KEPERCAYAAN YANG DIANUT OLEH MASYARAKAT SUKU BADUY

Jurusan Teknik Komputer Akademik Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika Salemba 22 ± Jakarta 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1 UMUM

Di tengah ± tengah umat agama-agama, didunia memamerkan identitas tuhannya hingga berebut mendirikan tempat ibadah, agama sunda wiwitan tetap hidup lestari dan damai ditengah hutan -hutan tua lebat, hulu sungai dan puncak gunung kendeng banten selatan. Sunda wiwitan adalah agama masyarakat baduy dalam menghormati karuhun ,nenek moyang (permana, 2006:37). Wiwitan berarti jati, asal, pokok, pemula, pertama. Sunda wiwitan dalam carita paharayangan disebut kepercayaan Jati Sunda. Menurut P.A.A Djajadiningrat (1936), naseni seorang kokolot kampung cikcusik mejelaskan bahwa ³kepercayaan animisme masyarakat baduy telah dimasuki unsure ± unsure agama Hindu dan Agama Islam´. Pada tahun 1907 laporan controller afdelling diwilayah lebak memaparkan bahwa masih ada komunitas masyarakat agama hindu sebayanyak 40 keluarga (Ekadjati,1995:72) . Sedangkan, islam pertama dikenal oleh masyarakat baduy dikampung cikakal girang sejak kurang lebih 300 tahun silam. Hal ini diutarakan oleh pak Daha , ketua RT : ³Orang Baduy belum ingin memeluk agama Islam dan memilih lembah ± lembah sebagai tempat hidupnya, gunung Kendeng serta daerah sekitar sungai Ciujung. Tetapi orang baduy memberi salah satu wilayah kepada orang -orang yang memeluk agama islam, wilayah Cikala Girang yang ditunjuk´ (Unggul Azul, 1988: 31). Sebab itu sunda wiwitan merupakan sinkretisme agama Islam dan Hindu yang dianut oleh masyarakat baduy sekarang ini. Secara konseptual sinkritisme meruapakan hasil Dari proses sinkretisasi. Sebagian antorpologi menganggap bahwa sinkretisisme sebagai salah satu dari hasil proses akulturasi: penerimaan, penyesuaian, dan reaksi. Di dalam antorpologi today : An Encyklopedia (1953) R. Beals. Menjelaskan bahwa ³acculturation is combining original and foregin traits either in barmonious whole or with retentions of conflicting attitudes which are reconciled in every

Tidak hanya itu. greetz (1973 : 127) menjelaskan bahwa pandangan dunia adalah ³ gambaran . dalam bentuk murni menetapkan relasi aku-dia yang manipulatif dengan alam. Untuk menjelaskan keimanan dan ketaatan umat sunda wiwitan secara praktik ritual ibadahnya. untuk mengenalkan agama sunda wiwitan pada seluruh umat beragama didunia. bahwa budaya adalah ³suatu pola makna -makna yang diteruskan secara historis yang terwujud di dalam simbol-simbol. Jelasnya. dari pertemuan personal dalam mengabdi dan memuji tuhan atau dewa sejauh ia sendiri dilayani olehnya. Dimensi ekspresif merupakan ruang untuk menyatakan dan menyimbolkan relasi-relasi social dan kosmologis tertentu. Sedangkan magi. tulisan ini membahas studi religi umat sunda wiwitan di dalam dua pertanyaan. Sedang dimensi. Konsep budaya yang digunakan mengikuti pemikiran greetz (1973 : 89). Apa yang diimani oleh umat sunda wiwitan? Dan.putra. melestarikan. (Dhavamony.day behavior according to specific occasions´. Menurut james frazer. sinkretisasi adalah proses penggabungan dan pengkombinasian unsur -unsur asli dengan unsur-unsur yang dapat memunculkan sebuah pola budaya baru ( ahimsa . secara subtansial agama menekankan dimensi ekspresif. 1995:51). 2006 : 338). sedang kan magi menekankan dimensi instrumental dari suatu kehidupan. Dan. agama juga mengarahkan diri pada relasi aku-engkau. bagaimana praktik ibadah agama sunda wiwitan ? sebab itu. Konsep budaya ini berkaitan dengan pandangan dunia (world view) masyarakat baduy. dan mengembangkan pengetahuannya tentang kehidupan dan sikap -sikap terhadap kehidupan´. Secara teoristis konsep agama dapat dipahami dengan membedakannya dari konsep magi. System konsepkonsep yang diwariskan yang terungkap dalam bentuk -bentuk simbolis menjadikan manusia dapat berkomunikasi. Lebih lanjut. instrumental merupaka ruang untuk mencapai tujuan -tujuan khusus. menurut martin buber. tujuan tulisan ini untuk memperkaya khazanah pengetahuan studi religi klasik mengenai agama sunda wiwitan yang diantu oleh masyarakat suku baduy banten. Dari beberapa agama sinkretis di jawa yang menarik dan unik.

101. desa kanekes adalah wilayah pedesaan yang terluas. desa kanekes. didalampenyusunan makalah ini peyusun melakukan wawancara terlibat langsung secara cermat untuk mengamati dan memahami fenomena system religi dan ritual kegamaan baduy yang terjadi di wilayah desa kankes maupun diwilayah sekitarnya. banten selatan. Penduduk masyarakat baduy berjumlah 10. Sekitar 38 kilometer sebelah selatan kabupaten lebak. kecamatan leuidamar. 1. luas daerah desa ini kira-kira 5. 172 kilometer sebelah barat ibukota Jakarta. Secara metodologis tulisan ini merupakan hasil field research dalam hasil studi di wilayah desa kanekes. Bedasarkan peraturan daerah kabupaten lebak No. Yakin. kecamatan leuwidamar. dan lain lainnya (1995: 7). kabupaten lebak.414.101. filologi. laki -laki 5. Sekitar 65 kilometer sebelah selatan ibukota profinsi banten dan sekitar.2 Geografi dan Demografi Baduy Masyarakat Baduy bertempat tinggal di tanah adat (ulayat) di daerah pedesaan diantara perbukitan dan pegunungan kendeng. sosiologi. etnologi. diri dan masyarakat´.mengenai kenyataan apa yang ada. kabupaten lebak. Dilihat dari tahun - . provinsi banten.879 jiwa. Luasnya diantara desa-desa di wilayahnya profinsi banten. 1995:25 -26). filsafat.85 hektar dan hutan lindung mutlak (taneuh larangan) Seluas 3000 hektar. Fenomenologi agama digunakan untuk menyelidiki sejarah agama dan budaya baduy secara sistematis melalui pengklasifikasian dan penglompokkan data -data yang tersebar luas dengan cara tertentu agar ditemukan pandangan komperehensif mengenai isi dan makna religious yang terkadung dalam agama dan budaya masyarakat baduy (Dhavamony.85 hektar. profinsi banten. Pada dasarnya fenomenologi agama merupakan metode interdisiplin ilmu -ilmu. Selain itu. konsep mengenai alam.465 jiwa dan sedangkan perempuan 5. Letak desa kanekes sekitar 17 kilometer sebelah selatan kota kecamatan leuwidamar. arkeologi.32 Tahun 2001. bedasarkan data sensus penduduk kanekes pada tanggal 28 februari 2008. Luasnya terdiri dari pemukiman masyarakat seluas 2. antarpologi.

dalam dan luar.tahun sebelumnya pertumbuhan penduduk sangat pesat sekitar 1. pertumbuhan lahan tempat tinggal pun terus meningkat dan berkembang luas.826 jiwa menempati tanah yang di didami 57 kampung dan 5 babakan (pemekaran kampung). Dalam peraturan daerah No.79% per tahun. Masyarakat baduy dalam berjumlah 1. Seiring pertumbuhan warga yang pesat. cikartawa. Masyarakat baduy luar yang berjumlah 9. dan cibco. Sedangkan kami melakukan riset hanya pada masyarakat baduy dalam saja sehingga pada penjelasan kali ini kami hanya menjelaskan masyarakat baduy dalam saja.053 jiwa menempati tanah yang didiami tiga kampung : cikeusik. tempat tinggal warga secara administrative masyarakat baduy dapa dibedakan menjadi 2 kelompom yaitu : masyarakat baduy dalam dan masyarakat baduy luar.23 tahun 2001 bedasarkan profinsi. .

2. pikukuh dan buyut telah mengkontruksi pribadi -pribadi baduy yang sederhana dalam menjaga alam lindung kanekes. SUKU BADUY Baduy adalah sebutan bagi masyarakat desa kanekes banten selatan masyarakat baduy beriman kepada allah dalam naungan agama sunda wiwitan. berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah -pindah (nomaden). Agama baduy merupakan sinkretisme Islam dan Hindu. mengaewinkan dewi padi dengan bumi. 1987:36). Akan tetapi. sebagai berikut : ³Kesetian orang baduy kepada agama yang diwarisi secara turun temurun dari nenek moyangnya seperti keadaan sebelum hindu dan islam berkembang di jawa barat serta letak desanya yang tak mudah dicapai orang-orang seolah-olah memeperkuat anggapan bahwa orang baduy itu bukan orang sunda´. Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung . Sebutan baduy muncul sesudah agama islam masuk ke daerah banten utara pada abad ke -16. Sedangkan Didalam sejarahnya sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut. Sehingga kesejahteraan dan kedamaian dapat dirasakan oleh umat manusia. aturan adat dengan mematuhi buyut . Islam dalam baduy diucapkan dengan syahadat dan diamalakan dengan tapa untuk menjaga dan melestarikan alam warisan karubun. Leuwidamar Kabupaten Lebak.1 SEJARAH SUKU BADUY Orang Kanekes atau orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Ciboleger Kec. Tapa baduy adalah bekerja diladang dengan menanam padi sebagai amalan ajaran agama.1. Ajaran agama. Provinsi Banten. orang baduy dipaparkan oleh Judistira Garna (1987 :16 -17). nenek moyang. tabu. sekitar tahun 1522-1526 (Garna. Tindakan masyarakat baduy itu berpedoman kepada pikukuh.BAB II PEMBAHASAN MATERI 2. tapa.1.

Kelompok Panamping (Baduy Luar) Berikut ini merupakan penjelasan dari 2 masyarakat baduy : A. yang mengikuti aturan Negara Kesatuan Republik Indonesia. . Masyarakat Kanekes atau orang Baduy terbagi menjadi 2 kelompok yaitu: A. Kelompok Tangtu (Baduy Dalam) B. Kadukolot. dan lain sebagainya.1. peraturan yang ada di baduy luar dan baduy dalam itu hampir sama. Kelompok Panamping (Baduy Luar) Adalah Suku Baduy yang tinggal di berbagai kampung yang tersebar mengelilingi wilayah Baduy Dalam yaitu Cikadu. Pada dasarnya. dan Cikeusik) Baduy Dalam adalah bagian dari keseluruhan Suku Baduy. Cikartawana.Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut pernyataan Sang Puun (Ketua Adat) itu berbeda. dan sistem adat yang mengikuti adat istiadat yang dipercaya masyarakat. B. Kelompok Tangtu (Baduy Dalam) Adalah Suku Baduy yang paling ketat mengikuti adat. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkannya warga Baduy Dalam ke Baduy Luar. Cisagu. atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka ya itu Kampung Cibeo. Kaduketuk. tetapi baduy luar lebih mengenal teknologi dibanding baduy dalam 2.2 PEMERINTAHAN (STRUKTUR ORGANISASI) Masyarakat Kanekes mengenal dua sistem pemerintahan. Mereka masih memegang teguh adat istiadat nenek moyang mereka. mereka tinggal di tiga kampung: Cibeo. yaitu sistem nasional. namun Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka. Baduy Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Baduy Dalam. Gajeboh.

