PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam Studi

Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) ALIBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Skiripsi Diajukan Kepada Sekolah Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Meyelesaikan Program Sarjana Strata Satu (S-1)

Oleh : MUCHTARUL WAHID NIM. D03304068

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM 2009

2

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPSI

Skiripsi oleh: Nama Nim Judul :Muchtarul Wahid :D03304068 :PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) AL-IBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Ini telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan

Surabaya, 11 Februari 2009

Dra. HUSNIYATUS SALAMAH, Z. M. Ag NIP. 150 267 236

3

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKIRIPSI Skiripsi oleh Muchtarul Wahid ini telah dipertahankan di depan tim penguji skiripsi. Surabaya, 15 januari 2009 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institute Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, DR. H. NURHAMIM, M.Ag Nip. 150 246 739 Tim Penguji Ketua Dra. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag 150 367 236 Sekretaris M. Bahri Musthofa, M. Pd.I 150 368 866 Penguji I, Drs. H. A. Hamid sjarif, M. MH 150 197 388 Penguji II, Drs. Syamsul Ma'arif, M. Ag 150 290 028

4

MOTTO

‫ِان اﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐﻴﺮوْا َﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َ ّ ُ ﻣ‬
"Sungguh, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " Kata mutiara "Jangan Pernah Barharap Sukses Jika Jalan Yang Menuju Ke Arah Itu Sama Sekali Belum Kau Tempuh"

5

ABSTRAK

Skiripsi oleh muchtarul wahid, 2008. judul: " Penerapan Startegi Pembelajaran Edutainment Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Dibidang Studi Ski (Studi Kasus Di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan) " pembimbing: Yang melatar belakangi penelitian ini ialah ketidak puasan dan kejenuhan atau juga karna system pembelajarannya yang semakin menoton dan sistem pembelajaranya hampir smua mata pelajaran memakai metode ceramah, sehingga menghambat kreatifitas alamiyah yang ada pada peserta didik. Di samping itu alas an utama para tim / para guru melakukan pembelajaran edutainment karena masalah Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), yang kerap sekali sering mengerdilkan siswa dan membuat jenuh siswa. Sehingga dengan adanya pembelajaran yang berbentuk menghibur (Edutainment) dapat meningkatkan atau mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan minak, bakat dan kebutuhan anak didik. Dari latar belakang penelitian diatas memunculkan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 2. Bagaimana pengembangan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 3. Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field rasearch) dengan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan data-datanya peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul peneliti analisis dengan teknik diskriptif kualitatif.

6

Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran Edutainment adalah proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan, adapun pembelajaran yang diterapkan disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan hanyalah pembelajaran yang menghibur dan menyenangkan karena pembelajaran edutainment itu juga disesuaikan dengan kreativitas dan kebutuhan anak. Penerapan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang melalui pembelajaran edutainment untuk anak MTs sudah cukup baik dan optimal dengan cirri-ciri pembelajaran yang bervareasi dalam artian materi yang akan diajarkan sesuai kebutuhan anak sehingga dengan mudah mengaplikasikan dalam bentuk yang menyenangkan dan menghibur. Diantara beberapa strategi atau model pembelajaran yang digunakan yaitu: pemberian cerita, permainan peran (role play),tadabur alam / karya wisata, Tanya jawab, game, dan ceramah.

Kebersamaan dan kesetiaan kalian semua mengiringi perjalanan studiku.akan setiap saat agar anaknya menjadi anak yang sholeh. Do. Mbakku rantina. patuh. marilah Jangan nodai persaudaraan kita yang selama ini kita tanam Buat teman-teman KI-04. taat. tawa dan canda serta perselisihan memberi nuansa yang sejuk dan mutiara berharga selalu mewarnai setiap langkahku…………………… Spesialnya buat tretan IKAMABA selaku pengurus ples ketua IKAMABA (Alek Khotib) 2009 yang sering marah-marah & tidak kalah murkanya ketika ada masalah di IKAMABA. pintar. keluarganya. Qomariyah.7 PERSEMBAHAN Dengan Mengucapkan Syukur Al-hamdulillah. yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu.a tidak pernah hentinya semoga sadar & tidak tambah parah………………. Agama. . yang telah mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan skiripsi ini. Sakdiyah. berguna baginya. bangsa dan Negara Saudara-Saudaraku yang tersayang kakakku Moh. Buat Tanteretan IKAMABA semua tak terkecuali khususnya yang Kurus dan yang Gemuk yang telah memutivasi penulis agar menyelesaikan tugas akhir ini. Dapat Kupersembahkan Karya Skiripsi Sederhana ini Buat: Orang yang ku sayangi dan sangat saya hormati Bapak dan Ibu yang telah membesarkan dengan kasih sayang dan mendidiknya dengan penuh kesabaran serta selalu mendo. Jamhari. adik-adikku Toha Bukhori.

8 KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat ilahi robbi yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya. Drs. 5. Ag. Pd.. M. Penulis menyadari bahwa didalam penyusunan dan ppenulisan skiripsi ini. selaku ketua Jurusan Kependidikan Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya. Sholawat serta salam semoga tetap abadi pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Bapak dan Ibu Dosen yang telah membekali penulis dengan ilmu pengetahuan . banyak menemui kesulitan dan hambatan. selaku Dosen Wali dan juga selaku Dosen Pembimbing yang penuh kesabaran membimbing dan mengarahkan serta memberi motivasi agar tidak putus asa dan tetap semangat. M. 6. Nur Kholis selaku kepala Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan beserta staf-stafnya yang telah membantu dalam menyelesaikan Skripsi ini. sehingga penulis dapat menyelesaikan skiripsi ini. bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak.H Masyhudi Ahmad.I. 2. Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya Beserta Staf-Stafnya. maka semuanya dapat penulis menyelesaikan dengan baik. Semua saudara-saudaraku yang telah meluangkan pikirannya untuk penulis sehingga penulis bisa menyelsaikan tugas skripsi ini 7. 3. Untuki itu sudah sepatutnya apabila dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Nurhamim. Dr. Dra. H. namun berkat bantuan. Drs. M. Husniyatus Salamah Z. Ag. beserta genap dan seluruh pengikutnya.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skiripsi ini masih jauh dari kesempurnaan.9 Tiada kata yang dapat penulis berikan sebagai balas budi. selain untaian do. untuk itu penulis mengharapkan saran. Surabaya. 04 januari 2009 Penulis . kritikan dan masukan yang bersifat konstruktif demi sempurnanya penyusunan skiripsi ini. Dan akhirnya penulis berharap semoga skiripsi ini bisa bermamfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya.a semoga amal beliau dibalas dan diterima serta diampuni segala dosa-dosanya disisi Allah SWT. karna keterbatasan kemampuan yang penulis miliki mengingat penulis adalah hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan luput.

...... Konsep Dasar…………………………………………………….....1 Rumusan Masalah……………………………………………………...10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….......17 4...3 Tujuan Penelitian…………………………………………………….. b.i PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPS………………………………………….2 Definisi Operasional………………………………………………….....vii DAFTAR ISI…………………………………………………………………………ix DAFTAR TABEL……………………………………………………………………xi BAB : I a.....…………………………………………………. Pengertian……………………………………..... d.... Pendekatan Pembelajaran……………………………………….......12 3. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI………………18 LAPORAN HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………………19 B... Pengertian SKI…………………………………………………..........6 Sistematika Pembahasan………………………………………………7 LANDASAN TEORI Pembelajaran Edutainment 1....v PERSEMBAHAN………………………………………………………………….. Pengertian Kreativitas……………………….....13 4. C...... f.ii PENGESAHAN TIM PENGUJI……………………………………………………......... Faktor-Faktor……………………………………………………....10 Kreativitas 1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran SKI…………………………………………........ Tujuan SKI…………………………………..... Tahap-Tahap……………………………………………………. PENDAHULUAN Latar Belakang……………………………………………………….. c.... e..........16 3.15 2. Ciri-Ciri………………………………………………………….iii MOTTO………………………………………………………………………………iv ABSTRAK…………………………………………………………………………….....8 2...... BAB : III A. BAB : II A... ..14 Sejarah Kebudayaan Islam 1. g....4 Mamfaat Penelitian……………………………………………………5 Metode Penelitian.vi KATA PENGANTAR………………………………………………………………...9 3.11 2.

36 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………..29 3.23 5..11 1..37 Lampiran ....Kurikulum………………………………………………………...... Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………...………………………………………………………………..Keadaan Guru Karyawan dan Siswa……………………………..38 ....35 B... Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………... Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………34 BAB : IV PENUTUP A.Sarana Prasarana…………………………………………………26 B.. Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………30 C. Kesimpulan…………………………………………………………...22 4..28 2....25 7.. Penyajian Data………………………………………………. Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………..........Struktur Organisasi………………………………………………24 6.Berangkat Dari Keprihatinan…………………………. Saran-Saran…………………………………………………………. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………..33 3...Visi Misi dan Motto……………………………………………..Sejarah singkat sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan…………………………………………… 20 2.32 2. 21 3.... Analisis Data…………………………………………………………31 1..27 1..

12 DAFTAR TABEL 1. Keadaan Personalia Guru 4. Fasilitas Pembelajaran 2. Struktur Organisasi . Data Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) 3.

Sebagaimana di jelaskan dalam hadits nabi Muhammad SAW. (Bairut. Dalam era tersebut kita di tuntut mampu berperan dalam persaingan bebas. 1 . Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang mendapat prioritas utama dalam kehidupan manusia.13 BAB I PENDAHULUAN A. hal. menyebabkan semakin besarnya arus informasi dan terbukanya pasar internasional yang berdampak pada persaingan bebas yang begitu ketat di segala aspek kehidupan. Latar Belakang Memasuki abad ke 21 ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang pesat. Sabda Rasulullah saw.224. Dar Al-kitab Al-Ilmiah. Konsekuensi logisnya. Juz 1 Hadits no." Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang muslim (laki-laki dan perempuan)" 1 Sunan Ibnu Majah. bahkan pendidikan menjadi suatu kewajiban yang harus di jalani manusia dalam kehidupanya. 81. lebih-lebih dalam dunia pendidikan. sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan memadai menduduki posisi yang sangat vital dan strategis dalam kotek saat ini.tt). Sebab pendidikan menjadi suatu jalan atau cara yang mengantarkan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya.1 ‫ﻃﻠﺐ اﻝﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ آﻞ ﻣﺴﻠﻢ ٍوﻣﺴﻠﻤﺔ‬ ٍ َ ِْ ُ َ ِْ ُ ِ ُ َ َ ٌ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ ْ ُ ََ ّ Artinya : Dari anas ibnu malik berkata.

Untuk membina bangsa yang beragam pendidikan agama ditempatkan pada posisi Utami Munandar. kemajuan suatu kebuadayaan tergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali.hal ini berkaiatan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya. 4. hal. Sila pertama dalam pancasila adalah Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang memberikan makna bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beragam. (Bandung: Al-Ma'arif. lebih dari itu ada tujuan pembentukan kepribadian. salah satunya kepada peserta didik. Kreatifitas Dan Keberbakatan : Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat. 44.14 Pendidikan mempunyai peran yang amat menentukan bagi perkembangan atau peningkatan dan perwujudan diri individu. hal. terutama bagi perkembangan bangsa dan Negara. Dalam hal ini betapa pentingnya kedudukan pendidikan agama dalam peningkatan manusia Indonesia seutuhnya. 1974).2 Adapun pendidikan disini tidak hanya sebagai: Transfer Of Knowledge. Buktinya dengan ditempatkannya unsur-unsur agama dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Gramedia Pustaka Utama. 2002). 2 . menghargai dan memamfaatkan sumberdaya manusia (SDM). 3 Achmad D.3 Sehingga siswa dapat mengenal potensi yang dimilikinya dan kemudian dapat mengembangkan potensinya sesuai bakat dan mural. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh pendidikan terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian utama. (Jakarta: PT. Marimbah.

berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama" pendidikan agama adalah bagian dari proses pendidikan nasional. 77. akhlak mulia. 7.15 stategis dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan nasional bahwa: pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Vol.6. hal. 2003).6 Oleh karena itu. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. hal. pendidikan agama disini mendapat prioritas utama. 5 . masyarakat. “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo” (Jurnal: Nizamia. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. Kasiram. Nomor 1 tahun 2004). bangsa dan Negara. 6 Hanum Asrohah. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Dengan demikian bangsa Indonesia menempatkan pedidikan agama pada kedudukan yang tinggi dalam sistem pendidikan nasional dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan peningkatan bangsa Indonesia. kepribadian. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif meningkatkan potensi dirinya nuntuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan. kecerdasan.4 Pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional memiliki posisi yang kokoh yang secara yuridis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan peningkatan manusia seutuhnya. Dalam UU No 20 tahun 2003 Tentang SISDIKNAS pasal 12 ayat 1 dinyatakan bahwa:5 " Setiap peserta didik pada setiap sauna pendidikan. pendidikan agama bisa menjadi 4 Moch. pengendalian diri.

2005). hal 4. Revolusi Pendidikan di Indonesia : Membedah Metode Dan Teknik Pendidika Berbasis Kompetensi. Sutrisno.8 Untuk menghadapi tantangan ini pendidikan harus mampu mencari model atau penerapan strategi penyampaian pendidikan agama yang baru.7 Disini lain strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah saat ini pada umumnya masih bersifat konvensional. (yokyakarta : Ar-Ruzz. metode pembelajaran semacam ini kuarang memberikan arahan pada proses pencarian. 7 . penemuan dan penerapan serta menjadikan siswa mnjadi jenu. yang bisa memutivasi peserta didik untuk secara aktif menjawab persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari. pemahaman. yang belum mampu menjadikan semua siswa dikelas bisa menguasai tujuan-tujuan umum pembelajaran terutama bagi siswa yang berkemampuan rendah. oleh karena itu model pengajaran yang bersifat indoktrinasi-dokmatis dan normative.16 salah satu solusi ditengah keadaan bangsa saat ini agar tidak terperosot kejurang keruntuhan dan krisis mural yang semakin mendalam. 8 Syafrudin Nurdin. Quantum teching.2005). bosan dan malas belajar. hal 42. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. Akibatnya pendidikan agama islam kurang dapat memberi pengaruh yang berarti pada kehidupan siswa sehari-hari bahkan mengakibatkan terjadinya krisis multi dimensi terutama krisis mural pada kalangan siswa. (Jakarta : PT. guru memberi penjelasan dengan berceramah mengenai materi pelajaran dan siswa sebagai pendengar. Proses pembelajaran yang digunakan pada guru agama selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah.

dimana anak dilatih untuk menggunakan persepsi agamis terhadap realitas kehidupan.17 Hal ini penting dalam pembentukan sikap social anak. Kasiran. Maka tidak aneh. menurut Paulo freire: pendidikan seperti ini adalah pendidikan yang membelenggu dan tidak manusiawi. Pola ini menuntut upaya lebih menekankan pada faktor kemampuan berfikir dan berperasaan muralis yang menentang ke arah Tuhan. di mana iman dan taqwa menjadi rujukanya. bila hasil pandidikan selama ini selalu menghasilkan siswa yang berfikir linear tidak kreatif. Pelaksanaan Pendidikan Pada Sekolah-Sekolah di Kota Malang. kurikulum apapun yang digunakan akan mendapatkan hasil yang sama. dan ke arah masyarakat. Bila udah demikian. bahwa pendidikan hafalan dan drill adalah bentuk pendidikan yang tidak bermakna. Karena memang sekolah hanya mengembangkan atau meningkatkan otak kiri ketimbang otak kanan siswa. .9 Sebagaimana dijelaskan Ausuble. 78-79. Disini guru agama harus selalu berusaha mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi teologis dalam menghadapi setiap bentuk tantangan hidup. yaitu pembodohan. 9 Moh. Di samping pendidikan agama di sampaikan secara empirik problematik juga disampaikan dengan pola atau strategi yaitu keselarasan anatara akal kecerdasan dan perasaan yang melahirkan perilaku ahlakul karimah dalam kehidupan berbangsa bernegara. hal.

terutama pada pendidikan agama islam. UU Sisdiknas No. Pasal 12 ayat 1. terutama guru. (Yogyakarta : Biograf Publishing. 20. kreatif dan menyenangkan salah satu sekolah dasar di Bangkalan yang lebih dikenal dengan nama sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan diBawah naungan NU telah berupaya menerapkan model pembelajaran baru atau 10 Zamroni. Belajar kreatif memungkinkan timbulnya ide-ide baru. 11 . cara-cara baru dan hasilhasil yang dapat menghasilkan bagi pembangunan atau peningkatan nasional Indonesia. Disini diperlukan kreatifitas yang harus dilakukan oleh semua pihak baik pihak guru maupun siswa.10 Dengan adanya model pembelajaran yang kreatif itu dapat menunjang siswa dalam proses belajar mengajar sehingga siswa tidak lagi merasa jenuh atau bosan. Karena guru sangat berpengaruh terhadap mutivasi belajar siswa dan guru dituntut untuk lebih kreatif dalam merangsang pembelajaran dan mengembangkan atau meningkatkat kreatifitas mengembangkan dan menemukan solusi secara mandiri karena pendidikan yang kreatif dapat memecahkan segala problem dengan solusi yang cepat dan tepat. hal. akan tetapi menjadi menyenangkan bagi siswa serta menjadikan proses belajar siswa lebih bermakna dan mampu mengaitkan materi dengan kehidupan seharihari. 29. 19. Paradikma Pendidikan Masa Depan.18 Oleh karena itu sudah saatnya sistem pendidikan yang selama ini harus di rubah lebih-lebih untuk sekolah dasar. Sikdiknas. 2002).11 Adapun dalam usaha menerapkan pendekatan pembelajaran yang sistematis.

