PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam Studi

Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) ALIBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Skiripsi Diajukan Kepada Sekolah Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Meyelesaikan Program Sarjana Strata Satu (S-1)

Oleh : MUCHTARUL WAHID NIM. D03304068

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM 2009

2

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPSI

Skiripsi oleh: Nama Nim Judul :Muchtarul Wahid :D03304068 :PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) AL-IBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Ini telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan

Surabaya, 11 Februari 2009

Dra. HUSNIYATUS SALAMAH, Z. M. Ag NIP. 150 267 236

3

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKIRIPSI Skiripsi oleh Muchtarul Wahid ini telah dipertahankan di depan tim penguji skiripsi. Surabaya, 15 januari 2009 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institute Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, DR. H. NURHAMIM, M.Ag Nip. 150 246 739 Tim Penguji Ketua Dra. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag 150 367 236 Sekretaris M. Bahri Musthofa, M. Pd.I 150 368 866 Penguji I, Drs. H. A. Hamid sjarif, M. MH 150 197 388 Penguji II, Drs. Syamsul Ma'arif, M. Ag 150 290 028

4

MOTTO

‫ِان اﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐﻴﺮوْا َﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َ ّ ُ ﻣ‬
"Sungguh, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " Kata mutiara "Jangan Pernah Barharap Sukses Jika Jalan Yang Menuju Ke Arah Itu Sama Sekali Belum Kau Tempuh"

5

ABSTRAK

Skiripsi oleh muchtarul wahid, 2008. judul: " Penerapan Startegi Pembelajaran Edutainment Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Dibidang Studi Ski (Studi Kasus Di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan) " pembimbing: Yang melatar belakangi penelitian ini ialah ketidak puasan dan kejenuhan atau juga karna system pembelajarannya yang semakin menoton dan sistem pembelajaranya hampir smua mata pelajaran memakai metode ceramah, sehingga menghambat kreatifitas alamiyah yang ada pada peserta didik. Di samping itu alas an utama para tim / para guru melakukan pembelajaran edutainment karena masalah Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), yang kerap sekali sering mengerdilkan siswa dan membuat jenuh siswa. Sehingga dengan adanya pembelajaran yang berbentuk menghibur (Edutainment) dapat meningkatkan atau mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan minak, bakat dan kebutuhan anak didik. Dari latar belakang penelitian diatas memunculkan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 2. Bagaimana pengembangan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 3. Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field rasearch) dengan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan data-datanya peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul peneliti analisis dengan teknik diskriptif kualitatif.

6

Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran Edutainment adalah proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan, adapun pembelajaran yang diterapkan disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan hanyalah pembelajaran yang menghibur dan menyenangkan karena pembelajaran edutainment itu juga disesuaikan dengan kreativitas dan kebutuhan anak. Penerapan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang melalui pembelajaran edutainment untuk anak MTs sudah cukup baik dan optimal dengan cirri-ciri pembelajaran yang bervareasi dalam artian materi yang akan diajarkan sesuai kebutuhan anak sehingga dengan mudah mengaplikasikan dalam bentuk yang menyenangkan dan menghibur. Diantara beberapa strategi atau model pembelajaran yang digunakan yaitu: pemberian cerita, permainan peran (role play),tadabur alam / karya wisata, Tanya jawab, game, dan ceramah.

Agama. keluarganya. yang telah mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan skiripsi ini. patuh. taat. Sakdiyah. adik-adikku Toha Bukhori. berguna baginya. tawa dan canda serta perselisihan memberi nuansa yang sejuk dan mutiara berharga selalu mewarnai setiap langkahku…………………… Spesialnya buat tretan IKAMABA selaku pengurus ples ketua IKAMABA (Alek Khotib) 2009 yang sering marah-marah & tidak kalah murkanya ketika ada masalah di IKAMABA. Buat Tanteretan IKAMABA semua tak terkecuali khususnya yang Kurus dan yang Gemuk yang telah memutivasi penulis agar menyelesaikan tugas akhir ini. marilah Jangan nodai persaudaraan kita yang selama ini kita tanam Buat teman-teman KI-04. yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu. Dapat Kupersembahkan Karya Skiripsi Sederhana ini Buat: Orang yang ku sayangi dan sangat saya hormati Bapak dan Ibu yang telah membesarkan dengan kasih sayang dan mendidiknya dengan penuh kesabaran serta selalu mendo. pintar.7 PERSEMBAHAN Dengan Mengucapkan Syukur Al-hamdulillah.a tidak pernah hentinya semoga sadar & tidak tambah parah………………. . Jamhari. Qomariyah.akan setiap saat agar anaknya menjadi anak yang sholeh. Do. Mbakku rantina. Kebersamaan dan kesetiaan kalian semua mengiringi perjalanan studiku. bangsa dan Negara Saudara-Saudaraku yang tersayang kakakku Moh.

2. namun berkat bantuan. Sholawat serta salam semoga tetap abadi pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.H Masyhudi Ahmad. Semua saudara-saudaraku yang telah meluangkan pikirannya untuk penulis sehingga penulis bisa menyelsaikan tugas skripsi ini 7. Dra. Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya Beserta Staf-Stafnya. Nurhamim. M.8 KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat ilahi robbi yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya. Pd. 5. Drs. selaku ketua Jurusan Kependidikan Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya. beserta genap dan seluruh pengikutnya. 6. Husniyatus Salamah Z. 3. Penulis menyadari bahwa didalam penyusunan dan ppenulisan skiripsi ini. Ag. H. Bapak dan Ibu Dosen yang telah membekali penulis dengan ilmu pengetahuan . Ag.I. M. maka semuanya dapat penulis menyelesaikan dengan baik. banyak menemui kesulitan dan hambatan. bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak.. M. Drs. Untuki itu sudah sepatutnya apabila dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. selaku Dosen Wali dan juga selaku Dosen Pembimbing yang penuh kesabaran membimbing dan mengarahkan serta memberi motivasi agar tidak putus asa dan tetap semangat. sehingga penulis dapat menyelesaikan skiripsi ini. Nur Kholis selaku kepala Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan beserta staf-stafnya yang telah membantu dalam menyelesaikan Skripsi ini. Dr.

karna keterbatasan kemampuan yang penulis miliki mengingat penulis adalah hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan luput. untuk itu penulis mengharapkan saran. kritikan dan masukan yang bersifat konstruktif demi sempurnanya penyusunan skiripsi ini. Surabaya. 04 januari 2009 Penulis .a semoga amal beliau dibalas dan diterima serta diampuni segala dosa-dosanya disisi Allah SWT.9 Tiada kata yang dapat penulis berikan sebagai balas budi. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skiripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. selain untaian do. Dan akhirnya penulis berharap semoga skiripsi ini bisa bermamfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya.

......vii DAFTAR ISI…………………………………………………………………………ix DAFTAR TABEL……………………………………………………………………xi BAB : I a...………………………………………………….8 2...... Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI………………18 LAPORAN HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………………19 B....11 2.. Konsep Dasar……………………………………………………...13 4...........4 Mamfaat Penelitian……………………………………………………5 Metode Penelitian..... PENDAHULUAN Latar Belakang………………………………………………………... Pengertian SKI………………………………………………….... c.. Faktor-Faktor……………………………………………………...........v PERSEMBAHAN………………………………………………………………….. Tujuan SKI………………………………….iii MOTTO………………………………………………………………………………iv ABSTRAK…………………………………………………………………………….....10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………..15 2.. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran SKI…………………………………………... Tahap-Tahap……………………………………………………... BAB : III A. Pendekatan Pembelajaran………………………………………. e.14 Sejarah Kebudayaan Islam 1.......1 Rumusan Masalah……………………………………………………..i PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPS…………………………………………....... Ciri-Ciri………………………………………………………….. f...........6 Sistematika Pembahasan………………………………………………7 LANDASAN TEORI Pembelajaran Edutainment 1...10 Kreativitas 1.12 3.. Pengertian……………………………………..... .....16 3.. Pengertian Kreativitas……………………….vi KATA PENGANTAR………………………………………………………………...... g....... d....9 3.. C..2 Definisi Operasional………………………………………………….. BAB : II A.. b.17 4.3 Tujuan Penelitian…………………………………………………….ii PENGESAHAN TIM PENGUJI…………………………………………………….....

Visi Misi dan Motto…………………………………………….....Keadaan Guru Karyawan dan Siswa……………………………....38 . Saran-Saran…………………………………………………………. Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….35 B...22 4.. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….23 5...Sejarah singkat sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan…………………………………………… 20 2... Analisis Data…………………………………………………………31 1.... Kesimpulan…………………………………………………………...Berangkat Dari Keprihatinan………………………….27 1..28 2..25 7...... Penyajian Data………………………………………………... Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………34 BAB : IV PENUTUP A..36 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………. Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………30 C.29 3.......Sarana Prasarana…………………………………………………26 B..11 1. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………..………………………………………………………………...37 Lampiran .Kurikulum………………………………………………………....32 2.. 21 3....33 3..Struktur Organisasi………………………………………………24 6.

Keadaan Personalia Guru 4. Struktur Organisasi . Fasilitas Pembelajaran 2. Data Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) 3.12 DAFTAR TABEL 1.

Juz 1 Hadits no. sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan memadai menduduki posisi yang sangat vital dan strategis dalam kotek saat ini. Latar Belakang Memasuki abad ke 21 ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang pesat. Konsekuensi logisnya. 1 . bahkan pendidikan menjadi suatu kewajiban yang harus di jalani manusia dalam kehidupanya. Dar Al-kitab Al-Ilmiah. 81. Sabda Rasulullah saw.1 ‫ﻃﻠﺐ اﻝﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ آﻞ ﻣﺴﻠﻢ ٍوﻣﺴﻠﻤﺔ‬ ٍ َ ِْ ُ َ ِْ ُ ِ ُ َ َ ٌ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ ْ ُ ََ ّ Artinya : Dari anas ibnu malik berkata. hal.224. Sebab pendidikan menjadi suatu jalan atau cara yang mengantarkan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang mendapat prioritas utama dalam kehidupan manusia.tt). Sebagaimana di jelaskan dalam hadits nabi Muhammad SAW. menyebabkan semakin besarnya arus informasi dan terbukanya pasar internasional yang berdampak pada persaingan bebas yang begitu ketat di segala aspek kehidupan. Dalam era tersebut kita di tuntut mampu berperan dalam persaingan bebas. (Bairut. lebih-lebih dalam dunia pendidikan." Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang muslim (laki-laki dan perempuan)" 1 Sunan Ibnu Majah.13 BAB I PENDAHULUAN A.

44. (Jakarta: PT. lebih dari itu ada tujuan pembentukan kepribadian. menghargai dan memamfaatkan sumberdaya manusia (SDM).3 Sehingga siswa dapat mengenal potensi yang dimilikinya dan kemudian dapat mengembangkan potensinya sesuai bakat dan mural. Untuk membina bangsa yang beragam pendidikan agama ditempatkan pada posisi Utami Munandar. hal. 2002). Sila pertama dalam pancasila adalah Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang memberikan makna bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beragam. Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh pendidikan terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian utama. terutama bagi perkembangan bangsa dan Negara. Gramedia Pustaka Utama. Kreatifitas Dan Keberbakatan : Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat. 4. 3 Achmad D. 1974).hal ini berkaiatan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya. Dalam hal ini betapa pentingnya kedudukan pendidikan agama dalam peningkatan manusia Indonesia seutuhnya. 2 . Buktinya dengan ditempatkannya unsur-unsur agama dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. kemajuan suatu kebuadayaan tergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. Marimbah.2 Adapun pendidikan disini tidak hanya sebagai: Transfer Of Knowledge. salah satunya kepada peserta didik. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam.14 Pendidikan mempunyai peran yang amat menentukan bagi perkembangan atau peningkatan dan perwujudan diri individu. hal. (Bandung: Al-Ma'arif.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif meningkatkan potensi dirinya nuntuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan. pendidikan agama bisa menjadi 4 Moch. hal. Dalam UU No 20 tahun 2003 Tentang SISDIKNAS pasal 12 ayat 1 dinyatakan bahwa:5 " Setiap peserta didik pada setiap sauna pendidikan. akhlak mulia. berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama" pendidikan agama adalah bagian dari proses pendidikan nasional. 2003). kepribadian. Vol. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. Kasiram. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. bangsa dan Negara. masyarakat. 5 .6 Oleh karena itu.6. hal. Nomor 1 tahun 2004). pendidikan agama disini mendapat prioritas utama. 7. pengendalian diri.4 Pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional memiliki posisi yang kokoh yang secara yuridis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan peningkatan manusia seutuhnya.15 stategis dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan nasional bahwa: pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. kecerdasan. 6 Hanum Asrohah. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. 77. Dengan demikian bangsa Indonesia menempatkan pedidikan agama pada kedudukan yang tinggi dalam sistem pendidikan nasional dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan peningkatan bangsa Indonesia. “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo” (Jurnal: Nizamia.

(Jakarta : PT. Proses pembelajaran yang digunakan pada guru agama selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah. Quantum teching.8 Untuk menghadapi tantangan ini pendidikan harus mampu mencari model atau penerapan strategi penyampaian pendidikan agama yang baru.2005). yang belum mampu menjadikan semua siswa dikelas bisa menguasai tujuan-tujuan umum pembelajaran terutama bagi siswa yang berkemampuan rendah. hal 4.7 Disini lain strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah saat ini pada umumnya masih bersifat konvensional. oleh karena itu model pengajaran yang bersifat indoktrinasi-dokmatis dan normative. Sutrisno. Akibatnya pendidikan agama islam kurang dapat memberi pengaruh yang berarti pada kehidupan siswa sehari-hari bahkan mengakibatkan terjadinya krisis multi dimensi terutama krisis mural pada kalangan siswa. Revolusi Pendidikan di Indonesia : Membedah Metode Dan Teknik Pendidika Berbasis Kompetensi. 7 . yang bisa memutivasi peserta didik untuk secara aktif menjawab persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari. hal 42. (yokyakarta : Ar-Ruzz. bosan dan malas belajar. 2005). penemuan dan penerapan serta menjadikan siswa mnjadi jenu. guru memberi penjelasan dengan berceramah mengenai materi pelajaran dan siswa sebagai pendengar. 8 Syafrudin Nurdin. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. metode pembelajaran semacam ini kuarang memberikan arahan pada proses pencarian.16 salah satu solusi ditengah keadaan bangsa saat ini agar tidak terperosot kejurang keruntuhan dan krisis mural yang semakin mendalam. pemahaman.

9 Moh. dimana anak dilatih untuk menggunakan persepsi agamis terhadap realitas kehidupan. Pola ini menuntut upaya lebih menekankan pada faktor kemampuan berfikir dan berperasaan muralis yang menentang ke arah Tuhan. hal. bahwa pendidikan hafalan dan drill adalah bentuk pendidikan yang tidak bermakna. Bila udah demikian. Maka tidak aneh.9 Sebagaimana dijelaskan Ausuble. kurikulum apapun yang digunakan akan mendapatkan hasil yang sama. Di samping pendidikan agama di sampaikan secara empirik problematik juga disampaikan dengan pola atau strategi yaitu keselarasan anatara akal kecerdasan dan perasaan yang melahirkan perilaku ahlakul karimah dalam kehidupan berbangsa bernegara. Pelaksanaan Pendidikan Pada Sekolah-Sekolah di Kota Malang. menurut Paulo freire: pendidikan seperti ini adalah pendidikan yang membelenggu dan tidak manusiawi. 78-79. bila hasil pandidikan selama ini selalu menghasilkan siswa yang berfikir linear tidak kreatif. Karena memang sekolah hanya mengembangkan atau meningkatkan otak kiri ketimbang otak kanan siswa. di mana iman dan taqwa menjadi rujukanya. yaitu pembodohan. . Kasiran.17 Hal ini penting dalam pembentukan sikap social anak. dan ke arah masyarakat. Disini guru agama harus selalu berusaha mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi teologis dalam menghadapi setiap bentuk tantangan hidup.

Disini diperlukan kreatifitas yang harus dilakukan oleh semua pihak baik pihak guru maupun siswa. Belajar kreatif memungkinkan timbulnya ide-ide baru.11 Adapun dalam usaha menerapkan pendekatan pembelajaran yang sistematis. akan tetapi menjadi menyenangkan bagi siswa serta menjadikan proses belajar siswa lebih bermakna dan mampu mengaitkan materi dengan kehidupan seharihari. 11 . Paradikma Pendidikan Masa Depan. 2002). Pasal 12 ayat 1. cara-cara baru dan hasilhasil yang dapat menghasilkan bagi pembangunan atau peningkatan nasional Indonesia. Karena guru sangat berpengaruh terhadap mutivasi belajar siswa dan guru dituntut untuk lebih kreatif dalam merangsang pembelajaran dan mengembangkan atau meningkatkat kreatifitas mengembangkan dan menemukan solusi secara mandiri karena pendidikan yang kreatif dapat memecahkan segala problem dengan solusi yang cepat dan tepat. Sikdiknas.18 Oleh karena itu sudah saatnya sistem pendidikan yang selama ini harus di rubah lebih-lebih untuk sekolah dasar. (Yogyakarta : Biograf Publishing. hal. UU Sisdiknas No.10 Dengan adanya model pembelajaran yang kreatif itu dapat menunjang siswa dalam proses belajar mengajar sehingga siswa tidak lagi merasa jenuh atau bosan. terutama pada pendidikan agama islam. 29. 20. terutama guru. 19. kreatif dan menyenangkan salah satu sekolah dasar di Bangkalan yang lebih dikenal dengan nama sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan diBawah naungan NU telah berupaya menerapkan model pembelajaran baru atau 10 Zamroni.

sehingga pembelajaran lebih menyenangkan. Yang mana Edutaiment itu sendiri adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmonis yang menjadikan pembelajaran terasa menyenangkan. Adapun metode yang digunakan sekolah tersebut bernama "Model atau Penerapan Strategi Pembelajaran Edutaiment". Sutrisno. sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis.rasa senang. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. dan mereka menikmatinya. Sebagaimana telah dijelaskan sustrisno dalam bukunya "Revolusi Pendidikan diIndonesia" bahwa Edutainment berasal dari kata Education (pendidikan) dan Entertainment (hiburan) jadi Edutainment dari segi bahasa berarti pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. 2005). tetapi dapat juga dengan rasa. 12 .12 Seperti Contoh: (Drama) Dalam kisah para Nabi "Salah satu siswa disuruh menceritakan sejarah / kisah para Nabi seperti halnya pada saat perang badar atau juga pada kekuasaan abbasiyah dengan model atau bentuk implementasi yang siswa itu mampu. Bisa juga dengan cara memutar . bermain peran (role play) dan Demontrasi.19 penerapan strategi pembelajaran baru yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat mengembangkan atau meningkatkan kreatifitas belajar siswa. pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (game). Membedah Metode dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetensi (yokyakarta : Ar-Ruzz. 31. hal.

Rumusan Masalah Dengan uraian latar belakang masalah tersebut diatas. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 5. maka peneliti merumuskan sebagai berikut: . sebagai berikut: 4. Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 6. Definisi Operasional Definisi ini untuk memperjelas dan mempertegas kata-kata atau istilah kunci yang diberikan dengan judul penelitian.20 CD kemudian di jelaskan kpd siswa yang lain atau juga siswa disuruh menyimak pembelajaran yang disampaikan oleh guru dengan mengunakan CD atau peralatan lainnya kemudian siswa dituntut menyampaikan kembali atau menjelaskan apaapa yang telah terekam pada pemutaran CD tersebut". B. maka untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang permasalahan dalam penelitian ini. Agar lebih mudah untuk memahami makna. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? C.

(Ciputat. Dr Asyumardi Azza.21 1. 14 13 . 121. Joyce Vycoh. 2003). (Jakarta. 177.14Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Kalimah).13 2.15Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. Pendidikan Islam. 15 16 Abu Ahmadi Dan Widodo Supriono. Strategi Pembelajaran Edutainment : Adalah suatu proses pembelajaran yang merupakan aktivitas kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik. 31. 16 Prof. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. hal. psikologi Belajar.sesuai rencana yang telah diprogramkan. Reneka cipta. hal.sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan. 43.16 Sutrisno Revolusi. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat. hal. Menjadi Super Kreatif: Melalui Metode Pemetaan Fikiran. MA. memahami.dan yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis. Kreativitas belajar SKI : Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. (Bandung: Kaita. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. hal. 1991).

karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif. Untuk mengetahui bagaimana kreativitas belajar siswa dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. 2. Strategi yang dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi (SKI) : Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara. opservasi maupun dokumentasi. D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. maka penelitian ini betujuan sebagai: 1. .22 3. dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.

Metode Penelitian 1. Motivasi para praktisi pendidikan terutama para guru untuk kreatif dan inovatif dalam memilih metode atau model pembelajaran yang sesuai dengan dunia siswa. Manfaat Penelitian 1. Penelitian kualitatif deskristif adalah Suatu penomena penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan-keadaan atau status penomena yang terjadi yang terdapat dalam arti baik kata-kata tertulis maupun lisan dari orang yang menjadi subyek penelitian. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti mengenai pembelajaran yang efektif serta mengembangkan sikap potensi dan bakat manusia yang sedemikian beragamnya. Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dan yang dapat meningkatkan kretivitas belajar dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. E. F.23 3. Jenis penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian Kualitatif Deskristif. 3. Sebagai tambahan referensi atau wacana bagi pemerhati pendidikan serta bagi semua pembaca.data yang dikumpulkan adalah berupa kata- . 2. khususnya pembelajaran bagi siswasiswi MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.

dan dokumen resmi lainnya. Data tersebut mungkin berasal dari naskah. dokumen pribadi. Pendekatan ini dapat diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh). kelapangan guna memperoleh data yang dibutuhkan. Metodologi penelitian kualitatif. . hal. wawancara. (Bandung : Rosda Karya. hal. Menurut Lexy Moloeng yang dikutipnya dari pendapat Bogdan dan Tailor. gambar dan bukan angka. Lexy Moleong. Jadi metode deskriptif ini menekankan bahwa objek yang 17 18 Lexy Moloeng. catatan lapangan. mendefinisikan bahwa metode deskriptif adalah menggambarkan sifat atas sesuatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. video tipe. 3. foto.18 Sedangkan menurut Travers.24 kata. Sehingga kita dapat memahami menyeluruh hasil penelitian disamping itu dalam penelitian kualitatif ini peneliti harus terjun langsung. prinsip angka atau metode statistic. penelitian deskriptif adalah data yang berupa kata-tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.17 Penelitian kualitatif berusaha menampilkan secara holistik (Utuh) yang membutuhkan pencermatan dalam pengamatan. 11. sehingga dapat digambarkan kondisi dan keadaan yang sebenar-benarnya dengan isyarat atau tindakan social. tidak mengandalkan bukti logika matematis. catatan atau memo. 2007). Peneliti ini berusaha untuk menggambarkan dan mengklasifikan fakta atau karakteristik fenomena yang ada faktual dan cermat. Metodologi. sebagaimana dikutip Sevill dkk.

98. Penelitian deskripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang saat ini berlaku.cet 9. Suatu Pendekatan Praktek. Jenis Dan Sumber Data a.hal.Renika Cipta. Jenis data Data merupakan segala keterangan (Informasi) mengenai segala hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Imam Suprayoso Tabroni. 134. (Jakarta: Aksara 2006). kejadian) dan melaporkan sebagaimana adanya.20 2. 22 Ibid.25 diselidiki dalam keadaan sekarang pada waktu penelitian dilakukan (berlangsung).22 Diantara data kualitatif dalam penelitian ini adalah: a) Model atau Penerapan strategi pembelajaran edutaiment dan pengembangan kreativitas pada bidang studi SKI. (Jakarta. 20 Mardalis. yang didalamnya terdapat upaya menjabarkan. Metodologi Penenilitian Sosial Agama (Bandung: Remaja Rosda Karya. menganalisa dan menafsirkan kondisi yang selama ini terjadi. hal. 2001).19 Penelitian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang apa dan bagaimana suatu keadaan (fenomena. hal. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. 21 Suharsimi Arikunto. 1993).21 Berangkat dari topik permasalahan skripsi ini maka jenis-jenis data yang relevan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 104. 137. 19 . Prosedur Penelitian. mencatat. Data kualitatif yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinialai dengan angka secara langsung.

dan merupakan bahan utama penelitian. sumber data yang digunakan malalui 2 cara yaitu: 1. keadaan guru dan murid serta sarana prasarana. 1989).23 Berdasarkan jenis-jenis data yang diperlukan maka dalam penelitian ini. 24 Sutrisno Hadi. visi. 23 . Metodologi Rasearh. yaitu: a. Sumber Data. 107. hal.) Fild rasearh adalah sumber data yang dipoleh dari lapangan penelitian yaitu: mencari data dengan cara terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data yang lebih kongkrit yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. 2002). kurikulum pendidikan. Data yang di Suharsimi Arikunto.) Sumber literatur (field literature) yaitu sumber data yang digunakan untuk mencari landasan teori tentang permasalahan yang diteliti dengan menggunakan buku-buku kepustakaan. 66.24 Adapun sumber data ini ada 2 macam. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya untuk diamati dan dicatat dalam bentuk pertama kalinya. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek . Sumber data adalah sumber data yang di peroleh. struktur organisasi. (yokyakarta : Andi Offset. (Jakarta Renika Cipta. dan motto. jilid 1.26 b) Gambaran umum obyek penelitian antara lain sejarah berdirinya sekolah. misi. Data kuantitatif adalah data yang diukur atau dihitung secara langsung karena berupa angka-angka adapun data yang di maksud adalah: b. 2. 2.

maka dalam setiap penelitian terlebih dahulu harus menentukan metode apa yang akan dipakai untuk mendapatkan serta mengumpulkannya. Data sekunder adalah data yang pengumpulanya tidak diusahakan sendiri oleh peneliti. Sumber sekunder ini bersifat penunjang dan pelengkap data primer. dan TU. Kepala Sekolah.misalnya dari keterangan atau publikasi lain.Creator (TIPS). 3. Metode Observasi Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Data yang di maksud adalah data tentang sekolah berdirinya sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan berupa dokumen-dokumen lainya. pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat . b. peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: 1. Dalam penelitian ini. Sebab metode merupakan kunci keberhasilan dalam suatu penelitian.Guru SKI. sehingga data yang diperoleh itu benar-benar valid. Wakil Kepala Sekolah.27 maksud disini adalah data tentang model strategi pembelajaran edutaiment dan kreatif pada bidang studi SKI adapun data ini diperoleh dari beberapa sumber yaitu. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang sesuai dengan apa yang diharapkan.

motivasi. Metode Penelitian Kualitatif. kegiatan. perasaan dan sebagainya yang dilakukan oleh dua pihak yaitu wawancara (interview) yang mengajukan pertanyaan dengan orang yang diwawancarai (interview).28 terjadi atau belangsungnya perstiwa sehingga observasi berada bersama obyek yang diselidiki dan disebut juga obsevasi langsung.26 Menurut S Magono teknik wawancara adalah cara mengumpulkan data melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data dengan sumber data. hal. (Yogyakarta.25 Metode ini digunakan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang lokasi dan letak geografis. 143. 2006). 26 Burhan Bungin. hal. Metode Interview (Wawancara) Interview adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengontruksi mengenai orang. organisasi. penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa di bidang studi SKI dan semua hal yang berkaitan dengan penelitian di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 2. Teknik wawancara dilakukan untuk menggali informasi berkenaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dibidang studi SKI di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Nawawi Hadari. (Jakarta: PT Grafindo Persada. 100.2005). kejadian. Metode Penelitian Bidang Sosial. sarana dan prasarana. 25 . Gadjah Mada Univercity Press.

kategori dan S. 4. dilakukan pengolahan dengan proses editing. karyawan. adalah proses mengatur urusan data. Metode Analisis Data Setelah data terkumpul dilakukan pemilahan secara selektif disesuaikan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian. 270. surat kabar. Analisis data menurut Patton yang dikutip oleh Moleong. 63. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. misi. dan mutu. Koentjaraningrat. 28 27 . dan siswa. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. peneliti mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan atau benda-benda tertulis. dan sarana prasarana. jumlah guru. apakah data tersebut sudah cukup baik dan dapat segera dipersiapkan untuk proses berikutnya. struktur organisasi. yaitu dengan meneliti kembali data-data yang didapat. foto. Metodologi Penelitian Pendidikan.27 Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah. hal. Bumi Aksara. (Jakarta. Margono.29 3. Metode Dokumentasi Dokumentasi dari asal katanya “dokumen” yang artinya barang-barang tertulis dengan melaksanakan metode dokumen ini. Sebab itu.28 Secara sistematis dan konsisten bahwa data yang diperoleh dituangkan dalam suatu rancangan konsep yang kemudian dijadikan dasar utama dalam memberikan analisis. dan dokumen mengenai gambaran umum obyek penelitian. Edisi Revisi III. visi.1995). hal. buku. 1997). mengorganisasikan kedalam suatu pola. transkip.

Peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. Metode Penelitian……. memperoleh 29 30 Lexy J.30 satuan uraian dasar. Prosedur Penelitian……. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor. penulis berusaha memecahkan persoalan-persoalan yang ada dalam rumusan masalah dan mengalisa data-data yang diperoleh dengan menggunakan sosiologis. analisa data adalah proses yang merinci usaha yang secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan kepada tema dan hipotesis itu. Dalam penelitian ini. yaitu riset deskriptif yang bersifat eksploratif dan riset deskriptif yang bersifat developmental.Moleong. 195 . yaitu penelitian yang dilkukan dengan menggambarkan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan untuk kategori kesimpulan. Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis.29 Dalam penelitian ini yang digunakan penulis dalam menganalisa data yang sudah diperoleh adalah dengan cara deskriptif (non statistik). yaitu dengan menggambarkan keadaan atau status fenomena. 103 Suharsimi Arikunto.30 Dalam hal ini penulis menggunakan deskriptif yang bersifat eksploratif. Penelitian deskiptif dibedakan dalam dua jenis penelitian menurut sifat-sifat analisa datanya.

Mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh. Diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Adapun cara-cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh keabsahan data tersebut antara lain: 1. Teknik 31 Ibid. Metode Keabsahan Data Agar data ini dapat dipertanggung jawabkan.31 5.. dalam hal ini peneliti merasa perlu mengadakan pemeriksaan keabsahan data. dalam penelitian kualitatif di butuhkan metode pengecekan keabsahan data. 329 . sehingga data tersebut dapat dipahami dan tidak diragukan. 2. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan suatu yang lain.31 Ketentuan pengamatan ini bertujuan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan penelitian dengan kata lain peneliti menelaah kembali data-data yang terkait dengan fokus peneliti. Ketekunan Atau Keajekan Pengamatan Ketekunan atau keajekan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif. mencari apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat diperhitungkan.

32 Ibid. tinjauan mengenai kreativitas. BAB III : Paparan hasil penelitian mencakup: Gambaran umum.32 triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lain.32 Dalam hal ini peneliti memeriksa data-data yang diperoleh dari subyek penelitian.. definisi operasional. metode penelitian. BAB IV : Yang berisikan tentang kesimpulan dan saran-saran panulis. mamfaat penelitian. Untuk mempermudah dalam pemahaman skripsi ini penulis menyusun menjadi 4 BAB dengan sistematika sebagai berikut: BAB I : pendahuluan yang terdiri dari latar belakang. 330 . sehingga keabsahan data tersebut dapat dipertanggung jawabkan. tinjauan mengenai sejarah kebudayaan islam dan penerapan strategi model pembelajaran edutaiment dalam pengembangan atau peningkatan kreativitas belajar pada bidang studi SKI. rumusan masalah. serta penyajian data dan analisis beserta keabsahan data. G. Sistematika Pembahasan. BAB II : landasan teori yang berisikan tentang tujuan mengenai model atau penerapan strategi pembelajaran edutaiment . kemudian data tersebut peneliti bandingkan dengan data dari luar yaitu dari sumber lain. dan sistematika pembahasan. subyek penelitian.tujuan penelitian.

bermain peran (Role Play) dan demontrasi. dan mereka menikmatinya. Pembelajaran Edutainment a. tetapi dapat juga dengan rasa. 33 23 . 31. pembelajaran menyenangkan. Sutrisno. (Yogyakarta : Ar-Ruzz. Penemuan-penemuan terbaru ini .rasa senang. sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga secara muatan pendidikan sehingga dan hiburan dapat lebih dikombinasikan harmunis. hal. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (Game).33 Perpaduan antara belajar dan bermain ini mengacu pada sifat alamiah anak yang dunianya adalah dunia bermain. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens. bagi anak jarak antara belajar dan bermain begitu tipis pilihan strategi pembelajaran edutainment ini juga berlandaskan pada hasil riset cara kerja otak.33 BAB II LANDASAN TEORI A. 2005). Pengertian Edutainment Sebagaimana telah dijelaskan Sustrisno dalam bukunya " Revolusi Pendidikan di Indonesia "Bahwa Edutainment berasal dari kata" Education (Pendidikan) dan Entertainment (Hiburan)jadi Edutainment dari segi bahasa berarti Pendidikan yang menghibur atau menyenangkan.

Anggaini sudono. 2003). enjoy dan menyenangkan. sebagaimana penjelasan pobel yang lebih menekankan . menentukan. menciptakan. 3. bekerja sama dengan teman. supaya proses belajar mengajar tidak terasa jenuh dan membosankan tetapi menjadi suasana belajar yang fun. mengerjakan secara tuntas. tetapi justru merupakan arena bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa.34 bahwa anak akan belajar efektif bila dalam keadaan fun dan bebas dari tekanan (Revolutional Learning). memilih. mengeluarkan pendapat. mengembalikan. sehingga belajar tidak lagi membosankan. menyatakan bahwa balajar dengan bermain akan memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat memanipulasi. Anggaini Sudono. Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan : Untuk Pendidikan Usia Dini. membongkar. 34 . 2005. mempraktekkan dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya. (Jakarta Grasindo. menemukan sendiri. hal. merekplorasi. 6 35 . Sumber Belajar dan Alat Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. memecahkan masalah.34 Adapun pelajaran yang diterapkan dikemas dalam suasana bermain dan bereksperimen. memasang. Disinilah proses pembelajaran berlangsung mereka mengambil keputusan. Untuk itu pentingnya penerapan atau strategi bermain dalam belajar. mengulangulang. dan mengalami berbagai macam perasaan.35 Pendidikan untuk anak perlu disesuaikan dengan minat serta tahap perkembangan atau peningkatan anak. mencoba.

1-2. persamaannya ialah bahwa dalam belajar dan bermain keduanya terjadi perubahan. Bermain. Melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya. bergairah. Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. yang dapat mengubah tingkah laku. kecewa bangga dan lain-lain. pembiasaan dan pendidikan aspek apapun hendaknya dilingkupi dengan kreatifitas bermain. hal.36 Jadi plato. 2001).37jadi bermain sangat penting dan berpengaruh besar terhadap perkembangan dan peningkatan psikologi anak. sedih. menganggap bermain sebagai kegiatan praktis. hal. Mayke S. melalui bermain anak merasakan berbagai pengalaman emosi. 37 . Bermain merupakan salah satu ciri pendidikan usia dini yang paling tepat. belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tatacara pergaulan. Karna dalam bermain juga terjadi proses belajar. 36 . selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan dan peningkatan kognitif anak. Tedjasaputra. Bermain. pelatihan. artinya. Tedjasa putra. sikap dan pengalaman anak. Bermain selain berfungsi penting bagi perkembangan atau peningkatan pribadi juga mempunyai fungsi social dan emosional. 20. Mayke S.35 pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka. bermain digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu anak. hal itu akan mengasah .aristoteles dan fobel. (Jakarta : Grasindo. senang. pembelajaran.

sesuai dengan gerak hati anak. dan mendatangkan secara bervareasi. kecerdasan emosi dan keterampilan fisik. kecuali ketika kita sedang bermain.dunia anak-anak adalah dunia bermain kalau kita ingin mendidik. yang dilakukan dengan ceria. Tiada waktu yang paling menyenangkan pada usia dini. kegiatan itu bagi anak tidak berarti apa-apa waktu mungkin berbiaya mahal. menyenangkan merupakan kata kunci dalam setiap kegiatan bagi anak. Kak seto mulyadi dalam bukunya " bermain itu penting " menyebutkan bahwa bermain tidak bertentangan dengan kegiatan belajar. pelatihan dan pembiasaan hendaknya dalam suasana yang menyenangkan. bahasa anak. Kegiatan bermain adalah kegiatan apasaja dalam suasana menyenangkan. tanpa suasana yang menyenangkan. justru dengan bermain sesuai dengan tahap perkembangan dan peningkatan anak. melatih dan membiasakan anak-anak dengan kemampuan dan keterampilan tertetu masuklah melalui media bermain. kegiatan yang dilakukan secara spontan. tidak memaksa dan tidak menjadikan mereka bersedih hati. Fungsi bermain pada usia dini cukup banyak antara lain adalah merangsang perkembangan atau meningkatkan motorik anak. dengan demikian tidak membebani. mengembangkan kecerdasan emosi anak. sangat membantu proses belajar mengajar. tanpa paksaan. membangun sosial anak. . Oleh karena itu orang tua dan pendidikan dalam menciptakan kegiatan belajar.36 kecerdasan otak. bebas dan tanpa beban.

anak perlu mengerti pembicaraan orang lain dan mampu menyampaikan isi hatinya kepada orang tua. Keterampilan motorik dikembangkan melalui permainan : berjalan. maka semua ahli pendidikan prasekolah. Kemampuan bahasa dan daya fikir perlu dikuasai. 82-85. (Jakarta : Grasindo. dan mengembangkan keterampilan fisik dalam arti tangan anak-anak. 38 . berlari.37 mengembangkan kecerdasan nalar-fikir anak. meniti. melompat. hal. berguling dan sebagainya. a. menangkap. b. pelatihan dan pembiasaan. sangat menganjurkan agar pendekatan pembelajaran. The Rianto Fise dan Martin Handoko FIC.38 . Dengan fungsi yang sedemikian penting bagi proses pendidikan anak. mampu memahami hal-hal disekitarnya. Kemampuan bermasyarakat dan berhubungan social perlu dikuasai agar anak mampu berdiri sendiri dan bergaul dengan orang lain. berjinjit. melempar. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. 2004). agar anak lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain. Orang tua atau pendidik memberikan kebebasan untuk melakukan berbagai kegiatan dan bersedia menjawaab pertanyaan anak-anak. dilaksanakan dengan "Bermain Yang Menyenangkan" Dunia anak adalah dunia bermain tentu saja dengan bermain itu anakanak belajar berbagai macam hal. dengan bermain berbagai kemampuan dasar anak di kembangkan seperti. berdiri satu kaki. c.

Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein. semakin beragam gerakan yang ia tampilkan dan segala kebisingan yang ia ciptakan menunjukkan betapa kuat keinginan untuk belajar. dengan bermain dapat meningkatkan intelektual (Kognitif) anak serta dapat mengembangkan dirinya.40 Belajar sambil bermain akan menjadikan siswa lebih hidup. dalam telaah itu ditemukan bahwa sebagian pembelajaran terpenting dalam kehidupan diperoleh masa kanak-kanak yang paling awal. 2006). Pembelajaran yang menyenangkan bukan semata-mata pembelajaran yang mengharuskan anak-anak untuk tertawa berbahak-berbahak.38 Dedi Supriadi mengutip bahwa sebuah telaah yang dilakukan broner dan donalson.Juli 2003). Dedi Supriadi.baik pada kreativitas maupun potensinya. 40 . 15. yang mana pembelajaran itu sebagian besar diperoleh dari bermain. Permainan apapun yang dilakukan akan merupakan proses belajar. nyaman dan menyenangkan. (Republic : Jum’at.. melainkan sebuah pembelajaran yang didalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan murid dalam suasana yang sama sekali tidak ada penekanan yang ada . Imam Musbikin. (Yogyakarta : Mitra Pustaka. bila kita memahamikebutuhan bermain anak tentunnya kita dapat merangsang anak sedemikian rupa agar permainan yang diminatinya menunjang keberhasilan proses belajar nya memang mendomenasi seluruh masa perkembangan nya.39 Karena bermain merupakan kebutuhan anak yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. hal. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah. 39 . 11.

nyaman dan mengagumkan serta ada pada bagaimana hubungan antara guru dan murid dapat terjalin dengan pendekatan didaktif metodik yang bernuansa " Redagogis " artinya Interaksi antara guru sangat luwes. Ahmad Sapari. Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. akrab dan bersahabat sebagaimana teman sendiri.41 Supaya pembelajaran enjoy dan menyenangkan serta siswa tidak merasa tertekan dan bebas bergerak maka pembelajaran harus didesain sedemikian rupa. dengan menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan. (Didatika. serta bebas dari tekanan dan jauh dari kebosanan atau kejenuhan.39 hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung pembelajaran yang membebaskan. Dalam konsep pembelajaran edutainment. hal. adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis. 8 Desember 2003). nyaman dan tidak membelenggu siswa. Sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (Learning Climate) yang kondusif. 3. . roh pembelajaran ada pada proses pembelajaran yang menyenangkan. sebab tekanan apapun namannya hanya akan mengkerdilkan pikiran siswa. Senin. takut dan bisa berinteraksi dengan bebas dan menyenangkan. 41 . dengan begitu siswa tidak merasa dibatasi. menurut konsep paolo fraire.

40 Bermain tidak hanya menyenangkan. bahwa aktivitas bermotu bagi anakanak merupakan suatu proses pendidikan dan pengajaran karena mainan mencerminkan sarana yang efektif dan sukses untuk mengaktualisasikan diri. kekuatan memorinya. pada yang sama aktivitas bermain dapat memberikan pengaruh terhadap kapabilitas anak dan kemampuan akal serta pengetahuan mungkin dicermati melalui hasil disekolah. 42 . Dengan permainan anak dapat membentuk peradaban dan pemikiran anak kecil dengan demikian anak diharuskan untuk bermain baik dirumah. permainan anak merupakan sarana edukatif yang penting dalam pertumbuhan anak-anak. Pada umumnya. tidak hanya tingkat pendidikan yang merupakan dasar dalam mengembangkan kepribadin yang baik. Ahmad Abdussalam Al-Kholili. (Karta Timur. dan pengetahuannya tentang berbagai hubungan kausalitas yang membantu untuk berkreativitas dan berinovasi. tetapi juga dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan peserta didik salah satunya adalah perkembangan kreatifitas anak (Siswa). namun lebih dari itu. Mengembangkan Kreativitas Anak. mengingat mainan bagi anak-anak memiliki nilai edukatif yang besar. 206.42 . Tidak mungkin dikesampingkan. merupakan suatu keharusan untuk memproduksi mainan edukatif dan teknik bagi anak dan memperluasnya. Pustaka Al-Kautsar 2005). hal. dilihat dari pemikiran. disekolah maupun dilingkungan. imajinasi. karena itu.

Oleh John P. b. Adapun konsep dasar dari masing-masing metode ini adalah: a. Active Learning. . The Accelerated Learning. the classroom artinya ruang kelas jadi humanizing the classroom secara harfiah brarti memanusiakan ruang kelas. tetapi yang dimaksud disini adalah bahwa proses pembelajaran guru hendaklah memperlakukan siswa-siswanya sesuai dengan kondisi mereka masing-masing.Meller terfokus pada pengembangan model " Pendidikan Afektif " yang dalam kosakatanya sering disebut dengan " Pendidikan Kepribadian" atau "Pendidikan Nilai". Tawaran Meller ini bertumpu pada dorongan siswa untuk: • Menyadari diri sebagai suatu suatu proses pertumbuhan yang sedang dan akan terus berubah. Quantum Teaching. • Mencari konsep dan identitas diri. Konsep Dasar Edutainment Edutainment dalam perjalanannya menjalma dalam berbagai bentuk seperti humanizing the (Class Room. Quntum Learning.41 Dengan demikian permainan sangat penting dan bermamfaat dalam kehidupan anak-anak karena ia merupakan sarana alamiah dan spontanitas untuk belajar dan membaca. Humanizing The Classroom Artinya manusiakan. dan Sebagainya).

I remember a little.42 • Memadukan kesadaran hati dan pikiran.hal. (USA: Allyn & bacon. memecahkan berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari. pada saat kegiatan itu aktif. dengan cara mendengar.44 Menurut silberman. siswa melakukan sebagian besar pekerjaan belajar. Pelajari John p. dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan. What I hear and see.Meller. (new york: praeger publishers. 32-33 44 Melvin L.. Hasil pengembangan dan peningkatan dari pernyataan Confucius ini oleh silberman diabadikan dengan kredo: What I hear. cara belajar dengan mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit.silberman. melihat. 43 . Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education. 1976). 1996). Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. diskusi dan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan.43 b. I forget.mereka mempelajari gagasan-gagasan. Menurut Melvin L. belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus. belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi kepada siswa. Active Learning Artinya pembelajaran aktif. dengan cara mendengarkan. Silberman.melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham.

psikis dan emosi siswa menjadi suatu kesatuan 45 Ibid. konsep dasar dari pembelajaran ini adalah bahwa pembelajaran itu berlangsung secara cepat.see. I begin to understand. visual dan intelektual (SAVI). auditory. Quantum Teacing Berusaha mengubah suasana belajar yang menoton dan membosankan ke dalam suasana belajar yang meriah dan gembira dengan memadukan potensi fisik.dave mair. Active learning menyajikan 101 strategi pembelajaran aktif yang hampir dapat diterapkan untuk semua pelajaran.see. I acquire knowledge skill. c. Quantum Learning Didefinisikan sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. menyarankan kepada guru agar dalam mengelola kelas menggunakan pendekatan somatic.45 Belajar aktif merupakan langkah cepat.discuss. I master.and do. Karma semua kehidupan adalah energi. menyenangkan. menyenangkan dan memuaskan. What I teach to another. and askquestions about or discuss with someone else. The Accelerated Learning Artinya pembelajaran yang dipercepat.43 What I hear. What I hear.1. . dan menarik. e. hlm. d.

belajar yang paling baik bisa berlangsung jika semuanya itu digunakan secara stimultan. Cara Belajar Visual Diartikan (Belajar dengan mengamati dan menggambarkan) atau disebut dengan istilah "learning by observing and picturing" iv. terpadu. efisien dan progresif.yang berisikan prinsip-prinsip system perancangan pengajaran yang efektif. Keempat cara bealajar ini harus ada agar belajar berlangsung optimal. auditori. Adapun dalam pengelolaan dengan menggunakan cara belajar SAVI ini. terdapat beberapa pendekatan belajar yaitu somatic. Pendekatan Pembelajaran Edutainment Dalam metode pembelajaran Edutainment. karena unsur-unsur ini semuanya.44 kekuatan yang integral. Cara Belajar Somatic " Somatic " Berasal dari bahasa yunani yang berarti tubuh (soma).yang dimaksudkan sebagai (Belajar dengan bergerak dan berbuat). iii. Yaitu: i. visual dan intelektual atau lebih di kenal dengan istilah SAVI. "learning by moving and doing" ii. c. Cara Belajar Intelektual . Cara Belajar Auditory Auditory adalah (Belajar berbicara dan mendengarkan) atau dikenal dengan istilah "learning by talking and hearing".

hal. Kreativitas 1. Pengertian Kreativitas Ada beberapa definisi yang digunakan dalam membatasi maksud yang terkandung dalam pengertian " kreativitas " tidak dapat dipungkiri bahwa pengertian ini telah menyebar luas dan banyak digunakan melalui individuindividu yang memiliki keahlian yang berbeda. 2003). .dalam suharnan). Kreatifitas dapat didevinisikan sebagai suatu gagasan yang baru dan berguna (menurut holpern. Hasan galunggung memaknai " kreativitas " sebagai kesanggupan mencipta atau daya cipta. kreativitas memiliki beberapa pengertian dasar sebagai berikut: a) Kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. Dari arti termenologi tersebut " kreativitas " berarti potensi diri dalam membuat sesuatu atau mendorong agar sesuatu menjadi ada. peradaban yang kreatif. Kata " kreatif " berasal dari bahasa latin " crate " yang berarti menyebabkan tumbuh: menghasilkan.186. menciptakan. informasi atau unsur-unsur yang ada.45 Yaitu (Belajar dengan pemecahan masalah dan refleksi) atau disebut dengan istilah "learning by problem solving and reflecting" B. Pemikiran Islam Kontemporer. (yogyakarta : Jendela. 46 A khudhori Sholeh.46 Menurut pendapat munandar. yang secara otomatis hal ini menyebabkan munculnya sejumlah definisi yang berbeda pula. dan mengeluarkan.

47 Jadi kreativitas merupakan suatu cara melakukan sesuatu dengan berbeda. Dari uraiyan diatas dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan ataumenemukan sesuatu yang baru.unik. Sedangkan menurut rogers menekankan bahwa sumber kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri. (Jakarta : Grasindo Widya Sarana Indonesia 2003). jadi individu tidak terpadu pada satu jawaban. 2002). Kretivitas dan Keberbakatan : Strategi Mengujudkan Potensi Kreatif dan Bakat.48 Inti dari semua konsep kreativitas adalah adanya unsur kebaharuan hasil kreativitas Agoes.46 b) Kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah. 48 Utami. d) Kreativitas merupakan proses. Munandar . Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. disini individu memiliki kebebasan berfikir untuk menyatakan gagasan dan pendapat seluas-luasnya tanpa terikat pada aturan-aturan ynag berlaku. adapun orang yang melakukan kemampuan tersebut dikatakakan orang kreatif. hal. Dariyo.baru dan bermanaat. mengujudkan potensi.lebih baik. kecenderungan untuk mngepresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. (Jakarta : Grafindo Pustaka Utama . 24. 47 . 65. hal. luwes (flexsible). c) Secara operasional kreativitas mengandung pengertian sebagai kemampuan mental yang bersifat lancar (fluency). asli (orisinil) dan adanya elaborasi. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang.

49 Abu Ahmadi & Supriono . kreativitas. (Jakarta : Rinika Cipta . lompatan. Akhir-akhir ini istilah otak kanan telah digunakan sebagai cara populer untuk menyetakan kreatif. orisinil. hal. orang yang kreatif membawa makna dan tujuan yang baru. pertambahan dan dominan. . bebas dan imajinatif. Sedangkan otak kanan bersifat emosi. efektifitas dan membuat pembelajaran senang. Untuk dapat melahirkan kreatif sesorang harus dapat memamfaatkan kedua sifat otak kiri dan kanan. menyeluruh dan tersembunyi. Otak kiri bersifat logika . Jadi dari pengertian-pengertian tersebut diatas bisa diambil standar kreativitas adalah unik. artistic dan rapi kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara kedua otak tersebut. lisan. kreativitas adalah berfikir atau pemecahan masalah yang bersifat asli atau imajinatif. Psikologi Belajar . berbeda.47 berujud cara-cara berfikir atau melakukan sesuatu yang bersifat baru. mnyelesaikan masalah dan memberikan nilai tambahan atau keindahan. 121. dengan perkataan lain. berurutan. hal baru yang lebih baik serta bermamfaat. visual. Jadi kreatifitas belajar merupakan proses berfikir dimana siswa berusaha menemukan hubungan-hubungan baru untuk mendapat jabatan. Sedangkan belajar dapat diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.49 Belajar seperti ini sarat dengan aktivitas.1991).

mereka menjadi dirinya sendiri orang yang kreatif memiliki kebebasan berfikir dan bertindak kebebasan tersebut berasal dari dirinya sendiri. 2) Ekspresif : orang kreatif tidak takut menyatakan pemikiran dan perasaanya. kreatif dan nyaman serta menyenangkan pada diri siswa sangat bergantung pada aktifitas dan kreativitas guru. mereka penasaran ingin mengetahui apa yang akan terjadi. terutama untuk mengendalikan diri dalam mencari alternatif yang menghindar untuk mengaktualisasikan potensi kreatif yang di milikinya. menumbuhkan serta mengembangkan atau meningkatkan kreativitas peserta didik. untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif.48 metode baru dan cara-cara baru untuk memecahkan suatu masalah dari hasilhasil belajar tang mereka lakukan. Dalam proses pembelajaran edutainment belajar harus dapat mendorong. orang yang kreatif biasanya selalu ingin tahu. 2. maka diperlukan dukungan dari guru yang kreatif pula. mereka lebih berani mengambil resiko. Siswa yang kreatif cukup mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. . karma dalam menciptakan suasana yang kondusif. (tetapi dengan perhitungan) daripada siswa pada umumnya. memilki minat yang luas dan menyukai kegegemaran dan aktifitas yang kreatif. Ciri-Ciri Kreativitas Sebagian besar peneliti menunjukkan 4 ciri khas kreatif yaitu: 1) Keberanian : orang kreatif berani menghadapi tantangan baru dan bersedia menghadapi resiko kegagalan.

Ciri psikologis yang lain yang pada umumnya dimiliki orang yang kreatif yang diidentifikasikan david N. c) Kemampuan penyeimbangan kreasi gagasan dengan penyajian dan penilaian. juga penyelesaianya. hal. (Bandung : Kaifa.50 Secara alamiah. menggabungkan berbagai hal dengan cara yang baru dan bermamfaat akan menghasilkan yang kreatif. berarti kita bermain-main dalam humor.49 3) Humor berkaitan erat dengan kreativitas. tak terduga dan tidak lazim. d) Termotifasi oleh masalah atau tugas itu sendiri. jika kita menggabungkan hakhak sedemikian rupa sehingga menjadi berbeda. 50 . tidak konfensional serta mempunyai potensi untuk kreatif dengan melatih diri untuk berkreativitas siswa dengan mendesain pelajaran yang menentang. merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan memudahkan atau mencari jawaban sendiri. Joyce Wycoff . bukanya oleh keuntungan lain seperti jabatan atau popularitas.perkis. b) Minat menemukan masalah yang tidak umum. yang memiliki pola komunikasi berbeda dengan belahan otak kiri. 2003). 4) Intuisi : orang kreatif menerima intuisi sebagai aspek wajar dalam kepribadian mereka paham bahwa intuisi berasal dari sifat otak kanan. Menjadi Super Kreatif : Melalui Metode Pemitaan Pemikiran . 49-51. adalah: a) Dorongan untuk menemukan keteraturan dalam keadaan kacau balau. setiap anak itu kreatif.

Pada saat itulah ia disebut . hal ini tercapai karma ia menggunakan pemikiran yang baik. b. Selalu berusaha daan kosisten dengan pemikiran yang baru yang diyakininya . Banyak pemikiran yang baru hadir dari pengalaman harian. Memiliki kemandirian yang sangat tinggi. sastra atau keilmuan serta memberikan mamfaat bagi manusia. inovasi. Ciri-ciri ini dapat di temukan dalam diri orang yang inovatif sekaligus kreatif. c. d. demikian pula dengan kekuatan pemikiran yang diyakininya. orang seperti ini dapat mendatangkan pemikiran yang baru. hal itu akan memberikan andil yang besar dan bermamfaat bagi kemanusiaan. Kemampuan untuk menjaga kerahasiaan inovasi tersebut hingga selesai penetapan kebenaranya. baik berupa praktek. pencatatan dan pelaksanaannya demi menjaga hak-hak kreativitas. Kemampuan untuk mencipta dan membuat solusi sesuai dengan pemikiran yang terbuka. dan percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. setiap orang dapat mendatangkan pemikiran baru yang bermamfaat. dan penjagaan kepemilikikan intelektual.50 Adapun mengenai ciri utama yang harus dimiliki orang lain inovatif dan berbeda dari orang yang biasanya yaitu: a.

51

kreatif dan inovatif.51 Jadi orang yang kreatif akan menemukan sesuatu yang baru, yang berbeda dari yang lainya, berani mengambil resiko, percaya diri, selalu ingin tahu, humoris serta mampu memecahkan masalah dengan bermacam-macam alternatif jawaban. 3. Tahapan-Tahapan (Fase) Kreativitas secara lebih sistematis, david cambel mengungkapkan bahwa tahaptahap kreativitas meliputi 5 tahap yang dilalui oleh proses kreativitas antara lain.52

a. Tahap persiapan (Preparation) Pada periode ini individu meletakkan dasar pemikiran menyatakan masalah dan mengumpulkan materi-materi yang diperlukan untuk pemecahan masalah individu juga mempelajari mengenai latar belakang masalah serta seluk beluknya. b. Tahap konsentrasi (Concentration) Pada tahap konsentrasi ini, perhatian individu tercurah dan pikiran individu terpusat pada hal-hal yang mereka kerjakan tahap konsentrasi merupakan waktu pemusatan, waktu untuk menimbang-nimbang waktu menguji, waktu awal untuk mencoba dan mengalami gagal (trial and error)
Amal Abdussalam K, Mengembangkan, hal. 57. H. Fuad Nashori & Rachmy Diana M. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam, (Yogyakarta : Menara Kudus , 2002), hal. 52.
52 51

52

c. Tahap incubasi (Incubation) Pada tahap incubasi ini, individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara dari masalah yang dihadapi / tidak memikirkan secara sadar, tetapi menyimpanya dalam alam bawah sadar, artinya individu mencari kegiatan-kegiatan yang melepaskan diri dari kesibukan pikiran terhadap masalah yang dihadapi, namun untuk sementara waktu. d. Tahap penerangan (Ilumination) Pada tahap penerangan hasil kreativitas baru muncul pada periode ini, individu mengalami insight, untuk pemecahan masalah muncul secara tiba-tiba dan diikuti dengan perasaan senang.

e. Tahap pembuktian (Verification / Produktion) Pada tahap pembuktian individu mengespresikan ide-ide nya dalam bentuk nyata dalam menentukan bentuk apakah dalam fakta-fakta yang benar, individu mengevaluasi hasil penyelesaian masalah pada periode ini diperlukan pola berfikir kreatif. 4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kreativitas Berfikir kreatif tumbuh subur bila didukung oleh factor personal diantaranya adalah:53 a. Kemampuan kognitif.

53

Agus Ngger Manto, Quantum. hal. 72.

53

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan otak untuk berfikir logis, termasuk juga kemampuan diatas rata-rata dan fleksibilitas kognitif, potensi otak bisa sangat besar, kemapuan kognitif dapat kita penuhi dengan cara mengoptimalkan potensi otak. b. Sikap terbuka. Orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimulus internal dan ekternal, ini adalah kometmen pribadi yang sangat penting, saat kita dapat mamfaatkan untuk menjadi kreatif. c. Sifat yang bebas, otonomi dan percaya pada diri sendiri. Orang yang tidak senang digiring, ingin menampilkan diri semampunya dan semaunya, ia tidak terikat dengan konvensi dan aturan social, mereka percaya diri dan yakin bahwa mereka dapat melakukan halhal secara kreatif. Faktor yang mempengaruhi kreativitas, menurut utami munandar, terdiri dari kognitif dan kepribadian, sedangkan kemampuan berfikir terdiri dari kecerdasan (intelegensi) dan pemerkaya bahan berfikir berupa pengalaman dan keterampilan, factor-faktor kepribadian terdiri dari rasa ingin tahu, harga diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, berani mengambil resiko dan agresif, serta tipe kepribadian. Menurut rogers, factor yang mendukung perkembangan nya kreativitas adalah: keterbukaan individu terhadap pengalaman sekitarnya, kemampuan untuk mengevaluasi hasil yang diciptakan dan kemampuan untuk

Sejarah Kebudayaan Islam 1. . kepercayaan persepsi dan hipoitesis dengan demikian individu yang kreatif adalah : individu yang menerima perbedaan. hal. seperti : kegiatan melukis dapat menumbuhkan kreativitas.54 menggunakan elemen dan konsep yang ada. Fuad Nashori & Rachmy Diana Mucharam. 3) Kemampuan untuk bermain dan berekprolasi dengan unsure-unsur dan bentuk-bentuk dan konsep-konsep yaitu kemampuan untuk membentuk kombinasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. C. terhadap rangsangan-rangsangan memiliki sikap terbuka maka banyak informasi dan kesempatan yang dari luar maupun dari dalam. 55-56. 54 H. Mengembangkan. Pengertian sejarah kebudayaan islam. adapun mengenai faktor internal individu. 2) Evaluasi ekternal yaitu : pada dasarnya penilaian terhadap produk karya seseorang terutama ditentukan oleh diri sendiri. Kemampuan terhadap pengalaman adalah : kemampuan menerima segala sumber informasi dari pengalamanpengalaman hidupnya sendiri dengan menerima tanpa kekakuan pengalaman-pengalaman tersebut dan keterbukaan terhadap konsep secara utuh. bukan karena kritik atau pujian orang lain walaupun demikian individu tidak tertutup dari masukan dan kritikan dari orang lain. rogers mengatakan bahwa kondisi internal yang memungkinkan timbulnya proses kreativitas adalah:54 1) Keterbukaan terhadap pengalaman.

sejarah politik hanyalah sebagian kecil dari sejarah islam secar keseluruhan . Syajarah Al-nasab pohon geneologis yang dalam masa sekarang agaknya bias disebut sejarah keluarga (family history) tapi selanjudnya "Sejarah" dipahami makna yang sama dengan "tarikh (Arab). Dengan demikian." yang secara sederhana berarti kejadian-kejadian yang menyangkut manusia dimasa silam. kaligrafi dan semacamnya. pembahasan tentang "kebudayaan" islam berkisar tentang aspekaspek kesenian islam.55 Istilah "sejarah" berasal dari kata arab "syajaroh" yang berarti "pohon" pengambilan istilah ini agaknya berkaitan dengan kenyataan. khususnya ditimur tengah. sejarah kebudayaan islam didefinisikan secara sangat sempit implikasi dari sejarah kebudayaan islam yang sangat "political oriented" adalah munculnya citra yang tidak selalu akurat tentang islam dan muslimin." atau geschichte (Jerman)." history (Inggris). sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah bangkit dan jatuhnya dinasti-dinasti muslim. Sejarah kebudayaan islam sebagian besar adalah: sejarah politik kaum muslim. sejarah para penguasa muslim. sejak dari seni lukis. Padahal sejarah islam bukanlah semata-mata sejarah politik. lebih sempit lagi." istoria (Yunani). sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah elit. Pada sisi lain kebudayaan lebih cenderung dipahami ssebagai "kesenian" dengan demikian. Bahwa "sejarah" setidaknya dalam pandangan orang yang pertama menggunakan kata ini menyangkut tentang. bahwa mereka lebih terlibat dalam pertarungan kekuasaan yang tak habis-habisnya.

seperti dalam ilmu pengetahuan. pendidikan dan lain-lain. Pendidikan Islam. yaitu mengubah suatu bentuk kebentuk lain. Pelaksanaan Pembelajaran Edutainment Penerapan merupakan suatu prose side. 93. baik berupa perubahan pengetahuan. ekonomi. 2003). Mulyasa. MA. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam Pengembangan Kreativitas Pembelajaran Pada Bidang Studi SKI 1. ide. hal. Remaja Rosdakarya. kebijakan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. Kreativitas manusia berlaku pada hal penciptaan yang terus menerus. konsep. Kalimah). 177. Kreativitas ini meliputi semua aspek kehidupan manusia. E. harus mendukung pula. pemikiran. baik perangkat keras maupun perangkat lunak.56 Penerapan tersebut merupakan suatu proses penerapan konsep. (Bandung : PT.55 D. budaya. kurikulum merupakn isi dari pendidikan yang perlu diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan terciptanya subyek didik Dr Asyumardi Azza. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. Alat pendidikan. keterampilan maupun nilai dan sikap. 56 55 . hal. dan pendidikan (dan tradisi intelektual) dalam pengertian seluas-luasnya. (Ciputat.56 yang mencakup kehidupan social.untuk mencapai hasil didik yang kreatif guru harus memberi kesempatan kepada subyek didik untuk leluasa mengembangkan kreasinya. program atau tanaman kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru.

jadi menurut prisipnya kurikulum harus sesuai dengan keadaan perkembangan psikologi anak didik. terutama adanya kenyataan bahwa problem-problem manusia akan terus dating dan satu-satunya jalan adalah terus memecahkanya. 2002). 141. Misalnya dengan memperbanyak mata pelajaran dan aktifitas yang dapat merangsang kretifitas dan inisiatif anak didik.57 yang kreatif. hal. Kreativitas manusia terbentang luas. Al-Amfal : 53) ‫ِان ﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐ ّﺮوا ﻣﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ َ ْ ُ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َﻴ‬ Sutrisno. Fuad N & Rachmy Diana M.58 dalam Al-Qur’an disebutkan ‫داﻝﻚ ﺑﺄن اﷲ ﻝﻢ ﻳﻚ ﻣﻐﻴﺮا ﻧﻌﻤﺔ اﻧﻌﻤﻬﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﻗ ﻮم َﺘ ﻰ ﻳﻐﻴ ﺮوا‬ ْ ُ َّ ُ ‫َ ِ َ َ ﱠ َ َ ْ َ ُ ُ َّ ً ِ ْ َ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ‬ َ ‫ﻣﺎ ﺑﺄﻧﻔﺴﻬﻢ وان اﷲ ﺱﻤﻴﻊ ﻋﻠﻴﻢ‬ ُ ْ َِ ُ ْ ِ َ َ ‫َ ِ َ ْ ُ ِ ِ ْ ََ ﱠ‬ َ "Yang demikian (siksaan) itu adalah karma sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat (nasib) yang telah di anugerahkan nya kepada suatu kaum.57 Untuk itu isi kurikulum harus betul-betul diarahkan pada pencapaian tujuan anak didik yang kretif. hal. Revolusi Pendidikan. dan harus sesuai dengan masakematangan dari masing-masing masa perkembangan mereka. Mengembangkan Kretivitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. Sunguh Allah maha mendengar lagi maha mengetahui " (QS. 27-28.kretifitas manusia didukung dan didorong oleh agama agar kehidupan manusia menjadi lebih baik. 58 57 . H. ia sendiri yang mengubah dirinya. agama memberikan kelapangan pada manusia untuk berkreasi dengan akal pikiran dan dengan hati nuraninya (qalbunya) dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang didalamnya. (Jogjakarta : Manara Kudus.

Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " (QS. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. 103. adapun fungsi pre tes antara lain : Quraish Shihab.58 "Sungguh. baik factor internal yang dating dari dalam diri individu. dalam interaksi tersebut banyak sekali factor yang mempengaruhinya. pada umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. proses dan post tes.du : 11)59 Usaha yang berhasil biasanya melibatkan pemikiran dan kretivitas. 59 . Vol. sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Ini mempunyai banyak kegunaan dalam menjajaki proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Pre tes (tes awal) Pada umumnya proses pembelajaran dimualai dengan pre tes.an. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. Ketiga hal tersebut dijelaskan sebagai berikut. oleh karena itu pre tes memegang peran yang penting dalam proses pembelajaran. Kurikulum. 356. hal. Al-Ra. Mulyasa. Dalam pembelajaran. dengan demikian agama sangat mendukung dan mendorong pengembangan dan kretivitas. 7. yaitu : pre tes.:60 a. 60 E. maupun factor yang dating dari lingkungan. hal. (Jakarta : Lentera Hati).

hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pre tes dengan post tes. untuk mengtahui dari mana yang seharusnya proses pembelajaran dimulai. sebelum pelaksanaan proses pembelajaran inti dilaksanakan (sebelum siswa mempelajari modul) b. hal tersebut tentu saja menuntut aktifitas dan kreativitas guru dalaqm menciptakan lingkungan yang . untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topic dalam proses pembelajaran. yakni sebagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. proses pembelajaran perlu dilakukan dengan tenang dan menyenangkan. tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. 4. 2. Untuk mencapai fungsi yang ke-3 dan ke-4 maka hasil pre tes harus segera diperiksa. Proses Disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar.59 1. 3. untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. karena dengan pre tes maka pikiran akan terpokus pada so'al-so'al yang harus mereka jawab atau kerjakan.

Kualitas pembelajaran dapatdilihat dari proses dan segi hasil. mental maupun social dalam proses pembelajaran. baik mental fisik. lebih lanjud proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidaknya sebagian besar peserta didik terlihat secara aktif. Pada proses ini model pembelajaran edutainment mengentegrasikan kreativitas dalam setiap proses pembelajaran yang sifatnya aplikatif (pelaksanaan) terutama pada pembelajaran SKI karma selain berbentuk hafalan. disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi semangat belajar yang besar dan rasa percaya diri sendiri. materi pembelajaran SKI cenderung mengarah pada pelaksanaan (praktek secara langsung) dengan memakai beberapa strategi pembelajaran yangdisesuaikan dengan tema pada saat itu. proses pembelajaran dikatakan afektif apbila seluruh peserta didik terlibat secara aktif. baik fisik.mintal maupun social. dari segi proses. maupun sosialnya. menghasilkan out-put yang banyak dan bermutu tinggi serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat dan pembangunan. Sedangkan dari hasil proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75 %) peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. dengan harapan dapat mepermudah siswa dan .60 kondusif.

karma aktivitas dan kreativitas guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa dan karena guru lebih banyak kesempatan untuk merangsang atau menghambat kreativitas mereka. merangsang pelajaran yang menantang dan kreatif serta inovatif. . Pengembangan. hal. jadi dalam membangkitkan motivasi dan kreativitas siswa.61 menerima pelajaran. guru harus senantiasa mampu menumbuhkan semangat belajar siswa dengan melatih. karma jika dalam suasan kelas dalam kondisi yang ceria dan penuh kekegembiraan maka siswa akan 61 62 Utami Munandar. Secara umum kreativitas sangat berperan penting dan bermamfaat pada pendidikan. serta dapat mengembangkan daya piker dan kretivitas iswa. terbuka dan menyenangkan akan membuat siswa merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan mereka dan mengembangkan kesempatan tanpa adanya tekanan dari orang tua teman sebaya. adapun dalam mengembangkan kreativitas siswa guru mempunyai dampak yang besar. 109.61 Dan menciptakan atmosfer yang aman.62 Hal tersebut merupakan strategi yang dapat digunakan guru dalam mengembangkan kreativitas siswa. Quantum Question. Bobby Deporter dan Mike H. 23. Disamping itu guru harus membangun lingkungan kelas yang besar dari kendala-kendala yang merusak motivasi instrinsik disekolah. hal.

patung dan karya-karya lain. karangan. adapun fungsi post tes sebagai berikut: 1. membangkitkan motivasi siswa serta mendesain kelas sebagaimana desain pembelajaran edutainment sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan kondusif dan lebih bermakna.62 lebih mudah menerima materi pelajaran dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang tinggi. Serta guru harus mengkoordinir kelas. sehingga pembelajaran tersa lebih menyenangkan dan lebih bermakna.63 Oleh karena itu selain metode yang digunakan harus tepat dan bervareasi strategi pembelajaran harus senantiasa tercipta dengan baik dan tepat. hal. c. post tes juga memiliki banyak kegunaan. seperti lukisan. foto. akan dapat merangsang daya fakir dan kreativitas siswa. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. . ruang kelas yang penuh dengan berbagai produk hasil karya siswa yang bergam. Pengembangan. 63 Utami Munandar. Ruang kelas hendaknya merangsang secara visual. baik secara individu maupun kelompok. 112. Post tes Pada umumnya proses pembelajaran diakhiri dengan post tes. tanpa mengganggu perhatian.

63 2. baik terhadap perencanaan. 4. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial. melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. 3. 2. Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik. dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan. dimana peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajarnya secara optimal dalam hal ini peserta didik akan lebih kreatif jika: . Sebagai bahan acuan untuk melakuakan pembaikan terhadap komponen-komponen modul. Pengembangan Kreativitas Belajar SKI Pengembangan kreativitas adalah suatu hal yang harus terjadi secara sustainable (berkelanjutan). pelaksanaan maupun evaluasi. serta kompetensi danj tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hal ini karena sebuah lembaga pendidikan itu harus berkembang untuk mengantisipasi perubahan-perubahan dan perso'alanperso'alan yang timbul diluar lembaga pendidikan karena itu kemampuan kreativitas dalam sebuah lembaga pendidikan harus secara terus menerus ditingkatkan se irama dengan kemajuan dan perkembangan pendidikan. banyak resep untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif.

jadi guru harus mampu berfikir kreatif dan inovatif serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. mengasikkan sekaligus mencerdaskan anak. Melibatkan mereka secara aktif dan kretif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan.64 Dalam upaya pengembangan kreativitas tersebut guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan yang mengarah pada situasi diatas. hal. Karena guru mempunyai peran penting dalam pembunuhan dan pengembangan kretivitas belajar siswa. Menumbuhkan kreativitas anak melalui proses balajar kreatif merupakan usaha penting untuk membangun mutu pendidikan melalui proses belajar yang kreatif. Melibatkan peserta didik dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya. Dikembangkan rasa percaya diri pada peserta didik. b. c. dan mengurangi rasa takut. d. Memberi kesempatan pada seluruh peserta didik untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas dan terarah. karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh aktivitas dan kreativitas guru. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter. . Kurikulum Berbasis. jadi keduanya harus berjalan satu 64 Mulyasa. guru juga ditantang mengembangkanaktivitas pendidikan yang lebih menyenangkan. e. " antara mutu pendidikan dan kreativitas merupakan proses yang tidak pernah selesai.64 a. 106.

Bermain Kreatif Ada beragam permainan yang dapat mengembangkan inovasi pada anak. sistematis. cepat tanggap dan mampu berkreativitas. . Adapun cara-cara mengembangkan kreativitas dengan permainan adalah: a. Membantu mengembangkan kamahiran dalam seluruh hal yang menarik perhatian anak. kecerdasan dan kretivitas pada anak akan dapat ditumbuhkan jika ada beberapa kegiatan yang membawa pengaruh besar kepada pengembangan kecerdasan anak dan membantunya untuk berfikir kritis. diantaranya: 1.65 nafas dan terus-menerus ditumbuh kembangkan " perkembangan kemampuan. ilmiah. salah satunya denganpermainan kreatif yang dapat mengembangkan imajinasi anak kegiatan yang berbau seni dan keterampilan tangan sering kali menjadi pilihan mereka misalnya: mewarnai gambar. menempel guntingan kertas sehingga menghasilkan suatu bentuk permainan yang baru dan menghasilkan ide-ide baru semua itu dapat mengembangkan kreativitas anak. Dengan demikian permainan dapat membantu anak-anak untuk belajar karena itu kita memotivasi mereka untuk bermain secar kontinyu karena kemalasan dan tidak bermain mengakibatkan mereka menjadi tertutup atau tidak dapat bersosialisasi dan tidaka dapat menggunakan kemampuan tubuhnya secara tepat.

d. serta salah satu bidang terpenting dalam merealisasikan diri yang kreatif dan bakat seni para peserta didik secara umum dan bvakat seni anak-anak MTs AlIbrohimy secara khusus.lukisan atau gambar merupakan salah satu cara mengembangkan bakat.66 b. Kemampuan untuk mengepresikan beberapa topic tertentu. disamping faktor-faktor kreativitas pada anak 65 Amal Abdussalam. Menggambar dan berekspresi bebas tentang pemikirana apa yang diinginkan anak-anak. g. yang dilakukan dengan cara dengan mengembangkan hobinya dalam bidang ini. Lukisan atau gambar Lukisan termasuk sarana edukatif utama yang paling penting untuk mengembangkan kreativitas. Mengembangkan. f. inovasi dan kreativitas. . Menggambarkan kemahiran menjawab pertanyaan secara teratur. 222. Mengupayakan segala kemampuan dan kemahiran anak untuk mengembangkan kreativitas yang dimilikinya. Tertip menyelesaikan pekerjaan dan kewajiban yang diminta. c. e. hal. h. 2. Mampu mengarahkan dan memfokuskan perhatian dalam berbagai permasalahan yang dihadapi seseorang pada umumnya. Mengembangkan kemampuan nalar dalam segala hal yang merintanginya.65lukisan atau gambar dapat mengembangkan kecerdasan anak.

disekolah dan lain-lain lukisan anak memiliki fungsi penerapan yang membantu perkembangan kecerdasan pada anak. namun ia sekaligus dapat menjadikan komunikasi timbal balik antara seorang anak dengan anak lainya. kreatif dan inovatif dalam menghadapi era globalisasi.67 dengan cara menyikapi korelasi dan merasakan modivikasi dengan menambah keindahan lukisan. dirumah. . Anak-anak hidup dalam nuansa kebebasan dan spontanitas yang mayoritas diserap melalui pendidikannya secara tidak langsung atas dasar tiruannya terhadap apa yang dilihat disekelilingnya. Teater anak Teater anak memiliki peran penting dalam pengembangan kecerdasan anak. peran ini tumbuh dari pendengaran anak terhadap dongeng atau cerita atau sejarah dan melakukan pada pola pandangan imajinatif. 3. Hal itu dikarenakan kemunculan dan perkembangan alat khusus untuk berkomunikasi berfungsi untuk memperkaya model atau strategi berfikir ini banyak ragamnya dan berkembang secara cepat dan cermat. yang diharapkan dapat berfikir kritis. meskipun lukisan itu sendiri merupakan suatu aktivitas yang terkait dengan permainan. serta siswa dapat memiliki kapabilitas berinovasi yang anggun karena anak adalah: generasi penerus pembangunan bangsa. kemampuan berbahasa dan keselarasan social yang baik. Dengan demikian teater memiliki tingkatan tertinggi dalam hal kecerdasan.

Nomor: 13.68 BAB III PAPARAN DATA A. dengan misi mengoptimalisasikan pendidikan agama bagi generasi Islam dan optimalisasi fungsionalisasi out put YPI Al-Ibrohimy di masyarakat. 61 . Yayasan Pendidik Islam (YPI) Al-Ibrohimy mendirikan lembaga pendidikan mulai dari TK. MI.13. Tanggal :12 September 1984.Tanggal :12 September 1984 dan operasionalnya pada tahun 1985 dengan jumlah siswa 30 dibagi dalam 2 (dua) kelas dengan status TERCATAT dengan Nomor : B/Kw. akan tetapi yang jadi sampel penelitian penulis adalah MTS Al-Ibrohimy yang terletak di kecamatan Galis Bangkalan Madura MTS Al-Ibrohimy didirikan sejak 13. Dalam rangka menempuh optimalisasi pendidikan agama bagi generasi Islam. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. MA dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Ibrohimy.4/MTs/549/2005 NSS : 21 23 52 60 3008 dengan Akte Nama:Alfian Yahya. Sejarah Berdirinya MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy merupakan yayasan lokal yang berada dibawah naungan departemen agama (DEPAG) yang bersifat nasional yaitu Lembaga Pendidikan islam. MTS. dengan status TERDAFTAR.

Adapu struktur organisasi MTS Al-Ibrohimy sebagai berikut: : Perbatasan dengan pasar tradisioinal Galis.69 2. Keadaan Geografis MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan yang berada di area komplek Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy. Maka bentuk struktur organisasinya berupa garis komando secara tegas dari kedua instansi tersebut. Maka peneliti memberikan gambaran geografis Yayasan Pendidikan Islam (YPI). Adapun letak geografis MTS Al-Ibrohimy adalah Sebelah utara : Desa Sowa'an kecamatan modung kabupaten Bangkalan Sebelah selatan : Jalan raya Galis atau jalan pantura yang menuju kearah kabupaten Sampang. Stuktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan dibawah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy dan sekaligus berada dinaungan Departemen Agama (DEPAG). . Sebelah barat 3. Pamekasan dan kabupaten Sumenep Sebelah timur : Berbatasan dengan jalan yang menuju ke desa sebelah.

Beriman dan Bertaqwa serta Berakhlakul Karimah.70 Tabel 1 Struktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy Kepala sekolah Drs Nurkholis Waka kurikulum ANTON EDYSON. MISI : Melaksanakan Kurikulum sesuai dengan Kemajuan dan Perkembangan Iptek yang mengacu pada ajaran Al – Quran dan Ahlussunnah Waljamaah.Alwi AMa WALI KELAS GURU KARIYAWAN SEKOLAH SISWA 4.S.S. .Pd Waka kesiswaan MUJIBURROHMAN. 2. Visi dan Misi MTS Al-Ibrohimy 1. VISI : Terciptanya Insan yang Berilmu.A Waka srana prasrana MUNIB SAg Waka Humas M.

S. A.BA MOH.AMa YULISTRIWINARNI .71 5. GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas GURU Wali Kelas Ket.1 S.Pd ANWAR SOLIHIN.1 Jurusan Tarbiyah/PAI IKIP Tarbiyah/PAI Syari'ah PGSD PGSD IKIP/PPKN IKIP/MIPA PGSD Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASSA IKIP/SASTRA Jabatan Kepsek Wakasek Kur. Keadaan Guru.Pd SUDATI.S.H.. Hal ini terbukti dengan bervariatifnya tingkat kelulusan dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. .1 S.2 D.WALID SYAKRONI SUMARDIANI. Karyawan dan Siswa a.1 D.SPd Dra. Tabel 3 Guru dan karyawan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Guru DRS.S.I INDRIYO DARGO.2 S. Keadaan guru MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis mempunyai guru-guru yang profesional.1 S.Ma SITI MUSLIMAH U. . Wakasek Sis.Sos.2 S.1 S.H.WIWIK HARIYATI Pendidikan S-1 S.1 D.Pd MUJIBURROHMAN.ALWI.H.1 S.AG DRS.NUR KHOLIS ANTON EDYSON.S.

S.S.1 S.Pd NUR HAYATI. S.1 D.Ma MOH.2/BAHASA IKIP/BAHASA IKIP/BAHASA UNESA/KIMIA IKIP/EKONOMI IKIP/IPA PAI Tarbiyah/PAI PAI PAI Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASA Tarbiyah/PAI PAI IPS Wakasek Sar GURU GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas Wali Kelas GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU KA.E ARIS SULISTIAWAN.S.72 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 ABD. S.1 S.2 MA Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI UNESA/OR PGAN/PAI D.S. A.MUNIB.Ag ABU SIRI.1 S.1 S.2 D.2 S.S.Ma HOIRUDDIN SULHAN AGUS TIANA.1 S. ROSIH S. ADNAN.3 S. A.1 S.1 S.S. S.RAFI FAUZI BUDI RAHMAN . A.Ag AMIR MAHMUD.Pd MASJHUDI MOH.1 S. BA ANIK ALIATUN.1 S.Pd ROZAKI. S.ST MULYANINGDIYAH.1 S. Ag SITI ROMLAH YUSUF.TU PustakaWan Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy Galis .Si SUAIDAH.1 S.1 S.1 D.Ma MOH.S.Ag AMIN IMRON.1 D.Ag R O K I B. Pd MARIA ULFA.

402 m2 21 ruangan (8 lokal dilantai 2) tingkat 1 ruangan 4 ruangan. Sarana Fisik Tabel 1.73 b. terdiri laboratorium fisika. hal ini terbukti dengan banyaknya siswa yang memasuki MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan di tahun ini. Keadaan Sarana Prasarana Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 1.20 Sarana Prasarana Madarasah No 1 2 3 4 Nama/Jenis Sarana Tanah lokasi bangunan Ruang kelas Ruang administrasi Laboratorium IPA Keterangan 10. Tabel 4 Jumlah Siswa Tahun 2007/2008 KELAS VII A L P L B P L C P 107 JML L A P L KELAS VIII B P L C P 112 JML L A P L KELAS IX B P L C P 105 324 JML JML 19 18 20 15 17 17 20 18 24 13 21 16 20 14 20 16 16 21 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis 6. biologi dan IPA . Keadaan Siswa MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dari tahun ke tahun mengalami kemajuan baik dari segi kualitas dalam hal kreatif belajar siswa maupun kuantitas. kimia.

Munib.Ag selaku wakasek sarana prasarana pengadaan sarana prasarana harus selalu direncanakan dan . Bahasa 37 buah 1 set 1 set. Dengan ini menurut Abd.74 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Komputer Peralatan keterampilan servis elektro Peralatan keterampilan servis sepeda motor Peralatan keterampilan tata busana Perpustakaan Kendaraan Musholla Kantin KOPSIS Perumahan Pesuruh UKS BP Ruang Musik OSIS Dharma Wanita Ketrampilan Tata Busana Pos SATPAM Multimedia Aula Asrama Lab. dilengkapi lima sepeda motor praktik. MTS Al-ibrohimy Galis Bangkalan mengerti akan pentingnya saranaprasarana sekolah.S. 1 ruangan 1 kendaraan roda empat 2 bangunan 2 bangunan 1 ruangan 2 bangunan 1 bangunan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan Dalam sebuah lembaga pendidikan. 22 mesin jahit. kelengkapan sarana prasarana merupakan salah satu kunci utama maju dan tidaknya lembaga pendidikan.

Maka dengan itu pula siswa akan melakukan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan apa yang ingin dicapai oleh siswa itu sendiri. pemberani. Tanggal 1-2 Nofember 2008 66 . Seperti halnya: dalam pembelajaran SKI ini siswa bisa efektif dan efisien karena bentuk pembelajarannya atau model pembelajaranya sesuai dengan minat dan bakat siswa atau system pembelajarannya sesuai dengan keinginan siswa. Artinya dengan semakin memadainya sarana prasaran sekolah. akan semakin meningkatkan proses belajar mengajar.Munib. Wawancara Dengan Abd. bermain peran (Role play) dan Demontrasi. tetapi dapat juga dengan rasa-rasa senang dan mereka menikmatinya.75 dianggarkan66. kreatif serta inovatif dan lain-lain. Sehingga diharapkan dapat menciptakan proses belajar mengajar dengan efektif dan efisien. enjoy dan menyenangkan yang dipola sangat unik menarik dan kreatif shingga materi jadi mudah disampaikan sehingga guru mudah untuk mengkondisikan siswa lebih percaya diri. (siswa dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan juga siswa bisa membuktikan atau mengaplikasikan hasil pembelajarannya di sekolah tersebut seperti : Siswa bisa belajar dengan humur atau permainan (Game).yakni siswa mampu mampu menciptakan pembelajaran yang fun. imajinatif.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis.S.

(fluency of thingking) dengan Wawancara Dengan Abd.Munib. Agama Islam merupakan agama yang sangat menghargai pribadipribadi kreatif. auditorial. sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan memberikan kebebasan penuh pada siswa dalam belajar sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing yaitu: ada yang belajar dengan menggunakan pendekatan belajar somatic. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.67 Dengan terciptanya pembelajaran yang menyenangkan maka siswa dapat lebih kreatif dalam mengekspresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka. a.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. visual maupun intelektual (SAVI).S.dalam mendukung adanya pembelajaran yang menyenangkan. Edutainment merupakan salah satu model pembelajaran yang didesain dengan hal yang berbeda dan dikemas dalam bentuk hiburan sehingga dapat mengubah proses pembelajaran menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Penyajian Data 1. Strategi Pembelajaran Dalam Suasana Kelas. Bahkan islam menganjurkan bahkan selalu menggugah agar umatnya selalu kreatif.76 B. Tanggal 3 Nofember 2008 67 . semakin tinggi pengetahuan seseorang maka semakin tinggi kelancaran berfikirnya.

Kreativitas juga harus dilatih secara terus menerus agar tidak lumpuh dan kaku salah satunya dengan mengasah dan menumbuhkan kreativitas pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). . • Mengapresiasi dan mengambil ibrah (bukti).77 demikian pendidikan agama sangat penting dan merupakan bagian dari kreativitas karena dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas seseorang. • Membekali peserta didik untuk membentuk kepribadiannya melalui imitasi terhadap tokoh-tokoh teladan sehingga terbentuk kepribadian yang luhur. agar memiliki data yang obyektif dan sistematis tentang sejarah. b. Tujuan Adapun tujuan pembelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sebagai berikut: • Memberi pengetahuan tentang sejarah agama islam dan kebudayaan islam kepada pada peserta didik. Tujuan dan fungsi pembelajaran sejarah kebudayaan islam. 1. Nilai dan makna yang terdapat dalam sejarah. • Menanamkan penghayatan dan kemauan yang kuat untuk mengenalkan nilai-nilai islam berdasarkan cermatan atas fakta sejarah yang ada.

Yakni dengan mencontoh kisah-kisah atau keteladanan para nabi.78 2. • Fungsi keilmuan Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan.kemampuan ini berorientasi pada perilaku efektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka . Standar kompetensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. 3. • Fungsi tranformasi Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat. Fungsi Pembelajaran sejarah kebudayaan islam setidaknya memiliki tiga fungsi sebagai berikut: • Fungsi edukatif Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Setandar kopensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam berisi sekumpulan kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik selam menempuh sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.

b) Kemampuan untuk membiasakan mencari. a) Kemampuan membiasakan untuk mencari. menyampaikan. menyerap. c) Kemampuan untuk membiasakan mencari.79 memperkuat keimanan. kemajuan dinasti abbasiyah (bidang social budaya.far al-mansur. sejarah terbentuknya dinasti abbasiyah. serta kemajuan-kemajuan dinasti al-ayubiyah. Kemampuankemampuan yang tercantum dalam komponen kemampuan dasar ini merupakan penjabaran dari kemampuan dasar umum yang harus dicapai disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. abd malik bin marwan. harun ar-rasyid dan Abdullah al-makmun). dan hisyam bin adb malik). ketaqwaan kepada Alloh Swt. dan mengkaji sebab-sebab keruntuhan nya. dan mengguakan informasi tentang sejarah pembentukan dinasti umayah. . Biografi dan kebijakan kholifah-kholifah dinasti umayah (muawiyah bin abi sofyan. kemajuan dinasti umayah (bidang politik dan militer). menyerap. umar bin adb azis. menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan-kemajuan dinasti abbasiyah (bidang ilmu pengetahuan dan bidang ilmu agama islam). politik dan meliter). walid bin abd malik. geografi dan kebijakan kholifahkholifah abbasiyah yang terkenal (abu ja. menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan dinasti umayah bidang (ilmu agam islam) dan mengkaji sebab-sebab keruntuhanya. menyerap.

Pendekatan Cakupan materi setiap aspek dikembangkan dalam suasana pembelajaran yang terpadu. yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan atau meningkatkan pemahaman dan keyakinan tentang adanya Allah Swt. e. Rasional. menyajikan materi SKI yang memberikan mamfaat nyata bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam arti luas. c. usaha meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran SKI dengan memfungsikan rasio peserta didik. Pembiasaan. khalifah dan para ulama. Keimanan. d. f. a. sehingga isi dan nilainilai yang ditanamkan mudah dipahami dengan penalaran. . menkondisikan peserta didik untuk memperaktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat. Fungsional. meliputi.. upaya menggugah perasaan (Emosi) peserta didik dalam menghayati berbagai peristiwa dalam sejarah islam sehingga lebih terkesan dalam peserta didik. khalifah dan para ulama..80 4. Emosional. Pengamalan. pembiasaan melaksanakan pembelajaran dengan membiasakan sikap dan perilaku yang baik yang sesuai dengan ajaran islam yang dicontohkan oleh sahabat. sebagai sumber kehidupan. b.

yaitu pendidikan yang menempatkan dan memerankan guru serta komponen. kholifah dan para ulama. Pengamatan ketika peserta didik ketika berada diruang kelas ditempat ibadah. Penilaiannya tidak saja merupakan bagian atau tes formal. 5. dan bersikap. penilaian terhadp .81 g.. peningkatan. a. sikap dan keterampilan serta pengamalan. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. berbicara. MTs lainnya sebagai teladan sebagai cermin dari individu yang meneladani sahabat. Penilaian berbasis kelas terhadap ketiga ranah tersebut dilakukan secara proporsional sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan peserta didik serta bobot setiap aspek dri setiap materi. Hal ini yang perlu diperhatikan dalam penilaian SKI dalam prinsip kotinuitas. b. perhatian terhadap peserta didik ketika duduk. Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat scara tetulis terutama tentang perilaku yang menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. melainkan juga. dan perubahan peserta didik. Penilaian Penilaian dilakukan terhadap proses dan hasil belajar peserta didik berupa kompetensi yang mencakup pengetahuan. perkembangan. dan ketika mereka bermain. Keteladanan.

Tanggal 14-16 Nofember 2008 69 68 . skala. pada kegiatan tersebut siswa ditekankan pada nilai-nilai aqidah yang tujuannya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa. sikap. siswa di ajak bermain diluar kelas atau siswa diajak bercerita tentang para sahabat Nabi SAW atau kholifah-kholifah pada zaman atau pada pemerintahan Nabi SAW" Dalam strategi pembelajaran Edutainment sekolah MTs sangat memperhatikan baik pada opening. Wawancara Dengan Abd.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. angket.S. agar nilai-nilai aqidah tersebut dapat membiasakan pada kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kejenuhan belajar pada siswa.68 Dan dalam pembelajaran tidak hanya dilaksanakan didalam kelas tetapi juga dilaksanakan diluar kelas. Seperti contoh: "siswa di ajak berdialok. seperti: Out door atau Out bound dsb. Dalam proses belajar mengajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sudah berlangsung afektif dan menyenangkan serta melibatkan semua siswa sebagai subyek pembelajaran.82 pengamatan dapat digunakan observasi. proses maupun closing pada proses pembelajaran.69 Observasi 6-7 Desember 2008. wawancara. berdiskusi atau berinteraksi dengan alam. dan catatan anekdot. kuesioner.Munib.

83 Pada strategi pembelajaran disekolah MTs Al-Ibrohimy pebelajaran edutainment memberikan kebbebasan penuh terhadap guru dalam menggunakan metode yang berfareasiyang dianggap sesuai dengan tema yang akan diajarkan. Mendayagunakan lingkungan yang ada. Guru bias menggunakan beberapa metode secara bergantian bahkan secara bersamaan dan satu pertemuan. 2. Pada pengelolahan kelas guru yang mendesain kelas sering dan skreatif mungkin. Kami simpulkan bahwasanya yang sesungguhnya dalam membangun atau meningkatkan kreativitas siswa di bidang studi SKI sangat diperlukan karena hampir semua guru memakai metode ceramah sampai sekarang akhirnya ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment. Adapun strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa menurut Abd Munib S. masjid dan sebagainya. menyenangkan dan tidak membosankan lagi bagi siswa. sehingga guru tidak terlihat dengan satu metode saja. lapangan. Munib S. 3. Disitu juga siswa merasa tidak belajar seaka-akan dipenjara lagi karena hampir setiap harinya bentuk atau model pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan contoh: siswa . Memanfaatkan sesuatu menjadi ber mamfaat baik dengan memakai biaya maupun yang tidak dengan memakai biaya. Sehingga siswa belajar merasa sangat enjoy.Ag adalah sebagai berikut: 1. misalnya halaman sekolah. Ag.adapun pada kelas atas II dan III siswa diikut sertakan dalam mendesain dan mengeloala kelas. Sebagaimana yang telah dikutip dari hasil wawancara dengan Abd.

tetapi justru merupakan sarana bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa serta dalam penyajian mata pelajarannyapun diaplikasikan secara integral dengan menjadikan pelajaran agama (SKI) menjadi sebagai ruh dari seluruh mata pelajaran 70 Wawancara dan Observasi 18-22 Nofember 2008 . Terkadang siswa diajak memanfaatkan atau mendaya gunakan lingkungan yang ada sesuai dengan pengelolaan yang didesain oleh guru dan siswa siswi ikut terlibat didalamnya sehingga muatan pendidikan bisa dikembangkan sesuai dengan nalar fikir siswa itu sendiri.84 diberikan pertanyaan atau dituntut untuk menceritakan kisah-kisah para nabi didepan teman-teman mereka saling bergantian sesuai dengan metode atau pola. sekolah ini menggunakan model tematik (Tema) yang dirumuskan oleh tim dan pengembangan sekolah. bentuk. cerita yang akan disampaikan oleh siswa itu sendiri dengan efektif dan efisien yakni sesuai dengan yang diharapkan oleh guru itu sendiri. Dalam penyajian mata pelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI).70 (TIPS) tujuannya adalah: untuk mempermudah proses pembelajaran mata pelajarannya juga dikemas dalam suasana bermain dan bereksprimen sehingga suasana kelas tidak lagi membosankan.

Sehingga guru tidak harus terikat pada satu metode saja bahkan guru bisa mengguankan beberapa metode Wawancara Dengan Abd.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. tetapi siswa sekolah kreatif diberi kebebasan dalam belajar agar menjadi siswa yang pemberani. berkata kasar atau semacamnya yang dapat menurunkan energi positif. minder atau hal lain yang dapat menyumbat kreativitas siswa. meski siswa melakukan kesalahanpun guru diperkenankan mengingat kan menegur dengan bahasa mereka dan sesuai dengan jiwa psikologi siswa dengan arahan-arahan atau kata-kata sopan. Model pembelajaran Edutainment memberikan kebebasan berkreasi pada guru dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang dianggap sesuai. pikiran maupun kebebasan berekspresi dan berkreasi serta tidak diperkenankan adanya tekanan yang membuat siswa takut. H. baik dan mengena. Semangat dan percaya diri siswa.71 Sebagaimana dikatakan oleh Drs.S. sehingga pelajaran tidak berjalan secara dikotomi melainkan mengisi dan senantiasa terkait dengan nilai-niali aqidah islam. kreatif dan inovatif.Munib. dalam proses pembealajaran siswa diberi kebebasan bergerak baik dalam mengungkapkan ide. Nurkholis bahwa pada strategi pembelajaran Edutainment guru MTs tidak diperkenankan memberikan label negatif seperti: dilarang marah. percaya diri. Tanggal 24 Nofember 2008 71 .85 yang ada.

Dan pada pertemuan ketiga yang merupakan pertemuan terakhir ini adalah kelompok tiga yang membahas pokok bahasan tentang “Bangunan atau kerajaan pada zaman” dimana pada kelompok ini menggunakan metode “Galerry Walk (pameran berjalan)” atau dengan menampilkan gambargambar beserta penjelasannya. .86 secara bergantian atau secara bersamaan dalam satu pertemuan sehingga metode tersebut dapat mendukung proses pembelajaran yang dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa. Namun dari kesemua materi tersebut seluruh kelompok tidak pernah melewatkan penggunaan metode diskusi dan tanya jawab. Pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) adalah sebagai berikut: Misalnya: • • • Card Shot (Menyortir kartu) Diskusi (Tanya jawab) Galerry Walk (Pameran berjalan) Pada pertemuan pertama dan seterusnya guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode atau strategi peer lesson. dilanjutkan oleh kelompok dua yang membahas pokok bahasan tentang “Para kholifah” dengan menggunakan metode “Diskusi”. Pada pertemuan pertama ini presentasi dilaksanakan oleh kelompok pertama yang membahas pokok bahasan “Rasul Ulul Asmi” dengan menggunakan metode “Card Short (menyorti kartu)”. Pada pertemuan kedua.

Hal ini terlihat ketika mereka segera menuju perpustakaan sekolah untuk mencari informasi-informasi atau literatur yang berkaitan dengan materi yang mereka dapat dan menyelesaikannya sesegera mungkin sesuai waktu yang telah ditentukan.87 Setelah semua materi disampaikan. 2.sebagian metode yang digunakan terkadang seperti: 1. Metode demontrasi Di gunakan untuk materi yang membutuhkan praktek langsung. dsb supaya siswa bisa mempraktekkan langsung atau mengaplikasikan secara langsung didepan siswa-siswa yang lain. Metode teks dril atau latihan Digunakan untuk materi yang dibutuhkan praktek yang berbentuk hafalan misalnya: membaca al-qur. manasik haji.an dan menceritakan . Selain itu siswa juga terlihat prilaku siswa yang selama proses pembelajaran serta kerjasamanya dengan teman-temannya sangat baik sehingga selalu siap dan aktif dan kompak dalam mengikuti setiap proses pembelajaran. Dan ini juga menjukkan bahwa kedisiplinan siswa dalam belajar sangat tinggi. guru memberi kesimpulan atas semua materi yang telah dipelajari dan memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya terhadap materi-materi yang belum dipahami. wudlu. tayammum. Dalam hal ini penulis melihat bahwa dalam melaksanakan tugasnya siswa bersemangat dan antusias sekali. seperti: Sholat.

88 sejarah-sejarah para nabi dan sebagainya. 1. 5. Metode cerita Digunakan dengan menjelaskan materi dengan alur cerita biasanya digunakan untuk menceritakan tentang kisah-kisah Nabi dan sebagainya supaya: siswa bisa mencontoh dan menumbuhkan jiwa pemimpin yang adil dan islami. pelaksanaan pembelajaran Edutainment di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Mengawali kegiatan . 3. a) Desain Pembelajaran Dalam aplikasinya atau penerapanya. Dengan metode gambar ini siswa dapat mengepresikan karyanya dalam bentuk gambar yakni: siswa bisa menggambarkan sesuai dengan ide dan nalar fikir siswa itu sendiri. metode yang digunakanpun bervareasi untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan selama mengikuti pembelajaran misalnya: Out bound atau Fielt trip 4.sehingga siswa bisa terbiasa dan berani menumbuhkan kecerdasan otakya. Metode gambar Digunakan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pembelajaran. Metode tadabur alam Dilakukan dengan mengadakan kunjungan berbagai tempat tertentu.

Kunjungan ke obyek secara langsung (out dour). Disamping itu pula . kemudian siswa kembali kemeja masing-masing untuk mengerjakan lembar kerja (work sheet) untuk mendukung program tersebut kegiatan pembelajaran ditempuh melalui dua cara: a. Yakni dilakukan studi banding dengan sekolah-sekolah lain untuk mencari prestasi-prestasi yang menonjol. 2. Sesuai dengan bentuk atau model pembelajaran yang sudah dikemas dengan strategi pembelajaran edutainment. Proses pembelajaran Dalam proses ini siswa mendapat penjelasan secara singkat materi yang akan dibahas. guru terlebih dahulu memberi pre tes pada siswa tentang materi yang akan disampaikan yang berupa tes lisan atau Tanya jawab. Mendatangkan guru tamu ke sekolah. Dalam kunjungan ini siswa diperlihatkan secara langsung atau dipraktekkan secara langsung pada obyek yang akan dipelajari oleh siswa itu sendiri.89 Disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. sebelum masuk kelas siswa diberi pelajaran disiplin diri dalam hidupnya. Dalam pembelajaran ini siswa diuji atau dites dengan pola pikir yang telah didapat dalam pembelajaran edutainment tesebut. Setelah itu tiap siswa masuk kelas secara teratur yang kemudian dilanjutkan dengan do. b.a yang dipimpin siswa secara bergilir. Pelajaran dimualai atau materi disampaikan pada siswa.

pengalaman. Adapun pada pembealajaran edutainment guru harus senantiasa mengaftifkan selama proses pembalajaran yakni dengan mendesain pelajaran yang menentang. merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan mempermudah siswa dalam mencari jawaban sendiri. pengetahuan. Sumber belajar dan media pembelajaran merupakan suatu hal yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi.90 mendatangkan guru tamu kesekolah agar pemahaman yang belum didapat oleh guru tersebut bisa disampaikan oleh guru tamu itu kemudian siswa bisa mengaplikasikan sesuai apa yang telah disampaikan oleh guru tamu tersebut. siswa diwajibkan membuat laporan tertulis. Pada akhir kegiatan kunjungan atau mendengarkan guru tamu. yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran yaitu: Sumber belajar dan media pembelajaran. maka tidak membatasi siswa dalam memilih dan menggunakan literatur seperti tidak adanya paket sehingga siswa . dan keterampilan dalam proses belajar mengajar serta merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan factor pendukung dan penunjang dalam proses pembelajaran. Dengan sumber dan media pembelajaran maka materi dapat disampaikan dengan lebih mudah dan menarik dalam proses belajar mengajar bagi siswa.

Maka dari itu pula sekolah MTs AlIbrohimy menyiapkan sarana prasarana yang lengkap.perpustakaan. Mengakhiri kegiatan Sebelum kegiatan diakhiri dan untuk mengetahui hasil pembelajaran yang diperoleh siswa selama pembelajaran. Maka siswa akan belajar dengan enjoy dan terasa pembelajaran semakin menyenangkan. majalah. . Koran. media gambar serta sarana prasarana lain yang menunjang proses belajar mengajar.91 bebas memperoleh bahan pelajaran dari beberapa sumber antara lain bisa berupa buku. Sedangkan media yang digunakan dalam pembelajaran SKI adalah audio visual (VCD) media cetak. Materi pelajaran Merupakan salah satu penunjang proses pembelajaran jika tidak ada materi pelajaran maka proses pembelajaran tidak akan terlaksana dan tidak akan bermakna. computer. sesuai dengan kebutuhan belajar mengajar sekolah MTs Al-Ibrohimy teersebut. internet. dengan lengkapnya sarana prasarana tersebut maka pembelajaran akan terasa efektif dan efisien. lingkungan sekitar. 3. nara sumber dan lain-lain. guru mengadakan post tes. Misalnya: siswa belajar studi SKI berbagai macam bentuk atau model pembelajaran dengan sarana prasarana yang telah disediakan dilembaga tersebut. jurnal.

Sesuai dengan tema dan topic yang telah dibahas saat itu. sehingga belajar diluar kelas menjadi bagian yang sangat penting. computer dan rak folder siswa. Sekolah kreatif tidak menggukan buku paket tertentu bahan pelajaran dari bahan apa saja yang penting relevan seperti: dari buku-buku perpustakaan. majalah. 5. 6. Setelah emosi siswa teraspirasikan melalui kegiatan tersebut baru kemudian siswa diajak mengerjakan materi sesuai dengan tema atau pokok masalah yang dipakai. siaran tv. . 2. praktisi hingga internet. Setiap kelas terdapat perpustakaan mini. 4. vcd. Belajar melalui bermain seperti mengajak siswa melihat cerita-cerita para nabi kemudian dipresentasikan didepan teman-teman atau siswa-siawa yang lain sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan apa yang dicatat atau yang ditangkap dalam proses pemutaran VCD tersebut. Lembar kerja kreatif (LKK) dibuat bervareatif dan kreatif dengan memamfaatkan banyak kertas. jurnal. Mengenal benda atau opyek secara kongkrit.92 b) Aplikasi Pembelajaran Edutainment 1. 8. 3. 7. Memberikan ruang gerak yang cukup dan mendorong daya perkembangan nalar dan kretivitas siswa. Pembelajaran disusun secara integrated yang "di ikat" melalui tema-tema tertentu.

evaluasi hasil belajar atau penilaian kelas dialsanakan secara terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar dan dengan berbagai cara untuk mengetahui segala potensi yang dimiliki siswa adapun evaluasi pada pembelajaran edutainment sebagian diuraikan diatas. b. Mampu menciptakan pembelajaran yang fun. maka evaluasi model konvensional tidak memadai lagi. audiotorial. visual dan intelektual) d. penilaian tidak hanya secara kualitatif (angka-angka dan rapor) tetapi juga secara kualitatif dalam bentuk narasi.93 c) Model Evaluasi Siswa Di Sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. .72 Serta penilaian dilakukan secara otentik yang mencakup 3 ranah (kognitif. enjoy dan menyenangkan. Memakai berbagai pendekatan pembelajaran yang savi (somatic. Adapun keistimewaan model pembelajaran edutainment yaitu: a. kepribadian dan leadership. 72 Observasi 3-4 Desember 2008. Oleh karena itu diadakan mudivikasi dan penyempurnaan dalam cara mengevaluasi. Terlebih dalam pembelajaran SKI yang dalam pembelajaran nya harus melibatkan ke 3 ranah tersebut.dan psikomotorik). c. Memakai berbagai metode pembelajaran yang bervareatif. afektif. Desain pembelajaran dan dsesain kelas dipola sangat unik menarik dan kreatif. sisi yang dievaluasi tidak hanya kompetensi akan seni dan keterampilan motorik saja akan tetapi keterampilan social juga.

Ketidak siapan guru dan wali murid dalam menghadapi peserta didik yang begitu menonjol. d. .73 d) Pengembangan Kretivitas Belajar Pada Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Didalam penerapanya. terutama yang terkait dengan mata pelajaran SKI. kemudian untuk menjadikan dan mengembangkan 73 Wawancara Dengan Ustadz Mujiburrohman. 6-7 Desember 2008. b. Mempermudah guru dalam mengkondisikan kelas. Biaya relative cukup mahal. Kelemahan model pembelajaran edutainment. S. Ag. Materi jadi mudah disampaikan. c. a. b. kreativitas belajar. Misalkan: siswa di beri kesempatan untuk berkreasi dan berfikir kreatif. imjinatif. Memerlukan penanganan dan tenaga ekstra baik dalam mendesain pembelajaran. pemberani. Siswa lebih percaya diri. sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan banyak melakukan pengembangan.94 Kelebihan-kelebihan model pembelajaran edutainment antara lain: a. Siswa mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. kreatif serta inovatif dan lain-lain. yang pada dasarnya guru kebanyakan memakai metode ceramah.desain kelas maupun dalam menciptakan ide-ide kreatif pembelajaran. c.

H. 10-12 Desember 2008. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. c.95 kreativitas siswa akhirnya guru membuat metode atau menyampaikan materi dengan berbentuk yang menyenangkan Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu.74 a. Nurkholis (Kepala Sekolah). Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) 74 Wawancara dengan Drs. b. Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan. . Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir. proses pembelajarannya bersifat aplikatif. Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

e) Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan Kreativitas belajar SKI Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai.96 yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi . Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu. Maka kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. proses pembelajarannya bersifat aplikatif. Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. memahami. Adapun tujuan dari pengembangan kreativitas belajar SKI adalah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan pada diri siswa sehingga siswa tidak lagi merasa bosan atau jenuh dalam belajar.

H. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru.97 menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. mudah beradaptasi. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat. Sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. f) Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Nurkholis (Kepala Sekolah). 75 Wawancara dengan Drs. 10-12 Desember 2008.75 Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka.Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan. .

karena model pembelajaran edutainment sangat mendukung dan membantu dan mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI.98 Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif. Ag.76dengan suasana yang gembira. karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan. .Ag. Abd Munib S. 76 Wawancara dengan Abd Munib S. 9 Desember 2008. dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI.a barisan maupun kelompok. dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). juga memberikan pembinaan leadership pada diri siswa antara lain dengan memberikan kesempatan siswa untuk memimpin secara bergilir baik kegiatan do. selaku tim inovasi dan pengembangan sekolah (TIPS) mengungkapkan bahwa model pembelajaran edutainment ini sangat penting dan bermamfaat. riang dan mengasikkan akan membuat siswa siap belajar dengan mudah karena dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap negatif menjadi positif. opservasi maupun dokumentasi. Sekolah MTs Al-Ibrohimy.

assembly. Berdasarkan pemaparan data diatas. Pada siswa sekolah MTs Al-Ibrohimy selalu ditumbuhkan rasa percaya diri dengan menampilkan siswa diseni. Penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativtas belajar pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. Adapun salah satu ajang ekstern sekolah MTs AlIbrohimy kerapkali mengikuti lomba tingkat DIKNAS sekecamatan. pada fase ini data-data tersebut akan dianalisis. Dalam penerapanya. Analisis Data 1. seperti yang tercermin pada diri siswa yang mempunyai rasa kepedulian yang besar pada kaum kurang mampu hal yang samapun terlihat ketika mereka mendapat tugas kepasar dekat sekolah atau mini market untuk berbelanja mereka diharuskan mampu melakukan tawar menawar. C.99 Dalam pengembangan kretivitas SKI. adapun untuk mempermudah pembacaan. model atau strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy mempunyai strategi . guna membiasakan berani tampil didepan public dengan adanya even-even diharapkan untuk meningkatkan potensi siswa dan mengembangkan kreativitas siswa baik dalam belajar maupun berkarya. atau out bound yang sesuai dengan kemampuan anak. guru senantiasa menanamkan rasa kepedulian pada siswa. analisa data akan peneliti sampaikan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat.

melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tata cara pergaulan.100 pembelajaran khusus yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan selain itu juga siswa diberikan kebebasan penuh untuk memilih gaya belajar sesuai dengan kecenderungan belajarnya masing-masing yakni dengan pendekatan belajar somatic. yang didalamnya juga ada penekanan untuk senantiasa menghargai kecenderungan belajar masing-masing pembelajaran. selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak. Empat pendekatan yang digunakan diatas (SAVI) tidak berbeda dengan empat pendekatan yang dipakai oleh model Accelerated learning. auditorial. bermain saat belajar juga mempunyai fungsi sosisal dan emosional. Hal ini sejalan dengan pendapat Mayke S. Tedjasaputra menyatakan bahwa selain berfungsi penting bagi perkembangan pribadi. Yang menekankan pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka Lebih lanjud juga Mayke S. . visual maupun intelektual (SAVI) maka proses belajar akan berlangsung menyenangkan sehingga siswa dapat lebih kreatif dalam mengepresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka. Tedjasaputra.

1976). (new york: praeger publishers. dengan cara mendengar atau melihat mendiskusikan dengan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan77. Menurut Silberman..101 Bisa dianalisa dengan pandangan Ahmad Sapari dalam bukunya " pendidikan dan sensitipitas guru yang kreatif " yang mengutif konsep paolo freire. seperti halnya yang telah diterapkan dalam proses belajar mengajar di MTs Al-Ibrohimy bahwa pembelajaran itu haruslah mampu membebaskan pikrin peserta didik dari tekanan atau intimidasi dari pihak manapun. tentang bagaimana pembelajaran yang membebaskan. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education.Meller. dengan cara mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit. 32-33 77 .hal. Sebab tekanan apapun namanya hanya akan mengerdirkan pikiran siswa sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (learning climate) yang kondusif. Proses belajar dalam model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan siswa tidak lagi diposisikan sebagai obyek pasif yang hanya bisa duduk manis dan mendengarkan penjelasan gurunya Pelajari John p. dengan cara mendengarkan atau melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. cara belajar dengan mendengarkan akan mudah lupa. Pembelajaran yang membebaskan adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis.

Strategi edutainment juga memperhatikan opening proses maupun klosing pada proses pembelajaran. Penyajian mata pelajaran dalam metode ini menggunakan model thematic tujuanya adalah untuk mempermudah proses pembelajaran dalam pelajaranya. internet. bahwa strategi pembealjaran yang digunakan berusaha untuk menjadi segala sesuatu menjadi lebih bermamfaat. Koran. proses belajar juga diluar ruangan tujuanya untuk menghindari kejenuhan.102 hubungan antara pendidik dan siswa yang sering kali terdapat sekat yang kerap menghambat komunikasi. guru erposisi sebagai sahabat bagi peserta didik hubungan tersebut berpegang teguh pada prisip saling menghormati. untuk memilih referensi rujukan misalnya: majalah. melakukan maksimalisasi lingkungan yang ada disekitar serta pengelolaan kelas sering dan sekreatif mungkin. dan lain-lain. terdapat penekanan pada nilai-nilai aqidah yang tujuanya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa sebagaimana sempat disinggung oleh ustadz Munib S. Ag. Dalam hal berpakaian dan pemilihan buku pelajaran yang dijadikan rujukan ini juga memberikan kebebasan. radio. tv. tidak berhubungan antara guru dan siswa diliputi keakraban dan keharmunisan. Semua penerapan diatas diarahkan untuk mengembangkan kreativitas . Salah satu pendidik dilembaga pendidik tersebut. Selain dilakukan didalam kelas. agama diposisikan sebagai ruh dari semua mata pelajaran yang ada.

Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. dan penuh kegembiraan. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah seperti halnya kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan.103 siswa disekolah MTs Al-Ibrohimy dengan mengguankan metode pembelajaran yang berbeda-beda yang berfareatif yang digunakan secara bergantian. Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. memahami. menyenangkan. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat. 2. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya . mudah beradaptasi. diciptakanya dalam kondisi kelas yang ceria. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan : yaitu kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. maka apa yang dihasilkan dari penerapan Edutainment adalah bagian dari kerativitas. Pertama: Edutainment sangat mendukung dan membantu mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. mudah beradaptasi. yang salah satu aspeknya adalah tentang kreativitas peserta didiknya. Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy. Karena pada pembelajaran studi SKI ini sangat bermamfaat bagi kehidupan masyarakat dan berguna bagi manusia didunia dan akhirat. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Beberapa poin dampak positif dari penerapan edutainment tidak lain dilatari oleh keseriusan penyelenggara pendidikan (lembaga pendidikan bersangkutan) dalam upaya meningkatkan mutu pendidikannya.104 sendiri. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. Dan juga karena . 3.

Keempat indikasi kreativitas diatas sejalan dengan apa yang sempat disinggung oleh Sutrisno bahwa pendidikan dikembangkan agar dapat mengahsilkan subyek didik yang kreatif. inovatif dll. humaoris. Karena dengan sikap pemberani siswa akan menjadi sangat dibutuhkan dan tidak akan cangguh untuk menghadapi suatu masalah. Karena dengan kemampuan siswa yang meningkat maka siswa tidak akan merasa kesulitan lagi. imajinatif. pemberani.105 siswa yang kreatif maka siswa akan gampang untuk menyampaikan suatu keahliannya. Belajar adalah proses seumur hidup tidak hanya pada saat manusia mengennyam dunia pendidikan kreativitas tersebut lahir dari satu proses aktualisasi diri yang berkesinambungan bahwa . Ketiga: Edutainment mampu membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap nigatif menjadi positif seperti: percaya diri. Keempat: Edutainment dapat mempengaruhi siswa agar dapat membiasakan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. kreatif. Karena dengan belajar SKI siswa yang lain akan bisa terpengaruh dan termutivasi untuk belajar yang kreatif. Kedua: Edutainment mampu menjadikan siswa mempunyai kemampuan dasar untuk menjadi pembelajaran yang mampu untuk mengatur diri. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi.

.106 sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri mengujudkan potensi dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaptifkan semua kemampuan organisme. Dengan demikian model pembelajaran edutainment sangat penting dan bermamfaat dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pengembangan kreativitas belajar siswa pada pendidikan sejarah kebudayaan islam (SKI) karena model pembelajaran edutainment merupakan salah satu bentuk inovasi pendidikan pada pola pembelajaran yang benar-benar disesuaikan dengan psikologi siswa dan merupakan pembelajaran yang sangat menyenangkan. yang mampu mengembangkan kreativitas siswa serta sangat efektif diterapkan dalam sejarah kebudayaan islam (SKI).

107 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. dalam proses pembelajaranya. Kesimpulan 1.Kreativitas menjadi bagian terpenting yang dijadikan landas pijak dalam penerapan strategi pembelajaran edutainment. Metode pembelajaran yang digunakan juga beragam. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan. model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan yang didukung dengan adanya hubungan yang diliputi ke akraban dan keharmunisan antara guru dan peserta didik. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancang tranformasi masyarakat. Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. . Penerapan strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan mempunyai strategi pembelajaran khusus. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. 2. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

. SDM. seperti percaya diri. (b). (c). Membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah. Mampu mengatur diri. Strategi maupun metode pembelajaran pendidikan guna menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas tinggi. kreatif serta inovatif dsb. pemberani. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi. B. dengan menambah wawasan dan pengalaman serta selalu mengadakan perubahan kearah yang lebih baik lagi. 3. serta dapat mengubah sikap negative menjadi positif. Dari pihak sekolah diharapkan dapat menampung semua aspirasi dari masingmasing guru baik mengenai metode. Untuk setiap guru diharapkan lebih meningkatkan kualitas serta profesionalitas sebagai figur yang ditauladani siswa.Mendukung dan membantu kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. Kepada kepala sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan dan seluruh pihak 93 sekolah untuk selalu mengadakan inovasi baru baik mengenai managemen. Saran 1. media maupun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melangsungkan proses pembelajaran. Adapun yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dari penerapan strategi edutainment disekolah MTs Al-Ibohimy Galis Bangkalan adalah : (a).108 3. 2.

1991. Metode Penelitian Bidang Sosial. 2004. Pendidikan Islam. Prosedur Penelitian. Model Pembelajaran Menciptakan Pendidikan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. 2006. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. 2007. Jakarta: PT. Suatu Pendekatan Praktek. Asrohah Hanum. Ciputat. “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo”. Ibnu Majah Sunan. Buno. Jurnal: Nizamia.tt. Hadi Sutrisno. Yogyakarta : Andi Offset. 1999. 1989. Renika Cipta. Karta Timur. Hadari Nawawi. D. Metode Penelitian Kualitatif. Azsa Azyumardi. . Yogyakarta. Kalimah Bungin. 1974. Jilid I Hamzah. Marimbah Achmad. Dar Al-kitab Al-Ilmiah. Mengembangkan Kreativitas Ana. Dariyo Agoes. L. Gadjah Mada Univercity Press. Jakarta: Grasindo Widya Sarana Indonesia. Fise The Rianto dan Handoko Martin FIC. Bairut. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: PT Grafindo Persada.109 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi Abu & Supriono. Kasiram Moch. 1993.Burhan. USA: Allyn & bacon. Metodologi Rasearh. Bandung: AlMa'arif. Psikologi Belajar. 2005.Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. 2004. 2003. Juz 1 Hadits... Silberman Melvin. Jakarta. Pustaka Al-Kautsar Arikunto Suharsimi. Bumi Aksara. Jakarta : Grasindo. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. 2005. Al-Kholili Abdussalam Ahmad. Jakarta : Rinika Cipta. 1996.

Metodologi penelitian kualitatif. 1995. Bermain. New York: Praeger Publishers. Vol. Mulyasa E. Senin. 2006. Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Remaja Rosdakarya. 2003. Munandar Utami. Fuad i & Rachmy Diana M. Shihab Quraish. Sapari Ahmad. 8 Desember. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. 2002. 2001. 1976. 2006. 2003.an. Jakarta: PT. 7. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. Moloeng Lexy. Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan. 2003. Nurdin Syafrudin. Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein. Yogyakarta: Mitra Pustaka. Metodologi Penenilitian Sosiual Agama. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. Sholeh Khudhori A.Metodologi Penelitian Pendidikan. P. Nashor H. Kreatifitas Dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat. Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. Jakarta : Grasindo. Jakarta. John. Margono S. Pemikiran Islam Kontemporer. Education. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif. Yogyakarta : Menara Kudus. Bumi Aksara. Jakarta : Lentera Hati. Bandung : Rosda Karya. Meller Pelajari. Jakarta Grasindo. Gramedia Pustaka Utama. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. 2003. Jakarta: Aksara. Musbikin Imam. S. 2001. 2002. 2007. Quantum teching. Tedjasa Putra Mayke. Suprayoso Imam Tabroni. Yogyakarta : Jendela. Sumber Belajar dan Alat Permainan: Untuk Pendidikan Usia Dini. Bandung: Remaja Rosda Karya . Sudono Anggaini. Bandung : PT.110 Mardalis. 2005: Untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta : PT. Didatika. 2005.

Ag. Dedi. Yogyakarta : Ar-Ruzz. Widodo Supriono Dan Abu Ahmadi. 11. 2005. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah. Bandung: Kaita. Sutrisno. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens. Wawancara dengan Ustadz Mujiburrohman.Munib. S. 2003.at. 2002. 2003. Psikologi Belajar.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. Wawancara dengan Abd Munib S. Vycoh Joyce. Nurkholis (kepala sekolah). Ag. 1991. 6-7 Desember 2008. yokyakarta : Biopgraf Publishing.S. H.. Menjadi Super Kreatif: Melalui Merode Pemetaan Fikiran. 9 Desember 2008. . Juli. Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bandung: Citra Umbara. Paradikma Pendidikan Masa Depan. Republic : Jum. Wawancara Dengan Abd. 10-12 Desember 2008. 2003. Zamroni. Undang-Undang Republik Indonesia. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. Reneka Cipta.111 Supriadi. Jakarta. Tanggal 3 Nofember 2008 Wawancara dengan Drs.

112 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya bertanda tangan dibawah ini: Nama NIM Jurusan/program studi Fakultas : MUCHTARUL WAHID : D03304068 : Kependidikan Islam (KI) : Tarbiyah Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri. 11 februari 2009 Yang membuat peryataan Tanda tangan MUCHTARUL WAHID D03304068 . Surabaya. bahwa merupakan pengambilan alihan tulisan atau pemikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pemikiran saya sendiri. maka saya bersedia menerima atas perbuatan tersebut. Apabila kemudian terbukti atau dapat dabuktikan skripsi ini hasil jiplakan.

Galis. Al-IBrohimy. Bangkala . MI Al-IBrohimy Galis. Bangkalan 3. Bangkalan 2 MTs. Galis.113 RIWAYAT HIDUP Nama Tempat tanggal lahir Jenis kelamin Alamat Fakultas/jurusan NIM Asal sekolah : Muctarul Wahid : Bangkalan : Laki-laki : Dsn Longke'Tengah. Bangkalan : Tarbiyah/kependidikan islam : D03304068 : 1. MA. Al-IBrohimy Galis.

Struktur Komite Sekolah MTS juga mempunyai relasi yang membantu baik proses belajarmengajar maupun menjalin hubungan masyarakat sehingga antara kepala sekolah.Mujiburrahman Sag Guru 2.S.ALWI.Ust.Ag Bendahara SANWANI Wakil bendahara SITI ROMLAH Wakil sekretaris ABUSIRI AMa Anggota 1. dalam hubungan ini di sebut komite sekolah.MUNIB. guru.Ir. Keadaan Peralatan Yang Dimiliki Penemuan Tahun . Jailani Mashuri Tokoh Masyarakat 3.AMA Wakil ketua TURDI Sekretaris ABD. murid.Rokib SAg Alumni MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No.Hosnan Wali Data inventaris Murid 5.114 Lampiran 1. wali murid dan tokoh masyarakat mempunyai hubungan yang sangat dekat. Tabel 2 Struktur Organisasi Komite Sekolah Ketua komite sekolah MOH. Maslihah SAg Tabel 5Wali Murid 4.

115 Kondisi Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Sepeda Motor Meja Pimpinan Meja TU Kursi kerja Meja Komp Kantor Bangku Siswa Meja Guru LAB Meja OSIS Meja Guru Meja Guru kelas Meja Loker Guru Kursi Siswa Kelas Kursi Guru Kursi Guru Kelas Kursi Guru LAB Meja + Kursi Piket Komputer TU Printer TU Scanner TU TV AC Kipas Angin Almari Rak Arsip Jumlah 1 5 4 9 3 300 2 1 29 12 2 300 29 12 2 2 3 3 1 4 10 12 16 1 Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak 04 V V V V V V V V V V V V 05 V V 06 07 .

Telpon/Fax Jumlah 1 4 1 1 2 1 4 15 13 1 1 1 28 33 25 10 20 21 1 Peralatan Yang Dimiliki Kondisi Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak Penemuan Tahun 04 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 05 06 07 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis . Gambar Pres +wakil Mesin Ketik LAB Komputer LAB Printer Lab.116 Keadaan No. Nama Filling Cabinet Radio Tape Warless DVD Sound Lab Mega Phone Speaker Sound Kelas Jam Dinding Dispenser Magic Com Lemari Es White Board Papan Data + Pengum.

.? 14. apakah penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment diterapkan pada semua mata pelajaran. bagaimana penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi (SKI) di sekolah MTs AlIbrohimy galis bangkalan.. usaha apa saja yang dilakukan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan strategi edutainment.? 2.? 6.. strategi dan model apa yang dipakai oleh guru SKI dalam mengembangkan keratifitas siswa. apakah pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI sudah efektif dan menyenangkan.....117 PEDOMAN INTERVIEW Untuk Tutor Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) 1.? 7.? 11.. apakah indicator pembelajaran pada bidang studi SKI sudah berlangsung efektif. bagaimana kurikulum dan silabus yang dipakai sekolah tersebut.? ...? 10..? 9. apakah pembelajaran edutainment dapat mengembangkan kretivitas siswa terutama pada pembelajaran SKI. apa pelajaran SKI merupakan pembelajaran yang mudah dan menyenangkan bagi siswa.? 4.? 12...? 5. sejak kapan pembelajaran edutainment dikembangkan. apa harapan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan pembelajaran edutainment.? 3.? 8.? 13. kendala-kendala apa saja yang dihadapi selam mengembangkan pembelajaran edutainment. Apakah model pembelajaran menurut anda. bagaimana hasil yang dicapai dari penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreatifitas belajar pada bidang studi SKI..

118 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful