P. 1
Desalinasi Air laut

Desalinasi Air laut

|Views: 516|Likes:
Published by Ferry_Handu

More info:

Published by: Ferry_Handu on Jan 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2011

pdf

text

original

BAB I

ÞLNDAnULUAN

Desalinasi Air laut
Beberapa metode desalinasi air laut diteliti dan dikembangkan untuk memperoleh air tawar dari
air laut yang asin karena mengandung garam. Membuang garam-garam yang terlarut dari dalam air
disebut desalinasi. Dewasa ini desalinasi merupakan salah satu masalah yang mendesak untuk mendapat
perhatian.
Pertambahan penduduk, industri dan irigasi harus diimbangi tersedianya air tawar yang cukup.
Desalinasi dapat dilakukan dengan penyulingan, pembekuan, osmosis balik, elektrodialisis, dan
pertukaran ion. Metode desalinasi osmosis balik meniadi harapan sebagai metode yang ekonomis.
Dalam proses ini, garam dipisahkan dengan tekanan pada membran semipermiabel yang
memisahkan sumber air (asin) dan produk air tawar.
Dewasa ini osmosis balik telah diterapkan untuk menghilangkan garam dari air payau dan
meniadi harapan untuk desalinasi skala besar terhadap air payau maupun air laut
aiu konsumsi air bersih di dunia meningkat dua kali lipat setiap 20 tahun, melebihi dua kali laiu
pertumbuhan manusia. Beberapa pihak memperhitungkan bahwa pada tahun 2025, permintaan air bersih
akan melebihi persediaan hingga mencapai 56°. Kekurangan air bersih dapat berpengaruh terhadap
banyak hal, di antaranya dapat mengurangi pembangunan ekonomi dan menurunkan tingkat kehidupan.
Hal ini menuniukkan bahwa dunia membutuhkan suatu cara untuk meningkatkan persediaan air bersih.
Salah satu sumber yang berpotensi diiadikan sumber air bersih adalah air laut. Air laut dapat diiadikan air
bersih dengan proses desalinasi.







A II
I5I

2.1 Pengertian desalinasi
Desalinasi adalah proses pemisahan yang digunakan untuk mengurangi kandungan garam terlarut
dari air garam hingga level tertentu sehingga air dapat digunakan. Proses desalinasi melibatkan tiga aliran
cairan, yaitu umpan berupa air garam (misalnya air laut), produk bersalinitas rendah, dan konsentrat
bersalinitas tinggi. Produk proses desalinasi umumnya merupakan air dengan kandungan garam terlarut
kurang dari 500 mg/l, yang dapat digunakan untuk keperluan domestik, industri, dan pertanian. Hasil
sampingan dari proses desalinasi adalah brine. Brine adalah larutan garam berkonsentrasi tinggi (lebih
dari 35000 mg/l garam terlarut).
Distilasi merupakan metode desalinasi yang paling lama dan paling umum digunakan. Distilasi
adalah metode pemisahan dengan cara memanaskan air laut untuk menghasilkan uap air, yang selaniutnya
dikondensasi untuk menghasilkan air bersih. Berbagai macam proses distilasi yang umum digunakan,
seperti multistage flash. multiple effect distillation. dan vapor compression umumnya menggunakan
prinsip mengurangi tekanan uap dari air agar pendidihan dapat teriadi pada temperatur yang lebih rendah,
tanpa menggunakan panas tambahan.
Metode lain desalinasi adalah dengan menggunakan membran. Terdapat dua tipe membran yang
dapat digunakan untuk proses desalinasi, yaitu reverse osmosis (RO) dan electrodialvsis (ED). Pada
proses desalinasi menggunakan membran RO, air pada larutan garam dipisahkan dari garam terlarutnya
dengan mengalirkannya melalui membran water-permeable. Permeate dapat mengalir melalui membran
akibat adanya perbedaan tekanan yang diciptakan antara umpan bertekanan dan produk, yang memiliki
tekanan dekat dengan tekanan atmosIer. Sisa umpan selaniutnya akan terus mengalir melalui sisi reaktor
bertekanan sebagai brine. Proses ini tidak melalui tahap pemanasan ataupun perubahan Iasa. Kebutuhan
energi utama adalah untuk memberi tekanan pada air umpan. Desalinasi air payau membutuhkan tekanan
operasi berkisar antara 250 hingga 400 psi, sedangkan desalinasi air laut memiliki kisaran tekanan operasi
antara 800 hingga 1000 psi.
Dalam praktiknya, umpan dipompa ke dalam container tertutup, pada membran, untuk
meningkatkan tekanan. Saat produk berupa air bersih dapat mengalir melalui membran, sisa umpan dan
larutan brine meniadi semakin terkonsentrasi. Untuk mengurangi konsentrasi garam terlarut pada larutan
sisa, sebagian larutan terkonsentrasi ini diambil dari container untuk mencegah konsentrasi garam terus
meningkat.
Sistem RO terdiri dari 4 proses utama, yaitu (1) pretreatment, (2) pressurization, (3) membrane
separation, (4) post teatment stabilization.

desalinasi dengan RO
Pretreatment: Air umpan pada tahap pretreatment disesuaikan dengan membran dengan cara
memisahkan padatan tersuspensi, menyesuaikan pH, dan menambahkan inhibitor untuk
mengontrolscaling yang dapat disebabkan oleh senyawa tetentu, seperti kalsium sulIat.
Pressurization: Pompa akan meningkatkan tekanan dari umpan yang sudah melalui
prosespretreatment hingga tekanan operasi yang sesuai dengan membran dan salinitas air umpan.
Separation: Membran permeable akan menghalangi aliran garam terlarut, sementara membran
akan memperbolehkan air produk terdesalinasi melewatinya. EIek permeabilitas membran ini akan
menyebabkan terdapatnya dua aliran, yaitu aliran produk air bersih, dan aliran brine terkonsentrasi.
Karena tidak ada membran yang sempurna pada proses pemisahan ini, sedikit garam dapat mengalir
melewati membran dan tersisa pada air produk. Membran RO memiliki berbaga ienis konIigurasi, antara
lain spiral wound dan hollow fine fiber membranes.

tipe membran RO
Stabilization: Air produk hasil pemisahan dengan membran biasanya membutuhkan penyesuaian pH
sebelum dialirkan ke sistem distribusi untuk dapat digunakan sebagai air minum. Produk mengalir
melalui kolom aerasi dimana pH akan ditingkatkan dari sekitar 5 hingga mendekati 7.
Sumber:

Ŧ kkI5I5 AIk DI INDCNL5IA

Þenvedlaan kebuLuhan alr berslh dl lndonesla saaL lnl maslh mlnlmŦ ul koLaŴkoLa besar pelavanan
penvedlaan alr berslh baru mencapal 43 persenţ sedanakan dl pedesaan [uaa baru sebesar 10 persenŦ lnl
membukLlkan Ler[adlnva krlsls alr berslh dl lndoneslaŦ

Alr merupakan unsur vana vlLal dalam kehldupan manuslaŦ Seseorana Lldak dapaL berLahan hldup
Lanpa alrţ karena lLulah alr merupakan salah saLu penopana hldup baal manuslaŦ keLersedlaan alr dl
dunla lnl bealLu mellmpah ruahţ namun vana dapaL dlkonsumsl oleh manusla unLuk keperluan alr mlnum
sanaaLlah sedlklLŦ uarl LoLal [umlah alr vana adaţ hanva llma persen sa[a vana Lersedla sebaaal alr
mlnumţ sedanakan slsanva adalah alr lauLŦ Selaln lLuţ kecenderunaan vana Ler[adl sekarana lnl adalah
berkurananva keLersedlaan alr berslh lLu darl harl ke harlŦ Semakln menlnakaLnva populaslţ semakln
besar pula kebuLuhan akan alr mlnumŦ Sehlnaaa keLersedlaan alr berslh pun semakln berkuranaŦ SeperLl
vana dlsampalkan !acques uloufţ ulrekLur !enderal Craanlsasl Þanaan dan ÞerLanlan uunla (lAC)ţ saaL
lnl penaaunaan alr dl dunla nalk dua kall llpaL leblh dlbandlnakan denaan seabad sllamţ namun
keLersedlaannva [usLru menurunŦ AklbaLnvaţ Ler[adl kelanakaan alr vana harus dlLanaauna oleh leblh darl
40 persen penduduk bumlŦ kondlsl lnl akan klan parah men[elana Lahun 2023 karena 1ţ8 mlllar orana
akan Llnaaal dl kawasan vana menaalaml kelanakaan alr secara absoluLŦ kekuranaan alr Lelah berdampak
neaaLlf Lerhadap semua sekLorţ Lermasuk kesehaLanŦ 1anpa akses alr mlnum vana hlalenls
menaaklbaLkan 3Ŧ800 anak menlnaaal Llap harl oleh penvaklLŦ 8ealLu pellknva masalah lnl sehlnaaa para
ahll berpendapaL bahwa pada suaLu saaL nanLlţ akan Ler[adl ºperLarunaan" unLuk memperbuaLkan alr
berslh lnlŦ Sama halnva denaan perLarunaan unLuk memperebuLkan sumber eneral mlnvak dan aas
bumlŦ

ul lndonesla sendlrlţ denaan [umlah penduduk mencapal leblh 200 [uLaţ kebuLuhan alr berslh
men[adl semakln mendesakŦ kecenderunaan konsumsl alr dlperklrakan Lerus nalk hlnaaa 13Ŵ33 persen
per kaplLa per LahunŦ Sedanakan keLersedlaan alr berslh cenderuna melambaL (berkurana) aklbaL
kerusakan alam dan pencemaranŦ

SeklLar 119 [uLa rakvaL lndonesla belum memlllkl akses Lerhadap alr berslh (Suara Þembaruan Ŵ 23
MareL 2007)Ŧ Þenduduk lndonesla vana blsa menaakses alr berslh unLuk kebuLuhan seharlŴharlţ baru
mencapal 20 persen darl LoLal penduduk lndoneslaŦ lLupun vana domlnan adalah akses unLuk
perkoLaaanŦ ArLlnva maslh ada 82 persen rakvaL lndonesla Lerpaksa memperaunakan alr vana Lak lavak
secara kesehaLanŦ unLuk persenLase akses daerah pedesaan Lerhadap sumber alr dl lndonesla leblh
rendah darlpada beberapa neaara LeLanaaa seperLl MalavslaŦ ul Malavslaţ LlnakaL akses sumber alr dl
pedesaan mencapal 94 persenŦ ul neaara lndonesla vana kava sumber dava alr lnlţ anaka akses
pedesaan Lerhadap alr berslh hanva menvenLuh level 69 persenţ leblh rendah darl vleLnam vana Lelah
mencapal 72 persenŦ Þada akhlr Þ!Þ ll (2019) dlperklrakan [umlah penduduk perkoLaan mencapal 130ţ2
[uLa [lwa denaan konsumsl per kaplLa sebesar 123 llLerţ sehlnaaa kebuLuhan alr akan mencapal 18ţ773
mlllar llLer per harlŦ MenuruL LlÞlţ kebuLuhan alr unLuk lndusLrl akan melon[ak sebesar 700Ʒ pada 2023Ŧ
unLuk perumahan nalk raLaŴraLa 63Ʒ dan unLuk produksl panaan nalk 100ƷŦ Þada Lahun 2000ţ unLuk
berbaaal keperluan dl Þulau !awa dlperlukan seLldaknva 83ţ378 mlllar meLer kublk alr berslhŦ Sedanakan
poLensl keLersedlaan alrţ balk alr Lanah maupun alr permukaan hanva 30ţ369 mlllar meLer kublkŦ la
menalnaaLkanţ pada Lahun 2013 krlsls alr dl Þulau !awa akan [auh leblh parah karena dlperklrakan
kebuLuhan alr akan melon[ak men[adl 164ţ671 mlllar meLer kublkŦ Sedanakan poLensl keLersedlaannva
cenderuna menurunŦ ul daerah perkoLaan seperLl !akarLa sa[aţ maslh banvak waraa vana belum
mendapaLkan faslllLas alr berslhŦ !akarLa dlallrl 13 sunaalţ LerleLak dl daLaran rendah dan berbaLasan
lanasuna denaan LauL !awaŦ Selrlna denaan perLumbuhan penduduk !akarLa vana sanaaL pesaLţ berklsar
hamplr 9 [uLa [lwaţ maka penvedlaan alr berslh men[adl permasalahan vana rumlLŦ uenaan asumsl
LlnakaL konsumsl makslmal 173 llLer per oranaţ dlbuLuhkan 1ţ3 [uLa meLer kublk alr dalam saLu harlŦ
neraca Llnakunaan Pldup uaerah Þrovlnsl ukl !akarLa Lahun 2003 menun[ukkanţ Þerusahaan uaerah Alr
Mlnum (ÞuAM) dlperklrakan baru mampu menvuplal seklLar 32ţ13 persen kebuLuhan alr berslh unLuk
waraa !akarLaŦ (kompasţ 20 !unl 2003)Ŧ

Þenaaruhnva denaan kesehaLanţ alr merupakan zaL vana selalu dlaunakan dalam kehldupan manuslaŦ
uan suaLu sarana uLama unLuk menlakaLkan dera[aL kesehaLan masvarakaLţ karena alr merupakan salah
saLu medla darl berbaaal macam penularanŦ 1lap harl manusla membuLuhkan alr unLuk mandlţ mencuclţ
mlnumţdllŦ kebuLuhan alr unLuk duaunakan sanaaLlah kruslal karena harus alr vana balkţ berslhţ dan
menvehaLkanŦ ÞenlnakaLan kuallLas dan kuanLlLas alr denaan [alan menaadakan penaelolaan Lerhadap
alr vana balk akan membanLu masvarakaL dalam pemanfaaLan alrŦ

8eranakaL darl hal lLuţ penaolahan penaadaaan alr dalam skala besar sanaaLlah penLlna sehlnaaa
akan membanLu masvarakaL dalam menaelola alrŦ Sebenarnva penaolahan alr denaan desallnasl
merupakan cara lama unLuk mendaLanakan alr dalam skala besar namun unLuk memperbalkl cara
desallnasl konvenslonal dlperlukan cara khusus dan modernţ Lldak hanva lLu [uaa cara LersebuL harus
murah dan Lahan lamaŦ Ada beberapa meLode unLuk menanaanl kelanakaan alr LersebuLŦ Salah saLunva
denaan ºdesallnasl alr lauL denaan meLode reverse osmosls"



2.3 Desalinasi: Menguapkan Air Laut Menjadi Air Bersih
ndonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Memiliki luas wilayah 5.193.252 km2
dua per tiga luas wilayahnya merupakan lautan, yaitu sekitar 3.288.683 km2. Sehingga ndonesia iuga
memiliki iulukan sebagai benua maritim.roninyadi tengah kepungan air laut ituternyata masih ada
beberapa tempat yang mengalami kekurangan air, terutama mengenai ketersedian air bersih.
Akibatnya, di tempat seperti itu air meniadi barang eksklusiI. Masyarakatnya harus membeli
untuk mendapatkan air bersih.roni inilah yang menimpa masyarakat Kepulauan Seribu. Di kepulauan
yang berada di utara kota Jakarta itu air bersih meniadi barang langka. Bupati Kepulauan Seribu, Kamil
Abdul Kadir beberapa waktu yang lalu menuturkan bahwa ketersediaan air bersih adalah masalah utama
bagi daerahnya. Setidaknya, untuk mendapatkan satu liter air bersih, masyarakat harus membayar Rp 50
sampai Rp 75.¨Air bersih memang masih meniadi masalah.
Selama ini, untuk memperoleh air bersih tersebut kita mendapatkannya dari 5 instalasi Reverse
Osmosis (RO) yang terdapat di lima pulau berpenghuni,¨ uiarnya. Sementara pulau berpenghuni itu
iumlahnya sebanyak 11 pulau dengan iumlah penduduk 18 ribu iiwa.Melihat kondisi itulah Badan
Pengkaiian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tertarik mengembangkan teknologi untuk mengatasi krisis
air. Setelah melakukan serangkaian kaiian, BPPT mengembangkan teknologi desalinisasi di kabupaten
yang masuk wilayah propinsi DK Jakarta ini.Menurut Rohmadi Ridlo dari tim desalinasi BPPT
memaparkan bahwa desalinasi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan proses destilasi dan
Reverse Osmosis. Secara prinsip, menurut Ridlo, proses destilasi merupakan perubahan Iase cair meniadi
Iase uap.
Dimana pada tahap akhir, air laut akan mengalami kondensasi meniadi air murni.Sementara, pada
proses ROair yang selama ini dimanIaatkan oleh masyarakat Kepulauan Seribudalam prosesnya tidak
ada perubahan Iase. ¨Pada proses RO yang teriadi hanya Iase cair saia. Dimana untuk memisahkan air
tawar dengan air laut di dapat dari adanya perbedaan tekanan yang menggunakan membran semi
permeablenya saia.¨Namun, Ridlo mengakui bahwa masing-masing teknologi pemisahan air tawar
dengan air laut itu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Kelemahan pada proses
desalinasi yang menggunakan teknologi RO diantaranya adalah adanya kemungkinan penyumbatan pada
selaput Selain itu, pemanIaatan teknologi RO untuk menghasilkan air tawar di ndonesia pun masih
menghadapi beberapa kendala. Diantaranya, mengenai bahan baku air laut yang sudah relatiI kotor.
Sehingga, iika penggunaaan bahan baku semacam ini dipaksakan tentu akan berpotensi untuk menyumbat
membran.
Menurut Ridlo ada beberapa peralatan yang mendukung proses destilasi ini. a menyebutkan
antara lain adalah heater, kondensor, eiektor air, pompa eiektor, pompa kondensat, indikator salinitas, dan
peralatan kontrol.Proses keria destilasi ini mulanya air laut dihisap oleh pompa eiektor yang terdapat
dipantai. Kemudian, air laut tersebut dimasukan ke dalam alat penukar gas (heat exchanger). Pada tahap
ini, air laut dipanasi oleh air panas dari panas buang diesel atau boiler limbah biomassa pada suhu 80
deraiat C. Selaniutnya, air tersebut divakumkan pada tekanan udara kurang dari 1 atm.
Pada kondisi hampa udara (vakum) yang tinggi dan suhu rendah itulah, ielasnya lagi, sebagian
dari air laut menguap. Dimana, uap bertekanan rendah dari tempat lain mendapat pendinginan dari air laut
yang dimasukkan dari cerobong terpisah. Pada saat itulah, uap berkondensasi meniadi air tawar.
ebih laniut Ridlo menielaskan, air laut yang sudah hangat akan mengalir dari saluran keluar
pendingin. Dan selaniutnya akan masuk ke dalam heat exchanger sebagai air umpan. Uap tekanan rendah
yang timbul di dalam heat exchanger mengalir masuk ke dalam evaporator. Begitu pula dengan air sisa
buangan yang kental.Selaniutnya, uap air itu didinginkan oleh air laut dan berkondensasi meniadi air
tawar. Hasil air tawar di kondensor itu kemudian dipompa keluar oleh condensate pump. Kemudian, air
tersebut dialirkan ke tangki persedian air tawar. Sementara sisa air buangan dikeluarkan secara teratur
oleh water eiector.Sedangkan mengenai kadar garam dari air destilat (air yang dihasilkan dari proses
destilasi inired) secara terus menerus dipantau oleh salinity indicator. Sebuah solenoid valve dipasang
pada saluran keluar pompa air destilasi.¨Nah untuk menentukan kadar garam air destilatnya kita bisa
mensetnya,¨ kata Ridlo. Diungkapkan pula umumnya kadar garam yang dimiliki oleh air destilat ini
maksimal sebesar 10 ppm.
Artinya, kualitas air yang dihasilkan dari proses ini sangat bagus.Menurut Ketua Pelaksana
Program Desalinasi-BBPT Bambang Gambiro air tawar yang dihasilkan dari mesin diesel bertenaga
2×250 Kw dan 2×500 Kw mampu menghasilkan 5.000 liter air dalam 24 iam. ¨Tetapi sebenarnya kita
masih bisa memaksimalkannya lagi hingga 15 ribu liter,¨ uiarnya dengan nada yakin.Mengenai kualitas
air tawar yang dihasilkan dari proses destilasi ini, Bambang mengatakan,¨Kualitasnya sudah teriamin.¨
Jadi, katanya, setelah proses destilasi usai, air tawar yang dihasilkan telah siap untuk diminum. ni
disebabkan karena air tawar ini sudah memenuhi standar air bersih yang ditetapkan oleh embaga
Kesehatan Dunia (WHO).Berdasarkan hasil penelitian, air destilasi ini memiliki pH 8,5 pada suhu 25
deraiat. Selain itu, tingkat alkalinitasnya sekitar 3 CaCO3 miligram per liter. Kemampuan daya hantar
listriknya sebesar 4,1 mg/l.
Kandungan ion klorida, ion besi masing-masing sebanyak kurang dari 2 mg/l Cl- dan kurang dari
0,05 mg/l Fe.Sementara itu kualitas air yang ditetapkan WHO, pH yang baik berkisar antara 5,8-
8,6. Kemampuan daya hantar listriknya sebesar kurang dari 700 mg/l. Kandungan ion klorida kurang dari
200 mg/l Cl-. Dan kandungan ion besinya adalah kurang dari 0,3 mg/l Fe. ¨Jadi ielas air ini memang
berkualitas,¨ tandasnya optimis.Selama ini, kata Bambang, pemanIaatan teknologi desalinasi ini banyak
digunakan pada kapal-kapal tanker. Keberadaan desalinasi disana, untuk menyuplai air bersih bagi awak
kapalnya. ¨Namun, hingga saat ini di ndonesia pemanIaatan desalinasi untuk keperluan di darat masih
belum ada,¨ tukasnya.a berharap desalinasi di Kepulauan Seribu itu nantinya dapat bermanIaat bagi
masyarakat sekitar.
Bambang mengungkapkan pula pilot proiect yang akan dilakukan di Pulau Pramuka yang
memiliki kepadatan penduduk sekitar 1.500 iiwa ini akan dilakukan selama dua tahun. Sedangkan dana
yang dianggarkan untuk pilot proiect ini iumlahnya sebesar Rp 260 iuta yang didapat dari DaItar sian
Proyek Anggaran Pendapatan Belania Negara (DK-APBN) 2002.Selain itu Bambang iuga mengatakan
bahwa pihak BPPT dalam melaksanakan pilot poriectnya di Kepulauan Seribu ini menggandeng pihak
produsen desalinasi dari PT Sasakura, Jepang. ¨Dan saat ini talia dan Korea iuga tertarik untuk ikut serta
mengembangkan teknologi desalinasi ini.¨ tandas Bambang. 10


2.4 DesaIinasi Memanfaatkan Air Laut untuk Minum

Ðesulinusi ontok memunIuutkun uir luot sebuuui uir minom, kenupu LIduk?.
DesuIInusI (desclinizction) merupukun unLuk mengIIIungkun kudur gurum berIebII pudu uIr
unLuk mengIusIIkun uIr vung dupuL dIkonsumsI munusIu, Iewun uLuupun LumbuIun.
DuIum desuIInusI seIuIn mengIusIIkun uIr vung Iuvuk mInum, proses InI dupuL jugu
mengIusIIkun gurum dupur uLuupun uIr berkudur gurum LInggI vung dupuL dImunIuuLkun sebuguI
koIum upung sebuguI munu suIuI suLu wuIunu dI Tumun ¡mpIun Juvu AncoI.
$4losi Krisis Air Bersih. DesuIInusI vung memproses uIr IuuL dengun LIngkuL kudur
gurum vung LInggI seIInggu LIduk Iuvuk konsumsI menjudI uIr Luwur vung dupuL dIkonsumsI
merupukun suIuI suLu uILernuLII menguLusI krIsIs keLersedIuun uIr bersII vung serIng kuII LerjudI
dI ¡ndonesIu.

instalasi desalinasi dengan metode reverse osmosis di Barcelona
Dengun memunIuuLkun uIr IuuL dun mengoIuInvu sebuguI uIr mInum berurLI jugu
mengurungI pemukuIun uIr buwuI LunuI vung dIvukInI sebuguI penvebub uLumu penurunun
LunuI dI berbuguI LempuL LeruLumu dI JukurLu. BuIkun, LIngkuL penurunun LunuI ukIbuL
ekspIoILusI uIr LunuI vung berIebIIun dI JukurLu, membuuL kILu wus-wus ukun buIuvu
LenggeIumnvu Ibu koLu neguru kILu duIum beberupu puIuI LuIun kedepun.
TeknoIogI desuIInusI bukun sesuuLu vung musLuIII dun LIduk mungkIn. DuIum
penungunun bencunu LsunumI dI AceI, AusLruIIu LeIuI membukLIkun penerupun LeknoIogI InI
dengun mengoIuI uIr IuuL menjudI uIr mInum vung Iuvuk konsumsI bugI korbun bencunu uIum.
¡ndonesIu jugu LeIuI menerupkun LeknoIogI desuIInusI InI. PT Pembungunun Juvu AncoI,
pengeIoIu Tumun ¡mpIun Juvu AncoI menggunukun LeknoIogI desuIInusI gunu mengIusIIkun uIr
Luwur unLuk memenuII kebuLuIun LempuL rekreusI LersebuL sekuIIgus mengIusIIkun uIr
berkudur gurum sunguL LInggI sebuguI IusII sumpIngun. AIr berkudur gurum sunguL LInggI InI
dIuIIrkun duIum KoIum Apung WuIunu ALIunLIs AncoI.
BerbuguI neguru jugu LeIuI menerupkun LeknoIogI desuIInusI InI, seperLI:
AmerIku SerIkuL (eI Puso, Texus; memproduksI 1oq rIbu meLer kubIk uIrJIurI)
&nI EmIruL Arub (mempunvuI ¤ IokusI, suIuI suLunvu ¡ujuIruI ¡z vung memproduksI q¤z
juLu IILerJIurI)
¡nggrIs, ¡srueI, TrInIdud, Cvprus dun beberupu neguru IuInnvu.

!r4ses desulinusi. TerdupuL beberupu curu dun meLode desuIInusI dIunLurunvu vung
LrudIsonuI uduIuI dengun menggunukun meLode ;ccuum distillction. PrInsIpnvu vuILu dengun
memunuskun uIr IuuL unLuk mengIusIIkun uup uIr, vung seIunjuLnvu dIkondensusI unLuk
mengIusIIkun uIr bersII.

Curu vung puIIng umum uduIuI menggunukun meLode osmosIs LerbuIIk (re;erse osmosisuLuu
RO). OsmosIs LerbuIIk dIunggup vung puIIng eIekLII duIum meIukukun desuIInusI duIum skuIu
besur. PrInsIp kerju meLode InI uduIuI dengun mendesuk uIr IuuL meIewuLI membrun-membrun
semI-permeubeI unLuk menvurIng kundungun gurumnvu.

Dengun meLode osmosIs LerbuIIk (re;erse osmosis) Tumun ¡mpIun Juvu AncoI mumpu
menvuIup ;.ooo meLer kubIk uIr IuuL menjudI =.ooo m kubIk uIr Luwur dun z.ooo m kubIk uIr
berkudur gurum sunguL LInggI. &nLuk mengIusIIkun uIr bersII durI uIr IuuL InI dIbuLuIkun energI
IIsLrIk sebesur q,;z kIIowuLL jum per meLer kubIk. Dengun ruLu-ruLu LurII IIsLrIk vung Rp. 1ooo
Jkw, unLuk memproduksI 1 IILer uIr bersII meIuIuI desuIInusI membuLuIkun bIuvu sekILur Rp.
q.;oo. JuuI IebII muruI durI Iurgu uIr bersII vung mencupuI Rp. 1z.ooo meLer perkubIk.
SeperLInvu suduI suuLnvu pemerInLuI meIuIuI PDAM meIIrIk LeknoIogI desuIInusI InI sebuguI
suIuI suLu upuvu unLuk mencukupI kebuLuIun uIr bersII sekuIIgus mengIenLIkun Iuju
penurunun LunuI.
Mesin SWRO Betaqua kami dibuat untuk tahan lama. Fabrikasi mesin RO kami lakukan
di workshop kami dan penggunaannya dapat diaplikasikan pada proyek power plant, dipasang
dalam kapal, bahkan di pulau terpencil. Untuk daerah dengan daya pembangkit listrik rendah,
sistem RO dapat di buat supaya menggunakan Energy Recovery Device, dan akan dapat
mengurangi kebutuhan daya listrik sampai 65 persen. Berbekal pengalaman mulai dari kepulauan
Seribu hingga desalinasi air laut untuk pembangkit listrik di daerah Sulawesi, BetaQua SWRO
sangat handal dan dibangun dengan pengalaman penuh.
Berikut beberapa pengalaman keria Beta Pramesti :
O PN Amurang, Desalinasi Air aut untuk pembangkit listrik dua train dengan
penggunaan mixed bed untuk menghasilkan ~ 10MOhm air.
O Total EP, Desalinasi Air aut menggunakan UltraFiltrasi dan SWRO untuk produksi air
bersih.
O PN Ende, Desalinasi Air aut untuk pembangkit listrik tenaga uap
O PN Bima, Desalinasi Air aut untuk pembangkit listrik tenaga uap
Ŧ AIk LAU1

Þerbedaan anLara alr lauL dan alr Lawar daraL adalah pada seal kuanLlLas dan kuallLas
aaramnvaŦ CaramŴaaraman uLama vana LerdapaL dalam alr lauL adalah klorlda (33Ʒ)ţ naLrlum
(31Ʒ)ţ sulfaL (8Ʒ)ţ maaneslum (4Ʒ)ţ kalslum (1Ʒ)ţ poLaslum (1Ʒ) dan slsanva (kurana darl 1Ʒ)
Lerldlrl darl blkarbonaLţ bromldaţ asam borakţ sLronLlum dan florldaŦ

kandunaan aaram pada sebaalan besar danauţ sunaalţ dan saluran alr alaml sanaaL kecll
sehlnaaa alr dl LempaL lnl dlkaLeaorlkan sebaaal alr LawarŦ kandunaan aaram sebenarnva pada
alr lnlţ secara deflnlslţ kurana darl 0ţ03ƷŦ !lka leblh darl lLuţ alr dlkaLeaorlkan sebaaal alr pavau
aLau men[adl sallne blla konsenLraslnva 3 sampal 3ƷŦ Leblh darl 3Ʒţ la dlsebuL brlneŦ
Alr lauL secara alaml merupakan alr sallne denaan kandunaan aaram seklLar 3ţ3ƷŦ 8eberapa
danau aaram dl daraLan dan beberapa lauLan memlllkl kadar aaram leblh Llnaal darl alr lauL
umumnvaŦ Sebaaal conLohţ LauL MaLl memlllkl kadar aaram seklLar 30ƷŦ

lsLllah Leknlk unLuk keaslnan lauLan adalah hallnlLasţ denaan dldasarkan bahwa halldaŴ
halldaŸLeruLama klorldaŸadalah anlon vana pallna banvak darl elemenŴelemen LerlaruLŦ
ualam oseanoaraflţ hallnlLas blasa dlnvaLakan bukan dalam persen LeLapl dalam ºbaalan
perserlbu" (parLs per Lhousand ţ ppL) aLau permll (°)ţ klraŴklra sama denaan [umlah aram
aaram unLuk seLlap llLer laruLanŦ (Wlklpedla)

Alr lauL denaan [umlah Lerbesar dl buml lnlţ sebesar 97Ŧ3Ʒ darl alr keseluruhan perlu dlolah
aaar dapaL dlkonsumslŦ namunţ permasalahannva adalah kandunaan aaram LerlaruL
menvebabkan dlperlukannva LreaLmenL khusus sehlnaaa alr LersebuL dapaL dl konsumsl oleh
masvarakaLŦ Salah saLu LreaLmennva adalah denaan menaaunakan fllLer membrane reverse
osmoslsŦ
Ŧ DL5ALINA5I DLNGAN MLMkAN kL5LkVL C5MC5I5

Þada dekade Lerakhlrţ proses membran berkembana denaan sanaaL cepaL dan kebanvakan
faslllLas baru menaaunakan Leknoloal reverse osmoslsŦ Þroses membran menaaunakan membran seml
permeabel dan Lekanan unLuk memlsahkan aaram darl alrŦ SlsLem membran menaaunakan eneral vana
leblh sedlklL dlbandlnakan dlsLllasl LermalŦ

Membrane separaLlon valLu suaLu Leknlk pemlsahan campuran 2 aLau leblh komponen Lanpa
menaaunakan panasŦ komponenŴkomponen akan Lerplsah berdasarkan ukuran dan benLuknvaţ denaan
banLuan Lekanan dan selapuL semlŴpermeableŦ Pasll pemlsahan berupa reLenLaLe (baalan darl campuran
vana Lldak melewaLl membran) dan permeaLe (baalan darl campuran vana melewaLl membran)Ŧ

Sweep (berupa calran aLau aas) dlaunakan unLuk membawa permeaLe hasll pemlsahanŦ Sweep
(berupa calran aLau aas)

Membran osmosls ballk (reverse osmosls aLau hvperflLraLlon) Lelah men[adl perhaLlan dalam lndusLrl
se[ak Lahun 1960Ŵanţ karena kemampuannva unLuk memlsahkan zaL LerlaruL berukuran sanaaL kecll (dl
bawah 10 A) darl laruLan padaLŴcalrŦ 1eknlk lnl banvak dlaunakan unLuk berbaaal keperluanţ seperLl
desallnasl alr 18l!L dan alr pavau vana banvak dlkembanakan oleh Cfflce of Sallne WaLerţ uŦSŦ
ueparLemenL of Lhe lnLerlor żPA88lSţ 1976Žţ penaolahan alr llmbah lndusLrlŴlndusLrl perLanlanţ bloklmlaţ
klmlaţ elekLroklmlaţ makananţ farmaslţ peLroklmlaţ pulp dan kerLasŦ 8ahan membran vana dlaunakan
blasanva adalah selulosa aseLaLţ komposlLţ pollamldaţ dan lalnŴlalnţ denaan modul Lubularţ splral woundţ
flaL sheeLţ aLau hollow flber żCP? Aţ 1976ŽŦ

Þada perlsLlwa reverse osmoslsţ pada slsl laruLan denaan konsenLrasl Llnaal dlberlkan Lekanan unLuk
mendorona molekul alr melewaLl membran menu[u slsl laruLan alrŦ Þroses pemlsahan lnl akan
memlsahkan anLara zaL LerlaruL pada salah saLu slsl membran dan pelaruL murnl dl slsl vana lalnŦ

Membran semlpermeabel vana dlaunakan pada reverse osmosls dlsebuL membran reverse
osmosls (membran 8C)Ŧ Membran 8C memlllkl ukuran porl Ƽ 1 nmŦ karena ukuran porlnva vana sanaaL
kecllţ membran 8C dlsebuL [uaa membran Lldak berporlŦ Membran 8C blasanva dlaunakan unLuk
penaolahan alrţ seperLl penaolahan alr mlnumţ desallnasl alr lauLţ dan penaolahan llmbah calrŦ SaaL lnl
membran 8C [uaa banvak dlaunakan pada proses penaolahan alr lsl ulanaŦ

Þada penaolahan alr mlnumţ seperLl penaolahan alr lsl ulanaţ membran 8C dldesaln unLuk dapaL
melewaLkan molekulŴmolekul alr dan menahan solldţ seperLl lonŴlon aaramŦ Membran 8C dapaL
memlsahkan dan menvlslhkan zaL LerlaruLţ zaL oraanlkţ plroaenţ kololdţ vlrusţ dan bakLerl darl alr bakuŦ
Lflslensl penvlslslhan membran 8C unLuk zaL LerlaruL LoLal (1uS) dan bakLerl maslnaŴmaslna adalah 93Ŵ
99Ʒ dan 99Ʒ sehlnaaa pada akhlr proses akan dlhasllkan alr vana murnlŦ

Lflslensl penvlslhan membran 8C vana Llnaal menvebabkan Ler[adlnva penvlslhan mlneralŴmlneral
alaml pada alr bakuŦ MlneralŴmlneral alaml lnl Lldak hanva memberlkan rasa vana enak pada alr LeLapl
[uaa membanLu funasl vlLal slsLem LubuhŦ Alr mlnum akan kurana sehaL baal Lubuh apablla kurana
menaanduna mlneralŴmlneral lnl
















A III
ÞLNU1UÞ


3Ŧ kL5IMÞULAN

krlsls alr vana Ler[adl dl lndonesla dapaL seaera dl aLasl denaan meLode desallnasl LeruLama
membran reserve osmosls denaan membranŦ MeLode lnl sanaaL cocok unLuk dlLerapkan dl wllavah
lndonesla vana serlna kesullLan alr berslh balk karena kondlsl aeoaraflsnva seperLl pulau 8aLamţ
lrlan 8araLţ dan wllavahŴwllavah aersana maupun vana dlsebabkan muslm kemarau pan[ana dan
bencana alamŦ 1eknoloal membran merupakan solusl Lerbalk menalnaaL prakLlsnva alaL LersebuL
unLuk dlplndahkanLempaLkanŦ

3Ŧ 5AkAN

1Ŧ ÞemerlnLah sebalknva seaera menerapkan dan menaenalkan Leknoloal membran kepada
masvarakaL vana membuLuhkan khususnva unLuk wllavah aersana dan lanaka alr berslhŦ

2Ŧ ÞemerlnLah sebalknva memberlkan kesempaLan lembaaa LerkalL unLuk menaembanakan
Leknoloal membran

3Ŧ ÞemerlnLah sebalknva membuka luas lkllm persalnaan blsnls alr sehlnaaa haraa alr semakln
kompeLlLlfŦ

4Ŧ SwasLa sebalknva dapaL memanfaaLkan Leknoloal membran sebaaal salah saLu solusl Lanaaap
kebuLuhan masvarakaL denaan menahadlrkan 8C sebaaal peralaLan rumah vana porLableŦ






DAI1Ak ÞU51AkA

Abdullahţ nuruddlnŦ2008Ŧ º1arlf Alr akan nalk 10Ʒ"Ŧ lorum kompasŦ !unl 2008Ŧ !akarLa
AnlLaţ PendranuarahaŦ 2004Ŧ "1arlf Alr Mlnum dl !akarLa dlnllal Mahal"Ŧ hLLpť//deLlkŴdeLlkŦcom !akarLa
SabLuţ 28 AausLus 2004
Panlfţ AbdulŦ 2007Ŧ "ALasl krlsls Alr 1olleL dlolah !adl Alr Mlnum"Ŧ 8adar SulLenaŦ !umaLţ 30 november
2007
SurvaŦ 2007Ŧ Padapl krlsls Alrţ 1lonakok 8anaun 21 uesallnasl 24 Þersen Mlnum Alr LauL Ŧ 1uesdavţ 26
!une 2007Ŧ nlnabo
1ambunanţ 8lnsarŦ 2008Ŧ ºCukupkah SLok Sumber Alr 8erslh klLa?" Selasaţ 3 !unl 2008Ŧ CLorla 8aLam
1lm redakslŦ 2008Ŧ ºnewaLer lmplan Slnaapura 38 1ahun Lalu Melepas Paus uenaan Alr Llmbah"Ŧ
ÞosmeLro 8aLamŦ SabLuţ19 !ull 2008
1lm 8edakslŦ 2003Ŧ SallnlLas Alr LauLŦ CSLAnCC8All Awal kehldupan 8erawal uarl LauLŦ 1uesdavţ 19 !ulv
2003
WlnduwaLl SŦţ ?ohanţ 8lfald MŦ nurŦ 2000Ŧ ºkarakLerlsLlk Csmosls 8allk Membran Splral Wound"Ŧ ÞusaL
Þenaembanaan Þenaelolaan llmbah 8adloakLlfŦ
Zakarlaţ AnanaŦ 2008Ŧ ºkuallLas Alr Surabava Lak Lavak Mlnum"Ŧ1empolnLerakLlfŦ kamls 18 uesember
2008

:9 574/:-078.3/:3.7..7.39.2907.820-.5. /.893 !74/:574808/08.9::25.23.3.39.9/:3.      !03079.7.7..7 2.3.7/.3/08.3-07:5.7.3 ..3 .207:5.7..09079039:803.8.7:9 /.7:9 :7.7.3.8703/.3:39:203:7.39..3.34380397.3.9 -078.3.5748085028.3/:3.3/:3.7/03.3.8 08.2 28.7.8:2:23.3../.0.3 !74808/08..9.7.3.2907.3.3/.3.7....

7574808/08.3.7.3/..7 2.3.3/...8.3.35079..9/:3./. .7:9.2-074380397.253./.893 0- /.3/42089 3/:897 /.3 .-730 730.3:39:0507:.5.8 8.

3:2:2/:3.3.720..3202-7..:9.93.83/.5.3 .7.7..90/.3.9:70.-730 !7480839/.8-078.2907.. 3.3..3.439.:5:3507:-.3./.3/03.20.9.20.2-.0/.9/:..2.34380397.39...3.5/.2..2907.8 .3 :39: 2033.3.3.5502.3 88.390.390.9.974/..7:9.7.3.3-730203.390./.202.8 .3.439./.3:.7.7:9.3/08..31.3.5.33.7.203:3.9248107 $8.3 89.3./.. 58  .203:3.2907.8.59.39..3.3.3:93.8207:5.7:93..7:9.8:39:203..3/.7.:25.0.:202-7. /43/038././.8 .3/.3 $.9203.7-078/.3079079:9:5 5.8..:25.3 /.3203. /03..3.425708843:2:23.7:25.3.7:9  89.  9.3 08.257.9/89.3.39074380397.3.3 0307:9.8.3 88.202-7.8./.380-.8...9/:3.2/58.. 58 80/..7:95.8.39. 574808/08.9:7.:92028./.3203:3.8203:3..:8870.35.2.5.8.7503//.2907:8 2033.3/0..8.9907..3:.4380397. :25..35.3/.7 .8.2094/05028.3.390.8.75..3.3:93.7.:25.3.3-0790.7./.7.3 .-..3:2:2/:3.3 4507.947 -0790. 0-:9:.35.3.390.8 &39:203:7.380...3.3.3 %07/.5.7.7.307:39:203.3.3  094/0.8 2:9500110../802. 80-.9574/:-07:5.30-703/.35..3:39:574808/08.3/5425.300.7.7.39074380397.547.89.3907:8203./.5.3/08.3  8050792:989.34507..950202-7.2-/.943 /.7../03.7.7-078 07-.9203..35./5..3/.3.3.3202-7.:39:202-0790. 3.3.3.3.-0 !0720.7.2.9.3202 90.3.720.902507.32094/0/08.390.3 57385203:7..7.720.75.2574808/89./.88  !.3/.:202-7.907 50720.01.3.3574/: .3.507-0/.9  .7:9.3# .8.5.0780482488 # /.3.9/03...8.:202-7.:202-:9:.:9:39:203.380.7.

3/03.038431:7.38025:73.9203989.3/.7:25.7 200..9.3202-7.8 .5.35 /.9:.2-.7:9 802039.5748085028..3.202-7.5.8  ...7-078 /.3.20.$8902# 907/7/.3/.390.-..4:3//.7574808:9.202-7.7574/: 02-7.3.3# 202-07-.9202-7.3203..8/03.3203.38:/.3441301-07202-7.7.9:  570970..350720.3202-7.9  !7088:7.93.90.340803.7:25.3808:..3 2030-.7.3 .7.7./:.39078:85038 20308:.33-947:39: 203439748.8202-7.9.9.3#  !70970.7.2.390788.7574/:907/08.3/.3  $05.7..2907.93.909039: 805079.33 80/9.943   202-7.3.8.: 574808570970.3.920397:25.5.9/.5570970.3/03.943   548990.34507.7.8:28:1.943!425.7.-9.-0.-.3..3 ./.3907/./.3.9203.3.35.33.5.3.3.2/. 1050720././.920393.-.7.35..3/...94302-7.8200.30 805./03. .703.3..7.8./. .308  ..3202507-40.3-7309074380397.3857.92039   57088:7.39..3..32033.3574/:..5.. 2028.9/80-.92039/808:.7.39.38.943   /08.

3088902/897-:8:39:/..7809...5...5.202-:9:.35 80-0:2/.3202-7.9/:3.-..723:2 !74/:203. 950202-7.9  $:2-07   --  9 ° ff° f°f ¾ ° ° ¾f¾ff°¯f¾¯°¯ f f ¾f½ ff°f° ½ ° ff°f ¾ f¯ °nf½f½ ¾ ° ¾ f°–f° ½ ¾ff°©–f f¾ ¾f½ ¾ ° ° ¯ ¯ f° ©f °f¾¾f ¾ ° ° ¾f   ¯ ½ff°°¾f°–f ff¯  ½f°¯f°¾f  ¾ f°– f f½f ff° ½ f°½ff f °fff¯ ½ff°¾ff¾f½ °½f°– ½ f–¯f°¾f   ¾ ff°f  °f° –¯ ¯½ff °f¯°f°– f½f °¾¯¾ ¯f°¾f° ½ f°f¯°¯ ¾f°–ff¾  ff©¯fff°–f f f°f¯f½ ¾ °¾f©ff°– ¾ f¾ f–ff ¯°¯ ¾ f°–f°¾¾f°ff ffff  f°  n ° °–f°f°– ©f ¾ ff°–°f ff f°–°f  ¾ ff°f ¾ ff f  ¯f°¯ °°–f°f½½f¾ ¾ ¯f° ¾f½f f°ff°f¯°¯  °––f  ¾ ff°f ¾½°¾ ¯f° f°–  ½  f°– ¾f¯½ff°fn ¾€   ° f–f°¾f¾9f°–f° f°9 f°f°°f%% ¾ff °½ °––°ff°f  °f°f ff½f   f° °–f° °–f°¾ f f ¾f¯ °f¯°   ¾ ff°°f©¾¯ °°  f°f  ©f  f°–ff°ff°–f¾ f°––°–   f ½ ¾ °½ °   ¯ ° ¾°ff°f°½ff¯ °© f°–f°f °f ¯ff°– ff°°––f ff¾f°f°–¯ °–ff¯ f°–ff°f¾ nfff ¾  f°–f°f f  f¯½f ° –f€ f f½¾ ¯f¾   ¯f¾ ¾ ff° @f°½ff¾ ¾f¯°¯f°–– °¾ .380-.3-.203/0.85028.07.:442.9437574/:.73.3.3/93.7 20.7.3/03.9.8/2.3.3/.8.350308:.3#  $9.

°9  f°f°° ¾ff°¯ °©f¾ ¾f ½f f  D°½ ¯ff°°fff ff  f°°½ ¾½f°–f°°f 9f ff° °  f–f ½ f° 9fff ½ f°¾  f°f ¯f¯   f ¾  f°–f° ½ °¾  ¾ ff°f  fff°f¯f½°f½ ¯ff°f°f ¯f¯    f ¯ °–°–ff° ½f ff°¾¾f 9fffff°©f ½fff °f ½ ff°  f°fff°¯ °©f¯ °©f  ¯f¯     f°–f°½ °¾  ¾ ff°°f n ° °–¯ °°  f f½ ff°¾ ½ fff¾f©f ¯f¾ f°ff–ff°– ¯ ¯ ° f½ff°€f¾f¾f ¾ fff f¾°–f   f  fff° ° f f°  ff¾f° f°–¾°– °–f°fff  °– °–f°½ ¯ f°½ °  ffff°–¾f°–f½ ¾f  ¾f f¯½©f©f ¯ff½ ° ff°f ¾¯ °©f ½ ¯f¾fff°f°–¯  °–f°f¾¯¾ °–f°¾¯¾¯f¾¯f ½ f°–   f° ©f¯   f ff¯¾ff  - fnf°–°–f° ½f f9°¾ffff°¯ °°©f° 9 ¾fff°f f .°¯%9.¯ °–f ff° f°f¯ °°––ff½f ½ °f  –½ °f¯f¾ff°¾ °––f½ff f ½ ° f½f ff½f f¾f¾ff°f° ff° ©f #½ f°–f°#°¯ ¯½  ff°f ¾° f¯ff°f °–f°½ f°–f°°¯ ¯½  f°¾¯  ° –¯°f f°–f¾ ¯   ° ° ¾f¾ °   °–f°©¯f½ °  ¯ °nf½f ©f  f°f ¾ ¯ °©f ¾ ¯f°¯ ° ¾f  n ° °–f°°¾¯¾f ½ ff° ¾°f°––f ½ ¾ ° ½ f½f½ f°  f°–f°  ¾ ff°f ¾n ° °–¯ f¯ f% f°–%f f  ¾ff°ff¯ f°½ °n ¯ff°    f©fff° ° ¾f ¯¯ ¯f¾ ¾ f f½f ¾%ff9 ¯ ff°  .ff¾f .f % 9 °  ° ° ¾ff°– ¾f¯ °–f¾ ¾f ¾° f°¾ f f  f ¯ °nf½f½ ¾ ° ff½ °  ° ° ¾f ½°f°– ¯°f°f fff¾ ¾° ½ fff° °f¯f¾f f½ ¾ °ff° ° ¾f ½f¾f¯ ¯½ –°ff°ff°–fff ¾ nff ¾ ff° D°½ ¾ °f¾ f¾ ¾ f f½ ¾ff° f f½¾¯ f ° ° ¾f   ° f f½f f f½f° –ff f°––f¾ ½ .ff¾f °–ff¾ ¾¾¯ f  ½ ¾ff°¯ °nf½f½ ¾ ° ° –ff° ° ¾ff°–ff¾¯  fff° f°–ff¾ ¾ ½ ¾ff° f f½f ¾f°f¯ ° °  ½ ¾ °   ° f fI °f¯f°– f ¯ °nf½f½ ¾ ° 9f ff99%% ½ ff°©¯f½ °  ½ ff°¯ °nf½f  ©f©f °–f°°¾¯¾½ f½f¾ ¾f  ¾ °––f f°fff°¯ °nf½f  ¯f ½ f .% ½ ff° f¯f¯½¯ °½f¾ f ½ ¾ ° f°f ¾° f–ffff %¯½f¾ °%   9 °–f°f °–f° ¾ ff° f¯ ½ff°ff°–¾ f –°ff° ff¯  ½f°¯f°¾f  f°¾f¾ff°ff¯f°¯ °–ff° f©f ¾ ff°¯f¾fff f °ff¯ ½ff°¾ff ¾f¯ f f  f–f¯fnf¯½ °ff° @f½f¯f°¾f¯ ¯ f°f°¯f°  ¯ °nn  ¯°¯   f°f° –°ff°¾f°–ff¾ff °ff¾ff°– f  ¾  f° ¯ ° ff° 9 °°–ff°ff¾ f°f°f¾f °–f°©ff°¯ °–f ff°½ °– ff° f f½ .

32.3.5.  $0.3.3 80-.2.3.7..25.3 /:. /.3.5.  5:. :5.:.7.79.5. 5:.7-078  -.3 .3.#5 7-078202.3-.7#5  8. 3 03:7:9 #42.38.9 /. 0. -03:. :.:9.05:.3.: -07503:3 9: :2.7:8202-.8#0. 3/4308..3.903 .7:8 202-0 :39: 203/./7078 3/4308..3 ..3 .:.3.3 :2.8203.7.3 ..93.20:7.3 .9 805079 9: ../.0780 82488 #  .3 /03.:9 9: 9073. 507 9. 202 ::.73. 5:.8788 .: -07503:3  :. 2...090780/.7-078203.7 -078 743 3.7.207:5..7.390344:39:203.3. .7389./7-0-07.9.07.7 907:9.2.2. 20.9:.3$07-: . .8 3 /.7 92 /08.9../2..7.2.9:907.3 574808 /089.3 !03. ./.3%0344 !!% 9079...9025.3 . 02:..3203.3 20325.:903.9: /03.7  $090.79. .3/.8.49.8 /.9 05:.:.3-07.9 / 2.330.3..3.7 203.7-07890780-:99.5.7-078 2.  / 9025./.3 -.3.9.9.803:./ -..3  ./. / 903.3.3 :39: 20250740.3 907/.7 .8.7..8....2 -/:.9..3.5.090780/.20303.3!0307.8 / .3.8: ./. 503/:/:  7-: .7-078.:./:9. :39:203/. -0-07. 203/.9:.905:./-.7.8 ..5.3 08:81  .5.5.3.5.8 .93.:9.:203:9:7.8.-:5.37.: /03.3 807.3. 207:5.:.8 !!% 202.7//:3.9.3 90344 /08.9 43/8 9:.3.33.7    2  $03.5. $09/.720302-.3907-08..  . 574538  .792 7433. /08..38. 2.7.7. 05:3.  2 /:. -.9: 809.3 2.9.3 $07-:   05:. 80-. :./ #/4 /..8.3  !!% 20302-.  $02039. 2.:.ff°– fff°¯ ¯ f°¯f¾fff ff¯½ ¯f°€fff°f    f°–f ff ½ °–ff°½ °–f fff°f ff¯¾ff ¾f¾f°–ff½ °°–¾ °––f ff°¯ ¯ f°¯f¾fff ff¯¯ °– ff  °f°f½ °–ff°f °–f° ¾f°f¾ ¯ ½ff°nfff¯f°¯ ° ff°–f°f ff¯¾ff ¾f°f¯°°¯ ¯½  fnff ¾f°f¾° °¾°f ½ f°nff¾¾ f°¯ °  ff°f©–fnff ¾ f¾ ¯f f°ff°f¯f  f f½f¯  °¯ °f°–f° f°–ff°f ¾  ff¾f°f °–f°# ¾f°f¾ff °–f°¯    ¾ ¾¯¾¾#     08..8.

3 2. 9.9.7 9: //33.83 2.30/.7 9.7 ./..32..7 /03.23/5.:2  .947 09:5:./.83.7. 70.3 /. -42. /089. :/. 88.740.7.3 507./.3.3 .7.7 .3  03:7:9 #/4 .3-.5..3 ..3. $0.7 5425.83  002./ .  80-.8..7 9.93. 507-0/.8:.3 20303..5.2 0...2.:9 .5-0790.8.:9 / /./.-03.3 907/./. .3 202-7. ./..20.0780 82488 $0.  :.3.3 -.9 0.39.8203..20.7 /03.905:25 02:/.35.9.5 -0-07..91 4947  $03...8 3 2:. 1.7.5..:. 574808 #  .3 50780/.7 5.:9 .  0.3. !..5.84034/ .8:0/.7..:9 /8.8207:5.90.9.3.3 .3 0:..0:....9503/33.3/5425.7 5425./.8 .30780-.:9.00947 5425. .5:9 $0.:9203:.:9 /. -0-07.:9 9: 202 0:3:.7.3.3 0 9. 507:-.3 /.80 ...31..25. -./. 8.7 .7 . 8.39.074-4390758. 9:.8.8 40 .:802.947 $0/..7../.7.3/. 5:3 2.3 40 ./ .7.7 .3503:2-.39 3/.9/.0 /5.8 203.3  .3 . ../.0.8203.7 $02039.7. ..3 203/::3 574808 /089..7 .7.3703/.:9 /5.:7..380.7.7.90.7.3:9 #/4 2030..9 .3 90.3 .907:820307:8 /5.3.8 /.7 . . -8.7  0- .3 ./. ./. -:.7 9.3 8:/..907 00.9.7.7 /089.2 ..  20303.7 . ..8 203..  2.7 /089.39039:.80  !.8 3  .3 /.43/038.3.43/038.8.3 8:: 703/.2:3  #/4 203.9478.80:.3 &..3 .72:73 $02039.:7.8 /..3 80. .72.9..788.80.9.57385 203:7:9#/4 574808/089.7 -:.947 $0-:.503:3.3 90344 #  :39: 203..7203.3 /0:. .3 43974 !74808 07.: -407 2-../03.905:....9 202-7..3 93 /.9503:.5 40 5425.3/.:9 .7 .7 574808 /089.3./..3..3-.7:25.3 802 50720.3 039.9.83 2.7 .7.3....:2.3 ..90.: -.2.39.7 .79025. :39: 203039:.9 .7 9.35.5.7 5.99:. .3-07549038:39:203:2-. 02:/.7..3402.7./.7 503/33 .3203:3.31.3 /.9 /5.3203.3.3.7 .. :39: 2028.3 203..7./.3 907./. 5./. :.3. 43/8 .3 .3 .5  2. 507.547.7 9.8. 03/. 2030-:9. 00947 .8.. ..3..5 3  .3/2..7 .3..3 ..5-0743/038.3$07-: /.3.3:/.7 8..3 .5 .7/43/038479:02:/.7 /089.../../.3:93.7 8.3 5.3 0:.31.7.9. 574808# .3 9:  502.307 !.9 $0..3703/.8.307 203.7.9.3 002.392-: / /.243/038.5.02:33.8 0.. 8::   /07. .88.7.25748083.79.: .#0.3507:-. 907. :.7 90780-:9 /.39./.8:.8.7.907 43/03847 00947.7.3 -0743/038.9 /.3.3:93.3203/.3..390344# /.5.5 2.83 90344 5028.8 -:.7 /.3 1.9:7 40 .590. 574808 /08.  .:7.7 / 3/4308. 80. 5.3 .3.3/2./..8:0/.3 5.7 .8.790780-:9/.:40 8./ 1...83 70/ 80.:990780-:9/2.3:93.2 /..39.3/..39.7.3. 2.3 203:3.3..92  !.3 8:/.3.380.79./.3 /080 .9 3/./.

3 40 02-..7 9./  .82.8 !% .7 /089.-.7 574808 /089.8 3 202 5   5.8 .39.3 90./... 080.2  %09.3 /2 40 .3/.3 /.7 9.8-8..7 /.80-08.33.8.  07/.3 /.:.7 ..7 -078 .7 ..9..3 /.7..2-74 .3.25: 203.33.9.7 9.:8 03:7:9 09:.  .9.8.7 .7 .  8090.3 203.3 0303.7 2083 /080 -07903.7  .8. !747.3 /.73..8 :8./..2-.82. 574808 /089.3 :. :2:23.3.73.23  .5. . 8.3 9:  93.8 3  .7.5. 8:/.7 574808 3 8.39./03.7 3 8:/.  27.2 08.9 -.8.3 :3.3.7 9.9.9.3 /.9 ..2 507 907  02.8 50309. 907.3 .3 /.9.3. ..83.5 :39: /23:2  3 /80-.9.7 552  793.  :. 2.3./.8.7 2.3 . 20203: 89.9 3 2.83. #/4  :3.8.3 /.9  $0.3     2.7 /089.3 .25:.7-:907 :. .3 /.7 . 8::  /07. !0.  .80-08. 9.     /.2038093.. 809.2  .3 /909.202.7 8973..2 .3 5:.7 .703.5 80-03.3  .8.2-.8 .3   907 .

  .72.83 2.34347/.:7.8380-.3/:3.3/. 43-082.3.

3:7.3/. /.7  2.

.7.5.39.3 -.3 /909.78973..7 .3/.7 2.7:7. 9: :.39.3/. 0 $02039. -078.7.8 .     02.25:.9.80-08.7 .3   5 .

3/.34347/.7   2.3/:3. .:7.

3/:3.   ./. :7.. .7  2.3 .3 43 -083.3 /.

3  .3 $07-: 9: 3.3 //.93 /3/4308.3 549 5470.3.3503/:/:809.3.8.2-.3470.3/08.:.45928 $0.:../ 0.... -07. 574/:803/08.5 /08.3/08.3 $07-: 3 203.35.7 .3 :.3 .939...38.7.5. 80-08..31.3 203:3.3 !740 3. :39:203:5.83.:.  9:.3.390344/08..9 . /:3.7:39::98079.3.3 202 05.9.:./.307 0-07.3 .9.3.9 3 :2.8.9 -072.5.8.83..83-.2.5...3.: !7.3 9:.502.2 20.9.380..3.3/.2-..393..8.2:3  3.7  .3.5.3 //.8 / 05:.8 9../:.3 :39: 549 5740. 0  .3 -..93. 203.9 /.7. .7.3. 2.3 -07:.:7. .8 -0:2 .3.31./.5.30.3 /.9.83 9. / 05:.3 /. .7./.9809.3 502.3.9079.9. .7 8./.8/8..2:.3.0.31.3./..3 / !:.  .:.7  .7.2.7 3 202.7-078-..92.7.5.8/.19.3/03 5.3.9.9. !!% /.8.3 /.3.8:39: 0507:. 5. . /. 20302-.3/.5.7 #5   :9.2-.3 5:. 549 5740.9.:3 $0/..390344 /08.3.2-. . 05.  !   $0.3     .9.3.3 /.9 -.3!03/.8 .7!%$.

3.8/08.3 ..79. 3.7 .7 .9.5.3 50307.3  %0344/08.-.2-0-07..3 9.  202-:..3.:30/05.9/438:282./ . 9/..3:8.9 /438:28 207:5.23.8/03.4  $4:8 788 7 078  08./..3.203.8 3  !% !02-.3 9.3.3 .5:380-.3 /.3 808:..7 23:2 -07.3 .7 23:2  03.2.3:3.9.9/2.38.3.723:2. 08.3.9.7..:8 203.. .3.2.-:49..:9 80-.38073..3 90344 3 /03.2  3/4308.30. . 9030.9. 503:7:3.3 93...3 502.3.7 9.8 .7 ./ /3/4308..:5:3.7 .3 /.3. 2:33  .9.5:7. 438:28 203.3.3 . 23:2  574808 3 /.9:.3 2:89..9 7070.8.2 .7 9.3.31.7 :39: 20203: 0-:9:. 203.7.37.7 ./. 20307.3 .3.3. . 80-.9 9. 03. 202-:9. 90.9 08549.7.9073.3./.3/..7.7 :39:203.7.3 2034.8788090780/.3 9025..3.5.7.9 .2/.5.5..8.2.3 90344 /08.79 :./.4203:3.8.3.2 /08.:....8...3 :39: 203. 98:3.32034.802. .  .31./.3 80-.3.3.3.9. / .3 203.3 -070-.8 . /.8.3 9/. 5030-.3  93..325.79..3.2.3 / .3.91203.9: . .0  :897.3 93 803.7..5..7 .  08. .8 80.943  207:5.31.3 -..7-07.9:. 4..0780482488/.:9 /03..2.8 :39: 202.3 .   389.3..7./.3.:9203.9.8.3 .5.3..3/.9 503:7:3.3.8. 9025..- :9.7 9.31.325.47-.7 ..7 -.. 0..8 90780-:9 80..7.3 202574808 . 90. 9/../%.2. / -07-.3  .380-. 203:7..8-:.2 / .5.3 202.3 .%.3. .3. .5.3..:9 /.5::9.9 907:9.3.:5:39:2-:.7 ..043.3.2 503..:9:39:3:2  08.390344/08.2 -070- 5.3-03.293.3.8..3 -03.9.9 :.4  50304.8 ..8 /08.3.8:3.907.7-078.. 9.8 .438:28-.32094/070.

24.2 8.9 93 3 /.7.8202574/:8 7-:20907:-./.3.2 8.8 8.9 0!.84 %0.:.30.3.390344/08.7.253. .4  07-.3.83 805079   207.5.7 .90.7.-07.3./.3983.3/.9..7.7.7 .20307..3  7 -07..25:3..$07.9 93 80-.

7  &3 27..907.  . 8.9 7. :.  4.8  8.7..- 2025:3.3 202574/:8  :9.9:3.

3 01091 /.:93/-:9:.9: /03.. .7.3 ./. .25: 203:.7 !738507.:9200.8 :39: 203.3 /08.2.39.7.3.2 20.2094/03.7 .: #  82488 907-.3 5... /.7   4.3-0-07.5 . 9.3:2:2..3.7  .30307 897 80-08.3. /.8.7.9202-7.:9 :39: 203. 3.3 25.7/.5.::2 /89.3 2094/0 482488 907-.5.3 :.9.8  %07/.   03..9.3 7.8 /.5.3 2094/0 /08./ 57:8/.   !74808 /08.30.0780482488.28.3..5 .7 -07.79.3/:3.8.7-078/.9..23.7   378 87. 7..5 20907:-.3:93.-0:39:203.3.4 2./.3 ..0780 482488  %.7. -08.3 80.:9203.:.3 #5    .3 203:3.33.7.3 97. /43/038.71 897 . 70.35.3.32094/0482488907-.7./.3.3.3.3 802 50720..7..3 202-7...99 .3 202./.3 2:-..203:3.7.73.7./843.3.943  !73853.9 -0-07.2 507 20907 :-  03.993 &39:203.7.3 2094/0. ../  2:-. .3203/08. 70./03.8 /..7-078   .7. /03..8.2 8.0 %73/.8.

3 .2/.08 09.7-078..39.3/-.39 /5.3 $07-:3...2./08.3/.9 203:7.9:39:9.30-:9:.39897//.33.7.4.3:3/03.8 202-:9:.070....:907503.3 /.":. .: ! 207 90344 /08.7./.3/5:. 809.: 503:7:3.7 -078 20.3 /47845..3503.507803 07-0. 8:/.35.3 .  083$# 09.-7.5.. 8.3203../03.8.574054075.2.8978./.$:..#5  20907507:-  $050793. 5020739.5..9/-:.203:3.93.0 /.5.3./.2/-:.$#  8.3.3307#0.7 -078 80.9: :5.3503:  .5.  :39: 202574/:8  907 .82083# .8.3503:3.6:. &39:/.32:..5. 20.39897703/.9/.3/... /. 8.503. 8.07..25...:0-2:7.2.3.:8 203039.3. :39: 203.  88902# /.3.7./.8 3 80-.2.98:5.::5 0-:9:.5.3/.7 #5    . -.3.2..3 -.705:.9.07.:...:9:39:502-.3/.:.3.502-.: /08.8.

8/.:9:39:502-.87.97...f¯ ¯f f–ff¯¾ f   ¾f °° f¾°f°ff°f fff°f¾  °–f°  f¾ff° fff f f f  f¯f f f fff°°f°–½f°– f°f f  ¯ °  ¯ ° f  ff¯¾ f°–f€ f°f¾ f¾f °fff° f° ff¯½ ¾ ° f½ ff¯# f–f° ½ ¾  #%½f¾½ ¾f°  ½½%ff½ ¯%+% f f¾f¯f °–f°©¯f–f¯ –ff¯°¾ f½ ff° %J½ f%  f °–f°©¯f  ¾f  ¯° ¾ ¾f   ff ¾ f°½  f f–f f½f °¾¯¾ -f¯° ½ ¯f¾fff°°ff fff° °–f°–ff¯ f ¯ ° f f° ½ f°°f f¯ °¾¾¾ °––ff ¾  f½f °¾¯¾  ¯f¾fff ff¾f f¯ °°ff ff °–f°¯ °––°ff°€ ¯ ¯ f°   ¾  ¾¯¾¾  .3 503:3.3.7 -078  O !3/0 08.3/03.2.3  2.87.09.307.3.:9203:3.! 08.503.5.97.!7.5  D@  9  ff°f°ffff f°fff fff ff½f f¾ –f°f¾ f°ff¾ –ff¯°f ff¯ –ff¯f°f¯ff°–  f½f ff¯fff ff f% % °f¯ % % ¾€f% % ¯f–° ¾¯% % f¾¯% % ½f¾¯% % f°¾¾f°f%f°– f %    f f °f  ¯ f f¾f¯ f ¾°¯ f°€ f   f° °–f°–ff¯½f f¾ f–f° ¾f f°f ¾°–f  f°¾ff°fff¯¾f°–f n ¾ °––ff  ¯½f° f –f°¾ f–ffff f° °–f°–ff¯¾ °f°f½f f f° ¾ nff €°¾ f°– f  f  f f f –f°¾ f–ff½ff ff¯ °©f ¾f°  f°¾ °f¾°f¾f¯½f   f f ¾  °  f¾ nffff¯¯ ½ff°f¾f°  °–f°f° °–f°–ff¯¾ f   f½f f°f–ff¯  fff° f° f½fff°¯ ¯f f–ff¯ °–– fff ¯¯°f  f–fn° f.2089 O !2:7.3.:..320/-0/:39:203.87.:9:39:502-..3&97. 08.39897903.39897903.3 08.5 O !2.3$# :39:574/:8.87.:.8.7  O %49.39897/:..07:9-0-07.3.:9:39:502-.

-I. ¯ f° f½f .€€n €f° Jf  D    ½f ¯ °€ °    ½ °–ff°f¯ f° ¾ ° ¾½ f°f°  ¯f  ¯f   ¯f ¯ff°f° €f¯f¾ ½ ¯f ½½ f° f¾  ff°¯ ¯ f°f°– –°ff° f¾f°ff ff¾ ¾ff¾ f ¯½¾ ½f¯ f  f°f° f°  °–f°¯  f ¾½f°  €f¾  ff€      9f f½ ¾f  ¾ ¾¯¾¾ ½f f¾¾ff° °–f°°¾ °f¾°––  f° f°f°° ¯ ° °–¯ f¯  f¯ ¯ f°¯ °©¾¾ff°f 9¾ ¾½ ¯¾ff°°ff° ¯ ¯¾ff°f°fff f½f f¾ff¾f¾¾¯ ¯ f° f°½ f¯° ¾¾f°–f°   . ---.  9f f f  f ½¾ ¾¯ ¯ f°  ¯ f°– °–f°¾f°–fn ½f f° f°ff° €f¾f¾ f¯ °––°ff° °–  ¾ ¾¯¾¾ 9¾ ¾¯ ¯ f°¯ °––°ff°¯ ¯ f°¾ ¯ ½ ¯ f  f° f°f°°¯ ¯¾ff°–ff¯ ff ¾ ¯¯ ¯ f°¯ °––°ff° ° –f°–  ¾   f° °–f° ¾f¾ ¯f   . ¯ f°¾ ¯½ ¯ f f°– –°ff°½f f  ¾ ¾¯¾¾ ¾ ¯ ¯ f°  ¾  ¾¯¾¾%¯ ¯ f°% . ¯ f° ¾ ½ff°f¾f °½ ¯¾ff°nf¯½f°ff ¯½° °f°½f ¯ °––°ff°½f°f¾ ¯½° ° ¯½° °ff° ½¾f  f¾ff°f° f° °°f  °–f° f°f° f°f° f°¾ f½¾ ¯ ½ ¯ f  f¾½ ¯¾ff° ½f  °f % f–f° fnf¯½f° f°– f¯  f¯ ¯ f°% f°½ ¯ f % f–f° fnf¯½f°f°–¯  f¯ ¯ f°%     ½% ½fnff°ff–f¾% –°ff°°¯ ¯ ff½ ¯ f f¾½ ¯¾ff°  ½ % ½fnff°ff–f¾%  . ¯ f°¯ ¯f°½ °¯ f °ff°½°ff°–¾f°–f  n ¯ ¯ f° ¾ ©–f¯ ¯ f° f ½ . ¯ f°¾¯¾¾ f%  ¾ ¾¯¾¾ff½ €f°% f¯ °©f ½ ff° ff¯° ¾ ¾ ©ff° f° f °f ¯f¯½f°°f°¯ ¯¾ff°f f f°¾f°–f n%  ff% fff°½f f nf @ °° f°f –°ff°°  f–f ½ f° ¾ ½  ¾f°f¾f f°f½fff°– f°f  ¯ f°–f° .. ¯ f° f¾f°f –°ff°° ½ °–ff°f ¾ ½ ½ °–ff°f¯°¯  ¾f°f¾ff  f°½ °–ff°¯ fnf ff° ¯ ¯ f°©–f f°f –°ff°½f f½¾ ¾½ °–ff°f¾f°–   9f f½ °–ff°f¯°¯ ¾ ½ ½ °–ff°f¾f°– ¯ ¯ f°  ¾f°° f½f ¯  ff°¯  ¯ f f°¯ °ff°¾ ¾ ½ ° °–ff¯ .

¯ ¯¾ff° f°¯ °¾f°f f f–f° ½– °  ¾  f° f  ff f  €¾ °¾½ °¾¾f°¯ ¯ f°°f ff%@% f° f ¯f¾°– ¯f¾°–f ff   f° ¾ °––f½f ff½¾ ¾ff° f¾f°ff°–¯°   €¾ °¾½ °¾f°¯ ¯ f°f°–°––¯ ° f f° ©f °f½ °¾f°¯° f ¯° f ff¯½f ff f .° f ¯° fff¯° ff°f¯ ¯ f°f¾ff°– °f½f ff f½ ©–f¯ ¯ f°€°–¾f¾¾ ¯  ¯°¯ff°f°–¾ f f– f½f ff°– ¯ °–f° °–¯° f ¯° f°                 .

  9-D@D9    .  °¾f°–fnn°  f½f° ff ° ° ¾ff°–¾ °– ¾f°f ¾ ff °f° ¾– –f€¾°f¾ ½ ½f ff¯  f° ff  f°ff ff– ¾f°–¯f½°f°– ¾ f f°¯¾¯ ¯ff½f°©f°– f° °nf°fff¯ @ °–¯ ¯ f°¯ ½ff°¾¾  f¯ °–°–f½f¾°fff ¾  ° ½° ff° ¯½ff°    -   9 ¯ °f¾ f°f¾ – f¯ ° f½f° f°¯ °– °ff° °–¯ ¯ f° ½f f ¯f¾ffff°–¯ ¯ f°¾¾°f°ff– ¾f°– f°f°–ff ¾    9 ¯ °f¾ f°f¯ ¯ f° ¾ ¯½ff° ¯ f–f f°¯ °– ¯ f°–f°  °–¯ ¯ f°   9 ¯ °f¾ f°f¯ ¯ ff¾¯½ ¾f°–f° ¾°¾f¾ °––ff–ff¾ ¯f° ¯½ €    f¾f¾ f°f f½f¯ ¯f°€fff° °–¯ ¯ f°¾ f–f¾ff¾f¾¾f°––f½  f°¯f¾fff °–f°¯ °–f f°¾ f–f½ fff°¯ff°–½f          .9D-  ¾¾ff°– ©f  ° ° ¾f f½f¾ – f ff¾ °–f°¯   ¾f°f¾ f¯f ¯ ¯ f° ¾  ¾¯¾¾ °–f°¯ ¯ f° .

ff# ½ $$   n¯fff f  –¾¾ f°€    #f¾¾¾@  ff .°¯ fff °f.°¯# f f °– ¯f - ¯   f  f f½¾¾ @°– f°–° ¾f°f¾9 ¾ °.°¯f @ ¾ f  °  -°–  @f¯ °f°  °¾f  #.@9D@   f - °  #@f€ff°-f # ¯¯½f¾ ° fff °f  ° f°–ff  #@f€.

-  #ff ¾¾¯¾¾ f.  ½f¾f¾ °–f°¯ f#  9¾¯  ff¯ f   @¯ f¾  f°f¾f -f  ½f° ffff @ ¾ f   J° f f° €f .°¯# @ ¯½° f€ f¯¾ ¾ ¯     . ¯ f°½fJ° # 9¾f 9 °– ¯ f°–f°9 °– ff°¯ ff f€  fff °f°–  #ff¾f fffff.½f¯  ¾f"# f¾f ° f ff¯ @¯ f¾  #- f ¯½f°°–f½f@f°f.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->