BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Hal yang paling mendasar dalam pentingnya pembuatan makalah ini adalah pada mata kuliah ilmu kalam, kelompok kami mendapakan tugas untuk mempresentasikan sebuah aliran ilmu kalam yaitu aliran Asy-‘ariyah. Pada bab yang membahas tentang sejarah munculnya aliran-aliran ilmu kalam, di dalamnya dikatakan bahwa aliran-aliran ilmu kalam awal mulanya muncul setelah peristiwa arbitrase. Peristiwa arbitrase adalah peristiwa negosiasi antara Sayyidina Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Setelah peristiwa tersebut, muncul berbagai aliran-aliran ilmu kalam yang diantaranya adalah aliran Khowarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah dan Jabariyah. Setiap aliran tersebut memiliki dasar pemikiran yang berbeda. Bahkan aliran Asy’ariyah merupakan aliran yang paham pemikirannya sangat bertentangan dengan aliran Mu’tazilah. Hal ini dikarenakan pendiri aliran Asy’ariyah merupakan mantan pengikut aliran Mu’tazilah. B. TUJUAN Tujuan yang ingin kami capai dalam pembuatan makalah ini diantaranya adalah kita dapat mengetahui siapa pendiri aliran ini, apa yang melatar belakangi terbentuknya aliran ini, siapa saja tokoh-tokohnya, dan mengetahui perbedaan pandangan yang mendasar dan yang menyebabkan aliran Asy’ariyah menentang aliran Mu’tazilah.

orang kafir dan anak kecil (yang mati) ? al-Jubbai : Orang mu’min mendapat tingkatan yang tertinggi (sorga). SEJARAH SINGKAT Nama beliau adalah Abu al-Hasan ‘Ali bi Ismail al-Asy’ari. gurunya. Abu Ali al-Jubbai. Kemudian setelah itu beliau melepas paham Mu’tazilah sebagai paham yang dahulu ia pegang. dan anak kecil tergolong orang yang selamat. Aliran ini dianutnya sampai usia 40 tahun dan tidak sedikit dari umurnya digunakan untuk mengarag buku-buku ke-Mu’tazilahan. dapatkah ia? al-Jabbai : Tidk dapat. ada sebagian riwayat yang mengatakan bahwa pada waktu itu beliau pergi mengasingkan diri dari orang banyak selama 15 hari. beliau sebelumnya sering berdebat dengan al-Jubbai. orang kafir masuk neraka. alAsy’ari berguru pada seorang tokoh Mu’tazilah terkenal. dan Muawiyah r. sedangkan engkau tidak. karena akan dikatakan kepadanya: “Orang mu’min tersebut mendapat tingkatan tertinggi karena ia menjalankan ketaatan. tentang dasar paham aliran Mu’tazilah dan sering-sring berakhir dengan terlihatnya kelemahan paham Mu’tazilah. Pada waktu kecilnya.BAB II PEMBAHASAN ALIRAN AL-ASY’ARIYAH A.” . Sebelum beliau mengasingkan diri selama 15 hari. keturunan Abu Musa al-Asy’ari seorang sahabat dan perantara dalam sengketa antara Ali r. Di antara perdebatan-perdebatan itu ialah mengenai soal al-ashlah (“keharusan mengerjakan yang terbaik bagi Tuhan”). al-Asy’ari : Bagaimana pendapat tuan tentang orang mu’min. untuk mempelajari ajaran-ajaran Mu’tazilah dan memahaminya. Tetapi setelah beliau berusia 40 tahun.a. dilahirkan di kota Basrah Irak pada tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/935M. al-Asy’ari : Kalau anak kecil tersebut ingin mencapai tingkatan tertinggi.a.

Semasa hidupnya beliau banyak meninggalkan karangankarangan. Jadi aku mengambil yang lebih baik (lebih menguntungkan) bagimu dan Aku matikan engkau sebelum dewasa”. kurang lebih 90 buah.Pengantar Theology Islam. 1995. Alhusna Zikra. Khawarij dan golongan-golongan Islam lain. al-“Allaf dan sebaginya. beliau menolak paham golongan-golongan Materialist. . Mengapa terhadap aku Engkau tidak mengambil tindakan yang lebih baik bagiku (lebih menguntungkan)?” Kemudian diamlah al-Jubbani dan tidak dapat menjawab lagi. M. Al-Asy’ari meninggalkan aliran Mu’tazilah selain karena merasa tidak puas terhadap konsepsi aliran tersebut dalam soal-soal seperti di atas. bahkan ditujukan terhadap dirinya sendiri ketika ia masih menjadi orang Mu’tazilah. kalau tidak segera diakhiri. 104-105. Engkau mengetahui keadaanku dan keadaan anak kecil tersebut. dalam berbagai lapangan ilmu ke-Islaman. Al-Jubbai : Tuhan akan berkata: “Aku lebih tahu tentang engkau. juga menolak pikiran-pikiran Aristoteles. Kalau sekiranya Tuhan menghidupkan aku (sampai besar). Kalau engkau hidup sampai besar.al-Asy’ari : Anak kecil akan menjawab: “Itu bukan salah saya. juga karena ia melihat ada perpecahan di kalangan kaum muslimin yang bisa melemahkan mereka. Anthropomorphist. Akan tetapi sebagian besar dari kegiatannya digunakan untuk menghadapi aliran Mu’tazilah seperti al-Jubbai. Hanafi. h. al-Asy’ari : Kalau orang kafir tersebut berkata: “Ya Tuhan. (Bandung: PT. tentu aku akan mengerjakan segala ketaatan seperti orang mu’min tersebut”.1 1 A. A. tentu akan mendurhakai Aku dan Aku akan menyiksa engkau”.

Di masjid Basra. 2 . Jauhar adalah suatu hal yang mungkin. beliau menulis 35 lembar dari buku yang hendak dikarangnya. yaitu Al-Asy’ari. Jahamiyah dan Karamiyah. setiap harinya. Khawarij. Karyanya banyak membahas aliran-aliran sesat yang berkembang di masanya. 6 Oktober 2010. tempat kelahiran gurunya. berseru di samping jenazahnya: "Orang ini adalah pembela al-Sunnah dan agama. artinya bisa wujud dan bisa tidak. TOKOH-TOKOH ALIRAN AY’ARIYAH Suatu unsur utama bagi kemajuan aliran Asy’ariyah. diduga kelahiran kota Basrah.000 lembar buku sepanjang hidupnya". Sheikh Abu l-Fadhl al-Tamimi (w.2 Al-Baqillani dikenal sebagai seorang ulama bermadzhab Maliki dan cendekiawan yang ulung. simpatik dan banyak jasanya dalam pembelaan agama. ia terkenal cerdas otaknya. dan menurutnya tiap-tiap aradh mempunyai lawan aradh pula. (http://delsajoesafira.blogspot. Mu'tazilah. Orang inilah yang menulis 70. beliau membina halaqah kajian yang dijubeli para pecinta ilmu. Tokoh-tokoh tersebut antara lain : • Al-Baqillani (wafat 403 H) Namanya Abu Bakar Muhammad bin Tayib. Ibn Taimiyyah mengatakan bahwa beliau adalah mutakallim (theologian) yang paling utama dalam aliran al-Asha’irah. 410H). Ibn ‘Asakir berkata: "Sesungguhnya Sheikh Abu al-Qasm ibn Burhan al-Nahwi berkata: Barang siapa pernah menghadiri halaqah perdebatan al-Qadhi Abu Bakr. “Aliran Asy’ariyah”. ulama terkemuka dan pemimpin mazhab Hanbali kala itu. seperti Rafidhah. Al-Baqillani mengambil teori atom yang telah dibicarakan oleh aliran mu’tazillah sebagai dasar penetapan kekuasaan Tuhan yang tak terbatas. 19:17.html).B. maka dia tidak akan pernah merasakan Joesafira. Sebagai ulama yang produktif. Disinilah terjadi mukjizat itu karena mukjizat tidak lain hanyalah penyimpangan dari kebiasaan. ialah karena aliran ini memiliki tokoh-tokoh yang kenamaan. serta pejuang shari'ah.com/2010/04/aliranasyariyah. Tidak mengherankan jika di saat wafatnya. seperti halnya aradh.

di antaranya adalah al-Insaf fi ma yajibu I'tiqaduhu wa la yajuzu l-jahlu bihi. penyair maupun penyayi sekalipun. dikarenakan tutur bahasanya dan kefasihannya yang menakjubkan dan sistematis.com/journal/item/283/Al-Baqillani_dan_Penyimpangan_Aliranaliran_dalam_Islam).3 • • • • Ibnu Faurak (wafat 406 H) Ibnu Ishak al-Isfaraini (wafat 418 H) Abdul Khair al-Bagdadi (wafat 429 H) Imam al-Haramain al-Juwaini (wafat 478 H) Beliau lahir di Khurasan tahun 419 Hijriyah dan wafat pada tahun 478 Hijriyah.multiply. 19:28. Daya yang ada pada manusia itu mempunyai efek.lagi indahnya perkataan seorang pun setelahnya. (http://peaceman. kemudian premis-premis ini dikembangkannya hingga menjadi teori khas dan dikenal sebagai metode kalam para mutakallim klasik. Menilik dari judulnya. mata Tuhan diartikan penglihatan Tuhan dan wajah Tuhan diartikan Wujud Tuhan. 06 Oktober 2010. 3 . Mengenai soal perbuatan manusia. ulama fiqh. sedangkan mengenai Tuhan duduk diatas takhta kerajaan diartikan Tuhan berkuasa dan Maha Tinggi. orator. Hampir sama dengan Al-Baqillani. M. Teori tersebut disebut mabda' al-ta’akus bayna l-dalil wa l-madlul (an inversion between thing and meaning)." Di antara hasil pemikiran beliau yang paling utama adalah peletakan premis-premis rasional untuk membangun argumentasi temporalnya alam dan sifat-sifat wajib Allah. ajaran-ajaran yang disampaikannya banyak yang bertentangan dengan ajaran Al-Asy’ari.A. Namanya aslinya tidak begitu dikenal malah ia terkenal dengan nama Iman Al-Haramain. ia mempunyai pendapat yang lebih jauh dari Al-Baqillani. Misalnya Tangan Tuhan diartikan (ta’wil) kekuasaan Tuhan. baik dari ulama kalam. Henri Shalahuddin. “Al-Baqillani dan Penyimpangan Aliran-aliran dalam Islam”. Al-Baqillani meninggalkan sekitar 52 karya. yang menjelaskan tentang apa yang wajib diyakini oleh umat dan tidak boleh untuk tidak diketahui (diabaikan).. buku tersebut ditujukan untuk masyarakat awam dan bersifat populer.

Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah.co. Imam Al-Ghazali meninggal dunia pada 14 Jumadil Akhir tahun 505 Hijriah bersamaan dengan tahun 1111 Masehi di Thus. Wujud perbuatan manusia tergantung pada daya yang ada pada manusia. Ia digelar Hujjatul Islam karena kemampuannya tersebut.tetapi efeknya serupa dengan efek yang terdapat antara sebab dan musabab. 06 Oktober 2010. 1058 / 450 H – meninggal di Thus. Ia sangat dihormati di dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupakan pusat kebesaran Islam. pusat pengajian tinggi di Baghdad. Ia berasal dari keluarga yang miskin. Persia (Iran). Gelar beliau al-Ghazali ath-Thusi berkaitan dengan ayahnya yang bekerja sebagai pemintal bulu kambing dan tempat kelahirannya yaitu Ghazalah di Bandar Thus. 4 .indiaonech. wujud daya itu bergantung pada sebab yang lain dan wujud sebab itu bergantung pula pada sebab yang lain dan demikianlah seterusnya hingga sampai pada sebab dari segala sebab yaitu Tuhan. yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan. Ia pernah memegang jawatan sebagai Naib Kanselor di Madrasah Nizhamiyah. Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama. ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. umur 52–53 tahun) adalah seorang filosof dan teolog muslim Persia. Khurasan.html). 1111 / 14 Jumadil Akhir 505 H. Ia berkuniah Abu Hamid karena salah seorang anaknya bernama Hamid. ahli pikir. Sedangkan gelar asySyafi'i menunjukkan bahwa beliau bermazhab Syafi'i. “Aliran Al-Asy’ariyah dan Al-Maturidiyah”.4 • • Abdul Mudzaffar al-Isfaraini (wafat 478 H) Al-Ghazali (wafat 505 H) Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asySyafi'i (lahir di Thus. Jenazahnya dikebumikan di tempat kelahirannya.cc/1_43_Asy-ariyah-dan-Maturidiyah. (http://www. Ia berjaya menguasai pelbagai bidang Indiaonech. Ayahnya mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu ingin anaknya menjadi orang alim dan saleh. 19:38.

Ia sangat kuat beribadat. Pendidikan yang diperoleh pada peringkat ini membolehkan beliau menguasai Bahasa Arab dan Parsi dengan fasih. dan Imam Harmaim di Naisabur.filsafat. Ia telah mengembara ke beberapa tempat seperti Mekkah.ilmu pengetahuan. Hal ini menyebabkan beliau benci kepada sifat riya. Selepas itu. Imam al-Ghazali telah mengembara selama 10 tahun. zuhud. sombong. Oleh sebab minatnya yang mendalam terhadap ilmu. dan tidak gemar kepada kemewahan. Ia terkenal sebagai ahli filsafat Islam yang telah mengharumkan nama ulama di Eropa melalui hasil karyanya yang sangat bermutu tinggi. beliau mendapat pendidikan secara gratis dari beberapa orang guru karena kemiskinan keluarganya. kepalsuan. Jerusalem. beliau telah mempelajari karya ahli sufi ternama seperti al-Junaid Sabili dan Bayazid Busthami. Pada tingkat dasar. beliau melanjutkan pelajarannya dengan Ahmad ar-Razkani dalam bidang ilmu fiqih. Ia juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk bermusafir dan mengembara serta meninggalkan kesenangan hidup demi mencari ilmu pengetahuan. Sejak kecil lagi beliau telah dididik dengan akhlak yang mulia. beliau mula mempelajari ilmu ushuluddin. Oleh sebab Imam al-Ghazali memiliki ketinggian ilmu.Madinah. dan mempelajari segala pendapat keeempat mazhab hingga mahir dalam bidang yang dibahas oleh mazhab-mazhab tersebut. Abu Nasr al-Ismail di Jarajan.Mesir dan Jerusalem untuk berjumpa dengan ulama-ulama di sana untuk mendalami ilmu pengetahuannya yang ada. Dalam pengembaraan. Ia telah mengunjungi tempat-tempat suci di daerah Islam yang luas seperti Mekkah. dan Mesir. Kemudian beliau dilantik pula sebagai Naib Kanselor di sana. megah. wara. Madinah. kemegahan dan mencari sesuatu untuk mendapat ridha Allah SWT. ilmu mantiq. takabur. beliau . Sebelum beliau memulai pengembaraan. dan sifat-sifat tercela yang lain. Imam al-Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan. beliau telah dilantik menjadi mahaguru di Madrasah Nizhamiah (sebuah universitas yang didirikan oleh perdana menteri) di Baghdad pada tahun 484 Hijrah. usul fiqih.

Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy. Ibnu Sina menyelesaikan hampir seluruh karyanya. Teheran pada tahun 251 H. ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad./865 dan wafat pada tahun 313 H/925. ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Pada umurnya yang ke-30. Dahulu. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam. Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran. “Al-Ghazali”. Ia lahir di Rayy.menulis kitab Ihya Ulumuddin yang memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah. Kemudian dia mencari dokter yang bisa menyembuhkan matanya. . Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari. dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran. Di kota ini juga. Dalam bidang kedokteran. ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi tapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi. seorang dokter dan filsuf yang lahir di Merv. kimia. 19:47. ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy. Saat masih kecil.5 • • • Ibnu Tumart (wafat 524 H) Asy-Syihristani (wafat 548 H) Ar-Razi (1149-1209 M) Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi (Persia:‫ )أبوبكر الرازي‬atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 . Sekembalinya ke Teheran. gurunya merupakan seorang 5 Wikipedia.wikipedia.org/wiki/Al-Ghazali). matematika dan kesastraan. Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Hijirah dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Hijriah. 06 Oktober 2010.930. (http://id. Iran.

wikipedia. al-Mu'tashim. PANDANGAN-PANDANGAN ASY’ARIYAH 6 Wikipedia. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist. “Ar-Razi”. 19:56. (http://id. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq.Yahudi yang kemudian berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah. Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi. Selain itu.6 • • Al-Iji (wafat 756 H/1359 M) As-Sanusi (wafat 895 H) C. ar-Razi dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya. penguasa Samania.org/wiki/Ar-Razi). ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang dokter disana. dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. ar-Razi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad. Ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Beberapa tahun kemudian. ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy. . 06 Oktober 2010.

Mereka menentang konsep janji dan ancaman (al-wa’d wa al-wa’id). namun tidak dengan cara seperti yang ada pada makhluk. Berkenaan dengan lima dasar pemikiran Muktazilah. Perbuatan-perbuatan manusia bukan aktualisasi diri manusia. di antaranya ialah: 1. Apa pun yang dilakukan Allah adalah adil. itu satu kezaliman. Mereka berkata. Sedangkan Allah Maha-adil. dan amar maksruf nahi mungkar. dan perbuatan. Karena kalau ia bukan makhluk. mereka jadikan kedok untuk menyatakan pendapat bahwa Al-Qur’an itu makhluk. melaksanakan ancaman. Arti keadilan. 4. hal itu dapat dibantah sebagai berikut. berarti ada beberapa sesuatu yang tidak berawal. yang mendengar. dijadikan kedok oleh Muktazilah untuk menafikan takdir. yang dahulunya tidak ada. dan bukan ciptaan Allah. Adapun tauhid. 2. seperti yang melihat. 7. Bahwa Tuhan mempunyai sifat. tauhid. sebaba tidak mungkin pada diri seseorang tidak ada iman dan sekaligus tidak ada kafir. tak akan berbuat zalim. melainkan diciptakan oleh Tuhan. Konsekuensi pondasi berpikir mereka . Karena kalau Allah menciptakan mereka lalu menyiksanya. dan sebagainya. 5. antara dua kedudukan. melainkan tidak seperti apapun. Mustahil kalau Tuhan mempunyai sifat. tidak berarti bahwa Allah itu adanya karena diciptakan. Tuhan dapat dilihat kelak di akhirat. yaitu memiliki atau melakukan sesuatu seperti yang dilakukan makhluk. Artinya harus ditakwilkan lain. “Allah tak mungkin menciptakan kebururkan atau memutuskannya. Menolak konsep tentang posisi tengah (manzilah bainal manzilataini). Harus dibedakan antara iman.Adapun pandangan-pandangan Asy’ariyah yang berbeda dengan Muktazilah. yaitu keadilan. kafir. Al-Qur’an itu qadim. Mengenai anthropomorfisme. jangan dibayangkan bagaimananya. Keadilan Tuhan terletak pada keyakinan bahwa Tuhan berkuasa mutlak dan berkehendak mutlak. 3. 6.

dan seluruh sifat-Nya adalah makhluk. Menurutnya. wajah Allah harus diartikan sebagai wujud Allah. kekuasaan-Nya.Baqillani (w. melainkan hal Allah. tidak begitu saja menerima ajaran-ajaran Asy’ari. Menurut al-Baqillani yang tepat bukan sifat Allah. Mata Allah harus dipahami sebagai penglihatan Allah. tapi tidak terjerumus pada kekufuran. Ancaman menurut Muktazilah. Jadi. sementara Allah hanya memberikan potensi dalam diri manusia. menurut mereka. 1013 M). Adapun yang mereka maksud dengan di antara dua kedudukan bahwa orang yang melakukan dosa besar tidak keluar dari keimanan. Pengikut Asy’ari lain yang juga menunjukkan penyimpangan adalah Abdul Malik al-Juwaini yang dijuluki Imam al-Haramain (419-478 H). kalau Allah sudah memberi ancaman kepada sebagian hamba-Nya. Selanjutnya ia beranggapan bahwa perbuatan manusia bukan semata-mata ciptaan Allah. sesuai dengan pendapat Abu Hasyim dari Muktazilah. Allah tak akan memafkan dan memberi ampun siapa saja yang Dia kehendaki. Termasuk kandungannya ialah boleh memberontak kepada para pemimpin dengan memeranginya apabila mereka .yang rusak ini bahwa ilmu Allah. manusia mempunyai andil yang efektif dalam perwujudan perbuatannya. Karena Allah selalu memenuhi janji-Nya. banyak yang mengkritik paham Asy’ari. Sedangkan konsep amar makruf nahi mungkar menurut Muktazilah ialah wajib menyuruh orang lain dengan apa yang diperintahkan berlaku zalim. Dia pasti menyiksanya dan tak mungkin mengingkari janji-Nya. Misalnya tentang anthropomorfisme al-Juwaini beranggapan bahwa yang disebut tangan Allah harus diartikan (ditakwilkan) sebagai kekuasaan Allah. seperti pendapat Asy’ari. Misalnya tentang sifat Allah dan perbuatan manusia. dan seterusnya kepada mereka. Koreksi atas pandangan Asy’ari Beberapa tokoh pengikut dan penerus Asy’ari. Di antaranya ialah sebagai berikut: Muhammad Abu Baki al. Sebab kalau tidak akan terjadi kontradiksi.

html). Al-Qur’an bersifat qadim dan tidak diciptakan. tidak wajib memberi ganjaran pada manusia. ”Aliran Asy’ariyah”. 7 .blogspot. Mengenai perbuatan manusia. 4.com/2009/03/aliran-asyariyah. AlGhazali meyakini bahwa: 1. 3. 2. Tuhanlah yang menciptakan daya dan perbuatan Tuhan dapat dilihat karena tiap-tiap yang mempunyai wujud pasti dapat dilihat. 17:30. dan bahkan Tuhan boleh memberi beban yang tak dapat dipikul kepada manusia. (http://kalamstai.Pengikut Asy’ari yang terpenting dan terbesar pengaruhnya pada umat Islam yang beraliran Ahli sunnah wal jamaah ialah Imam Al-Ghazali. Berkat Al-Ghazali paham Asy’ari dengan sunah wal jamaahnya berhasil berkembang ke mana pun. Para Ulama yang Berpaham Asy-'ariyah Di antara para ulama besar dunia yang berpaham akidah ini dan sekaligus juga menjadi tokohnya antara lain: • • • • • Al-Ghazali (450-505 H/ 1058-1111M) Al-Imam Al-Fakhrurrazi (544-606H/ 1150-1210) Abu Ishaq Al-Isfirayini (w 418/1027) Al-Qadhi Abu Bakar Al-Baqilani (328-402 H/950-1013 M) Abu Ishaq Asy-Syirazi (293-476 H/ 1003-1083 M) Mereka yang berakidah ini sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah paling dekat di antara yang lain kepada ahlus sunnah wal jamaah. Sementara itu paham Muktazilah mengalami pasang surut selama masa Daulat Bagdad. tergantung dari kecenderungan paham para khalifah yang berkuasa.7 Rudi Arlan Al-Farisi. Aliran mereka adalah polarisasi antara wahyu dan filsafat. Tampaknya paham teologi cenderung kembali pada paham-paham Asy’ari. Tuhan mempunyai sifat-sifat qadim yang tidak identik dengan zat Tuhan dan mempunyai wujud di luar zat. Tuhan tidak berkewajiban menjaga kemaslahatan (ash-shalah wal ashlah) manusia. 6 Oktober 2010. meski pada masa itu aliran Muktazilah amat kuat di bawah dukungan para khalifah Abasiyah.

dan Muawiyah r. antara dua kedudukan. Asy-Syihristani. Al-Iji. Ar-Razi. al-Isfaraini.a. Aliran ini merupakan aliran yang terpecah dari aliran Mu’tazilah. Keadilan. Ibnu Faurak. al-Ghazali. Ibnu Ishak al-Isfaraini. Aliran ini memisahkan diri dari aliran Mu’tazilah karena Abu al-Hasan ‘Ali tidak puas dengan konsepsi aliran Mu’tazilah dan sering berdebat dengan tokoh aliran Mu’tazilah yang berakhir dengan terlihatnya kelemahan aliran Mu’tazilah. . dan amar maksruf nahi mungkar merupakan lima aspek paham Mu’tazilah yang dibantah secaragamblang oleh Asy’ariyah. melaksanakan ancaman. Ibnu Taumart. dan As-Sanusi. al-Juwaini.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dari uraian di atas. keturunan Abu Musa al-Asy’ari seorang sahabat dan perantara dalam sengketa antara Ali r.a. Tokoh-tokoh aliran ini diantaranya adalah Al-Baqillani. tauhid. Abdul Kahir al-Bagdadi. kami dapat mengambil kesimpulan bahwa aliran alAsy’ariyah merupakan aliran yang didirikan oleh Abu al-Hasan ‘Ali bi Ismail al-Asy’ari yang dilahirkan di kota Basrah Irak pada tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/935M.

M.html).blogspot. “Aliran Al-Asy’ariyah dan Al-Maturidiyah”. Wikipedia.wikipedia.com/2009/03/aliran. (http://www. Henri Shalahuddin. “Ar-Razi”.cc/1_43_Asy-ariyah-dan-Maturidiyah..multiply.html). (http://id. .html). 1995). “Al-Baqillani dan Penyimpangan Aliran-aliran dalam Islam”. Pengantar Theologi Islam.org/wiki/Al-Ghazali).blogspot.wikipedia. ”Aliran Asy’ariyah”. (Bandung: PT. (http://kalamstai. (http://peaceman. Joesafira. M.com/journal/item/283/AlBaqillani_dan_Penyimpangan_Aliran-aliran_dalam_Islam).. Hanafi. (http://id. “Al-Ghazali”.indiaonech. Alhusna Zikra.org/wiki/Ar-Razi).A.DAFTAR PUSTAKA A. Indiaonech.co.com/2010/04/aliran-asyariyah. (http://delsajoesafira.asyariyah. Rudi Arlan Al-Farisi. Wikipedia. “Aliran Asy’ariyah” .A.

Shalawat beserta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya. Oleh karena itu. kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun sehingga kami dapat lebih baik pada waktu pembuatan makalah yang akan datang. Kami menyadari sepenuhnya dalam pembuatan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. tabi’innya. 07 Oktober 2010 Penulis . Akan tetapi.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat inayahNya jualah kami dapat meyelesaikan tugas makalah ini. Oleh karena itu. Bandung. kepada Allah SWT jualah kami serahkan semua pengorbanan. Akhirnya. kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini. dan insya Allah kepada kita selaku umatnya. Amin. Dalam pembuatan makalah ini tidak terlepas dari kendala-kendala yang hadir tatkala kami sedang dalam proses penyusunan materi. Semoga senantiasa mendapat Ridha dan Maghfiroh-Nya. Makalah yang berjudul “Aliran Asy-‘ariyah ini penulis buat dengan harapan dapat menambah pengetahuan kita mengenai aliran-aliran ilmu kalam dan juga sebagai salah satu tugas mata kuliah ilmu kalam. akhirnya kendala-kendala tersebut dapat kami hadapi dengan baik berkat teamwork yang baik dan juga bimbingan dari dosen mata kuliah ilmu kalam. sahabatnya. derap langkah dan ayunan tangan kami.

..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................................................................................................................................................. DAFTAR ISI A............ Tujuan ......................................................................................... ........................................ Sejarah Singkat ......... BAB II PENUTUP KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA ................ Tokoh-tokoh Aliran Asy’ariyah ............ i ii 1 1 2 4 10 13 14 ................................................................. Pandangan-pandangan Asy’ariyah ................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang ........................................... ............... C.. B.... B.............................. BAB II PEMBAHASAN ALIRAN ASY’ARIYAH A.....................

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kalam Disusun Oleh : Agung Jehan Ahmad Zakariya Millati Hanifa Ulfah Nuraini Prodi Perbandingan Madzhab dan Hukum FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG .