BAB I PENDAHULUAN

Militer merupan salah satu bagian dari masyarakat negara yang menyelenggarakan sub sistem hukum negara yang berkaitan dengan pembelaan dan pertahanan negera. Militer terdiri atas orang orang terdidik yang dilantih dan dipersiapkan untuk bertempur karena itu di adakan norma norma khusus untuk mengatur kedisiplinan anggota militer yang diperlukan bagi penyelenggaraan pertahanan bangsa. Dalam penegakan suatu disiplin militer diperlukan aturan atau norma yang memiliki sanksi yang tegas dan jelas terhadap anggota militer yang dilatih khusus untuk membela dan menjaga keamanan dan pertahanan negara namun tetap dapat menbela dan menjaga hak mereka sebagai warga negara. Oleh karena itu diperluka suatu sistem peradilan militer bagi anggota militer yang merupakan suatu sistem peradilan yang berada dalam tubuh institusi militer sebagai badan yang mengemban tugas mewujudkan proses hukum yang adil bagi anggota militer (due process of law), dan penegakan disiplin anggota militer dimana peradilan militer ini harus mampu menjamin bahwa mekanisme hukum tersebut juga melindungi hak-hak sipil anggota militer. Keadaan Indonesia yang tidak stabil pasca deklarasi kemerdekaan 1945 hingga era 1960an yang ditandai dengan adanya agresi militer oleh belanda sebanyak 2 kali dan adanya pemberontakan pemberontakan di daerah yang menginginkan kebebaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia menuntut kerja keras militer untuk memberantasnya demi terciptanya iklim negara yang aman dan tentram. Keraja militer ini membutuhkan lembaga peradilan untuk menjamin penegakan hukum bagi prajurit yang melanggar hukum, dimana hukum yang diterapkan adalah hukum yang khusus bagi para prajurit yang terlatih untuk menjaga keamanan negara. Dalam makalah ini penulis akan memaparkan sejarah peradilan militer dari jaman pendudukan belanda hingga di usulkanya perubahan atas Undang-undanf No 31 tahun 1997 tentang peradilan militer.

BAB II SEJARAH PERADILAN MILITER INDONESIA

Pengadilan Militer Pertempuran. Peradilan Militer Pertempuran berwenang memeriksa dan memutus pada tingkat pertama dan terakhir perkara pidana yang dilakukan oleh prajurit di daerah pertempuran.shvoong. Peradilan militer bertugas dan berwenang mengadili perkaraperkara kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota militer yang berpangkat kapten ke bawah di daerah hukumnya dan termasuk suatu pasukan yang ada di dalam daerah hukumnya pada tingkat pertama. tempat kedudukan dan daerah hukum pengadilan lainnya ditetapkan dengan keputusan panglima. Memeriksa dan memutus dalam peradilan tingkat banding segala perkara yang telah diputus oleh peradilan militer dalam daerah hukumnya yang dimintakan banding. Memeriksa dan memutus dalam tingkat pertama dan juga terakhir. 31 Tahun 1997). 3. Memutus dalam tingkat pertama perkara-perkara kejahatan dan pelanggaran oleh anggota perwira militer yang berpangkat mayor ke atas.Peradilan Militer merupakan salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman yang mempunyai kompetensi memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana yang dilakukan oleh seseorang yang berstatus sebagai angggota militer atau yang dipersamakan dengan itu. Sedangkan kekuasaan dan kewenangan peradilan militer utama adalah memeriksa dan memutus pada tingkat banding perkara pidana dan sengketa tata usaha angkatan bersenjata yang telah diputus pada tingkat pertama oleh pengadilan Militer Tinggi yang dimintakan banding (pasal 42 UU No. Untuk pengadilan militer tinggi kekuasaan dan kewenangannya meliputi : 1. Pengadilan Militer Utama. kekuasaan kehakiman dilingkungan peradilan militer dilakukan oleh : y y y y Pengadilan Militer.1 Berdasarkan pasal 14 undang-undang Peradilan Militer. Perlu diketahui bahwa ketentuan-ketentuan lain mengenai mahkamah atau pengadilan-pengadilan di tempat lingkungan peradilan berinduk pada undang-undang nomor 4 tahun 2004 yang kemudian telah di ganti oleh Undang undang No 48 tahun 2009 1 Lihat http:// id. 2. Berdasarkan pasal 12 undang-undang nomor 31 tahun 1997.com/law-and-politics/law/2041292-contoh-makalah-peradilan-militer/ . Peradilan Militer Utama berkedudukan di tempat kedudukan di ibukota negara Republik Indonesia yang daerah hukumnya meliputi seluruh negara Republik Indonesia. perselisihan tentang kekuasaan mengadili antara beberapa peradilan militer dalam daerah hukumnya. Pengadilan Militer Tinggi. Berdasarkan pasal 45 undang-undang nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer. sedangkan nama.

com/2009/12/sejarah-peradilan-militer. 1934 no. Lampung. dan diatur lebih lanjut dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. meski pembinaan keprajuritan bagi personel militer tetap dilaksanakan oleh Mabes TNI. Palembang. Belitung. Krijgsraad terdapat di kota.org/wiki/Peradilan_militer Lihat http://aryokarlan. Bangka. dan finansial Peradilan Militer dialihkan dari TNI ke Mahkamah Agung. Terhitung sejak 1 September 2004. Makassar : Sulawesi. Maluku dan Timor. Angkatan Laut ini merupakan bagian integral dari Angkatan Laut kerajaan Belanda (Koninklijke Marine). Krijsraad memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama terhadap anggota militer dengan pangkat Kapten ke bawah dan orang-orang sipil yang bekerja di militer. untuk itu ketentuan-ketentuan tertentu dalam peradilan militer mengacu pada undang-undang tersebut. pembinaan Peradilan Militer berada di bawah Markas Besar Tentara Nasional Indonesia.2 Sejarah Terbentuknya Peradilan Militer Di Indonesia3 a. Cimahi. Jawa Madura. dan Makassar dengan wilayah meliputi: Cimahi. hal ini sebagaimana tercantum dalam bepalingen Betreffende de rechtsmaacht Van De militaire rechter in nederlands Indie. S. administrasi.tentang Undang Undang Kekuasaan Kehakiman. Masa Pendudukan Belanda dan Jepang Sebelum PD II peradilan militer Belanda di kenal dengan nama µKrijgsraad¶ dan µHoog Militair Gerechtshof¶. Jambi. Konsekuensi dari perubahan ini adalah pengalihan organisasi.1992 no. seluruh prajurit TNI dan PNS yang bertugas pada pengadilan dalam lingkup peradilan militer akan beralih menjadi personel organik Mahkamah Agung. sedangkan anggota angkatan laut diperiksa dan diadili oleh Zee Krijraad dan Hoog Militair Gerecht Shoof. Peradilan ini ruang lingkupnya meliputi pidana materil yang anggotanya terdiri dari anggota angkatan darat Belanda di Indonesia (Hindia Belanda) yaitu KNIL dan Angkatan Laut Belanda. dan finansial badan peradilan di bawah Mahkamah Agung. 163. Perubahan (Amandemen) UUD 1945 membawa perubahan mendasar mengenai penyelengaraan kekuasaan kehakiman. Tapanuli. 173 dan De Provisionele Instructie Voor Het Hoog Militair Gerechtshof Van Nederlands Indie. Riau.html . Kalimantan. Padang : Sumbar. organasi. Padang. seperti pengangkatan hakim dan pemberhentiannya. Aceh dan Sumatera Timur. 2 3 Lihat http://id. Akibat perlaihan ini.wikipedia. S. Sebelumnya. Untuk diketahui. sedangkan KNIL merupakan organisasi tersendiri dalam arti terlepas dari tentatara kerajaan Belanda (Koninklijke Leger).blogspot. Lombok. Bengkulu. Sedangkan Hoog Militair Gerecht shoof merupakan pengadilan militer instansi kedua (banding) serta mengadili pada tingkat pertama untuk Kapten ke atas dan yang tertinggi di Hindia Belanda serta berkedudukan di Jakarta. Atas dasar ini maka KNIL diperiksa dan diadili oleh Krijgsraad untuk tingkat pertama dan Hoog Militair Gerechtshop pada tingkat banding. administrasi. Bali.

hakim yang memberikan putusan Yosinkan. pada tingkat pertama dan terakhir untuk perkara: y Terdakwanya serendah-rendahnya berpangkat Mayor . No. Bahwa. Pengadilan militer ini bertugas mengadili perbuatan-perbuatan yang bersifat mengganggu. yang beranggotakan: y y y y y Sinbankan. 2 tahun 1942. Pengadilan juga diberi wewenang untuk mengadili siapapun juga. pada tanggal 8 Juni 1946. Gunritukaigi dikepalai oleh Sirei Kan (pembesar Balatentara Jepang). 8 tahun 1946 tentang Hukum acara pidana guna peradila Tentara. maka peraturan-peraturan di bidang peradilan militer yang ada pada zaman sebelum proklamasi.Pada masa pendudukan Balatentara Jepang pada tanggal 2 maret 1942. Mahkamah Tentara Agung. Jaksa Rokusi. Mahkamah Tentara Agung. dengan dikeluarkannya kedua undang-undang diatas. Orang yang tidak termasuk gol 1 dan 2 tetapi berhubungan dengan kepentingan ketentaraan. Angkatan laut dan Angkatan Udara 2. secara formil dan materil tidak diperlakukan lagi. yaitu: 1. bila kejahatan yang dilakukan termasuk dalam titel I dan II buku II KUHP yang dilakukan dalam daerah yang dinyatakan dalam keadaan bahaya. Penjaga terdakwa b. Peradilan Militer baru dibentuk setelah dikeluarkannya UU. diterapkan hukum disiplin militer. pengadilan tingkat pertama yang berwenang mengadili perkara dengan tersangka prajurit berpangkat Kapten ke bawah. kurang lebih 8 bulan setelah lahirnya Angkatan Bersenjata RI. Peradilan Tentara berwenang mengadili perkara pidana yang merupakan kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh: 1. hakim yang memeriksa perkara sebelum persidangan Kensatakun. Masa Awal Kemerdekaan (1945-1950) Pada tanggal 5 Oktober 1945 Angkatan Perang RI dibentuk tanpa diikuti pembentukan Peradilan Militer.. berdasarkan Osamu Gunrei No. membentuk Gunritukaigi (peradilan militer) untuk mengadili perkara-perkara pelanggaran undang-undang militer Jepang. Mahkamah Tentara. Dalam masa kekosongan hukum ini. Panitera Keiza. Mahkamah Tentara 2. Prajurit Tentara (AD) RI. 7 tahun 1946 tentang Peraturan mengadakan Pengadilan Tentara disamping pengadilan biasa. Orang yang oleh presiden dengan PP ditetapkan sama dengan prajurit 3. Bersamaan dengan ini pula dikeluarkan UU No. 7 Tahun 1946 Penradilan tentara di bagi menjadi 2 Tingkat. menghalang-halangi dan melawan balatentara Jepang dengan pidana terberat hukuman mati. Dalam UU No.

yaitu : 1. 39 Tahun 1947 jo. No. 7 tahun 1946 dan PP No. pada tingkat pertama da terakhir memeriksa dan memutus perkara kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh Panglima Besar. S. Mahkamah Tentara Agung. Pada tahun 1948 dikeluarkan PP No. sistem peradilan dua tingkat yang diatur sebelumnya berubah menjadi tiga tingkat. 3. 167) 3. S. Mahkamah Tentara 2. 40 Tahun 1947 jo. Komandan Teritorium Jawa. Kejaksaan Tentara Agung Hukum Pidana Materil yang berlaku pada masa berlakunya undang-undang No. mengadili dalam tingkat pertama kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan prajurit berpangkat kapten ke bawah 2. Kastaf Pertahanan Jawa Tengah dan Kastaf Pertahanan Jawa Timur. 37 tahun 1948 adalah sebagai berikut : 1. KUHP (UU. Mahkamah Tentara agung Bahwa. Kejaksaan Tentara Tinggi 3. 1. PP ini mengatur peradilan tentara dengan susunan: 1. Panglima Kesatuan Reserve Umum. Mahkamah Tentara Tinggi. Pada tingkat kedua memeriksa dan memutus segala perkara yang telah diputus mahkamah tentara yang diminta ulangan pemeriksaan. 1 tahun 1946) 2. KUHPT (UU. Panglima Tentara Teritorium Sumatera. mengadili perkara yang telah diputus oleh mahkamah tentara. Kejaksaan Tentara 2. 1934 No. No. kedudukan dan daerah hukum yang telah diatur sebelumnya. Persidangan di pisahkan menjadi dua yakni persidangan untuk perkara kejahatan dan perkara pelanggaran. No. dengan masing-masing kewenangan. Laut. Darat. Kastaf Angkatan. Kastaf Angkatan Perang. Komandan Teritorium Sumtera. Udara. 37 tahun 1948. pada tingkat pertama mengadili prajurit yang berpangkat Mayor ke atas. KUHDT (UU. 1934 No. Mahkamah Tentara Tinggi 3. Dalam PP tersebut juga diatur adanya 3 tingkat kejaksaan tentara. 168) .y y Seorang yang jika dituntut di pengadilan biasa diputus oleh PT atau MA Perselisihan kewenangan antara Mahkamah-mahkamah tentara Mahkamah Tentara Agung pada tingkat kedua dan terakhir. Mahkamah Tentara. yang mengubah beberapa ketentuan susunan.

22 tahun 1947). 16 tahun 1950. sebagai akibat dari peperangan yang terus berlangsunf yang mengakibatkan putusnya hubungan antar daerah. (MTGM). Aksi tersebut mengakibatkan jatuhnya kota tempat kedudukan badan-badan peradilan ke tangan Belanda. dan aturan yang berlaku sebelumnya dinyatakan berlaku lagi. Mahkamah Tentara Daerah Terpencil (PP. Mahkamah Tentara Luar Biasa (PP. Pada masa ini Pengadilan Militer terdiri atas tiga badan yaitu: 1. Kejaksaan Tentara Tinggi . 36 tahun 1949 mencabut seluruhnya materi Peraturan darurat No. Peraturan tersebut memuat tentang: 1. Mahkamah Tentara Daerah Gubernur Militer. Mahkamah Tentara 2. Berdasarkan Undang-undang darurat No. 46/MBKD/49 yang mengatur Peradilan Pemerintahan Militer untuk seluruh pulau Jawa -Madura. berkedudukan sama dengan komandan DM yang berwenang mengadili perwira pertama hingga Kapten 3. Mahkamah Tentara Sementara (PP. Peradilan militer khusus ini meliputi: 1. No. Agresi tersebut dimaksudkan untuk menghancurkan tentara nasional Indonesia dan selanjutnya pemerintah RI. Pengadilan Sipil Pemerintah Militer 3. maka dikeluarkanlah peraturan darurat tahun 1949 No. 46/MBKD/49. mengatur peradilan tentara kedalam tiga tingkatan yaitu: 1. Mahkamah Tentara Distrik Militer (MTDM). Mengingat kondisi ini. 5 tahun 1946). Pada tanggal 19 Desember 1948 tentara Belanda Melakukan Agresinya yang kedua terhadap negara RI. Mahkamah Tentara Tinggi 3. Kejaksaan Tentara 2. Mahkamah Luar Biasa 4. berkedudukan sama dengan komandan ODM yang berwenang mengadili prajurit tingkat Bintara. Mahkamah Tentara Agung Sementara untuk Kejaksaan dibagi atas: 1.Pada masa tahun 1946 hingga 1948 diadakan Peradilan Militer Khusus. Peraturan darurat tersebut hanya berjalan selama kurang lebih 6 bulan. No. kemudian pada tanggal 12 juli 1949 menteri kehakiman RI mencabut Bab II peraturan tersebut. Pengadilan Tentara Pemerintahan Militer 2. 3. No. 2. 2. Mahkamah Tentara Onder Distrik Militer (MTODM). berkedudukan sama dengan Gubernur militer yang berwenang mengadili kapten sampai Letnan Kolonel. Cara menjalankan Hukuman Penjara. Kemudian pada tanggal 25 Desember 1949 dengan PERPU No. 23 Tahun 1947).

Bojonegoro dan Madura 8. Kejaksaan Tentara Agung Undang-undang darurat No. meliputi: Keresidenan Surakarta dan Madiun 7. Banjarmasin: Bekas Keresidenan KALSEL dan KALTIM Mahkamah Tentara Tinggi untuk seluruh Kalimantan berkedudukan di Jakarta. dengan daerah hukumya: Keresidenan Jakarta. 16 tahun 1950 kemudian dicabut dengan lahirnya UU No. meliputi: Keresidenan Pekalongan dan Banyumas 4. Bandung. Padang: Bekas Keresidenan Sumatera Barat dan Tapanuli 3. meliputi: Keresidenan Priangan dan Cirebon 3. Daerah hukum Mahkamah Tentara mengalami perubahan (penambahan dan pengurangan) seperti di : Jawa-Madura : . Surabaya. seperti di Jawa-Madura pada kota-kota: 1. Medan: Bekas Keresidenan Aceh. Bengkulu. Pontianak: Bekas Keresidenan KALBAR dengan pulau-pulaunya 2. sedangkan mengenai materinya tetap tidak mengalami perobahan. Malang. Palembang:Bekas Keresidenan Palembang. Riau dan Sumatera Timur 2. meliputi: Keresidenan Surabaya. Dengan Yogyakarta sebagai tempat kedudukan Mahkamah Tentara Tinggi. Sumatera. Surakarta. Ambon: seluruh wilayah Maluku di kurangi Ternate 3.3. Mahkamah Tentara Tinggi berkeduduan di Makassar dan Mahkamah Tentara Agung berkedudukan di Mahkamah Agung Indonesia. Banten dan Bogor 2. meliputi: Keresidenan Semarang dan Pati 5. meliputi: Keresidenan Yogyakarta dan Kedu 6. Jakarta. untuk daerah Jawa-Madura. Pekalongan. Denpasar: seluruh wilayah Propinsi Sunda Kecil (NTT-B). Masa berlakunya UUDS 1950 (1950-1959) Ketentuan yang telah ada pada masa RIS tetap berlaku kecuali yang tidak sesuai dengan tujuan negara kesatuan. Mahkamah Tentara berkedudukan dikota: 1. Lampung dan Bangka-Belitung. Yogyakarta. Kalimantan. meliputi: Keresidenan Malang dan Besuki. Jambi. Pada masa ini masa RIS lahir Mahkamah Tentara di banyak tempat. yang sebenarnya hanya merupakan penggantian formal saja. Mahkamah Tentara di Indonesia Timur berada di kota: 1. Mahkamah Tentara berkedudukan dikota: 1. Semarang. Makassar: Propinsi Sulawesi dan bekas Afdeling Ternate 2. Bukit Tinggi merupakan tempat kedudukan Mahkamah Tentara Tinggi untuk seluruh Sumatera. 5 tahun 1950. c.

Surabaya. dan demi untuk tetap menegakkan hukum di lingkungan militer. Masa Juli 1959-11 Maret 1966 Pada Tanggal 5 Juli 1959 Presiden RI mengeluarkan dekrit yang menyatakan pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD 1945. Medan. Peristiwa APPRA di Bandung. UU No. Kep. 1. dikurangi Kab. maka di bentuklah Peradilan Militer Khusus seperti.22 tahun 1965. Dengan adanya ketentuan tentang pengangkatan tersebut. 5 tahun 1950. Perubahan sama berlaku pula pada panitera. tetapi perkembangan selanjutnya menyebabkan penerapannya berbeda dengan periode sebelum dekrit 5 Juli 1959. Riau (Tanjung Pinang) 2. Putusan mahkamah ini tidak dapat di mintakan banding 2. sekarang di jabat oleh pejabat dari kalangan Militer sendiri. Kep.1. Jakarta. tambah Kediri Sumatera : 1. 5 tahun 1950 sejak dikeluarkannya dekrit tetap berlaku. d. Pada periode 1950-1959 di negar kita terjadi keadaan darurat. Pada tanggal 30 Oktober 1965 di undangkan Penetapan Presiden No. Kalimantan : Pengadilan Tinggi Tentara dipindah dari Jakarta ke Surabaya. Jateng. Aceh dan Sulawesi Selatan serta peristiwa yang tidak kalah besar ialah peristiwa PRRI/Permesta di Sumtera dan Sulawesi. yang menurut ketentuan lama. Hal ini karena makin disadari bahwa kehidupan militer memiliki corak kehidupan khusus. peristiwa DI/TII di Jabar. Mahkamah Angkatan Darat/Udara pertempuran Putusan mahkamah ini merupakan tingkat pertama dan terakhir. tentang perobahan dan tambahan beberapa pasal dalam UU. dikurangi Tapanuli dan ditambah Kampar (Pekanbaru) Kedudukan Pengadilan Tinggi Tentara yang sebelumnya di Bukit Tinggi dipindah ke Medan dengan wilayah hukum seluruh Sumatera. Karena itu dirasakan perlunya fungsi peradilan diselenggarakan oleh anggota militer. tambah Kab. Mahkamah Tentara Luar Biasa. No. RMS di Maluku. . Riau tapi ditambah dengan Tapanuli 2. karena jabatannya dijabat oleh oleh ketua pengadilan Negeri/ketua pengadilan tinggi. Padang. Seperti pemberontakan Andi azis di Makassar. sebagai dampak dari politik federalisme kontra unitarisme. maka ketua pengadilan tentara dan pengadilan tentara tinggi. Berangkat dari kondisi diatas. disiplin tentara yang hanya dapat dimengerti oleh anggota tentara itu sendiri. Perobahan-perobahan tersebut adalah mengenai pengangkatan pejabat-pejabat utama pada badan-badan peradilan militer.

bintara dan perwira polisi yang melakukan tindak pidana di adili oleh badan peradilan dalam lingkungan angkatan kepolisian.Penyiapan tenaga ini telah dilakukan sejak tajun 1952 dengan mendirikan dan mendidik para perwira pada akademi hukum militer. No. Keputusan bersama menteri kehakiman dan menteri pertahanan/Pangab pada tanggal 10 Juli 1972 No. 19 tahun 1964 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. Undang-undang ini mendorong proses integrasi peradilan di lingkungan militer. . Perkembangan selanjutnya adalah lahirnya UU. Keputusan bersama menteri kehakiman dan menteri pertahanan keamanan pada tanggal 19 maret 1973 No. Peradilan Militer untuk Lingkungan Angkatan Kepolisian. 3 PNPS tahun 1965 tentang memberlakukan Hukum Pidana Tentara. Peradilan ini terus berlangsung hingga setelah 11 maret 1966. Baru kemudian berubah ketika dikeluarkan berturut-turut : 1. tantama. Perkembangan selanjutnya ialah anggota dari suatu angkatan diperiksa dan diadili oleh hakim jaksa dari angktan bersangkutan. Masa 11 Maret 1966-1997 Pelaksanaan peradilan militer didalam lingkungan masing-masing angkatan seperti yang ada sebelumnya tetap berlaku hingga pada awal 1973. Demkian halnya dengan kejaksaan. Tentang perobahan nama. e. J. daerah hukum. Sebelumnya diadili di badan peradilan angkatan darat dan angkatan laut untuk yang kepulauan Riau. Perkembangan selanjutnya yang perlu mendapat perhatian adalah di undangkannya undang-undang No. Peradilan Militer untuk Lingkungan Angkatan Darat 2. 229/2A/1961 bahwa mulai september 1961 hakim militer sudah harus mulai memimpin sidang pengadilan tentara. Tahun 1957 angkatan I telah lulus kemudian melanjutkan ke ke Fakultas Hukum dan pengetahuan masyarakat.8/18/19. Dengan perkembangan tersebut diatas. Universitas Indonesia. Tahun 1961 merupakan awal pelaksanaan peradilan militer diselenggarakan oleh para perwira ahli/sarjana hukum. Tahun 1970 lahirlah UU No. 14 tahun 1970 menggantikan UU No. Peradilan Militer untuk Lingkungan Angkatan Udara 4. Dengan demikian peradilan dalam lingkungan Peradilan Militer dalam pelaksanaannya terdiri dari: 1.S. Peradilan Militer untuk Lingkungan Angkatan Laut 3. bahkan peradilan di lingkungan angkatan kepolisian baru di mulai pada tahun 1966. tempat kedudukan. sesuai dengan instruksi Mahkamah agung No. 23 PNPS 1965 pada tanggal 30 Oktober 1965 yang menetapkan bahwa dalam tingkat pertama. jurisdiksi serta kedudukan organisatoris pengadilan tentara dan kejaksaan tentara. Hukum Acara Pidana Tentara dan Hukum disiplin tentara bagi angkatan Kepolisian pada tanggal 15 maret 1965.4/10/14 ± SKEB/B/498/VII/72 2.S. KEP/B/10/III/1973 ± J. dimulailah babak baru dalam penyelenggaraan Peradilan Militer.

20 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pertahanan keamanan negara RI yang kemudian diubah dengan undang-undang No 1 tahun 1988. 6 tahun 1950 tentang Hukum Acara Pidana pada pengadilan tentara. Pengadilan militer tidak lagi berada di masing-masing angkatan tetapi peradilan dilakukan oleh badan peradilan militer yang berada di bawah departemen pertahanan dan keamanan. Pada salah satu point pasalnya dikatakan bahwa angkatan bersenjata mempunyai peradilan tersendiri dan komandan-komandan mempunyai wewenang penyerahan perkara. 14 tahun 1970 tentang ketentuan pokok kekuasaan kehakiman. Peradilan Militer 1997-Sekarang Pada tahun 1997 diundangkan UU No. Mahkamah Militer (MAHMIL) 2. No. maka kekuasaan kehakiman dalam peradilan militer dilakukan oleh: 1. Pengadilan Militer Pertempuran. Dengan demikian. Pengadilan Militer (Dilmil) 2. Kemudian berdasar dari SK bersama tersebut. sebagaimana telah di ubah dengan UU No 1 Drt tahun 1958 dinyatakan tidak berlaku lagi. Undang-undang ini lahir sebagai jawaban atas perlunya pembaruan aturan peradilan militer. 31 tahun 1997 tentang peradilan militer. f. mengingat aturan sebelumnya dipandang tidak sesuai lagi dengan jiwa dan semangat undang-undang No. Pengadilan Militer Utama (Dilmiltama) 4. Hingga tahun 1997 hampir tidak ada perubahan yang signifikan dalam pelaksaanan peradilan militer di Indonesia. Undang -undang ini makin memperkuat dasar hukum keberadaan peradilan militer. sebagaimana telah diubah dengan UU. Undang-undang ini kemudian mengatur susunan peradilan militer yang terdiri dari : 1. Mahkamah Militer Tinggi (MAHMILTI) 3. Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti) 3. (Dilmilpur) Dengan diundangkannya ketentuan ini. maka Undang-undang Nomor 5 tahun 1950 tentang susunan dan kekuasaan pengadilan/kejaksaan dalam lingkungan peradilan ketentaraan. Demikian halnya dengan UU No. Pada tahun 1982 dikeluarkan Undang-undang No. maka nama peradilan ketentaraan di adakan perubahan. . Mahkamah Militer Agung (MAHMILGUNG). 22 PNPS tahun 1965 dinyatakan tidak berlaku lagi.Barulah kemudian peradilan militer dilaksanakan secara terintegrasi.

shvoong.DAFTAR PUSTAKA http: //aryokarlan.org/wiki/Peradilan_militer http://id.com/2009/12/sejarah-peradilan-militer.html http: //id.wikipedia.blogspot.com/law-and-politics/law/2041292-contoh-makalah-peradilanmiliter/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful