BAB I PENDAHULUAN

Militer merupan salah satu bagian dari masyarakat negara yang menyelenggarakan sub sistem hukum negara yang berkaitan dengan pembelaan dan pertahanan negera. Militer terdiri atas orang orang terdidik yang dilantih dan dipersiapkan untuk bertempur karena itu di adakan norma norma khusus untuk mengatur kedisiplinan anggota militer yang diperlukan bagi penyelenggaraan pertahanan bangsa. Dalam penegakan suatu disiplin militer diperlukan aturan atau norma yang memiliki sanksi yang tegas dan jelas terhadap anggota militer yang dilatih khusus untuk membela dan menjaga keamanan dan pertahanan negara namun tetap dapat menbela dan menjaga hak mereka sebagai warga negara. Oleh karena itu diperluka suatu sistem peradilan militer bagi anggota militer yang merupakan suatu sistem peradilan yang berada dalam tubuh institusi militer sebagai badan yang mengemban tugas mewujudkan proses hukum yang adil bagi anggota militer (due process of law), dan penegakan disiplin anggota militer dimana peradilan militer ini harus mampu menjamin bahwa mekanisme hukum tersebut juga melindungi hak-hak sipil anggota militer. Keadaan Indonesia yang tidak stabil pasca deklarasi kemerdekaan 1945 hingga era 1960an yang ditandai dengan adanya agresi militer oleh belanda sebanyak 2 kali dan adanya pemberontakan pemberontakan di daerah yang menginginkan kebebaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia menuntut kerja keras militer untuk memberantasnya demi terciptanya iklim negara yang aman dan tentram. Keraja militer ini membutuhkan lembaga peradilan untuk menjamin penegakan hukum bagi prajurit yang melanggar hukum, dimana hukum yang diterapkan adalah hukum yang khusus bagi para prajurit yang terlatih untuk menjaga keamanan negara. Dalam makalah ini penulis akan memaparkan sejarah peradilan militer dari jaman pendudukan belanda hingga di usulkanya perubahan atas Undang-undanf No 31 tahun 1997 tentang peradilan militer.

BAB II SEJARAH PERADILAN MILITER INDONESIA

Pengadilan Militer Pertempuran. Pengadilan Militer Utama.com/law-and-politics/law/2041292-contoh-makalah-peradilan-militer/ . Pengadilan Militer Tinggi.1 Berdasarkan pasal 14 undang-undang Peradilan Militer. kekuasaan kehakiman dilingkungan peradilan militer dilakukan oleh : y y y y Pengadilan Militer.shvoong. Perlu diketahui bahwa ketentuan-ketentuan lain mengenai mahkamah atau pengadilan-pengadilan di tempat lingkungan peradilan berinduk pada undang-undang nomor 4 tahun 2004 yang kemudian telah di ganti oleh Undang undang No 48 tahun 2009 1 Lihat http:// id. Memeriksa dan memutus dalam tingkat pertama dan juga terakhir. Berdasarkan pasal 45 undang-undang nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer. Peradilan militer bertugas dan berwenang mengadili perkaraperkara kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota militer yang berpangkat kapten ke bawah di daerah hukumnya dan termasuk suatu pasukan yang ada di dalam daerah hukumnya pada tingkat pertama. Sedangkan kekuasaan dan kewenangan peradilan militer utama adalah memeriksa dan memutus pada tingkat banding perkara pidana dan sengketa tata usaha angkatan bersenjata yang telah diputus pada tingkat pertama oleh pengadilan Militer Tinggi yang dimintakan banding (pasal 42 UU No. 3. Memeriksa dan memutus dalam peradilan tingkat banding segala perkara yang telah diputus oleh peradilan militer dalam daerah hukumnya yang dimintakan banding. tempat kedudukan dan daerah hukum pengadilan lainnya ditetapkan dengan keputusan panglima. Untuk pengadilan militer tinggi kekuasaan dan kewenangannya meliputi : 1. 2. 31 Tahun 1997). sedangkan nama. Berdasarkan pasal 12 undang-undang nomor 31 tahun 1997. Peradilan Militer Utama berkedudukan di tempat kedudukan di ibukota negara Republik Indonesia yang daerah hukumnya meliputi seluruh negara Republik Indonesia. Peradilan Militer Pertempuran berwenang memeriksa dan memutus pada tingkat pertama dan terakhir perkara pidana yang dilakukan oleh prajurit di daerah pertempuran. perselisihan tentang kekuasaan mengadili antara beberapa peradilan militer dalam daerah hukumnya.Peradilan Militer merupakan salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman yang mempunyai kompetensi memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana yang dilakukan oleh seseorang yang berstatus sebagai angggota militer atau yang dipersamakan dengan itu. Memutus dalam tingkat pertama perkara-perkara kejahatan dan pelanggaran oleh anggota perwira militer yang berpangkat mayor ke atas.

dan finansial Peradilan Militer dialihkan dari TNI ke Mahkamah Agung. Peradilan ini ruang lingkupnya meliputi pidana materil yang anggotanya terdiri dari anggota angkatan darat Belanda di Indonesia (Hindia Belanda) yaitu KNIL dan Angkatan Laut Belanda. Belitung. administrasi. Terhitung sejak 1 September 2004. seperti pengangkatan hakim dan pemberhentiannya. sedangkan anggota angkatan laut diperiksa dan diadili oleh Zee Krijraad dan Hoog Militair Gerecht Shoof. Angkatan Laut ini merupakan bagian integral dari Angkatan Laut kerajaan Belanda (Koninklijke Marine). 2 3 Lihat http://id. Maluku dan Timor. Bali. 163. Makassar : Sulawesi. Krijsraad memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama terhadap anggota militer dengan pangkat Kapten ke bawah dan orang-orang sipil yang bekerja di militer. 1934 no. hal ini sebagaimana tercantum dalam bepalingen Betreffende de rechtsmaacht Van De militaire rechter in nederlands Indie. Aceh dan Sumatera Timur.html .org/wiki/Peradilan_militer Lihat http://aryokarlan. Palembang.blogspot. Sedangkan Hoog Militair Gerecht shoof merupakan pengadilan militer instansi kedua (banding) serta mengadili pada tingkat pertama untuk Kapten ke atas dan yang tertinggi di Hindia Belanda serta berkedudukan di Jakarta. Tapanuli. Lombok.tentang Undang Undang Kekuasaan Kehakiman. Lampung. Krijgsraad terdapat di kota. dan diatur lebih lanjut dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. Perubahan (Amandemen) UUD 1945 membawa perubahan mendasar mengenai penyelengaraan kekuasaan kehakiman. Cimahi. Jawa Madura. Masa Pendudukan Belanda dan Jepang Sebelum PD II peradilan militer Belanda di kenal dengan nama µKrijgsraad¶ dan µHoog Militair Gerechtshof¶. Sebelumnya. Padang : Sumbar.com/2009/12/sejarah-peradilan-militer.1992 no. Konsekuensi dari perubahan ini adalah pengalihan organisasi. Riau. dan Makassar dengan wilayah meliputi: Cimahi. administrasi. dan finansial badan peradilan di bawah Mahkamah Agung. S. untuk itu ketentuan-ketentuan tertentu dalam peradilan militer mengacu pada undang-undang tersebut. meski pembinaan keprajuritan bagi personel militer tetap dilaksanakan oleh Mabes TNI. organasi. Padang. Atas dasar ini maka KNIL diperiksa dan diadili oleh Krijgsraad untuk tingkat pertama dan Hoog Militair Gerechtshop pada tingkat banding. Bengkulu. S.wikipedia. Kalimantan. Untuk diketahui. pembinaan Peradilan Militer berada di bawah Markas Besar Tentara Nasional Indonesia. Bangka. Akibat perlaihan ini. seluruh prajurit TNI dan PNS yang bertugas pada pengadilan dalam lingkup peradilan militer akan beralih menjadi personel organik Mahkamah Agung.2 Sejarah Terbentuknya Peradilan Militer Di Indonesia3 a. Jambi. 173 dan De Provisionele Instructie Voor Het Hoog Militair Gerechtshof Van Nederlands Indie. sedangkan KNIL merupakan organisasi tersendiri dalam arti terlepas dari tentatara kerajaan Belanda (Koninklijke Leger).

Mahkamah Tentara 2. diterapkan hukum disiplin militer. pada tanggal 8 Juni 1946. maka peraturan-peraturan di bidang peradilan militer yang ada pada zaman sebelum proklamasi. hakim yang memeriksa perkara sebelum persidangan Kensatakun. Orang yang oleh presiden dengan PP ditetapkan sama dengan prajurit 3. Mahkamah Tentara Agung. Peradilan Tentara berwenang mengadili perkara pidana yang merupakan kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh: 1. Pengadilan juga diberi wewenang untuk mengadili siapapun juga. kurang lebih 8 bulan setelah lahirnya Angkatan Bersenjata RI. Dalam masa kekosongan hukum ini. 7 Tahun 1946 Penradilan tentara di bagi menjadi 2 Tingkat. Panitera Keiza. Penjaga terdakwa b. Angkatan laut dan Angkatan Udara 2. Mahkamah Tentara Agung. Bersamaan dengan ini pula dikeluarkan UU No. Mahkamah Tentara. Bahwa. pengadilan tingkat pertama yang berwenang mengadili perkara dengan tersangka prajurit berpangkat Kapten ke bawah. yaitu: 1.. Dalam UU No. Peradilan Militer baru dibentuk setelah dikeluarkannya UU. 7 tahun 1946 tentang Peraturan mengadakan Pengadilan Tentara disamping pengadilan biasa. secara formil dan materil tidak diperlakukan lagi. hakim yang memberikan putusan Yosinkan. No. menghalang-halangi dan melawan balatentara Jepang dengan pidana terberat hukuman mati.Pada masa pendudukan Balatentara Jepang pada tanggal 2 maret 1942. Pengadilan militer ini bertugas mengadili perbuatan-perbuatan yang bersifat mengganggu. 8 tahun 1946 tentang Hukum acara pidana guna peradila Tentara. yang beranggotakan: y y y y y Sinbankan. 2 tahun 1942. Gunritukaigi dikepalai oleh Sirei Kan (pembesar Balatentara Jepang). Jaksa Rokusi. berdasarkan Osamu Gunrei No. membentuk Gunritukaigi (peradilan militer) untuk mengadili perkara-perkara pelanggaran undang-undang militer Jepang. pada tingkat pertama dan terakhir untuk perkara: y Terdakwanya serendah-rendahnya berpangkat Mayor . Masa Awal Kemerdekaan (1945-1950) Pada tanggal 5 Oktober 1945 Angkatan Perang RI dibentuk tanpa diikuti pembentukan Peradilan Militer. Orang yang tidak termasuk gol 1 dan 2 tetapi berhubungan dengan kepentingan ketentaraan. Prajurit Tentara (AD) RI. bila kejahatan yang dilakukan termasuk dalam titel I dan II buku II KUHP yang dilakukan dalam daerah yang dinyatakan dalam keadaan bahaya. dengan dikeluarkannya kedua undang-undang diatas.

Mahkamah Tentara Agung. Kejaksaan Tentara 2. No. 7 tahun 1946 dan PP No. Mahkamah Tentara agung Bahwa. Komandan Teritorium Sumtera. mengadili dalam tingkat pertama kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan prajurit berpangkat kapten ke bawah 2. S. dengan masing-masing kewenangan. pada tingkat pertama mengadili prajurit yang berpangkat Mayor ke atas. Pada tingkat kedua memeriksa dan memutus segala perkara yang telah diputus mahkamah tentara yang diminta ulangan pemeriksaan. KUHP (UU. Kastaf Angkatan. Kejaksaan Tentara Tinggi 3. pada tingkat pertama da terakhir memeriksa dan memutus perkara kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh Panglima Besar. sistem peradilan dua tingkat yang diatur sebelumnya berubah menjadi tiga tingkat. Udara. Kastaf Angkatan Perang. mengadili perkara yang telah diputus oleh mahkamah tentara. Mahkamah Tentara. Kastaf Pertahanan Jawa Tengah dan Kastaf Pertahanan Jawa Timur. 167) 3. Panglima Tentara Teritorium Sumatera. PP ini mengatur peradilan tentara dengan susunan: 1. 39 Tahun 1947 jo. 168) . 3. 37 tahun 1948 adalah sebagai berikut : 1. 1 tahun 1946) 2. 37 tahun 1948. Laut. Pada tahun 1948 dikeluarkan PP No. Mahkamah Tentara Tinggi. Mahkamah Tentara Tinggi 3.y y Seorang yang jika dituntut di pengadilan biasa diputus oleh PT atau MA Perselisihan kewenangan antara Mahkamah-mahkamah tentara Mahkamah Tentara Agung pada tingkat kedua dan terakhir. No. Kejaksaan Tentara Agung Hukum Pidana Materil yang berlaku pada masa berlakunya undang-undang No. Komandan Teritorium Jawa. KUHPT (UU. 40 Tahun 1947 jo. KUHDT (UU. 1934 No. Dalam PP tersebut juga diatur adanya 3 tingkat kejaksaan tentara. 1934 No. Persidangan di pisahkan menjadi dua yakni persidangan untuk perkara kejahatan dan perkara pelanggaran. yaitu : 1. S. Panglima Kesatuan Reserve Umum. Darat. kedudukan dan daerah hukum yang telah diatur sebelumnya. 1. Mahkamah Tentara 2. yang mengubah beberapa ketentuan susunan. No.

(MTGM). Mahkamah Tentara Onder Distrik Militer (MTODM). No. Agresi tersebut dimaksudkan untuk menghancurkan tentara nasional Indonesia dan selanjutnya pemerintah RI. Kejaksaan Tentara 2. Peradilan militer khusus ini meliputi: 1. Mahkamah Tentara Daerah Terpencil (PP. Pengadilan Sipil Pemerintah Militer 3. Mahkamah Tentara Tinggi 3. Pada tanggal 19 Desember 1948 tentara Belanda Melakukan Agresinya yang kedua terhadap negara RI. Mahkamah Tentara 2. Aksi tersebut mengakibatkan jatuhnya kota tempat kedudukan badan-badan peradilan ke tangan Belanda. Mahkamah Luar Biasa 4. 3. Mengingat kondisi ini. 23 Tahun 1947). Mahkamah Tentara Daerah Gubernur Militer. 36 tahun 1949 mencabut seluruhnya materi Peraturan darurat No. Cara menjalankan Hukuman Penjara. berkedudukan sama dengan komandan ODM yang berwenang mengadili prajurit tingkat Bintara. berkedudukan sama dengan komandan DM yang berwenang mengadili perwira pertama hingga Kapten 3. 46/MBKD/49 yang mengatur Peradilan Pemerintahan Militer untuk seluruh pulau Jawa -Madura. No. dan aturan yang berlaku sebelumnya dinyatakan berlaku lagi.Pada masa tahun 1946 hingga 1948 diadakan Peradilan Militer Khusus. Berdasarkan Undang-undang darurat No. kemudian pada tanggal 12 juli 1949 menteri kehakiman RI mencabut Bab II peraturan tersebut. Mahkamah Tentara Agung Sementara untuk Kejaksaan dibagi atas: 1. Mahkamah Tentara Distrik Militer (MTDM). maka dikeluarkanlah peraturan darurat tahun 1949 No. 22 tahun 1947). Kemudian pada tanggal 25 Desember 1949 dengan PERPU No. 46/MBKD/49. No. 16 tahun 1950. Kejaksaan Tentara Tinggi . Pada masa ini Pengadilan Militer terdiri atas tiga badan yaitu: 1. Peraturan darurat tersebut hanya berjalan selama kurang lebih 6 bulan. 2. mengatur peradilan tentara kedalam tiga tingkatan yaitu: 1. Pengadilan Tentara Pemerintahan Militer 2. sebagai akibat dari peperangan yang terus berlangsunf yang mengakibatkan putusnya hubungan antar daerah. 2. berkedudukan sama dengan Gubernur militer yang berwenang mengadili kapten sampai Letnan Kolonel. Mahkamah Tentara Luar Biasa (PP. Mahkamah Tentara Sementara (PP. Peraturan tersebut memuat tentang: 1. 5 tahun 1946).

untuk daerah Jawa-Madura. Pekalongan. yang sebenarnya hanya merupakan penggantian formal saja. Jambi. Riau dan Sumatera Timur 2. Makassar: Propinsi Sulawesi dan bekas Afdeling Ternate 2. Mahkamah Tentara di Indonesia Timur berada di kota: 1. Lampung dan Bangka-Belitung. seperti di Jawa-Madura pada kota-kota: 1. Bukit Tinggi merupakan tempat kedudukan Mahkamah Tentara Tinggi untuk seluruh Sumatera. Dengan Yogyakarta sebagai tempat kedudukan Mahkamah Tentara Tinggi. meliputi: Keresidenan Surabaya. Padang: Bekas Keresidenan Sumatera Barat dan Tapanuli 3. Bengkulu. Mahkamah Tentara berkedudukan dikota: 1. Sumatera.3. Ambon: seluruh wilayah Maluku di kurangi Ternate 3. Bojonegoro dan Madura 8. Pontianak: Bekas Keresidenan KALBAR dengan pulau-pulaunya 2. Banten dan Bogor 2. Mahkamah Tentara Tinggi berkeduduan di Makassar dan Mahkamah Tentara Agung berkedudukan di Mahkamah Agung Indonesia. Medan: Bekas Keresidenan Aceh. Yogyakarta. 16 tahun 1950 kemudian dicabut dengan lahirnya UU No. sedangkan mengenai materinya tetap tidak mengalami perobahan. Pada masa ini masa RIS lahir Mahkamah Tentara di banyak tempat. meliputi: Keresidenan Surakarta dan Madiun 7. Masa berlakunya UUDS 1950 (1950-1959) Ketentuan yang telah ada pada masa RIS tetap berlaku kecuali yang tidak sesuai dengan tujuan negara kesatuan. Kejaksaan Tentara Agung Undang-undang darurat No. Mahkamah Tentara berkedudukan dikota: 1. Banjarmasin: Bekas Keresidenan KALSEL dan KALTIM Mahkamah Tentara Tinggi untuk seluruh Kalimantan berkedudukan di Jakarta. Denpasar: seluruh wilayah Propinsi Sunda Kecil (NTT-B). meliputi: Keresidenan Priangan dan Cirebon 3. Malang. 5 tahun 1950. c. Bandung. Palembang:Bekas Keresidenan Palembang. Surabaya. dengan daerah hukumya: Keresidenan Jakarta. Jakarta. meliputi: Keresidenan Pekalongan dan Banyumas 4. meliputi: Keresidenan Malang dan Besuki. Daerah hukum Mahkamah Tentara mengalami perubahan (penambahan dan pengurangan) seperti di : Jawa-Madura : . Surakarta. meliputi: Keresidenan Semarang dan Pati 5. Kalimantan. Semarang. meliputi: Keresidenan Yogyakarta dan Kedu 6.

Dengan adanya ketentuan tentang pengangkatan tersebut. RMS di Maluku. Karena itu dirasakan perlunya fungsi peradilan diselenggarakan oleh anggota militer. Pada tanggal 30 Oktober 1965 di undangkan Penetapan Presiden No. Perobahan-perobahan tersebut adalah mengenai pengangkatan pejabat-pejabat utama pada badan-badan peradilan militer. Surabaya. Perubahan sama berlaku pula pada panitera. 1. Riau (Tanjung Pinang) 2. Aceh dan Sulawesi Selatan serta peristiwa yang tidak kalah besar ialah peristiwa PRRI/Permesta di Sumtera dan Sulawesi. peristiwa DI/TII di Jabar. maka ketua pengadilan tentara dan pengadilan tentara tinggi. disiplin tentara yang hanya dapat dimengerti oleh anggota tentara itu sendiri. Kep. sebagai dampak dari politik federalisme kontra unitarisme. Hal ini karena makin disadari bahwa kehidupan militer memiliki corak kehidupan khusus. Padang. Pada periode 1950-1959 di negar kita terjadi keadaan darurat. Mahkamah Angkatan Darat/Udara pertempuran Putusan mahkamah ini merupakan tingkat pertama dan terakhir. Kalimantan : Pengadilan Tinggi Tentara dipindah dari Jakarta ke Surabaya. 5 tahun 1950 sejak dikeluarkannya dekrit tetap berlaku. maka di bentuklah Peradilan Militer Khusus seperti. Berangkat dari kondisi diatas.22 tahun 1965. yang menurut ketentuan lama. dikurangi Tapanuli dan ditambah Kampar (Pekanbaru) Kedudukan Pengadilan Tinggi Tentara yang sebelumnya di Bukit Tinggi dipindah ke Medan dengan wilayah hukum seluruh Sumatera. dan demi untuk tetap menegakkan hukum di lingkungan militer. Medan. . Riau tapi ditambah dengan Tapanuli 2. tetapi perkembangan selanjutnya menyebabkan penerapannya berbeda dengan periode sebelum dekrit 5 Juli 1959. 5 tahun 1950. tambah Kab. dikurangi Kab. Peristiwa APPRA di Bandung. Masa Juli 1959-11 Maret 1966 Pada Tanggal 5 Juli 1959 Presiden RI mengeluarkan dekrit yang menyatakan pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD 1945. tentang perobahan dan tambahan beberapa pasal dalam UU. tambah Kediri Sumatera : 1. Jateng. d. Seperti pemberontakan Andi azis di Makassar.1. karena jabatannya dijabat oleh oleh ketua pengadilan Negeri/ketua pengadilan tinggi. No. Mahkamah Tentara Luar Biasa. Kep. Jakarta. sekarang di jabat oleh pejabat dari kalangan Militer sendiri. Putusan mahkamah ini tidak dapat di mintakan banding 2. UU No.

dimulailah babak baru dalam penyelenggaraan Peradilan Militer. Peradilan Militer untuk Lingkungan Angkatan Kepolisian.4/10/14 ± SKEB/B/498/VII/72 2. Peradilan ini terus berlangsung hingga setelah 11 maret 1966. Tentang perobahan nama. bahkan peradilan di lingkungan angkatan kepolisian baru di mulai pada tahun 1966. Perkembangan selanjutnya yang perlu mendapat perhatian adalah di undangkannya undang-undang No. tantama. sesuai dengan instruksi Mahkamah agung No.S. J. e. KEP/B/10/III/1973 ± J. 229/2A/1961 bahwa mulai september 1961 hakim militer sudah harus mulai memimpin sidang pengadilan tentara.Penyiapan tenaga ini telah dilakukan sejak tajun 1952 dengan mendirikan dan mendidik para perwira pada akademi hukum militer. Keputusan bersama menteri kehakiman dan menteri pertahanan keamanan pada tanggal 19 maret 1973 No. 19 tahun 1964 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.8/18/19. Perkembangan selanjutnya ialah anggota dari suatu angkatan diperiksa dan diadili oleh hakim jaksa dari angktan bersangkutan. Universitas Indonesia. jurisdiksi serta kedudukan organisatoris pengadilan tentara dan kejaksaan tentara. Tahun 1961 merupakan awal pelaksanaan peradilan militer diselenggarakan oleh para perwira ahli/sarjana hukum. 23 PNPS 1965 pada tanggal 30 Oktober 1965 yang menetapkan bahwa dalam tingkat pertama. Baru kemudian berubah ketika dikeluarkan berturut-turut : 1. Tahun 1957 angkatan I telah lulus kemudian melanjutkan ke ke Fakultas Hukum dan pengetahuan masyarakat. 3 PNPS tahun 1965 tentang memberlakukan Hukum Pidana Tentara. Undang-undang ini mendorong proses integrasi peradilan di lingkungan militer. Sebelumnya diadili di badan peradilan angkatan darat dan angkatan laut untuk yang kepulauan Riau.S. No. bintara dan perwira polisi yang melakukan tindak pidana di adili oleh badan peradilan dalam lingkungan angkatan kepolisian. Tahun 1970 lahirlah UU No. Perkembangan selanjutnya adalah lahirnya UU. Masa 11 Maret 1966-1997 Pelaksanaan peradilan militer didalam lingkungan masing-masing angkatan seperti yang ada sebelumnya tetap berlaku hingga pada awal 1973. Hukum Acara Pidana Tentara dan Hukum disiplin tentara bagi angkatan Kepolisian pada tanggal 15 maret 1965. Dengan demikian peradilan dalam lingkungan Peradilan Militer dalam pelaksanaannya terdiri dari: 1. tempat kedudukan. Peradilan Militer untuk Lingkungan Angkatan Udara 4. Peradilan Militer untuk Lingkungan Angkatan Laut 3. . Peradilan Militer untuk Lingkungan Angkatan Darat 2. Dengan perkembangan tersebut diatas. daerah hukum. 14 tahun 1970 menggantikan UU No. Keputusan bersama menteri kehakiman dan menteri pertahanan/Pangab pada tanggal 10 Juli 1972 No. Demkian halnya dengan kejaksaan.

Pengadilan Militer (Dilmil) 2. . Demikian halnya dengan UU No. 14 tahun 1970 tentang ketentuan pokok kekuasaan kehakiman. maka kekuasaan kehakiman dalam peradilan militer dilakukan oleh: 1. Dengan demikian. sebagaimana telah di ubah dengan UU No 1 Drt tahun 1958 dinyatakan tidak berlaku lagi. Pada tahun 1982 dikeluarkan Undang-undang No. Hingga tahun 1997 hampir tidak ada perubahan yang signifikan dalam pelaksaanan peradilan militer di Indonesia. Undang-undang ini kemudian mengatur susunan peradilan militer yang terdiri dari : 1. Undang-undang ini lahir sebagai jawaban atas perlunya pembaruan aturan peradilan militer. Kemudian berdasar dari SK bersama tersebut. 22 PNPS tahun 1965 dinyatakan tidak berlaku lagi. maka Undang-undang Nomor 5 tahun 1950 tentang susunan dan kekuasaan pengadilan/kejaksaan dalam lingkungan peradilan ketentaraan. Pengadilan militer tidak lagi berada di masing-masing angkatan tetapi peradilan dilakukan oleh badan peradilan militer yang berada di bawah departemen pertahanan dan keamanan. 20 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pertahanan keamanan negara RI yang kemudian diubah dengan undang-undang No 1 tahun 1988. (Dilmilpur) Dengan diundangkannya ketentuan ini. Mahkamah Militer Agung (MAHMILGUNG). mengingat aturan sebelumnya dipandang tidak sesuai lagi dengan jiwa dan semangat undang-undang No. Pengadilan Militer Utama (Dilmiltama) 4. sebagaimana telah diubah dengan UU. Mahkamah Militer Tinggi (MAHMILTI) 3. No. Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti) 3. Pengadilan Militer Pertempuran. Mahkamah Militer (MAHMIL) 2. Pada salah satu point pasalnya dikatakan bahwa angkatan bersenjata mempunyai peradilan tersendiri dan komandan-komandan mempunyai wewenang penyerahan perkara. 31 tahun 1997 tentang peradilan militer. Undang -undang ini makin memperkuat dasar hukum keberadaan peradilan militer.Barulah kemudian peradilan militer dilaksanakan secara terintegrasi. Peradilan Militer 1997-Sekarang Pada tahun 1997 diundangkan UU No. maka nama peradilan ketentaraan di adakan perubahan. 6 tahun 1950 tentang Hukum Acara Pidana pada pengadilan tentara. f.

blogspot.org/wiki/Peradilan_militer http://id.shvoong.com/2009/12/sejarah-peradilan-militer.wikipedia.html http: //id.com/law-and-politics/law/2041292-contoh-makalah-peradilanmiliter/ .DAFTAR PUSTAKA http: //aryokarlan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful