SYEKH SITI JENAR

I.

Sejarah Hidup Syeckh Siti Jenar Selama ini, silsilah Syekh Siti Jenar masih sangat kabur. Kekurangjelasan

asal-usul ini juga sama dgn kegelapan tahun kehidupan Syekh Siti Jenar sebagai manusia sejarah. Pengaburan tentang silsilah, keluarga dan ajaran Beliau yg dilakukan oleh penguasa muslim pada abad ke-16 hingga akhir abad ke-17. Penguasa merasa perlu untuk ³mengubur´ segala yg berbau Syekh Siti Jenar akibat popularitasnya di masyarakat yg mengalahkan dewan ulama serta ajaran resmi yg diakui Kerajaan Islam waktu itu. Hal ini kemudian menjadi latar belakang munculnya kisah bahwa Syekh Siti Jenar berasal dari cacing. Dalhar Shodiq dalam sebuah penelitian dan memperoleh gelar Sarjana Filsafat UGM menyebutkan bahwa Syeh Siti Jenar adalah putra dari seorang Raja Pendeta yang bernama Resi Bungsu, suatu saat sang ayah marah besar atas kesalah yang dilakukan oleh Syeh Siti Jenar, sang ayah lalu menyihir sehingga Syeh Siti Jenar berubah menjadi seekor cacing yang lalu dibuang sungai. Pada waktu itu, Sunan Bonang Sedang berperahu mengajarkan ilmu gaib kepada Sunan Kalijaga. Kemudian perahunya bocor lalu ditambal dengan tanah yang kebetulan menjadi tempat Syeh Siti Jenar yang sedang berubah menjadi cacing, ketika Sunan Bonang mengetahui ada makhluk jadi-jadian yang menguping ajarannya. Sang cacing pun diubah menjadi manusia. Siti Jenar itulah konon merupakan nama yang diberikan Sunan Bonang.1 Menurut Achmad Chodjim, setelah berguru dari Baqhdad, dia mendapat julukan Siti Jenar [tanah kuning, daerah dimana dia berasal]. Dari segi sejarah Jenar adalah suatu tempat di daerah Sragen, Jawa Tengah. Dari kepandaiannya dalam hal ilmu agama, dia diberi gelar syekh oleh para wali.2

Dr. Abdul Munir Mulkhan, Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar, Cetakan IV, Yogyakarta, Kreasi Wacana, 2002, h, 3-4 2 Achmad Chodjim, Syekh Siti Jenar: Makna Kematian, Cet. XIV, Jakarta, PT. Serambi Ilmu Semesta, 2009, h. 5

1

Dalam sebuah naskah klasik, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, ³Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.´ [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia berdarah kecil saja (rakyat jelata), bertempat tinggal di desa Lemah Abang]3. Syekh Siti Jenar lahir sekitar tahun 829 H/1348 C/1426 M 4. dilingkungan Pakuwuan Caruban, pusat kota Caruban larang waktu itu, yg sekarang lebih dikenal sebagai Astana japura, sebelah tenggara Cirebon. Suatu lingkungan yg multi-etnis, multi-bahasa dan sebagai titik temu kebudayaan serta peradaban berbagai suku. Syekh Siti Jenar memiliki banyak nama : San Ali (nama kecil pemberian orangtua angkatnya, bukan Hasan Ali Anshar seperti banyak ditulis orang); Syekh µAbdul Jalil (nama yg diperoleh di Malaka, setelah menjadi ulama penyebar Islam di sana); Syekh Jabaranta (nama yg dikenal di Palembang, Sumatera dan daratan Malaka); Prabu Satmata (Gusti yg nampak oleh mata; nama yg muncul dari keadaan kasyf atau mabuk spiritual; juga nama yg diperkenalkan kepada murid dan pengikutnya); Syekh Lemah Abang atau Lemah Bang (gelar yg diberikan masyarakat Lemah Abang, suatu komunitas dan kampung model yg dipelopori Syekh Siti Jenar; melawan hegemoni kerajaan. Wajar jika orang Cirebon tidak mengenal nama Syekh Siti Jenar, sebab di Cirebon nama yg populer adalah Syekh Lemah Abang); Syekh Siti Jenar (nama filosofis yg mengambarkan ajarannya tentang sangkan-paran, bahwa manusia secara biologis hanya diciptakan dari sekedar tanah merah dan selebihnya adalah roh Allah; juga nama yg dilekatkan oleh Sunan Bonang
Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1 4 Serat She Siti Jenar Ki Sasrawijaya; Atja, Purwaka Tjaruban Nagari (Sedjarah Muladjadi Keradjan Tjirebon), Ikatan Karyawan Museum, Jakarta, 1972; P.S. Sulendraningrat, Purwaka Tjaruban Nagari, Bhatara, Jakarta, 1972; H. Boedenani, Sejarah Sriwijaya, Terate, Bandung, 1976; Agus Sunyoto, Suluk Abdul Jalil Perjalanan Rohani Syaikh Syekh Siti Jenar dan Sang Pembaharu, LkiS, yogyakarta, 2003-2004; Sartono Kartodirjo dkk, [i]Sejarah Nasional Indonesia, Depdikbud, Jakarta, 1976; Babad Banten; Olthof, W.L., Babad Tanah Djawi. In Proza Javaansche Geschiedenis, µs-Gravenhage, M.Nijhoff, 1941; raffles, Th.S., The History of Java, 2 vol, 1817
3

Sebagai titik pijaknya. dan Syekh Sunyata Jatimurti Susuhunan ing Lemah Abang. ia bertekad untuk keluar pondok dan mulai berniat untuk mendalami kerohanian (sufi). Syekh Siti Bang. Ia menjadi santri generasi kedua. Sunan Kajenar (dalam sastra Islam-Jawa versi Surakarta baru. Sedang yg akan menjadi santri generasi ketiga adalah Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Syekh Siti Jenar kecil (San Ali) diserahkan kepada Syekh Datuk Kahfi. Pada tahun 1446 M. ilmu tafsir. disamping sebagai wali penyebar Islam di Tanah Jawa. terutama nahwu. pengasuh Pedepokan Giri Amparan Jati. Maulana µAbdullah . dgn usia sekitar 17-an tahun.Z. dipandang sebagai rakyat kecil oleh struktur budaya Jawa. Syekh Datuk Shaleh bin Syekh µIsa µAlawi bin Ahmadsyah Jamaludin Husain bin Syekh µAbdullah Khannuddin bin Syekh Sayid µAbdul Malikal-Qazam. Syekh Nurjati atau Pangran Panjunan atau Sunan Sasmita (nama dalam Babad Cirebon. dalam status sebagai siswa Padepokan Giri Amparan Jati. serta Syekh Siti Brit.Ng. balaghah. setelah 15 tahun penuh menimba ilmu di Padepokan Amparan Jati. Syarif Hidayatullah baru datang ke Cirebon. bersamaan dgn pulangnya Syekh Siti Jenar dari perantauannya di Timur Tengah sekitar tahun 1463. Syekh Siti Luhung (nama-nama yg diberikan masyarakat Jawa Tengahan). Ranggawarsita [1802-1873]).ketika memperkenalkannya kepada Dewan Wali. juga nama Babad Cirebon). Jadi Syekh Siti Jenar adalah manusia lumrah hanya memang ia walau berasal dari kalangan bangsawan setelah kembali ke Jawa menempuh hidup sebagai petani. ia bertekad untuk mencari ³sangkan-paran´ dirinya. agar dididik agama Islam yg berpusat di Cirebon oleh Kerajaan Sunda. sharaf. ushul fiqih dan manthiq. era R. S. Di Padepokan Giri Amparan Jati ini. Hadisutjipto). Syekh Siti Jenar yg memiliki nama kecil San Ali dan kemudian dikenal sebagai Syekh µAbdul Jalil adalah putra seorang ulama asal Malaka. Syekh Wali Lanang Sejati. San Ali menyelesaikan berbagai pelajaran keagamaan. Setelah diasuh oleh Ki Danusela sampai usia 5 tahun. pada sekitar tahun 1431 M. pada kehadirannya di Jawa Tengah/Demak. Syekh Jati Mulya. musthalah hadist. yg saat itu.

Syekh µAbdul Malik adalah putra Syekh µAlawi. Syekh Siti Jenar masih berada dalam kandungan ibunya 3 bulan. yg semua keturunannya bertebaran ke berbagai pelosok dunia. yaitu Syekh Datuk Ahamad dan Syekh Datuk Shaleh. Ayah Syekh Siti Jenar adalah Syekh Datuk Shaleh adalah ulama sunni asal Malaka yg kemudian menetap di Cirebon karena ancaman politik di Kesultanan Malaka yg sedang dilanda kemelut kekuasaan pada akhir tahun 1424 M. Di Tanah Caruban ini. besamasama dgn ulama kenamaan Syekh Datuk Kahfi. Syekh µAbdul Malik adalah penyebar agama Islam yg bersama keluarganya pindah dari Tarim ke India.\ Adapun Syekh Maulana µIsa atau Syekh Datuk µIsa putra Syekh Ahmadsyah kemudian bermukim di Malaka.Khannuddin adalah putra Syekh µAbdul Malik atau Asamat Khan. menyiarkan agama Islam. pada tahun awal tahun 1426. masa transisi kekuasaan Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sumber-sumber Malaka dan Palembang menyebut nama Syekh Siti Jenar dgn sebutan Syekh Jabaranta dan Syekh µAbdul Jalil. silsilah Syekh Siti Jenar berpuncak pada Sayidina Husain bin µAli bin Abi Thalib. Qazam adalah sebuah distrik berdekatan dgn kota Tarim di Hadramaut. Dari silsilah yg ada. Syekh Maulana µIsa memiliki dua orang putra. menantu Rasulullah. Syekh Datuk Shaleh beserta istrinya sampai di Cirebon dan saat itu. sambil berdagang Syekh Datuk Shaleh memperkuat penyebaran Islam yg sudah beberapa lama tersiar di seantero bumi Caruban. Syekh Datuk Shaleh wafat. . Namun. salah satu keluarga utama keturunan ulama terkenal Syekh µIsa al-Muhajir al-Bashari al-µAlawi. Ahmadsyah Jalaluddin setelah dewasa pindah ke Kamboja dan menjadi penyebar agama Islam di sana. diketahui pula bahwa ada dua kakek buyutnya yg menjadi mursyid thariqah Syathariyah di Gujarat yg sangat dihormati. yakni Syekh Abdullah Khannuddin dan Syekh Ahmadsyah Jalaluddin. yg berasal dari Handramaut. Jika diurut keatas. baru dua bulan di Caruban. India. Nama terakhir ini adalah seorang Syekh kalangan µAlawi kesohor di Ahmadabad. putra Syehk Datuk Ahmad. Pada akhir tahun 1425.

telah mampu menjadi salah satu pusat pengajaran Islam. Syekh Siti jenar juga menyiarkan agama Islam yg oleh masyarakat setempat diberi gelar Syekh jabaranta. Pada masa tuanya. membawa San Ali untuk memasuki dunia bisnis dgn menjadi saudagar emas dan barang kelontong. Pergaulan di dunia bisnis tsb dimanfaatkan oleh San Ali untuk mempelajari berbagai karakter nafsu manusia. San Ali melanjutkan perjalanan ke Malaka dan banyak bergaul dgn para bangsawan suku Tamil maupun Malayu. dalam bidang fiqih dan ilmu µalat.Sejak itulah San Ali atau Syekh Siti Jenar kecil diasuh oleh Ki Danusela serta penasihatnya. San Ali dianugerahi nama keluarga dan nama keulama-an Syekh Datuk µAbdul Jalil. dibawah asuhan Syekh datuk Kahfi. putra Syekh Datuk Ahmad. Aria Damar bermukim di tepi sungai Ogan. San Ali mempelajari berbagai bidang agama Islam dgn sepenuh hati. sekaligus pengamal sufi-kebatinan. menemui Aria Damar. Dari Pajajaran San Ali melanjutkan pengembaraannya menuju Palembang. Diperkirakan Syekh Siti Jenar berguru kepada Aria Damar antara tahun 14481450 M. seorang adipati. Saat itu Cirebon dgn Padepokan Giri Amparan Jatinya yg diasuh oleh seorang ulama asal Makkah dan Malaka. San Ali mempelajari pengetahuan tentang hakikat ketunggalan alam semesta yg dijabarkan dari konsep ³nurun µala nur´ (cahaya Maha Cahaya). Dari Palembang. Sampai usia 20 tahun. ia bertemu dgn Datuk Musa. santri Maulana Ibrahim Samarkandi. disertai dgn pendidikan otodidak bidang spiritual. Syekh Datuk Kahfi. Dari uwaknya ini. Jadi walaupun San Ali adalah keturunan ulama Malaka. . Selain menjadi saudagar. Dari hubungan baiknya itu. sekaligus untuk menguji laku zuhudnya ditengah gelimang harta. atau yg kemudian dikenal sebagai kosmologi emanasi. Ki Samadullah atau Pangeran Walangsungsang yg sedang nyantri di Cirebon. dan lebih jauh lagi keturunan Arab. Di Malaka ini pula. serta tasawuf. Syekh Datuk Ahmad. namun sejak kecil lingkungan hidupnya adalah kultur Cirebon yg saat itu menjadi sebuah kota multikultur. heterogen dan sebagai basis antarlintas perdagangan dunia waktu itu. bersama Aria Abdillah ini. Kampung Pedamaran.

Syekh Siti Jenar mampu menyimpan satu perbendaharaan baru.1074). Syekh Siti Jenar membaca dan mempelajari dgn baik tradisi sufi dari alThawasinnya al-Hallaj (858-922). ia menumpang di rumah keluarga besar Ahmad alTawalud. Syekh Siti Jenar bersentuhan dgn paham Syi¶ah Ja¶fariyyah. Ia juga sampai pada suatu kesadaran bahwa semua yg nampak ada dan memiliki nama. yg di kenal sebagai madzhab ahl al-bayt. dan al-Jili (w. yakni kesadaran bahwa setiap gerak dan segala peristiwa yg tergelar di alam semesta ini. Ini menambah semangatnya untuk mengetahui dan merasakan langsung bagaimana af¶al Allah itu optimal bekerja dalam dirinya. bagi perjalanan rohaninya yaitu ³ke-Esaan af¶al Allah´.899). dari pembicaraan mengenai hakikat sufi bersama ulama Malaka asal Baghdad Ahmad al-Mubasyarah al-Tawalud di sepanjang perjalanan. Dalam perjalanan ini. baik yg terlihat maupun yg tidak terlihat pada hakikatnya adalah af¶al Allah. Bukan pada dimensi perbuatan alam atau manusianya sebagai tolak titik pandang akan tetapi justru perbuatan Allah melalui iradah dan quradah-NYA yg bekerja melalui diri manusia. Semua kitab itu adalah peninggalan kakek al-Tawalud. . Ihya¶ Ulum al-Din dan kitab-kitab tasawuf al-Ghazali (w. sebagai khalifah-NYA di alam lahir.1428). Inilah pangkal pandangan yg dikemudian hari memunculkan tuduhan dari Dewan Wali.995). Sesampainya di Baghdad. Sebab di keluarga al-Tawalud tersedia banyak kitab-kitab ma¶rifat dari para sufi kenamaan. Syekh µAbdul Mubdi¶ al-Baghdadi. futuhat al-Makkiyah dan Fushush al-Hikam-nya Ibnu µArabi (1165-1240). yakni Dia Yang Wujud dari segala yg maujud. Di Irak ini pula. Kitab al-Ta¶aruf al-Kalabadzi (w.874). Padahal bukan itu pemahaman yg dialami dan dirasakan Syekh Siti Jenar. Risalah-nya al-Qusyairi (w. Syekh Siti Jenar semakin memiliki keinginan kuat segera pergi ke Timur Tengah terutama pusat kota suci Makkah. pada hakikatnya hanya memiliki satu sumber nama. Kitab al-Shidq-nya alKharaj (w. al-Bushtamii (w.Setelah mengetahui bahwa dirinya merupakan salah satu dari keluarga besar ahlul bait (keturunan Rasulullah). Disinilah cakrawala pengetahuan sufinya diasah tajam.1111). bahwa Syekh Siti Jenar menganut paham Jabariyah.

yg paling berkesan pada Syekh Siti Jenar adalah kitab Haqiqat al-Haqa¶iq. Diceritakan dalam Babad Jaka Tingkir. Syekh Siti Jenar tidak banyak menuliskan ajaranajarannya karena kesibukannya menyebarkan gagasan melalui lisan ke berbagai pelosok Tanah Jawa. Ki Ageng Ngerang. merupakan hal yg masih sangat baru bagi komunitas Islam Indonesia. Ki Ageng Balak. Sebagian memang mengajarkan tasawuf. Ki Ageng Pringapus. Ki Ageng Jati. bahwa ada 40 orang tokoh yang berguru kepada Syekh Siti Jenar. Konsep-konsep pamor. yg kebanyakkan beralur pada paham Imam Ghazali. Musakhaf (al-Mukasysyaf) dan Balal Mubarak. Ketiga kitab tersebut. Talmisan. Sehingga saat itu pemikiran-permikiran al-Jili. Dan sebenarnya Syekh Siti Jenar-lah yg pertama kali mengusung gagasan alHallaj dan terutama al-Jili ke Jawa. Syekh Siti Jenar sudah berusia dua tahun. semuanya adalah puncak dari ulama sufi Syekh µAbdul Karim al-Jili. Terutama kitab al-Insan al-Kamil. Ki Ageng Watalunan. dan secara filosofis mirip dgn al-Jili dan Ibnu µArabi. jumbuh dan manunggal dalam teologi-sufi Syekh Siti Jenar dipengaruhi oleh paham-paham puncak mistik alHallaj dan al-Jili. disamping itu karena proses pencarian spiritualnya yg memiliki ujung pemahaman yg mirip dgn secara praktis/¶amali-al-Hallaj. al-Manazil al-Alahiyah dan al-Insan al-Kamil fi Ma¶rifat al-Awakhiri wa al-Awamil (Manusia Sempurna dalam Pengetahuan tenatang sesuatu yg pertama dan terakhir). namun tasawuf tarekati. Ki Ageng Butuh. Syekh Siti Jenar kelak sekembalinya ke Jawa menyebarkan ajaran dan pandangan mengenai ilmu sangkan-paran sebagai titik pangkal paham kemanuggalannya. Ki Ageng Tingkir. Ki Ageng .secara kebetulan periode al-jili meninggal. Dalam catatan sastra suluk Jawa hanya ada 3 kitab karya Syekh Siti Jenar. Dari sekian banyak kitab sufi yg dibaca dan dipahaminya. Sayangnya. Ki Ageng Getas Aji. Masyarakat yg dibangunnya nanti dikenal sebagai komunitas Lemah Abang. Mereka itu: Ki Ageng Banyubiru. Ajaran Syekh Siti Jenar lebih bisa diterima oleh raja-raja jawa yang telah memeluk agama Islam. Sementara itu para wali anggota Dewan Wali menyebarluaskan ajaran Islam syar¶i madzhabi yg ketat.

Tapi versi lain menyebytukan. Ki Ageng Ngargaloka. Kiai Ageng Wanasaba. Ki Ageng Tambak Baya. Kiai Ageng Purna. 2010. Makam itru berada di tengah pemakaman umum. Karena Syekh Siti Jenar tidak mau.Nganggas. Ki Ageng Tembalan. Kiai Ageng Wanadadi. Kiai Ageng Karungrungan. Kiai Ageng Taruntum. Achmad Chodjim.5 Melihat banyaknya tokoh yang berguru kepada Syekh Siti Jenar dirumah Jeng Kiai Ageng Pengging. Rahasia Hati dan Pikiran Syekh Siti Jenar. Sebabnya Ki Pengging adalah cucu Brawijaya V. Maka setelah kekuasaan Demak kuat dan Pengging telah ditaklukkan. Kiai Ageng Gunung Pragota. Kiai Ageng Tambangan. Pengging melakukan pemberontakan. h. PT. Jakarta. Kiai Ageng Ngampuhan. Ki Ageng Wanantara. Raja Demak Khawatir bila dikemudian hari. Kiai Ageng Jatingali. maka vonis mati pun dijatuhkan kepadanya sekitar tahun 1515 Masehi. ia dieksekusi di Mesjid Demak. Ki Ageng Ba badan. 1849. Ki Ageng Karanggayam. Syekh Siti Jenar dieksekusi di Mesjid Agung Kasepuhan Cirebon. Makam Syekh Siti Jenar berada ditengah. Kebo Kangan. Serambi Semesta. Kiai Ageng Kare.13-14 7 Purwadi. h. Kiai Ageng Gugulu. Jogjakarta. 2009.7 Menurt versi lain. Sebagian riwayat mengatakan. Ki Ageng Kayu Purin. Ki Ageng Ngambat. Kiai Ageng Bangsri. Ki Ageng Baki. beliau diadili oleh Wali Songo. cetakan V. diapit oleh makam Paku Buwana VI. Kiai Majasta. Babad Jaka Tingkir Dalam Kupiya Iber Warni-warni. Kiai Ageng Ngadi Baya. Kiai Ageng Pataruman. Syekh Siti Jenar dimakamkan di Klematen. Syekh Siti Jenar: Makrifat dan Makna Kehidupan. Syekh Siti Jenar diperintahkan untuk menghentikan ajarannya. Surakarta.6 Syekh Siti Jenar telah tiada 500 tahun yang lalu. Kiai Ageng Candhi. Kiai Ageng Kebonalas. maka cemaslah Raden Patah. Garailmu. Kiai Ageng Purwasada. di dalam bangunan sederhanan dan gelap seluas 5x5 meter. Jawa Barat. 188 6 5 . Ki Ageng Waturante. ki Ageng Salandaka. dan Jeng Kiai Ageng Pengging. Cirebon. Jawa tengah.

Sedangkan Datuk Fardun bermukim di Paciran. kecintaan kepada Allah dengan makna seluas-luasnya. yaitu konsep tentang hidup dan mati. Tarekat. Syekh Siti Jenar mempunyai dua putra. 3. Gatra. Itu sebabnya anak turun Syekh Siti Jenar tidak pernah terungkap. Ketika Tuhan Menyatu Bersatu Diri. Edisi Khusus No. keturunannya pun dirahasiakan keberadaannya. II. Surabaya. Ajaran Mistik Syekh Siti Jenar Syekh Siti Jenar mengajarkan konsep yang sangat kontroversial pada saat itu. dzikir dalam waktu dan hitungan tertentu. Dimana Pemahaman ketauhidan harus dilewati melalui 4 tahapan . Lamongan Jawa Timur. zakat dll). 1. yaitu apa yang disebut umum sebagai kematian justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi. Kalau toh ada. Datuk Bardut bermukim di Cirebon. Tuhan dan kebebasan. Herry Muhammad dan Mujib Rahman. Ma¶rifat. 2. 2001. dan Abdul Qahar alias Datuk Fardun. Konon. Syariat (dengan menjalankan hukum-hukum agama spt sholat. serta tempat berlakunya syariat tersebut. 8 . Hakekat. Sebaliknya. keturunan Syekh Siti Jenar tak pernah terungkap. 5 tahun VIII.8 Untuk menghindari pengultusan dan memutuskan mata rantai ajaran Syekh Siti Jenar. Abdul Qadir Alias Datuk Bardut. Pangeran jagabayan di sebelah kanan dan Pangeran Kejaksan di sebelah kiri. dan 4. klaim itu sudah dibuktikan dengan analisis pisau sejarah. Bukan berarti bahwa setelah menempuh Makrifat terus meninggalkan tingkatan sebelumnya. Syekh Siti Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. sepeninggal Syekh Siti Jenar. dengan melakukan amalan-amalan spt wirid. Sejauh ini.dua muridnya. dimana hakekat dari manusia dan kesejatian hidup akan ditemukan.

kenapa kawan-kawan pada memakai penghalang? Sesungguhnya aku inilah haq Allah pun tiada wujud dua. selamanya bukan. Orang yang beribadah dengan mengharapkan surga atau pahala berarti belum bisa disebut ikhlas. "Mungguh sajatine ananing zdat kang sanyata iku muhung ana anteping tekat kita. akan tetapi harus menjadi segala niat kita yang sungguh-sungguh]. hlm. kenapa kawan-kawan masih memakai pelindung?´9 2.´10 3. tandhane ora ana apa-apa. "« tidak usah kebanyakan teori semu. ia akan kecewa karena ia tidak akan memperoleh apa yang ia inginkan. hlm. "«marilah kita berbicara dengan terus terang. 12 Serat Candhakipun Riwayat Jati. bagian XLIII. 1. Aku ini Allah. karena badan tidak ada. tidak ada lain yang bernama Allah«saya menyampaikan ilmu tertinggi yang membahas ketunggalan. Tanoyo: Walisanga. Nyata Ingsun Yang Sejati. yang tidak ada lain kesejatiannya. Soebardi. Akulah yang sebenarnya disebut Prabu Satmata.Syekh Siti Jenar juga mengajarkan agar seseorang dapat lebih mengutamakan prinsip ikhlas dalam menjalankan ibadah. 12 5. "Allah itu adalah keadaanku. "Jika ada seorang manusia yang percaya kepada kesatuan lain selain dari Tuhan yang Mahakuasa. tetap dzahir batin Allah. 103. 124. keberadaan dzat yang nyata itu hanya berada pada mantapnya tekad kita. Yang kita bicarakan ialah ilmu sejati Sulaeman Sulendraningrat. yang disebut sebangsa Allah«´ 11 4. 1982. 11 R. ananging kudu dadi sabarang sedya kita kang satuhu´ [Sebenarnya. 10 9 . bergelar Prabu Satmata. S. The Book of ebolek. Tentang Allah. sesungguhnya ingsun inilah Allah. Tauhid Dan Manunggaling Kawula Gusti 1. tandanya tidak ada apa-apa. Babad Tanah Sunda. Ini bukan badan. hlm. nanti Allah sekarang Allah. Beberapa Ajaran Mistik Syekh Siti Jenar.

Muhammad ya aku. Sehingga dalam pengalaman mistik manunggal ini.]´ 13 6. tidak hanya terjadi proses kefanaan antara hamba dan pencipta sebagaimana apa yang dialami oleh Bayazid al-Bustami dan Manshur al-Hallaj. Saya ini mengajarkan ilmu untuk betulbetul dapat merasakan adanya kemanunggalan. terjadi kemanunggalan diri. h. Adapun yang dibicarakan sekarang ini adalah ilmu yang sejati yang dapat membuka tabir kehidupan. Suatu titik puncak pengalaman spiritual. Boekoe Siti Djenar. Ya. yaitu bersemayam di dalam tubuh. bahwa benar-benar tidak ada perbedaan lagi. Rasul dan Tuhan.´ 15 8. semuanya sama. yaitu orang yang suci. bahwa dalam teologi manunggaling kawula-Gusti. Dan lagi. Sudjana. ketahuilah bahwa tidak ada bangsa Tuhan yang lain selain saya. Dalam kasus pengalaman mistik Syekh Siti Jenar. yakni sejak fana¶nya Bayazid al-Busthami. Jika ada perbedaan yang bagaimanapun. Suluk Wali Sanga. "Tidak usah banyak tingkah. "ana al-Haqq´-nya Manshur al-Hallaj.´ 14 7. Sedangkan bangkai itu selamanya kan tidak ada. Asmarandana. "Jika Anda menanyakan dimana rumah Tuhan. 42-46). Asma Allah itu sesungguhnya diriku. Wawacan Sunan Gunung Jati. hlm. Tetapi hanya orang yang terpilih yang bisa melihatnya. 16 Emon Suryaatmana dan T. Sudah tidak ada tanda secara samar-samar.dan untuk semua orang kita membuka tabir [artinya membuka rahasia yang paling tersembunyi. Rasulullah ya aku. antara syahadat Rasul dan syahadat Tauhid ikut larut dalam kefanaan. Pupuh 38 Sinom. Serat Siti Jenar. bait 20-22 Tan Khoen Swie. . ya Akulah yang menjadi Allah ta¶ala. Allah berada pada dzat yang tempatnya tidak jauh. jawabnya tidaklah sulit.Kediri. hlm. 1931.´ 16 Ungkapan mistik Syekh Siti Jenar tersebut menunjukkan. bergelar Prabu Satmata. betul-betul saya ini adalah Tuhan yang sebenarnya. 18-20 15 R. «. saya inilah Tuhan. 15.D. saya akan tetap mempertahankan tegaknya ilmu tersebut. Tanaja. 13 14 bait 13 . Junaid al-Baghdadi. "Syekh Lemah Abang namaku. yang sudah dialami oleh para ulama sufi sejak abad ke-9.

Padahal sifat kafir berwatak jisim. Dia itu Pangeran saya. naha sakti dalam syarak. tiada lelah tanpa penderitaan dan tiada lapar. tahu-tahu saya menjumpai Ia sudah ada disana´. diucapkan untuk menyatakan yang dipuja dan menyatakan suatu janji. bukan hidup tanpa asal dari manapun.´ "Lain jika kita sejiwa dengan Zat Yang Maha Luhur. menjelajahi alam semesta. yang akan membusuk. "Sesungguhnyalah. kodrat dan kehendak-Nya. Nama itu ditumbuhkan menjadi kalimat yang diucapkan: "Muhammad Rasulullah´. pergi ke mana saja tiada haus. . Ia dapat abadi mengembara melebihi peluru atau anak sumpitan. yang bersifat wahdaniyah. sehingga ia menjadi bingung. Serat Siti Jenar. Kalimah syahadat yang hanya diucapkan dengan lisan dan hanya dihiasi dengan perangkat kerja fisik (pelaksanaan fiqih Islam dengan tanpa aplikasi spiritual). hakikatnya adalah kebohongan. yang tanpa rupa dan tiada tampak. 1958. sebenarnya jiwa orang itu 17 Raden Sasrawijaya.´ "Dia itu yang bersatu padu menjadi wujud saya. membingungkan orang. 45-48. yang menguasai dan memerintah saya. Sesungguhnya nama Allah itu untuk menyebut wakil-Nya. bukan budi bukan nyawa. 9. artinya menyatukan diri dengan ciptaan-Nya. Kekuasan-Nya dan kemampuan-Nya tiada kenal rintangan. h. dan landasan mistik teologi kemanunggalan. hancur lebur bercampur tanah.juga µAynul Quddat al-Hamadani. Tiada susah payah. Pupuh III Dandanggula. Ia gagah berani. dan akhirnya menemukan titik kulminasinya pada teologi Manunggaling Kawula-Gusti Syekh Siti Jenar. Lapal Allah yaitu kesaksian akan Allah. dan Syaikh al-Isyraq Syuhrawardi al-Maqtul. 17 Pernyataan di atas adalah tafsir sederhana dari sasahidan yang menjadi intisari ajaran Syekh Siti Jenar. Pelaksanaan aspek fisik keagamaan yang tidak disertai dengan implikasi kemanunggalan roh. Yogyakarta. sehingga pikiran keras dari keinginan luluh tiada berdaya. bukan pula kehendak tanpa tujuan. Dia tidak mengetahui akan diri pribadinya yang sejati. Maka timbullah dari jiwa raga saya kearif-bijaksanaan tanpa saya ketahui keluar dan masuk-Nya. karena diragukan kebenarannya.

10. yakni mencuri dari perhatiannya kepada aspek Allah dalam diri. Sebagai alatnya adalah kemanunggalan wujudiyah sebagaimana terdapat dalam Sasahidan. ya ingsun sejatinya Allah.´ 18 Subtansi dari ungkapan spiritual tersebut adalah bahwa kesejatian hidup. jasad Allah badan putih tanpa darah. Sebab manusia sebagai khalifah-Nya adalah cermin Ilahiyah yang harus menampak kepada seluruh alam. tiada turut merasakan sakit ataupun lelah. Terdapat kesatupaduan antara Allah. engkau sejatinnya Allah. Tidak mengenal roh.cit. rahasia kesejatian Allah. Dan dalam tataran atau ukuran orang µawam hal itu bisa diraih dengan memperhatikan uraian dan wejangan Syekh Siti Jenar tentang "Shalat Tarek Limang Waktu´. Manusia merdeka adalah manusia yang terbebas dari belenggu kultural maupun belenggu struktural. bahkan antara manusia dengan Tuhanpun hakikatnya tidak ada yang menguasai dan yang dikuasai.´ 19 Pernyataan tersebut menunjukkan adanya kebebasan manusia dalam menentukan jalan hidup. dan fasik dalam kacamata lahir. Masing-masing bukanlah sesuatu yang saling asing mengasingkan. demikian pula keinginan hidup itupun ditetapkan oleh diri sendiri. ya ingsun ini kesejatian hidup. yakni wujud (yang berbentuk) itu sejatinya Allah. Suka dukapun musnah karena tiada diinginkan oleh hidup. sir (rahsa=rahasia) itu Rasulullah. Dengan demikian hidupnya kehidupan itu. 32 . rasa Allah. berdiri sendiri sekehendak. ya ingsun (aku) ini sejatinya Allah. lisan (pangucap) itu Allah. Ini jika melihat intisari 18 19 Wejangan Walisanga: hlm. Itulah sebenar-benarnya munafik dalam tinjauan batin. tidak boleh ada sikap saling menguasai antar manusia. 11. 5 Raden Sasrawijaya. Rasul dan manusia. "Adanya kehidupan itu karena pribadi. rahasia kehidupan hanya ada pada pengalaman kemanunggalan antara kawulaGusti. op. yang melestarikan kehidupan. Dalam hidup ini.mencuri. "Rahasia kesadaran kesejatian kehidupan. h. sir Allah.

´ Wujud itu dalam Pribadi. Ia berada baik di 20 Ibid. memerlukan wadah bagi pribadi untuk mengejawantah. kalau dikatakan dalam bahasa di dunia ini. selain itu hanya memancarkan cahaya saja. cobalah untuk memisahkan zat wab/jibul maulana dengan budi. Nah. Maka agar tidak terjadi split personality. dan di dunia atau alam kematian ini. 12. h. Al-Baqarah/2. menguji diri sejauh mana kemampuannya mengelola keinginan wadag. tanpa antara. harus ada keterpaduan antara Zat Wajibul Maulana dengan budi manusia. dan tidak mengakibatkan kerusakan dalam tatanan kehidupan. yang dalam al-Qur¶an disebut sebagai hawa nafsu. Sementara manusia yang manunggal adalah pemilik jiwa yang iradah dan kodratnya telah pula menyatu dengan Ilahi.ajaran manunggalnya Syekh Siti Jenar. tiada erat dengan sakit ataupun rasa tidak enak. Sebab dalam manusia ada roh Tuhan yang menjamin adanya kekuasaan atas pribadinya dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Cahaya hanya satu.115. Citra manusia hanya ada dalam keinginan yang tunggal. baka bersifat abadi. "Zat wajibul maulana adalah yang menjadi pemimpin budi yang menuju ke semua kebaikan. Dan sang Zat Wajibul Maulana ini berada di dalam kedirian manusia. apa lagi dua. maka kehidupannya dikuasai oleh keinginan yang lain. Yang lain hanya sekedar mewujud. 13. bukan di luarnya. Dan allah itulah satu-satunya Wujud. atau pantulannya saja. "Hyang Widi. "Timur dan Barat kepunyaan Allah. Subtansi pernyataan Syekh Siti Jenar tersebut adalah Qs. agar supaya manusia dapat menerima keinginan yang lain´. Maka ke mana saja kamu menghadap di situlah Wajah Allah. 44 . Sehingga akibat terpecahnya jiwa dengan roh Ilahi. sementara Pribadinya tetap suci. Satu keinginan saja belum tentu dapat melaksanakan dengan tepat.20 Manusia yang mendua adalah manusia yang tidak sampai kepada derajat kemanunggalan.

h. namun seharusnya yang mendapat prioritas untuk dipenuhi perhiasan dan dicukupi kebutuhannya adalah isi dari wadah.´21 Tuhan adalah yang maha meliputi. maupun di sini. tidak dibatasi oleh lingkup ruang dan waktu. menjelajah Mekah dan Madinah. Oleh karenanya keberadaan segala sesuatu di hadapan-Nya sama dengan ketidakberadaan segala sesuatu. sebab isi bumi itu angkasa yang hampa. Maka bukan jantung bukan otak yang pisah dari tubuh. ke utara.sana. bukan panas dan bukan kekosongan atau kehampaan. Hakikat keberadaan segala sesuatu adalah keberadaan-Nya. yang akhirnya menjadi jenazah. Dimanakah adanya Hyang Sukma. tiada ditemukan wujud yang Mulia. Keberadaannya. api.´ "Saya ini bukan budi. Raga seharusnya tunduk kepada jiwa yang dinaungi roh Ilahi. bukan angin. bukan angan-angan hati.´ "Ke mana saja sunyi senyap adanya. menuruti raga. selamilah dalam bumi sampai lapisan ke tujuh. Kelilingilah cakrawala dunia. adalah sesuatu yang baru. busuk bercampur tanah dan debu. Sebab raga hanyalah sebagai tempat wadag bagi keberadaan roh itu. Yang ada di sini bukan wujud saya. Segala sesuatu yang berwujud. air dan 21 Ibid. kecuali hanya diri pribadi. Maka sikap yang selalu menuruti raga disebut sebagai "sesuatu yang baru´ dalam arti tidak mengikuti iradah-Nya. selatan. "Gagasan adanya badan halus itu mematikan kehendak manusia. 14. bukan pikiran yang sadar. Wujud saya ini jasad. barat. yang ada di sana-sana hanya di sini adanya. bukan niat. Oleh tingkah yang banyak dilakukan dan yang tidak wajar. Isi dalam daging tubuh adalah isi perut yang kotor. laju pesat bagaikan anak panah lepas dari busur. bertentangan dengan sifat seluruh yang diciptakan. bukan udara. timur dan tengah. Jangan terjebak hanya menghiasi wadahnya. keghaiban atau kematerian. 30. termasuk kedirian manusia. Napas saya mengelilingi dunia. . Yang ada didalamku adalah hampa yang sunyi. membumbunglah ke langit yang tinggi. tanah. yang tersebar di dunia ini. bukan itu bukan ini.

Maka kalau ada anggapan bahwa Allah itu ghaib bagi manusia. sebab semuanya barang baru. bukan asli. Perkataannya tidak dapat dipegang. sehingga tidak ada perbedaan atau tingkatan. Dalam diri manusia terdapat roh alidhafi yang membimbing manusia untuk mengenal dan menghampirinya. Sekali lagi apa yang terurai di atas. namun itu hanya dari sudut materi atau raga manusia. Jika masih ada terdapat tingkatan maka sebaiknya disempurnakan lagi. budi yang laknat dan mencelakakan. Allah menaruh God-spot (titik Tuhan) sebagai filter bagi kerja otak. Ia tidak mau shalat atas kehendak sendiri. Inilah titik spiritual yang akan menghubungkan jiwa dan raga melalui roh al-idhafi. karena perintahnya berubahubah. artinya Mahamulia dan Mahaindah. Sebagai sarananya. Allah bukanlah sesuatu yang asing bagi diri manusia. dalam otak kecil manusia. tidak jujur. . Semuanya berpulang kepada Allah.´22 Menurut Syekh Siti Jenar. 22 Ibid. Secara rohiyah. adalah suatu kedaaan dan kesadaran yang sudah tidak ada tingkatan lagi. Allah juga bukan yang ghaib dari manusia. Karena tingkatan itu telah dilebur menjadi satu dengan nama keyakinan. jika diturut tidak jadi dan selalu mengajak mencuri. Walaupun Ia penyandang asma al-Ghayb. Pupuh III Dandanggula. menyukma dalam Hyang Widi. Pangeran saya bersifat jalal dan jamal. Allah adalah ke-Diri-an manusia itu. sesuatu yang jauh dari manusia. tidak pula mau memerintahkan untuk shalat kepada siapapun. agar tidak terjebak hanya berpikir materialistik dan matematis.´ "Maka saya ini Zat yang sejiwa. tidak dapat dipercaya dan diturut. itu budi yang menyuruh. Adapun orang shalat. Tuhan sekalian Alam. pandangan itu keliru dan sesat. 33-36.udara kembali ke tempat asalnya atau aslinya. apa kata Alam ini ialah juga kehendak-Nya yang merupakan wujud ADA dalam kehidupan manusia beserta makhluk lainnya«allahu akbar. Dari sistem kerja itulah kemudian terjalin kemanunggalan abadi.

´23 Dalam prespektif kemanunggalan. Dalam alam kematian ini saya kaya akan dosa. biar saya sendiri yang menentukan! Tidak usah Walisanga memulangkan saya ke alam kehidupan! Macam bukan wali utama saya ini. Kematian adalah hal yang muncul dengan kehendak Pribadi. terjadi dosa manusia. h. h. Dengan badan wadag yang berhias nafsu itulah. tidak perlu ini itu. Oleh karena itu. dikarenakan roh Ilahinya terpenjara dalam badan wadagnya. Ini sangat berbeda kondisinya dengan alam setelah manusia memasuki pintu kematian. Dirinya yang utuh. "Menduakan kerja bukan watak saya! Siapa yang mau mati! Dalam alam kematian orang kaya akan dosa! Balik jika saya hidup yang tak kenal ajal. akan langgeng hidup saya. 20-21 Ibid. . dengan segala kehidupan yang juga sempurna. Lain halnya apabila saya sudah lepas dari alam saya kematian ini. mau hidup saja minta tolong pada sesamanya. 14-16. Disanalah ditemukan kesejatian Diri yang tidak parsial. Oleh karena itu.15. Akan tetapi bila saya disuruh milih hidup atau mati saya tidak sudi! Sekalipun saya hidup. langgeng tiada ini itu. "Syukur kalo saya sampai tiba di alam kehidupan yang sejati. Sehingga keberadaan manusia di dunia penuh dengan api neraka.´24 Karena kematian hanya sebagai pintu bagi kesempurnaan hidup yang sesungguhnya. 16. menyertai keinginan pribadi yang sudah berada dalam kondisi manunggal. kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan bukan sesuatu yang bisa dipilih orang lain. maka sebenarnya kematian juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari keberadaan manusia sebagai pribadi. Saya akan hidup sempurna. Manusia akan manunggal di alam kehidupan sejati setelah mengalami mati. Siang malam saya berdekatan dengan api neraka. Nah marilah kamu saksikan! Saya akan pulang sendiri ke alam kehidupan sejati. sempurna. dunia adalah alam kematian yang sesungguhnya. dalam sistem 23 24 Ibid. Sakit dan sehat saya temukan di dunia ini.

mati yang sempurna teramat oleklah dia. tersesat. Kenikmatan mati tak dapat dihitung«´ "«Tersasar. itu semua omong kosong (palson kabeh). 74. sebenarnya tidak ada istilah "dimatikan´ atau "dipulangkan´. penipuan terhadap sesama manusia. dan tidak mengerti apa yang sedang dialami. Lain dengan Zat Allah yang bersama diriku. jadi tidak perlu. Kenikmatan ini dijumpai dalam mati. hlm. Nah. 25 26 Babad Jaka Tingkir-Babad Pajang. Raden Sasrawijaya. lantaran tak tersentuh lahat.teologi Syekh Siti Jenar.´26 19. shalat dan puasa itu. 17. sesuatu yang tidak diinginkan. Itu seluruhnya kedurjanaan budi. Orangorang dungu yg menuruti aulia. budi saya mencuri. Op. ikhlas. kadang-kadang menginginkan keduniaan yang banyak. sebenarnya tidak ada unsur tekan-menekan atau paksaan. saya inilah Yang Maha Suci. Adapun zakat dan naik haji ke Mekah. agar ia mengetahui kapan saatnya ia menghendaki kematiannya itu. Pintu kematian adalah sesuatu hal yang harus dijalani secara sukarela. Puasa. Barulah jika seseorang memang tidak pernah mempersiapkan diri. dan harus diselami pengetahuannya. Zat Maulana yang nyata. yang tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibayangkan.cit. itu sesungguhnya keduanya orang yang tidak tahu. hidup selamanya. baik oleh Allah atau oleh siapapun. Zakat dan Haji 18. menyusahkan dalam patinya. menjadikan kecemasan. karena diberi harapan surga di kelak kemudian hari. budi saya melepaskan hati. "«Betapa banyak nikmat hidup manfaatnya mati. dan tidak pernah mau mempelajari ilmu kematian. justru bagi ilmu orang remeh«´25 Shalat. "Syahadat. Lain halnya dengan saya. hanya beralih tempatlah dia dengan memboyong kratonnya. Manusia sejati-sejatinya yang sudah meraih puncak ilmu. Tiada dia mati. h. "Pada waktu saya shalat. Menyebutkan mati syirik. pada waktu saya dzikir. 37 . tanpa tau arahnya ke mana. menaruh hati kepada seseorang. lagi terjerumus. Sebab dalam hal mati ini.

sungsum. 2. menderita sakit dan duka nestapa. yaitu Gusti Zat Maulana. tiada beda satu dengan yang lain. dengan melakukan amalan-amalan spt wirid. zakat dll). "Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging. Apakah para Wali dapat membawa pulang dagingnya. 27 28 Ibid. Syekh Siti Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. dzikir dalam waktu dan hitungan tertentu. bila dahi sudah menjadi tebal. Mereka semua mengalami suka-duka. Anda tutupi akhirnya menjadi debu juga. urat. Oleh karena itu saya. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan baru. Alam semesta ini baru. bersujud-sujud di mesjid mengenakan jubah. Siti Jenar. yaitu konsep tentang hidup dan mati. Syekh Siti Jenar mengajarkan konsep yang sangat kontroversial pada saat itu. kepala berbelulang. bisa rusak dan bagaimana cara Anda memperbaikinya? Biarpun bersembahyang seribu kali setiap harinya akhirnya mati juga. Tiada pernah saya menuruti perintah budi. yaitu apa yang disebut umum sebagai kematian justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi. Meskipun badan Anda. 1. Dimana Pemahaman ketauhidan harus dilewati melalui 4 tahapan . Tarekat. pahalanya besok saja.´27 20.Siti Jenar. Tanaja. hlm. serta tempat berlakunya syariat tersebut. 44. Tuhan dan kebebasan. Suluk Wali Sanga R. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan. hanya setia pada satu hal saja. h. Sesungguhnya hal ini tidak masuk akal! Di dunia ini semua manusia adalah sama. Syariat (dengan menjalankan hukum-hukum agama spt sholat. dalilnya layabtakiru hilamuhdil yang artinya tidak membuat sesuatu wujud lagi tentang terjadinya alam semesta sesudah dia membuat dunia. Sebaliknya.´28 III. tulang. 38-39. saya rasa tidak dapat. Perbedaan Ajaran Mistik Syekh Siti Jenar dengan Walisongo. 51 .

Hanya saja masing ± masing menyembah dengan menyebut nama yang berbeda ± beda dan menjalankan ajaran dengan cara yang belum tentu sama. kenapa kawan-kawan pada memakai penghalang? Sesungguhnya aku inilah haq Allah pun tiada wujud dua. yaitu dalam agama apapun. Diskusi para wali diadakan setelah Dewan Walisanga mendengar bahwa Syekh Siti Jenar mulai mengajarkan ilmu ma¶rifat dan hakikat. Oleh karenanya. ajaran yang disampaikan oleh Siti Jenar hanya dapat dibendung dengan kata µSESAT¶. Dalam pupuhnya. kecintaan kepada Allah dengan makna seluas-luasnya. bagian XLIII). dimana hakekat dari manusia dan kesejatian hidup akan ditemukan. Hakekat. Syekh Siti Jenar merasa malu apabila harus berdebat masalah agama. Pemahaman inilah yang kurang bisa dimengerti oleh para ulama pada masa itu tentang ilmu tasawuf yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar. kenapa kawan-kawan masih memakai pelindung?´29 Ucapan spiritual Syekh Siti Jenar tersebut diucapkan pada saat para wali menghendaki diskusi yang membahas masalah Micara Ilmu tanpa Tedeng Alingaling. Ma¶rifat. nanti Allah sekarang Allah. "Allah itu adalah keadaanku. Alasannya sederhana. tetap dzahir batin Allah. Sementara dalam tugas resmi yang diberikan oleh Dewan Walisanga hanya diberi kewenangan mengajarkan syahadat dan tauhid. Sementara menurut Syekh Siti Jenar justru inti paling mendasar 29 (Babad Tanah Sunda. Bukan berarti bahwa setelah menempuh Makrifat terus meninggalkan tingkatan sebelumnya. dan 4. masing ± masing pemeluk tidak perlu saling berdebat untuk mendapat pengakuan bahwa agamanya yang paling benar. setiap pemeluk sebenarnya menyembah zat Yang Maha Kuasa. 1982. Sulaeman Sulendraningrat. Wali songo khawatir jika ada salah paham dalam menyerap yang disampaikan oleh Syekh Siti Jenar kepada masyarakat awam dimana pada masa itu ajaran Islam yang harus disampaikan adalah pada tingkatan µsyariat¶. .3. Oleh karena itu. Sedangkan ajaran Siti Jenar sudah memasuki tahap µhakekat¶ dan bahkan µma¶rifat¶ kepada Allah (kecintaan dan pengetahuan yang mendalam kepada ALLAH).

tidak berupa. budi saya mencuri. yang tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibayangkan. Pada saat itu. Lain dengan Zat Allah yang bersama diriku.´. tidak bersuara. Sementara para Dewan Wali mengikuti madzhab resmi yang digariskan oleh kerajaan Demak. Setelah ungkapan Syekh Bentong inilah. Syekh Majagung menyatakan. budi saya melepaskan hati. tetapi ini. Sunni-Syafi¶i.tentang tauhid adalah manunggal.´. 37). Sunan Kalijaga menyatakan. "Allah itu meliputi segala sesuatu.30 "Pada waktu saya shalat. mustahil tidak adanya. saya inilah Yang Maha Suci. "Allah itu adalah jauhnya tanpa batas. tidak berbahasa. Sampai masa persidangan penentuannya.´ Mulai persidangan itulah hubungan Syekh Siti Jenar dengan para wali memanas. "Allah itu tidak berwarna. yang salah menangkap makna ungkapan mistik tersebut. Syekh Maghribi berkata. "Adapun Allah itu adalah yang berwujud haq´. Sunan Bonang berkata.´ (bahwa Allah itu nyatanya aku yang sempurna yang tetap di dalam dzahir dan batin).´. di mana seluruh ciptaan pasti akan kembali menyatu dengan yang menciptakan.´. Riwayat yang agak sama juga tercantum dalam Babad Cerbon. menaruh hati kepada seseorang. terbitan Brandes (1911) pada Pupuh 23. "Allah itu itu bukan disana sini. dekatnya tanpa rabaan. wajib adanya.´. kadang-kadang menginginkan keduniaan yang banyak. Pupuh III Dandanggula. "Allah itu bukan disana atau disitu. Nah. pada waktu saya dzikir. tidak bertempat. Sunan Giri berpendapat. "Jangan suka terlanjur bahasa menurut pendapat hamba adapun Allah itu tidak bersekutu dengan sesama. Syekh Siti Jenar tetap menyuarakan dengan lantang teologi manunggalnya bahwa. Sunan Gunung Jati mengemukakan. 30 .´ (Serat Syaikh Siti Jenar Ki Sasrawijaya.´. tiba giliran Syekh Siti Jenar dan mengungkapkan konsep dasar teologinya di atas. "Allah itu adalah seumpama memainkan wayang. Hanya saja ungkapan Syekh Siti Jenar tersebut ditanggapi dengan keras oleh Sunan Kudus. Syekh Bentong menyuarakan. sebab Syekh Siti Jenar tetap teguh pada pendirian tauhid sejatinya. ya inilah. Zat Maulana yang nyata. "Utawi Allah iku nyataning sun kang sampurna kang tetep ing dalem dhohir batin. Kinanti bait 1-8. tidak berarah.

. (3) menjaga kehormatan diri dari tindakan nista. Pernyataan tersebut sebenarnya berhubungan erat dengan pernyataan-pernyataan pada point 37 diatas.4-7). Sehingga doktrin manunggal bukanlah masalah paham qadariyah atau jabariyah. umumnya orang yang melaksanakan shalat. Namun dalam aplikasi keseharian. Sedang dalam Qs. sebenarnya akal-budinya mencuri. Manunggal itu adalah al-Islam. orang yang melaksanakan shalat namun tetap memiliki sifat riya¶ dan enggan mewujudkan pesan kemanusiaan disebut mengalami celaka dan mendapatkan siksa neraka Wail.Pada kritik yang dikemukakan Syekh Siti Jenar terhadap Islam formal Walisanga tersebut. Sifat khusyu¶nya shalat sebenarnya adalah letak aplikasi pesan shalat dalam kehidupan keseharian. (5) menjaga makna dan esensi shalat dalam kehidupannya. penyerahan diri <Wong Jowo ngomonge¶ Pasrah Bongkoan>. yakni mencuri esensi shalat yaitu keheningan dan kejernihan busi. yang melahirkan akhlaq al-karimah. apa yang terjadi? Orang muslim yang melaksanakan shalat dipaksa untuk berdiam. Sebab ia melupakan makna dan tujuan shalat (QS.Al-Mukminun/23. agar pikiran yang liar diperlihara dan digembalakan agar tidak liar. Al-Ma¶un/107. Sebab pikiran yang liar pasti menggagalkan pesan khusyu¶ tersebut. fana¶ atau ittihad. 1-11 disebutkan bahwa orang yang mendapatkan keuntungan adalah orang yang shalatnya khusyu¶. juga tidak menyiasiakan waktu serta tempat dan setiap kesempatan. (2) menunaikan zakat dan sejenisnya. Padahal pesan esensialnya adalah. Sedangkan shalat hakikatnya adalah eksperimen manunggal dengan Gusti. Mereka itulah yang disebutkan akan mewarisi tempat tinggal abadi. konsentrasi ketika melaksanakan shalat. Dan shalat yang khusyu¶ itu adalah shalat yang disertai oleh akhlak berikut : (1) menghindarkan diri dari hal-hal yang sia-sia dan tidak berguna. dan juga pernyataan mengenai kebohongan syari¶at yang tanpa spiritualitas di bawah. Sehingga dalam al-Qur¶an. Menurut Syekh Siti Jenar. namun jelas penolakan Syekh Siti Jenar atas model dan materi dakwah Walisanga. kemanunggalan. (4) menepati janji dan amanat serta sumpah. Khusyu¶ itu adalah buah dari shalat.

Namun itu adalah inti kehidupan. Semuanya hanya menjadi formalitas belaka. shalat dan puasa itu.cit. bukan pula meditasi. 38-39. menderita sakit dan duka nestapa. penipuan terhadap sesama manusia. Adapun zakat dan naik haji ke Mekah. Wajar jika Syekh Siti Jenar menyebut ajaran para wali sebagai ajaran yang telah dipalsukan dan menyebut shalat yang diajarkan para Wali adalah model shalatnya para pencuri.´ 31 Syekh Siti jenar menyebutkan bahwa syariat yang diajarkan para wali adalah "omong kosong belaka´. Tiada pernah saya menuruti perintah budi. tiada beda satu dengan yang lain. yang menyatakan bahwa Syekh Siti Jenar menolak syari¶at Islam. Orang-orang dungu yg menuruti aulia. bila dahi sudah menjadi tebal. Lain halnya dengan saya. Oleh karena itu saya. kepala berbelulang. Tentu istilah ini sangat amat berbeda dengan anggapan orang selama ini. Syekh Siti Jenar menggunakan istilah "iku wes palson kabeh´. yaitu Gusti Zat Maulana.´ Tentu ini berbeda pengertiannya dengan kata "iku palsu kabeh´ atau "itu palsu semua. "Syahadat. sesuatu yang tidak diinginkan. Yang ditolak adalah reduksi atas syari¶at tersebut. Bagi Syekh Siti Jenar. hanya setia pada satu hal saja. Itu seluruhnya kedurjanaan budi. Khusyu¶ bukanlah latihan konsentrasi. karena diberi harapan surga di kelak kemudian hari.´ Jadi yang dikehendaki Syekh Siti Jenar adalah penekanan bahwa syari¶at Islam pada masa Walisanga telah mengalami perubahan dan pergeseran makna dalam pengertian syari¶at itu. Siti Jenar. syariat bukan hanya pengakuan dan pelaksanaan. bersujud-sujud di mesjid mengenakan jubah. itu semua omong kosong (palson kabeh). h. yg artinya "itu sudah dipalsukan atau dibuat palsu semua. Sesungguhnya hal ini tidak masuk akal! Di dunia ini semua manusia adalah sama. jadi tidak perlu. Bahkan menjadi mudharat karena pertentangan yang muncul dari aplikasi formal syariat tsb. Sehingga manfaat melaksanakan syariat menjadi hilang. Op. itu sesungguhnya keduanya orang yang tidak tahu. atau "wes palson kabeh´(sudah tidak ada yang asli). pahalanya besok saja. . Ini berarti dalam pelaksanaan syariat harus 31 Raden Sasrawijaya. Mereka semua mengalami suka-duka. Siti Jenar. namun berupa penyaksian atau kesaksian. Konsentrasi dan meditasi hanya salah satu alat latihan menggembalaan pikiran.

Itulah pula yang menjadi rangkaian antara iman. Orientasi kepada yang Maha Benar dan selalu berupaya mewujudkan Manunggaling Kawula Gusti. Ditambah lagi. Apakah para Wali dapat membawa pulang dagingnya. karsa-cipta itulah shalat yg sesungguhnya. hlm. Sekurangnya kedua hal itu merupakan barang baru ciptaan Tuhan yang sama-sama akan mengalami kerusakan. bisa rusak dan bagaimana cara Anda memperbaikinya? Biarpun bersembahyang seribu kali setiap harinya akhirnya mati juga. maka hakikatnya ia telah melaksanakan shalat sejati. dan tidak memiliki kemampuan mengajarkan aplikasi syari¶at yg hidup dan berdaya guna. Apalagi sudah tidak menjadi sarana bagi kesejahteraan hidup manusia. Lalu bagaimana posisi shalat lima waktu? Shalat lima waktu dalam hal ini menjadi tata krama syari¶at atau shalat nominal. Meskipun badan Anda. saya rasa tidak dapat. Shalat haruslah merupakan praktek nyata bagi kehidupan. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan. urat.ada unsur pengalaman spiritual. dan Ihsan. bila suatu ibadah telah menjadi palsu.Yang mengajarkan syari¶at juga tidak lagi memahami makna dan manfaat syari¶at itu. nampak bahwa Syekh Siti Jenar memandang alam semesta sebagai makrokosmos sama dengan mikrokosmos (manusia). Nah. Tanaja. Yakni shalat sebagai bentuk ibadah yg sesuai dgn bentuk profesi kehidupannya. sungsum. Sehingga syari¶at menjadi hampa makna dan menambah gersangnya kehidupan rohani manusia. 32 Suluk Wali Sanga R. tidak dapat dipegangi dan hanya untuk membohongi orang lain. Alam semesta ini baru. shalat yg sebenarnya. karena Allah. 44. dalilnya layabtakiru hilamuhdil yang artinya tidak membuat sesuatu wujud lagi tentang terjadinya alam semesta sesudah dia membuat dunia. maka semuanya merupakan keburukan di bumi. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan baru. "Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging. tulang. Islam. termasuk dalam karya. . Orang yg melakukan profesinya secara benar. justru syariat hanya menjadi alat legitimasi kekuasaan (seperti sekarang ini juga). yg dikritik Syekh Siti Jenar adalah shalat yg sudah kehilangan makna dan tujuannya itu. 51. Nah. tidak kekal dan tidak abadi. Anda tutupi akhirnya menjadi debu juga.´32 Dari pernyataan Syekh Siti Jenar tersebut.

otot. Barang siapa buta di dunia maka akan lebih buta lagi di akhirat al-quran surat 17 ayat 72. ke mana af¶al itu dipancarkan. Sedangkan raga adalah bentuk luar dari jiwa yang dilengkapi pancaindera. harus disertai ilmu. Tentu ke-Esa-an bukan sekedar af¶al. akan kembali berubah menjadi tanah. Apakah kita menganggap remeh saja Al-quran? (QS Al-waqiah {56}:81). pernyataan Syekh Siti Jenar tersebut juga memiliki muatan makna pernyataan sufistik. manusia terdiri dari jiwa dan raga yang intinya ialah jiwa sebagai penjelmaan dzat Tuhan (sang Pribadi). Manusia tidak lain adalah ke-Esa-an dalam af¶al Allah. puasa dan haji. mikrokosmos manusia tidak lain adalah blueprint dan gambaran adanya jagat besar termasuk semesta. Dan beliau menekankan pelaksanaan ibadah ritual seperti shoalat. "Barangsiapa mengenal dirinya. Letak keselamatan itu intinya pada keselamatan kehidupan di dunia terlebih dahulu. sebab af¶al digerakkan oleh dzat. Semua aspek keragaan atau ketubuhan adalah barang pinjaman yang suatu saat setelah manusia terlepas dari pengalaman kematian di dunia ini. maka ia pasti mengenal Tuhannya. Penutup Maka dalam menyikapi ajaran Syekh Siti Jenar ini kita jangan lari dari kitab AL Quran untuk merenungi kebenaaran ajaran Syekh Siti Jenar. Kegiatan beribadah tanpa ilmu adalah kegiatan kosong belaka . manunggal ke dalam keabadian dengan Allah. Maka. berbagai organ tubuh seperti daging. termasuk wahana penyanda alam semesta. Itulah sebabnya pengelolaan alam semesta menjadi tanggungjawab manusia. Sehingga kita tidak menduga-duga tanpa dasar yang benar Karena Al Quran adalah penengah dari setiap permasalahan dan perbedaan pendapat (QS An-nisa {4}:59) dan Al quran adalah petunjuk ke jalan yang lurus (QS Al-isra {17}:9). Setelah saya amati bahwa inti ajaran Syekh Siti Jenar adalah bagaimana mnyikapi kehidupan di dunia dan di akhirat agar selamat menuju jalan Allah.´ Sebab bagi Syekh Siti Jenar. manusia yang utuh dalam jiwa raganya merupakan wadag bagi penyanda. Sedangkan rohnya yang menjadi tajalli Ilahi. Sehingga af¶al yang menyatu menunjukkan adanya ke-Esa-an dzat. darah dan tulang. Bagi Syekh Siti Jenar.Pada sisi yang lain.

Memang luar biasa pandangan dan ajaran Syekh Siti Jenar bila kita semua mengacu pada Al-quran dimana Al-quran adalah ayat yang nyata didalam dada orang-orang yang diberi ilmu.yakni fatamorgana seperti firman Allah dalam alquran surat 8 ayat 35 Sholat mereka disekitar Ba¶itullah hanyalah siulan dan tepuk tangan belaka maka rasakanlah azab karena kekafiranmu. Mana yang lebih berharga emas 1 kg dengan kapas 1 kg walaupun keduanya sama jumlahnya? Dalam perspektif ritual agama seperti sholat adalah suatu kegiatan yang berat kandunganya. Demikianlah sekelumit ajaran Syekh Siti Jenar. melainkan ada tingkatan-tingkatan peribadatan yang wajib ditempuh yakni tarekat. al-quran surat 29 ayat 49. surat 17 ayat 9. hakekat dan makrifat. Seperti firman Allah dalam surat 2 ayat 45-46 «sholat itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusuk. Justru beliau mengajak agar manusia segera beranjak pada tahapan agama berikutnya yakni tarekat. . Ini berarti sholat mereka memang tidak disertai ilimu sebagaimana yang dimkasudkan oleh Kanjeng Siti Jenar. Seseorang dapat disebut sebagai Islam sejati apabila telah mengamalkan tingkatan peribadatan secara utuh. Maka apakah kamu menganggap remeh saja al-quran? Surat 56 ayat 81. alquran surat 4 ayat 142. Mereka menganggap pekerjaan mereka adalah baik padahal dimata Tuhan adalah kosong belaka seperti firman Nya dalam alquran dalam surat 24 ayat 39 dan surat 14 ayat 18. Islam tidak sebatas syariat. Dimana proses ini tidak akan terlaksana bila manusia itu sendiri puas dengan rutinitas beragama yakni syariat. Dalam hal ini sholat saja masih dibilang kafir oleh Allah. Dan al-quran adalah petunjuk kejalan yang lurus. tentang ibadah ritual tanpa disertai ilmu adalah ibadah buta semata. maka Allah mengejek sholat kita seperti firmannya dalam al-quran surat 4 ayat 43 sholat kita dianggap sebagai sholat mabuk. tidak semata-mata hanya melepas kewajiban belaka. Bila sholat hanya dikerjakan demi kebutuhan semata. Penerapan Ajaran Siti Jenar juga bernuansa logis dan mudah dicerna apabila kita telah memahami teks-teks alquran yang mutasyabihat. hakikat dan makrifat agar nilai-nilai dalam pelaksanaan beragama bernilai emas. Wah berarti sia-sia dong pekerjaan kita! Dan mereka berdiri untuk sholat dengan malas dan riya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful