P. 1
syok

syok

|Views: 1,051|Likes:
Published by syahmibest

More info:

Published by: syahmibest on Jan 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

http://nursingbegin.

com/syok/ Penanganan Umum Syok

Definisi / Pengertian Syok Syok adalah suatu sindrom klinis akibat kegagalan akut fungsi sirkulasi yang menyebabkan ketidakcukupan perfusi jaringan dan oksigenasi jaringan, dengan akibat gangguan mekanisme homeostasis. Berdasarkan penelitian Moyer dan Mc Clelland tentang fisiologi keadaan syok dan homeostasis, syok adalah keadaan tidak cukupnya pengiriman oksigen ke jaringan. Sirkulasi darah berguna untuk mengantarkan oksigen dan zat-zat lain ke seluruh tubuh serta membuang zat-zat sisa yang sudah tidak diperlukan.

Syok merupakan keadaan gawat yang membutuhkan terapi yang agresif dan pemantauan yang kontinyu atau terus-menerus di unit terapi intensif. Syok secara klinis didiagnosa dengan adanya gejala-gejala sebagai berikut: 1. Hipotensi: tekanan sistole kurang dari 80 mmHg atau MAP (mean arterial pressure / tekanan arterial rata-rata) kurang dari 60 mmHg, atau menurun 30% lebih. 2. Oliguria: produksi urin kurang dari 30 ml/jam. 3. Perfusi perifer yang buruk, misalnya kulit dingin dan berkerut serta pengisian kapiler yang jelek.

Penyebab Syok Syok dapat disebabkan oleh kegagalan jantung dalam memompa darah (serangan jantung atau gagal jantung), pelebaran pembuluh darah yang abnormal (reaksi alergi, infeksi), dan kehilangan volume darah dalam jumlah besar (perdarahan hebat).

Tahapan Syok Keadaan syok akan melalui tiga tahapan mulai dari tahap kompensasi (masih dapat ditangani oleh tubuh), dekompensasi (sudah tidak dapat ditangani oleh tubuh), dan ireversibel (tidak dapat pulih). Tahap kompensasi adalah tahap awal syok saat tubuh masih mampu menjaga fungsi normalnya. Tanda atau gejala yang dapat ditemukan pada tahap awal seperti kulit pucat, peningkatan denyut nadi ringan, tekanan darah normal, gelisah, dan pengisian pembuluh darah yang lama. Gejala-gejala pada tahap ini sulit untuk dikenali karena biasanya individu yang mengalami syok terlihat normal.

dan paru. maka aliran darah akan mengalir sangat lambat sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Syok anafilaktik (akibat reaksi alergi) 4. Mekanisme pertahanan tubuh akan mengutamakan aliran darah ke otak dan jantung sehingga aliran ke organ-organ seperti hati dan ginjal menurun. Syok hipovolemik ( akibat penurunan volume darah) 3. hal yang pertama-tama dapat dilakukan apabila melihat ada korban dalam keadaan syok adalah : 1. Tahap ireversibel dimana kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki. serta kesadaran yang mulai terganggu. Jenis Syok Syok digolongkan ke dalam beberapa kelompok yaitu : 1. kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki. Periksa pernafasan korban (Breathing) . Hal ini yang menjadi penyebab rusaknya hati maupun ginjal. baik untuk penolong maupun yang ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah kobaran api) 2. peningkatan denyut nadi. Buka jalan napas korban. Melihat keadaan sekitar apakah berbahaya (danger) . tungkai. Walaupun dengan pengobatan yang baik sekalipun. penurunan tekanan darah. Syok neurogenik (akibat kerusakan pada sistem saraf). dan perut dan mengutamakan aliran ke otak. dan pertahankan kepatenan jalan nafas (Airway) 3.Tahap dekompensasi dimana tubuh tidak mampu lagi mempertahankan fungsi-fungsinya. pucat. Tahap ini terjadi jika tidak dilakukan pertolongan sesegera mungkin. kulit dingin. Yang terjadi adalah tubuh akan berupaya menjaga organ-organ vital yaitu dengan mengurangi aliran darah ke lengan. Syok septik (berhubungan dengan infeksi) 5. Penanganan Syok Sebagai penolong yang berada di tempat kejadian. jantung. Tanda dan gejala yang dapat ditemukan diantaranya adalah rasa haus yang hebat. Syok kardiogenik (berhubungan dengan kelainan jantung) 2.

Cegah hipotermi dengan menjaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan selimut) 7.kulit lembab dan dingin .bibir dan kuku jari tangan tampak kebiruan .tekanan darah rendah . Periksa kembali pernafasan.pusing . Gejalanya bisa berupa: . Penyebab Syok Syok bisa disebabkan oleh: * Perdarahan (syok hipovolemik) * Dehidrasi (syok hipovolemik) * Serangan jantung (syok kardiogenik) * Gagal jantung (syok kardiogenik) * Infeksi (syok septik) * Reaksi alergi (syok anafilaktik) * Cedera tulang belakang (syok neurogenik) Gejala Syok Gejala yang timbul tergantung kepada penyebab dan jenis syok. Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi jika ABC clear 6.4. Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu bantuan medis tiba.pembentukan urine berkurang atau sama sekali tidak terbentuk urine . denyut jantung suhu tubuh korban (dari hipotermi) setiap 5 menit.gelisah . Periksa nadi dan Cegah perdarahan yang berlanjut (Circulation) 5.

dan lembab ..kulit pucat.wajah pucat dan sianosis (bibir membiru) . ketakutan.keringat berlebihan. Syok kardiogenik dapat didiagnosa dengan mengetahui adanya tanda-tanda syok dan dijumpai adanya penyakit jantung. dan lain-lain) Syok Kardiogenik ( Penatalaksanaan Syok Kardiogenik ) Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang mengakibatkan curah jantung menjadi berkurang atau berhenti sama sekali untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Syok kardiogenik ditandai oleh gangguan fungsi ventrikel.nadi cepat dan lemah . dingin.lemah. . pusing. dan tidak teratur . yang mengakibatkan gangguan berat pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan.denyut nadi yang cepat . mual. seperti infark . dangkal.pupil mata melebar .pernafasan dangkal .nafas cepat.status mental berubah (gelisah. Kardio Ventrikel kiri gagal bekerja sebagai pompa dan tidak mampu menyediakan curah jantung yang memadai untuk mempertahankan perfusi jaringan.tidak sadarkan diri . haus. kulit lembab .

seperti: ruptur otot papillary. Aliran darah ke arteri koroner berkurang. 7. penggunaan kateter arteri pulmonal untuk mengukur tekanan ventrikel kiri dan curah jantung sangat penting untuk mengkaji beratnya masalah dan mengevaluasi penatalaksanaan yang telah dilakukan. Valvular stenosis. Keluhan Utama Syok Kardiogenik 1. gangguan irama jantung. 2. atau adanya emboli paru. Infark miokard akut ( AMI). ruptur septum. 2. Cardiomyopathy ( myocardiopathy. diagnosis syok kardiogenik adalah berdasarkan: A. 9. Tujuan utama pengobatan adalah meningkatkan curah jantung. 6. Tensi turun < 80-90 mmHg. Disfungsi ventrikel kiri yang berat yang memicu terjadinya kongesti paru dan/atau hipoperfusi iskemik. Tanda klasik syok kardiogenik adalah tekanan darah rendah. Hypertrophic obstructive cardiomyopathy. gangguan otot jantung yang tidak diketahui penyebabnya ). dapat mempresipitasi (menimbulkan/mempercepat) syok kardiogenik pada pasien dengan infark-infark yang lebih kecil. yang pada gilirannya meningkatkan iskemia dan penurunan lebih lanjut kemampuan jantung untuk memompa. yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah arteri ke organ-organ vital. 10. sehingga asupan oksigen ke jantung menurun. Acute mitral regurgitation. 2. nadi cepat dan lemah. Kerusakan jantung mengakibatkan penurunan curah jantung. 8. atau infark ventrikel kanan. Myocarditis ( inflamasi miokardium. 3. kelainan katub atau sekat jantung. Patofisiologi Syok Kardiogenik Tanda dan gejala syok kardiogenik mencerminkan sifat sirkulasi patofisiologi gagal jantung. Disritmia sering terjadi akibat penurunan oksigen ke jantung. Oliguri (urin < 20 mL/jam). Mungkin ada hubungan dengan IMA (infark miokard akut).miokard yang luas. 3. penurunan haluaran urin. 4.seperti pada gagal jantung. Etiologi Syok Kardiogenik 1. B. peradangan otot jantung). Nyeri substernal seperti IMA. . Gangguan kontraktilitas miokardium. 5. rasa nyeri daerah torak. akhirnya terjadilah lingkaran setan. hipoksia otak yang termanifestasi dengan adanya konfusi dan agitasi. tamponade jantung. Tanda Penting Syok Kardiogenik 1. Masalah yang ada adalah kurangnya kemampuan jantung untuk berkontraksi. Menurut Mubin (2008). Komplikasi dari infark miokard akut. Takipneu dan dalam. Valvular heart disease. serta kulit yang dingin dan lembab. Peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri yang berkelanjutan (LVEDP = Left Ventrikel End Diastolik Pressure) menunjukkan bahwa jantung gagal untuk berfungsi sebagai pompa yang efektif.

2. Disritmi 3. bila takiaritmi dan atrium fibrilasi. Cardiopulmonary arrest 2. 5. Diuretik/furosemid 40-80 mg untuk kongesti paru dan oksigenasi jaringan. bila tidak sadar sebaiknya dilakukan intubasi. Pemasangan kateter Swans Ganz untuk meneliti hemodinamik. Komplikasi Syok Kardiogenik 1. Anti ansietas. 7. Koreksi hipoksia. 3. Patikan jalan nafas tetap adekuat. Morfin sulfat 4-8 mg IV. 9. bila cemas. bila frekuensi jantung < 50x/menit. Stroke 5. 8. 4. 2. 5. Gagal multisistem organ 4. 6. bunyi jantung III sering terdengar. Beaver KM (2007): . bila nyeri. Bila mungkin pasang CVP. Dobutamin 2. Ekstremitas dingin. Tanda-tanda bendungan paru: ronki basah di kedua basal paru. Sianosis. 4. Dosis dopamin 2-15 mikrogram/kg/m. Berikan oksigen 8 ± 15 liter/menit dengan menggunakan masker untuk mempertahankan PO2 70 ± 120 mmHg 3. 9. Diaforesis (mandi keringat). 10. Medikamentosa : 1. 4. 7. Norepinefrin 2-20 mikrogram/kg/m. 5. Dopamin dan dobutamin (inotropik dan kronotropik). gangguan elektrolit. dan keseimbangan asam basa yang terjadi. kecuali ada blok A-V. 8. bila perfusi jantung tidak adekuat. Digitalis. 6.3. Sulfas atropin.5-10 mikrogram/kg/m: bila ada dapat juga diberikan amrinon IV. Nadi cepat. Rasa nyeri akibat infark akut yang dapat memperbesar syok yang ada harus diatasi dengan pemberian morfin. Takikardi. Bunyi jantung sangat lemah. Obat alternatif: Menurut Dean AJ. Tromboemboli Penatalaksanaan Medis Syok Kardiogenik : 1. Perubahan mental. 6. Digitalis bila ada fibrilasi atrial atau takikardi supraventrikel.

Jika dukungan tambahan untuk tekanan darah diperlukan. Dosis awal : 0. d. 3. dan akses intravena. hingga. dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok. Dobutamine menyediakan dukungan inotropik saat permintaan oksigen miokardium meningkat secara minimal. pengaturan jalan nafas (airway control). Pasien dengan hipotensi ringan (tekanan darah sistolik 80-90 mmHg) dan kongesti pulmoner. Pasien dengan hipotensi berat (tekanan darah sistolik kurang dari 75-80 mmHg) sebaiknya dirawat dengan dopamine. menyebabkan vasokonstriksi perifer. meminimalkan berbagai efek samping dopamine dosis tinggi yang tidak diinginkan dan menyediakan bantuan/dukungan inotropik. dopamine meningkatkan ventricular irritability tanpa keuntungan tambahan. . c. Pasien dengan infark ventrikel kanan memerlukan peningkatan tekanan untuk mempertahankan atau menjaga kardiak output. baik perfusi yang cukup maupun terjadi kongesti paru. Terapi reperfusi Reperfusi miokardium iskemik merupakan terapi yang efektif untuk pasien dengan infark miokard akut dan syok kardiogenik. mengetahui. Volume expansion Jika tidak ada tanda volume overload atau edema paru. untuk hasil terbaik dirawat dengan dobutamine (2. Inotropic support a. 4. stimulasi alfa-adrenergik secara bertahap meningkat. Pada dosis lebih besar dari 5.5-1 mikrogram/menit. b. Kombinasi dopamine dan dobutamine merupakan strategi terapeutik yang efektif untuk syok kardiogenik. yang berefek alfa-adrenergik yang lebih kuat.5 mikrogram/kg berat badan/menit.0 mikrogram/kg berat badan/menit. Kesimpulan Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok. maka dapat dicoba norepinephrine. 2. volume expansion dengan 100mL bolus dari normal saline setiap 3 menit sebaiknya dicoba. Emergent therapy Terapi ini bertujuan untuk menstabilkan hemodinamik pasien dengan oksigen. Pada dosis lebih besar dari 20 mikrogram/kg berat badan/menit. pada interval 10 menit). Diperlukan usaha untuk memaksimalkan fungsi ventrikel kiri.1.

dsb) dan cairan garam seimbang. dan lama perdarahan. ileus dapat terkumpul beberapa liter cairan di dalam usus. Cairan interstitial akan masuk ke dalam pembuluh darah untuk mengembalikan volume intravaskular. dapat terjadi kehilangan cairan karena diuresis yang berlebihan. kecuali jika miokard sudah mengalami hipoksia karena perfusi yang sangat berkurang. hati. baik oleh karena perdarahan yang terlihat maupun perdarahan yang tidak terlihat. dengan akibat terjadi hemodilusi (dilusi plasma protein dan hematokrit) dan dehidrasi interstitial. Akan terjadi perubahanperubahan hormonal melalui sistem renin-angiotensin-aldosteron. dan sistem saraf simpatis. Perdarahan yang tidak terlihat. Bila telah jelas ada peningkatan isi nadi dan tekanan darah. Pada diabetes atau penggunaan diuretik kuat. ambil contoh darah dan mintakan darah. perdarahan dari luka. jantung akan tetap sehat dan kuat. dan kulit. dextran. Infus dengan cepat larutan kristaloid atau kombinasi larutan kristaloid dan koloid sampai vena (v. infus harus dilambatkan. Pada luka bakar yang luas. Muntah hebat atau diare juga dapat mengakibatkan kehilangan banyak cairan intravaskuler. Kehilangan cairan juga dapat ditemukan pada sepsis berat. terjadi kehilangan cairan melalui permukaan kulit yang hangus atau di dalam lepuh. dengan akibat tanda-tanda vital yang masih belum stabil dan produksi urin yang kurang. patah tulang pelvis. Sementara. tujuan utama dalam mengatasi syok perdarahan adalah menormalkan kembali volume intravaskular dan interstitial. dan patah tulang besar atau majemuk. Pengembalian volume plasma dan interstitial ini hanya mungkin bila diberikan kombinasi cairan koloid (darah. Penatalaksanaan Syok Hipovolemik Pasang satu atau lebih jalur infus intravena no. misalnya perdarahan dari saluran cerna. Bahaya infus yang cepat adalah . plasma. Pada syok hipovolemik. atau peritonitis purulenta difus. Perdarahan yang terlihat. atau hematemesis dari tukak lambung. 18/16. jugularis) yang kolaps terisi. Dengan demikain. cedera limpa. Syok Hipovolemik Syok hipovolemik juga dapat terjadi karena kehilangan cairan tubuh yang lain. Respons tubuh terhadap perdarahan bergantung pada volume. kehamilan di luar uterus.Syok Hipovolemik ( Penatalaksanaan Syok Hipovolemik ) Perdarahan merupakan penyebab tersering dari syok pada pasien-pasien trauma. Bila defisit volume intravaskular hanya dikoreksi dengan memberikan darah maka masih tetap terjadi defisit interstitial. pankreatitis akut. bila diduga syok karena perdarahan. tubuh akan selalu berusaha untuk mempertahankan perfusi organ-organ vital (jantung dan otak) dengan mengorbankan perfusi organ lain seperti ginjal. kecepatan. Bila volume intravaskular berkurang. Pada obstruksi. sistem ADH. seperti tukak duodenum.

bisa terjadi bronkospasme yang menurunkan ventilasi. Cairan diberikan sampai vena jelas terisi dan nadi jelas teraba. Tekanan darah: bila tekanan darah < 90 mmHg pada pasien normotensi atau tekanan darah turun > 40 mmHg pada pasien hipertensi. Syok Anafilaktik Syok anafilaktik sering disebabkan oleh obat. Pada syok anafilaktik. mengetahui. Perhatian harus ditujukan agar jangan sampai terjadi kelebihan cairan.udem paru. produksi urin < 1/2 ml/kg/jam. pengeluaran histamin. Pemasangan kateter urin diperlukan untuk mengukur produksi urin. Bila volume intra vaskuler cukup. sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan udem. pucat. dan zat vasoaktif lain. Terjadi hipovolemia relatif karena vasodilatasi yang mengakibatkan syok. dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok. dan bila masih terdapat gejala umum pasien seperti gelisah. Bila kurang. terutama yang diberikan intravena seperti antibiotik atau media kontras. Produksi urin harus dipertahankan minimal 1/2 ml/kg/jam. bisa diberikan Lasix 20-40 mg untuk mempertahankan produksi urine. rasa haus. Keadaan ini menyebabkan peningkatan permeabilitas dan dilatasi kapiler menyeluruh. sesak. Kesimpulan Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok. Antigen yang bersangkutan terikat pada antibodi dipermukaan sel mast sehingga terjadi degranulasi. Dopamin 2±5 µg/kg/menit bisa juga digunakan pengukuran tekanan vena sentral (normal 8±12 cmH2O). Sengatan serangga seperti lebah juga dapat menyebabkan syok pada orang yang rentan. Pemantauan yang perlu dilakukan dalam menentukan kecepatan infus: Nadi: nadi yang cepat menunjukkan adanya hipovolemia. dan ekstremitas dingin. . Produksi urin. menunjukkan adanya hipovolemia. tekanan darah baik. Syok Anafilaktik Penatalaksanaan Syok Anafilaktik Jika seseorang sensitif terhadap suatu antigen dan kemudian terjadi kontak lagi terhadap antigen tersebut. menunjukkan masih perlunya transfusi cairan. akan timbul reaksi hipersensitivitas. menunjukkan masih perlu transfusi cairan. terutama pasien tua.

Breathing support. Segera berikan adrenalin 0. harus segera ditolong dengan lebih aktif.Penatalaksanaan Syok Anafilaktik Penatalaksanaan syok anafilaktik memerlukan tindakan cepat sebab penderita berada pada keadaan gawat. B. baik peroral maupun parenteral. yaitu bila tidak teraba nadi pada arteri besar (a. diperlukan pemasangan jalur intravena untuk koreksi hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam mengatasi syok anafilaktik. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik vena. Kalau terjadi komplikasi syok anafilaktik setelah kemasukan obat atau zat kimia. Dapat diberikan kortikosteroid. 2. dapat mengakibatkan terjadinya obstruksi jalan napas total atau parsial.9 mg/kgBB/menit dalam cairan infus. adalah: 1. Untuk penderita yang tidak sadar. Penderita yang mengalami sumbatan jalan napas parsial. intramuskular. 3. selain ditolong dengan obat-obatan. atau trakeotomi.5 mg larutan 1 : 1000 untuk penderita dewasa atau 0. karotis. C. 2. Pada syok anafilaktik yang disertai udem laring. Beberapa penulis menganjurkan pemberian infus kontinyu adrenalin 2±4 ug/menit.3±0. Hal ini diperlukan karena kita berpacu dengan waktu yang singkat agar tidak terjadi kematian atau cacat organ tubuh menetap. dapat ditambahkan aminofilin 5±6 mg/kgBB intravena dosis awal yang diteruskan 0. Airway (membuka jalan napas). atau a. pengobatan syok anafilaktik tidaklah sulit. B. Segera baringkan penderita pada alas yang keras. C dari tahapan resusitasi jantung paru. posisi kepala dan leher diatur agar lidah tidak jatuh ke belakang menutupi jalan napas. juga harus diberikan bantuan napas dan oksigen. B. dan buka mulut. Pemilihan jenis cairan antara larutan . Pemberian cairan akan meningkatkan tekanan darah dan curah jantung serta mengatasi asidosis laktat. yaitu dengan melakukan ekstensi kepala. dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan tekanan darah. tarik mandibula ke depan. Pemberian ini dapat diulang tiap 15 menit sampai keadaan membaik. misalnya hidrokortison 100 mg atau deksametason 5±10 mg intravena sebagai terapi penunjang untuk mengatasi efek lanjut dari syok anafilaktik atau syok yang membandel. Sebenarnya. krikotirotomi. asal tersedia obat-obat emergensi dan alat bantu resusitasi gawat darurat serta dilakukan secepat mungkin. Penderita dengan sumbatan jalan napas total. segera lakukan kompresi jantung luar. 4. Penilaian A. Circulation support. melalui intubasi endotrakea. Jalan napas harus dijaga tetap bebas.4± 0. segera memberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tandatanda bernapas. 1.01 mk/kg untuk penderita anak-anak. yaitu: A. femoralis). baik melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung. tidak ada sumbatan sama sekali. Dalam hal terjadi spasme bronkus di mana pemberian adrenalin kurang memberi respons. Penilaian A. maka tindakan yang perlu dilakukan. C ini merupakan penilaian terhadap kebutuhan bantuan hidup dasar yang penatalaksanaannya sesuai dengan protokol resusitasi jantung paru. Bila tekanan darah tetap rendah.

Sedangkan bila diberikan larutan koloid. Dalam keadaan gawat. Biasanya. dapat diberikan dengan jumlah yang sama dengan perkiraan kehilangan volume plasma. 5. bila memberikan larutan kristaloid. tetapi ternyata tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Pada dasarnya. maka diperlukan jumlah 3±4 kali dari perkiraan kekurangan volume plasma. Orang dengan tes kulit negatif dan mempunyai riwayat alergi positif mempunyai kemungkinan reaksi sebesar 1±3% dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 60%. Mempertahankan Suhu Tubuh Suhu tubuh dipertahankan dengan memakaikan selimut pada penderita untuk mencegah kedinginan dan mencegah kehilangan panas. pada umumnya penderita dapat mentoleransi pemberian obat-obat tersebut. Yang paling utama adalah harus selalu tersedia obat penawar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya reaksi anafilaktik atau anafilaktoid serta adanya alat-alat bantu resusitasi kegawatan. Pemberian obat harus benar-benar atas indikasi yang kuat dan tepat. Kalau terpaksa dilakukan. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok anafilaktik. tetapi tidak berarti pasti penderita tidak akan mengalami reaksi anafilaktik. harus dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi. sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah sakit.kristaloid dan koloid tetap merupakan perdebatan didasarkan atas keuntungan dan kerugian mengingat terjadinya peningkatan permeabilitas atau kebocoran kapiler. Pencegahan Syok Anafilaktik Pencegahan syok anafilaktik merupakan langkah terpenting dalam setiap pemberian obat. Sedangkan penderita yang telah mendapat terapi adrenalin lebih dari 2±3 kali suntikan. Jangan sekali-kali memanaskan tubuh penderita karena akan sangat berbahaya. antara lain: 1. 3. Penting menyadari bahwa tes kulit negatif. karena dapat meninggal dalam perjalanan. Posisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung. penderita jangan cepat-cepat dipulangkan. Kalau syok sudah teratasi. tetapi harus diawasi/diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam. 6. Tetapi. 4. 2. perlu dipikirkan juga bahwa larutan koloid plasma protein atau dextran juga bisa melepaskan histamin. pada syok anafilaktik berat diperkirakan terdapat kehilangan cairan 20±40% dari volume plasma. Pemberian Cairan . bila tes kulit positif. maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. Individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan orang yang mempunyai riwayat alergi terhadap banyak obat.

Harus diperhatikan oksigenasi darah dan tindakan untuk menghilangkan nyeri. Jangan memberikan minum kepada penderita yang tidak sadar. Sedapat mungkin diberikan jenis cairan yang sama dengan cairan yang hilang. dan intra sel. Penggantian volume intra vaskuler dengan cairan kristaloid memerlukan volume 3±4 kali volume perdarahan yang hilang. Penderita hanya boleh minum bila penderita sadar betul dan tidak ada indikasi kontra.1. Pemantauan tekanan vena sentral penting untuk mencegah pemberian cairan yang berlebihan. dan pemeriksaan analisa gas darah. ³Swan Ganz´ kateter. Jangan memberi minum kepada penderita yang akan dioperasi atau dibius dan yang mendapat trauma pada perut serta kepala (otak). 5. muntah. sedang bila menggunakan larutan koloid memerlukan jumlah yang sama dengan jumlah perdarahan yang hilang. Kehilangan air harus diganti dengan larutan hipotonik. Pada penanggulangan syok kardiogenik harus dicegah pemberian cairan berlebihan yang akan membebani jantung. darah pada perdarahan. Pemberian minum harus dihentikan bila penderita menjadi mual atau muntah. 8. Telah diketahui bahwa transfusi eritrosit konsentrat yang dikombinasi dengan larutan ringer laktat sama efektifnya dengan darah lengkap. atau kejang karena bahaya terjadinya aspirasi cairan ke dalam paru. 2. mual-mual. mengingat pada syok septik biasanya terdapat gangguan organ majemuk (Multiple Organ Disfunction). plasma pada luka bakar. mengetahui. Kesimpulan Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok. Diperlukan pemantauan alat canggih berupa pemasangan CVP. Cairan plasma atau pengganti plasma berguna untuk meningkatkan tekanan onkotik intravaskuler. Pemberian cairan pada syok septik harus dalam pemantauan ketat. volume interstitial. 3. 6. Cairan intravena seperti larutan isotonik kristaloid merupakan pilihan pertama dalam melakukan resusitasi cairan untuk mengembalikan volume intravaskuler. jumlah cairan yang diberikan harus seimbang dengan jumlah cairan yang hilang. Pada syok hipovolemik. 4. Kehilangan cairan berupa air dan elektrolit harus diganti dengan larutan isotonik. Syok Septik ( Penatalaksanaan Syok Septik ) . 7. dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok.

produksi urin < 0. yaitu peningkatan permeabilitas kapiler. tekanan sistolik hampir normal. Pasien-pasien sepsis dengan volume intravaskuler normal atau hampir normal. 3. dan tekanan nadi yang melebar. Kulit yang dingin dan lembab Pucat Peningkatan kecepatan denyut jantung dan pernapasan Penurunan drastis tekanan darah Sedangkan individu dengan syok neurogenik akan memperlihatkan kecepatan denyut jantung yang normal atau melambat tetapi akan hangat dan kering apabila kulitnya diraba. sel yang terjadi tidak disebabkan oleh penurunan perfusi jaringan melainkan karena ketidakmampuan sel untuk menggunakan oksigen karena toksin kuman. 2. Gejala syok septik yang mengalami hipovolemia sukar dibedakan dengan syok hipovolemia (takikardia. Respon imun ini membangkitkan aktivasi berbagai mediator kimiawi yang mempunyai berbagai efek yang mengarah pada syok. Syok septik terutama terjadi pada pasien-pasien dengan luka tembus abdomen dan kontaminasi rongga peritonium dengan isi usus. terjadi peningkatan permeabilitas kapiler. yang mengarah pada perembesan cairan dari kapiler dan vasodilatasi. kulit hangat. syok septik dapat terjadi bila pasien datang terlambat beberapa jam ke rumah sakit. mempunyai gejala takikardia. Gambaran Klinis Manifestasi spesifik akan bergantung pada penyebab syok. Pada syok septik hipoksia. Endotoksin basil gram negatif ini menyebabkan vasodilatasi kapiler dan terbukanya hubungan pintas arteriovena perifer. tekanan darah sistolik turun dan menyempitnya tekanan nadi). Ketika mikroorganisme menyerang jaringan tubuh. 4.Definisi Syok septik adalah syok yang disebabkan oleh infeksi yang menyebar luas yang merupakan bentuk paling umum syok distributif. Syok Septik Etiologi Mikroorganisme penyebab syok septik adalah bakteri gram negatif. sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan kehilangan cairan intravaskuler ke intertisial yang terlihat sebagai udem.5 cc/kg/jam. kecuali syok neurogenik akan mencakup : 1. . Bakteri gram negatif menyebabkan infeksi sistemik yang mengakibatkan kolaps kardiovaskuler. vasokonstriksi perifer. pasien akan menunjukkan suatu respon imun. Pada kasus trauma. Selain itu. Peningkatan kapasitas vaskuler karena vasodilatasi perifer menyebabkan terjadinya hipovolemia relatif.

Pemberian cairan intravena dan obat-obatan yang diresepkan termasuk antibiotik Dopamin. pemeliharaan dan pembersihan peralatan secara tepat dan mencuci tangan dengan benar. mengetahui. Hasil dari perubahan resistensi pembuluh darah . melakukan debriden luka untuk membuang jarinan nekrotik.Penatalaksanaan Pengumpulan spesimen urin.sehingga terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada pembuluh tampung (capacitance vessels). dan Vasopresor untuk optimalisasi volume intravaskuler Komplikasi y y Kegagalan multi organ akibat penurunan aliran darah dan hipoksia jaringan yang berkepanjangan Sindrom distres pernapasan dewasa akibat destruksi pertemuan alveolus kapiler karena hipoksia Kesimpulan Insiden syok septik dapat dikurangi dengan melakukan praktik pengendalian infeksi. melakukan teknik aseptik yang cermat. Syok neurogenik terjadi akibat kegagalan pusat vasomotor karena hilangnya tonus pembuluh darah secara mendadak di seluruh tubuh. Syok Neurogenik ( Penatalaksanaan Syok Neurogenik ) Definisi Syok Neurogenik Syok neurogenik disebut juga syok spinal merupakan bentuk dari syok distributif. sputum dan drainase luka dilakukan dengan tekhnik aseptik. dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok. Pemberian suplementasi nutrisi tinggi kandungan protein secara agresif dilakukan selama 4 hari dari awitan syok. darah. Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok.

Trauma pada medula spinalis akan menyebabkan hipotensi akibat hilangnya tonus simpatis. Syok neurogenik terjadi karena reaksi vasovagal berlebihan yang mengakibatkan terjadinya vasodilatasi menyeluruh di daerah splangnikus sehingga aliran darah ke otak berkurang. cidera spinal. terkejut. terkejut. takut. atau nyeri hebat. Manifestasi Klinis Syok Neurogenik Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun. sesudah pasien menjadi tidak sadar. Trauma kepala yang terisolasi tidak akan menyebabkan syok. Suhu lingkungan yang panas. bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia . Trauma medula spinalis dengan quadriplegia atau paraplegia (syok spinal). nadi tidak bertambah cepat. Reaksi vasovagal umumnya disebabkan oleh suhu lingkungan yang panas.sistemik ini diakibatkan oleh cidera pada sistem saraf (seperti: trauma kepala. Adanya syok pada trauma kepala harus dicari penyebab yang lain. untuk mengurangi daerah vaskuler dengan penyempitan sfingter prekapiler dan vena kapasitan untuk mendorong keluar darah yang berkumpul ditempat tersebut. 2. Syok Neurogenik Syok neurogenik juga disebut sinkop. Sedangkan pada keadaan lanjut. Rangsangan pada medula spinalis seperti penggunaan obat anestesi spinal/lumbal. kapiler dan vena. 4. Penatalaksanaan Syok Neurogenik Konsep dasar untuk syok distributif adalah dengan pemberian vasoaktif seperti fenilefrin dan efedrin. Gambaran klasik dari syok neurogenik adalah hipotensi tanpa takikardi atau vasokonstriksi perifer. atau anestesi umum yang dalam). . Etiologi Syok Neurogenik 1. 3. Karena terjadinya pengumpulan darah di dalam arteriol. Setelah pasien dibaringkan. maka kulit terasa agak hangat dan cepat berwarna kemerahan. 5. takut. Rangsangan hebat yang kurang menyenangkan seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang. Trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat otonom). barulah nadi bertambah cepat. Pasien merasa pusing dan biasanya jatuh pingsan. umumnya keadaan berubah menjadi baik kembali secara spontan.

berefek serupa dengan norepinefrin. Posisi Trendelenburg 2. Langkah ini untuk menghindari pemasangan endotracheal yang darurat jika terjadi distres respirasi yang berulang. 4. penggunaan endotracheal tube dan ventilator mekanik sangat dianjurkan. agonis alfa yang indikasi kontra bila ada perdarahan seperti ruptur lien) : y Dopamin Merupakan obat pilihan pertama. Pada dosis > 10 mcg/kg/menit. y Norepinefrin . sebaiknya dengan menggunakan masker. berikan obat-obat vasoaktif (adrenergik. Bila tekanan darah dan perfusi perifer tidak segera pulih. turgor kulit. Pada pasien dengan distress respirasi dan hipotensi yang berat.1. 3. dan urin output untuk menilai respon terhadap terapi. Pertahankan jalan nafas dengan memberikan oksigen. akral. sebaiknya ditunjang dengan resusitasi cairan. Jarang terjadi takikardi. Ventilator mekanik juga dapat menolong menstabilkan hemodinamik dengan menurunkan penggunaan oksigen dari otot-otot respirasi. Untuk keseimbangan hemodinamik. Cairan kristaloid seperti NaCl 0.9% atau Ringer Laktat sebaiknya diberikan per infus secara cepat 250500 cc bolus dengan pengawasan yang cermat terhadap tekanan darah. Baringkan pasien dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki (posisi Trendelenburg).

Monitor terjadinya hipovolemi atau cardiac output yang rendah jika norepinefrin gagal dalam menaikkan tekanan darah secara adekuat. y Epinefrin Pada pemberian subkutan atau im. Obat ini merupakan obat yang terbaik karena pengaruh vasokonstriksi perifernya lebih besar dari pengaruh terhadap jantung (palpitasi). diserap dengan sempurna dan dimetabolisme cepat dalam badan. dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama pasien mengalami syok. . Efek vasokonstriksi perifer sama kuat dengan pengaruhnya terhadap jantung Sebelum pemberian obat ini harus diperhatikan dulu bahwa pasien tidak mengalami syok hipovolemik.Efektif jika dopamin tidak adekuat dalam menaikkan tekanan darah. Pada pemberian subkutan. Perlu diingat obat yang dapat menyebabkan vasodilatasi perifer tidak boleh diberikan pada pasien syok neurogenik y Dobutamin Berguna jika tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh menurunnya cardiac output. diserap tidak sempurna jadi sebaiknya diberikan per infus. karena dapat menimbulkan kontraksi otot-otot uterus. Pemasangan kateter untuk mengukur tekanan vena sentral akan sangat membantu pada kasus-kasus syok yang meragukan. Pemberian obat ini dihentikan bila tekanan darah sudah normal kembali. Pasien-pasien yang diketahui/diduga mengalami syok neurogenik harus diterapi sebagai hipovolemia. mengetahui. Kesimpulan Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok. Awasi pemberian obat ini pada wanita hamil. Dobutamin dapat menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi perifer.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->