P. 1
Kisah Mahabarata

Kisah Mahabarata

|Views: 2,552|Likes:
Published by Nida Fadhillah

More info:

Published by: Nida Fadhillah on Jan 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

Kisah Mahabarata

Korawa Korawa atau Kaurawa (Sansekerta: kaurava) adalah kelompok antagonis dalam wiracarita Mahabharata. Nama Korawa secara umum berarti "keturunan Kuru". Kuru adalah nama seorang Maharaja yang merupakan keturunan Bharata, dan menurunkan tokoh-tokoh besar dalam wiracarita Mahabharata. Korawa adalah musuh bebuyutan para Pandawa. Jumlah mereka adalah seratus dan merupakan putra prabu Dretarastra yang buta dan permaisurinya, Dewi Gandari.

Riwayat singkat Dalam Mahabharata diceritakan bahwa Gandari, istri Dretarastra, menginginkan seratus putera. Kemudian Gandari memohon kepada Byasa, seorang pertapa sakti, dan beliau mengabulkannya. Gandari menjadi hamil, namun setelah lama ia mengandung, puteranya belum juga lahir. Ia menjadi cemburu kepada Kunti yang sudah memberikan Pandu tiga orang putera. Gandari menjadi frustasi kemudian memukul-mukul kandungannya. Setelah melalui masa persalinan, yang lahir dari rahimnya hanyalah segumpal daging. Byasa kemudian memotong-motong daging tersebut menjadi seratus bagian dan memasukkannya ke dalam guci, yang kemudian ditanam ke dalam tanah selama satu tahun. Setelah satu tahun, guci tersebut dibuka kembali dan dari dalam setiap guci, munculah bayi laki-laki. Yang pertama muncul adalah Duryodana, diiringi oleh Dursasana, dan saudaranya yang lain. Seluruh putera-putera Dretarastra tumbuh menjadi pria yang gagah-gagah. Mereka memiliki saudara bernama Pandawa, yaitu kelima putera Pandu, saudara tiri ayah mereka. Meskipun mereka bersaudara, Duryodana yang merupakan saudara tertua para Korawa, selalu merasa cemburu terhadap Pandawa, terutama Yudistira yang hendak dicalonkan menjadi raja di Hastinapura. Perselisihan pun timbul dan memuncak pada sebuah pertempuran akbar di Kurukshetra. Setelah pertarungan ganas berlangsung selama delapan belas hari, seratus putera Dretarastra gugur, termasuk cucu-cucunya, kecuali Yuyutsu, putera Dretarastra yang lahir dari seorang dayang-dayang. Yang terakhir gugur dalam pertempuran tersebut adalah Duryodana, saudara tertua para Korawa. Sebelumnya, adiknya yang bernama Dursasana yang gugur di tangan Bima. Yuyutsu adalah satu-satunya putera Dretarastra yang selamat dari pertarungan ganas di Kurukshetra karena memihak para Pandawa dan ia melanjutkan garis keturunan ayahnya, serta membuatkan upacara bagi para leluhurnya.

Para Korawa (putera Dretarastra) yang utama berjumlah seratus, namun mereka masih mempunyai saudara dan saudari pula. Yaitu Yuyutsu, yaitu anak Dretarastra tetapi lain ibu, ibunya seorang wanita waisya. Kemudian dari Dewi Gandari, lahir seorang putra lagi bernama Duskampana dan seorang putri bernama Dursala (atau Duççala atau Dussala). Pandawa Pandawa adalah sebuah kata dari bahasa Sansekerta (Devanagari: dieja P ava), yang secara harafiah berarti anak "P u" (Pandu), yaitu salah satu Raja Hastinapura dalam wiracarita Mahabharata. Dengan demikian, maka Pandawa merupakan putera mahkota kerajaan tersebut.

ia melakukan perjalanan suci ke gunung Himalaya . seperti misalnya Dhananjaya (perebut kekayaan ± karena ia berhasil mengumpulkan upeti saat upacara Rajasuya yang diselenggarakan Yudistira). ia berhasil memperoleh kemenangan dan Yudistira diangkat menjadi raja. dan Arjuna) merupakan putera kandung Kunti. Ia memiliki seorang putera dari ras rakshasa bernama Gatotkaca. Nakula dan Sadewa penitisan dari Dewa kembar Aswin. Setelah menempuh perjalanan panjang. Meskipun demikian. Arjuna penitisan dari Dewa Indra. kelima putra Pandu tersebut merupakan penitisan tidak secara langsung dari masing-masing Dewa. tubuhnya tinggi. Dewa pengobatan. Arjuna merupakan putera bungsu Kunti dengan Pandu. Setelah Yudistira mangkat. Bima merupakan putera kedua Kunti dengan Pandu. Dalam pertempuran di Kurukshetra. dan berwajah paling sangar di antara saudara-saudaranya. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Indra. Sang Dewa perang. Namanya (dalam bahasa Sansekerta) memiliki arti "yang bersinar".Silsilah Pandawa Para Pandawa terdiri dari lima orang pangeran. Hal tersebut diterangkan sebagai berikut: Yudistira penitisan dari Dewa Yamaraja. Memiliki moral yang sangat tinggi dan suka mema¶afkan serta suka mengampuni musuh yang sudah menyerah. Ajathasatru (yang tidak memiliki musuh). ia melakukan perjalanan suci bersama para Pandawa ke gunung Himalaya. sedangkan yang lainnya (Nakula dan Sadewa) merupakan putera kandung Madri. Bima penitisan dari Dewa Bayu. ia mendapatkan surga. Memiliki julukan Dhramasuta (putera Dharma). Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Bayu sehingga memiliki nama julukan Bayusutha. Panca Pandawa Yudistira merupakan saudara para Pandawa yang paling tua. yaitu Pandu. Sifatnya sangat bijaksana. Arjuna memiliki kemahiran dalam ilmu memanah dan dianggap sebagai ksatria terbaik oleh Drona. dan Bh rata (keturunan Maharaja Bharata). Kemahirannnya dalam ilmu peperangan menjadikannya sebagai tumpuan para Pandawa agar mampu memperoleh kemenangan saat pertempuran akbar di Kurukshetra. penguasa angin. dan hampir tak pernah berdusta seumur hidupnya. Partha (putera Kunti ± karena ia merupakan putera Pritha alias Kunti). Menjelang akhir hidupnya. turut serta membantu ayahnya berperang. penguasa Surga. Arjuna memiliki banyak nama panggilan. Kirti (yang bermahkota indah ± karena ia diberi mahkota indah oleh Dewa Indra saat berada di surga). Nama bhim dalam bahasa Sansekerta memiliki arti "mengerikan". "yang bercahaya". tiga di antaranya (Yudistira. tidak memiliki musuh. Pandai memainkan senjata gada dan pandai memasak. namun gugur. Setelah pensiun. Bima sangat kuat. namun ayah mereka sama. Akhirnya Bima memenangkan peperangan dan menyerahkan tahta kepada kakaknya. Kemahirannya dalam berperang sangat dibutuhkan oleh para Pandawa agar mereka mampu memperoleh kemenangan dalam pertempuran akbar di Kurukshetra. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Yama dan lahir dari Kunti. Bima. Yudistira. Dewa keadilan dan kebijaksanaan. Di sana ia meninggal dan mendapatkan surga. ia melakukan perjalanan suci ke gunung Himalaya bersama dengan saudara-saudaranya yang lain sebagai tujuan akhir kehidupan mereka. ia memiliki hati yang baik. Ia menjadi seorang Maharaja dunia setelah perang akbar di Kurukshetra berakhir dan mengadakan upacara Aswamedha demi menyatukan kerajaan-kerajaan India Kuno agar berada di bawah pengaruhnya. Menurut tradisi Hindu. Bima juga gemar makan sehingga dijuluki Werkodara. lengannya panjang.

Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin. tetapi Bima suka mengganggu sepupunya. Menjelang akhir hidupnya. Ia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. namun ia hidup kembali atas permohonan Yudistira. Nakula dan Sadewa. ia mengikuti pejalanan suci ke gunung Himalaya bersama kakak-kakaknya. Nakula merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Sadewa merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Sadewa adalah orang yang sangat rajin dan bijaksana. Saudara kembarnya bernama Nakula. Setelah kedua orangtuanya meninggal. Nakula pandai memainkan senjata pedang. setara dengan Brihaspati. yang lebih kecil darinya. Sang Dewa pengobatan. Dalam masa pengasingan di hutan. ia berperan sebagai pengasuh kuda. Dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata. Suatu hari Duryodana berpikir ia bersama adiknya mustahil untuk dapat meneruskan tahta dinasti Kuru apabila sepupunya masih ada. istri Pandu yang lain. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan arwahnya mencapai surga. Mereka semua (Pandawa lima dan sepupu-sepupunya atau yang dikenal juga sebagai Korawa) tinggal bersama dalam suatu kerajaan yang beribukota di Hastinapura. Menjelang akhir hidupnya. Nakula dan tiga Pandawa yang lainnya sempat meninggal karena minum racun. Sewaktu kecil mereka suka bermain bersama. dan merupakan penjelmaan Dewa Aswin juga. ia bersama kakaknya diasuh oleh Kunti. Ia giat bekerja dan senang melayani kakakkakaknya. istri Pandu yang lain. Arjuna. Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan mencapai surga. Sadewa juga merupakan seseorang yang ahli dalam ilmu astronomi. Saudara kembarnya bernama Sadewa. guru para Dewa. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan arwahnya mencapai surga. yang lebih besar darinya. Dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata. ia mengikuti pejalanan suci ke gunung Himalaya bersama kakak-kakaknya. Dropadi berkata bahwa Nakula merupakan pria yang paling tampan di dunia dan merupakan seorang ksatria berpedang yang tangguh.bersama para Pandawa dan melepaskan segala kehidupan duniawai. Sang Dewa pengobatan. ia bersama adiknya diasuh oleh Kunti. Akhirnya berbagai niat jahat muncul dalam benaknya untuk menyingkirkan para Pandawa beserta ibunya. Usaha pertama untuk menyingkirkan Pandawa Dretarastra yang mencintai keponakannya secara berlebihan mengangkat Yudistira sebagai putra . Setelah kedua orangtuanya meninggal. Riwayat singkat Masa kanak-kanak Pandawa lima yang terdiri atas Yudistira. Yudistira pernah berkata bahwa Sadewa merupakan pria yang bijaksana. ia berperan sebagai pengembala sapi. Lambat laun Duryodana merasa jengkel karena menjadi korban dan gangguan dari ejekan Bima. Bima. memiliki saudara yang bernama Duryodana dan 99 adiknya yang merupakan anak dari Dretarastra yang tak lain adalah paman mereka. sekaligus Raja Hastinapura. dan merupakan penjelmaan Dewa Aswin juga.

Pandawa bertemu dengan raksasa Hidimba. Di hutan rimba. Yang pada akhirnya Yudistra pun terjebak dalam rencananya Duryodana dan harus menjalani pengasingan selama 14 Tahun. "lihat apa yang kami bawa ibu!". di dalam pengasingan itu Yudistira pun menyusun rencana untuk membalas dendam atas penghinaan yang telah dilakukan Duryodana dan adik adiknya. Karena perkataan ibunya. Hidimba dibunuh oleh Bima. dan adiknya Hidimbi. Segala sesuatunya yang sudah direncanakan Duryodana dibocorkan oleh Widura yang merupakan paman dari Pandawa. Bersamaan dengan pembangunan pendapa di Hastinapura ia pun merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan Yudistira dan adik adiknya. lalu Hidimbi dinikahi. yang telah disiapkan Duryodana untuk mereka berlibur dan akan membakar bagunan itu di tengah malam pada saat Pandawa lima sedang terlelap tidur. Hal ini menyebabkan Duryodana iri hati dengan Yudistira. Perselisihan antar keluarga Pamannya (Dretarastra) yang mengetahui bahwa Pandawa lima ternyata belum mati pun mengundang mereka untuk kembali ke Hastinapura dan memberikan hadiah berupa tanah dari sebagian kerajaannya. Untuk pertama kalinya Yudistira lolos dalam perangkap Duryodana dan melarikan diri ke hutan rimba. menjawab. Setelah beberapa lama. Sebelum itu juga Yudistira juga telah diingatkan oleh seorang petapa yang datang ke dirinya bahwa akan ada bencana yang menimpannya oleh karena itu Yudistira pun sudah berwaspada terhadap segala kemungkinan. tetapi Bima yang berkata kepada ibunya. Kunti. Pertempuran besar di Kurukshetra Pertempuran besar di Kurukshetra (atau lebih dikenal dengan istilah Bharatayuddha di Indonesia) merupakan pertempuran sengit yang berlangsung selama delapan belas hari. Duryodana yang pernah datang ke Indraprastha iri melihat bangunan yang begitu indah. "Bagi saja secara rata apa yang kalian dapat". lahirlah Gatotkaca. Setelah pulang ke Hastinapura ia langsung memanggil arsitek terkemuka untuk membangun pendapa yang tidak kalah indahnya dari pendapa di Indraprastha. yang akhirnya memicu terjadinya perang besar antara Pandawa dan Korawa serta sekutu-sekutunya. Pancali pun bersuamikan lima orang. Arjuna pun mengikuti sayembara itu dan berhasil memenangkannya. Hidimbi dan Gatotkaca berpisah dengan para Pandawa sebab para pangeran tersebut harus melanjutkan perjalanannya. yang akhirnya Pandawa lima membangun kota dari sebagian tanah yang diberikan pamannya itu hingga menjadi megah dan makmur yang diberi nama Indraprastha.mahkota tetapi ia langsung menyesali perbuatannya yang terlalu terburu-buru sehingga ia tidak memikirkan perasaan anaknya. megah dan artistik itu. Pihak . Dari pernikahan tersebut. Di sana terdapat bangunan yang megah. Panca Pandawa mendapatkan Drupadi Pandawa lima yang melarikan diri ke rimba mengetahui akan diadakan sayembara di Kerajaan Panchala dengan syarat. ia mencoba untuk membunuh para Pandawa beserta ibu mereka yang bernama Kunti dengan cara menyuruh mereka berlibur ke tempat yang bernama Waranawata. barang siapa yang dapat membidik sasaran dengan tepat boleh menikahkan putri Raja Panchala (Drupada) yang bernama Panchali atau Dropadi.

yaitu Dewa Dharma. pemandangan tiba-tiba berubah. Sesampainya di puncak. Perang tersebut mengakibatkan banyaknya wanita yang menjadi janda dan banyak anak-anak yang menjadi anak yatim. dilatarbelakangi perebutan kekuasaan antara lima putera Pandu dengan seratus putera Dretarastra. Yudistira terkejut karena ia tidak menyaksikan saudara-saudaranya. Perang di Kurukshetra terjadi 3000 tahun sebelum tahun Masehi (5000 tahun yang lalu) dan hal tersebut menjadi referensi yang terkenal. Perang ini juga mengakibatkan krisis di daratan India dan merupakan gerbang menuju zaman Kali Yuga. Sesampainya di surga. sehingga kadang-kadang disebut terjadi pada "Era Mitologi". satu-satunya Korawa yang memihak Pandawa sesaat sebelum pertempuran berlangsung. dan kemenangan berada di pihak Pandawa karena mereka berhasil bertahan hidup dari pertempuran sengit tersebut.Pandawa maupun pihak Korawa sama-sama memiliki ksatria-ksatria besar dan angkatan perang yang kuat. Kurukshetra terletak di negara bagian Haryana.[2] Meskipun pertempuran tersebut merupakan pertikaian antar dua keluarga dalam satu dinasti. Pertempuran terjadi selama 18 hari. Hanya Yudistira yang masih bertahan hidup dan didampingi oleh seekor anjing yang setia. Yudistira pun mendapatkan surga. Byasa menyarankan para Pandawa agar meninggalkan kehidupan duniawi dan hidup sebagai pertapa. dan sebenarnya saudara Yudistira telah berada di surga. Yudistira dijemput oleh Dewa Indra yang menaiki kereta kencana. Yudistira menolak untuk mencapai surga jika harus meninggalkan anjingnya. Yudistira menyerahkan tahta kepada Parikesit. Para Pandawa beserta Dropadi melakukan perjalanan terakhir mereka di Gunung Himalaya. Menurut Bhagawad Gita. Mendengar hal itu. Seratus Korawa gugur di tangan mereka. anjing tersebut menampakkan wujud aslinya. Pasukan kedua belah pihak hampir gugur semuanya. Dewa Indra pun berkata bahwa hal tersebut merupakan salah satu ujian yang diberikan kepadanya. India. Perang di Kurukshetra Perang di Kurukshetra yang merupakan bagian penting dari wiracarita Mah bh rata. satu persatu dari mereka meninggal dalam perjalanan. Karena sikap tulus yang ditunjukkan oleh Yudistira. Beberapa peninggalan puing-puing di Kurukshetra (seperti misalnya benteng) diduga sebagai bukti arkeologinya. sebaliknya ia melihat Duryodana beserta sekutunya yang jahat menikmati kesenangan di surga. cucu Arjuna. Sebelum sampai di puncak. Dewa Dharma berkata bahwa Yudistira telah melewati ujian yang diberikan kepadanya dengan tenang dan ia berhak berada di surga. Yudistira lebih memilih tinggal di neraka bersama saudara-saudaranya yang saleh daripada tinggal di surga bersama saudara-saudaranya yang jahat. namun juga melibatkan berbagai kerajaan di daratan India pada masa lampau. . Pertempuran tersebut tidak diketahui dengan pasti kapan terjadinya. Dataran Kurukshetra yang menjadi lokasi pertempuran ini masih bisa dikunjungi dan disaksikan sampai sekarang. Dewa Indra berkata bahwa saudara-saudara Yudistira berada di neraka. Pada saat itu. kecuali Yuyutsu. Akhir riwayat Setelah Kresna wafat. Sebelum meninggalkan kerajaan.

Pada saat itu pula ia menunjukkan bentuk rohaninya yang hanya disaksikan oleh tiga orang berhati suci: Bisma. Pandu.Latar belakang Mah bh rata. Setelah masa pengasingan berakhir. Korawa bersifat licik. kakak sulung para Korawa. Maka berbagai upaya dilakukan untuk menyingkirkan para Pandawa. Misi damai Sri Kresna Sebelum keputusan untuk berperang diumumkan. sesuai dengan perjanjian yang sah. Selama Pandawa masih ada. Drona. Namun Duryodana menolak mentah-mentah untuk menyerahkan kembali kerajaannya. Salah satu bagian yang terkenal dalam kisah tersebut adalah perang di Kurukshetra. bahkan seluas ujung jarum pun. namun Pandawa adalah penerus kerajaan yang sebenarnya. Hal itu berkat perlindungan yang seksama dari pamannya. Pandu dan Dretarastra bersaudara tiri. Widura. pihak Pandawa dan pihak Korawa. Dosa-dosa apa pun yang dilakukan di sana pasti dapat terma'afkan berkat kesuciannya. sedangkan Dretarastra memiliki seratus putera yang disebut Korawa. Tetapi Duryodana sombong dan berkata bahwa ia tidak bersedia memberikan tanah kepada para Pandawa. dan Widura. sepupunya Setelah gagal dengan berbagai usaha. Ia mengeluarkan sinar menyilaukan yang membutakan mata para prajurit Duryodana yang hendak menangkapnya. Pandawa berhak meminta kembali kerajaannya. Namun para Pandawa selalu selamat meskipun nyawa mereka berkali-kali terancam. Tapi permainan dadu yang sudah disetel dengan licik mengakibatkan Pandawa kalah. dengan syarat yang kalah harus meninggalkan istana selama tiga belas tahun. Begitu juga yang dilakukan oleh para Korawa. Dretarastra buta sejak lahir. Setelah Kresna meninggalkan istana Hastinapura. Kurukshetra berarti ³daratan Kuru´. Dronacharya. disebut juga Dharamkshetra yang berarti ³daratan keadilan´. Sebagai seorang pangeran. Jawaban itu membuat para Pandawa tidak bisa bersabar lagi dan perang tak bisa dihindari. merupakan kisah epik besar yang menceritakan tentang kehidupan keluarga Dinasti Kuru sebagai kisah sentral. khususnya Duryodana. hanya pejabat pemerintahan sementara waktu Pandu memiliki lima putera yang disebut Pandawa. Sementara itu. para Pandawa berusaha mencari sekutu dengan mengirimkan surat permohonan kepada para Raja di daratan India Kuno agar mau mengirimkan pasukannya untuk membantu para Pandawa jika perang besar akan terjadi. Pandawa merasa wajib dan berhak turut serta dalam administrasi pemerintahan. Mereka ingin mewarisi tahta Dinasti Kuru. lain ibu namun satu ayah. maka ia menyuruh para prajuritnya untuk menangkap Kresna sebelum meninggalkan istana. Namun Duryodana menolak usul Kresna dan merasa dilecehkan. Lokasi tersebut dipilih sebab daratan tersebut merupakan tanah yang sangat suci. Dretarastra menggantikan posisi Pandu sebagai kepala pemerintahan di Hastinapura. Ia sebenarnya bukan seorang Raja sejati. dan Sri Kresna. Kresna pergi ke Hastinapura untuk mengusulkan perdamaian antara pihak Pandawa dan Korawa. ia pergi ke Uplaplawya untuk memberitahu . Pandawa dan Korawa tinggal di istana yang sama dan dididik oleh guru yang sama. maka pemerintahan diserahkan oleh ayahnya kepada adik tirinya. kemudian Korawa mengajak Pandawa main dadu. Duryodana pun sudah mengharapkan peperangan. Kisah perebutan kekuasaan terjadi antara keturunan Pandu dengan keturunan Dretarastra. Hal itu membuat para Raja di daratan India Kuno terbagi menjadi dua pihak. mencari sekutu. Setelah Pandu meninggal. sehingga mereka harus meninggalkan kerajaan selama tiga belas tahun dan terpaksa mengasingkan diri ke hutan. Tetapi Kresna bukanlah manusia biasa. Kresna mencoba untuk melakukan perundingan damai. maka mereka meminta lima buah desa saja. Korawa tidak memiliki peluang untuk mewarisi tahta.

Kekaya. sementara sekutu para Korawa terdiri dari Raja Pragjyotisha. Beberapa kerajaan pada zaman India kuno seperti Kerajaan Dwaraka. Kerajaan Pandya.para Pandawa bahwa perang tak akan bisa dicegah lagi. Seratus Korawa dipimpin oleh Duryodana . Bisma juga tidak ingin dia dan Karna menyerang Pandawa bersamaan dengan ksatria Korawa lainnya. Pandawa memiliki tujuh divisi sementara Korawa memiliki sebelas divisi. Kerajaan Kasi. Kerajaan Bahlika. Drestadyumna. Chedi. Bisma menerimanya dengan perasaan bahwa ketika ia bertarung dengan tulus ikhlas. para Pandawa menunjuk Drestadyumna sebagai panglima perang pasukan Pandawa. Mahishmati. Pasukan dibagi menjadi sebelas divisi. kakak sulung para Pandawa. dan kedua belah pihak merasa puas. Magada. Srikandi. meminta saudara-saudaranya untuk mengatur pasukan mereka. Ia mengajukan pilihan kepada para Pandawa dan Korawa. Sindhudesa. Persiapan perang Ilustrasi perang di Kurukshetra dalam kitab Mah bh rata Kresna tidak bersedia bertempur secara pribadi. Ia tidak ingin penyerangan secara serentak dilakukan oleh Karna dengan alasan bahwa kasta Karna lebih rendah. Pasukan Pandawa dibagi menjadi tujuh divisi. Matsya. Arjuna dan Duryodana pergi ke Dwaraka untuk memilih salah satu dari dua pilihan tersebut. Kerajaan Madra. Anga. Duryodana jenius di bidang politik. Pandya dan wangsa Yadu dari Mandura bersekutu dengan para Pandawa. Pihak Korawa Duryodana meminta Bisma untuk memimpin pasukan Korawa. maka ia memilih tentara Kresna. Cekitana dan Bima. Yudistira. Mahabharata menyebutkan bahwa seluruh kerajaan di daratan India utara bersekutu dengan Pandawa dan memberikannya pasukan yang jumlahnya besar. Kamboja. Kerajaan Magadha. Beberapa di antara mereka yakni: Kerajaan Kekeya. Satyaki. Mendapat kesempatan itu. Wirata. Sri Kresna bersedia mengabulkan permohonan tersebut. Sekutu kedua belah pihak yang terdiri dari para Raja dan ksatria gagah perkasa dengan diringi pasukan yang jumlahnya sangat besar berdatangan dari berbagai penjuru India dan berkumpul di markasnya masing-masing. Persiapan perang dimatangkan. Pihak Pandawa Melihat tidak ada harapan untuk berdamai. Kerajaan Kekeya. Kerajaan Gandhara. sementara Korawa telah mendapatkan tentara Kresna. Pandawa telah mendapatkan tenaga Kresna. Kerajaan Chola. Kerajaan Kerala. Bisma juga tidak ingin bertarung di sisi Karna dan tidak akan membiarkannya menyerang Pandawa tanpa aba-aba darinya. Awanti dari Madhyadesa. Bagaimanapun juga. ia tidak akan tega menyakiti para Pandawa. Sedangkan para Pandawa yang diwakili Arjuna. Setelah berunding dengan para pemimpin mereka. dan masih banyak lagi. Duryodana memaklumi keadaan Bisma dan mengangkatnya sebagai panglima tertinggi pasukan Korawa. bahwa salah satu boleh meminta pasukan Kresna yang jumlahnya besar sementara yang lain boleh memanfaatkan tenaganya sebagai seorang ksatria. Ia meminta agar para Pandawa menyiapkan tentara dan memberitahu para sekutu bahwa perang besar akan terjadi. Setiap divisi dipimpin oleh Drupada. dan masih banyak lagi. bersemangat untuk meminta tenaga Sri Kresna sebagai seorang penasihat dan memintanya agar bertempur tanpa senjata di medan laga.

tombak. Bima dan Duryodana memilih senjata gada untuk bertarung. putera kedua Dretarastra. .610 pasukan penunggang kuda 109. Para ksatria terkemuka seperti Arjuna.870 pasukan penunggang gajah 65.405.900 orang. bangau.sendiri bersama dengan adiknya ² Duhsasana. Total seluruh pasukan yang terlibat dalam perang=3. kakak ipar para Korawa ² Jayadrata.936. Karna. Nama formasi mungkin saja mengindikasi bahwa sebuah pasukan memilih suatu bentuk tertentu (seperti elang. guru Kripa. Senjata yang digunakan dalam perang di Kurukshetra merupakan senjata kuno dan primitif. pedang. atau mungkin saja nama suatu formasi berarti strategi mereka mirip dengan suatu hewan/hal tertentu. Pasukan Korawa memiliki 11 divisi. Formasi militer tersebut sebagai berikut: Krauncha Vyuha (formasi bangau) Chakra Vyuha (formasi cakram / melingkar) Kurma Vyuha (formasi kura-kura) Makara Vyuha (formasi buaya) Trisula Vyuha (formasi trisula) Sarpa Vyuha (formasi ular) Kamala atau Padma Vyuha (formasi teratai) Sulit mengindikasi dengan tepat makna dari nama-nama formasi tersebut. Pihak netral Kerajaan Widarbha dan rajanya. Bisma. dll) sebagai formasi. Drona. gada.600 orang.350 tentara biasa Perbandingan jumlah mereka adalah 1:1:3:5. Bahlika. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. adalah pihak yang netral dalam peperangan tersebut. golok. formasi militer adalah hal yang penting. total pasukan=2. dan Abimanyu. Formasi militer Dalam setiap perang di zaman Mahabharata. dan dalam pertempuran Korawa dibantu oleh Rsi Drona dan putranya Aswatama.700 prajurit yang terdiri dari: 21. kapak-perang. dan sebagainya. Baladewa.870 pasukan berkereta kuda 21. selayaknya kakak Kresna.700 orang. Sangkuni. Sudaksina. Burisrawa. total pasukan=1. Divisi pasukan dan persenjataan Setiap pihak memiliki jumlah pasukan yang besar. Raja Rukmi. Ada beberapa formasi. maka musuh juga lebih mudah ditaklukkan. Jumlah pasukan yang terlibat dalam perang sangat banyak sebab divisi pasukan kedua belah pihak merupakan gabungan dari divisi pasukan kerajaan lain di seluruh daratan India. Aswatama. Pasukan tersebut dibagi-bagi ke dalam divisi (akshauhini). Pasukan pandawa memiliki 7 divisi. Dengan formasi yang baik dan sempurna. Setiap divisi berjumlah 218. dan masih banyak lagi para ksatria dan Raja gagah perkasa yang memihak Korawa demi Hastinapura maupun Dretarastra. contohya: panah. Kritawarma.530. Salya. memilih senjata panah karena sesuai dengan keahlian mereka.

Dua ksatria boleh bertempur secara pribadi jika mereka memiliki senjata yang sama atau menaiki kendaraan yang sama (kuda. Tidak boleh menyerang hewan yang tidak dianggap sebagai ancaman langsung. dilarang memukul bagian pinggang ke bawah pada saat bertarung menggunakan gada. Pasukan Korawa membentuk formasi seperti burung elang: pasukan penunggang gajah sebagai tubuhnya. Beberapa saat sebelum perang Pada hari pertempuran pertama. Kedua belah pihak bertarung di dataran Kurukshetra dan setiap hari terjadi pertempuran yang berlangsung sengit dan mengesankan. atau kereta). Pertempuran berlangsung pada saat matahari muncul dan harus segera diakhiri pada saat matahari terbenam. Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit yang dalam keadaan tidak sadar. Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit yang tidak bersenjata. Peraturan khusus yang dibuat untuk setiap senjata mesti diikuti. Tidak boleh menyerang wanita. Sebagai contoh. pasukan para Korawa berbaris menghadap barat sedangkan pasukan para Pandawa berbaris menghadap timur. gajah. Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit dari belakang. Seseorang yang menyerahkan diri harus menjadi tawanan perang atau budak. dan pasukan penunggang kuda sebagai sayapnya. Jalannya pertempuran Para Raja dan Ksatria meniup terompet kerang mereka tanda pertempuran akan segera dimulai Pertempuran berlangsung selama 18 hari. ksatria yang tidak terbunuh dan berhasil mempertahankan nyawanya adalah pemenang karena pertempuran tersebut adalah pertempuran menuju kematian. Tidak boleh membunuh prajurit yang menyerahkan diri. Pertempuran satu lawan satu. Peraturan tersebut sebagai berikut: Pertempuran harus dimulai setelah matahari terbit dan harus segera dihentikan saat matahari terbenam. Siapa yang bertahan hidup dan berhasil memusnahkan lawanlawannya. Dalam urusan perang. dialah pemenangnya. Bisma berkonsultasi dengan panglima Drona. begitu juga pada hari-hari berikutnya. pasukan para Raja dan ksatria di barisan depan sebagai kepalanya. Dalam setiap pertarungan yang terjadi dalam 18 hari tersebut. tidak boleh mengeroyok prajurit yang sedang sendirian. para ksatria tidak boleh berjanji untuk berperang dengan curang. Kebanyakan peraturan tersebut dilanggar sesekali oleh kedua belah pihak. Pasukan Pandawa diatur oleh Yudistira dan Arjuna agar membentuk "formasi Vajra". Tidak boleh membunuh atau melukai seseorang atau binatang yang tidak ikut berperang. Bahlika dan Kripa.Aturan perang Dua pemimpin tertinggi dari kedua belah pihak bertemu dan membuat "peraturan tentang perlakuan yang etis"²Dharmayuddha²sebagai aturan perang. Bagaimanapun juga. Karena .

Arjuna hendak menarik diri dari pertempuran setelah melihat para ksatria bangsa Kuru yang telah berkumpul di Kurukshetra. Kresna. Ia juga mengingatkan bahwa kewajiban Arjuna adalah membunuh siapa saja yang ingin mengalahkan kebajikan dengan kejahatan. pasukan kedua belah pihak berbaris rapi. Kresna menyuruh Arjuna untuk tidak ragu dalam melakukan kewajibannya sebagai seorang ksatria yang berada di jalur yang benar. Ketika terompet sudah ditiup dan kedua pasukan sudah berhadap-hadapan. dan teman bermain semasa kecil. ia meyakinkan Arjuna bahwa sebagian besar para ksatria perkasa di kedua belah pihak telah dihancurkan. ada di pihaknya. Arjuna merasa lemah dan tidak tega untuk melakukannya. keturunan Kuru. siapa yang siap bertempur dan siapa yang harus ia hadapi. mana yang benar dan mana yang salah. Namun ada tokoh-tokoh lain yang setara dengan mereka seperti Yuyudana. kemudian ia diberi wejangan oleh Kresna Setelah sepakat dengan formasi dan strategi masing-masing. Dilanda oleh pergolakan batin. pedang. paman. Kemudian Sri Kresna menunjukkan bentuk semestanya kepada Arjuna. Pasukan Korawa terdiri dari sebelas divisi di bawah perintah Bisma. Ia juga optimis karena ksatria-ksatria yang sangat ahli di bidang militer. bersamasama dengan gurunya. menjelaskan dengan panjang lebar ajaran-ajaran ketuhanan dan kewajiban seorang ksatria. dan Drupada yang ia anggap sebagai batu rintangan dalam mencapai kajayaan dalam pertempuran. guru spiritual sekaligus kusir keretanya. Ajaran tersebut kemudian dirangkum menjadi sebuah kitab filsafat yang sangat terkenal yang bernama Bhagawad Gita. dan yang bertahan hidup hanya beberapa orang saja. Dalam Bhagawad Gita. dan Kripa. harus bertarung dengannya dan saling bunuh. maka tanpa ragu Arjuna harus mau bertempur. Pasukan garis depan menggunakan senjata langsung jarak pendek seperti: gada. Selain itu Raja agung seperti Yudhamanyu dan Uttamauja yang sangat perkasa juga turut berpartisipasi dalam pertempuran sebagai penghancur bagi musuh-musuhnya. Wirata. dan sebagian divisi melindunginya dari serangan langsung karena Resi Bisma sangat berguna dan merupakan harapan untuk menang. Karna. Arjuna juga dilanda kebimbangan akan melanjutkan pertarungan atau tidak. dengan diikuti oleh Para Raja dan ksatria dari kedua belah pihak meniup ³sangkala´ (terompet kerang) mereka tanda pertempuran akan segera dimulai. Para Raja dan ksatria gagah perkasa tampak siap untuk berperang.pasukan Pandawa lebih kecil daripada pasukan Korawa. agar Arjuna tahu siapa ia sesungguhnya sehingga segala keraguan dalam hatinya sirna. tombak. Bisma. kapak. Wikarna. Arjuna menyuruh Kresna. Tiba-tiba Arjuna dilanda perasaan takut akan kemusnahan wangsa Bharata. yaitu Bisma. mertua. saudara sepupu. sedangkan divisi kesebelas masih berada di bawah aba-aba langsung dari Bisma. pasukan pemanah akan menghujani musuh dengan panah dari belakang pasukan garis depan. antara mana yang merupakan ajaran agama. ipar. Sepuluh divisi pasukan Korawa membentuk barisan yang sangat hebat. bersiap-siap untuk bertempur. . Burisrawas. dll. Sesuai strategi Pandawa. Duryodana optimis melihat pasukan Korawa memiliki para ksatria tangguh yang setara dengan Bima dan Arjuna. agar mengemudikan keretanya menuju ke tengah medan pertempuran supaya ia bisa melihat. yang memilih menjadi kusir kereta Arjuna. maka strategi berperang dibuat agar memungkinkan pasukan yang kecil untuk menyerang pasukan yang besar. Arjuna bertanya kepada Kresna yang mengetahui dengan baik segala ajaran agama. Kritawarma. agar dapat membedakan antara yang baik dengan yang salah. Dalam wujud semesta tersebut. nenek moyangnya. Ia melihat kakek tercintanya. semuanya kini berada di Kurukshetra.

Tiba-tiba ia meletakkan senjata. dan sebagian besar pasukan Korawa gugur di tangan Arjuna. memberkati Yudistira. kuda melarikan kereta Bisma menjauhi medan laga. pihak Korawa mendapat kekalahan. Di akhir hari kedua. Abimanyu melihat hal tersebut dan menyuruh paman-pamannya agar berhati-hati. Mereka menerima kekalahan. Bima yang melihat keadaan tersebut menyongsong Drestadyumna dan menyelamatkan nyawanya. Setelah menyapu seluruh pasukan Korawa. Pasukan Korawa menyerang Arjuna yang hendak membunuh Bisma. Yudistira melakukan sesuatu yang mengejutkan. Kekalahan di hari pertama membuat Yudistira menjadi pesimis. Bisma memberi instruksi agar pasukan Korawa membentuk formasi burung elang dengan dirinya sendiri sebagai panglima berada di garis depan sementara tentara . Setyaki yang bersekutu dengan Pandawa memanah kusir kereta Bisma sampai meninggal. Tanpa kusir. namun para pasukan Korawa berbaris di sekeliling Bisma dan melindunginya dengan segenap tenaga sehingga meyulitkan Arjuna. Sementara itu Drona menyerang Drestadyumna bertubi-tubi dan mematahkan panahnya berkali-kali. Duryodana mengirim pasukan bantuan dari kerajaan Kalinga untuk menyerang Bima.Kresna menunjukkan bentuk semestanya agar segala keraguan di hati Arjuna sirna Sebelum pertempuran dimulai. Arjuna bertekad untuk membalikkan keadaan yang didapat pada hari pertama. Putera Raja Wirata. namun dicegah oleh Arjuna Pada hari ketiga. Dengan hati yang suci Yudistira menyembah Bisma dan memohon berkah akan keberhasilan. Ia sendiri mencoba menyerang Bisma dan para pengawalnya. Namun usaha para ksatria Pandawa di hari pertama tidak berhasil. Para Pandawa dan para Korawa tidak percaya dengan apa yang dilakukannya. Namun Sri Kresna berkata bahwa kemenangan sesungguhnya akan berada di pihak Pandawa. Bisma maju menyerang para ksatria Pandawa dan membinasakan apapun yang menghalangi jalannya. Kemarahan Kresna Kesabaran Kresna habis sehingga ia ingin membunuh Bisma dengan tangannya sendiri. Yudistira kembali menaiki keretanya dan pertempuran siap untuk dimulai. Duel Arjuna dengan Bisma Pada hari kedua. gugur oleh Bisma dan Salya di hari pertama. Bisma. Arjuna mencoba untuk menyerang Bisma dan membunuhnya. turun dari kereta dan berjalan ke arah pasukan Korawa dengan mencakupkan tangan seperti berdoa. kakek dari para Pandawa dan Korawa. dan mereka berpikir bahwa Yudistira sudah menyerah bahkan sebelum panah sempat melesat. Ternyata Yudistira tidak menyerah. Uttara dan Sweta. Arjuna dan Bisma terlibat dalam duel sengit. melepaskan baju zirah. Kedua belah pihak maju dengan senjata lengkap. namun serangan dari Duryodana tidak berhasil dan pasukannya gugur semua. Setelah itu. Kedua belah pihak saling bantai. Pembantaian Bisma Pertempuran dimulai. Divisi pasukan Korawa dan divisi pasukan Pandawa saling bantai.

Aku akan membunuh Bisma dengan tanganku sendiri. Sementara itu. Pertempuran dilanjutkan . Kemudian Duryodana mengirimkan pasukan gajah untuk menyerang Bima. Sementara itu para Pandawa mengantisipasinya dengan membentuk formasi bulan sabit dengan Bima dan Arjuna sebagai pemimpin sayap kanan dan kiri. Abimanyu dan Setyaki menggabungkan kekuatan untuk menghancurkan tentara Gandara milik Sangkuni. Kemudian mereka berdua melanjutkan pertarungan dan membinasakan banyak pasukan Korawa. Setyaki berhadapan dengan Drona dan kesulitan untuk membalas serangannya. Arjuna berlari mengejarnya dan mencegah Kresna untuk melakukannya. Bisma menolak untuk bertarung dan pergi." lalu ia mengambil chakranya dan berlari ke arah Bisma. Bima berada di garis depan bersama Srikandi dan Drestadyumna di sampingnya. Bisma kemudian sadar dan mengubah perasaannnya kepada para Pandawa. Pasukan Pandawa dengan segenap tenaga membalas serangan Bisma. Arjuna melihat hal tersebut lalu menolong Abimanyu. Duryodana merasa sedih telah kehilangan saudara-saudaranya. Arjuna membentengi keretanya dengan arus panah yang tak terhitung jumlahnya.Duryodana melindungi barisan belakang. Pasukan Korawa menitikberatkan penyerangannya kepada Arjuna. Bima muncul pada saat yang genting tersebut lalu menyerang para kstria Korawa dengan gada. Kresna menjadi sangat marah dengan keadaan itu dan berkata. Gatotkaca melihat hal tersebut. pertempuran terus berlanjut. Gatotkaca. Panah Bima melesat menuju Duryodana yang menukik di atas keretanya. Dengan kemahirannya yang hebat. Bima pergi meninggalkan Srikandi yang menyerang Bisma. Bisma melihat hal tersebut lalu menyuruh agar pasukan bersiap siaga dan membentuk kembali formasi. Mereka dilempar dan dibanting ke arah pasukan Korawa. Tentara Duryodana melihat pemimpinnya menjauhi pertarungan. Abimanyu dikepung oleh para ksatria Korawa lalu diserang. Pertempuran terus berlanjut Pada hari kelima. Bima dan putranya. Bisma ingin agar tidak terjadi kegagalan lagi. Kemudian kereta Arjuna diserbu oleh berbagai panah dan tombak. Arjuna dan Bisma sekali lagi terlibat dalam pertarungan yang bengis. Kusir keretanya segera membawanya menjauhi pertempuran. meskipun Arjuna masih merasa tega dan segan untuk melawan kakeknya. Akhirnya ia dipanah dan tersungkur di keretanya. Bisma memerintahkan pasukan Korawa untuk bergerak. lalu merasa sangat marah kepada pasukan Korawa. Setyaki membinasakan pasukan besar yang dikirim untuk menyerangnya. ia turun dari kereta dan menyerang mereka satu persatu dengan gada baja miliknya. "Aku sudah tak bisa bersabar lagi. Keberanian Bima Hari keempat merupakan hari dimana Bima menunjukkan keberaniannya. kemudian Duryodana datang kembali dan memimpin tentaranya. Kemudian Bima menyerang para ksatria Korawa dan membunuh delapan adik Duryodana. menyerang Duryodana yang berada di barisan belakang. lalu menyuruh pasukan agar mundur. Ketika Bima melihat pasukan gajah menuju ke arahnya. Arjuna dan Kresna mencoba menyerang Bisma. Karena Srikandi berperan sebagai seorang wanita. Bisma menasehati bahwa tidak ada yang mampu melawan Gatotkaca yang sedang marah. Duryodana marah kepada Bisma karena masih segan untuk menyerang para Pandawa.

Sang ksatria besar terjatuh dari keretanya. Melihat hal itu. Putera Arjuna²Irawan²terbunuh oleh para Korawa. Hal itu dimanfaatkan Arjuna untuk mehujani Bisma dengan ribuan panah yang mampu menembus baju zirahnya. Arjuna sekali lagi menghentikan Kresna. Karna kembali ke medan laga dan melegakan hati Duryodana. Namun mereka tidak berhasil sehingga gugur satu persatu. tidak bisa menyerang Arjuna karena dihalangi Srikandi. Meskipun sudah tak berdaya. dan ia sendiri akan menyerang Bisma dari belakang Srikandi. Drona membantai banyak prajurit di pihak Pandawa yang jumlahnya sukar diukur. Karna dan Duryodana berencana untuk menangkap Yudistira hidup-hidup. sedangkan dengan adanya Yudistira para Pandawa mendapatkan strategi perang. Pada hari kesembilan Kresna marah lagi sebab Arjuna masih segan untuk mengalahkan Bhishma.dengan pertarungan antara Setyaki melawan Burisrawas dan kemudian Setyaki kesusahan sehingga berada dalam situasi genting. Drona yakin bahwa rencana untuk menaklukkan Yudistira sulit diwujudkan selama Arjuna masih ada. mati di tangan Arjuna. Pertumpahan darah yang sulit dibayangkan terus berlanjut dari hari ke hari selama pertempuran berlangsung. Ia mengangkat Drona sebagai panglima tertinggi pasukan Korawa. Para Pandawa cemas karena Yudistira akan menjadi tawanan perang. Di tempat lain. Membunuh Yudistira di medan laga hanya membuat para Pandawa semakin marah. Arjuna turun tangan dan menghujani Drona dengan panah dan menggagalkan rencana Duryodana. Hari keenam merupakan hari pembantaian yang hebat. Ia memanah busur Yudistira hingga patah. Pandawa yang merasa tidak mungkin untuk mengalahkan Bisma menyusun suatu strategi. namun badannya tidak menyentuh tanah karena ditopang oleh panah yang menancap di tubuh. Bima datang melindungi Setyaki dan menyelamatkan nyawanya. Formasi kedua belah pihak pecah. Arjuna bertempur dan membunuh ribuan tentara yang dikirim Duryodana untuk menyerangnya. Bisma yang tidak tega untuk menyerang seorang wanita. Ratusan panah di tubuh Bisma menancap sampai menembus badannya. Bisma menyuruh Arjuna untuk meletakkan tiga anak panah di bawah kepalanya sebagai bantal. Bima membunuh delapan putera Dretarastra. Arjuna berencana untuk menempatkan Srikandi di depan keretanya. Bisma mampu hidup selama beberapa hari dan menyaksikan kehancuran pasukan Korawa. Pada hari kedelapan. Pandawa dan Korawa menghentikan pertarungannya sejenak lalu mengelilingi Rsi Bisma. Mereka turun ke medan laga pada hari kedua belas dan langsung menyerbu Arjuna. Semakin hari kekuatan para Pandawa semakin bertambah dan memberikan pukulan yang besar . lalu ia bergerak menuju pasukan Korawa. Yudistira ingin ditangkap Dengan kekalahan Rsi Bisma pada hari kesepuluh. Kekalahan Bisma Rsi Bhisma yang tidur di ranjang panah menjelang kematiannya Pada hari kesepuluh. Drona membantu Karna dan Duryodana untuk menaklukkan Yudistira. Raja Trigarta ² Susharma ² bersama dengan 3 saudaranya dan 35 putera mereka berada di pihak Korawa dan mencoba untuk membunuh Arjuna atau sebaliknya. Setelah menerima kegagalan. Melihat hal itu.

kepada pasukan Korawa. Karena Arjuna sibuk dalam pertarungan yang sengit. Yuyutsu. Setyaki. Setelah memerintah selama beberapa lama. Duryodana mencoba memanggil Bhagadatta. Aswatama. gajah yang berukuran sangat besar sebagai kekuatan pasukannya. dan dengan ketulusan hatinya. Arjuna berhasil keluar namun sebaliknya. Dropadi dan empat Pandawa. Pada hari kedua belas. untuk membantu ayahnya keluar dari perangkap formasi Cakravyuha. akhirnya Bhagadatta dan Susharma gugur di tangan Arjuna. ia bersama Pandawa dan Dropadi mendaki gunung Himalaya sebagai tujuan akhir perjalanan mereka. Yudistira dinobatkan sebagai Raja Hastinapura. Setelah kematian Abimanyu. mereka adalah: Lima Pandawa. Bhagadatta merupakan ksatria terkuat di antara seluruh pasukan penunggang gajah di dunia. Abimanyu terperangkap dan terbunuh. Kripa dan Kritawarma. Susharma dan saudara-saudaranya pada hari ke-12. Pertempuran terjadi dengan sangat sengit. Raja Pragjyotisha. . kecuali Yudistira. putera Arjuna. Yudistira melihat hal tersebut dan menyuruh Abimanyu. ia kesulitan untuk mematahkan formasi Cakravyhuha. Bhagadatta mencoba menyerang Arjuna dengan ribuan gajahnya. ia menyerahkan tahta kepada cucu Arjuna. setelah melalui pertarungan yang sengit. Pada akhir hari ke-18. oleh anugerah Dewa Dharma ia diizinkan masuk surga sebagai seorang manusia. Parikesit. Akhir peperangan Pertempuran berlangsung selama 18 hari penuh. Akhirnya Yudistira berhasil mencapai puncak Himalaya. Bhagadatta merupakan putera dari Narakasura. hanya sepuluh ksatria yang bertahan hidup dari pertempuran. raja jahat yang dibunuh oleh Kresna beberapa tahun sebelumnya. Kemudian. Untuk menghancurkan mereka. Bhagadatta memiliki ribuan mammoth. pertempuran berlangsung dengan ganas selama enam hari berikutnya. meninggal dalam perjalanan. Bhagadatta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->