P. 1
ALIRAN-ALIRAN-PENDIDIKAN

ALIRAN-ALIRAN-PENDIDIKAN

|Views: 850|Likes:
Published by teguhfebri

More info:

Published by: teguhfebri on Jan 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

1

MAKALAH DISKUSI

ALIRAN ALIRAN PENDIDIKAN
ISLAM DI INDONESIA

Materi Kuliah Pengantar Pendidikan Islam
Dosen Pengampu:
Drs. Hujair AH. Sanaky, MSI





Disusun oleh :
Wahyuddin usman



PROGRAM PASCA SARJANA (S2)
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2010


2
A. PENDAHULUAN

Kondisi perkembangan abad terkini menghendaki adanyanya suatu
sistim pendidikan yang kompreshensif dan representative. Karena
perkembangan masyarakat dewasa ini menghendaki adanya pembinaan
yang dilaksanakan secara seimbang antara nilai dan sikap, pengetahuan,
kecerdasan,ketrampilan dan kemampuan berkomunikasi.

Telah beredar pemahaman di kalangan masyarakat tentang adanya
dualisme pendidikan, yaitu lembaga pendidikan yang disebut sekolah
umum dan lembaga pendidikan yang disebut madrasah atau perguruan
agama. Meskipun dikotomi menjadikan pendidikan islam terbelah tetapi
bagaimanapun konsep filosofis pendidikan islam, adalah berpangkal
tolak pada hablun min Alloh dan hablun minannas juga hablun min al
alam hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup
manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. Dalam sejarah umat
manusia, hampir tidak ada kelompok manusia yang tidak mengunakan
pendidikan sebagai alat pembudayaan dan meningkatkan
kualitasnya,sekalipun dalam masyarakat yang masih terbelakang.

Pendidikan merupakan bagian terpenting dari kehidupan manusia
yang sekaligus membedakan manusia dengan hewan. Hewan juga
”belajar”, tetapi lebih ditentukan oleh instink, sedangkan bagi manusia,
belajar berarti rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju
kehidupan yang lebih berarti. Oleh karena itu berbagai pandangan yang
menyatakan bahwa pendidikan itu merupakan proses budaya untuk
mengangkat harkat dan martabat manusia dan berlangsung sepanjang
hayat. Apabila demikian, maka pendidikan memegang peranan exixtensi
dan perkembangan manusia, karena pendidikan merupakan usaha
melestarikan dan mengalihkan serta menstransformasikan nilai nilai
kebudayaan dalam segala aspeknya dan jenisnya kepada generasi
penerus, untuk mengangkat harkat dan martabat manusia.
Mengingat pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi setiap
manusia, Negara, maupun pemerintah, maka pendidikan harus selalu di
tumbuh kembangkan secara sistematis oleh para pengambil kebijasanaan
yang berwenang di republik ini. Berangkat dari kerangka ini, maka upaya
pendidikan disuatu bangsa selalu memiliki hubungan yang siknifikan
3
dengan rekayasa bangsa tersebut di masa datang, sebab pendidikan selalu
dihadapkan pada perubahan baik perubahan zaman maupun perubahan
masyarakat. Oleh karena itu, mau tidak mau pendidikan harus didesain
mengikuti irama perubahan tersebut, kalau tidak pendidikan akan
ketinggalan zaman.



B. PERMASALAHAN
Pada awalnya metode pendidikan islam dilaksanaan secara informal.
Sebagai mana dalam sejarah perkembangan pendidikan islam tersebar
lewat perantara para pedagang sekaligus mereka juga berda’wah
menyampaikan ajaran ajaran islam. Dalam setiap perdagangan yang
mereka lakukan setiap ada kesempatan mereka memberikan pendidikan
dan ajaran agama islam.
Didikan dan ajaran islam mereka berikan denga perbuatan, dengan
contoh dan tiru tauladan. Sopan santun ikhlas amanah jujur adil
menghormati adapt istiadat, dengan demikian tertariklah penduduk negeri
hendak memeluk agama islam. System pendidikan islam informal ini,
terutama yang berjalan dalam lingkungan keluarga sudah diakui
kemapuannya dalam menanamkan sendi sendi agama dalam jiwa anak-
anak. Anak-anak dididik dengan ajaran agama sejak kecil dalam
keluarganya.
Sementara usaha-usaha pendidikan agama di masyarakat, yang kelak
dikenal dengan pendidikan non formal, ternyata mampu menyediakan
kondisi yang sangat baik dalam menunjang keberhasilan pendidikan
islam dan memberi motifasi yang kuat bagi umat islam untuk
menyelengarakan pendidikan agama yang lebih baik dan lebih sempurna.
Tapi era terkini berkata lain berbagai corak model pendidikan
menjadi terbelah dengan berbagai alirannya. Banyak pakar pendidikan
mengklasifikasikan sebagai mana yang akan sedikit dikaji sebagai
berikut.
4
C. PEMBAHASAN
Aliran-aliran pendidikan telah dimulai sejak awal hidup manusia,
karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi
muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari
orang tuanya. Di dalam kepustakaan tentang aliran-aliran pendidikan,
pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulai dari zaman
Yunani kuno sampai kini. Oleh karena itu bahasan tersebut hanya
dibatasi pada beberapa rumpun aliran klasik.

