P. 1
PEKARANGAN SEBAGAI LUMBUNG PANGAN KELUARGA

PEKARANGAN SEBAGAI LUMBUNG PANGAN KELUARGA

|Views: 2,344|Likes:
Published by benkih

More info:

Published by: benkih on Jan 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

Sections

  • URGENSI LUMBUNG PANGAN
  • PEKARANGAN, LUMBUNG PANGAN KELUARGA
  • FUNGSI PEKARANGAN
  • Fungsi Hubungan SOSIAL BUDAYA
  • Fungsi Hubungan EKONOMI
  • Fungsi Hubungan BIOFISIKA
  • KEGIATAN PEMANFAATAN PEKARANGAN
  • Lokasi dan Kelompok Sasaran
  • Lokasi Kegiatan
  • Sasaran Kelompok
  • PELAKSANAAN PEMANFAATAN PEKARANGAN
  • PILIHAN ANEKA JENIS TANAMAN PEKARANGAN
  • Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
  • Bligo (Labu) (Benincasa hispida) Famili: Cucurbitaceae
  • Blustru (Oyong) (Luffa cylindrica) Famili: Cucurbitaceae
  • Gadung ((Intoxicating) Yam (Ingg.), Dioscorea hispida) Famili: Dioscoreaceae
  • Gambas/Oyong (Chinese okra (Ingg.), (Luffa acutangula) Famili: Cucurbitaceae
  • Budidaya Tanaman Garut
  • Iles-iles/Suweg (Amorphophallus konjak) Famili: Araceae
  • Koro (Dolichos lablab) Famili: Leguminosae
  • Kecipir (Winged Bean (Ingg.), Psophocarpus tetragonolobus)
  • Famili: Leguminosae
  • Labu Air (Lagenaria siceria) Famili: Cucurbitaceae
  • Labu Siam (Chayote (Ingg.), Sechium edule (Latin)) Famili: Cucurbitaceae
  • Melinjo (Gnetum gnemon (Latin))
  • Salam (Eugenia polyantha)
  • Sereh (Andropogon citratus)
  • Ubikayu (Manihot esculenta)
  • Talas (Taro (Ingg.), Colocasia esculenta (Latin)) Famili: Araceae
  • Turi
  • Tanaman Sukun sebagai Sumber Pangan
  • KETAHANAN PANGAN BERBASIS TANAMAN BUAH PEKARANGAN
  • Manfaat Buah-buahan bagi Kesehatan
  • Pengembangan Buah di Lahan Pekarangan
  • Pengembangan Tanaman Buah dalam Pot Budidaya
  • PEMELIHARAAN IKAN DI LAHAN PEKARANGAN
  • Pemeliharaan Kolam Ikan
  • Kolam Sederhana
  • A. Persiapan dan Pengamatan Lahan Pekarangan
  • 3. Lingkungan
  • Penebaran Benih
  • BERTERNAK AYAM KAMPUNG DI PEKARANGAN
  • Memperbaiki Produktivitas Ayam Kampung
  • 1. Vaksinasi ND secara teratur
  • 2. Pemberian makanan tambahan
  • 3. Membuatkan kandang
  • 4. Penanganan khusus pada anak dan induk

1

PEMANFATAAN PEKARANGAN SEBAGAI LUMBUNG PANGAN KELUARGA
URGENSI LUMBUNG PANGAN Lumbung pangan dapat merupakan sejenis bangunan yang digunakan menyimpan bahan pokok. Pembangunan lumbung pangan akan disesuaikan dengan karakter wilayah itu, tidak harus menyimpan beras. Memasuki bulan Juli, di sejumlah daerah sentra produksi pertanian seringkali mengalami kekeringan. Petani yang menanam padi pada musim tanam gadu (musim kedua) mulai ketar-ketir. Karena berbeda dengan tanaman lainnya, tanaman padi memerlukan air yang banyak (diperlukan 1.900 liter hingga 5.000 liter air untuk produksi satu kilogram padi). Pasokan air yang kurang di masa fase vegetatif akan membuat pertumbuhan padi terganggu yang pada gilirannya akan memperburuk hasil panen. Untuk menghindari risiko itu, petani bisa serta-merta diminta mengganti tanaman padi dengan tanaman palawija yang tidak memerlukan banyak air. Jenis tanaman itu mudah rusak, harganya fluktuatif, dan relatif tak ada jaminan. Pada gilirannya, kekeringan akan menurunkan hasil panen, bahkan membuat panen puso, dan akan mengancam target produksi tanaman. Dari sudut pertanian, kekeringan jauh lebih menekan daripada banjir, terutama karena periode waktunya. Banjir sampai batas tertentu, masih bisa dikendalikan dan saatnya pendek, apalagi jika drainase baik. Di pihak lain, kekeringan membuat kebutuhan air tanaman dan makhluk hidup lain menjadi sangat terbatas, itu pun periodenya sangat panjang. Kekeringan bisa mengancam daerah mana saja, sehingga berdampak lebih luas dan lama. Oleh karena itu, mengurangi dampak tekanan dari kekeringan jadi penting. Secara historis, Indonesia telah berulangkali mengalami peristiwa kekeringan yang serius. Sayangnya, berbagai peristiwa tersebut kurang terdokumentasikan dengan baik. Salah satu kasus kekeringan yang mengesankan terjadi pada awal 1970-an yang menimpa daerah-daerah gudang beras penting di Indonesia, seperti Kabupaten Karawang, Jabar. Akibatnya insiden kelaparan meluas di tengah masyarakat, terutama menimpa mereka yang vulnerable dan berpendapatan rendah. Kekeringan akibat El Nino menelan korban cukup banyak terjadi pada 1997/1998. Saat itu sekitar lima ratus orang di pedalaman Papua meninggal dunia. Karena kegagalan panen, sekelompok masyarakat di Lampung terpaksa mengganti menu pokok beras dengan tiwul, bahkan minum tuba. Berbagai dampak merugikan akibat kekeringan itu menyadarkan kita bila negara ini belum memiliki sistem ketahanan pangan (food security) yang bisa diandalkan. Kelaparan terjadi selain karena kemiskinan juga karena masyarakat tidak memiliki sistem penyangga ketersediaan pangan untuk menghadapi berbagai situasi sulit. Bulog, lumbung pangan modern sebagai ujung tombak ketahanan pangan, sering tidak berdaya meskipun

2 sudah banyak sumberdaya, dana, waktu, dan fasilitas dicurahkan untuk membentuk cadangan pangan. Tidak bisa dimungkiri, lumbung desa telah lama dikenal sebagai institusi cadangan pangan di pedesaan dan sebagai penolong petani di masa paceklik. Dengan fungsi konvensionalnya, lumbung desa telah membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dalam skala kecil. Sayangnya, sepanjang periode orde baru, akibat kebijakan pangan (beras) murah, terjangkau semua orang dan tersedia setiap saat, institusi yang sebetulnya hidup dan dipelihara turun-temurun itu lenyap ditelan waktu. Masyarakat merasa tidak perlu lagi menyisihkan dan menyimpan sebagian panenya di lumbung desa. Cuma, gagasan untuk menghidupkan kembali institusi lumbung desa saat ini bukan pekerjaan mudah. Identifikasi kondisi lumbung pangan masyarakat desa (LPMD) di berbagai daerah menunjukkan jika LPMD belum bisa diandalkan sebagai lembaga yang mampu menyerap marketable plus di saat panen raya. Apalagi diharapkan sebagai stabilitas cadangan pangan masyarakat dan membantu mengamankan harga gabah dari kejatuhan. Modal awal LPMD hanya dihimpun sekali dalam bentuk natura (gabah). Berikutnya tidak pernah ada aktivitas penyimpanan (setor), yang ada adalah jasa peminjaman dalam bentuk natura dan dikembalikan dalam bentuk natura. Penggunaan jasa pinjaman selain untuk akumulasi modal, susut, dan jasa pengurus serta anggota, juga dipakai untuk kegiatan sosial seperti mengatasi musibah. Dengan kata lain, dalam pengelolaannya LPMD masih menggunakan sistem natura, dan bukan uang. Ciri lain yang melekat, hampir semua LPMD masih berorientasi sosial. Seiring makin menurunnya peran Bulog dalam pembentukkan cadangan pangan nasional, maka langkah merevitalisasi LPMD menjadi institusi penyangga cadangan pangan menjadi amat strategis. Revitalisasi LPMD menjadi lembaga perekonomian desa harus dilakukan secara bertahap. Mula-mula LPMD yang sudah ada dan bersifat sosial dapat ditingkatkan menjadi LPMD sederhana yang kokoh. Selanjutnya, LPMD itu harus difasilitasi menjadi lumbung pangan yang modern seperti yang ada di negara-negara maju. Cikal-bakal lumbung pangan demikian sudah ada di Sumatera Selatan. Dengan prinsip saling percaya. Pengusaha penggilingan padi memberikan fasilitas gudang gratis kepada petani. Lewat cara ini, pengusaha bisa menjaga pasokan beras sesuai kebutuhan pasar, sehingga harga gabah/beras terkendali. Ujung-ujungnya, bukan saja pengusaha yang untung, petani juga tidak merugi akibat kejatuhan harga di saat panen raya. Dengan bukti kepemilikan gabah di gudang, petani juga bisa mendapatkan kredit dari pengusaha dan pihak lain. Di Lampung jauh lebih maju. Dengan mengantongi sertifikat kepemilikan kopi di gudang dari surveyor, petani kopi di sana dengan mudah bisa mendapatkan fasilitas kredit off-shore berbunga ringan dari institusi perbankan di London.

3 Untuk mengembangkan lumbung pangan modern, yang penting bukan cuma institusi fisik, tapi juga soal manajemennya. Intinya, pengelolaan lumbung pangan modern menyangkut tiga hal penting, yaitu pengelolaan risiko, bursa komoditas, dan prinsip saling kepercayaan. Lumbung pangan itu bukan hanya untuk mengelola komoditas yang punya daya simpan panjang seperti beras dan kopi atau biji-bijian, tapi juga komoditas yang mudah dan cepat busuk seperti sayur-sayuran dan buahbuahan.

Aneka pangan hasil pertanian

4 PEKARANGAN, LUMBUNG PANGAN KELUARGA Menurut arti katanya, pekarangan berasal ari kata “karang” yang berarti halaman rumah (Poerwodarminto, 1976). Sedangkan secara luas, batasan pengertian pekarangan adalah: “Pekarangan adalah tanah di sekitar perumahan, kebanyakan berpagar keliling, dan biasanya ditanami padat dengan beraneka macam tanaman semusim maupun tanaman tahunan untuk keperluan sendiri sehari-hari dan untuk diperdangkan. Pekarangan kebanyakan slng berdekaan, dan besama-sama membentuk kampung, dukuh, atau desa”. Batasan lain, adalah pekarangan sebagai suatu ekosistem: “Pekarangan adalah sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas batas-batasannya, ditanami dengan satu atau berbagai jenis tanaman dan masih mempunyai hubungan pemilikan dan/atau fungsional dengan rumah yang bersangkutan. Hubungan fungsional yang dimaksudkan di sini adalah meliputi hubungan sosial budaya, hubungan ekonomi, serta hubungan biofisika”. (Danoesastro, 1978). Pekarangan adalah sebidang tanah di sekitar rumah yang mudah di usahakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga. Pekarangan sering juga disebut sebagai lumbung hidup, warung hidup atau apotik hidup. Dalam kondisi tertentu, pekarangan dapat memanfaatkan kebun/rawa di sekitar rumah. Pemanfaatan Pekarangan adalah pekarangan yang dikelola melalui pendekatan terpadu berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan, sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beranekaragam secara terus menerus, guna pemenuhan gizi keluarga. Pekarangan adalah sebidang tanah yang terletak di sekitar rumah dan umumnya berpagar keliling. Di atas lahan pekarangan tumbuh berbagai ragam tanaman. Bentuk dan pola tanaman pekarangan tidak dapat disamakan, bergantung pada luas tanah, tinggi tempat, iklim, jarak dari kota, jenis tanaman. Pada lahan pekarangan tersebut biasanya dipelihara ikan dalam kolom , dan hewan piaraaan seperti ayam, itik, kambing, domba, kelinci, sapi dan kerbau. Keragaman tumbuhan dan bintang piaraan inilah yang menciptakan pelestarian lingkungan hidup pada pekarangan. Lahan pekarangan beserta isinya merupakan satu kesatuan kehidupan yang saling menguntungkan. Sebagian dari tanaman dimanfaatkan untuk pakan ternak, dan sebagian lagi untuk manusia, sedangkan kotoran ternak digunakan sebagai pupuk kandang untuk menyuburkan tanah pekarnagn. Dengan demikian, hubungan antara tanah,

5 tanaman, hewan piaraan, ikan dan manusia sebagai unit-unit di pekaranagn merupakan satu kesatuan terpadu.

Pekarangan dengan aneka jenis tanaman

Fungsi Ekosistem Pekarangan sebagai berikut : 1. Fungsi Lumbung Hidup Untuk menghadapi musim paceklik, pekarangan biasanya dapat membantu penghuninya menyediakan sumber pangan yang hidup (lumbung hidup) seperti : tanaman palawija, tanaman pangan dan hortikultura, hasil binatang peliharaan, dan ikan 2. Fungsi Warung Hidup Pekarangan menyediakan berbagai jenis tanaman dan binatang peliharaan yang setiap saat siap dijual untuk kebutuhan keluarga pemiliknya.

Tanaman sayuran di pekarangan belakang

Pekarangan yang ditamani berbagai jenis tanaman dan untuk memelihara ternak atau ikan mampu menyediakan benih atapun bibit baik berupa biji-bijian. dapat menciptakan suasana asri dan sejuk. maka pekarangan kita bisa menjadi sumber gizi keluarga yang murah. tanaman pangan. tempat bermain. Berbagai jenis tanaman tersebut dapat dijadikan sumber pangan alternatif. Dengan beraneka tanaman pangan. baik tanaman merambat. misalnya sembung. jelarut (garut). jeruk nipis.dll. kencur. 5. pepaya. kunir. pisang. ganyong. iles-iles. ketela. stek. cangkok. jahe. semacam suweg.6 3. seperti singkong. Fungsi Pemberi Keindahan Pekarangan yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman bunga-bungaan dan pagar hidup yang ditata rapi akan memberi keindahan dan keteangan bagi penghuninya. tomat. karena rasa dan gizinya cukup baik. 4. Fungsi Pemberian Keasrian Pekarangan yang berisi berbagai jenis tanaman. okulasi maupun bibit ternak dan benih ikan. gadung. dan sebagainya. bahkan kalau sudah memungkinkan kita dapat lebih berdaulat atas pangan kita. terong. Hasil pekarangan biasanya saling ditukarkan dengan hasil pekarangan tetangga untuk menjalin keeratan hubungan social. kapulaga dan sebagainya. Fungsi Sosial Lahan pekarangan yang letaknya berbatasan dengan tetangga biasanya digunakan untuk ngumpul-ngumpul hajatan. Pekarangan juga dapat ditanami dnegan aneka tanaman ubi-ubian yang tahan bertahun-tahun dan adaptif dengan segala musim dan cuaca. dan kegiatan social lainnya. seperti tanaman hias. . buah-buahan serta sayuran. tanaman perdu maupun tanaman tinggi dan besar. Tanaman tersebut dapat digunakan untuk obatobatan tradisional yang tidak kalah khasiatnya dengan obatobatan yang diproduksi secara kimiawi. Fungsi Sumber Benih dan Bibit. 6. 7. Fungsi Apotik Hidup Pekarangan menyediakan berbagai jenis tanaman obat-obatan. berdiskusi. Lahan pekarangan dapat ditanami dengan aneka jenis tanaman. buah dan sayuran.

Tanaman obat sekaligus sebagai bumbu dapur sejenis empon-empon. cabe. Pekarangan juga dapat dioptimalkan pemanfaatannya dengan tanaman apotek hidup atau tanaman obat keluarga (toga) yang memudahkan kita memperoleh obat alami. kapulaga. juga tanaman sirih. kencur. kunyit. semacam jahe. dan sebagainya dapat menjadi pilihan. dan sebagainya sebagai sumber protein hewani yang murah.7 Lahan pekarangan dengan tegakan kayu dan umbi-umbian Di pekarangan juga dapat dipelihara hewan ternak dan ikan. lengkuas. Menggarap lahan pekarangan FUNGSI PEKARANGAN . melainkan juga akan memberikan suasana asri dan nilai estetika yang tak ternilai. Manfaatnya bukan saja sebagai penghasil obat dan bumbu. ayam. kelinci. seperti ikan.

. Adanya kolam tempat mandi atau sumur di dalam pekarangan. pada setiap pekarangan terdapat”pelataran” (Jawa) yang dapat dipergunakan sebagai tempat bemain anak-anak sekampung.8 Fungsi Hubungan SOSIAL BUDAYA Ditinjau dari segi sosial budaya. atar kampung. Pandangan seperti ini nampak pada beberapa anggota masyarakat pedesaan yang elah “maju”. sebagai penhasil tanaman perdagangan. ahkan antar desa satu dengan yang lainnya. maupun bahan kerajinan). Fungsi Hubungan EKONOMI Selain fungsi hubungan sosial budaya. Kalaupun berpagar. dewasa ini nampak ada kecenderungan bawa pekarangan dipandang tidak lebih jauh dari fungsi estetikanya saja. dengan memenuhi pekarangannya dengan tanaman hias dengan dikelilingi tembok atau pagar besi dengan gaya arsitektur “modern”. pekarangan juga memiliki fungsi hubungan ekonomi yang tidak kecil artinya bagi masyarakat yang hidup di pedesaan. bagi masyarakat desa. selalu ada bagian yang masih terbka atau diberi pinu yang mudah dibuka oleh siapapun dengan maksud untuk tetap memberi keleluasaan bagi masyarakat umum untuk keluar masuk pekarangannya. Bagi masyarakat desa. pekarangan juga mempunyai fungsi sebagai jalan umum (lurung) antar tetangga. terlebih pada masyarakat perkotaan. melainkan juga mempunai fungsi sosial budaya di mana anggota masyarakat (termasuk anak-anak) dapat bebas mempergunakannya untuk keperluan-keperluan yang bersifat sosial kebudayaan pula. Di samping itu. Sedikitnya ada empat fungsi pokok yang dipunyai pekarangan. yaitu: sebagai sumber bahan makanan. sebagai penghasl tanaman rempah-rempah atau obatobatan. bagi masyarakat pedesaan yang masih “murni”. pekarangan bukanlah milik pribadi yang ”eksklusif”. Namun. Yaitu. antar dkuh. juga dapat dipergunakan oleh orang-orang sekampung dengan bebas bahkan sekaligus merupakan tempat pertemuan mereka sebagai sarana komunikasi masa. Nampaknya. justru masih banyak didapati pekarangan yang tidak berpagar sama sekali. dan juga sumber bebagai macam kayu-kayuan (untuk kayu nakar. bahan bangunan.

salak. Tanaman sayuran Buah-buahan Macam Tanamannya Ubikayu. Kandang ternak di pekarangan belakang rumah . Bahan kerajinan Sumber: Danoesastro. dll. Daftar berbagai macam tanaman di pekarangan petani di kelurahan Sampel. dikelompokkan menurut fungsinya. jeruk. Kayu bakar 2. Bagi masyarakat pedesaan. wadang. dll. pekarangan dapat dipandang sebagai “lumbung hidup” yang tiap tahun diperlukan untuk mengatasi paceklik. ganyong. Kelapa. No. bambu. Kayu-kayuan: 1. I Golongan Tanaman Sumber bahan makanan tambahan : 1. rambutan. Bahan bangunan 3. obat-obatan. jambu. mahoni. Mlinjo. pakel. uwi. Sirih. mundu. kunir. koro. banjir. pandan. Lain-lain Tanaman perdagangan Rempah-rempah. mangga. kencur. dll. gembolo. Munggur. Bambu. nangka.garut dll. 3. Jati. tales. kekeringan dan bencana alam yang lain. 1978. Jahe. II III IV 4. cengkeh. lmtoro. duku. pete. sono. Pepaya. Tanaman karbohdrat 2. laos.9 Tabel 1. dan sekaligus juga merupakan “terminal basis” atau pangkalan induk yang sewaktu-waktu dapat dimabil manfaatnya apabila usahatani di sawah atau tegalan mengalami bencana atau kegagalan akibat serangan hama/penyakit.

baik dipedesaan maupun di perkotaan. bunga. Dengan demikian kalaupun dalam proses kemajuan peradaban manusia ada sesuatu yang perlu diperbaki seperti: pembuatan jamban Keluarga di atas kolam. demikian seterusnya tanpa berhenti dan berulang-ulang. Sisa dapur. maka fungsi pemanfaatan pekarangan perlu ditingkatkan lagi. KEGIATAN PEMANFAATAN PEKARANGAN Pekarangan sebagian besar hanya dimanfaatkan sebagai penunjang konsumsi sehari-hari serta belum banyak mempehatikan aspek keragaman dan budidaya. indah dan nyaman. sistem daur ulang yang tidak baik dan efisiensi harus tetap terjaga kelangsungannya. Lahan pekarangan yang dikelola secara optimal dapat memberikan manfaat bagi rumah tangga dan keluarga yang mengelolanya. kotoran manusia dan ternak dibuang ke kolam untuk dimakan ikan. Dalam teori kebatinan Jawa. sisa-sisa makanan. akan nampak olehnya sistem pekarangan yang ditanami secara acak-acakan dengan segala macam jenis tanaman dan sering pula menimbukan kesan “menjijikkan” karena adanya kotoran hewan ternak di sana sini. Apa yang menjadi zat buangan dari suatu proses. Keadaan seperti ini adalah merupakan manifestasi kemanunggalan manusia dengan lingkungannya sebagaimana yang telah diajarkan nenek moyangnya. teratur. justru pola pengusahaan pekarangan seperti itulah ternyata. Sebagai contoh. Bahkan. atau buahnya) dimakan manusia. Untuk mensinergikan antara potensi pekarangan yang ada dengan permasalahan pangan dan gizi yang terjadi. yang secara alamiah diakui sebagai persyaratan demi berlangsungnya proses daur ulang (recycling) secara natural (alami) yang paling efektif dan efisien. bagi orang “kota” yang baru pertama kali turun masuk desa. segala macam sampah dan kotoran ternak dikumpulkan menjadi kompos untuk pupuk tanaman. tambahan pendapatan keluarga. . Lahan pekarangan yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat antara lain adanya peningkatan gizi keluarga. merupakan sumberdaya yang dipergunakan dalam proses berikutnya yang lain. sehingga pada kehidupan masyarakat desa tidak mengenal zat buangan.10 Fungsi Hubungan BIOFISIKA Pada pandangan pertama. lingkungan rumah asri. kotoran manusia dan sampah dibuang ke kolam atau untuk kompos. Ikan dan hasil tanaman (daun. disebutkan bahwa sesuatu yang ada dan yang hidup pada pokoknya satu dan tunggal.

Meningkatkan ketrampilan keluarga tani-nelayan dalam budidaya tanaman. kacangkacangan 47%. pangan hewani 31%. Untuk meningkatkan gizi keluarga. Pemanfaatan pekarangan dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan ditingkat rumah tangga dan tercapainya penurunan kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga.11 Aneka jenis tanaman dapat tumbuh di pekarangan. sumberdaya alam Indonesia memiliki potensi ketersediaan pangan yang beragam dari satu wilayah ke wilayah lainnya. umbi-umbian. serta pengetahuan terhadap pangan dan gizi masih terbatas. baik sebagai sumber karbohidrat maupun protein. pangan hewani. Realisasi konsumsi 4 (empat) kelompok pangan lazimnya masih di bawah anjuran. 3. yang berasal dari kelompok padi-padian. Tujuan dari pemanfaatan pekarangan adalah : 1. vitamin dan mineral. 1999). 2. Meningkatkan pendapatan keluarga tani-nelayan mellui kerjasama pemanfaatan pekarangan dengan berkelompok dalam skal usaha ekonomi. serta sayur dan buah 49% (SUSENAS. Ditinjau dari potensi sumberdaya wilayah. ternak dan ikan serta pengolahannya dengan teknologi tepat guna. Hal ini terjadi karena pendapatan masyarakat yang berkurang. Memenuhi kebutuhan gizi mikro keluarga secara berkesinambungan melalui pemanfaatan pekarangan. sayur dan buah serta biji berminyak. yaitu : umbi-umbian 46%. baik daya beli maupun nominalnya. dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang . kacang-kacangan.

12 tersedia di lingkungannya. Fungsi pekarangan adalah untuk menghasilkan : (1) bahan makan sebagai tambahan hasil dari lahan sawah dan tegalan. (4) rempah. Lahan pekarangan sudah lama dikenal dan memiliki fungsi multiguna. (2) sayuran dan buah-buahan. (5) bahan kerajinan tangan. (3) unggas. Pekarangan sebagai lumbung pangan keluarga Usaha budidaya di pekarangan jika dikelola secara intensif sesuai dengan potensi pekarangan. perlu diperhatikan mekanisme penentuan lokasi dan kelompok tani sebagai sasaran program sebagai berikut : Lokasi Kegiatan Kriteria lokasi kegiatan adalah sebagai berikut : Berada di daerah rawan pangan dan gizi . ternak kecil dan ikan. dan (7) uang tunai. Salah satu upaya pemberdayaan masyarakat tersebut di atas adalah dengan pemanfaatan pekarangan yang dikelola oleh keluarga sehingga mudah untuk pemeliharaan dan pemanenan hasilnya. dapat memenuhi sebagian kebutuhan konsumsi rumah tangga. Lokasi dan Kelompok Sasaran Untuk keberhasilan pelaksanaan model pemanfaatan pekarangan. juga dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi keluarga sekitar 5% sampai dengan 40%. bumbubumbu dan wangi-wangian.

3). 5). Kriteria kelompok peserta program adalah sebagai berikut :  Sebagian besar anggotanya merupakan keluarga tani miskin. Prinsip-prinsip dasar dari PRA yaitu : (1). Saling belajar dan menghargai perbedaan. Santai dan informal. dan (11) Tertulis 2. Dalam penumbuhan kelompok sebaiknya di setujui oleh kepala desa dan diketahui oleh petugas penyuluh untuk memudahkan pembinaan. 9). dan kepemipinan dari mereka sendiri. PELAKSANAAN PEMANFAATAN PEKARANGAN. Orientasi praktis. Pemberdayaan masyarakat. maupun secara khusus oleh sebuah tim dimana keanggotaannya mempunyai keragaman latar belakang baik dari segi pendidikan. 8). Belajar dari kesalahan. Mengoptimalkan hasil. petugas terkait dan tokoh-tokoh formal pedesaan untuk menentukan secara bersama-sama lokasi dan calon warga binaan yang akan melaksanakan pengembangan pemanfaatan pekarangan. Dengan berkelompok tumbuh kekuatan gerak dari para warga dengan prinsip keserasian. oleh dan untuk kepentingan para petani sendiri. mengutamakan yang terbaik. Metode Pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan dapat dilaksanakan dalam suatu model dengan menggunakan metode PRA.13 Daerah miskin. pengalaman maupun ketrampilannya. PRA digunakan untuk menyertakan aggota masyarakat.  Berdomisili di desa/kecamatan rawan gizi. 2). 10). 4). Pelaksanaan kajian dengan teknik-teknik PRA dapat dilakukan perorangan (misalnya oleh petugas lapangan dalam menjalankan kegiatannya). orang luar sebagai fasilitator. Keberlanjutan dan selang waktu. Kelompok tumbuh dari. 6). (7). Seandainya belum terdapat kelompok yang memenuhi kriteria tersebut. Jumlah anggota kelompok disarankan berkisar antara 15 – 25 orang dan berdomisili berdekatan. Cek dan Re-chek informasi. 1. Model Pemberdayaan . para tokoh masyarakat. maka dilakukan penumbuhan kelompok yang didasarkan kepada kebutuhan dan keinginan bersama. Sasaran Kelompok Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kelompok secara partisipatif. maka dapat dijadikan sebagai kelompok sasaran. Masyarakat sebagai pelaku. Bila kelompok memenuhi kriteria seperti di atas.

c. b. Langkah-langkah penumbuhan kelompok dimulai dengan :  Menginventarisasi ulang nama-nama calon anggota kelompok sasaran dari hasil PRA. 3. Langkah-langkah pelaksanaan Langkah-langkah pelaksanaan pemanfaatan pekarangan adalah sebagai berikut : a. Penguatan modal Diberikan bantuan langsung kepada kelompok masyarakat sesuai dengan kebutuhan kelompoknya. .  Mengumpulkan calon anggota kelompok dan pemilihan pengurus kelompok. memilih pendamping yang menguasai teknik teknik pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. secara sampling. Pendampingan Adalah pembinaan petugas kepada kelompok masyarakat mengenai pengelolaan pekarangan dimulai dari penanganan sarana produksi sampai dengan pengelolaan pasca panen dan pemasarannya. 2. Model pengembangan pemanfaatan pekarangan terdiri dari pemberdayaan. a. Identifikasi pola pekarangan berbasis sumberdaya lokal dengan metode PRA.14 Pengembangan pemanfaatan pekarangan dimulai dari penumbuhan kelompok wanita tani-nelayan dengan memperhatikan keteladanan kelompok wanita tani-nelayan sebelumnya dan diikuti dengan pergiliran modal. berdasarkan hasil kesepakatan kelompok. Persiapan 1. pendampingan dan penguatan modal. b. Pemberdayaan Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok masyarakat yang dilaksanakan melalui pelatihan sesuai dengan kebutuhannya. Bila kriteria kesiapan kelompok telah terpenuhi dilanjutkan dengan membuat perencanaan kegiatan kelompok. Penumbuhan kelompok Sebagai langkah awal dilakukan penyiapan dan penumbuhan kelompok yang disesuaikan dengan kemampuan calon anggotanya.  Melakukan cross-chek lapangan pada masingmasing keluarga yang ditetapkan sebagai calon anggota kelompok sasaran.

Selanjutnya dilakukan penjadualan pertemuan rutin kelompok. Pendampingan Pengembangan pemanfaatan pekarangan dilaksanakan dengan pola pemberdayaan yang mampu memacu kemandirian dan meningkatkan peran aktif kelompok sasaran. serta pelatihan yang dibutuhkan. Kegiatan organisasi akan berjalan dengan baik jika didasarkan pada kebutuhan mendasar yang dirasakan anggota kelompok. c. d. agar mampu menngtahui kekuatan dan kelemahannya. Langkah-langkah operasional yang akan dilaksanakan dalam menyusun rencana kegiatan kelompok dapat dijabarkan sebagai berikut :  Merumuskan tujuan organisasi kelompok  Merumuskan rencana kegiatan kelompok antara lain kegiatan dan komoditi yang akan dikembangkan dipekarangan. untuk mendapatkan penjelasan tentang pelaksanaan model.15 Dinamika kelompok masyarakat dalam mengelola pekarangan Kemudian kelompok yang telah terbentuk difasilitasi oleh pendamping atau aparat yang menangani tugas dan fungsi yang terkait dengan pemanfaatan pekarangan dari propinsi/kabupaten. mampu memanfaatkan . Kebutuhan anggota kelompok tersebut akan tergali jika organisasi kelompok yang mewadahinya telah sepakat dengan cita-cita kedepan dan arah kegiatan organisasi secara jelas. Perencanaan kegiatan kelompok.

4). perlu dilakukan kegiatan pendampingan untuk memfasilitasi proses pengambilan keputusan berbagai kegiatan yang terkait dengan kebutuhan anggota. Diutamakan usia antara 25 – 40 tahun 5). Pendamping dapat berasal dari penyuluh pertanian lapangan. Memantau perkembangan kegiatan pemanfaatan pekarangan Untuk pelaksanaan tugas-tugas tersebut. Tugas pendamping adalah : 1). Diprioritaskan berdomisili dikabupaten tempat lokasi pekarangan berada. Mempunyai komitmen dan dedikasi yang tinggi untuk membantu petani/kelompok tani. . sesuai dengan kebutuhan serta kesepakatan anggota kelompok. LSM. dan mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang partisipatif. Memfasilitasi pelaksanaan PRA. Pemberian bantuan Pemberian bantuan dimaksudkan untuk : 1). Mempunyai kemampuan memfasilitasi perubahan dan pengembangan kelompok. e.16 peluang serta mampu memilih alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. pendamping diberi insentif setiap bulannya. 2). 6). 3). Memfasilitasi pelatihan yang diperlukan 5). Pendampingan dilakukan sejak dari persiapan sampai tahap akhir kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat melalui program ini. perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kelompok dengan mekanisme yang partisipatif. Membimbing pengurus dan anggota dalam : penumbuhan kelompok. Kriteria pendamping adalah : 1). Membantu petugas kabupaten dalam mengidentifikasi potensi lokasi dan anggota kelompok masyarakat. Penguatan modal kelompok masyarakat yang digunakan untuk memperkuat kegiatan kelompok. Untuk meningkatkan efektifitas proses pemberdayaan. 4). 3). dan masyarakat lokal sepanjang memenuhi kriteria pendamping. Mempunyai pengalaman di bidang manajemen pengelolaan usahatani/pekarangan. Jenjang pendidikan minimal Sarjana Muda atau yang sederajat 2).

Pemantauan. f. organisasi kewanitaan (PKK) diharapkan dapat dilakukan secara periodik pada kelompok sasaran. Peningkatan kemampuan kelompok bisa dilakukan melalui pelatihan teknis dan manajemen yang berkaitan dengan usaha yang ingin dikembangkan. Pembinaan dan Evaluasi. Pemantauan dan pembinaan oleh instansi terkait dan peran serta LSM. yang bertugas membimbing pengurus dan anggota kelompok masyarakat dalam mengelola usaha yang terkait dengan kegiatan pekarangan (sesuai dengan tugas pendamping). Pelaksanaan pemberdayaan kelompok masyarakat ini diharapkan akan dilakukan secara berkesinambungan.17 2). 3). . Kegiatan evaluasi dilakukan pada pertengahan dan akhir tahun pelaksanaan kegiatan. Memfasilitasi kegiatan pendampingan. agar keluarga atau masyarakat tani-nelayan dapat mencukupi kebutuhan konsumsi pangan minimal dari segi gizi mikronya dan dapat sebagai tambahan pendapatan keluarga. antara lain untuk membiayai tenaga ahli/profesional.

yaitu: Gadung berdaging umbi putih: gadung punel. yaitu dioscorine. buah tua akan menghasilkan serat (seperti spon) yang dapat digunakan untuk mencuci.).5 bulan.5 bulan. ketan. dan buah yang setengah tua digunakan sebagai manisan.). Dioscorea hispida) Famili: Dioscoreaceae Tanaman gadung mudah dibedakan dari famili Dioscorea lainnya dengan melihat daunnya yang berbentuk segitiga dan berbulu kasar. Gadung berdaging umbi kuning: gadung kunyit (bunganya harum) dan padi. srintil. Buah muda digunakan sebagai sayur. Garut (Arrowroot (Ingg.). Perbanyakan tanaman dapat menggunakan biji. Bligo (Labu) (Benincasa hispida) Famili: Cucurbitaceae Tanaman menjalar dengan buah berbentuk lonjong. Buah yang dapat dikonsumsi hanya buah yang masih muda. Sebelum dapat dikonsumsi umbi gadung diolah terlebih dahulu karena mengandung zat beracun. Kulit buah tua berwarna hijau denan daging buah berwarna putih. Tunas air yang banyak tumbuh pada batang utama sebaiknya dibuang agar menghasilkan buah yang lebih banyak. bligo dirambatkan ke pohon atau atas atap). Buahnya dapat digunakan sebagai sayur maupun dibuat manisan. Budidaya: Sama seperti bligo. Ketinggian tempat tumbuh optimal 0-500 m (dataran rendah). Dapat mulai panen usia 1. Rasa buahnya asam. Ada dua kelompok gadung. Umbinya merupakan kumpulan beberapa umbi yang menjadi satu dengan rambut kaku dan kasar. hanya perlu hati-hati karena kulit buah tidak setebal dan sekaku bligo sehingga buah mudah rusak/patah. Mulai panen pada usia 3. (Luffa acutangula) Famili: Cucurbitaceae Tanaman merambat dengan buah membentuk tepi bersudut. Lebih baik ditanam pada menjelang akhir musim hujan. Maranta arundinaceae) Famili: Araceae . Blustru (Oyong) (Luffa cylindrica) Famili: Cucurbitaceae Seperti bligo. bulat atau setengan silindris. Gadung ((Intoxicating) Yam (Ingg. Gambas/Oyong (Chinese okra (Ingg. Buah muda penuh diliputi bulu sedangkan buah tua diselimuti oleh lapisan lilin berwarna putih. Sebagai tempat merambat dibuatkan para-para (secara tradisional. tanaman ini juga merambat.18 PILIHAN ANEKA JENIS TANAMAN PEKARANGAN Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Tanaman ini dapat berbuah lebat jika mendapat pengairan yang cukup. kapur dan putih.

kurus atau menderita akar cerutu (Cigar root). Untuk memperoleh struktur tanah yang gembur perlu dilakukan pengolahan sebaik mungkin dengan cara membajak atau mencangkul dengan kedalaman 20 – 30 cm.000 – 3. Terlambat panen menyebabkan umbi berserat sehingga menjadi kurang layak untuk dikonsumsi. Rimpang dapat digunakan sebagai sumber pangan atau diambil tepungnya sebagai bahan baku industri. Tanaman garut diperbanyak secara vegetatif. 2. Pemilihan bibit. bagian tanaman yang baik untuk digunakan sebagai bibit adalah ujung-ujung rhizoma atau tunas umbi (bits) yang panjangnya 4 – 7 cm dan mempunyai 2 – 4 mata tunas. Budidaya: Garut membutuhkan naungan dari sinar matahari Perbanyakan melalui umbi. Panen: Panen dilakukan ketika daun berwarna kekuningan (sekitar 11 BST). karena pada struktur tanah yang gembur umbi dapat tumbuh dengan leluasa. Agar diperoleh produksi yang tinggi maka bibit yang digunakan harus berkualitas baik dan jangan menggunakan bibit yang kondisinya kurang sehat.500 kg bibit. Pengolahan Tanah Tanaman garut pada umumnya menghendaki tanah yang gembur. Budidaya Tanaman Garut 1. tahan naungan. Rimpang garut berwarna putih dengan buku-buku yang mengelilingi sepanjang rimpang. agar tanah menjadi semakin gembur maka . Tanaman garut. Jumlah bibit yang diperlukan untuk setiap hektarnya adalah 3. Proses pemanenan juga akan lebih mudah dan cepat apabila kondisi tanah gembur.19 Tanaman monokotil tahunan dengan tinggi mencapai 60-90 cm.

Pupuk anorganik dapat diberikan sekaligus pada saat tanaman berumur 3. Setelah pupuk diberikan selanjutnya lubang atau alur tersebut ditutup kembali dengan tanah untuk menghindari terjadinya kehilangan pupuk akibat penguapan.20 sebaiknya diberikan kompos atau pupuk kandang sebanyak 25 – 30 ton per hektar karena kompos atau pupuk kandang tersebut selain menggemburkan tanah juga untuk memperkaya kandungan unsur hara di dalam tanah.4 bulan karena pada saat itu tanaman mulai membentuk umbi sehingga sangat membutuhkan banyak zat makanan. Tanah diolah dengan membajak atau mencangkul. 3. Jarak antara bedengan yang satu dengan yang lain adalah 30 – 50 cm. Pemberian pupuk dapat dilakukan pada garitan atau alur yang dibuat disepanjang barisan tanaman. 4.5 bulan dan dapat pula diberikan secara bertahap. . Bibit ditanam pada bedengan-bedengan yang telah disiapkan dengan menggunakan alat tanam seperti tugal atau cangkul dengan kedalaman yang cukup yaitu antara 8 – 15 cm. Jarak tanam garut yang umumnya digunakan adalah sekitar 37. lebar 120 cm dan tingginya antara 25 – 30 cm. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk alam (pupuk organik) seperti kompos atau pupuk kandang sebanyak 25 – 30 ton/ha yang diberikan pada saat pengolahan tanah. SP-36 sebanyak 200 – 300 kg/ha dan KCL sebanyak 100 – 350 kg/ha. Dalamnya penanaman bibit garut ini bertujuan agar umbi yang terbentuk nantinya tidak menonjol ke permukaan tanah. Apabila pemupukan dilakukan secara bertahap sebaiknya diberikan sebanyak 2 kali pemupukan pertama bersamaan dengan penanaman bibit sedangkan pemupukan kedua dilakukan menjelang tanaman berbunga atau pada saat tanaman berumur kurang lebih 3. 5. Penanaman Bertanam garut biasanya dilakukan pada awal musim hujan yaitu sekitar bulan Oktober agar tanaman lebih banyak tertolong pertumbuhanya dengan adanya curah hujan.5 x 75cm. sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur dan hasil umbi dapat mencapai optimal. pupuk buatan (pupuk anorganik) juga sangat penting untuk diberikan yaitu : Urea sebanyak 350 – 400 kg/ha. Pemeliharaan. kemudian dibuat bedengan dengan ukuran panjang sesuai dengan kondisi lahan. dan dapat juga lubang-lubang yang dibuat dengan menggunakan tugal didekat pangkal tanaman garut. Selain pupuk alam (pupuk organik). Pemupukan Pemberian pupuk merupakan kegitan yang sangat penting untuk dilakukan agar tanaman garut memperoleh bahan makanan yang cukup. Setelah bibit ditanam selanjutnya lubang tanaman ditutup dengan tanah.

Rerumputan atau gulma-gulma yang ada dibenamkan ke dalam tanah karena rerumputan atau gulma tersebut dapat berperan juga sebagai pupuk dan menjadi sangat penting guna mencegah timbulnya serangan penyakit. Satu-satunya jenis hama yang penting adalah ulat penggulung daun (Colopedes athlius Cran. mulai layu dan mati yaitu biasanya pada umur antara 10 – 12 bulan setelah tanam. Bentuk umbi seperti ini bukan akibat dari adanya serangan hama atau penyakit tetapi akar cerutu terbentuk untuk membentuk tunas-tunas baru. dan sekalipun ada pada umumnya serangannya kurang membahayakan pertumbuhan tanaman. Cara melakukan pembumbunan yaitu tanah berada disekitar tanaman dicangkul. ciri-cirinya daun yang terserang melinting (menggulung). yang perlu diperhatikan adalah penyiangan dan pembumbunan karena kedua kegiatan tersebut merupakan perawatan tanaman. Panen Hasil utama tanaman garut adalah umbi. dan apabila tanaman garut mulai nampak berbunga maka kegiatan penyiangan tidak boleh lagi dilakukan. . 6. Penyakit akar ini disebabkan oleh Rosselina Bunodes Sacc. Penyiangan dapat dilakukan setiap bulan terutama selama 3 – 4 bulan pertama. Kegiatan pembumbunan pada tanaman garut ini merupakan kegiatan yang sangat perlu dilakukan untuk memelihara kondisi tanah dalam keadaan gembur sehingga pertumbuhan dan perkembangan umbi menjadi sempurna. Hama ini dapat diatasi dengan mudah yaitu dengan menggunakan larutan yang mengandung arsanik. Oleh karena itu pembuatan saluran drainase yang baik produksi rata-rata yang diperoleh umumnya sebesar 12. kegiatan pembumbunan juga dapat sekaligus dilakukan dengan menggunakan cangkul. Tanda-tanda umbi garut sudah waktunya untuk dipanen adalah daun-daun menguning. Yang biasanya menyerang tanaman garut yang diusahakan pada daerah-daerah yang lembab dengan curah hujan tinggi dengan drainase yang kurang baik. karena ulat ini menggulung sejumlah daun sehingga dapat menghambat proses asimilasi yang akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan umbi garut. 7. lalu ditimbun ke arah pangkal-pangkal batang.21 Dalam hal pemeliharaan tanaman garut. namun dengan tingkat budidaya yang baik dapat mencapai 37 ton umbi segar per hektar. Sambil melakukan penyiangan. Hama dan Penyakit serta Pengendaliannya Tanaman garut termasuk tanaman yang tidak terlalu banyak jenis hama dan penyakit yang menyerangnya.5 ton per hektar. Pada tanaman garut dikenal istilah akar cerutu (cigar root) yang pada dasarnya adalah suatu umbi yang berbentuk kurus panjang yang banyak mengandung serat dan sedikit sekali kandungan patinya. Jenis penyakit yang sering menyerang garut adalah penyakit akar. Penyiangan dimaksud untuk membersihkan rumput atau gulma yang tumbuh disekitar tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.).

Pasca Panen Umbi garut dapat dibuat tepung dan pati garut yang dapat disimpan lama ditempat yang kering. Pengeringan.5 %. kemudian bersihkan dari kotoran (tanah) dan sisik-sisiknya terus dicuci dengan air bersih yang mengalir. c. Tepung garut kualitas komersial berwarna putih.640 Brabender Unit. sedang kultivar yang lain memerlukan alat untuk mencongkel umbi yang letaknya agak di dalam tanah. tergantung cara pengolahan dan mutu bahan bakunya. Pada saat pemanenan. pH 4. Tampung tepung garut dalam wadah. Penyimpanan.5 – 37 ton umbi per hektar. Pencucian dan Perendaman. Jumlah panenan dapat berkisar antara 7. f. b. Rajanglah umbi garut tipis-tipis dengana alat pengiris atau penyawut ubikayu. Pembersihan. Cara pembuatan pati garut adalah sebagai berikut : a. maksimal disimpan dua hari setelah panen. g.22 Sebenarnya kandungan pati maksimum pada umbi garut adalah pada saat tanaman berumur 12 bulan. Pemilihan dan Pembersihan Umbi. Penyawutan. Cucilah umbi garut dalam air mengalir hingga bersih. pemanenan cukup dilakukan dengan menggunakan tangan. kandungan abu dan seratnya rendah. Cara pembuatan tepung garut adalah sebagai berikut : a. Keringkan sawut garut dengan cara dijemur atau menggunakan alat pengering butan hingga berkadar air 10 – 12 %. e. Pilih umbi yang segar. . kemudian diayak dengan ayakan tepung berulang-ulang. Pilih umbi garut yang segar. Pemilihan umbi. rerumputan dan sampah-sampah tanaman dikubur di lahan agar berubah menjadi bahan organik yang sangat membantu dalam menyuburkan tanah. Cara panen umbi garut sangat bergantung pada varietas /kultivar yang digunakan. namun pada umur tersebut umbi garut telah banyak berserat sehingga pati sulit untuk diekstrak. Mutu tepung garut yang satu dan lainnya sangat berlainan. d. kemudian segera direndam selama beberapa waktu agar tidak terjadi pencoklatan (browning). Penepungan. tingkat kesuburan tanah dan cara pemeliharaan tanaman yang dilakukan.5 – 7 serta viskositas maksimum antara 512. Tumbuklah sawut kering hingga lembut. Bersihkan umbi garut dari kotoran (tanah) dan kulit atau sisik-sisiknya. 8. Tinggi rendahnya hasil panen sangat tergantung pada varietas. bersih. Untuk kultivar yang letak umbinya dekat dengan permukaan tanah. bebas dari noda dan kandar airnya tidak lebih dari 18. Simpan wadah yang berisi tepung di tempat yang kering.

Iles-iles/Suweg (Amorphophallus konjak) Famili: Araceae Umbi berbentuk lebar dengan berat mecapai 1-11 kg. seperti farmasi dan kosmetik. lalu saring lagi dan dimasukkan kedalam mesin pemisah agar diperoleh ekstrak pati secara maksimum. Budidaya: Iles-iles membutuhkan naungan dari sinar matahari. Jemurlah endapan pati garut hingga kering. Pembuatan pati garut dalam skala besar dengan cara sebagai berikut : a. g. lalu keringkan pada suhu 55 – 600 C selama 2 – 3 jam. iles-iles juga digunakan sebagai bahan baku industri. Kemaslah pati garut dalam wadah (kemasan) kantong plastik atau kaleng yang kedap usara (tertutup). Hasilnya diperoleh pati halus berwarna putih. Larutan hasil perasan segera diendapkan sehingga air terpisah dari endapan pati. Hasilnya ditambah air dan asam sulfit. lalu tambahkan air bersih kedalam bubur kasar sambil diaduk-aduk dan diremasremas. Masukkan bubur tersebut ke dalam alat yang terdiri atas tiga saringan yang terus bergetar sehingga patinya terpisah. Umbi harus direbus hingga benar-benar masak sebelum dimakan untuk menghilangkan rasa gatal. Selanjutnya saringlah bubur tersebut dengan kain untuk memisahkan pati dari seratnya. kemudian gilinglah menjadi pati halus. b. f. Biarkan endapat beberapa saat dalam bak. kemudian tambahkan air bersih sambil diaduk-aduk atau diremas-remas agar keluar patinya. c. kemudian simpan ditempat yang kering. h. Campurkan lagi pati dengan air bersih dan disaring dengan saringan 120 mesh. Pemarutan dan Pemisahan Pati. Parutlah umbi garut hingga menjadi bubur kasar. kemudian bersihkan dari sisik-sisiknya. Pengemasan dan Penyimpanan. e. Parutlah umbi garut hingga menjadi bubur kasar. c. d. Selain digunakan sebagai bahan pangan dan campuran pakan ternak. Pengeringan. campur dengan air. Simpan wadah (kemasan) berisi pati garut di tempat yang kering. Panen: 1-3 tahun setelah tanam .23 b. Tumbuk (haluskan) ampas yang tertinggal. Cucilah umbi garut dalam bak khusus. Umbi banyak mengandung mannosa dan mannans yang merupakan bahan pembentuk gel dalam sebuah produk bernama konnayaku di Jepang. Putar-putar lagi saringan tadi dalam mesin pemisah pati. Perbanyakan melalui umbi. d. Kemaslah pati garut dalam wadah kaleng tertutup atau kantong plastik.

Suweg juga bisa diiris tipis.2 g. thiamine 0. saat inilah kandungan pati di dalam suweg maksimal. Padahal suweg sangat potensial sebagai bahan pangan sumber karbohidrat. Tepung suweg bisa menjadi pengganti tepung terigu atau beras atau digunakan sebagai subtitusi tepung terigu. vitamin A dan B juga lumayan tinggi. Tanaman siweg tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Tanah yang cocok adalah campuran antara tanah humus. Sayangnya umbi ini semakin tidak dilirik dan bahkan mulai langka. Suweg juga baik dikonsumsi bagi penderita diabetes karena indek glisemik rendah yaitu 42. karbohidrat 15. Setiap 100 g suweg mengandung protein 1.24 Tanaman suweg. aplikasi suweg menjadi lebih mudah. lemak 0. suweg sangat potensial. Tanaman ini lebih cocok ditanam pada lahan yang agak ternaungi jadi perlu tanaman pelindung. kalsium 62 mg. dijemur dan dijadikan tepung suweg.1 g.0 g. umbinya kaya karbohidrat Umbinya besar mencapai 5 kg. Kandungan serat. Bahan pangan dengan indek glisemik rendah dapat menekan peningkatan kadar gula darah penderita diabetes. Komposisi utamanya adalah karbohidrat sekitar 80-85%.7 g.07 mg dan asam askorbat 5 mg. Tanaman akan menghasilkan umbi siap panen ketika memasuki usia 18 bulan. Kisaran suhu idealnya adalah 2535oC dengan curah hujan 1000-1500mm/tahun. cita rasanya netral sehingga mudah dipadu padankan dengan beragam bahan sebagai bahan baku kue tradisional dan modern. lempung dan pasir. Berat umbi suweg bisa mencapai 5 kg. Suweg berkembang biak dengan pemisahan anakan atau memotong tunas anakan yang tersebar dipermukaan umbi. besi 4. Sebagai sumber bahan pangan. Masa panen suweg sebaiknya dilakukan saat batang suweg sudah membusuk dan memasuki masa istirahat. Masyarakat masih kurang memanfaatkan suweg sebagai alternatif lain bahan pangan sumber karbohidrat. Tepung suweg . Dengan dijadikan tepung.

Bagian yang dikonsumsi: Polong muda atau biji polong yang telah tua. Ada jenis kara yang beracun. Untuk jenis tersebut perlu dicuci sampai racunnya hilang. kue lumpur maupun sarikaya suweg. Bentuk buah memiliki empat siku bergerigi. campuran roti. Proses selanjutnya adalah menggiling dan mengayak higga menjadi tepung suweg. Dapat mulai panen 3. Umbi suweg juga enak dimakan hanya dengan cara mengukusnya hingga empuk kemudian di campur dengan parutan kelapa parut. Dipasang ajir/kayu untuk tempat merambat. Kemangi (Ocimum canum (Latin)) . Membuat tepung suweg tidaklah sulit. suweg juga potensial sebagai bahan baku kue tradisional maupun aneka kudapan seperti kolak maupun getuk suweg. cake. coklat atau merah. ukuran batang lebih besar dibandingkan kara. kue kering maupun campuran kue jajan pasar. Tekstur suweg kukus yang empuk bisa dihaluskan menjadi bahan baku kue talam. Ditanam sebagai tanaman pagar. setelah suweg dikupas dan dicuci bersih. campuran brownies. Baik untuk orang yang sakit/baru sembuh dan ibu yang sedang menyusui. biji direbus berkali-kali dengan memakai air yang baru. Banyak mengandung karbohidrat. Budidaya: Perbanyakan mengunakan biji yang telah tua. Bagian yang dikonsumsi: Buah yang masih muda atau biji polong yang telah tua dan umbi. Budidaya: Perbanyakan mengunakan biji yang telah tua. vitamin C dan provitamin A. fosfor. cake.). yaitu kara Bedog yang berbiji besar.5 BST. Koro (Dolichos lablab) Famili: Leguminosae Tanaman merambat yang cukup tahan kekeringan. Dalam kondisi segar. Psophocarpus tetragonolobus) Famili: Leguminosae Tanaman merambat. Dipasang ajir/kayu untuk tempat merambat Katuk (Sauropus androgynus ) Tanaman perdu. protein. Kecipir (Winged Bean (Ingg. berwarna kuning. tinggi mencapai 3 m. Di Filipina tepung suweg sudah banyak di gunakan sebagai bahan baku roti maupun kue kering.25 bisa menjadi bahan baku nasi tiwul suweg. Banyak mengandung protein dan vitamin A. kalsium. Bagian yang dikonsumsi: Pucuk muda Budidaya: Perbanyakan menggunakan stek batang (15-20 cm panjangnya). Biji yang tua dapat diolah menjadi snack yang gurih. Suweg juga bisa untuk campuran kolak atau dibuat sayur berkuah santan (digulai). potong tipis kemudian jemur hingga kering. Merupakan bahan pembuat tempe bongkrek yang terkadang karena salah dalam pembuatannya sering menimbulkan keracunan bahkan kematian.

Biji yang telah tua dapat pula dimasak menjadi minuman. Panen dapat dilakukan mulai umur 50 HST (panen dilakukan dengan memetik pucuk muda sekaligus untuk mencegah keluarnya bunga agar tanaman berumur lebih panjang). Labu Air (Lagenaria siceria) Famili: Cucurbitaceae Buah bulat memanjang berwarna hijau muda dengan kulit mulus. Mulai berbuah umur 5 bulan dan dapat masih dapat berproduksi hingga beberapa tahun. Mirip dengan selasih (Ocimum basilicum). Sechium edule (Latin)) Famili: Cucurbitaceae Tanaman sama seperti keluarga timun-timunan lainnya. Sebaiknya ditanam pada permulaan musim hujan.).5 kg. Kemangi memerlukan sinar matahari penuh. Labu Siam (Chayote (Ingg. Budidaya: Biji disemaikan dahulu dan kemudian dipindahtanamankan. Panjang buah 10-50 cm dengan berat 0.) atau hanya berukuran lebih kecil. akan lebih baik bila ditanam pada tanah yang gembur. Ketinggian tempat tumbuh optimal 200-1000 m dpl. berdrainase baik dengan pengairan cukup. Bagian yang dikonsumsi: Pucuk dan daun muda. Tanaman labu siam Mangkokan (Nothropanax scutellarium) . Buah berwarna hijau dan bentuknya mirip markisa besar (Passiflora quadrangularis L.1.5 . hanya selasih sering ditemukan tumbuh liar daripada dibudidayakan.26 Banyak digunakan sebagai lalab pada masakan pecel lele dan campuran sayuran/masakan karena aromanya yang harum dan rasanya yang khas.

tajuk membentuk piramid atau kerucut yang langsing. Stek. dapat menghasilkan banyak bibit namun agak sulit tumbuhnya. Perbanyakan: Biji memerlukan waktu sedikitnya 6 bulan untuk berkecambah. Melinjo (Gnetum gnemon (Latin)) Tanaman tahunan yang dapat mencapai tinggi 5-10 m. Tanaman melinjo pekarangan Mengkudu/Pace (Morinda citrifolia (Latin)) . Bagian yang dikonsumsi: Daun muda.27 Tanaman perdu dengan tinggi dapat mencapai 3 m. Budidaya: Perbanyakan dengan stek batang. Bagian yang dikonsumsi: Pucuk dan daun muda serta buah baik muda maupun tua. Biji tua dibuat emping melinjo yang sudah terkenal kelezatannya itu. Cangkok merupakan cara paling cepat dan mudah . namun dapat pula sebagai sumber sayuran. Bahan stek diambil dari pohon betina (yang menghasilkan bunga). Banyak mengandung vitamin A. Ditanam orang sebagai tanaman hias/pagar.

Bagian yang dikonsumsi: Biji Budidaya: Memerlukan air yang cukup dengan drainase yang baik. Buah untuk sumber obat. Ketinggian tempat tumbuh optimal 200 – 800 m dpl.28 Bagian yang dikonsumsi : Pucuk dan daun muda untuk lalap. berbuah setahun sekali Petai Cina/Lamtoro (Leucaena glauca/Laucaena leucocephala) . Sinar matahari penuh. Petai (Parkia speciosa) Tanaman tahunan yang dapat mencapi tinggi 25 m. Mulai berbuah pada umur 4-6 bulan dengan usia paling produktif 8-10 tahun. Perbanyakan dapat menggunakan biji Tanaman petai di pekarangan. Di daerah yang lebih rendah tanaman banyak diganggu oleh kumbang penggerek sedangkan di daerah yang lebih tinggi bijinya tidak dapat besar.

Ditanam untuk dipanen umbinya maupun ditanam rapat sebagai tanaman pagar untuk diambil daunnya saja. Panen: 7-11 BST. Lubang tanam jangan ditutup seluruhnya. Tales lahun anak. lemak. Budidaya : Perbanyakan dengan stek batang Talas (Taro (Ingg. juga ada sereh wangi yang daunnya tidak sekasar sereh biasa. Daunnya digunakan sebagai penyedap masakan dan dapat pula digunakan untuk terapi diabetes. Sereh (Andropogon citratus) Akarnya banyak digunakan sebagai penyedap masakan maupun obat. tinggi 90-180 cm. Tidak tahan suhu dingin. Memerlukan air dalam jumlah besar selama pertumbuhan. Tangkai daun berwarna ungu. ketela hantu). Talas Banteng. Tanaman berwarna keunguan dengan pangkal daun kemerahan. umbi berbau seperti pandan wangi kalau seudah direbus.). botok. tapi secara berangsurangsur agar tanaman kokoh. Sebaiknya ditanam pada awal musim hujan. Selain sereh biasa. Penanamannya cukup dengan pisahan dari rumpunnya. banyak mengandung pati dapat sebagai pengganti beras di daerah tandus. Daun muda. menghasilkan aroma wangi dan disuling untuk diambil minyaknya. Membutuhkan cahaya matahari penuh dapat ditanam sebagai tanaman pelindung dan daunnya sebagai sumber pakan ternak. sambal goreng atau toge (kecambah). umbi lekat seperti ketan kalu sudah direbus. anakan banyak sekali tapi umbinya kecil-kecil. vitamin A dan B1. Salam (Eugenia polyantha) Tanaman tahunan yang dapat mencapi tinggi 25 m. Kandungan asam sianida yang terlalu tinggi dapat menyebabkan keracunan. Bagian yang dikonsumsi : Umbi.29 Dapat tumbuh dimana-mana. Ada 4 jenis yang banyak diusahakan orang. Tanaman berwarna hijau muda dan banyak menghasilkan anakan dan berumbi besar. berwarna merah bila sudah tua dan rasanya manis agak sepat. Talas ketan (Talas Bogor). sedangkan biji tuanya dapat digunakan sebagai lodeh. sumber protein. seperti ‘telo druwo’ (Jawa. Buahnya kecil-kecil. . berumbi besar tapi rasanya tidak enak. pH optimum 6-7. Bagian yang dikonsumsi: Umbi Budidaya: Perbanyakan melalui umbi. Perawatan adalah dengan membumbun tanaman bila akarnya kelihatan muncul ke permukaan tanah. Ubikayu (Manihot esculenta) Tanaman perdu yang dapat mencapai tinggi 3-5 m. Colocasia esculenta (Latin)) Famili: Araceae Tanaman monokotil. yaitu: Talas pandan. Biji muda dapat digunakan sebagai lalab.

Serangan ulat bulu pada tanaman buah-buahan dianggap suatu berkah. Bunga dan daun muda dapat dikonsumsi sebagai sayuran. turi tidak membutuhkan perawatan yang intensif. Tanaman Sukun sebagai Sumber Pangan Potensi sukun (Artocarpus altilis /Parkinson) sebagai sumber pangan khususnya pengganti beras di Indonesia sangat beras. dengan harapan musim berbuah berikutnya tanaman akan berbuah lebih banyak. Dapat digunakan sebagai tanaman pelindung dan sumber pakan ternak serta daunnnya dapat digunakan sebagai sumber pupuk hijau.30 Turi Seperti halnya petai cina. Kearifan masyarakat tradisional dalam menghadapi hama dan penyakit tanaman pada pertanian memiliki sikap yang sangat arif walaupun kadangkala terasa aneh oleh pandangan umum. karena hama ulat bulu membantu proses perontokan daun untuk pembentukan daun dan tunas-tunas baru. Terdapat dua jenis turi. . selain kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi maka komoditi ini juga mempunyai nilai ekonomi cukup baik di kalangan masyarakat Indonesia yang sampai kini masih menempatkan komoditi beras sebagai pangan utama. Petani tradisional memandang bahwa hama dan penyakit tanaman merupakan bagian dari kehidupan untuk keseimbangan alam. Tanaman pohon sukun di halaman pekarangan rumah. yaitu turi yang menghasilkan bunga berwarna putih dan merah.

buahnya kaya karbohidrat Peningkatan kebutuhan beras oleh penduduk yang kian meningkat peluangnya makin sulit untuk dipenuhinya dari produksi lokal karena . yang produksinya untuk memenuhi pangan keluarga atau dijual di pasar dalam bentuk sukun segar. Tanaman sukun pekarangan. Tidak mengherankan pohon ini banyak tumbuh di pekarangan-pekarangan penduduk. bahkan sekarang ini banyak diolah menjadi tepung sukun yang punya fungsi sebagai salah satu bahan baku industri pangan olahan.31 Sukun sebagai salah satu komoditas buah punya nilai ekonomi tinggi baik dalam bentuk buah segar maupun dalam bentuk sukun olahan. Meningkatnya permintaan pangan oleh penduduk Indonesia yang terus semakin meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk setiap tahunnya. bahkan ada penduduk yang punya pohon sampai lima pohon. maka menempatkan buah sukun menjadi punya peranan penting sebagai pangan berkarbohidrat tinggi yang banyak diproduksi di Indonesia tapi harganya masih lebih murah dibandingkan dengan beras.

yang mencakup penampakan fisik. aman dan bergizi. yang lebih ditujukan untuk kesenangan. Disamping keamanan pangan. pemenuhan pangan perlu memperhatikan aspek mutu. lemak) serta zat gizi mikro (vitamin dan mineral) yang bermanfaat bagi pertumbuhan. Pemanfaatan lahan pekarangan di berbagai daerah sampai saat ini masih banyak yang belum mendapat perhatian dan . Untuk memenuhi kebutuhan akan buah-buahan di tingkat rumah tangga. sehingga bahan pangan seperti buah sukun merupakan salah satu terobosan sebagai pangan alternatif yang banyak dihasilkan di daerah-daerah di nusantara.9 gram. aman merata dan terjangkau. KETAHANAN PANGAN BERBASIS TANAMAN BUAH PEKARANGAN Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup. 29 mg vitamin C dan 490 mg kalium. sosial dan politik suatu bangsa dalam era global dengan persaingan antar bangsa yang sangat kompetitif. karena mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk gizi dan kesehatan. yang dibutuhkan oleh oleh setiap individu untuk tumbuh. kesehatan dan daya tahan jasmani maupun rokhani. Tiap 100 gram sukun tua mengandung energi 302 kalori dan karbohidrat 78. sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan. 2004). dan kadang-kadang dikonsumsi pada waktu sore hari antara makan siang dan makan malam. dengan karbohidrat 78. yang sangat diperlukan sebagai tulang punggung bagi berkembangnya kehidupan ekonomi. kandungan zat gizi maupun keanekaragaman dan kelengkapan zat gizi mikro dan makro.32 berbagai alasan. Bagi masyarakat Indonesia buahbuahan umumnya dikonsumsi sebagai pelengkap menu makan disamping juga untuk kesenangan (Poerwanto. Terpenuhinya pangan yang cukup diartikan ketersediaan pangan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu untuk memenuhi asupan zat gizi makro (karbohidarat. Setiap individu manusia berhak memperoleh pangan yang cukup. cita rasa. Buah-buahan merupakan bagian yang penting dari pangan. Bahkan sukun sebagai bahan pangan pengganti beras telah direkomendasikan karena kadar karbohidratnya yang cukup baik. Konsumsi pangan dan gizi yang cukup dan seimbang merupakan prasyarat bagi pembentukan generasi yang tangguh dan mempunyai intelegensia yang tinggi. disamping juga sebagai sumber serat. Pada umumnya buah-buahan dikonsumsi setelah makan. hidup sehat dan produkstif. salah satu alternatif yang dapat ditempuh adalah melalui pemanfaatan lahan pekarangan.9 gram. protein. Dari penelitian diketahui setiap 100 gram buah sukun segar mengandung Kalsium. lemak dan karbohidrat. Dari kandungan kalori dan karbohidrat yang dihasilkan mendekati kadar pada beras yaitu 360 kalori. baik dalam jumlah maupun mutu.

1. Sumber vitamin. Manfaat Buah-buahan bagi Kesehatan Seperti telah disebutkan sebelumnya buah-buahan kaya akan kandungan vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan dalam menjaga kesehatan manusia. dan besarnya kontribusi tersebut sangat ditentukan oleh jenis dan jumlah komoditas buah-buahan yang ditanam. mineral. Dari total pendapatan pekarangan di Jawa Timur. karbohidrat dan lemak serta zat berkhasiat lainnya. khususnya sebagai sumber vitamin. pengusahaan lahan pekarangan merupakan usaha sampingan setelah usaha pokok di lahan sawah dan tegalan. Dan Kasijadi. Kandungan vitamin A pada mangga hampir delapan kali lipat apel. Kadungan vitamin C pada pepaya. Sebagai gambaran. sekitar 6-64% bersasal dari komoditas buah-buahan. Bagi masyarakat di pedesaan. Banyak dijumpai lahan pekarangan yang dibiarkan bera tanpa diusahakan.50% (Suryadi A. Penanganan lahan pekarangan yang dilakukan secara baik berpotensi sebagai penopang untuk menunjang kebutuhan bagi kehidupan sehari-hari. nangka. belimbing dan melon juga sangat tinggi. bahwa dari lahan yang dapat diusahakan di Pulau Jawa. Dari gambaran di tas tampak bahwa pekarangan merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan akan gizi keluarga di samping juga dapat berperan sebagai salah satu usaha tani yang dapat diandalkan untuk menopang ekonomi rumah tangga. alpukat. mangga. pemanfaatan pekarangan khususnya untuk budidaya buah-buahan dapat dioptimalkan antara lain melalui pemanfaatan pot atau wadah (tong). sebesar 20% atau sekitar 8 juta Ha adalah lahan Pekarangan (Direktorat Tanaman Buah. sehingga lebih berfungsi sebagai tanaman hias.25-10. pepaya dan semangka relatif tinggi. Dari tabel tersebut tampak bahwa kandungan vitamin beberapa buah-buahan tropika tidak kalah dibandingkan dengan dengan apel maupun anggur. jeruk keprok. dan umumnya bagi masyarakat perkotaan lebih ditekankan pada keindahan. Demikian pula kandungan vitamin A pada jeruk keprok. 1994) Besarnya kontribusi pendapatan ini ditentukan oleh jenis usaha di lahan pekarangan. Peranan buah-buahan bagi kesehatan manusia tersebut. Pemilihan jenis komoditas dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Buah-buahan dikenal sebagai sumber vitamin. 2003). Rincian kandungan kandungan vitamin buah-buahan tropika serta dibandingkan dengan buah apel dan anggur disajikan pada Tabel 1. serat. jeruk besar. yang dikenal dengan budidaya buah dalam pot (tabulampot). Kontribusi pekarangan terhadap pendapatan rumah tangga petani di wilayah DAS Brantas (Jawa Timur) berkisar antara 1. terutama vitamin A dan Vitamin C. Kandungan vitamin C jambu biji 17 kali lipat apel. Bagi masyarakat perkotaan. dimana kepemilikan lahan umumnya sangat terbatas sehingga lahan pekarangan umumnya sangat sempit. pisang. .33 penanganan yang optimal.

belimbing. jeruk besar. tetapi perannya sebagai sumber energi dan serat cukup baik. sehingga memudahkan proses pembuangan. Manusia tidak mempunyai enzym yang dapat memetabolisme karbohidrat kompleks tersebut. magnesium. Buah-buahan dengan kandungan energi yang rendah sangat baik untuk diit bagi yang obesitas maupun penderita diabetes melistus. Buah-buahan juga mengandung mineral penting yang cukup tinggi. karbohidrat dan lemak. Kandungan kalium pada pisang sangat tinggi. maka buah-buahan ini dapat mengisi rongga perut sehingga mengurangi konsumsi makanan lain. Buahbuahan yang sangat kaya kandungan seratnya adalah jambu biji. semangka. tidak berbahaya bagi tubuh. Karena itu serat di dalam tubuh akan disekresi sebagai tinja. sampai yang tinggi seperti nangka. fosfor dan besi. Mineral-mineral ini kurang tersedia dalam makanan lain. walaupun tinggi. apokad dan sawo. jambu biji. melon dan belimbing memilki kandungan fosfor yang tinggi. Manfaat serat terjadi dalam proses sekresi ini. pisang. alpukat. Serat adalah karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna dalam usus manusia. pisang. sisak dan pepaya. . apokad. Dengan kandungan energi yang rendah dan serat yang tinggi. pepaya dan nenas. Energi yang terkandung dalam buahbuahan bervariasi dari yang relatif rendah seperti melon. substansi pektik dan lignin. Serat. srikaya. Untuk atlet dan pekerja kasar yang banyak memerlukan energi. Kalium diperlukan dalam tubuh untuk mengurangi efek buruk konsumsi garam (NaCl) yang berlebih. pepaya dan sawo kandungan besi juga cukup tinggi. dan sumber lain malahan sangat bermanfaat. Karbohidrat kompleks ini terdiri antara lain dari selulose. hemiselulose.34 2. nangka. terutama pektin. sirsak. Serat juga merangsang gerakan peristaltik dalam usus. Kandungan lemak pada alpukat. Kandungan kalsium yang tinggi terdapat pada pepaya. Dalam proses pembuangan serat juga akan membawa bahan-bahan sisa lainnya dari dalam usus. Jambu biji. salak. sehingga mencegah makan berlebih. Sumber Mineral. rendahnya kandungan lemak berjasa bagi peningkatan kesehatan tubuh. Lemak dalam apokad sebagian besar (50-70%) adalah lemak tidak jenuh yang bermanfaat bagi penderita sakit jantung. hanya buah alpukat dan durian yang kandungan lemaknya tinggi. Pada buah-buahan lain. srikaya. Buah-buahan adalah penyedia utama beberapa mineral seperti kalsium. jeruk keprok. Pada jambu biji. Peran buah sebagai sumber protein dan lemak sangat rendah. buah-buahan yang kandungan energinya tinggi sangat baik untuk dikonsumsi. sawo dan nangka. Selain itu serat juga dapat menyerap racun dan bertindak sebagai zat detoksifikasi. Jeruk Keprok adalah sumber besi yang tinggi. menetralkan asam yang terbentuk saat usus mencerna daging dan makanan dengan kandungan energi tinggi. 3. Di antara buahbuahan tropika. akan menimbulkan rasa kenyang yang lama. Sumber serat.

35 4. Zat ini sangat berguna untuk mengatasi stres. a. defesiensi enzim pankreas. bromelin pada nenas. mempercepat penyembuhan luka  Menyembuhkan inflamasi dari tendon. Manfaat bromelain dalam proses pencernaan:  Membantu mencerna protein dengan lebih baik. Sumber zat berkasiat lain. 2004).  Proses pencernakan yang baik berarti kesehatan yang baik  Menyembuhkan dari ketidaknyamanan pencernaan dan mengembalikan nafsu makan yang hilang  Membantu pencernakan pasien dengan gangguan pankreas. Limonin dan nomilin pada jeruk dapat menghambat perkembangan sel kanker (Salunkhe dan Kadam. serta gangguan pencernakan karbohidrat. maka proses pencernakan lebih efisien. b. serta limonin dan nomilin pada jeruk. Dengan demikian protein yang dikonsumsi akan diserap dan dimanfaatkan dengan lebih baik. papain pada pepaya.  Mencuci timbunan protein pada dinding usus. 1995 dalam Poerwanto. karena robek pada pemain sepak bola dan olah ragawan lainnya  Mengurangi inflamasi pada sendi karena rematik gangguan sendi lainnya  Menyembuhkan radang otot akibat olah raga atau kerja berat  Mengurangi inflamasi karena luka bakar atau terkena panas c. lemak dan protein  Menyembuhkan borok perut (biasa terjadi pada orang yang sering menderita stres)  Obat cacing gelang. sehingga mudah dikeluarkan. Bromelain sebagai anti inflamasi:  Mengurangi rasa sakit. memar dan bengkak karena benturan atau luka bekas operasi. Dengan usus yang bersih dan tanpa ada parasit. Hal in sangat baik bagi anak-anak yang sedang tumbuh dan orang lanjut usia yang perlu mengganti sel-sel yang rusak. Bromelain sebagai antibiotik: . dan mengembalikan kesegaran tubuh akibat kurang tidur. Bromelin yang terdapat dalam nenas mempunyai berbagai manfaat. Seretonin banyak terdapat dalam pisang. Sebagai contoh adalah seretonin pada pisang. Demikian pula beta karoten yang banyak terdapat dalam mangga dapat mencegah terjadinya kanker.

dan vitamin. . terutama tumor payudara. dengan cara menonaktifkan reseptor pada dinding usus tempat bakteri melekat. Mencegah penyakit jantung. Cara kerjanya adalah sebagai imunomodulator dan produksi sitokin. 1. mencegah agregasi butiran darah. sebagai lumbung hidup serta apotik hidup. Bromelain sebagai pelengkap obat anti tumor. Obat infeksi saluran pernapasan atas. Menghambat pertumbuhan dan invasi sel tumor. Menyembuhkan angina pektoris (rasa nyeri di dada. sekresi cairan bronkial sehingga memperbaiki fungsi paru-paru penderia infeksi saluran pernapasan atas III. Rendahnya tingkat pendapatan juga dapat menjadi penyebab rendahnya kecukupan gizi masyarakat di pedesaan. biofisik maupun sosial budaya dengan penghuninya. Menekan mukus. Pengembangan Buah di Lahan Pekarangan Pekarangan merupakan sebidang tanah dengan batas-batas yang ada bangunan tempat tinggal di atasnya dan mempunyai hubungan fungsional baik ekonomi. Pengelolaan pekarangan yang baik dengan penanaman tanaman buah-buahan dengan sayuran dan ternak akan memenuhi kebutuhan akan kalori. Beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalan pengembangan buah di pekarangan adalah fungsi tanaman buah sebagai tanaman peneduh dan sekaligus sebagai tanaman hias. Sebagai antimestastik dan penghambat pertumbuhan sel tumor e. protein hewani. trombosis.36 Antidiare yang disebabkan E. f. Kesesuaian agroklimat . juga dapat berfungsi sebagai tanaman peneduh dan tanaman hias. memecah plak pada arteri. Masalah gizi terjadi karena konsumsi pangan yang tidak memadai ataupun dikarenakan gangguan kesehatan. serta stroke. Memperkuat kerja antibiotik (Amoksilin & Tetrasiklin) d. Pemilihan jenis komoditas buah-buahan yang akan ditanam di pekarangan harus mengacu pada pada kesesuaian agroklimat disamping juga mempertimbangkan kandungan gizi buah. varises dan arterosklerosis. Pekarangan dapat diarahkan fungsinya sebagai salah satu alternatif dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi keluarga. karena serangan jantung). protein nabati. coli. Dengan demikian dapat digunakan untuk treatmen terhadap angina. Penanaman buah di pekarangan selain dapat berfungsi sebagai sumber gizi keluarga.

Pemerintah selama ini telah memberikan pengakuan pada varietas-varietas unggul buah-buahan yang mempunyai keunggulan- . Tinggi Kering (800-3000 m dpl. pepaya. salak. pisang cavendish. jeruk manis.yaitu rendah basah. nangka. jambu biji. belimbing. Rendah Basah (0-800 m dpl. 2. jeruk manis. anggur. pisang ambon. nenas dan jambu biji b. nangka dan sawo. yaitu peranannya sebagai tanaman peneduh dan tanaman hias. Fungsi estetika Tanaman buah dapat dilihat dari aspek fungsi estetika. manggis. rendah kering. pisang raja. sawo. langsat. duku. suhu 12-21oC) terdiri dari tanaman apel. c. arben. d. alpokat. pisang keprok. pisang tanduk. 3. sirsak. nenas. Bagi pekarangan yang luas mungkintidak bermasalah. pisang tanduk. jambu biji. namgka dan sawo. kesemek. suhu 12-21oC) terdiri dari tanamana markisa.37 Secara garis besar tanaman buah dikelompokkan ke dalam 4 (empat) kesesuaian agoklimat. nenas. 4. jeruk siem. jeruk siem. Namun bagi tanaman yang bertajuk rendah. sirsak. jeruk besar. Melalui upaya pemangkasan dan pembentukan tajuk yang baik. namun bagi pekarangan yang sempit perlu mempertimbangkan karakteristik luasan tajuk dan tinggi tanaman yang tumbuh secara alami. nenas cayenne. jeruk keprok. jeruk siem. lengkeng. cantaloupe. suhu 25-35oC) terdiri dari tanaman mangga. a.000 m dpl. alpokat. jeruk keprok. suhu 25-35oC) terdiri dari tanaman rambutan. durian. keberadaan tanaman buah dapat menjadi salah satu penghias pekarangan disamping juga keindahan buahnya. cantaloupe. Tinggi Basah (800-3. jambu biji. salak. jeruk siem. pisang ambon. papaya Bangkok. manggis.Varietas Tanaman Langkah penting setelah menentukan jenis tanaman yang akan ditanam adalah menetapkan varietasnya. lengkeng. alpokat. Secara umum tanaman yang bertajuk tinggi akan sesuai bila ditanam di lahan pekarangan yang sempit. nangka dan sawo. jambu biji. jeruk keprok. pisang kepok. tinggi basah dan tinggi kering. belimbing manis. Direkomendasikan untuk menanam varietas buah unggul. jeruk manis. papaya. alpokat. karena tajuk dapat dibentuk setelah melewati atap rumah. Rendah Kering (0-800 m dpl. strawberry. Luasan pekarangan Faktor luas pekarangan menentukanpemilihan jenis tanaman buah yang akan di tanam. pepaya. sirsak. jeruk keprok. seperti jeruk dan jambu memerlukan ruang yang cukup luas. pisang ambon lumut.

ketebalan daging buah dan lain-lainnya dalam bentuk pelepasan varietas melalui Keputusan Menteri Pertanian. b. buahnya bermusim. secara alamiah dapat berbuah sepanjang tahun. Tanaman buah yang agak sulit dibuahkan. Pengembangan Tanaman Buah dalam Pot Budidaya Tanaman buah dalam pot (tabulapot) merupakan salah satu bentuk budidaya tanaman yang kini telah banyak berkembang. Area perakaran yang terbatas akan mengontrol pertumbuhan pucuk tanaman sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terbatas. ukuran buah sedang atau besar dan buahnya terdapat di dahan. yang dicirikan oleh tanaman pohon atau perdu yang tumbuh dengan cepat. dengan memanipulasi lingkungan tumbuh dan tanaman dalam rangka mengendalikan pertumbuhan tanaman. 2001) Budidaya tanaman dalam pot dapat menghasilkan buah dengan skala komersial bila dibudidayakan dengan baik. aroma. yang dicirikan oleh perakaran yang memerlukan permukaan yang luas. tanaman buah tidak akan tumbuh sebesar tanaman yang di tanam di lahan. Dengan di tanam di dalam pot. ukuran buah kecil dan buahnya terdapat di ujung ranting. Para ahli mengelompokkan tanaman buah ke dalam 3 (tiga) kelompok. dan tanaman buah lebih banyak berfungsi sebagai tanaman hias. Contoh : duku dan jambu bol c. Budidaya tabulapot berkembang bersamaan dengan membudayanya pengembangan tanaman hias dan gerakan kebersihan serta keindahan lingkungan (Direktorat Tanaman Buah. Tanaman buah yang sulit dibuahkan. contohnya nangka dan durian. yaitu : a. Tanaman buah yang mudah dibuahkan.38 keunggulan tertentu. khususnya di masyarakat perkotaan dimana kepemilikan lahan pekarangan sangat terbatas. Mengacu pada tingkat kesulitan dalam membuahkan tanaman buah dalam pot. maka pengendalian pertumbuhan tanaman akan lebih mudah dilakukan. Dengan area perakaran yang terbatas. Tidak semua jenis tanaman buah dapat berbuah apabila ditanam didalam wadah (pot). seperti produksi yang tinggi. 2003). Namun keuntungannya tanaman dapat dipindah-pindah sesuai dengan selera.rasa. seperti jeruk dan belimbing. yang dicirikan oleh pohon besar yang pertumbuhannya lambat. buahnya berat dan besar. terdapat . Terdapat hubungan yang erat antara keterbatasan area pertumbuhan perakaran dengan pertumbuhan pucuk tanaman. Pelepasan varietas buah unggul ini dimulai sejak tahun 1984 dan pada saat ini telah dilepas sebanyak 29 jenis buahbuahan yang mencakup 227 varietas (Direktorat Perbenihan. buahnya terdapat pada batang utama atau cabang besar.

khususnya bagi kesehatan da juga untuk keindahan. aman dan bergizi. Beberapa kelemahan dalam budidaya tabulapot antara lain adalah : a. Jumlah buah yang dihasilkan tidak optimal seperti pada tanaman yang di tanam di lahan b. Waktu produksi dapat diatur. khususnya dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang tangguh dan mempunyai intelegensia yang tinggi. sehingga masyarakat dapat lebih tertarik dan sadar untuk mengkonsumsi buah dan menanam buah di pekarangannya. yang merupakan bagian dari ketahanan pangan. Beberapa keuntungan dalam melakukan budidaya tanaman buah dalam pot antara lain adalah : a. Tidak semua jenis tanaman buah dapat berbuah di dalam pot (wadah). atau dengan penerapan manipulasi teknologi melalui pengembanganbudidaya di dalam pot wadah. Memerlukan pemeliharaan yang intensif Budidaya tanaman buah di lahan pekarangan merupakan salah satu alternatif potensial yang perlu digalakkan untuk dikembangkan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan gizi dan menjaga kesehatan. seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang pangan. serta mampu berkontribusi untuk mmemenuhi salah satu hak azazi manusia Indonesia. Keterbatasan lahan pekarangan dapat diatasi dengan pemilihan jenis komoditas buahbuahan yang sesuai dengan karakter tajuk dan ketinggian tajuk. khususnya bila di tanam dalam green house. Harus melaksanakan penggantian media tanam secara periodik c. Untuk itulah perlu lebih banyak disosialisasikan manfaat dari pengembangan buah-buahan ini. Merupakan wahana dalam penyaluran hobi dan ajang penelitian e. Dapat dipindah-pindah sesuai dengan keinginan untuk keindahan d. Memudahkan pengamatan tanaman secara khusus c.39 beberapa hasil pengamatan yang menunjukkan tingkat keberhasilan dalam membuahkan tanaman buah dalam pot. dimana setiap individu manusia Indonesia berhak memperoleh pangan yang cukup. sehingga pada akhirnya dapat terwujud ketahanan pangan. . Dapat dilakukan di lahan pekarangan yang terbatas luasannya b.

Keragaman tumbuhan dan bintang piaraan inilah yang menciptakan pelestarian lingkungan hidup pada pekarangan. Dengan demikian. sapi dan kerbau. tinggi tempat. dan sebagian lagi untuk manusia. Bentuk dan pola tanaman pekarangan tidak dapat disamakan. bergantung pada luas tanah. kambing. ikan dan manusia sebagai unit-unit di pekaranagn merupakan satu kesatuan terpadu. sedangkan kotoran ternak digunakan sebagai pupuk kandang untuk menyuburkan tanah pekarnagn. hewan piaraan. hubungan antara tanah. tanaman.40 PEMELIHARAAN IKAN DI LAHAN PEKARANGAN Pekarangan adalah sebidang tanah yang terletak di sekitar rumah dan umumnya berpagar keliling. itik. dan hewan piaraaan seperti ayam. Pada lahan pekarangan tersebut biasanya dipelihara ikan dalam kolom . jarak dari kota. Di atas lahan pekarangan tumbuh berbagai ragam tanaman. domba. jenis tanaman. kelinci. iklim. Lahan pekarangan beserta isinya merupakan satu kesatuan kehidupan yang saling menguntungkan. . Sebagian dari tanaman dimanfaatkan untuk pakan ternak.

Biaya pembuatan relatif murah d. Jenis Ikan Untuk Pekarangan. Jenis . b. dan factor social ekonomi setempat. Meningkatkan partisipasi aktif dalam gerakan program penganekaragaman pangan.41 Kolam ikan sederhana di pekarangan Pemeliharaan Kolam Ikan. ikan tawes. Teknologinya mudah dilaksanakan dan dapat menciptakan kegiatan yang bersifat mandiri bagi setiap rumah tangga. Meningkatkan pendapatan dan gizi keluarga. ikan mujiar. ikan karper dan ikan lele dumbo. Pilihan membuat kolam sederhana di lahan pekarangan memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut : a. ikan grass carp.jenis ikan yang lazim diusahakan di kolam sederhana pada lahan pekarangan adalah : Ikan gurami. terutama protein hewani. e. yakni : cara sederhana dengan menggali tanah yang telah ditentukan dengan bangunan non permanen dan cara modern dengan membuat tanggul secara permanen. c. ikan nila. Mudah disebarluaskan. Membuat kolam ikan dapat dilakukan dengan dua cara. . Kedua cara tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya bergantung pada keadaan lingkungan di sekitarnya.

Ikan Gurami. Ikan tawes dapat dibudidayakan dengan baik mulai dari tepi pantai (di tambah air payau) sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Ciri . Ikan Tawes. (2). dengan suhu air optimal antara 240 C . Kedua belah rusuk bagian belakang membentuk sudut tumpul. B. Jumlah telur antara 1. namun ikan tawes lebih cocok . Umur induk yang baik antara 4 tahun sampai 5 tahun dan beratnya 2 kg.merahan. Ikan gurami ( Osphronemus gouramy ) memiliki prospek cerah dengan harga cukup mahal. Ikan tawes (Puntius gonionotus) memiliki badan berwarna putih keperak-perakan sehingga sering disebut juga ikan " Putihan" atau "Bader putihan". Dahinya bertombol dan berwarna kekuning – kuningan. (3). Siripnya berwarna kehitam-hitaman. (4). Kolam ikan gurami.urat rambut berwarna kemerah . Setelah 10 hari.42 A.ciri ikan gurami jantan adalah sebagai berikut : (1). telur tersebut menetas.3 hari. Ikan gurami dapat dibudidayakan dengan baik mulai diatas permukaan laut.330 C. (3). dengan suhu optimum antara 250 C . larva rayap. (2). dan cincangan daun. larva semut.000 butir sampai 3.280 C. Sedangkan ciri .ciri ikan gurami betina adalah sebagai berikut : (1).000 butir. Bagian perut di belakang sirip dada membesar. bungkil kelapa. Semua sisik agak terbuka dan pada sirip tampak urat . Lama bertelur ikan gurami antara 2 hari . Anak ikan gurami memakan binatang renik yang hisup sebagai periphyton.

baik dataran rendah maupun dataran pegunungan. baik pada air tawar maupun air payau. Sisik ikan tawes berwarna putih keperakperakan dengan warna gelap di bagian punggung. mayas.000 butir. Bila diolah menjadi ikan asin.5 bulan sudah memulai bertelur sebanyak 50 butir. Satu setengah bulan berikutnya induk ikan tersebut bertelur lagi.75 butir. anak-anak ikan tersebut berebut masuk kembali ke mulut induknya. Telurtelur tersebut biasanya disimpan di dalam mulut induknya. anak-anak ikan mujair disemburkan dari mulut induknya. Ikan tawes dari kolam di pekarangan Bentuk badan ikan tawes memanjang pipih ke kesamping dengan bentuk punggung membesar. Ikan Nila .43 dipelihara di dataran rendah. ikan tawes ternyata cukup tinggi harganya. Induk ikan mujair yang berumur 3. Setiap kali bertelur jumlah telur bertambah 50 butir . Anak ikan tawes memakan ganggang bersel tunggal. dan tanaman lunak lainnya. Moncong ikan tawes kecil dan pada ujung moncong terletak mulut yang dihiasi oleh dua pasang sungut berukuran kecil. D. Penetasan telur juga terjadi di dalam mulut induknya. pucuk tanaman air. Ikan Mujair Ikan mujair (Tilapia mossambica) cepat berkembang biak dan bisa hidup dimanapun. sebab ganggang biru merupakan tempat bertelur nyamuk malaria. Setelah menetas. C. Jika ada bahaya. Seekor induk dapat bertelur sampai 2. sehingga dapat membantu kita membrantas penyakit malaria. zooplankton. ganggang rantai. Ikan mujair dewasa gemar makan ganggang biru.

8 mm. Bentuk hidung dan rahang belakang melebar 4. Persiapan dan Pengamatan Lahan Pekarangan . 3. Telur ikan nila menetas antara 4 hari . Karper merah atau ikan mas dicirikan oleh sisiknya yang berwarna kuning keemas-emasan. Ukuran sisik relatif lebih kecil daripada sisik ikan nila jantan 2. Sisik di bagian bawah dagu dan perut berwarna cerah. dan dierami dalam mulut induk betina. Ikan Karper Ikan Karper (Cyprinus carpio) dapat tumbuh optimal pada ketinggian sekitar 150 meter .44 Ikan Nila (Tilapia nilotica) dibedakan menjadi dua. Bagian perut diurut (dipijat) tidak akan mengeluarkan cairan berwarna bening. dengan suhu air antara 200 C . Ikan nila betina memiliki cirri-ciri sebagai berikut : 1.500 butir. berbentuk etonoid dengan garis-garis vertical berwarna gelap pada siripnya. Bentuk hidung dan rahang belakang agak lancip 4.250 C. Bentuk tubuh ikan nila panjang dan ramping. E. Sisik di bagian bawah dagu dan perut berwarna gelap 3. Bentuk badannya relatif panjang dan penampang bagian punggungnya tidak begitu pipih. Sirip punggung dan sirip ekor bergaris menyambung serta melingkar 5. 5. antara lain karper merah. Kolam Sederhana A.600 meter di atas permukaan laut. berdiameter 2. tidak lekat. karper sinyonya. Sedangkan ikan nila jantan memiliki cirri-ciri sebagai berikut : 1. Bila bagian perut diurut (dipijat) akan mengeluarkan atau memancarkan cairan berwarna kuning. dengan perbandingan antara panjang badan dan tingginya adalah 3 : 1. Sirip punggung dan sirip ekor merupakan garis-garis yang terputus-putus. berwarna abu-abu sampai kekuning-kuningan. karper punten dan karper majalaya. Kemampuan bertelur seekor induk ikan nila antara 300 butir sampai 1. yakni ikan nila biasa berwarna hitam keputih-putihan dan ikan nila merah berwarna merah. Ukuran sisik libih besar daripada sisik ikan nila betina 2. tenggelam dalam air.5 hari kemudian. ikan ini memiliki beberapa varietas. sisik-sisik ikan nila berukuran besar dan kasar. Telur ikan nila berbentuk bulat kecil.

c. Macam tumbuhan dan bantuan yang dapat dimanfaatkan atau yang harus dibuang/disingkirkan. jenis tanah. 2. Letak pintu pemasukan dan pengeluaran air. Dasar kolam dibuat miring antara 3 persen sampai 5 persen kearah pintu pembuangan air. Jenis tanah yang baik untuk kolam ikan adalah tanah liat berpasir. Pada dasar kolam perlu dibuatkan kemalir. Sebaiknya kolam berbentuk empat persegi panjang. Fungsi kemalir adalah untuk mempermudah penangkapan ikan pada waktu dilakukan panen. Ambillah sebagian tanah lapisan atas dan tanah lapisan bawah. berti tergolong tanah liat. Bersamaan dengan penggalian tanah. berbentuk trapezium dan tidak bocor. parit. dan saluran irigasi b. Lingkungan Pengamatan lingkungan sekitar yang akan dibangun kolam antara lain meliputi : a. 3. Sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan. Setelah lembek dibuat genggaman dan ditekan sekuat-kuatnya. Sumber air : sungai. sekaligus dibangun pematangnya. 2.150 cm. Penggalian tanah 1. mata air. tanah mulai dicangkul sampai kedalaman 100 cm .45 Pekerjaan pengamatan letak lahan pekarangan meliputi luas tanah. Luas tanah Untuk memastikan ukuran luas tanah. Jika meninggalkan gumpalan pasir cukup banyak. lalu masing-masing dilumatkan dalam air. berarti tanah tersebut tergolong tanah berpasir. Tanah diukur dan ditandai sesuai bentuk dan posisinya. 4. 5. . Direncanakan luas kolam sederhana di lahan pekarangan adalah 50 m2 . Akan tetapi jika hanya sedikit sisa pasirnya. b. 3. dan lingkungan sekitarnya. Pematang harus kokoh. B. Jenis Tanah Untuk mengetahui jenis tanah pada areal yang akan kita bangun kolam dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. kita dapat mengukurnya dengan menggunakan alat ukur berupa meteran. 1.

Bila kolam telah selesai dibuat. dan dibiarkan tergenang selama 5 hari . Besarnya kurang lebih seragam.46 Kolam ikan ber-tingkat untuk memelihara lele. Setelah diberi kapur dan pupuk kandang. perlu diperhatikan yakni sebagai berikut : . dasar kolam diairi setinggi 5 cm.7 hari hinga warna air berubah menjadi kehijau-hijauan 4. Pengangkutan Benih Apabila tempat pembelian benih berjarak cukup jauh maka teknik pengangkutan benih. Persiapan Pemeliharaan 1. Akhirnya kolam diisi air sempai ketinggian 60 cm dan kini kolam tersebut siap untuk memelihara ikan. Tidak ada tanda-tanda terserang penyakit 4. Tidak cacat dan tidak luka di tubuhnya 3. Dasar kolam ditaburi pupuk kandang 1 kg/ m2 atau 50 kg/ 50 m2. 2.10 kg untuk kolam seluas 50 m2 . dilanjutkan dengan kegiatan pengapuran. Syarat Benih Benih ikan yang baik dan sehat memiliki cirri-ciri sebagai berikut : 1. C. Kebutuhan kapur sekitar 5 kg . 3. Penebaran Benih A. Gerakannya lincah 2. B.

namun memberikan sumbangan sebesar 26. Kepadatan benih untuk ikan nila adalah 0. 3. Walaupun produktivitasnya lebih rendah dibandingkan dengan ayam ras. Kantong plastik terebut dimasukkan ke dalam kardus.23% bagi pemenuhan daging unggas atau 15. 2. kolam sudah digenangi air selama 4 hari . keberadaan ayam kampung tidak akan tersaingi oleh ayam ras. Pelepasan Benih 1.95% dari kebutuhan daging secara keseluruhan (DITJENNAK. Udara yang ada di dalam kantorng plastik dikeluarkan 4. telur dan susu. 2004).20 menit agar terjadi penyesuaian suhu. secara umum telah dikenal dan banyak dipelihara masyarakat di daerah perdesaan atau di daerah urban dan masih diusahakan secara tradisional. 5. Setibanya di lokasi. Bila suhu sudah sesuaim pengikat kantung plastik dibuka 5. kantong plastik berisi benih ikan langsung diapungkan dalam air kolam selama 15 . Air kolam dimasukakn ke dalam kantong plastik dan dibiarkan mengapung di kolam selama 5 .7 hari. tetapi belakangan ini minat memelihara ayam kampung dalam skala besar mulai menurun akibat kekhawatiran tertular flu burung. Sementara itu. Benih ikan dimasukkan sedikit demi sedikit 3. 7. karena daging ayam kampung . BERTERNAK AYAM KAMPUNG DI PEKARANGAN Penyediaan pangan bergizi dalam kehidupan sehari-hari identik dengan penyediaan protein hewani yangdapat diperoleh dari daging. Waktu pengangkutan sebaiknya pagi atau malam hari. Sebelum benih ditebarkan. 2. Memelihara ayam kampung sangat membantu suplai kebutuhan gizi maupun tambahan pendapatan keluarga. Ujung kantong plastik segera diikat rapat. Selanjutnya kantong plastik tersebut diniringkan ke dalam air dan benih-benih ikan dibiarkan keluar sendiri untuk berenang. Namun penyediaannya secara rutin sering terkendala oleh tingkat harga yang relatif mahal.70 grm per ekor. Ayam kampung. C.2 kg per m2 dengan ukuran benih 50 . 6.47 1. Kantong plastik diisi dengan oksigen dari tabung gas hingga penuh. Kantong plastik diisi dengan air bersih sebanyak sepertiga bagian.10 menit 4. 6.5 kg . Kardus berisi benih ikan harus diangkut karena benih ikan dalam kantong plastik hanya bertahan hidup di perjalanan sekitar 4 jam.

Sehingga apabila akan mengembangkan usaha ayam kampung perlu diperhatikan selain aspek teknis. demikian pula untuk penjual masakan tradisional yang menggunakan ayam kampung. sehingga industri makanan siap saji juga semakin bertambah. . Hal ini ditunjang pula dengan banyaknya masyarakat yang merubah pola hidup menuju “kembali ke alam” dimana tongkat kesadaran masyarakat lterhadap kesehatan lebih bagus sehingga mempengaruhi dalam memilih makanan yang dikonsumsi. Dalam perkembangannya. dan dapat meningkatkan produktivitasnya serta dapat menambah pendapatan peternak. dimana dengan cara intensif dapat menekan angka kematian anak ayam hingga menjadi sekitar 50%. dan “cocok” untuk dikonsumsi sebagai “jamu”. Hasil wawancara pribadi dengan pemilik rumah makan ayam kampung ternyata dibutuhkan ayam kampung dengan bobot hidup sekitar 750 – 1000 gram karena besar ayam akan berpengaruh terhadap harga makanan siap saji. dimana daging ayam kampung menjadi pilihan karena dibandingkan dengan daging ayam ras. yang berakibat pada meningkatnya kebutuhan akan ayam kampung. kurangnya promosi dan tidak adanya kerjasama dengan “mitra” menjadi hambatan bagi peternak untuk memenuhi permintaan pasar secara berkesinambungan. diantaranya adalah industri rumah makan ayam kampung. modal dan ketangguhan sumberdaya manusia pengelola (peternak) serta adanya “spesialisasi” usaha untuk pembibitan. terutama bagi masakan asli Indonesia. keberadaan usaha tidak dapat langgeng dimana keterbatasan modal. pasar. Sesuai dengan dinamika perkembangan industri boga di Indonesia. pembesaran. tidak diumbar.48 memiliki citarasa yang khas. Tetapi. telur ayam kampung dipercaya memiliki nilai nutrisi “lebih bagus” dari telur ayam ras. Dan secara umum pada kenyataanya harga ayam kampung dan telurnya selalu lebih tinggi dari harga ayam dan telur ayam ras. Kemungkinan yang lain adalah kurangnya pengetahuan tentang manajemen pemeliharaan secara profesional dan tidak adanya spesifikasi usaha sehingga 1 (satu) peternak melakukan usaha pembibitan dan pembesaran. diperlukan ayam kampung yang berbobot badan 1000 – 1500 gram. kandungan lemak daging ayam kampung lebih rendah. Permintaan akan daging ayam kampung semakin meningkat sekitar 3. aktivitas dan kesibukan masyarakat semakin banyak sehingga memerlukan makanan yang siap saji. “Semakin besar bobot ayam semakin mahal harga produk olahannya” sehingga dengan bobot > dari 1000 gram daya beli konsumen turun. untuk konsumen rumah tangga. 2004) selaras dengan tingkat pendapatan masyarakat. ayam dapat dipelihara sampai umur sekitar 10 – 12 minggu dan bila lebih dari 12 minggu pemeliharaan sudah tidak efisien lagi. Untuk mencapai berat tersebut. atau produksi telur.86%/tahun (DITJENNAK. sudah banyak peternak secara perseorangan atau berkelompok yang memelihara ayam kampung dengan cara intensif. Sementara itu. Selain itu.

baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Tanpa melaksanakan vaksinasi ND secara teratur. Vaksinasi ND secara teratur Sudah umum diketahui bahwa penyakit tetelo/ sampar/ New Castle Disease (ND) merupakan momok utama penyebab kematian ayam kampung. Walaupun demikian. Untuk menjadikan ayam kampung ini sebagai ternak komersial. maka produksinya perlu ditingkatkan. sehingga pertumbuhan. sehingga biasanya pemeliharaannya dengan dilepas begitu saja tanpa diperhatikan kesehatannya. Paling tidak ada empat tindakan yang harus dilaksanakan bila ingin mendapatkan ayam kampung yang berproduksi tinggi. untuk itu perlu diberikan makanan tambahan juga pelaksanaan program vaksinasi yang tepat. akan cepat besar dan mampu berproduksi secara optimal. 2. Pemberian makanan tambahan Ayam kampung memeng dapat mencari makan sendiri bila dilepas di pekarangan atau tempat-tempat lain. Vaksinasi ND sebaiknya dilaksanakan dengan program 4 4 3 3. Kemudian divaksin kembali (revaksinasi) pada umur 3 bulan dengan cara disuntik menggunakan vaksin strain K dan diulang setiap 3 bulan sekali. Karena disebabkan oleh virus. Setelah itu diulang kembali pada umur 4 minggu dengan cara tetes mata/hidung. dengan melakukan vaksinasi ND secara teratur. kesehatan dan produksinyapun akan berpengaruh. Ayam kampung dipelihara oleh hampir seluruh masyarakat di pedesaan. ternak ini memiliki potensi yang cukup besar dalam mendukung ekonomi dan konsumsi protein hewani keluarga. yaitu : 1. artinya ayam mulai divaksin ND pada umur 4 hari dengan cara tetes mata atau hidung memakai vaksin strain F. untuk itu. cepat . tetapi bila memungkinkan untuk disuntik dapat saja dilakukan penyuntikan pada otot dada atau paha. Penyakit ini biasanya terjadi pada saat pergantian musim. satu-satunya cara untuk menghindarkan ayam dari serangan penyakit ini adalah dengan menciptakan kekebalan pada tubuhnya. Ayam ini memang dapat mencari makan sendiri.49 Memperbaiki Produktivitas Ayam Kampung Agar ayam kampung yang dipelihara secara sehat. Tetapi makanan yang diperolehnya ini belum tentu mencukupi kebutuhannya untuk tumbuh dan berkembang lebih baik. untuk mendapatkan ayam kampung yang sehat. pertumbuhan maupun produksinya. ayam kampung yang dipelihara tidak dapat hidup seperti yang diharapkan terutama pada anak-anaknya (antara 1-30 hari).

. Sedangkan pemberian pada sore hari. dedak bahkan limbah dapur atau makanan sisa dapat diberikan. agar tubuhnya cukup kuat. Makanan ini diperlukan untuk proses pertumbuhan maupun produksinya. dengan membuatkan kandang. padahal jika dikaji kandang ini cukup penting artinya bagi perkembang-biakan ternak. kandang dapat pula menyelamatkan ayam dari ancaman binatang buas. yaitu pada pagi dan sore hari. 3. gabah. karena pada saat umur 1 bulan anak ayam sudah dapat mencari makan sendiri. Makanan tambahan ini dapat saja berupa hasil atau limbah pertanian seperti jagung.50 besar dan mampu berproduksi optimal diperlukan makanan tambahan. Maksud diberikan pagi hari saat ayam akan mengembara mencari makan. memiliki tenaga/energi. Penanganan khusus pada anak ayam adalah dengan melakukan penyapihan lebih awal. ayam akan lebih mudah ditangkap pada saat akan melaksanakan vaksinasi ND maupun pada saat akan dijual. Anak ayam harus disapih pada umur 1 hari atau pada umur 1 bulan. sehingga akan lebih kuat dan lincah baik dalam mencari makan maupun bahaya yang mungkin dihadapi. ketela. Penanganan khusus pada anak dan induk Tujuannya untuk mempercepat atau melipat-gandakan perkembang-biakannya. yakni pada saat ayam akan tidur maksudnya adalah untuk melengkapi kekurangan makanan yang diperoleh selama pengembaraannya. Membuatkan kandang Hal ini jarang sekali diperhatikan oleh pemelihara ayam kampung. Pemberian makanan tambahan ini sebaiknya dilakukan dua kali sehari. untuk bermalam dan tempat kegiatan reproduksi (bertelur dan mengerami telurnya). Hal yang terpenting. asalkan cukup bergizi. Jadi peranan kandang selain untuk melindungi ayam dari segala macam gangguan juga untuk memudahkan tata laksana perawatannya. 4. Selain tempat untuk berteduh waktu hujan.

51 Kandang pekarangan Jika penyapihan dilakukan pada saat umur 1 hari. maka harus dipelihara dalam kandang khusus (box). baik dari telurnya maupun dari anak-anaknya. Apalagi kalau dirangsang dengan makanan bergizi dan pejantan. Ini diperlukan untuk memberikan kehangatan baik pada telur yang dierami maupun anak yang diasuh. Jika dibiarkan mengasuh terus anaknya. Dengan menurunkan suhu tubuh maka sikap mengeram atau mengasuh anak akan berkurang bahkan hilang. yang pada saat mengerami telur atau saat mengasuh anaknya. maksud perlakuan ini adalah untuk menurunkan suhu tubuhnya. bila perlu dikurung bersama pejantan. suhu tubuh tinggi. Dengan penyapihan lebih awal ini seekor induk dapat berproduksi lebih banyak daripada dibiarkan mengasuh terus anaknya. diberi makanan bergizi dan pemanas (induk buatan) dan jangan lupa divaksinasi. maka proses peneluran akan lebih cepat timbul. Perlakuan khusus terhadap induk adalah perlakuan yang diberikan kepada induk yang disapih. BETERNAK KELINCI DI PEKARANGAN . Induk yang disapih dengan anaknya atau yang telurnya diambil (tidak dibiarkan mengerami) ditangkap dan dimandikan setiap pagi hari selama 3-4 hari dan diberikan makanan yang lebih bergizi. Biasanya induk yang diperlakukan demikian akan bertelur kembali setelah 7-10 hari dari saat perlakuan. induk hanya akan berproduksi setiap 2-3 bulan sekali (4-6 kali dalam setahun.

california. Berbeda dengan ternak kambing. Rexpappilon. tipe sedang dan tipe besar.yang sejak tahun 1980 telah diperkenalkan dengan promosi yang cukup gencarsebagai sumber protein. Kelinci jenis ini sudah dapat dikawinkan pertama kali pada umur 6 bulan. dapat dikonsumsi pada umur 4 bulan yang mampu mencapai berat hidup 2 kg atau setara dengan 1 – 1. yaitutipe kecil. Angora) dan kelinci pedaging.52 Salah satu komoditas yang mampu menghasilkan daging secara rutin adalah ternak kelinci. Jadi tinggal pengaturan strategi perkawinan ternak saja. lama kebuntingannya hanya sekitar 30-33 hari. ternak kelinci betina dapat dikawinkan setiap saat. yaitu kelinci hias (Rex. NewZealand White dll). Kelinci lokal Indonesia tergolong tipekecil. Ternak kelinci tipe sedang yang banyak dipelihara di Indonesia antara lain Vlaamse reus. daging kelinci menjadi salah satu menu hidangan yang digemari banyak orang. sapi atau kerbau. yamamoto. . Jika ditinjau berdasarkan fungsinya ternak kelinci terbagi menjadi 2 golongan. yang cukup untuk dinikmati oleh satu keluarga beranggotakan 3 – 4 jiwa. Yamamoto. Kelinci Dapat dikawinkan setiap saat Keistimewaannya. yang hanya mau dikawini oleh pejantan apabila berada dalam kondisi birahi. kalau kita menginginkan terjadinya kelahiran bulan depan pada tanggal 30. Artinya kita dapat mengatur kelahiran seperti yang kita inginkan. maka tanggal 1 bulan ini sudah harus dikawinkan.1 kg daging siap konsumsi. Menurut bentuk tubuh dan berat tubuhnya ternak kelinci terbagi 3 tipe. Jika ingin menghasilkan daging yang bisa dikonsumsi oleh keluarga secara rutin maka sebaik memelihara kelinci pedaging (vlaamse reus. jadi tidak bergantung pada munculnya gejala birahi. Hal inilah yang menjadikan ternak kelinci dapat difungsikan seperti layaknya sebuah mesin penghasil daging. California.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->