PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam Studi

Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) ALIBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Skiripsi Diajukan Kepada Sekolah Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Meyelesaikan Program Sarjana Strata Satu (S-1)

Oleh : MUCHTARUL WAHID NIM. D03304068

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM 2009

2

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPSI

Skiripsi oleh: Nama Nim Judul :Muchtarul Wahid :D03304068 :PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA BIDANG STUDI Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTS) AL-IBROHIMY GALIS BANGKALAN.

Ini telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan

Surabaya, 11 Februari 2009

Dra. HUSNIYATUS SALAMAH, Z. M. Ag NIP. 150 267 236

3

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKIRIPSI Skiripsi oleh Muchtarul Wahid ini telah dipertahankan di depan tim penguji skiripsi. Surabaya, 15 januari 2009 Mengesahkan, Fakultas Tarbiyah Institute Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan, DR. H. NURHAMIM, M.Ag Nip. 150 246 739 Tim Penguji Ketua Dra. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag 150 367 236 Sekretaris M. Bahri Musthofa, M. Pd.I 150 368 866 Penguji I, Drs. H. A. Hamid sjarif, M. MH 150 197 388 Penguji II, Drs. Syamsul Ma'arif, M. Ag 150 290 028

4

MOTTO

‫ِان اﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐﻴﺮوْا َﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َ ّ ُ ﻣ‬
"Sungguh, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " Kata mutiara "Jangan Pernah Barharap Sukses Jika Jalan Yang Menuju Ke Arah Itu Sama Sekali Belum Kau Tempuh"

5

ABSTRAK

Skiripsi oleh muchtarul wahid, 2008. judul: " Penerapan Startegi Pembelajaran Edutainment Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Dibidang Studi Ski (Studi Kasus Di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan) " pembimbing: Yang melatar belakangi penelitian ini ialah ketidak puasan dan kejenuhan atau juga karna system pembelajarannya yang semakin menoton dan sistem pembelajaranya hampir smua mata pelajaran memakai metode ceramah, sehingga menghambat kreatifitas alamiyah yang ada pada peserta didik. Di samping itu alas an utama para tim / para guru melakukan pembelajaran edutainment karena masalah Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), yang kerap sekali sering mengerdilkan siswa dan membuat jenuh siswa. Sehingga dengan adanya pembelajaran yang berbentuk menghibur (Edutainment) dapat meningkatkan atau mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan minak, bakat dan kebutuhan anak didik. Dari latar belakang penelitian diatas memunculkan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 2. Bagaimana pengembangan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 3. Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field rasearch) dengan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan data-datanya peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul peneliti analisis dengan teknik diskriptif kualitatif.

6

Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran Edutainment adalah proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan, adapun pembelajaran yang diterapkan disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan hanyalah pembelajaran yang menghibur dan menyenangkan karena pembelajaran edutainment itu juga disesuaikan dengan kreativitas dan kebutuhan anak. Penerapan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang melalui pembelajaran edutainment untuk anak MTs sudah cukup baik dan optimal dengan cirri-ciri pembelajaran yang bervareasi dalam artian materi yang akan diajarkan sesuai kebutuhan anak sehingga dengan mudah mengaplikasikan dalam bentuk yang menyenangkan dan menghibur. Diantara beberapa strategi atau model pembelajaran yang digunakan yaitu: pemberian cerita, permainan peran (role play),tadabur alam / karya wisata, Tanya jawab, game, dan ceramah.

keluarganya. Jamhari.7 PERSEMBAHAN Dengan Mengucapkan Syukur Al-hamdulillah. bangsa dan Negara Saudara-Saudaraku yang tersayang kakakku Moh.a tidak pernah hentinya semoga sadar & tidak tambah parah………………. Dapat Kupersembahkan Karya Skiripsi Sederhana ini Buat: Orang yang ku sayangi dan sangat saya hormati Bapak dan Ibu yang telah membesarkan dengan kasih sayang dan mendidiknya dengan penuh kesabaran serta selalu mendo. Agama. Do. Sakdiyah. Mbakku rantina. marilah Jangan nodai persaudaraan kita yang selama ini kita tanam Buat teman-teman KI-04. patuh. Buat Tanteretan IKAMABA semua tak terkecuali khususnya yang Kurus dan yang Gemuk yang telah memutivasi penulis agar menyelesaikan tugas akhir ini. taat. yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu. . Kebersamaan dan kesetiaan kalian semua mengiringi perjalanan studiku. tawa dan canda serta perselisihan memberi nuansa yang sejuk dan mutiara berharga selalu mewarnai setiap langkahku…………………… Spesialnya buat tretan IKAMABA selaku pengurus ples ketua IKAMABA (Alek Khotib) 2009 yang sering marah-marah & tidak kalah murkanya ketika ada masalah di IKAMABA. adik-adikku Toha Bukhori. yang telah mendukung dan membantu penulis dalam menyelesaikan skiripsi ini. Qomariyah. pintar.akan setiap saat agar anaknya menjadi anak yang sholeh. berguna baginya.

3. Husniyatus Salamah Z. Semua saudara-saudaraku yang telah meluangkan pikirannya untuk penulis sehingga penulis bisa menyelsaikan tugas skripsi ini 7. Dr. Ag. M. Ag. Nur Kholis selaku kepala Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan beserta staf-stafnya yang telah membantu dalam menyelesaikan Skripsi ini. selaku ketua Jurusan Kependidikan Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya. beserta genap dan seluruh pengikutnya. selaku Dosen Wali dan juga selaku Dosen Pembimbing yang penuh kesabaran membimbing dan mengarahkan serta memberi motivasi agar tidak putus asa dan tetap semangat. Sholawat serta salam semoga tetap abadi pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. M. Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya Beserta Staf-Stafnya. sehingga penulis dapat menyelesaikan skiripsi ini.I. Drs. Dra.. maka semuanya dapat penulis menyelesaikan dengan baik. banyak menemui kesulitan dan hambatan. Pd.8 KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat ilahi robbi yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya. Drs. Bapak dan Ibu Dosen yang telah membekali penulis dengan ilmu pengetahuan . Nurhamim.H Masyhudi Ahmad. 5. 2. H. M. namun berkat bantuan. Untuki itu sudah sepatutnya apabila dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. 6. Penulis menyadari bahwa didalam penyusunan dan ppenulisan skiripsi ini. bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak.

untuk itu penulis mengharapkan saran. Dan akhirnya penulis berharap semoga skiripsi ini bisa bermamfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skiripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. 04 januari 2009 Penulis . karna keterbatasan kemampuan yang penulis miliki mengingat penulis adalah hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan luput. Surabaya. selain untaian do.9 Tiada kata yang dapat penulis berikan sebagai balas budi.a semoga amal beliau dibalas dan diterima serta diampuni segala dosa-dosanya disisi Allah SWT. kritikan dan masukan yang bersifat konstruktif demi sempurnanya penyusunan skiripsi ini.

... c. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI………………18 LAPORAN HASIL PENELITIAN Gambaran Umum Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………………19 B..1 Rumusan Masalah…………………………………………………….. Ciri-Ciri………………………………………………………….6 Sistematika Pembahasan………………………………………………7 LANDASAN TEORI Pembelajaran Edutainment 1...... . Konsep Dasar…………………………………………………….......... d... BAB : II A..............vi KATA PENGANTAR………………………………………………………………...8 2.... Tahap-Tahap……………………………………………………....ii PENGESAHAN TIM PENGUJI……………………………………………………....3 Tujuan Penelitian……………………………………………………..i PERSETUJUAN PEMBIMBING SKIRIPS…………………………………………............. Pengertian SKI…………………………………………………..12 3. Pengertian Kreativitas……………………….v PERSEMBAHAN…………………………………………………………………......15 2.14 Sejarah Kebudayaan Islam 1.. g...... Pengertian……………………………………...17 4. Faktor-Faktor……………………………………………………. C.11 2..16 3.........iii MOTTO………………………………………………………………………………iv ABSTRAK…………………………………………………………………………….... PENDAHULUAN Latar Belakang………………………………………………………..vii DAFTAR ISI…………………………………………………………………………ix DAFTAR TABEL……………………………………………………………………xi BAB : I a..10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………........………………………………………………….. Pendekatan Pembelajaran………………………………………...13 4... Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran SKI…………………………………………... BAB : III A........ Tujuan SKI…………………………………......9 3.4 Mamfaat Penelitian……………………………………………………5 Metode Penelitian. f. b.2 Definisi Operasional…………………………………………………...10 Kreativitas 1.. e....

.38 .Kurikulum………………………………………………………...……………………………………………………………….37 Lampiran .Struktur Organisasi………………………………………………24 6. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………..36 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………....27 1........Visi Misi dan Motto……………………………………………..Keadaan Guru Karyawan dan Siswa……………………………. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan………………………………………………. Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………34 BAB : IV PENUTUP A. Kesimpulan…………………………………………………………......Sejarah singkat sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan…………………………………………… 20 2........Berangkat Dari Keprihatinan…………………………..33 3.22 4.25 7... Pengembangan atau Peningkatan Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….29 3... Kreativitas Belajar Siswa Pada Bidang Studi SKI di Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………30 C....35 B.32 2...28 2.. 21 3.... Penyajian Data……………………………………………….11 1.. Analisis Data…………………………………………………………31 1.. Saran-Saran…………………………………………………………..Sarana Prasarana…………………………………………………26 B.....23 5. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment Dalam Pengembangan atau Peningkatan Kreaivitas Belajar Pada Bidang Studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan……………………………………………….

Data Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) 3. Struktur Organisasi .12 DAFTAR TABEL 1. Fasilitas Pembelajaran 2. Keadaan Personalia Guru 4.

Sebab pendidikan menjadi suatu jalan atau cara yang mengantarkan manusia untuk mencapai tujuan hidupnya. Sabda Rasulullah saw. 1 . Sebagaimana di jelaskan dalam hadits nabi Muhammad SAW. Juz 1 Hadits no. hal." Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang muslim (laki-laki dan perempuan)" 1 Sunan Ibnu Majah. menyebabkan semakin besarnya arus informasi dan terbukanya pasar internasional yang berdampak pada persaingan bebas yang begitu ketat di segala aspek kehidupan.224. sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan memadai menduduki posisi yang sangat vital dan strategis dalam kotek saat ini. 81. Konsekuensi logisnya. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang mendapat prioritas utama dalam kehidupan manusia.tt). bahkan pendidikan menjadi suatu kewajiban yang harus di jalani manusia dalam kehidupanya.1 ‫ﻃﻠﺐ اﻝﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ آﻞ ﻣﺴﻠﻢ ٍوﻣﺴﻠﻤﺔ‬ ٍ َ ِْ ُ َ ِْ ُ ِ ُ َ َ ٌ َ ْ ِ َ ِ ْ ِ ْ ُ ََ ّ Artinya : Dari anas ibnu malik berkata. Dar Al-kitab Al-Ilmiah. Latar Belakang Memasuki abad ke 21 ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang pesat. Dalam era tersebut kita di tuntut mampu berperan dalam persaingan bebas. lebih-lebih dalam dunia pendidikan.13 BAB I PENDAHULUAN A. (Bairut.

Sila pertama dalam pancasila adalah Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang memberikan makna bahwa bangsa kita adalah bangsa yang beragam. terutama bagi perkembangan bangsa dan Negara. Marimbah. Dalam hal ini betapa pentingnya kedudukan pendidikan agama dalam peningkatan manusia Indonesia seutuhnya. Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh pendidikan terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian utama. kemajuan suatu kebuadayaan tergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali. hal. lebih dari itu ada tujuan pembentukan kepribadian.2 Adapun pendidikan disini tidak hanya sebagai: Transfer Of Knowledge.hal ini berkaiatan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakatnya. salah satunya kepada peserta didik. 4. 1974). Untuk membina bangsa yang beragam pendidikan agama ditempatkan pada posisi Utami Munandar. (Jakarta: PT. 2 . menghargai dan memamfaatkan sumberdaya manusia (SDM). (Bandung: Al-Ma'arif. 44.14 Pendidikan mempunyai peran yang amat menentukan bagi perkembangan atau peningkatan dan perwujudan diri individu. Gramedia Pustaka Utama. hal. Kreatifitas Dan Keberbakatan : Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat.3 Sehingga siswa dapat mengenal potensi yang dimilikinya dan kemudian dapat mengembangkan potensinya sesuai bakat dan mural. Buktinya dengan ditempatkannya unsur-unsur agama dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. 3 Achmad D. 2002).

Kasiram. pendidikan agama bisa menjadi 4 Moch. kecerdasan.6 Oleh karena itu.15 stategis dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan nasional bahwa: pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.4 Pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional memiliki posisi yang kokoh yang secara yuridis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan peningkatan manusia seutuhnya. 6 Hanum Asrohah. hal. bangsa dan Negara. Vol. hal. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. 77. pengendalian diri. masyarakat. pendidikan agama disini mendapat prioritas utama. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. Dalam UU No 20 tahun 2003 Tentang SISDIKNAS pasal 12 ayat 1 dinyatakan bahwa:5 " Setiap peserta didik pada setiap sauna pendidikan. 5 . Nomor 1 tahun 2004). Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif meningkatkan potensi dirinya nuntuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Dengan demikian bangsa Indonesia menempatkan pedidikan agama pada kedudukan yang tinggi dalam sistem pendidikan nasional dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan peningkatan bangsa Indonesia. berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama" pendidikan agama adalah bagian dari proses pendidikan nasional. 7. 2003). akhlak mulia.6. kepribadian. “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo” (Jurnal: Nizamia.

7 Disini lain strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah saat ini pada umumnya masih bersifat konvensional. Quantum teching. Proses pembelajaran yang digunakan pada guru agama selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah. pemahaman. 2005).16 salah satu solusi ditengah keadaan bangsa saat ini agar tidak terperosot kejurang keruntuhan dan krisis mural yang semakin mendalam. metode pembelajaran semacam ini kuarang memberikan arahan pada proses pencarian. guru memberi penjelasan dengan berceramah mengenai materi pelajaran dan siswa sebagai pendengar. (yokyakarta : Ar-Ruzz. hal 42. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. bosan dan malas belajar.8 Untuk menghadapi tantangan ini pendidikan harus mampu mencari model atau penerapan strategi penyampaian pendidikan agama yang baru. Akibatnya pendidikan agama islam kurang dapat memberi pengaruh yang berarti pada kehidupan siswa sehari-hari bahkan mengakibatkan terjadinya krisis multi dimensi terutama krisis mural pada kalangan siswa.2005). hal 4. yang belum mampu menjadikan semua siswa dikelas bisa menguasai tujuan-tujuan umum pembelajaran terutama bagi siswa yang berkemampuan rendah. Sutrisno. penemuan dan penerapan serta menjadikan siswa mnjadi jenu. 8 Syafrudin Nurdin. (Jakarta : PT. Revolusi Pendidikan di Indonesia : Membedah Metode Dan Teknik Pendidika Berbasis Kompetensi. 7 . oleh karena itu model pengajaran yang bersifat indoktrinasi-dokmatis dan normative. yang bisa memutivasi peserta didik untuk secara aktif menjawab persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari.

menurut Paulo freire: pendidikan seperti ini adalah pendidikan yang membelenggu dan tidak manusiawi. 9 Moh. yaitu pembodohan. Disini guru agama harus selalu berusaha mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi teologis dalam menghadapi setiap bentuk tantangan hidup. hal. Pola ini menuntut upaya lebih menekankan pada faktor kemampuan berfikir dan berperasaan muralis yang menentang ke arah Tuhan. bila hasil pandidikan selama ini selalu menghasilkan siswa yang berfikir linear tidak kreatif. Maka tidak aneh. Di samping pendidikan agama di sampaikan secara empirik problematik juga disampaikan dengan pola atau strategi yaitu keselarasan anatara akal kecerdasan dan perasaan yang melahirkan perilaku ahlakul karimah dalam kehidupan berbangsa bernegara. bahwa pendidikan hafalan dan drill adalah bentuk pendidikan yang tidak bermakna.9 Sebagaimana dijelaskan Ausuble. . Kasiran. 78-79. dan ke arah masyarakat. Bila udah demikian. Karena memang sekolah hanya mengembangkan atau meningkatkan otak kiri ketimbang otak kanan siswa.17 Hal ini penting dalam pembentukan sikap social anak. dimana anak dilatih untuk menggunakan persepsi agamis terhadap realitas kehidupan. kurikulum apapun yang digunakan akan mendapatkan hasil yang sama. di mana iman dan taqwa menjadi rujukanya. Pelaksanaan Pendidikan Pada Sekolah-Sekolah di Kota Malang.

Pasal 12 ayat 1. Disini diperlukan kreatifitas yang harus dilakukan oleh semua pihak baik pihak guru maupun siswa. cara-cara baru dan hasilhasil yang dapat menghasilkan bagi pembangunan atau peningkatan nasional Indonesia. Sikdiknas. 20. kreatif dan menyenangkan salah satu sekolah dasar di Bangkalan yang lebih dikenal dengan nama sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan diBawah naungan NU telah berupaya menerapkan model pembelajaran baru atau 10 Zamroni. terutama pada pendidikan agama islam. hal. Karena guru sangat berpengaruh terhadap mutivasi belajar siswa dan guru dituntut untuk lebih kreatif dalam merangsang pembelajaran dan mengembangkan atau meningkatkat kreatifitas mengembangkan dan menemukan solusi secara mandiri karena pendidikan yang kreatif dapat memecahkan segala problem dengan solusi yang cepat dan tepat. (Yogyakarta : Biograf Publishing. 11 .10 Dengan adanya model pembelajaran yang kreatif itu dapat menunjang siswa dalam proses belajar mengajar sehingga siswa tidak lagi merasa jenuh atau bosan. 29.11 Adapun dalam usaha menerapkan pendekatan pembelajaran yang sistematis.18 Oleh karena itu sudah saatnya sistem pendidikan yang selama ini harus di rubah lebih-lebih untuk sekolah dasar. UU Sisdiknas No. 19. terutama guru. 2002). Belajar kreatif memungkinkan timbulnya ide-ide baru. akan tetapi menjadi menyenangkan bagi siswa serta menjadikan proses belajar siswa lebih bermakna dan mampu mengaitkan materi dengan kehidupan seharihari. Paradikma Pendidikan Masa Depan.

sehingga pembelajaran lebih menyenangkan. Bisa juga dengan cara memutar .12 Seperti Contoh: (Drama) Dalam kisah para Nabi "Salah satu siswa disuruh menceritakan sejarah / kisah para Nabi seperti halnya pada saat perang badar atau juga pada kekuasaan abbasiyah dengan model atau bentuk implementasi yang siswa itu mampu. sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis. pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (game).rasa senang. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. Yang mana Edutaiment itu sendiri adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmonis yang menjadikan pembelajaran terasa menyenangkan. tetapi dapat juga dengan rasa. dan mereka menikmatinya. hal. Adapun metode yang digunakan sekolah tersebut bernama "Model atau Penerapan Strategi Pembelajaran Edutaiment". 2005). 31. Sutrisno.19 penerapan strategi pembelajaran baru yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat mengembangkan atau meningkatkan kreatifitas belajar siswa. Membedah Metode dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetensi (yokyakarta : Ar-Ruzz. bermain peran (role play) dan Demontrasi. Sebagaimana telah dijelaskan sustrisno dalam bukunya "Revolusi Pendidikan diIndonesia" bahwa Edutainment berasal dari kata Education (pendidikan) dan Entertainment (hiburan) jadi Edutainment dari segi bahasa berarti pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. 12 .

maka peneliti merumuskan sebagai berikut: . Agar lebih mudah untuk memahami makna. B. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 5. Definisi Operasional Definisi ini untuk memperjelas dan mempertegas kata-kata atau istilah kunci yang diberikan dengan judul penelitian. Bagaimana kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? 6. Rumusan Masalah Dengan uraian latar belakang masalah tersebut diatas.20 CD kemudian di jelaskan kpd siswa yang lain atau juga siswa disuruh menyimak pembelajaran yang disampaikan oleh guru dengan mengunakan CD atau peralatan lainnya kemudian siswa dituntut menyampaikan kembali atau menjelaskan apaapa yang telah terekam pada pemutaran CD tersebut". sebagai berikut: 4. maka untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang permasalahan dalam penelitian ini. Bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan? C.

sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan. 177.21 1.15Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini.13 2.14Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. 14 13 . 16 Prof.dan yang didesain sedemikian rupa sehingga muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmunis. 15 16 Abu Ahmadi Dan Widodo Supriono. Joyce Vycoh.sesuai rencana yang telah diprogramkan. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat. Kalimah). hal. hal. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. (Bandung: Kaita. 43. 2003). MA. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. 31. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Menjadi Super Kreatif: Melalui Metode Pemetaan Fikiran.16 Sutrisno Revolusi. Dr Asyumardi Azza. Kreativitas belajar SKI : Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. Reneka cipta. hal. 1991). hal. Strategi Pembelajaran Edutainment : Adalah suatu proses pembelajaran yang merupakan aktivitas kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik. psikologi Belajar. 121. Pendidikan Islam. memahami. (Ciputat. (Jakarta.

opservasi maupun dokumentasi. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. Untuk mengetahui bagaimana kreativitas belajar siswa dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan. Strategi yang dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi (SKI) : Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara. 2. Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran Edutaiment dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). D. dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif.22 3. . maka penelitian ini betujuan sebagai: 1.

Penelitian kualitatif deskristif adalah Suatu penomena penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan-keadaan atau status penomena yang terjadi yang terdapat dalam arti baik kata-kata tertulis maupun lisan dari orang yang menjadi subyek penelitian. 3. 2. F. khususnya pembelajaran bagi siswasiswi MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Sebagai tambahan referensi atau wacana bagi pemerhati pendidikan serta bagi semua pembaca. E. Jenis penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian Kualitatif Deskristif. Motivasi para praktisi pendidikan terutama para guru untuk kreatif dan inovatif dalam memilih metode atau model pembelajaran yang sesuai dengan dunia siswa.23 3. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti mengenai pembelajaran yang efektif serta mengembangkan sikap potensi dan bakat manusia yang sedemikian beragamnya. Manfaat Penelitian 1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran edutainment dan yang dapat meningkatkan kretivitas belajar dalam bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Metode Penelitian 1.data yang dikumpulkan adalah berupa kata- .

. Pendekatan ini dapat diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh). sebagaimana dikutip Sevill dkk. Jadi metode deskriptif ini menekankan bahwa objek yang 17 18 Lexy Moloeng. foto. mendefinisikan bahwa metode deskriptif adalah menggambarkan sifat atas sesuatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu. video tipe. Peneliti ini berusaha untuk menggambarkan dan mengklasifikan fakta atau karakteristik fenomena yang ada faktual dan cermat. Metodologi. kelapangan guna memperoleh data yang dibutuhkan. prinsip angka atau metode statistic. hal. penelitian deskriptif adalah data yang berupa kata-tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. 11. Sehingga kita dapat memahami menyeluruh hasil penelitian disamping itu dalam penelitian kualitatif ini peneliti harus terjun langsung.17 Penelitian kualitatif berusaha menampilkan secara holistik (Utuh) yang membutuhkan pencermatan dalam pengamatan. Metodologi penelitian kualitatif. 2007). hal. Menurut Lexy Moloeng yang dikutipnya dari pendapat Bogdan dan Tailor. 3. catatan lapangan.18 Sedangkan menurut Travers. sehingga dapat digambarkan kondisi dan keadaan yang sebenar-benarnya dengan isyarat atau tindakan social. Data tersebut mungkin berasal dari naskah. Lexy Moleong. gambar dan bukan angka. tidak mengandalkan bukti logika matematis. (Bandung : Rosda Karya. catatan atau memo. wawancara. dokumen pribadi. dan dokumen resmi lainnya.24 kata.

hal. 21 Suharsimi Arikunto. Metodologi Penenilitian Sosial Agama (Bandung: Remaja Rosda Karya. 98. (Jakarta: Aksara 2006). yang didalamnya terdapat upaya menjabarkan.19 Penelitian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang apa dan bagaimana suatu keadaan (fenomena.cet 9. menganalisa dan menafsirkan kondisi yang selama ini terjadi. 2001). Jenis Dan Sumber Data a. Data kualitatif yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinialai dengan angka secara langsung. Imam Suprayoso Tabroni. Suatu Pendekatan Praktek. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. 1993). mencatat.20 2. 22 Ibid. hal. 19 .Renika Cipta. Jenis data Data merupakan segala keterangan (Informasi) mengenai segala hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian. 104. 137. kejadian) dan melaporkan sebagaimana adanya.hal.25 diselidiki dalam keadaan sekarang pada waktu penelitian dilakukan (berlangsung). Penelitian deskripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang saat ini berlaku. 134. Prosedur Penelitian. 20 Mardalis.21 Berangkat dari topik permasalahan skripsi ini maka jenis-jenis data yang relevan sebagai bahan kajian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. (Jakarta.22 Diantara data kualitatif dalam penelitian ini adalah: a) Model atau Penerapan strategi pembelajaran edutaiment dan pengembangan kreativitas pada bidang studi SKI.

sumber data yang digunakan malalui 2 cara yaitu: 1. Sumber data adalah sumber data yang di peroleh. 2002). yaitu: a. 2. Data kuantitatif adalah data yang diukur atau dihitung secara langsung karena berupa angka-angka adapun data yang di maksud adalah: b.24 Adapun sumber data ini ada 2 macam. 66. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya untuk diamati dan dicatat dalam bentuk pertama kalinya. dan motto. kurikulum pendidikan. keadaan guru dan murid serta sarana prasarana. visi. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek .26 b) Gambaran umum obyek penelitian antara lain sejarah berdirinya sekolah. 2. jilid 1. dan merupakan bahan utama penelitian. 24 Sutrisno Hadi. (yokyakarta : Andi Offset. struktur organisasi. (Jakarta Renika Cipta. 1989). 107.) Fild rasearh adalah sumber data yang dipoleh dari lapangan penelitian yaitu: mencari data dengan cara terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data yang lebih kongkrit yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. 23 .23 Berdasarkan jenis-jenis data yang diperlukan maka dalam penelitian ini. hal.) Sumber literatur (field literature) yaitu sumber data yang digunakan untuk mencari landasan teori tentang permasalahan yang diteliti dengan menggunakan buku-buku kepustakaan. Metodologi Rasearh. Sumber Data. Data yang di Suharsimi Arikunto. misi.

dan TU. pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat . Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Data sekunder adalah data yang pengumpulanya tidak diusahakan sendiri oleh peneliti. Wakil Kepala Sekolah.Creator (TIPS). 3.27 maksud disini adalah data tentang model strategi pembelajaran edutaiment dan kreatif pada bidang studi SKI adapun data ini diperoleh dari beberapa sumber yaitu.misalnya dari keterangan atau publikasi lain.Guru SKI. Sebab metode merupakan kunci keberhasilan dalam suatu penelitian. Metode Observasi Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Data yang di maksud adalah data tentang sekolah berdirinya sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dan berupa dokumen-dokumen lainya. maka dalam setiap penelitian terlebih dahulu harus menentukan metode apa yang akan dipakai untuk mendapatkan serta mengumpulkannya. peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: 1. Dalam penelitian ini. b. sehingga data yang diperoleh itu benar-benar valid. Sumber sekunder ini bersifat penunjang dan pelengkap data primer. Kepala Sekolah.

sarana dan prasarana. motivasi.2005).25 Metode ini digunakan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang lokasi dan letak geografis. 25 . (Jakarta: PT Grafindo Persada. Metode Penelitian Bidang Sosial. Metode Penelitian Kualitatif.28 terjadi atau belangsungnya perstiwa sehingga observasi berada bersama obyek yang diselidiki dan disebut juga obsevasi langsung. 26 Burhan Bungin. hal. Teknik wawancara dilakukan untuk menggali informasi berkenaan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dibidang studi SKI di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Nawawi Hadari. Metode Interview (Wawancara) Interview adalah proses percakapan dengan maksud untuk mengontruksi mengenai orang. penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa di bidang studi SKI dan semua hal yang berkaitan dengan penelitian di MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 2.26 Menurut S Magono teknik wawancara adalah cara mengumpulkan data melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data dengan sumber data. 143. Gadjah Mada Univercity Press. kejadian. kegiatan. 2006). hal. 100. organisasi. (Yogyakarta. perasaan dan sebagainya yang dilakukan oleh dua pihak yaitu wawancara (interview) yang mengajukan pertanyaan dengan orang yang diwawancarai (interview).

apakah data tersebut sudah cukup baik dan dapat segera dipersiapkan untuk proses berikutnya. foto. 4. Bumi Aksara. Margono. 1997).1995). buku. karyawan. hal. Sebab itu.27 Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah. hal. yaitu dengan meneliti kembali data-data yang didapat. adalah proses mengatur urusan data. kategori dan S. Metode Dokumentasi Dokumentasi dari asal katanya “dokumen” yang artinya barang-barang tertulis dengan melaksanakan metode dokumen ini. peneliti mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan atau benda-benda tertulis. Edisi Revisi III. dan dokumen mengenai gambaran umum obyek penelitian. 28 27 . transkip. Koentjaraningrat. jumlah guru. dan siswa. struktur organisasi. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. surat kabar. dan sarana prasarana. 270. mengorganisasikan kedalam suatu pola. dilakukan pengolahan dengan proses editing. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. dan mutu. Analisis data menurut Patton yang dikutip oleh Moleong. misi. visi. (Jakarta. Metodologi Penelitian Pendidikan. 63.28 Secara sistematis dan konsisten bahwa data yang diperoleh dituangkan dalam suatu rancangan konsep yang kemudian dijadikan dasar utama dalam memberikan analisis. Metode Analisis Data Setelah data terkumpul dilakukan pemilahan secara selektif disesuaikan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian.29 3.

Moleong.30 Dalam hal ini penulis menggunakan deskriptif yang bersifat eksploratif. Penelitian deskiptif dibedakan dalam dua jenis penelitian menurut sifat-sifat analisa datanya.29 Dalam penelitian ini yang digunakan penulis dalam menganalisa data yang sudah diperoleh adalah dengan cara deskriptif (non statistik). yaitu riset deskriptif yang bersifat eksploratif dan riset deskriptif yang bersifat developmental. Metode Penelitian……. Dalam penelitian ini. yaitu penelitian yang dilkukan dengan menggambarkan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan untuk kategori kesimpulan. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor. 195 . penulis berusaha memecahkan persoalan-persoalan yang ada dalam rumusan masalah dan mengalisa data-data yang diperoleh dengan menggunakan sosiologis. 103 Suharsimi Arikunto. Peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. analisa data adalah proses yang merinci usaha yang secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan kepada tema dan hipotesis itu. yaitu dengan menggambarkan keadaan atau status fenomena. Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis. memperoleh 29 30 Lexy J. Prosedur Penelitian…….30 satuan uraian dasar.

Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan suatu yang lain. Mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh. Metode Keabsahan Data Agar data ini dapat dipertanggung jawabkan. dalam hal ini peneliti merasa perlu mengadakan pemeriksaan keabsahan data. Adapun cara-cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh keabsahan data tersebut antara lain: 1.31 5. dalam penelitian kualitatif di butuhkan metode pengecekan keabsahan data. mencari apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat diperhitungkan. sehingga data tersebut dapat dipahami dan tidak diragukan. Diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Ketekunan Atau Keajekan Pengamatan Ketekunan atau keajekan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif. 2.. 329 . Teknik 31 Ibid.31 Ketentuan pengamatan ini bertujuan untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan penelitian dengan kata lain peneliti menelaah kembali data-data yang terkait dengan fokus peneliti.

definisi operasional.32 Dalam hal ini peneliti memeriksa data-data yang diperoleh dari subyek penelitian. serta penyajian data dan analisis beserta keabsahan data. kemudian data tersebut peneliti bandingkan dengan data dari luar yaitu dari sumber lain.32 triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lain. tinjauan mengenai kreativitas. mamfaat penelitian. sehingga keabsahan data tersebut dapat dipertanggung jawabkan. G. dan sistematika pembahasan. BAB IV : Yang berisikan tentang kesimpulan dan saran-saran panulis. Untuk mempermudah dalam pemahaman skripsi ini penulis menyusun menjadi 4 BAB dengan sistematika sebagai berikut: BAB I : pendahuluan yang terdiri dari latar belakang. BAB II : landasan teori yang berisikan tentang tujuan mengenai model atau penerapan strategi pembelajaran edutaiment .. metode penelitian. BAB III : Paparan hasil penelitian mencakup: Gambaran umum. rumusan masalah. Sistematika Pembahasan. subyek penelitian.tujuan penelitian. 330 . tinjauan mengenai sejarah kebudayaan islam dan penerapan strategi model pembelajaran edutaiment dalam pengembangan atau peningkatan kreativitas belajar pada bidang studi SKI. 32 Ibid.

Penemuan-penemuan terbaru ini . pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humur atau permainan (Game).33 BAB II LANDASAN TEORI A.rasa senang. dan mereka menikmatinya. (Yogyakarta : Ar-Ruzz. Pengertian Edutainment Sebagaimana telah dijelaskan Sustrisno dalam bukunya " Revolusi Pendidikan di Indonesia "Bahwa Edutainment berasal dari kata" Education (Pendidikan) dan Entertainment (Hiburan)jadi Edutainment dari segi bahasa berarti Pendidikan yang menghibur atau menyenangkan. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. Sutrisno. hal. 2005). Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens. pembelajaran menyenangkan. bermain peran (Role Play) dan demontrasi. tetapi dapat juga dengan rasa. 33 23 . sedangkan dari segi termenologi Edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa sehingga secara muatan pendidikan sehingga dan hiburan dapat lebih dikombinasikan harmunis. bagi anak jarak antara belajar dan bermain begitu tipis pilihan strategi pembelajaran edutainment ini juga berlandaskan pada hasil riset cara kerja otak.33 Perpaduan antara belajar dan bermain ini mengacu pada sifat alamiah anak yang dunianya adalah dunia bermain. Pembelajaran Edutainment a. 31.

Disinilah proses pembelajaran berlangsung mereka mengambil keputusan. menentukan. menemukan sendiri. enjoy dan menyenangkan.34 bahwa anak akan belajar efektif bila dalam keadaan fun dan bebas dari tekanan (Revolutional Learning). (Jakarta Grasindo. mengulangulang. Anggaini sudono. 2003). mencoba. supaya proses belajar mengajar tidak terasa jenuh dan membosankan tetapi menjadi suasana belajar yang fun. tetapi justru merupakan arena bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa. merekplorasi.34 Adapun pelajaran yang diterapkan dikemas dalam suasana bermain dan bereksperimen. mempraktekkan dan mendapatkan bermacam-macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung banyaknya. dan mengalami berbagai macam perasaan. sehingga belajar tidak lagi membosankan. memilih. Sumber Belajar dan Alat Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. bekerja sama dengan teman. 34 . 6 35 . mengerjakan secara tuntas. menciptakan. 2005. Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan : Untuk Pendidikan Usia Dini. mengembalikan. menyatakan bahwa balajar dengan bermain akan memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat memanipulasi. Untuk itu pentingnya penerapan atau strategi bermain dalam belajar. Anggaini Sudono. memecahkan masalah. membongkar. 3. hal.35 Pendidikan untuk anak perlu disesuaikan dengan minat serta tahap perkembangan atau peningkatan anak. sebagaimana penjelasan pobel yang lebih menekankan . mengeluarkan pendapat. memasang.

37 . Bermain selain berfungsi penting bagi perkembangan atau peningkatan pribadi juga mempunyai fungsi social dan emosional. pelatihan. 2001). (Jakarta : Grasindo. selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan dan peningkatan kognitif anak. kecewa bangga dan lain-lain. Mayke S.36 Jadi plato. yang dapat mengubah tingkah laku.aristoteles dan fobel. Tedjasa putra. sedih. Melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya. belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tatacara pergaulan. hal. Bermain. melalui bermain anak merasakan berbagai pengalaman emosi. Bermain merupakan salah satu ciri pendidikan usia dini yang paling tepat. Mayke S. 20. bermain digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu anak.35 pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka. Karna dalam bermain juga terjadi proses belajar. Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. Tedjasaputra. Bermain. artinya. pembelajaran. hal itu akan mengasah .37jadi bermain sangat penting dan berpengaruh besar terhadap perkembangan dan peningkatan psikologi anak. persamaannya ialah bahwa dalam belajar dan bermain keduanya terjadi perubahan. bergairah. pembiasaan dan pendidikan aspek apapun hendaknya dilingkupi dengan kreatifitas bermain. sikap dan pengalaman anak. hal. 36 . senang. menganggap bermain sebagai kegiatan praktis. 1-2.

menyenangkan merupakan kata kunci dalam setiap kegiatan bagi anak. Fungsi bermain pada usia dini cukup banyak antara lain adalah merangsang perkembangan atau meningkatkan motorik anak. Kak seto mulyadi dalam bukunya " bermain itu penting " menyebutkan bahwa bermain tidak bertentangan dengan kegiatan belajar. justru dengan bermain sesuai dengan tahap perkembangan dan peningkatan anak. melatih dan membiasakan anak-anak dengan kemampuan dan keterampilan tertetu masuklah melalui media bermain. pelatihan dan pembiasaan hendaknya dalam suasana yang menyenangkan. Tiada waktu yang paling menyenangkan pada usia dini. kegiatan itu bagi anak tidak berarti apa-apa waktu mungkin berbiaya mahal. bahasa anak. Kegiatan bermain adalah kegiatan apasaja dalam suasana menyenangkan. sesuai dengan gerak hati anak. tanpa paksaan. yang dilakukan dengan ceria. kecuali ketika kita sedang bermain. sangat membantu proses belajar mengajar. dan mendatangkan secara bervareasi. membangun sosial anak.dunia anak-anak adalah dunia bermain kalau kita ingin mendidik. Oleh karena itu orang tua dan pendidikan dalam menciptakan kegiatan belajar. kegiatan yang dilakukan secara spontan.36 kecerdasan otak. . kecerdasan emosi dan keterampilan fisik. tanpa suasana yang menyenangkan. bebas dan tanpa beban. mengembangkan kecerdasan emosi anak. dengan demikian tidak membebani. tidak memaksa dan tidak menjadikan mereka bersedih hati.

meniti. mampu memahami hal-hal disekitarnya.37 mengembangkan kecerdasan nalar-fikir anak. hal. menangkap. anak perlu mengerti pembicaraan orang lain dan mampu menyampaikan isi hatinya kepada orang tua. berdiri satu kaki. b. pelatihan dan pembiasaan. 82-85. 2004). Keterampilan motorik dikembangkan melalui permainan : berjalan.38 . a. dengan bermain berbagai kemampuan dasar anak di kembangkan seperti. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. berlari. melempar. Dengan fungsi yang sedemikian penting bagi proses pendidikan anak. agar anak lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain. Orang tua atau pendidik memberikan kebebasan untuk melakukan berbagai kegiatan dan bersedia menjawaab pertanyaan anak-anak. berguling dan sebagainya. 38 . dan mengembangkan keterampilan fisik dalam arti tangan anak-anak. (Jakarta : Grasindo. c. melompat. berjinjit. Kemampuan bermasyarakat dan berhubungan social perlu dikuasai agar anak mampu berdiri sendiri dan bergaul dengan orang lain. maka semua ahli pendidikan prasekolah. sangat menganjurkan agar pendekatan pembelajaran. dilaksanakan dengan "Bermain Yang Menyenangkan" Dunia anak adalah dunia bermain tentu saja dengan bermain itu anakanak belajar berbagai macam hal. Kemampuan bahasa dan daya fikir perlu dikuasai. The Rianto Fise dan Martin Handoko FIC.

11. semakin beragam gerakan yang ia tampilkan dan segala kebisingan yang ia ciptakan menunjukkan betapa kuat keinginan untuk belajar.40 Belajar sambil bermain akan menjadikan siswa lebih hidup. 39 .38 Dedi Supriadi mengutip bahwa sebuah telaah yang dilakukan broner dan donalson. dalam telaah itu ditemukan bahwa sebagian pembelajaran terpenting dalam kehidupan diperoleh masa kanak-kanak yang paling awal. Permainan apapun yang dilakukan akan merupakan proses belajar.. hal. 40 . bila kita memahamikebutuhan bermain anak tentunnya kita dapat merangsang anak sedemikian rupa agar permainan yang diminatinya menunjang keberhasilan proses belajar nya memang mendomenasi seluruh masa perkembangan nya. yang mana pembelajaran itu sebagian besar diperoleh dari bermain. Dedi Supriadi.39 Karena bermain merupakan kebutuhan anak yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. nyaman dan menyenangkan. Imam Musbikin. dengan bermain dapat meningkatkan intelektual (Kognitif) anak serta dapat mengembangkan dirinya.Juli 2003). 15. Pembelajaran yang menyenangkan bukan semata-mata pembelajaran yang mengharuskan anak-anak untuk tertawa berbahak-berbahak.baik pada kreativitas maupun potensinya. 2006). (Republic : Jum’at. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah. Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein. melainkan sebuah pembelajaran yang didalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan murid dalam suasana yang sama sekali tidak ada penekanan yang ada . (Yogyakarta : Mitra Pustaka.

hal. sebab tekanan apapun namannya hanya akan mengkerdilkan pikiran siswa. 41 . takut dan bisa berinteraksi dengan bebas dan menyenangkan.39 hanyalah jalinan komunikasi yang saling mendukung pembelajaran yang membebaskan. Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. Dalam konsep pembelajaran edutainment. 8 Desember 2003). menurut konsep paolo fraire. Ahmad Sapari. roh pembelajaran ada pada proses pembelajaran yang menyenangkan. dengan begitu siswa tidak merasa dibatasi. adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis. Senin. serta bebas dari tekanan dan jauh dari kebosanan atau kejenuhan.41 Supaya pembelajaran enjoy dan menyenangkan serta siswa tidak merasa tertekan dan bebas bergerak maka pembelajaran harus didesain sedemikian rupa. dengan menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan. akrab dan bersahabat sebagaimana teman sendiri. . nyaman dan tidak membelenggu siswa. 3. Sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (Learning Climate) yang kondusif. nyaman dan mengagumkan serta ada pada bagaimana hubungan antara guru dan murid dapat terjalin dengan pendekatan didaktif metodik yang bernuansa " Redagogis " artinya Interaksi antara guru sangat luwes. (Didatika.

pada yang sama aktivitas bermain dapat memberikan pengaruh terhadap kapabilitas anak dan kemampuan akal serta pengetahuan mungkin dicermati melalui hasil disekolah. Mengembangkan Kreativitas Anak. karena itu. permainan anak merupakan sarana edukatif yang penting dalam pertumbuhan anak-anak.42 . 206. Pada umumnya. dilihat dari pemikiran. Tidak mungkin dikesampingkan. merupakan suatu keharusan untuk memproduksi mainan edukatif dan teknik bagi anak dan memperluasnya. tetapi juga dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan peserta didik salah satunya adalah perkembangan kreatifitas anak (Siswa). tidak hanya tingkat pendidikan yang merupakan dasar dalam mengembangkan kepribadin yang baik. Pustaka Al-Kautsar 2005). disekolah maupun dilingkungan. Ahmad Abdussalam Al-Kholili. mengingat mainan bagi anak-anak memiliki nilai edukatif yang besar. (Karta Timur. kekuatan memorinya. imajinasi. 42 . namun lebih dari itu.40 Bermain tidak hanya menyenangkan. hal. dan pengetahuannya tentang berbagai hubungan kausalitas yang membantu untuk berkreativitas dan berinovasi. Dengan permainan anak dapat membentuk peradaban dan pemikiran anak kecil dengan demikian anak diharuskan untuk bermain baik dirumah. bahwa aktivitas bermotu bagi anakanak merupakan suatu proses pendidikan dan pengajaran karena mainan mencerminkan sarana yang efektif dan sukses untuk mengaktualisasikan diri.

Quantum Teaching. The Accelerated Learning. • Mencari konsep dan identitas diri. . tetapi yang dimaksud disini adalah bahwa proses pembelajaran guru hendaklah memperlakukan siswa-siswanya sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. the classroom artinya ruang kelas jadi humanizing the classroom secara harfiah brarti memanusiakan ruang kelas. dan Sebagainya). Active Learning. Tawaran Meller ini bertumpu pada dorongan siswa untuk: • Menyadari diri sebagai suatu suatu proses pertumbuhan yang sedang dan akan terus berubah. Konsep Dasar Edutainment Edutainment dalam perjalanannya menjalma dalam berbagai bentuk seperti humanizing the (Class Room. Humanizing The Classroom Artinya manusiakan. Quntum Learning. Adapun konsep dasar dari masing-masing metode ini adalah: a.Meller terfokus pada pengembangan model " Pendidikan Afektif " yang dalam kosakatanya sering disebut dengan " Pendidikan Kepribadian" atau "Pendidikan Nilai". Oleh John P.41 Dengan demikian permainan sangat penting dan bermamfaat dalam kehidupan anak-anak karena ia merupakan sarana alamiah dan spontanitas untuk belajar dan membaca. b.

cara belajar dengan mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit. pada saat kegiatan itu aktif. memecahkan berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari. dengan cara mendengarkan. I remember a little. Hasil pengembangan dan peningkatan dari pernyataan Confucius ini oleh silberman diabadikan dengan kredo: What I hear. belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi kepada siswa.hal. Active Learning Artinya pembelajaran aktif. dengan cara mendengar.44 Menurut silberman. (new york: praeger publishers. Silberman.. 43 .43 b.silberman. dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan.melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. Pelajari John p.42 • Memadukan kesadaran hati dan pikiran. melihat. Menurut Melvin L. (USA: Allyn & bacon.mereka mempelajari gagasan-gagasan. belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus.Meller. 1976). 1996). Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. 32-33 44 Melvin L. What I hear and see. siswa melakukan sebagian besar pekerjaan belajar. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education. I forget. diskusi dan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

auditory. dan menarik. What I teach to another. Quantum Learning Didefinisikan sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. and askquestions about or discuss with someone else.43 What I hear. psikis dan emosi siswa menjadi suatu kesatuan 45 Ibid. I master. I begin to understand. The Accelerated Learning Artinya pembelajaran yang dipercepat.see.see.1. I acquire knowledge skill. . e. visual dan intelektual (SAVI). Active learning menyajikan 101 strategi pembelajaran aktif yang hampir dapat diterapkan untuk semua pelajaran. Karma semua kehidupan adalah energi. menyarankan kepada guru agar dalam mengelola kelas menggunakan pendekatan somatic. menyenangkan dan memuaskan.and do.dave mair. d.45 Belajar aktif merupakan langkah cepat. c.discuss. menyenangkan. konsep dasar dari pembelajaran ini adalah bahwa pembelajaran itu berlangsung secara cepat. hlm. Quantum Teacing Berusaha mengubah suasana belajar yang menoton dan membosankan ke dalam suasana belajar yang meriah dan gembira dengan memadukan potensi fisik. What I hear.

Keempat cara bealajar ini harus ada agar belajar berlangsung optimal.44 kekuatan yang integral. terpadu. Pendekatan Pembelajaran Edutainment Dalam metode pembelajaran Edutainment. Cara Belajar Intelektual . Cara Belajar Auditory Auditory adalah (Belajar berbicara dan mendengarkan) atau dikenal dengan istilah "learning by talking and hearing".yang berisikan prinsip-prinsip system perancangan pengajaran yang efektif. Adapun dalam pengelolaan dengan menggunakan cara belajar SAVI ini.yang dimaksudkan sebagai (Belajar dengan bergerak dan berbuat). belajar yang paling baik bisa berlangsung jika semuanya itu digunakan secara stimultan. "learning by moving and doing" ii. Cara Belajar Somatic " Somatic " Berasal dari bahasa yunani yang berarti tubuh (soma). visual dan intelektual atau lebih di kenal dengan istilah SAVI. efisien dan progresif. auditori. Cara Belajar Visual Diartikan (Belajar dengan mengamati dan menggambarkan) atau disebut dengan istilah "learning by observing and picturing" iv. terdapat beberapa pendekatan belajar yaitu somatic. c. karena unsur-unsur ini semuanya. iii. Yaitu: i.

Kreatifitas dapat didevinisikan sebagai suatu gagasan yang baru dan berguna (menurut holpern. menciptakan.dalam suharnan). 46 A khudhori Sholeh. Kreativitas 1. hal. Kata " kreatif " berasal dari bahasa latin " crate " yang berarti menyebabkan tumbuh: menghasilkan. kreativitas memiliki beberapa pengertian dasar sebagai berikut: a) Kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data. yang secara otomatis hal ini menyebabkan munculnya sejumlah definisi yang berbeda pula. . Pemikiran Islam Kontemporer. Dari arti termenologi tersebut " kreativitas " berarti potensi diri dalam membuat sesuatu atau mendorong agar sesuatu menjadi ada. Pengertian Kreativitas Ada beberapa definisi yang digunakan dalam membatasi maksud yang terkandung dalam pengertian " kreativitas " tidak dapat dipungkiri bahwa pengertian ini telah menyebar luas dan banyak digunakan melalui individuindividu yang memiliki keahlian yang berbeda.46 Menurut pendapat munandar. Hasan galunggung memaknai " kreativitas " sebagai kesanggupan mencipta atau daya cipta. peradaban yang kreatif. 2003).45 Yaitu (Belajar dengan pemecahan masalah dan refleksi) atau disebut dengan istilah "learning by problem solving and reflecting" B. dan mengeluarkan.186. informasi atau unsur-unsur yang ada. (yogyakarta : Jendela.

lebih baik. asli (orisinil) dan adanya elaborasi. 47 . Dari uraiyan diatas dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan ataumenemukan sesuatu yang baru. hal. adapun orang yang melakukan kemampuan tersebut dikatakakan orang kreatif. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Munandar . Sedangkan menurut rogers menekankan bahwa sumber kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri. 48 Utami. kecenderungan untuk mngepresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme. 65.47 Jadi kreativitas merupakan suatu cara melakukan sesuatu dengan berbeda. disini individu memiliki kebebasan berfikir untuk menyatakan gagasan dan pendapat seluas-luasnya tanpa terikat pada aturan-aturan ynag berlaku. Kretivitas dan Keberbakatan : Strategi Mengujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. luwes (flexsible). Dariyo. 2002). mengujudkan potensi. c) Secara operasional kreativitas mengandung pengertian sebagai kemampuan mental yang bersifat lancar (fluency). hal.baru dan bermanaat. (Jakarta : Grasindo Widya Sarana Indonesia 2003). jadi individu tidak terpadu pada satu jawaban. (Jakarta : Grafindo Pustaka Utama .unik. d) Kreativitas merupakan proses.46 b) Kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah.48 Inti dari semua konsep kreativitas adalah adanya unsur kebaharuan hasil kreativitas Agoes. 24.

mnyelesaikan masalah dan memberikan nilai tambahan atau keindahan. kreativitas. berurutan. dengan perkataan lain.47 berujud cara-cara berfikir atau melakukan sesuatu yang bersifat baru. kreativitas adalah berfikir atau pemecahan masalah yang bersifat asli atau imajinatif. Jadi kreatifitas belajar merupakan proses berfikir dimana siswa berusaha menemukan hubungan-hubungan baru untuk mendapat jabatan. Psikologi Belajar . lisan. 49 Abu Ahmadi & Supriono . Untuk dapat melahirkan kreatif sesorang harus dapat memamfaatkan kedua sifat otak kiri dan kanan. Sedangkan belajar dapat diartikan sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. pertambahan dan dominan. lompatan. orang yang kreatif membawa makna dan tujuan yang baru. efektifitas dan membuat pembelajaran senang. artistic dan rapi kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara kedua otak tersebut. Sedangkan otak kanan bersifat emosi. (Jakarta : Rinika Cipta . . visual. hal. hal baru yang lebih baik serta bermamfaat. bebas dan imajinatif. orisinil. Otak kiri bersifat logika . berbeda. menyeluruh dan tersembunyi. Akhir-akhir ini istilah otak kanan telah digunakan sebagai cara populer untuk menyetakan kreatif.49 Belajar seperti ini sarat dengan aktivitas.1991). 121. Jadi dari pengertian-pengertian tersebut diatas bisa diambil standar kreativitas adalah unik.

48 metode baru dan cara-cara baru untuk memecahkan suatu masalah dari hasilhasil belajar tang mereka lakukan. kreatif dan nyaman serta menyenangkan pada diri siswa sangat bergantung pada aktifitas dan kreativitas guru. 2) Ekspresif : orang kreatif tidak takut menyatakan pemikiran dan perasaanya. maka diperlukan dukungan dari guru yang kreatif pula. terutama untuk mengendalikan diri dalam mencari alternatif yang menghindar untuk mengaktualisasikan potensi kreatif yang di milikinya. mereka lebih berani mengambil resiko. mereka penasaran ingin mengetahui apa yang akan terjadi. Siswa yang kreatif cukup mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif. mereka menjadi dirinya sendiri orang yang kreatif memiliki kebebasan berfikir dan bertindak kebebasan tersebut berasal dari dirinya sendiri. (tetapi dengan perhitungan) daripada siswa pada umumnya. karma dalam menciptakan suasana yang kondusif. Ciri-Ciri Kreativitas Sebagian besar peneliti menunjukkan 4 ciri khas kreatif yaitu: 1) Keberanian : orang kreatif berani menghadapi tantangan baru dan bersedia menghadapi resiko kegagalan. 2. memilki minat yang luas dan menyukai kegegemaran dan aktifitas yang kreatif. orang yang kreatif biasanya selalu ingin tahu. Dalam proses pembelajaran edutainment belajar harus dapat mendorong. menumbuhkan serta mengembangkan atau meningkatkan kreativitas peserta didik. .

c) Kemampuan penyeimbangan kreasi gagasan dengan penyajian dan penilaian. bukanya oleh keuntungan lain seperti jabatan atau popularitas. juga penyelesaianya. (Bandung : Kaifa. tak terduga dan tidak lazim. d) Termotifasi oleh masalah atau tugas itu sendiri. hal. 4) Intuisi : orang kreatif menerima intuisi sebagai aspek wajar dalam kepribadian mereka paham bahwa intuisi berasal dari sifat otak kanan. Menjadi Super Kreatif : Melalui Metode Pemitaan Pemikiran . 2003). 49-51. jika kita menggabungkan hakhak sedemikian rupa sehingga menjadi berbeda.perkis. 50 .50 Secara alamiah. Ciri psikologis yang lain yang pada umumnya dimiliki orang yang kreatif yang diidentifikasikan david N. yang memiliki pola komunikasi berbeda dengan belahan otak kiri. tidak konfensional serta mempunyai potensi untuk kreatif dengan melatih diri untuk berkreativitas siswa dengan mendesain pelajaran yang menentang. Joyce Wycoff . adalah: a) Dorongan untuk menemukan keteraturan dalam keadaan kacau balau. b) Minat menemukan masalah yang tidak umum. merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan memudahkan atau mencari jawaban sendiri. berarti kita bermain-main dalam humor.49 3) Humor berkaitan erat dengan kreativitas. setiap anak itu kreatif. menggabungkan berbagai hal dengan cara yang baru dan bermamfaat akan menghasilkan yang kreatif.

50 Adapun mengenai ciri utama yang harus dimiliki orang lain inovatif dan berbeda dari orang yang biasanya yaitu: a. Kemampuan untuk mencipta dan membuat solusi sesuai dengan pemikiran yang terbuka. sastra atau keilmuan serta memberikan mamfaat bagi manusia. hal ini tercapai karma ia menggunakan pemikiran yang baik. d. setiap orang dapat mendatangkan pemikiran baru yang bermamfaat. b. c. Pada saat itulah ia disebut . Ciri-ciri ini dapat di temukan dalam diri orang yang inovatif sekaligus kreatif. demikian pula dengan kekuatan pemikiran yang diyakininya. orang seperti ini dapat mendatangkan pemikiran yang baru. Kemampuan untuk menjaga kerahasiaan inovasi tersebut hingga selesai penetapan kebenaranya. dan penjagaan kepemilikikan intelektual. baik berupa praktek. Selalu berusaha daan kosisten dengan pemikiran yang baru yang diyakininya . Banyak pemikiran yang baru hadir dari pengalaman harian. inovasi. Memiliki kemandirian yang sangat tinggi. hal itu akan memberikan andil yang besar dan bermamfaat bagi kemanusiaan. pencatatan dan pelaksanaannya demi menjaga hak-hak kreativitas. dan percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya.

51

kreatif dan inovatif.51 Jadi orang yang kreatif akan menemukan sesuatu yang baru, yang berbeda dari yang lainya, berani mengambil resiko, percaya diri, selalu ingin tahu, humoris serta mampu memecahkan masalah dengan bermacam-macam alternatif jawaban. 3. Tahapan-Tahapan (Fase) Kreativitas secara lebih sistematis, david cambel mengungkapkan bahwa tahaptahap kreativitas meliputi 5 tahap yang dilalui oleh proses kreativitas antara lain.52

a. Tahap persiapan (Preparation) Pada periode ini individu meletakkan dasar pemikiran menyatakan masalah dan mengumpulkan materi-materi yang diperlukan untuk pemecahan masalah individu juga mempelajari mengenai latar belakang masalah serta seluk beluknya. b. Tahap konsentrasi (Concentration) Pada tahap konsentrasi ini, perhatian individu tercurah dan pikiran individu terpusat pada hal-hal yang mereka kerjakan tahap konsentrasi merupakan waktu pemusatan, waktu untuk menimbang-nimbang waktu menguji, waktu awal untuk mencoba dan mengalami gagal (trial and error)
Amal Abdussalam K, Mengembangkan, hal. 57. H. Fuad Nashori & Rachmy Diana M. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam, (Yogyakarta : Menara Kudus , 2002), hal. 52.
52 51

52

c. Tahap incubasi (Incubation) Pada tahap incubasi ini, individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara dari masalah yang dihadapi / tidak memikirkan secara sadar, tetapi menyimpanya dalam alam bawah sadar, artinya individu mencari kegiatan-kegiatan yang melepaskan diri dari kesibukan pikiran terhadap masalah yang dihadapi, namun untuk sementara waktu. d. Tahap penerangan (Ilumination) Pada tahap penerangan hasil kreativitas baru muncul pada periode ini, individu mengalami insight, untuk pemecahan masalah muncul secara tiba-tiba dan diikuti dengan perasaan senang.

e. Tahap pembuktian (Verification / Produktion) Pada tahap pembuktian individu mengespresikan ide-ide nya dalam bentuk nyata dalam menentukan bentuk apakah dalam fakta-fakta yang benar, individu mengevaluasi hasil penyelesaian masalah pada periode ini diperlukan pola berfikir kreatif. 4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kreativitas Berfikir kreatif tumbuh subur bila didukung oleh factor personal diantaranya adalah:53 a. Kemampuan kognitif.

53

Agus Ngger Manto, Quantum. hal. 72.

53

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan otak untuk berfikir logis, termasuk juga kemampuan diatas rata-rata dan fleksibilitas kognitif, potensi otak bisa sangat besar, kemapuan kognitif dapat kita penuhi dengan cara mengoptimalkan potensi otak. b. Sikap terbuka. Orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimulus internal dan ekternal, ini adalah kometmen pribadi yang sangat penting, saat kita dapat mamfaatkan untuk menjadi kreatif. c. Sifat yang bebas, otonomi dan percaya pada diri sendiri. Orang yang tidak senang digiring, ingin menampilkan diri semampunya dan semaunya, ia tidak terikat dengan konvensi dan aturan social, mereka percaya diri dan yakin bahwa mereka dapat melakukan halhal secara kreatif. Faktor yang mempengaruhi kreativitas, menurut utami munandar, terdiri dari kognitif dan kepribadian, sedangkan kemampuan berfikir terdiri dari kecerdasan (intelegensi) dan pemerkaya bahan berfikir berupa pengalaman dan keterampilan, factor-faktor kepribadian terdiri dari rasa ingin tahu, harga diri dan kepercayaan diri, sifat mandiri, berani mengambil resiko dan agresif, serta tipe kepribadian. Menurut rogers, factor yang mendukung perkembangan nya kreativitas adalah: keterbukaan individu terhadap pengalaman sekitarnya, kemampuan untuk mengevaluasi hasil yang diciptakan dan kemampuan untuk

adapun mengenai faktor internal individu. Kemampuan terhadap pengalaman adalah : kemampuan menerima segala sumber informasi dari pengalamanpengalaman hidupnya sendiri dengan menerima tanpa kekakuan pengalaman-pengalaman tersebut dan keterbukaan terhadap konsep secara utuh. hal. 55-56. terhadap rangsangan-rangsangan memiliki sikap terbuka maka banyak informasi dan kesempatan yang dari luar maupun dari dalam. kepercayaan persepsi dan hipoitesis dengan demikian individu yang kreatif adalah : individu yang menerima perbedaan. 54 H. Mengembangkan.54 menggunakan elemen dan konsep yang ada. . Pengertian sejarah kebudayaan islam. 3) Kemampuan untuk bermain dan berekprolasi dengan unsure-unsur dan bentuk-bentuk dan konsep-konsep yaitu kemampuan untuk membentuk kombinasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. bukan karena kritik atau pujian orang lain walaupun demikian individu tidak tertutup dari masukan dan kritikan dari orang lain. Fuad Nashori & Rachmy Diana Mucharam. rogers mengatakan bahwa kondisi internal yang memungkinkan timbulnya proses kreativitas adalah:54 1) Keterbukaan terhadap pengalaman. 2) Evaluasi ekternal yaitu : pada dasarnya penilaian terhadap produk karya seseorang terutama ditentukan oleh diri sendiri. C. Sejarah Kebudayaan Islam 1. seperti : kegiatan melukis dapat menumbuhkan kreativitas.

Padahal sejarah islam bukanlah semata-mata sejarah politik." istoria (Yunani).55 Istilah "sejarah" berasal dari kata arab "syajaroh" yang berarti "pohon" pengambilan istilah ini agaknya berkaitan dengan kenyataan. bahwa mereka lebih terlibat dalam pertarungan kekuasaan yang tak habis-habisnya. kaligrafi dan semacamnya. pembahasan tentang "kebudayaan" islam berkisar tentang aspekaspek kesenian islam. Pada sisi lain kebudayaan lebih cenderung dipahami ssebagai "kesenian" dengan demikian. sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah elit." atau geschichte (Jerman). Bahwa "sejarah" setidaknya dalam pandangan orang yang pertama menggunakan kata ini menyangkut tentang. sejarah kebudayaan islam didefinisikan secara sangat sempit implikasi dari sejarah kebudayaan islam yang sangat "political oriented" adalah munculnya citra yang tidak selalu akurat tentang islam dan muslimin. sejak dari seni lukis. khususnya ditimur tengah." yang secara sederhana berarti kejadian-kejadian yang menyangkut manusia dimasa silam. lebih sempit lagi. sejarah politik hanyalah sebagian kecil dari sejarah islam secar keseluruhan . sejarah para penguasa muslim." history (Inggris). Dengan demikian. Syajarah Al-nasab pohon geneologis yang dalam masa sekarang agaknya bias disebut sejarah keluarga (family history) tapi selanjudnya "Sejarah" dipahami makna yang sama dengan "tarikh (Arab). Sejarah kebudayaan islam sebagian besar adalah: sejarah politik kaum muslim. sejarah kebudayaan islam adalah: sejarah bangkit dan jatuhnya dinasti-dinasti muslim.

hal. ekonomi. kebijakan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. E. kurikulum merupakn isi dari pendidikan yang perlu diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan terciptanya subyek didik Dr Asyumardi Azza. (Bandung : PT. yaitu mengubah suatu bentuk kebentuk lain. Kalimah). Pelaksanaan Pembelajaran Edutainment Penerapan merupakan suatu prose side.56 yang mencakup kehidupan social.55 D. seperti dalam ilmu pengetahuan. pendidikan dan lain-lain. harus mendukung pula. baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Mulyasa. 56 55 . dan pendidikan (dan tradisi intelektual) dalam pengertian seluas-luasnya. keterampilan maupun nilai dan sikap. program atau tanaman kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru.untuk mencapai hasil didik yang kreatif guru harus memberi kesempatan kepada subyek didik untuk leluasa mengembangkan kreasinya. pemikiran. 177. Kreativitas manusia berlaku pada hal penciptaan yang terus menerus. hal. (Ciputat. konsep. MA. baik berupa perubahan pengetahuan. Alat pendidikan. Pendidikan Islam. Remaja Rosdakarya.56 Penerapan tersebut merupakan suatu proses penerapan konsep. 93. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam Pengembangan Kreativitas Pembelajaran Pada Bidang Studi SKI 1. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. 2003). budaya. ide. Kreativitas ini meliputi semua aspek kehidupan manusia.

Sunguh Allah maha mendengar lagi maha mengetahui " (QS.58 dalam Al-Qur’an disebutkan ‫داﻝﻚ ﺑﺄن اﷲ ﻝﻢ ﻳﻚ ﻣﻐﻴﺮا ﻧﻌﻤﺔ اﻧﻌﻤﻬﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﻗ ﻮم َﺘ ﻰ ﻳﻐﻴ ﺮوا‬ ْ ُ َّ ُ ‫َ ِ َ َ ﱠ َ َ ْ َ ُ ُ َّ ً ِ ْ َ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ‬ َ ‫ﻣﺎ ﺑﺄﻧﻔﺴﻬﻢ وان اﷲ ﺱﻤﻴﻊ ﻋﻠﻴﻢ‬ ُ ْ َِ ُ ْ ِ َ َ ‫َ ِ َ ْ ُ ِ ِ ْ ََ ﱠ‬ َ "Yang demikian (siksaan) itu adalah karma sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat (nasib) yang telah di anugerahkan nya kepada suatu kaum. H. jadi menurut prisipnya kurikulum harus sesuai dengan keadaan perkembangan psikologi anak didik. dan harus sesuai dengan masakematangan dari masing-masing masa perkembangan mereka. Kreativitas manusia terbentang luas. ia sendiri yang mengubah dirinya. 27-28. Mengembangkan Kretivitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. hal. hal. Revolusi Pendidikan.kretifitas manusia didukung dan didorong oleh agama agar kehidupan manusia menjadi lebih baik. Al-Amfal : 53) ‫ِان ﷲ ﻻ ﻳﻐ ّﺮ َﺎ ﺑﻘﻮم َﺘﻰ ﻳﻐ ّﺮوا ﻣﺎ ﺑﺄ ﻧﻔﺴﻬﻢ‬ ْ ِ ِ ُ ْ َِ َ ْ ُ ‫ﱠ َ َ ُ َﻴ ُ ﻣ ِ َ ْ ٍ ﺣ ﱠ ُ َﻴ‬ Sutrisno. terutama adanya kenyataan bahwa problem-problem manusia akan terus dating dan satu-satunya jalan adalah terus memecahkanya.57 yang kreatif. 2002). agama memberikan kelapangan pada manusia untuk berkreasi dengan akal pikiran dan dengan hati nuraninya (qalbunya) dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang didalamnya.57 Untuk itu isi kurikulum harus betul-betul diarahkan pada pencapaian tujuan anak didik yang kretif. Fuad N & Rachmy Diana M. 58 57 . 141. Misalnya dengan memperbanyak mata pelajaran dan aktifitas yang dapat merangsang kretifitas dan inisiatif anak didik. (Jogjakarta : Manara Kudus.

(Jakarta : Lentera Hati). Mulyasa. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mengubah dirinya " (QS. Ini mempunyai banyak kegunaan dalam menjajaki proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. proses dan post tes.du : 11)59 Usaha yang berhasil biasanya melibatkan pemikiran dan kretivitas. 103. 59 . dalam interaksi tersebut banyak sekali factor yang mempengaruhinya. Dalam pembelajaran. Al-Ra. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. 7. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Pre tes (tes awal) Pada umumnya proses pembelajaran dimualai dengan pre tes. Ketiga hal tersebut dijelaskan sebagai berikut. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. Kurikulum.:60 a. oleh karena itu pre tes memegang peran yang penting dalam proses pembelajaran. hal. pada umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal. yaitu : pre tes. baik factor internal yang dating dari dalam diri individu. sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.an. dengan demikian agama sangat mendukung dan mendorong pengembangan dan kretivitas.58 "Sungguh. Vol. 60 E. maupun factor yang dating dari lingkungan. 356. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. adapun fungsi pre tes antara lain : Quraish Shihab. hal.

Untuk mencapai fungsi yang ke-3 dan ke-4 maka hasil pre tes harus segera diperiksa. proses pembelajaran perlu dilakukan dengan tenang dan menyenangkan. sebelum pelaksanaan proses pembelajaran inti dilaksanakan (sebelum siswa mempelajari modul) b. Proses Disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. yakni sebagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. karena dengan pre tes maka pikiran akan terpokus pada so'al-so'al yang harus mereka jawab atau kerjakan.59 1. 2. 4. Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. hal tersebut tentu saja menuntut aktifitas dan kreativitas guru dalaqm menciptakan lingkungan yang . hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pre tes dengan post tes. untuk mengtahui dari mana yang seharusnya proses pembelajaran dimulai. untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topic dalam proses pembelajaran. 3. tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan.

dengan harapan dapat mepermudah siswa dan . Sedangkan dari hasil proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75 %) peserta didik terlibat secara aktif baik fisik. mental maupun social dalam proses pembelajaran. Pada proses ini model pembelajaran edutainment mengentegrasikan kreativitas dalam setiap proses pembelajaran yang sifatnya aplikatif (pelaksanaan) terutama pada pembelajaran SKI karma selain berbentuk hafalan. dari segi proses. baik mental fisik. maupun sosialnya. menghasilkan out-put yang banyak dan bermutu tinggi serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat dan pembangunan. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidaknya sebagian besar peserta didik terlihat secara aktif. disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi semangat belajar yang besar dan rasa percaya diri sendiri. baik fisik.mintal maupun social. lebih lanjud proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata. proses pembelajaran dikatakan afektif apbila seluruh peserta didik terlibat secara aktif.60 kondusif. Kualitas pembelajaran dapatdilihat dari proses dan segi hasil. materi pembelajaran SKI cenderung mengarah pada pelaksanaan (praktek secara langsung) dengan memakai beberapa strategi pembelajaran yangdisesuaikan dengan tema pada saat itu.

merangsang pelajaran yang menantang dan kreatif serta inovatif. Secara umum kreativitas sangat berperan penting dan bermamfaat pada pendidikan. Pengembangan. Disamping itu guru harus membangun lingkungan kelas yang besar dari kendala-kendala yang merusak motivasi instrinsik disekolah. hal. karma aktivitas dan kreativitas guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa dan karena guru lebih banyak kesempatan untuk merangsang atau menghambat kreativitas mereka. hal. guru harus senantiasa mampu menumbuhkan semangat belajar siswa dengan melatih.61 Dan menciptakan atmosfer yang aman. . 23. Bobby Deporter dan Mike H. serta dapat mengembangkan daya piker dan kretivitas iswa. terbuka dan menyenangkan akan membuat siswa merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan mereka dan mengembangkan kesempatan tanpa adanya tekanan dari orang tua teman sebaya. adapun dalam mengembangkan kreativitas siswa guru mempunyai dampak yang besar. 109.61 menerima pelajaran. karma jika dalam suasan kelas dalam kondisi yang ceria dan penuh kekegembiraan maka siswa akan 61 62 Utami Munandar.62 Hal tersebut merupakan strategi yang dapat digunakan guru dalam mengembangkan kreativitas siswa. jadi dalam membangkitkan motivasi dan kreativitas siswa. Quantum Question.

Pengembangan. Serta guru harus mengkoordinir kelas. hal. post tes juga memiliki banyak kegunaan. akan dapat merangsang daya fakir dan kreativitas siswa. 63 Utami Munandar. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. Post tes Pada umumnya proses pembelajaran diakhiri dengan post tes. ruang kelas yang penuh dengan berbagai produk hasil karya siswa yang bergam. seperti lukisan. baik secara individu maupun kelompok. Ruang kelas hendaknya merangsang secara visual. adapun fungsi post tes sebagai berikut: 1. foto. sehingga pembelajaran tersa lebih menyenangkan dan lebih bermakna. 112.62 lebih mudah menerima materi pelajaran dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang tinggi. tanpa mengganggu perhatian. membangkitkan motivasi siswa serta mendesain kelas sebagaimana desain pembelajaran edutainment sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan kondusif dan lebih bermakna. . karangan. c. patung dan karya-karya lain.63 Oleh karena itu selain metode yang digunakan harus tepat dan bervareasi strategi pembelajaran harus senantiasa tercipta dengan baik dan tepat. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan.

serta kompetensi danj tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. 4. melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. 2. Sebagai bahan acuan untuk melakuakan pembaikan terhadap komponen-komponen modul. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial. dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. banyak resep untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Proses pembelajaran pada hakekatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik.63 2. dimana peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajarnya secara optimal dalam hal ini peserta didik akan lebih kreatif jika: . Pengembangan Kreativitas Belajar SKI Pengembangan kreativitas adalah suatu hal yang harus terjadi secara sustainable (berkelanjutan). 3. Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik. dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan. pelaksanaan maupun evaluasi. baik terhadap perencanaan. Hal ini karena sebuah lembaga pendidikan itu harus berkembang untuk mengantisipasi perubahan-perubahan dan perso'alanperso'alan yang timbul diluar lembaga pendidikan karena itu kemampuan kreativitas dalam sebuah lembaga pendidikan harus secara terus menerus ditingkatkan se irama dengan kemajuan dan perkembangan pendidikan.

mengasikkan sekaligus mencerdaskan anak. dan mengurangi rasa takut. Menumbuhkan kreativitas anak melalui proses balajar kreatif merupakan usaha penting untuk membangun mutu pendidikan melalui proses belajar yang kreatif. karena kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh aktivitas dan kreativitas guru. b. Dikembangkan rasa percaya diri pada peserta didik. jadi keduanya harus berjalan satu 64 Mulyasa. Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter. Memberi kesempatan pada seluruh peserta didik untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas dan terarah. Melibatkan mereka secara aktif dan kretif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan. e. Melibatkan peserta didik dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya. d. jadi guru harus mampu berfikir kreatif dan inovatif serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. " antara mutu pendidikan dan kreativitas merupakan proses yang tidak pernah selesai. hal. . Karena guru mempunyai peran penting dalam pembunuhan dan pengembangan kretivitas belajar siswa. Kurikulum Berbasis.64 Dalam upaya pengembangan kreativitas tersebut guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan yang mengarah pada situasi diatas. guru juga ditantang mengembangkanaktivitas pendidikan yang lebih menyenangkan. c.64 a. 106.

Dengan demikian permainan dapat membantu anak-anak untuk belajar karena itu kita memotivasi mereka untuk bermain secar kontinyu karena kemalasan dan tidak bermain mengakibatkan mereka menjadi tertutup atau tidak dapat bersosialisasi dan tidaka dapat menggunakan kemampuan tubuhnya secara tepat. diantaranya: 1. menempel guntingan kertas sehingga menghasilkan suatu bentuk permainan yang baru dan menghasilkan ide-ide baru semua itu dapat mengembangkan kreativitas anak. salah satunya denganpermainan kreatif yang dapat mengembangkan imajinasi anak kegiatan yang berbau seni dan keterampilan tangan sering kali menjadi pilihan mereka misalnya: mewarnai gambar. ilmiah. cepat tanggap dan mampu berkreativitas. . sistematis. kecerdasan dan kretivitas pada anak akan dapat ditumbuhkan jika ada beberapa kegiatan yang membawa pengaruh besar kepada pengembangan kecerdasan anak dan membantunya untuk berfikir kritis. Bermain Kreatif Ada beragam permainan yang dapat mengembangkan inovasi pada anak. Membantu mengembangkan kamahiran dalam seluruh hal yang menarik perhatian anak.65 nafas dan terus-menerus ditumbuh kembangkan " perkembangan kemampuan. Adapun cara-cara mengembangkan kreativitas dengan permainan adalah: a.

Tertip menyelesaikan pekerjaan dan kewajiban yang diminta. Mengembangkan. 2. Mengupayakan segala kemampuan dan kemahiran anak untuk mengembangkan kreativitas yang dimilikinya. Kemampuan untuk mengepresikan beberapa topic tertentu. Menggambarkan kemahiran menjawab pertanyaan secara teratur. f. inovasi dan kreativitas. . g. h.65lukisan atau gambar dapat mengembangkan kecerdasan anak. 222. Mampu mengarahkan dan memfokuskan perhatian dalam berbagai permasalahan yang dihadapi seseorang pada umumnya.66 b. d. Mengembangkan kemampuan nalar dalam segala hal yang merintanginya. c. yang dilakukan dengan cara dengan mengembangkan hobinya dalam bidang ini. Lukisan atau gambar Lukisan termasuk sarana edukatif utama yang paling penting untuk mengembangkan kreativitas. Menggambar dan berekspresi bebas tentang pemikirana apa yang diinginkan anak-anak.lukisan atau gambar merupakan salah satu cara mengembangkan bakat. disamping faktor-faktor kreativitas pada anak 65 Amal Abdussalam. hal. serta salah satu bidang terpenting dalam merealisasikan diri yang kreatif dan bakat seni para peserta didik secara umum dan bvakat seni anak-anak MTs AlIbrohimy secara khusus. e.

dirumah. meskipun lukisan itu sendiri merupakan suatu aktivitas yang terkait dengan permainan. yang diharapkan dapat berfikir kritis. Teater anak Teater anak memiliki peran penting dalam pengembangan kecerdasan anak. peran ini tumbuh dari pendengaran anak terhadap dongeng atau cerita atau sejarah dan melakukan pada pola pandangan imajinatif. Anak-anak hidup dalam nuansa kebebasan dan spontanitas yang mayoritas diserap melalui pendidikannya secara tidak langsung atas dasar tiruannya terhadap apa yang dilihat disekelilingnya. Dengan demikian teater memiliki tingkatan tertinggi dalam hal kecerdasan. . kemampuan berbahasa dan keselarasan social yang baik. kreatif dan inovatif dalam menghadapi era globalisasi. serta siswa dapat memiliki kapabilitas berinovasi yang anggun karena anak adalah: generasi penerus pembangunan bangsa. disekolah dan lain-lain lukisan anak memiliki fungsi penerapan yang membantu perkembangan kecerdasan pada anak.67 dengan cara menyikapi korelasi dan merasakan modivikasi dengan menambah keindahan lukisan. namun ia sekaligus dapat menjadikan komunikasi timbal balik antara seorang anak dengan anak lainya. Hal itu dikarenakan kemunculan dan perkembangan alat khusus untuk berkomunikasi berfungsi untuk memperkaya model atau strategi berfikir ini banyak ragamnya dan berkembang secara cepat dan cermat. 3.

akan tetapi yang jadi sampel penelitian penulis adalah MTS Al-Ibrohimy yang terletak di kecamatan Galis Bangkalan Madura MTS Al-Ibrohimy didirikan sejak 13. MI. dengan misi mengoptimalisasikan pendidikan agama bagi generasi Islam dan optimalisasi fungsionalisasi out put YPI Al-Ibrohimy di masyarakat. MTS. Sejarah Berdirinya MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy merupakan yayasan lokal yang berada dibawah naungan departemen agama (DEPAG) yang bersifat nasional yaitu Lembaga Pendidikan islam. Dalam rangka menempuh optimalisasi pendidikan agama bagi generasi Islam.Tanggal :12 September 1984 dan operasionalnya pada tahun 1985 dengan jumlah siswa 30 dibagi dalam 2 (dua) kelas dengan status TERCATAT dengan Nomor : B/Kw.4/MTs/549/2005 NSS : 21 23 52 60 3008 dengan Akte Nama:Alfian Yahya.13. Tanggal :12 September 1984. dengan status TERDAFTAR. Yayasan Pendidik Islam (YPI) Al-Ibrohimy mendirikan lembaga pendidikan mulai dari TK. Nomor: 13. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. 61 . MA dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Ibrohimy.68 BAB III PAPARAN DATA A.

Adapun letak geografis MTS Al-Ibrohimy adalah Sebelah utara : Desa Sowa'an kecamatan modung kabupaten Bangkalan Sebelah selatan : Jalan raya Galis atau jalan pantura yang menuju kearah kabupaten Sampang. Stuktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan dibawah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy dan sekaligus berada dinaungan Departemen Agama (DEPAG).69 2. Sebelah barat 3. Maka bentuk struktur organisasinya berupa garis komando secara tegas dari kedua instansi tersebut. . Pamekasan dan kabupaten Sumenep Sebelah timur : Berbatasan dengan jalan yang menuju ke desa sebelah. Maka peneliti memberikan gambaran geografis Yayasan Pendidikan Islam (YPI). Adapu struktur organisasi MTS Al-Ibrohimy sebagai berikut: : Perbatasan dengan pasar tradisioinal Galis. Keadaan Geografis MTS Al-Ibrohimy merupakan lembaga pendidikan yang berada di area komplek Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Ibrohimy.

Alwi AMa WALI KELAS GURU KARIYAWAN SEKOLAH SISWA 4.Pd Waka kesiswaan MUJIBURROHMAN. 2.70 Tabel 1 Struktur Organisasi MTS Al-Ibrohimy Kepala sekolah Drs Nurkholis Waka kurikulum ANTON EDYSON.S. Beriman dan Bertaqwa serta Berakhlakul Karimah. .A Waka srana prasrana MUNIB SAg Waka Humas M. VISI : Terciptanya Insan yang Berilmu.S. Visi dan Misi MTS Al-Ibrohimy 1. MISI : Melaksanakan Kurikulum sesuai dengan Kemajuan dan Perkembangan Iptek yang mengacu pada ajaran Al – Quran dan Ahlussunnah Waljamaah.

S.1 D.AMa YULISTRIWINARNI . Hal ini terbukti dengan bervariatifnya tingkat kelulusan dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.1 S. A.I INDRIYO DARGO.Pd SUDATI.S.Ma SITI MUSLIMAH U.AG DRS. Wakasek Sis.2 D. .2 S.Pd MUJIBURROHMAN.SPd Dra. .WIWIK HARIYATI Pendidikan S-1 S.H.WALID SYAKRONI SUMARDIANI.1 S. Keadaan Guru.71 5.H.2 S.1 S. GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas GURU Wali Kelas Ket. Tabel 3 Guru dan karyawan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Guru DRS.S..H.Pd ANWAR SOLIHIN. Keadaan guru MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis mempunyai guru-guru yang profesional.1 S. Karyawan dan Siswa a.1 S.NUR KHOLIS ANTON EDYSON.BA MOH.ALWI.1 D.Sos.S.1 Jurusan Tarbiyah/PAI IKIP Tarbiyah/PAI Syari'ah PGSD PGSD IKIP/PPKN IKIP/MIPA PGSD Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASSA IKIP/SASTRA Jabatan Kepsek Wakasek Kur.

Si SUAIDAH.RAFI FAUZI BUDI RAHMAN .1 S.Ma HOIRUDDIN SULHAN AGUS TIANA.1 S. ADNAN.Ag ABU SIRI.Ma MOH.1 S.1 S.Pd NUR HAYATI. A. S. S. A.3 S.S.1 S.1 S.TU PustakaWan Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy Galis . A.Pd MASJHUDI MOH.1 S.2/BAHASA IKIP/BAHASA IKIP/BAHASA UNESA/KIMIA IKIP/EKONOMI IKIP/IPA PAI Tarbiyah/PAI PAI PAI Tarbiyah/PAI IKIP/BAHASA Tarbiyah/PAI PAI IPS Wakasek Sar GURU GURU GURU GURU GURU GURU Wali Kelas Wali Kelas Wali Kelas GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU GURU KA.2 MA Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI Tarbiyah/PAI UNESA/OR PGAN/PAI D.1 S.ST MULYANINGDIYAH. BA ANIK ALIATUN.MUNIB.Pd ROZAKI.1 S. S. ROSIH S.2 S.S.1 D.S.S.Ag AMIR MAHMUD.E ARIS SULISTIAWAN.72 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 ABD. Ag SITI ROMLAH YUSUF.2 D.Ma MOH. S.S. Pd MARIA ULFA.1 D. S.Ag R O K I B.1 S.1 S.1 S.Ag AMIN IMRON.1 D.S.

Tabel 4 Jumlah Siswa Tahun 2007/2008 KELAS VII A L P L B P L C P 107 JML L A P L KELAS VIII B P L C P 112 JML L A P L KELAS IX B P L C P 105 324 JML JML 19 18 20 15 17 17 20 18 24 13 21 16 20 14 20 16 16 21 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis 6.402 m2 21 ruangan (8 lokal dilantai 2) tingkat 1 ruangan 4 ruangan. biologi dan IPA . Keadaan Sarana Prasarana Sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan 1. hal ini terbukti dengan banyaknya siswa yang memasuki MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan di tahun ini.73 b. Sarana Fisik Tabel 1.20 Sarana Prasarana Madarasah No 1 2 3 4 Nama/Jenis Sarana Tanah lokasi bangunan Ruang kelas Ruang administrasi Laboratorium IPA Keterangan 10. terdiri laboratorium fisika. kimia. Keadaan Siswa MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan dari tahun ke tahun mengalami kemajuan baik dari segi kualitas dalam hal kreatif belajar siswa maupun kuantitas.

Ag selaku wakasek sarana prasarana pengadaan sarana prasarana harus selalu direncanakan dan . kelengkapan sarana prasarana merupakan salah satu kunci utama maju dan tidaknya lembaga pendidikan. 22 mesin jahit.Munib. MTS Al-ibrohimy Galis Bangkalan mengerti akan pentingnya saranaprasarana sekolah. Bahasa 37 buah 1 set 1 set. dilengkapi lima sepeda motor praktik.S.74 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Komputer Peralatan keterampilan servis elektro Peralatan keterampilan servis sepeda motor Peralatan keterampilan tata busana Perpustakaan Kendaraan Musholla Kantin KOPSIS Perumahan Pesuruh UKS BP Ruang Musik OSIS Dharma Wanita Ketrampilan Tata Busana Pos SATPAM Multimedia Aula Asrama Lab. 1 ruangan 1 kendaraan roda empat 2 bangunan 2 bangunan 1 ruangan 2 bangunan 1 bangunan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 ruangan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan 1 bangunan Dalam sebuah lembaga pendidikan. Dengan ini menurut Abd.

Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. pemberani.S. kreatif serta inovatif dan lain-lain. (siswa dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan juga siswa bisa membuktikan atau mengaplikasikan hasil pembelajarannya di sekolah tersebut seperti : Siswa bisa belajar dengan humur atau permainan (Game). imajinatif.75 dianggarkan66. Sehingga diharapkan dapat menciptakan proses belajar mengajar dengan efektif dan efisien. tetapi dapat juga dengan rasa-rasa senang dan mereka menikmatinya. Tanggal 1-2 Nofember 2008 66 . Wawancara Dengan Abd.Munib. Seperti halnya: dalam pembelajaran SKI ini siswa bisa efektif dan efisien karena bentuk pembelajarannya atau model pembelajaranya sesuai dengan minat dan bakat siswa atau system pembelajarannya sesuai dengan keinginan siswa.yakni siswa mampu mampu menciptakan pembelajaran yang fun. bermain peran (Role play) dan Demontrasi. Maka dengan itu pula siswa akan melakukan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai dengan apa yang ingin dicapai oleh siswa itu sendiri. enjoy dan menyenangkan yang dipola sangat unik menarik dan kreatif shingga materi jadi mudah disampaikan sehingga guru mudah untuk mengkondisikan siswa lebih percaya diri. akan semakin meningkatkan proses belajar mengajar. Artinya dengan semakin memadainya sarana prasaran sekolah.

sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan memberikan kebebasan penuh pada siswa dalam belajar sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing yaitu: ada yang belajar dengan menggunakan pendekatan belajar somatic. Penyajian Data 1.dalam mendukung adanya pembelajaran yang menyenangkan. visual maupun intelektual (SAVI).Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis.Munib.67 Dengan terciptanya pembelajaran yang menyenangkan maka siswa dapat lebih kreatif dalam mengekspresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka.S. a.76 B. Bahkan islam menganjurkan bahkan selalu menggugah agar umatnya selalu kreatif. Tanggal 3 Nofember 2008 67 . semakin tinggi pengetahuan seseorang maka semakin tinggi kelancaran berfikirnya. (fluency of thingking) dengan Wawancara Dengan Abd. Strategi Pembelajaran Dalam Suasana Kelas. Penerapan Strategi Pembelajaran Edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. Agama Islam merupakan agama yang sangat menghargai pribadipribadi kreatif. Edutainment merupakan salah satu model pembelajaran yang didesain dengan hal yang berbeda dan dikemas dalam bentuk hiburan sehingga dapat mengubah proses pembelajaran menjadi pembelajaran yang menyenangkan. auditorial.

Tujuan dan fungsi pembelajaran sejarah kebudayaan islam. 1. Tujuan Adapun tujuan pembelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sebagai berikut: • Memberi pengetahuan tentang sejarah agama islam dan kebudayaan islam kepada pada peserta didik. • Menanamkan penghayatan dan kemauan yang kuat untuk mengenalkan nilai-nilai islam berdasarkan cermatan atas fakta sejarah yang ada. agar memiliki data yang obyektif dan sistematis tentang sejarah. Nilai dan makna yang terdapat dalam sejarah. • Membekali peserta didik untuk membentuk kepribadiannya melalui imitasi terhadap tokoh-tokoh teladan sehingga terbentuk kepribadian yang luhur. b.77 demikian pendidikan agama sangat penting dan merupakan bagian dari kreativitas karena dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas seseorang. • Mengapresiasi dan mengambil ibrah (bukti). . Kreativitas juga harus dilatih secara terus menerus agar tidak lumpuh dan kaku salah satunya dengan mengasah dan menumbuhkan kreativitas pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

kemampuan ini berorientasi pada perilaku efektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka . • Fungsi keilmuan Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Yakni dengan mencontoh kisah-kisah atau keteladanan para nabi.78 2. Standar kompetensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. 3. Setandar kopensi mata pelajaran sejarah kebudayaan islam berisi sekumpulan kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik selam menempuh sejarah kebudayaan islam di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. • Fungsi tranformasi Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat. Fungsi Pembelajaran sejarah kebudayaan islam setidaknya memiliki tiga fungsi sebagai berikut: • Fungsi edukatif Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai.

79 memperkuat keimanan. dan hisyam bin adb malik). menyampaikan. kemajuan dinasti umayah (bidang politik dan militer). walid bin abd malik. menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan-kemajuan dinasti abbasiyah (bidang ilmu pengetahuan dan bidang ilmu agama islam). dan mengguakan informasi tentang sejarah pembentukan dinasti umayah. geografi dan kebijakan kholifahkholifah abbasiyah yang terkenal (abu ja. ketaqwaan kepada Alloh Swt. b) Kemampuan untuk membiasakan mencari. Kemampuankemampuan yang tercantum dalam komponen kemampuan dasar ini merupakan penjabaran dari kemampuan dasar umum yang harus dicapai disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. dan mengkaji sebab-sebab keruntuhan nya. c) Kemampuan untuk membiasakan mencari. . menyampaikan dan menggunakan informasi tentang kemajuan dinasti umayah bidang (ilmu agam islam) dan mengkaji sebab-sebab keruntuhanya. menyerap.far al-mansur. menyerap. sejarah terbentuknya dinasti abbasiyah. menyerap. Biografi dan kebijakan kholifah-kholifah dinasti umayah (muawiyah bin abi sofyan. harun ar-rasyid dan Abdullah al-makmun). kemajuan dinasti abbasiyah (bidang social budaya. serta kemajuan-kemajuan dinasti al-ayubiyah. umar bin adb azis. politik dan meliter). a) Kemampuan membiasakan untuk mencari. abd malik bin marwan.

c. pembiasaan melaksanakan pembelajaran dengan membiasakan sikap dan perilaku yang baik yang sesuai dengan ajaran islam yang dicontohkan oleh sahabat. menyajikan materi SKI yang memberikan mamfaat nyata bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam arti luas. Pembiasaan. e. meliputi. upaya menggugah perasaan (Emosi) peserta didik dalam menghayati berbagai peristiwa dalam sejarah islam sehingga lebih terkesan dalam peserta didik. a. d. Fungsional. yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan atau meningkatkan pemahaman dan keyakinan tentang adanya Allah Swt. b.. Emosional. sebagai sumber kehidupan. khalifah dan para ulama. Pengamalan. usaha meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran SKI dengan memfungsikan rasio peserta didik. f. Pendekatan Cakupan materi setiap aspek dikembangkan dalam suasana pembelajaran yang terpadu.. khalifah dan para ulama. Rasional. menkondisikan peserta didik untuk memperaktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat. . Keimanan.80 4. sehingga isi dan nilainilai yang ditanamkan mudah dipahami dengan penalaran.

5. sikap dan keterampilan serta pengamalan. dan ketika mereka bermain. b. peningkatan. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. perhatian terhadap peserta didik ketika duduk. MTs lainnya sebagai teladan sebagai cermin dari individu yang meneladani sahabat. melainkan juga. penilaian terhadp .. Hal ini yang perlu diperhatikan dalam penilaian SKI dalam prinsip kotinuitas. dan bersikap. Penilaian berbasis kelas terhadap ketiga ranah tersebut dilakukan secara proporsional sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan peserta didik serta bobot setiap aspek dri setiap materi. berbicara. Keteladanan. yaitu pendidikan yang menempatkan dan memerankan guru serta komponen. Penilaiannya tidak saja merupakan bagian atau tes formal.81 g. Penilaian Penilaian dilakukan terhadap proses dan hasil belajar peserta didik berupa kompetensi yang mencakup pengetahuan. dan perubahan peserta didik. a. kholifah dan para ulama. Pengamatan ketika peserta didik ketika berada diruang kelas ditempat ibadah. perkembangan. Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat scara tetulis terutama tentang perilaku yang menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan.

dan catatan anekdot.69 Observasi 6-7 Desember 2008.Munib. Dalam proses belajar mengajar pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan sudah berlangsung afektif dan menyenangkan serta melibatkan semua siswa sebagai subyek pembelajaran. kuesioner.68 Dan dalam pembelajaran tidak hanya dilaksanakan didalam kelas tetapi juga dilaksanakan diluar kelas. angket. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kejenuhan belajar pada siswa. pada kegiatan tersebut siswa ditekankan pada nilai-nilai aqidah yang tujuannya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa. Tanggal 14-16 Nofember 2008 69 68 . Seperti contoh: "siswa di ajak berdialok. Wawancara Dengan Abd.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis. berdiskusi atau berinteraksi dengan alam. wawancara. siswa di ajak bermain diluar kelas atau siswa diajak bercerita tentang para sahabat Nabi SAW atau kholifah-kholifah pada zaman atau pada pemerintahan Nabi SAW" Dalam strategi pembelajaran Edutainment sekolah MTs sangat memperhatikan baik pada opening. skala. proses maupun closing pada proses pembelajaran.82 pengamatan dapat digunakan observasi.S. agar nilai-nilai aqidah tersebut dapat membiasakan pada kehidupan sehari-hari. seperti: Out door atau Out bound dsb. sikap.

Disitu juga siswa merasa tidak belajar seaka-akan dipenjara lagi karena hampir setiap harinya bentuk atau model pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan contoh: siswa . Mendayagunakan lingkungan yang ada. Guru bias menggunakan beberapa metode secara bergantian bahkan secara bersamaan dan satu pertemuan. 2. Adapun strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa menurut Abd Munib S. Sebagaimana yang telah dikutip dari hasil wawancara dengan Abd. Memanfaatkan sesuatu menjadi ber mamfaat baik dengan memakai biaya maupun yang tidak dengan memakai biaya. 3.83 Pada strategi pembelajaran disekolah MTs Al-Ibrohimy pebelajaran edutainment memberikan kebbebasan penuh terhadap guru dalam menggunakan metode yang berfareasiyang dianggap sesuai dengan tema yang akan diajarkan. Ag. Sehingga siswa belajar merasa sangat enjoy. masjid dan sebagainya.Ag adalah sebagai berikut: 1.adapun pada kelas atas II dan III siswa diikut sertakan dalam mendesain dan mengeloala kelas. Kami simpulkan bahwasanya yang sesungguhnya dalam membangun atau meningkatkan kreativitas siswa di bidang studi SKI sangat diperlukan karena hampir semua guru memakai metode ceramah sampai sekarang akhirnya ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment. misalnya halaman sekolah. Munib S. menyenangkan dan tidak membosankan lagi bagi siswa. lapangan. sehingga guru tidak terlihat dengan satu metode saja. Pada pengelolahan kelas guru yang mendesain kelas sering dan skreatif mungkin.

70 (TIPS) tujuannya adalah: untuk mempermudah proses pembelajaran mata pelajarannya juga dikemas dalam suasana bermain dan bereksprimen sehingga suasana kelas tidak lagi membosankan. Terkadang siswa diajak memanfaatkan atau mendaya gunakan lingkungan yang ada sesuai dengan pengelolaan yang didesain oleh guru dan siswa siswi ikut terlibat didalamnya sehingga muatan pendidikan bisa dikembangkan sesuai dengan nalar fikir siswa itu sendiri. cerita yang akan disampaikan oleh siswa itu sendiri dengan efektif dan efisien yakni sesuai dengan yang diharapkan oleh guru itu sendiri. Dalam penyajian mata pelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI).84 diberikan pertanyaan atau dituntut untuk menceritakan kisah-kisah para nabi didepan teman-teman mereka saling bergantian sesuai dengan metode atau pola. tetapi justru merupakan sarana bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa serta dalam penyajian mata pelajarannyapun diaplikasikan secara integral dengan menjadikan pelajaran agama (SKI) menjadi sebagai ruh dari seluruh mata pelajaran 70 Wawancara dan Observasi 18-22 Nofember 2008 . bentuk. sekolah ini menggunakan model tematik (Tema) yang dirumuskan oleh tim dan pengembangan sekolah.

dalam proses pembealajaran siswa diberi kebebasan bergerak baik dalam mengungkapkan ide. sehingga pelajaran tidak berjalan secara dikotomi melainkan mengisi dan senantiasa terkait dengan nilai-niali aqidah islam. Semangat dan percaya diri siswa. percaya diri.85 yang ada. Model pembelajaran Edutainment memberikan kebebasan berkreasi pada guru dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang dianggap sesuai. tetapi siswa sekolah kreatif diberi kebebasan dalam belajar agar menjadi siswa yang pemberani. Sehingga guru tidak harus terikat pada satu metode saja bahkan guru bisa mengguankan beberapa metode Wawancara Dengan Abd.Munib. pikiran maupun kebebasan berekspresi dan berkreasi serta tidak diperkenankan adanya tekanan yang membuat siswa takut.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis.S. H. minder atau hal lain yang dapat menyumbat kreativitas siswa. meski siswa melakukan kesalahanpun guru diperkenankan mengingat kan menegur dengan bahasa mereka dan sesuai dengan jiwa psikologi siswa dengan arahan-arahan atau kata-kata sopan. Tanggal 24 Nofember 2008 71 .71 Sebagaimana dikatakan oleh Drs. Nurkholis bahwa pada strategi pembelajaran Edutainment guru MTs tidak diperkenankan memberikan label negatif seperti: dilarang marah. kreatif dan inovatif. baik dan mengena. berkata kasar atau semacamnya yang dapat menurunkan energi positif.

Dan pada pertemuan ketiga yang merupakan pertemuan terakhir ini adalah kelompok tiga yang membahas pokok bahasan tentang “Bangunan atau kerajaan pada zaman” dimana pada kelompok ini menggunakan metode “Galerry Walk (pameran berjalan)” atau dengan menampilkan gambargambar beserta penjelasannya. . Pada pertemuan pertama ini presentasi dilaksanakan oleh kelompok pertama yang membahas pokok bahasan “Rasul Ulul Asmi” dengan menggunakan metode “Card Short (menyorti kartu)”.86 secara bergantian atau secara bersamaan dalam satu pertemuan sehingga metode tersebut dapat mendukung proses pembelajaran yang dapat mengembangkan atau meningkatkan kreativitas siswa. Pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) adalah sebagai berikut: Misalnya: • • • Card Shot (Menyortir kartu) Diskusi (Tanya jawab) Galerry Walk (Pameran berjalan) Pada pertemuan pertama dan seterusnya guru melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode atau strategi peer lesson. Pada pertemuan kedua. Namun dari kesemua materi tersebut seluruh kelompok tidak pernah melewatkan penggunaan metode diskusi dan tanya jawab. dilanjutkan oleh kelompok dua yang membahas pokok bahasan tentang “Para kholifah” dengan menggunakan metode “Diskusi”.

Selain itu siswa juga terlihat prilaku siswa yang selama proses pembelajaran serta kerjasamanya dengan teman-temannya sangat baik sehingga selalu siap dan aktif dan kompak dalam mengikuti setiap proses pembelajaran. Metode demontrasi Di gunakan untuk materi yang membutuhkan praktek langsung.87 Setelah semua materi disampaikan. wudlu.sebagian metode yang digunakan terkadang seperti: 1. 2. dsb supaya siswa bisa mempraktekkan langsung atau mengaplikasikan secara langsung didepan siswa-siswa yang lain. Dan ini juga menjukkan bahwa kedisiplinan siswa dalam belajar sangat tinggi. Metode teks dril atau latihan Digunakan untuk materi yang dibutuhkan praktek yang berbentuk hafalan misalnya: membaca al-qur.an dan menceritakan . guru memberi kesimpulan atas semua materi yang telah dipelajari dan memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya terhadap materi-materi yang belum dipahami. Hal ini terlihat ketika mereka segera menuju perpustakaan sekolah untuk mencari informasi-informasi atau literatur yang berkaitan dengan materi yang mereka dapat dan menyelesaikannya sesegera mungkin sesuai waktu yang telah ditentukan. seperti: Sholat. Dalam hal ini penulis melihat bahwa dalam melaksanakan tugasnya siswa bersemangat dan antusias sekali. tayammum. manasik haji.

Dengan metode gambar ini siswa dapat mengepresikan karyanya dalam bentuk gambar yakni: siswa bisa menggambarkan sesuai dengan ide dan nalar fikir siswa itu sendiri. Metode tadabur alam Dilakukan dengan mengadakan kunjungan berbagai tempat tertentu.sehingga siswa bisa terbiasa dan berani menumbuhkan kecerdasan otakya. 1. Metode gambar Digunakan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pembelajaran.88 sejarah-sejarah para nabi dan sebagainya. pelaksanaan pembelajaran Edutainment di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. 5. metode yang digunakanpun bervareasi untuk menghindari kejenuhan dan kebosanan selama mengikuti pembelajaran misalnya: Out bound atau Fielt trip 4. Mengawali kegiatan . 3. a) Desain Pembelajaran Dalam aplikasinya atau penerapanya. Metode cerita Digunakan dengan menjelaskan materi dengan alur cerita biasanya digunakan untuk menceritakan tentang kisah-kisah Nabi dan sebagainya supaya: siswa bisa mencontoh dan menumbuhkan jiwa pemimpin yang adil dan islami.

Mendatangkan guru tamu ke sekolah. b. Dalam pembelajaran ini siswa diuji atau dites dengan pola pikir yang telah didapat dalam pembelajaran edutainment tesebut. Pelajaran dimualai atau materi disampaikan pada siswa. Dalam kunjungan ini siswa diperlihatkan secara langsung atau dipraktekkan secara langsung pada obyek yang akan dipelajari oleh siswa itu sendiri. Proses pembelajaran Dalam proses ini siswa mendapat penjelasan secara singkat materi yang akan dibahas. Disamping itu pula . Yakni dilakukan studi banding dengan sekolah-sekolah lain untuk mencari prestasi-prestasi yang menonjol. Setelah itu tiap siswa masuk kelas secara teratur yang kemudian dilanjutkan dengan do. kemudian siswa kembali kemeja masing-masing untuk mengerjakan lembar kerja (work sheet) untuk mendukung program tersebut kegiatan pembelajaran ditempuh melalui dua cara: a.a yang dipimpin siswa secara bergilir. Kunjungan ke obyek secara langsung (out dour). guru terlebih dahulu memberi pre tes pada siswa tentang materi yang akan disampaikan yang berupa tes lisan atau Tanya jawab. Sesuai dengan bentuk atau model pembelajaran yang sudah dikemas dengan strategi pembelajaran edutainment.89 Disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. 2. sebelum masuk kelas siswa diberi pelajaran disiplin diri dalam hidupnya.

siswa diwajibkan membuat laporan tertulis. yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran yaitu: Sumber belajar dan media pembelajaran. pengetahuan. dan keterampilan dalam proses belajar mengajar serta merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan factor pendukung dan penunjang dalam proses pembelajaran. Sumber belajar dan media pembelajaran merupakan suatu hal yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi. merangsang daya fikir siswa untuk menentukan dan mempermudah siswa dalam mencari jawaban sendiri.90 mendatangkan guru tamu kesekolah agar pemahaman yang belum didapat oleh guru tersebut bisa disampaikan oleh guru tamu itu kemudian siswa bisa mengaplikasikan sesuai apa yang telah disampaikan oleh guru tamu tersebut. Adapun pada pembealajaran edutainment guru harus senantiasa mengaftifkan selama proses pembalajaran yakni dengan mendesain pelajaran yang menentang. maka tidak membatasi siswa dalam memilih dan menggunakan literatur seperti tidak adanya paket sehingga siswa . Dengan sumber dan media pembelajaran maka materi dapat disampaikan dengan lebih mudah dan menarik dalam proses belajar mengajar bagi siswa. Pada akhir kegiatan kunjungan atau mendengarkan guru tamu. pengalaman.

91 bebas memperoleh bahan pelajaran dari beberapa sumber antara lain bisa berupa buku. Maka dari itu pula sekolah MTs AlIbrohimy menyiapkan sarana prasarana yang lengkap. sesuai dengan kebutuhan belajar mengajar sekolah MTs Al-Ibrohimy teersebut. Misalnya: siswa belajar studi SKI berbagai macam bentuk atau model pembelajaran dengan sarana prasarana yang telah disediakan dilembaga tersebut. majalah.perpustakaan. nara sumber dan lain-lain. guru mengadakan post tes. Koran. 3. . Maka siswa akan belajar dengan enjoy dan terasa pembelajaran semakin menyenangkan. dengan lengkapnya sarana prasarana tersebut maka pembelajaran akan terasa efektif dan efisien. computer. jurnal. internet. media gambar serta sarana prasarana lain yang menunjang proses belajar mengajar. lingkungan sekitar. Mengakhiri kegiatan Sebelum kegiatan diakhiri dan untuk mengetahui hasil pembelajaran yang diperoleh siswa selama pembelajaran. Sedangkan media yang digunakan dalam pembelajaran SKI adalah audio visual (VCD) media cetak. Materi pelajaran Merupakan salah satu penunjang proses pembelajaran jika tidak ada materi pelajaran maka proses pembelajaran tidak akan terlaksana dan tidak akan bermakna.

Belajar melalui bermain seperti mengajak siswa melihat cerita-cerita para nabi kemudian dipresentasikan didepan teman-teman atau siswa-siawa yang lain sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan apa yang dicatat atau yang ditangkap dalam proses pemutaran VCD tersebut. 3. Setiap kelas terdapat perpustakaan mini. Pembelajaran disusun secara integrated yang "di ikat" melalui tema-tema tertentu. vcd. Sekolah kreatif tidak menggukan buku paket tertentu bahan pelajaran dari bahan apa saja yang penting relevan seperti: dari buku-buku perpustakaan. siaran tv. 2. majalah. 5. 8. Sesuai dengan tema dan topic yang telah dibahas saat itu. praktisi hingga internet. Memberikan ruang gerak yang cukup dan mendorong daya perkembangan nalar dan kretivitas siswa. . Lembar kerja kreatif (LKK) dibuat bervareatif dan kreatif dengan memamfaatkan banyak kertas. Mengenal benda atau opyek secara kongkrit.92 b) Aplikasi Pembelajaran Edutainment 1. 7. computer dan rak folder siswa. sehingga belajar diluar kelas menjadi bagian yang sangat penting. 6. jurnal. Setelah emosi siswa teraspirasikan melalui kegiatan tersebut baru kemudian siswa diajak mengerjakan materi sesuai dengan tema atau pokok masalah yang dipakai. 4.

Adapun keistimewaan model pembelajaran edutainment yaitu: a. Memakai berbagai metode pembelajaran yang bervareatif. afektif.72 Serta penilaian dilakukan secara otentik yang mencakup 3 ranah (kognitif.dan psikomotorik). Mampu menciptakan pembelajaran yang fun. c. maka evaluasi model konvensional tidak memadai lagi. Oleh karena itu diadakan mudivikasi dan penyempurnaan dalam cara mengevaluasi. sisi yang dievaluasi tidak hanya kompetensi akan seni dan keterampilan motorik saja akan tetapi keterampilan social juga. 72 Observasi 3-4 Desember 2008. audiotorial. visual dan intelektual) d. . Desain pembelajaran dan dsesain kelas dipola sangat unik menarik dan kreatif. enjoy dan menyenangkan. kepribadian dan leadership. Terlebih dalam pembelajaran SKI yang dalam pembelajaran nya harus melibatkan ke 3 ranah tersebut. Memakai berbagai pendekatan pembelajaran yang savi (somatic. penilaian tidak hanya secara kualitatif (angka-angka dan rapor) tetapi juga secara kualitatif dalam bentuk narasi. evaluasi hasil belajar atau penilaian kelas dialsanakan secara terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar dan dengan berbagai cara untuk mengetahui segala potensi yang dimiliki siswa adapun evaluasi pada pembelajaran edutainment sebagian diuraikan diatas. b.93 c) Model Evaluasi Siswa Di Sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan.

Ag.94 Kelebihan-kelebihan model pembelajaran edutainment antara lain: a. Siswa lebih percaya diri. Ketidak siapan guru dan wali murid dalam menghadapi peserta didik yang begitu menonjol. . yang pada dasarnya guru kebanyakan memakai metode ceramah. a. imjinatif. b. Biaya relative cukup mahal. kreativitas belajar.73 d) Pengembangan Kretivitas Belajar Pada Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Didalam penerapanya. b. Materi jadi mudah disampaikan. Memerlukan penanganan dan tenaga ekstra baik dalam mendesain pembelajaran. pemberani. d. kreatif serta inovatif dan lain-lain. Misalkan: siswa di beri kesempatan untuk berkreasi dan berfikir kreatif. c. c. Kelemahan model pembelajaran edutainment. sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan banyak melakukan pengembangan. kemudian untuk menjadikan dan mengembangkan 73 Wawancara Dengan Ustadz Mujiburrohman. Mempermudah guru dalam mengkondisikan kelas. 6-7 Desember 2008. terutama yang terkait dengan mata pelajaran SKI. S. Siswa mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.desain kelas maupun dalam menciptakan ide-ide kreatif pembelajaran.

Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan. Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan.95 kreativitas siswa akhirnya guru membuat metode atau menyampaikan materi dengan berbentuk yang menyenangkan Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru. untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu. Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir. c. H. proses pembelajarannya bersifat aplikatif. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. Nurkholis (Kepala Sekolah). . Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka. Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) 74 Wawancara dengan Drs. 10-12 Desember 2008. b.74 a. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Maka kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru.96 yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka. untuk mengembangkan kretivitas siswa diperlukan metode atau cara yang jitu. e) Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan Kreativitas belajar SKI Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. Kretif sudah ada dalam diri siswa sejak ia lahir. Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Dalam pelaksanaan pembelajaran SKI. proses pembelajarannya bersifat aplikatif. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. dengan model aplikatif ini digunakan agar pembelajaran tidak terasa kaku tetapi . memahami. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Adapun tujuan dari pengembangan kreativitas belajar SKI adalah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan pada diri siswa sehingga siswa tidak lagi merasa bosan atau jenuh dalam belajar.

Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. 10-12 Desember 2008.75 Dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda dan bervareatif yang digunakan secara bergantian bahkan ada yang secara bersamaan dalam satu pertemuan. . Pengembangan aktivitas nampak pada cara siswa mengepresikan wark sheet dan LKK dengan memberikan coretan atau cerita-cerita yang menarik dan beragam serta bentuk dan mempola bahasa atau cara menyampaikan nya dengan sesuai selera mereka atau kemampuan mereka. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat pentingdalam rancang tranformasi masyarakat.Suasana kelas diciptakan dalam kondisi yang ceria menyenangkan dan penuh kegembiraan. mudah beradaptasi.97 menyenangkan bagi siswa sehingga mampu dan terbiasa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. Nurkholis (Kepala Sekolah). 75 Wawancara dengan Drs. f) Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan. H. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri.

Ag. opservasi maupun dokumentasi. 9 Desember 2008. 76 Wawancara dengan Abd Munib S. karena model pembelajaran edutainment sangat mendukung dan membantu dan mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI.Ag.a barisan maupun kelompok. . riang dan mengasikkan akan membuat siswa siap belajar dengan mudah karena dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap negatif menjadi positif.98 Setelah mengadakan penelitian baik melalui wawancara. dengan adanya pembelajaran edutainment siswa bisa mengembangkan kreativitasnya pada bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). karena pada dasarnya guru kebanyakan menggunakan metode ceramah yaitu metode yang membosankan bagi siswa kemudian dengan datangnya atau ditemukannya strategi atau model pembelajaran edutainment maka siswa bisa berkreasi atau siswa bisa mengaplikasikan model pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan. Sekolah MTs Al-Ibrohimy. selaku tim inovasi dan pengembangan sekolah (TIPS) mengungkapkan bahwa model pembelajaran edutainment ini sangat penting dan bermamfaat. dapat ditemukan beberapa hasil edutainment dalam mengembangkan kreativitas di bidang studi SKI. juga memberikan pembinaan leadership pada diri siswa antara lain dengan memberikan kesempatan siswa untuk memimpin secara bergilir baik kegiatan do. Seperti contoh: Sesuai dengan hasil penelitian tersebut siswa pada dasarnya kreatif. Abd Munib S.76dengan suasana yang gembira.

seperti yang tercermin pada diri siswa yang mempunyai rasa kepedulian yang besar pada kaum kurang mampu hal yang samapun terlihat ketika mereka mendapat tugas kepasar dekat sekolah atau mini market untuk berbelanja mereka diharuskan mampu melakukan tawar menawar. assembly. Dalam penerapanya. guna membiasakan berani tampil didepan public dengan adanya even-even diharapkan untuk meningkatkan potensi siswa dan mengembangkan kreativitas siswa baik dalam belajar maupun berkarya. Berdasarkan pemaparan data diatas.99 Dalam pengembangan kretivitas SKI. guru senantiasa menanamkan rasa kepedulian pada siswa. C. adapun untuk mempermudah pembacaan. atau out bound yang sesuai dengan kemampuan anak. Analisis Data 1. analisa data akan peneliti sampaikan berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat. Penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativtas belajar pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan. model atau strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy mempunyai strategi . Adapun salah satu ajang ekstern sekolah MTs AlIbrohimy kerapkali mengikuti lomba tingkat DIKNAS sekecamatan. Pada siswa sekolah MTs Al-Ibrohimy selalu ditumbuhkan rasa percaya diri dengan menampilkan siswa diseni. pada fase ini data-data tersebut akan dianalisis.

Tedjasaputra. Yang menekankan pentingnya bermain dalam belajar karena kegiatan bermain maupun mainan yang dinikmati anak dapat digunakan untuk menarik perhatian serta pengetahuan mereka Lebih lanjud juga Mayke S. Tedjasaputra menyatakan bahwa selain berfungsi penting bagi perkembangan pribadi. yang didalamnya juga ada penekanan untuk senantiasa menghargai kecenderungan belajar masing-masing pembelajaran. visual maupun intelektual (SAVI) maka proses belajar akan berlangsung menyenangkan sehingga siswa dapat lebih kreatif dalam mengepresikan perasaan mereka dan mengeksplorasikan pemahaman mereka. auditorial. bermain saat belajar juga mempunyai fungsi sosisal dan emosional. Empat pendekatan yang digunakan diatas (SAVI) tidak berbeda dengan empat pendekatan yang dipakai oleh model Accelerated learning. Hal ini sejalan dengan pendapat Mayke S.100 pembelajaran khusus yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan selain itu juga siswa diberikan kebebasan penuh untuk memilih gaya belajar sesuai dengan kecenderungan belajarnya masing-masing yakni dengan pendekatan belajar somatic. . melalui bermain pula anak memahami kaitan antara dirinya dan lingkungan sosialnya belajar bergaul dan memahami aturan ataupun tata cara pergaulan. selain itu kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak.

Menurut Silberman. tentang bagaimana pembelajaran yang membebaskan. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif Education. Pembelajaran yang membebaskan adalah pembelajaran yang didalamnya tidak ada lagi tekanan baik tekanan fisik maupun psikologis.Meller. Proses belajar dalam model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan siswa tidak lagi diposisikan sebagai obyek pasif yang hanya bisa duduk manis dan mendengarkan penjelasan gurunya Pelajari John p.hal.. (new york: praeger publishers. 32-33 77 . Sebab tekanan apapun namanya hanya akan mengerdirkan pikiran siswa sedangkan kebebasan apapun wujudnya akan dapat mendorong terciptanya iklim pembelajaran (learning climate) yang kondusif. cara belajar dengan mendengarkan akan mudah lupa.101 Bisa dianalisa dengan pandangan Ahmad Sapari dalam bukunya " pendidikan dan sensitipitas guru yang kreatif " yang mengutif konsep paolo freire. 1976). seperti halnya yang telah diterapkan dalam proses belajar mengajar di MTs Al-Ibrohimy bahwa pembelajaran itu haruslah mampu membebaskan pikrin peserta didik dari tekanan atau intimidasi dari pihak manapun. dengan cara mendengarkan atau melihat dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham. dengan cara mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit. dengan cara mendengar atau melihat mendiskusikan dengan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan77.

radio. terdapat penekanan pada nilai-nilai aqidah yang tujuanya untuk menanamkan memori keagamaan pada diri siswa sebagaimana sempat disinggung oleh ustadz Munib S. guru erposisi sebagai sahabat bagi peserta didik hubungan tersebut berpegang teguh pada prisip saling menghormati. proses belajar juga diluar ruangan tujuanya untuk menghindari kejenuhan. dan lain-lain. Selain dilakukan didalam kelas. Penyajian mata pelajaran dalam metode ini menggunakan model thematic tujuanya adalah untuk mempermudah proses pembelajaran dalam pelajaranya. tidak berhubungan antara guru dan siswa diliputi keakraban dan keharmunisan. untuk memilih referensi rujukan misalnya: majalah.102 hubungan antara pendidik dan siswa yang sering kali terdapat sekat yang kerap menghambat komunikasi. Strategi edutainment juga memperhatikan opening proses maupun klosing pada proses pembelajaran. internet. Semua penerapan diatas diarahkan untuk mengembangkan kreativitas . Dalam hal berpakaian dan pemilihan buku pelajaran yang dijadikan rujukan ini juga memberikan kebebasan. bahwa strategi pembealjaran yang digunakan berusaha untuk menjadi segala sesuatu menjadi lebih bermamfaat. agama diposisikan sebagai ruh dari semua mata pelajaran yang ada. melakukan maksimalisasi lingkungan yang ada disekitar serta pengelolaan kelas sering dan sekreatif mungkin. Koran. tv. Ag. Salah satu pendidik dilembaga pendidik tersebut.

Sehingga proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. dan penuh kegembiraan. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya . menyenangkan. menghayati dan mengamalkan agama islam Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah seperti halnya kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan. 2.103 siswa disekolah MTs Al-Ibrohimy dengan mengguankan metode pembelajaran yang berbeda-beda yang berfareatif yang digunakan secara bergantian. Upaya sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini. diciptakanya dalam kondisi kelas yang ceria. memahami. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs AlIbrohimy Galis Bangkalan : yaitu kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancangan tranformasi masyarakat. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. mudah beradaptasi.

Adapun untuk merangsang dan mengasah otak siswa dan mengembangkan kreativitas siswa pada materi SKI atau tarikh dikelas 1-2 guru menumbuhkan nyadengan memberi tugas kelompok (tugas portopolio) yang mana tiap kelompok diberi tugas meringkas atau merangkum materi yang telah dijelaskan guru pada awal pelajaran pada kertas polio dengan bahasa mereka.104 sendiri. maka apa yang dihasilkan dari penerapan edutainment adalah bagian dari kerativitas. Karena pada pembelajaran studi SKI ini sangat bermamfaat bagi kehidupan masyarakat dan berguna bagi manusia didunia dan akhirat. yang salah satu aspeknya adalah tentang kreativitas peserta didiknya. bisa memecahkan persoalannya dengan inisiatifnya sendiri dan mampu menjadi pemimpin buat dirinya sendiri. mudah beradaptasi. Beberapa poin dampak positif dari penerapan edutainment tidak lain dilatari oleh keseriusan penyelenggara pendidikan (lembaga pendidikan bersangkutan) dalam upaya meningkatkan mutu pendidikannya. Pertama: Edutainment sangat mendukung dan membantu mengembangkan kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. maka apa yang dihasilkan dari penerapan Edutainment adalah bagian dari kerativitas. Dan juga karena . 3. Dengan dasar definisi bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. Strategi pembelajaran edutainment dapat meningkatkan kretivitas belajar siswa pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy.

105 siswa yang kreatif maka siswa akan gampang untuk menyampaikan suatu keahliannya. imajinatif. Kedua: Edutainment mampu menjadikan siswa mempunyai kemampuan dasar untuk menjadi pembelajaran yang mampu untuk mengatur diri. kreatif. inovatif dll. Karena dengan kemampuan siswa yang meningkat maka siswa tidak akan merasa kesulitan lagi. humaoris. Belajar adalah proses seumur hidup tidak hanya pada saat manusia mengennyam dunia pendidikan kreativitas tersebut lahir dari satu proses aktualisasi diri yang berkesinambungan bahwa . Karena dengan sikap pemberani siswa akan menjadi sangat dibutuhkan dan tidak akan cangguh untuk menghadapi suatu masalah. Keempat: Edutainment dapat mempengaruhi siswa agar dapat membiasakan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga: Edutainment mampu membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah serta dapat mengubah sikap nigatif menjadi positif seperti: percaya diri. pemberani. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi. Keempat indikasi kreativitas diatas sejalan dengan apa yang sempat disinggung oleh Sutrisno bahwa pendidikan dikembangkan agar dapat mengahsilkan subyek didik yang kreatif. Karena dengan belajar SKI siswa yang lain akan bisa terpengaruh dan termutivasi untuk belajar yang kreatif.

106 sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri mengujudkan potensi dorongan untuk berkembang dan menjadi matang. yang mampu mengembangkan kreativitas siswa serta sangat efektif diterapkan dalam sejarah kebudayaan islam (SKI). kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaptifkan semua kemampuan organisme. . Dengan demikian model pembelajaran edutainment sangat penting dan bermamfaat dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pengembangan kreativitas belajar siswa pada pendidikan sejarah kebudayaan islam (SKI) karena model pembelajaran edutainment merupakan salah satu bentuk inovasi pendidikan pada pola pembelajaran yang benar-benar disesuaikan dengan psikologi siswa dan merupakan pembelajaran yang sangat menyenangkan.

. Kreativitas belajar siswa pada bidang studi SKI di sekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan Adalah kemampuan melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain disekitar tetapi mampu membuat keterkaitan-keterkaitan yang tidak terfikirkan oleh orang lain.107 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Melalui sejarah peserta didik ditanamkan menegakkan nilai. Penerapan strategi pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI disekolah MTs Al-Ibrohimy Galis Bangkalan mempunyai strategi pembelajaran khusus. 2. dalam proses pembelajaranya. Sejarah merupakan salah satu sumber yang sangat penting dalam rancang tranformasi masyarakat. Peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu islam dan kebudayaan. yakni pembelajaran yang dikemas dalam bentuk hiburan.Kreativitas menjadi bagian terpenting yang dijadikan landas pijak dalam penerapan strategi pembelajaran edutainment. Kesimpulan 1. model ini juga menekankan pada keterlibatan siswa sebagai subyek pendidikan yang didukung dengan adanya hubungan yang diliputi ke akraban dan keharmunisan antara guru dan peserta didik. prisip hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Metode pembelajaran yang digunakan juga beragam.

seperti percaya diri. B. Mampu mengatur diri. Adapun yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dari penerapan strategi edutainment disekolah MTs Al-Ibohimy Galis Bangkalan adalah : (a). (b). Strategi maupun metode pembelajaran pendidikan guna menghasilkan mutu pendidikan yang berkualitas tinggi. dengan menambah wawasan dan pengalaman serta selalu mengadakan perubahan kearah yang lebih baik lagi. Membuat siswa siap belajar dengan mudah karena terbantu oleh adanya konsep-konsep dan pengertian secara alamiah. Kepada kepala sekolah MTs Al-Ibrohimy galis bangkalan dan seluruh pihak 93 sekolah untuk selalu mengadakan inovasi baru baik mengenai managemen. 2. Dari pihak sekolah diharapkan dapat menampung semua aspirasi dari masingmasing guru baik mengenai metode. memecahkan masalah dan dapat meningkatkan pengembangan pribadi.Mendukung dan membantu kreativitas siswa khususnya pada pembelajaran SKI. 3. . (c). Saran 1. pemberani. serta dapat mengubah sikap negative menjadi positif. kreatif serta inovatif dsb. Untuk setiap guru diharapkan lebih meningkatkan kualitas serta profesionalitas sebagai figur yang ditauladani siswa. media maupun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melangsungkan proses pembelajaran. SDM.108 3.

Aktive Learning: 101 Strategies To Teacb Any Subject. Jurnal: Nizamia. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. 1989. 2005. 1974. Marimbah Achmad. Pendidikan Pada Usia Dini : Tuntunan Psikologi Dan Pedagogis Bagi Pendidikan Dan Orang Tua. “Pendidikan Islam Dalam KBK : Studi Tentang Pengembangan Pembelajaran PAI Model di MINU Waru 1 Sidoarjo”. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Metode Penelitian Bidang Sosial. . Jilid I Hamzah. Jakarta: PT. Juz 1 Hadits. Asrohah Hanum. Hadari Nawawi. Jakarta: PT Grafindo Persada. Suatu Pendekatan Praktek. Azsa Azyumardi. Pustaka Al-Kautsar Arikunto Suharsimi. Yogyakarta. Bumi Aksara.Burhan. Jakarta : Rinika Cipta. 1993. 2007. Pelaksanan Pendidikan Agama Pada Sekolah-Sekolah Dikota Malang. Gadjah Mada Univercity Press. Hadi Sutrisno. 2004. Pendidikan Islam. Metodologi Rasearh. 2003. 1991. Bairut. Jakarta : Grasindo. Renika Cipta. Metode Penelitian Kualitatif. Fise The Rianto dan Handoko Martin FIC.109 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi Abu & Supriono. L. 2005. 2004. Dariyo Agoes. Ibnu Majah Sunan. Kasiram Moch. Karta Timur. 1996. Silberman Melvin. Bandung: AlMa'arif. USA: Allyn & bacon. Yogyakarta : Andi Offset. Al-Kholili Abdussalam Ahmad.. 2006. Model Pembelajaran Menciptakan Pendidikan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. Psikologi Belajar. Dar Al-kitab Al-Ilmiah. D. Buno. 1999. Ciputat.. Prosedur Penelitian. Kalimah Bungin. Mengembangkan Kreativitas Ana.tt. Jakarta: Grasindo Widya Sarana Indonesia. Jakarta.

2005: Untuk Pendidikan Usia Dini. Mengembangkan Kreativitas Dalam Persepektif Psikologi Islam. Shihab Quraish. Jakarta Grasindo. Bermain. 2003. Senin. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep Karakteristik dan Implementasi. 2007. Yogyakarta: Mitra Pustaka. Kreatifitas Dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif Dan Anak Berbakat. 1995. Mulyasa E. P. Tedjasa Putra Mayke. Mainan Dan Permainan : Untuk Pendidikan Usia Dini. Quantum teching. 2006. Metodologi Penenilitian Sosiual Agama. Pemikiran Islam Kontemporer. Kesan dan Kesuksesan Al-Qur. 2001. Suprayoso Imam Tabroni.an. 2002. Yogyakarta : Menara Kudus. 2003. Didatika. 2002. Moloeng Lexy. Sumber Belajar dan Alat Permainan: Untuk Pendidikan Usia Dini. Metodologi penelitian kualitatif. 2001. John. Remaja Rosdakarya. S. 2003. Education. 7. 8 Desember.110 Mardalis. Jakarta. Selayang Pandang Sekolah Mts Al – Ibrohimy Galis Bangkalan. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Bandung: Remaja Rosda Karya . Vol. Nashor H. New York: Praeger Publishers. Sudono Anggaini. 2005. Jakarta : Lentera Hati. Humanizing The Classroom: Models Of Teaching In Affektif. Jakarta : Grasindo. Sholeh Khudhori A.Metodologi Penelitian Pendidikan. Gramedia Pustaka Utama. Munandar Utami. Model Pembelajaran Yang Memperhatikan Keberagaman Individu Siswa Dalam KBK. 2006. Bandung : Rosda Karya. Bumi Aksara. Musbikin Imam. Margono S. 2003. Fuad i & Rachmy Diana M. Jakarta: PT. Jakarta: Aksara. Pendidikan Dan Sensifitas Guru Yang Kreatif. Nurdin Syafrudin. Meller Pelajari. Mendidik Anak Kreatif Ala Eistein. Yogyakarta : Jendela. Bandung : PT. Sapari Ahmad. 1976. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta : PT.

Wawancara dengan Abd Munib S. Nurkholis (kepala sekolah). Ag.111 Supriadi. Juli. Bandung: Kaita.Munib. 6-7 Desember 2008. Wawancara Dengan Abd. H. Jakarta.. 1991. 2003. Paradikma Pendidikan Masa Depan. Menjadi Super Kreatif: Melalui Merode Pemetaan Fikiran. 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bandung: Citra Umbara. 2003. Widodo Supriono Dan Abu Ahmadi. Anak Balita adalah Masa Emas Perkembangan Otak Kanan Terlalu Saying Jika Tidak Diolah. . Yogyakarta : Ar-Ruzz. Psikologi Belajar. Vycoh Joyce. 9 Desember 2008. Tanggal 3 Nofember 2008 Wawancara dengan Drs. Zamroni. 2005. Dedi. 10-12 Desember 2008. yokyakarta : Biopgraf Publishing. Ag. Republic : Jum.S.at. Sutrisno. Reneka Cipta. 2002. Revolusi Pendidikan Di Indonesia. S. Wawancara dengan Ustadz Mujiburrohman. Membedah Metode Dan Teknik Pendidikan Berbasis Kompetens. Undang-Undang Republik Indonesia. 11.Ag Selaku Wakasek Sarpras MTS Al-Ibrohimy Galis.

Surabaya. 11 februari 2009 Yang membuat peryataan Tanda tangan MUCHTARUL WAHID D03304068 .112 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Saya bertanda tangan dibawah ini: Nama NIM Jurusan/program studi Fakultas : MUCHTARUL WAHID : D03304068 : Kependidikan Islam (KI) : Tarbiyah Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri. bahwa merupakan pengambilan alihan tulisan atau pemikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pemikiran saya sendiri. Apabila kemudian terbukti atau dapat dabuktikan skripsi ini hasil jiplakan. maka saya bersedia menerima atas perbuatan tersebut.

MI Al-IBrohimy Galis. MA. Bangkala . Bangkalan 2 MTs. Bangkalan 3. Al-IBrohimy Galis. Bangkalan : Tarbiyah/kependidikan islam : D03304068 : 1. Galis. Al-IBrohimy.113 RIWAYAT HIDUP Nama Tempat tanggal lahir Jenis kelamin Alamat Fakultas/jurusan NIM Asal sekolah : Muctarul Wahid : Bangkalan : Laki-laki : Dsn Longke'Tengah. Galis.

114 Lampiran 1. murid.Hosnan Wali Data inventaris Murid 5.Ir.S.Ust.ALWI.Rokib SAg Alumni MTS Al-Ibrohimy Galis Bangkalan No. Keadaan Peralatan Yang Dimiliki Penemuan Tahun . Jailani Mashuri Tokoh Masyarakat 3.AMA Wakil ketua TURDI Sekretaris ABD.MUNIB. Tabel 2 Struktur Organisasi Komite Sekolah Ketua komite sekolah MOH.Ag Bendahara SANWANI Wakil bendahara SITI ROMLAH Wakil sekretaris ABUSIRI AMa Anggota 1.Mujiburrahman Sag Guru 2. wali murid dan tokoh masyarakat mempunyai hubungan yang sangat dekat. Struktur Komite Sekolah MTS juga mempunyai relasi yang membantu baik proses belajarmengajar maupun menjalin hubungan masyarakat sehingga antara kepala sekolah. Maslihah SAg Tabel 5Wali Murid 4. guru. dalam hubungan ini di sebut komite sekolah.

115 Kondisi Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Sepeda Motor Meja Pimpinan Meja TU Kursi kerja Meja Komp Kantor Bangku Siswa Meja Guru LAB Meja OSIS Meja Guru Meja Guru kelas Meja Loker Guru Kursi Siswa Kelas Kursi Guru Kursi Guru Kelas Kursi Guru LAB Meja + Kursi Piket Komputer TU Printer TU Scanner TU TV AC Kipas Angin Almari Rak Arsip Jumlah 1 5 4 9 3 300 2 1 29 12 2 300 29 12 2 2 3 3 1 4 10 12 16 1 Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak 04 V V V V V V V V V V V V 05 V V 06 07 .

Nama Filling Cabinet Radio Tape Warless DVD Sound Lab Mega Phone Speaker Sound Kelas Jam Dinding Dispenser Magic Com Lemari Es White Board Papan Data + Pengum. Gambar Pres +wakil Mesin Ketik LAB Komputer LAB Printer Lab. Telpon/Fax Jumlah 1 4 1 1 2 1 4 15 13 1 1 1 28 33 25 10 20 21 1 Peralatan Yang Dimiliki Kondisi Bai k V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Perlu Perbaikan Rusak Penemuan Tahun 04 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 05 06 07 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Dokumentasi MTS Al-Ibrohimy galis .116 Keadaan No.

.? 6.. usaha apa saja yang dilakukan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan strategi edutainment.? .? 5.? 14. bagaimana hasil yang dicapai dari penerapan strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreatifitas belajar pada bidang studi SKI...? 4... apa harapan sekolah MTs Al-Ibrohimy dalam penerapan pembelajaran edutainment.117 PEDOMAN INTERVIEW Untuk Tutor Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) 1.? 10. strategi dan model apa yang dipakai oleh guru SKI dalam mengembangkan keratifitas siswa. apakah indicator pembelajaran pada bidang studi SKI sudah berlangsung efektif. bagaimana kurikulum dan silabus yang dipakai sekolah tersebut. sejak kapan pembelajaran edutainment dikembangkan.? 11..? 7. bagaimana penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment dalam pengembangan kreativitas belajar pada bidang studi (SKI) di sekolah MTs AlIbrohimy galis bangkalan. Apakah model pembelajaran menurut anda.? 3. kendala-kendala apa saja yang dihadapi selam mengembangkan pembelajaran edutainment..? 2. apa pelajaran SKI merupakan pembelajaran yang mudah dan menyenangkan bagi siswa..? 13. apakah pembelajaran edutainment dapat mengembangkan kretivitas siswa terutama pada pembelajaran SKI. apakah penerapan model atau strategi pembelajaran edutainment diterapkan pada semua mata pelajaran.? 12.. apakah pembelajaran edutainment pada bidang studi SKI sudah efektif dan menyenangkan...? 9...? 8.

118 .