BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Hal yang paling mendasar dalam pentingnya pembuatan makalah ini adalah pada mata kuliah ilmu kalam, kelompok kami mendapakan tugas untuk mempresentasikan sebuah aliran ilmu kalam yaitu aliran Asy-‘ariyah. Pada bab yang membahas tentang sejarah munculnya aliran-aliran ilmu kalam, di dalamnya dikatakan bahwa aliran-aliran ilmu kalam awal mulanya muncul setelah peristiwa arbitrase. Peristiwa arbitrase adalah peristiwa negosiasi antara Sayyidina Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Setelah peristiwa tersebut, muncul berbagai aliran-aliran ilmu kalam yang diantaranya adalah aliran Khowarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah dan Jabariyah. Setiap aliran tersebut memiliki dasar pemikiran yang berbeda. Bahkan aliran Asy’ariyah merupakan aliran yang paham pemikirannya sangat bertentangan dengan aliran Mu’tazilah. Hal ini dikarenakan pendiri aliran Asy’ariyah merupakan mantan pengikut aliran Mu’tazilah. B. TUJUAN Tujuan yang ingin kami capai dalam pembuatan makalah ini diantaranya adalah kita dapat mengetahui siapa pendiri aliran ini, apa yang melatar belakangi terbentuknya aliran ini, siapa saja tokoh-tokohnya, dan mengetahui perbedaan pandangan yang mendasar dan yang menyebabkan aliran Asy’ariyah menentang aliran Mu’tazilah.

Kemudian setelah itu beliau melepas paham Mu’tazilah sebagai paham yang dahulu ia pegang. al-Asy’ari : Bagaimana pendapat tuan tentang orang mu’min. ada sebagian riwayat yang mengatakan bahwa pada waktu itu beliau pergi mengasingkan diri dari orang banyak selama 15 hari. dapatkah ia? al-Jabbai : Tidk dapat. dan anak kecil tergolong orang yang selamat.a. Sebelum beliau mengasingkan diri selama 15 hari. alAsy’ari berguru pada seorang tokoh Mu’tazilah terkenal. Aliran ini dianutnya sampai usia 40 tahun dan tidak sedikit dari umurnya digunakan untuk mengarag buku-buku ke-Mu’tazilahan. orang kafir masuk neraka. SEJARAH SINGKAT Nama beliau adalah Abu al-Hasan ‘Ali bi Ismail al-Asy’ari. al-Asy’ari : Kalau anak kecil tersebut ingin mencapai tingkatan tertinggi. tentang dasar paham aliran Mu’tazilah dan sering-sring berakhir dengan terlihatnya kelemahan paham Mu’tazilah. orang kafir dan anak kecil (yang mati) ? al-Jubbai : Orang mu’min mendapat tingkatan yang tertinggi (sorga).a. dilahirkan di kota Basrah Irak pada tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/935M. beliau sebelumnya sering berdebat dengan al-Jubbai. karena akan dikatakan kepadanya: “Orang mu’min tersebut mendapat tingkatan tertinggi karena ia menjalankan ketaatan.” . dan Muawiyah r. untuk mempelajari ajaran-ajaran Mu’tazilah dan memahaminya. Di antara perdebatan-perdebatan itu ialah mengenai soal al-ashlah (“keharusan mengerjakan yang terbaik bagi Tuhan”). Pada waktu kecilnya. sedangkan engkau tidak. keturunan Abu Musa al-Asy’ari seorang sahabat dan perantara dalam sengketa antara Ali r.BAB II PEMBAHASAN ALIRAN AL-ASY’ARIYAH A. Abu Ali al-Jubbai. gurunya. Tetapi setelah beliau berusia 40 tahun.

Kalau engkau hidup sampai besar. Semasa hidupnya beliau banyak meninggalkan karangankarangan.1 1 A. (Bandung: PT. kurang lebih 90 buah. 104-105. M. al-Asy’ari : Kalau orang kafir tersebut berkata: “Ya Tuhan. juga karena ia melihat ada perpecahan di kalangan kaum muslimin yang bisa melemahkan mereka. Alhusna Zikra. . beliau menolak paham golongan-golongan Materialist. Hanafi. Mengapa terhadap aku Engkau tidak mengambil tindakan yang lebih baik bagiku (lebih menguntungkan)?” Kemudian diamlah al-Jubbani dan tidak dapat menjawab lagi. bahkan ditujukan terhadap dirinya sendiri ketika ia masih menjadi orang Mu’tazilah. Al-Jubbai : Tuhan akan berkata: “Aku lebih tahu tentang engkau. Al-Asy’ari meninggalkan aliran Mu’tazilah selain karena merasa tidak puas terhadap konsepsi aliran tersebut dalam soal-soal seperti di atas. Akan tetapi sebagian besar dari kegiatannya digunakan untuk menghadapi aliran Mu’tazilah seperti al-Jubbai. dalam berbagai lapangan ilmu ke-Islaman. juga menolak pikiran-pikiran Aristoteles. tentu aku akan mengerjakan segala ketaatan seperti orang mu’min tersebut”. 1995. Kalau sekiranya Tuhan menghidupkan aku (sampai besar). Jadi aku mengambil yang lebih baik (lebih menguntungkan) bagimu dan Aku matikan engkau sebelum dewasa”. h. Anthropomorphist. kalau tidak segera diakhiri. tentu akan mendurhakai Aku dan Aku akan menyiksa engkau”.Pengantar Theology Islam. al-“Allaf dan sebaginya. Engkau mengetahui keadaanku dan keadaan anak kecil tersebut.al-Asy’ari : Anak kecil akan menjawab: “Itu bukan salah saya. A. Khawarij dan golongan-golongan Islam lain.

Ibn ‘Asakir berkata: "Sesungguhnya Sheikh Abu al-Qasm ibn Burhan al-Nahwi berkata: Barang siapa pernah menghadiri halaqah perdebatan al-Qadhi Abu Bakr. serta pejuang shari'ah. 410H). diduga kelahiran kota Basrah.B. Di masjid Basra.000 lembar buku sepanjang hidupnya". dan menurutnya tiap-tiap aradh mempunyai lawan aradh pula. Orang inilah yang menulis 70. seperti Rafidhah. Jahamiyah dan Karamiyah. yaitu Al-Asy’ari. simpatik dan banyak jasanya dalam pembelaan agama.blogspot. Khawarij. Tokoh-tokoh tersebut antara lain : • Al-Baqillani (wafat 403 H) Namanya Abu Bakar Muhammad bin Tayib. Sheikh Abu l-Fadhl al-Tamimi (w. TOKOH-TOKOH ALIRAN AY’ARIYAH Suatu unsur utama bagi kemajuan aliran Asy’ariyah. Sebagai ulama yang produktif. Karyanya banyak membahas aliran-aliran sesat yang berkembang di masanya. tempat kelahiran gurunya. ulama terkemuka dan pemimpin mazhab Hanbali kala itu. berseru di samping jenazahnya: "Orang ini adalah pembela al-Sunnah dan agama. Ibn Taimiyyah mengatakan bahwa beliau adalah mutakallim (theologian) yang paling utama dalam aliran al-Asha’irah. seperti halnya aradh. artinya bisa wujud dan bisa tidak. beliau menulis 35 lembar dari buku yang hendak dikarangnya. 19:17. maka dia tidak akan pernah merasakan Joesafira. Tidak mengherankan jika di saat wafatnya. Mu'tazilah. (http://delsajoesafira.2 Al-Baqillani dikenal sebagai seorang ulama bermadzhab Maliki dan cendekiawan yang ulung. 2 .com/2010/04/aliranasyariyah. ia terkenal cerdas otaknya. 6 Oktober 2010.html). Jauhar adalah suatu hal yang mungkin. “Aliran Asy’ariyah”. Disinilah terjadi mukjizat itu karena mukjizat tidak lain hanyalah penyimpangan dari kebiasaan. beliau membina halaqah kajian yang dijubeli para pecinta ilmu. Al-Baqillani mengambil teori atom yang telah dibicarakan oleh aliran mu’tazillah sebagai dasar penetapan kekuasaan Tuhan yang tak terbatas. ialah karena aliran ini memiliki tokoh-tokoh yang kenamaan. setiap harinya.

penyair maupun penyayi sekalipun. dikarenakan tutur bahasanya dan kefasihannya yang menakjubkan dan sistematis. M. “Al-Baqillani dan Penyimpangan Aliran-aliran dalam Islam”. di antaranya adalah al-Insaf fi ma yajibu I'tiqaduhu wa la yajuzu l-jahlu bihi.multiply.3 • • • • Ibnu Faurak (wafat 406 H) Ibnu Ishak al-Isfaraini (wafat 418 H) Abdul Khair al-Bagdadi (wafat 429 H) Imam al-Haramain al-Juwaini (wafat 478 H) Beliau lahir di Khurasan tahun 419 Hijriyah dan wafat pada tahun 478 Hijriyah. Al-Baqillani meninggalkan sekitar 52 karya. buku tersebut ditujukan untuk masyarakat awam dan bersifat populer. Hampir sama dengan Al-Baqillani. orator. 3 . 06 Oktober 2010." Di antara hasil pemikiran beliau yang paling utama adalah peletakan premis-premis rasional untuk membangun argumentasi temporalnya alam dan sifat-sifat wajib Allah. (http://peaceman. ajaran-ajaran yang disampaikannya banyak yang bertentangan dengan ajaran Al-Asy’ari. sedangkan mengenai Tuhan duduk diatas takhta kerajaan diartikan Tuhan berkuasa dan Maha Tinggi. Mengenai soal perbuatan manusia. baik dari ulama kalam. Namanya aslinya tidak begitu dikenal malah ia terkenal dengan nama Iman Al-Haramain.com/journal/item/283/Al-Baqillani_dan_Penyimpangan_Aliranaliran_dalam_Islam). mata Tuhan diartikan penglihatan Tuhan dan wajah Tuhan diartikan Wujud Tuhan. kemudian premis-premis ini dikembangkannya hingga menjadi teori khas dan dikenal sebagai metode kalam para mutakallim klasik.lagi indahnya perkataan seorang pun setelahnya. Misalnya Tangan Tuhan diartikan (ta’wil) kekuasaan Tuhan. ulama fiqh. ia mempunyai pendapat yang lebih jauh dari Al-Baqillani.. Menilik dari judulnya. yang menjelaskan tentang apa yang wajib diyakini oleh umat dan tidak boleh untuk tidak diketahui (diabaikan).A. Henri Shalahuddin. Teori tersebut disebut mabda' al-ta’akus bayna l-dalil wa l-madlul (an inversion between thing and meaning). Daya yang ada pada manusia itu mempunyai efek. 19:28.

Gelar beliau al-Ghazali ath-Thusi berkaitan dengan ayahnya yang bekerja sebagai pemintal bulu kambing dan tempat kelahirannya yaitu Ghazalah di Bandar Thus.4 • • Abdul Mudzaffar al-Isfaraini (wafat 478 H) Al-Ghazali (wafat 505 H) Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asySyafi'i (lahir di Thus. Sedangkan gelar asySyafi'i menunjukkan bahwa beliau bermazhab Syafi'i.cc/1_43_Asy-ariyah-dan-Maturidiyah. yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan. Ia digelar Hujjatul Islam karena kemampuannya tersebut. pusat pengajian tinggi di Baghdad. Khurasan. Ia sangat dihormati di dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupakan pusat kebesaran Islam. Ia berasal dari keluarga yang miskin. 1111 / 14 Jumadil Akhir 505 H. ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. 4 .html). 19:38. umur 52–53 tahun) adalah seorang filosof dan teolog muslim Persia. Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah. Imam Al-Ghazali meninggal dunia pada 14 Jumadil Akhir tahun 505 Hijriah bersamaan dengan tahun 1111 Masehi di Thus. Wujud perbuatan manusia tergantung pada daya yang ada pada manusia. Persia (Iran). 06 Oktober 2010.co. “Aliran Al-Asy’ariyah dan Al-Maturidiyah”. Ia berjaya menguasai pelbagai bidang Indiaonech. 1058 / 450 H – meninggal di Thus. wujud daya itu bergantung pada sebab yang lain dan wujud sebab itu bergantung pula pada sebab yang lain dan demikianlah seterusnya hingga sampai pada sebab dari segala sebab yaitu Tuhan. Ayahnya mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu ingin anaknya menjadi orang alim dan saleh.indiaonech. Jenazahnya dikebumikan di tempat kelahirannya. Ia berkuniah Abu Hamid karena salah seorang anaknya bernama Hamid. (http://www. Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama. Ia pernah memegang jawatan sebagai Naib Kanselor di Madrasah Nizhamiyah.tetapi efeknya serupa dengan efek yang terdapat antara sebab dan musabab. ahli pikir.

ilmu mantiq. Ia telah mengembara ke beberapa tempat seperti Mekkah. dan Imam Harmaim di Naisabur. kemegahan dan mencari sesuatu untuk mendapat ridha Allah SWT. Imam al-Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan. Pada tingkat dasar. sombong. Imam al-Ghazali telah mengembara selama 10 tahun. dan sifat-sifat tercela yang lain.Mesir dan Jerusalem untuk berjumpa dengan ulama-ulama di sana untuk mendalami ilmu pengetahuannya yang ada. kepalsuan. Sebelum beliau memulai pengembaraan. Ia telah mengunjungi tempat-tempat suci di daerah Islam yang luas seperti Mekkah. takabur. Oleh sebab Imam al-Ghazali memiliki ketinggian ilmu. Pendidikan yang diperoleh pada peringkat ini membolehkan beliau menguasai Bahasa Arab dan Parsi dengan fasih. beliau mula mempelajari ilmu ushuluddin. beliau melanjutkan pelajarannya dengan Ahmad ar-Razkani dalam bidang ilmu fiqih. beliau telah dilantik menjadi mahaguru di Madrasah Nizhamiah (sebuah universitas yang didirikan oleh perdana menteri) di Baghdad pada tahun 484 Hijrah. Ia juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk bermusafir dan mengembara serta meninggalkan kesenangan hidup demi mencari ilmu pengetahuan.filsafat. beliau . Selepas itu. dan Mesir. megah. Ia terkenal sebagai ahli filsafat Islam yang telah mengharumkan nama ulama di Eropa melalui hasil karyanya yang sangat bermutu tinggi. Abu Nasr al-Ismail di Jarajan. dan mempelajari segala pendapat keeempat mazhab hingga mahir dalam bidang yang dibahas oleh mazhab-mazhab tersebut. Sejak kecil lagi beliau telah dididik dengan akhlak yang mulia. Dalam pengembaraan.Madinah. Jerusalem. wara. Oleh sebab minatnya yang mendalam terhadap ilmu. Hal ini menyebabkan beliau benci kepada sifat riya. dan tidak gemar kepada kemewahan. Madinah. Kemudian beliau dilantik pula sebagai Naib Kanselor di sana. beliau telah mempelajari karya ahli sufi ternama seperti al-Junaid Sabili dan Bayazid Busthami. beliau mendapat pendidikan secara gratis dari beberapa orang guru karena kemiskinan keluarganya. Ia sangat kuat beribadat. usul fiqih. zuhud.ilmu pengetahuan.

Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Hijirah dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Hijriah. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Pada umurnya yang ke-30. ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Dalam bidang kedokteran. “Al-Ghazali”. Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari. Ia lahir di Rayy. dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran. ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi tapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi.930. seorang dokter dan filsuf yang lahir di Merv. Dahulu.wikipedia. Sekembalinya ke Teheran. (http://id. matematika dan kesastraan. ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad.5 • • • Ibnu Tumart (wafat 524 H) Asy-Syihristani (wafat 548 H) Ar-Razi (1149-1209 M) Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi (Persia:‫ )أبوبكر الرازي‬atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 . Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy. Di kota ini juga. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran. Kemudian dia mencari dokter yang bisa menyembuhkan matanya. . Iran. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam. 06 Oktober 2010. Ibnu Sina menyelesaikan hampir seluruh karyanya. Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat. 19:47./865 dan wafat pada tahun 313 H/925. ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy.menulis kitab Ihya Ulumuddin yang memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah. Saat masih kecil.org/wiki/Al-Ghazali). gurunya merupakan seorang 5 Wikipedia. kimia. Teheran pada tahun 251 H.

al-Mu'tashim. Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi. Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang dokter disana. Beberapa tahun kemudian. (http://id. ar-Razi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad.org/wiki/Ar-Razi). dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. 06 Oktober 2010. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist. ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid.Yahudi yang kemudian berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah.wikipedia. “Ar-Razi”.6 • • Al-Iji (wafat 756 H/1359 M) As-Sanusi (wafat 895 H) C. Selain itu. Ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. PANDANGAN-PANDANGAN ASY’ARIYAH 6 Wikipedia. . 19:56. ar-Razi dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq. ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy. penguasa Samania.

dijadikan kedok oleh Muktazilah untuk menafikan takdir. Konsekuensi pondasi berpikir mereka . melaksanakan ancaman. Apa pun yang dilakukan Allah adalah adil. 4. seperti yang melihat. kafir. tidak berarti bahwa Allah itu adanya karena diciptakan. namun tidak dengan cara seperti yang ada pada makhluk. tak akan berbuat zalim. 5. di antaranya ialah: 1. Bahwa Tuhan mempunyai sifat. antara dua kedudukan. melainkan diciptakan oleh Tuhan. Artinya harus ditakwilkan lain. Karena kalau ia bukan makhluk. dan bukan ciptaan Allah. Mereka menentang konsep janji dan ancaman (al-wa’d wa al-wa’id). Mengenai anthropomorfisme. yang dahulunya tidak ada. “Allah tak mungkin menciptakan kebururkan atau memutuskannya. Karena kalau Allah menciptakan mereka lalu menyiksanya. yang mendengar. Menolak konsep tentang posisi tengah (manzilah bainal manzilataini). 6. Adapun tauhid. Al-Qur’an itu qadim. sebaba tidak mungkin pada diri seseorang tidak ada iman dan sekaligus tidak ada kafir. Mereka berkata. Berkenaan dengan lima dasar pemikiran Muktazilah. dan perbuatan. tauhid. itu satu kezaliman. 3. 7. jangan dibayangkan bagaimananya.Adapun pandangan-pandangan Asy’ariyah yang berbeda dengan Muktazilah. melainkan tidak seperti apapun. dan sebagainya. Mustahil kalau Tuhan mempunyai sifat. Tuhan dapat dilihat kelak di akhirat. Perbuatan-perbuatan manusia bukan aktualisasi diri manusia. dan amar maksruf nahi mungkar. hal itu dapat dibantah sebagai berikut. berarti ada beberapa sesuatu yang tidak berawal. Harus dibedakan antara iman. Arti keadilan. Sedangkan Allah Maha-adil. 2. Keadilan Tuhan terletak pada keyakinan bahwa Tuhan berkuasa mutlak dan berkehendak mutlak. yaitu memiliki atau melakukan sesuatu seperti yang dilakukan makhluk. mereka jadikan kedok untuk menyatakan pendapat bahwa Al-Qur’an itu makhluk. yaitu keadilan.

kalau Allah sudah memberi ancaman kepada sebagian hamba-Nya. banyak yang mengkritik paham Asy’ari. Sebab kalau tidak akan terjadi kontradiksi. wajah Allah harus diartikan sebagai wujud Allah. Misalnya tentang sifat Allah dan perbuatan manusia. Allah tak akan memafkan dan memberi ampun siapa saja yang Dia kehendaki. Dia pasti menyiksanya dan tak mungkin mengingkari janji-Nya. manusia mempunyai andil yang efektif dalam perwujudan perbuatannya. Mata Allah harus dipahami sebagai penglihatan Allah. Ancaman menurut Muktazilah. tapi tidak terjerumus pada kekufuran. Adapun yang mereka maksud dengan di antara dua kedudukan bahwa orang yang melakukan dosa besar tidak keluar dari keimanan. tidak begitu saja menerima ajaran-ajaran Asy’ari. seperti pendapat Asy’ari. Sedangkan konsep amar makruf nahi mungkar menurut Muktazilah ialah wajib menyuruh orang lain dengan apa yang diperintahkan berlaku zalim. Menurut al-Baqillani yang tepat bukan sifat Allah. Koreksi atas pandangan Asy’ari Beberapa tokoh pengikut dan penerus Asy’ari. Karena Allah selalu memenuhi janji-Nya. Misalnya tentang anthropomorfisme al-Juwaini beranggapan bahwa yang disebut tangan Allah harus diartikan (ditakwilkan) sebagai kekuasaan Allah. dan seluruh sifat-Nya adalah makhluk. Pengikut Asy’ari lain yang juga menunjukkan penyimpangan adalah Abdul Malik al-Juwaini yang dijuluki Imam al-Haramain (419-478 H). sementara Allah hanya memberikan potensi dalam diri manusia. 1013 M).Baqillani (w. Selanjutnya ia beranggapan bahwa perbuatan manusia bukan semata-mata ciptaan Allah. kekuasaan-Nya. Di antaranya ialah sebagai berikut: Muhammad Abu Baki al. menurut mereka. sesuai dengan pendapat Abu Hasyim dari Muktazilah. Menurutnya.yang rusak ini bahwa ilmu Allah. melainkan hal Allah. Termasuk kandungannya ialah boleh memberontak kepada para pemimpin dengan memeranginya apabila mereka . Jadi. dan seterusnya kepada mereka.

Para Ulama yang Berpaham Asy-'ariyah Di antara para ulama besar dunia yang berpaham akidah ini dan sekaligus juga menjadi tokohnya antara lain: • • • • • Al-Ghazali (450-505 H/ 1058-1111M) Al-Imam Al-Fakhrurrazi (544-606H/ 1150-1210) Abu Ishaq Al-Isfirayini (w 418/1027) Al-Qadhi Abu Bakar Al-Baqilani (328-402 H/950-1013 M) Abu Ishaq Asy-Syirazi (293-476 H/ 1003-1083 M) Mereka yang berakidah ini sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah paling dekat di antara yang lain kepada ahlus sunnah wal jamaah. Sementara itu paham Muktazilah mengalami pasang surut selama masa Daulat Bagdad.com/2009/03/aliran-asyariyah. Al-Qur’an bersifat qadim dan tidak diciptakan. Tampaknya paham teologi cenderung kembali pada paham-paham Asy’ari. 7 .blogspot. 4. Mengenai perbuatan manusia. dan bahkan Tuhan boleh memberi beban yang tak dapat dipikul kepada manusia. 2.html). AlGhazali meyakini bahwa: 1. Tuhan mempunyai sifat-sifat qadim yang tidak identik dengan zat Tuhan dan mempunyai wujud di luar zat. 6 Oktober 2010. 3. Aliran mereka adalah polarisasi antara wahyu dan filsafat. Berkat Al-Ghazali paham Asy’ari dengan sunah wal jamaahnya berhasil berkembang ke mana pun. tergantung dari kecenderungan paham para khalifah yang berkuasa. (http://kalamstai. 17:30. Tuhanlah yang menciptakan daya dan perbuatan Tuhan dapat dilihat karena tiap-tiap yang mempunyai wujud pasti dapat dilihat. meski pada masa itu aliran Muktazilah amat kuat di bawah dukungan para khalifah Abasiyah.7 Rudi Arlan Al-Farisi. tidak wajib memberi ganjaran pada manusia.Pengikut Asy’ari yang terpenting dan terbesar pengaruhnya pada umat Islam yang beraliran Ahli sunnah wal jamaah ialah Imam Al-Ghazali. ”Aliran Asy’ariyah”. Tuhan tidak berkewajiban menjaga kemaslahatan (ash-shalah wal ashlah) manusia.

keturunan Abu Musa al-Asy’ari seorang sahabat dan perantara dalam sengketa antara Ali r.a. Keadilan. dan As-Sanusi. al-Juwaini. Asy-Syihristani. dan Muawiyah r. Ibnu Ishak al-Isfaraini. al-Isfaraini. Ar-Razi.a. Ibnu Faurak. Abdul Kahir al-Bagdadi.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dari uraian di atas. tauhid. Ibnu Taumart. Aliran ini memisahkan diri dari aliran Mu’tazilah karena Abu al-Hasan ‘Ali tidak puas dengan konsepsi aliran Mu’tazilah dan sering berdebat dengan tokoh aliran Mu’tazilah yang berakhir dengan terlihatnya kelemahan aliran Mu’tazilah. Aliran ini merupakan aliran yang terpecah dari aliran Mu’tazilah. kami dapat mengambil kesimpulan bahwa aliran alAsy’ariyah merupakan aliran yang didirikan oleh Abu al-Hasan ‘Ali bi Ismail al-Asy’ari yang dilahirkan di kota Basrah Irak pada tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/935M. Al-Iji. melaksanakan ancaman. dan amar maksruf nahi mungkar merupakan lima aspek paham Mu’tazilah yang dibantah secaragamblang oleh Asy’ariyah. . al-Ghazali. antara dua kedudukan. Tokoh-tokoh aliran ini diantaranya adalah Al-Baqillani.

(Bandung: PT.com/2010/04/aliran-asyariyah. (http://peaceman.com/journal/item/283/AlBaqillani_dan_Penyimpangan_Aliran-aliran_dalam_Islam).html).blogspot. (http://kalamstai.indiaonech. “Al-Baqillani dan Penyimpangan Aliran-aliran dalam Islam”.com/2009/03/aliran. Wikipedia. Hanafi. Joesafira. “Ar-Razi”. Alhusna Zikra.asyariyah. Wikipedia.html)...wikipedia. Indiaonech.A.DAFTAR PUSTAKA A. (http://delsajoesafira. M. (http://www. M. (http://id. “Aliran Asy’ariyah” . Henri Shalahuddin.cc/1_43_Asy-ariyah-dan-Maturidiyah.org/wiki/Ar-Razi). Rudi Arlan Al-Farisi. “Al-Ghazali”.wikipedia.org/wiki/Al-Ghazali). 1995). Pengantar Theologi Islam.blogspot. (http://id. ”Aliran Asy’ariyah”.multiply. “Aliran Al-Asy’ariyah dan Al-Maturidiyah”.co. .html).A.

Bandung. Dalam pembuatan makalah ini tidak terlepas dari kendala-kendala yang hadir tatkala kami sedang dalam proses penyusunan materi. akhirnya kendala-kendala tersebut dapat kami hadapi dengan baik berkat teamwork yang baik dan juga bimbingan dari dosen mata kuliah ilmu kalam. kepada Allah SWT jualah kami serahkan semua pengorbanan. dan insya Allah kepada kita selaku umatnya. Semoga senantiasa mendapat Ridha dan Maghfiroh-Nya. kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini. sahabatnya. Makalah yang berjudul “Aliran Asy-‘ariyah ini penulis buat dengan harapan dapat menambah pengetahuan kita mengenai aliran-aliran ilmu kalam dan juga sebagai salah satu tugas mata kuliah ilmu kalam. derap langkah dan ayunan tangan kami. Oleh karena itu. Akan tetapi.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat inayahNya jualah kami dapat meyelesaikan tugas makalah ini. kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun sehingga kami dapat lebih baik pada waktu pembuatan makalah yang akan datang. Amin. tabi’innya. Oleh karena itu. 07 Oktober 2010 Penulis . Shalawat beserta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya. Akhirnya. Kami menyadari sepenuhnya dalam pembuatan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan.

................................................................... DAFTAR ISI A................. B... BAB II PEMBAHASAN ALIRAN ASY’ARIYAH A.................................................................................................................................................................... BAB II PENUTUP KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... ........... C............... Tujuan ..................................... i ii 1 1 2 4 10 13 14 .................................................................. .................................. B...... Tokoh-tokoh Aliran Asy’ariyah ...................... Sejarah Singkat . Pandangan-pandangan Asy’ariyah ................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang ........DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kalam Disusun Oleh : Agung Jehan Ahmad Zakariya Millati Hanifa Ulfah Nuraini Prodi Perbandingan Madzhab dan Hukum FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful