BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Hal yang paling mendasar dalam pentingnya pembuatan makalah ini adalah pada mata kuliah ilmu kalam, kelompok kami mendapakan tugas untuk mempresentasikan sebuah aliran ilmu kalam yaitu aliran Asy-‘ariyah. Pada bab yang membahas tentang sejarah munculnya aliran-aliran ilmu kalam, di dalamnya dikatakan bahwa aliran-aliran ilmu kalam awal mulanya muncul setelah peristiwa arbitrase. Peristiwa arbitrase adalah peristiwa negosiasi antara Sayyidina Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Setelah peristiwa tersebut, muncul berbagai aliran-aliran ilmu kalam yang diantaranya adalah aliran Khowarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah dan Jabariyah. Setiap aliran tersebut memiliki dasar pemikiran yang berbeda. Bahkan aliran Asy’ariyah merupakan aliran yang paham pemikirannya sangat bertentangan dengan aliran Mu’tazilah. Hal ini dikarenakan pendiri aliran Asy’ariyah merupakan mantan pengikut aliran Mu’tazilah. B. TUJUAN Tujuan yang ingin kami capai dalam pembuatan makalah ini diantaranya adalah kita dapat mengetahui siapa pendiri aliran ini, apa yang melatar belakangi terbentuknya aliran ini, siapa saja tokoh-tokohnya, dan mengetahui perbedaan pandangan yang mendasar dan yang menyebabkan aliran Asy’ariyah menentang aliran Mu’tazilah.

BAB II PEMBAHASAN ALIRAN AL-ASY’ARIYAH A. dapatkah ia? al-Jabbai : Tidk dapat. karena akan dikatakan kepadanya: “Orang mu’min tersebut mendapat tingkatan tertinggi karena ia menjalankan ketaatan.a.a. Kemudian setelah itu beliau melepas paham Mu’tazilah sebagai paham yang dahulu ia pegang. alAsy’ari berguru pada seorang tokoh Mu’tazilah terkenal. dilahirkan di kota Basrah Irak pada tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/935M. sedangkan engkau tidak. dan anak kecil tergolong orang yang selamat. Sebelum beliau mengasingkan diri selama 15 hari. orang kafir dan anak kecil (yang mati) ? al-Jubbai : Orang mu’min mendapat tingkatan yang tertinggi (sorga). keturunan Abu Musa al-Asy’ari seorang sahabat dan perantara dalam sengketa antara Ali r. al-Asy’ari : Bagaimana pendapat tuan tentang orang mu’min.” . beliau sebelumnya sering berdebat dengan al-Jubbai. untuk mempelajari ajaran-ajaran Mu’tazilah dan memahaminya. orang kafir masuk neraka. ada sebagian riwayat yang mengatakan bahwa pada waktu itu beliau pergi mengasingkan diri dari orang banyak selama 15 hari. Pada waktu kecilnya. Aliran ini dianutnya sampai usia 40 tahun dan tidak sedikit dari umurnya digunakan untuk mengarag buku-buku ke-Mu’tazilahan. al-Asy’ari : Kalau anak kecil tersebut ingin mencapai tingkatan tertinggi. dan Muawiyah r. tentang dasar paham aliran Mu’tazilah dan sering-sring berakhir dengan terlihatnya kelemahan paham Mu’tazilah. gurunya. Tetapi setelah beliau berusia 40 tahun. Abu Ali al-Jubbai. SEJARAH SINGKAT Nama beliau adalah Abu al-Hasan ‘Ali bi Ismail al-Asy’ari. Di antara perdebatan-perdebatan itu ialah mengenai soal al-ashlah (“keharusan mengerjakan yang terbaik bagi Tuhan”).

Hanafi. Al-Jubbai : Tuhan akan berkata: “Aku lebih tahu tentang engkau. Kalau engkau hidup sampai besar. (Bandung: PT. beliau menolak paham golongan-golongan Materialist. Jadi aku mengambil yang lebih baik (lebih menguntungkan) bagimu dan Aku matikan engkau sebelum dewasa”. Kalau sekiranya Tuhan menghidupkan aku (sampai besar). Akan tetapi sebagian besar dari kegiatannya digunakan untuk menghadapi aliran Mu’tazilah seperti al-Jubbai. Al-Asy’ari meninggalkan aliran Mu’tazilah selain karena merasa tidak puas terhadap konsepsi aliran tersebut dalam soal-soal seperti di atas. al-Asy’ari : Kalau orang kafir tersebut berkata: “Ya Tuhan. M. Mengapa terhadap aku Engkau tidak mengambil tindakan yang lebih baik bagiku (lebih menguntungkan)?” Kemudian diamlah al-Jubbani dan tidak dapat menjawab lagi. kurang lebih 90 buah. Semasa hidupnya beliau banyak meninggalkan karangankarangan. juga menolak pikiran-pikiran Aristoteles. al-“Allaf dan sebaginya. juga karena ia melihat ada perpecahan di kalangan kaum muslimin yang bisa melemahkan mereka. Khawarij dan golongan-golongan Islam lain. h. . 104-105.1 1 A. A. Anthropomorphist. kalau tidak segera diakhiri.al-Asy’ari : Anak kecil akan menjawab: “Itu bukan salah saya. Alhusna Zikra. Engkau mengetahui keadaanku dan keadaan anak kecil tersebut. 1995. tentu aku akan mengerjakan segala ketaatan seperti orang mu’min tersebut”. bahkan ditujukan terhadap dirinya sendiri ketika ia masih menjadi orang Mu’tazilah. tentu akan mendurhakai Aku dan Aku akan menyiksa engkau”. dalam berbagai lapangan ilmu ke-Islaman.Pengantar Theology Islam.

yaitu Al-Asy’ari.000 lembar buku sepanjang hidupnya". berseru di samping jenazahnya: "Orang ini adalah pembela al-Sunnah dan agama. Mu'tazilah. ulama terkemuka dan pemimpin mazhab Hanbali kala itu. TOKOH-TOKOH ALIRAN AY’ARIYAH Suatu unsur utama bagi kemajuan aliran Asy’ariyah. Ibn Taimiyyah mengatakan bahwa beliau adalah mutakallim (theologian) yang paling utama dalam aliran al-Asha’irah. dan menurutnya tiap-tiap aradh mempunyai lawan aradh pula. ialah karena aliran ini memiliki tokoh-tokoh yang kenamaan. seperti halnya aradh. Al-Baqillani mengambil teori atom yang telah dibicarakan oleh aliran mu’tazillah sebagai dasar penetapan kekuasaan Tuhan yang tak terbatas. beliau menulis 35 lembar dari buku yang hendak dikarangnya.com/2010/04/aliranasyariyah. Disinilah terjadi mukjizat itu karena mukjizat tidak lain hanyalah penyimpangan dari kebiasaan. Tidak mengherankan jika di saat wafatnya. (http://delsajoesafira. beliau membina halaqah kajian yang dijubeli para pecinta ilmu. ia terkenal cerdas otaknya. Khawarij. Karyanya banyak membahas aliran-aliran sesat yang berkembang di masanya.html). 19:17. Jauhar adalah suatu hal yang mungkin. 2 . setiap harinya.blogspot. 410H). “Aliran Asy’ariyah”. serta pejuang shari'ah. Jahamiyah dan Karamiyah. seperti Rafidhah. tempat kelahiran gurunya. 6 Oktober 2010.B. Ibn ‘Asakir berkata: "Sesungguhnya Sheikh Abu al-Qasm ibn Burhan al-Nahwi berkata: Barang siapa pernah menghadiri halaqah perdebatan al-Qadhi Abu Bakr. Tokoh-tokoh tersebut antara lain : • Al-Baqillani (wafat 403 H) Namanya Abu Bakar Muhammad bin Tayib. Sebagai ulama yang produktif. Di masjid Basra.2 Al-Baqillani dikenal sebagai seorang ulama bermadzhab Maliki dan cendekiawan yang ulung. artinya bisa wujud dan bisa tidak. diduga kelahiran kota Basrah. maka dia tidak akan pernah merasakan Joesafira. Orang inilah yang menulis 70. simpatik dan banyak jasanya dalam pembelaan agama. Sheikh Abu l-Fadhl al-Tamimi (w.

3 . Daya yang ada pada manusia itu mempunyai efek. 06 Oktober 2010. 19:28. ajaran-ajaran yang disampaikannya banyak yang bertentangan dengan ajaran Al-Asy’ari. di antaranya adalah al-Insaf fi ma yajibu I'tiqaduhu wa la yajuzu l-jahlu bihi.com/journal/item/283/Al-Baqillani_dan_Penyimpangan_Aliranaliran_dalam_Islam). sedangkan mengenai Tuhan duduk diatas takhta kerajaan diartikan Tuhan berkuasa dan Maha Tinggi. kemudian premis-premis ini dikembangkannya hingga menjadi teori khas dan dikenal sebagai metode kalam para mutakallim klasik. yang menjelaskan tentang apa yang wajib diyakini oleh umat dan tidak boleh untuk tidak diketahui (diabaikan). ulama fiqh. M. Hampir sama dengan Al-Baqillani. Mengenai soal perbuatan manusia. Henri Shalahuddin.lagi indahnya perkataan seorang pun setelahnya. (http://peaceman. mata Tuhan diartikan penglihatan Tuhan dan wajah Tuhan diartikan Wujud Tuhan. Misalnya Tangan Tuhan diartikan (ta’wil) kekuasaan Tuhan. baik dari ulama kalam. ia mempunyai pendapat yang lebih jauh dari Al-Baqillani. Menilik dari judulnya.3 • • • • Ibnu Faurak (wafat 406 H) Ibnu Ishak al-Isfaraini (wafat 418 H) Abdul Khair al-Bagdadi (wafat 429 H) Imam al-Haramain al-Juwaini (wafat 478 H) Beliau lahir di Khurasan tahun 419 Hijriyah dan wafat pada tahun 478 Hijriyah.multiply. dikarenakan tutur bahasanya dan kefasihannya yang menakjubkan dan sistematis. orator. “Al-Baqillani dan Penyimpangan Aliran-aliran dalam Islam”." Di antara hasil pemikiran beliau yang paling utama adalah peletakan premis-premis rasional untuk membangun argumentasi temporalnya alam dan sifat-sifat wajib Allah.. Teori tersebut disebut mabda' al-ta’akus bayna l-dalil wa l-madlul (an inversion between thing and meaning). buku tersebut ditujukan untuk masyarakat awam dan bersifat populer. Namanya aslinya tidak begitu dikenal malah ia terkenal dengan nama Iman Al-Haramain.A. Al-Baqillani meninggalkan sekitar 52 karya. penyair maupun penyayi sekalipun.

1111 / 14 Jumadil Akhir 505 H. Ia berasal dari keluarga yang miskin. (http://www.co. Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah.indiaonech. Ia sangat dihormati di dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupakan pusat kebesaran Islam. ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. Gelar beliau al-Ghazali ath-Thusi berkaitan dengan ayahnya yang bekerja sebagai pemintal bulu kambing dan tempat kelahirannya yaitu Ghazalah di Bandar Thus. Ia berjaya menguasai pelbagai bidang Indiaonech. yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan. Khurasan.cc/1_43_Asy-ariyah-dan-Maturidiyah. Wujud perbuatan manusia tergantung pada daya yang ada pada manusia. Ia berkuniah Abu Hamid karena salah seorang anaknya bernama Hamid. Persia (Iran). Imam Al-Ghazali meninggal dunia pada 14 Jumadil Akhir tahun 505 Hijriah bersamaan dengan tahun 1111 Masehi di Thus.html). umur 52–53 tahun) adalah seorang filosof dan teolog muslim Persia.4 • • Abdul Mudzaffar al-Isfaraini (wafat 478 H) Al-Ghazali (wafat 505 H) Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asySyafi'i (lahir di Thus. Jenazahnya dikebumikan di tempat kelahirannya. pusat pengajian tinggi di Baghdad.tetapi efeknya serupa dengan efek yang terdapat antara sebab dan musabab. 19:38. Sedangkan gelar asySyafi'i menunjukkan bahwa beliau bermazhab Syafi'i. wujud daya itu bergantung pada sebab yang lain dan wujud sebab itu bergantung pula pada sebab yang lain dan demikianlah seterusnya hingga sampai pada sebab dari segala sebab yaitu Tuhan. Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama. 1058 / 450 H – meninggal di Thus. ahli pikir. Ayahnya mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu ingin anaknya menjadi orang alim dan saleh. Ia pernah memegang jawatan sebagai Naib Kanselor di Madrasah Nizhamiyah. 06 Oktober 2010. “Aliran Al-Asy’ariyah dan Al-Maturidiyah”. 4 . Ia digelar Hujjatul Islam karena kemampuannya tersebut.

Jerusalem. Imam al-Ghazali telah mengembara selama 10 tahun. ilmu mantiq. beliau melanjutkan pelajarannya dengan Ahmad ar-Razkani dalam bidang ilmu fiqih. Oleh sebab minatnya yang mendalam terhadap ilmu. Ia telah mengembara ke beberapa tempat seperti Mekkah. Hal ini menyebabkan beliau benci kepada sifat riya. Ia telah mengunjungi tempat-tempat suci di daerah Islam yang luas seperti Mekkah. kemegahan dan mencari sesuatu untuk mendapat ridha Allah SWT. Sejak kecil lagi beliau telah dididik dengan akhlak yang mulia. beliau telah mempelajari karya ahli sufi ternama seperti al-Junaid Sabili dan Bayazid Busthami. beliau mendapat pendidikan secara gratis dari beberapa orang guru karena kemiskinan keluarganya.Mesir dan Jerusalem untuk berjumpa dengan ulama-ulama di sana untuk mendalami ilmu pengetahuannya yang ada. usul fiqih. takabur. megah. dan Imam Harmaim di Naisabur. Ia sangat kuat beribadat.ilmu pengetahuan. Ia terkenal sebagai ahli filsafat Islam yang telah mengharumkan nama ulama di Eropa melalui hasil karyanya yang sangat bermutu tinggi. kepalsuan. Ia juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk bermusafir dan mengembara serta meninggalkan kesenangan hidup demi mencari ilmu pengetahuan. Kemudian beliau dilantik pula sebagai Naib Kanselor di sana. Pendidikan yang diperoleh pada peringkat ini membolehkan beliau menguasai Bahasa Arab dan Parsi dengan fasih. Imam al-Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan.filsafat. beliau telah dilantik menjadi mahaguru di Madrasah Nizhamiah (sebuah universitas yang didirikan oleh perdana menteri) di Baghdad pada tahun 484 Hijrah. Dalam pengembaraan. Selepas itu. dan Mesir. sombong. Oleh sebab Imam al-Ghazali memiliki ketinggian ilmu. dan mempelajari segala pendapat keeempat mazhab hingga mahir dalam bidang yang dibahas oleh mazhab-mazhab tersebut. Abu Nasr al-Ismail di Jarajan. zuhud. Sebelum beliau memulai pengembaraan. beliau mula mempelajari ilmu ushuluddin. beliau . dan tidak gemar kepada kemewahan.Madinah. Pada tingkat dasar. dan sifat-sifat tercela yang lain. Madinah. wara.

gurunya merupakan seorang 5 Wikipedia. ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi tapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi.5 • • • Ibnu Tumart (wafat 524 H) Asy-Syihristani (wafat 548 H) Ar-Razi (1149-1209 M) Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi (Persia:‫ )أبوبكر الرازي‬atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 . Ibnu Sina menyelesaikan hampir seluruh karyanya. ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. “Al-Ghazali”./865 dan wafat pada tahun 313 H/925. dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran. ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Hijirah dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Hijriah. . Iran. Dalam bidang kedokteran. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran. kimia. seorang dokter dan filsuf yang lahir di Merv. Sekembalinya ke Teheran. (http://id. Dahulu. 19:47. Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari. matematika dan kesastraan. Ia lahir di Rayy. Teheran pada tahun 251 H. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Saat masih kecil. Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat. Kemudian dia mencari dokter yang bisa menyembuhkan matanya.wikipedia.930. Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy. ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy.menulis kitab Ihya Ulumuddin yang memberi sumbangan besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah. Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam. Pada umurnya yang ke-30. Di kota ini juga. 06 Oktober 2010.org/wiki/Al-Ghazali).

Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi. 06 Oktober 2010. ar-Razi dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya. al-Mu'tashim. Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang dokter disana.wikipedia. ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist. dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. Selain itu. PANDANGAN-PANDANGAN ASY’ARIYAH 6 Wikipedia. .org/wiki/Ar-Razi). penguasa Samania. ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy. “Ar-Razi”.Yahudi yang kemudian berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah.6 • • Al-Iji (wafat 756 H/1359 M) As-Sanusi (wafat 895 H) C. (http://id. 19:56. Ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq. Beberapa tahun kemudian. ar-Razi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad.

2. Keadilan Tuhan terletak pada keyakinan bahwa Tuhan berkuasa mutlak dan berkehendak mutlak. berarti ada beberapa sesuatu yang tidak berawal. 5. Adapun tauhid. Al-Qur’an itu qadim. dan bukan ciptaan Allah. dan sebagainya. melainkan tidak seperti apapun. namun tidak dengan cara seperti yang ada pada makhluk. Mereka berkata. Sedangkan Allah Maha-adil. Menolak konsep tentang posisi tengah (manzilah bainal manzilataini). Harus dibedakan antara iman. tak akan berbuat zalim. Mengenai anthropomorfisme. yaitu keadilan. di antaranya ialah: 1. dan amar maksruf nahi mungkar. kafir. tidak berarti bahwa Allah itu adanya karena diciptakan. seperti yang melihat. Arti keadilan. 6. Apa pun yang dilakukan Allah adalah adil. yang mendengar. melainkan diciptakan oleh Tuhan. Karena kalau ia bukan makhluk. tauhid. Artinya harus ditakwilkan lain. Karena kalau Allah menciptakan mereka lalu menyiksanya. yang dahulunya tidak ada. dijadikan kedok oleh Muktazilah untuk menafikan takdir. sebaba tidak mungkin pada diri seseorang tidak ada iman dan sekaligus tidak ada kafir. hal itu dapat dibantah sebagai berikut. 7. jangan dibayangkan bagaimananya. Bahwa Tuhan mempunyai sifat. melaksanakan ancaman. yaitu memiliki atau melakukan sesuatu seperti yang dilakukan makhluk. 4. Berkenaan dengan lima dasar pemikiran Muktazilah. Perbuatan-perbuatan manusia bukan aktualisasi diri manusia. 3. dan perbuatan.Adapun pandangan-pandangan Asy’ariyah yang berbeda dengan Muktazilah. mereka jadikan kedok untuk menyatakan pendapat bahwa Al-Qur’an itu makhluk. Mereka menentang konsep janji dan ancaman (al-wa’d wa al-wa’id). Tuhan dapat dilihat kelak di akhirat. antara dua kedudukan. Konsekuensi pondasi berpikir mereka . Mustahil kalau Tuhan mempunyai sifat. “Allah tak mungkin menciptakan kebururkan atau memutuskannya. itu satu kezaliman.

tapi tidak terjerumus pada kekufuran. Misalnya tentang sifat Allah dan perbuatan manusia. Jadi. Dia pasti menyiksanya dan tak mungkin mengingkari janji-Nya. Mata Allah harus dipahami sebagai penglihatan Allah.Baqillani (w. dan seterusnya kepada mereka.yang rusak ini bahwa ilmu Allah. banyak yang mengkritik paham Asy’ari. tidak begitu saja menerima ajaran-ajaran Asy’ari. Sebab kalau tidak akan terjadi kontradiksi. Di antaranya ialah sebagai berikut: Muhammad Abu Baki al. Menurutnya. Termasuk kandungannya ialah boleh memberontak kepada para pemimpin dengan memeranginya apabila mereka . Allah tak akan memafkan dan memberi ampun siapa saja yang Dia kehendaki. wajah Allah harus diartikan sebagai wujud Allah. Pengikut Asy’ari lain yang juga menunjukkan penyimpangan adalah Abdul Malik al-Juwaini yang dijuluki Imam al-Haramain (419-478 H). kalau Allah sudah memberi ancaman kepada sebagian hamba-Nya. Menurut al-Baqillani yang tepat bukan sifat Allah. Misalnya tentang anthropomorfisme al-Juwaini beranggapan bahwa yang disebut tangan Allah harus diartikan (ditakwilkan) sebagai kekuasaan Allah. Adapun yang mereka maksud dengan di antara dua kedudukan bahwa orang yang melakukan dosa besar tidak keluar dari keimanan. manusia mempunyai andil yang efektif dalam perwujudan perbuatannya. sementara Allah hanya memberikan potensi dalam diri manusia. 1013 M). Ancaman menurut Muktazilah. seperti pendapat Asy’ari. menurut mereka. sesuai dengan pendapat Abu Hasyim dari Muktazilah. Selanjutnya ia beranggapan bahwa perbuatan manusia bukan semata-mata ciptaan Allah. Karena Allah selalu memenuhi janji-Nya. Sedangkan konsep amar makruf nahi mungkar menurut Muktazilah ialah wajib menyuruh orang lain dengan apa yang diperintahkan berlaku zalim. dan seluruh sifat-Nya adalah makhluk. kekuasaan-Nya. melainkan hal Allah. Koreksi atas pandangan Asy’ari Beberapa tokoh pengikut dan penerus Asy’ari.

4.Pengikut Asy’ari yang terpenting dan terbesar pengaruhnya pada umat Islam yang beraliran Ahli sunnah wal jamaah ialah Imam Al-Ghazali. Tampaknya paham teologi cenderung kembali pada paham-paham Asy’ari. 3. Tuhanlah yang menciptakan daya dan perbuatan Tuhan dapat dilihat karena tiap-tiap yang mempunyai wujud pasti dapat dilihat.blogspot. Al-Qur’an bersifat qadim dan tidak diciptakan. Sementara itu paham Muktazilah mengalami pasang surut selama masa Daulat Bagdad.7 Rudi Arlan Al-Farisi. Tuhan mempunyai sifat-sifat qadim yang tidak identik dengan zat Tuhan dan mempunyai wujud di luar zat.html). 2. meski pada masa itu aliran Muktazilah amat kuat di bawah dukungan para khalifah Abasiyah. Aliran mereka adalah polarisasi antara wahyu dan filsafat. ”Aliran Asy’ariyah”. Mengenai perbuatan manusia. (http://kalamstai. 7 . 17:30. tidak wajib memberi ganjaran pada manusia. AlGhazali meyakini bahwa: 1. Tuhan tidak berkewajiban menjaga kemaslahatan (ash-shalah wal ashlah) manusia. 6 Oktober 2010. Para Ulama yang Berpaham Asy-'ariyah Di antara para ulama besar dunia yang berpaham akidah ini dan sekaligus juga menjadi tokohnya antara lain: • • • • • Al-Ghazali (450-505 H/ 1058-1111M) Al-Imam Al-Fakhrurrazi (544-606H/ 1150-1210) Abu Ishaq Al-Isfirayini (w 418/1027) Al-Qadhi Abu Bakar Al-Baqilani (328-402 H/950-1013 M) Abu Ishaq Asy-Syirazi (293-476 H/ 1003-1083 M) Mereka yang berakidah ini sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah paling dekat di antara yang lain kepada ahlus sunnah wal jamaah. Berkat Al-Ghazali paham Asy’ari dengan sunah wal jamaahnya berhasil berkembang ke mana pun. tergantung dari kecenderungan paham para khalifah yang berkuasa. dan bahkan Tuhan boleh memberi beban yang tak dapat dipikul kepada manusia.com/2009/03/aliran-asyariyah.

Ibnu Ishak al-Isfaraini. Ar-Razi. Tokoh-tokoh aliran ini diantaranya adalah Al-Baqillani. dan As-Sanusi. al-Isfaraini. melaksanakan ancaman. . al-Ghazali.a. tauhid. keturunan Abu Musa al-Asy’ari seorang sahabat dan perantara dalam sengketa antara Ali r. Aliran ini memisahkan diri dari aliran Mu’tazilah karena Abu al-Hasan ‘Ali tidak puas dengan konsepsi aliran Mu’tazilah dan sering berdebat dengan tokoh aliran Mu’tazilah yang berakhir dengan terlihatnya kelemahan aliran Mu’tazilah. Abdul Kahir al-Bagdadi.a. Ibnu Taumart. Aliran ini merupakan aliran yang terpecah dari aliran Mu’tazilah. dan Muawiyah r.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dari uraian di atas. dan amar maksruf nahi mungkar merupakan lima aspek paham Mu’tazilah yang dibantah secaragamblang oleh Asy’ariyah. Keadilan. Asy-Syihristani. Ibnu Faurak. kami dapat mengambil kesimpulan bahwa aliran alAsy’ariyah merupakan aliran yang didirikan oleh Abu al-Hasan ‘Ali bi Ismail al-Asy’ari yang dilahirkan di kota Basrah Irak pada tahun 260 H/873 M dan wafat pada tahun 324 H/935M. al-Juwaini. antara dua kedudukan. Al-Iji.

(http://www. “Ar-Razi”. Alhusna Zikra.cc/1_43_Asy-ariyah-dan-Maturidiyah. 1995).asyariyah. “Aliran Asy’ariyah” . .com/2009/03/aliran.. (Bandung: PT. (http://id.wikipedia. Wikipedia. Rudi Arlan Al-Farisi. Wikipedia.blogspot. M.org/wiki/Ar-Razi).com/2010/04/aliran-asyariyah.org/wiki/Al-Ghazali).co. “Aliran Al-Asy’ariyah dan Al-Maturidiyah”.com/journal/item/283/AlBaqillani_dan_Penyimpangan_Aliran-aliran_dalam_Islam). “Al-Baqillani dan Penyimpangan Aliran-aliran dalam Islam”.multiply.wikipedia.html). Henri Shalahuddin. (http://peaceman. (http://kalamstai. “Al-Ghazali”. (http://delsajoesafira. Pengantar Theologi Islam. (http://id. M. ”Aliran Asy’ariyah”.A..html).indiaonech.html). Joesafira.A.blogspot. Hanafi. Indiaonech.DAFTAR PUSTAKA A.

akhirnya kendala-kendala tersebut dapat kami hadapi dengan baik berkat teamwork yang baik dan juga bimbingan dari dosen mata kuliah ilmu kalam. Kami menyadari sepenuhnya dalam pembuatan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Bandung. kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun sehingga kami dapat lebih baik pada waktu pembuatan makalah yang akan datang. Oleh karena itu. Dalam pembuatan makalah ini tidak terlepas dari kendala-kendala yang hadir tatkala kami sedang dalam proses penyusunan materi. 07 Oktober 2010 Penulis . derap langkah dan ayunan tangan kami.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat inayahNya jualah kami dapat meyelesaikan tugas makalah ini. Akan tetapi. kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini. sahabatnya. Amin. dan insya Allah kepada kita selaku umatnya. kepada Allah SWT jualah kami serahkan semua pengorbanan. Oleh karena itu. Akhirnya. tabi’innya. Makalah yang berjudul “Aliran Asy-‘ariyah ini penulis buat dengan harapan dapat menambah pengetahuan kita mengenai aliran-aliran ilmu kalam dan juga sebagai salah satu tugas mata kuliah ilmu kalam. Shalawat beserta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya. Semoga senantiasa mendapat Ridha dan Maghfiroh-Nya.

..............................................................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............ ........................................ BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang ............................................................................................... BAB II PENUTUP KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA ........... B......... Tokoh-tokoh Aliran Asy’ariyah ................... BAB II PEMBAHASAN ALIRAN ASY’ARIYAH A....................................................................... B......................................... Tujuan ............. Sejarah Singkat ............................................................ i ii 1 1 2 4 10 13 14 .................................................................. Pandangan-pandangan Asy’ariyah ... C...... ...................... DAFTAR ISI A........................

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Kalam Disusun Oleh : Agung Jehan Ahmad Zakariya Millati Hanifa Ulfah Nuraini Prodi Perbandingan Madzhab dan Hukum FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful