PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam Studi

Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) ALIBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Skiripsi Diajukan Kepada Sekolah Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Meyelesaikan Program Sarjana Strata Satu (S-1)

Oleh : MUCHTARUL WAHID NIM. D03304068

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM 2009

2

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPSI

Skiripsi oleh: Nama Nim Judul :Muchtarul Wahid :D03304068 :PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) AL-IBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Ini telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan

Surabaya, 11 Februari 2009

Dra. HUSNIYATUS SALAMAH, Z. M. Ag NIP. 150 267 236

3

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKIRIPSI Skiripsi oleh Muchtarul Wahid ini telah dipertahankan di depan tim penguji skiripsi. Surabaya, 15 januari 2009 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institute Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, DR. H. NURHAMIM, M.Ag Nip. 150 246 739 Tim Penguji Ketua Dra. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag 150 367 236 Sekretaris M. Bahri Musthofa, M. Pd.I 150 368 866 Penguji I, Drs. H. A. Hamid sjarif, M. MH 150 197 388 Penguji II, Drs. Syamsul Ma'arif, M. Ag 150 290 028

4

MOTTO

‫ِان اﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐﻴﺮوْا َﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َ ّ ُ ﻣ‬
"Sungguh, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " Kata mutiara "Jangan Pernah Barharap Sukses Jika Jalan Yang Menuju Ke Arah Itu Sama Sekali Belum Kau Tempuh"

5

ABSTRAK

Skiripsi oleh muchtarul wahid, 2008. judul: " Penerapan Startegi Pembelajaran Edutainment Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Dibidang Studi Ski (Studi Kasus Di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan) " pembimbing: Yang melatar belakangi penelitian ini ialah ketidak puasan dan kejenuhan atau juga karna system pembelajarannya yang semakin menoton dan sistem pembelajaranya hampir smua mata pelajaran memakai metode ceramah, sehingga menghambat kreatifitas alamiyah yang ada pada peserta didik. Di samping itu alas an utama para tim / para guru melakukan pembelajaran edutainment karena masalah Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), yang kerap sekali sering mengerdilkan siswa dan membuat jenuh siswa. Sehingga dengan adanya pembelajaran yang berbentuk menghibur (Edutainment) dapat meningkatkan atau mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan minak, bakat dan kebutuhan anak didik. Dari latar belakang penelitian diatas memunculkan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 2. Bagaimana pengembangan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 3. Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field rasearch) dengan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan data-datanya peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul peneliti analisis dengan teknik diskriptif kualitatif.

6

Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran Edutainment adalah proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan, adapun pembelajaran yang diterapkan disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan hanyalah pembelajaran yang menghibur dan menyenangkan karena pembelajaran edutainment itu juga disesuaikan dengan kreativitas dan kebutuhan anak. Penerapan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang melalui pembelajaran edutainment untuk anak MTs sudah cukup baik dan optimal dengan cirri-ciri pembelajaran yang bervareasi dalam artian materi yang akan diajarkan sesuai kebutuhan anak sehingga dengan mudah mengaplikasikan dalam bentuk yang menyenangkan dan menghibur. Diantara beberapa strategi atau model pembelajaran yang digunakan yaitu: pemberian cerita, permainan peran (role play),tadabur alam / karya wisata, Tanya jawab, game, dan ceramah.

a tidak pernah hentinya semoga sadar & tidak tambah parah………………. bangsa dan Negara Saudara-Saudaraku yang tersayang kakakku Moh. berguna baginya.7 PERSEMBAHAN Dengan Mengucapkan Syukur Al-hamdulillah. marilah Jangan nodai persaudaraan kita yang selama ini kita tanam Buat teman-teman KI-04. pintar. adik-adikku Toha Bukhori. Jamhari. taat. Buat Tanteretan IKAMABA semua tak terkecuali khususnya yang Kurus dan yang Gemuk yang telah memutivasi penulis agar menyelesaikan tugas akhir ini. Kebersamaan dan kesetiaan kalian semua mengiringi perjalanan studiku.akan setiap saat agar anaknya menjadi anak yang sholeh. yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu. . Mbakku rantina. keluarganya. Do. Dapat Kupersembahkan Karya Skiripsi Sederhana ini Buat: Orang yang ku sayangi dan sangat saya hormati Bapak dan Ibu yang telah membesarkan dengan kasih sayang dan mendidiknya dengan penuh kesabaran serta selalu mendo. yang telah mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan skiripsi ini. Agama. Sakdiyah. Qomariyah. patuh. tawa dan canda serta perselisihan memberi nuansa yang sejuk dan mutiara berharga selalu mewarnai setiap langkahku…………………… Spesialnya buat tretan IKAMABA selaku pengurus ples ketua IKAMABA (Alek Khotib) 2009 yang sering marah-marah & tidak kalah murkanya ketika ada masalah di IKAMABA.

maka semuanya dapat penulis menyelesaikan dengan baik. bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. selaku ketua Jurusan Kependidikan Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya. Untuki itu sudah sepatutnya apabila dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dra. Drs. Nur Kholis selaku kepala Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan beserta staf-stafnya yang telah membantu dalam menyelesaikan Skripsi ini. selaku Dosen Wali dan juga selaku Dosen Pembimbing yang penuh kesabaran membimbing dan mengarahkan serta memberi motivasi agar tidak putus asa dan tetap semangat. M. Bapak dan Ibu Dosen yang telah membekali penulis dengan ilmu pengetahuan . Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya Beserta Staf-Stafnya. namun berkat bantuan. 2. M. 5. Ag.I. sehingga penulis dapat menyelesaikan skiripsi ini. Ag. Sholawat serta salam semoga tetap abadi pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. 3. Nurhamim. H. beserta genap dan seluruh pengikutnya. 6.H Masyhudi Ahmad.. Penulis menyadari bahwa didalam penyusunan dan ppenulisan skiripsi ini. Pd. Drs. Semua saudara-saudaraku yang telah meluangkan pikirannya untuk penulis sehingga penulis bisa menyelsaikan tugas skripsi ini 7. M. Husniyatus Salamah Z.8 KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat ilahi robbi yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya. Dr. banyak menemui kesulitan dan hambatan.

untuk itu penulis mengharapkan saran.a semoga amal beliau dibalas dan diterima serta diampuni segala dosa-dosanya disisi Allah SWT. 04 januari 2009 Penulis . Surabaya. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skiripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. selain untaian do. karna keterbatasan kemampuan yang penulis miliki mengingat penulis adalah hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan luput.9 Tiada kata yang dapat penulis berikan sebagai balas budi. kritikan dan masukan yang bersifat konstruktif demi sempurnanya penyusunan skiripsi ini. Dan akhirnya penulis berharap semoga skiripsi ini bisa bermamfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya.

. Pendekatan Pembelajaran………………………………………. ......2 Definisi Operasional………………………………………………….. e. Pengertian……………………………………...... g..... C.…………………………………………………. BAB : III A...vi KATA PENGANTAR………………………………………………………………..i PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPS………………………………………….. BAB : II A.... Pengertian SKI…………………………………………………...... Tahap-Tahap……………………………………………………..1 Rumusan Masalah……………………………………………………..11 2......6 Sistematika Pembahasan………………………………………………7 LANDASAN TEORI Pembelajaran Edutainment 1..14 Sejarah Kebudayaan Islam 1...vii DAFTAR ISI…………………………………………………………………………ix DAFTAR TABEL……………………………………………………………………xi BAB : I a....3 Tujuan Penelitian……………………………………………………..... d.......... PENDAHULUAN Latar Belakang……………………………………………………….. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI………………18 LAPORAN HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………………19 B..v PERSEMBAHAN…………………………………………………………………........12 3.......9 3... Konsep Dasar……………………………………………………....17 4......13 4..8 2.. Ciri-Ciri…………………………………………………………..15 2...... Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran SKI…………………………………………....iii MOTTO………………………………………………………………………………iv ABSTRAK……………………………………………………………………………...16 3...... f.. b........... Tujuan SKI………………………………….10 Kreativitas 1.10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………........ c.ii PENGESAHAN TIM PENGUJI……………………………………………………....4 Mamfaat Penelitian……………………………………………………5 Metode Penelitian. Pengertian Kreativitas………………………. Faktor-Faktor…………………………………………………….

..Sejarah singkat sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan…………………………………………… 20 2... Saran-Saran…………………………………………………………..Struktur Organisasi………………………………………………24 6.36 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………..Berangkat Dari Keprihatinan………………………….......... Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………30 C.... Analisis Data…………………………………………………………31 1. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………... Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………34 BAB : IV PENUTUP A..Kurikulum……………………………………………………….. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………...35 B.37 Lampiran ..23 5.Sarana Prasarana…………………………………………………26 B.27 1..38 ...Keadaan Guru Karyawan dan Siswa……………………………..33 3. Kesimpulan………………………………………………………….29 3.32 2.25 7...22 4.... 21 3.………………………………………………………………... Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………... Penyajian Data………………………………………………....11 1.. Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………..28 2.....Visi Misi dan Motto……………………………………………..

12 DAFTAR TABEL 1. Fasilitas Pembelajaran 2. Data Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) 3. Keadaan Personalia Guru 4. Struktur Organisasi .

Sebab pendidikan menjadi suatu jalan atau cara yang mengantarkan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya.224. lebih-lebih dalam dunia pendidikan. Latar Belakang Memasuki abad ke 21 ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang pesat.1 ‫ﻃﻠﺐ اﻝﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ آﻞ ﻣﺴﻠﻢ ٍوﻣﺴﻠﻤﺔ‬ ٍ َ ِْ ُ َ ِْ ُ ِ ُ َ َ ٌ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ ْ ُ ََ ّ Artinya : Dari anas ibnu malik berkata. sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan memadai menduduki posisi yang sangat vital dan strategis dalam kotek saat ini. Konsekuensi logisnya. Dalam era tersebut kita di tuntut mampu berperan dalam persaingan bebas. 81. menyebabkan semakin besarnya arus informasi dan terbukanya pasar internasional yang berdampak pada persaingan bebas yang begitu ketat di segala aspek kehidupan.tt)." Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang muslim (laki-laki dan perempuan)" 1 Sunan Ibnu Majah. Sebagaimana di jelaskan dalam hadits nabi Muhammad SAW. hal. Sabda Rasulullah saw.13 BAB I PENDAHULUAN A. (Bairut. bahkan pendidikan menjadi suatu kewajiban yang harus di jalani manusia dalam kehidupanya. 1 . Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang mendapat prioritas utama dalam kehidupan manusia. Juz 1 Hadits no. Dar Al-kitab Al-Ilmiah.

hal. Kreatifitas Dan Keberbakatan : Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat. lebih dari itu ada tujuan pembentukan kepribadian. (Jakarta: PT. Buktinya dengan ditempatkannya unsur-unsur agama dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. terutama bagi perkembangan bangsa dan Negara.14 Pendidikan mempunyai peran yang amat menentukan bagi perkembangan atau peningkatan dan perwujudan diri individu. 4. Gramedia Pustaka Utama. Sila pertama dalam pancasila adalah Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang memberikan makna bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beragam. kemajuan suatu kebuadayaan tergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. 2 .2 Adapun pendidikan disini tidak hanya sebagai: Transfer Of Knowledge. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam.hal ini berkaiatan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya. Untuk membina bangsa yang beragam pendidikan agama ditempatkan pada posisi Utami Munandar. menghargai dan memamfaatkan sumberdaya manusia (SDM). Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh pendidikan terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian utama. hal. 3 Achmad D. salah satunya kepada peserta didik. Dalam hal ini betapa pentingnya kedudukan pendidikan agama dalam peningkatan manusia Indonesia seutuhnya.3 Sehingga siswa dapat mengenal potensi yang dimilikinya dan kemudian dapat mengembangkan potensinya sesuai bakat dan mural. 1974). 44. (Bandung: Al-Ma'arif. Marimbah. 2002).

77. masyarakat. hal. 7. kecerdasan.6 Oleh karena itu. Dengan demikian bangsa Indonesia menempatkan pedidikan agama pada kedudukan yang tinggi dalam sistem pendidikan nasional dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan peningkatan bangsa Indonesia. 6 Hanum Asrohah. berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama" pendidikan agama adalah bagian dari proses pendidikan nasional. Vol. “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo” (Jurnal: Nizamia. hal. akhlak mulia. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. pengendalian diri. 2003). Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. bangsa dan Negara. kepribadian. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Dalam UU No 20 tahun 2003 Tentang SISDIKNAS pasal 12 ayat 1 dinyatakan bahwa:5 " Setiap peserta didik pada setiap sauna pendidikan. pendidikan agama bisa menjadi 4 Moch.15 stategis dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan nasional bahwa: pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.6. pendidikan agama disini mendapat prioritas utama. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif meningkatkan potensi dirinya nuntuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan. Kasiram.4 Pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional memiliki posisi yang kokoh yang secara yuridis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan peningkatan manusia seutuhnya. 5 . Nomor 1 tahun 2004).

Proses pembelajaran yang digunakan pada guru agama selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah. Revolusi Pendidikan di Indonesia : Membedah Metode Dan Teknik Pendidika Berbasis Kompetensi.2005). hal 4. Quantum teching.16 salah satu solusi ditengah keadaan bangsa saat ini agar tidak terperosot kejurang keruntuhan dan krisis mural yang semakin mendalam.8 Untuk menghadapi tantangan ini pendidikan harus mampu mencari model atau penerapan strategi penyampaian pendidikan agama yang baru.7 Disini lain strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah saat ini pada umumnya masih bersifat konvensional. (yokyakarta : Ar-Ruzz. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. penemuan dan penerapan serta menjadikan siswa mnjadi jenu. Akibatnya pendidikan agama islam kurang dapat memberi pengaruh yang berarti pada kehidupan siswa sehari-hari bahkan mengakibatkan terjadinya krisis multi dimensi terutama krisis mural pada kalangan siswa. bosan dan malas belajar. guru memberi penjelasan dengan berceramah mengenai materi pelajaran dan siswa sebagai pendengar. Sutrisno. oleh karena itu model pengajaran yang bersifat indoktrinasi-dokmatis dan normative. metode pembelajaran semacam ini kuarang memberikan arahan pada proses pencarian. 7 . pemahaman. 2005). yang bisa memutivasi peserta didik untuk secara aktif menjawab persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari. hal 42. (Jakarta : PT. yang belum mampu menjadikan semua siswa dikelas bisa menguasai tujuan-tujuan umum pembelajaran terutama bagi siswa yang berkemampuan rendah. 8 Syafrudin Nurdin.

Bila udah demikian. Disini guru agama harus selalu berusaha mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi teologis dalam menghadapi setiap bentuk tantangan hidup. 78-79. bila hasil pandidikan selama ini selalu menghasilkan siswa yang berfikir linear tidak kreatif. Di samping pendidikan agama di sampaikan secara empirik problematik juga disampaikan dengan pola atau strategi yaitu keselarasan anatara akal kecerdasan dan perasaan yang melahirkan perilaku ahlakul karimah dalam kehidupan berbangsa bernegara. di mana iman dan taqwa menjadi rujukanya. Karena memang sekolah hanya mengembangkan atau meningkatkan otak kiri ketimbang otak kanan siswa. yaitu pembodohan. hal. Kasiran. Pelaksanaan Pendidikan Pada Sekolah-Sekolah di Kota Malang. .9 Sebagaimana dijelaskan Ausuble. kurikulum apapun yang digunakan akan mendapatkan hasil yang sama.17 Hal ini penting dalam pembentukan sikap social anak. Pola ini menuntut upaya lebih menekankan pada faktor kemampuan berfikir dan berperasaan muralis yang menentang ke arah Tuhan. bahwa pendidikan hafalan dan drill adalah bentuk pendidikan yang tidak bermakna. menurut Paulo freire: pendidikan seperti ini adalah pendidikan yang membelenggu dan tidak manusiawi. dimana anak dilatih untuk menggunakan persepsi agamis terhadap realitas kehidupan. 9 Moh. Maka tidak aneh. dan ke arah masyarakat.

2002). 19. 29. kreatif dan menyenangkan salah satu sekolah dasar di Bangkalan yang lebih dikenal dengan nama sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan diBawah naungan NU telah berupaya menerapkan model pembelajaran baru atau 10 Zamroni. Paradikma Pendidikan Masa Depan. terutama guru. Sikdiknas. hal.18 Oleh karena itu sudah saatnya sistem pendidikan yang selama ini harus di rubah lebih-lebih untuk sekolah dasar. UU Sisdiknas No. 11 . Disini diperlukan kreatifitas yang harus dilakukan oleh semua pihak baik pihak guru maupun siswa. terutama pada pendidikan agama islam. Pasal 12 ayat 1. Karena guru sangat berpengaruh terhadap mutivasi belajar siswa dan guru dituntut untuk lebih kreatif dalam merangsang pembelajaran dan mengembangkan atau meningkatkat kreatifitas mengembangkan dan menemukan solusi secara mandiri karena pendidikan yang kreatif dapat memecahkan segala problem dengan solusi yang cepat dan tepat. cara-cara baru dan hasilhasil yang dapat menghasilkan bagi pembangunan atau peningkatan nasional Indonesia. 20. (Yogyakarta : Biograf Publishing. Belajar kreatif memungkinkan timbulnya ide-ide baru.10 Dengan adanya model pembelajaran yang kreatif itu dapat menunjang siswa dalam proses belajar mengajar sehingga siswa tidak lagi merasa jenuh atau bosan.11 Adapun dalam usaha menerapkan pendekatan pembelajaran yang sistematis. akan tetapi menjadi menyenangkan bagi siswa serta menjadikan proses belajar siswa lebih bermakna dan mampu mengaitkan materi dengan kehidupan seharihari.

tetapi dapat juga dengan rasa. Membedah Metode dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetensi (yokyakarta : Ar-Ruzz. Bisa juga dengan cara memutar . Sebagaimana telah dijelaskan sustrisno dalam bukunya "Revolusi Pendidikan diIndonesia" bahwa Edutainment berasal dari kata Education (pendidikan) dan Entertainment (hiburan) jadi Edutainment dari segi bahasa berarti pendidikan yang menghibur atau menyenangkan.19 penerapan strategi pembelajaran baru yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat mengembangkan atau meningkatkan kreatifitas belajar siswa. hal. Sutrisno. Yang mana Edutaiment itu sendiri adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmonis yang menjadikan pembelajaran terasa menyenangkan.12 Seperti Contoh: (Drama) Dalam kisah para Nabi "Salah satu siswa disuruh menceritakan sejarah / kisah para Nabi seperti halnya pada saat perang badar atau juga pada kekuasaan abbasiyah dengan model atau bentuk implementasi yang siswa itu mampu. pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (game).rasa senang. 12 . bermain peran (role play) dan Demontrasi. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. Adapun metode yang digunakan sekolah tersebut bernama "Model atau Penerapan Strategi Pembelajaran Edutaiment". 2005). sehingga pembelajaran lebih menyenangkan. dan mereka menikmatinya. sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis. 31.

Agar lebih mudah untuk memahami makna.20 CD kemudian di jelaskan kpd siswa yang lain atau juga siswa disuruh menyimak pembelajaran yang disampaikan oleh guru dengan mengunakan CD atau peralatan lainnya kemudian siswa dituntut menyampaikan kembali atau menjelaskan apaapa yang telah terekam pada pemutaran CD tersebut". maka peneliti merumuskan sebagai berikut: . sebagai berikut: 4. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? C. Rumusan Masalah Dengan uraian latar belakang masalah tersebut diatas. maka untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang permasalahan dalam penelitian ini. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 5. Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 6. Definisi Operasional Definisi ini untuk memperjelas dan mempertegas kata-kata atau istilah kunci yang diberikan dengan judul penelitian. B.

(Ciputat.16 Sutrisno Revolusi.13 2.21 1. 2003). Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat. Joyce Vycoh. 43. 121. Kreativitas belajar SKI : Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. MA. 1991). Pendidikan Islam. hal. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. (Bandung: Kaita.15Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. 31. 14 13 . Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. hal. 15 16 Abu Ahmadi Dan Widodo Supriono.dan yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis. Strategi Pembelajaran Edutainment : Adalah suatu proses pembelajaran yang merupakan aktivitas kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik. 16 Prof. 177. (Jakarta. Menjadi Super Kreatif: Melalui Metode Pemetaan Fikiran. psikologi Belajar. memahami. Dr Asyumardi Azza. hal. Reneka cipta.sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan.14Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Kalimah). hal.sesuai rencana yang telah diprogramkan. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. Untuk mengetahui bagaimana kreativitas belajar siswa dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.22 3. Strategi yang dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi (SKI) : Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara. Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. maka penelitian ini betujuan sebagai: 1. opservasi maupun dokumentasi. karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan. dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). 2. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. D. .

Manfaat Penelitian 1. Metode Penelitian 1. Sebagai tambahan referensi atau wacana bagi pemerhati pendidikan serta bagi semua pembaca. 3.data yang dikumpulkan adalah berupa kata- . 2. E. Jenis penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian Kualitatif Deskristif.23 3. Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dan yang dapat meningkatkan kretivitas belajar dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. F. khususnya pembelajaran bagi siswasiswi MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Motivasi para praktisi pendidikan terutama para guru untuk kreatif dan inovatif dalam memilih metode atau model pembelajaran yang sesuai dengan dunia siswa. Penelitian kualitatif deskristif adalah Suatu penomena penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan-keadaan atau status penomena yang terjadi yang terdapat dalam arti baik kata-kata tertulis maupun lisan dari orang yang menjadi subyek penelitian. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti mengenai pembelajaran yang efektif serta mengembangkan sikap potensi dan bakat manusia yang sedemikian beragamnya.

18 Sedangkan menurut Travers. Metodologi penelitian kualitatif. penelitian deskriptif adalah data yang berupa kata-tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.24 kata. Sehingga kita dapat memahami menyeluruh hasil penelitian disamping itu dalam penelitian kualitatif ini peneliti harus terjun langsung. Lexy Moleong. prinsip angka atau metode statistic. hal. video tipe. mendefinisikan bahwa metode deskriptif adalah menggambarkan sifat atas sesuatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. gambar dan bukan angka. catatan lapangan. wawancara. Metodologi. tidak mengandalkan bukti logika matematis. Data tersebut mungkin berasal dari naskah. Peneliti ini berusaha untuk menggambarkan dan mengklasifikan fakta atau karakteristik fenomena yang ada faktual dan cermat. kelapangan guna memperoleh data yang dibutuhkan. dan dokumen resmi lainnya. sebagaimana dikutip Sevill dkk. dokumen pribadi. catatan atau memo. (Bandung : Rosda Karya. 3. sehingga dapat digambarkan kondisi dan keadaan yang sebenar-benarnya dengan isyarat atau tindakan social. foto. .17 Penelitian kualitatif berusaha menampilkan secara holistik (Utuh) yang membutuhkan pencermatan dalam pengamatan. 2007). Pendekatan ini dapat diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh). hal. Menurut Lexy Moloeng yang dikutipnya dari pendapat Bogdan dan Tailor. 11. Jadi metode deskriptif ini menekankan bahwa objek yang 17 18 Lexy Moloeng.

Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal.22 Diantara data kualitatif dalam penelitian ini adalah: a) Model atau Penerapan strategi pembelajaran edutaiment dan pengembangan kreativitas pada bidang studi SKI. Suatu Pendekatan Praktek. hal. 19 . Imam Suprayoso Tabroni. (Jakarta: Aksara 2006). menganalisa dan menafsirkan kondisi yang selama ini terjadi. kejadian) dan melaporkan sebagaimana adanya. 98. 20 Mardalis. hal. Data kualitatif yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinialai dengan angka secara langsung. 2001).Renika Cipta. 21 Suharsimi Arikunto.hal. 104. 134.20 2. Metodologi Penenilitian Sosial Agama (Bandung: Remaja Rosda Karya. Jenis data Data merupakan segala keterangan (Informasi) mengenai segala hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian. (Jakarta. Penelitian deskripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang saat ini berlaku. Prosedur Penelitian. 22 Ibid. 1993).25 diselidiki dalam keadaan sekarang pada waktu penelitian dilakukan (berlangsung). 137.19 Penelitian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang apa dan bagaimana suatu keadaan (fenomena. yang didalamnya terdapat upaya menjabarkan. Jenis Dan Sumber Data a. mencatat.cet 9.21 Berangkat dari topik permasalahan skripsi ini maka jenis-jenis data yang relevan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

misi. Metodologi Rasearh. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya untuk diamati dan dicatat dalam bentuk pertama kalinya. sumber data yang digunakan malalui 2 cara yaitu: 1.23 Berdasarkan jenis-jenis data yang diperlukan maka dalam penelitian ini. yaitu: a. keadaan guru dan murid serta sarana prasarana. (Jakarta Renika Cipta.) Fild rasearh adalah sumber data yang dipoleh dari lapangan penelitian yaitu: mencari data dengan cara terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data yang lebih kongkrit yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. 2. 107. 2. jilid 1. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek .24 Adapun sumber data ini ada 2 macam. Data yang di Suharsimi Arikunto. Data kuantitatif adalah data yang diukur atau dihitung secara langsung karena berupa angka-angka adapun data yang di maksud adalah: b. 23 . 24 Sutrisno Hadi. dan motto.) Sumber literatur (field literature) yaitu sumber data yang digunakan untuk mencari landasan teori tentang permasalahan yang diteliti dengan menggunakan buku-buku kepustakaan. kurikulum pendidikan. 2002). (yokyakarta : Andi Offset. 1989). Sumber data adalah sumber data yang di peroleh. dan merupakan bahan utama penelitian. visi. 66.26 b) Gambaran umum obyek penelitian antara lain sejarah berdirinya sekolah. hal. struktur organisasi. Sumber Data.

Dalam penelitian ini.27 maksud disini adalah data tentang model strategi pembelajaran edutaiment dan kreatif pada bidang studi SKI adapun data ini diperoleh dari beberapa sumber yaitu.misalnya dari keterangan atau publikasi lain. b. Sumber sekunder ini bersifat penunjang dan pelengkap data primer. Kepala Sekolah. Wakil Kepala Sekolah. Data yang di maksud adalah data tentang sekolah berdirinya sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan berupa dokumen-dokumen lainya. peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: 1.Guru SKI. Metode Observasi Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Data sekunder adalah data yang pengumpulanya tidak diusahakan sendiri oleh peneliti.Creator (TIPS). 3. pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat . Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang sesuai dengan apa yang diharapkan. dan TU. maka dalam setiap penelitian terlebih dahulu harus menentukan metode apa yang akan dipakai untuk mendapatkan serta mengumpulkannya. sehingga data yang diperoleh itu benar-benar valid. Sebab metode merupakan kunci keberhasilan dalam suatu penelitian.

motivasi. sarana dan prasarana. perasaan dan sebagainya yang dilakukan oleh dua pihak yaitu wawancara (interview) yang mengajukan pertanyaan dengan orang yang diwawancarai (interview). (Yogyakarta. Teknik wawancara dilakukan untuk menggali informasi berkenaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dibidang studi SKI di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Nawawi Hadari. 25 .28 terjadi atau belangsungnya perstiwa sehingga observasi berada bersama obyek yang diselidiki dan disebut juga obsevasi langsung. Metode Penelitian Bidang Sosial. 143. kegiatan. Metode Penelitian Kualitatif. organisasi. 100.2005). 2006). Gadjah Mada Univercity Press. hal. penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa di bidang studi SKI dan semua hal yang berkaitan dengan penelitian di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 2. hal. (Jakarta: PT Grafindo Persada. 26 Burhan Bungin. kejadian. Metode Interview (Wawancara) Interview adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengontruksi mengenai orang.25 Metode ini digunakan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang lokasi dan letak geografis.26 Menurut S Magono teknik wawancara adalah cara mengumpulkan data melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data dengan sumber data.

yaitu dengan meneliti kembali data-data yang didapat.27 Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah. dan mutu. hal. kategori dan S. misi. karyawan. Analisis data menurut Patton yang dikutip oleh Moleong. mengorganisasikan kedalam suatu pola. 28 27 . Margono. dan dokumen mengenai gambaran umum obyek penelitian. 1997). 270. Metode Dokumentasi Dokumentasi dari asal katanya “dokumen” yang artinya barang-barang tertulis dengan melaksanakan metode dokumen ini. Edisi Revisi III. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. transkip. 63. visi. apakah data tersebut sudah cukup baik dan dapat segera dipersiapkan untuk proses berikutnya. struktur organisasi. dan siswa. 4. surat kabar.1995). foto.29 3. adalah proses mengatur urusan data. dan sarana prasarana. Bumi Aksara. buku. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Metode Analisis Data Setelah data terkumpul dilakukan pemilahan secara selektif disesuaikan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian. dilakukan pengolahan dengan proses editing. (Jakarta. peneliti mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan atau benda-benda tertulis. hal. jumlah guru. Metodologi Penelitian Pendidikan.28 Secara sistematis dan konsisten bahwa data yang diperoleh dituangkan dalam suatu rancangan konsep yang kemudian dijadikan dasar utama dalam memberikan analisis. Koentjaraningrat. Sebab itu.

yaitu dengan menggambarkan keadaan atau status fenomena.Moleong.29 Dalam penelitian ini yang digunakan penulis dalam menganalisa data yang sudah diperoleh adalah dengan cara deskriptif (non statistik). penulis berusaha memecahkan persoalan-persoalan yang ada dalam rumusan masalah dan mengalisa data-data yang diperoleh dengan menggunakan sosiologis. 103 Suharsimi Arikunto. yaitu penelitian yang dilkukan dengan menggambarkan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan untuk kategori kesimpulan. Metode Penelitian……. Prosedur Penelitian……. Dalam penelitian ini.30 Dalam hal ini penulis menggunakan deskriptif yang bersifat eksploratif. Penelitian deskiptif dibedakan dalam dua jenis penelitian menurut sifat-sifat analisa datanya. Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis. Peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. memperoleh 29 30 Lexy J. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor.30 satuan uraian dasar. 195 . yaitu riset deskriptif yang bersifat eksploratif dan riset deskriptif yang bersifat developmental. analisa data adalah proses yang merinci usaha yang secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan kepada tema dan hipotesis itu.

31 5. 2. sehingga data tersebut dapat dipahami dan tidak diragukan. mencari apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat diperhitungkan. Diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. dalam penelitian kualitatif di butuhkan metode pengecekan keabsahan data.31 Ketentuan pengamatan ini bertujuan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan penelitian dengan kata lain peneliti menelaah kembali data-data yang terkait dengan fokus peneliti.. dalam hal ini peneliti merasa perlu mengadakan pemeriksaan keabsahan data. 329 . Mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan suatu yang lain. Teknik 31 Ibid. Ketekunan Atau Keajekan Pengamatan Ketekunan atau keajekan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif. Adapun cara-cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh keabsahan data tersebut antara lain: 1. Metode Keabsahan Data Agar data ini dapat dipertanggung jawabkan.

G. BAB IV : Yang berisikan tentang kesimpulan dan saran-saran panulis. Untuk mempermudah dalam pemahaman skripsi ini penulis menyusun menjadi 4 BAB dengan sistematika sebagai berikut: BAB I : pendahuluan yang terdiri dari latar belakang. BAB III : Paparan hasil penelitian mencakup: Gambaran umum. rumusan masalah. sehingga keabsahan data tersebut dapat dipertanggung jawabkan. 32 Ibid. tinjauan mengenai sejarah kebudayaan islam dan penerapan strategi model pembelajaran edutaiment dalam pengembangan atau peningkatan kreativitas belajar pada bidang studi SKI.. serta penyajian data dan analisis beserta keabsahan data. mamfaat penelitian. subyek penelitian.tujuan penelitian.32 Dalam hal ini peneliti memeriksa data-data yang diperoleh dari subyek penelitian. kemudian data tersebut peneliti bandingkan dengan data dari luar yaitu dari sumber lain. dan sistematika pembahasan. definisi operasional. BAB II : landasan teori yang berisikan tentang tujuan mengenai model atau penerapan strategi pembelajaran edutaiment .32 triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lain. 330 . metode penelitian. tinjauan mengenai kreativitas. Sistematika Pembahasan.

Pembelajaran Edutainment a. pembelajaran menyenangkan. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. 33 23 . tetapi dapat juga dengan rasa. sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga secara muatan pendidikan sehingga dan hiburan dapat lebih dikombinasikan harmunis.33 Perpaduan antara belajar dan bermain ini mengacu pada sifat alamiah anak yang dunianya adalah dunia bermain.rasa senang. dan mereka menikmatinya. pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (Game). 2005). (Yogyakarta : Ar-Ruzz. bagi anak jarak antara belajar dan bermain begitu tipis pilihan strategi pembelajaran edutainment ini juga berlandaskan pada hasil riset cara kerja otak. bermain peran (Role Play) dan demontrasi.33 BAB II LANDASAN TEORI A. Sutrisno. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens. Pengertian Edutainment Sebagaimana telah dijelaskan Sustrisno dalam bukunya " Revolusi Pendidikan di Indonesia "Bahwa Edutainment berasal dari kata" Education (Pendidikan) dan Entertainment (Hiburan)jadi Edutainment dari segi bahasa berarti Pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. Penemuan-penemuan terbaru ini . hal. 31.

34 Adapun pelajaran yang diterapkan dikemas dalam suasana bermain dan bereksperimen. mengerjakan secara tuntas. sebagaimana penjelasan pobel yang lebih menekankan . Disinilah proses pembelajaran berlangsung mereka mengambil keputusan. Anggaini Sudono. menyatakan bahwa balajar dengan bermain akan memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat memanipulasi. menentukan. 6 35 . 2003). Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan : Untuk Pendidikan Usia Dini. menemukan sendiri. enjoy dan menyenangkan. menciptakan. Anggaini sudono. memecahkan masalah. membongkar. mengeluarkan pendapat. memilih. hal. Untuk itu pentingnya penerapan atau strategi bermain dalam belajar. Sumber Belajar dan Alat Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. 2005. 34 . memasang.34 bahwa anak akan belajar efektif bila dalam keadaan fun dan bebas dari tekanan (Revolutional Learning). (Jakarta Grasindo. tetapi justru merupakan arena bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa. sehingga belajar tidak lagi membosankan. mengulangulang.35 Pendidikan untuk anak perlu disesuaikan dengan minat serta tahap perkembangan atau peningkatan anak. dan mengalami berbagai macam perasaan. supaya proses belajar mengajar tidak terasa jenuh dan membosankan tetapi menjadi suasana belajar yang fun. mencoba. mengembalikan. merekplorasi. bekerja sama dengan teman. 3. mempraktekkan dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya.

pembiasaan dan pendidikan aspek apapun hendaknya dilingkupi dengan kreatifitas bermain. sikap dan pengalaman anak. bermain digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu anak. 20. 2001). Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini.35 pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka. Mayke S. sedih. Karna dalam bermain juga terjadi proses belajar. Tedjasa putra.aristoteles dan fobel. artinya. hal. Bermain merupakan salah satu ciri pendidikan usia dini yang paling tepat. 37 . kecewa bangga dan lain-lain. hal itu akan mengasah . melalui bermain anak merasakan berbagai pengalaman emosi. (Jakarta : Grasindo. senang. pembelajaran. Melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya. menganggap bermain sebagai kegiatan praktis. 36 . 1-2. Mayke S. hal. Bermain.37jadi bermain sangat penting dan berpengaruh besar terhadap perkembangan dan peningkatan psikologi anak. pelatihan. yang dapat mengubah tingkah laku. Bermain selain berfungsi penting bagi perkembangan atau peningkatan pribadi juga mempunyai fungsi social dan emosional. Tedjasaputra. bergairah. belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tatacara pergaulan. persamaannya ialah bahwa dalam belajar dan bermain keduanya terjadi perubahan. Bermain. selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan dan peningkatan kognitif anak.36 Jadi plato.

yang dilakukan dengan ceria. kecuali ketika kita sedang bermain. sesuai dengan gerak hati anak. tanpa paksaan. Kak seto mulyadi dalam bukunya " bermain itu penting " menyebutkan bahwa bermain tidak bertentangan dengan kegiatan belajar. Kegiatan bermain adalah kegiatan apasaja dalam suasana menyenangkan. dan mendatangkan secara bervareasi. kegiatan itu bagi anak tidak berarti apa-apa waktu mungkin berbiaya mahal. Tiada waktu yang paling menyenangkan pada usia dini. Oleh karena itu orang tua dan pendidikan dalam menciptakan kegiatan belajar. dengan demikian tidak membebani. mengembangkan kecerdasan emosi anak. tidak memaksa dan tidak menjadikan mereka bersedih hati.36 kecerdasan otak.dunia anak-anak adalah dunia bermain kalau kita ingin mendidik. sangat membantu proses belajar mengajar. Fungsi bermain pada usia dini cukup banyak antara lain adalah merangsang perkembangan atau meningkatkan motorik anak. kecerdasan emosi dan keterampilan fisik. kegiatan yang dilakukan secara spontan. justru dengan bermain sesuai dengan tahap perkembangan dan peningkatan anak. pelatihan dan pembiasaan hendaknya dalam suasana yang menyenangkan. melatih dan membiasakan anak-anak dengan kemampuan dan keterampilan tertetu masuklah melalui media bermain. bahasa anak. . bebas dan tanpa beban. membangun sosial anak. tanpa suasana yang menyenangkan. menyenangkan merupakan kata kunci dalam setiap kegiatan bagi anak.

hal. Keterampilan motorik dikembangkan melalui permainan : berjalan. berlari. 38 . sangat menganjurkan agar pendekatan pembelajaran. berjinjit. berdiri satu kaki. 2004). melempar. agar anak lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain.38 . Orang tua atau pendidik memberikan kebebasan untuk melakukan berbagai kegiatan dan bersedia menjawaab pertanyaan anak-anak. maka semua ahli pendidikan prasekolah. Dengan fungsi yang sedemikian penting bagi proses pendidikan anak. 82-85. berguling dan sebagainya. c. Kemampuan bahasa dan daya fikir perlu dikuasai. b. Kemampuan bermasyarakat dan berhubungan social perlu dikuasai agar anak mampu berdiri sendiri dan bergaul dengan orang lain. The Rianto Fise dan Martin Handoko FIC. menangkap. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. dilaksanakan dengan "Bermain Yang Menyenangkan" Dunia anak adalah dunia bermain tentu saja dengan bermain itu anakanak belajar berbagai macam hal. dengan bermain berbagai kemampuan dasar anak di kembangkan seperti. a. anak perlu mengerti pembicaraan orang lain dan mampu menyampaikan isi hatinya kepada orang tua. meniti. dan mengembangkan keterampilan fisik dalam arti tangan anak-anak. melompat. pelatihan dan pembiasaan.37 mengembangkan kecerdasan nalar-fikir anak. mampu memahami hal-hal disekitarnya. (Jakarta : Grasindo.

Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein. dalam telaah itu ditemukan bahwa sebagian pembelajaran terpenting dalam kehidupan diperoleh masa kanak-kanak yang paling awal. 15. semakin beragam gerakan yang ia tampilkan dan segala kebisingan yang ia ciptakan menunjukkan betapa kuat keinginan untuk belajar. Imam Musbikin. dengan bermain dapat meningkatkan intelektual (Kognitif) anak serta dapat mengembangkan dirinya. (Yogyakarta : Mitra Pustaka.38 Dedi Supriadi mengutip bahwa sebuah telaah yang dilakukan broner dan donalson. 11.39 Karena bermain merupakan kebutuhan anak yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. 40 . Dedi Supriadi. 2006). Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah. Permainan apapun yang dilakukan akan merupakan proses belajar. Pembelajaran yang menyenangkan bukan semata-mata pembelajaran yang mengharuskan anak-anak untuk tertawa berbahak-berbahak. bila kita memahamikebutuhan bermain anak tentunnya kita dapat merangsang anak sedemikian rupa agar permainan yang diminatinya menunjang keberhasilan proses belajar nya memang mendomenasi seluruh masa perkembangan nya. yang mana pembelajaran itu sebagian besar diperoleh dari bermain. (Republic : Jum’at.Juli 2003). melainkan sebuah pembelajaran yang didalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan murid dalam suasana yang sama sekali tidak ada penekanan yang ada . hal. nyaman dan menyenangkan.baik pada kreativitas maupun potensinya. 39 .40 Belajar sambil bermain akan menjadikan siswa lebih hidup..

akrab dan bersahabat sebagaimana teman sendiri. roh pembelajaran ada pada proses pembelajaran yang menyenangkan. nyaman dan mengagumkan serta ada pada bagaimana hubungan antara guru dan murid dapat terjalin dengan pendekatan didaktif metodik yang bernuansa " Redagogis " artinya Interaksi antara guru sangat luwes. nyaman dan tidak membelenggu siswa. (Didatika. Sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (Learning Climate) yang kondusif. adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis. hal. dengan begitu siswa tidak merasa dibatasi. sebab tekanan apapun namannya hanya akan mengkerdilkan pikiran siswa. 41 .39 hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung pembelajaran yang membebaskan.41 Supaya pembelajaran enjoy dan menyenangkan serta siswa tidak merasa tertekan dan bebas bergerak maka pembelajaran harus didesain sedemikian rupa. Dalam konsep pembelajaran edutainment. 3. dengan menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan. serta bebas dari tekanan dan jauh dari kebosanan atau kejenuhan. menurut konsep paolo fraire. Senin. takut dan bisa berinteraksi dengan bebas dan menyenangkan. 8 Desember 2003). Ahmad Sapari. Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. .

206. merupakan suatu keharusan untuk memproduksi mainan edukatif dan teknik bagi anak dan memperluasnya. 42 . disekolah maupun dilingkungan. dilihat dari pemikiran. pada yang sama aktivitas bermain dapat memberikan pengaruh terhadap kapabilitas anak dan kemampuan akal serta pengetahuan mungkin dicermati melalui hasil disekolah. kekuatan memorinya. Pada umumnya. Mengembangkan Kreativitas Anak. karena itu. Tidak mungkin dikesampingkan. imajinasi. Dengan permainan anak dapat membentuk peradaban dan pemikiran anak kecil dengan demikian anak diharuskan untuk bermain baik dirumah.42 . Ahmad Abdussalam Al-Kholili. namun lebih dari itu.40 Bermain tidak hanya menyenangkan. hal. tetapi juga dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan peserta didik salah satunya adalah perkembangan kreatifitas anak (Siswa). Pustaka Al-Kautsar 2005). permainan anak merupakan sarana edukatif yang penting dalam pertumbuhan anak-anak. tidak hanya tingkat pendidikan yang merupakan dasar dalam mengembangkan kepribadin yang baik. (Karta Timur. bahwa aktivitas bermotu bagi anakanak merupakan suatu proses pendidikan dan pengajaran karena mainan mencerminkan sarana yang efektif dan sukses untuk mengaktualisasikan diri. mengingat mainan bagi anak-anak memiliki nilai edukatif yang besar. dan pengetahuannya tentang berbagai hubungan kausalitas yang membantu untuk berkreativitas dan berinovasi.

the classroom artinya ruang kelas jadi humanizing the classroom secara harfiah brarti memanusiakan ruang kelas. Tawaran Meller ini bertumpu pada dorongan siswa untuk: • Menyadari diri sebagai suatu suatu proses pertumbuhan yang sedang dan akan terus berubah. The Accelerated Learning. dan Sebagainya). Active Learning. Oleh John P. b. Konsep Dasar Edutainment Edutainment dalam perjalanannya menjalma dalam berbagai bentuk seperti humanizing the (Class Room. • Mencari konsep dan identitas diri.41 Dengan demikian permainan sangat penting dan bermamfaat dalam kehidupan anak-anak karena ia merupakan sarana alamiah dan spontanitas untuk belajar dan membaca. . Quntum Learning. Humanizing The Classroom Artinya manusiakan. Quantum Teaching. Adapun konsep dasar dari masing-masing metode ini adalah: a. tetapi yang dimaksud disini adalah bahwa proses pembelajaran guru hendaklah memperlakukan siswa-siswanya sesuai dengan kondisi mereka masing-masing.Meller terfokus pada pengembangan model " Pendidikan Afektif " yang dalam kosakatanya sering disebut dengan " Pendidikan Kepribadian" atau "Pendidikan Nilai".

1996).44 Menurut silberman. Silberman.42 • Memadukan kesadaran hati dan pikiran. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education. I forget.hal. I remember a little. pada saat kegiatan itu aktif. siswa melakukan sebagian besar pekerjaan belajar.silberman. dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan. Hasil pengembangan dan peningkatan dari pernyataan Confucius ini oleh silberman diabadikan dengan kredo: What I hear. 1976). Menurut Melvin L.mereka mempelajari gagasan-gagasan.. memecahkan berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari. (new york: praeger publishers. What I hear and see. dengan cara mendengar. diskusi dan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Pelajari John p.43 b. 32-33 44 Melvin L. dengan cara mendengarkan. 43 . Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. melihat. belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi kepada siswa. cara belajar dengan mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit.melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus. Active Learning Artinya pembelajaran aktif. (USA: Allyn & bacon.Meller.

I begin to understand. c. hlm.1.43 What I hear. Karma semua kehidupan adalah energi. What I teach to another.dave mair. Quantum Learning Didefinisikan sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. d.45 Belajar aktif merupakan langkah cepat. psikis dan emosi siswa menjadi suatu kesatuan 45 Ibid. konsep dasar dari pembelajaran ini adalah bahwa pembelajaran itu berlangsung secara cepat. auditory. dan menarik. I acquire knowledge skill. . What I hear. I master. Active learning menyajikan 101 strategi pembelajaran aktif yang hampir dapat diterapkan untuk semua pelajaran. The Accelerated Learning Artinya pembelajaran yang dipercepat. e.discuss.see. menyenangkan dan memuaskan. menyenangkan. and askquestions about or discuss with someone else.see. Quantum Teacing Berusaha mengubah suasana belajar yang menoton dan membosankan ke dalam suasana belajar yang meriah dan gembira dengan memadukan potensi fisik.and do. visual dan intelektual (SAVI). menyarankan kepada guru agar dalam mengelola kelas menggunakan pendekatan somatic.

karena unsur-unsur ini semuanya. Keempat cara bealajar ini harus ada agar belajar berlangsung optimal. iii.yang berisikan prinsip-prinsip system perancangan pengajaran yang efektif. Cara Belajar Auditory Auditory adalah (Belajar berbicara dan mendengarkan) atau dikenal dengan istilah "learning by talking and hearing". belajar yang paling baik bisa berlangsung jika semuanya itu digunakan secara stimultan.yang dimaksudkan sebagai (Belajar dengan bergerak dan berbuat). visual dan intelektual atau lebih di kenal dengan istilah SAVI. Yaitu: i. terdapat beberapa pendekatan belajar yaitu somatic.44 kekuatan yang integral. Pendekatan Pembelajaran Edutainment Dalam metode pembelajaran Edutainment. auditori. Cara Belajar Intelektual . Cara Belajar Visual Diartikan (Belajar dengan mengamati dan menggambarkan) atau disebut dengan istilah "learning by observing and picturing" iv. "learning by moving and doing" ii. efisien dan progresif. terpadu. Adapun dalam pengelolaan dengan menggunakan cara belajar SAVI ini. Cara Belajar Somatic " Somatic " Berasal dari bahasa yunani yang berarti tubuh (soma). c.

dalam suharnan). kreativitas memiliki beberapa pengertian dasar sebagai berikut: a) Kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. Hasan galunggung memaknai " kreativitas " sebagai kesanggupan mencipta atau daya cipta. 46 A khudhori Sholeh. dan mengeluarkan. . 2003).46 Menurut pendapat munandar. Kreativitas 1.186. Pengertian Kreativitas Ada beberapa definisi yang digunakan dalam membatasi maksud yang terkandung dalam pengertian " kreativitas " tidak dapat dipungkiri bahwa pengertian ini telah menyebar luas dan banyak digunakan melalui individuindividu yang memiliki keahlian yang berbeda. Pemikiran Islam Kontemporer. hal. menciptakan. (yogyakarta : Jendela. Dari arti termenologi tersebut " kreativitas " berarti potensi diri dalam membuat sesuatu atau mendorong agar sesuatu menjadi ada. informasi atau unsur-unsur yang ada. Kata " kreatif " berasal dari bahasa latin " crate " yang berarti menyebabkan tumbuh: menghasilkan. yang secara otomatis hal ini menyebabkan munculnya sejumlah definisi yang berbeda pula.45 Yaitu (Belajar dengan pemecahan masalah dan refleksi) atau disebut dengan istilah "learning by problem solving and reflecting" B. peradaban yang kreatif. Kreatifitas dapat didevinisikan sebagai suatu gagasan yang baru dan berguna (menurut holpern.

asli (orisinil) dan adanya elaborasi. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. Dariyo. Kretivitas dan Keberbakatan : Strategi Mengujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. luwes (flexsible). hal.48 Inti dari semua konsep kreativitas adalah adanya unsur kebaharuan hasil kreativitas Agoes. c) Secara operasional kreativitas mengandung pengertian sebagai kemampuan mental yang bersifat lancar (fluency).baru dan bermanaat. d) Kreativitas merupakan proses. kecenderungan untuk mngepresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. (Jakarta : Grasindo Widya Sarana Indonesia 2003). (Jakarta : Grafindo Pustaka Utama . Munandar .unik. 2002). Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. disini individu memiliki kebebasan berfikir untuk menyatakan gagasan dan pendapat seluas-luasnya tanpa terikat pada aturan-aturan ynag berlaku. 65. Sedangkan menurut rogers menekankan bahwa sumber kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri. 47 . mengujudkan potensi.47 Jadi kreativitas merupakan suatu cara melakukan sesuatu dengan berbeda. adapun orang yang melakukan kemampuan tersebut dikatakakan orang kreatif. hal. 48 Utami. 24. jadi individu tidak terpadu pada satu jawaban.lebih baik. Dari uraiyan diatas dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan ataumenemukan sesuatu yang baru.46 b) Kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah.

kreativitas. kreativitas adalah berfikir atau pemecahan masalah yang bersifat asli atau imajinatif. orisinil. bebas dan imajinatif. orang yang kreatif membawa makna dan tujuan yang baru. 49 Abu Ahmadi & Supriono . Sedangkan belajar dapat diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. lompatan. berbeda. Jadi dari pengertian-pengertian tersebut diatas bisa diambil standar kreativitas adalah unik. berurutan. artistic dan rapi kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara kedua otak tersebut.1991). Jadi kreatifitas belajar merupakan proses berfikir dimana siswa berusaha menemukan hubungan-hubungan baru untuk mendapat jabatan. hal baru yang lebih baik serta bermamfaat. hal. visual. 121. Akhir-akhir ini istilah otak kanan telah digunakan sebagai cara populer untuk menyetakan kreatif. lisan. efektifitas dan membuat pembelajaran senang.49 Belajar seperti ini sarat dengan aktivitas. mnyelesaikan masalah dan memberikan nilai tambahan atau keindahan. . Untuk dapat melahirkan kreatif sesorang harus dapat memamfaatkan kedua sifat otak kiri dan kanan. menyeluruh dan tersembunyi.47 berujud cara-cara berfikir atau melakukan sesuatu yang bersifat baru. Sedangkan otak kanan bersifat emosi. Otak kiri bersifat logika . (Jakarta : Rinika Cipta . pertambahan dan dominan. dengan perkataan lain. Psikologi Belajar .

karma dalam menciptakan suasana yang kondusif. memilki minat yang luas dan menyukai kegegemaran dan aktifitas yang kreatif. (tetapi dengan perhitungan) daripada siswa pada umumnya. mereka lebih berani mengambil resiko. Ciri-Ciri Kreativitas Sebagian besar peneliti menunjukkan 4 ciri khas kreatif yaitu: 1) Keberanian : orang kreatif berani menghadapi tantangan baru dan bersedia menghadapi resiko kegagalan. . menumbuhkan serta mengembangkan atau meningkatkan kreativitas peserta didik. Dalam proses pembelajaran edutainment belajar harus dapat mendorong. mereka penasaran ingin mengetahui apa yang akan terjadi. maka diperlukan dukungan dari guru yang kreatif pula. 2) Ekspresif : orang kreatif tidak takut menyatakan pemikiran dan perasaanya. 2. orang yang kreatif biasanya selalu ingin tahu. Siswa yang kreatif cukup mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. kreatif dan nyaman serta menyenangkan pada diri siswa sangat bergantung pada aktifitas dan kreativitas guru. terutama untuk mengendalikan diri dalam mencari alternatif yang menghindar untuk mengaktualisasikan potensi kreatif yang di milikinya.48 metode baru dan cara-cara baru untuk memecahkan suatu masalah dari hasilhasil belajar tang mereka lakukan. mereka menjadi dirinya sendiri orang yang kreatif memiliki kebebasan berfikir dan bertindak kebebasan tersebut berasal dari dirinya sendiri. untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif.

merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan memudahkan atau mencari jawaban sendiri. (Bandung : Kaifa. 4) Intuisi : orang kreatif menerima intuisi sebagai aspek wajar dalam kepribadian mereka paham bahwa intuisi berasal dari sifat otak kanan. juga penyelesaianya. tidak konfensional serta mempunyai potensi untuk kreatif dengan melatih diri untuk berkreativitas siswa dengan mendesain pelajaran yang menentang. setiap anak itu kreatif.50 Secara alamiah. menggabungkan berbagai hal dengan cara yang baru dan bermamfaat akan menghasilkan yang kreatif. adalah: a) Dorongan untuk menemukan keteraturan dalam keadaan kacau balau. c) Kemampuan penyeimbangan kreasi gagasan dengan penyajian dan penilaian.perkis. 50 . jika kita menggabungkan hakhak sedemikian rupa sehingga menjadi berbeda. 49-51. bukanya oleh keuntungan lain seperti jabatan atau popularitas. b) Minat menemukan masalah yang tidak umum. 2003).49 3) Humor berkaitan erat dengan kreativitas. yang memiliki pola komunikasi berbeda dengan belahan otak kiri. Ciri psikologis yang lain yang pada umumnya dimiliki orang yang kreatif yang diidentifikasikan david N. hal. d) Termotifasi oleh masalah atau tugas itu sendiri. Joyce Wycoff . Menjadi Super Kreatif : Melalui Metode Pemitaan Pemikiran . tak terduga dan tidak lazim. berarti kita bermain-main dalam humor.

50 Adapun mengenai ciri utama yang harus dimiliki orang lain inovatif dan berbeda dari orang yang biasanya yaitu: a. baik berupa praktek. Kemampuan untuk menjaga kerahasiaan inovasi tersebut hingga selesai penetapan kebenaranya. demikian pula dengan kekuatan pemikiran yang diyakininya. d. Banyak pemikiran yang baru hadir dari pengalaman harian. b. Selalu berusaha daan kosisten dengan pemikiran yang baru yang diyakininya . hal itu akan memberikan andil yang besar dan bermamfaat bagi kemanusiaan. Memiliki kemandirian yang sangat tinggi. Pada saat itulah ia disebut . Ciri-ciri ini dapat di temukan dalam diri orang yang inovatif sekaligus kreatif. Kemampuan untuk mencipta dan membuat solusi sesuai dengan pemikiran yang terbuka. orang seperti ini dapat mendatangkan pemikiran yang baru. c. pencatatan dan pelaksanaannya demi menjaga hak-hak kreativitas. dan percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. inovasi. sastra atau keilmuan serta memberikan mamfaat bagi manusia. dan penjagaan kepemilikikan intelektual. setiap orang dapat mendatangkan pemikiran baru yang bermamfaat. hal ini tercapai karma ia menggunakan pemikiran yang baik.

51

kreatif dan inovatif.51 Jadi orang yang kreatif akan menemukan sesuatu yang baru, yang berbeda dari yang lainya, berani mengambil resiko, percaya diri, selalu ingin tahu, humoris serta mampu memecahkan masalah dengan bermacam-macam alternatif jawaban. 3. Tahapan-Tahapan (Fase) Kreativitas secara lebih sistematis, david cambel mengungkapkan bahwa tahaptahap kreativitas meliputi 5 tahap yang dilalui oleh proses kreativitas antara lain.52

a. Tahap persiapan (Preparation) Pada periode ini individu meletakkan dasar pemikiran menyatakan masalah dan mengumpulkan materi-materi yang diperlukan untuk pemecahan masalah individu juga mempelajari mengenai latar belakang masalah serta seluk beluknya. b. Tahap konsentrasi (Concentration) Pada tahap konsentrasi ini, perhatian individu tercurah dan pikiran individu terpusat pada hal-hal yang mereka kerjakan tahap konsentrasi merupakan waktu pemusatan, waktu untuk menimbang-nimbang waktu menguji, waktu awal untuk mencoba dan mengalami gagal (trial and error)
Amal Abdussalam K, Mengembangkan, hal. 57. H. Fuad Nashori & Rachmy Diana M. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam, (Yogyakarta : Menara Kudus , 2002), hal. 52.
52 51

52

c. Tahap incubasi (Incubation) Pada tahap incubasi ini, individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara dari masalah yang dihadapi / tidak memikirkan secara sadar, tetapi menyimpanya dalam alam bawah sadar, artinya individu mencari kegiatan-kegiatan yang melepaskan diri dari kesibukan pikiran terhadap masalah yang dihadapi, namun untuk sementara waktu. d. Tahap penerangan (Ilumination) Pada tahap penerangan hasil kreativitas baru muncul pada periode ini, individu mengalami insight, untuk pemecahan masalah muncul secara tiba-tiba dan diikuti dengan perasaan senang.

e. Tahap pembuktian (Verification / Produktion) Pada tahap pembuktian individu mengespresikan ide-ide nya dalam bentuk nyata dalam menentukan bentuk apakah dalam fakta-fakta yang benar, individu mengevaluasi hasil penyelesaian masalah pada periode ini diperlukan pola berfikir kreatif. 4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kreativitas Berfikir kreatif tumbuh subur bila didukung oleh factor personal diantaranya adalah:53 a. Kemampuan kognitif.

53

Agus Ngger Manto, Quantum. hal. 72.

53

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan otak untuk berfikir logis, termasuk juga kemampuan diatas rata-rata dan fleksibilitas kognitif, potensi otak bisa sangat besar, kemapuan kognitif dapat kita penuhi dengan cara mengoptimalkan potensi otak. b. Sikap terbuka. Orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimulus internal dan ekternal, ini adalah kometmen pribadi yang sangat penting, saat kita dapat mamfaatkan untuk menjadi kreatif. c. Sifat yang bebas, otonomi dan percaya pada diri sendiri. Orang yang tidak senang digiring, ingin menampilkan diri semampunya dan semaunya, ia tidak terikat dengan konvensi dan aturan social, mereka percaya diri dan yakin bahwa mereka dapat melakukan halhal secara kreatif. Faktor yang mempengaruhi kreativitas, menurut utami munandar, terdiri dari kognitif dan kepribadian, sedangkan kemampuan berfikir terdiri dari kecerdasan (intelegensi) dan pemerkaya bahan berfikir berupa pengalaman dan keterampilan, factor-faktor kepribadian terdiri dari rasa ingin tahu, harga diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, berani mengambil resiko dan agresif, serta tipe kepribadian. Menurut rogers, factor yang mendukung perkembangan nya kreativitas adalah: keterbukaan individu terhadap pengalaman sekitarnya, kemampuan untuk mengevaluasi hasil yang diciptakan dan kemampuan untuk

Sejarah Kebudayaan Islam 1. 54 H. hal. kepercayaan persepsi dan hipoitesis dengan demikian individu yang kreatif adalah : individu yang menerima perbedaan. Mengembangkan. 3) Kemampuan untuk bermain dan berekprolasi dengan unsure-unsur dan bentuk-bentuk dan konsep-konsep yaitu kemampuan untuk membentuk kombinasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya.54 menggunakan elemen dan konsep yang ada. rogers mengatakan bahwa kondisi internal yang memungkinkan timbulnya proses kreativitas adalah:54 1) Keterbukaan terhadap pengalaman. 2) Evaluasi ekternal yaitu : pada dasarnya penilaian terhadap produk karya seseorang terutama ditentukan oleh diri sendiri. bukan karena kritik atau pujian orang lain walaupun demikian individu tidak tertutup dari masukan dan kritikan dari orang lain. Fuad Nashori & Rachmy Diana Mucharam. terhadap rangsangan-rangsangan memiliki sikap terbuka maka banyak informasi dan kesempatan yang dari luar maupun dari dalam. seperti : kegiatan melukis dapat menumbuhkan kreativitas. Kemampuan terhadap pengalaman adalah : kemampuan menerima segala sumber informasi dari pengalamanpengalaman hidupnya sendiri dengan menerima tanpa kekakuan pengalaman-pengalaman tersebut dan keterbukaan terhadap konsep secara utuh. Pengertian sejarah kebudayaan islam. . 55-56. adapun mengenai faktor internal individu. C.

sejarah politik hanyalah sebagian kecil dari sejarah islam secar keseluruhan .55 Istilah "sejarah" berasal dari kata arab "syajaroh" yang berarti "pohon" pengambilan istilah ini agaknya berkaitan dengan kenyataan." istoria (Yunani). bahwa mereka lebih terlibat dalam pertarungan kekuasaan yang tak habis-habisnya." history (Inggris). sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah bangkit dan jatuhnya dinasti-dinasti muslim." yang secara sederhana berarti kejadian-kejadian yang menyangkut manusia dimasa silam. sejarah para penguasa muslim. khususnya ditimur tengah. Dengan demikian. sejarah kebudayaan islam didefinisikan secara sangat sempit implikasi dari sejarah kebudayaan islam yang sangat "political oriented" adalah munculnya citra yang tidak selalu akurat tentang islam dan muslimin." atau geschichte (Jerman). pembahasan tentang "kebudayaan" islam berkisar tentang aspekaspek kesenian islam. sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah elit. lebih sempit lagi. sejak dari seni lukis. kaligrafi dan semacamnya. Syajarah Al-nasab pohon geneologis yang dalam masa sekarang agaknya bias disebut sejarah keluarga (family history) tapi selanjudnya "Sejarah" dipahami makna yang sama dengan "tarikh (Arab). Sejarah kebudayaan islam sebagian besar adalah: sejarah politik kaum muslim. Pada sisi lain kebudayaan lebih cenderung dipahami ssebagai "kesenian" dengan demikian. Padahal sejarah islam bukanlah semata-mata sejarah politik. Bahwa "sejarah" setidaknya dalam pandangan orang yang pertama menggunakan kata ini menyangkut tentang.

177.55 D. ide.untuk mencapai hasil didik yang kreatif guru harus memberi kesempatan kepada subyek didik untuk leluasa mengembangkan kreasinya. pendidikan dan lain-lain. Alat pendidikan. baik berupa perubahan pengetahuan. seperti dalam ilmu pengetahuan. kebijakan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. budaya. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam Pengembangan Kreativitas Pembelajaran Pada Bidang Studi SKI 1.56 yang mencakup kehidupan social. Mulyasa. Kalimah). pemikiran. (Bandung : PT. ekonomi. (Ciputat. hal. Pendidikan Islam. 56 55 . 2003).56 Penerapan tersebut merupakan suatu proses penerapan konsep. Kreativitas manusia berlaku pada hal penciptaan yang terus menerus. harus mendukung pula. Pelaksanaan Pembelajaran Edutainment Penerapan merupakan suatu prose side. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. MA. 93. Remaja Rosdakarya. keterampilan maupun nilai dan sikap. Kreativitas ini meliputi semua aspek kehidupan manusia. konsep. program atau tanaman kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru. E. hal. dan pendidikan (dan tradisi intelektual) dalam pengertian seluas-luasnya. baik perangkat keras maupun perangkat lunak. yaitu mengubah suatu bentuk kebentuk lain. kurikulum merupakn isi dari pendidikan yang perlu diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan terciptanya subyek didik Dr Asyumardi Azza.

hal. 27-28. agama memberikan kelapangan pada manusia untuk berkreasi dengan akal pikiran dan dengan hati nuraninya (qalbunya) dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang didalamnya. H. terutama adanya kenyataan bahwa problem-problem manusia akan terus dating dan satu-satunya jalan adalah terus memecahkanya. (Jogjakarta : Manara Kudus. Sunguh Allah maha mendengar lagi maha mengetahui " (QS. jadi menurut prisipnya kurikulum harus sesuai dengan keadaan perkembangan psikologi anak didik. Mengembangkan Kretivitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. Kreativitas manusia terbentang luas. 58 57 . Al-Amfal : 53) ‫ِان ﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐ ّﺮوا ﻣﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ َ ْ ُ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َﻴ‬ Sutrisno. Fuad N & Rachmy Diana M.57 yang kreatif. dan harus sesuai dengan masakematangan dari masing-masing masa perkembangan mereka.57 Untuk itu isi kurikulum harus betul-betul diarahkan pada pencapaian tujuan anak didik yang kretif.kretifitas manusia didukung dan didorong oleh agama agar kehidupan manusia menjadi lebih baik. 141. hal. Revolusi Pendidikan.58 dalam Al-Qur’an disebutkan ‫داﻝﻚ ﺑﺄن اﷲ ﻝﻢ ﻳﻚ ﻣﻐﻴﺮا ﻧﻌﻤﺔ اﻧﻌﻤﻬﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﻗ ﻮم َﺘ ﻰ ﻳﻐﻴ ﺮوا‬ ْ ُ َّ ُ ‫َ ِ َ َ ﱠ َ َ ْ َ ُ ُ َّ ً ِ ْ َ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ‬ َ ‫ﻣﺎ ﺑﺄﻧﻔﺴﻬﻢ وان اﷲ ﺱﻤﻴﻊ ﻋﻠﻴﻢ‬ ُ ْ َِ ُ ْ ِ َ َ ‫َ ِ َ ْ ُ ِ ِ ْ ََ ﱠ‬ َ "Yang demikian (siksaan) itu adalah karma sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat (nasib) yang telah di anugerahkan nya kepada suatu kaum. 2002). ia sendiri yang mengubah dirinya. Misalnya dengan memperbanyak mata pelajaran dan aktifitas yang dapat merangsang kretifitas dan inisiatif anak didik.

59 . Kurikulum. 7. proses dan post tes. Al-Ra. maupun factor yang dating dari lingkungan. Vol. Ini mempunyai banyak kegunaan dalam menjajaki proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. 356. Mulyasa. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. adapun fungsi pre tes antara lain : Quraish Shihab. (Jakarta : Lentera Hati).an. hal. Ketiga hal tersebut dijelaskan sebagai berikut.:60 a. pada umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal. dengan demikian agama sangat mendukung dan mendorong pengembangan dan kretivitas. dalam interaksi tersebut banyak sekali factor yang mempengaruhinya. baik factor internal yang dating dari dalam diri individu. hal. yaitu : pre tes. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. 103. 60 E. Pre tes (tes awal) Pada umumnya proses pembelajaran dimualai dengan pre tes.58 "Sungguh.du : 11)59 Usaha yang berhasil biasanya melibatkan pemikiran dan kretivitas. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Dalam pembelajaran. oleh karena itu pre tes memegang peran yang penting dalam proses pembelajaran. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " (QS.

Proses Disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. 4. untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topic dalam proses pembelajaran. hal tersebut tentu saja menuntut aktifitas dan kreativitas guru dalaqm menciptakan lingkungan yang . yakni sebagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pre tes dengan post tes. Untuk mencapai fungsi yang ke-3 dan ke-4 maka hasil pre tes harus segera diperiksa. 3. untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. karena dengan pre tes maka pikiran akan terpokus pada so'al-so'al yang harus mereka jawab atau kerjakan. untuk mengtahui dari mana yang seharusnya proses pembelajaran dimulai. sebelum pelaksanaan proses pembelajaran inti dilaksanakan (sebelum siswa mempelajari modul) b. 2.59 1. proses pembelajaran perlu dilakukan dengan tenang dan menyenangkan.

lebih lanjud proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata. menghasilkan out-put yang banyak dan bermutu tinggi serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat dan pembangunan. dari segi proses. baik fisik. Sedangkan dari hasil proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75 %) peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidaknya sebagian besar peserta didik terlihat secara aktif.60 kondusif.mintal maupun social. materi pembelajaran SKI cenderung mengarah pada pelaksanaan (praktek secara langsung) dengan memakai beberapa strategi pembelajaran yangdisesuaikan dengan tema pada saat itu. baik mental fisik. disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi semangat belajar yang besar dan rasa percaya diri sendiri. Pada proses ini model pembelajaran edutainment mengentegrasikan kreativitas dalam setiap proses pembelajaran yang sifatnya aplikatif (pelaksanaan) terutama pada pembelajaran SKI karma selain berbentuk hafalan. Kualitas pembelajaran dapatdilihat dari proses dan segi hasil. mental maupun social dalam proses pembelajaran. dengan harapan dapat mepermudah siswa dan . proses pembelajaran dikatakan afektif apbila seluruh peserta didik terlibat secara aktif. maupun sosialnya.

23. Quantum Question. Disamping itu guru harus membangun lingkungan kelas yang besar dari kendala-kendala yang merusak motivasi instrinsik disekolah. merangsang pelajaran yang menantang dan kreatif serta inovatif.61 menerima pelajaran. karma aktivitas dan kreativitas guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa dan karena guru lebih banyak kesempatan untuk merangsang atau menghambat kreativitas mereka. karma jika dalam suasan kelas dalam kondisi yang ceria dan penuh kekegembiraan maka siswa akan 61 62 Utami Munandar. hal.61 Dan menciptakan atmosfer yang aman. .62 Hal tersebut merupakan strategi yang dapat digunakan guru dalam mengembangkan kreativitas siswa. jadi dalam membangkitkan motivasi dan kreativitas siswa. hal. serta dapat mengembangkan daya piker dan kretivitas iswa. Pengembangan. adapun dalam mengembangkan kreativitas siswa guru mempunyai dampak yang besar. Secara umum kreativitas sangat berperan penting dan bermamfaat pada pendidikan. 109. guru harus senantiasa mampu menumbuhkan semangat belajar siswa dengan melatih. Bobby Deporter dan Mike H. terbuka dan menyenangkan akan membuat siswa merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan mereka dan mengembangkan kesempatan tanpa adanya tekanan dari orang tua teman sebaya.

membangkitkan motivasi siswa serta mendesain kelas sebagaimana desain pembelajaran edutainment sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan kondusif dan lebih bermakna. 63 Utami Munandar. patung dan karya-karya lain. tanpa mengganggu perhatian. Ruang kelas hendaknya merangsang secara visual. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan. . hal. karangan. baik secara individu maupun kelompok. Serta guru harus mengkoordinir kelas. Post tes Pada umumnya proses pembelajaran diakhiri dengan post tes.62 lebih mudah menerima materi pelajaran dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang tinggi. seperti lukisan.63 Oleh karena itu selain metode yang digunakan harus tepat dan bervareasi strategi pembelajaran harus senantiasa tercipta dengan baik dan tepat. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. foto. post tes juga memiliki banyak kegunaan. akan dapat merangsang daya fakir dan kreativitas siswa. adapun fungsi post tes sebagai berikut: 1. Pengembangan. ruang kelas yang penuh dengan berbagai produk hasil karya siswa yang bergam. c. 112. sehingga pembelajaran tersa lebih menyenangkan dan lebih bermakna.

Pengembangan Kreativitas Belajar SKI Pengembangan kreativitas adalah suatu hal yang harus terjadi secara sustainable (berkelanjutan). banyak resep untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. baik terhadap perencanaan. dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. pelaksanaan maupun evaluasi. dimana peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajarnya secara optimal dalam hal ini peserta didik akan lebih kreatif jika: . 2. serta kompetensi danj tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial. Hal ini karena sebuah lembaga pendidikan itu harus berkembang untuk mengantisipasi perubahan-perubahan dan perso'alanperso'alan yang timbul diluar lembaga pendidikan karena itu kemampuan kreativitas dalam sebuah lembaga pendidikan harus secara terus menerus ditingkatkan se irama dengan kemajuan dan perkembangan pendidikan. 3. Sebagai bahan acuan untuk melakuakan pembaikan terhadap komponen-komponen modul. dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan. Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik. Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. 4.63 2.

Memberi kesempatan pada seluruh peserta didik untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas dan terarah. Melibatkan mereka secara aktif dan kretif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan.64 Dalam upaya pengembangan kreativitas tersebut guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan yang mengarah pada situasi diatas. hal. guru juga ditantang mengembangkanaktivitas pendidikan yang lebih menyenangkan. mengasikkan sekaligus mencerdaskan anak. c. d. Karena guru mempunyai peran penting dalam pembunuhan dan pengembangan kretivitas belajar siswa. dan mengurangi rasa takut. jadi guru harus mampu berfikir kreatif dan inovatif serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. b. Menumbuhkan kreativitas anak melalui proses balajar kreatif merupakan usaha penting untuk membangun mutu pendidikan melalui proses belajar yang kreatif. . e. Melibatkan peserta didik dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya. " antara mutu pendidikan dan kreativitas merupakan proses yang tidak pernah selesai. 106. Kurikulum Berbasis.64 a. Dikembangkan rasa percaya diri pada peserta didik. karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh aktivitas dan kreativitas guru. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter. jadi keduanya harus berjalan satu 64 Mulyasa.

cepat tanggap dan mampu berkreativitas. Bermain Kreatif Ada beragam permainan yang dapat mengembangkan inovasi pada anak. salah satunya denganpermainan kreatif yang dapat mengembangkan imajinasi anak kegiatan yang berbau seni dan keterampilan tangan sering kali menjadi pilihan mereka misalnya: mewarnai gambar. sistematis. diantaranya: 1. Dengan demikian permainan dapat membantu anak-anak untuk belajar karena itu kita memotivasi mereka untuk bermain secar kontinyu karena kemalasan dan tidak bermain mengakibatkan mereka menjadi tertutup atau tidak dapat bersosialisasi dan tidaka dapat menggunakan kemampuan tubuhnya secara tepat.65 nafas dan terus-menerus ditumbuh kembangkan " perkembangan kemampuan. ilmiah. Adapun cara-cara mengembangkan kreativitas dengan permainan adalah: a. kecerdasan dan kretivitas pada anak akan dapat ditumbuhkan jika ada beberapa kegiatan yang membawa pengaruh besar kepada pengembangan kecerdasan anak dan membantunya untuk berfikir kritis. Membantu mengembangkan kamahiran dalam seluruh hal yang menarik perhatian anak. menempel guntingan kertas sehingga menghasilkan suatu bentuk permainan yang baru dan menghasilkan ide-ide baru semua itu dapat mengembangkan kreativitas anak. .

65lukisan atau gambar dapat mengembangkan kecerdasan anak. f. serta salah satu bidang terpenting dalam merealisasikan diri yang kreatif dan bakat seni para peserta didik secara umum dan bvakat seni anak-anak MTs AlIbrohimy secara khusus. 222.lukisan atau gambar merupakan salah satu cara mengembangkan bakat. h. . Menggambar dan berekspresi bebas tentang pemikirana apa yang diinginkan anak-anak. d. 2. hal. Kemampuan untuk mengepresikan beberapa topic tertentu.66 b. Mampu mengarahkan dan memfokuskan perhatian dalam berbagai permasalahan yang dihadapi seseorang pada umumnya. disamping faktor-faktor kreativitas pada anak 65 Amal Abdussalam. Lukisan atau gambar Lukisan termasuk sarana edukatif utama yang paling penting untuk mengembangkan kreativitas. e. Mengembangkan. Mengembangkan kemampuan nalar dalam segala hal yang merintanginya. Mengupayakan segala kemampuan dan kemahiran anak untuk mengembangkan kreativitas yang dimilikinya. c. g. Tertip menyelesaikan pekerjaan dan kewajiban yang diminta. yang dilakukan dengan cara dengan mengembangkan hobinya dalam bidang ini. inovasi dan kreativitas. Menggambarkan kemahiran menjawab pertanyaan secara teratur.

kreatif dan inovatif dalam menghadapi era globalisasi. serta siswa dapat memiliki kapabilitas berinovasi yang anggun karena anak adalah: generasi penerus pembangunan bangsa. Dengan demikian teater memiliki tingkatan tertinggi dalam hal kecerdasan. peran ini tumbuh dari pendengaran anak terhadap dongeng atau cerita atau sejarah dan melakukan pada pola pandangan imajinatif. namun ia sekaligus dapat menjadikan komunikasi timbal balik antara seorang anak dengan anak lainya. 3. Teater anak Teater anak memiliki peran penting dalam pengembangan kecerdasan anak. . dirumah. meskipun lukisan itu sendiri merupakan suatu aktivitas yang terkait dengan permainan. disekolah dan lain-lain lukisan anak memiliki fungsi penerapan yang membantu perkembangan kecerdasan pada anak. yang diharapkan dapat berfikir kritis. Hal itu dikarenakan kemunculan dan perkembangan alat khusus untuk berkomunikasi berfungsi untuk memperkaya model atau strategi berfikir ini banyak ragamnya dan berkembang secara cepat dan cermat. kemampuan berbahasa dan keselarasan social yang baik. Anak-anak hidup dalam nuansa kebebasan dan spontanitas yang mayoritas diserap melalui pendidikannya secara tidak langsung atas dasar tiruannya terhadap apa yang dilihat disekelilingnya.67 dengan cara menyikapi korelasi dan merasakan modivikasi dengan menambah keindahan lukisan.

4/MTs/549/2005 NSS : 21 23 52 60 3008 dengan Akte Nama:Alfian Yahya. 61 . akan tetapi yang jadi sampel penelitian penulis adalah MTS Al-Ibrohimy yang terletak di kecamatan Galis Bangkalan Madura MTS Al-Ibrohimy didirikan sejak 13.Tanggal :12 September 1984 dan operasionalnya pada tahun 1985 dengan jumlah siswa 30 dibagi dalam 2 (dua) kelas dengan status TERCATAT dengan Nomor : B/Kw. MA dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Ibrohimy.68 BAB III PAPARAN DATA A. dengan status TERDAFTAR. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. MI. Dalam rangka menempuh optimalisasi pendidikan agama bagi generasi Islam. MTS. dengan misi mengoptimalisasikan pendidikan agama bagi generasi Islam dan optimalisasi fungsionalisasi out put YPI Al-Ibrohimy di masyarakat. Tanggal :12 September 1984. Nomor: 13.13. Sejarah Berdirinya MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy merupakan yayasan lokal yang berada dibawah naungan departemen agama (DEPAG) yang bersifat nasional yaitu Lembaga Pendidikan islam. Yayasan Pendidik Islam (YPI) Al-Ibrohimy mendirikan lembaga pendidikan mulai dari TK.

Pamekasan dan kabupaten Sumenep Sebelah timur : Berbatasan dengan jalan yang menuju ke desa sebelah. Maka bentuk struktur organisasinya berupa garis komando secara tegas dari kedua instansi tersebut.69 2. . Stuktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan dibawah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy dan sekaligus berada dinaungan Departemen Agama (DEPAG). Maka peneliti memberikan gambaran geografis Yayasan Pendidikan Islam (YPI). Adapun letak geografis MTS Al-Ibrohimy adalah Sebelah utara : Desa Sowa'an kecamatan modung kabupaten Bangkalan Sebelah selatan : Jalan raya Galis atau jalan pantura yang menuju kearah kabupaten Sampang. Adapu struktur organisasi MTS Al-Ibrohimy sebagai berikut: : Perbatasan dengan pasar tradisioinal Galis. Keadaan Geografis MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan yang berada di area komplek Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy. Sebelah barat 3.

S. 2. . Visi dan Misi MTS Al-Ibrohimy 1.70 Tabel 1 Struktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy Kepala sekolah Drs Nurkholis Waka kurikulum ANTON EDYSON. MISI : Melaksanakan Kurikulum sesuai dengan Kemajuan dan Perkembangan Iptek yang mengacu pada ajaran Al – Quran dan Ahlussunnah Waljamaah.Alwi AMa WALI KELAS GURU KARIYAWAN SEKOLAH SISWA 4.S. VISI : Terciptanya Insan yang Berilmu. Beriman dan Bertaqwa serta Berakhlakul Karimah.A Waka srana prasrana MUNIB SAg Waka Humas M.Pd Waka kesiswaan MUJIBURROHMAN.

H. Karyawan dan Siswa a. Keadaan guru MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis mempunyai guru-guru yang profesional. Keadaan Guru.SPd Dra.1 S. GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas GURU Wali Kelas Ket.Pd ANWAR SOLIHIN..AG DRS.2 D.1 S.1 D.Ma SITI MUSLIMAH U.WIWIK HARIYATI Pendidikan S-1 S.H. .1 S.WALID SYAKRONI SUMARDIANI. Tabel 3 Guru dan karyawan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Guru DRS.S. A. Hal ini terbukti dengan bervariatifnya tingkat kelulusan dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.1 S.2 S.NUR KHOLIS ANTON EDYSON.S.Pd SUDATI.I INDRIYO DARGO.71 5.ALWI.1 D.H. .1 S.BA MOH.Sos.Pd MUJIBURROHMAN.S.AMa YULISTRIWINARNI .S.2 S.1 Jurusan Tarbiyah/PAI IKIP Tarbiyah/PAI Syari'ah PGSD PGSD IKIP/PPKN IKIP/MIPA PGSD Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASSA IKIP/SASTRA Jabatan Kepsek Wakasek Kur. Wakasek Sis.

E ARIS SULISTIAWAN.Pd MASJHUDI MOH.1 D.1 S. A.S. Ag SITI ROMLAH YUSUF. S.TU PustakaWan Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy Galis . A. ADNAN.Ma HOIRUDDIN SULHAN AGUS TIANA.Ma MOH. A.Pd ROZAKI.1 S. S.1 S.MUNIB.S.Si SUAIDAH.S.1 S.72 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 ABD.Pd NUR HAYATI.RAFI FAUZI BUDI RAHMAN .1 D.2 S.ST MULYANINGDIYAH. Pd MARIA ULFA.2/BAHASA IKIP/BAHASA IKIP/BAHASA UNESA/KIMIA IKIP/EKONOMI IKIP/IPA PAI Tarbiyah/PAI PAI PAI Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASA Tarbiyah/PAI PAI IPS Wakasek Sar GURU GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas Wali Kelas GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU KA. S. S.Ag AMIR MAHMUD. ROSIH S.1 S.S.Ag AMIN IMRON.2 MA Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI UNESA/OR PGAN/PAI D.3 S.1 S.Ag R O K I B.1 S. S.S. BA ANIK ALIATUN.Ag ABU SIRI.S.1 D.2 D.1 S.1 S.1 S.1 S.Ma MOH.1 S.

402 m2 21 ruangan (8 lokal dilantai 2) tingkat 1 ruangan 4 ruangan.73 b.20 Sarana Prasarana Madarasah No 1 2 3 4 Nama/Jenis Sarana Tanah lokasi bangunan Ruang kelas Ruang administrasi Laboratorium IPA Keterangan 10. Keadaan Sarana Prasarana Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 1. terdiri laboratorium fisika. Keadaan Siswa MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dari tahun ke tahun mengalami kemajuan baik dari segi kualitas dalam hal kreatif belajar siswa maupun kuantitas. biologi dan IPA . hal ini terbukti dengan banyaknya siswa yang memasuki MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan di tahun ini. kimia. Sarana Fisik Tabel 1. Tabel 4 Jumlah Siswa Tahun 2007/2008 KELAS VII A L P L B P L C P 107 JML L A P L KELAS VIII B P L C P 112 JML L A P L KELAS IX B P L C P 105 324 JML JML 19 18 20 15 17 17 20 18 24 13 21 16 20 14 20 16 16 21 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis 6.

Dengan ini menurut Abd.Munib.S. kelengkapan sarana prasarana merupakan salah satu kunci utama maju dan tidaknya lembaga pendidikan. MTS Al-ibrohimy Galis Bangkalan mengerti akan pentingnya saranaprasarana sekolah.Ag selaku wakasek sarana prasarana pengadaan sarana prasarana harus selalu direncanakan dan . 22 mesin jahit. 1 ruangan 1 kendaraan roda empat 2 bangunan 2 bangunan 1 ruangan 2 bangunan 1 bangunan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan Dalam sebuah lembaga pendidikan. Bahasa 37 buah 1 set 1 set.74 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Komputer Peralatan keterampilan servis elektro Peralatan keterampilan servis sepeda motor Peralatan keterampilan tata busana Perpustakaan Kendaraan Musholla Kantin KOPSIS Perumahan Pesuruh UKS BP Ruang Musik OSIS Dharma Wanita Ketrampilan Tata Busana Pos SATPAM Multimedia Aula Asrama Lab. dilengkapi lima sepeda motor praktik.

kreatif serta inovatif dan lain-lain. Maka dengan itu pula siswa akan melakukan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan apa yang ingin dicapai oleh siswa itu sendiri. Artinya dengan semakin memadainya sarana prasaran sekolah. Tanggal 1-2 Nofember 2008 66 . akan semakin meningkatkan proses belajar mengajar. bermain peran (Role play) dan Demontrasi. pemberani. (siswa dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan juga siswa bisa membuktikan atau mengaplikasikan hasil pembelajarannya di sekolah tersebut seperti : Siswa bisa belajar dengan humur atau permainan (Game). Wawancara Dengan Abd. Sehingga diharapkan dapat menciptakan proses belajar mengajar dengan efektif dan efisien. enjoy dan menyenangkan yang dipola sangat unik menarik dan kreatif shingga materi jadi mudah disampaikan sehingga guru mudah untuk mengkondisikan siswa lebih percaya diri.S.75 dianggarkan66. tetapi dapat juga dengan rasa-rasa senang dan mereka menikmatinya. Seperti halnya: dalam pembelajaran SKI ini siswa bisa efektif dan efisien karena bentuk pembelajarannya atau model pembelajaranya sesuai dengan minat dan bakat siswa atau system pembelajarannya sesuai dengan keinginan siswa.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis.yakni siswa mampu mampu menciptakan pembelajaran yang fun.Munib. imajinatif.

Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Tanggal 3 Nofember 2008 67 .Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. a. auditorial. semakin tinggi pengetahuan seseorang maka semakin tinggi kelancaran berfikirnya.Munib. Bahkan islam menganjurkan bahkan selalu menggugah agar umatnya selalu kreatif. sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan memberikan kebebasan penuh pada siswa dalam belajar sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing yaitu: ada yang belajar dengan menggunakan pendekatan belajar somatic. Penyajian Data 1.dalam mendukung adanya pembelajaran yang menyenangkan.76 B. Edutainment merupakan salah satu model pembelajaran yang didesain dengan hal yang berbeda dan dikemas dalam bentuk hiburan sehingga dapat mengubah proses pembelajaran menjadi pembelajaran yang menyenangkan. visual maupun intelektual (SAVI). Agama Islam merupakan agama yang sangat menghargai pribadipribadi kreatif. Strategi Pembelajaran Dalam Suasana Kelas. (fluency of thingking) dengan Wawancara Dengan Abd.S.67 Dengan terciptanya pembelajaran yang menyenangkan maka siswa dapat lebih kreatif dalam mengekspresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka.

Kreativitas juga harus dilatih secara terus menerus agar tidak lumpuh dan kaku salah satunya dengan mengasah dan menumbuhkan kreativitas pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). b. 1. Tujuan Adapun tujuan pembelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sebagai berikut: • Memberi pengetahuan tentang sejarah agama islam dan kebudayaan islam kepada pada peserta didik. Tujuan dan fungsi pembelajaran sejarah kebudayaan islam. • Menanamkan penghayatan dan kemauan yang kuat untuk mengenalkan nilai-nilai islam berdasarkan cermatan atas fakta sejarah yang ada.77 demikian pendidikan agama sangat penting dan merupakan bagian dari kreativitas karena dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas seseorang. agar memiliki data yang obyektif dan sistematis tentang sejarah. • Membekali peserta didik untuk membentuk kepribadiannya melalui imitasi terhadap tokoh-tokoh teladan sehingga terbentuk kepribadian yang luhur. Nilai dan makna yang terdapat dalam sejarah. • Mengapresiasi dan mengambil ibrah (bukti). .

Fungsi Pembelajaran sejarah kebudayaan islam setidaknya memiliki tiga fungsi sebagai berikut: • Fungsi edukatif Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. 3. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. • Fungsi keilmuan Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. • Fungsi tranformasi Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat.78 2.kemampuan ini berorientasi pada perilaku efektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka . Setandar kopensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam berisi sekumpulan kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik selam menempuh sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Standar kompetensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Yakni dengan mencontoh kisah-kisah atau keteladanan para nabi.

kemajuan dinasti abbasiyah (bidang social budaya. menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan-kemajuan dinasti abbasiyah (bidang ilmu pengetahuan dan bidang ilmu agama islam). menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan dinasti umayah bidang (ilmu agam islam) dan mengkaji sebab-sebab keruntuhanya. harun ar-rasyid dan Abdullah al-makmun). dan mengkaji sebab-sebab keruntuhan nya. menyampaikan. sejarah terbentuknya dinasti abbasiyah. . menyerap. ketaqwaan kepada Alloh Swt. menyerap. a) Kemampuan membiasakan untuk mencari. kemajuan dinasti umayah (bidang politik dan militer). Biografi dan kebijakan kholifah-kholifah dinasti umayah (muawiyah bin abi sofyan. b) Kemampuan untuk membiasakan mencari.far al-mansur. dan mengguakan informasi tentang sejarah pembentukan dinasti umayah. Kemampuankemampuan yang tercantum dalam komponen kemampuan dasar ini merupakan penjabaran dari kemampuan dasar umum yang harus dicapai disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. politik dan meliter). serta kemajuan-kemajuan dinasti al-ayubiyah. umar bin adb azis. menyerap. geografi dan kebijakan kholifahkholifah abbasiyah yang terkenal (abu ja. c) Kemampuan untuk membiasakan mencari. dan hisyam bin adb malik). abd malik bin marwan.79 memperkuat keimanan. walid bin abd malik.

khalifah dan para ulama. Fungsional.80 4. Pengamalan.. usaha meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran SKI dengan memfungsikan rasio peserta didik. sebagai sumber kehidupan. upaya menggugah perasaan (Emosi) peserta didik dalam menghayati berbagai peristiwa dalam sejarah islam sehingga lebih terkesan dalam peserta didik. . khalifah dan para ulama. Pendekatan Cakupan materi setiap aspek dikembangkan dalam suasana pembelajaran yang terpadu. f. menyajikan materi SKI yang memberikan mamfaat nyata bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam arti luas. a. Rasional. e. d. meliputi. pembiasaan melaksanakan pembelajaran dengan membiasakan sikap dan perilaku yang baik yang sesuai dengan ajaran islam yang dicontohkan oleh sahabat. Emosional. menkondisikan peserta didik untuk memperaktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat.. Keimanan. yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan atau meningkatkan pemahaman dan keyakinan tentang adanya Allah Swt. Pembiasaan. b. sehingga isi dan nilainilai yang ditanamkan mudah dipahami dengan penalaran. c.

dan ketika mereka bermain. melainkan juga. Penilaian Penilaian dilakukan terhadap proses dan hasil belajar peserta didik berupa kompetensi yang mencakup pengetahuan. Penilaiannya tidak saja merupakan bagian atau tes formal. Penilaian berbasis kelas terhadap ketiga ranah tersebut dilakukan secara proporsional sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan peserta didik serta bobot setiap aspek dri setiap materi. Keteladanan. dan perubahan peserta didik. b. sikap dan keterampilan serta pengamalan. perhatian terhadap peserta didik ketika duduk.. yaitu pendidikan yang menempatkan dan memerankan guru serta komponen. MTs lainnya sebagai teladan sebagai cermin dari individu yang meneladani sahabat. a. 5. peningkatan. Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat scara tetulis terutama tentang perilaku yang menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan.81 g. perkembangan. Hal ini yang perlu diperhatikan dalam penilaian SKI dalam prinsip kotinuitas. kholifah dan para ulama. berbicara. penilaian terhadp . dan bersikap. Pengamatan ketika peserta didik ketika berada diruang kelas ditempat ibadah. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan.

skala.S.Munib.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. pada kegiatan tersebut siswa ditekankan pada nilai-nilai aqidah yang tujuannya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa. berdiskusi atau berinteraksi dengan alam. agar nilai-nilai aqidah tersebut dapat membiasakan pada kehidupan sehari-hari. kuesioner. wawancara. seperti: Out door atau Out bound dsb.82 pengamatan dapat digunakan observasi. proses maupun closing pada proses pembelajaran. Tanggal 14-16 Nofember 2008 69 68 . Wawancara Dengan Abd.68 Dan dalam pembelajaran tidak hanya dilaksanakan didalam kelas tetapi juga dilaksanakan diluar kelas. sikap. Dalam proses belajar mengajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sudah berlangsung afektif dan menyenangkan serta melibatkan semua siswa sebagai subyek pembelajaran. dan catatan anekdot. Seperti contoh: "siswa di ajak berdialok.69 Observasi 6-7 Desember 2008. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kejenuhan belajar pada siswa. siswa di ajak bermain diluar kelas atau siswa diajak bercerita tentang para sahabat Nabi SAW atau kholifah-kholifah pada zaman atau pada pemerintahan Nabi SAW" Dalam strategi pembelajaran Edutainment sekolah MTs sangat memperhatikan baik pada opening. angket.

Ag. Adapun strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa menurut Abd Munib S. Guru bias menggunakan beberapa metode secara bergantian bahkan secara bersamaan dan satu pertemuan. 3. masjid dan sebagainya. sehingga guru tidak terlihat dengan satu metode saja. Sebagaimana yang telah dikutip dari hasil wawancara dengan Abd. Memanfaatkan sesuatu menjadi ber mamfaat baik dengan memakai biaya maupun yang tidak dengan memakai biaya. misalnya halaman sekolah. menyenangkan dan tidak membosankan lagi bagi siswa. Disitu juga siswa merasa tidak belajar seaka-akan dipenjara lagi karena hampir setiap harinya bentuk atau model pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan contoh: siswa . lapangan. 2. Pada pengelolahan kelas guru yang mendesain kelas sering dan skreatif mungkin. Kami simpulkan bahwasanya yang sesungguhnya dalam membangun atau meningkatkan kreativitas siswa di bidang studi SKI sangat diperlukan karena hampir semua guru memakai metode ceramah sampai sekarang akhirnya ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment. Mendayagunakan lingkungan yang ada.83 Pada strategi pembelajaran disekolah MTs Al-Ibrohimy pebelajaran edutainment memberikan kebbebasan penuh terhadap guru dalam menggunakan metode yang berfareasiyang dianggap sesuai dengan tema yang akan diajarkan.adapun pada kelas atas II dan III siswa diikut sertakan dalam mendesain dan mengeloala kelas. Munib S.Ag adalah sebagai berikut: 1. Sehingga siswa belajar merasa sangat enjoy.

bentuk. cerita yang akan disampaikan oleh siswa itu sendiri dengan efektif dan efisien yakni sesuai dengan yang diharapkan oleh guru itu sendiri.70 (TIPS) tujuannya adalah: untuk mempermudah proses pembelajaran mata pelajarannya juga dikemas dalam suasana bermain dan bereksprimen sehingga suasana kelas tidak lagi membosankan. Terkadang siswa diajak memanfaatkan atau mendaya gunakan lingkungan yang ada sesuai dengan pengelolaan yang didesain oleh guru dan siswa siswi ikut terlibat didalamnya sehingga muatan pendidikan bisa dikembangkan sesuai dengan nalar fikir siswa itu sendiri.84 diberikan pertanyaan atau dituntut untuk menceritakan kisah-kisah para nabi didepan teman-teman mereka saling bergantian sesuai dengan metode atau pola. sekolah ini menggunakan model tematik (Tema) yang dirumuskan oleh tim dan pengembangan sekolah. Dalam penyajian mata pelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI). tetapi justru merupakan sarana bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa serta dalam penyajian mata pelajarannyapun diaplikasikan secara integral dengan menjadikan pelajaran agama (SKI) menjadi sebagai ruh dari seluruh mata pelajaran 70 Wawancara dan Observasi 18-22 Nofember 2008 .

Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. minder atau hal lain yang dapat menyumbat kreativitas siswa. baik dan mengena. kreatif dan inovatif. dalam proses pembealajaran siswa diberi kebebasan bergerak baik dalam mengungkapkan ide. H. Sehingga guru tidak harus terikat pada satu metode saja bahkan guru bisa mengguankan beberapa metode Wawancara Dengan Abd. pikiran maupun kebebasan berekspresi dan berkreasi serta tidak diperkenankan adanya tekanan yang membuat siswa takut. sehingga pelajaran tidak berjalan secara dikotomi melainkan mengisi dan senantiasa terkait dengan nilai-niali aqidah islam. Model pembelajaran Edutainment memberikan kebebasan berkreasi pada guru dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang dianggap sesuai. berkata kasar atau semacamnya yang dapat menurunkan energi positif.85 yang ada.71 Sebagaimana dikatakan oleh Drs. percaya diri.S. Semangat dan percaya diri siswa. meski siswa melakukan kesalahanpun guru diperkenankan mengingat kan menegur dengan bahasa mereka dan sesuai dengan jiwa psikologi siswa dengan arahan-arahan atau kata-kata sopan. tetapi siswa sekolah kreatif diberi kebebasan dalam belajar agar menjadi siswa yang pemberani.Munib. Nurkholis bahwa pada strategi pembelajaran Edutainment guru MTs tidak diperkenankan memberikan label negatif seperti: dilarang marah. Tanggal 24 Nofember 2008 71 .

. Pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) adalah sebagai berikut: Misalnya: • • • Card Shot (Menyortir kartu) Diskusi (Tanya jawab) Galerry Walk (Pameran berjalan) Pada pertemuan pertama dan seterusnya guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode atau strategi peer lesson.86 secara bergantian atau secara bersamaan dalam satu pertemuan sehingga metode tersebut dapat mendukung proses pembelajaran yang dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa. Pada pertemuan kedua. Pada pertemuan pertama ini presentasi dilaksanakan oleh kelompok pertama yang membahas pokok bahasan “Rasul Ulul Asmi” dengan menggunakan metode “Card Short (menyorti kartu)”. Dan pada pertemuan ketiga yang merupakan pertemuan terakhir ini adalah kelompok tiga yang membahas pokok bahasan tentang “Bangunan atau kerajaan pada zaman” dimana pada kelompok ini menggunakan metode “Galerry Walk (pameran berjalan)” atau dengan menampilkan gambargambar beserta penjelasannya. dilanjutkan oleh kelompok dua yang membahas pokok bahasan tentang “Para kholifah” dengan menggunakan metode “Diskusi”. Namun dari kesemua materi tersebut seluruh kelompok tidak pernah melewatkan penggunaan metode diskusi dan tanya jawab.

2. wudlu. seperti: Sholat. Dalam hal ini penulis melihat bahwa dalam melaksanakan tugasnya siswa bersemangat dan antusias sekali.an dan menceritakan . Hal ini terlihat ketika mereka segera menuju perpustakaan sekolah untuk mencari informasi-informasi atau literatur yang berkaitan dengan materi yang mereka dapat dan menyelesaikannya sesegera mungkin sesuai waktu yang telah ditentukan.sebagian metode yang digunakan terkadang seperti: 1. Metode teks dril atau latihan Digunakan untuk materi yang dibutuhkan praktek yang berbentuk hafalan misalnya: membaca al-qur. Metode demontrasi Di gunakan untuk materi yang membutuhkan praktek langsung. Dan ini juga menjukkan bahwa kedisiplinan siswa dalam belajar sangat tinggi.87 Setelah semua materi disampaikan. tayammum. Selain itu siswa juga terlihat prilaku siswa yang selama proses pembelajaran serta kerjasamanya dengan teman-temannya sangat baik sehingga selalu siap dan aktif dan kompak dalam mengikuti setiap proses pembelajaran. manasik haji. dsb supaya siswa bisa mempraktekkan langsung atau mengaplikasikan secara langsung didepan siswa-siswa yang lain. guru memberi kesimpulan atas semua materi yang telah dipelajari dan memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya terhadap materi-materi yang belum dipahami.

Metode tadabur alam Dilakukan dengan mengadakan kunjungan berbagai tempat tertentu. Dengan metode gambar ini siswa dapat mengepresikan karyanya dalam bentuk gambar yakni: siswa bisa menggambarkan sesuai dengan ide dan nalar fikir siswa itu sendiri. metode yang digunakanpun bervareasi untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan selama mengikuti pembelajaran misalnya: Out bound atau Fielt trip 4. Metode gambar Digunakan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pembelajaran. 5. Mengawali kegiatan .sehingga siswa bisa terbiasa dan berani menumbuhkan kecerdasan otakya. Metode cerita Digunakan dengan menjelaskan materi dengan alur cerita biasanya digunakan untuk menceritakan tentang kisah-kisah Nabi dan sebagainya supaya: siswa bisa mencontoh dan menumbuhkan jiwa pemimpin yang adil dan islami.88 sejarah-sejarah para nabi dan sebagainya. a) Desain Pembelajaran Dalam aplikasinya atau penerapanya. pelaksanaan pembelajaran Edutainment di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. 1. 3.

Pelajaran dimualai atau materi disampaikan pada siswa. Kunjungan ke obyek secara langsung (out dour). sebelum masuk kelas siswa diberi pelajaran disiplin diri dalam hidupnya. Dalam kunjungan ini siswa diperlihatkan secara langsung atau dipraktekkan secara langsung pada obyek yang akan dipelajari oleh siswa itu sendiri.a yang dipimpin siswa secara bergilir. guru terlebih dahulu memberi pre tes pada siswa tentang materi yang akan disampaikan yang berupa tes lisan atau Tanya jawab. Dalam pembelajaran ini siswa diuji atau dites dengan pola pikir yang telah didapat dalam pembelajaran edutainment tesebut. Disamping itu pula . b. Proses pembelajaran Dalam proses ini siswa mendapat penjelasan secara singkat materi yang akan dibahas. Setelah itu tiap siswa masuk kelas secara teratur yang kemudian dilanjutkan dengan do. 2. Mendatangkan guru tamu ke sekolah.89 Disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. Sesuai dengan bentuk atau model pembelajaran yang sudah dikemas dengan strategi pembelajaran edutainment. kemudian siswa kembali kemeja masing-masing untuk mengerjakan lembar kerja (work sheet) untuk mendukung program tersebut kegiatan pembelajaran ditempuh melalui dua cara: a. Yakni dilakukan studi banding dengan sekolah-sekolah lain untuk mencari prestasi-prestasi yang menonjol.

90 mendatangkan guru tamu kesekolah agar pemahaman yang belum didapat oleh guru tersebut bisa disampaikan oleh guru tamu itu kemudian siswa bisa mengaplikasikan sesuai apa yang telah disampaikan oleh guru tamu tersebut. Dengan sumber dan media pembelajaran maka materi dapat disampaikan dengan lebih mudah dan menarik dalam proses belajar mengajar bagi siswa. yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran yaitu: Sumber belajar dan media pembelajaran. siswa diwajibkan membuat laporan tertulis. Adapun pada pembealajaran edutainment guru harus senantiasa mengaftifkan selama proses pembalajaran yakni dengan mendesain pelajaran yang menentang. dan keterampilan dalam proses belajar mengajar serta merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan factor pendukung dan penunjang dalam proses pembelajaran. pengalaman. pengetahuan. Sumber belajar dan media pembelajaran merupakan suatu hal yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi. merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan mempermudah siswa dalam mencari jawaban sendiri. Pada akhir kegiatan kunjungan atau mendengarkan guru tamu. maka tidak membatasi siswa dalam memilih dan menggunakan literatur seperti tidak adanya paket sehingga siswa .

computer. nara sumber dan lain-lain. majalah. Misalnya: siswa belajar studi SKI berbagai macam bentuk atau model pembelajaran dengan sarana prasarana yang telah disediakan dilembaga tersebut. Materi pelajaran Merupakan salah satu penunjang proses pembelajaran jika tidak ada materi pelajaran maka proses pembelajaran tidak akan terlaksana dan tidak akan bermakna.perpustakaan. sesuai dengan kebutuhan belajar mengajar sekolah MTs Al-Ibrohimy teersebut. .91 bebas memperoleh bahan pelajaran dari beberapa sumber antara lain bisa berupa buku. Maka dari itu pula sekolah MTs AlIbrohimy menyiapkan sarana prasarana yang lengkap. Koran. Mengakhiri kegiatan Sebelum kegiatan diakhiri dan untuk mengetahui hasil pembelajaran yang diperoleh siswa selama pembelajaran. Maka siswa akan belajar dengan enjoy dan terasa pembelajaran semakin menyenangkan. Sedangkan media yang digunakan dalam pembelajaran SKI adalah audio visual (VCD) media cetak. internet. media gambar serta sarana prasarana lain yang menunjang proses belajar mengajar. 3. guru mengadakan post tes. lingkungan sekitar. dengan lengkapnya sarana prasarana tersebut maka pembelajaran akan terasa efektif dan efisien. jurnal.

Setelah emosi siswa teraspirasikan melalui kegiatan tersebut baru kemudian siswa diajak mengerjakan materi sesuai dengan tema atau pokok masalah yang dipakai. Pembelajaran disusun secara integrated yang "di ikat" melalui tema-tema tertentu. 3.92 b) Aplikasi Pembelajaran Edutainment 1. Lembar kerja kreatif (LKK) dibuat bervareatif dan kreatif dengan memamfaatkan banyak kertas. Mengenal benda atau opyek secara kongkrit. Setiap kelas terdapat perpustakaan mini. siaran tv. Sesuai dengan tema dan topic yang telah dibahas saat itu. 8. majalah. Memberikan ruang gerak yang cukup dan mendorong daya perkembangan nalar dan kretivitas siswa. praktisi hingga internet. 6. . 4. 7. jurnal. vcd. sehingga belajar diluar kelas menjadi bagian yang sangat penting. Belajar melalui bermain seperti mengajak siswa melihat cerita-cerita para nabi kemudian dipresentasikan didepan teman-teman atau siswa-siawa yang lain sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan apa yang dicatat atau yang ditangkap dalam proses pemutaran VCD tersebut. 5. Sekolah kreatif tidak menggukan buku paket tertentu bahan pelajaran dari bahan apa saja yang penting relevan seperti: dari buku-buku perpustakaan. 2. computer dan rak folder siswa.

Memakai berbagai pendekatan pembelajaran yang savi (somatic. b. Desain pembelajaran dan dsesain kelas dipola sangat unik menarik dan kreatif. Mampu menciptakan pembelajaran yang fun. sisi yang dievaluasi tidak hanya kompetensi akan seni dan keterampilan motorik saja akan tetapi keterampilan social juga. maka evaluasi model konvensional tidak memadai lagi.72 Serta penilaian dilakukan secara otentik yang mencakup 3 ranah (kognitif. afektif. audiotorial. . Memakai berbagai metode pembelajaran yang bervareatif. visual dan intelektual) d. evaluasi hasil belajar atau penilaian kelas dialsanakan secara terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar dan dengan berbagai cara untuk mengetahui segala potensi yang dimiliki siswa adapun evaluasi pada pembelajaran edutainment sebagian diuraikan diatas. penilaian tidak hanya secara kualitatif (angka-angka dan rapor) tetapi juga secara kualitatif dalam bentuk narasi.dan psikomotorik). Adapun keistimewaan model pembelajaran edutainment yaitu: a. enjoy dan menyenangkan. c. Terlebih dalam pembelajaran SKI yang dalam pembelajaran nya harus melibatkan ke 3 ranah tersebut. kepribadian dan leadership. Oleh karena itu diadakan mudivikasi dan penyempurnaan dalam cara mengevaluasi. 72 Observasi 3-4 Desember 2008.93 c) Model Evaluasi Siswa Di Sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan.

terutama yang terkait dengan mata pelajaran SKI. Ketidak siapan guru dan wali murid dalam menghadapi peserta didik yang begitu menonjol. Ag. Biaya relative cukup mahal. . Materi jadi mudah disampaikan. sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan banyak melakukan pengembangan. c. Mempermudah guru dalam mengkondisikan kelas. b. c. kreatif serta inovatif dan lain-lain. imjinatif.94 Kelebihan-kelebihan model pembelajaran edutainment antara lain: a. 6-7 Desember 2008.73 d) Pengembangan Kretivitas Belajar Pada Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Didalam penerapanya. Siswa mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa lebih percaya diri. kreativitas belajar.desain kelas maupun dalam menciptakan ide-ide kreatif pembelajaran. Kelemahan model pembelajaran edutainment. S. Misalkan: siswa di beri kesempatan untuk berkreasi dan berfikir kreatif. pemberani. b. kemudian untuk menjadikan dan mengembangkan 73 Wawancara Dengan Ustadz Mujiburrohman. Memerlukan penanganan dan tenaga ekstra baik dalam mendesain pembelajaran. d. yang pada dasarnya guru kebanyakan memakai metode ceramah. a.

Nurkholis (Kepala Sekolah). Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka. . proses pembelajarannya bersifat aplikatif. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan.95 kreativitas siswa akhirnya guru membuat metode atau menyampaikan materi dengan berbentuk yang menyenangkan Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir. untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu. H. 10-12 Desember 2008. b.74 a. Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) 74 Wawancara dengan Drs. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan. c.

Maka kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu. proses pembelajarannya bersifat aplikatif.96 yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir. Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi . memahami. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. Adapun tujuan dari pengembangan kreativitas belajar SKI adalah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan pada diri siswa sehingga siswa tidak lagi merasa bosan atau jenuh dalam belajar. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. e) Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan Kreativitas belajar SKI Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain.

Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan. Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka.75 Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan. Sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat. Nurkholis (Kepala Sekolah). bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. 10-12 Desember 2008. 75 Wawancara dengan Drs. mudah beradaptasi. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. f) Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. H. . Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru.97 menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

opservasi maupun dokumentasi. riang dan mengasikkan akan membuat siswa siap belajar dengan mudah karena dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap negatif menjadi positif. .76dengan suasana yang gembira. karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan. 76 Wawancara dengan Abd Munib S. selaku tim inovasi dan pengembangan sekolah (TIPS) mengungkapkan bahwa model pembelajaran edutainment ini sangat penting dan bermamfaat. 9 Desember 2008. dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).a barisan maupun kelompok.98 Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara. dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. Sekolah MTs Al-Ibrohimy. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif. juga memberikan pembinaan leadership pada diri siswa antara lain dengan memberikan kesempatan siswa untuk memimpin secara bergilir baik kegiatan do. karena model pembelajaran edutainment sangat mendukung dan membantu dan mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. Abd Munib S.Ag. Ag.

seperti yang tercermin pada diri siswa yang mempunyai rasa kepedulian yang besar pada kaum kurang mampu hal yang samapun terlihat ketika mereka mendapat tugas kepasar dekat sekolah atau mini market untuk berbelanja mereka diharuskan mampu melakukan tawar menawar. assembly. atau out bound yang sesuai dengan kemampuan anak. Analisis Data 1. guna membiasakan berani tampil didepan public dengan adanya even-even diharapkan untuk meningkatkan potensi siswa dan mengembangkan kreativitas siswa baik dalam belajar maupun berkarya. Adapun salah satu ajang ekstern sekolah MTs AlIbrohimy kerapkali mengikuti lomba tingkat DIKNAS sekecamatan. adapun untuk mempermudah pembacaan. Berdasarkan pemaparan data diatas. guru senantiasa menanamkan rasa kepedulian pada siswa. C. Penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativtas belajar pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. model atau strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy mempunyai strategi .99 Dalam pengembangan kretivitas SKI. pada fase ini data-data tersebut akan dianalisis. Pada siswa sekolah MTs Al-Ibrohimy selalu ditumbuhkan rasa percaya diri dengan menampilkan siswa diseni. Dalam penerapanya. analisa data akan peneliti sampaikan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat.

bermain saat belajar juga mempunyai fungsi sosisal dan emosional. Yang menekankan pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka Lebih lanjud juga Mayke S.100 pembelajaran khusus yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan selain itu juga siswa diberikan kebebasan penuh untuk memilih gaya belajar sesuai dengan kecenderungan belajarnya masing-masing yakni dengan pendekatan belajar somatic. yang didalamnya juga ada penekanan untuk senantiasa menghargai kecenderungan belajar masing-masing pembelajaran. Tedjasaputra. . auditorial. Empat pendekatan yang digunakan diatas (SAVI) tidak berbeda dengan empat pendekatan yang dipakai oleh model Accelerated learning. selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak. Tedjasaputra menyatakan bahwa selain berfungsi penting bagi perkembangan pribadi. melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tata cara pergaulan. visual maupun intelektual (SAVI) maka proses belajar akan berlangsung menyenangkan sehingga siswa dapat lebih kreatif dalam mengepresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka. Hal ini sejalan dengan pendapat Mayke S.

Meller. dengan cara mendengarkan atau melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education.hal. dengan cara mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit. tentang bagaimana pembelajaran yang membebaskan. 1976). (new york: praeger publishers.. dengan cara mendengar atau melihat mendiskusikan dengan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan77. Menurut Silberman. Proses belajar dalam model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan siswa tidak lagi diposisikan sebagai obyek pasif yang hanya bisa duduk manis dan mendengarkan penjelasan gurunya Pelajari John p.101 Bisa dianalisa dengan pandangan Ahmad Sapari dalam bukunya " pendidikan dan sensitipitas guru yang kreatif " yang mengutif konsep paolo freire. Sebab tekanan apapun namanya hanya akan mengerdirkan pikiran siswa sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (learning climate) yang kondusif. 32-33 77 . seperti halnya yang telah diterapkan dalam proses belajar mengajar di MTs Al-Ibrohimy bahwa pembelajaran itu haruslah mampu membebaskan pikrin peserta didik dari tekanan atau intimidasi dari pihak manapun. Pembelajaran yang membebaskan adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis. cara belajar dengan mendengarkan akan mudah lupa.

Salah satu pendidik dilembaga pendidik tersebut. tidak berhubungan antara guru dan siswa diliputi keakraban dan keharmunisan. terdapat penekanan pada nilai-nilai aqidah yang tujuanya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa sebagaimana sempat disinggung oleh ustadz Munib S. Dalam hal berpakaian dan pemilihan buku pelajaran yang dijadikan rujukan ini juga memberikan kebebasan. radio.102 hubungan antara pendidik dan siswa yang sering kali terdapat sekat yang kerap menghambat komunikasi. Koran. guru erposisi sebagai sahabat bagi peserta didik hubungan tersebut berpegang teguh pada prisip saling menghormati. untuk memilih referensi rujukan misalnya: majalah. Strategi edutainment juga memperhatikan opening proses maupun klosing pada proses pembelajaran. Selain dilakukan didalam kelas. Ag. melakukan maksimalisasi lingkungan yang ada disekitar serta pengelolaan kelas sering dan sekreatif mungkin. proses belajar juga diluar ruangan tujuanya untuk menghindari kejenuhan. dan lain-lain. Penyajian mata pelajaran dalam metode ini menggunakan model thematic tujuanya adalah untuk mempermudah proses pembelajaran dalam pelajaranya. tv. bahwa strategi pembealjaran yang digunakan berusaha untuk menjadi segala sesuatu menjadi lebih bermamfaat. Semua penerapan diatas diarahkan untuk mengembangkan kreativitas . internet. agama diposisikan sebagai ruh dari semua mata pelajaran yang ada.

2. mudah beradaptasi. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya . prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.103 siswa disekolah MTs Al-Ibrohimy dengan mengguankan metode pembelajaran yang berbeda-beda yang berfareatif yang digunakan secara bergantian. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. menyenangkan. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat. dan penuh kegembiraan. diciptakanya dalam kondisi kelas yang ceria. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. memahami. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah seperti halnya kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan : yaitu kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain.

Beberapa poin dampak positif dari penerapan edutainment tidak lain dilatari oleh keseriusan penyelenggara pendidikan (lembaga pendidikan bersangkutan) dalam upaya meningkatkan mutu pendidikannya. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. Karena pada pembelajaran studi SKI ini sangat bermamfaat bagi kehidupan masyarakat dan berguna bagi manusia didunia dan akhirat. Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy. Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. Pertama: Edutainment sangat mendukung dan membantu mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI.104 sendiri. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. mudah beradaptasi. maka apa yang dihasilkan dari penerapan Edutainment adalah bagian dari kerativitas. 3. Dan juga karena . yang salah satu aspeknya adalah tentang kreativitas peserta didiknya.

imajinatif. kreatif. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi. pemberani. Kedua: Edutainment mampu menjadikan siswa mempunyai kemampuan dasar untuk menjadi pembelajaran yang mampu untuk mengatur diri. Keempat: Edutainment dapat mempengaruhi siswa agar dapat membiasakan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. inovatif dll.105 siswa yang kreatif maka siswa akan gampang untuk menyampaikan suatu keahliannya. Keempat indikasi kreativitas diatas sejalan dengan apa yang sempat disinggung oleh Sutrisno bahwa pendidikan dikembangkan agar dapat mengahsilkan subyek didik yang kreatif. Karena dengan belajar SKI siswa yang lain akan bisa terpengaruh dan termutivasi untuk belajar yang kreatif. Ketiga: Edutainment mampu membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap nigatif menjadi positif seperti: percaya diri. Karena dengan sikap pemberani siswa akan menjadi sangat dibutuhkan dan tidak akan cangguh untuk menghadapi suatu masalah. Belajar adalah proses seumur hidup tidak hanya pada saat manusia mengennyam dunia pendidikan kreativitas tersebut lahir dari satu proses aktualisasi diri yang berkesinambungan bahwa . humaoris. Karena dengan kemampuan siswa yang meningkat maka siswa tidak akan merasa kesulitan lagi.

yang mampu mengembangkan kreativitas siswa serta sangat efektif diterapkan dalam sejarah kebudayaan islam (SKI). Dengan demikian model pembelajaran edutainment sangat penting dan bermamfaat dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pengembangan kreativitas belajar siswa pada pendidikan sejarah kebudayaan islam (SKI) karena model pembelajaran edutainment merupakan salah satu bentuk inovasi pendidikan pada pola pembelajaran yang benar-benar disesuaikan dengan psikologi siswa dan merupakan pembelajaran yang sangat menyenangkan. . kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaptifkan semua kemampuan organisme.106 sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri mengujudkan potensi dorongan untuk berkembang dan menjadi matang.

Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. dalam proses pembelajaranya. Metode pembelajaran yang digunakan juga beragam. yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan. 2.Kreativitas menjadi bagian terpenting yang dijadikan landas pijak dalam penerapan strategi pembelajaran edutainment. . Penerapan strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan mempunyai strategi pembelajaran khusus. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancang tranformasi masyarakat. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan.107 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan yang didukung dengan adanya hubungan yang diliputi ke akraban dan keharmunisan antara guru dan peserta didik. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

dengan menambah wawasan dan pengalaman serta selalu mengadakan perubahan kearah yang lebih baik lagi. 3. Adapun yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dari penerapan strategi edutainment disekolah MTs Al-Ibohimy Galis Bangkalan adalah : (a). seperti percaya diri. kreatif serta inovatif dsb. (c). B. Dari pihak sekolah diharapkan dapat menampung semua aspirasi dari masingmasing guru baik mengenai metode.108 3. SDM. Strategi maupun metode pembelajaran pendidikan guna menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas tinggi. pemberani. Mampu mengatur diri. media maupun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melangsungkan proses pembelajaran.Mendukung dan membantu kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. Saran 1. . Untuk setiap guru diharapkan lebih meningkatkan kualitas serta profesionalitas sebagai figur yang ditauladani siswa. (b). serta dapat mengubah sikap negative menjadi positif. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi. 2. Membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah. Kepada kepala sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan dan seluruh pihak 93 sekolah untuk selalu mengadakan inovasi baru baik mengenai managemen.

Metode Penelitian Kualitatif. Bairut.109 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi Abu & Supriono. 1989. 1996. Jilid I Hamzah..Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. Bumi Aksara. Model Pembelajaran Menciptakan Pendidikan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. D. Kasiram Moch. 2006. Renika Cipta. Psikologi Belajar. Dariyo Agoes.tt. Marimbah Achmad. Jakarta: PT. Yogyakarta : Andi Offset. Metode Penelitian Bidang Sosial. Jakarta: Grasindo Widya Sarana Indonesia. 1993. 2003. Fise The Rianto dan Handoko Martin FIC. Azsa Azyumardi. L. Asrohah Hanum. Karta Timur. Jakarta : Rinika Cipta. Pustaka Al-Kautsar Arikunto Suharsimi. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. Jakarta : Grasindo. Jakarta. Kalimah Bungin. 2004. Al-Kholili Abdussalam Ahmad. 2007. Gadjah Mada Univercity Press. Hadari Nawawi. Hadi Sutrisno. USA: Allyn & bacon. Dar Al-kitab Al-Ilmiah. Yogyakarta. Ibnu Majah Sunan. 1974. Mengembangkan Kreativitas Ana. Prosedur Penelitian. Bandung: AlMa'arif. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam.Burhan. . 1999. 2005. Buno. Juz 1 Hadits. 1991.. 2004. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Silberman Melvin. Pendidikan Islam. Jakarta: PT Grafindo Persada. Metodologi Rasearh. Jurnal: Nizamia. Ciputat. 2005. Suatu Pendekatan Praktek. “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo”.

New York: Praeger Publishers. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Mulyasa E. Nurdin Syafrudin. Bandung: Remaja Rosda Karya . Didatika. Tedjasa Putra Mayke. Yogyakarta : Menara Kudus. Education. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. Vol. 2003. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Kreatifitas Dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat. Nashor H. P. Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: Aksara. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. 1976. Yogyakarta: Mitra Pustaka.110 Mardalis. 2002. 2006. Jakarta : Grasindo. Musbikin Imam. 2002. Bandung : PT. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. Shihab Quraish. Sudono Anggaini. 2005: Untuk Pendidikan Usia Dini. Margono S. Sapari Ahmad. John. 2003. Yogyakarta : Jendela. Quantum teching. 7. Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. Meller Pelajari. Senin. 1995.an. 2005. 2001. 8 Desember. Moloeng Lexy.Metodologi Penelitian Pendidikan. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif. Fuad i & Rachmy Diana M. Munandar Utami. 2006. Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan. 2003. Jakarta: PT. Jakarta. Sumber Belajar dan Alat Permainan: Untuk Pendidikan Usia Dini. Pemikiran Islam Kontemporer. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : PT. 2001. Jakarta : Lentera Hati. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. Sholeh Khudhori A. Suprayoso Imam Tabroni. 2003. Remaja Rosdakarya. Jakarta Grasindo. Metodologi Penenilitian Sosiual Agama. Bumi Aksara. Bandung : Rosda Karya. 2007. Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein. Bermain. S.

S. Tanggal 3 Nofember 2008 Wawancara dengan Drs. Ag. Nurkholis (kepala sekolah). Bandung: Kaita. H. 1991. Wawancara Dengan Abd.. Wawancara dengan Ustadz Mujiburrohman. Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bandung: Citra Umbara. 6-7 Desember 2008. 2005. Juli. Ag. Yogyakarta : Ar-Ruzz. 11. Widodo Supriono Dan Abu Ahmadi. 2002.at.111 Supriadi. Dedi. 2003.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. Zamroni. . yokyakarta : Biopgraf Publishing. Reneka Cipta. 9 Desember 2008. 2003. Psikologi Belajar. Vycoh Joyce. 10-12 Desember 2008. Wawancara dengan Abd Munib S. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens. Sutrisno. Republic : Jum. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. Menjadi Super Kreatif: Melalui Merode Pemetaan Fikiran. Undang-Undang Republik Indonesia. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah. 2003. S.Munib. Paradikma Pendidikan Masa Depan. Jakarta.

maka saya bersedia menerima atas perbuatan tersebut. bahwa merupakan pengambilan alihan tulisan atau pemikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pemikiran saya sendiri. 11 februari 2009 Yang membuat peryataan Tanda tangan MUCHTARUL WAHID D03304068 . Apabila kemudian terbukti atau dapat dabuktikan skripsi ini hasil jiplakan. Surabaya.112 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya bertanda tangan dibawah ini: Nama NIM Jurusan/program studi Fakultas : MUCHTARUL WAHID : D03304068 : Kependidikan Islam (KI) : Tarbiyah Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri.

Galis. Bangkalan 3. Al-IBrohimy. Al-IBrohimy Galis. Galis. Bangkalan : Tarbiyah/kependidikan islam : D03304068 : 1.113 RIWAYAT HIDUP Nama Tempat tanggal lahir Jenis kelamin Alamat Fakultas/jurusan NIM Asal sekolah : Muctarul Wahid : Bangkalan : Laki-laki : Dsn Longke'Tengah. Bangkalan 2 MTs. MI Al-IBrohimy Galis. Bangkala . MA.

Hosnan Wali Data inventaris Murid 5. guru. Maslihah SAg Tabel 5Wali Murid 4.S. dalam hubungan ini di sebut komite sekolah.Ir. Struktur Komite Sekolah MTS juga mempunyai relasi yang membantu baik proses belajarmengajar maupun menjalin hubungan masyarakat sehingga antara kepala sekolah.ALWI. Jailani Mashuri Tokoh Masyarakat 3. wali murid dan tokoh masyarakat mempunyai hubungan yang sangat dekat.Ag Bendahara SANWANI Wakil bendahara SITI ROMLAH Wakil sekretaris ABUSIRI AMa Anggota 1. Tabel 2 Struktur Organisasi Komite Sekolah Ketua komite sekolah MOH. Keadaan Peralatan Yang Dimiliki Penemuan Tahun .114 Lampiran 1.MUNIB.Mujiburrahman Sag Guru 2.Ust.Rokib SAg Alumni MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No.AMA Wakil ketua TURDI Sekretaris ABD. murid.

115 Kondisi Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Sepeda Motor Meja Pimpinan Meja TU Kursi kerja Meja Komp Kantor Bangku Siswa Meja Guru LAB Meja OSIS Meja Guru Meja Guru kelas Meja Loker Guru Kursi Siswa Kelas Kursi Guru Kursi Guru Kelas Kursi Guru LAB Meja + Kursi Piket Komputer TU Printer TU Scanner TU TV AC Kipas Angin Almari Rak Arsip Jumlah 1 5 4 9 3 300 2 1 29 12 2 300 29 12 2 2 3 3 1 4 10 12 16 1 Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak 04 V V V V V V V V V V V V 05 V V 06 07 .

Telpon/Fax Jumlah 1 4 1 1 2 1 4 15 13 1 1 1 28 33 25 10 20 21 1 Peralatan Yang Dimiliki Kondisi Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak Penemuan Tahun 04 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 05 06 07 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis . Gambar Pres +wakil Mesin Ketik LAB Komputer LAB Printer Lab. Nama Filling Cabinet Radio Tape Warless DVD Sound Lab Mega Phone Speaker Sound Kelas Jam Dinding Dispenser Magic Com Lemari Es White Board Papan Data + Pengum.116 Keadaan No.

? 2..? 14.? .. sejak kapan pembelajaran edutainment dikembangkan.? 9.....? 10.117 PEDOMAN INTERVIEW Untuk Tutor Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) 1.? 5.. usaha apa saja yang dilakukan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan strategi edutainment. strategi dan model apa yang dipakai oleh guru SKI dalam mengembangkan keratifitas siswa.? 12..? 13. apakah penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment diterapkan pada semua mata pelajaran.? 8. bagaimana kurikulum dan silabus yang dipakai sekolah tersebut.. apakah pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI sudah efektif dan menyenangkan.. bagaimana hasil yang dicapai dari penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreatifitas belajar pada bidang studi SKI. apakah pembelajaran edutainment dapat mengembangkan kretivitas siswa terutama pada pembelajaran SKI..? 7..? 11. apa harapan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan pembelajaran edutainment. bagaimana penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi (SKI) di sekolah MTs AlIbrohimy galis bangkalan.? 6.? 3. apa pelajaran SKI merupakan pembelajaran yang mudah dan menyenangkan bagi siswa..? 4.. apakah indicator pembelajaran pada bidang studi SKI sudah berlangsung efektif. kendala-kendala apa saja yang dihadapi selam mengembangkan pembelajaran edutainment. Apakah model pembelajaran menurut anda.

118 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful