P. 1
AKTIVITAS BELAJAR

AKTIVITAS BELAJAR

|Views: 528|Likes:

More info:

Published by: Aulia Ulmillah Azura on Jan 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB IV
  • HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  • A. Pelaksanaan siklus 1
  • 1.1. Pertemuan 1
  • 1.2. Pembahasan pertemuan 1 siklus 1
  • 1.3. Pertemuan 2
  • 1.4. Pembahasan pertemuan 2 siklus 1
  • B. Pelaksanaan Siklus 2
  • 2.1 . pertemuan 1
  • 2.2. Pembahasan pertemuan 1 siklus 2
  • 2.3. Pelaksanaan Siklus 2 pertemuan 2

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION

(STAD) PADA POKOK BAHASAN PERBANDINGAN DAN FUNGSI TRIGONOMETRI SUB POKOK BAHASAN ATURAN SINUS COSINUS DAN LUAS SEGITIGA PADA KELAS X-2 DI SMA MASEHI 1 PSAK, JL PASIR MAS RAYA NO 1 SEMARANG

Skripsi ini diajukan dalam rangka menyelesaikan studi Strata 1 Untuk memperoleh gelar Sarjana Kependidikan

Disusun oleh: Nama NIM Prodi Jurusan : : : : YONA KRISTIANTO MUTIASMORO 4101906115 Pendidikan Matematika Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006/2007

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini dengan judul “Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD pada pembahasan perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan Sinus Cosinus dan Luas segitiga pada kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK, Jl Pasir Mas Raya no 1 Semarang”. Telah disahkan pada: Hari Tanggal : :

Yang mengajukan : YONA KRISTIANTO MUTIASMORO NIM : 4101906115

Mengetahui dan menyetujui, Pembimbing Utama Pembimbing Pembantu

Drs. M. Asikin, M..Pd NIP. 131568879

Dra. Kristina Wijayanti, M.Si NIP. 131568307

Mengetahui / Mengusulkan penguji Ketua Jurusan Matematika

Drs. Supriyono, M.Si NIP. 130815345

ii

HALAMAN MOTTO

“Kehidupan akan mati jika tidak ada mimpi. Harapan akan mati jika tidak dilakukan. Cinta akan mati jika tidak ada kasih. Pergunakan semuanya dengan sebaik-baiknya”

iii

M.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat. Dengan selesainya penyusunan skripsi ini. Dr. Drs. Berhasilnya skripsi ini berkat kerja sama dari berbagai pihak.. Supriyono. Prof. Sudjono Sastroatmojo. M. Asikin. selaku Ketua Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 4. M. Negeri iv . untuk memperoleh gelar Sarjana Kependidikan.Si.Pd selaku pembimbing utama penulisan skripsi yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai. selaku Dekan Universitas Negeri Semarang 3. Imam Kasmadi. Skripsi dengan judul “Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD pada pembahasan materi Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada kelas X-2 di SMA MASEHI 1 PSAK .Si. selaku Rektor Universitas Semarang 2. selaku Kepala Center Semarang Jurusan Matematika Prodi Pendidikan Matematika S1 transfer tahun akademik 2006/2007 5. serta pimpinan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Jl Pasir Mas Raya no 1 Semarang” disusun dalam rangka menyelesaikan menyelesaikan studi Strata 1. Drs. Drs. Drs Sugiyarto. M. penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada : 1.

Kristina Wijayanti. Semarang. Dengan segala kerendahan hati penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran yang membangun dari pembaca guna perbaikan dimasa mendatang. M. Dra. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pengembangan pembelajaran matematika sesuai dengan perkembangan dunia kependidikan dewasa ini. Penulis menyadari bahwa dalam menyusun skripsi ini masih banyak kekurangan baik dari segi materi maupun dalam penyusunan bahasa.S.6. Agustus 2007 Penulis v . selaku pembimbing pembantu penulisan skripsi 7. Drs Wijonarko selaku guru pengamat dan segenap rekan guru SMA Masehi 1 PSAK yang selalu memberikan dorongan dan semangat dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas 9. Istri dan anak tercinta yang telah memberikan dukungan mental dalam menyelesaikan penulisan skripsi 10. Dra Rumanti Budiastuti selaku Kepala Sekolah SMA Masehi 1 PSAK yang telah memberikan ijin penelitian tindakan kelas 8. Semoga amal dan budi baik beliau-beliau mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moral maupun materi dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.

Bagaimana meningkatkan aktivitas belajar siswa untuk menuntaskan pembelajaran siswa dalam pokok bahasan perbandingan dan fungsi trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK?. Apakah metode pembelajaran cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran pokok bahasan perbandingan dan fungsi trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK?.” Penelitian ini untuk menjawab permasalahanyang ada yaitu 1.44 pada pokok bahasan perbandingan dan fungsi trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK. 3. Dari hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan bahwa 1. lembar observasi guru dan quiz. Terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa pada kelompok siswa yang diajar dengan metode pembelajaran cooperative learning tipe STAD pada pokok bahasan Perbandingan dan Fungsi Trigonometri sub pokok bahasan Aturan sinus cosinus dan luas segitiga.ABSTRAK Yona Kristianto Mutiasmoro. lembar observasi siswa. Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD pada pembahasan materi Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada kelas X-2 di SMA MASEHI 1 PSAK . 2. Jl Pasir Mas Raya no 1 Semarang. Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan perbandingan dan fungsi trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK?. 3. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari nilai rata-rata tes matematika semester 1 adalah 51 menjadi 74. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-2 Sekolah Menengah Atas Masehi 1 PSAK di Kota Semarang yang terdiri dari 27 siswa. Alat pengumpulan data berupa pengamatan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Adanya peningkatan aktivitas belajar siswa yang signifikan dari pengamatan setelah menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD pada pembahasan materi Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada siswa Sekolah Menengah Atas. metode pembelajaran cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran pokok bahasan perbandingan dan fungsi trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK?. 2. xii .

kreatif dan inovatif. pendidikan merupakan aspek yang sangat penting karena dengan pendidikan diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang terampil. Kualitas lulusan di hampir semua jenjang pendidikan menunjukkan belum baku mutu seperti yang diharapkan. Ini semua menunjukkan adanya perkembangan kuantitatif yang makin baik. Dunia pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan kuantitatif yang menggembirakan. Demikian pula daya serap sekolah terhadap anak usia sekolah makin meningkat. Jumlah anak-anak yang memasuki sekolah juga bertambah. Pendidikan formal yang dilakukan di sekolah-sekolah sampai sekarang tetap merupakan lembaga pendidikan utama yang merupakan pusat pengembangan sumber daya manusia dengan didukung oleh pendidikan dalam keluarga dan masyarakat. Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan. Namun perkembangan kuantitatif tersebut belum dapat diimbangi oleh perkembangan secara kualitatif. afektif maupun psikomotorik. Jumlah sekolah makin bertambah. Pendidikan menekankan pada proses belajar yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada pada diri manusia baik aspek kognitif. Untuk membentuk sumber daya manusia sesuai dengan perkembangan jaman diperlukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 1 .BAB I PENDAHULUAN A.

. Dengan demikian. karena apapun tujuan-tujuan dan putusan-putusan penting tentang pendidikan yang dibuat oleh para pembuat kebijaksanaan. 7) evaluasi. metode atau pendekatan pembelajaran yang digunakan. Adapun faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran adalah: 1) tujuan pembelajaran. guru merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya pendidikan. faktor guru. kondisikondisi internal siswa seperti: tingkat kemampuan awal. 6) media. Prestasi belajar itu sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor. Berdasarkan beberapa pendapat di atas. sebenarnya yang paling penting adalah bagaimana hal itu dilaksanakan dalam situasi atau proses belajar mengajar di kelas. dan 8) situasi lingkungan. 5) metode yang digunakan. fasilitas yang tersedia. tinggi rendahnya prestasi belajar siswa mencerminkan tinggi rendahnya kualitas lulusan dari suatu lembaga pendidikan . 2) motivasi siswa. 4) materi pembelajaran.2 Rendahnya kualitas lulusan antara lain diperlihatkan oleh masih rendahnya rata-rata prestasi belajar siswa untuk hampir semua mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional (UN). tanpa mengurangi atau meniadakan peran dan fungsi unsur yang lain. Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru (Kamus besar bahasa Indonesia 1989:700). Faktor kekurangtepatan dalam memilih metode pembelajaran masih sering dijumpai dilapangan yang ditengarai dengan masih adanya guru yang hanya terpaku menggunakan satu atau dua metode mengajar secara terus menerus saja . 3) guru. minat belajar dan motivasi belajar sangat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar siswa.

Demikian pula halnya pembelajaran matematika di SMA menunjukkan masih dijumpainya kesulitan-kesulitan para siswa dalam mempelajarinya. Disamping kesulitan-kesulitan diatas kondisi raw input siswa yang masuk dikelas X-2 dibanding kelas X-1 memiliki raw input yang lebih rendah dan hasil prestasi belajar siswa untuk mata pelajaran matematika kelas X-2 semester 1 menunjukkan hasil yang kurang memuaskan yaitu rata-rata kelas 51 dengan nilai tertinggi 68 dan nilai terendah 38 sedangkan nilai SKBM adalah 55. 2. konsisten dan inkonsistensi. serta mencoba-coba 3.3 tanpa pernah memodifikasinya atau menggantikannya dengan metode lain walaupun tujuan pembelajaran yang hendak dicapai berbeda. dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen. Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. pencapaian tujuan pembelajaran oleh para siswa tidak optimal. menunjukkan kesamaan. eksperimen. rasa ingin tahu. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah . eksplorasi. misalnya melalui kegiatan penyelidikian. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi. intuisi. kondisi ini terjadi juga di SMA Masehi I PSAK. ini menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika rendah. perbedaan. Tujuan umum pembelajaran matematika seperti yang tertulis dalam panduan umum pembelajaran Matematika Kurikulum Berbasis Kompetensi SMA 2004 mensyaratkan tujuan pembelajaran matematika adalah: 1. membuat prediksi dan dugaan. Akibatnya. orisinil.

diagram. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan. misalnya pada subpokok bahasan aturan sinus. dalam menjelaskan gagasan Untuk mewujudkan tujuan pembelajaran tersebut. pada pembelajaran aturan sinus. terdapat kecenderungan penggunaan metode pembelajaran yang bersifat monoton. Kadangkala para guru sendiri belum menguasai berbagai jenis metode pembelajaran yang tepat untuk masing-masing pokok bahasan. dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Hal ini kurang tepat dalam pemilihan metode karena ketrampilan dan keaktifan siswa kurang dioptimalkan sehingga penanaman konsep aturan sinus. Pada pengajaran matematika hendaknya disesuaikan dengan kekhasan pokok bahasan/subpokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa. Pada pokokpokok bahasan tertentu. guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. banyak siswa mengalami kesulitan dalam belajarnya. cosinus dan luas segitiga.4 4. baik secara mental. fisik maupun sosial. Akibatnya. grafik. cosinus dan luas segitiga masih kabur. . Salah satu penyebab kesulitan belajar siswa dalam belajar trigonometri adalah karena belum semua guru mampu memilih pendekatan atau metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk pokok bahasan tersebut. peta. Hal ini berakibat masih rendahnya prestasi belajar untuk pokok bahasan trigonometri pada sebagian besar siswa. antara lain pokok bahasan trigonometri. cosinus dan luas segitiga digunakan metode ceramah yang dilanjutkan tanya jawab dan diskusi (biasa dikenal dengan metode konvensional). Misalnya.

tanya jawab dan diskusi. mereka merasa kurang menguasai materi tersebut sehingga berusaha menghindarinya. Berdasarkan latar belakang seperti yang diutarakan di atas.. Hal ini belum tentu sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk masing-masing pokok bahasan. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk pokok bahasan trigonometri adalah model pembelajaran cooperative learning tipe STAD. Pembelajaran trigonometri dengan pendekatan seperti ini diharapkan dapat memberi kesempatan para siswa berlatih secara tekun dalam memecahkan soal-soal sedemikian rupa sehingga mereka memperoleh penguasaan materi berdasarkan proses yang melibatkan mereka secara aktif. Cooperative learning tipe STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan pendekatan yang baik untuk guru yang baru memulai menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam kelas.2004:116). Dengan pendekatan atau metode ini para siswa didorong lebih aktif belajar. Masih banyak guru yang menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran trigonometri. Model pembelajaran ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawan dari Universitas John Hopkins (Nurhadi. menunjukkan bahwa perlu dilakukan penelitian mengenai penggunaan model pembelajaran .5 yaitu guru menggunakan metode yang hampir sama pada setiap materi. Metode konvensional yang sering digunakan adalah kombinasi metode ceramah. Bagi mereka yang bersedia mengajarkan namun kurang menguasai materi tersebut barakibat kurangnya kemampuan memilih metode pembelajaran yang tepat. Kenyataan lain yang sering dijumpai adalah masih adanya guru yang tidak merasa siap.

2. 2. 5. Bagaimana meningkatkan aktivitas belajar siswa untuk menuntaskan pembelajaran siswa dalam pokok bahasan perbandingan dan fungsi trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK?. khususnya model pembelajaran cooperative learning tipe STAD untuk pokok bahasan trigonometri. Permasalahan Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan di atas. 4. Masih belum meratanya kualitas atau kemampuan guru matematika dalam memilih metode atau pendekatan pembelajarn yang tepat. B. Masih terbatasnya sarana dan fasilitas sebagai media pembelajaran matematika. . Bagaimana meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan perbandingan dan fungsi trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK?. 3. siswa untuk mata pelajaran matematika. Adapun permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah : 1. Belum optimalnya upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa. Masih rendahnya rata-rata prestasi belajar meratanya penguasaan metode atau model pembelajaran untuk berbagai pokok Belum bahasan. dapat diidentifikasikan sejumlah masalah: 1.6 cooperative learning tipe STAD dalam pembelajaran trigonometri khususnya pada Sekolah Menengah Atas .

Jadi aktivitas belajar adalah kegiatan seseorang dalam rangka memperoleh suatu kepandaian/ pengetahuan. 1. Belajar Belajar adalah berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman (Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia.7 C. kegiatan. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang (Nana Sudjana. maka penulis perlu memberi batasan dan keterangan beberapa istilah yang penting yang dijadikan judul dalam PTK ini. Tes semacam itu bukan hanya untuk mengukur kemampuan individual melainkan juga untuk mengevaluasi keefektifan suatu program pembelajaran. keterampilan. skor yang diperoleh dari tes seperti itu cenderung sebagai akibat dilakukannya proses pembelajaran bukan karena pengaruh tingkat intelegensi. Prestasi belajar. Tes biasa dilakukan setelah peserta didik mengikuti suatu program pembelajaran. 1989 : 13). 1989 : 13). Prestasi belajar seperti itu diukur melalui tes. . kesibukan (Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. Aktivitas adalah keaktifan. Nana Sudjana (1999:22) mendefinisikan prestasi belajar adalah kemam puan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya Sementara itu. atau capaian yang diperoleh peserta didik untuk bidang studi tertentu. Aiken (1997 : 109) mendefinisikan prestasi belajar adalah tingkat pengetahuan. 2. 1989 : 5). Oleh karena itu. Penegasan Istilah Untuk membatasai istilah dan salah penafsiran.

STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan pendekatan yang baik untuk guru yang baru memulai menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam kelas. Menurut Mohamad Nur (1999:23) dalam STAD siswa dikelompokkan dalam tim belajar yang beranggotakan 4 – 5 orang yang terdiri kelompok campur menurut tingkat kerja. yang melibatkan pengakuan tim dan tanggungjawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota. (4) penghargaan: pemberian penghargaan pada siswa yang berprestasi dan tim yang memperoleh skor tertinggi dalam kuis. prestasi belajar memiliki fungsi untuk memperlihatkan sejauh mana peserta didik mampu menampilkan keterampilan tertentu atau dengan kata lain memiliki fungsi untuk mengukur capaian kompetensi tertentu. . jenis kelamin. Prestasi belajar juga dapat berfungsi untuk memberikan rangsangan belajar. Inti kegiatan dalam STAD adalah sebagai berikut: (1) Mengajar: Guru mempresentasikan materi pelajaran. (3) Pemberian kuis : Siswa mengerjakan kuis secara individual dan siswa tidak bolek bekerja sama. (2) Belajar dalam tim: siswa belajar melalui kegiatan kerja dalam kelompok mereka dengan dipandu oleh LKS untuk menuntaskan materi pelajaran. 3. STAD singkatan dari Student Teams-Achievement Division.8 Dengan demikian. Menurut Nurhadi (2004:116) model pembelajaran ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawan dari Universitas John Hopkins. Model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD. suku dan ras. di samping fungsi yang lain lagi yakni untuk dijadikan petunjuk seberapa jauh telah terjadi peningkatan kualitas pendidikan pada umumnya.

Perbandingan dan fungsi Trigonometri. kosinus. D. Peningkatan prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan metode cooperative learning tipe STAD pada pokok bahasan Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga . Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Perbandingan dan fungsi Trigonometri adalah bagian materi pengajaran matematika kelas X semester 2 yang membahas mengenai nilai perbandingan Trigonometri sudut tertentu.9 4. Secara keseluruhan maksud dari “Usaha meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD pada pokok bahasan Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus kosinus dan luas segitiga di kelas X-2” dapat diartikan sebagai upaya peningkatan kegiatan belajar dimana seorang guru menyampaikan persoalan/permasalahan aturan sinus kosinus dan luas segitiga kepada siswa dan membimbing siswa untuk meyelesaikan persoalan/ permasalahan sendiri. Trigonometri adalah cabang ilmu ukur yang membahas aspek-aspek segitiga. Peningkatan aktivitas belajar siswa dalam menyelesaikan soal Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga dengan menggunakan metode cooperative learning tipe STAD pada siswa kelas X-2 Semester II SMA Masehi I PSAK Semarang Tahun Ajaran 2006/2007 2. adapun aspek yang diukur adalah nilai sinus. tangen sudut dan besar sudut segitiga.

10 pada siswa kelas X-2 Semester II SMA Masehi I PSAK Semarang Tahun Ajaran 2006/2007 E.. Guru dapat meningkatkan aktivitas belajar anak didiknya dengan memakai metode pembelajaran yang sesuai. Manfaat Penelitian 1. 3. Manfaat Teoritik Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan teori pembelajaran matematika dan strategi/pendekatan/metode yang digunakan dalam pembelajaran matematika khususnya untuk materi-materi yang dianggap sulit oleh siswa Sekolah Menengah Atas seperti pokok bahasan Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga. 2. . Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukkan bagi para guru Matematika di Sekolah Menengah Atas dalam pembelajaran seperti pokok bahasan Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga. antara lain: 1. Dengan memilih metode pembelajaran yang tepat diharapkan dapat membantu peningkatan prestasi belajar matematika yang optimal. 2. Guru dapat menerapkan dan memilih metode pengajaran yang tepat untuk proses pembelajaran matematika.

prosedur kerja dalam penelitian. tujuan penelitian. Bab Pendahuluan (Bab I) memberi petunjuk dan arah pembicaraan skripsi ini yang terdiri dari latar belakang masalah.11 4. tolok ukur keberhasilan. pelaksanaan dan hasil pada siklus II dan pembahasan. subyek yang diteliti. terutama pada mata pelajaran matematika. F. permasalahan. dan penutup. Landasan Teori dan Hipotesis Tindakan (Bab II) memuat tinjauan kepustakaan. Hasil Penelitian dan pembahasan (Bab IV) bagian yang berisi Pelaksanaan dan hasil siklus I. landasan teori dan hipotesis tindakan. Sistematika Penulisan Skripsi Penelitian tindakan kelas ini terdiri atas 6 bab yaitu: pendahuluan. sumber data dan cara pengambilan data. Metode Penelitian (Bab III) memuat lokasi penelitian. hasil penelitian dan pembahasan. metode penelitian. Sekolah dapat meningkatkan kualitas output pendidikan. Penutup (Bab V) bagian ini berisi simpulan dan saran dalam pembahasan sebelumnya. .manfaat penelitian dan sistematika penulisan skripsi ini. kerangka berpikir dan hipotesis tindakan. penegasan istilah.

Dalam proses ini terjadi penilaian apakah transformasi yang dilakukan sudah sesuai dengan kebutuhan atau tugas yang akan dihadapi. proses tranformasi pengetahuan yang diperoleh disesuaikan dengan kebutuhan atau tugas. Akibat terjadinya proses belajar pada diri seseorang adalah terjadinya perubahan perilaku yang dapat mencakup kawasan (domain) kognitif. Proses belajar pada dasarnya adalah proses simultan dari ketiga hal tersebut. Pertama.BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Proses belajar diperlukan untuk dapat mengembangkan kemampuan seseorang secara optimal. 12 . Landasan teori 1. Ketiga. afektif maupun psikomotorik. Hal yang diperoleh dari informasi baru sering merupakan pengganti atau perbaikan atas pengetahuan sebelumnya. proses evaluasi. Teori belajar yang dikemukakan oleh Bruner (1977: 48) menyatakan bahwa proses belajar pada diri seseorang mengandung tiga proses simultan. Perubahan perilaku sebagai akibat terjadinya proses belajar disebut hasil belajar atau prestasi belajar. Kedua. proses untuk mendapatkan perolehan (akuisisi) sesuatu dari informasi baru. Belajar dan prestasi belajar Belajar merupakan suatu proses yang berkelanjutan untuk mengembangkan potensi diri seseorang. Dalam proses ini terjadi analisis atas informasi lalu diubah dalam bentuk lain seperti simbol-simbol.

Tes biasa dilakukan setelah peserta didik mengikuti suatu program pembelajaran. Prestasi belajar juga dapat berfungsi untuk memberikan rangsangan belajar. keterampilan. diperlihatkan dalam gambar 1.13 Sementara itu. Dengan demikian. Tes semacam itu bukan hanya untuk mengukur kemampuan individual melainkan juga untuk mengevaluasi keefektifan suatu program pembelajaran. kegiatan pembelajaran. Hubungan ketiganya dapat . sedangkan evaluasi harus mengacu pada tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. skor yang diperoleh dari tes seperti itu cenderung sebagai akibat dilakukannya proses pembelajaran bukan karena pengaruh tingkat intelegensi. Suharsimi Arikunto (1999 : 24-25) menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara tujuan pembelajaran. Oleh karena itu. Aiken (1997 : 109) mendefinisikan prestasi belajar adalah tingkat pengetahuan. Kegiatan pembelajaran harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang ditetapkan. atau capaian yang diperoleh peserta didik untuk bidang studi tertentu. dan evaluasi. prestasi belajar memiliki fungsi untuk memperlihatkan sejauh mana peserta didik mampu menampilkan keterampilan tertentu atau dengan kata lain memiliki fungsi untuk mengukur capaian kompetensi tertentu. di samping fungsi yang lain lagi yakni untuk dijadikan petunjuk seberapa jauh telah terjadi peningkatan kualitas pendidikan pada umumnya. Prestasi belajar seperti itu diukur melalui tes. Dari skor tersebut dapat diperoleh informasi tentang pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh siswa.

tujuan. tujuan evaluasi pembelajaran Gambar 1 Hubungan Tujuan. dan Evaluasi (Sumber: Suharsimi Arikunto. dan evaluasi. kegiatan pembelajaran juga harus mempunyai arah untuk keberhasilan evaluasi yang nantinya akan dilakukan. karena hasil penilaian hasil belajar siswa harus dapat menunjukkan tingkat pencapaian standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional. Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai.1999. evaluasi juga harus mengacu atau disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. 24). Selain mengacu pada tujuan. Dilihat dari segi proses langkah penyusunan alat evaluasi sudah barang tentu harus mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan. bulanan atau kegiatan . p. Sebaliknya. Kurikulum 2004 menuntut penilaian secara berkelanjutan. Penilaian pencapaian kompetensi siswa harus dilakukan secara komprehensif selama proses pembelajaran berlangsung antara lain melalui ujian/ulangan harian.Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. mingguan.14 Dari gambar 1 tampak hubungan erat antara kegiatan pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam bentuk rencana mengajar disusun oleh guru dengan mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan namun sebaliknya dengan ada tujuan pembelajaran yang telah terumuskan akan memberikan arah dari kegiatan pembelajaran.

Menurut Martinus Yamin (2007:122) mengatakan: (1) Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajar sesuai dengan karakteristik mereka maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan. terstruktur berkesinam- bungan untuk mencapai kompetensi yang disyaratkan 2. Hal ini dapat diartikan bahwa setiap peserta didik harus belajar tuntas untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Penggunaan sistem penilaian berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh. yang hasilnya digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan program tindak lanjut berupa program pembelajaran remidial atau program pengayaan. Aktivitas belajar Aktivitas adalah keaktifan. Aktivitas belajar adalah segala bentuk atau kegiatan untuk melakukan proses pembelajaran. Sehingga belajar tuntas membutuhkan proses pembelajaran yang sistematis. 1989 : 17). kesibukan (Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia.15 akhir semester. kegiatan. Aktif dalam diskusi kelompok dalam timnya . (2) Apabila proses pembelajaran dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur maka semua peserta didik akan mampu menguasai semua bahan yang disajikan kepadanya. Hasil pencapaian kompetensi siswa perlu dianalisis secara berkesinambungan. Dalam penelitian ini aktivitas belajar yang akan diamati oleh guru ataupun observer adalah: 1.

6. Bakat . Aktif berdiskusi untuk menyelesaikan tugas 7.16 2. Aktif berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan dalam menyelesaikan soal. 3. Aktif bertanggung jawab agar tiap tugas dan soal yang diberikan kepada tiap individu atau tim dapat selesai dengan benar dan selesai tepat waktu. tidak hanya menyerahkan tugas penyelesaian soal pada seseorang anggota tim. Aktif mengerjakan tugas dan lembar kerja siswa yang diberikan kepada tiap tim. faktor internal siswa. Aktif berpartisipasi dalam mengerjakan tugas dan lembar kerja siswa 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Dari uraian teori belajar dapatlah dimengerti bahwa banyak hal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar seseorang. meliputi: 1. antara lain: a. 3. 4. Aktif berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelas Yang perlu mendapat perhatian dari guru dalam aktivitas pembelajaran adalah agar tidak terjadi aktivitas yang tidak yang tidak mendukung proses pembelajaran seperti menganggu teman yang lain.

metode pembelajaran . Minat Minat dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. d. kalau seseorang menyenangi dan berminat terhadap matematika maka ia akan berusaha untuk berhasil dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran sebaliknya apabila tidak menyenanginya maka ia akan belajar dengan perasaan terpaksa.17 Dasar kepandaiaan dan sifat pembawaan dari lahir yang dimiliki siswa sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa terhadap suatu bidang tertentu. Salah satu tugas guru mengubah yang tidak mau belajar menjadi antusias belajar dan menyenangi pelajaran tersebut. 2. antara lain: a. sikap mental ini meliputi kematangan sosial emosional siswa dan pengetahuan prasarat yang dimilikinya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Sikap mental siswa Sikap mental siswa sangat mempengaruhi dalan proses pembelajaran. Faktor eksternal. c. Kemauan belajar. b. mengikuti proses pembelajaran hanya sekedar formalitas dan pembelajaran menjadi tidak bermakna.

metode pembelajaran adalah bagian dari proses pembelajaran yang merupakan langkah-langkah taktis bagi guru dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan. media. media.18 Terdapat kaitan yang erat antara belajar dan pembelajaran. dan peralatan yang diperlukan dalam penyampaian informasi dalam proses pembelajaran. Pembelajaran adalah upaya pengaturan informasi dan lingkungan sedemikian rupa untuk memfasilitasi terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. jika lingkungan belajar siswa tertata dengan baik maka proses . dan peralatan serta informasi dalam proses pembelajaran menjadi tanggung jawab dari guru untuk merancang atau mendesainnya. Pengaturan atau pemilihan metode. c. ditengah aktivitas dengan siswa dapat membangun keinginan dan minat siswa untuk belajar dan dibelakang layar mampu memberdayakan siswanya untuk belajar lebih baik. Tujuan utama pembelajaran adalah mendorong peserta didik belajar. Lingkungan belajar siswa sangat mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Lingkungan belajar. Kepribadian guru sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran siswa. Guru menurut tokoh pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantoro. Dengan demikian. Kepribadian guru. Lingkungan pembelajaran meliputi metode. dihadapan mata anak harus dapat menjadi suri tauladan yang baik. b.

asih. Siswa tidak hanya belajar dari guru. serta harapan masa depan yang berbeda-beda. meningkatkan kompetensi keguruan dari guru agar keberhasilan siswa dalam belajar meningkat 4. Karena perbedaan itu. asuh sehingga tercipta masyarakat belajar (learning community). manusia dapat saling asah. dan asuh (saling mencerdaskan). Pembelajaran kooperatif (Cooperative learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. asih.19 pembelajaran akan dapat berlangsung dengan baik. bersikap yang tidak berlebihan (wajar) jika mendapatkan jawaban yang tidak benar dari siswa 3. Metode Cooperative Learning tipe STAD Menurut Nurhadi (2004:102-103) pembelajaran yang relevan dengan misi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) diantaranya adalah pembelajaran kooperatif. tetapi juga teman dari siswanya. latar belakang histories. Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah. Manusia memiliki derajat potensi. agar lingkungan pembelajaran dapat mendukung usahakan: 1. suasana pembelajaran memberi kesempatan siswa untuk melakukan penelitian 2. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindarkan ketersinggungan .

2. Akuntabilitas individual Pembelajaran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok. Elemen-elemen itu adalah (1) saling ketergantungan positif. 3. (3) akuntabilitas individual. Saling ketergantungan dapat dicapai melalui : (a) saling ketergantungan mencapai tujuan. Penilaian ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individual. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang didalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Penilaian kelompok yang didasrkan atas rata-rata . (e) saling ketergantungan hadiah. Interaksi tatap muka Interaksi tatap muka akan memaksa saling tatap muka dalam kelompok sehingga dapat berdialog. (c) saling ketergantungan bahan atau sumber. Nilai kelompok didasarkan atas rata-rata hasil belajar semua anggotanya. (d) saling ketergantungan peran. (2) interaksi tatap muka. dan (4) keterampilan untuk menjalain hubungan antar pribadi atau keterampilan social yang secara sengaja diajarkan. Nurhadi (2004:116) 1. Hasilnya selanjutnya disampaikan oleh guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang akan membantu. Saling ketergantungan positif Guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan.20 dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. sebagai latihan hidup di masyarakat. (b) saling ketergantungan menyelesaikan tugas. Dialog tidak hanya dilakukan dengan guru terhadap siswa tetapi juga siswa dengan siswa.

berani mempertahankan pikiran logis. etnik. Tiap tim memiliki anggota yang heterogen. Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi Keterampilan sosial seperti tenggang rasa. Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap bahan ajar. dan kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar anggota tim. sedang. 4. mengkritik ide dan bukan mengkritik teman. Metode Cooperative Learning tipe STAD adalah metode pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Robert E Slavin dan kawan-kawan dari Universitas John Hopkins. Para siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok tim. tidak mendominasi orang lain. Secara individual atau tim. rendah). mandiri tidak hanya diasumsikan tetapi secara sengaja diajarkan. baik jenis kelamin. sikap sopan terhadap teman.21 penguasaan semua anggota kelompok secara individual ini yang dimaksud dengan akuntabilitas individual. ras. masing-masing tim terdiri atas 4 atau 5 anggota kelompok. Metode ini dipandang yang paling sederhana dan paling langsung dari pendekatan pembelajaran kooperatif. tiap minggu atau tiap dua minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan mereka terhadap bahan akademik yang telah dipelajari. Tiap anggota tim menggunakan lembar kerja akademik. dan kepada siswa secara individu atau tim yang meraih prestasi tertinggi atau . Para guru menggunakan metode STAD untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa baik melalui penyajian verbal maupun tertulis. Siswa yang tidak dapat menjalin hubungan antarpribadi akan memperoleh teguran dari guru juga dari sesama. maupun kemampuan (tinggi.

Pada saat yang sudah ditentukan semua perencanaan dilaksanakan pada kelas yang dimaksud. (4) penghargaan: pemberian penghargaan pada siswa yang berprestasi dan tim yang memperoleh skor tertinggi dalam menyelesaikan kuis. Prosedur pelaksanaan metode Cooperative Learning tipe STAD dalam pengajaran matematika dapat digambarkan sebagai berikut : guru merencanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan silabus pengajaran dengan menyiapkan LKS. Inti kegiatan dalam STAD adalah sebagai berikut: (1) Mengajar: Guru mempresentasikan materi pelajaran yang sesuai dengan yang disyaratkan oleh silabus pengajaran. kuis. meteri pelajaran. (2) Belajar dalam tim: siswa dengan bimbingan dan arahan guru belajar melalui kegiatan kerja dalam kelompok mereka dengan dipandu oleh LKS untuk mengerti dan menuntaskan materi pelajaran. 1999:23). lembar observasi guru dan rubrik kinerja guru serta perangkat pengajaran di rumah untuk diberikan kepada siswa di depan kelas. Kadang-kadang beberapa atau semua tim memperoleh penghargaan jika mampu meraih suatu kriteria atau standar tertentu. . (3) Pemberian kuis : Siswa mengerjakan kuis secara individual dan siswa tidak boleh bekerja sama dengan yang lain. lembar angket observasi aktivitas siswa. STAD singkatan dari Student Teams Achievement Division yang berarti kelompok siswa yang menghasilkan kesuksesan dalam artian sukses belajar.22 memperoleh skor sempurna diberi penghargaan. (Muhamad Nur. topik yang akan dibahas adalah materi Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga.

Guru membimbing kelompok-kelompok pada kelompok saat mereka mengerjakan tugas dan mendiskusikan pekerjaannya dalam kelompok masing-masing dan tiap individu anggota kelompok memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk menguasai materi pelajaran. Fase 5 Mengetes materi Guru mengetes individu atau kelompok untuk mengevaluasi penguasaan mereka terhadap materi bahan ajar . Fase 3 Mengorganisasikan kedalam belajar Fase 4 Membantu dalam belajar kerja Guru menjelaskan siswa bagaimana caranya siswa membentuk kelompok belajar dan membantu kelompok-kelompok setiap kelompok agar melakukan perubahan yang efisien.23 Langkah-langkah pembelajaran kooperatif STAD adalah sebagai berikut : FASE Fase 1 Menyampaikan memo-tivasi siswa tujuan KEGIATAN GURU Guru menyampaikan yang ingin semua dicapai tujuan pada dan pembelajaran pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar satu topik yang sudah ditentukan lebih dahulu. Fase 2 Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa baik dengan peragaan (demonstrasi) atau teks mengenai topik yang diajarkan.

Kelemahan pembelajaran kooperatif STAD antara lain : . Mendorong guru untuk berkreatif meningkatkan kinerjanya. Menghilangkan sifat mementingkan diri-sendiri f. Berbagai keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekan h. keterampilam. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik k. dan pandangan-pandangan c. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia i. perilaku sosial. informasi. memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa g. Memudahkan siswa melakuakan penyesuaian sosial d. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif j. meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan social b. Memungkinkan terbentuknya dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen e.24 Fase 6 Memberikan penghargaan Guru memberikan penghargaan dengan baik semua upaya maupun hasil belajar dengan memberikan kelompok skor pada individu dan Keuntungan pembelajaran kooperatif STAD antara lain : a.

b. Perbandingan dan fungsi trigonometri Menurut kamus umum Matematika. cosinus dan luas segitiga dalam menyelesaikan masalah dalam segitiga. 4. kemungkinan yang timbul adalah sejumlah siswa bingung.25 a. a. Bagi guru yang tidak kreatif hal ini hanya merupakan beban saja. cosinus dan luas segitiga adalah menggunakan aturan sinus. nilai-nilai perbandingan sisi-sisi pada sudut-sudut segitiga serta hubungan yang lain. Apabila pembelajaran kooperatif STAD merupakan pembelajaran yang baru diketahui. Sehingga perbandingan dan fungsi trigonometri adalah bagian dari ilmu matematika yang mempelajari tentang hubungan-hubungan dari sisi-sisi dan sudut-sudut pada segitiga . Sinus dan cosinus . saling mengganggu antar siswa b. c. sedangkan menurut Kamus besar bahasa Indonesia trigonometri diartikan sebagai ilmu ukur mengenai sudut dan sempadan segitiga. Materi pembelajaran Uraian singkat materi pembelajaran pokok bahasan Perbandingan dan Fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus. sebagian mungkin kehilangan rasa percaya diri. Jika siswa bertipe tidak dapat bekerja sama maka kelompok menjadi kurang baik. trigonometri atau ilmu ukur segitiga adalah bagian dari pelajaran matematika yang mempelajari tentang hubunganhubungan dari sisi-sisi dan sudut-sudut dari segitiga dan hubungan yang lain yang timbul dari sini.

3. Dalam penelitian ini akan digunakan metode cooperative learning tipe STAD dengan langkah-langkah sebagai berikut a. LKS aturan sinus terlampir. Dengan menggunakan lcd. Guru memberikan LKS aturan sinus dan membimbing individu dan kelompok bertanggung jawab yang sama untuk menguasai materi pelajaran (30 menit). materi aturan sinus disampaikan (10 menit) Guru mendistribusikan setiap individu dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4 orang dan menjelaskan tugas masing masing individu untuk saling bekerjasama dengan anggota kelompoknya untuk mencapai keberhasilan bersama mencapai ketuntasan belajar untuk topik aturan sinus (5 menit) 4. pertemuan 1 siklus1 Guru membuka pelajaran dengan salam kemudian menyampaikan semua tujuan pembelajaran aturan sinus (5 menit) yang dilanjutkan dengan memotivasi siswa agar mempelajari topik aturan sinusdengan baik dengan terlebih dahulu menggali pengetahuan awal siswa. sedangkan cosinus α0 adalah nilai perbandingan antara panjang sisi didekat sudut α dan panjang sisi miring pada suatu segitiga siku-siku.26 Menurut Sartono Wirodikromo (2004:151) mendefinisikan bahwa sinus α0 adalah nilai perbandingan antara panjang sisi dihadapan sudut α dan panjang sisi miring pada suatu segitiga siku-siku. kemudian tiap kelompok memeriksa tugas masing-masing dengan diberikan kunci . 1. 2.

Pemerisaan tugas ini secara silang dengan kelompok lain. Setelah selesai siswa diberi tugas mengisi angket penelitian kegiatan siswa. Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran aturan cosinus (5 menit) yang dilanjutkan dengan memotivasi siswa agar mempelajari topik aturan cosinus dengan baik dengan terlebih dahulu menggali pengetahuan awal siswa. 2. memberikan tes akhir aturan sinus berbentuk obyektif tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa d. Guru mendistribusikan setiap individu dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4 orang dan menjelaskan tugas masing masing individu untuk saling bekerjasama dengan anggota kelompoknya untuk mencapai keberhasilan bersama mencapai ketuntasan belajar untuk topik aturan cosinus (5 menit) . 5.(5menit) 7. Guru memberikan penghargaan kepada individu maupun kelompok yang mendapatkan nilai > batas ketuntasan belajar. untuk mendapatkan nilai. pertemuan 2 siklus1 1. materi aturan cosinus disampaikan (10 menit) 3. Kuis ini diberikan untuk mengetes penguasaan materi (20 menit). Dengan menggunakan lcd. sementara guru mendata keseluruhan skor yang didapat individu maupun kelompok. Guru memberikan soal kuis aturan sinus (terlampir). tiap individu bekerja sendiri-sendiri. 6.27 jawaban LKS.

Pemerisaan tugas ini secara silang dengan kelompok lain. LKS aturan cosinus terlampir. pertemuan 1 siklus 2 Guru membuka pelajaran dengan salam kemudian menyampaikan semua tujuan pembelajaran luas segitiga (5 menit) yang dilanjutkan dengan memotivasi siswa agar mempelajari topik aturan sinusdengan baik dengan terlebih dahulu menggali pengetahuan awal siswa. tiap individu bekerja sendiri-sendiri. 1. Dengan menggunakan lcd. Guru memberikan soal kuis aturan cosinus (terlampir). Guru memberikan penghargaan kepada individu maupun kelompok yang mendapatkan nilai > batas ketuntasan belajar serta rangkuman aturan cosinus. Kuis ini diberikan untuk mengetes penguasaan materi (20 menit). kemudian tiap kelompok memeriksa tugas masing-masing dengan diberikan kunci jawaban LKS.28 4. memberikan tes akhir aturan cosinus berbentuk obyektif tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa c. 6. materi luas segitiga disampaikan (15 menit) . 5. Guru memberikan LKS aturan sinus dan membimbing individu dan kelompok bertanggung jawab yang sama untuk menguasai materi pelajaran (30 menit). Setelah selesai siswa diberi tugas mengisi angket penelitian kegiatan siswa. 7. 2. sementara guru mendata keseluruhan skor yang didapat individu maupun kelompok. untuk mendapatkan nilai.

5. Setelah selesai siswa diberi tugas mengisi angket penelitian kegiatan siswa. untuk mendapatkan nilai. Kuis ini diberikan untuk mengetes penguasaan materi (20 menit). Guru mendistribusikan setiap individu dalam kelompok-kelompok kecil beranggotakan 4 orang dan menjelaskan tugas masing masing individu untuk saling bekerjasama dengan anggota kelompoknya untuk mencapai keberhasilan bersama mencapai ketuntasan belajar untuk topik luas segitiga (5 menit) 4. tiap individu bekerja sendiri-sendiri. memberikan tes akhir luas segitiga berbentuk obyektif tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa d. Pemerisaan tugas ini secara silang dengan kelompok lain. LKS luas segitiga terlampir. kemudian tiap kelompok memeriksa tugas masing-masing dengan diberikan kunci jawaban LKS.29 3. Guru memberikan soal kuis luas segitiga1 (terlampir). sementara guru mendata keseluruhan skor yang didapat individu maupun kelompok. pertemuan 2 siklus 2 Pada dasarnya ke 2 ini membahas pengembangan rumus luas segitiga langkahnya sama dengan pertemuan 1 siklus 2 . Guru memberikan LKS aturan sinus dan membimbing individu dan kelompok bertanggung jawab yang sama untuk menguasai materi pelajaran (30 menit). 7. Guru memberikan penghargaan kepada individu maupun kelompok yang mendapatkan nilai > batas ketuntasan belajar. 6.

Kerangka Berpikir Melalui kajian teori belajar diatas dapat disimpulkan bahwa belajar itu melibatkan banyak faktor. Dan tak kalah penting penggunaan metode pembelajaran sangat berpengaruh didalam menuntaskan belajar siswa. maka penulis mencoba metode pembelajaran kooperatif STAD. Proses pembelajaran konsep-konsep trigonometri dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif STAD diduga akan lebih matang dengan adanya kerjasama secara mandiri antar anggota dalam kelompok yang melibatkan diskusi aktif sehingga perolehan dalam bentuk ketuntasan belajar siswa akan lebih baik pada pembahasan materi Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA MASEHI 1 PSAK Semarang yang implementasinya akan dilaksanakan secara kolaborasi dengan sesama guru matematika. Metode pembelajaran kooperatif STAD dilakukan dengan mengaktifkan siswa dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan sosialnya untuk saling bekerjasama sehingga para siswa akan mampu menemukan dan mengembangkan secara bersama fakta dan konsep untuk menuntaskan belajarnya.30 B. fakta Konsep Input rendah Keaktifan belajar kurang Ketrampilam sosial Hipotesis Tindakan Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: cooperative learning tipe STAD prestasi belajar naik .

Semarang” .31 “Terdapat peningkatan aktivitas belajar dan prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD pada pokok bahasan Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus kosinus dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK.

Subyek ini terdiri dari kelompok heterogen dengan kondisi pada saat masuk menjadi subyek didik di SMA Masehi 1 ada yang belum lulus dari Sekolah Menengah Pertama dan rentang nilai nem 15.00 sampai dengan 21. B. Adapun langkah-langkah 32 .00 sehingga dapat dikatakan raw input subyek didik yang diteliti sangatlah rendah. Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas yang berjudul “Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD pada pembahasan materi Perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga” ini dilaksanakan di kelas X-2 pada Sekolah Menengah Atas Masehi 1 PSAK. C. Jalan Pasir Mas Raya no 1 Semarang . Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa-siswi kelas X-2 pada Sekolah Menengah Atas Masehi 1 PSAK. Subyek yang diteliti. Prosedur kerja dalam penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini penulis melakukan beberapa langkah untuk mempersiapkannya serta melaksanakannya.BAB III METODE PENELITIAN A. Jalan Pasir Mas Raya no 1 Semarang yang namanya terdaftar pada tabel daftar siswa siswi kelas X-2 SMA MASEHI 1 PSAK Semarang tahun pembelajaran 2006/2007.

Tindakan 1. Tiap tim diberi kesempatan bertanya mengenai tugas yang diberikan guru dan tiap ketua . Siklus 1 Perencanaan. soal kuis dan jawaban. menetapkan seorang guru untuk mengajar dan seorang guru/supervisor sebagai pengamat dalam hal ini guru pengajar adalah penulis sendiri dan disupervisi oleh rekan sejawat guru matematika. 2.lks. Guru membuat Perangkat pengajaran dan media pembelajaran berupa RPP.lcd materi pembelajaran. Menyiapkan pembentukan tim siswa yang heterogen dan memilih seorang siswa sebagai ketua kelompok pada siswa kelas X-2 di SMA MASEHI 1 PSAK Semarang 3. Tiap tim mendapat tugas mengerjakan resume pokok bahasan perbandingan dan fungsi trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga harus dikumpulkan pada pertemuan yang akan datang. Guru membagi seluruh peserta didik dalam kelompok belajar yang terdiri atas 4 anggota sehingga didapat 8 tim kelompok belajar.33 tersebut adalah langkah perencanaan dan tindakan serta pengamatan yang terbagi atas dua siklus. kunci jawaban LKS. kuis dan soal test materi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga. LKS aturan sinus dan aturan cosinus. LCD materi aturan sinus cosinus (terlampir). Tahap perencanaan ini didapat RPP aturan sinus cosinus. 1.

Setiap tim mendapat tugas menyelesaikan tugas LKS 1. tiap tim mendapat 2 LKS agar dapat dikerjakan berdua dengan anggota tim. 2. Tiap anggota tim diberi kesempatan mengerjakan LKS secara individu kalau tidak mengerti dapat menanyakan pada kelompoknya. . Ketua tim melaporkan pada guru tentang keberhasilan timnya ataupun hambatan yang dialami tim tersebut dan memberikan bantuan secara proporsional . teman satu tim bertanggungjawab untuk menjelaskan kepada temannya yang tidak dapat mengerjakan tadi. Peningkatan hasil belajar siswa kelas X-2 pada pelajaran matematika khususnya dalam menyelesaikan soal Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga. keaktifan belajar tiap individu yang ternyata dari usaha tiap individu untuk menyelesaikan tugasnya dalam rangka keberhasilan kelompok. cara menerapkan model pembelajaran pemecahan masalah cooperative learning tipe STAD pada kelas X-2. Pembagian kelompok dapat dilihat pada daftar siswa. 3.34 tim bertanggung jawab untuk proses tersebut. tiap individu berani berinisiatif untuk menyelesaikan tugasnya secara baik dan benar dan tuntas dalam mengerjakan kuis. Yang diamati guru adalah: 1. 4. Bila ada pertanyaan dari siswa agar diajukan kepada anggota tim dalam timnya masing-masing. Pengamatan. 2.

Sumber data dan cara pengambilan data Sumber data Sumber data diambil dari (1) hasil pengamatan oleh guru pengamat/supervisor dan (2) hasil tes akhir siklus.35 Refleksi 1. C. Penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil jika . lembar observasi kinerja guru dalam pembelajaran dan angket penelitian kegiatan siswa dalam menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD (2) LKS yang berisi soal cerita yang akan dipecahkan siswa melalui cooperative learning tipe STAD (3) Tes akhir setelah siklus 2 E. Cara pengambilan data. Kegiatan pada siklus 2 merupakan perbaikan semua kekurangan pada siklus 1 yang didasarkan pada kegiatan refleksi siklus 1 dan materi yang diajarkan adalah melanjutkan materi pada siklus 1. INDIKATOR KEBERHASILAN. Cara pengambilan data dengan (1) Dibuat lembar observasi kegiatan siswa untuk mengamati aktivitas kegiatan siswa dalam proses pembelajaran. b. 2.Kegiatan refleksi adalah kegiatan mengevaluasi semua aktivitas siklus yang sudah berjalan untuk perbaikan kegiatan pada siklus berikutnya. a. Siklus 2 Pada prinsipnya kegiatan pada siklus 2 sama dengan kegiatan pada siklus 1.Refleksi dilakukan secara kolaboratif dengan sesama guru pengajar atau supervisor.

3.36 1. hasil prestasi belajar menunjukkan >85% secara klasikal dapat menuntaskan pembelajarannya untuk pokok bahasan Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus cosinus dan luas segitiga secara kognitif yang dapat dilihat dari nilai hasil kuis dan test akhir tiap individu mendapatkan ketuntasan belajarnya ≥55 (SKBM=55) .cosinus dan luas segitiga siswa kelas X-2 dapat mengembangkan ke 8 aspek observasi ≥ 60%. . 2. diharapkan hasil observasi kegiatan siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran. diharapkan dengan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD pada pokok bahasan perbandingan dan fungsi trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus. prosentase keaktifan kegiatan siswa melebihi 60%.

37 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan disajikan tentang hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMA Masehi 1 PSAK Jl pasir Mas Raya no 1 Semarang. A. pada pertemuan tersebut Guru melakukan KBM dengan melaksanakan RPP yang sudah disiapkan (RPP terlampir).2% siswa aktif melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Seluruh rencana kerja dapat diselesaikan dalam 2 jam pelajaran sampai pada pemberian kuis. Pertemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Kamis. Dari pertemuan ini didapatkan data 1. Setelah materi disampaikan siswa-siswi didistribusikan pada kelompok sesuai dengan daftar yang dibagikan lalu dibagikan LKS pada tiap kelompok untuk diselesaikan dalam kelompok masing-masing.1. (lembar observasi terlampir dalam lampiran).Pelaksanaan siklus 1 1. Dalam pertemuan ini diberi motivasi untuk melaksanakan proses pembelajaran yang baru bagi mereka kemudian guru menyampaikan materi aturan sinus dengan lcd. . Dari lembar observasi kegiatan siswa diperoleh gambaran secara total bahwa 72. Adapun hasil penelitian yang akan disajikan yaitu pelaksanaan dan hasil pada siklus I dan siklus II serta pembahasannya. dan 5 menit menjelang akhir pelajaran lembar observasi dapat diselesaikan oleh para siswa.10 Mei 2007 pada jam ke 7 dan 8.

3. 7.VI (skor 70). 4. II. . IV. 6. Dari 7 kelompok siswa yang menyelesaikan LKS hingga melampaui nilai tuntas ada 5 kelompok yaitu I (skor 65). 5. Dari data lembar observasi kinerja guru didapatkan kinerja guru 93% yang berarti seluruh aspek observasi guru sudah terlaksana dengan sangat baik sesuai dengan perencanaan untuk melaksanakan proses pembelajaran (terlampir). 8. dan V(skor75) sedang yang tidak tuntas adalah kelompok III dan VII yang mendapatkan skor 50. Keaktifan siswa dalam melakukan diskusi kelompok Partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelompok 3. Analisis hasil observasi kegiatan siswa dalam pertemuan 1 siklus 1 No Aspek yang dinilai Prosentase (%) 1 2. Tanggung jawab siswa dalam diskusi kelompok Partisipasi siswa dalam mengerjakan tugas dan lembar kerja siswa Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas dan lembar kerja siswa Keaktifan siswa dalam melakukan diskusi untuk menyelesaikan tugas Partisipasi siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi kelas Kesesuaian jawaban dengan materi yang dibahas dalam diskusi Kesan umum respon siswa yang diajar 50%-75% Cukup baik 50%-75% Cukup baik 50%-75% Cukup baik >75% baik 25%-50% kurang 25%-50% 50%-75% kurang Cukup baik 50%-75% 50%-75% cukupbaik Cukup baik Kriteria 2.38 Tabel 1. 9.

4. Dari tes akhir aturan sinus didapatkan analisis data nilai sebagai berikut: Tabel2: Hasil tes aturan sinus No Hasil tes matematika 1. 6. 5. 5.39 4.67% sedangkan yang tidak mendapat nilai ada 1 orang siswa karena tidak masuk.tanpa keterangan. Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata nilai Tuntas Tidak tuntas Ketuntasan belajar klasikal dalam % Jumlah peserta Siklus 1 80 40 66. 7.61 26 Dari hasil analisis data dapat digambarkan pada gambar 1 dibawah ini: .53 22 4 84. 3. 2. Dari penilaian kuis didapatkan yang mendapat nilai ≥ 55 ada 18 orang siswa atau 66.

80 Gambar 1: Grafik perolehan nilai pada akhir perttemuan 1 siklus 1 6.1 rata-rata nilai. 85 84. Dari hasil angket kegiatan siswa didapatkan bahwa >75% siswa menjawab ya untuk 15 aspek yang diteliti dalam pembelajaran kooperative tipe STAD (lampiran hasil angket) 1. yang tuntas 22 siswa dan yang tidak tuntas 4 siswa dari 26 siswa sehingga prosentase ketuntasan secara klasikal hanya 84.33 target individu. nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 40 .40 Grafik nilai pada pertemuan 1 siklus 1 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 nilai tertinggi target individu nilai target klasikal ketuntasan klasikal. target klasikal. 66. 55 niiai terendah.2.61 % .53. 40 nilai tertinggi. Pembahasan pertemuan 1 siklus 1 Berdasarkan hasil analisis nilai yang tersaji pada table 2 menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar adalah 66.Hasil tersebut bila ditinjau dari indikator keberhasilan menunjukkan bahwa proses pembelajaran kooperatif STAD belum dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan masih terdapat 4 siswa yang tidak tuntas karena kecepatan proses berhitungnya masih lambat yang .

Dalam pertemuan ini diberi motivasi untuk melaksanakan proses pembelajaran kemudian guru menyampaikan materi aturan cosinus dengan lcd. 1. ini menunjukkan proses pembelajaran kooperatif STAD meningkatkan keaktifan belajar siswa.2% siswa aktif dalam proses pembelajaran yang apabila ditinjau dari indikator keaktifansiswa sudah melebihi dari 60%. Dari hasil observasi keaktifan belajar siswa didapatkan hasil analisis 72. guru perlu memotivasi dan mengingatkan kembali tanggung jawab individu terhadap kelompoknya dalam diskusi kelompok dan dalam menyelesaikan tugas dan LKS.22 Mei 2007 pada jam ke 3 dan 4. hal ini menjadikan banyak waktu terbuang untuk mencari pinjaman . pada pertemuan tersebut Guru melakukan KBM dengan melaksanakan RPP yang sudah disiapkan (RPP terlampir). sehingga siswa yang tidak membawa tabel ataupun kalkulator terpaksa meminjamnya.41 harus dicari solusi pemecahannya dan 1 anak yang tidak tuntas karena tidak masuk .3. Setelah materi disampaikan siswa-siswi . Pertemuan 2 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Selasa. Pada waktu proses pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa membutuhkan kalkulator ataupun tabel sinus cosinus untuk menghitung nilai sinus ataupun cosinus. namun ada beberapa aspek yang belum memenuhi kriteria cukup yaitu aspek tangung jawab siswa dalam diskusi kelompok dan aspek tanggung jawab dalam mengerjakan tugas dan LKS. Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa pada pertemuan 1 siklus 1 ini adalah ketrampilan proses dalam berhitung.

Tanggung jawab siswa dalam diskusi kelompok Partisipasi siswa dalam mengerjakan tugas dan lembar kerja siswa Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas dan lembar kerja siswa Keaktifan siswa dalam melakukan diskusi untuk menyelesaikan tugas Partisipasi siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi kelas Kesesuaian jawaban dengan materi yang dibahas dalam diskusi Kesan umum respon siswa yang diajar 50%-75% Cukup baik 25%-50% kurang 25%-50% kurang 50%-75% Cukup baik 50%-75% Cukup baik 50%-75% 50%-75% Cukup baik Cukup baik >75% 50%-75% baik Cukup baik Kriteria . 6. 5. Dari pertemuan ini didapatkan hasil pengamatan sebagai berikut 1. Seluruh rencana kerja dapat diselesaikan dalam 2 jam pelajaran sampai pada pemberian kuis. 8. 7. 4. (lembar observasi terlampir) Tabel3:Hasil observasi kegiatan siswa dalam KBM pertemuan 2 siklus 1 No Aspek yang dinilai Prosentase (%) 1 2. 9.42 didistribusikan pada kelompok sesuai dengan daftar yang dibagikan lalu dibagikan LKS pada tiap kelompok untuk diselesaikan dalam kelompok masingmasing.2% siswa aktif melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Dari lembar observasi kegiatan siswa diperoleh gambaran bahwa 72. dan 5 menit menjelang akhir pelajaran lembar observasi dapat diselesaikan oleh para siswa. Keaktifan siswa dalam melakukan diskusi kelompok Partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelompok 3.

4.77 23 4 85. Tabel 4.(terlampir). 2. 4. 3. dan V.43 2. Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata nilai Tuntas Tidak tuntas Ketuntasan belajar klasikal dalam % Jumlah peserta Siklus 1 90 40 67.18 27 . 3.9%.VII (skor 70). Dari data lembar observasi kinerja guru didapatkan kinerja guru 93% ini berarti hasil observasi kinerja guru menunjukkan hasil yang baik. 7. 5.I. Dari 7 kelompok siswa yang menyelesaikan LKS hingga melampaui nilai tuntas ada 6 kelompok yaitu III (skor 65). 6. Dari penilaian kuis didapatkan yang mendapat nilai ≥ 55 ada 24 orang siswa atau 88. dalam arti semuanya rancangan kerja terlaksana dengan baik.Hasil analisis tes akhir aturan cosinus No Hasil tes matematika 1. IV. VI(skor75) sedang yang tidak tuntas adalah kelompok II yang mendapatkan skor 50.

90 ketuntasan target klasikal.18 rata-rata nilai. 85 85.77 target individu. 40 Gambar 2: Grafik perolehan nilai pada akhir perttemuan 2 siklus 1 6. hal ini . klasikal. Dari hasil angket kegiatan siswa didapatkan bahwa >85% siswa menjawab ya untuk 15 aspek yang diteliti dalam pembelajaran kooperative tipe STAD (lampiran hasil angket) 1. 67.4.44 Grafik nilai pada pertemuan 2 siklus 1 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 nilai tertinggi target individu nilai target klasikal nilai tertinggi. Pembahasan pertemuan 2 siklus 1 Dari hasil keaktifan siswa yang hanya 72.2% menunjukkan bahwa masih ada beberapa siswa yang belum berinteraksi dengan kelompoknya dengan baik. Namun demikian ada beberapa aspek yang masih kurang yaitu aspek partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelas. namun dilihat dari indikator keaktifan siswa menunjukkan siswa yang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran ≥60% yang menunjukkan bahwa siswa aktif belajar. 55 niiai terendah.

cukup wakil dari kelompok saja yang menjawab pertanyaan. Menyuruh siswa untuk membawa tabel sinus cosinus atau calculator untuk membantu proses hitung nilai sinus cosinus. yang tuntas 23 siswa dan yang tidak tuntas 4 siswa dari 27 siswa sehingga prosentase ketuntasan secara klasikal hanya 85. .45 disebabkan siswa tidak merasa bertanggung jawab untuk menjawab pertanyaan . Berdasarkan hasil penelitian seperti pada tabel 4 hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar adalah 67. Juga dari hasil observasi aspek kesesuaian jawaban dengan materi pelajaran yang dibahas tidak sesuai dengan yang diharapkan karena aturan cosinus membutuhkan proses hitung yang lebih teliti. b. Menciptakan suasana yang lebih kondusif dalam proses pembelajaran kooperatif tipe STAD.18 % . apabila siswa terburu-buru maka hasilnya akan lain. Meningkatkan motivasi siswa untuk menyelesaikan tugasnya masing- masing baik tugas menyelesaikan lks maupun menyelesaikan tes serta tugasnya dalam kelompok untuk mencapai tujuan belajar. c.77 nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 40 .Hasil tersebut bila ditinjau dari indicator keberhasilan menunjukkan bahwa proses pembelajaran kooperatif STAD sudah dapat dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan masih terdapat 4 siswa yang belum tuntas Menyikapi hasil pada siklus 1 ini guru dapat merefleksi diri antara lain sebagai berikut: a.

Dalam pertemuan ini diberi motivasi untuk melaksanakan proses pembelajaran kemudian guru menyampaikan materi aturan cosinus dengan lcd.1% siswa aktif melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.1 . Setelah materi disampaikan siswa-siswi didistribusikan pada kelompok sesuai dengan daftar yang dibagikan lalu dibagikan LKS pada tiap kelompok untuk diselesaikan dalam kelompok masing-masing. dan 5 menit menjelang akhir pelajaran lembar angket penelitian kegiatan siswa dapat diselesaikan oleh para siswa.24 Mei 2007 pada jam ke 7 dan 8. Pelaksanaan Siklus2 2. Seluruh rencana kerja dapat diselesaikan dalam 2 jam pelajaran sampai pada pemberian kuis.46 B. pada pertemuan tersebut Guru melakukan KBM dengan melaksanakan RPP yang sudah disiapkan (RPP terlampir). (lembar observasi terlampir) . pertemuan 1 Dilaksanakan pada hari Kamis. Dari pertemuan ini didapatkan hasil pengamatan sebagai berikut 1.Dari lembar observasi kegiatan siswa diperoleh gambaran bahwa 86.

Dari 7 kelompok siswa yang menyelesaikan LKS hingga melampaui nilai tuntas ada 7 kelompok yaitu II (skor 65). Dari data lembar observasi kinerja guru didapatkan kinerja guru 93% yan berarti bahwa guru sudah melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan yang direncanakan(terlampir). I.29%. V.VII (skor 70). . 6. IV. 7. 9. 4. Dari penilaian kuis didapatkan yang mendapat nilai ≥ 55 ada 26 orang siswa atau 96.47 Tabel5: observasi kegiatan siswa dalam pertemuan 1 siklus 2 No Aspek yang dinilai Prosentase (%) 1 2. Keaktifan siswa dalam melakukan diskusi kelompok Partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelompok 3. 4. VI(skor75) dan III (skor 80) 3. Tanggung jawab siswa dalam diskusi kelompok Partisipasi siswa dalam mengerjakan tugas dan lembar kerja siswa Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas dan lembar kerja siswa Keaktifan siswa dalam melakukan diskusi untuk menyelesaikan tugas Partisipasi siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi kelas Kesesuaian jawaban dengan materi yang dibahas dalam diskusi Kesan umum respon siswa yang diajar 50%-75% Cukup baik 50%-75% Cukup baik 50%-75% Cukup baik >75% baik >75% baik >75% >75% baik baik 50%-75% 50%-75% Cukup baik Cukup baik Kriteria 2. 5. 8.

6. target nilai 96. 3.29 27 Grafik nilai pada pertemuan 1 siklus 2 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 ketuntasan klasikal. 7. 55 50 nilai tertinggi target individu nilai target klasikal Gambar 3: Grafik perolehan nilai pada akhir perttemuan 1 siklus 2 . Dari tes akhir luas segitiga didapatkan analisis data nilai sebagai berikut: Tabel 6: Hasil analisis tes akhir Luas segitiga No Hasil tes matematika 1.51 26 1 96. 68. 4. terendah. tertinggi. 2.51 niiai individu.29 klasikal.48 5. rata-rata 85 80 target nilai. 5. Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata nilai Tuntas Tidak tuntas Ketuntasan belajar klasikal dalam % Jumlah peserta Siklus 2 80 50 68.

Pembahasan pertemuan 1 siklus 2 Berdasarkan hasil analisis nilai yang tersaji pada tabel 6 menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar adalah 68. Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa pada pertemuan 1 siklus 2 ini adalah ketrampilan proses dalam berhitung dan pemahaman konsep siswa atas luas segitiga. Pada waktu proses pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa membutuhkan kalkulator ataupun tabel sinus cosinus untuk menghitung nilai sinus ataupun cosinus dan hamper semua siswa membawa tabel sinus cosinus sehingga siswa cepat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya Dari hasil observasi keaktifan belajar siswa didapatkan hasil analisis 86. dan semua aspek menunjukkan nilai baik atau cukup baik .Hasil tersebut bila ditinjau dari indikator keberhasilan menunjukkan bahwa proses pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan masih terdapat 1 siswa yang tidak tuntas. nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 50 . ini menunjukkan proses pembelajaran kooperatif STAD meningkatkan keaktifan belajar siswa.51.2. yang tuntas 26 siswa dan yang tidak tuntas 1 siswa dari 27 siswa sehingga prosentase ketuntasan secara klasikal hanya 96.1% siswa aktif dalam proses pembelajaran yang apabila ditinjau dari indikator keaktifansiswa sudah melebihi dari 60%. Dari hasil angket kegiatan siswa didapatkan bahwa >85% siswa menjawab ya untuk 15 aspek yang diteliti dalam pembelajaran kooperative tipe STAD (lampiran hasil angket) 2.49 6.29 % .

Pelaksanaan Siklus 2 pertemuan 2 Dilaksanakan pada hari Selasa. Dari lembar observasi kegiatan siswa diperoleh gambaran bahwa 80. Keaktifan siswa dalam melakukan diskusi kelompok Partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelompok 3. 4.29 Mei 2007 pada jam ke 3 dan 4.50 2. dan 5 menit menjelang akhir pelajaran lembar observasi dapat diselesaikan oleh para siswa. (lembar observasi terlampir) Tabel7: observasi kegiatan siswa dalam pertemuan 2 siklus 2 No Aspek yang dinilai Prosentase (%) 1 2. pada pertemuan tersebut Guru melakukan KBM dengan melaksanakan RPP yang sudah disiapkan (RPP terlampir).3. Seluruh rencana kerja dapat diselesaikan dalam 2 jam pelajaran sampai pada pemberian kuis.5% siswa aktif melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Setelah materi disampaikan siswa-siswi didistribusikan pada kelompok sesuai dengan daftar yang dibagikan lalu dibagikan LKS pada tiap kelompok untuk diselesaikan dalam kelompok masing-masing. Dalam pertemuan ini diberi motivasi untuk melaksanakan proses pembelajaran kemudian guru menyampaikan materi aturan cosinus dengan lcd. Tanggung jawab siswa dalam diskusi kelompok Partisipasi siswa dalam mengerjakan tugas dan lembar kerja siswa >75% >75% baik baik 50%-75% 50%-75% Cukup baik Cukup baik Kriteria . Dari pertemuan ini didapatkan hasil pengamatan sebagai berikut 1.

Dari tes akhir luas segitiga didapatkan analisis data nilai sebagai berikut: . Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas dan lembar kerja siswa Keaktifan siswa dalam melakukan diskusi untuk menyelesaikan tugas Partisipasi siswa menjawab pertanyaan dalam diskusi kelas Kesesuaian jawaban dengan materi yang dibahas dalam diskusi Kesan umum respon siswa yang diajar 50%-75% 50%-75% 50%-75% 50%-75% 50%-75% Cukup baik Cukup baik Cukup baik Cukup baik Cukup baik 2. 5.VII (skor 70). 8. III. 7.51 5. Dari data lembar observasi kinerja guru didapatkan kinerja guru 93% menunjukkan kinerja guru terlaksana sesuai rencana (terlampir). 4. IV. V. 9. VI(skor75) dan II (skor 80) 3. 6. Dari 7 kelompok siswa yang menyelesaikan LKS hingga melampaui nilai tuntas ada 7 kelompok yaitu I (skor 65).59%. Dari penilaian kuis didapatkan yang mendapat nilai ≥ 55 ada 25 orang siswa atau 92.

52

Tabel 8: Hasil analisis tes akhir Luas segitiga No Hasil tes matematika 1 2 3 4 5 6 7 Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata nilai Tuntas Tidak tuntas Ketuntasan belajar klasikal dalam % Jumlah peserta Siklus 2 90 50 74,44 26 1 96,29 27

Grafik nilai pada pertemuan 2 siklus 2
ketuntasan 100 klasikal, nilai target 96.29 90tertinggi, 90 klasikal, 85 rata-rata 80 nilai, 74.44 70 niiai target 60 individu, 55 terendah, 50 50 40 30 20 10 0 nilai target target tertinggi individu klasikal nilai

Gambar 4: Grafik perolehan nilai pada akhir perttemuan 2 siklus 2 Pembahasan pertemuan 2 siklus 2

53

Berdasarkan hasil analisis nilai yang tersaji pada tabel 8 menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar adalah 74,44, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 50 , yang tuntas 26 siswa dan yang tidak tuntas 1 siswa dari 27 siswa sehingga prosentase ketuntasan secara klasikal hanya 96,29 % .Hasil tersebut bila ditinjau dari indikator keberhasilan menunjukkan bahwa proses pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan masih terdapat 1 siswa yang tidak tuntas. Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa pada pertemuan 1 siklus 2 ini adalah ketrampilan proses dalam berhitung dan pemahaman konsep siswa atas luas segitiga. Pada waktu proses pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa membutuhkan kalkulator ataupun tabel sinus cosinus untuk menghitung nilai sinus ataupun cosinus dan hamper semua siswa membawa tabel sinus cosinus sehingga siswa cepat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya Dari hasil observasi keaktifan belajar siswa didapatkan hasil analisis 80,5% siswa aktif dalam proses pembelajaran yang apabila ditinjau dari indikator keaktifansiswa sudah melebihi dari 60%, ini menunjukkan proses pembelajaran kooperatif STAD meningkatkan keaktifan belajar siswa, dan semua aspek

menunjukkan nilai baik atau cukup baik. Dibandingkan dengan siklus 1 secara keseluruhan hasil belajar siswa pada siklus 2 mengalami kenaikan dan ketuntasan belajar siswa juga mengalami kenaikan, demikian juga keaktifan siswa .

54

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dan analisisnya ternyata 1. Metode pembelajaran cooperative learning tipe STAD dapat

meningkatkan aktivitas belajar siswa khususnya dalam pokok bahasan perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus-cosinus, dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK Jalan Pasir Mas Raya no. 1 Semarang. 2. Metode pembelajaran cooperative learning tipe STAD dapat

meningkatkan prestasi belajar siswa yang bermuara pada ketuntasan belajar siswa terutama pada pembelajaran matematika pokok bahasan perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus-cosinus, dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK Jalan Pasir Mas Raya no. 1 Semarang.

B.

SARAN Metode pembelajaran STAD dapat dilaksanakan dengan baik jika 1. Dipersiapkan alat dan bahan secara baik dengan LKS, LCD, dan pemberdayaan individu dalam kelompok. 2. Guru harus meningkatkan kompetensinya untuk meningkatkan

penguasaan atas metode pembelajaran kooperatif tipe STAD.

55 3. lcd atau ruang khusus multimedia untuk meningkatkan kompetensinya agar proses pembelajaran siswa didik menjadi bermakna walaupun untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah karena peralatan tersebut berharga mahal dan butuh tenaga yang terampil untuk mengoperasikannya . Bagi pihak sekolah perlu kiranya dipikirkan untuk menyediakan sarana dan peralatan yang dibutruhkan guru seperti laptop.

2. dan pemberdayaan individu dalam kelompok. dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK Jalan Pasir Mas Raya no. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dan analisisnya ternyata 1. Metode pembelajaran cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang bermuara pada ketuntasan belajar siswa terutama pada pembelajaran matematika pokok bahasan perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus-cosinus. 2.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. 54 . dan luas segitiga pada siswa kelas X-2 di SMA Masehi 1 PSAK Jalan Pasir Mas Raya no. Dipersiapkan alat dan bahan secara baik dengan LKS. 1 Semarang. Metode pembelajaran cooperative learning tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa khususnya dalam pokok bahasan perbandingan dan fungsi Trigonometri sub pokok bahasan aturan sinus-cosinus. B. Guru harus meningkatkan kompetensinya untuk meningkatkan penguasaan atas metode pembelajaran kooperatif tipe STAD. SARAN Metode pembelajaran STAD dapat dilaksanakan dengan baik jika 1. LCD. 1 Semarang.

Boston: Allyn and Bacon. Pembelajaran Efektif. 2002. Penelitian tindakan kelas untuk menyusun skripsi (petunjuk praktis). 1997. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Psychological Testing and Assessment.Sunardi dkk.2004. 1977. dalam Sumaji. Desain Instruksional. 1998. The Process of Education. Jakarta: Rineka Cipta. Bruner. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia.2007.Erlangga. Cambridge: Harvard University Press. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cooperative Learning: Mempraktekkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas.J.2004. Pendididkan Sains yang Humanistis. 1996.Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. 2003.Bina Aksara. Jakarta: Balai Pustaka 56 . Driscoll. Amin Suyitno. (Eds).DAFTAR PUSTAKA Anita Lie.R. 1994.2004. Pengajaran Berpusat pada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajarn. Belajar dan Pembelajaran. “Matematika yang Manusiawi”. et al. Boston: Allyn and Bacon. Jakarta: PAU-PPAI-Universitas Terbuka. 2006. Terjemahan Anwar Jasin. Edisi kedua. Marcy P. 1996. S. 1999. Psychologi of Learning for Intruction. Surabaya: Unesa Nurhadi. Suharsimi Arikunto. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.Kurikulum 2004 (Pertanyaan dan Jawaban) : PT Gramedi.1999. Sartono Wirodikromo.. Lewis R. Dimyati dan Mudjiono. Aiken.Jakarta. Matematika SMA 2. 1989.a Widia Sarana Indonesia. Jerome S. Profesionalitas guru dan implementasi KTSP: Penerbit Gaung Persada Mohamad Nur. Frans Susilo. Martinus Yamin. Dunne Richard & Ted Wragg. Atwi Suparman. 1999.

Permasalahan……………………...………………….32 A..i HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………...viii HALAMAN TABEL………………………………………………………….iii HALAMAN KATA PENGANTAR…………………………………………..ii HALAMAN MOTTO………………………………………………………. Penegasan Istilah…………………..iv HALAMAN DAFTAR ISI……………………………………………………vi HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN……………………………………….12 A.xi HALAMAN ABSTRAK…………………………………………………….……………………..DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………………….12 B.1 A.….x HALAMAN LAMPIRAN FOTO……………………………………………. Lokasi Penelitian………………………………………32 vi .………….9 E.. Latar Belakang Masalah.……….………. Kerangka Berpikir………………………….xii BAB I PENDAHULUAN…………………………. Manfaat Penelitian……. Landasan Teori……………………………...….………………….……….30 BAB III METODE PENELITIAN……………………………………....6 C.7 D.……………………….1 B.…….. Tujuan Penelitian…………………. Sistematika Penulisan Skripsi…………………………11 BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN..……………………. Hipotesis Tindakan………………………….…………..………………………………10 F.30 C..

…………..………………………54 5... Prosedur Kerja……..………………………….…..…54 SARAN……………………………………………….1 5... Indikator Keberhasilan……………………...56 vii .35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………….………….54 DAFTAR PUSTAKA…………………………………… ………….32 D.………….…………………………………….37 A..…….46 BAB V SIMPULAN DAN SARAN.…………. Subyek Yang Diteliti……..2 SIMPULAN……………………………………….………….32 C.37 B..B. Pelaksanaan dan Hasil pada siklus 1………. Pelaksanaan dan Hasil pada siklus 2………...

…...78 10.66 5..………. RPP Cosinus……………….……………………………………………86 13..Soal Kuis Luas Segitiga II…….Rubrik Kinerja Guru..……..…………………………………………….... RPP Sinus…………………………………………………………. Jawaban LKS Sinus…………………………………………………….. .……………………………….57 2...………..100 21.Soal Kuis Aturan Sinus………….….…………………………………………………….101 22.……...81 11...Jawaban LKS Luas Segitiga I………..Jawaban LKS Cosinus……………………………………………………..97 18. RPP Luas Segitiga ………………………………………………...………………………………………83 12.72 7.…………..……………………………………………….…....………………………………………………….…………...…….63 4..………………………………………….76 9.. LKS Cosinus….Lembar Observasi Kinerja Guru...98 19. LKS Luas Segitiga I…..Kartu Soal Tes Akhir..……………………………………. Silabus………………………………….…………………………………………..Angket Penelitian..……………………………..69 6.……………....………………….99 20.Lembar observasi kinerja guru…………………………………………….….DAFTAR LAMPIRAN 1.60 3...Lembar Observasi Kegiatan Siswa....…………………………………. LKS Luas Segitiga II……………………………………………………..….107 viii .………74 8...………………………………………..Soal Kuis Aturan Cosinus.. LKS Sinus……...Soal Kuis Luas Segitiga I……..…………………….88 14...91 15...………….……………………………………………..94 17.………..93 16...Jawaban LKS Luas Segitga II….…………………..………………………………….

112 ix . Lembar observasi kinerja siswa…………………………………………..23.

.Daftar Nilai Kuis Luas Segitiga 2…………………………………………137 x .Hasil Angket Penelitian Kegiatan Siswa Pada Pertemuan II Siklus 2……136 36.127 31..Daftar Nilai Kuis Aturan Sinus…………………………………….Daftar Nilai Pengerjaan LKS Aturan Cosinus…………………………….124 29.Daftar Nilai Pengerjaan LKS Luas Segitiga……………………………....117 25.Hasil Angket Penelitian Kegiatan Siswa Pada Pertemuan II………….Daftar Nilai Pengerjaan LKS Aturan Sinus……………………………….Hasil Angket Penelitian kegiatan Siswa pada Pertemuan I……………….121 27.….………………………………………………………..DAFTAR TABEL 23.. Daftar Siswa Kelas X-2………………………………………….Hasil Angket Penelitian Kegiatan Siswa Pada Pertemuan I Siklus ……….119 26.…………134 35...…129 32.126 30.Daftar Nilai Pengerjaan LKS Luas Segitiga 2………………….……..131 33...115 24...Daftar Nilai Kuis Luas Segitiga I …………………………………………132 34.Daftar nilai……….………122 28.Daftar Nilai Kuis Aturan Cosinus………………………………………….

LAMPIRAN FOTO KEGIATAN Foto Kegiatan Pembelajaran…………………………………………………139 xi .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->