£   ¡ ¢ ¡  ¥ ¤ ¡ . yang ada di bawah camat. melainkan dapat juga kerabat lainnya. sedangkan secara adat tunduk pada pimpinan adat Kanekes yang tertinggi. namun tidak otomatis dari bapak ke anak. hanya berdasarkan pada kemampuan seseorang memegang jabatan tersebut Ket a dat ³Puun´(Sebelah Kiri dan Djaro Sami (Sebelah Kanan).Kedua sistem tersebut di abung atau di ntaminasi a sedemi ian rupa sehingga tidak terjadi perbenturan. Jabatan tersebut berlangsung turun-temurun. Jangka waktu jabatan puun tidak ditentukan. Secara nasi nal penduduk Kanekes dipimpin oleh kepala desa yang disebut sebagai jaro pamarentah. yaitu "puun" Bagan St t Organi asi Desa Kanekes Pemimpin adat tertinggi dalam masyarakat Kanekes adalah "puun" yang ada di tiga kampung tangtu.

Hindu.2. Kepercayaan yang mereka anut adalah Sunda Wiwitan yang berartikan ³Sunda´ adalah asalnya dari suku sunda dan ³Wiwitan´ adalah cikal bakal. dan Islam. Provinsi Banten. yang mana berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang (animisme/Agama Shabiah) yang pada perkembang an selanjutnya juga dipengaruhi oleh agama Budha. Inti kepercayaan Suku Baduy tersebut ditunjukkan dengan adanya pikukuh (kepatuhan) atau ketentuan adat mutlak yang dianut dalam kehidupan sehari -hari. Di bidang pertanian. berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah pindah (nomaden). Peribahasa tersebut diimplementasikan dalam kehidupan sehar ihari. Leuwidamar Kabupaten Lebak.1.3 KEPERCAYAAN SUKU BADUY Orang Kanekes atau orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Ciboleger Kec. Adapun 'pikukuh' (kepatuhan) Suku Baduy tersebut adalah konsep "tanpa perubahan apapun". sehingga cara berladangnya sangat sederhana. Didalam sejarahnya sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut. bentuk pikukuh tersebut adalah dengan tidak mengubah bentuk lahan untuk ladang. tidak mengolah lahan dengan bajak. Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utar a dari wilayah tersebut namun pernyataan Sang Puun (Ketua Adat) itu berbeda. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka. atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka yaitu K ampung Cibeo. . pondok teu meunang disambung. atau ´perubahan sesedikit mungkin´sehingga mereka disebut sebagai ³Peribahasa Baduy´: Lojor teu meunang dipotong.

Tidak membuang sampah sembarangan(Terutama dari bahan kaleng atau plastik). yaitu sepotong bambu yang diruncingkan. Mereka hidup bergantung kemurahan alam dan hutan yang menjadi tumpuan hidupnya oleh karenanya mereka sangat menjaga kelestarian alam sekitar. Pada pembangunan rumah juga bentuk permukaan tanah dibiarkan apa adanya. Dan untuk menjaga kelestarian itu dibuatlah suatu peraturan bagi para penduduk maupun para wisatan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT Surah Ar-Ruum Ayat 41: ³Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali´. D. H. Tidak membawa senapan angin atau sejenisnya. B. tanpa basa basi. polos. Tidak menangkap atau membunuh binatang yan g ditemui di perjalanan. Tidak menggunakan sabun dan odol jika mandi di sungai . Sebagian peraturannya adalah : A. C. tidak ada satupunpaku yang digunakan. Menghargai serta menghormati adat istiadat Baduy. Tidak membuang sampah ataupun sejenisnya ke sungai Tidak membuang puntung rokok yang masih menyal. E. F. bahkan dalam berdagang mereka tidak melakukan tawar menawar. sehingga tiang penyangga rumah Suku Baduy seringkali tidak sama panjang. Tidak membawa radio/tape serta tidak membunyikannya. G. Perkataan dan tindakan mereka pun jujur.hanya menanam dengan tugal.

sakit. mereka menyebut -Nya Batara Tunggal (Tuhan Yang Maha Esa). kedua dan ketiga dalam setahun sekali (Sam dkk. Mereka beriman kepada hidup. Dilarang memotret. 1986: 64). Umat Sunda Wiwitan menjalankan juga ritual ibadah sunah Rasul. Puasa ini dilakukan hanya sehari pada bulan pertama. Tuhan Sunda Wiwitan bersemayam di Buana Nyungcung (Dunia Atas). mereka tak lupa melaksanakan ritual ibadah puasa kawalu. K. orang Baduy mengaku keturunan dari Batara Cikal yaitu salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke b umi. Bagi sebagian kalangan. berkaitan dengan keteguhan masyarakatnya. Nabi nabi yang diimani secara eksplisit adalah Nabi Adam dan Nabi Muhammad. Batara Tunggal. Adapun menurut kepercayaan yang mereka anut. dan membuat rekaman suara J. Batara Jagat (Penguasa Alam) dan Batara Seda Niskala (Yang Gaib). lebaran. yang tidak bisa dilihat dengan mata. Ciptaan Tuhan Tuhan yang diimani oleh umat Sunda Wiwitan adalah Allah. mati dan nasib adalah titipan. A. 1986: 62). Meskipun. Dan. sebagaimana terucapkan di dalam kalimat syahadat Baduy (Sam dkk. Dsb. kepercayaan yang dianut masyarakat ada t Kanekes ini mencerminkan kepercayaan keagamaan masyarakat Sunda secara umum sebelum masuknya Islam. tetapi dapat diraba dengan hati.. Mereka beriman kepada yang gaib. 1995: 73). Mereka mempercayai Sang Hiyang Keresa (Yang Maha Kuasa) atau Nu Ngersakeun (Yang Menghendaki) sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. membuat film.I.. 1987: 28). Ritus sunat diyakini sebagai nyelamkeun. .. Bah kan. Semua tamu atau pengunjung tanpa kecuali dilarang memasuki hutan tutupan. diyakini bahwa semua dewa agama Hindu tunduk terhadap Batara Seda Niskala (Ekadjati. membuat video. yakni sunat atau khitan (Djoewisno. bagi laki-laki pada umur 4-7 tahun dan perempuan. mengisla mkan.

kalimat syahadat Baduy Dalam. Dikatakan oleh umat Sunda Wiwitan bahwa kami mah ngan kabagean syahadatna wungkul. sebagaimana masa Islam awal syahadat Islam disampaikan kepada Nabi Muhammad. sebagai berikut: KALIMAT SYAHADAT SUKU BADUY DALAM Nama Syahadat Asyhadu syahadat Sunda Jama allah ngan sorangan kaduanana Gusti Rosul ka tilu Nabi Muhammad ka opat umat Muhammad nu cicing di bumi angaricing Nu calik di alam keueung ngacacang di alam mokaha salamet umat Muhammad Arti Asyhadu syahadat Sunda Allah hanya satu kedua para Rasul ketiga Nabi Muhammad keempat umat Muhammad yang tinggal di dunia ramai Yang duduk dialam takut menjelajah di alam nafsu selamat umat Muhammad Kedua. Pertama. syahadat Baduy Luar adalah syahadat Islam yang diucapkan ketika melangsungkan pernikahan secara Islami. berikut ini: Nama Syahadat Arti Asyhadu Alla ilaha illalah Asyhadu Alla ilaha illalah wa asyhadu anna Muhammad da wa asyhadu anna Muhammad da Rasulullah Rasulullah isun netepkeun ku ati aku menetapkan dalam hati yen taya deui Allah di dunya ieu bahwa tiada lagi Tuhan di dunia ini iwal ti Pangeran Gusti Allah selain Pangeran Gusti Allah jeung taya deui iwal ti Nabi dan tiada lagi selain Nabi Muhammad utusan Allah Muhammad utusan Allah Syahadat Baduy Dalam adalah syahadat Sunda Wiwitan yang disampaikan kepada puun. Sedangkan.Pengucapan nama Allah termaktub di dalam dua macam kalimat syahadat Baduy: Syahadat Baduy Dalam dan syahadat Baduy Luar. kalimat syahadat Baduy Luar. sedangkan . hente kabagean sholat memperoleh syahadatnya saja.

AhimsaPutra (2006: 345) menjelaskan bahwa antara Nabi Islam. Dari tulang rusuk Adam terciptalah Hawa. Batara Maha Dhewa. nenek moyang. 1986: 62-63). Batara Wisnu. Dari mitos penciptaan ini. Batara Tujuh merupakan Sanghyang Tujuh yang bersemayam di SasakaDomasi (1986: 64). Dari Nurasa lahir putranya yang bernama Sang Hyang Wening kemudian menurunkan Sang Hyang Tunggal. putra keempat dari Batara Guru. t. bergelar prabu Set. bukan Hindu ataupun Islam. Keyakinan seperti ini terdapat juga di dalam agama masyarakat Jawa yang masih menghormati raja-raja. Batara Guru berputra lima. Nabi Adam diyakini oleh umat Sunda Wiwitan sebagai simbol penciptaan manusia pertama yang berada di Sasaka Domas. (5) Menak. Nabi Adam menurut asal-usul menurunkan Nabi Sis. diberi nama: Batara Sambo.rukun-rukun Islam lainnya tidak pernah diperoleh (Sam et al. (6) Putri Galuh dan (7) Nabi Muhammad yang diturunkan di Mekah. Kekuasaan Tuhan dipahami oleh umat Sunda Wiwitan sebagai pencipta alam masih kosong. Batara Wisnu. yaitu: (1) Batara Tunggal. Cikertawana. dan Dewi Sri. kemudian Tuhan mengambil segenggam tanah dari bumi dan diciptakanlah Adam. berikut ini: ³ Sejarah raja-raja Jawa berawal dari Nabi Adam sebagai sumbernya. Cibeo). Batara Brama. masyarakat Baduy menyakini bahwa manusia yang pertama kali diciptakan di bumi ini berada di Kanekes sebagai inti jagat. Karena itu. mereka melaksanakan ritual ibadah pe -muja-an di Sasaka Domas sebagai penghormatan kepada roh karuhun. Tuhan juga menciptakan Batara Tujuh. seperti termaktub di dalam pembukaan kitab Babad Tanah Jawi. (3) puun yang dititipkan di Kanekes (Cikeusik. (4) Dalem. Nurcahya menurunkan Nurasa. nenek moyang.t : 7 )´ . Kemudian Sang Hyang Tunggal berputrakan sang Batara Guru. pancer bumi. Batara Hindu dan raja Jawa terdapat relasi genealogis. Mereka menyakini juga agamanya adalah Sunda Wiwitan. (2) Batara Ratu. Nabi Sis sendiri kemudian berputra Nurcahya. mereka. bertakhta di suatu kerajaan di pulau 3Jawa. Istana Batara Guru itu yang disebut Suralaya ( Sudibjo.

akan tetapi jasad dan rohnya ngahiyang. tangkesan (peramal) dan girang seurat (pembantu pelaksana ritual). Bangunan tua ini merupakan sisa peninggalan megalitik. Selain 4 puun diyakini sebagai pemimpin tertinggi adat. Dalem dan Menak adalah karuhun. Untuk memimpin adat istiadat aspek spiritual puun dibantu oleh perangkat puun. para nene k moyang berkumpul (Permana. suci. nenek moyang. makin ke selatan undak undakan makin tinggi dan suci. seiring terpeliharanya keturunan puun (Sam et al. diyakini bahwa Kanekes tidak akan hilang hingga saat ini. Mereka menyakini juga bahwa Batara Tunggal-lah yang mengatur nasib dan kehidupan manusia di muka bumi ini. Sebab itu. Pada tingkat teratas terdapat Arca batu ini disebut Arca Domas. Tingkatan teras. supaya tidak terkena pengaruh proses perubahan sosial budaya dari luar (Permana. hulu sungai Ciujung dan puncak gunung Pamuntuan. puun adalah pimpinan adat istiadat masyarakat Baduy. Kiblat Suci Baduy Kiblat ibadah pe-muja-an umat Sunda Wiwitan disebut Sasaka Domas. Setiap teras diberi hambaro. 1986: 62 63). dari dunia ini. Digambarkan oleh Koorders (1869). Sasaka Domas. Secara formal-normatif. Yaitu. Sasaka Domas adalah bangunan punden berunduk atau berteras -teras sebanyak tujuh tingkatan. atau Sasaka Pusaka Buana atau Sasaka Pada Ageung. nenek moyang yang jasad dan rohnya ngahiyang. yang terdapat menhir yang besar dan berukuran tinggi sek itar 2 m. . 2006: 40). B. keramat (sacral). baresan (dewan penasehat). sirna. sirna. benteng. Jacob dan Meijcr (1891) dan Pleyte (1909) bahwa letaknya di tengah hutan tua yang sangat lebat. Sasaka Domas diyakini sebagai tanah atau tempat suci. Para puun adalah orang -orang yang bertanggung jawab dan bertugas melestarikan kepercayaan warisan nenek moyang. Begitu pun. juga merupakan keturunan karuhun. Sebagai kiblat ibadah. yang langsung mempresentasikannya di dunia. Domas berarti keramat. pikukuh. 2006: 38 dan 89-90).Dapat dipahami bahwa Batara Tunggal yang dipercayai oleh umat Sunda Wiwitan adalah manusia biasa yang tidak pernah mati.

Dalam ritual ini hanya orang-orang tertentu yang melaksanakan muja atas nama masyarakat Baduy secara keseluruhan. tetapi sebaliknya dapat memperolehkesengsaraan dan kesulitan (2006: 90-91). tangan dan kaki pada batu lumpang yang disebut Sanghyang Pangumbaran. dan menyucikan pusat dunia. dilanjutkan dengan membersihkan dan membenahi pelataran teras. sekitar pukul 11. Keadaan air di dalam menandakan akan turun hujan banyak. Ritual muja dimulai oleh puun pada teras tingkat pertama.00. para pe-muja menyucikan muka. Sebaliknya. dengan menghadap ke selatan. Sebaliknya. jika air di puncak. jika dipenuhi lumut menandakan akan mendapatkan kesentosaan dan . 17 dan 18 pada bulan Kalima. arah puncak. dengan menghadap ke selatan.Di tanah suci ini umat Sunda Wiwitan melaksanakan ritual pe muja-an. Setelah ritual muja. Prosesi ziarah menuju ke Sasaka Domas harus melalui sisi sebelah utara. 2006: 88). Tujuan ritus muja adalah untuk me -muja para karuhun. Keadaan air di dalam menandakan akan turun hujan banyak. arah puncak. cuaca baik dan panen berhasil. jika air di puncak. cuaca baik dan panen berhasil. para puun dan orang orang yang ditunjuk. Setelah ritual muja. Ritus muja ritual pe-muja-an di Sasaka Domas dipimpin oleh puun Cikeusik. Selesai ritual muja biasanya pada tengah hari. tidak boleh dari sisi selatan. jika dipenuhi lumut menandakan akan mendapatkan kesentosaan dan kesejahteraan dalam tahun bersangkutam.00.00-13.00-13. Sampai pada teras teratas (ketujuh). Ritual ini dilaksanakan selama tiga hari: tanggal 16. nenek moyang. Orang-orang ditunjuk melaksanakan ritus muja bukan didasarkan kriteria tertentu. para pe-muja menyucikan muka. dua hari untuk pergi dan pulang dan sehari untuk ibadah ritual muja (Permana. tangan dan kaki pada batu lumpang yang disebut Sanghyang Pangumbaran. sekitar pukul 11. Ritual muja dimulai oleh puun pada teras tingkat pertama. tidak boleh dari sisi selatan. Selesai ritual muja biasanya pada tengah hari. Waktu tiga hari ritual terbagi terdiri dari. Yakni. Sampai pada teras teratas (ketujuh). dilanjutkan dengan membersihkan dan membenahi pelataran teras. Prosesi ziarah menuju ke Sasaka Domas harus melalui sisi sebelah utara.

lalu mempersilakan ang gota kelompoknya masuk ke ruang imah secara bergiliran menghadap jaro. Jaro duduk bersila di sisi selatan ruang imah menghadap utara. bahkan pernah terjai hingga fajar (2006: 92). Keduanya diambil pada teras tingkat kedua dari sebelah utara. Prosesi meminta berkah berkiblat kepada prosesi ziarah ke Sasaka Domas. Prosesi ini berlangsung hingga larut malam. keimanan dan ketaatan Sunda Wiwitan kepada Tuhan . Yakni berkiblat menghadap ke arah selatan. Lalu. tidak sedikit masyarakat Islam yang datang dan meminta berkah kepada orang yang telah melaksanakan ibadah haji. Hal ini berbeda dengan ibadah shalat umat Islam Indonesia yang berki blat menghadap ke arah barat. yang jelas membedakan dengan Islam. sedang lemah bodas. Setelah menerima sesaji. Jukut komala. kiblat ibadah pe-muja-an umat Sunda Wiwitan ke arah selatan. pada dasarnya prosesi ibadah pe-muja-an di tanah suci. . Dan. Prosesi meminta berkah di rumah jaro Cikeusik. Karena itu. tempat suci. tanah putih. luluy diberi jampi-jampi. rumput permata adalah lumut yang menempel di teras tingkat kedua Sasaka Domas. Seluruh kelompok duduk bersila di ruang tepas. Juru bahasa lebih dahulu masuk ke ruang imah menghadap jaro untuk mengenalkan diri dan kelompoknya serta menyampaikan niat dan tujuan mereka. Ibadah haji dilaksanakan pada tanggal 8. Pada tanggal 9 Dzulhijah umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji Arafah. 9 dan 10 Dzulhijah. Akhirnya. juru bahasa memohon diri dan keluar meninggalkan ruang imah. sedangkan juru bahasa berada di sisi utara menghadap ke selatan (jaro). sedangkan jaro duduk bersila di ruang imah. sebagian umat Islam Indonesia berbuka puasa biasanya haji datang di rumah masing-masing. Juru bahasa langsung menyerahkan sesajinya kepada jaro. jaro mengambil sepotong luluy yang di dalamnya dimasukkan jukut komala dan lemah bodas. Sasaka Domas mirip dengan prosesi ibadah haji di tanah suci.kesejahteraan dalam tahun bersangkutam. . Mereka yang sudah mendapatkan berkah segera ke luar rumah jaro. Karena itu. ditiup tiga kali dan disuapkan kepada seorang peminta berkah. tetapi sebaliknya dapat memperoleh kesengsaraan dan kesulitan (2006: 90-91). Meski demikian. Sasaka Domas.

Buyut tidak terkodifikasi dalam bentuk teks. Buyut tentang tindakan masyarakat Baduy. Pikukuh ini merupakan orientasi. aturan adat mutlak. sebagai berikut: Peraturan Yang Harus Dipatuhi Didalam Suku Baduy buyut nu dititipkeun ka puun Arti Peraturan Yang Harus Dipatuhi Didalam Suku Baduy buyut yang dititipkan kepada puun negara tiga puluh tiga sungai enam puluh lima pusat dua puluh lima Negara gunung tak boleh dihancur lembah tak boleh dirusak larangan tak boleh dilanggar buyut tak boleh diubah panjang tak boleh dipotong pendek tak boleh disambung yang bukan harus ditiadakan yang lain harus dipandang lain yang benar harus dibenarkan mengambil harus pamit mengambil harus minta mengambil kencur harus nagara satelung puluh telu bangsawan sawidak lima pancer salawe nagara gugung teu meunang dilebur lebak teu meunang diruksak larangan teu meunang ditempak buyut teu meunang dirobah lojor teu meunang dipotong pondok teu meunang disambung nu lain kudu dilainkeun nu ulah kudu diulahken nu enya kudu dienyakeun mipit kudu amit ngala kudu menta ngeduk cikur kudu mihatur . sungai dan puncak gunung berada dalam ekosistemnya supaya memberikan kedamaian dan kesejahteraan pada umat manusia. C. alam lingkungannya dan Tuhannya. sebagaimana yang termaktub di dalam buyut (pantangan. Pikukuh adalah aturan dan cara bagaimana seharusnya (wajibnya) melakukan perjalanan hidup sesuai amanat karuhun. Aturan Adat Mutlak Pandangan hidup (world view) umat Sunda Wiwitan berpedoman pada pikukuh. Hingga kini pikukuh Baduy tidak mengalami perubahan apa pun. tetapi menjelma dalam tindakan sehari-hari masyarakat Baduy dalam berinteraksi dengan sesamanya. nenek moyang.terkandung di dalam makna simboliknya supaya senantiasa menjaga dan melestarikan hutan. tabu) titipan nenek moyang. konsep-konsep dan aktifitas-aktifitas religi masyarakat Baduy. Buyut adalah segala sesuatu yang melanggar pikukuh. Pikukuh.

sebagai berikut: Arti Peraturan (buyut) Yang Harus Dipatuhi Didalam Menjaga Suatu kampung (lahan) teu meunang digarap dikipar tidak boleh dibajak dan diweluku teu meunang digarap dikipar tidak boleh digarap dengan cangkul teu meunang katincak kebo tidak boleh terinjak kerbau keuna ku buyut nahun. terdapat buyut mengenai tanah Baduy supaya tetap terjaga kesuciannya.nyokel jahe kudu micarek ngagedag kudu beware nyaur kudu diukur nyabda kudu diunggang ulah ngomong sageto-geto ulah lemek sadaek-daek ulah maling papanjingan ulah jinah papacangan kudu ngadek sacekna nilas saplasna akibatna matak burung jadi ratu matak edan jadi menak matak teu mahi juritan matak pupul pengaruh matak hambar komara matak teu jaya perang matak eleh jajaten memberitahukan yang punya mencungkil jahe harus memberi tahu mengguncang pohon supaya buahnya berjatuhan harus memberitahu terlebih dulu bertutur harus diukur berkata harus dipikirkan supaya tidak menyakitkan jangan bicara sembarangan jangan bicara seenaknya jangan mencuri walaupun kekurangan jangan berjinah dan berpacaran harus menetak setepatnya menebas setebasnya akibatnya bisa gagal menjadi pemimpin bisa gila menjadi menak bisa kalah berkelahi bisa hilang pengaruh bisa hilang kewibawaan bisa kalah berperang bisa hilang keberanian bi sa hilang kesaktian) Selain itu. Peraturan (buyut) Yang Harus Dipatuhi Didalam Menjaga Suatu kampung (lahan) . buyut terkena pantangan nenek moyang .

pembersihan. pikukuh buyut mengolah tanah pertanian menjadi sawah dan menanam pohon kopi dan cengkeh hanya berlaku bagi masyarakarat Baduy Dalam tangtu. t etapi bagi masyarakat Baduy Luar penamping dan dangka dibolehkan menanam pohon kopi dan cengkeh (Permana. terdapat buyut mengenai tindakan puun juga yang terkodifikasi secara internal dalam diri puun. terkena nabi dan para wali. Pertama. sehingga merupakan pantangan yang tidak bisa dilanggar bagaikan karang. Ada dua sanksi yang harus dijalani. tidak boleh bepergian ke luar kecuali dipanggil Pemerintah. Pelaksanaan buyut tersebut dikokohkan dengan ritual penyapuan. buyut yaitu pantangan yang sudah sejak nabi. Sebab itu. Pemegang mandat pelaksana buyut di atas adalah puun. cangkir bambu atau batok kelapa tidak boleh merokok. itu pun tidak boleh menaiki kendaraan´ Buyut bagi puun tersebut diorientasikan supaya puun tetap terjaga kesuciannya dalam bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan buyut bagi umat Sunda Wiw itan. buyut karang. 2006: 39). Tujuan ritual penyapuan adalah membersihkan sumber kotoran dari batin pelanggar dan lingkungannya.karuhun. dan buyut para wali lama berurat berakat dari nenek moyang. Dalam praktiknya buyut Sunda Wiwitan tersebut terbagi menjadi dua jenis: buyut adam tunggal dan buyut nahun. Buyut adam tunggal adalah tabu pokok dengan tabu -tabu kecil lainnya yang hanya berlaku bagi masyarakat Baduy Dalam tangtu. Buyut nahun adal ah tabu yang didasarkan hal-hal pokok saja yang berlaku bagi masyarakat Baduy Luar penamping dan dangka. atau sanksi. makan harus menggunakan piring kayu. tidak boleh makan daging. disisihkan dari lingkungan hidup sehari - . Misalnya. sebagai berikut: ³Tidak boleh beristeri lebih dari seorang. kalau menjadi puun dalam usia muda . tidak boleh bertemu dengan orang luar sebelum mencapai umur 25 tahun.

ngabara-tapa-keun. Kedua. (3) Pelanggar buyut dialamasa hukumannya. Pikukuh Sunda Wiwitan di atas dikukuhkan dengan kearifan atau filsafat hidup sehari-hari. Kedua. sebagai berikut: (1) Pelanggar buyut langsung ditindak. Orientasi pikukuh dilaksanakan oleh umat Sund a Wiwitan untuk tiga amalan. biasanya 40 hari. sehingga membuatnya tidak berani untuk berbuat atau hidup di luar yang ditentukan (Rosmana dkk. Tapa bukan tapa Baduy adala h bekerja di ladang. Manusia hidup di dunia ini tidak boleh berlebihan dalam mencari kesenangan. melain kan juga sebagai amalan ajaran agama. diturunkan status kewargaannya. cukup menerima yang sudah ada saja. amalan menghormati dengan mengawinkan Nyi Pohaci Sanghyang Asri (Dewi Padi) dengan bumi. Berladang diamalkan bukan hanya sekadar menanam padi. Sebab itu. hirup narimakeun berarti hidup menerima apa yang sudah menjadi bagiannya. 1993: 88 -90). berarti hidup itu tidak baik yang akan dirasakan sebagai siksaan atau neraka. (2) Pelanggar buyut ditetapkan masa pembuangannya. sedan gkan yang sukarela jika ingin kembali ke tempat semua harus mengajukan permohonan ijin kepada (Danasasmita. amalan mengekalkan pikukuh de ngan melaksanakan semua aturan yang ada (Permana. ada sanksi lain yang sangat berat. Jika tidak.harinya. Ketiga. 1984: 101). Selain itu. ngare-remo-keun. sedang yang suka -rela harus mengajukan permohonan undur rahayu kepada puun.. Dengan kata lain. tujuan hidup bagi umat Sunda Wiwitan adalah kebajikan (goodness) yang dapat dicapai dengan jalan mentaati pikukuh yang sudah dikodratkan dan yang diberikan kepada kita masing-masing. sedangkan yang suka -rela tidak. Amalan kedua ini merupakan ajaran agama Sunda Wiwitan. Pertama. 2006: 40 -41). amalan tapa terhadap inti jagat dan dunia. Filsafat hidup yang diajarkan di dalam agama Sunda Wiwitan adalah bahwa Filsafat hidup ini dapat menjelaskan bahwa manusia harus menerima kodratnya masingmasing dan menempati tempat yang sudah ditentukan. . Demikian itu menekan bahwa hidup berarti narimakeun kana kadar (menerima yang sudah ditentukan dan jauh dari hawa nafsu).

Kepercayaan animisme mempercayai bahwa setiap benda di Bumi ini. kepercayaan animisme juga m empercayai bahawa roh orang yang telah mati bisa masuk ke dalam tubuh hewan. mempunyai jiwa yang mesti dihormati agar semangat tersebut tidak mengganggu manusia.Sebab itu. jiwa tidak pindah langsung ke tubuh hewan lain yang hidup. 2. (seperti kawasan tertentu. Kepercayaan ini berbeda dengan kepercayaan reinkarnasi seperti yang terdapat pada agama Hindu dan Buddha. malah membantu mereka dari semangat dan roh jahat dan juga dalam kehidupan seharian mereka. gua. Adam dan keturunannya. di mana dalam reinkarnasi. Selain daripada jiwa dan roh yang mendiami di tempat -tempat yang dinyatakan di atas. menentukan keberhasilan panen padi yang melimpah dan kesejahteraan umat manusia. melainkan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Roh-roh orang yang telah mati juga bisa memas uki tubuh babi atau harimau dan dipercayai akan membalas dendam orang yang menjadi musuh bebuyutan pada masa hidupnya. Asal usul tersebut mereka akui bahwa Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. pokok atau batu besar). misalnya suku Nias mempercayai bahwa seekor tikus yang keluar masuk dari rumah merupakan roh daripada wanita yang telah mati beranak. Karena menurut ke percayaan mereka. Pada agama Hindu dan Buddha juga terdapat konsep karma yang berbeda dengan kepercayaan animisme ini . pandangan hidup umat Sunda Wiwitan ini yang dipraktikkan dalam ibadah ritual keagamaan yang diatur dengan pikukuh dan ketaatan pada buyut. termasuk warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia. .2 KEPERCAYAAN ANIMISME Kepercayaan animisme (dari bahasa Latin anima atau "roh") adalah kepercayaan kepada makhlu k halus dan roh merupakan asas kepercayaan agama yang mula -mula muncul di kalangan manusia primitif.

Fush-shilat : 37). apakah benda itu berwujud sebutir batu. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir -anasir animisme.3 PANDANGAN ISLAM MENGENAI ANIMISME Islam mengajarkan bahwa manusia tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah.\ Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. Benda adalah tetap benda. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. nilainya sama saj a.2. . sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya´(QS. ³Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah´ Allah berfirman dalam Al-Qur¶an dalam Surah Fush-shilat Ayat 37 : ³Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. sebagaimana ditegaskan dalam 2 kalimat syahadat. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib.

Religi ini memberikan pandangan hidup kepada umatnya supaya hidup sederhana dan menerima apa adanya. Seperti. Meskipun umat Sunda Wiwitan tidak memiliki kitab suci. dan ketaatan kepada buyut. Banten Selatan. tindakan mereka melaksanakan ritual ibadah pe -muja-an di Sasaka Domas. sungai dan gunung hidup harmoni. Keimanan seperti itu merupakan semangat untuk menjaga hutan. akan tetapi ajaran-ajarannya terjelma dalam tapa.BAB III PENUTUP Kesimpulan Sunda Wiwitan merupakan agama sinkretisme Islam dan Hindu yang dianut oleh masyarakat Baduy di Desa Kanekes. Hal ini yang dikatakan oleh James Frezer bahwa agama Sunda Wiwitan mengekspresikan makna -makna simbolik di dalam relasi-relasi sosial-budaya dan kosmologi alam Baduy. dengan damai dan sejahtera. . menanam padi. tanah suci Baduy. hanya untuk dapat bekerja di ladang. aturan adat. bekerja sehari -hari di ladang. namun mereka melakukan praktik ritual keagamaan dengan berpedoman pada pikukuh. Dengan demikian. Pemahaman ajaran-ajaran agama itu langsung dipraktikkan di dalam interaksi umat dengan alamnya. Pandangan hidup ini mengkonstruksi pribadi pribadi Baduy yang taat menjaga alam lindung Kanekes. Di samping itu. menciptakan agama ini tetap lestari secara turun temurun dengan penganut yang semakin bertambah. Keimanannya kepada Allah hanya terlihat di dalam pengucapan kalimat syahadat. identitas Sunda Wiwitan adalah agama sinkretis. pantangan.

Yogyakarta: KEPEL Press. Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.). London: Hutchinson & Co (publishers) Ltd. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi). Ekadjati. Tata Ruang Masyarakat Baduy. Geertz. Miles. The Interpretation of Cultures. Potret Kehidupan Masyarakat Baduy. Orang Baduy. 2006. Rosmana. Mariasusai. 1986. Cetakan Pertama. 1993. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Cecep Eka. Selected Essays. Kebudayaan Sunda (Suatu Pendekatan Sejarah). 1973. Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen kebudayaan dan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional. . MS. Bangi: Universiti Kebangsaan Malaysia. 1992. Fenomenologi Agama (terj. 2006. dan A. Matthew B. 1984. Saleh dan Anis Djatisunda. Micheal Huberman. Garna.). Analisis Data Kualitatif (terj. 1987. Strukturalisme Lévi-Strauss. 1995. Clifford. Tata Kehidupan Masyarakat Baduy di Propinsi Jawa Barat. Dhavamony. Yogyakarta: Kanisius. Kehidupa n Masyarakat Kanekes. Suhandi dkk. Heddy Shri. Tjetjep dkk. Banten: Cipta Pratama Adv. Mitos dan Karya Sastra. Edi S. Judistira. Djoewisno. 1995. Sam. Kompilasi Eksistensi Lembaga Adat di Jawa Barat. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Permana. Jakarta: Pustaka Jaya. R.pt. A.Daftar Pustaka Ahimsa-Putra. Danasasmita. 1987.

Ed. I. Metode Etnografi (terj. Yogyakarta: Tiara Wacana. t. Sursa (Suria Saputra) Baduy. Masyarakat Baduy dalam Rentang Sejarah . Bogor. Banten: Dinas Pendidikan Propinsi Banten. James P. .H. Sudibjo Z.t. 2006. Suhada. Edisi Kedua.). I. Babad Tanah Jawi. 2003. Cet. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kedudayaan.Spradley.