Aliran-aliran klasik yang dimaksud adalah aliran empirisme,
nativisme, naturalisme, dan konvergensi. Sampai saat ini aliran aliran
tersebut masih sering digunakan walaupun dengan pengembangan-
pengembangan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
1. Aliran-aliran Klasik dalam Pendidikan dan Pengaruhnya
Terhadap Pemikiran Pendidikan di Indonesia.
a. Aliran Empirisme
Aliran empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang
mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan
manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan anak
tergantung kepada lingkungan, sedangkan pembawaan tidak
dipentingkan. Pengalaman yang diproleh anak dalam kehidupan
sehari-hari didapat dari dunia sekitarnya yang berupa stimulan-
stimulan. Stimulasi ini berasal dari alam bebas ataupun
diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk pendidikan.
Manusia dapat dididik menjadi apa saja (kearah yang baik atau
kearah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau
pendidik-pendidiknya. Dengan demikian pendidikan diyakini
sebagai sebagai maha kuasa bagi pembentukan anak didik.
Karena pendapatnya yang demikian, maka dalam ilmu
pendidikan disebut juga Aliran Optimisme Paedagogis. Tokoh
perintisnya adalah John Locke.

5
b. Aliran Nativisme
Aliran Nativisme bertolak dari Leinitzian Tradition yang
menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor
lingkungan termasuk faktor pendidikan, kurang berpengaruh
terhadap perkembangan anak. Hasil prkembangan tersebut
ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak
kelahiran. Lingkungan kurang berpengaruh terhadap dan
pendidikan anak. Nativisme berkeyakinan bahwa pendidikan
tidak dapat mengubah sifat-sifat pembawaaan. Dengan
demikian menurut mereka pendidikan tidak membawa manfaat
bagi manusia. Karena keyakinannya yang demikian itulah maka
mereka di dalam ilmu pendidikan disebut juga aliran Pesimisme
Paedagogis. Tokoh aliran ini adalah Schopenhaeur seorang
filosof bangsa jerman.

c. Aliran Naturalisme
Aliran ini dipelopori oleh J.J Rosseau. Rosseau berpendapat
bahwa semua anak baru dilahirkan mempunyai pembawaan
BAIK. Pembawaan baik akan menjadi rusak karena dipengaruhi
lingkungan. Pendidikan yang diberikan orang dewasa malah
dapat merusak pembawaan baik anak itu.
d. Aliran Konvergensi
Aliran Konvergensi dipelopori oleh Wlliam Stern, ia
berpedapat bahwa seorang anak dilahirkan di dunia sudah
disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. Proses
perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor
lingkungan sama sama mempunyai peranan sangat penting.
Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang
dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan sesuai untuk
perkembangan anak itu.
Kedua-duanya (pembawaan dan lingkungan) mempunyai
pengaruh yang sama besar bagi perkembangan anak. Pendapat
ini untuk pertama kalinya dikemukakan oleh William Stern.
Pendapat ini semua bermaksud menghilangkan pendapat berat
6
sebelah dari aliran nativisme dan empirisme dengan
mengkombinasikannya. Pada mulanya pendapat ini diterima
oleh banyak orang karena mampu menerangkan kejadian-
kejadian dalam kehidupan masyarakat. Tetapi dalam
perkembangan selanjutnya banyak orang yang berkeberatan
dengan pendapat tersebut dan mengatakan kalau perkembangan
manusia itu hanya ditentukan oleh pembawaan dan lingkungan,
maka hal ini tak ubahnya kehidupan hewan. Sebab hewan itu
pertumbuhannya hasil dari pembawaan dan lingkungan. Hewan
hanya terserah kepada pembawaan keturunannya dan pengaruh-
pengaruh lingkungannya. Perkembangan pada hewan
seluruhnya ditentukan oleh kodrat, oleh hukum alam.
Sedangkan manusia berbeda dengan hewan disamping
dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan, manusia aktif
dan kreatif dalam mewujudkan perkembangan itu. Drs. M
Ngalim Purwanto mengatakan dalam hal ini sebagai berikut:
“Manusia bukan hasil belaka dari pembawaan dan
lingkungannya; manusia hanya diperkembangkan tetapi
memperkembangkan dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk
yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang
mengenai dirinya secara bebas. Karena itulah ia bertanggung
jawab terhadap segala perbuatannya: ia dapat juga mengambil
keputusan yang berlainan daripada yang pernah diambilnya.
Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh
faktor pembawaan yang telah ada pada orang itu dan faktor
lingkungan yang mempengaruhi orang itu. Aktivitas manusia
itu sendiri dalam perkembangan sendiri turut menentukan atau
memainkan peran juga. Hasil perkembangan seseorang tidak
mungkin dapat dibaca dari pembawaannya dan lingkungannya
saja.

e. Pengaruh Aliran Klasik terhadap Pemikiran dan Praktek
Pendidikan di Indonesia
7
Di indonesia telah di terapkan berbagai aliran-aliran
pendidikan, penerimaan tersebut dilakukan dengan pendekatan
efektif fungsional yakni diterima sesuai kebutuhan, namun
ditempatkan dalam latar pandangan yang konvergensi.
2. Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya terhadap
Pelaksanaan di Indonesia
a. Pengajaran Alam Sekitar
Gerakan pendidikan yang mendekatkan anak dengan sekitarnya
adalah gerakan pengajaran alam sekitar,perintis gerakan ini
adalah Fr. A. Finger di Jerman dengan heimatkunde, dan J.
Ligthart di Belanda dengan Het Voll Leven.
b. Pengajaran Pusat Perhatian
Pengajaran pusat perhatian dirintis oleh Ovideminat Decroly
dari Belgia dengan pengajaran melalui pusat-pusat minat,
disamping pendapatnya tentang pengajaran global. Decroly
menyumbangkan dua pendapat yang sangat berguna bagi
pendidikan dan pengajaran, yaitu:Metode Global dan Centre di
internet.


c. Sekolah Kerja
Gerakan sekolah kerja dapat dipandang sebagai titik kulminasi
dari pandangan-pandangan yang mementingkan pendidikan
keterampilan dalam pendidikan. J.A. Comenius menekankan
agar pendidikan mengembangkan pikiran, ingatan, bahasa, dan
tangan. J.H. Pestalozzi mengajarkan bermacam-macam mata
pelajaran pertukaran di sekolahnya.
d. Pengajaran Proyek
Pengajaran proyek biasa pula digunakan sebagai salah satu
metode mengajar di Indonesia, antara lain dengan nama
pengajaran proyek, pengajaran unit, dan sebagainya. Yang perlu
8
ditekankan bahwa pengajaran proyek akan menumbuhkan
kemampuan untuk memandang dan memecahkan persoalan
secara konprehensif. Pendekatan multidisiplin tersebut makin
lama makin penting, utamanya masyarakat maju.

3. Pandangan Islam Tentang Keberhasilan Pendidikan

Islam menyatakan bahwa manusia lair di dunia membawa
pembawaan yang fitrah. Fitrah ini berisi potensi untuk
berkembang, profesi ini dapat berupa keyakinan beragama, prilaku
untuk menjadi baik ataupun menjadi buruk dan lain sebagainya
yang kesemuanya harus dikembangkan agar ia bertumbuh secara
wajar sebagi hamba Allah.
Rasulullah SAW. Bersabda:

ِ ªِ -'َ -ّ ِ =َ -ُ - ْوَ أ ِ ªِ -اَ ·ّ ِ -َ -ُ -ْوَ أ ِ ªِ -اَ دّ ِ ·َ+ُ - ُ -اَ ·َ -َ 'َ · ِ ةَ ·ْ =ِ -'ْا َ 'َ = ُ -َ 'ْ·ُ - ٍ دْ·ُ 'ْ·َ - ´ .ُ آ(---='ا)

Artinya:
“Semua anak dilahirkan membawa fitrah (bakat keagamaan), maka
terserah kepada kedua orang tuanya untuk menjadikan beragama
Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.”
Demikian pula Rasulullah SAW yang menasihati agar memilih
wanita yang baik agar keturunan itu baik.
Rasulullah SAW bersabda:

ٌس'َ - َ قَ ·َ ·''´ -ِ ء'َ · ْ»ُ ´ّ ِ -َ =ُ -ِ 'اْوُ ·´ -َ =َ -(-- -='ا)

Artinya
“Pilihlah untukmu benihmu karena keturunan itu dapat
mencelupkan”
(Al Hadits)
Disamping keturunan juga menekankan kepada pendidikan dan
usaha diri manusia untuk berusaha agar mencapai pertumbuhan
yang optimal.
Allah berfirman:

اً ر'َ - ْ»ُ ´ْ -ِ 'ْ هَ أَ و ْ»ُ ´َ -ُ -ْ -َ أ'ْ·ُ ·... ( »-·=-'ا: 6)

Artinya:
9
“Jagalah dirmu dan keluargamu dari api neraka”

Allah berfirman pula:

َ ·َ -'َ -َ `ِ إ ِ ن'َ -ْ - ِ ءْ`ِ ' َ .ْ -َ ' ْنَ أَ و (--''-:39)

Artinya:
“Bahwa bagi manusia itu apa yang mereka usahakan.”

D. KESIMPULAN

Pendidikan islam dengan berbagai model dan corak metode aliranya
harus berupaya membangun pendidikan yang relevan dan bermutu sesuai
dengan kebutuhan masyarakat islam Indonesia, menyelenggarakan
pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,
pendidikan yang demokratis dan profesional, berusaha mengurangi peran
pemerintah dalam implementasi pendidikan dan merampingkan birokrasi
pendidikan sehingga lebih fleksibel dalam pelaksanaan pendidikan.

Konsep pendidikan islam senantiasa terus berkembang dan
menghendaki pembaruan yang disesuaikan dengan irama perkembangan
dan kemajuan peradapan serta persoalan-persoalan yang dihadapai umat
manusia.













10

E. REFERENSI

1. Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan.
Jakarta: Rineka Cipta
2. Sanaky, Hujair AH. 2003, Paradigma Pendidikan Islam: Membangun
Masyarakat Madani Indonesia. Yogyakarta: Safiria Insani Press
3. Dra. Zuhairini, dkk. 2000. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi
Aksara
4. Azra, azyumardi.1999. Pendidikan Islam tradisi dan modernisasi
menuju millennium Baru. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
5. Nasir, Ridlwan. 2005. Mencari Tipologi Format Pendidikan Idial
Pondok Pesantren di Tengak Arus Perubahan. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar
6. Mastuhu. 2004. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional
dalam Abad 21. Yogyakarta: Safiria Insani Press

Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. belajar berarti rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. maka pendidikan memegang peranan exixtensi dan perkembangan manusia. maka pendidikan harus selalu di tumbuh kembangkan secara sistematis oleh para pengambil kebijasanaan yang berwenang di republik ini. karena pendidikan merupakan usaha melestarikan dan mengalihkan serta menstransformasikan nilai nilai kebudayaan dalam segala aspeknya dan jenisnya kepada generasi penerus. Oleh karena itu berbagai pandangan yang menyatakan bahwa pendidikan itu merupakan proses budaya untuk mengangkat harkat dan martabat manusia dan berlangsung sepanjang hayat. maupun pemerintah. sedangkan bagi manusia. maka upaya pendidikan disuatu bangsa selalu memiliki hubungan yang siknifikan 2 . Telah beredar pemahaman di kalangan masyarakat tentang adanya dualisme pendidikan. Karena perkembangan masyarakat dewasa ini menghendaki adanya pembinaan yang dilaksanakan secara seimbang antara nilai dan sikap. pengetahuan. Dalam sejarah umat manusia. adalah berpangkal tolak pada hablun min Alloh dan hablun minannas juga hablun min al alam hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Mengingat pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia.A. yaitu lembaga pendidikan yang disebut sekolah umum dan lembaga pendidikan yang disebut madrasah atau perguruan agama. Negara. hampir tidak ada kelompok manusia yang tidak mengunakan pendidikan sebagai alat pembudayaan dan meningkatkan kualitasnya. untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. PENDAHULUAN Kondisi perkembangan abad terkini menghendaki adanyanya suatu sistim pendidikan yang kompreshensif dan representative. Berangkat dari kerangka ini.ketrampilan dan kemampuan berkomunikasi. Meskipun dikotomi menjadikan pendidikan islam terbelah tetapi bagaimanapun konsep filosofis pendidikan islam. tetapi lebih ditentukan oleh instink. kecerdasan. Apabila demikian. Pendidikan merupakan bagian terpenting dari kehidupan manusia yang sekaligus membedakan manusia dengan hewan. Hewan juga ”belajar”.sekalipun dalam masyarakat yang masih terbelakang.

kalau tidak pendidikan akan ketinggalan zaman. Banyak pakar pendidikan mengklasifikasikan sebagai mana yang akan sedikit dikaji sebagai berikut. Anak-anak dididik dengan ajaran agama sejak kecil dalam keluarganya. B. Tapi era terkini berkata lain berbagai corak model pendidikan menjadi terbelah dengan berbagai alirannya. Oleh karena itu. dengan contoh dan tiru tauladan. PERMASALAHAN Pada awalnya metode pendidikan islam dilaksanaan secara informal. System pendidikan islam informal ini. sebab pendidikan selalu dihadapkan pada perubahan baik perubahan zaman maupun perubahan masyarakat. mau tidak mau pendidikan harus didesain mengikuti irama perubahan tersebut. Sementara usaha-usaha pendidikan agama di masyarakat. dengan demikian tertariklah penduduk negeri hendak memeluk agama islam. yang kelak dikenal dengan pendidikan non formal. terutama yang berjalan dalam lingkungan keluarga sudah diakui kemapuannya dalam menanamkan sendi sendi agama dalam jiwa anakanak. Sebagai mana dalam sejarah perkembangan pendidikan islam tersebar lewat perantara para pedagang sekaligus mereka juga berda’wah menyampaikan ajaran ajaran islam.dengan rekayasa bangsa tersebut di masa datang. Didikan dan ajaran islam mereka berikan denga perbuatan. 3 . Sopan santun ikhlas amanah jujur adil menghormati adapt istiadat. ternyata mampu menyediakan kondisi yang sangat baik dalam menunjang keberhasilan pendidikan islam dan memberi motifasi yang kuat bagi umat islam untuk menyelengarakan pendidikan agama yang lebih baik dan lebih sempurna. Dalam setiap perdagangan yang mereka lakukan setiap ada kesempatan mereka memberikan pendidikan dan ajaran agama islam.

maka dalam ilmu pendidikan disebut juga Aliran Optimisme Paedagogis. 4 . dan konvergensi. Tokoh perintisnya adalah John Locke. dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan. PEMBAHASAN Aliran-aliran pendidikan telah dimulai sejak awal hidup manusia. sedangkan pembawaan tidak dipentingkan. Sampai saat ini aliran aliran tersebut masih sering digunakan walaupun dengan pengembanganpengembangan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. nativisme. pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulai dari zaman Yunani kuno sampai kini. Stimulasi ini berasal dari alam bebas ataupun diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk pendidikan. Karena pendapatnya yang demikian. Aliran Empirisme Aliran empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia. Di dalam kepustakaan tentang aliran-aliran pendidikan. naturalisme.C. Pengalaman yang diproleh anak dalam kehidupan sehari-hari didapat dari dunia sekitarnya yang berupa stimulanstimulan. karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Aliran-aliran klasik yang dimaksud adalah aliran empirisme. 1. Dengan demikian pendidikan diyakini sebagai sebagai maha kuasa bagi pembentukan anak didik. a. Oleh karena itu bahasan tersebut hanya dibatasi pada beberapa rumpun aliran klasik. Aliran-aliran Klasik dalam Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Pemikiran Pendidikan di Indonesia. Manusia dapat dididik menjadi apa saja (kearah yang baik atau kearah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau pendidik-pendidiknya.

kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Pendapat ini semua bermaksud menghilangkan pendapat berat 5 .J Rosseau. ia berpedapat bahwa seorang anak dilahirkan di dunia sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. Aliran Naturalisme Aliran ini dipelopori oleh J.b. Pembawaan baik akan menjadi rusak karena dipengaruhi lingkungan. Lingkungan kurang berpengaruh terhadap dan pendidikan anak. Aliran Konvergensi Aliran Konvergensi dipelopori oleh Wlliam Stern. Pendidikan yang diberikan orang dewasa malah dapat merusak pembawaan baik anak itu. baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama sama mempunyai peranan sangat penting. Tokoh aliran ini adalah Schopenhaeur seorang filosof bangsa jerman. Dengan demikian menurut mereka pendidikan tidak membawa manfaat bagi manusia. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan sesuai untuk perkembangan anak itu. d. Proses perkembangan anak. c. Nativisme berkeyakinan bahwa pendidikan tidak dapat mengubah sifat-sifat pembawaaan. sehingga faktor lingkungan termasuk faktor pendidikan. Pendapat ini untuk pertama kalinya dikemukakan oleh William Stern. Hasil prkembangan tersebut ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak kelahiran. Kedua-duanya (pembawaan dan lingkungan) mempunyai pengaruh yang sama besar bagi perkembangan anak. Aliran Nativisme Aliran Nativisme bertolak dari Leinitzian Tradition yang menekankan kemampuan dalam diri anak. Rosseau berpendapat bahwa semua anak baru dilahirkan mempunyai pembawaan BAIK. Karena keyakinannya yang demikian itulah maka mereka di dalam ilmu pendidikan disebut juga aliran Pesimisme Paedagogis.

Pada mulanya pendapat ini diterima oleh banyak orang karena mampu menerangkan kejadiankejadian dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan pada hewan seluruhnya ditentukan oleh kodrat. Sedangkan manusia berbeda dengan hewan disamping dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan. Manusia adalah makhluk yang dapat dan sanggup memilih dan menentukan sesuatu yang mengenai dirinya secara bebas.sebelah dari aliran nativisme dan empirisme dengan mengkombinasikannya. M Ngalim Purwanto mengatakan dalam hal ini sebagai berikut: “Manusia bukan hasil belaka dari pembawaan dan lingkungannya. Pengaruh Aliran Klasik terhadap Pemikiran dan Praktek Pendidikan di Indonesia 6 . Hasil perkembangan seseorang tidak mungkin dapat dibaca dari pembawaannya dan lingkungannya saja. e. oleh hukum alam. manusia hanya diperkembangkan tetapi memperkembangkan dirinya sendiri. Aktivitas manusia itu sendiri dalam perkembangan sendiri turut menentukan atau memainkan peran juga. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya banyak orang yang berkeberatan dengan pendapat tersebut dan mengatakan kalau perkembangan manusia itu hanya ditentukan oleh pembawaan dan lingkungan. Sebab hewan itu pertumbuhannya hasil dari pembawaan dan lingkungan. Drs. Karena itulah ia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya: ia dapat juga mengambil keputusan yang berlainan daripada yang pernah diambilnya. manusia aktif dan kreatif dalam mewujudkan perkembangan itu. maka hal ini tak ubahnya kehidupan hewan. Proses perkembangan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor pembawaan yang telah ada pada orang itu dan faktor lingkungan yang mempengaruhi orang itu. Hewan hanya terserah kepada pembawaan keturunannya dan pengaruhpengaruh lingkungannya.

dan J. Pengajaran Proyek Pengajaran proyek biasa pula digunakan sebagai salah satu metode mengajar di Indonesia. Finger di Jerman dengan heimatkunde. Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya terhadap Pelaksanaan di Indonesia a. pengajaran unit. Decroly menyumbangkan dua pendapat yang sangat berguna bagi pendidikan dan pengajaran. A.perintis gerakan ini adalah Fr. Yang perlu 7 .H. namun ditempatkan dalam latar pandangan yang konvergensi. J. c. Pengajaran Pusat Perhatian Pengajaran pusat perhatian dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia dengan pengajaran melalui pusat-pusat minat. Comenius menekankan agar pendidikan mengembangkan pikiran. dan sebagainya. antara lain dengan nama pengajaran proyek. ingatan. Sekolah Kerja Gerakan sekolah kerja dapat dipandang sebagai titik kulminasi dari pandangan-pandangan yang mementingkan pendidikan keterampilan dalam pendidikan.Di indonesia telah di terapkan berbagai aliran-aliran pendidikan. dan tangan. disamping pendapatnya tentang pengajaran global. Pengajaran Alam Sekitar Gerakan pendidikan yang mendekatkan anak dengan sekitarnya adalah gerakan pengajaran alam sekitar. 2. Ligthart di Belanda dengan Het Voll Leven. penerimaan tersebut dilakukan dengan pendekatan efektif fungsional yakni diterima sesuai kebutuhan. bahasa. yaitu:Metode Global dan Centre di internet.A. Pestalozzi mengajarkan bermacam-macam mata pelajaran pertukaran di sekolahnya. d. b. J.

ditekankan bahwa pengajaran proyek akan menumbuhkan kemampuan untuk memandang dan memecahkan persoalan secara konprehensif. profesi ini dapat berupa keyakinan beragama. maka terserah kepada kedua orang tuanya untuk menjadikan beragama Yahudi. prilaku untuk menjadi baik ataupun menjadi buruk dan lain sebagainya yang kesemuanya harus dikembangkan agar ia bertumbuh secara wajar sebagi hamba Allah.” Demikian pula Rasulullah SAW yang menasihati agar memilih wanita yang baik agar keturunan itu baik. Pandangan Islam Tentang Keberhasilan Pendidikan Islam menyatakan bahwa manusia lair di dunia membawa pembawaan yang fitrah. Allah berfirman: ‫( . Rasulullah SAW. utamanya masyarakat maju. Rasulullah SAW bersabda: ٌ َ ‫( َ َ ُوْاِ ُ َ ِ ُ ْ َ ء َ َق‬ ‫َ س‬ ِ ّ ‫)ا‬ Artinya “Pilihlah untukmu benihmu karena keturunan itu dapat mencelupkan” (Al Hadits) Disamping keturunan juga menekankan kepada pendidikan dan usaha diri manusia untuk berusaha agar mencapai pertumbuhan yang optimal. 3. atau Majusi. Pendekatan multidisiplin tersebut makin lama makin penting.. Bersabda: ِ ِ َ ِ َ ُ ْ‫(آ َ ُْ ْد ُ َْ ُ ََ اْ ِ ْ َة ََ َ َا ُ ُ َ ِ َا ِ ِ أوْ ُ َ ِ َا ِ ِ أو‬ ّ َ ّ َ ‫ّد‬ ِ ٍ ُ ‫)ا‬ Artinya: “Semua anak dilahirkan membawa fitrah (bakat keagamaan). ُ ْ أ ْ ُ َ ُ ْ وأهِ ْ ُ ْ َ ًا‬ ‫ر‬ ْ ََ َ Artinya: 8 ‫)6 :ا‬ .. atau Nasrani. Fitrah ini berisi potensi untuk berkembang.

menyelenggarakan pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. berusaha mengurangi peran pemerintah dalam implementasi pendidikan dan merampingkan birokrasi pendidikan sehingga lebih fleksibel dalam pelaksanaan pendidikan. KESIMPULAN Pendidikan islam dengan berbagai model dan corak metode aliranya harus berupaya membangun pendidikan yang relevan dan bermutu sesuai dengan kebutuhan masyarakat islam Indonesia. 9 .“Jagalah dirmu dan keluargamu dari api neraka” Allah berfirman pula: َ َ َ َ ‫( وأنْ َ ْ َ ِ ْء ْ َ ن إ‬ ِِ ِ ََ :39) Artinya: “Bahwa bagi manusia itu apa yang mereka usahakan.” D. pendidikan yang demokratis dan profesional. Konsep pendidikan islam senantiasa terus berkembang dan menghendaki pembaruan yang disesuaikan dengan irama perkembangan dan kemajuan peradapan serta persoalan-persoalan yang dihadapai umat manusia.

Sanaky. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. Tirtarahardja. REFERENSI 1. Zuhairini.1999. 2005. Yogyakarta: Safiria Insani Press 10 . Jakarta: Bumi Aksara 4. Nasir. Jakarta: Rineka Cipta 2. 2003. 2004.E. Azra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 6. Dra. Mencari Tipologi Format Pendidikan Idial Pondok Pesantren di Tengak Arus Perubahan. Sejarah Pendidikan Islam. 5. 2000. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21. Mastuhu. Hujair AH. Pendidikan Islam tradisi dan modernisasi menuju millennium Baru. 2005. Pengantar Pendidikan. Paradigma Pendidikan Islam: Membangun Masyarakat Madani Indonesia. Umar dan S. Ridlwan.L. La Sulo. azyumardi. dkk. Yogyakarta: Safiria Insani Press 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->