BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarg adan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. (Nasrul Efendi, 1998) Perawatan keluarga yang komprehensip merupakan suatu proses yang rumit, sehingga memerlukan suatu pendekatan yang logis dan sistematis untuk bekerja dengan keluarga dan anggota keluarga. Pendekatan ini disebut proses keperawatan. Menurut Yura dan Walsh (1978), “proses keperawatan merupakan inti dan sari dari keperawatan”. Proses adalah suatu aksi gerak yang dilakukan dengan sengaja dan sadar dari satu titik ke titik yang lain menuju pencapaian tujuan. Pada dasarnya, proses keperawatan merupakan suatu proses pemecahan masalah yang sistematis, yang digunakan ketika bekerja dengan individu, keluarga, kelompok atau komunitas. Salah satu aspek terpenting dari keperawatan adalah penekanannya pada keluarga. Keluarga bersama dengan individu, kelompok dan komunitas adalah klien atau resipien keperawatan. Secara empiris, disadari bahwa kesehatan para anggota keluarga dan kualitas kesehatan keluarga mempunyai hubungan yang erat. Akan tetapi, hingga saat ini sangat sedikit yang diberikan perhatian pada keluarga sebagai objek dari studi yang sistematis dalam bidang keperawatan. Beberapa alasan penting meyakinkan mengapa unit keluarga harus menjadi focus sentral dari keperawatan keluarga. Yang pertama, dalam sebuah unit keluarga, disfungsi apa saja (penyakit, cedera, perpisahan) yang mempengaruhi satu atau lebih anggota keluarga, dan dalam hal tertentu, sering akan mempengaruhi anggota keluarga yang lain dan unit ini secara keseluruhan.
1

Kedua, ada semacam hubungan yang kuat antara keluarga dan status kesehatan anggotanya. Yang ketiga, melalui perawatan kesehatan keluarga yang berfokus pada peningkatan, perwatan diri (self care), pendidikan kesehatan, dan konseling keluarga serta upaya-upaya yang berarti dapat mengurangi resiko yang diciptakan oleh pola hidup dan bahaya dari lingkungan. Kemudian upaya menemukan kasus merupakan suatu alasan bagus lainnya untuk memberikan perawatan kesehatan keluarga. Oleh karena berbagai alasan di atas dan penugasan mata kuliah promosi kesehatan maka kami membuat makalah tentang pengkajian keluarga. Makalah kami ini, kami angkat dalam judul “PENGKAJIAN PADA PROMOSI KESEHATAN KELUARGA.”

1.2 Rumusan Masalah 1. 2. 3. Bagaimana Proses Keperawatan Keluarga? Bagaimana Analisa Tingkat Interaksi? Bagaimana Indikasi Pengkajian Keluarga (CLARKIN, FRANCES,

MOODIE, 1979)? 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Bagaimana Petunjuk Pengkajian Keluarga? Bagaimana dasar Teori pengkajian keluarga? Bagaimana Proses Pengkajian Keluarga? Bagaimana Pengkajian Keluarga Model Friedman? Bagaimana Aplikasi Pengkajian Keluarga Model Friedman? Bagaimana Pengkajian Model Calgary? Masalah-Masalah apa yang Sering Menghambat Pengkajian

Keluarga?

2

1.3 Tujuan Penulisan Makalah o Tujuan umum:

Mahasiswa mampu melakukan pengkajian promosi kesehatan pada keluarga. o Tujuan khusus: 1. Untuk Mengetahui Bagaimana Proses Keperawatan Keluarga. 2. Untuk lebih memahami Bagaimana Analisa Tingkat Interaksi. 3. Untuk Lebih Memahami Bagaimana Indikasi Pengkajian Keluarga (CLARKIN, FRANCES, MOODIE, 1979). 4. Untuk Mengetahui Bagaimana Petunjuk Pengkajian Keluarga. 5. Untuk mengetahui Bagaimana dasar Teori pengkajian keluarga. 6. Untuk lebih mengetahui Bagaimana Proses Pengkajian Keluarga. 7. Untuk Lebih Memahami Bagaimana Pengkajian Keluarga Model Friedman. 8. Untuk lebih Memahami Bagaimana Aplikasi Pengkajian Keluarga Model Friedman. 9. Untuk Mengetahui Bagaimana Pengkajian Model Calgary. 10. Untuk Mengetahui Masalah-Masalah apa yang Sering

Menghambat Pengkajian Keluarga.

1.4 Manfaat Penulisan Makalah

3

Manfaat untuk pendidikan: 1. Makalah ini bisa digunakan sebagai materi tambahan untuk institusi. Struktur keluarga 1. makalah ini dapat digunakan sebagai hand out mata kuliah Promosi Kesehatan bagi para mahasiswa karena isinya telah mencakup hampir seluruh pembahasan mengenai pengkajian keluarga. terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. 2. mahasiswa dapat mengerti dan mempraktekkan proses pengkajian promosi kesehatan pada keluarga.1 Konsep Keluarga Pengertian Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat. Manfaat untuk mahasiswa: 1. 4 . Makalah ini bisa digunakan untuk proses belajar mengajar/sebagai materi promosi keperawatan tambahan di kelas. Patrilineal Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui garis ayah. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 2.

saling ketergantungan antara anggota keluarga. Ciri-ciri struktur keluarga a. 5 . Keluarga inti (neuler family) Keluarga yang terdiri dari ayah. b. Patrilokal Sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah ayah.2. Terorganisasi Saling berhubungan. Ada keterbatasan Setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatsan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing. Keluarga kawinan Hubungan suami istri sebagai dasar bagian karena adanya hubungan dengan suami atau istri. ibu dan anak-anak. Tipe atau bentuk keluarga 1. 3. 5. c. Ada perbedaan dan kekhususan Setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masingmasing. Matrilineal Keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui garis ibu. Matrilokal Sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri. 4.

Keluarga duda atau janda (single family) Keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian. Keluarga besar (extended family) Keluarga inti ditambah dengan sanak saudara. 5. sebagai kepala keluarga. 2. Patriakal Dominan pemegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah. Peranan keluarga  Peranan ayah : sebagai suami dari istri. dan pemberi rasa aman. bibi. dan sebagainya. saudara sepupu. Matriakal Dominan pemegang kekuasaan dalam keluarga adalah ibu. ayah dari anak-anak. Berperan sebagai pemberi nafkah.2. Keluarga kabitas (coha bitation) Dua orang menjadi satu tanpa perkawinan tetapi membentuk satu keluarga. Keluarga berantai (serial family) 4. keponakan. kakek. Keluarga berkomposisi (composite) Keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama. Pemegang kekuasaan dalam keluarga 1. paman. 3. misalnya: nenek. 3. 6 . sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. pendidik. pelindung. Eqalitarian Yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah ayah dan ibu. 6.

Fungsi keluarga • Fungsi biologis. Memberikan kasih sayang dan rasa sayang 2. 1. Ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga. 1. social dan spiritual. Membina sosialisasi pada anak 2. Memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga 4. Peranan ibu : sebagai istri dari suami. Memelihara dan membesarkan anak 3. pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.  Peranan anak : anak-anak melaksanakan peranan psiko social sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik. disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. Memberikan perhatian diantara anggota keluarga 3. Memelihara dan merawat anggota keluarga • Fungsi psikologis. Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak 7 . Memberikan identitas keluarga • Fungsi sosialisasi. 1. sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya. mental. Membina kedewasaan dan kepribadian anggota keluarga 4. Untuk meneruskan keturunan 2. ibu dari anak-anak.

Asah 8 . Mendidik anak sesuai dengan ting-tingkat perkembangannya. Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang. rasa aman. mental. 2. 2. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga 2.3. Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan dating. sehingga diharapkan menjadikan mereka anak-anak yang sehat baik fisik. Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan. perhatian. Asih Memberikan kasih sayang. • Fungsi pendidikan. misalnya pendidikan anak-anak. 3. 1. Asuh Menuju pemeliharaan kebutuhan anak agar kesehatannya selalu terpelihar. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga 3. 3. dsb. jaminan hari tua. social dan spiritual. kehangatan kepada keluarga sehingga memungkinkan mereka untuk tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya. Tiga fungsi pokok keluarga terhadap anggota keluarganya 1. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga • Fungsi ekonomi 1. ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.

Tinggal dalam satu rumah.2 Proses Keperawatan Keluarga Proses keperawatan keluarga akan relatif berbeda pada siapa yang menjadi focus perawatan. 2. Komunikasi interaksi antar anggota keluarga 8. pengakjian diagnosa. Dalam prakteknya. Tugas-tugas keluarga 1. perencanaan. Ini berarti bahwa perawat keluarga akan menggunakan proses keperawatan pada dua lingkaran yaitu tingkat individu dan keluarga. Dalam hali ini. Sosialisasi antar anggota keluarga 5.Memenuhi kebutuhan pendidikan anak. seperti pada tradisional. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga 3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukan masing-masing 4. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya 2. intervensi. sehingga siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannya. Pengaturan jumlah anggota keluarga 6. kebanyakan perawat bekerja sekaligus dengan keluarga dan anggota keluarga secara individu. Perbedaan focus tersebut tergantung pada keonseptualisasi keluarga dari perawat tersebut dalam prakteknya. dan evaluasi akan menjadi lebih luas dan rumit. 9 . Kerjasama diantara anggota keluarga 7. Jika ia melihat keluarga sebagai latar belakang atau konteks dari pasien keperawatan yang berorientasi secara individu.

emosional. Dan dilain pihak. 10 Evaluasi Perawatan .Palayanan perawatan keluarga amat khusus dan hanya bekerja pada keluarga sebagai system. lingkungan. kami tunjukan di bawah ini. Pendekatan kedua tingkatan ini. struktur dan fungsi Pengakajian anggota keluarga Secara individu : Mental. suatu pemahaman dari setiap anggota keluarga yang tidak adekuat tidak dapat dicapai tanpa memandang anggota tersebut dalam konteks kelompok primer-keluarga. Penkajian terhadap keluarga Mengidentifikasikan dan data sosiologi. sosial dan spiritual Identifikasi masalah-masalah keluarga dan individu (diagnosa) Rencana Perawatan : Penyusunan tujuan Mengidentifikasikan sumbersumber Mendefinisikan pendekatan alternatif Memilih intervesi perawatan Penyusunan prioritas Intervensi : Implementasi rencana pengarahan Sumber-sumber. Gambar proses keperawatan. yang digunakan untuk mengakji dan melaksanakan keperawatan keluarga digambarkan pada gambar berikut ini yang menggambarkan langkah-langkah dalam proses keperawatan keluarga. fisik.

perawat keluarga harus berfiikir secara interaksi. 11 .4 Indikasi Pengkajian Keluarga (CLARKIN. FRANCES. 1979) 1. 2. pengalaman keluarga dapat merusak emosi karena pembangunan peringatan. Pengetahuan tentang teori keluarga dan penelitian serta suatu kerangka kerja sistematis untuk mengkaji dan bekerja dengan keluarga. pengalaman keluarga dapat merusak emosi karena krisis dalam keluarga. MOODIE. 2. Wright dan Leahey (1984) menerangkan bahw variabel paling penting meningkatkan atau merintangi perawatan yang berpusat keluarga adalah bagaimana perawat mengkonseptualisasikan masalah. maka dalam melakukan pengkajian dan memberikan perawatan.2.3 Analisa Tingkat Interaksi Untuk dapat bekerja secara efektif dengan klien. benar-benar membantu perawat dalam membuat transisi dari persfektif familistis.

tahap akhir 2. system keluarga adalah bagian dari suprasistem yang besar dan juga terdiri dari banyak subsistem.6 Pondasi Teori SYSTEMS THEORY 1. dll) 2. anak merupakan pasien yang dapat diidentifikasi.idebtifikasi masalah . 4. pertahanan keluarga terhadap masalah seperti persoalan keluarga.hubungan antara interaksi keluarga dengan masalah kesehatan . 12 . ada motivasi untuk pendapat-pendapat keluarga. 2.eksplorasi utama 3. tahap pengkajian . Petunjuk Pengkajian tahap perjanjian tahap dimana dalam tahap ini dilakukan kontrak dengan klien (kontrak waktu.pencarian solusi . merupakan persoalan yang cukup serius untuk merusak hubungan keluarga. 6.5 1. tiap anggota keluarga menjadi pengagum RS untuk memperoleh saran dari psikiater. 5.3.

2. 3. perubahan bergantung pada keberhasilan melakukan 13 . 3. TEORI KOMUNIKASI 1. 4. 2. semua komunikasi mempunyai dua bagian channels untuk transmisi : digital dan analog. sebuah keluarga sanggup membuat keseimbangan antara perubahan dan stabilitas. perubahan bergantung pada persepsi masalah 2. keluarga memiliki kemampuan mengatur sendiri. proses timbale balik dapat menstimulasi kejadian pada beberapa level system yang berbeda dengan keluarga. 5. menyekesaikan proses feedback. 4. SIBERNETIKA 1. perubahan pada satu anggota keluarga memberi efek pada seluruh anggota keluarga. keluarga merupakan keseluruhan yang lebih besar dari pada jumlah bagian keluarga itu sendiri. demua komunikasi terdiri dari 2 level : kepuasan dan hubungan. kelakuan anggota keluarga paling mudah dimengerti/terlihat dari komunikasi melingkar (antar anggota keluarga) dari pada hubungan sebab akibat. TEORI PERUBAHAN 1. hubungan dyadic mempunyai variasi tingkat dari simetri dan komplementer. semua komunikasi nonverbal mempunyai arti. 2. perubahan bergantung pada konteks 3.

dan fasilitas-fasilitas yang ada didalamnya. hasil X-Ray. Pengumpulan data tentang keluarga didapat dari berbagai sumber. 2. data dikumpulkan secara sistematis. perubahan dapat menjadi sebab dari banyak hal. Pengumpulan data merupakan syarat utama untuk mengidentifikasi masalah. diklasifikasikan dan dianalisa artinya. ia juga harus memiliki kemampuan melangkah mundur dan secara mengobservasi kondisi dan situasi dirumah.7 Proses Pengkajian Proses pengkajian keperawatan diwarnai dengan pengumpulan informasi secara terus menerus terhadap arti yang melekat pada informasi yang sedang dikumpulkan tersebut. Salah satu peran penting dari perawat keluarga adalah menjadi partisipan pengamat dalam keluarga. smear dan lain-lain. missal : observasi terhadap rumah Pemeriksaan fisik dari anggota keluarga ( head to toe) Informasi-informasi yang tertulis maupun lisan dan rujukan. misalnya hasil laboratorium. Pengkajian dilakukan pada anggota keluarga yang dibinanya. 14 . Sendiri dalam menghadapi ketidakmengertian tidak akan menghasilkan perubahan 5. yaitu : • • • Wawancara dengan klien (keluarga) dalam hubungannya dengan Temuan-temuan yang objektif.4. Sementara perawat bekerja secara aktif dengan keluarga. fasilitas perubahan adalah pertanggung jawaban 7. • • berbagi lembaga yang menangani keluarga dan anggota tim lainnya. Data sekunder. Dengan kata lain. pap kejadian-kejadian pada waktu lalu dan sekarang. perubahan tidak menjadi kebutuhan semua anggota keluarga 6.

Tidak semua dari kategori harus di kaji tetapi tergantung pada tujuan. Berikut adalah uraian dari pengkajian keluarga model Friedman: A. Keefektifan dari para perawat dalam membantu keluarga mengidentifikasikan kebutuhan keluarga tersebut dan memenuhi kebutuhannya tidak hanya tergantung pada keahlian perawat profesional. 15 . Fisik Mental Emosi Sosial Spiritual Pengkajian Keluarga Model Friedman Setiap kategori terdiri dari banyak sub kategori. Identifikasi Data Keluarga. masalah dan sumber-sumber yang dimiliki oleh keluarga. b. perawat yang mengkaji keluarga harus mampu memutuskan kategori mana yang relevan dengan kasus yang dihadapi sehingga dapat digali lebih dalam pada saat kunjungan dengan demikian masalah dalam keluarga dapat mudah diidentifikasi. Sebuah keluarga yang membutuhkan bantuan seringkali lebih cepat terbuka apabila ada seorang dimana mereka bias mengungkapkan masalah mereka secara bebas.Keperawatan keluarga biasa terdiri dari beberapa babak interaksi dengan sebuah keluarga. Pengkajian terhadap individu sebagai anggota keluarga Pengkajian tersebut meliputi: a. c. d. tetapi juga bagaimana perawat tersebut peka dan keluarga yang bagaimana mengalaminya. e.

3. Berikut format komposisi keluarga menurut Friedman : Strategi lain untuk mengetahui keluarga adalah genogram keluarga atau pohon keluarga. 2. 4. Friedman dalam bukunya mengatakan bahwa komposisi tidak hanya terdiri dari penghuni rumah. bila terdapat orang lain yang menjadi bagian dari keluarga tersebut dimasukan dalam bagian akhir dari komposisi keluarga. 4. tetapi juaga keluarga besar lainnya atau keluarga fiktif yang menjadi bagian dari keluarga tersebut tetapi tidak tinggal dalam rumah tangga yang sama. No Nama Nama keluarga Alamat dan Nomor telepon Pekerjaan kepala keluarga Pendidikan kepala keluarga Komposisi Keluarga Jenis Hubungan Tempat/Tanggal Pekerjaan Lahir Pendidikan Komposisi keluarga menyatakan anggota keluarga yang diidentifikasi keluarga Kelamin 1.Genogram merupakan sebuah diagram yang menggambarkan konstelasi keluarga atau pohon keluarga dan merupakan pengkajian informatif untuk mengetahui keluarga dan riwayat serta sumber-sumber keluarga. Pada komposisi keluarga. 3.Data yang diperlukan meliputi : 1. pencatatan dimulai dari anggota keluarga yang sudah dewasa kemudian diikuti anak sesuai dengan urutan usia dari yang tertua. Diagram ini menggambarkan hubungan vertikal ( lintas generasi ) dan horisontal ( dalam generasi yang sama )dan dapat membantu kita berfikir secara sistematis tentang suatu peristiwa dalam keluarga dilihat dari hubungan keluarga dengan 16 . Bapak Ibu Anak tertua sebagai bagian dari keluarga mereka. 2. 5.

Berikut adalah petunjuk penulisan genogram keluarga menurut Friedman: 17 . sehingga dapat menciptakan hipotesis tentatif tentang apa yang sedang terjadi dalam keluarga.pola penyakit. Genogram keluarga memuat informasi tentang tiga generasi ( keluarga inti dan keluarga asal masingmasing / orang tua keluarga inti ). Genogram juga dapat menentukan tipe dari keluarga.

c. Tipe keluarga dapat dilihat dari komposisi dan genogram dalam keluarga. Latar Belakang Budaya Keluarga Latar belakang kultur keluarga merupakan hal yang penting untuk memahami perilaku sistem nilai dan fungsi keluarga.6. Jaringan sosial keluarga ( kelopok etnis yang sama ) Tempat tinggal keluarga ( bagian dari sebuah lingkungan yang secara etnis bersifat homogen ) 18 . karena budaya mempengaruhi dan membatasi tindakan-tindakan individual maupun keluarga. Dalam konseling keluarga kbudayaan merupakan hal yang sangat penting. Identitas suku bangsa Mengkaji asal suku bangsa keluarga tersebut serta mengidentifikasi budaya suku bangsa tersebut terkait dengan kesehatan. Tipe Bentuk Keluarga Tipe keluarga didasari oleh anggota keluarga yang berada dalam satu rumah. Pengkajian terhadap kultur / kebudayaan keluarga meliputi : a. Menjelaskan mengenai jenis tipe keluarga beserta kendala atau masalah-masalah yang terjadi dengan jenis tipe keluarga tersenut 7. b. Perbedaan budaya menjadikan akar miskinnya komunikasi antar individu dalam keluarga.

Bahkan fungsi dan struktur keluarga dapat lebih dipahami dengan melihat latar belakang kelas sosial keluarga. h. Kegiatan-kegiatan keagamaan. Penggunaan jasa-jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi. budaya. Negara asala dan berapa lama keluarga tinggal di suatu wilayah. kepercayaan dan nilai-nilai agama yang menjadi fokus dalam kehidupan keluarga. f. perawat dapat mengantisipasi sumber-sumber dalam keluarga dan sejumlah stresornya secara baik. Mengkaji agama yang dianut oleh keluarga serta kepercayaan yang dapat mempengaruhi kesehatan. Bagaimana keluarga terlibat dalam praktik pelayanan kesehatan tradisional atau memiliki kepercayaan tradisional yang berhubungan dengan kesehatan. rekreasi dan Bahasa yang digunakan sehari-hari Kebiasaan diit dan berpakaian Dekorasi rumah tangga ( tanda-tanda pengaruh budaya ) Porsi komunitas yang lazim bagi keluarga-komplek pendidikan teritorial keluarga ( Apakah porsi tersebut semata-mata ada dalam komunitas etnis ) i. Pendidikan dan Pendapatan ) Kelas sosial keluarga merupakan pembentuk utama dari gaya hidup keluarga. Status Kelas Sosial ( Berdasarkan Pekerjaan. Hal-hal yang perlu dikaji dalam status sosial ekonomi dan 19 .d. seberapa aktif keluarga dalam melakukan ibadah keagamaan. sosial. Identifikasi Religius Pengkajian meliputi perbedaan keyakinan dalam keluarga. karakteristik struktural dan fungsional. asosiasi dengan lingkungan eksternal rumah. e. Perbedaan kelas sosial dipengaruhi oleh gaya hidup keluarga. Dengan mengidentifikasi kelas sosial keluarga. 8. 9. j. g.

kelas pekerja dan kelas bawah. pekerjaan dan pendidikan keluarga. dana tambahan ataupun bantuan yang diterima oleh keluarga. tetapi bagaimana keluarga memanfaatkan waktu luang untuk 20 . Mobilitas Kelas Sosial Menggambarkan perubahan yang terjadi sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan kelas sosial. Friedman membagi kelas sosial menjadi enam bagian yaitu kelas atas-atas. c. Status kelas Sosial Status kelas sosial keluarga ditentukan berdasarkan tingkat pendapatan keluarga dan sumber pendapatan keluarga. kelas menegah atas. Aktifitas rekreasi keluarga Kegiatan-kegiatan rekreasi keluarga yang dilakukan pada waktu luang. bagaimana keluaraga mengaturnya secara finansial. Menggali perasaan anggota keluarga tentang aktifitas rekreasi pada waktu luang.Bentuk rekreasi tidak harus mengunjungi tempat wisata. kelas menengah bawah.mobilitas keluarga adalah : a. Selain itu juga perawat perlu mengetahui sejauhmana pendapatan tersebut memadai serta sumber-sumber apa yang dimiliki oleh keluarga terutama yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan seperti asuransi kesehatan dan lain-lain. Perlu juga diketahui siapa yang menjadi pencari nafkah (baik dari kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya) dalam keluarga. serta bagaimana keluarga menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut. 10. Status Ekonomi Status ekonomi ditentukan oleh jumlah penghasilan yang diperoleh keluarga. kelas atas bawah. b. Status sosial ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan Selain itu status sosial ekonomi keluarga ditentukan pula oleh kebutuhankebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga serta barang-barang yang dimiliki oleh keluarga.

Pengkajian 21 . sumber pelayanan kesehatan yang bisa digunakan serta riwayat perkembangan dan kejadian-kejadian atau pengalaman penting yang berhubungan dengan kesehatan ( perceraian. kematian. maka keluarga Bp.melakukan kegiatan bersama ( nonton TV. kehilangan) 4. anak pertama berumur 7 tahun dan anak ke2 berumur 4 tahun. Riwayat keluarga Inti. 3. bersepeda bersama keluarga dll ) B. hubungan masa silam dengan kedua orang tua ) C. seperti apa keluarga asalnya. berkebun bersama keluarga . riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga. Contoh Keluarga Bp I mempunyai anak 2 orang. mendengarkan radio. Lingkungan Keluarga Melliputi seluruh alam kehidupan keluarga mulai dari pertimbangan bidang-bidang yang paling kecil seperti aspek dalam rumah sampai komunitas yang lebih luas dimana keluarga tersebut berada. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Menjelaskan tentang tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut belum terpenuhi. Tahap perkembangan keluarga saat ini Tahap perkembangan keluarga ditentukan dengan anak tertua dari keluarga ini. Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan keluarga inti. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga Yang perlu dikaji pada tahap perkembangan adalah : 1. perhatian terhadap pencegahan penyakit ( imunisasi ). I berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah. Riwayat keluarga sebelumnya Menjelaskan mengenai riwayat asal kedua orang tua dari pihak suami maupun istri ( riwayat kesehatan. yang meliputi riwayat penyakit keturunan. 2. Riwayat keluarga mulai lahir hingga saat ini.

lingkungan meliputi : 1. • • • Karakteristik rumah Tipe tempat tinggal ( rumah sendiri, apartemen, sewa luas rumah Gambaran kondisi rumah (baik interior maupun eksterior Karakteristik rumah diidentifikasi dengan : kamar).

rumah). Interior rumah meliputi : jumlah ruangan, tipe kamar/pemanfaatan ruangan ( ruang tamu, kamar tidur, ruang keluarga ), jumlah jendela, keadaan ventilasi dan penerangan (sinar matahari), macam perabot rumah tangga dan penataannya, jenis lantai, kontruksi bangunan, keamanan lingkungan rumah, kebersihan dan sanitasi rumah, jenis septic tank, jarak sumber air minum dengan septic tank, sumber air minum yang digunakan, keadaan dapur ( kebersihan, sanitasi, keamanan ). Perlu dikaji pula perasaan subyektif keluarga terhadap rumah, identifikasi teritorial keluarga, pengaturan privaci dan kepuasan keluarga terhadap pengaturan rumah. Lingkungan luar rumah meliputi keamanan ( bahaya-bahaya yang mengancam ) dan pembuangan sampah. 2. Karakteristik Lingkungan dan Komunitas Tempat Tinggal

yang Lebih Luas. Menjelaskan tentang : a. Karakteristik fisik dari lingkungan, yang meliputi : tipe lingkungan/komunitas ( desa, sub kota, kota ), tipe tempat tinggal ( hunian, industri, hunian dan industri, agraris ), kebiasaan , aturan / kesepakatan, budaya yang mempengaruhi kesehatan, lingkungan umum ( fisik, sosial, ekonomi ). b. Karakteristik demografis dari lingkungan dan komunitas,
22

meliputi kelas sosial rata-rata komunitas, perubahan demografis yang sedang berlangsung. c. lain d. e. f. 3. Bagimana fasilitas-fasilitas mudah diakses atau dijangkau Tersediannya transportasi umum yang dapat digunakan oleh Insiden kejahatan disekitar lingkungan. Mobilitas geografis keluarga oleh keluarga keluarga dalam mengakses fasilitas yang ada. Pelayanan kesehatan yang ada di sekitar lingkungan serta fasilitas-fasilitas umum lainnya seperti pasar, apotik dan lain-

Mobilitas keluarga ditentukan oleh : kebiasaan keluarga berpindah tempat, berapa lama keluarga tinggal di daerah tersebut, riwayat mobilitas geografis keluarga tersebut ( transportasi yang digunakan keluarga, kebiasaan anggota keluarga pergi dari rumah : bekerja, sekolah ). 4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Menjelaskan tentang waktu yang digunakan keluarga untuk berkumpul serta perkumpulan keluarga yang ada dan sejauh mana keluarga melakukan interak dengan masyarakat. Perlu juga dikaji bagaimana keluarga memandang kelompok masyarakatnya. 5. Sistem pendukung keluarga Siapa yang menolong keluarga pada saat keluarga membutuhkan bantuan, dukungan konseling aktifitas-aktifitas keluarga. Yang termasuk pada sistem pendukung keluarga adalah Informal ( jumlah anggota keluarga yang sehat, hubungan keluarga dan komunitas, bagaimana keluarga memecahkan masalah, fasilitas yang dimiliki keluarga ( untuk menunjang kesehatan ), fasilitas psikologis atau dukungandari anggota keluarga dan fasilitas sosial / formal yaitu hubungan keluarga dengan pihak yang membantu yang berasal dari
23

lembaga perawatan kesehatan atau lembaga lain yang terkait ( ada tidaknya fasilitas pendukung pada masyarakat terutama yang berhubungan dengan kesehatan ). D. Struktur Keluarga Struktur keluarga yang dapat dikaji menurut Friedman adalah : 1. Pola dan komunikasi keluarga Menjelaskan cara berkomunikasi antar anggota keluarga, sistem komunikasi yang digunakan, efektif tidaknya ( keberhasilan ) komunikasi dalam keluarga. 2. Struktur kekuatan keluarga Kemampuan keluarga mmengendalikan dan mempengaruhi orang lain/anggota keluarga untuk merubah perilaku. Sistem kekuatan yang digunakan dalam mengambil keputusan, yang berperan mengambil keputusan, bagaimana pentingnya keluarga terhadap putusan tersebut. 3. Struktur Peran Menjelaskan peran dari masing-masing anggota keluarga baik secara formal maupun informal. Mengkaji struktur peran dalam keluarga meliputi : a. Struktur peran formal o Posisi dan peran formal yang telah terpenuhi dan gambaran keluarga dalam melaksanakan peran tersebut. o Bagaimana peran tersebut dapat diterima dan konsisten dengan harapan keluarga, apakah terjadi konflik peran dalam keluarga. o Bagaimana keluarga melakukan setiap peran secara kompeten o Bagaimana fleksibilitas peran saat dibutuhkan b. Struktur peran informal • Peran-peran informal dan peran-peran yang tidak jelas yang
24

25 .Pengaruh tahap perkembangan keluarga terhadap struktur peran. Pemakaian nilai-nilai yang dominan dalam keluarga Kesesuaian nilai keluarga dengan masyarakat sekitarnya Kesesuaian antara nilai keluarga dan nilai subsistem Identifikasi sejauhman keluarga menganggap penting keluarga nilai-nilai keluarga serta kesadaran dalam menganut sistem nilai. 4. Analisa Model Peran • Siapa yang menjadi model yang dapat mempengaruhi anggota keluarga dalam kehidupan awalnya.Pengaruh-pengaruh kelas sosial : bagaimana latar belakang kelas sosial mempengaruhi struktur peran formal dan informal dalam keluarga.ada dalam keluarga. serta siapa yang memainkan peran tersebut dan berapa kali peran tersebut sering dilakukan secara konsisten • Identifikasi tujuan dari melakukan peran indormal. c. b. Nilai-Nilai Keluarga Hal-hal yang perlu dikaji pada struktur nilai keluarga menurut Friedman adalah : a. . Variabel-variabel yang mempengaruhi struktur peran .Bagaimana masalah kesehatan mempengaruhi struktur peran. peran-peran dan teknik komunikasi. . ada tidaknya peran disfungsional serta bagaimana dampaknya terhap anggota keluarga c. • Siapa yang secara spesifik bertindak sebagai model peran bagi pasangan dan sebagai orang tua d.Pengaruh budaya terhadap struktur peran . memberikan perasaan dan nilai-nilai tentang perkembangan. d.

Fungsi sosialisasi Pengkajian fungsi sosialisasi meliputi : 26 . serta bentuk kasih sayang yang ditunjukkan keluarga. Keterpisahan dan Keterikatan dalam keluarga Sejauhmana keluarga menanggapi isu-isu tentang perpisahan dan keterikatakan serta sejauhmana keluarga memelihara keutuhan rumah tangga sehingga terbina keterikatan dalam keluarga 2.e. c. Fungsi Afektif Pengkajian fungsi afektif menurut Friedman meliputi : a. Fungsi Keluarga Fungsi keluarga yang perlu dikaji menurut Friedman meliputi : 1. serta bagaimana orang tua mampu menggambarkan kebutuhan dari anggota keluarganya. Pola kebutuhan keluarga o Sejauh mana keluarga mengetahui kebutuhan anggota keluarganya. latar belakang budaya dan tahap Bagaimana nilai keluarga mempengaruhi status kesehatan perkembangan keluarga terhadap nilai keluarga keluarga. Identifikasi konflik nilai yang menonjol dalam keluarga Pengaruh kelas sosial. E. o b. f. Sejauhmana keluarga mengahargai kebutuhan atau keinginan masing-masing anggota keluarga Saling memperhatikan dan keakraban dalam keluarga  Sejauhmana keluarga memberi perhatian pada anggota keluarga satu sama lain serta bagaimana mereka saling mendukung  Sejauhmana keluarga mempunyai perasaan akrab dan intim satu sama lain. g.

Kesanggupan keluarga didalam melaksanakan perawatan kesehatan dapat dilihat dari kemampuan keluarga melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga. 3. d. factor penyebab dan yang mempengaruhinya serta persepsi keluarga terhadap masalah 27 . tanda dan gejala.a. melakukan perawatan terhadap anggota yang sakit. Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. pakaian. Praktik dalam membesarkan anak meliputi : kontrol perilaku sesuai dengan usia. g. Sejauhmana pengetahuan keluarga mengenai sehat-sakit. f. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola pengasuhan anak Identifikasi apakah keluarga beresiko tinggimendapat Sejauhmana lingkungan rumah cocok dengan Penerima tanggung jawab dalam membesarkan anak Bagaimana anak dihargai dalam keluarga Keyakinan budaya yang mempengaruhi pola membesarkan masalah dalam membesarkan anak perkembangan anak. mengambil keputusan untuk melakukan tindakan. c. Pengkajian fungsi perawatan kesehatan meliputi : a. perlindungan serta merawat anggota keluarga yang sakit. memberi dan menerima cinta serta otonomi dan ketergantungan dalam keluarga b. yang perlu dikaji adalah sejauhmana keluarga mengetahui mengenai fakta-fakta dari masalah kesehatan yang meliputi pengertian. anak e. Fungsi Perawatan Kesehatan Menjelaskan sejauhmana keluarga menyediakan makanan. menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan dan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang terdapat di lingkungan setempat. yaitu keluarga mampu mengenal masalah kesehatan.

b. Untuk mengetahui sejauhmana kemampua keluarga merawat anggota keluarga yang sakit. Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat. hal yang perlu dikaji adalah :  Sejauhmana kemampuan keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah  Apakah masalah kesehatan dirasakan oleh keluarga  Apakah keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dialami  Apakah keluarga merasa takut akan akibat dari tindakan penyakit  Apakah keluarga mempunyai sifat negatif terhadap masalah kesehatan  Apakah keluarga dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang ada  Apakah keluarga kurang percaya terhadap tenaga kesehatan  Apakah keluarga mendapat informasi yang salah terhadap tindakan dalam mengatasi masalah c. psikososial)  Bagaimana sikap keluarga terhadap yang sakit d. yang perlu dikaji adalah :  Sejauhmana keluarga mengetahui keadaan penyakitnya (sifat. Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga memelihara 28 . komplikasi. sumber keuangan/financial. penyebaran. fasilitas fisik. pronosa dan cara perawatannya)  Sejauhmana keluarga mengetahui tentang sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan  Sejauhmana keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan yang diperlukan untuk perawatan  Sejauhmana keluarga mengetahui sumber-sumber yang ada dalam keluarga (anggota keluarga yang bertanggungjawab.

hal yang perlu dikaji adalah :  Sejauhmana keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan  Sejauhmana keluarga memahami keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan  Sejauhmana tingkat kepercayaan keluarga terhadap petugas dan fasilitas kesehatan  Apakah keluarga mempunyai pengalaman yang kurang baik terhadap petugas kesehatan  Apakah fasilitas kesehatan yang ada terjangkau oleh keluarga 4. Berapa jumlah anak 2. Metode apa yang digunakan dalam upaya mengendalikan jumlah anggota keluarga 29 . Fungsi reproduksi Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah : 1. Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga mengunakan fasilitas kesehatan/ pelayanan kesehatan di masyarakat. Bagaimana keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga 3.lingkungan rumah sehat. hal yang perlu dikaji adalah :  Sejauhmana keluarga mengetahui sumber-sumber keluarga yang dimiliki  Sejauhmana keluarga melihat keuntungan/manfaat pemeliharaan lingkungan  Sejauhmana keluarga mengetahui pentingnya hygiene sanitasi  Sejauhmana keluarga mengetahui upaya pencegahan penyakit  Sejauhmana sikap/pandangan keluarga terhadap hygiene sanitasi  Sejauhmana keluarga kekompakan antar anggota keluarga e.

strategi koping apa yang digunakan untuk menghadapi tipe-tipe masalah. Tindakan obyektif dan realistis keluarga terhadap stressor yang dihadapi. 4. Stresor jangka panjang yaitu stressor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu lebih dari 6 bulan.5. Sejauh mana keluarga memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat dalam upaya peningkatan status kesehatan keluarga. 2. Fungsi ekonomi Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga yaitu: a. pangan dan papan b. Sejauhmana keluarga memenuhi kebutuhan sandang. F. Stresor jangka pendek yaitu stressor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktutidak lebih dari 6 bulan b. serta strategi koping internal dan eksternal yang digunakan oleh keluarga. Strategi adaptasi disfungsional Strategi adaptasi disfungsional yang digunakan oleh keluarga bila menghadapi permasalahan. Stressor-stressor jangka panjang dan jangka pendek yang dialami oleh keluarga. Koping Keluarga Pengkajian koping keluarga meliputi : 1. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor Hal yang perlu dikaji adalah sejauhmana keluarga berespon terhadap situasi/stressor. Strategi koping yang digunakan Sejauhmana keluarga bereaksi terhadap stressor. 3. Identifikasi bentuk yang digunakan secara 30 . serta lamanya dan kekuatan stresor yang dialami oleh keluarga. Keterangan : a.

Pada pengkajian umur diketahui bahwa faktor usia berpengaruh pada diabetes melitus dan usia dewasa tua (> 40 tahun) adalah resiko tinggi untuk DM (Syaifoellah N. pseudomutualitas. 1996). 1995) 31 . H. ancaman. triangling dan otoritarisme. Harapan Keluarga Identifikasi harapan-harapan dan keinginan keluarga dimasa mendatang. pendidikan. mitos keluarga yang merusak. Aplikasi Pengkajian Keluarga Model Friedman Format pengkajian keluarga model Friedman yang diaplikasikan ke kasus dengan masalah uatama Diabetes Militus meliputi : 1. Data Umum Yang perlu dikaji adalah jenis kelamin. mengabaikan anak. Metode yang digunakan pada pemeriksaan fisik tidak berbeda dengan pemeriksaan fisik di klinik (head to toe). Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. mengkambinghitamkan. (Price.ekstensif : kekerasan. 2. Apa saja yang ingin dicapai. Pemeriksaan fisik telah diuraikan pada subbab sebelumnya. G. Genogram Dengan adanya genogram dapat diketahui faktor genetik atau faktor bawaan yang sudah ada pada diri manusia untuk timbulnya diabetes melitus. perlakukan kejam terhadap anak. Pada pengkajian pendidikan diketahui bahwa pendidikan berpengaruh pada kemampuan dalam pengelolaan diabetes dan pandangan pasien mengenai perawatan sendiri diabetes (Long. umur. 1996). Dan diketahui bahwa diabetes melitus adalah penyakit autoimun yang ditentukan secara genetik.

Riwayat Keluarga Inti Yang perlu dikaji mengenai riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga dan apakah dari anggota keluarga tersebut ada yang mempunyai penyakit keturunan. 4. Pada pengkajian status sosial ekonomi diketahui bahwa tingkat status sosial ekonomi berpengaruh pada tingkat kesehatan seseorang. Status Sosial Status sosial ekonomi keluarga dapat dilihat dari pendapatan kepala keluarga maupun dari anggota keluarga lainnya dan juga kebutuhankebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga (Rekawati. karena pada penderita diabetes melitus bila mengalami suatu cidera atau luka biasanya sulit sembuh. perasaan 32 . 2000). disamping itu juga perlu dikaji tentang perhatian keluarga terhadap pencegahan penyakit. sistem pendukung keluarga dimana karakteristik rumah dan penataan lingkungan yang kurang pas dapat menimbulkan suatu cidera. 5. Karena sebagaimana telah diketahui bahwa diabetes melitus juga merupakan salah satu dari penyakit keturunan. Fungsi Keluarga a. sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan keluarga serta pengalaman-pengalaman terhadap pelayanan kesehatan. tetangga dan komunitas. Fungsi afektif Hal yang perlu dikaji yaitu gambaran diri anggota keluarga. Dampak dari ketidakmampuan keluarga membuat seseorang enggan memeriksakan diri ke dokter dan fasilitas kesehatan lainnya. 6. geografis keluarga.3. Karakteristik Lingkungan Yang pelu dikaji dari karakteristik lingkungan adalah karakteristik rumah.

kemampuan keluarga dapat mengenal masalah. b. Jadi disini keluarga perlu tahu bagaimana cara pengaturan makan yang benar pada diabetes melitus. dukungan keluarga terhadap anggota keluarga dan bagaimana keluarga mengembangkan sikap saling menghargai. karena diabetes melitus memerlukan perawatan yang khusus yaitu mengenai pengaturan makannya. Merupakan basis sentral bagi pembentukan dan kelangsungan unit keluarga. Yang perlu dikaji sejauhmana keluarga mengetahui keadaan penyakitnya dan cara merawat anggota keluarga yang sakit diabetes melitus. 4) Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga memelihara 33 . Fungsi ini berkaitan dengan persepsi keluarga terhadap kebutuhan emosional para anggota keluarga. Fungsi Keperawatan 1) Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan sejauh mana keluarga mengetahui fakta-fakta dari masalah kesehatan yang meliputi pengertian. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi akan mengakibatkan ketidakseimbangan keluarga dalam mengenal tanda-tanda gangguankesehatan selanjutnya. faktor penyebab. tanda dan ejala serta yang mempengaruhi keluarga terhadap masalah. tindakan yang dilakukan oleh keluarga akan sesuai dengan tindakan keperawatan. 2) Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat. 3) Untuk mengetahui sejauh mana keluarga merawat anggota keluarga yang sakit. Yang perlu dikaji adalah bagaimana keluarga mengambil keputusan apabila anggota keluarga terserang diabetes melitus. Kemampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat akan mendukung kesembuhan. Semakin tinggi dukungan keluarga terhadap anggota keluarga yang sakit.memiliki dan dimiliki dalam keluarga. semakin mempercepat kesembuhan dari penyakitnya.

8 Pengkajian Model Calgary TIGA KATEGORI UTAMA a. dapat mengalami gangguan fungsi sosial baik di dalam keluarga maupun didalam komunitas sekitas keluarga. kecenderungan yang terjadi pada penderita DM dengan jenis kelamin laki-laki mengalami gangguan fungsi ereksi. Biasanya karena faktor ekonomi orang segan untuk mencari pertolongan dokter ataupun petugas kesehatan lainnya.lingkungan rumah yang sehat. Fungsi Sosialisasi Pada kasus penderita DM yang sudah mengalami komplikasi seperti ganggren. Fungsi Reproduksi Pada penderita diabetes militus perlu dikaji riwayat kehamilannya untuk mengetahui adanya tanda-tanda diabetes melitus gestasional. c. 5) Untuk mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang mana akan mendukung terhadap kesehatan seseorang. (Friedman. 1998 ). karena diabetes gestasional terjadi pada saat kehamilan. Fungsi Ekonomi Status ekonomi keluarga sangat mendukung terhadap kesembuhan penyakit. Yang perlu dikaji bagaimana keluarga mengetahui keuntungan atau manfaat pemeliharaan lingkungan kemampuan keluarga untuk memodifikasi lingkungan akan dapat mencegah kekambuhan dari pasien diabetes melitus. d. Struktural 34 . 2. Pada pria juga perlu dikaji kemungkinan terjadi gangguan reproduksi seperti disfungsional ereksi. e.

b. 5. 3. 2. Fungsional Keterangan: 1. 4. 3. 5. tugas 35 . tempat b. Pengkajian developmental a. Developmental c. 4. 2. komposisi keluarga Gender tingkatan dalam keluarga Subsistem Batasa-batasan dalam keluarga Alat : genogram and ecomap EXTERNAL STRUCTURE • Keluarga besar Aiatem yang lebih besar CONTEXT 1. Pengkajian struktural INTERNAL STRUCTURE 1. etnis Ras kelas sosial agama lingkungan 2.

7. 2. pengkajian fungsional FUNGSI INSTRUMENTAL Aktivitas sehari-hari EXPRESSIVE FUNCTIONING 1. 3. 4. 5. 9.c. II. alat pelengkap/penunjang 3. 6. Masalah kesehatan dan rujukan Komposisi keluarga Keterikatan keluarga : 36 Tgl : : : : : : . komunukasi emosional komunikasi verbal komunikasi non verbal komunikasi sirkular Pemecahan masalah peran pengaruh kepercayaan gabungan/koalisi OUTLINE PENGKAJIAN MODEL CALGARY Nama KK : Anggota klg yg hadir Pengkaji Tempat pengkajian I. III. 8.

• Kemampuan perawat dalam merangkai informasi belum terlatih. Perawat tidak menginformasikan pada keluarga langkah berikutnya. Tidak bertemu dengan seluruh anggota keluarga. 2.IV. PADA ASSESSMENT STAGE • • Perawat belum melakukan komunikasi efektif untuk menggali data. gambaran kebutuhan keluarga tidak diketahui. VII.10 Perumusan Diagnosa Keperawatan Keluarga Diagnosa keperawatan keluarga dirumuskan berdasarkan data yang diperoleh pada pengkajian.9 Masalah-Masalah yang Sering Menghambat Pengkajian PADA ENGAGEMENT STAGE • Persiapan perawat untuk menghadapi keluarga belum optimal. Tipologi dari diagnosis keperawatan yaitu: 37 . V. seperti penguasaan form pengkajian. • • Perawat cenderung menempatkan diri sebagai expert. PADA TERMINATION STAGE • • Perawat tidak menyimpulkan hasil pengkajiannya untuk keluarga. VIII. Riwayat kesehatan dan tumbuh kembang Kekuatan keluarga dan masalah Hipotesis/kesimpulan Tujuan dan rencana Tanda tangan pengkaji : : : : : 2. Perawat belum mendapat kepercayaan penuh dari keluarga sehingga keluarga belum menceritakan masalahnya secara terbuka. VI.

missal lingkungan rumah kurang bersih. pola makan yang tidak adekuat. 2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan pada balita (Anak N). stimulasi tumbuh kembang tidak adekuat. 2. keluarga Bp Y berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang kurang gizi 2. Risiko terjadi terjadi konflik pada keluarga Bp I b. Potensial terjadi peningkatan kesejahteraan pada ibu hamil (ibu M) keluarga Bp. Potensial (keadaan sejahtera/”wellness”) Suatu keadaan dimana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan keluarga dapat ditingkatkan.A. Keterbatasan pergerakan pada lanjut usia (ibu M ) keluarga Bp A b.d ketidakmampuan keluarga mengenal masalah komunikasi Risiko terjadi gangguan perkembangan pada balita (anak N ) keluarga Bp Y b. Aktual (terjadi defisit/gangguan kesehatan) Dari pengkajian didapatkan data mengenai tanda dan gejala dari gangguan kesehatan Contoh : 1. K Potensial peningkatan status kesehatan pada bayi N keluarga Bp X Etiologi dari diagnosa keperawatan keluarga berdasarkan hasil 38 . Risiko (ancaman kesehatan) Sudah ada data yang menunjang namun belum terjadi gangguan. Contoh : 1.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan keterbatasan gerak (rematik) B. Contoh: 1. d ketidakmampuan keluarga melakukan stimulasi terhadap balita C.

1978) NO 1 KRITERIA Sifat masalah Skala : Tidak/kurang sehat Ancaman kesehatan 2 Keadaan sejahtera Kemungkinan masalah diubah Skala : mudah Sebagian 3 Tidak dapat Potensial masalah untuk dicegah Skala : Tinggi Cukup 4 Rendah Menonjolnya masalah Skala : Masalah berat. perawat dapat menemukan lebih dari satu diagnosis keperawatan keluarga. Untuk menentukan prioritas terhadap diagnosis keperawatan keluarga uyang ditemukan dihitung dengan menggunakan cara sebagai berikut: Skala untuk menentukan prioritas Asuhan keperawatan Keluarga (Bailon dan Maglaya. harus segera ditangani Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani Masalah tidak dirasakan Skoring : 39 SKOR 3 2 1 dapat 2 1 0 BOBOT 1 2 3 2 1 2 1 1 1 0 . Khusus untuk diagnosis keperawatan potensial (sejahtera/”wellness”) menggunkan /boleh tidak menggunakan etiologi.pengkajian dari tugas perawatan keluarga. Dalam satu keluarga .

(2) cukup. Kemungkinan masalah dapat diubah adalah kemungkinan berhasilnya mengurangi masalah keperawatan atau mencegah masalah bila ada tindakan tertentu. Krisis (1) : suatu keadaan individu atau keluarga memerlukan penyesuaian lebih banyak dalam hal sumber daya yang dimiliki. Skore dibagi dengan angka tertinggi dan kalikanlah dengan bobot Skore X bobot ------------------Angka tertinggi 3. dengan mudah ( 1 ). Pemberian nilanya adalah (3) tinggi. Penelitian masalah adalah sebagai berikut : Ancaman keluarga (2) : keadaan yang dapat beresiko terjadinya penyakit. Pemberian nilainya adalah : ( 2 ). misalnya sedang sakit dan kegagalan tumbuh kembang. 40 .1. resiko kecelakaan dan lain-lain. Tentukan skore setiap kriteria 2. (1) rendah. resiko tertular. hanya sebagian ( 0 ). aborsi. lahir diluar nikah dan kehilangan orang yang dicintai. Kurang sehat (3) : suatu keadaan sedang sakit atau gagal mencapai kesehatan optimal. misalnya kehamilan. Jumlahkanlah skor untuk semua kriteria Menentukan Prioritas Masalah Berdasarkan sifat atau tifologi masalah.isalnya riwayat penyakit keturunan. kecelakaan atau kegagalan dapat mempertahankan kesehatan optimal m. tidak dapat diubah Retensi masalah untuk dicegah adalah sifat dan beratnya masalah keperawatan yang akan terjadi bila dapat dikurang atau dicegah.

Munculnya masalah adalah cara keluarga memandang dan menilai masalah keperawatan berkaitan dengan berat dan mendesaknya untuk segera diatasi untuk segera diatasi.Kurang sehat .Ancaman . No 1 Kriteria Sifat masalah . tapi tidak perlu segera diatasi Masalah tidak dirasakan Masalah tidak dirasakan 0 2 1 1 ½x1 3 2 1 2 Skor Bobot 1 Nilai 2 3 1 2 2 /3 x 1 2 1 0 1 ½x2 /3 x 1 Diagnosis Keperawatan Keluarga 41 . msalah dirasakan tetapi perlu segera diatasi (1) dan masalah tidak dirasakan (0).Krisis 2 Kemungkinan masalah dapat diubah Dengan mudah Hanya sebagian Tidak dapat 3 Retensi masalah u/ dicegah Tinggi Cukup Rendah 4 Menonjolnya msalah Masalah berat yg harus segera diatasi Masalah dirasakan. pemberian nilainya adalah masalah berat dan harus segera diatasi (2).

Rasa takut akibat masalah yang diketahui c. Perilaku yang mementingkan diri sendiri 42 . Kurang atau tidak sehat adalah kegagalan mereke memantapkan kesehatan 10. Keadaan yang dapat menimbulkan stress 7. Kebiasaan yang merugikan kesehatan 9. Tidak mengetahui keadaan penyakit b. Ketidakcocokan pendapat terjadi antara anggota keluarga 13. Kekurangan atau kelebihan gizi 6. Konflik individu dalam keluarga d. Sikap dan falsafah hidup 12. Fasilitasi kesehatan tidak terjangkau c. Kurang pengetahuan atau tidak mengetahui fakta b. Keluarga atau anggota yang mengidap penyakit menular 3. Keluarga tidak memahami dan mengenal sifat dan luasnya masalah b. Resiko terjadi kecelakaan dalam keluarga 5. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat karena hal-hal sebagai berikut: a.Tiga kelompok besar dalam tipologi masalah kesehatan keluarga adalah sebagai berikut : Ancaman kesehatan adalah sebagai berikut: 1. Ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit karena hal-hal sebagai berikut : a. Penyakit keturunan 2. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan karena hal-hal berikut : a. Sanitasi lingkungan buruk 8. Situasi krisis 11. Ketidaseimbangan sumber yang ada dalam keluarga c. Jumlah anggota keluarga terlalu terlalu besar atau tidak sesuai dengan kemampuan dengan sumber daya keluarga 4.

Sumber dari keluarga tidak cukup b. Mempertahankan proses keluarga Dukungan saudara kandung atau perempuan mengalami sakit. Ketidaktahuan pentingnya sanitasi lingkungan c. Tidak memahami keuntungan yang diperoleh c. 5.14. Meningkatkan keterlibatan saudara kandung pada saat saudara laki laki . Kurang mampu memelihara keuntungan dan manfaat dari pemeliharaan lingkungan murah. Kualitas yang diperlukan tidak terjangkau 2. Dapat meningkatrkan minat keluarga dan tujuan R/. Ketidakmampuan menggunakan sumber dimasyarakat untuk memelihara kesehatan karena hal-hal berikut : a. 15. Ketidakompakan keluarga karena sifat mementingkan diri sendiri. Dapat membantu keluarga dalam meningkatkan keluarga dalam mempengaruh kesehatan pasien melalui petunjuk positif 3. Memberikan dukungan keluarga Mobilisasi keluarga R/. 4. remaja 43 R/. d. memilih strategi keperawatan yang tepat dan mengembangkan rencana asuhan keperawatan keluarga sesuai dengan kebutuhan klien.11 Intervensi Keperawatan Keluarga Perencanaan merupakan suatu proses merumuskan tujuan yang diharapkan sesuai prioritas masalah keperawatan keluarga. Contoh intervensi diberikan kepada keperawatan keluarga antara lain : 1. Rasa takut akibat dari tindakan b. Dapat meminimalkan efek gangguan proses keluarga R/. Ketidakmampuan memelihara lingkungan rumah yang dapat mengalami kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga karena hal-hal berikut : a. Dukungan orang tua. 2.

Meningkatkan taraf kesehatan lingkungan. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian pengobatan terhadap anggota keluarga yang mengalami sakit. Dapat menyediakan bantuan orang tua dalam memahami dan membantu anak-anak remajanya 6.13 Evaluasi Keperawatan Keluarga Merupakan proses untuk menilai keberhasilan keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatannya sehingga memiliki produktivitas yang tinggi dalam mengembangkan sikap anggota keluarga. Agar keluarga dapat menjadi keluarga yang mudah dalam mengatasi 2. 11.R/.12 Implementasi Keperawatan Keluarga Implementasi keperawatan keluarga merupakan suatu proses aktualisasi rencana intervensi dan memanfaatkan berbagai sumber dalam keluarga dan memandirikan keluarga dalam kesehatan. Evaluasi terdiri dari : 1. 2. Untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap masalah-masalah 9. Hari dan tanggal 44 . 10. R/. Melakukan modifikasi lingkungan Melakukan strategi pembelajaran dalam keluarga konflik dan krisis keluarga. R/. R/. Dapat meningkatkan daya kuat dan kesatuan keluarga 8. Keterlibatan keluarga dalam merawat klien Promosi integritas keluarga Konsultasi keluarga dengan tim kesehatan yang sering terjadi dalam keluarga. Partisipasi keluarga dalam perawatan fisik dan emosi pasien R/. Diagnosa keperawatan 2. 7. Untuk menyembuhkan penyakitnya dan dapat beraktifitas kembali. R/. R/.

3. Evaluasi terdiri dari SOAP BAB III FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA PENGKAJIAN Data Umum Nama Kepala Keluarga Alamat Telpon Pekerjaan : ……………………………………………. : ……………………………………………. 45 . : ……………………………………………. : …………………………………………….

…………………………………………………………………………… 46 .Pendidikan Komposisi Hub.…………………………………………………………. ……... ……………………………………………………………………………… Suku Bangsa ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………. : …………………………………………….……………………….. ……………………………………………………………………………. Status Imunisasi Um ur Pendi dikan BCG 1 Polio 2 3 4 1 DPT 2 3 Hepatitis 1 2 3 Cam pak Ket Genogram Tipe Keluarga ……………………………………………………………………………… …………………. Nama JK Dng KK Ayah Ibu Anak I Anak II : ……………………………………………..

…………………………………… 47 .……………………………….………………………………. …………………………………………………………….. ……………………………………………….……………………………….……………………………….……………………………….………………………………. ……………………………………………….. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi …………. ……………………………………………….……………………………….. …………………………………… 2. Aktivitas rekreasi keluarga …………. …………………………………………………...……………………………….………………………………..………………………………… RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 1..………………………………… ………….. Tahap perkembangan keluarga saat ini ………….Agama ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… Status Sosial Ekonomi Keluarga ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ………….………………………………...………………………………… ………….. ……………………………………………….

……………………………………………………………………………… … 4. Riwayat keluarga sebelumnya …………. Mobilitas geografis keluarga …………………………. ………………………………… 3. ……………………………………………..………………………………. ……………………………………………..……………………………….………………………………………………………. Riwayat keluarga inti …………. ………………………………… 2.………………………………. ……………………………………………. ………………………………………… PENGKAJIAN LINGKUNGAN 1.3... ……………………………………………. ……………………...………………………………..………………………………………………. ……………………………………………. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat 48 . ……………………………………………. ………………………………………… 4.……………………………….. ……………………………………………..………………………………. Karakteristik rumah ………….………………………………. …………………………………………….………………………………..……………………………….………………………………..………………………………...……………………………….. Karakteristik tetangga dan komunitas RW ………….

…………………... ……………………...………………………………………………………...... 4.... …………………...………………………………………………………..……………………………………………………….….………………………………………………………. Komunikasi keluarga …………………. Struktur peran ………………………….……………………………………………………….... ……………………..... …………………..….. ……………………..…. 2.……………………………………………….………………………………………………………... ……………………...……………………………………………………….....………………………….. …………………....…. Struktur kekuatan keluarga …………………. Sistem pendukung keluarga …………………....………………………………………………………. ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………….. … STRUKTUR KELUARGA 1....…. ……………………………………………………………………………… … 5.………………………………………………..……………………………………………………….……………………………………………………….. Norma keluarga 49 . 3...…..

. ………………….….………………………………………………………. …………………. …………………..…………………...... 3..….. Mengenal masalah keluarga …………………...………………………….……………………………………………………….…....…. 2..…..……………………………………………………….……………………………………………………….... TUGAS PERAWATAN KELUARGA 1........…....…... …………………. ………………….……………………………………………………….………………………………………………………..………………………………………………………...……………………………………………………….……………………………………………………….…. Fungsi sosialisasi …………………... 2.……………………………………………………….………………………………………………..………………………………………………………. Mengambil keputusan 50 . ………………….…. ……………………………………………………………………………… … FUNGSI KELUARGA 1.... Fungsi perawatan kesehatan …………………........ ……………………..……………………………………………………….... Fungsi afektif …………………..... …………………………………………………...…. …………………....... ….

………………….…... …………………. ………………….……………………………………………………….……………………………………………………….…. Merawat anggota keluarga yang sakit ………………….. 3.………………………………………………………...….……………………………………………………….……………………………………………………….……………………………………………………….. 6. 4..….……………………………………………………….………………………………………………………. …………………. ………………….…. …………………. ………………….……………………………………………………….…. 7..………………………………………………………. ………………….….….……………………………………………………….….. STRESS DAN KOPING KELUARGA Stress jangka pendek dan panjang 51 .….……………………………………………………….………………………………………………………. Fungsi ekonomi …………………. Menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan ………………….……………………………………………………….…………………. …………………. 5. …………………. Fungsi reproduksi …………………. …………………...……………………………………………………….….….…..……………………………………………………….……………………………………………………….…..….….…. Memelihara lingkungan ………………….. ………………….....….……………………………………………………….

……………………………………………………….……………………………………………………….…. …………………..………………………………………………………..….…………………. 1. …………………. …………………. Kemampuan keluarga ………………….….…. ………………….….…. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Tanda – tanda Vital Tensi RR BB LL No. ………………….……………………………………………………….. ………………….……………………………………………………….. 2..…. …………………..………………………………………………………. Strategi koping ………………….………………………………………………………. : ………………… : ………………… : ………………… : ………………… Pemeriksaan fisik Kepala dan Rambut Hidung Nadi Suhu TB LK Ayah : ………………… : ………………… : ………………… : ………………… Ibu Anak 52 .………………………………………………………....….………………………………………………………..…. Strategi adaptasi ………………….……………………………………………………….………………………………………………………..….….

Inspeksi (b). Auskultasi b). Gigi. Inspeksi (2). Pemeriksaan Jantung (1). Perkusi (4). 4. Inspeksi (b). Lidah. Perkusi 53 . 7. Perkusi (4). Inspeksi (2). Palpasi (3). Palpasi (d). Tonsil dan Pharing 6.3. Pemeriksaan Abdomen (a). Auskultasi 8. Auskultasi (c). Palpasi (3). 5. Telinga Mata Mulut. Leher dan Tenggorokan Dada/ Thorak a). Palpasi 9. Pemeriksaan Paru (1). Payudara (a).

200 Mahasiswa ANALISA DATA Nama Klien : ……………………………………… 54 ..10 Ekstrimitas. Kuku dan Kekuatan Otot 11 12 Genetalia dan Anus Pemeriksaan Neurologi Pemeriksaan Penunjang ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… HARAPAN KELUARGA ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Malang.……….....

. Data Subyektif: Ketidakcocokan pendapat antara anggota keluarga …………………………… Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat Data obyektif: …………………………… …………………………....Masalah : ……………………………………… DATA ETIOLOGI Kurang informasi tentang rumah yang sehat MASALAH Ketidakmampuan dalam memelihara lingkungan rumah yang sehat Data subyektif: Data obyektif : …………………………… …………………………… ………………………….. SKALA UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA 55 ..

1978) Diagnosa 1 : Ketidakmampuan keluarga Tn. Kemungkinan masalah dapat diubah Skala : Mudah Sebagian Tidak dapat 3.(BAILON DAN MAGLAYA. KRITERIA Sifat Masalah Skala : Tidak/kurang sehat Ancaman kesehatan Keadaan sejahtera 2.X dalam memelihara lingkungan rumah yang sehat b/d kurang informasi tentang rumah yang sehat PERHITU NO 1. Potensial masalah untuk dicegah Skala : Tinggi Cukup Rendah 4. Menonjolnya masalah 56 PEMBENARAN Skor BOBOT NGAN Sebab ketidaktersediaan MCK pribadi 3 2 1 1 3/3 x 1 = 1 menyebabkan timbulnya berbagai penyakit Sebab keluarga tergolong mau dan mampu menerima 2 1 0 1 2/3 x 1 = 2/3 Sebab kemauan dari keluarga untuk mengubah kondisinya cukup 3 2 1 tinggi tapi hanya saja kurang adanya informasi tentang rumah sehat 2 2/2 x 2 = 2 edukasi dari petugas kesehatan .

KRITERIA Sifat Masalah Skala : Tidak/kurang sehat Ancaman kesehatan Keadaan sejahtera 2. harus segera ditangani Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani Masalah tidak dirasakan JUMLAH 0 3 2/3 1 2 1 0/2 x 1 = 0 Sebab keluarga merasa selama ini tidak terjadi masalah pada kesehatannya Diagnosa 2 : Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat b/d ketidakcocokan pendapat antara anggota keluarga PERHITU NO 1.Skala : Masalah berat. Kemungkinan masalah dapat diubah Skala : Mudah Sebagian Tidak dapat 2 1 0 57 PEMBENARAN Skor BOBOT NGAN Sebab pembuatan keputusan yang salah akan 3 2 1 1 2/3 x 1 = 2/3 mengakibatkan kerugian pada kesehatan keluarga Sebab tidak semua anggota keluarga mau menerima 2 1/2 x 2 = 1 edukasi dari petugas kesehatan .

3. Menonjolnya masalah Skala : Masalah berat. Potensial masalah untuk dicegah Skala : Tinggi Cukup Rendah 3 2 1 1 2/3 x 1 = 2/3 Sebab pemberian edukasi dapat diterima oleh keluarga namun masih terkendala oleh perbedaan pendapat tiap anggota keluarga Sebab keluarga tidak merasa ada pengaruh dari 2 1 0/2 x 1 = 0 konflik terhadap kesehatan keluarga 1 4. harus segera ditangani Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani Masalah tidak dirasakan JUMLAH 0 2 1/3 Skoring : Tentukan skore untuk setiap criteria Skore dibagi dengan angka tertinggi dan kalikanlah Skore X bobot = Angka tertinggi Jumlahkanlah skore untuk semua kriteria 58 .

Kesimpulan : Diagnosa ke-1 adalah diagnosa aktual BAB III PENUTUP 1. yakni: 59 .1 Kesimpulan Dari berbagai penjelasan di atas kami dapat menyimpulkan beberapa hal.

Philipines : UP.• Individu merupakan bagian dari keluarga.B. sehingga memerlukan suatu pendekatan yang logis dan sistematis. RI. o Pengkajian keluarga merupakan langkah awal dari proses keperawatan keluarga kita harus teliti danmemberikan data yang benar pada pengkajian. Nursing diagnosis application to clinical practice. DAFTAR PUSTAKA Bailon dan Maglaya. Dimana dalam proses keperawatan keluarga akan relatif berbeda pada focus perawatannya. (1992). (1998). • Dalam prakteknya. oleh karena itu kita sebaiknya lebih teliti dalam melakukan pengkajian. kita tidak akan pernah bisa melakukan pengkajian keluarga tanpa melakukan pengkajian individu didalamnya. Perbedaan focus perawatan tergantung pada konseptualisasi keluarga. proses keperawatan keluarga menggunakan dua tingkatan yaitu tingkatan ini digunakan untuk mengkaji dan melaksanakan keperawatan keluarga dengan mengikuti langkah-langkah dalam proses keperawatan keluarga 1. 60 . Lippincott Departemen Kesehatan. karena salah memasukkan data bisa berakibat fatal pada proses keperawatan yang kita buat. Panduan asuhan keperawatan keluarga. Philadelphia: J. (1978). College of Nursing Carpenito. • Perawatan keluarga yang komprehensif merupakan suatu proses yang rumit. Family health nursing.2 o Saran Pengkajian keluarga sangatlah rumit dan membutuhkan banyak langkah kerja.

co.com%2F2010%2F04%2Fpengkajiankeluarga.nersgun.ppt&rct=j&q=pengkajian %20keluarga&ei=qdPjTIGECo75cZzZlOsL&usg=AFQjCNHkOUPa4rTtV4sGD 0WYMwTLWc4THw&cad=rja http://abiums. Jakarta.google. (1998).wordpress.multiplycontent.google..files.M.Jakarta: Dep.co.pdf?nmid=45428676 http://www. Kumpulan makalah pelatihan asuhan keperawatan keluarga.com/journal/item/80/Pengkajian_Keluarga http://yenibeth. (2000).com/attachment/0/RmlPkAoKCp YAAF4OjSU1/proses%20keperawatan%20kluarga.com/2008/06/15/proses-keperawatan-keluarga/ http://images.co.co. 7 – 10 November 2000 http://albadroe.id/images?um=1&hl=id&biw=1440&bih=737&tbs=isch %3A1&sa=1&q=genogram+untuk+abortus&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai= http://www. Kes.id/images?um=1&hl=id&biw=1440&bih=737&tbs=isch %3A1&sa=1&q=genogram+untuk+meninggal&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai= 61 .id/images?um=1&hl=id&biw=1440&bih=737&tbs=isch %3A1&sa=1&q=genogram+untuk+anak+kembar&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rf ai= http://www. RI Friedman. Connecticut: Appleton-Century-Cropt Fakultas Ilmu Keperawatan –Universitas Indonesia.google. M.google.blogspot.multiply.com/2007/05/pengkajian-keluarga-model-friedman.multiply.id/url? sa=t&source=web&cd=1&ved=0CBMQFjAA&url=http%3A%2F %2Fkuliahfery. Family nursing : theory and assessment.id/images?um=1&hl=id&biw=1440&bih=737&tbs=isch %3A1&sa=1&q=genogram+untuk+cerai&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai= http://www.wordpress.google.co.html http://www.

62 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful