sifat dan isi program pendidikan anak usia dini termasuk juga terhadap cara penyampaiannya. rendahnya partisipasi pada masyarakat miskin. yaitu suatu program tidak dipilah-pilah ke dalam mata pelajaran. 2. pembelajaran yang dapat menyajikan suatu aktivitas belajar anak melainkan disajikan secara integrative dalam suatu aktivitas . Materi pelajaran. bukan ketegangan dan kekerasan. lebih terintegrasi. Beberapa pelayanan Isu PAUD : Lemahnya pengorganisasian PAUD terutama PAUD. dan anak balita. Karakteristik guru. lebih dan cenderung menunjukkan keceriaan.Program pendidikan untuk anak usia dini memiliki karakteristik sendiri. Dalam kondisi demikian mudah bagi guru untuk mengarahkan dan membimbing anak untuk mengembangkan potensinya secara pasif. bayi. rendahnya investasi Pemerintah dalam PAUD terutama pada kelompok miskin. terfragmentasinya tanggung jawab pelayanan PAUD rendahnya pelaksanaan program PAUD (Atmawikarta Arum.

yang dilakukan oleh anak. aman dan menyenangkan. Metode yang sambil belajar. Anak tidak dinilai dalam bentuk tes atau menjawab soal-soal. 2. Pembelajaran pada anak usia dini saling terkait. diharapkan belajar akan demikian bermain bersifat searaya dikembangkan bermain. Keseluruhan aspek anak merupakan pertimbangan penting. 3. kreatif dan menantang bagi anak untuk bereksplorasi. merupakan masa persiapan untuk menghadapi kehidupan yang akan datang. Media dan sarana. melainkan dengan cara menilai performan anak yang bermakna dan terkait langsung dengan hal-hal yang akan dinilai. alamiah. Desain ruangan. 5. 3. perlu dipilih media dan sarana yang memudahkan untuk memancing anak untuk aktif terlibat. Dengan terhindar dari ketegangan fisik dan mental 4. mental dan kesehatan sama pentingnya seperti berpikir dan aspek psikis lainnya. Usia anak adalah sebagian dari kehidupan secara keseluruhan. perlu lebih meriah. Prinsip-prinsip Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan untuk anak usia dini memiliki prinsip khusus yaitu : 1. Sistem evaluasi yang dilakukan untuk anak usia dini bersifat natural. Metode pendidikan. lebih menekankan metode yang reaktif daridapa adalah metode ceramah. Fisik. Anak melaksanakan lebih kegiatan secara alamiah dan pendidik mengamati dan memberikan penilaian. tidak dapat dipisahkan . Bukan ruangan yang rapih dan bersih tanpa hiasan 6.

pakaian. keterampilan. jasmani. pekerjaan. hendak sekolah. api. kesehatan kepada anak yaitu :Aku. bulan. Ruang Lingkup Materi Pendidikan Dua Program kegiatan pengembangan kemampuan dasar. matahari. keamanan. kendaraan. keluargaku. desa. dilaksanakan melalui kegiatan yang dipersiapkan oleh guru. pesisir dan pegunungan Bentuk-bentuk Program Pendidikan Anak Usia Dini Program pendidikan anak usia dini memiliki beberapa bentuk organisasi . kehidupan di kota. menekankan disiplin 6. minuman. rekreasi. daya cipta. air dan udara. Kemampuasn tersebut dicapai melalui tema-tema yang sesuai dengan lingkungan anak dan kegiatan lain yang menunjang kemampuan yang dikembangkan.4. rumah. bintang dan bumi. binatang. oleh anak. termasuk orang dewasa dan pengetahuan itu sendiri. anak dengan lingkungan. panca indera. gejala alam. negaraku. perkembangan tertentu perlu diobservasi 7. Pengembangan Kemampuan dasar meliputi : Daya pikir. bukan apa yang tidak dapat dikerjakan anak 8. Ada makanan dan dan 20 tema yang dikenalkan kebersihan. alat-alat komunikasi. Motivasi intrinsic akan menghasilkan inisiatif yang sangat Program pendidikan pada anak usia dini perlu Masa peka untuk mempelajari sesuatu pada tahap Titik tolak hendaknya pada apa yang dapat dikerjakan Pendidikan anak usia dini merupakan interaksi antara bernilai 5. tanaman. bahasa.

1. TPA perkantoran. pengetahuan. Program kegiatan ini bahan-bahan tematik. Program berisi kegiatan belajar TK merupakan yang satu kesatuan menurut tersebut program kegiatan belajar yang utuh. untuk yang 2) diperlukan Memberikan hidup lingkungan masyarakat. perawatan dan pendidikan ditinggal bekerja bagi anak balita selama anak tersebut oleh orangtuanya. Kerlompok bermain (Play Group) :Taman bermain Taman Kanak-kanak TKA (Taman Kanak-kanak Al-QUR’AN) untuk usia 4 – 6 merupakan tempat bermain dan belajar 3. Jenis TPA ada 5 yaitu. tahun Kurikulum Pendidikan TK dan Tujuan Pendidikan TK Kurikulum TK yang dapat dijadikan acuan dalam penyelenggaraan pendidikan untuk anak usia dini diantaranya adalah kurikulum 1976. untuk keterampilan di daya dasar cipta. 2. TPA Perkebunan. Tujuan pendidikan TK mengacu pada tujuan pendidikan nasional dalam GBHN 1983. TPA keluarga. yang kesejahteraan memberikan pelayanan berupa asuhan. 4. pembelajaran Dengan disusun bahan pendekatan demikian merupakan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut oleh . bekal kemampuan memasuki jenjang SD.1. 1984 dan 1994. Tujuannya adalah : 1) Meletakan dasar kearah perkembangan sikap. TPA Pasar. TPA lingkungan. Pendidikan Anak keluarga (Day sosial (0-3 tahun) TPA yaitu adalah : Taman lembaga Penitipan pengganti Care). 3) Memberikan bekal untuk mengembangkan diri sesuai asa pendidikan sedini mungkin dan seumur hidup.

tugas guru mengarahkan dan membimbing 5. bukan keinginan dan kemampuan pendidik. Ditujukan untuk membangkitkan anak untuk turut berpartisipasi aktif dalam proses belajar. Tugas guru menciptakan situasi dan kondisi belajar sehingga anak termotivasi dan muncul inisiatif untuk berperan secra aktif melaksanakan utama. pengetahuan umum. 3. berhitung. Anak belajar dengan cara yang dia suka. Metode Pembelajaran Beberapa prinsip metode pembelajaran untuk anak usia dini antara lain : 1. Perbedaan Individual (Individual Defferences). sejarah. 4. Fleksibel. Anak sebagai pelaku utama. Artinya penerapan metode berdasarkan kebutuhan dan kondisi anak. 2. sedangkan guru adalah pelayan dan pendamping Bersifat Holistik dan Intergratif. Artinya metode pembelajaran yang diterapkan pada anak usia dini bersifat dinamis. Pendidik menyesuaikan diri terhadap kebutuhan anak. Berpusat pada anak. Guru dituntut untuk merancang dan menyediakan alternative . Pembahasan masalah mengandung materi membaca.guru menjadi program kegiatan pembelajaran yang operasional. kegiatan belajar. Anak menjadi sumber pertimbangan utama dalam pemilihan metode. Partisipasi aktif. Dengan demikian anak diberi kesempatan untuk terlibat secara aktif baik fisik maupun mentalnya. Pembidangan dalam pembelajaran terpadu dan menyeluruh.

oleh bermain orangtua bercerita dan penugasan. guru dituntut dapat memberi pelayanan kepada anak secara individual. Metode yang diterapkan pada anak usia dini dapat dilakukan dirumah seperti bermain. . sejarah. juga praktek dialog dan tanya peran atau tentang cerita langsung. dll sehingga anak akan menjadikan tokoh dalam menyimak dan sebagai suri teladan dalam hidupnya kelak. tersebut diterapkan tokoh-tokoh belajar karya wisata. kepahlawanan. bercerita. Anak tidak diberi pola yang sama. jawab. Beberapa metode yang tepat diterapkan untuk anak usia dini adalah : Bermain. Selain bercerita juga bisa sambil berdialog. bernyanyi. untuk melatih kemampuan anak menganalisa masalah pada tahap yang sederhana.kegiatan belajar guna memberi kesempatan kepada anak untuk memilih aktivitas belajar yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Juga melalui pendidikan dengan pendidikan sejenisnya di TK atau anak TPA atau lembaga membuka kalangan agar dapat bersosialisasi untuk lingkungan. sehingga masa keemasan anak juga bisa berkembang lebih baik lagi. sehingga anak usia dini mendapat kesempatan untuk berkembang dengan baik.com/doc/43274634/PendidikanAnak-Usia-Dini-Makalah-Seminar-International-i-08# .scribd.Penutup Perkembangan anak usia dini perlu diketahui oleh semua orang agar dapat memahami apa yang seharusnya di berikan oleh orang tua. (golden age) anak dapat dilalauinya dengan bekal yang baik sehingga Stimulasi anak usia dini bisa diberikan oleh orang tua atau keluarga sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak. agar anak mungkin berkembang seoptimal tahapan dan perkembangannya. Depdiknas TK gratis sebaiknya sebanyak-banyaknya terutama masyarakat menengah ke bawah. Stimulasi diberikan umur untuk kepada anak usia dini sangat usia sesuai penting dini dengan untuk bisa anak. Sumber: http://www. masyarakat dan pemerintah dalam hal ini Depdikinas dalam membantu proses tumbuh kembang anak sehingga menghasilkan generasi penerus yang berkualitas.

Psikologi Perkembangan Anak. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. 2003. Jangan Sia-siakan Usia Emas (Golden Age). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Hawadi. Elizabeth B edisi 5 (1980).scribd. 2002. Erlangga. Teladan Rasulullah. 2001. Makalah pada Seminar PAUD. Tahapan Mendidik Anak. Bnadung Nurlaila. Dharma Graha Press Rahman. RPJM 2004-2009 di Bidang Kesehatan dan Gizi untuk Anak Usia Dini.com/doc/43274634/PendidikanAnak-Usia-Dini-Makalah-Seminar-International-i-08# .PUSTAKA Arum Atmawikarta. 2007. Jakarta Jamaal Abdur Rahman. Disampaikan pada Advokasi Program PAUD. Yogyakarta Hurlock. Staf Ahli Meneg PPN Bidang SDM dan Kemiskinan. Jakarta 27 Juli 2006. Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Penerbit EDSA Mahkota Soemiarti Patmonodewo. Studi Kebijakan Pengembangan Anak Usia Dini yang Holistik dan Terintegrasi. 2005. N. Rahman. Penerjemah Bahrun Abubakar Ihsan Zubaidi. Jakarta Suryadi. Pendidikan Anak Prasekolah. Q Mei Tientje.S. Pendidikan Anank Dini Usia (PADU) untuk mengembangkan Multipel Intelegensi. Penerbit Irsyad Baitus Salam. H. Kementrian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional BAPPENAS Sumber: http://www. Mengenal Sifat-Bakat. Bappenas Hibana S. PGTKI Press. 2004. dkk 2006. 2007. Yogyakarta Reni Akbar. dan Kemampuan Anak. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Bogor 24 Maret 2007 Syarief H. Kerjasama DEPDIKBUD dan Penerbit Rineka Cipta Jakarta Syarief. PGTKI Press. Yul Iskandar. Cara Efektif Memahami Perilaku Anak Usia Dini. H. Penerbit PT Gramedia Widiasarana Inonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->