Revolusi Pendidikan Di Indonesia. sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis.rasa senang. sehingga pembelajaran lebih menyenangkan. Adapun metode yang digunakan sekolah tersebut bernama "Model atau Penerapan Strategi Pembelajaran Edutaiment". 2005). Membedah Metode dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetensi (yokyakarta : Ar-Ruzz.19 penerapan strategi pembelajaran baru yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat mengembangkan atau meningkatkan kreatifitas belajar siswa. Sebagaimana telah dijelaskan sustrisno dalam bukunya "Revolusi Pendidikan diIndonesia" bahwa Edutainment berasal dari kata Education (pendidikan) dan Entertainment (hiburan) jadi Edutainment dari segi bahasa berarti pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. bermain peran (role play) dan Demontrasi.12 Seperti Contoh: (Drama) Dalam kisah para Nabi "Salah satu siswa disuruh menceritakan sejarah / kisah para Nabi seperti halnya pada saat perang badar atau juga pada kekuasaan abbasiyah dengan model atau bentuk implementasi yang siswa itu mampu. hal. 12 . Yang mana Edutaiment itu sendiri adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmonis yang menjadikan pembelajaran terasa menyenangkan. tetapi dapat juga dengan rasa. 31. pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (game). Bisa juga dengan cara memutar . dan mereka menikmatinya. Sutrisno.

maka peneliti merumuskan sebagai berikut: . Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 6. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? C.20 CD kemudian di jelaskan kpd siswa yang lain atau juga siswa disuruh menyimak pembelajaran yang disampaikan oleh guru dengan mengunakan CD atau peralatan lainnya kemudian siswa dituntut menyampaikan kembali atau menjelaskan apaapa yang telah terekam pada pemutaran CD tersebut". Agar lebih mudah untuk memahami makna. sebagai berikut: 4. B. Rumusan Masalah Dengan uraian latar belakang masalah tersebut diatas. maka untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang permasalahan dalam penelitian ini. Definisi Operasional Definisi ini untuk memperjelas dan mempertegas kata-kata atau istilah kunci yang diberikan dengan judul penelitian. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 5.

prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Strategi Pembelajaran Edutainment : Adalah suatu proses pembelajaran yang merupakan aktivitas kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik. 15 16 Abu Ahmadi Dan Widodo Supriono.sesuai rencana yang telah diprogramkan. MA. Kreativitas belajar SKI : Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. Pendidikan Islam. (Bandung: Kaita. 43. memahami. hal. hal. Menjadi Super Kreatif: Melalui Metode Pemetaan Fikiran. Dr Asyumardi Azza. 1991). 31.21 1.13 2. 16 Prof. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. hal. (Ciputat. 121. Kalimah). 2003). 177.sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan.16 Sutrisno Revolusi.dan yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis. hal. (Jakarta. 14 13 .14Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Joyce Vycoh. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat.15Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. Reneka cipta. psikologi Belajar.

dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). D.22 3. maka penelitian ini betujuan sebagai: 1. karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan. Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif. 2. Strategi yang dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi (SKI) : Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara. opservasi maupun dokumentasi. dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. . Untuk mengetahui bagaimana kreativitas belajar siswa dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.

Metode Penelitian 1.23 3. F. 3. Motivasi para praktisi pendidikan terutama para guru untuk kreatif dan inovatif dalam memilih metode atau model pembelajaran yang sesuai dengan dunia siswa. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti mengenai pembelajaran yang efektif serta mengembangkan sikap potensi dan bakat manusia yang sedemikian beragamnya. khususnya pembelajaran bagi siswasiswi MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Jenis penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian Kualitatif Deskristif. E. Manfaat Penelitian 1. Sebagai tambahan referensi atau wacana bagi pemerhati pendidikan serta bagi semua pembaca. 2. Penelitian kualitatif deskristif adalah Suatu penomena penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan-keadaan atau status penomena yang terjadi yang terdapat dalam arti baik kata-kata tertulis maupun lisan dari orang yang menjadi subyek penelitian.data yang dikumpulkan adalah berupa kata- . Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dan yang dapat meningkatkan kretivitas belajar dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.

sehingga dapat digambarkan kondisi dan keadaan yang sebenar-benarnya dengan isyarat atau tindakan social. Metodologi penelitian kualitatif. penelitian deskriptif adalah data yang berupa kata-tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Menurut Lexy Moloeng yang dikutipnya dari pendapat Bogdan dan Tailor. gambar dan bukan angka.18 Sedangkan menurut Travers. video tipe. Sehingga kita dapat memahami menyeluruh hasil penelitian disamping itu dalam penelitian kualitatif ini peneliti harus terjun langsung. dan dokumen resmi lainnya.17 Penelitian kualitatif berusaha menampilkan secara holistik (Utuh) yang membutuhkan pencermatan dalam pengamatan. (Bandung : Rosda Karya. Metodologi. hal. kelapangan guna memperoleh data yang dibutuhkan. prinsip angka atau metode statistic. . 11. 3. catatan atau memo. dokumen pribadi. hal. Data tersebut mungkin berasal dari naskah. Lexy Moleong. Peneliti ini berusaha untuk menggambarkan dan mengklasifikan fakta atau karakteristik fenomena yang ada faktual dan cermat. sebagaimana dikutip Sevill dkk. Pendekatan ini dapat diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh). wawancara. foto. 2007). tidak mengandalkan bukti logika matematis. Jadi metode deskriptif ini menekankan bahwa objek yang 17 18 Lexy Moloeng.24 kata. mendefinisikan bahwa metode deskriptif adalah menggambarkan sifat atas sesuatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. catatan lapangan.

(Jakarta. Penelitian deskripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang saat ini berlaku. 98. menganalisa dan menafsirkan kondisi yang selama ini terjadi. Jenis data Data merupakan segala keterangan (Informasi) mengenai segala hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian.Renika Cipta. 1993).21 Berangkat dari topik permasalahan skripsi ini maka jenis-jenis data yang relevan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 20 Mardalis. yang didalamnya terdapat upaya menjabarkan. hal.20 2. 134. 21 Suharsimi Arikunto. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jenis Dan Sumber Data a.hal.25 diselidiki dalam keadaan sekarang pada waktu penelitian dilakukan (berlangsung).cet 9.19 Penelitian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang apa dan bagaimana suatu keadaan (fenomena. kejadian) dan melaporkan sebagaimana adanya. 22 Ibid. mencatat. Metodologi Penenilitian Sosial Agama (Bandung: Remaja Rosda Karya. Data kualitatif yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinialai dengan angka secara langsung. 137. Prosedur Penelitian. Imam Suprayoso Tabroni.22 Diantara data kualitatif dalam penelitian ini adalah: a) Model atau Penerapan strategi pembelajaran edutaiment dan pengembangan kreativitas pada bidang studi SKI. Suatu Pendekatan Praktek. (Jakarta: Aksara 2006). hal. 2001). 19 . 104.

misi. visi. (yokyakarta : Andi Offset.26 b) Gambaran umum obyek penelitian antara lain sejarah berdirinya sekolah. Metodologi Rasearh. 1989). Data yang di Suharsimi Arikunto. Data kuantitatif adalah data yang diukur atau dihitung secara langsung karena berupa angka-angka adapun data yang di maksud adalah: b.23 Berdasarkan jenis-jenis data yang diperlukan maka dalam penelitian ini. 23 . (Jakarta Renika Cipta. dan motto. struktur organisasi. 24 Sutrisno Hadi. 66.24 Adapun sumber data ini ada 2 macam. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya untuk diamati dan dicatat dalam bentuk pertama kalinya. sumber data yang digunakan malalui 2 cara yaitu: 1. hal. yaitu: a. jilid 1. 107. Sumber Data. keadaan guru dan murid serta sarana prasarana. dan merupakan bahan utama penelitian. 2. 2. 2002).) Sumber literatur (field literature) yaitu sumber data yang digunakan untuk mencari landasan teori tentang permasalahan yang diteliti dengan menggunakan buku-buku kepustakaan. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek . kurikulum pendidikan. Sumber data adalah sumber data yang di peroleh.) Fild rasearh adalah sumber data yang dipoleh dari lapangan penelitian yaitu: mencari data dengan cara terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data yang lebih kongkrit yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

dan TU. Wakil Kepala Sekolah. pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat .misalnya dari keterangan atau publikasi lain.27 maksud disini adalah data tentang model strategi pembelajaran edutaiment dan kreatif pada bidang studi SKI adapun data ini diperoleh dari beberapa sumber yaitu. Metode Observasi Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. sehingga data yang diperoleh itu benar-benar valid. Data yang di maksud adalah data tentang sekolah berdirinya sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan berupa dokumen-dokumen lainya.Guru SKI. b. Dalam penelitian ini. Kepala Sekolah. maka dalam setiap penelitian terlebih dahulu harus menentukan metode apa yang akan dipakai untuk mendapatkan serta mengumpulkannya.Creator (TIPS). Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang sesuai dengan apa yang diharapkan. 3. Sebab metode merupakan kunci keberhasilan dalam suatu penelitian. peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: 1. Data sekunder adalah data yang pengumpulanya tidak diusahakan sendiri oleh peneliti. Sumber sekunder ini bersifat penunjang dan pelengkap data primer.

2005). motivasi. Metode Penelitian Bidang Sosial. 26 Burhan Bungin. Metode Interview (Wawancara) Interview adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengontruksi mengenai orang. 2006). kejadian. 100. 143. perasaan dan sebagainya yang dilakukan oleh dua pihak yaitu wawancara (interview) yang mengajukan pertanyaan dengan orang yang diwawancarai (interview). Teknik wawancara dilakukan untuk menggali informasi berkenaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dibidang studi SKI di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Nawawi Hadari. penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa di bidang studi SKI dan semua hal yang berkaitan dengan penelitian di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 2. sarana dan prasarana. (Jakarta: PT Grafindo Persada. organisasi. kegiatan. hal. (Yogyakarta.25 Metode ini digunakan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang lokasi dan letak geografis. 25 . hal.28 terjadi atau belangsungnya perstiwa sehingga observasi berada bersama obyek yang diselidiki dan disebut juga obsevasi langsung. Metode Penelitian Kualitatif. Gadjah Mada Univercity Press.26 Menurut S Magono teknik wawancara adalah cara mengumpulkan data melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data dengan sumber data.

Koentjaraningrat. surat kabar. Analisis data menurut Patton yang dikutip oleh Moleong. struktur organisasi. Edisi Revisi III. mengorganisasikan kedalam suatu pola.28 Secara sistematis dan konsisten bahwa data yang diperoleh dituangkan dalam suatu rancangan konsep yang kemudian dijadikan dasar utama dalam memberikan analisis. Margono. jumlah guru. buku. Bumi Aksara. hal. 4. Metode Analisis Data Setelah data terkumpul dilakukan pemilahan secara selektif disesuaikan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. dan sarana prasarana. misi. (Jakarta. dan dokumen mengenai gambaran umum obyek penelitian. visi. 1997). foto. 270. Metode Dokumentasi Dokumentasi dari asal katanya “dokumen” yang artinya barang-barang tertulis dengan melaksanakan metode dokumen ini. peneliti mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan atau benda-benda tertulis.1995). adalah proses mengatur urusan data. dan siswa. Metodologi Penelitian Pendidikan. dan mutu. yaitu dengan meneliti kembali data-data yang didapat. transkip. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Sebab itu. dilakukan pengolahan dengan proses editing.29 3. apakah data tersebut sudah cukup baik dan dapat segera dipersiapkan untuk proses berikutnya. kategori dan S. 63.27 Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah. hal. 28 27 . karyawan.

memperoleh 29 30 Lexy J. Penelitian deskiptif dibedakan dalam dua jenis penelitian menurut sifat-sifat analisa datanya. yaitu dengan menggambarkan keadaan atau status fenomena. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor.Moleong. yaitu riset deskriptif yang bersifat eksploratif dan riset deskriptif yang bersifat developmental.30 Dalam hal ini penulis menggunakan deskriptif yang bersifat eksploratif. Peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. Dalam penelitian ini. 103 Suharsimi Arikunto.30 satuan uraian dasar. yaitu penelitian yang dilkukan dengan menggambarkan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan untuk kategori kesimpulan.29 Dalam penelitian ini yang digunakan penulis dalam menganalisa data yang sudah diperoleh adalah dengan cara deskriptif (non statistik). penulis berusaha memecahkan persoalan-persoalan yang ada dalam rumusan masalah dan mengalisa data-data yang diperoleh dengan menggunakan sosiologis. Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis. Prosedur Penelitian……. Metode Penelitian……. analisa data adalah proses yang merinci usaha yang secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan kepada tema dan hipotesis itu. 195 .

Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan suatu yang lain. mencari apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat diperhitungkan. 329 . sehingga data tersebut dapat dipahami dan tidak diragukan.31 Ketentuan pengamatan ini bertujuan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan penelitian dengan kata lain peneliti menelaah kembali data-data yang terkait dengan fokus peneliti. Teknik 31 Ibid. 2. dalam penelitian kualitatif di butuhkan metode pengecekan keabsahan data. Adapun cara-cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh keabsahan data tersebut antara lain: 1. dalam hal ini peneliti merasa perlu mengadakan pemeriksaan keabsahan data. Diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Ketekunan Atau Keajekan Pengamatan Ketekunan atau keajekan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif.31 5. Metode Keabsahan Data Agar data ini dapat dipertanggung jawabkan.. Mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh.

. BAB IV : Yang berisikan tentang kesimpulan dan saran-saran panulis.32 Dalam hal ini peneliti memeriksa data-data yang diperoleh dari subyek penelitian. Sistematika Pembahasan.32 triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lain. G. 32 Ibid. kemudian data tersebut peneliti bandingkan dengan data dari luar yaitu dari sumber lain. tinjauan mengenai sejarah kebudayaan islam dan penerapan strategi model pembelajaran edutaiment dalam pengembangan atau peningkatan kreativitas belajar pada bidang studi SKI. BAB II : landasan teori yang berisikan tentang tujuan mengenai model atau penerapan strategi pembelajaran edutaiment . dan sistematika pembahasan. Untuk mempermudah dalam pemahaman skripsi ini penulis menyusun menjadi 4 BAB dengan sistematika sebagai berikut: BAB I : pendahuluan yang terdiri dari latar belakang.tujuan penelitian. definisi operasional. subyek penelitian. rumusan masalah. 330 . metode penelitian. serta penyajian data dan analisis beserta keabsahan data. BAB III : Paparan hasil penelitian mencakup: Gambaran umum. sehingga keabsahan data tersebut dapat dipertanggung jawabkan. tinjauan mengenai kreativitas. mamfaat penelitian.

pembelajaran menyenangkan. 2005). dan mereka menikmatinya. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens.33 Perpaduan antara belajar dan bermain ini mengacu pada sifat alamiah anak yang dunianya adalah dunia bermain. hal. Sutrisno. Pengertian Edutainment Sebagaimana telah dijelaskan Sustrisno dalam bukunya " Revolusi Pendidikan di Indonesia "Bahwa Edutainment berasal dari kata" Education (Pendidikan) dan Entertainment (Hiburan)jadi Edutainment dari segi bahasa berarti Pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. bermain peran (Role Play) dan demontrasi. 31.rasa senang. 33 23 . sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga secara muatan pendidikan sehingga dan hiburan dapat lebih dikombinasikan harmunis. pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (Game). Penemuan-penemuan terbaru ini . (Yogyakarta : Ar-Ruzz. Pembelajaran Edutainment a. bagi anak jarak antara belajar dan bermain begitu tipis pilihan strategi pembelajaran edutainment ini juga berlandaskan pada hasil riset cara kerja otak. tetapi dapat juga dengan rasa. Revolusi Pendidikan Di Indonesia.33 BAB II LANDASAN TEORI A.

supaya proses belajar mengajar tidak terasa jenuh dan membosankan tetapi menjadi suasana belajar yang fun. dan mengalami berbagai macam perasaan. mengerjakan secara tuntas. menemukan sendiri. 2005. hal. mempraktekkan dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya. sebagaimana penjelasan pobel yang lebih menekankan . 34 . menciptakan. memecahkan masalah. mencoba. (Jakarta Grasindo. bekerja sama dengan teman. 3. Anggaini sudono.34 Adapun pelajaran yang diterapkan dikemas dalam suasana bermain dan bereksperimen. memasang. 6 35 . merekplorasi. Sumber Belajar dan Alat Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini.35 Pendidikan untuk anak perlu disesuaikan dengan minat serta tahap perkembangan atau peningkatan anak. menyatakan bahwa balajar dengan bermain akan memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat memanipulasi. Disinilah proses pembelajaran berlangsung mereka mengambil keputusan. Anggaini Sudono. memilih. mengembalikan.34 bahwa anak akan belajar efektif bila dalam keadaan fun dan bebas dari tekanan (Revolutional Learning). mengulangulang. menentukan. Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan : Untuk Pendidikan Usia Dini. tetapi justru merupakan arena bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa. membongkar. sehingga belajar tidak lagi membosankan. Untuk itu pentingnya penerapan atau strategi bermain dalam belajar. mengeluarkan pendapat. enjoy dan menyenangkan. 2003).

Melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya.aristoteles dan fobel. persamaannya ialah bahwa dalam belajar dan bermain keduanya terjadi perubahan. 2001). kecewa bangga dan lain-lain. Bermain merupakan salah satu ciri pendidikan usia dini yang paling tepat. 1-2. Tedjasaputra. Tedjasa putra. 37 . sedih. Mayke S. selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan dan peningkatan kognitif anak. Bermain selain berfungsi penting bagi perkembangan atau peningkatan pribadi juga mempunyai fungsi social dan emosional. artinya. 20. pembiasaan dan pendidikan aspek apapun hendaknya dilingkupi dengan kreatifitas bermain. 36 . hal.36 Jadi plato. belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tatacara pergaulan. Bermain. senang. sikap dan pengalaman anak. yang dapat mengubah tingkah laku.37jadi bermain sangat penting dan berpengaruh besar terhadap perkembangan dan peningkatan psikologi anak. pembelajaran. Mayke S. hal itu akan mengasah . bergairah. menganggap bermain sebagai kegiatan praktis. Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. pelatihan. Bermain. melalui bermain anak merasakan berbagai pengalaman emosi. hal. bermain digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu anak. (Jakarta : Grasindo.35 pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka. Karna dalam bermain juga terjadi proses belajar.

kecuali ketika kita sedang bermain. Tiada waktu yang paling menyenangkan pada usia dini.dunia anak-anak adalah dunia bermain kalau kita ingin mendidik. Kegiatan bermain adalah kegiatan apasaja dalam suasana menyenangkan. bebas dan tanpa beban. Fungsi bermain pada usia dini cukup banyak antara lain adalah merangsang perkembangan atau meningkatkan motorik anak. Oleh karena itu orang tua dan pendidikan dalam menciptakan kegiatan belajar. kecerdasan emosi dan keterampilan fisik. Kak seto mulyadi dalam bukunya " bermain itu penting " menyebutkan bahwa bermain tidak bertentangan dengan kegiatan belajar. sangat membantu proses belajar mengajar. yang dilakukan dengan ceria. melatih dan membiasakan anak-anak dengan kemampuan dan keterampilan tertetu masuklah melalui media bermain. kegiatan yang dilakukan secara spontan. tanpa suasana yang menyenangkan. dan mendatangkan secara bervareasi. dengan demikian tidak membebani. mengembangkan kecerdasan emosi anak. tanpa paksaan. tidak memaksa dan tidak menjadikan mereka bersedih hati. membangun sosial anak.36 kecerdasan otak. sesuai dengan gerak hati anak. . justru dengan bermain sesuai dengan tahap perkembangan dan peningkatan anak. pelatihan dan pembiasaan hendaknya dalam suasana yang menyenangkan. kegiatan itu bagi anak tidak berarti apa-apa waktu mungkin berbiaya mahal. bahasa anak. menyenangkan merupakan kata kunci dalam setiap kegiatan bagi anak.

dengan bermain berbagai kemampuan dasar anak di kembangkan seperti. (Jakarta : Grasindo. berjinjit. melompat. 38 . Dengan fungsi yang sedemikian penting bagi proses pendidikan anak. b.37 mengembangkan kecerdasan nalar-fikir anak. anak perlu mengerti pembicaraan orang lain dan mampu menyampaikan isi hatinya kepada orang tua. 82-85.38 . meniti. pelatihan dan pembiasaan. Kemampuan bahasa dan daya fikir perlu dikuasai. hal. Keterampilan motorik dikembangkan melalui permainan : berjalan. c. mampu memahami hal-hal disekitarnya. dilaksanakan dengan "Bermain Yang Menyenangkan" Dunia anak adalah dunia bermain tentu saja dengan bermain itu anakanak belajar berbagai macam hal. a. berlari. menangkap. 2004). Orang tua atau pendidik memberikan kebebasan untuk melakukan berbagai kegiatan dan bersedia menjawaab pertanyaan anak-anak. The Rianto Fise dan Martin Handoko FIC. maka semua ahli pendidikan prasekolah. melempar. dan mengembangkan keterampilan fisik dalam arti tangan anak-anak. Kemampuan bermasyarakat dan berhubungan social perlu dikuasai agar anak mampu berdiri sendiri dan bergaul dengan orang lain. berguling dan sebagainya. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. agar anak lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain. sangat menganjurkan agar pendekatan pembelajaran. berdiri satu kaki.

Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein.Juli 2003). nyaman dan menyenangkan. hal. melainkan sebuah pembelajaran yang didalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan murid dalam suasana yang sama sekali tidak ada penekanan yang ada . dalam telaah itu ditemukan bahwa sebagian pembelajaran terpenting dalam kehidupan diperoleh masa kanak-kanak yang paling awal. 39 . 15. yang mana pembelajaran itu sebagian besar diperoleh dari bermain.baik pada kreativitas maupun potensinya. Imam Musbikin. Pembelajaran yang menyenangkan bukan semata-mata pembelajaran yang mengharuskan anak-anak untuk tertawa berbahak-berbahak. 2006).38 Dedi Supriadi mengutip bahwa sebuah telaah yang dilakukan broner dan donalson. Permainan apapun yang dilakukan akan merupakan proses belajar. (Republic : Jum’at.40 Belajar sambil bermain akan menjadikan siswa lebih hidup. dengan bermain dapat meningkatkan intelektual (Kognitif) anak serta dapat mengembangkan dirinya. bila kita memahamikebutuhan bermain anak tentunnya kita dapat merangsang anak sedemikian rupa agar permainan yang diminatinya menunjang keberhasilan proses belajar nya memang mendomenasi seluruh masa perkembangan nya.. Dedi Supriadi. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah. 40 . 11. (Yogyakarta : Mitra Pustaka.39 Karena bermain merupakan kebutuhan anak yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. semakin beragam gerakan yang ia tampilkan dan segala kebisingan yang ia ciptakan menunjukkan betapa kuat keinginan untuk belajar.

Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. (Didatika. Senin. dengan menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan. . dengan begitu siswa tidak merasa dibatasi. hal. adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis. 8 Desember 2003). takut dan bisa berinteraksi dengan bebas dan menyenangkan. roh pembelajaran ada pada proses pembelajaran yang menyenangkan. 41 . akrab dan bersahabat sebagaimana teman sendiri. sebab tekanan apapun namannya hanya akan mengkerdilkan pikiran siswa. 3. serta bebas dari tekanan dan jauh dari kebosanan atau kejenuhan. Ahmad Sapari. Dalam konsep pembelajaran edutainment. nyaman dan tidak membelenggu siswa.39 hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung pembelajaran yang membebaskan.41 Supaya pembelajaran enjoy dan menyenangkan serta siswa tidak merasa tertekan dan bebas bergerak maka pembelajaran harus didesain sedemikian rupa. menurut konsep paolo fraire. Sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (Learning Climate) yang kondusif. nyaman dan mengagumkan serta ada pada bagaimana hubungan antara guru dan murid dapat terjalin dengan pendekatan didaktif metodik yang bernuansa " Redagogis " artinya Interaksi antara guru sangat luwes.

Ahmad Abdussalam Al-Kholili. 206. namun lebih dari itu. pada yang sama aktivitas bermain dapat memberikan pengaruh terhadap kapabilitas anak dan kemampuan akal serta pengetahuan mungkin dicermati melalui hasil disekolah. hal. dilihat dari pemikiran. Pada umumnya. karena itu. Dengan permainan anak dapat membentuk peradaban dan pemikiran anak kecil dengan demikian anak diharuskan untuk bermain baik dirumah. Tidak mungkin dikesampingkan. bahwa aktivitas bermotu bagi anakanak merupakan suatu proses pendidikan dan pengajaran karena mainan mencerminkan sarana yang efektif dan sukses untuk mengaktualisasikan diri. imajinasi. disekolah maupun dilingkungan. Mengembangkan Kreativitas Anak. kekuatan memorinya. dan pengetahuannya tentang berbagai hubungan kausalitas yang membantu untuk berkreativitas dan berinovasi. mengingat mainan bagi anak-anak memiliki nilai edukatif yang besar. permainan anak merupakan sarana edukatif yang penting dalam pertumbuhan anak-anak. Pustaka Al-Kautsar 2005). 42 .40 Bermain tidak hanya menyenangkan. merupakan suatu keharusan untuk memproduksi mainan edukatif dan teknik bagi anak dan memperluasnya.42 . (Karta Timur. tidak hanya tingkat pendidikan yang merupakan dasar dalam mengembangkan kepribadin yang baik. tetapi juga dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan peserta didik salah satunya adalah perkembangan kreatifitas anak (Siswa).

Quntum Learning. . Tawaran Meller ini bertumpu pada dorongan siswa untuk: • Menyadari diri sebagai suatu suatu proses pertumbuhan yang sedang dan akan terus berubah. Oleh John P. The Accelerated Learning. • Mencari konsep dan identitas diri. Humanizing The Classroom Artinya manusiakan. dan Sebagainya). Active Learning. the classroom artinya ruang kelas jadi humanizing the classroom secara harfiah brarti memanusiakan ruang kelas. b. Konsep Dasar Edutainment Edutainment dalam perjalanannya menjalma dalam berbagai bentuk seperti humanizing the (Class Room.41 Dengan demikian permainan sangat penting dan bermamfaat dalam kehidupan anak-anak karena ia merupakan sarana alamiah dan spontanitas untuk belajar dan membaca.Meller terfokus pada pengembangan model " Pendidikan Afektif " yang dalam kosakatanya sering disebut dengan " Pendidikan Kepribadian" atau "Pendidikan Nilai". tetapi yang dimaksud disini adalah bahwa proses pembelajaran guru hendaklah memperlakukan siswa-siswanya sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Adapun konsep dasar dari masing-masing metode ini adalah: a. Quantum Teaching.

Meller. 1996).mereka mempelajari gagasan-gagasan.silberman.. diskusi dan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan. dengan cara mendengar. pada saat kegiatan itu aktif. I remember a little. 32-33 44 Melvin L.43 b. Active Learning Artinya pembelajaran aktif. Hasil pengembangan dan peningkatan dari pernyataan Confucius ini oleh silberman diabadikan dengan kredo: What I hear. Pelajari John p.hal. melihat. dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan.melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. Menurut Melvin L.42 • Memadukan kesadaran hati dan pikiran. What I hear and see.44 Menurut silberman. Silberman. (USA: Allyn & bacon. 1976). memecahkan berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari. siswa melakukan sebagian besar pekerjaan belajar. cara belajar dengan mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit. (new york: praeger publishers. belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi kepada siswa. dengan cara mendengarkan. 43 . Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education. I forget. belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus.

Karma semua kehidupan adalah energi. visual dan intelektual (SAVI). I acquire knowledge skill.see. e.1. I begin to understand. I master. c. auditory. menyarankan kepada guru agar dalam mengelola kelas menggunakan pendekatan somatic. konsep dasar dari pembelajaran ini adalah bahwa pembelajaran itu berlangsung secara cepat. dan menarik.43 What I hear. Active learning menyajikan 101 strategi pembelajaran aktif yang hampir dapat diterapkan untuk semua pelajaran. d. What I teach to another. hlm.45 Belajar aktif merupakan langkah cepat. Quantum Learning Didefinisikan sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.see. psikis dan emosi siswa menjadi suatu kesatuan 45 Ibid. . What I hear. Quantum Teacing Berusaha mengubah suasana belajar yang menoton dan membosankan ke dalam suasana belajar yang meriah dan gembira dengan memadukan potensi fisik.and do. The Accelerated Learning Artinya pembelajaran yang dipercepat.discuss. menyenangkan. and askquestions about or discuss with someone else. menyenangkan dan memuaskan.dave mair.

auditori. terdapat beberapa pendekatan belajar yaitu somatic. c. Adapun dalam pengelolaan dengan menggunakan cara belajar SAVI ini.yang berisikan prinsip-prinsip system perancangan pengajaran yang efektif. belajar yang paling baik bisa berlangsung jika semuanya itu digunakan secara stimultan.yang dimaksudkan sebagai (Belajar dengan bergerak dan berbuat). efisien dan progresif. Cara Belajar Somatic " Somatic " Berasal dari bahasa yunani yang berarti tubuh (soma). visual dan intelektual atau lebih di kenal dengan istilah SAVI. Yaitu: i. Cara Belajar Intelektual .44 kekuatan yang integral. terpadu. "learning by moving and doing" ii. Cara Belajar Auditory Auditory adalah (Belajar berbicara dan mendengarkan) atau dikenal dengan istilah "learning by talking and hearing". Cara Belajar Visual Diartikan (Belajar dengan mengamati dan menggambarkan) atau disebut dengan istilah "learning by observing and picturing" iv. karena unsur-unsur ini semuanya. Pendekatan Pembelajaran Edutainment Dalam metode pembelajaran Edutainment. Keempat cara bealajar ini harus ada agar belajar berlangsung optimal. iii.

. yang secara otomatis hal ini menyebabkan munculnya sejumlah definisi yang berbeda pula. informasi atau unsur-unsur yang ada.186. 2003). hal. Kreativitas 1. menciptakan. Hasan galunggung memaknai " kreativitas " sebagai kesanggupan mencipta atau daya cipta. Kata " kreatif " berasal dari bahasa latin " crate " yang berarti menyebabkan tumbuh: menghasilkan.45 Yaitu (Belajar dengan pemecahan masalah dan refleksi) atau disebut dengan istilah "learning by problem solving and reflecting" B. Dari arti termenologi tersebut " kreativitas " berarti potensi diri dalam membuat sesuatu atau mendorong agar sesuatu menjadi ada. peradaban yang kreatif. dan mengeluarkan. Pengertian Kreativitas Ada beberapa definisi yang digunakan dalam membatasi maksud yang terkandung dalam pengertian " kreativitas " tidak dapat dipungkiri bahwa pengertian ini telah menyebar luas dan banyak digunakan melalui individuindividu yang memiliki keahlian yang berbeda. kreativitas memiliki beberapa pengertian dasar sebagai berikut: a) Kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data.dalam suharnan). Kreatifitas dapat didevinisikan sebagai suatu gagasan yang baru dan berguna (menurut holpern. Pemikiran Islam Kontemporer.46 Menurut pendapat munandar. (yogyakarta : Jendela. 46 A khudhori Sholeh.

kecenderungan untuk mngepresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. 24.46 b) Kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah. c) Secara operasional kreativitas mengandung pengertian sebagai kemampuan mental yang bersifat lancar (fluency). asli (orisinil) dan adanya elaborasi. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang.unik.lebih baik. Dariyo. jadi individu tidak terpadu pada satu jawaban. 2002). Kretivitas dan Keberbakatan : Strategi Mengujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. d) Kreativitas merupakan proses.47 Jadi kreativitas merupakan suatu cara melakukan sesuatu dengan berbeda. (Jakarta : Grasindo Widya Sarana Indonesia 2003). 48 Utami. 47 . Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. disini individu memiliki kebebasan berfikir untuk menyatakan gagasan dan pendapat seluas-luasnya tanpa terikat pada aturan-aturan ynag berlaku. hal. (Jakarta : Grafindo Pustaka Utama .48 Inti dari semua konsep kreativitas adalah adanya unsur kebaharuan hasil kreativitas Agoes. Dari uraiyan diatas dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan ataumenemukan sesuatu yang baru. Sedangkan menurut rogers menekankan bahwa sumber kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri.baru dan bermanaat. adapun orang yang melakukan kemampuan tersebut dikatakakan orang kreatif. Munandar . 65. mengujudkan potensi. luwes (flexsible). hal.

dengan perkataan lain. bebas dan imajinatif. berurutan. Otak kiri bersifat logika . artistic dan rapi kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara kedua otak tersebut. lompatan. kreativitas. (Jakarta : Rinika Cipta . . lisan.49 Belajar seperti ini sarat dengan aktivitas. 49 Abu Ahmadi & Supriono . pertambahan dan dominan. hal baru yang lebih baik serta bermamfaat. 121. Jadi kreatifitas belajar merupakan proses berfikir dimana siswa berusaha menemukan hubungan-hubungan baru untuk mendapat jabatan. Jadi dari pengertian-pengertian tersebut diatas bisa diambil standar kreativitas adalah unik. Sedangkan belajar dapat diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Sedangkan otak kanan bersifat emosi. orisinil. efektifitas dan membuat pembelajaran senang. Akhir-akhir ini istilah otak kanan telah digunakan sebagai cara populer untuk menyetakan kreatif. orang yang kreatif membawa makna dan tujuan yang baru. menyeluruh dan tersembunyi. mnyelesaikan masalah dan memberikan nilai tambahan atau keindahan.47 berujud cara-cara berfikir atau melakukan sesuatu yang bersifat baru. Untuk dapat melahirkan kreatif sesorang harus dapat memamfaatkan kedua sifat otak kiri dan kanan. Psikologi Belajar . kreativitas adalah berfikir atau pemecahan masalah yang bersifat asli atau imajinatif. hal. berbeda.1991). visual.

mereka penasaran ingin mengetahui apa yang akan terjadi. . Ciri-Ciri Kreativitas Sebagian besar peneliti menunjukkan 4 ciri khas kreatif yaitu: 1) Keberanian : orang kreatif berani menghadapi tantangan baru dan bersedia menghadapi resiko kegagalan. kreatif dan nyaman serta menyenangkan pada diri siswa sangat bergantung pada aktifitas dan kreativitas guru. maka diperlukan dukungan dari guru yang kreatif pula. untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif. 2) Ekspresif : orang kreatif tidak takut menyatakan pemikiran dan perasaanya. mereka lebih berani mengambil resiko. (tetapi dengan perhitungan) daripada siswa pada umumnya. memilki minat yang luas dan menyukai kegegemaran dan aktifitas yang kreatif. orang yang kreatif biasanya selalu ingin tahu. Dalam proses pembelajaran edutainment belajar harus dapat mendorong. 2. Siswa yang kreatif cukup mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. karma dalam menciptakan suasana yang kondusif. menumbuhkan serta mengembangkan atau meningkatkan kreativitas peserta didik.48 metode baru dan cara-cara baru untuk memecahkan suatu masalah dari hasilhasil belajar tang mereka lakukan. terutama untuk mengendalikan diri dalam mencari alternatif yang menghindar untuk mengaktualisasikan potensi kreatif yang di milikinya. mereka menjadi dirinya sendiri orang yang kreatif memiliki kebebasan berfikir dan bertindak kebebasan tersebut berasal dari dirinya sendiri.

b) Minat menemukan masalah yang tidak umum. setiap anak itu kreatif. jika kita menggabungkan hakhak sedemikian rupa sehingga menjadi berbeda. d) Termotifasi oleh masalah atau tugas itu sendiri. menggabungkan berbagai hal dengan cara yang baru dan bermamfaat akan menghasilkan yang kreatif. 2003).49 3) Humor berkaitan erat dengan kreativitas. 49-51. adalah: a) Dorongan untuk menemukan keteraturan dalam keadaan kacau balau. 50 . 4) Intuisi : orang kreatif menerima intuisi sebagai aspek wajar dalam kepribadian mereka paham bahwa intuisi berasal dari sifat otak kanan. Menjadi Super Kreatif : Melalui Metode Pemitaan Pemikiran . merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan memudahkan atau mencari jawaban sendiri. tak terduga dan tidak lazim. hal. Joyce Wycoff . c) Kemampuan penyeimbangan kreasi gagasan dengan penyajian dan penilaian. Ciri psikologis yang lain yang pada umumnya dimiliki orang yang kreatif yang diidentifikasikan david N. berarti kita bermain-main dalam humor.50 Secara alamiah. bukanya oleh keuntungan lain seperti jabatan atau popularitas. juga penyelesaianya. tidak konfensional serta mempunyai potensi untuk kreatif dengan melatih diri untuk berkreativitas siswa dengan mendesain pelajaran yang menentang. yang memiliki pola komunikasi berbeda dengan belahan otak kiri.perkis. (Bandung : Kaifa.

Pada saat itulah ia disebut . baik berupa praktek. demikian pula dengan kekuatan pemikiran yang diyakininya. sastra atau keilmuan serta memberikan mamfaat bagi manusia. d. orang seperti ini dapat mendatangkan pemikiran yang baru. Kemampuan untuk menjaga kerahasiaan inovasi tersebut hingga selesai penetapan kebenaranya. Ciri-ciri ini dapat di temukan dalam diri orang yang inovatif sekaligus kreatif.50 Adapun mengenai ciri utama yang harus dimiliki orang lain inovatif dan berbeda dari orang yang biasanya yaitu: a. pencatatan dan pelaksanaannya demi menjaga hak-hak kreativitas. dan penjagaan kepemilikikan intelektual. dan percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Kemampuan untuk mencipta dan membuat solusi sesuai dengan pemikiran yang terbuka. b. hal ini tercapai karma ia menggunakan pemikiran yang baik. inovasi. Selalu berusaha daan kosisten dengan pemikiran yang baru yang diyakininya . setiap orang dapat mendatangkan pemikiran baru yang bermamfaat. Banyak pemikiran yang baru hadir dari pengalaman harian. hal itu akan memberikan andil yang besar dan bermamfaat bagi kemanusiaan. Memiliki kemandirian yang sangat tinggi. c.

51

kreatif dan inovatif.51 Jadi orang yang kreatif akan menemukan sesuatu yang baru, yang berbeda dari yang lainya, berani mengambil resiko, percaya diri, selalu ingin tahu, humoris serta mampu memecahkan masalah dengan bermacam-macam alternatif jawaban. 3. Tahapan-Tahapan (Fase) Kreativitas secara lebih sistematis, david cambel mengungkapkan bahwa tahaptahap kreativitas meliputi 5 tahap yang dilalui oleh proses kreativitas antara lain.52

a. Tahap persiapan (Preparation) Pada periode ini individu meletakkan dasar pemikiran menyatakan masalah dan mengumpulkan materi-materi yang diperlukan untuk pemecahan masalah individu juga mempelajari mengenai latar belakang masalah serta seluk beluknya. b. Tahap konsentrasi (Concentration) Pada tahap konsentrasi ini, perhatian individu tercurah dan pikiran individu terpusat pada hal-hal yang mereka kerjakan tahap konsentrasi merupakan waktu pemusatan, waktu untuk menimbang-nimbang waktu menguji, waktu awal untuk mencoba dan mengalami gagal (trial and error)
Amal Abdussalam K, Mengembangkan, hal. 57. H. Fuad Nashori & Rachmy Diana M. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam, (Yogyakarta : Menara Kudus , 2002), hal. 52.
52 51

52

c. Tahap incubasi (Incubation) Pada tahap incubasi ini, individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara dari masalah yang dihadapi / tidak memikirkan secara sadar, tetapi menyimpanya dalam alam bawah sadar, artinya individu mencari kegiatan-kegiatan yang melepaskan diri dari kesibukan pikiran terhadap masalah yang dihadapi, namun untuk sementara waktu. d. Tahap penerangan (Ilumination) Pada tahap penerangan hasil kreativitas baru muncul pada periode ini, individu mengalami insight, untuk pemecahan masalah muncul secara tiba-tiba dan diikuti dengan perasaan senang.

e. Tahap pembuktian (Verification / Produktion) Pada tahap pembuktian individu mengespresikan ide-ide nya dalam bentuk nyata dalam menentukan bentuk apakah dalam fakta-fakta yang benar, individu mengevaluasi hasil penyelesaian masalah pada periode ini diperlukan pola berfikir kreatif. 4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kreativitas Berfikir kreatif tumbuh subur bila didukung oleh factor personal diantaranya adalah:53 a. Kemampuan kognitif.

53

Agus Ngger Manto, Quantum. hal. 72.

53

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan otak untuk berfikir logis, termasuk juga kemampuan diatas rata-rata dan fleksibilitas kognitif, potensi otak bisa sangat besar, kemapuan kognitif dapat kita penuhi dengan cara mengoptimalkan potensi otak. b. Sikap terbuka. Orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimulus internal dan ekternal, ini adalah kometmen pribadi yang sangat penting, saat kita dapat mamfaatkan untuk menjadi kreatif. c. Sifat yang bebas, otonomi dan percaya pada diri sendiri. Orang yang tidak senang digiring, ingin menampilkan diri semampunya dan semaunya, ia tidak terikat dengan konvensi dan aturan social, mereka percaya diri dan yakin bahwa mereka dapat melakukan halhal secara kreatif. Faktor yang mempengaruhi kreativitas, menurut utami munandar, terdiri dari kognitif dan kepribadian, sedangkan kemampuan berfikir terdiri dari kecerdasan (intelegensi) dan pemerkaya bahan berfikir berupa pengalaman dan keterampilan, factor-faktor kepribadian terdiri dari rasa ingin tahu, harga diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, berani mengambil resiko dan agresif, serta tipe kepribadian. Menurut rogers, factor yang mendukung perkembangan nya kreativitas adalah: keterbukaan individu terhadap pengalaman sekitarnya, kemampuan untuk mengevaluasi hasil yang diciptakan dan kemampuan untuk

rogers mengatakan bahwa kondisi internal yang memungkinkan timbulnya proses kreativitas adalah:54 1) Keterbukaan terhadap pengalaman. 2) Evaluasi ekternal yaitu : pada dasarnya penilaian terhadap produk karya seseorang terutama ditentukan oleh diri sendiri. Kemampuan terhadap pengalaman adalah : kemampuan menerima segala sumber informasi dari pengalamanpengalaman hidupnya sendiri dengan menerima tanpa kekakuan pengalaman-pengalaman tersebut dan keterbukaan terhadap konsep secara utuh.54 menggunakan elemen dan konsep yang ada. Pengertian sejarah kebudayaan islam. 3) Kemampuan untuk bermain dan berekprolasi dengan unsure-unsur dan bentuk-bentuk dan konsep-konsep yaitu kemampuan untuk membentuk kombinasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. seperti : kegiatan melukis dapat menumbuhkan kreativitas. hal. adapun mengenai faktor internal individu. Mengembangkan. Fuad Nashori & Rachmy Diana Mucharam. Sejarah Kebudayaan Islam 1. terhadap rangsangan-rangsangan memiliki sikap terbuka maka banyak informasi dan kesempatan yang dari luar maupun dari dalam. . C. bukan karena kritik atau pujian orang lain walaupun demikian individu tidak tertutup dari masukan dan kritikan dari orang lain. 54 H. kepercayaan persepsi dan hipoitesis dengan demikian individu yang kreatif adalah : individu yang menerima perbedaan. 55-56.

sejak dari seni lukis." atau geschichte (Jerman). sejarah kebudayaan islam didefinisikan secara sangat sempit implikasi dari sejarah kebudayaan islam yang sangat "political oriented" adalah munculnya citra yang tidak selalu akurat tentang islam dan muslimin. Padahal sejarah islam bukanlah semata-mata sejarah politik. Bahwa "sejarah" setidaknya dalam pandangan orang yang pertama menggunakan kata ini menyangkut tentang. lebih sempit lagi. pembahasan tentang "kebudayaan" islam berkisar tentang aspekaspek kesenian islam. Syajarah Al-nasab pohon geneologis yang dalam masa sekarang agaknya bias disebut sejarah keluarga (family history) tapi selanjudnya "Sejarah" dipahami makna yang sama dengan "tarikh (Arab). sejarah para penguasa muslim. Dengan demikian. sejarah politik hanyalah sebagian kecil dari sejarah islam secar keseluruhan ." yang secara sederhana berarti kejadian-kejadian yang menyangkut manusia dimasa silam. Pada sisi lain kebudayaan lebih cenderung dipahami ssebagai "kesenian" dengan demikian.55 Istilah "sejarah" berasal dari kata arab "syajaroh" yang berarti "pohon" pengambilan istilah ini agaknya berkaitan dengan kenyataan. kaligrafi dan semacamnya. Sejarah kebudayaan islam sebagian besar adalah: sejarah politik kaum muslim. bahwa mereka lebih terlibat dalam pertarungan kekuasaan yang tak habis-habisnya." istoria (Yunani)." history (Inggris). sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah bangkit dan jatuhnya dinasti-dinasti muslim. sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah elit. khususnya ditimur tengah.

E. pemikiran. ekonomi. MA.56 yang mencakup kehidupan social.56 Penerapan tersebut merupakan suatu proses penerapan konsep. 56 55 . Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam Pengembangan Kreativitas Pembelajaran Pada Bidang Studi SKI 1. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. harus mendukung pula. kebijakan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. yaitu mengubah suatu bentuk kebentuk lain. ide.untuk mencapai hasil didik yang kreatif guru harus memberi kesempatan kepada subyek didik untuk leluasa mengembangkan kreasinya. keterampilan maupun nilai dan sikap. Kalimah). (Bandung : PT.55 D. program atau tanaman kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru. Remaja Rosdakarya. Pelaksanaan Pembelajaran Edutainment Penerapan merupakan suatu prose side. baik berupa perubahan pengetahuan. pendidikan dan lain-lain. seperti dalam ilmu pengetahuan. kurikulum merupakn isi dari pendidikan yang perlu diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan terciptanya subyek didik Dr Asyumardi Azza. Kreativitas ini meliputi semua aspek kehidupan manusia. 177. Pendidikan Islam. hal. Mulyasa. budaya. 2003). 93. Alat pendidikan. baik perangkat keras maupun perangkat lunak. dan pendidikan (dan tradisi intelektual) dalam pengertian seluas-luasnya. (Ciputat. Kreativitas manusia berlaku pada hal penciptaan yang terus menerus. konsep. hal.

Fuad N & Rachmy Diana M. ia sendiri yang mengubah dirinya. Misalnya dengan memperbanyak mata pelajaran dan aktifitas yang dapat merangsang kretifitas dan inisiatif anak didik.57 Untuk itu isi kurikulum harus betul-betul diarahkan pada pencapaian tujuan anak didik yang kretif. agama memberikan kelapangan pada manusia untuk berkreasi dengan akal pikiran dan dengan hati nuraninya (qalbunya) dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang didalamnya. (Jogjakarta : Manara Kudus. Kreativitas manusia terbentang luas. Mengembangkan Kretivitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. 141. 58 57 .kretifitas manusia didukung dan didorong oleh agama agar kehidupan manusia menjadi lebih baik. terutama adanya kenyataan bahwa problem-problem manusia akan terus dating dan satu-satunya jalan adalah terus memecahkanya. hal. jadi menurut prisipnya kurikulum harus sesuai dengan keadaan perkembangan psikologi anak didik. Sunguh Allah maha mendengar lagi maha mengetahui " (QS. 2002).58 dalam Al-Qur’an disebutkan ‫داﻝﻚ ﺑﺄن اﷲ ﻝﻢ ﻳﻚ ﻣﻐﻴﺮا ﻧﻌﻤﺔ اﻧﻌﻤﻬﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﻗ ﻮم َﺘ ﻰ ﻳﻐﻴ ﺮوا‬ ْ ُ َّ ُ ‫َ ِ َ َ ﱠ َ َ ْ َ ُ ُ َّ ً ِ ْ َ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ‬ َ ‫ﻣﺎ ﺑﺄﻧﻔﺴﻬﻢ وان اﷲ ﺱﻤﻴﻊ ﻋﻠﻴﻢ‬ ُ ْ َِ ُ ْ ِ َ َ ‫َ ِ َ ْ ُ ِ ِ ْ ََ ﱠ‬ َ "Yang demikian (siksaan) itu adalah karma sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat (nasib) yang telah di anugerahkan nya kepada suatu kaum. Al-Amfal : 53) ‫ِان ﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐ ّﺮوا ﻣﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ َ ْ ُ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َﻴ‬ Sutrisno. H. 27-28.57 yang kreatif. dan harus sesuai dengan masakematangan dari masing-masing masa perkembangan mereka. Revolusi Pendidikan. hal.

dengan demikian agama sangat mendukung dan mendorong pengembangan dan kretivitas. baik factor internal yang dating dari dalam diri individu. 59 . Dalam pembelajaran. yaitu : pre tes. dalam interaksi tersebut banyak sekali factor yang mempengaruhinya. Ketiga hal tersebut dijelaskan sebagai berikut.an. sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. oleh karena itu pre tes memegang peran yang penting dalam proses pembelajaran. (Jakarta : Lentera Hati). Mulyasa. proses dan post tes.58 "Sungguh. adapun fungsi pre tes antara lain : Quraish Shihab. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Pre tes (tes awal) Pada umumnya proses pembelajaran dimualai dengan pre tes. hal. 103. Tafsir Al-Misbah : Pesan. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. 7. Ini mempunyai banyak kegunaan dalam menjajaki proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Vol. hal.:60 a. 356. pada umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. maupun factor yang dating dari lingkungan. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " (QS.du : 11)59 Usaha yang berhasil biasanya melibatkan pemikiran dan kretivitas. Kurikulum. Al-Ra. 60 E.

untuk mengtahui dari mana yang seharusnya proses pembelajaran dimulai. proses pembelajaran perlu dilakukan dengan tenang dan menyenangkan. untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Proses Disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. 3. 4.59 1. Untuk mencapai fungsi yang ke-3 dan ke-4 maka hasil pre tes harus segera diperiksa. untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topic dalam proses pembelajaran. yakni sebagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. karena dengan pre tes maka pikiran akan terpokus pada so'al-so'al yang harus mereka jawab atau kerjakan. sebelum pelaksanaan proses pembelajaran inti dilaksanakan (sebelum siswa mempelajari modul) b. 2. hal tersebut tentu saja menuntut aktifitas dan kreativitas guru dalaqm menciptakan lingkungan yang . hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pre tes dengan post tes.

disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi semangat belajar yang besar dan rasa percaya diri sendiri. lebih lanjud proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata. materi pembelajaran SKI cenderung mengarah pada pelaksanaan (praktek secara langsung) dengan memakai beberapa strategi pembelajaran yangdisesuaikan dengan tema pada saat itu.mintal maupun social. mental maupun social dalam proses pembelajaran. baik fisik. Sedangkan dari hasil proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75 %) peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. maupun sosialnya. Pada proses ini model pembelajaran edutainment mengentegrasikan kreativitas dalam setiap proses pembelajaran yang sifatnya aplikatif (pelaksanaan) terutama pada pembelajaran SKI karma selain berbentuk hafalan. baik mental fisik. menghasilkan out-put yang banyak dan bermutu tinggi serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat dan pembangunan. proses pembelajaran dikatakan afektif apbila seluruh peserta didik terlibat secara aktif. Kualitas pembelajaran dapatdilihat dari proses dan segi hasil. dari segi proses. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidaknya sebagian besar peserta didik terlihat secara aktif. dengan harapan dapat mepermudah siswa dan .60 kondusif.

jadi dalam membangkitkan motivasi dan kreativitas siswa. Secara umum kreativitas sangat berperan penting dan bermamfaat pada pendidikan.61 Dan menciptakan atmosfer yang aman. adapun dalam mengembangkan kreativitas siswa guru mempunyai dampak yang besar. Pengembangan. Quantum Question. . guru harus senantiasa mampu menumbuhkan semangat belajar siswa dengan melatih. 109. hal. Disamping itu guru harus membangun lingkungan kelas yang besar dari kendala-kendala yang merusak motivasi instrinsik disekolah. terbuka dan menyenangkan akan membuat siswa merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan mereka dan mengembangkan kesempatan tanpa adanya tekanan dari orang tua teman sebaya. serta dapat mengembangkan daya piker dan kretivitas iswa. karma aktivitas dan kreativitas guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa dan karena guru lebih banyak kesempatan untuk merangsang atau menghambat kreativitas mereka.62 Hal tersebut merupakan strategi yang dapat digunakan guru dalam mengembangkan kreativitas siswa.61 menerima pelajaran. hal. 23. Bobby Deporter dan Mike H. karma jika dalam suasan kelas dalam kondisi yang ceria dan penuh kekegembiraan maka siswa akan 61 62 Utami Munandar. merangsang pelajaran yang menantang dan kreatif serta inovatif.

112. baik secara individu maupun kelompok. patung dan karya-karya lain. adapun fungsi post tes sebagai berikut: 1. karangan. tanpa mengganggu perhatian.63 Oleh karena itu selain metode yang digunakan harus tepat dan bervareasi strategi pembelajaran harus senantiasa tercipta dengan baik dan tepat. . post tes juga memiliki banyak kegunaan. foto. ruang kelas yang penuh dengan berbagai produk hasil karya siswa yang bergam. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan. membangkitkan motivasi siswa serta mendesain kelas sebagaimana desain pembelajaran edutainment sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan kondusif dan lebih bermakna. Pengembangan. Serta guru harus mengkoordinir kelas. Post tes Pada umumnya proses pembelajaran diakhiri dengan post tes.62 lebih mudah menerima materi pelajaran dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang tinggi. hal. 63 Utami Munandar. akan dapat merangsang daya fakir dan kreativitas siswa. sehingga pembelajaran tersa lebih menyenangkan dan lebih bermakna. seperti lukisan. c. Ruang kelas hendaknya merangsang secara visual.

Hal ini karena sebuah lembaga pendidikan itu harus berkembang untuk mengantisipasi perubahan-perubahan dan perso'alanperso'alan yang timbul diluar lembaga pendidikan karena itu kemampuan kreativitas dalam sebuah lembaga pendidikan harus secara terus menerus ditingkatkan se irama dengan kemajuan dan perkembangan pendidikan. dimana peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajarnya secara optimal dalam hal ini peserta didik akan lebih kreatif jika: . Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik. Pengembangan Kreativitas Belajar SKI Pengembangan kreativitas adalah suatu hal yang harus terjadi secara sustainable (berkelanjutan). banyak resep untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. baik terhadap perencanaan. Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. Sebagai bahan acuan untuk melakuakan pembaikan terhadap komponen-komponen modul.63 2. melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. 2. 4. serta kompetensi danj tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial. dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan. 3. pelaksanaan maupun evaluasi.

b. Dikembangkan rasa percaya diri pada peserta didik. hal. Karena guru mempunyai peran penting dalam pembunuhan dan pengembangan kretivitas belajar siswa. Melibatkan peserta didik dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya. " antara mutu pendidikan dan kreativitas merupakan proses yang tidak pernah selesai. Menumbuhkan kreativitas anak melalui proses balajar kreatif merupakan usaha penting untuk membangun mutu pendidikan melalui proses belajar yang kreatif. Melibatkan mereka secara aktif dan kretif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan. . c. Memberi kesempatan pada seluruh peserta didik untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas dan terarah. d. mengasikkan sekaligus mencerdaskan anak. 106. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter. Kurikulum Berbasis.64 a.64 Dalam upaya pengembangan kreativitas tersebut guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan yang mengarah pada situasi diatas. dan mengurangi rasa takut. guru juga ditantang mengembangkanaktivitas pendidikan yang lebih menyenangkan. e. jadi guru harus mampu berfikir kreatif dan inovatif serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh aktivitas dan kreativitas guru. jadi keduanya harus berjalan satu 64 Mulyasa.

Adapun cara-cara mengembangkan kreativitas dengan permainan adalah: a. ilmiah. diantaranya: 1. kecerdasan dan kretivitas pada anak akan dapat ditumbuhkan jika ada beberapa kegiatan yang membawa pengaruh besar kepada pengembangan kecerdasan anak dan membantunya untuk berfikir kritis. Dengan demikian permainan dapat membantu anak-anak untuk belajar karena itu kita memotivasi mereka untuk bermain secar kontinyu karena kemalasan dan tidak bermain mengakibatkan mereka menjadi tertutup atau tidak dapat bersosialisasi dan tidaka dapat menggunakan kemampuan tubuhnya secara tepat. Membantu mengembangkan kamahiran dalam seluruh hal yang menarik perhatian anak. menempel guntingan kertas sehingga menghasilkan suatu bentuk permainan yang baru dan menghasilkan ide-ide baru semua itu dapat mengembangkan kreativitas anak. cepat tanggap dan mampu berkreativitas. sistematis. Bermain Kreatif Ada beragam permainan yang dapat mengembangkan inovasi pada anak. .65 nafas dan terus-menerus ditumbuh kembangkan " perkembangan kemampuan. salah satunya denganpermainan kreatif yang dapat mengembangkan imajinasi anak kegiatan yang berbau seni dan keterampilan tangan sering kali menjadi pilihan mereka misalnya: mewarnai gambar.

Kemampuan untuk mengepresikan beberapa topic tertentu.65lukisan atau gambar dapat mengembangkan kecerdasan anak. 2. Mampu mengarahkan dan memfokuskan perhatian dalam berbagai permasalahan yang dihadapi seseorang pada umumnya. d. Menggambar dan berekspresi bebas tentang pemikirana apa yang diinginkan anak-anak. Lukisan atau gambar Lukisan termasuk sarana edukatif utama yang paling penting untuk mengembangkan kreativitas. h. f. g. c. Tertip menyelesaikan pekerjaan dan kewajiban yang diminta. Mengembangkan. . e. yang dilakukan dengan cara dengan mengembangkan hobinya dalam bidang ini.66 b. inovasi dan kreativitas. Mengembangkan kemampuan nalar dalam segala hal yang merintanginya. Mengupayakan segala kemampuan dan kemahiran anak untuk mengembangkan kreativitas yang dimilikinya. disamping faktor-faktor kreativitas pada anak 65 Amal Abdussalam. Menggambarkan kemahiran menjawab pertanyaan secara teratur.lukisan atau gambar merupakan salah satu cara mengembangkan bakat. 222. hal. serta salah satu bidang terpenting dalam merealisasikan diri yang kreatif dan bakat seni para peserta didik secara umum dan bvakat seni anak-anak MTs AlIbrohimy secara khusus.

meskipun lukisan itu sendiri merupakan suatu aktivitas yang terkait dengan permainan. Hal itu dikarenakan kemunculan dan perkembangan alat khusus untuk berkomunikasi berfungsi untuk memperkaya model atau strategi berfikir ini banyak ragamnya dan berkembang secara cepat dan cermat. kreatif dan inovatif dalam menghadapi era globalisasi. Anak-anak hidup dalam nuansa kebebasan dan spontanitas yang mayoritas diserap melalui pendidikannya secara tidak langsung atas dasar tiruannya terhadap apa yang dilihat disekelilingnya. yang diharapkan dapat berfikir kritis. disekolah dan lain-lain lukisan anak memiliki fungsi penerapan yang membantu perkembangan kecerdasan pada anak. peran ini tumbuh dari pendengaran anak terhadap dongeng atau cerita atau sejarah dan melakukan pada pola pandangan imajinatif. Teater anak Teater anak memiliki peran penting dalam pengembangan kecerdasan anak.67 dengan cara menyikapi korelasi dan merasakan modivikasi dengan menambah keindahan lukisan. kemampuan berbahasa dan keselarasan social yang baik. 3. . namun ia sekaligus dapat menjadikan komunikasi timbal balik antara seorang anak dengan anak lainya. serta siswa dapat memiliki kapabilitas berinovasi yang anggun karena anak adalah: generasi penerus pembangunan bangsa. Dengan demikian teater memiliki tingkatan tertinggi dalam hal kecerdasan. dirumah.

68 BAB III PAPARAN DATA A. MTS. dengan misi mengoptimalisasikan pendidikan agama bagi generasi Islam dan optimalisasi fungsionalisasi out put YPI Al-Ibrohimy di masyarakat. Dalam rangka menempuh optimalisasi pendidikan agama bagi generasi Islam. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1.13.4/MTs/549/2005 NSS : 21 23 52 60 3008 dengan Akte Nama:Alfian Yahya. dengan status TERDAFTAR.Tanggal :12 September 1984 dan operasionalnya pada tahun 1985 dengan jumlah siswa 30 dibagi dalam 2 (dua) kelas dengan status TERCATAT dengan Nomor : B/Kw. akan tetapi yang jadi sampel penelitian penulis adalah MTS Al-Ibrohimy yang terletak di kecamatan Galis Bangkalan Madura MTS Al-Ibrohimy didirikan sejak 13. MI. Sejarah Berdirinya MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy merupakan yayasan lokal yang berada dibawah naungan departemen agama (DEPAG) yang bersifat nasional yaitu Lembaga Pendidikan islam. Tanggal :12 September 1984. Nomor: 13. 61 . Yayasan Pendidik Islam (YPI) Al-Ibrohimy mendirikan lembaga pendidikan mulai dari TK. MA dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Ibrohimy.

Maka bentuk struktur organisasinya berupa garis komando secara tegas dari kedua instansi tersebut. Keadaan Geografis MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan yang berada di area komplek Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy. Stuktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan dibawah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy dan sekaligus berada dinaungan Departemen Agama (DEPAG). Pamekasan dan kabupaten Sumenep Sebelah timur : Berbatasan dengan jalan yang menuju ke desa sebelah. Adapun letak geografis MTS Al-Ibrohimy adalah Sebelah utara : Desa Sowa'an kecamatan modung kabupaten Bangkalan Sebelah selatan : Jalan raya Galis atau jalan pantura yang menuju kearah kabupaten Sampang. Adapu struktur organisasi MTS Al-Ibrohimy sebagai berikut: : Perbatasan dengan pasar tradisioinal Galis. Sebelah barat 3. .69 2. Maka peneliti memberikan gambaran geografis Yayasan Pendidikan Islam (YPI).

2.70 Tabel 1 Struktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy Kepala sekolah Drs Nurkholis Waka kurikulum ANTON EDYSON. Visi dan Misi MTS Al-Ibrohimy 1.Alwi AMa WALI KELAS GURU KARIYAWAN SEKOLAH SISWA 4.A Waka srana prasrana MUNIB SAg Waka Humas M.Pd Waka kesiswaan MUJIBURROHMAN. VISI : Terciptanya Insan yang Berilmu.S. . Beriman dan Bertaqwa serta Berakhlakul Karimah.S. MISI : Melaksanakan Kurikulum sesuai dengan Kemajuan dan Perkembangan Iptek yang mengacu pada ajaran Al – Quran dan Ahlussunnah Waljamaah.

. Wakasek Sis.2 S.WIWIK HARIYATI Pendidikan S-1 S. A.Ma SITI MUSLIMAH U.Pd ANWAR SOLIHIN. Keadaan Guru.SPd Dra.ALWI.1 S.1 S.H.H.1 S.I INDRIYO DARGO.AMa YULISTRIWINARNI . GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas GURU Wali Kelas Ket.Sos.S.BA MOH.H.1 Jurusan Tarbiyah/PAI IKIP Tarbiyah/PAI Syari'ah PGSD PGSD IKIP/PPKN IKIP/MIPA PGSD Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASSA IKIP/SASTRA Jabatan Kepsek Wakasek Kur. .S. Hal ini terbukti dengan bervariatifnya tingkat kelulusan dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.Pd SUDATI. Karyawan dan Siswa a.1 D.1 D.Pd MUJIBURROHMAN.AG DRS.NUR KHOLIS ANTON EDYSON. Keadaan guru MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis mempunyai guru-guru yang profesional.2 S.1 S.WALID SYAKRONI SUMARDIANI. .S.1 S.71 5.2 D. Tabel 3 Guru dan karyawan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Guru DRS.S.

Ag R O K I B.Si SUAIDAH.Ag AMIN IMRON. S. S.Pd MASJHUDI MOH.1 S.3 S.Ma MOH.1 S. S. S.RAFI FAUZI BUDI RAHMAN .1 S.1 S. A. A. A.E ARIS SULISTIAWAN. ROSIH S.1 S.S.Ma MOH.1 S.Pd ROZAKI.1 S. Pd MARIA ULFA.TU PustakaWan Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy Galis . BA ANIK ALIATUN.S.1 D.1 S.1 D.S.1 S.1 S.S.S.2 MA Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI UNESA/OR PGAN/PAI D.1 D.ST MULYANINGDIYAH.Ag AMIR MAHMUD.1 S.1 S.2 D.2 S. S.Pd NUR HAYATI.S. Ag SITI ROMLAH YUSUF.2/BAHASA IKIP/BAHASA IKIP/BAHASA UNESA/KIMIA IKIP/EKONOMI IKIP/IPA PAI Tarbiyah/PAI PAI PAI Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASA Tarbiyah/PAI PAI IPS Wakasek Sar GURU GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas Wali Kelas GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU KA.MUNIB.72 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 ABD.Ag ABU SIRI.Ma HOIRUDDIN SULHAN AGUS TIANA. ADNAN.

biologi dan IPA . Sarana Fisik Tabel 1. Tabel 4 Jumlah Siswa Tahun 2007/2008 KELAS VII A L P L B P L C P 107 JML L A P L KELAS VIII B P L C P 112 JML L A P L KELAS IX B P L C P 105 324 JML JML 19 18 20 15 17 17 20 18 24 13 21 16 20 14 20 16 16 21 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis 6. Keadaan Siswa MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dari tahun ke tahun mengalami kemajuan baik dari segi kualitas dalam hal kreatif belajar siswa maupun kuantitas. kimia.20 Sarana Prasarana Madarasah No 1 2 3 4 Nama/Jenis Sarana Tanah lokasi bangunan Ruang kelas Ruang administrasi Laboratorium IPA Keterangan 10.402 m2 21 ruangan (8 lokal dilantai 2) tingkat 1 ruangan 4 ruangan.73 b. hal ini terbukti dengan banyaknya siswa yang memasuki MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan di tahun ini. terdiri laboratorium fisika. Keadaan Sarana Prasarana Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 1.

Dengan ini menurut Abd. MTS Al-ibrohimy Galis Bangkalan mengerti akan pentingnya saranaprasarana sekolah. Bahasa 37 buah 1 set 1 set.74 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Komputer Peralatan keterampilan servis elektro Peralatan keterampilan servis sepeda motor Peralatan keterampilan tata busana Perpustakaan Kendaraan Musholla Kantin KOPSIS Perumahan Pesuruh UKS BP Ruang Musik OSIS Dharma Wanita Ketrampilan Tata Busana Pos SATPAM Multimedia Aula Asrama Lab.S. 22 mesin jahit.Munib. 1 ruangan 1 kendaraan roda empat 2 bangunan 2 bangunan 1 ruangan 2 bangunan 1 bangunan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan Dalam sebuah lembaga pendidikan. kelengkapan sarana prasarana merupakan salah satu kunci utama maju dan tidaknya lembaga pendidikan. dilengkapi lima sepeda motor praktik.Ag selaku wakasek sarana prasarana pengadaan sarana prasarana harus selalu direncanakan dan .

Artinya dengan semakin memadainya sarana prasaran sekolah. enjoy dan menyenangkan yang dipola sangat unik menarik dan kreatif shingga materi jadi mudah disampaikan sehingga guru mudah untuk mengkondisikan siswa lebih percaya diri.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis.Munib. kreatif serta inovatif dan lain-lain. Seperti halnya: dalam pembelajaran SKI ini siswa bisa efektif dan efisien karena bentuk pembelajarannya atau model pembelajaranya sesuai dengan minat dan bakat siswa atau system pembelajarannya sesuai dengan keinginan siswa. Maka dengan itu pula siswa akan melakukan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan apa yang ingin dicapai oleh siswa itu sendiri. akan semakin meningkatkan proses belajar mengajar. Wawancara Dengan Abd. Sehingga diharapkan dapat menciptakan proses belajar mengajar dengan efektif dan efisien. tetapi dapat juga dengan rasa-rasa senang dan mereka menikmatinya.yakni siswa mampu mampu menciptakan pembelajaran yang fun.S. pemberani.75 dianggarkan66. bermain peran (Role play) dan Demontrasi. (siswa dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan juga siswa bisa membuktikan atau mengaplikasikan hasil pembelajarannya di sekolah tersebut seperti : Siswa bisa belajar dengan humur atau permainan (Game). imajinatif. Tanggal 1-2 Nofember 2008 66 .

Edutainment merupakan salah satu model pembelajaran yang didesain dengan hal yang berbeda dan dikemas dalam bentuk hiburan sehingga dapat mengubah proses pembelajaran menjadi pembelajaran yang menyenangkan.dalam mendukung adanya pembelajaran yang menyenangkan. (fluency of thingking) dengan Wawancara Dengan Abd. Strategi Pembelajaran Dalam Suasana Kelas.S. auditorial. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan memberikan kebebasan penuh pada siswa dalam belajar sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing yaitu: ada yang belajar dengan menggunakan pendekatan belajar somatic. Bahkan islam menganjurkan bahkan selalu menggugah agar umatnya selalu kreatif. Agama Islam merupakan agama yang sangat menghargai pribadipribadi kreatif. Penyajian Data 1.Munib.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. Tanggal 3 Nofember 2008 67 . a. visual maupun intelektual (SAVI).67 Dengan terciptanya pembelajaran yang menyenangkan maka siswa dapat lebih kreatif dalam mengekspresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka.76 B. semakin tinggi pengetahuan seseorang maka semakin tinggi kelancaran berfikirnya.

agar memiliki data yang obyektif dan sistematis tentang sejarah. 1. Tujuan dan fungsi pembelajaran sejarah kebudayaan islam. • Menanamkan penghayatan dan kemauan yang kuat untuk mengenalkan nilai-nilai islam berdasarkan cermatan atas fakta sejarah yang ada. .77 demikian pendidikan agama sangat penting dan merupakan bagian dari kreativitas karena dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas seseorang. • Mengapresiasi dan mengambil ibrah (bukti). Tujuan Adapun tujuan pembelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sebagai berikut: • Memberi pengetahuan tentang sejarah agama islam dan kebudayaan islam kepada pada peserta didik. Kreativitas juga harus dilatih secara terus menerus agar tidak lumpuh dan kaku salah satunya dengan mengasah dan menumbuhkan kreativitas pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). • Membekali peserta didik untuk membentuk kepribadiannya melalui imitasi terhadap tokoh-tokoh teladan sehingga terbentuk kepribadian yang luhur. b. Nilai dan makna yang terdapat dalam sejarah.

prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Setandar kopensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam berisi sekumpulan kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik selam menempuh sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. • Fungsi keilmuan Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. Standar kompetensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. 3. • Fungsi tranformasi Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat. Fungsi Pembelajaran sejarah kebudayaan islam setidaknya memiliki tiga fungsi sebagai berikut: • Fungsi edukatif Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai.78 2. Yakni dengan mencontoh kisah-kisah atau keteladanan para nabi.kemampuan ini berorientasi pada perilaku efektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka .

79 memperkuat keimanan. menyerap. umar bin adb azis. harun ar-rasyid dan Abdullah al-makmun). politik dan meliter). sejarah terbentuknya dinasti abbasiyah. b) Kemampuan untuk membiasakan mencari. menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan dinasti umayah bidang (ilmu agam islam) dan mengkaji sebab-sebab keruntuhanya. c) Kemampuan untuk membiasakan mencari. menyampaikan. Kemampuankemampuan yang tercantum dalam komponen kemampuan dasar ini merupakan penjabaran dari kemampuan dasar umum yang harus dicapai disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. dan mengkaji sebab-sebab keruntuhan nya. kemajuan dinasti abbasiyah (bidang social budaya. ketaqwaan kepada Alloh Swt. a) Kemampuan membiasakan untuk mencari.far al-mansur. menyerap. menyerap. menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan-kemajuan dinasti abbasiyah (bidang ilmu pengetahuan dan bidang ilmu agama islam). serta kemajuan-kemajuan dinasti al-ayubiyah. dan hisyam bin adb malik). kemajuan dinasti umayah (bidang politik dan militer). abd malik bin marwan. dan mengguakan informasi tentang sejarah pembentukan dinasti umayah. walid bin abd malik. geografi dan kebijakan kholifahkholifah abbasiyah yang terkenal (abu ja. Biografi dan kebijakan kholifah-kholifah dinasti umayah (muawiyah bin abi sofyan. .

. b. khalifah dan para ulama. pembiasaan melaksanakan pembelajaran dengan membiasakan sikap dan perilaku yang baik yang sesuai dengan ajaran islam yang dicontohkan oleh sahabat. menyajikan materi SKI yang memberikan mamfaat nyata bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam arti luas. Pengamalan. Pembiasaan. upaya menggugah perasaan (Emosi) peserta didik dalam menghayati berbagai peristiwa dalam sejarah islam sehingga lebih terkesan dalam peserta didik. e.. f. c. sehingga isi dan nilainilai yang ditanamkan mudah dipahami dengan penalaran. Emosional. khalifah dan para ulama. a. sebagai sumber kehidupan. Rasional. yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan atau meningkatkan pemahaman dan keyakinan tentang adanya Allah Swt. Pendekatan Cakupan materi setiap aspek dikembangkan dalam suasana pembelajaran yang terpadu. meliputi.. d. Keimanan. menkondisikan peserta didik untuk memperaktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat. usaha meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran SKI dengan memfungsikan rasio peserta didik.80 4. Fungsional.

b. MTs lainnya sebagai teladan sebagai cermin dari individu yang meneladani sahabat. dan perubahan peserta didik. a. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Penilaian berbasis kelas terhadap ketiga ranah tersebut dilakukan secara proporsional sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan peserta didik serta bobot setiap aspek dri setiap materi. dan bersikap. Penilaian Penilaian dilakukan terhadap proses dan hasil belajar peserta didik berupa kompetensi yang mencakup pengetahuan. perkembangan. 5. Keteladanan. peningkatan. Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat scara tetulis terutama tentang perilaku yang menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. penilaian terhadp . perhatian terhadap peserta didik ketika duduk.. Penilaiannya tidak saja merupakan bagian atau tes formal. sikap dan keterampilan serta pengamalan. kholifah dan para ulama. Hal ini yang perlu diperhatikan dalam penilaian SKI dalam prinsip kotinuitas. yaitu pendidikan yang menempatkan dan memerankan guru serta komponen. dan ketika mereka bermain. berbicara. Pengamatan ketika peserta didik ketika berada diruang kelas ditempat ibadah. melainkan juga.81 g.

sikap. wawancara. proses maupun closing pada proses pembelajaran. Seperti contoh: "siswa di ajak berdialok. Wawancara Dengan Abd.69 Observasi 6-7 Desember 2008.68 Dan dalam pembelajaran tidak hanya dilaksanakan didalam kelas tetapi juga dilaksanakan diluar kelas.S.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. Tanggal 14-16 Nofember 2008 69 68 . agar nilai-nilai aqidah tersebut dapat membiasakan pada kehidupan sehari-hari. angket. Dalam proses belajar mengajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sudah berlangsung afektif dan menyenangkan serta melibatkan semua siswa sebagai subyek pembelajaran. siswa di ajak bermain diluar kelas atau siswa diajak bercerita tentang para sahabat Nabi SAW atau kholifah-kholifah pada zaman atau pada pemerintahan Nabi SAW" Dalam strategi pembelajaran Edutainment sekolah MTs sangat memperhatikan baik pada opening. seperti: Out door atau Out bound dsb. skala. dan catatan anekdot.Munib.82 pengamatan dapat digunakan observasi. pada kegiatan tersebut siswa ditekankan pada nilai-nilai aqidah yang tujuannya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kejenuhan belajar pada siswa. berdiskusi atau berinteraksi dengan alam. kuesioner.

3. Mendayagunakan lingkungan yang ada. Pada pengelolahan kelas guru yang mendesain kelas sering dan skreatif mungkin. Kami simpulkan bahwasanya yang sesungguhnya dalam membangun atau meningkatkan kreativitas siswa di bidang studi SKI sangat diperlukan karena hampir semua guru memakai metode ceramah sampai sekarang akhirnya ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment. Guru bias menggunakan beberapa metode secara bergantian bahkan secara bersamaan dan satu pertemuan. Munib S. Sehingga siswa belajar merasa sangat enjoy. sehingga guru tidak terlihat dengan satu metode saja. masjid dan sebagainya.83 Pada strategi pembelajaran disekolah MTs Al-Ibrohimy pebelajaran edutainment memberikan kebbebasan penuh terhadap guru dalam menggunakan metode yang berfareasiyang dianggap sesuai dengan tema yang akan diajarkan. Disitu juga siswa merasa tidak belajar seaka-akan dipenjara lagi karena hampir setiap harinya bentuk atau model pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan contoh: siswa . Adapun strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa menurut Abd Munib S. menyenangkan dan tidak membosankan lagi bagi siswa. lapangan. Ag. misalnya halaman sekolah. Memanfaatkan sesuatu menjadi ber mamfaat baik dengan memakai biaya maupun yang tidak dengan memakai biaya. 2.Ag adalah sebagai berikut: 1.adapun pada kelas atas II dan III siswa diikut sertakan dalam mendesain dan mengeloala kelas. Sebagaimana yang telah dikutip dari hasil wawancara dengan Abd.

bentuk. sekolah ini menggunakan model tematik (Tema) yang dirumuskan oleh tim dan pengembangan sekolah.84 diberikan pertanyaan atau dituntut untuk menceritakan kisah-kisah para nabi didepan teman-teman mereka saling bergantian sesuai dengan metode atau pola. Dalam penyajian mata pelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI). tetapi justru merupakan sarana bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa serta dalam penyajian mata pelajarannyapun diaplikasikan secara integral dengan menjadikan pelajaran agama (SKI) menjadi sebagai ruh dari seluruh mata pelajaran 70 Wawancara dan Observasi 18-22 Nofember 2008 . Terkadang siswa diajak memanfaatkan atau mendaya gunakan lingkungan yang ada sesuai dengan pengelolaan yang didesain oleh guru dan siswa siswi ikut terlibat didalamnya sehingga muatan pendidikan bisa dikembangkan sesuai dengan nalar fikir siswa itu sendiri. cerita yang akan disampaikan oleh siswa itu sendiri dengan efektif dan efisien yakni sesuai dengan yang diharapkan oleh guru itu sendiri.70 (TIPS) tujuannya adalah: untuk mempermudah proses pembelajaran mata pelajarannya juga dikemas dalam suasana bermain dan bereksprimen sehingga suasana kelas tidak lagi membosankan.

baik dan mengena. Model pembelajaran Edutainment memberikan kebebasan berkreasi pada guru dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang dianggap sesuai. Nurkholis bahwa pada strategi pembelajaran Edutainment guru MTs tidak diperkenankan memberikan label negatif seperti: dilarang marah. pikiran maupun kebebasan berekspresi dan berkreasi serta tidak diperkenankan adanya tekanan yang membuat siswa takut. percaya diri. Semangat dan percaya diri siswa. sehingga pelajaran tidak berjalan secara dikotomi melainkan mengisi dan senantiasa terkait dengan nilai-niali aqidah islam.71 Sebagaimana dikatakan oleh Drs. kreatif dan inovatif.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. meski siswa melakukan kesalahanpun guru diperkenankan mengingat kan menegur dengan bahasa mereka dan sesuai dengan jiwa psikologi siswa dengan arahan-arahan atau kata-kata sopan. H.85 yang ada. dalam proses pembealajaran siswa diberi kebebasan bergerak baik dalam mengungkapkan ide.S. berkata kasar atau semacamnya yang dapat menurunkan energi positif. tetapi siswa sekolah kreatif diberi kebebasan dalam belajar agar menjadi siswa yang pemberani. Sehingga guru tidak harus terikat pada satu metode saja bahkan guru bisa mengguankan beberapa metode Wawancara Dengan Abd. Tanggal 24 Nofember 2008 71 .Munib. minder atau hal lain yang dapat menyumbat kreativitas siswa.

86 secara bergantian atau secara bersamaan dalam satu pertemuan sehingga metode tersebut dapat mendukung proses pembelajaran yang dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa. dilanjutkan oleh kelompok dua yang membahas pokok bahasan tentang “Para kholifah” dengan menggunakan metode “Diskusi”. . Dan pada pertemuan ketiga yang merupakan pertemuan terakhir ini adalah kelompok tiga yang membahas pokok bahasan tentang “Bangunan atau kerajaan pada zaman” dimana pada kelompok ini menggunakan metode “Galerry Walk (pameran berjalan)” atau dengan menampilkan gambargambar beserta penjelasannya. Pada pertemuan pertama ini presentasi dilaksanakan oleh kelompok pertama yang membahas pokok bahasan “Rasul Ulul Asmi” dengan menggunakan metode “Card Short (menyorti kartu)”. Pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) adalah sebagai berikut: Misalnya: • • • Card Shot (Menyortir kartu) Diskusi (Tanya jawab) Galerry Walk (Pameran berjalan) Pada pertemuan pertama dan seterusnya guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode atau strategi peer lesson. Namun dari kesemua materi tersebut seluruh kelompok tidak pernah melewatkan penggunaan metode diskusi dan tanya jawab. Pada pertemuan kedua.

dsb supaya siswa bisa mempraktekkan langsung atau mengaplikasikan secara langsung didepan siswa-siswa yang lain. 2. Metode teks dril atau latihan Digunakan untuk materi yang dibutuhkan praktek yang berbentuk hafalan misalnya: membaca al-qur. seperti: Sholat. Metode demontrasi Di gunakan untuk materi yang membutuhkan praktek langsung. wudlu.an dan menceritakan .87 Setelah semua materi disampaikan.sebagian metode yang digunakan terkadang seperti: 1. Selain itu siswa juga terlihat prilaku siswa yang selama proses pembelajaran serta kerjasamanya dengan teman-temannya sangat baik sehingga selalu siap dan aktif dan kompak dalam mengikuti setiap proses pembelajaran. manasik haji. Dalam hal ini penulis melihat bahwa dalam melaksanakan tugasnya siswa bersemangat dan antusias sekali. Hal ini terlihat ketika mereka segera menuju perpustakaan sekolah untuk mencari informasi-informasi atau literatur yang berkaitan dengan materi yang mereka dapat dan menyelesaikannya sesegera mungkin sesuai waktu yang telah ditentukan. tayammum. guru memberi kesimpulan atas semua materi yang telah dipelajari dan memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya terhadap materi-materi yang belum dipahami. Dan ini juga menjukkan bahwa kedisiplinan siswa dalam belajar sangat tinggi.

sehingga siswa bisa terbiasa dan berani menumbuhkan kecerdasan otakya. Metode gambar Digunakan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pembelajaran. metode yang digunakanpun bervareasi untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan selama mengikuti pembelajaran misalnya: Out bound atau Fielt trip 4. Dengan metode gambar ini siswa dapat mengepresikan karyanya dalam bentuk gambar yakni: siswa bisa menggambarkan sesuai dengan ide dan nalar fikir siswa itu sendiri. a) Desain Pembelajaran Dalam aplikasinya atau penerapanya. 1. pelaksanaan pembelajaran Edutainment di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Metode tadabur alam Dilakukan dengan mengadakan kunjungan berbagai tempat tertentu.88 sejarah-sejarah para nabi dan sebagainya. Mengawali kegiatan . 5. Metode cerita Digunakan dengan menjelaskan materi dengan alur cerita biasanya digunakan untuk menceritakan tentang kisah-kisah Nabi dan sebagainya supaya: siswa bisa mencontoh dan menumbuhkan jiwa pemimpin yang adil dan islami. 3.

Pelajaran dimualai atau materi disampaikan pada siswa. Kunjungan ke obyek secara langsung (out dour). Setelah itu tiap siswa masuk kelas secara teratur yang kemudian dilanjutkan dengan do. kemudian siswa kembali kemeja masing-masing untuk mengerjakan lembar kerja (work sheet) untuk mendukung program tersebut kegiatan pembelajaran ditempuh melalui dua cara: a.a yang dipimpin siswa secara bergilir. 2. Dalam pembelajaran ini siswa diuji atau dites dengan pola pikir yang telah didapat dalam pembelajaran edutainment tesebut. Mendatangkan guru tamu ke sekolah. Proses pembelajaran Dalam proses ini siswa mendapat penjelasan secara singkat materi yang akan dibahas.89 Disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. Disamping itu pula . sebelum masuk kelas siswa diberi pelajaran disiplin diri dalam hidupnya. guru terlebih dahulu memberi pre tes pada siswa tentang materi yang akan disampaikan yang berupa tes lisan atau Tanya jawab. b. Dalam kunjungan ini siswa diperlihatkan secara langsung atau dipraktekkan secara langsung pada obyek yang akan dipelajari oleh siswa itu sendiri. Yakni dilakukan studi banding dengan sekolah-sekolah lain untuk mencari prestasi-prestasi yang menonjol. Sesuai dengan bentuk atau model pembelajaran yang sudah dikemas dengan strategi pembelajaran edutainment.

90 mendatangkan guru tamu kesekolah agar pemahaman yang belum didapat oleh guru tersebut bisa disampaikan oleh guru tamu itu kemudian siswa bisa mengaplikasikan sesuai apa yang telah disampaikan oleh guru tamu tersebut. yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran yaitu: Sumber belajar dan media pembelajaran. Dengan sumber dan media pembelajaran maka materi dapat disampaikan dengan lebih mudah dan menarik dalam proses belajar mengajar bagi siswa. merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan mempermudah siswa dalam mencari jawaban sendiri. Adapun pada pembealajaran edutainment guru harus senantiasa mengaftifkan selama proses pembalajaran yakni dengan mendesain pelajaran yang menentang. pengetahuan. Sumber belajar dan media pembelajaran merupakan suatu hal yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi. maka tidak membatasi siswa dalam memilih dan menggunakan literatur seperti tidak adanya paket sehingga siswa . Pada akhir kegiatan kunjungan atau mendengarkan guru tamu. pengalaman. dan keterampilan dalam proses belajar mengajar serta merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan factor pendukung dan penunjang dalam proses pembelajaran. siswa diwajibkan membuat laporan tertulis.

lingkungan sekitar. 3. Maka siswa akan belajar dengan enjoy dan terasa pembelajaran semakin menyenangkan. Sedangkan media yang digunakan dalam pembelajaran SKI adalah audio visual (VCD) media cetak. Koran.91 bebas memperoleh bahan pelajaran dari beberapa sumber antara lain bisa berupa buku. Misalnya: siswa belajar studi SKI berbagai macam bentuk atau model pembelajaran dengan sarana prasarana yang telah disediakan dilembaga tersebut. majalah. guru mengadakan post tes. jurnal. internet. . nara sumber dan lain-lain. dengan lengkapnya sarana prasarana tersebut maka pembelajaran akan terasa efektif dan efisien.perpustakaan. Maka dari itu pula sekolah MTs AlIbrohimy menyiapkan sarana prasarana yang lengkap. sesuai dengan kebutuhan belajar mengajar sekolah MTs Al-Ibrohimy teersebut. media gambar serta sarana prasarana lain yang menunjang proses belajar mengajar. computer. Mengakhiri kegiatan Sebelum kegiatan diakhiri dan untuk mengetahui hasil pembelajaran yang diperoleh siswa selama pembelajaran. Materi pelajaran Merupakan salah satu penunjang proses pembelajaran jika tidak ada materi pelajaran maka proses pembelajaran tidak akan terlaksana dan tidak akan bermakna.

Lembar kerja kreatif (LKK) dibuat bervareatif dan kreatif dengan memamfaatkan banyak kertas. . Belajar melalui bermain seperti mengajak siswa melihat cerita-cerita para nabi kemudian dipresentasikan didepan teman-teman atau siswa-siawa yang lain sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan apa yang dicatat atau yang ditangkap dalam proses pemutaran VCD tersebut. Sekolah kreatif tidak menggukan buku paket tertentu bahan pelajaran dari bahan apa saja yang penting relevan seperti: dari buku-buku perpustakaan. 5. Sesuai dengan tema dan topic yang telah dibahas saat itu. praktisi hingga internet. 4. jurnal. vcd. 2. computer dan rak folder siswa. Memberikan ruang gerak yang cukup dan mendorong daya perkembangan nalar dan kretivitas siswa.92 b) Aplikasi Pembelajaran Edutainment 1. 3. Pembelajaran disusun secara integrated yang "di ikat" melalui tema-tema tertentu. Mengenal benda atau opyek secara kongkrit. sehingga belajar diluar kelas menjadi bagian yang sangat penting. Setelah emosi siswa teraspirasikan melalui kegiatan tersebut baru kemudian siswa diajak mengerjakan materi sesuai dengan tema atau pokok masalah yang dipakai. Setiap kelas terdapat perpustakaan mini. 7. 6. 8. siaran tv. majalah.

afektif. Adapun keistimewaan model pembelajaran edutainment yaitu: a.72 Serta penilaian dilakukan secara otentik yang mencakup 3 ranah (kognitif. Desain pembelajaran dan dsesain kelas dipola sangat unik menarik dan kreatif. maka evaluasi model konvensional tidak memadai lagi. visual dan intelektual) d. enjoy dan menyenangkan. 72 Observasi 3-4 Desember 2008. Oleh karena itu diadakan mudivikasi dan penyempurnaan dalam cara mengevaluasi. evaluasi hasil belajar atau penilaian kelas dialsanakan secara terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar dan dengan berbagai cara untuk mengetahui segala potensi yang dimiliki siswa adapun evaluasi pada pembelajaran edutainment sebagian diuraikan diatas. sisi yang dievaluasi tidak hanya kompetensi akan seni dan keterampilan motorik saja akan tetapi keterampilan social juga.93 c) Model Evaluasi Siswa Di Sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan.dan psikomotorik). penilaian tidak hanya secara kualitatif (angka-angka dan rapor) tetapi juga secara kualitatif dalam bentuk narasi. audiotorial. c. Terlebih dalam pembelajaran SKI yang dalam pembelajaran nya harus melibatkan ke 3 ranah tersebut. . b. Memakai berbagai metode pembelajaran yang bervareatif. kepribadian dan leadership. Mampu menciptakan pembelajaran yang fun. Memakai berbagai pendekatan pembelajaran yang savi (somatic.

kemudian untuk menjadikan dan mengembangkan 73 Wawancara Dengan Ustadz Mujiburrohman.94 Kelebihan-kelebihan model pembelajaran edutainment antara lain: a. b. sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan banyak melakukan pengembangan. c. 6-7 Desember 2008. Memerlukan penanganan dan tenaga ekstra baik dalam mendesain pembelajaran. kreatif serta inovatif dan lain-lain. a. kreativitas belajar. yang pada dasarnya guru kebanyakan memakai metode ceramah. c. . Siswa mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. d. imjinatif. terutama yang terkait dengan mata pelajaran SKI. Kelemahan model pembelajaran edutainment. Mempermudah guru dalam mengkondisikan kelas. Materi jadi mudah disampaikan. Ketidak siapan guru dan wali murid dalam menghadapi peserta didik yang begitu menonjol. Siswa lebih percaya diri.73 d) Pengembangan Kretivitas Belajar Pada Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Didalam penerapanya. Biaya relative cukup mahal. Ag. b. S. pemberani.desain kelas maupun dalam menciptakan ide-ide kreatif pembelajaran. Misalkan: siswa di beri kesempatan untuk berkreasi dan berfikir kreatif.

proses pembelajarannya bersifat aplikatif. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nurkholis (Kepala Sekolah). c. H. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan. . untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu. Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) 74 Wawancara dengan Drs. Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka.74 a.95 kreativitas siswa akhirnya guru membuat metode atau menyampaikan materi dengan berbentuk yang menyenangkan Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. b. 10-12 Desember 2008. Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir.

untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu.96 yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. e) Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan Kreativitas belajar SKI Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. memahami. proses pembelajarannya bersifat aplikatif. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi . Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. Maka kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. Adapun tujuan dari pengembangan kreativitas belajar SKI adalah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan pada diri siswa sehingga siswa tidak lagi merasa bosan atau jenuh dalam belajar.

Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan.97 menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nurkholis (Kepala Sekolah). Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat. f) Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. H.75 Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan. mudah beradaptasi. 10-12 Desember 2008. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. Sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. 75 Wawancara dengan Drs. .

Ag. Abd Munib S.a barisan maupun kelompok. Ag. opservasi maupun dokumentasi. karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan.76dengan suasana yang gembira. Sekolah MTs Al-Ibrohimy. juga memberikan pembinaan leadership pada diri siswa antara lain dengan memberikan kesempatan siswa untuk memimpin secara bergilir baik kegiatan do. .98 Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif. karena model pembelajaran edutainment sangat mendukung dan membantu dan mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. riang dan mengasikkan akan membuat siswa siap belajar dengan mudah karena dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap negatif menjadi positif. 9 Desember 2008. selaku tim inovasi dan pengembangan sekolah (TIPS) mengungkapkan bahwa model pembelajaran edutainment ini sangat penting dan bermamfaat. dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. 76 Wawancara dengan Abd Munib S.

pada fase ini data-data tersebut akan dianalisis. Analisis Data 1. seperti yang tercermin pada diri siswa yang mempunyai rasa kepedulian yang besar pada kaum kurang mampu hal yang samapun terlihat ketika mereka mendapat tugas kepasar dekat sekolah atau mini market untuk berbelanja mereka diharuskan mampu melakukan tawar menawar. atau out bound yang sesuai dengan kemampuan anak. C. guna membiasakan berani tampil didepan public dengan adanya even-even diharapkan untuk meningkatkan potensi siswa dan mengembangkan kreativitas siswa baik dalam belajar maupun berkarya. Pada siswa sekolah MTs Al-Ibrohimy selalu ditumbuhkan rasa percaya diri dengan menampilkan siswa diseni. Penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativtas belajar pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. adapun untuk mempermudah pembacaan. assembly. Dalam penerapanya. analisa data akan peneliti sampaikan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat.99 Dalam pengembangan kretivitas SKI. model atau strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy mempunyai strategi . Adapun salah satu ajang ekstern sekolah MTs AlIbrohimy kerapkali mengikuti lomba tingkat DIKNAS sekecamatan. Berdasarkan pemaparan data diatas. guru senantiasa menanamkan rasa kepedulian pada siswa.

melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tata cara pergaulan. yang didalamnya juga ada penekanan untuk senantiasa menghargai kecenderungan belajar masing-masing pembelajaran. . Yang menekankan pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka Lebih lanjud juga Mayke S. Empat pendekatan yang digunakan diatas (SAVI) tidak berbeda dengan empat pendekatan yang dipakai oleh model Accelerated learning. Tedjasaputra menyatakan bahwa selain berfungsi penting bagi perkembangan pribadi. visual maupun intelektual (SAVI) maka proses belajar akan berlangsung menyenangkan sehingga siswa dapat lebih kreatif dalam mengepresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka. selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak. auditorial. Tedjasaputra. Hal ini sejalan dengan pendapat Mayke S.100 pembelajaran khusus yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan selain itu juga siswa diberikan kebebasan penuh untuk memilih gaya belajar sesuai dengan kecenderungan belajarnya masing-masing yakni dengan pendekatan belajar somatic. bermain saat belajar juga mempunyai fungsi sosisal dan emosional.

Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education.Meller. 1976). tentang bagaimana pembelajaran yang membebaskan.hal. (new york: praeger publishers. cara belajar dengan mendengarkan akan mudah lupa.. 32-33 77 . seperti halnya yang telah diterapkan dalam proses belajar mengajar di MTs Al-Ibrohimy bahwa pembelajaran itu haruslah mampu membebaskan pikrin peserta didik dari tekanan atau intimidasi dari pihak manapun. dengan cara mendengarkan atau melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. Proses belajar dalam model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan siswa tidak lagi diposisikan sebagai obyek pasif yang hanya bisa duduk manis dan mendengarkan penjelasan gurunya Pelajari John p. dengan cara mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit. Sebab tekanan apapun namanya hanya akan mengerdirkan pikiran siswa sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (learning climate) yang kondusif.101 Bisa dianalisa dengan pandangan Ahmad Sapari dalam bukunya " pendidikan dan sensitipitas guru yang kreatif " yang mengutif konsep paolo freire. Menurut Silberman. Pembelajaran yang membebaskan adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis. dengan cara mendengar atau melihat mendiskusikan dengan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan77.

tidak berhubungan antara guru dan siswa diliputi keakraban dan keharmunisan. Salah satu pendidik dilembaga pendidik tersebut. Strategi edutainment juga memperhatikan opening proses maupun klosing pada proses pembelajaran. Penyajian mata pelajaran dalam metode ini menggunakan model thematic tujuanya adalah untuk mempermudah proses pembelajaran dalam pelajaranya. Selain dilakukan didalam kelas. terdapat penekanan pada nilai-nilai aqidah yang tujuanya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa sebagaimana sempat disinggung oleh ustadz Munib S. Semua penerapan diatas diarahkan untuk mengembangkan kreativitas . Dalam hal berpakaian dan pemilihan buku pelajaran yang dijadikan rujukan ini juga memberikan kebebasan. agama diposisikan sebagai ruh dari semua mata pelajaran yang ada. dan lain-lain. radio. untuk memilih referensi rujukan misalnya: majalah. Koran. tv. proses belajar juga diluar ruangan tujuanya untuk menghindari kejenuhan. internet. bahwa strategi pembealjaran yang digunakan berusaha untuk menjadi segala sesuatu menjadi lebih bermamfaat. melakukan maksimalisasi lingkungan yang ada disekitar serta pengelolaan kelas sering dan sekreatif mungkin. Ag. guru erposisi sebagai sahabat bagi peserta didik hubungan tersebut berpegang teguh pada prisip saling menghormati.102 hubungan antara pendidik dan siswa yang sering kali terdapat sekat yang kerap menghambat komunikasi.

memahami. menyenangkan. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah seperti halnya kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. 2.103 siswa disekolah MTs Al-Ibrohimy dengan mengguankan metode pembelajaran yang berbeda-beda yang berfareatif yang digunakan secara bergantian. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan : yaitu kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. dan penuh kegembiraan. mudah beradaptasi. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya . Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. diciptakanya dalam kondisi kelas yang ceria.

3.104 sendiri. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. yang salah satu aspeknya adalah tentang kreativitas peserta didiknya. Karena pada pembelajaran studi SKI ini sangat bermamfaat bagi kehidupan masyarakat dan berguna bagi manusia didunia dan akhirat. maka apa yang dihasilkan dari penerapan Edutainment adalah bagian dari kerativitas. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Pertama: Edutainment sangat mendukung dan membantu mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy. Dan juga karena . bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. mudah beradaptasi. Beberapa poin dampak positif dari penerapan edutainment tidak lain dilatari oleh keseriusan penyelenggara pendidikan (lembaga pendidikan bersangkutan) dalam upaya meningkatkan mutu pendidikannya.

105 siswa yang kreatif maka siswa akan gampang untuk menyampaikan suatu keahliannya. Kedua: Edutainment mampu menjadikan siswa mempunyai kemampuan dasar untuk menjadi pembelajaran yang mampu untuk mengatur diri. Karena dengan sikap pemberani siswa akan menjadi sangat dibutuhkan dan tidak akan cangguh untuk menghadapi suatu masalah. Keempat indikasi kreativitas diatas sejalan dengan apa yang sempat disinggung oleh Sutrisno bahwa pendidikan dikembangkan agar dapat mengahsilkan subyek didik yang kreatif. Karena dengan belajar SKI siswa yang lain akan bisa terpengaruh dan termutivasi untuk belajar yang kreatif. inovatif dll. Keempat: Edutainment dapat mempengaruhi siswa agar dapat membiasakan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. pemberani. Belajar adalah proses seumur hidup tidak hanya pada saat manusia mengennyam dunia pendidikan kreativitas tersebut lahir dari satu proses aktualisasi diri yang berkesinambungan bahwa . kreatif. Ketiga: Edutainment mampu membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap nigatif menjadi positif seperti: percaya diri. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi. Karena dengan kemampuan siswa yang meningkat maka siswa tidak akan merasa kesulitan lagi. imajinatif. humaoris.

Dengan demikian model pembelajaran edutainment sangat penting dan bermamfaat dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pengembangan kreativitas belajar siswa pada pendidikan sejarah kebudayaan islam (SKI) karena model pembelajaran edutainment merupakan salah satu bentuk inovasi pendidikan pada pola pembelajaran yang benar-benar disesuaikan dengan psikologi siswa dan merupakan pembelajaran yang sangat menyenangkan. kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaptifkan semua kemampuan organisme. yang mampu mengembangkan kreativitas siswa serta sangat efektif diterapkan dalam sejarah kebudayaan islam (SKI). .106 sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri mengujudkan potensi dorongan untuk berkembang dan menjadi matang.

Metode pembelajaran yang digunakan juga beragam. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan. Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. dalam proses pembelajaranya. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancang tranformasi masyarakat.107 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan yang didukung dengan adanya hubungan yang diliputi ke akraban dan keharmunisan antara guru dan peserta didik. Kesimpulan 1. 2.Kreativitas menjadi bagian terpenting yang dijadikan landas pijak dalam penerapan strategi pembelajaran edutainment. Penerapan strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan mempunyai strategi pembelajaran khusus. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. .

Kepada kepala sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan dan seluruh pihak 93 sekolah untuk selalu mengadakan inovasi baru baik mengenai managemen. media maupun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melangsungkan proses pembelajaran. pemberani. Mampu mengatur diri. 3. serta dapat mengubah sikap negative menjadi positif. Untuk setiap guru diharapkan lebih meningkatkan kualitas serta profesionalitas sebagai figur yang ditauladani siswa. Strategi maupun metode pembelajaran pendidikan guna menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas tinggi. SDM. B.Mendukung dan membantu kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. seperti percaya diri. Membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah.108 3. Saran 1. Dari pihak sekolah diharapkan dapat menampung semua aspirasi dari masingmasing guru baik mengenai metode. (b). kreatif serta inovatif dsb. . 2. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi. dengan menambah wawasan dan pengalaman serta selalu mengadakan perubahan kearah yang lebih baik lagi. (c). Adapun yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dari penerapan strategi edutainment disekolah MTs Al-Ibohimy Galis Bangkalan adalah : (a).

Jurnal: Nizamia. Model Pembelajaran Menciptakan Pendidikan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. Dar Al-kitab Al-Ilmiah. . Ciputat. Ibnu Majah Sunan. 2005. Dariyo Agoes. Jakarta: Grasindo Widya Sarana Indonesia. 1989. Marimbah Achmad. Jakarta: PT. Bairut. Suatu Pendekatan Praktek.Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. USA: Allyn & bacon. Pendidikan Islam. Juz 1 Hadits. Renika Cipta. Kalimah Bungin. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. Kasiram Moch. 2007. Jakarta : Grasindo. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rinika Cipta. 2004..109 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi Abu & Supriono. Asrohah Hanum. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. 2003. Buno. Fise The Rianto dan Handoko Martin FIC. Jakarta. Yogyakarta : Andi Offset. Psikologi Belajar. Jilid I Hamzah. Hadi Sutrisno. Bandung: AlMa'arif. Bumi Aksara. Azsa Azyumardi. Hadari Nawawi. 1974. Yogyakarta. 2005. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. 1996. Al-Kholili Abdussalam Ahmad. “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo”.Burhan. Jakarta: PT Grafindo Persada. Metode Penelitian Kualitatif. L. Gadjah Mada Univercity Press. Pustaka Al-Kautsar Arikunto Suharsimi. Mengembangkan Kreativitas Ana. 1991. Metodologi Rasearh. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. 1993. 2006. Metode Penelitian Bidang Sosial. 2004.tt. Silberman Melvin.. Karta Timur. D. 1999.

2003. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Aksara. 2006. Pemikiran Islam Kontemporer. Senin. Mulyasa E.110 Mardalis. Sudono Anggaini. Kreatifitas Dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat. Jakarta Grasindo. 1976. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. Bumi Aksara. 2003. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. Fuad i & Rachmy Diana M. 2005. Metodologi Penenilitian Sosiual Agama. John. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. 2007. Nurdin Syafrudin. Yogyakarta: Mitra Pustaka. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif. Meller Pelajari. 8 Desember. Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein. 2002. Yogyakarta : Menara Kudus. Jakarta: PT. Bandung: Remaja Rosda Karya . Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan. Suprayoso Imam Tabroni.an. Metodologi penelitian kualitatif. Musbikin Imam. Bandung : Rosda Karya. 1995. 2001. 2002. Sumber Belajar dan Alat Permainan: Untuk Pendidikan Usia Dini. 2001. Gramedia Pustaka Utama. Remaja Rosdakarya. Vol. Yogyakarta : Jendela. Margono S. Tedjasa Putra Mayke. Didatika. Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. Quantum teching. Shihab Quraish. Sholeh Khudhori A. Munandar Utami. New York: Praeger Publishers. Jakarta : PT. Bandung : PT. Bermain. Sapari Ahmad. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. S. Jakarta. Nashor H. 2003. Moloeng Lexy. 7. 2006. 2005: Untuk Pendidikan Usia Dini.Metodologi Penelitian Pendidikan. Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta : Grasindo. Education. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Jakarta : Lentera Hati. 2003. P.

yokyakarta : Biopgraf Publishing. H. Wawancara dengan Ustadz Mujiburrohman.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. Bandung: Kaita.S. 9 Desember 2008. Widodo Supriono Dan Abu Ahmadi. 1991.111 Supriadi. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah. Dedi. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. Vycoh Joyce. Zamroni.at.. 6-7 Desember 2008. Ag. 2003. Republic : Jum. . Jakarta. 2005. Sutrisno. Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bandung: Citra Umbara. 2002. Paradikma Pendidikan Masa Depan. Psikologi Belajar. Tanggal 3 Nofember 2008 Wawancara dengan Drs. 2003. 10-12 Desember 2008. 11. Menjadi Super Kreatif: Melalui Merode Pemetaan Fikiran. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens. Wawancara dengan Abd Munib S. S. Wawancara Dengan Abd.Munib. Reneka Cipta. Undang-Undang Republik Indonesia. Ag. Nurkholis (kepala sekolah). 2003. Yogyakarta : Ar-Ruzz. Juli.

Apabila kemudian terbukti atau dapat dabuktikan skripsi ini hasil jiplakan. bahwa merupakan pengambilan alihan tulisan atau pemikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pemikiran saya sendiri. 11 februari 2009 Yang membuat peryataan Tanda tangan MUCHTARUL WAHID D03304068 . Surabaya.112 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya bertanda tangan dibawah ini: Nama NIM Jurusan/program studi Fakultas : MUCHTARUL WAHID : D03304068 : Kependidikan Islam (KI) : Tarbiyah Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri. maka saya bersedia menerima atas perbuatan tersebut.

Bangkalan 3. Bangkalan 2 MTs.113 RIWAYAT HIDUP Nama Tempat tanggal lahir Jenis kelamin Alamat Fakultas/jurusan NIM Asal sekolah : Muctarul Wahid : Bangkalan : Laki-laki : Dsn Longke'Tengah. Bangkala . Al-IBrohimy. Galis. MA. Bangkalan : Tarbiyah/kependidikan islam : D03304068 : 1. MI Al-IBrohimy Galis. Galis. Al-IBrohimy Galis.

MUNIB.Ir.Ust. Tabel 2 Struktur Organisasi Komite Sekolah Ketua komite sekolah MOH.Ag Bendahara SANWANI Wakil bendahara SITI ROMLAH Wakil sekretaris ABUSIRI AMa Anggota 1.Mujiburrahman Sag Guru 2. Maslihah SAg Tabel 5Wali Murid 4.Hosnan Wali Data inventaris Murid 5. murid.Rokib SAg Alumni MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No.ALWI.S. dalam hubungan ini di sebut komite sekolah.AMA Wakil ketua TURDI Sekretaris ABD. guru. Struktur Komite Sekolah MTS juga mempunyai relasi yang membantu baik proses belajarmengajar maupun menjalin hubungan masyarakat sehingga antara kepala sekolah. Jailani Mashuri Tokoh Masyarakat 3.114 Lampiran 1. Keadaan Peralatan Yang Dimiliki Penemuan Tahun . wali murid dan tokoh masyarakat mempunyai hubungan yang sangat dekat.

115 Kondisi Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Sepeda Motor Meja Pimpinan Meja TU Kursi kerja Meja Komp Kantor Bangku Siswa Meja Guru LAB Meja OSIS Meja Guru Meja Guru kelas Meja Loker Guru Kursi Siswa Kelas Kursi Guru Kursi Guru Kelas Kursi Guru LAB Meja + Kursi Piket Komputer TU Printer TU Scanner TU TV AC Kipas Angin Almari Rak Arsip Jumlah 1 5 4 9 3 300 2 1 29 12 2 300 29 12 2 2 3 3 1 4 10 12 16 1 Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak 04 V V V V V V V V V V V V 05 V V 06 07 .

116 Keadaan No. Telpon/Fax Jumlah 1 4 1 1 2 1 4 15 13 1 1 1 28 33 25 10 20 21 1 Peralatan Yang Dimiliki Kondisi Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak Penemuan Tahun 04 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 05 06 07 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis . Gambar Pres +wakil Mesin Ketik LAB Komputer LAB Printer Lab. Nama Filling Cabinet Radio Tape Warless DVD Sound Lab Mega Phone Speaker Sound Kelas Jam Dinding Dispenser Magic Com Lemari Es White Board Papan Data + Pengum.

? 10. apakah pembelajaran edutainment dapat mengembangkan kretivitas siswa terutama pada pembelajaran SKI.? 8... kendala-kendala apa saja yang dihadapi selam mengembangkan pembelajaran edutainment.? 9. apakah penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment diterapkan pada semua mata pelajaran.? 7.? 14. apa harapan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan pembelajaran edutainment.? 2. apakah indicator pembelajaran pada bidang studi SKI sudah berlangsung efektif.? . sejak kapan pembelajaran edutainment dikembangkan.? 12. strategi dan model apa yang dipakai oleh guru SKI dalam mengembangkan keratifitas siswa. apakah pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI sudah efektif dan menyenangkan. bagaimana hasil yang dicapai dari penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreatifitas belajar pada bidang studi SKI.? 6.117 PEDOMAN INTERVIEW Untuk Tutor Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) 1......? 4.. bagaimana penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi (SKI) di sekolah MTs AlIbrohimy galis bangkalan. apa pelajaran SKI merupakan pembelajaran yang mudah dan menyenangkan bagi siswa. Apakah model pembelajaran menurut anda.? 3.? 13...? 5. usaha apa saja yang dilakukan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan strategi edutainment...? 11... bagaimana kurikulum dan silabus yang dipakai sekolah tersebut.

118 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful