Kisah Mahabarata

Korawa Korawa atau Kaurawa (Sansekerta: kaurava) adalah kelompok antagonis dalam wiracarita Mahabharata. Nama Korawa secara umum berarti "keturunan Kuru". Kuru adalah nama seorang Maharaja yang merupakan keturunan Bharata, dan menurunkan tokoh-tokoh besar dalam wiracarita Mahabharata. Korawa adalah musuh bebuyutan para Pandawa. Jumlah mereka adalah seratus dan merupakan putra prabu Dretarastra yang buta dan permaisurinya, Dewi Gandari.

Riwayat singkat Dalam Mahabharata diceritakan bahwa Gandari, istri Dretarastra, menginginkan seratus putera. Kemudian Gandari memohon kepada Byasa, seorang pertapa sakti, dan beliau mengabulkannya. Gandari menjadi hamil, namun setelah lama ia mengandung, puteranya belum juga lahir. Ia menjadi cemburu kepada Kunti yang sudah memberikan Pandu tiga orang putera. Gandari menjadi frustasi kemudian memukul-mukul kandungannya. Setelah melalui masa persalinan, yang lahir dari rahimnya hanyalah segumpal daging. Byasa kemudian memotong-motong daging tersebut menjadi seratus bagian dan memasukkannya ke dalam guci, yang kemudian ditanam ke dalam tanah selama satu tahun. Setelah satu tahun, guci tersebut dibuka kembali dan dari dalam setiap guci, munculah bayi laki-laki. Yang pertama muncul adalah Duryodana, diiringi oleh Dursasana, dan saudaranya yang lain. Seluruh putera-putera Dretarastra tumbuh menjadi pria yang gagah-gagah. Mereka memiliki saudara bernama Pandawa, yaitu kelima putera Pandu, saudara tiri ayah mereka. Meskipun mereka bersaudara, Duryodana yang merupakan saudara tertua para Korawa, selalu merasa cemburu terhadap Pandawa, terutama Yudistira yang hendak dicalonkan menjadi raja di Hastinapura. Perselisihan pun timbul dan memuncak pada sebuah pertempuran akbar di Kurukshetra. Setelah pertarungan ganas berlangsung selama delapan belas hari, seratus putera Dretarastra gugur, termasuk cucu-cucunya, kecuali Yuyutsu, putera Dretarastra yang lahir dari seorang dayang-dayang. Yang terakhir gugur dalam pertempuran tersebut adalah Duryodana, saudara tertua para Korawa. Sebelumnya, adiknya yang bernama Dursasana yang gugur di tangan Bima. Yuyutsu adalah satu-satunya putera Dretarastra yang selamat dari pertarungan ganas di Kurukshetra karena memihak para Pandawa dan ia melanjutkan garis keturunan ayahnya, serta membuatkan upacara bagi para leluhurnya.

Para Korawa (putera Dretarastra) yang utama berjumlah seratus, namun mereka masih mempunyai saudara dan saudari pula. Yaitu Yuyutsu, yaitu anak Dretarastra tetapi lain ibu, ibunya seorang wanita waisya. Kemudian dari Dewi Gandari, lahir seorang putra lagi bernama Duskampana dan seorang putri bernama Dursala (atau Duççala atau Dussala). Pandawa Pandawa adalah sebuah kata dari bahasa Sansekerta (Devanagari: dieja P ava), yang secara harafiah berarti anak "P u" (Pandu), yaitu salah satu Raja Hastinapura dalam wiracarita Mahabharata. Dengan demikian, maka Pandawa merupakan putera mahkota kerajaan tersebut.

Nakula dan Sadewa penitisan dari Dewa kembar Aswin. Dewa pengobatan. Sang Dewa perang.Silsilah Pandawa Para Pandawa terdiri dari lima orang pangeran. Akhirnya Bima memenangkan peperangan dan menyerahkan tahta kepada kakaknya. Memiliki julukan Dhramasuta (putera Dharma). Nama bhim dalam bahasa Sansekerta memiliki arti "mengerikan". Ia menjadi seorang Maharaja dunia setelah perang akbar di Kurukshetra berakhir dan mengadakan upacara Aswamedha demi menyatukan kerajaan-kerajaan India Kuno agar berada di bawah pengaruhnya. seperti misalnya Dhananjaya (perebut kekayaan ± karena ia berhasil mengumpulkan upeti saat upacara Rajasuya yang diselenggarakan Yudistira). Bima. Sifatnya sangat bijaksana. ia memiliki hati yang baik. Bima sangat kuat. Kemahirannnya dalam ilmu peperangan menjadikannya sebagai tumpuan para Pandawa agar mampu memperoleh kemenangan saat pertempuran akbar di Kurukshetra. Dalam pertempuran di Kurukshetra. ia melakukan perjalanan suci ke gunung Himalaya bersama dengan saudara-saudaranya yang lain sebagai tujuan akhir kehidupan mereka. namun ayah mereka sama. Menurut tradisi Hindu. dan hampir tak pernah berdusta seumur hidupnya. sedangkan yang lainnya (Nakula dan Sadewa) merupakan putera kandung Madri. Hal tersebut diterangkan sebagai berikut: Yudistira penitisan dari Dewa Yamaraja. lengannya panjang. turut serta membantu ayahnya berperang. Setelah menempuh perjalanan panjang. ia melakukan perjalanan suci bersama para Pandawa ke gunung Himalaya. Setelah Yudistira mangkat. Arjuna merupakan putera bungsu Kunti dengan Pandu. Namanya (dalam bahasa Sansekerta) memiliki arti "yang bersinar". Arjuna penitisan dari Dewa Indra. Kirti (yang bermahkota indah ± karena ia diberi mahkota indah oleh Dewa Indra saat berada di surga). penguasa Surga. Arjuna memiliki banyak nama panggilan. Bima juga gemar makan sehingga dijuluki Werkodara. Setelah pensiun. Kemahirannya dalam berperang sangat dibutuhkan oleh para Pandawa agar mereka mampu memperoleh kemenangan dalam pertempuran akbar di Kurukshetra. ia berhasil memperoleh kemenangan dan Yudistira diangkat menjadi raja. namun gugur. dan berwajah paling sangar di antara saudara-saudaranya. Ajathasatru (yang tidak memiliki musuh). Di sana ia meninggal dan mendapatkan surga. "yang bercahaya". dan Arjuna) merupakan putera kandung Kunti. Arjuna memiliki kemahiran dalam ilmu memanah dan dianggap sebagai ksatria terbaik oleh Drona. Ia memiliki seorang putera dari ras rakshasa bernama Gatotkaca. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Bayu sehingga memiliki nama julukan Bayusutha. Yudistira. tidak memiliki musuh. dan Bh rata (keturunan Maharaja Bharata). tiga di antaranya (Yudistira. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Indra. Memiliki moral yang sangat tinggi dan suka mema¶afkan serta suka mengampuni musuh yang sudah menyerah. Dewa keadilan dan kebijaksanaan. kelima putra Pandu tersebut merupakan penitisan tidak secara langsung dari masing-masing Dewa. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Yama dan lahir dari Kunti. Menjelang akhir hidupnya. Bima penitisan dari Dewa Bayu. tubuhnya tinggi. ia mendapatkan surga. yaitu Pandu. Bima merupakan putera kedua Kunti dengan Pandu. penguasa angin. Meskipun demikian. Panca Pandawa Yudistira merupakan saudara para Pandawa yang paling tua. ia melakukan perjalanan suci ke gunung Himalaya . Partha (putera Kunti ± karena ia merupakan putera Pritha alias Kunti). Pandai memainkan senjata gada dan pandai memasak.

ia mengikuti pejalanan suci ke gunung Himalaya bersama kakak-kakaknya. Mereka semua (Pandawa lima dan sepupu-sepupunya atau yang dikenal juga sebagai Korawa) tinggal bersama dalam suatu kerajaan yang beribukota di Hastinapura. Nakula dan Sadewa. istri Pandu yang lain. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan arwahnya mencapai surga. istri Pandu yang lain. Arjuna. ia mengikuti pejalanan suci ke gunung Himalaya bersama kakak-kakaknya. namun ia hidup kembali atas permohonan Yudistira. yang lebih besar darinya. guru para Dewa. dan merupakan penjelmaan Dewa Aswin juga. setara dengan Brihaspati. Menjelang akhir hidupnya. Nakula merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Setelah kedua orangtuanya meninggal. Suatu hari Duryodana berpikir ia bersama adiknya mustahil untuk dapat meneruskan tahta dinasti Kuru apabila sepupunya masih ada. Sang Dewa pengobatan. Ia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. Menjelang akhir hidupnya. Dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata. Sang Dewa pengobatan. Akhirnya berbagai niat jahat muncul dalam benaknya untuk menyingkirkan para Pandawa beserta ibunya. ia berperan sebagai pengasuh kuda. yang lebih kecil darinya. Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan mencapai surga. Sadewa adalah orang yang sangat rajin dan bijaksana. Nakula pandai memainkan senjata pedang. Sewaktu kecil mereka suka bermain bersama. ia berperan sebagai pengembala sapi. Setelah kedua orangtuanya meninggal. Yudistira pernah berkata bahwa Sadewa merupakan pria yang bijaksana. Ia giat bekerja dan senang melayani kakakkakaknya. Saudara kembarnya bernama Nakula. Sadewa juga merupakan seseorang yang ahli dalam ilmu astronomi. Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin. memiliki saudara yang bernama Duryodana dan 99 adiknya yang merupakan anak dari Dretarastra yang tak lain adalah paman mereka. Sadewa merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan arwahnya mencapai surga. Riwayat singkat Masa kanak-kanak Pandawa lima yang terdiri atas Yudistira. Bima. Nakula dan tiga Pandawa yang lainnya sempat meninggal karena minum racun. sekaligus Raja Hastinapura. Dalam masa pengasingan di hutan. ia bersama kakaknya diasuh oleh Kunti. Lambat laun Duryodana merasa jengkel karena menjadi korban dan gangguan dari ejekan Bima. ia bersama adiknya diasuh oleh Kunti. tetapi Bima suka mengganggu sepupunya. Saudara kembarnya bernama Sadewa. Dropadi berkata bahwa Nakula merupakan pria yang paling tampan di dunia dan merupakan seorang ksatria berpedang yang tangguh. dan merupakan penjelmaan Dewa Aswin juga. Usaha pertama untuk menyingkirkan Pandawa Dretarastra yang mencintai keponakannya secara berlebihan mengangkat Yudistira sebagai putra .bersama para Pandawa dan melepaskan segala kehidupan duniawai. Dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata.

Pandawa bertemu dengan raksasa Hidimba. tetapi Bima yang berkata kepada ibunya. Perselisihan antar keluarga Pamannya (Dretarastra) yang mengetahui bahwa Pandawa lima ternyata belum mati pun mengundang mereka untuk kembali ke Hastinapura dan memberikan hadiah berupa tanah dari sebagian kerajaannya. Kunti. Bersamaan dengan pembangunan pendapa di Hastinapura ia pun merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan Yudistira dan adik adiknya. barang siapa yang dapat membidik sasaran dengan tepat boleh menikahkan putri Raja Panchala (Drupada) yang bernama Panchali atau Dropadi. Di hutan rimba. Pertempuran besar di Kurukshetra Pertempuran besar di Kurukshetra (atau lebih dikenal dengan istilah Bharatayuddha di Indonesia) merupakan pertempuran sengit yang berlangsung selama delapan belas hari. Hidimba dibunuh oleh Bima. Sebelum itu juga Yudistira juga telah diingatkan oleh seorang petapa yang datang ke dirinya bahwa akan ada bencana yang menimpannya oleh karena itu Yudistira pun sudah berwaspada terhadap segala kemungkinan. Segala sesuatunya yang sudah direncanakan Duryodana dibocorkan oleh Widura yang merupakan paman dari Pandawa. Di sana terdapat bangunan yang megah. yang telah disiapkan Duryodana untuk mereka berlibur dan akan membakar bagunan itu di tengah malam pada saat Pandawa lima sedang terlelap tidur. "Bagi saja secara rata apa yang kalian dapat". Arjuna pun mengikuti sayembara itu dan berhasil memenangkannya. menjawab. Karena perkataan ibunya. Setelah pulang ke Hastinapura ia langsung memanggil arsitek terkemuka untuk membangun pendapa yang tidak kalah indahnya dari pendapa di Indraprastha.mahkota tetapi ia langsung menyesali perbuatannya yang terlalu terburu-buru sehingga ia tidak memikirkan perasaan anaknya. dan adiknya Hidimbi. Pancali pun bersuamikan lima orang. megah dan artistik itu. di dalam pengasingan itu Yudistira pun menyusun rencana untuk membalas dendam atas penghinaan yang telah dilakukan Duryodana dan adik adiknya. Hal ini menyebabkan Duryodana iri hati dengan Yudistira. Setelah beberapa lama. lalu Hidimbi dinikahi. Duryodana yang pernah datang ke Indraprastha iri melihat bangunan yang begitu indah. "lihat apa yang kami bawa ibu!". Untuk pertama kalinya Yudistira lolos dalam perangkap Duryodana dan melarikan diri ke hutan rimba. Yang pada akhirnya Yudistra pun terjebak dalam rencananya Duryodana dan harus menjalani pengasingan selama 14 Tahun. ia mencoba untuk membunuh para Pandawa beserta ibu mereka yang bernama Kunti dengan cara menyuruh mereka berlibur ke tempat yang bernama Waranawata. yang akhirnya Pandawa lima membangun kota dari sebagian tanah yang diberikan pamannya itu hingga menjadi megah dan makmur yang diberi nama Indraprastha. Hidimbi dan Gatotkaca berpisah dengan para Pandawa sebab para pangeran tersebut harus melanjutkan perjalanannya. Panca Pandawa mendapatkan Drupadi Pandawa lima yang melarikan diri ke rimba mengetahui akan diadakan sayembara di Kerajaan Panchala dengan syarat. yang akhirnya memicu terjadinya perang besar antara Pandawa dan Korawa serta sekutu-sekutunya. lahirlah Gatotkaca. Dari pernikahan tersebut. Pihak .

Sesampainya di surga.Pandawa maupun pihak Korawa sama-sama memiliki ksatria-ksatria besar dan angkatan perang yang kuat. Beberapa peninggalan puing-puing di Kurukshetra (seperti misalnya benteng) diduga sebagai bukti arkeologinya. Mendengar hal itu. yaitu Dewa Dharma. Dataran Kurukshetra yang menjadi lokasi pertempuran ini masih bisa dikunjungi dan disaksikan sampai sekarang. Byasa menyarankan para Pandawa agar meninggalkan kehidupan duniawi dan hidup sebagai pertapa. kecuali Yuyutsu. pemandangan tiba-tiba berubah. sebaliknya ia melihat Duryodana beserta sekutunya yang jahat menikmati kesenangan di surga. Menurut Bhagawad Gita. dan sebenarnya saudara Yudistira telah berada di surga. cucu Arjuna. Dewa Dharma berkata bahwa Yudistira telah melewati ujian yang diberikan kepadanya dengan tenang dan ia berhak berada di surga. satu-satunya Korawa yang memihak Pandawa sesaat sebelum pertempuran berlangsung. Sebelum meninggalkan kerajaan. namun juga melibatkan berbagai kerajaan di daratan India pada masa lampau. Pasukan kedua belah pihak hampir gugur semuanya.[2] Meskipun pertempuran tersebut merupakan pertikaian antar dua keluarga dalam satu dinasti. Perang tersebut mengakibatkan banyaknya wanita yang menjadi janda dan banyak anak-anak yang menjadi anak yatim. Yudistira menolak untuk mencapai surga jika harus meninggalkan anjingnya. anjing tersebut menampakkan wujud aslinya. satu persatu dari mereka meninggal dalam perjalanan. Para Pandawa beserta Dropadi melakukan perjalanan terakhir mereka di Gunung Himalaya. Yudistira pun mendapatkan surga. Dewa Indra pun berkata bahwa hal tersebut merupakan salah satu ujian yang diberikan kepadanya. dilatarbelakangi perebutan kekuasaan antara lima putera Pandu dengan seratus putera Dretarastra. India. Yudistira lebih memilih tinggal di neraka bersama saudara-saudaranya yang saleh daripada tinggal di surga bersama saudara-saudaranya yang jahat. Perang ini juga mengakibatkan krisis di daratan India dan merupakan gerbang menuju zaman Kali Yuga. Pertempuran terjadi selama 18 hari. dan kemenangan berada di pihak Pandawa karena mereka berhasil bertahan hidup dari pertempuran sengit tersebut. Yudistira terkejut karena ia tidak menyaksikan saudara-saudaranya. Pada saat itu. Seratus Korawa gugur di tangan mereka. Dewa Indra berkata bahwa saudara-saudara Yudistira berada di neraka. Yudistira dijemput oleh Dewa Indra yang menaiki kereta kencana. Pertempuran tersebut tidak diketahui dengan pasti kapan terjadinya. sehingga kadang-kadang disebut terjadi pada "Era Mitologi". Perang di Kurukshetra terjadi 3000 tahun sebelum tahun Masehi (5000 tahun yang lalu) dan hal tersebut menjadi referensi yang terkenal. Perang di Kurukshetra Perang di Kurukshetra yang merupakan bagian penting dari wiracarita Mah bh rata. Akhir riwayat Setelah Kresna wafat. Hanya Yudistira yang masih bertahan hidup dan didampingi oleh seekor anjing yang setia. Yudistira menyerahkan tahta kepada Parikesit. Sebelum sampai di puncak. Kurukshetra terletak di negara bagian Haryana. Sesampainya di puncak. . Karena sikap tulus yang ditunjukkan oleh Yudistira.

Namun para Pandawa selalu selamat meskipun nyawa mereka berkali-kali terancam. Tetapi Kresna bukanlah manusia biasa. Pandawa berhak meminta kembali kerajaannya. Kurukshetra berarti ³daratan Kuru´. merupakan kisah epik besar yang menceritakan tentang kehidupan keluarga Dinasti Kuru sebagai kisah sentral. Tapi permainan dadu yang sudah disetel dengan licik mengakibatkan Pandawa kalah. Pandu. khususnya Duryodana. Tetapi Duryodana sombong dan berkata bahwa ia tidak bersedia memberikan tanah kepada para Pandawa. Korawa bersifat licik. pihak Pandawa dan pihak Korawa. para Pandawa berusaha mencari sekutu dengan mengirimkan surat permohonan kepada para Raja di daratan India Kuno agar mau mengirimkan pasukannya untuk membantu para Pandawa jika perang besar akan terjadi.Latar belakang Mah bh rata. Lokasi tersebut dipilih sebab daratan tersebut merupakan tanah yang sangat suci. Dosa-dosa apa pun yang dilakukan di sana pasti dapat terma'afkan berkat kesuciannya. Sebagai seorang pangeran. Jawaban itu membuat para Pandawa tidak bisa bersabar lagi dan perang tak bisa dihindari. sehingga mereka harus meninggalkan kerajaan selama tiga belas tahun dan terpaksa mengasingkan diri ke hutan. Begitu juga yang dilakukan oleh para Korawa. Setelah Pandu meninggal. mencari sekutu. Drona. Setelah masa pengasingan berakhir. Widura. Pandawa dan Korawa tinggal di istana yang sama dan dididik oleh guru yang sama. Salah satu bagian yang terkenal dalam kisah tersebut adalah perang di Kurukshetra. disebut juga Dharamkshetra yang berarti ³daratan keadilan´. Maka berbagai upaya dilakukan untuk menyingkirkan para Pandawa. Kresna pergi ke Hastinapura untuk mengusulkan perdamaian antara pihak Pandawa dan Korawa. kemudian Korawa mengajak Pandawa main dadu. Kisah perebutan kekuasaan terjadi antara keturunan Pandu dengan keturunan Dretarastra. dengan syarat yang kalah harus meninggalkan istana selama tiga belas tahun. Namun Duryodana menolak mentah-mentah untuk menyerahkan kembali kerajaannya. Selama Pandawa masih ada. Pada saat itu pula ia menunjukkan bentuk rohaninya yang hanya disaksikan oleh tiga orang berhati suci: Bisma. bahkan seluas ujung jarum pun. namun Pandawa adalah penerus kerajaan yang sebenarnya. Dretarastra buta sejak lahir. Korawa tidak memiliki peluang untuk mewarisi tahta. dan Widura. Ia sebenarnya bukan seorang Raja sejati. Hal itu membuat para Raja di daratan India Kuno terbagi menjadi dua pihak. Misi damai Sri Kresna Sebelum keputusan untuk berperang diumumkan. Namun Duryodana menolak usul Kresna dan merasa dilecehkan. sesuai dengan perjanjian yang sah. sepupunya Setelah gagal dengan berbagai usaha. Sementara itu. maka mereka meminta lima buah desa saja. Dronacharya. hanya pejabat pemerintahan sementara waktu Pandu memiliki lima putera yang disebut Pandawa. sedangkan Dretarastra memiliki seratus putera yang disebut Korawa. Mereka ingin mewarisi tahta Dinasti Kuru. kakak sulung para Korawa. Setelah Kresna meninggalkan istana Hastinapura. ia pergi ke Uplaplawya untuk memberitahu . maka ia menyuruh para prajuritnya untuk menangkap Kresna sebelum meninggalkan istana. Pandu dan Dretarastra bersaudara tiri. Pandawa merasa wajib dan berhak turut serta dalam administrasi pemerintahan. maka pemerintahan diserahkan oleh ayahnya kepada adik tirinya. lain ibu namun satu ayah. Kresna mencoba untuk melakukan perundingan damai. Duryodana pun sudah mengharapkan peperangan. Dretarastra menggantikan posisi Pandu sebagai kepala pemerintahan di Hastinapura. dan Sri Kresna. Ia mengeluarkan sinar menyilaukan yang membutakan mata para prajurit Duryodana yang hendak menangkapnya. Hal itu berkat perlindungan yang seksama dari pamannya.

Duryodana jenius di bidang politik. Kekaya. Kerajaan Kerala. Kerajaan Bahlika. Pandya dan wangsa Yadu dari Mandura bersekutu dengan para Pandawa.para Pandawa bahwa perang tak akan bisa dicegah lagi. Kerajaan Gandhara. Bisma juga tidak ingin dia dan Karna menyerang Pandawa bersamaan dengan ksatria Korawa lainnya. bahwa salah satu boleh meminta pasukan Kresna yang jumlahnya besar sementara yang lain boleh memanfaatkan tenaganya sebagai seorang ksatria. sementara sekutu para Korawa terdiri dari Raja Pragjyotisha. Yudistira. Wirata. Mendapat kesempatan itu. Srikandi. ia tidak akan tega menyakiti para Pandawa. para Pandawa menunjuk Drestadyumna sebagai panglima perang pasukan Pandawa. Pandawa memiliki tujuh divisi sementara Korawa memiliki sebelas divisi. Duryodana memaklumi keadaan Bisma dan mengangkatnya sebagai panglima tertinggi pasukan Korawa. Setiap divisi dipimpin oleh Drupada. Pasukan Pandawa dibagi menjadi tujuh divisi. Sedangkan para Pandawa yang diwakili Arjuna. Awanti dari Madhyadesa. Pihak Pandawa Melihat tidak ada harapan untuk berdamai. Ia mengajukan pilihan kepada para Pandawa dan Korawa. meminta saudara-saudaranya untuk mengatur pasukan mereka. Pihak Korawa Duryodana meminta Bisma untuk memimpin pasukan Korawa. Pasukan dibagi menjadi sebelas divisi. Setelah berunding dengan para pemimpin mereka. Persiapan perang Ilustrasi perang di Kurukshetra dalam kitab Mah bh rata Kresna tidak bersedia bertempur secara pribadi. Mahishmati. bersemangat untuk meminta tenaga Sri Kresna sebagai seorang penasihat dan memintanya agar bertempur tanpa senjata di medan laga. Satyaki. Sekutu kedua belah pihak yang terdiri dari para Raja dan ksatria gagah perkasa dengan diringi pasukan yang jumlahnya sangat besar berdatangan dari berbagai penjuru India dan berkumpul di markasnya masing-masing. Kerajaan Kasi. Pandawa telah mendapatkan tenaga Kresna. kakak sulung para Pandawa. Bisma menerimanya dengan perasaan bahwa ketika ia bertarung dengan tulus ikhlas. Kerajaan Magadha. Persiapan perang dimatangkan. Bisma juga tidak ingin bertarung di sisi Karna dan tidak akan membiarkannya menyerang Pandawa tanpa aba-aba darinya. Sri Kresna bersedia mengabulkan permohonan tersebut. dan kedua belah pihak merasa puas. Kerajaan Chola. Ia tidak ingin penyerangan secara serentak dilakukan oleh Karna dengan alasan bahwa kasta Karna lebih rendah. Anga. Bagaimanapun juga. Chedi. Cekitana dan Bima. Magada. dan masih banyak lagi. maka ia memilih tentara Kresna. Kerajaan Pandya. Arjuna dan Duryodana pergi ke Dwaraka untuk memilih salah satu dari dua pilihan tersebut. dan masih banyak lagi. Mahabharata menyebutkan bahwa seluruh kerajaan di daratan India utara bersekutu dengan Pandawa dan memberikannya pasukan yang jumlahnya besar. Kamboja. Seratus Korawa dipimpin oleh Duryodana . Matsya. Ia meminta agar para Pandawa menyiapkan tentara dan memberitahu para sekutu bahwa perang besar akan terjadi. Drestadyumna. sementara Korawa telah mendapatkan tentara Kresna. Sindhudesa. Kerajaan Kekeya. Beberapa kerajaan pada zaman India kuno seperti Kerajaan Dwaraka. Kerajaan Madra. Beberapa di antara mereka yakni: Kerajaan Kekeya.

contohya: panah. Sangkuni. bangau. Total seluruh pasukan yang terlibat dalam perang=3. Dengan formasi yang baik dan sempurna. Pasukan pandawa memiliki 7 divisi. Burisrawa.870 pasukan berkereta kuda 21. dan masih banyak lagi para ksatria dan Raja gagah perkasa yang memihak Korawa demi Hastinapura maupun Dretarastra. Senjata yang digunakan dalam perang di Kurukshetra merupakan senjata kuno dan primitif. kapak-perang. dan sebagainya. Salya.sendiri bersama dengan adiknya ² Duhsasana.900 orang.405.870 pasukan penunggang gajah 65. Pihak netral Kerajaan Widarbha dan rajanya. Drona. tombak. golok. selayaknya kakak Kresna.700 prajurit yang terdiri dari: 21. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Formasi militer tersebut sebagai berikut: Krauncha Vyuha (formasi bangau) Chakra Vyuha (formasi cakram / melingkar) Kurma Vyuha (formasi kura-kura) Makara Vyuha (formasi buaya) Trisula Vyuha (formasi trisula) Sarpa Vyuha (formasi ular) Kamala atau Padma Vyuha (formasi teratai) Sulit mengindikasi dengan tepat makna dari nama-nama formasi tersebut. Pasukan tersebut dibagi-bagi ke dalam divisi (akshauhini).700 orang. Nama formasi mungkin saja mengindikasi bahwa sebuah pasukan memilih suatu bentuk tertentu (seperti elang. total pasukan=1. maka musuh juga lebih mudah ditaklukkan. dll) sebagai formasi. atau mungkin saja nama suatu formasi berarti strategi mereka mirip dengan suatu hewan/hal tertentu. gada. Formasi militer Dalam setiap perang di zaman Mahabharata. formasi militer adalah hal yang penting. dan dalam pertempuran Korawa dibantu oleh Rsi Drona dan putranya Aswatama. Aswatama. . Karna.530.610 pasukan penunggang kuda 109. Bisma. guru Kripa. Raja Rukmi.936.350 tentara biasa Perbandingan jumlah mereka adalah 1:1:3:5. Bahlika. adalah pihak yang netral dalam peperangan tersebut. Bima dan Duryodana memilih senjata gada untuk bertarung. total pasukan=2. Baladewa. Setiap divisi berjumlah 218. Pasukan Korawa memiliki 11 divisi. putera kedua Dretarastra. Sudaksina. Jumlah pasukan yang terlibat dalam perang sangat banyak sebab divisi pasukan kedua belah pihak merupakan gabungan dari divisi pasukan kerajaan lain di seluruh daratan India. Para ksatria terkemuka seperti Arjuna. pedang. Kritawarma. Divisi pasukan dan persenjataan Setiap pihak memiliki jumlah pasukan yang besar. dan Abimanyu. Ada beberapa formasi. kakak ipar para Korawa ² Jayadrata.600 orang. memilih senjata panah karena sesuai dengan keahlian mereka.

pasukan para Raja dan ksatria di barisan depan sebagai kepalanya. Beberapa saat sebelum perang Pada hari pertempuran pertama. Bagaimanapun juga. ksatria yang tidak terbunuh dan berhasil mempertahankan nyawanya adalah pemenang karena pertempuran tersebut adalah pertempuran menuju kematian. Sebagai contoh. Siapa yang bertahan hidup dan berhasil memusnahkan lawanlawannya. Bisma berkonsultasi dengan panglima Drona. Peraturan khusus yang dibuat untuk setiap senjata mesti diikuti. Pertempuran satu lawan satu. dilarang memukul bagian pinggang ke bawah pada saat bertarung menggunakan gada. Karena . Tidak boleh menyerang hewan yang tidak dianggap sebagai ancaman langsung. Peraturan tersebut sebagai berikut: Pertempuran harus dimulai setelah matahari terbit dan harus segera dihentikan saat matahari terbenam. Pertempuran berlangsung pada saat matahari muncul dan harus segera diakhiri pada saat matahari terbenam. Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit yang tidak bersenjata.Aturan perang Dua pemimpin tertinggi dari kedua belah pihak bertemu dan membuat "peraturan tentang perlakuan yang etis"²Dharmayuddha²sebagai aturan perang. Tidak boleh membunuh atau melukai seseorang atau binatang yang tidak ikut berperang. Bahlika dan Kripa. Kebanyakan peraturan tersebut dilanggar sesekali oleh kedua belah pihak. Dua ksatria boleh bertempur secara pribadi jika mereka memiliki senjata yang sama atau menaiki kendaraan yang sama (kuda. Dalam urusan perang. gajah. Tidak boleh menyerang wanita. Dalam setiap pertarungan yang terjadi dalam 18 hari tersebut. Pasukan Pandawa diatur oleh Yudistira dan Arjuna agar membentuk "formasi Vajra". tidak boleh mengeroyok prajurit yang sedang sendirian. pasukan para Korawa berbaris menghadap barat sedangkan pasukan para Pandawa berbaris menghadap timur. Kedua belah pihak bertarung di dataran Kurukshetra dan setiap hari terjadi pertempuran yang berlangsung sengit dan mengesankan. Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit yang dalam keadaan tidak sadar. Seseorang yang menyerahkan diri harus menjadi tawanan perang atau budak. atau kereta). Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit dari belakang. Tidak boleh membunuh prajurit yang menyerahkan diri. dan pasukan penunggang kuda sebagai sayapnya. begitu juga pada hari-hari berikutnya. dialah pemenangnya. Pasukan Korawa membentuk formasi seperti burung elang: pasukan penunggang gajah sebagai tubuhnya. Jalannya pertempuran Para Raja dan Ksatria meniup terompet kerang mereka tanda pertempuran akan segera dimulai Pertempuran berlangsung selama 18 hari. para ksatria tidak boleh berjanji untuk berperang dengan curang.

Arjuna merasa lemah dan tidak tega untuk melakukannya. Dilanda oleh pergolakan batin. yang memilih menjadi kusir kereta Arjuna. Pasukan garis depan menggunakan senjata langsung jarak pendek seperti: gada. Ia juga mengingatkan bahwa kewajiban Arjuna adalah membunuh siapa saja yang ingin mengalahkan kebajikan dengan kejahatan. Kritawarma. antara mana yang merupakan ajaran agama. sedangkan divisi kesebelas masih berada di bawah aba-aba langsung dari Bisma. bersamasama dengan gurunya. Wikarna. saudara sepupu. bersiap-siap untuk bertempur. Arjuna menyuruh Kresna. Burisrawas. Sesuai strategi Pandawa.pasukan Pandawa lebih kecil daripada pasukan Korawa. Ajaran tersebut kemudian dirangkum menjadi sebuah kitab filsafat yang sangat terkenal yang bernama Bhagawad Gita. Sepuluh divisi pasukan Korawa membentuk barisan yang sangat hebat. Duryodana optimis melihat pasukan Korawa memiliki para ksatria tangguh yang setara dengan Bima dan Arjuna. kapak. tombak. ada di pihaknya. Kemudian Sri Kresna menunjukkan bentuk semestanya kepada Arjuna. Bisma. Arjuna hendak menarik diri dari pertempuran setelah melihat para ksatria bangsa Kuru yang telah berkumpul di Kurukshetra. dan teman bermain semasa kecil. guru spiritual sekaligus kusir keretanya. Kresna. Karna. nenek moyangnya. keturunan Kuru. Kresna menyuruh Arjuna untuk tidak ragu dalam melakukan kewajibannya sebagai seorang ksatria yang berada di jalur yang benar. pasukan kedua belah pihak berbaris rapi. siapa yang siap bertempur dan siapa yang harus ia hadapi. agar dapat membedakan antara yang baik dengan yang salah. kemudian ia diberi wejangan oleh Kresna Setelah sepakat dengan formasi dan strategi masing-masing. yaitu Bisma. maka tanpa ragu Arjuna harus mau bertempur. paman. dan sebagian divisi melindunginya dari serangan langsung karena Resi Bisma sangat berguna dan merupakan harapan untuk menang. ia meyakinkan Arjuna bahwa sebagian besar para ksatria perkasa di kedua belah pihak telah dihancurkan. Wirata. mana yang benar dan mana yang salah. agar Arjuna tahu siapa ia sesungguhnya sehingga segala keraguan dalam hatinya sirna. maka strategi berperang dibuat agar memungkinkan pasukan yang kecil untuk menyerang pasukan yang besar. Pasukan Korawa terdiri dari sebelas divisi di bawah perintah Bisma. dan Drupada yang ia anggap sebagai batu rintangan dalam mencapai kajayaan dalam pertempuran. harus bertarung dengannya dan saling bunuh. dan Kripa. Tiba-tiba Arjuna dilanda perasaan takut akan kemusnahan wangsa Bharata. Ketika terompet sudah ditiup dan kedua pasukan sudah berhadap-hadapan. dll. Dalam wujud semesta tersebut. pasukan pemanah akan menghujani musuh dengan panah dari belakang pasukan garis depan. menjelaskan dengan panjang lebar ajaran-ajaran ketuhanan dan kewajiban seorang ksatria. . agar mengemudikan keretanya menuju ke tengah medan pertempuran supaya ia bisa melihat. pedang. Para Raja dan ksatria gagah perkasa tampak siap untuk berperang. Namun ada tokoh-tokoh lain yang setara dengan mereka seperti Yuyudana. dengan diikuti oleh Para Raja dan ksatria dari kedua belah pihak meniup ³sangkala´ (terompet kerang) mereka tanda pertempuran akan segera dimulai. ipar. Arjuna juga dilanda kebimbangan akan melanjutkan pertarungan atau tidak. Dalam Bhagawad Gita. Selain itu Raja agung seperti Yudhamanyu dan Uttamauja yang sangat perkasa juga turut berpartisipasi dalam pertempuran sebagai penghancur bagi musuh-musuhnya. semuanya kini berada di Kurukshetra. dan yang bertahan hidup hanya beberapa orang saja. mertua. Arjuna bertanya kepada Kresna yang mengetahui dengan baik segala ajaran agama. Ia juga optimis karena ksatria-ksatria yang sangat ahli di bidang militer. Ia melihat kakek tercintanya.

Setelah itu. Sementara itu Drona menyerang Drestadyumna bertubi-tubi dan mematahkan panahnya berkali-kali. Tiba-tiba ia meletakkan senjata. Yudistira kembali menaiki keretanya dan pertempuran siap untuk dimulai. melepaskan baju zirah. Kekalahan di hari pertama membuat Yudistira menjadi pesimis. turun dari kereta dan berjalan ke arah pasukan Korawa dengan mencakupkan tangan seperti berdoa. dan mereka berpikir bahwa Yudistira sudah menyerah bahkan sebelum panah sempat melesat.Kresna menunjukkan bentuk semestanya agar segala keraguan di hati Arjuna sirna Sebelum pertempuran dimulai. memberkati Yudistira. Putera Raja Wirata. Pasukan Korawa menyerang Arjuna yang hendak membunuh Bisma. Abimanyu melihat hal tersebut dan menyuruh paman-pamannya agar berhati-hati. Pembantaian Bisma Pertempuran dimulai. gugur oleh Bisma dan Salya di hari pertama. Arjuna mencoba untuk menyerang Bisma dan membunuhnya. Bisma. Tanpa kusir. Bisma memberi instruksi agar pasukan Korawa membentuk formasi burung elang dengan dirinya sendiri sebagai panglima berada di garis depan sementara tentara . Mereka menerima kekalahan. Kedua belah pihak saling bantai. pihak Korawa mendapat kekalahan. Namun usaha para ksatria Pandawa di hari pertama tidak berhasil. Arjuna bertekad untuk membalikkan keadaan yang didapat pada hari pertama. Di akhir hari kedua. Namun Sri Kresna berkata bahwa kemenangan sesungguhnya akan berada di pihak Pandawa. Ia sendiri mencoba menyerang Bisma dan para pengawalnya. Bima yang melihat keadaan tersebut menyongsong Drestadyumna dan menyelamatkan nyawanya. Kedua belah pihak maju dengan senjata lengkap. Setyaki yang bersekutu dengan Pandawa memanah kusir kereta Bisma sampai meninggal. dan sebagian besar pasukan Korawa gugur di tangan Arjuna. Yudistira melakukan sesuatu yang mengejutkan. Setelah menyapu seluruh pasukan Korawa. Duel Arjuna dengan Bisma Pada hari kedua. Dengan hati yang suci Yudistira menyembah Bisma dan memohon berkah akan keberhasilan. Para Pandawa dan para Korawa tidak percaya dengan apa yang dilakukannya. namun serangan dari Duryodana tidak berhasil dan pasukannya gugur semua. Kemarahan Kresna Kesabaran Kresna habis sehingga ia ingin membunuh Bisma dengan tangannya sendiri. namun para pasukan Korawa berbaris di sekeliling Bisma dan melindunginya dengan segenap tenaga sehingga meyulitkan Arjuna. Ternyata Yudistira tidak menyerah. kakek dari para Pandawa dan Korawa. Uttara dan Sweta. kuda melarikan kereta Bisma menjauhi medan laga. Arjuna dan Bisma terlibat dalam duel sengit. Duryodana mengirim pasukan bantuan dari kerajaan Kalinga untuk menyerang Bima. namun dicegah oleh Arjuna Pada hari ketiga. Divisi pasukan Korawa dan divisi pasukan Pandawa saling bantai. Bisma maju menyerang para ksatria Pandawa dan membinasakan apapun yang menghalangi jalannya.

Sementara itu. Bima muncul pada saat yang genting tersebut lalu menyerang para kstria Korawa dengan gada. Kemudian Duryodana mengirimkan pasukan gajah untuk menyerang Bima. Bima dan putranya.Duryodana melindungi barisan belakang. Panah Bima melesat menuju Duryodana yang menukik di atas keretanya. Kresna menjadi sangat marah dengan keadaan itu dan berkata. Pasukan Pandawa dengan segenap tenaga membalas serangan Bisma. menyerang Duryodana yang berada di barisan belakang. Setyaki membinasakan pasukan besar yang dikirim untuk menyerangnya. Sementara itu para Pandawa mengantisipasinya dengan membentuk formasi bulan sabit dengan Bima dan Arjuna sebagai pemimpin sayap kanan dan kiri. ia turun dari kereta dan menyerang mereka satu persatu dengan gada baja miliknya. Gatotkaca. Karena Srikandi berperan sebagai seorang wanita. Aku akan membunuh Bisma dengan tanganku sendiri. Bima berada di garis depan bersama Srikandi dan Drestadyumna di sampingnya. "Aku sudah tak bisa bersabar lagi. Ketika Bima melihat pasukan gajah menuju ke arahnya. meskipun Arjuna masih merasa tega dan segan untuk melawan kakeknya. lalu menyuruh pasukan agar mundur. lalu merasa sangat marah kepada pasukan Korawa. Bisma ingin agar tidak terjadi kegagalan lagi. Kusir keretanya segera membawanya menjauhi pertempuran. Bisma kemudian sadar dan mengubah perasaannnya kepada para Pandawa. Dengan kemahirannya yang hebat. Setyaki berhadapan dengan Drona dan kesulitan untuk membalas serangannya. Duryodana merasa sedih telah kehilangan saudara-saudaranya." lalu ia mengambil chakranya dan berlari ke arah Bisma. Abimanyu dikepung oleh para ksatria Korawa lalu diserang. kemudian Duryodana datang kembali dan memimpin tentaranya. pertempuran terus berlanjut. Kemudian kereta Arjuna diserbu oleh berbagai panah dan tombak. Pertempuran dilanjutkan . Bima pergi meninggalkan Srikandi yang menyerang Bisma. Pasukan Korawa menitikberatkan penyerangannya kepada Arjuna. Tentara Duryodana melihat pemimpinnya menjauhi pertarungan. Duryodana marah kepada Bisma karena masih segan untuk menyerang para Pandawa. Akhirnya ia dipanah dan tersungkur di keretanya. Kemudian mereka berdua melanjutkan pertarungan dan membinasakan banyak pasukan Korawa. Bisma menolak untuk bertarung dan pergi. Arjuna berlari mengejarnya dan mencegah Kresna untuk melakukannya. Bisma memerintahkan pasukan Korawa untuk bergerak. Arjuna dan Bisma sekali lagi terlibat dalam pertarungan yang bengis. Bisma melihat hal tersebut lalu menyuruh agar pasukan bersiap siaga dan membentuk kembali formasi. Mereka dilempar dan dibanting ke arah pasukan Korawa. Bisma menasehati bahwa tidak ada yang mampu melawan Gatotkaca yang sedang marah. Arjuna membentengi keretanya dengan arus panah yang tak terhitung jumlahnya. Keberanian Bima Hari keempat merupakan hari dimana Bima menunjukkan keberaniannya. Arjuna melihat hal tersebut lalu menolong Abimanyu. Kemudian Bima menyerang para ksatria Korawa dan membunuh delapan adik Duryodana. Arjuna dan Kresna mencoba menyerang Bisma. Pertempuran terus berlanjut Pada hari kelima. Abimanyu dan Setyaki menggabungkan kekuatan untuk menghancurkan tentara Gandara milik Sangkuni. Gatotkaca melihat hal tersebut.

Pandawa dan Korawa menghentikan pertarungannya sejenak lalu mengelilingi Rsi Bisma. Hal itu dimanfaatkan Arjuna untuk mehujani Bisma dengan ribuan panah yang mampu menembus baju zirahnya. Membunuh Yudistira di medan laga hanya membuat para Pandawa semakin marah. Yudistira ingin ditangkap Dengan kekalahan Rsi Bisma pada hari kesepuluh. Drona yakin bahwa rencana untuk menaklukkan Yudistira sulit diwujudkan selama Arjuna masih ada.dengan pertarungan antara Setyaki melawan Burisrawas dan kemudian Setyaki kesusahan sehingga berada dalam situasi genting. Karna kembali ke medan laga dan melegakan hati Duryodana. Drona membantai banyak prajurit di pihak Pandawa yang jumlahnya sukar diukur. Arjuna turun tangan dan menghujani Drona dengan panah dan menggagalkan rencana Duryodana. lalu ia bergerak menuju pasukan Korawa. Arjuna berencana untuk menempatkan Srikandi di depan keretanya. Hari keenam merupakan hari pembantaian yang hebat. Karna dan Duryodana berencana untuk menangkap Yudistira hidup-hidup. Ia memanah busur Yudistira hingga patah. Arjuna sekali lagi menghentikan Kresna. Bisma mampu hidup selama beberapa hari dan menyaksikan kehancuran pasukan Korawa. Bima datang melindungi Setyaki dan menyelamatkan nyawanya. Meskipun sudah tak berdaya. namun badannya tidak menyentuh tanah karena ditopang oleh panah yang menancap di tubuh. Para Pandawa cemas karena Yudistira akan menjadi tawanan perang. Pandawa yang merasa tidak mungkin untuk mengalahkan Bisma menyusun suatu strategi. Ratusan panah di tubuh Bisma menancap sampai menembus badannya. Formasi kedua belah pihak pecah. Bisma yang tidak tega untuk menyerang seorang wanita. tidak bisa menyerang Arjuna karena dihalangi Srikandi. Pada hari kesembilan Kresna marah lagi sebab Arjuna masih segan untuk mengalahkan Bhishma. Pada hari kedelapan. Raja Trigarta ² Susharma ² bersama dengan 3 saudaranya dan 35 putera mereka berada di pihak Korawa dan mencoba untuk membunuh Arjuna atau sebaliknya. Di tempat lain. Ia mengangkat Drona sebagai panglima tertinggi pasukan Korawa. Arjuna bertempur dan membunuh ribuan tentara yang dikirim Duryodana untuk menyerangnya. Pertumpahan darah yang sulit dibayangkan terus berlanjut dari hari ke hari selama pertempuran berlangsung. sedangkan dengan adanya Yudistira para Pandawa mendapatkan strategi perang. Namun mereka tidak berhasil sehingga gugur satu persatu. Mereka turun ke medan laga pada hari kedua belas dan langsung menyerbu Arjuna. Drona membantu Karna dan Duryodana untuk menaklukkan Yudistira. Bisma menyuruh Arjuna untuk meletakkan tiga anak panah di bawah kepalanya sebagai bantal. Putera Arjuna²Irawan²terbunuh oleh para Korawa. dan ia sendiri akan menyerang Bisma dari belakang Srikandi. Sang ksatria besar terjatuh dari keretanya. Semakin hari kekuatan para Pandawa semakin bertambah dan memberikan pukulan yang besar . Melihat hal itu. mati di tangan Arjuna. Bima membunuh delapan putera Dretarastra. Setelah menerima kegagalan. Kekalahan Bisma Rsi Bhisma yang tidur di ranjang panah menjelang kematiannya Pada hari kesepuluh. Melihat hal itu.

Pertempuran terjadi dengan sangat sengit. ia kesulitan untuk mematahkan formasi Cakravyhuha. pertempuran berlangsung dengan ganas selama enam hari berikutnya. kecuali Yudistira. Yudistira melihat hal tersebut dan menyuruh Abimanyu. untuk membantu ayahnya keluar dari perangkap formasi Cakravyuha. Setelah kematian Abimanyu. Parikesit. setelah melalui pertarungan yang sengit. Raja Pragjyotisha. raja jahat yang dibunuh oleh Kresna beberapa tahun sebelumnya. Kripa dan Kritawarma. Setelah memerintah selama beberapa lama. Dropadi dan empat Pandawa. Bhagadatta merupakan ksatria terkuat di antara seluruh pasukan penunggang gajah di dunia. akhirnya Bhagadatta dan Susharma gugur di tangan Arjuna. Akhirnya Yudistira berhasil mencapai puncak Himalaya. oleh anugerah Dewa Dharma ia diizinkan masuk surga sebagai seorang manusia. gajah yang berukuran sangat besar sebagai kekuatan pasukannya.kepada pasukan Korawa. Setyaki. Akhir peperangan Pertempuran berlangsung selama 18 hari penuh. Aswatama. Bhagadatta memiliki ribuan mammoth. Karena Arjuna sibuk dalam pertarungan yang sengit. ia menyerahkan tahta kepada cucu Arjuna. Arjuna berhasil keluar namun sebaliknya. Pada akhir hari ke-18. Bhagadatta merupakan putera dari Narakasura. Abimanyu terperangkap dan terbunuh. Bhagadatta mencoba menyerang Arjuna dengan ribuan gajahnya. Susharma dan saudara-saudaranya pada hari ke-12. ia bersama Pandawa dan Dropadi mendaki gunung Himalaya sebagai tujuan akhir perjalanan mereka. Kemudian. hanya sepuluh ksatria yang bertahan hidup dari pertempuran. Pada hari kedua belas. Bhagadatta. . Untuk menghancurkan mereka. Yudistira dinobatkan sebagai Raja Hastinapura. dan dengan ketulusan hatinya. meninggal dalam perjalanan. mereka adalah: Lima Pandawa. putera Arjuna. Duryodana mencoba memanggil Bhagadatta. Yuyutsu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful