PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam Studi

Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) ALIBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Skiripsi Diajukan Kepada Sekolah Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Meyelesaikan Program Sarjana Strata Satu (S-1)

Oleh : MUCHTARUL WAHID NIM. D03304068

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM 2009

2

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPSI

Skiripsi oleh: Nama Nim Judul :Muchtarul Wahid :D03304068 :PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) AL-IBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Ini telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan

Surabaya, 11 Februari 2009

Dra. HUSNIYATUS SALAMAH, Z. M. Ag NIP. 150 267 236

3

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKIRIPSI Skiripsi oleh Muchtarul Wahid ini telah dipertahankan di depan tim penguji skiripsi. Surabaya, 15 januari 2009 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institute Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, DR. H. NURHAMIM, M.Ag Nip. 150 246 739 Tim Penguji Ketua Dra. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag 150 367 236 Sekretaris M. Bahri Musthofa, M. Pd.I 150 368 866 Penguji I, Drs. H. A. Hamid sjarif, M. MH 150 197 388 Penguji II, Drs. Syamsul Ma'arif, M. Ag 150 290 028

4

MOTTO

‫ِان اﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐﻴﺮوْا َﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َ ّ ُ ﻣ‬
"Sungguh, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " Kata mutiara "Jangan Pernah Barharap Sukses Jika Jalan Yang Menuju Ke Arah Itu Sama Sekali Belum Kau Tempuh"

5

ABSTRAK

Skiripsi oleh muchtarul wahid, 2008. judul: " Penerapan Startegi Pembelajaran Edutainment Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Dibidang Studi Ski (Studi Kasus Di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan) " pembimbing: Yang melatar belakangi penelitian ini ialah ketidak puasan dan kejenuhan atau juga karna system pembelajarannya yang semakin menoton dan sistem pembelajaranya hampir smua mata pelajaran memakai metode ceramah, sehingga menghambat kreatifitas alamiyah yang ada pada peserta didik. Di samping itu alas an utama para tim / para guru melakukan pembelajaran edutainment karena masalah Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), yang kerap sekali sering mengerdilkan siswa dan membuat jenuh siswa. Sehingga dengan adanya pembelajaran yang berbentuk menghibur (Edutainment) dapat meningkatkan atau mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan minak, bakat dan kebutuhan anak didik. Dari latar belakang penelitian diatas memunculkan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 2. Bagaimana pengembangan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 3. Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field rasearch) dengan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan data-datanya peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul peneliti analisis dengan teknik diskriptif kualitatif.

6

Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran Edutainment adalah proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan, adapun pembelajaran yang diterapkan disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan hanyalah pembelajaran yang menghibur dan menyenangkan karena pembelajaran edutainment itu juga disesuaikan dengan kreativitas dan kebutuhan anak. Penerapan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang melalui pembelajaran edutainment untuk anak MTs sudah cukup baik dan optimal dengan cirri-ciri pembelajaran yang bervareasi dalam artian materi yang akan diajarkan sesuai kebutuhan anak sehingga dengan mudah mengaplikasikan dalam bentuk yang menyenangkan dan menghibur. Diantara beberapa strategi atau model pembelajaran yang digunakan yaitu: pemberian cerita, permainan peran (role play),tadabur alam / karya wisata, Tanya jawab, game, dan ceramah.

berguna baginya. Qomariyah. adik-adikku Toha Bukhori. Buat Tanteretan IKAMABA semua tak terkecuali khususnya yang Kurus dan yang Gemuk yang telah memutivasi penulis agar menyelesaikan tugas akhir ini. bangsa dan Negara Saudara-Saudaraku yang tersayang kakakku Moh. marilah Jangan nodai persaudaraan kita yang selama ini kita tanam Buat teman-teman KI-04. . yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu. tawa dan canda serta perselisihan memberi nuansa yang sejuk dan mutiara berharga selalu mewarnai setiap langkahku…………………… Spesialnya buat tretan IKAMABA selaku pengurus ples ketua IKAMABA (Alek Khotib) 2009 yang sering marah-marah & tidak kalah murkanya ketika ada masalah di IKAMABA. Kebersamaan dan kesetiaan kalian semua mengiringi perjalanan studiku. Do. patuh.a tidak pernah hentinya semoga sadar & tidak tambah parah……………….akan setiap saat agar anaknya menjadi anak yang sholeh. Jamhari. yang telah mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan skiripsi ini. Dapat Kupersembahkan Karya Skiripsi Sederhana ini Buat: Orang yang ku sayangi dan sangat saya hormati Bapak dan Ibu yang telah membesarkan dengan kasih sayang dan mendidiknya dengan penuh kesabaran serta selalu mendo.7 PERSEMBAHAN Dengan Mengucapkan Syukur Al-hamdulillah. Sakdiyah. Mbakku rantina. Agama. taat. keluarganya. pintar.

Ag. H. Drs. 6. 2. Ag. M. Drs. 5. beserta genap dan seluruh pengikutnya. Semua saudara-saudaraku yang telah meluangkan pikirannya untuk penulis sehingga penulis bisa menyelsaikan tugas skripsi ini 7. Untuki itu sudah sepatutnya apabila dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. namun berkat bantuan. Dr. 3. M. bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. banyak menemui kesulitan dan hambatan. M. maka semuanya dapat penulis menyelesaikan dengan baik. Nur Kholis selaku kepala Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan beserta staf-stafnya yang telah membantu dalam menyelesaikan Skripsi ini. Nurhamim.8 KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat ilahi robbi yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya.. Penulis menyadari bahwa didalam penyusunan dan ppenulisan skiripsi ini. Husniyatus Salamah Z. Bapak dan Ibu Dosen yang telah membekali penulis dengan ilmu pengetahuan . selaku Dosen Wali dan juga selaku Dosen Pembimbing yang penuh kesabaran membimbing dan mengarahkan serta memberi motivasi agar tidak putus asa dan tetap semangat. Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya Beserta Staf-Stafnya. selaku ketua Jurusan Kependidikan Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya.I. sehingga penulis dapat menyelesaikan skiripsi ini. Dra. Sholawat serta salam semoga tetap abadi pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.H Masyhudi Ahmad. Pd.

karna keterbatasan kemampuan yang penulis miliki mengingat penulis adalah hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan luput. selain untaian do. Surabaya. untuk itu penulis mengharapkan saran. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skiripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. 04 januari 2009 Penulis . kritikan dan masukan yang bersifat konstruktif demi sempurnanya penyusunan skiripsi ini.9 Tiada kata yang dapat penulis berikan sebagai balas budi.a semoga amal beliau dibalas dan diterima serta diampuni segala dosa-dosanya disisi Allah SWT. Dan akhirnya penulis berharap semoga skiripsi ini bisa bermamfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya.

..8 2.. Tahap-Tahap…………………………………………………….i PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPS…………………………………………. C..... c..ii PENGESAHAN TIM PENGUJI…………………………………………………….iii MOTTO………………………………………………………………………………iv ABSTRAK……………………………………………………………………………. Pengertian SKI…………………………………………………....10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….........1 Rumusan Masalah……………………………………………………..... Ciri-Ciri…………………………………………………………..11 2.. BAB : III A....... ......vii DAFTAR ISI…………………………………………………………………………ix DAFTAR TABEL……………………………………………………………………xi BAB : I a..12 3.v PERSEMBAHAN………………………………………………………………….3 Tujuan Penelitian……………………………………………………..17 4. Tujuan SKI…………………………………. e.. d.........16 3. b.9 3................. BAB : II A...14 Sejarah Kebudayaan Islam 1...15 2. PENDAHULUAN Latar Belakang……………………………………………………….......... Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran SKI…………………………………………. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI………………18 LAPORAN HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………………19 B...... Faktor-Faktor……………………………………………………........ f..13 4.10 Kreativitas 1..... Pengertian Kreativitas………………………... Pengertian…………………………………….... Pendekatan Pembelajaran………………………………………..…………………………………………………....vi KATA PENGANTAR……………………………………………………………….4 Mamfaat Penelitian……………………………………………………5 Metode Penelitian. g....... Konsep Dasar…………………………………………………….....2 Definisi Operasional………………………………………………….......6 Sistematika Pembahasan………………………………………………7 LANDASAN TEORI Pembelajaran Edutainment 1.

25 7.Struktur Organisasi………………………………………………24 6.35 B. Kesimpulan…………………………………………………………..Visi Misi dan Motto…………………………………………….23 5... Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….………………………………………………………………...33 3..Sarana Prasarana…………………………………………………26 B.38 .....11 1.. 21 3..... Analisis Data…………………………………………………………31 1..Kurikulum………………………………………………………. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….22 4......28 2... Saran-Saran…………………………………………………………...36 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………...... Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………30 C.Keadaan Guru Karyawan dan Siswa…………………………….27 1.Sejarah singkat sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan…………………………………………… 20 2.29 3.....37 Lampiran ...32 2. Penyajian Data……………………………………………….Berangkat Dari Keprihatinan………………………….... Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………. Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………34 BAB : IV PENUTUP A.... Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….......

Struktur Organisasi . Keadaan Personalia Guru 4.12 DAFTAR TABEL 1. Data Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) 3. Fasilitas Pembelajaran 2.

Latar Belakang Memasuki abad ke 21 ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang pesat. 1 . lebih-lebih dalam dunia pendidikan. sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan memadai menduduki posisi yang sangat vital dan strategis dalam kotek saat ini. Sabda Rasulullah saw.13 BAB I PENDAHULUAN A. 81. menyebabkan semakin besarnya arus informasi dan terbukanya pasar internasional yang berdampak pada persaingan bebas yang begitu ketat di segala aspek kehidupan. Konsekuensi logisnya. bahkan pendidikan menjadi suatu kewajiban yang harus di jalani manusia dalam kehidupanya." Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang muslim (laki-laki dan perempuan)" 1 Sunan Ibnu Majah. Sebab pendidikan menjadi suatu jalan atau cara yang mengantarkan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya. Sebagaimana di jelaskan dalam hadits nabi Muhammad SAW. Juz 1 Hadits no. Dalam era tersebut kita di tuntut mampu berperan dalam persaingan bebas. hal.1 ‫ﻃﻠﺐ اﻝﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ آﻞ ﻣﺴﻠﻢ ٍوﻣﺴﻠﻤﺔ‬ ٍ َ ِْ ُ َ ِْ ُ ِ ُ َ َ ٌ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ ْ ُ ََ ّ Artinya : Dari anas ibnu malik berkata.224. (Bairut. Dar Al-kitab Al-Ilmiah. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang mendapat prioritas utama dalam kehidupan manusia.tt).

(Bandung: Al-Ma'arif. 2002). hal. 2 . 1974). hal. 4.2 Adapun pendidikan disini tidak hanya sebagai: Transfer Of Knowledge. salah satunya kepada peserta didik. terutama bagi perkembangan bangsa dan Negara. Untuk membina bangsa yang beragam pendidikan agama ditempatkan pada posisi Utami Munandar. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. lebih dari itu ada tujuan pembentukan kepribadian. Dalam hal ini betapa pentingnya kedudukan pendidikan agama dalam peningkatan manusia Indonesia seutuhnya.14 Pendidikan mempunyai peran yang amat menentukan bagi perkembangan atau peningkatan dan perwujudan diri individu.hal ini berkaiatan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya. (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.3 Sehingga siswa dapat mengenal potensi yang dimilikinya dan kemudian dapat mengembangkan potensinya sesuai bakat dan mural. Buktinya dengan ditempatkannya unsur-unsur agama dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. kemajuan suatu kebuadayaan tergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh pendidikan terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian utama. Marimbah. Kreatifitas Dan Keberbakatan : Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat. menghargai dan memamfaatkan sumberdaya manusia (SDM). 44. Sila pertama dalam pancasila adalah Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang memberikan makna bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beragam. 3 Achmad D.

“Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo” (Jurnal: Nizamia. Nomor 1 tahun 2004). 77. berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama" pendidikan agama adalah bagian dari proses pendidikan nasional. 6 Hanum Asrohah. kecerdasan. 7. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Kasiram. kepribadian. akhlak mulia. 2003). hal. masyarakat. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. Dalam UU No 20 tahun 2003 Tentang SISDIKNAS pasal 12 ayat 1 dinyatakan bahwa:5 " Setiap peserta didik pada setiap sauna pendidikan.4 Pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional memiliki posisi yang kokoh yang secara yuridis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan peningkatan manusia seutuhnya. pendidikan agama bisa menjadi 4 Moch. Vol. pengendalian diri.6. Dengan demikian bangsa Indonesia menempatkan pedidikan agama pada kedudukan yang tinggi dalam sistem pendidikan nasional dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan peningkatan bangsa Indonesia. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif meningkatkan potensi dirinya nuntuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan. pendidikan agama disini mendapat prioritas utama. bangsa dan Negara.6 Oleh karena itu. 5 .15 stategis dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan nasional bahwa: pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. hal.

Revolusi Pendidikan di Indonesia : Membedah Metode Dan Teknik Pendidika Berbasis Kompetensi.2005). 2005). (yokyakarta : Ar-Ruzz. 7 . Akibatnya pendidikan agama islam kurang dapat memberi pengaruh yang berarti pada kehidupan siswa sehari-hari bahkan mengakibatkan terjadinya krisis multi dimensi terutama krisis mural pada kalangan siswa. Quantum teching. (Jakarta : PT. metode pembelajaran semacam ini kuarang memberikan arahan pada proses pencarian.7 Disini lain strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah saat ini pada umumnya masih bersifat konvensional. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. 8 Syafrudin Nurdin.8 Untuk menghadapi tantangan ini pendidikan harus mampu mencari model atau penerapan strategi penyampaian pendidikan agama yang baru. Proses pembelajaran yang digunakan pada guru agama selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah. yang belum mampu menjadikan semua siswa dikelas bisa menguasai tujuan-tujuan umum pembelajaran terutama bagi siswa yang berkemampuan rendah. bosan dan malas belajar. Sutrisno. hal 4. guru memberi penjelasan dengan berceramah mengenai materi pelajaran dan siswa sebagai pendengar.16 salah satu solusi ditengah keadaan bangsa saat ini agar tidak terperosot kejurang keruntuhan dan krisis mural yang semakin mendalam. pemahaman. oleh karena itu model pengajaran yang bersifat indoktrinasi-dokmatis dan normative. yang bisa memutivasi peserta didik untuk secara aktif menjawab persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari. hal 42. penemuan dan penerapan serta menjadikan siswa mnjadi jenu.

Pelaksanaan Pendidikan Pada Sekolah-Sekolah di Kota Malang. Kasiran. bahwa pendidikan hafalan dan drill adalah bentuk pendidikan yang tidak bermakna. dan ke arah masyarakat.9 Sebagaimana dijelaskan Ausuble. menurut Paulo freire: pendidikan seperti ini adalah pendidikan yang membelenggu dan tidak manusiawi. kurikulum apapun yang digunakan akan mendapatkan hasil yang sama. 78-79. Karena memang sekolah hanya mengembangkan atau meningkatkan otak kiri ketimbang otak kanan siswa. Di samping pendidikan agama di sampaikan secara empirik problematik juga disampaikan dengan pola atau strategi yaitu keselarasan anatara akal kecerdasan dan perasaan yang melahirkan perilaku ahlakul karimah dalam kehidupan berbangsa bernegara. Disini guru agama harus selalu berusaha mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi teologis dalam menghadapi setiap bentuk tantangan hidup. Pola ini menuntut upaya lebih menekankan pada faktor kemampuan berfikir dan berperasaan muralis yang menentang ke arah Tuhan. hal. Maka tidak aneh. 9 Moh. dimana anak dilatih untuk menggunakan persepsi agamis terhadap realitas kehidupan. di mana iman dan taqwa menjadi rujukanya. . bila hasil pandidikan selama ini selalu menghasilkan siswa yang berfikir linear tidak kreatif. Bila udah demikian. yaitu pembodohan.17 Hal ini penting dalam pembentukan sikap social anak.

akan tetapi menjadi menyenangkan bagi siswa serta menjadikan proses belajar siswa lebih bermakna dan mampu mengaitkan materi dengan kehidupan seharihari. Sikdiknas. 11 . cara-cara baru dan hasilhasil yang dapat menghasilkan bagi pembangunan atau peningkatan nasional Indonesia. Paradikma Pendidikan Masa Depan. 20.11 Adapun dalam usaha menerapkan pendekatan pembelajaran yang sistematis. 29. (Yogyakarta : Biograf Publishing. terutama pada pendidikan agama islam. kreatif dan menyenangkan salah satu sekolah dasar di Bangkalan yang lebih dikenal dengan nama sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan diBawah naungan NU telah berupaya menerapkan model pembelajaran baru atau 10 Zamroni. hal.10 Dengan adanya model pembelajaran yang kreatif itu dapat menunjang siswa dalam proses belajar mengajar sehingga siswa tidak lagi merasa jenuh atau bosan. 19. 2002). Disini diperlukan kreatifitas yang harus dilakukan oleh semua pihak baik pihak guru maupun siswa. terutama guru.18 Oleh karena itu sudah saatnya sistem pendidikan yang selama ini harus di rubah lebih-lebih untuk sekolah dasar. Pasal 12 ayat 1. Belajar kreatif memungkinkan timbulnya ide-ide baru. Karena guru sangat berpengaruh terhadap mutivasi belajar siswa dan guru dituntut untuk lebih kreatif dalam merangsang pembelajaran dan mengembangkan atau meningkatkat kreatifitas mengembangkan dan menemukan solusi secara mandiri karena pendidikan yang kreatif dapat memecahkan segala problem dengan solusi yang cepat dan tepat. UU Sisdiknas No.

31.12 Seperti Contoh: (Drama) Dalam kisah para Nabi "Salah satu siswa disuruh menceritakan sejarah / kisah para Nabi seperti halnya pada saat perang badar atau juga pada kekuasaan abbasiyah dengan model atau bentuk implementasi yang siswa itu mampu.19 penerapan strategi pembelajaran baru yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat mengembangkan atau meningkatkan kreatifitas belajar siswa. Yang mana Edutaiment itu sendiri adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmonis yang menjadikan pembelajaran terasa menyenangkan. 12 . Sutrisno. sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis. hal. tetapi dapat juga dengan rasa. bermain peran (role play) dan Demontrasi. sehingga pembelajaran lebih menyenangkan.rasa senang. Adapun metode yang digunakan sekolah tersebut bernama "Model atau Penerapan Strategi Pembelajaran Edutaiment". pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (game). dan mereka menikmatinya. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. Bisa juga dengan cara memutar . Sebagaimana telah dijelaskan sustrisno dalam bukunya "Revolusi Pendidikan diIndonesia" bahwa Edutainment berasal dari kata Education (pendidikan) dan Entertainment (hiburan) jadi Edutainment dari segi bahasa berarti pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. Membedah Metode dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetensi (yokyakarta : Ar-Ruzz. 2005).

sebagai berikut: 4. Agar lebih mudah untuk memahami makna. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 5. maka peneliti merumuskan sebagai berikut: . Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 6. maka untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang permasalahan dalam penelitian ini. B. Rumusan Masalah Dengan uraian latar belakang masalah tersebut diatas. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? C.20 CD kemudian di jelaskan kpd siswa yang lain atau juga siswa disuruh menyimak pembelajaran yang disampaikan oleh guru dengan mengunakan CD atau peralatan lainnya kemudian siswa dituntut menyampaikan kembali atau menjelaskan apaapa yang telah terekam pada pemutaran CD tersebut". Definisi Operasional Definisi ini untuk memperjelas dan mempertegas kata-kata atau istilah kunci yang diberikan dengan judul penelitian.

memahami. hal.dan yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis. 43. psikologi Belajar.16 Sutrisno Revolusi. 15 16 Abu Ahmadi Dan Widodo Supriono. hal. Dr Asyumardi Azza. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan.21 1. Strategi Pembelajaran Edutainment : Adalah suatu proses pembelajaran yang merupakan aktivitas kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik. (Bandung: Kaita.sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan. 121. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. (Ciputat. hal. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.15Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini.14Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Pendidikan Islam. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat. 1991).13 2.sesuai rencana yang telah diprogramkan. Joyce Vycoh. Kalimah). hal. 31. Reneka cipta. 16 Prof. Menjadi Super Kreatif: Melalui Metode Pemetaan Fikiran. Kreativitas belajar SKI : Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. 14 13 . 2003). 177. MA. (Jakarta.

. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. D. Untuk mengetahui bagaimana kreativitas belajar siswa dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. Strategi yang dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi (SKI) : Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara. dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).22 3. maka penelitian ini betujuan sebagai: 1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. opservasi maupun dokumentasi. 2. karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif.

Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dan yang dapat meningkatkan kretivitas belajar dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.data yang dikumpulkan adalah berupa kata- . E. Sebagai tambahan referensi atau wacana bagi pemerhati pendidikan serta bagi semua pembaca. khususnya pembelajaran bagi siswasiswi MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Metode Penelitian 1. 3. 2. Penelitian kualitatif deskristif adalah Suatu penomena penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan-keadaan atau status penomena yang terjadi yang terdapat dalam arti baik kata-kata tertulis maupun lisan dari orang yang menjadi subyek penelitian. Jenis penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian Kualitatif Deskristif. Motivasi para praktisi pendidikan terutama para guru untuk kreatif dan inovatif dalam memilih metode atau model pembelajaran yang sesuai dengan dunia siswa. Manfaat Penelitian 1. F. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti mengenai pembelajaran yang efektif serta mengembangkan sikap potensi dan bakat manusia yang sedemikian beragamnya.23 3.

sehingga dapat digambarkan kondisi dan keadaan yang sebenar-benarnya dengan isyarat atau tindakan social. hal. wawancara. Data tersebut mungkin berasal dari naskah. gambar dan bukan angka. mendefinisikan bahwa metode deskriptif adalah menggambarkan sifat atas sesuatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. 3.24 kata. Menurut Lexy Moloeng yang dikutipnya dari pendapat Bogdan dan Tailor. 2007).17 Penelitian kualitatif berusaha menampilkan secara holistik (Utuh) yang membutuhkan pencermatan dalam pengamatan. Sehingga kita dapat memahami menyeluruh hasil penelitian disamping itu dalam penelitian kualitatif ini peneliti harus terjun langsung. sebagaimana dikutip Sevill dkk. dan dokumen resmi lainnya.18 Sedangkan menurut Travers. kelapangan guna memperoleh data yang dibutuhkan. foto. tidak mengandalkan bukti logika matematis. Lexy Moleong. prinsip angka atau metode statistic. Metodologi penelitian kualitatif. video tipe. dokumen pribadi. catatan atau memo. hal. Jadi metode deskriptif ini menekankan bahwa objek yang 17 18 Lexy Moloeng. Metodologi. (Bandung : Rosda Karya. penelitian deskriptif adalah data yang berupa kata-tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. catatan lapangan. 11. . Peneliti ini berusaha untuk menggambarkan dan mengklasifikan fakta atau karakteristik fenomena yang ada faktual dan cermat. Pendekatan ini dapat diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh).

104. 19 . Jenis Dan Sumber Data a. 137. 20 Mardalis. 134. Prosedur Penelitian. Metodologi Penenilitian Sosial Agama (Bandung: Remaja Rosda Karya. 98.hal. menganalisa dan menafsirkan kondisi yang selama ini terjadi. Suatu Pendekatan Praktek.cet 9. Data kualitatif yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinialai dengan angka secara langsung.20 2.25 diselidiki dalam keadaan sekarang pada waktu penelitian dilakukan (berlangsung).22 Diantara data kualitatif dalam penelitian ini adalah: a) Model atau Penerapan strategi pembelajaran edutaiment dan pengembangan kreativitas pada bidang studi SKI.Renika Cipta. kejadian) dan melaporkan sebagaimana adanya. Jenis data Data merupakan segala keterangan (Informasi) mengenai segala hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian. (Jakarta: Aksara 2006). 2001). mencatat. 22 Ibid. (Jakarta.19 Penelitian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang apa dan bagaimana suatu keadaan (fenomena. Penelitian deskripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang saat ini berlaku.21 Berangkat dari topik permasalahan skripsi ini maka jenis-jenis data yang relevan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. yang didalamnya terdapat upaya menjabarkan. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. hal. 21 Suharsimi Arikunto. Imam Suprayoso Tabroni. 1993). hal.

Data yang di Suharsimi Arikunto.26 b) Gambaran umum obyek penelitian antara lain sejarah berdirinya sekolah. (yokyakarta : Andi Offset. Sumber data adalah sumber data yang di peroleh. 66. struktur organisasi. 2002). 23 . (Jakarta Renika Cipta. jilid 1.23 Berdasarkan jenis-jenis data yang diperlukan maka dalam penelitian ini.24 Adapun sumber data ini ada 2 macam. misi. keadaan guru dan murid serta sarana prasarana. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek . Sumber Data. hal. 2. Metodologi Rasearh. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya untuk diamati dan dicatat dalam bentuk pertama kalinya. yaitu: a. dan motto. 1989). 24 Sutrisno Hadi. visi.) Sumber literatur (field literature) yaitu sumber data yang digunakan untuk mencari landasan teori tentang permasalahan yang diteliti dengan menggunakan buku-buku kepustakaan. kurikulum pendidikan.) Fild rasearh adalah sumber data yang dipoleh dari lapangan penelitian yaitu: mencari data dengan cara terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data yang lebih kongkrit yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. 107. dan merupakan bahan utama penelitian. 2. sumber data yang digunakan malalui 2 cara yaitu: 1. Data kuantitatif adalah data yang diukur atau dihitung secara langsung karena berupa angka-angka adapun data yang di maksud adalah: b.

Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang sesuai dengan apa yang diharapkan. maka dalam setiap penelitian terlebih dahulu harus menentukan metode apa yang akan dipakai untuk mendapatkan serta mengumpulkannya. dan TU. peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: 1.Guru SKI. Dalam penelitian ini. Data yang di maksud adalah data tentang sekolah berdirinya sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan berupa dokumen-dokumen lainya. pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat .misalnya dari keterangan atau publikasi lain. Sumber sekunder ini bersifat penunjang dan pelengkap data primer. Metode Observasi Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian.27 maksud disini adalah data tentang model strategi pembelajaran edutaiment dan kreatif pada bidang studi SKI adapun data ini diperoleh dari beberapa sumber yaitu. sehingga data yang diperoleh itu benar-benar valid. b. Wakil Kepala Sekolah. Data sekunder adalah data yang pengumpulanya tidak diusahakan sendiri oleh peneliti. Sebab metode merupakan kunci keberhasilan dalam suatu penelitian. Kepala Sekolah.Creator (TIPS). 3.

28 terjadi atau belangsungnya perstiwa sehingga observasi berada bersama obyek yang diselidiki dan disebut juga obsevasi langsung. Teknik wawancara dilakukan untuk menggali informasi berkenaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dibidang studi SKI di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Nawawi Hadari. 100. (Yogyakarta. kegiatan. Metode Penelitian Bidang Sosial. 26 Burhan Bungin. kejadian. Metode Penelitian Kualitatif. perasaan dan sebagainya yang dilakukan oleh dua pihak yaitu wawancara (interview) yang mengajukan pertanyaan dengan orang yang diwawancarai (interview). (Jakarta: PT Grafindo Persada. Metode Interview (Wawancara) Interview adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengontruksi mengenai orang.2005). 143. hal. penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa di bidang studi SKI dan semua hal yang berkaitan dengan penelitian di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 2.25 Metode ini digunakan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang lokasi dan letak geografis. organisasi.26 Menurut S Magono teknik wawancara adalah cara mengumpulkan data melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data dengan sumber data. sarana dan prasarana. Gadjah Mada Univercity Press. 2006). hal. motivasi. 25 .

4. struktur organisasi.1995). kategori dan S. (Jakarta. Edisi Revisi III. dan dokumen mengenai gambaran umum obyek penelitian. Sebab itu. misi. hal. 1997). adalah proses mengatur urusan data. Koentjaraningrat. 63.28 Secara sistematis dan konsisten bahwa data yang diperoleh dituangkan dalam suatu rancangan konsep yang kemudian dijadikan dasar utama dalam memberikan analisis. hal. karyawan. Metodologi Penelitian Pendidikan. foto. apakah data tersebut sudah cukup baik dan dapat segera dipersiapkan untuk proses berikutnya. surat kabar. Analisis data menurut Patton yang dikutip oleh Moleong. mengorganisasikan kedalam suatu pola. Metode Dokumentasi Dokumentasi dari asal katanya “dokumen” yang artinya barang-barang tertulis dengan melaksanakan metode dokumen ini.27 Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah. yaitu dengan meneliti kembali data-data yang didapat. Margono. 28 27 . buku. dan sarana prasarana. Metode Analisis Data Setelah data terkumpul dilakukan pemilahan secara selektif disesuaikan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian.29 3. peneliti mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan atau benda-benda tertulis. 270. visi. Bumi Aksara. dan mutu. dan siswa. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. transkip. jumlah guru. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. dilakukan pengolahan dengan proses editing.

yaitu penelitian yang dilkukan dengan menggambarkan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan untuk kategori kesimpulan. yaitu dengan menggambarkan keadaan atau status fenomena. 195 . Dalam penelitian ini. Penelitian deskiptif dibedakan dalam dua jenis penelitian menurut sifat-sifat analisa datanya. yaitu riset deskriptif yang bersifat eksploratif dan riset deskriptif yang bersifat developmental.Moleong.30 Dalam hal ini penulis menggunakan deskriptif yang bersifat eksploratif.29 Dalam penelitian ini yang digunakan penulis dalam menganalisa data yang sudah diperoleh adalah dengan cara deskriptif (non statistik). memperoleh 29 30 Lexy J. Metode Penelitian……. penulis berusaha memecahkan persoalan-persoalan yang ada dalam rumusan masalah dan mengalisa data-data yang diperoleh dengan menggunakan sosiologis. Prosedur Penelitian……. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor. Peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. 103 Suharsimi Arikunto. analisa data adalah proses yang merinci usaha yang secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan kepada tema dan hipotesis itu.30 satuan uraian dasar. Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis.

31 5. dalam hal ini peneliti merasa perlu mengadakan pemeriksaan keabsahan data. Mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh. Ketekunan Atau Keajekan Pengamatan Ketekunan atau keajekan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif. Teknik 31 Ibid. mencari apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat diperhitungkan.. dalam penelitian kualitatif di butuhkan metode pengecekan keabsahan data. Adapun cara-cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh keabsahan data tersebut antara lain: 1. 2. 329 . Diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.31 Ketentuan pengamatan ini bertujuan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan penelitian dengan kata lain peneliti menelaah kembali data-data yang terkait dengan fokus peneliti. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan suatu yang lain. sehingga data tersebut dapat dipahami dan tidak diragukan. Metode Keabsahan Data Agar data ini dapat dipertanggung jawabkan.

32 triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lain. BAB IV : Yang berisikan tentang kesimpulan dan saran-saran panulis. serta penyajian data dan analisis beserta keabsahan data. BAB III : Paparan hasil penelitian mencakup: Gambaran umum. Untuk mempermudah dalam pemahaman skripsi ini penulis menyusun menjadi 4 BAB dengan sistematika sebagai berikut: BAB I : pendahuluan yang terdiri dari latar belakang. subyek penelitian. metode penelitian. definisi operasional. 330 .. tinjauan mengenai sejarah kebudayaan islam dan penerapan strategi model pembelajaran edutaiment dalam pengembangan atau peningkatan kreativitas belajar pada bidang studi SKI. kemudian data tersebut peneliti bandingkan dengan data dari luar yaitu dari sumber lain. Sistematika Pembahasan. sehingga keabsahan data tersebut dapat dipertanggung jawabkan. 32 Ibid.tujuan penelitian. mamfaat penelitian. rumusan masalah. tinjauan mengenai kreativitas. G. dan sistematika pembahasan.32 Dalam hal ini peneliti memeriksa data-data yang diperoleh dari subyek penelitian. BAB II : landasan teori yang berisikan tentang tujuan mengenai model atau penerapan strategi pembelajaran edutaiment .

(Yogyakarta : Ar-Ruzz. dan mereka menikmatinya. 31. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. Pengertian Edutainment Sebagaimana telah dijelaskan Sustrisno dalam bukunya " Revolusi Pendidikan di Indonesia "Bahwa Edutainment berasal dari kata" Education (Pendidikan) dan Entertainment (Hiburan)jadi Edutainment dari segi bahasa berarti Pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. hal. pembelajaran menyenangkan. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens. 33 23 . Pembelajaran Edutainment a.33 Perpaduan antara belajar dan bermain ini mengacu pada sifat alamiah anak yang dunianya adalah dunia bermain. pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (Game).33 BAB II LANDASAN TEORI A. bagi anak jarak antara belajar dan bermain begitu tipis pilihan strategi pembelajaran edutainment ini juga berlandaskan pada hasil riset cara kerja otak. 2005). Sutrisno. sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga secara muatan pendidikan sehingga dan hiburan dapat lebih dikombinasikan harmunis.rasa senang. tetapi dapat juga dengan rasa. Penemuan-penemuan terbaru ini . bermain peran (Role Play) dan demontrasi.

memecahkan masalah.35 Pendidikan untuk anak perlu disesuaikan dengan minat serta tahap perkembangan atau peningkatan anak. memasang. Anggaini sudono. sebagaimana penjelasan pobel yang lebih menekankan . mengeluarkan pendapat. Disinilah proses pembelajaran berlangsung mereka mengambil keputusan. menciptakan. menemukan sendiri. Anggaini Sudono. (Jakarta Grasindo. Untuk itu pentingnya penerapan atau strategi bermain dalam belajar. 34 . 2005. menyatakan bahwa balajar dengan bermain akan memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat memanipulasi. enjoy dan menyenangkan. memilih.34 bahwa anak akan belajar efektif bila dalam keadaan fun dan bebas dari tekanan (Revolutional Learning). supaya proses belajar mengajar tidak terasa jenuh dan membosankan tetapi menjadi suasana belajar yang fun. 6 35 . Sumber Belajar dan Alat Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. mempraktekkan dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya. membongkar. dan mengalami berbagai macam perasaan. merekplorasi. mengulangulang. mengerjakan secara tuntas. 2003). mencoba. Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan : Untuk Pendidikan Usia Dini. sehingga belajar tidak lagi membosankan. hal.34 Adapun pelajaran yang diterapkan dikemas dalam suasana bermain dan bereksperimen. 3. bekerja sama dengan teman. mengembalikan. tetapi justru merupakan arena bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa. menentukan.

Tedjasa putra. hal itu akan mengasah . 36 . Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. (Jakarta : Grasindo. sedih. hal. 1-2. artinya. 37 . Karna dalam bermain juga terjadi proses belajar. selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan dan peningkatan kognitif anak. Melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya. pelatihan. 2001). Bermain selain berfungsi penting bagi perkembangan atau peningkatan pribadi juga mempunyai fungsi social dan emosional.36 Jadi plato. Tedjasaputra.aristoteles dan fobel. Mayke S. Mayke S. senang. sikap dan pengalaman anak.35 pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka. yang dapat mengubah tingkah laku. 20. belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tatacara pergaulan. persamaannya ialah bahwa dalam belajar dan bermain keduanya terjadi perubahan. pembelajaran. Bermain. Bermain.37jadi bermain sangat penting dan berpengaruh besar terhadap perkembangan dan peningkatan psikologi anak. bermain digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu anak. kecewa bangga dan lain-lain. pembiasaan dan pendidikan aspek apapun hendaknya dilingkupi dengan kreatifitas bermain. melalui bermain anak merasakan berbagai pengalaman emosi. menganggap bermain sebagai kegiatan praktis. bergairah. Bermain merupakan salah satu ciri pendidikan usia dini yang paling tepat. hal.

kegiatan itu bagi anak tidak berarti apa-apa waktu mungkin berbiaya mahal. menyenangkan merupakan kata kunci dalam setiap kegiatan bagi anak. tanpa suasana yang menyenangkan. dan mendatangkan secara bervareasi.36 kecerdasan otak. membangun sosial anak. justru dengan bermain sesuai dengan tahap perkembangan dan peningkatan anak. . tidak memaksa dan tidak menjadikan mereka bersedih hati. bahasa anak. Kegiatan bermain adalah kegiatan apasaja dalam suasana menyenangkan. Oleh karena itu orang tua dan pendidikan dalam menciptakan kegiatan belajar. sangat membantu proses belajar mengajar. mengembangkan kecerdasan emosi anak. sesuai dengan gerak hati anak. dengan demikian tidak membebani. Kak seto mulyadi dalam bukunya " bermain itu penting " menyebutkan bahwa bermain tidak bertentangan dengan kegiatan belajar. kecuali ketika kita sedang bermain. Fungsi bermain pada usia dini cukup banyak antara lain adalah merangsang perkembangan atau meningkatkan motorik anak. kecerdasan emosi dan keterampilan fisik. kegiatan yang dilakukan secara spontan. pelatihan dan pembiasaan hendaknya dalam suasana yang menyenangkan. tanpa paksaan. bebas dan tanpa beban. melatih dan membiasakan anak-anak dengan kemampuan dan keterampilan tertetu masuklah melalui media bermain.dunia anak-anak adalah dunia bermain kalau kita ingin mendidik. yang dilakukan dengan ceria. Tiada waktu yang paling menyenangkan pada usia dini.

hal. anak perlu mengerti pembicaraan orang lain dan mampu menyampaikan isi hatinya kepada orang tua. sangat menganjurkan agar pendekatan pembelajaran. dengan bermain berbagai kemampuan dasar anak di kembangkan seperti.37 mengembangkan kecerdasan nalar-fikir anak. meniti.38 . Kemampuan bahasa dan daya fikir perlu dikuasai. berdiri satu kaki. 82-85. Orang tua atau pendidik memberikan kebebasan untuk melakukan berbagai kegiatan dan bersedia menjawaab pertanyaan anak-anak. a. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. melompat. melempar. 38 . pelatihan dan pembiasaan. berjinjit. Keterampilan motorik dikembangkan melalui permainan : berjalan. berguling dan sebagainya. maka semua ahli pendidikan prasekolah. The Rianto Fise dan Martin Handoko FIC. Dengan fungsi yang sedemikian penting bagi proses pendidikan anak. menangkap. c. agar anak lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain. mampu memahami hal-hal disekitarnya. berlari. b. 2004). dan mengembangkan keterampilan fisik dalam arti tangan anak-anak. dilaksanakan dengan "Bermain Yang Menyenangkan" Dunia anak adalah dunia bermain tentu saja dengan bermain itu anakanak belajar berbagai macam hal. Kemampuan bermasyarakat dan berhubungan social perlu dikuasai agar anak mampu berdiri sendiri dan bergaul dengan orang lain. (Jakarta : Grasindo.

dalam telaah itu ditemukan bahwa sebagian pembelajaran terpenting dalam kehidupan diperoleh masa kanak-kanak yang paling awal. yang mana pembelajaran itu sebagian besar diperoleh dari bermain. 15. Permainan apapun yang dilakukan akan merupakan proses belajar.40 Belajar sambil bermain akan menjadikan siswa lebih hidup. 11. melainkan sebuah pembelajaran yang didalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan murid dalam suasana yang sama sekali tidak ada penekanan yang ada . nyaman dan menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan bukan semata-mata pembelajaran yang mengharuskan anak-anak untuk tertawa berbahak-berbahak.baik pada kreativitas maupun potensinya. 39 .Juli 2003).38 Dedi Supriadi mengutip bahwa sebuah telaah yang dilakukan broner dan donalson. (Republic : Jum’at. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah.39 Karena bermain merupakan kebutuhan anak yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. bila kita memahamikebutuhan bermain anak tentunnya kita dapat merangsang anak sedemikian rupa agar permainan yang diminatinya menunjang keberhasilan proses belajar nya memang mendomenasi seluruh masa perkembangan nya. (Yogyakarta : Mitra Pustaka. Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein.. 40 . Dedi Supriadi. Imam Musbikin. dengan bermain dapat meningkatkan intelektual (Kognitif) anak serta dapat mengembangkan dirinya. hal. semakin beragam gerakan yang ia tampilkan dan segala kebisingan yang ia ciptakan menunjukkan betapa kuat keinginan untuk belajar. 2006).

Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. (Didatika. sebab tekanan apapun namannya hanya akan mengkerdilkan pikiran siswa. hal. dengan begitu siswa tidak merasa dibatasi.41 Supaya pembelajaran enjoy dan menyenangkan serta siswa tidak merasa tertekan dan bebas bergerak maka pembelajaran harus didesain sedemikian rupa. 8 Desember 2003). menurut konsep paolo fraire. Sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (Learning Climate) yang kondusif. adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis. 3. Ahmad Sapari. Senin.39 hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung pembelajaran yang membebaskan. serta bebas dari tekanan dan jauh dari kebosanan atau kejenuhan. 41 . roh pembelajaran ada pada proses pembelajaran yang menyenangkan. nyaman dan mengagumkan serta ada pada bagaimana hubungan antara guru dan murid dapat terjalin dengan pendekatan didaktif metodik yang bernuansa " Redagogis " artinya Interaksi antara guru sangat luwes. Dalam konsep pembelajaran edutainment. dengan menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan. . akrab dan bersahabat sebagaimana teman sendiri. nyaman dan tidak membelenggu siswa. takut dan bisa berinteraksi dengan bebas dan menyenangkan.

dan pengetahuannya tentang berbagai hubungan kausalitas yang membantu untuk berkreativitas dan berinovasi. dilihat dari pemikiran. imajinasi. bahwa aktivitas bermotu bagi anakanak merupakan suatu proses pendidikan dan pengajaran karena mainan mencerminkan sarana yang efektif dan sukses untuk mengaktualisasikan diri. tidak hanya tingkat pendidikan yang merupakan dasar dalam mengembangkan kepribadin yang baik. Mengembangkan Kreativitas Anak. disekolah maupun dilingkungan. kekuatan memorinya. pada yang sama aktivitas bermain dapat memberikan pengaruh terhadap kapabilitas anak dan kemampuan akal serta pengetahuan mungkin dicermati melalui hasil disekolah. permainan anak merupakan sarana edukatif yang penting dalam pertumbuhan anak-anak. Tidak mungkin dikesampingkan.40 Bermain tidak hanya menyenangkan. Pada umumnya. Ahmad Abdussalam Al-Kholili. namun lebih dari itu. hal. 206.42 . 42 . (Karta Timur. merupakan suatu keharusan untuk memproduksi mainan edukatif dan teknik bagi anak dan memperluasnya. Dengan permainan anak dapat membentuk peradaban dan pemikiran anak kecil dengan demikian anak diharuskan untuk bermain baik dirumah. karena itu. tetapi juga dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan peserta didik salah satunya adalah perkembangan kreatifitas anak (Siswa). Pustaka Al-Kautsar 2005). mengingat mainan bagi anak-anak memiliki nilai edukatif yang besar.

• Mencari konsep dan identitas diri. . Tawaran Meller ini bertumpu pada dorongan siswa untuk: • Menyadari diri sebagai suatu suatu proses pertumbuhan yang sedang dan akan terus berubah. tetapi yang dimaksud disini adalah bahwa proses pembelajaran guru hendaklah memperlakukan siswa-siswanya sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Humanizing The Classroom Artinya manusiakan. Adapun konsep dasar dari masing-masing metode ini adalah: a. b. Quntum Learning.Meller terfokus pada pengembangan model " Pendidikan Afektif " yang dalam kosakatanya sering disebut dengan " Pendidikan Kepribadian" atau "Pendidikan Nilai". the classroom artinya ruang kelas jadi humanizing the classroom secara harfiah brarti memanusiakan ruang kelas. dan Sebagainya). Active Learning. Quantum Teaching. Oleh John P. The Accelerated Learning. Konsep Dasar Edutainment Edutainment dalam perjalanannya menjalma dalam berbagai bentuk seperti humanizing the (Class Room.41 Dengan demikian permainan sangat penting dan bermamfaat dalam kehidupan anak-anak karena ia merupakan sarana alamiah dan spontanitas untuk belajar dan membaca.

Pelajari John p.melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. Silberman.Meller. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education. I forget. 43 .44 Menurut silberman. What I hear and see.43 b.. cara belajar dengan mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit. Active Learning Artinya pembelajaran aktif. siswa melakukan sebagian besar pekerjaan belajar. (new york: praeger publishers. pada saat kegiatan itu aktif. belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi kepada siswa. dengan cara mendengar. (USA: Allyn & bacon. 32-33 44 Melvin L. diskusi dan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan. 1976).42 • Memadukan kesadaran hati dan pikiran. Menurut Melvin L. Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan. dengan cara mendengarkan.hal. memecahkan berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari. belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus.silberman.mereka mempelajari gagasan-gagasan. I remember a little. melihat. Hasil pengembangan dan peningkatan dari pernyataan Confucius ini oleh silberman diabadikan dengan kredo: What I hear. 1996).

e.and do.see.43 What I hear. c. Quantum Learning Didefinisikan sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.see. Active learning menyajikan 101 strategi pembelajaran aktif yang hampir dapat diterapkan untuk semua pelajaran. I master. What I teach to another. I begin to understand. hlm.discuss. psikis dan emosi siswa menjadi suatu kesatuan 45 Ibid. . and askquestions about or discuss with someone else.dave mair. The Accelerated Learning Artinya pembelajaran yang dipercepat. I acquire knowledge skill. Quantum Teacing Berusaha mengubah suasana belajar yang menoton dan membosankan ke dalam suasana belajar yang meriah dan gembira dengan memadukan potensi fisik. What I hear. auditory. menyenangkan.45 Belajar aktif merupakan langkah cepat. Karma semua kehidupan adalah energi.1. d. menyenangkan dan memuaskan. konsep dasar dari pembelajaran ini adalah bahwa pembelajaran itu berlangsung secara cepat. dan menarik. menyarankan kepada guru agar dalam mengelola kelas menggunakan pendekatan somatic. visual dan intelektual (SAVI).

karena unsur-unsur ini semuanya. Pendekatan Pembelajaran Edutainment Dalam metode pembelajaran Edutainment. Adapun dalam pengelolaan dengan menggunakan cara belajar SAVI ini. terdapat beberapa pendekatan belajar yaitu somatic. "learning by moving and doing" ii. Yaitu: i. Cara Belajar Intelektual . Cara Belajar Auditory Auditory adalah (Belajar berbicara dan mendengarkan) atau dikenal dengan istilah "learning by talking and hearing".yang berisikan prinsip-prinsip system perancangan pengajaran yang efektif. belajar yang paling baik bisa berlangsung jika semuanya itu digunakan secara stimultan. c. terpadu. efisien dan progresif. Cara Belajar Somatic " Somatic " Berasal dari bahasa yunani yang berarti tubuh (soma). auditori.44 kekuatan yang integral. iii. Keempat cara bealajar ini harus ada agar belajar berlangsung optimal.yang dimaksudkan sebagai (Belajar dengan bergerak dan berbuat). visual dan intelektual atau lebih di kenal dengan istilah SAVI. Cara Belajar Visual Diartikan (Belajar dengan mengamati dan menggambarkan) atau disebut dengan istilah "learning by observing and picturing" iv.

. Hasan galunggung memaknai " kreativitas " sebagai kesanggupan mencipta atau daya cipta. Pemikiran Islam Kontemporer. Dari arti termenologi tersebut " kreativitas " berarti potensi diri dalam membuat sesuatu atau mendorong agar sesuatu menjadi ada. dan mengeluarkan.46 Menurut pendapat munandar. Pengertian Kreativitas Ada beberapa definisi yang digunakan dalam membatasi maksud yang terkandung dalam pengertian " kreativitas " tidak dapat dipungkiri bahwa pengertian ini telah menyebar luas dan banyak digunakan melalui individuindividu yang memiliki keahlian yang berbeda. kreativitas memiliki beberapa pengertian dasar sebagai berikut: a) Kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. Kreatifitas dapat didevinisikan sebagai suatu gagasan yang baru dan berguna (menurut holpern. informasi atau unsur-unsur yang ada. hal. (yogyakarta : Jendela. Kata " kreatif " berasal dari bahasa latin " crate " yang berarti menyebabkan tumbuh: menghasilkan.186. 46 A khudhori Sholeh.dalam suharnan). 2003).45 Yaitu (Belajar dengan pemecahan masalah dan refleksi) atau disebut dengan istilah "learning by problem solving and reflecting" B. Kreativitas 1. menciptakan. yang secara otomatis hal ini menyebabkan munculnya sejumlah definisi yang berbeda pula. peradaban yang kreatif.

dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. asli (orisinil) dan adanya elaborasi. Sedangkan menurut rogers menekankan bahwa sumber kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri. kecenderungan untuk mngepresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. c) Secara operasional kreativitas mengandung pengertian sebagai kemampuan mental yang bersifat lancar (fluency). 65. 48 Utami. disini individu memiliki kebebasan berfikir untuk menyatakan gagasan dan pendapat seluas-luasnya tanpa terikat pada aturan-aturan ynag berlaku. jadi individu tidak terpadu pada satu jawaban.48 Inti dari semua konsep kreativitas adalah adanya unsur kebaharuan hasil kreativitas Agoes. d) Kreativitas merupakan proses.baru dan bermanaat. 24. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. (Jakarta : Grafindo Pustaka Utama . mengujudkan potensi.47 Jadi kreativitas merupakan suatu cara melakukan sesuatu dengan berbeda. (Jakarta : Grasindo Widya Sarana Indonesia 2003). adapun orang yang melakukan kemampuan tersebut dikatakakan orang kreatif.unik.lebih baik. luwes (flexsible). Kretivitas dan Keberbakatan : Strategi Mengujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. 2002). 47 . Dari uraiyan diatas dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan ataumenemukan sesuatu yang baru. hal.46 b) Kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah. hal. Dariyo. Munandar .

pertambahan dan dominan. Sedangkan belajar dapat diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Jadi dari pengertian-pengertian tersebut diatas bisa diambil standar kreativitas adalah unik. mnyelesaikan masalah dan memberikan nilai tambahan atau keindahan. orisinil. lisan. efektifitas dan membuat pembelajaran senang. menyeluruh dan tersembunyi. hal. dengan perkataan lain. hal baru yang lebih baik serta bermamfaat. Akhir-akhir ini istilah otak kanan telah digunakan sebagai cara populer untuk menyetakan kreatif. artistic dan rapi kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara kedua otak tersebut. . Sedangkan otak kanan bersifat emosi.1991). 121. Otak kiri bersifat logika . Jadi kreatifitas belajar merupakan proses berfikir dimana siswa berusaha menemukan hubungan-hubungan baru untuk mendapat jabatan. lompatan.49 Belajar seperti ini sarat dengan aktivitas. visual. berbeda. bebas dan imajinatif. kreativitas. (Jakarta : Rinika Cipta . 49 Abu Ahmadi & Supriono . Untuk dapat melahirkan kreatif sesorang harus dapat memamfaatkan kedua sifat otak kiri dan kanan. kreativitas adalah berfikir atau pemecahan masalah yang bersifat asli atau imajinatif. berurutan. orang yang kreatif membawa makna dan tujuan yang baru.47 berujud cara-cara berfikir atau melakukan sesuatu yang bersifat baru. Psikologi Belajar .

orang yang kreatif biasanya selalu ingin tahu. mereka lebih berani mengambil resiko.48 metode baru dan cara-cara baru untuk memecahkan suatu masalah dari hasilhasil belajar tang mereka lakukan. Dalam proses pembelajaran edutainment belajar harus dapat mendorong. (tetapi dengan perhitungan) daripada siswa pada umumnya. mereka penasaran ingin mengetahui apa yang akan terjadi. kreatif dan nyaman serta menyenangkan pada diri siswa sangat bergantung pada aktifitas dan kreativitas guru. Siswa yang kreatif cukup mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Ciri-Ciri Kreativitas Sebagian besar peneliti menunjukkan 4 ciri khas kreatif yaitu: 1) Keberanian : orang kreatif berani menghadapi tantangan baru dan bersedia menghadapi resiko kegagalan. . maka diperlukan dukungan dari guru yang kreatif pula. karma dalam menciptakan suasana yang kondusif. 2) Ekspresif : orang kreatif tidak takut menyatakan pemikiran dan perasaanya. 2. menumbuhkan serta mengembangkan atau meningkatkan kreativitas peserta didik. mereka menjadi dirinya sendiri orang yang kreatif memiliki kebebasan berfikir dan bertindak kebebasan tersebut berasal dari dirinya sendiri. memilki minat yang luas dan menyukai kegegemaran dan aktifitas yang kreatif. terutama untuk mengendalikan diri dalam mencari alternatif yang menghindar untuk mengaktualisasikan potensi kreatif yang di milikinya. untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif.

50 . (Bandung : Kaifa. bukanya oleh keuntungan lain seperti jabatan atau popularitas.50 Secara alamiah. merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan memudahkan atau mencari jawaban sendiri. menggabungkan berbagai hal dengan cara yang baru dan bermamfaat akan menghasilkan yang kreatif. Ciri psikologis yang lain yang pada umumnya dimiliki orang yang kreatif yang diidentifikasikan david N. hal. b) Minat menemukan masalah yang tidak umum. jika kita menggabungkan hakhak sedemikian rupa sehingga menjadi berbeda. 4) Intuisi : orang kreatif menerima intuisi sebagai aspek wajar dalam kepribadian mereka paham bahwa intuisi berasal dari sifat otak kanan. c) Kemampuan penyeimbangan kreasi gagasan dengan penyajian dan penilaian. d) Termotifasi oleh masalah atau tugas itu sendiri.49 3) Humor berkaitan erat dengan kreativitas. adalah: a) Dorongan untuk menemukan keteraturan dalam keadaan kacau balau. setiap anak itu kreatif. yang memiliki pola komunikasi berbeda dengan belahan otak kiri. 49-51. Joyce Wycoff . Menjadi Super Kreatif : Melalui Metode Pemitaan Pemikiran . tak terduga dan tidak lazim. berarti kita bermain-main dalam humor. tidak konfensional serta mempunyai potensi untuk kreatif dengan melatih diri untuk berkreativitas siswa dengan mendesain pelajaran yang menentang.perkis. juga penyelesaianya. 2003).

setiap orang dapat mendatangkan pemikiran baru yang bermamfaat. Selalu berusaha daan kosisten dengan pemikiran yang baru yang diyakininya . inovasi. demikian pula dengan kekuatan pemikiran yang diyakininya.50 Adapun mengenai ciri utama yang harus dimiliki orang lain inovatif dan berbeda dari orang yang biasanya yaitu: a. sastra atau keilmuan serta memberikan mamfaat bagi manusia. pencatatan dan pelaksanaannya demi menjaga hak-hak kreativitas. c. hal ini tercapai karma ia menggunakan pemikiran yang baik. d. orang seperti ini dapat mendatangkan pemikiran yang baru. dan percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. dan penjagaan kepemilikikan intelektual. Banyak pemikiran yang baru hadir dari pengalaman harian. b. Pada saat itulah ia disebut . Kemampuan untuk menjaga kerahasiaan inovasi tersebut hingga selesai penetapan kebenaranya. Kemampuan untuk mencipta dan membuat solusi sesuai dengan pemikiran yang terbuka. baik berupa praktek. hal itu akan memberikan andil yang besar dan bermamfaat bagi kemanusiaan. Ciri-ciri ini dapat di temukan dalam diri orang yang inovatif sekaligus kreatif. Memiliki kemandirian yang sangat tinggi.

51

kreatif dan inovatif.51 Jadi orang yang kreatif akan menemukan sesuatu yang baru, yang berbeda dari yang lainya, berani mengambil resiko, percaya diri, selalu ingin tahu, humoris serta mampu memecahkan masalah dengan bermacam-macam alternatif jawaban. 3. Tahapan-Tahapan (Fase) Kreativitas secara lebih sistematis, david cambel mengungkapkan bahwa tahaptahap kreativitas meliputi 5 tahap yang dilalui oleh proses kreativitas antara lain.52

a. Tahap persiapan (Preparation) Pada periode ini individu meletakkan dasar pemikiran menyatakan masalah dan mengumpulkan materi-materi yang diperlukan untuk pemecahan masalah individu juga mempelajari mengenai latar belakang masalah serta seluk beluknya. b. Tahap konsentrasi (Concentration) Pada tahap konsentrasi ini, perhatian individu tercurah dan pikiran individu terpusat pada hal-hal yang mereka kerjakan tahap konsentrasi merupakan waktu pemusatan, waktu untuk menimbang-nimbang waktu menguji, waktu awal untuk mencoba dan mengalami gagal (trial and error)
Amal Abdussalam K, Mengembangkan, hal. 57. H. Fuad Nashori & Rachmy Diana M. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam, (Yogyakarta : Menara Kudus , 2002), hal. 52.
52 51

52

c. Tahap incubasi (Incubation) Pada tahap incubasi ini, individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara dari masalah yang dihadapi / tidak memikirkan secara sadar, tetapi menyimpanya dalam alam bawah sadar, artinya individu mencari kegiatan-kegiatan yang melepaskan diri dari kesibukan pikiran terhadap masalah yang dihadapi, namun untuk sementara waktu. d. Tahap penerangan (Ilumination) Pada tahap penerangan hasil kreativitas baru muncul pada periode ini, individu mengalami insight, untuk pemecahan masalah muncul secara tiba-tiba dan diikuti dengan perasaan senang.

e. Tahap pembuktian (Verification / Produktion) Pada tahap pembuktian individu mengespresikan ide-ide nya dalam bentuk nyata dalam menentukan bentuk apakah dalam fakta-fakta yang benar, individu mengevaluasi hasil penyelesaian masalah pada periode ini diperlukan pola berfikir kreatif. 4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kreativitas Berfikir kreatif tumbuh subur bila didukung oleh factor personal diantaranya adalah:53 a. Kemampuan kognitif.

53

Agus Ngger Manto, Quantum. hal. 72.

53

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan otak untuk berfikir logis, termasuk juga kemampuan diatas rata-rata dan fleksibilitas kognitif, potensi otak bisa sangat besar, kemapuan kognitif dapat kita penuhi dengan cara mengoptimalkan potensi otak. b. Sikap terbuka. Orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimulus internal dan ekternal, ini adalah kometmen pribadi yang sangat penting, saat kita dapat mamfaatkan untuk menjadi kreatif. c. Sifat yang bebas, otonomi dan percaya pada diri sendiri. Orang yang tidak senang digiring, ingin menampilkan diri semampunya dan semaunya, ia tidak terikat dengan konvensi dan aturan social, mereka percaya diri dan yakin bahwa mereka dapat melakukan halhal secara kreatif. Faktor yang mempengaruhi kreativitas, menurut utami munandar, terdiri dari kognitif dan kepribadian, sedangkan kemampuan berfikir terdiri dari kecerdasan (intelegensi) dan pemerkaya bahan berfikir berupa pengalaman dan keterampilan, factor-faktor kepribadian terdiri dari rasa ingin tahu, harga diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, berani mengambil resiko dan agresif, serta tipe kepribadian. Menurut rogers, factor yang mendukung perkembangan nya kreativitas adalah: keterbukaan individu terhadap pengalaman sekitarnya, kemampuan untuk mengevaluasi hasil yang diciptakan dan kemampuan untuk

Kemampuan terhadap pengalaman adalah : kemampuan menerima segala sumber informasi dari pengalamanpengalaman hidupnya sendiri dengan menerima tanpa kekakuan pengalaman-pengalaman tersebut dan keterbukaan terhadap konsep secara utuh. 2) Evaluasi ekternal yaitu : pada dasarnya penilaian terhadap produk karya seseorang terutama ditentukan oleh diri sendiri. bukan karena kritik atau pujian orang lain walaupun demikian individu tidak tertutup dari masukan dan kritikan dari orang lain. C. Sejarah Kebudayaan Islam 1. . hal. Pengertian sejarah kebudayaan islam. 3) Kemampuan untuk bermain dan berekprolasi dengan unsure-unsur dan bentuk-bentuk dan konsep-konsep yaitu kemampuan untuk membentuk kombinasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. 54 H. Fuad Nashori & Rachmy Diana Mucharam. adapun mengenai faktor internal individu. seperti : kegiatan melukis dapat menumbuhkan kreativitas. rogers mengatakan bahwa kondisi internal yang memungkinkan timbulnya proses kreativitas adalah:54 1) Keterbukaan terhadap pengalaman. terhadap rangsangan-rangsangan memiliki sikap terbuka maka banyak informasi dan kesempatan yang dari luar maupun dari dalam. kepercayaan persepsi dan hipoitesis dengan demikian individu yang kreatif adalah : individu yang menerima perbedaan. 55-56.54 menggunakan elemen dan konsep yang ada. Mengembangkan.

" istoria (Yunani). Bahwa "sejarah" setidaknya dalam pandangan orang yang pertama menggunakan kata ini menyangkut tentang. sejarah kebudayaan islam didefinisikan secara sangat sempit implikasi dari sejarah kebudayaan islam yang sangat "political oriented" adalah munculnya citra yang tidak selalu akurat tentang islam dan muslimin. Syajarah Al-nasab pohon geneologis yang dalam masa sekarang agaknya bias disebut sejarah keluarga (family history) tapi selanjudnya "Sejarah" dipahami makna yang sama dengan "tarikh (Arab)." history (Inggris). sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah elit." atau geschichte (Jerman). khususnya ditimur tengah. sejarah politik hanyalah sebagian kecil dari sejarah islam secar keseluruhan . kaligrafi dan semacamnya. lebih sempit lagi. pembahasan tentang "kebudayaan" islam berkisar tentang aspekaspek kesenian islam. Pada sisi lain kebudayaan lebih cenderung dipahami ssebagai "kesenian" dengan demikian. Padahal sejarah islam bukanlah semata-mata sejarah politik.55 Istilah "sejarah" berasal dari kata arab "syajaroh" yang berarti "pohon" pengambilan istilah ini agaknya berkaitan dengan kenyataan. Dengan demikian. sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah bangkit dan jatuhnya dinasti-dinasti muslim. bahwa mereka lebih terlibat dalam pertarungan kekuasaan yang tak habis-habisnya. sejarah para penguasa muslim. Sejarah kebudayaan islam sebagian besar adalah: sejarah politik kaum muslim. sejak dari seni lukis." yang secara sederhana berarti kejadian-kejadian yang menyangkut manusia dimasa silam.

Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. E.56 yang mencakup kehidupan social. kebijakan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. hal.untuk mencapai hasil didik yang kreatif guru harus memberi kesempatan kepada subyek didik untuk leluasa mengembangkan kreasinya. pemikiran. harus mendukung pula. 56 55 . Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam Pengembangan Kreativitas Pembelajaran Pada Bidang Studi SKI 1. ide. Kreativitas ini meliputi semua aspek kehidupan manusia. konsep. hal. program atau tanaman kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru. baik berupa perubahan pengetahuan.56 Penerapan tersebut merupakan suatu proses penerapan konsep. seperti dalam ilmu pengetahuan. (Bandung : PT. baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Alat pendidikan. yaitu mengubah suatu bentuk kebentuk lain. (Ciputat. 2003).55 D. dan pendidikan (dan tradisi intelektual) dalam pengertian seluas-luasnya. MA. Pelaksanaan Pembelajaran Edutainment Penerapan merupakan suatu prose side. ekonomi. budaya. Pendidikan Islam. kurikulum merupakn isi dari pendidikan yang perlu diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan terciptanya subyek didik Dr Asyumardi Azza. 93. pendidikan dan lain-lain. Kalimah). keterampilan maupun nilai dan sikap. Kreativitas manusia berlaku pada hal penciptaan yang terus menerus. Mulyasa. Remaja Rosdakarya. 177.

Revolusi Pendidikan. hal. Mengembangkan Kretivitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. 58 57 . terutama adanya kenyataan bahwa problem-problem manusia akan terus dating dan satu-satunya jalan adalah terus memecahkanya. Misalnya dengan memperbanyak mata pelajaran dan aktifitas yang dapat merangsang kretifitas dan inisiatif anak didik. hal. jadi menurut prisipnya kurikulum harus sesuai dengan keadaan perkembangan psikologi anak didik. Kreativitas manusia terbentang luas. Sunguh Allah maha mendengar lagi maha mengetahui " (QS.58 dalam Al-Qur’an disebutkan ‫داﻝﻚ ﺑﺄن اﷲ ﻝﻢ ﻳﻚ ﻣﻐﻴﺮا ﻧﻌﻤﺔ اﻧﻌﻤﻬﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﻗ ﻮم َﺘ ﻰ ﻳﻐﻴ ﺮوا‬ ْ ُ َّ ُ ‫َ ِ َ َ ﱠ َ َ ْ َ ُ ُ َّ ً ِ ْ َ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ‬ َ ‫ﻣﺎ ﺑﺄﻧﻔﺴﻬﻢ وان اﷲ ﺱﻤﻴﻊ ﻋﻠﻴﻢ‬ ُ ْ َِ ُ ْ ِ َ َ ‫َ ِ َ ْ ُ ِ ِ ْ ََ ﱠ‬ َ "Yang demikian (siksaan) itu adalah karma sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat (nasib) yang telah di anugerahkan nya kepada suatu kaum. Al-Amfal : 53) ‫ِان ﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐ ّﺮوا ﻣﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ َ ْ ُ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َﻴ‬ Sutrisno.kretifitas manusia didukung dan didorong oleh agama agar kehidupan manusia menjadi lebih baik. ia sendiri yang mengubah dirinya. (Jogjakarta : Manara Kudus.57 yang kreatif. 2002). H. agama memberikan kelapangan pada manusia untuk berkreasi dengan akal pikiran dan dengan hati nuraninya (qalbunya) dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang didalamnya. Fuad N & Rachmy Diana M. 141. 27-28. dan harus sesuai dengan masakematangan dari masing-masing masa perkembangan mereka.57 Untuk itu isi kurikulum harus betul-betul diarahkan pada pencapaian tujuan anak didik yang kretif.

an.:60 a. hal. Ini mempunyai banyak kegunaan dalam menjajaki proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. 356. proses dan post tes. Ketiga hal tersebut dijelaskan sebagai berikut. pada umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal. Kurikulum. dengan demikian agama sangat mendukung dan mendorong pengembangan dan kretivitas. adapun fungsi pre tes antara lain : Quraish Shihab. Pre tes (tes awal) Pada umumnya proses pembelajaran dimualai dengan pre tes. yaitu : pre tes. 7. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Al-Ra. 59 . (Jakarta : Lentera Hati). 103. 60 E. Dalam pembelajaran. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " (QS. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. dalam interaksi tersebut banyak sekali factor yang mempengaruhinya.du : 11)59 Usaha yang berhasil biasanya melibatkan pemikiran dan kretivitas. Vol. oleh karena itu pre tes memegang peran yang penting dalam proses pembelajaran. maupun factor yang dating dari lingkungan. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. Tafsir Al-Misbah : Pesan. hal.58 "Sungguh. baik factor internal yang dating dari dalam diri individu. Mulyasa.

hal tersebut tentu saja menuntut aktifitas dan kreativitas guru dalaqm menciptakan lingkungan yang . 3.59 1. untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. 2. Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pre tes dengan post tes. untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topic dalam proses pembelajaran. 4. Proses Disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. proses pembelajaran perlu dilakukan dengan tenang dan menyenangkan. karena dengan pre tes maka pikiran akan terpokus pada so'al-so'al yang harus mereka jawab atau kerjakan. Untuk mencapai fungsi yang ke-3 dan ke-4 maka hasil pre tes harus segera diperiksa. sebelum pelaksanaan proses pembelajaran inti dilaksanakan (sebelum siswa mempelajari modul) b. yakni sebagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. untuk mengtahui dari mana yang seharusnya proses pembelajaran dimulai.

baik fisik. disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi semangat belajar yang besar dan rasa percaya diri sendiri. proses pembelajaran dikatakan afektif apbila seluruh peserta didik terlibat secara aktif. lebih lanjud proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata. materi pembelajaran SKI cenderung mengarah pada pelaksanaan (praktek secara langsung) dengan memakai beberapa strategi pembelajaran yangdisesuaikan dengan tema pada saat itu.60 kondusif. dengan harapan dapat mepermudah siswa dan . Pada proses ini model pembelajaran edutainment mengentegrasikan kreativitas dalam setiap proses pembelajaran yang sifatnya aplikatif (pelaksanaan) terutama pada pembelajaran SKI karma selain berbentuk hafalan. baik mental fisik. mental maupun social dalam proses pembelajaran. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidaknya sebagian besar peserta didik terlihat secara aktif. maupun sosialnya. Sedangkan dari hasil proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75 %) peserta didik terlibat secara aktif baik fisik.mintal maupun social. dari segi proses. Kualitas pembelajaran dapatdilihat dari proses dan segi hasil. menghasilkan out-put yang banyak dan bermutu tinggi serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat dan pembangunan.

61 Dan menciptakan atmosfer yang aman. Quantum Question. terbuka dan menyenangkan akan membuat siswa merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan mereka dan mengembangkan kesempatan tanpa adanya tekanan dari orang tua teman sebaya. hal. adapun dalam mengembangkan kreativitas siswa guru mempunyai dampak yang besar.61 menerima pelajaran. merangsang pelajaran yang menantang dan kreatif serta inovatif. serta dapat mengembangkan daya piker dan kretivitas iswa. 109. Disamping itu guru harus membangun lingkungan kelas yang besar dari kendala-kendala yang merusak motivasi instrinsik disekolah. jadi dalam membangkitkan motivasi dan kreativitas siswa. guru harus senantiasa mampu menumbuhkan semangat belajar siswa dengan melatih. . karma jika dalam suasan kelas dalam kondisi yang ceria dan penuh kekegembiraan maka siswa akan 61 62 Utami Munandar. hal. 23. Pengembangan. Bobby Deporter dan Mike H. karma aktivitas dan kreativitas guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa dan karena guru lebih banyak kesempatan untuk merangsang atau menghambat kreativitas mereka.62 Hal tersebut merupakan strategi yang dapat digunakan guru dalam mengembangkan kreativitas siswa. Secara umum kreativitas sangat berperan penting dan bermamfaat pada pendidikan.

Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan. membangkitkan motivasi siswa serta mendesain kelas sebagaimana desain pembelajaran edutainment sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan kondusif dan lebih bermakna. Post tes Pada umumnya proses pembelajaran diakhiri dengan post tes. patung dan karya-karya lain. Serta guru harus mengkoordinir kelas. Ruang kelas hendaknya merangsang secara visual. 112. . ruang kelas yang penuh dengan berbagai produk hasil karya siswa yang bergam. foto. sehingga pembelajaran tersa lebih menyenangkan dan lebih bermakna. karangan. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. hal. tanpa mengganggu perhatian. post tes juga memiliki banyak kegunaan. baik secara individu maupun kelompok.63 Oleh karena itu selain metode yang digunakan harus tepat dan bervareasi strategi pembelajaran harus senantiasa tercipta dengan baik dan tepat. 63 Utami Munandar. akan dapat merangsang daya fakir dan kreativitas siswa. adapun fungsi post tes sebagai berikut: 1.62 lebih mudah menerima materi pelajaran dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang tinggi. c. seperti lukisan. Pengembangan.

4. serta kompetensi danj tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik. dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan. Pengembangan Kreativitas Belajar SKI Pengembangan kreativitas adalah suatu hal yang harus terjadi secara sustainable (berkelanjutan). dimana peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajarnya secara optimal dalam hal ini peserta didik akan lebih kreatif jika: . pelaksanaan maupun evaluasi. baik terhadap perencanaan. Sebagai bahan acuan untuk melakuakan pembaikan terhadap komponen-komponen modul.63 2. dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. 2. banyak resep untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Hal ini karena sebuah lembaga pendidikan itu harus berkembang untuk mengantisipasi perubahan-perubahan dan perso'alanperso'alan yang timbul diluar lembaga pendidikan karena itu kemampuan kreativitas dalam sebuah lembaga pendidikan harus secara terus menerus ditingkatkan se irama dengan kemajuan dan perkembangan pendidikan. 3. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial.

mengasikkan sekaligus mencerdaskan anak. . Memberi kesempatan pada seluruh peserta didik untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas dan terarah. d. Menumbuhkan kreativitas anak melalui proses balajar kreatif merupakan usaha penting untuk membangun mutu pendidikan melalui proses belajar yang kreatif. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter. jadi keduanya harus berjalan satu 64 Mulyasa. b. hal. karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh aktivitas dan kreativitas guru. Melibatkan mereka secara aktif dan kretif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan. 106. Karena guru mempunyai peran penting dalam pembunuhan dan pengembangan kretivitas belajar siswa. " antara mutu pendidikan dan kreativitas merupakan proses yang tidak pernah selesai. jadi guru harus mampu berfikir kreatif dan inovatif serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Kurikulum Berbasis. dan mengurangi rasa takut. Melibatkan peserta didik dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya. guru juga ditantang mengembangkanaktivitas pendidikan yang lebih menyenangkan. e. Dikembangkan rasa percaya diri pada peserta didik.64 Dalam upaya pengembangan kreativitas tersebut guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan yang mengarah pada situasi diatas. c.64 a.

Dengan demikian permainan dapat membantu anak-anak untuk belajar karena itu kita memotivasi mereka untuk bermain secar kontinyu karena kemalasan dan tidak bermain mengakibatkan mereka menjadi tertutup atau tidak dapat bersosialisasi dan tidaka dapat menggunakan kemampuan tubuhnya secara tepat. sistematis. kecerdasan dan kretivitas pada anak akan dapat ditumbuhkan jika ada beberapa kegiatan yang membawa pengaruh besar kepada pengembangan kecerdasan anak dan membantunya untuk berfikir kritis. cepat tanggap dan mampu berkreativitas. diantaranya: 1.65 nafas dan terus-menerus ditumbuh kembangkan " perkembangan kemampuan. salah satunya denganpermainan kreatif yang dapat mengembangkan imajinasi anak kegiatan yang berbau seni dan keterampilan tangan sering kali menjadi pilihan mereka misalnya: mewarnai gambar. Adapun cara-cara mengembangkan kreativitas dengan permainan adalah: a. ilmiah. . Bermain Kreatif Ada beragam permainan yang dapat mengembangkan inovasi pada anak. Membantu mengembangkan kamahiran dalam seluruh hal yang menarik perhatian anak. menempel guntingan kertas sehingga menghasilkan suatu bentuk permainan yang baru dan menghasilkan ide-ide baru semua itu dapat mengembangkan kreativitas anak.

. 2. Tertip menyelesaikan pekerjaan dan kewajiban yang diminta. c. Kemampuan untuk mengepresikan beberapa topic tertentu.lukisan atau gambar merupakan salah satu cara mengembangkan bakat. e. g. d. serta salah satu bidang terpenting dalam merealisasikan diri yang kreatif dan bakat seni para peserta didik secara umum dan bvakat seni anak-anak MTs AlIbrohimy secara khusus. Mengembangkan. f. Lukisan atau gambar Lukisan termasuk sarana edukatif utama yang paling penting untuk mengembangkan kreativitas. 222.65lukisan atau gambar dapat mengembangkan kecerdasan anak. yang dilakukan dengan cara dengan mengembangkan hobinya dalam bidang ini. hal. Mengupayakan segala kemampuan dan kemahiran anak untuk mengembangkan kreativitas yang dimilikinya. Menggambarkan kemahiran menjawab pertanyaan secara teratur. disamping faktor-faktor kreativitas pada anak 65 Amal Abdussalam. Mengembangkan kemampuan nalar dalam segala hal yang merintanginya. Mampu mengarahkan dan memfokuskan perhatian dalam berbagai permasalahan yang dihadapi seseorang pada umumnya. h.66 b. inovasi dan kreativitas. Menggambar dan berekspresi bebas tentang pemikirana apa yang diinginkan anak-anak.

dirumah. Hal itu dikarenakan kemunculan dan perkembangan alat khusus untuk berkomunikasi berfungsi untuk memperkaya model atau strategi berfikir ini banyak ragamnya dan berkembang secara cepat dan cermat. peran ini tumbuh dari pendengaran anak terhadap dongeng atau cerita atau sejarah dan melakukan pada pola pandangan imajinatif. . kreatif dan inovatif dalam menghadapi era globalisasi. disekolah dan lain-lain lukisan anak memiliki fungsi penerapan yang membantu perkembangan kecerdasan pada anak. namun ia sekaligus dapat menjadikan komunikasi timbal balik antara seorang anak dengan anak lainya. Anak-anak hidup dalam nuansa kebebasan dan spontanitas yang mayoritas diserap melalui pendidikannya secara tidak langsung atas dasar tiruannya terhadap apa yang dilihat disekelilingnya. meskipun lukisan itu sendiri merupakan suatu aktivitas yang terkait dengan permainan.67 dengan cara menyikapi korelasi dan merasakan modivikasi dengan menambah keindahan lukisan. 3. yang diharapkan dapat berfikir kritis. Teater anak Teater anak memiliki peran penting dalam pengembangan kecerdasan anak. Dengan demikian teater memiliki tingkatan tertinggi dalam hal kecerdasan. kemampuan berbahasa dan keselarasan social yang baik. serta siswa dapat memiliki kapabilitas berinovasi yang anggun karena anak adalah: generasi penerus pembangunan bangsa.

akan tetapi yang jadi sampel penelitian penulis adalah MTS Al-Ibrohimy yang terletak di kecamatan Galis Bangkalan Madura MTS Al-Ibrohimy didirikan sejak 13.13. Dalam rangka menempuh optimalisasi pendidikan agama bagi generasi Islam. 61 . Yayasan Pendidik Islam (YPI) Al-Ibrohimy mendirikan lembaga pendidikan mulai dari TK.4/MTs/549/2005 NSS : 21 23 52 60 3008 dengan Akte Nama:Alfian Yahya.68 BAB III PAPARAN DATA A. Sejarah Berdirinya MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy merupakan yayasan lokal yang berada dibawah naungan departemen agama (DEPAG) yang bersifat nasional yaitu Lembaga Pendidikan islam. MI. MTS.Tanggal :12 September 1984 dan operasionalnya pada tahun 1985 dengan jumlah siswa 30 dibagi dalam 2 (dua) kelas dengan status TERCATAT dengan Nomor : B/Kw. dengan misi mengoptimalisasikan pendidikan agama bagi generasi Islam dan optimalisasi fungsionalisasi out put YPI Al-Ibrohimy di masyarakat. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. dengan status TERDAFTAR. Nomor: 13. MA dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Ibrohimy. Tanggal :12 September 1984.

Adapun letak geografis MTS Al-Ibrohimy adalah Sebelah utara : Desa Sowa'an kecamatan modung kabupaten Bangkalan Sebelah selatan : Jalan raya Galis atau jalan pantura yang menuju kearah kabupaten Sampang. . Maka peneliti memberikan gambaran geografis Yayasan Pendidikan Islam (YPI). Adapu struktur organisasi MTS Al-Ibrohimy sebagai berikut: : Perbatasan dengan pasar tradisioinal Galis. Pamekasan dan kabupaten Sumenep Sebelah timur : Berbatasan dengan jalan yang menuju ke desa sebelah. Sebelah barat 3. Keadaan Geografis MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan yang berada di area komplek Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy. Stuktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan dibawah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy dan sekaligus berada dinaungan Departemen Agama (DEPAG). Maka bentuk struktur organisasinya berupa garis komando secara tegas dari kedua instansi tersebut.69 2.

VISI : Terciptanya Insan yang Berilmu.S.70 Tabel 1 Struktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy Kepala sekolah Drs Nurkholis Waka kurikulum ANTON EDYSON.S. Visi dan Misi MTS Al-Ibrohimy 1.A Waka srana prasrana MUNIB SAg Waka Humas M.Pd Waka kesiswaan MUJIBURROHMAN. MISI : Melaksanakan Kurikulum sesuai dengan Kemajuan dan Perkembangan Iptek yang mengacu pada ajaran Al – Quran dan Ahlussunnah Waljamaah. 2.Alwi AMa WALI KELAS GURU KARIYAWAN SEKOLAH SISWA 4. . Beriman dan Bertaqwa serta Berakhlakul Karimah.

1 S.71 5. . Hal ini terbukti dengan bervariatifnya tingkat kelulusan dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.H. Karyawan dan Siswa a.WALID SYAKRONI SUMARDIANI.2 S.BA MOH.1 S.2 D.2 S.1 Jurusan Tarbiyah/PAI IKIP Tarbiyah/PAI Syari'ah PGSD PGSD IKIP/PPKN IKIP/MIPA PGSD Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASSA IKIP/SASTRA Jabatan Kepsek Wakasek Kur.AG DRS. Tabel 3 Guru dan karyawan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Guru DRS.1 D.SPd Dra. .Ma SITI MUSLIMAH U.WIWIK HARIYATI Pendidikan S-1 S.S.S. A. Keadaan Guru.ALWI.1 S.S.1 S. Keadaan guru MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis mempunyai guru-guru yang profesional.1 D.Sos.I INDRIYO DARGO.S.AMa YULISTRIWINARNI ..NUR KHOLIS ANTON EDYSON.Pd MUJIBURROHMAN.Pd ANWAR SOLIHIN. GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas GURU Wali Kelas Ket.H.Pd SUDATI.1 S. Wakasek Sis.H.

1 S.ST MULYANINGDIYAH.S. A.1 S.RAFI FAUZI BUDI RAHMAN .1 D.Si SUAIDAH.1 S.2 MA Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI UNESA/OR PGAN/PAI D.1 D. A. S.1 S.Ag AMIR MAHMUD.1 S.2 D.Pd NUR HAYATI.1 S.Pd ROZAKI.S.S.2/BAHASA IKIP/BAHASA IKIP/BAHASA UNESA/KIMIA IKIP/EKONOMI IKIP/IPA PAI Tarbiyah/PAI PAI PAI Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASA Tarbiyah/PAI PAI IPS Wakasek Sar GURU GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas Wali Kelas GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU KA.Ag R O K I B.3 S.MUNIB.1 S. S.Ma MOH.72 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 ABD. ROSIH S. Pd MARIA ULFA. S. A.Ag ABU SIRI.E ARIS SULISTIAWAN.1 D.1 S.Ag AMIN IMRON. ADNAN.S. S.2 S.1 S.Ma MOH.S.1 S.Pd MASJHUDI MOH.1 S.S.Ma HOIRUDDIN SULHAN AGUS TIANA.TU PustakaWan Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy Galis . BA ANIK ALIATUN. S.1 S. Ag SITI ROMLAH YUSUF.

terdiri laboratorium fisika.73 b.20 Sarana Prasarana Madarasah No 1 2 3 4 Nama/Jenis Sarana Tanah lokasi bangunan Ruang kelas Ruang administrasi Laboratorium IPA Keterangan 10. kimia. Keadaan Sarana Prasarana Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 1. biologi dan IPA . Keadaan Siswa MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dari tahun ke tahun mengalami kemajuan baik dari segi kualitas dalam hal kreatif belajar siswa maupun kuantitas. hal ini terbukti dengan banyaknya siswa yang memasuki MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan di tahun ini.402 m2 21 ruangan (8 lokal dilantai 2) tingkat 1 ruangan 4 ruangan. Sarana Fisik Tabel 1. Tabel 4 Jumlah Siswa Tahun 2007/2008 KELAS VII A L P L B P L C P 107 JML L A P L KELAS VIII B P L C P 112 JML L A P L KELAS IX B P L C P 105 324 JML JML 19 18 20 15 17 17 20 18 24 13 21 16 20 14 20 16 16 21 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis 6.

MTS Al-ibrohimy Galis Bangkalan mengerti akan pentingnya saranaprasarana sekolah.74 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Komputer Peralatan keterampilan servis elektro Peralatan keterampilan servis sepeda motor Peralatan keterampilan tata busana Perpustakaan Kendaraan Musholla Kantin KOPSIS Perumahan Pesuruh UKS BP Ruang Musik OSIS Dharma Wanita Ketrampilan Tata Busana Pos SATPAM Multimedia Aula Asrama Lab. 22 mesin jahit. dilengkapi lima sepeda motor praktik.S. kelengkapan sarana prasarana merupakan salah satu kunci utama maju dan tidaknya lembaga pendidikan. 1 ruangan 1 kendaraan roda empat 2 bangunan 2 bangunan 1 ruangan 2 bangunan 1 bangunan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan Dalam sebuah lembaga pendidikan. Dengan ini menurut Abd.Ag selaku wakasek sarana prasarana pengadaan sarana prasarana harus selalu direncanakan dan . Bahasa 37 buah 1 set 1 set.Munib.

Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. Artinya dengan semakin memadainya sarana prasaran sekolah.Munib. Maka dengan itu pula siswa akan melakukan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan apa yang ingin dicapai oleh siswa itu sendiri. akan semakin meningkatkan proses belajar mengajar.yakni siswa mampu mampu menciptakan pembelajaran yang fun.S. (siswa dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan juga siswa bisa membuktikan atau mengaplikasikan hasil pembelajarannya di sekolah tersebut seperti : Siswa bisa belajar dengan humur atau permainan (Game). Seperti halnya: dalam pembelajaran SKI ini siswa bisa efektif dan efisien karena bentuk pembelajarannya atau model pembelajaranya sesuai dengan minat dan bakat siswa atau system pembelajarannya sesuai dengan keinginan siswa.75 dianggarkan66. Tanggal 1-2 Nofember 2008 66 . enjoy dan menyenangkan yang dipola sangat unik menarik dan kreatif shingga materi jadi mudah disampaikan sehingga guru mudah untuk mengkondisikan siswa lebih percaya diri. kreatif serta inovatif dan lain-lain. Wawancara Dengan Abd. Sehingga diharapkan dapat menciptakan proses belajar mengajar dengan efektif dan efisien. pemberani. bermain peran (Role play) dan Demontrasi. tetapi dapat juga dengan rasa-rasa senang dan mereka menikmatinya. imajinatif.

a.67 Dengan terciptanya pembelajaran yang menyenangkan maka siswa dapat lebih kreatif dalam mengekspresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka. semakin tinggi pengetahuan seseorang maka semakin tinggi kelancaran berfikirnya. Penyajian Data 1. sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan memberikan kebebasan penuh pada siswa dalam belajar sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing yaitu: ada yang belajar dengan menggunakan pendekatan belajar somatic.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis.76 B. (fluency of thingking) dengan Wawancara Dengan Abd. Bahkan islam menganjurkan bahkan selalu menggugah agar umatnya selalu kreatif.dalam mendukung adanya pembelajaran yang menyenangkan. Edutainment merupakan salah satu model pembelajaran yang didesain dengan hal yang berbeda dan dikemas dalam bentuk hiburan sehingga dapat mengubah proses pembelajaran menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Tanggal 3 Nofember 2008 67 . Strategi Pembelajaran Dalam Suasana Kelas. visual maupun intelektual (SAVI). Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. auditorial. Agama Islam merupakan agama yang sangat menghargai pribadipribadi kreatif.S.Munib.

• Membekali peserta didik untuk membentuk kepribadiannya melalui imitasi terhadap tokoh-tokoh teladan sehingga terbentuk kepribadian yang luhur. Kreativitas juga harus dilatih secara terus menerus agar tidak lumpuh dan kaku salah satunya dengan mengasah dan menumbuhkan kreativitas pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). .77 demikian pendidikan agama sangat penting dan merupakan bagian dari kreativitas karena dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas seseorang. agar memiliki data yang obyektif dan sistematis tentang sejarah. Tujuan Adapun tujuan pembelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sebagai berikut: • Memberi pengetahuan tentang sejarah agama islam dan kebudayaan islam kepada pada peserta didik. b. • Mengapresiasi dan mengambil ibrah (bukti). 1. • Menanamkan penghayatan dan kemauan yang kuat untuk mengenalkan nilai-nilai islam berdasarkan cermatan atas fakta sejarah yang ada. Nilai dan makna yang terdapat dalam sejarah. Tujuan dan fungsi pembelajaran sejarah kebudayaan islam.

• Fungsi keilmuan Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. • Fungsi tranformasi Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat.kemampuan ini berorientasi pada perilaku efektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka . Setandar kopensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam berisi sekumpulan kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik selam menempuh sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. 3.78 2. Yakni dengan mencontoh kisah-kisah atau keteladanan para nabi. Fungsi Pembelajaran sejarah kebudayaan islam setidaknya memiliki tiga fungsi sebagai berikut: • Fungsi edukatif Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Standar kompetensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.

kemajuan dinasti abbasiyah (bidang social budaya. politik dan meliter). Kemampuankemampuan yang tercantum dalam komponen kemampuan dasar ini merupakan penjabaran dari kemampuan dasar umum yang harus dicapai disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. sejarah terbentuknya dinasti abbasiyah.79 memperkuat keimanan. . harun ar-rasyid dan Abdullah al-makmun). dan hisyam bin adb malik). dan mengkaji sebab-sebab keruntuhan nya. Biografi dan kebijakan kholifah-kholifah dinasti umayah (muawiyah bin abi sofyan. dan mengguakan informasi tentang sejarah pembentukan dinasti umayah. menyerap. walid bin abd malik. ketaqwaan kepada Alloh Swt. kemajuan dinasti umayah (bidang politik dan militer). menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan-kemajuan dinasti abbasiyah (bidang ilmu pengetahuan dan bidang ilmu agama islam). c) Kemampuan untuk membiasakan mencari. menyampaikan. umar bin adb azis.far al-mansur. serta kemajuan-kemajuan dinasti al-ayubiyah. abd malik bin marwan. menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan dinasti umayah bidang (ilmu agam islam) dan mengkaji sebab-sebab keruntuhanya. b) Kemampuan untuk membiasakan mencari. geografi dan kebijakan kholifahkholifah abbasiyah yang terkenal (abu ja. menyerap. menyerap. a) Kemampuan membiasakan untuk mencari.

Rasional. sehingga isi dan nilainilai yang ditanamkan mudah dipahami dengan penalaran. menkondisikan peserta didik untuk memperaktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat. khalifah dan para ulama. menyajikan materi SKI yang memberikan mamfaat nyata bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam arti luas. c. Fungsional. yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan atau meningkatkan pemahaman dan keyakinan tentang adanya Allah Swt. meliputi. pembiasaan melaksanakan pembelajaran dengan membiasakan sikap dan perilaku yang baik yang sesuai dengan ajaran islam yang dicontohkan oleh sahabat. e. b. sebagai sumber kehidupan. khalifah dan para ulama. usaha meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran SKI dengan memfungsikan rasio peserta didik. a. Emosional.. Pembiasaan. .80 4. Pendekatan Cakupan materi setiap aspek dikembangkan dalam suasana pembelajaran yang terpadu. f.. upaya menggugah perasaan (Emosi) peserta didik dalam menghayati berbagai peristiwa dalam sejarah islam sehingga lebih terkesan dalam peserta didik. d. Keimanan. Pengamalan.

dan bersikap. Keteladanan. b. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. dan perubahan peserta didik. dan ketika mereka bermain. 5. peningkatan. Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat scara tetulis terutama tentang perilaku yang menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. Penilaiannya tidak saja merupakan bagian atau tes formal. a. penilaian terhadp .. Penilaian berbasis kelas terhadap ketiga ranah tersebut dilakukan secara proporsional sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan peserta didik serta bobot setiap aspek dri setiap materi. perhatian terhadap peserta didik ketika duduk. perkembangan. sikap dan keterampilan serta pengamalan. kholifah dan para ulama.81 g. MTs lainnya sebagai teladan sebagai cermin dari individu yang meneladani sahabat. Pengamatan ketika peserta didik ketika berada diruang kelas ditempat ibadah. berbicara. yaitu pendidikan yang menempatkan dan memerankan guru serta komponen. Hal ini yang perlu diperhatikan dalam penilaian SKI dalam prinsip kotinuitas. Penilaian Penilaian dilakukan terhadap proses dan hasil belajar peserta didik berupa kompetensi yang mencakup pengetahuan. melainkan juga.

82 pengamatan dapat digunakan observasi.Munib. Wawancara Dengan Abd. angket. kuesioner. dan catatan anekdot.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. Tanggal 14-16 Nofember 2008 69 68 .S.68 Dan dalam pembelajaran tidak hanya dilaksanakan didalam kelas tetapi juga dilaksanakan diluar kelas. sikap. skala. pada kegiatan tersebut siswa ditekankan pada nilai-nilai aqidah yang tujuannya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa. wawancara. proses maupun closing pada proses pembelajaran. seperti: Out door atau Out bound dsb. Seperti contoh: "siswa di ajak berdialok. berdiskusi atau berinteraksi dengan alam.69 Observasi 6-7 Desember 2008. Dalam proses belajar mengajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sudah berlangsung afektif dan menyenangkan serta melibatkan semua siswa sebagai subyek pembelajaran. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kejenuhan belajar pada siswa. siswa di ajak bermain diluar kelas atau siswa diajak bercerita tentang para sahabat Nabi SAW atau kholifah-kholifah pada zaman atau pada pemerintahan Nabi SAW" Dalam strategi pembelajaran Edutainment sekolah MTs sangat memperhatikan baik pada opening. agar nilai-nilai aqidah tersebut dapat membiasakan pada kehidupan sehari-hari.

Munib S. Memanfaatkan sesuatu menjadi ber mamfaat baik dengan memakai biaya maupun yang tidak dengan memakai biaya. 2. Sebagaimana yang telah dikutip dari hasil wawancara dengan Abd. menyenangkan dan tidak membosankan lagi bagi siswa. Sehingga siswa belajar merasa sangat enjoy.83 Pada strategi pembelajaran disekolah MTs Al-Ibrohimy pebelajaran edutainment memberikan kebbebasan penuh terhadap guru dalam menggunakan metode yang berfareasiyang dianggap sesuai dengan tema yang akan diajarkan. masjid dan sebagainya. Disitu juga siswa merasa tidak belajar seaka-akan dipenjara lagi karena hampir setiap harinya bentuk atau model pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan contoh: siswa . sehingga guru tidak terlihat dengan satu metode saja.adapun pada kelas atas II dan III siswa diikut sertakan dalam mendesain dan mengeloala kelas. Guru bias menggunakan beberapa metode secara bergantian bahkan secara bersamaan dan satu pertemuan. Ag. misalnya halaman sekolah. Adapun strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa menurut Abd Munib S. Mendayagunakan lingkungan yang ada. 3. Kami simpulkan bahwasanya yang sesungguhnya dalam membangun atau meningkatkan kreativitas siswa di bidang studi SKI sangat diperlukan karena hampir semua guru memakai metode ceramah sampai sekarang akhirnya ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment.Ag adalah sebagai berikut: 1. Pada pengelolahan kelas guru yang mendesain kelas sering dan skreatif mungkin. lapangan.

bentuk. sekolah ini menggunakan model tematik (Tema) yang dirumuskan oleh tim dan pengembangan sekolah. Terkadang siswa diajak memanfaatkan atau mendaya gunakan lingkungan yang ada sesuai dengan pengelolaan yang didesain oleh guru dan siswa siswi ikut terlibat didalamnya sehingga muatan pendidikan bisa dikembangkan sesuai dengan nalar fikir siswa itu sendiri. cerita yang akan disampaikan oleh siswa itu sendiri dengan efektif dan efisien yakni sesuai dengan yang diharapkan oleh guru itu sendiri.70 (TIPS) tujuannya adalah: untuk mempermudah proses pembelajaran mata pelajarannya juga dikemas dalam suasana bermain dan bereksprimen sehingga suasana kelas tidak lagi membosankan. tetapi justru merupakan sarana bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa serta dalam penyajian mata pelajarannyapun diaplikasikan secara integral dengan menjadikan pelajaran agama (SKI) menjadi sebagai ruh dari seluruh mata pelajaran 70 Wawancara dan Observasi 18-22 Nofember 2008 . Dalam penyajian mata pelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI).84 diberikan pertanyaan atau dituntut untuk menceritakan kisah-kisah para nabi didepan teman-teman mereka saling bergantian sesuai dengan metode atau pola.

71 Sebagaimana dikatakan oleh Drs. pikiran maupun kebebasan berekspresi dan berkreasi serta tidak diperkenankan adanya tekanan yang membuat siswa takut.85 yang ada.S. baik dan mengena. meski siswa melakukan kesalahanpun guru diperkenankan mengingat kan menegur dengan bahasa mereka dan sesuai dengan jiwa psikologi siswa dengan arahan-arahan atau kata-kata sopan. Nurkholis bahwa pada strategi pembelajaran Edutainment guru MTs tidak diperkenankan memberikan label negatif seperti: dilarang marah. percaya diri. dalam proses pembealajaran siswa diberi kebebasan bergerak baik dalam mengungkapkan ide. Semangat dan percaya diri siswa. Sehingga guru tidak harus terikat pada satu metode saja bahkan guru bisa mengguankan beberapa metode Wawancara Dengan Abd. tetapi siswa sekolah kreatif diberi kebebasan dalam belajar agar menjadi siswa yang pemberani. sehingga pelajaran tidak berjalan secara dikotomi melainkan mengisi dan senantiasa terkait dengan nilai-niali aqidah islam. kreatif dan inovatif.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. minder atau hal lain yang dapat menyumbat kreativitas siswa. berkata kasar atau semacamnya yang dapat menurunkan energi positif.Munib. Model pembelajaran Edutainment memberikan kebebasan berkreasi pada guru dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang dianggap sesuai. Tanggal 24 Nofember 2008 71 . H.

Pada pertemuan pertama ini presentasi dilaksanakan oleh kelompok pertama yang membahas pokok bahasan “Rasul Ulul Asmi” dengan menggunakan metode “Card Short (menyorti kartu)”.86 secara bergantian atau secara bersamaan dalam satu pertemuan sehingga metode tersebut dapat mendukung proses pembelajaran yang dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa. dilanjutkan oleh kelompok dua yang membahas pokok bahasan tentang “Para kholifah” dengan menggunakan metode “Diskusi”. Pada pertemuan kedua. . Dan pada pertemuan ketiga yang merupakan pertemuan terakhir ini adalah kelompok tiga yang membahas pokok bahasan tentang “Bangunan atau kerajaan pada zaman” dimana pada kelompok ini menggunakan metode “Galerry Walk (pameran berjalan)” atau dengan menampilkan gambargambar beserta penjelasannya. Pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) adalah sebagai berikut: Misalnya: • • • Card Shot (Menyortir kartu) Diskusi (Tanya jawab) Galerry Walk (Pameran berjalan) Pada pertemuan pertama dan seterusnya guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode atau strategi peer lesson. Namun dari kesemua materi tersebut seluruh kelompok tidak pernah melewatkan penggunaan metode diskusi dan tanya jawab.

tayammum.sebagian metode yang digunakan terkadang seperti: 1. manasik haji.an dan menceritakan . Selain itu siswa juga terlihat prilaku siswa yang selama proses pembelajaran serta kerjasamanya dengan teman-temannya sangat baik sehingga selalu siap dan aktif dan kompak dalam mengikuti setiap proses pembelajaran. Metode demontrasi Di gunakan untuk materi yang membutuhkan praktek langsung. wudlu.87 Setelah semua materi disampaikan. Dan ini juga menjukkan bahwa kedisiplinan siswa dalam belajar sangat tinggi. guru memberi kesimpulan atas semua materi yang telah dipelajari dan memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya terhadap materi-materi yang belum dipahami. Dalam hal ini penulis melihat bahwa dalam melaksanakan tugasnya siswa bersemangat dan antusias sekali. 2. Hal ini terlihat ketika mereka segera menuju perpustakaan sekolah untuk mencari informasi-informasi atau literatur yang berkaitan dengan materi yang mereka dapat dan menyelesaikannya sesegera mungkin sesuai waktu yang telah ditentukan. Metode teks dril atau latihan Digunakan untuk materi yang dibutuhkan praktek yang berbentuk hafalan misalnya: membaca al-qur. dsb supaya siswa bisa mempraktekkan langsung atau mengaplikasikan secara langsung didepan siswa-siswa yang lain. seperti: Sholat.

Dengan metode gambar ini siswa dapat mengepresikan karyanya dalam bentuk gambar yakni: siswa bisa menggambarkan sesuai dengan ide dan nalar fikir siswa itu sendiri.sehingga siswa bisa terbiasa dan berani menumbuhkan kecerdasan otakya. metode yang digunakanpun bervareasi untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan selama mengikuti pembelajaran misalnya: Out bound atau Fielt trip 4. 1. pelaksanaan pembelajaran Edutainment di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Metode tadabur alam Dilakukan dengan mengadakan kunjungan berbagai tempat tertentu.88 sejarah-sejarah para nabi dan sebagainya. a) Desain Pembelajaran Dalam aplikasinya atau penerapanya. Metode gambar Digunakan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pembelajaran. Mengawali kegiatan . 5. Metode cerita Digunakan dengan menjelaskan materi dengan alur cerita biasanya digunakan untuk menceritakan tentang kisah-kisah Nabi dan sebagainya supaya: siswa bisa mencontoh dan menumbuhkan jiwa pemimpin yang adil dan islami. 3.

Yakni dilakukan studi banding dengan sekolah-sekolah lain untuk mencari prestasi-prestasi yang menonjol. Dalam pembelajaran ini siswa diuji atau dites dengan pola pikir yang telah didapat dalam pembelajaran edutainment tesebut. Proses pembelajaran Dalam proses ini siswa mendapat penjelasan secara singkat materi yang akan dibahas. b. Disamping itu pula . sebelum masuk kelas siswa diberi pelajaran disiplin diri dalam hidupnya. Sesuai dengan bentuk atau model pembelajaran yang sudah dikemas dengan strategi pembelajaran edutainment. 2. Setelah itu tiap siswa masuk kelas secara teratur yang kemudian dilanjutkan dengan do. Pelajaran dimualai atau materi disampaikan pada siswa.89 Disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. Dalam kunjungan ini siswa diperlihatkan secara langsung atau dipraktekkan secara langsung pada obyek yang akan dipelajari oleh siswa itu sendiri. guru terlebih dahulu memberi pre tes pada siswa tentang materi yang akan disampaikan yang berupa tes lisan atau Tanya jawab. Kunjungan ke obyek secara langsung (out dour). Mendatangkan guru tamu ke sekolah.a yang dipimpin siswa secara bergilir. kemudian siswa kembali kemeja masing-masing untuk mengerjakan lembar kerja (work sheet) untuk mendukung program tersebut kegiatan pembelajaran ditempuh melalui dua cara: a.

Adapun pada pembealajaran edutainment guru harus senantiasa mengaftifkan selama proses pembalajaran yakni dengan mendesain pelajaran yang menentang. merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan mempermudah siswa dalam mencari jawaban sendiri. pengalaman. siswa diwajibkan membuat laporan tertulis. maka tidak membatasi siswa dalam memilih dan menggunakan literatur seperti tidak adanya paket sehingga siswa . dan keterampilan dalam proses belajar mengajar serta merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan factor pendukung dan penunjang dalam proses pembelajaran.90 mendatangkan guru tamu kesekolah agar pemahaman yang belum didapat oleh guru tersebut bisa disampaikan oleh guru tamu itu kemudian siswa bisa mengaplikasikan sesuai apa yang telah disampaikan oleh guru tamu tersebut. Dengan sumber dan media pembelajaran maka materi dapat disampaikan dengan lebih mudah dan menarik dalam proses belajar mengajar bagi siswa. pengetahuan. Sumber belajar dan media pembelajaran merupakan suatu hal yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi. yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran yaitu: Sumber belajar dan media pembelajaran. Pada akhir kegiatan kunjungan atau mendengarkan guru tamu.

nara sumber dan lain-lain. Sedangkan media yang digunakan dalam pembelajaran SKI adalah audio visual (VCD) media cetak. lingkungan sekitar. computer. guru mengadakan post tes. majalah. internet. Mengakhiri kegiatan Sebelum kegiatan diakhiri dan untuk mengetahui hasil pembelajaran yang diperoleh siswa selama pembelajaran. sesuai dengan kebutuhan belajar mengajar sekolah MTs Al-Ibrohimy teersebut. dengan lengkapnya sarana prasarana tersebut maka pembelajaran akan terasa efektif dan efisien. jurnal. media gambar serta sarana prasarana lain yang menunjang proses belajar mengajar. Materi pelajaran Merupakan salah satu penunjang proses pembelajaran jika tidak ada materi pelajaran maka proses pembelajaran tidak akan terlaksana dan tidak akan bermakna. Maka dari itu pula sekolah MTs AlIbrohimy menyiapkan sarana prasarana yang lengkap. Misalnya: siswa belajar studi SKI berbagai macam bentuk atau model pembelajaran dengan sarana prasarana yang telah disediakan dilembaga tersebut.91 bebas memperoleh bahan pelajaran dari beberapa sumber antara lain bisa berupa buku. 3.perpustakaan. Maka siswa akan belajar dengan enjoy dan terasa pembelajaran semakin menyenangkan. . Koran.

Mengenal benda atau opyek secara kongkrit. 4. 5. vcd. Lembar kerja kreatif (LKK) dibuat bervareatif dan kreatif dengan memamfaatkan banyak kertas. computer dan rak folder siswa. sehingga belajar diluar kelas menjadi bagian yang sangat penting. 2. Pembelajaran disusun secara integrated yang "di ikat" melalui tema-tema tertentu. 3. 7. Memberikan ruang gerak yang cukup dan mendorong daya perkembangan nalar dan kretivitas siswa. Sesuai dengan tema dan topic yang telah dibahas saat itu. praktisi hingga internet. Setelah emosi siswa teraspirasikan melalui kegiatan tersebut baru kemudian siswa diajak mengerjakan materi sesuai dengan tema atau pokok masalah yang dipakai. majalah. siaran tv. 6. jurnal. Setiap kelas terdapat perpustakaan mini.92 b) Aplikasi Pembelajaran Edutainment 1. Belajar melalui bermain seperti mengajak siswa melihat cerita-cerita para nabi kemudian dipresentasikan didepan teman-teman atau siswa-siawa yang lain sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan apa yang dicatat atau yang ditangkap dalam proses pemutaran VCD tersebut. . Sekolah kreatif tidak menggukan buku paket tertentu bahan pelajaran dari bahan apa saja yang penting relevan seperti: dari buku-buku perpustakaan. 8.

Desain pembelajaran dan dsesain kelas dipola sangat unik menarik dan kreatif. Mampu menciptakan pembelajaran yang fun. Terlebih dalam pembelajaran SKI yang dalam pembelajaran nya harus melibatkan ke 3 ranah tersebut. Memakai berbagai pendekatan pembelajaran yang savi (somatic. visual dan intelektual) d.93 c) Model Evaluasi Siswa Di Sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. maka evaluasi model konvensional tidak memadai lagi. c. Memakai berbagai metode pembelajaran yang bervareatif.dan psikomotorik). penilaian tidak hanya secara kualitatif (angka-angka dan rapor) tetapi juga secara kualitatif dalam bentuk narasi. sisi yang dievaluasi tidak hanya kompetensi akan seni dan keterampilan motorik saja akan tetapi keterampilan social juga. audiotorial. Oleh karena itu diadakan mudivikasi dan penyempurnaan dalam cara mengevaluasi.72 Serta penilaian dilakukan secara otentik yang mencakup 3 ranah (kognitif. evaluasi hasil belajar atau penilaian kelas dialsanakan secara terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar dan dengan berbagai cara untuk mengetahui segala potensi yang dimiliki siswa adapun evaluasi pada pembelajaran edutainment sebagian diuraikan diatas. Adapun keistimewaan model pembelajaran edutainment yaitu: a. b. kepribadian dan leadership. enjoy dan menyenangkan. 72 Observasi 3-4 Desember 2008. afektif. .

sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan banyak melakukan pengembangan. Memerlukan penanganan dan tenaga ekstra baik dalam mendesain pembelajaran. b. kemudian untuk menjadikan dan mengembangkan 73 Wawancara Dengan Ustadz Mujiburrohman. Mempermudah guru dalam mengkondisikan kelas. a. d. Siswa mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. c. Siswa lebih percaya diri. imjinatif. kreativitas belajar. . Kelemahan model pembelajaran edutainment. Ag. b. kreatif serta inovatif dan lain-lain.desain kelas maupun dalam menciptakan ide-ide kreatif pembelajaran. Misalkan: siswa di beri kesempatan untuk berkreasi dan berfikir kreatif. Materi jadi mudah disampaikan. terutama yang terkait dengan mata pelajaran SKI. c.94 Kelebihan-kelebihan model pembelajaran edutainment antara lain: a. pemberani.73 d) Pengembangan Kretivitas Belajar Pada Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Didalam penerapanya. Biaya relative cukup mahal. 6-7 Desember 2008. yang pada dasarnya guru kebanyakan memakai metode ceramah. S. Ketidak siapan guru dan wali murid dalam menghadapi peserta didik yang begitu menonjol.

Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan. c. Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir. Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) 74 Wawancara dengan Drs. b.95 kreativitas siswa akhirnya guru membuat metode atau menyampaikan materi dengan berbentuk yang menyenangkan Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. H. 10-12 Desember 2008. proses pembelajarannya bersifat aplikatif. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan.74 a. . Nurkholis (Kepala Sekolah). Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu.

e) Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan Kreativitas belajar SKI Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. proses pembelajarannya bersifat aplikatif. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi . menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Maka kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru.96 yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. Adapun tujuan dari pengembangan kreativitas belajar SKI adalah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan pada diri siswa sehingga siswa tidak lagi merasa bosan atau jenuh dalam belajar. Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. memahami. untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu. Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir.

10-12 Desember 2008. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. . Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka. H. Sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan.Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat.75 Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan. f) Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Nurkholis (Kepala Sekolah).97 menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. 75 Wawancara dengan Drs. mudah beradaptasi.

Sekolah MTs Al-Ibrohimy. karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan.98 Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara. selaku tim inovasi dan pengembangan sekolah (TIPS) mengungkapkan bahwa model pembelajaran edutainment ini sangat penting dan bermamfaat. juga memberikan pembinaan leadership pada diri siswa antara lain dengan memberikan kesempatan siswa untuk memimpin secara bergilir baik kegiatan do. dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). karena model pembelajaran edutainment sangat mendukung dan membantu dan mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. Abd Munib S.76dengan suasana yang gembira. riang dan mengasikkan akan membuat siswa siap belajar dengan mudah karena dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap negatif menjadi positif. 76 Wawancara dengan Abd Munib S. Ag. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif. opservasi maupun dokumentasi.a barisan maupun kelompok.Ag. 9 Desember 2008. .

guna membiasakan berani tampil didepan public dengan adanya even-even diharapkan untuk meningkatkan potensi siswa dan mengembangkan kreativitas siswa baik dalam belajar maupun berkarya. Adapun salah satu ajang ekstern sekolah MTs AlIbrohimy kerapkali mengikuti lomba tingkat DIKNAS sekecamatan. atau out bound yang sesuai dengan kemampuan anak. Dalam penerapanya.99 Dalam pengembangan kretivitas SKI. Penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativtas belajar pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. adapun untuk mempermudah pembacaan. seperti yang tercermin pada diri siswa yang mempunyai rasa kepedulian yang besar pada kaum kurang mampu hal yang samapun terlihat ketika mereka mendapat tugas kepasar dekat sekolah atau mini market untuk berbelanja mereka diharuskan mampu melakukan tawar menawar. guru senantiasa menanamkan rasa kepedulian pada siswa. assembly. C. analisa data akan peneliti sampaikan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat. Berdasarkan pemaparan data diatas. pada fase ini data-data tersebut akan dianalisis. Analisis Data 1. model atau strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy mempunyai strategi . Pada siswa sekolah MTs Al-Ibrohimy selalu ditumbuhkan rasa percaya diri dengan menampilkan siswa diseni.

Hal ini sejalan dengan pendapat Mayke S. . selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak. auditorial. melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tata cara pergaulan. visual maupun intelektual (SAVI) maka proses belajar akan berlangsung menyenangkan sehingga siswa dapat lebih kreatif dalam mengepresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka. Yang menekankan pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka Lebih lanjud juga Mayke S. Empat pendekatan yang digunakan diatas (SAVI) tidak berbeda dengan empat pendekatan yang dipakai oleh model Accelerated learning. bermain saat belajar juga mempunyai fungsi sosisal dan emosional.100 pembelajaran khusus yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan selain itu juga siswa diberikan kebebasan penuh untuk memilih gaya belajar sesuai dengan kecenderungan belajarnya masing-masing yakni dengan pendekatan belajar somatic. Tedjasaputra menyatakan bahwa selain berfungsi penting bagi perkembangan pribadi. yang didalamnya juga ada penekanan untuk senantiasa menghargai kecenderungan belajar masing-masing pembelajaran. Tedjasaputra.

32-33 77 . Pembelajaran yang membebaskan adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis. seperti halnya yang telah diterapkan dalam proses belajar mengajar di MTs Al-Ibrohimy bahwa pembelajaran itu haruslah mampu membebaskan pikrin peserta didik dari tekanan atau intimidasi dari pihak manapun.hal. Menurut Silberman. dengan cara mendengarkan atau melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. tentang bagaimana pembelajaran yang membebaskan. Proses belajar dalam model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan siswa tidak lagi diposisikan sebagai obyek pasif yang hanya bisa duduk manis dan mendengarkan penjelasan gurunya Pelajari John p. (new york: praeger publishers. 1976). Sebab tekanan apapun namanya hanya akan mengerdirkan pikiran siswa sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (learning climate) yang kondusif. dengan cara mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit. cara belajar dengan mendengarkan akan mudah lupa. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education.101 Bisa dianalisa dengan pandangan Ahmad Sapari dalam bukunya " pendidikan dan sensitipitas guru yang kreatif " yang mengutif konsep paolo freire. dengan cara mendengar atau melihat mendiskusikan dengan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan77.Meller..

Ag. terdapat penekanan pada nilai-nilai aqidah yang tujuanya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa sebagaimana sempat disinggung oleh ustadz Munib S. agama diposisikan sebagai ruh dari semua mata pelajaran yang ada. tv. untuk memilih referensi rujukan misalnya: majalah.102 hubungan antara pendidik dan siswa yang sering kali terdapat sekat yang kerap menghambat komunikasi. melakukan maksimalisasi lingkungan yang ada disekitar serta pengelolaan kelas sering dan sekreatif mungkin. bahwa strategi pembealjaran yang digunakan berusaha untuk menjadi segala sesuatu menjadi lebih bermamfaat. proses belajar juga diluar ruangan tujuanya untuk menghindari kejenuhan. Salah satu pendidik dilembaga pendidik tersebut. Selain dilakukan didalam kelas. Dalam hal berpakaian dan pemilihan buku pelajaran yang dijadikan rujukan ini juga memberikan kebebasan. dan lain-lain. Penyajian mata pelajaran dalam metode ini menggunakan model thematic tujuanya adalah untuk mempermudah proses pembelajaran dalam pelajaranya. guru erposisi sebagai sahabat bagi peserta didik hubungan tersebut berpegang teguh pada prisip saling menghormati. internet. Strategi edutainment juga memperhatikan opening proses maupun klosing pada proses pembelajaran. radio. Koran. tidak berhubungan antara guru dan siswa diliputi keakraban dan keharmunisan. Semua penerapan diatas diarahkan untuk mengembangkan kreativitas .

Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. 2. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan. dan penuh kegembiraan. menyenangkan. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah seperti halnya kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru.103 siswa disekolah MTs Al-Ibrohimy dengan mengguankan metode pembelajaran yang berbeda-beda yang berfareatif yang digunakan secara bergantian. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya . diciptakanya dalam kondisi kelas yang ceria. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan : yaitu kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. mudah beradaptasi. memahami. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan.

maka apa yang dihasilkan dari penerapan Edutainment adalah bagian dari kerativitas. yang salah satu aspeknya adalah tentang kreativitas peserta didiknya. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. mudah beradaptasi. Beberapa poin dampak positif dari penerapan edutainment tidak lain dilatari oleh keseriusan penyelenggara pendidikan (lembaga pendidikan bersangkutan) dalam upaya meningkatkan mutu pendidikannya. Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. Pertama: Edutainment sangat mendukung dan membantu mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. Dan juga karena . Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Karena pada pembelajaran studi SKI ini sangat bermamfaat bagi kehidupan masyarakat dan berguna bagi manusia didunia dan akhirat. 3. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy.104 sendiri.

Keempat indikasi kreativitas diatas sejalan dengan apa yang sempat disinggung oleh Sutrisno bahwa pendidikan dikembangkan agar dapat mengahsilkan subyek didik yang kreatif. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi. Belajar adalah proses seumur hidup tidak hanya pada saat manusia mengennyam dunia pendidikan kreativitas tersebut lahir dari satu proses aktualisasi diri yang berkesinambungan bahwa . Keempat: Edutainment dapat mempengaruhi siswa agar dapat membiasakan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. inovatif dll. kreatif. Karena dengan sikap pemberani siswa akan menjadi sangat dibutuhkan dan tidak akan cangguh untuk menghadapi suatu masalah. imajinatif. Karena dengan kemampuan siswa yang meningkat maka siswa tidak akan merasa kesulitan lagi. Karena dengan belajar SKI siswa yang lain akan bisa terpengaruh dan termutivasi untuk belajar yang kreatif. Kedua: Edutainment mampu menjadikan siswa mempunyai kemampuan dasar untuk menjadi pembelajaran yang mampu untuk mengatur diri. pemberani. Ketiga: Edutainment mampu membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap nigatif menjadi positif seperti: percaya diri. humaoris.105 siswa yang kreatif maka siswa akan gampang untuk menyampaikan suatu keahliannya.

kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaptifkan semua kemampuan organisme. yang mampu mengembangkan kreativitas siswa serta sangat efektif diterapkan dalam sejarah kebudayaan islam (SKI). . Dengan demikian model pembelajaran edutainment sangat penting dan bermamfaat dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pengembangan kreativitas belajar siswa pada pendidikan sejarah kebudayaan islam (SKI) karena model pembelajaran edutainment merupakan salah satu bentuk inovasi pendidikan pada pola pembelajaran yang benar-benar disesuaikan dengan psikologi siswa dan merupakan pembelajaran yang sangat menyenangkan.106 sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri mengujudkan potensi dorongan untuk berkembang dan menjadi matang.

dalam proses pembelajaranya. 2. Penerapan strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan mempunyai strategi pembelajaran khusus. model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan yang didukung dengan adanya hubungan yang diliputi ke akraban dan keharmunisan antara guru dan peserta didik. Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Metode pembelajaran yang digunakan juga beragam.Kreativitas menjadi bagian terpenting yang dijadikan landas pijak dalam penerapan strategi pembelajaran edutainment. yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancang tranformasi masyarakat. Kesimpulan 1. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. . Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan.107 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A.

dengan menambah wawasan dan pengalaman serta selalu mengadakan perubahan kearah yang lebih baik lagi. . 3. seperti percaya diri. Adapun yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dari penerapan strategi edutainment disekolah MTs Al-Ibohimy Galis Bangkalan adalah : (a).Mendukung dan membantu kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. (b). pemberani. Saran 1. kreatif serta inovatif dsb. 2. serta dapat mengubah sikap negative menjadi positif. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi. B. Kepada kepala sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan dan seluruh pihak 93 sekolah untuk selalu mengadakan inovasi baru baik mengenai managemen. media maupun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melangsungkan proses pembelajaran. (c). Strategi maupun metode pembelajaran pendidikan guna menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas tinggi. Dari pihak sekolah diharapkan dapat menampung semua aspirasi dari masingmasing guru baik mengenai metode. Mampu mengatur diri.108 3. SDM. Untuk setiap guru diharapkan lebih meningkatkan kualitas serta profesionalitas sebagai figur yang ditauladani siswa. Membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah.

Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. Bumi Aksara. 2004. Jakarta : Grasindo. Kalimah Bungin. Yogyakarta : Andi Offset. D. 2006. 1993.. Fise The Rianto dan Handoko Martin FIC. Ciputat. Hadari Nawawi. 1996. Suatu Pendekatan Praktek. 2004. Renika Cipta. 2005. Bairut. Silberman Melvin. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. Azsa Azyumardi. Asrohah Hanum. Yogyakarta. Marimbah Achmad. Gadjah Mada Univercity Press. Pustaka Al-Kautsar Arikunto Suharsimi.Burhan. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: PT. Psikologi Belajar. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. L. Jakarta : Rinika Cipta. Dar Al-kitab Al-Ilmiah. Dariyo Agoes. Bandung: AlMa'arif. 1989. Prosedur Penelitian. . Hadi Sutrisno. 1991. Buno. 2003.. Juz 1 Hadits. Jakarta: Grasindo Widya Sarana Indonesia.tt. Pendidikan Islam. Metode Penelitian Kualitatif. Model Pembelajaran Menciptakan Pendidikan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. Al-Kholili Abdussalam Ahmad.Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. Mengembangkan Kreativitas Ana. 2007. Karta Timur. Jakarta. 1999. Metode Penelitian Bidang Sosial. Jakarta: PT Grafindo Persada. USA: Allyn & bacon. Jurnal: Nizamia. Kasiram Moch. 1974. “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo”. Jilid I Hamzah. Ibnu Majah Sunan. 2005.109 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi Abu & Supriono. Metodologi Rasearh.

Kreatifitas Dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat. 1995. 2005: Untuk Pendidikan Usia Dini. P. Suprayoso Imam Tabroni. Remaja Rosdakarya. Meller Pelajari. Sudono Anggaini. Bandung: Remaja Rosda Karya . Pemikiran Islam Kontemporer. Fuad i & Rachmy Diana M. Jakarta Grasindo. Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. Bandung : PT. Jakarta : Grasindo. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. 2003. 7. Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan. Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. 2003. Senin. Bandung : Rosda Karya. 1976. Yogyakarta: Mitra Pustaka.an. Jakarta: PT. Moloeng Lexy. Didatika. Jakarta: Aksara. Vol. John. Nurdin Syafrudin. Yogyakarta : Jendela. 2006. Musbikin Imam. 2005. New York: Praeger Publishers. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Education.110 Mardalis. Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein. Metodologi Penenilitian Sosiual Agama. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK.Metodologi Penelitian Pendidikan. Gramedia Pustaka Utama. Margono S. 2002. Munandar Utami. Mulyasa E. 2003. Shihab Quraish. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif. 8 Desember. Sumber Belajar dan Alat Permainan: Untuk Pendidikan Usia Dini. Sholeh Khudhori A. 2007. S. Quantum teching. 2002. Tedjasa Putra Mayke. Yogyakarta : Menara Kudus. Sapari Ahmad. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. 2001. Bumi Aksara. Jakarta. Jakarta : Lentera Hati. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta : PT. 2006. Nashor H. 2001. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. Bermain.

6-7 Desember 2008. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah.S. Sutrisno. Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bandung: Citra Umbara. 2002. Ag.111 Supriadi. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens.Munib. Jakarta. Wawancara Dengan Abd. 11. 2003. Ag. Zamroni. yokyakarta : Biopgraf Publishing. Dedi.. Widodo Supriono Dan Abu Ahmadi. 1991. Psikologi Belajar.at.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. Republic : Jum. Juli. Reneka Cipta. Undang-Undang Republik Indonesia. Tanggal 3 Nofember 2008 Wawancara dengan Drs. Paradikma Pendidikan Masa Depan. Wawancara dengan Abd Munib S. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. Nurkholis (kepala sekolah). . Yogyakarta : Ar-Ruzz. 2005. Wawancara dengan Ustadz Mujiburrohman. Menjadi Super Kreatif: Melalui Merode Pemetaan Fikiran. 10-12 Desember 2008. Bandung: Kaita. H. 2003. 2003. 9 Desember 2008. Vycoh Joyce. S.

112 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya bertanda tangan dibawah ini: Nama NIM Jurusan/program studi Fakultas : MUCHTARUL WAHID : D03304068 : Kependidikan Islam (KI) : Tarbiyah Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri. 11 februari 2009 Yang membuat peryataan Tanda tangan MUCHTARUL WAHID D03304068 . bahwa merupakan pengambilan alihan tulisan atau pemikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pemikiran saya sendiri. Surabaya. maka saya bersedia menerima atas perbuatan tersebut. Apabila kemudian terbukti atau dapat dabuktikan skripsi ini hasil jiplakan.

Al-IBrohimy. MA. Bangkalan : Tarbiyah/kependidikan islam : D03304068 : 1. Al-IBrohimy Galis. Bangkalan 3.113 RIWAYAT HIDUP Nama Tempat tanggal lahir Jenis kelamin Alamat Fakultas/jurusan NIM Asal sekolah : Muctarul Wahid : Bangkalan : Laki-laki : Dsn Longke'Tengah. Galis. Galis. Bangkala . Bangkalan 2 MTs. MI Al-IBrohimy Galis.

Tabel 2 Struktur Organisasi Komite Sekolah Ketua komite sekolah MOH. Maslihah SAg Tabel 5Wali Murid 4.S. murid. wali murid dan tokoh masyarakat mempunyai hubungan yang sangat dekat.Ir. Keadaan Peralatan Yang Dimiliki Penemuan Tahun .AMA Wakil ketua TURDI Sekretaris ABD.114 Lampiran 1.ALWI.MUNIB. Struktur Komite Sekolah MTS juga mempunyai relasi yang membantu baik proses belajarmengajar maupun menjalin hubungan masyarakat sehingga antara kepala sekolah. guru.Hosnan Wali Data inventaris Murid 5.Rokib SAg Alumni MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No. dalam hubungan ini di sebut komite sekolah.Ag Bendahara SANWANI Wakil bendahara SITI ROMLAH Wakil sekretaris ABUSIRI AMa Anggota 1.Mujiburrahman Sag Guru 2. Jailani Mashuri Tokoh Masyarakat 3.Ust.

115 Kondisi Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Sepeda Motor Meja Pimpinan Meja TU Kursi kerja Meja Komp Kantor Bangku Siswa Meja Guru LAB Meja OSIS Meja Guru Meja Guru kelas Meja Loker Guru Kursi Siswa Kelas Kursi Guru Kursi Guru Kelas Kursi Guru LAB Meja + Kursi Piket Komputer TU Printer TU Scanner TU TV AC Kipas Angin Almari Rak Arsip Jumlah 1 5 4 9 3 300 2 1 29 12 2 300 29 12 2 2 3 3 1 4 10 12 16 1 Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak 04 V V V V V V V V V V V V 05 V V 06 07 .

Telpon/Fax Jumlah 1 4 1 1 2 1 4 15 13 1 1 1 28 33 25 10 20 21 1 Peralatan Yang Dimiliki Kondisi Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak Penemuan Tahun 04 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 05 06 07 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis .116 Keadaan No. Gambar Pres +wakil Mesin Ketik LAB Komputer LAB Printer Lab. Nama Filling Cabinet Radio Tape Warless DVD Sound Lab Mega Phone Speaker Sound Kelas Jam Dinding Dispenser Magic Com Lemari Es White Board Papan Data + Pengum.

.. apa pelajaran SKI merupakan pembelajaran yang mudah dan menyenangkan bagi siswa.? 6.? 9....? 3.? 12..? 8.? 13.? 10. apakah penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment diterapkan pada semua mata pelajaran. apa harapan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan pembelajaran edutainment.? 7. usaha apa saja yang dilakukan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan strategi edutainment. apakah pembelajaran edutainment dapat mengembangkan kretivitas siswa terutama pada pembelajaran SKI.? ..? 4.. apakah pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI sudah efektif dan menyenangkan. sejak kapan pembelajaran edutainment dikembangkan.. bagaimana kurikulum dan silabus yang dipakai sekolah tersebut..? 2.... bagaimana penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi (SKI) di sekolah MTs AlIbrohimy galis bangkalan. bagaimana hasil yang dicapai dari penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreatifitas belajar pada bidang studi SKI.117 PEDOMAN INTERVIEW Untuk Tutor Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) 1..? 5.? 11. apakah indicator pembelajaran pada bidang studi SKI sudah berlangsung efektif.? 14. Apakah model pembelajaran menurut anda. kendala-kendala apa saja yang dihadapi selam mengembangkan pembelajaran edutainment. strategi dan model apa yang dipakai oleh guru SKI dalam mengembangkan keratifitas siswa.

118 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful