P. 1
Aplikasi Pembelajaran edutainment

Aplikasi Pembelajaran edutainment

|Views: 2,765|Likes:
Published by 123dang

More info:

Published by: 123dang on Jan 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2014

pdf

text

original

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam Studi

Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) ALIBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Skiripsi Diajukan Kepada Sekolah Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Meyelesaikan Program Sarjana Strata Satu (S-1)

Oleh : MUCHTARUL WAHID NIM. D03304068

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM 2009

2

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPSI

Skiripsi oleh: Nama Nim Judul :Muchtarul Wahid :D03304068 :PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) AL-IBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Ini telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan

Surabaya, 11 Februari 2009

Dra. HUSNIYATUS SALAMAH, Z. M. Ag NIP. 150 267 236

3

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKIRIPSI Skiripsi oleh Muchtarul Wahid ini telah dipertahankan di depan tim penguji skiripsi. Surabaya, 15 januari 2009 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institute Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, DR. H. NURHAMIM, M.Ag Nip. 150 246 739 Tim Penguji Ketua Dra. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag 150 367 236 Sekretaris M. Bahri Musthofa, M. Pd.I 150 368 866 Penguji I, Drs. H. A. Hamid sjarif, M. MH 150 197 388 Penguji II, Drs. Syamsul Ma'arif, M. Ag 150 290 028

4

MOTTO

‫ِان اﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐﻴﺮوْا َﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َ ّ ُ ﻣ‬
"Sungguh, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " Kata mutiara "Jangan Pernah Barharap Sukses Jika Jalan Yang Menuju Ke Arah Itu Sama Sekali Belum Kau Tempuh"

5

ABSTRAK

Skiripsi oleh muchtarul wahid, 2008. judul: " Penerapan Startegi Pembelajaran Edutainment Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Dibidang Studi Ski (Studi Kasus Di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan) " pembimbing: Yang melatar belakangi penelitian ini ialah ketidak puasan dan kejenuhan atau juga karna system pembelajarannya yang semakin menoton dan sistem pembelajaranya hampir smua mata pelajaran memakai metode ceramah, sehingga menghambat kreatifitas alamiyah yang ada pada peserta didik. Di samping itu alas an utama para tim / para guru melakukan pembelajaran edutainment karena masalah Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), yang kerap sekali sering mengerdilkan siswa dan membuat jenuh siswa. Sehingga dengan adanya pembelajaran yang berbentuk menghibur (Edutainment) dapat meningkatkan atau mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan minak, bakat dan kebutuhan anak didik. Dari latar belakang penelitian diatas memunculkan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 2. Bagaimana pengembangan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 3. Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field rasearch) dengan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan data-datanya peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul peneliti analisis dengan teknik diskriptif kualitatif.

6

Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran Edutainment adalah proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan, adapun pembelajaran yang diterapkan disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan hanyalah pembelajaran yang menghibur dan menyenangkan karena pembelajaran edutainment itu juga disesuaikan dengan kreativitas dan kebutuhan anak. Penerapan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang melalui pembelajaran edutainment untuk anak MTs sudah cukup baik dan optimal dengan cirri-ciri pembelajaran yang bervareasi dalam artian materi yang akan diajarkan sesuai kebutuhan anak sehingga dengan mudah mengaplikasikan dalam bentuk yang menyenangkan dan menghibur. Diantara beberapa strategi atau model pembelajaran yang digunakan yaitu: pemberian cerita, permainan peran (role play),tadabur alam / karya wisata, Tanya jawab, game, dan ceramah.

patuh. berguna baginya. tawa dan canda serta perselisihan memberi nuansa yang sejuk dan mutiara berharga selalu mewarnai setiap langkahku…………………… Spesialnya buat tretan IKAMABA selaku pengurus ples ketua IKAMABA (Alek Khotib) 2009 yang sering marah-marah & tidak kalah murkanya ketika ada masalah di IKAMABA.a tidak pernah hentinya semoga sadar & tidak tambah parah………………. Do. bangsa dan Negara Saudara-Saudaraku yang tersayang kakakku Moh. marilah Jangan nodai persaudaraan kita yang selama ini kita tanam Buat teman-teman KI-04. Agama. yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu. adik-adikku Toha Bukhori. taat. Buat Tanteretan IKAMABA semua tak terkecuali khususnya yang Kurus dan yang Gemuk yang telah memutivasi penulis agar menyelesaikan tugas akhir ini. Sakdiyah. Kebersamaan dan kesetiaan kalian semua mengiringi perjalanan studiku. Jamhari.7 PERSEMBAHAN Dengan Mengucapkan Syukur Al-hamdulillah. Qomariyah. pintar. yang telah mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan skiripsi ini. . keluarganya. Mbakku rantina.akan setiap saat agar anaknya menjadi anak yang sholeh. Dapat Kupersembahkan Karya Skiripsi Sederhana ini Buat: Orang yang ku sayangi dan sangat saya hormati Bapak dan Ibu yang telah membesarkan dengan kasih sayang dan mendidiknya dengan penuh kesabaran serta selalu mendo.

Pd. namun berkat bantuan.8 KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat ilahi robbi yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya. M. selaku Dosen Wali dan juga selaku Dosen Pembimbing yang penuh kesabaran membimbing dan mengarahkan serta memberi motivasi agar tidak putus asa dan tetap semangat. Penulis menyadari bahwa didalam penyusunan dan ppenulisan skiripsi ini. Semua saudara-saudaraku yang telah meluangkan pikirannya untuk penulis sehingga penulis bisa menyelsaikan tugas skripsi ini 7. Husniyatus Salamah Z. sehingga penulis dapat menyelesaikan skiripsi ini. Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya Beserta Staf-Stafnya.I. M. selaku ketua Jurusan Kependidikan Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya. bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. 2. 6. beserta genap dan seluruh pengikutnya. Ag. Dra. maka semuanya dapat penulis menyelesaikan dengan baik. Nur Kholis selaku kepala Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan beserta staf-stafnya yang telah membantu dalam menyelesaikan Skripsi ini. Drs. Dr. Nurhamim. 5. Bapak dan Ibu Dosen yang telah membekali penulis dengan ilmu pengetahuan .H Masyhudi Ahmad. Untuki itu sudah sepatutnya apabila dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1.. 3. Ag. Drs. M. banyak menemui kesulitan dan hambatan. H. Sholawat serta salam semoga tetap abadi pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

04 januari 2009 Penulis . Surabaya. selain untaian do.a semoga amal beliau dibalas dan diterima serta diampuni segala dosa-dosanya disisi Allah SWT. Dan akhirnya penulis berharap semoga skiripsi ini bisa bermamfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skiripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. karna keterbatasan kemampuan yang penulis miliki mengingat penulis adalah hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan luput. untuk itu penulis mengharapkan saran.9 Tiada kata yang dapat penulis berikan sebagai balas budi. kritikan dan masukan yang bersifat konstruktif demi sempurnanya penyusunan skiripsi ini.

2 Definisi Operasional………………………………………………….. .. f... Tahap-Tahap…………………………………………………….14 Sejarah Kebudayaan Islam 1........3 Tujuan Penelitian…………………………………………………….. Konsep Dasar……………………………………………………..17 4.8 2............ C........ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran SKI…………………………………………....16 3.1 Rumusan Masalah……………………………………………………......ii PENGESAHAN TIM PENGUJI…………………………………………………….4 Mamfaat Penelitian……………………………………………………5 Metode Penelitian.... e...13 4.....vi KATA PENGANTAR………………………………………………………………........12 3....15 2.. d.... Pendekatan Pembelajaran………………………………………...... g..iii MOTTO………………………………………………………………………………iv ABSTRAK……………………………………………………………………………. Tujuan SKI………………………………….......10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………........ BAB : II A. Pengertian Kreativitas………………………. Pengertian SKI…………………………………………………. BAB : III A.. b. PENDAHULUAN Latar Belakang………………………………………………………..i PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPS…………………………………………... Faktor-Faktor……………………………………………………...vii DAFTAR ISI…………………………………………………………………………ix DAFTAR TABEL……………………………………………………………………xi BAB : I a... Pengertian…………………………………….10 Kreativitas 1.......... c......6 Sistematika Pembahasan………………………………………………7 LANDASAN TEORI Pembelajaran Edutainment 1.v PERSEMBAHAN…………………………………………………………………..9 3....11 2. Ciri-Ciri…………………………………………………………..... Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI………………18 LAPORAN HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………………19 B...…………………………………………………......

..25 7..Keadaan Guru Karyawan dan Siswa…………………………….....37 Lampiran ..Struktur Organisasi………………………………………………24 6...……………………………………………………………….Sarana Prasarana…………………………………………………26 B.36 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….. Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………34 BAB : IV PENUTUP A.35 B...Berangkat Dari Keprihatinan…………………………....28 2.. Analisis Data…………………………………………………………31 1..Sejarah singkat sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan…………………………………………… 20 2..11 1.. Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………30 C...23 5... Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….33 3.....22 4.. Penyajian Data……………………………………………….Kurikulum……………………………………………………….29 3.... Kesimpulan…………………………………………………………...32 2.. 21 3.27 1. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….. Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….Visi Misi dan Motto…………………………………………….... Saran-Saran………………………………………………………….......38 ... Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………..

Fasilitas Pembelajaran 2. Data Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) 3. Keadaan Personalia Guru 4. Struktur Organisasi .12 DAFTAR TABEL 1.

224. Konsekuensi logisnya. Dalam era tersebut kita di tuntut mampu berperan dalam persaingan bebas." Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang muslim (laki-laki dan perempuan)" 1 Sunan Ibnu Majah. Latar Belakang Memasuki abad ke 21 ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang pesat. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang mendapat prioritas utama dalam kehidupan manusia. sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan memadai menduduki posisi yang sangat vital dan strategis dalam kotek saat ini. Sabda Rasulullah saw. Sebagaimana di jelaskan dalam hadits nabi Muhammad SAW. Juz 1 Hadits no. hal. Sebab pendidikan menjadi suatu jalan atau cara yang mengantarkan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya.1 ‫ﻃﻠﺐ اﻝﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ آﻞ ﻣﺴﻠﻢ ٍوﻣﺴﻠﻤﺔ‬ ٍ َ ِْ ُ َ ِْ ُ ِ ُ َ َ ٌ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ ْ ُ ََ ّ Artinya : Dari anas ibnu malik berkata. 1 . menyebabkan semakin besarnya arus informasi dan terbukanya pasar internasional yang berdampak pada persaingan bebas yang begitu ketat di segala aspek kehidupan.tt). bahkan pendidikan menjadi suatu kewajiban yang harus di jalani manusia dalam kehidupanya. (Bairut.13 BAB I PENDAHULUAN A. lebih-lebih dalam dunia pendidikan. 81. Dar Al-kitab Al-Ilmiah.

terutama bagi perkembangan bangsa dan Negara. Sila pertama dalam pancasila adalah Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang memberikan makna bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beragam. Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh pendidikan terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian utama. salah satunya kepada peserta didik. Kreatifitas Dan Keberbakatan : Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat. lebih dari itu ada tujuan pembentukan kepribadian. hal. Dalam hal ini betapa pentingnya kedudukan pendidikan agama dalam peningkatan manusia Indonesia seutuhnya. 1974).hal ini berkaiatan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. (Jakarta: PT.14 Pendidikan mempunyai peran yang amat menentukan bagi perkembangan atau peningkatan dan perwujudan diri individu. hal. 44. 2 . 4. Buktinya dengan ditempatkannya unsur-unsur agama dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.2 Adapun pendidikan disini tidak hanya sebagai: Transfer Of Knowledge.3 Sehingga siswa dapat mengenal potensi yang dimilikinya dan kemudian dapat mengembangkan potensinya sesuai bakat dan mural. kemajuan suatu kebuadayaan tergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. Untuk membina bangsa yang beragam pendidikan agama ditempatkan pada posisi Utami Munandar. 3 Achmad D. 2002). menghargai dan memamfaatkan sumberdaya manusia (SDM). Gramedia Pustaka Utama. (Bandung: Al-Ma'arif. Marimbah.

6 Hanum Asrohah. 2003). “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo” (Jurnal: Nizamia. masyarakat.6 Oleh karena itu. 77. Dalam UU No 20 tahun 2003 Tentang SISDIKNAS pasal 12 ayat 1 dinyatakan bahwa:5 " Setiap peserta didik pada setiap sauna pendidikan. akhlak mulia. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif meningkatkan potensi dirinya nuntuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan. Nomor 1 tahun 2004).4 Pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional memiliki posisi yang kokoh yang secara yuridis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan peningkatan manusia seutuhnya. hal.6. kepribadian. pendidikan agama bisa menjadi 4 Moch. pengendalian diri. 7. bangsa dan Negara. hal. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. kecerdasan. pendidikan agama disini mendapat prioritas utama. Vol. berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama" pendidikan agama adalah bagian dari proses pendidikan nasional. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. Dengan demikian bangsa Indonesia menempatkan pedidikan agama pada kedudukan yang tinggi dalam sistem pendidikan nasional dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan peningkatan bangsa Indonesia. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Kasiram.15 stategis dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan nasional bahwa: pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. 5 .

Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. penemuan dan penerapan serta menjadikan siswa mnjadi jenu. hal 4. guru memberi penjelasan dengan berceramah mengenai materi pelajaran dan siswa sebagai pendengar. 7 . Sutrisno. 2005). Akibatnya pendidikan agama islam kurang dapat memberi pengaruh yang berarti pada kehidupan siswa sehari-hari bahkan mengakibatkan terjadinya krisis multi dimensi terutama krisis mural pada kalangan siswa. yang belum mampu menjadikan semua siswa dikelas bisa menguasai tujuan-tujuan umum pembelajaran terutama bagi siswa yang berkemampuan rendah. hal 42. Quantum teching.2005). pemahaman. (yokyakarta : Ar-Ruzz. oleh karena itu model pengajaran yang bersifat indoktrinasi-dokmatis dan normative. metode pembelajaran semacam ini kuarang memberikan arahan pada proses pencarian. (Jakarta : PT. 8 Syafrudin Nurdin.7 Disini lain strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah saat ini pada umumnya masih bersifat konvensional. Revolusi Pendidikan di Indonesia : Membedah Metode Dan Teknik Pendidika Berbasis Kompetensi. bosan dan malas belajar.8 Untuk menghadapi tantangan ini pendidikan harus mampu mencari model atau penerapan strategi penyampaian pendidikan agama yang baru. yang bisa memutivasi peserta didik untuk secara aktif menjawab persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran yang digunakan pada guru agama selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah.16 salah satu solusi ditengah keadaan bangsa saat ini agar tidak terperosot kejurang keruntuhan dan krisis mural yang semakin mendalam.

9 Sebagaimana dijelaskan Ausuble. dan ke arah masyarakat. di mana iman dan taqwa menjadi rujukanya. bila hasil pandidikan selama ini selalu menghasilkan siswa yang berfikir linear tidak kreatif. Karena memang sekolah hanya mengembangkan atau meningkatkan otak kiri ketimbang otak kanan siswa. Pelaksanaan Pendidikan Pada Sekolah-Sekolah di Kota Malang. Kasiran. bahwa pendidikan hafalan dan drill adalah bentuk pendidikan yang tidak bermakna. Di samping pendidikan agama di sampaikan secara empirik problematik juga disampaikan dengan pola atau strategi yaitu keselarasan anatara akal kecerdasan dan perasaan yang melahirkan perilaku ahlakul karimah dalam kehidupan berbangsa bernegara.17 Hal ini penting dalam pembentukan sikap social anak. Disini guru agama harus selalu berusaha mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi teologis dalam menghadapi setiap bentuk tantangan hidup. dimana anak dilatih untuk menggunakan persepsi agamis terhadap realitas kehidupan. Maka tidak aneh. hal. 9 Moh. 78-79. yaitu pembodohan. menurut Paulo freire: pendidikan seperti ini adalah pendidikan yang membelenggu dan tidak manusiawi. . Pola ini menuntut upaya lebih menekankan pada faktor kemampuan berfikir dan berperasaan muralis yang menentang ke arah Tuhan. Bila udah demikian. kurikulum apapun yang digunakan akan mendapatkan hasil yang sama.

11 Adapun dalam usaha menerapkan pendekatan pembelajaran yang sistematis. 19. Paradikma Pendidikan Masa Depan. terutama pada pendidikan agama islam. Disini diperlukan kreatifitas yang harus dilakukan oleh semua pihak baik pihak guru maupun siswa. 20. Pasal 12 ayat 1. 29.18 Oleh karena itu sudah saatnya sistem pendidikan yang selama ini harus di rubah lebih-lebih untuk sekolah dasar. Karena guru sangat berpengaruh terhadap mutivasi belajar siswa dan guru dituntut untuk lebih kreatif dalam merangsang pembelajaran dan mengembangkan atau meningkatkat kreatifitas mengembangkan dan menemukan solusi secara mandiri karena pendidikan yang kreatif dapat memecahkan segala problem dengan solusi yang cepat dan tepat. terutama guru. 2002). UU Sisdiknas No. hal. Belajar kreatif memungkinkan timbulnya ide-ide baru.10 Dengan adanya model pembelajaran yang kreatif itu dapat menunjang siswa dalam proses belajar mengajar sehingga siswa tidak lagi merasa jenuh atau bosan. 11 . (Yogyakarta : Biograf Publishing. akan tetapi menjadi menyenangkan bagi siswa serta menjadikan proses belajar siswa lebih bermakna dan mampu mengaitkan materi dengan kehidupan seharihari. kreatif dan menyenangkan salah satu sekolah dasar di Bangkalan yang lebih dikenal dengan nama sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan diBawah naungan NU telah berupaya menerapkan model pembelajaran baru atau 10 Zamroni. Sikdiknas. cara-cara baru dan hasilhasil yang dapat menghasilkan bagi pembangunan atau peningkatan nasional Indonesia.

sehingga pembelajaran lebih menyenangkan.rasa senang. 12 .12 Seperti Contoh: (Drama) Dalam kisah para Nabi "Salah satu siswa disuruh menceritakan sejarah / kisah para Nabi seperti halnya pada saat perang badar atau juga pada kekuasaan abbasiyah dengan model atau bentuk implementasi yang siswa itu mampu. Adapun metode yang digunakan sekolah tersebut bernama "Model atau Penerapan Strategi Pembelajaran Edutaiment".19 penerapan strategi pembelajaran baru yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat mengembangkan atau meningkatkan kreatifitas belajar siswa. dan mereka menikmatinya. sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis. Sebagaimana telah dijelaskan sustrisno dalam bukunya "Revolusi Pendidikan diIndonesia" bahwa Edutainment berasal dari kata Education (pendidikan) dan Entertainment (hiburan) jadi Edutainment dari segi bahasa berarti pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (game). Bisa juga dengan cara memutar . 2005). hal. Sutrisno. bermain peran (role play) dan Demontrasi. 31. Membedah Metode dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetensi (yokyakarta : Ar-Ruzz. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. tetapi dapat juga dengan rasa. Yang mana Edutaiment itu sendiri adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmonis yang menjadikan pembelajaran terasa menyenangkan.

Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 5. Definisi Operasional Definisi ini untuk memperjelas dan mempertegas kata-kata atau istilah kunci yang diberikan dengan judul penelitian. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? C. B. maka untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang permasalahan dalam penelitian ini. sebagai berikut: 4. Agar lebih mudah untuk memahami makna.20 CD kemudian di jelaskan kpd siswa yang lain atau juga siswa disuruh menyimak pembelajaran yang disampaikan oleh guru dengan mengunakan CD atau peralatan lainnya kemudian siswa dituntut menyampaikan kembali atau menjelaskan apaapa yang telah terekam pada pemutaran CD tersebut". Rumusan Masalah Dengan uraian latar belakang masalah tersebut diatas. maka peneliti merumuskan sebagai berikut: . Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 6.

(Bandung: Kaita. hal. 15 16 Abu Ahmadi Dan Widodo Supriono. 31. 2003).15Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini.dan yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis. Reneka cipta. hal. hal. hal. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat. MA. Joyce Vycoh.14Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Dr Asyumardi Azza.sesuai rencana yang telah diprogramkan. 14 13 . Kalimah). 121. Strategi Pembelajaran Edutainment : Adalah suatu proses pembelajaran yang merupakan aktivitas kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik. 43.21 1.13 2.16 Sutrisno Revolusi. 177. Pendidikan Islam. (Jakarta. Menjadi Super Kreatif: Melalui Metode Pemetaan Fikiran. 16 Prof. (Ciputat. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan.sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan. 1991). Kreativitas belajar SKI : Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. psikologi Belajar. memahami. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). D. Untuk mengetahui bagaimana kreativitas belajar siswa dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan.22 3. . Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif. 2. maka penelitian ini betujuan sebagai: 1. opservasi maupun dokumentasi. Strategi yang dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi (SKI) : Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara.

E. Sebagai tambahan referensi atau wacana bagi pemerhati pendidikan serta bagi semua pembaca. Motivasi para praktisi pendidikan terutama para guru untuk kreatif dan inovatif dalam memilih metode atau model pembelajaran yang sesuai dengan dunia siswa. Manfaat Penelitian 1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dan yang dapat meningkatkan kretivitas belajar dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. 3. Jenis penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian Kualitatif Deskristif.data yang dikumpulkan adalah berupa kata- . Metode Penelitian 1. Penelitian kualitatif deskristif adalah Suatu penomena penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan-keadaan atau status penomena yang terjadi yang terdapat dalam arti baik kata-kata tertulis maupun lisan dari orang yang menjadi subyek penelitian. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti mengenai pembelajaran yang efektif serta mengembangkan sikap potensi dan bakat manusia yang sedemikian beragamnya. 2.23 3. khususnya pembelajaran bagi siswasiswi MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. F.

11. wawancara. catatan atau memo.17 Penelitian kualitatif berusaha menampilkan secara holistik (Utuh) yang membutuhkan pencermatan dalam pengamatan. gambar dan bukan angka. tidak mengandalkan bukti logika matematis. catatan lapangan.18 Sedangkan menurut Travers. Peneliti ini berusaha untuk menggambarkan dan mengklasifikan fakta atau karakteristik fenomena yang ada faktual dan cermat. 3. foto. hal. Menurut Lexy Moloeng yang dikutipnya dari pendapat Bogdan dan Tailor. Metodologi penelitian kualitatif. sehingga dapat digambarkan kondisi dan keadaan yang sebenar-benarnya dengan isyarat atau tindakan social. video tipe. Data tersebut mungkin berasal dari naskah. penelitian deskriptif adalah data yang berupa kata-tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.24 kata. Lexy Moleong. Jadi metode deskriptif ini menekankan bahwa objek yang 17 18 Lexy Moloeng. sebagaimana dikutip Sevill dkk. hal. dan dokumen resmi lainnya. Metodologi. . prinsip angka atau metode statistic. Sehingga kita dapat memahami menyeluruh hasil penelitian disamping itu dalam penelitian kualitatif ini peneliti harus terjun langsung. kelapangan guna memperoleh data yang dibutuhkan. mendefinisikan bahwa metode deskriptif adalah menggambarkan sifat atas sesuatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. dokumen pribadi. Pendekatan ini dapat diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh). 2007). (Bandung : Rosda Karya.

134. Penelitian deskripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang saat ini berlaku. 20 Mardalis.21 Berangkat dari topik permasalahan skripsi ini maka jenis-jenis data yang relevan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. mencatat. Data kualitatif yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinialai dengan angka secara langsung.25 diselidiki dalam keadaan sekarang pada waktu penelitian dilakukan (berlangsung).22 Diantara data kualitatif dalam penelitian ini adalah: a) Model atau Penerapan strategi pembelajaran edutaiment dan pengembangan kreativitas pada bidang studi SKI. menganalisa dan menafsirkan kondisi yang selama ini terjadi. Jenis data Data merupakan segala keterangan (Informasi) mengenai segala hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian. yang didalamnya terdapat upaya menjabarkan. 22 Ibid. 19 . hal.cet 9. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. 2001). (Jakarta: Aksara 2006). 1993).Renika Cipta. 21 Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian. Metodologi Penenilitian Sosial Agama (Bandung: Remaja Rosda Karya. 98. hal. (Jakarta. Suatu Pendekatan Praktek.20 2. Imam Suprayoso Tabroni.hal. 137. 104. Jenis Dan Sumber Data a.19 Penelitian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang apa dan bagaimana suatu keadaan (fenomena. kejadian) dan melaporkan sebagaimana adanya.

Metodologi Rasearh.26 b) Gambaran umum obyek penelitian antara lain sejarah berdirinya sekolah. keadaan guru dan murid serta sarana prasarana. jilid 1. misi.24 Adapun sumber data ini ada 2 macam. 1989). Data kuantitatif adalah data yang diukur atau dihitung secara langsung karena berupa angka-angka adapun data yang di maksud adalah: b. dan motto. 66. 2. visi. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya untuk diamati dan dicatat dalam bentuk pertama kalinya. 23 . 2002). 107. struktur organisasi. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek .) Fild rasearh adalah sumber data yang dipoleh dari lapangan penelitian yaitu: mencari data dengan cara terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data yang lebih kongkrit yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Sumber data adalah sumber data yang di peroleh. Data yang di Suharsimi Arikunto. kurikulum pendidikan. (Jakarta Renika Cipta. sumber data yang digunakan malalui 2 cara yaitu: 1. 2. yaitu: a.23 Berdasarkan jenis-jenis data yang diperlukan maka dalam penelitian ini.) Sumber literatur (field literature) yaitu sumber data yang digunakan untuk mencari landasan teori tentang permasalahan yang diteliti dengan menggunakan buku-buku kepustakaan. dan merupakan bahan utama penelitian. (yokyakarta : Andi Offset. 24 Sutrisno Hadi. hal. Sumber Data.

dan TU. Metode Observasi Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Sumber sekunder ini bersifat penunjang dan pelengkap data primer. Data sekunder adalah data yang pengumpulanya tidak diusahakan sendiri oleh peneliti.27 maksud disini adalah data tentang model strategi pembelajaran edutaiment dan kreatif pada bidang studi SKI adapun data ini diperoleh dari beberapa sumber yaitu. Kepala Sekolah. sehingga data yang diperoleh itu benar-benar valid. pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat .Creator (TIPS). 3. Data yang di maksud adalah data tentang sekolah berdirinya sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan berupa dokumen-dokumen lainya. Dalam penelitian ini. Sebab metode merupakan kunci keberhasilan dalam suatu penelitian. peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: 1. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang sesuai dengan apa yang diharapkan.misalnya dari keterangan atau publikasi lain. b. Wakil Kepala Sekolah.Guru SKI. maka dalam setiap penelitian terlebih dahulu harus menentukan metode apa yang akan dipakai untuk mendapatkan serta mengumpulkannya.

penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa di bidang studi SKI dan semua hal yang berkaitan dengan penelitian di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 2. 143. perasaan dan sebagainya yang dilakukan oleh dua pihak yaitu wawancara (interview) yang mengajukan pertanyaan dengan orang yang diwawancarai (interview). kejadian. Metode Penelitian Bidang Sosial. motivasi. hal. hal. 26 Burhan Bungin.26 Menurut S Magono teknik wawancara adalah cara mengumpulkan data melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data dengan sumber data. Gadjah Mada Univercity Press. Teknik wawancara dilakukan untuk menggali informasi berkenaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dibidang studi SKI di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Nawawi Hadari. 2006). (Yogyakarta. 25 . sarana dan prasarana. kegiatan.2005). (Jakarta: PT Grafindo Persada.25 Metode ini digunakan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang lokasi dan letak geografis. organisasi. Metode Interview (Wawancara) Interview adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengontruksi mengenai orang.28 terjadi atau belangsungnya perstiwa sehingga observasi berada bersama obyek yang diselidiki dan disebut juga obsevasi langsung. Metode Penelitian Kualitatif. 100.

Metode-Metode Penelitian Masyarakat. peneliti mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan atau benda-benda tertulis. buku.29 3. kategori dan S.1995). Koentjaraningrat. Analisis data menurut Patton yang dikutip oleh Moleong. jumlah guru. dan sarana prasarana. Edisi Revisi III. hal. visi. karyawan. (Jakarta. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.28 Secara sistematis dan konsisten bahwa data yang diperoleh dituangkan dalam suatu rancangan konsep yang kemudian dijadikan dasar utama dalam memberikan analisis. Metodologi Penelitian Pendidikan. mengorganisasikan kedalam suatu pola. transkip. foto. 28 27 . 63. dan dokumen mengenai gambaran umum obyek penelitian. dan mutu. misi. Metode Analisis Data Setelah data terkumpul dilakukan pemilahan secara selektif disesuaikan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Metode Dokumentasi Dokumentasi dari asal katanya “dokumen” yang artinya barang-barang tertulis dengan melaksanakan metode dokumen ini. surat kabar. dilakukan pengolahan dengan proses editing. yaitu dengan meneliti kembali data-data yang didapat. hal.27 Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah. Margono. apakah data tersebut sudah cukup baik dan dapat segera dipersiapkan untuk proses berikutnya. adalah proses mengatur urusan data. 1997). Sebab itu. dan siswa. 270. struktur organisasi. 4. Bumi Aksara.

yaitu dengan menggambarkan keadaan atau status fenomena.29 Dalam penelitian ini yang digunakan penulis dalam menganalisa data yang sudah diperoleh adalah dengan cara deskriptif (non statistik).Moleong. penulis berusaha memecahkan persoalan-persoalan yang ada dalam rumusan masalah dan mengalisa data-data yang diperoleh dengan menggunakan sosiologis. 103 Suharsimi Arikunto. yaitu penelitian yang dilkukan dengan menggambarkan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan untuk kategori kesimpulan. Penelitian deskiptif dibedakan dalam dua jenis penelitian menurut sifat-sifat analisa datanya. analisa data adalah proses yang merinci usaha yang secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan kepada tema dan hipotesis itu. yaitu riset deskriptif yang bersifat eksploratif dan riset deskriptif yang bersifat developmental. Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis.30 satuan uraian dasar.30 Dalam hal ini penulis menggunakan deskriptif yang bersifat eksploratif. Metode Penelitian……. Peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. 195 . memperoleh 29 30 Lexy J. Prosedur Penelitian……. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor. Dalam penelitian ini.

Mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh. dalam penelitian kualitatif di butuhkan metode pengecekan keabsahan data. sehingga data tersebut dapat dipahami dan tidak diragukan. 329 . Ketekunan Atau Keajekan Pengamatan Ketekunan atau keajekan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif.. mencari apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat diperhitungkan. Adapun cara-cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh keabsahan data tersebut antara lain: 1. Metode Keabsahan Data Agar data ini dapat dipertanggung jawabkan. dalam hal ini peneliti merasa perlu mengadakan pemeriksaan keabsahan data. 2.31 5.31 Ketentuan pengamatan ini bertujuan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan penelitian dengan kata lain peneliti menelaah kembali data-data yang terkait dengan fokus peneliti. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan suatu yang lain. Diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik 31 Ibid.

Sistematika Pembahasan. BAB II : landasan teori yang berisikan tentang tujuan mengenai model atau penerapan strategi pembelajaran edutaiment . mamfaat penelitian.. kemudian data tersebut peneliti bandingkan dengan data dari luar yaitu dari sumber lain. rumusan masalah.32 triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lain. sehingga keabsahan data tersebut dapat dipertanggung jawabkan.32 Dalam hal ini peneliti memeriksa data-data yang diperoleh dari subyek penelitian. metode penelitian. tinjauan mengenai kreativitas. definisi operasional. subyek penelitian. 32 Ibid. BAB IV : Yang berisikan tentang kesimpulan dan saran-saran panulis. BAB III : Paparan hasil penelitian mencakup: Gambaran umum. tinjauan mengenai sejarah kebudayaan islam dan penerapan strategi model pembelajaran edutaiment dalam pengembangan atau peningkatan kreativitas belajar pada bidang studi SKI. G. 330 .tujuan penelitian. Untuk mempermudah dalam pemahaman skripsi ini penulis menyusun menjadi 4 BAB dengan sistematika sebagai berikut: BAB I : pendahuluan yang terdiri dari latar belakang. dan sistematika pembahasan. serta penyajian data dan analisis beserta keabsahan data.

dan mereka menikmatinya. Pembelajaran Edutainment a. Pengertian Edutainment Sebagaimana telah dijelaskan Sustrisno dalam bukunya " Revolusi Pendidikan di Indonesia "Bahwa Edutainment berasal dari kata" Education (Pendidikan) dan Entertainment (Hiburan)jadi Edutainment dari segi bahasa berarti Pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. Penemuan-penemuan terbaru ini . 2005). pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (Game). Revolusi Pendidikan Di Indonesia. 31. 33 23 .33 Perpaduan antara belajar dan bermain ini mengacu pada sifat alamiah anak yang dunianya adalah dunia bermain. pembelajaran menyenangkan. sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga secara muatan pendidikan sehingga dan hiburan dapat lebih dikombinasikan harmunis. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens. hal.33 BAB II LANDASAN TEORI A. bagi anak jarak antara belajar dan bermain begitu tipis pilihan strategi pembelajaran edutainment ini juga berlandaskan pada hasil riset cara kerja otak. Sutrisno. bermain peran (Role Play) dan demontrasi. tetapi dapat juga dengan rasa. (Yogyakarta : Ar-Ruzz.rasa senang.

memasang. 34 . 2005. sehingga belajar tidak lagi membosankan. menyatakan bahwa balajar dengan bermain akan memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat memanipulasi. menciptakan. mempraktekkan dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya. sebagaimana penjelasan pobel yang lebih menekankan . mencoba. 6 35 . bekerja sama dengan teman. supaya proses belajar mengajar tidak terasa jenuh dan membosankan tetapi menjadi suasana belajar yang fun. mengeluarkan pendapat. Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan : Untuk Pendidikan Usia Dini. (Jakarta Grasindo. dan mengalami berbagai macam perasaan.34 bahwa anak akan belajar efektif bila dalam keadaan fun dan bebas dari tekanan (Revolutional Learning). merekplorasi. 2003). menemukan sendiri. 3. memilih. menentukan.35 Pendidikan untuk anak perlu disesuaikan dengan minat serta tahap perkembangan atau peningkatan anak. mengembalikan. memecahkan masalah. Sumber Belajar dan Alat Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. hal. Anggaini sudono. tetapi justru merupakan arena bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa. membongkar. enjoy dan menyenangkan. Anggaini Sudono. Untuk itu pentingnya penerapan atau strategi bermain dalam belajar. Disinilah proses pembelajaran berlangsung mereka mengambil keputusan.34 Adapun pelajaran yang diterapkan dikemas dalam suasana bermain dan bereksperimen. mengerjakan secara tuntas. mengulangulang.

Tedjasaputra.36 Jadi plato. pembiasaan dan pendidikan aspek apapun hendaknya dilingkupi dengan kreatifitas bermain. sedih. menganggap bermain sebagai kegiatan praktis. Melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya. Karna dalam bermain juga terjadi proses belajar. Bermain selain berfungsi penting bagi perkembangan atau peningkatan pribadi juga mempunyai fungsi social dan emosional.37jadi bermain sangat penting dan berpengaruh besar terhadap perkembangan dan peningkatan psikologi anak. belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tatacara pergaulan. artinya.aristoteles dan fobel. pembelajaran. 1-2. Bermain. bergairah. hal. 20. 37 . yang dapat mengubah tingkah laku. Mayke S. Mayke S. selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan dan peningkatan kognitif anak. 2001). persamaannya ialah bahwa dalam belajar dan bermain keduanya terjadi perubahan. Bermain. pelatihan. Tedjasa putra. bermain digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu anak. kecewa bangga dan lain-lain. senang. melalui bermain anak merasakan berbagai pengalaman emosi. hal. Bermain merupakan salah satu ciri pendidikan usia dini yang paling tepat. sikap dan pengalaman anak. 36 . (Jakarta : Grasindo. Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini.35 pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka. hal itu akan mengasah .

dengan demikian tidak membebani. Oleh karena itu orang tua dan pendidikan dalam menciptakan kegiatan belajar. pelatihan dan pembiasaan hendaknya dalam suasana yang menyenangkan. yang dilakukan dengan ceria.36 kecerdasan otak. kegiatan yang dilakukan secara spontan. Kak seto mulyadi dalam bukunya " bermain itu penting " menyebutkan bahwa bermain tidak bertentangan dengan kegiatan belajar. kecerdasan emosi dan keterampilan fisik.dunia anak-anak adalah dunia bermain kalau kita ingin mendidik. bahasa anak. sesuai dengan gerak hati anak. mengembangkan kecerdasan emosi anak. Tiada waktu yang paling menyenangkan pada usia dini. dan mendatangkan secara bervareasi. tidak memaksa dan tidak menjadikan mereka bersedih hati. menyenangkan merupakan kata kunci dalam setiap kegiatan bagi anak. kecuali ketika kita sedang bermain. tanpa suasana yang menyenangkan. . justru dengan bermain sesuai dengan tahap perkembangan dan peningkatan anak. sangat membantu proses belajar mengajar. Kegiatan bermain adalah kegiatan apasaja dalam suasana menyenangkan. tanpa paksaan. Fungsi bermain pada usia dini cukup banyak antara lain adalah merangsang perkembangan atau meningkatkan motorik anak. membangun sosial anak. kegiatan itu bagi anak tidak berarti apa-apa waktu mungkin berbiaya mahal. bebas dan tanpa beban. melatih dan membiasakan anak-anak dengan kemampuan dan keterampilan tertetu masuklah melalui media bermain.

pelatihan dan pembiasaan. berdiri satu kaki. Orang tua atau pendidik memberikan kebebasan untuk melakukan berbagai kegiatan dan bersedia menjawaab pertanyaan anak-anak. b. 38 . Kemampuan bahasa dan daya fikir perlu dikuasai. a. maka semua ahli pendidikan prasekolah. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. anak perlu mengerti pembicaraan orang lain dan mampu menyampaikan isi hatinya kepada orang tua. Kemampuan bermasyarakat dan berhubungan social perlu dikuasai agar anak mampu berdiri sendiri dan bergaul dengan orang lain. dan mengembangkan keterampilan fisik dalam arti tangan anak-anak. 2004). The Rianto Fise dan Martin Handoko FIC.37 mengembangkan kecerdasan nalar-fikir anak. agar anak lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain. meniti. Dengan fungsi yang sedemikian penting bagi proses pendidikan anak. c. mampu memahami hal-hal disekitarnya. berjinjit. dengan bermain berbagai kemampuan dasar anak di kembangkan seperti. hal. dilaksanakan dengan "Bermain Yang Menyenangkan" Dunia anak adalah dunia bermain tentu saja dengan bermain itu anakanak belajar berbagai macam hal. 82-85. Keterampilan motorik dikembangkan melalui permainan : berjalan. (Jakarta : Grasindo. melompat. menangkap. sangat menganjurkan agar pendekatan pembelajaran. berlari.38 . melempar. berguling dan sebagainya.

semakin beragam gerakan yang ia tampilkan dan segala kebisingan yang ia ciptakan menunjukkan betapa kuat keinginan untuk belajar. Pembelajaran yang menyenangkan bukan semata-mata pembelajaran yang mengharuskan anak-anak untuk tertawa berbahak-berbahak. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah.Juli 2003). Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein. Permainan apapun yang dilakukan akan merupakan proses belajar. 40 . 39 . (Republic : Jum’at. Imam Musbikin. 11.baik pada kreativitas maupun potensinya. 2006). dengan bermain dapat meningkatkan intelektual (Kognitif) anak serta dapat mengembangkan dirinya.38 Dedi Supriadi mengutip bahwa sebuah telaah yang dilakukan broner dan donalson. Dedi Supriadi.39 Karena bermain merupakan kebutuhan anak yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. yang mana pembelajaran itu sebagian besar diperoleh dari bermain. (Yogyakarta : Mitra Pustaka. melainkan sebuah pembelajaran yang didalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan murid dalam suasana yang sama sekali tidak ada penekanan yang ada . hal.. 15. dalam telaah itu ditemukan bahwa sebagian pembelajaran terpenting dalam kehidupan diperoleh masa kanak-kanak yang paling awal. nyaman dan menyenangkan. bila kita memahamikebutuhan bermain anak tentunnya kita dapat merangsang anak sedemikian rupa agar permainan yang diminatinya menunjang keberhasilan proses belajar nya memang mendomenasi seluruh masa perkembangan nya.40 Belajar sambil bermain akan menjadikan siswa lebih hidup.

akrab dan bersahabat sebagaimana teman sendiri. 8 Desember 2003). nyaman dan tidak membelenggu siswa. roh pembelajaran ada pada proses pembelajaran yang menyenangkan.39 hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung pembelajaran yang membebaskan. hal. Dalam konsep pembelajaran edutainment. dengan begitu siswa tidak merasa dibatasi. Ahmad Sapari. sebab tekanan apapun namannya hanya akan mengkerdilkan pikiran siswa. menurut konsep paolo fraire. serta bebas dari tekanan dan jauh dari kebosanan atau kejenuhan. adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis. (Didatika. dengan menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan.41 Supaya pembelajaran enjoy dan menyenangkan serta siswa tidak merasa tertekan dan bebas bergerak maka pembelajaran harus didesain sedemikian rupa. . Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. 3. Senin. Sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (Learning Climate) yang kondusif. 41 . nyaman dan mengagumkan serta ada pada bagaimana hubungan antara guru dan murid dapat terjalin dengan pendekatan didaktif metodik yang bernuansa " Redagogis " artinya Interaksi antara guru sangat luwes. takut dan bisa berinteraksi dengan bebas dan menyenangkan.

42 . permainan anak merupakan sarana edukatif yang penting dalam pertumbuhan anak-anak. merupakan suatu keharusan untuk memproduksi mainan edukatif dan teknik bagi anak dan memperluasnya. namun lebih dari itu. kekuatan memorinya. Tidak mungkin dikesampingkan.42 . tidak hanya tingkat pendidikan yang merupakan dasar dalam mengembangkan kepribadin yang baik. Mengembangkan Kreativitas Anak.40 Bermain tidak hanya menyenangkan. (Karta Timur. disekolah maupun dilingkungan. dilihat dari pemikiran. Dengan permainan anak dapat membentuk peradaban dan pemikiran anak kecil dengan demikian anak diharuskan untuk bermain baik dirumah. 206. dan pengetahuannya tentang berbagai hubungan kausalitas yang membantu untuk berkreativitas dan berinovasi. Pustaka Al-Kautsar 2005). mengingat mainan bagi anak-anak memiliki nilai edukatif yang besar. hal. tetapi juga dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan peserta didik salah satunya adalah perkembangan kreatifitas anak (Siswa). imajinasi. karena itu. pada yang sama aktivitas bermain dapat memberikan pengaruh terhadap kapabilitas anak dan kemampuan akal serta pengetahuan mungkin dicermati melalui hasil disekolah. Pada umumnya. bahwa aktivitas bermotu bagi anakanak merupakan suatu proses pendidikan dan pengajaran karena mainan mencerminkan sarana yang efektif dan sukses untuk mengaktualisasikan diri. Ahmad Abdussalam Al-Kholili.

Active Learning.41 Dengan demikian permainan sangat penting dan bermamfaat dalam kehidupan anak-anak karena ia merupakan sarana alamiah dan spontanitas untuk belajar dan membaca. . the classroom artinya ruang kelas jadi humanizing the classroom secara harfiah brarti memanusiakan ruang kelas. Humanizing The Classroom Artinya manusiakan.Meller terfokus pada pengembangan model " Pendidikan Afektif " yang dalam kosakatanya sering disebut dengan " Pendidikan Kepribadian" atau "Pendidikan Nilai". • Mencari konsep dan identitas diri. Konsep Dasar Edutainment Edutainment dalam perjalanannya menjalma dalam berbagai bentuk seperti humanizing the (Class Room. The Accelerated Learning. Adapun konsep dasar dari masing-masing metode ini adalah: a. Oleh John P. tetapi yang dimaksud disini adalah bahwa proses pembelajaran guru hendaklah memperlakukan siswa-siswanya sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Quantum Teaching. b. Quntum Learning. Tawaran Meller ini bertumpu pada dorongan siswa untuk: • Menyadari diri sebagai suatu suatu proses pertumbuhan yang sedang dan akan terus berubah. dan Sebagainya).

Silberman. Pelajari John p. memecahkan berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari.silberman. I remember a little. belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus. dengan cara mendengar. Hasil pengembangan dan peningkatan dari pernyataan Confucius ini oleh silberman diabadikan dengan kredo: What I hear. Menurut Melvin L. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education.hal.Meller. diskusi dan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan.mereka mempelajari gagasan-gagasan. belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi kepada siswa. (USA: Allyn & bacon. (new york: praeger publishers. 43 . melihat.melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject.44 Menurut silberman. dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan. What I hear and see..43 b. Active Learning Artinya pembelajaran aktif. siswa melakukan sebagian besar pekerjaan belajar. pada saat kegiatan itu aktif. 32-33 44 Melvin L.42 • Memadukan kesadaran hati dan pikiran. dengan cara mendengarkan. I forget. 1976). cara belajar dengan mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit. 1996).

d. The Accelerated Learning Artinya pembelajaran yang dipercepat. Karma semua kehidupan adalah energi. . visual dan intelektual (SAVI).see. I begin to understand. konsep dasar dari pembelajaran ini adalah bahwa pembelajaran itu berlangsung secara cepat.45 Belajar aktif merupakan langkah cepat. Quantum Learning Didefinisikan sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. psikis dan emosi siswa menjadi suatu kesatuan 45 Ibid.see. What I teach to another. menyenangkan. menyenangkan dan memuaskan. hlm. auditory. Quantum Teacing Berusaha mengubah suasana belajar yang menoton dan membosankan ke dalam suasana belajar yang meriah dan gembira dengan memadukan potensi fisik.and do. dan menarik. c.1. e. I acquire knowledge skill. Active learning menyajikan 101 strategi pembelajaran aktif yang hampir dapat diterapkan untuk semua pelajaran. I master.43 What I hear. menyarankan kepada guru agar dalam mengelola kelas menggunakan pendekatan somatic. and askquestions about or discuss with someone else. What I hear.discuss.dave mair.

44 kekuatan yang integral. belajar yang paling baik bisa berlangsung jika semuanya itu digunakan secara stimultan. terpadu. Cara Belajar Somatic " Somatic " Berasal dari bahasa yunani yang berarti tubuh (soma).yang berisikan prinsip-prinsip system perancangan pengajaran yang efektif. terdapat beberapa pendekatan belajar yaitu somatic. Cara Belajar Intelektual . karena unsur-unsur ini semuanya. "learning by moving and doing" ii. Keempat cara bealajar ini harus ada agar belajar berlangsung optimal. Cara Belajar Auditory Auditory adalah (Belajar berbicara dan mendengarkan) atau dikenal dengan istilah "learning by talking and hearing". auditori. Cara Belajar Visual Diartikan (Belajar dengan mengamati dan menggambarkan) atau disebut dengan istilah "learning by observing and picturing" iv. c. Yaitu: i. Adapun dalam pengelolaan dengan menggunakan cara belajar SAVI ini. efisien dan progresif.yang dimaksudkan sebagai (Belajar dengan bergerak dan berbuat). visual dan intelektual atau lebih di kenal dengan istilah SAVI. Pendekatan Pembelajaran Edutainment Dalam metode pembelajaran Edutainment. iii.

. dan mengeluarkan. Kreativitas 1. Pengertian Kreativitas Ada beberapa definisi yang digunakan dalam membatasi maksud yang terkandung dalam pengertian " kreativitas " tidak dapat dipungkiri bahwa pengertian ini telah menyebar luas dan banyak digunakan melalui individuindividu yang memiliki keahlian yang berbeda. Dari arti termenologi tersebut " kreativitas " berarti potensi diri dalam membuat sesuatu atau mendorong agar sesuatu menjadi ada. 2003).45 Yaitu (Belajar dengan pemecahan masalah dan refleksi) atau disebut dengan istilah "learning by problem solving and reflecting" B. Kata " kreatif " berasal dari bahasa latin " crate " yang berarti menyebabkan tumbuh: menghasilkan. Hasan galunggung memaknai " kreativitas " sebagai kesanggupan mencipta atau daya cipta. peradaban yang kreatif. Kreatifitas dapat didevinisikan sebagai suatu gagasan yang baru dan berguna (menurut holpern. (yogyakarta : Jendela. menciptakan. kreativitas memiliki beberapa pengertian dasar sebagai berikut: a) Kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. yang secara otomatis hal ini menyebabkan munculnya sejumlah definisi yang berbeda pula.186. hal. Pemikiran Islam Kontemporer.dalam suharnan).46 Menurut pendapat munandar. 46 A khudhori Sholeh. informasi atau unsur-unsur yang ada.

d) Kreativitas merupakan proses. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Dari uraiyan diatas dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan ataumenemukan sesuatu yang baru.46 b) Kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah. asli (orisinil) dan adanya elaborasi.unik. Munandar .47 Jadi kreativitas merupakan suatu cara melakukan sesuatu dengan berbeda.lebih baik. adapun orang yang melakukan kemampuan tersebut dikatakakan orang kreatif. hal. 48 Utami. disini individu memiliki kebebasan berfikir untuk menyatakan gagasan dan pendapat seluas-luasnya tanpa terikat pada aturan-aturan ynag berlaku. Kretivitas dan Keberbakatan : Strategi Mengujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Sedangkan menurut rogers menekankan bahwa sumber kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri.48 Inti dari semua konsep kreativitas adalah adanya unsur kebaharuan hasil kreativitas Agoes. 2002). 65. (Jakarta : Grafindo Pustaka Utama .baru dan bermanaat. mengujudkan potensi. Dariyo. 24. luwes (flexsible). hal. (Jakarta : Grasindo Widya Sarana Indonesia 2003). dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. kecenderungan untuk mngepresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. 47 . jadi individu tidak terpadu pada satu jawaban. c) Secara operasional kreativitas mengandung pengertian sebagai kemampuan mental yang bersifat lancar (fluency).

orang yang kreatif membawa makna dan tujuan yang baru.1991). orisinil. visual. kreativitas adalah berfikir atau pemecahan masalah yang bersifat asli atau imajinatif. Akhir-akhir ini istilah otak kanan telah digunakan sebagai cara populer untuk menyetakan kreatif. 121. Otak kiri bersifat logika . efektifitas dan membuat pembelajaran senang. Jadi dari pengertian-pengertian tersebut diatas bisa diambil standar kreativitas adalah unik. 49 Abu Ahmadi & Supriono . Psikologi Belajar . menyeluruh dan tersembunyi. artistic dan rapi kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara kedua otak tersebut. lisan. . berbeda. lompatan.47 berujud cara-cara berfikir atau melakukan sesuatu yang bersifat baru. pertambahan dan dominan. hal baru yang lebih baik serta bermamfaat. berurutan. Jadi kreatifitas belajar merupakan proses berfikir dimana siswa berusaha menemukan hubungan-hubungan baru untuk mendapat jabatan. Sedangkan otak kanan bersifat emosi. hal. bebas dan imajinatif.49 Belajar seperti ini sarat dengan aktivitas. Untuk dapat melahirkan kreatif sesorang harus dapat memamfaatkan kedua sifat otak kiri dan kanan. (Jakarta : Rinika Cipta . dengan perkataan lain. kreativitas. mnyelesaikan masalah dan memberikan nilai tambahan atau keindahan. Sedangkan belajar dapat diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.

Ciri-Ciri Kreativitas Sebagian besar peneliti menunjukkan 4 ciri khas kreatif yaitu: 1) Keberanian : orang kreatif berani menghadapi tantangan baru dan bersedia menghadapi resiko kegagalan. Siswa yang kreatif cukup mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif. (tetapi dengan perhitungan) daripada siswa pada umumnya. maka diperlukan dukungan dari guru yang kreatif pula. kreatif dan nyaman serta menyenangkan pada diri siswa sangat bergantung pada aktifitas dan kreativitas guru. 2. menumbuhkan serta mengembangkan atau meningkatkan kreativitas peserta didik. mereka penasaran ingin mengetahui apa yang akan terjadi. . 2) Ekspresif : orang kreatif tidak takut menyatakan pemikiran dan perasaanya.48 metode baru dan cara-cara baru untuk memecahkan suatu masalah dari hasilhasil belajar tang mereka lakukan. memilki minat yang luas dan menyukai kegegemaran dan aktifitas yang kreatif. mereka lebih berani mengambil resiko. Dalam proses pembelajaran edutainment belajar harus dapat mendorong. mereka menjadi dirinya sendiri orang yang kreatif memiliki kebebasan berfikir dan bertindak kebebasan tersebut berasal dari dirinya sendiri. terutama untuk mengendalikan diri dalam mencari alternatif yang menghindar untuk mengaktualisasikan potensi kreatif yang di milikinya. orang yang kreatif biasanya selalu ingin tahu. karma dalam menciptakan suasana yang kondusif.

juga penyelesaianya. jika kita menggabungkan hakhak sedemikian rupa sehingga menjadi berbeda. menggabungkan berbagai hal dengan cara yang baru dan bermamfaat akan menghasilkan yang kreatif. 2003).perkis. Ciri psikologis yang lain yang pada umumnya dimiliki orang yang kreatif yang diidentifikasikan david N.50 Secara alamiah. yang memiliki pola komunikasi berbeda dengan belahan otak kiri. setiap anak itu kreatif. c) Kemampuan penyeimbangan kreasi gagasan dengan penyajian dan penilaian. 4) Intuisi : orang kreatif menerima intuisi sebagai aspek wajar dalam kepribadian mereka paham bahwa intuisi berasal dari sifat otak kanan. Menjadi Super Kreatif : Melalui Metode Pemitaan Pemikiran . 50 .49 3) Humor berkaitan erat dengan kreativitas. 49-51. b) Minat menemukan masalah yang tidak umum. hal. adalah: a) Dorongan untuk menemukan keteraturan dalam keadaan kacau balau. tak terduga dan tidak lazim. (Bandung : Kaifa. berarti kita bermain-main dalam humor. Joyce Wycoff . d) Termotifasi oleh masalah atau tugas itu sendiri. bukanya oleh keuntungan lain seperti jabatan atau popularitas. tidak konfensional serta mempunyai potensi untuk kreatif dengan melatih diri untuk berkreativitas siswa dengan mendesain pelajaran yang menentang. merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan memudahkan atau mencari jawaban sendiri.

inovasi.50 Adapun mengenai ciri utama yang harus dimiliki orang lain inovatif dan berbeda dari orang yang biasanya yaitu: a. Selalu berusaha daan kosisten dengan pemikiran yang baru yang diyakininya . Pada saat itulah ia disebut . hal itu akan memberikan andil yang besar dan bermamfaat bagi kemanusiaan. Kemampuan untuk menjaga kerahasiaan inovasi tersebut hingga selesai penetapan kebenaranya. c. pencatatan dan pelaksanaannya demi menjaga hak-hak kreativitas. setiap orang dapat mendatangkan pemikiran baru yang bermamfaat. dan percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. b. Ciri-ciri ini dapat di temukan dalam diri orang yang inovatif sekaligus kreatif. d. demikian pula dengan kekuatan pemikiran yang diyakininya. Banyak pemikiran yang baru hadir dari pengalaman harian. Memiliki kemandirian yang sangat tinggi. Kemampuan untuk mencipta dan membuat solusi sesuai dengan pemikiran yang terbuka. orang seperti ini dapat mendatangkan pemikiran yang baru. hal ini tercapai karma ia menggunakan pemikiran yang baik. dan penjagaan kepemilikikan intelektual. baik berupa praktek. sastra atau keilmuan serta memberikan mamfaat bagi manusia.

51

kreatif dan inovatif.51 Jadi orang yang kreatif akan menemukan sesuatu yang baru, yang berbeda dari yang lainya, berani mengambil resiko, percaya diri, selalu ingin tahu, humoris serta mampu memecahkan masalah dengan bermacam-macam alternatif jawaban. 3. Tahapan-Tahapan (Fase) Kreativitas secara lebih sistematis, david cambel mengungkapkan bahwa tahaptahap kreativitas meliputi 5 tahap yang dilalui oleh proses kreativitas antara lain.52

a. Tahap persiapan (Preparation) Pada periode ini individu meletakkan dasar pemikiran menyatakan masalah dan mengumpulkan materi-materi yang diperlukan untuk pemecahan masalah individu juga mempelajari mengenai latar belakang masalah serta seluk beluknya. b. Tahap konsentrasi (Concentration) Pada tahap konsentrasi ini, perhatian individu tercurah dan pikiran individu terpusat pada hal-hal yang mereka kerjakan tahap konsentrasi merupakan waktu pemusatan, waktu untuk menimbang-nimbang waktu menguji, waktu awal untuk mencoba dan mengalami gagal (trial and error)
Amal Abdussalam K, Mengembangkan, hal. 57. H. Fuad Nashori & Rachmy Diana M. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam, (Yogyakarta : Menara Kudus , 2002), hal. 52.
52 51

52

c. Tahap incubasi (Incubation) Pada tahap incubasi ini, individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara dari masalah yang dihadapi / tidak memikirkan secara sadar, tetapi menyimpanya dalam alam bawah sadar, artinya individu mencari kegiatan-kegiatan yang melepaskan diri dari kesibukan pikiran terhadap masalah yang dihadapi, namun untuk sementara waktu. d. Tahap penerangan (Ilumination) Pada tahap penerangan hasil kreativitas baru muncul pada periode ini, individu mengalami insight, untuk pemecahan masalah muncul secara tiba-tiba dan diikuti dengan perasaan senang.

e. Tahap pembuktian (Verification / Produktion) Pada tahap pembuktian individu mengespresikan ide-ide nya dalam bentuk nyata dalam menentukan bentuk apakah dalam fakta-fakta yang benar, individu mengevaluasi hasil penyelesaian masalah pada periode ini diperlukan pola berfikir kreatif. 4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kreativitas Berfikir kreatif tumbuh subur bila didukung oleh factor personal diantaranya adalah:53 a. Kemampuan kognitif.

53

Agus Ngger Manto, Quantum. hal. 72.

53

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan otak untuk berfikir logis, termasuk juga kemampuan diatas rata-rata dan fleksibilitas kognitif, potensi otak bisa sangat besar, kemapuan kognitif dapat kita penuhi dengan cara mengoptimalkan potensi otak. b. Sikap terbuka. Orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimulus internal dan ekternal, ini adalah kometmen pribadi yang sangat penting, saat kita dapat mamfaatkan untuk menjadi kreatif. c. Sifat yang bebas, otonomi dan percaya pada diri sendiri. Orang yang tidak senang digiring, ingin menampilkan diri semampunya dan semaunya, ia tidak terikat dengan konvensi dan aturan social, mereka percaya diri dan yakin bahwa mereka dapat melakukan halhal secara kreatif. Faktor yang mempengaruhi kreativitas, menurut utami munandar, terdiri dari kognitif dan kepribadian, sedangkan kemampuan berfikir terdiri dari kecerdasan (intelegensi) dan pemerkaya bahan berfikir berupa pengalaman dan keterampilan, factor-faktor kepribadian terdiri dari rasa ingin tahu, harga diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, berani mengambil resiko dan agresif, serta tipe kepribadian. Menurut rogers, factor yang mendukung perkembangan nya kreativitas adalah: keterbukaan individu terhadap pengalaman sekitarnya, kemampuan untuk mengevaluasi hasil yang diciptakan dan kemampuan untuk

Fuad Nashori & Rachmy Diana Mucharam. Pengertian sejarah kebudayaan islam. C. 2) Evaluasi ekternal yaitu : pada dasarnya penilaian terhadap produk karya seseorang terutama ditentukan oleh diri sendiri. adapun mengenai faktor internal individu. 54 H. bukan karena kritik atau pujian orang lain walaupun demikian individu tidak tertutup dari masukan dan kritikan dari orang lain. rogers mengatakan bahwa kondisi internal yang memungkinkan timbulnya proses kreativitas adalah:54 1) Keterbukaan terhadap pengalaman. 3) Kemampuan untuk bermain dan berekprolasi dengan unsure-unsur dan bentuk-bentuk dan konsep-konsep yaitu kemampuan untuk membentuk kombinasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. . Kemampuan terhadap pengalaman adalah : kemampuan menerima segala sumber informasi dari pengalamanpengalaman hidupnya sendiri dengan menerima tanpa kekakuan pengalaman-pengalaman tersebut dan keterbukaan terhadap konsep secara utuh. kepercayaan persepsi dan hipoitesis dengan demikian individu yang kreatif adalah : individu yang menerima perbedaan. Sejarah Kebudayaan Islam 1. hal.54 menggunakan elemen dan konsep yang ada. Mengembangkan. seperti : kegiatan melukis dapat menumbuhkan kreativitas. terhadap rangsangan-rangsangan memiliki sikap terbuka maka banyak informasi dan kesempatan yang dari luar maupun dari dalam. 55-56.

" istoria (Yunani). sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah bangkit dan jatuhnya dinasti-dinasti muslim. Bahwa "sejarah" setidaknya dalam pandangan orang yang pertama menggunakan kata ini menyangkut tentang. bahwa mereka lebih terlibat dalam pertarungan kekuasaan yang tak habis-habisnya. Dengan demikian. Sejarah kebudayaan islam sebagian besar adalah: sejarah politik kaum muslim." yang secara sederhana berarti kejadian-kejadian yang menyangkut manusia dimasa silam. sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah elit. sejak dari seni lukis.55 Istilah "sejarah" berasal dari kata arab "syajaroh" yang berarti "pohon" pengambilan istilah ini agaknya berkaitan dengan kenyataan. sejarah kebudayaan islam didefinisikan secara sangat sempit implikasi dari sejarah kebudayaan islam yang sangat "political oriented" adalah munculnya citra yang tidak selalu akurat tentang islam dan muslimin. pembahasan tentang "kebudayaan" islam berkisar tentang aspekaspek kesenian islam. sejarah politik hanyalah sebagian kecil dari sejarah islam secar keseluruhan . khususnya ditimur tengah." history (Inggris)." atau geschichte (Jerman). sejarah para penguasa muslim. lebih sempit lagi. Syajarah Al-nasab pohon geneologis yang dalam masa sekarang agaknya bias disebut sejarah keluarga (family history) tapi selanjudnya "Sejarah" dipahami makna yang sama dengan "tarikh (Arab). Padahal sejarah islam bukanlah semata-mata sejarah politik. kaligrafi dan semacamnya. Pada sisi lain kebudayaan lebih cenderung dipahami ssebagai "kesenian" dengan demikian.

56 Penerapan tersebut merupakan suatu proses penerapan konsep. konsep. dan pendidikan (dan tradisi intelektual) dalam pengertian seluas-luasnya. Alat pendidikan. Kreativitas ini meliputi semua aspek kehidupan manusia. 2003). baik perangkat keras maupun perangkat lunak. 56 55 . Pendidikan Islam. keterampilan maupun nilai dan sikap. (Ciputat. pemikiran. hal.untuk mencapai hasil didik yang kreatif guru harus memberi kesempatan kepada subyek didik untuk leluasa mengembangkan kreasinya. E. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam Pengembangan Kreativitas Pembelajaran Pada Bidang Studi SKI 1. pendidikan dan lain-lain. yaitu mengubah suatu bentuk kebentuk lain. Kreativitas manusia berlaku pada hal penciptaan yang terus menerus. program atau tanaman kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru. Mulyasa. Kalimah). ekonomi. Remaja Rosdakarya. baik berupa perubahan pengetahuan.55 D. kebijakan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. ide.56 yang mencakup kehidupan social. MA. harus mendukung pula. 177. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. (Bandung : PT. budaya. kurikulum merupakn isi dari pendidikan yang perlu diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan terciptanya subyek didik Dr Asyumardi Azza. seperti dalam ilmu pengetahuan. hal. Pelaksanaan Pembelajaran Edutainment Penerapan merupakan suatu prose side. 93.

Revolusi Pendidikan. Kreativitas manusia terbentang luas. hal. Al-Amfal : 53) ‫ِان ﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐ ّﺮوا ﻣﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ َ ْ ُ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َﻴ‬ Sutrisno. Sunguh Allah maha mendengar lagi maha mengetahui " (QS. jadi menurut prisipnya kurikulum harus sesuai dengan keadaan perkembangan psikologi anak didik. 141.57 yang kreatif. (Jogjakarta : Manara Kudus. Mengembangkan Kretivitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. terutama adanya kenyataan bahwa problem-problem manusia akan terus dating dan satu-satunya jalan adalah terus memecahkanya. Fuad N & Rachmy Diana M. H. dan harus sesuai dengan masakematangan dari masing-masing masa perkembangan mereka. agama memberikan kelapangan pada manusia untuk berkreasi dengan akal pikiran dan dengan hati nuraninya (qalbunya) dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang didalamnya.kretifitas manusia didukung dan didorong oleh agama agar kehidupan manusia menjadi lebih baik. 58 57 . ia sendiri yang mengubah dirinya. 2002). 27-28.58 dalam Al-Qur’an disebutkan ‫داﻝﻚ ﺑﺄن اﷲ ﻝﻢ ﻳﻚ ﻣﻐﻴﺮا ﻧﻌﻤﺔ اﻧﻌﻤﻬﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﻗ ﻮم َﺘ ﻰ ﻳﻐﻴ ﺮوا‬ ْ ُ َّ ُ ‫َ ِ َ َ ﱠ َ َ ْ َ ُ ُ َّ ً ِ ْ َ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ‬ َ ‫ﻣﺎ ﺑﺄﻧﻔﺴﻬﻢ وان اﷲ ﺱﻤﻴﻊ ﻋﻠﻴﻢ‬ ُ ْ َِ ُ ْ ِ َ َ ‫َ ِ َ ْ ُ ِ ِ ْ ََ ﱠ‬ َ "Yang demikian (siksaan) itu adalah karma sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat (nasib) yang telah di anugerahkan nya kepada suatu kaum. hal. Misalnya dengan memperbanyak mata pelajaran dan aktifitas yang dapat merangsang kretifitas dan inisiatif anak didik.57 Untuk itu isi kurikulum harus betul-betul diarahkan pada pencapaian tujuan anak didik yang kretif.

103. Al-Ra.:60 a. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.58 "Sungguh.an. Ketiga hal tersebut dijelaskan sebagai berikut. dalam interaksi tersebut banyak sekali factor yang mempengaruhinya. Kurikulum.du : 11)59 Usaha yang berhasil biasanya melibatkan pemikiran dan kretivitas. hal. Pre tes (tes awal) Pada umumnya proses pembelajaran dimualai dengan pre tes. proses dan post tes. 60 E. Ini mempunyai banyak kegunaan dalam menjajaki proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. baik factor internal yang dating dari dalam diri individu. adapun fungsi pre tes antara lain : Quraish Shihab. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " (QS. Mulyasa. hal. oleh karena itu pre tes memegang peran yang penting dalam proses pembelajaran. pada umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal. dengan demikian agama sangat mendukung dan mendorong pengembangan dan kretivitas. (Jakarta : Lentera Hati). 356. Dalam pembelajaran. 59 . Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Vol. 7. maupun factor yang dating dari lingkungan. yaitu : pre tes.

yakni sebagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. 4. proses pembelajaran perlu dilakukan dengan tenang dan menyenangkan. karena dengan pre tes maka pikiran akan terpokus pada so'al-so'al yang harus mereka jawab atau kerjakan. 3. untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. hal tersebut tentu saja menuntut aktifitas dan kreativitas guru dalaqm menciptakan lingkungan yang . untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topic dalam proses pembelajaran. Proses Disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. 2. Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. Untuk mencapai fungsi yang ke-3 dan ke-4 maka hasil pre tes harus segera diperiksa.59 1. sebelum pelaksanaan proses pembelajaran inti dilaksanakan (sebelum siswa mempelajari modul) b. tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pre tes dengan post tes. untuk mengtahui dari mana yang seharusnya proses pembelajaran dimulai.

Sedangkan dari hasil proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75 %) peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. lebih lanjud proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata. Pada proses ini model pembelajaran edutainment mengentegrasikan kreativitas dalam setiap proses pembelajaran yang sifatnya aplikatif (pelaksanaan) terutama pada pembelajaran SKI karma selain berbentuk hafalan. maupun sosialnya. materi pembelajaran SKI cenderung mengarah pada pelaksanaan (praktek secara langsung) dengan memakai beberapa strategi pembelajaran yangdisesuaikan dengan tema pada saat itu. proses pembelajaran dikatakan afektif apbila seluruh peserta didik terlibat secara aktif.60 kondusif. disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi semangat belajar yang besar dan rasa percaya diri sendiri. baik mental fisik. baik fisik. Kualitas pembelajaran dapatdilihat dari proses dan segi hasil. dengan harapan dapat mepermudah siswa dan . mental maupun social dalam proses pembelajaran. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidaknya sebagian besar peserta didik terlihat secara aktif. dari segi proses.mintal maupun social. menghasilkan out-put yang banyak dan bermutu tinggi serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat dan pembangunan.

61 Dan menciptakan atmosfer yang aman. Pengembangan. hal. 23. jadi dalam membangkitkan motivasi dan kreativitas siswa. Secara umum kreativitas sangat berperan penting dan bermamfaat pada pendidikan. Bobby Deporter dan Mike H. serta dapat mengembangkan daya piker dan kretivitas iswa. adapun dalam mengembangkan kreativitas siswa guru mempunyai dampak yang besar. Quantum Question. karma jika dalam suasan kelas dalam kondisi yang ceria dan penuh kekegembiraan maka siswa akan 61 62 Utami Munandar. 109. guru harus senantiasa mampu menumbuhkan semangat belajar siswa dengan melatih. karma aktivitas dan kreativitas guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa dan karena guru lebih banyak kesempatan untuk merangsang atau menghambat kreativitas mereka. terbuka dan menyenangkan akan membuat siswa merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan mereka dan mengembangkan kesempatan tanpa adanya tekanan dari orang tua teman sebaya. hal. Disamping itu guru harus membangun lingkungan kelas yang besar dari kendala-kendala yang merusak motivasi instrinsik disekolah.62 Hal tersebut merupakan strategi yang dapat digunakan guru dalam mengembangkan kreativitas siswa. .61 menerima pelajaran. merangsang pelajaran yang menantang dan kreatif serta inovatif.

karangan. membangkitkan motivasi siswa serta mendesain kelas sebagaimana desain pembelajaran edutainment sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan kondusif dan lebih bermakna. adapun fungsi post tes sebagai berikut: 1. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran.62 lebih mudah menerima materi pelajaran dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang tinggi. foto. 112. Post tes Pada umumnya proses pembelajaran diakhiri dengan post tes. sehingga pembelajaran tersa lebih menyenangkan dan lebih bermakna. Pengembangan. 63 Utami Munandar. post tes juga memiliki banyak kegunaan. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan.63 Oleh karena itu selain metode yang digunakan harus tepat dan bervareasi strategi pembelajaran harus senantiasa tercipta dengan baik dan tepat. akan dapat merangsang daya fakir dan kreativitas siswa. tanpa mengganggu perhatian. . baik secara individu maupun kelompok. ruang kelas yang penuh dengan berbagai produk hasil karya siswa yang bergam. Serta guru harus mengkoordinir kelas. c. Ruang kelas hendaknya merangsang secara visual. patung dan karya-karya lain. hal. seperti lukisan.

dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. 4. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial. Hal ini karena sebuah lembaga pendidikan itu harus berkembang untuk mengantisipasi perubahan-perubahan dan perso'alanperso'alan yang timbul diluar lembaga pendidikan karena itu kemampuan kreativitas dalam sebuah lembaga pendidikan harus secara terus menerus ditingkatkan se irama dengan kemajuan dan perkembangan pendidikan. serta kompetensi danj tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan. melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Pengembangan Kreativitas Belajar SKI Pengembangan kreativitas adalah suatu hal yang harus terjadi secara sustainable (berkelanjutan). Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik. 2. 3. banyak resep untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif.63 2. dimana peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajarnya secara optimal dalam hal ini peserta didik akan lebih kreatif jika: . Sebagai bahan acuan untuk melakuakan pembaikan terhadap komponen-komponen modul. baik terhadap perencanaan. Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. pelaksanaan maupun evaluasi.

Menumbuhkan kreativitas anak melalui proses balajar kreatif merupakan usaha penting untuk membangun mutu pendidikan melalui proses belajar yang kreatif. Memberi kesempatan pada seluruh peserta didik untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas dan terarah. c. karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh aktivitas dan kreativitas guru. e. Melibatkan peserta didik dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya. jadi guru harus mampu berfikir kreatif dan inovatif serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. dan mengurangi rasa takut. Karena guru mempunyai peran penting dalam pembunuhan dan pengembangan kretivitas belajar siswa. Melibatkan mereka secara aktif dan kretif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan. 106.64 Dalam upaya pengembangan kreativitas tersebut guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan yang mengarah pada situasi diatas. . jadi keduanya harus berjalan satu 64 Mulyasa.64 a. Kurikulum Berbasis. mengasikkan sekaligus mencerdaskan anak. Dikembangkan rasa percaya diri pada peserta didik. guru juga ditantang mengembangkanaktivitas pendidikan yang lebih menyenangkan. " antara mutu pendidikan dan kreativitas merupakan proses yang tidak pernah selesai. hal. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter. b. d.

diantaranya: 1. . cepat tanggap dan mampu berkreativitas. sistematis. ilmiah. Adapun cara-cara mengembangkan kreativitas dengan permainan adalah: a. Membantu mengembangkan kamahiran dalam seluruh hal yang menarik perhatian anak. salah satunya denganpermainan kreatif yang dapat mengembangkan imajinasi anak kegiatan yang berbau seni dan keterampilan tangan sering kali menjadi pilihan mereka misalnya: mewarnai gambar. Dengan demikian permainan dapat membantu anak-anak untuk belajar karena itu kita memotivasi mereka untuk bermain secar kontinyu karena kemalasan dan tidak bermain mengakibatkan mereka menjadi tertutup atau tidak dapat bersosialisasi dan tidaka dapat menggunakan kemampuan tubuhnya secara tepat. kecerdasan dan kretivitas pada anak akan dapat ditumbuhkan jika ada beberapa kegiatan yang membawa pengaruh besar kepada pengembangan kecerdasan anak dan membantunya untuk berfikir kritis. Bermain Kreatif Ada beragam permainan yang dapat mengembangkan inovasi pada anak. menempel guntingan kertas sehingga menghasilkan suatu bentuk permainan yang baru dan menghasilkan ide-ide baru semua itu dapat mengembangkan kreativitas anak.65 nafas dan terus-menerus ditumbuh kembangkan " perkembangan kemampuan.

f. Mengembangkan. Mengupayakan segala kemampuan dan kemahiran anak untuk mengembangkan kreativitas yang dimilikinya. hal. 2. c. e. h. disamping faktor-faktor kreativitas pada anak 65 Amal Abdussalam.65lukisan atau gambar dapat mengembangkan kecerdasan anak. yang dilakukan dengan cara dengan mengembangkan hobinya dalam bidang ini. . 222.lukisan atau gambar merupakan salah satu cara mengembangkan bakat. g. Mampu mengarahkan dan memfokuskan perhatian dalam berbagai permasalahan yang dihadapi seseorang pada umumnya. inovasi dan kreativitas. Kemampuan untuk mengepresikan beberapa topic tertentu. Mengembangkan kemampuan nalar dalam segala hal yang merintanginya. Menggambarkan kemahiran menjawab pertanyaan secara teratur. Menggambar dan berekspresi bebas tentang pemikirana apa yang diinginkan anak-anak. serta salah satu bidang terpenting dalam merealisasikan diri yang kreatif dan bakat seni para peserta didik secara umum dan bvakat seni anak-anak MTs AlIbrohimy secara khusus. Tertip menyelesaikan pekerjaan dan kewajiban yang diminta. Lukisan atau gambar Lukisan termasuk sarana edukatif utama yang paling penting untuk mengembangkan kreativitas. d.66 b.

namun ia sekaligus dapat menjadikan komunikasi timbal balik antara seorang anak dengan anak lainya. Dengan demikian teater memiliki tingkatan tertinggi dalam hal kecerdasan. Teater anak Teater anak memiliki peran penting dalam pengembangan kecerdasan anak. Hal itu dikarenakan kemunculan dan perkembangan alat khusus untuk berkomunikasi berfungsi untuk memperkaya model atau strategi berfikir ini banyak ragamnya dan berkembang secara cepat dan cermat. peran ini tumbuh dari pendengaran anak terhadap dongeng atau cerita atau sejarah dan melakukan pada pola pandangan imajinatif. serta siswa dapat memiliki kapabilitas berinovasi yang anggun karena anak adalah: generasi penerus pembangunan bangsa.67 dengan cara menyikapi korelasi dan merasakan modivikasi dengan menambah keindahan lukisan. dirumah. Anak-anak hidup dalam nuansa kebebasan dan spontanitas yang mayoritas diserap melalui pendidikannya secara tidak langsung atas dasar tiruannya terhadap apa yang dilihat disekelilingnya. 3. . yang diharapkan dapat berfikir kritis. meskipun lukisan itu sendiri merupakan suatu aktivitas yang terkait dengan permainan. kreatif dan inovatif dalam menghadapi era globalisasi. disekolah dan lain-lain lukisan anak memiliki fungsi penerapan yang membantu perkembangan kecerdasan pada anak. kemampuan berbahasa dan keselarasan social yang baik.

4/MTs/549/2005 NSS : 21 23 52 60 3008 dengan Akte Nama:Alfian Yahya. 61 . MTS. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. dengan status TERDAFTAR. Yayasan Pendidik Islam (YPI) Al-Ibrohimy mendirikan lembaga pendidikan mulai dari TK.68 BAB III PAPARAN DATA A. dengan misi mengoptimalisasikan pendidikan agama bagi generasi Islam dan optimalisasi fungsionalisasi out put YPI Al-Ibrohimy di masyarakat. akan tetapi yang jadi sampel penelitian penulis adalah MTS Al-Ibrohimy yang terletak di kecamatan Galis Bangkalan Madura MTS Al-Ibrohimy didirikan sejak 13. MI. MA dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Ibrohimy. Tanggal :12 September 1984. Sejarah Berdirinya MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy merupakan yayasan lokal yang berada dibawah naungan departemen agama (DEPAG) yang bersifat nasional yaitu Lembaga Pendidikan islam. Dalam rangka menempuh optimalisasi pendidikan agama bagi generasi Islam.13.Tanggal :12 September 1984 dan operasionalnya pada tahun 1985 dengan jumlah siswa 30 dibagi dalam 2 (dua) kelas dengan status TERCATAT dengan Nomor : B/Kw. Nomor: 13.

Adapun letak geografis MTS Al-Ibrohimy adalah Sebelah utara : Desa Sowa'an kecamatan modung kabupaten Bangkalan Sebelah selatan : Jalan raya Galis atau jalan pantura yang menuju kearah kabupaten Sampang. Maka peneliti memberikan gambaran geografis Yayasan Pendidikan Islam (YPI). Pamekasan dan kabupaten Sumenep Sebelah timur : Berbatasan dengan jalan yang menuju ke desa sebelah. Adapu struktur organisasi MTS Al-Ibrohimy sebagai berikut: : Perbatasan dengan pasar tradisioinal Galis. Stuktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan dibawah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy dan sekaligus berada dinaungan Departemen Agama (DEPAG).69 2. Sebelah barat 3. . Maka bentuk struktur organisasinya berupa garis komando secara tegas dari kedua instansi tersebut. Keadaan Geografis MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan yang berada di area komplek Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy.

S. MISI : Melaksanakan Kurikulum sesuai dengan Kemajuan dan Perkembangan Iptek yang mengacu pada ajaran Al – Quran dan Ahlussunnah Waljamaah. Visi dan Misi MTS Al-Ibrohimy 1. VISI : Terciptanya Insan yang Berilmu.A Waka srana prasrana MUNIB SAg Waka Humas M.S. Beriman dan Bertaqwa serta Berakhlakul Karimah. 2. .Alwi AMa WALI KELAS GURU KARIYAWAN SEKOLAH SISWA 4.70 Tabel 1 Struktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy Kepala sekolah Drs Nurkholis Waka kurikulum ANTON EDYSON.Pd Waka kesiswaan MUJIBURROHMAN.

Tabel 3 Guru dan karyawan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Guru DRS.2 S.SPd Dra.S.AG DRS.1 D.H.WIWIK HARIYATI Pendidikan S-1 S..2 S.I INDRIYO DARGO.Pd MUJIBURROHMAN.NUR KHOLIS ANTON EDYSON.2 D. Keadaan guru MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis mempunyai guru-guru yang profesional. GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas GURU Wali Kelas Ket. .S.1 S.AMa YULISTRIWINARNI .1 S.71 5.BA MOH. A.WALID SYAKRONI SUMARDIANI.1 S.Sos.Pd SUDATI.H. Keadaan Guru. .Pd ANWAR SOLIHIN.1 Jurusan Tarbiyah/PAI IKIP Tarbiyah/PAI Syari'ah PGSD PGSD IKIP/PPKN IKIP/MIPA PGSD Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASSA IKIP/SASTRA Jabatan Kepsek Wakasek Kur.1 S.H.ALWI. Hal ini terbukti dengan bervariatifnya tingkat kelulusan dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Wakasek Sis.1 S.S. Karyawan dan Siswa a.1 D.S.Ma SITI MUSLIMAH U.

3 S.Ag AMIN IMRON.1 S.1 S. A.Pd NUR HAYATI. Ag SITI ROMLAH YUSUF. S.2 MA Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI UNESA/OR PGAN/PAI D.1 S.S.Pd ROZAKI.Ag R O K I B.Pd MASJHUDI MOH.S.1 S.E ARIS SULISTIAWAN. A.1 D. S.1 S.ST MULYANINGDIYAH.S.Ma MOH. S.1 S.S.1 S. ROSIH S.RAFI FAUZI BUDI RAHMAN . A. ADNAN.Ma HOIRUDDIN SULHAN AGUS TIANA. S.1 S.1 D.Ma MOH. Pd MARIA ULFA.1 S.Ag ABU SIRI.1 S.S.2 S.2/BAHASA IKIP/BAHASA IKIP/BAHASA UNESA/KIMIA IKIP/EKONOMI IKIP/IPA PAI Tarbiyah/PAI PAI PAI Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASA Tarbiyah/PAI PAI IPS Wakasek Sar GURU GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas Wali Kelas GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU KA.S.TU PustakaWan Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy Galis . S.MUNIB.Ag AMIR MAHMUD.1 S.2 D.1 S. BA ANIK ALIATUN.Si SUAIDAH.1 D.72 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 ABD.

hal ini terbukti dengan banyaknya siswa yang memasuki MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan di tahun ini. Sarana Fisik Tabel 1. kimia. Keadaan Sarana Prasarana Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 1.402 m2 21 ruangan (8 lokal dilantai 2) tingkat 1 ruangan 4 ruangan. biologi dan IPA .20 Sarana Prasarana Madarasah No 1 2 3 4 Nama/Jenis Sarana Tanah lokasi bangunan Ruang kelas Ruang administrasi Laboratorium IPA Keterangan 10. Keadaan Siswa MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dari tahun ke tahun mengalami kemajuan baik dari segi kualitas dalam hal kreatif belajar siswa maupun kuantitas. terdiri laboratorium fisika.73 b. Tabel 4 Jumlah Siswa Tahun 2007/2008 KELAS VII A L P L B P L C P 107 JML L A P L KELAS VIII B P L C P 112 JML L A P L KELAS IX B P L C P 105 324 JML JML 19 18 20 15 17 17 20 18 24 13 21 16 20 14 20 16 16 21 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis 6.

Munib.Ag selaku wakasek sarana prasarana pengadaan sarana prasarana harus selalu direncanakan dan . 22 mesin jahit.S. 1 ruangan 1 kendaraan roda empat 2 bangunan 2 bangunan 1 ruangan 2 bangunan 1 bangunan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan Dalam sebuah lembaga pendidikan.74 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Komputer Peralatan keterampilan servis elektro Peralatan keterampilan servis sepeda motor Peralatan keterampilan tata busana Perpustakaan Kendaraan Musholla Kantin KOPSIS Perumahan Pesuruh UKS BP Ruang Musik OSIS Dharma Wanita Ketrampilan Tata Busana Pos SATPAM Multimedia Aula Asrama Lab. Dengan ini menurut Abd. Bahasa 37 buah 1 set 1 set. kelengkapan sarana prasarana merupakan salah satu kunci utama maju dan tidaknya lembaga pendidikan. dilengkapi lima sepeda motor praktik. MTS Al-ibrohimy Galis Bangkalan mengerti akan pentingnya saranaprasarana sekolah.

Seperti halnya: dalam pembelajaran SKI ini siswa bisa efektif dan efisien karena bentuk pembelajarannya atau model pembelajaranya sesuai dengan minat dan bakat siswa atau system pembelajarannya sesuai dengan keinginan siswa. pemberani.yakni siswa mampu mampu menciptakan pembelajaran yang fun.75 dianggarkan66. imajinatif.S. bermain peran (Role play) dan Demontrasi. kreatif serta inovatif dan lain-lain. Sehingga diharapkan dapat menciptakan proses belajar mengajar dengan efektif dan efisien.Munib. Artinya dengan semakin memadainya sarana prasaran sekolah. Tanggal 1-2 Nofember 2008 66 . Wawancara Dengan Abd. Maka dengan itu pula siswa akan melakukan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan apa yang ingin dicapai oleh siswa itu sendiri. akan semakin meningkatkan proses belajar mengajar.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. (siswa dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan juga siswa bisa membuktikan atau mengaplikasikan hasil pembelajarannya di sekolah tersebut seperti : Siswa bisa belajar dengan humur atau permainan (Game). enjoy dan menyenangkan yang dipola sangat unik menarik dan kreatif shingga materi jadi mudah disampaikan sehingga guru mudah untuk mengkondisikan siswa lebih percaya diri. tetapi dapat juga dengan rasa-rasa senang dan mereka menikmatinya.

visual maupun intelektual (SAVI). Bahkan islam menganjurkan bahkan selalu menggugah agar umatnya selalu kreatif. Strategi Pembelajaran Dalam Suasana Kelas. sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan memberikan kebebasan penuh pada siswa dalam belajar sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing yaitu: ada yang belajar dengan menggunakan pendekatan belajar somatic. Penyajian Data 1. a. Agama Islam merupakan agama yang sangat menghargai pribadipribadi kreatif. (fluency of thingking) dengan Wawancara Dengan Abd.76 B.S.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. semakin tinggi pengetahuan seseorang maka semakin tinggi kelancaran berfikirnya. auditorial. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.67 Dengan terciptanya pembelajaran yang menyenangkan maka siswa dapat lebih kreatif dalam mengekspresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka. Edutainment merupakan salah satu model pembelajaran yang didesain dengan hal yang berbeda dan dikemas dalam bentuk hiburan sehingga dapat mengubah proses pembelajaran menjadi pembelajaran yang menyenangkan.dalam mendukung adanya pembelajaran yang menyenangkan.Munib. Tanggal 3 Nofember 2008 67 .

Kreativitas juga harus dilatih secara terus menerus agar tidak lumpuh dan kaku salah satunya dengan mengasah dan menumbuhkan kreativitas pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). • Mengapresiasi dan mengambil ibrah (bukti).77 demikian pendidikan agama sangat penting dan merupakan bagian dari kreativitas karena dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas seseorang. . b. • Membekali peserta didik untuk membentuk kepribadiannya melalui imitasi terhadap tokoh-tokoh teladan sehingga terbentuk kepribadian yang luhur. agar memiliki data yang obyektif dan sistematis tentang sejarah. Nilai dan makna yang terdapat dalam sejarah. Tujuan dan fungsi pembelajaran sejarah kebudayaan islam. • Menanamkan penghayatan dan kemauan yang kuat untuk mengenalkan nilai-nilai islam berdasarkan cermatan atas fakta sejarah yang ada. Tujuan Adapun tujuan pembelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sebagai berikut: • Memberi pengetahuan tentang sejarah agama islam dan kebudayaan islam kepada pada peserta didik. 1.

Setandar kopensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam berisi sekumpulan kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik selam menempuh sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan.78 2. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Standar kompetensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. 3. Fungsi Pembelajaran sejarah kebudayaan islam setidaknya memiliki tiga fungsi sebagai berikut: • Fungsi edukatif Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai.kemampuan ini berorientasi pada perilaku efektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka . • Fungsi tranformasi Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat. • Fungsi keilmuan Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. Yakni dengan mencontoh kisah-kisah atau keteladanan para nabi.

politik dan meliter). menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan-kemajuan dinasti abbasiyah (bidang ilmu pengetahuan dan bidang ilmu agama islam). menyerap. menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan dinasti umayah bidang (ilmu agam islam) dan mengkaji sebab-sebab keruntuhanya. dan hisyam bin adb malik). c) Kemampuan untuk membiasakan mencari. ketaqwaan kepada Alloh Swt. geografi dan kebijakan kholifahkholifah abbasiyah yang terkenal (abu ja. dan mengkaji sebab-sebab keruntuhan nya. sejarah terbentuknya dinasti abbasiyah. Kemampuankemampuan yang tercantum dalam komponen kemampuan dasar ini merupakan penjabaran dari kemampuan dasar umum yang harus dicapai disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. umar bin adb azis. kemajuan dinasti abbasiyah (bidang social budaya. . Biografi dan kebijakan kholifah-kholifah dinasti umayah (muawiyah bin abi sofyan. serta kemajuan-kemajuan dinasti al-ayubiyah. menyampaikan.79 memperkuat keimanan. abd malik bin marwan. b) Kemampuan untuk membiasakan mencari. menyerap. harun ar-rasyid dan Abdullah al-makmun).far al-mansur. kemajuan dinasti umayah (bidang politik dan militer). walid bin abd malik. a) Kemampuan membiasakan untuk mencari. dan mengguakan informasi tentang sejarah pembentukan dinasti umayah. menyerap.

sehingga isi dan nilainilai yang ditanamkan mudah dipahami dengan penalaran. c.. f. Pembiasaan. usaha meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran SKI dengan memfungsikan rasio peserta didik. e. meliputi. a. b.. Rasional. Pengamalan. Emosional. sebagai sumber kehidupan.80 4. upaya menggugah perasaan (Emosi) peserta didik dalam menghayati berbagai peristiwa dalam sejarah islam sehingga lebih terkesan dalam peserta didik. yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan atau meningkatkan pemahaman dan keyakinan tentang adanya Allah Swt. Pendekatan Cakupan materi setiap aspek dikembangkan dalam suasana pembelajaran yang terpadu. Keimanan. khalifah dan para ulama. Fungsional. menkondisikan peserta didik untuk memperaktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat. d. menyajikan materi SKI yang memberikan mamfaat nyata bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam arti luas. khalifah dan para ulama. . pembiasaan melaksanakan pembelajaran dengan membiasakan sikap dan perilaku yang baik yang sesuai dengan ajaran islam yang dicontohkan oleh sahabat.

81 g. Penilaian Penilaian dilakukan terhadap proses dan hasil belajar peserta didik berupa kompetensi yang mencakup pengetahuan. yaitu pendidikan yang menempatkan dan memerankan guru serta komponen. kholifah dan para ulama. b. sikap dan keterampilan serta pengamalan. Pengamatan ketika peserta didik ketika berada diruang kelas ditempat ibadah. 5. Keteladanan. penilaian terhadp . perkembangan. a. melainkan juga. dan perubahan peserta didik. dan ketika mereka bermain. Penilaian berbasis kelas terhadap ketiga ranah tersebut dilakukan secara proporsional sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan peserta didik serta bobot setiap aspek dri setiap materi. Hal ini yang perlu diperhatikan dalam penilaian SKI dalam prinsip kotinuitas. dan bersikap. perhatian terhadap peserta didik ketika duduk.. peningkatan. MTs lainnya sebagai teladan sebagai cermin dari individu yang meneladani sahabat. berbicara. Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat scara tetulis terutama tentang perilaku yang menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. Penilaiannya tidak saja merupakan bagian atau tes formal. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan.

Dalam proses belajar mengajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sudah berlangsung afektif dan menyenangkan serta melibatkan semua siswa sebagai subyek pembelajaran. pada kegiatan tersebut siswa ditekankan pada nilai-nilai aqidah yang tujuannya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa. berdiskusi atau berinteraksi dengan alam. dan catatan anekdot. seperti: Out door atau Out bound dsb. kuesioner.68 Dan dalam pembelajaran tidak hanya dilaksanakan didalam kelas tetapi juga dilaksanakan diluar kelas.S.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. Seperti contoh: "siswa di ajak berdialok. proses maupun closing pada proses pembelajaran. Tanggal 14-16 Nofember 2008 69 68 . Wawancara Dengan Abd.69 Observasi 6-7 Desember 2008.Munib. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kejenuhan belajar pada siswa. angket. wawancara. sikap. siswa di ajak bermain diluar kelas atau siswa diajak bercerita tentang para sahabat Nabi SAW atau kholifah-kholifah pada zaman atau pada pemerintahan Nabi SAW" Dalam strategi pembelajaran Edutainment sekolah MTs sangat memperhatikan baik pada opening. skala. agar nilai-nilai aqidah tersebut dapat membiasakan pada kehidupan sehari-hari.82 pengamatan dapat digunakan observasi.

lapangan. misalnya halaman sekolah.Ag adalah sebagai berikut: 1. Guru bias menggunakan beberapa metode secara bergantian bahkan secara bersamaan dan satu pertemuan. Disitu juga siswa merasa tidak belajar seaka-akan dipenjara lagi karena hampir setiap harinya bentuk atau model pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan contoh: siswa . Ag. Sebagaimana yang telah dikutip dari hasil wawancara dengan Abd. Munib S. Memanfaatkan sesuatu menjadi ber mamfaat baik dengan memakai biaya maupun yang tidak dengan memakai biaya. 2. Pada pengelolahan kelas guru yang mendesain kelas sering dan skreatif mungkin. 3. masjid dan sebagainya. Adapun strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa menurut Abd Munib S. menyenangkan dan tidak membosankan lagi bagi siswa. Sehingga siswa belajar merasa sangat enjoy. Kami simpulkan bahwasanya yang sesungguhnya dalam membangun atau meningkatkan kreativitas siswa di bidang studi SKI sangat diperlukan karena hampir semua guru memakai metode ceramah sampai sekarang akhirnya ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment. sehingga guru tidak terlihat dengan satu metode saja. Mendayagunakan lingkungan yang ada.83 Pada strategi pembelajaran disekolah MTs Al-Ibrohimy pebelajaran edutainment memberikan kebbebasan penuh terhadap guru dalam menggunakan metode yang berfareasiyang dianggap sesuai dengan tema yang akan diajarkan.adapun pada kelas atas II dan III siswa diikut sertakan dalam mendesain dan mengeloala kelas.

Terkadang siswa diajak memanfaatkan atau mendaya gunakan lingkungan yang ada sesuai dengan pengelolaan yang didesain oleh guru dan siswa siswi ikut terlibat didalamnya sehingga muatan pendidikan bisa dikembangkan sesuai dengan nalar fikir siswa itu sendiri. tetapi justru merupakan sarana bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa serta dalam penyajian mata pelajarannyapun diaplikasikan secara integral dengan menjadikan pelajaran agama (SKI) menjadi sebagai ruh dari seluruh mata pelajaran 70 Wawancara dan Observasi 18-22 Nofember 2008 . bentuk. sekolah ini menggunakan model tematik (Tema) yang dirumuskan oleh tim dan pengembangan sekolah.70 (TIPS) tujuannya adalah: untuk mempermudah proses pembelajaran mata pelajarannya juga dikemas dalam suasana bermain dan bereksprimen sehingga suasana kelas tidak lagi membosankan. Dalam penyajian mata pelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI).84 diberikan pertanyaan atau dituntut untuk menceritakan kisah-kisah para nabi didepan teman-teman mereka saling bergantian sesuai dengan metode atau pola. cerita yang akan disampaikan oleh siswa itu sendiri dengan efektif dan efisien yakni sesuai dengan yang diharapkan oleh guru itu sendiri.

Nurkholis bahwa pada strategi pembelajaran Edutainment guru MTs tidak diperkenankan memberikan label negatif seperti: dilarang marah. Semangat dan percaya diri siswa. kreatif dan inovatif. baik dan mengena. minder atau hal lain yang dapat menyumbat kreativitas siswa. pikiran maupun kebebasan berekspresi dan berkreasi serta tidak diperkenankan adanya tekanan yang membuat siswa takut. Model pembelajaran Edutainment memberikan kebebasan berkreasi pada guru dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang dianggap sesuai.Munib. dalam proses pembealajaran siswa diberi kebebasan bergerak baik dalam mengungkapkan ide. sehingga pelajaran tidak berjalan secara dikotomi melainkan mengisi dan senantiasa terkait dengan nilai-niali aqidah islam.85 yang ada. meski siswa melakukan kesalahanpun guru diperkenankan mengingat kan menegur dengan bahasa mereka dan sesuai dengan jiwa psikologi siswa dengan arahan-arahan atau kata-kata sopan. H.71 Sebagaimana dikatakan oleh Drs. percaya diri. Sehingga guru tidak harus terikat pada satu metode saja bahkan guru bisa mengguankan beberapa metode Wawancara Dengan Abd.S. Tanggal 24 Nofember 2008 71 . tetapi siswa sekolah kreatif diberi kebebasan dalam belajar agar menjadi siswa yang pemberani.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. berkata kasar atau semacamnya yang dapat menurunkan energi positif.

86 secara bergantian atau secara bersamaan dalam satu pertemuan sehingga metode tersebut dapat mendukung proses pembelajaran yang dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa. Namun dari kesemua materi tersebut seluruh kelompok tidak pernah melewatkan penggunaan metode diskusi dan tanya jawab. . Dan pada pertemuan ketiga yang merupakan pertemuan terakhir ini adalah kelompok tiga yang membahas pokok bahasan tentang “Bangunan atau kerajaan pada zaman” dimana pada kelompok ini menggunakan metode “Galerry Walk (pameran berjalan)” atau dengan menampilkan gambargambar beserta penjelasannya. dilanjutkan oleh kelompok dua yang membahas pokok bahasan tentang “Para kholifah” dengan menggunakan metode “Diskusi”. Pada pertemuan pertama ini presentasi dilaksanakan oleh kelompok pertama yang membahas pokok bahasan “Rasul Ulul Asmi” dengan menggunakan metode “Card Short (menyorti kartu)”. Pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) adalah sebagai berikut: Misalnya: • • • Card Shot (Menyortir kartu) Diskusi (Tanya jawab) Galerry Walk (Pameran berjalan) Pada pertemuan pertama dan seterusnya guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode atau strategi peer lesson. Pada pertemuan kedua.

87 Setelah semua materi disampaikan. Metode teks dril atau latihan Digunakan untuk materi yang dibutuhkan praktek yang berbentuk hafalan misalnya: membaca al-qur. manasik haji. seperti: Sholat. wudlu.sebagian metode yang digunakan terkadang seperti: 1.an dan menceritakan . tayammum. Dan ini juga menjukkan bahwa kedisiplinan siswa dalam belajar sangat tinggi. dsb supaya siswa bisa mempraktekkan langsung atau mengaplikasikan secara langsung didepan siswa-siswa yang lain. Metode demontrasi Di gunakan untuk materi yang membutuhkan praktek langsung. guru memberi kesimpulan atas semua materi yang telah dipelajari dan memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya terhadap materi-materi yang belum dipahami. Hal ini terlihat ketika mereka segera menuju perpustakaan sekolah untuk mencari informasi-informasi atau literatur yang berkaitan dengan materi yang mereka dapat dan menyelesaikannya sesegera mungkin sesuai waktu yang telah ditentukan. Dalam hal ini penulis melihat bahwa dalam melaksanakan tugasnya siswa bersemangat dan antusias sekali. 2. Selain itu siswa juga terlihat prilaku siswa yang selama proses pembelajaran serta kerjasamanya dengan teman-temannya sangat baik sehingga selalu siap dan aktif dan kompak dalam mengikuti setiap proses pembelajaran.

88 sejarah-sejarah para nabi dan sebagainya. Metode cerita Digunakan dengan menjelaskan materi dengan alur cerita biasanya digunakan untuk menceritakan tentang kisah-kisah Nabi dan sebagainya supaya: siswa bisa mencontoh dan menumbuhkan jiwa pemimpin yang adil dan islami. Metode tadabur alam Dilakukan dengan mengadakan kunjungan berbagai tempat tertentu. 1. a) Desain Pembelajaran Dalam aplikasinya atau penerapanya. Metode gambar Digunakan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pembelajaran. Mengawali kegiatan .sehingga siswa bisa terbiasa dan berani menumbuhkan kecerdasan otakya. pelaksanaan pembelajaran Edutainment di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. 3. metode yang digunakanpun bervareasi untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan selama mengikuti pembelajaran misalnya: Out bound atau Fielt trip 4. 5. Dengan metode gambar ini siswa dapat mengepresikan karyanya dalam bentuk gambar yakni: siswa bisa menggambarkan sesuai dengan ide dan nalar fikir siswa itu sendiri.

sebelum masuk kelas siswa diberi pelajaran disiplin diri dalam hidupnya. b. Setelah itu tiap siswa masuk kelas secara teratur yang kemudian dilanjutkan dengan do. Yakni dilakukan studi banding dengan sekolah-sekolah lain untuk mencari prestasi-prestasi yang menonjol.a yang dipimpin siswa secara bergilir. Sesuai dengan bentuk atau model pembelajaran yang sudah dikemas dengan strategi pembelajaran edutainment. guru terlebih dahulu memberi pre tes pada siswa tentang materi yang akan disampaikan yang berupa tes lisan atau Tanya jawab. Kunjungan ke obyek secara langsung (out dour).89 Disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. Pelajaran dimualai atau materi disampaikan pada siswa. kemudian siswa kembali kemeja masing-masing untuk mengerjakan lembar kerja (work sheet) untuk mendukung program tersebut kegiatan pembelajaran ditempuh melalui dua cara: a. Disamping itu pula . Dalam kunjungan ini siswa diperlihatkan secara langsung atau dipraktekkan secara langsung pada obyek yang akan dipelajari oleh siswa itu sendiri. Proses pembelajaran Dalam proses ini siswa mendapat penjelasan secara singkat materi yang akan dibahas. Mendatangkan guru tamu ke sekolah. 2. Dalam pembelajaran ini siswa diuji atau dites dengan pola pikir yang telah didapat dalam pembelajaran edutainment tesebut.

Dengan sumber dan media pembelajaran maka materi dapat disampaikan dengan lebih mudah dan menarik dalam proses belajar mengajar bagi siswa. dan keterampilan dalam proses belajar mengajar serta merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan factor pendukung dan penunjang dalam proses pembelajaran. pengalaman. merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan mempermudah siswa dalam mencari jawaban sendiri. Sumber belajar dan media pembelajaran merupakan suatu hal yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi. Adapun pada pembealajaran edutainment guru harus senantiasa mengaftifkan selama proses pembalajaran yakni dengan mendesain pelajaran yang menentang. pengetahuan. maka tidak membatasi siswa dalam memilih dan menggunakan literatur seperti tidak adanya paket sehingga siswa .90 mendatangkan guru tamu kesekolah agar pemahaman yang belum didapat oleh guru tersebut bisa disampaikan oleh guru tamu itu kemudian siswa bisa mengaplikasikan sesuai apa yang telah disampaikan oleh guru tamu tersebut. siswa diwajibkan membuat laporan tertulis. Pada akhir kegiatan kunjungan atau mendengarkan guru tamu. yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran yaitu: Sumber belajar dan media pembelajaran.

Misalnya: siswa belajar studi SKI berbagai macam bentuk atau model pembelajaran dengan sarana prasarana yang telah disediakan dilembaga tersebut. lingkungan sekitar. dengan lengkapnya sarana prasarana tersebut maka pembelajaran akan terasa efektif dan efisien.perpustakaan. guru mengadakan post tes. jurnal. computer. 3. majalah. Koran. media gambar serta sarana prasarana lain yang menunjang proses belajar mengajar. Maka siswa akan belajar dengan enjoy dan terasa pembelajaran semakin menyenangkan. sesuai dengan kebutuhan belajar mengajar sekolah MTs Al-Ibrohimy teersebut. Maka dari itu pula sekolah MTs AlIbrohimy menyiapkan sarana prasarana yang lengkap. Sedangkan media yang digunakan dalam pembelajaran SKI adalah audio visual (VCD) media cetak. internet. nara sumber dan lain-lain. Mengakhiri kegiatan Sebelum kegiatan diakhiri dan untuk mengetahui hasil pembelajaran yang diperoleh siswa selama pembelajaran. Materi pelajaran Merupakan salah satu penunjang proses pembelajaran jika tidak ada materi pelajaran maka proses pembelajaran tidak akan terlaksana dan tidak akan bermakna.91 bebas memperoleh bahan pelajaran dari beberapa sumber antara lain bisa berupa buku. .

computer dan rak folder siswa. sehingga belajar diluar kelas menjadi bagian yang sangat penting. 7. 4. siaran tv. Sekolah kreatif tidak menggukan buku paket tertentu bahan pelajaran dari bahan apa saja yang penting relevan seperti: dari buku-buku perpustakaan. Belajar melalui bermain seperti mengajak siswa melihat cerita-cerita para nabi kemudian dipresentasikan didepan teman-teman atau siswa-siawa yang lain sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan apa yang dicatat atau yang ditangkap dalam proses pemutaran VCD tersebut. . praktisi hingga internet. Setiap kelas terdapat perpustakaan mini. Setelah emosi siswa teraspirasikan melalui kegiatan tersebut baru kemudian siswa diajak mengerjakan materi sesuai dengan tema atau pokok masalah yang dipakai. Mengenal benda atau opyek secara kongkrit. jurnal. majalah. Lembar kerja kreatif (LKK) dibuat bervareatif dan kreatif dengan memamfaatkan banyak kertas. 5. Pembelajaran disusun secara integrated yang "di ikat" melalui tema-tema tertentu. vcd.92 b) Aplikasi Pembelajaran Edutainment 1. 3. Sesuai dengan tema dan topic yang telah dibahas saat itu. 8. 6. 2. Memberikan ruang gerak yang cukup dan mendorong daya perkembangan nalar dan kretivitas siswa.

72 Observasi 3-4 Desember 2008. sisi yang dievaluasi tidak hanya kompetensi akan seni dan keterampilan motorik saja akan tetapi keterampilan social juga. Adapun keistimewaan model pembelajaran edutainment yaitu: a. Oleh karena itu diadakan mudivikasi dan penyempurnaan dalam cara mengevaluasi. penilaian tidak hanya secara kualitatif (angka-angka dan rapor) tetapi juga secara kualitatif dalam bentuk narasi. Memakai berbagai pendekatan pembelajaran yang savi (somatic. . Mampu menciptakan pembelajaran yang fun. b. evaluasi hasil belajar atau penilaian kelas dialsanakan secara terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar dan dengan berbagai cara untuk mengetahui segala potensi yang dimiliki siswa adapun evaluasi pada pembelajaran edutainment sebagian diuraikan diatas. c. maka evaluasi model konvensional tidak memadai lagi. enjoy dan menyenangkan. afektif. Desain pembelajaran dan dsesain kelas dipola sangat unik menarik dan kreatif.93 c) Model Evaluasi Siswa Di Sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. kepribadian dan leadership. visual dan intelektual) d.72 Serta penilaian dilakukan secara otentik yang mencakup 3 ranah (kognitif.dan psikomotorik). Terlebih dalam pembelajaran SKI yang dalam pembelajaran nya harus melibatkan ke 3 ranah tersebut. Memakai berbagai metode pembelajaran yang bervareatif. audiotorial.

pemberani. c. terutama yang terkait dengan mata pelajaran SKI. yang pada dasarnya guru kebanyakan memakai metode ceramah. Misalkan: siswa di beri kesempatan untuk berkreasi dan berfikir kreatif. Ag. b. Materi jadi mudah disampaikan. sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan banyak melakukan pengembangan. Siswa mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. . kreatif serta inovatif dan lain-lain. Ketidak siapan guru dan wali murid dalam menghadapi peserta didik yang begitu menonjol. kemudian untuk menjadikan dan mengembangkan 73 Wawancara Dengan Ustadz Mujiburrohman. a.73 d) Pengembangan Kretivitas Belajar Pada Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Didalam penerapanya. Kelemahan model pembelajaran edutainment. Memerlukan penanganan dan tenaga ekstra baik dalam mendesain pembelajaran.desain kelas maupun dalam menciptakan ide-ide kreatif pembelajaran. Siswa lebih percaya diri. 6-7 Desember 2008. Mempermudah guru dalam mengkondisikan kelas. kreativitas belajar. S. b.94 Kelebihan-kelebihan model pembelajaran edutainment antara lain: a. d. c. imjinatif. Biaya relative cukup mahal.

Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir. Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) 74 Wawancara dengan Drs. . c. 10-12 Desember 2008. proses pembelajarannya bersifat aplikatif. b. H. Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan.74 a. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu. Nurkholis (Kepala Sekolah). Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan.95 kreativitas siswa akhirnya guru membuat metode atau menyampaikan materi dengan berbentuk yang menyenangkan Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru.

Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Adapun tujuan dari pengembangan kreativitas belajar SKI adalah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan pada diri siswa sehingga siswa tidak lagi merasa bosan atau jenuh dalam belajar. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. memahami. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi . Maka kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru.96 yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. e) Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan Kreativitas belajar SKI Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. proses pembelajarannya bersifat aplikatif. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir. untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu.

75 Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan.97 menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. 75 Wawancara dengan Drs. Sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat. Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka. Nurkholis (Kepala Sekolah). bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. f) Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. 10-12 Desember 2008. mudah beradaptasi. H. .

dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). . dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. 76 Wawancara dengan Abd Munib S. selaku tim inovasi dan pengembangan sekolah (TIPS) mengungkapkan bahwa model pembelajaran edutainment ini sangat penting dan bermamfaat. juga memberikan pembinaan leadership pada diri siswa antara lain dengan memberikan kesempatan siswa untuk memimpin secara bergilir baik kegiatan do. opservasi maupun dokumentasi. Ag. karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan. karena model pembelajaran edutainment sangat mendukung dan membantu dan mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI.a barisan maupun kelompok.Ag. Sekolah MTs Al-Ibrohimy. Abd Munib S. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif. riang dan mengasikkan akan membuat siswa siap belajar dengan mudah karena dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap negatif menjadi positif. 9 Desember 2008.98 Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara.76dengan suasana yang gembira.

assembly. pada fase ini data-data tersebut akan dianalisis. seperti yang tercermin pada diri siswa yang mempunyai rasa kepedulian yang besar pada kaum kurang mampu hal yang samapun terlihat ketika mereka mendapat tugas kepasar dekat sekolah atau mini market untuk berbelanja mereka diharuskan mampu melakukan tawar menawar. Pada siswa sekolah MTs Al-Ibrohimy selalu ditumbuhkan rasa percaya diri dengan menampilkan siswa diseni. guna membiasakan berani tampil didepan public dengan adanya even-even diharapkan untuk meningkatkan potensi siswa dan mengembangkan kreativitas siswa baik dalam belajar maupun berkarya. atau out bound yang sesuai dengan kemampuan anak. Berdasarkan pemaparan data diatas.99 Dalam pengembangan kretivitas SKI. Penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativtas belajar pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. Analisis Data 1. adapun untuk mempermudah pembacaan. analisa data akan peneliti sampaikan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat. model atau strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy mempunyai strategi . guru senantiasa menanamkan rasa kepedulian pada siswa. Dalam penerapanya. C. Adapun salah satu ajang ekstern sekolah MTs AlIbrohimy kerapkali mengikuti lomba tingkat DIKNAS sekecamatan.

melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tata cara pergaulan.100 pembelajaran khusus yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan selain itu juga siswa diberikan kebebasan penuh untuk memilih gaya belajar sesuai dengan kecenderungan belajarnya masing-masing yakni dengan pendekatan belajar somatic. . Empat pendekatan yang digunakan diatas (SAVI) tidak berbeda dengan empat pendekatan yang dipakai oleh model Accelerated learning. Tedjasaputra menyatakan bahwa selain berfungsi penting bagi perkembangan pribadi. Hal ini sejalan dengan pendapat Mayke S. Yang menekankan pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka Lebih lanjud juga Mayke S. selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak. bermain saat belajar juga mempunyai fungsi sosisal dan emosional. yang didalamnya juga ada penekanan untuk senantiasa menghargai kecenderungan belajar masing-masing pembelajaran. visual maupun intelektual (SAVI) maka proses belajar akan berlangsung menyenangkan sehingga siswa dapat lebih kreatif dalam mengepresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka. auditorial. Tedjasaputra.

Meller. tentang bagaimana pembelajaran yang membebaskan. dengan cara mendengarkan atau melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. 32-33 77 .. Proses belajar dalam model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan siswa tidak lagi diposisikan sebagai obyek pasif yang hanya bisa duduk manis dan mendengarkan penjelasan gurunya Pelajari John p. Menurut Silberman. dengan cara mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit. (new york: praeger publishers. dengan cara mendengar atau melihat mendiskusikan dengan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan77. seperti halnya yang telah diterapkan dalam proses belajar mengajar di MTs Al-Ibrohimy bahwa pembelajaran itu haruslah mampu membebaskan pikrin peserta didik dari tekanan atau intimidasi dari pihak manapun.hal. Sebab tekanan apapun namanya hanya akan mengerdirkan pikiran siswa sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (learning climate) yang kondusif. 1976). Pembelajaran yang membebaskan adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis.101 Bisa dianalisa dengan pandangan Ahmad Sapari dalam bukunya " pendidikan dan sensitipitas guru yang kreatif " yang mengutif konsep paolo freire. cara belajar dengan mendengarkan akan mudah lupa. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education.

bahwa strategi pembealjaran yang digunakan berusaha untuk menjadi segala sesuatu menjadi lebih bermamfaat. agama diposisikan sebagai ruh dari semua mata pelajaran yang ada. dan lain-lain. Salah satu pendidik dilembaga pendidik tersebut. melakukan maksimalisasi lingkungan yang ada disekitar serta pengelolaan kelas sering dan sekreatif mungkin. internet. untuk memilih referensi rujukan misalnya: majalah. guru erposisi sebagai sahabat bagi peserta didik hubungan tersebut berpegang teguh pada prisip saling menghormati. Strategi edutainment juga memperhatikan opening proses maupun klosing pada proses pembelajaran. tv.102 hubungan antara pendidik dan siswa yang sering kali terdapat sekat yang kerap menghambat komunikasi. Semua penerapan diatas diarahkan untuk mengembangkan kreativitas . proses belajar juga diluar ruangan tujuanya untuk menghindari kejenuhan. terdapat penekanan pada nilai-nilai aqidah yang tujuanya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa sebagaimana sempat disinggung oleh ustadz Munib S. Selain dilakukan didalam kelas. Koran. Ag. Penyajian mata pelajaran dalam metode ini menggunakan model thematic tujuanya adalah untuk mempermudah proses pembelajaran dalam pelajaranya. Dalam hal berpakaian dan pemilihan buku pelajaran yang dijadikan rujukan ini juga memberikan kebebasan. radio. tidak berhubungan antara guru dan siswa diliputi keakraban dan keharmunisan.

dan penuh kegembiraan.103 siswa disekolah MTs Al-Ibrohimy dengan mengguankan metode pembelajaran yang berbeda-beda yang berfareatif yang digunakan secara bergantian. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya . Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah seperti halnya kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. menyenangkan. memahami. Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. diciptakanya dalam kondisi kelas yang ceria. 2. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan : yaitu kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. mudah beradaptasi.

Karena pada pembelajaran studi SKI ini sangat bermamfaat bagi kehidupan masyarakat dan berguna bagi manusia didunia dan akhirat. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. Pertama: Edutainment sangat mendukung dan membantu mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI.104 sendiri. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. mudah beradaptasi. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. yang salah satu aspeknya adalah tentang kreativitas peserta didiknya. 3. maka apa yang dihasilkan dari penerapan Edutainment adalah bagian dari kerativitas. Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy. Beberapa poin dampak positif dari penerapan edutainment tidak lain dilatari oleh keseriusan penyelenggara pendidikan (lembaga pendidikan bersangkutan) dalam upaya meningkatkan mutu pendidikannya. Dan juga karena .

inovatif dll. kreatif.105 siswa yang kreatif maka siswa akan gampang untuk menyampaikan suatu keahliannya. humaoris. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi. Karena dengan belajar SKI siswa yang lain akan bisa terpengaruh dan termutivasi untuk belajar yang kreatif. Karena dengan sikap pemberani siswa akan menjadi sangat dibutuhkan dan tidak akan cangguh untuk menghadapi suatu masalah. Ketiga: Edutainment mampu membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap nigatif menjadi positif seperti: percaya diri. Keempat indikasi kreativitas diatas sejalan dengan apa yang sempat disinggung oleh Sutrisno bahwa pendidikan dikembangkan agar dapat mengahsilkan subyek didik yang kreatif. Keempat: Edutainment dapat mempengaruhi siswa agar dapat membiasakan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. pemberani. Karena dengan kemampuan siswa yang meningkat maka siswa tidak akan merasa kesulitan lagi. imajinatif. Kedua: Edutainment mampu menjadikan siswa mempunyai kemampuan dasar untuk menjadi pembelajaran yang mampu untuk mengatur diri. Belajar adalah proses seumur hidup tidak hanya pada saat manusia mengennyam dunia pendidikan kreativitas tersebut lahir dari satu proses aktualisasi diri yang berkesinambungan bahwa .

106 sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri mengujudkan potensi dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaptifkan semua kemampuan organisme. . Dengan demikian model pembelajaran edutainment sangat penting dan bermamfaat dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pengembangan kreativitas belajar siswa pada pendidikan sejarah kebudayaan islam (SKI) karena model pembelajaran edutainment merupakan salah satu bentuk inovasi pendidikan pada pola pembelajaran yang benar-benar disesuaikan dengan psikologi siswa dan merupakan pembelajaran yang sangat menyenangkan. yang mampu mengembangkan kreativitas siswa serta sangat efektif diterapkan dalam sejarah kebudayaan islam (SKI).

prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. dalam proses pembelajaranya. . 2. Metode pembelajaran yang digunakan juga beragam. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancang tranformasi masyarakat. Penerapan strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan mempunyai strategi pembelajaran khusus.Kreativitas menjadi bagian terpenting yang dijadikan landas pijak dalam penerapan strategi pembelajaran edutainment. Kesimpulan 1. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan yang didukung dengan adanya hubungan yang diliputi ke akraban dan keharmunisan antara guru dan peserta didik. Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan.107 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan.

Adapun yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dari penerapan strategi edutainment disekolah MTs Al-Ibohimy Galis Bangkalan adalah : (a).Mendukung dan membantu kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. kreatif serta inovatif dsb. 2. seperti percaya diri. (b). Mampu mengatur diri. serta dapat mengubah sikap negative menjadi positif. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi. Strategi maupun metode pembelajaran pendidikan guna menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas tinggi.108 3. Dari pihak sekolah diharapkan dapat menampung semua aspirasi dari masingmasing guru baik mengenai metode. SDM. 3. Membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah. B. media maupun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melangsungkan proses pembelajaran. dengan menambah wawasan dan pengalaman serta selalu mengadakan perubahan kearah yang lebih baik lagi. Untuk setiap guru diharapkan lebih meningkatkan kualitas serta profesionalitas sebagai figur yang ditauladani siswa. Saran 1. pemberani. . (c). Kepada kepala sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan dan seluruh pihak 93 sekolah untuk selalu mengadakan inovasi baru baik mengenai managemen.

1974. Pustaka Al-Kautsar Arikunto Suharsimi. Azsa Azyumardi. Kasiram Moch. Renika Cipta. Kalimah Bungin. Psikologi Belajar. Mengembangkan Kreativitas Ana. D. Metodologi Rasearh. 1996. Buno. .. Jakarta: PT. Ciputat. Bairut. Jakarta: PT Grafindo Persada. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Metode Penelitian Kualitatif. 1993.tt. Dar Al-kitab Al-Ilmiah. Yogyakarta. Suatu Pendekatan Praktek. Prosedur Penelitian. 2006. Dariyo Agoes. 2004. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. L. Asrohah Hanum. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. 1989. Juz 1 Hadits. Pendidikan Islam.Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. Model Pembelajaran Menciptakan Pendidikan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. 2007. 2004.Burhan. 1999. Gadjah Mada Univercity Press. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jilid I Hamzah. Jakarta : Grasindo. Yogyakarta : Andi Offset. Jurnal: Nizamia.. Bandung: AlMa'arif. Hadari Nawawi. Bumi Aksara. Jakarta: Grasindo Widya Sarana Indonesia. Jakarta : Rinika Cipta. 1991. USA: Allyn & bacon. 2005. Marimbah Achmad. Al-Kholili Abdussalam Ahmad. Metode Penelitian Bidang Sosial. Ibnu Majah Sunan. Silberman Melvin. “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo”. Fise The Rianto dan Handoko Martin FIC. Karta Timur. Jakarta.109 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi Abu & Supriono. 2003. 2005. Hadi Sutrisno.

Jakarta : PT. Jakarta: PT. 2001. Sudono Anggaini. Didatika. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Bumi Aksara. 2002. Jakarta : Grasindo. Metodologi Penenilitian Sosiual Agama. 2005. 2003. Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein. Gramedia Pustaka Utama.an. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif. Sumber Belajar dan Alat Permainan: Untuk Pendidikan Usia Dini. Tedjasa Putra Mayke. Metodologi penelitian kualitatif. Vol. 2003. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. Jakarta: Aksara. 1976. 2006. Nashor H. 2002. Kreatifitas Dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat.110 Mardalis. Yogyakarta : Jendela. New York: Praeger Publishers. 1995. Bandung : Rosda Karya. Fuad i & Rachmy Diana M. Education. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. 2005: Untuk Pendidikan Usia Dini. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. Bermain. Meller Pelajari. Yogyakarta : Menara Kudus. Jakarta : Lentera Hati. Jakarta. Musbikin Imam. Pemikiran Islam Kontemporer. S. Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. Nurdin Syafrudin. 2001. Bandung: Remaja Rosda Karya . Sholeh Khudhori A. Margono S. Quantum teching. Remaja Rosdakarya. 2003. Munandar Utami. Suprayoso Imam Tabroni. Bandung : PT. 2006. Shihab Quraish. 8 Desember. Jakarta Grasindo. Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan. Senin. P. 2003. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. Mulyasa E. 7. Sapari Ahmad. Moloeng Lexy. Yogyakarta: Mitra Pustaka. 2007.Metodologi Penelitian Pendidikan. John.

Tanggal 3 Nofember 2008 Wawancara dengan Drs. Paradikma Pendidikan Masa Depan. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. Wawancara dengan Abd Munib S. Wawancara dengan Ustadz Mujiburrohman. Bandung: Kaita. Psikologi Belajar. H. yokyakarta : Biopgraf Publishing. Reneka Cipta.. Nurkholis (kepala sekolah). Jakarta. Republic : Jum. Widodo Supriono Dan Abu Ahmadi. 2003. Sutrisno. Juli.Munib.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bandung: Citra Umbara. .at. Ag. 11. 10-12 Desember 2008. Menjadi Super Kreatif: Melalui Merode Pemetaan Fikiran. 2003. 6-7 Desember 2008. S. Ag. 2005. 9 Desember 2008. Vycoh Joyce. Zamroni. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens.S.111 Supriadi. Wawancara Dengan Abd. Undang-Undang Republik Indonesia. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah. 1991. Yogyakarta : Ar-Ruzz. Dedi. 2002. 2003.

11 februari 2009 Yang membuat peryataan Tanda tangan MUCHTARUL WAHID D03304068 . maka saya bersedia menerima atas perbuatan tersebut.112 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya bertanda tangan dibawah ini: Nama NIM Jurusan/program studi Fakultas : MUCHTARUL WAHID : D03304068 : Kependidikan Islam (KI) : Tarbiyah Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri. Surabaya. bahwa merupakan pengambilan alihan tulisan atau pemikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pemikiran saya sendiri. Apabila kemudian terbukti atau dapat dabuktikan skripsi ini hasil jiplakan.

Al-IBrohimy. Bangkalan 3.113 RIWAYAT HIDUP Nama Tempat tanggal lahir Jenis kelamin Alamat Fakultas/jurusan NIM Asal sekolah : Muctarul Wahid : Bangkalan : Laki-laki : Dsn Longke'Tengah. Bangkalan 2 MTs. Galis. Bangkala . MA. MI Al-IBrohimy Galis. Galis. Bangkalan : Tarbiyah/kependidikan islam : D03304068 : 1. Al-IBrohimy Galis.

Ir.ALWI. wali murid dan tokoh masyarakat mempunyai hubungan yang sangat dekat.Hosnan Wali Data inventaris Murid 5.S.Rokib SAg Alumni MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No. Tabel 2 Struktur Organisasi Komite Sekolah Ketua komite sekolah MOH.Ust. guru.AMA Wakil ketua TURDI Sekretaris ABD. Keadaan Peralatan Yang Dimiliki Penemuan Tahun .MUNIB.114 Lampiran 1. Struktur Komite Sekolah MTS juga mempunyai relasi yang membantu baik proses belajarmengajar maupun menjalin hubungan masyarakat sehingga antara kepala sekolah. murid.Mujiburrahman Sag Guru 2. dalam hubungan ini di sebut komite sekolah. Jailani Mashuri Tokoh Masyarakat 3.Ag Bendahara SANWANI Wakil bendahara SITI ROMLAH Wakil sekretaris ABUSIRI AMa Anggota 1. Maslihah SAg Tabel 5Wali Murid 4.

115 Kondisi Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Sepeda Motor Meja Pimpinan Meja TU Kursi kerja Meja Komp Kantor Bangku Siswa Meja Guru LAB Meja OSIS Meja Guru Meja Guru kelas Meja Loker Guru Kursi Siswa Kelas Kursi Guru Kursi Guru Kelas Kursi Guru LAB Meja + Kursi Piket Komputer TU Printer TU Scanner TU TV AC Kipas Angin Almari Rak Arsip Jumlah 1 5 4 9 3 300 2 1 29 12 2 300 29 12 2 2 3 3 1 4 10 12 16 1 Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak 04 V V V V V V V V V V V V 05 V V 06 07 .

116 Keadaan No. Telpon/Fax Jumlah 1 4 1 1 2 1 4 15 13 1 1 1 28 33 25 10 20 21 1 Peralatan Yang Dimiliki Kondisi Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak Penemuan Tahun 04 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 05 06 07 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis . Nama Filling Cabinet Radio Tape Warless DVD Sound Lab Mega Phone Speaker Sound Kelas Jam Dinding Dispenser Magic Com Lemari Es White Board Papan Data + Pengum. Gambar Pres +wakil Mesin Ketik LAB Komputer LAB Printer Lab.

. usaha apa saja yang dilakukan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan strategi edutainment..? 2. kendala-kendala apa saja yang dihadapi selam mengembangkan pembelajaran edutainment.. apa harapan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan pembelajaran edutainment.? 9.? .? 10... apa pelajaran SKI merupakan pembelajaran yang mudah dan menyenangkan bagi siswa.? 6. bagaimana penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi (SKI) di sekolah MTs AlIbrohimy galis bangkalan.? 4. apakah pembelajaran edutainment dapat mengembangkan kretivitas siswa terutama pada pembelajaran SKI.. bagaimana kurikulum dan silabus yang dipakai sekolah tersebut.? 8..? 5..? 14.? 13. apakah penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment diterapkan pada semua mata pelajaran.? 12. bagaimana hasil yang dicapai dari penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreatifitas belajar pada bidang studi SKI.? 3. apakah indicator pembelajaran pada bidang studi SKI sudah berlangsung efektif. strategi dan model apa yang dipakai oleh guru SKI dalam mengembangkan keratifitas siswa.... Apakah model pembelajaran menurut anda..? 7. sejak kapan pembelajaran edutainment dikembangkan..117 PEDOMAN INTERVIEW Untuk Tutor Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) 1.? 11. apakah pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI sudah efektif dan menyenangkan..

118 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->