Sifat 20

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENGERTIAN AKIDAH POKOK DAN CABANG 1
A. Latar Belakang 1
B. Batasan Masalah 1
BAB II URAIAN 2
A. Sifat Dua Puluh 2
B. Pembagian Sifat-Sifat Allah 8
BAB III PENUTUP 10
A. Kesimpulan 10
B. Saran-Saran 10
DAFTARPUSTAKA

BAB I
PENGERTIAN AKIDAH POKOK DAN CABANG
A. LATAR BELAKANG
Dalam makalah ini penulis akan menjelaskan satu persatu dari dua puluh sifat yang wajib bagi
Allah secara terinci, dengan tidak lupa mengemukakan Dalil bagi masing-masing sifat tersebut.
Adapun sifat Allah itu tak terhingga banyaknya, maka kewajiban bagi setiap mukallaf adalah
menetahui secara ijmal saja. Yaitu bahwa Allah. Itu muttashifun bi kulli kamaal (bersifat dengan
segala kesempurnaan). Sedang mengenai sifat-sifat yang mustahil bagi Allah µAzza wa jalla,
maka hal itu adalah lawan dari sifat dua puluh sifat wajib bagi-Nya. Akan halnya sifat-sifat
mustahil bagi-Nya secara ijmal, maka hal itu tercakup dalam perkataan yang berbunyi :
munazzahahun µan kulli naqshin wa maa khathara bil-baal (Allah itu suci dari segala sifat
kekurangan (ketidaksempurnaan) dan apa saja yang terlintas dalam hati manusia). Dan nantinya
akan lebih jelas penulis uraikan pada Bab tersendiri yaitu Bab II.
B. RUMUSAN MASALAH
Dalam penulisan makalah ini, penulis hanya memaparkan sebagian saja yaitu : menerangkan
sifat 20 dan pembagian sifat-sifat Allah.
BAB II
URAIAN
A. Sifat Dua Puluh
Berikut ini penjelasan dari dua puluh sifat yang wajib bagi Allah dan mengemukakan dalil akli
dan naqli bagi masing-masing sifat tersebut. Dan juga beberapa nasehat tentang apa yang patut
dilakukan seorang mu¶min yang meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Allah bersifat
dengan sifat tersebut, sehingga akan menjadi sempurnalah iman yang dimiliki oleh seorang
mu¶min.
1. Wujud
Wujud berati ada, maka mustahil tidak ada. Allah SWT, berfirman :
/t¦Zo¸¹Jon ooBtn oo|n¦1+vo |n7))Jo<oo÷NZ ¦o=v,t |n'v/Z |n'o
³Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya´ (Q.S..As-
Sjdah : 4)
Maka sepatutnya lah bagi setiap mu¶min yang mempunyai keyakinan yang benar untuk
senantiasa ingat kepada Allah pad setiap kali memandang segala sesuatu yang maujud
(berwujud) di alam ini.
2. Qidam
Qidam artinya terdahulu (tanpa ada awalnya), maka mustahil didahului oleh µadam (ketiyadaan).
Allah SWT, berfirman :
oo|no1.±© |n¦1o‡A© o'oo
³Dialah yang Awal dan yang akhir´ (Q .S.Al-Hadid : 3)
Maksudnya, bahwa Allah itu terdahulu tanpa ada awalnya dan terkemudian tanpa ada akhirnya.
Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa
memanjatkan syukur kepada Allah, yang dengan taufik-Nya telah menjadikannya seorang
Mu¶min dan Muslim.
3. Baqa¶
Baqa¶ artinya kekal (abadi), maka mustahil dikenai fana¶ (kebinasaan). Allah SWT, berfirman :
..· oo|nM't|OZ |n'¸x=v<= 'o o/v7o oou oot7++o4
³Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.´(Q.S.Ar-Rahman :
27)
Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa
mengingat mati. Yakni, bahwa pada saatnya nanti maut pasti akan menjemputnya. Sehingga ia
pun akan segera bertaubat memohon ampun pada Allah dari segala dosanya sebelum ajal tiba.
4. Mukhalafatu lil-Hawadits
Muhkhalafatu lil-Hawadist artinya berlawanan dengan segala sesuatu yang baru, maka mustahil
bagi Allah bersamaan dengan segala sesuatu yang baru. Allah SWT, berfirman :
´ ÷:'. :JZO¦=uZ÷ 7o'+
³Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. (Q.S.Asy-Syuura : 11)´
Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk banyak-
banyak mengucap tasbih dan pujian kepada Allah, agar ia memperoleh rahmat-nya.
5. Qiyamuhu Binafsihi =
Qiyamuhu Binafsihi artinya berdiri dengan dirinya sendiri, maka mustahil tidak berdiri dengan
sendirinya. Dengan kata lain, Allah tidak bergantung atau tideak berhajat kepada yang lain. Allah
SWT, berfirman :
Z· |n7''o<=vJZ¦¦t ©t· 7ot_©, |n'v )0 ‡4
³Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan seuatu) dari alam semesta
alam. (Q.S. Al-Ankabut : 6)
Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk menyatakan
hajat dan pertolongan kepada Allah. Karena ia mengetahui bahwa Allah Mahakaya dari sekalian
alam, dan bahwa alam seluruhnya ini milik Allah semata.
6. Wahdaniyah
Wahdaniyah artinya Esa dzat-Nya, sifat-Nya dan fi¶il-Nya. Maka mustahil Allah itu berbilang
dzat, sifat dan fi¶il-Nya. Allah SWT, berfirman :
_· 8ouo| |n'o o'oo /'=+
³Katakanlah: ³Dia-lah Allah, yang Maha Esa.´ (Q.S.Al-Ikhlas : 1)
Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk melihat dan
meyakini bahwa setiap kejadian yang ada di dalam itu semua merupakan fi¶il (perbuatan) Allah
semata.
7. Qudrat
Qudrat itu artinya kuasa, maka mustahil Allah itu tidak kuasa. Allah SWT, berfirman :
.· /oZ. ÷:©'8 '=s ©t:v4 |n'v )y
³Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.´ (Q.S.Al-Baqarah : 20)
Maka sepatutnya bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk tidak takabbur
dan membangga-banggakan diri. Bahkan hendaknya ia bersikap tawadhu¶ dan banyak takutnya
kepada Allah Yang Mahakuasa.
8. Iradat
Iradat artinya berkehendak (berkeinginan)¶ maka mustahil Allah bersifat terpaksa. Allah SWT,
berfirman :
._· ©·¹ 7oZJon ¦o'‡nA 4
³(Sesungguhnya Tuhanmu) Maha Melaksanakan apa yang Ia kehendaki´ (Q.S.Huud : 107)
Maka sepatutnya bagi setiap Mu,min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa
bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya dan bersabar atas setiap bala¶ dunia.
9. µIlmun
µIlmun artinya mengetahui, maka mustahil Allah atu jahil (tidak mengetahui). Allah SWT,
berfirman :
Z._· t=O7 ÷:©'> /1'=s oo|n'o 1
³Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.´ (Q.S.An-Nisaa¶ : 176)
Maka sepatutnya bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk memperbanyak
rasa takut melakukan perbuatan maksiat kepada Allah, karena tidak ada suatu pun perbuatan
yang terluput dari pengetahuan Allah.
10. Hayat
Hayat artinya hidup, maka mustahil Allah itu mati. Allah SWT, berfirman :
tJ¹oN¹ æ |n'v/Z |n7'÷oy· ©t:v oo:ooo2=+
Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati.´(Q.S.Al-Furqan : 58)
Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa
berserah diri (bertawakkal) kepada Allah Yang Hidup dan Yang tidak akan mati.
11. Sam¶un =
Sam¶un artinya mendengar, maka mustahil Allah itu tuli. Allah SWT, berfirman :
Z.· t=|A| :Z|| oo|n'o 1
³Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.´(Q.S.Al-Baqarah : 256)
Maka sepatutnya bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa
takut (memelihara diri dari) berkata-kata yang haram, karena sesungguhnya Allah Maha
Mendengar segala perkataan hamba-Nya.
12. Bashar =
Bashar artinya melihat, akan mustahil Allah SWT buta.
\_· :o'¦Jo='o0t /Jon /t¨±7 oo|n'o 4
³Dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.´ (Q.S.Al-Hujurat : 18)
Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa
memelihara diri dari setiap perbuatan yang diharamkan, karena sesungguhnya Allah Maha
Melihat setiap perbuatan hamba-Nya
13. Kalam
Kalam artinya berbicara, maka mustahil Allah itu gagu. Allah berfrman:
_Z_· :oo¦=J.n B©oo©4 |n'o oo:=+N. 4
³Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.´ (Q.S.An-Nisa¶ : 164)
Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa
berzikir kepada Allah dan meperbanyak membaca Al-Qur¶an, karena Al-Qur¶an adalah
Kalamulllah.
14. Qaridun
Qaridun artinya yang kuasa, maka mustahil Allah itu bukan yang kuasa. Dalilnya sama dengan
yang ada dalam sifat Qudrat.
Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk
memperbanyak rasa takut kepada Allah Yang Maha Kuasa dan banyak memohon rahmat-Nya.
15. Muridan
Muridun artinya berkehendak, maka mustahil Allah tidak berkehendak. Dalilnya sama dengan
yang ada dalam sifat Iradat.
Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk
memperbanyak memperbanyak permohonan (do¶a) kepada Allah agar dikaruniai kebahagiaan
dunia dan akhirat, dan jauhkan dari segala bala¶ dunia dan akhirat.
16. µAlimun
Alimun artinya yang mengetahui, maka mustahil Allah itu tidak mengetahui. Dalilnya sama
dengan yang ada dalam sifat µIlmun.
Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa
memohon agar pertolonan kepada Allah dalam setiap keadaan, dan memohon pemeliharaan-Nya
dari setiap kesejahteraan dunia dan akhirat.
17. Hayyun
Hayyun artinya yang hidup, maka mustahil Allah itu mati. Dalilnya sama dengan yang ada pada
sifat Hayat.
Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa
berserah diri kepada Allah dalam setiap keadaan.
18. Sami¶un
Sami¶un artinya yang mendengar, maka mustahil Allah itu tuli. Dalilnya sama dengan yang ada
dalam sifat Sam¶un.
Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senatiasa
memperbanyak puji dan syukur serta doa kepada Allah Yang Maha Mendengar.
19. Bashirun
Bashirun artinya yang melihat, maka mustahil Allah itu buta. Dalilnya sama dengan yang ada
dalam sifat Bashar.
Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senatiasa
memperbanyak rasa malu melakukan dosa dan kelalaian kepada Allah Yang Maha Melihat.
20. Mutakallimun
Mutakallimun artinya berbicara, maka mustahil Allah itu gagu. Dalilnya sama dengan yang ada
dalam sifat Kalam.
Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk
memperbanyak membaca Al-Qur¶an dengan khusyu¶ dan dengan mengakji dan mempelajari
artinya.
B. PEMBAGIAN SIFAT-SIFAT ALLLAH
Secara Ijmal, sifat-sifat yang wajib bagi Allah itu terbagi menjadi empat bagian, yaitu :
1. Sifat Nafsiah : yaitu suatu hal yang wajib bagi dzat Allah bersifat dengan sifat wujud (ada),
yang wujudnya it tidak disebabkan oleh suatu sebab apapun, sifat Nafsiah ini hanya memiliki
satu sifat saja, yaitu Wujud.
2. Sifat Salbiyah : yaitu suatu sifat yang menafikan (meniadakan) semua sifat yang tidak layak
bagi Allah. Sifat yang tidak ada bagi Allah. Sifat Salbiah memiliki lima sifat yaitu : Qidam,
Baqa¶, Mukhalafatu Lil Hawadits, Qiyamuhu Banafsihi, Wahdaniat.
3. Sifat Ma¶ani : Yaitu semua sifat yang berdiri pada dzat Allah yang maujud, yang mewajibkan
dzat itu bersifat dengan suatu hukum sifat ma¶nawiyah. Sifat Ma¶ani ini meliputi tujuh sifat yaitu
: Qudrat, Iradat, Ilmun, Hayat, sam¶un, bashar, kalam.
4. Sifat Ma¶nawiyah : Yaitu suatu hal yang tetap (tsabit) bagi dzat Allah bersifat dengan sifat
ma¶nawiyah. Oleh karena-Nya terdapat ikatan yang kuat antara sifat ma¶ani dan sifat
ma¶nawiyah. Dan sifat Ma¶nawiyah. Ini meliputi tujuh sifat : Qadirun, Muridun, µAlimun,
Hayyn, Sami¶un, Bashirun, Mutakallimun.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sifat wajib bagi Allah SWT yang wajib kita ketahui dan kita yakini yaitu : Wujud, Qidam, Baqa,
Mukhalafatu lil-Hadits, Qiyamuhu Binafsihi, Wahdaniyat, Qudrat, Iradat, µIlmun, Hayat,
Sam¶un, Bashar, Kalam, Qadirun, Muridun, µAlimun, Hayyun, Sami¶un, Bashirun, dan
Mutakallimun.
Secara Ijmal sifat-sifat yang wajib bagi Allah itu terbagi menjadi empat bagian, yaitu Sifat
Nafsiyah, Sifat Salbiah, Sifat Ma¶ani dan Sifat Ma¶nawiyah.
B. Saran-Saran
Sesungguhnya Allah sangat dekat bahkan lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Namun tabir
hati kita terlalu banyak penghalang sehingga kedekatan kita pada-Nya menjadi tidak terasa.
Ya« Allah Anugerahi kami dengan ilmu agar kami bisa lebih dekat pada-Mu. Sesungguhnya
orang yang paling mulia adalah orang yang paling dekat dengan-Mu.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Moch.Ridha. Sifat Dua Puluh. Penerbit. S.A Alydrus. Jakarta

. Dan juga beberapa nasehat tentang apa yang patut dilakukan seorang mu¶min yang meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Allah bersifat dengan sifat tersebut. Sehingga ia pun akan segera bertaubat memohon ampun pada Allah dari segala dosanya sebelum ajal tiba. maka mustahil didahului oleh µadam (ketiyadaan).´(Q. berfirman : . 3.Ar-Rahman : 27) Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa mengingat mati. 1.S.dan naqli bagi masing-masing sifat tersebut. Baqa¶ Baqa¶ artinya kekal (abadi). berfirman : VY]*^‡ ¥ _*V‡%¥ HªUY ³Dialah yang Awal dan yang akhir´ (Q .] VY&X VY_* ¸œY cc.S. berfirman : Š’‰ VYa1º X5‘ ºKT!R}$Š ªV YR] VYC¶Q© VY X¸W  ³Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. bahwa pada saatnya nanti maut pasti akan menjemputnya. 2. sehingga akan menjadi sempurnalah iman yang dimiliki oleh seorang mu¶min. Allah SWT. yang dengan taufik-Nya telah menjadikannya seorang Mu¶min dan Muslim. Allah SWT.S.Al-Hadid : 3) Maksudnya. bahwa Allah itu terdahulu tanpa ada awalnya dan terkemudian tanpa ada akhirnya. Allah SWT. maka mustahil tidak ada.]}UY|2‘ _]!RX k ‘ l ³Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya´ (Q. 4. maka mustahil dikenai fana¶ (kebinasaan). Qidam Qidam artinya terdahulu (tanpa ada awalnya). Allah SWT. Mukhalafatu lil-Hawadits Muhkhalafatu lil-Hawadist artinya berlawanan dengan segala sesuatu yang baru. Yakni. maka mustahil bagi Allah bersamaan dengan segala sesuatu yang baru. berfirman : X ¹>YK¡.AsSjdah : 4) Maka sepatutnya lah bagi setiap mu¶min yang mempunyai keyakinan yang benar untuk senantiasa ingat kepada Allah pad setiap kali memandang segala sesuatu yang maujud (berwujud) di alam ini. Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa memanjatkan syukur kepada Allah. Wujud Wujud berati ada.

Allah tidak bergantung atau tideak berhajat kepada yang lain. agar ia memperoleh rahmat-nya.¹!Q‘€ W ºia ³Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia.Asy-Syuura : 11)´ Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk banyakbanyak mengucap tasbih dan pujian kepada Allah. m\ ±¦˜ \. 5. maka mustahil tidak berdiri dengan sendirinya.S. berfirman : Š‘‰ ºª]}!R. Qiyamuhu Binafsihi = Qiyamuhu Binafsihi artinya berdiri dengan dirinya sendiri. Allah SWT. (Q. Dengan kata lain.‘.‘¾½X ¥XD‰ WµXC• k F ‡ .

sifat dan fi¶il-Nya.S. berfirman : Š‘’Œ‰ ¨X! 3 m\•µ¦" ¦$IŠ VYl  ³Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. Iradat Iradat artinya berkehendak (berkeinginan)¶ maka mustahil Allah bersifat terpaksa.S. µIlmun µIlmun artinya mengetahui. yang Maha Esa.Al-Ikhlas : 1) Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk melihat dan meyakini bahwa setiap kejadian yang ada di dalam itu semua merupakan fi¶il (perbuatan) Allah semata. .An-Nisaa¶ : 176) Maka sepatutnya bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk memperbanyak rasa takut melakukan perbuatan maksiat kepada Allah.¡U2¡ [ k ‘ º] G‰ ¥X#R VY#WUY $¸ Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati.³Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan seuatu) dari alam semesta alam.´ (Q. Wahdaniyah Wahdaniyah artinya Esa dzat-Nya. Al-Ankabut : 6) Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk menyatakan hajat dan pertolongan kepada Allah.] »Wª‡%™  ³(Sesungguhnya Tuhanmu) Maha Melaksanakan apa yang Ia kehendaki´ (Q. dan bahwa alam seluruhnya ini milik Allah semata. 8. maka mustahil Allah itu tidak kuasa.S. (Q. Qudrat Qudrat itu artinya kuasa. berfirman : X. berfirman : Š‹‰ W ‘ ˜ m\•µ¦ ¦$IŠ ¥X#R  k G ³Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.S. karena tidak ada suatu pun perbuatan yang terluput dari pengetahuan Allah. 9. maka mustahil Allah atu jahil (tidak mengetahui).S. Allah SWT.Al-Furqan : 58) Maka sepatutnyalah bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa berserah diri (bertawakkal) kepada Allah Yang Hidup dan Yang tidak akan mati.´ (Q. Allah SWT. 10. Allah SWT. 7.Huud : 107) Maka sepatutnya bagi setiap Mu.S. 6. berfirman : ŠŒ‰ VQ] ° l HªUY ª$¸ ³Katakanlah: ³Dia-lah Allah.´ (Q. Allah SWT. sifat-Nya dan fi¶il-Nya. berfirman : Š’‹Œ‰ ¥ Ž ¡ N‘. Allah SWT. Hayat Hayat artinya hidup.´(Q. Maka mustahil Allah itu berbilang dzat. maka mustahil Allah itu mati. Bahkan hendaknya ia bersikap tawadhu¶ dan banyak takutnya kepada Allah Yang Mahakuasa.Al-Baqarah : 20) Maka sepatutnya bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk tidak takabbur dan membangga-banggakan diri. Karena ia mengetahui bahwa Allah Mahakaya dari sekalian alam.min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya dan bersabar atas setiap bala¶ dunia.

akan mustahil Allah SWT buta. Bashar = Bashar artinya melihat. 14. Dalilnya sama dengan yang ada pada . maka mustahil Allah itu tuli.Al-Hujurat : 18) Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa memelihara diri dari setiap perbuatan yang diharamkan. µAlimun Alimun artinya yang mengetahui. 15. Sam¶un = Sam¶un artinya mendengar. maka mustahil Allah itu tidak mengetahui.´(Q.´ (Q. dan memohon pemeliharaan-Nya dari setiap kesejahteraan dunia dan akhirat. 17.An-Nisa¶ : 164) Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa berzikir kepada Allah dan meperbanyak membaca Al-Qur¶an. dan jauhkan dari segala bala¶ dunia dan akhirat.S. maka mustahil Allah tidak berkehendak. Allah berfrman: Š‘Œ‰ #W´! . Muridan Muridun artinya berkehendak. karena sesungguhnya Allah Maha Mendengar segala perkataan hamba-Nya.]!ªUFX . maka mustahil Allah itu mati.Al-Baqarah : 256) Maka sepatutnya bagi setiap Mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa takut (memelihara diri dari) berkata-kata yang haram. Hayyun Hayyun artinya yang hidup. Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk memperbanyak rasa takut kepada Allah Yang Maha Kuasa dan banyak memohon rahmat-Nya. Dalilnya sama dengan yang ada dalam sifat Qudrat. Dalilnya sama dengan yang ada dalam sifat Iradat. Allah SWT. karena Al-Qur¶an adalah Kalamulllah. Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk memperbanyak memperbanyak permohonan (do¶a) kepada Allah agar dikaruniai kebahagiaan dunia dan akhirat.S. Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa memohon agar pertolonan kepada Allah dalam setiap keadaan.11. Qaridun Qaridun artinya yang kuasa. maka mustahil Allah itu bukan yang kuasa.: &¥U ]• l VY\!q2^  ³Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. Dalilnya sama dengan yang ada dalam sifat µIlmun.´ (Q.S. Š“Œ‰ #Wª¹. 12.] Xƒ‡  VYl  ³Dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. berfirman : Š‘‰ ¨X!®0° \ ‘ ®® VYl  ³Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. maka mustahil Allah itu gagu. karena sesungguhnya Allah Maha Melihat setiap perbuatan hamba-Nya 13. Kalam Kalam artinya berbicara. 16.

B. sam¶un. Muridun. Qiyamuhu Binafsihi. Sam¶un. 18. Sifat Ma¶ani : Yaitu semua sifat yang berdiri pada dzat Allah yang maujud. Hayyun. kalam. Wahdaniyat. maka mustahil Allah itu gagu. Baqa. Sifat Ma¶ani ini meliputi tujuh sifat yaitu : Qudrat. yaitu Wujud. Ilmun. Iradat. Hayat. Dan sifat Ma¶nawiyah. Hayyn. µIlmun. Muridun. maka mustahil Allah itu tuli. µAlimun. yang wujudnya it tidak disebabkan oleh suatu sebab apapun. yang mewajibkan dzat itu bersifat dengan suatu hukum sifat ma¶nawiyah. yaitu : 1. Baqa¶. Hayat. Sifat Salbiah memiliki lima sifat yaitu : Qidam.sifat Hayat. Bashirun. Kalam. Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senantiasa berserah diri kepada Allah dalam setiap keadaan. 2. bashar. Bashirun Bashirun artinya yang melihat. Dalilnya sama dengan yang ada dalam sifat Bashar. Sifat Salbiyah : yaitu suatu sifat yang menafikan (meniadakan) semua sifat yang tidak layak bagi Allah. Iradat. maka mustahil Allah itu buta. Bashirun. Mukhalafatu Lil Hawadits. sifat Nafsiah ini hanya memiliki satu sifat saja. 3. Ini meliputi tujuh sifat : Qadirun. sifat-sifat yang wajib bagi Allah itu terbagi menjadi empat bagian. Mutakallimun Mutakallimun artinya berbicara. Qiyamuhu Banafsihi. Kesimpulan Sifat wajib bagi Allah SWT yang wajib kita ketahui dan kita yakini yaitu : Wujud. dan . Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk memperbanyak membaca Al-Qur¶an dengan khusyu¶ dan dengan mengakji dan mempelajari artinya. Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senatiasa memperbanyak puji dan syukur serta doa kepada Allah Yang Maha Mendengar. BAB III PENUTUP A. Wahdaniat. Sifat yang tidak ada bagi Allah. 20. µAlimun. Dalilnya sama dengan yang ada dalam sifat Kalam. Qidam. Mukhalafatu lil-Hadits. 19. Qudrat. Maka sepatutnyalah bagi setiap mu¶min yang memiliki keyakinan yang benar untuk senatiasa memperbanyak rasa malu melakukan dosa dan kelalaian kepada Allah Yang Maha Melihat. Mutakallimun. Qadirun. 4. Sami¶un. Oleh karena-Nya terdapat ikatan yang kuat antara sifat ma¶ani dan sifat ma¶nawiyah. Dalilnya sama dengan yang ada dalam sifat Sam¶un. Bashar. Sifat Ma¶nawiyah : Yaitu suatu hal yang tetap (tsabit) bagi dzat Allah bersifat dengan sifat ma¶nawiyah. PEMBAGIAN SIFAT-SIFAT ALLLAH Secara Ijmal. Sifat Nafsiah : yaitu suatu hal yang wajib bagi dzat Allah bersifat dengan sifat wujud (ada). Sami¶un. Sami¶un Sami¶un artinya yang mendengar.

S. Moch. Penerbit. DAFTAR PUSTAKA Drs.A Alydrus. Sifat Dua Puluh. Sifat Salbiah. Secara Ijmal sifat-sifat yang wajib bagi Allah itu terbagi menjadi empat bagian. Sesungguhnya orang yang paling mulia adalah orang yang paling dekat dengan-Mu. Saran-Saran Sesungguhnya Allah sangat dekat bahkan lebih dekat dari urat leher kita sendiri.Ridha. Sifat Ma¶ani dan Sifat Ma¶nawiyah. Namun tabir hati kita terlalu banyak penghalang sehingga kedekatan kita pada-Nya menjadi tidak terasa. Ya« Allah Anugerahi kami dengan ilmu agar kami bisa lebih dekat pada-Mu. B. Jakarta . yaitu Sifat Nafsiyah.Mutakallimun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful